P. 1
cahaya

cahaya

|Views: 364|Likes:
Published by hamangkhullafah

More info:

Published by: hamangkhullafah on Mar 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/22/2013

pdf

text

original

FISIKA KELAS 8 SMP NEGERI 1 PADANGAN BOJONEGORO 1

CAHAYA

Cahaya adalah gelombang elektromagnetik dan dapat merambat dalam ruang hampa udara.
Cepat rambat cahaya diruang hampa udara (vakum ) adalah 3 x 10
8
m/s
Artinya setiap sekon cahaya dapat merambat sejauh 300.000.000 meter atau 300.000 km.
Benda-benda yang dapat memancarkan cahaya disebut sumber cahaya.
Contoh
Matahari , lampu teplok, lilin yang menyala dsb.
Cahaya merambat lurus dalam medium yang sama, misalnya di udara.
Cahaya yang berasal dari lampu merambat ke segala arah menurut garis lurus.

Contoh
Ambil sebuah senter, tutup kaca reflektornya dengan karton hitam. Buat celah di tengah-tengah karton
hitam tersebut. Hidupkan senter agar cahaya dipancarkan melalui celah dan tangkap dengan layar.
Ternyata cahaya yang keluar dari celah merambat lurus sampai layar.

BAYANG-BAYANG
Bayang-bayang adalah daerah gelap di belakang benda taktembus cahaya yang terletakpada layar ketika
benda itu disorot atau disinari oleh sumber cahaya. Bayang-bayangini bentuknya sama dengan bentuk aslinya,
hanya ukurannya lebih besar. Ada dua jenisbayang-bayang, yaitu umbra (bayang-bayang inti) dan
penumbra (bayang-bayangkabur). Umbra adalah bayang-bayang yang tidak menerima cahaya sama
sekali,sedangkan penumbra adalah bayang-bayang yang menerima sebagian cahayasehingga nampak samar-
samar atau kabur.

PEMANTULAN CAHAYA
Cara cahaya dipantulkan ada dua macam yaitu
1. Pemantulan difus
2. pamantulan teratur

1. Pemantulan difuse ( pemantulan baur )











Pemantulan difus adalah pemantulan yang arahnya menuju ke segala arah.

Penyebabnya
Bidang pantulnya tidak rata ( kasar )

FISIKA KELAS 8 SMP NEGERI 1 PADANGAN BOJONEGORO 2


2. Pemantulan teratur












adalah pemantulan yang arahnya menuju ke satu arah.

Penyebabnya
Bidang pantulnya rata

HUKUM PEMANTULAN CAHAYA
Bunyi hukum pemantulan cahaya
1. Berkas sinar datang , garis normal dan berkas sinar pantul terletak pada sebuah bidang datar.
2. Sudut datang selalu sama dengan sudut pantul


KETERANGAN
i = sudut datang
i r r = sudut pantul
sinar sinar pantul N = garis normal
datang Sudut datang adalah sudut yang dibentuk oleh
Sinar datang dengan garis normal
Sudut pantul adalah sudut yang dibentuk oleh
N sinar pantul dengan garis normal.
Garis normal adalah garis yang ditarik tegak lurus
dari suatu titik pada bidang itu tepat ditempat sinar
datang atau sinar jatuh.



Soal 1
Seberkas sinar datang pada suatu permukaandengan sudut 60
o

Tentukanlah :
a. besar sudut pantulnya
b. besar sudut antara sinar datang dengan dengan sinar pantul

Soal 2
Seberkas cahaya datang pada suatu permukaan membentuk sudut 60
0
dengan permakaan tsb.
Tentukanlah
a. sudut datangnya
b. sudut pantulnya
c. sudut antara sinar datang dengan sinar pantul

Soal 3
Sudut yang dibentuk oleh sinar datang dengan sengan sinar pantul pada suatu permukaan besarnya 100
0
.
Berapa besar sudut datang sinar tersebut.





FISIKA KELAS 8 SMP NEGERI 1 PADANGAN BOJONEGORO 3

PROSES PENGLIHATAN OLEH MATA

Benda dapat terlihat oleh mata karena ada cahaya dari benda atau yang dipantulkan benda itu yang sampai ke
mata. Benda-benda yang memiliki cahaya sendiri disebut sumber cahaya, dan benda-benda yang tidak
memiliki cahaya sendiri disebut benda gelap. Sebagai contoh, matahari, lampu pijar, senter, dan api adalah
sumber cahaya, sedangkan bulan, manusia, dan benda-benda lain adalah benda gelap.
Benda gelap dibedakan atas tiga jenis, yaitu:
(1) benda taktembus cahaya, yakni benda gelap yang sama sekali tidak meneruskan cahaya yang diterimanya,
(2) benda tembus cahaya, yakni benda gelap yang meneruskan sebagian cahaya yang diterimanya, dan
(3) benda bening, yakni benda gelap yang meneruskan hampir semua cahaya yang diterimanya.


PEMANTULAN CAHAYA PADA CERMIN DATAR
Cermin datar adalah sebuah cermin yang permukaan pantulnya berupa bidang datar.


MELUKIS BAYANGAN BENDA PADA CERMIN DATAR

a. Melukis bayangan titik P pada cermin datar







P P’









b. Melukis bayangan benda AB pada cermin datar








A A’


h h’


B S S’ B’

Sifat bayangan pada cermin datar
1.Bayangan bersifat maya atau semu atau virtuil ( karena berada di belakang cermin dan terbentuk oleh
perpotongan dan perpanjangan sinar pantulnya.




FISIKA KELAS 8 SMP NEGERI 1 PADANGAN BOJONEGORO 4


2. Jarak bayangan ke cermin = jarak benda ke cermin.



Keterangan :
s’ = jarak bayangan ke cermin
s = jarak benda ke cermin

3. Benda sama tegak dengan bayangan.
4. Tinggi benda = sama dengan tinggi bayangan



Keterangan
h = tinggi benda
h’ = tinggi bayangan

5. Bayangan yang dibentuk cermin datar bertukar sisinya, bagian kiri benda menjadi bagian
kanan bayangan.

Pengertian Bayangan Nyata dan Bayangan Maya
Bayangan nyata, adalah bayangan yang terjadi karena perpotongan sinar-sinar pantul, sedangkan bayangan
maya adalah bayangan yang terjadi karena perpotongan perpanjangan sinar-sinar pantul. Bayangan nyata
tidak dapat dilihat langsung oleh mata, tetapi dapat ditangkap oleh layar. Bayangan maya dapat dilihat oleh
mata secara langsung, tetapi tidak dapat ditangkap oleh layar.


PERBESARAN BAYANGAN
Perbesaran bayangan ( M ) pada cermin datar adalah tinggi bayangan dibagi tinggi benda.
Atau Perbesaran bayangan ( M ) pada cermindatar adalah jarak bayangan dibagi jarak benda.

KETERANGAN
atau M = -
si
s
M = perbesaran bayangan
h = tinggi benda
h’ = tinggi bayangan
S = jarak benda dengan cermin
S’ = jarak bayangan dengan cermin

Karena pada cermin datar h = h’ maka M = 1. Artinya tinggi benda sama dengan tinggi bayangan.
Itulah sebabnya muka kita tidak bertambah besar jika sedang berhias di depan cermin datar.

Soal
Sebuah benda terletak pada jarak 5 cm didepan cermin datar. Tentukanlah
a. jarak bayangan ke cermin
b. jarak benda dengan bayangan

PEMBENTUKAN BAYANGAN OLEH DUA BUAH CERMIN DATAR YANG MEMBENTUK
SUDUT

Jumlah bayangan sebuah benda oleh dua buah cermin datar yang membentuk sudut α adalah :




KET :
N = Banyaknya bayangan
α= Besar sudut yang dibentuk oleh dua buah cermin datar

M =
h
h'

N = 1
360

α

s’ = s
h = h’
FISIKA KELAS 8 SMP NEGERI 1 PADANGAN BOJONEGORO 5

Contoh soal
Jika dua buah cermin datar saling membentuk Sudut 90
0
, ada berapakah banyaknya bayangan yang
terbentuk.
benda bayangan
Diketahui : α = 90
0

Ditanyakan : N
Jawab : N = 1
360

α


=
360
90
- 1
= 4 - 1
= 3
bayangan bayangan

Soal 1
Jika dua buah cermin datar saling membentuk sudut 45
0
, ada berapakah banyaknya bayangan yang
terbentuk.

Soal 3
Sebuah benda yang diletakkan diantara dua cermin datar yang membentuk sudut satu dengan yang
lainnnya, memiliki bayangan sebanyak 7 buah. Tentukanlah besar sudut yang diapit oleh kedua cermin
datar tersebut.

PEMANTULAN PADA CERMIN CEKUNG
Ada tiga jenis berkas cahaya, yaitu :

a. berkas cahaya sejajar





b. berkas cahaya mengumpul ( konvergen )






c. berkas cahaya nenyebar ( divergen )






Cermin cekung adalah cermin yang berbentuk seperti bagian dalam dari sebuah irisan bola yang
permukaannya mengkilat.
Cermin cekung bersifat konvergen ( mengumpulkan sinar )



FISIKA KELAS 8 SMP NEGERI 1 PADANGAN BOJONEGORO 6


BAGIAN-BAGIAN DARI CERMIN CEKUNG

KETERANGAN
O = titik pusat cermin
R F = titik fokus ( titik api )
M = titik pusat kelengkungan cermin
SU = sumbu utama cermin
f = jarak titik fokus dengan O
R = jari-jari kelengkungan cermin
( R = 2f atau f =
1
2
˞ )
f




SINAR-SINAR ISTIMEWA PADA CERMIN

a. Sinar datang sejajar dengan sumbu utama, dipantulkan melalui titk
fokus ( F )


b. Sinar datang melalui titik fokus, dipantulkan sejajar sumbu utama



c. Sinar datang melalui pusat kelengkungan cermin, dipantulkan
kembali melalui pusat kelengkungan cermin.




PEMBENTUKAN BAYANGAN OLEH CERMIN CEKUNG

Untuk melukis bayangan benda oleh cermin cekung, minmal diperlukan dua buah sinar istimewa

Contoh
1. BENDA TERLETAK LEBIH DARI M ( LEBIH DARI 2f )













Benda terletak lebih dari M ( lebih dari 2f ) sifat bayangannya adalah :
- Nyata
- terbalik
- diperkecil
- terletak diantara f dan 2f



O
FISIKA KELAS 8 SMP NEGERI 1 PADANGAN BOJONEGORO 7

3. BENDA TERLETAK TEPAT PADA TITIK M ( TEPAT PADA TITIK 2f )











Benda terletak tepat pada titik M ( titik 2f )
Sifat bayangannya adalah :
- Nyata
- Terbalik
- Sama besar dengan bayangannya
- Terletak di titik M ( titik 2f )

3. BENDA TERLETAK DIANTARA F DAN M ( TERLETAK DIANTARA f DAN 2f )














Benda terletak diantara f dan 2f sifat bayangannya adalah :
- nyata
- terbalik
- diperbesar
- terletak di titik lebih dari 2f

4. BENDA TERLETAK TEPAT PADA TITIK F














Benda terletak tepat pada titik f menghasilkan bayangan maya di tak terhingga.




FISIKA KELAS 8 SMP NEGERI 1 PADANGAN BOJONEGORO 8


5. BENDA TERLETAK DIANTARA O DAN F













Benda terletak diantara O dan F sifat bayangannya adalah :
- maya
- tegak
- diperbesar
- terletak dibelakang cermin

Ketentuan – ketentuan yang berlaku pada cermin cekung:
1. Apabila benda terletak didepan cermin maka benda tersebut dikatakan nyata.
Jarak benda dengan cermin dikatakan positif ( s ).
2. Apabila bayangan benda terletak didepan cermin maka bayangan benda tersebut dikatakan nyata.
Jarak bayangan benda dengan cermin dikatakan positif ( s’ )
3. Apabila benda terletak dibelakang cermin maka benda tersebut dikatakan maya.
Jarak benda dengan cermin dikatakan negatif ( - s )
4. Apabila bayangan benda terletak dibelakang cermin maka bayangan benda tersebut dikatakan maya.
Jarak bayangan benda dengan cermin dikatakan negatif ( - s’ )
5. Pada cermin cekung f dan R berharga positif
7. Bila didalam harga mutlak M bertanda positif berarti bayangan tegak terhadap benda
8. Bila didalam harga mutlak M bertanda negatif berarti bayangan terbalik terhadap benda.

KEGUNAAN CERMIN CEKUNG
Contoh
a. Digunakan sebagai reflektor pada lampu mobil, lampu motor, lampu senter dan lain-lain.
b. Digunakan pada alat – alat OHP ( Overhead Proyektor ), proyektor film dan teleskop.
c. Alat penglihat gigi bagian dalam yang biasanya digunankan oleh dokter gigi.
d. Sebagai alat pemanas yang memanfaatkan sinar matahari.

Pada cermin cekung berlaku rumus :
1.
KETERANGAN
s = Jarak benda ke cermin
s’ = Jarak bayangan benda ke cermin
f = Jarak fokus cermin
Karena
f = R
2
1
atau R = 2f maka rumus diatas dapat pula dinyatakan dengan persamaan

KETERANGAN
R = Jari – jari kelengkungan cermin
.

2. KETERANGAN
M = Perbesaran bayangan
h = Tinggi benda
h’ = Tinggi bayangan
f s s
1
'
1 1
= +
R s s
2
'
1 1
= +
M =
h
h'

FISIKA KELAS 8 SMP NEGERI 1 PADANGAN BOJONEGORO 9


Atau
KETERANGAN
M = Perbesaran bayangan
s’ = Jarak bayangan dengan cermin.
s = Jarak benda dengan cermin.
Soal
1. Sebuah benda terletak 100 cm didepan cermin cekung yang jarak fokusnya 60 cm.
Tentukanlah letak bayangan benda !

2. Sebuah benda tingginya 4 cm berada 25 cm didepan cermin cekung dengan jari – jari 80 cm.
Tentukanlah letak bayangan dari cermin !

3. Sebuah benda yang tingginya 2 cm terletak di sumbu utama cermin cekung pada jarak 15 cm
di depan cermin. Bila jarak fokus cermin 25 cm, tentukanlah :
a. letak bayangan
b. perbesaran bayangan
c. tinggi bayangan
d. sifat bayangan

4. Sebuah cermin cekung mempunyai jarak fokus 20 cm. Sebuah benda diletakkan di depan cermin
cekung tersebut pada jarak 30 cm. Berapa besar jarak bayangan yang dibentuk cermin cekung itu.

5. Sebuah cermin cekung mempunyai jari – jari kelengkungan 30 cm. Sebuah benda diletakkan di depan
cermin itu pada jarak 45 cm. Berapa jarak bayangan yang dibentuk cermin cekung itu !.

6. Sebuah cermin cekung mempunyai jarak 30 cm. Sebuah benda menghasilkan bayangan nyata pada
jarak 90 cm. Berapa jarak benda terhadap cermin cekung !.

PEMANTULAN PADA CERMIN CEMBUNG
Cermin cembung adalah cermin yang berbentuk seperti bagian luar dari sebuah irisan bola yang
permukaannya mengkilat.
Cermin cembung bersifat divergen ( memencarkan sinar )






F M





BAGIAN-BAGIAN DARI CERMIN CEMBUNG


KETERANGAN
R O = titik pusat cermin
M = pusat kelengkungan cermin
F = titik fokus cermin
O SU = sumbu utama cermin
f = jarak titik fokus dengan O
R = jari-jari kelengkungan cermin
f R = 2f atau f =
1
2
R



M = -
s
s'

FISIKA KELAS 8 SMP NEGERI 1 PADANGAN BOJONEGORO 10

SINAR – SINAR ISTIMEWA PADA CERMIN CEMBUNG



KETERANGAN
a. sinar datang sejajar dengan sumbu utama, dipantulkan seolah-olah berasal dar titik fokus cermin
b. sinar datang menuju titik fokus cermin , dipantulkan sejajar dengan sumbu utama cermin
c. sinar datang menuju pusat kelengkungan cermin, dipantulkan seolah-olah berasal dari pusat
kelengkungan cermin.

PEMBENTUKAN BAYANGAN OLEH CERMIN CEMBUNG













Bayangan yang dibentuk oleh cermin cembung selalu bersifat :
- maya
- tegak
- diperkecil

Catatan
Maya karena bayangan benda terletak dibelakang cermin.

KETENTUAN-KETENTUAN YANG BERLAKU PADA CERMIN CEMBUNG

1. Apabila benda terletak didepan cermin cembung, maka benda tersebut dikatakan nyata.
Jarak benda dengan cermin dikatakan positif ( s ).
2. Apabila bayangan benda terletak didepan cermin cembung maka bayangan benda tersebut dikatakan
nyata.
Jarak bayangan benda dengan cermin dikatakan positif ( s’ )
3. Apabila benda terletak dibelakang cermin cembung maka benda tersebut dikatakan maya.
Jarak benda dengan cermin dikatakan negatif ( - s )
4. Apabila bayangan benda terletak dibelakang cermin maka bayangan benda tersebut dikatakan maya.
Jarak bayangan benda dengan cermin dikatakan negatif ( - s’ )
5. Pada cermin cembung f dan R berharga negatif
7. Bila didalam harga mutlak M bertanda positif berarti bayangan tegak terhadap benda
8. Bila didalam harga mutlak M bertanda negatif berarti bayangan terbalik terhadap benda.

KEGUNAAN CERMIN CEMBUNG

Contoh
a. Untuk kaca spion pada kendaraan bermotor
b. Sebagai alat pemantau ruangan yang umumnya dipasanag di super market atau ditempat yang
memerlukan perhatian khusus yang menyangkut ditempat tersebut.

FISIKA KELAS 8 SMP NEGERI 1 PADANGAN BOJONEGORO 11

Pada cermin cembung berlaku rumus :
1.
KETERANGAN
s = Jarak benda ke cermin
s’ = Jarak bayangan benda

f = Jarak fokus cermin ke cermin

Karena
f = R
2
1
atau R = 2f maka rumus diatas dapat pula dinyatakan dengan persamaan

KETERANGAN
R = Jari – jari kelengkungan cermin.


2. KETERANGAN

M = Perbesaran bayangan
h = Tinggi benda
h’ = Tinggi bayangan

Atau
KETERANGAN
M = Perbesaran bayangan
s’ = Jarak bayangan benda dengan cermin
s = Jarak benda dengan dengan cermin.


Soal
1. Pada jarak 3 meter, sebuah benda yang tingginya 2 meter diletakkan di depan cermin.
Jika jari – jari kelengkungan cermin itu 4 meter, hitunglah jarak dan tinggi bayangannya untuk :
a. cermin cekung
b. cermin cembung

2. Sebuah cermin cembung mempunyai jarak fokus 40 cm. Benda terletak pada jarak 60 cm di depan
cermin cembung. Tentukanlah jarak bayangan yang dibentuk cermin cembung !.

3. Sebuah cermin cembung mempunyai jari -jari kelengkungan 40 cm. Sebuah benda diletakkan pada
jarak 60 cm di depan cermin tersebut. Tentukan jarak bayangan yang dibentuk cermin cembung !.

4. Sebuah benda di letakkan 30 cm di depan sebuah cermin cembung dengan jari – jari 40 cm.
Tentukanlah letak bayangannya dari cermin.

5. Cermin bagaimanakah yang diperlukan untuk menghasilkan bayangan pada dinding 3 meter dari
cermin, dari sebuah filamen lampu yang terletak pada jarak 10 cm dimuka cermin ?.

6. Sebuah benda yang terletak pada sumbu utama cermin cembung pada jarak 15 cm di depan cermin ,
tingginya 2 cm. Bila jarak fokus cermin adalah 25 cm, hitunglah :
a. letak bayangan
b. perbesaran bayangan
c. tinggi bayangan
d. sifat – sifat bayangan






f s s
1
'
1 1
= +
R s s
2
'
1 1
= +
M =
h
h'

M = -
s
s'

FISIKA KELAS 8 SMP NEGERI 1 PADANGAN BOJONEGORO 12


PEMBIASAN CAHAYA ( REFRAKSI )

Benda – benda bening yang dilalui cahaya, seperti air, kaca dan plastik disebut medium optik. Medium
optik dibedakan berdasar pada kerapatan partikel – pertikel penyusunnya yang disebut kerapatan optik.
Seberkas cahaya yang merambat dari suatu medium ke medium lainnya yang berbeda kerapatannya
optiknya akan mengalami pembelokan atau pembiasan.
Pembelokan itu disebabkan oleh perbedaan kecepatan cahaya pada kedua medium. Kecepatan cahaya
pada medium yang rapat lebih kecil dibandingkan dengan kecepatan cahaya pada medium yang kurang
rapat.




N Karena kerapatan optik air lebih rapat dari pada kerapatan
optik udara, maka cahaya yang merambat dari udara ke air
akan dibiaskan ( mengalami pembelokan arah ) mendekati
udara garis normal.
Garis normal (N) adalah garis yang tegak lurus dengan bidang
Air tempat sinar jatuh.






N Karena kerapatan optik kaca lebih rapat dari pada kerapatan
optik udara, maka cahaya yang merambat dari kaca ke udara
akan dibiaskan ( mengalami pembelokan arah ) menjauhi
kaca garis normal.

Udara






Contoh pembisan cahaya


UDARA

AIR


KACA
UDARA


HUKUM SNELLIUS

1. Sinar datang, garis normal , dan sinar bias terletak dalam satu bidang datar
2. Sinar datang dari medium kurang rapat ke medium lebih rapat dibiaskan mendekati garis normal.
Jika sinar datang dari medium lebih rapat ke medium kurang rapat dibiaskan menjauhi garis normal





FISIKA KELAS 8 SMP NEGERI 1 PADANGAN BOJONEGORO 13


INDEK BIAS
Berkas cahaya yang melewati dua medium yang berbeda menyebabkan cahaya berbelok arah
(mengalami pembiasan). Hal ini disebabkan karena pada medium kurang rapat kecepatan cahaya lebih
cepat dari pada kecepatan cahaya pada medium lebih rapat.
Indeks bias suatu medium adalah perbandingan cepat rambat cahaya pada ruang hampa udara dengan
cepat rambat cahaya pada zat ( medium ) tertentu.
Karena cepat rambat cahaya di ruang hampa udara sama dengan cepat rambat cahaya di udara maka :
Indeks bias suatu medium dapat juga diartikan sebagai perbandingan cepat rambat cahaya di udara
dengan cepat rambat cahaya pada zat ( medium ) tertentu.


RUMUS INDEKS BIAS

Keterangan :
n = indeks bias
c = cepat rambat cahaya di ruang hampa udara atau di udara
c
n
= cepat rambat cahaya pada zat ( medium ) tertentu.


CATATAN
1. Kita sering menggunakan lambang cepat rambat ( kecepatan ) dengan menggunakan huruf V. Tetapi
untuk materi indeks bias kita menggunakan huruf c
Jadi pada rumus v = λ x f
ditulis dengan c = λ x f

2. Pada perambatan cahaya dari suatu medium ke medium lain diperoleh bahwa :
- frekuensi ( f ) gelombang cahaya besarnya tetap.
- Cepat rambat ( c ) gelombang cahaya besarnya berubah.
- panjang gelombang ( λ ) cahaya besarnya berubah.

Maka rumus :





Dapat juga ditulis :

n
c
c
n =

xf
xf
n
n
λ
λ
=

KETERANGAN
n = Indeks bias suatu medium
λ = panjang gelombang cahaya di ruang hampa

n
λ = panjang gelombang cahaya pada zat


3. Makin rapat suatu medium maka cepat rambat cahaya makin kecil. Sebaliknya makin renggang suatu
medium maka cepat rambat cahaya makin besar.

4. Makin rapat suatu medium maka panjang gelombang cahaya makin kecil. Sebaliknya makin renggang
suatu medium maka panjang gelombang cahaya makin besar.




n
c
c
n =

n =
n
c
c


n =
n
λ
λ


FISIKA KELAS 8 SMP NEGERI 1 PADANGAN BOJONEGORO 14

i
1
r
2
δ


5. Makin rapat suatu medium, maka indeks bias medium tersebut makin besar.
Sebaliknya makin renggang suatu medium maka indeks bias medium tersebut makin kecil.

6. Cepat rambat cahaya di uadara atau di ruang hampa udara = 3 x 10
8
m / s



SOAL
1. Cahaya merambat dari udara ke air. Jika n
air
=
3
4
, berapa kecepatan cahaya dalam air ?.

2. Cahaya merambat dari udara ke kaca. Jika n
kaca
=
2
3
, berapa kecepatan cahaya dalam kaca ?.

3. Cahaya merah merambat dari udara ke air Jika panjang gelombang cahaya merah di
udara 6300 A dan indeks bias air
3
4
Berapa panjang gelombang cahaya merah dalam air.

4. Cahaya kuning merambat dari udara ke kaca. Jika panjang gelombang di udara 5300 A dan indeks
bias kaca =
2
3
, berapa panjang gelombang cahaya kuning dalam kaca.

5. Cepat rambat cahaya dalam air besarnya 2,25 x 10
8
m / s. Tentukan indeks bias air bila cepat rambat
cahaya di udara3 x 10
8
m/s.

6. Cepat rambat cahaya di udara besarnya 3 x 10
8
m/s. Indeks bias kaca besarnya 1,5 .
Berapakah cepat rambat cahaya dalam kaca.


PEMBIASAN CAHAYA PADA PRISMA


KETERANGAN
i
1
= sudut datang pertama
β r
1
= sudut bias pertama
i
2
= sudut datang kedua
N N r
2
= sudut bias kedua
N = garis normal
β =sudut pembias prisma
δ=sudut deviasi


Sudut deviasi merupakan sudut yang


dibentuk oleh perpanjangan sinar
datang yang menuju prisma dengan
sudut bias yang meninggalkan prisma


δ = i
1
+ r
2
- β









FISIKA KELAS 8 SMP NEGERI 1 PADANGAN BOJONEGORO 15




PEMANTULAN SEMPURNA

N
a


b
UDARA
c

AIR
d d

c Sudut batas
b
a


Pada gambar diatas:
1. Sinar ( a ) : dibiaskan ( sudut biasnya kurang dari 90
o
)
2. Sinar ( b ) : dibiaskan ( sudut biasnya kurang dari 90
o

3. Sinar ( c ) : dibiaskan ( sudut biasnya 90
o
)
4. Sinar ( d ) : mengalami pemantulan sempurna.


KETERANGAN :
1. N : garis normal
2. Sudut datang adalah sudut yang dibentuk oleh sinar datang dengan garis normal
3. Sudut bias adalah sudut yang dibentuk oleh sinar bias dengan garis normal
4. Sudut pantul adalah sudut yang dibentuk oleh sinar pantul dengan garis normal
5. Sudut batas adalah sudut datang yang menghasilkan sudut bias 90
o


Sinar mengalami pemantulan sempurna jika :
1. Sinar datang dari medium yamg lebih rapat ke medium yang kurang rapat.
Contoh :
a. Sinar datang dari medium air ke medium udara
b. Sinar datang dari medium kaca ke medium udara.
2. Sudut datang lebih dari sudut batas



















FISIKA KELAS 8 SMP NEGERI 1 PADANGAN BOJONEGORO 16































You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->