P. 1
Globalisasi

Globalisasi

|Views: 782|Likes:
Published by diki_baharudin

More info:

Published by: diki_baharudin on Mar 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2012

pdf

text

original

Globalisasi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari Artikel ini membutuhkan lebih banyak catatan kaki untuk pemastian.
Silakan bantu memperbaiki artikel ini dengan menambahkan catatan kaki.

Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi bias. Dalam banyak hal, globalisasi mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara.

Daftar isi
[sembunyikan]
• • •

1 Pengertian 2 Teori globalisasi 3 Reaksi masyarakat
○ ○

3.1 Gerakan pro-globalisasi 3.2 Gerakan antiglobalisasi 4.1 Kebaikan globalisasi ekonomi 4.2 Keburukan globalisasi ekonomi 5.1 Ciri berkembangnya globalisasi kebudayaan

4 Globalisasi Perekonomian
○ ○

• •

5 Globalisasi kebudayaan

6 Pranala luar

[sunting] Pengertian
Kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Achmad Suparman menyatakan Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah. Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga tergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat. Di sisi lain, ada yang melihat globalisasi sebagai sebuah proyek yang diusung oleh negaranegara adikuasa, sehingga bisa saja orang memiliki pandangan negatif atau curiga terhadapnya. Dari sudut pandang ini, globalisasi tidak lain adalah kapitalisme dalam bentuknya yang paling mutakhir. Negara-negara yang kuat dan kaya praktis akan

mengendalikan ekonomi dunia dan negara-negara kecil makin tidak berdaya karena tidak mampu bersaing. Sebab, globalisasi cenderung berpengaruh besar terhadap perekonomian dunia, bahkan berpengaruh terhadap bidang-bidang lain seperti budaya dan agama. Theodore Levitte merupakan orang yg pertama kali menggunakan istilah Globalisasi pada tahun 1985. ==== Ciri globalisasi ====http://id.wikipedia.org/w/index.php? title=Globalisasi&action=edit Berikut ini beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya fenomena globalisasi di dunia.

Hilir mudiknya kapal-kapal pengangkut barang antarnegara menunjukkan keterkaitan antarmanusia di seluruh dunia

Perubahan dalam Konstantin ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang seperti telepon genggam, televisi satelit, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara melalui pergerakan massa semacam turisme memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda. Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO). Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olah raga internasional). saat ini, kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidang fashion, literatur, dan makanan. Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi regional dan lain-lain.

http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Globalisasi&action=edit

Kennedy dan Cohen menyimpulkan bahwa transformasi ini telah membawa kita pada globalisme, sebuah kesadaran dan pemahaman baru bahwa dunia adalah satu. Giddens menegaskan bahwa kebanyakan dari kita sadar bahwa sebenarnya diri kita turut ambil bagian dalam sebuah dunia yang harus berubah tanpa terkendali yang ditandai dengan selera dan rasa ketertarikan akan hal sama, perubahan dan ketidakpastian, serta kenyataan yang mungkin terjadi. Sejalan dengan itu, Peter Drucker menyebutkan globalisasi sebagai zaman transformasi sosial. [[Kategori:]] </poem>

[sunting] Teori globalisasi
Cochrane dan Pain menegaskan bahwa dalam kaitannya dengan globalisasi, terdapat tiga posisi teroritis yang dapat dilihat, yaitu:

Para globalis percaya bahwa globalisasi adalah sebuah kenyataan yang memiliki konsekuensi nyata terhadap bagaimana orang dan lembaga di seluruh dunia berjalan. Mereka percaya bahwa negara-negara dan kebudayaan lokal akan hilang diterpa kebudayaan dan ekonomi global yang homogen. meskipun demikian, para globalis tidak memiliki pendapat sama mengenai konsekuensi terhadap proses tersebut.

Para globalis positif dan optimistis menanggapi dengan baik perkembangan semacam itu dan menyatakan bahwa globalisasi akan menghasilkan masyarakat dunia yang toleran dan bertanggung jawab. Para globalis pesimis berpendapat bahwa globalisasi adalah sebuah fenomena negatif karena hal tersebut sebenarnya adalah bentuk penjajahan barat (terutama Amerika Serikat) yang memaksa sejumlah bentuk budaya dan konsumsi yang homogen dan terlihat sebagai sesuatu yang benar dipermukaan. Beberapa dari mereka kemudian membentuk kelompok untuk menentang globalisasi (antiglobalisasi).

Para tradisionalis tidak percaya bahwa globalisasi tengah terjadi. Mereka berpendapat bahwa fenomena ini adalah sebuah mitos semata atau, jika memang ada, terlalu dibesar-besarkan. Mereka merujuk bahwa kapitalisme telah menjadi sebuah fenomena internasional selama ratusan tahun. Apa yang tengah kita alami saat ini hanyalah merupakan tahap lanjutan, atau evolusi, dari produksi dan perdagangan kapital. Para transformasionalis berada di antara para globalis dan tradisionalis. Mereka setuju bahwa pengaruh globalisasi telah sangat dilebih-lebihkan oleh para globalis. Namun, mereka juga berpendapat bahwa sangat bodoh jika kita menyangkal keberadaan konsep ini. Posisi teoritis ini berpendapat bahwa globalisasi seharusnya dipahami sebagai "seperangkat hubungan yang saling berkaitan dengan murni melalui sebuah kekuatan, yang sebagian besar tidak terjadi secara langsung". Mereka menyatakan bahwa proses ini bisa dibalik, terutama ketika hal tersebut negatif atau, setidaknya, dapat dikendalikan.

Sejarah globalisasi Banyak sejarawan yang menyebut globalisasi sebagai fenomena di abad ke-20 ini yang dihubungkan dengan bangkitnya ekonomi internasional. Padahal interaksi dan globalisasi dalam hubungan antarbangsa di dunia telah ada sejak berabad-abad yang lalu. Bila ditelusuri, benih-benih globalisasi telah tumbuh ketika manusia mulai mengenal perdagangan antarnegeri sekitar tahun 1000 dan 1500 M. Saat itu, para pedagang dari Tiongkok dan India mulai menelusuri negeri lain baik melalui jalan darat (seperti misalnya jalur sutera) maupun jalan laut untuk berdagang. Berkas:Mcdonalds oslo 2.jpg Fenomena berkembangnya perusahaan McDonald di seluroh pelosok dunia menunjukkan telah terjadinya [[Berkas:globalisasi Fase selanjutnya ditandai dengan dominasi perdagangan kaum muslim di Asia dan Afrika. Kaum muslim membentuk jaringan perdagangan yang antara lain meliputi Jepang, Tiongkok, Vietnam, Indonesia, Malaka, India, Persia, pantai Afrika Timur, Laut Tengah, Venesia, dan Genoa. Di samping membentuk jaringan dagang, kaum pedagang muslim juga menyebarkan nilai-nilai agamanya, nama-nama, abjad, arsitek, nilai sosial dan budaya Arab ke warga dunia. Fase selanjutnya ditandai dengan eksplorasi dunia secara besar-besaran oleh bangsa Eropa. Spanyol, Portugis, Inggris, dan Belanda adalah pelopor-pelopor eksplorasi ini. Hal ini didukung pula dengan terjadinya revolusi industri yang meningkatkan keterkaitan antarbangsa dunia. berbagai teknologi mulai ditemukan dan menjadi dasar perkembangan

teknologi saat ini, seperti komputer dan internet. Pada saat itu, berkembang pula kolonialisasi di dunia yang membawa pengaruh besar terhadap difusi kebudayaan di dunia. Semakin berkembangnya industri dan kebutuhan akan bahan baku serta pasar juga memunculkan berbagai perusahaan multinasional di dunia. Di Indinesia misalnya, sejak politik pintu terbuka, perusahaan-perusahaan Eropa membuka berbagai cabangnya di Indonesia. Freeport dan Exxon dari Amerika Serikat, Unilever dari Belanda, British Petroleum dari Inggris adalah beberapa contohnya. Perusahaan multinasional seperti ini tetap menjadi ikon globalisasi hingga saat ini. Fase selanjutnya terus berjalan dan mendapat momentumnya ketika perang dingin berakhir dan komunisme di dunia runtuh. Runtuhnya komunisme seakan memberi pembenaran bahwa kapitalisme adalah jalan terbaik dalam mewujudkan kesejahteraan dunia. Implikasinya, negara negara di dunia mulai menyediakan diri sebagai pasar yang bebas. Hal ini didukung pula dengan perkembangan teknologi komunikasi dan transportasi. Alhasil, sekat-sekat antarnegara pun mulai kabur.]]

[sunting] Reaksi masyarakat
[sunting] Gerakan pro-globalisasi Pendukung globalisasi (sering juga disebut dengan pro-globalisasi) menganggap bahwa globalisasi dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran ekonomi masyarakat dunia. Mereka berpijak pada teori keunggulan komparatif yang dicetuskan oleh David Ricardo. Teori ini menyatakan bahwa suatu negara dengan negara lain saling bergantung dan dapat saling menguntungkan satu sama lainnya, dan salah satu bentuknya adalah ketergantungan dalam bidang ekonomi. Kedua negara dapat melakukan transaksi pertukaran sesuai dengan keunggulan komparatif yang dimilikinya. Misalnya, Jepang memiliki keunggulan komparatif pada produk kamera digital (mampu mencetak lebih efesien dan bermutu tinggi) sementara Indonesia memiliki keunggulan komparatif pada produk kainnya. Dengan teori ini, Jepang dianjurkan untuk menghentikan produksi kainnya dan mengalihkan faktor-faktor produksinya untuk memaksimalkan produksi kamera digital, lalu menutupi kekurangan penawaran kain dengan membelinya dari Indonesia, begitu juga sebaliknya. Salah satu penghambat utama terjadinya kerjasama diatas adalah adanya larangan-larangan dan kebijakan proteksi dari pemerintah suatu negara. Di satu sisi, kebijakan ini dapat melindungi produksi dalam negeri, namun di sisi lain, hal ini akan meningkatkan biaya produksi barang impor sehingga sulit menembus pasar negara yang dituju. Para proglobalisme tidak setuju akan adanya proteksi dan larangan tersebut, mereka menginginkan dilakukannya kebijakan perdagangan bebas sehingga harga barang-barang dapat ditekan, akibatnya permintaan akan meningkat. Karena permintaan meningkat, kemakmuran akan meningkat dan begitu seterusnya. Beberapa kelompok pro-globalisme juga mengkritik Bank Dunia dan IMF, mereka berpendapat bahwa kedua badan tersebut hanya mengontrol dan mengalirkan dana kepada suatu negara, bukan kepada suatu koperasi atau perusahaan. Sebagai hasilnya, banyak pinjaman yang mereka berikan jatuh ke tangan para diktator yang kemudian menyelewengkan dan tidak menggunakan dana tersebut sebagaimana mestinya, meninggalkan rakyatnya dalam lilitan hutang negara, dan sebagai akibatnya, tingkat kemakmuran akan menurun. Karena tingkat kemakmuran menurun, akibatnya masyarakat negara itu terpaksa mengurangi tingkat konsumsinya; termasuk konsumsi barang impor, sehingga laju globalisasi akan terhambat dan -- menurut mereka -- mengurangi tingkat kesejahteraan penduduk dunia. [sunting] Gerakan antiglobalisasi

Artikel utama untuk bagian ini adalah: antiglobalisasi

Gerakan antiglobalisasi Antiglobalisasi adalah suatu istilah yang umum digunakan untuk memaparkan sikap politis orang-orang dan kelompok yang menentang perjanjian dagang global dan lembaga-lembaga yang mengatur perdagangan antar negara seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). "Antiglobalisasi" dianggap oleh sebagian orang sebagai gerakan sosial, sementara yang lainnya menganggapnya sebagai istilah umum yang mencakup sejumlah gerakan sosial yang berbeda-beda. Apapun juga maksudnya, para peserta dipersatukan dalam perlawanan terhadap ekonomi dan sistem perdagangan global saat ini, yang menurut mereka mengikis lingkungan hidup, hak-hak buruh, kedaulatan nasional, dunia ketiga, dan banyak lagi penyebab-penyebab lainnya. Namun, orang-orang yang dicap "antiglobalisasi" sering menolak istilah itu, dan mereka lebih suka menyebut diri mereka sebagai Gerakan Keadilan Global, Gerakan dari Semua Gerakan atau sejumlah istilah lainnya.

[sunting] Globalisasi Perekonomian
Globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa. Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur dan keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan semakin erat. Globalisasi perekonomian di satu pihak akan membuka peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif, sebaliknya juga membuka peluang masuknya produk-produk global ke dalam pasar domestik. Menurut Tanri Abeng, perwujudan nyata dari globalisasi ekonomi antara lain terjadi dalam bentuk-bentuk berikut:

Globalisasi produksi, di mana perusahaan berproduksi di berbagai negara, dengan sasaran agar biaya produksi menajdi lebih rendah. Hal ini dilakukan baik karena upah buruh yang rendah, tarif bea masuk yang murah, infrastruktur yang memadai ataupun karena iklim usaha dan politik yang kondusif. Dunia dalam hal ini menjadi lokasi manufaktur global.

Kehadiran tenaga kerja asing merupakan gejala terjadinya globalisasi tenaga kerja

Globalisasi pembiayaan. Perusahaan global mempunyai akses untuk memperoleh pinjaman atau melakukan investasi (baik dalam bentuk portofolio ataupun langsung) di semua negara di dunia. Sebagai contoh, PT Telkom dalam memperbanyak satuan sambungan telepon, atau PT Jasa Marga dalam memperluas jaringan jalan tol telah memanfaatkan sistem pembiayaan dengan pola BOT (build-operate-transfer) bersama mitrausaha dari manca negara. Globalisasi tenaga kerja. Perusahaan global akan mampu memanfaatkan tenaga kerja dari seluruh dunia sesuai kelasnya, seperti penggunaan staf profesional diambil dari tenaga kerja yang telah memiliki pengalaman internasional atau buruh kasar yang biasa diperoleh dari negara berkembang. Dengan globalisasi maka human movement akan semakin mudah dan bebas. Globalisasi jaringan informasi. Masyarakat suatu negara dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi dari negara-negara di dunia karena kemajuan teknologi, antara lain melalui: TV,radio,media cetak dll. Dengan jaringan komunikasi yang semakin maju telah membantu meluasnya pasar ke berbagai belahan dunia untuk barang yang sama. Sebagai contoh : KFC, celana jeans levi's, atau hamburger melanda pasar dimana-mana. Akibatnya selera masyarakat dunia -baik yang berdomisili di kota ataupun di desa- menuju pada selera global. Globalisasi Perdagangan. Hal ini terwujud dalam bentuk penurunan dan penyeragaman tarif serta penghapusan berbagai hambatan nontarif. Dengan demikian kegiatan perdagangan dan persaingan menjadi semakin cepat, ketat, dan fair.

Thompson mencatat bahwa kaum globalis mengklaim saat ini telah terjadi sebuah intensifikasi secara cepat dalam investasi dan perdagangan internasional. Misalnya, secara nyata perekonomian nasional telah menjadi bagian dari perekonomian global yang ditengarai dengan adanya kekuatan pasar dunia.

[sunting] Kebaikan globalisasi ekonomi
• Produksi global dapat ditingkatkan Pandangan ini sesuai dengan teori 'Keuntungan Komparatif' dari David Ricardo. Melalui spesialisasi dan perdagangan faktor-faktor produksi dunia dapat digunakan dengan lebih efesien, output dunia bertambah dan masyarakat akan memperoleh keuntungan dari spesialisasi dan perdagangan dalam bentuk pendapatan yang meningkat, yang selanjutnya dapat meningkatkan pembelanjaan dan tabungan. • Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu negara Perdagangan yang lebih bebas memungkinkan masyarakat dari berbagai negara mengimpor lebih banyak barang dari luar negeri. Hal ini menyebabkan konsumen mempunyai pilihan barang yang lebih banyak. Selain itu, konsumen juga dapat menikmati barang yang lebih baik dengan harga yang lebih rendah.

Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri

Perdagangan luar negeri yang lebih bebas memungkinkan setiap negara memperoleh pasar yang jauh lebih luas dari pasar dalam negeri. • Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik Modal dapat diperoleh dari investasi asing dan terutama dinikmati oleh negara-negara berkembang karena masalah kekurangan modal dan tenaga ahli serta tenaga terdidik yang berpengalaman kebanyakan dihadapi oleh negara-negara berkembang. • Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi Pembangunan sektor industri dan berbagai sektor lainnya bukan saja dikembangkan oleh perusahaan asing, tetapi terutamanya melalui investasi yang dilakukan oleh perusahaan swasta domestik. Perusahaan domestik ini seringkali memerlukan modal dari bank atau pasar saham. dana dari luar negeri terutama dari negara-negara maju yang memasuki pasar uang dan pasar modal di dalam negeri dapat membantu menyediakan modal yang dibutuhkan tersebut.

[sunting] Keburukan globalisasi ekonomi
• Menghambat pertumbuhan sektor industri Salah satu efek dari globalisasi adalah perkembangan sistem perdagangan luar negeri yang lebih bebas. Perkembangan ini menyebabkan negara-negara berkembang tidak dapat lagi menggunakan tarif yang tingi untuk memberikan proteksi kepada industri yang baru berkembang (infant industry). Dengan demikian, perdagangan luar negeri yang lebih bebas menimbulkan hambatan kepada negara berkembang untuk memajukan sektor industri domestik yang lebih cepat. Selain itu, ketergantungan kepada industri-industri yang dimiliki perusahaan multinasional semakin meningkat. • Memperburuk neraca pembayaran Globalisasi cenderung menaikkan barang-barang impor. Sebaliknya, apabila suatu negara tidak mampu bersaing, maka ekspor tidak berkembang. Keadaan ini dapat memperburuk kondisi neraca pembayaran. Efek buruk lain dari globaliassi terhadap neraca pembayaran adalah pembayaran neto pendapatan faktor produksi dari luar negeri cenderung mengalami defisit. Investasi asing yang bertambah banyak menyebabkan aliran pembayaran keuntungan (pendapatan) investasi ke luar negeri semakin meningkat. Tidak berkembangnya ekspor dapat berakibat buruk terhadap neraca pembayaran. http://id.wikipedia.org/w/index.php? title=Globalisasi&action=edit • Sektor keuangan semakin tidak stabil Salah satu efek penting dari globalisasi adalah pengaliran investasi (modal) portofolio yang semakin besar. Investasi ini terutama meliputi partisipasi dana luar negeri ke pasar saham. Ketika pasar saham sedang meningkat, dana ini akan mengalir masuk, neraca pembayaran bertambah bak dan nilai uang akan bertambah baik. Sebaliknya, ketika harga-harga saham di pasar saham menurun, dana dalam negeri akan mengalir ke luar negeri, neraca pembayaran cenderung menjadi bertambah buruk dan nilai mata uang domestik merosot. Ketidakstabilan di sektor keuangan ini dapat menimbulkan efek buruk kepada kestabilan kegiatan ekonomi secara keseluruhan. • memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang Apabila hal-hal yang dinyatakan di atas berlaku dalam suatu negara, maka dlam jangka pendek pertumbuhan ekonominya menjadi tidak stabil. Dalam jangka panjang pertumbuhan yang seperti ini akan mengurangi lajunya pertumbuhan ekonomi. Pendapatan nasional dan kesempatan kerja akan semakin lambat pertumbuhannya dan masalah pengangguran tidak dapat diatasi atau malah semakin memburuk. Pada akhirnya, apabila globalisasi

menimbulkan efek buruk kepada prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang suatu negara, distribusi pendapatan menjadi semakin tidak adil dan masalah sosial-ekonomi masyarakat semakin bertambah buruk.

[sunting] Globalisasi kebudayaan

Sub-kebudayaan Punk, adalah contoh sebuah kebudayaan yang berkembang secara global Globalisasi mempengaruhi hampir semua aspek yang ada di masyarakat, termasuk diantaranya aspek budaya. Kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai (values) yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal. Baik nilai-nilai maupun persepsi berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan/psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran. Aspek-aspek kejiwaan ini menjadi penting artinya apabila disadari, bahwa tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam alam pikiran orang yang bersangkutan. Sebagai salah satu hasil pemikiran dan penemuan seseorang adalah kesenian, yang merupakan subsistem dari kebudayaan. Globalisasi sebagai sebuah gejala tersebarnya nilai-nilai dan budaya tertentu keseluruh dunia (sehingga menjadi budaya dunia atau world culture) telah terlihat semenjak lama. Cikal bakal dari persebaran budaya dunia ini dapat ditelusuri dari perjalanan para penjelajah Eropa Barat ke berbagai tempat di dunia ini ( Lucian W. Pye, 1966 ). Namun, perkembangan globalisasi kebudayaan secara intensif terjadi pada awal ke-20 dengan berkembangnya teknologi komunikasi. Kontak melalui media menggantikan kontak fisik sebagai sarana utama komunikasi antarbangsa. Perubahan tersebut menjadikan komunikasi antarbangsa lebih mudah dilakukan, hal ini menyebabkan semakin cepatnya perkembangan globalisasi kebudayaan. [sunting] Ciri berkembangnya globalisasi kebudayaan •
• • • • •

Berkembangnya pertukaran kebudayaan internasional. Penyebaran prinsip multikebudayaan (multiculturalism), dan kemudahan akses suatu individu terhadap kebudayaan lain di luar kebudayaannya. Berkembangnya turisme dan pariwisata. Semakin banyaknya imigrasi dari suatu negara ke negara lain. Berkembangnya mode yang berskala global, seperti pakaian, film dan lain lain. Bertambah banyaknya event-event berskala global, seperti Piala Dunia FIFA.

[sunting] Pranala luar

Globalisasi info

• • • • • • • •

Amanah.or.id, Globalisasi dan Universalitas Islam Depdiknas.go.id, Globalisasi dan Pengembangan Kesenian Rakyat Suatu Penghampiran Awal Thaqafah Daeiah, Globalisasi dan Orde Baru Dunia Globalisasi dan Kaum Miskin Globalisasi dan Pendidikan Globalisasi dan Kebudayaan Dr. Arianto Patunru: Tentang Globalisasi Ekonomi Jalan Menuju Tata Persaingan Global

Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai-Nilai Nasionalisme
Selasa, 11-03-2008 14:30:17 oleh: tri darmiyati Kanal: Opini •

Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah. Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia. (Menurut Edison A. Jamli dkk.Kewarganegaraan.2005)

Menurut pendapat Krsna (Pengaruh Globalisasi Terhadap Pluralisme Kebudayaan Manusia di Negara Berkembang.internet.public jurnal.september 2005). Sebagai proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain- lain. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Dewasa ini, perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh dunia.Oleh karena itu globalisasi tidak dapat kita hindari kehadirannya. Kehadiran globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. Pengaruh tersebut meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif. Pengaruh globalisasi di berbagai bidang kehidupan seperti kehidupan politik, ekonomi, ideologi, sosial budaya dan lain- lain akan mempengaruhi nilai- nilai nasionalisme terhadap bangsa. • Pengaruh positif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme 1. Dilihat dari globalisasi politik, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis. Karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara, jika pemerintahan djalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa rasa nasionalisme terhadap negara menjadi meningkat. 2. Dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasional bangsa. 3. Dari globalisasi sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa. • Pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme 1. Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup

kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa nasionalisme bangsa akan hilang 2. Dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut,dll.) membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia. 3. Mayarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat. 4. Mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Hal tersebut dapat menimbulkan pertentangan antara yang kaya dan miskin yang dapat mengganggu kehidupan nasional bangsa. 5. Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa. Pengaruh- pengaruh di atas memang tidak secara langsung berpengaruh terhadap nasionalisme. Akan tetapi secara keseluruhan dapat menimbulkan rasa nasionalisme terhadap bangsa menjadi berkurang atau hilang. Sebab globalisasi mampu membuka cakrawala masyarakat secara global. Apa yang di luar negeri dianggap baik memberi aspirasi kepada masyarakat kita untuk diterapkan di negara kita. Jika terjadi maka akan menimbulkan dilematis. Bila dipenuhi belum tentu sesuai di Indonesia. Bila tidak dipenuhi akan dianggap tidak aspiratif dan dapat bertindak anarkis sehingga mengganggu stabilitas nasional, ketahanan nasional bahkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai Nasionalisme di Kalangan Generasi Muda

Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan muda. Pengaruh globalisasi terhadap anak muda juga begitu kuat. Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul dalam kehidupan sehari- hari anak muda sekarang. Dari cara berpakaian banyak remaja- remaja kita yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Pada hal cara berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata orang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa. Teknologi internet merupakan teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja. Apa lagi bagi anak muda internet sudah menjadi santapan mereka sehari- hari. Jika digunakan secara semestinya tentu kita memperoleh manfaat yang berguna. Tetapi jika tidak, kita akan mendapat kerugian. Dan sekarang ini, banyak pelajar dan mahasiswa yang menggunakan tidak semestinya. Misal untuk membuka situs-situs porno. Bukan hanya internet saja, ada lagi pegangan wajib mereka yaitu handphone. Rasa sosial terhadap masyarakat menjadi tidak ada karena mereka lebih memilih sibuk dengan menggunakan handphone.

Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan cenderung cuek tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan. Karena globalisasi menganut kebebasan dan keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati mereka. Contoh riilnya adanya geng motor anak muda yang melakukan tindakan kekerasan yang menganggu ketentraman dan kenyamanan masyarakat. Jika pengaruh-pengaruh di atas dibiarkan, mau apa jadinya genersi muda tersebut? Moral generasi bangsa menjadi rusak, timbul tindakan anarkis antara golongan muda. Hubungannya dengan nilai nasionalisme akan berkurang karena tidak ada rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan rasa peduli terhadap masyarakat. Padahal generasi muda adalah penerus masa depan bangsa. Apa akibatnya jika penerus bangsa tidak memiliki rasa nasionalisme? Berdasarkan analisa dan uraian di atas pengaruh negatif globalisasi lebih banyak daripada pengaruh positifnya. Oleh karena itu diperlukan langkah untuk mengantisipasi pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai nasionalisme. • Antisipasi Pengaruh Negatif Globalisasi Terhadap Nilai Nasionalisme Langkah- langkah untuk mengantisipasi dampak negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme antara lain yaitu : 1. Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri. 2. Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya. 3. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya. 4. Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar- benarnya dan seadil- adilnya. 5. Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa. Dengan adanya langkah- langkah antisipasi tersebut diharapkan mampu menangkis pengaruh globalisasi yang dapat mengubah nilai nasionalisme terhadap bangsa. Sehingga kita tidak akan kehilangan kepribadian bangsa. Referensi Jamli, Edison dkk.Kewarganegaraan.2005.Jakarta: Bumi Akasara Krsna @Yahoo.com. Pengaruh Globalisasi Terhadap Pluralisme Kebudayaan Manusia di Negara Berkembang.2005.internet:Public Jurnal

Tag/Label globalisasi, nasionalisme Penilaian anda Biasa Lumayan Menarik Berguna

Silakan tulis kode di samping ini untuk melanjutkan. [?] Anda perlu menuliskan kode di samping untuk mencegah mesin melakukan proses voting secara otomatis.

Vote

Mohon tunggu sebentar... Warta terkait
Buat Warta Terkait

Kirim ke Teman * Email Teman: Harus diisi Pisahkan tiap email dengan titik koma. Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com * Email anda:
Kirim

Harus diisi Email tidak valid

145 komentar pada warta ini Selasa, 11-03-2008 14:40:43 oleh: yoga benar-benar harus disikapi secara bijak,kembali ke pribadi masing-masing,agar bisa memilah mana yang berguna dan mana yang tidak berguna

Selasa, 11-03-2008 15:20:25 oleh: Trie bagus-bagus akhirnya artikelmu keluar juga di wikimu.

Selasa, 11-03-2008 17:38:14 oleh: bajoe Sebuah masukan : Konsep nasionalisme yang ditawarkan masih samar-samar dan cenderung normatif. Kalo menilik ke Pancasila, maka 5 nilai itu justru mengandung keterbukaan pada dunia internasional, seperti yang ditunjukkan pada sila kedua, keempat, kelima. Mungkin perlu rumusan nasionalisme yang lebih jitu untuk menghadapi globalisasi. Efek dari globalisasi itu banyak negatifnya, ok aku setuju. Namun bagaimana mengantisipasinya, apakah cukup dengan nasionalisme seperti di atas?

Kamis, 13-03-2008 00:22:29 oleh: M.zuriat Fadil Akalu menurutku rasa Nasionalisme itu memang senjata untuk bertahan di era globalisasi saat ini. Pancasila seperti yang di katakan Mas bajoe sudah mengandung prinsip keterbukaan, tapi di satu sisi juga merupakan pertahanan terhadap budaya yang tidak sesuai dengan nilai-nilai

bangsa Indonesia. Yang jadi permasalahan mungkin bangsa ini kurang menyadari jati dirinya,termasuk jati diri nasionalisme tersebut. anda mungkin akan terkejut menyadari hanya berapa dari kita yang lancar menjawab jika ditanyakan soal Pancasila.....

Kamis, 13-03-2008 17:13:44 oleh: Agnes Angelina Merdeka!!! Menarik kalau ada yang berpikir kritis mengenai dampak Globalisasi terhadap bangsa Indonesia. karena Pengetahuan kita kurang tentang dampak positif dan negatif masuknya Globalisasi ke bangsa ini.Wacana ini menarik tpi lebih menarik lagi kalau di tambah dampaknya bagi dunia pendidikan.

Kamis, 13-03-2008 18:04:28 oleh: Laura Sylvia Johanna Sangat menarik sekali jika kita menganalisis globalisasi yang secara khususnya berdampak pada kehidupan berbangsa bernegara. Dengan demikian, sebagai anak muda generasi penerus bangsa, kita lebih waspada terhadap dampak negatif yang dapat ditimbulkan globalisasi.

Jumat, 14-03-2008 12:43:43 oleh: Li@n2a Sangat baik kita mengetahui apa itu globalisasi,dan bagaiman cara kita supaya tidak tekena dampak negatif dari globalisasi tersebut.Serta perlu anak muda bisa lebih memehami apa itu sebenarnya globalisasi

Minggu, 16-03-2008 20:24:28 oleh: Juswan Setyawan Komentar terhadap 5 langkah usulan antisipatif tsb. 1. Menumbuhkan cinta produk dalam negeri. Ini hanya impian kosong kalau produk dalam negeri mutunya rendah dan harganya mahal. Mana mungkin bersaing? Maka ini harus didukung oleh Pemerintah. Jadi ini harus didahului oleh peningkatan mutu produk dalam negeri. Apa bisa? Kalau tidak bisa, ya hukumnya kalah bersaing di pasaran. 2. Menanamkan nilai-nilai Pancasila. Idealis sekali. Caranya? Penataran P4 lagi? Penatar dan manggalanya saja ada yang jadi koruptor, bagaimana dengan yang ditatar? Nilai hanya bisa diadopsi secara sukarela secara pribadi. Tidak mungkin ditatar atau dipaksa dari atas. Di mana harus dimulai? Bukan di P4. Tetapi di keluarga. Orang tua yang tidak demokratis tak mungkin menanamkan nilai demokratis pada anak-anaknya. Karena nilai turun lewat peneladanan dan bukan lewat wacana.

3. Menanamkan nilai agama sebaik-baiknya? Caranya sama dengan no.2 di atas. Beribadah saja tidak cukup. Rajin beribadah tetapi korupsi jalan terus bagaimana? Beramal terus, tetapi dari hasil korupsi apakah ada gunanya? Apa ada nilainya di mata Tuhan? Di mata Tuhan semuanya tidak ada nilainya kenapa? Allah tidak menerima amal yang tidak dari hasil kejujuran dan ibadah yang tidak tulus. 4. Supremasi hukum memang ideal. Kalau di jajaran kehakiman, kejaksaan dan kepolisian saja terjadi banyak korupsi dan penjualan hukum dengan melecehkan rasa keadilan masyarakat, lalu bagaimana caranya hukum akan ditegakkan secara masuk akal? 5. Selektif terhadap dampak globalisme. Caranya? Satu satunya cara ialah pengembangan karakter pribadi setiap manusia Indonesia dengan mengadopsi nilai-nilai luhur yang dibutuhkan. Sistem Pendidikan Nasional kita tidak memuat kurikulum pendidikan karakter, budi pekerti apalagi nilaui-nilai luhur. Ini yang harus dirombak terlebih dahulu. Jadi reformasi masyarakat sehingga mampu bertahan terhadap arus globalisasi harus mulai dari pendidikan karakter di keluarga.

Minggu, 16-03-2008 21:01:24 oleh: Mohhammad Shang akbar menurut saya Indonesia sih belom siap untuk mengahadapi era globalisasi liay saja pejabatpejabat yang korup padahal negara miskin seperti Indonesia bukannya malah berkembang namu malah merosot hal ini desebabkan moral-moral pemimpin negri ini sangat bobrok yang hanya mementingkan kenikamatan sejenak

Sabtu, 22-03-2008 14:28:47 oleh: siti khotidjah menurut saya saya setuju artikel yang anda buat. saya sangat tertarik untuk membacanya.

Minggu, 23-03-2008 20:17:36 oleh: donny sebenarnya ada pengaruh positif tidak?

Jumat, 28-03-2008 14:49:49 oleh: tubagus wahyudi smansa dijaman era globalisasi ini kita di tuntut untuk berpikir lebih kritis,analitis dan logis..dan karena itu kita sebagai penduduk bangsa indonesia yang patuh dan taat, marilah kita hadapi dan ikuti jakan eraglobalisasi ini dengan berpegang teguh pada PANCASILA sebagai dasar dan panutan supaya kita tidak terjerumus,terjerat dan tenggelam di telan masa...........

Jumat, 28-03-2008 15:15:05 oleh: tubagus wahyudi smansa dijaman era globalisasi ini kita di tuntut untuk berpikir lebih kritis,analitis dan logis..dan karena itu kita sebagai penduduk bangsa indonesia yang patuh dan taat, marilah kita hadapi

dan ikuti jaman eraglobalisasi ini dengan berpegang teguh pada PANCASILA sebagai dasar dan panutan supaya kita tidak terjerumus,terjerat dan tenggelam di telan masa...........

Sabtu, 29-03-2008 08:07:39 oleh: Retty N. Hakim Menarik sekali rupanya artikel ini memancing banyak pembaca, berarti kita masih perduli pada nilai-nilai nasionalisme. Setuju untuk berpikir lebih kritis, analitis dan logis..tapi bukan karena kita taat dan patuh sebagai bangsa Indonesia, tapi semoga (lebih)karena kita yakin akan nilai-nilai moral yang ditawarkan Pancasila sebagai pegangan dalam era globalisasi agar bisa tetap eksis sebagai bangsa yang berdaulat.

Minggu, 30-03-2008 17:58:43 oleh: TRI DARMIYATI terima kasih atas komentar-komentar yang telah diberikan. maaf kalo saya lama tidak membalas komentarnya. karena saya new comers di wikimu ini saya kaget karena sudah banyak yang kasih komentar. sebenarnya saya tertarik untuk membalas komentarnnya satusatu, namun karena kesibukan saya, jadi ya baru ini saja. terima kasih atas kritikannya. mungkin saya tidak berkompeten soal pancasila, jadi pengetahuan saya tidak begitu banyak. tapi pada intinya tulisan ini saya buat sebagai wacana agar kita sebagai warga Indonesia lebih berhati- hati untuk menghadapi era globalisasi...

Minggu, 06-04-2008 22:34:01 oleh: Asep Sulzian Jaya Ajaran demokrasi pancasila dan wawasan nasional Indonesia (wawasan Nusantara) pada haketkatnya tercipta tercipta kesatuan dan persatuan tampa meninggalkan citra, sifat, karakter, dan kebinekaan unsure-unsur bangsa. bangaimana tanggapan anda terhadap beberapa peristiwa demontrasi, bentrok antar kelompok/golongan mengurus tindakantindakan anarkise..

Minggu, 13-04-2008 21:24:40 oleh: Anwariansyah Sebetulnya makna globalisasi adalah meng-Amerika-kan dunia dan menduniakan Amerika. Melawannya tidak lain adalah dengan jalan : Kick America's Ash. Tapi apa bisa ? Sekarang aja, New York, Hollywood, Texas, Harlem, & Hawaii sudah ada jiplakannya di sini, sebentar lagi akan disusul Las Vegas dan lain-lain.

Kamis, 24-04-2008 13:43:44 oleh: Wisnu Prabowo Great post! Memang generasi muda sudah sangat terpengaruh dengan arus globalisasi, tp hal seperti itu memang sudah menjadi resiko dari sebuah proses pengglobalisasian. PR yang kemudian

muncul adalah bagaimana generasi muda bisa memfilter apa dan mana yang pantas untuk diikuti atau tidak. Satu lagi, peran media dalam hal ini sangat menonjol. Tayangan yang mengedepankan hal-hal negatif globalisasi sangat sering ditemui. Butuh sebuah solusi dimana tayangan itu bisa membawa masyarakat Indonesia untuk tetap maju tanpa meninggalkan budaya Indonesia yang luhur.

Jumat, 25-04-2008 09:25:06 oleh: TRI DARMIYATI  YOGA : ok saya juga setuju dengan pendapat anda. ya kita harus menyikapinya dengan bijak.semua itu tergantung dari diri kita masing-masing.bagaimana kita menyikapi pengaruh globalisasi apakah bermanfaat atau tidak. TRIE : ini tulisan pertamaku di wikimu..thanks ya kan dari kamu aku jadi tau dan gabung di wikimu..selamat ya buat karya tulismu yang menang di KKTM 2008 ini. Tetap teruskan perjuangan hingga titik darah penghabisan. Semoga saya bisa meneruskannya di tahun depan. Untuk kamu, saya dan buat semua teman-teman AKY, AYO TERUS BERKARYA!!! BAJOE : konsep nasionalisme yang saya bahas memang masihϑ samar-samar dan belum mendalam. Sebab ide pemikiran-pemikiran saya baru sampai disitu. Mungkin kalau Mas Bajoe tau bisa menambahkannya di sini. Pancasila memang memiliki sifat yang fleksibel. Artinya dia mampu menerima perkembangan zaman. Seperti globalisasi. Namun perkembangan itu dapat diterima bila sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Jadi Pancasila penting karena sebagai alat filter. Sama seperti pendapat Mas Fadil bahwa Pancasila dapat dijadikan filter terhadap budaya yang bertentangan dengan nilai Pancasila. Menurut saya berbicara tentang nasionalisme secara mendalam, harus membahas nasionalisme di berbagai bidang kehidupan negara. Sedangkan untuk mengantisipsi dampak negatif dari nasionalisme tidak terbatas pada 5 langkah yang saya sebutkan. Tetapi menurut saya, antisipasi yang paling penting adalah pada diri kita masing-masing. Tergantung bagaimana kita. Mampukah kita memanfaatkan globalisasi itu dengan sebaik-baiknya. FADIL : saya juga setuju dengan pendapat anda. Memang menurutϑ saya banyak WNI kita yang lupa atau melupakan identitas mereka sebagai bangsa Indonesia terutama di kalangan anak muda. Mereka lebih bangga dengan identitas dari negara lain. Tapi tetap ada beberapa anak bangsa yang mengenal jati diri mereka sebagai bangsa Indonesia. Mereka masih peduli dengan kondisi ekonomi negara dan masalah keadilan hukum dan HAM yang harus ditegakkan

Jumat, 25-04-2008 09:37:34 oleh: TRI DARMIYATI  FADIL : saya juga setuju dengan pendapat anda. Memang menurut saya banyak WNI kita yang lupa atau melupakan identitas mereka sebagai bangsa Indonesia terutama di kalangan anak muda. Mereka lebih bangga dengan identitas dari negara lain. Tapi tetap ada beberapa anak bangsa yang mengenal jati diri mereka sebagai bangsa Indonesia. Mereka masih peduli dengan kondisi ekonomi negara dan masalah keadilan hukum dan HAM yang harus ditegakkan dan masalah lain yang menyangkut negara. saya tidak heran dengan pernyataan tersebut. Adik sepupu saya yang masih duduk di bangku TK saja sudah hafal dengan Pancasila. Bagaimana kita tidak hafal. Sejak kita duduk di TKhingga SMA kita mengenal Pancasila melalui upacara yang diadakan sekali dalam seminggu. Pelajaran kewarganegaraan juga kita peroleh mulai dari SD hingga ke perguruan tinggi. Tapi tetap saja banyak masyarakat kita yang belum mengenal apa nasionalisme. Hal ini disebabkan karena pelajaran yang kita terima hanyalah teoritis belaka.  AGNES : terima kasih atas comentnya. Memang pada tulisan saya tersebut tidak

membahas dampak globalisasi di bidang pendidikan. ϑ JUSWAN : terima kasih atas komentar yang diberikan terhadap 5 antisipasi yang saya tawarkan. 1.memang produk Indonesia sendiri secara kualitas masih jauh dibandingkan dengan produk luar negeri. Tapi tidak semua produk Indonesia itu mempunyai kualitas yang buruk. Dan untuk mengatasinya memang harus diperlukan kerjasama antara pemerintah dengan para produsen dan konsumen. Tapi setidaknya dengan kita menggunakan produk dalam negeri kita lebih menghargai bangsa kita sendiri. Kalau bukan kita siapa lagi? 2. menanamkan nilai-nilai Pancasila. Tidak perlu susah. Semua itu kita mulai dari diri kita terlebih dahulu. Kalau kita memang ingin globalisasi tidak membawa dampak negatif bagi diri kita. 3. memang pada kenyataannya banyak yang seperti itu. Menurut saya mereka belum beribadah dengan sungguh-sungguh. Sebab bila mereka beribadah dengan sungguh-sungguh tentu mereka

Jumat, 25-04-2008 09:39:38 oleh: TRI DARMIYATI juswan:3. memang pada kenyataannya banyak yang seperti itu. Menurut saya mereka belum beribadah dengan sungguh-sungguh. Sebab bila mereka beribadah dengan sungguh-sungguh tentu mereka tidak akan melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama seperti korupsi. Namun beribadah terhadap Allah adalah senjata yang ampuh buat kita masing-masing untuk berperang menghadapi dampak negatif dari globalisasi.

Rabu, 07-05-2008 19:46:23 oleh: panji belani prasetya menurut saya karena pancasila merupakan suatu hal yang secara sadar atau tidak sudah mendarah daging dalam setiap hati masyarakat indonesia, jadi secara naluriah sebetulnya setiap warga indonesia telah mempunyai benteng yang ampuh untuk menjaga terhadap pengaruh globalisasi yang kurang baik bagi kita, tapi pada kenyataanya anak muda jaman sekarang kurang mendapatkan pendidikan yang tepat mengenai arti pancasila tersebut..jadi perlu sesuatu yang tegas dari setiap lapisan generasi untuk menanamkan sejak dini mengenai hal ini kepada generasi penerus!! SMANGAT !!!!!

Rabu, 07-05-2008 19:54:56 oleh: Anindita Ambarwati nilai pancasila dewasa ini telah mulai luntur dalam setiap hati masyarakat indonesia..khususnya bagi generasi muda jaman sekarang yang mlai melupakan adat ketimurannya, saya turut prihatin atas hal ini..tapi tidak berhenti cukup disini masi banyak dampak yang menyertainya.. untuk itu mau tidak mau mulai sekarang kita harus merubah sikap kita mulai dari diri sendiri, mulai sekarang !! demi jayanya INDONESIA !!!

Rabu, 07-05-2008 20:00:11 oleh: panji belani prasetya menurut saya karena pancasila merupakan suatu hal yang secara sadar atau tidak sudah mendarah daging dalam setiap hati masyarakat indonesia, jadi secara naluriah sebetulnya setiap warga indonesia telah mempunyai benteng yang ampuh untuk menjaga terhadap pengaruh globalisasi yang kurang baik bagi kita, tapi pada kenyataanya anak muda jaman sekarang kurang mendapatkan pendidikan yang tepat mengenai arti pancasila tersebut..jadi perlu sesuatu yang tegas dari setiap lapisan generasi untuk menanamkan sejak dini mengenai hal ini kepada generasi penerus!! SMANGAT !!!!!

Kamis, 08-05-2008 18:07:19 oleh: nezz globalisasi atau mendunia istilahnya itu ajang positif menurutku...kita orang dapat mensosialisasikan kebudayaan kita juga kepada dunia internasional..dan ada segi positifnya untuk mengundang tourisme yang datang ke indonesia juga dapat memahami budaya yang luhur yang kita punya ini dan berdampak kemajuan sektoral pendidikan dan kebudayaan olehkarena kita aktif dalam ajang globalisasi tadi..seperti perdagangan juga aktif dan pertumbuhan dibidang lain bukannya takut pada globalisasi kayak katak dalam tempurung saja.....

Senin, 19-05-2008 12:03:14 oleh: yudi aryanto saya sih setuju-setuju aja karna saya sering membacanya dan cukup menarik

Senin, 18-08-2008 20:12:46 oleh: budianto fransiskus sitindaon ketika kita berbicara masalah antisipasi dari globalisasi tadi, berarti kita secara tidak langsung sudah berbicara masalah teknis dari masalah antisapasi tadi. 1.Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri. 2.Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya. 3.Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya. 4.Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenarbenarnya dan seadil- adilnya. 5.Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa. emang benar antisipasi yang telah dipaparkan di atas tadi, tapi yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana caranya untuk menjalankan itu..??? dan ketika kita berbicara masalah produk luar negeri yang dianggap telah merusak konsistensi nasionalisme pemuda kita, berarti kita harus membumihanguskan semua produkproduk tadi. sebenarnya yang menjadi permasalahan bukan paham dari luar yang menggerogoti nasionalisme pemuda kita, tetapi adalah sikap dari warga indonesia tersebut. dan lagi tolak ukur dari paham nasionalisme tadi bukan diukur dari apakah kita tidak boleh mengkonsumsi

produk luar negeri. karena produk itu hanya sebuah komoditas.

Sabtu, 30-08-2008 19:59:05 oleh: lulu makasih ya infonya. berguna banget buat tugas karya tulis saya. hehehe :D

Senin, 08-09-2008 17:15:14 oleh: Ritapunto wah jadi keinget jaman kuliah dulu, matkul kewiraaan

Rabu, 10-09-2008 14:50:16 oleh: elsya wahhhh kayakya pa yang di maksud benar benar ebat bgt

Kamis, 11-09-2008 11:09:32 oleh: kumala ok,, aq setuju.. tadi aq kuLiah dosenQ jg menerangKan tntng dmpk globalisasi.. ayo bangkit,jgn sMpai indonesia mnjadi negara yg smakin terpuruk,,,!!!

Sabtu, 20-09-2008 20:10:37 oleh: catur hidayati saya setuju dengan 5 langkah yang disebutkan diatas, jika dilihat generasi muda sekarang merka lebih memilih membeli produk luar negeri,dengan alasan mengikuti tren dunia tanpa berpikir bahwa produk dalam negeri tidak kalah bagusnya dengan produk luar. mereka tak lagi menghiraukan pancasila sebagai pedoman bangsa. Dan yang paling parah,mereka mengabaikan TUHAN,mereka lebih memilih DUGEM sampai pagi,meskipun masih ada diantara mereka yang taat beribadah. INGAT INDONESIA ADA DI TANGAN KITA!!!!!!!!!!!!!!!!

Kamis, 09-10-2008 13:30:30 oleh: ikhwan kunto alfarisi bgm jika nasionalisme ditingkatkan krn adanya globalisasi yg meningkat? yaa, harus dimulai dr diri kita sendiri dan dimulai dari hari ini

Senin, 20-10-2008 11:35:42 oleh: parto mak nyussssssssss!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! bikin post yang oke lagi y bos?????????????????

Rabu, 22-10-2008 11:13:24 oleh: jokowiKlaten MATUR NUWUN NGGIH , MAKALAHNYA oye BANGETH ... yang lain manaaa ? hehehehe repeat again thank U

Kamis, 23-10-2008 17:17:02 oleh: dita safitri uh...... saya hanya anak sma. saya sngt prihatin dngn indonesia. btp tdk imbas dr globalisasi sdh mmbwt ketidakadilan. tp mw bgaimn lg globalisasi tdk dpt kt elakan. saya sngt stuju dngn komentar k2'. pancasila yg mnjadi pandangan hdp kt sdh luntur. memng globalisasi seakn2 tlh mrnggt moralitas kader2 bngsa. blm lg resiko yg kt hadapi pd lingkungan,kesehatan bahkan krisis akhlak. sbnrnya globalisasi dpt kt nkmati resiko positifnya. hanya saja kt tdk dpt menyikapinya.

Senin, 27-10-2008 21:06:10 oleh: vany thank buanggeyzzzzzz..aku skarang tambah mengerti dampak dampak globalisai dari segi nasionalisme.thanks wikimu.salam persahabatan

Selasa, 28-10-2008 08:28:30 oleh: theresia selfiana hMmMmM,,,,,,, berita'a bagus n lengkap,,,, KreNzzzZZZZ,,,,,,

Rabu, 29-10-2008 16:15:05 oleh: sanita memang betul ce indonesia sudah lupa akan jati dirinya, tapi modernisasi juga perlu untuk menjadikan negara lebih maju, contohnya saja negara yang sudah berkembang walupun dalam pakaian mereka kurang pantes dilihat dari agama islam tapi kemampuannya g' bisa kita remehkan. jangan ngikuti taklid terus lah... kapan mau maju negara kita...!!!

Kamis, 30-10-2008 09:24:45 oleh: bunga

thaN'sz y,dgN AdanYA beRita nich!aq mNJd lbh tw 'N n9rTi damPaK2 & pNgruh gLObaliSAsi bAgi KalangaN masYaRaKat.

Minggu, 02-11-2008 10:36:10 oleh: TRI DARMIYATI Terima kasih buat semua yang sudah mampir mengomentari tulisan saya. Saya tidak mengira tema yang saya angakt ini mampu mengusik pikiran orang banyak! He..he… sebenarnya saya mau membalas komentar satu per satu tapi….kok banyak banget ya? Tapi saya mo balas beberapa…dh *Budianto Fransiskus Sitindaon: ok bener juga. Nah kalo yang menjadi permasalahan dari sikap warga Indonesia sendiri?sikap seperti apa contohnya?nah bila kita sudadh tau bahwa masalah nasionalisme ada pada sikap kita sendiri, bagaimanakah cara ktia mengubah sikap kita, agar mampu menghargai bangsa.. saya tidak menyimpulkan bila warga Indonesia yang menggunakan produk luar negeri dia tidak memiliki nasionalisme.saya yakin kita tidak bisa lepas dari produk luar negeri. Apa lagi produk-produk IT. Hanya saja kita jangan sampai menggantungkan sepenuhnya pada produk luar negeri. Bila di negeri sendiri ada kenapa harus ke luar negeri? Kalau bukan kita, Lantas siapa lagi yang menghargai karya anak bangsa.. *ikhwan kunto Alfarisi : jawaban yang tepat. Sehingga keduanya bisa imbang antara peningkatan globalisasi dengan nasionalisme yang juga harus ditingkatkan . Simple, sederhana dan harus kita lakukan mulai dari diri sendiri. Maaf kemarin waktu pak Ikhwan ke jogja saya tidak bisa bertatap muka langsung. kapankapan kalo ke jogja lagi dan waktunya tidak mendadak, Insya Allah saya akan nemuin Pak Ikhwan. Buat semuanya makasih ya…. Semoga kritik tersebut mampu mencambuk saya agar berkarya lebih baik lagi …SALAM Indonesia!!

Senin, 03-11-2008 10:29:10 oleh: triadi bagus....kita sebagai anak muda harus menyikapi dengan benar apa pengaruh globalisasi...

Kamis, 06-11-2008 13:56:54 oleh: adrie tolong dong kalau bikin beserta gambarnya

Minggu, 23-11-2008 15:23:50 oleh: Lany Rh Jadi ingat pesan Bu Menuk (guru yang mengajak saya melihat banyak hal dengan lebih baik), "Think globally, act locally." Saya mengartikannya sebagai ajakan untuk membuka 'mata' selebar-lebarnya untuk memahami dunia dan segala isinya, lalu berbuat sebaik-baiknya untuk diri kita dan yang di sekitar kita.

Senin, 24-11-2008 09:48:29 oleh: Marfuah thank before for your information about globalitation.,, its very good and than must be repaired this information.

Rabu, 10-12-2008 08:10:39 oleh: Mediansyah Kakek gue pernah bilang, "Nasion (Bangsa) dalam sejarah telah banyak yang lahir dan mati. Lahir dan besar dan bahkan matinya sebuah nasion adalah keniscayaan sejarah". So, nasion(alisme) juga demikian. keniscayaan. Banyak faktor-lah ... Sedangkan globalism telah pula terjadi sepanjang sejarah planet ini.. take it! Mungkin orang Majapahit dulu juga khawatir ketika masuknya kain sutra, atau celengan-babi dari negeri Tiongkok. Dan ingatlah pula ketika sebagian suku Jawa mengungsi ke Pulau Bali di akhir era Majapahit demi menjauh dari "budaya asing" yang menyerbu.

Rabu, 10-12-2008 10:16:07 oleh: Mediansyah Nehru: Samasekali tidak ada yang namanya asli India, juga tidak ada yang original China..., yang ada adalah bahwa semua kebudayaan saling terkait, bercampur, bergelut.., saling mencemari...

Kamis, 11-12-2008 14:55:06 oleh: Handiko Seno dari semua pemikiran di atas... timbul pertanyaan : 1. siapa yang mau melangkah pertama? 2. langkah nyatanya apa? detik terus berjalan tanpa kompromi, lalu dalam pikiran dan tindakan saya pribadi, yang bisa saya lakukan hanyalah memulai dari diri sendiri. di sisi lainnya saya terus menulis puisi, berharap pesan bisa tersampaikan :) dan terus mencoba merilis mimpi : berdasar pada kenyataan saat ini uang bicara. maka saya mencari pemodal besar yang berjiwa super sosial untuk membangun beberapa proyek pendidikan ekskul luar biasa...(pengembangan mental spiritual yang diharap bisa MENYAINGI daya tarik arus globalisasi secara menyeluruh>>>untuk anak-anak - remaja bahkan orangtua : khususnya yang kurang mengenal dunia anak-anak) Salam Indonesia tercinta!!!

Rabu, 07-01-2009 13:35:13 oleh: Susetyo Hario Putero Sejak usia dini perlu diberikan pengetahuan tentang kekayaan Indonesia, seperti sumber daya alam, kebudayaan, prestasi OR dll. Sehingga sejak kecil sudah tumbuh kebanggaan kepada bangsa dan negara.

Jumat, 09-01-2009 16:12:58 oleh: velda rifka almira bagus sekali... karna artikel ini, sy bisa mengetahui lebih byk lg ttg globalisasi...

Senin, 12-01-2009 19:17:51 oleh: asep nurfiliansyah thanks for all informations..... i know u very diligent...

Selasa, 13-01-2009 17:19:12 oleh: Puspita Sari menurut saya, nasionalisme itu dapat tumbuh dimana saja, kapan saja, dan bahkan setiap detik aliran darah... tapi hal itu telah pudar dimana, sama- sama kita ketahui bahwa negara kita telah dijajah 3.5 abad lamanya... masyarakat terdahulu berusaha untuk memajukan dan mengharumkan nama bangsa walaupun desingna dan hantaman peluru yang didapat.. telah 63 thn Indonesia merdeka, tapi pemudaran nasionalisme telah nampak. mungkin secara drastis dapat kita lihat dari Ibukota negara sendiri.. dimana para remaja kurang menghormati orang yang lebih besar, cara pakaian, bergaul.. dan Maraknya pergaulan bebas.. globalisasi terjadi dan sampai kapan indonesia ini akan selalu berjaya, kalau bukan kita siapa lagi... thanks artikelnya.. untuk anak bangsa pesan saya jagalah kehormatan bangsa dan kehormatan diri sendiri keluarga dan masyarakatmu .. salam PUSPITA SARI ( STIE AKBP PADANG)

Rabu, 14-01-2009 19:06:35 oleh: tri wibowo mau tanya politik luar negeri hubungan internasional di era global apa sih ?

Minggu, 18-01-2009 10:36:07 oleh: rafiq nur adha wah ini sangat berguma bagi semua orang tlg lebih diperjelas makasih

Selasa, 20-01-2009 20:39:13 oleh: dini makasih utk artikel nya

Rabu, 21-01-2009 16:53:14 oleh: AnGgiE QrEeEn...........!!! b'gUna bgDzzZ,, nG' BaNTuIn dLm kRjA ZKuL,.,. LnjTx Lg_^

Rabu, 21-01-2009 19:19:13 oleh: TRI DARMIYATI buat semuanya thanks udah mampir baca dan ngasih komentar. semoga setelah membaca tulisan saya ini rasa nasionalisme kita bertambah.. btw pemerintah mulai menggalakkan lagi progam cintai produk Indonesia lo, ayo kita dukung..Salam Indonesia!!

Jumat, 23-01-2009 12:08:19 oleh: kadenza hmmmmm,globalisasi emang ada dampak positif ama nggak nya.... tapi yang jaelas saya sedang bingung mencari gamba ambar efek tentang globalisasi.....kalu ada yang pounya kirim ke aku yah..... buat tuga neh..hehehehehe

Senin, 26-01-2009 20:34:44 oleh: ezy makasih y artikel'y udh bantuin q wt tugas pkn, makasi....

Senin, 26-01-2009 21:52:44 oleh: Ditya Artikel ini baguz sekali... Artikel ini membantu saya dalam mebuat tugaz PKn. Biza bantu saya lagi? Kalau sikap yang baik dalam menghadapi dampak globalisasi di bidang sosial apa saja yha??? Tolong bantu saya yha... Trima kasih,,,^^

Rabu, 28-01-2009 15:12:51 oleh: Hashemi berguna juga bwat tugas PKN klo bisa yang ttg plajaran nak smp atw sma

Rabu, 28-01-2009 18:50:16 oleh: ivan l ada yang tau pengaruh globalisasi secara umum??? mohon jawabannya, terima kasih sebelumnya.

Rabu, 28-01-2009 20:02:09 oleh: yasar lukman yasin limpo ini bagus banget buat tuygas kewarganegaraan....skrng aja aku lagi buka situs ini makasih dah

buatnya......

Kamis, 29-01-2009 09:01:31 oleh: TRI DARMIYATI ok makasih balik juga buat semua. tapi kalau bisa jangan hanya ambil copy paste aja ya. tapi harus tetap diolah lagi, kalau perlu di tambah dengan pemikiran sendiri dan saran buat meningkatkan rasa nasionalisme kita.dan kalau bisa juga di posting di sini,kan kita bisa sharing bareng..kan jadi nambah pengetahuan kita semua.

Selasa, 03-02-2009 14:54:42 oleh: Faisal Kurniawan kita harus berjuang dalam menghadapi segala resiko terhadap krisis global yang t'lah menyerang negeri kita tercinta tapi itu smua sudah bisa kita laksanakan karena terbukti tidak banyak orang mati kelaparan di negeri kita klo kita tdk bisa menghadapi krisis ekonomi pasti banyak oarang mati di negeri kita.BETUL!!!!!

Kamis, 05-02-2009 14:35:55 oleh: anne aprilliani menurutku globalisasi itu penting jadi aku harap temen2 bisa tau apa itu globalisasi

Selasa, 10-02-2009 09:20:13 oleh: april setyaningsih,9f tugas pkn

Selasa, 10-02-2009 13:11:58 oleh: gnyst Bagus sekali anda telah menyumbang opini ttg Globalisasi. Sebab kita semuaakan menghadapainya. Hanya saja, cobalah yg lebih kongkrit dalam menjelaskan dampak positip/negatif nya berikut solusinya. Satu contoh, saya bosan mendengar seolah-olah "barat" sangatlah buruk. Selalu mengjadi kambing hitam. Alih-alih menilai, sebaiknya kita bersiap dan memberi solusi kongkrit ! kasihan jutaan anak-anak muda dan anak-anak cucu kita nanti jika kita hanya bisa mengkambinghitamkan, menyalahkan, tp kita tidak berbuat apa-apa, dan tidak tau memberi solusi apapun kecuali ga jauh seperti terdengar sebagai ilmu PPKN atau PMP dijaman dulu. Hemat saya, anak-anak muda indonesia segera belajar dari ketinggalan, mempertajam kemampuan IT nya (sebab ini adalah kendaraan globalisasi), mencintai bangsa dan negaranya, sadar perduli terhadap lingkungannya, dan tidak memusuhi barat, timur, selatan dan manapun tapi belajar dari mereka yang telah maju ! Untuk membangun bangsa dan negara ini. Mempersiapkan infrastruktur kehidupan yang lebih baik bagi anak-cucunya bangsa ini kelak ! trimakasih

Selasa, 10-02-2009 17:00:38 oleh: Eko Setyawan sial, saya kira ini cuma mimpi... ternyata masih ada yang peduli terhadap ke arah mana bangsa ini mau dibawa... kembali ke jati diri dan menjadi diri kita sendiri menurut saya

adalah yang terbaik... tanpa menghujat, tanpa menghina, tanpa menyalahkan... sebagai seorang muslim saya pikir Al Quran adalah pegangan hidup dan sebagai warga negara saya pikir Pancasila sangat layak menjadi pegangan bersama dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara mengingat ke-Bhinneka-an yang ada di negara kita... dan tidak ada satu silapun dari Pancasila kita yang bertentangan dengan Al Quran... salut buat penulis... Jayalah Indonesia

Rabu, 11-02-2009 21:41:52 oleh: rinizlaluw kurang lengkap penjelasannya

Rabu, 11-02-2009 21:43:32 oleh: rinizlaluw plajaran smk klas 3 secepatnya di tunggu yagh

Jumat, 13-02-2009 08:35:27 oleh: diah rahmawati 9f pak sudah terkirim p lum

Rabu, 18-02-2009 09:49:41 oleh: orfinus tonas rahnadi artikelnya bagus...cocok buat bahan referensi gw... ternyata globalisasi ntu emang harus di saring terlebih dulu supaya dapat berguna bagi kehidupan kita sehari-hari...mengenai rasa nasionalisme,hmm...udah seharusnya kita sebagai rakyat RI tetap setia dengan negara kita tercinta ini...I Love MY COUNTRY!!! VIVA INDONESIA...!!!

Kamis, 19-02-2009 17:25:43 oleh: Mediyansyah Taharani Pengaruh negatif globalisasi dari segi ekonomi, tentulah bukan sekadar dari sudut "rasa cinta" pada produk DN, tapi begitu kongkret! Bahwa modal kuat dari Korporasi Multinasional betul-betul bisa melibas dan menelan sumber daya kita. Dan kemudian memeras (menghisap) banyak sumberdaya kekayaan bangsa kita untuk di-alirkan ke pusat-pusat kekuasaan itu (baik negara atau korporasi asing). Kita yang sekarang tergagap, bisa-bisa jadi kuli di negara sendiri (sumberdaya kita menguap ke LN tanpa imbas berarti bagi kesejahteraan rakyat). Dus, perlu strategi untuk memenangkan penguasaan atas aliran kapital global. Tidak cukup sekadar cinta produk DN.

Minggu, 22-02-2009 18:12:26 oleh: Natasia-Heindri....

bagus...juga, tp aq agak sdkt bingung... hehehehe...... >__< tp thanks ya!!

Senin, 23-02-2009 14:27:56 oleh: ngadinah hati hati dengan yang namanya globalisasijika andatidakwaspada akanterseret dengan banyakpengaruhnya

Senin, 23-02-2009 17:01:43 oleh: Indra Kusumayasa Globalisasi sudah bagian dari Rencana-Nya. Ini hanyalah sebuah tahap awal sebuah proses percepatan menjadi sebuah peradaban yang lebih maju. Dalam hal ini suatu wilayah menjadi saling terkait dengan wilayah lain di lintas negara dan Benua. Apapun yang terjadi dalam suatu Negara mampu memberikan imbas langsung pada negara lain tergantung dari derajat keterkaitan hubungan antar negara. Penyempitan Ruang waktu melalui Internet dan Sarana transportasi massal yang makin murah. there's still phase-phase selanjutnya. Setidaknya tidak akan kiamat sampai 500 tahun ke depan.

Rabu, 25-02-2009 10:18:23 oleh: Nasandi Globalisasi = penjajahan model baru yang tidak disadari oleh bangsa yang dijajah atau mau gak mau diterima kalau gak dibikin kacau negaranya seperti Irak. Tidak ada kebaikan dari penjajahan begitu juga globalisasi hanya exploitasi alam dan sumber daya manusianya

Kamis, 26-02-2009 11:11:05 oleh: ira nagara kata global? sudah jadi omongan semua kalangan..ketika kita bicara globalisasi yang teringat adalah sesuatu yang menjadi "besar"..dengan mendengar kata besar automatically tergambar hal-hal yang banyak, jadi campur aduk semua ada di situ...dan kita pun agak kewalahan untuk memilih karena saking bnyaknya yang tercakup didalamnya...nah, pastilah kita memilihdari yang banyak itu sesuai yang kita butuhkna bukan karena "kemaruk" semua mau di ambil dan dinikmati,,,nah penelaahan kebutuhan tentu saja sesuai dengan identifikasi permasalahan kita. kalo boleh urun saran,,,tetapkanlah dan yakinkanlah kebutuhan yang dipilih itu sesuai dengan tatanan dan kemampuan penyerapan kehidupan kita,,tolok ukurnya hanya masing-masing dari orang yang punya kebutuhan tersebut.

Sabtu, 28-02-2009 16:14:43 oleh: Natasia-Heindri.... terima kasih ya.. udah bantu aku bikin tugas pkn makasih....

Sabtu, 28-02-2009 19:46:56 oleh: Ravina Bonita aku suka dengan artikel ini .....

bisa gak di tampilkan tentang pengaruh kebudayaan terhadap kepribadian masyarakat di berbagai daerah . . . . thx . . . . .

Senin, 02-03-2009 17:11:05 oleh: dina maksibanget deh buat inhhhhhni artikel...

Senin, 02-03-2009 17:55:19 oleh: aNggit pandan kirana ha......ha... mkch dah bantuin tgz pkn!!!!!

Selasa, 03-03-2009 09:37:02 oleh: Iwan Cahyo Suryadi Kajian yang menarik. Menurut saya, perlu ada batas pemisah antara nasionalisme dan teori romantisme kebangsaan Umumnya para nasionalis menganggap negara adalah berdasarkan beberapa "kebenaran politik" (political legitimacy). Bersumber dari teori romantisme yaitu "identitas budaya", debat liberalisme yang menganggap kebenaran politik adalah bersumber dari kehendak rakyat, atau gabungan kedua teori itu. Dikutip dari wikipedia, Ikatan nasionalisme tumbuh di tengah masyarakat saat pola pikirnya mulai merosot. Ikatan ini terjadi saat manusia mulai hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu dan tak beranjak dari situ. Saat itu, naluri mempertahankan diri sangat berperan dan mendorong mereka untuk mempertahankan negerinya, tempatnya hidup dan menggantungkan diri. Dari sinilah cikal bakal tubuhnya ikatan ini, yang notabene lemah dan bermutu rendah. Ikatan inipun tampak pula dalam dunia hewan saat ada ancaman pihak asing yang hendak menyerang atau menaklukkan suatu negeri. Namun, bila suasanya aman dari serangan musuh dan musuh itu terusir dari negeri itu, sirnalah kekuatan ini.

Selasa, 03-03-2009 14:22:04 oleh: YORI wawwwwwwwww.....artikelnya buaguzzh buangeth yach,,,,cause tugas pkn aq dapat terselesaikan dengan baik.....aq ucapin thanksss buangeth yahhhhh n semoga tambah sukses aja.....

Rabu, 04-03-2009 19:17:37 oleh: misbachul ulum artikelx bgs sampai2 tugas pkn q terselesaikan dangan baik

Kamis, 05-03-2009 19:42:36 oleh: dhita globalisasi ini memang sangat merugikan bagi masyarakat setempa

Jumat, 06-03-2009 14:12:52 oleh: felita dwinanda putri pengaruh globalisasi membawa dampak negatif dan positif, tentunya kita harus menerima hal yang baik dan untuk kemajuan kita spt dlm bidang transportasi dan komunikasi. kita harus menolak hal yang tidak patut untuk kita terima, spt narkoba, miras, vcd porno, dsb. jadilah contoh yang baik untuk masa depan!!!!!!!!

Sabtu, 07-03-2009 07:51:00 oleh: habel d touselak jaman sekarang kalau berbicara Nasionalisme ya saya kira ya sudah 30% saja yang bicara nasionalisme coba lihat yang di DPR & pemerintah apakah masih ada rasa Nasional Semua berbicara untuk kepentingan diri sendiri dan Kelompok,tanpa memikirkan nasip rakyat yang masih memikirkan Nasionalisme

Rabu, 11-03-2009 19:48:49 oleh: RECHEA SAMPE sebenarnta yg jadi permasalah disini adalah dampak terhadap remaja.sebaiknya qt benar2 hrz membuka mata,hati&pikiran qt mengenai mslh tsb.apakah memang benar permasalah terletak pd remaja? kalo qt lihat secara lbh mendalam,kenapa hanya remaja yg dipersalahkan jika mereka mengikuti budaya2"gak sopan" itu?lalu mana peran serta pemerintah dalam mempertahankan karakter nasional?pengawasan dr orang tua?? ini permasalahn sosial yg harus qt selesaikan secara lbh bijak.

Jumat, 13-03-2009 10:58:14 oleh: Meilani Mkasih banyak ya , ternyata artikel ini sangat membantu saya dan teman2 dalam mengerjakan tugas dari sekolah, isinya tepat banget untuk bahan tugas, sekali lagi makasih ya, gak pa2 kan kalau artikel ini kami cetak dan perbanyak..??

Senin, 16-03-2009 13:15:23 oleh: fahmy muh ramadhan mana gambar globalisasi yg skaligus ada tulisan

Selasa, 17-03-2009 19:45:49 oleh: TRI DARMIYATI Wow, ternyata tulisan saya masih mendapat sambutan komentar. Tak kusangka. Tapi memang membicarakan nasionalisme dan kaitannya dengan globalisasi yang sedang berlangsung ini, tidak akan bisa berhenti. Dua hal ini tidak bisa dipisahkan di era modern ini. Satu hal yang membuat saya menulis tulisan ini adalah keprihatinan terhadap kondisi bangsa. Tapi sekarang, saya cukup senang. Kepedulian terhadap bangsa mulai tumbuh. Bahkan untuk golongan muda yang kini turut meramaikan dunia politik di Indonesia. Prestasi anak muda dalam berbagai kompetesi yang positf juga turut bermunculan. Tapi satu hal yang masih mengganjal, dunia hedonisme tetap merasuk sebagian besar masyarakat. Anyway, rupanya tulisan saya ini cukup membantu teman-teman yang masih duduk di bangku SMA. Buat semua teman-teman SMA yang udah menjadikan tulisan saya sebgai bahan pelajaran, Bagaimana hasilnya?tanggapan guru bgman?satu hal yang saya harapkan, jangan hanya menjadikan tulisan saya hanya sebagai sumber. Tapi saya berharap,tulisan ini juga merasuk ke pikiran teman-teman untuk menumbuhkan kepedulian terhadap bangsa. Tak muluk2lah, mulailah peduli di lingkungan terkecil dulu ok. Ehm saya bukan pak, jadi jgann dipanggil pak kelihatan tua gitu.saya ini mahasiswi yang masih menimba ilmu sama sepreti kalian.17+.(plus bberapa tahun he..he..).komentara yang lain besok yak.. Sebagian komentar akan saya balas. Memang agak lama, saya membalas tak apa kan.

Minggu, 22-03-2009 18:37:45 oleh: rafialdi hanif rafialdi hanif terima kasih telah membuka situs globalisai situs ini telah membantu mengerjakan tugas saya dan situs ini telah menginspirasi dan memotifasi saya

Senin, 23-03-2009 13:01:15 oleh: elyza cilpi saya bukan hendak berkomentar apa apa,,saya hanya ingin mengucapkan terimakasih karena artikul ini sangat berguna sekali buat saya,,sesuai tugas yang saya butuhkan...tengkiu,,arigatou,,bien merci

Selasa, 24-03-2009 20:24:29 oleh: ana makasih bwt org yg dah bkin tulisan Nie About GlobaliSasi,, Coz, bs Nyelesai_in tuGas Q... tHAnkX

Selasa, 31-03-2009 15:43:53 oleh: septa muktamar Globalisasi lebih banyak mudharatnya ya...he.

Selasa, 21-04-2009 19:55:23 oleh: Dwi Nugraha aku cuma mau ucapin makasih buanget.. buat artikelnya sangat membantu untuk tugas yang lagi aku kerjain

Selasa, 28-04-2009 19:21:50 oleh: mehrunnisasalmahanan artikel ini berguna bgt.apalagi untukku anak yang berusia 10 tahun ini baguuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuus bgt lagian besok ujian globalisasi he....he.........

Kamis, 30-04-2009 19:50:31 oleh: Disyacitta Bagus tulisannya! Sangat membantu saya dalam membuat kerya tulis mata kuliah Kewarganegaraan. Saya kembangkan lagi kok. Hehe, semoga saya dapat nilai A, aminnn..

Sabtu, 02-05-2009 14:10:20 oleh: sudi Maisini he he apakah anakmu udah dapat artikel ini saat ujian

Rabu, 06-05-2009 19:11:14 oleh: zefa dhia wankrisa mana dampak positif dan negatifnya? siswi kelas 4

Rabu, 06-05-2009 19:15:11 oleh: zenya seharusnya ada sekolah kejuruan tentang kebudayaan indonesia dri sd sampai perguruan tinggi.

Rabu, 27-05-2009 15:47:23 oleh: dila tkhanz krena brta nie mmbntu quwh dlm tgaz pkn dckul quwh. . .

Senin, 01-06-2009 19:26:14 oleh: adhenk apakah langkah-langkah itu akan berjalan secara efektif sedangkan kita ketahui dizaman sekarng ini para generasi muda khususx sangat ter kontaminasi oleh budaya asing karena setip ada budaya asing yg masuk pasti akan terjadi akulturasi dengan budaya kita?tolong jelaskan

Senin, 08-06-2009 11:44:24 oleh: teguh pace

hanya satu yang membuat kita tetap nasionalisme, jangan lupakan orang tua n guru kita hanya merekalah yang bisa mebimbing kita mana yang baik n buruk, generasi muda sekarang hanya bisa mengatakan bahwa mereka yang pantas memimpin negeri ini, padahal tua dan muda disatukan akan menjadi kekuatan yang dasyat

Selasa, 18-08-2009 00:41:46 oleh: syarifuddin Pengaruh yang sangat penting dalam menumbuhkan rasa nasionalisme adalah keteladanan para pemimpin negara termasuk para mantan pemimpin. keharmonisan hubungan antara pemimpin yang sedang berjalan dengan para mantan pemimpin merupakan cermin dan teladan bagi rakyat.Jika anda mantan pemimpin, kemudian dan di "bekas" istana anda sedang berlangsung upacara nasional, apakah anda lebih memilih pergi ke luar negeri walau memilikialasan atau anda tetap ikut upacara tetapi hanya di kalangan simpatisan anda? Nasionalisme adalah cinta bangsa dan tanah air, Cinta adalah mengalahkan segalanya.

Kamis, 20-08-2009 07:49:14 oleh: San ternyata globalisasi tdk bs di pndang dr satu sisi saja. . .konsep nya berbeda sekali dr artikel ya ku buat . . .globalisasi jg trnyata berpengaruh dlm nilai2 nasionalisme. . thx ya info na

Rabu, 26-08-2009 12:51:36 oleh: Lettisha Darren Putri It's great articel!!! Aku sering mikrin ini... Sebenernya dimana identitas diri bangsa kita?? Khususnya remaaja kayak aku...yang biasanya sekarang udah ga tau lagi mana jari dirinya.. Antisipasinya Insya Allah bisa efektif...

Kamis, 10-09-2009 00:13:16 oleh: Ree-V artikel ini memang membahas globalisasi tidak terlalu mendalam atau terperinci..(baru kulit luarnya saja yg dbahas) tapi it's ok krna dah kasih inspirasi bwt saya utk menyelesaikan tgas dr dosen thanx bgt bwt artikelnyaa

Minggu, 13-09-2009 21:10:59 oleh: chanty be jani buad tugas...

Sabtu, 03-10-2009 21:07:46 oleh: Asepbaden Alhamdulillah, saya lebih banyak syukur karena nabiku Muhammad SAW telah mencontohkan akhlaq yang baik, selain menekankan untuk tetap giat dan pentingnya akan berbagai keilmuan beliau juga selalu mengutamakan akhlaq umat ini. Sholluu Alaih

Rabu, 07-10-2009 00:19:53 oleh: Agnes Globalisasi. hal ini memang menarik perhatian saya sejak mengikuti kuliah pengembang diri yang membahas tentang bagaimana memahami tuntutan dan peranan manusia di era global. saya melihat kita terlalu berlebihan dalam mengikuti arus globalisasi dengan tidak kritis, sehingga hal yang sebenarnya belum mampu kita terapkan terlalu dipaksakan untuk diterapkan. artikel ini baik, namun saya juga sepaham Juswan Setyawan dalam bagaimana ia menanggapi antisipasi yang dibuat penulis artikel ini. masalah dampak negative dari globalisasi ini seharusnya menjadi PR kita bersama, bagaimana dapat meminimalisasi dampak negative dari globalisasi ini. saya setuju kalau kita memang harus lebih kritis menyikapi pengaruh-pengaruh global ini.

Minggu, 08-11-2009 17:19:37 oleh: Devan Aditya Bang, contohnya organisasi ato kelompok yang tidak mendukung pengaruh budaya asing siapa ya?? N boleh minta skalian linknya ttg organisasi ato kelompok itu? trimz

KITA HARUS MENDUKUNG BUDAYA SENDIRI!!!!!!!

Senin, 30-11-2009 11:29:06 oleh: anton Kebudayaan nasional bukan hanya sebagai identitas bangsa tetapi lebih jauh dari itu merupakan tujuanbangsa. Untuk itu mengantisipasi globalisasi yuuk !...dengan keragaman bangsa kita wujudkan kebudayaaan nasional dengan engacu kepada : 1. khas Indoesia 2. Mutu yang tinggi 3. Dapat dibanggakan sebagaian besar warga negara selamat merenung !!!!

Kamis, 10-12-2009 17:45:27 oleh: NyeNyenz thx berat,,, ngebantu bgt,,, smg akan lebih bermanfaat

Jumat, 11-12-2009 11:31:14 oleh: andry artikelnya sgt membantu tugas sy.,.,thnks...

Sabtu, 12-12-2009 18:49:02 oleh: mirhan Tq ya,... artikelnya membantu saya menyelesaikan tugas mata kuliah perspektif global,....

Jumat, 18-12-2009 20:45:59 oleh: Tri darmiyati wah tuisan saya yang ini rupanya masih rame saja dikunjungi. padahal lama tak saya tengok.. membicarakan globalisasi memang tidak ada habisnya. seiring perkembangan zaman dan teknologi... tapi efek globalisasi ini makin kentara saja.. termasuk di pendidikan dengan adanya uu bhp. makanya saat ini diwacanakan pendidikan yang mengindonesia, agar generasi muda akademik yang memilki kepandaiaan bisa menghargai bangsa dengan berjuang memajukan bangsa sendiri ok

Sabtu, 19-12-2009 18:33:50 oleh: winda wati oke saya setuju

Senin, 28-12-2009 11:56:05 oleh: fitriyani artikel ini sangat bagus.. kita sebagai generasi penerus bangsa indonesia harus memiliki rasa nasionalisme yang tinggi, agar budaya indonesia yang tampaknya semakin terlupakan akan tetap terjaga dan lestari.. berjuanglah para penerus bangsa.. agar negara tercinta ini semakin maju ke depannya..

Jumat, 08-01-2010 10:18:37 oleh: Fadhli Dzil Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai-Nilai Nasionalisme???? so... klo menurut ane sih ambil manfaatnya ja dari pengaruh Globalisasi tu...toh ga semua negatif, banyak positifnya.....tergantung bagaimana kita menyikapinya... Assalamuallaikum

Minggu, 10-01-2010 11:42:02 oleh: irma lubis merdeka!!!!!!!!! saya harap tidak ada lagi partai komunis indonesia

Minggu, 10-01-2010 15:54:25 oleh: RIFAIN ...thanks to wikimu..karna memberikan artikel yang sangat bermanfaat....dan menambah wawasan...

Selasa, 12-01-2010 23:50:51 oleh: arinta andayu artikel nya bagus banget, sangat membantu dalam tugas sekolah. yg saya mau tanyakan, tolong jelaskan pengertian : "kemajuan teknologi informasi dan komunikasi mendorong terjadinya globalisasi" saya ingin tau lebih dalam krn akan membuat presentasi ttg hal tsb. thank yoou

Kamis, 14-01-2010 01:43:48 oleh: Murdani HArus kembali ke Moral Pancasila

Jumat, 15-01-2010 11:57:55 oleh: TYAND Ehm jgn gila donk byk bgt ........ kalo bs tentang globalisasi lbih lengkap

Jumat, 15-01-2010 16:43:12 oleh: tri darmiyati okay...kayaknya tulisan ini membantu pelajar buat ngerjain tugas,.. tyand : yang gila apanya?

Minggu, 17-01-2010 19:15:27 oleh: juariah terima kasih banyak. aya merasa sangat terbantu karena saya sbg pelajar sedang endapat tugas pkn dari sekolah.. thx a lot..

Senin, 18-01-2010 19:24:44 oleh: mimi yuni saya ingin tahu apasih contoh" globalisasi: ekonomi,sosial budaya,politik,kesehatan,dan TIK karena ini pr skull ak!

Senin, 25-01-2010 21:44:26 oleh: ramady inilumayan bagus

Rabu, 27-01-2010 23:40:04 oleh: gigih laksono thx for artikel nya.. ngebantu tugas pkn nih.. thx bgt ya...

Selasa, 02-02-2010 16:10:18 oleh: yuyun S megawati Trima kasih atas informasi yang telah saya temukan ini ,ini sangat membantu saya dalam tugas PKN yang sungguh membuat kpl saya pusing ini, sekali lagi saya mengucapkan buanyak-buanyak teriiimakasih !!!!

Rabu, 03-02-2010 12:24:28 oleh: rizka kak gak ada grafikx jdi kurang enak

Rabu, 03-02-2010 15:16:41 oleh: jemz_korn bagus bgt.................no comment d.........

Kamis, 04-02-2010 11:44:22 oleh: faoezan kurniawan baguss,,,,

Jumat, 05-02-2010 12:50:21 oleh: aprilia quenzha tRims......... udh ksx tahu aku tentang globalisasi..........

Sabtu, 06-02-2010 13:07:44 oleh: darlireni spd tolong di jelas kan tentang bk kls 9 mengenai skolah lanjutan...???

Minggu, 07-02-2010 20:44:17 oleh: dio martly kurang nih tp bagus , jadi persiapan negara untuk menghadapi globalisasi gk ada di artikelnya

Minggu, 07-02-2010 21:21:49 oleh: athfy fadhlika shafa terima ksh bnyk bwt informasi'a ... informasi ini penting kalangan para pemuda Indonesia untuk memotivasi agar pengaruh sosial budaya Indonesia tdk hilang oleh arus Globalisasi

Rabu, 10-02-2010 22:35:44 oleh: Tri Rokhmawati KEREN bangeeeeeeeeeeeeeet ! buat tugas besok di skola nih . pengaruh globalisasi juga ga kalo ngerjain tugas dapet search dai internet ? hahahahha thanks banget yaa .

Sabtu, 13-02-2010 09:25:09 oleh: aba sukro siplah kalau begitu okkkkkkkkkkkeeeeeeeeeeee!

Sabtu, 13-02-2010 12:37:10 oleh: RIZKA waah.....artikel ini bgus tpi ada satu kekurangannya yaitu dasar hukum dan grfik tentang perkembangan globalisasi setiap tahunnya.

Minggu, 14-02-2010 11:44:40 oleh: Udin Pengaruh Globalisasi sudah merambah ke hampir semua negara, bahkan jepang juga di khawatirkan dampak globalisasi sudah memepngaruhi generasi mudanya. tapi secara umum tidak terjadi hal negatif besar yang terjadi.hal itu dikarenakan budaya dan mindsetnya sudah kompleks, tidak berfikir sederhana. sehingga punya warga dengan karakter kuat tentang kebaikan. berbeda dengan kita yang masyarakatnya masih banyak yang berfikir sederhana dan pragmatis, ini akibat pemerintahan dulu yang membuat kepala masyarakatnya tidak berkembang. supaya gampang di bodohi dan dipengaruhi.sebenarnya kuncinya ada di pejabat dan pemimpin negara, bila mereka melayani rakyat dengan sepenuh hati, dan rakyat merasa dimanjakan oleh negara oleh fasilitasnya, dijamin rakyat akan selalu setia kepada negaranya.....piiiis

Selasa, 16-02-2010 20:39:13 oleh: okto berman simanjuntak maksh ya............. atas informasinya semoga apa yg anda tahu menjadi lebeh dari itu ok.........

Globalisasi dan Pendidikan

Banyak orang yang mempertanyakan tentang kontradiksi antara pendidikan, globalisasi dan keuntungan. Tak jarang banyak orang beragumentasi bahwa dunia pendidikan adalah untuk anak-anak dan bukan untuk menjadi lahan meraih keuntungan. Pertanyaan yang lebih ektrim adalah, apakah dalam situasi globalisasi masihkan dunia pendidikan tersedia dan menguntungkan kelompok miskin. Kian mahalnya ongkos mengenyam bangku sekolah membuat hanya segelintir anakanak yang mampu mengenyamnya. James Tooley, PhD, seorang dosen kebijakan Pendidikan di Universitas Newcastle, Inggris, dan Direktur E.G. West Center, mencoba mempelajari dan menuangkannya persoalan dunia pendidikan dan globalisasi, dalam suatu buku singkat yang berjudul “Dapatkah Globalisasi Pendidikan Menguntungkan si Miskin?” yang diterbitkan

oleh Friedrich Naumann Stiftung – Indonesia (edisi Indonesia) pada Desember 2005. Peneliti dan penulis yang berpengalaman mengenai peran negara dalam pendidikan, privatisasi, dan kemitraan swasta-publik di Negara-negara berkembang serta akses pendidikan yang lebih baik bagi kaum miskin ini mengatakan bahwa pilihan, kompetisi, dan kewiraswastaan yang bergerak di pasar pendidikan di seluruh dunia telah menumbuhkan kerangka pendidikan yang terbaik, bahkan bagi kaum miskin. Ia memberikan contoh program pendidikan yang dijalankan oleh Oxfam di Lahore, Pakistan, yang mampu menunjukkan bahwa anggapan bahwa sekolah-sekolah swasta melayani kebutuhan sejumlah kecil orang kaya adalah suatu asumsi yang keliru. Persaingan yang terjadi antar sekolah-sekolah swasta tersebut bukan hanya ditataran biaya semata namun juga pada kurikulum sekolah. Sekolah-sekolah swasta tersebut bahkan telah menjangkau wilayah-wilayah kumuh yang semula enggan didatangi oleh sekolah pemerintah, seperti apa yang terjadi di India. Hanya saja, pemerintah acapkali tidak mengakui keberadaan sekolah-sekolah swasta ini. Dalam perkembangannya bahkan banyak orang tua murid yang lebih senang menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta dari pada sekolah pemerintah, meskipun dengan biaya gratis. Seperti yang acapkali ditemukan di India, banyak sekolah-sekolah negeri telah kehilangan kualitas yang signifikan. Bukan saja fasilitas fisik sekolah yang menyedihkan namun juga kualitas mengajar guru yang sangat memprihatinkan. Fenomena seperti ini dapat dibayangkan, jika mengingat besaran subsidi dan kemampuan pemerintah untuk bertahan memberikan subsidi pembangunan kepada sekolah-sekolah negeri. Uraian lebih lengkap mengenai manfaat dan kelebihan dari proses globalisasi dunia pendidikan ini dapat anda baca lebih lengkap dalam buku tersebut, yang dapat anda peroleh dengan menghubungi Friedrich Naumann Stiftung – Indonesia, Jl. Rajasa II No. 7, kebayoran Baru, Jakarta 12110. Tel. 021-7256012/13. Atau email. Jakarta@indonesia.fnst.org
(thamrin)

Versi Cetak

Kirim ke Teman

Nilai Artikel Ini: Rating saat ini: 4 dari 5

Artikel Terkait: The Role of Government in Education 19 Apr 2006 Organisasi Perdagangan Dunia 03 May 2006 Kalender Politik 2004: Tentang Strategi Politik 17 May 2006 The Global Compact 23 May 2006 Globalisasi dan Kebudayaan: Homogenitas, Keberagaman, Identitas, Kebebasan 18 Sep 2006

Download Baru Occasional Paper 18 Sep 2006 Contracting for the Delivery of Education Services 16 Oct 2006 Voucher Pendidikan 09 Nov 2006 Buku Pelajaran Agama dan Kekerasan 12 Dec 2006 Ari Perdana" "Tentang Globalisasi" 23 Dec 2006 djineman rowoh from 125.167.144.208 at 2009-10-15 09:36:50: Inilah sebuah konsekwensi dunia yg semakin golbal dan liberal. Segala sesuatu diukur dengan fropit, untung atau rugi. Ekonomi , politik, budaya, pendidikan 'dileberalkan'. Nilai2 kemanusiaan yg sesungguhnya bersifat universal semakin tergerus dan terdegradasi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->