SEJARAH Berbaris pertama kali dikenal pada jaman Kekaisaran Romawi pada saat Kaisarnya Julius Caesar, dengan

maksud agar pasukan yang berada dibawah kekuasaannya mempunyai rasa tanggungjawab, disiplin yang tinggi dengan melihat hasil lahir, yaitu Kerapihan, kekompakan, Ketertiban dan Kesigapan. Pasukan Julius Caesar sangatlah terkenal pada jamannya (baca sejarah romawi) Baris Berbaris adalah suatu wujud latihan fisik guna menanamkan disiplin, patriotisme, tanggung jawab serta membentuk sikap lahir dan batin yang diarahkan pada terbentuknya suatu perwatakan tertentu MAKSUD DAN TUJUAN Maksud : Sebagai pendidikan / latihan awal bela negara, sesuai dengan hak dan kewajiban warga negara Indonesia seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 1945 Tujuan : Menumbuhkan disiplin, mempertebal rasa dan semangat kebangsaan dan patriotisme yang tinggi sehingga tercipta rasa tanggung jawab yang tinggi pula atau menumbuhkan sikap jasmani yang tegap dan tangkas, rasa persatuan, disiplin dengan senantiasa dapat mengutamakan kepentingan tugas diatas kepentingan individu secara tidak langsung menanamkan rasa tanggung jawab. Sikap lahir yang diperoleh · Ketegaran· Ketangkasan· Kelincahan· Kerapihan· Ketertiban· Kehidmatan· Kekompakan· Keseragaman· Kesigapan· Keindahan· Ketanggapan· Kewajaran tenaga· Kesopanan· Ketelitian· Ketenangan· Ketaatan· Keikhlasan· Kesetiakawanan· Kebersamaan· Persaudaraan· Keyakinan· Keberanian· Kekuatan· Kesadaran· Konsentrasi· Kebiasaan· Berani berkorban· Persatuan . Macam-macam ABA-ABA 1. Aba-aba PETUNJUK Contoh : Untuk Istirahat – BUBAR = JALAN 2. Aba-aba PERINGATAN Contoh : JALAN DITEMPAT = GERAK 3. Aba-aba PELAKSANAAN Contoh :GERAK, untuk gerakan-gerakan kaki tanpa meninggalkan tempat

JALAN, untuk gerakan-gerakan kaki dengan meninggalkan tempat MULAI, dipakai pada pelaksanaan perintah yang harus dilakukan berturtu-turut II. Gerakan PERORANGAN-GERAKAN DASAR 1. ikap Sempurna Aba-aba : Siap = GERAK 2. IstirahatAba-aba : Istirahat – di – tempat = GERAK 3. Lencang Depan Aba-aba : Lencang Depan = GERAK 4. Lencang Kanan / kiri Aba-aba : Lencang Kanan = GERAK 5. Setengah Lengan lencang kanan Aba-aba : Setengah Lengan Lencang Kanan = GERAK 6. Cara Berhitung Aba-aba : Hitung = MULAI

III. GERAKAN PERUBAHAN ARAH 1. Hadap Kanan/Kiri Aba-aba : Hadap Kanan/kiri = GERAK 2. Hadap Serong Kanan/kiri Aba-aba : Hadap Serong kanan/kiri = GERAK 3. Balik kanan Aba-aba : balik kanan = GERAK 4. HormatAba-aba : Hormat = GERAK 5. BerkumpulAba-aba : 3 bersaf / 3 berbanjar kumpul = MULAI 6. Bubar

Aba-aba : Bubar = JALAN 7. Langkah ke kanan/ke kiri Aba-aba : ∑ langkah ke kanan/ke kiri = JALAN 3. Belok kanan/kiri Aba-aba : Belok kanan/kiri = JALAN 7. Langkah biasa Aba-aba :Maju = JALAN (dari sikap sempurna) Langkah biasa = JALAN (dari langkah tegap) 5. Membuka / menutup barisan Aba-aba : Buka/tutup barisan = GERAK IV. Jalan di Tempat Aba-aba : jalan di tempat = GERAK 8. Langkah tegap Aba-aba : Langkah Tegap Maju = JALAN (dari sikap sempurna) Langkah Tegap = JALAN (dari langkah biasa) 4. Langkah ke depan / ke belakang (max 4 langkah) Aba-aba : ∑ Langkah ke depan/ke belakang = JALAN 2. Haluan kanan/kiri Aba-aba : haluan Kanan/kiri = JALAN (dari diam ke diam / dari jalan ke diam) . GERAKAN BERJALAN 1. Lari Maju Aba-aba : Lari Maju = JALAN 6.

. GERAKAN-GERAKAN LAIN/TAMBAHAN 1. Periksa Kerapihan Aba-aba : Periksa Kerapihan = MULA Peraturan Baris Berbaris yang digunakan di lingkungan Pramuka ada dua macam yakni Baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat. Melintang kanan/kiri Aba-aba :Melintang kanan/kiri = JALAN (dari diam ke diam / dari jalan ke diam) Melintang kanan/kiri Maju = JALAN (dari diam ke jalan / dari jalan ke jalan) 9.JALAN Pelaksanaannya. Tiap-tiap banjar 2 kali belok kanan Aba-aba : Tiap-tiap banjar 2 kali belok kanan JALAN V. paha rata-rata. tempo langkah sesuai dengan langkah biasa. Untuk baris berbaris menggunakan tongkat memiliki tata cara tersendiri di lingkungan Pramuka. badan tegak. Berhimpun Aba-aba : Berhimpun = MULAI 1. a) Bubar Aba-aba : Bubar . Setelah melakukan penghormatan kemudian balik kanan dan setelah menghitung dua hitungan dalam hati. Pemberian aba aba tersebut dilaksanakan dalam keadaan sikap sempurna. b) Jalan di tempat Aba-aba: Jalan ditempat .haluan kanan/kiri Maju = JALAN (dari diam ke jalan / dari jalan ke jalan) 8. Dua kali belok kanan Aba-aba : Dua kali belok kanan = JALAN (dari jalan ke jalan) 9. lalu bubar. ujung kaki menuju ke bawah.GERAK Pelaksaannya: Gerakan dimulai dengan mengangkat kaki kiri. lutut berganti-ganti diangkat. Adapun baris berbaris tanpa menggunakan tongkat mengikuti tata cara yang telah diatur dalam Peraturan Baris Berbaris milik TNI/POLRI .

sedang regu tengah tetap ditempat.pada hitungan ke dua kaki kiri/kanan diharapkan pada kaki kiri/kanan dan kembali ke sikap sempurna. Aba-aba : Buka barisan – JALAN Pada aba-aba pelaksanaan regu kanan dan kiri membuat satu langkah ke samping kanan dan kiri. Langkah biasa Langkah tegap Langkah perlahan Langkah kesamping Panjangnya 65cm 65cm 40cm 40cm Tempo 120 tiap menit 120 tiap menit 30 tiap menit 70 tiap menit . c) Membuka/menutup barisan.pandangan mata tetap ke depan. Aba-aba : Henti – GERAK Pelaksanaannya: Pada aba-aba pelaksanaan dapat dijatuhkan kaki kiri/kanan. sedang regu tangah tetap di tempat. Tutup barisan Aba-aba :tutup barisan – JALAN Pelaksanannya : Pada aba-aba pelaksanaan regu kanan dan kiri membuat satu langkah kembali ke samping kanan dan kiri. Gerakan berjalan dengan panjang tempo dan macam langkah Macam langkah 1 . 2 . 4 . lengan dirapatkan pada badan (tidak melenggang) Dari jalan ke tempat berhenti. Catatan : Membuka barisan gunanya untuk memudahkan pemeriksaan. 3 .

Seluruh anggota meluruskan barisan ke depan dengan melihat pada belakang leher. punggung ibu jari menhadap ke atas. kemudian dihentakkan ke tanah dengan jarak setengah langkah dan selanjutnya berjalan dengan langkah biasa. LANGKAH BIASA 1) Pada waktu berjalan. pada langkah selanjutnya lengan atas dan bawah lurus dilenggangkan ke depan 45°. lutut lurus. dengan tidak terpaksa. Kemudian diletakkan ke tanah menurut jarak yang telah ditentukan. 6 . Waktu mengayunkan kaki ke depan lutut dibengkokkan sedikit (kaki tidak boleh diseret). kepala dan badan seperti pada waktu sikap sempurna.5 . 2) Cara melangkahkan kaki seperti pada waktu berjalan biasa. telapak kaki diangkat rata sejajar dengan tanah setinggi ± 15 cm. Pertama tumit diletakkan di tanah selanjutnya lurus ke depan dan ke belakang di samping badan. Langkah ke belakang Langkah ke depan Langkah di waktu lari 40cm 60cm 80cm 70 tiap menit 70 tiap menit 165 tiap menit MAJU – JALAN Dari sikap sempurna Aba-aba : Maju – JALAN Pelaksanaannya: 1) Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri diayunkan ke depan. lengan kiri 30° ke belakang. 1) LANGKAH TEGAP Dari sikap sempurna Aba-aba : Langkah tegap – JALAN . dan ke belakang 30°. ke belakang 30°. B. 2) Langkah pertama dilakukan dengan melenggangkan lengan kanan ke depan 90°. Ke depan 45°. Dilarang keras : berbicara-melihat kanan/kiri Pada waktu melenggangkan tangan supaya jangan kaku. Jari-jari tangan digenggam. 7 . C. .

2) Dari langkah biasa Aba-aba : Langkah tegap – JALAN Pelaksanaannya : Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kiri jatuh di tanah. ditambah satu langkah selanjtnya mulai berjalan seperti tersebut pasa butir 1. Bersama dengan langkah pertama lengan dilenggangkan lurus ke depan dan ke belakang di samping badan. . D.Pelaksanaannya : Mulai berjalan dengan kaki kiri. selanjutnya seperti jalan biasa (panjang dan tempo) dengan cara kaki dihentakkan terus menerus tetapi tidak dengan berlebih-lebihan. punggung ibu jari menghadap ke atas. hanya langkah pertama……. setelah kaki kiri menapak di tanah segera disusul dengan kaki kanan ditarik ke depan dan ditahan sebentar di sebelah mata kaki kiri. 1) LANGKAH PERLAHAN Untuk bergabung (mengantar jenazah dalam upacara kemiliteran) Aba-aba : Langkah perlahan maju – JALAN Pelaksanaannya : a) Gerakan dilakukan dengan sikap sempurna b) Pada aba-aba “jalan”. c) Gerakan selanjutnya melakukan gerakan-gerakan seperti semula. 3) Kembali ke langkah biasa Aba-aba : Langkah biasa – JALAN Pelaksanaannya : Aba-aba diberikan pada waktu kaki kiri jatuh di tanah ditambah satu langkah dan mulai berjalan dengan langkah biasa. pada tiap-tiap perubahan langkah (tanpa kata maju). kemudian dilanjutkan ditatapkan kaki kanan di depan kaki kiri. (lengan tangan 90° ke depan dari 30° ke belakang). Jari-jari tangan digenggam dengan tidak terpaksa. Catatan : Dalam lsedang berjalan cukup menggunakan aba-aba peringatan : Langkah tegap/langkah biasaJALAN. lutut kaki tidak boleh diangkat tinggi. langkah pertama selebar setengah langkah. telapak kaki rapat dan sejajar dengan tanah. kaki kiri dilangkahkan ke depan.

aba-aba adalah “langkah perlahan JALAN” yang diberikan pada waktu kaki kanan/kiri jatuh di tanah ditambah selangkah dan kemudian mulai berjalan dengan langkah perlahan.Langkah ke depan – JALAN Pelaksanaannya : Pada aba-aba pelaksanaan.Catatan :  Dalam keadaan sedang berjalan. peserta melangkah ke belakang mulai kaki kiri menurut panjangnya langkah dan sesuai dengan tempo yang telah ditentukan. Selanjutnya kaki kiri/kanan dirapatkan pada kaki kiri/kanan. tetapi diletakkan rata-rata untuk lebih khidmat. menurut jumlah langkah yang diperintahkan. Lengan tidak boleh dilenggangkan dan sikap badan seperti dalam sikap sempurna. sebanyak-banyaknya hanya boleh dilakukan empat langkah. Sebanyak-banyaknya hanya boleh dilakukan empat langkah.Sikap badan tetap seperti pada sikap sempurna. menurut jumlah langkah yang diperintahkan... LANGKAH KE DEPAN Aba-aba : ……. F. Sebanyka-banyaknya hanya boleh dilakukan empat langkah. peserta melangkahkan kaki ke depan mulai dengan kaki kiri menurut panjangnya langkah dan tempat yang telah ditentukan. Gerakan kaki seperti gerakan langkah tegap dan dihentikan dan sikap seperti sikap sempurna. .Langkah ke belakang – JALAN Pelaksanaannya : Pada aba-aba pelaksanaan. LANGKAH KE BELAKANG Aba-aba : ……. LANGKAH KE SAMPING Aba-aba : …….Langkah ke kanan/kiri – JALAN Pelaksanaannya : Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri/kanan dilanjutkan ke samping kanan/kiri sepanjang 40 cm. G. 2) Berhenti dalam langkah perlahan Aba-aba : Henti – GERAK Pelaksanaannya : E.  Tapak kaki pada saat menginjak tanah tidak dihentakkan.

kemudian berjalan dengan langkah biasa. 2) Dari langkah biasa Aba-aba : Lari – JALAN Pelaksanaannya: Aba-aba peringatan pelaksanaannya sama dengan ayat 1. Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kanan/kiri jatuh ke tanah ditambah tiga langkah.H. lengan dilenggangkan secara tidak kaku. 1) LANGKAH DI WAKTU LARI Dari sikap sempurna Aba-aba : Lari maju – JALAN Pelaksanaannya: Aba-bab peringatan ke dua tangan dikepalkan dengan lemas dan diletakkan di pinggang sebelah depan dengan punggung tangan menghadap keluar. selanjutnya kaki dirapatkan kemudian kedua kepal tangan diturunkan untuk mengambil sikap sempurna. Catatan : Untuk berhenti dari keadaan berlari aba-aba seperti langkah biasa henti – GERAK. dimuali dengan kaki kiri dihentakkan. 1) LANGKAH MERDEKA Dari langkah biasa Aba-aba : Langkah merdeka – JALAN . badan agak dicondongkan ke depan. Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kiri/kanan jatuh ke tanah kemudian ditambah satu langkah. selanjutnya berlari menurut ketentuan yang ada. 3) Kembali ke langkah biasa Aba-aba : Langkah biasa – JALAN Pelaksanaannya : Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kiri/kanan jatuh ke tanah ditambah tiga langkah. I. bersama dengan itu kedua lengan digenggam. Telapak kaki diletakkan dengan ujung telapak kaki terlebih dahulu. Pada aba-aba pelaksanaan. ke dua siku sedikit ke belakang. dimulai lari dengan menghentakkan kaki kiri setengah langkah dan selanjutnya menurut panjang langkah dan tempo yang ditentukan dengan kaki diangkat secukupnya.

buak topi.samakn langkah. Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kanan/kiri di tanah kemudian ditambah satu langkah. Anggota tetap dilarang meninggalkan barisan. 2) Kembai ke langkah biasa Untuk melaksanakan gerakan ini lebih dahulu harus diberikan ………………. Untuk selanjutnya disesuaikan dengan langkah baru yang disamakan.Anggota berjalan bebas tanpa terikat pada ketentuan panjang. Atas pertimbangan Pimpinan. anggota dapat dijinkan untuk membuat sesuatu yang dalam keadaan lain terlarang (antara lain berbicara. menghapus keringat). tempo dan ketentuan langkah. Tata Cara Upacara (2 Jpl) 0100090000032a0200000200a20100000000a201000026060f003a03574d464301000000000001 001d100000000001000000180300000000000018030000010000006c0000000000000000000000 350000006f0000000000000000000000070700006102000020454d460000010018030000120000 0002000000000000000000000000000000c01200000b190000cb0000000f010000000000000000 000000000000c019030027240400160000000c000000180000000a000000100000000000000000 0000000900000010000000a901000090000000250000000c0000000e000080250000000c000000 0e000080520000007001000001000000a4ffffff0000000000000000000000009001000000000000 04400022430061006c006900620072006900000000000000000000000000000000000000000000 00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000110040ae11001000 0000a4b1110024af110052516032a4b111009cae1100100000000cb0110088b1110024516032a4b 111009cae11002000000049642f319cae1100a4b1110020000000ffffffff3ca94d01d0642f31ffffffff . Setelah langkah barisan sama. J. Kemudian gerakan ini dilakukan dalam satu hitungan. Langkah merdeka biasanya dilakukan untuk menempuh jalan jauh/diluar kota/lapangan yang tidak rata. GANTI LANGKAH Aba-aba : Ganti langkah – JALAN Pelaksanaannya : Gerakan dapat dilakukan pada waktu langkah biasa/tegap. Sesudah ujung kaki kiri/kanan yang sedang di belakang dirapatkan pada badan. 3) Aba-aba : Langkah biasa – JALAN Pelaksanaannya : Seperti tersebut pada petunjuk dari langkah tegap ke langkah biasa. Pemimpin dapat memberikan aba-aba peringatan dan pelaksanaan.

Diskripsi singkat Mata pelajaran ini. peserta diharapkan mampu menjelaskan tata cara upacara sehingga dapat melaksanakannya dalam tugas. Pokok Bahasan 1) 2) 3) 4) Pendahuluan Pejabat upacara. macam/jenis upacara. Tujuan Instruksional Khusus (TIK) Setelah mengikuti mata pelajaran ini. d.ffff0180ffff01800fff0180ffffffff000003000008000000080000accc120001000000000000005802 000025000000372e90010000020f0502020204030204ef0200a07b20004000000000000000009f0 0000000000000430061006c00690062007200000000000038a80170a06032dc68e4601ca94d013 842c300d0ae11009c38273106000000010000000caf11000caf1100e87825310600000034af11003 ca94d016476000800000000250000000c00000001000000250000000c000000010000002500000 00c00000001000000120000000c00000001000000180000000c000000000000025400000054000 0000000000000000000350000006f00000001000000555587407b4487400000000057000000010 000004c000000040000000000000000000000a9010000900000005000000020000000360000004 6000000280000001c0000004744494302000000ffffffffffffffffaa01000091000000000000004600 000014000000080000004744494303000000250000000c0000000e000080250000000c0000000e 0000800e000000140000000000000010000000140000000400000003010800050000000b020000 0000050000000c0214003c00040000002e0118001c000000fb020200010000000000bc02000000 000102022253797374656d0000000000000000000000000000000000000000000000000000040 000002d010000040000002d0100001c000000fb02f3ff0000000000009001000000000440002243 616c6962726900000000000000000000000000000000000000000000000000040000002d010100 040000002d010100040000002d0101000400000002010100050000000902000000020d0000003 20a0c00000001000400000000003c001400207f0800040000002d010000040000002d010000030 000000000 a. bentuk dan susunan upacara Parade dan defile Macam dan jenis upacara . pejabat upacara. membahas tentang pengertian tata cara upacara. serta parade dan defile. c. Tujuan Instruksional Umum (TIU) Setelah mengikuti mata pelajaran ini. peserta dapat menjelaskan tentang tujuan dan guna/manfaat tata cara upacara. bentuk dan susunan upacara. b.

Sub Pokok Bahasan 1) 2) 3) 4) Pentingnya tata cara upacara dalam membina disiplin Komandan dan inspektur upacara Bentuk parade dan defile Macam dan jenis upacara Metode dan Media 1) 2) Cermah Praktek f. Daftar pustaka Peraturan Baris Berbaris (5 Jpl) 0100090000032a0200000200a20100000000a201000026060f003a03574d464301000000000001 00e80f0000000001000000180300000000000018030000010000006c0000000000000000000000 350000006f0000000000000000000000070700006102000020454d460000010018030000120000 0002000000000000000000000000000000c01200000b190000cb0000000f010000000000000000 000000000000c019030027240400160000000c000000180000000a000000100000000000000000 0000000900000010000000a901000090000000250000000c0000000e000080250000000c000000 0e000080120000000c00000001000000520000007001000001000000a4ffffff0000000000000000 00000000900100000000000004400022430061006c006900620072006900000000000000000000 00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000 000000000110040ae110010000000a4b1110024af110052516032a4b111009cae1100100000000c b0110088b1110024516032a4b111009cae11002000000049642f319cae1100a4b1110020000000f fffffff3ca94d01d0642f31ffffffffffff0180ffff01800fff0180ffffffff000003000008000000080000acc c120001000000000000005802000025000000372e90010000020f0502020204030204ef0200a07b 20004000000000000000009f00000000000000430061006c00690062007200000000000038a801 70a06032dc68e4601ca94d013842c300d0ae11009c38273106000000010000000caf11000caf1100 e87825310600000034af11003ca94d016476000800000000250000000c00000001000000250000 000c00000001000000250000000c00000001000000180000000c00000000000002540000005400 00000000000000000000350000006f00000001000000555587407b448740000000005700000001 0000004c000000040000000000000000000000a901000090000000500000002000350036000000 46000000280000001c0000004744494302000000ffffffffffffffffaa0100009100000000000000460 0000014000000080000004744494303000000250000000c0000000e000080250000000c0000000 e0000800e000000140000000000000010000000140000000400000003010800050000000b02000 00000050000000c0214003c00040000002e0118001c000000fb020200010000000000bc0200000 .e. g.

peserta diharapkan dapat mempraktekkan dan menguasai gerakan-gerakan di tempat maupun berjalan secara tertib dan teratur. Sub Pokok Bahasan 1) Gerakan di tempat :    2) Sikap sempurna Lencang kanan/lencang depan. Tujuan Instruksional Khusus (TIK) Setelah mengikuti mata pelajaran ini. sikap-sikap peraturan barisberbaris (PBB) serta gerakan baik sebagai perorangan maupun dalam hubungan dengan satuan di tempat atau berjalan. serong kanan/kiri. jiwa militer. d. gerakan enerjik dan berdisiplin tinggi. b. Pokok Bahasan 1) 2) 3) 4) Pendahuluan/pemanasan gerakan di tempat Gerakan berjalan Penutup e. Tujuan Instruksional Umum (TIU) Setelah mengikuti mata pelajaran ini. membahas tentang cara apemanasan.0000102022253797374656d000000000000000000000000000000000000000000000000000004 0000002d010000040000002d01000004000000020101001c000000fb02f3ff00000000000090010 00000000440002243616c696272690000000000000000000000000000000000000000000000000 0040000002d010100040000002d010100040000002d010100050000000902000000020d000000 320a0c00000001000400000000003c001400207f0800040000002d010000040000002d01000003 0000000000 a. Diskripsi singkat Mata pelajaran ini. balik kanan Gerakan berjalan  Maju berjalan . berhitung Hadap kanan/kiri. peserta dapat memiliki rasa kebersamaan. c.

upacara selamatan panen. gerakan Jadi Tata Upacara Bendera adalah tindakan dan gerkan yang dirangkaikan dan ditata dengan tertib dan disiplin. hal ini merupakan ciri khas yang membedakan dengan bangsa lain. menata. Hadap kanan/kiri maju jalan Hadap serong kanan/kiri maju jalan Jalan di tempat Berhenti Bubar jalan Metode dan Media 1) 2) 3) Cermah Praktek OHP g. menyusun Upa : rangkaian Cara : tindakan. Pada hakekatnya upacara bendera adalah pencerminan dari nilai-nilai budaya bangsa yang merupakan salah satu pancaran peradaban bangsa. Pancasila UUD 1945 (tentang Sistem Pendidikan Nasional) . Daftar pustaka TATA UPACARA BENDERA (TUB) ARTI Tata : mengatur. upacara selamatan kelahiran.     f. SEJARAH Sejak zaman nenek moyang bangsa Indonesia telah melaksanakan upacara. 2. DASAR HUKUM 1.

dan menuntut pemusatan perhatian dari seluruh peserta. b. yang akan dapat mengganggu kelancaran proses belajar mengajar di sekolah. PEJABAT UPACARA a. e. Bendera Merah Putih Ukuran perbandingan 2 : 3 Ukuran terbesar 2 X 3 meter Ukuran terkecil 1 X 1. menjadikan sekolah memiliki situasi yang dinamis dalam segala aspek kehidupan bagi para siswa. untuk memperolah suasana yang khidmat.3. 14 tahun 1981 (tentang Urutan Upacara Bendera) MAKSUD DAN TUJUAN a. Pembina Upacara Pemimpin Upacara Pengatur Upacara Pembawa Upacara PETUGAS UPACARA a. g. b. b. Tiang Bendera . maka disusunlah petunjuk pelaksanaan kegiatan ini. Pembawa naskah Pancasila Pembaca Teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Pembaca Do’a Pemimpin Lagu Kelompok Pengibar / Penurun Bendera Kelompok Pembawa Lagu Cadangan tiap perangkat PERLENGKAPAN UPACARA 1. Sehingga sekolah memiliki daya kemampuan dan ketangguhan terhadap gangguan-gangguan negatif baik dari dalam maupun luar sekolah. f.5 Meter 2. c. guru. Inpres No. d. pembina dan kepala sekolah. tertib. c. d.

 q. 1. Naskah-naskah a. Naskah Do’a d. Bentuk Barisan Satu Garis f. Catatan : . j.  i. Pancasila b. Suatu bentuk barisan disusun dalam satu garis dan menghadap ke pusat Upacara.  p. Tali Bendera Diusahakan tali yang digunakan adalah tali layar dan bukan tali plastik 4. Naskah Acara a. SUSUNAN BARISAN UPACARA e.Minimal 5 meter maksimal 17 meter Perbandingan bendera dengan tiang 1 : 5 3. Shaf Bershaf Banjar Bershaf 1. Bentuk barisan “ U “ / Angkare k. 1.  n. Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 c. dengan formasi l.  h. dengan formasi : g. Suatu barisan yang disusun dalam bentuk huruf “ U “ atau Angkare dan menghadap ke pusat Upacara. Shaf Bershaf Banjar bershaf Bentuk Barisan “ L “ Shaf Bershaf Banjar Bershaf o.  m.

bb. Dipilih dan disiapkan orang-orang yang memiliki kemampuan dan kesiapan untuk tugas tersebut.  Bendera yang dilekatkan terbentang horizontal di tengah – tengah dinding depan dari ruanga y.r. ee. s. u. Upacara yang dilakukan dalam ruangan tidak melaksanakan Upacara Bendera. terpancang pada standard bendera dan terletak disebelah kanan depan ruangan x. ff. 3. UPACARA DALAM RUANGAN t. Tali. 1. Susunan Barisan Upacara diatas adalah suatu bentuk yang ideal. 2. 4. a.  Bendera yang dipasang pada tongkat bendera. Bendera ruangan adalah : w. kita tidak perlu melakukan penghormatan. dipersiapkan. Mimbar. Tiang. A. Teks. cukup dengan aba – aba : “ Sang Merah Putih maju ke tempat yang telah ditentukan “. Pengeras suara. Kemudian Pemimpin Upacara mengambil alih pimpinan peserta upacara diistirahatkan. v. Bendera. Perhatikan daerah sekitar lapangan agar tidak terjadi kekacauan pada saat pelaksanaan. gg. tetapi hal tersebut dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi lapangan upacara yang tersedia. Bila ada bendera kedua. dd. PERSIAPAN aa. cc. karena Sang Merah Putih sudah hadir sebagai bendera ruangan. PENDAHULUAN Pemimpin Kelas menyiapkan pasukannya Pemimpin Upacara memasuki lapangan Upacara Penghormatan kepada Pemimpin Upacara Laporan Pemimpin Kelas kepada Pemimpin Upacara hh. SUSUNAN ACARA UPACARA z. (bersamaan dengan itu Tura menjemput Pembina ) .

6. Format A : Petugas maju kedepan menghadap Pembina. 9. kk. ACARA POKOK Pembina Upacara memasuki lapangan Upacara ll. 11.12. ( Upacara hari Senin ) Pembacaan Teks Pancasila Amanat Pembina Upacara Menyanyikan Lagu Nasional yy. 1.ii. Laporan Pemimpin Upacara aaa.2. saat Tura kembali ketempat semula. 5. 7. Pembacaan Do’a zz. ddd. 4. fff. Penghormatan Umum bbb. nn. Format B : Petugas cukup maju kedepan 2 – 3 langkah ) uu. pendamping pembina/pembawa naskah Pancasila menempati tempat 2 langkah disebelah kiri belakang pembina Upacara mm.A. jj.1. Lapor ss. qq. A. pp. 10. Penghormatan Umum Laporan Pemimpin Upacara kepada Pembina Upacara Pengibaran Sang Merah Putih Mengheningkan Cipta Pembacaan Teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 rr. xx. 3. Didampingi oleh Tura. ACARA PENUTUP Penghormatan kepada pemimpin Upacara Pemimpin Upacara kembali ketempat semula . 2. eee. Pembina Upacara meninggalkan lapangan Upacara ccc.8. oo. ww.13. vv. ( untuk Lomba dan PHBN ) tt.

xxx. 1.Pembacaan Teks Pancasila dan Teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 1945 dapat dibalikkan posisinya pada Upacara Kesaktian Pancasila. yyy. ACARA TAMBAHAN Pengumuman – penguman jjj. qqq. dalam ruangan : rrr. Acara sertijab. Suasana upacara sama dengan upacara bendera hanya pada waktu penurunan bendera dilakukan setelah pembacaan do’a. upacara dilanjutkan setelah kerekan dibetulkan. nnn. iii. Semua yang hadir pada saat upacara hendaknya melakukan sikap sempurna. kelompok pengibar bendera mengibarkan / membentangkan bendera sampai upacara selesai.BUKU ACUAN POKOK !!! zzz. dsb kkk. Hal-hal yang perlu diperhatikan uuu. setengah tiang. Pemimpin pasukan adalah petugas yang mengawali dan mengakhiri jalannya upacara mmm.. Dilakukan oleh Pemimpin Pasukan.Upacara penurunan bendera.Apabila kerekan bendera macet. baru kemudian diturunkan setengah tiang. maka upacara ditangguhkan dan apabila hujan turun saat upacara tengah berlangsung maka upacara dilanjutkan (lebih lengkapnya baca petunjuk TUB tahun 1995). bendera dinaikan satu tiang penuh seiring dengan selesainya lagu. Peserta Upacara dapat dibubarkan lll. penyerahan piala. ttt. sss.ggg. ppp. hhh. Apabila roboh tiangnya.2. vvv.Keterangan : ooo. Apabila kerekan putus. Gangguan dalam upacara www. Juklak Tata Upacara Bendera 1995 .A.

Maka Upacara berarti tindakan dan gerakan yang dirangkaikan serta ditata dengan terib dan disiplin. Petugas dan Peserta Upacara. TUGAS POKOK : • Mensahkan acara upacara serta melakukan perencanaan upacara dengan mengingat keadaaan. UPA : rangkaian. bbbb. Menerima penghormatan dari peserrta upacara. Juklak Tata Upacara Bendera dan Pelatihan Paskibraka 1993 Bendera dan TUB Kak Idik Sulaeman (Bagian I) Upacara berasal dari dua kata. Di bawah ini. adalah perangkat upacara bendera serta tugasnya masingmasing : PEJABAT UPACARA 1. peserta dan tempat upacara. Pada dasarnya. dalam melaksanakan upacara. dan CARA : Tindakan/gerakan. di SMA Negeri 2 Lumajang. Peraturan upacara tersebut dinamakan TATA UPACARA SEKOLAH (TUS).aaaa. kita harus benar-benar bersungguh-sungguh dengan peraturan yang telah disepakati atau ditentukan. Menerima laporan pengatur upacara sebelum upacara dimulai. Bahkan selama ini. tertib dan mengena pada sasaran. Tata Upacara Sekolah (TUM) itu sendiri hampir sama dengan Tata Upacar Militer (TUM) yang biasa dilakukan oleh para POLISI atau TNI. Ternyata. kita sudah melaksanakan Upacara te tersebut dengan baik dan hampir sempurna. PEMBINA UPACARA (dalam TUM : Inspektur Upacara) Pembina Upacara : pejabat dang kepadanya disampaikan penghormatan tertinggi oleh peserta upacara. TUS itu tidak semudah yang dibayangkan. Para pejabat harus mengerti dengan pasti apa peran dan tugasnya dalam upacara. Untuk itu. Tanggung jawab masing-masing pejabat/petugas dan kerjasama yang terpadu diantara merekan akan menghasilkan upacara yang lancar. Walaupun begitu. • • . tata upacara di sekolah kita tercinta ini dapat dikatakan kurang sempurna jika kita tahu TUS-nya. Oleh karena itu. Dalam TUS dibagi menjadi 3 kelompok perangkat pelaksana Upacara yaitu Pejabat. alangkah baiknya kita tahu Tata Upacara Bendera tersebut supaya kita mengerti baik secara teori maupun dalam prakteknya sehingga upacara bendera di SMA Negeri 2 Lumajang menjadi sangat baik dan sempurna.

Penanggung jawab terakhir pelaksanaan upacara. Membaca teks pancasila. Memimpin mengheningkan cipta. Membubarkan peserta upacara bila selesai Yang bertindak selaku Pemimpin Upacara : Guru jaga / guru yang ditunjuk (SD) Siswa (SMP/SMA) 3. Memimpin penghormatan kepada Pembina upacara Melaporkan keadaan/kekuatan peserta upacara Menerima pelimpahan wewenang yang dilimpahkan dari pembina upacara Bertanggung jawab kepada Pembina upacara dalam hal kesiapan dan ketertiban upacara. Menerima laporan dari pemimpin kelompok peserta upacara. PENGATUR UPACARA (dalam TUM : Perwira upacara) Pengatur Upacara : pejabat yang bertugas menyampaikan rencana acara upacara (secara • • . Dapat melimpahkan tugasnya kepada pemimpin upacara. Kepala Sekolah Wakil kepala sekolah atau Guru Pembina Ketua OSIS atau wakilnya (SMA) Yang bertindak selaku Pembina Upacara : • • • 2. Menerima penghormtan dari pemimpin kelompok peserta upacara. PEMIMPIN UPACARA (dalam TUM : Komandan Upacara) Pemimpin Upacara : pejabat bertugas memimpin peserta upacara dengan member aba-aba.• • • • • • • Menerima laporan pemimpin upacara. Memberi aba-aba penghormatan kepada bendera Merah Putih (apabila dikehendaki). TUGAS POKOK : • • • • • • • • Menyampaikan dan mengatur peserta upacara. Menyampaikan amanat.

serta segala sesuatunya yang berltalian dengan palaksanaan upacara. PEMBAWA TEKS UPACARA. • • • • • Yang bertindak sebagai Pengatur Upacara : • • Guru Pembina (SD) Siswa OSIS atau Paskibra (SMP/SMA) 4. TUGAS POKOK : Membacakan urutan upacara Dapat menyesuaikan dengan keadaan dan kemampuan petugas pelaksana. . TUGAS POKOK : • Mengajukan rencana urutan acara upacara kepada Pembina Upacara untuk mendapat persetujuan pengesahan dan persetujuannya. mengatur serta mengendalikan jalannya upacara. Bertanggung jawab terhadap jalannya upacara kepada Pembina Upacara. Memeriksa. bertugas : • • • • Yang bertugas sebagai Pemandu Upacara adalah : • • • Membawa teks Pancasila dan Teks Amanat Pembina Upacara. Menenutukan/menunjuk petugas-petugas pelaksanaan upacara. sekaligus pendamping Pembina Upacara. baik perlengkapan maupun petugas-petugasnya.tertulis). Menyiapkan/memeriksa tempat dan perlengkapan upacara. Mengetahui dengan tepat siapa-siapa petugas upacara Bertanggung jawab kepada pengatur upacara. Guru atau staf TU (SD) Siswa (SMP/SMA) PETUGAS UPACARA 1. PEMANDU UPACARA (dalam TUM : Protokol) Pemandu Upacara : pejabat yang membacakan urutan acara upacara. Melapor dan memberikan informasi kepada Pembina Upacara tentang segala sesuatunya sesaat sebelum upacara dimulai.

PETUGAS BENDERA. 2. Melaksanakan tugas ini di tempat dan saat yang telah ditentukan. PEMIMPIN LAGU / DIRIGEN. Catatan : dilaksanakan oleh siswa 3. PEMBACA DO’A. Catatan : dilaksanakan oleh guru atau siswa yang ditunjuk. 4. Mengibarkan bendera Kebangsaan atau menurunkan serta menyimpannya kembali. 5. Menentukan nada lagu yang dapat dinyanyikan peserta upacara. • • Membawa serta membacakan teks tersebut pada saat yang telah ditentukan. bertugas : • • • • Sebelum upacara dimulai. . Melaksanakan tugas ini di tempat dan saat yang ditentukan. bertugas • Mengambil nada dengan menyanyikan baris terakhir lagu kebangsaan kemudian memimpin menyanyi sampai lagu selesai. Membawa dan membacakan do’a tersebut pada saat dan tempat yang telah ditentukan. Mengetahui dengan jelas gerakan dan cara membaca. Catatan : dilaksanakan oleh siswa.• Menyerahkan Teks tersebut kepada Pembina Upacara dan menerimanya kembali pada saat yang ditentukan. • • • Catatan : Tugas ini dilaksanakan oleh guru atau siswa. tali dan bendera. mengetahui dengan jelas keadaan tian. PEMBACA TEKS PEMBUKAAN UUD NEGARA REPUBLIK INDONESIA 1945. Menyiapkan dan melipat denga tepat bendera. Mengetahui dengan pasti lagu-lagu yang dinyanyikan. bertugas : • • Menyusun Do’a sesuai maksud upacara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful