P. 1
Modul 2 Pengelolaan BOS an Dan an Sekolah-Madrasah

Modul 2 Pengelolaan BOS an Dan an Sekolah-Madrasah

|Views: 17,075|Likes:
Published by Taufik Agus Tanto
Modul 2 Pengelolaan BOS an Dan an Sekolah-Madrasah
Modul 2 Pengelolaan BOS an Dan an Sekolah-Madrasah

More info:

Published by: Taufik Agus Tanto on Mar 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/28/2013

pdf

text

original

A.Latar Belakang

Rencana Kerja Sekolah/Madrasah (RKS/M) adalah dokumen satuan pendidikan
yang memuat Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM), dan disusun empat tahun
sekali. Oleh karena itu RKS/M memiliki periode pelaksanaan 4 (empat) tahun.
Sedangkan Rencana Kerja Tahunan (RKT) disusun setiap tahun oleh sekolah
berdasarkan RKJM, dengan masa implementasi satu tahun. Dengan demikian,
dokumen RKJM memuat rencana strategis yang akan dicapai oleh sekolah dalam
jangka waktu 4 (empat) tahun, dan dokumen RKT memuat program/kegiatan
strategis dan kegiatan operasional sekolah yang akan dicapai oleh sekolah dalam
jangka waktu 1 (satu) tahun.

B.Dasar Regulasi Penyusunan RKT

RKT dirumuskan berdasarkan peraturan-perundangan yang berlaku, yaitu:
1.Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab
IV pasal 51 (1) yang menyatakan bahwa “Pengelolaan satuan pendidikan anak usia
dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dilaksanakan berdasarkan standar
pelayanan minimal dengan prinsip manajemen berbasis sekolah/madrasah”.
2.Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan,
Bab VIII tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 53, ayat (1) dinyatakan bahwa
setiap satuan pendidikan dikelola atas dasar rencana kerja tahunan yang merupakan
penjabaran rinci dari rencana kerja jangka menengah satuan pendidikan yang
meliputi masa 4 (empat) tahun;
3.Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Sistem Pengelolaan dan
penyelenggaraan Pendidikan Bagian Keenam, Pasal 51 dinyatakan sebagai berikut:
“Kebijakan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) oleh satuan pendidikan
anak usia dini, satuan pendidikan dasar, dan satuan pendidikan menengah dituangkan
dalam: a. rencana kerja tahunan satuan pendidikan; b. anggaran pendapatan dan
belanja tahunan satuan pendidikan; c. peratuan satuan atau program pendidikan;
4.Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 19
Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar
dan Menengah menyatakan bahwa sekolah/madrasah wajib membuat: (1) Rencana
Kerja Jangka Menengah (RKJM) yang menggambarkan tujuan yang akan dicapai
dalam kurun waktu empat tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan yang ingin
dicapai dan perbaikan komponen yang mendukung peningkatan mutu lulusan, (2)
Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan
Anggaran Sekolah (RKAS) dilaksanakan berdasarkan Rencana Kerja Jangka
Menengah.

C.Prinsip-prinsip Penyusunan RKT

RKT yang baik, hendaknya memenuhi prinsip-prinsip berikut ini:
Sistematis, seluruh program/kegiatan disusun secara runtut berdasarkan skala

prioritas;

Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah - SESI 6

143

Terpadu, mencakup perencanaan keseluruhan program yang akan dilaksanakan
oleh sekolah/madrasah dalam jangka waktu satu tahun;
Multi-sumber, mengindikasikan jumlah dan sumber dana masing-masing program.
Misalnya dari BOS, APBD Kabupaten/Kota, sumbangan dari masyarakat atau sumber
dana lainnya;
•Disusun secara partisipatif oleh kepala sekolah/madrasah, komite sekolah/
madrasah dan dewan pendidik dengan melibatkan pemangku kepentingan lainnya;
•Pelaksanaannya dimonitor dan dievaluasi oleh komite sekolah/madrasah dan
pemangku kepentingan lainnya.

D. Proses Penyusunan RKT

1.Menentukan Kondisi Sekolah Saat ini/Pencapaian Saat ini
Untuk menentukan kondisi sekolah saat ini, sekolah perlu mengacu kepada
rekomendasi hasil evaluasi diri sekolah dan kesimpulan profil sekolah yang telah
dilakukan saat penyusunan Rencana Kerja Sekolah/Madrasah (RKS/M). Informasi
yang dihasilkan (rekomendasi) dari evaluasi diri sekolah atau kesimpulan profil
sekolah akan sangat berguna dalam membantu para pemangku kepentingan
sekolah untuk melihat gambaran yang jelas dan lengkap tentang situasi sekolah
saat ini serta bila ada, perbandingannya dengan tahun-tahun sebelumnya. Di samping
itu, informasi tadi amat bermanfaat bagi para pemangku kepentingan sekolah dalam
menyusun rencana kerja tahunan (RKT) yang didasarkan pada kondisi nyata
sekolah, sehingga akan terlihat dengan jelas tujuan/sasaran sekolah seperti bagian
mana yang perlu diperbaiki, ditingkatkan, dan dipertahankan..
2.Menentukan Kondisi yang Diharapkan Tahun Perencanaan
Langkah penting dalam menentukan kondisi yang diharapkan Tahun Perencanaan
adalah menetapkan sasaran yang akan dicapai dalam jangka waktu satu tahun
berdasarkan sasaran yang telah ditetapkan dalam RKJM. Misalnya sasaran dalam
RKJM “meningkatkan rata-rata nilai mata pelajaran Matematika UN sebesar 1.51
pada tahun 2010-2013”. Sasaran dalam program/kegiatan tahunan bisa “rata-rata
nilai UN mata pelajaran Matematika naik sebesar 0.51 pada tahun 2010-2011”.
3.Perumusan Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Penanggungjawab Program,
Kegiatan dan Jadwal Kegiatan
3.1Menetapkan Program (strategis) yang akan dilaksanakan dalam jangka waktu
satu tahun. Penetapan program tahunan ini harus merujuk pada program
yang ada dalam RKJM;
3.2Menetapkan program operasional
Kegiatan operasional adalah kegiatan yang secara regular/rutin selalu
dilakukan oleh sekolah berdasarkan kebutuhan tahunan. Dalam hal ini
termasuk kegiatan untuk mempertahankan kelulusan 100 persen atau prestasi
tertentu yang telah diperoleh sekolah selama beberapa tahun terakhir
(setidaknya tiga tahun terakhir), kegiatan untuk memenuhi kebutuhan daya
dan jasa, dan sebagainya;
3.3Menetapkan Indikator Kinerja (keberhasilan program); Untuk menetapkan
indikator keberhasilan program harus disesuaikan dengan sasaran yang akan
dicapai dalam satu tahun;
3.4Menetapkan Penanggungjawab Program. Untuk penanggungjawab program
harus merujuk pada program yang ada dalam RKJM;

Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah - SESI 6

144

3.5Menetapkan Kegiatan. Untuk menetapkan kegiatan harus merujuk pada pro-
gram yang ada dalam RKJM;
3.6Menetapkan Jadwal Rencana Kerja Tahunan Sekolah
Sekolah perlu menyusun jadwal RKT untuk mengetahui beban kegiatan
sekolah, sumber daya yang ada, serta kegiatan monitoring dan evaluasi
pelaksanaan program/kegiatan dalam jangka satu tahun. Dalam RKT, jadwal
disusun berdasarkan kalender akademik yang berlaku, yakni dimulai bulan
ke-7 (Juli).

4.Menyusun RKAS/M (RAPBS/M).
Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah-RKAS/M (RAPBS/M) adalah
rencana pendapatan dan belanja program/kegiatan secara rinci untuk satu tahun
anggaran baik yang sifatnya strategis maupun operasional. RKAS/M (RAPBS/M)
merupakan dokumen anggaran sekolah/madrasah resmi yang disetujui oleh kepala
sekolah/madrasah serta disahkan oleh Dinas Pendidikan untuk sekolah negeri dan
penyelenggara pendidikan (yayasan) untuk sekolah swasta.

RKAS/M (RAPBS/M) dibuat untuk satu tahun ajaran yang terdiri atas pendapatan
dan belanja (pengeluaran). RKAS/M (RAPBS/M) mencakup semua biaya pendanaan
dan belanja tahunan, khususnya untuk satu tahun anggaran yang akan datang. Pendanaan
yang dicantumkan di RKAS/M (RAPBS/M) hanya mencakup pendapatan dalam bentuk
uang yang akan diterima dan dikelola oleh sekolah/madrasah.

Penyusunan RKAS/M (RAPBS/M) terdiri dari tiga langkah:
•Menghitung biaya operasional;
•Menghitung rencana biaya dan sumber pendanaan program dan kegiatan
operasional;
•Menyusun rencana kegiatan dan anggaran sekolah/madrasah.

Berikut adalah penjelasan masing-masing langkah:

1.Menghitung Biaya Operasional

Biaya Operasional adalah bagian dari dana pendidikan yang diperlukan untuk
membiayai kegiatan rutin satuan pendidikan agar dapat berlangsung kegiatan
pendidikan yang sesuai dengan standar nasional secara teratur dan berkelanjutan.
Untuk menghitung biaya operasional perlu ditentukan terlebih dahulu biaya satuan.

Biaya operasional meliputi:
•Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat

pada gaji;
•Bahan atau peralatan habis pakai;
•Biaya operasional pendidikan tidak langsung berupa daya, air, jasa telekomunikasi,
pemeliharaan sarana dan prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak,
asuransi dll.

Pada tabel di bawah ini adalah contoh perhitungan biaya operasional:

Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah - SESI 6

145

Tabel 1. Contoh Biaya Operasional

Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah - SESI 6

146

Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah - SESI 6

147

2.Menghitung Rencana Biaya dan Sumber Pendanaan Program dan Kegiatan
Operasional

Setelah program dan kegiatan operasional dirumuskan, langkah selanjutnya adalah
menghitung biaya pelaksanaan program dan kegiatan operasional tersebut sehingga
dapat diketahui dengan pasti berapa besar biaya program dan kegiatan operasional
yang diperlukan, dari mana sumbernya dan kecukupannya untuk melaksanakan
program dan kegiatan operasional. Setelah mengetahui berapa kebutuhan sekolah/
madrasah untuk membiayai program dan kegiatan operasional, maka langkah
berikutnya adalah membuat Rencana Pendanaan.

Rencana Pendanaan dibuat untuk memperkirakan sumber dan jumlah dana yang
diperkirakan didapatkan oleh sekolah/madrasah. Beberapa sumber dana yang dapat
diharapkan oleh sekolah/madrasah, antara lain: BOS, BOS kab./kota, BOS Provinsi,
Sumbangan Masyarakat melalui Komite Sekolah atau Paguyuban Kelas, donatur,
dan sebagainya. Di bawah ini adalah contoh tabel Rencana Biaya dan Sumber
Pendanaan Program dan Kegiatan Operasional Sekolah/Madrasah.

Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah - SESI 6

148

Tabel 2.Contoh Rencana Biaya dan Sumber Pendanaan Program dan
Kegiatan Operasional

Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah - SESI 6

149

Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah - SESI 6

150

3.Menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKAS/M)

Proses pembuatan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah:
•Mengklasifikasikan biaya yang akan didanai dalam bentuk uang pada rencana
kegiatan dan anggaran tahunan sesuai dengan petunjuk klasifikasi dan jenis biaya;
•Membuat rekapitulasi semua jenis biaya yang akan dicantumkan pada RKAS/M
dan memasukkan ke masing-masing pos belanja;
•Melengkapi kolom pendanaan pada RKAS/M dengan informasi perkiraan dana
dalam bentuk uang yang akan diterima;
•Menghitung jumlah surplus atau defisit.

Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah - SESI 6

151

Tabel 3. Contoh RAPBS/M (RKAS/M)

Sekolah/Madrasah

:

Kecamatan

:

Kabupaten/Kota

:

Provinsi

:

Mengetahui,

Menyetujui,

Dibuat Oleh,

Ketua Komite Sekolah

Kepala Sekolah

Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah - SESI 6

152

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->