Bab 3 Tatanama Senyawa Anorganik dan Jenis-Jenis Reaksi Kimia

3.1 Tatanama Senyawa Biner Senyawa biner terdiri dari dua unsur, baik senyawa itu sebagai ion maupun molekul. Aturan tatanama senyawa biner adalah unsur yang lebih bersifat logam dinamai pertama, kemudian dilanjutkan dengan unsur yang kurang bersifat logam. Unsur yang kurang bersifat logam dinamai dengan menambahkan akhiran"-ida" pada akar kata unsur tersebut. Akar kata unsur nonlogam (kurang bersifat logam) ditabelkan berikut ini. Tabel 3.1 Akar kata unsur-unsur yang diturunkan dari nama unsur IIIA B, bor IVA C, karb Si, silik VA N, nitr P, fosf As, arsen Sb, antimon VIA O, oks S, sulf Se, selen Te, telur VIIA H, hidr F, flour Cl, klor Br, brom I, iod

Senyawa biner ionik terdiri dari kation logam dan anion nonlogam. Kation dinamai pertama dan anion dinamai kedua. Tabel 3.2. Senyawa ionik biner Rumus KBr CaCl2 NaH Nama kalium bromida kalsium klorida natrium hidrida Rumus Rb2S Ba3N2 SrO Nama rubium sulfida barium nitrida stronsium oksida

tatanama di atas berlaku untuk senyawa biner yang mengandung logam yang hanya mempunyai satu bilangan oksida. Kebanyakan logam transisi dan logam-logam golongan IIIA (kecuali Al), IVA, dan VA menunjukkan lebih dari satu bilangan oksidasi. Logam-logam tersebut dapat membentuk dua atau lebih senyawa biner dengan unsur nonlogam yang sama. Untuk membedakan semua kemungkinan tatanama, bilangan oksidasi dari logam ditunjukkan dengan angka Romawi dalam tanda kurung yang mengikuti nama logamnya. Metode ini dapat dipakai untuk setiap senyawa biner dari logam dan nonlogam. Tabel 3.3. Tatanama senyawa biner yang mempunyai biloks lebih dari satu menurut aturan IUPAC Rumus Biloks Logam Nama Cu2O CuF2 FeS Fe2O3 +1 +2 +3 +4 tembaga(I) oksida besi(II) sulfida besi(III) oksida Rumus Biloks Logam SnCl2 PbO PbO2 +2 +4 +2 +4 Nama timah(II) klorida timah(IV) klorida timbal(II) oksida timbal(IV) oksida

tembaga(II) fluorida SnCl4

Manfaat tatanama sistem IUPAC adalah jika diketahui rumus senyawa, maka dapat menuliskan namanya secara pasti dan jelas, sebaliknya jika diketahui namanya, maka dapat ditulis rumusnya. Metode tatanama yang lama, masih digunakan tetapi tidak direkomendasikan oleh IUPAC, yaitu

Awalan "pseudo-" berarti "tiruan atau semu". tidak seperti sistem tatanama dengan angka Romawi. manfaat sistem tatanama lama terbatas. Ion amonium. okta. Awalan "mono-" dihilangkan untuk kedua unsur kecuali dalam nama umum untuk CO. Huruf “a” terakhir dalam awalan dihilangkan ketika akar kata nonlogam dimulai dengan huruf "o". heksa. ." Tabel 3. NH4+. kemudian diikuti oleh akar kata khas dari nonlogam dengan akhiran "ida". yang akan bertindak sebagai asam ketika dilarutkan dalam air. Oleh karena itu. seperti "heptoksida". tri. Rumus Biloks Logam Nama CuCl CuCl2 FeO FeBr3 +1 +2 +3 +4 Rumus Biloks Logam +2 +4 +2 +4 Nama stanit fluorida stanat fluorida merkurit klorida merkurat klorida kuprit klorida SnF2 kuprat klorida SnF4 ferit oksida Hg2Cl2 ferat bromida HgCl2 Beberapa senyawa yang mengandung ion poliatom berperilaku seperti anion monoatom. Tabel 3. Sebaliknya. Tatanama senyawa molekul biner. Meskipun banyak nonlogam dapat menunjukkan bilangan oksidasi yang berbeda. Contoh umum untuk anion poliatom adalah ion hidroksida. Larutan aquo diberi nama asam pertama. Tabel 3. penta. awalan Yunani dan Latin untuk satu sampai sepuluh adalah mono. Senyawa yang mengandung ion ini disebut senyawa ion pseudobiner. nona.penggunaan akhiran “it” (ous dalam bahasa Inggris) dan “at” (ic dalam bahasa Inggris) masing-masing untuk menunjukkan bilangan oksidasi yang lebih rendah dan lebih tinggi. dan deka. dan ion sianida.5. Tatanama senyawa biner yang mempunyai biloks lebih dari satu menurut aturan lama. Sistem ini hanya dapat membedakan antara dua bilangan oksidasi yang berbeda untuk logam. hepta. CN-.6.4. tetra. OH-. bukan "heptaoksida. Tatanama senyawa ion pseudobiner Rumus NH4I Ca(CN)2 NaOH Nama amonium iodida kalsium sianida natrium hidroksida Rumus NH4CN Cu(OH)2 Fe(OH)3 Nama amonium sianida tembaga(II) hidroksida atau kuprat hidroksida besi(III) hidroksida atau ferat hidroksida Hampir semua senyawa molekul biner melibatkan dua nonlogam yang terikat bersama. dimana senyawa ini dinamai seolah-olah adalah senyawa biner. karbon monoksida. namun bilangan oksidasi tidak benar ditunjukkan dengan angka Romawi atau akhiran. proporsi unsur dalam senyawa kovalen biner ditunjukkan dengan menggunakan sistem awalan untuk kedua unsur. Senyawa murni ini dinamakan senyawa biner khas. di. Rumus SO2 SO3 N2O4 As4O6 Nama sulfur dioksida Sulfur trioksida dinitrogen tetroksida Rumus Cl2O7 CS2 SF4 Nama dikloro heptoksida karbon disulfida sulfur tetrafluorida sulfur heksafluorida tetraarsenik heksosida SF6 Asam biner adalah senyawa dimana H berterikatan dengan unsur-unsur golongan VIA atau VIIA Kelompok unsur. adalah kation umum yang berperilaku seperti kation logam sederhana.

Akar kata nama unsur yang diikuti oleh akhiran "-it" untuk bilangan oksidasi yang lebih rendah dan akhiran "-at" untuk bilagan oksidasi yang lebih tinggi. Suatu asam terner yang umum dari masing-masing nonlogam adalah (agak berubah-ubah) yang ditunjukkan sebagai asam "-at". HCN(ag) 3. dan (biasanya) sebuah nonlogam. Tatanama asam terner Rumus Biloks H2SO3 HNO2 HBrO2 +4 +3 +3 Nama Asam sulfit Asam nitrit Asam selenit Asam bromit Rumus H2SO4 HNO3 H2SeO4 HBrO3 Biloks Nama +6 +5 +6 +5 Asam sulfat Asam nitrat Asam selenat Asam bromat H2SeO3 +4 Tabel 3.9. Tatanama asam terner umum IIIA +3 H3BO3 asam borat IVA +4 H2CO3 asam karbonat +4 H4SiO4 asam silikat VA +5 HNO3 asam nitrat +5 H3PO4 asam fosfat +5 H3AsO4 asam arsenat 6+ H2SO4 asam sulfat +6 H2SeO4 asam selenat +6 H6TeO6 asam telurat +5 HClO3 asam klorat +5 HBrO3 asam bromat +5 HIO3 asam iodat VIA VIIA Asam terner yang kekurangan satu atom O dari asam “-it” (atau kekurangan dua atom O dari asam .Tabel 3." Bilangan oksidasi dari unsur pusat lebih rendah dari 2 (terhadap asam “it”) maka tetap menggunakan "-at".7.8. oksigen. Rumus HCl HF H2S HCN Nama Senyawa Hidrogen klorida Hidrogen fluorida Hidrogen sulfida Hidrogen sianida Nama larutan aqua asam klorida. Asam yang mengandung satu atom oksigen lebih sedikit per atom pusat diberi nama dengan cara yang sama. Nonlogam yang memiliki lebih dari satu bilangan oksidasi membentuk lebih dari satu asam terner. kecuali bahwa akhiran "-at" diubah menjadi "-it. Nama dan rumus asam itu adalah penting untuk dipelajari karena nama-nama semua asam terner lain dan garamnya berasal dari nama dan rumus tersebut. Asam terner yang umum "asam -at" ditunjukkan pada Tabel 3. Asam terner memiliki perbedaan dalam hal jumlah atom oksigen yang dikandungnya. Tatanama asam biner. HCl(ag) asama fluorida. Asma terner (“-at”) dinamai dengan menempatkan akar kata unsur sebelum akhiran "-at". HF(ag) asam sulfida.9. Asam terner (asamokso) adalah senyawa yang terdiri dari hidrogen.2 tatanama Asam Terner dan Garamnya Senyawa terner terdiri dari tiga unsur. H2S(ag) asam sianida. Tabel 3.

Awalan "per-"dan"hipo-" tetap dipertahankan.dari asam perklorat. Tabel 3.dari asam sulfat.13. HClO4) Besi(III) fosfat (PO43. Tatanama senyawa terner dari asamokso klor Rumus Biloks HClO HClO2 HClO3 HClO4 +1 +3 +5 +7 Nama asam hipoklorit asam klorit asam klorat asam perklorat Garam terner adalah senyawa yang dihasilkan dengan cara menggantikan hidrogen dalam asam terner dengan ion lain. Sementara. dalam garam terner pun kation dinamai pertama. Tatanama senyawa terner dari asam okso hiposemit Rumus HClO H3PO2 HIO H2N2O2 Biloks +1 +1 +1 +1 Nama asam hipoklorit asam hipofosforit asam hipoiodit asam hiponitrit Asam yang kelebihan satu atom oksigen per atom nonlogam pusat dari asam normal “asam -at” dinamai asam “perakarkataat” (perstemat).“at”) dinamai dengan menggunakan awalan “hipo-” dan akhiran “-it”. (SO42. H2SO4) KNO3 LiClO4 FePO4 Kalium nitrat.11.10. tatanama anion didasarkan pada nama asam terner darimana diturunkannya. Tabel 3. Anion diturunkan dari asam terner yang berakhiran"-at". Tatanama senyawa terner dari asam okso persemat Rumus HClO4 HBrO4 HIO4 Biloks +7 +7 +7 Nama asam perklorat asam perbromat asam periodat Asamokso untuk klor dapat diringkas sebagai berikut: Tabel 3. Seperti tatanama senyawa biner. (NO3.dari asam nitrat. Tabel 3.12. Tatanama garam terner Rumus 4 Nama (NH4)2SO Amonium sulfat. Anion yang berasal dari asam "-it” dinamai tetap menggunakan akhiran "-it” .dari asam fosfat. H3PO4) Ca(NO2)2 Kalsium nitrit (NO2. Asam-asam ini kekurangan dua bilangan oksidasi nonlogam pusat terhadap nonlogam pusat dari asam “-it”.dari asam nitrit) . Garam terner biasanya mengandung kation logam atau ion amonium. HNO3) Litium perklorat (ClO4.

masing-masing untuk 1 dan 2 atom hidrogen. Hidrogen dan dihidrogen menunjukkan jumlah atom hidrogen asidik. muatan ion dan nama untuk beberapa ion yang umum.14. Menurut sistem ini. umumnya digunakan metode (yang tidak direkomendasikan oleh IUPAC.-1 MnO4NO2NO3SCN O2S2HSO3SO32HSO4 - -1 -2 -2 -1 -2 -1 Ion kobalt(II) atau ion kobaltit Ion nikel(II) atau ion nikelit Ion timbal(II) atau ion plumbit Ion timah(II) atau ion stanit Ion besi(II) atau ion ferit Ni2+ Pb2+ Sn2+ Fe2+ Ion sulfit Ion hidrogen sulfat atau ion bisulfat . tatanama garam asidik sebagaimana tatanama garam terner.NaClO Natrium hipoklorit (ClO. Rumus.15. HClO) Garam asidik mengandung anion-anion turunan dari asam poliprotik terner dengan satru atau lebih atom hidrogen asidik. tetapi digunakan secara luas dalam komersial) yang melibatkan penggunaan awalan “bi-” yang diletakkan pada nama anion untuk menunjukkan adanya hidrogen asidik. Tatanama garam terner menurut sistem komersial Rumus NaHSO4 NaHSO3 NaHCO3 Nama Natrium hidrogen sulfat Natrium hidrogen sulfit Natrium hidrogen karbonat Rumus KH2PO4 K2HPO4 Nama Kalium dihidrogen fosfat Kalium hidrogen fosfat tatanama yang lama. Kation-kation yang umum Anion-anion yang umum Rumus Muatan Nama Li+ Na+ K + + Rumus FClBr I - Muatan Nama -1 -1 -1 -1 -1 -1 -1 -1 -1 -1 -1 -1 -1 Ion fluorida Ion klorida Ion bromida Ion iodida Ion hidroksida Ion sianida Ion hipoklorit Ion klorit Ion klorat Ion perklorat Ion asetat Ion permanganat Ion nitrit Ion nitrat Ion tiosianat Ion oksida Ion sulfida Ion hidrogen sulfit atau ion bisulfit +1 +1 +1 +1 +1 +2 +2 +2 +2 +2 +2 +2 +2 +2 +2 +2 +2 +2 Ion litium ion natrium Ion kalium Ion amonium NH4 Ag+ OHCNIon magnesium Ion kalsium Ion barium Ion kadmium Ion seng Ion tembaga(II) atau ion kuprat Ion merkuri(I) atau ion merkurit Ion merkuri(II) atau ion merkurat Ion mangan(II) atau ion manganit Mg2+ Ca2+ Ba 2+ 2+ ClOClO2ClO3 ClO4 - Cd Zn2+ Cu2+ Hg22+ Hg2+ Mn Co 2+ 2+ CH3COO. NaHSO4 dinamai natrium bisulfat dan NaHCO3 dinamai natrium bikarbonat. Tabel 3. dengan memasukkan kata “ hidrogen “atau “dihidrogen” setelah nama kation.dari asam hipoklorit. Tabel 3.

reduksi digambarkan sebagai pelepasan oksigen dari suatu senyawa. terjadi kenaikan bilangan oksidasi unsur dari sutau bahan itu. Istilah “oksidasi dan reduksi” sekarang diterpkan jauh lebih luas.3 Klasifikasi Reaksi Kimia A. dan bilangan oksidasinya menurun dari +6 ke 0. 1. Hidrogen teroksidasi dari 0 ke +1. Reaksi Redoks Istilah oksidasi awalnya mengacu pada penggabungan bahan dengan oksigen. . Bilangan oksidasi W WO3(s) + 3H2(g) → W(s) + 3H2O(g) +6 → 0 Tungsten tereduksi. Menurut definisi asli. Pembentukan karat. Fe2O3. Sebagai contoh. Oksidasi adalah suatu kenaikan bilangan oksidasi dan berhubungan dengan kehilangan elektron. Jumlah bilangan oksidasi ditampilkan untuk satu atom dari jenis yang ditunjukkan. tungsten yang digunakan dalam filamen bola lampu pijar dapat dibuat dengan reduksi tungsten(VI) oksida dengan hidrogen pada suhu 1200 °C. reaksi yang melibatkan oksidasi dari suatu bahan ditunjukkan pada sebelah kiri dari setiap persamaan reaksi.Fe3+ Al3+ Cr3+ +3 +3 +3 Ion besi(III) atau ion ferat SO42HCO3CO32CrO42Cr2O72PO43AsO43- -2 -1 -2 -2 -2 -3 -3 Ion sulfat Ion hidrogen karbonat atau ion bikarbonat Ion aluminium Ion kromiumI) atau ion kromat Ion karbonat Ion kromat Ion dikromat Ion fosfat Ion arsenat 3. Bijih oksida direduksi menjadi logamnya. besi(III) oksida 4Fe(s) + 3O2(g) → Fe2O3(s) 2. Reaksi pembakaran C(s) + O2(g) → CO2(g) 2CO(s) + O2(g) → 2CO2(g) C3H8(g) + 5O2(g) → 3CO2 + 4H2O(g) Bilangan oksidasi Fe 0 → +3 Bilangan oksidasi C 0 → +4 +2 → +4 -8/3 → +4 Awalnya. Hasilnya.

ilmu lingkungan. membentuk keadaan yang bergabung sebagai suatu senyawa yang juga memiliki bilangan oksidasi nol. Keterampilan ini diperlukan untuk mempelajari elektrokimia. dan (3) kehilangan elektron. maka reaksinya disebut sebagai reaksi oksidasi-reduksi. Persamaan reaksi di bawah ini menggambarkan contoh reaksi redoks. Reaksi Penggabungan Reaksi dari dua atau lebih substansi yang bergabung untuk membentuk senyawa dinamakan reaksi penggabungan. tidak mengendap dalam transfer elektron. bilangan oksidasi dari atom besi dan karbon meningkat. . sebagai berikut: Fe(s) + 3Cl2(g) → reduktor oksidator FeBr3(aq) reduktor + 3Cl2(g) → oksidator FeCl3(s) FeCl3(aq) + 3Br2(l) Persamaan untuk reaksi redoks dapat juga ditulis sebagai persamaan ionic total dan persamaan ionik bersih. oksidasi dan reduksi selalu terjadi secara simultan dalam reaksi kimia biasa. Untuk singkatnya. Karena oksidasi dan reduksi terjadi secara simultan dalam semua reaksi. Pengeliminasian ion-ion spektro itu membolehkan kita untuk fokus pada oksidator Cl2(g) dan reduktor Br-(aq). (2) penggabungan unsur dan senyawa untuk membentuk senyawa baru tunggal. dan oksidator dan reduktor ditunjukkan juga. Reduktor adalah spesies yang (1) mereduksi bahan lain. Bilangan oksidasi ditunjukkan dibagian atas rumus senyawa. persamaan terakhir di atas dapat juga ditulis sebagai: 2[Fe3+(aq) + 3Br-(aq)] + 3Cl2(g) → 2[Fe3+(aq) + 3Cl-(aq)] + 3Br2(l) Ion-ion spektor. dan menyeimbangkan persamaan oksidasi-reduksi. dan antarkonversi antara energi kimia dan energi listrik. 2Br-(aq) + Cl2(g) → 2Cl-(aq) + Br2(l) B. (2) mengandung atom yang teroksidasi. Reaksi ini melibatkan (1) penggabungan dua unsur untuk membentuk senyawa. oksigen akan tereduksi (bilangan oksidasinya menurun dari nol ke -2. Kita harus dapat mengidentifikasi oksidator dan reduktor. dimana bilangan oksidasi nol. Keterampilan ini juga penting untuk studi biologi. Jadi. 1. Sebagai contoh. Unsur + unsur → senyawa Untuk tipe reaksi kombinasi ini.Reduksi adalah suatu penurunan bilangan oksidasi dan berhubungan dengan perolehan elektron. masing-masing unsur dari keadaan tak bergabung. Oksidator adalah spesies yang (1) mengoksidasi bahan lain. biasanya reaksi tersebut disebut reaksi redoks. kedua atom itu teroksidasi. (2) memngandung atom yang tereduksi. reaksi tipe ini juga merupakan reaksi reduksi oksidasi. Dalam empat persamaan sebelumnya (sebagai contoh oksidasi). Fe3+. biokimia. atau (3) penggabungan dua senyawa untuk membentuk senyawa baru tunggal. Dalam setiap kasus oksigen. Reaksi redoks terjadi di hampir setiap bidang kimia dan biokimia. dan sains material. Oleh karena itu. dan (3) memperoleh elektron. Elektron tidak diciptakan atau dimusnakan dalam reaksi kimia. Elektrokimia melibatkan transfer elektron antara oksidator dan reduktor yang secara fisik terpisah.

5 °C) . bilangan oksidasi unsur dengan bilangan oksidasi yang lebih positif sering berubah. nonlogam yang memiliki bilangan oksidasi lebih tinggi akan terbentuk dari reaksinya dengan nonlogam lain dalam jumlah yang berlebih. X = F. Senyawa + unsur → senyawa Fosfor dengan bilangan oksidasi +3 dalam PCl3 dapat dikonversi menjadi bilangan oksidasi +5 (dalam PCl5) ketika PCl3 bergabung dengan klor. yaitu: Mg(s) + Cl2(g) → MgCl2(s) magnesium klorida (titik leleh 1266 °C) b. maka akan membentuk senyawa kovalen biner. Sebagai contoh. kecuali BeCl2. dengan bilangan oksidasi fosfor adalah +5. yang berwarna putih perak. Logam golongan IA bergabung dengan nonlogam golongan VIIA membentuk senyawa ionik biner. tergantung pada kondisi reaksi. maka akan menghasilkan fosfor pentoksida. natrium. Br. fosfor (golongan VA) yang bergabung dengan klor yang terbatas jumlahnya akan membentuk fosfor triklorida. Reaksinya adalah: 2M(s) + X2(g) → 2(M+X-)(s) M = Li. K. X = F. Na(s) + Cl2(g) → NaCl(s) natrium klorida (titik leleh 801°C) Logam golongan IIA juga bergabung dengan nonlogam golongan VIIA membentuk senyawa biner. Cs. bergabung dengan klor. PCl3(l) + Cl2(g) → PCl5(s) Sepertinya halnya reaksi di atas. nonlogam + nonlogam → senyawa kovalen biner Ketika dua nonlogam bergabung antara satu dengan yang lainnya. dengan bilangan oksidasi fosfor adalah +3. Cl. Senyawa binar yang dibentuk adalah senyawa ionik biner. Sr. I Contoh. Rb. 2.a. Br. dengan rumus umum MX. gas yang berwarna hijau pucat. logam + nonlogam → senyawa ionik biner Kebanyakan logam bereakasi dengan kebanyakan nonlogam untuk membentuk senyawa ionik biner. P4(s) + 10Cl2(g) → 4PCl5(s) (dengan klor berlebih) (terdekomposisi pada 167 °C) Secara umum. membentuk natrium klorida. Dalam reaksi ini. Cl. Persamaan umum reaksi penggabungan adalah: M(s) + X2(g) → MX2(s) M = Be Mg. I Reaksi magnesium dengan klor membentuk magnesium klorida. Ba. sulfur dengan bilangan oksidasi +4 dapat dikonversi menjadi +6 ketika SF4 bereaksi dengan gas fluor. Na. dan BeI2. Ca. SF4(g) + F2(g) → SF6(g) sulfurheksafluorida (titik leleh -50. BeBr2. P4(s) + 6Cl2(g) → 4PCl3(l) (dengan klor terbatas) ((titik leleh -112 °C) Ketikan fosfor bereaksi dengan klor berlebih.

Kalium klorat adalah garam umum yang merupakan sumber oksigen dalam skala kecil di laboratorium. 3. contoh: CaO(s) + H2O(l) → Ca(OH)2(aq) C. CaO(s) + CO2(s) → CaCO3(s) Asam pirosulfat dihasilkan dari sulfur trioksida yang dilarutkan dalam asam sulfat pekat: SO3(g) + H2SO4(l) → H2S2O7(l) Kemudian asam pirosulfat diencerkan dengan air untuk membuat H2SO4: H2S2O7(l) + H2O(l) → H2SO4(l) Oksida-oksida dari logam golongan IA dan IIA bereaksi dengan air untuk membentuk logam hidroksida. Reaksi Dekomposisi 1. terdekomposisi ketika dipanaskan. HgO. panas 2KClO3(s) → 2KCl(s) + 3O2(g) MnO2 Garam nitrat dari logam alkali dan alkali tanah terdekomposisi menjadi logam nitrat dan gas oksigen . Senyawa + senyawa → senyawa Contoh reaksinya adalah penggabungan kalsium oksida dengan karbon dioksida untuk menghasilkan kalsium karbonat. seperti merkuri(II) oksida. Beberapa logam oksida. terdekomposisi pada pemanasan untuk menghasilkan oksigen. seperti H2SO4. ditambahkan untuk menaikkan konduktivitas air dan laju reaksi. menghasilkan logam klorida dan oksigen. Senyawa yang mengionisasi. panas HgO(s) → Hg(l) + O2(g) 2. Senyawa → senyawa + unsur Logam alkali klorat. tetapi tidak mengendapt dalam reaksi: elektrolisis 2H2O(l) → 2H2(g) + O2(g) Sejumlah kecil oksigen dapat diperoleh dengan cara dekomposisi termal dari senyawa yang mengandung oksigen. seperti KClO3. senyawa ---> unsur + unsur Elektrolisis air menghasilkan dua unsur melalui reaksi dekomposisi.Reaksi penggabungan di atas juga merupakan reaksi reduksi oksidasi.

yang dipres dalam bentuk lembaran-lembaran digunakan sebagai material pengisolasi termal dalam dinding oven. MgO. Reaksi pergantian selalu merupakan reaksi redoks. yaitu Na. maka padatan tersebut akan terdekomposisi membentuk logam oksida dan uap air.16. Garam amonium akan melepasakan amonia ketika dipanasakan. atau dikromat). yaitu logam oksida dan karbon dioksida: CaCO3(s) → CaO(s) + CO2(g) Reaksi di atas merupakan reaksi yang penting dalam industri produksi semen. panas (NH4)2SO4(s) → NH3(g) + H2SO4(l) Jika garam amonium mengandung satu anion dari pengoksidasi kuat. Dalam Tabel 3. Sementara. Ketika beberapa padatan hidroksida dipanaskan. seperti nitrat. Senyawa → senyawa + senyawa Dekomposisi termal dari kalsium karbonat (batu kapur) dan karbonat lainnya akan menghasilkan dua senyawa. logam paling aktif berada pada bagian teratas dalam kolom pertama. Logam yang lebih mudah mengalami oksidasi dikatakan sebagai logam yang lebih aktif. maka dekomposisinya menghasilkan satu oksida . Logam pada bagian bawah lebih mudah dikonversi dari bentuk teroksidasi ke bentuk tereduksi. dan gas nitrogen. Kalsium oksida juga digunakan sebagai basa dalam proses industri. terdekompisisi menjadi air dan oksigen. Logam yang lebih aktif dapat mengantikan logam yang kurang aktif atau hidrogen dari senyawanya (dalam larutan aquo) untuk menghasilkan bentuk teroksidasi dari logam lebih aktif dan bentuk tereduksi (logam bebas) dari logam kurang aktif atau hidrogen. H2O2. dan logam teraktif kedua adalah K. panas (NH4)2Cr2O7(s) → Cr2O3(s) + H2O(l) + N2(g) D. . unsur pada bagian bawah (dalam tabel 3. 2H2O2(l) → 2H2O(l) + O2(g) 3. kemudian disusul oleh logam-logam lain yang keraktifannya semakin menurun dari atas ke bawah.16) cenderung bereaksi untuk menghasilkan bentuk tereduksi. Reaksinya juga merupakan reaksi redoks.2NaNO3(s) → 2NaNO2(s) + O2(g) Hidrogen peroksida. Reaksi Pergantian Reaksi dimana satu unsur dari suatu senyawa digantikan oleh unsur lain dinamakan reaksi pergantian. air (sebagai uap pada reaksi redoks temperatur tinggi). nitrit. Logam pada bagian atas cenderung bereaksi untuk menghasilkan bentuk teroksidasi (kation). panas Mg(OH)2(s) → MgO(s) + H2O(l) Magnesium oksida.

Larutan biru itu menjadi tak berwarna sebagai logam tembaga yang turun ke bagian bawah tabung.Tabel 3. Hg2+ Ag+ Pt2+. Pb4+ H+ Sb3+ Cu+. Fe3+ Cd2+ Co2+ Ni2+ Sn2+. Cu2+ Hg22+. dan persamaan ion bersih reaksi! Solusi: Logam seng dan tembaga tidak terionisasi ketika kontak dengan H2O. Sepotong logam seng dimasukkan ke dalam larutan tembaga II. Tuliskan persamaan satuan rumus. Larutan yang dihasilkan mengandung seng sulfat. CuSO4 dan ZnSO4 adalah garam yang larut. Sn4+ Pb2+. Zn(s) + CuSO4(aq) → Cu(s) + ZnSO4(aq) Zn(s) + [Cu2+(aq) + SO42-(aq)] → Cu(s) + [Zn2+(aq) + SO42-(aq)] . persamaan ion total. Deret kereaktifan logam Unsur Menggantikan hidrogen dari asam nonpengoksidasi Menganntikan hidrogen dari uap air Mengantikan hidrogen dari air dingin Li K Ca Na Mg Al Mn Zn Cr Fe Cd Co Ni Sn Pb H Sb Cu Hg Ag Pt Au Bentuk Tereduksi Bentuk teroksidasi secara umum secara umum Li K Ca Na Mg Al Mn Zn Cr Fe Cd Co Ni Sn Pb H Sb Cu Hg Ag Pt Au Li+ K+ Ca2+ Na+ Mg2+ Al3+ Mn2+ Zn2+ Cr3+. ZnSO4. CuSO4. Pt4+ Au+. Cr6+ Fe2+ . dan keduanya ditulis dalam bentuk ion.16.Au3+ 1. [logam lebih aktif + garam dari logam kurang aktif] ---> [logam kurang aktif + garam dari logam lebih aktif Contoh soal.

seng. ketika seng dilarutkan dalam H2SO4. logam Cu dan Ag (berada di bawah hidrogen) tidak dapat mengganti hidrogen dari asam nonpengoksidasi.Zn(s) + Cu2+(aq) → Cu(s) + Zn2+(aq) Dalam reaksi pergantian di atas. Ag Solusi: Dalam tabel 3. Persamaan satuan rumus untuk reaksi ini adalah: Zn(s) + H2SO4(aq) → ZnSO4(aq) + H2(g) asam kuat garam yang larut Asam sulfat (dalam larutan yang sangat terbatas) dan seng sulfat berlebih secara khusus sebagai ionion.16 (deret keaktifan logam). maka akan menghasilkan seng sulfat dan gelembung gas H2. dan membentuk aluminium klorida. ionik total. Reaksi kalium (atau logam lain) dari golongan IA) dengan air adalah juga reaksi pergantian: 2K(s) + 2H2O (l) → 2[K+(aq) + OH-(aq)] + H2(g) . menggantikan ion logam yang kurang aktif. sehingga persamaan ion total adalah: Zn(s) + [2H+(aq) + SO42+(aq)] → [Zn2+(aq) + SO42+(aq)] + H2(g) Pengeliminasian ion-ion spektator dari persamaan ionik total akan menghasilkan persamaan ion bersih: Zn(s) + 2H+(aq) → Zn2+(aq) + H2(g) Dalam tabel 3. seperti HCl dan H2SO4. dan ionik bersih! Al. Reaksinya: 2Al(s) + 6HCl(aq) → 3H2(g) + 2AlCl3(aq) 2Al(s) + 6[H+(aq) + Cl-(aq)] → 3H2(g) + 2[Al3+(aq) + 3Cl-(aq)] 2Al(s) + 6H+(aq) → 3H2(g) + 2Al3+(aq) Logam yang sangat reaktif bahkan dapat mengganti hidrogen dari air. Aluminium (berada di atas hidrogen) dalah logam lebih aktif yang dapat mengganti hidrogen dan Hcl. logam yang lebih aktif. Cu. HNO3 akan bereaksi dengan logam lebih aktif untuk menghasilkan oksida nitrogen. Contohnya. maka logam akan melarut untuk menghasilkan hidrogen dan satu garam. HNO3 adalah asam pengoksidasi umum.16. seperti HCl dan H2SO4. dari larutan aquo. bukan hidrogen. Contoh soal: Manakah logam di bawah ini yang dapat mengganti hidrogen dari larutan asam klorida? Tuliskan persaman-persamaan reaksi dari satuan rumus. H2. ketika semua logam yang berada di atas hidrogen dalam deret ini ditambahkan ke dalam larutan asam nonpengoksidasi. tembaga. 2. [logam lebih aktif + asan nonpengoksida] → [hidrogen + garam dari asam] Metode umum untuk membuat sejumlah kecil hidrogen melibatkan reaksi logam lebih aktif dengan asam nonpengoksida.

. maka ion iodida diganti oleh brom untuk membentuk iod dan ion bromida. I2. NaBr).Reaksi dari logam yang sangat aktif dari golongan IA adalah berbahaya karena dapat membangkitkan panas yang cukup untuk meenyebabkan ledakan dari hidrogen (Gambar 3. seperti natrium bromida. ketiak brom ditambakan dalam larutan yang mengandung ion iodida. Untuk contoh. a) Brom. Kalium bereaksi dengan air.1. Dalam gambar ini. maka klor mengganti ion bromida untuk membentuk brom dan ion klorida (sebagai natrium klorida aquo): Cl2(g) + 2[Na+(aq) + Br-(aq)] → 2[Na+(aq) + Cl-(aq)] + Br2(l) Dengan cara yang sama. b) Br2 mengganti I. dalam air (orange pucat) dituang dalam larutan aquo dari NaI.) Gambar 3.. Br2. Br2(l) + 2[Na+(aq) + I -(aq)] → 2[Na+(aq) + Br-(aq)] + I2(s) Gambar 3. I2 melarut dalam air menghasilkan larutan coklat (lapisan bawah yah yang ungu) .dari larutan dan membentuk iod padat.2.. ketika klor digelembungkan melalui larutan yang mengandung ion bromida (diturunkan dari garam ionik larut. ruangan dalam keadaan gelap. dan semua cahaya yang terlihat dihasilkan oleh dropping sepotong kecil kalium dalam beaker air. Banyak nonlogam mengganti nonlogam kurang aktif dari penggabungan dengan logam atau kation lain.

baik (a) maupun (c) tidak dapat bereaksi. Kita lihat (a) Br berada di atas I. Sebagai contoh. Persamaan reaksi metatesis secara umum digambarkan sebagai: AX + BY → AY + BX dimana A dan B adalah ion-ion posotif. Pemindahan ion-ion dapat terjadi dalam tiga cara. Oleh karena itu. suatu halogan tidak dapat mengganti anggota halogen yang lebih reaktif (lebih ringan) dari garamnya. ion-ion positif dan ion-ion negatif muncul “mengganti pasangannya” untuk membentuk dua senyawa baru. sehingga dapat (b) dapat bereaksi: reaksinya adalah: Cl2(g) + 2NaI(aq) → I2(s) + 2NaCl(aq) Cl2(g) + 2[Na+(aq) + I-(aq)] → I2(s) + 2[Na+(aq) + Cl-(aq)] Cl2(g) + 2I-(aq) → I2(s) + 2Cl-(aq) E. maka dihasilkan perak klorida padat dan natrium nitrat yang larut dalam air. ketika kita mencampur larutan perak nitrat dan natrium klorida. Reaksi semacam ini dinamakan reaksi metatesis. dengan orde keaktifan yang semakin menurun menurut: F2 > Cl2 > Br2 >I2 Sebalikanya. AgNO3(aq) + NaCl(aq) → AgCl(s) + NaNO3(aq) Reaksi metatesis adalah hasil dari pemindahan ion-ion dalam larutan. Reaksi Matatesis Kebanyakan reaksi antara dua senyawa dalam larutan aquo. sementara X dan Y adalah ion-ion negatif. .Masing-masing halogen akan menganti halogen yang kurang aktif (lebih berat) dari garam binernya. dengan tidak merubah bilangan oksidasi. ionik total. dan (c) Cl berada di atas Br dalam tabel periodik. Contoh: I2(s) + 2F-→ tak bereaksi Contoh soal: Manakah reaksi di bawah ini yang menghasilkan reaksi dalam reaksi pergantian? Tuliskan persamaan-persamaan reaksi dari satuan rumus. Pemindahan ion-ion ini dapat dibayangkan dari gaya gerak agar reaksi terjadi. dan ionik bersih untuk reaksi yang terjadi! (a) I2(s) + NaBr(aq) → (b) Cl2(g) + NaI(aq) → (c) Br2(l) + NaCl(aq) → Solusi: Keaktifan halogen menurun dari atas ke bawah dalam tabel periodik. I berada di bawah Cl.

Na+. Mari kita lihat reaksi asam klorida. dengan natrium hidroksida aquo. dan anion dari asam. itu adalah garam natrium klorida. NH3. H+(aq) + OH-(aq) → H2O(l) Contoh soal: Reaksi netralisasi. Pembentukan gas (yang terlibat dari larutan) 1. Reaksi semacam ini dinamakan rekasi netralisasi karena sifat khas dari asam dan basa yang ternetralisasi. Sebagai contoh. NaCl. dibutuhkan untuk mendukung kehidupan di Amerika per tahun. HCl(aq). dan anion asam. Ca2+(aq). ekitar 350 poud asam sulfat. Garam itu mengandung kation dari basa. Banyak asam dan basa merupakan senyawa esensial dalam sosial industri. HCl adalah asam kuat dan NaOH adalah basa kuat. Pembentukan molekul nonterionisasi secara dominan (lemah dan nonelektrolit) dalam larutan. sehingga persamaan reaksinya dapat ditulis: 2HI(aq) + Ca(OH)2(aq) → 2H2O(l) + CaI2(aq) [H+(aq) + I-(aq)] + [Ca2+(aq) + 2OH-(aq)] → 2H2O(l) + [Ca2+(aq) + 2I-(aq)] Ion-ion spektator dapat dieliminasi. yaitu: 1. 2. Cl-. CaI2 adalah garam larut.yang dapat digunakan untuk mengklasifikasi tiga tipe reaksi metatesis. gaya gerak adalah penggabungan H+(aq) dari asam dan OH(aq) dari basa (atau basa tambah air) untuk membentuk molekul air. dan sekitar 135 pound ammonia. sebagai endapan (yang terpisah dari larutan) 3. Hasil reaksi asam dan basa. dan ionik bersih! Solusi: Reaksi di atas adalah reaksi netralisasi asam basa. NaCl adalah garam larut HCl(aq) + NaOH(aq) → H2O(l) + NaCl(aq) [H+(aq) + Cl-(aq)] + [Na+(aq) + OH-(aq)] → H2O(l) + [Na+(aq) + Cl-(aq)] H+(aq) + OH-(aq) → H2O(l) Persamaan reaksi ionik bersih untuk semua reaksi asam kuat dengan basa kuat membentuk garam larut dan air. Pembentukan padatan tak larut. H2SO4. prediksikan produk reaksi antara HI(aq) dan Ca(OH)2! Tuliskan persamaan-persamaan reaksi dari satuan rumus. NaOH. serta CaI2 adalah garam larut. Reaksi asam dengan logam hidroksida menghasilkan garam dan air. I-(aq). ionik total. sehingga persamaan reaskinya menjadi: 2H+(aq) + 2OH-(aq) → 2H2O(l) . Dalam hampir semua reaksi netralisasi. Reaksi Asam Basa (Netralisasi): Pembentukan Nonelektrolit Reaksi asam basa merupakan jenis reski kimia yang sangat penting. HI adalah asam kuat dan Ca(OH)2 adalah basa kuat. contoh umum adalah produk nonelektrolit dari air. produk reaksi adalah air dan garam yang mengandung kation basa. Kebanyakan reaksi asam basa terjadi di alam dalam tumbuhan dan binatang.

Persamaan reaksinya adalah Pb(NO3)2(aq) + K2CrO4(aq) → PbCrO4(s) + 2KNO3(aq) [Pb2+(aq) + 2NO3-(aq)] + [2K+(aq) + CrO42-(aq)→ PbCrO4(s) + 2[K+(aq) + NO3-(aq)] [Pb2+(aq) + CrO42-(aq)→ PbCrO4(s) . yang memindahkan ion-ion dari larutan dengan pembentukan endapan. KOH adalah basa kuat dan CH3COOK adalah garam larut. dan kalium kromat (gambar 3. .Reaksi di atas dibagi 2. timbal(II) nitrat. garam ionik yamg larut. 2. Contoh soal: Tulislah persamaan-persamaan reaksi satuan rumus. CH3COOH adalah asam lemah. Ca(PO3)4 terdeposit dalam sususan geometri yang benar. Produk lain dari reaksi ini adalah KNO3. ). Contoh reaksi pengendapan adalah pembentukan timbal(II) kromat yang berwarna kuning terang ketika dicampur larutan dari senyawa ionik larut. endapan terbentuk dan kemudian menempati di luar dari larutan.menggambarkan ionnya. tetapi ada perbedaan signifikan dalam persamaan reaksi setimbang karena asam hanya terionisasi sedikit. sehingga kedua bentuk ionik dapat ditulis: CH3COOH(aq) + KOH(aq) → H2O(l) + CH3COOK(aq) CH3COOH(aq) + [K+(aq) + OH-(aq)] → H2O(l) + [K+(aq) + CH3COO-(aq)] Ion-ion spektator dapat dieliminasi. Reaksi Pengendapan Dalam reaksi pengendapan padatan tak larut. sehingga persamaan reaskinya menjadi: CH3COOH(aq) + OH-(aq) → H2O(l) + CH3COO-(aq) Reaksi asama monoprotik lemah dengan basa kuat akan dapat membentuk garam larut yang dapat digambarkan persamaan reaksi umumnya sebagai berikut: HA(aq) + OH-(aq) → H2O(l) + A-(aq) dimana HA mengambarkan asam lemah. sehingga dapat ditulis sebagai satuan rumus. dan ionik bersih untuk reaksi asam asetat dengan kalium hidroksida! Solusi: Reaksi netralisasi melibatkan logam hidroksida menghasilkan garam dan air. menghasilkan: H+(aq) + OH-(aq) → H2O(l) Reaksi antara asam lemah dengan basa kuat juga menghasilkan garam dan air. dan A. Gigi dan tulang kita terbentuk oleh reaksi pengendapan yang lambat. Gaya gerak untuk reaksi ini adalah tarik-menarik yang kuat antara kation dan anion. ionik total. dimana kalsium fisfat.

tidak ada endapan yang terbentuk dalam larutan . Mari kita mencari pasangan ion yang dapat membentuk senyawa tak larut! Penggabungan ion Ca2+ dan ion CO32membentuk CaCO3 tak larut. Kita dapat menggunakan petunjuk kebolehlarutan untuk menentukan apa saja produk yang mungkin yang tidak larut. Reaksi pengendapan lain yang penting adalah melibatkan pembentukan karbonat tak larut.Gambar 3. Persamaan reaksinya sebagai berikut: Na2CO3(aq) + CaCl2(aq) → CaCO3(s) + 2NaCl(aq) [2Na+(aq) + CO3-(aq)] + [Ca2+(aq) + 2Cl-(aq)→ CaCO3(s) + 2[Na+(aq) + Cl-(aq)] CO3-(aq)] + Ca2+(aq) → CaCO3(s) Contoh soal: Apakah akan terbentuk endapan ketika larutan aquo dari Ca(NO3)2 dan NaCl dicampur dengan konsentrasi yang masuk akal? Tuliskan persamaan reaksinya! Solusi: Ca(NO3)2 dan NaCl adalah senyawa yang larut. Pada saat pencampuran. Deposit batu kapur kebanyakan mengandung kalsium karbonat. Larutan yang dihasilkan mengandung ion-ion K+ dan NO3yang merupakan ion dari KNO3. Na2CO3. meskipun banyak juga mengandung magnesium karbonat.3. larutan yang dihasilkan mengandung empat ion. NO3-(aq). Mari kita selidiki campuran larutan aquo dari natrium karbonat. CaCl2! Na2CO3 dan CaCl2 adalah senyawa ionik yang larut. MgCO3. Cl-(aq). maka senyawa kuning PbCrO4 terbentuk. yaitu Na+(aq). Cl-(aq). Berdasarkan petunjuk kebolehlarutan bahwa CaCl2 dan NaNO3 tak larut. Reaksi pengendapan. Ca2+(aq) Penggabungan ion-ion itu akan menghasilkan CaCl2 dan NaNO3. Pada saat pencampuran. yaitu: Na+(aq). larutan yang dihasilkan akan mengandung empat ion. CO32-(aq).tidak dapat membentuk senyawa yang tak larut. dalam jumlah yang signifikan. Ca2+(aq) Satu pasang ion Na+ dan Cl. Ketika larutan K2CrO4 ditambahkan ke larutan aquo Pb(NO3)2. CaCO3. Oleh karena itu. dan kalsium klorida.

ketika sama klorida ditambahkan kalsium karbonat padat. Reaksi Pembentukan Gas Pembentukan gas tak larut atau agak larut memberikan suatu gaya gerak terhadap reaksi tipe ketiga. Sementara. SO2(g). Kapur papan tulis hitam adalah umumnya sebagai CaCO3. maka reaksi yang terjadi adalah asam karbonat (asam lemah) sebagai produk reaksi. Pengaruh bersih yang timbul adalah pengkonversian jenis ion tertentu menjadi molekul nonterionisasi dari gas (CO2) dan air. 2HCl(aq) +CaCO3(s) → CO2(g) + H2O(l) + CaCl2(aq) Gambar 3. yang dikenal sebagai reaksi pembentukan gas. Garam-garam yang mengandung ion sulfit. dan ionik bersih! 3. yaitu reaksi metatesis. 2HCl(aq) + CaCO3(s) → H2CO3(aq) + CaCl2(aq) 2[H+(aq) + Cl-(aq)] + CaCO3(s) → H2CO3(aq) + [Ca2+(aq) + 2Cl-(aq)] 2H+(aq) + CaCO3(s) → H2CO3(aq) + Ca2+(aq) Panas yang dihasilkan pada reaksi di atas menyebabkan dekomposisi termal H2CO3 menjadi gas CO2 dan air.4. ionik total. dan reaksi terus berlangsung hingga sempurna (dengan respek terhadap pereaksi pembatas). . H2CO3(aq) → CO2(g) + H2O(l) Kebanyakan gelembung CO2 keluar. SO32-. Gas umum yang sangat larut dalam air hanyalah HCl(g) dan NH3(g). semua gas lainnya cukup tak larut sebagai gaya yang mendorong suatu reaksi agar berlanjut jika gas-gas itu terbentuk sebagai produk reaksi. Sebagai contoh.ini. Gelembung-gelembung CO2 tampak jelas terlihat ketika CaCO3 dari kapur bereaksi dengan HCl. bereaksi dengan asam dengan cara yang sama untuk membentuk gas sulfur dioksida. Pertanyaan: Akankah terbentuk endapan ketika larutan aquo dari CaCl2 dan K3PO4 dicampur dengan konsentrasi yang masuk akal? Tuliskan persamaan-persamaan reaksi setimbang dari satuan rumus.

Kelarutan yang rendah dari H2S dalam air membantu reaksi terus berlanjut. H2S.SO32-(aq) + 2H+(aq) → SO2(g) + H2O(l) Kebanyakan garam sulfida bereaksi dengan asam untuk membentuk gas hidrogen sulfida. MnS(s) + 2HCl(aq) → MnCl2(aq) + H2S(g) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful