SEJARAH PERKEMBANGAN STRUKTUR RUANG KOTA SEMARANG, JAWA TENGAH

Makalah ini Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Geografi Perkotaan

Disusun oleh : Aulia Ayu Riandini Bulkia (0806328266) Junita Cahyawati (0806328493) Nurul Farhanah. H (0806328644) Risha Aisyah (080645 Stevani Anggina (0806328770)

Departemen Geografi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia

DAFTAR ISI BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian 1.2.Tujuan Penelitian 1.3.Sistematika Penulisan BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Konsepsi Kota, Tata Kota dan Permukiman 2.2.Teori dan Faktor-Faktor Perkembangan Kota 2.3. Pra-Kondisi dari Perkembangan Perkotaan 2.4. Teori Asal Perkotaan BAB III. PEMBAHASAN 3.1. Sejarah Pertumbuhan Kota Semarang 3.2. Sejarah Perkembangan Kota Semarang 3.2.1. Kota Semarang Masa Penjajahan 3.2.2. Kota Semarang Pasca Kemerdekaan 3.2.3. Kota Semarang Masa Kini 3.3. Diagram Sejarah Perkembangan Kota Semarang BAB IV. KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA

sehingga kota mencerminkan suatu bentuk simbol kehidupan ekonomi. terjadi melalui proses yang bervariasi selama kurun waktu tertentu. melainkan kompleksitas kegiatan manusia di dalamnya. fungsi dan karakter kota. sosial. . Perkembangan dan bentuk struktur fisik suatu kota dapat diketahui melalui perubahan elemen-elemen kota sebagai pembentuk ruang kota.Latar Belakang Penelitian Terbentuknya struktur ruang kota. tempat permukiman dan sebagainya.1. Struktur kota dibentuk oleh elemen-elemen yang mempunyai sifat tertentu yang merupakan suatu kekuatan yang dapat mempercepat atau memperlambat proses perkembangan suatu kota. sejalan dengan peradaban tersebut. pada hakekatnya merupakan jejak peradaban yang ditampilkan sepanjang sejarah kota sebagaimana perwujudan proses yang panjang. pusat pemerintahan. cepat atau lambat. pasar. seperti yang dikemukakan oleh Todaro (2000). kota mengalami pertumbuhan dan perkembangan sehingga menghasilkan suatu bentuk struktur kota yang ditemui sekarang. jadi perwujudan struktur suatu kota merupakan manifestasi dari berbagai kegiatan masyarakat. Adanya potensi tertentu yang berkembang menonjol pada gilirannya akan meningkatkan fungsi kota. Kota merupakan hasil karya peradaban manusia. Elemen fisik meliputi sarana transportasi. pusat peribadatan. tidak saja dalam satu sektor belaka. sebagaimana yang dikemukakan Budihardjo (1996).BAB I PENDAHULUAN 1. sedangkan elemen non fisik adalah manusia dengan segala aktivitasnya (Wongso. kondisi geografis merupakan penentuan awal berdirinya suatu kota yang akan menentukan bentuk fisik. identias tidak bisa diciptakan pada suatu saat saja (seketika) seperti budaya dadakan. ruang terbuka. 2001). Elemen tersebut merupakan elemen fisik dan non fisik. Mempelajari elemen-elemen pembentuk kota pada perkembangan kota-kota masa sekarang sangat penting bagi upaya pemahaman karakter dari kota-kota tersebut. dalam pemahaman karakter suatu kota. budaya dan politik masyarakat. Wujud perkembangan struktur kota.

menurut Pratiwo (2004) merupakan bagian penting dari sejarah perencaaan kota Indonesia. Aktivitas perdagangan dan perindustrian di Kota Semarang dalam hal ini telah memberikan pengaruh yang sangat besar dalam perubahan fisik spasial kota. tepatnya pada garis 6º 5¶ . Letak geografi Kota Semarang yang strategis menjadikan Kota Semarang sebagai koridor pembangunan Jawa Tengah yang menjadi salah satu pintu gerbang Jawa Tengah merupakan simpul empat pintu gerbang. Sesuai dengan fungsi kota. jaringan transport darat (jalur kereta api dan jalan) serta transport udara.838 Ha atau 373.366. yang ada yaitu sebagai koleksi dan ditsribusi barang dan jasa. dimana terjadinya peningkatan perkembangan fisik spasial kota. adalah salah satu kota di Provinsi Jawa Tengah yang mengalami perkembangan setelah pendudukan Kolonial Balanda tahun 1918. yakni koridor pantai utara. Kota Semarang dijadikan kota yang menjadi eksperimen perencaaan kota modern di Eropa. maka keberadaan pusat perdagangan dan jasa komersial diharapkan mampu melayani seluruh kawasan permukiman wilayah kota. Berakumulasinya berbagai fungsi utama kota dikawasan pusat kota ini. Kota Surakarta yang dikenal dengan koridor Merapi-Merbabu. Perkembangan Kota Semarang dapat kita lihat pada kawasan pusat kota.7 Km2. Luas wilayah mencapai 37. . pemanfaatan ruang kota maupun aktivitas-aktivitas kota seperti pada sektor perdagangan dan industri.7º 10¶ Lintang Selatan dan 110º 35¶ Bujur Timur. adanya Bandara Ahmad Yani yang merupakan potensi bagi simpul transport Regional Jawa Tengah dan kota transit Regional Jawa Tengah. koridor timur ke arah Kabupaten Demak/Kabupaten Grobogan dan barat menuju Kabupaten Kendal. Sejarah perencanaan Kota Semarang dalam kurun waktu 1900-1970.Kota Semarang. yaitu Pelabuhan Tanjung Emas yang menempati peringkat keempat terbesar dalam arus bongkar muat. seperti terbentuknya pusat kota yang dikenal dengan Alun-alun sebagai pusat administrasi Kolonial Belanda dan pusat perdagangan yang sampai sekarang masih ada dan menunjukan perubahan baik dari segi intensitas kegiatan maupun perubahan fisiknya. terletak di pantai Utara Jawa Tengah. tetapi juga didukung oleh berfungsinya elemen-elemen kota seperti pelabuhan. baik yang telah berkembang atau kawasan yang baru atau akan berkembang. koridor selatan ke arah kota-kota dinamis seperti Kabupaten Magelang. tidak hanya didukung oleh letak Kota Semarang secara geografis. Selain pelabuhan.

Sistematika Penulisan BAB II.2. Mengidentifikasi fenomena-fenomena yang membentuk perkembangan struktur ruang Kota Semarang 1. Kota Semarang Pasca Kemerdekaan 3.1.2. Latar Belakang Penelitian 1.2. TINJAUAN PUSTAKA 2. Mendeskripsikan sejarah pertumbuhan struktur ruang Kota Semarang 2.3.2.Teori dan Faktor-Faktor Perkembangan Kota 2.1. KESIMPULAN . Tata Kota dan Permukiman 2. PENDAHULUAN 1.3. Teori Asal Perkotaan BAB III. Kota Semarang Masa Kini 3. PEMBAHASAN 3.1.2. Sejarah Pertumbuhan Kota Semarang 3. Konsepsi Kota.2. Sejarah Perkembangan Kota Semarang 3.Berdasarkan fakta dan latar belakang permasalahan yang telah diuraikan di atas.Tujuan Penelitian 1. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk : 1. Diagram Sejarah Perkembangan Kota Semarang BAB IV.2.Sistematika Penulisan DAFTAR ISI BAB I.4.3. maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai sejarah pertumbuhan struktur ruang Kota Semarang dan perkembangan yang terjadi hingga saat ini melalui fenomena-fenomena yang ada. Pra-Kondisi dari Perkembangan Perkotaan 2. Kota Semarang Masa Penjajahan 3.3.3.1.2. 1.

DAFTAR PUSTAKA .

pusat pergantian transportasi. pusat pertambangan. hingga modern yang menghasilkan bangunan seperti candi. penjara.1. dan pasar. Teori dan Faktor-Faktor Perkembangan Kota Sebagian besar terjadinya kota berawal dari desa yang mengalami perkembangan secara pasti (Ilhami. pusat rekreasi dan sosial budaya. Perkotaan diartikan sebagai area terbangun dengan struktur dan jalan-jalan. makam. Pengertian kota menurut Branch (1995) adalah sebagai tempat tinggal dari beberapa ribu penduduk atau lebih. Tata Kota dan Permukiman Penelusuran kota dari aspek kesejahteraan dan permukiman yang dilakukan oleh Wiryoamartono (1995) pada aspek fisik diketahui bahwa permukiman negara berkaitan erat dengan peradaban Hindu. Sarana dan prasarana yang ada di sekeliling alun-alun seperti bangunan kantor. gereja. . kabupaten. masjid. perdagangan. Karakter yang paling menonjol dari kota terlihat pada kawasan pusat kotanya karena perkembangan kota diawali pada inti (core) kota yang memiliki beberapa fungsi kegiatan kota seperti pusat jasa. Faktor yang mendorong desa menjadi kota adalah keberhasilan desa menjadi pusat kegiatan tertentu. pusat perdagangan. Islam. 1992). Konsepsi Kota.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Pengertian kota menurut Dickison (dalam Jayadinata. Pola penggunaan lahan kotakota di Indonesia tidak seragam. masjid. Pulau Jawa memiliki pola lahan di pusat perkotaan dengan tanah lapang atau alun-alun yang dikelilingi bangunan penting (Jayadinata. dan sebagainya. Suatu permukiman urban dibentuk oleh struktur-struktur yang tetap yaitu pusat kegiatan perdagangan (pasar). dan pusat peribadatan. 2. Kota umumnya mempunyai rumah-rumah yang mengelompok atau terpusat. dan pasar.2. misalnya menjadi pusat pemerintahan. keraton. 1990). pemukiman yang terpusat pada suatu area dengan kepadatan tertentu yang membutuhkan sarana dan pelayanan pendukung yang lebih lengkap dibandingkan dengan desa. pusat pemerintahan. 1990) adalah suatu permukiman yang bangunan rumahnya rapat dan penduduknya bernafkah bukan pertanian.

kawasan industri. dan sebagainya. Kota sebagai permukiman dan wadah komunikasi. Burgess (1925) menyatakan bahwa pola pemanfaatan ruang kota berhubungan dengan nilai ekonomi. (b) jalur peralihan (transition zone) terdapat pada lingkaran tengah. Rahardjo (1980). (c) jalur perumahan para buruh (zone of-working men's homes) terdapat pada lingkaran tengah kedua. Perkembangan pola dan struktur ruang fisik kota dapat ditinjau dari aspek kehidupan perkotaan. baik struktur maupun polanya. dan terdiri dari masyarakat golongan madya dan golongan atas di sepanjang jalan besar. 1994). Pola ini beranggapan bahwa suatu kota mempunyai kecenderungan berkembang ke arah luar di semua bagian-bagiannya. Bintarto (1986) menyatakan bahwa proses perkembangan kota tergantung pada kondisi alam dan sumber daya binaan yang ada di daerah kota dan sekitarnya yang membawa implikasi terhadap perubahan peruntukan guna lahan. Perkembangan kota adalah suatu proses perubahan perkotaan dalam waktu yang berbeda. terdiri atas kawasan perumahan untuk tenaga kerja pabrik.Mayer (dalam Daldjoeni. bank. seperti kehidupan sosial. Proses dapat berjalan secara alami atau secara artificial. terdiri atas rumah sewaan. (d) jalur permukiman yang lebih baik (zone of better residences) terdapat pada lingkaran luar. Perbedaan didasarkan pada waktu yang berbeda dalam analisis ruang yang sama. dalam Yunus (1994) menyebutkan terdapat tiga pola klasik yang menggambarkan perkembangan kota dalam memanfaatkan penggunaan tanah yaitu: (1) Pola Konsentrik (Concentric Zone Model) oleh Ernest W. pasar. jalan raya. (e) jalur para penglaju (zone of commuters) terdapat pada luar lingkaran. yang terpenting bukan rumah tinggal. (b) pada sektor tertentu terdapat . terdiri atas kawasan perumahan yang luas untuk tenaga kerja halus dan kaum madya. Melainkan penghuni yang menciptakan segalanya itu. rumah ibadah. dimana tercapat campur tangan manusia. sehingga kota terbagi atas . politik dan budaya (Yunus. perumahan buruh. mengatakan bahwa kota tersusun sebagai: (a) lingkaran pusat yang relative terletak di tengah kota. toko dan pusat perbelanjaan. hotel. Masing-masing zone tumbuh sedikit demi sedikit ke arah luar dan karena semua bagian-bagiannya berkembang ke segala arah. (a) pusat kota (Central Busines District) yang terdapat pada lingkaran dalam. maka pola keruangan yang dihasilkan berbentuk seperti lingkaran yang berlapis-lapis dengan pusat kegiatan (CBD) sebagai intinya. 1968) melihat kota sebagai tempat bermukim penduduknya. kantor. bioskop. terdiri atas bangunan kantor. ekonomi. (2) Pola Sektor (Sector Model) oleh Homer Hoyt (1939).

(e) kawasan tempat tinggal berkualitas tinggi. Kota yang berfungsi sebagai simpul distribusi. (f) kawasan industri berat. (h) kawasan permukiman kelas menengah dan kelas tinggi. (d) agak jauh dari pusat kota dan sektor industri serta perdagangan terdapat sektor permukiman yang lebih baik.kawasan industri ringan dan kawasan perdagangan. (d) kawasan tempat tinggal berkualitas menengah.L. Kota dapat berkembang secara alamiah ataupun secara teratur dan terarah sesuai dengan rencana kota. (c) kawasan tempat tinggal berkualitas rendah. Sumber : N. Perkembangan kota secara umum menurut Branch (1995) sangat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi internal yang menjadi unsur terpenting dalam perencanaan kota secara komprehensif. Tiga model kota menurut Burges. di pertemuan jalur transportasi regional atau dekat pelabuhan laut. menyatakan bahwa kota tersusun atas: (a) pusat kota. Homer Hoyt dan Harris Ullman. (i) kawasan industri di pinggiran.D. (e) lebih jauh lagi terdapat sektor permukiman kelas tinggi. perlu terletak di simpul jalur transportasi. di atas pada bagian sebelah menyebelahnya terdapat kawasan tempat tinggal kaum buruh. Unsur eksternal yang menonjol juga dapat mempengaruhi perkembangan kota. Daldjoeni (1968) Perkembangan satu kota tidak akan sama dengan perkembangan kota lain. . Faktor internal yang mempengaruhi perkembangan kota adalah: 1. (3) Pola Pusat Ganda (Multiple Nucley Model) oleh C. Keadaan geografis yang mempengaruhi fungsi dan bentuk fisik kota. (g) pusat perbelanjaan/niaga lain di pinggiran. Pola ini menyatakan bahwa suatu kota dibentuk oleh pusatpusat kegiatan fungsional kota yang mempunyai peranan yang penting di dalam kota. Faktor-faktor perkembangan dan pertumbuhan yang bekerjapada suatu kota dapat mengembangkan dan menumbuhkan kota pada suatu arah tertentu. (b) kawasan niaga atau industri ringan. sebagai kawasan tempat tinggal golongan atas. Harris dan F. Ullman (1945).

Pra-Kondisi dari Perkembangan Perkotaan Penekanan pada perubahan institusional menghubungan pertumbuhan kota-kota dengan restrukturisasi sosial-politik utama masyarakat. biasanya secara ekonomi akan lebih kuat dan akan berkembang lebih pesat daripada kota berfungsi tunggal. 3. biasanya juga berkembang lebih pesat daripada kota berfungsi lainnya. Daerah patahan geologis biasanya dihindari oleh perkembangan kota. 4. misalnya jaringan jalan. 2. misalnya kota pertambangan. Salah satu yang dipertimbangkan dalam kondisi tapak adalah topografi. kota yang berfungsi sebagai pusat perdagangan. Kota yang berlokasi di dataran yang rata akan mudah berkembang ke semua arah.2. penyediaan air bersih berkaitan dengan kebutuhan masyarakat luas. (b) kota sebagai tempat tinggal. yang dianggap sebagai elemen kunci perkembangan peradaban. Sejarah dan kebudayaan juga mempengaruhi karakteristik fisik dan sifat masyarakat kota. 5. Fungsi kota juga merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kota-kota yang memiliki banyak fungsi. (c) pergerakan dan transportasi. Terdapat tempat-tempat tertentu yang karena kepercayaan dihindari untuk perkembangan tertentu. Unsur-unsur umum. Childe dalam Pacione (2005) menentukan sepuluh karakteristik dari peradaban perkotaan sebagai berikut : Karakteristik primer . ketersediaan unsur-unsur umum akan menarik kota ke arah tertentu. (e) kota sebagai arena politik. Kota yang sejarahnya direncanakan sebagai ibu kota kerajaan akan berbeda dengan perkembangan kota yang sejak awalnya tumbuh secara organisasi. Short (1984) mengemukakan terdapat lima fungsi kota yang dapat mencerminkan karakteristik struktur ruang suatu kota. Tapak (site) merupakan faktor-faktor kedua yang mempengaruhi perkembangan suatu kota.3. (d) kota sebagai tempat investasi. Kondisi tapak lainnya berkaitan dengan kondisi geologi. yaitu: (a) kota sebagai tempat kerja. sedangkan yang berlokasi di pegunungan biasanya mempunyai kendala topografi. Kepercayaan dan kultur masyarakat juga mempengaruhi daya perkembangan kota.

pekerjaan seni monumental. politikus dan militer merupakan pejabat yang terstruktur dan mengatur masyarakat. Persis. Ada arti sosial untuk pekerjaan mengumpulkan dan mengelola kelebihan (surplus) produksi petani dan pekerjaan tangan yang lainnya. Pembangunan pesat bentuk-bentuk seni memberikan ekspresi kepada identifikasi simbolik dan estetika dari bentuk seni. 10. 7. Kota-kota awal relatif kecil dalam bila dibandingkan dengan kota modern sekarang. Aritmatika geometri dan astronomi. yaitu sekitar kurang lebih 25. Penulisan. Pengaturan negara.000 jiwa. ilmu prediktif dan rekayasa yang dimulai. Pekerjaan umum monumental. yaitu sebagai berikut : Populasi Kehadiran populasi ukuran tertentu yang berada permanen di satu tempat adalah syarat utama. istana. 5. sebagai suatu sistem distribusi dan pertukaran. 9. Pembagian pekerjaan yang jelas diantara pekerja. gudang. 3. Terutama yang penting adalah sejauh mana basis pertanian menciptakan surplus makanan untuk mempertahankan kota populasi. Ada pengaturan baik yang terstruktur dengan anggota masyarakat yang berdasarkan satu wilayah tempat tinggal. dan sistem irigasi. Konsentrasi surplus. Seni menulis terbentuk ketika proses organisasi sosial dan manajemen. Ada sejumlah pembangunan bersama dalam bentuk candi. Penambahan jumlah populasi berarti perluasan level dari integrasi sosial. Hal ini menggantikan identifikasi politik yang berdasrkan hubungan kekerabatan.1. Spesialisasi dan pertukaran mengalami perluasan melebihi kota dalam pengembangan perdagangan. Lingkungan. 8. Karakteristik sekunder 6. Duncan dalam Pacione (2005) menjabarkan pra-kondisi dari perkembangan perkotaan masa pra-industri. Spesialisasi pekerjaan. tingkat teknologi dan organisasi sosial semua membatasi seberapa besar populasi akan tumbuh. Masyarakat yang terstruktur secara kelas. Standardisasi. . Ukuran dan kepadatan kota. 4. Kelas istimewa penguasa agama. Perdagangan jarak jauh. 2.

iklim. Organisasi sosial Pertumbuhan penduduk dan perdagangan menuntut struktur organisasi yang lebih kompleks termasuk infrastruktur politik. Kebutuhan untuk menambah produksi untuk tujuan perdagangan seperti untuk menghidupi populasi yang bertambah akan mengacu pada spesialisasi dan intensifikasi. Teknologi Selain pengembangan keterampilan pertanian. yang menyediakan pasokan air. disertai dengan stratifikasi sosial. birokrasi dan kepemimpinan. Teori Militer . kondisi sosial dan sumber daya alam terhadap pertumbuhan perkotaan awal diilustrasikan dengan lokasi kota-kota Timur Tengah awal di Sungai Tigris dan Efrat. Teori Hidraulic Karakteristik utama dari µmasyarakat hidraulik¶ yaitu: y Intensifikasi pertanian y melibatkan pembagian kerja tertentu y membutuhkan kerjasama dalam skala besar 2.Lingkungan Kunci pengaruh lingkungan. ikan dan tanah subur yang bisa dibudidayakan dengan teknologi sederhana. ekonomi dan sosial. Teori Ekonomi Pengembangan kompleks jaringan perdagangan skala besar memacu pertumbuhan masyarakat perkotaan. 3. Teori Asal Perkotaan 1.4. dan bagi penduduk yang bermukim tetap akan membentuk pasar produksi local dan juga perdagangan. tantangan utama bagi masyarakat perkotaan awal Timur Tengah adalah untuk mengembangkan teknologi pengelolaan sungai untuk mengeksploitasi manfaat air dan meminimalkan resiko banjir. 2. termasuk topografi.

yang kemudian menyebabkan perubahan dalam ketiga. Teori Religius Teori Agama berfokus pada pentingnya struktur kekuasaan baik dikembangkan untuk pembentukan dan pelestarian tempat perkotaan dan. Ada bukti yang jelas tentang tempat-tempat suci dan kuil di lokasi kota kuno dan bisa ada sedikit keraguan bahwa agama memainkan peran penting dalam proses transformasi sosial yang dibuat kota. Namun. 4. 5. . aglomerasi awal menuju perluasan kota selanjutnya. bagaimana kekuasaan disesuaikan ke dalam tangan seorang elit agama yang mengontrol pembagian surplus hasil produksi yang disediakan sebagai persembahan. hal ini tidak mungkin menjadi satu-satunya faktor tunggal. dan seterusnya. khususnya. Sebaliknya. munculnya peradaban harus dikonseptualisasikan sebagai rangkaian proses interaksi yang dipicu oleh kondisi ekologi dan budaya yang menguntungkan dan yang terus berkembang melalui interaksi yang saling menguatkan. Teori Konsesus Proses perkotaan bukan suatu penyusunan linier di mana salah satu faktor yang menyebabkan perubahan dalam faktor kedua. Wheatley dalam Pacione (2005) percaya bahwa peperangan mungkin telah memberi kontribusi pada intensifikasi pembangunan perkotaan di beberapa tempat dengan menginduksi konsentrasi penduduk untuk tujuan defensif.Beberapa teori mengatakan bahwa asal mula kota terletak pada kebutuhan orang untuk berkumpul bersama untuk perlindungan terhadap ancaman eksternal.

Sedimentasi dibentuk berdasarkan endapan yang berasal dari muara Kali Kreo.pelabuhan tersebut. Sejarah Pertumbuhan Kota Semarang Periode ini adalah kira-kira sebelum tahun 900. Keling. Semarang. Jepara dan Juwono. Gajahmungkur. Wotgalih ( Wotgaleh ). Kerajaan yang ada pada masa itu adalah Medang Kawulan ( hasil integrasi Kerajaan Bhumi Mataram dan Cailendra ) yang pada masa 924 memindahkan ibukotanya ke Waharu di Jawa Timur.Ajar ( pimpinan ritus Hindu ) dan terletak kira-kira disepanjang kali Semarang sampai hulunya. Jurang Suru. Sejonilo dan Gedung Batu. Tirang Amper. Gunung Sawo. membelok kearah Barat sepanjang perbukitan Krapyak sampai Jerakah. Adapun garis pantai Semarang pada masa itu meliputi daerah Mrican. Pada masa Demak Pajang dikenal beberapa wilayah Semarang yang merupakan pedukuhan terbesar antara lain : Inderono (Gisik Drono ).pelabuhan laut antara lain: Ujung Negara (Batang).candi besar yang tidak ternilai harganya. sebelah barat Gajahmungkur. Kyai Pandang Arang ( Sunan Tembayat ) ditunjuk menjadi Bupati Semarang Pertama dan meresmikan Tirang Amper menjadi pusat kegiatan penyiaran agama Islam di kawasan Semarang berikut tempat tinggalnya pada tahun 1418. Kerajaan Hindia Mataram tersebut mampu mencapai puncak zaman keemasannya. terus menyeberang ke Wotgaleh. Dari masa Medang Kawulan sampai Majapahit kawasan Semarang tak dikenal sama sekali. Pada waktu itu di Jawa Tengah terdapat 2 Kerajaan Hindia yaitu Bhumi Mataram dan Cailendra yang terletak di pedalaman yang mempunyai pelabuhan . Mugas. Di .BAB III PEMBAHASAN 3. Kali Garang serta merupakan jalur aktivitas transportasi utama.Pajang. Simongan (wilayah Gedung batu dan Karang Nongko. Melalui pelabuhan . Pada masa ini wilayah Semarang masih tetmasuk kaki Gunung Ungaran di pantai Utara. Baru setelah Demak . ( Mukti Ningrat Catur Bhumi ). Tinjomoyo. terbukti dengan peninggalan yang berupa candi . Lebuapi.pedukuhan ini merupakan pemukiman yang dikuasai Ajar . Fungsi kawasan Semarang pada waktu itu sebagai kawasan perniagaan kerajaan Demak dan pusat penyiaran Agama Islam di kawasannya. Pada masa permulaan pemerintahan kerajaan Demak. Masa ini merupakan awal terbentuknya dataran alluvial / sedimen kwarter.Pedukuhan . Semarang berfungsi lagi dan dikenal luas. Karang Kumpul Bagian atas.1. Sampangan di batas sungai Kaligarang. Kali Kripik.

Kebanyakan mereka adalah saudagar. antara lain C. acrhivaris dari Nederland Java en Bali instituut. pala. lantaran jembatan yang melintasi kali di sana terbuat dari glugu ( batang pohon kelapa ). Mereka memilih menempati Gedong Batu. Pada tanggal 9 Juni 1702. membuka hutan dan mendirikan pesantren dan menyiarkan agama Islam. Orang-Orang tionghoa semakin lama. Sementara jembatan yang ada di Pecinan Lor ( Yaitu di kali Pakojan ) sering hanyut. semarang masih berupa tegalan dengan beberapa rumah pribumi dan sangat tidak sehat karena letaknya berdampingan dengan rawa-rawa dan comberan. Lekkerkerker di semarang banyak terdapat pohon asem yang daunnya jarang-jarang. Mereka banyak membawa masuk barang-barang dari Tiongkok. Semarang ditunjuk sebagai ibukota dari Mataram atau pesisir Java. lebarnya kira-kira dua setengah meter dan di kedua tepinya dipasang alingan (penghalang) bambu. kendaraan belum ada. bertambah banyak dan bertambah maju. Mereka juga mempunyai perusahaan. pada waktu itu juga digunakan untuk penerangan. Beberapa rumah mereka mulai dibangun dari tembok dan berpayon genteng. pedagang yang mempunyai perusahaan. perusahaannya antara lain perusahaan lilin dan minyak kacang. Semarang masih dalam keadaan masih dalam dan tidak cetek seperti sekarang. Minyak kacang selain digunakan untuk memasak. maka kemudian tempat ini berubah sebutan menjadi Semarang untuk memudahkan penyebutan atau pengucapan. kayu manis dan rempah-rempah lainnya. Orang tionghoa banyak yang mengembara ke semarang. Semarang merupakan kota nomor 3 di Jawa Tengah.masa dulu. ada seorang dari kesultanan Demak bernama pangeran Made Pandan bersama putranya Raden Pandan Arang. mereka selalu membawa lada. Rata-rata penduduk bangsa Tionghoa di Pecinan Lord an Pecinan Weta membuat lilin. Pada tahun 1672 jumlah orang Tionghoa di Semarang sudah jauh lebih besar. Pada tahun 1724. karena anggapan . Kemakmuran dari perdagangan orang Tionghoa ini telah menarik perhatian public untuk membangun sebuah rumah berhala atau rumah Toapekong. Menurut Penyelidikan beberapa penulis bangsa barat. kalau musim hujan tidak jarang sekali sungainya meluap. Setiap kali mereka kembali ke tanah airnya . nama semarang diambil dari perkataan asem-arang. Pada masa itu. ketika itu. Rumah-rumah tembok yang lebih dulu didirikan di Semarang ialah di Pacinan Lord an Pacinan Wetan atau sekarang yang lebih dikenal disebut Gang Warung dan Gang Pinggir. Menurut C. Kemajuan perusahaan lilin pada waktu itu sangat mengagumkan. meninggalkan Demak menuju ke daerah Barat Disuatu tempat yang kemudian bernama Pulau Tirang. Lekkerkerker. Pada waktu itu.

letaknya telah dipilih di ujung Say Kee atau jalan barat yang sekarang menjadi klenteng Tjap Kauw King. Klenteng ini mempunyai erf atau halaman yang luas. biayanya ditanggung secara gotong royong oleh warga Tionghoa. Maka beberapa orang yang telah membangun rumah berhala. untuk setiap kemakmuran dan keselamatan yang mereka dapatkan mereka tidak boleh melupakan penunggu bumi atau Thouw Tee Kong ( Toapekong Tanah atau Toapekong Bumi ).orang Tionghoa pada masa itu. Inilah klenteng yang pertama di Semarang dan sebagai tempat beribadah. .

Surabaya dan ke Magelang serta Yogyakarta kemudian dibangun 2 stasiun kereta api yang masih ada sekarang yaitu Tawang dan Poncol.3. Pada abad ke XIV.2.1. Pelabuhan Tanjung Emas ini dikatakan memiliki fungsi strategis sebagai pusat perdangangan nasional dan internasional (The World Market 1870-1900). Hal ini terbukti pada tanggal 16 Juni 1864 dibangun jalan kereta api (rel) pertama di Indonesia. transportasi kereta api.2. Sejarah Perkembangan Kota Semarang 3. Kota Semarang Masa Penjajahan Kondisi kota Semarang di bawah kolonialisme Belanda cukup pesat perkembangannya dengan dibangunnya berbagai kepentingan Belanda. Dimulai dari Semarang menuju Kota Solo dan Kedungjati. Misalnya sarana dan prasarana perkotaan seperti jalan. pasar-pasar dan sebagainya. Pelabuhan Tanjung Emas bukan hanya sebagai . Belanda juga mendirikan Pelabuhan Tanjung Emas.

Pada sekitar abad 18. 16 tahun 1976 wilayah Semarang mengalami pemekaran sampai ke Mijen. Semarang juga mengalami masa-masa penuh teror dan traumatis. Ketika masa kolonialisme. Sesuai dengan aspek yang mempengaruhi perkembangan kota. Pada masa itu.pusat perdagangan import-ekspor. Pecahnya pemberontakan G. Jen Soeprapto. Bahkan pada saat negeri ini masih terns menghadapi ujian dan keprihatinan selama 20 tahun setelah kemerdekaan. . Setelah berbagai pemberontakan berhasil ditumpas.2. Salah satu lokasi pintu benteng yang ada sampai saat ini adalah Jembatan Berok. Alun-alun dijadikan pusat administrasi Kolonial Belanda dan pusat perdagangan. maka sekarang bertahap masyarakat dan bangsa ini mulai membenahi kehidupannya.S PKI mempakan salah satu upaya memecah sistem kehidupan dan tata negara Indonesia. Let. maka kawasan itu dibangun benteng. Kota Semarang Pasca Kemerdekaan Indonesia Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia dan dengan keberhasilan bangsa Indonesia melenyapkan penjajahan dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Untuk mempercepat jalur perhubungan antar ketiga pintu gerbang dibenteng itu maka dibuat jalanjalan perhubungan. dibukanya kantor pos pertama di Semarang pada tahun 1862. Kota Semarang menjadi pusat perdagangan. Irama kehidupan Semarang tak banyak berbeda dengan kota-kota lain di Indonesia. faktor internal yaitu aktivitas perdagangan dan perindustrian di kota Semarang telah memberikan pengaruh dalam perubahan fisik spasial kota. dengan terbentuknya pusat kota yang dikenal dengan nama Alun-alun. maka tahun 1950 Kota Semarang menjadi Kotapraja di Propinsi Jawa Tengah.Surabaya mulai dibuka. yang dinamai benteng VIJHOEK. Kawasan tersebut pada masa sekarang disebut Kawasan Kota Lama.30. untuk mengamankan warga dan wilayahnya. yang disebut DE ZUIDERPOR.Ambarawa . Saat ini bernama Jl.Semarang .Pada tahun 1976 dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) No.2. maka Semarang mengalami situasi dan dalam kondisi yang sama. 3. tahun 1884 Semarang mulai melakukan hubungan telepon jarak jauh (Semarang-Jakarta dan Semarang-Surabaya). tetapi juga sebagai jalur masuk barang-barang dari Eropa yang dipasarkan akan dipasarkan di Jawa dan Indonesia. dengan jalan utamanya dinamai HEEREN STRAAT. Selanjutnya secara berturut-turut muncul pula perkembangan lainnya seperti pada tahun 1857 layanan telegram antara Batavia .

pendidikan. Pusat-pusat industri. Ini juga dimaksudkan penyebaran pusat-pusat aktivitas bisa merata di semua kawasan sehingga semua wilayah mengalami peitumbuhan yang sama.7 Km2. Dari semula 5 Kecamatan menjadi 9 Kecamatan. Sehubungan dengan hal ini. politik dan budaya. Genuk maupun di sekitar Jalan Kaligawe.2. s edangkan permukiman banyak dikembangkan di daerah Selatan. merupakan potensi besar yang kemudian menjadikan Semarang tumbuh sebagai kota besar. Kota bawah cepat berkembang menjadi pusat perdagangan. pennukiman. Demak. karena Semarang memiliki hinterland atau daerah belakang yang meliputi kawasan Kedungsapur (Kendal. Seluruh wilayah Semarang meliputi 273. sedangkan daerah Demak dan Purwodadi merupakan daerah penyangga permukiman dan penyedia tenaga kerja bagi berlangsungnya kegiatan industri di Semarang. dan Purwodadi). tinjauan perkembangan akan ditinjau dari kehidupan ekonomi. karena Semarang memiliki bandar udara dan pelabuhan serta dilewati arus lalu lintas menuju ibukota negara Jakarta. Sebagai simpul nasional. perdagangan. Genuk di wilayah Timur dan Tugu di wilayah Barat. Ungaran. sehingga membentuk suatu ''megaurban''. Semarang terletak pada posisi strategis di jalur pantai utara dan sebagai simpul regional dan nasional. Industri dikembangkan di wilayah Kaligawe-Terboyo. Mulai kaburnya garis batas non-administratif tersebut seakan menyatukan wilayah Semarang dengan kota-kota di sekitarnya. Adanya perkembangan dan perluasan wilayah ini maka pertumbuhan kawasan diperhatikan. Sudah . Berbagai industri yang tumbuh di Semarang yang meliputi kawasan Tugu. Sebagai ibukota Provinsi Jawa Tengah. Perkembangan selanjutnya yang tampak menonjol adalah industri dan pernukiman penduduk.Gunungpati dan Tembalang di wilayah Selatan. Wilayah Kabupaten Semarang dengan ibukota di Ungaran merupakan penyangga air bersih. pertahanan keamanan mulai diatur dalam lokasi-lokasi yang tepat dan strategis. sedangkan sebagai simpul regional. Bugangan (Genuk) dan Tugu. Daerah Kedungsapur tersebut merupakan simpul strategis. 3.3. Kota Semarang Masa Kini Perkembangan kota adalah proses perubahan keadaan perkotaan dari suatu keadaan ke keadaan yang lain dalam waktu yang berbeda. Wilayah perluasan atau pinggiran menjadi pusat pendidikan. jasa dan pemerintahan.

yakni banjir dan rob yang hingga saat ini belum dapat dipecahkan. . Persoalan yang lain adalah berkaitan dengan peluang kerja. Pertama. Tampaknya proses pertumbuhan kota masih lepas dari kontrol pemerintah sebagaimana telah dituangkan dalam Rencana Tata Ruang Kota. Dengan kata lain. Masalah spesifik di Jalan Kaligawe adalah soal lingkungan hidup. lalu lintas. permasalahan yang dihadapi Semarang sangat kompleks karena tidak hanya menyangkut masalah ekologis. sampai ke masalah-masalah sosial lainnya. tata lingkungan. Menurut Terry McGee (1971) ada dua kenyataan yang menyolok di negara-negara Dunia Ketiga. Pertumbuhan Kota Semarang yang demikian pesat tersebut pada akhirnya memerlukan perencanaan strategis untuk diimplementasikan guna menunjang pembangunan kota yang berkelanjutan.pasti. dan pertumbuhan kota memerlukan perencanaan yang komprehensif. sudah pasti Semarang menghadapi berbagai permasalahan yang serius.5 juta jiwa. kota-kota di negaranegara Dunia Ketiga tumbuh luar biasa. di antaranya masalah lingkungan. namun juga masih lemahnya manajemen pembangunan kota. Apalagi dengan jumlah penduduk lebih dari 1. permukiman. Keseimbangan ekologis. banyak akibat yang harus ditanggung oleh Semarang berkaitan dengan semakin besarnya kota ini.

3. Diagram Sejarah Perkembangan Kota Semarang .3.

BAB IV KESIMPULAN Perkembangan Kota Semarang sesuai dengan teori Branch (1995). Perkembangan Kota Semarang kini dapat kita lihat pada kawasan pusat kota. . yakni perkembangan kota yang sangat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi internal. Topografi Semarang yang juga merupakan dataran alluvial menjadikan Kota Semarang subur sehingga dapat berkembang dengan pesat dan adanya pergerakan massa untuk mencari penghidupan. Kondisi geografis Semarang dengan Pelabuhan Tanjung Emas yang merupakan simpul jalur transportasi regional menjadikan Semarang merupakan kota yang strategis di jalur pantai utara Jawa sejak masa penjajahan kolonial hingga kini. Perkembangan Kota Semarang juga melalui proses panjang hingga terbentuk saat ini. dimana terjadinya peningkatan perkembangan fisik spasial kota. pemanfaatan ruang kota maupun aktivitas-aktivitas kota seperti pada sektor perdagangan dan industri.

ac. UMY : Surakarta.2004.ac.go. Joe. 2010.id/5945/1/73-adji_m.ftsl. Kurniawati. Feri. 2005.id/files/media/file/25%20pelabuhan/Tanjung%20Emas.itb.32 WIB) http://www. Riwayat Semarang. Urban Geography : A Global Perspective. Thian. Jakarta: Hasta Wahana http://www. Routledge: New York.undip.DAFTAR PUSTAKA Pacione.pdf (diunduh pada tanggal 26 Februari pukul 16.00 WIB) .pdf (diunduh pada tanggal 26 Februari 2011 pukul 17. Liem.dephub.pdf (diunduh pada tanggal 26 Februari 2011 pukul 16.id/wp-content/uploads/2007/05/Technical%20and%20SocioEconomics.49 WIB) http://eprints. Skripsi Perkembangan Struktur Ruang Kota Semarang Periode 19602007. Michael.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful