P. 1
Modul 2 Pengelolaan BOS an Dan an Sekolah-Madrasah

Modul 2 Pengelolaan BOS an Dan an Sekolah-Madrasah

|Views: 17,094|Likes:
Published by Taufik Agus Tanto
Modul 2 Pengelolaan BOS an Dan an Sekolah-Madrasah
Modul 2 Pengelolaan BOS an Dan an Sekolah-Madrasah

More info:

Published by: Taufik Agus Tanto on Mar 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/28/2013

pdf

text

original

Sections

Tujuan

Waktu

Tahapan
Kegiatan

Lembar
Kerja

Simpulan

1.Peserta dapat mengidentifikasi seluruh sumber pendapatan sekolah
selama empat tahun anggaran
2.Peserta dapat mengidentifikasi seluruh kebutuhan dana prigram dan
kegiatan selama empat tahun anggaran
3.Peserta memahami cara menyesuaikan bila terjadi surplus atau defisit
pembiayaan sekolah

60 menit

Diskusi Kelompok :
1.Peserta dibagi dalam kelompok kecil yang terdiri 5-6 orang. Masing-
masing group menunjuk ketua kelompok dan jurubicara kelompok
2.Informasikan lembar latihan kerja dan minta kepada setiap kelompok
untuk menggunakannya sebagai bahan acuan bekerja.
3.Peserta diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan penting, antara

lain.
a.Gunakan data dan informasi realisasi anggaran pendapatan dan belanja
tahun terakhir di sekolah/madrasah anda. Gunakan bahan yang telah
disediakan.
b.Isikan perkiraan anggaran pendapatan dan belanja tahunan untuk
tahunan selama empat tahun kedepan (TA 2011-2014) ke dalam tabel
pendapatan dan belanja yang tersedia.
•Asumsikan rata-rata peningkatan pertumbuhan pendapatan sebesar
2,5% untuk rutin, 5% BOS, dan 7% PAS, lainnya bersifat tetap.
•Asumsikan rata-rata peningkatan pertumbuhan belanja sebesar
7 %, dan rutin 2,5%.
c.Berikan saran dan rekomendasi bila struktur rencana anggaran Sekolah
anda surplus atau sebaliknya defisit?
4.Setiap kelompok diminta untuk mengerjakan tugas yang telah disiapkan
5.Hasil kerja kelompok dipresentasikan dalam kelas. Pelatih memilih 2-3
kelompok secara acak untuk menyajikan hasil kerja kelompoknya.
Peserta lainnya diposisikan sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan
masyarakat umum untuk memberikan evaluasi dan saran atas rencana
kerja yang telah disusun.

Lihat lembar latihan kerja terlampir

A. Instruksi Pelatih

Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah - SESI 5

120

B. Lembar Kerja
Simulasi Diskusi Kelompok Rencana Kegiatan dan Anggaran
Sekolah/Madrasah Tahun Anggaran 2011-2014

Sekolah/madrasah:
Kecamatan

:
Kabupaten/Kota:
Provinsi

:

Tabel 1.
Proyeksi penerimaan dan pengeluaran sekolah empat tahun yang akan datang (2011-2012)

Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah - SESI 5

121

Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah - SESI 5

122

IV. Lembar Bahan Bacaan

LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL
NOMOR 69 TAHUN 2009
STANDAR BIAYA OPERASI NONPERSONALIA SATUAN PENDIDIKAN
PADA JENJANG PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

1.Standar Biaya Operasi Nonpersonalia Satuan Pendidikan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah
(SD/MI) di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, kecuali Kabupaten Administrasi Kepulauan
Seribu

Standar biaya operasi Nonpersonalia satuan pendidikan SD/MI untuk 6 rombongan belajar,
sebagaimana tercantum dalam Tabel 1 sebagai berikut.

Tabel 1. Standar Biaya Operasi Nonpersonalia Satuan Pendidikan SD/MI
untuk 6 Rombongan Belajar

Deskripsi

Standar Biaya Operasi Nonpersonalia per satuan pendidikan

Biaya operasi nonpersonalia per rombel

Biaya Operasi Nonpersonalia per peserta didik

Jumlah (Rp)

73.861.000

12.310.000

440.000

2.Standar Biaya Operasi Nonpersonalia Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama/
Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, kecuali Kabupaten
Administrasi Kepulauan Seribu

Standar biaya operasi nonpersonalia satuan pendidikan SMP/MTs untuk 3 rombongan belajar,
sebagaimana tercantum dalam Tabel 2 sebagai berikut.

Tabel 2. Standar Biaya Operasi Nonpersonalia Satuan Pendidikan SMP/MTs
untuk 3 Rombongan Belajar

Deskripsi

Standar biaya operasi nonpersonalia per satuan pendidikan

Standar biaya operasi nonpersonalia per rombel

Standar biaya operasi nonpersonalia per peserta didik

Jumlah (Rp)

73.861.000

12.310.000

440.000

Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah - SESI 5

123

3.Standar Biaya Operasi Nonpersonalia Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Atas/ Madrasah
Aliyah (SMA/MA) di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, kecuali Kabupaten Administrasi
Kepulauan Seribu

Standar biaya operasi nonpersonalia satuan pendidikan SMA/MA untuk 3 rombongan belajar
per jurusan, sebagaimana tercantum dalam Tabel 3 sebagai berikut.

Tabel 1. Standar Biaya Operasi Nonpersonalia Satuan Pendidikan SMA/MA
untuk 3 Rombongan Belajar per Jurusan

Deskripsi

Standar biaya operasi nonpersonalia per
satuan pendidikan

Standar biaya operasi nonpersonalia per
rombel

Standar biaya operasi nonpersonalia per
peserta didik

Jumlah (Rp)

Menteri Pendidikan Nasional,

Bambang Sudibyo

IPA

102.468.000

34.156.000

1.067.375

IPS

97.216.800

32.405.600

1.012.675

Bahasa

95.216.832

31.738.944

991.842

Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah - SESI 5

124

Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah - SESI 6

125

Penyusunan RKT dan RKAS/M
(RAPBS/M)

I. Rencana Sesi

A.Pengantar

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang
Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, sekolah/
madrasah harus membuat rencana kerja sekolah/madrasah yang terdiri dari Rencana
Kerja Jangka Menengah (RKJM) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT). Dengan kata lain,
sekolah/madrasah tidak dapat disebut memiliki RKS/M jika hanya memiliki RKJM dan
belum menyusun RKT, karena RKT adalah bagian yang tidak terpisahkan dan merupakan
bentuk pelaksanaan dari RKJM.

RKT merupakan turunan dari matriks tahunan RKS/M, yang di dalamnya terdapat pro-
gram strategis dan definitif. Di tingkat kegiatan, maka yang dimuat dalam RKT adalah
kegiatan strategis yang terkait dengan program RKS/M ditambah kegiatan operasional
sekolah/madrasah. Penyusunan RKT harus dilakukan oleh sekolah/madrasah di setiap
tahun (PP Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan).

B.Tujuan

Setelah mengikuti sesi ini, peserta diharapkan mampu menjelaskan:
1.Latar belakang peyusunan RKT.
2.Dasar hukum penyusunan RKT.
3.Prinsip-prinsip penyusunan RKT.
4.Proses penyusunan RKT.
5.Proses penyusunan RAPBS/M (RKAS/M).

C.Pokok Bahasan

1.Latar belakang penyusunan RKT.
2.Dasar-dasar regulasi penyusunan RKT.
3.Prinsip-prinsip penyusunan RKT.
4.Proses penyusunan RKT.
5.Proses penyusunan RAPBS/M (RKAS/M).

D .Waktu

Waktu yang tersedia untuk sesi ini adalah 120 menit.

E .Metode

1.Presentasi.
2.Tanya jawab.
3.Diskusi kelompok.
4.Latihan kerja kelompok.

6

SESI

Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah - SESI 6

126

Tahapan

Tahap 1.
Pendahuluan

Tahap 2.
Latar belakang
dan tujuan RKT

Tahap 3.
Prinsip-prinsip
RKT

Tahap 4.
Proses Penyu-
sunan RKT

Kegiatan

1.Pelatih menjelaskan kepada peserta
tentang tujuan sesi 1 ini.
2.Tanyakan kepada peserta: Apakah RKT itu
dan apa tujuan penyusunan RKT. Beri
kesempatan kepada mereka untuk berfikir.
3.Beri kesempatan kepada dua orang peserta
untuk menjawab pertanyaan tersebut.

1.Menjelaskan kepada peserta latar belakang
dan tujuan penyusunan RKT.
2.Beri kesempatan kepada peserta untuk
berinteraksi (tanya jawab) baik dengan
pelatih maupun antar peserta.

1.Jelaskan satu persatu yang perlu
diperhatikan dalam menyusun RKT
2.Berikan contoh dari penerapan masing-
masing prinsip
3.Buatlah klarifikasi tentang prinsip-prinsip
penyusunan RKT.

1.Tanyakan kepada peserta adakah diantara
mereka yang pernah menyusun RKT, dan
mintalah kepada salah seorang peserta
untuk menjelaskan pengalamannya dalam
menyusun RKT.
2.Jelaskan secara singkat kepada peserta
tentang proses menyusun RKT, mulai dari
langkah pertama sampai dengan langkah
terakhir.
3.Berikan kesempatan kepada peserta untuk
bertanya dan berkomentar tentang
paparan tadi untuk mengetahui tingkat
pemahaman mereka.

Waktu

10 menit

10 menit

15 menit

40 menit

Alat & Bahan

PPt 1-3

PPt 4-9

PPt 10

PPt 11-19
LBB 1

5

F.Alat dan Bahan

1.Komputer/laptop dan LCD, papan tulis, spidol, kertas HVS fotocopy, kertas plano,

flipchart.
2.Silabus Modul 2. Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah.
3.Rencana Sesi 6. Penyusunan RKT dan RAPBS/M (RKAS/M).
4.Power point (PPt) 1-26.
5.Lembar Bahan Bacaan:
- Proses Penyusunan RKT dan RAPBS/M (RKAS/M).
- Rekomendasi Sistematika Penyusunan RKT dan RAPBS/M (RKAS/M).

G. Strategi

Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah - SESI 6

127

H.Referensi

1.PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
2.PP Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan
3.Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan
Pendidikan Dasar dan Menengah.
4.Permendagri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

Tahapan

Kegiatan

Waktu

40 menit

5 menit

Alat & Bahan

PPt 20-25
LBB 2

PPt 26

4.Jawablah pertanyaan dan komentar peserta
tadi sehingga mereka dapat memahami proses
penyusunan RKS/M ini dengan baik.

1.Jelaskan kepada peserta tentang proses
penyusunan RAPBS/M (RKAS/M).
2.Mintalah kepada peserta untuk membagi diri
menjadi kelompok-kelompok kecil (antara 5-6
orang), kemudian mintalah kepada mereka
untuk berdiskusi tentang contoh-contoh
konkrit pada setiap langkah penyusunan.
3.Selesai berdiskusi, mintalah kepada satu atau
dua orang wakil kelompok untuk memaparkan
hasil diskusi tersebut.
4.Beri kesempatan kepada peserta lainnya untuk
menanggapi dan memberikan masukan
tentang hasil diskusi tersebut.
5.Buatlah kesimpulan tentang hasil diskusi
tersebut.

Beri kesimpulan tentang materi yang sudah
dipaparkan dengan singkat dan padat sebagai
akhir dari sesi ini.

Tahap 5
Penjelasan
RAPBS/M
(RKAS/M)

Tahap 6.
Penutup

Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah - SESI 6

128

Tujuan Sesi

Setelah mengikuti sesi ini, peserta diharapkan mampu menjelaskan:
•Latar belakang peyusunan RKT.
•Dasar hukum penyusunan RKT.
•Prinsip-prinsip penyusunan RKT.
•Proses penyusunan RKT.
•Proses penyusunan RAPBS/M (RKAS/M)

2

II. Power Point

Sesi 6

Penyusunan RKT
dan RKAS/M
atau RAPBS/M

1

Mengapa slide ini penting?
Memberikan gambaran tentang topik-topik yang tercakup dalam sesi ini.

Inti uraian:
•Pelatih menjelaskan kepada peserta tentang topik-topik yang tercakup dalam Sesi 4 ini, dan
diharapkan akan adanya motivasi dan ketertarikan peserta kepada topik-topik tersebut.
•Jelaskan kepada peserta bahwa RKT merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penyusunan

RKS/M.

Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah - SESI 6

129

Mengapa slide ini penting?
Memberikan pemahaman tentang apa-apa yang diharapkan dapat dicapai dalam sesi ini.
Penelitian menunjukan bahwa pembelajaran akan lebih efektif apabila tujuan yang akan dicapai
dalam pembelajaran ini diinformasikan kepada peserta pada awal pembelajaran.

Inti uraian: Pelatih memaparkan secara singkat tentang tujuan yang ingin dicapai dalam sesi ini.

Pokok Bahasan

1.Latar Belakang Penyusunan RKT.
2.Dasar-dasar Regulasi Penyusunan RKT.
3.Prinsip-prinsip Penyusunan RKT.
4.Proses Penyusunan RKT.
5.Proses Penyusunan RAPBS/M (RKAS/M)

3

Mengapa slide ini penting?
Memberikan gambaran tentang apa-apa yang akan dibahas dalam sesi ini.

Inti uraian: Pelatih memaparkan tentang topik-topik yang akan dibahas dalam sesi ini secara
singkat tapi jelas.

Apakah RKT itu?

•Proses untuk menentukan program dan kegiatan tahunan
sekolah/madrasah yang tepat sesuai dengan urutan prioritas,
dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia.
•Dokumen tentang gambaran program dan kegiatan tahunan
sekolah/madrasah untuk mencapai tujuan dan sasaran tahunan
yang telah ditetapkan.

4

Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah - SESI 6

130

Mengapa slide ini penting?
Memberikan pemahaman tentang konsep RKT dalam konteks pelatihan ini.

Inti uraian: Pelatih menjelaskan tentang konsep RKT secara rinci sehingga dipahami dengan
jelas dan benar. Perlu ditanyakan juga perbedaannya dengan RKS/M yang telah dibahas pada
awal sesi ini.

Tujuan Penyusunan RKT(1)

1.Menjamin agar tujuan dan sasaran sekolah/madrasah yang telah
ditetapkan dapat dicapai dengan tingkat kepastian yang tinggi dan
risiko yang kecil.
2.Mendukung koordinasi antar pelaku sekolah/madrasah.
3.Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar
pelaku sekolah/madrasah, antar sekolah/madrasah, Dinas Pendidikan
Kabupaten/Kota, Dinas Pendidikan Provinsi, dan antar waktu.

5

Mengapa slide ini penting?
Memberikan pemahaman tentang tujuan sekolah/madrasah menyusun RKT.

Inti uraian: Pelatih menjelaskan tentang tujuan disusunnya RKT sebagai entry point dalam
mencapai RKS/M secara bertahap, partisipatif, efektif, efisien, transparan, dan dapat
dipertanggungjawabkan.

Tujuan Penyusunan RKT (2)

4.Menjamin keterkaitan antara perencanaan, penganggaran,
pelaksanaan, pelaporan dan pengawasan.
5.Mengoptimalkan partisipasi warga sekolah/madrasah dan
masyarakat.
6.Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien,
efektif, berkeadilan dan berkelanjutan.

6

Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah - SESI 6

131

Mengapa slide ini penting?
Memberikan pemahaman tentang tujuan sekolah/madrasah menyusun RKT.

Inti uraian: Pelatih menjelaskan tentang tujuan disusunnya RKT sebagai entry point dalam
mencapai RKS/M secara bertahap, partisipatif, efektif, efisien, transparan, dan dapat
dipertanggungjawabkan.

Dasar Hukum RKT (1)

1.PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan,
Pasal 53 ayat (1):
Setiap satuan pendidikan dikelola atas dasar rencana kerja tahunan yang
merupakan penjabaran rinci dari rencana kerja jangka menengah satuan
pendidikan yang meliputi masa 4 (empat) tahun.

7

Mengapa slide ini penting?
Memberi pemahaman tentang dasar hukum penyusunan RKT.

Inti uraian: Pelatih menjelaskan yang menjadi dasar hukum penyusunan RKT mulai dari PP No.19/
2005 hingga Permendiknas No.19/2007.

Dasar Hukum RKT (2)

2.PP 17/2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan,
Pasal 51:
Kebijakan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) oleh satuan
pendidikan anak usia dini, satuan pendidikan dasar, dan satuan pendidikan
menengah dituangkan dalam:
•Rencana kerja tahunan satuan pendidikan;
•Anggaran pendapatan dan belanja tahunan satuan pendidikan;
•Peraturan satuan atau program pendidikan.

8

Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah - SESI 6

132

Mengapa slide ini penting?
Menjelaskan acuan hukum dalam penyusunan RKT.

Inti uraian: Pelatih menjelaskan yang menjadi dasar hukum penyusunan RKT mulai dari PP No.19/
2005 hingga Permendiknas No.19/2007.

Dasar Hukum RKT (3)

3. Permendiknas 19/2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan
Pendidikan Dasar dan Menengah menyatakan bahwa sekolah/madrasah wajib
membuat:
•Rencana kerja jangka menengah (RKJM) yang menggambarkan tujuan yang
akan dicapai dalam kurun waktu empat tahun yang berkaitan dengan mutu
lulusan yang ingin dicapai dan perbaikan komponen yang mendukung
peningkatan mutu lulusan.
•Rencana kerja tahunan (RKT) yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan
dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKA-S/M) dilaksanakan berdasarkan
rencana kerja jangka menengah.

9

Mengapa slide ini penting?
Menjelaskan dasar hukum penyusunan RKT.

Inti uraian: Pelatih menjelaskan yang menjadi dasar hukum penyusunan RKT mulai dari PP No.19/
2005 hingga Permendiknas No.19/2007.

Prinsip-Prinsip RKT

•Terintegrasi, mencakup keseluruhan program.
•Multi Sumber, mengidentifikasi berbagai sumber dana.
•Partispatif, melibatkan berbagai unsur.
•Monitoring dan evaluasi, oleh berbagai pihak.
•Kesetaraan Gender.

10

Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah - SESI 6

133

Mengapa slide ini penting?
Memberikan pemahaman akan prinsip-prinsip yang harus diikuti dalam penyusunan RKS/M.

Inti uraian: Pelatih menjelaskan prinsip-prinsip penyusunan RKS/M disertai dengan contoh nyata
berbasis sekolah/madrasah.

Proses
Penyusunan RKT

11

Mengapa slide ini penting?
Bagian penting dalam memahami cara menyusun RKT yang baik adalah memahami alur
penyusunannya.

Inti uraian: Pelatih membacakan slide dan menjelaskan proses penyusunan RKT.

Proses Penyusunan RKT

12

Menetapkan Kondisi
Sekolah/Madrasah Saat Ini

Menetapkan Kondisi Sekolah/
Madrasah Yang Diharapkan

Menetapkan Program,
Indikator Kinerja dan Kegiatan

Menyusun RAPBS/M (RKAS/M)

Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah - SESI 6

134

Mengapa slide ini penting?
Memberikan gambaran secara utuh proses yang harus dilalui dalam penyusunan RKS/M.

Inti uraian:
•Pelatih menjelaskan proses penyusunan RKT secara utuh dan logis, dimulai dari menentukan
kondisi sekolah/madrasah saat ini hingga menyusun RAPBS/M (RKAS/M).
•Terdapat 4 langkah minimal dalam penyusunan RKT.
•Sebelum langkah pertama sekolah/madrasah sebaiknya telah melakukan identifikasi kinerja
sekarang dengan menggunakan instrumen EDS.

Menetapkan Kondisi
Sekolah/Madrasah Saat Ini

13

•Mengacu kepada rekomendasi hasil evaluasi diri sekolah/madrasah atau
kesimpulan profil sekolah/madrasah yang telah dilakukan saat menyusun
rencana kerja sekolah/madrasah (RKS/M).
•Contoh aplikasi EDS/M telah dijelaskan dalam sesi RKS/M.

Mengapa slide ini penting?
Memberikan acuan dalam menetapkan kondisi sekolah/madrasah saat ini.

Inti uraian: Pelatih menjelaskan bahwa langkah penting dalam menetapkan kondisi sekolah/
madrasah saat ini adalah harus mengacu kepada rekomendasi hasil evaluasi diri sekolah/madrasah
kesimpulan profil sekolah/madrasah yang dilakukan dalam menyusun RKS/M. Berikan satu contoh
hasil aplikasi EDS/kesimpulan profil sekolah/madrasah.

Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah - SESI 6

135

Menetapkan Kondisi
Sekolah/Madrasah Yang Diharapkan

14

•Menetapkan sasaran yang akan dicapai dalam jangka waktu satu tahun
berdasarkan sasaran yang telah ditetapkan dalam RKJM/RKS/M.
•Contoh sasaran 2010-2013 dalam RKJM: Meningkatkan rata-rata nilai mata
pelajaran Matematika UN sebesar 1,51 dari nilai 6,49.

•Untuk sasaran tahunan bisa dilihat pada tabel 1.

Mengapa slide ini penting?
Memberikan arahan dalam menetapkan kondisi sekolah/madrasah yang diharapkan.

Inti uraian: Pelatih menjelaskan bahwa kata kunci dalam menetapkan kondisi sekolah/madrasah
yang diharapkan adalah dengan melihat kembali kepada sasaran yang akan dicapai dalam jangka
waktu satu tahun berdasarkan sasaran yang telah ditetapkan dalam RKJM/RKS.

Tabel 1. Contoh Menurunkan Sasaran Jangka Menengah
(4 tahunan) Menjadi Tahunan

15

•RKS SDN Kota Indah Tahun 2010-2013
•Kecamatan : Indah Nian
•Kab /Kota : Kota Baru
•Nama Program: Peningkatan Rata-rata Nilai UN Matpel Matematika
•Sasaran Program : Nilai Rata-rata UN Matpel Matematika Naik Sebesar 1,51
(dari 6,49 menajdi 8,00).
•Target Kinerja : 0,35

Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah - SESI 6

136

Mengapa slide ini penting?
Memberikan contoh yang jelas tentang bagaimana menurunkan sasaran jangka menengah menjadi
sasaran tahunan.

Inti uraian: Pelatih menjelaskan cara menurunkan sasaran jangka menengah menjadi sasaran
tahunan seperti pada Tabel 1 ini.

Menetapkan Program,
Indikator Kinerja dan Kegiatan

16

1.Menetapkan program (strategis) yang akan dilaksanakan dalam jangka waktu
satu tahun.
2.Menetapkan program operasional, kegiatan yang secara regular/rutin selalu
dilakukan oleh sekolah/madrasah berdasarkan kebutuhan tahunan.
3.Menetapkan indikator kinerja (keberhasilan program).
4.Menetapkan penanggungjawab program.
5.Menetapkan kegiatan.
6.Menetapkan jadwal rencana kerja tahunan sekolah/madrasah.

Mengapa slide ini penting?
Memberikan gambaran dalam menetapkan program, indikator program dan kegiatan serta
keterkaitan antara satu dengan lainnya.

Inti uraian: Pelatih menjelaskan tentang bagaimana menetapkan program strategis tahunan, program
operasional, indikator kinerja, penanggungjawab program, kegiatan serta jadwal kegiatan tahunan.

Tabel 2. Contoh Sasaran, Program,
Indikator Kinerja, dan Kegiatan

17

Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah - SESI 6

137

Mengapa slide ini penting?
Memberikan contoh nyata tentang keterkaitan antara sasaran, program, indikator kinerja dan
kegiatan.

Inti uraian: Pelatih menjelaskan tentang keterkaitan antara sasaran program, indikator kinerja
dan kegiatan seperti yang tertera pada Tabel 2 ini.

Tabel 3. Contoh Program Operasional
dan Kegiatannya

18

Mengapa slide ini penting?
Memberikan contoh nyata tentang program operasional dan kegiatannya.

Inti uraian: Pelatih menjelaskan tentang keterkaitan antara sasaran program, kegiatan, indikator
kegiatan dan penanggungjawab seperti yang tertera pada Tabel 3 ini.

Tabel 4. Contoh Jadwal Rencana Kegiatan Tahun 2010 - 201119

Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah - SESI 6

138

Mengapa slide ini penting?
Memberikan contoh tentang jadwal kegiatan tahunan.

Inti uraian: Pelatih menjelaskan tentang bagaimana menyusun jadwal kegiatan tahunan seperti
yang tertera pada tabel 4 ini.

Menyusun RKAS/M (RAPBS/M)

20

Menghitung biaya operasional:
•Biaya operasional adalah bagian dari dana pendidikan yang diperlukan untuk
membiayai kegiatan rutin satuan pendidikan agar dapat berlangsung kegiatan
pendidikan yang sesuai dengan standar nasional secara teratur dan
berkelanjutan.
•Untuk menghitung biaya operasional perlu ditentukan terlebih dahulu biaya

satuan.

Mengapa slide ini penting?
Memberikan pemahaman konsep biaya operasional serta bagaimana menghitungnya.

Inti uraian: Pelatih menjelaskan apa yang dimaksud dengan biaya operasional dan bagaimana
cara menghitungnya disertai praktik menghitungnya.

Menghitung Belanja dan Sumber
Pendapatan Program dan Kegiatan

21

•Menghitung biaya/belanja dibuat untuk mengetahui secara pasti berapa besar
biaya program dan kegiatan operasional yang diperlukan untuk melaksanakan
program dan kegiatan sekolah/madrasah.
•Rencana pendanaan dibuat untuk memperkirakan sumber dan jumlah dana
yang diperkirakan didapat oleh sekolah/madrasah.

Mengapa slide ini penting?
Slide ini menjelaskan pentingnya menghitung belanja dan pendapatan sekolah/madrasah.

Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah - SESI 6

139

Inti uraian:
•Jelaskan kepada peserta tujuan menghitung kebutuhan belanja sekolah/madrasah dalam waktu

satu tahun.

•Jelaskan kepada peserta tujuan menghitung sumber pendapatan sekolah/madrasah untuk
membiayai program dan kegiatan sekolah/madrasah selama satu tahun pelajaran.

Menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran
Sekolah/Madrasah RKAS/M (RAPBS/M)

22

1.Mengklasifikasikan biaya yang akan didanai dalam bentuk uang pada rencana
kegiatan dan anggaran tahunan sesuai dengan petunjuk klasifikasi dan jenis
biaya;

2.Membuat rekapitulasi semua jenis biaya yang akan dicantumkan pada
RKAS/M (RAPBS/M) dan memasukkan ke masing-masing pos belanja;
3.Melengkapi kolom pendanaan pada RKAS/M (RAPBS/M) dengan informasi
perkiraan dana dalam bentuk uang yang akan diterima;
4.Menghitung jumlah surplus atau defisit.

Mengapa slide ini penting?
Memberikan gambaran tentang proses pembuatan RKAS/M (RAPBS/M).

Inti uraian: Pelatih menjelaskan proses pembuatan RKAS/M (RAPBS/M) disertai dengan contoh
nyata berbasis sekolah/madrasah.

23

Tabel Contoh Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah-RKAS/M (RAPBS/M)

Sekolah/madrasah

:

Kecamatan

:

Kabupaten/Kota

:

Provinsi

:

Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah - SESI 6

140

Mengapa slide ini penting?
Memberikan contoh RKAS/M (RAPBS/M) sesuai dengan format RKAS dalam Panduan BOS 2010.

Inti uraian: Pelatih menjelaskan contoh RKAS/M (RAPBS/M) ini mulai dari mana dana diterima,
dana dikeluarkan untuk apa saja, dan apakah terjadi surplus atau defisit.

24

Mengapa slide ini penting?
Memberikan gambaran keterkaitan antara RKS/M dengan RKT.

Inti uraian: Pelatih menjelaskan bahwa seharusnya ada keterkaitan yang erat antara RKS/M
dengan RKT. RKT seharusnya berbasis RKS/M dan RKT bisa dijadikan tolok ukur dalam
penyusunan RKS/M.

25

Sistematika Penulisan RKT

1.Menentukan kondisi sekolah/madrasah saat ini.
2.Menentukan kondisi sekolah/madrasah yang diharapkan tahun
perencanaan.
3.Menetapkan program, kegiatan dan indikator.
4.Menyusun RKAS/M (RAPBS/M).

Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah - SESI 6

141

Mengapa slide ini penting?
Memberikan pedoman acuan kepada peserta sistematika inti (bab per bab) dalam menyusun
rencana kerja tahunan sekolah/madrasah yang baik.

Inti uraian: Sistematika ini dilengkapi dengan breakdown sub-judul dan uraiannya, lihat lembar
bahan bacaan yang telah disediakan.

26

Tanya Jawab
dan
Kesimpulan

Mengapa slide ini penting?
Memberikan ruang dalam proses pemahaman pembelajaran secara lebih luas kepada peserta
serta juga untuk mengetahui tingkat keterserapan materi pelatihan.

Inti uraian:
•Sebelum membuat kesimpulan sesi, beri kesempatan kepada peserta untuk bertanya,
menyanggah, mengkonfirmasi atau melengkapai materi berdasarkan pengalaman masing-
masing terhadap bahan materi yang telah dipaparkan.
•Pelatih dapat bersikap positif dengan menggali tingkat aplikasi materi melalui model delta
plus. Tanyakan kepada peserta bagian dari presentasi yang telah diterapkan/dilaksanakan
dengan baik di sekolah/madrasah serta bagian lainnya yang perlu ditingkatkan kelengkapannya.

Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah - SESI 6

142

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->