P. 1
Kromatografi Lapis Tipis

Kromatografi Lapis Tipis

|Views: 890|Likes:

More info:

Published by: Bangun Marlina Ratna Ginanjar on Mar 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/26/2013

pdf

text

original

Kromatografi Lapis Tipis

Ditulis oleh Jim Clark pada 06-10-2007 Bagian ini merupakan pengantar ke topik kromatografi lapis tipis. Meskipun anda adalah seorang pemula yang mungkin lebih mengenal kromatografi kertas, penjelasanã¼¼tentang kromatografi lapis tipis sama mudahnya dengan kromatografi kertas. Pelaksanaan kromatografi lapis tipis Latar Belakang Kromatografi digunakan untuk memisahkan substansi campuran menjadi komponenkomponennya. Seluruh bentuk kromatografi berkerja berdasarkan prinsip ini. Semua kromatografi memiliki fase diam (dapat berupa padatan, atau kombinasi cairan-padatan) dan fase gerak (berupa cairan atau gas). Fase gerak mengalir melalui fase diam dan membawa komponen-komponen yang terdapat dalam campuran. Komponen-komponen yang berbeda bergerak pada laju yang berbeda. Kita akan membahasnya lebih lanjut. Pelaksaanan kromatografi lapis tipis menggunakan sebuah lapis tipis silika atau alumina yang seragam pada sebuah lempeng gelas atau logam atau plastik yang keras. Jel silika (atau alumina) merupakan fase diam. Fase diam untuk kromatografi lapis tipis seringkali juga mengandung substansi yang mana dapat berpendarflour dalam sinar ultra violet, alasannya akan dibahas selanjutnya. Fase gerak merupakan pelarut atau campuran pelarut yang sesuai. Kromatogram Kita akan mulai membahas hal yang sederhana untuk mencoba melihat bagaimana pewarna tertentu dalam kenyataannya merupakan sebuah campuran sederhana dari beberapa pewarna.

Ini akan memberikan pemisahan maksimal dari komponen-komponen yang berwarna untuk kombinasi tertentu dari pelarut dan fase diam. Pelarut dapat mencapai sampai pada bagian atas dari lempengan. Alasan untuk menutup gelas kimia adalah untuk meyakinkan bawah kondisi dalam gelas kimia terjenuhkan oleh uap dari pelarut. Perhitungan nilai Rf Jika anda ingin mengetahui bagaimana jumlah perbedaan warna yang telah terbentuk dari campuran. Ketika pelarut mendekati bagian atas lempengan. pewarna dari tinta akan bergerak selayaknya kromatogram dibentuk. Namun. Kondisi jenuh dalam gelas kimia dengan uap mencegah penguapan pelarut. Perlu diperhatikan bahwa batas pelarut berada di bawah garis dimana posisi bercak berada. anda dapat berhenti pada bahasan sebelumnya. Gambar menunjukkan lempengan setalah pelarut bergerak setengah dari lempengan. lempengan dipindahkan dari gelas kimia dan posisi pelarut ditandai dengan sebuah garis. Jika ini dilakukan menggunakan tinta. dalam gelas kimia biasanya ditempatkan beberapa kertas saring yang terbasahi oleh pelarut. Karena pelarut bergerak lambat pada lempengan. sebelum mengalami proses penguapan. Ketika bercak dari campuran itu mengering. lempengan ditempatkan dalam sebuah gelas kimia bertutup berisi pelarut dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Pengukuran ini berdasarkan pada jarak yang ditempuh oleh pelarut dan jarak yang tempuh oleh bercak warna masing-masing. Untuk mendapatkan kondisi ini. Pengukuran berlangsung sebagai berikut: .Sebuah garis menggunakan pinsil digambar dekat bagian bawah lempengan dan setetes pelarut dari campuran pewarna ditempatkan pada garis itu. Diberikan penandaan pada garis di lempengan untuk menunjukkan posisi awal dari tetesan. komponen-komponen yang berbeda dari campuran pewarna akan bergerak pada kecepatan yang berbeda dan akan tampak sebagai perbedaan bercak warna. sering kali pengukuran diperoleh dari lempengan untuk memudahkan identifikasi senyawa-senyawa yang muncul.

7 cm dari garis awal. Itu berarti bahwa jika anda menyinarkan sinar UV pada lempengan.Nilai Rf untuk setiap warna dihitung dengan rumus sebagai berikut: Rf=jarak yang ditempuh oleh komponen jarak yang ditempuh oleh pelarut Sebagai contoh. Mari kita lihat bagaimana menggunakan kromatografi lapis tipis untuk menganalisis pada bagian selanjutnya. nilai Rf yang akan diperoleh untuk setiap warna akan selalu sama.0 cm. Bercak tampak sebagai bidang kecil yang gelap. komposisi pelarut dan sebagainya). Sebagai contoh. . nilai Rf untuk warna merah selalu adalah 0. jika komponen berwarna merah bergerak dari 1. supaya menghasilkan pendaran flour ketika diberikan sinar ultraviolet (UV). Namun. meskipun bercakbercak itu tidak tampak berwarna jika dilihat dengan mata. Bagaimana halnya jika substansi yang ingin anda analisis tidak berwarna? Ada dua cara untuk menyelesaikan analisis sampel yang tidakã¼¼berwarna. nilai tersebut akan berubah. akan timbul pendaran dari posisi yang berbeda dengan posisi bercak-bercak. Itu berarti jika anda menyinarkannya dengan sinar UV. Anda harus tetap mengingat teknik ini jika anda ingin mengidentifikasi pewarna yang tertentu. Pendaran ini ditutupi pada posisi dimana bercak pada kromatogram berada. sementara pelarut berjarak 5. Menggunakan pendarflour Mungkin anda masih ingat apa yang telah saya sebutkan bahwa fase diam pada sebuah lempengan lapis tipis seringkali memiliki substansi yang ditambahkan kedalamnya. akan berpendar.34. jika terdapat perubahan (suhu. sehingga nilai Rf untuk komponen berwarna merah menjadi: Jika anda dapat mengulang percobaan ini pada kondisi yang tepat sama.

Dalam metode lain. umumnya coklat atau ungu. Penunjukkan bercak secara kimia Dalam beberapa kasus. bercak-bercak tersebut tidak tampak kembali. kromatogram dikeringkan kembali dan kemudian ditempatkan pada wadah bertutup (seperti gelas kimia dengan tutupan gelas arloji) bersama dengan kristal iodium. Substansi yang dianalisis tampak sebagai bercak-bercak kecoklatan. Seketika anda mematikan sinar UV. Sebuah contoh yang baik adalah kromatogram yang dihasilkan dari campuran asam amino. Kromatogram dapat dikeringkan dan disemprotkan dengan larutan ninhidrin. Uap iodium dalam wadah dapat berekasi dengan bercak pada kromatogram. Ninhidrin bereaksi dengan asam amino menghasilkan senyawa-senyawa berwarna. Uap iodium dalam wadah dapat berekasi dengan bercak pada kromatogram. atau dapat .Sementara UV tetap disinarkan pada lempengan. Dalam metode lain. atau dapat dilekatkan lebih dekat pada bercak daripada lempengan. anda harus menandai posisi-posisi dari bercakbercak dengan menggunakan pinsil dan melingkari daerah bercak-bercak itu. dimungkinkan untuk membuat bercak-bercak menjadi tampak dengan jalan mereaksikannya dengan zat kimia sehingga menghasilkan produk yang berwarna. kromatogram dikeringkan kembali dan kemudian ditempatkan pada wadah bertutup (seperti gelas kimia dengan tutupan gelas arloji) bersama dengan kristal iodium.

4 dan 5.dilekatkan lebih dekat pada bercak daripada lempengan. Bagian kiri gambar menunjukkan lempengan setelah pelarut hampirã¼¼mencapai bagian atas dari lempengan. mari kira berasumsi bahwa anda mengetahui bahwa campuran hanya mungkin mengandung lima asam amino. Penggunaan kromatografi lapis tipis untuk mengidentifikasi senyawa-senyawa Anggaplah anda mempunyai campuran asam amino dan ingin menemukan asam amino-asam amino tertentu yang terkandung didalam campuran tersebut. Anda sebaiknya mengulangi eksperimen menggunakan asam amino lain sebagai perbandingan. campuran mengandung asam amino 1. Gambar kedua menunjukkan apa yang terjadi setelah lempengan disemprotkan ninhidrin. Substansi yang dianalisis tampak sebagai bercak-bercak kecoklatan. Lempengan lalu ditempatkan pada posisi berdiri dalam pelarut yang sesuai dan dibiarkan seperti sebelumnya. campuran adalah M dan asam amino yang telah diketahui ditandai 1-5. Dalam contoh ini. Dalam gambar. Setetes campuran ditempatkan pada garis dasar lempengan lapis tipis dan bercak-bercak kecil yang serupa dari asam amino yang telah diketahui juga ditempatkan pada disamping tetesan yang akan diidentifikasi. Bagaimana jika campuran mengandung lebih banyak asam amino daripada asam amino yang digunakan sebagai perbandingan? Ini memungkinkan adanya bercak-bercak dari campuran yang tidak sesuai dengan asam amino yang dijadikan perbandingan itu. Tidak diperlukan menghitung nilai Rf karena anda dengan mudah dapat membandingkan bercakbercak pada campuran dengan bercak dari asam amino yang telah diketahui melalui posisi dan warnanya. Bagaimana kromatografi lapis tipis berkerja? Fase diam-jel silika . Bercak-bercak masih belum tampak. Untuk sederhananya.

pelarut pertama akan melarutkan senyawa-senyawa dalam bercak yang telah ditempatkan pada garis dasar. pada permukaan jel silika. Anggaplah bercak awal mengandung dua senyawa. Namun. Permukaan jel silika sangat polar dan karenanya gugus -OH dapat membentuk ikatan hidrogen dengan senyawa-senyawa yang sesuai disekitarnya.. Atom silikon dihubungkan oleh atom oksigen dalam struktur kovalen yang besar. Hal ini bergantung pada bagaimana besar atraksi antara molekul-molekul senyawa dengan pelarut. yang satu dapat membentuk ikatan hidrogen. Kita mengatakan bahwa senyawa ini terjerap lebih kuat dari senyawa yang lainnya. Bagaimana senyawa melekat pada fase diam. Jadi. misalnya jel silika. Bagaimana cepatnya senyawa-senyawa dibawa bergerak ke atas pada lempengan. Atom aluminium pada permukaan juga memiliki gugus -OH. Penjerapan merupakan pembentukan suatu ikatan dari satu substansi pada permukaan. sebagaimana halnya gaya van der Waals dan atraksi dipol-dipol. atom silikon berlekatan pada gugus -OH. Hal ini tergantung pada bagaimana besar atraksi antara senyawa dengan jel silika. Gambar ini menunjukkan bagian kecil dari permukaan silika. . Apa yang memisahkan senyawa-senyawa dalam kromatogram? Ketika pelarut mulai membasahi lempengan. Senyawa-senyawa akan cenderung bergerak pada lempengan kromatografi sebagaimana halnya pergerakan pelarut. dan yang lainnya hanya dapat mengambilã¼¼bagian interaksi van der Waals yang lemah.Jel silika adalah bentuk dari silikon dioksida (silika). pada permukaan jel silika terdapat ikatan Si-O-H selain Si-O-Si. Senyawa yang dapat membentuk ikatan hidrogen akan melekat pada jel silika lebih kuat dibanding senyawa lainnya. Fase diam lainnya yang biasa digunakan adalah alumina-aluminium oksida. Apa yang kita sebutkan tentang jel silika kemudian digunakan serupa untuk alumina. tergantung pada: y y Bagaimana kelarutan senyawa dalam pelarut.

Atraksi antara senyawa dan pelarut juga merupakan hal yang penting-hal ini akan mempengaruhi bagaimana mudahnya senyawa ditarik pada larutan keluar dari permukaan silika. Pelaksanaan kromatografi kertas Latar belakang Kromatografi digunakan untuk memisahkan campuran dari substansinya menjadi komponenkomponennya. seseorang telah berkerja keras untuk anda dan anda hanya menggunakan campuran pelarut yang telah anda berikan dan segala sesuatunya akan berkerja dengan sempurna!) Kromatografi Kertas Ditulis oleh Jim Clark pada 06-10-2007 Bagian ini mengantarkan penjelasan tentang kromatografi kertas. perubahan pelarut dapat membantu dengan baiktermasukã¼¼memungkinkan perubahan pH pelarut. termasuk didalamnya kromatografi dua arah. Ini tidak hanya merupakan atraksi antara senyawa dengan jel silika. Ketika senyawa dijerap pada jel silika-untuk sementara waktu proses penjerapan berhenti-dimana pelarut bergerak tanpa senyawa. anda mencoba pelarut lainnya. Dalam contoh yang sudah kita bahas. (Berikan tingkatan dimana anda dapat berkerja. Seluruh bentuk kromatografi bekerja berdasarkan prinsip yang sama. Itu berarti bahwa semakin kuat senyawa dijerap. Dengan jelas senyawa hanya dapat bergerak ke atas pada lempengan selama waktu terlarut dalam pelarut. Seluruh bentuk kromatografi memiliki fase diam (berupa padatan atau cairan yang didukung pada padatan) dan fase gerak (cairan atau gas). senyawa yang dapat membentuk ikatan hidrogen akan menjerap lebih kuat daripada yang tergantung hanya pada interaksi van der Waals. hal ini memungkinkan senyawa-senyawa tidak terpisahkan dengan baik ketika anda membuat kromatogram. dan karenanya bergerak lebih jauh pada lempengan. Ini merupakan tingkatan uji coba ? jika satu pelarut atau campuran pelarut tidak berkerja dengan baik. Bagaimanapun. terdapat pergerakan yang tetap dari molekul antara yang terjerap pada permukaan jel silika dan yang kembali pada larutan dalam pelarut. Bagaimana jika komponen-komponen dalam campuran dapat membentuk ikatan-ikatan hidrogen? Terdapat perbedaan bahwa ikatan hidrogen pada tingkatan yang sama dan dapat larut dalam pelarut pada tingkatan yang sama pula. semakin kurang jarak yang ditempuh ke atas lempengan. Dalam kasus itu. Fase gerak mengalir melalui fase diam dan .Penjerapan bersifat tidak permanen.

Anggaplah anda mempunyai tiga pena biru dan akan mencari tahu dari tiga pena itu. Dalam kromatografi kertas. pena ditandai 1. Komponen-komponen yang berbeda akan bergerak pada laju yang berbeda pula. Fase gerak adalah pelarut atau campuran pelarut yang sesuai. Perlu diperhatikan bahwa batas pelarut berada dibawah garis pada bercak diatasnya.membawa komponen-komponen dari campuran bersama-sama. fase diam adalah kertas serap yang sangat seragam. misalnya campuran dari pewarnapewarna yang menyusun warna tinta tertentu. Kromatogram kertas Anda mungkin telah menggunakan kromatografi kertas sebagai salah satu hal pertama yang pernah anda kerjakan dalam bidang kimia untuk pemisahan. mari memulai dari hal itu. Beberapa pewarna larut dalam jumlah yang minimum dalam pelarut yang sesuai. Kertas digantungkan pada wadah yang berisi lapisan tipis pelarut atau campuran pelarut yang sesuai didalamnya. Sampel dari masing-masing tinta diteteskan pada garis dasar pinsil pada selembar kromatografi kertas. . Penjenuhan udara dalam gelas kimia dengan uap menghentikan penguapan pelarut sama halnya dengan pergerakan pelarut pada kertas. dan itu juga di teteskan pada garis yang sama. Dalam gambar. Kadang-kadang kertas hanya digulungkan secara bebas pada silinder dan diikatkan dengan klip kertas pada bagian atas dan bawah. Kita akan melihat alasannya pada halaman selanjutnya. 2 dan 3 serta tinta pada pesan ditandai sebagai M. Silinder kemudian ditempatkan dengan posisi berdiri pada bawah wadah. Gambar berikutnya tidak menunjukkan terperinci bagaimana kertas di gantungkan karena terlalu banyak kemungkinan untuk mengerjakannnya dan dapat mengacaukan gambar. yang mana yang digunakan untuk menulis sebuah pesan. Alasan untuk menutup wadah adalah untuk meyakinkan bahwa astmosfer dalam gelas kimia terjenuhkan denga uap pelarut. Ini merupakan contoh yang mudah.

Anda juga dapat melihat bahwa pena 1 mengandung dua campuran berwarna biru yang kemungkinan salah satunya mengandung pewarna tunggal terdapat dalam pena 3. Gambar menunjukkan apa yang tampak setelah pelarut telah bergerak hampir seluruhnya ke atas. Jarak tempuh relative pada pelarut adalah konstan untuk senyawa tertentu sepanjang anda menjaga segala sesuatunya tetap sama.. Nilai Rf Beberapa senyawa dalam campuran bergerak sejauh dengan jarak yang ditempuh pelarut. beberapa laiinya tetap lebih dekat pada garis dasar. Jarak relative pada pelarut disebut sebagai nilai Rf. Dengan sangat mudah dijelaskan melihat dari kromatogram akhir dari pena yang ditulis pada pesan yang mengandung pewarna yang sama dengan pena 2. misalnya jenis kertas dan komposisi pelarut yang tepat.Karena pelarut bergerak lambat pada kertas. komponen-komponen yang berbeda dari campuran tinta akan bergerak pada laju yang berbeda dan campuran dipisahkan berdasarkan pada perbedaan bercak warna. Untuk setiap senyawa berlaku rumus sebagai berikut: Rf=jarak yang ditempuh oleh senyawa jarak yang ditempuh oleh pelarut .

6 cm dari garis dasar. Kita akan melihat bagaimana anda menemukan masalah itu pada penjelasan selanjutnya.Misalnya. Setetes larutan campuran ditempatkan pada garis dasar kertas. campuran adalah M. utamanya coklat atau ungu. Posisi pelarut depan ditandai dengan pinsil dan kromatogram lalu dikeringkan dan disemprotkan dengan larutan ninhidrin. .0 cm. dan dengan cara yang sama ditempatkan asam amino yang telah diketahui diteteskan disampingnya. jika salah satu komponen dari campuran bergerak 9. Anda dapat saja mempunyai senyawa-senyawa berwarna yang sangat mirip dengan nilai Rf yang juga sangat mirip. jadi Rf untuk komponen itu: Dalam contoh kita melihat ada beberapa pena. dua bercak tersebut merupakan senyawa yang hampir sama. mari berasumsi bahwa anda telah mengetahui kemungkinan campuran hanya mengandung lima asam amino yang umum. tidak perlu menghitung nilai Rf karena anda akan membuat perbandingan langsung dengan hanya melihat kromatogram. Anggaplah anda mempunyai campuran asam amino dan ingin memisahkan asam amino tertentu yang terdapat dalam campuran. dan asam amino yang telah diketahu ditandai 1 sampai 5. Dalam gambar. dimungkinkan membuat bercak menjadi tampak dengan mereaksikannya dengan beberapa pereaksi yang menghasilkan produk yang berwarna. Bagaimana halnya jika substansi yang anda ingin identifikasi tidak berwarna? Dalam beberapa kasus. Hal ini tidak selalu benar. Ninhidrin bereaksi dengan asam amino menghasilkan senyawa berwarna. Untuk menyederhanakan. Contoh yang baik yaitu kromatogram yang dihasilkan dari campuran asam amino. sedangkan pelarut bergerak sejauh 12. Anda membuat asumsi bahwa jika anda memiliki dua bercak pada kromatogram akhir dengan warna yang sama dan telah bergerak pada jarak yang sama pada kertas. Kertas lalu ditempatkan dalam pelarut yang sesuai dan dibiarkan seperti sebelumnya.

Anda harus mengulangi percobaan menggunakan asam amino-asam amino sebagai bahan perbandingan. . Dua pewarna dalam campuran memiliki nilai Rf yang hampir sama. Tentunya. posisi pelarut ditandai dengan pinsil sebelum kertas kering. Kita akan menggunakan dua pelarut yang berbeda Jika anda melihatnya lebih dekat. nilai-nilai ini bisa saja sama. Saya akan kembali membicarakan tentang senyawa-senyawa berwarna karena lebih mudah melihat apa yang terjadi. anda dapat melihat bahwa bercak pusat besar dalam kromatogram sebagian biru dan sebagian hijau. Dalam gambar. Gambar kedua menunjukkan apa yang mungkin tampak setelah penyemprotan ninhidrin.Gambar di sebelah kiri menunjukkan kertas setelah dilalui pelarut hampir pada bagian atas kertas. 4 dan 5. campuran mengandung asam amino yang diberi tanda 1. Dalam contoh ini. Kromatogram ditempatkan dalam sebuah pelarut sebelum dan sesudah sampai pelarut mendekati bagian atas kertas. Posisi ini ditandai sebagai SF1 yaitu pelarut depan untuk pelarut pertama. Tidak diperlukan untuk menghitung nilai Rf karena anda dengan mudah dapat membandigkan bercak dalam campuran dengan asam amino-asam amino yang telah diketahui berdasarkan posisi dan warnanya. Bercak masih belum tampak. Bagaimana jika campuran mengandung asam amino lain selain dari asam amino yang anda gunakan untuk perbandingan? Akan terdapat bercak dalam campuran yang tidak sesuai dari asam amino yang telah diketahu. Kromatografi kertas dua arah Kromatografi kertas dua arah dapat digunakan dalam menyelesaikan masalah pemisahan substansi yang memiliki nilai Rf yang sangat serupa. dalam hal ini anda tidak dapat mengatakan bahwa ada satu atau lebih pewarna dalam dalam bercak itu. Ada dapat mengerjakannya secara sempurna hal ini dengan senyawasenyawa yang tidak berwarna ± tetapi anda harus menggunakan banyak imajinasi dalam menjelaskan apa yang terjadi ! Waktu ini kromatogram dibuat dari bercak tunggal dari campuran yang ditempatkan kedepan dari garis dasar. keduanya memiliki warna yang sama.

secara jelas anda tidak dapat melaksanakannya dengan perbandingan substansi pada kromatogram yang sama seperti yang kita lihat pada contoh sebelumnya menggunakan pena atau asam amino-asam amino. Hal yang sangat tidak dipercaya bahwa dua bercak yang membingungkan akan memiliki nilai Rf dalam pelarut kedua sama halnya dengan pelarut yang pertama. tetapi sangat sulit dijelaskan apabila . Jika anda akan mengidentifikasi bercak-bercak dalam campuran. dan kemudian membandingkan nilai-nilai yang anda telah ukur dari senyawa yang telah diketahui pada kondisi yang tepat sama. Meskipun demikian. anda dapat bekerja dengan nilai Rf untuk setiap bercak-bercak dalam pelarut-pelarut. dengan demikian bercak-bercak akan bergerak dengan jumlah yang berbeda.Apa yang anda kerjakan sekarang adalah menunggu kertas kering seluruhnya. dan putar 90o dan perlakukan kromatogram kembali dengan pelarut yang berbeda. Bagaimana kromatografi kertas bekerja? Meskipun kromatografi kertas sangat mudah pengerjaannya. Tentunya anda tidak dapat melihat bercak-bercak dalam posisi awal dan akhir. Bercak-bercak telah bergerak! Kromatogram akhir akan tampak seperti ini: Kromatografi dua arah secara seluruhnya terpisah dari campuran menjadi empat bercak yang berbeda. Posisi pelarut kedua juga ditandai. Anda dapat berakhir dengan kekacauan pada bercak-bercak yang tanpa arti. Gambar berikutnya menunjukkan apa yang mungkin terjadi pada berbagai bercak pada kromatogram awal.

Jika anda telah pernah melakukannya. Mereka akan memiliki nilai Rf yang relatif tinggi. Interaksi ini dengan air merupakan efek yang sangat penting selama pengerjaan kromatografi kertas. Penjelasannya tergantung tingkatan pemilihan pelarut yang anda gunakan.Struktur dasar kertas Kertas dibuat dari serat selulosa. Selulosa merupakan polimer dari gula sederhana. cenderung untuk larut dalam lapisan tipis air sekitar serat lebih besar daripada pelarut yang bergerak. yaitu glukosa. molekul-molekul tidak akan bergerak sangat cepat pada kertas. . dan beberapa sumber untuk mengatasi masalah secara tuntas.am campuran yang anda coba untuk pisahkan akan memiliki sedikit atraksi antara akan memiliki sedikit atraksi untuk molekul-molekul air dan molekul-molekul yang melekat pada selulosa. Kecenderungan senyawa untuk membagi waktunya antara dua pelarut yang tidak bercampur (misalnya pelarut heksana dan air yang mana tidak bercampur) disebut sebagai partisi. Karena molekul-molekul ini menghabiskan waktu untuk larut dalam fase diam dan kurang dalam fase gerak. Oleh karenanya. Dengan kata lain. hal ini lebih kompleks daripada itu! Kompleksitas timbul karena serat-serat selulosa beratraksi dengan uap air dari atmosfer sebagaimana halnya air yang timbul pada saat pembuatan kertas. ini sangat membantu jika anda dapat membaca penjelasan bagaimana kromatografi lapis tipis bekerja. Molekul-molekul seperti ini akan bergerak sepanjang kertas diangkut oleh pelarut. anda dapat berpikir yakni kertas sebagai serat-serat selulosa dengan lapisan yang sangat tipis dari molekulmolekul air yang berikatan pada permukaan.membadingkannya dengan kromatografi lapis tipis. molekul-molekul polar akan memiliki atraksi yang tinggi untuk molekulmolekul air dan kurang untuk pelarut yang non polar. akan baik menggunakan beberapa penjelasan untuk kromatografi lapis tipis dan kertas. dan karena akan menghabisakan banyak waktunya untuk larut dalam pelarut yang bergerak. Sayangnya. Kromatografi kertas menggunakan pelarut non polar Anggaplah anda menggunakan pelarut non polar seperti heksana untuk mengerjakan kromatogram. Sangat menarik untuk mencoba untuk menjelaskan kromatografi kertas dalam kerangka bahwa senyawa-senyawa berbeda diserap pada tingkatan yang berbeda pada permukaan kertas. Dan karenanya. Molekul-molekul polar da. Dengan kata lain.

analisis kualitatif. Kimia Fisika. Kromatografi kertas menggunakan air dan pelarut polar lainnya Waktu akan mengajarkan anda bahwa partisi tidak dapat dijelaskan jika anda menggunakan air sebagai pelarut untuk campuran anda. Kromatografi fluida superkritik Kromatografi cair: kromatografi kertas. Partisi hanya dapat terjadi antara pelarut yang tidak bercampur satu dengan lainnya. NAMA Selain kertas Whatman dalam teknik kromatografi dapat pula digunakan kertas Svehla. Jika air bertindak sebagai fase gerak selayaknya menjadi fase diam. kromatogram pertama yang telah anda buat mungkin merupakan tinta menggunakan air sebagai pelarut. Kimia Anorganik. HALAMAN 13 Kimia Analisis. Namun. Topics: Laptops Item Analysis for Set 3 Paper 2. Kimia Lingkungan Bagian ini mengantarkan penjelasan tentang kromatografi kertas Kimia MIPA vs. tidak akan sangat berbeda makna antara jumlah waktu substansi menghabiskan waktu dalam campuran dalam bentuk lainnya. G.kromatografi lapis Pada kromatografi kertas sebagai penyerap digunakan sehelai kertas dengan susunan Diantara sekian banyak contoh teknik atau cara dalam analisis kuantitatif terdapat dua cara 1 2 3 4 5 6 12 Setelah menyelesaikan perkuliahan ini mahasiswa dapat menjelaskan teknikteknik analisis dengan metode kromatografi kertas dan penggunaannya dalam bidang farmasi KROMATOGRAFI KROMATOGRAFI KERTAS.Kromatografi kertas menggunakan pelarut non-polar kemudian menjadi tipe kromatografi partisi. Yang Mana? Dengan 170 Teknik Pemisahan Kimia cara-cara optimasi. Seluruh substansi seharusnya setimbang kelarutannya (terlarut setimbang) dalam keduanya. akan terdapat perbedaan mekanisme pada mekanisme kerja dan harus setimbang untuk pelarut-pelarut polar seperti alkohol. From: azrien68. Pelarut-pelarut polar seperti alkohol rendah bercampur dengan air. aplikasi. misalnya. 38. 1979. KERTAS SOALAN TAMAT. teknik analisis kromatografi kertas Posted by admin. 40. 39.GC-MS. Reads: 55 D ask her for further information. Vogel Buku Teks Analisis . Jika anda mempunyai air sebagai fase diam. Teknik Kimia.

Fasa gerak atau larutan pengembang biasanya digunakan pelarut campuran organik atau bisa juga campuran pelarut organik anorganik. Fakultas Teknik.biz/search/teknik+analisis+kromatografi+kertas Penentuan Ni(II) dengan kromatografi lapis tipis Kromatografi lapis tipis merupakan salah satu kromatografi yang berdasarkan proses adsorpsi. Dalam hal ini jumlah cuplikan yang ditotolkan harus kuantitatif. Fakultas Ekonomi. Tahapan analisis dengan kromatografi lapis tipis sama seperti pada kromatografi kertas. Jika fasa diam berupa silika gel maka bersifat asam. FASILKOM. Sampel cair dengan jumlah tertentu ditotolkan pada plat KLT dan dielusi dalam larutan pengembang. FPsi. Analisis kuantitatif pada kromatografi lapis tipis dapat dilakukan dengan jalan melarutkan kembali ion atau senyawa yang sudah terpisahkan kemudian ditentukan serapannya (karena pada umumnya untuk pengenalan digunakan pereaksi berwarna). FIK Fraksi eter kemudian dianalisis dengan menggunakan kromatografi kertas dua dimensi dengan other species that would interfere in the Teknik.Tanpa teknik kromatografi. Fakultas Hukum. Ni(II) adalah suatu ion logam yang bersifat polar sehingga dapat dipisahkan dari komponen lain menggunakan kromatografi lapis tipis. jika fasa diam alumina maka bersifat basa. FIB. . FISIP. KertasRKromatografi yang sering digunakan Kromatografi ialah satu teknik pengasingan bahan kimia secara fizikal yang penting. Senyawa yang terdapat dalam sampel akan terdistribusi dalam dua fasa yaitu fasa diam dan fasa gerak. Kromatografi lajur. Kromatografi kertas. Sebagai fasa diam dapat digunakan silika atau alumina yang dilapiskan pada lempeng kaca atau aluminium. Kromatografi gas. Oleh karena itu dapat digunakan untuk memisahkan senyawa atau ion yang sifatnya polar. Fasa gerak bergerak naik karena gaya kapiler dan dihentikan ketika mencapai 3/4 panjang plat. Baik silika maupun alumina merupakan suatu adsorben yang bersifat polar. dengan demikian cuplikan akan ditahan berdasarkan perbedaan kepolaraanya. ion atau senyawa akan mempunyai Rf yang spesifik. pemisahan fisik campuran komponenRanalysis KROMATOGRAFI Kromatografi. FKM. dengan demikian melalui kromatografi lapis tipis dapat diperoleh informasi secara kualitatif. Kromatografi lapisan nipis http://starwrite. Perhitungan Rf sama halnya seperti pada kromatografi kertas. Kelebihan kromatografi lapis tipis dibandingkan dengan kromatografi kertas adalah waktu elusi lebih pendek dan dapat digunakan untuk analisis kuantitatif. sintesis senyawa murni (atau hampir murni) akan 1914-1994) adalah orang pertama yang menggunakan metoda analisis asam amino dengan kromatografi kertas.

Lalu disiapkan pengembang campuran aseton : HCl 6M (10:2) dan dimasukkan plat KLT kedalam bejana pengembang lalu dibiarkan beberapa saat hingga fasa gerak mencapai 3/4 bagian plat. Setelah kering letakkan plat diatas gelas kimia berisi larutan amoniak sampai plat jenuh dengan uap amoniak.id/showthread. Cara kerja dalam menentukan Ni(II) dalam kromatografi lapis tipis adalah menotolkan terlebih dahulu 1 ml larutan cuplikan yang mengandung Ni(II) pasa plat KLT dengan jarak 1cm dari tepi.php?72435-Penentuan-Ni(II)-dengan-kromatografi-lapistipis . dari situ kita akan dapat menentukan kadar Ni(II) dalam cuplikan.ac.um.Fasa gerak yang dipakai bisa menggunakan campuran pelarut organik-anorganik misalnya aseton-HCl. Secara kuantitatif warna merah dari kompleks Ni-DMG dapat ditentukan dengan spektrofotometri sinar tampak. Setelah itu kerok noda yang terbentuk kemudianekstrak dengan 5X1 ml kloroform dan ukur serapannya pada panjang gelombang 366nm. Dalam suasana basa Ni(II) dapat bereaksi dengan dimetilglioksim (DMG) membentuk kompleks warna merah. shofyan http://community. Kemudian semprot dengan larutan dimetilglioksim (DMG) dan tentukan harga Rf-nya. Angkat plat dan beri tanda jarak tempuh fasa gerak dengan pensil dan dikeringkan dengan hair dryer.

d. kromTOGRAfi cair .

ac.usu.library.id .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->