P. 1
kepercayaan merek

kepercayaan merek

|Views: 334|Likes:
Published by suckproject

More info:

Published by: suckproject on Mar 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/11/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Masalah Merek adalah nama, istilah, tanda, simbol, atau rancangan, kombinasi dari hal-hal tersebut, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasikan barang atau jasa seseorang atau sekelompok penjual untuk membedakannya dari pesaingnya (Kotler, 2003:575). Dalam situasi persaingan yang semakin ketat, peran merek akan menjadi semakin penting. Seorang produsen tidak hanya cukup menawarkan produk berkualitas tinggi untuk merebut konsumen, melainkan juga perlu meningkatkan kekuatan mereknya di pasar. Salah satu strategi yang digunakan oleh perusahaan untuk menawarkan merek produk, menarik minat konsumen terhadap merek produk dan mencuri kesadaran konsumen atas produk atau jasa tersebut adalah melalui iklan. Fungsi iklan selain promosi juga berfungsi menginformasikan suatu produk atau jasa dan sebagai media mengingatkan konsumen terhadap suatu merek produk atau jasa. Fenomena dewasa ini menunjukkan konsumen terlalu banyak disuguhi iklan. Seperti terlihat dari berbagai teknik periklanan televisi dengan tingkat eksposur, iklan memberikan image tersendiri bagi konsumen, sehingga menumbuhkan sikap terhadap iklan, merek, dan lain-lain. Sikap terhadap iklan mempengaruhi sikap terhadap merek yang kemudian mempengaruhi pilihan merek. Pembentuk sikap terhadap merek menurut Belch and Belch (2004:158) dipengaruhi secara langsung oleh persepsi konsumen terhadap produk atau pesan. Sikap terhadap merek yaitu

Universitas Sumatera Utara

merupakan pernyaataan mental yang menilai positi atau negatif, bagus atau tidak, suka atau tidak suka suatu produk (Assael, 2001 : 82). Banyak konsumen atau audience yang tidak terlalu menyukai iklan atau menghindari iklan. Ini dapat dibuktikan berdasarkan sebuah survey yang dilakukan oleh LOWE (sebuah lembaga penelitian) Indonesia yang menunjukkan bahwa sebanyak 53% pemirsa televisi di Indonesia mengganti saluran begitu televisi memasuki tayangan iklan (Tempo, 2005). Situasi ini sangat tidak diharapkan oleh perusahaan-perusahaan pengiklan yang selama ini mengandalkan iklan televisi untuk mempromosikan produknya. Ini dapat mengakibatkan berkurangnya minat dan kesadaran konsumen atas merek. Oleh karena itu perusahaan pengiklan mulai melirik cara-cara lain dalam mempromosikan produknya di luar iklan televisi tradisional, salah satunya adalah melalui Product Placement. Product placement merupakan suatu strategi yang dilakukan oleh banyak perusahaan pengiklan untuk menampilkan produknya dengan kesan bahwa keberadaan produk tersebut seolah- olah menjadi bagian dari cerita film dan acara televise (Belch, 2004: 450). Pengertian lain Product Placement adalah sebuah aktivitas komunikasi pemasaran dengan mempromosikan sebuah merek melalui film, program-program TV, dan berbagai media entertainment lainnya. Tujuan dari Product Placement ini adalah untuk menangkap “exposure” para penonton sehingga merek tersebut secara sengaja mendapatkan perhatian dari penontonnya. Product Placement tersebut terjadi karena adanya permasalahan yang dihadapi iklan tersebut, salah satu alasannya adalah product placement mampu mengatasi

Universitas Sumatera Utara

Mobil Buick dan kulkas General Electric banyak digunakan sebagai property pada film-film Warner Bros di tahun 1920 hingga 1930 an. Oleh karena itu. Tingginya kegiatan product placement dalam komunikasi merek produk industri mengindikasikan bahwa pengiklan menggunakan teknik di dalam mempengaruhi sikap konsumen terhadap sebuah merek (Avery and Ferraro. pada filmfilm bisu di tahun 1890an. Product placement memberi pemasar cara-cara alternatif untuk mengekpos merek produknya melalui suatu medium untuk menerimanya. 2007:286). karena tampil sebagai bagian dari acara televisi tersebut. Secara umum konsep ini hampir disebut mirip dengan strategi sponsorship. Jadi Product placement di Amerika bukanlah suatu hal yang baru. 2000). Product placement bukan suatu hal yang asing lagi dalam dunia pemasaran. kini semakin banyak perusahaan yang mengiklankan produknya melalui product placement. Universitas Sumatera Utara . yang sekarang dikenal sebagai Unilever. karena pesan yang ingin disampaikan lebih efektif dan langsung mengenai target audience yang diharapkan (Graw dan Hill. namun hal yang membedakan adalah bahwa keberadaan product placement tidak menyebutkan kata ‘sponsor’ dalam tampilan film atau acara televisi yang diikutinya. 2007:284). Product placement dipelopori oleh Lumiere bersaudara yang menampilkan produk bermerek Lever Bros.zipping (audience mempercepat bagian iklan ketika menyaksikan tayangan ulang film atau acara televisi dalam rekaman video) dan zapping (audience mengganti saluran televisi untuk menghindari iklan) (Graw dan Hill. Product placement kini telah tersebar dan muncul hampir di setiap film dan program televisi.

dalam film D’Bijis. Produk – produk yang ditampilkan adalah biskuit Malkis Roma. Momogi. yaitu siaran berita ” Apa Kabar Indonesia “ yang ditayangkan di TV One. testimoni mengenai sebuah produk yang dibawakan oleh selebritis yang beritanya ditayangkan dalam acara Insert (TransTV) yang menunjukkan seolah-olah selebritis menggunakan produk tersebut. Product Placement juga tak luput dari siaran berita. Tango. Mi Seedap. Produk ini ditempatkan diatas meja presenter dan di munculkan di TV flash acara ini. Universitas Sumatera Utara .produk seperti Ritz mesis coklat. dan harian kompas serta beberapa nama seperti Samsung. Contoh yang lain adalah product placement yang ada pada program Take Me Out Indonesia (Indosiar).Produk. Misalnya. Kacang Kayaking dalam acara TV Indonesian idol (RCTI) serta Tolak Angin Tolak Angin Flu dan Pop Mie dalam acara TV Mamamia Show (Indosiar). testimoni produk yang dibawakan oleh para kontestan dan pembawa acaranya. Kopi Enak. Di Indonesia. Lucky Strike. perkembangan penggunaan product placement sudah semakin sering terjadi. Product placement juga banyak dijumpai dalam program ajang pencari bakat yang ditayangkan sejumlah stasiun televisi contohnya program Indonesian idol 2007 dan Mamamia Show 2007 yang menampilkan beberapa produk yaitu Wafer. yang pada beberapa scene secara gamblang memperlihatkan beberapa produk seperti Class Mild atau Gery Chocolate sebagai latar pada beberapa scene. KFC. dan acara sulap Cinta (Juga) Kuya yang menampilkan So Good. Dalam film “Mengejar Mas-Mas” menampilkan produk.produk telah ditempatkan secara strategis dalam sebuah film dari seabad yang lalu.

Penelitian ini menggunakan acara televisi Take Me Out Indonesia sebagai media yang dijadikan contoh studi kasus untuk mengaplikasikan product placement pada acara televisi. secara khusus peneliti membatasi penelitian ini hanya untuk meneliti pengaruh product placement terhadap sikap audience atas merek dalam acara televisi saja.30 WIB dipandu oleh Host yang dijuluki The Heartrob. setiap Jumat malam Pkl. Program TV Take Me Out Indonesia adalah sebuah program televisi yang lisensinya dipegang Fremantle Media yang merupakan program acara perjodohan (berformat game-show). Peneliti memilih acara televisi Take Me Out Inonesia sebagai objek penelitian. Dengan promosi melalui product placement mau tidak mau penonton tentunya akan melihat produk. Salah satu acara yang menampilkan banyak produk/merek yang dibawakan oleh presenter dan para kontestan yang sudah mendapat pasangan. Ini merupakan penayangan pertama kalinya di Asia. Acara mirip kontak jodoh dan merupakan acara yang menyedot banyak perhatian pemirsa televisi Indonesia. tayangan perdana 19 Juni 2009. Kemunculan produk itu sendiri dapat membantu membangun jalan cerita acara televisi tersebut.produk yang ditampilkan. Gery Chocolatos. Pkl.Peran product placement begitu luas dalam berbagai media partisipasinya. Choky Sitohang dan Yuanita Christiani. Mounte. karena beberapa pertimbangan dan alasan pendukung. 14. Di sini para lajang usia 20 – 40 akan menemukan pasangan hidupnya. Program Take Me Out sendiri hadir di indosiar selama satu jam. E-Juss.30 WIB dan retrun Setiap Sabtu. Produk atau merek yang sering ditampilkan adalah Kacang Garuda. Di Indonesia Take Me Out tayang di Indosiar. 21. yaitu: Universitas Sumatera Utara .

Merupakan acara televisi yang mempunyai rating tertinggi sejak versi pertamanya di munculkan (yang umumnya menjadi daya tarik pengiklan karena menjadi gambaran singkat akan popularitas acara televisi tersebut) Tabel 1.com/thread/take-me-out-indonesia 2. yang tidak terlepas dari pencarian pasangan Universitas Sumatera Utara .1. perasaan dan niat. Merupakan acara televisi dengan format mencari jodoh. Pendengar (audience) dapat terdiri dari calon pembeli potensial atau pemakai produk. Komunikator pemasaran harus memiliki target audience yang jelas. Komunikator juga harus mengetahui karakteristik dari audiencenya. Salah satu target audience Take Me Out Indonesia adalah mahasiswa. yang banyak diminati muda-mudi khususnya para mahasiswa.1 Program TV Terfavorit ABI 2009 NO 12 Program TV Favorit Votes 1 Take Me Out Indonesia (INDOSIAR) 22% 2 Opera Van Java (TRANS|7) 17% 3 Cinta Fitri Season 3 (SCTV) 13% 4 Playlist (SCTV) 12% 5 Mario Teguh : The Golden Ways (METROTV) 7% 6 Tawa Sutra Bisaa Ajaa (ANTV) 6% 7 Realigi (TRANSTV) 5% 8 Silet (RCTI) 5% 9 Gong Show (TRANSTV) 5% 10 Apa Kabar Indonesia Malam (TVONE) 3% 11 Djarum Indonesia Super League 2008-2009 (ANTV) 3% 12 Be A Man Angkatan II (GLOBALTV) 2% Sumber:http://pangeran229. Aktivitas Product Placement yang konsisten pada beberapa merek yang ditampilkan setiap minggunya.wordpress. pengetahuan. Jumlah penonton yang besar (terkait dengan peran televisi sebagai media yang paling luas jangkauannya). Ini penting karena sikap seseorang terhadap suatu objek tergantung dari keyakinannya. 4. 3.

dan lain-lain. Pada hasil pra survey yang sudah dilakukan pada 20 orang mahasiswa. Mahsiswa Fakultas Sastra memberi respon yang positif akan keberadaaan merek produk yang ditampilkan. Mountea. Gery Chocolatos. Pada wawancara pra survey yang dilakukan pada Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara dapat diperoleh bahwa dari 20 orang mahasiswa. diketahui 17 orang menyukai acara Take Me Out Indonesia yang ditayangkan oleh stasiun TV INDOSIAR mulai dari tayangan perdana sampai sekarang. Pada penelitian ini merek produk yang dipilh sebagai bahan penelitian adalah Gery Chocolathos. Dengan ini penulis menyatakan Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara layak menjadi responden untuk penelitian ini. dimana 17 orang atau sekitar 85% menyenangi acara Take Me Out Indonesia dan menyadari keberadaan Product Placement.hidup. yang ditampilkan dalam acara Take Me Out Indonesia. Kacang Atom. karena kemunculan produk itu sendiri merupakan bagian dari acara Take Me Out Indonesia dan membantu membangun jalan cerita acara ini. dan mengetahui keberadaan Product Placement (Kacang garuda. karena pada 17 orang yang menyukai dan sering menonton acara TV Take Me Out Indonesia mengatakan bahwa merek yang paling sering ditampilkan dalam acara TV Take Me Out Indonesia adalah Gery Chocolatos. Berdasarkan alasan-alasan di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Product Placement terhadap Sikap Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara atas Merek Gery Chocoltos pada Acara TV Take Me Out Indonesia Universitas Sumatera Utara .

2001:282).dalam hal ini merupakan hubungan antar variabel yang secara logis diterangkan.B. Product Placement sering sekali muncul di dalam cerita film dan acara televisi. Komponen sikap dibagi menjadi 3 kompenen yaitu: Universitas Sumatera Utara . maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Apakah Product Placement berpengaruh positif dan signifikan terhadap Sikap Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara atas merek Gery Chocolatos pada Acara TV Take Me Out Indonesia C. Product placement bertujuan untuk menangkap eksposur para penonton sehingga merek tersebut secara sengaja mendapatkan perhatian dari penontonnya. dan elaborasi dari perumusan masalah yang telah diidentifikasi melalui proses wawancara. dan survei literatur (Kuncoro. 2003:44). sehingga para audience mempunyai sikap tersendiri atas merek yang ditampilkan. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan sebelumnya. Sikap atas merek adalah kecenderungan yang dipelajari oleh konsumen untuk mengevaluasi merek dengan cara mendukung (positif) atau tidak mendukung (negatif) secara konsisten (Assael. observasi. Menurut Belch (2004:450) Product placement merupakan suatu strategi yang dilakukan oleh banyak perusahaan pengiklan untuk menampilkan produknya dengan kesan bahwa keberadaan produk tersebut seolaholah menjadi bagian dari cerita film dan acara televisi. Kerangka Konseptual Kerangka konseptual adalah pondasi utama dimana sepenuhnya proyek penelitian ditujukan. dikembangkan.

Sebagai contoh.kognitif (kepercayaaan). 2000). Brand evaluation adalah komponen afektif yang mewakili semua evaluasi terhadap merek oleh konsumen. mengklaim bahwa sales So Good Universitas Sumatera Utara . Kepercayaan terhadap sesuatu merek adalah multi dimensional karena mewakili atribut merek yang dipersepsikan konsumen. 2. 2001: 283). pada acara TV “ Cinta (Juga) Kuya yang menampilkan So Good di 13 episode acara ini. yaitu: 1. Pengertian lain dari product placement adalah penempatan komersil yang dilakukan melalui program media tertentu yang ditujukan untuk meningkatkan visibilitas sebuah merek atau produk dan jasa. afektif (evaluasi) dan konatif (tindakan). Tingginya kegiatan product placement dalam komunikasi merek produk industri mengindikasikan bahwa pengiklan menggunakan teknik di dalam mempengaruhi sikap konsumen terhadap sebuah merek (Avery and Ferraro. Dampak dari product placement ini sangat nyata. Kecenderungan untuk bertindak adalah komponen konatif (tindakan) dan pada umumnya komponen ini dengan melihat “ maksud untuk membeli” dari seorang konsumen adalah penting dalam mengembangkan strategi pemasaran. Maka ketiga komponen sikap ini juga terdapat dalam sikap terhadap produk/merek (Assael. 3. Brand believe adalah komponen kognitif (pemikiran). Sikap ini yang akan mengantar audience atau konsumen melakukan pembelian. Beberapa produsen yang melakukan product placement di acara TV dan film mengatakan merek/produk mereka semakin luas dikenal dan semakin diingat masyrakat.

meningkat signifikan yaitu sekitar 150%. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.1 Kerangka Konseptual Sumber: Belch dan Belch (2004: 157) dan Mowen (2001: 379) (diolah) D. Pada penelitian ini. Tujuan Penelitian ini adalah: Untuk mengetahui dan menganalisis Pengaruh Product Placement terhadap Sikap Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara atas Merek Gery Chocolatos pada Acara TV Take Me Out Indonesia. peneliti mengangkat pengaruh Product placement terhadap sikap atas merek. Manfaat Penelitian a. 2. Hipotesis Berdasarkan perumusan masalah yang ada. maka peneliti merumuskan hipotesis sebagai berikut: Terdapat Pengaruh yang positif dan signifikan antara Product Placement terhadap Sikap Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara atas Merek Gery Chocolatos pada Acara TV Take Me Out Indonesia E. Bagi Perusahaan Universitas Sumatera Utara . Berdasarkan masalah serta uraian diatas. maka digambarkan kerangka konseptual sebagai berikut: Sikap atas Merek (Y) Product placement (X) Gambar 1.

Selain itu juga bertujuan untuk memberikan batasan-batasan pada obyek yang akan diteliti.produknya dalam mengetahui pengaruh product placement terhadap sikap audience atas merek b. Bagi Penulis Penelitian ini merupakan suatu kesempatan bagi penulis untuk menerapkan teori-teori dan literatur yang penulis peroleh dibangku perkuliahan serta menumbuh kembangkan dan memantapkan sikap profesionalisme. F. Metodologi Penelitian 1. Batasan Operasional Dalam penelitian ini variabel yang diteliti adalah product placement (Variabel X) dan sikap mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara atas merek Gery Chocolatos (VariabelY) 2.Hasil penelitian ini dapat sebagai sumbangan pemikiran kepada para pemasar dalam mempromosikan produk. Defenisi operasional yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah: a. Bagi pihak lain Sebagai bahan referensi yang nantinya dapat memberikan perbandingan dalam mengadakan penelitian pada masa yang akan datang. c. Variabel bebas ( X ) Varibel bebas dalam penelitian ini adalah Product Placement. Product placement adalah sebuah cara untuk meningkatkan promosi sebuah Universitas Sumatera Utara . Definisi Operasional Variabel Pengertian definisini operasional yang akan diteliti merupakan suatu cara mempermudah pengukuruan variabel penelitian.

Sikap atas merek adalah kecenderungan yang dipelajari oleh konsumen untuk mengevaluasi merek dengan cara mendukung (positif) atau tidak mendukung (negatif) secara konsisten. afeksi (afektif) merek. 1) Kognisi merek Kognisi merek (kognitif) berhubungan dengan pengenalan. Variabel ini diukur dengan menggunakan 4 indikator.produk atau jasa dengan menampilkan produknya dengan kesan bahwa keberadaan produk tersebut seolah-olah menjadi bagian dari cerita film dan acara televisi. Paham terhadap product placement b. yaitu: 1. Pesan yang disampaikan melalui product placement 3. Media yang digunakan 2. Sikap atas merek meliputi komponen kognitif (kognisi) merek. Daya tarik promosi menggunakan product placement 4. konatif merek. Komponen Universitas Sumatera Utara . pengetahuan dan kepercayaan atribut pada merek. Variabel terikat (Y) Varibel terikat dalam penelitian ini adalah Sikap atas merek. Pada saat konsumen menerima rangsangan sebuah iklan maka proses psikologi internal akan bekerja yang dihubungkan dengan pengaktifan indera 2) Afeksi merek Afektif memberikan tanggapan tentang perasaan terhadap objek dan atributnya atau emosi konsumen mengenai obyek sikap.

namun masih berupa keinginan untuk melakukan suatu tindakan. Berdasarkan defenisi operasional yang dikemukakan sebelumnya. Jadi komponen ini bukan perilaku nyata. 3) Konatif merek Konasi (konatif) berkenaan dengan untuk melakukan suatu tindakan dan minat berkenaan dengan obyek sikap. maka peneliti merumuskan variabel sebagai berikut: Universitas Sumatera Utara .afektif ini dapat beragan ekspresinya mulai dari rasa sangat tidak suka atau sangat tidak senang hingga sangat suka atau sangat senang.

Variabel Product Placement (X) Tabel 1. obyek. Pada penelitian ini responden memilih salah satu jawaban yang tersedia. program-program TV.Pengukuran Variabel Pengukuran variabel yang digunakan penulis dalam proses pengelolaan data adalah dengan menggunakan Skala Likert.mowen (2001) diolah peneliti 3. dan berbagai media entertainment lainnya. perhatian Sikap atas Merek (Y) Kecenderungan yang dipelajari oleh konsumen untuk mengevaluasi merek dengan cara mendukung (positif) atau tidak mendukung (negatif) secara konsisten. Kepercayaan atibut merek 2. kemudian masing-masing jawaban diberi skor tertentu. niat membeli b. akan mengkonsumsi Sumber: Belch(2004). Media yang digunakan Likert b. suka b. konatif (tindakan) Likert 3. Skor responden kemudian dijumlahkan dan jumlah Universitas Sumatera Utara . Konatif merek a. yang meliputi kognitif (kepercayaa). dimana responden menyatakan tingkat setuju atau tidak setuju mengenai berbagai pernyataan mengenai berbagai pertanyaan mengenai perilaku. Pengenalan atibut merek c. afektif (evaluasi). orang atau kejadian. Skala ukur a. bersimpatik c. Pesan yang disampaikan melalui product placement c. Pengetahuan atribut merek b.2 Operasional Variabel Penelitian Pengertian Indikator Aktivitas komunikasi pemasaran dengan mempromosikan sebuah merek melalui film. Daya tarik promosi menggunakan product placement d.Paham terhadap product placement 1. Afektif merek a.Kognisi merek a.

ini merupakan total skor. 2008:132) Universitas Sumatera Utara . Total skor inilah yang ditafsirkan sebagai posisi responden dalam skala likert (Sugiyono.

Populasi dan Sampel a. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Sastra. : diberi skor 5 : diberi skor 4 : diberi skor 3 : diberi skor 2 : diberi skor 1 Tempat dan Waktu penelitian Penelitian ini dilakukan di Fakultas Sastra. 2003:108).Kriteria pengukuran adalah sebagai berikut : Sangat setuju Setuju Kurang setuju Tidak setuju Sangat tidak setuju 4. Universitas Sumatera Utara yang menonton acara TV Take Me Out Indonesia. a. 5. dimana elemen adalah unit terkecil yang merupakan sumber dari data yang diperlukan (Kuncoro. Menurut Supramono dan Haryanto (2003:63) alternatif formula yang dapat digunakan untuk menentukan jumlah sampel pada populasi yang sulit diketahui (unidentified) adalah sebagai berikut: n = jumlah sampel Universitas Sumatera Utara .Juni 2010. Waktu penelitia ini dari bulan Mei. Populasi Populasi adalah kelompok elemen yang lengkap. Universitas Sumatera Utara. Sampel Sampel adalah suatu himpunan bagian (subset) dari unit populasi (Kuncoro. 2003:108).

Proporsi pupulasi yang diharapkan tidak memiliki krateristk tertentu d = tingkat kesalahan yang dapat ditoleransi. Kriteria sampel yang digunakan adalah sebagai berikut : 1. Penetapan jumlah sampel dengan tingkat signifikan 5% dan tingkat kesalahan yang dapat ditoleransi sebesar 5 % adalah sebagai berikut: n = (1. diketahui 17 orang atau sekitar 85% memiliki karateristik yang sesuai dengan teknik pengambilan sampel.67) 2 85.p). 2. yaitu mengambil sejumlah responden yang memiliki kriteria tertentu. Menyenangi dan mengikuti acara Take Me Out Indonesia minimal 5 kali.15 52 = 142.2= 142 ( pembulatan) Maka sampel dari penelitian ini adalah 142 orang responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive sampling.Zα = Z tabel dengan tingkat signifikan tertentu P q = proporsi populasi yang diharapkan memiliki karateristik tertentu = ( 1. pra survey terhadap 20 orang mahasiswa Fakultas Berdasarkan hasil Sastra Universitas Sumatera Utara. Universitas Sumatera Utara . Menyadari dan mengetahui adanya Product Placement dalam acara Take Me Out Indonesia.

Universitas Sumatera Utara . Studi kepustakaan buku-buku yang memberikan masukan teori 2. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang telah dikumpulkan oleh pihak lain diluar tujuan penelitian ini. Data primer diperoleh dengan memberikan kuesioner kepada responden.6. Penelitian terdahulu yang dipublikasikan melalui website 3. b. Kuesioner Daftar pertanyaan diberikan kepada Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara yang telah ditetapkan menjadi sampel atau responden penelitian. Teknik pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dala penelitian ini adalah: a. Studi Pustaka Yaitu pengumpulan data denga menggunakan data dari buku-buku dan literatur yang berhubungan dengan penelitian. Data Primer Data yang diperoleh langsung dari responden terpilih pada lokasi penelitian. Jenis Data Penelitian ini menggunakan dua jenis data yaitu: a. Analisis data sekunder yang relevan dengan topik penelitian diambil melalui: 1. b. Jurnal-jurnal perilaku konsumen dan psikologi yang diperoleh dari internet 7.

Uji Validitas dan Reliabilitas 1. Universitas Sumatera Utara .80 (Kuncoro.60 (Ghozali. maka pertanyaan tersebut dinyatakan tidak valid. maka pertanyaan tersebut dinyatakan reliabel.80 (Kuncoro. Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan tingkat kepercayaan alat ukur. Jika nilai Cronbach Alpha > 0.0 for windows. atau nilai Cronbach Alpha > 0. dengan kriteria sebagai berikut : a. maka pertanyaan tersebut dinyatakan tidak reliabel. maka alat pengukur tersebut reliabel (Situmorang. Bila suatu alat pengukur dipakai dua kali untuk mengukur gejala yang sama dan hasil pengukuran diperoleh relatif konsisten. atau nilai Cronbach Alpha < 0. Butir pertanyaan yang sudah dinyatakan valid dalam uji validitas akan ditentukan reliabilitasnya dengan kriteria sebagai berikut : a. Jika rhitung > rtabel.0 for windows. b.60 (Ghozali. 2. Pengujian validitas instrumen dengan menggunakan program SPSS 15. 2005). 2003). b. 2003). Pengujian dilakukan dengan program SPSS 15. 37:2008). maka pertanyaan tersebut dinyatakan valid. Jika rhitung < rtabel. 2005).8. Jika nilai Cronbach Alpha < 0. Uji Validitas Uji ini dilakukan untuk mengukur apakah data yang telah didapat setelah penelitian merupakan data yang valid dengan alat ukur yang digunakan (kuesioner).

Metode Analisis Deskriptif Analisia deskriptif dilakukan dengan cara mengumpulkan. mengolah. Metode Analisis Data a.Uji validitas dan reabilitas akan dilakukan di pada 40 orang mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. menyajikan dan menginterprestasikan data sehingga diperoleh gambaran yang jelas mengenai masalah yang sedang dihadapi dan hasil perhitungan. Analisis Regresi Linier Sederhana Metode analisis regresi linier sederhana berfungsi untuk mengetahui pengaruh/hubungan anatara variabel bebas (product placement) dan variabel terikat (sikap audience atas merek). yang pernah menonton acara Take Me Out Indonesia minimal 5 kali 9. Peneliti menggunakan bantuan program software SPSS versi 15.0 untuk mendapatkan hasil yang lebih terarah. b. Rumus perhitungan persamaan regresi berganda adalah sebagai berikut: Y= a + bX+ e Dimana: Y X a b1 e = Sikap atas merek = Product placement = Nilai intercept (konstanta) = Koefisien arah regresi = Standar error Universitas Sumatera Utara .

t) Uji . Ha : b1 ≠ 0 Artinya secara parsial terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas (X) yaitu Product Placement terhadap Sikap Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara atas Merek Gery Chocolatos (Y).c. Kriteria pengambilan keputusan : H0 diterima jika thitung < ttabel pada α = 5 % Ha diterima jika thitung > ttabel pada α = 5 % 2. Uji Hipotesis 1.t menentukan seberapa besar pengaruh variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat. H0 : b1 = 0 Artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas (X) yaitu product Placement terhadap variabel bebas Sikap Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara atas merek Gery Chocolatos (Y). maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas (X) adalah besar terhadap variabel terikat (Y). Uji Signifikansi Parsial (Uji . Jika R2 semakin besar (mendekati satu). Sebaliknya jika R2 Universitas Sumatera Utara . Hal ini berarti model yang digunakan semakin kuat untuk menerangkan pengaruh variabel bebas yang diteliti terhadap variabel terikat. Koefisien Determinasi Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa besar kemampuan model dalam menerangkan variabel terikat.

Kelemahan mendasar penggunaan koefisien determinasi adalah bias terhadap jumlah variabel independen yang dimasukkan ke dalam model. Setiap tambahan satu variabel independen maka R2 pasti akan meningkat tidak peduli variabel tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Universitas Sumatera Utara .semakin mengecil (mendekati nol) maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) semakin kecil. Hal ini berarti model yang digunakan tidak kuat untuk menerangkan pengaruh variabel bebas yang diteliti terhadap variabel terikat. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->