Laporan Penelitian

KAWIN SIRRI PADA MASYARAKAT MADURA
(Studi Kasus Tentang Faktor Penyebab dan Pengaruh Kawin Sirri Terhadap Hubungan Dalam Keluarga di Desa Buminyar, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan)

H O L I L A H, S. Ag, M.Si Nip. 197618102008012008

PUSAT STUDI GENDER (PSG) IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA 2009

1

KATA PENGANTAR
Bismillaahirrohmaaanirrohiim

Alhamdulillaahi Robbil ‘alamiin, atas rahmat dan karunia-Nya peneliti dapat menyelesaikan penyusunan laporan penelitian individual ini dengan judul: “Kawin Sirri pada Masyarakat Madura (Studi Kasus tentang Faktor Penyebab dan Pengaruhnya terhadap Hubungan dalam Keluarga di Desa Bumianyar, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan”). Allaahumma Sholli ‘alaa Sayyidinaa Muhammad, semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, Nabi paling akhir, yang telah menyampaikan risalahNya dan membawa manusia ke jalan kesempurnaan hidup lahir dan batin, di dunia dan akhirat. Kawin sirri merupakan perkawinan yang telah mememuhi rukun dan syarat nikah tapi tidak dilakukan di hadapan PPN dan tidak didaftarkan di KUA. Perkawinan tersebut oleh pemerintah dianggap tidak sah. Meskipun demikian perkawinan tersebut banyak dilakukan bahkan menjadi mode masa kini yang timbul dan berkembang diam-diam pada sebagian masyarakat Islam Indonesia. Mereka berusaha menghindari diri dari sistem dan pengaturan perkawinan menurut UU No. 1 Tahun 1974 yang birokratis dan berbelit-belit serta lama pengurusannya. Akibatnya perkawinan tersebut tidak dilindungi hukum dan tidak mempunyai kekuatan. Demikian pula dengan anak-anak yang dilahirkan. Banyak faktor penyebab terjadinya kawin sirri, diantaranya karena terjadinya nikah perjodohan, keyakinan, ketidak tahuan masyarakat akan fungsi surat nikah, ekonomi, poligami, keteledoran aparat desa atau PPN, keterbatasan-keterbatasan administratif, janda, dan nikah yang tidak direstui orang tua.

2

Hal tersebut bertentangan dengan wacana tentang perempuan yang kini banyak dibicarakan oleh kaum feminis. Artinya disaat mereka berbicara tentang ketidakadilan gender justru kaum perempuan yang lain terjebak dalam ketidakadilan itu. Hal ini bisa terlihat bagaimana berlakunya hukum agama dan hukum adat terutama dalam membuat keputusan menikah (berkeluarga), membuat perempuan terjebak pada sistem patriarki. Untuk mencegah semakin berkembangnya praktek kawin sirri pada masyarakat, maka diharapkan pada pemerintah untuk meninjau kembali proses pencatatan perkawinan dan memberikan kemudahan pada masyarakat dalam melakukan proses pencatatan perkawinan sebagaimana diatur oleh Undang-undang. Disamping itu, pelunya penyadaran, khususnya kepada kaum perempuan akan pentingnya surat nikah, yang dilakukan oleh berbagai lembaga dan institusi secara massif, seperti lembaga keagamaan, pendidikan, badan penasehat perkawinan di KUA, pusat-pusat studi gender dan lain-lainnya. Dengan demikian, diharapkan penelitian ini dapat menjadi masukan, terutama pada pasutri kawin sirri tentang pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga, dalam konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara baik secara sosiologis, psikologis maupun yuridis dengan segala akibat hukum dan konsekuensinya, sehingga dapat menjadi pertimbangan bagi pasangan yang sudah maupun akan kawin sirri untuk segera mendaftarkan perkawinannya di KUA. Peneliti menyadari bahwa hasil dari penelitian ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu peneliti mengharap masukan dan saran para pembaca untuk kesempurnaan laporan ini. Tak lupa peneliti menyampaikan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah ikut berjasa bagi selesainya penelitian ini: 1. Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si selaku Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya. 2. Ibu Lilik Hamidah, M.Si selaku ketua Pusat Studi Gender (PGS) IAIN Sunan Ampel Surabaya yang memberikan kepercayaan pada peneliti 3. Bapak Kepala Desa, Moh. Sai’id Effendi beserta staf dan Bapak Camat Tanjungbumi, Drs. Akhmad Tumiran beserta staf, yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian ini. Bapak Kepala KUA, Drs. Nasikhun beserta staf, Kak

3

semoga Allah SWT senantiasa memberikan imbalan yang setimpal atas segala bantuan yang diberikan. M.Ag. 01 Desember 2009 Penulis Holilah.Si 4 . Akhirnya. Amin. Surabaya. anak tersayang Anake Bemimala yang telah memberikan motivasi dan perhatian yang besar. S. Suami tercinta Nurur Rohman. 4. ST. pada semua pihak yang telah banyak membantu dalam penyelesaian penulisan ini.Zainuri dan Mbak Maskunah yang telah membantu dalam penyediaan data serta informasi guna kelancaran penelitian ini.

....................................................................................................... 1 A.... Manfaat Penelitian...... 28 3................................................. D... 20 2................................. 17 A....DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .............................................................. Kawin Sirri dalam Pandangan Hukum Negara ..................................................... Metode Penelitian................... vii BAB I PENDAHULUAN ................... Hubungan-Hubungan dalam Keluarga ...................................................................................................... i KATA PENGANTAR ............. 9 F................................................................................................................................................................................................. 30 5 ......................................... Kawin Sirri dalam Pandangan Hukum Islam .................................. v DAFTAR TABEL ................. Sejarah dan Perkembangan Kawin Sirri ....................................... Kawin Sirri ........... E................ 17 1....... Sistematika Pembahasan................... Rumusan Masalah ........ C.............. Fungsi dan Peranan Anggota Keluarga ............... Tujuan Penelitian............... 26 1........................................................................ 23 3............ Kawin Sirri dan Keluarga. 26 2.................................. Latar Belakang Masalah .............. ii DAFTAR ISI ................................... 15 7 7 8 BAB II TINJAUAN TEORITIS ......................................................................................................................... Tipe-Tipe Keluarga ................................... 24 B........................................................ 1 B.....................................................................................................................................................................................................................................................................................................

................... Sejarah Kawin Sirri.............. Pengaruh Kawin Sirri terhadap Hubungan dalam Keluarga ................... 47 BAB IV FAKTOR PENYEBAB KAWIN SIRRI DAN PENGARUHNYA TERHADAP HUBUNGAN DALAM KELUARGA ... Deskripsi Perkawinan ........................................................................................................ Letak dan luas Wilayah .................................................... 35 4................................... 33 1..................... Perkawinan ......................... 38 7................................................................................ 45 c....... Pendidikan ........ Proses pelaksanaan Kawin Sirri ....................................................... Bentuk Kawin Sirri ........ 44 b....................................................................................................................................................... 33 2.......60 1...................................................................... 40 2.... Tempat Pelaksanaan Kawin Sirri .......................... Pemukiman ................ Deskripsi Lokasi Penelitian ................................................. 44 a........................... 35 5.................................................................................55 B.......................... 49 2........................................ 31 BAB III GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN ............................................................ 49 1........................... Sejarah Penduduk Bumianyar Merantau . 49 A... Faktor Penyebab Kawin Sirri .................................................................. 34 3.. Pengaruh Kawin Sirri Terhadap Hubungan dalam Keluarga .... Faktor penyebab kawin sirri yang dilakukan di Bumianyar ................................................ 40 1........................................................... Pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga pada pasangan kawin sirri yang bercerai ..................................... Demografi .......................................... Keagamaan ...................................................................... 33 A..........................4..................................................... Kawin Sirri .......... Faktor penyebab kawin sirri yang dilakukan di perantauan . 37 6........................................... 45 d.. 39 B............ Sistem kekerabatan ...................................................................60 6 ...

.......65 BAB V PENUTUP ..................................................................... 71 1...................... Kesimpulan ....................................................................................................................................84 7 ..................... Pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga pada pasangan kawin sirri yang tidak bercerai .............................................................. 82 DAFTAR PUSTAKA ..................................................................... Saran ....................2............................................................ 71 2................

...........4 : Jumlah Penduduk berdasarkan Tingkat Pendidikan .....2 : Jumlah Penduduk menurut Jenis Kelamin ................................................................ 33 Tabel 3...DAFTAR TABEL Halaman Tabel 3.................... 35 Tabel .........................................1 : Luas Wilayah per Ha Desa Bumianyar..................... 36 8 ....................................3 : Jumlah Penduduk menurut Jenis Pekerjaan. 35 Tabel 3....................

Selanjutnya. Mufassirah. Latar Belakang Masalah Sebelum Undang-Undang No. (Surabaya:IAIN Sunan Ampel. Setelah UU Perkawinan tersebut diberlakukan maka dalam pasal 2 ayat (1) dijelaskan bahwa perkawinan dipandang sah apabila dilakukan menurut hukum agama dan kepercayaannya. Idris Ramulyo. (Jakarta: Sinar Grafika. 4 1 Lihat Peraturan Pemerintah no. Ida Nurhayati. 2 Lihat Kompilasi Hukum Islam pasal 5 ayat 1. 320 tahun 1999. 4 Lihat Lihat Wadjdi dalam Majalah Perkawinan dan Keluarga “Problema Nikah di luar prosedur” no. 2000). 5 9 . Hukum Kewarisan. Perkawinan dipandang sah apabila dilaksanakan sesuai dengan ajaran agama atau adat yang berlaku.1 Pentingnya pencatatan nikah karena menyangkut status istri dan anak secara obyektif. 1994). Laporan Penelitian (Ponorogo: Fakultas Syariah IAIN Suanan ampel.BAB I PENDAHULUAN A. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan diberlakukan. Universitas Muhammadiyah. 1995). Malang: PPs. 9 Tahun 1975 tentang pelaksanaan UUP no. Hukum Acara Peradilan Agama. 1 Tahun 1974 tentang perkawinan pasal 2 ayat 1 dan 2. Hukum Perkawinan. pasal 6 ayat 1 dan 2 dan pasal 7 ayat 1. dalam ayat (2) perkawinan harus dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tradisi Nikah Sirri: Penyebab dan pengaruhnya bagi masyarakat pamekasan. hukum yang mengatur perkawinan di Indonesia masih beraneka ragam. dan Zakat Menurut Hukum Islam. Tinjaun Hukum Islam Terhadap Nikah Sirri di Kecamatan Porwosari Kabupaten Purwosari. 3 Marsudi. 2002). tesis. Sedangkan perkawinan yang tidak sesuai dengan apa yang di gariskan dengan UU dan kompilasi Hukum Islam 2 atau tidak dicatat dan tidak ada bukti buku nikah maka tidak memiliki kekuatan hukum3 hal ini akan menimbulkan masalah bagi anggota keluarga di kemudian hari. hal. Jika suatu perkawinan telah di catat oleh PPN dengan bukti adanya buku nikah maka akan memiliki akibat hukum. Skripsi. Kedudukan Nikah Sirri. yaitu sesuai dengan hukum agama dan hukum adat yang dianut masyarakat.

dalam jangka waktu tertentu (samen leven). Hukum Perkawinan Islam.Adanya hukum negara tersebut dimaksudkan sebagai alat untuk mengatur dan mengendalikan norma.20 10 . Bila ternyata diantara mereka dalam jangka waktu tertentu itu. Aturan perkawinan dalam masyarakat antara lain tercermin melalui perkawinan sirri. 239 Gouw Giok Siong. dimana para remaja (putra-puteri) melakukan observasi (menjajaki) sampai seberapa jauh diantara mereka terdapat perselisihan paham baik ideal maupun praktis dalam membina keluarga yang harmonis kelak. (Jakarta: PT. kebiasaan. 1964) h. yang oleh Ramulyo di sebut “perkawinan di bawah tangan”5 Menurut Siong6 kawin sirri merupakan bentuk perkawinan yang timbul dan berkembang secara diam-diam pada sebagian masyarakat Islam Indonesia. Mereka berusaha menghindari diri dari sistem dan cara pengaturan pelaksanaan perkawinan menurut Undang-Undang No. yang birokratis dan berbelit serta lama pengurusannya. Permasalahan yang hampir sama dengan kawin sirri adalah proof marriage (kawin percobaan) yang saat ini menjadi mode di Eropa. Untuk itu menempuh cara sendiri yang tidak bertentangan dengan hukum Islam. (Jakarta: Bumi Aksara. kebiasaan. 1 Tahun 1974. akan tetapi kenyataan yang ada menunjukkan bahwa hukum yang diperkenalkan oleh negara belum tentu selaras dengan norma. Perkawinan sirri adalah perkawinan yang memenuhi rukun dan syarat perkawinan tapi tidak di daftarkan di PPN seperti yang diatur dan di tentukan oleh UUP no. Hukum Perdata Internasional Indonesia. Kinta.1 Tahun 1974. 2002). h. Untuk itu mereka melakukan proof marriage (kawin percobaan). aturan atau hukum perkawinan dalam masyarakat. lebih konkretnya di Swedia. baik dalam soal kesukaan (hobby) pribadi 5 6 Idris Ramulyo. aturan atau hukum perkawinan dalam masyarakat.

20 dan Berita Harian Sinar Pagi. 16 Mei 1982. 9 Seperti halnya di Negeria dilarang poligami. 21 9 sismono. jam 19. 33% (tiga puluh tiga persen) pengantin wanita sudah hamil pada waktu melakukan perkawinan formal mereka. mereka mencoba lagi dengan pasangan yang lain dan seterusnya. tanpa pernah mendapat suami. Alkoholisme. Ruang Pendapat. Aspek-Aspek Kehidupan Narkotika. namun untuk menghindari diri dari ketentuan undang-undang ini. atas perintah Sweden‟s Royal Communision on Sexual Live in Swedia yang dimuat dalam majalah Reader‟s Digest. Modernis. Kehiduapan Seksual. Bila tidak. (Jakarta : PT. Mei 1982 8 Lihat Majalah Tempo.7 Mungkin juga ada faktor lain misalnya keadaan wanita yang sangat parah di Swedia yaitu 10% (sepuluh persen) wanita Swedia meninggal dunia sebagai perawan tua. CV. Siaran Warta Berita Minggu. Sitterberg. 90% (sembilan puluh persen) penduduk Swedia melakukan hubungan seksual sebelum nikah. terdapat konsekuensi atau persesuaian paham maka hubungan mereka secara formal ditingkatkan dalam ikatan perkawinan.71 11 .maupun dalam masalah seksual. mereka para gadis dan janda disana dikawin dengan pria yang sudah beristri secara diam-diam. Peningkatan dalan hubungan perkawinan yang formal ini. 1971) h.Grafisi Pers. Hal ini bisa terjadi di swedia. apabila dalam jangka waktu tertentu si wanita dapat melahirkan seorang anak atau sekurang-kurangnya telah hamil. tahun No. Pornografi. kira-kira 1 (satu) dari 7 (tujuh) orang anak yang lahir adalah anak di luar nikah. 1975. (Jakarta. kemudian apabila ketahuan ditanyakan 7 Lihat TVRI. 8 Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Hary L. karena Swedia termasuk salah satu Negara yang makmur di Eropa dengan Gross National Product (GNP) perkapita tertinggi di Eropa.

Mengatasi masalah diatas orang Madura pada umumnya menjodohkan anaknya yang masih berumur lima tahun (balita) dan bahkan ada yang menjodohkan anak10 Zamroni. Yang penulis maksud disini bukanlah proof marriage seperti di Swedia atau gundik-gundik di Negeria. studi Kasus di Desa Kalisat. Sebab-Sebab Perkawinan Di Bawah Umur dan Perkawinan Liar/Sirri di Kwanyar Kabupaten Bangkalan. motif juga bisa berfungsi seremonial dan terkadang dianggap mempunyai nilai.11 Sedangkan dalam masyarakat modern menganggap bahwa perkawinan adalah sebuah “kontrak sosial”. (Surabaya: IAIN Sunan Ampel. 1996) . terutama masyarakat yang tinggal di daerah pedesaaan atau pinggiran mempersepsikan perkawinan sebagai suatu “kewajiban sosial” daripada manifestasi kehendak tiap individu (terutama wanita). tesis.10 Hal tersebut tak lepas dari persepsi masyarakat tentang perkawinan.kepadanya. Tradisi Nikah Sirri: Penyebab dan pengaruhnya bagi masyarakat pamekasan. Secara umum dapat diajukan sebuah pandangan bahwa dalam masyarakat tradisional menganggap perkawinan sebagai “keharusan sosial” yang merupakan tradisi yang dianggap sakral. dan Sri Endang Kinasih. Kabupaten Pasuruan Jatim. budaya dan agama dalam masyarakat. Tesis: (Depok: Universitas Indonesia. Perkawinan Sirri di kangan Masyarakat Kalisat. tetapi gundiknya dan memang disana gundik tidak dilarang. Kecamatan Rembang. keramat. 12 . tetapi dalam tulisan ini mempunyai motif yang hampir sama dengan keadaan yang digambarkan diatas. 2002). Perkawinan sirri merupakan fenomena yang terkait erat dengan nilai sosial. 2002). maka menjawab saya bukan istrinya. Skripsi. (Malang: PPs. karenanya perkawinan sering merupakan sebuah pilihan. dengan beberapa variasi dari sudut pandang masyarakat yang fanatisme Islam tetapi kurang memahami hukum Islam dalam kaitannya dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dewasa ini. Mufassirah. 11 Sakral berarti suci. Universitas Muhammadiyah. Dalam konteks masyarakat Indonesia pada umumnya.

Oleh karena itu inisiatif menjodohkan anak dibawah umur hamper selalu datang dari pihak orangtua perempuan. Mempercepat mengawinkan anak wanita merupakan tuntutan agar anak segera “mentas” dan setelah itu orangtua mereka merasa puas karena telah menunaikan tugas sosial sebagaimana mestinya. juga didasarkan pada pertimbangan ekonomi (22.32%).78%). khususnya pada etnik Madura menunjukkan bahwa mereka mengawinkan anak gadisnya di bawah umur 16 tahun tanpa melalui KUA. 140 14 Muhammad Sobary. 1999).12 Penelitian Indraswari13 di Jawa Timur. Perempuan Dalam Budaya: Dominasi Simbolis dan Aktual Kaum Lelaki Dalam Menakar “Harga” Perempuan: Eksplorasi Lanjut atas Hak-Hak Reproduksi Perempuan Dalam Islam (Bandung: Mizan. seorang perempuan seharusnya sudah menikah tidak lama setelah mengalami haid yang pertama atau pada umur antara 12-15 tahun. Penelitian Afdol (1983) di Kabupaten Bangkalan menunjukkan bahwa alasan mempercepat perkawinan bagi anak wanita selain alasan adat kebiasaan setempat (77. semua orrang akan mencemoohnya sebagai perempuan tidak laku (ta‟ paju lake). 14 12 Latif Wiyata. Menurut pandangan mereka. h. Fenomena Kawin Muda dan Aborsi: Gambaran Kasus Dalam menakar “Harga” Perempuan: Eksplorasi Lanjut Atas Hak-Hak reprosuksi Perempuan Dalam Islam (Bandung: Mizan.anaknya ketika masih berada dalam kandungan ibunya atau pada saat baru dilahirkan. (Yogyakarta: LKiS. Apabila melebihi umur tersebut ternyata belum juga menikah. Perkawinan lebih merupakan ritus kepuasan orangtua dan bukan kepentingan anak. 56-57 13 Indraswari. 2002) h. Carok: Konflik Kekerasan dan Harga Diri Orang Madura. 95 13 . 1999) h. Pada saat itulah kedua orangtuanya serta anak perempuan yang bersangkutan merasakan aib dan malu pada semua orang dilingkungan sosialnya. Perkawinan tersebut disebut dengan kawin sirri.

maka perkawinan tersebut dianggap tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum sehingga berpengaruh terhadap perwalian serta status istri dan anak guna mendapatkan segala hak yang menyangkut diri dan harta bendanya. Effendi: “Kesadaran masyarakat untuk mendaftarkan perkawinannya ke KUA masih sangat rendah. Nasikhun mengatakan: “Di Kecamatan Tanjungbumi ini. Menurut Kepala KUA Tanjungbumi.” Hal senada juga dikatakan oleh Kepada Desa Bumianyar. Kalimantan dan lain-lain. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam. di desa-desa tertentu masih banyak ditemui perkawinan yang tidak didaftarkan di KUA. Selain itu kawin sirri juga mengakibatkan hubungan kekuasaan antara laki-laki 14 . 2. Kawin sirri jika dikaitkan dengan UU No. Malaysia. yang demikian itu dilakaukan oleh masyarakat yang melangsungkan perkawinannnya di perantauan seperti Arab Saudi. Kabupaten Bangkalan yang mayoritas penduduknya beragama Islam. banyak didapati perkawinan yang tidak tercatat di KUA. Fenomena ini menarik untuk dikaji karena: 1.Di Kecamatan Tanjungbumi. Kawin sirri jika dikaitkan dengan pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin maka wanita lebih terbebani daripada laki-laki karena ia tidak hanya sebagai ibu rumah tangga tapi juga sebagai kepala keluarga yang bertugas mencari nafkah.” Pendapat diatas menunjukkan tentang masih rendahnya jumlah penduduk yang melangsugkan perkawinan dan didaftarkan di KUA di beberapa desa di Kecamatan Tanjungbumi.

penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut: 1. 3. Tujuan umum Menganalisis dan mendeskripsikan kawin sirri yang dilakukan oleh penduduk Bumianyar 15 . membuat perempuan terjebak pada sistem patriarki. tercermin dalam hal menentukan calon pengantin. B. Kabupaten Bangkalan? 2. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. Meskipun kawin sirri mempunyai beberapa dampak diatas. Faktor apakah yang menyebabkan kawin sirri terjadi di Desa Bumianyar. Hal ini bisa terlihat bagaimana berlakunya hukum agama dan hukum adat terutama dalam membuat keputusan menikah (berkeluarga). dimana hal tersebut bertentangan dengan wacana tentang perempuan yang kini banyak dibicarakan oleh kaum feminis. perceraian dan penguasaan seksual.(suami) tidak setara dengan wanita (istri). Artinya disaat mereka berbicara tentang ketidakadilan gender justru kaum perempuan yang lain terjebak dalam ketidakadilan itu. Bagaimana pula pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga? C. Kecamatan Tanjungbumi. Tujuan Penelitian Penelitian ini mempunyai tujuan sebagai berikut : 1. namun perkewinan tersebut saat ini berkembang secara diam-diam dengan beragam bentuk dan alasan.

3. 16 . D. sehingga dapat menjadi pertimbangan bagi pasangan yang sudah maupun akan kawin sirri untuk segera mendaftarkan perkawinannya di KUA. bangsa dan negara baik secara sosiologis. Memberi kontribusi ilmiah. sehingga memotivasi pemerintah untuk meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya pencatatan perkawinan dengan bekerjasama dengan kyai dan tokoh masyarakat setempat. Menganalisis dan mendeskripsikan mengapa terjadi kawin sirri di Desa Bumianyar b.2. 2. Tujuan khusus a. Memberi masukan pada pemerintah. maka penelitian ini di harapkan dapat memberi manfaat sebagai berikut : 1. yaitu sumbangan data berupa khazanah keilmuan tentang gender. psikologis maupun yuridis dengan segala akibat hukum dan konsekuensinya. Memberi kontribusi pada masyarakat. Menganalisis dan mendeskripsikan pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga. tentang masih banyaknya masyarakat yang tidak mengetahui akan fungsi surat nikah. khususnya masyarakat pedesaan. mengingat kawin sirri merupakan salah satu wujud fanatisme masyarakat terhadap kyai. khususnya dalam kajian kawin sirri dan pengaruhnya terhadap hubungan dalam keluarga. dalam konteks kehidupan masyarakat. Manfaat Penelitian Sehubungan dengan tujuan penelitian yang hendak dicapai di atas. terutama pada pasutri kawin sirri tentang pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga.

sehingga praktek kawin sirri diperantauan lebih banyak dilakukan oleh penduduk desa Bumianyar dibandingkan desa lainnya. maka pengamatan lapangan hanya difokuskan pada kasus kawin sirri yang terjadi desa Bumianyar sebagai tempat tinggal penulis. Kecamatan tanjungbumi. termasuk pasangan kawin sirri. b. 17 . Pemilihan Lokasi Penelitian Meskipun obyek penelitian adalah kasus kawin sirri yang dapat ditemukan diseluruh kecamatan Tanjungbumi. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (filed reseach) dengan menggunakan pendekatan studi kasus (case study). sehingga penulis dapat dengan mudah bergaul dan ikut dalam berbagai aktivitas mereka guna mendapat data tentang kawin sirri. 1. Pertimbangan memilih Desa Bumianyar ini mempunyai arti yang signifikan dalam hal kegiatan operasional dilapangan karena: a.E. Penulis adalah orang yang dilahirkan di Desa Bumianyar dan memiliki hubungan baik dengan masyarakat dan penduduk Bumianyar. akan tetapi oleh karena suatu alasan dan pertimbangan terutama masalah dana dan waktu. yang dilakukan di desa Bumianyar. Desa Bumianyar memiliki penduduk merantau yang tinggi dibandingkan desa lainnya. Kabupaten Bangkalan.

Bahar-Hasna dan indra adalah pasangan yang melakukan kawin sirri lebih dari 2 tahun dan kenal baik dengan peneliti. Tiara Wacana. . Latief –Rahma. maka besar kecilnya informan bukan menjadi prioritas utama dalam upaya penggalian data. Misalnya pasangan HendraVita. karena tempat tinggalnya berdekatan dan sekarang tinggal peneliti di desa Bumianyar. Yogyaksarta: PT. Informan yang baik mengetahui budayanya atau paling tidak harus mempunyai keterlibatan dalam suasana budaya selama 1 tahun. namun yang menjadi titik penting adalah kualitas informan dalam memberikan data yang jelas dan akurat sesuai dengan kebutuhan. 15 James P.Sredley. Spradley 15 menyebutkan bahwa paling sedikit ada lima kreteria yang perlu diperhatikan dalam memilih informan yang baik yaitu: a) Enkulturasi penuh Enkulturasi merupakan proses alami dalam mempelajari suatu budaya tertentu.1997).2. Dalam penelitian ini semua informan yang terpilih adalah individu atau pasangan yang telah atau sedang melakukan kawin sirri dan saat ini berada di desa Bumianyar. b) Keterlibatan langsung Informan adalah orang yang terlibat langsung dengan topik yang sedang diteliti. Metode Etnografi. h. 61-70 18 . Penentuan Informan Mengingat penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus.

meliputi perangkat desa. d) Cukup waktu Penelitian hendaknya dilakukan dengan memilih informan yang memiliki cukup waktu untuk dimintai informasi. Indra dan Rudi) dan 5 pasangan 19 .c) Suasana Budaya yang tidak dikenal Artinya peneliti tidak mengetahui suasana budaya yang diteliti sehingga mengalami kesulitan dalam memilih informan. peneliti mengenal baik suasana budaya yang diteliti. Hal ini diharapkan diperoleh banyak informasi yang dibutuhkan oleh peneliti. 2. mengingat peneliti adalah orang yang dilahirkan di desa Bumianyar sehingga penelitilebih obyektif dalam memilih informan. Individu-individu atau pasangan yang telah atau sedang melakukan kawin sirri yang terdiri dari 3 individu kawin sirri (Ninan. Misalnya dalam melakukan wawancara dilakukan pada saat pasangan kawin sirri sedang santai pada malam hari. Dalam penelitian ini yang termasuk informan adalah: 1. Individu-individu yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang baik tentang permasalahan yang diteliti. e) Non analitik Informan adalah orang yang dalam memberikan informasi tidak menganalisis atau mengolah pertanyaan terlebih dahulu. namun dalam penelitian ini. pegawai KUA. sehingga bersifat apa adanya. tokoh masyarakat dan kiai sebagai orang yang berperan dalam menikahkan orang-orang yang melakukan kawin sirri.

suami istri kawin sirri (Sahrul-Ulfa. kecuali pasangan Hadi-Ina melakukan kawin sirri di luar desa Bumianyar (yaitu di Desa Katol. Sedangkan untuk menemukan informan yang melakukan kawin siriri di perantauan peneliti menemui orasng yang sering pergi merantau yaitu Seniwi dan Mat Solli. 16 Dalam menemukan informan seperti individu atau pasangan yang telah atau sedang kawin sirri. Mastur dan Kiai di Kecamatan Tanjungbumi yaitu KH. Pengamatan terlibat (observasi participant) Suatu teknik yang mengharuskan peneliti melibatkan diri kedalam berbagai aktivitas dan kehidupan masyarakat setempat. 3. Kabupaten Bangkalan). tidaklah sulit bagi penulis yaitu dengan cara menemui tokoh masyarakat seperti H. Latief-Rahma. melakukan interaksi sosial untuk menemukan pemahaman masyarakat tentang kawin sirri. Dalam hal ini peneliti lakukan ketika pulang ke desa Bumianyar. Jawahir. Sedangkan pasangan Anas-Titin dan Bahar-Hasna. Pengumpulan Data Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan melalui proses: 1. Pada umumnya individu atau pasangan yang telah atau sedang melakukan kawin sirriterbuka dan tidak malu menceritakan pengalamannya. Kegiatan ini dilakukan secara intensif sejak pertengahan Maret. Moh. 16 Semua nama informan diatas bukan nama sebenarnya (disamarkan) 20 . kedua pasangan tersebut melakukan kawin sirri di perantauan. dan Hadi-Ina) kedua pasangan tersebut melakukan kawin sirri di desa Bumianyar. dengan ikut serta dalam berbagai aktivitas.

di Kecamatan (tentang keluar masuknya penduduk). Bahasa yang dipergunakan dalam wawancara adalah bahasa Madura.mendengarkan pandangan-pandangan dan merasakan keadaan pasangan kawin sirri. Pertanyaan tersebut ditujukan kepada informan. Dokumentasi dan kepustakaan Dokumentasi dilakukan untuk memperoleh data dari desa (seperti demografi desa). peneliti sering berkunjung ke rumah pasangan kawin sirri. bahkan terkadang membantu pekerjaannya seperti memasak di dapur. Wawancara dengan pasangan suami istri kawin sirri dilakukan secara terpisah dalam waktu bersamaan untuk memperkecil kesempatan pasangan dalam menyamakan ceritanya. 17 Dalam wawancara mendalam. 1995). dan di KUA (data 17 Bagong Suyanto. Misalnya. h. 3. 206 21 . (Surabaya: Airlangga University Press. Hal ini dengan pertimbangan sebagai mekanisme adaptasi dan agar terkesan tidak berjarak antara peneliti dan informan. Untuk menunjang wawancara mendalam peneliti menggunakan peralatan lain berupa buku catatan harian mengenai kegiatan penelitian dan tape recorder untuk merekam hasil wawancara. Selanjutnya pertanyaan berikutnya didasarkan pada jawaban atas pertanyaan pokok tersebut. Wawancara mendalam (indepht interview) Wawancara mendalam adalah teknik pengumpulan data yang didasarkan pada percakapan secara intensif dengan suatu tujuan. Metode Penelitian Sosial. 2. peneliti menyusun beberapa pertanyaan pokok sebagai pedoman untuk membuka pertanyaan.

Analisis dilakukan dalam tiga tahapan. kemudian diinterpretasikan melalui teori-teori yang relevan agar dapat dianalisis. Analisis data Teknik analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data yang berasal dari observasi participant.Nikah. kemudian dapat diklasifikasikan kedalam faktor penyebab kawin sirri. Selanjutnya data dikelompokkan dan dikategorikan. Cerai dan Rujuk / NTCR). agar dapat terlihat hubungan suatu gejala dengan gejala yang lain. wawancara mendalam. Data yang terkumpul sejak awal penelitian. Data kepustakaan digunakan untuk memperoleh data tentang hasil penelitian sebelumnya. sejarah kawin sirri dalam pandangan hokum Islam dan Negara serta konsep dan teori menganai keluarga. kemudian data tersebut diklasifikasikan. misalnya rendahnya pemahaman masyarakat tentang fungsi surat nikah. studi dokumentasi dan kepustakaan. tema dan sub-sub tema. 22 . 4. selanjutnya diidentifikasi berdasarkan tema. Tahap penemuan. Talak. Data dipilah misalnya yang berkaitan dengan factor penyebab terjadinya kawin sirri dan pengaruhnya terhadap hubungan dalam keluarga. sehingga dapat mengumpulkan hasil yang ingin diucapai untuk menjawab permasalahan yang diajukan dalam penelitian. yaitu: 1. Data yang terkumpul kemudian diklasifikasi dan diidentifikasi berdasarkan pola.

kawin sirri 23 . Mengkategorikan setiap tema. b. yang terdiri dari: pengertian kawin sirri. merangkai dan menghubungkan data serta informasi agar dapat disusun. Memilih data dengan cara memisahkan catatan lapangan dan bahan dokumen per tema. Pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga. sehingga diperoleh pengertian dan premahaman. sejarah dan perkembangan kawin sirri. Tahap penulisan Merupakan tahap memahami data dalam bentuk penulisan secara lebih lanjut. Sistematika Pembahasan Sistematika pembahasan dalan penelitian ini bibagi menjadi lima bab: Bab pertama. pada keluarga kawin sirri yang bercerai dan tidak bercerai. manfaat penelitian. mendiskusikan konsep-konsep yang terkait dengan kawin sirri.2. tujuan penelitian. Selanjutnya ditulis dalam bentuk penulisan yang tujuannya untuk menjawab permasalahn mengenai faktor penyebab terjadinya kawin sirri dan pengaruhnya terhadap hubungan dalam keluarga. misalnya tentang faktor penyebab kawin sirri yang dilakukan di desa Bumianyar maupun di perantauan oleh penduduk Bumianyar. Tahap ini meliputi: a. F. Tahap member kode. rumusan masalah. metode penelitian dan sistematika pembahasan Bab kedua. artinya dengan melihat. menyajikan pendahuluan yang terdiri dari: latar belakang masalah. 3.

mendeskripsikan lokasi penelitian yang terdiri dari sejarah penduduk Bumianyar merantau. yang meliputi: bentuk kawin sirri. demografi.dalam pandangan hokum Islam dan kawin sirri dalam pandangan hokum Negara. tempat pelaksanaan kawin sirri. dan pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga. pemukiman. pendidikan. 24 . keagamaan. Selain itu juga membahad tentang konsep-konsep keluarga kaitannya dengan kawin sirri seperti: tipe-tipe keluarga. system kekerabatan. sejarah kawin sirri dan proses pelaksanaan kawin sirri Bab keempat. merupakan bab terakhir yang berisi tentang kesimpulan dan saran yang diperlukan dalam menunjang penelitian ini. letak dan luas wilayah. Bab ketiga. pada keluarga kawin sirri yang bercerai dan tidak bercerai Bab kelima. Selain itu juga mendeskripsikan tentang perkawinan sirri. fungsi dan peranan anggota keluarga. memaparkan hasil penelitian yang terdiri atas factor penyebab kawin sirri yang dilakukan di desa Bumianyar dan dilakukan di perantauan. serta pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga. hubungan-hubungan keluarga.

Alih Bahasa: R. 25 . yang artinya “bersetubuh”. Status Perkawinan Antar Agama: Di Tinjau dari Undang-Undang Perkawinan No. 18 Menurut Haviland19 perkawinan adalah suatu transaksi atau kontrak yang sah dan resmi antara seorang wanita dan seorang pria yang mengukuhkan hak mereka yang tetap untuk berhubungan seks satu sama lain dan yang menegaskan bahwa wanita yang bersangkutan sudah memenuhi syarat untuk melahirkan. Antopologi II. ialah kelakuan-kelakuan seks. h. 77 20 Koentjaraningrat. Jadi “aqad nikah” artinya perjanjian untuk mengikatkan diri dalam perkawinan antara seorang wanita dengan seorang laki-laki. dipandang dari sudut kebudayaan manusia. terutama persetubuhan. (Jakarta: Dian Rakyat. Menurut Koentjaningrat 20 perkawinan adalah suatu peralihan lifecycle dari tingkat hidup remaja ketingkat berkeluarga dari semua manusia di dunia. 1 Tahun 1974. Arti sebenarnya nikah adalah “dham” yang artinya “menghimpit”. 28 19 William A. atau “berkumpul”. 1985). nikah itu pada hakekatnya ialah “aqad” antara calon suami-istri untuk membolehkan keduanya bergaul sebagai suami iatri. “Aqad” artinya ikatan atau perjanjian. Selain sebagai pengatur kelakuan 18 Asmin. Dengan demikian. Haviland. h. 93-94. “menindih”. (Jakarta: Erlangga. h.BAB II TINJAUAN TEORITIS A. Beberapa Pokok Antropologi Sosial. memiliki dua arti. Menurut hukum Islam. (Jakarta: Dian Rakyat.. 1986). Arti kiasannya adalah sama dengan “wathaa”. arti yang sebenarnaya dan arti kiasan. Kawin Sirri Perkawinan dalam bahasa Arab adalah “nikah”. 1992). maka perkawinan merupakan pengatur kelakuan manusia yang bersangkut paut dengan kehidupan seksnya.G Soekardijo.

seks, perkawinan mempunyai berbagai fungsi lain dari kehidupan kebudayaan dan masyarakat manusia. Pertama memberi ketentuan hak dan kewajiban serta perlindungan kepada hasil persetubuhan, yaitu anak-anak; kemudian perkawinan juga memenuhi kebutuhan manusia akan seorang teman hidup, memenuhi kebutuhan akan harta, akan gengsi dan kelas masyarakat dan pemeliharaan hubungan baik antara kelompok-kelompok kerabat tertentu sering juga merupakan alasan dari perkawinan. Menurut wawancara dengan seorang kiai di kecamatan tanjungbumi (KH. Jawahir) mengatakan bahwa masyarakat awam memiliki pemahaman tentang perkawiann sebagai suatu ikatan antara laki-laki ddan wanita untuk hidup bersama dan untuk mendapatkan keturunan yang sah berdasarkan hukum agama Islam. Yang digaris bawahi disini adalah yang penting sah menurut hukum agama Islam. Di samping itu, masyarakat awam juga menganggap perkawinan sebagai “kewajiban sosial” daripada manifestasi kehendak bebas tiap individu. Oleh karena itu, perkawinan dianggap sebagai “keharusan sosial” yang merupakan tradisi yang dianggap sakral. Jika diklasifikasi berdasarkan tingkat pemahaman masyarakat tentang hukum perkawinan dan usia menikah, maka di masyarakat Bumianyar terdapat tiga bentuk perkawinan yaitu: 1. Perkawinan di KUA Yang dimaksud dengan perkawinan di KUA disini adalah perkawinan yang dilakukan di KUA atau perkawinan yang dilakukan dihadapan Pegawai Pencatat Nikah (PPN) dan dicatatkan di KUA, seperti yang diatur dan ditentukan oleh UU No.1 Tahun 1974. Bentuk perkawinan ini dilakukan oleh masyarakat yang

26

menyadari akan penting hukum Negara, selain hukum Islam. Karena perkawinan bukan hanya dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT (hablum minallah) tapi juga harus dipertanggungjawabakan dihadapan hukum Negara (hablum minannas), karena menyangkut ikatan antara manusia satu dengan lainnya yaitu suami, istri, dan anak serta keluarga besar diantara susmi dan istri. 2. Perkawinan sirri Yang dimaksud dengan perkawinan sirri adalah perkawinan yang tidak dilakukan dihadapan PPN dan tidak dicatatkan di KUA. Perkawinan ini oleh Ramulyo disebut dengan istilah perkawinan dibawah tangan. Perkawinan ini biasanya dilakukan oleh kiai atau ulama atau orang yang dipandang telah mengetahui hukum-hukum munakahat (pernikahan).21 Kata sirri berasal dari bahasa Arab sirri, israar yang berarti rahasia. 22 Kawin sirri menurut arti katanya adalah nikah yang dilakukan dengan sembunyisembunyi atau rahasia. Sedangkan dalam prakteknya di masyarakat kawin sirri adalah perkawinan yang tidak disaksikan oleh orang banyak dan tidak dilakukan dihadapan PPN serta tidak dicatat di KUA setempat. 3. Perkawinan dibawah umur Perkawinan yang dilakukan sebelum usia 16 tahun bagi wanita, dan 19 tahun bagi laki-laki. Batasan ini mengacu pada ketentuan formal batas minimum usia menikah yang berlaku di Indonesia, pasal 7 ayat (1). Perkawinan ini biasanya dilakukan oleh masyarakat karena dua alasan, pertama alasan perjodohan. Dalam

21
22

A. Zuhdi Muhdor , Memahami Hukum Perkawinan, (Bandung: Al-Bayan 1994), h. 22

Mahmud Yunus, Kamus Arab Indonesia, (Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir AlQur’an, 1973), h. 167

27

perjodohan biasanya yang menentukan pasangan dan waktu menikah adalah orangtua laki-laki. Kedua, kemauan anak sendiri. Biasanya anak laki-laki ngotot minta dinikahkan ke orangtuanya, meski ia dan pasangannya belum memenuhi batas minimal usia menikah dan belum mempunyai pekerjaan. Kuatir anaknya salah pergaulan dan berdosa, orangtua menikahkan anaknya dan biasanya biaya hidup anak setelah menikah akan ditanggung oleh orangtua. Ketiga bentuk perkawinan diatas oleh masyarakat Bumianyar dianggap sah. Namun dari ketiga bentuk perkawinan yang terdapat di desa Bumianyar, peneliti hanya mengkaji kawin sirri dan perkawinan dibawah umur. Perkawinan dibawah umur dalam penelitian ini tidak dibahas dalam bahasan tersendiri tapi menjadi satu kesatuan dalam pembahasan kawin sirri, yaitu menjadi salah satu fakctor penyebab terjadinya kawin sirri di desa Bumianyar. 1. Sejarah Dan Perkembangan Kawin Sirri Istilah kawin sirri, sebenarnya bukan masalah baru dalam masyarakat Islam, sebab kitab Al-Muwatha’, mencatat bahwa istilah nikah sirri itu berasal dari ucapan Umar bin Khattab r.a ketika diberitahu bahwa telah terjadi perkawinan yang tidak di hadiri oleh saksi kecuali hanya seorang laki-laki dan seorang perempuan, maka Ia berkata yang artinya:”Ini nikah sirri, aku tidak memperbolehkannya dan sekiranya aku datang pasti aku rajam”23 Pengertian kawin sirri dalam persepsi Umar tersebut di dasarkan adanya kasus perkawinan yang hanya dengan menghadirkan seorang saksi laki-laki dan seorang perempuan. Ini berarti syarat jumlah saksi belum terpenuhi, kalau jumlah saksi belum

23

Lihat Al-Muwatha’ II, Dar Al-Fikri, hal 439

28

Dengan demikian dapat ditarik pengertian bahwa kawin sirri itu berkaitan dengan fungsi saksi. Abu Hanifah dan Syai’i menilai nikah tersebut bukan nikah sirri karena fungsi saksi itu sendiri adalah pengumumnan (i‟lan). Syafi’i dan Ibnu Mundzir berpendapat bahwa nikah semacam itu sah. Ulama sepakat fungsi saksi adalah pengumuman (i‟lan wa syuhr) kepada masyarakat tentang adanya perkawinan. hal 17 26 Khoirudin Nasution. maka perkawinan yang ada saksi tetapi tidak ada pengumuman adalah perkawinan yang tidak memenuhi syarat.25 Namun apabila saksi telah terpenuhi tapi para saksi di pesan oleh wali nikah untuk merahasiakan perkawinan yang mereka saksikan. Namun Abu Hanifah.lengkap meskipun sudah ada yang datang. Jakarta: INIS. 2002). sebab menurutnya tidak ada lagi rahasia kalau sudah ada empat orang. h. Karena itu kalau sudah disaksikan tidak perlu lagi ada pengumuman khusus. maka perkawinan semacam ini menurut Umar di pandang sebagai nikah sirri. karena yang menjadi syarat mutlak sahnya perkawinan adalah pengumuman (i‟lan). dalam perkembangannya di masyarakat Islam. sudah cukup mewakili pengumuman bahkan meskipun minta dirahasiakan. .163 29 . Kehadiran saksi pada waktu melakukan akad nikah. Edisi September 2001 Lihat Bidayatul Mujtahid. 26 Akan tetapi Menurut Zahrah dalam Nasution. kawin sirri di pandang sebagai perkawinan yang sah menurut agama. Imam Malik memandang perkawinan itu termasuk nikah sirri dan harus di fasakh. ulama besar berbeda pendapat.24 Ulama-ulama besar sesudahnya pun seperti Abu Hanifah. 24 25 Lihat Aziz dalam Jurnal Ilmiah Mihrab.Status Wanita Di Asia Tenggara: Studi Terhadap Perundang-Undangan Perkawinan Muslim Konyemporer Di Indonesia dan Malaysia. Malik dan Syafi’i berpendapat bahwa nikah sirri itu tidak boleh dan jika terjadi maka harus di fasakh (batal). Keberadaan saksi hanya pelengkap.

1994). Calon pengantin laki-laki dan perempuan 2. Psikologi. 2002). Wirawan dalam Hariadi 29 menyatakan kawin sirri merupakan salah satu bentuk perkawinan yang dikenal oleh masyarakat Indonesia. Islam Memandang Kawin Sirri.239 A. Ijab dan qobul Syarat-syarat diatas disebut sebagai rukun atau syarat wajib nikah. (Jember: PMII Fakultas Hukum. Memahami Hukum Perkawinan. h. Vol. (Jakarta: Bumi Aksara. Sementara Muhammad30 menyebutkan bahwa kawin sirri dalam pandangan Islam adalah perkawinan yang dilaksanakan sekedar memenuhi ketentuan mutlak untuk sahnya akad nikah yang ditandai dengan adanya: 1. Sosiologi. Zuhdi Muhdhor . h. Hukum Perkawinan Islam.28 Akan tetapi dalam perkembangannya di masyarakat Islam. (Bandung: Al-Bayan. 1991) 30 . 27 28 29 Idris Ramulyo. Kawin Sirri sebagai Siasat Kawin Dalam Media Studi Wanita. 1 Tahun 1974. kawin sirri dipandang sebagai perkawinan yang sah menurut agama. Makalah Seminar Sehari Kawin Sirri Ditinjau Dari Sudut Agama. dan Hukum Positif.Yang dimaksud dengan perkawinan sirri adalah perkawinan yang memenuhi rukun dan syarat perkawinan tapi tidak di daftarkan di PPN seperti yang diatur dan di tentukan oleh UUP no. Wali pengantin perempuan 3. yaitu suatu perkawinan yang dilakukan oleh masyarakat Islam dengan modin atau kiai sebagai pelaksananya (yang mengukuhkan). Dua orang saksi 4. 1 Surabaya: PP/SW Lembaga Penelitian UNAIR 30 Muhammad Yusuf. yang oleh Ramulyo di sebut “perkawinan di bawah tangan”27 Perkawinan ini biasanya dilakukan oleh kiai atau ulama atau orang yang dipandang telah mengetahui hukum-hukum munakahat (pernikahan).22 Hariadi.

Selain itu. Pengumuman perkawinan dengan menyelenggarakan walimah/perayaan 3. 2. Keadaan demikian disebut sunyi atau rahasia atau sirri. h. sedangkan sunah nikah tidak dilakukan. memenuhi baik rukun maupun syarat-syarat perkawinana tetapi tidak didaftarkan pada PPN seperti diatur dan ditentukan UU No. Dengan demikian orang yang mengetahui perkawinan tersebut juga terbatas pada kalangan tertentu saja. Kawin Sirri Dalam Pandangan Hukum Islam Merujuk pada sejarah dan perkembangannya. Pada perkembangan selanjutnya. 1 Tahun 1974.33 Namun dalam 31 32 33 Idris. terdapat sunah nikah yang perlu juga dilakukan sebagai berikut: 1. kawin sirri pada awalnya merupakan perkawinan yang dilarang dalam Islam karena tidak memenuhi rukun dan syarat perkawinan yang berupa saksi. Hukum Perkawinan Islam. 32 Ulama besar seperti Abu Hanifah. (Jakarta: Bumi Aksara. Khutbah nikah 2. 439 Lihat Bidayatul Mujtahid. 2002). h. Demikian halnya dengan praktek kawin sirri yang terjadi di desa Bumianyar. Menyebutkan mahar dan kawin Dengan demikian. Sebagaimana dikatakan Ramulyo 31 yaitu perkawinan yang dilakukan oleh orang-orang Islam. istilah sirri ini kemudian dikaitkan dengan aturan-aturan yang ditetapkan pemerintah sehingga kawin sirri bermakna kawin yang tidak dicatatkan petugas yang telah ditunjuk oleh pemerintah yaitu KUA. Lihat Al-Muwatha. dalam proses kawin sirri yang dilaksanakan hanya wajib atau rukun nikahnya saja. h. 17 31 . Ramulyo. khususnya mengenai pengumuman perkawinan atau yang dusebut walimah/perayaan. Malik dan Syafi’i sepakat kalau perkawinan tersebut difasakh. 239.

taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kalian kepada rasul dan kepada pemerintah yang sah (ulil „amri minkum). UU No. Sebelumnya sudah ada UU No.”35 Berdasarkan firman tersebut.22 Tahun 1946 pasal 1 ayat (1) 37 Lihat UU No. dan firman Allah yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman. yang mengatur tentang pencatatan Nikah. 36 (2) bagi pasangan yang melakukan perkawinan tanpa pengawasan dari PPN dikenakan hukuman karena merupakan suatu pelanggarn. An-Nisa 59 36 Lihat UU No. 34 Meskipun kawin sirri sah menurut Islam tapi hal tersebut kurang sesuai dengan ajaran Islam.22 Tahun 1946 pasal 3 ayat (1) 32 .1 Tahun 1974.22 Tahun 1946. sebenarnya bukanlah UU pertama yang mengatur tentang pencatatan perkawinan bagi muslim Indonesia. h. kawin sirri merupakan perkawinan yang memenuhi rukun dan syarat perkawinan sehingga masyarakat memandang sah menurut agama (Islam). Kawin Sirri Dalam Pandangan Hukum Negara Kawin sirri jika dikaitkan dengan hukum negara sebenarnya berkaitan dengan pencatatan perkawinan pada instansi pemerintah yang berwenang yaitu KUA. karena Nabi Muhammad SAW bersabda: “Umumkanlah perkawinan itu”. disebutkan: (1) perkawinan diawasi oleh PPN. Hukum Perkawinan Islam. 3.cit. Talak dan Rujuk. Kemudian kawin sirri berkembang kembali ketika dikaitkan dengan aturan yang ditetapkan pemerintah sehingga kawin sirri bermakna perkawinan yang tidak dicatatkan di KUA. 37 Lebih tegas tentang pencatatn dan 34 35 Idris Ramulyo. sebagaimana diatur oleh undang-undang.perkembangannya dalam masyarakat Islam. maka orang yang melakukan kawin sirri berarti tidak taat pada pemerintah yang telah menetapkan untuk mencatatkan perkawinannnya di KUA. 239 Lihat. QS. op.

1 Tahun 1974 tentang pencatatan dan sahnya perkawinan disebutkan : (1) tidak ada perkawinan diluar hukum agama. pasal 7 ayat (1.”39 Sementara pada pasal lain disebutkan. bahwa dicatatkannya perkawinan agar mendapat kepastian hokum dan ketertiban.44 38 39 Lihat penjelasan pasal 1 ayat (1) Lihat UU No.2.1 Tahun 1974 ayat (1 dan 2) 42 Lihat KHI pasal 5 ayat (2) dan pasal 6 ayat (1) 43 Lihat KHI pasal 5 ayat (1) 44 Lihat KHI pasal 6 ayat (1).”perkawinan adalah sah. 41 Dalam Kompilasi Hukum Islam di Indonesia disebutkan.”40 Sedangkan dalam penjelasan UU No.1 Tahun 1974 tentang pencatatan perkawinan disebutkan. apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu. 38 Kemudian dalam UU No.1 Tahun 1974 pasal 2 ayat (1) 41 Lihat penjelasan UU No. dan (2) maksud hukum agama termasuk ketentuan perundang-undangan yang berlaku.”tiap-tiap perkawinan dicatat menurut perundang-undangan yang berlaku. tujuan pencatatan perkawinan yang dilakukan dihadapan dan dibawah pengawasan PPN 42 adalah untuk terjaminnya ketertiban perkawinan. 43 Namun ditegaskan perkawinan yang dilakukan diluar PPN tidak mempunyai kekuatan hukum.1 Tahun 1974 pasal 2 ayat (2) 40 Lihat UU No.3 dan 4) 33 . dan perkawinan hanya dapat dibuktikan dengan Akta Nikah yang dibuat oleh PPN.tujuan pencatatan perkawinan ditemukan dalam penjelasannya.

Menurut 45 William A. Haviland. Pertama. normally compossed of a father. h. Soekadijo. dan setidaktidaknya seorang pria dewasa yang diikat oleh perkawinan atau hubungan darah. in which affection and responsibility are equitably shared and in which the children are reared to become self controlled and socially motivated persons. a mother. 1.B. anak-anaknya yang tergantung kepadanya. Tipe-Tipe keluarga Terdapat dua tipe keluarga yaitu keluarga inti dan keluarga luas. Kawin Sirri dan Keluarga Menurut Haviland45 yang dimaksud keluarga adalah suatu kelompok yang terdiri atas seorang wanita. Ketiga. h.G. hubungan antar keluarga didasari atas kasih sayang dan tanggung jawab keluarga ialah mengembangkan anak agar setelah dewasa menjadi individu yang mampu mengendalikan dirinya sendiri dan berguna untuk masyarakat. Dari definisi diatas terdapat empat ciri keluarga. 1985. Alih Bahasa R. Antropologi II. Borgadus. 1985. and one or more of children. 2001). (Jakarta: Erlangga. perkawinan atau adopsi. 233 46 34 . Family is a small social group. Pengantar Studi Sosiologi Keluarga. ibu dan satu atau beberapa anak. sekelompok orang yang tinggal bersama berdasarkan hubungan darah. (Bandung: Pustaka Setia. keluarga adalah kelompok sosial yang terdiri dari seorang ayah. Definisi yang agak lengkap diberikan oleh Borgadus dalam Suhendi46 : “…. a. Kedua. Keluarga Inti Keluarga inti (nuclear family) disebut juga keluarga batih adalah suatu kelompok kekerabatan sebagai akibat dari perkawinan. 73.

Kedua.47 Suatu keluarga inti terdiri atas seorang suami.Koentjaraningrat. tetapi seluruhnya merupakan satu kesatuan sosial yang amat erat. yang berdasarkan adat verilokal yang terdiri dari satu keluarga inti senior dengan keluarga inti dari anak laki-laki. Koentjaraningrat48 mengatakan bahwa fungsi pokok keluarga ada dua. juga dapat dianggap sebagai anggota keluarga. keluarga luas verilokal. 110-111 49 Ibid. h. b. 117 35 . yaitu: pertama. waktu ia sebagai anak-anak masih belum berdaya mendapat pengasuhan dan permulaan dari pendidikannya. ada tiga macam keluarga luas. Beberapa pokok Antropologi Sosial. 49 Berdasarkan komposisinya. Kedua. istri dan anak-anak mereka yang bekum kawin. keluarga luas utrolokal. 1992). kelurga inti merupakan kelompok dimana si individu itu. Anak tiri dan anak angkat yang secara resmi mempunyai wewenang yang kurang lebih dengan anak kandungnya. dan hidup tinggal bersama pada satu tempat artinya dalam satu rumah atau pada satu pekarangan. 109 Ibid. yaitu: pertama. h. h. (Jakarta: Dian Rakyat. Ketiga. kelurga inti merupakan kelompok dimana si individu pada dasarnya dapat menikmati bantuan utama dari sesamanya serta keamanan dalam hidup. Keluarga Luas Keluarga luas (extended family) adalah kelompok kekerabatan yang terdiri lebih dari satu keluraga inti. keluarga luas uxorilokal yang berdasarkan adat 47 48 Koentjaraningrat. yang berdasarkan adat utrolokal dan yang terdiri dari satu keluarga inti senior dan keluarga-keluarga batih anak-anak laki maupun perempuan.

(Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Ihromi.O. sama seperti uang dan barang berharga lainnya. hubungan orangtua-anak dan hubungan antarsaudara (siblings). Dengan demikian akan tercipta kestabilan dalam rumah tangga. 1999).uxorilokal dan yang terdiri dari satu keluarga inti senior dengan keluargakeluarga batih anak-anak perempuan. istri harus tunduk pada suami. istri dilihat sebagai pelengkap suami. Hubungan-Hubungan dalam Keluarga Menurut Suleeman dalam Ihromi50 ada tiga bentuk hubungan dalam keluarga. 2. istri adalah milik suami. yaitu hubungan suami-istri. head complement. kepuasan seksual. h. a. Hubungan suami-istri Menurut Scanconi dalam Ihromi51 hubungan suami istri dapat dibedakan menurut pola perkawinan yang ada yaitu owner property. 100 36 . Dalam pola perkawinan head complement. 100 Ibid. Bunga Rampai Sosiologi Keluarga. pengertian dan komunikasi terbuka. Suami adalah “bos” dan istri harus tunduk padanya. Suami istri memutuskan untuk mengatur kehidupan 50 51 T. Bila terjadi ketidaksepakatan. Dalam pola perkawinan owner property. Tugas suami adalah mencari nafkah dan tugas istri adalah menyediakan makanan untuk suami dan anak-anak dan menyelesaikan tugas rumah tangga yang lain karena suami telah bekerja untuk menghidupi dirinya dan anak-anaknya. h. teman. dukungan emosi. senior junior partner dan equal partner. Suami diharapkan untuk memenuhi kebutuhan istri akan cinta dan kasih sayang.

bersama secara bersama-sama. 108 37 . posisi istri tidak lebih sebagai pelengkap suami. Pekerjaan suami sama pentingnya dengan pekerjaan istri. Istri mendapat hak dan kewajiban yang sama untuk mengembangkan diri sepenuhnya dan melakukan tugas-tugas rumah tangga. artinya penghasilan istri bisa lebih timggi dari suami. Perubahan ini terjadi karena istri juga memberikan sumbangan secara ekonomis. dan tugas istri masih tetap mengatur rumah tangga dan mendidik anak. Menurut Adam yang dikutip oleh 52 Ibid. Dengan penghasilan yang didapat. Fungsi orangtua terhadap anak dianggap sudah seharusnya berlangsung karena orangtua bertanggungjawab atas anak-anak mereka. Kini istri memiliki kekuasaan yang lebih besar dalam pengambilan keputusan. Hubungan orangtua anak Menurut Ihromi52 hubungan orangtua anak biasanya hanya membahas fungsi anak terhadap orangtua dan bukan sebaliknya. tidak ada posisi yang lebih tinggi atau rendah diantara suami istri. Dengan demikian istri bisa menjadi pencari nafkah utama. Tugas suami masih sama mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. istri tidak lagi sepenuhnya tergantung pada suami untuk hidup. tetapi sudah menjadi teman. b. Tetapi suami istri kini bisa merencanakan kegiatan bersama untuk mengisi waktu luang. h. Dalam pola perkawinan senior junior partner. Dalam pola perkawinan equal partner. meskipun pencari nafkah utama tetap suami.

kelas sosial.Lewis dalam Ihromi53 mengatakan hubungan orangtua anak dipengaruhi beberapa factor. Sebaliknya istri adalah pusat kedamaian bagi keluarganya. bertugas mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Fungsi dan Peran Anggota Keluarga Dalam suatu rumah tangga kedudukan dan kewajiban antra suami istri tidaklah sama. jarak kelahiran. jenis kelamin anak. dan ia juga tema berbincang-bincang bagi suami. 109 Ibid. Suami berfungsi sebagai kepala keluarga. umur orangtua pada saat mempunyai anak pertama. umur. h. juga sebagai wakil keluarga bila berhubungan dengan masyarakat. bertanggungjawab terhadap kehidupan keluarga. c. diantaranya: kedekatan tempat tinggal tidak berpengaruh pada bantuan keuangan. Suami adalah pelindung bagi istri dan anak-anaknya. 110 38 . tetapi pada jasa yang diberuikan pada anak. 3. Faktor lain yang ikut berpengaruh adalah lamanya pernikahan anak. rasio saudara laki-laki terhadap saudara perempuan. kesepakan antara ibu dan ayah. h. Hubungan antarsaudara (siblings) Menurut Schvaneveld dan Ihinger dalam Ihromi 54 mengatakan hubungan antarsaudara dipengaruhi oleh jenis kelamin. dan persamaan kebudayaan dalam perkawinan. melindungi keluarga. 53 54 Ibid. jumlah. dengan membimbing seluruh anggota keluarga agar berkembang sesuai dengan keinginannya dan mengawasi pendidikan anak-anaknya. Kewajiban moral seorang istri berbeda dengan kewajiban moral seorang suami. dan umur anak pada saat mereka keluar rumah.

1 Tahun 1974. sehingga menyebabkan perkawinan tersebut menurut hukum positif tidak mempunyai kekuatan hukum yang dapat menyulitkan berbagai pihak. mewakili suami. Selain itu akan dibahas pula pengaruh kawin sirri terhadap hubungan 39 . perkawinan sirri tidak mempengaruhi hubungan dalam keluarga. orangtua-anak. Selain itu perkawinan sirri juga berpengaruh terhadap hubungan dalam keluarga. membatik. dan banyak pula yang bekerja membantu mencari nafkah bagi keluarganya. proses perkawinan dan perceraian serta pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin atau peran dimana peran wanita sangat berkaitan erat sebagai ibu rumah tangga dan pencari nafkah keluarga. yang akan diteliti di Desa Bumianyar. pembagian harta serta perwalian anak. seperti berdagang. Selain itu juga menyebabkan hubungan kekuasaan antara suami tidak setara dengan istri. yang tercermin dalam menentukan calon pengantin. Apakah betul. bertani atau menjadi buruh tani. terutama pada status istri dan anak. sebagaimana diatur dalam UU No.Seorang istri mempunyai fungsi dan peranan mengatur dan mengelola rumah tangga dan meyelesaikan pekerjaan rumah tangga. dan membina anakdalam pendidikan. kesehatan anak dan suami. membina kerukunan rumah tangga. Pengaruh Kawin Sirri Terhadap Hubungan Dalam Keluarga Yang dimaksud dengan pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga disini adalah bagaimana kawin sirri yang secara bahasa merupakan perkawinan rahasia dan didalam prakteknya merupakan perkawinan yang tidak diketahui oleh orang banyak dan tidak dicatatkan di KUA. baik hubungan sebagai suami isti. singkatnya mengurusi kehidupan rumah tangga. 4. dan bagaimana pula pengaruhnya?. dan hubungan antarsaudara (siblings). mengasuh anak.

Yang termasuk dalam keluarga rumah tanggga lainnya disini adalah orangtua suami atau istri (mertua). Kaitanya dengan penelitin ini. 40 . penulis hanya mengambil mertua dalam membahas hubungan antara keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya. sepupu dari suami atau istri.dalam keluaraga pada keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya. saudara-saudara suami atau istri. keponakan dari pihak suami atau istri.

Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Palangkaraya dan Samarinda). misalnya kampung Prengkenek banyak merantau ke Kalimantan (Pontianak. Tapi apabila dikaitkan dengan kondisi alam setempat yang tidak begitu subur dan terletak dipinggir laut. Menurut informan. itupun hanya ke Kalimantan seperti Pontianak.BAB III GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. hasilnya selalu merosot dan merosot bahkan hasil yang didapatkan tidak dapat mencukupi untuk mengembalikan modal yang dikeluarkan. Banjarmasin. 41 . tiap dusun/kampung. Menurut informan. Penduduk kampung Telagah menjadi TKI ke Malaysia. maka diperkirakan penduduk bumianyar mulai banyak yang merantau sekitar tahun 1980-an. Penduduk kampung Lobuk berdagang ke Kalimantan (Pontianak. Sejarah Penduduk Bumianyar Merantau Sebenarnya sangat sulit dipastikan kapan persisnya penduduk Bumianyar mulai merantau. sementara mata pencaharian penduduk adalah bertani. ketika para penduduk selalu gagal dalam bertani. Banjarmasin. Hal tersebut hanya dilakukan oleh orang-orang yang tidak/sedikit mempunyai lahan pertanian. Palangkaraya dan Samarinda). Penduduk kampung Kwanyar dan Nangger merantau dengan menjadi TKI ke Arab Saudi. sebenarnyamulai sebelum tahun 1980 penduduk Bumianyar sudah ada yang merantau tapi jumlahnya tidaklah banyak. Palangkaraya dan Samarinda. Banjarmasin. hanya beberapa orang. penduduknya memiliki kebiasaan tempat merantau yang berbeda.

desa Larangan Timur 42 . Dusun Luas/Ha Lobuk 52 Kwanyar 102. 5. Sebelah barat berbatasan dengan desa Paseseh c. hasinya dapat mencukupi kebutuhan amakan sekelurga saja.Ada pemikiran.1 Luas Wilayah per Ha Desa Bumianyar No 1. itu sudah cukup. jangankan untuk memperbaiki rumah. yang terdiri dari lima dusun/kampong. yang memilki luas sekitar 505.25 Ha. 3. Hal ini dapat dilahat pada table 3. Adapun batas-batas desa meliputi: a. 2. Hal tersebut menunjukkan bahwa alas an utama penduduk Bumianyar merantau adalah karena kondisi tanah yang kurang subur sehingga tidak mencukupi kebutuhan hidupnya.1 dibawah ini: Tabel 3. Kabupaten Bangkalan.10 Tlageh 113 Nangger 60 Prengkenek 169. Sebelah utara berbatasan dengan laut Jawa b. apa yang bisa diharapkan dari pertanian di desa Bumianyar ini kalau tidak merantau. Letak dan Luas Wilayah Desa Bumianyar merupakan salah satu desa dari 14 desa yang ada di Kecamatan tanjungbumi. 4.25 Sumber: monografi desa Bumianyar 2008 Desa Bumianyar terletak paling timur diantara 14 desa di Kecamatan Tanjungbumi. 2. Sebelah selatan berbatasan dengan desa Tambak Pocok.15 Jumlah 505.

kecamatan Banyuates. yang kemudian secara administrative dikelompokkan kedalam 5 dusun. Terdapat 43 . dimana setiap dusun secara administrative dibagi kedalam rukun tetangga (RT). Dalam hal ini ada rumah-rumah penduduk mengelompok dalam satu pekarangan karena masih ada hubungan kerabat disebut tanean lanjeng. Namun juga ada rumah penduduk Bumianyar (kurang lebih 40 persen masih semi permanen yaitu rumah yang terbuat dari kayu dengan atap genting. Sebelah timur berbatasan dengan desa Trapang.104 jiwa. Demografi Penduduk Bumianyar beradasarkan data monografi desa periode 2008 sebanyak 2. kabupaten Sampang 3. Dilihat dari fisik bangunan rumah penduduk Bumianyar (kurang lebih 60 persen) sudah permanen. Rumah ini biasanya dimiliki oleh orang yang keluarganya ada diperantauan atau menjadi TKI dan sebagian kecil dimiliki oleh orang yang punya usaha di daerahnya sendiri dan berdagang antar pulau. dengan perbandingan jumlah penduduk wanita lebih banyak daripada laki-laki. Pemukiman Dalam hal pola pemukiman. Hal ini karena pekarangan milik orangtua mereka cukup luas sehingga memungkinkan keturunannya untuk membangun rumah mengelompok dalam pekarangan tersebut. lantainya sudah disemen/keramik dengan atap rumah dari genting. yang terbagi dalam 771 kepala keluarga (KK).d. Pembagian yang lain juga dilakukanberdasarkan hubungan kekerabatan. yaitu rumah dindingnya terbuat dari tembok. 4. Desa Bumianyar terbagi dalam 8 kampung.

2 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin Jumlah Penduduk 1. Mata Pencaharian Tani Buruh tani Nelayab Dagang Pegawai negeri jumlah 525 235 123 97 9 44 . buruh tani. Dilihat lihat dari mata pencaharian penduduk bumianyar sangatlah beragam. 5. tetapi mereka bukanlah penduduk tetap.perbedaan distribusi jumlah penduduk diantara dusun. Meskipun ada beberapa orang Arab. tapi hanya membuka usaha.123 Dilihat dari jumlah penduduk berdasarkan kewarganegaraan. pegawai negeri dan pegawai swasta. Prengkenek 513 Jumlah 2. tidak ada satu pun orang asingyang bertempat tinggal di desa Bumianyar. diantaranya bertani. komposisi mata pencaharian penduduk Bumianyar dapat dilihat pada table berikut: Tabel 3. Untuk lebih jelasnya. 2. Lobuk 350 2. 4. 3. Nangger 378 5. dagang. yang setiap harinya dating untuk membuka usahanya. nelayan. Tlageh 411 4.104 Sumber: Monografi desa Bumianyar 2008 No Dusun Laki-laki 165 200 202 150 233 981 Perempuan 185 202 209 208 280 1. Hal ini dapat dilihat pada table dibawah ini: Tabel 3.3 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Pekerjaan No 1. Kwanyar 402 3.

6

Pegawai swasta Jumlah Sumber: Monografi desa Bumianyar 2008

25 1.104

Selain mata pencaharian tersebut diatas, penduduk Bumianyar terutama wanita mempunyai pekerjaan sampingan untuk tambahan

penghasilan yang berupa “membatik”. Upah yang diperoleh dari satu batik berkisar antara Rp 20.000,- s/d Rp 80.000,Adapun sarana transportasi yang berupa jalan, sebagian besar desa Bumianyar telah diaspal dan dapat dilalui oleh kendaraan roda empat. Alat transportasi yang digunakan penduduk adalah angkutan umum yang berupa colt, pick up, sepeda motor dan sepeda pancal (tapi sudah jarang). Adapun sarana komunikasi yang tersedia adalah HP, telepon rumah dan wartel. 5. Pendidikan Pendidikan yang diterapkan di masyarakat Bumianyar tidak lepas dari agama Islam. Dalam penelitian ini, ditemukan hamper semua penduduk yang berusia 40 tahun keatas bisa membaca Al-Qur’an dan kebanyakan dari mereka tidak sekolah sehingga buta huruf latin. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table dibawah ini: Tabel 3.4 Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan No 1. 2. 3. 4. Tingkat Pendidikan Perguruan Tinggi SLTA/MA SLTP/MTs SD/MI Jumlah 35 65 115 1.130

45

5. 6.

Buta Huruf Belum Sekolah Jumalh Sumber: Monografi Desa Bumianyar 2008 6. Keagamaan

550 209 2.104

Desa Bumianyar penduduknya fanatik terhadap ajaran agama Islam. Artinya segala tingkah laku masyarakat harus disesuaikan dengan unsur-unsur syari’ah Islam, yaitu norma-norma yang didasarkan pada ajaran agama Islam. Dalam hal keagamaan, peranan kiai yang sekaligus menjadi tokoh masyarakat sangat besar, karena nasehat dan pendapatnya menjadi pegangan yang kuat dalam kehidupan sehari-hari, seolah-olah kata-kata kiai harus dituruti supaya hidup selamat dan berhasil. Oleh karena itu penduduk Bumianyar menaruh hormat pada kiai selain pada bapak, ibu, guru, dan ratu. Dalam berbagai aktivitas maupun keseharian, wanita selalu

menggunakan pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya yang menurut hokum Islam merupakan kewajiban bagi wanita supaya terhindar dari “dosa” dan “zina.” Manifestasi lain yang berhubungan dengan ajaran Islam yaitu terlihat dari berbagai aktivitas keagamaan seperti slawadhan.55 Dan perayaan besar hari-hari Islam seperti Isra’ Mi’raj dan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mengadakan pengajian dan ceramah agama secara besar-besaran, dan di bulan Ramadhan dengan tarawih dan tadarus sampai pagi hari jam 03.00 wib.

55

Slawadhan adalah suatu kegiatan yang didalamnya diisi dengan membaca tahlil dan sholawat (pujipujian kepada Nabi Muhammad SAW) secara bersama-sama.

46

7. Sistem Kekerabatan Ikatan kekerabatan dalam masyarakat Madura terbentuk melalui keturunan, baik dari keluarga berdasarkan garis ayah maupun ibu (paternal dan maternal relatives). Tetapi pada umumnya ikatan kekerabatan antar sesama keluarga lebih erat dari keturunan ayah yang cenderung

mendominasi. 56 Demikian halnya dengan kekerabatan pada masyarakat Bumianyar dalam hal perkawinan menarik garis keturunan melalui garis lakilaki atau bapak. (patrilinial). Hal ini dapat dilihat dari akad nikah, dimana para wali dari pihak pengantin wanita selalu dihitung dari anggota kerabat dekat melalui garis laki-laki yang berdasarkan pada hokum Islam, sebagai berikut: 1) bapak; 2) kakek; yaitu bapak dari bapak; 3) saudara laki-laki sekandung; 4) saudara laki-laki sebapak; 5) anak laki-laki dari saudara laki-laki sekandung; 6) anak laki-laki dari dari saudara laki-laki sebapak; 7) saudara bapak yang laki-laki (paman); 8) anak laki-laki dari paman; 9) hakim. Suatu perkawinan baru dianggap sah bila dinikahkan oleh wali yang terdekat lebih dahulu. Bila tidak ada yang dekat, baru dilihat urutannya secara tertib. Selanjutnya bila yang jauhpun tidak ada, maka hakimlah yang bertindak sebagai wali sebagai syarat beragama Islam, baligh, berakal, laki-laki dan adil. Selain didasarkan atas hubungan kekerabatan yang sering disebut tretan, juga didasarkan atas hubungan ketetanggaaan, yang sering disebut tetangge. Tretan dan tetangge ini berperan penting dalam kegiatan hajatan
56

Latief Wiyata, Carok : Konflik Kekerasan dan Harga Diri Orang Madura, Yogyakarta:LkiS, 2002.), h. 51-52.

47

Bagi keluarga kaya perjodohan ini terselip maksud bersifat ekonomi yaitu menjaga agar supaya harta kekayaan 48 . Perkawinan semacam ini dimaksudkan untuk mempertahankan dan melestarikan hubungan persaudaraan yang dirasakan mulai menjauh. Oleh orang Madura disebut mapolong tolang (mengumpulkan tulang yang tercerai berai). Dalam menjodohkan anaknya. apakah anak gadisnya sudah mempunyai calon suami atau belum. cakang (pekerja keras) dan taat beragama meskipun belum mempunyai pekerjaan. sebagai berikut: a. khususnya desa Bumianyar mempunyai norma dan cara tertentu dalam melangsungkan perkawinan bagi anak gadisnya. dengan member bantuan baik barupa materi maupun tenaga. Jika belum. yang terpenting bagi orangtua perempuan adalah calon laki-laki menyukai calon wanitanya.yang diadakan oleh suatu keluarga. Hal tersebut terdiri dari beberapa tahapan. B. Ngen-ngangen yaitu keluarga pihak laki-laki atanyah (jawa: takon) kepada pihak wanita. Perkawinan Penduduk Tanjungbumi. keluarga pihak laki-laki meminta anak gadisnya dijidohkan dengan anak gadisnya. Pada umumnya perjodohan dilakukan antar kedua orangtua masih saudara yaitu perkawinan antara saudara sepupu dalam hubungan misanan atau anakanak dari saudara sepupu (mindhoan). Adanya tretan dan tetangge ini dalam penyelenggaraan hajatan atau pesta akan menjadi lebih ringan. Deskripsi Perkawinan 1.

olet. Dengan diterimanya bunga maka secara resmi anaknya sudah bertunangan. bejit. peralatan make up dan cincin. roti. b. dengan membawa kembang sebagai simbol. yaitu agar keturunan mereka sebagai kiai tidak hilang. tanggal dan bulan yang tepat untuk mengadakan mar-lamar. 57 Demikian halnya dengan perjodohan dikeluarga kiai. Namun perjodohan yang dilakukan atas kehendak kedua orangtua tersebut belakangan ini mulai jarang ditemui di desa Bumianyar. Selanjutnya kedua orangtua laki-laki dan perempuan berunding menentukan hari. 55-56 49 . Nyabe‟ oca‟ menaruh pesan artinya keluarga pihak laki-laki meminta anak gadis yang disukai pada keluarganya. 57 Ibid. Tahapan ini sebagai kelanjutan dari tahap ngen-ngangen. Mar-lamar (lamaran) yaitu meminang yang mengandung arti “meminta”. seperangkat pakaian. Kegiatan yang dilakukan pada saat mar-lamar ada serah-tremah yaitu keluarga pihak laki-laki menyerahkan barang-barang kepada keluarga pihak wanita. Peningset ini biasanya berupa tettel. karena apabila perempuan keturunan kiai tidak mendapatkan laki-laki dari keluarga bukan kiai maka dengan sendirinya anaknya besok tidak akan mendapat julukan sebagai kiai. c. buah pisang. karena perjodohan yang dilakukan sering gagal dan terkadang menyebabkan terjadinya permusuhan antar saudara apabila kehidupan kedua pasangan tidak rukun/harmonis. leppet. kembeng pasar. dodol.yang dimiliki tidak jatuh kepada orang luar. Barang-barang yang diserahkan disebut peningset.

Dalam acara mar-lamar. Pengantin laki-laki menuju kamar pengantin wanita dengan diantar oleh kerabat pengantin wanita sampai didepan pintu kamar pengantin. Di masyarakat Bumianyar. maka orangtuanya tidak akan malu. Pada saat akad nikah tamu yang hadir semuanya adalah lakilaki. d. Kabinan yaitu pelaksanaan akad nikah. biasanya akad nikah dipimpin oleh wali murhakam (kiai) yang berpengaruh. Setelah itu. acara selanjutnya adalah megi maskabin yaitu penyerahan maskawin oleh pengantin laki-laki kepada pengantin wanita. baik bagi wanita yang memilki wali maupun tidak. Setelah akad nikah selesai. mempelai laki-laki kembali pulang kerumahnya dan kembali lagi ke rumah 50 . kedua calon mempelai mengurus perlengkapan surat nikah. Selanjutnya pengantin laki-laki masuk kamar pengantin wanita sambil menyerahkan maskawin. Sebelum kabinan biasanya keluarga pihak laki-laki mengirim sesorang ke rumah mpihak wanita untuk merundingkan waktu pelaksanaan kabinan. orangtua laki-laki tidak ikut karena menurut masyarakat setempat. Serah taremah merupakan inti dari acara mar-lamar. seandainya calon pasangan tidak jadi ke jenjang perkawinan. Wali murhakam ini dimaksudkan supaya perkawinannya sah menurut agama dan tidak ada keraguan lagi. Kiai langsung menyampaikan maksud kedatangannya untuk melamar anak gadisnya dan menyerahkan peningset dari keluarga pihak laki-laki. Acara mar-lamar dipimpin oleh kiai atau sesepuh desa yang diminta untuk menggantikan orangtua lakilaki. Setelah disepakati. karena pernikahannya tidak dilakukan di hadapan PPN tapi hanya dilakukan oleh kiai. Namun ada juga yang tidak melalukan ini.

. Tujuannya adalah untuk memberitahukan kepada masyarakat luas bahwa kedua mempelai kabecce‟an (saling mencintai dan cocok) dan meminta doa restu supaya keluarganya tentram dan langgeng. pengantin wanita beserta keluarganya membawa makanan seperti yang dibawa pengantin laki-laki pada saat tan-mantan. f. Pada acara tan-mantan pengantin laki-laki dan wanita dilarang mandi. tapi yang dibawa hanya berupa makanan yang sudah dimasak seperti roti. Pada saat jeng mantoh. piring. En-maen (main-main). wingko. sendok. dan peralatan rumah tangga lainnya. artinya kedua pengantin baru mengadakan kunjungan ke kerabatnya suami dan tetangga dekat demgan membawa kue seperti roti. piring. Sebaliknya pihak yang dikunjungi memberi balasan berupa uang minimal Rp 5. sarung. g. 51 . Jeng mantoh (mengundang menantu). sprai. Acara ini merupakan kelanjutan dari acara kabinan. gelang. Selain itu pengantin wanita dianjurkan puasa dimaksudnya agar wajahnya aobha (berubah lebih cantik) ketika dirias sebelum duduk dipelaminan. gelas dan lain-lainnya. dimaksudkan agar tidak hujan yang mengganggu pelaksanaan tan-mantan. e. Acara ini biasanya dilakukan keesokan hari setelah resepsi dirumah mempelai wanita. lemari lengkap dengan isinya seperti pakaian yang belum dijahit.atau berupa barang seperti bahan pakaian. bantal.000.mempelai wanita beberapa jam kemudian dengan membawa ben-giben berupa kasur. buah-buahan dan lain-lain. kalung. nagasari dan lain-lain. artinya keluarga pengantin laki-laki mengundang pengantin wanita dan keluarganya kerumah penganten laki-laki. Tan-mantan yaitu acara pelaksanaan resepsi perkawinan atau dalam islam disebut walimatul „ursy.

di masyarakat Tanjungbumi. ada tiga macam yaitu menetap pada keluarga suami (virilokal). Artinya perkawinan tidak didaftarkan di KUA atau tidak dilakukan dihadapan PPN. kawin sirri dilihat dari arti bahasanya yaitu perkawinan rahasia atau sunyi. Pertama. dan mengungumpulkan persyaratan tertentu tetapi mereka tidak pernah menerima surat nikah. bahkan terkadang sampai mempunyai anak. 52 . Jenis kawin sirri ini kebanyakan dilakukan oleh wanita janda dengan lelaki duda/perjaka. Berdasarkan pengertian tersebut. Pada masyarakat Bumianyar. Kawin sirri ini terjadi karena factor kemauaan kedua pasangan suami istri. Kawin Sirri a. sirri terhadap pemerintah. pengantin baru umumnya menetap pada keluarga istri (uxorilokal). desa paseseh. kecamatan tanjungbumi yang sekaligus anggota DPR Kabupaten Bangkalan. kawin sirri juga terjadi karena faktor bukan atas kehendak kedua pasangan suami istri. mereka tidak mendaftarkan perkawinannnya di KUA. menetap pada keluarga istri (uxorilokal) dan menempati rumah sendiri terpisah dari orangtua (neolokal).Mengenai adat menetap bagi pasangan suami istri yang baru menikah. Artinya sejak awal perkawinan. Bentuk Kawin Sirri Menurut KH. khususnya di desa Bumianyar ditemukan dua jenis perkawinan sirri. 2. ketua yaysan saiful Ulum. Moh Ilyas. Artinya mereka sudah mendaftarkan perkawinannnya pada modin desa dengan membayar sejumlah uang. Perkawinan sirri jenis ini biasanya ditemui pada pasangan laki-laki perjaka dan wanita yang masih perawan. Selain itu.

Pertama. b. Sejarah Kawin Sirri Sejak kapan kawin sirri dilakukan di desa Bumianyar.Kedua. Kedua.1 Tahun 1974 yaitu adanya keharusan untuk mendaftarkan setiap 53 . Perkawinan sirri jenis ini diperkirakan terjadi sejak dikeluarkannya UU Perkawinan No. kawin sirri yang dilakukan di desa Buminyar oleh sesama penduduk Bumianyar. Artinya kedua pasangan ini sudah mendaftrakan perkawinannya dengan membayar sejumlah uang dan mengumpulkan beberapa persyarakatan kepada aparat desa. yaitu perkawinan yang disembunyikan dari masyarakat. Perkwainan sirri ini terjadi Karena kemauan kedua pasangan suami istri dan untuk kepentiungan poligami. tidak ada seorangpun yang dapat memberikan informasi yang pasti. c. Kawin sirri yang dilakukan di perantau oleh pasangan yang salah satunya adalah penduduk Bumianyar. Tempat Pelaksanaan Kawin sirri Jika dilihat dari tempat pelaksanaan kawin sirri di desa Bumianyar dapat dibagi menjadi dua: pertama. Artinya saksi diminta merahasiakan perkawinan pada orang lain. apabila dikaitkan dengan tempat pelaksanaan kawin sirri. Perkawinan sirri ini terjadi karena bukan kehendak kedua pasangan suami istri dan karena kepentingan poligami. akan tetapi mereka tidak pernah menerima surat nikah. Perkawinan sirri jenis ini biasanya dilakukan untuk kepentingan poiligami. kawin sirri yang dilakukan di desa Bumianyar bukan atas kehendak kedua pasangan suami istri. sirri terhadap masyarakat. Namun hal tersebut akan didapat kejelasan.

namun hal tersebut marak dilakukan sekitar tahun 1990-an. pasal 3.” (2) “Pengadilan dapat member izin kepada seorang suami untuk beristri lebih dari seorang apabila dikehendaki oleh pihak-pihak yang bersangkutan. Perkawinan sirri jenis ini diperkiran ada sejak dikeluarkannya UUP No. Suami harus mendapatkan ijin dari pengadilan atas persetujuan istri. Istri tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai istri b.1 Tahun 1974 mengenai poligami58. Kedua. Seorang wanita hanya boleh mempunyai seorang suami. harus dipenuhi beberapa syarat sebagai berikut: a. 58 Pasal 4 (2) dari UUP No. Para perantau atau TKI yang pada waktu berangkat sendiri. Oleh karena itu.1 Tahun 1974menjelaskan “pengadilan hanya memberikan izin kepada seorang suami yang akan beristri lebih dari seorang apabila: a. Perkawian sirri jenis ini ditemui di desa Bumianyar dalam jumlah yang sangat sedikit. kawin sirri yang dilakukan di desa Bumianyar untuk kepentingan poligami. Adanya jaminan bahwa suami akan berlaku adil terhadap istri-istri dana anak-anak mereka 54 . dalam hal ini aparat desa atau PPN. c. Adanya persetujuan dari istri/istri-istri b. kawin sirri yang dilakukan penduduk Bumianyar di perantauan atas kehendak kedua pasangan suami istri. dan pasal 5 (1) UUP no. jalan keluar yang diambil yaitu dengan kawin sirri ketiga. Istri tidak dapat melahirkan ketunan Sedangkan pasal 3 menyatakan: (1) “pada azasnya dalam suatu perkawnan seorang pria hanya boleh mempunyai seorang istri. Istri mendapat cacat badan atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Perkawinan sirri jenis ini sepanjang sejarah akan tetap dapat ditemui karena terkait dengan kesalahan yang diperbuat oleh manusia (human error). Disamping itu juga terkait dengan pasal 4 (2). Adanya kepastian bahwa suami dapat menjamin keperluan=keperluan hidup istri-istri dan anak-anak mereka c.” Selanjutnya dalam pasal 5 (1) menyebutkan “untuk dapat mengajukan permohonan kepada pengadilan. Perkawinan sirri jenis ini diperkirakan ada sejak awal penduduk Bumianyar merantau. maka proses poligami sulit dilaksanakan karena salah satu pihak yaitu istri belum tentu menghendaki suaminya menikah lagi.1 Tahun 1974 tentang keharusan perkawinan dicatatkan di KUA.perkawinan di KUA.

mar-lamar. Ini biasanya dilakukan oleh kiai atau orang kaya untuk poligami. kabinan. dan en-maen. proses kawin sirri yang dilakukan di desa Bumianyar apabila wanitanya perawan dengan laki-laki perjaka. Hukum Perkawinan Islam. (Jakarta: Bumi Aksara. kawin sirri yang dilakukan oleh penduduk Bumianyar di perantauan yang sengaja dirahasiakan dari masyarakat. 2002). Proses Pelaksanaan Kawin Sirri Proses pelaksanaan kawin sirri pada masyarakat Bumianyar dapat dikelompokkan kedalam dua: pertama. Dalam penelitian ini. h. Perkawinan seperti ini ditemukan di Bumianyar dalam jumlah yang sedikit. perkawinan diatas tetap dikelompokkan pada kawin sirri mengacu pada konsep kawin sirri yang diberikan oleh Ramulyo. Perkawinan jenis ini diperkirakan ada sejak awal penduduk Bumianyar merantau. d.setelah beberapa tahun diperantauan pulang dengan membawa pasangan. 59 Idris Ramulyo. sekalipun mereka mendaftarkan di KUA. tan-mantan. Keempat. Sedikit sekali para perantau terurama laki-laki perjaka yang pulang tanpa membawa pasangan hidup. jeng mantoh. 59 Sedangkan proses pelaksanaan kawin sirri pada wanita perawan/janda dengan laki-laki yang mempunyai istri dengan cara si laki-laki langsung melamar wanitanya ke keluarganya. Proses perkawinan sirri ini pada umumnya sama dengan proses pelaksanaan perkawinan pada umumnya yaitu ada tahapan-tahapan tertentu seperti ngen-ngangen. 239 55 . nyabe‟ oca‟. hanya saja dalam perkawinan ini tidak terdaftarkan di KUA (tidak memiliki surat nikah).

tanggal untuk melaksanakan akad nikah. 56 . kawin sirri yang dilakukan oleh penduduk Bumianyar di perantauan. Apabila ada seorang laki-laki menyukai seorang wanita janda maka dengan segera mendekatinya. Jika wanitanya setuju. Kawain sirri jenis ini dilakukan bukan untuk poligami.Kedua. maka menentukan hari. maka si laki-laki minta bantuan kiai untuk melamar si wanita kepada keluarganya. Setelah semuanya setuju.

saya mengikuti kemauan orang tua dan alhamdulilla istri saya baik sekali … pintar mengaji dan tekun beribadah. ya … saya nurut saja. Waktu mau menikah saya tidak mengurus apa-apa. oreng se ngatur kabbi oreng towa.BAB IV FAKTOR PENYEBAB KAWIN SIRRI DAN PENGARUHNYA TERHADAP HUBUNGAN DALAM KELUARGA A. Aherra sengko‟ noro‟ oca‟e oreng towa ban Alhamdulillah bine sengko‟ orengnga becce‟ …penter ngaji ben cakang bejenga. selain itu saya masih punya keinginan untuk merantau. Sengko‟ ejuduagi molae omor 5 taon. wong semua yang ngatur orang tua. Sampe‟ satiya sengko‟ ta‟ andhi‟ sorat kabin ban mattowa ta‟ perna atanya …” (pada awalnya perkawinan ini saya lakukan karena terpaksa karena orang tua mengancam tidak mengakui saya sebagai anaknya. Akhirnya. Teppa‟ ajiya sengko‟ gi‟ neng-sennengngah ajalan ban ca-kanca. dan Latief-Rahma. ben pole sengko‟ gi‟ terro merantaoa. Faktor Penyebab Kawin Sirri 1. Aherra sengko‟ pasra beih ban sengator kabbi oreng towa. tape orang towa maksa ban ngancam daddhi ana‟ dreka se matodus keloarga mon nolak. Ya sengko‟ noro‟ bae. Sebenerra teppa‟e jiya sengko‟ gi‟ terro nengennengnga e ponduk. Teppa‟e jiya se makabin guru ngajina sengko‟. Teppa‟e kabinan sengko‟ ta‟ ngoros pa-apa. Faktor Penyebab Kawin Sirri yang Dilakukan di Bumianyar Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kawin sirri di lakukan di desa Bumianyar akan diceritakan oleh pasangan Sahrul-Ulfa. waktu itu saya masih senangsenangnya jalan bareng teman. Hadi-Ina. Ya … 57 . omorra 17 taon. Sampai sekarang kami tidak mempunyai surat nikah dan mereka tidak membahas masalah itu …) Ulfa : “ omor 13 taon sengko‟ e pakabin ban sabalaan. Sahrul : “ pertama sengko‟akabin ariya polana terpaksa sebab oreng towa ngancam ta‟ ngakoenna sengko‟ ana‟eh.

Ya … saya tidak nanya mengapa bukan bapak penghulu. ya … bikin) Hal diatas menunjukkan bahwa kawin sirri yang dilakukan didesa Bumianyar adalah kehendak orang tua. sebenarnya saat itu saya masih ingin tetap di pondok. Apabila telah melebihi umur tersebut dan ternyata belum menikah.1 tahun 1974 pasal 7 ayat (1). Kami dijodohkan sejak saya berumur 5 tahun. saat itu dia masih berumur 17 tahun. benne pangolo. sebagaimana diperbolehkan UU no. Pada saat itu orang tua dan anak perempuan yang bersangkutan merasa malu dan aib pada semua orang dilingkungan sosialnya. Akhirnya saya pasrah saja dan yang mengatur perkawina semuanya orang tua. Tentang sorat kabin … sampe‟ sateya sengko‟ gi‟ ta‟ parlo. tapi orang tua tetap memaksa dan mengancam menjadi anak durhaka yang akan mempermalukan keluarga jika saya menolak perkawinan tersebut. tanpa mendaftar ke KUA. semua orang akan mencemoohnya sebagai perempuan tidak laku (ta. (umur 13 tahun saya dinikahkan dengan suami yang masih saudara. Oleh karena itu para orang tua mempunyai kebiasaan menjodohkan anak perempuannya dengan dengan anak dari anggota keluarga yang lain. sehingga terjadi 58 . tapi kalau besok kemudian hari membutuhkannya dan mempunyai uang. Orang tua memaksa anaknya untuk segera menikah karena ada tuntutan bahwa anak perempuan harus segera menikah. Tentang surat nikah … sampai saat ini saya belum membutuhkannya. paju lake). tidak lama setelah mengalami haid yang pertama atau pada umur antara 12-15 tahun. Saat itu yang mengawinkan adalah guru ngaji saya. sebab sebagai suatu anggota keluarga besar merekapun akan merasakan perasaan yang sama (aib dan malu) jika ada diantara anggota kerabatnya dicemooh sebagai perempuan tidak laku. ya … sengko‟ agabayya.sengko‟ ta‟ tao ne. Keadaan tersebut memaksa para orang tua menikahkan anak perempuannya. Ketentuan umur diatas bertentangan dengan batas umur minimum diperbolehkannya perempuan melakukan perkawinan di Indonesia. arapah me. tape gu‟-deggu‟ mon parlo ban andhi‟ pesse.

Selain itu.perkawinan sirri. Selain itu. Hal ini dikarenakan kawin paksa dan perjodohan sering menyebabkan perkawinan tidak langgeng sehingga terjadi permusuhan antar saudara. Namun ada sebagian pula orang tua yang memanipulasi umur anak perempuannya dengan cara berkolusi dengan aparat desa untuk merubah/menaikkan umur anak perempuannya. khususnya penduduk Bumianyar bahwa perkawinan merupakan hubungan manusia dengan Allah sehingga mereka sudah merasa “mantap” apabila perkawinannya dianggap sah menurut hukum agama. sehingga menimbulkan adanya anggapan bahwa perempuan Madura tidak cukup kawin dengan satu laki-laki atau kawin lebih dari sekali. Keyakinan tersebut merupakan pengaruh dari mazhab yang dianut oleh penduduk setempat yaitu mazhab Syafi’i. Namun saat ini. meski tanpa dicatatkan d KUA. Syafi’i menganggap sah perkawinan yang dirahasiakan dalam hal ini para saksi dipesan untuk merahasiakan perkawinan yang mereka saksikan dan menilai perkawinan tersebut bukan kawin sirri. kawin paksa dan perjodohan antar saudara mulai jarang terjadi di Desa bumianyar. 59 . kawi sirri terjadi karena adanya keyakinan masyarakat. kekhawatiran orang tua akan tidak langgengnya perkawinan anak karena perkawinan dilakukan secara paksa (kawin paksa) menyebabkan pula para orang tua tidak mendaftarkan perkawinan anaknya di KUA. Adanya kawin paksa dan perjodohan antar saudara tersebut menjadi salah satu penyebab tingginya angka perceraian di Madura.

h. Status Wanita Di Asia Tenggara: Studi Terhadap Perundang-Undangan Perkawinan Muslim Konyemporer Di Indonesia dan Malaysia.” Selain itu. tapi ada saksi maka perkawinan tersebut dianggap sah. 61 Ibid. 163. kawin sirri terjadi karena ketidaktahuan penduduk akan fungsi pencatatan perkawinan telah menyebabkan adanya anggapan bahwa surat nikah bukanlah suatu hal yang penting sehingga menyebabkan penduduk terjerumus pada kawin sirri. meskipun tidak mempunyai surat nikah. Keadaan ekonomi para orang tua tidak memungkinkan anak-anaknya untuk sekolah kejenjang yang lebih tinggi karena tenaga anak dibutuhkan untuk membantu orang tua di sawah. karena tempatnya pasti didapur juga/memasak). Penduduk Bumianyar yang rata-rata hidup dari bertani.Kawin sirri sebenarnya berhubungan dengan fungsi saksi yaitu pengumuman (i‟lan wa syuhr) kepada masyarakat tentang adanya perkawinan. 2002). 60. Sementara itu. sehingga ada pepatah “na‟-kana‟ bine‟ ta osa sekolah gi tenggi. surat nikah belum tentu ia dapatkan. Pendapat tersebut menyebabkan adanya anggapan bahwa pencatatan perkawinan merupakan urusan administrative saja bukan termasuk syarat sahnya suatu perkawinan. h. terlebih lagi bagi anak perempuan. (Jakarta: INIS. Oleh karena itu. mayoritas berada pada tingkat SD/Madrasah ibtidaiyah. kawin sirri terjadi juga karena faktor ekonomi. 61 Faktor lain. maggu dha‟ diya kennenganna e dapor kiya” (anak perempuan tidak perlu sekolah terlalu tinggi. tapi pertaniannya tidak pernah berhasil. Hal tersebut terkait rendahnya pendidikan penduduk Bumianyar. karena mereka menemukan orang yang sudah 60 Khoirudin Nasution. 185-160 60 . harus mengeluarkan sejumlah uang untuk mendaftarkan perkawinan.

Saya terima niat baiknya. tapi sampai saat ini saya tidak pernah menerimanya. Hal tersebut menunjukkan bahwa kawin sirri dilakukan untuk poligami. Hadi : “ Sengko‟ ngabin bine se nomor duwe‟..000. Pasal 4 Ayat (2) dan pasal 5 Ayat (1). oreng dhisa Katol. Pasal 1. Yang mengakadkan saat itu adalah seorang guru ngaji. toh … sengko‟ ella towa ban ta‟ parlo kiya”. pada waktu itu ibu.mendaftarkan perkawinan tapi sampai memiliki banyak anak surat nikah tidak didapatkan juga.dha‟ kapala disa. Gabaya apa ne‟. Keluarga istri Cuma minta saya untuk adil dalam membagi hari antara istri pertama dan istri kedua serta adil dalam hal belanja). toh … aku sudah tua dan tidak membutuhkannya lagi). koca‟e egabay sorat kabin. Istri dan keluarganya sudah tau kalau saya sudah punya istri dan anak. teppaeh jiyah sengko‟ panompangnga. (Saya menikah dengan istri kedua.1 Tahun 1974. orang desa Katol. Kabupaten Bangkalan. taon 1977 e romana. katanya untuk mengurus surat-surat perkawinan kami. maka proses poligami sulit dilaksanakan karena istri pertama belum tentu 61 .. sejak saat itu ia sering main kerumah . sehingga mereka tidak menuntut saya untuk membuat surat nikah. (Saya kenal suami dikapal. Keloargana bine coma menta sengko‟ adhil dalem abagi bakto ban balenje”. Bi‟ sengko‟ e tarema. ngoca‟ ngabinna sengko‟. Tape sampe‟ sateya sengko‟ ta‟ narema.000. Kabupaten Bangkalan tahun 1977 dirumahnya. Ina : “ Sengko‟ kenal ben lakeh e kapal. Teppa‟e jiya embu‟ majer pesse Rp 35. Poligami jika dikaitkan dengan UU No. Sehengga tak maksa agabay sorat kabin. tentang proses perkawinan administrative harus didaftarkan ke KUA.Sampai suatu ketika ia mengutarakan untuk memperistri saya. ketika saya menjadi salah satu penumpangnya. Sampe‟ settong bakto. Buat apa nak. Bine ban keloargana ella tao mon sengko‟ andhi‟ bine ban anak. Se makabin teppa‟e jiya bindereh. membayar uang sebesar Rp 35. Molae jiya lake sering maen ka roma.kepada dia.

Saellana labit ban sorat kabin ta‟ e bagi. Ye … sengko‟ ta‟ atanya. Pada malam itu saya memang tidak dimintai tandatangan atau cap jempol. akhirnya mertua menanyakan kepada ke kepala desa. aherra mattowa atanya dha‟ kepala disa. Ruwet kan … !!” (Perkawinan yang saya lakukan adalah memang karena perjodohan tapi saya melakukannya dengan senang hati karena saya menyukainya. Teppa‟e malem akad. Banyosokkah. koca‟eh e taragiya dha‟ kepala disa. Malam jiya sengko‟ lakar ta‟ epentaeh tantangan atau cap jempol. kepala disa ban pangolona dating. Sebelumma kabinna sengko‟ e pentaeh foto ben KTP bi‟ emma‟. Latif : “ Sengko‟ akabin lakar karena e juduagi tape sengko‟ endhe‟ polana sengko‟ senneng. Sampe‟ sateya sengko‟ ta‟ andhi‟ sorat kabin. Kabupaten Sampang yang kemudian diserahkan ke kepala desa. Sateya andhi‟ anak settong omor 4 taon. Setelah lama surat nikah belum saya terima. agabay sorat kabin. bingung kan … !!) Rahma : “ Sengko‟ Rahmawati. sebaliknya bapak penghulu menyuruh memintanya di bapak kepala desa. anak kadibi‟en. Umur 18 tahun saya dikawinkan dengan anak dari temannya emma‟ (Bapak) di sini (di Bumianyar). tape se makabin guru ngajina bine. apan pole pangolona ella mate …” (Saya Rahmawati.mengkehendaki suaminya menikah lagi oleh karena itu jalan keluarnya adalah kawin sirri. pada malam akad. Sampang. Menjelang perkawinan dilaksanakan saya telah diminta untuk menyerahkan foto dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) oleh emma’. Kepala desa menyuruh memintanya di bapak penghulu. Teppa‟e kabinan sengakad agi guru ngajina sengko‟. Pada perkawinan saya yang mengakadkan memang bindereh (guru ngaji) saya. tapi yangmengakad nikahkan kami adalah guru ngaji istri saya. e dinna‟. Sengko‟ ella ngoros rat-sorat dari disa. ban e bagi dha‟ kepala disa. tape pangolona ban kepala disa bedhe. sengko‟ bedhe e kamar. Kepala disa nyoro atanya dha‟ pangolona. Daddi sengko‟ bingongf mentaah kasapa. Saya telah mengurus surat-surat perkawinan dari desa saya Banyusokkah. tapi saat itu memang dilaksanakan 62 . sengko‟ ta‟ taoh. Sekarang sudah mempunyai anak 1 berumur 4 tahun. Pernah bi‟ emma‟ e Tanya agi dhe‟ kepala disa. Teppa‟e jiya sengko‟ ta‟ epentaeh tandatangan bi‟ pangolona. sebaligga pangolona nyoro minta dha‟ kepala disa. katanya untuk diserahkan ke kepala desa untuk pembuatan surat nikah. Bapak kepala Desa juga datang bersama Bapak penghulu. koca‟eh bedhe e pangolona. Koca‟eh pangolona bedeh e kapala disa. Omor 18 taon e pakabin ban ana‟eh kancana emma‟ . ya … saya tidak nanya mbak waktu itu. Ye … sengko‟ ta‟ atanya embak. anak tunggal.

Emma‟ pernah menanyakannya pada kepala desa. 2. Sampai saat ini. settungah pole kanca. sebaliknya bapak penghulu menyuruh minta ke kepala desa. toh saudara istri yang saat itu berada di Mekkah merestui. Toh … belena bine se bedhe e dissa satuju. se daddi sakse settung bellena bine. Akhirnya akad nikah dilakukan oleh bindereh dengan saksi saudara istri 1. saya bingung harus minta kepada siapa surat nikah tersebut). saya tidak mendapatkan surat nikah. Ya aherra. daripada berdosa lebih baik kawin saja. sampai akhirnya bapak penghulunya meninggal sekarang. saellana badha e dinna‟ … sengko‟ agabay”. Katembeng agabay dusa terros. Hendra : “ Sengko‟ akabin e Arab Saudi. Ya saya tidak nanya mbak. Kami sama-sama menyukai. Jadi. Aherrah e pakabin bi‟ bindhereh. karena tidak tahu. saya berada dalam kamar. Faktor tersebut sepanjang sejauh akan tetap dapat di temui karena hal ini terkait dengan kesalahan manusia (human error) dimana penduduk Bumianyar sudah mendaftarkan perkawinannya sesuai dengan prosedur tapi sampai memiliki beberapa anak mereka tidak pernah mendapat surat nikah. Imam-Nina dan Bahar-Hasna. Daftar dhe‟ kedutaan … ta‟ mungkin le‟ karena sengko‟ ta‟ andhi‟ paspor lengkap coma theng-katheng. Daftar kekedutaan tak mungkin dikarenakan saya tidak mempunyai paspor lengkap Cuma paspor palsu (tidak punya surat-surat lengkap/berangkat secara illegal).didepan bapak penghulu dan kepala desa. teman 1 orang. (Perkawinan dengan istri saya dilakukan di Arab Saudi. tapi kepala desa menyuruh menanyakannya ke bapak penghulu. Sengko‟ ben bine padha senneng. Hal di atas menunjukkan bahwa kawin sirri terjadi karena keteledoran aparat desa atau pegawai pencatat nikah. Faktor Penyebab Kawin Sirri yang Dilakukan di Perantauan Faktor penyebab kawin sirri yang dilakukan di perantauan di ceritakan oleh pasangan Hendra-Vita. Ya akhirnya. Anas-Titin. saya tidak diminta untuk tandatangan oleh bapak penghulu. mendingan akabin bai. Ketika itu. disini (Madura) … saya bikin surat nikah) 63 .

mereka mendaftarkan perkawinannya. dan untuk kesana harus mempunyai surat-surat menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang lengkap. Namun yang demikian tidak terjadi pada wanita janda. sengko‟ agabay. Marena akad sengko‟ e pentae tanda tangan”. dalam hal ini keterbatasan surat administrative (tidak memenuhi persyaratan menjadi TKI). E Madure keluarga menta sengko‟ agabay sorat kabin. Setelah akad nikah saya diminta untuk menandatangani surat nikah). yang mengakad saya adalah guru ngaji dan dilakukan dihadapan penghulu. Teppa‟e jiya semakabin guru ngaji e ada‟na pangolona. biasanya dilakaukan oleh perawan atas peermintaan keluarganya. ketika mereka sudah hidup bebas dinegaranya sendiri. ( Saya menikah dengan orang Malang tahun 1998 di Makkah dan sekarang telah dikaruniai seorang anak perempuan berumur 4 tahun. Pembuatan surat nikah susulan karena perkawinan semula dilakukan di perantaun. sementara surat-surat saya dan suami sudah mati. yang mengakadkan adalah kyai kampongan (orang yang banyak memiliki ilmu agama) dan yang menjadi saksi salah satunya adalah saudara laki-laki saya dan mengundang teman-teman sesame perantau. Di Madura semua keluarga meminta saya untuk membuat surat nikah. Saya menceritakan kepada suami akan permintaan keluarga tersebut dan suami menyetujuinya. Rat-soradda sengko‟ ban lake ella mate. Aherra abereng ben nganyareh kabin. saya dan suami pulang ke Madura. Mungkin hal tersebut merupakan salah satu ciri hidup diperantauan yang semuanya serba berada dalam keterbatasan. Tahun 2000. Ta‟ mungkin le‟ oreng se akabin e Mekka olle sorat kabin.Tidak mungkin le’ (sebutan untuk orang yang lebih muda) orang yang melangsungkan perkawinan di Makkah itu mendapatkan surat nikah karena harus mendaftar kekedutaan Indonesia di Arab Saudi. Saat itu. Saat itu. Teppa‟e jiya se makabin kyai kampongan. Akhirnya bersamaan dengan pelaksanaan memperbaharui nikah. 64 . Namun. sengko‟ ben lakeh molle de‟ Madure. Saksena sala sittungnga bele dibi‟ ben ngonjeng ca-kanca. Taon 2000. Hal diatas menunjukkan bahwa kawin sirri dilakukan diperantauan karena adanya keterbatasan-keterbatasan. polana harusa andhi‟ rat-sorat lengkap. sehingga keadaan ini memaksa mereka untuk melakukan kawin sirri. sengko‟ ban oreng malang e Mekka. sebagaimana diceritakan oleh Anas dan Titin. Sengko‟ abelle dhe‟ lake ban setuju.Vita : “Taon 1998. saya membuat surat nikah.

000. saksenah sala settungnga bapak. apalagi saya adalah seorang janda yang mempunyai anak satu. 300. Samapi saat ini saya tidak pernah mengajak suami untuk membuat surat nikah. Sampe‟ sateya sengko‟ ta‟ pernah ngajae‟ lake agabay sorat kabin. yang penting adalah bagaimana suami ertanggungjawab terhadap keluarga. apanpole sengko‟ ella janda se andhik anak settung. 65 . Menurut sengko‟ sorat kabin jiya ta‟ penting. bapak menjadi salah satu saksi. (Saya menikah kedua dengan orang pasuruan tahun 1997 di Banjarmasin. apalagi saya tidak bekerja.Rp 500. katembang makalowar pesse sekitar Rp 300. akherra sengko‟ atotoran dha‟ tang kancah je‟ sengko‟ terro ngabinah ana‟eh ban etaremah. saksena orengtowana bine. apanpole sengko‟ ta‟ alako. Hal ini menunjukkan bahwa pada wanita janda. Sengko‟ ta‟ andhi‟ neat agabay en-maenan. ollena coma cokop melle jajana nak-kana‟. lebih baik buat modal nikah karena kita sama-sama orang miskin. ban ngonjeng tetangge padha parantauan. Yang penting saya tidak berniat mempermainkannya. yang hasilnya hanya cukup untuk membeli jajannya anak). Sengko‟ ta‟ pernah mekker agabay sorat kabin. maksudnya beristri lagi…. Tonggel ariya bae sengko‟ ce‟ asokkorra. Titin: “sengko‟ akabin pole ban oreng pasuruan. saya dan anak-anak. Karena menurut saya surat nikah itu tidak penting. Sengko‟ senneng ka ana‟e. soalla padha malarat. Saat itu yang mengakadnikahkan adalah bidereh/kiai setempat. Dengan keadaan sepeti sekarang ini saya sudah sangat bersyukur. Niatku diterima dengan baik. akhirnya akad nikah dilakukan oleh seorang kiai dan orangtua laki-laki istri sebagai saksi. Aherra binderaeh se makabin. Saya tidak berpikir membuat surat nikah karema daripada mengeluarkan uang sekitar Rp. Sekarang dikaruniai anak satu. tidak pernah menuntut membuat surat nikah.. Cuma membatik. Teppa‟eh jiya se makabin bindereh kampongan. Sateya sengko‟ andhi‟ anak settung. maksodda abine pole…” (Saya mengenal istri di Banjarmasin.Anas: “sengko‟ kenal bine e Banjarmasin.000. taon 1997 e Banjarmasin.lebih baik e gabay modal akabin. Saya menyukai anaknya.000. laki-laki. Bapa‟e sa kancaan meca‟. coma abathe‟. lake‟. Yang penting suami bertanggungjawab terhadap kehidupan keluarga. Bapaknya adalah teman menarik becak.000 – Rp 500. karena mereka menganggap sudak tidak mempunyai kesucian dan kehormatan lagi sebagaimana dimiliki oleh perawan. akhirnya saya bercerita ke teman yang lain kalau saya ingin memperistri anaknya. se penting dha‟ remma lake tanggung jawab dha‟ kaluarga.

apakah perkawinan tersebut berlanjut atau tidak. sehingga menyebabkan praktek kawin sirri terjadi dari generasi ke generasi berikutnya. Faktor lain yang menyebabkan kawin sirri di perantauan adalah poligami. Tape ta‟ labit tang lake mole kiya. Nina: ”sengko‟ akabin ben oreng Arosbaya e Malaysia tahon 1999. tape dha‟ 66 . namun kebanyakan dari laki-laki. sebelumnya tidak pernah mengaku kalau sudah mempunyai istri. apalagi jika dikaitkan dengan kehidupan meraka di perantauan yang hidup dalam keterbatasan karena status mereka sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) illegal. Hal tersebut baru terungkap setelah keduanya sama-sama kembali ke Madura. poligami yang dilakukan diperantauan. faktor ketidaktahuan penduduk akan fungsi surat nikah telah menyebabkan pasangan suami istri meremehkan adanya surat nikah. polN sengko‟ ta‟ andhi‟ keluarga se merantao. Oleh karena itu. Taon 2001. Penduduk Bumianyar meresa biaya yang harus dikeluarkan untuk mendaftarkan perkawinannnyadi kedutaan Indonesia sangat mahal. hamper sama dengan gaji satu bulan. tape ta‟ laju dha‟ roma. Teppa‟e jiya sengko sengaja ta‟ daftar kedutaan polana lake mangkatta lebat budhi.Selain itu. tergantung dari istri muda dan keluarga seperti yang terjadi pada Nina. setelah kembali ke Madura akan mengalami masalah. ban pole majarra ce‟ larangnga. Poligami yang dilakukan sepengetahuan istri tua tidak mungkin diijinkan. se daddi wali teppa‟eh jiya hakim. seorang laki-laki yang menginginkan kawin lagi diperantauan akan melakukan kawin siriri. sehingga mereka mempunyai pemikiran lebih baik dikirimkan ke Madura untuk bangun rumah atau untuk kebutuhan anak-anak yang tinggal bersama neneknya. faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab praktek kawin sirri terjadi diperantauan. Selain itu. karna sake‟ sengko‟ mole dha‟ madure tape lake tetap e Malaysia.

karena kami saling mencintai. keluarga menyuruh tetangga untuk mencari rumahnya dan disuruh menghadap ke keluarga besar saya. Aherra lake ngako je‟ andhi‟ bine ban anak. Saat itu. karena istri tidak mempunyai keluarga disana. Lake ajawab je‟ sengko‟ tetep binena. dan akhirnya keluarga saya meminta kita untuk mengakhiri hubungan (bercerai). Dia menjawab bahwa saya adalah tetap istrinya. Tersinggung dengan caranya dalam memperlakukan saya. tapi mau giman lagi kalau dia tidak mengahargai saya dan keluarga). orang Banyuates. Sampe sateya bine ban keluargana ta‟ perna da-kanda agabaya sorat kabin… (Saya mengawini istri. Yang menjadi wali saat itu adalah hakim karena saya tidak emmpunyai keluarga yang merantau disana. Bahar: “sengko‟ akabin ban oreng banyuates tahon 1999 e Pontianak. aherra sengko‟ akabin bai. Kabater alako dusa (zina). Sejak saat itu. saya dan dia didudukkan dihadapan keluarga dan ditanya tentamg status hubungan kami. sementara sengko‟ gi‟ perjaka. Sabendera. yang menjadi wali pada saat itu adalah hakim/ bindereh. padahal e Malaysia ngako duda andhik anak serttung. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kami 67 . Sesampainya dirumah. karna sengko‟ ce‟ cintana. Tersinggung ban carana.romana arosbaya. polana janda. Pada saat itu. Kaluarga menta lake andhik bakto rutin dha‟ sengko‟ ternyata lake ta‟ bisa ngabulaki pamentaan kelaurga. Teppa‟eh jiya binena sake‟ sara. Teppa‟e bahda e Madure lake entar dha‟ roma coma tello kale. Tape keluarga ta‟ setuju. (saya menikah dengan orang Arosbaya di Malaysia tahun 1999. kami sengaja memang tidak mendaftarkan perkawinan di Kedutaan Indonesia di Malaysia karena suami berangkatnya secara illegal selain itu juga bayarnya mahal. tahun 1999 di Pontianak. dan keluarga juga minta dia mempunyai waktu khusus untuk saya bukan dating semaunya. keluarga meminta saya dikenalkan dengan keluarganya di Arosbaya tetapi dia menolak karena ternyata dia masih mempunyai istri dan saat itu iatrinya sakit keras. lake bi. Kaluarga menta e patemmo ban oreng towana lake e Arosbaya. Akhirnya kami janjian ketemu di Pontianak meskipun tidak berangkat bersama. sementara saya masih perjaka. Sebenarnya saya masih sangat mencintai dia. Namun tidak lama kemudian dia menyusul pulang tetapi tidak langsung ke rumahku tapi kerumahnya di Arosbaya. Selama kami di Madura terlebih saat itu saya sakit. molae badha e Madura sengko‟ ella ngabina bine. Tahun 2001 karena sakit saya harus pulang ke Madura tapi suami tetap di Madura. Aherra kaluarga ta‟ bisa narema ban menta sengko‟ ban lake ngahere hubungan (apesa) ce‟-becce‟. Sebenarnya keinginan saya untuk mengawini istri sejak di Madura. tape lake ta‟ endha‟. Tapi keluarga saya tidak merestui karena istri seorang janda. kami tidak pernah bertemu kembali. Saellanan badha e roma.. keluarga e tanya‟agi tentang status kabina sengko ban lake. maggu ta‟ mangkat abereng. sebab bine ta‟ andhi‟ keluarga e dissa. aherra sengko‟ janjian atemmo e Pontianak. Ternyata dia tidak bisa memenuhi semua permintaan keluarga. keluarga nyoro tetangge entar dha‟ romana lake ban abale ja‟ ekaparlo keluargana sengko‟. padahal ketika di Malaysia mengaku sebagai duda dengan satu anak. Se daddi wali hakim (kiai kampongan). dia hanya mengunjungi saya tiga kali.

misalnya dengan dilakukan poligami oleh para kiai melalui jalan kawin sirri. ban anak lake‟omor 8 taon. B. Sampai saat ini istri dan keluarganya tidak pernah menyinggung untuk membuat surat nikah. agus. Keyakinanan tersebut berhubungan dengan ajaran agama yang diajarkan oleh para kiai/bindereh meskipun tidak secara langsung. Sengko‟ apesa. teppa‟e anak omor 5 ben 1 taon. Untuk gabay biayana anak sengko‟ nyare lako da‟ Malaysia. Indra: “sengko‟ andhi‟ anak lake‟ duwa‟. Molae jiya sengko‟ ban lake ta‟ perna a hubungan pole. dan mereka khawatir tidak dapat mengontrol diri mereka sehingga jalan yang diambil adalah kawin sirri.. Kawin sirri adalah sah dan jalan terbaik untuk menghindari dosa yang lebih besar berupa zina. Coma mon sengko‟ baru dating dari Malaysiabiasana lo-malo. ben lakeh nomer duwe‟. sehingga mereka melakukan perkawinan jauh dari orangtua yaitu diperantauan. se lake neng-enneng ban sengko. se bine‟ noro‟ lake.. Anak e patorok da‟ emabana. Tape saellana olle sabulen 68 . bine‟ omor 12 taon. Lake abali dha‟ Pontianak. oreng Pontianak. Pengaruh Kawin Sirri terhadap Hubungan dalam Keluarga 1. Selain itu kawin sirri juga dilakukan untuk menghindari dosa. ade‟ mak-semma‟ da‟ sengko‟.memutuskan untuk menikah saja. Hubunganna sengko‟ ban anak becce‟. Meraka yang samasama mencintai sering jalan berdua.) Hal diatas menunjukkan bahwa kawin sirri dilakukan karena tidak mendapat restu dari orangtua. Pengaruh Kawin Sirri terhadap Hubungan dalam Keluarga pada pasangan Kawin Sirri yang Bercerai Bagaimana pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga pada pasangan kawin sirri yang telah bercerai diceritakan oleh Agus-Indra.

dengan suami Agus orang Pontianak. dan anak kedua perempuan tinggal bersama suami. pada bai ben hubunganna anak ben keluargana lake… (saya mempunyai seorang anak laki-laki. Perceraian terjadi ketika anak saya berumur 5 dan 1 tahun. Selama itu pula suami mengirimi uang anaknya 2 kali. cuma 3 kali telepon. aropa pesse ban en-maenan.lebbi biasana molai akrab ban ta-careta tentang sakolanan. teman. ngajina ban enlaen.padana hubunganan ban lake. sementara anak saya tititpkan ke neneknya. tempat ngajinya dan lain-lain. Setelah pulang sekolah terkadang ia membantu saya di dapur. coma lebat telepon. uang dan mainan…) Hal diatas menunjukkan bahwa hubungan antara suami-istri-anak pada kelauarga kawin sirri yang sudah bercerai adalah terputus. 69 . saya merantau ke Malaysia. anak pertama laki-laki tinggal bersama saya. kancana. 1. Marena apesa ben sengko‟ lake ban anak jarang ahubungan. Sejak perceraian itu aku dan suami tidak pernah ada komunikasi lagi. artinya tidak ada komunikasi. ban sering abanto sengko. Hanya saja ketika saya baru dating dari Malaysia. Sejak terjadi perceraian. biasana datengga sakola. Hubungan saya dan anak cukup akrab. Untuk memenuhi kebutuhan anak. Biasanya perkawinan tersebut dilakukan di perantauan. Kesibukan masing-masing pasangan telah membuat mereka tidak pernah berpikir untuk menelpon atau menemui mantan suami-istri meskipun mereka memiliki anak yang tinggal bersama masing-masing pasangan. sementara suami kembali ke Pontianak.. suami dan anakkau jarang sekali komunikasi. tidak mau dekat saya. coma tello kale. Yang demikian terjadi pula pada mantan pasangan akwin sirri yang bercerai dan tempat tinggalnyaberjauhan. hubungana ban keluargana lake ta‟ pernah. seperti yang terjadi pada Indra dan suaminya Agus (orang Pontianak). namun setelah satu bulan dia mulai akrab dan cerita-cerita tentang sekolah.sampe sateya lake coma akereman dukale da‟ ana‟e. baik melalui telepon apalagi bertemu. Hubungan suami-isti Hubungan suami istri pasda pasangan kawin sirri yang sudah bercerai terputus. salah satu pasangan berasal dari luar daerah Madura. dia malu-malu. sekarang berumur 12 dan 8 tahun.

baik melalui telepon terlebih bertemu langsung harus mengeluarkan banyak uang. dibatalakan/rujuk kembali dengan mantan istri. Hubungan orangtua-anak Hubungan orangtua-anak pada pasangan kawin sirri yang bercerai juga terputus atau sangat jauh seperti yang dialami agus dan anak lakinya yang tinggal bersama mantan istrinya (Indra). Berkomunikasi. Pada saat itu. yang dianggap dalam pepatah ”copa se epakalowar e galunyu‟ pole” (ludah yang dibuang dujilat lagi). kesibukan ini membuat para orangtuasemakin jauh dari anaknya. terlebih bagi anak laki-laki. sehingga membuat para orang tua lebih berpikir untuk mencari kerja. Sedangkan hubungan orangtua-anak yang tinggal bersama pada keluarga kawin sirri yang bercerai adalah baik. Keadaan tersebut salah satunya disebabkan faktoe ekonomi orangtua yang pas-pasan. meskipun anak ditinggal merantau dan anak 70 . dalam hal ini perceraian. semua keluarga dan yang bersangkutan merasakan aib dan malu pada semua orang. artinya keputusan yang telah diuambil. adanya keyakinan penduduk Bumianyar tentang seorang anak. Selain itu. yang dapat mengakibatkan petengkaran antara keluarga mantan pasangan masing-masing. membuat para orangtua tidak pernah kuatir akan kehilangan anaknya meskipun tidak pernah bertemu dan anaknya tidak memiliki akte kelahiran. akan tetap mencari orangtuanya meskipun lama terpisah. apabila telah berkeluarga dan dapat menimbulkan cemoohan masyarakat.Selain itu anggapan “tidak sopan” bagi pasangan yang telah bercerai untuk bertemu. 2. Hal ini pulalah yang menyebabkan rujuk pada masyarakat Madura jaang sekali terjadi.

mendapat pengasuhan. Hubungan antara keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya Sebagaiman hubngan dalam keluarga inti. ekonomi juga kesibukan masing-masing keluarga. khususnya mertua juga terputus. Sejak terjadi perceraian. Putusnya hubungan keluarga kawin sirri yang bercerai. mencuci dan lain-lain. hungan antara keluarga inti dengan rumah tangga lainnya. Hubungan antarsaudara (siblings) Hubungan antarsaudara pada keluarga kawin sirri yang bercerai juga terputus. belum pernah berjumpa atau berhubungan/komunikasi satu sama lain 4. khususnya mengenai hubungan orangtua anak dan hubungan antarsaudara (siblings). karena mereka tetap menjalin komunikasi baik melalui telepon maupun bertemu secara langsung ketika orangtua kembali ke Madura. umur 1 tahun. membersihkan rumah. sebagaimana dialami oleh anak-anak kawin sirri Indra-Agus. berumur 5 tahun dan adiknya lakilaki. dikarenakan keluarga tidak berfungsi sebagaimana mestinya. mendapatkan keamanan dalam hidup. seperti yang dialami oleh Indra dengan anak laki-lakinya. dan mendapatkan pendidikan. Artinya ayah ibu tidak lagi menjadi 71 . Hal tersebut nampak dari tidak adanya komunikasi baik melalui telepon maupun bertemu secara langsung. anak-anak membantu para orangtua berdasarkan kemampuannya. seperti memasak. Disaat bertemu dan tinggal bersama.dititipkan ke neneknya. saat itu anak pertama perempuan. sampai saat ini mereka berumur 12 tahun dan 8 tahun. Adapun fungsi pokok keluarga yaitu: tempat menikmati bantuan. 3. Salah satu penyebabnya adalah jarak tempat tinggal yang jauh.

239 72 .temapt bagi anak untk mendapatkan bantuan. Sedangkan hubungan suami istri terputus. maka incest tidak dapat dihindari lagi. terkadang ada pula yang bermusuhan. pengasuhan dan pendidikan sehingga hubungan menjadi terputus.62 Sedangkan hubungan dalam keluarga. kemanan.2002). Hukum Perkawinan Islam. demikian halnya anak-anak dan antarsaudara tidak saling mengenal. Oleh karena itu kawin sirri bukan hal sepele yang hanya berkaitan dengan “sah” atau “tidak sahnya” suatu perkawinan. Artinya ayah/istri tidak tahu terhadap nakanaknya. h. (Jakarta: Bumi Aksara. karena antara mereka masih ada komunikasi baik melalui telepon maupun bertemu langsung. ditambah lagi tidak adanya komunikasi diantara mereka. tetapi lebih dari itu ia memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembanga peradaban manusia. khususunya hubungan orangtua anak dan hubungan antarsaudara (siblings) pada keluarga kawin sirri dan tempat tinggalnya berdekatan atau perkawinannya dilakukan di desa Bumianyar adalah cukup baik. baik dalam hubungan sesamanya maupun dalam hubungan sebagai anggota masyarakat bahkan mempengaruhi bnetuk masyarakat. Dikhawatirkan apabila kelak diantara mereka saling menyukai dan melakukan perkawinan karena mereka tidak saling mengenal antara satu dengan lainnya. 62 Idris Ramulyo. Hal ini membawa dampak pada kaburnya garis keturunan/ nasab suatu keluarga.

bakto alako.2. Pesse olena alakoh bi‟ sengko‟ e bagi kabbi da‟ bine. mattowa rencana agabay sorat kabin pole.Sengko‟ ta‟ pernah makaloar pesse. Mon gi‟ laggu amassa‟. marena sholat magrib sambi neggu TV. yang melakukan kawin sirrmi di Bumianyar Latief : “ Bine jiya orengnga sangat ngerte da‟ kebutoenna sengko‟. Pasanagan Latief-Rahma ..sampai sekarang dia belum 73 . Uang hasil kerja saya berikan semua pada istri dan dia selalu bermusyawarah apabila membelanjakannya. lako ban masalah keluaraga.entah kapan.karena surat itu di butuhkan apabila istri ikut mengantarkan barang dagangan ke Pontianak. Pada waktu pagi dia sudah memasak dan menyiapkan sarapan sebelum saya berangkat kerja. Sereng sengko‟ ngaja‟ anak ngerem kaju mon ta‟ pate jau.tape mon malem akompol. Keluarga sengko‟ andi‟ kebiasaan a kompol. Padha hubunganna ban anak . Terkadang kami juga melibatkan keluarga lain dan mertua dalam memecahkan masalah. deng-kadeng nolongi keya e dapor.pekerjaan dan masalah keluarga.. Lakar …sampe‟ sateya ta‟ pernah noro‟. (Istriku adalah ibu rumah tanga yang baik. Sebelum tidur biasanya kami pergunakan untuk membicarakan anak.anak ban sengko‟. Taoh bileh……polana sorat kabin jiya e kabutoh mon bine noro‟a sengko‟ ngerem bareng da‟ Pontianak. Sengko‟ ban anak akarab.sebelum sengko alako. habunaganna sengko‟ ban matowa ce‟ becce‟na. Pengaruh Kawin Sirri Terhadap Hubungan dalam Keluarga pada Pasangan Kawin Sirri yang Tidak Bercerai Bagaimana hubungan keluarga pada pasangan kawin sirri yang tidak bercerai akan di ceritakan oleh pasangan Latief-Rahma.misalla dalem balanja tiap arenah. Deng-kadeng sengko‟ ban bine a bug-rembu‟ ban mattowa misalla tentang kabinanna sengko‟.. Bine biasana atotoran mon pessena e kabalanje‟e. Pesse ollena alakoh esempen ban gabay kabutoanna bine. Dia sangat mengerti akan kebutuhan saya. Karna jiya.karna bine anak kadhibi‟an. Maggu mon siang jarang atemmo karma alako. Ketika dia sibuk di dapur saya memandikan anak dan terkadang membantu dia didapur. Oleh karena mertua merencanakan akan mendatarkan kembali. Kami mempunyai kebiasaan berkumpul dengan keluarga setelah sholat magrib sambil nonton TV. Ya…sengko‟ lakar e banto mattowa gabay kabutoanna keluarga. deng-kadeng marengngi maen.mattowa alarang sengko‟ ban bine alaen (amassa‟ dhibi‟) . Ana-Titin dan Hendra-Vita.. Sengko‟ dhang-kadhang agente mattowa ngater dagengan dha‟ Pontianak. Sebelum tedung bisana sengko‟ da-kanda masalah anak.contohnya ststus perkawinan kami. Salaen jiya setiap are are sengko‟ abanto ngare‟gabay pakanna sape.karma sengko‟ gi‟apolong ban mattowa. Teppa‟e bine sibuk e dapor‟ sengko‟ mandi‟I ana. Memang. nyeapagi gun-laggun.

sambi neggu TV. Sengko‟ coma entar dha‟ romana se emadura. Ya saya tidak bertanya mbak.karena saya berada dalam kamar.memang saya masih dibantu mertua dalam hal kebutuhan rumah tangga(masak didapur sendiri) karena istriku anak tunggal. tapi kepala desa menyuruh untuk menanyakannya kepada kepala desa. Oleh karena itu. Hubungan saya dengan anak sangat baik. Mattowa ce‟ neserra ka sengko‟ban kompoyya.paleng-paleng mattowa se entar dha‟ kanna‟.pernah ikut.. Sama hubungannya dengan anak. Hubungan sengko‟kalaban mattowa becce‟ kiya. Saya terkadang menggantikan mertua mengantarkan barang dagangan ke Pontianak.Sengko‟ta‟ pernah dha‟ dissah. Sekarang sudah mempunyai anak satu orang berumur 3 tahun. Hal tersebut biasanya kami lakukan dilanggar setelah sholat magrib berjemaah. Umur 18 tahun dikawinkan dengan anak teman bapak.Kegiatan sengko‟ e roma amassa‟.nyassa. Jadi sekarang bingung harus minta kepada siapa surat nikah tersebu) Misalnya cara suami mendidik anak yang terlalu keras. menjaga 74 .ketimbang nganggur buk. Sampai saat ini saya tidak pernah dapat surat nikah.tapi malam hari kami berkumpul dan menemani mereka bermain. Menjelang perkawinan dilaksanakan saya telah diminta untuk menyerahkan foto dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) oleh bapak.setiap arena apolong ban sengko‟ e roma karna sengko Cuma ebu roma tangga biasa.kadang sengko‟ ban lakeh a beg-rembeg maso oreng towa. Pada perkawinan saya memang yang mengakad nikahkan adalah bindereh(guru ngaji) . Dang.Hubungan sengko‟ ban anak sangat baik. Sebelum tedung biasana de-kande masalah anak ban lakoh.misalla cara lakeh se ce‟ kerrassa adidik anak.Setiap hari dia tinggal di rumah bersama saya karena saya hanya ibu rumah tangga biasa. Selain itu.ajage anak ban ajage toko se ajualan jajan na‟kana‟ban kabutuan rumah tangga. Hubungan saya dengan anak sangat baik. Lakeh jiya somber ekonomi keluarga. untuk pembuatan surat nikah. Meskipun pada siang hari jarang bertemu karena bekerja.ella e urus eppa‟.Taon bari‟ ekeremi duwe‟ juta. karna oreng towa alarang polana anak kadhibi‟an..kegiatanku Cuma memasak.Bi‟ sengko‟ ekabelli gelleng.. Ya. setiap hari saya mencari rumput pakan sapi. Bapak pernah menanyakannya pada kepala desa.uang hasil kerja ditabung.hajjian ban laen-laen. sampai akhirnya bapak penghulunya meninggal.anak tunggal. Maggu sampe‟ sateya sengko‟ gi‟ apolong saroma ban oreng towa sarta ta‟ amassa‟ dhibi‟. Sengko‟ta‟ perna acareta tentang kabinanna sengko‟ka mattowa.tellasan. Ya.ban pole mon jefri terro jajan sengko‟ ta‟osa melleh dha‟ toko laen. Karna jiya tiap taon sengko‟ ekeremi pesse.tapi saat itu dilaksanakan dihadapan penghulu. (Saya Rahma.hubungan saya dengan mertua sangat baik. Rahma : ”Hubungan sengkok kalaban lakeh sangat bagus..lakeh bertanggung jawab..katanya untuk diserahkan ke kepala desa. Biasana setiap badha kalakoan misalla mantenan. Tape..biasana telasan. Tak jarang saya mengajaknya ketempat kerja sebagai supir truk kayu.karena beliau petani sekaligus berdagang sapi. Keluarga andhi‟ kebiasaan akompol marena magrib. Mattowa badha e Pontianak maggu sabenderra oreng madura.

mencuci.lain. 75 . Pasangan Anas-Titin yang melakukan kawin sirri di perantauan. karena nak kami sekolah dari pagi hingga sore. Saya belum pernah kesana. dialah yang memasak untuk keluarga.. Hubunganku dengan merta sangat baik . karena sengko‟ badha eroma teros. ban en-laen. mon sakolaenna prei. Namun tidak pada hari-hari biasanya karena sangat jauh dan ongkosnya sangat mahal. Karna jiya bannya‟ oreng ngoca‟. Sering areng-bereng seperte mon amaen. sengko‟ bejre olle lake tonggel jiya.dari pada nganggur mbak. Lake ce‟ ngartena dha‟ sengko‟. Nak-kanak sering abanto sengko‟ amassa‟.paling mertua yang datang kesini. Oleh karenanya banyak orang biulang kalau saya beruntung mendapatkan suami seperti dia.dan lagi apabila Jefri ingin jajan saya tidak usah beli ke toko lain. karna nak bine‟ sengko‟ sekolah dari pagi sampe lem-malem. Sataretanan. Anak sangat akrab ban sengko‟.biasanya mendekati lebaran . (Hubungan saya dengan suami sangat baik sekali.Mereka sangat sayang padaku dan anakku. Apabila ada aktivitas sosial pada mertua dan sanak keluarga suami seperti perkawinan. Hasil kerjanya setiap hari langsung diberikan kepada saya untuk keperluan rumah tangga. Lebaran kemarin dikirimi 2 juta dan aku belikan gelang. gabay belenje. sakit. Anak-anak sangat akrab dengan saya karena saya selalu dirumah.Itupun apabila ada acara keluarga seperti kawinan.anak serta toko jajanan dan kebutuhan rumah tangga. Tapi. abersia ban en laen. kapatean. Saya tidak pernah membicarakan status perkawinan saya dengan mertua. seteop mole sakola sengko nyiapagi ngakan siangnga nak-kanak. ngajig bahkan mon abanto oreng towa abereng terros. Oleh karena itu setiap tahun aku dikirimi uang. Apabila saya sakit. Banjarmasin: Titin : ”Hubunganna sengko‟ ban lake sangat baek. Namon re-are biasana enje‟ polana ce‟ jauna ban ongkossa larang. Moon sengko‟ sake‟.naik haji dan lain. Mertua ada di Pontianak meskipun beliau orang madura.. Mereka juga sering membantu saya seperti memasak. sekolah. Saya cuma berkunjung ke rumah yang di madura . se amssak untuk keluarga biasana lake. misalla kabinan. Setiap pulang sekolah saya menyiapkana makan siangnya.. Hasella lako ban arena e bagi dha‟ sengko‟ langsung.itu sudah diurus bapak). Suami sangat mengerti tentang saya. Mon badha kalakowan sengko‟ entar dha‟ romana mattowa. keduwa‟ anak sengko‟ ce‟ akrabbah.. ya. pertunangan. menyapu apabila sekolahnya libur. kematian maka saya mengunjunginya.

singkatnya mnegurusi kehidupan rumah tangga. 76 . menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. bertugas sebagai wakil keluarga bila berhubungan dengan masyarakat. 1. ngaji bahkan ketika membantu kamipun mereka selalu bersama) Hal tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara suami-istri. sekolah madrasah maupun sekolah dasar. antara saudara pada keluarga kawin sirri yang tidak bercerai sangat baik. Istri sebagai ibu rumah tangga bertugas mengatur dan mengelola rumah tangga. kedua anakku sangat akrab. misalnya suami sebagai kepala keluarga bertugas mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga. mewakili suami. membina kerukunan rumag tangga. Hubungan antara suami-istri Hubungan suami-istri pada keluarga kawin siriri yang tidak bercerai pada umumnya sangat baik. Demikian halnya dengan hubungan anatara keluaraga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya adalah sangat baik pula. Hal ini karena suami istri bertanggungjawab terhadap kewajiban masing-masing. sebagaimana yang terjadi pada hubungan keluarga pada umumnya. bermain. bertugas melindungi keluarga dengan membimbing seluruh anggota keluaraga agar berkembang sesuai dengan keinginannya dan mengawasi pendidikan anak-anaknya. mengasuh dan membina anak dalam pendiudiakn. Hal tersebut terlihat mereka selalu bersama.Antar saudara. kesehatan anak dan suami dan membantu mencari nafkah bagi keluarga seperti membatik dan berjualan. orangtua-anak.

misalnya seperti yang dilakukan anaknya Titin yaitu membersihkan rumah. maka keluarga pasangan kawin sirri juga membantu. mereka juga melakukan pembagian kerja sesuai kemampuan masing-masing. apabila keluarga inti mengalami kesulitan misalnya ekonomi. Hubungan antara saudara (siblings) Hubungan antarasaudara juga bagus. mencuci. Hungan antar orangtua-anak Hubungan antara orangtua-anak juga sangat baik. pekerjaan dan lain-lain..Disamping itu mereka mempunyai kebiasaan memusyawarahkan permasalahan keluarga seperti masalah anak. sekolah dan mengaji. 3. khususnya orangtua istri/susmi (mertua) adalah sangat baik. dengan rumah tangga lainnya. keuangan. 77 . memasak dan lain-lain. pekerjaan dan lain-lain sehingga membuat hubungan mereka terjalin dengan baik. Hal ini dari adanya bantuan dari anggota rumah tangga lainnnya. Demikian halnya apabila mertua mengalami kesulitan. Hubungan antara keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya Hubungan keluarga inti kawin sirri yang terdiri dari suami-istri-anak. Selain itu. Kedekatan orangtua-anak juga nampak pada kebiasaan orangtua dalam menemani anaknya yang masih kecil bermain dan terkadang mengajak anak ke sawah. Hal tersebut nampak dari kebiasaan anak-anak yang selalu bersama-sama baik pada waktu bermain. Hal tersebut nampak anak selalu membantu orangtua sesuai dengan kemampuannya masing-masing. 2. seperti yang diulakukan oleh kedua anaknya Titin-Anas 4.

seperti berdagang. hal ini disebabkan karena keluarga berfungsi sebagaimana mestinya. bertugas mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga. dan ia juga teman berbincang-bincang bagi suami. singkatnya mengurusi kehidupan rumah tangga.Hubungan dalam keluarga kawin sirri yang tidak bercerai sangat baik. mewakili suami. suami sebagai kepala keluarga. Sebaliknya istri adalah pusat kedamaian bagi keluarganya. Seorang istri mempunyai fungsi dan peranan mengatur dan mengelola rumah tangga dan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. dan banyak pula yang bekeraj untuk membantu mencari nafkah bagi keluarganya. kesehatan anak dan suami. juga sebagai wakil keluarga bila berhubungan dengan masyarakat. Artinya suami adalah pelindung bagi istri dan anak-anaknya. bertanggungjawab terhadap kehidupan keluarga. dengan membimbing seluruh anggota keluarga agar berkembang sesuai keinginannya dan mengawasi pendidikan anak-anaknya. dan mendapatkan pendidikan. mendapat pengasuhan. 78 . bertani dan menjadi buruh tani. Selain tiu. mengasuh anak dan membina anak dalam pendidikan. membina kerukunan rumah tangga. melindungi keluarga. mendapatkan keamanan dalam hidup. membatik. Adapun fungsi pokok keluarga yaitu: tempat menikmati bantuan.

Kawin sirri. Sedangkan keberadaan saksi hanya syarat pelengkap. pada awalnya merupakan suatu perkawinan yang dilakukan tanpa adanya saksi yang lengkap.BAB V PENUTUP A. karena pengumuman (i‟lan) merupakan syarat mutlak sahnya perkawinan. dan kemudian berlanjut pada pandangan hukum positif negara setelah dikeluarkannya Undang-Undang No. para imam mazhab berbeda pendapat seperti Imam Malik memandang perkawinan tersebut tetap batal atau tidak sah. Kaitannya dengan ini para imam mazhab sepakat kalau perkawinan tersebut harus dibatalkan atau tidak sah. Pada perkembangan berikutnya. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab-bab sebelumnya maka didapat kesimpulan sebagai berikut : 1. maka perkawinan yang ada saksi tetapi tidak ada pengumuman adalah perkawinan yang tidak memenuhi syarat. Syafi’i dan Hanbali.1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam. sampai pada pandangan para imam mazhab yaitu imam Hanafi. yaitu seorang laki-laki dan seorang perempuan. mulai munculnya istilah yaitu pada masa kholifah Umar bin Khattab. tetapi saksi diminta untuk merahasiakannya pada masyarakat. Kawin sirri telah mengalami pergeseran makna. kawin sirri merupakan perkawinan seperti pada umumnya yang dilakukan dengan memenuhi semua rukun dan syarat perkawinan. Kaitannya dengan hal tersebut. Sedangkan Imam Abu 79 . Maliki.

hukum negara menganggap perkawinan tersebut tidak sah. kalau sudah disaksikan tidak perlu lagi ada pengumuman khusus. Kehadiran saksi pada waktu melakukan akad nikah. maka kawin sirri menjadi perkawinan yang telah memenuhi rukun dan syarat sah perkawinan tapi tidak dilakukan dihadapan PPN dan tidak dicatatkan di KUA. tidak memenuhi ketentuan batas minimal diperbolehkannya perkawinan pada wanita yaitu umur 16 tahun. Perkawinan inilah yang saat ini menjadi mode dan berkembang secara diam-diam pada sebagian masyarakat Islam Indonesia. Kaitannya dengan ini. 80 . tidak ada lagi rahasia kalau sudah ada empat orang.Hanifah dan Asy-Syafi’i memandang perkawinan tersebut sah. karena fungsi saksi itu sendiri adalah pengumuman (i‟lan). sebagaimana di atur dalam UU No. 2. Sebab menurutnya. sudah cukup mewakili pengumuman. Umur tersebut. 1 Tahun 1974. baik meskipun di minta dirahasiakan. Faktor kawin sirri dilakukan oleh penduduk Bumianyar di Bumianyar Adapun faktor-faktor kawin sirri dilakukan di Bumianyar oleh penduduk Bumianyar adalah sebagai berikut : 1. Faktor Penyebab Kawin Sirri dilakukan oleh Penduduk Bumianyar a. 1 tahun 1974 Pasal 7 ayat (1). Oleh karena itu. Kehendak Orang tua Orang tua memaksa anaknya untuk segera menikah karena adanya tuntutan lingkungan sosial bahwa anak perempuan harus segera menikah tidak lama setelah haid pertama umur 12-15 tahun. Perkembangan selanjutnya jika dihubungkan dengan UU No. Keadaan inilah menyebabkan orang tua melakukan kawin sirri pada anaknya.

Keyakinan tersebut disebabkan adanya ajaran Agama yang diberikan oleh para kyai. maupun tidak langsung berupa ceramah-ceramah agama tentang perkawinan. Keyakinan Masyarakat mempunyai keyakinan bahwa perkawinan merupakan hubungan manusia dengan Allah sehingga masyarakat merasa sudah “mantap” apabila perkawinannya diaggap sah menurut agama. meski tanpa dicatat di KUA. Hal tersebut berhubungan dengan mazhab yang dianut masyarakat setempat yaitu mashab Syaf’i dan Syaf’I menganggap perkawinan telah sah apabila telah memenuhi rukun dan syarat sah nikah. karena perkawinan dilakukan dengan paksaan. 4. baik langsung berupa para kyai yang melakukan kawin sirri. 2.Selain itu kekhawatiran para orang tua akan tidak langgengnya perkawinan anak. mayoritas berada pada tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. menyebabkan pula para orang tua melakukan kawin sirri pada anaknya. Hal tersebut diakibatkan rendahnya pendidikan yang dimiliki oleh penduduk Bumianyar. 3. Ekonomi 81 . Ketidaktahuan Masyarakat akan Fungsi Surat Nikah Ketidaktahuan masyarakat akan fungsi surat nikah membuat mereka menggapap surat nikah bukanlah suatu hal yang penting.

maka proses poligami sulit dilaksanakan karena istri pertama belum tentu menghendaki suaminya menikah lagi. Arab Saudi. bahkan sampai mempunyai banyak anak. Hal ini terjadi karena sebenarnya penduduk telah mendaftarkan perkawinan sesuai prosedur yang ditentukan tapi penduduk tidak pernah menerima Surat Nikah. Pontianak dan lain-lain) adalah sebagai berikut : 82 . tentang perkawinan secara administratif harus didaftar di KUA. Oleh karena itu jalan keluarnya adalah dengan kawin sirri. melihat akan pekerjaan mereka mayoritas bertani dan pertanian yang dimiliki selalu gagal. Pasal 4 ayat (2) dan Pasal 5 ayat (1). Pasal 3. Poligami Poligami jika dihubungkan dengan UU No. Faktor kawin sirri dilakukan oleh penduduk Bumianyar di Perantauan Adapun faktor kawin sirri dilakukan oleh penduduk Bumianyar di perantauan (Malaysia.Biaya yang harus dikeluarkan untuk mendaftarkan perkawinan dirasakan oleh sebagian penduduk Bumianyar begitu memberatkan. Banjarmasin. 5. bahkan hasil pertanian tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang sehari-hari. Keteledoran Aparat desa atau Pegawai Pencatat Nikah (PPN) Keteledoran aparat desa atau PPN menyebabkan kaein sirri terjadi di Bumianyar. b. 6. 1 tahun 1979.

Janda.1. 83 . terlebih lagi janda yang telah memiliki anak merasa tidak lagi mempunyai kesucian dan kehormatan sebagaimana perawan. 3. Adanya keterbatasan administratif Penduduk Bumianyar yang mayoritas berangkat merantau (menjadi TKI) secara ilegal (tidak memiliki surat-surat lengkap sebagai TKI). sehingga memaksa mereka kawin sirri. Proses pencatatan perkawinan secara administratif di perantauan (luar negeri) dilakukan di kedutaan Indonesia di Negara yang bersangkutan. Untuk itu persyaratan utama yang harus dilakukan adalah harus memiliki surat lengkap sebagai TKI. Janda Wanita Bumianyar setelah menjadi janda. mengalami berbagai keterbatasan ruang gerak seperti dalam hal melakukan perkawinan. karena jika ketahuan tidak memiliki suratsurat lengkap menjadi TKI maka akan dipulangkan secara paksa ke Indonesia. Keyakinan Masyarakat mempunyai keyakinan bahwa perkawinan merupakan hubungan manusia dengan Allah sehingga masyarakat merasa sudah “mantap” apabila perkawinannya diaggap sah menurut agama. kebanyakan pergi merantau dengan harapan dapat memperbaiki hidup diri dan anaknya (apabila telah mempunyai anak). Janda mempunyai anggapan bahwa surat nikah tidak penting lagi yang paling penting adalah tanggung jawab suami terhadap diri dan anak-anaknya baik dalam hal perhatian maupun ekonomi. 2. meski tanpa dicatat di KUA.

6. maupun tidak langsung berupa ceramah-ceramah agama tentang perkawinan. Pasal 3. Hal tersebut berhubungan dengan mazhab yang dianut masyarakat setempat yaitu mashab Syaf’i dan Syaf’i menganggap perkawinan telah sah apabila telah memenuhi rukun dan syarat sah nikah. Poligami Poligami jika dihubungkan dengan UU No. maka proses poligami sulit dilaksanakan karena istri pertama belum tentu menghendaki suaminya 84 . 1 tahun 1979. Ekonomi Besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk mendaftarkan perkawinan di Kedutaan Indonesia pada negara yang bersangkutan dirasakan oleh penduduk Bumianyar di perantauan sangat memberatkan. baik langsung berupa para kyai yang melakukan kawin sirri. 5. 4.Keyakinan tersebut disebabkan adanya ajaran Agama yang diberikan oleh para kyai. sehingga memaksa mereka melakukan kawin sirri. Ketidaktahuan Masyarakat akan fungsi Surat Nikah Ketidaktahuan masyarakat akan fungsi surat nikah membuat mereka menggapap surat nikah bukanlah suatu hal yang penting. Pasal 4 ayat (2) dan Pasal 5 ayat (1). Hal tersebut diakibatkan rendahnya pendidikan yang dimiliki oleh penduduk Bumianyar. tentang perkawinan secara administratif harus didaftar di KUA. mayoritas berada pada tingkat sekolah dasar/ madrasah ibtidaiyah.

sehingga keluarga dan mantan pasangan merasakan aib dan malu pada semua orang. Oleh karena itu jalan keluarnya adalah dengan kawin sirri. yang dapat mengakibatkan pertengkaran antara keluarga mantan pasangan masing-masing. Hal tersebut dilakukan secara sirri. Hal tersebut diakibatkan adanya kesibukan masing-masing pasangan. Yang demikian terjadi pda mantan pasangan kawin sirri yang tepat tinggalnya saling berjauhan. baik melalui telepon maupun bertemu secara langsung. 1. artinyatidak ada komunikasi. 7. 3. Pengaruh Kawin sirri Terhadap Hubungan dalam Keluarga pada Keluarga kawin sirri yang Bercerai Pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga pada keluarga kawin sirri yang bercerai di Bumianyar adalah terputus. Selain itu adanya anggapan “tidak sopan” bagi pasangan yang telah bercerai untuk bertemu. karena perkawinan dilakukan di luar pulau (Perantauan). Tidak direstui orang tua Anak yang perkawinannya tidak direstuai oleh orang tua memilih melakukan perkawinan di perantauan. 85 . Pengaruh Kawin Sirri Terhadap Hubungan dalam Keluarga a. Hubungan Suami-Istri Hubungan suami-istri pada pasangan kawin sirri yang bercerai adalah terputus. apabila telah berkeluarga dan dapat menimbulkan cemoohan masyarakat. luar pulau.menikah lagi.

Artinya. dikarenakan keluarga tidak berfungsi sebagaimana mestinya. mendapatkan keamanan dalam hidup. Hal tersebut diakibatkan jarak tempat tinggal yang jauh antara keluarga inti kawin sirri dengan orang tua suami dan istri. 4. Selain itu adanya keyakinan orang tua tentang seseorang anak akan tetap mencari orang tuanya meskipun lama terpisah membuat para orang tua tidak pernah khawatir akan kehilangan anak meski lama tidak ada komunikasi. khususnya mertua/orang tua suami atau istri juga terputus. ayah atau ibu tidak lagi menjadi tempat bagi anak untuk mendapatkan 86 . ekonomi dan kesibukan masingmasing keluarga. mendapat pengasuhan dan mendapatkan permulaan dari pendidikannya. Hal tersebut diakibatkan keadaan ekonomi orang tua yang terbatas dan jarak yang jauh antara tempat tinggal orang tua dengan anak. Adapun fungsi pokok keluarga yaitu: tempat menikmati bantuan. Hubungan antar Saudara (siblings) Hubungan antara saudara (siblings) pada keluarga kawin sirri juga terputus. Hal tersebut diakibatkan adanya jarak tempat tinggal yang jauh antara saudara. terlebih lagi anak laki-laki. 3. Hubungan Keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lain Hubungan keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya. Putusnya hubungan keluarga kawin sirri yang bercerai.2. Hubungan Orang Tua-Anak Hubungan orang tua-anak pada keluarga kawin sirri juga terputus. khususnya mengenai hubungan antara orang tua-anak dan hubungan antara saudara (siblings).

(Jakarta: Bumi Aksara. terkadang ada pula yang bermusuhan. tetapi lebih dari itu ia memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan peradaban manusia. keamanan. 2002). Oleh karena itu kawin sirri bukan merupakan hal sepele yang hanya berkaitan dengan “sah” atau “tidak sah”nya suatu perkawinan. pengasuhan dan pendidikan. ayah atau istri tidak tahu terhadap anak-anaknya. maka incest tidak dapat dihindari lagi. sehingga hubungan menjadi terputus. baik dalam hubungan Indonesia sesamanya maupun dalam hubungan sebagai anggota masyarakat bahkan mempengaruhi bentuk suatu masyarakat. 63 Idris Ramulyo. karena antara mereka masih ada komunikasi baik melalui telepon ataupun bertemu langsung. h. demikian halnya anak-anak dan antar saudara tidak saling mengenal. Sedangkan hubungan suami-istri adalah terputus. Dikhawatirkan apabila kelak diantara mereka saling menyukai dan melakukan perkawinan karena mereka tidak saling mengenal antara satu dengan lainnya. Artinya. 239 87 . khususnya hubungan antara orangtuaanak dan hubungan antarsaudara (siblings) pada keluarga kawin sirri dan tempat tinggalnya berdekatan atau perkawinannya dilakukan di Desa Bumianyar adalah cukup baik.bantuan. Hal ini membawa dampak pada kaburnya garis keturunan atau nasab suatu keluarga.63 Sedangkan hubungan dalam keluarga. Hukum Perkawinan Islam. ditambah lagi tidak adanya komunikasi diantara mereka (orang tuaanak).

Hubungan Suami-Istri Hubungan suami istri pada pasangan kawin sirri yang tidak bercerai. Pengaruh kawin sirri Terhadap Hubungan Keluarga pada Keluarga yang tidak Bercerai Pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga pada keluarga kawin sirri yang tidak bercerai adalah sangat baik. Hubungan Orang Tua-Anak Hubungan orang tua-anak pada keluarga kawin sirri yang tidak bercerai.b. baik dalam bermain. mengasuh dan membina pendidikan anak. hal tersebut nampak. 88 . hal tersebut nampak anak-anak selalu bersama. menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. 3. pada umumnya sangat baik karena suami-istri bertanggung jawab terhadap kewajiban masing-masing. Hubungan Antar Saudara (Siblings) Hubungan antara saudara (siblings) pada keluarga kawin sirri. 1. juga sangat baik. Suami sebagai kepala keluarga bertugas mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga. juga sangat baik. sebagai wakil keluarga bila berhubungan dengan masyarakat. 2. Istri sebagai ibu rumahtangga bertugas mengatur dan mengelola rumah tangga. mewakili suami. anak membantu orang tua sesuai dengan kemampuannya dalam membantu orang tuanya. membina kerukunan rumah tangga dan membantu mencari nafkah bagi keluarga seperti membatik dan berjualan. melindungi dan membimbing anggota keluarga. artinya hubungan keluarga kawin sirri terjalin sebagaimana hubungan dalam keluarga pada umumnya.

melindungi keluarga. masalah anak. dengan membimbing seluruh anggota keluarga agar berkembang sesuai dengan keinginannya dan mengawasi pendidikan anak-anaknya. membina kerukunan rumah tangga. dan membina anak dalam pendidikan. Hal tersebut nampak dari adanya bantuan dari mertua. mendapatkan keamanan dalam hidup. singkatnya mengurusi kehidupan rumah tangga. Suami adalah pelindung bagi istri dan anak-anaknya. khususnya mertua/ orang tua suami atau istri sangat baik pula. Selain itu. juga sebagai wakil keluarga bila berhubungan dengan masyarakat. bertugas mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga. hal ini disebabkan karena keluarga berfungsi sebagaimana mestinya. Hubungan Keluarga Inti kawin sirri dengan Rumah Tangga lainnya Hubungan keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya. dan ia juga teman berbincang-bincang bagi suami. mengasuh anak. Sebaliknya istri adalah pusat kedamaian bagi keluarganya. Hubungan dalam keluarga pasangan kawin sirri yang tidak bercerai sangat baik. 4. Adapun fungsi pokok keluarga yaitu: tempat menikmati bantuan. Artinya. keluarga inti kawin sirri membantu apabila mertua mengalami kesulitan. kesehatan anak dan 89 . bertanggung jawab terhadap terhadap kehidupan keluarga. apabila mengalami berbagai kesulitan seperti ekonomi. Seorang istri mempunyai fungsi dan peranan mengatur dan mengelola rumah tangga dan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. mewakili suami.berangkat sekolah dan mengaji. suami sebagai kepala keluarga. Selain itu anak-anak selalu berkerjasama dan melakukan pembagian kerja sesuai dengan kemampuannya. mendapat pengasuhan dan mendapatkan permulaan dari pendidikannya. pekerjaan dan sebagainya dengan begitu sebaliknya.

Hendaknya pemerintah memberikan kemudahan dalam melakukan pencatatan perkawinan pada orang-orang yang melaksanakan perkawinan di perantauan. mengingat tokoh agama mempunyai peranan yang penting dalam membentuk keyakinan masyarakat. Saran Dengan hasil penelitian diatas. tetapi lebih dari itu ia memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan peradaban manusia. dan banyak pula yang bekerja untuk membantu mencari nafkah bagi keluarganya. Sehingga orang perantau tidak terjerumus pada praktek kawin sirri. bertani atau menjadi buruh tani. Sebab ia merupakan panutan masyarakat. 2.suami. saran-saran tersebut adalah sebagai berikut : 1. membatik. Disamping itu hendaknya tokoh agama membantu pemerintah memberikan penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya pencatatan perkawinan. sehingga antara saudara (siblnigs) dan hubungan antara keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya) mengakibatkan kaburnya keturunan/nasab suatu keluarga. baik 90 . terutama oleh masyarakat perantauan. hubungan antara orangtua-anak. yang kemudian hari dikhawatirkan dapat mengakibatkan incest. Oleh karena itu kawin sirri bukan merupakan hal sepele yang hanya berkaitan dengan “sah” atau “tidak sah”nya suatu perkawinan. seperti berdagang. terlebih lagi masyarakat Madura yang sangat fanatik terhadap tokoh agama/ kyai. B. maka ada beberapa saran yang diberikan untuk mencegah semakin berkembangnya praktek kawin sirri pada masyarakat. Kawin sirri berpengaruh pada putusnya hubungan dalam keluarga (hubungan antara suami-istri.

91 .dalam hubungan Individu sesamanya maupun dalam hubungan sebagai anggota masyarakat.

Surabaya: IAIN Sunan Ampel. Majalah Perkawinan dan Keluarga. Pembinaan dan Pelestarian Pekawinan (BP4) Pusat. Ihromi. 1984. Hafsah. Kinasih. Universitas Indonesia.O. Holilah.1 Tahun 1974 (Kasus Poligamai di Kabupaten Sampang). Jakarta:PPs. DEPAG. 1992. Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Skripsi. Sri Endang. Jakarta: Dian Rakyat. Surabaya:Jurnal Imiah FAI Unmuh. Dakwatul. Pendidikan dan Dakwah) no. Kecamatan Tanjungbumi. Kawin Sirri Pada Masyarakat Kalisat.1 Edisi September 2001. 1996. 1992. T. Siti. Tuntunan Pendidikan Berkeluarga.. Bunga Rampai Sosiologi Keluarga. Dalam Mihrab (Pemikiran Hukum. No. Aziz. Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. SH. Jakarta: Bekerjasama dengan BKKBN. 1999. Koentjaraningrat.DAFTAR PUSTAKA Abdurrahman. Problem Nikah di Luar Prosdur. Kabupaten Bangkalan). 2003. Abu Abdul. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. 92 . Surabaya: UNAIR. Surabaya: IAIN Sunan Ampel. Tesis. Jakarta:Badan Penasehatan. MH. Perkawinan Sirri Hubungannya Dengan UU No. 320/1999. Skripsi. 1992. 2002. Tesis. Jakarta: Akademika Pressendo. Nikah Sirri Bagi Eks Wanita Harapan Di Lingkungan Lokalisasi Bangunsari Kodya Surabaya. Chairah. Kawin Sirri Pada Masyarakat Madura (Studi Kasus Tentang Faktor Penyebab dan Pengaruh Kawin sirri Terhadap Hubungan Dalam Keluarga di Desa Bumianyar.

Tinjauan Hukum Islam Terhadap Nikah Sirri di Kecamatan Porwosari Kabupaten Purwosari. Hukum Kewarisan. Muhdor. 2002. Zuhdi. Lexy. James P. 1993. 93 . Khoirudin. A. Jakarta: Sinar Grafika. j. Al-Muwatha‟ II. Siong. Kinta.. Gouw Giok. Sredley. Surabaya: IAIN Sunan Ampel. Remaja RosdaKarya. Dar Al-Fikri Marsudi. 2000. Idris. Idris.2002. Kawin Sirri Dan Poligami Di Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan. Laporan Penelitian. Hukum Perdata Internasional Indonesia. Hukum Perkawinan. Mesir: Istiqamah Qahirah. Surabaya: IAIN Sunan Ampel. Skripsi. Universitas Muhammadiyah. Mufassirah.Malik Ibnu Abbas. Jakarta:PT. Memahami Hukum Perkawinan. Fuadie. 2002. 1995. Tiara Wacana. Ponorogo: Fakultas Syari’ah IAIN Sunan Ampel. Ibnu. Rusy. 2000. Bandung: PT. 1964. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: INIS Nurhayati. Malang:PPs. Hukum Perkawinan Islam. 1994. Nasution. Bandung: Al-Bayan. Metode Etnografi. Ramulyo. Status Wanita Di Asia Tenggara: Studi Terhadap Perundang-Undangan Perkawinan Muslim Konyemporer Di Indonesia dan Malaysia. 1994. Kedudukan Nikah Sirri. Ramulyo. Jakarta: Bumi Aksara. tesis. Laporan Penelitian. Tradisi Nikah Sirri : Penyebab dan Pengaruhnya Bagi Masyarakat Pamekasan. Ida. 1952. Moleong.1997. Bidayatul Mujtahid. Yogyaksarta: PT. Hukum Acara Peradilan Agama dan Zakat menurut Hukum Islam. Muslih.

H. Mahmud. Pengantar Studi Sosiologi Keluarga. Latief. Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir Al-Qur’an. 1973. Carok : Konflik Kekerasan dan Harga Diri Orang Madura. Alih Bahasa R. William A. Metode Penelitian Sosial. Undang-Undang Perkawinan. Surabaya: Airlangga University Press. Surabaya: Artha Perkasa Nusantara. 1985. Yunus. Hendi dkk. Wiyata. Kamus Arab Indonesia. Soekadijo. 1999. 2001. 2002. Bagong dkk.1995. Sebab-Sebab Perkawinan di Bawah Umur dan Perkawinan Liar/Sirri di Kwanyar Kabupaten Bangkalan. 1996. Suyanto. Bandung: Pustaka Setia. Jakarta: Erlangga.G. Skripsi. 94 . Surabaya:IAIN Sunan Ampel. Antropologi II. Yogyakarta:LkiS.Suhendi. Zamroni. Haviland.

95 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful