Nilai Perusahaan Nilai perusahaan adalah sangat penting karena dengan nilai perusahaan yang tinggi akan diikuti

oleh tingginya kemakmuran pemegang saham (Bringham Gapensi, 1996). Semakin tinggi harga saham semakin tinggi nilai perusahaan. Nilai perusahaan yang tinggi menjadi keinginan para pemilik perusahaan, sebab dengan nilai yang tinggi menunjukan kemakmuran pemegang saham juga tinggi. Kekayaan pemegang saham dan perusahaan dipresentasikan oleh harga pasar dari saham yang merupakan cerminan dari keputusan investasi, pendanaan (financing), dan manajemen asset. Menurut Fama (1978) dalam Untung wahyudi et.al , nilai perusahaan akan tercermin dari harga sahamnya. Harga pasar dari saham perusahaan yang terbentuk antara pembeli dan penjual disaat terjadi transaksi disebut nilai pasar perusahaan, karena harga pasar saham dianggap cerminan dari nilai asset perusahaan sesungguhnya. Nilai perusahaan yang dibentuk melalui indikator nilai pasar saham sangat dipengaruhi oleh peluang-peluang investasi. Adanya peluang investasi dapat memberikan sinyal positif tentang pertumbuhan perusahaan dimasa yang akan datang, sehingga akan meningkatkan harga saham, dengan meningkatnya harga saham maka nilai perusahaan pun akan meningkat. Indikator- indikator yang mempengaruhi nilai perusahaan diantaranya adalah: 1. PER (Price Earning Ratio) PER yaitu rasio yang mengukur seberapa besar perbandingan antara harga saham perusahaan dengan keuntungan yang diperoleh para pemegang saham. ( Sutrisno, 2000 dalam Mohammad Usman,2001 dalam Malla Bahagia,2008). Rumus yang digunakan adalah : Harga Pasar Saham PER= ------------------------------Laba per Lembar Saham Faktor-faktor yang mempengaruhi PER adalah : • Tingkat pertumbuhan laba • Dividend Payout Ratio • Tingkat keuntungan yang disyaratkan oleh pemodal. Menurut Basuku Yusuf, 2005 dalam Malla Bahagia, 2008, hubungan faktor-faktor tersebut terhadap PER dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Semakin tinggi Pertumbuhan laba semakin tinggi PER nya, dengan kata lain hubungan antara pertumbuhan laba dengan PER nya bersifat positif. Hal ini dikarenakan bahwa prospek perusahaan dimasa yang akan datang dilihat dari pertumbuhan laba, dengan laba perusahaan yang tinggi menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola biaya yang dikeluarkan secara efisien. Laba bersih yang tinggi menunjukkan earning per share yang tinggi, yang berarti perusahaan mempunyai tingkat profitabilitas yang baik, dengan tingkat profitabilitas yang tinggi dapat meningkatkan kepercayaan pemodal untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut sehingga saham-saham dari perusahaan yang memiliki tingkat profitabilitas dan pertumbuhan laba yang tinggi akan memiliki PER yang tinggi pula, karena saham-saham akan lebih diminati di bursa sehingga kecenderungan harganya meningkat lebih besar. 2. Semakin tinggi Dividend Payout Ratio (DPR), semakin tinggi PER nya. DPR memiliki

maka semakin besar pula kemungkinan perusahaan untuk tumbuh sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan. r merupakan tingkat keuntungan yang dianggap layak bagi investasi saham. Dengan begitu r memiliki hubungan yang negatif dengan PER. 3. semakin tinggi tingkat keuntungan yang diisyaratkan semakin rendah nilai PER nya. Rumus yang digunakan adalah : Harga Pasar per Lembar Saham PBV = --------------------------------------Nilai Buku per Lembar Saham . berarti hal ini menunjukkan investasi tersebut kurang menarik. dimana DPR menentukan besarnya dividen yang diterima oleh pemilik saham dan besarnya dividen ini secara positif dapat mempengaruhi harga saham terutama pada pasar modal didominasi yang mempunyai strategi mangejar dividen sebagai target utama. Semakin besar PER. Jika keuntungan yang diperoleh dari investasi tersebut ternyata lebih kecil dari tingkat keuntungan yang disyaratkan. 1999: 92). sehingga dapat menyebabkan turunnya harga saham tersebut dan sebaliknya. 2.hubungan positif dengan PER. PER adalah fungsi dari perubahan kemampuan laba yang diharapkan di masa yang akan datang. atau disebut juga sebagai tingkat keuntungan yang disyaratkan. Semakin tinggi required rate of return (r) semakin rendah PER. maka semakin tinggi dividen semakin tinggi PER. PBV (Price Book Value) Rasio ini mengukur nilai yang diberikan pasar keuangan kepada manajemen dan organisasi perusahaan sebagai sebuah perusahaan yang terus tumbuh (Brigham.

misalnya current ratio. acid test ratio. current asset to total asset ratio. Hal ini disebabkan sulitnya mendapatkan rata – rata pembanding yang tepat bagi perusahaan yang mengoperasikan beberapa divisi yang berbeda pada industri yang berlainan. Rasio – rasio neraca ( Balance Sheet Ratio ). Meskipun analisis rasio mampu memberikan informasi yang bermanfaat sehubungan dengan keadaan operasi dan kondisi keuangan perusahaan. Menurut Van Horne ( 2005 : 234) : “Rasio keuangan adalah alat yang digunakan untuk menganalisis kondisi keuangan dan kinerja perusahaan. 2. 107 ) : “ Hasil dari menganalisis laporan keuangan adalah rasio keuangan berupa angka-angka dan rasio keuangan harus dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan”. Dalam melakukan analisa. Membandingkan rasio sekarang dengan rasio – rasio yang lalu atau dengan rasio – rasio yang diperkirakan untuk waktu yang akan datang dari perusahaan yang sama. Kita menghitung berbagai rasio karena dengan cara ini kita bisa mendapat perbandingan yang mungkin akan berguna daripada berbagai angka mentahnya sendiri”. Apakah Manajemen efektif menghasilkan laba operasi atas aktiva 3. dan pada waktu yang sama.RASIO – RASIO KEUANGAN PERUSAHAAN Untuk dapat memproleh gambaran tentang perkembangan finansial suatu perusahaan. Bagaimana perusahaan didanai 4. Membandingkan rasio perusahaan dengan rasio –rasio yang sejenis dengan perusahaan lain yang sejenis. penganalisa dapat menggunakan dua macam perbandingan yaitu : 1. perlu mengadakan analisa atau interprestasi terhadap data finansial dari perusahaan bersangkutan. terdapat juga unsur keterbatasan informasi yang membutuhkan kehati – hatian dalam mempertimbangkan masalah yang terdapat dalam perusahaan tersebut. Apakah pemegang saham biasa mendapatkan tingkat pengembalian yang cukup. analisa Laporan Keuangan menyangkut pemeriksaaan keterkaitan angka–angka dalam laporan keuangan dan trend angka –angka dalam beberapa periode. ialah data yang disusun dari . Laporan Keuangan dibuat agar dapat digunakan suatu kegunaan yang penting adalah dalam menganalisis kesehatan ekonomi perusahaan. Bagaimana Likuiditas Perusahaan 2. 2. satu tujuan dari analisis laporan keuangan menggunakan kinerja perusahaan yang lalu untuk memperkirakan bagaimana akan terjadi dimasa yang akan datang. yaitu ratio – ratio yang disusun dari data yang berasal dari neraca. current liabilities to total asset ratio dan lain sebagainya. Sebagai salah satu bentuk informasi yang relevan dan kegunaanya yang efektif dalam menganalisa rasio dalam pengambilan keputusan. Menurut Kown (2004: 108) : Rasio keuangan setidaknya dapat memberikan jawaban atas empat pertanyaan yaitu : 1. Rasio – rasio Laporan Laba Rugi ( Income Statement Ratio ). Ukuran yang sering digunakan dalam analisa finansial adalah ratio. Menurut Kown ( 2004 . Menurut Sumber datanya Van Horne ( 2005 : 234) : Angka rasio dapat dibedakan atas : 1. dimana data finansial itu tercermin didalam laporan keuangan.

Rasio keuangan dapat dibagi kedalam tiga bentuk umum yang sering dipergunakan yaitu : Rasio Likuiditas. misalnya gross profit. Rasio –rasio antar Laporan Keuangan ( Intern Statement Ratio). Quick Ratio ( Rasio Cepat ) Merupakan rasio yang digunaka untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva yang lebih likuid . net margin. Current Ratio ( Rasio Lancar) Merupakan Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki. Ratio Likuiditas (Liquidity Ratio) Merupakan Ratio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajian financial jangka pendek yang berupa hutang – hutang jangka pendek (short time debt) Menurut Van Horne :”Sistem Pembelanjaan yang baik Current ratio harus berada pada batas 200% dan Quick Ratio berada pada 100%”. operating margin.05 Ini berarti bahwa kemampuan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar. misalnya asset turnover.04. Adapun yang tergabung dalam rasio ini adalah : a. b.data yang berasal dari income statement. 3. Cash Ratio dapat dihitung dengan Rumus yaitu : Cash Ratio = Cash + Efek Hutang Lancar . dan Rasio Rentabilitas. 1 hutang lancar dijamin oleh Aktiva lancar Rp. untuk tahun 2005 adalah setiap Rp.04 Tahun 2006 : = 1. 1 dijamin oleh Rp. operating ratio dan sebagainya. Inventory turnover.05 aktiva lancar. Rasio Solvabilitas ( Leverage ). untuk tahun 2006 adalah setiap hutang lancar Rp. ialah ratio –ratio yang disusun dari data yang berasal dari neraca dan data lainya berasal dari income statement. 1. Current Ratio dapat dihitung dengan rumus : Current Ratio = Aktiva Lancar Hutang Lancar Contoh : Current Ratio Pada PT XYZ Medan adalah sebagai berikut ( dalam Rupiah ) : Tahun 2005 : = 1. Quick Ratio dapat dihitung dengan rumus yaitu : Quick Ratio = Aktiva Lancar – Persediaan Hutang Lancar c. 1.1. receivable turnover. dan lain sebagainya. Cash Ratio ( Rasio Lambat) Merupakan Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan kas yang tersedia dan yang disimpan diBank.

profitabilitas suatu perusahaan mewujudkan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut. Rasio ini dapat dihitung dengan Rumus yaitu : Net Profit Margin = Laba Setelah Pajak Penjualan Bersih .2. Total Debt to Equity Ratio (Rasio Hutang terhadap Ekuitas) Merupakan Perbandingan antara hutang – hutang dan ekuitas dalam pendanaan perusahaan dan menunjukkan kemampuan modal sendiri. Rasio ini dapat dihitung dengan rumus yaitu : Total Debt to Total Asset Ratio = Total Hutang Total Aktiva 3. Rasio ini menunjukkan berapa bagian dari keseluruhan aktiva yang dibelanjai oleh hutang. Rasio ini dapat dihitung denga rumus yaitu : Total Debt to equity Ratio = Total Hutang Ekuitas Pemegang Saham b. Net Profit Margin (Margin Laba Bersih) Merupakan rasio yang digunaka nuntuk mengukur laba bersih sesudah pajak lalu dibandingkan dengan volume penjualan. rasio ini menggambarkan laba kotor yang dapat dicapai dari jumlah penjualan. Ratio Solvabilitas Rasio ini disebut juga Ratio leverage yaitu mengukur perbandingan dana yang disediakan oleh pemiliknya dengan dana yang dipinjam dari kreditur perusahaan tersebut. Total Debt to Total Asset Ratio ( Rasio Hutang terhadap Total Aktiva ) Rasio ini merupakan perbandingan antara hutang lancar dan hutang jangka panjang dan jumlah seluruh aktiva diketahui. Adapun Rasio yang tergabung dalam Rasio Leverage adalah : a. Ratio Rentabilitas Rasio ini disebut juga sebagai Ratio Profitabilitas yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba atau keuntungan. Gross Profit Margin ( Margin Laba Kotor) Merupakan perandingan antar penjualan bersih dikurangi dengan Harga Pokok penjualan dengan tingkat penjualan. perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibanya . Rasio ini dapat dihitung dengan rumus yaitu : Gross Profit Margin = Laba kotor Penjualan Bersih b. Yang termasuk dalam ratio ini adalah : a. Rasio ini dimaksudkan untuk mengukur sampai seberapa jauh aktiva perusahaan dibiayai oleh hutang rasio ini menunjukkan indikasi tingkat keamanan dari para pemberi pinjaman (Bank).

c. Tahun Sidang : 2009 Subjek : . baik saham biasa maupun saham preferen. DANAKTIVITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN EMITEN BURSA EFEKINDONESIA SEKTOR PROPERTI TAHUN 2003-2007 NPM : 21205524 Nama : Reinaldy Akbar Ariesha Pembimbing : Dr. E. Ir. Return on Equity (Pengembalian atas Ekuitas) Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan dari modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan bagi seluruh pemegang saham. M.S. Rasio ini dapat dihitung dengan rumus yaitu : Return on Equity = Laba Setelah Pajak Ekuitas Pemegang Saham PENGARUH ATAS PROFITABILITAS. FINANCIAL LEVERAGE. Earning Power of Total investment Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan dari modal yang iinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan netto. Rasio ini dapat dihitung engan rumus yaitu : Earning Power of Total investment = Laba Sebelum Pajak Total aktiva d. Susi Suhendra.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful