P. 1
Modul 3 Manajemen Keuangan Sekolah-Madrasah

Modul 3 Manajemen Keuangan Sekolah-Madrasah

|Views: 6,272|Likes:
Published by Taufik Agus Tanto

More info:

Published by: Taufik Agus Tanto on Feb 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/03/2013

pdf

text

original

Sections

A.Pengantar

Sekolah/madrasah sebagai institusi pengguna dana baik dari APBN, APBD maupun
sumbangan masyarakat, perlu memiliki suatu pencatatan serta inventarisasi barang sekolah/
madrasah yang baik. Pencatatan yang baik membantu sekolah dalam merencanakan
perencanaan pemeliharaan barang karena sekolah tahu apa saja yang dimiliki dan apa
saja yang diperlukan agar barang tersebut bisa dipergunakan dengan baik.

Sebagai bagian dari pemerintah daerah, sekolah perlu melakukan pencatatan yang seragam
untuk membantu pemerintah daerah mempersiapkan neraca daerah. Sekolah sendiri tidak
perlu membuat neraca. Pencatatan yang baik juga membantu sekolah dalam mengetahui
jumlah fisiknya dan lokasinya serta kondisinya dapat termonitor dengan baik.

Sekolah/madrasah perlu memahami tugas dan tanggung jawabnya dalam penerimaan,
penyimpanan, dan penggunaan/penempatan barang sekolah/madrasah ke setiap ruangan
sesuai dengan fungsinya, termasuk di dalamnya pemberian nomor inventaris barang serta
pencatatannya pada buku inventaris sekolah/madrasah.

B.Tujuan

Setelah mengikuti sesi ini peserta diharapkan mampu menjelaskan:
1.Pentingnya melakukan pencatatan barang milik daerah yang dikelola oleh sekolah/
madrasah (selanjutnya disebut barang milik sekolah/madrasah).
2.Pencatatan penerimaan dan penggunaan barang habis pakai.
3.Pencatatan dan penempatan barang tidak habis pakai dan memberikan kode barang
untuk inventarisasi barang milik sekolah/madrasah.

C.Pokok Bahasan

1.Latar belakang dan pengertian pencatatan barang milik sekolah/madrasah
2.Penanggungjawab dan jenis barang milik sekolah/madrasah.
3.Pencatatan penerimaan, penyimpanan dan penggunaan barang milik sekolah/ madrasah.
4.Penulisan kode barang.

D.Waktu

Alokasi waktu yang dibutuhkan untuk sesi ini adalah 45 menit.

E.Metode

1.Presentasi.
2.Tanya jawab.

F.Alat dan Bahan

1.Komputer/laptop dan LCD, papan tulis/white board, spidol, kertas HVS, flipchart.

5

SESI

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 5

116

2.Silabus Modul 3 - Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah.
3.Rencana Sesi 5 - Pencatatan Barang Milik Sekolah/Madrasah.
4.Power point (PPt) 1 - 28.
5.Lembar Bahan Bacaan - Inventarisasi Barang Milik Sekolah.

G.Strategi

H.Referensi

1.Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/
Daerah dan perubahannya melalui PP Nomor 38 Tahun 2008.
2.Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis
Pengelolaan Barang Milik Daerah beserta Lampiran 41 mengenai Tabel Kode Barang.
3.Peraturan Menteri Keuangan Nomor 29/PMK.06/2010 tentang Penggolongan dan
Kodefikasi Barang Milik Negara.

Tahapan

Tahap 1.
Latar Belakang
Pencatatan Barang
Milik Sekolah/
Madrasah

Tahap 2.
Penanggung-jawab
Barang Milik Sekolah/
Madrasah

Tahap 3
Alur, Penerimaan,
Pencatatan,
Penyimpanan, dan
Penggunaan

Tahap 4
Pengkodean Barang

Tahap 5
Penutup

Kegiatan

1.Pelatih menjelaskan tentang tujuan yang ingin
dicapai dari sesi ini.
2.Pelatih memberikan latar belakang penting-nya
pencatatan barang milik sekolah/ madrasah
dan apa yang dimaksudkan dengan barang
milik sekolah/madrasah.

Pelatih memberikan penjelasan mengenai siapa
yang merupakan penanggungjawab utama
pencatatan barang milik sekolah/madrasah.

1.Pelatih memberikan gambaran tentang alur
barang.
2.Pelatih memberikan penjelasan mengenai apa
yang harus dilakukan pada saat penerimaan,
pencatatan, penyimpanan maupun
penggunaan barang
3.Pelatih menampilkan contoh kartu untuk
mencatat barang milik sekolah/madrasah yang
biasa digunakan, berikut penjelasan singkat
cara mengisinya.

Pelatih memberikan penjelasan tentang cara
pengkodean barang milik sekolah/madrasah
sebagai bagian dari barang milik daerah sesuai
Permendagri Nomor 17 Tahun 2007 untuk
sekolah negeri dan Permenkeu 29/PMK.06/2010
untuk Madrasah

Pada akhir sesi, pelatih:
1.bersama-sama dengan peserta dan/atau
sendiri membuat rangkuman/simpulan
.2.melakukan penilaian dan/atau refleksi
terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.

Waktu

5 menit

5 menit

25 menit

5 menit

5 menit

Alat & Bahan

PPt 1-6

PPt 7-8

PPt 9-23

PPt 24 - 27

PPt 28

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 5

117

II. Power Point

Sesi 5

Pencatatan Barang Milik
Sekolah/Madrasah

1

Mengapa slide ini penting?
Sebagai bagian dari siklus manajemen keuangan, pencatatan barang milik sekolah/madrasah akan
memberikan gambaran apa saja hal minimal yang harus dilakukan sekolah dalam upaya
menginventarisasi barang-barang yang berada dalam penguasaan sekolah.

Inti uraian:
Sesi ini hanya menjelaskan syarat minimal dalam pengelolaan aset, yaitu melalui pencatatan
barang yang ada di sekolah. Ini dikaitkan juga dengan kemampuan sekolah dalam hal sumber
daya manusia yang terbatas. Diharapkan melalui pencatatan barang yang dilakukan di tingkat
sekolah, setidaknya dapat diketahui kondisi terkini dari barang-barang yang ada di sekolah untuk
dapat mendukung proses belajar mengajar secara optimal.

Sebagai pembuka, fasilitator dapat mengajukan pertanyaan pada para peserta:
“Siapa yang telah melakukan pencatatan barang di sekolah?”; “Bagaimana bapak/ibu melakukan
pencatatan tersebut?”

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 5

118

Tujuan Sesi

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu menjelaskan...
•Pentingnya melakukan pencatatan barang milik daerah yang dikelola
oleh sekolah/madrasah (yang untuk selanjutnya disebut barang milik
sekolah/madrasah)
•Pencatatan penerimaan dan penggunaan barang habis pakai
•Pencatatan dan penempatan barang tidak habis pakai dan memberikan
kode barang untuk inventarisasi barang milik sekolah/ madrasah

2

Mengapa slide ini penting?
Menjelaskan tujuan yang ingin dicapai setelah sesi ini berakhir dan menjadi tolok ukur akan apa
yang bisa peserta dapatkan setelah mengikuti sesi ini.

Inti uraian:
Tujuan pertama adalah memberikan pemahaman tentang pentingnya pencatatan milik sekolah
yang merupakan bagian dari barang milik daerah yang ditempatkan di sekolah.

Tujuan kedua adalah mengajarkan pada peserta sehingga tahu apa yang harus dilakukan ketika
menerima pengiriman barang habis pakai yang dipesan dan bagaimana perlakuannya ketika barang
tersebut disimpan kemudian disalurkan ataupun diminta untuk digunakan.

Tujuan ketiga adalah mengajarkan pada peserta sehingga mampu melakukan pencatatan barang
tidak habis pakai dengan menggunakan kode standar yang digunakan sesuai dengan peraturan
perundangan yang berlaku serta paham tentang apa yang harus dilakukan ketika menempatkan/
menyalurkan barang tersebut untuk digunakan di lingkungan sekolah.

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 5

119

Pokok Bahasan

•Latar Belakang dan Pengertian Pencatatan Barang Milik Sekolah/
Madrasah
•Penanggungjawab dan Jenis Barang Milik Sekolah/Madrasah
•Pencatatan Penerimaan, Penyimpanan dan Penggunaan Barang
Milik Sekolah/ Madrasah
•Penulisan Kode Barang

3

Mengapa slide ini penting?
Memberikan gambaran tentang topik-topik yang akan dibahas dalam sesi ini. Dengan demikian,
peserta mendapatkan gambaran tentang apa saja yang akan mereka dapat pada sesi ini.

Inti uraian:
Pokok bahasan 1 memberikan latar belakang dan pengertian tentang apa yang dimaksud dengan
barang milik sekolah.

Pokok bahasan 2 menjelaskan tentang penanggung jawab dari barang milik sekolah serta apa
saja yang termmasuk barang milik sekolah. Ini penting diketahui karena sebagai bagian dari
barang daerah, barang milik sekolah harus dipertanggungjawabkan penggunaannya.

Pokok bahasan 3: pada bagian ini peserta akan dipandu untuk memahami bagaimana melakukan
pencatatan ketika menerima, menyimpan dan menggunakan/menyalurkan barang milik sekolah
Pokok bahasan 4: secara khusus akan menjelaskan penulisan kode barang milik sekolah/madrasah
sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk barang milik daerah.

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 5

120

Dasar Hukum Pencatatan Barang
Milik Sekolah/Madrasah?

•PP 6/2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah dan
PP 38/2008 tentang Perubahan atas PP 6/2006
•Permendagri 17/2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang
Milik Daerah
(Pasal 3, Pasal 6 Ayat 5) dan Lampirannya
•Peraturan Menteri Keuangan 29/PMK.06/2010 tentang
Penggolongan dan Kodefikasi Barang Milik Negara

4

Mengapa slide ini penting?
Praktisi di lapangan umumnya mengedepankan legalitas dari hal-hal yang harus dikerjakan,
karenanya penting untuk menjelaskan peraturan perundangan yang mendasari dilakukannya
pencatatan barang milik sekolah

Inti uraian:
PP 6/2006 menyatakan bahwa: “Kuasa pengguna barang adalah kepala satuan kerja atau atau
pejabat yang ditunjuk oleh pengguna barang untuk menggunakan barang yang berada dalam
penguasaannya dengan sebaik-baiknya”. Di tingkat sekolah, kuasa pengguna barang tersebut
adalah kepala sekolah. Pasal 1 (20) menyatakan bahwa “Penatausahaan barang adalah rangkaian
kegiatan yang meliputi pembukuan, inventarisasi dan pelaporan barang milik negara/daerah sesuai
ketentuan berlaku.

Pasal 6 Ayat 5 Permendagri 17/2007 secara jelas menyatakan: Kepala Unit Pelaksana Teknis
Daerah selaku kuasa pengguna barang milik daerah, berwenang dan bertanggung jawab:
a.Mengajukan rencana kebutuhan barang milik daerah bagi unit kerja yang dipimpinnya kepada
Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah yang bersangkutan;
b. Melakukan pencatatan dan inventarisasi barang milik daerah yang berada dalam penguasaannya;
c. Menggunakan barang milik daerah yang berada dalam penguasaannya untuk kepentingan
penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi unit kerja yang dipimpinnya;
d. Mengamankan dan memelihara barang milik daerah yang berada dalam penguasaannya;
e.Melakukan pengawasan dan pengendalian atas penggunaan barang milik daerah yang ada dalam
penguasaannya; dan
f.Menyusun dan menyampaikan Laporan Barang Kuasa Pengguna Semesteran (LBKPS) dan
Laporan Barang Kuasa Pengguna Tahunan (LBKPT) yang berada dalam penguasaannya kepada
kepala satuan kerja perangkat daerah yang bersangkutan.

Permendagri 17/2007 disertai dengan lampiran yang berisikan kode-kode barang di tingkat daerah.
Untuk madrasah: kode barang yang digunakan mengacu pada Permenkeu 29/PMK.06/2010
tentang Penggolongan dan Kodefikasi Barang Milik Negara.

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 5

121

Mengapa penting dilakukan Pencatatan Barang
Milik Sekolah/Madrasah?

•Sebagai proses inventarisasi kekayaan daerah dimana BMS merupakan
salah satu unsurnya.
•Menjaga kondisi BMS guna memastikan pelayanan pendidikan dapat
berjalan secara normal.
•Sebagai bentuk pengamanan barang daerah yang dikuasakan
penggunaannya kepada sekolah.
•Dasar penyusunan Neraca daerah karena BMS adalah bagian dari
barang daerah.

5

Mengapa slide ini penting?
Slide ini menjelaskan tentang alasan mengapa penting dilakukan pencatatan barang milik sekolah.

Inti uraian:
Pencatatan merupakan bagian dari proses inventarisasi kekayaan daerah sehingga Pemerintah
daerah dapat mengetahui total kekayaan yang dimilikinya. Hal ini penting dalam penyusunan
neraca keuangan daerah, dimana salah satu unsurnya adalah aset daerah, dan barang milik sekolah/
madrasah merupakan bagian dari aset daerah.

Pencatatan BMS/M juga dapat memberikan informasi mengenai kondisi barang yang ada di
lingkungan sekolah, hal ini guna memastikan kelayakan pakainya sehingga proses belajar mengajar
tidak terganggu.

Pencatatan BMS/M dilakukan juga dalam rangka memastikan bahwa barang-barang yang
dikuasakan penggunaannya kepada sekolah memang masih berada dalam kuasa sekolah, dan
tidak dipindahtangankan penggunaannya tanpa seijin kepala daerah.

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 5

122

Apa yang Dimaksud dengan Barang
Milik Sekolah/Madrasah

Merupakan BMD yang dikelola oleh sekolah, terdiri dari:
•Barang habis pakai – yaitu barang habis dipakai dalam pelaksanaan belajar mengajar
di sekolah dengan masa pakai kurang dari satu tahun (contoh: kapur tulis, ATK dll)
•Barang tidak habis pakai – yaitu barang yang memiliki masa pakai lebih dari satu
tahun dan dapat digunakan berulangkali (contoh: meja, kursi, komputer, mesin tik,
dan lain-lain)

6

Mengapa slide ini penting?
Memberikan definisi dari barang milik sekolah/madrasah.

Inti uraian:
Barang habis pakai umumnya tidak diatur secara khusus melalui peraturan tertentu. Namun
untuk tujuan akuntabilitas penggunaan dana pencatatan BMS/M habis pakai perlu dilakukan.
Dengan demikian dapat diketahui tingkat pemakaian rata-rata barang-barang yang umum dipakai
sehari-hari di sekolah untuk tujuan ketersediaan barang tersebut. Tidak perlu dibuat laporan
khusus ke tingkat Pemda untuk barang habis pakai.

Barang tidak habis pakai umumnya mempunyai masa pakai lebih dari satu tahun. Barang-barang
jenis ini dicatat sebagai barang milik daerah yang dikuasakan penggunaannya kepada sekolah,
dan merupakan bagian dari aset daerah yang tercatat dalam neraca keuangan daerah. Seseuai
peraturan, pengguna barang wajib membuat laporan kepada pengelola barang minimal setiap
semester dan tahunan.

Untuk bangunan sekolah dan tanah umumnya tidak masuk dalam pencatatan ini karena sudah
dicatat di tingkat dinas, kecuali Pemda memiliki aturan lain yang mewajibkan pencatatan dilakukan
di tingkat sekolah. Sedangkan untuk bangunan tambahan yang berasal sumbangan ataupun lainnya
harus tetap dicatat oleh sekolah.

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 5

123

Sumber Barang Milik Sekolah

•Pembelian yang dilakukan oleh sekolah
•Sumbangan:
–Pemerintah
–Provinsi
–Kabupaten/Kota
–Perusahaan
–Hibah donor
–Masyarakat
–Lainnya

7

Mengapa slide ini penting?
Menggambarkan asal-usul dari barang milik sekolah.

Inti uraian:
BMS/M dapat diperoleh melalui pembelian langsung oleh sekolah. Untuk barang yang tidak
habis pakai, barang yang dibeli perlu dilaporkan kepada dinas pendidikan untuk kemudian dicatat
sebagai bagian dari barang daerah.

Sumber yang lain dapat berasal dari sumbangan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah
kabupaten/kota, sumbangan masyarakat, hibah dari donor, dan lainnya.

Siapa yang Bertanggungjawab atas
Barang Milik Sekolah?

•Kepala Sekolah sebagai kuasa pengguna barang daerah atau yang kemudian
mendelegasikannya kepada kepala tata usaha atau yang ditunjuk oleh kepala
sekolah sebagai penanggung jawab pengelola barang milik sekolah

8

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 5

124

Mengapa slide ini penting?
Slide ini menjelaskan tugas kepala sekolah sebagai kuasa pengguna barang milik sekolah/madrasah

Inti uraian:
Ada tiga tugas utama kuasa pengguna barang yaitu: pencatatan, inventarisasi dan melaporkan.
Pencatatan adalah mendokumentasikan barang yang ada di lingkungan sekolah termasuk
memberikan kode-kode barang yang sesuai dengan peraturan perundangan. Inventarisasi adalah
memastikan bahwa barang yang dicatat memang benar ada dan memastikan lokasi/ keberadaan
barang yang dicatat tersebut.

Melaporkan setiap perubahan jumlah, status, dan kondisi yang ada dalam penguasaan sekolah
kepada Dinas Pendidikan sebagai kuasa pengguna barang untuk kemudian dilaporkan kepada
kepala daerah secara periodik.

Tanggung Jawab Kepala Sekolah sebagai Kuasa
Pengguna dalam Pengelolaan BMS

•PENCATATAN administrasi barang inventaris, pemberian kodefikasi,
•INVENTARISASI dengan cara menerbitkan dan memasang daftar inventaris

ruangan,
•Membuat laporan mutasi barang,
•Membuat LAPORAN pengadaan barang inventaris secara berkala (per
triwulan),
•Mengawasi segala jenis perbaikan/pemeliharaan barang inventaris.

9

Mengapa slide ini penting?
Slide ini menegaskan tentang siapa penanggungjawab utama dalam pengelolaan barang milik
sekolah/madarasah.

Inti uraiana:
Dalam PP 6/2006 dan perubahannya melalui PP 38/2008 dinyatakan bahwa Kepala Daerah
merupakan pemegang kekuasaan pengelolaan barang milik daerah, tanggungjawab pengelola
barang ada di tangan Sekda, kepala SKPD sebagai penanggungjawab pengguna barang yang
kemudian menguasakannya kepada kepala sekolah. Dalam pelaksanaannya kepala sekolah dapat
mendelegasikannya kepada kepala tata usaha atau yang ditunjuk.

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 5

125

Alur Pencatatan Penerimaan dan Penggunaan/
Penempatan Barang Sekolah

Penerimaan, penyimpanan dan penempatan/penggunaan barang milik sekolah
merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka tertib administrasi
pengelolaan barang milik sekolah.

10

Penerimaan

Penyimpanan

Penempatan/
Penggunaan

Mengapa slide ini penting?
Menggambarkan arus barang, mulai dari penerimaan sampai penggunaannya.

Inti uraian: Ada tiga tahapan dalam arus barang, yaitu:
Penerimaan barang: baik penerimaan barang dari pembelian maupun penerimaan barang dari
sumbangan atau hibah. Barang yang diterima ini dicatat dalam kartu penerimaan barang sebagai
bukti penerimaan. Pencatatan barang: barang yang diterima kemudian dicatatkan ke dalam kartu-
kartu barang sesuai jenis barang.

Penempatan/penggunaan: barang kemudian ditempatkan/disalurkan ke lokasi/ruangan yang
membutuhkan ataupun kepada orang yang mengajukan permohonan pembelian untuk kemudian
dapat digunakan dengan baik.

Penerimaan Barang

1.Dilakukan oleh kepala tata usaha atau penanggung jawab barang yang ditunjuk.
2.Dasar penerimaan barang ialah surat perintah kerja/surat perjanjian kontrak/
kontrak pengadaan barang yang ditandatangani oleh kepala sekolah.
3. Barang yang diterima harus disertai dokumen yang menyatakan macam/jenis,
jumlah, harga, dan spesifikasi barang.
4.Barang diterima jika sesuai dengan isi dokumen pada poin 3 diatas.
5.Jika ada kekurangan maka barang ditolak atau buat tanda terima sementara
yang memuat sebab-sebab penerimaan sementara barang.
6.Pernyataan penerimaan barang sah apabila berita acara penerimaan barang
telah ditanda tangani oleh kepala tata usaha.

11

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 5

126

Contoh: Kartu Penerimaan Barang

12

Mengapa slide ini penting?
Memberikan gambaran dari bentuk kartu penerimaan barang.

Inti uraian: Dalam slide diperlihatkan contoh dari kartu penerimaan barang beserta informasi
yang dibutuhkan dalam kartu ini. Kolom sumber menunjukkan asal dari barang yang diterima,
apakah berasal dari pembelian biasa atau sumbangan/hibah.

Kolom referensi merupakan kolom yang disediakan untuk mencatat nomor surat pemesanan/
kontrak sebagai dokumen pendukung. Sedangkan kolom “dibukukan” menjelaskan di buku barang
mana dicatatnya dan pada tanggal berapa.

Mengapa slide ini penting:
Menggambarkan tahapan dalam proses penerimaan barang.

Inti uraian:
Ini merupakan alur penerimaan barang di sekolah.
Barang yang diterima atas pengajuan pembelian harus dicocokkan dengan surat perintah kerja/
perjanjian/kontrak pengadaan yang ditandatangani kepala sekolah. Jika tidak ditemukan, maka
penerimaan barang sebaiknya ditangguhkan atau diberi catatan. Ini tidak berlaku bagi barang
sumbangan atau hibah.

Cocokkan rincian dalam dokumen barang dengan surat pemesanan/kontrak dalam hal jenis,
jumlah, harga dan spefikasi barang. Jika sesuai maka barang bisa diterima, jika tidak maka sebaiknya
barang ditolak atau diterima dengan catatan.

Penerimaan dianggap sah bila berita acara penerimaan barang atau dalam hal ini melalui Kartu
Penerimaan Barang telah ditandatangani oleh kepala tata usaha di sekolah.

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 5

127

Penyimpanan dan Pemakaian
Barang Habis Pakai

•Menggunakan sistem kartu barang guna pemantauan persediaan dan penggunaan

barang
•Setiap satu jenis barang dibuatkan satu kartu barang
•Kartu barang disimpan dalam kotak atau file khusus, dan diurutkan secara alfabetis
sesuai dengan nama barang.
•Setiap ada perubahan jumlah logistik, baik karena adanya pemasukan barang
maupun pengeluaran barang harus secepatnya dicatat
•Setiap kartu barang harus dapat menunjukkan persediaan barang pada saat itu.
•Bukti-bukti pemasukan barang disimpan dalam satu tempat atau map khusus yang
berisi bukti-bukti penerimaan logistik secara berurutan sesuai tanggal penerimaan.

13

Contoh Kartu Barang Habis Pakai

14

Nama Sekolah:
Alamat:
Nama Barang:

No

Tgl

Referensi

Uraian

Kuantitas/Unit

Masuk

Keluar

Sisa

Mengapa slide ini penting?
Menjelaskan tentang proses selanjutnya dari penerimaan barang, terutama barang habis pakai,
yaitu penyimpanan dan pemakaiannya.

Inti uraian:
Disarankan untuk membuat kartu barang untuk setiap jenis barang, sehingga mudah diketahui
berapa barang yang tersedia sampai tanggal tertentu. Kartu-kartu barang ini disimpan dalam file
khusus secara berurutan sesuai dengan abjad pertama dari nama barang.

Setiap perubahan yang terjadi harus segera dicatat dalam kartu barang sehingga persediaan barang
terkini dapat segera diketahui. Sedangkan bukti-bukti penerimaan barang maupun surat
pemesannya harus disimpan di tempat yang aman.

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 5

128

Penyimpanan Barang Tidak Habis Pakai

15

Pelaksanaan penyimpanan barang tersebut meliputi:
1.Menyimpan, mengatur, dan merawat
2.Mencatat secara tertib dan teratur penerimaan barang, pengeluaran barang,
dan keadaan persediaan barang ke dalam buku barang menurut jenisnya:
a. kartu inventaris tanah
b. kartu inventaris mesin dan peralatan
c. Kartu inventaris gedung dan bangunan
d. Kartu Inventaris aset tetap lainnya
3.Membuat laporan berkala

Mengapa slide ini penting?
Slide ini menjelaskan hal-hal penting terkait dengan penyimpanan barang tidak habis pakai yang
sedikit berbeda dengan barang habis pakai.

Inti uraian:
Perbedaan utama dengan barang habis pakai adalah dalam hal perawatan. Karena umumnya
barang tidak habis pakai memilik masa manfaat lebih dari satu tahun, maka perlu dianggarkan
dan dilakukan perawatannya sehingga barang tersebut tetap dapat digunakan secara optimal.
Penempatan barang habis pakai juga perlu diketahui dengan jelas karena umumnya barang ini
bernilai mahal.

Ada 4 kartu yang umum digunakan di tingkat sekolah untuk melakukan pencatatan dan
inventarisasi barang di sekolah, yaitu: kartu inventaris tanah, inventaris mesin dan peralatan,
inventaris gedung dan bangunan, serta inventaris aset tetap lainnya. Keempat kartu inilah yang
umumnya digunakan di tingkat sekolah, dimana bentuk dan isinya sudah sesuai dengan peraturan
perundangan yang berlaku.

Dari keempat kartu ini, secara rutin (minimal enam bulan dan satu tahun) dibuatlah laporannya.

Mengapa slide ini penting?
Slide ini menggambarkan kartu barang yang umumnya digunakan dan memuat informasi mini-
mal yang sebaiknya dicantumkan.

Inti uraian: Kolom referensi diisi dengan pembelian atau pemakaian. Jika merupakan pembelian,
maka sebaiknya dicantumkan nomor yang berasal dari kartu penerimaan barang ataupun nomor
kwitansi di kolom uraian dan cantumkan jumlahnya di kolom masuk. Sedangkan untuk pemakaian,
maka di kolom uraian dijelaskan siapa yang menggunakan dan untuk keperluan apa, dibubuhi
paraf di bagian belakang.

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 5

129

Contoh 1 - Kartu Inventaris Tanah

16

Mengapa slide ini penting?
Menunjukkan pada peserta format dari kartu inventaris tanah.

Inti uraian:
Kolom 1:Nomor urut pencatatan
Kolom 2:Jenis barang/nama barang. Pada kolom 2 dituliskan dengan jelas jenis tanah yang
merupakan barang inventaris. Contoh : tanah sekolah, tanah asrama guru, dll

Kolom 3:Nomor kode barang sesuai
Kolom 4:Luas tanah – luas tanah dalam satuan yang sama, misalnya m2
Kolom 5:Tahun pengadaan tanah – tahun pada waktu tanah tersebut diperoleh
Kolom 6:Letak/alamat. Pada kolom 6 tuliskan letak alamat lengkap lokasi dari tanah tersebut.
Contoh : Jalan Kayu Jati II Rawamangun atau nama Kelurahan, kecamatan/Nama
Kota dan sebagainya.
Kolom 7:Isi dengan jenis hak pemanfaatan tanah: Hak Pakai atau Hak Pengelolaan. Yang
dimaksud dengan hak pakai adalah apabila tanah tersebut dipergunakan langsung
menyelenggarakan tugas pokok dan fungsi pemerintahan. Sedangkan hak pengelolaan
adalah apabila tanah tersebut dipergunakan untuk menunjang tugas pokok dan fungsi.
Kolom 8:Tanggal Sertifikat. Pada kolom 8 tuliskan tanggal dikeluarkannya sertifikat dari tanah
tersebut.
Kolom 9:Nomor Sertifikat. Pada kolom 9 tuliskan nomor sertifikat dari tanah tersebut.
Kolom 10:Penggunaan. Pada kolom 10 tuliskan penggunaan atau peruntukan tanah tersebut.
Kolom 11:Asal Usul. Pada kolom 11 tuliskan asal usul perolehan dari barang tersebut. Misalnya:
a) dibeli, b) hibah, c) dan sebagainya.
Kolom 12:Harga. Pada kolom 12 dituliskan nilai pembelian dari tanah tersebut atau perkiraan
nilai tanah tersebut apabila berasal dari sumbangan/hibah, pembukaan hutan dan
sebagainya.
Kolom 13:Keterangan. Pada kolom 13 tuliskan keterangan yang dianggap perlu dan yang
berhubungan dengan tanah tersebut.

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 5

130

Contoh 2 - Kartu Mesin/Peralatan

17

Mengapa slide ini penting?
Menunjukkan pada peserta format dari kartu inventaris peralatan/mesin

Inti uraian:
Kolom 1:Nomor Urut - Pada kolom 1 tuliskan nomor urut dari setiap jenis barang.
Kolom 2:Nomor Kode Barang. Pada kolom 2 tuliskan nomor kode barang yang bersangkutan.
Dalam hal kartu inventaris mesin/peralatan ini dipergunakan untuk mencatat lebih
dari satu barang yang sejenis, diberi nomor register mulai dari 0001 s/d nomor
register terakhir dari barang dimaksud.
Kolom 3:Nama Barang/Jenis Barang. Pada kolom 3 tuliskan jenis barang atau nama secara
jelas seperti: kendaraan, alat besar, mesin tik, filling cabinet dan sebagainya. Untuk
barang-barang yang mempunyai nomor pabrik, cara pencatatannya harus satu persatu.
Jadi satu baris untuk satu barang saja, sedangkan barang-barang yang tidak mempunyai
nomor pabrik seperti: kursi, meja dan sebagainya dapat digabungkan dalam satu baris
dengan syarat bahwa barang tersebut mempunyai karakteristik yang sama (ukuran,
bahan baku, tahun pembelian dan sebagainya).
Kolom 4:Merk/Tipe. Pada kolom 4 tuliskan merk dan tipe barang yang dimaksud. Apabila
tidak ada tipenya kolom ini diberi tanda strip (-).
Contoh :- Mobil: merk Toyota Kijang dengan tipe LGX
- Komputer: Merek IBM dengan tipe Pentium 4, dan sebagainya.
Kolom 5:Ukuran/CC. Pada kolom 5 tuliskan ukuran atau cc dari barang yang bersangkutan,
kalau tidak ada ukurannya diberi tanda strip (-).
Contoh :- Mobil : 2000 cc

- Komputer : dengan spesifikasi besaran layar, kapasitas, dsb
Kolom 6:Bahan. Pada kolom 6 tuliskan dari bahan apa barang yang bersangkutan dibuat. Apabila
bahan yang digunakan lebih dari 1 (satu) macam, maka tuliskan bahan atau bahan
yang paling banyak digunakan. Contoh: besi (untuk filling cabinet). Besi, plastik (untuk
kursi).
Kolom 7:Tahun Pembelian. Pada kolom 7 tuliskan tahun pembelian dari barang yang
bersangkutan, Apabila tidak diketahui tahun pembeliannya supaya tuliskan tahun
penerimaan/unit pemakaiannya.

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 5

131

Kolom 8:Nomor Pabrik. Pada kolom 8 tuliskan nomor pabrik barang yang bersangkutan. Apabila
tidak diketahui nomor pabrik maka kolom ini diberi tanda strip (-).
Kolom 9:Nomor Rangka. Pada kolom 9 tuliskan nomor rangka/chasis dari alat angkutan yang
bersangkutan kalau tidak ada nomor chasis berikan tanda strip (-). Contoh : K.357608
dan sebagainya.
Kolom 10: Nomor Mesin. Pada kolom 10 tuliskan nomor mesin dari alat angkutan yang
bersangkutan, nomor ini dapat dilihat pada alat angkutan yang bersangkutan pada
faktur/kwitansi pembeliannya, kalau tidak ada nomor mesin berikan tanda strip (-).
Kolom 11:Nomor Polisi. Pada kolom 11 tuliskan nomor polisi alat angkutan yang bersangkutan.
Contoh : B 8165 LE dan seterusnya. Untuk jenis Alat Angkutan tertentu yang tidak
mempunyai Nomor Polisi, maka kolom ini diberi tanda strip (-).
Kolom 12:B P K B. Pada kolom 12 tuliskan nomor BPKB.
Kolom 13:Asal-usul. Pada kolom 13 tuliskan asal usul dari barang yang bersangkutan. Contoh :
Pembelian, hadiah dan sebagainya.
Kolom 14:Harga. Pada kolom 14 tuliskan harga barang yang bersangkutan berdasarkan faktur/
kwitansi pembelian apabila barang yang bersangkutan berasal dari pembelian. Apabila
barang yang bersangkutan berasal dari sumbangan/hadiah supaya diperkirakan dengan
harga yang wajar. Pencatatannya dalam ribuan rupiah.
Contoh : Suatu barang harganya : Rp 253.200,- maka pada kolom ini dituliskan 253;
Rp 253.750,- maka pada kolom ini dituliskan 254.
Kolom 15:Keterangan. Pada kolom 15 tuliskan keterangan yang dianggap perlu yang ada
hubungannya dengan barang yang bersangkutan. Contoh : dipinjamkan, dan sebagainya.

Penting untuk diperhatikan

18

Kartu Inventaris Mesin dan peralatan ini digunakan juga untuk mencatat:
•Alat-alat angkutan: Alat Angkutan Darat Bermotor, Alat Angkutan Darat Tak
Bermotor, dan lain-lain.
•Alat-alat bengkel dan alat ukur: Alat Bengkel Bermotor, Alat Bengkel Tak
Bermotor, dan lain-lain
•Alat-alat kantor dan rumah tangga: Alat Kantor, Alat Rumah Tangga, dan lain-

lain.

•Alat-alat laboratorium: Unit Alat Laboratorium, Alat Peraga/Praktek Sekolah
dan lain-lain.

Mengapa slide ini penting?
Menunjukkan pada peserta tentang apa saja yang umumnya termasuk dalam mesin dan peralatan
di tingkat sekolah.

Inti uraian:
Ada banyak barang bisa dikategorikan sebagai peralatan dan mesin untuk tingkat sekolah. Dalam
slide berikut digolongkan barang apa saja yang termasuk peralatan dan mesin di tingkat sekolah
sehingga harus dicatat dalam kartu inventaris mesin dan peralatan. (Bacakan!)

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 5

132

Contoh 3 - Kartu Inventaris Gedung

19

Kartu Inventaris ini digunakan untuk mencatat setiap inventaris bangunan gedung.

Mengapa slide ini penting?
Menunjukkan template baku yang digunakan dalam mencatat inventaris bangunan/gedung.

Inti uraian:
Kolom 1:Diisi nomor urut
Kolom 2:Jenis Barang/nama Barang. Pada kolom 2 tuliskan jenis gedung. Pengisian tentang
gedung diartikan sebagai bangunan yang berdiri sendiri atau dapat pula merupakan
suatu kesatuan bangunan yang tidak dapat dipisahkan. Misalnya: kantor guru, ruang
kelas, dll.
Kolom 3:Diisi nomor kode barang
Kolom 4:Kondisi Bangunan. Pada kolom 4 tuliskan kondisi dari pada bangunan gedung pada
saat pelaksanaan inventrisasi. Kondisi fisik bisa dalam keadaan baik, rusak ringan,
rusak sedang dan rusak berat.
Kolom 5:Konstruksi Bangunan. Pada kolom 5 tuliskan “bertingkat” apabila bangunan tersebut
bertingkat. Sebaliknya jika tidak bertingkat tuliskan “tidak”.
Kolom 6:Pada Kolom 6 tuliskan: “beton” apabila bangunan tersebut seluruhnya berkonstruksi
beton. Sebaliknya apabila tidak berkonstruksi beton isikan “tidak”
Kolom 7:Luas Lantai ( M² ). Pada kolom 7 tuliskan luas dari bangunan yang tercantum dalam
kolom 1 dengan bilangan bulat. Perhitungan luas lantai tersebut termasuk luas teras
dan untuk gedung bertingkat dihitung dari luas lantai satu dan dijumlah dengan luas
lantai bertingkat berikutnya.
Kolom 8:Letak/Lokasi. Pada kolom 8 tuliskan letak/alamat lengkap lokasi dari bangunan tsb.
Misalnya : Jl. Merdeka Selatan 8-9, Jl. Pemuda No. 9, dsb
Kolom 9 -10: Dokumen Gedung. Yang dimaksud dengan dokumen gedung dapat berupa surat-
surat pemilikan. Seperti : Sertifikat atas tanah bangunan gedung, surat ijin bangunan
dan sebagainya. Pada kolom 9 diisikan tanggal dikeluarkannya dokumen tersebut di
atas, sedangkan pada kolom 10 diisikan nomor dokumen.

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 5

133

Pada kolom 11 tuliskan luas dari tanah bangunan dengan ukuran m², dengan bilangan bulat.
Kalau memang ada batas maka bisa digunakan sebagai dasar perhitungan luas tanah
bangunan.
Pada kolom 12 isikan status tanah dari tanah bangunan tersebut dapat berupa:
a.Tanah milik Pemda
b. Tanah Negara (Tanah yang dikuasai langsung oleh Negara).
c. Tanah Hak Ulayat (Tanah masyarakat Hukum Adat)
d.Tanah Hak (Tanah kepunyaan perorangan atau Badan Hukum), Hak Guna Bangunan,
Hak Pakai atau Hak Pengelolaan
Kolom 13 isikan Nomor Kode Tanah.
Kolom 14: Asal Usul. Pada kolom 14 tuliskan asal perolehan dari barang tersebut, misalnya :
a. dibeli
b. hibah
c. dan lain-lain
Dalam hal bangunan/barang yang dibiayai dari beberapa sumber anggaran, dicatat
sebagai milik komponen pemilikan pokok, misalnya bangunan Pemda dibantu dari
anggaran Pusat maka statusnya tetap dicatat sebagai milik Pemda.
Kolom 15: Harga. Pada kolom 15 tuliskan harga yang sebenarnya untuk bangunan gedung/
monumen tersebut. Apabila nilai gedung/monumen tersebut tidak dapat diketahui
berdasarkan dokumen yang ada, maka perkirakan nilai gedung berdasarkan harga
yang berlaku dilingkungan tersebut pada waktu pencatatan.
Kolom 16: Keterangan. Tuliskan keterangan yang dianggap perlu yang ada hubungannya dengan
bangunan tersebut.
Setelah selesai diisi seluruhnya maka pada sebelah kanan bawah dibubuhkan tanggal
pencatatan dan ditandatangani pengurus barang dan diketahui oleh Kepala SKPD.

Contoh 4 - Kartu Inventaris Aset Tetap Lainnya20

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 5

134

Mengapa slide ini penting?
Untuk menunjukkan pada peserta pelatihan format dari kartu inventaris aset.

Inti uraian:
Kolom 1

:Nomor Urut. Pada kolom 1 tuliskan Nomor Urut dari setiap jenis barang, dimulai
dari nomor urut 1,2,3 dan seterusnya.

Kolom 2

:Jenis Barang/Nama Barang. Pada kolom 2 tuliskan jenis barang atau nama secara
jelas seperti: Buku dan perpustakaan, barang bercorak kebudayaan, hewan/ternak
dan tumbuh-tumbuhan dan sebagainya.

Kolom 3

:Nomor Kode Barang. Pada kolom 3 tuliskan nomor kode barang yang bersangkutan
Kolom 4,5:untuk Buku dan perpustakaan
Pada kolom 4 tuliskan judul/pencipta buku.
Kolom 5 diisi mengenai bahan pembuatan buku (kertas, CD, dll)
Kolom 6,7,8:Untuk Barang bercorak kesenian/kebudayaan.
Pada Kolom 6 diisi mengenai asal daerah
Kolom 7 diisi nama pencipta
Kolom 8 diisi spesifikasi bahan.
Kolom 9,10:Untuk Hewan/Ternak dan Tumbuhan.
Pada kolom 9 diisi mengenai jenis hewan/ternak atau tumbuhan
Kolom 10 diisi ukuran (kg, cm, m, dan sebagainya).
Kolom 11:Jumlah. Pada kolom 11 diisi jumlah barang.
Kolom 12:Tahun cetak/pembelian. Pada kolom 12 diisi tahun cetak dan pembelian. Apabila
tidak diketahui diberi tanda strip (-).
Kolom 13:Asal-usul. Pada kolom 13 tuliskan asal usul dari barang yang bersangkutan. Contoh:
pembelian, hadiah dan sebagainya.
Kolom 14:Harga. Pada kolom 15 tuliskan harga barang yang bersangkutan berdasarkan
faktur/kuitansi pembelian apabila barang yang bersangkutan berasal dari pembelian.
Apabila barang yang bersangkutan berasal dari sumbangan/hadiah supaya
diperkirakan dengan harga yang wajar. Pencatatannya dalam ribuan rupiah.
Kolom 15:Keterangan. Pada kolom 15 tuliskan keterangan yang dianggap perlu yang ada
hubungannya dengan barang yang bersangkutan. Contoh : Dipinjamkan dan
sebagainya.

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 5

135

Penting untuk diperhatikan:

21

Kartu Inventaris Aset Tetap Lainnya digunakan untuk mencatat:
•Buku dan perpustakaan
Buku seperti Buku Umum Filsafat, Agama, Ilmu Sosial, Ilmu Bahasa, Matematika
dan Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Praktis, Arsitektur, Kesenian, Olahraga
Geografi, Biografi, sejarah dan lain-lain
•Barang bercorak kesenian/kebudayaan
Barang Bercorak Kesenian, Kebudayan seperti: Pahatan, Lukisan, Alat-alat Kesenian,
Alat Olahraga, Tanda Penghargaan, dan lain-lain
•Hewan/ternak dan tumbuhan
Hewan seperti Binatang Ternak, Binatang Unggas, Binatang Melata, Ikan, dan lain-
lain sejenisnya.
Tumbuhan-tumbuhan seperti Pohon Jati, Pohon Mahoni, Pohon Kenari, Pohon
Asem dan lain-lain sejenisnya termasuk pohon ayoman/pelindung.

Mengapa slide ini penting?
Untuk menjelaskan pada peserta tentang apa saja yang termasuk dalam kategori aset tetap lainnya
sehingga perlu dicatat dalam kartu ini.

Inti uraian:
Ada tiga jenis barang yang termasuk dalam kategori aset tetap lainnya dan perlu dicatat dalam
kartu inventaris ini, yaitu:
•Buku dan perpustakaan, mencakup semua buku yang merupakan milik sekolah, baik yang
digunakan sebagai materi utama pengajaran maupun sebagai materi pendukun dan ditaruh di
perpustakaan sekolah.
•Barang bercorak kesenian/budaya, mencakup semua benda berbau seni/budaya yang dimiliki

sekolah

•Hewan/ternak dan tumbuhan yang dipelihara oleh sekolah, baik untuk tujuan mendapatkan
penghasilan sekolah, sebagai bagian dari percobaan, atau hanya dipelihara saja yang berada
di lingkungan sekolah atau di tempat lain yang dimiliki sekolah atau tempat penitipan yang
bekerjasama dengan sekolah.

Bacakan isi dari masing masing jenis barang.

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 5

136

Pemakaian/Penempatan

22

•Pemakaian dilakukan melalui kegiatan penempatan atau pengiriman barang dari
gudang/tatausaha ke unit kerja sekolah (kelas, kantor guru, ruang kesenian,
perpustakaan, dll).
•Fungsi penempatan adalah menyelenggarakan pengurusan pembagian/ pelayanan
barang secara tepat, cepat dan teratur sesuai dengan kebutuhan
•Barang-barang yang telah ditempatkan/dikirim harus dicatat didalam Kartu
Inventaris Ruang.

Mengapa selide ini penting?
Menjelaskan mengenai rangkaian terkahir dari pengelolaan barang di sekolah, setelah pembelian/
peroleh dan penyimpanan.

Inti uraian:
Berbeda dengan barang habis pakai yang setelah diminta untuk digunakan tidak perlu dipantau
keberadaannya, untuk barang tidak habis pakai pemakain atau penempatan barang harus dicatat
dengan baik dan jelas. Ini berkaitan erat dengan masalah pengamanan dan pemeiharaan yang
dinyatakan dalam PP 6/2006 Pasal 8 Ayat 2 butir e bahwa: “Pengguna barang wajib mengamankan
dan memelihara barang milik daerah yang berada dalam penguasaanya”.

Penempatan yang jelas juga membantu kelancaran penyelenggaraan proses belajar, terutama
untuk barang-barang yang jumlahnya terbatas dan harus dipakai secara bergantian, sehingga
dapat di atur pembagian waktu penggunaan dan pemeliharaannya.

Untuk memudahkan proses tersebut, maka digunakanlah kartu inventaris ruang yang ditempatkan
di setiap ruangan dan berisikan barang apa saja yang ada di ruangan tersebut dan bagaimana
kondisinya.

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 5

137

23

Kartu Inventaris Ruangan ini ditempatkan di setiap ruang dan digunakan
untuk mencatat inventaris yang berada di masing-masing ruangan.

Mengapa slide ini penting:
Untuk menunjukkan pada peserta tentang format dari kartu inventaris ruang.

Inti uraian:
Kolom 1

:Diisi sesuai dengan nomor urut pencatatan barang.

Kolom 2

:Diisi dengan jenis, nama barang. Contoh: meja tulis, AC, mesin tik, komputer, dan

sebagainya.

Kolom 3

:Diisi dengan merk atau model barang. Contoh : Olivetti manual IBM.

Kolom 4

:Diisi Nomor Seri pabrik yang biasanya sudah tercantum pada barang yang
bersangkutan. Contoh: Mesin Tik No. 7471475. Kalau bukan buatan pabrik
dikosongkan/distrip (-).

Kolom 5

:Diisi Tahun pembuatan/pembelian

Kolom 6

:Diisi nomor kode barang (kode lokasi dan kode barang).

Kolom 7

:Diisi banyak barang yang mempunyai karakteristik yang sama jenis, merk/model,
ukuran, bahan dan tahun pembuatan.
Kolom 8, 9, dan 10: Diisi sesuai dengan keadaan barang pada waktu pencatatan.
Kolom 11:Diisi keterangan barang yang dianggap perlu, misalnya diajukan untuk dihapuskan,
dipinjam oleh….., dll.

Setelah diisi seluruhnya maka pada sudut kanan bawah dibutuhkan tanggal pencatatan dan
ditandatangani oleh penanggung jawab ruangan dan diketahui kepala tata usaha.

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 5

138

Kapan Kartu Inventaris Diperbaharui?

24

Semua kartu Inventaris harus di-update secara rutin minimal setiap
enam bulan sekali atau setiap ada barang baru yang masuk ke sekolah.

Mengapa slide ini penting?
Untuk mengingatkan dan menginformasikan pada peserta tentang pentingnya melakukan up-
date terhadap kartu inventaris ruang.

Inti uraian:
Kartu inventaris ruang mutlak harus diperbaharui untuk dapat mengetahui penambahan,
pengurangan maupun pergerakan barang-barang yang berada di lingkungan sekolah.

Sekali lagi ini berkaitan erat dengan masalah pemeliharaan dan keamanannya. Dengan
memperbaharui kartu minimal enam bulan sekali, maka disaat bersamaan penanggung jawab
melakukan pemerikasaan atas kondisi barang dan memastikan keberadaannya.

25

Penulisan Kode Barang Tidak Habis Pakai

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 5

139

Contoh Penulisan Kode Barang

26

Sekolah membeli 2 unit Pesonal Computer.
Penulisan kode barang untuk PC tersebut adalah:
PC 1: 02.06.03.02.01.003
PC 2: 02.06.03.02.01.004
Kode barang mengandung arti:
02: Kode golongan peralatan dan mesin
06: Kode bidang alat kantor
03: Kode kelompok komputer
01: Kode sub-kelompok personal komputer
01: Kode sub sub-kelompok PC unit
0003 dan 0004: Kode Register

Kode golongan dapat dilihat dalam referensi bahan bacaan

Mengapa slide ini penting?
Memberikan gambaran pada peserta tentang cara menuliskan kode untuk satu barang yang ada
di sekolah.

Inti uraian:
Slide memberikan contoh langkah-langkah yang dilakukan dalam memberikan kodefikasi barang
di sekolah, dalam hal ini digunakan PC sebagai contoh. Ini merupakan barang di sekolah negeri
sehingga acuan kodefikasinya menggunakan Lampiran 41 Permendagri 17/2007.

Untuk contoh sebagian kode golongan dapat dilihat dalam lembar bacaan sedangkan rincian
kode secara lengkap dapat dilihat dalam CD referensi.

Kode register merupakan kode unik yang tidak diatur secara khusus dalam peraturan perundangan,
melainkan kode unik yang ditetapkan oleh masing-masing sekolah.

Mengapa slide ini penting?
Untuk menunjukkan pada peserta tentang cara menuliskan kode barang yang sesuai dengan
peraturan perundangan berlaku.

Inti uraian:
Barang milik sekolah yang merupakan bagian dari barang milik daerah dalam pencatatannya
diberi nomor pengenal yang mengacu pada Permendagri 17/2007 dan lampirannya.

Sedangkan untuk madrasah negeri, karena merupakan dari barang milik negara, acuan penulisan
kode yang digunakan adalah Permenkeu 29/PMK.06/2010.

Pada dasarnya keduanya sama-sama terdiri dari 14 digit, dengan kode golongan, bidang, kelompok,
sub-kelompok dan sub sub-kelompok yang dapat dilihat dalam peraturan terkait.

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 5

140

Nomor Register

27

•Nomor urut pencatatan dari setiap barang, pencatatan terhadap barang yang
sejenis, tahun pengadaan sama, besaran harganya sama seperti meja dan kursi
jumlahnya 150, maka pencatatannya dapat dilakukan dalam suatu format
pencatatan dalam lajur register, ditulis: 0001 s/d 0150.
•Nomer register juga bisa diambil dari nomor rangka/nomor produksi yang
melekat pada barang yang dibeli. Misalnya: untuk komputer, bisa dilihat nomor
unik yang tercantum di unit komputer tersebut dan dijadikan nomor register
(cukup diambil 3-4 angka terakhir)
•Nomor register ini dicetak dan ditempel pada barang tidak habis pakai yang

relevan

Mengapa slide ini penting?
Sebagai pengingat peserta bahwa dalam menuliskan kode barang, ada kode yang harus ditetapkan
oleh sekolah sendiri, artinya tidak mengacu pada peraturan perundangan.

Inti uraian:
Nomor register merupakan nomor unik yang ditetapkan oleh sekolah secara mandiri. Namun
demikian, sekolah perlu memperhatikan nomor yang telah digunakan sebagai nomor register
untuk satu jenis barang, karena nomor tersebut tidak bisa digunakan lagi untuk jenis barang
yang sama guna menghindari adanya nomor ganda.

Nomor ini kemudian dituliskan di kertas sticker dan di tempel pada barang yang bersangkutan
untuk memudahkan pengenalannya. Umumnya ditempelkan di bagian yang tidak mudah rusak
seperti bagian belakang ataupun barang yang dimaksud (sebisa mungkin).

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 5

141

27

Tanya Jawab

Mengapa slide ini penting?
Memberikan kesempatan pada peserta untuk menanyakan hal-hal yang jelas terkait dengan
presentasi yang baru saja diberikan.

Inti Uraian:
Setelah penjelasan tentang Barang Milik Sekolah, mungkin masih ada hal-hal yang ingin ditanyakan
peserta atau yang memerlukan penjelasan lebih lanjut.

Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam sesi ini, sebagai penutup pelatih memberikan
kesimpulan akhir dari sesi ini dan melihat kembali apakah tujuan sesi yang dikemukan di awal
dapat tercapai pada akhir sesi.

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 5

142

III.Lembar Bahan Bacaan

Inventarisasi Barang Milik Sekolah/Madrasah

A. Penerimaan Barang

Pelaksanaan penerimaan barang tersebut antara lain:
1.Semua barang penerimaannya dilakukan oleh kepala tata usaha.
2.Dasar penerimaan barang ialah surat perintah kerja/surat perjanjian kontrak/kontrak
pengadaan barang yang ditandatangani oleh kepala sekolah.
3.Barang yang diterima harus disertai dokumen yang menyatakan macam jenis, banyak,
harga, dan spesifikasi barang.
4.Barang diterima apabila barang yang diterima sesuai dengan isi dokumen pada item 3

diatas.

5.Apa bila ada kekurangan maka penerimaan dibuat dengan tanda terima sementara yang
memuat sebab-sebab penerimaan sementara barang.
6.Pernyataan penerimaan barang sah apabila berita acara penerimaan barang telah ditanda
tangani oleh kepala tata usaha.

Penyimpanan Barang

Penyimpanan dilaksanakan dalam rangka pengaturan barang persediaan di dalam tempat
penyimpanan sehingga barang dapat dicari dengan cepat pada saat dibutuhkan dan diadakan apa
bila sudah habis terpakai atau rusak.

Pelaksanaan penyimpanan barang tersebut antara lain:
1.Menyimpan, mengatur, dan merawat.
2.Membuat kode barang.
3.Mencatat secara tertib dan teratur penerimaan barang, pengeluaran barang, dan keadaan

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 5

143

persediaan barang kedalam buku barang menurut jenisnya:
a. kartu inventaris tanah (Lampiran 2)
b. kartu inventaris mesin dan peralatan (Lampiran 3)
c. Kartu inventaris gedung dan bangunan (Lampiran 4)
d. Kartu Inventaris aset tetap lainnya (Lampiran 5)
4. Membuat laporan berkala.

Kodefikasi barang

Kode barang adalah nomor kode yang menggambarkan bidang, kelompok, sub-kelompok dan
sub-sub kelompok atau jenis barang, dengan demikian kode barang terdiri dari 14 digit sebagai
berikut:
a. Kode Golongan Barang terdiri dari 2 digit (Lampiran 1)
b. Kode Bidang Barang terdiri dari 2 digit (Lampiran 1)
c. Kode Kelompok Barang terdiri dari 2 digit
d. Kode Sub-Kelompok Barang terdiri dari 2 digit
e. Kode Sub-sub Kelompok Barang terdiri 2 digit
f. Nomor register pencatatan barang terdiri dari 4 digit

Untuk penomoran barang milik sekolah sesuai kelompok barang, sub-kelompok barang, dan
sub-sub kelompok barang lihat “Lampiran 41 dari Permendagri Nomor 17 Tahun 2007 tentang
Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah”. Sedangkan untuk madrasah negeri
menggunakan acuan Permenkeu 29/PMK.06/2010 dan Lampirannya sebagai dasar.

Nomor Kodefikasi Barang

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 5

144

Lampiran 1

Penyaluran Barang

Penyaluran merupakan kegiatan untuk melakukan pengiriman barang dari gudang/tatausaha ke
unit kerja sekolah (kelas, kantor guru, ruang kesenian, perpustakaan, dll).

Fungsi penyaluran adalah menyelenggarakan pengurusan pembagian/pelayanan barang secara
tepat, cepat dan teratur sesuai dengan kebutuhan. Barang-barang/aset yang telah disalurkan harus
dicatat didalam kartu inventaris ruang. (Lampiran 6)

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 5

145

Peralatan dan Mesin (Golongan 02)

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 5

146

Lampiran 2

Kartu Inventaris Tanah

No

Jenis Barang /

Nama Barang

Nomor

Kode Barang

Luas

(m2)

Tahun

Pengadaan/

Penerimaan

Alamat

Hak

Status Tanah

Sertifikat

Tgl

Nomor

Penggunaan

Mengetahui

Kepala Sekolah

(......................................)

Asal

Usul

Harga

Keterangan

.................,..............................

Kepala Tatausaha

(......................................)

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 5

147

Lampiran 3

Kartu Inventaris Mesin/Peralatan

No

Nama Barang/

Jenis Barang

Kode

Barang

Merk/

Tipe

Ukuran/

cc

PabrikRangka

Nomor

BPKB

Mengetahui

Kepala Sekolah

(......................................)

Asal Usul

Cara

Perolehan

Harga

Keterangan

.................,..............................

Kepala Tatausaha

(......................................)

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

Bahan

Thn

Pembelian

Mesin

Polisi

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 5

148

Lampiran 4

Kartu Inventaris Gedung

NoNama Barang/

Jenis Barang

No.Kode

Barang

Kondisi

Bangunan

(B, KB, RB)Bertingkat/

Tidak

AlamatTgl

Mengetahui

Kepala Sekolah

(......................................)

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

Beton/

Tidak

Luas

Lantai

(m2)

Konstruksi

Bangunan

(B= Baik, KB= Kurang Baik, RB= Rusak Berat)

Status

Tanah

No.

Kode

Tanah

Harga

Keterangan

.................,..............................

Kepala Tatausaha

(......................................)

Nomor

Luas

Tanah

(m2)

Dokumen

Gedung

Asal

Usul

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 5

149

Lampiran 5

Kartu Inventaris Aset Tetap Lainnya

Mengetahui

Kepala Sekolah

(......................................)

.................,..............................

Kepala Tatausaha

(......................................)

NoJenis Barang /

Nama Barang

Nomor

Kode Barang

Alamat

Hak

Hewan/Tanaman

JenisUkuran

Juml.

Thn

Cetak/

Pembelian

HargaKeterangan

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

Buku/Perpustakaan

Judul

Pencipta

Spesifikasi

Brng Bercorak Kesenian/Bdy

Alamat

Asal Usul

Perolehan

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 5

150

Lampiran 6

Kartu Inventaris Ruang

Mengetahui

Kepala Tatahusaha

(......................................)

No

Nama /Jenis

Barang

Merk/

Model

Jumlah

Barang

Keadaan Barang

Baik (B)

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

No.Seri

Pabrik

Thn Buatan/

Pembelian

No.Kode

Barang

Nama Sekolah

:

Alamat

:

Ruangan

:

Kurang Baik (KB)Rusak Berat (RB)

................. , Tgl ........................200...

Pengurus Barang

(......................................)

Keterangan

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 6

151

Pelaporan

I. Rencana Sesi

A.Pengantar

Telah dijelaskan dalam sesi sebelumnya bahwa sekolah/madrasah perlu melakukan
pengelolaan dana yang didasarkan pada prinsip-prinsip manajemen keuangan, dimana
value for money, transpansi dan akuntabilitas merupakan prinsip yang paling menonjol dan
menjadi fokus masyarakat.

Pelaporan merupakan salah satu sarana untuk merealisasikan prinsip-prinsip tersebut
khususnya prinsip “transparan” dan “akuntabilitas” dan membantu penilaian apakah
sekolah/madrasah tersebut sudah memenuhi prinsip “ekonomis”. Bentuk dan format
laporan juga mengacu pada Buku Panduan BOS 2010 dan perubahan-perubahannya.

B.Tujuan

Setelah mengikuti sesi ini, pserta diharapkan mampu menjelaskan:
1.Bentuk laporan yang harus disusun dan dilaporkan kepada berbagai fihak sesuai aturan
yang ada khususnya pelaporan kepada dinas dan Tim BOS.
2.Cara menyusun laporan secara benar dan tepat waktu.

C.Pokok Bahasan

1.Laporan Realisasi Penggunaan Dana per Program.
2.Laporan Realisasi Penggunaan Dana per Sumber Penerimaan.

D. Waktu

Alokasi waktu yang dibutuhkan dalam sesi ini adalah 90 menit.

E.Metode

1.Presentasi.
2.Kerja kelompok.
3.Tanya jawab dan diskusi.

F.Alat dan Bahan

1.Komputer/laptop dan LCD, papan tulis/white board , spidol, kertas HVS, flipchart .
2.Silabus Modul 3 - Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah.
3.Rencana Sesi 6 - Pelaporan.
4.Power point (PPt) 1 - 10.
5.Latihan - Menyusun Rincian Penggunaan Dana.
a. Instruksi Pelatih
b. Kasus
c. Lembar Kerja
d. Kunci Jawaban

6

SESI

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 6

152

Tahapan

Tahap 1.
Pendahuluan

Tahap 2.
Jenis dan Bentuk
Laporan Sekolah/
Madrasah

Tahap 3.
Tanya Jawab dan
Kerja Kelompok

Kegiatan

Pelatih menjelaskan tujuan dan cakupan dari
sesi ini.

1.Pelatih memberikan penjelasan tentang
jenis laporan yang harus disiapkan oleh
sekolah/madrasah untuk pihak yang
berbeda
2.Pelatih menampilkan format laporan dan
memberikan penjelasan tentang hal-hal
apa saja yang perlu dicantumkan di
dalamnya.

1.Pelatih memberikan kesempatan pada
peserta untuk bertanya terkait materi
dalam sesi ini.
2.Pelatih memandu peserta untuk menyusun
laporan dari kasus terlampir (Latihan 1.)

Waktu

10 menit

20 menit

60 menit

Alat & Bahan

PPt 1-3

PPt 4-9

PPt 10
Latihan1 Sesi 6

H.Referensi

1.Buku Panduan BOS 2010/Juknis Keuangan.

5

G. Strategi

6.Lembar Bahan Bacaan
- Pelaporan
- Contoh Alur Penyusunan Laporan

Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah - SESI 6

153

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->