P. 1
kawin-sirri-pada-masyarakat-madura

kawin-sirri-pada-masyarakat-madura

|Views: 543|Likes:
Published by jupridunk

More info:

Published by: jupridunk on Mar 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/29/2012

pdf

text

original

Laporan Penelitian

KAWIN SIRRI PADA MASYARAKAT MADURA
(Studi Kasus Tentang Faktor Penyebab dan Pengaruh Kawin Sirri Terhadap Hubungan Dalam Keluarga di Desa Buminyar, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan)

H O L I L A H, S. Ag, M.Si Nip. 197618102008012008

PUSAT STUDI GENDER (PSG) IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA 2009

1

KATA PENGANTAR
Bismillaahirrohmaaanirrohiim

Alhamdulillaahi Robbil ‘alamiin, atas rahmat dan karunia-Nya peneliti dapat menyelesaikan penyusunan laporan penelitian individual ini dengan judul: “Kawin Sirri pada Masyarakat Madura (Studi Kasus tentang Faktor Penyebab dan Pengaruhnya terhadap Hubungan dalam Keluarga di Desa Bumianyar, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan”). Allaahumma Sholli ‘alaa Sayyidinaa Muhammad, semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, Nabi paling akhir, yang telah menyampaikan risalahNya dan membawa manusia ke jalan kesempurnaan hidup lahir dan batin, di dunia dan akhirat. Kawin sirri merupakan perkawinan yang telah mememuhi rukun dan syarat nikah tapi tidak dilakukan di hadapan PPN dan tidak didaftarkan di KUA. Perkawinan tersebut oleh pemerintah dianggap tidak sah. Meskipun demikian perkawinan tersebut banyak dilakukan bahkan menjadi mode masa kini yang timbul dan berkembang diam-diam pada sebagian masyarakat Islam Indonesia. Mereka berusaha menghindari diri dari sistem dan pengaturan perkawinan menurut UU No. 1 Tahun 1974 yang birokratis dan berbelit-belit serta lama pengurusannya. Akibatnya perkawinan tersebut tidak dilindungi hukum dan tidak mempunyai kekuatan. Demikian pula dengan anak-anak yang dilahirkan. Banyak faktor penyebab terjadinya kawin sirri, diantaranya karena terjadinya nikah perjodohan, keyakinan, ketidak tahuan masyarakat akan fungsi surat nikah, ekonomi, poligami, keteledoran aparat desa atau PPN, keterbatasan-keterbatasan administratif, janda, dan nikah yang tidak direstui orang tua.

2

Hal tersebut bertentangan dengan wacana tentang perempuan yang kini banyak dibicarakan oleh kaum feminis. Artinya disaat mereka berbicara tentang ketidakadilan gender justru kaum perempuan yang lain terjebak dalam ketidakadilan itu. Hal ini bisa terlihat bagaimana berlakunya hukum agama dan hukum adat terutama dalam membuat keputusan menikah (berkeluarga), membuat perempuan terjebak pada sistem patriarki. Untuk mencegah semakin berkembangnya praktek kawin sirri pada masyarakat, maka diharapkan pada pemerintah untuk meninjau kembali proses pencatatan perkawinan dan memberikan kemudahan pada masyarakat dalam melakukan proses pencatatan perkawinan sebagaimana diatur oleh Undang-undang. Disamping itu, pelunya penyadaran, khususnya kepada kaum perempuan akan pentingnya surat nikah, yang dilakukan oleh berbagai lembaga dan institusi secara massif, seperti lembaga keagamaan, pendidikan, badan penasehat perkawinan di KUA, pusat-pusat studi gender dan lain-lainnya. Dengan demikian, diharapkan penelitian ini dapat menjadi masukan, terutama pada pasutri kawin sirri tentang pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga, dalam konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara baik secara sosiologis, psikologis maupun yuridis dengan segala akibat hukum dan konsekuensinya, sehingga dapat menjadi pertimbangan bagi pasangan yang sudah maupun akan kawin sirri untuk segera mendaftarkan perkawinannya di KUA. Peneliti menyadari bahwa hasil dari penelitian ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu peneliti mengharap masukan dan saran para pembaca untuk kesempurnaan laporan ini. Tak lupa peneliti menyampaikan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah ikut berjasa bagi selesainya penelitian ini: 1. Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si selaku Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya. 2. Ibu Lilik Hamidah, M.Si selaku ketua Pusat Studi Gender (PGS) IAIN Sunan Ampel Surabaya yang memberikan kepercayaan pada peneliti 3. Bapak Kepala Desa, Moh. Sai’id Effendi beserta staf dan Bapak Camat Tanjungbumi, Drs. Akhmad Tumiran beserta staf, yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian ini. Bapak Kepala KUA, Drs. Nasikhun beserta staf, Kak

3

pada semua pihak yang telah banyak membantu dalam penyelesaian penulisan ini. 01 Desember 2009 Penulis Holilah. Akhirnya.Zainuri dan Mbak Maskunah yang telah membantu dalam penyediaan data serta informasi guna kelancaran penelitian ini. Amin. anak tersayang Anake Bemimala yang telah memberikan motivasi dan perhatian yang besar.Ag. Suami tercinta Nurur Rohman.Si 4 . 4. S. Surabaya. ST. semoga Allah SWT senantiasa memberikan imbalan yang setimpal atas segala bantuan yang diberikan. M.

........................................ Kawin Sirri dan Keluarga....................... Kawin Sirri .................................................................. Hubungan-Hubungan dalam Keluarga ................................... Latar Belakang Masalah .................................................................................................... Sejarah dan Perkembangan Kawin Sirri ......... 24 B.... Sistematika Pembahasan............................................................................................................................................................................................................. 1 B... 28 3.......................................................... 20 2........... C............. 9 F............................ 1 A....................... E............ 26 1...................................................... Tipe-Tipe Keluarga ..................... 17 1...................................................... 30 5 .................... 23 3............................................................................................................................ ii DAFTAR ISI ...............................................................DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ....... 26 2.............. 17 A............................................................................. Fungsi dan Peranan Anggota Keluarga .............. Tujuan Penelitian............................. Kawin Sirri dalam Pandangan Hukum Islam ................................................................................................................................ Kawin Sirri dalam Pandangan Hukum Negara ............ vii BAB I PENDAHULUAN .................... i KATA PENGANTAR ........................... Rumusan Masalah ........ 15 7 7 8 BAB II TINJAUAN TEORITIS .................... Manfaat Penelitian...................................................................................................... Metode Penelitian.............. v DAFTAR TABEL ................................................................................................. D.....................................

... 37 6................................................. 34 3.. Pengaruh Kawin Sirri terhadap Hubungan dalam Keluarga .........4.................... Deskripsi Lokasi Penelitian ............................................................................... 35 4........................................................................60 1......................... 49 1.................. Perkawinan .............................. 33 2............. Kawin Sirri . 47 BAB IV FAKTOR PENYEBAB KAWIN SIRRI DAN PENGARUHNYA TERHADAP HUBUNGAN DALAM KELUARGA ........ 38 7.................................................... Faktor penyebab kawin sirri yang dilakukan di perantauan .......... 33 1........... 35 5.............................................. Pemukiman ......................................................................... Faktor Penyebab Kawin Sirri .......................... 31 BAB III GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN .......................................................................................... 44 b........................................ Demografi ..................................... Faktor penyebab kawin sirri yang dilakukan di Bumianyar ........ Sejarah Penduduk Bumianyar Merantau .................................. Pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga pada pasangan kawin sirri yang bercerai ............. 40 1..................................................... Letak dan luas Wilayah ............................................................................................. 39 B..................................................................... Bentuk Kawin Sirri ....................... 45 c....... Sejarah Kawin Sirri............ Sistem kekerabatan ............................................. Pengaruh Kawin Sirri Terhadap Hubungan dalam Keluarga ............ Keagamaan ..........................................55 B... Proses pelaksanaan Kawin Sirri ........................................................................................................................ 49 A......................................... 49 2............................................................................................... 40 2......................................... Pendidikan .60 6 ................................ 45 d........................................................ 44 a.................. Deskripsi Perkawinan ..... 33 A..................... Tempat Pelaksanaan Kawin Sirri .........................

.......................65 BAB V PENUTUP .......... 71 1.................................................................................... Kesimpulan .....................................................................................................................................................................................2......................................... 71 2............................................................... Pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga pada pasangan kawin sirri yang tidak bercerai ..........................................84 7 ............ 82 DAFTAR PUSTAKA ...... Saran ................

..........4 : Jumlah Penduduk berdasarkan Tingkat Pendidikan ......... 35 Tabel .......... 33 Tabel 3...............2 : Jumlah Penduduk menurut Jenis Kelamin ..........................................................................3 : Jumlah Penduduk menurut Jenis Pekerjaan. 35 Tabel 3.........................1 : Luas Wilayah per Ha Desa Bumianyar............DAFTAR TABEL Halaman Tabel 3....................................... 36 8 ...........................

2000). Latar Belakang Masalah Sebelum Undang-Undang No. (Jakarta: Sinar Grafika. Tradisi Nikah Sirri: Penyebab dan pengaruhnya bagi masyarakat pamekasan. 5 9 . tesis. 4 Lihat Lihat Wadjdi dalam Majalah Perkawinan dan Keluarga “Problema Nikah di luar prosedur” no. Setelah UU Perkawinan tersebut diberlakukan maka dalam pasal 2 ayat (1) dijelaskan bahwa perkawinan dipandang sah apabila dilakukan menurut hukum agama dan kepercayaannya. dan Zakat Menurut Hukum Islam. yaitu sesuai dengan hukum agama dan hukum adat yang dianut masyarakat. pasal 6 ayat 1 dan 2 dan pasal 7 ayat 1. Jika suatu perkawinan telah di catat oleh PPN dengan bukti adanya buku nikah maka akan memiliki akibat hukum. Universitas Muhammadiyah. dalam ayat (2) perkawinan harus dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. 320 tahun 1999. Malang: PPs. 3 Marsudi. Mufassirah. Idris Ramulyo. Ida Nurhayati. 2002). 1 Tahun 1974 tentang perkawinan pasal 2 ayat 1 dan 2. Skripsi. Perkawinan dipandang sah apabila dilaksanakan sesuai dengan ajaran agama atau adat yang berlaku. 9 Tahun 1975 tentang pelaksanaan UUP no. Kedudukan Nikah Sirri. hal. Hukum Perkawinan. 2 Lihat Kompilasi Hukum Islam pasal 5 ayat 1. Selanjutnya. (Surabaya:IAIN Sunan Ampel. 1995).1 Pentingnya pencatatan nikah karena menyangkut status istri dan anak secara obyektif. Tinjaun Hukum Islam Terhadap Nikah Sirri di Kecamatan Porwosari Kabupaten Purwosari. hukum yang mengatur perkawinan di Indonesia masih beraneka ragam. Sedangkan perkawinan yang tidak sesuai dengan apa yang di gariskan dengan UU dan kompilasi Hukum Islam 2 atau tidak dicatat dan tidak ada bukti buku nikah maka tidak memiliki kekuatan hukum3 hal ini akan menimbulkan masalah bagi anggota keluarga di kemudian hari.BAB I PENDAHULUAN A. 4 1 Lihat Peraturan Pemerintah no. Laporan Penelitian (Ponorogo: Fakultas Syariah IAIN Suanan ampel. 1994). 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan diberlakukan. Hukum Kewarisan. Hukum Acara Peradilan Agama.

yang birokratis dan berbelit serta lama pengurusannya. h. 239 Gouw Giok Siong. Hukum Perkawinan Islam. Untuk itu menempuh cara sendiri yang tidak bertentangan dengan hukum Islam.Adanya hukum negara tersebut dimaksudkan sebagai alat untuk mengatur dan mengendalikan norma. aturan atau hukum perkawinan dalam masyarakat. dalam jangka waktu tertentu (samen leven). yang oleh Ramulyo di sebut “perkawinan di bawah tangan”5 Menurut Siong6 kawin sirri merupakan bentuk perkawinan yang timbul dan berkembang secara diam-diam pada sebagian masyarakat Islam Indonesia. akan tetapi kenyataan yang ada menunjukkan bahwa hukum yang diperkenalkan oleh negara belum tentu selaras dengan norma. Permasalahan yang hampir sama dengan kawin sirri adalah proof marriage (kawin percobaan) yang saat ini menjadi mode di Eropa. dimana para remaja (putra-puteri) melakukan observasi (menjajaki) sampai seberapa jauh diantara mereka terdapat perselisihan paham baik ideal maupun praktis dalam membina keluarga yang harmonis kelak. Kinta. baik dalam soal kesukaan (hobby) pribadi 5 6 Idris Ramulyo. (Jakarta: PT. Hukum Perdata Internasional Indonesia. (Jakarta: Bumi Aksara.1 Tahun 1974. kebiasaan. Untuk itu mereka melakukan proof marriage (kawin percobaan). aturan atau hukum perkawinan dalam masyarakat. Perkawinan sirri adalah perkawinan yang memenuhi rukun dan syarat perkawinan tapi tidak di daftarkan di PPN seperti yang diatur dan di tentukan oleh UUP no.20 10 . Mereka berusaha menghindari diri dari sistem dan cara pengaturan pelaksanaan perkawinan menurut Undang-Undang No. lebih konkretnya di Swedia. Bila ternyata diantara mereka dalam jangka waktu tertentu itu. 1964) h. kebiasaan. 1 Tahun 1974. Aturan perkawinan dalam masyarakat antara lain tercermin melalui perkawinan sirri. 2002).

Modernis. jam 19. (Jakarta. Ruang Pendapat. 9 Seperti halnya di Negeria dilarang poligami. atas perintah Sweden‟s Royal Communision on Sexual Live in Swedia yang dimuat dalam majalah Reader‟s Digest. Siaran Warta Berita Minggu. 33% (tiga puluh tiga persen) pengantin wanita sudah hamil pada waktu melakukan perkawinan formal mereka.20 dan Berita Harian Sinar Pagi. kira-kira 1 (satu) dari 7 (tujuh) orang anak yang lahir adalah anak di luar nikah.71 11 . karena Swedia termasuk salah satu Negara yang makmur di Eropa dengan Gross National Product (GNP) perkapita tertinggi di Eropa. Aspek-Aspek Kehidupan Narkotika. Mei 1982 8 Lihat Majalah Tempo. Sitterberg. Bila tidak.7 Mungkin juga ada faktor lain misalnya keadaan wanita yang sangat parah di Swedia yaitu 10% (sepuluh persen) wanita Swedia meninggal dunia sebagai perawan tua. Pornografi. 1971) h. apabila dalam jangka waktu tertentu si wanita dapat melahirkan seorang anak atau sekurang-kurangnya telah hamil. Alkoholisme. mereka para gadis dan janda disana dikawin dengan pria yang sudah beristri secara diam-diam. (Jakarta : PT. CV. mereka mencoba lagi dengan pasangan yang lain dan seterusnya.Grafisi Pers. 90% (sembilan puluh persen) penduduk Swedia melakukan hubungan seksual sebelum nikah. 21 9 sismono. Peningkatan dalan hubungan perkawinan yang formal ini. 16 Mei 1982. terdapat konsekuensi atau persesuaian paham maka hubungan mereka secara formal ditingkatkan dalam ikatan perkawinan. 1975. tahun No. Hal ini bisa terjadi di swedia. kemudian apabila ketahuan ditanyakan 7 Lihat TVRI. tanpa pernah mendapat suami. Kehiduapan Seksual.maupun dalam masalah seksual. 8 Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Hary L. namun untuk menghindari diri dari ketentuan undang-undang ini.

maka menjawab saya bukan istrinya. Dalam konteks masyarakat Indonesia pada umumnya. Yang penulis maksud disini bukanlah proof marriage seperti di Swedia atau gundik-gundik di Negeria. dan Sri Endang Kinasih. keramat.11 Sedangkan dalam masyarakat modern menganggap bahwa perkawinan adalah sebuah “kontrak sosial”. 2002). Tradisi Nikah Sirri: Penyebab dan pengaruhnya bagi masyarakat pamekasan. 11 Sakral berarti suci. 12 . tesis. (Surabaya: IAIN Sunan Ampel. karenanya perkawinan sering merupakan sebuah pilihan. budaya dan agama dalam masyarakat. dengan beberapa variasi dari sudut pandang masyarakat yang fanatisme Islam tetapi kurang memahami hukum Islam dalam kaitannya dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dewasa ini. motif juga bisa berfungsi seremonial dan terkadang dianggap mempunyai nilai. terutama masyarakat yang tinggal di daerah pedesaaan atau pinggiran mempersepsikan perkawinan sebagai suatu “kewajiban sosial” daripada manifestasi kehendak tiap individu (terutama wanita). studi Kasus di Desa Kalisat. Sebab-Sebab Perkawinan Di Bawah Umur dan Perkawinan Liar/Sirri di Kwanyar Kabupaten Bangkalan. 2002). Tesis: (Depok: Universitas Indonesia. Mengatasi masalah diatas orang Madura pada umumnya menjodohkan anaknya yang masih berumur lima tahun (balita) dan bahkan ada yang menjodohkan anak10 Zamroni.kepadanya. 1996) . Perkawinan Sirri di kangan Masyarakat Kalisat. Mufassirah. (Malang: PPs. tetapi gundiknya dan memang disana gundik tidak dilarang. Universitas Muhammadiyah. Secara umum dapat diajukan sebuah pandangan bahwa dalam masyarakat tradisional menganggap perkawinan sebagai “keharusan sosial” yang merupakan tradisi yang dianggap sakral.10 Hal tersebut tak lepas dari persepsi masyarakat tentang perkawinan. Kabupaten Pasuruan Jatim. Perkawinan sirri merupakan fenomena yang terkait erat dengan nilai sosial. Kecamatan Rembang. tetapi dalam tulisan ini mempunyai motif yang hampir sama dengan keadaan yang digambarkan diatas. Skripsi.

semua orrang akan mencemoohnya sebagai perempuan tidak laku (ta‟ paju lake). Perempuan Dalam Budaya: Dominasi Simbolis dan Aktual Kaum Lelaki Dalam Menakar “Harga” Perempuan: Eksplorasi Lanjut atas Hak-Hak Reproduksi Perempuan Dalam Islam (Bandung: Mizan. Penelitian Afdol (1983) di Kabupaten Bangkalan menunjukkan bahwa alasan mempercepat perkawinan bagi anak wanita selain alasan adat kebiasaan setempat (77. 1999) h. Apabila melebihi umur tersebut ternyata belum juga menikah.78%).12 Penelitian Indraswari13 di Jawa Timur. Fenomena Kawin Muda dan Aborsi: Gambaran Kasus Dalam menakar “Harga” Perempuan: Eksplorasi Lanjut Atas Hak-Hak reprosuksi Perempuan Dalam Islam (Bandung: Mizan. Carok: Konflik Kekerasan dan Harga Diri Orang Madura. Oleh karena itu inisiatif menjodohkan anak dibawah umur hamper selalu datang dari pihak orangtua perempuan. Perkawinan tersebut disebut dengan kawin sirri. (Yogyakarta: LKiS. Menurut pandangan mereka. 14 12 Latif Wiyata. Perkawinan lebih merupakan ritus kepuasan orangtua dan bukan kepentingan anak.32%). juga didasarkan pada pertimbangan ekonomi (22. Mempercepat mengawinkan anak wanita merupakan tuntutan agar anak segera “mentas” dan setelah itu orangtua mereka merasa puas karena telah menunaikan tugas sosial sebagaimana mestinya. 2002) h. seorang perempuan seharusnya sudah menikah tidak lama setelah mengalami haid yang pertama atau pada umur antara 12-15 tahun. 140 14 Muhammad Sobary. 95 13 . 56-57 13 Indraswari. Pada saat itulah kedua orangtuanya serta anak perempuan yang bersangkutan merasakan aib dan malu pada semua orang dilingkungan sosialnya. 1999). khususnya pada etnik Madura menunjukkan bahwa mereka mengawinkan anak gadisnya di bawah umur 16 tahun tanpa melalui KUA.anaknya ketika masih berada dalam kandungan ibunya atau pada saat baru dilahirkan. h.

Malaysia. Effendi: “Kesadaran masyarakat untuk mendaftarkan perkawinannya ke KUA masih sangat rendah.Di Kecamatan Tanjungbumi. Nasikhun mengatakan: “Di Kecamatan Tanjungbumi ini. Kabupaten Bangkalan yang mayoritas penduduknya beragama Islam. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam. 2.” Pendapat diatas menunjukkan tentang masih rendahnya jumlah penduduk yang melangsugkan perkawinan dan didaftarkan di KUA di beberapa desa di Kecamatan Tanjungbumi. Selain itu kawin sirri juga mengakibatkan hubungan kekuasaan antara laki-laki 14 . di desa-desa tertentu masih banyak ditemui perkawinan yang tidak didaftarkan di KUA. yang demikian itu dilakaukan oleh masyarakat yang melangsungkan perkawinannnya di perantauan seperti Arab Saudi. Kalimantan dan lain-lain.” Hal senada juga dikatakan oleh Kepada Desa Bumianyar. Kawin sirri jika dikaitkan dengan pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin maka wanita lebih terbebani daripada laki-laki karena ia tidak hanya sebagai ibu rumah tangga tapi juga sebagai kepala keluarga yang bertugas mencari nafkah. Fenomena ini menarik untuk dikaji karena: 1. banyak didapati perkawinan yang tidak tercatat di KUA. Menurut Kepala KUA Tanjungbumi. Kawin sirri jika dikaitkan dengan UU No. maka perkawinan tersebut dianggap tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum sehingga berpengaruh terhadap perwalian serta status istri dan anak guna mendapatkan segala hak yang menyangkut diri dan harta bendanya.

tercermin dalam hal menentukan calon pengantin. namun perkewinan tersebut saat ini berkembang secara diam-diam dengan beragam bentuk dan alasan. Kecamatan Tanjungbumi. 3. Meskipun kawin sirri mempunyai beberapa dampak diatas. dimana hal tersebut bertentangan dengan wacana tentang perempuan yang kini banyak dibicarakan oleh kaum feminis. Artinya disaat mereka berbicara tentang ketidakadilan gender justru kaum perempuan yang lain terjebak dalam ketidakadilan itu. penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut: 1. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. Kabupaten Bangkalan? 2. perceraian dan penguasaan seksual.(suami) tidak setara dengan wanita (istri). Faktor apakah yang menyebabkan kawin sirri terjadi di Desa Bumianyar. Tujuan Penelitian Penelitian ini mempunyai tujuan sebagai berikut : 1. Tujuan umum Menganalisis dan mendeskripsikan kawin sirri yang dilakukan oleh penduduk Bumianyar 15 . membuat perempuan terjebak pada sistem patriarki. Bagaimana pula pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga? C. Hal ini bisa terlihat bagaimana berlakunya hukum agama dan hukum adat terutama dalam membuat keputusan menikah (berkeluarga).

2. bangsa dan negara baik secara sosiologis. terutama pada pasutri kawin sirri tentang pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga. dalam konteks kehidupan masyarakat. Menganalisis dan mendeskripsikan pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga. Tujuan khusus a. Menganalisis dan mendeskripsikan mengapa terjadi kawin sirri di Desa Bumianyar b. Manfaat Penelitian Sehubungan dengan tujuan penelitian yang hendak dicapai di atas. khususnya masyarakat pedesaan. Memberi kontribusi ilmiah. yaitu sumbangan data berupa khazanah keilmuan tentang gender. tentang masih banyaknya masyarakat yang tidak mengetahui akan fungsi surat nikah. sehingga memotivasi pemerintah untuk meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya pencatatan perkawinan dengan bekerjasama dengan kyai dan tokoh masyarakat setempat. Memberi kontribusi pada masyarakat. Memberi masukan pada pemerintah. sehingga dapat menjadi pertimbangan bagi pasangan yang sudah maupun akan kawin sirri untuk segera mendaftarkan perkawinannya di KUA. D. mengingat kawin sirri merupakan salah satu wujud fanatisme masyarakat terhadap kyai. 16 . psikologis maupun yuridis dengan segala akibat hukum dan konsekuensinya. khususnya dalam kajian kawin sirri dan pengaruhnya terhadap hubungan dalam keluarga. 3. maka penelitian ini di harapkan dapat memberi manfaat sebagai berikut : 1. 2.

akan tetapi oleh karena suatu alasan dan pertimbangan terutama masalah dana dan waktu. yang dilakukan di desa Bumianyar. Pertimbangan memilih Desa Bumianyar ini mempunyai arti yang signifikan dalam hal kegiatan operasional dilapangan karena: a. Pemilihan Lokasi Penelitian Meskipun obyek penelitian adalah kasus kawin sirri yang dapat ditemukan diseluruh kecamatan Tanjungbumi. Desa Bumianyar memiliki penduduk merantau yang tinggi dibandingkan desa lainnya. sehingga penulis dapat dengan mudah bergaul dan ikut dalam berbagai aktivitas mereka guna mendapat data tentang kawin sirri. 1. maka pengamatan lapangan hanya difokuskan pada kasus kawin sirri yang terjadi desa Bumianyar sebagai tempat tinggal penulis. sehingga praktek kawin sirri diperantauan lebih banyak dilakukan oleh penduduk desa Bumianyar dibandingkan desa lainnya. 17 . Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (filed reseach) dengan menggunakan pendekatan studi kasus (case study). Kecamatan tanjungbumi. Penulis adalah orang yang dilahirkan di Desa Bumianyar dan memiliki hubungan baik dengan masyarakat dan penduduk Bumianyar.E. termasuk pasangan kawin sirri. b. Kabupaten Bangkalan.

2. Metode Etnografi. maka besar kecilnya informan bukan menjadi prioritas utama dalam upaya penggalian data. Latief –Rahma. Penentuan Informan Mengingat penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. h. namun yang menjadi titik penting adalah kualitas informan dalam memberikan data yang jelas dan akurat sesuai dengan kebutuhan.Sredley. b) Keterlibatan langsung Informan adalah orang yang terlibat langsung dengan topik yang sedang diteliti. 61-70 18 .1997). Spradley 15 menyebutkan bahwa paling sedikit ada lima kreteria yang perlu diperhatikan dalam memilih informan yang baik yaitu: a) Enkulturasi penuh Enkulturasi merupakan proses alami dalam mempelajari suatu budaya tertentu. Bahar-Hasna dan indra adalah pasangan yang melakukan kawin sirri lebih dari 2 tahun dan kenal baik dengan peneliti. Yogyaksarta: PT. Dalam penelitian ini semua informan yang terpilih adalah individu atau pasangan yang telah atau sedang melakukan kawin sirri dan saat ini berada di desa Bumianyar. Tiara Wacana. karena tempat tinggalnya berdekatan dan sekarang tinggal peneliti di desa Bumianyar. . 15 James P. Informan yang baik mengetahui budayanya atau paling tidak harus mempunyai keterlibatan dalam suasana budaya selama 1 tahun. Misalnya pasangan HendraVita.

Hal ini diharapkan diperoleh banyak informasi yang dibutuhkan oleh peneliti. namun dalam penelitian ini. Individu-individu atau pasangan yang telah atau sedang melakukan kawin sirri yang terdiri dari 3 individu kawin sirri (Ninan. Indra dan Rudi) dan 5 pasangan 19 . Misalnya dalam melakukan wawancara dilakukan pada saat pasangan kawin sirri sedang santai pada malam hari. 2. e) Non analitik Informan adalah orang yang dalam memberikan informasi tidak menganalisis atau mengolah pertanyaan terlebih dahulu. peneliti mengenal baik suasana budaya yang diteliti. meliputi perangkat desa. Dalam penelitian ini yang termasuk informan adalah: 1. Individu-individu yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang baik tentang permasalahan yang diteliti. d) Cukup waktu Penelitian hendaknya dilakukan dengan memilih informan yang memiliki cukup waktu untuk dimintai informasi. sehingga bersifat apa adanya. mengingat peneliti adalah orang yang dilahirkan di desa Bumianyar sehingga penelitilebih obyektif dalam memilih informan. tokoh masyarakat dan kiai sebagai orang yang berperan dalam menikahkan orang-orang yang melakukan kawin sirri.c) Suasana Budaya yang tidak dikenal Artinya peneliti tidak mengetahui suasana budaya yang diteliti sehingga mengalami kesulitan dalam memilih informan. pegawai KUA.

Latief-Rahma. Pengumpulan Data Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan melalui proses: 1. Kabupaten Bangkalan). Dalam hal ini peneliti lakukan ketika pulang ke desa Bumianyar. kecuali pasangan Hadi-Ina melakukan kawin sirri di luar desa Bumianyar (yaitu di Desa Katol. Sedangkan pasangan Anas-Titin dan Bahar-Hasna. Jawahir. Moh. Mastur dan Kiai di Kecamatan Tanjungbumi yaitu KH. Pengamatan terlibat (observasi participant) Suatu teknik yang mengharuskan peneliti melibatkan diri kedalam berbagai aktivitas dan kehidupan masyarakat setempat.suami istri kawin sirri (Sahrul-Ulfa. 16 Dalam menemukan informan seperti individu atau pasangan yang telah atau sedang kawin sirri. 16 Semua nama informan diatas bukan nama sebenarnya (disamarkan) 20 . melakukan interaksi sosial untuk menemukan pemahaman masyarakat tentang kawin sirri. Sedangkan untuk menemukan informan yang melakukan kawin siriri di perantauan peneliti menemui orasng yang sering pergi merantau yaitu Seniwi dan Mat Solli. dan Hadi-Ina) kedua pasangan tersebut melakukan kawin sirri di desa Bumianyar. dengan ikut serta dalam berbagai aktivitas. tidaklah sulit bagi penulis yaitu dengan cara menemui tokoh masyarakat seperti H. Pada umumnya individu atau pasangan yang telah atau sedang melakukan kawin sirriterbuka dan tidak malu menceritakan pengalamannya. kedua pasangan tersebut melakukan kawin sirri di perantauan. 3. Kegiatan ini dilakukan secara intensif sejak pertengahan Maret.

dan di KUA (data 17 Bagong Suyanto. peneliti menyusun beberapa pertanyaan pokok sebagai pedoman untuk membuka pertanyaan. 2. di Kecamatan (tentang keluar masuknya penduduk). Misalnya.mendengarkan pandangan-pandangan dan merasakan keadaan pasangan kawin sirri. 206 21 . 1995). (Surabaya: Airlangga University Press. Wawancara dengan pasangan suami istri kawin sirri dilakukan secara terpisah dalam waktu bersamaan untuk memperkecil kesempatan pasangan dalam menyamakan ceritanya. peneliti sering berkunjung ke rumah pasangan kawin sirri. Dokumentasi dan kepustakaan Dokumentasi dilakukan untuk memperoleh data dari desa (seperti demografi desa). Metode Penelitian Sosial. 3. Untuk menunjang wawancara mendalam peneliti menggunakan peralatan lain berupa buku catatan harian mengenai kegiatan penelitian dan tape recorder untuk merekam hasil wawancara. 17 Dalam wawancara mendalam. Bahasa yang dipergunakan dalam wawancara adalah bahasa Madura. h. Hal ini dengan pertimbangan sebagai mekanisme adaptasi dan agar terkesan tidak berjarak antara peneliti dan informan. Selanjutnya pertanyaan berikutnya didasarkan pada jawaban atas pertanyaan pokok tersebut. Wawancara mendalam (indepht interview) Wawancara mendalam adalah teknik pengumpulan data yang didasarkan pada percakapan secara intensif dengan suatu tujuan. Pertanyaan tersebut ditujukan kepada informan. bahkan terkadang membantu pekerjaannya seperti memasak di dapur.

selanjutnya diidentifikasi berdasarkan tema. yaitu: 1. Data yang terkumpul sejak awal penelitian. 4. Cerai dan Rujuk / NTCR). Data kepustakaan digunakan untuk memperoleh data tentang hasil penelitian sebelumnya.Nikah. studi dokumentasi dan kepustakaan. Talak. Analisis dilakukan dalam tiga tahapan. misalnya rendahnya pemahaman masyarakat tentang fungsi surat nikah. Data yang terkumpul kemudian diklasifikasi dan diidentifikasi berdasarkan pola. tema dan sub-sub tema. wawancara mendalam. 22 . kemudian dapat diklasifikasikan kedalam faktor penyebab kawin sirri. sehingga dapat mengumpulkan hasil yang ingin diucapai untuk menjawab permasalahan yang diajukan dalam penelitian. sejarah kawin sirri dalam pandangan hokum Islam dan Negara serta konsep dan teori menganai keluarga. Tahap penemuan. agar dapat terlihat hubungan suatu gejala dengan gejala yang lain. Selanjutnya data dikelompokkan dan dikategorikan. kemudian diinterpretasikan melalui teori-teori yang relevan agar dapat dianalisis. kemudian data tersebut diklasifikasikan. Data dipilah misalnya yang berkaitan dengan factor penyebab terjadinya kawin sirri dan pengaruhnya terhadap hubungan dalam keluarga. Analisis data Teknik analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data yang berasal dari observasi participant.

Mengkategorikan setiap tema. tujuan penelitian. manfaat penelitian. Memilih data dengan cara memisahkan catatan lapangan dan bahan dokumen per tema. kawin sirri 23 . Tahap penulisan Merupakan tahap memahami data dalam bentuk penulisan secara lebih lanjut. sejarah dan perkembangan kawin sirri. merangkai dan menghubungkan data serta informasi agar dapat disusun. b. mendiskusikan konsep-konsep yang terkait dengan kawin sirri. menyajikan pendahuluan yang terdiri dari: latar belakang masalah. Sistematika Pembahasan Sistematika pembahasan dalan penelitian ini bibagi menjadi lima bab: Bab pertama. metode penelitian dan sistematika pembahasan Bab kedua. rumusan masalah. Tahap ini meliputi: a. 3. yang terdiri dari: pengertian kawin sirri. artinya dengan melihat. Tahap member kode. pada keluarga kawin sirri yang bercerai dan tidak bercerai. Selanjutnya ditulis dalam bentuk penulisan yang tujuannya untuk menjawab permasalahn mengenai faktor penyebab terjadinya kawin sirri dan pengaruhnya terhadap hubungan dalam keluarga. Pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga. misalnya tentang faktor penyebab kawin sirri yang dilakukan di desa Bumianyar maupun di perantauan oleh penduduk Bumianyar. sehingga diperoleh pengertian dan premahaman. F.2.

merupakan bab terakhir yang berisi tentang kesimpulan dan saran yang diperlukan dalam menunjang penelitian ini. sejarah kawin sirri dan proses pelaksanaan kawin sirri Bab keempat. tempat pelaksanaan kawin sirri. keagamaan. system kekerabatan. Selain itu juga mendeskripsikan tentang perkawinan sirri. Selain itu juga membahad tentang konsep-konsep keluarga kaitannya dengan kawin sirri seperti: tipe-tipe keluarga. memaparkan hasil penelitian yang terdiri atas factor penyebab kawin sirri yang dilakukan di desa Bumianyar dan dilakukan di perantauan. hubungan-hubungan keluarga. pendidikan. letak dan luas wilayah. serta pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga. mendeskripsikan lokasi penelitian yang terdiri dari sejarah penduduk Bumianyar merantau. 24 .dalam pandangan hokum Islam dan kawin sirri dalam pandangan hokum Negara. pada keluarga kawin sirri yang bercerai dan tidak bercerai Bab kelima. pemukiman. yang meliputi: bentuk kawin sirri. fungsi dan peranan anggota keluarga. demografi. Bab ketiga. dan pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga.

arti yang sebenarnaya dan arti kiasan. yang artinya “bersetubuh”. Antopologi II. 25 . 93-94. h. (Jakarta: Dian Rakyat. h. Beberapa Pokok Antropologi Sosial. “Aqad” artinya ikatan atau perjanjian. maka perkawinan merupakan pengatur kelakuan manusia yang bersangkut paut dengan kehidupan seksnya. Menurut Koentjaningrat 20 perkawinan adalah suatu peralihan lifecycle dari tingkat hidup remaja ketingkat berkeluarga dari semua manusia di dunia. atau “berkumpul”. ialah kelakuan-kelakuan seks. 1985).BAB II TINJAUAN TEORITIS A. 18 Menurut Haviland19 perkawinan adalah suatu transaksi atau kontrak yang sah dan resmi antara seorang wanita dan seorang pria yang mengukuhkan hak mereka yang tetap untuk berhubungan seks satu sama lain dan yang menegaskan bahwa wanita yang bersangkutan sudah memenuhi syarat untuk melahirkan. Haviland. 1 Tahun 1974. Selain sebagai pengatur kelakuan 18 Asmin. Status Perkawinan Antar Agama: Di Tinjau dari Undang-Undang Perkawinan No. Menurut hukum Islam.G Soekardijo. Dengan demikian. Alih Bahasa: R. Arti sebenarnya nikah adalah “dham” yang artinya “menghimpit”. Arti kiasannya adalah sama dengan “wathaa”. (Jakarta: Erlangga. h. dipandang dari sudut kebudayaan manusia. nikah itu pada hakekatnya ialah “aqad” antara calon suami-istri untuk membolehkan keduanya bergaul sebagai suami iatri. 77 20 Koentjaraningrat. memiliki dua arti. terutama persetubuhan.. Jadi “aqad nikah” artinya perjanjian untuk mengikatkan diri dalam perkawinan antara seorang wanita dengan seorang laki-laki. 1992). 28 19 William A. “menindih”. (Jakarta: Dian Rakyat. Kawin Sirri Perkawinan dalam bahasa Arab adalah “nikah”. 1986).

seks, perkawinan mempunyai berbagai fungsi lain dari kehidupan kebudayaan dan masyarakat manusia. Pertama memberi ketentuan hak dan kewajiban serta perlindungan kepada hasil persetubuhan, yaitu anak-anak; kemudian perkawinan juga memenuhi kebutuhan manusia akan seorang teman hidup, memenuhi kebutuhan akan harta, akan gengsi dan kelas masyarakat dan pemeliharaan hubungan baik antara kelompok-kelompok kerabat tertentu sering juga merupakan alasan dari perkawinan. Menurut wawancara dengan seorang kiai di kecamatan tanjungbumi (KH. Jawahir) mengatakan bahwa masyarakat awam memiliki pemahaman tentang perkawiann sebagai suatu ikatan antara laki-laki ddan wanita untuk hidup bersama dan untuk mendapatkan keturunan yang sah berdasarkan hukum agama Islam. Yang digaris bawahi disini adalah yang penting sah menurut hukum agama Islam. Di samping itu, masyarakat awam juga menganggap perkawinan sebagai “kewajiban sosial” daripada manifestasi kehendak bebas tiap individu. Oleh karena itu, perkawinan dianggap sebagai “keharusan sosial” yang merupakan tradisi yang dianggap sakral. Jika diklasifikasi berdasarkan tingkat pemahaman masyarakat tentang hukum perkawinan dan usia menikah, maka di masyarakat Bumianyar terdapat tiga bentuk perkawinan yaitu: 1. Perkawinan di KUA Yang dimaksud dengan perkawinan di KUA disini adalah perkawinan yang dilakukan di KUA atau perkawinan yang dilakukan dihadapan Pegawai Pencatat Nikah (PPN) dan dicatatkan di KUA, seperti yang diatur dan ditentukan oleh UU No.1 Tahun 1974. Bentuk perkawinan ini dilakukan oleh masyarakat yang

26

menyadari akan penting hukum Negara, selain hukum Islam. Karena perkawinan bukan hanya dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT (hablum minallah) tapi juga harus dipertanggungjawabakan dihadapan hukum Negara (hablum minannas), karena menyangkut ikatan antara manusia satu dengan lainnya yaitu suami, istri, dan anak serta keluarga besar diantara susmi dan istri. 2. Perkawinan sirri Yang dimaksud dengan perkawinan sirri adalah perkawinan yang tidak dilakukan dihadapan PPN dan tidak dicatatkan di KUA. Perkawinan ini oleh Ramulyo disebut dengan istilah perkawinan dibawah tangan. Perkawinan ini biasanya dilakukan oleh kiai atau ulama atau orang yang dipandang telah mengetahui hukum-hukum munakahat (pernikahan).21 Kata sirri berasal dari bahasa Arab sirri, israar yang berarti rahasia. 22 Kawin sirri menurut arti katanya adalah nikah yang dilakukan dengan sembunyisembunyi atau rahasia. Sedangkan dalam prakteknya di masyarakat kawin sirri adalah perkawinan yang tidak disaksikan oleh orang banyak dan tidak dilakukan dihadapan PPN serta tidak dicatat di KUA setempat. 3. Perkawinan dibawah umur Perkawinan yang dilakukan sebelum usia 16 tahun bagi wanita, dan 19 tahun bagi laki-laki. Batasan ini mengacu pada ketentuan formal batas minimum usia menikah yang berlaku di Indonesia, pasal 7 ayat (1). Perkawinan ini biasanya dilakukan oleh masyarakat karena dua alasan, pertama alasan perjodohan. Dalam

21
22

A. Zuhdi Muhdor , Memahami Hukum Perkawinan, (Bandung: Al-Bayan 1994), h. 22

Mahmud Yunus, Kamus Arab Indonesia, (Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir AlQur’an, 1973), h. 167

27

perjodohan biasanya yang menentukan pasangan dan waktu menikah adalah orangtua laki-laki. Kedua, kemauan anak sendiri. Biasanya anak laki-laki ngotot minta dinikahkan ke orangtuanya, meski ia dan pasangannya belum memenuhi batas minimal usia menikah dan belum mempunyai pekerjaan. Kuatir anaknya salah pergaulan dan berdosa, orangtua menikahkan anaknya dan biasanya biaya hidup anak setelah menikah akan ditanggung oleh orangtua. Ketiga bentuk perkawinan diatas oleh masyarakat Bumianyar dianggap sah. Namun dari ketiga bentuk perkawinan yang terdapat di desa Bumianyar, peneliti hanya mengkaji kawin sirri dan perkawinan dibawah umur. Perkawinan dibawah umur dalam penelitian ini tidak dibahas dalam bahasan tersendiri tapi menjadi satu kesatuan dalam pembahasan kawin sirri, yaitu menjadi salah satu fakctor penyebab terjadinya kawin sirri di desa Bumianyar. 1. Sejarah Dan Perkembangan Kawin Sirri Istilah kawin sirri, sebenarnya bukan masalah baru dalam masyarakat Islam, sebab kitab Al-Muwatha’, mencatat bahwa istilah nikah sirri itu berasal dari ucapan Umar bin Khattab r.a ketika diberitahu bahwa telah terjadi perkawinan yang tidak di hadiri oleh saksi kecuali hanya seorang laki-laki dan seorang perempuan, maka Ia berkata yang artinya:”Ini nikah sirri, aku tidak memperbolehkannya dan sekiranya aku datang pasti aku rajam”23 Pengertian kawin sirri dalam persepsi Umar tersebut di dasarkan adanya kasus perkawinan yang hanya dengan menghadirkan seorang saksi laki-laki dan seorang perempuan. Ini berarti syarat jumlah saksi belum terpenuhi, kalau jumlah saksi belum

23

Lihat Al-Muwatha’ II, Dar Al-Fikri, hal 439

28

Syafi’i dan Ibnu Mundzir berpendapat bahwa nikah semacam itu sah. . Abu Hanifah dan Syai’i menilai nikah tersebut bukan nikah sirri karena fungsi saksi itu sendiri adalah pengumumnan (i‟lan). Malik dan Syafi’i berpendapat bahwa nikah sirri itu tidak boleh dan jika terjadi maka harus di fasakh (batal). sebab menurutnya tidak ada lagi rahasia kalau sudah ada empat orang. Edisi September 2001 Lihat Bidayatul Mujtahid. maka perkawinan yang ada saksi tetapi tidak ada pengumuman adalah perkawinan yang tidak memenuhi syarat. Dengan demikian dapat ditarik pengertian bahwa kawin sirri itu berkaitan dengan fungsi saksi. 2002).24 Ulama-ulama besar sesudahnya pun seperti Abu Hanifah.lengkap meskipun sudah ada yang datang.Status Wanita Di Asia Tenggara: Studi Terhadap Perundang-Undangan Perkawinan Muslim Konyemporer Di Indonesia dan Malaysia. 26 Akan tetapi Menurut Zahrah dalam Nasution. h. 24 25 Lihat Aziz dalam Jurnal Ilmiah Mihrab. sudah cukup mewakili pengumuman bahkan meskipun minta dirahasiakan. Imam Malik memandang perkawinan itu termasuk nikah sirri dan harus di fasakh.163 29 . ulama besar berbeda pendapat. Kehadiran saksi pada waktu melakukan akad nikah. hal 17 26 Khoirudin Nasution.25 Namun apabila saksi telah terpenuhi tapi para saksi di pesan oleh wali nikah untuk merahasiakan perkawinan yang mereka saksikan. karena yang menjadi syarat mutlak sahnya perkawinan adalah pengumuman (i‟lan). Jakarta: INIS. dalam perkembangannya di masyarakat Islam. maka perkawinan semacam ini menurut Umar di pandang sebagai nikah sirri. Keberadaan saksi hanya pelengkap. Ulama sepakat fungsi saksi adalah pengumuman (i‟lan wa syuhr) kepada masyarakat tentang adanya perkawinan. kawin sirri di pandang sebagai perkawinan yang sah menurut agama. Namun Abu Hanifah. Karena itu kalau sudah disaksikan tidak perlu lagi ada pengumuman khusus.

27 28 29 Idris Ramulyo. 1991) 30 . Dua orang saksi 4. 2002). (Jember: PMII Fakultas Hukum. Islam Memandang Kawin Sirri. Wali pengantin perempuan 3. yaitu suatu perkawinan yang dilakukan oleh masyarakat Islam dengan modin atau kiai sebagai pelaksananya (yang mengukuhkan). Makalah Seminar Sehari Kawin Sirri Ditinjau Dari Sudut Agama. Calon pengantin laki-laki dan perempuan 2.Yang dimaksud dengan perkawinan sirri adalah perkawinan yang memenuhi rukun dan syarat perkawinan tapi tidak di daftarkan di PPN seperti yang diatur dan di tentukan oleh UUP no. Vol. Ijab dan qobul Syarat-syarat diatas disebut sebagai rukun atau syarat wajib nikah. Psikologi. Zuhdi Muhdhor .239 A. Sementara Muhammad30 menyebutkan bahwa kawin sirri dalam pandangan Islam adalah perkawinan yang dilaksanakan sekedar memenuhi ketentuan mutlak untuk sahnya akad nikah yang ditandai dengan adanya: 1. Sosiologi. yang oleh Ramulyo di sebut “perkawinan di bawah tangan”27 Perkawinan ini biasanya dilakukan oleh kiai atau ulama atau orang yang dipandang telah mengetahui hukum-hukum munakahat (pernikahan). 1 Tahun 1974.22 Hariadi.28 Akan tetapi dalam perkembangannya di masyarakat Islam. Hukum Perkawinan Islam. dan Hukum Positif. 1994). Memahami Hukum Perkawinan. Wirawan dalam Hariadi 29 menyatakan kawin sirri merupakan salah satu bentuk perkawinan yang dikenal oleh masyarakat Indonesia. kawin sirri dipandang sebagai perkawinan yang sah menurut agama. h. Kawin Sirri sebagai Siasat Kawin Dalam Media Studi Wanita. (Bandung: Al-Bayan. h. 1 Surabaya: PP/SW Lembaga Penelitian UNAIR 30 Muhammad Yusuf. (Jakarta: Bumi Aksara.

Hukum Perkawinan Islam. Sebagaimana dikatakan Ramulyo 31 yaitu perkawinan yang dilakukan oleh orang-orang Islam. h. h. 32 Ulama besar seperti Abu Hanifah. kawin sirri pada awalnya merupakan perkawinan yang dilarang dalam Islam karena tidak memenuhi rukun dan syarat perkawinan yang berupa saksi. 439 Lihat Bidayatul Mujtahid.Selain itu. memenuhi baik rukun maupun syarat-syarat perkawinana tetapi tidak didaftarkan pada PPN seperti diatur dan ditentukan UU No. Menyebutkan mahar dan kawin Dengan demikian. Pada perkembangan selanjutnya. Dengan demikian orang yang mengetahui perkawinan tersebut juga terbatas pada kalangan tertentu saja. 2.33 Namun dalam 31 32 33 Idris. 2002). istilah sirri ini kemudian dikaitkan dengan aturan-aturan yang ditetapkan pemerintah sehingga kawin sirri bermakna kawin yang tidak dicatatkan petugas yang telah ditunjuk oleh pemerintah yaitu KUA. Khutbah nikah 2. Ramulyo. Pengumuman perkawinan dengan menyelenggarakan walimah/perayaan 3. h. Keadaan demikian disebut sunyi atau rahasia atau sirri. Malik dan Syafi’i sepakat kalau perkawinan tersebut difasakh. 17 31 . terdapat sunah nikah yang perlu juga dilakukan sebagai berikut: 1. dalam proses kawin sirri yang dilaksanakan hanya wajib atau rukun nikahnya saja. sedangkan sunah nikah tidak dilakukan. Kawin Sirri Dalam Pandangan Hukum Islam Merujuk pada sejarah dan perkembangannya. khususnya mengenai pengumuman perkawinan atau yang dusebut walimah/perayaan. Lihat Al-Muwatha. 1 Tahun 1974. Demikian halnya dengan praktek kawin sirri yang terjadi di desa Bumianyar. 239. (Jakarta: Bumi Aksara.

karena Nabi Muhammad SAW bersabda: “Umumkanlah perkawinan itu”. Talak dan Rujuk.22 Tahun 1946 pasal 1 ayat (1) 37 Lihat UU No. 36 (2) bagi pasangan yang melakukan perkawinan tanpa pengawasan dari PPN dikenakan hukuman karena merupakan suatu pelanggarn. taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kalian kepada rasul dan kepada pemerintah yang sah (ulil „amri minkum).perkembangannya dalam masyarakat Islam. 37 Lebih tegas tentang pencatatn dan 34 35 Idris Ramulyo. Kemudian kawin sirri berkembang kembali ketika dikaitkan dengan aturan yang ditetapkan pemerintah sehingga kawin sirri bermakna perkawinan yang tidak dicatatkan di KUA. kawin sirri merupakan perkawinan yang memenuhi rukun dan syarat perkawinan sehingga masyarakat memandang sah menurut agama (Islam). Sebelumnya sudah ada UU No. disebutkan: (1) perkawinan diawasi oleh PPN. Kawin Sirri Dalam Pandangan Hukum Negara Kawin sirri jika dikaitkan dengan hukum negara sebenarnya berkaitan dengan pencatatan perkawinan pada instansi pemerintah yang berwenang yaitu KUA.22 Tahun 1946 pasal 3 ayat (1) 32 . An-Nisa 59 36 Lihat UU No.”35 Berdasarkan firman tersebut. Hukum Perkawinan Islam.1 Tahun 1974.22 Tahun 1946.cit. h. UU No. 34 Meskipun kawin sirri sah menurut Islam tapi hal tersebut kurang sesuai dengan ajaran Islam. 3. QS. maka orang yang melakukan kawin sirri berarti tidak taat pada pemerintah yang telah menetapkan untuk mencatatkan perkawinannnya di KUA. sebagaimana diatur oleh undang-undang. sebenarnya bukanlah UU pertama yang mengatur tentang pencatatan perkawinan bagi muslim Indonesia. dan firman Allah yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman. op. 239 Lihat. yang mengatur tentang pencatatan Nikah.

dan (2) maksud hukum agama termasuk ketentuan perundang-undangan yang berlaku.44 38 39 Lihat penjelasan pasal 1 ayat (1) Lihat UU No. 43 Namun ditegaskan perkawinan yang dilakukan diluar PPN tidak mempunyai kekuatan hukum.3 dan 4) 33 .”tiap-tiap perkawinan dicatat menurut perundang-undangan yang berlaku.”39 Sementara pada pasal lain disebutkan.1 Tahun 1974 pasal 2 ayat (1) 41 Lihat penjelasan UU No. dan perkawinan hanya dapat dibuktikan dengan Akta Nikah yang dibuat oleh PPN. tujuan pencatatan perkawinan yang dilakukan dihadapan dan dibawah pengawasan PPN 42 adalah untuk terjaminnya ketertiban perkawinan.”perkawinan adalah sah.1 Tahun 1974 tentang pencatatan perkawinan disebutkan.1 Tahun 1974 pasal 2 ayat (2) 40 Lihat UU No. 38 Kemudian dalam UU No. 41 Dalam Kompilasi Hukum Islam di Indonesia disebutkan.tujuan pencatatan perkawinan ditemukan dalam penjelasannya. pasal 7 ayat (1.2.1 Tahun 1974 tentang pencatatan dan sahnya perkawinan disebutkan : (1) tidak ada perkawinan diluar hukum agama. bahwa dicatatkannya perkawinan agar mendapat kepastian hokum dan ketertiban. apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu.”40 Sedangkan dalam penjelasan UU No.1 Tahun 1974 ayat (1 dan 2) 42 Lihat KHI pasal 5 ayat (2) dan pasal 6 ayat (1) 43 Lihat KHI pasal 5 ayat (1) 44 Lihat KHI pasal 6 ayat (1).

Borgadus. 1985. sekelompok orang yang tinggal bersama berdasarkan hubungan darah. in which affection and responsibility are equitably shared and in which the children are reared to become self controlled and socially motivated persons. a mother. anak-anaknya yang tergantung kepadanya. Kedua.G. (Jakarta: Erlangga. Tipe-Tipe keluarga Terdapat dua tipe keluarga yaitu keluarga inti dan keluarga luas. h. 1. 73. Family is a small social group. Menurut 45 William A. Kawin Sirri dan Keluarga Menurut Haviland45 yang dimaksud keluarga adalah suatu kelompok yang terdiri atas seorang wanita. and one or more of children. Keluarga Inti Keluarga inti (nuclear family) disebut juga keluarga batih adalah suatu kelompok kekerabatan sebagai akibat dari perkawinan. 233 46 34 . perkawinan atau adopsi. normally compossed of a father. Alih Bahasa R. Haviland. a. Pengantar Studi Sosiologi Keluarga. hubungan antar keluarga didasari atas kasih sayang dan tanggung jawab keluarga ialah mengembangkan anak agar setelah dewasa menjadi individu yang mampu mengendalikan dirinya sendiri dan berguna untuk masyarakat. Pertama. Dari definisi diatas terdapat empat ciri keluarga. 2001). 1985. Soekadijo.B. h. Ketiga. keluarga adalah kelompok sosial yang terdiri dari seorang ayah. Definisi yang agak lengkap diberikan oleh Borgadus dalam Suhendi46 : “…. ibu dan satu atau beberapa anak. dan setidaktidaknya seorang pria dewasa yang diikat oleh perkawinan atau hubungan darah. (Bandung: Pustaka Setia. Antropologi II.

b. juga dapat dianggap sebagai anggota keluarga. Kedua. yaitu: pertama. h.Koentjaraningrat. yaitu: pertama. 109 Ibid. 49 Berdasarkan komposisinya. ada tiga macam keluarga luas. 117 35 .47 Suatu keluarga inti terdiri atas seorang suami. kelurga inti merupakan kelompok dimana si individu pada dasarnya dapat menikmati bantuan utama dari sesamanya serta keamanan dalam hidup. kelurga inti merupakan kelompok dimana si individu itu. Ketiga. 110-111 49 Ibid. h. Anak tiri dan anak angkat yang secara resmi mempunyai wewenang yang kurang lebih dengan anak kandungnya. keluarga luas uxorilokal yang berdasarkan adat 47 48 Koentjaraningrat. tetapi seluruhnya merupakan satu kesatuan sosial yang amat erat. Keluarga Luas Keluarga luas (extended family) adalah kelompok kekerabatan yang terdiri lebih dari satu keluraga inti. waktu ia sebagai anak-anak masih belum berdaya mendapat pengasuhan dan permulaan dari pendidikannya. h. yang berdasarkan adat verilokal yang terdiri dari satu keluarga inti senior dengan keluarga inti dari anak laki-laki. Beberapa pokok Antropologi Sosial. Koentjaraningrat48 mengatakan bahwa fungsi pokok keluarga ada dua. Kedua. 1992). istri dan anak-anak mereka yang bekum kawin. dan hidup tinggal bersama pada satu tempat artinya dalam satu rumah atau pada satu pekarangan. keluarga luas utrolokal. (Jakarta: Dian Rakyat. yang berdasarkan adat utrolokal dan yang terdiri dari satu keluarga inti senior dan keluarga-keluarga batih anak-anak laki maupun perempuan. keluarga luas verilokal.

istri dilihat sebagai pelengkap suami. h. Tugas suami adalah mencari nafkah dan tugas istri adalah menyediakan makanan untuk suami dan anak-anak dan menyelesaikan tugas rumah tangga yang lain karena suami telah bekerja untuk menghidupi dirinya dan anak-anaknya. dukungan emosi. teman. Dengan demikian akan tercipta kestabilan dalam rumah tangga. (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. 1999). kepuasan seksual. Bunga Rampai Sosiologi Keluarga. yaitu hubungan suami-istri. Suami diharapkan untuk memenuhi kebutuhan istri akan cinta dan kasih sayang. Bila terjadi ketidaksepakatan. pengertian dan komunikasi terbuka. Ihromi.O. Suami istri memutuskan untuk mengatur kehidupan 50 51 T. istri harus tunduk pada suami. Suami adalah “bos” dan istri harus tunduk padanya. a. senior junior partner dan equal partner. 100 36 . Hubungan-Hubungan dalam Keluarga Menurut Suleeman dalam Ihromi50 ada tiga bentuk hubungan dalam keluarga. 2. head complement. h. istri adalah milik suami. Dalam pola perkawinan head complement. Dalam pola perkawinan owner property. hubungan orangtua-anak dan hubungan antarsaudara (siblings). 100 Ibid. Hubungan suami-istri Menurut Scanconi dalam Ihromi51 hubungan suami istri dapat dibedakan menurut pola perkawinan yang ada yaitu owner property.uxorilokal dan yang terdiri dari satu keluarga inti senior dengan keluargakeluarga batih anak-anak perempuan. sama seperti uang dan barang berharga lainnya.

Dengan penghasilan yang didapat. 108 37 . Istri mendapat hak dan kewajiban yang sama untuk mengembangkan diri sepenuhnya dan melakukan tugas-tugas rumah tangga. Tetapi suami istri kini bisa merencanakan kegiatan bersama untuk mengisi waktu luang. posisi istri tidak lebih sebagai pelengkap suami. b. meskipun pencari nafkah utama tetap suami. Kini istri memiliki kekuasaan yang lebih besar dalam pengambilan keputusan. Perubahan ini terjadi karena istri juga memberikan sumbangan secara ekonomis. Dalam pola perkawinan senior junior partner. tetapi sudah menjadi teman. tidak ada posisi yang lebih tinggi atau rendah diantara suami istri. Fungsi orangtua terhadap anak dianggap sudah seharusnya berlangsung karena orangtua bertanggungjawab atas anak-anak mereka. Menurut Adam yang dikutip oleh 52 Ibid. Dengan demikian istri bisa menjadi pencari nafkah utama. Dalam pola perkawinan equal partner.bersama secara bersama-sama. Hubungan orangtua anak Menurut Ihromi52 hubungan orangtua anak biasanya hanya membahas fungsi anak terhadap orangtua dan bukan sebaliknya. istri tidak lagi sepenuhnya tergantung pada suami untuk hidup. Tugas suami masih sama mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. dan tugas istri masih tetap mengatur rumah tangga dan mendidik anak. Pekerjaan suami sama pentingnya dengan pekerjaan istri. artinya penghasilan istri bisa lebih timggi dari suami. h.

Kewajiban moral seorang istri berbeda dengan kewajiban moral seorang suami. 110 38 . kelas sosial. Fungsi dan Peran Anggota Keluarga Dalam suatu rumah tangga kedudukan dan kewajiban antra suami istri tidaklah sama. Suami berfungsi sebagai kepala keluarga. umur. jenis kelamin anak. diantaranya: kedekatan tempat tinggal tidak berpengaruh pada bantuan keuangan. bertugas mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga.Lewis dalam Ihromi53 mengatakan hubungan orangtua anak dipengaruhi beberapa factor. umur orangtua pada saat mempunyai anak pertama. melindungi keluarga. juga sebagai wakil keluarga bila berhubungan dengan masyarakat. dan persamaan kebudayaan dalam perkawinan. h. h. dan umur anak pada saat mereka keluar rumah. tetapi pada jasa yang diberuikan pada anak. jumlah. Hubungan antarsaudara (siblings) Menurut Schvaneveld dan Ihinger dalam Ihromi 54 mengatakan hubungan antarsaudara dipengaruhi oleh jenis kelamin. Faktor lain yang ikut berpengaruh adalah lamanya pernikahan anak. bertanggungjawab terhadap kehidupan keluarga. dan ia juga tema berbincang-bincang bagi suami. Suami adalah pelindung bagi istri dan anak-anaknya. rasio saudara laki-laki terhadap saudara perempuan. 53 54 Ibid. c. kesepakan antara ibu dan ayah. jarak kelahiran. dengan membimbing seluruh anggota keluarga agar berkembang sesuai dengan keinginannya dan mengawasi pendidikan anak-anaknya. Sebaliknya istri adalah pusat kedamaian bagi keluarganya. 3. 109 Ibid.

sebagaimana diatur dalam UU No. pembagian harta serta perwalian anak. dan banyak pula yang bekerja membantu mencari nafkah bagi keluarganya. membina kerukunan rumah tangga. terutama pada status istri dan anak. bertani atau menjadi buruh tani. orangtua-anak.Seorang istri mempunyai fungsi dan peranan mengatur dan mengelola rumah tangga dan meyelesaikan pekerjaan rumah tangga. kesehatan anak dan suami. baik hubungan sebagai suami isti.1 Tahun 1974. Selain itu perkawinan sirri juga berpengaruh terhadap hubungan dalam keluarga. Selain itu juga menyebabkan hubungan kekuasaan antara suami tidak setara dengan istri. yang tercermin dalam menentukan calon pengantin. sehingga menyebabkan perkawinan tersebut menurut hukum positif tidak mempunyai kekuatan hukum yang dapat menyulitkan berbagai pihak. singkatnya mengurusi kehidupan rumah tangga. seperti berdagang. yang akan diteliti di Desa Bumianyar. 4. dan membina anakdalam pendidikan. dan bagaimana pula pengaruhnya?. mengasuh anak. membatik. Pengaruh Kawin Sirri Terhadap Hubungan Dalam Keluarga Yang dimaksud dengan pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga disini adalah bagaimana kawin sirri yang secara bahasa merupakan perkawinan rahasia dan didalam prakteknya merupakan perkawinan yang tidak diketahui oleh orang banyak dan tidak dicatatkan di KUA. proses perkawinan dan perceraian serta pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin atau peran dimana peran wanita sangat berkaitan erat sebagai ibu rumah tangga dan pencari nafkah keluarga. Apakah betul. perkawinan sirri tidak mempengaruhi hubungan dalam keluarga. dan hubungan antarsaudara (siblings). mewakili suami. Selain itu akan dibahas pula pengaruh kawin sirri terhadap hubungan 39 .

Yang termasuk dalam keluarga rumah tanggga lainnya disini adalah orangtua suami atau istri (mertua). sepupu dari suami atau istri. Kaitanya dengan penelitin ini. 40 .dalam keluaraga pada keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya. penulis hanya mengambil mertua dalam membahas hubungan antara keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya. keponakan dari pihak suami atau istri. saudara-saudara suami atau istri.

Palangkaraya dan Samarinda. itupun hanya ke Kalimantan seperti Pontianak. ketika para penduduk selalu gagal dalam bertani. tiap dusun/kampung. Hal tersebut hanya dilakukan oleh orang-orang yang tidak/sedikit mempunyai lahan pertanian. hasilnya selalu merosot dan merosot bahkan hasil yang didapatkan tidak dapat mencukupi untuk mengembalikan modal yang dikeluarkan. sementara mata pencaharian penduduk adalah bertani. Penduduk kampung Lobuk berdagang ke Kalimantan (Pontianak. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Banjarmasin. Banjarmasin. Banjarmasin. Penduduk kampung Kwanyar dan Nangger merantau dengan menjadi TKI ke Arab Saudi. 41 . Penduduk kampung Telagah menjadi TKI ke Malaysia. misalnya kampung Prengkenek banyak merantau ke Kalimantan (Pontianak. Menurut informan. Palangkaraya dan Samarinda). sebenarnyamulai sebelum tahun 1980 penduduk Bumianyar sudah ada yang merantau tapi jumlahnya tidaklah banyak. Tapi apabila dikaitkan dengan kondisi alam setempat yang tidak begitu subur dan terletak dipinggir laut. hanya beberapa orang. Menurut informan. Sejarah Penduduk Bumianyar Merantau Sebenarnya sangat sulit dipastikan kapan persisnya penduduk Bumianyar mulai merantau. penduduknya memiliki kebiasaan tempat merantau yang berbeda. maka diperkirakan penduduk bumianyar mulai banyak yang merantau sekitar tahun 1980-an.BAB III GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Palangkaraya dan Samarinda).

hasinya dapat mencukupi kebutuhan amakan sekelurga saja. jangankan untuk memperbaiki rumah. 3.25 Sumber: monografi desa Bumianyar 2008 Desa Bumianyar terletak paling timur diantara 14 desa di Kecamatan Tanjungbumi.1 Luas Wilayah per Ha Desa Bumianyar No 1.Ada pemikiran. Sebelah utara berbatasan dengan laut Jawa b. Sebelah selatan berbatasan dengan desa Tambak Pocok. Hal ini dapat dilahat pada table 3. yang terdiri dari lima dusun/kampong. 2. Dusun Luas/Ha Lobuk 52 Kwanyar 102.1 dibawah ini: Tabel 3. yang memilki luas sekitar 505. Kabupaten Bangkalan. desa Larangan Timur 42 . Adapun batas-batas desa meliputi: a. Sebelah barat berbatasan dengan desa Paseseh c. itu sudah cukup. 4.10 Tlageh 113 Nangger 60 Prengkenek 169. Letak dan Luas Wilayah Desa Bumianyar merupakan salah satu desa dari 14 desa yang ada di Kecamatan tanjungbumi. Hal tersebut menunjukkan bahwa alas an utama penduduk Bumianyar merantau adalah karena kondisi tanah yang kurang subur sehingga tidak mencukupi kebutuhan hidupnya.25 Ha. 2. apa yang bisa diharapkan dari pertanian di desa Bumianyar ini kalau tidak merantau. 5.15 Jumlah 505.

Pemukiman Dalam hal pola pemukiman. 4. Demografi Penduduk Bumianyar beradasarkan data monografi desa periode 2008 sebanyak 2. yaitu rumah dindingnya terbuat dari tembok. kabupaten Sampang 3. Desa Bumianyar terbagi dalam 8 kampung.d. kecamatan Banyuates. Terdapat 43 . yang kemudian secara administrative dikelompokkan kedalam 5 dusun. Sebelah timur berbatasan dengan desa Trapang. Rumah ini biasanya dimiliki oleh orang yang keluarganya ada diperantauan atau menjadi TKI dan sebagian kecil dimiliki oleh orang yang punya usaha di daerahnya sendiri dan berdagang antar pulau. Dalam hal ini ada rumah-rumah penduduk mengelompok dalam satu pekarangan karena masih ada hubungan kerabat disebut tanean lanjeng. Dilihat dari fisik bangunan rumah penduduk Bumianyar (kurang lebih 60 persen) sudah permanen. dimana setiap dusun secara administrative dibagi kedalam rukun tetangga (RT). lantainya sudah disemen/keramik dengan atap rumah dari genting. Namun juga ada rumah penduduk Bumianyar (kurang lebih 40 persen masih semi permanen yaitu rumah yang terbuat dari kayu dengan atap genting. Hal ini karena pekarangan milik orangtua mereka cukup luas sehingga memungkinkan keturunannya untuk membangun rumah mengelompok dalam pekarangan tersebut. Pembagian yang lain juga dilakukanberdasarkan hubungan kekerabatan.104 jiwa. dengan perbandingan jumlah penduduk wanita lebih banyak daripada laki-laki. yang terbagi dalam 771 kepala keluarga (KK).

pegawai negeri dan pegawai swasta. 2. tapi hanya membuka usaha. Lobuk 350 2.perbedaan distribusi jumlah penduduk diantara dusun. dagang. komposisi mata pencaharian penduduk Bumianyar dapat dilihat pada table berikut: Tabel 3. 4. Dilihat lihat dari mata pencaharian penduduk bumianyar sangatlah beragam. tidak ada satu pun orang asingyang bertempat tinggal di desa Bumianyar. buruh tani. 5.3 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Pekerjaan No 1. Nangger 378 5. tetapi mereka bukanlah penduduk tetap.123 Dilihat dari jumlah penduduk berdasarkan kewarganegaraan. Tlageh 411 4. Kwanyar 402 3. Meskipun ada beberapa orang Arab. 3.2 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin Jumlah Penduduk 1. diantaranya bertani.104 Sumber: Monografi desa Bumianyar 2008 No Dusun Laki-laki 165 200 202 150 233 981 Perempuan 185 202 209 208 280 1. Hal ini dapat dilihat pada table dibawah ini: Tabel 3. Mata Pencaharian Tani Buruh tani Nelayab Dagang Pegawai negeri jumlah 525 235 123 97 9 44 . Prengkenek 513 Jumlah 2. nelayan. Untuk lebih jelasnya. yang setiap harinya dating untuk membuka usahanya.

6

Pegawai swasta Jumlah Sumber: Monografi desa Bumianyar 2008

25 1.104

Selain mata pencaharian tersebut diatas, penduduk Bumianyar terutama wanita mempunyai pekerjaan sampingan untuk tambahan

penghasilan yang berupa “membatik”. Upah yang diperoleh dari satu batik berkisar antara Rp 20.000,- s/d Rp 80.000,Adapun sarana transportasi yang berupa jalan, sebagian besar desa Bumianyar telah diaspal dan dapat dilalui oleh kendaraan roda empat. Alat transportasi yang digunakan penduduk adalah angkutan umum yang berupa colt, pick up, sepeda motor dan sepeda pancal (tapi sudah jarang). Adapun sarana komunikasi yang tersedia adalah HP, telepon rumah dan wartel. 5. Pendidikan Pendidikan yang diterapkan di masyarakat Bumianyar tidak lepas dari agama Islam. Dalam penelitian ini, ditemukan hamper semua penduduk yang berusia 40 tahun keatas bisa membaca Al-Qur’an dan kebanyakan dari mereka tidak sekolah sehingga buta huruf latin. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table dibawah ini: Tabel 3.4 Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan No 1. 2. 3. 4. Tingkat Pendidikan Perguruan Tinggi SLTA/MA SLTP/MTs SD/MI Jumlah 35 65 115 1.130

45

5. 6.

Buta Huruf Belum Sekolah Jumalh Sumber: Monografi Desa Bumianyar 2008 6. Keagamaan

550 209 2.104

Desa Bumianyar penduduknya fanatik terhadap ajaran agama Islam. Artinya segala tingkah laku masyarakat harus disesuaikan dengan unsur-unsur syari’ah Islam, yaitu norma-norma yang didasarkan pada ajaran agama Islam. Dalam hal keagamaan, peranan kiai yang sekaligus menjadi tokoh masyarakat sangat besar, karena nasehat dan pendapatnya menjadi pegangan yang kuat dalam kehidupan sehari-hari, seolah-olah kata-kata kiai harus dituruti supaya hidup selamat dan berhasil. Oleh karena itu penduduk Bumianyar menaruh hormat pada kiai selain pada bapak, ibu, guru, dan ratu. Dalam berbagai aktivitas maupun keseharian, wanita selalu

menggunakan pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya yang menurut hokum Islam merupakan kewajiban bagi wanita supaya terhindar dari “dosa” dan “zina.” Manifestasi lain yang berhubungan dengan ajaran Islam yaitu terlihat dari berbagai aktivitas keagamaan seperti slawadhan.55 Dan perayaan besar hari-hari Islam seperti Isra’ Mi’raj dan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mengadakan pengajian dan ceramah agama secara besar-besaran, dan di bulan Ramadhan dengan tarawih dan tadarus sampai pagi hari jam 03.00 wib.

55

Slawadhan adalah suatu kegiatan yang didalamnya diisi dengan membaca tahlil dan sholawat (pujipujian kepada Nabi Muhammad SAW) secara bersama-sama.

46

7. Sistem Kekerabatan Ikatan kekerabatan dalam masyarakat Madura terbentuk melalui keturunan, baik dari keluarga berdasarkan garis ayah maupun ibu (paternal dan maternal relatives). Tetapi pada umumnya ikatan kekerabatan antar sesama keluarga lebih erat dari keturunan ayah yang cenderung

mendominasi. 56 Demikian halnya dengan kekerabatan pada masyarakat Bumianyar dalam hal perkawinan menarik garis keturunan melalui garis lakilaki atau bapak. (patrilinial). Hal ini dapat dilihat dari akad nikah, dimana para wali dari pihak pengantin wanita selalu dihitung dari anggota kerabat dekat melalui garis laki-laki yang berdasarkan pada hokum Islam, sebagai berikut: 1) bapak; 2) kakek; yaitu bapak dari bapak; 3) saudara laki-laki sekandung; 4) saudara laki-laki sebapak; 5) anak laki-laki dari saudara laki-laki sekandung; 6) anak laki-laki dari dari saudara laki-laki sebapak; 7) saudara bapak yang laki-laki (paman); 8) anak laki-laki dari paman; 9) hakim. Suatu perkawinan baru dianggap sah bila dinikahkan oleh wali yang terdekat lebih dahulu. Bila tidak ada yang dekat, baru dilihat urutannya secara tertib. Selanjutnya bila yang jauhpun tidak ada, maka hakimlah yang bertindak sebagai wali sebagai syarat beragama Islam, baligh, berakal, laki-laki dan adil. Selain didasarkan atas hubungan kekerabatan yang sering disebut tretan, juga didasarkan atas hubungan ketetanggaaan, yang sering disebut tetangge. Tretan dan tetangge ini berperan penting dalam kegiatan hajatan
56

Latief Wiyata, Carok : Konflik Kekerasan dan Harga Diri Orang Madura, Yogyakarta:LkiS, 2002.), h. 51-52.

47

dengan member bantuan baik barupa materi maupun tenaga. keluarga pihak laki-laki meminta anak gadisnya dijidohkan dengan anak gadisnya.yang diadakan oleh suatu keluarga. Dalam menjodohkan anaknya. apakah anak gadisnya sudah mempunyai calon suami atau belum. Jika belum. Perkawinan semacam ini dimaksudkan untuk mempertahankan dan melestarikan hubungan persaudaraan yang dirasakan mulai menjauh. Deskripsi Perkawinan 1. yang terpenting bagi orangtua perempuan adalah calon laki-laki menyukai calon wanitanya. sebagai berikut: a. Pada umumnya perjodohan dilakukan antar kedua orangtua masih saudara yaitu perkawinan antara saudara sepupu dalam hubungan misanan atau anakanak dari saudara sepupu (mindhoan). Ngen-ngangen yaitu keluarga pihak laki-laki atanyah (jawa: takon) kepada pihak wanita. B. Perkawinan Penduduk Tanjungbumi. cakang (pekerja keras) dan taat beragama meskipun belum mempunyai pekerjaan. Bagi keluarga kaya perjodohan ini terselip maksud bersifat ekonomi yaitu menjaga agar supaya harta kekayaan 48 . khususnya desa Bumianyar mempunyai norma dan cara tertentu dalam melangsungkan perkawinan bagi anak gadisnya. Adanya tretan dan tetangge ini dalam penyelenggaraan hajatan atau pesta akan menjadi lebih ringan. Oleh orang Madura disebut mapolong tolang (mengumpulkan tulang yang tercerai berai). Hal tersebut terdiri dari beberapa tahapan.

Mar-lamar (lamaran) yaitu meminang yang mengandung arti “meminta”. Selanjutnya kedua orangtua laki-laki dan perempuan berunding menentukan hari. seperangkat pakaian. tanggal dan bulan yang tepat untuk mengadakan mar-lamar. yaitu agar keturunan mereka sebagai kiai tidak hilang. Nyabe‟ oca‟ menaruh pesan artinya keluarga pihak laki-laki meminta anak gadis yang disukai pada keluarganya. buah pisang. dengan membawa kembang sebagai simbol. Namun perjodohan yang dilakukan atas kehendak kedua orangtua tersebut belakangan ini mulai jarang ditemui di desa Bumianyar. leppet. karena apabila perempuan keturunan kiai tidak mendapatkan laki-laki dari keluarga bukan kiai maka dengan sendirinya anaknya besok tidak akan mendapat julukan sebagai kiai. 55-56 49 . c. 57 Ibid. 57 Demikian halnya dengan perjodohan dikeluarga kiai. roti. peralatan make up dan cincin. Dengan diterimanya bunga maka secara resmi anaknya sudah bertunangan. b.yang dimiliki tidak jatuh kepada orang luar. Barang-barang yang diserahkan disebut peningset. bejit. kembeng pasar. dodol. Peningset ini biasanya berupa tettel. karena perjodohan yang dilakukan sering gagal dan terkadang menyebabkan terjadinya permusuhan antar saudara apabila kehidupan kedua pasangan tidak rukun/harmonis. Kegiatan yang dilakukan pada saat mar-lamar ada serah-tremah yaitu keluarga pihak laki-laki menyerahkan barang-barang kepada keluarga pihak wanita. Tahapan ini sebagai kelanjutan dari tahap ngen-ngangen. olet.

Setelah itu. kedua calon mempelai mengurus perlengkapan surat nikah. Namun ada juga yang tidak melalukan ini. Sebelum kabinan biasanya keluarga pihak laki-laki mengirim sesorang ke rumah mpihak wanita untuk merundingkan waktu pelaksanaan kabinan. Serah taremah merupakan inti dari acara mar-lamar. acara selanjutnya adalah megi maskabin yaitu penyerahan maskawin oleh pengantin laki-laki kepada pengantin wanita. d. Setelah disepakati. orangtua laki-laki tidak ikut karena menurut masyarakat setempat. baik bagi wanita yang memilki wali maupun tidak. karena pernikahannya tidak dilakukan di hadapan PPN tapi hanya dilakukan oleh kiai. Di masyarakat Bumianyar. Pada saat akad nikah tamu yang hadir semuanya adalah lakilaki. Selanjutnya pengantin laki-laki masuk kamar pengantin wanita sambil menyerahkan maskawin. mempelai laki-laki kembali pulang kerumahnya dan kembali lagi ke rumah 50 . Wali murhakam ini dimaksudkan supaya perkawinannya sah menurut agama dan tidak ada keraguan lagi. seandainya calon pasangan tidak jadi ke jenjang perkawinan. Setelah akad nikah selesai. Pengantin laki-laki menuju kamar pengantin wanita dengan diantar oleh kerabat pengantin wanita sampai didepan pintu kamar pengantin. biasanya akad nikah dipimpin oleh wali murhakam (kiai) yang berpengaruh.Dalam acara mar-lamar. Acara mar-lamar dipimpin oleh kiai atau sesepuh desa yang diminta untuk menggantikan orangtua lakilaki. Kiai langsung menyampaikan maksud kedatangannya untuk melamar anak gadisnya dan menyerahkan peningset dari keluarga pihak laki-laki. Kabinan yaitu pelaksanaan akad nikah. maka orangtuanya tidak akan malu.

sprai. Tan-mantan yaitu acara pelaksanaan resepsi perkawinan atau dalam islam disebut walimatul „ursy. lemari lengkap dengan isinya seperti pakaian yang belum dijahit. Jeng mantoh (mengundang menantu). buah-buahan dan lain-lain.mempelai wanita beberapa jam kemudian dengan membawa ben-giben berupa kasur.atau berupa barang seperti bahan pakaian. En-maen (main-main). gelas dan lain-lainnya. f. piring. nagasari dan lain-lain. artinya kedua pengantin baru mengadakan kunjungan ke kerabatnya suami dan tetangga dekat demgan membawa kue seperti roti. Tujuannya adalah untuk memberitahukan kepada masyarakat luas bahwa kedua mempelai kabecce‟an (saling mencintai dan cocok) dan meminta doa restu supaya keluarganya tentram dan langgeng. e. dan peralatan rumah tangga lainnya. 51 . dimaksudkan agar tidak hujan yang mengganggu pelaksanaan tan-mantan. tapi yang dibawa hanya berupa makanan yang sudah dimasak seperti roti. artinya keluarga pengantin laki-laki mengundang pengantin wanita dan keluarganya kerumah penganten laki-laki.000. pengantin wanita beserta keluarganya membawa makanan seperti yang dibawa pengantin laki-laki pada saat tan-mantan. Selain itu pengantin wanita dianjurkan puasa dimaksudnya agar wajahnya aobha (berubah lebih cantik) ketika dirias sebelum duduk dipelaminan. Acara ini biasanya dilakukan keesokan hari setelah resepsi dirumah mempelai wanita. piring. bantal. Acara ini merupakan kelanjutan dari acara kabinan. sarung. wingko. Pada acara tan-mantan pengantin laki-laki dan wanita dilarang mandi. Pada saat jeng mantoh. sendok. Sebaliknya pihak yang dikunjungi memberi balasan berupa uang minimal Rp 5. gelang. g.. kalung.

bahkan terkadang sampai mempunyai anak. Berdasarkan pengertian tersebut. Artinya perkawinan tidak didaftarkan di KUA atau tidak dilakukan dihadapan PPN. Kawin Sirri a. Pada masyarakat Bumianyar. 2. ketua yaysan saiful Ulum. menetap pada keluarga istri (uxorilokal) dan menempati rumah sendiri terpisah dari orangtua (neolokal). kecamatan tanjungbumi yang sekaligus anggota DPR Kabupaten Bangkalan. Artinya sejak awal perkawinan. khususnya di desa Bumianyar ditemukan dua jenis perkawinan sirri. sirri terhadap pemerintah. desa paseseh. pengantin baru umumnya menetap pada keluarga istri (uxorilokal). Jenis kawin sirri ini kebanyakan dilakukan oleh wanita janda dengan lelaki duda/perjaka. di masyarakat Tanjungbumi. Bentuk Kawin Sirri Menurut KH. dan mengungumpulkan persyaratan tertentu tetapi mereka tidak pernah menerima surat nikah.Mengenai adat menetap bagi pasangan suami istri yang baru menikah. kawin sirri juga terjadi karena faktor bukan atas kehendak kedua pasangan suami istri. mereka tidak mendaftarkan perkawinannnya di KUA. ada tiga macam yaitu menetap pada keluarga suami (virilokal). Artinya mereka sudah mendaftarkan perkawinannnya pada modin desa dengan membayar sejumlah uang. Perkawinan sirri jenis ini biasanya ditemui pada pasangan laki-laki perjaka dan wanita yang masih perawan. 52 . Selain itu. Kawin sirri ini terjadi karena factor kemauaan kedua pasangan suami istri. kawin sirri dilihat dari arti bahasanya yaitu perkawinan rahasia atau sunyi. Moh Ilyas. Pertama.

Artinya kedua pasangan ini sudah mendaftrakan perkawinannya dengan membayar sejumlah uang dan mengumpulkan beberapa persyarakatan kepada aparat desa. kawin sirri yang dilakukan di desa Buminyar oleh sesama penduduk Bumianyar. Perkawinan sirri jenis ini diperkirakan terjadi sejak dikeluarkannya UU Perkawinan No. yaitu perkawinan yang disembunyikan dari masyarakat. Kedua. Namun hal tersebut akan didapat kejelasan. apabila dikaitkan dengan tempat pelaksanaan kawin sirri. c. Tempat Pelaksanaan Kawin sirri Jika dilihat dari tempat pelaksanaan kawin sirri di desa Bumianyar dapat dibagi menjadi dua: pertama. Sejarah Kawin Sirri Sejak kapan kawin sirri dilakukan di desa Bumianyar. sirri terhadap masyarakat. Perkawinan sirri ini terjadi karena bukan kehendak kedua pasangan suami istri dan karena kepentingan poligami. Artinya saksi diminta merahasiakan perkawinan pada orang lain. Perkawinan sirri jenis ini biasanya dilakukan untuk kepentingan poiligami. kawin sirri yang dilakukan di desa Bumianyar bukan atas kehendak kedua pasangan suami istri. akan tetapi mereka tidak pernah menerima surat nikah. Perkwainan sirri ini terjadi Karena kemauan kedua pasangan suami istri dan untuk kepentiungan poligami. Pertama.1 Tahun 1974 yaitu adanya keharusan untuk mendaftarkan setiap 53 . Kawin sirri yang dilakukan di perantau oleh pasangan yang salah satunya adalah penduduk Bumianyar. b.Kedua. tidak ada seorangpun yang dapat memberikan informasi yang pasti.

Istri tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai istri b. Adanya kepastian bahwa suami dapat menjamin keperluan=keperluan hidup istri-istri dan anak-anak mereka c. Perkawinan sirri jenis ini sepanjang sejarah akan tetap dapat ditemui karena terkait dengan kesalahan yang diperbuat oleh manusia (human error). Adanya jaminan bahwa suami akan berlaku adil terhadap istri-istri dana anak-anak mereka 54 . dan pasal 5 (1) UUP no. Perkawinan sirri jenis ini diperkirakan ada sejak awal penduduk Bumianyar merantau. Kedua. Istri tidak dapat melahirkan ketunan Sedangkan pasal 3 menyatakan: (1) “pada azasnya dalam suatu perkawnan seorang pria hanya boleh mempunyai seorang istri. Adanya persetujuan dari istri/istri-istri b. Para perantau atau TKI yang pada waktu berangkat sendiri.1 Tahun 1974 tentang keharusan perkawinan dicatatkan di KUA. kawin sirri yang dilakukan penduduk Bumianyar di perantauan atas kehendak kedua pasangan suami istri.1 Tahun 1974 mengenai poligami58.” Selanjutnya dalam pasal 5 (1) menyebutkan “untuk dapat mengajukan permohonan kepada pengadilan.1 Tahun 1974menjelaskan “pengadilan hanya memberikan izin kepada seorang suami yang akan beristri lebih dari seorang apabila: a. pasal 3. Seorang wanita hanya boleh mempunyai seorang suami. Disamping itu juga terkait dengan pasal 4 (2). harus dipenuhi beberapa syarat sebagai berikut: a. 58 Pasal 4 (2) dari UUP No. jalan keluar yang diambil yaitu dengan kawin sirri ketiga. dalam hal ini aparat desa atau PPN. Istri mendapat cacat badan atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan. namun hal tersebut marak dilakukan sekitar tahun 1990-an.” (2) “Pengadilan dapat member izin kepada seorang suami untuk beristri lebih dari seorang apabila dikehendaki oleh pihak-pihak yang bersangkutan. Oleh karena itu. Perkawian sirri jenis ini ditemui di desa Bumianyar dalam jumlah yang sangat sedikit. Suami harus mendapatkan ijin dari pengadilan atas persetujuan istri. maka proses poligami sulit dilaksanakan karena salah satu pihak yaitu istri belum tentu menghendaki suaminya menikah lagi. kawin sirri yang dilakukan di desa Bumianyar untuk kepentingan poligami.perkawinan di KUA. Perkawinan sirri jenis ini diperkiran ada sejak dikeluarkannya UUP No. c.

239 55 . nyabe‟ oca‟. Hukum Perkawinan Islam. h. Proses Pelaksanaan Kawin Sirri Proses pelaksanaan kawin sirri pada masyarakat Bumianyar dapat dikelompokkan kedalam dua: pertama. kawin sirri yang dilakukan oleh penduduk Bumianyar di perantauan yang sengaja dirahasiakan dari masyarakat.setelah beberapa tahun diperantauan pulang dengan membawa pasangan. Sedikit sekali para perantau terurama laki-laki perjaka yang pulang tanpa membawa pasangan hidup. d. kabinan. (Jakarta: Bumi Aksara. perkawinan diatas tetap dikelompokkan pada kawin sirri mengacu pada konsep kawin sirri yang diberikan oleh Ramulyo. Perkawinan jenis ini diperkirakan ada sejak awal penduduk Bumianyar merantau. tan-mantan. proses kawin sirri yang dilakukan di desa Bumianyar apabila wanitanya perawan dengan laki-laki perjaka. Ini biasanya dilakukan oleh kiai atau orang kaya untuk poligami. 59 Idris Ramulyo. Perkawinan seperti ini ditemukan di Bumianyar dalam jumlah yang sedikit. hanya saja dalam perkawinan ini tidak terdaftarkan di KUA (tidak memiliki surat nikah). mar-lamar. 2002). Proses perkawinan sirri ini pada umumnya sama dengan proses pelaksanaan perkawinan pada umumnya yaitu ada tahapan-tahapan tertentu seperti ngen-ngangen. sekalipun mereka mendaftarkan di KUA. Keempat. dan en-maen. Dalam penelitian ini. 59 Sedangkan proses pelaksanaan kawin sirri pada wanita perawan/janda dengan laki-laki yang mempunyai istri dengan cara si laki-laki langsung melamar wanitanya ke keluarganya. jeng mantoh.

56 . tanggal untuk melaksanakan akad nikah. Jika wanitanya setuju. Setelah semuanya setuju. Kawain sirri jenis ini dilakukan bukan untuk poligami. maka menentukan hari. kawin sirri yang dilakukan oleh penduduk Bumianyar di perantauan. Apabila ada seorang laki-laki menyukai seorang wanita janda maka dengan segera mendekatinya. maka si laki-laki minta bantuan kiai untuk melamar si wanita kepada keluarganya.Kedua.

omorra 17 taon. Hadi-Ina. wong semua yang ngatur orang tua. saya mengikuti kemauan orang tua dan alhamdulilla istri saya baik sekali … pintar mengaji dan tekun beribadah. Sampai sekarang kami tidak mempunyai surat nikah dan mereka tidak membahas masalah itu …) Ulfa : “ omor 13 taon sengko‟ e pakabin ban sabalaan. Teppa‟e kabinan sengko‟ ta‟ ngoros pa-apa. Sebenerra teppa‟e jiya sengko‟ gi‟ terro nengennengnga e ponduk. Faktor Penyebab Kawin Sirri yang Dilakukan di Bumianyar Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kawin sirri di lakukan di desa Bumianyar akan diceritakan oleh pasangan Sahrul-Ulfa. waktu itu saya masih senangsenangnya jalan bareng teman. Teppa‟ ajiya sengko‟ gi‟ neng-sennengngah ajalan ban ca-kanca. Aherra sengko‟ pasra beih ban sengator kabbi oreng towa. Sampe‟ satiya sengko‟ ta‟ andhi‟ sorat kabin ban mattowa ta‟ perna atanya …” (pada awalnya perkawinan ini saya lakukan karena terpaksa karena orang tua mengancam tidak mengakui saya sebagai anaknya. Teppa‟e jiya se makabin guru ngajina sengko‟.BAB IV FAKTOR PENYEBAB KAWIN SIRRI DAN PENGARUHNYA TERHADAP HUBUNGAN DALAM KELUARGA A. Ya sengko‟ noro‟ bae. Faktor Penyebab Kawin Sirri 1. Sengko‟ ejuduagi molae omor 5 taon. selain itu saya masih punya keinginan untuk merantau. dan Latief-Rahma. Akhirnya. Sahrul : “ pertama sengko‟akabin ariya polana terpaksa sebab oreng towa ngancam ta‟ ngakoenna sengko‟ ana‟eh. ben pole sengko‟ gi‟ terro merantaoa. ya … saya nurut saja. tape orang towa maksa ban ngancam daddhi ana‟ dreka se matodus keloarga mon nolak. oreng se ngatur kabbi oreng towa. Ya … 57 . Aherra sengko‟ noro‟ oca‟e oreng towa ban Alhamdulillah bine sengko‟ orengnga becce‟ …penter ngaji ben cakang bejenga. Waktu mau menikah saya tidak mengurus apa-apa.

tape gu‟-deggu‟ mon parlo ban andhi‟ pesse. benne pangolo. sehingga terjadi 58 . Keadaan tersebut memaksa para orang tua menikahkan anak perempuannya. tapi orang tua tetap memaksa dan mengancam menjadi anak durhaka yang akan mempermalukan keluarga jika saya menolak perkawinan tersebut. Oleh karena itu para orang tua mempunyai kebiasaan menjodohkan anak perempuannya dengan dengan anak dari anggota keluarga yang lain. Pada saat itu orang tua dan anak perempuan yang bersangkutan merasa malu dan aib pada semua orang dilingkungan sosialnya. ya … bikin) Hal diatas menunjukkan bahwa kawin sirri yang dilakukan didesa Bumianyar adalah kehendak orang tua. semua orang akan mencemoohnya sebagai perempuan tidak laku (ta. Saat itu yang mengawinkan adalah guru ngaji saya. ya … sengko‟ agabayya. Orang tua memaksa anaknya untuk segera menikah karena ada tuntutan bahwa anak perempuan harus segera menikah. Tentang sorat kabin … sampe‟ sateya sengko‟ gi‟ ta‟ parlo. saat itu dia masih berumur 17 tahun. tidak lama setelah mengalami haid yang pertama atau pada umur antara 12-15 tahun. tanpa mendaftar ke KUA. sebab sebagai suatu anggota keluarga besar merekapun akan merasakan perasaan yang sama (aib dan malu) jika ada diantara anggota kerabatnya dicemooh sebagai perempuan tidak laku. tapi kalau besok kemudian hari membutuhkannya dan mempunyai uang.1 tahun 1974 pasal 7 ayat (1). (umur 13 tahun saya dinikahkan dengan suami yang masih saudara. sebagaimana diperbolehkan UU no. Tentang surat nikah … sampai saat ini saya belum membutuhkannya. Akhirnya saya pasrah saja dan yang mengatur perkawina semuanya orang tua. Apabila telah melebihi umur tersebut dan ternyata belum menikah. Ya … saya tidak nanya mengapa bukan bapak penghulu. arapah me.sengko‟ ta‟ tao ne. paju lake). sebenarnya saat itu saya masih ingin tetap di pondok. Ketentuan umur diatas bertentangan dengan batas umur minimum diperbolehkannya perempuan melakukan perkawinan di Indonesia. Kami dijodohkan sejak saya berumur 5 tahun.

Selain itu. Namun saat ini. kawi sirri terjadi karena adanya keyakinan masyarakat. Keyakinan tersebut merupakan pengaruh dari mazhab yang dianut oleh penduduk setempat yaitu mazhab Syafi’i. Namun ada sebagian pula orang tua yang memanipulasi umur anak perempuannya dengan cara berkolusi dengan aparat desa untuk merubah/menaikkan umur anak perempuannya. sehingga menimbulkan adanya anggapan bahwa perempuan Madura tidak cukup kawin dengan satu laki-laki atau kawin lebih dari sekali.perkawinan sirri. Selain itu. kawin paksa dan perjodohan antar saudara mulai jarang terjadi di Desa bumianyar. Hal ini dikarenakan kawin paksa dan perjodohan sering menyebabkan perkawinan tidak langgeng sehingga terjadi permusuhan antar saudara. 59 . kekhawatiran orang tua akan tidak langgengnya perkawinan anak karena perkawinan dilakukan secara paksa (kawin paksa) menyebabkan pula para orang tua tidak mendaftarkan perkawinan anaknya di KUA. Syafi’i menganggap sah perkawinan yang dirahasiakan dalam hal ini para saksi dipesan untuk merahasiakan perkawinan yang mereka saksikan dan menilai perkawinan tersebut bukan kawin sirri. meski tanpa dicatatkan d KUA. khususnya penduduk Bumianyar bahwa perkawinan merupakan hubungan manusia dengan Allah sehingga mereka sudah merasa “mantap” apabila perkawinannya dianggap sah menurut hukum agama. Adanya kawin paksa dan perjodohan antar saudara tersebut menjadi salah satu penyebab tingginya angka perceraian di Madura.

maggu dha‟ diya kennenganna e dapor kiya” (anak perempuan tidak perlu sekolah terlalu tinggi. harus mengeluarkan sejumlah uang untuk mendaftarkan perkawinan. tapi ada saksi maka perkawinan tersebut dianggap sah. sehingga ada pepatah “na‟-kana‟ bine‟ ta osa sekolah gi tenggi. Keadaan ekonomi para orang tua tidak memungkinkan anak-anaknya untuk sekolah kejenjang yang lebih tinggi karena tenaga anak dibutuhkan untuk membantu orang tua di sawah. Sementara itu. 60. terlebih lagi bagi anak perempuan. karena tempatnya pasti didapur juga/memasak). Penduduk Bumianyar yang rata-rata hidup dari bertani. kawin sirri terjadi karena ketidaktahuan penduduk akan fungsi pencatatan perkawinan telah menyebabkan adanya anggapan bahwa surat nikah bukanlah suatu hal yang penting sehingga menyebabkan penduduk terjerumus pada kawin sirri. h. Status Wanita Di Asia Tenggara: Studi Terhadap Perundang-Undangan Perkawinan Muslim Konyemporer Di Indonesia dan Malaysia. 185-160 60 .” Selain itu. 61 Faktor lain. Hal tersebut terkait rendahnya pendidikan penduduk Bumianyar. 163. meskipun tidak mempunyai surat nikah. 61 Ibid. Pendapat tersebut menyebabkan adanya anggapan bahwa pencatatan perkawinan merupakan urusan administrative saja bukan termasuk syarat sahnya suatu perkawinan. Oleh karena itu.Kawin sirri sebenarnya berhubungan dengan fungsi saksi yaitu pengumuman (i‟lan wa syuhr) kepada masyarakat tentang adanya perkawinan. (Jakarta: INIS. h. surat nikah belum tentu ia dapatkan. 2002). mayoritas berada pada tingkat SD/Madrasah ibtidaiyah. kawin sirri terjadi juga karena faktor ekonomi. karena mereka menemukan orang yang sudah 60 Khoirudin Nasution. tapi pertaniannya tidak pernah berhasil.

katanya untuk mengurus surat-surat perkawinan kami. Poligami jika dikaitkan dengan UU No. Bi‟ sengko‟ e tarema. Buat apa nak. Keloargana bine coma menta sengko‟ adhil dalem abagi bakto ban balenje”. maka proses poligami sulit dilaksanakan karena istri pertama belum tentu 61 . Gabaya apa ne‟. Sehengga tak maksa agabay sorat kabin. Bine ban keloargana ella tao mon sengko‟ andhi‟ bine ban anak.dha‟ kapala disa. ketika saya menjadi salah satu penumpangnya. oreng dhisa Katol. Saya terima niat baiknya. toh … sengko‟ ella towa ban ta‟ parlo kiya”. membayar uang sebesar Rp 35. teppaeh jiyah sengko‟ panompangnga. ngoca‟ ngabinna sengko‟. Yang mengakadkan saat itu adalah seorang guru ngaji.mendaftarkan perkawinan tapi sampai memiliki banyak anak surat nikah tidak didapatkan juga. tentang proses perkawinan administrative harus didaftarkan ke KUA. sehingga mereka tidak menuntut saya untuk membuat surat nikah. Keluarga istri Cuma minta saya untuk adil dalam membagi hari antara istri pertama dan istri kedua serta adil dalam hal belanja).000. Pasal 1. taon 1977 e romana.1 Tahun 1974. (Saya menikah dengan istri kedua. Se makabin teppa‟e jiya bindereh. sejak saat itu ia sering main kerumah . Kabupaten Bangkalan. Tape sampe‟ sateya sengko‟ ta‟ narema. pada waktu itu ibu.. Molae jiya lake sering maen ka roma. Sampe‟ settong bakto. (Saya kenal suami dikapal. Kabupaten Bangkalan tahun 1977 dirumahnya. koca‟e egabay sorat kabin. Teppa‟e jiya embu‟ majer pesse Rp 35. tapi sampai saat ini saya tidak pernah menerimanya.kepada dia. Pasal 4 Ayat (2) dan pasal 5 Ayat (1).000. Hadi : “ Sengko‟ ngabin bine se nomor duwe‟. Ina : “ Sengko‟ kenal ben lakeh e kapal. Hal tersebut menunjukkan bahwa kawin sirri dilakukan untuk poligami.Sampai suatu ketika ia mengutarakan untuk memperistri saya. orang desa Katol. toh … aku sudah tua dan tidak membutuhkannya lagi). Istri dan keluarganya sudah tau kalau saya sudah punya istri dan anak..

aherra mattowa atanya dha‟ kepala disa. sengko‟ ta‟ taoh. Menjelang perkawinan dilaksanakan saya telah diminta untuk menyerahkan foto dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) oleh emma’. Sampe‟ sateya sengko‟ ta‟ andhi‟ sorat kabin. Saya telah mengurus surat-surat perkawinan dari desa saya Banyusokkah. Sampang. Teppa‟e jiya sengko‟ ta‟ epentaeh tandatangan bi‟ pangolona. Kabupaten Sampang yang kemudian diserahkan ke kepala desa. ya … saya tidak nanya mbak waktu itu. anak tunggal. Setelah lama surat nikah belum saya terima. akhirnya mertua menanyakan kepada ke kepala desa. Pernah bi‟ emma‟ e Tanya agi dhe‟ kepala disa. bingung kan … !!) Rahma : “ Sengko‟ Rahmawati. Sekarang sudah mempunyai anak 1 berumur 4 tahun. tapi yangmengakad nikahkan kami adalah guru ngaji istri saya. Kepala desa menyuruh memintanya di bapak penghulu. pada malam akad. Ye … sengko‟ ta‟ atanya. e dinna‟. Daddi sengko‟ bingongf mentaah kasapa. agabay sorat kabin. apan pole pangolona ella mate …” (Saya Rahmawati. Latif : “ Sengko‟ akabin lakar karena e juduagi tape sengko‟ endhe‟ polana sengko‟ senneng. anak kadibi‟en. Sengko‟ ella ngoros rat-sorat dari disa. Saellana labit ban sorat kabin ta‟ e bagi. Koca‟eh pangolona bedeh e kapala disa. Teppa‟e malem akad. koca‟eh e taragiya dha‟ kepala disa. Umur 18 tahun saya dikawinkan dengan anak dari temannya emma‟ (Bapak) di sini (di Bumianyar). Bapak kepala Desa juga datang bersama Bapak penghulu. Teppa‟e kabinan sengakad agi guru ngajina sengko‟. Pada perkawinan saya yang mengakadkan memang bindereh (guru ngaji) saya. Banyosokkah. sengko‟ bedhe e kamar. Omor 18 taon e pakabin ban ana‟eh kancana emma‟ . tape pangolona ban kepala disa bedhe. ban e bagi dha‟ kepala disa.mengkehendaki suaminya menikah lagi oleh karena itu jalan keluarnya adalah kawin sirri. Sateya andhi‟ anak settong omor 4 taon. Ruwet kan … !!” (Perkawinan yang saya lakukan adalah memang karena perjodohan tapi saya melakukannya dengan senang hati karena saya menyukainya. Sebelumma kabinna sengko‟ e pentaeh foto ben KTP bi‟ emma‟. tape se makabin guru ngajina bine. koca‟eh bedhe e pangolona. Kepala disa nyoro atanya dha‟ pangolona. kepala disa ban pangolona dating. katanya untuk diserahkan ke kepala desa untuk pembuatan surat nikah. Malam jiya sengko‟ lakar ta‟ epentaeh tantangan atau cap jempol. sebaligga pangolona nyoro minta dha‟ kepala disa. sebaliknya bapak penghulu menyuruh memintanya di bapak kepala desa. Ye … sengko‟ ta‟ atanya embak. tapi saat itu memang dilaksanakan 62 . Pada malam itu saya memang tidak dimintai tandatangan atau cap jempol.

saellana badha e dinna‟ … sengko‟ agabay”. toh saudara istri yang saat itu berada di Mekkah merestui. disini (Madura) … saya bikin surat nikah) 63 . Faktor Penyebab Kawin Sirri yang Dilakukan di Perantauan Faktor penyebab kawin sirri yang dilakukan di perantauan di ceritakan oleh pasangan Hendra-Vita. Kami sama-sama menyukai. Ya saya tidak nanya mbak. Ya akhirnya. saya bingung harus minta kepada siapa surat nikah tersebut). mendingan akabin bai. se daddi sakse settung bellena bine.didepan bapak penghulu dan kepala desa. Akhirnya akad nikah dilakukan oleh bindereh dengan saksi saudara istri 1. daripada berdosa lebih baik kawin saja. Katembeng agabay dusa terros. Sampai saat ini. 2. Anas-Titin. Daftar dhe‟ kedutaan … ta‟ mungkin le‟ karena sengko‟ ta‟ andhi‟ paspor lengkap coma theng-katheng. Sengko‟ ben bine padha senneng. Ya aherra. Hendra : “ Sengko‟ akabin e Arab Saudi. teman 1 orang. (Perkawinan dengan istri saya dilakukan di Arab Saudi. Daftar kekedutaan tak mungkin dikarenakan saya tidak mempunyai paspor lengkap Cuma paspor palsu (tidak punya surat-surat lengkap/berangkat secara illegal). Jadi. Hal di atas menunjukkan bahwa kawin sirri terjadi karena keteledoran aparat desa atau pegawai pencatat nikah. Imam-Nina dan Bahar-Hasna. Toh … belena bine se bedhe e dissa satuju. karena tidak tahu. sebaliknya bapak penghulu menyuruh minta ke kepala desa. saya berada dalam kamar. saya tidak mendapatkan surat nikah. tapi kepala desa menyuruh menanyakannya ke bapak penghulu. Ketika itu. Emma‟ pernah menanyakannya pada kepala desa. settungah pole kanca. saya tidak diminta untuk tandatangan oleh bapak penghulu. Aherrah e pakabin bi‟ bindhereh. sampai akhirnya bapak penghulunya meninggal sekarang. Faktor tersebut sepanjang sejauh akan tetap dapat di temui karena hal ini terkait dengan kesalahan manusia (human error) dimana penduduk Bumianyar sudah mendaftarkan perkawinannya sesuai dengan prosedur tapi sampai memiliki beberapa anak mereka tidak pernah mendapat surat nikah.

Rat-soradda sengko‟ ban lake ella mate. Ta‟ mungkin le‟ oreng se akabin e Mekka olle sorat kabin.Tidak mungkin le’ (sebutan untuk orang yang lebih muda) orang yang melangsungkan perkawinan di Makkah itu mendapatkan surat nikah karena harus mendaftar kekedutaan Indonesia di Arab Saudi. sementara surat-surat saya dan suami sudah mati. Namun. polana harusa andhi‟ rat-sorat lengkap. Saya menceritakan kepada suami akan permintaan keluarga tersebut dan suami menyetujuinya. biasanya dilakaukan oleh perawan atas peermintaan keluarganya. yang mengakad saya adalah guru ngaji dan dilakukan dihadapan penghulu. Saat itu. Aherra abereng ben nganyareh kabin. saya membuat surat nikah. 64 . dan untuk kesana harus mempunyai surat-surat menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang lengkap. Sengko‟ abelle dhe‟ lake ban setuju. sebagaimana diceritakan oleh Anas dan Titin. Saksena sala sittungnga bele dibi‟ ben ngonjeng ca-kanca. Teppa‟e jiya se makabin kyai kampongan. Tahun 2000. Namun yang demikian tidak terjadi pada wanita janda. Teppa‟e jiya semakabin guru ngaji e ada‟na pangolona. yang mengakadkan adalah kyai kampongan (orang yang banyak memiliki ilmu agama) dan yang menjadi saksi salah satunya adalah saudara laki-laki saya dan mengundang teman-teman sesame perantau. sengko‟ ben lakeh molle de‟ Madure. Mungkin hal tersebut merupakan salah satu ciri hidup diperantauan yang semuanya serba berada dalam keterbatasan. Akhirnya bersamaan dengan pelaksanaan memperbaharui nikah. E Madure keluarga menta sengko‟ agabay sorat kabin. Setelah akad nikah saya diminta untuk menandatangani surat nikah). sehingga keadaan ini memaksa mereka untuk melakukan kawin sirri. Marena akad sengko‟ e pentae tanda tangan”. Di Madura semua keluarga meminta saya untuk membuat surat nikah. Pembuatan surat nikah susulan karena perkawinan semula dilakukan di perantaun. dalam hal ini keterbatasan surat administrative (tidak memenuhi persyaratan menjadi TKI). sengko‟ agabay.Vita : “Taon 1998. sengko‟ ban oreng malang e Mekka. Saat itu. ketika mereka sudah hidup bebas dinegaranya sendiri. mereka mendaftarkan perkawinannya. ( Saya menikah dengan orang Malang tahun 1998 di Makkah dan sekarang telah dikaruniai seorang anak perempuan berumur 4 tahun. Hal diatas menunjukkan bahwa kawin sirri dilakukan diperantauan karena adanya keterbatasan-keterbatasan. saya dan suami pulang ke Madura. Taon 2000.

yang penting adalah bagaimana suami ertanggungjawab terhadap keluarga. saya dan anak-anak. ollena coma cokop melle jajana nak-kana‟. Sampe‟ sateya sengko‟ ta‟ pernah ngajae‟ lake agabay sorat kabin. akhirnya saya bercerita ke teman yang lain kalau saya ingin memperistri anaknya.000. Samapi saat ini saya tidak pernah mengajak suami untuk membuat surat nikah. coma abathe‟. Aherra binderaeh se makabin. laki-laki. Sengko‟ ta‟ pernah mekker agabay sorat kabin. apalagi saya adalah seorang janda yang mempunyai anak satu. Niatku diterima dengan baik. Yang penting suami bertanggungjawab terhadap kehidupan keluarga.Anas: “sengko‟ kenal bine e Banjarmasin. lebih baik buat modal nikah karena kita sama-sama orang miskin. saksenah sala settungnga bapak. apanpole sengko‟ ta‟ alako. tidak pernah menuntut membuat surat nikah. bapak menjadi salah satu saksi. Teppa‟eh jiya se makabin bindereh kampongan. apanpole sengko‟ ella janda se andhik anak settung. soalla padha malarat.000. saksena orengtowana bine. 300. yang hasilnya hanya cukup untuk membeli jajannya anak). maksudnya beristri lagi….Rp 500. karena mereka menganggap sudak tidak mempunyai kesucian dan kehormatan lagi sebagaimana dimiliki oleh perawan. Bapa‟e sa kancaan meca‟.000 – Rp 500. Menurut sengko‟ sorat kabin jiya ta‟ penting. Sengko‟ ta‟ andhi‟ neat agabay en-maenan. Dengan keadaan sepeti sekarang ini saya sudah sangat bersyukur. Bapaknya adalah teman menarik becak. Sengko‟ senneng ka ana‟e. Karena menurut saya surat nikah itu tidak penting. (Saya menikah kedua dengan orang pasuruan tahun 1997 di Banjarmasin. Yang penting saya tidak berniat mempermainkannya..000. katembang makalowar pesse sekitar Rp 300. Saya menyukai anaknya. se penting dha‟ remma lake tanggung jawab dha‟ kaluarga. Hal ini menunjukkan bahwa pada wanita janda. Saat itu yang mengakadnikahkan adalah bidereh/kiai setempat. 65 . akherra sengko‟ atotoran dha‟ tang kancah je‟ sengko‟ terro ngabinah ana‟eh ban etaremah. Cuma membatik. lake‟. Saya tidak berpikir membuat surat nikah karema daripada mengeluarkan uang sekitar Rp. maksodda abine pole…” (Saya mengenal istri di Banjarmasin. apalagi saya tidak bekerja. Titin: “sengko‟ akabin pole ban oreng pasuruan. taon 1997 e Banjarmasin. Sateya sengko‟ andhi‟ anak settung. Sekarang dikaruniai anak satu. ban ngonjeng tetangge padha parantauan.lebih baik e gabay modal akabin. akhirnya akad nikah dilakukan oleh seorang kiai dan orangtua laki-laki istri sebagai saksi. Tonggel ariya bae sengko‟ ce‟ asokkorra.

tape ta‟ laju dha‟ roma. se daddi wali teppa‟eh jiya hakim. faktor ketidaktahuan penduduk akan fungsi surat nikah telah menyebabkan pasangan suami istri meremehkan adanya surat nikah. sehingga mereka mempunyai pemikiran lebih baik dikirimkan ke Madura untuk bangun rumah atau untuk kebutuhan anak-anak yang tinggal bersama neneknya. Nina: ”sengko‟ akabin ben oreng Arosbaya e Malaysia tahon 1999. sebelumnya tidak pernah mengaku kalau sudah mempunyai istri. polN sengko‟ ta‟ andhi‟ keluarga se merantao. Taon 2001. apakah perkawinan tersebut berlanjut atau tidak. Poligami yang dilakukan sepengetahuan istri tua tidak mungkin diijinkan. Faktor lain yang menyebabkan kawin sirri di perantauan adalah poligami. tape dha‟ 66 . Teppa‟e jiya sengko sengaja ta‟ daftar kedutaan polana lake mangkatta lebat budhi.Selain itu. tergantung dari istri muda dan keluarga seperti yang terjadi pada Nina. faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab praktek kawin sirri terjadi diperantauan. hamper sama dengan gaji satu bulan. seorang laki-laki yang menginginkan kawin lagi diperantauan akan melakukan kawin siriri. Tape ta‟ labit tang lake mole kiya. apalagi jika dikaitkan dengan kehidupan meraka di perantauan yang hidup dalam keterbatasan karena status mereka sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) illegal. Penduduk Bumianyar meresa biaya yang harus dikeluarkan untuk mendaftarkan perkawinannnyadi kedutaan Indonesia sangat mahal. setelah kembali ke Madura akan mengalami masalah. Selain itu. Hal tersebut baru terungkap setelah keduanya sama-sama kembali ke Madura. poligami yang dilakukan diperantauan. karna sake‟ sengko‟ mole dha‟ madure tape lake tetap e Malaysia. ban pole majarra ce‟ larangnga. Oleh karena itu. namun kebanyakan dari laki-laki. sehingga menyebabkan praktek kawin sirri terjadi dari generasi ke generasi berikutnya.

padahal ketika di Malaysia mengaku sebagai duda dengan satu anak. Lake ajawab je‟ sengko‟ tetep binena. keluarga e tanya‟agi tentang status kabina sengko ban lake. keluarga nyoro tetangge entar dha‟ romana lake ban abale ja‟ ekaparlo keluargana sengko‟. Se daddi wali hakim (kiai kampongan). karena istri tidak mempunyai keluarga disana. karna sengko‟ ce‟ cintana. Namun tidak lama kemudian dia menyusul pulang tetapi tidak langsung ke rumahku tapi kerumahnya di Arosbaya. Saellanan badha e roma.romana arosbaya. padahal e Malaysia ngako duda andhik anak serttung. sementara sengko‟ gi‟ perjaka. orang Banyuates. Sesampainya dirumah. Sampe sateya bine ban keluargana ta‟ perna da-kanda agabaya sorat kabin… (Saya mengawini istri. Sabendera. aherra sengko‟ janjian atemmo e Pontianak. aherra sengko‟ akabin bai. Tape keluarga ta‟ setuju. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kami 67 . Pada saat itu. Ternyata dia tidak bisa memenuhi semua permintaan keluarga. kami sengaja memang tidak mendaftarkan perkawinan di Kedutaan Indonesia di Malaysia karena suami berangkatnya secara illegal selain itu juga bayarnya mahal. Kaluarga menta e patemmo ban oreng towana lake e Arosbaya. maggu ta‟ mangkat abereng. karena kami saling mencintai. Dia menjawab bahwa saya adalah tetap istrinya. dan akhirnya keluarga saya meminta kita untuk mengakhiri hubungan (bercerai). dan keluarga juga minta dia mempunyai waktu khusus untuk saya bukan dating semaunya. Sebenarnya keinginan saya untuk mengawini istri sejak di Madura. dia hanya mengunjungi saya tiga kali. polana janda.. lake bi. sebab bine ta‟ andhi‟ keluarga e dissa. tapi mau giman lagi kalau dia tidak mengahargai saya dan keluarga). Aherra lake ngako je‟ andhi‟ bine ban anak. Teppa‟e bahda e Madure lake entar dha‟ roma coma tello kale. (saya menikah dengan orang Arosbaya di Malaysia tahun 1999. keluarga meminta saya dikenalkan dengan keluarganya di Arosbaya tetapi dia menolak karena ternyata dia masih mempunyai istri dan saat itu iatrinya sakit keras. Selama kami di Madura terlebih saat itu saya sakit. molae badha e Madura sengko‟ ella ngabina bine. Tapi keluarga saya tidak merestui karena istri seorang janda. Akhirnya kami janjian ketemu di Pontianak meskipun tidak berangkat bersama. keluarga menyuruh tetangga untuk mencari rumahnya dan disuruh menghadap ke keluarga besar saya. tape lake ta‟ endha‟. tahun 1999 di Pontianak. saya dan dia didudukkan dihadapan keluarga dan ditanya tentamg status hubungan kami. Saat itu. Yang menjadi wali saat itu adalah hakim karena saya tidak emmpunyai keluarga yang merantau disana. Aherra kaluarga ta‟ bisa narema ban menta sengko‟ ban lake ngahere hubungan (apesa) ce‟-becce‟. yang menjadi wali pada saat itu adalah hakim/ bindereh. Sejak saat itu. Sebenarnya saya masih sangat mencintai dia. Tahun 2001 karena sakit saya harus pulang ke Madura tapi suami tetap di Madura. Bahar: “sengko‟ akabin ban oreng banyuates tahon 1999 e Pontianak. kami tidak pernah bertemu kembali. Tersinggung ban carana. Teppa‟eh jiya binena sake‟ sara. sementara saya masih perjaka. Kabater alako dusa (zina). Tersinggung dengan caranya dalam memperlakukan saya. Kaluarga menta lake andhik bakto rutin dha‟ sengko‟ ternyata lake ta‟ bisa ngabulaki pamentaan kelaurga.

Sampai saat ini istri dan keluarganya tidak pernah menyinggung untuk membuat surat nikah. sehingga mereka melakukan perkawinan jauh dari orangtua yaitu diperantauan. Tape saellana olle sabulen 68 . Kawin sirri adalah sah dan jalan terbaik untuk menghindari dosa yang lebih besar berupa zina. Meraka yang samasama mencintai sering jalan berdua. ade‟ mak-semma‟ da‟ sengko‟. Molae jiya sengko‟ ban lake ta‟ perna a hubungan pole. Indra: “sengko‟ andhi‟ anak lake‟ duwa‟.) Hal diatas menunjukkan bahwa kawin sirri dilakukan karena tidak mendapat restu dari orangtua. teppa‟e anak omor 5 ben 1 taon. B. Hubunganna sengko‟ ban anak becce‟.. Coma mon sengko‟ baru dating dari Malaysiabiasana lo-malo. Pengaruh Kawin Sirri terhadap Hubungan dalam Keluarga 1. Pengaruh Kawin Sirri terhadap Hubungan dalam Keluarga pada pasangan Kawin Sirri yang Bercerai Bagaimana pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga pada pasangan kawin sirri yang telah bercerai diceritakan oleh Agus-Indra. Keyakinanan tersebut berhubungan dengan ajaran agama yang diajarkan oleh para kiai/bindereh meskipun tidak secara langsung. Selain itu kawin sirri juga dilakukan untuk menghindari dosa. se bine‟ noro‟ lake. se lake neng-enneng ban sengko. oreng Pontianak. agus. ben lakeh nomer duwe‟.memutuskan untuk menikah saja. bine‟ omor 12 taon. Untuk gabay biayana anak sengko‟ nyare lako da‟ Malaysia. Anak e patorok da‟ emabana. Sengko‟ apesa. dan mereka khawatir tidak dapat mengontrol diri mereka sehingga jalan yang diambil adalah kawin sirri. Lake abali dha‟ Pontianak. ban anak lake‟omor 8 taon.. misalnya dengan dilakukan poligami oleh para kiai melalui jalan kawin sirri.

artinya tidak ada komunikasi. Perceraian terjadi ketika anak saya berumur 5 dan 1 tahun. sementara anak saya tititpkan ke neneknya.. dan anak kedua perempuan tinggal bersama suami. suami dan anakkau jarang sekali komunikasi. ngajina ban enlaen. coma lebat telepon. uang dan mainan…) Hal diatas menunjukkan bahwa hubungan antara suami-istri-anak pada kelauarga kawin sirri yang sudah bercerai adalah terputus. cuma 3 kali telepon. tidak mau dekat saya. aropa pesse ban en-maenan. teman. seperti yang terjadi pada Indra dan suaminya Agus (orang Pontianak). Kesibukan masing-masing pasangan telah membuat mereka tidak pernah berpikir untuk menelpon atau menemui mantan suami-istri meskipun mereka memiliki anak yang tinggal bersama masing-masing pasangan. dengan suami Agus orang Pontianak. pada bai ben hubunganna anak ben keluargana lake… (saya mempunyai seorang anak laki-laki. Sejak terjadi perceraian. Hubungan saya dan anak cukup akrab. Hanya saja ketika saya baru dating dari Malaysia. salah satu pasangan berasal dari luar daerah Madura. ban sering abanto sengko. 69 . hubungana ban keluargana lake ta‟ pernah.padana hubunganan ban lake. kancana. Hubungan suami-isti Hubungan suami istri pasda pasangan kawin sirri yang sudah bercerai terputus. coma tello kale. baik melalui telepon apalagi bertemu. saya merantau ke Malaysia. Biasanya perkawinan tersebut dilakukan di perantauan. namun setelah satu bulan dia mulai akrab dan cerita-cerita tentang sekolah. Selama itu pula suami mengirimi uang anaknya 2 kali. Yang demikian terjadi pula pada mantan pasangan akwin sirri yang bercerai dan tempat tinggalnyaberjauhan. dia malu-malu.lebbi biasana molai akrab ban ta-careta tentang sakolanan.sampe sateya lake coma akereman dukale da‟ ana‟e. biasana datengga sakola. Setelah pulang sekolah terkadang ia membantu saya di dapur. sementara suami kembali ke Pontianak. tempat ngajinya dan lain-lain. Untuk memenuhi kebutuhan anak. Sejak perceraian itu aku dan suami tidak pernah ada komunikasi lagi. anak pertama laki-laki tinggal bersama saya. Marena apesa ben sengko‟ lake ban anak jarang ahubungan. 1. sekarang berumur 12 dan 8 tahun.

Hubungan orangtua-anak Hubungan orangtua-anak pada pasangan kawin sirri yang bercerai juga terputus atau sangat jauh seperti yang dialami agus dan anak lakinya yang tinggal bersama mantan istrinya (Indra). Keadaan tersebut salah satunya disebabkan faktoe ekonomi orangtua yang pas-pasan. dalam hal ini perceraian. apabila telah berkeluarga dan dapat menimbulkan cemoohan masyarakat. kesibukan ini membuat para orangtuasemakin jauh dari anaknya. dibatalakan/rujuk kembali dengan mantan istri. Sedangkan hubungan orangtua-anak yang tinggal bersama pada keluarga kawin sirri yang bercerai adalah baik. artinya keputusan yang telah diuambil. baik melalui telepon terlebih bertemu langsung harus mengeluarkan banyak uang. adanya keyakinan penduduk Bumianyar tentang seorang anak.Selain itu anggapan “tidak sopan” bagi pasangan yang telah bercerai untuk bertemu. 2. Selain itu. terlebih bagi anak laki-laki. semua keluarga dan yang bersangkutan merasakan aib dan malu pada semua orang. Pada saat itu. yang dianggap dalam pepatah ”copa se epakalowar e galunyu‟ pole” (ludah yang dibuang dujilat lagi). yang dapat mengakibatkan petengkaran antara keluarga mantan pasangan masing-masing. sehingga membuat para orang tua lebih berpikir untuk mencari kerja. Hal ini pulalah yang menyebabkan rujuk pada masyarakat Madura jaang sekali terjadi. akan tetap mencari orangtuanya meskipun lama terpisah. meskipun anak ditinggal merantau dan anak 70 . membuat para orangtua tidak pernah kuatir akan kehilangan anaknya meskipun tidak pernah bertemu dan anaknya tidak memiliki akte kelahiran. Berkomunikasi.

hungan antara keluarga inti dengan rumah tangga lainnya. dikarenakan keluarga tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Artinya ayah ibu tidak lagi menjadi 71 . Adapun fungsi pokok keluarga yaitu: tempat menikmati bantuan. belum pernah berjumpa atau berhubungan/komunikasi satu sama lain 4. mendapat pengasuhan. khususnya mengenai hubungan orangtua anak dan hubungan antarsaudara (siblings). Hubungan antara keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya Sebagaiman hubngan dalam keluarga inti. khususnya mertua juga terputus. anak-anak membantu para orangtua berdasarkan kemampuannya. mendapatkan keamanan dalam hidup. Salah satu penyebabnya adalah jarak tempat tinggal yang jauh. Sejak terjadi perceraian. membersihkan rumah. Putusnya hubungan keluarga kawin sirri yang bercerai.dititipkan ke neneknya. sampai saat ini mereka berumur 12 tahun dan 8 tahun. Hubungan antarsaudara (siblings) Hubungan antarsaudara pada keluarga kawin sirri yang bercerai juga terputus. seperti yang dialami oleh Indra dengan anak laki-lakinya. saat itu anak pertama perempuan. Hal tersebut nampak dari tidak adanya komunikasi baik melalui telepon maupun bertemu secara langsung. sebagaimana dialami oleh anak-anak kawin sirri Indra-Agus. dan mendapatkan pendidikan. seperti memasak. 3. karena mereka tetap menjalin komunikasi baik melalui telepon maupun bertemu secara langsung ketika orangtua kembali ke Madura. umur 1 tahun. berumur 5 tahun dan adiknya lakilaki. Disaat bertemu dan tinggal bersama. ekonomi juga kesibukan masing-masing keluarga. mencuci dan lain-lain.

h. Sedangkan hubungan suami istri terputus. Dikhawatirkan apabila kelak diantara mereka saling menyukai dan melakukan perkawinan karena mereka tidak saling mengenal antara satu dengan lainnya. tetapi lebih dari itu ia memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembanga peradaban manusia. pengasuhan dan pendidikan sehingga hubungan menjadi terputus. Hal ini membawa dampak pada kaburnya garis keturunan/ nasab suatu keluarga. Hukum Perkawinan Islam.62 Sedangkan hubungan dalam keluarga. karena antara mereka masih ada komunikasi baik melalui telepon maupun bertemu langsung. kemanan. (Jakarta: Bumi Aksara. Oleh karena itu kawin sirri bukan hal sepele yang hanya berkaitan dengan “sah” atau “tidak sahnya” suatu perkawinan.temapt bagi anak untk mendapatkan bantuan. baik dalam hubungan sesamanya maupun dalam hubungan sebagai anggota masyarakat bahkan mempengaruhi bnetuk masyarakat. ditambah lagi tidak adanya komunikasi diantara mereka. 62 Idris Ramulyo. 239 72 .2002). Artinya ayah/istri tidak tahu terhadap nakanaknya. maka incest tidak dapat dihindari lagi. terkadang ada pula yang bermusuhan. khususunya hubungan orangtua anak dan hubungan antarsaudara (siblings) pada keluarga kawin sirri dan tempat tinggalnya berdekatan atau perkawinannya dilakukan di desa Bumianyar adalah cukup baik. demikian halnya anak-anak dan antarsaudara tidak saling mengenal.

yang melakukan kawin sirrmi di Bumianyar Latief : “ Bine jiya orengnga sangat ngerte da‟ kebutoenna sengko‟.pekerjaan dan masalah keluarga.. Karna jiya. Keluarga sengko‟ andi‟ kebiasaan a kompol. Terkadang kami juga melibatkan keluarga lain dan mertua dalam memecahkan masalah. marena sholat magrib sambi neggu TV. deng-kadeng marengngi maen. Sengko‟ ban anak akarab. nyeapagi gun-laggun. Pesse ollena alakoh esempen ban gabay kabutoanna bine. deng-kadeng nolongi keya e dapor. Sereng sengko‟ ngaja‟ anak ngerem kaju mon ta‟ pate jau.. Pengaruh Kawin Sirri Terhadap Hubungan dalam Keluarga pada Pasangan Kawin Sirri yang Tidak Bercerai Bagaimana hubungan keluarga pada pasangan kawin sirri yang tidak bercerai akan di ceritakan oleh pasangan Latief-Rahma. Ya…sengko‟ lakar e banto mattowa gabay kabutoanna keluarga. mattowa rencana agabay sorat kabin pole.Sengko‟ ta‟ pernah makaloar pesse. Memang. Kami mempunyai kebiasaan berkumpul dengan keluarga setelah sholat magrib sambil nonton TV.mattowa alarang sengko‟ ban bine alaen (amassa‟ dhibi‟) . Sebelum tedung bisana sengko‟ da-kanda masalah anak. Oleh karena mertua merencanakan akan mendatarkan kembali. (Istriku adalah ibu rumah tanga yang baik. Deng-kadeng sengko‟ ban bine a bug-rembu‟ ban mattowa misalla tentang kabinanna sengko‟. Maggu mon siang jarang atemmo karma alako. Dia sangat mengerti akan kebutuhan saya.2.karma sengko‟ gi‟apolong ban mattowa.karena surat itu di butuhkan apabila istri ikut mengantarkan barang dagangan ke Pontianak. Pesse olena alakoh bi‟ sengko‟ e bagi kabbi da‟ bine.contohnya ststus perkawinan kami. Pada waktu pagi dia sudah memasak dan menyiapkan sarapan sebelum saya berangkat kerja. habunaganna sengko‟ ban matowa ce‟ becce‟na.karna bine anak kadhibi‟an. Uang hasil kerja saya berikan semua pada istri dan dia selalu bermusyawarah apabila membelanjakannya.sampai sekarang dia belum 73 . Sebelum tidur biasanya kami pergunakan untuk membicarakan anak.misalla dalem balanja tiap arenah. lako ban masalah keluaraga.entah kapan.bakto alako. Bine biasana atotoran mon pessena e kabalanje‟e.sebelum sengko alako. Mon gi‟ laggu amassa‟. Taoh bileh……polana sorat kabin jiya e kabutoh mon bine noro‟a sengko‟ ngerem bareng da‟ Pontianak. Ketika dia sibuk di dapur saya memandikan anak dan terkadang membantu dia didapur. Pasanagan Latief-Rahma . Teppa‟e bine sibuk e dapor‟ sengko‟ mandi‟I ana.. Sengko‟ dhang-kadhang agente mattowa ngater dagengan dha‟ Pontianak.anak ban sengko‟. Ana-Titin dan Hendra-Vita.. Lakar …sampe‟ sateya ta‟ pernah noro‟.tape mon malem akompol. Salaen jiya setiap are are sengko‟ abanto ngare‟gabay pakanna sape. Padha hubunganna ban anak .

Dang.ajage anak ban ajage toko se ajualan jajan na‟kana‟ban kabutuan rumah tangga.uang hasil kerja ditabung..karena beliau petani sekaligus berdagang sapi. Hubungan saya dengan anak sangat baik. Tak jarang saya mengajaknya ketempat kerja sebagai supir truk kayu. Sama hubungannya dengan anak.paleng-paleng mattowa se entar dha‟ kanna‟. menjaga 74 .biasana telasan.hubungan saya dengan mertua sangat baik. Hal tersebut biasanya kami lakukan dilanggar setelah sholat magrib berjemaah. Umur 18 tahun dikawinkan dengan anak teman bapak. untuk pembuatan surat nikah. Biasana setiap badha kalakoan misalla mantenan. Jadi sekarang bingung harus minta kepada siapa surat nikah tersebu) Misalnya cara suami mendidik anak yang terlalu keras.tellasan.Taon bari‟ ekeremi duwe‟ juta. Sekarang sudah mempunyai anak satu orang berumur 3 tahun. Rahma : ”Hubungan sengkok kalaban lakeh sangat bagus. Tape.hajjian ban laen-laen.anak tunggal.ketimbang nganggur buk. Lakeh jiya somber ekonomi keluarga.kegiatanku Cuma memasak. Sebelum tedung biasana de-kande masalah anak ban lakoh. Ya. Oleh karena itu. Sengko‟ coma entar dha‟ romana se emadura.. Karna jiya tiap taon sengko‟ ekeremi pesse.ban pole mon jefri terro jajan sengko‟ ta‟osa melleh dha‟ toko laen. sampai akhirnya bapak penghulunya meninggal. Mattowa badha e Pontianak maggu sabenderra oreng madura.lakeh bertanggung jawab.Setiap hari dia tinggal di rumah bersama saya karena saya hanya ibu rumah tangga biasa. Menjelang perkawinan dilaksanakan saya telah diminta untuk menyerahkan foto dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) oleh bapak. Pada perkawinan saya memang yang mengakad nikahkan adalah bindereh(guru ngaji) . sambi neggu TV.Hubungan sengko‟ ban anak sangat baik. Hubungan sengko‟kalaban mattowa becce‟ kiya. Selain itu..Sengko‟ta‟ pernah dha‟ dissah.Kegiatan sengko‟ e roma amassa‟. Ya. Bapak pernah menanyakannya pada kepala desa. Mattowa ce‟ neserra ka sengko‟ban kompoyya.ella e urus eppa‟.pernah ikut.memang saya masih dibantu mertua dalam hal kebutuhan rumah tangga(masak didapur sendiri) karena istriku anak tunggal. karna oreng towa alarang polana anak kadhibi‟an. Meskipun pada siang hari jarang bertemu karena bekerja. Sengko‟ta‟ perna acareta tentang kabinanna sengko‟ka mattowa..tapi saat itu dilaksanakan dihadapan penghulu.setiap arena apolong ban sengko‟ e roma karna sengko Cuma ebu roma tangga biasa. Sampai saat ini saya tidak pernah dapat surat nikah.nyassa.katanya untuk diserahkan ke kepala desa.. setiap hari saya mencari rumput pakan sapi.kadang sengko‟ ban lakeh a beg-rembeg maso oreng towa. Ya saya tidak bertanya mbak. (Saya Rahma.misalla cara lakeh se ce‟ kerrassa adidik anak. Saya terkadang menggantikan mertua mengantarkan barang dagangan ke Pontianak. tapi kepala desa menyuruh untuk menanyakannya kepada kepala desa. Hubungan saya dengan anak sangat baik. Maggu sampe‟ sateya sengko‟ gi‟ apolong saroma ban oreng towa sarta ta‟ amassa‟ dhibi‟.tapi malam hari kami berkumpul dan menemani mereka bermain. Keluarga andhi‟ kebiasaan akompol marena magrib.Bi‟ sengko‟ ekabelli gelleng.karena saya berada dalam kamar..

. Sering areng-bereng seperte mon amaen. Apabila saya sakit. Hubunganku dengan merta sangat baik .Itupun apabila ada acara keluarga seperti kawinan. mencuci.naik haji dan lain. kematian maka saya mengunjunginya.dan lagi apabila Jefri ingin jajan saya tidak usah beli ke toko lain. Suami sangat mengerti tentang saya. Karna jiya bannya‟ oreng ngoca‟. 75 . karna nak bine‟ sengko‟ sekolah dari pagi sampe lem-malem. dialah yang memasak untuk keluarga.lain. kapatean. Pasangan Anas-Titin yang melakukan kawin sirri di perantauan. menyapu apabila sekolahnya libur.biasanya mendekati lebaran . karena sengko‟ badha eroma teros.anak serta toko jajanan dan kebutuhan rumah tangga. Mertua ada di Pontianak meskipun beliau orang madura. Mereka juga sering membantu saya seperti memasak. mon sakolaenna prei.paling mertua yang datang kesini. seteop mole sakola sengko nyiapagi ngakan siangnga nak-kanak. Namon re-are biasana enje‟ polana ce‟ jauna ban ongkossa larang. Tapi. Saya tidak pernah membicarakan status perkawinan saya dengan mertua. (Hubungan saya dengan suami sangat baik sekali.. sekolah.dari pada nganggur mbak. Moon sengko‟ sake‟. se amssak untuk keluarga biasana lake. karena nak kami sekolah dari pagi hingga sore. pertunangan. Hasil kerjanya setiap hari langsung diberikan kepada saya untuk keperluan rumah tangga. Anak-anak sangat akrab dengan saya karena saya selalu dirumah. Sataretanan.Mereka sangat sayang padaku dan anakku. Oleh karena itu setiap tahun aku dikirimi uang. ngajig bahkan mon abanto oreng towa abereng terros. abersia ban en laen. Lake ce‟ ngartena dha‟ sengko‟. misalla kabinan. Banjarmasin: Titin : ”Hubunganna sengko‟ ban lake sangat baek. Lebaran kemarin dikirimi 2 juta dan aku belikan gelang. sakit. Nak-kanak sering abanto sengko‟ amassa‟. Setiap pulang sekolah saya menyiapkana makan siangnya. Oleh karenanya banyak orang biulang kalau saya beruntung mendapatkan suami seperti dia. Mon badha kalakowan sengko‟ entar dha‟ romana mattowa. Anak sangat akrab ban sengko‟. keduwa‟ anak sengko‟ ce‟ akrabbah. ya. Apabila ada aktivitas sosial pada mertua dan sanak keluarga suami seperti perkawinan. Saya belum pernah kesana. ban en-laen. Namun tidak pada hari-hari biasanya karena sangat jauh dan ongkosnya sangat mahal.. sengko‟ bejre olle lake tonggel jiya.itu sudah diurus bapak).. Hasella lako ban arena e bagi dha‟ sengko‟ langsung. gabay belenje. Saya cuma berkunjung ke rumah yang di madura .

Antar saudara. Hubungan antara suami-istri Hubungan suami-istri pada keluarga kawin siriri yang tidak bercerai pada umumnya sangat baik. mewakili suami. misalnya suami sebagai kepala keluarga bertugas mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Hal tersebut terlihat mereka selalu bersama. Hal ini karena suami istri bertanggungjawab terhadap kewajiban masing-masing. bermain. 1. menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. kedua anakku sangat akrab. 76 . ngaji bahkan ketika membantu kamipun mereka selalu bersama) Hal tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara suami-istri. membina kerukunan rumag tangga. Demikian halnya dengan hubungan anatara keluaraga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya adalah sangat baik pula. singkatnya mnegurusi kehidupan rumah tangga. mengasuh dan membina anak dalam pendiudiakn. orangtua-anak. antara saudara pada keluarga kawin sirri yang tidak bercerai sangat baik. sekolah madrasah maupun sekolah dasar. sebagaimana yang terjadi pada hubungan keluarga pada umumnya. kesehatan anak dan suami dan membantu mencari nafkah bagi keluarga seperti membatik dan berjualan. bertugas melindungi keluarga dengan membimbing seluruh anggota keluaraga agar berkembang sesuai dengan keinginannya dan mengawasi pendidikan anak-anaknya. bertugas sebagai wakil keluarga bila berhubungan dengan masyarakat. Istri sebagai ibu rumah tangga bertugas mengatur dan mengelola rumah tangga.

khususnya orangtua istri/susmi (mertua) adalah sangat baik.Disamping itu mereka mempunyai kebiasaan memusyawarahkan permasalahan keluarga seperti masalah anak. 3. sekolah dan mengaji. mencuci. Demikian halnya apabila mertua mengalami kesulitan. apabila keluarga inti mengalami kesulitan misalnya ekonomi. 2. Hungan antar orangtua-anak Hubungan antara orangtua-anak juga sangat baik. Hubungan antara saudara (siblings) Hubungan antarasaudara juga bagus. memasak dan lain-lain. dengan rumah tangga lainnya. maka keluarga pasangan kawin sirri juga membantu. Selain itu. mereka juga melakukan pembagian kerja sesuai kemampuan masing-masing. pekerjaan dan lain-lain sehingga membuat hubungan mereka terjalin dengan baik. Hubungan antara keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya Hubungan keluarga inti kawin sirri yang terdiri dari suami-istri-anak. Hal tersebut nampak anak selalu membantu orangtua sesuai dengan kemampuannya masing-masing.. Kedekatan orangtua-anak juga nampak pada kebiasaan orangtua dalam menemani anaknya yang masih kecil bermain dan terkadang mengajak anak ke sawah. Hal ini dari adanya bantuan dari anggota rumah tangga lainnnya. misalnya seperti yang dilakukan anaknya Titin yaitu membersihkan rumah. seperti yang diulakukan oleh kedua anaknya Titin-Anas 4. 77 . keuangan. Hal tersebut nampak dari kebiasaan anak-anak yang selalu bersama-sama baik pada waktu bermain. pekerjaan dan lain-lain.

membina kerukunan rumah tangga. dan banyak pula yang bekeraj untuk membantu mencari nafkah bagi keluarganya. kesehatan anak dan suami. dengan membimbing seluruh anggota keluarga agar berkembang sesuai keinginannya dan mengawasi pendidikan anak-anaknya. bertani dan menjadi buruh tani. mengasuh anak dan membina anak dalam pendidikan. mewakili suami. Adapun fungsi pokok keluarga yaitu: tempat menikmati bantuan. juga sebagai wakil keluarga bila berhubungan dengan masyarakat. melindungi keluarga. mendapatkan keamanan dalam hidup. membatik. singkatnya mengurusi kehidupan rumah tangga. 78 . dan ia juga teman berbincang-bincang bagi suami. mendapat pengasuhan. Sebaliknya istri adalah pusat kedamaian bagi keluarganya. bertugas mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga. hal ini disebabkan karena keluarga berfungsi sebagaimana mestinya. bertanggungjawab terhadap kehidupan keluarga.Hubungan dalam keluarga kawin sirri yang tidak bercerai sangat baik. Artinya suami adalah pelindung bagi istri dan anak-anaknya. suami sebagai kepala keluarga. Seorang istri mempunyai fungsi dan peranan mengatur dan mengelola rumah tangga dan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. seperti berdagang. Selain tiu. dan mendapatkan pendidikan.

sampai pada pandangan para imam mazhab yaitu imam Hanafi. Pada perkembangan berikutnya.1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam. Kawin sirri.BAB V PENUTUP A. maka perkawinan yang ada saksi tetapi tidak ada pengumuman adalah perkawinan yang tidak memenuhi syarat. pada awalnya merupakan suatu perkawinan yang dilakukan tanpa adanya saksi yang lengkap. tetapi saksi diminta untuk merahasiakannya pada masyarakat. karena pengumuman (i‟lan) merupakan syarat mutlak sahnya perkawinan. mulai munculnya istilah yaitu pada masa kholifah Umar bin Khattab. Sedangkan keberadaan saksi hanya syarat pelengkap. Syafi’i dan Hanbali. para imam mazhab berbeda pendapat seperti Imam Malik memandang perkawinan tersebut tetap batal atau tidak sah. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab-bab sebelumnya maka didapat kesimpulan sebagai berikut : 1. dan kemudian berlanjut pada pandangan hukum positif negara setelah dikeluarkannya Undang-Undang No. yaitu seorang laki-laki dan seorang perempuan. Kaitannya dengan ini para imam mazhab sepakat kalau perkawinan tersebut harus dibatalkan atau tidak sah. Maliki. Sedangkan Imam Abu 79 . Kawin sirri telah mengalami pergeseran makna. kawin sirri merupakan perkawinan seperti pada umumnya yang dilakukan dengan memenuhi semua rukun dan syarat perkawinan. Kaitannya dengan hal tersebut.

Kehadiran saksi pada waktu melakukan akad nikah. 80 . sebagaimana di atur dalam UU No. kalau sudah disaksikan tidak perlu lagi ada pengumuman khusus. Perkembangan selanjutnya jika dihubungkan dengan UU No. maka kawin sirri menjadi perkawinan yang telah memenuhi rukun dan syarat sah perkawinan tapi tidak dilakukan dihadapan PPN dan tidak dicatatkan di KUA. Oleh karena itu. Sebab menurutnya. baik meskipun di minta dirahasiakan.Hanifah dan Asy-Syafi’i memandang perkawinan tersebut sah. 1 tahun 1974 Pasal 7 ayat (1). Kehendak Orang tua Orang tua memaksa anaknya untuk segera menikah karena adanya tuntutan lingkungan sosial bahwa anak perempuan harus segera menikah tidak lama setelah haid pertama umur 12-15 tahun. sudah cukup mewakili pengumuman. Kaitannya dengan ini. Faktor Penyebab Kawin Sirri dilakukan oleh Penduduk Bumianyar a. karena fungsi saksi itu sendiri adalah pengumuman (i‟lan). Keadaan inilah menyebabkan orang tua melakukan kawin sirri pada anaknya. tidak memenuhi ketentuan batas minimal diperbolehkannya perkawinan pada wanita yaitu umur 16 tahun. Umur tersebut. Faktor kawin sirri dilakukan oleh penduduk Bumianyar di Bumianyar Adapun faktor-faktor kawin sirri dilakukan di Bumianyar oleh penduduk Bumianyar adalah sebagai berikut : 1. hukum negara menganggap perkawinan tersebut tidak sah. 2. 1 Tahun 1974. Perkawinan inilah yang saat ini menjadi mode dan berkembang secara diam-diam pada sebagian masyarakat Islam Indonesia. tidak ada lagi rahasia kalau sudah ada empat orang.

menyebabkan pula para orang tua melakukan kawin sirri pada anaknya. baik langsung berupa para kyai yang melakukan kawin sirri. 2. Ekonomi 81 . Keyakinan tersebut disebabkan adanya ajaran Agama yang diberikan oleh para kyai. Ketidaktahuan Masyarakat akan Fungsi Surat Nikah Ketidaktahuan masyarakat akan fungsi surat nikah membuat mereka menggapap surat nikah bukanlah suatu hal yang penting. 4. 3. Hal tersebut diakibatkan rendahnya pendidikan yang dimiliki oleh penduduk Bumianyar. mayoritas berada pada tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. karena perkawinan dilakukan dengan paksaan. Hal tersebut berhubungan dengan mazhab yang dianut masyarakat setempat yaitu mashab Syaf’i dan Syaf’I menganggap perkawinan telah sah apabila telah memenuhi rukun dan syarat sah nikah.Selain itu kekhawatiran para orang tua akan tidak langgengnya perkawinan anak. maupun tidak langsung berupa ceramah-ceramah agama tentang perkawinan. meski tanpa dicatat di KUA. Keyakinan Masyarakat mempunyai keyakinan bahwa perkawinan merupakan hubungan manusia dengan Allah sehingga masyarakat merasa sudah “mantap” apabila perkawinannya diaggap sah menurut agama.

melihat akan pekerjaan mereka mayoritas bertani dan pertanian yang dimiliki selalu gagal. 6. tentang perkawinan secara administratif harus didaftar di KUA. Banjarmasin. Faktor kawin sirri dilakukan oleh penduduk Bumianyar di Perantauan Adapun faktor kawin sirri dilakukan oleh penduduk Bumianyar di perantauan (Malaysia.Biaya yang harus dikeluarkan untuk mendaftarkan perkawinan dirasakan oleh sebagian penduduk Bumianyar begitu memberatkan. maka proses poligami sulit dilaksanakan karena istri pertama belum tentu menghendaki suaminya menikah lagi. Pasal 3. b. Oleh karena itu jalan keluarnya adalah dengan kawin sirri. Keteledoran Aparat desa atau Pegawai Pencatat Nikah (PPN) Keteledoran aparat desa atau PPN menyebabkan kaein sirri terjadi di Bumianyar. Arab Saudi. Pontianak dan lain-lain) adalah sebagai berikut : 82 . Poligami Poligami jika dihubungkan dengan UU No. Pasal 4 ayat (2) dan Pasal 5 ayat (1). 1 tahun 1979. bahkan sampai mempunyai banyak anak. Hal ini terjadi karena sebenarnya penduduk telah mendaftarkan perkawinan sesuai prosedur yang ditentukan tapi penduduk tidak pernah menerima Surat Nikah. bahkan hasil pertanian tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang sehari-hari. 5.

sehingga memaksa mereka kawin sirri. Janda. kebanyakan pergi merantau dengan harapan dapat memperbaiki hidup diri dan anaknya (apabila telah mempunyai anak). 2. meski tanpa dicatat di KUA. karena jika ketahuan tidak memiliki suratsurat lengkap menjadi TKI maka akan dipulangkan secara paksa ke Indonesia. 83 . Keyakinan Masyarakat mempunyai keyakinan bahwa perkawinan merupakan hubungan manusia dengan Allah sehingga masyarakat merasa sudah “mantap” apabila perkawinannya diaggap sah menurut agama. mengalami berbagai keterbatasan ruang gerak seperti dalam hal melakukan perkawinan. 3. Adanya keterbatasan administratif Penduduk Bumianyar yang mayoritas berangkat merantau (menjadi TKI) secara ilegal (tidak memiliki surat-surat lengkap sebagai TKI). terlebih lagi janda yang telah memiliki anak merasa tidak lagi mempunyai kesucian dan kehormatan sebagaimana perawan. Janda mempunyai anggapan bahwa surat nikah tidak penting lagi yang paling penting adalah tanggung jawab suami terhadap diri dan anak-anaknya baik dalam hal perhatian maupun ekonomi.1. Untuk itu persyaratan utama yang harus dilakukan adalah harus memiliki surat lengkap sebagai TKI. Proses pencatatan perkawinan secara administratif di perantauan (luar negeri) dilakukan di kedutaan Indonesia di Negara yang bersangkutan. Janda Wanita Bumianyar setelah menjadi janda.

tentang perkawinan secara administratif harus didaftar di KUA. mayoritas berada pada tingkat sekolah dasar/ madrasah ibtidaiyah. Poligami Poligami jika dihubungkan dengan UU No. 1 tahun 1979. maupun tidak langsung berupa ceramah-ceramah agama tentang perkawinan. Ketidaktahuan Masyarakat akan fungsi Surat Nikah Ketidaktahuan masyarakat akan fungsi surat nikah membuat mereka menggapap surat nikah bukanlah suatu hal yang penting.Keyakinan tersebut disebabkan adanya ajaran Agama yang diberikan oleh para kyai. sehingga memaksa mereka melakukan kawin sirri. 6. Pasal 4 ayat (2) dan Pasal 5 ayat (1). Ekonomi Besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk mendaftarkan perkawinan di Kedutaan Indonesia pada negara yang bersangkutan dirasakan oleh penduduk Bumianyar di perantauan sangat memberatkan. Hal tersebut berhubungan dengan mazhab yang dianut masyarakat setempat yaitu mashab Syaf’i dan Syaf’i menganggap perkawinan telah sah apabila telah memenuhi rukun dan syarat sah nikah. Hal tersebut diakibatkan rendahnya pendidikan yang dimiliki oleh penduduk Bumianyar. 4. baik langsung berupa para kyai yang melakukan kawin sirri. maka proses poligami sulit dilaksanakan karena istri pertama belum tentu menghendaki suaminya 84 . Pasal 3. 5.

luar pulau. Tidak direstui orang tua Anak yang perkawinannya tidak direstuai oleh orang tua memilih melakukan perkawinan di perantauan. 7. 1. sehingga keluarga dan mantan pasangan merasakan aib dan malu pada semua orang.menikah lagi. baik melalui telepon maupun bertemu secara langsung. Hubungan Suami-Istri Hubungan suami-istri pada pasangan kawin sirri yang bercerai adalah terputus. Pengaruh Kawin Sirri Terhadap Hubungan dalam Keluarga a. Yang demikian terjadi pda mantan pasangan kawin sirri yang tepat tinggalnya saling berjauhan. Selain itu adanya anggapan “tidak sopan” bagi pasangan yang telah bercerai untuk bertemu. 85 . 3. apabila telah berkeluarga dan dapat menimbulkan cemoohan masyarakat. karena perkawinan dilakukan di luar pulau (Perantauan). yang dapat mengakibatkan pertengkaran antara keluarga mantan pasangan masing-masing. Hal tersebut dilakukan secara sirri. Hal tersebut diakibatkan adanya kesibukan masing-masing pasangan. Oleh karena itu jalan keluarnya adalah dengan kawin sirri. artinyatidak ada komunikasi. Pengaruh Kawin sirri Terhadap Hubungan dalam Keluarga pada Keluarga kawin sirri yang Bercerai Pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga pada keluarga kawin sirri yang bercerai di Bumianyar adalah terputus.

Hal tersebut diakibatkan adanya jarak tempat tinggal yang jauh antara saudara. khususnya mengenai hubungan antara orang tua-anak dan hubungan antara saudara (siblings). 3. Hal tersebut diakibatkan jarak tempat tinggal yang jauh antara keluarga inti kawin sirri dengan orang tua suami dan istri. Adapun fungsi pokok keluarga yaitu: tempat menikmati bantuan. 4. Hal tersebut diakibatkan keadaan ekonomi orang tua yang terbatas dan jarak yang jauh antara tempat tinggal orang tua dengan anak. terlebih lagi anak laki-laki. Hubungan Keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lain Hubungan keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya. khususnya mertua/orang tua suami atau istri juga terputus. ekonomi dan kesibukan masingmasing keluarga.2. mendapatkan keamanan dalam hidup. ayah atau ibu tidak lagi menjadi tempat bagi anak untuk mendapatkan 86 . dikarenakan keluarga tidak berfungsi sebagaimana mestinya. mendapat pengasuhan dan mendapatkan permulaan dari pendidikannya. Putusnya hubungan keluarga kawin sirri yang bercerai. Artinya. Hubungan antar Saudara (siblings) Hubungan antara saudara (siblings) pada keluarga kawin sirri juga terputus. Selain itu adanya keyakinan orang tua tentang seseorang anak akan tetap mencari orang tuanya meskipun lama terpisah membuat para orang tua tidak pernah khawatir akan kehilangan anak meski lama tidak ada komunikasi. Hubungan Orang Tua-Anak Hubungan orang tua-anak pada keluarga kawin sirri juga terputus.

Dikhawatirkan apabila kelak diantara mereka saling menyukai dan melakukan perkawinan karena mereka tidak saling mengenal antara satu dengan lainnya.63 Sedangkan hubungan dalam keluarga. Hukum Perkawinan Islam. maka incest tidak dapat dihindari lagi. 63 Idris Ramulyo. Sedangkan hubungan suami-istri adalah terputus. (Jakarta: Bumi Aksara. baik dalam hubungan Indonesia sesamanya maupun dalam hubungan sebagai anggota masyarakat bahkan mempengaruhi bentuk suatu masyarakat. pengasuhan dan pendidikan. demikian halnya anak-anak dan antar saudara tidak saling mengenal. Hal ini membawa dampak pada kaburnya garis keturunan atau nasab suatu keluarga. keamanan. 239 87 . sehingga hubungan menjadi terputus. ditambah lagi tidak adanya komunikasi diantara mereka (orang tuaanak). terkadang ada pula yang bermusuhan. khususnya hubungan antara orangtuaanak dan hubungan antarsaudara (siblings) pada keluarga kawin sirri dan tempat tinggalnya berdekatan atau perkawinannya dilakukan di Desa Bumianyar adalah cukup baik. h. Oleh karena itu kawin sirri bukan merupakan hal sepele yang hanya berkaitan dengan “sah” atau “tidak sah”nya suatu perkawinan.bantuan. tetapi lebih dari itu ia memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan peradaban manusia. Artinya. karena antara mereka masih ada komunikasi baik melalui telepon ataupun bertemu langsung. ayah atau istri tidak tahu terhadap anak-anaknya. 2002).

Hubungan Orang Tua-Anak Hubungan orang tua-anak pada keluarga kawin sirri yang tidak bercerai. Hubungan Suami-Istri Hubungan suami istri pada pasangan kawin sirri yang tidak bercerai. mengasuh dan membina pendidikan anak. juga sangat baik. mewakili suami. 3. Istri sebagai ibu rumahtangga bertugas mengatur dan mengelola rumah tangga. pada umumnya sangat baik karena suami-istri bertanggung jawab terhadap kewajiban masing-masing. 2. Pengaruh kawin sirri Terhadap Hubungan Keluarga pada Keluarga yang tidak Bercerai Pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga pada keluarga kawin sirri yang tidak bercerai adalah sangat baik. hal tersebut nampak anak-anak selalu bersama. artinya hubungan keluarga kawin sirri terjalin sebagaimana hubungan dalam keluarga pada umumnya.b. hal tersebut nampak. menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Suami sebagai kepala keluarga bertugas mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga. 1. juga sangat baik. baik dalam bermain. melindungi dan membimbing anggota keluarga. sebagai wakil keluarga bila berhubungan dengan masyarakat. anak membantu orang tua sesuai dengan kemampuannya dalam membantu orang tuanya. 88 . Hubungan Antar Saudara (Siblings) Hubungan antara saudara (siblings) pada keluarga kawin sirri. membina kerukunan rumah tangga dan membantu mencari nafkah bagi keluarga seperti membatik dan berjualan.

kesehatan anak dan 89 . mendapat pengasuhan dan mendapatkan permulaan dari pendidikannya. bertanggung jawab terhadap terhadap kehidupan keluarga. Selain itu. dan membina anak dalam pendidikan. Suami adalah pelindung bagi istri dan anak-anaknya. dan ia juga teman berbincang-bincang bagi suami. Hal tersebut nampak dari adanya bantuan dari mertua. masalah anak. hal ini disebabkan karena keluarga berfungsi sebagaimana mestinya. singkatnya mengurusi kehidupan rumah tangga. bertugas mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga. pekerjaan dan sebagainya dengan begitu sebaliknya. mewakili suami. Seorang istri mempunyai fungsi dan peranan mengatur dan mengelola rumah tangga dan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Selain itu anak-anak selalu berkerjasama dan melakukan pembagian kerja sesuai dengan kemampuannya. keluarga inti kawin sirri membantu apabila mertua mengalami kesulitan. suami sebagai kepala keluarga. mendapatkan keamanan dalam hidup. juga sebagai wakil keluarga bila berhubungan dengan masyarakat. khususnya mertua/ orang tua suami atau istri sangat baik pula. Adapun fungsi pokok keluarga yaitu: tempat menikmati bantuan. apabila mengalami berbagai kesulitan seperti ekonomi. Hubungan dalam keluarga pasangan kawin sirri yang tidak bercerai sangat baik.berangkat sekolah dan mengaji. membina kerukunan rumah tangga. mengasuh anak. dengan membimbing seluruh anggota keluarga agar berkembang sesuai dengan keinginannya dan mengawasi pendidikan anak-anaknya. melindungi keluarga. Artinya. Sebaliknya istri adalah pusat kedamaian bagi keluarganya. 4. Hubungan Keluarga Inti kawin sirri dengan Rumah Tangga lainnya Hubungan keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya.

saran-saran tersebut adalah sebagai berikut : 1. maka ada beberapa saran yang diberikan untuk mencegah semakin berkembangnya praktek kawin sirri pada masyarakat. Hendaknya pemerintah memberikan kemudahan dalam melakukan pencatatan perkawinan pada orang-orang yang melaksanakan perkawinan di perantauan. Oleh karena itu kawin sirri bukan merupakan hal sepele yang hanya berkaitan dengan “sah” atau “tidak sah”nya suatu perkawinan. 2. Saran Dengan hasil penelitian diatas. bertani atau menjadi buruh tani. sehingga antara saudara (siblnigs) dan hubungan antara keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya) mengakibatkan kaburnya keturunan/nasab suatu keluarga. dan banyak pula yang bekerja untuk membantu mencari nafkah bagi keluarganya. Kawin sirri berpengaruh pada putusnya hubungan dalam keluarga (hubungan antara suami-istri. yang kemudian hari dikhawatirkan dapat mengakibatkan incest. Disamping itu hendaknya tokoh agama membantu pemerintah memberikan penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya pencatatan perkawinan. seperti berdagang. B. hubungan antara orangtua-anak. Sehingga orang perantau tidak terjerumus pada praktek kawin sirri. membatik. terlebih lagi masyarakat Madura yang sangat fanatik terhadap tokoh agama/ kyai. mengingat tokoh agama mempunyai peranan yang penting dalam membentuk keyakinan masyarakat. tetapi lebih dari itu ia memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan peradaban manusia. terutama oleh masyarakat perantauan.suami. Sebab ia merupakan panutan masyarakat. baik 90 .

91 .dalam hubungan Individu sesamanya maupun dalam hubungan sebagai anggota masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA Abdurrahman. Surabaya: UNAIR. Chairah. 1996. Tesis.O. 1992.1 Edisi September 2001. MH. 1992. T. Hafsah. Beberapa Pokok Antropologi Sosial. 2002.1 Tahun 1974 (Kasus Poligamai di Kabupaten Sampang). Skripsi. 1999. 2003. Majalah Perkawinan dan Keluarga. Problem Nikah di Luar Prosdur. Dakwatul. 320/1999. DEPAG. Jakarta: Akademika Pressendo. Jakarta:PPs. Ihromi. Kawin Sirri Pada Masyarakat Madura (Studi Kasus Tentang Faktor Penyebab dan Pengaruh Kawin sirri Terhadap Hubungan Dalam Keluarga di Desa Bumianyar. Surabaya: IAIN Sunan Ampel. Siti. Universitas Indonesia. Sri Endang. Skripsi. Kinasih. Jakarta:Badan Penasehatan. 1992.. Kabupaten Bangkalan). Koentjaraningrat. Kecamatan Tanjungbumi. Pembinaan dan Pelestarian Pekawinan (BP4) Pusat. Abu Abdul. 92 . Bunga Rampai Sosiologi Keluarga. 1984. Jakarta: Dian Rakyat. Dalam Mihrab (Pemikiran Hukum. Surabaya: IAIN Sunan Ampel. SH. No. Jakarta: Bekerjasama dengan BKKBN. Kawin Sirri Pada Masyarakat Kalisat. Tuntunan Pendidikan Berkeluarga. Perkawinan Sirri Hubungannya Dengan UU No. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Surabaya:Jurnal Imiah FAI Unmuh. Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. Aziz. Pendidikan dan Dakwah) no. Nikah Sirri Bagi Eks Wanita Harapan Di Lingkungan Lokalisasi Bangunsari Kodya Surabaya. Holilah. Tesis.

Metode Etnografi. Tinjauan Hukum Islam Terhadap Nikah Sirri di Kecamatan Porwosari Kabupaten Purwosari. Jakarta: Sinar Grafika. Al-Muwatha‟ II.1997. Lexy. Malang:PPs. 1964. James P. Ibnu. Siong. Hukum Acara Peradilan Agama dan Zakat menurut Hukum Islam. Hukum Kewarisan. Bidayatul Mujtahid. Surabaya: IAIN Sunan Ampel. Tradisi Nikah Sirri : Penyebab dan Pengaruhnya Bagi Masyarakat Pamekasan. Khoirudin. Mufassirah. Laporan Penelitian. Skripsi. Remaja RosdaKarya. Metode Penelitian Kualitatif.2002. 2000. Muhdor.Malik Ibnu Abbas. Fuadie. Idris. 1994. Bandung: PT. 1995. 2002. Bandung: Al-Bayan. 1994. Nasution. Idris. Tiara Wacana. Status Wanita Di Asia Tenggara: Studi Terhadap Perundang-Undangan Perkawinan Muslim Konyemporer Di Indonesia dan Malaysia. Moleong. Muslih. 1952. Gouw Giok. Laporan Penelitian. Ramulyo. 93 . Hukum Perdata Internasional Indonesia. Memahami Hukum Perkawinan. Universitas Muhammadiyah. 2002. Sredley. Ramulyo. Surabaya: IAIN Sunan Ampel. Jakarta: Bumi Aksara. A. Jakarta:PT. Ponorogo: Fakultas Syari’ah IAIN Sunan Ampel. Kinta. Jakarta: INIS Nurhayati. Hukum Perkawinan Islam. Hukum Perkawinan. Ida. tesis. Kedudukan Nikah Sirri. Yogyaksarta: PT. j. 1993. Kawin Sirri Dan Poligami Di Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan. Dar Al-Fikri Marsudi. 2000. Zuhdi. Mesir: Istiqamah Qahirah.. Rusy.

Sebab-Sebab Perkawinan di Bawah Umur dan Perkawinan Liar/Sirri di Kwanyar Kabupaten Bangkalan. Soekadijo. William A. Wiyata. Hendi dkk. 2001. Skripsi. Kamus Arab Indonesia. Bandung: Pustaka Setia. 2002. H. 94 . Yogyakarta:LkiS. Latief. Carok : Konflik Kekerasan dan Harga Diri Orang Madura. Jakarta: Erlangga. Pengantar Studi Sosiologi Keluarga. 1999. 1985. Yunus. Bagong dkk.Suhendi. 1973. Alih Bahasa R. Surabaya:IAIN Sunan Ampel.G. Surabaya: Airlangga University Press. Antropologi II.1995. Zamroni. Haviland. Metode Penelitian Sosial. Mahmud. Suyanto. 1996. Undang-Undang Perkawinan. Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir Al-Qur’an. Surabaya: Artha Perkasa Nusantara.

95 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->