Laporan Penelitian

KAWIN SIRRI PADA MASYARAKAT MADURA
(Studi Kasus Tentang Faktor Penyebab dan Pengaruh Kawin Sirri Terhadap Hubungan Dalam Keluarga di Desa Buminyar, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan)

H O L I L A H, S. Ag, M.Si Nip. 197618102008012008

PUSAT STUDI GENDER (PSG) IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA 2009

1

KATA PENGANTAR
Bismillaahirrohmaaanirrohiim

Alhamdulillaahi Robbil ‘alamiin, atas rahmat dan karunia-Nya peneliti dapat menyelesaikan penyusunan laporan penelitian individual ini dengan judul: “Kawin Sirri pada Masyarakat Madura (Studi Kasus tentang Faktor Penyebab dan Pengaruhnya terhadap Hubungan dalam Keluarga di Desa Bumianyar, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan”). Allaahumma Sholli ‘alaa Sayyidinaa Muhammad, semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, Nabi paling akhir, yang telah menyampaikan risalahNya dan membawa manusia ke jalan kesempurnaan hidup lahir dan batin, di dunia dan akhirat. Kawin sirri merupakan perkawinan yang telah mememuhi rukun dan syarat nikah tapi tidak dilakukan di hadapan PPN dan tidak didaftarkan di KUA. Perkawinan tersebut oleh pemerintah dianggap tidak sah. Meskipun demikian perkawinan tersebut banyak dilakukan bahkan menjadi mode masa kini yang timbul dan berkembang diam-diam pada sebagian masyarakat Islam Indonesia. Mereka berusaha menghindari diri dari sistem dan pengaturan perkawinan menurut UU No. 1 Tahun 1974 yang birokratis dan berbelit-belit serta lama pengurusannya. Akibatnya perkawinan tersebut tidak dilindungi hukum dan tidak mempunyai kekuatan. Demikian pula dengan anak-anak yang dilahirkan. Banyak faktor penyebab terjadinya kawin sirri, diantaranya karena terjadinya nikah perjodohan, keyakinan, ketidak tahuan masyarakat akan fungsi surat nikah, ekonomi, poligami, keteledoran aparat desa atau PPN, keterbatasan-keterbatasan administratif, janda, dan nikah yang tidak direstui orang tua.

2

Hal tersebut bertentangan dengan wacana tentang perempuan yang kini banyak dibicarakan oleh kaum feminis. Artinya disaat mereka berbicara tentang ketidakadilan gender justru kaum perempuan yang lain terjebak dalam ketidakadilan itu. Hal ini bisa terlihat bagaimana berlakunya hukum agama dan hukum adat terutama dalam membuat keputusan menikah (berkeluarga), membuat perempuan terjebak pada sistem patriarki. Untuk mencegah semakin berkembangnya praktek kawin sirri pada masyarakat, maka diharapkan pada pemerintah untuk meninjau kembali proses pencatatan perkawinan dan memberikan kemudahan pada masyarakat dalam melakukan proses pencatatan perkawinan sebagaimana diatur oleh Undang-undang. Disamping itu, pelunya penyadaran, khususnya kepada kaum perempuan akan pentingnya surat nikah, yang dilakukan oleh berbagai lembaga dan institusi secara massif, seperti lembaga keagamaan, pendidikan, badan penasehat perkawinan di KUA, pusat-pusat studi gender dan lain-lainnya. Dengan demikian, diharapkan penelitian ini dapat menjadi masukan, terutama pada pasutri kawin sirri tentang pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga, dalam konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara baik secara sosiologis, psikologis maupun yuridis dengan segala akibat hukum dan konsekuensinya, sehingga dapat menjadi pertimbangan bagi pasangan yang sudah maupun akan kawin sirri untuk segera mendaftarkan perkawinannya di KUA. Peneliti menyadari bahwa hasil dari penelitian ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu peneliti mengharap masukan dan saran para pembaca untuk kesempurnaan laporan ini. Tak lupa peneliti menyampaikan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah ikut berjasa bagi selesainya penelitian ini: 1. Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si selaku Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya. 2. Ibu Lilik Hamidah, M.Si selaku ketua Pusat Studi Gender (PGS) IAIN Sunan Ampel Surabaya yang memberikan kepercayaan pada peneliti 3. Bapak Kepala Desa, Moh. Sai’id Effendi beserta staf dan Bapak Camat Tanjungbumi, Drs. Akhmad Tumiran beserta staf, yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian ini. Bapak Kepala KUA, Drs. Nasikhun beserta staf, Kak

3

semoga Allah SWT senantiasa memberikan imbalan yang setimpal atas segala bantuan yang diberikan. 4. 01 Desember 2009 Penulis Holilah. pada semua pihak yang telah banyak membantu dalam penyelesaian penulisan ini. anak tersayang Anake Bemimala yang telah memberikan motivasi dan perhatian yang besar. ST. Suami tercinta Nurur Rohman.Ag.Si 4 . S. Akhirnya. Amin. M.Zainuri dan Mbak Maskunah yang telah membantu dalam penyediaan data serta informasi guna kelancaran penelitian ini. Surabaya.

.............................. 26 2........................... ii DAFTAR ISI ...... 1 B.................................... 1 A...................... 30 5 ............................................................................ 17 1................................................................... Kawin Sirri ....... 17 A........................................................................ 20 2.......... Hubungan-Hubungan dalam Keluarga ......................... 15 7 7 8 BAB II TINJAUAN TEORITIS . Fungsi dan Peranan Anggota Keluarga ............................................................. 24 B..............................DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ......................................................................... Latar Belakang Masalah ................................................... C..... Sistematika Pembahasan................................................................. Rumusan Masalah ................................................................................................................................................. Tipe-Tipe Keluarga ............................... D.................................................................... Kawin Sirri dalam Pandangan Hukum Negara .................................................................................................................................... 23 3.................................... 9 F.............................................................. Metode Penelitian................ i KATA PENGANTAR ............................................................................................................................................................ Manfaat Penelitian...................... E..................................... Kawin Sirri dalam Pandangan Hukum Islam ...................................................... Kawin Sirri dan Keluarga............................... Tujuan Penelitian...................... 28 3......... v DAFTAR TABEL .............. 26 1................................. Sejarah dan Perkembangan Kawin Sirri ............... vii BAB I PENDAHULUAN .........................

....... 44 b.......................................................................................................................... 39 B...... 35 5...................................... 31 BAB III GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN .................................................................................. Faktor Penyebab Kawin Sirri ..................... 49 A.............................................................................. Kawin Sirri .......................................................60 1............... 49 2................................................. 34 3..................................... Bentuk Kawin Sirri ................... Keagamaan .............. 33 1...... 35 4.................................................................................. 33 2.................60 6 ................ Letak dan luas Wilayah ......................................................... 37 6.................... Perkawinan .................55 B..................................................................................4............... Demografi ........................................................... Deskripsi Lokasi Penelitian ................................... Sejarah Penduduk Bumianyar Merantau .................................... Pendidikan .......................................... Sejarah Kawin Sirri............................................................. 47 BAB IV FAKTOR PENYEBAB KAWIN SIRRI DAN PENGARUHNYA TERHADAP HUBUNGAN DALAM KELUARGA .................. 40 1.................................................. Pengaruh Kawin Sirri terhadap Hubungan dalam Keluarga .. 45 c....... Pengaruh Kawin Sirri Terhadap Hubungan dalam Keluarga ......................................... Sistem kekerabatan ........................ Tempat Pelaksanaan Kawin Sirri ...... Pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga pada pasangan kawin sirri yang bercerai ....................................................................... Proses pelaksanaan Kawin Sirri .............. 45 d...... 33 A........ Faktor penyebab kawin sirri yang dilakukan di Bumianyar .. 49 1........................................... 40 2........... Pemukiman ............................................................................... 38 7................................. 44 a.......................... Deskripsi Perkawinan ........................................ Faktor penyebab kawin sirri yang dilakukan di perantauan ..............

..............65 BAB V PENUTUP ...............................................2................. 71 2.............................. Kesimpulan ..... 71 1............................................................................ 82 DAFTAR PUSTAKA ........................ Pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga pada pasangan kawin sirri yang tidak bercerai . Saran ................................................................................................................................................................................................................................................84 7 ........................

.......2 : Jumlah Penduduk menurut Jenis Kelamin .............................. 36 8 ..........................3 : Jumlah Penduduk menurut Jenis Pekerjaan............ 35 Tabel 3.............................. 33 Tabel 3................1 : Luas Wilayah per Ha Desa Bumianyar............................... 35 Tabel .....................DAFTAR TABEL Halaman Tabel 3.......4 : Jumlah Penduduk berdasarkan Tingkat Pendidikan ..........................................

1 Tahun 1974 tentang perkawinan pasal 2 ayat 1 dan 2. Idris Ramulyo. Selanjutnya. 1994). Skripsi. Sedangkan perkawinan yang tidak sesuai dengan apa yang di gariskan dengan UU dan kompilasi Hukum Islam 2 atau tidak dicatat dan tidak ada bukti buku nikah maka tidak memiliki kekuatan hukum3 hal ini akan menimbulkan masalah bagi anggota keluarga di kemudian hari. 3 Marsudi. 2000). Mufassirah. dalam ayat (2) perkawinan harus dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan Zakat Menurut Hukum Islam. 5 9 . Setelah UU Perkawinan tersebut diberlakukan maka dalam pasal 2 ayat (1) dijelaskan bahwa perkawinan dipandang sah apabila dilakukan menurut hukum agama dan kepercayaannya. yaitu sesuai dengan hukum agama dan hukum adat yang dianut masyarakat. Malang: PPs. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan diberlakukan. 4 Lihat Lihat Wadjdi dalam Majalah Perkawinan dan Keluarga “Problema Nikah di luar prosedur” no. Latar Belakang Masalah Sebelum Undang-Undang No. Universitas Muhammadiyah. hukum yang mengatur perkawinan di Indonesia masih beraneka ragam. Hukum Perkawinan. Hukum Acara Peradilan Agama. Jika suatu perkawinan telah di catat oleh PPN dengan bukti adanya buku nikah maka akan memiliki akibat hukum. tesis. 2002). Ida Nurhayati. 320 tahun 1999. (Jakarta: Sinar Grafika. hal. (Surabaya:IAIN Sunan Ampel.1 Pentingnya pencatatan nikah karena menyangkut status istri dan anak secara obyektif. Perkawinan dipandang sah apabila dilaksanakan sesuai dengan ajaran agama atau adat yang berlaku. Tradisi Nikah Sirri: Penyebab dan pengaruhnya bagi masyarakat pamekasan. Laporan Penelitian (Ponorogo: Fakultas Syariah IAIN Suanan ampel. pasal 6 ayat 1 dan 2 dan pasal 7 ayat 1.BAB I PENDAHULUAN A. 4 1 Lihat Peraturan Pemerintah no. Kedudukan Nikah Sirri. 2 Lihat Kompilasi Hukum Islam pasal 5 ayat 1. 9 Tahun 1975 tentang pelaksanaan UUP no. Hukum Kewarisan. Tinjaun Hukum Islam Terhadap Nikah Sirri di Kecamatan Porwosari Kabupaten Purwosari. 1995).

Kinta. Permasalahan yang hampir sama dengan kawin sirri adalah proof marriage (kawin percobaan) yang saat ini menjadi mode di Eropa. kebiasaan. baik dalam soal kesukaan (hobby) pribadi 5 6 Idris Ramulyo. aturan atau hukum perkawinan dalam masyarakat. Hukum Perdata Internasional Indonesia. dalam jangka waktu tertentu (samen leven). kebiasaan.Adanya hukum negara tersebut dimaksudkan sebagai alat untuk mengatur dan mengendalikan norma. Aturan perkawinan dalam masyarakat antara lain tercermin melalui perkawinan sirri. Untuk itu mereka melakukan proof marriage (kawin percobaan). (Jakarta: PT. yang oleh Ramulyo di sebut “perkawinan di bawah tangan”5 Menurut Siong6 kawin sirri merupakan bentuk perkawinan yang timbul dan berkembang secara diam-diam pada sebagian masyarakat Islam Indonesia. Bila ternyata diantara mereka dalam jangka waktu tertentu itu. Untuk itu menempuh cara sendiri yang tidak bertentangan dengan hukum Islam. 1 Tahun 1974. Perkawinan sirri adalah perkawinan yang memenuhi rukun dan syarat perkawinan tapi tidak di daftarkan di PPN seperti yang diatur dan di tentukan oleh UUP no. (Jakarta: Bumi Aksara. 239 Gouw Giok Siong. 1964) h. lebih konkretnya di Swedia. aturan atau hukum perkawinan dalam masyarakat.1 Tahun 1974. Hukum Perkawinan Islam. akan tetapi kenyataan yang ada menunjukkan bahwa hukum yang diperkenalkan oleh negara belum tentu selaras dengan norma. dimana para remaja (putra-puteri) melakukan observasi (menjajaki) sampai seberapa jauh diantara mereka terdapat perselisihan paham baik ideal maupun praktis dalam membina keluarga yang harmonis kelak. yang birokratis dan berbelit serta lama pengurusannya.20 10 . Mereka berusaha menghindari diri dari sistem dan cara pengaturan pelaksanaan perkawinan menurut Undang-Undang No. 2002). h.

71 11 .Grafisi Pers. jam 19. 16 Mei 1982.7 Mungkin juga ada faktor lain misalnya keadaan wanita yang sangat parah di Swedia yaitu 10% (sepuluh persen) wanita Swedia meninggal dunia sebagai perawan tua. Aspek-Aspek Kehidupan Narkotika. mereka mencoba lagi dengan pasangan yang lain dan seterusnya. Ruang Pendapat. Alkoholisme. 33% (tiga puluh tiga persen) pengantin wanita sudah hamil pada waktu melakukan perkawinan formal mereka. Kehiduapan Seksual. kemudian apabila ketahuan ditanyakan 7 Lihat TVRI. mereka para gadis dan janda disana dikawin dengan pria yang sudah beristri secara diam-diam. CV. tahun No. Pornografi. 9 Seperti halnya di Negeria dilarang poligami.20 dan Berita Harian Sinar Pagi. Modernis. (Jakarta. apabila dalam jangka waktu tertentu si wanita dapat melahirkan seorang anak atau sekurang-kurangnya telah hamil. 1975. tanpa pernah mendapat suami. Peningkatan dalan hubungan perkawinan yang formal ini. Bila tidak. Sitterberg. namun untuk menghindari diri dari ketentuan undang-undang ini. 90% (sembilan puluh persen) penduduk Swedia melakukan hubungan seksual sebelum nikah. 8 Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Hary L.maupun dalam masalah seksual. 1971) h. atas perintah Sweden‟s Royal Communision on Sexual Live in Swedia yang dimuat dalam majalah Reader‟s Digest. Mei 1982 8 Lihat Majalah Tempo. Siaran Warta Berita Minggu. Hal ini bisa terjadi di swedia. karena Swedia termasuk salah satu Negara yang makmur di Eropa dengan Gross National Product (GNP) perkapita tertinggi di Eropa. kira-kira 1 (satu) dari 7 (tujuh) orang anak yang lahir adalah anak di luar nikah. 21 9 sismono. terdapat konsekuensi atau persesuaian paham maka hubungan mereka secara formal ditingkatkan dalam ikatan perkawinan. (Jakarta : PT.

Perkawinan sirri merupakan fenomena yang terkait erat dengan nilai sosial.10 Hal tersebut tak lepas dari persepsi masyarakat tentang perkawinan. dan Sri Endang Kinasih. motif juga bisa berfungsi seremonial dan terkadang dianggap mempunyai nilai.11 Sedangkan dalam masyarakat modern menganggap bahwa perkawinan adalah sebuah “kontrak sosial”. 2002). (Surabaya: IAIN Sunan Ampel. dengan beberapa variasi dari sudut pandang masyarakat yang fanatisme Islam tetapi kurang memahami hukum Islam dalam kaitannya dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dewasa ini. maka menjawab saya bukan istrinya. (Malang: PPs. budaya dan agama dalam masyarakat. Secara umum dapat diajukan sebuah pandangan bahwa dalam masyarakat tradisional menganggap perkawinan sebagai “keharusan sosial” yang merupakan tradisi yang dianggap sakral.kepadanya. karenanya perkawinan sering merupakan sebuah pilihan. Kecamatan Rembang. 12 . Universitas Muhammadiyah. terutama masyarakat yang tinggal di daerah pedesaaan atau pinggiran mempersepsikan perkawinan sebagai suatu “kewajiban sosial” daripada manifestasi kehendak tiap individu (terutama wanita). Mengatasi masalah diatas orang Madura pada umumnya menjodohkan anaknya yang masih berumur lima tahun (balita) dan bahkan ada yang menjodohkan anak10 Zamroni. Skripsi. Tradisi Nikah Sirri: Penyebab dan pengaruhnya bagi masyarakat pamekasan. tetapi dalam tulisan ini mempunyai motif yang hampir sama dengan keadaan yang digambarkan diatas. Kabupaten Pasuruan Jatim. Tesis: (Depok: Universitas Indonesia. 1996) . Mufassirah. Dalam konteks masyarakat Indonesia pada umumnya. keramat. tetapi gundiknya dan memang disana gundik tidak dilarang. tesis. Yang penulis maksud disini bukanlah proof marriage seperti di Swedia atau gundik-gundik di Negeria. 11 Sakral berarti suci. Perkawinan Sirri di kangan Masyarakat Kalisat. Sebab-Sebab Perkawinan Di Bawah Umur dan Perkawinan Liar/Sirri di Kwanyar Kabupaten Bangkalan. 2002). studi Kasus di Desa Kalisat.

h. Apabila melebihi umur tersebut ternyata belum juga menikah. 1999) h. 1999).anaknya ketika masih berada dalam kandungan ibunya atau pada saat baru dilahirkan. 140 14 Muhammad Sobary. (Yogyakarta: LKiS.78%). 2002) h.12 Penelitian Indraswari13 di Jawa Timur. Mempercepat mengawinkan anak wanita merupakan tuntutan agar anak segera “mentas” dan setelah itu orangtua mereka merasa puas karena telah menunaikan tugas sosial sebagaimana mestinya. Perkawinan lebih merupakan ritus kepuasan orangtua dan bukan kepentingan anak. Menurut pandangan mereka. khususnya pada etnik Madura menunjukkan bahwa mereka mengawinkan anak gadisnya di bawah umur 16 tahun tanpa melalui KUA. Carok: Konflik Kekerasan dan Harga Diri Orang Madura. juga didasarkan pada pertimbangan ekonomi (22. Penelitian Afdol (1983) di Kabupaten Bangkalan menunjukkan bahwa alasan mempercepat perkawinan bagi anak wanita selain alasan adat kebiasaan setempat (77. 14 12 Latif Wiyata. Perempuan Dalam Budaya: Dominasi Simbolis dan Aktual Kaum Lelaki Dalam Menakar “Harga” Perempuan: Eksplorasi Lanjut atas Hak-Hak Reproduksi Perempuan Dalam Islam (Bandung: Mizan. semua orrang akan mencemoohnya sebagai perempuan tidak laku (ta‟ paju lake).32%). Pada saat itulah kedua orangtuanya serta anak perempuan yang bersangkutan merasakan aib dan malu pada semua orang dilingkungan sosialnya. 95 13 . Fenomena Kawin Muda dan Aborsi: Gambaran Kasus Dalam menakar “Harga” Perempuan: Eksplorasi Lanjut Atas Hak-Hak reprosuksi Perempuan Dalam Islam (Bandung: Mizan. Perkawinan tersebut disebut dengan kawin sirri. 56-57 13 Indraswari. seorang perempuan seharusnya sudah menikah tidak lama setelah mengalami haid yang pertama atau pada umur antara 12-15 tahun. Oleh karena itu inisiatif menjodohkan anak dibawah umur hamper selalu datang dari pihak orangtua perempuan.

2. Nasikhun mengatakan: “Di Kecamatan Tanjungbumi ini. yang demikian itu dilakaukan oleh masyarakat yang melangsungkan perkawinannnya di perantauan seperti Arab Saudi. banyak didapati perkawinan yang tidak tercatat di KUA. Effendi: “Kesadaran masyarakat untuk mendaftarkan perkawinannya ke KUA masih sangat rendah. Kawin sirri jika dikaitkan dengan pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin maka wanita lebih terbebani daripada laki-laki karena ia tidak hanya sebagai ibu rumah tangga tapi juga sebagai kepala keluarga yang bertugas mencari nafkah. Menurut Kepala KUA Tanjungbumi.” Hal senada juga dikatakan oleh Kepada Desa Bumianyar. Kabupaten Bangkalan yang mayoritas penduduknya beragama Islam.Di Kecamatan Tanjungbumi. maka perkawinan tersebut dianggap tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum sehingga berpengaruh terhadap perwalian serta status istri dan anak guna mendapatkan segala hak yang menyangkut diri dan harta bendanya.” Pendapat diatas menunjukkan tentang masih rendahnya jumlah penduduk yang melangsugkan perkawinan dan didaftarkan di KUA di beberapa desa di Kecamatan Tanjungbumi. Fenomena ini menarik untuk dikaji karena: 1. Kalimantan dan lain-lain. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam. di desa-desa tertentu masih banyak ditemui perkawinan yang tidak didaftarkan di KUA. Kawin sirri jika dikaitkan dengan UU No. Malaysia. Selain itu kawin sirri juga mengakibatkan hubungan kekuasaan antara laki-laki 14 .

perceraian dan penguasaan seksual. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. Kabupaten Bangkalan? 2. Meskipun kawin sirri mempunyai beberapa dampak diatas.(suami) tidak setara dengan wanita (istri). penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana pula pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga? C. 3. Tujuan Penelitian Penelitian ini mempunyai tujuan sebagai berikut : 1. Artinya disaat mereka berbicara tentang ketidakadilan gender justru kaum perempuan yang lain terjebak dalam ketidakadilan itu. namun perkewinan tersebut saat ini berkembang secara diam-diam dengan beragam bentuk dan alasan. membuat perempuan terjebak pada sistem patriarki. dimana hal tersebut bertentangan dengan wacana tentang perempuan yang kini banyak dibicarakan oleh kaum feminis. tercermin dalam hal menentukan calon pengantin. Kecamatan Tanjungbumi. Tujuan umum Menganalisis dan mendeskripsikan kawin sirri yang dilakukan oleh penduduk Bumianyar 15 . Faktor apakah yang menyebabkan kawin sirri terjadi di Desa Bumianyar. B. Hal ini bisa terlihat bagaimana berlakunya hukum agama dan hukum adat terutama dalam membuat keputusan menikah (berkeluarga).

Menganalisis dan mendeskripsikan pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga. terutama pada pasutri kawin sirri tentang pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga. dalam konteks kehidupan masyarakat. sehingga dapat menjadi pertimbangan bagi pasangan yang sudah maupun akan kawin sirri untuk segera mendaftarkan perkawinannya di KUA. Memberi masukan pada pemerintah. Tujuan khusus a. tentang masih banyaknya masyarakat yang tidak mengetahui akan fungsi surat nikah. maka penelitian ini di harapkan dapat memberi manfaat sebagai berikut : 1. D. Manfaat Penelitian Sehubungan dengan tujuan penelitian yang hendak dicapai di atas. Memberi kontribusi ilmiah. psikologis maupun yuridis dengan segala akibat hukum dan konsekuensinya. bangsa dan negara baik secara sosiologis. 3. khususnya dalam kajian kawin sirri dan pengaruhnya terhadap hubungan dalam keluarga. Menganalisis dan mendeskripsikan mengapa terjadi kawin sirri di Desa Bumianyar b.2. sehingga memotivasi pemerintah untuk meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya pencatatan perkawinan dengan bekerjasama dengan kyai dan tokoh masyarakat setempat. mengingat kawin sirri merupakan salah satu wujud fanatisme masyarakat terhadap kyai. yaitu sumbangan data berupa khazanah keilmuan tentang gender. 2. 16 . khususnya masyarakat pedesaan. Memberi kontribusi pada masyarakat.

maka pengamatan lapangan hanya difokuskan pada kasus kawin sirri yang terjadi desa Bumianyar sebagai tempat tinggal penulis. akan tetapi oleh karena suatu alasan dan pertimbangan terutama masalah dana dan waktu. yang dilakukan di desa Bumianyar.E. termasuk pasangan kawin sirri. sehingga penulis dapat dengan mudah bergaul dan ikut dalam berbagai aktivitas mereka guna mendapat data tentang kawin sirri. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (filed reseach) dengan menggunakan pendekatan studi kasus (case study). 17 . Kabupaten Bangkalan. b. Penulis adalah orang yang dilahirkan di Desa Bumianyar dan memiliki hubungan baik dengan masyarakat dan penduduk Bumianyar. sehingga praktek kawin sirri diperantauan lebih banyak dilakukan oleh penduduk desa Bumianyar dibandingkan desa lainnya. Pertimbangan memilih Desa Bumianyar ini mempunyai arti yang signifikan dalam hal kegiatan operasional dilapangan karena: a. Kecamatan tanjungbumi. Pemilihan Lokasi Penelitian Meskipun obyek penelitian adalah kasus kawin sirri yang dapat ditemukan diseluruh kecamatan Tanjungbumi. 1. Desa Bumianyar memiliki penduduk merantau yang tinggi dibandingkan desa lainnya.

. Metode Etnografi. Yogyaksarta: PT. h. karena tempat tinggalnya berdekatan dan sekarang tinggal peneliti di desa Bumianyar. Informan yang baik mengetahui budayanya atau paling tidak harus mempunyai keterlibatan dalam suasana budaya selama 1 tahun. Dalam penelitian ini semua informan yang terpilih adalah individu atau pasangan yang telah atau sedang melakukan kawin sirri dan saat ini berada di desa Bumianyar. Tiara Wacana.Sredley. Bahar-Hasna dan indra adalah pasangan yang melakukan kawin sirri lebih dari 2 tahun dan kenal baik dengan peneliti. b) Keterlibatan langsung Informan adalah orang yang terlibat langsung dengan topik yang sedang diteliti. Misalnya pasangan HendraVita. Spradley 15 menyebutkan bahwa paling sedikit ada lima kreteria yang perlu diperhatikan dalam memilih informan yang baik yaitu: a) Enkulturasi penuh Enkulturasi merupakan proses alami dalam mempelajari suatu budaya tertentu. Penentuan Informan Mengingat penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. 15 James P. Latief –Rahma. maka besar kecilnya informan bukan menjadi prioritas utama dalam upaya penggalian data. namun yang menjadi titik penting adalah kualitas informan dalam memberikan data yang jelas dan akurat sesuai dengan kebutuhan. 61-70 18 .1997).2.

meliputi perangkat desa. tokoh masyarakat dan kiai sebagai orang yang berperan dalam menikahkan orang-orang yang melakukan kawin sirri. e) Non analitik Informan adalah orang yang dalam memberikan informasi tidak menganalisis atau mengolah pertanyaan terlebih dahulu. pegawai KUA. Hal ini diharapkan diperoleh banyak informasi yang dibutuhkan oleh peneliti. mengingat peneliti adalah orang yang dilahirkan di desa Bumianyar sehingga penelitilebih obyektif dalam memilih informan. d) Cukup waktu Penelitian hendaknya dilakukan dengan memilih informan yang memiliki cukup waktu untuk dimintai informasi. peneliti mengenal baik suasana budaya yang diteliti. 2. Individu-individu atau pasangan yang telah atau sedang melakukan kawin sirri yang terdiri dari 3 individu kawin sirri (Ninan. sehingga bersifat apa adanya. Indra dan Rudi) dan 5 pasangan 19 .c) Suasana Budaya yang tidak dikenal Artinya peneliti tidak mengetahui suasana budaya yang diteliti sehingga mengalami kesulitan dalam memilih informan. Dalam penelitian ini yang termasuk informan adalah: 1. Misalnya dalam melakukan wawancara dilakukan pada saat pasangan kawin sirri sedang santai pada malam hari. Individu-individu yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang baik tentang permasalahan yang diteliti. namun dalam penelitian ini.

Dalam hal ini peneliti lakukan ketika pulang ke desa Bumianyar. Mastur dan Kiai di Kecamatan Tanjungbumi yaitu KH. Pengamatan terlibat (observasi participant) Suatu teknik yang mengharuskan peneliti melibatkan diri kedalam berbagai aktivitas dan kehidupan masyarakat setempat. Jawahir. 3. Pada umumnya individu atau pasangan yang telah atau sedang melakukan kawin sirriterbuka dan tidak malu menceritakan pengalamannya. Kabupaten Bangkalan). tidaklah sulit bagi penulis yaitu dengan cara menemui tokoh masyarakat seperti H. Kegiatan ini dilakukan secara intensif sejak pertengahan Maret. Moh. dan Hadi-Ina) kedua pasangan tersebut melakukan kawin sirri di desa Bumianyar. Sedangkan pasangan Anas-Titin dan Bahar-Hasna. kecuali pasangan Hadi-Ina melakukan kawin sirri di luar desa Bumianyar (yaitu di Desa Katol. Sedangkan untuk menemukan informan yang melakukan kawin siriri di perantauan peneliti menemui orasng yang sering pergi merantau yaitu Seniwi dan Mat Solli.suami istri kawin sirri (Sahrul-Ulfa. Pengumpulan Data Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan melalui proses: 1. 16 Semua nama informan diatas bukan nama sebenarnya (disamarkan) 20 . 16 Dalam menemukan informan seperti individu atau pasangan yang telah atau sedang kawin sirri. melakukan interaksi sosial untuk menemukan pemahaman masyarakat tentang kawin sirri. kedua pasangan tersebut melakukan kawin sirri di perantauan. dengan ikut serta dalam berbagai aktivitas. Latief-Rahma.

1995). Pertanyaan tersebut ditujukan kepada informan. Untuk menunjang wawancara mendalam peneliti menggunakan peralatan lain berupa buku catatan harian mengenai kegiatan penelitian dan tape recorder untuk merekam hasil wawancara. (Surabaya: Airlangga University Press. 206 21 . Bahasa yang dipergunakan dalam wawancara adalah bahasa Madura. peneliti menyusun beberapa pertanyaan pokok sebagai pedoman untuk membuka pertanyaan. Wawancara dengan pasangan suami istri kawin sirri dilakukan secara terpisah dalam waktu bersamaan untuk memperkecil kesempatan pasangan dalam menyamakan ceritanya. peneliti sering berkunjung ke rumah pasangan kawin sirri. 17 Dalam wawancara mendalam. 3. Wawancara mendalam (indepht interview) Wawancara mendalam adalah teknik pengumpulan data yang didasarkan pada percakapan secara intensif dengan suatu tujuan. Dokumentasi dan kepustakaan Dokumentasi dilakukan untuk memperoleh data dari desa (seperti demografi desa). di Kecamatan (tentang keluar masuknya penduduk). bahkan terkadang membantu pekerjaannya seperti memasak di dapur. Misalnya. h. 2.mendengarkan pandangan-pandangan dan merasakan keadaan pasangan kawin sirri. Selanjutnya pertanyaan berikutnya didasarkan pada jawaban atas pertanyaan pokok tersebut. Hal ini dengan pertimbangan sebagai mekanisme adaptasi dan agar terkesan tidak berjarak antara peneliti dan informan. Metode Penelitian Sosial. dan di KUA (data 17 Bagong Suyanto.

kemudian data tersebut diklasifikasikan. Cerai dan Rujuk / NTCR). agar dapat terlihat hubungan suatu gejala dengan gejala yang lain. Data yang terkumpul kemudian diklasifikasi dan diidentifikasi berdasarkan pola. sehingga dapat mengumpulkan hasil yang ingin diucapai untuk menjawab permasalahan yang diajukan dalam penelitian. selanjutnya diidentifikasi berdasarkan tema. kemudian dapat diklasifikasikan kedalam faktor penyebab kawin sirri. misalnya rendahnya pemahaman masyarakat tentang fungsi surat nikah. studi dokumentasi dan kepustakaan. Tahap penemuan. Analisis data Teknik analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data yang berasal dari observasi participant. Data dipilah misalnya yang berkaitan dengan factor penyebab terjadinya kawin sirri dan pengaruhnya terhadap hubungan dalam keluarga.Nikah. tema dan sub-sub tema. Data yang terkumpul sejak awal penelitian. kemudian diinterpretasikan melalui teori-teori yang relevan agar dapat dianalisis. Data kepustakaan digunakan untuk memperoleh data tentang hasil penelitian sebelumnya. yaitu: 1. Talak. 22 . sejarah kawin sirri dalam pandangan hokum Islam dan Negara serta konsep dan teori menganai keluarga. 4. wawancara mendalam. Selanjutnya data dikelompokkan dan dikategorikan. Analisis dilakukan dalam tiga tahapan.

F. pada keluarga kawin sirri yang bercerai dan tidak bercerai. Mengkategorikan setiap tema. Tahap penulisan Merupakan tahap memahami data dalam bentuk penulisan secara lebih lanjut. Pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga. sehingga diperoleh pengertian dan premahaman. misalnya tentang faktor penyebab kawin sirri yang dilakukan di desa Bumianyar maupun di perantauan oleh penduduk Bumianyar. merangkai dan menghubungkan data serta informasi agar dapat disusun. b. yang terdiri dari: pengertian kawin sirri. Sistematika Pembahasan Sistematika pembahasan dalan penelitian ini bibagi menjadi lima bab: Bab pertama. mendiskusikan konsep-konsep yang terkait dengan kawin sirri. kawin sirri 23 . Selanjutnya ditulis dalam bentuk penulisan yang tujuannya untuk menjawab permasalahn mengenai faktor penyebab terjadinya kawin sirri dan pengaruhnya terhadap hubungan dalam keluarga. 3. tujuan penelitian. menyajikan pendahuluan yang terdiri dari: latar belakang masalah.2. Tahap ini meliputi: a. rumusan masalah. artinya dengan melihat. manfaat penelitian. Tahap member kode. sejarah dan perkembangan kawin sirri. Memilih data dengan cara memisahkan catatan lapangan dan bahan dokumen per tema. metode penelitian dan sistematika pembahasan Bab kedua.

system kekerabatan. sejarah kawin sirri dan proses pelaksanaan kawin sirri Bab keempat. Bab ketiga.dalam pandangan hokum Islam dan kawin sirri dalam pandangan hokum Negara. tempat pelaksanaan kawin sirri. Selain itu juga membahad tentang konsep-konsep keluarga kaitannya dengan kawin sirri seperti: tipe-tipe keluarga. Selain itu juga mendeskripsikan tentang perkawinan sirri. keagamaan. dan pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga. pada keluarga kawin sirri yang bercerai dan tidak bercerai Bab kelima. 24 . merupakan bab terakhir yang berisi tentang kesimpulan dan saran yang diperlukan dalam menunjang penelitian ini. memaparkan hasil penelitian yang terdiri atas factor penyebab kawin sirri yang dilakukan di desa Bumianyar dan dilakukan di perantauan. letak dan luas wilayah. pemukiman. pendidikan. serta pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga. demografi. hubungan-hubungan keluarga. mendeskripsikan lokasi penelitian yang terdiri dari sejarah penduduk Bumianyar merantau. yang meliputi: bentuk kawin sirri. fungsi dan peranan anggota keluarga.

Kawin Sirri Perkawinan dalam bahasa Arab adalah “nikah”. terutama persetubuhan.G Soekardijo. yang artinya “bersetubuh”. 77 20 Koentjaraningrat. Arti sebenarnya nikah adalah “dham” yang artinya “menghimpit”. 1986). memiliki dua arti. h. “menindih”. (Jakarta: Dian Rakyat. (Jakarta: Dian Rakyat. 93-94. 1992). Menurut hukum Islam. “Aqad” artinya ikatan atau perjanjian. Selain sebagai pengatur kelakuan 18 Asmin. Haviland. arti yang sebenarnaya dan arti kiasan. 1 Tahun 1974. 1985). (Jakarta: Erlangga. 25 .. Dengan demikian. Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Menurut Koentjaningrat 20 perkawinan adalah suatu peralihan lifecycle dari tingkat hidup remaja ketingkat berkeluarga dari semua manusia di dunia. Antopologi II. Status Perkawinan Antar Agama: Di Tinjau dari Undang-Undang Perkawinan No. h. atau “berkumpul”.BAB II TINJAUAN TEORITIS A. 28 19 William A. h. ialah kelakuan-kelakuan seks. Jadi “aqad nikah” artinya perjanjian untuk mengikatkan diri dalam perkawinan antara seorang wanita dengan seorang laki-laki. nikah itu pada hakekatnya ialah “aqad” antara calon suami-istri untuk membolehkan keduanya bergaul sebagai suami iatri. dipandang dari sudut kebudayaan manusia. 18 Menurut Haviland19 perkawinan adalah suatu transaksi atau kontrak yang sah dan resmi antara seorang wanita dan seorang pria yang mengukuhkan hak mereka yang tetap untuk berhubungan seks satu sama lain dan yang menegaskan bahwa wanita yang bersangkutan sudah memenuhi syarat untuk melahirkan. Arti kiasannya adalah sama dengan “wathaa”. maka perkawinan merupakan pengatur kelakuan manusia yang bersangkut paut dengan kehidupan seksnya. Alih Bahasa: R.

seks, perkawinan mempunyai berbagai fungsi lain dari kehidupan kebudayaan dan masyarakat manusia. Pertama memberi ketentuan hak dan kewajiban serta perlindungan kepada hasil persetubuhan, yaitu anak-anak; kemudian perkawinan juga memenuhi kebutuhan manusia akan seorang teman hidup, memenuhi kebutuhan akan harta, akan gengsi dan kelas masyarakat dan pemeliharaan hubungan baik antara kelompok-kelompok kerabat tertentu sering juga merupakan alasan dari perkawinan. Menurut wawancara dengan seorang kiai di kecamatan tanjungbumi (KH. Jawahir) mengatakan bahwa masyarakat awam memiliki pemahaman tentang perkawiann sebagai suatu ikatan antara laki-laki ddan wanita untuk hidup bersama dan untuk mendapatkan keturunan yang sah berdasarkan hukum agama Islam. Yang digaris bawahi disini adalah yang penting sah menurut hukum agama Islam. Di samping itu, masyarakat awam juga menganggap perkawinan sebagai “kewajiban sosial” daripada manifestasi kehendak bebas tiap individu. Oleh karena itu, perkawinan dianggap sebagai “keharusan sosial” yang merupakan tradisi yang dianggap sakral. Jika diklasifikasi berdasarkan tingkat pemahaman masyarakat tentang hukum perkawinan dan usia menikah, maka di masyarakat Bumianyar terdapat tiga bentuk perkawinan yaitu: 1. Perkawinan di KUA Yang dimaksud dengan perkawinan di KUA disini adalah perkawinan yang dilakukan di KUA atau perkawinan yang dilakukan dihadapan Pegawai Pencatat Nikah (PPN) dan dicatatkan di KUA, seperti yang diatur dan ditentukan oleh UU No.1 Tahun 1974. Bentuk perkawinan ini dilakukan oleh masyarakat yang

26

menyadari akan penting hukum Negara, selain hukum Islam. Karena perkawinan bukan hanya dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT (hablum minallah) tapi juga harus dipertanggungjawabakan dihadapan hukum Negara (hablum minannas), karena menyangkut ikatan antara manusia satu dengan lainnya yaitu suami, istri, dan anak serta keluarga besar diantara susmi dan istri. 2. Perkawinan sirri Yang dimaksud dengan perkawinan sirri adalah perkawinan yang tidak dilakukan dihadapan PPN dan tidak dicatatkan di KUA. Perkawinan ini oleh Ramulyo disebut dengan istilah perkawinan dibawah tangan. Perkawinan ini biasanya dilakukan oleh kiai atau ulama atau orang yang dipandang telah mengetahui hukum-hukum munakahat (pernikahan).21 Kata sirri berasal dari bahasa Arab sirri, israar yang berarti rahasia. 22 Kawin sirri menurut arti katanya adalah nikah yang dilakukan dengan sembunyisembunyi atau rahasia. Sedangkan dalam prakteknya di masyarakat kawin sirri adalah perkawinan yang tidak disaksikan oleh orang banyak dan tidak dilakukan dihadapan PPN serta tidak dicatat di KUA setempat. 3. Perkawinan dibawah umur Perkawinan yang dilakukan sebelum usia 16 tahun bagi wanita, dan 19 tahun bagi laki-laki. Batasan ini mengacu pada ketentuan formal batas minimum usia menikah yang berlaku di Indonesia, pasal 7 ayat (1). Perkawinan ini biasanya dilakukan oleh masyarakat karena dua alasan, pertama alasan perjodohan. Dalam

21
22

A. Zuhdi Muhdor , Memahami Hukum Perkawinan, (Bandung: Al-Bayan 1994), h. 22

Mahmud Yunus, Kamus Arab Indonesia, (Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir AlQur’an, 1973), h. 167

27

perjodohan biasanya yang menentukan pasangan dan waktu menikah adalah orangtua laki-laki. Kedua, kemauan anak sendiri. Biasanya anak laki-laki ngotot minta dinikahkan ke orangtuanya, meski ia dan pasangannya belum memenuhi batas minimal usia menikah dan belum mempunyai pekerjaan. Kuatir anaknya salah pergaulan dan berdosa, orangtua menikahkan anaknya dan biasanya biaya hidup anak setelah menikah akan ditanggung oleh orangtua. Ketiga bentuk perkawinan diatas oleh masyarakat Bumianyar dianggap sah. Namun dari ketiga bentuk perkawinan yang terdapat di desa Bumianyar, peneliti hanya mengkaji kawin sirri dan perkawinan dibawah umur. Perkawinan dibawah umur dalam penelitian ini tidak dibahas dalam bahasan tersendiri tapi menjadi satu kesatuan dalam pembahasan kawin sirri, yaitu menjadi salah satu fakctor penyebab terjadinya kawin sirri di desa Bumianyar. 1. Sejarah Dan Perkembangan Kawin Sirri Istilah kawin sirri, sebenarnya bukan masalah baru dalam masyarakat Islam, sebab kitab Al-Muwatha’, mencatat bahwa istilah nikah sirri itu berasal dari ucapan Umar bin Khattab r.a ketika diberitahu bahwa telah terjadi perkawinan yang tidak di hadiri oleh saksi kecuali hanya seorang laki-laki dan seorang perempuan, maka Ia berkata yang artinya:”Ini nikah sirri, aku tidak memperbolehkannya dan sekiranya aku datang pasti aku rajam”23 Pengertian kawin sirri dalam persepsi Umar tersebut di dasarkan adanya kasus perkawinan yang hanya dengan menghadirkan seorang saksi laki-laki dan seorang perempuan. Ini berarti syarat jumlah saksi belum terpenuhi, kalau jumlah saksi belum

23

Lihat Al-Muwatha’ II, Dar Al-Fikri, hal 439

28

163 29 . maka perkawinan yang ada saksi tetapi tidak ada pengumuman adalah perkawinan yang tidak memenuhi syarat. Ulama sepakat fungsi saksi adalah pengumuman (i‟lan wa syuhr) kepada masyarakat tentang adanya perkawinan. maka perkawinan semacam ini menurut Umar di pandang sebagai nikah sirri.Status Wanita Di Asia Tenggara: Studi Terhadap Perundang-Undangan Perkawinan Muslim Konyemporer Di Indonesia dan Malaysia. hal 17 26 Khoirudin Nasution. 24 25 Lihat Aziz dalam Jurnal Ilmiah Mihrab. Abu Hanifah dan Syai’i menilai nikah tersebut bukan nikah sirri karena fungsi saksi itu sendiri adalah pengumumnan (i‟lan).24 Ulama-ulama besar sesudahnya pun seperti Abu Hanifah. Kehadiran saksi pada waktu melakukan akad nikah. Syafi’i dan Ibnu Mundzir berpendapat bahwa nikah semacam itu sah. sebab menurutnya tidak ada lagi rahasia kalau sudah ada empat orang. dalam perkembangannya di masyarakat Islam. .25 Namun apabila saksi telah terpenuhi tapi para saksi di pesan oleh wali nikah untuk merahasiakan perkawinan yang mereka saksikan. Jakarta: INIS. karena yang menjadi syarat mutlak sahnya perkawinan adalah pengumuman (i‟lan). ulama besar berbeda pendapat. Malik dan Syafi’i berpendapat bahwa nikah sirri itu tidak boleh dan jika terjadi maka harus di fasakh (batal). Imam Malik memandang perkawinan itu termasuk nikah sirri dan harus di fasakh. Edisi September 2001 Lihat Bidayatul Mujtahid. Keberadaan saksi hanya pelengkap. h. 2002). Karena itu kalau sudah disaksikan tidak perlu lagi ada pengumuman khusus. sudah cukup mewakili pengumuman bahkan meskipun minta dirahasiakan.lengkap meskipun sudah ada yang datang. 26 Akan tetapi Menurut Zahrah dalam Nasution. Namun Abu Hanifah. kawin sirri di pandang sebagai perkawinan yang sah menurut agama. Dengan demikian dapat ditarik pengertian bahwa kawin sirri itu berkaitan dengan fungsi saksi.

1 Tahun 1974. (Jakarta: Bumi Aksara.239 A. 1991) 30 . Dua orang saksi 4. Makalah Seminar Sehari Kawin Sirri Ditinjau Dari Sudut Agama. kawin sirri dipandang sebagai perkawinan yang sah menurut agama.22 Hariadi. h. yaitu suatu perkawinan yang dilakukan oleh masyarakat Islam dengan modin atau kiai sebagai pelaksananya (yang mengukuhkan). Hukum Perkawinan Islam. yang oleh Ramulyo di sebut “perkawinan di bawah tangan”27 Perkawinan ini biasanya dilakukan oleh kiai atau ulama atau orang yang dipandang telah mengetahui hukum-hukum munakahat (pernikahan). 1 Surabaya: PP/SW Lembaga Penelitian UNAIR 30 Muhammad Yusuf. (Bandung: Al-Bayan. 2002). Kawin Sirri sebagai Siasat Kawin Dalam Media Studi Wanita. dan Hukum Positif. Psikologi. h. 27 28 29 Idris Ramulyo. Islam Memandang Kawin Sirri. Ijab dan qobul Syarat-syarat diatas disebut sebagai rukun atau syarat wajib nikah. (Jember: PMII Fakultas Hukum.Yang dimaksud dengan perkawinan sirri adalah perkawinan yang memenuhi rukun dan syarat perkawinan tapi tidak di daftarkan di PPN seperti yang diatur dan di tentukan oleh UUP no. Wirawan dalam Hariadi 29 menyatakan kawin sirri merupakan salah satu bentuk perkawinan yang dikenal oleh masyarakat Indonesia. Memahami Hukum Perkawinan. Sosiologi. Wali pengantin perempuan 3. Zuhdi Muhdhor . Sementara Muhammad30 menyebutkan bahwa kawin sirri dalam pandangan Islam adalah perkawinan yang dilaksanakan sekedar memenuhi ketentuan mutlak untuk sahnya akad nikah yang ditandai dengan adanya: 1. Calon pengantin laki-laki dan perempuan 2. Vol. 1994).28 Akan tetapi dalam perkembangannya di masyarakat Islam.

439 Lihat Bidayatul Mujtahid. Dengan demikian orang yang mengetahui perkawinan tersebut juga terbatas pada kalangan tertentu saja. 17 31 . kawin sirri pada awalnya merupakan perkawinan yang dilarang dalam Islam karena tidak memenuhi rukun dan syarat perkawinan yang berupa saksi. Ramulyo. Sebagaimana dikatakan Ramulyo 31 yaitu perkawinan yang dilakukan oleh orang-orang Islam. Keadaan demikian disebut sunyi atau rahasia atau sirri. istilah sirri ini kemudian dikaitkan dengan aturan-aturan yang ditetapkan pemerintah sehingga kawin sirri bermakna kawin yang tidak dicatatkan petugas yang telah ditunjuk oleh pemerintah yaitu KUA.Selain itu. memenuhi baik rukun maupun syarat-syarat perkawinana tetapi tidak didaftarkan pada PPN seperti diatur dan ditentukan UU No. terdapat sunah nikah yang perlu juga dilakukan sebagai berikut: 1. Lihat Al-Muwatha. 2002). Menyebutkan mahar dan kawin Dengan demikian. 1 Tahun 1974. Demikian halnya dengan praktek kawin sirri yang terjadi di desa Bumianyar. dalam proses kawin sirri yang dilaksanakan hanya wajib atau rukun nikahnya saja. Pengumuman perkawinan dengan menyelenggarakan walimah/perayaan 3. Pada perkembangan selanjutnya. sedangkan sunah nikah tidak dilakukan.33 Namun dalam 31 32 33 Idris. Malik dan Syafi’i sepakat kalau perkawinan tersebut difasakh. 239. h. khususnya mengenai pengumuman perkawinan atau yang dusebut walimah/perayaan. 2. 32 Ulama besar seperti Abu Hanifah. (Jakarta: Bumi Aksara. h. h. Khutbah nikah 2. Hukum Perkawinan Islam. Kawin Sirri Dalam Pandangan Hukum Islam Merujuk pada sejarah dan perkembangannya.

22 Tahun 1946. taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kalian kepada rasul dan kepada pemerintah yang sah (ulil „amri minkum). karena Nabi Muhammad SAW bersabda: “Umumkanlah perkawinan itu”. kawin sirri merupakan perkawinan yang memenuhi rukun dan syarat perkawinan sehingga masyarakat memandang sah menurut agama (Islam). sebagaimana diatur oleh undang-undang. Sebelumnya sudah ada UU No. 3.perkembangannya dalam masyarakat Islam.1 Tahun 1974.cit.”35 Berdasarkan firman tersebut. 37 Lebih tegas tentang pencatatn dan 34 35 Idris Ramulyo. An-Nisa 59 36 Lihat UU No. 36 (2) bagi pasangan yang melakukan perkawinan tanpa pengawasan dari PPN dikenakan hukuman karena merupakan suatu pelanggarn. maka orang yang melakukan kawin sirri berarti tidak taat pada pemerintah yang telah menetapkan untuk mencatatkan perkawinannnya di KUA. h. UU No. 34 Meskipun kawin sirri sah menurut Islam tapi hal tersebut kurang sesuai dengan ajaran Islam. dan firman Allah yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman.22 Tahun 1946 pasal 1 ayat (1) 37 Lihat UU No. Kawin Sirri Dalam Pandangan Hukum Negara Kawin sirri jika dikaitkan dengan hukum negara sebenarnya berkaitan dengan pencatatan perkawinan pada instansi pemerintah yang berwenang yaitu KUA. sebenarnya bukanlah UU pertama yang mengatur tentang pencatatan perkawinan bagi muslim Indonesia.22 Tahun 1946 pasal 3 ayat (1) 32 . Hukum Perkawinan Islam. disebutkan: (1) perkawinan diawasi oleh PPN. QS. Talak dan Rujuk. op. yang mengatur tentang pencatatan Nikah. Kemudian kawin sirri berkembang kembali ketika dikaitkan dengan aturan yang ditetapkan pemerintah sehingga kawin sirri bermakna perkawinan yang tidak dicatatkan di KUA. 239 Lihat.

pasal 7 ayat (1.1 Tahun 1974 pasal 2 ayat (2) 40 Lihat UU No.1 Tahun 1974 ayat (1 dan 2) 42 Lihat KHI pasal 5 ayat (2) dan pasal 6 ayat (1) 43 Lihat KHI pasal 5 ayat (1) 44 Lihat KHI pasal 6 ayat (1).”tiap-tiap perkawinan dicatat menurut perundang-undangan yang berlaku. apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu. bahwa dicatatkannya perkawinan agar mendapat kepastian hokum dan ketertiban. tujuan pencatatan perkawinan yang dilakukan dihadapan dan dibawah pengawasan PPN 42 adalah untuk terjaminnya ketertiban perkawinan.”perkawinan adalah sah.”39 Sementara pada pasal lain disebutkan. 43 Namun ditegaskan perkawinan yang dilakukan diluar PPN tidak mempunyai kekuatan hukum. dan perkawinan hanya dapat dibuktikan dengan Akta Nikah yang dibuat oleh PPN. 41 Dalam Kompilasi Hukum Islam di Indonesia disebutkan.”40 Sedangkan dalam penjelasan UU No.tujuan pencatatan perkawinan ditemukan dalam penjelasannya.1 Tahun 1974 tentang pencatatan dan sahnya perkawinan disebutkan : (1) tidak ada perkawinan diluar hukum agama.1 Tahun 1974 pasal 2 ayat (1) 41 Lihat penjelasan UU No. dan (2) maksud hukum agama termasuk ketentuan perundang-undangan yang berlaku.1 Tahun 1974 tentang pencatatan perkawinan disebutkan. 38 Kemudian dalam UU No.44 38 39 Lihat penjelasan pasal 1 ayat (1) Lihat UU No.3 dan 4) 33 .2.

Tipe-Tipe keluarga Terdapat dua tipe keluarga yaitu keluarga inti dan keluarga luas. Dari definisi diatas terdapat empat ciri keluarga. perkawinan atau adopsi. 1. 1985. Kedua.G. in which affection and responsibility are equitably shared and in which the children are reared to become self controlled and socially motivated persons. Kawin Sirri dan Keluarga Menurut Haviland45 yang dimaksud keluarga adalah suatu kelompok yang terdiri atas seorang wanita. Pengantar Studi Sosiologi Keluarga. keluarga adalah kelompok sosial yang terdiri dari seorang ayah. anak-anaknya yang tergantung kepadanya.B. and one or more of children. Definisi yang agak lengkap diberikan oleh Borgadus dalam Suhendi46 : “…. 2001). normally compossed of a father. Alih Bahasa R. Antropologi II. Borgadus. Pertama. (Bandung: Pustaka Setia. h. Haviland. Family is a small social group. hubungan antar keluarga didasari atas kasih sayang dan tanggung jawab keluarga ialah mengembangkan anak agar setelah dewasa menjadi individu yang mampu mengendalikan dirinya sendiri dan berguna untuk masyarakat. (Jakarta: Erlangga. 73. Soekadijo. 1985. ibu dan satu atau beberapa anak. dan setidaktidaknya seorang pria dewasa yang diikat oleh perkawinan atau hubungan darah. Ketiga. a. a mother. Keluarga Inti Keluarga inti (nuclear family) disebut juga keluarga batih adalah suatu kelompok kekerabatan sebagai akibat dari perkawinan. sekelompok orang yang tinggal bersama berdasarkan hubungan darah. Menurut 45 William A. 233 46 34 . h.

dan hidup tinggal bersama pada satu tempat artinya dalam satu rumah atau pada satu pekarangan. keluarga luas utrolokal. yang berdasarkan adat verilokal yang terdiri dari satu keluarga inti senior dengan keluarga inti dari anak laki-laki. h. keluarga luas verilokal. yaitu: pertama. juga dapat dianggap sebagai anggota keluarga. 109 Ibid. Kedua.47 Suatu keluarga inti terdiri atas seorang suami. Koentjaraningrat48 mengatakan bahwa fungsi pokok keluarga ada dua. Ketiga. 1992). yang berdasarkan adat utrolokal dan yang terdiri dari satu keluarga inti senior dan keluarga-keluarga batih anak-anak laki maupun perempuan. Anak tiri dan anak angkat yang secara resmi mempunyai wewenang yang kurang lebih dengan anak kandungnya. waktu ia sebagai anak-anak masih belum berdaya mendapat pengasuhan dan permulaan dari pendidikannya. 117 35 . (Jakarta: Dian Rakyat. istri dan anak-anak mereka yang bekum kawin. Beberapa pokok Antropologi Sosial. keluarga luas uxorilokal yang berdasarkan adat 47 48 Koentjaraningrat. kelurga inti merupakan kelompok dimana si individu pada dasarnya dapat menikmati bantuan utama dari sesamanya serta keamanan dalam hidup. yaitu: pertama.Koentjaraningrat. 110-111 49 Ibid. b. h. kelurga inti merupakan kelompok dimana si individu itu. ada tiga macam keluarga luas. Keluarga Luas Keluarga luas (extended family) adalah kelompok kekerabatan yang terdiri lebih dari satu keluraga inti. h. 49 Berdasarkan komposisinya. tetapi seluruhnya merupakan satu kesatuan sosial yang amat erat. Kedua.

Tugas suami adalah mencari nafkah dan tugas istri adalah menyediakan makanan untuk suami dan anak-anak dan menyelesaikan tugas rumah tangga yang lain karena suami telah bekerja untuk menghidupi dirinya dan anak-anaknya. Hubungan-Hubungan dalam Keluarga Menurut Suleeman dalam Ihromi50 ada tiga bentuk hubungan dalam keluarga. senior junior partner dan equal partner. sama seperti uang dan barang berharga lainnya. Dengan demikian akan tercipta kestabilan dalam rumah tangga. Bila terjadi ketidaksepakatan. head complement. Suami istri memutuskan untuk mengatur kehidupan 50 51 T. Suami adalah “bos” dan istri harus tunduk padanya. Hubungan suami-istri Menurut Scanconi dalam Ihromi51 hubungan suami istri dapat dibedakan menurut pola perkawinan yang ada yaitu owner property. h. 2. Ihromi. Bunga Rampai Sosiologi Keluarga. 1999). a. kepuasan seksual. 100 Ibid. Suami diharapkan untuk memenuhi kebutuhan istri akan cinta dan kasih sayang. (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. istri adalah milik suami. istri harus tunduk pada suami.O. h. istri dilihat sebagai pelengkap suami. pengertian dan komunikasi terbuka.uxorilokal dan yang terdiri dari satu keluarga inti senior dengan keluargakeluarga batih anak-anak perempuan. hubungan orangtua-anak dan hubungan antarsaudara (siblings). yaitu hubungan suami-istri. Dalam pola perkawinan head complement. Dalam pola perkawinan owner property. dukungan emosi. 100 36 . teman.

posisi istri tidak lebih sebagai pelengkap suami. Kini istri memiliki kekuasaan yang lebih besar dalam pengambilan keputusan. b. Tugas suami masih sama mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Pekerjaan suami sama pentingnya dengan pekerjaan istri. h. Dengan demikian istri bisa menjadi pencari nafkah utama. dan tugas istri masih tetap mengatur rumah tangga dan mendidik anak. Dengan penghasilan yang didapat. tidak ada posisi yang lebih tinggi atau rendah diantara suami istri. tetapi sudah menjadi teman. Menurut Adam yang dikutip oleh 52 Ibid. Dalam pola perkawinan equal partner. 108 37 . Perubahan ini terjadi karena istri juga memberikan sumbangan secara ekonomis. artinya penghasilan istri bisa lebih timggi dari suami. Dalam pola perkawinan senior junior partner. Fungsi orangtua terhadap anak dianggap sudah seharusnya berlangsung karena orangtua bertanggungjawab atas anak-anak mereka. istri tidak lagi sepenuhnya tergantung pada suami untuk hidup. Istri mendapat hak dan kewajiban yang sama untuk mengembangkan diri sepenuhnya dan melakukan tugas-tugas rumah tangga. meskipun pencari nafkah utama tetap suami. Hubungan orangtua anak Menurut Ihromi52 hubungan orangtua anak biasanya hanya membahas fungsi anak terhadap orangtua dan bukan sebaliknya. Tetapi suami istri kini bisa merencanakan kegiatan bersama untuk mengisi waktu luang.bersama secara bersama-sama.

Sebaliknya istri adalah pusat kedamaian bagi keluarganya. diantaranya: kedekatan tempat tinggal tidak berpengaruh pada bantuan keuangan. h. kesepakan antara ibu dan ayah. dan persamaan kebudayaan dalam perkawinan. dengan membimbing seluruh anggota keluarga agar berkembang sesuai dengan keinginannya dan mengawasi pendidikan anak-anaknya. 3. Suami berfungsi sebagai kepala keluarga. juga sebagai wakil keluarga bila berhubungan dengan masyarakat. rasio saudara laki-laki terhadap saudara perempuan. Hubungan antarsaudara (siblings) Menurut Schvaneveld dan Ihinger dalam Ihromi 54 mengatakan hubungan antarsaudara dipengaruhi oleh jenis kelamin. Fungsi dan Peran Anggota Keluarga Dalam suatu rumah tangga kedudukan dan kewajiban antra suami istri tidaklah sama. tetapi pada jasa yang diberuikan pada anak. Suami adalah pelindung bagi istri dan anak-anaknya. jarak kelahiran. h. dan ia juga tema berbincang-bincang bagi suami. Faktor lain yang ikut berpengaruh adalah lamanya pernikahan anak. 109 Ibid. jumlah. bertugas mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga. umur orangtua pada saat mempunyai anak pertama. bertanggungjawab terhadap kehidupan keluarga.Lewis dalam Ihromi53 mengatakan hubungan orangtua anak dipengaruhi beberapa factor. melindungi keluarga. kelas sosial. umur. Kewajiban moral seorang istri berbeda dengan kewajiban moral seorang suami. dan umur anak pada saat mereka keluar rumah. jenis kelamin anak. 53 54 Ibid. c. 110 38 .

membatik. yang tercermin dalam menentukan calon pengantin. Selain itu akan dibahas pula pengaruh kawin sirri terhadap hubungan 39 . proses perkawinan dan perceraian serta pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin atau peran dimana peran wanita sangat berkaitan erat sebagai ibu rumah tangga dan pencari nafkah keluarga. yang akan diteliti di Desa Bumianyar.1 Tahun 1974. singkatnya mengurusi kehidupan rumah tangga. Apakah betul. kesehatan anak dan suami. dan hubungan antarsaudara (siblings). baik hubungan sebagai suami isti. Pengaruh Kawin Sirri Terhadap Hubungan Dalam Keluarga Yang dimaksud dengan pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga disini adalah bagaimana kawin sirri yang secara bahasa merupakan perkawinan rahasia dan didalam prakteknya merupakan perkawinan yang tidak diketahui oleh orang banyak dan tidak dicatatkan di KUA. orangtua-anak. membina kerukunan rumah tangga. dan bagaimana pula pengaruhnya?. Selain itu perkawinan sirri juga berpengaruh terhadap hubungan dalam keluarga. dan banyak pula yang bekerja membantu mencari nafkah bagi keluarganya. terutama pada status istri dan anak. sebagaimana diatur dalam UU No. bertani atau menjadi buruh tani. dan membina anakdalam pendidikan. mengasuh anak.Seorang istri mempunyai fungsi dan peranan mengatur dan mengelola rumah tangga dan meyelesaikan pekerjaan rumah tangga. seperti berdagang. pembagian harta serta perwalian anak. mewakili suami. 4. perkawinan sirri tidak mempengaruhi hubungan dalam keluarga. sehingga menyebabkan perkawinan tersebut menurut hukum positif tidak mempunyai kekuatan hukum yang dapat menyulitkan berbagai pihak. Selain itu juga menyebabkan hubungan kekuasaan antara suami tidak setara dengan istri.

saudara-saudara suami atau istri. keponakan dari pihak suami atau istri. Kaitanya dengan penelitin ini.dalam keluaraga pada keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya. Yang termasuk dalam keluarga rumah tanggga lainnya disini adalah orangtua suami atau istri (mertua). 40 . sepupu dari suami atau istri. penulis hanya mengambil mertua dalam membahas hubungan antara keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya.

hasilnya selalu merosot dan merosot bahkan hasil yang didapatkan tidak dapat mencukupi untuk mengembalikan modal yang dikeluarkan. Banjarmasin. Palangkaraya dan Samarinda). Menurut informan. Penduduk kampung Lobuk berdagang ke Kalimantan (Pontianak. Deskripsi Lokasi Penelitian 1.BAB III GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Penduduk kampung Kwanyar dan Nangger merantau dengan menjadi TKI ke Arab Saudi. sebenarnyamulai sebelum tahun 1980 penduduk Bumianyar sudah ada yang merantau tapi jumlahnya tidaklah banyak. tiap dusun/kampung. maka diperkirakan penduduk bumianyar mulai banyak yang merantau sekitar tahun 1980-an. Banjarmasin. Penduduk kampung Telagah menjadi TKI ke Malaysia. penduduknya memiliki kebiasaan tempat merantau yang berbeda. Menurut informan. Sejarah Penduduk Bumianyar Merantau Sebenarnya sangat sulit dipastikan kapan persisnya penduduk Bumianyar mulai merantau. 41 . ketika para penduduk selalu gagal dalam bertani. Tapi apabila dikaitkan dengan kondisi alam setempat yang tidak begitu subur dan terletak dipinggir laut. itupun hanya ke Kalimantan seperti Pontianak. hanya beberapa orang. Banjarmasin. Palangkaraya dan Samarinda. Palangkaraya dan Samarinda). sementara mata pencaharian penduduk adalah bertani. misalnya kampung Prengkenek banyak merantau ke Kalimantan (Pontianak. Hal tersebut hanya dilakukan oleh orang-orang yang tidak/sedikit mempunyai lahan pertanian.

1 Luas Wilayah per Ha Desa Bumianyar No 1.10 Tlageh 113 Nangger 60 Prengkenek 169. jangankan untuk memperbaiki rumah. Hal ini dapat dilahat pada table 3. yang memilki luas sekitar 505.25 Sumber: monografi desa Bumianyar 2008 Desa Bumianyar terletak paling timur diantara 14 desa di Kecamatan Tanjungbumi. yang terdiri dari lima dusun/kampong.15 Jumlah 505. Kabupaten Bangkalan.1 dibawah ini: Tabel 3. 2. 5. Sebelah selatan berbatasan dengan desa Tambak Pocok.Ada pemikiran. Sebelah utara berbatasan dengan laut Jawa b. itu sudah cukup. Sebelah barat berbatasan dengan desa Paseseh c. Letak dan Luas Wilayah Desa Bumianyar merupakan salah satu desa dari 14 desa yang ada di Kecamatan tanjungbumi. Dusun Luas/Ha Lobuk 52 Kwanyar 102. desa Larangan Timur 42 . 3. Hal tersebut menunjukkan bahwa alas an utama penduduk Bumianyar merantau adalah karena kondisi tanah yang kurang subur sehingga tidak mencukupi kebutuhan hidupnya. hasinya dapat mencukupi kebutuhan amakan sekelurga saja. apa yang bisa diharapkan dari pertanian di desa Bumianyar ini kalau tidak merantau. 4.25 Ha. Adapun batas-batas desa meliputi: a. 2.

kecamatan Banyuates. Pemukiman Dalam hal pola pemukiman. Namun juga ada rumah penduduk Bumianyar (kurang lebih 40 persen masih semi permanen yaitu rumah yang terbuat dari kayu dengan atap genting. Hal ini karena pekarangan milik orangtua mereka cukup luas sehingga memungkinkan keturunannya untuk membangun rumah mengelompok dalam pekarangan tersebut. Demografi Penduduk Bumianyar beradasarkan data monografi desa periode 2008 sebanyak 2.d. Dilihat dari fisik bangunan rumah penduduk Bumianyar (kurang lebih 60 persen) sudah permanen. kabupaten Sampang 3. Pembagian yang lain juga dilakukanberdasarkan hubungan kekerabatan. Terdapat 43 . 4. Dalam hal ini ada rumah-rumah penduduk mengelompok dalam satu pekarangan karena masih ada hubungan kerabat disebut tanean lanjeng. dimana setiap dusun secara administrative dibagi kedalam rukun tetangga (RT). yaitu rumah dindingnya terbuat dari tembok. Desa Bumianyar terbagi dalam 8 kampung. yang kemudian secara administrative dikelompokkan kedalam 5 dusun. Sebelah timur berbatasan dengan desa Trapang. Rumah ini biasanya dimiliki oleh orang yang keluarganya ada diperantauan atau menjadi TKI dan sebagian kecil dimiliki oleh orang yang punya usaha di daerahnya sendiri dan berdagang antar pulau. lantainya sudah disemen/keramik dengan atap rumah dari genting. yang terbagi dalam 771 kepala keluarga (KK).104 jiwa. dengan perbandingan jumlah penduduk wanita lebih banyak daripada laki-laki.

123 Dilihat dari jumlah penduduk berdasarkan kewarganegaraan. 4. diantaranya bertani.2 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin Jumlah Penduduk 1. Dilihat lihat dari mata pencaharian penduduk bumianyar sangatlah beragam. Nangger 378 5. Hal ini dapat dilihat pada table dibawah ini: Tabel 3. Prengkenek 513 Jumlah 2. tidak ada satu pun orang asingyang bertempat tinggal di desa Bumianyar. yang setiap harinya dating untuk membuka usahanya. Meskipun ada beberapa orang Arab. Tlageh 411 4. pegawai negeri dan pegawai swasta. 2. dagang.perbedaan distribusi jumlah penduduk diantara dusun. tetapi mereka bukanlah penduduk tetap. tapi hanya membuka usaha. Untuk lebih jelasnya.104 Sumber: Monografi desa Bumianyar 2008 No Dusun Laki-laki 165 200 202 150 233 981 Perempuan 185 202 209 208 280 1. Lobuk 350 2. Mata Pencaharian Tani Buruh tani Nelayab Dagang Pegawai negeri jumlah 525 235 123 97 9 44 . nelayan. 5. Kwanyar 402 3. buruh tani.3 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Pekerjaan No 1. 3. komposisi mata pencaharian penduduk Bumianyar dapat dilihat pada table berikut: Tabel 3.

6

Pegawai swasta Jumlah Sumber: Monografi desa Bumianyar 2008

25 1.104

Selain mata pencaharian tersebut diatas, penduduk Bumianyar terutama wanita mempunyai pekerjaan sampingan untuk tambahan

penghasilan yang berupa “membatik”. Upah yang diperoleh dari satu batik berkisar antara Rp 20.000,- s/d Rp 80.000,Adapun sarana transportasi yang berupa jalan, sebagian besar desa Bumianyar telah diaspal dan dapat dilalui oleh kendaraan roda empat. Alat transportasi yang digunakan penduduk adalah angkutan umum yang berupa colt, pick up, sepeda motor dan sepeda pancal (tapi sudah jarang). Adapun sarana komunikasi yang tersedia adalah HP, telepon rumah dan wartel. 5. Pendidikan Pendidikan yang diterapkan di masyarakat Bumianyar tidak lepas dari agama Islam. Dalam penelitian ini, ditemukan hamper semua penduduk yang berusia 40 tahun keatas bisa membaca Al-Qur’an dan kebanyakan dari mereka tidak sekolah sehingga buta huruf latin. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table dibawah ini: Tabel 3.4 Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan No 1. 2. 3. 4. Tingkat Pendidikan Perguruan Tinggi SLTA/MA SLTP/MTs SD/MI Jumlah 35 65 115 1.130

45

5. 6.

Buta Huruf Belum Sekolah Jumalh Sumber: Monografi Desa Bumianyar 2008 6. Keagamaan

550 209 2.104

Desa Bumianyar penduduknya fanatik terhadap ajaran agama Islam. Artinya segala tingkah laku masyarakat harus disesuaikan dengan unsur-unsur syari’ah Islam, yaitu norma-norma yang didasarkan pada ajaran agama Islam. Dalam hal keagamaan, peranan kiai yang sekaligus menjadi tokoh masyarakat sangat besar, karena nasehat dan pendapatnya menjadi pegangan yang kuat dalam kehidupan sehari-hari, seolah-olah kata-kata kiai harus dituruti supaya hidup selamat dan berhasil. Oleh karena itu penduduk Bumianyar menaruh hormat pada kiai selain pada bapak, ibu, guru, dan ratu. Dalam berbagai aktivitas maupun keseharian, wanita selalu

menggunakan pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya yang menurut hokum Islam merupakan kewajiban bagi wanita supaya terhindar dari “dosa” dan “zina.” Manifestasi lain yang berhubungan dengan ajaran Islam yaitu terlihat dari berbagai aktivitas keagamaan seperti slawadhan.55 Dan perayaan besar hari-hari Islam seperti Isra’ Mi’raj dan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mengadakan pengajian dan ceramah agama secara besar-besaran, dan di bulan Ramadhan dengan tarawih dan tadarus sampai pagi hari jam 03.00 wib.

55

Slawadhan adalah suatu kegiatan yang didalamnya diisi dengan membaca tahlil dan sholawat (pujipujian kepada Nabi Muhammad SAW) secara bersama-sama.

46

7. Sistem Kekerabatan Ikatan kekerabatan dalam masyarakat Madura terbentuk melalui keturunan, baik dari keluarga berdasarkan garis ayah maupun ibu (paternal dan maternal relatives). Tetapi pada umumnya ikatan kekerabatan antar sesama keluarga lebih erat dari keturunan ayah yang cenderung

mendominasi. 56 Demikian halnya dengan kekerabatan pada masyarakat Bumianyar dalam hal perkawinan menarik garis keturunan melalui garis lakilaki atau bapak. (patrilinial). Hal ini dapat dilihat dari akad nikah, dimana para wali dari pihak pengantin wanita selalu dihitung dari anggota kerabat dekat melalui garis laki-laki yang berdasarkan pada hokum Islam, sebagai berikut: 1) bapak; 2) kakek; yaitu bapak dari bapak; 3) saudara laki-laki sekandung; 4) saudara laki-laki sebapak; 5) anak laki-laki dari saudara laki-laki sekandung; 6) anak laki-laki dari dari saudara laki-laki sebapak; 7) saudara bapak yang laki-laki (paman); 8) anak laki-laki dari paman; 9) hakim. Suatu perkawinan baru dianggap sah bila dinikahkan oleh wali yang terdekat lebih dahulu. Bila tidak ada yang dekat, baru dilihat urutannya secara tertib. Selanjutnya bila yang jauhpun tidak ada, maka hakimlah yang bertindak sebagai wali sebagai syarat beragama Islam, baligh, berakal, laki-laki dan adil. Selain didasarkan atas hubungan kekerabatan yang sering disebut tretan, juga didasarkan atas hubungan ketetanggaaan, yang sering disebut tetangge. Tretan dan tetangge ini berperan penting dalam kegiatan hajatan
56

Latief Wiyata, Carok : Konflik Kekerasan dan Harga Diri Orang Madura, Yogyakarta:LkiS, 2002.), h. 51-52.

47

Hal tersebut terdiri dari beberapa tahapan. yang terpenting bagi orangtua perempuan adalah calon laki-laki menyukai calon wanitanya. dengan member bantuan baik barupa materi maupun tenaga. B. Bagi keluarga kaya perjodohan ini terselip maksud bersifat ekonomi yaitu menjaga agar supaya harta kekayaan 48 . keluarga pihak laki-laki meminta anak gadisnya dijidohkan dengan anak gadisnya. apakah anak gadisnya sudah mempunyai calon suami atau belum. Dalam menjodohkan anaknya. cakang (pekerja keras) dan taat beragama meskipun belum mempunyai pekerjaan. Deskripsi Perkawinan 1. Ngen-ngangen yaitu keluarga pihak laki-laki atanyah (jawa: takon) kepada pihak wanita. Adanya tretan dan tetangge ini dalam penyelenggaraan hajatan atau pesta akan menjadi lebih ringan.yang diadakan oleh suatu keluarga. Jika belum. khususnya desa Bumianyar mempunyai norma dan cara tertentu dalam melangsungkan perkawinan bagi anak gadisnya. Perkawinan semacam ini dimaksudkan untuk mempertahankan dan melestarikan hubungan persaudaraan yang dirasakan mulai menjauh. Oleh orang Madura disebut mapolong tolang (mengumpulkan tulang yang tercerai berai). Pada umumnya perjodohan dilakukan antar kedua orangtua masih saudara yaitu perkawinan antara saudara sepupu dalam hubungan misanan atau anakanak dari saudara sepupu (mindhoan). sebagai berikut: a. Perkawinan Penduduk Tanjungbumi.

Selanjutnya kedua orangtua laki-laki dan perempuan berunding menentukan hari. dengan membawa kembang sebagai simbol. yaitu agar keturunan mereka sebagai kiai tidak hilang. 55-56 49 . roti. bejit. 57 Demikian halnya dengan perjodohan dikeluarga kiai. b. Tahapan ini sebagai kelanjutan dari tahap ngen-ngangen. Kegiatan yang dilakukan pada saat mar-lamar ada serah-tremah yaitu keluarga pihak laki-laki menyerahkan barang-barang kepada keluarga pihak wanita. Nyabe‟ oca‟ menaruh pesan artinya keluarga pihak laki-laki meminta anak gadis yang disukai pada keluarganya. Dengan diterimanya bunga maka secara resmi anaknya sudah bertunangan.yang dimiliki tidak jatuh kepada orang luar. Barang-barang yang diserahkan disebut peningset. 57 Ibid. kembeng pasar. olet. Peningset ini biasanya berupa tettel. Mar-lamar (lamaran) yaitu meminang yang mengandung arti “meminta”. dodol. karena perjodohan yang dilakukan sering gagal dan terkadang menyebabkan terjadinya permusuhan antar saudara apabila kehidupan kedua pasangan tidak rukun/harmonis. seperangkat pakaian. karena apabila perempuan keturunan kiai tidak mendapatkan laki-laki dari keluarga bukan kiai maka dengan sendirinya anaknya besok tidak akan mendapat julukan sebagai kiai. Namun perjodohan yang dilakukan atas kehendak kedua orangtua tersebut belakangan ini mulai jarang ditemui di desa Bumianyar. buah pisang. peralatan make up dan cincin. leppet. tanggal dan bulan yang tepat untuk mengadakan mar-lamar. c.

Setelah akad nikah selesai. Selanjutnya pengantin laki-laki masuk kamar pengantin wanita sambil menyerahkan maskawin. Serah taremah merupakan inti dari acara mar-lamar. orangtua laki-laki tidak ikut karena menurut masyarakat setempat. Kabinan yaitu pelaksanaan akad nikah. Setelah disepakati. maka orangtuanya tidak akan malu. Pada saat akad nikah tamu yang hadir semuanya adalah lakilaki. Namun ada juga yang tidak melalukan ini. Sebelum kabinan biasanya keluarga pihak laki-laki mengirim sesorang ke rumah mpihak wanita untuk merundingkan waktu pelaksanaan kabinan. seandainya calon pasangan tidak jadi ke jenjang perkawinan. karena pernikahannya tidak dilakukan di hadapan PPN tapi hanya dilakukan oleh kiai. Kiai langsung menyampaikan maksud kedatangannya untuk melamar anak gadisnya dan menyerahkan peningset dari keluarga pihak laki-laki. acara selanjutnya adalah megi maskabin yaitu penyerahan maskawin oleh pengantin laki-laki kepada pengantin wanita.Dalam acara mar-lamar. biasanya akad nikah dipimpin oleh wali murhakam (kiai) yang berpengaruh. Acara mar-lamar dipimpin oleh kiai atau sesepuh desa yang diminta untuk menggantikan orangtua lakilaki. Pengantin laki-laki menuju kamar pengantin wanita dengan diantar oleh kerabat pengantin wanita sampai didepan pintu kamar pengantin. Setelah itu. mempelai laki-laki kembali pulang kerumahnya dan kembali lagi ke rumah 50 . Di masyarakat Bumianyar. Wali murhakam ini dimaksudkan supaya perkawinannya sah menurut agama dan tidak ada keraguan lagi. kedua calon mempelai mengurus perlengkapan surat nikah. baik bagi wanita yang memilki wali maupun tidak. d.

Tan-mantan yaitu acara pelaksanaan resepsi perkawinan atau dalam islam disebut walimatul „ursy. Sebaliknya pihak yang dikunjungi memberi balasan berupa uang minimal Rp 5.atau berupa barang seperti bahan pakaian. Pada acara tan-mantan pengantin laki-laki dan wanita dilarang mandi. artinya keluarga pengantin laki-laki mengundang pengantin wanita dan keluarganya kerumah penganten laki-laki. pengantin wanita beserta keluarganya membawa makanan seperti yang dibawa pengantin laki-laki pada saat tan-mantan. sprai. Acara ini merupakan kelanjutan dari acara kabinan. gelas dan lain-lainnya. piring. Selain itu pengantin wanita dianjurkan puasa dimaksudnya agar wajahnya aobha (berubah lebih cantik) ketika dirias sebelum duduk dipelaminan. Jeng mantoh (mengundang menantu).000. En-maen (main-main). lemari lengkap dengan isinya seperti pakaian yang belum dijahit. sendok. nagasari dan lain-lain. wingko. artinya kedua pengantin baru mengadakan kunjungan ke kerabatnya suami dan tetangga dekat demgan membawa kue seperti roti. tapi yang dibawa hanya berupa makanan yang sudah dimasak seperti roti. Tujuannya adalah untuk memberitahukan kepada masyarakat luas bahwa kedua mempelai kabecce‟an (saling mencintai dan cocok) dan meminta doa restu supaya keluarganya tentram dan langgeng. kalung. bantal. piring. buah-buahan dan lain-lain. sarung. Pada saat jeng mantoh. Acara ini biasanya dilakukan keesokan hari setelah resepsi dirumah mempelai wanita. e. gelang. dan peralatan rumah tangga lainnya. f.. dimaksudkan agar tidak hujan yang mengganggu pelaksanaan tan-mantan. g.mempelai wanita beberapa jam kemudian dengan membawa ben-giben berupa kasur. 51 .

di masyarakat Tanjungbumi. bahkan terkadang sampai mempunyai anak. Selain itu. sirri terhadap pemerintah. Berdasarkan pengertian tersebut. desa paseseh. Kawin Sirri a. kawin sirri dilihat dari arti bahasanya yaitu perkawinan rahasia atau sunyi. kawin sirri juga terjadi karena faktor bukan atas kehendak kedua pasangan suami istri. Pertama. ada tiga macam yaitu menetap pada keluarga suami (virilokal). Artinya mereka sudah mendaftarkan perkawinannnya pada modin desa dengan membayar sejumlah uang. mereka tidak mendaftarkan perkawinannnya di KUA. Bentuk Kawin Sirri Menurut KH. menetap pada keluarga istri (uxorilokal) dan menempati rumah sendiri terpisah dari orangtua (neolokal). Artinya sejak awal perkawinan. Perkawinan sirri jenis ini biasanya ditemui pada pasangan laki-laki perjaka dan wanita yang masih perawan. Artinya perkawinan tidak didaftarkan di KUA atau tidak dilakukan dihadapan PPN. kecamatan tanjungbumi yang sekaligus anggota DPR Kabupaten Bangkalan. dan mengungumpulkan persyaratan tertentu tetapi mereka tidak pernah menerima surat nikah.Mengenai adat menetap bagi pasangan suami istri yang baru menikah. pengantin baru umumnya menetap pada keluarga istri (uxorilokal). Jenis kawin sirri ini kebanyakan dilakukan oleh wanita janda dengan lelaki duda/perjaka. khususnya di desa Bumianyar ditemukan dua jenis perkawinan sirri. 2. Kawin sirri ini terjadi karena factor kemauaan kedua pasangan suami istri. 52 . Moh Ilyas. Pada masyarakat Bumianyar. ketua yaysan saiful Ulum.

Kedua. Perkwainan sirri ini terjadi Karena kemauan kedua pasangan suami istri dan untuk kepentiungan poligami. Kedua. Perkawinan sirri ini terjadi karena bukan kehendak kedua pasangan suami istri dan karena kepentingan poligami. akan tetapi mereka tidak pernah menerima surat nikah. Perkawinan sirri jenis ini biasanya dilakukan untuk kepentingan poiligami. Tempat Pelaksanaan Kawin sirri Jika dilihat dari tempat pelaksanaan kawin sirri di desa Bumianyar dapat dibagi menjadi dua: pertama. tidak ada seorangpun yang dapat memberikan informasi yang pasti. Kawin sirri yang dilakukan di perantau oleh pasangan yang salah satunya adalah penduduk Bumianyar. apabila dikaitkan dengan tempat pelaksanaan kawin sirri. Pertama.1 Tahun 1974 yaitu adanya keharusan untuk mendaftarkan setiap 53 . kawin sirri yang dilakukan di desa Buminyar oleh sesama penduduk Bumianyar. Sejarah Kawin Sirri Sejak kapan kawin sirri dilakukan di desa Bumianyar. yaitu perkawinan yang disembunyikan dari masyarakat. Namun hal tersebut akan didapat kejelasan. Artinya saksi diminta merahasiakan perkawinan pada orang lain. Perkawinan sirri jenis ini diperkirakan terjadi sejak dikeluarkannya UU Perkawinan No. sirri terhadap masyarakat. Artinya kedua pasangan ini sudah mendaftrakan perkawinannya dengan membayar sejumlah uang dan mengumpulkan beberapa persyarakatan kepada aparat desa. c. b. kawin sirri yang dilakukan di desa Bumianyar bukan atas kehendak kedua pasangan suami istri.

harus dipenuhi beberapa syarat sebagai berikut: a. Adanya persetujuan dari istri/istri-istri b. dalam hal ini aparat desa atau PPN. 58 Pasal 4 (2) dari UUP No.1 Tahun 1974menjelaskan “pengadilan hanya memberikan izin kepada seorang suami yang akan beristri lebih dari seorang apabila: a. c. Disamping itu juga terkait dengan pasal 4 (2). Para perantau atau TKI yang pada waktu berangkat sendiri. kawin sirri yang dilakukan penduduk Bumianyar di perantauan atas kehendak kedua pasangan suami istri. namun hal tersebut marak dilakukan sekitar tahun 1990-an. pasal 3. maka proses poligami sulit dilaksanakan karena salah satu pihak yaitu istri belum tentu menghendaki suaminya menikah lagi. Suami harus mendapatkan ijin dari pengadilan atas persetujuan istri. Kedua.” (2) “Pengadilan dapat member izin kepada seorang suami untuk beristri lebih dari seorang apabila dikehendaki oleh pihak-pihak yang bersangkutan. Istri tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai istri b. Istri mendapat cacat badan atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan. jalan keluar yang diambil yaitu dengan kawin sirri ketiga.perkawinan di KUA. Adanya jaminan bahwa suami akan berlaku adil terhadap istri-istri dana anak-anak mereka 54 . Perkawinan sirri jenis ini diperkirakan ada sejak awal penduduk Bumianyar merantau. Perkawinan sirri jenis ini diperkiran ada sejak dikeluarkannya UUP No.” Selanjutnya dalam pasal 5 (1) menyebutkan “untuk dapat mengajukan permohonan kepada pengadilan. Oleh karena itu. Perkawian sirri jenis ini ditemui di desa Bumianyar dalam jumlah yang sangat sedikit. kawin sirri yang dilakukan di desa Bumianyar untuk kepentingan poligami. Istri tidak dapat melahirkan ketunan Sedangkan pasal 3 menyatakan: (1) “pada azasnya dalam suatu perkawnan seorang pria hanya boleh mempunyai seorang istri.1 Tahun 1974 mengenai poligami58. Seorang wanita hanya boleh mempunyai seorang suami. Perkawinan sirri jenis ini sepanjang sejarah akan tetap dapat ditemui karena terkait dengan kesalahan yang diperbuat oleh manusia (human error). Adanya kepastian bahwa suami dapat menjamin keperluan=keperluan hidup istri-istri dan anak-anak mereka c.1 Tahun 1974 tentang keharusan perkawinan dicatatkan di KUA. dan pasal 5 (1) UUP no.

59 Sedangkan proses pelaksanaan kawin sirri pada wanita perawan/janda dengan laki-laki yang mempunyai istri dengan cara si laki-laki langsung melamar wanitanya ke keluarganya. nyabe‟ oca‟. (Jakarta: Bumi Aksara. Ini biasanya dilakukan oleh kiai atau orang kaya untuk poligami. Perkawinan jenis ini diperkirakan ada sejak awal penduduk Bumianyar merantau. Hukum Perkawinan Islam. mar-lamar. sekalipun mereka mendaftarkan di KUA. h. Proses perkawinan sirri ini pada umumnya sama dengan proses pelaksanaan perkawinan pada umumnya yaitu ada tahapan-tahapan tertentu seperti ngen-ngangen. kabinan. tan-mantan. proses kawin sirri yang dilakukan di desa Bumianyar apabila wanitanya perawan dengan laki-laki perjaka. hanya saja dalam perkawinan ini tidak terdaftarkan di KUA (tidak memiliki surat nikah). perkawinan diatas tetap dikelompokkan pada kawin sirri mengacu pada konsep kawin sirri yang diberikan oleh Ramulyo. 59 Idris Ramulyo. d.setelah beberapa tahun diperantauan pulang dengan membawa pasangan. 239 55 . 2002). jeng mantoh. Keempat. dan en-maen. Dalam penelitian ini. Sedikit sekali para perantau terurama laki-laki perjaka yang pulang tanpa membawa pasangan hidup. Proses Pelaksanaan Kawin Sirri Proses pelaksanaan kawin sirri pada masyarakat Bumianyar dapat dikelompokkan kedalam dua: pertama. kawin sirri yang dilakukan oleh penduduk Bumianyar di perantauan yang sengaja dirahasiakan dari masyarakat. Perkawinan seperti ini ditemukan di Bumianyar dalam jumlah yang sedikit.

Apabila ada seorang laki-laki menyukai seorang wanita janda maka dengan segera mendekatinya. 56 . Kawain sirri jenis ini dilakukan bukan untuk poligami. maka menentukan hari. tanggal untuk melaksanakan akad nikah. maka si laki-laki minta bantuan kiai untuk melamar si wanita kepada keluarganya.Kedua. kawin sirri yang dilakukan oleh penduduk Bumianyar di perantauan. Setelah semuanya setuju. Jika wanitanya setuju.

selain itu saya masih punya keinginan untuk merantau. Teppa‟ ajiya sengko‟ gi‟ neng-sennengngah ajalan ban ca-kanca. wong semua yang ngatur orang tua. omorra 17 taon. ya … saya nurut saja. tape orang towa maksa ban ngancam daddhi ana‟ dreka se matodus keloarga mon nolak. Waktu mau menikah saya tidak mengurus apa-apa. Aherra sengko‟ noro‟ oca‟e oreng towa ban Alhamdulillah bine sengko‟ orengnga becce‟ …penter ngaji ben cakang bejenga. Faktor Penyebab Kawin Sirri yang Dilakukan di Bumianyar Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kawin sirri di lakukan di desa Bumianyar akan diceritakan oleh pasangan Sahrul-Ulfa. Sebenerra teppa‟e jiya sengko‟ gi‟ terro nengennengnga e ponduk. oreng se ngatur kabbi oreng towa. dan Latief-Rahma. Sampe‟ satiya sengko‟ ta‟ andhi‟ sorat kabin ban mattowa ta‟ perna atanya …” (pada awalnya perkawinan ini saya lakukan karena terpaksa karena orang tua mengancam tidak mengakui saya sebagai anaknya. Teppa‟e jiya se makabin guru ngajina sengko‟. Faktor Penyebab Kawin Sirri 1. Sengko‟ ejuduagi molae omor 5 taon. Ya sengko‟ noro‟ bae. Hadi-Ina. Ya … 57 . waktu itu saya masih senangsenangnya jalan bareng teman.BAB IV FAKTOR PENYEBAB KAWIN SIRRI DAN PENGARUHNYA TERHADAP HUBUNGAN DALAM KELUARGA A. Sampai sekarang kami tidak mempunyai surat nikah dan mereka tidak membahas masalah itu …) Ulfa : “ omor 13 taon sengko‟ e pakabin ban sabalaan. saya mengikuti kemauan orang tua dan alhamdulilla istri saya baik sekali … pintar mengaji dan tekun beribadah. ben pole sengko‟ gi‟ terro merantaoa. Teppa‟e kabinan sengko‟ ta‟ ngoros pa-apa. Sahrul : “ pertama sengko‟akabin ariya polana terpaksa sebab oreng towa ngancam ta‟ ngakoenna sengko‟ ana‟eh. Aherra sengko‟ pasra beih ban sengator kabbi oreng towa. Akhirnya.

tape gu‟-deggu‟ mon parlo ban andhi‟ pesse. tapi kalau besok kemudian hari membutuhkannya dan mempunyai uang.sengko‟ ta‟ tao ne. saat itu dia masih berumur 17 tahun.1 tahun 1974 pasal 7 ayat (1). tidak lama setelah mengalami haid yang pertama atau pada umur antara 12-15 tahun. arapah me. Ketentuan umur diatas bertentangan dengan batas umur minimum diperbolehkannya perempuan melakukan perkawinan di Indonesia. semua orang akan mencemoohnya sebagai perempuan tidak laku (ta. tanpa mendaftar ke KUA. benne pangolo. ya … bikin) Hal diatas menunjukkan bahwa kawin sirri yang dilakukan didesa Bumianyar adalah kehendak orang tua. Kami dijodohkan sejak saya berumur 5 tahun. Saat itu yang mengawinkan adalah guru ngaji saya. Pada saat itu orang tua dan anak perempuan yang bersangkutan merasa malu dan aib pada semua orang dilingkungan sosialnya. Oleh karena itu para orang tua mempunyai kebiasaan menjodohkan anak perempuannya dengan dengan anak dari anggota keluarga yang lain. Apabila telah melebihi umur tersebut dan ternyata belum menikah. Tentang sorat kabin … sampe‟ sateya sengko‟ gi‟ ta‟ parlo. sebenarnya saat itu saya masih ingin tetap di pondok. Ya … saya tidak nanya mengapa bukan bapak penghulu. Orang tua memaksa anaknya untuk segera menikah karena ada tuntutan bahwa anak perempuan harus segera menikah. (umur 13 tahun saya dinikahkan dengan suami yang masih saudara. paju lake). sehingga terjadi 58 . Keadaan tersebut memaksa para orang tua menikahkan anak perempuannya. ya … sengko‟ agabayya. sebab sebagai suatu anggota keluarga besar merekapun akan merasakan perasaan yang sama (aib dan malu) jika ada diantara anggota kerabatnya dicemooh sebagai perempuan tidak laku. sebagaimana diperbolehkan UU no. Akhirnya saya pasrah saja dan yang mengatur perkawina semuanya orang tua. tapi orang tua tetap memaksa dan mengancam menjadi anak durhaka yang akan mempermalukan keluarga jika saya menolak perkawinan tersebut. Tentang surat nikah … sampai saat ini saya belum membutuhkannya.

Adanya kawin paksa dan perjodohan antar saudara tersebut menjadi salah satu penyebab tingginya angka perceraian di Madura. sehingga menimbulkan adanya anggapan bahwa perempuan Madura tidak cukup kawin dengan satu laki-laki atau kawin lebih dari sekali. meski tanpa dicatatkan d KUA. khususnya penduduk Bumianyar bahwa perkawinan merupakan hubungan manusia dengan Allah sehingga mereka sudah merasa “mantap” apabila perkawinannya dianggap sah menurut hukum agama. Hal ini dikarenakan kawin paksa dan perjodohan sering menyebabkan perkawinan tidak langgeng sehingga terjadi permusuhan antar saudara.perkawinan sirri. Namun saat ini. kawi sirri terjadi karena adanya keyakinan masyarakat. Namun ada sebagian pula orang tua yang memanipulasi umur anak perempuannya dengan cara berkolusi dengan aparat desa untuk merubah/menaikkan umur anak perempuannya. Selain itu. Keyakinan tersebut merupakan pengaruh dari mazhab yang dianut oleh penduduk setempat yaitu mazhab Syafi’i. kawin paksa dan perjodohan antar saudara mulai jarang terjadi di Desa bumianyar. Syafi’i menganggap sah perkawinan yang dirahasiakan dalam hal ini para saksi dipesan untuk merahasiakan perkawinan yang mereka saksikan dan menilai perkawinan tersebut bukan kawin sirri. 59 . kekhawatiran orang tua akan tidak langgengnya perkawinan anak karena perkawinan dilakukan secara paksa (kawin paksa) menyebabkan pula para orang tua tidak mendaftarkan perkawinan anaknya di KUA. Selain itu.

61 Ibid. Penduduk Bumianyar yang rata-rata hidup dari bertani.” Selain itu. 163. h. surat nikah belum tentu ia dapatkan. maggu dha‟ diya kennenganna e dapor kiya” (anak perempuan tidak perlu sekolah terlalu tinggi. 185-160 60 . meskipun tidak mempunyai surat nikah. Sementara itu. terlebih lagi bagi anak perempuan. mayoritas berada pada tingkat SD/Madrasah ibtidaiyah. 2002). kawin sirri terjadi juga karena faktor ekonomi. Oleh karena itu. Hal tersebut terkait rendahnya pendidikan penduduk Bumianyar. h. Keadaan ekonomi para orang tua tidak memungkinkan anak-anaknya untuk sekolah kejenjang yang lebih tinggi karena tenaga anak dibutuhkan untuk membantu orang tua di sawah. sehingga ada pepatah “na‟-kana‟ bine‟ ta osa sekolah gi tenggi. Pendapat tersebut menyebabkan adanya anggapan bahwa pencatatan perkawinan merupakan urusan administrative saja bukan termasuk syarat sahnya suatu perkawinan.Kawin sirri sebenarnya berhubungan dengan fungsi saksi yaitu pengumuman (i‟lan wa syuhr) kepada masyarakat tentang adanya perkawinan. tapi pertaniannya tidak pernah berhasil. tapi ada saksi maka perkawinan tersebut dianggap sah. harus mengeluarkan sejumlah uang untuk mendaftarkan perkawinan. 60. karena mereka menemukan orang yang sudah 60 Khoirudin Nasution. 61 Faktor lain. kawin sirri terjadi karena ketidaktahuan penduduk akan fungsi pencatatan perkawinan telah menyebabkan adanya anggapan bahwa surat nikah bukanlah suatu hal yang penting sehingga menyebabkan penduduk terjerumus pada kawin sirri. (Jakarta: INIS. karena tempatnya pasti didapur juga/memasak). Status Wanita Di Asia Tenggara: Studi Terhadap Perundang-Undangan Perkawinan Muslim Konyemporer Di Indonesia dan Malaysia.

ngoca‟ ngabinna sengko‟. ketika saya menjadi salah satu penumpangnya. Yang mengakadkan saat itu adalah seorang guru ngaji. toh … aku sudah tua dan tidak membutuhkannya lagi).Sampai suatu ketika ia mengutarakan untuk memperistri saya.000. (Saya menikah dengan istri kedua. tapi sampai saat ini saya tidak pernah menerimanya. Bi‟ sengko‟ e tarema. Molae jiya lake sering maen ka roma. tentang proses perkawinan administrative harus didaftarkan ke KUA. Pasal 1.dha‟ kapala disa. koca‟e egabay sorat kabin. Hadi : “ Sengko‟ ngabin bine se nomor duwe‟. Gabaya apa ne‟. teppaeh jiyah sengko‟ panompangnga. katanya untuk mengurus surat-surat perkawinan kami. (Saya kenal suami dikapal. Kabupaten Bangkalan tahun 1977 dirumahnya..kepada dia. Teppa‟e jiya embu‟ majer pesse Rp 35. Ina : “ Sengko‟ kenal ben lakeh e kapal.1 Tahun 1974. toh … sengko‟ ella towa ban ta‟ parlo kiya”. taon 1977 e romana. pada waktu itu ibu. Kabupaten Bangkalan. Pasal 4 Ayat (2) dan pasal 5 Ayat (1). Sampe‟ settong bakto. Poligami jika dikaitkan dengan UU No. Bine ban keloargana ella tao mon sengko‟ andhi‟ bine ban anak. Saya terima niat baiknya. Buat apa nak. Tape sampe‟ sateya sengko‟ ta‟ narema. membayar uang sebesar Rp 35. sejak saat itu ia sering main kerumah . Sehengga tak maksa agabay sorat kabin. maka proses poligami sulit dilaksanakan karena istri pertama belum tentu 61 .. Keloargana bine coma menta sengko‟ adhil dalem abagi bakto ban balenje”.000.mendaftarkan perkawinan tapi sampai memiliki banyak anak surat nikah tidak didapatkan juga. oreng dhisa Katol. Se makabin teppa‟e jiya bindereh. orang desa Katol. Keluarga istri Cuma minta saya untuk adil dalam membagi hari antara istri pertama dan istri kedua serta adil dalam hal belanja). Istri dan keluarganya sudah tau kalau saya sudah punya istri dan anak. sehingga mereka tidak menuntut saya untuk membuat surat nikah. Hal tersebut menunjukkan bahwa kawin sirri dilakukan untuk poligami.

Kepala disa nyoro atanya dha‟ pangolona. Sateya andhi‟ anak settong omor 4 taon. tape pangolona ban kepala disa bedhe. tapi saat itu memang dilaksanakan 62 . bingung kan … !!) Rahma : “ Sengko‟ Rahmawati. Pada malam itu saya memang tidak dimintai tandatangan atau cap jempol. Sengko‟ ella ngoros rat-sorat dari disa. Kabupaten Sampang yang kemudian diserahkan ke kepala desa. Teppa‟e kabinan sengakad agi guru ngajina sengko‟. Koca‟eh pangolona bedeh e kapala disa. akhirnya mertua menanyakan kepada ke kepala desa. Setelah lama surat nikah belum saya terima. Saellana labit ban sorat kabin ta‟ e bagi. Sebelumma kabinna sengko‟ e pentaeh foto ben KTP bi‟ emma‟. aherra mattowa atanya dha‟ kepala disa. Banyosokkah. Ye … sengko‟ ta‟ atanya embak. Ruwet kan … !!” (Perkawinan yang saya lakukan adalah memang karena perjodohan tapi saya melakukannya dengan senang hati karena saya menyukainya. Kepala desa menyuruh memintanya di bapak penghulu. kepala disa ban pangolona dating. sebaligga pangolona nyoro minta dha‟ kepala disa. Sampang. agabay sorat kabin. ya … saya tidak nanya mbak waktu itu. Sekarang sudah mempunyai anak 1 berumur 4 tahun. Menjelang perkawinan dilaksanakan saya telah diminta untuk menyerahkan foto dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) oleh emma’. koca‟eh bedhe e pangolona. anak tunggal. Ye … sengko‟ ta‟ atanya. e dinna‟. sengko‟ ta‟ taoh. Teppa‟e jiya sengko‟ ta‟ epentaeh tandatangan bi‟ pangolona. anak kadibi‟en. sebaliknya bapak penghulu menyuruh memintanya di bapak kepala desa. pada malam akad. tapi yangmengakad nikahkan kami adalah guru ngaji istri saya. Bapak kepala Desa juga datang bersama Bapak penghulu. Omor 18 taon e pakabin ban ana‟eh kancana emma‟ . ban e bagi dha‟ kepala disa. Pada perkawinan saya yang mengakadkan memang bindereh (guru ngaji) saya. Sampe‟ sateya sengko‟ ta‟ andhi‟ sorat kabin. koca‟eh e taragiya dha‟ kepala disa. katanya untuk diserahkan ke kepala desa untuk pembuatan surat nikah. Saya telah mengurus surat-surat perkawinan dari desa saya Banyusokkah. Teppa‟e malem akad. Umur 18 tahun saya dikawinkan dengan anak dari temannya emma‟ (Bapak) di sini (di Bumianyar).mengkehendaki suaminya menikah lagi oleh karena itu jalan keluarnya adalah kawin sirri. Daddi sengko‟ bingongf mentaah kasapa. apan pole pangolona ella mate …” (Saya Rahmawati. Pernah bi‟ emma‟ e Tanya agi dhe‟ kepala disa. tape se makabin guru ngajina bine. sengko‟ bedhe e kamar. Malam jiya sengko‟ lakar ta‟ epentaeh tantangan atau cap jempol. Latif : “ Sengko‟ akabin lakar karena e juduagi tape sengko‟ endhe‟ polana sengko‟ senneng.

Katembeng agabay dusa terros. tapi kepala desa menyuruh menanyakannya ke bapak penghulu.didepan bapak penghulu dan kepala desa. Ya aherra. teman 1 orang. Daftar dhe‟ kedutaan … ta‟ mungkin le‟ karena sengko‟ ta‟ andhi‟ paspor lengkap coma theng-katheng. Hal di atas menunjukkan bahwa kawin sirri terjadi karena keteledoran aparat desa atau pegawai pencatat nikah. saya tidak mendapatkan surat nikah. saya bingung harus minta kepada siapa surat nikah tersebut). settungah pole kanca. saya tidak diminta untuk tandatangan oleh bapak penghulu. (Perkawinan dengan istri saya dilakukan di Arab Saudi. saya berada dalam kamar. Ya saya tidak nanya mbak. se daddi sakse settung bellena bine. sampai akhirnya bapak penghulunya meninggal sekarang. karena tidak tahu. disini (Madura) … saya bikin surat nikah) 63 . Imam-Nina dan Bahar-Hasna. Anas-Titin. mendingan akabin bai. Ketika itu. Faktor Penyebab Kawin Sirri yang Dilakukan di Perantauan Faktor penyebab kawin sirri yang dilakukan di perantauan di ceritakan oleh pasangan Hendra-Vita. Daftar kekedutaan tak mungkin dikarenakan saya tidak mempunyai paspor lengkap Cuma paspor palsu (tidak punya surat-surat lengkap/berangkat secara illegal). saellana badha e dinna‟ … sengko‟ agabay”. Kami sama-sama menyukai. Emma‟ pernah menanyakannya pada kepala desa. Hendra : “ Sengko‟ akabin e Arab Saudi. 2. Aherrah e pakabin bi‟ bindhereh. Akhirnya akad nikah dilakukan oleh bindereh dengan saksi saudara istri 1. sebaliknya bapak penghulu menyuruh minta ke kepala desa. Sampai saat ini. Sengko‟ ben bine padha senneng. Ya akhirnya. Toh … belena bine se bedhe e dissa satuju. daripada berdosa lebih baik kawin saja. toh saudara istri yang saat itu berada di Mekkah merestui. Faktor tersebut sepanjang sejauh akan tetap dapat di temui karena hal ini terkait dengan kesalahan manusia (human error) dimana penduduk Bumianyar sudah mendaftarkan perkawinannya sesuai dengan prosedur tapi sampai memiliki beberapa anak mereka tidak pernah mendapat surat nikah. Jadi.

sementara surat-surat saya dan suami sudah mati. E Madure keluarga menta sengko‟ agabay sorat kabin. Pembuatan surat nikah susulan karena perkawinan semula dilakukan di perantaun. Taon 2000. sengko‟ ban oreng malang e Mekka.Vita : “Taon 1998. dan untuk kesana harus mempunyai surat-surat menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang lengkap. Marena akad sengko‟ e pentae tanda tangan”. Mungkin hal tersebut merupakan salah satu ciri hidup diperantauan yang semuanya serba berada dalam keterbatasan. Setelah akad nikah saya diminta untuk menandatangani surat nikah). Tahun 2000. Sengko‟ abelle dhe‟ lake ban setuju. Di Madura semua keluarga meminta saya untuk membuat surat nikah. yang mengakadkan adalah kyai kampongan (orang yang banyak memiliki ilmu agama) dan yang menjadi saksi salah satunya adalah saudara laki-laki saya dan mengundang teman-teman sesame perantau. sengko‟ agabay. mereka mendaftarkan perkawinannya. Rat-soradda sengko‟ ban lake ella mate. Aherra abereng ben nganyareh kabin. Teppa‟e jiya se makabin kyai kampongan. Akhirnya bersamaan dengan pelaksanaan memperbaharui nikah. sehingga keadaan ini memaksa mereka untuk melakukan kawin sirri. yang mengakad saya adalah guru ngaji dan dilakukan dihadapan penghulu. Saya menceritakan kepada suami akan permintaan keluarga tersebut dan suami menyetujuinya. saya dan suami pulang ke Madura. Namun yang demikian tidak terjadi pada wanita janda. ketika mereka sudah hidup bebas dinegaranya sendiri. Teppa‟e jiya semakabin guru ngaji e ada‟na pangolona. 64 . sebagaimana diceritakan oleh Anas dan Titin. Saat itu. sengko‟ ben lakeh molle de‟ Madure. saya membuat surat nikah.Tidak mungkin le’ (sebutan untuk orang yang lebih muda) orang yang melangsungkan perkawinan di Makkah itu mendapatkan surat nikah karena harus mendaftar kekedutaan Indonesia di Arab Saudi. dalam hal ini keterbatasan surat administrative (tidak memenuhi persyaratan menjadi TKI). Ta‟ mungkin le‟ oreng se akabin e Mekka olle sorat kabin. Namun. biasanya dilakaukan oleh perawan atas peermintaan keluarganya. Saksena sala sittungnga bele dibi‟ ben ngonjeng ca-kanca. polana harusa andhi‟ rat-sorat lengkap. ( Saya menikah dengan orang Malang tahun 1998 di Makkah dan sekarang telah dikaruniai seorang anak perempuan berumur 4 tahun. Hal diatas menunjukkan bahwa kawin sirri dilakukan diperantauan karena adanya keterbatasan-keterbatasan. Saat itu.

Menurut sengko‟ sorat kabin jiya ta‟ penting. apalagi saya adalah seorang janda yang mempunyai anak satu. Aherra binderaeh se makabin. akherra sengko‟ atotoran dha‟ tang kancah je‟ sengko‟ terro ngabinah ana‟eh ban etaremah.Rp 500. 65 . karena mereka menganggap sudak tidak mempunyai kesucian dan kehormatan lagi sebagaimana dimiliki oleh perawan. Sengko‟ ta‟ andhi‟ neat agabay en-maenan. Hal ini menunjukkan bahwa pada wanita janda. maksudnya beristri lagi…. Saya tidak berpikir membuat surat nikah karema daripada mengeluarkan uang sekitar Rp. lake‟. Yang penting saya tidak berniat mempermainkannya. akhirnya saya bercerita ke teman yang lain kalau saya ingin memperistri anaknya. Niatku diterima dengan baik. apalagi saya tidak bekerja. Titin: “sengko‟ akabin pole ban oreng pasuruan. Yang penting suami bertanggungjawab terhadap kehidupan keluarga.Anas: “sengko‟ kenal bine e Banjarmasin.lebih baik e gabay modal akabin. Sateya sengko‟ andhi‟ anak settung. tidak pernah menuntut membuat surat nikah.. saya dan anak-anak. yang penting adalah bagaimana suami ertanggungjawab terhadap keluarga. ban ngonjeng tetangge padha parantauan.000.000 – Rp 500. saksena orengtowana bine.000. 300. bapak menjadi salah satu saksi. taon 1997 e Banjarmasin. se penting dha‟ remma lake tanggung jawab dha‟ kaluarga. ollena coma cokop melle jajana nak-kana‟. Sampe‟ sateya sengko‟ ta‟ pernah ngajae‟ lake agabay sorat kabin. laki-laki. Teppa‟eh jiya se makabin bindereh kampongan. Bapa‟e sa kancaan meca‟. Sengko‟ senneng ka ana‟e. apanpole sengko‟ ta‟ alako. Cuma membatik. lebih baik buat modal nikah karena kita sama-sama orang miskin. (Saya menikah kedua dengan orang pasuruan tahun 1997 di Banjarmasin. Saya menyukai anaknya. soalla padha malarat. saksenah sala settungnga bapak. Sekarang dikaruniai anak satu. apanpole sengko‟ ella janda se andhik anak settung. akhirnya akad nikah dilakukan oleh seorang kiai dan orangtua laki-laki istri sebagai saksi. Tonggel ariya bae sengko‟ ce‟ asokkorra.000. Karena menurut saya surat nikah itu tidak penting. Samapi saat ini saya tidak pernah mengajak suami untuk membuat surat nikah. Bapaknya adalah teman menarik becak. Dengan keadaan sepeti sekarang ini saya sudah sangat bersyukur. coma abathe‟. yang hasilnya hanya cukup untuk membeli jajannya anak). maksodda abine pole…” (Saya mengenal istri di Banjarmasin. katembang makalowar pesse sekitar Rp 300. Sengko‟ ta‟ pernah mekker agabay sorat kabin. Saat itu yang mengakadnikahkan adalah bidereh/kiai setempat.

Poligami yang dilakukan sepengetahuan istri tua tidak mungkin diijinkan. tape ta‟ laju dha‟ roma. karna sake‟ sengko‟ mole dha‟ madure tape lake tetap e Malaysia. apalagi jika dikaitkan dengan kehidupan meraka di perantauan yang hidup dalam keterbatasan karena status mereka sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) illegal. tergantung dari istri muda dan keluarga seperti yang terjadi pada Nina. Oleh karena itu. Hal tersebut baru terungkap setelah keduanya sama-sama kembali ke Madura. seorang laki-laki yang menginginkan kawin lagi diperantauan akan melakukan kawin siriri. sebelumnya tidak pernah mengaku kalau sudah mempunyai istri. Tape ta‟ labit tang lake mole kiya. tape dha‟ 66 . setelah kembali ke Madura akan mengalami masalah. polN sengko‟ ta‟ andhi‟ keluarga se merantao. apakah perkawinan tersebut berlanjut atau tidak. se daddi wali teppa‟eh jiya hakim. hamper sama dengan gaji satu bulan. faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab praktek kawin sirri terjadi diperantauan. Selain itu. poligami yang dilakukan diperantauan. Faktor lain yang menyebabkan kawin sirri di perantauan adalah poligami. namun kebanyakan dari laki-laki. faktor ketidaktahuan penduduk akan fungsi surat nikah telah menyebabkan pasangan suami istri meremehkan adanya surat nikah. ban pole majarra ce‟ larangnga. Penduduk Bumianyar meresa biaya yang harus dikeluarkan untuk mendaftarkan perkawinannnyadi kedutaan Indonesia sangat mahal. Teppa‟e jiya sengko sengaja ta‟ daftar kedutaan polana lake mangkatta lebat budhi. Taon 2001. Nina: ”sengko‟ akabin ben oreng Arosbaya e Malaysia tahon 1999.Selain itu. sehingga mereka mempunyai pemikiran lebih baik dikirimkan ke Madura untuk bangun rumah atau untuk kebutuhan anak-anak yang tinggal bersama neneknya. sehingga menyebabkan praktek kawin sirri terjadi dari generasi ke generasi berikutnya.

kami tidak pernah bertemu kembali. polana janda. tape lake ta‟ endha‟. Sampe sateya bine ban keluargana ta‟ perna da-kanda agabaya sorat kabin… (Saya mengawini istri. kami sengaja memang tidak mendaftarkan perkawinan di Kedutaan Indonesia di Malaysia karena suami berangkatnya secara illegal selain itu juga bayarnya mahal. Tapi keluarga saya tidak merestui karena istri seorang janda..romana arosbaya. Namun tidak lama kemudian dia menyusul pulang tetapi tidak langsung ke rumahku tapi kerumahnya di Arosbaya. aherra sengko‟ janjian atemmo e Pontianak. tapi mau giman lagi kalau dia tidak mengahargai saya dan keluarga). Sejak saat itu. keluarga menyuruh tetangga untuk mencari rumahnya dan disuruh menghadap ke keluarga besar saya. keluarga e tanya‟agi tentang status kabina sengko ban lake. sebab bine ta‟ andhi‟ keluarga e dissa. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kami 67 . Kabater alako dusa (zina). Sebenarnya saya masih sangat mencintai dia. Selama kami di Madura terlebih saat itu saya sakit. Saat itu. saya dan dia didudukkan dihadapan keluarga dan ditanya tentamg status hubungan kami. maggu ta‟ mangkat abereng. Bahar: “sengko‟ akabin ban oreng banyuates tahon 1999 e Pontianak. karena kami saling mencintai. keluarga meminta saya dikenalkan dengan keluarganya di Arosbaya tetapi dia menolak karena ternyata dia masih mempunyai istri dan saat itu iatrinya sakit keras. sementara saya masih perjaka. Saellanan badha e roma. Teppa‟e bahda e Madure lake entar dha‟ roma coma tello kale. Tape keluarga ta‟ setuju. Lake ajawab je‟ sengko‟ tetep binena. karna sengko‟ ce‟ cintana. Yang menjadi wali saat itu adalah hakim karena saya tidak emmpunyai keluarga yang merantau disana. karena istri tidak mempunyai keluarga disana. Tersinggung ban carana. Dia menjawab bahwa saya adalah tetap istrinya. molae badha e Madura sengko‟ ella ngabina bine. tahun 1999 di Pontianak. Pada saat itu. aherra sengko‟ akabin bai. Tersinggung dengan caranya dalam memperlakukan saya. Aherra kaluarga ta‟ bisa narema ban menta sengko‟ ban lake ngahere hubungan (apesa) ce‟-becce‟. padahal ketika di Malaysia mengaku sebagai duda dengan satu anak. dan keluarga juga minta dia mempunyai waktu khusus untuk saya bukan dating semaunya. sementara sengko‟ gi‟ perjaka. dia hanya mengunjungi saya tiga kali. Teppa‟eh jiya binena sake‟ sara. Sesampainya dirumah. (saya menikah dengan orang Arosbaya di Malaysia tahun 1999. Akhirnya kami janjian ketemu di Pontianak meskipun tidak berangkat bersama. dan akhirnya keluarga saya meminta kita untuk mengakhiri hubungan (bercerai). Ternyata dia tidak bisa memenuhi semua permintaan keluarga. Se daddi wali hakim (kiai kampongan). orang Banyuates. Kaluarga menta e patemmo ban oreng towana lake e Arosbaya. padahal e Malaysia ngako duda andhik anak serttung. Aherra lake ngako je‟ andhi‟ bine ban anak. Sebenarnya keinginan saya untuk mengawini istri sejak di Madura. Kaluarga menta lake andhik bakto rutin dha‟ sengko‟ ternyata lake ta‟ bisa ngabulaki pamentaan kelaurga. lake bi. Tahun 2001 karena sakit saya harus pulang ke Madura tapi suami tetap di Madura. yang menjadi wali pada saat itu adalah hakim/ bindereh. keluarga nyoro tetangge entar dha‟ romana lake ban abale ja‟ ekaparlo keluargana sengko‟. Sabendera.

se bine‟ noro‟ lake. Untuk gabay biayana anak sengko‟ nyare lako da‟ Malaysia.. teppa‟e anak omor 5 ben 1 taon.memutuskan untuk menikah saja. Anak e patorok da‟ emabana. misalnya dengan dilakukan poligami oleh para kiai melalui jalan kawin sirri. dan mereka khawatir tidak dapat mengontrol diri mereka sehingga jalan yang diambil adalah kawin sirri. Indra: “sengko‟ andhi‟ anak lake‟ duwa‟. Kawin sirri adalah sah dan jalan terbaik untuk menghindari dosa yang lebih besar berupa zina. oreng Pontianak. Lake abali dha‟ Pontianak. Molae jiya sengko‟ ban lake ta‟ perna a hubungan pole. Meraka yang samasama mencintai sering jalan berdua. B. Pengaruh Kawin Sirri terhadap Hubungan dalam Keluarga pada pasangan Kawin Sirri yang Bercerai Bagaimana pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga pada pasangan kawin sirri yang telah bercerai diceritakan oleh Agus-Indra. sehingga mereka melakukan perkawinan jauh dari orangtua yaitu diperantauan. Coma mon sengko‟ baru dating dari Malaysiabiasana lo-malo. se lake neng-enneng ban sengko. ben lakeh nomer duwe‟. bine‟ omor 12 taon.. agus. Hubunganna sengko‟ ban anak becce‟. Pengaruh Kawin Sirri terhadap Hubungan dalam Keluarga 1. ade‟ mak-semma‟ da‟ sengko‟. Sampai saat ini istri dan keluarganya tidak pernah menyinggung untuk membuat surat nikah. ban anak lake‟omor 8 taon. Sengko‟ apesa.) Hal diatas menunjukkan bahwa kawin sirri dilakukan karena tidak mendapat restu dari orangtua. Keyakinanan tersebut berhubungan dengan ajaran agama yang diajarkan oleh para kiai/bindereh meskipun tidak secara langsung. Selain itu kawin sirri juga dilakukan untuk menghindari dosa. Tape saellana olle sabulen 68 .

69 . Untuk memenuhi kebutuhan anak.sampe sateya lake coma akereman dukale da‟ ana‟e. hubungana ban keluargana lake ta‟ pernah. sementara suami kembali ke Pontianak. Kesibukan masing-masing pasangan telah membuat mereka tidak pernah berpikir untuk menelpon atau menemui mantan suami-istri meskipun mereka memiliki anak yang tinggal bersama masing-masing pasangan. Marena apesa ben sengko‟ lake ban anak jarang ahubungan. ngajina ban enlaen.lebbi biasana molai akrab ban ta-careta tentang sakolanan. saya merantau ke Malaysia. coma tello kale.. anak pertama laki-laki tinggal bersama saya. Selama itu pula suami mengirimi uang anaknya 2 kali. Perceraian terjadi ketika anak saya berumur 5 dan 1 tahun. seperti yang terjadi pada Indra dan suaminya Agus (orang Pontianak). sementara anak saya tititpkan ke neneknya. dengan suami Agus orang Pontianak. baik melalui telepon apalagi bertemu. salah satu pasangan berasal dari luar daerah Madura. Hubungan suami-isti Hubungan suami istri pasda pasangan kawin sirri yang sudah bercerai terputus. suami dan anakkau jarang sekali komunikasi. Sejak terjadi perceraian. ban sering abanto sengko. cuma 3 kali telepon. pada bai ben hubunganna anak ben keluargana lake… (saya mempunyai seorang anak laki-laki. aropa pesse ban en-maenan. Yang demikian terjadi pula pada mantan pasangan akwin sirri yang bercerai dan tempat tinggalnyaberjauhan. Setelah pulang sekolah terkadang ia membantu saya di dapur. Hanya saja ketika saya baru dating dari Malaysia. teman. kancana. Sejak perceraian itu aku dan suami tidak pernah ada komunikasi lagi. 1.padana hubunganan ban lake. namun setelah satu bulan dia mulai akrab dan cerita-cerita tentang sekolah. coma lebat telepon. artinya tidak ada komunikasi. Biasanya perkawinan tersebut dilakukan di perantauan. tidak mau dekat saya. uang dan mainan…) Hal diatas menunjukkan bahwa hubungan antara suami-istri-anak pada kelauarga kawin sirri yang sudah bercerai adalah terputus. Hubungan saya dan anak cukup akrab. dia malu-malu. tempat ngajinya dan lain-lain. dan anak kedua perempuan tinggal bersama suami. biasana datengga sakola. sekarang berumur 12 dan 8 tahun.

meskipun anak ditinggal merantau dan anak 70 . semua keluarga dan yang bersangkutan merasakan aib dan malu pada semua orang.Selain itu anggapan “tidak sopan” bagi pasangan yang telah bercerai untuk bertemu. dalam hal ini perceraian. Keadaan tersebut salah satunya disebabkan faktoe ekonomi orangtua yang pas-pasan. baik melalui telepon terlebih bertemu langsung harus mengeluarkan banyak uang. yang dapat mengakibatkan petengkaran antara keluarga mantan pasangan masing-masing. Sedangkan hubungan orangtua-anak yang tinggal bersama pada keluarga kawin sirri yang bercerai adalah baik. membuat para orangtua tidak pernah kuatir akan kehilangan anaknya meskipun tidak pernah bertemu dan anaknya tidak memiliki akte kelahiran. artinya keputusan yang telah diuambil. Hubungan orangtua-anak Hubungan orangtua-anak pada pasangan kawin sirri yang bercerai juga terputus atau sangat jauh seperti yang dialami agus dan anak lakinya yang tinggal bersama mantan istrinya (Indra). apabila telah berkeluarga dan dapat menimbulkan cemoohan masyarakat. kesibukan ini membuat para orangtuasemakin jauh dari anaknya. Selain itu. adanya keyakinan penduduk Bumianyar tentang seorang anak. Hal ini pulalah yang menyebabkan rujuk pada masyarakat Madura jaang sekali terjadi. akan tetap mencari orangtuanya meskipun lama terpisah. dibatalakan/rujuk kembali dengan mantan istri. 2. yang dianggap dalam pepatah ”copa se epakalowar e galunyu‟ pole” (ludah yang dibuang dujilat lagi). sehingga membuat para orang tua lebih berpikir untuk mencari kerja. terlebih bagi anak laki-laki. Berkomunikasi. Pada saat itu.

anak-anak membantu para orangtua berdasarkan kemampuannya. khususnya mertua juga terputus.dititipkan ke neneknya. Artinya ayah ibu tidak lagi menjadi 71 . membersihkan rumah. belum pernah berjumpa atau berhubungan/komunikasi satu sama lain 4. Hal tersebut nampak dari tidak adanya komunikasi baik melalui telepon maupun bertemu secara langsung. karena mereka tetap menjalin komunikasi baik melalui telepon maupun bertemu secara langsung ketika orangtua kembali ke Madura. khususnya mengenai hubungan orangtua anak dan hubungan antarsaudara (siblings). mendapatkan keamanan dalam hidup. saat itu anak pertama perempuan. Sejak terjadi perceraian. dan mendapatkan pendidikan. seperti yang dialami oleh Indra dengan anak laki-lakinya. berumur 5 tahun dan adiknya lakilaki. sampai saat ini mereka berumur 12 tahun dan 8 tahun. Salah satu penyebabnya adalah jarak tempat tinggal yang jauh. Disaat bertemu dan tinggal bersama. Adapun fungsi pokok keluarga yaitu: tempat menikmati bantuan. Putusnya hubungan keluarga kawin sirri yang bercerai. seperti memasak. hungan antara keluarga inti dengan rumah tangga lainnya. umur 1 tahun. Hubungan antara keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya Sebagaiman hubngan dalam keluarga inti. Hubungan antarsaudara (siblings) Hubungan antarsaudara pada keluarga kawin sirri yang bercerai juga terputus. ekonomi juga kesibukan masing-masing keluarga. 3. dikarenakan keluarga tidak berfungsi sebagaimana mestinya. sebagaimana dialami oleh anak-anak kawin sirri Indra-Agus. mencuci dan lain-lain. mendapat pengasuhan.

Oleh karena itu kawin sirri bukan hal sepele yang hanya berkaitan dengan “sah” atau “tidak sahnya” suatu perkawinan.temapt bagi anak untk mendapatkan bantuan. maka incest tidak dapat dihindari lagi. Artinya ayah/istri tidak tahu terhadap nakanaknya. Hukum Perkawinan Islam. h. 62 Idris Ramulyo. Sedangkan hubungan suami istri terputus. terkadang ada pula yang bermusuhan. khususunya hubungan orangtua anak dan hubungan antarsaudara (siblings) pada keluarga kawin sirri dan tempat tinggalnya berdekatan atau perkawinannya dilakukan di desa Bumianyar adalah cukup baik. kemanan. demikian halnya anak-anak dan antarsaudara tidak saling mengenal. ditambah lagi tidak adanya komunikasi diantara mereka. (Jakarta: Bumi Aksara. pengasuhan dan pendidikan sehingga hubungan menjadi terputus. Hal ini membawa dampak pada kaburnya garis keturunan/ nasab suatu keluarga.2002).62 Sedangkan hubungan dalam keluarga. tetapi lebih dari itu ia memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembanga peradaban manusia. Dikhawatirkan apabila kelak diantara mereka saling menyukai dan melakukan perkawinan karena mereka tidak saling mengenal antara satu dengan lainnya. baik dalam hubungan sesamanya maupun dalam hubungan sebagai anggota masyarakat bahkan mempengaruhi bnetuk masyarakat. 239 72 . karena antara mereka masih ada komunikasi baik melalui telepon maupun bertemu langsung.

habunaganna sengko‟ ban matowa ce‟ becce‟na. deng-kadeng nolongi keya e dapor.. Salaen jiya setiap are are sengko‟ abanto ngare‟gabay pakanna sape. Pasanagan Latief-Rahma .. Kami mempunyai kebiasaan berkumpul dengan keluarga setelah sholat magrib sambil nonton TV.karna bine anak kadhibi‟an. Uang hasil kerja saya berikan semua pada istri dan dia selalu bermusyawarah apabila membelanjakannya. Pesse olena alakoh bi‟ sengko‟ e bagi kabbi da‟ bine.sampai sekarang dia belum 73 . Pengaruh Kawin Sirri Terhadap Hubungan dalam Keluarga pada Pasangan Kawin Sirri yang Tidak Bercerai Bagaimana hubungan keluarga pada pasangan kawin sirri yang tidak bercerai akan di ceritakan oleh pasangan Latief-Rahma. Mon gi‟ laggu amassa‟. yang melakukan kawin sirrmi di Bumianyar Latief : “ Bine jiya orengnga sangat ngerte da‟ kebutoenna sengko‟. Lakar …sampe‟ sateya ta‟ pernah noro‟. Padha hubunganna ban anak . Oleh karena mertua merencanakan akan mendatarkan kembali.anak ban sengko‟. Dia sangat mengerti akan kebutuhan saya. Bine biasana atotoran mon pessena e kabalanje‟e.karma sengko‟ gi‟apolong ban mattowa. Sengko‟ ban anak akarab.Sengko‟ ta‟ pernah makaloar pesse. (Istriku adalah ibu rumah tanga yang baik. Sereng sengko‟ ngaja‟ anak ngerem kaju mon ta‟ pate jau. Taoh bileh……polana sorat kabin jiya e kabutoh mon bine noro‟a sengko‟ ngerem bareng da‟ Pontianak. Keluarga sengko‟ andi‟ kebiasaan a kompol. Teppa‟e bine sibuk e dapor‟ sengko‟ mandi‟I ana. Sebelum tidur biasanya kami pergunakan untuk membicarakan anak.mattowa alarang sengko‟ ban bine alaen (amassa‟ dhibi‟) . Deng-kadeng sengko‟ ban bine a bug-rembu‟ ban mattowa misalla tentang kabinanna sengko‟. Maggu mon siang jarang atemmo karma alako.karena surat itu di butuhkan apabila istri ikut mengantarkan barang dagangan ke Pontianak. Sebelum tedung bisana sengko‟ da-kanda masalah anak. Ana-Titin dan Hendra-Vita. Karna jiya. lako ban masalah keluaraga. Memang. marena sholat magrib sambi neggu TV.2. Pesse ollena alakoh esempen ban gabay kabutoanna bine.. Sengko‟ dhang-kadhang agente mattowa ngater dagengan dha‟ Pontianak.pekerjaan dan masalah keluarga.misalla dalem balanja tiap arenah.contohnya ststus perkawinan kami.tape mon malem akompol. Terkadang kami juga melibatkan keluarga lain dan mertua dalam memecahkan masalah. mattowa rencana agabay sorat kabin pole. deng-kadeng marengngi maen. Ya…sengko‟ lakar e banto mattowa gabay kabutoanna keluarga. nyeapagi gun-laggun.sebelum sengko alako.bakto alako..entah kapan. Ketika dia sibuk di dapur saya memandikan anak dan terkadang membantu dia didapur. Pada waktu pagi dia sudah memasak dan menyiapkan sarapan sebelum saya berangkat kerja.

Selain itu. Hal tersebut biasanya kami lakukan dilanggar setelah sholat magrib berjemaah. Sebelum tedung biasana de-kande masalah anak ban lakoh. Biasana setiap badha kalakoan misalla mantenan. sambi neggu TV. Ya.Hubungan sengko‟ ban anak sangat baik. Pada perkawinan saya memang yang mengakad nikahkan adalah bindereh(guru ngaji) .pernah ikut.paleng-paleng mattowa se entar dha‟ kanna‟. Ya saya tidak bertanya mbak. Bapak pernah menanyakannya pada kepala desa.Kegiatan sengko‟ e roma amassa‟. Umur 18 tahun dikawinkan dengan anak teman bapak.setiap arena apolong ban sengko‟ e roma karna sengko Cuma ebu roma tangga biasa.. sampai akhirnya bapak penghulunya meninggal. Meskipun pada siang hari jarang bertemu karena bekerja..ella e urus eppa‟. Karna jiya tiap taon sengko‟ ekeremi pesse.. Mattowa ce‟ neserra ka sengko‟ban kompoyya..karena beliau petani sekaligus berdagang sapi.. Sampai saat ini saya tidak pernah dapat surat nikah.kadang sengko‟ ban lakeh a beg-rembeg maso oreng towa.memang saya masih dibantu mertua dalam hal kebutuhan rumah tangga(masak didapur sendiri) karena istriku anak tunggal.hajjian ban laen-laen. karna oreng towa alarang polana anak kadhibi‟an. Hubungan saya dengan anak sangat baik.lakeh bertanggung jawab. Menjelang perkawinan dilaksanakan saya telah diminta untuk menyerahkan foto dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) oleh bapak. Lakeh jiya somber ekonomi keluarga. Jadi sekarang bingung harus minta kepada siapa surat nikah tersebu) Misalnya cara suami mendidik anak yang terlalu keras. Keluarga andhi‟ kebiasaan akompol marena magrib. Hubungan sengko‟kalaban mattowa becce‟ kiya. Oleh karena itu.anak tunggal. Tape.nyassa. Rahma : ”Hubungan sengkok kalaban lakeh sangat bagus. Hubungan saya dengan anak sangat baik. Ya. Maggu sampe‟ sateya sengko‟ gi‟ apolong saroma ban oreng towa sarta ta‟ amassa‟ dhibi‟.Bi‟ sengko‟ ekabelli gelleng. Tak jarang saya mengajaknya ketempat kerja sebagai supir truk kayu.Setiap hari dia tinggal di rumah bersama saya karena saya hanya ibu rumah tangga biasa.Sengko‟ta‟ pernah dha‟ dissah.ban pole mon jefri terro jajan sengko‟ ta‟osa melleh dha‟ toko laen.. tapi kepala desa menyuruh untuk menanyakannya kepada kepala desa. Sengko‟ coma entar dha‟ romana se emadura.misalla cara lakeh se ce‟ kerrassa adidik anak. Dang. Saya terkadang menggantikan mertua mengantarkan barang dagangan ke Pontianak.ajage anak ban ajage toko se ajualan jajan na‟kana‟ban kabutuan rumah tangga. untuk pembuatan surat nikah.kegiatanku Cuma memasak. Sama hubungannya dengan anak.Taon bari‟ ekeremi duwe‟ juta. (Saya Rahma. Mattowa badha e Pontianak maggu sabenderra oreng madura.biasana telasan.tapi malam hari kami berkumpul dan menemani mereka bermain.tapi saat itu dilaksanakan dihadapan penghulu.ketimbang nganggur buk. Sekarang sudah mempunyai anak satu orang berumur 3 tahun.tellasan. setiap hari saya mencari rumput pakan sapi.uang hasil kerja ditabung.hubungan saya dengan mertua sangat baik.karena saya berada dalam kamar.katanya untuk diserahkan ke kepala desa. menjaga 74 . Sengko‟ta‟ perna acareta tentang kabinanna sengko‟ka mattowa.

Hasil kerjanya setiap hari langsung diberikan kepada saya untuk keperluan rumah tangga. Banjarmasin: Titin : ”Hubunganna sengko‟ ban lake sangat baek. ya. Mon badha kalakowan sengko‟ entar dha‟ romana mattowa. (Hubungan saya dengan suami sangat baik sekali.. Oleh karenanya banyak orang biulang kalau saya beruntung mendapatkan suami seperti dia. Anak-anak sangat akrab dengan saya karena saya selalu dirumah. Mertua ada di Pontianak meskipun beliau orang madura.biasanya mendekati lebaran . Saya tidak pernah membicarakan status perkawinan saya dengan mertua. Apabila saya sakit. Oleh karena itu setiap tahun aku dikirimi uang. keduwa‟ anak sengko‟ ce‟ akrabbah. karena sengko‟ badha eroma teros. Namon re-are biasana enje‟ polana ce‟ jauna ban ongkossa larang.dari pada nganggur mbak. karna nak bine‟ sengko‟ sekolah dari pagi sampe lem-malem. sengko‟ bejre olle lake tonggel jiya. Hubunganku dengan merta sangat baik . se amssak untuk keluarga biasana lake.. Karna jiya bannya‟ oreng ngoca‟. ban en-laen. gabay belenje.itu sudah diurus bapak). seteop mole sakola sengko nyiapagi ngakan siangnga nak-kanak. ngajig bahkan mon abanto oreng towa abereng terros. Saya cuma berkunjung ke rumah yang di madura . kapatean.anak serta toko jajanan dan kebutuhan rumah tangga. Lebaran kemarin dikirimi 2 juta dan aku belikan gelang. mencuci. 75 . Hasella lako ban arena e bagi dha‟ sengko‟ langsung. dialah yang memasak untuk keluarga. Nak-kanak sering abanto sengko‟ amassa‟. misalla kabinan. kematian maka saya mengunjunginya. Suami sangat mengerti tentang saya. Apabila ada aktivitas sosial pada mertua dan sanak keluarga suami seperti perkawinan. Anak sangat akrab ban sengko‟. menyapu apabila sekolahnya libur. mon sakolaenna prei. Moon sengko‟ sake‟.Itupun apabila ada acara keluarga seperti kawinan. Sataretanan. karena nak kami sekolah dari pagi hingga sore. Lake ce‟ ngartena dha‟ sengko‟.. Tapi. sakit.. sekolah.naik haji dan lain. Namun tidak pada hari-hari biasanya karena sangat jauh dan ongkosnya sangat mahal. Saya belum pernah kesana. Mereka juga sering membantu saya seperti memasak.dan lagi apabila Jefri ingin jajan saya tidak usah beli ke toko lain. Setiap pulang sekolah saya menyiapkana makan siangnya. pertunangan.Mereka sangat sayang padaku dan anakku.lain.paling mertua yang datang kesini. Sering areng-bereng seperte mon amaen. Pasangan Anas-Titin yang melakukan kawin sirri di perantauan. abersia ban en laen.

ngaji bahkan ketika membantu kamipun mereka selalu bersama) Hal tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara suami-istri. kedua anakku sangat akrab. Hal ini karena suami istri bertanggungjawab terhadap kewajiban masing-masing. mewakili suami. 76 . Istri sebagai ibu rumah tangga bertugas mengatur dan mengelola rumah tangga. membina kerukunan rumag tangga. sebagaimana yang terjadi pada hubungan keluarga pada umumnya. orangtua-anak. Demikian halnya dengan hubungan anatara keluaraga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya adalah sangat baik pula. bermain. Hubungan antara suami-istri Hubungan suami-istri pada keluarga kawin siriri yang tidak bercerai pada umumnya sangat baik. kesehatan anak dan suami dan membantu mencari nafkah bagi keluarga seperti membatik dan berjualan. Hal tersebut terlihat mereka selalu bersama. menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.Antar saudara. sekolah madrasah maupun sekolah dasar. bertugas sebagai wakil keluarga bila berhubungan dengan masyarakat. misalnya suami sebagai kepala keluarga bertugas mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga. mengasuh dan membina anak dalam pendiudiakn. singkatnya mnegurusi kehidupan rumah tangga. antara saudara pada keluarga kawin sirri yang tidak bercerai sangat baik. 1. bertugas melindungi keluarga dengan membimbing seluruh anggota keluaraga agar berkembang sesuai dengan keinginannya dan mengawasi pendidikan anak-anaknya.

77 . 3. mencuci. khususnya orangtua istri/susmi (mertua) adalah sangat baik. Hal ini dari adanya bantuan dari anggota rumah tangga lainnnya. keuangan. Kedekatan orangtua-anak juga nampak pada kebiasaan orangtua dalam menemani anaknya yang masih kecil bermain dan terkadang mengajak anak ke sawah. Hubungan antara saudara (siblings) Hubungan antarasaudara juga bagus. sekolah dan mengaji. 2. dengan rumah tangga lainnya. Hungan antar orangtua-anak Hubungan antara orangtua-anak juga sangat baik. apabila keluarga inti mengalami kesulitan misalnya ekonomi. Demikian halnya apabila mertua mengalami kesulitan. maka keluarga pasangan kawin sirri juga membantu.. Hubungan antara keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya Hubungan keluarga inti kawin sirri yang terdiri dari suami-istri-anak. pekerjaan dan lain-lain sehingga membuat hubungan mereka terjalin dengan baik. pekerjaan dan lain-lain. Hal tersebut nampak anak selalu membantu orangtua sesuai dengan kemampuannya masing-masing. memasak dan lain-lain. seperti yang diulakukan oleh kedua anaknya Titin-Anas 4. misalnya seperti yang dilakukan anaknya Titin yaitu membersihkan rumah. Selain itu. Hal tersebut nampak dari kebiasaan anak-anak yang selalu bersama-sama baik pada waktu bermain. mereka juga melakukan pembagian kerja sesuai kemampuan masing-masing.Disamping itu mereka mempunyai kebiasaan memusyawarahkan permasalahan keluarga seperti masalah anak.

membina kerukunan rumah tangga. dan ia juga teman berbincang-bincang bagi suami. Selain tiu. singkatnya mengurusi kehidupan rumah tangga. seperti berdagang. Adapun fungsi pokok keluarga yaitu: tempat menikmati bantuan. bertanggungjawab terhadap kehidupan keluarga. melindungi keluarga. 78 . membatik. bertani dan menjadi buruh tani. juga sebagai wakil keluarga bila berhubungan dengan masyarakat. mendapatkan keamanan dalam hidup. suami sebagai kepala keluarga. hal ini disebabkan karena keluarga berfungsi sebagaimana mestinya. mendapat pengasuhan. dengan membimbing seluruh anggota keluarga agar berkembang sesuai keinginannya dan mengawasi pendidikan anak-anaknya. Sebaliknya istri adalah pusat kedamaian bagi keluarganya. bertugas mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga. mewakili suami. dan mendapatkan pendidikan. kesehatan anak dan suami. dan banyak pula yang bekeraj untuk membantu mencari nafkah bagi keluarganya. mengasuh anak dan membina anak dalam pendidikan. Artinya suami adalah pelindung bagi istri dan anak-anaknya.Hubungan dalam keluarga kawin sirri yang tidak bercerai sangat baik. Seorang istri mempunyai fungsi dan peranan mengatur dan mengelola rumah tangga dan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.

Kawin sirri. Syafi’i dan Hanbali. maka perkawinan yang ada saksi tetapi tidak ada pengumuman adalah perkawinan yang tidak memenuhi syarat. sampai pada pandangan para imam mazhab yaitu imam Hanafi. yaitu seorang laki-laki dan seorang perempuan. para imam mazhab berbeda pendapat seperti Imam Malik memandang perkawinan tersebut tetap batal atau tidak sah. Kaitannya dengan ini para imam mazhab sepakat kalau perkawinan tersebut harus dibatalkan atau tidak sah. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab-bab sebelumnya maka didapat kesimpulan sebagai berikut : 1. Sedangkan keberadaan saksi hanya syarat pelengkap. mulai munculnya istilah yaitu pada masa kholifah Umar bin Khattab. karena pengumuman (i‟lan) merupakan syarat mutlak sahnya perkawinan. kawin sirri merupakan perkawinan seperti pada umumnya yang dilakukan dengan memenuhi semua rukun dan syarat perkawinan. Maliki. Pada perkembangan berikutnya. dan kemudian berlanjut pada pandangan hukum positif negara setelah dikeluarkannya Undang-Undang No. pada awalnya merupakan suatu perkawinan yang dilakukan tanpa adanya saksi yang lengkap.BAB V PENUTUP A. Kawin sirri telah mengalami pergeseran makna. Sedangkan Imam Abu 79 . Kaitannya dengan hal tersebut. tetapi saksi diminta untuk merahasiakannya pada masyarakat.1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam.

Perkembangan selanjutnya jika dihubungkan dengan UU No. tidak ada lagi rahasia kalau sudah ada empat orang. Umur tersebut. Kehadiran saksi pada waktu melakukan akad nikah.Hanifah dan Asy-Syafi’i memandang perkawinan tersebut sah. Kehendak Orang tua Orang tua memaksa anaknya untuk segera menikah karena adanya tuntutan lingkungan sosial bahwa anak perempuan harus segera menikah tidak lama setelah haid pertama umur 12-15 tahun. 1 Tahun 1974. Kaitannya dengan ini. Keadaan inilah menyebabkan orang tua melakukan kawin sirri pada anaknya. tidak memenuhi ketentuan batas minimal diperbolehkannya perkawinan pada wanita yaitu umur 16 tahun. sebagaimana di atur dalam UU No. 1 tahun 1974 Pasal 7 ayat (1). 2. maka kawin sirri menjadi perkawinan yang telah memenuhi rukun dan syarat sah perkawinan tapi tidak dilakukan dihadapan PPN dan tidak dicatatkan di KUA. Faktor kawin sirri dilakukan oleh penduduk Bumianyar di Bumianyar Adapun faktor-faktor kawin sirri dilakukan di Bumianyar oleh penduduk Bumianyar adalah sebagai berikut : 1. Faktor Penyebab Kawin Sirri dilakukan oleh Penduduk Bumianyar a. sudah cukup mewakili pengumuman. baik meskipun di minta dirahasiakan. hukum negara menganggap perkawinan tersebut tidak sah. Sebab menurutnya. karena fungsi saksi itu sendiri adalah pengumuman (i‟lan). Oleh karena itu. Perkawinan inilah yang saat ini menjadi mode dan berkembang secara diam-diam pada sebagian masyarakat Islam Indonesia. kalau sudah disaksikan tidak perlu lagi ada pengumuman khusus. 80 .

2. Hal tersebut diakibatkan rendahnya pendidikan yang dimiliki oleh penduduk Bumianyar. Ekonomi 81 . Keyakinan tersebut disebabkan adanya ajaran Agama yang diberikan oleh para kyai. menyebabkan pula para orang tua melakukan kawin sirri pada anaknya.Selain itu kekhawatiran para orang tua akan tidak langgengnya perkawinan anak. Hal tersebut berhubungan dengan mazhab yang dianut masyarakat setempat yaitu mashab Syaf’i dan Syaf’I menganggap perkawinan telah sah apabila telah memenuhi rukun dan syarat sah nikah. maupun tidak langsung berupa ceramah-ceramah agama tentang perkawinan. mayoritas berada pada tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. 4. Keyakinan Masyarakat mempunyai keyakinan bahwa perkawinan merupakan hubungan manusia dengan Allah sehingga masyarakat merasa sudah “mantap” apabila perkawinannya diaggap sah menurut agama. karena perkawinan dilakukan dengan paksaan. 3. Ketidaktahuan Masyarakat akan Fungsi Surat Nikah Ketidaktahuan masyarakat akan fungsi surat nikah membuat mereka menggapap surat nikah bukanlah suatu hal yang penting. meski tanpa dicatat di KUA. baik langsung berupa para kyai yang melakukan kawin sirri.

Pontianak dan lain-lain) adalah sebagai berikut : 82 . Pasal 3. bahkan sampai mempunyai banyak anak. Poligami Poligami jika dihubungkan dengan UU No. tentang perkawinan secara administratif harus didaftar di KUA.Biaya yang harus dikeluarkan untuk mendaftarkan perkawinan dirasakan oleh sebagian penduduk Bumianyar begitu memberatkan. Arab Saudi. Banjarmasin. bahkan hasil pertanian tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang sehari-hari. Keteledoran Aparat desa atau Pegawai Pencatat Nikah (PPN) Keteledoran aparat desa atau PPN menyebabkan kaein sirri terjadi di Bumianyar. maka proses poligami sulit dilaksanakan karena istri pertama belum tentu menghendaki suaminya menikah lagi. 6. Oleh karena itu jalan keluarnya adalah dengan kawin sirri. Faktor kawin sirri dilakukan oleh penduduk Bumianyar di Perantauan Adapun faktor kawin sirri dilakukan oleh penduduk Bumianyar di perantauan (Malaysia. Pasal 4 ayat (2) dan Pasal 5 ayat (1). melihat akan pekerjaan mereka mayoritas bertani dan pertanian yang dimiliki selalu gagal. Hal ini terjadi karena sebenarnya penduduk telah mendaftarkan perkawinan sesuai prosedur yang ditentukan tapi penduduk tidak pernah menerima Surat Nikah. b. 5. 1 tahun 1979.

Adanya keterbatasan administratif Penduduk Bumianyar yang mayoritas berangkat merantau (menjadi TKI) secara ilegal (tidak memiliki surat-surat lengkap sebagai TKI). Janda. Keyakinan Masyarakat mempunyai keyakinan bahwa perkawinan merupakan hubungan manusia dengan Allah sehingga masyarakat merasa sudah “mantap” apabila perkawinannya diaggap sah menurut agama. terlebih lagi janda yang telah memiliki anak merasa tidak lagi mempunyai kesucian dan kehormatan sebagaimana perawan. mengalami berbagai keterbatasan ruang gerak seperti dalam hal melakukan perkawinan.1. Proses pencatatan perkawinan secara administratif di perantauan (luar negeri) dilakukan di kedutaan Indonesia di Negara yang bersangkutan. Janda Wanita Bumianyar setelah menjadi janda. karena jika ketahuan tidak memiliki suratsurat lengkap menjadi TKI maka akan dipulangkan secara paksa ke Indonesia. Janda mempunyai anggapan bahwa surat nikah tidak penting lagi yang paling penting adalah tanggung jawab suami terhadap diri dan anak-anaknya baik dalam hal perhatian maupun ekonomi. Untuk itu persyaratan utama yang harus dilakukan adalah harus memiliki surat lengkap sebagai TKI. 3. meski tanpa dicatat di KUA. 83 . sehingga memaksa mereka kawin sirri. 2. kebanyakan pergi merantau dengan harapan dapat memperbaiki hidup diri dan anaknya (apabila telah mempunyai anak).

Ketidaktahuan Masyarakat akan fungsi Surat Nikah Ketidaktahuan masyarakat akan fungsi surat nikah membuat mereka menggapap surat nikah bukanlah suatu hal yang penting. mayoritas berada pada tingkat sekolah dasar/ madrasah ibtidaiyah. baik langsung berupa para kyai yang melakukan kawin sirri. sehingga memaksa mereka melakukan kawin sirri. maupun tidak langsung berupa ceramah-ceramah agama tentang perkawinan. tentang perkawinan secara administratif harus didaftar di KUA. 5. 4. Ekonomi Besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk mendaftarkan perkawinan di Kedutaan Indonesia pada negara yang bersangkutan dirasakan oleh penduduk Bumianyar di perantauan sangat memberatkan. Poligami Poligami jika dihubungkan dengan UU No. Pasal 4 ayat (2) dan Pasal 5 ayat (1). Pasal 3. maka proses poligami sulit dilaksanakan karena istri pertama belum tentu menghendaki suaminya 84 . Hal tersebut berhubungan dengan mazhab yang dianut masyarakat setempat yaitu mashab Syaf’i dan Syaf’i menganggap perkawinan telah sah apabila telah memenuhi rukun dan syarat sah nikah. 6.Keyakinan tersebut disebabkan adanya ajaran Agama yang diberikan oleh para kyai. Hal tersebut diakibatkan rendahnya pendidikan yang dimiliki oleh penduduk Bumianyar. 1 tahun 1979.

Pengaruh Kawin sirri Terhadap Hubungan dalam Keluarga pada Keluarga kawin sirri yang Bercerai Pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga pada keluarga kawin sirri yang bercerai di Bumianyar adalah terputus.menikah lagi. Hal tersebut dilakukan secara sirri. Hal tersebut diakibatkan adanya kesibukan masing-masing pasangan. Hubungan Suami-Istri Hubungan suami-istri pada pasangan kawin sirri yang bercerai adalah terputus. 7. artinyatidak ada komunikasi. luar pulau. karena perkawinan dilakukan di luar pulau (Perantauan). 3. sehingga keluarga dan mantan pasangan merasakan aib dan malu pada semua orang. Oleh karena itu jalan keluarnya adalah dengan kawin sirri. Yang demikian terjadi pda mantan pasangan kawin sirri yang tepat tinggalnya saling berjauhan. yang dapat mengakibatkan pertengkaran antara keluarga mantan pasangan masing-masing. Tidak direstui orang tua Anak yang perkawinannya tidak direstuai oleh orang tua memilih melakukan perkawinan di perantauan. Pengaruh Kawin Sirri Terhadap Hubungan dalam Keluarga a. 1. 85 . Selain itu adanya anggapan “tidak sopan” bagi pasangan yang telah bercerai untuk bertemu. apabila telah berkeluarga dan dapat menimbulkan cemoohan masyarakat. baik melalui telepon maupun bertemu secara langsung.

mendapat pengasuhan dan mendapatkan permulaan dari pendidikannya. terlebih lagi anak laki-laki. Adapun fungsi pokok keluarga yaitu: tempat menikmati bantuan. Selain itu adanya keyakinan orang tua tentang seseorang anak akan tetap mencari orang tuanya meskipun lama terpisah membuat para orang tua tidak pernah khawatir akan kehilangan anak meski lama tidak ada komunikasi.2. 3. 4. khususnya mengenai hubungan antara orang tua-anak dan hubungan antara saudara (siblings). Hubungan Keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lain Hubungan keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya. Hal tersebut diakibatkan adanya jarak tempat tinggal yang jauh antara saudara. ayah atau ibu tidak lagi menjadi tempat bagi anak untuk mendapatkan 86 . Hal tersebut diakibatkan jarak tempat tinggal yang jauh antara keluarga inti kawin sirri dengan orang tua suami dan istri. Hubungan Orang Tua-Anak Hubungan orang tua-anak pada keluarga kawin sirri juga terputus. ekonomi dan kesibukan masingmasing keluarga. khususnya mertua/orang tua suami atau istri juga terputus. Hubungan antar Saudara (siblings) Hubungan antara saudara (siblings) pada keluarga kawin sirri juga terputus. Hal tersebut diakibatkan keadaan ekonomi orang tua yang terbatas dan jarak yang jauh antara tempat tinggal orang tua dengan anak. mendapatkan keamanan dalam hidup. Artinya. dikarenakan keluarga tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Putusnya hubungan keluarga kawin sirri yang bercerai.

63 Idris Ramulyo. 2002). terkadang ada pula yang bermusuhan. h. ayah atau istri tidak tahu terhadap anak-anaknya. Artinya. tetapi lebih dari itu ia memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan peradaban manusia.63 Sedangkan hubungan dalam keluarga. sehingga hubungan menjadi terputus. 239 87 . demikian halnya anak-anak dan antar saudara tidak saling mengenal. baik dalam hubungan Indonesia sesamanya maupun dalam hubungan sebagai anggota masyarakat bahkan mempengaruhi bentuk suatu masyarakat. (Jakarta: Bumi Aksara. Hukum Perkawinan Islam. keamanan. Dikhawatirkan apabila kelak diantara mereka saling menyukai dan melakukan perkawinan karena mereka tidak saling mengenal antara satu dengan lainnya. pengasuhan dan pendidikan. karena antara mereka masih ada komunikasi baik melalui telepon ataupun bertemu langsung. Oleh karena itu kawin sirri bukan merupakan hal sepele yang hanya berkaitan dengan “sah” atau “tidak sah”nya suatu perkawinan. ditambah lagi tidak adanya komunikasi diantara mereka (orang tuaanak). Hal ini membawa dampak pada kaburnya garis keturunan atau nasab suatu keluarga.bantuan. khususnya hubungan antara orangtuaanak dan hubungan antarsaudara (siblings) pada keluarga kawin sirri dan tempat tinggalnya berdekatan atau perkawinannya dilakukan di Desa Bumianyar adalah cukup baik. maka incest tidak dapat dihindari lagi. Sedangkan hubungan suami-istri adalah terputus.

melindungi dan membimbing anggota keluarga. menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Istri sebagai ibu rumahtangga bertugas mengatur dan mengelola rumah tangga. Pengaruh kawin sirri Terhadap Hubungan Keluarga pada Keluarga yang tidak Bercerai Pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga pada keluarga kawin sirri yang tidak bercerai adalah sangat baik. mengasuh dan membina pendidikan anak. sebagai wakil keluarga bila berhubungan dengan masyarakat. Hubungan Suami-Istri Hubungan suami istri pada pasangan kawin sirri yang tidak bercerai. pada umumnya sangat baik karena suami-istri bertanggung jawab terhadap kewajiban masing-masing. 2. hal tersebut nampak. 88 . juga sangat baik. hal tersebut nampak anak-anak selalu bersama. membina kerukunan rumah tangga dan membantu mencari nafkah bagi keluarga seperti membatik dan berjualan. Hubungan Antar Saudara (Siblings) Hubungan antara saudara (siblings) pada keluarga kawin sirri. 3. artinya hubungan keluarga kawin sirri terjalin sebagaimana hubungan dalam keluarga pada umumnya. Hubungan Orang Tua-Anak Hubungan orang tua-anak pada keluarga kawin sirri yang tidak bercerai. mewakili suami. Suami sebagai kepala keluarga bertugas mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga.b. anak membantu orang tua sesuai dengan kemampuannya dalam membantu orang tuanya. juga sangat baik. 1. baik dalam bermain.

4. Hal tersebut nampak dari adanya bantuan dari mertua. mengasuh anak. mendapatkan keamanan dalam hidup. Suami adalah pelindung bagi istri dan anak-anaknya. kesehatan anak dan 89 . dan ia juga teman berbincang-bincang bagi suami. bertugas mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga. masalah anak. dan membina anak dalam pendidikan. Hubungan Keluarga Inti kawin sirri dengan Rumah Tangga lainnya Hubungan keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya. suami sebagai kepala keluarga. khususnya mertua/ orang tua suami atau istri sangat baik pula. membina kerukunan rumah tangga. Artinya. keluarga inti kawin sirri membantu apabila mertua mengalami kesulitan. Adapun fungsi pokok keluarga yaitu: tempat menikmati bantuan. pekerjaan dan sebagainya dengan begitu sebaliknya. hal ini disebabkan karena keluarga berfungsi sebagaimana mestinya. Selain itu anak-anak selalu berkerjasama dan melakukan pembagian kerja sesuai dengan kemampuannya. juga sebagai wakil keluarga bila berhubungan dengan masyarakat. mewakili suami. mendapat pengasuhan dan mendapatkan permulaan dari pendidikannya. singkatnya mengurusi kehidupan rumah tangga. Hubungan dalam keluarga pasangan kawin sirri yang tidak bercerai sangat baik. Sebaliknya istri adalah pusat kedamaian bagi keluarganya.berangkat sekolah dan mengaji. Selain itu. apabila mengalami berbagai kesulitan seperti ekonomi. melindungi keluarga. Seorang istri mempunyai fungsi dan peranan mengatur dan mengelola rumah tangga dan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. dengan membimbing seluruh anggota keluarga agar berkembang sesuai dengan keinginannya dan mengawasi pendidikan anak-anaknya. bertanggung jawab terhadap terhadap kehidupan keluarga.

Saran Dengan hasil penelitian diatas.suami. 2. hubungan antara orangtua-anak. terutama oleh masyarakat perantauan. Sebab ia merupakan panutan masyarakat. tetapi lebih dari itu ia memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan peradaban manusia. Hendaknya pemerintah memberikan kemudahan dalam melakukan pencatatan perkawinan pada orang-orang yang melaksanakan perkawinan di perantauan. mengingat tokoh agama mempunyai peranan yang penting dalam membentuk keyakinan masyarakat. Sehingga orang perantau tidak terjerumus pada praktek kawin sirri. seperti berdagang. terlebih lagi masyarakat Madura yang sangat fanatik terhadap tokoh agama/ kyai. Oleh karena itu kawin sirri bukan merupakan hal sepele yang hanya berkaitan dengan “sah” atau “tidak sah”nya suatu perkawinan. maka ada beberapa saran yang diberikan untuk mencegah semakin berkembangnya praktek kawin sirri pada masyarakat. B. yang kemudian hari dikhawatirkan dapat mengakibatkan incest. saran-saran tersebut adalah sebagai berikut : 1. dan banyak pula yang bekerja untuk membantu mencari nafkah bagi keluarganya. membatik. baik 90 . Kawin sirri berpengaruh pada putusnya hubungan dalam keluarga (hubungan antara suami-istri. sehingga antara saudara (siblnigs) dan hubungan antara keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya) mengakibatkan kaburnya keturunan/nasab suatu keluarga. bertani atau menjadi buruh tani. Disamping itu hendaknya tokoh agama membantu pemerintah memberikan penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya pencatatan perkawinan.

dalam hubungan Individu sesamanya maupun dalam hubungan sebagai anggota masyarakat. 91 .

Kawin Sirri Pada Masyarakat Madura (Studi Kasus Tentang Faktor Penyebab dan Pengaruh Kawin sirri Terhadap Hubungan Dalam Keluarga di Desa Bumianyar. Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. Surabaya: IAIN Sunan Ampel. Siti. 92 . Pendidikan dan Dakwah) no. Surabaya:Jurnal Imiah FAI Unmuh. Ihromi. Jakarta:PPs. MH. Perkawinan Sirri Hubungannya Dengan UU No. Jakarta: Akademika Pressendo. Skripsi. Majalah Perkawinan dan Keluarga. Tuntunan Pendidikan Berkeluarga.DAFTAR PUSTAKA Abdurrahman. Surabaya: UNAIR. No. DEPAG. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Sri Endang.. 1992. Jakarta:Badan Penasehatan. T. Tesis. 2003.1 Tahun 1974 (Kasus Poligamai di Kabupaten Sampang). Holilah. Nikah Sirri Bagi Eks Wanita Harapan Di Lingkungan Lokalisasi Bangunsari Kodya Surabaya. 320/1999. 1992. Jakarta: Bekerjasama dengan BKKBN.O. Hafsah.1 Edisi September 2001. Bunga Rampai Sosiologi Keluarga. Kawin Sirri Pada Masyarakat Kalisat. 1992. 2002. Tesis. Pembinaan dan Pelestarian Pekawinan (BP4) Pusat. Dakwatul. Aziz. Chairah. 1999. SH. Kinasih. 1984. Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Problem Nikah di Luar Prosdur. Universitas Indonesia. Skripsi. Kabupaten Bangkalan). Jakarta: Dian Rakyat. Surabaya: IAIN Sunan Ampel. Kecamatan Tanjungbumi. Koentjaraningrat. Abu Abdul. Dalam Mihrab (Pemikiran Hukum. 1996.

2000. Remaja RosdaKarya. Bandung: Al-Bayan. Zuhdi. Memahami Hukum Perkawinan. Mufassirah. Tradisi Nikah Sirri : Penyebab dan Pengaruhnya Bagi Masyarakat Pamekasan. Skripsi. Jakarta: Bumi Aksara. 1952. Bidayatul Mujtahid. Surabaya: IAIN Sunan Ampel. 93 . Laporan Penelitian. Kinta. Jakarta:PT. James P. 2000. Al-Muwatha‟ II. Moleong. Khoirudin. Nasution. Hukum Perdata Internasional Indonesia. Yogyaksarta: PT. 1994. Jakarta: INIS Nurhayati. Idris. Ramulyo.Malik Ibnu Abbas. Surabaya: IAIN Sunan Ampel. Hukum Perkawinan. tesis. Jakarta: Sinar Grafika. Hukum Kewarisan. j. Gouw Giok. Ramulyo. Muslih. Status Wanita Di Asia Tenggara: Studi Terhadap Perundang-Undangan Perkawinan Muslim Konyemporer Di Indonesia dan Malaysia. 1994. Metode Etnografi. A. Tiara Wacana. 1964. Sredley. Siong. 2002. Lexy. Tinjauan Hukum Islam Terhadap Nikah Sirri di Kecamatan Porwosari Kabupaten Purwosari. Malang:PPs. 1995. Idris. 2002. Laporan Penelitian.1997. Bandung: PT. Kedudukan Nikah Sirri. Ponorogo: Fakultas Syari’ah IAIN Sunan Ampel.2002. Ida. Universitas Muhammadiyah. Dar Al-Fikri Marsudi. Fuadie. Ibnu. Hukum Acara Peradilan Agama dan Zakat menurut Hukum Islam. Hukum Perkawinan Islam. Kawin Sirri Dan Poligami Di Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan. Muhdor. Metode Penelitian Kualitatif. 1993. Rusy. Mesir: Istiqamah Qahirah..

Skripsi. Wiyata. Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir Al-Qur’an. Zamroni. Antropologi II. 1999. 94 . Kamus Arab Indonesia. Surabaya: Artha Perkasa Nusantara. Yogyakarta:LkiS. H. Suyanto. Bagong dkk. William A. Undang-Undang Perkawinan. Surabaya: Airlangga University Press. Yunus. 1973. 1996. Jakarta: Erlangga. 2002. 2001. Carok : Konflik Kekerasan dan Harga Diri Orang Madura. Alih Bahasa R. Surabaya:IAIN Sunan Ampel.1995. Hendi dkk. Pengantar Studi Sosiologi Keluarga. Soekadijo. Metode Penelitian Sosial. Sebab-Sebab Perkawinan di Bawah Umur dan Perkawinan Liar/Sirri di Kwanyar Kabupaten Bangkalan.Suhendi.G. Bandung: Pustaka Setia. Haviland. 1985. Latief. Mahmud.

95 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful