STRATEGI PEMBELAJARAN UNTUK ANAK USIA DINI 27/07/2010 Posted by ebekunt in Pendidikan. trackback .. Oleh : KUNTJOJO A.

Hakikat Anak Usia Dini Dalam undang-undang tentang sistem pendidikan nasional dinyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU Nomor 20 Tahun 2003 Bab I Pasal 1 Ayat 14). Anak usia dini adalah anak yang baru dilahirkan sampai usia 6 tahun. Usia ini merupakan usia yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak (Yuliani Nurani Sujiono, 2009: 7). Usia dini merupakan usia di mana anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Usia dini disebut sebagai usia emas (golden age). Makanan yang bergizi yang seimbang serta stimulasi yang intensif sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tersebut. Ada berbagai kajian tentang hakikat anak usia dini, khususnya anak TK diantaranya oleh Bredecam dan Copple, Brener, serta Kellough (dalam Masitoh dkk., 2005: 1.12 – 1.13) sebagai berikut. 1. Anak bersifat unik. 2. Anak mengekspresikan perilakunya secara relative spontan. 3. Anak bersifat aktif dan enerjik. 4. Anak itu egosentris. 5. Anak memiliki rasa ingin tahu yang kuat dan antusias terhadap banyak hal. 6. Anak bersifat eksploratif dan berjiwa petualang. 7. Anak umumnya kaya dengan fantasi. 8. Anak masih mudah frustrasi. 9. Anak masih kurang pertimbangan dalam bertindak. 10.Anak memiliki daya perhatian yang pendek. 11.Masa anak merupakan masa belajar yang paling potensial. 12.Anak semakin menunjukkan minat terhadap teman. B. Karakteristik Cara Belajar Anak Usia Dini Anak memiliki karakteristik yang berbeda dengan orang dewasa dalam berperilaku. Dengan demikian dalam hal belajar anak juga memiliki karakteristik yang tidak sama pula dengan orang dewasa. Karakteristik cara belajar anak merupakan fenomena yang harus dipahami dan dijadikan acuan dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran untuk anak usia dini. Adapun karakterisktik cara belajar anak menurut Masitoh dkk. (2009: 6.9 – 6.12) adalah : 1. Anak belajar melalui bermain. 2. Anak belajar dengan cara membangun pengetahuannya. 3. Anak belajar secara alamiah. 4. Anak belajar paling baik jika apa yang dipelajarinya mempertimbangkan keseluruhan aspek pengembangan, bermakna, menarik, dan fungsional. C. Karakteristik Pembelajaran untuk Anak Usia Dini Kegiatan pembelajaran pada anak usia dini, menurut Sujiono dan Sujiono (Yuliani Nurani Sujiono, 2009: 138), pada dasarnya adalah pengembangan kurikulum secara konkret berupa seperangkat rencana yang berisi sejumlah pengalaman belajar melalui bermain yang diberikan pada anak usia dini berdasarkan potensi dan tugas perkembangan yang harus dikuasainya dalam rangka pencapaian kompetensi yang harus dimiliki oleh anak. Atas dasar pendapat di atas dapat dinyatakan bahwa pembelajaran untuk anak usia dini memiliki karakteristik sebagai berikut. 1. Belajar, bermain, dan bernyanyi

Anak mengekspresikan bahan-bahan secara aktif dengan seluruh inderanya. E. b. Anak memilih bahan-bahan dan memutuskan apa yang akan dikerjakan. Jenis-jenis Strategi Pembelajaran di Taman Kanak-kanak 1. 2) berorientasi pada individu yang tepat. kemampuan yang diharapkan dapat dicapai. mengevaluasi kegiatan. artinya pembelajaran harus diminati. pola kegiatan (Masitoh dkk. Pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan Pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan mengacu pada tiga hal penting. Ada bermacam-macam strategi pembelajaran yang dapat dipilih oleh guru Taman Kanak-kanak. Sintaks pembelajaran yang berpusat pada anak Pembelajaran yang berpusat pada anak terdiri dari 3 tahap utama. tema pembelajaran. c. Perbedaan individual juga harus manjadi pertimbangan guru dalam merancang. karakteristik anak dan cara belajarnya. Anakanak belajar melalui interaksi dengan alat-alat permainan dan perlengkapan serta manusia..3). pembelajaran berorientasi perkembangan harus mempertimbangkan konteks sosial budaya anak.. senang. dan bernyanyi (Slamet Suyanto. tahap bekerja. anak menggunakan seluruh alat inderanya. d. Hasil belajar anak menjadi lebih baik jika kegiatan belajar dilakukan dengan teman sebayanya. faktor budaya yang melingkupinya. 1) Tahap merencanakan (planning time) Pada tahap ini guru member kesempatan kepada anak-anak untuk merencanakan kegiatan yang akan dilakukannya. dan tahap review. yaitu: a. Anak juga merupakan makhluk yang aktif. Pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan harus sesuai dengan tingkat usia anak. menerapkan. c. c) alat-alat . 2005: 133). yaitu : 1) berorientasi pada usia yang tepat. misalnya.Pembelajaran untuk anak usia dini menggunakan prinsip belajar. Anak mentransformasi dan menggabungkan bahan-bahan. Dalam belajar. Atas dasar fakta tersebut maka dikembangkan strategi pembelajaran berdasarkan: 1) pendekatan perkembangan dan 2) pendekatan belajar aktif. Pemilihan strategi pembelajaran hendaknya mempertimbangkan beberapa faktor penting. 20056. Karakteristik pembelajaran yang berpusat pada anak Pembelajaran yang berpusat pada anak memiliki karakteristik sebagai berikut (Masitoh dkk. Pendekatan yang melandasi pembelajaran yang berpusat pada anak Anak merupakan individu yang sedang tumbuh dan berkembang. bebas memilih. Untuk dapat mengembangkan program pembelajaran yang bermakna. Manusia merupakan makhluk individu.. 2. guru hendaknya melihat anak dalam konteks keluarga.. dan 3) berorientasi pada konteks social budaya (Masitoh dkk.6). Kriteria Pemilihan Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran sebagai segala usaha guru dalam menerapkan berbagai metode pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diharapkan (Masitoh dkk. yaitu : tahap merencanakan. masyarakat. 2005: 6. karakteristik tujuan pembelajaran. Anak belajar dengan bermain dalam suasana yang menyenangkan.12). menyediakan alat-alat bermain yang terdiri dari : a) balok-balok kayu. 2005: 3. D. bermain. b. serta e. Guru. 2005: 8. Selain berorientasi pada usia dan individu yang tepat. dan memenuhi harapan anak. berinteraksi. b) model buah-buahan.5 – 8. Strategi Pembelajaran yang Berpusat pada Anak a. • • • • • • Prakarsa kegiatan tumbuh dari anak. serta kegiatan belajar tersebut menantang untuk dilakukan anak di usia tersebut. tempat berlangsungnya kegiatan belajar. Anak menggunakan otot kasarnya.3). Anak menemukan sebab akibat melalui pengalaman langsung dengan objek. Pembelajaran untuk anak usia dini diwujudkan sedemikian rupa sehingga dapat membuat anak aktif.

dan f) macam-macam boneka. 3) Review / recall Setelah anak-anak selesai melakukan aktivitasnya. afektif. menara. d) buku-buku cerita. dst. 2) Tahap bermain Tahap bermain terdiri dari rangkaian kegiatan berikut : a) semua anak menuju tempat yang sudah disediakan untuk bermain. Strategi Pembelajaran Melalui Bermain a. membuat. dan d) anak-anak mencuci tangan. misalnya menyiapkan bak pasir. Pada tahap ini anak mulai bekerja. b) Kegiatan penyiapan bahan dan peralatan yang diperlukan. social. yang di dalamnya terkandung bermacam-macam fungsi seperti pengembangan kemampuan fisik motorik.. atau memecahkan masalah sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya. misalnya di rumah. dan tahap penutup. misalnya membuat istana. dst. Pada tahap ini guru berusaha agar ana-anak mengungkapkan perasaannya dengan tepat. (3) guru menawarkan tugas kepada masing-masing anak. e) peralatan menggambar. yaitu: tahap prabermain. 2. b) menghubungkan pengalaman anak dalam bermain yang baru saja dilakukan dengan pengalaman lain. 2) Tahap bekerja (work time) Setelah memilih kegiatan yang akan dilakukannya. . b. Strategi Pembelajaran Melalui bercerita a. peserta permainan mulai melakukan tugasnya masing-masing. (2) guru menyampaikan aturan-aturan yang harus diikuti dalam kegiatan bermain. dan (4) guru memperjelas apa yang harus dilakukan oleh setiap anak dalam melakukan tugasnya. a) Kegiatan penyiapan siswa terdiri dari : (1) guru menyampaikan tujuan kegiatan bermain kepada para siswa. Rasional strategi pembelajaran melalui bermain Bermain merupakan kebutuhan anak. memberikan dkungan dan siap memberikan bimbingan jika anak membutuhkan. c) setelah kegiatan selesai setiap anak menata kembali bahan dan peralatan permainannya. anak kemudian dikelompokkan berdasarkan kegiatan yang dipilih. b) dengan bimbingan guru. ember. c) menunjukkan aspek-aspek penting dalam bekerja secara kelompok. • Bagi anak TK mendengarkan cerita yang menarik dan dekat dengan lingkungannya merupakan kegiatan yang mengasyikkan. 1) Tahap prabermain Tahap prabermain terdiri dari dua macam kegiatan persiapan : kegiatan penyiapan siswa dalam melaksanakan kegiatan bermain dan kegiatan penyiapan bahan dan peralatan yang siap untuk dipergunakan. mereka kemudian diberi kesempatan untuk mengungkapkan pengalamannya secara langsung. bermain. seperti mengulas bentuk-bentuk geometris yang dibentuk anak. Dengan bermain akan mengalami suatu proses yang menarahkan pada perkembangan kemampuan manusiawinya. dsb. Masitoh dkk. dsb. d) menekankan petingnya kerja sama.6) mengidentifikasi manfaat cerita bagi anak TK. 3. kognitif. yaitu sebagai berikut. Guru mendampingi siswa. 3) Tahap penutup Tahap penutup dari strategi pembelajaran melalui bermain terdiri dari kegiatan-kegiatan : a) menarik perhatian dan membangkitkan minat anak tentang aspek-aspek penting dalam membangun sesuatu.. tahap bermain.transportasi. bendera kecil. Sintaks pembelajaran melalui bermain Strategi pembelajaran melalui bermain terdiri dari 3 langkah utama. (2005: 10. Bermain merupakan aktivitas yang menyatu dengan dunia anak. Rasional strategi pembelajaran melalui bercerita Pencapaian tujuan pendidikan Taman Kanak-kanak dapat ditempuh dengan strategi pembelajaran melalui bercerita.

dalam Masitoh dkk. 2) bernyanyi dapat dipakai untuk mengatasi kecemasan. b. menggunakan gambar-gambar. (b) penetapan materi pembelajaran. nilai-nilai moral dan keagamaan.3) menyatakan bahwa bernyanyi memiliki banyak manfaat untuk praktik pendidikan anak dan pengembangan pribadinya secara luas karena : 1) bernyanyi bersifat menyenangkan. (2005: 11. 5) bernyanyi dapat membantu daya ingat anak. 6) bernyanyi dapat mengembangkan rasa humor. 3) Menetapkan bahan dan alat yang diperlukan dalam kegiatan bercerita sesuai dengan bentuk bercerita yang dipilih. menetapkan teknik bertutur. Kegiatan bercerita juga memberikan sejumlah pengetahuan social. Strategi Pembelajaran Melalui Bernyanyi a. 4. terdiri dari: (a) penetapkan tujuan pembelajaran. Membantu anak untuk membangun bermacam-macam peran yang mungkin dipilih anak. 4) Menetapkan rancangan langkah-langkah kegiatan bercerita. misalnya bercerita dengan membaca langsung dari buku cerita. Langkah-langkah dimaksud adalah sebagai berikut. 3) bernyanyi merupakan media untuk mengekspresikan perasaan. dan (d) menetapkan evaluasi pembelajaran.• • • • • Guru dapat memanfaatkan kegiatan bercerita untuk menanamkan nilai-nilai positif pada anak. yang terdiri dari: • • • • • • menyampaikan tujuan dan tema cerita. 7) bernyanyi dapat membantu pengembangan keterampilan berpikir dan kemampuan motorik anak. melaksanaan kegiatan pembukaan. mengembangkan cerita. Sintaks pembelajaran melalui bernyanyi Strategi pembelajaran dengan bernyanyi terdiri dari langkahlangkah sebagai berikut. dan bernyanyi meningkatkan keeratan dalam sebuah kelompok. menggunakan papan flannel. (c) menetapkan metode dan teknik pembelajaran. dapat b. 5) Menetapkan rancangan penilaian kegiatan bercerita Untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran dilaksanakan penilaian dengan cara mengajukan pertanyaanpertanyaan yang berhubungan dengan isi cerita untuk mengembangkan pemahaman anak aka isi cerita yang telah didengarkan. 1) Tahap perencanaan. mengatur tempat duduk. Dengan dengan mendengarkan cerita anak dimungkinkan untk mengembangkan kemampuan kognitif. 2) Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih. Rasional strategi pembelajaran melalui bernyanyi Honig. berupa pelaksanaan apa saja yang telah direncanakan. . dan bermacam layanan jasa yang ingin disumbangkan anak kepada masyarakat. mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita. Sintaks pembelajaran melalui bercerita Strategi pembelajaran melalui bercerita terdiri dari 5 langkah. afektif. Pembelajaran dengan bercerita memberikan memberikan pengalaman belajar untuk mendengarkan. 1) Menetapkan tujuan dan tema cerita. yang terdiri dari: (a) kegiatan awal : guru memperkenalkan lagu yang akan dinyanyikan bersama dan memberi contoh bagaimana seharusnya lagu itu dinyanyikan serta memberikan arahan bagaimana bunyi tepuk tangan yang mengiringinya. 2) Tahap pelaksanaan. dst. dan psikomotorik. 4) bernyanyi dapat membantu membangun rasa percaya diri anak.

2005: 12. Sintaks pembelajaran terpadu Prosedur pelaksanaan pembelajaran terpadu terdiri dari langkahlangkah sebagai berikut (Masitoh dkk. misalnya pianika. Strategi Pembelajaran Terpadu a. Karakteristik strategi pembelajaran terpadu Pembelajaran terpadu memiliki karakteristik : 1) dilakukan melalui kegiatan pengalaman langsung. yang memiliki berbagai aspek kemampuan. Manfaat strategi pembelajaran terpadu Ada beberapa manfaat dari strategi pembelajaran terpadu. pembelajaran yang mengintegrasikan ke dalam semua bidang kurikulum atau bidang-bidang pengembangan.10). yang semuanya perlu dikembangkan. utnuk semua tingkat usia. e. 6) kegiatan belajar bervariasi. b. dan (e) orang tua dan guru. 5) memadukan berbagai bidang pengembangan. 3) Perencanaan 3) . (b) peristiwa khusus. Berbagai kemampuan yang dimiliki oleh anak dapat berkembang jika ada stimulasi untuk hal tersebut. yaitu: (a) relevansi topik dengan karakteristik anak.19 – 12. 3) mengintegrasikan isi dan proses belajar. c. Rasional strategi pembelajaran terpadu Anak adalah makhluk seutuhnya. 7) memiliki potensi untuk dilaksanakan melalui proyek oleh anak. (d) materi yang dimandatkan oleh lembaga. fakta (fact). dan (e) potensi proyek. 2) Penjabaran tema Tema yang sudah diplih harus dijabarkan ke dalam sub tema-sub tema dakan konsep-konsep yang didalamnya terkandung istilah (term). kemudian dijabarkan ke dalam bidang-bidang pengembangan dan kegiatan belajar yang lebih operasional. 2005: 12. 2005: 12.. (b) pengalaman langsung. 2) sesuai dengan kebutuhan dan minat anak. (c) keragaman dan keseimbangan dalam area kurikulum. 4) menggunakan bermain sebagai wahana belajar. (c) Kegiatan pengembangan : guru membantu anak untuk mengenal nada tinggi dan rendah dengan alat musik. 3) memberikan kesempatan kepada anak untuk menggunakan semua pemikirannya. Ada beberapa kriteria untuk pemilihan tema. waktu pelaksanaan fleksibel.10). 5. dan untuk anakanak berkebutuhan khusus.. yaitu dengan melakukan gerakan menunjuk organ-organ tubuh yang ada dalam lirik lagu. dan prinsip (principle).(b) Kegiatan tambahan : anak diajak mendramatisasikan lagu. (c) kejadian yang tidak diduga. misalnya lagu Dua Mata Saya. dan 4) dapat dilaksanakan pada jenjang program yang berbeda. 1) Memilih tema Pemilihan tema untuk pembelajaran terpadu dapat bersumber dari: (a) minat anak. yaitu: 1) meningkatkan perkembangan konsep anak. 2) memungkinkan anak untuk mengeksplorasi pengetahuan melalui berbagai kegiatan. dan 6) melibatkan orag tua atau keluarga untuk mengoptimalkan pembelajaran (Masitoh dkk. 5) menghargai perbedaan individu. dan 11) direvisi sesuai dengan minat dan pemahaman yang ditunjukkan anak (Masitoh dkk. Tahap penilaian.. 2) berkaitan dengan pengalaman nyata anak. d. 4) melibatkan penemuan aktif. Dengan pembelajaran terpadu. 3) membantu guru dan praktisi lainnya untuk mengembangkan kemampuan profesionalnya. (d) ketersediaan alat-alat. 10) tema dapat diperluas. berbagai kemampuan anak yang ada pada anak diharapkan dapat berkembangan secara optimal.20). dilakukan dengan memakai pedoman observasi untuk mengetahui sejauh mana perkembangan yang telah dicapai anak secara individual maupun kelompok. Prinsip-prinsip strategi pembelajaran terpadu Strategi pembelajaran terpadu direncanakan dan dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip: 1) berorientasi pada perkembangan anak. 9) melibatkan anggota keluarga anak.

6. 7. 4) Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan dilakukan dan dikembangkan kegiatan belajar sesuai dengan rencana yang telah disusun. alatpermainan yang diperlukan. Perkembangan aspek fisik. social.. Brener. Usia ini merupakan usia yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak (Yuliani Nurani Sujiono. Anak bersifat eksploratif dan berjiwa petualang. Usia dini disebut sebagai usia emas (golden age). Anak memiliki rasa ingin tahu yang kuat dan antusias terhadap banyak hal. serta Kellough (dalam Masitoh dkk. KONSEP-KONSEP DASAR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI 30/06/2010 Posted by ebekunt in Uncategorized. 3. Anak mengekspresikan perilakunya secara relatif spontan.. waktu.12 – 1. 12. pengorganisasian anak. Usia dini merupakan usia di mana anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. emosional. dan kgnitif anak saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lain. Ada berbagai kajian tentang hakikat anak usia dini. 5) Penilaian Penilaian dilakukan pada saat pelaksanaan dan pada akhir kegiatan pembelajaran dengan tujuan untuk mengamati proses dan kemajuan yang dicapai anak melalui kegiatan pembelajaran terpadu.17 – 1. Anak masih mudah frustrasi. 1. dan penilaian yang akan dilakukan. Tentukan tujuan pembelajaran. 8. Perkembangan fisik/motorik. emosi. kegiatan belajar. Anak usia dini adalah anak yang baru dilahirkan sampai usia 6 tahun. 10. dan kgnitif anak terjadi dalam suatu urutan tertentu yang relative dapat diramalkan. 4. Makanan yang bergizi yang seimbang serta stimulasi yang intensif sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tersebut. . Adapun prinsip-prinsip perkembangan anak usia dini menurut Bredekamp dan Coople (Siti Aisyah dkk. 9. 2. Anak umumnya kaya dengan fantasi. Prinsip-prinsip Perkembangan Anak Usia Dini Prinsip-prinsip perkembangan anak usia dini berbeda dengan prinsip-prinsip perkembangan fase kanak-kanak akhir dan seterusnya.13) sebagai berikut.23) adalah sebagai berikut. Pada saat proses berlangsung dilakukan pengamatan terhadap proses belajar yang dilakukan oleh anak. Anak masih kurang pertimbangan dalam bertindak. 5. sosial. 2. 2007 : 1.Masa anak merupakan masa belajar yang paling potensial. khususnya anak TK diantaranya oleh Bredecam dan Copple. 2005: 1.Perencanaan harus dibuat secara tertulis sehingga memudahkan guru untuk mengetahui langkah-langkah apa yang harus ditempuh.Anak semakin menunjukkan minat terhadap teman. 1. 11. sumber rujukan. Anak itu egosentris. Anak bersifat unik. bahasa.Anak memiliki daya perhatian yang pendek. Anak bersifat aktif dan enerjik. trackback Oleh : Kuntjojo Pengertian dan Karakteristik Anak Usia Dini Dalam undang-undang tentang sistem pendidikan nasional dinyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU Nomor 20 Tahun 2003 Bab I Pasal 1 Ayat 14). 2009: 7).

Perkembangan berlangsung dalam rentang yang bervariasi antar anak dan antar bidang pengembangan dari masing-masing fungsi. Landasan Pendidikan Anak Usia Dini Landasan Yuridis Pendidikan Anak Usia Dini . social. yang berusaha membangun pemahamannya tentang tentang lingkungan sekitar dari pengalaman fisik. Raudathul Athfal. Pendidikan Anak Usia Dini Jalur Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini Dalam undang-undang tentang sistem pendidikan nasional dinyatakan bahwa pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU Nomor 20 Tahun 2003 (Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional) Bab I Pasal 1 Ayat 14). khusus. Perkembangan dan cara belajar anak terjadi dan dipengaruhi oleh konteks social budaya yang majemuk.Anak memiliki modalitas beragam (ada tipe visual. Di Indonesia ada beberapa lembaga pendidikan anak usia dini yang selama ini sudah dikenal oleh masyarakat luas. Perkembangan dan belajar merupakan interaksi kematangan biologis dan lingkungan. dan aman secara fisik dan fisiologis. atau bentuk lain yang sederajat. Pengalaman awal anak memiliki pengaruh kumulatif dan tertunda terhadap perkembangan anak. 12.3.Kondisi terbaik anak untuk berkembang dan belajar adalam dalam komunitas yang menghargainya. emosional. Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Satuan pendidikan anak usia dini merupakan institusi pendidikan anak usia dini yang memberikan layanan pendidikan bagi anak usia lahir sampai dengan 6 tahun. 2009: 24). 10. dan kognitif anak serta menggambarkan perkembangan anak. Anak adalah pembelajar aktif. Dalam pasal 28 ayat 3 Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK). Perkembangan anak berlangsung ke arah yang makin kompleks. Bermain merupakan sarana penting bagi perkembangan social. kinestetik. yang terbagi menjadi 2 kelompok : Kelompok A untuk anak usia 4 – 5 tahun dan Kelompok B untuk anak usia 5 – 6 tahun. dan pengetahuan yang diperolehnya. TPA adalah wahana pendidikan dan pembainaan kesejahteraan anak yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu selama orang tuanya berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengasuh anaknya karena bekerja atau sebab lain (Yuliani Nurani Sujiono. 9. 7. 5. atau gabungan dari tipe-tipe itu) untuk mengetahui sesuatu sehingga dapat belajar hal yang berbeda pula dalam memperlihatkan hal-hal yang diketahuinya. 6. 4. terorganisasi dan terinternalisasi. 2009: 23) Taman Penitipan Anak (TPA) Taman penitipan anak merupakan salah satu bentuk pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan non formal yang menyelenggarakan program pendidikan sekaligus pengasuhan dan kesejahteraan anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun. yaitu: Taman Kanak-kanak (TK) atau Raudhatul Atfal (RA) TK merupakan bentuk satuan pendidikan bagi anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan bagi anak usia 4 sampai 6 tahun. memenuhi kebutuhan fisiknya.Perkembangan akan mengalami percepatan bila anak berkesempatan untuk mempraktikkan berbagai keterampilan yang diperoleh dan mengalami tantangan setingkat lebih tinggi dari hal-hal yang telah dikuasainya. 11. Kelompok Bermain (Play Group) Kelompok bermain berupakan salah satu bentuk pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan nonformal yang menyelenggarakan program pendidikan sekaligus program kesejahteraan bagi anak usia 2 sampai dengan 4 tahun (Yuliani Nurani Sujiono. auditif. baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial. 8.

Anak sebagai mahluk individu yang sangat berhak untuk mendaptkan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya. tetapi hasil penelitian menyatakan bahwa hanya 5% potensi otak yang terpakai karena kurangnya stimulasi yang berfungsi untuk mengoptimalkan fungsi otak. Apa yang diterima anak pada masa usia dini. Butir 14 dinyatakan bahwa ”Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”.” Dari semboyan tersebut bangsa Indonesia juga sangat menjunjung tinggi hak-hak individu sebagai mahluk Tuhan yang tak bisa diabaikan oleh siapapun. ayat (2). ayat (3). Pasal 1. Landasan Keilmuan Pendidikan Anak Usia Dini Konsep keilmuan PAUD bersifat isomorfis. minuman. Dalam UU NO. dan/atau informal. artinya kerangka keilmuan PAUD dibangun dari interdisiplin ilmu yang merupakan gabungan dari beberapa displin ilmu. diantaranya: psikologi. bangsa atau negara.Bangsa Indonesia juga sangat menghargai perbedaan dan mencintai demokrasi yang terkandung dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang maknanya “berbeda tetapi satu. dan gizi serta neuro sains atau ilmu tentang perkembangan otak manusia (Yulianai Nurani Sujiono. 20 TAHUN 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab 1. (5) Pendidikan usia dini jalur pendidikan informal: pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan. fisiologi. (2) Pendidkan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidkan formal. Perbedaan filsafat yang dianut dari suatu bangsa akan membawa perbedaan dalam orientasi atau tujuan pendidikan. pengembangannya harus memperhatikan pandangan filosofis bangsa dalam proses pendidikan yang berlangsung.” Landasan Filosofis Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan merupakan suatu upaya untuk memanusiakan manusia. dan ayat (4) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. atau bentuk lain yang sederajat. sehingga kelak dapat menjadi anak bangsa yang diharapkan. tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi”. Artinya melalui proses pendidikan diharapkan terlahir manusia-manusia yang baik. (4) Pendidikan anak usia dini jalur pendidikan non formal: KB. TPA. 23 Tahun 2002 Pasal 9 Ayat 1 tentang Perlindungan Anak dinyatakan bahwa ”Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasarnya sesuai dengan minat dan bakatnya”. RA. non formal. antropologi. Pertumbuhan dan perkembangan anak tidak dapat dilepaskan kaitannya dengan perkembangan struktur otak. Bangsa Indonesia yang menganut falsafah Pancasila berkeyakinan bahwa pembentukan manusia Pancasilais menjadi orientasi tujuan pendidikan yaitu menjadikan manusia indonesia seutuhnya Sehubungan dengan pandangan filosofis tersebut maka kurikulum sebagai alat dalam mencapai tujuan pendidikan. masa usia dini merupkan masa peletak dasar atau fondasi awal bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. humaniora. Berdasarkan tinjauan secara psikologi dan ilmu pendidikan. Bangsa Indonesia yang menganut falsafah Pancasila berkeyakinan bahwa pembentukan manusia Pancasilais menjadi orientasi tujuan pendidikan yaitu menjadikan manusia indonesia seutuhnya. Dalam UU NO. kesehatan. menurut Clark (dalam Yuliani Nurani Sujono. apakah itu makanan. ilmu pendidikan anak. Standar manusia yang “baik” berbeda antar masyarakat.Dalam Amandemen UUD 1945 pasal 28 B ayat 2 dinyatakan bahwa ”Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup. (3) Pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal: TK. Tujuan Pendidikan Anak Usia Dini . Sedangkan pada pasal 28 tentang Pendidikan Anak Usia Dini dinyatakan bahwa ”(1) Pendidikan Anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. Dari segi empiris banyak sekali penelitian yang menyimpulkan bahwa pendidikan anak usia dini sangat penting. 2009) kelengkapan organisasi otaknya mencapai 100 – 200 milyard sel otak yang siap dikembangkan dan diaktualisasikan untuk mencapai tingkat perkembangan optimal. 2009: 10). karena pada waktu manusia dilahirkan. atau bentuk lain yang sederajat. dan (6) Ketentuan mengenai pendidikan anak usia dini sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Dengan pendidikan yang diberikan diharapkan anak dapat tumbuh sesuai dengan potensi yang dimilkinya. karena perbedaan pandangan filsafah yang menjadi keyakinannya. serta stimulasi dari lingkungannya memberikan kontribusi yang sangat besar pada pertumbuhan dan perkembangan anak pada masa itu dan berpengaruh besar pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya. sosiologi.

Referensi Masitoh dkk. 5. . dan mengambil kesimpulan mengenai benda di sekitarnya. lingkungan social. menemukan. (2005) Strategi Pembelajaran TK.Secara umum tujuan pendidikan anak usia dini adalah mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Soemiarti. Yuliani Nurani. Anak usia dini adalah anak yang sedang membutuhkan upaya-upaya pendidikan untuk mencapai optimalisasi semua aspek perkembangan baik perkembangan fisik maupun psikis. peranan masyarakat dan menghargai keragaman social dan budaya serta mampu mngembangkan konsep diri yang positif dan control diri. Anak mampu mengenal lingkungan alam. memberikan alasan. Menggunakan pembelajaran terpadu Pembelajaran pada anak usia dini harus menggunakan konsep pembelajaran terpadu yang dilakukan melalui tema. Jakarta: Rineka Cipta. kritis. Siti Aisyah dkk. berbagai bunyi. serta menghargai karya kreatif. Secara khusus tujuan pendidikan anaka usia dini adalah (Yuliani Nurani Sujiono. bahasa. Anak memiliki kepekaan terhadap irama. 3. Jakarta: Universitas Terbuka. 2009: 42 – 43): 1. Menggunakan berbagai media edukatif dan sumber belajar Media dan sumber pembelajaran dapat berasal dari lingkungan alam sekitar atau bahan-bahan yang sengaja disiapkan oleh pendidik /guru. Anak mampu menggunakan bahasa untuk pemahaman bahasa pasif dan dapat berkomunikasi secara efektif sehingga dapat bermanfaat untuk berpikir dan belajar. mandiri dan bertanggungjawab serta memiliki disiplin diri. Agar anak mampu mengelola keterampilan tubuhnya termasuk gerakan motorik kasar dan motorik halus. memecahkan masalah dan menemukan hubungan sebab akibat. serta mampu menerima rangsangan sensorik. Hal ini dimaksudkan agar anak belajar untuk menolong diri sendiri. Sujiono. 6. Agar anak percaya akan adanya Tuhan dan mampu beribadah serta mencintai sesamanya. Berorientasi pada Kebutuhan Anak Kegiatan pembelajaran pada anak harus senantiasa berorientasi kepada kebutuhan anak. Jakarta: PT Indeks. Hal ini dimaksudkan agar anak mampu mengenal berbagai konsep secara mudah dan jelas sehingga pembelajaran menjadi mudah dan bermakna bagi anak. dimulai dari konsep yang sederhana dan dekat dengan anak. motorik. (2003) Pendidikan Anak Prasekolah. (2007) Perkembangan dan Konsep Dasar Pengembangan Anak Usia Dini. 2. dan sosio emosional. nada. Menggunakan berbagai media edukatif dan sumber belajar Pembelajaran bagi anak usia dini hendaknya dilakukan secara bertahap. Jakarta: 2005. Melalui bermain anak diajak untuk bereksplorasi. Menggunakan lingkungan yang kondusif Lingkungan harus diciptakan sedemikian rupa sehingga menarik dan menyenangkan dengan memperhatikan keamanan serta kenyamanan yang dapat mendukung kegiatan belajar melalui bermain. Belajar melalui bermain Bermain merupakan saran belajar anak usia dini. yaitu intelektual. 4. Tema yang dibangun harus menarik dan dapat membangkitkan minat anak dan bersifat kontekstual. Agar konsep dapat dikuasai dengan baik hendaknya guru menyajikan kegiatan–kegiatan yang berluang . (2009) Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Prinsip-prinsip Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan anak usia dini pelaksanaannya menggunakan prinsip-prinsip (Forum PAUD. 2007) sebagai berikut. Anak mampu berpikir logis. Mengembangkan berbagai kecakapan hidup Mengembangkan keterampilan hidup dapat dilakukan melalui berbagai proses pembiasaan. Patmonodewo. memanfaatkan.

Dengan harapan. Pendidik dapat memberikan kosakata baru pada anak dan membiarkan mereka merangkai kalimat. sebaiknya guru tidak mendominasi kegiatan anak. misalnya ketika menjelaskan suatu hal atau benda. Jika tipe belajar anak lebih aktif melalui alat pendengarannya (auditif ). Salah satunya dengan metode main maping. Metode Resitasi (Recitation Method) Berdasarkan pengamatan sendiri. Usia 5 tahun: berikan kegiatan yang dapat memberi kesempatan pada anak mengobservasi sesuatu. Metode belajar ditekankan pada bagaimana anak berpikir kreatif. ketika membaca buku. Ketika mengajar. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan UU No. yaitu membuat jaringan topik. Acuan memilih metode pengajaran untuk anak usia 0-6 tahun menurut Penasehat Himpunan Tenaga Kependidikan Usia Dini. namun menurut Maria Montessori. Orangtua dan pendidik harus dapat membantu anak menyadari dan merealisasikan potensi anak untuk menimba ilmu pengetahuan. Misal. tujuan pembelajaran akan lebih mudah tercapai. Jakarta Selatan. menulis atau menggambar lalu melihat dan melakukan percobaan sendiri. Tahun prasekolah menjadi masa anak membina kepribadian mereka. staf pengajar di Sekolah Alam Ciganjur. Karenanya. kuning atau biru. adalah melibatkan anak dalam kegiatan belajar. yaitu orangtua dan guru. Ketika di sekolah anak diajak memilih materi yang ingin dieksplorasi. setiap usaha yang dirancang untuk mengembangkan minat dan potensi anak harus dilakukan pada masa awal ini untuk membimbing anak menjadi diri mereka dengan segala kelebihannya. dan anak antusias belajar dengan memberikan metode pengajaran yang tepat. Terdapat beberapa metode pengajaran yang disesuaikan dengan tahap usia anak: Usia 0-3 tahun: anak dapat mengikuti kegiatan di sekolah taman bermain. yaitu mendengar. minta anak menjelaskan konsep meja dan biarkan anak memaparkan satu persatu pengetahuannya tentang meja mulai dari berbagai bentuk. Kegiatan ini dapat dilakukan mulai umur empat sampai 12 tahun. Mengapa begini dan begitu?.UU No. bagaimana cara guru itu berkomunikasi. maka anak diajarkan dengan mendengarkan kaset yang diselingi dengan menunjukkan gambarnya (demonstrasi). Proses belajar-mengajar yang baik adalah jika anak berinteraksi dengan pendidik. enam tahun pertama masa anak sebagai jangka waktu yang paling penting bagi perkembangannya. pendidik tak hanya menjelaskan tentang pisang tapi juga mengajak anak ke kebun untuk mengeksplorasi tanaman pisang. pada usia 4-12 tahun merupakan masa kritis anak yang selalu menanyakan. Anak juga terlatih berpikir kreatif dan berinisiatif. misal anak menggambar bunga dengan warna hijau. minta anak membuat resume. Maryam menambahkan. Misalnya anak bertanya. Misalnya. dan kepribadian yang utuh. terdapat tiga tahapan yang dilakukan anak untuk memudahkan masuknya informasi. Sebaiknya pendidik tidak melulu mencontohkan lalu anak mengikuti. Dr. yang harus diperhatikan ialah hubungan komunikasi guru dengan anak. Dengan belajar dari alam. Apapun metodenya. anak belajar tentang tanaman pisang. Jakarta: Visimedia METODE BELAJAR BAGI ANAK USIA DINI Walaupun pendidikan berlangsung sepanjang hayat. Usia 6-12 tahun: perbanyak melatih kemampuan anak bercerita dan mempresentasikan apa yang mereka ketahui. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Mengapa pohon dapat berbuah? Libatkan anak untuk mengamati proses pembiakan lalu . biarkan anak mencoba-coba. anak dapat mengamati sesuatu secara konkret. fungsi sampai jumlah penyangganya. Anggani Sudono MA. dapat juga dengan memutarkan video agar anak dapat melihat (visual) dengan jelas apa yang terjadi. Berikut ini beberapa metode pengajaran yang dapat Anda pilih antara lain : Metode Global (Ganze Method) Anak belajar membuat suatu kesimpulan dengan kalimatnya sendiri. membangkitkan semangat belajar. minta anak menceritakan kembali dengan rangkaian katanya sendiri. Sehingga informasi yang anak peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diserap lebih lama. Menurut Maryam. Dengan begitu anak mendapat inspirasi dan belajar mengambil keputusan sendiri. Maka pendidik harus pandai menciptakan situasi yang nyaman. Tapi. bakat. Metode Percobaan (Experimental method) Metode pengajaran yang mendorong dan memberi kesempatan anak melakukan percobaan sendiri. Contohnya.

interpersonal. Secara normal setiap anak memiliki karakteristik untuk suka mencari tahu. Tiap anak mempunyai kelebihan dan kekurangan yang berbeda dalam kemampuan intelektualnya. Anda juga dapat mengajarkan anak berhitung secara konkret. Metode Latihan Keterampilan (Drill Method) Kegiatan yang mewakili metode ini sering Anda lakukan bersama si kecil. Montessori Konsep pengajaran yang ditemukan oleh pakar pendidikan usia dini. atau bahasa. Metode Bagian (Teileren Method) Metode pengajaran ini mengaitkan sebagian-sebagian petunjuk yang mengarah pada sesuatu. Cara yang dilakukan berupa memunculkan rasa cinta lingkungan dan mendorong kreativitas anak.minta anak menyimpulkannya sendiri. menghias dan menggunakan alat-alat. Lalu ajak anak mencari solusinya bersama-sama. dan spiritual dalam perkembangan anak. Kumon Metode yang ditemukan di Jepang pada 1954 ini menekankan pada motivasi diri agar anak tak tergantung pada orang lain untuk belajar. sikap. Pemikiran holistik meliputi keseluruhan dimensi dan integrasi banyak tahap dari pemahaman dan pengalaman anak dibanding sekadar penemuan kemampuan anak pada satu hal saja. Dasar dari pendekatan multiple intelligence ini adalah keyakinan bahwa setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda. konsentrasi spontan. serta ceria. menggambar. Kesemua sifat ini dimiliki anak secara normal dan metode pengajaran yang diterapkan tak melawan kenormalan ini. yaitu verbal (bahasa). Dr. emosi. matematika. Pendidikan holistik bertujuan untuk mengembangkan penghormatan intrinsik pada kehidupan dan cinta belajar. fisik. Karenanya pendidik menggunakan pendekatan MI untuk . suka ketenangan dan bekerja sendiri. psikologi. Menurut pakar pendidikan anak dari AS. dan lainnya berdasarkan kesadaran akan kebutuhan diri sendiri. disiplin diri spontan. Program ini difokuskan pada membentuk keterampilan anak dalam kemampuan berbahasa Inggris. matematika. Maria Montessori. Howard Gardner. perlu pula mendapatkan implementasi konsep pengajaran yang sesuai dengan karakter dan kemampuan anak. ini didasarkan pada potensi dan karakter anak sesuai perkembangan usianya. visual (spasial). musikal (ritme). seperti potongan puzzle yang digabungkan satu persatu. dan keterampilan yang dimiliki. mulai memahami realita. memiliki rasa posesif. Justru menggunakan karakter ini untuk memasukkan berbagai pemahaman nilai dan keterampilan. Multiple Intelligence(MI) Pendekatan pengajaran dengan konsep multiple intelligence ini mendorong anak untuk mengeksplorasi kemampuan dan keterampilan intelektualnya. independen dan berinisiatif. seperti menulis. dan intrapersonal. seperti seni. logical (matematika). Sekolah Learning Vision menggunakan metode ini untuk mendorong anak belajar menjalani proses ketika membuat patung dari lilin atau karya tiga dimensi lainnya.Metode Pemecahan Masalah (Problem solving Method) Berikan soal-soal yang tingkat kesulitannya dapat disesuaikan dengan kemampuan anak. Selain melatih kemampuan motoriknya. Seni dari pendidikan holistik ini terletak pada keberterimaan cara belajar dan kebutuhan anak yang berbeda. Berikut beberapa konsep pengajaran yang biasa diterapkan di tahap pengajaran prasekolah: Holistic Education Banyak pakar pendidikan menyatakan bahwa pendidikan seyogyanya dipahami sebagai seni menanamkan dimensi moral. Setelah orangtua berhasil mengidentifikasi cara belajar yang tepat bagi anaknya. patuh. ingin melakukan semuanya sendiri. kinestetik. Pola pikir anak menjadi lebih berkembang dalam memecahkan suatu masalah serta membiasakannya menerapkan pengetahuan. terdapat tujuh kemampuan intelektual pada anak. . yaitu membuat prakarya (artwork). Salah satu sekolah yang menggunakan metode ini adalah Tutor Time. Metode Perancangan (Project Method ) Kegiatan yang mengajak anak merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian. Anak dilatih juga untuk belajar dari kesalahan yang dibuatnya dengan bimbingan instruktur sehingga anak menjadi tak takut untuk belajar sesuatu dan percaya diri.

. Metode ini membantu mengembangkan memori fotograf. dan lainnya. Orangtua dapat memilih program intens yang sesuai untuk kebutuhan anaknya. Dr. musik. English programme. Banyak sekolah menggunakan prinsip agama sebagai panduan pendekatan pola pengajaran sehingga perkembangan dirinya tetap berlandaskan personal spiritual yang kuat. kemampuan mengkalkulasi kekuatan mental. matematika.mengakomodasi cara belajar dan kemampuan intelektual anak yang berbeda dalam kurikulumnya. Ia menyakini bahwa metode pengajaran konvensional sangat mengeksploitasi gairah anak untuk memiliki kemampuan pengetahuan dan keterampilan lain. Berdasarkan usia. tema tentang kupu-kupu. mendengar. konsep sosial. seperti smart reader programme. Anak dilatih untuk bekerja mengamati sesuatu berdasarkan rencana belajar dan waktu yang telah disusun. emosi. dan keterampilan mental yang didasarkan pada kerangka spiritual. simbol. kepompong. Total Child Concept membentuk anak untuk memiliki . dan penyelesaian masalah. bahasa. Atau anak tak bisa membaca jelas karena kemampuan visualnya belum sempurna untuk melihat huruf kecil. dan mempelajari proses metamorfosis dari ulat. hingga menjadi kupu-kupu untuk mempelajari iptek. jika orang dewasa berkata dengan berbisik. kemampuan untuk menguasai bahasa asing. Smart Reader Program ini semakin popular di seluruh Asia. mewarnai gambar kupu-kupu untuk belajar bentuk dan komposisi warna. Pengajaran dipusatkan pada panjang pendeknya masa belajar anak melalui eksplorasi pada suatu obyek dan anak memenuhi keingintahuannya tentang obyek itu hingga maksimal. The Reggio-Emilia Approach Metode ini mulai dikenal pada 1960-an di Itali dengan mendasarkan pada pemberdayaan anak untuk ikut berpartisipasi dalam proses belajar. anak memang masih memiliki keterbatasan yang tak dapat dipaksakan. Diciptakan oleh pakar pendidikan anak. Metode ini mengklaim bahwa kemampuan untuk melihat. dan matematika dapat diintegrasikan bersama dari sebuah tema yang dipilih. Anak membaca cerita atau puisi .tentang kupu-kupu untuk belajar membaca dan keterampilan berbahasa. . dan membentuk suatu stimulus dapat diubah menjadi sebuah imej tertentu bagi anak. Selama 40 tahun Schichida mengembangkan teknik untuk dapat menstimulasi sejak dini perkembangan otak kanan sebagai permulaan pondasi untuk kehidupan anak kelak. Thematic Approach Program ini tepat diterapkan pada anak prasekolah untuk memberi pemahaman yang menyeluruh tentang suatu tema. dan membaca cepat. Dan pembentukan tersebut sudah bisa dimulai sejak anak berusia tiga bulan. Sebaiknya anak disajikan gambar yang besar dengan warna terang. mengubah perasaan dan pikiran ke dalam kata-kata. computer whiz. Makoto Shichida ini meyakini bahwa 90 persen pembentukan otak dilakukan sampai anak usia enam tahun. Metode ini dijalankan dengan menggunakan flashcards yang disertai petunjuk. The Glen Doman Method Glen Doman merupakan pendiri Institute for the Achievement of Human Potential (IAHP) yang terkenal dengan konsep pengajaran berdasarkan tingkat perkembangan otak anak yang masih terbatas. Seperti. Ideal bagi anak usia 10-18 bulan. KH Wang. Total Child Concept Pengajaran ini diaplikasikan dengan pemberian pengajaran bahasa. seni. berhitung. sosial. Metode ini dilakukan secara intensif dalam kelas kecil. Pengajaran iptek. Seperti.Richard Ong dan Dr. Smart Reader merupakan konsep belajar baru yang bertujuan untuk mengubah potensi anak menjadi sebuah prestasi. maka anak usia 18 bulan tak akan memberi respon karena pendengaran belum cukup berkembang untuk menangkap bisikan itu. Konsep MI biasanya digunakan di prasekolah Religion-based Preschools Pengajaran yang dilakukan difokuskan pada pembentukan kemampuan akademik. smart maths. Anak dapat membuat hubungan dari sebuah tema mulai dari proses sampai hasilnya. Hal ini bisa dilakukan jika anak mendapat metode pengajaran yang tepat. Sebagai tambahan untuk mengembangkan kemampuan akademik anak... Lima kemampuan yang terdapat di otak kanan juga berhubungan dengan lima kemampuan yang ada di otak kiri. The Shichida Method Metode Shichida atau Right Brain Training yang ditemukan Prof.

Bidang pengembangan pembiasaan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: a. berkomunikasi secara efektif dan membangkitkan minat anak untuk berbahasa indonesia. serta pengembangan sosial. misalnya berbaris. memilah dan mengelompokkan dan persiapan pengembangan kemampuan berpikir teliti. a. 2. meningkatkan kemampuan lokomotorik. misalnya memungut sampah yang dijumpai di lingkungan TK. mengembangkan kemampuan logika matematika. c. kognitif. satuan kegiatan mingguan dan satuan kegiatan harian) di TK. latihan shalat berjamaah. kuat dan terampil. menawarkan bantuan dengan baik. hadir di TK tepat waktu. menemukan bermacam-macam alternatif pemecahan masalah. berjabat tangan dan mengucapkan salam baik kepada sesama anak maupun kepada guru. b. menggosok gigi. emosional dan kemandirian. menggosok gigi. dan nilai-nilai agama. adalah kegiatan yang dilakukan dengan memberi teladan/contoh yang baik kepada anak. menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan rutin yang dilakukan di TK. lagu-lagu religius. suka menolong. Seni Pengembangan seni bertujuan agar anak dapat menciptakan suatu karya . PROGRAM PEMBELAJARAN ANAK TK Program pembelajaran di TK meliputi dua bidang pengembangan kemampuan yaitu: 1. sehingga menjadi kebiasaan baik. d. senam bersama. dan manipulatif dengan mengelola. mengucapkan salam bila bertemu dengan orang lain. Berbahasa Pengembangan bahasa bertujuan agar anak mampu mengungkapkan pikiran melalui bahasa yang sederhana secara tepat. santun dalam bertutur kata. Fisik/motorik Pengembangan fisik/motorik bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih gerakan kasar dan halus. memberi ucapan selamat kepada teman yang mencapai prestasi baik dan menjenguk teman yang sakit.dapat menunjang pertubuhan jasmani yang sehat. adalah kegiatan yang diprogram dalam kegiatan pembelajaran (perencanaan semester. Bidang pengembangan kemampuan dasar Bidang pengembangan kemampuan dasar merupakan kegiatan yang dipersiapkan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas anak sesuai dengan tahap perkembangannya yaitu: berbahasa. non lokomotorik. dan tersenyum ketika bertemu dengan siapapun. Bidang pengembangan pembiasaan meliputi aspek perkembangan moral. Kegiatan rutin. berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan. mengembangkan respek.keterampilan sosial dan emosi agar dapat berpartisipasi sempurna dalam proses pengajaran dan pergaulan sosial. Kegiatan terprogram. Aspek perkembangan sosial dan kemandirian dimaksudkan untuk membina anak agar dapat mengendalikan emosinya secara wajar dan dapat berinteraksi dengan sesamanya maupun dengan orang dewasa dengan baik serta dapat mendorong dirinya sendiri dalam rangka kecakapan hidup. fisik-motorik. Bidang pengembangan kemampuan pembiasaan (pengembangan diri) Bidang pengembangan kemampuan pembiasaan (pengembangan diri) merupakan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus dan ada dalam kehidupan seharihari anak. mengontrol gerakan tubuh dan koordinasi. d. Pemberian Teladan. rapi dalam berpakaian. Hal ini diimplementasikan lewat pelatihan kontrol diri. Kognitif Pengembangan kognitif bertujuan agar anak mampu mengolah perolehan belajarnya. Dari aspek perkembangan moral dan nilai-nilai agama diharapkan akan meningkatkan ketaqwaan anak terhadap Tuhan YME dan membina sikap anak dalam rangka meletakkan dasar agar anak menjadi warga negara yang baik. latihan beramal sodaqoh setiap hari jum’at dan lain-lain. serta meningkatkan keterampilan tubuh dan cara hidup sehat sehingga. dan mengembalikan mainan pada tempatnya b. Kegiatan Spontan adalah kegiatan yang dilakukan secara spontan misalnya meminta tolong dengan baik. c. pengetahuan ruang dan waktu. misalnya: makan bersama. dan seni. dan tak mementingkan diri sendiri. adalah kegiatan yang dilakukan di TK setiap hari. menyanyi lagu-lagu yang dapat membangkitkan patriotisme.

Pada setiap akhir tema dilakukan puncak tema yaitu melakukan kegiatan yang merangkum kegiatan-kegiatan yang terkait dengan tema.berdasarkan hasil imajinasinya dan dapat menghargai hasil kreativitas orang lain. Pengembangan kemampuan dasar diprogramkan dalam perencanaan semester. . perencanaan mingguan dalam bentuk Satuan Kegiatan Mingguan (SKM) dan perencanaan harian dalam bentuk Satuan Kegiatan Harian (SKH) yang dilaksanakan dalam pembelajaran sehari-hari di TK.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful