P. 1
Modul 3 Manajemen Keuangan Sekolah-Madrasah

Modul 3 Manajemen Keuangan Sekolah-Madrasah

|Views: 6,271|Likes:
Published by Taufik Agus Tanto

More info:

Published by: Taufik Agus Tanto on Feb 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/03/2013

pdf

text

original

Penjelasan Umum

1.Pelaksanaan pengelolaan akan berupa transaksi-transaksi sebagai pelaksanaan dari
“Rencana” yang telah disusun (BOS K-1/K-1A/BOS-12)
2.Setiap transaksi eksternal/internal, penerimaan ataupun pengeluaran/belanja harus
disertai bukti transaksi dan diberi nomor kode (untuk yang computerized
3.Transaksi internal – transaksi penerimaan dan/ atau pengeluaran/belanja yang hanya
mempengaruhi posisi kas dan posisi bank saja, atau mempengaruhi bank saja
4.Transaksi eksternal – transaksi penerimaan dan/ atau pengeluaran yang mempengaruhi
posisi uang kas dan posisi bank dalam kaitannya dengan belanja/asset

Transaksi Eksternal

Yang dimaksud dengan transaksi eksternal adalah
Transaksi eksternal – penerimaan meliputi:
1.Pencairan Dana dari Penyalur Dana (sesuai dengan sumber-sumber dana yang
bersangkutan)
2.Pungutan pajak
3.Jasa Giro
4.Bunga tabungan / deposito

Transaksi eksternal – pengeluaran meliputi:
1.Belanja Pegawai
2.Belanja Barang dan Jasa
3.Belanja Modal
4.Pengembalian kelebihan dana kepada sumber dana yang bersangkutan.
5.Penyetoran pajak
6.Penyetoran Jasa Giro/Bunga Bank

Transaksi Internal

Yang dimaksud dengan transaksi eksternal adalah
Transaksi eksternal – penerimaan meliputi:
1.Pencairan uang kas dari Bank
2.Penyetoran uang kas ke Bank
3.Pemindahan dana dari bank satu ke bank lain
4.Pengakuan biaya administrasi dan pajak oleh suatu bank (langsung dipotong dari bunga/

jasa giro)

Penggunaan dana sekolah sepenuhnya menjadi tanggung jawab lembaga yang kegiatannya
mencakup pencatatan penerimaan dan pengeluaran uang serta pelaporan keuangan,
sehingga memudahkan proses pengawasan atas penggunaan dana.

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 4

99

Sekolah diwajibkan menyelenggarakan pembukuan dari dana yang diperoleh sekolah, untuk
program BOS, pembukuan yang digunakan dapat dengan tulis tangan atau menggunakan
komputer, buku yang digunakan adalah sebagai berikut :
a.Buku Kas Umum
b.Buku Pembantu Kas
c.Buku Pembantu Bank
d.Buku Pembantu Pajak

Prinsip-prinsip Pembukuan

a.Pembukuan terhadap seluruh penerimaan dan pengeluaran dapat dilakukan dengan tulis
tangan atau menggunakan komputer.1
b.Dalam hal pembukuan dilakukan dengan komputer, bendahara wajib mencetak BKU dan
Buku-buku pembantu sekurang-kurangnya sekali dalam satu bulan dan menatausahakan
hasil cetakan BKU dan buku-buku pembantu bulanan yang telah ditandatangani Kepala
Sekolah dan Bendahara Sekolah.
c.Semua transaksi penerimaan dan pengeluaran dicatat dalam Buku Kas Umum dan Buku
Pembantu yang relevan sesuai dengan urutan tanggal kejadiannya.
d.Uang tunai yang ada di Kas Tunai tidak lebih dari Rp 10 juta.
e.Apabila bendahara meninggalkan tempat kedudukannya atau berhenti dari jabatannya,
Buku Kas Umum dan buku pembantunya serta bukti-bukti pengeluaran tidak boleh dibawa
dan harus disimpan di kantornya.
f.Format ini harus dibukukan per transaksi dan ditandatangani oleh Bendahara dan Kepala
Sekolah. Dokumen ini disimpan di sekolah dan diperlihatkan kepada pengawas, Tim
Manajeman BOS Kabupaten, dan para pemeriksa lainnya apabila diperlukan.
g.Bukti pengeluaran

1)Setiap transaksi pengeluaran harus didukung dengan bukti kuitansi yang sah;
2)Bukti pengeluaran uang dalam jumlah tertentu harus dibubuhi materai yang cukup
sesuai dengan ketentuan bea materai. Untuk transaksi dengan nilai sampai Rp 250.000,-
tidak dikenai bea meterai, sedang transaksi dengan nilai nominal antara Rp 250.000,-
sampai dengan Rp 1.000.000,- dikenai bea meterai dengan tarif sebesar Rp 3.000,-
dan transaksi dengan nilai nominal lebih besar Rp 1.000.000,- dikenai bea meterai
dengan tarif sebesar Rp 6.000,-
3)Uraian pembayaran dalam kuitansi harus jelas dan terinci sesuai dengan
peruntukkannya;
4)Uraian tentang jenis barang/jasa yang dibayar dapat dipisah dalam bentuk faktur
sebagai lampiran kuitansi;
5)Setiap bukti pembayaran harus disetujui Kepala Sekolah dan lunas dibayar oleh

Bendahara;

6)Segala jenis bukti pengeluaran harus disimpan oleh sekolah sebagai bahan bukti dan
bahan laporan.

Setelah mengenal semua buku-buku, maka kita akan membahas satu persatu.

1

Peraturan Menteri Keuangan nomor 73/PMK.05/2008 dan Peraturan Direktur Jenderal
Perb endaharaan nomor PER-47/PB/2009.

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 4

100

a.Buku Kas Umum

1)Format Buku Kas Umum
Buku Kas Umum mempunyai fungsi untuk mencatat seluruh penerimaan dana dari BOS,
pungutan pajak serta jasa giro maupun seluruh pengeluaran baik yang berbentuk tunai
maupun giral.
Buku Kas Umum ini disusun untuk masing-masing sumber dana secara terpisah, kecuali
apabila sekolah hanya mempunyai satu rekening tabungan yang berfungsi untuk
menampung seluruh sumber penerimaan sekolah maka Buku Kas Umum (Format P-1)
yang dibuat oleh sekolah hanya satu
2)Format buku Kas Umum adalah seperti diperlihatkan pada halaman...
3)Cara pengisian Buku Kas Umum adalah sebagai berikut:

Pembukuan dalam Buku Kas Umum meliputi semua transaksi eksternal, yaitu yang
berhubungan dengan pihak ketiga:
a)Semua transaksi penerimaan eksternal dibukukan pada sisi kiri/debet (kolom
penerimaan): dari Penyalur Dana (BOS atau sumber dana lain), penerimaan dari
pemungutan pajak, dan penerimaan jasa giro dari bank.
b)Semua transaksi pengeluaran eksternal dibukukan pada sisi kanan/kredit (kolom
pengeluaran): adalah pembelian barang dan jasa, biaya administrasi bank, pajak atas
hasil dari jasa giro dan setoran pajak.
c)Semua transaksi internal baik penerimaan maupun pengeluaran tidak dibukukan di

buku ini.

d)Format ini harus diisi tiap transaksi (segera setelah transaksi tersebut terjadi dan tidak
menunggu terkumpul satu minggu/bulan) dan transaksi yang dicatat didalam Buku Kas
Umum juga harus dicatat dalam buku pembantu (buku pembantu kas atau buku
pembantu bank atau buku pembantu pajak) dan format yang telah diisi ditandatangani
oleh Bendahara dan Kepala Sekolah.
e)Dokumen ini disimpan di sekolah dan diperlihatkan kepada pengawas, Tim Manajeman
BOS Kabupaten, dan para pemeriksa lainnya apabila diperlukan.

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 4

101

Cara pengisian kolom-kolom adalah dibahas pada “Petunjuk Pengisian Format Buku Kas Umum”
Petunjuk Pengisian Format P-1: Buku Kas Umum

Penjelasan

Diisi tanggal pembukuan (bulan-tanggal)

Diisi sesuai LBB butir 2 halaman 107 -113

Diisi dengan nomor bukti penerimaan/pengeluaran uang (tidak ada
penomoran khusus)

Diisi uraian singkat penerimaan/pengeluaran uang (lihat LBB-Prinsip-prinsip
Pembukuan butir g.4 halaman 99

Diisi jumlah penerimaan yang tercantum dalam dokumen sumber (bukti)

Diisi jumlah pengeluaran yang tercantum dalam dokumen sumber (bukti)

Diisi jumlah saldo setelah ditambah/dikurangi jumlah penerimaan/
pengeluaran yang tercantum dalam dokumen sumber

Kolom

1

2

3

4

5

6

7

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 4

102

b.Buku Pembantu Kas

Buku Pembantu Kas (Format P-2) mempunyai fungsi untuk mencatat transaksi penerimaan/
pengeluaran yang dilaksanakan secara tunai.

Semua transaksi Kas, baik transaksi eksternal maupun internal dibukukan dalam buku ini. Bukti
transaksi kas eksternal sama dengan bukti transaksi yang dipergunakan oleh Buku Kas Umum.
Sedang bukti transaksi internal dibuat tersendiri.

Format Buku Pembantu Kas adalah seperti terlihat dihalaman berikut. Format ini harus
dibukukan per transaksi dan ditandatangani oleh Bendahara dan Kepala Sekolah. Dokumen
ini disimpan di sekolah dan diperlihatkan kepada pengawas, Tim Manajeman BOS Kabupaten,
dan para pemeriksa lainnya apabila diperlukan.

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 4

103

Cara pengisian kolom-kolom adalah dibahas pada “Petunjuk Pengisian Format Buku
Pembantu Kas”,

Petunjuk Pengisian Format P-2: Buku Pembantu Kas

Penjelasan

Diisi tanggal pembukuan (bulan-tanggal)

Diisi sesuai LBB butir 2 halaman 107 -113

Diisi dengan nomor bukti penerimaan/pengeluaran uang (tidak ada
penomoran khusus)

Diisi uraian singkat penerimaan/pengeluaran uang
(lihat LBB - Prinsip-prinsip pembukuan butir g. 4 halaman 99)

Diisi jumlah penerimaan yang tercantum dalam dokumen sumber (bukti)

Diisi jumlah pengeluaran yang tercantum dalam dokumen sumber (bukti)

Diisi jumlah saldo setelah ditambah/dikurangi jumlah penerimaan/
pengeluaran yang tercantum dalam dokumen sumber

Kolom

1

2

3

4

5

6

7

c.Buku Pembantu Bank

Buku pembantu bank mempunyai fungsi untuk mencatat transaksi penerimaan/pengeluaran yang
dilaksanakan khusus melalui bank dengan cara antara lain penerbitan cek, penarikan cek,
penerimaan pembayaran dengan cek.

Sumber informasi untuk penyusunan Buku Pembantu Bank adalah semua transaksi eksternal
baik penerimaan maupun pengeluaran yang dilakukan melalui bank dan transaksi internal yang
berupa pengambilan uang kas di bank dan penyetoran uang kas untuk disimpan di Bank.

Format Buku Pembantu Bank adalah sebagai berikut:

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 4

104

Cara pengisian kolom-kolom adalah dibahas pada “Petunjuk Pengisian Format Buku
Pembantu Bank”

Petunjuk Pengisian Format P-3: Buku Pembantu Bank

Penjelasan

Diisi tanggal pembukuan (bulan-tanggal)

Diisi sesuai LBB butir 2 halaman 107 -113

Diisi dengan nomor bukti penerimaan/pengeluaran uang (tidak ada
penomoran khusus)

Diisi uraian singkat penerimaan/pengeluaran uang
(lihat LBB - Prinsip-prinsip pembukuan butir g. 4 halaman 99)

Diisi jumlah penerimaan yang tercantum dalam dokumen sumber (bukti)

Diisi jumlah pengeluaran yang tercantum dalam dokumen sumber (bukti)

Diisi jumlah saldo setelah ditambah/dikurangi jumlah penerimaan/
pengeluaran yang tercantum dalam dokumen sumber

Kolom

1

2

3

4

5

6

7

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 4

105

d.Buku Pembantu Pajak

Buku ini hanya perlu dipergunakan apabila sekolah yang bersangkutan adalah (yang ditunjuk
sebagai) pemungut pajak, yaitu terutama sekolah-sekolah negeri.

Buku pembantu pajak mempunyai fungsi untuk mencatat semua transaksi yang harus dipungut
pajak serta memonitor atas pungutan dan penyetoran pajak yang dipungut selaku wajib pungut
pajak.

Pajak yang harus dibukukan adalah semua pajak, terutama PPh Pasal 21, 22, dan 23, serta PPN
Format Buku Pembantu Pajak adalah seperti dibawah ini
Paling lambat setiap akhir bulan harus ditutup dan dihitung sisa pemungutan pajak yang belum
disetor ke kas negara

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 4

106

Cara pengisian kolom-kolom adalah dibahas pada “Petunjuk Pengisian Format Buku Pembantu Kas”.

Petunjuk Pengisian Format P-4: Buku Pembantu Pajak

Penjelasan

Diisi sesuai tanggal terjadinya transaksi pungutan pajak

Diisi sesuai LBB butir 2 halaman 107 -113

Uraian singkat mengenai jenis pungutan pajak yang dilakukan oleh sekolah

Diisi dengan nomor bukti pungutan pajak

Diisi jumlah rupiah jenis pajak yang dipungut (PPh Ps. 21, PPh Ps. 22, atau PPN)

Diisi jumlah total rupiah pajak yang dipungut dengan cara kolom 5 ditambah
kolom 6 ditambah kolom 7

Diisi sesuai tanggal terjadinya transaksi penyetoran pajak ke kas negara

Hanya diisi apabila menggunakan computer-based processing

Uraian singkat mengenai jenis pajak yang disetor oleh sekolah

Diisi dengan nomor bukti penyetoran pajak

Diisi jumlah rupiah jenis pajak yang disetor ke kas negara (PPh Ps. 21, PPh Ps. 22,
atau PPN)

Diisi jumlah total rupiah pajak yang disetor dengan cara kolom 13 ditambah
kolom 14 ditambah kolom 15

Kolom

1

2

3

4

5,6,7

8

9

10

11

12

13,14,15

16

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 4

107

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->