Laporan Penelitian

KAWIN SIRRI PADA MASYARAKAT MADURA
(Studi Kasus Tentang Faktor Penyebab dan Pengaruh Kawin Sirri Terhadap Hubungan Dalam Keluarga di Desa Buminyar, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan)

H O L I L A H, S. Ag, M.Si Nip. 197618102008012008

PUSAT STUDI GENDER (PSG) IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA 2009

1

KATA PENGANTAR
Bismillaahirrohmaaanirrohiim

Alhamdulillaahi Robbil ‘alamiin, atas rahmat dan karunia-Nya peneliti dapat menyelesaikan penyusunan laporan penelitian individual ini dengan judul: “Kawin Sirri pada Masyarakat Madura (Studi Kasus tentang Faktor Penyebab dan Pengaruhnya terhadap Hubungan dalam Keluarga di Desa Bumianyar, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan”). Allaahumma Sholli ‘alaa Sayyidinaa Muhammad, semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, Nabi paling akhir, yang telah menyampaikan risalahNya dan membawa manusia ke jalan kesempurnaan hidup lahir dan batin, di dunia dan akhirat. Kawin sirri merupakan perkawinan yang telah mememuhi rukun dan syarat nikah tapi tidak dilakukan di hadapan PPN dan tidak didaftarkan di KUA. Perkawinan tersebut oleh pemerintah dianggap tidak sah. Meskipun demikian perkawinan tersebut banyak dilakukan bahkan menjadi mode masa kini yang timbul dan berkembang diam-diam pada sebagian masyarakat Islam Indonesia. Mereka berusaha menghindari diri dari sistem dan pengaturan perkawinan menurut UU No. 1 Tahun 1974 yang birokratis dan berbelit-belit serta lama pengurusannya. Akibatnya perkawinan tersebut tidak dilindungi hukum dan tidak mempunyai kekuatan. Demikian pula dengan anak-anak yang dilahirkan. Banyak faktor penyebab terjadinya kawin sirri, diantaranya karena terjadinya nikah perjodohan, keyakinan, ketidak tahuan masyarakat akan fungsi surat nikah, ekonomi, poligami, keteledoran aparat desa atau PPN, keterbatasan-keterbatasan administratif, janda, dan nikah yang tidak direstui orang tua.

2

Hal tersebut bertentangan dengan wacana tentang perempuan yang kini banyak dibicarakan oleh kaum feminis. Artinya disaat mereka berbicara tentang ketidakadilan gender justru kaum perempuan yang lain terjebak dalam ketidakadilan itu. Hal ini bisa terlihat bagaimana berlakunya hukum agama dan hukum adat terutama dalam membuat keputusan menikah (berkeluarga), membuat perempuan terjebak pada sistem patriarki. Untuk mencegah semakin berkembangnya praktek kawin sirri pada masyarakat, maka diharapkan pada pemerintah untuk meninjau kembali proses pencatatan perkawinan dan memberikan kemudahan pada masyarakat dalam melakukan proses pencatatan perkawinan sebagaimana diatur oleh Undang-undang. Disamping itu, pelunya penyadaran, khususnya kepada kaum perempuan akan pentingnya surat nikah, yang dilakukan oleh berbagai lembaga dan institusi secara massif, seperti lembaga keagamaan, pendidikan, badan penasehat perkawinan di KUA, pusat-pusat studi gender dan lain-lainnya. Dengan demikian, diharapkan penelitian ini dapat menjadi masukan, terutama pada pasutri kawin sirri tentang pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga, dalam konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara baik secara sosiologis, psikologis maupun yuridis dengan segala akibat hukum dan konsekuensinya, sehingga dapat menjadi pertimbangan bagi pasangan yang sudah maupun akan kawin sirri untuk segera mendaftarkan perkawinannya di KUA. Peneliti menyadari bahwa hasil dari penelitian ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu peneliti mengharap masukan dan saran para pembaca untuk kesempurnaan laporan ini. Tak lupa peneliti menyampaikan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah ikut berjasa bagi selesainya penelitian ini: 1. Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si selaku Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya. 2. Ibu Lilik Hamidah, M.Si selaku ketua Pusat Studi Gender (PGS) IAIN Sunan Ampel Surabaya yang memberikan kepercayaan pada peneliti 3. Bapak Kepala Desa, Moh. Sai’id Effendi beserta staf dan Bapak Camat Tanjungbumi, Drs. Akhmad Tumiran beserta staf, yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian ini. Bapak Kepala KUA, Drs. Nasikhun beserta staf, Kak

3

Si 4 . pada semua pihak yang telah banyak membantu dalam penyelesaian penulisan ini. Surabaya. 01 Desember 2009 Penulis Holilah.Zainuri dan Mbak Maskunah yang telah membantu dalam penyediaan data serta informasi guna kelancaran penelitian ini. Akhirnya. M. 4. Suami tercinta Nurur Rohman. Amin.Ag. semoga Allah SWT senantiasa memberikan imbalan yang setimpal atas segala bantuan yang diberikan. anak tersayang Anake Bemimala yang telah memberikan motivasi dan perhatian yang besar. ST. S.

....................................................................................... Sejarah dan Perkembangan Kawin Sirri ................................................................................... 26 1.... Kawin Sirri dalam Pandangan Hukum Negara .................... Sistematika Pembahasan......................................... 15 7 7 8 BAB II TINJAUAN TEORITIS .................................. 28 3.................. v DAFTAR TABEL ....................... i KATA PENGANTAR .........................................................................................................DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ............... 17 1.............................................. Kawin Sirri ......................................... Hubungan-Hubungan dalam Keluarga ......... 9 F............................................................................ E.................................................... 26 2......................................................................................................................................................... Manfaat Penelitian................................... 24 B............. vii BAB I PENDAHULUAN ................................ C. Kawin Sirri dalam Pandangan Hukum Islam ............................... Metode Penelitian.................................................................................................................. 23 3...... Latar Belakang Masalah . 30 5 ....................................... 1 B... Tipe-Tipe Keluarga ...................................... D........................................................................... Tujuan Penelitian............................ 1 A................................................................... 17 A................................................ 20 2........................................................................................... ii DAFTAR ISI .............................................................. Fungsi dan Peranan Anggota Keluarga ................................. Rumusan Masalah .................... Kawin Sirri dan Keluarga............................

......60 6 .................55 B................................................................................................ 40 1. Faktor penyebab kawin sirri yang dilakukan di Bumianyar ......................................................... Pengaruh Kawin Sirri Terhadap Hubungan dalam Keluarga ............................. 49 1................................................ Faktor penyebab kawin sirri yang dilakukan di perantauan .... 49 A............................... 33 A................... Deskripsi Perkawinan .. Tempat Pelaksanaan Kawin Sirri ........... Deskripsi Lokasi Penelitian .......................................................................... 49 2................................................................. 44 b................... Pengaruh Kawin Sirri terhadap Hubungan dalam Keluarga ................... Sejarah Penduduk Bumianyar Merantau ........................... 47 BAB IV FAKTOR PENYEBAB KAWIN SIRRI DAN PENGARUHNYA TERHADAP HUBUNGAN DALAM KELUARGA .................................... Keagamaan ........ 37 6...... 31 BAB III GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN ............................................. 40 2. 33 1......................... Sejarah Kawin Sirri....................................................... 33 2................. 39 B.......................................... Pemukiman ................... Kawin Sirri ...................................................................... Proses pelaksanaan Kawin Sirri ............ Pendidikan ..60 1............................................ 34 3......... 45 d............................................................................................................................................... Letak dan luas Wilayah .......................................... Perkawinan ........... 45 c.................. Bentuk Kawin Sirri ................ 35 5....................... 38 7........................................................................... Demografi .......................................................................... Sistem kekerabatan ............................................. 44 a......................................................................................................................... 35 4...............4.... Faktor Penyebab Kawin Sirri ................................................................... Pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga pada pasangan kawin sirri yang bercerai .............

....................... Pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga pada pasangan kawin sirri yang tidak bercerai ........................................................................................................................................ Saran .......................... 71 1......................................................................................65 BAB V PENUTUP ........................ 71 2.................... 82 DAFTAR PUSTAKA .....................................84 7 ...... Kesimpulan ....................................................................................................2....................

.3 : Jumlah Penduduk menurut Jenis Pekerjaan........................................................................................ 35 Tabel .. 35 Tabel 3..............2 : Jumlah Penduduk menurut Jenis Kelamin ................................................ 36 8 ..4 : Jumlah Penduduk berdasarkan Tingkat Pendidikan .................................DAFTAR TABEL Halaman Tabel 3.....1 : Luas Wilayah per Ha Desa Bumianyar............ 33 Tabel 3.................

Jika suatu perkawinan telah di catat oleh PPN dengan bukti adanya buku nikah maka akan memiliki akibat hukum. Malang: PPs. 2000). Tinjaun Hukum Islam Terhadap Nikah Sirri di Kecamatan Porwosari Kabupaten Purwosari. hal. Setelah UU Perkawinan tersebut diberlakukan maka dalam pasal 2 ayat (1) dijelaskan bahwa perkawinan dipandang sah apabila dilakukan menurut hukum agama dan kepercayaannya.1 Pentingnya pencatatan nikah karena menyangkut status istri dan anak secara obyektif. 320 tahun 1999. Laporan Penelitian (Ponorogo: Fakultas Syariah IAIN Suanan ampel. Skripsi. Ida Nurhayati. 4 Lihat Lihat Wadjdi dalam Majalah Perkawinan dan Keluarga “Problema Nikah di luar prosedur” no. Perkawinan dipandang sah apabila dilaksanakan sesuai dengan ajaran agama atau adat yang berlaku. Idris Ramulyo. 1994). Hukum Perkawinan. dan Zakat Menurut Hukum Islam. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan diberlakukan.BAB I PENDAHULUAN A. pasal 6 ayat 1 dan 2 dan pasal 7 ayat 1. 5 9 . Sedangkan perkawinan yang tidak sesuai dengan apa yang di gariskan dengan UU dan kompilasi Hukum Islam 2 atau tidak dicatat dan tidak ada bukti buku nikah maka tidak memiliki kekuatan hukum3 hal ini akan menimbulkan masalah bagi anggota keluarga di kemudian hari. (Surabaya:IAIN Sunan Ampel. dalam ayat (2) perkawinan harus dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. 1995). 4 1 Lihat Peraturan Pemerintah no. Hukum Acara Peradilan Agama. Mufassirah. Tradisi Nikah Sirri: Penyebab dan pengaruhnya bagi masyarakat pamekasan. 2 Lihat Kompilasi Hukum Islam pasal 5 ayat 1. Latar Belakang Masalah Sebelum Undang-Undang No. Universitas Muhammadiyah. 3 Marsudi. 9 Tahun 1975 tentang pelaksanaan UUP no. 2002). 1 Tahun 1974 tentang perkawinan pasal 2 ayat 1 dan 2. Selanjutnya. hukum yang mengatur perkawinan di Indonesia masih beraneka ragam. Hukum Kewarisan. tesis. (Jakarta: Sinar Grafika. yaitu sesuai dengan hukum agama dan hukum adat yang dianut masyarakat. Kedudukan Nikah Sirri.

Perkawinan sirri adalah perkawinan yang memenuhi rukun dan syarat perkawinan tapi tidak di daftarkan di PPN seperti yang diatur dan di tentukan oleh UUP no. yang oleh Ramulyo di sebut “perkawinan di bawah tangan”5 Menurut Siong6 kawin sirri merupakan bentuk perkawinan yang timbul dan berkembang secara diam-diam pada sebagian masyarakat Islam Indonesia. aturan atau hukum perkawinan dalam masyarakat. Permasalahan yang hampir sama dengan kawin sirri adalah proof marriage (kawin percobaan) yang saat ini menjadi mode di Eropa. Bila ternyata diantara mereka dalam jangka waktu tertentu itu. Mereka berusaha menghindari diri dari sistem dan cara pengaturan pelaksanaan perkawinan menurut Undang-Undang No. 2002). 239 Gouw Giok Siong. Aturan perkawinan dalam masyarakat antara lain tercermin melalui perkawinan sirri. Kinta. baik dalam soal kesukaan (hobby) pribadi 5 6 Idris Ramulyo. kebiasaan. aturan atau hukum perkawinan dalam masyarakat. dimana para remaja (putra-puteri) melakukan observasi (menjajaki) sampai seberapa jauh diantara mereka terdapat perselisihan paham baik ideal maupun praktis dalam membina keluarga yang harmonis kelak. 1964) h. Hukum Perdata Internasional Indonesia. dalam jangka waktu tertentu (samen leven). 1 Tahun 1974. kebiasaan. akan tetapi kenyataan yang ada menunjukkan bahwa hukum yang diperkenalkan oleh negara belum tentu selaras dengan norma. Untuk itu menempuh cara sendiri yang tidak bertentangan dengan hukum Islam.1 Tahun 1974. (Jakarta: PT. yang birokratis dan berbelit serta lama pengurusannya.20 10 . lebih konkretnya di Swedia. Untuk itu mereka melakukan proof marriage (kawin percobaan). h.Adanya hukum negara tersebut dimaksudkan sebagai alat untuk mengatur dan mengendalikan norma. (Jakarta: Bumi Aksara. Hukum Perkawinan Islam.

karena Swedia termasuk salah satu Negara yang makmur di Eropa dengan Gross National Product (GNP) perkapita tertinggi di Eropa. Sitterberg. atas perintah Sweden‟s Royal Communision on Sexual Live in Swedia yang dimuat dalam majalah Reader‟s Digest. (Jakarta. 16 Mei 1982. 1975.maupun dalam masalah seksual. kira-kira 1 (satu) dari 7 (tujuh) orang anak yang lahir adalah anak di luar nikah. mereka para gadis dan janda disana dikawin dengan pria yang sudah beristri secara diam-diam. jam 19. terdapat konsekuensi atau persesuaian paham maka hubungan mereka secara formal ditingkatkan dalam ikatan perkawinan.Grafisi Pers. namun untuk menghindari diri dari ketentuan undang-undang ini. 8 Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Hary L. apabila dalam jangka waktu tertentu si wanita dapat melahirkan seorang anak atau sekurang-kurangnya telah hamil. 90% (sembilan puluh persen) penduduk Swedia melakukan hubungan seksual sebelum nikah.71 11 .20 dan Berita Harian Sinar Pagi. 9 Seperti halnya di Negeria dilarang poligami. Mei 1982 8 Lihat Majalah Tempo. CV. Alkoholisme. Bila tidak. 1971) h. kemudian apabila ketahuan ditanyakan 7 Lihat TVRI. Peningkatan dalan hubungan perkawinan yang formal ini. 21 9 sismono. Pornografi. tanpa pernah mendapat suami. Aspek-Aspek Kehidupan Narkotika. mereka mencoba lagi dengan pasangan yang lain dan seterusnya. Kehiduapan Seksual. Modernis. 33% (tiga puluh tiga persen) pengantin wanita sudah hamil pada waktu melakukan perkawinan formal mereka. Ruang Pendapat. Siaran Warta Berita Minggu.7 Mungkin juga ada faktor lain misalnya keadaan wanita yang sangat parah di Swedia yaitu 10% (sepuluh persen) wanita Swedia meninggal dunia sebagai perawan tua. (Jakarta : PT. tahun No. Hal ini bisa terjadi di swedia.

motif juga bisa berfungsi seremonial dan terkadang dianggap mempunyai nilai.kepadanya. tesis. Skripsi. keramat. Mengatasi masalah diatas orang Madura pada umumnya menjodohkan anaknya yang masih berumur lima tahun (balita) dan bahkan ada yang menjodohkan anak10 Zamroni. 11 Sakral berarti suci.11 Sedangkan dalam masyarakat modern menganggap bahwa perkawinan adalah sebuah “kontrak sosial”.10 Hal tersebut tak lepas dari persepsi masyarakat tentang perkawinan. tetapi gundiknya dan memang disana gundik tidak dilarang. (Malang: PPs. Perkawinan sirri merupakan fenomena yang terkait erat dengan nilai sosial. maka menjawab saya bukan istrinya. Yang penulis maksud disini bukanlah proof marriage seperti di Swedia atau gundik-gundik di Negeria. Tradisi Nikah Sirri: Penyebab dan pengaruhnya bagi masyarakat pamekasan. Kecamatan Rembang. Universitas Muhammadiyah. Kabupaten Pasuruan Jatim. karenanya perkawinan sering merupakan sebuah pilihan. Secara umum dapat diajukan sebuah pandangan bahwa dalam masyarakat tradisional menganggap perkawinan sebagai “keharusan sosial” yang merupakan tradisi yang dianggap sakral. Tesis: (Depok: Universitas Indonesia. tetapi dalam tulisan ini mempunyai motif yang hampir sama dengan keadaan yang digambarkan diatas. terutama masyarakat yang tinggal di daerah pedesaaan atau pinggiran mempersepsikan perkawinan sebagai suatu “kewajiban sosial” daripada manifestasi kehendak tiap individu (terutama wanita). dengan beberapa variasi dari sudut pandang masyarakat yang fanatisme Islam tetapi kurang memahami hukum Islam dalam kaitannya dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dewasa ini. 12 . budaya dan agama dalam masyarakat. dan Sri Endang Kinasih. Mufassirah. Perkawinan Sirri di kangan Masyarakat Kalisat. studi Kasus di Desa Kalisat. 2002). Sebab-Sebab Perkawinan Di Bawah Umur dan Perkawinan Liar/Sirri di Kwanyar Kabupaten Bangkalan. Dalam konteks masyarakat Indonesia pada umumnya. 1996) . (Surabaya: IAIN Sunan Ampel. 2002).

Menurut pandangan mereka. Apabila melebihi umur tersebut ternyata belum juga menikah. 1999). Perkawinan lebih merupakan ritus kepuasan orangtua dan bukan kepentingan anak. seorang perempuan seharusnya sudah menikah tidak lama setelah mengalami haid yang pertama atau pada umur antara 12-15 tahun. 14 12 Latif Wiyata. juga didasarkan pada pertimbangan ekonomi (22. Oleh karena itu inisiatif menjodohkan anak dibawah umur hamper selalu datang dari pihak orangtua perempuan. Perkawinan tersebut disebut dengan kawin sirri. semua orrang akan mencemoohnya sebagai perempuan tidak laku (ta‟ paju lake). khususnya pada etnik Madura menunjukkan bahwa mereka mengawinkan anak gadisnya di bawah umur 16 tahun tanpa melalui KUA.32%). (Yogyakarta: LKiS. Carok: Konflik Kekerasan dan Harga Diri Orang Madura. 56-57 13 Indraswari. Penelitian Afdol (1983) di Kabupaten Bangkalan menunjukkan bahwa alasan mempercepat perkawinan bagi anak wanita selain alasan adat kebiasaan setempat (77.anaknya ketika masih berada dalam kandungan ibunya atau pada saat baru dilahirkan. Pada saat itulah kedua orangtuanya serta anak perempuan yang bersangkutan merasakan aib dan malu pada semua orang dilingkungan sosialnya. 1999) h. h. 95 13 . 140 14 Muhammad Sobary. Mempercepat mengawinkan anak wanita merupakan tuntutan agar anak segera “mentas” dan setelah itu orangtua mereka merasa puas karena telah menunaikan tugas sosial sebagaimana mestinya. Perempuan Dalam Budaya: Dominasi Simbolis dan Aktual Kaum Lelaki Dalam Menakar “Harga” Perempuan: Eksplorasi Lanjut atas Hak-Hak Reproduksi Perempuan Dalam Islam (Bandung: Mizan.78%).12 Penelitian Indraswari13 di Jawa Timur. 2002) h. Fenomena Kawin Muda dan Aborsi: Gambaran Kasus Dalam menakar “Harga” Perempuan: Eksplorasi Lanjut Atas Hak-Hak reprosuksi Perempuan Dalam Islam (Bandung: Mizan.

” Pendapat diatas menunjukkan tentang masih rendahnya jumlah penduduk yang melangsugkan perkawinan dan didaftarkan di KUA di beberapa desa di Kecamatan Tanjungbumi. Selain itu kawin sirri juga mengakibatkan hubungan kekuasaan antara laki-laki 14 . 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam. Kawin sirri jika dikaitkan dengan pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin maka wanita lebih terbebani daripada laki-laki karena ia tidak hanya sebagai ibu rumah tangga tapi juga sebagai kepala keluarga yang bertugas mencari nafkah. Effendi: “Kesadaran masyarakat untuk mendaftarkan perkawinannya ke KUA masih sangat rendah. Malaysia. di desa-desa tertentu masih banyak ditemui perkawinan yang tidak didaftarkan di KUA. Fenomena ini menarik untuk dikaji karena: 1. banyak didapati perkawinan yang tidak tercatat di KUA. Menurut Kepala KUA Tanjungbumi. Kabupaten Bangkalan yang mayoritas penduduknya beragama Islam.” Hal senada juga dikatakan oleh Kepada Desa Bumianyar. maka perkawinan tersebut dianggap tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum sehingga berpengaruh terhadap perwalian serta status istri dan anak guna mendapatkan segala hak yang menyangkut diri dan harta bendanya. Nasikhun mengatakan: “Di Kecamatan Tanjungbumi ini. yang demikian itu dilakaukan oleh masyarakat yang melangsungkan perkawinannnya di perantauan seperti Arab Saudi.Di Kecamatan Tanjungbumi. Kawin sirri jika dikaitkan dengan UU No. 2. Kalimantan dan lain-lain.

dimana hal tersebut bertentangan dengan wacana tentang perempuan yang kini banyak dibicarakan oleh kaum feminis. Kabupaten Bangkalan? 2. Meskipun kawin sirri mempunyai beberapa dampak diatas. perceraian dan penguasaan seksual. Tujuan Penelitian Penelitian ini mempunyai tujuan sebagai berikut : 1. 3. Artinya disaat mereka berbicara tentang ketidakadilan gender justru kaum perempuan yang lain terjebak dalam ketidakadilan itu. membuat perempuan terjebak pada sistem patriarki. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. Hal ini bisa terlihat bagaimana berlakunya hukum agama dan hukum adat terutama dalam membuat keputusan menikah (berkeluarga). namun perkewinan tersebut saat ini berkembang secara diam-diam dengan beragam bentuk dan alasan. Bagaimana pula pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga? C. Kecamatan Tanjungbumi. tercermin dalam hal menentukan calon pengantin. penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut: 1. Faktor apakah yang menyebabkan kawin sirri terjadi di Desa Bumianyar. Tujuan umum Menganalisis dan mendeskripsikan kawin sirri yang dilakukan oleh penduduk Bumianyar 15 .(suami) tidak setara dengan wanita (istri). B.

khususnya dalam kajian kawin sirri dan pengaruhnya terhadap hubungan dalam keluarga.2. Tujuan khusus a. terutama pada pasutri kawin sirri tentang pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga. Menganalisis dan mendeskripsikan pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga. khususnya masyarakat pedesaan. Manfaat Penelitian Sehubungan dengan tujuan penelitian yang hendak dicapai di atas. D. Memberi masukan pada pemerintah. 3. yaitu sumbangan data berupa khazanah keilmuan tentang gender. Memberi kontribusi pada masyarakat. psikologis maupun yuridis dengan segala akibat hukum dan konsekuensinya. tentang masih banyaknya masyarakat yang tidak mengetahui akan fungsi surat nikah. sehingga dapat menjadi pertimbangan bagi pasangan yang sudah maupun akan kawin sirri untuk segera mendaftarkan perkawinannya di KUA. 16 . dalam konteks kehidupan masyarakat. Memberi kontribusi ilmiah. Menganalisis dan mendeskripsikan mengapa terjadi kawin sirri di Desa Bumianyar b. mengingat kawin sirri merupakan salah satu wujud fanatisme masyarakat terhadap kyai. maka penelitian ini di harapkan dapat memberi manfaat sebagai berikut : 1. sehingga memotivasi pemerintah untuk meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya pencatatan perkawinan dengan bekerjasama dengan kyai dan tokoh masyarakat setempat. 2. bangsa dan negara baik secara sosiologis.

yang dilakukan di desa Bumianyar. termasuk pasangan kawin sirri. sehingga praktek kawin sirri diperantauan lebih banyak dilakukan oleh penduduk desa Bumianyar dibandingkan desa lainnya. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (filed reseach) dengan menggunakan pendekatan studi kasus (case study). 17 . Desa Bumianyar memiliki penduduk merantau yang tinggi dibandingkan desa lainnya. 1.E. Kabupaten Bangkalan. Kecamatan tanjungbumi. b. Penulis adalah orang yang dilahirkan di Desa Bumianyar dan memiliki hubungan baik dengan masyarakat dan penduduk Bumianyar. maka pengamatan lapangan hanya difokuskan pada kasus kawin sirri yang terjadi desa Bumianyar sebagai tempat tinggal penulis. Pemilihan Lokasi Penelitian Meskipun obyek penelitian adalah kasus kawin sirri yang dapat ditemukan diseluruh kecamatan Tanjungbumi. sehingga penulis dapat dengan mudah bergaul dan ikut dalam berbagai aktivitas mereka guna mendapat data tentang kawin sirri. akan tetapi oleh karena suatu alasan dan pertimbangan terutama masalah dana dan waktu. Pertimbangan memilih Desa Bumianyar ini mempunyai arti yang signifikan dalam hal kegiatan operasional dilapangan karena: a.

1997).2. 61-70 18 . maka besar kecilnya informan bukan menjadi prioritas utama dalam upaya penggalian data. Bahar-Hasna dan indra adalah pasangan yang melakukan kawin sirri lebih dari 2 tahun dan kenal baik dengan peneliti. Latief –Rahma. Misalnya pasangan HendraVita. karena tempat tinggalnya berdekatan dan sekarang tinggal peneliti di desa Bumianyar. Informan yang baik mengetahui budayanya atau paling tidak harus mempunyai keterlibatan dalam suasana budaya selama 1 tahun. h. Metode Etnografi. Spradley 15 menyebutkan bahwa paling sedikit ada lima kreteria yang perlu diperhatikan dalam memilih informan yang baik yaitu: a) Enkulturasi penuh Enkulturasi merupakan proses alami dalam mempelajari suatu budaya tertentu. b) Keterlibatan langsung Informan adalah orang yang terlibat langsung dengan topik yang sedang diteliti. Penentuan Informan Mengingat penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Dalam penelitian ini semua informan yang terpilih adalah individu atau pasangan yang telah atau sedang melakukan kawin sirri dan saat ini berada di desa Bumianyar.Sredley. Yogyaksarta: PT. Tiara Wacana. namun yang menjadi titik penting adalah kualitas informan dalam memberikan data yang jelas dan akurat sesuai dengan kebutuhan. 15 James P. .

Indra dan Rudi) dan 5 pasangan 19 . sehingga bersifat apa adanya. 2.c) Suasana Budaya yang tidak dikenal Artinya peneliti tidak mengetahui suasana budaya yang diteliti sehingga mengalami kesulitan dalam memilih informan. Hal ini diharapkan diperoleh banyak informasi yang dibutuhkan oleh peneliti. pegawai KUA. d) Cukup waktu Penelitian hendaknya dilakukan dengan memilih informan yang memiliki cukup waktu untuk dimintai informasi. tokoh masyarakat dan kiai sebagai orang yang berperan dalam menikahkan orang-orang yang melakukan kawin sirri. Individu-individu atau pasangan yang telah atau sedang melakukan kawin sirri yang terdiri dari 3 individu kawin sirri (Ninan. Individu-individu yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang baik tentang permasalahan yang diteliti. meliputi perangkat desa. mengingat peneliti adalah orang yang dilahirkan di desa Bumianyar sehingga penelitilebih obyektif dalam memilih informan. e) Non analitik Informan adalah orang yang dalam memberikan informasi tidak menganalisis atau mengolah pertanyaan terlebih dahulu. Misalnya dalam melakukan wawancara dilakukan pada saat pasangan kawin sirri sedang santai pada malam hari. namun dalam penelitian ini. peneliti mengenal baik suasana budaya yang diteliti. Dalam penelitian ini yang termasuk informan adalah: 1.

Moh. Jawahir. Latief-Rahma. dengan ikut serta dalam berbagai aktivitas. Pengamatan terlibat (observasi participant) Suatu teknik yang mengharuskan peneliti melibatkan diri kedalam berbagai aktivitas dan kehidupan masyarakat setempat. Sedangkan untuk menemukan informan yang melakukan kawin siriri di perantauan peneliti menemui orasng yang sering pergi merantau yaitu Seniwi dan Mat Solli. kedua pasangan tersebut melakukan kawin sirri di perantauan. dan Hadi-Ina) kedua pasangan tersebut melakukan kawin sirri di desa Bumianyar. tidaklah sulit bagi penulis yaitu dengan cara menemui tokoh masyarakat seperti H. melakukan interaksi sosial untuk menemukan pemahaman masyarakat tentang kawin sirri. Kegiatan ini dilakukan secara intensif sejak pertengahan Maret. Pengumpulan Data Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan melalui proses: 1. kecuali pasangan Hadi-Ina melakukan kawin sirri di luar desa Bumianyar (yaitu di Desa Katol. Kabupaten Bangkalan). Dalam hal ini peneliti lakukan ketika pulang ke desa Bumianyar. Mastur dan Kiai di Kecamatan Tanjungbumi yaitu KH.suami istri kawin sirri (Sahrul-Ulfa. Sedangkan pasangan Anas-Titin dan Bahar-Hasna. 16 Dalam menemukan informan seperti individu atau pasangan yang telah atau sedang kawin sirri. 3. 16 Semua nama informan diatas bukan nama sebenarnya (disamarkan) 20 . Pada umumnya individu atau pasangan yang telah atau sedang melakukan kawin sirriterbuka dan tidak malu menceritakan pengalamannya.

peneliti sering berkunjung ke rumah pasangan kawin sirri. Misalnya. Bahasa yang dipergunakan dalam wawancara adalah bahasa Madura. Pertanyaan tersebut ditujukan kepada informan. (Surabaya: Airlangga University Press. h. Selanjutnya pertanyaan berikutnya didasarkan pada jawaban atas pertanyaan pokok tersebut.mendengarkan pandangan-pandangan dan merasakan keadaan pasangan kawin sirri. 17 Dalam wawancara mendalam. bahkan terkadang membantu pekerjaannya seperti memasak di dapur. 3. 2. 206 21 . Untuk menunjang wawancara mendalam peneliti menggunakan peralatan lain berupa buku catatan harian mengenai kegiatan penelitian dan tape recorder untuk merekam hasil wawancara. 1995). Hal ini dengan pertimbangan sebagai mekanisme adaptasi dan agar terkesan tidak berjarak antara peneliti dan informan. Metode Penelitian Sosial. di Kecamatan (tentang keluar masuknya penduduk). peneliti menyusun beberapa pertanyaan pokok sebagai pedoman untuk membuka pertanyaan. Wawancara mendalam (indepht interview) Wawancara mendalam adalah teknik pengumpulan data yang didasarkan pada percakapan secara intensif dengan suatu tujuan. Dokumentasi dan kepustakaan Dokumentasi dilakukan untuk memperoleh data dari desa (seperti demografi desa). Wawancara dengan pasangan suami istri kawin sirri dilakukan secara terpisah dalam waktu bersamaan untuk memperkecil kesempatan pasangan dalam menyamakan ceritanya. dan di KUA (data 17 Bagong Suyanto.

Data yang terkumpul kemudian diklasifikasi dan diidentifikasi berdasarkan pola. sejarah kawin sirri dalam pandangan hokum Islam dan Negara serta konsep dan teori menganai keluarga. yaitu: 1. wawancara mendalam. Selanjutnya data dikelompokkan dan dikategorikan. kemudian data tersebut diklasifikasikan. Cerai dan Rujuk / NTCR). agar dapat terlihat hubungan suatu gejala dengan gejala yang lain. Data yang terkumpul sejak awal penelitian. sehingga dapat mengumpulkan hasil yang ingin diucapai untuk menjawab permasalahan yang diajukan dalam penelitian. Data kepustakaan digunakan untuk memperoleh data tentang hasil penelitian sebelumnya. Tahap penemuan. tema dan sub-sub tema. selanjutnya diidentifikasi berdasarkan tema. Talak. kemudian diinterpretasikan melalui teori-teori yang relevan agar dapat dianalisis. Analisis dilakukan dalam tiga tahapan. kemudian dapat diklasifikasikan kedalam faktor penyebab kawin sirri. studi dokumentasi dan kepustakaan. 4.Nikah. misalnya rendahnya pemahaman masyarakat tentang fungsi surat nikah. Analisis data Teknik analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data yang berasal dari observasi participant. 22 . Data dipilah misalnya yang berkaitan dengan factor penyebab terjadinya kawin sirri dan pengaruhnya terhadap hubungan dalam keluarga.

Mengkategorikan setiap tema. merangkai dan menghubungkan data serta informasi agar dapat disusun. misalnya tentang faktor penyebab kawin sirri yang dilakukan di desa Bumianyar maupun di perantauan oleh penduduk Bumianyar. metode penelitian dan sistematika pembahasan Bab kedua. Tahap ini meliputi: a. kawin sirri 23 . Pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga. manfaat penelitian. artinya dengan melihat. rumusan masalah. tujuan penelitian. Tahap member kode. Sistematika Pembahasan Sistematika pembahasan dalan penelitian ini bibagi menjadi lima bab: Bab pertama. pada keluarga kawin sirri yang bercerai dan tidak bercerai. sehingga diperoleh pengertian dan premahaman.2. Selanjutnya ditulis dalam bentuk penulisan yang tujuannya untuk menjawab permasalahn mengenai faktor penyebab terjadinya kawin sirri dan pengaruhnya terhadap hubungan dalam keluarga. 3. Memilih data dengan cara memisahkan catatan lapangan dan bahan dokumen per tema. Tahap penulisan Merupakan tahap memahami data dalam bentuk penulisan secara lebih lanjut. mendiskusikan konsep-konsep yang terkait dengan kawin sirri. yang terdiri dari: pengertian kawin sirri. menyajikan pendahuluan yang terdiri dari: latar belakang masalah. b. F. sejarah dan perkembangan kawin sirri.

dalam pandangan hokum Islam dan kawin sirri dalam pandangan hokum Negara. tempat pelaksanaan kawin sirri. memaparkan hasil penelitian yang terdiri atas factor penyebab kawin sirri yang dilakukan di desa Bumianyar dan dilakukan di perantauan. serta pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga. pada keluarga kawin sirri yang bercerai dan tidak bercerai Bab kelima. hubungan-hubungan keluarga. keagamaan. fungsi dan peranan anggota keluarga. yang meliputi: bentuk kawin sirri. Selain itu juga membahad tentang konsep-konsep keluarga kaitannya dengan kawin sirri seperti: tipe-tipe keluarga. pendidikan. pemukiman. system kekerabatan. sejarah kawin sirri dan proses pelaksanaan kawin sirri Bab keempat. 24 . mendeskripsikan lokasi penelitian yang terdiri dari sejarah penduduk Bumianyar merantau. Bab ketiga. letak dan luas wilayah. Selain itu juga mendeskripsikan tentang perkawinan sirri. dan pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga. demografi. merupakan bab terakhir yang berisi tentang kesimpulan dan saran yang diperlukan dalam menunjang penelitian ini.

“Aqad” artinya ikatan atau perjanjian. Status Perkawinan Antar Agama: Di Tinjau dari Undang-Undang Perkawinan No. Arti sebenarnya nikah adalah “dham” yang artinya “menghimpit”. Arti kiasannya adalah sama dengan “wathaa”. atau “berkumpul”. Kawin Sirri Perkawinan dalam bahasa Arab adalah “nikah”. (Jakarta: Dian Rakyat. terutama persetubuhan. Menurut Koentjaningrat 20 perkawinan adalah suatu peralihan lifecycle dari tingkat hidup remaja ketingkat berkeluarga dari semua manusia di dunia.BAB II TINJAUAN TEORITIS A. h. 25 . Beberapa Pokok Antropologi Sosial. 93-94. Jadi “aqad nikah” artinya perjanjian untuk mengikatkan diri dalam perkawinan antara seorang wanita dengan seorang laki-laki. (Jakarta: Erlangga. 1992). memiliki dua arti. Menurut hukum Islam. “menindih”. Haviland.. 28 19 William A. (Jakarta: Dian Rakyat. maka perkawinan merupakan pengatur kelakuan manusia yang bersangkut paut dengan kehidupan seksnya. Dengan demikian. Alih Bahasa: R. 18 Menurut Haviland19 perkawinan adalah suatu transaksi atau kontrak yang sah dan resmi antara seorang wanita dan seorang pria yang mengukuhkan hak mereka yang tetap untuk berhubungan seks satu sama lain dan yang menegaskan bahwa wanita yang bersangkutan sudah memenuhi syarat untuk melahirkan. h. 1986). dipandang dari sudut kebudayaan manusia. yang artinya “bersetubuh”. nikah itu pada hakekatnya ialah “aqad” antara calon suami-istri untuk membolehkan keduanya bergaul sebagai suami iatri. 1 Tahun 1974. 77 20 Koentjaraningrat. h. 1985). arti yang sebenarnaya dan arti kiasan. ialah kelakuan-kelakuan seks. Selain sebagai pengatur kelakuan 18 Asmin.G Soekardijo. Antopologi II.

seks, perkawinan mempunyai berbagai fungsi lain dari kehidupan kebudayaan dan masyarakat manusia. Pertama memberi ketentuan hak dan kewajiban serta perlindungan kepada hasil persetubuhan, yaitu anak-anak; kemudian perkawinan juga memenuhi kebutuhan manusia akan seorang teman hidup, memenuhi kebutuhan akan harta, akan gengsi dan kelas masyarakat dan pemeliharaan hubungan baik antara kelompok-kelompok kerabat tertentu sering juga merupakan alasan dari perkawinan. Menurut wawancara dengan seorang kiai di kecamatan tanjungbumi (KH. Jawahir) mengatakan bahwa masyarakat awam memiliki pemahaman tentang perkawiann sebagai suatu ikatan antara laki-laki ddan wanita untuk hidup bersama dan untuk mendapatkan keturunan yang sah berdasarkan hukum agama Islam. Yang digaris bawahi disini adalah yang penting sah menurut hukum agama Islam. Di samping itu, masyarakat awam juga menganggap perkawinan sebagai “kewajiban sosial” daripada manifestasi kehendak bebas tiap individu. Oleh karena itu, perkawinan dianggap sebagai “keharusan sosial” yang merupakan tradisi yang dianggap sakral. Jika diklasifikasi berdasarkan tingkat pemahaman masyarakat tentang hukum perkawinan dan usia menikah, maka di masyarakat Bumianyar terdapat tiga bentuk perkawinan yaitu: 1. Perkawinan di KUA Yang dimaksud dengan perkawinan di KUA disini adalah perkawinan yang dilakukan di KUA atau perkawinan yang dilakukan dihadapan Pegawai Pencatat Nikah (PPN) dan dicatatkan di KUA, seperti yang diatur dan ditentukan oleh UU No.1 Tahun 1974. Bentuk perkawinan ini dilakukan oleh masyarakat yang

26

menyadari akan penting hukum Negara, selain hukum Islam. Karena perkawinan bukan hanya dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT (hablum minallah) tapi juga harus dipertanggungjawabakan dihadapan hukum Negara (hablum minannas), karena menyangkut ikatan antara manusia satu dengan lainnya yaitu suami, istri, dan anak serta keluarga besar diantara susmi dan istri. 2. Perkawinan sirri Yang dimaksud dengan perkawinan sirri adalah perkawinan yang tidak dilakukan dihadapan PPN dan tidak dicatatkan di KUA. Perkawinan ini oleh Ramulyo disebut dengan istilah perkawinan dibawah tangan. Perkawinan ini biasanya dilakukan oleh kiai atau ulama atau orang yang dipandang telah mengetahui hukum-hukum munakahat (pernikahan).21 Kata sirri berasal dari bahasa Arab sirri, israar yang berarti rahasia. 22 Kawin sirri menurut arti katanya adalah nikah yang dilakukan dengan sembunyisembunyi atau rahasia. Sedangkan dalam prakteknya di masyarakat kawin sirri adalah perkawinan yang tidak disaksikan oleh orang banyak dan tidak dilakukan dihadapan PPN serta tidak dicatat di KUA setempat. 3. Perkawinan dibawah umur Perkawinan yang dilakukan sebelum usia 16 tahun bagi wanita, dan 19 tahun bagi laki-laki. Batasan ini mengacu pada ketentuan formal batas minimum usia menikah yang berlaku di Indonesia, pasal 7 ayat (1). Perkawinan ini biasanya dilakukan oleh masyarakat karena dua alasan, pertama alasan perjodohan. Dalam

21
22

A. Zuhdi Muhdor , Memahami Hukum Perkawinan, (Bandung: Al-Bayan 1994), h. 22

Mahmud Yunus, Kamus Arab Indonesia, (Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir AlQur’an, 1973), h. 167

27

perjodohan biasanya yang menentukan pasangan dan waktu menikah adalah orangtua laki-laki. Kedua, kemauan anak sendiri. Biasanya anak laki-laki ngotot minta dinikahkan ke orangtuanya, meski ia dan pasangannya belum memenuhi batas minimal usia menikah dan belum mempunyai pekerjaan. Kuatir anaknya salah pergaulan dan berdosa, orangtua menikahkan anaknya dan biasanya biaya hidup anak setelah menikah akan ditanggung oleh orangtua. Ketiga bentuk perkawinan diatas oleh masyarakat Bumianyar dianggap sah. Namun dari ketiga bentuk perkawinan yang terdapat di desa Bumianyar, peneliti hanya mengkaji kawin sirri dan perkawinan dibawah umur. Perkawinan dibawah umur dalam penelitian ini tidak dibahas dalam bahasan tersendiri tapi menjadi satu kesatuan dalam pembahasan kawin sirri, yaitu menjadi salah satu fakctor penyebab terjadinya kawin sirri di desa Bumianyar. 1. Sejarah Dan Perkembangan Kawin Sirri Istilah kawin sirri, sebenarnya bukan masalah baru dalam masyarakat Islam, sebab kitab Al-Muwatha’, mencatat bahwa istilah nikah sirri itu berasal dari ucapan Umar bin Khattab r.a ketika diberitahu bahwa telah terjadi perkawinan yang tidak di hadiri oleh saksi kecuali hanya seorang laki-laki dan seorang perempuan, maka Ia berkata yang artinya:”Ini nikah sirri, aku tidak memperbolehkannya dan sekiranya aku datang pasti aku rajam”23 Pengertian kawin sirri dalam persepsi Umar tersebut di dasarkan adanya kasus perkawinan yang hanya dengan menghadirkan seorang saksi laki-laki dan seorang perempuan. Ini berarti syarat jumlah saksi belum terpenuhi, kalau jumlah saksi belum

23

Lihat Al-Muwatha’ II, Dar Al-Fikri, hal 439

28

163 29 .24 Ulama-ulama besar sesudahnya pun seperti Abu Hanifah. Kehadiran saksi pada waktu melakukan akad nikah. hal 17 26 Khoirudin Nasution. Malik dan Syafi’i berpendapat bahwa nikah sirri itu tidak boleh dan jika terjadi maka harus di fasakh (batal). h. . maka perkawinan semacam ini menurut Umar di pandang sebagai nikah sirri. maka perkawinan yang ada saksi tetapi tidak ada pengumuman adalah perkawinan yang tidak memenuhi syarat. 26 Akan tetapi Menurut Zahrah dalam Nasution. sudah cukup mewakili pengumuman bahkan meskipun minta dirahasiakan.lengkap meskipun sudah ada yang datang. 2002). Ulama sepakat fungsi saksi adalah pengumuman (i‟lan wa syuhr) kepada masyarakat tentang adanya perkawinan. sebab menurutnya tidak ada lagi rahasia kalau sudah ada empat orang. ulama besar berbeda pendapat. Namun Abu Hanifah.Status Wanita Di Asia Tenggara: Studi Terhadap Perundang-Undangan Perkawinan Muslim Konyemporer Di Indonesia dan Malaysia. Syafi’i dan Ibnu Mundzir berpendapat bahwa nikah semacam itu sah. Jakarta: INIS.25 Namun apabila saksi telah terpenuhi tapi para saksi di pesan oleh wali nikah untuk merahasiakan perkawinan yang mereka saksikan. 24 25 Lihat Aziz dalam Jurnal Ilmiah Mihrab. Edisi September 2001 Lihat Bidayatul Mujtahid. dalam perkembangannya di masyarakat Islam. Dengan demikian dapat ditarik pengertian bahwa kawin sirri itu berkaitan dengan fungsi saksi. Abu Hanifah dan Syai’i menilai nikah tersebut bukan nikah sirri karena fungsi saksi itu sendiri adalah pengumumnan (i‟lan). Imam Malik memandang perkawinan itu termasuk nikah sirri dan harus di fasakh. Keberadaan saksi hanya pelengkap. karena yang menjadi syarat mutlak sahnya perkawinan adalah pengumuman (i‟lan). kawin sirri di pandang sebagai perkawinan yang sah menurut agama. Karena itu kalau sudah disaksikan tidak perlu lagi ada pengumuman khusus.

kawin sirri dipandang sebagai perkawinan yang sah menurut agama. dan Hukum Positif. 1 Surabaya: PP/SW Lembaga Penelitian UNAIR 30 Muhammad Yusuf. Dua orang saksi 4. 1 Tahun 1974. Memahami Hukum Perkawinan. 2002). (Jakarta: Bumi Aksara. Calon pengantin laki-laki dan perempuan 2. Vol.22 Hariadi. Wali pengantin perempuan 3.28 Akan tetapi dalam perkembangannya di masyarakat Islam. Zuhdi Muhdhor . Kawin Sirri sebagai Siasat Kawin Dalam Media Studi Wanita. (Jember: PMII Fakultas Hukum. Hukum Perkawinan Islam. 27 28 29 Idris Ramulyo.239 A. Makalah Seminar Sehari Kawin Sirri Ditinjau Dari Sudut Agama. Wirawan dalam Hariadi 29 menyatakan kawin sirri merupakan salah satu bentuk perkawinan yang dikenal oleh masyarakat Indonesia. yang oleh Ramulyo di sebut “perkawinan di bawah tangan”27 Perkawinan ini biasanya dilakukan oleh kiai atau ulama atau orang yang dipandang telah mengetahui hukum-hukum munakahat (pernikahan). Islam Memandang Kawin Sirri. 1994). Sosiologi. (Bandung: Al-Bayan. yaitu suatu perkawinan yang dilakukan oleh masyarakat Islam dengan modin atau kiai sebagai pelaksananya (yang mengukuhkan). h.Yang dimaksud dengan perkawinan sirri adalah perkawinan yang memenuhi rukun dan syarat perkawinan tapi tidak di daftarkan di PPN seperti yang diatur dan di tentukan oleh UUP no. Ijab dan qobul Syarat-syarat diatas disebut sebagai rukun atau syarat wajib nikah. Psikologi. h. Sementara Muhammad30 menyebutkan bahwa kawin sirri dalam pandangan Islam adalah perkawinan yang dilaksanakan sekedar memenuhi ketentuan mutlak untuk sahnya akad nikah yang ditandai dengan adanya: 1. 1991) 30 .

khususnya mengenai pengumuman perkawinan atau yang dusebut walimah/perayaan. Pada perkembangan selanjutnya. 17 31 . Lihat Al-Muwatha. Ramulyo. memenuhi baik rukun maupun syarat-syarat perkawinana tetapi tidak didaftarkan pada PPN seperti diatur dan ditentukan UU No. 2. dalam proses kawin sirri yang dilaksanakan hanya wajib atau rukun nikahnya saja. istilah sirri ini kemudian dikaitkan dengan aturan-aturan yang ditetapkan pemerintah sehingga kawin sirri bermakna kawin yang tidak dicatatkan petugas yang telah ditunjuk oleh pemerintah yaitu KUA. 2002). 32 Ulama besar seperti Abu Hanifah. Khutbah nikah 2. Hukum Perkawinan Islam. 1 Tahun 1974. 239. terdapat sunah nikah yang perlu juga dilakukan sebagai berikut: 1. (Jakarta: Bumi Aksara. h. h.33 Namun dalam 31 32 33 Idris. sedangkan sunah nikah tidak dilakukan. kawin sirri pada awalnya merupakan perkawinan yang dilarang dalam Islam karena tidak memenuhi rukun dan syarat perkawinan yang berupa saksi. Menyebutkan mahar dan kawin Dengan demikian. Keadaan demikian disebut sunyi atau rahasia atau sirri. Demikian halnya dengan praktek kawin sirri yang terjadi di desa Bumianyar. Sebagaimana dikatakan Ramulyo 31 yaitu perkawinan yang dilakukan oleh orang-orang Islam. Dengan demikian orang yang mengetahui perkawinan tersebut juga terbatas pada kalangan tertentu saja. h. Pengumuman perkawinan dengan menyelenggarakan walimah/perayaan 3. Kawin Sirri Dalam Pandangan Hukum Islam Merujuk pada sejarah dan perkembangannya. Malik dan Syafi’i sepakat kalau perkawinan tersebut difasakh.Selain itu. 439 Lihat Bidayatul Mujtahid.

An-Nisa 59 36 Lihat UU No. 34 Meskipun kawin sirri sah menurut Islam tapi hal tersebut kurang sesuai dengan ajaran Islam.22 Tahun 1946. UU No. Talak dan Rujuk. 3. op. sebagaimana diatur oleh undang-undang.perkembangannya dalam masyarakat Islam. h. Kawin Sirri Dalam Pandangan Hukum Negara Kawin sirri jika dikaitkan dengan hukum negara sebenarnya berkaitan dengan pencatatan perkawinan pada instansi pemerintah yang berwenang yaitu KUA. Kemudian kawin sirri berkembang kembali ketika dikaitkan dengan aturan yang ditetapkan pemerintah sehingga kawin sirri bermakna perkawinan yang tidak dicatatkan di KUA.1 Tahun 1974. maka orang yang melakukan kawin sirri berarti tidak taat pada pemerintah yang telah menetapkan untuk mencatatkan perkawinannnya di KUA. Hukum Perkawinan Islam. taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kalian kepada rasul dan kepada pemerintah yang sah (ulil „amri minkum). 239 Lihat.”35 Berdasarkan firman tersebut. sebenarnya bukanlah UU pertama yang mengatur tentang pencatatan perkawinan bagi muslim Indonesia. QS. 37 Lebih tegas tentang pencatatn dan 34 35 Idris Ramulyo.22 Tahun 1946 pasal 1 ayat (1) 37 Lihat UU No. disebutkan: (1) perkawinan diawasi oleh PPN. yang mengatur tentang pencatatan Nikah. Sebelumnya sudah ada UU No. dan firman Allah yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman. kawin sirri merupakan perkawinan yang memenuhi rukun dan syarat perkawinan sehingga masyarakat memandang sah menurut agama (Islam). 36 (2) bagi pasangan yang melakukan perkawinan tanpa pengawasan dari PPN dikenakan hukuman karena merupakan suatu pelanggarn.22 Tahun 1946 pasal 3 ayat (1) 32 .cit. karena Nabi Muhammad SAW bersabda: “Umumkanlah perkawinan itu”.

44 38 39 Lihat penjelasan pasal 1 ayat (1) Lihat UU No.”40 Sedangkan dalam penjelasan UU No. bahwa dicatatkannya perkawinan agar mendapat kepastian hokum dan ketertiban. 41 Dalam Kompilasi Hukum Islam di Indonesia disebutkan. 43 Namun ditegaskan perkawinan yang dilakukan diluar PPN tidak mempunyai kekuatan hukum.3 dan 4) 33 . dan perkawinan hanya dapat dibuktikan dengan Akta Nikah yang dibuat oleh PPN. dan (2) maksud hukum agama termasuk ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 38 Kemudian dalam UU No. apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu.1 Tahun 1974 pasal 2 ayat (2) 40 Lihat UU No.2.tujuan pencatatan perkawinan ditemukan dalam penjelasannya.1 Tahun 1974 ayat (1 dan 2) 42 Lihat KHI pasal 5 ayat (2) dan pasal 6 ayat (1) 43 Lihat KHI pasal 5 ayat (1) 44 Lihat KHI pasal 6 ayat (1).1 Tahun 1974 tentang pencatatan dan sahnya perkawinan disebutkan : (1) tidak ada perkawinan diluar hukum agama.1 Tahun 1974 tentang pencatatan perkawinan disebutkan.1 Tahun 1974 pasal 2 ayat (1) 41 Lihat penjelasan UU No. tujuan pencatatan perkawinan yang dilakukan dihadapan dan dibawah pengawasan PPN 42 adalah untuk terjaminnya ketertiban perkawinan. pasal 7 ayat (1.”39 Sementara pada pasal lain disebutkan.”tiap-tiap perkawinan dicatat menurut perundang-undangan yang berlaku.”perkawinan adalah sah.

hubungan antar keluarga didasari atas kasih sayang dan tanggung jawab keluarga ialah mengembangkan anak agar setelah dewasa menjadi individu yang mampu mengendalikan dirinya sendiri dan berguna untuk masyarakat.B. Kedua. keluarga adalah kelompok sosial yang terdiri dari seorang ayah. 1. anak-anaknya yang tergantung kepadanya. 2001). Definisi yang agak lengkap diberikan oleh Borgadus dalam Suhendi46 : “…. h. sekelompok orang yang tinggal bersama berdasarkan hubungan darah. a mother. normally compossed of a father. Haviland. Antropologi II. h. Alih Bahasa R. Dari definisi diatas terdapat empat ciri keluarga. (Jakarta: Erlangga. Soekadijo. (Bandung: Pustaka Setia. and one or more of children. a. 73. ibu dan satu atau beberapa anak. Menurut 45 William A. dan setidaktidaknya seorang pria dewasa yang diikat oleh perkawinan atau hubungan darah. Tipe-Tipe keluarga Terdapat dua tipe keluarga yaitu keluarga inti dan keluarga luas. 1985. in which affection and responsibility are equitably shared and in which the children are reared to become self controlled and socially motivated persons.G. Family is a small social group. Pertama. perkawinan atau adopsi. 233 46 34 . Borgadus. Kawin Sirri dan Keluarga Menurut Haviland45 yang dimaksud keluarga adalah suatu kelompok yang terdiri atas seorang wanita. 1985. Keluarga Inti Keluarga inti (nuclear family) disebut juga keluarga batih adalah suatu kelompok kekerabatan sebagai akibat dari perkawinan. Ketiga. Pengantar Studi Sosiologi Keluarga.

keluarga luas verilokal. 110-111 49 Ibid. dan hidup tinggal bersama pada satu tempat artinya dalam satu rumah atau pada satu pekarangan. tetapi seluruhnya merupakan satu kesatuan sosial yang amat erat. Beberapa pokok Antropologi Sosial. keluarga luas uxorilokal yang berdasarkan adat 47 48 Koentjaraningrat. waktu ia sebagai anak-anak masih belum berdaya mendapat pengasuhan dan permulaan dari pendidikannya. 49 Berdasarkan komposisinya. istri dan anak-anak mereka yang bekum kawin. Anak tiri dan anak angkat yang secara resmi mempunyai wewenang yang kurang lebih dengan anak kandungnya. 1992). kelurga inti merupakan kelompok dimana si individu itu. yang berdasarkan adat verilokal yang terdiri dari satu keluarga inti senior dengan keluarga inti dari anak laki-laki. yaitu: pertama.47 Suatu keluarga inti terdiri atas seorang suami. yang berdasarkan adat utrolokal dan yang terdiri dari satu keluarga inti senior dan keluarga-keluarga batih anak-anak laki maupun perempuan. Keluarga Luas Keluarga luas (extended family) adalah kelompok kekerabatan yang terdiri lebih dari satu keluraga inti. keluarga luas utrolokal. 117 35 . Kedua. b. ada tiga macam keluarga luas. kelurga inti merupakan kelompok dimana si individu pada dasarnya dapat menikmati bantuan utama dari sesamanya serta keamanan dalam hidup. Kedua. h. Ketiga.Koentjaraningrat. yaitu: pertama. Koentjaraningrat48 mengatakan bahwa fungsi pokok keluarga ada dua. (Jakarta: Dian Rakyat. h. juga dapat dianggap sebagai anggota keluarga. h. 109 Ibid.

hubungan orangtua-anak dan hubungan antarsaudara (siblings). teman. Bila terjadi ketidaksepakatan. kepuasan seksual. a. (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. 100 36 . h. sama seperti uang dan barang berharga lainnya. pengertian dan komunikasi terbuka. istri dilihat sebagai pelengkap suami. Dalam pola perkawinan head complement. Dalam pola perkawinan owner property. yaitu hubungan suami-istri. 100 Ibid.O. istri adalah milik suami. Bunga Rampai Sosiologi Keluarga. Dengan demikian akan tercipta kestabilan dalam rumah tangga. Suami adalah “bos” dan istri harus tunduk padanya.uxorilokal dan yang terdiri dari satu keluarga inti senior dengan keluargakeluarga batih anak-anak perempuan. Suami istri memutuskan untuk mengatur kehidupan 50 51 T. h. 2. istri harus tunduk pada suami. senior junior partner dan equal partner. Hubungan-Hubungan dalam Keluarga Menurut Suleeman dalam Ihromi50 ada tiga bentuk hubungan dalam keluarga. dukungan emosi. Tugas suami adalah mencari nafkah dan tugas istri adalah menyediakan makanan untuk suami dan anak-anak dan menyelesaikan tugas rumah tangga yang lain karena suami telah bekerja untuk menghidupi dirinya dan anak-anaknya. Hubungan suami-istri Menurut Scanconi dalam Ihromi51 hubungan suami istri dapat dibedakan menurut pola perkawinan yang ada yaitu owner property. Suami diharapkan untuk memenuhi kebutuhan istri akan cinta dan kasih sayang. 1999). Ihromi. head complement.

Tugas suami masih sama mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. dan tugas istri masih tetap mengatur rumah tangga dan mendidik anak. Fungsi orangtua terhadap anak dianggap sudah seharusnya berlangsung karena orangtua bertanggungjawab atas anak-anak mereka. Pekerjaan suami sama pentingnya dengan pekerjaan istri. posisi istri tidak lebih sebagai pelengkap suami. tidak ada posisi yang lebih tinggi atau rendah diantara suami istri. Menurut Adam yang dikutip oleh 52 Ibid. Kini istri memiliki kekuasaan yang lebih besar dalam pengambilan keputusan. Perubahan ini terjadi karena istri juga memberikan sumbangan secara ekonomis. b. Dalam pola perkawinan equal partner. tetapi sudah menjadi teman. Dalam pola perkawinan senior junior partner. Dengan penghasilan yang didapat. h. Istri mendapat hak dan kewajiban yang sama untuk mengembangkan diri sepenuhnya dan melakukan tugas-tugas rumah tangga. Tetapi suami istri kini bisa merencanakan kegiatan bersama untuk mengisi waktu luang. Hubungan orangtua anak Menurut Ihromi52 hubungan orangtua anak biasanya hanya membahas fungsi anak terhadap orangtua dan bukan sebaliknya.bersama secara bersama-sama. istri tidak lagi sepenuhnya tergantung pada suami untuk hidup. artinya penghasilan istri bisa lebih timggi dari suami. 108 37 . meskipun pencari nafkah utama tetap suami. Dengan demikian istri bisa menjadi pencari nafkah utama.

Kewajiban moral seorang istri berbeda dengan kewajiban moral seorang suami. 110 38 . kelas sosial. Faktor lain yang ikut berpengaruh adalah lamanya pernikahan anak. 109 Ibid. dengan membimbing seluruh anggota keluarga agar berkembang sesuai dengan keinginannya dan mengawasi pendidikan anak-anaknya. umur. jumlah. rasio saudara laki-laki terhadap saudara perempuan. dan ia juga tema berbincang-bincang bagi suami. juga sebagai wakil keluarga bila berhubungan dengan masyarakat. kesepakan antara ibu dan ayah. jarak kelahiran. Sebaliknya istri adalah pusat kedamaian bagi keluarganya. Fungsi dan Peran Anggota Keluarga Dalam suatu rumah tangga kedudukan dan kewajiban antra suami istri tidaklah sama. tetapi pada jasa yang diberuikan pada anak. Suami adalah pelindung bagi istri dan anak-anaknya. c. bertanggungjawab terhadap kehidupan keluarga. h. bertugas mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga. h. Hubungan antarsaudara (siblings) Menurut Schvaneveld dan Ihinger dalam Ihromi 54 mengatakan hubungan antarsaudara dipengaruhi oleh jenis kelamin. diantaranya: kedekatan tempat tinggal tidak berpengaruh pada bantuan keuangan. dan persamaan kebudayaan dalam perkawinan. jenis kelamin anak.Lewis dalam Ihromi53 mengatakan hubungan orangtua anak dipengaruhi beberapa factor. 3. Suami berfungsi sebagai kepala keluarga. 53 54 Ibid. umur orangtua pada saat mempunyai anak pertama. dan umur anak pada saat mereka keluar rumah. melindungi keluarga.

proses perkawinan dan perceraian serta pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin atau peran dimana peran wanita sangat berkaitan erat sebagai ibu rumah tangga dan pencari nafkah keluarga. perkawinan sirri tidak mempengaruhi hubungan dalam keluarga. singkatnya mengurusi kehidupan rumah tangga. seperti berdagang. 4. Selain itu perkawinan sirri juga berpengaruh terhadap hubungan dalam keluarga. sebagaimana diatur dalam UU No. Apakah betul.Seorang istri mempunyai fungsi dan peranan mengatur dan mengelola rumah tangga dan meyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Selain itu akan dibahas pula pengaruh kawin sirri terhadap hubungan 39 . terutama pada status istri dan anak. sehingga menyebabkan perkawinan tersebut menurut hukum positif tidak mempunyai kekuatan hukum yang dapat menyulitkan berbagai pihak. membatik. yang tercermin dalam menentukan calon pengantin. dan membina anakdalam pendidikan. pembagian harta serta perwalian anak. membina kerukunan rumah tangga. yang akan diteliti di Desa Bumianyar. bertani atau menjadi buruh tani. Pengaruh Kawin Sirri Terhadap Hubungan Dalam Keluarga Yang dimaksud dengan pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga disini adalah bagaimana kawin sirri yang secara bahasa merupakan perkawinan rahasia dan didalam prakteknya merupakan perkawinan yang tidak diketahui oleh orang banyak dan tidak dicatatkan di KUA. dan bagaimana pula pengaruhnya?. kesehatan anak dan suami. Selain itu juga menyebabkan hubungan kekuasaan antara suami tidak setara dengan istri. mewakili suami.1 Tahun 1974. baik hubungan sebagai suami isti. dan hubungan antarsaudara (siblings). dan banyak pula yang bekerja membantu mencari nafkah bagi keluarganya. mengasuh anak. orangtua-anak.

penulis hanya mengambil mertua dalam membahas hubungan antara keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya. sepupu dari suami atau istri.dalam keluaraga pada keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya. keponakan dari pihak suami atau istri. Yang termasuk dalam keluarga rumah tanggga lainnya disini adalah orangtua suami atau istri (mertua). Kaitanya dengan penelitin ini. saudara-saudara suami atau istri. 40 .

Banjarmasin. sebenarnyamulai sebelum tahun 1980 penduduk Bumianyar sudah ada yang merantau tapi jumlahnya tidaklah banyak. hanya beberapa orang. hasilnya selalu merosot dan merosot bahkan hasil yang didapatkan tidak dapat mencukupi untuk mengembalikan modal yang dikeluarkan. Banjarmasin. penduduknya memiliki kebiasaan tempat merantau yang berbeda. misalnya kampung Prengkenek banyak merantau ke Kalimantan (Pontianak. Penduduk kampung Lobuk berdagang ke Kalimantan (Pontianak. tiap dusun/kampung. Hal tersebut hanya dilakukan oleh orang-orang yang tidak/sedikit mempunyai lahan pertanian.BAB III GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. ketika para penduduk selalu gagal dalam bertani. Sejarah Penduduk Bumianyar Merantau Sebenarnya sangat sulit dipastikan kapan persisnya penduduk Bumianyar mulai merantau. Palangkaraya dan Samarinda. Menurut informan. Tapi apabila dikaitkan dengan kondisi alam setempat yang tidak begitu subur dan terletak dipinggir laut. 41 . Penduduk kampung Telagah menjadi TKI ke Malaysia. Palangkaraya dan Samarinda). itupun hanya ke Kalimantan seperti Pontianak. sementara mata pencaharian penduduk adalah bertani. Penduduk kampung Kwanyar dan Nangger merantau dengan menjadi TKI ke Arab Saudi. Palangkaraya dan Samarinda). Banjarmasin. Menurut informan. maka diperkirakan penduduk bumianyar mulai banyak yang merantau sekitar tahun 1980-an. Deskripsi Lokasi Penelitian 1.

5. 2. jangankan untuk memperbaiki rumah. Sebelah selatan berbatasan dengan desa Tambak Pocok. Kabupaten Bangkalan.1 dibawah ini: Tabel 3. yang memilki luas sekitar 505. Letak dan Luas Wilayah Desa Bumianyar merupakan salah satu desa dari 14 desa yang ada di Kecamatan tanjungbumi. hasinya dapat mencukupi kebutuhan amakan sekelurga saja.Ada pemikiran. apa yang bisa diharapkan dari pertanian di desa Bumianyar ini kalau tidak merantau. itu sudah cukup.25 Ha. Adapun batas-batas desa meliputi: a. 2.10 Tlageh 113 Nangger 60 Prengkenek 169. Dusun Luas/Ha Lobuk 52 Kwanyar 102.1 Luas Wilayah per Ha Desa Bumianyar No 1. Hal ini dapat dilahat pada table 3.25 Sumber: monografi desa Bumianyar 2008 Desa Bumianyar terletak paling timur diantara 14 desa di Kecamatan Tanjungbumi. Sebelah utara berbatasan dengan laut Jawa b. yang terdiri dari lima dusun/kampong. desa Larangan Timur 42 . 3. Sebelah barat berbatasan dengan desa Paseseh c. 4.15 Jumlah 505. Hal tersebut menunjukkan bahwa alas an utama penduduk Bumianyar merantau adalah karena kondisi tanah yang kurang subur sehingga tidak mencukupi kebutuhan hidupnya.

yang kemudian secara administrative dikelompokkan kedalam 5 dusun. Dalam hal ini ada rumah-rumah penduduk mengelompok dalam satu pekarangan karena masih ada hubungan kerabat disebut tanean lanjeng. Rumah ini biasanya dimiliki oleh orang yang keluarganya ada diperantauan atau menjadi TKI dan sebagian kecil dimiliki oleh orang yang punya usaha di daerahnya sendiri dan berdagang antar pulau. Terdapat 43 . 4. dengan perbandingan jumlah penduduk wanita lebih banyak daripada laki-laki. Desa Bumianyar terbagi dalam 8 kampung. Demografi Penduduk Bumianyar beradasarkan data monografi desa periode 2008 sebanyak 2. Sebelah timur berbatasan dengan desa Trapang. kecamatan Banyuates. kabupaten Sampang 3. Pembagian yang lain juga dilakukanberdasarkan hubungan kekerabatan. lantainya sudah disemen/keramik dengan atap rumah dari genting.104 jiwa. Dilihat dari fisik bangunan rumah penduduk Bumianyar (kurang lebih 60 persen) sudah permanen. dimana setiap dusun secara administrative dibagi kedalam rukun tetangga (RT). Hal ini karena pekarangan milik orangtua mereka cukup luas sehingga memungkinkan keturunannya untuk membangun rumah mengelompok dalam pekarangan tersebut.d. yang terbagi dalam 771 kepala keluarga (KK). Namun juga ada rumah penduduk Bumianyar (kurang lebih 40 persen masih semi permanen yaitu rumah yang terbuat dari kayu dengan atap genting. yaitu rumah dindingnya terbuat dari tembok. Pemukiman Dalam hal pola pemukiman.

buruh tani. Prengkenek 513 Jumlah 2. tapi hanya membuka usaha. Dilihat lihat dari mata pencaharian penduduk bumianyar sangatlah beragam. pegawai negeri dan pegawai swasta. Mata Pencaharian Tani Buruh tani Nelayab Dagang Pegawai negeri jumlah 525 235 123 97 9 44 . Kwanyar 402 3.perbedaan distribusi jumlah penduduk diantara dusun. 5.123 Dilihat dari jumlah penduduk berdasarkan kewarganegaraan. Hal ini dapat dilihat pada table dibawah ini: Tabel 3. 3. nelayan. Meskipun ada beberapa orang Arab. dagang. tidak ada satu pun orang asingyang bertempat tinggal di desa Bumianyar. Untuk lebih jelasnya. komposisi mata pencaharian penduduk Bumianyar dapat dilihat pada table berikut: Tabel 3.3 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Pekerjaan No 1. diantaranya bertani. tetapi mereka bukanlah penduduk tetap.2 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin Jumlah Penduduk 1. Tlageh 411 4. Lobuk 350 2. 2. Nangger 378 5.104 Sumber: Monografi desa Bumianyar 2008 No Dusun Laki-laki 165 200 202 150 233 981 Perempuan 185 202 209 208 280 1. 4. yang setiap harinya dating untuk membuka usahanya.

6

Pegawai swasta Jumlah Sumber: Monografi desa Bumianyar 2008

25 1.104

Selain mata pencaharian tersebut diatas, penduduk Bumianyar terutama wanita mempunyai pekerjaan sampingan untuk tambahan

penghasilan yang berupa “membatik”. Upah yang diperoleh dari satu batik berkisar antara Rp 20.000,- s/d Rp 80.000,Adapun sarana transportasi yang berupa jalan, sebagian besar desa Bumianyar telah diaspal dan dapat dilalui oleh kendaraan roda empat. Alat transportasi yang digunakan penduduk adalah angkutan umum yang berupa colt, pick up, sepeda motor dan sepeda pancal (tapi sudah jarang). Adapun sarana komunikasi yang tersedia adalah HP, telepon rumah dan wartel. 5. Pendidikan Pendidikan yang diterapkan di masyarakat Bumianyar tidak lepas dari agama Islam. Dalam penelitian ini, ditemukan hamper semua penduduk yang berusia 40 tahun keatas bisa membaca Al-Qur’an dan kebanyakan dari mereka tidak sekolah sehingga buta huruf latin. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table dibawah ini: Tabel 3.4 Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan No 1. 2. 3. 4. Tingkat Pendidikan Perguruan Tinggi SLTA/MA SLTP/MTs SD/MI Jumlah 35 65 115 1.130

45

5. 6.

Buta Huruf Belum Sekolah Jumalh Sumber: Monografi Desa Bumianyar 2008 6. Keagamaan

550 209 2.104

Desa Bumianyar penduduknya fanatik terhadap ajaran agama Islam. Artinya segala tingkah laku masyarakat harus disesuaikan dengan unsur-unsur syari’ah Islam, yaitu norma-norma yang didasarkan pada ajaran agama Islam. Dalam hal keagamaan, peranan kiai yang sekaligus menjadi tokoh masyarakat sangat besar, karena nasehat dan pendapatnya menjadi pegangan yang kuat dalam kehidupan sehari-hari, seolah-olah kata-kata kiai harus dituruti supaya hidup selamat dan berhasil. Oleh karena itu penduduk Bumianyar menaruh hormat pada kiai selain pada bapak, ibu, guru, dan ratu. Dalam berbagai aktivitas maupun keseharian, wanita selalu

menggunakan pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya yang menurut hokum Islam merupakan kewajiban bagi wanita supaya terhindar dari “dosa” dan “zina.” Manifestasi lain yang berhubungan dengan ajaran Islam yaitu terlihat dari berbagai aktivitas keagamaan seperti slawadhan.55 Dan perayaan besar hari-hari Islam seperti Isra’ Mi’raj dan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mengadakan pengajian dan ceramah agama secara besar-besaran, dan di bulan Ramadhan dengan tarawih dan tadarus sampai pagi hari jam 03.00 wib.

55

Slawadhan adalah suatu kegiatan yang didalamnya diisi dengan membaca tahlil dan sholawat (pujipujian kepada Nabi Muhammad SAW) secara bersama-sama.

46

7. Sistem Kekerabatan Ikatan kekerabatan dalam masyarakat Madura terbentuk melalui keturunan, baik dari keluarga berdasarkan garis ayah maupun ibu (paternal dan maternal relatives). Tetapi pada umumnya ikatan kekerabatan antar sesama keluarga lebih erat dari keturunan ayah yang cenderung

mendominasi. 56 Demikian halnya dengan kekerabatan pada masyarakat Bumianyar dalam hal perkawinan menarik garis keturunan melalui garis lakilaki atau bapak. (patrilinial). Hal ini dapat dilihat dari akad nikah, dimana para wali dari pihak pengantin wanita selalu dihitung dari anggota kerabat dekat melalui garis laki-laki yang berdasarkan pada hokum Islam, sebagai berikut: 1) bapak; 2) kakek; yaitu bapak dari bapak; 3) saudara laki-laki sekandung; 4) saudara laki-laki sebapak; 5) anak laki-laki dari saudara laki-laki sekandung; 6) anak laki-laki dari dari saudara laki-laki sebapak; 7) saudara bapak yang laki-laki (paman); 8) anak laki-laki dari paman; 9) hakim. Suatu perkawinan baru dianggap sah bila dinikahkan oleh wali yang terdekat lebih dahulu. Bila tidak ada yang dekat, baru dilihat urutannya secara tertib. Selanjutnya bila yang jauhpun tidak ada, maka hakimlah yang bertindak sebagai wali sebagai syarat beragama Islam, baligh, berakal, laki-laki dan adil. Selain didasarkan atas hubungan kekerabatan yang sering disebut tretan, juga didasarkan atas hubungan ketetanggaaan, yang sering disebut tetangge. Tretan dan tetangge ini berperan penting dalam kegiatan hajatan
56

Latief Wiyata, Carok : Konflik Kekerasan dan Harga Diri Orang Madura, Yogyakarta:LkiS, 2002.), h. 51-52.

47

Deskripsi Perkawinan 1.yang diadakan oleh suatu keluarga. Perkawinan Penduduk Tanjungbumi. sebagai berikut: a. Adanya tretan dan tetangge ini dalam penyelenggaraan hajatan atau pesta akan menjadi lebih ringan. B. Hal tersebut terdiri dari beberapa tahapan. dengan member bantuan baik barupa materi maupun tenaga. Bagi keluarga kaya perjodohan ini terselip maksud bersifat ekonomi yaitu menjaga agar supaya harta kekayaan 48 . keluarga pihak laki-laki meminta anak gadisnya dijidohkan dengan anak gadisnya. apakah anak gadisnya sudah mempunyai calon suami atau belum. Dalam menjodohkan anaknya. Oleh orang Madura disebut mapolong tolang (mengumpulkan tulang yang tercerai berai). Perkawinan semacam ini dimaksudkan untuk mempertahankan dan melestarikan hubungan persaudaraan yang dirasakan mulai menjauh. Jika belum. cakang (pekerja keras) dan taat beragama meskipun belum mempunyai pekerjaan. khususnya desa Bumianyar mempunyai norma dan cara tertentu dalam melangsungkan perkawinan bagi anak gadisnya. Ngen-ngangen yaitu keluarga pihak laki-laki atanyah (jawa: takon) kepada pihak wanita. Pada umumnya perjodohan dilakukan antar kedua orangtua masih saudara yaitu perkawinan antara saudara sepupu dalam hubungan misanan atau anakanak dari saudara sepupu (mindhoan). yang terpenting bagi orangtua perempuan adalah calon laki-laki menyukai calon wanitanya.

bejit. Mar-lamar (lamaran) yaitu meminang yang mengandung arti “meminta”. yaitu agar keturunan mereka sebagai kiai tidak hilang. 55-56 49 . 57 Ibid. kembeng pasar. Dengan diterimanya bunga maka secara resmi anaknya sudah bertunangan. Namun perjodohan yang dilakukan atas kehendak kedua orangtua tersebut belakangan ini mulai jarang ditemui di desa Bumianyar. dengan membawa kembang sebagai simbol. peralatan make up dan cincin. 57 Demikian halnya dengan perjodohan dikeluarga kiai. Selanjutnya kedua orangtua laki-laki dan perempuan berunding menentukan hari. buah pisang. b. roti. tanggal dan bulan yang tepat untuk mengadakan mar-lamar. leppet. karena perjodohan yang dilakukan sering gagal dan terkadang menyebabkan terjadinya permusuhan antar saudara apabila kehidupan kedua pasangan tidak rukun/harmonis. Tahapan ini sebagai kelanjutan dari tahap ngen-ngangen. Peningset ini biasanya berupa tettel. Kegiatan yang dilakukan pada saat mar-lamar ada serah-tremah yaitu keluarga pihak laki-laki menyerahkan barang-barang kepada keluarga pihak wanita. Nyabe‟ oca‟ menaruh pesan artinya keluarga pihak laki-laki meminta anak gadis yang disukai pada keluarganya. dodol. karena apabila perempuan keturunan kiai tidak mendapatkan laki-laki dari keluarga bukan kiai maka dengan sendirinya anaknya besok tidak akan mendapat julukan sebagai kiai. seperangkat pakaian. olet. c.yang dimiliki tidak jatuh kepada orang luar. Barang-barang yang diserahkan disebut peningset.

Pengantin laki-laki menuju kamar pengantin wanita dengan diantar oleh kerabat pengantin wanita sampai didepan pintu kamar pengantin. kedua calon mempelai mengurus perlengkapan surat nikah. acara selanjutnya adalah megi maskabin yaitu penyerahan maskawin oleh pengantin laki-laki kepada pengantin wanita. Kiai langsung menyampaikan maksud kedatangannya untuk melamar anak gadisnya dan menyerahkan peningset dari keluarga pihak laki-laki. Setelah itu. Pada saat akad nikah tamu yang hadir semuanya adalah lakilaki. maka orangtuanya tidak akan malu. Di masyarakat Bumianyar. seandainya calon pasangan tidak jadi ke jenjang perkawinan. Sebelum kabinan biasanya keluarga pihak laki-laki mengirim sesorang ke rumah mpihak wanita untuk merundingkan waktu pelaksanaan kabinan.Dalam acara mar-lamar. Acara mar-lamar dipimpin oleh kiai atau sesepuh desa yang diminta untuk menggantikan orangtua lakilaki. d. Kabinan yaitu pelaksanaan akad nikah. mempelai laki-laki kembali pulang kerumahnya dan kembali lagi ke rumah 50 . karena pernikahannya tidak dilakukan di hadapan PPN tapi hanya dilakukan oleh kiai. baik bagi wanita yang memilki wali maupun tidak. Selanjutnya pengantin laki-laki masuk kamar pengantin wanita sambil menyerahkan maskawin. biasanya akad nikah dipimpin oleh wali murhakam (kiai) yang berpengaruh. Serah taremah merupakan inti dari acara mar-lamar. Setelah akad nikah selesai. Namun ada juga yang tidak melalukan ini. Setelah disepakati. orangtua laki-laki tidak ikut karena menurut masyarakat setempat. Wali murhakam ini dimaksudkan supaya perkawinannya sah menurut agama dan tidak ada keraguan lagi.

dimaksudkan agar tidak hujan yang mengganggu pelaksanaan tan-mantan. Jeng mantoh (mengundang menantu).mempelai wanita beberapa jam kemudian dengan membawa ben-giben berupa kasur. Tujuannya adalah untuk memberitahukan kepada masyarakat luas bahwa kedua mempelai kabecce‟an (saling mencintai dan cocok) dan meminta doa restu supaya keluarganya tentram dan langgeng. gelas dan lain-lainnya. Acara ini biasanya dilakukan keesokan hari setelah resepsi dirumah mempelai wanita. bantal. gelang. Selain itu pengantin wanita dianjurkan puasa dimaksudnya agar wajahnya aobha (berubah lebih cantik) ketika dirias sebelum duduk dipelaminan. En-maen (main-main). sarung. piring. lemari lengkap dengan isinya seperti pakaian yang belum dijahit. Tan-mantan yaitu acara pelaksanaan resepsi perkawinan atau dalam islam disebut walimatul „ursy. kalung. wingko. 51 . sendok. Sebaliknya pihak yang dikunjungi memberi balasan berupa uang minimal Rp 5. nagasari dan lain-lain. artinya keluarga pengantin laki-laki mengundang pengantin wanita dan keluarganya kerumah penganten laki-laki.000. piring. g. artinya kedua pengantin baru mengadakan kunjungan ke kerabatnya suami dan tetangga dekat demgan membawa kue seperti roti. tapi yang dibawa hanya berupa makanan yang sudah dimasak seperti roti. Pada acara tan-mantan pengantin laki-laki dan wanita dilarang mandi. Pada saat jeng mantoh. sprai. dan peralatan rumah tangga lainnya. Acara ini merupakan kelanjutan dari acara kabinan.. buah-buahan dan lain-lain.atau berupa barang seperti bahan pakaian. e. f. pengantin wanita beserta keluarganya membawa makanan seperti yang dibawa pengantin laki-laki pada saat tan-mantan.

Artinya mereka sudah mendaftarkan perkawinannnya pada modin desa dengan membayar sejumlah uang. Jenis kawin sirri ini kebanyakan dilakukan oleh wanita janda dengan lelaki duda/perjaka. pengantin baru umumnya menetap pada keluarga istri (uxorilokal). Berdasarkan pengertian tersebut. bahkan terkadang sampai mempunyai anak. Selain itu. Bentuk Kawin Sirri Menurut KH. di masyarakat Tanjungbumi. 52 . menetap pada keluarga istri (uxorilokal) dan menempati rumah sendiri terpisah dari orangtua (neolokal).Mengenai adat menetap bagi pasangan suami istri yang baru menikah. Perkawinan sirri jenis ini biasanya ditemui pada pasangan laki-laki perjaka dan wanita yang masih perawan. ketua yaysan saiful Ulum. Artinya sejak awal perkawinan. ada tiga macam yaitu menetap pada keluarga suami (virilokal). 2. Pertama. khususnya di desa Bumianyar ditemukan dua jenis perkawinan sirri. dan mengungumpulkan persyaratan tertentu tetapi mereka tidak pernah menerima surat nikah. mereka tidak mendaftarkan perkawinannnya di KUA. Kawin sirri ini terjadi karena factor kemauaan kedua pasangan suami istri. Artinya perkawinan tidak didaftarkan di KUA atau tidak dilakukan dihadapan PPN. Pada masyarakat Bumianyar. kawin sirri dilihat dari arti bahasanya yaitu perkawinan rahasia atau sunyi. Kawin Sirri a. Moh Ilyas. sirri terhadap pemerintah. kecamatan tanjungbumi yang sekaligus anggota DPR Kabupaten Bangkalan. desa paseseh. kawin sirri juga terjadi karena faktor bukan atas kehendak kedua pasangan suami istri.

Perkwainan sirri ini terjadi Karena kemauan kedua pasangan suami istri dan untuk kepentiungan poligami. b.Kedua. kawin sirri yang dilakukan di desa Buminyar oleh sesama penduduk Bumianyar. akan tetapi mereka tidak pernah menerima surat nikah. Namun hal tersebut akan didapat kejelasan. Artinya kedua pasangan ini sudah mendaftrakan perkawinannya dengan membayar sejumlah uang dan mengumpulkan beberapa persyarakatan kepada aparat desa. Pertama. Perkawinan sirri ini terjadi karena bukan kehendak kedua pasangan suami istri dan karena kepentingan poligami. Sejarah Kawin Sirri Sejak kapan kawin sirri dilakukan di desa Bumianyar. Tempat Pelaksanaan Kawin sirri Jika dilihat dari tempat pelaksanaan kawin sirri di desa Bumianyar dapat dibagi menjadi dua: pertama. sirri terhadap masyarakat. Kawin sirri yang dilakukan di perantau oleh pasangan yang salah satunya adalah penduduk Bumianyar. Perkawinan sirri jenis ini diperkirakan terjadi sejak dikeluarkannya UU Perkawinan No.1 Tahun 1974 yaitu adanya keharusan untuk mendaftarkan setiap 53 . apabila dikaitkan dengan tempat pelaksanaan kawin sirri. Kedua. kawin sirri yang dilakukan di desa Bumianyar bukan atas kehendak kedua pasangan suami istri. tidak ada seorangpun yang dapat memberikan informasi yang pasti. Artinya saksi diminta merahasiakan perkawinan pada orang lain. yaitu perkawinan yang disembunyikan dari masyarakat. Perkawinan sirri jenis ini biasanya dilakukan untuk kepentingan poiligami. c.

kawin sirri yang dilakukan di desa Bumianyar untuk kepentingan poligami. Perkawinan sirri jenis ini sepanjang sejarah akan tetap dapat ditemui karena terkait dengan kesalahan yang diperbuat oleh manusia (human error).1 Tahun 1974 mengenai poligami58. c. dalam hal ini aparat desa atau PPN. maka proses poligami sulit dilaksanakan karena salah satu pihak yaitu istri belum tentu menghendaki suaminya menikah lagi. Disamping itu juga terkait dengan pasal 4 (2). Perkawian sirri jenis ini ditemui di desa Bumianyar dalam jumlah yang sangat sedikit. Istri mendapat cacat badan atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Adanya jaminan bahwa suami akan berlaku adil terhadap istri-istri dana anak-anak mereka 54 . Suami harus mendapatkan ijin dari pengadilan atas persetujuan istri. Istri tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai istri b. 58 Pasal 4 (2) dari UUP No. Para perantau atau TKI yang pada waktu berangkat sendiri.1 Tahun 1974 tentang keharusan perkawinan dicatatkan di KUA. Oleh karena itu. namun hal tersebut marak dilakukan sekitar tahun 1990-an. Istri tidak dapat melahirkan ketunan Sedangkan pasal 3 menyatakan: (1) “pada azasnya dalam suatu perkawnan seorang pria hanya boleh mempunyai seorang istri. pasal 3. Kedua. Adanya kepastian bahwa suami dapat menjamin keperluan=keperluan hidup istri-istri dan anak-anak mereka c. jalan keluar yang diambil yaitu dengan kawin sirri ketiga. kawin sirri yang dilakukan penduduk Bumianyar di perantauan atas kehendak kedua pasangan suami istri.1 Tahun 1974menjelaskan “pengadilan hanya memberikan izin kepada seorang suami yang akan beristri lebih dari seorang apabila: a. Seorang wanita hanya boleh mempunyai seorang suami. Adanya persetujuan dari istri/istri-istri b.perkawinan di KUA. Perkawinan sirri jenis ini diperkirakan ada sejak awal penduduk Bumianyar merantau. Perkawinan sirri jenis ini diperkiran ada sejak dikeluarkannya UUP No. dan pasal 5 (1) UUP no. harus dipenuhi beberapa syarat sebagai berikut: a.” (2) “Pengadilan dapat member izin kepada seorang suami untuk beristri lebih dari seorang apabila dikehendaki oleh pihak-pihak yang bersangkutan.” Selanjutnya dalam pasal 5 (1) menyebutkan “untuk dapat mengajukan permohonan kepada pengadilan.

Proses Pelaksanaan Kawin Sirri Proses pelaksanaan kawin sirri pada masyarakat Bumianyar dapat dikelompokkan kedalam dua: pertama. Perkawinan jenis ini diperkirakan ada sejak awal penduduk Bumianyar merantau. tan-mantan. kawin sirri yang dilakukan oleh penduduk Bumianyar di perantauan yang sengaja dirahasiakan dari masyarakat. Ini biasanya dilakukan oleh kiai atau orang kaya untuk poligami. Perkawinan seperti ini ditemukan di Bumianyar dalam jumlah yang sedikit. 59 Sedangkan proses pelaksanaan kawin sirri pada wanita perawan/janda dengan laki-laki yang mempunyai istri dengan cara si laki-laki langsung melamar wanitanya ke keluarganya. mar-lamar. Dalam penelitian ini. hanya saja dalam perkawinan ini tidak terdaftarkan di KUA (tidak memiliki surat nikah). 2002). nyabe‟ oca‟. proses kawin sirri yang dilakukan di desa Bumianyar apabila wanitanya perawan dengan laki-laki perjaka. Keempat. d. kabinan.setelah beberapa tahun diperantauan pulang dengan membawa pasangan. dan en-maen. (Jakarta: Bumi Aksara. perkawinan diatas tetap dikelompokkan pada kawin sirri mengacu pada konsep kawin sirri yang diberikan oleh Ramulyo. Sedikit sekali para perantau terurama laki-laki perjaka yang pulang tanpa membawa pasangan hidup. Proses perkawinan sirri ini pada umumnya sama dengan proses pelaksanaan perkawinan pada umumnya yaitu ada tahapan-tahapan tertentu seperti ngen-ngangen. sekalipun mereka mendaftarkan di KUA. Hukum Perkawinan Islam. 239 55 . h. jeng mantoh. 59 Idris Ramulyo.

tanggal untuk melaksanakan akad nikah. 56 .Kedua. Kawain sirri jenis ini dilakukan bukan untuk poligami. Jika wanitanya setuju. maka menentukan hari. kawin sirri yang dilakukan oleh penduduk Bumianyar di perantauan. maka si laki-laki minta bantuan kiai untuk melamar si wanita kepada keluarganya. Apabila ada seorang laki-laki menyukai seorang wanita janda maka dengan segera mendekatinya. Setelah semuanya setuju.

waktu itu saya masih senangsenangnya jalan bareng teman. wong semua yang ngatur orang tua. Sengko‟ ejuduagi molae omor 5 taon. Ya sengko‟ noro‟ bae. Faktor Penyebab Kawin Sirri 1. Hadi-Ina. Aherra sengko‟ noro‟ oca‟e oreng towa ban Alhamdulillah bine sengko‟ orengnga becce‟ …penter ngaji ben cakang bejenga. Sampe‟ satiya sengko‟ ta‟ andhi‟ sorat kabin ban mattowa ta‟ perna atanya …” (pada awalnya perkawinan ini saya lakukan karena terpaksa karena orang tua mengancam tidak mengakui saya sebagai anaknya. saya mengikuti kemauan orang tua dan alhamdulilla istri saya baik sekali … pintar mengaji dan tekun beribadah. Faktor Penyebab Kawin Sirri yang Dilakukan di Bumianyar Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kawin sirri di lakukan di desa Bumianyar akan diceritakan oleh pasangan Sahrul-Ulfa. ya … saya nurut saja. selain itu saya masih punya keinginan untuk merantau. Sahrul : “ pertama sengko‟akabin ariya polana terpaksa sebab oreng towa ngancam ta‟ ngakoenna sengko‟ ana‟eh. Teppa‟e kabinan sengko‟ ta‟ ngoros pa-apa. Sebenerra teppa‟e jiya sengko‟ gi‟ terro nengennengnga e ponduk. tape orang towa maksa ban ngancam daddhi ana‟ dreka se matodus keloarga mon nolak. oreng se ngatur kabbi oreng towa. Ya … 57 . Teppa‟e jiya se makabin guru ngajina sengko‟. Aherra sengko‟ pasra beih ban sengator kabbi oreng towa. Waktu mau menikah saya tidak mengurus apa-apa.BAB IV FAKTOR PENYEBAB KAWIN SIRRI DAN PENGARUHNYA TERHADAP HUBUNGAN DALAM KELUARGA A. Akhirnya. dan Latief-Rahma. Teppa‟ ajiya sengko‟ gi‟ neng-sennengngah ajalan ban ca-kanca. Sampai sekarang kami tidak mempunyai surat nikah dan mereka tidak membahas masalah itu …) Ulfa : “ omor 13 taon sengko‟ e pakabin ban sabalaan. omorra 17 taon. ben pole sengko‟ gi‟ terro merantaoa.

semua orang akan mencemoohnya sebagai perempuan tidak laku (ta. Keadaan tersebut memaksa para orang tua menikahkan anak perempuannya. Saat itu yang mengawinkan adalah guru ngaji saya. tanpa mendaftar ke KUA. (umur 13 tahun saya dinikahkan dengan suami yang masih saudara. Apabila telah melebihi umur tersebut dan ternyata belum menikah. arapah me. sebenarnya saat itu saya masih ingin tetap di pondok. Tentang sorat kabin … sampe‟ sateya sengko‟ gi‟ ta‟ parlo. sebab sebagai suatu anggota keluarga besar merekapun akan merasakan perasaan yang sama (aib dan malu) jika ada diantara anggota kerabatnya dicemooh sebagai perempuan tidak laku. tape gu‟-deggu‟ mon parlo ban andhi‟ pesse. sebagaimana diperbolehkan UU no. paju lake). ya … bikin) Hal diatas menunjukkan bahwa kawin sirri yang dilakukan didesa Bumianyar adalah kehendak orang tua. Oleh karena itu para orang tua mempunyai kebiasaan menjodohkan anak perempuannya dengan dengan anak dari anggota keluarga yang lain. sehingga terjadi 58 . benne pangolo. Orang tua memaksa anaknya untuk segera menikah karena ada tuntutan bahwa anak perempuan harus segera menikah. Pada saat itu orang tua dan anak perempuan yang bersangkutan merasa malu dan aib pada semua orang dilingkungan sosialnya. Kami dijodohkan sejak saya berumur 5 tahun. ya … sengko‟ agabayya. Ya … saya tidak nanya mengapa bukan bapak penghulu. tapi orang tua tetap memaksa dan mengancam menjadi anak durhaka yang akan mempermalukan keluarga jika saya menolak perkawinan tersebut. saat itu dia masih berumur 17 tahun. tidak lama setelah mengalami haid yang pertama atau pada umur antara 12-15 tahun. tapi kalau besok kemudian hari membutuhkannya dan mempunyai uang. Tentang surat nikah … sampai saat ini saya belum membutuhkannya. Akhirnya saya pasrah saja dan yang mengatur perkawina semuanya orang tua.1 tahun 1974 pasal 7 ayat (1).sengko‟ ta‟ tao ne. Ketentuan umur diatas bertentangan dengan batas umur minimum diperbolehkannya perempuan melakukan perkawinan di Indonesia.

khususnya penduduk Bumianyar bahwa perkawinan merupakan hubungan manusia dengan Allah sehingga mereka sudah merasa “mantap” apabila perkawinannya dianggap sah menurut hukum agama. Adanya kawin paksa dan perjodohan antar saudara tersebut menjadi salah satu penyebab tingginya angka perceraian di Madura. Namun saat ini. Selain itu. kawin paksa dan perjodohan antar saudara mulai jarang terjadi di Desa bumianyar. 59 . Namun ada sebagian pula orang tua yang memanipulasi umur anak perempuannya dengan cara berkolusi dengan aparat desa untuk merubah/menaikkan umur anak perempuannya. kawi sirri terjadi karena adanya keyakinan masyarakat. Keyakinan tersebut merupakan pengaruh dari mazhab yang dianut oleh penduduk setempat yaitu mazhab Syafi’i. Syafi’i menganggap sah perkawinan yang dirahasiakan dalam hal ini para saksi dipesan untuk merahasiakan perkawinan yang mereka saksikan dan menilai perkawinan tersebut bukan kawin sirri. meski tanpa dicatatkan d KUA. Hal ini dikarenakan kawin paksa dan perjodohan sering menyebabkan perkawinan tidak langgeng sehingga terjadi permusuhan antar saudara. Selain itu. kekhawatiran orang tua akan tidak langgengnya perkawinan anak karena perkawinan dilakukan secara paksa (kawin paksa) menyebabkan pula para orang tua tidak mendaftarkan perkawinan anaknya di KUA. sehingga menimbulkan adanya anggapan bahwa perempuan Madura tidak cukup kawin dengan satu laki-laki atau kawin lebih dari sekali.perkawinan sirri.

185-160 60 . tapi pertaniannya tidak pernah berhasil. kawin sirri terjadi karena ketidaktahuan penduduk akan fungsi pencatatan perkawinan telah menyebabkan adanya anggapan bahwa surat nikah bukanlah suatu hal yang penting sehingga menyebabkan penduduk terjerumus pada kawin sirri.” Selain itu. karena mereka menemukan orang yang sudah 60 Khoirudin Nasution. h. tapi ada saksi maka perkawinan tersebut dianggap sah. 61 Ibid. kawin sirri terjadi juga karena faktor ekonomi. surat nikah belum tentu ia dapatkan. meskipun tidak mempunyai surat nikah. terlebih lagi bagi anak perempuan. Hal tersebut terkait rendahnya pendidikan penduduk Bumianyar. karena tempatnya pasti didapur juga/memasak). Sementara itu. h. maggu dha‟ diya kennenganna e dapor kiya” (anak perempuan tidak perlu sekolah terlalu tinggi. mayoritas berada pada tingkat SD/Madrasah ibtidaiyah.Kawin sirri sebenarnya berhubungan dengan fungsi saksi yaitu pengumuman (i‟lan wa syuhr) kepada masyarakat tentang adanya perkawinan. harus mengeluarkan sejumlah uang untuk mendaftarkan perkawinan. Penduduk Bumianyar yang rata-rata hidup dari bertani. Pendapat tersebut menyebabkan adanya anggapan bahwa pencatatan perkawinan merupakan urusan administrative saja bukan termasuk syarat sahnya suatu perkawinan. (Jakarta: INIS. 61 Faktor lain. 2002). Status Wanita Di Asia Tenggara: Studi Terhadap Perundang-Undangan Perkawinan Muslim Konyemporer Di Indonesia dan Malaysia. Keadaan ekonomi para orang tua tidak memungkinkan anak-anaknya untuk sekolah kejenjang yang lebih tinggi karena tenaga anak dibutuhkan untuk membantu orang tua di sawah. Oleh karena itu. 163. sehingga ada pepatah “na‟-kana‟ bine‟ ta osa sekolah gi tenggi. 60.

. teppaeh jiyah sengko‟ panompangnga. Hadi : “ Sengko‟ ngabin bine se nomor duwe‟. Poligami jika dikaitkan dengan UU No. sejak saat itu ia sering main kerumah . Ina : “ Sengko‟ kenal ben lakeh e kapal. Tape sampe‟ sateya sengko‟ ta‟ narema. Sampe‟ settong bakto. Buat apa nak. Molae jiya lake sering maen ka roma. ketika saya menjadi salah satu penumpangnya. tapi sampai saat ini saya tidak pernah menerimanya. pada waktu itu ibu. koca‟e egabay sorat kabin. sehingga mereka tidak menuntut saya untuk membuat surat nikah. Saya terima niat baiknya. ngoca‟ ngabinna sengko‟.kepada dia. Se makabin teppa‟e jiya bindereh.Sampai suatu ketika ia mengutarakan untuk memperistri saya. Hal tersebut menunjukkan bahwa kawin sirri dilakukan untuk poligami. (Saya kenal suami dikapal.. Gabaya apa ne‟. Bine ban keloargana ella tao mon sengko‟ andhi‟ bine ban anak. maka proses poligami sulit dilaksanakan karena istri pertama belum tentu 61 . katanya untuk mengurus surat-surat perkawinan kami. Sehengga tak maksa agabay sorat kabin. orang desa Katol. Pasal 1. Kabupaten Bangkalan tahun 1977 dirumahnya. taon 1977 e romana. membayar uang sebesar Rp 35. tentang proses perkawinan administrative harus didaftarkan ke KUA.000. Bi‟ sengko‟ e tarema. (Saya menikah dengan istri kedua. Yang mengakadkan saat itu adalah seorang guru ngaji. oreng dhisa Katol. Keluarga istri Cuma minta saya untuk adil dalam membagi hari antara istri pertama dan istri kedua serta adil dalam hal belanja). Teppa‟e jiya embu‟ majer pesse Rp 35.mendaftarkan perkawinan tapi sampai memiliki banyak anak surat nikah tidak didapatkan juga.000. toh … sengko‟ ella towa ban ta‟ parlo kiya”. toh … aku sudah tua dan tidak membutuhkannya lagi). Kabupaten Bangkalan. Istri dan keluarganya sudah tau kalau saya sudah punya istri dan anak.1 Tahun 1974.dha‟ kapala disa. Keloargana bine coma menta sengko‟ adhil dalem abagi bakto ban balenje”. Pasal 4 Ayat (2) dan pasal 5 Ayat (1).

Teppa‟e jiya sengko‟ ta‟ epentaeh tandatangan bi‟ pangolona. sebaliknya bapak penghulu menyuruh memintanya di bapak kepala desa. Ruwet kan … !!” (Perkawinan yang saya lakukan adalah memang karena perjodohan tapi saya melakukannya dengan senang hati karena saya menyukainya. ya … saya tidak nanya mbak waktu itu.mengkehendaki suaminya menikah lagi oleh karena itu jalan keluarnya adalah kawin sirri. Ye … sengko‟ ta‟ atanya embak. agabay sorat kabin. ban e bagi dha‟ kepala disa. sengko‟ bedhe e kamar. sengko‟ ta‟ taoh. anak tunggal. kepala disa ban pangolona dating. Teppa‟e kabinan sengakad agi guru ngajina sengko‟. pada malam akad. Pada perkawinan saya yang mengakadkan memang bindereh (guru ngaji) saya. sebaligga pangolona nyoro minta dha‟ kepala disa. e dinna‟. Saya telah mengurus surat-surat perkawinan dari desa saya Banyusokkah. Menjelang perkawinan dilaksanakan saya telah diminta untuk menyerahkan foto dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) oleh emma’. Bapak kepala Desa juga datang bersama Bapak penghulu. Sampe‟ sateya sengko‟ ta‟ andhi‟ sorat kabin. Kabupaten Sampang yang kemudian diserahkan ke kepala desa. aherra mattowa atanya dha‟ kepala disa. Daddi sengko‟ bingongf mentaah kasapa. Ye … sengko‟ ta‟ atanya. Omor 18 taon e pakabin ban ana‟eh kancana emma‟ . Kepala desa menyuruh memintanya di bapak penghulu. anak kadibi‟en. Kepala disa nyoro atanya dha‟ pangolona. Setelah lama surat nikah belum saya terima. akhirnya mertua menanyakan kepada ke kepala desa. Saellana labit ban sorat kabin ta‟ e bagi. Sekarang sudah mempunyai anak 1 berumur 4 tahun. koca‟eh e taragiya dha‟ kepala disa. Sampang. tape se makabin guru ngajina bine. koca‟eh bedhe e pangolona. Koca‟eh pangolona bedeh e kapala disa. Banyosokkah. tapi yangmengakad nikahkan kami adalah guru ngaji istri saya. tape pangolona ban kepala disa bedhe. Pernah bi‟ emma‟ e Tanya agi dhe‟ kepala disa. Latif : “ Sengko‟ akabin lakar karena e juduagi tape sengko‟ endhe‟ polana sengko‟ senneng. bingung kan … !!) Rahma : “ Sengko‟ Rahmawati. apan pole pangolona ella mate …” (Saya Rahmawati. tapi saat itu memang dilaksanakan 62 . Teppa‟e malem akad. Sebelumma kabinna sengko‟ e pentaeh foto ben KTP bi‟ emma‟. Sateya andhi‟ anak settong omor 4 taon. Pada malam itu saya memang tidak dimintai tandatangan atau cap jempol. Malam jiya sengko‟ lakar ta‟ epentaeh tantangan atau cap jempol. katanya untuk diserahkan ke kepala desa untuk pembuatan surat nikah. Umur 18 tahun saya dikawinkan dengan anak dari temannya emma‟ (Bapak) di sini (di Bumianyar). Sengko‟ ella ngoros rat-sorat dari disa.

Ketika itu. Kami sama-sama menyukai. Emma‟ pernah menanyakannya pada kepala desa. saya bingung harus minta kepada siapa surat nikah tersebut). disini (Madura) … saya bikin surat nikah) 63 . Ya saya tidak nanya mbak. saya tidak diminta untuk tandatangan oleh bapak penghulu. saya tidak mendapatkan surat nikah. Sampai saat ini. saellana badha e dinna‟ … sengko‟ agabay”. sebaliknya bapak penghulu menyuruh minta ke kepala desa. Ya akhirnya. Jadi. Aherrah e pakabin bi‟ bindhereh. settungah pole kanca. Toh … belena bine se bedhe e dissa satuju. Katembeng agabay dusa terros. se daddi sakse settung bellena bine. daripada berdosa lebih baik kawin saja. Imam-Nina dan Bahar-Hasna. toh saudara istri yang saat itu berada di Mekkah merestui. (Perkawinan dengan istri saya dilakukan di Arab Saudi. Daftar kekedutaan tak mungkin dikarenakan saya tidak mempunyai paspor lengkap Cuma paspor palsu (tidak punya surat-surat lengkap/berangkat secara illegal). mendingan akabin bai. Ya aherra. tapi kepala desa menyuruh menanyakannya ke bapak penghulu. teman 1 orang. Hendra : “ Sengko‟ akabin e Arab Saudi. karena tidak tahu. Daftar dhe‟ kedutaan … ta‟ mungkin le‟ karena sengko‟ ta‟ andhi‟ paspor lengkap coma theng-katheng. 2. Akhirnya akad nikah dilakukan oleh bindereh dengan saksi saudara istri 1. Sengko‟ ben bine padha senneng. Faktor Penyebab Kawin Sirri yang Dilakukan di Perantauan Faktor penyebab kawin sirri yang dilakukan di perantauan di ceritakan oleh pasangan Hendra-Vita. saya berada dalam kamar. Faktor tersebut sepanjang sejauh akan tetap dapat di temui karena hal ini terkait dengan kesalahan manusia (human error) dimana penduduk Bumianyar sudah mendaftarkan perkawinannya sesuai dengan prosedur tapi sampai memiliki beberapa anak mereka tidak pernah mendapat surat nikah. sampai akhirnya bapak penghulunya meninggal sekarang. Hal di atas menunjukkan bahwa kawin sirri terjadi karena keteledoran aparat desa atau pegawai pencatat nikah.didepan bapak penghulu dan kepala desa. Anas-Titin.

saya membuat surat nikah. Pembuatan surat nikah susulan karena perkawinan semula dilakukan di perantaun. Saksena sala sittungnga bele dibi‟ ben ngonjeng ca-kanca. yang mengakad saya adalah guru ngaji dan dilakukan dihadapan penghulu. sengko‟ ben lakeh molle de‟ Madure. sehingga keadaan ini memaksa mereka untuk melakukan kawin sirri. yang mengakadkan adalah kyai kampongan (orang yang banyak memiliki ilmu agama) dan yang menjadi saksi salah satunya adalah saudara laki-laki saya dan mengundang teman-teman sesame perantau. Tahun 2000. sebagaimana diceritakan oleh Anas dan Titin. Saat itu. Setelah akad nikah saya diminta untuk menandatangani surat nikah).Tidak mungkin le’ (sebutan untuk orang yang lebih muda) orang yang melangsungkan perkawinan di Makkah itu mendapatkan surat nikah karena harus mendaftar kekedutaan Indonesia di Arab Saudi. Namun yang demikian tidak terjadi pada wanita janda. Marena akad sengko‟ e pentae tanda tangan”. Saat itu. sengko‟ agabay. sementara surat-surat saya dan suami sudah mati. Ta‟ mungkin le‟ oreng se akabin e Mekka olle sorat kabin. dan untuk kesana harus mempunyai surat-surat menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang lengkap.Vita : “Taon 1998. ketika mereka sudah hidup bebas dinegaranya sendiri. Hal diatas menunjukkan bahwa kawin sirri dilakukan diperantauan karena adanya keterbatasan-keterbatasan. mereka mendaftarkan perkawinannya. Aherra abereng ben nganyareh kabin. Teppa‟e jiya semakabin guru ngaji e ada‟na pangolona. Sengko‟ abelle dhe‟ lake ban setuju. saya dan suami pulang ke Madura. Akhirnya bersamaan dengan pelaksanaan memperbaharui nikah. dalam hal ini keterbatasan surat administrative (tidak memenuhi persyaratan menjadi TKI). sengko‟ ban oreng malang e Mekka. Taon 2000. ( Saya menikah dengan orang Malang tahun 1998 di Makkah dan sekarang telah dikaruniai seorang anak perempuan berumur 4 tahun. biasanya dilakaukan oleh perawan atas peermintaan keluarganya. Namun. Rat-soradda sengko‟ ban lake ella mate. polana harusa andhi‟ rat-sorat lengkap. E Madure keluarga menta sengko‟ agabay sorat kabin. Teppa‟e jiya se makabin kyai kampongan. Mungkin hal tersebut merupakan salah satu ciri hidup diperantauan yang semuanya serba berada dalam keterbatasan. Di Madura semua keluarga meminta saya untuk membuat surat nikah. 64 . Saya menceritakan kepada suami akan permintaan keluarga tersebut dan suami menyetujuinya.

maksodda abine pole…” (Saya mengenal istri di Banjarmasin. Titin: “sengko‟ akabin pole ban oreng pasuruan. ollena coma cokop melle jajana nak-kana‟. yang hasilnya hanya cukup untuk membeli jajannya anak). Saya tidak berpikir membuat surat nikah karema daripada mengeluarkan uang sekitar Rp. soalla padha malarat. Tonggel ariya bae sengko‟ ce‟ asokkorra. Cuma membatik. Niatku diterima dengan baik. Yang penting suami bertanggungjawab terhadap kehidupan keluarga. Sengko‟ ta‟ andhi‟ neat agabay en-maenan. lake‟. Menurut sengko‟ sorat kabin jiya ta‟ penting. se penting dha‟ remma lake tanggung jawab dha‟ kaluarga. ban ngonjeng tetangge padha parantauan. taon 1997 e Banjarmasin. Yang penting saya tidak berniat mempermainkannya. coma abathe‟. tidak pernah menuntut membuat surat nikah.Anas: “sengko‟ kenal bine e Banjarmasin. saksena orengtowana bine. Sateya sengko‟ andhi‟ anak settung. laki-laki. 65 .000. lebih baik buat modal nikah karena kita sama-sama orang miskin. Sampe‟ sateya sengko‟ ta‟ pernah ngajae‟ lake agabay sorat kabin. apalagi saya adalah seorang janda yang mempunyai anak satu.. akhirnya akad nikah dilakukan oleh seorang kiai dan orangtua laki-laki istri sebagai saksi. Samapi saat ini saya tidak pernah mengajak suami untuk membuat surat nikah.000. bapak menjadi salah satu saksi. yang penting adalah bagaimana suami ertanggungjawab terhadap keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa pada wanita janda.000. Aherra binderaeh se makabin. maksudnya beristri lagi…. katembang makalowar pesse sekitar Rp 300. 300. Dengan keadaan sepeti sekarang ini saya sudah sangat bersyukur. saya dan anak-anak. Karena menurut saya surat nikah itu tidak penting. karena mereka menganggap sudak tidak mempunyai kesucian dan kehormatan lagi sebagaimana dimiliki oleh perawan. Bapa‟e sa kancaan meca‟. (Saya menikah kedua dengan orang pasuruan tahun 1997 di Banjarmasin. apalagi saya tidak bekerja. Sengko‟ ta‟ pernah mekker agabay sorat kabin. akherra sengko‟ atotoran dha‟ tang kancah je‟ sengko‟ terro ngabinah ana‟eh ban etaremah. Bapaknya adalah teman menarik becak.Rp 500. apanpole sengko‟ ella janda se andhik anak settung.lebih baik e gabay modal akabin. Sengko‟ senneng ka ana‟e. Teppa‟eh jiya se makabin bindereh kampongan. apanpole sengko‟ ta‟ alako.000 – Rp 500. saksenah sala settungnga bapak. Sekarang dikaruniai anak satu. akhirnya saya bercerita ke teman yang lain kalau saya ingin memperistri anaknya. Saat itu yang mengakadnikahkan adalah bidereh/kiai setempat. Saya menyukai anaknya.

sebelumnya tidak pernah mengaku kalau sudah mempunyai istri. namun kebanyakan dari laki-laki. Poligami yang dilakukan sepengetahuan istri tua tidak mungkin diijinkan. Taon 2001. tape ta‟ laju dha‟ roma. Penduduk Bumianyar meresa biaya yang harus dikeluarkan untuk mendaftarkan perkawinannnyadi kedutaan Indonesia sangat mahal. Selain itu. Oleh karena itu. polN sengko‟ ta‟ andhi‟ keluarga se merantao. tergantung dari istri muda dan keluarga seperti yang terjadi pada Nina. Faktor lain yang menyebabkan kawin sirri di perantauan adalah poligami. karna sake‟ sengko‟ mole dha‟ madure tape lake tetap e Malaysia. Tape ta‟ labit tang lake mole kiya. Nina: ”sengko‟ akabin ben oreng Arosbaya e Malaysia tahon 1999. ban pole majarra ce‟ larangnga. tape dha‟ 66 . sehingga mereka mempunyai pemikiran lebih baik dikirimkan ke Madura untuk bangun rumah atau untuk kebutuhan anak-anak yang tinggal bersama neneknya. apalagi jika dikaitkan dengan kehidupan meraka di perantauan yang hidup dalam keterbatasan karena status mereka sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) illegal. poligami yang dilakukan diperantauan. Teppa‟e jiya sengko sengaja ta‟ daftar kedutaan polana lake mangkatta lebat budhi. se daddi wali teppa‟eh jiya hakim.Selain itu. faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab praktek kawin sirri terjadi diperantauan. hamper sama dengan gaji satu bulan. faktor ketidaktahuan penduduk akan fungsi surat nikah telah menyebabkan pasangan suami istri meremehkan adanya surat nikah. setelah kembali ke Madura akan mengalami masalah. sehingga menyebabkan praktek kawin sirri terjadi dari generasi ke generasi berikutnya. seorang laki-laki yang menginginkan kawin lagi diperantauan akan melakukan kawin siriri. Hal tersebut baru terungkap setelah keduanya sama-sama kembali ke Madura. apakah perkawinan tersebut berlanjut atau tidak.

dia hanya mengunjungi saya tiga kali. polana janda. sementara sengko‟ gi‟ perjaka. Kaluarga menta e patemmo ban oreng towana lake e Arosbaya. Pada saat itu. Kabater alako dusa (zina). tape lake ta‟ endha‟. kami tidak pernah bertemu kembali. Tersinggung ban carana. Sebenarnya keinginan saya untuk mengawini istri sejak di Madura. Sabendera. Sebenarnya saya masih sangat mencintai dia. Tersinggung dengan caranya dalam memperlakukan saya. karna sengko‟ ce‟ cintana. Teppa‟eh jiya binena sake‟ sara. maggu ta‟ mangkat abereng.romana arosbaya. Yang menjadi wali saat itu adalah hakim karena saya tidak emmpunyai keluarga yang merantau disana. keluarga nyoro tetangge entar dha‟ romana lake ban abale ja‟ ekaparlo keluargana sengko‟. Namun tidak lama kemudian dia menyusul pulang tetapi tidak langsung ke rumahku tapi kerumahnya di Arosbaya. keluarga e tanya‟agi tentang status kabina sengko ban lake. Aherra lake ngako je‟ andhi‟ bine ban anak. Sejak saat itu. Akhirnya kami janjian ketemu di Pontianak meskipun tidak berangkat bersama. sementara saya masih perjaka. Bahar: “sengko‟ akabin ban oreng banyuates tahon 1999 e Pontianak. Lake ajawab je‟ sengko‟ tetep binena. padahal e Malaysia ngako duda andhik anak serttung. aherra sengko‟ akabin bai. Saat itu. kami sengaja memang tidak mendaftarkan perkawinan di Kedutaan Indonesia di Malaysia karena suami berangkatnya secara illegal selain itu juga bayarnya mahal. keluarga meminta saya dikenalkan dengan keluarganya di Arosbaya tetapi dia menolak karena ternyata dia masih mempunyai istri dan saat itu iatrinya sakit keras. Kaluarga menta lake andhik bakto rutin dha‟ sengko‟ ternyata lake ta‟ bisa ngabulaki pamentaan kelaurga. Sampe sateya bine ban keluargana ta‟ perna da-kanda agabaya sorat kabin… (Saya mengawini istri. Tahun 2001 karena sakit saya harus pulang ke Madura tapi suami tetap di Madura. Ternyata dia tidak bisa memenuhi semua permintaan keluarga. molae badha e Madura sengko‟ ella ngabina bine. Tape keluarga ta‟ setuju. Teppa‟e bahda e Madure lake entar dha‟ roma coma tello kale. Tapi keluarga saya tidak merestui karena istri seorang janda. saya dan dia didudukkan dihadapan keluarga dan ditanya tentamg status hubungan kami. karena kami saling mencintai.. dan akhirnya keluarga saya meminta kita untuk mengakhiri hubungan (bercerai). lake bi. tahun 1999 di Pontianak. Aherra kaluarga ta‟ bisa narema ban menta sengko‟ ban lake ngahere hubungan (apesa) ce‟-becce‟. Se daddi wali hakim (kiai kampongan). Selama kami di Madura terlebih saat itu saya sakit. keluarga menyuruh tetangga untuk mencari rumahnya dan disuruh menghadap ke keluarga besar saya. yang menjadi wali pada saat itu adalah hakim/ bindereh. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kami 67 . karena istri tidak mempunyai keluarga disana. dan keluarga juga minta dia mempunyai waktu khusus untuk saya bukan dating semaunya. padahal ketika di Malaysia mengaku sebagai duda dengan satu anak. aherra sengko‟ janjian atemmo e Pontianak. Dia menjawab bahwa saya adalah tetap istrinya. (saya menikah dengan orang Arosbaya di Malaysia tahun 1999. Saellanan badha e roma. tapi mau giman lagi kalau dia tidak mengahargai saya dan keluarga). sebab bine ta‟ andhi‟ keluarga e dissa. Sesampainya dirumah. orang Banyuates.

Kawin sirri adalah sah dan jalan terbaik untuk menghindari dosa yang lebih besar berupa zina.. Lake abali dha‟ Pontianak. misalnya dengan dilakukan poligami oleh para kiai melalui jalan kawin sirri. Pengaruh Kawin Sirri terhadap Hubungan dalam Keluarga pada pasangan Kawin Sirri yang Bercerai Bagaimana pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga pada pasangan kawin sirri yang telah bercerai diceritakan oleh Agus-Indra. Pengaruh Kawin Sirri terhadap Hubungan dalam Keluarga 1. Meraka yang samasama mencintai sering jalan berdua. Keyakinanan tersebut berhubungan dengan ajaran agama yang diajarkan oleh para kiai/bindereh meskipun tidak secara langsung.) Hal diatas menunjukkan bahwa kawin sirri dilakukan karena tidak mendapat restu dari orangtua.. bine‟ omor 12 taon. ban anak lake‟omor 8 taon. agus. se bine‟ noro‟ lake. Hubunganna sengko‟ ban anak becce‟. B. Molae jiya sengko‟ ban lake ta‟ perna a hubungan pole. teppa‟e anak omor 5 ben 1 taon. ade‟ mak-semma‟ da‟ sengko‟. Untuk gabay biayana anak sengko‟ nyare lako da‟ Malaysia. Sampai saat ini istri dan keluarganya tidak pernah menyinggung untuk membuat surat nikah. Coma mon sengko‟ baru dating dari Malaysiabiasana lo-malo. Indra: “sengko‟ andhi‟ anak lake‟ duwa‟. Sengko‟ apesa.memutuskan untuk menikah saja. sehingga mereka melakukan perkawinan jauh dari orangtua yaitu diperantauan. oreng Pontianak. Tape saellana olle sabulen 68 . ben lakeh nomer duwe‟. Selain itu kawin sirri juga dilakukan untuk menghindari dosa. se lake neng-enneng ban sengko. dan mereka khawatir tidak dapat mengontrol diri mereka sehingga jalan yang diambil adalah kawin sirri. Anak e patorok da‟ emabana.

Sejak perceraian itu aku dan suami tidak pernah ada komunikasi lagi. dia malu-malu. biasana datengga sakola. ban sering abanto sengko. tempat ngajinya dan lain-lain.padana hubunganan ban lake. Setelah pulang sekolah terkadang ia membantu saya di dapur. Selama itu pula suami mengirimi uang anaknya 2 kali. anak pertama laki-laki tinggal bersama saya. namun setelah satu bulan dia mulai akrab dan cerita-cerita tentang sekolah. pada bai ben hubunganna anak ben keluargana lake… (saya mempunyai seorang anak laki-laki. salah satu pasangan berasal dari luar daerah Madura. Marena apesa ben sengko‟ lake ban anak jarang ahubungan. 69 . kancana. cuma 3 kali telepon. coma lebat telepon. Sejak terjadi perceraian.sampe sateya lake coma akereman dukale da‟ ana‟e. dengan suami Agus orang Pontianak. Perceraian terjadi ketika anak saya berumur 5 dan 1 tahun. artinya tidak ada komunikasi. coma tello kale. 1. sementara suami kembali ke Pontianak. aropa pesse ban en-maenan. Kesibukan masing-masing pasangan telah membuat mereka tidak pernah berpikir untuk menelpon atau menemui mantan suami-istri meskipun mereka memiliki anak yang tinggal bersama masing-masing pasangan. Untuk memenuhi kebutuhan anak. hubungana ban keluargana lake ta‟ pernah. dan anak kedua perempuan tinggal bersama suami.. saya merantau ke Malaysia. uang dan mainan…) Hal diatas menunjukkan bahwa hubungan antara suami-istri-anak pada kelauarga kawin sirri yang sudah bercerai adalah terputus. baik melalui telepon apalagi bertemu. teman. Hubungan suami-isti Hubungan suami istri pasda pasangan kawin sirri yang sudah bercerai terputus. seperti yang terjadi pada Indra dan suaminya Agus (orang Pontianak). Biasanya perkawinan tersebut dilakukan di perantauan. tidak mau dekat saya.lebbi biasana molai akrab ban ta-careta tentang sakolanan. suami dan anakkau jarang sekali komunikasi. Hanya saja ketika saya baru dating dari Malaysia. ngajina ban enlaen. Yang demikian terjadi pula pada mantan pasangan akwin sirri yang bercerai dan tempat tinggalnyaberjauhan. sekarang berumur 12 dan 8 tahun. sementara anak saya tititpkan ke neneknya. Hubungan saya dan anak cukup akrab.

semua keluarga dan yang bersangkutan merasakan aib dan malu pada semua orang. sehingga membuat para orang tua lebih berpikir untuk mencari kerja.Selain itu anggapan “tidak sopan” bagi pasangan yang telah bercerai untuk bertemu. apabila telah berkeluarga dan dapat menimbulkan cemoohan masyarakat. 2. akan tetap mencari orangtuanya meskipun lama terpisah. dalam hal ini perceraian. membuat para orangtua tidak pernah kuatir akan kehilangan anaknya meskipun tidak pernah bertemu dan anaknya tidak memiliki akte kelahiran. artinya keputusan yang telah diuambil. meskipun anak ditinggal merantau dan anak 70 . Berkomunikasi. dibatalakan/rujuk kembali dengan mantan istri. adanya keyakinan penduduk Bumianyar tentang seorang anak. Keadaan tersebut salah satunya disebabkan faktoe ekonomi orangtua yang pas-pasan. Sedangkan hubungan orangtua-anak yang tinggal bersama pada keluarga kawin sirri yang bercerai adalah baik. kesibukan ini membuat para orangtuasemakin jauh dari anaknya. baik melalui telepon terlebih bertemu langsung harus mengeluarkan banyak uang. yang dapat mengakibatkan petengkaran antara keluarga mantan pasangan masing-masing. Hubungan orangtua-anak Hubungan orangtua-anak pada pasangan kawin sirri yang bercerai juga terputus atau sangat jauh seperti yang dialami agus dan anak lakinya yang tinggal bersama mantan istrinya (Indra). Selain itu. Pada saat itu. yang dianggap dalam pepatah ”copa se epakalowar e galunyu‟ pole” (ludah yang dibuang dujilat lagi). terlebih bagi anak laki-laki. Hal ini pulalah yang menyebabkan rujuk pada masyarakat Madura jaang sekali terjadi.

Putusnya hubungan keluarga kawin sirri yang bercerai. sebagaimana dialami oleh anak-anak kawin sirri Indra-Agus. Adapun fungsi pokok keluarga yaitu: tempat menikmati bantuan. dan mendapatkan pendidikan. membersihkan rumah. belum pernah berjumpa atau berhubungan/komunikasi satu sama lain 4. mendapat pengasuhan. seperti memasak. umur 1 tahun. karena mereka tetap menjalin komunikasi baik melalui telepon maupun bertemu secara langsung ketika orangtua kembali ke Madura. saat itu anak pertama perempuan. dikarenakan keluarga tidak berfungsi sebagaimana mestinya. mendapatkan keamanan dalam hidup. 3. sampai saat ini mereka berumur 12 tahun dan 8 tahun. Hubungan antara keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya Sebagaiman hubngan dalam keluarga inti.dititipkan ke neneknya. mencuci dan lain-lain. Salah satu penyebabnya adalah jarak tempat tinggal yang jauh. Hubungan antarsaudara (siblings) Hubungan antarsaudara pada keluarga kawin sirri yang bercerai juga terputus. khususnya mertua juga terputus. Disaat bertemu dan tinggal bersama. Sejak terjadi perceraian. berumur 5 tahun dan adiknya lakilaki. hungan antara keluarga inti dengan rumah tangga lainnya. Artinya ayah ibu tidak lagi menjadi 71 . ekonomi juga kesibukan masing-masing keluarga. khususnya mengenai hubungan orangtua anak dan hubungan antarsaudara (siblings). seperti yang dialami oleh Indra dengan anak laki-lakinya. Hal tersebut nampak dari tidak adanya komunikasi baik melalui telepon maupun bertemu secara langsung. anak-anak membantu para orangtua berdasarkan kemampuannya.

kemanan. 239 72 . terkadang ada pula yang bermusuhan.2002). Dikhawatirkan apabila kelak diantara mereka saling menyukai dan melakukan perkawinan karena mereka tidak saling mengenal antara satu dengan lainnya. h. baik dalam hubungan sesamanya maupun dalam hubungan sebagai anggota masyarakat bahkan mempengaruhi bnetuk masyarakat. tetapi lebih dari itu ia memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembanga peradaban manusia. Hukum Perkawinan Islam.temapt bagi anak untk mendapatkan bantuan. pengasuhan dan pendidikan sehingga hubungan menjadi terputus. karena antara mereka masih ada komunikasi baik melalui telepon maupun bertemu langsung. demikian halnya anak-anak dan antarsaudara tidak saling mengenal. Artinya ayah/istri tidak tahu terhadap nakanaknya. Sedangkan hubungan suami istri terputus. Hal ini membawa dampak pada kaburnya garis keturunan/ nasab suatu keluarga. maka incest tidak dapat dihindari lagi. 62 Idris Ramulyo. khususunya hubungan orangtua anak dan hubungan antarsaudara (siblings) pada keluarga kawin sirri dan tempat tinggalnya berdekatan atau perkawinannya dilakukan di desa Bumianyar adalah cukup baik.62 Sedangkan hubungan dalam keluarga. ditambah lagi tidak adanya komunikasi diantara mereka. Oleh karena itu kawin sirri bukan hal sepele yang hanya berkaitan dengan “sah” atau “tidak sahnya” suatu perkawinan. (Jakarta: Bumi Aksara.

Pesse ollena alakoh esempen ban gabay kabutoanna bine. Sebelum tidur biasanya kami pergunakan untuk membicarakan anak. marena sholat magrib sambi neggu TV. Uang hasil kerja saya berikan semua pada istri dan dia selalu bermusyawarah apabila membelanjakannya. Mon gi‟ laggu amassa‟. Pada waktu pagi dia sudah memasak dan menyiapkan sarapan sebelum saya berangkat kerja. Memang. Deng-kadeng sengko‟ ban bine a bug-rembu‟ ban mattowa misalla tentang kabinanna sengko‟. Pengaruh Kawin Sirri Terhadap Hubungan dalam Keluarga pada Pasangan Kawin Sirri yang Tidak Bercerai Bagaimana hubungan keluarga pada pasangan kawin sirri yang tidak bercerai akan di ceritakan oleh pasangan Latief-Rahma.pekerjaan dan masalah keluarga.. (Istriku adalah ibu rumah tanga yang baik. Ya…sengko‟ lakar e banto mattowa gabay kabutoanna keluarga. Dia sangat mengerti akan kebutuhan saya. mattowa rencana agabay sorat kabin pole. Lakar …sampe‟ sateya ta‟ pernah noro‟. yang melakukan kawin sirrmi di Bumianyar Latief : “ Bine jiya orengnga sangat ngerte da‟ kebutoenna sengko‟. Oleh karena mertua merencanakan akan mendatarkan kembali. Bine biasana atotoran mon pessena e kabalanje‟e. Sebelum tedung bisana sengko‟ da-kanda masalah anak.misalla dalem balanja tiap arenah. Keluarga sengko‟ andi‟ kebiasaan a kompol. Karna jiya. Sengko‟ ban anak akarab. Ana-Titin dan Hendra-Vita. Salaen jiya setiap are are sengko‟ abanto ngare‟gabay pakanna sape.tape mon malem akompol. deng-kadeng marengngi maen.bakto alako.contohnya ststus perkawinan kami. Kami mempunyai kebiasaan berkumpul dengan keluarga setelah sholat magrib sambil nonton TV. Sengko‟ dhang-kadhang agente mattowa ngater dagengan dha‟ Pontianak.karna bine anak kadhibi‟an.anak ban sengko‟. nyeapagi gun-laggun. deng-kadeng nolongi keya e dapor. Teppa‟e bine sibuk e dapor‟ sengko‟ mandi‟I ana.sebelum sengko alako. habunaganna sengko‟ ban matowa ce‟ becce‟na.. Terkadang kami juga melibatkan keluarga lain dan mertua dalam memecahkan masalah..karma sengko‟ gi‟apolong ban mattowa. Maggu mon siang jarang atemmo karma alako. Padha hubunganna ban anak .Sengko‟ ta‟ pernah makaloar pesse.sampai sekarang dia belum 73 .karena surat itu di butuhkan apabila istri ikut mengantarkan barang dagangan ke Pontianak. Pasanagan Latief-Rahma . Taoh bileh……polana sorat kabin jiya e kabutoh mon bine noro‟a sengko‟ ngerem bareng da‟ Pontianak..entah kapan.mattowa alarang sengko‟ ban bine alaen (amassa‟ dhibi‟) .2. lako ban masalah keluaraga. Pesse olena alakoh bi‟ sengko‟ e bagi kabbi da‟ bine. Ketika dia sibuk di dapur saya memandikan anak dan terkadang membantu dia didapur. Sereng sengko‟ ngaja‟ anak ngerem kaju mon ta‟ pate jau.

(Saya Rahma.karena saya berada dalam kamar. Hubungan saya dengan anak sangat baik.. Mattowa badha e Pontianak maggu sabenderra oreng madura. Rahma : ”Hubungan sengkok kalaban lakeh sangat bagus. Hubungan saya dengan anak sangat baik.Sengko‟ta‟ pernah dha‟ dissah. Meskipun pada siang hari jarang bertemu karena bekerja.ban pole mon jefri terro jajan sengko‟ ta‟osa melleh dha‟ toko laen. Jadi sekarang bingung harus minta kepada siapa surat nikah tersebu) Misalnya cara suami mendidik anak yang terlalu keras. Sekarang sudah mempunyai anak satu orang berumur 3 tahun.paleng-paleng mattowa se entar dha‟ kanna‟. Ya. Ya.. Sengko‟ coma entar dha‟ romana se emadura.ajage anak ban ajage toko se ajualan jajan na‟kana‟ban kabutuan rumah tangga.hajjian ban laen-laen. Selain itu.biasana telasan. Bapak pernah menanyakannya pada kepala desa.kegiatanku Cuma memasak. karna oreng towa alarang polana anak kadhibi‟an.setiap arena apolong ban sengko‟ e roma karna sengko Cuma ebu roma tangga biasa. sampai akhirnya bapak penghulunya meninggal. Hal tersebut biasanya kami lakukan dilanggar setelah sholat magrib berjemaah. setiap hari saya mencari rumput pakan sapi.lakeh bertanggung jawab.ketimbang nganggur buk. Tak jarang saya mengajaknya ketempat kerja sebagai supir truk kayu. Ya saya tidak bertanya mbak.karena beliau petani sekaligus berdagang sapi. tapi kepala desa menyuruh untuk menanyakannya kepada kepala desa..tapi malam hari kami berkumpul dan menemani mereka bermain.anak tunggal.Hubungan sengko‟ ban anak sangat baik.misalla cara lakeh se ce‟ kerrassa adidik anak.. Umur 18 tahun dikawinkan dengan anak teman bapak.kadang sengko‟ ban lakeh a beg-rembeg maso oreng towa.Taon bari‟ ekeremi duwe‟ juta.pernah ikut. Dang.nyassa.tapi saat itu dilaksanakan dihadapan penghulu. Biasana setiap badha kalakoan misalla mantenan.Kegiatan sengko‟ e roma amassa‟.katanya untuk diserahkan ke kepala desa.Setiap hari dia tinggal di rumah bersama saya karena saya hanya ibu rumah tangga biasa.. Sebelum tedung biasana de-kande masalah anak ban lakoh. Saya terkadang menggantikan mertua mengantarkan barang dagangan ke Pontianak. Mattowa ce‟ neserra ka sengko‟ban kompoyya. Sampai saat ini saya tidak pernah dapat surat nikah. Oleh karena itu. Hubungan sengko‟kalaban mattowa becce‟ kiya.ella e urus eppa‟.. menjaga 74 . Pada perkawinan saya memang yang mengakad nikahkan adalah bindereh(guru ngaji) . Sengko‟ta‟ perna acareta tentang kabinanna sengko‟ka mattowa. sambi neggu TV.tellasan.memang saya masih dibantu mertua dalam hal kebutuhan rumah tangga(masak didapur sendiri) karena istriku anak tunggal. Keluarga andhi‟ kebiasaan akompol marena magrib. Tape. Sama hubungannya dengan anak. Maggu sampe‟ sateya sengko‟ gi‟ apolong saroma ban oreng towa sarta ta‟ amassa‟ dhibi‟. Menjelang perkawinan dilaksanakan saya telah diminta untuk menyerahkan foto dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) oleh bapak.hubungan saya dengan mertua sangat baik.uang hasil kerja ditabung.Bi‟ sengko‟ ekabelli gelleng. Karna jiya tiap taon sengko‟ ekeremi pesse. Lakeh jiya somber ekonomi keluarga. untuk pembuatan surat nikah.

Oleh karena itu setiap tahun aku dikirimi uang. kapatean. Hasil kerjanya setiap hari langsung diberikan kepada saya untuk keperluan rumah tangga. keduwa‟ anak sengko‟ ce‟ akrabbah. Nak-kanak sering abanto sengko‟ amassa‟. sengko‟ bejre olle lake tonggel jiya. sakit. Hubunganku dengan merta sangat baik . gabay belenje.dan lagi apabila Jefri ingin jajan saya tidak usah beli ke toko lain. kematian maka saya mengunjunginya. seteop mole sakola sengko nyiapagi ngakan siangnga nak-kanak. Apabila ada aktivitas sosial pada mertua dan sanak keluarga suami seperti perkawinan. Banjarmasin: Titin : ”Hubunganna sengko‟ ban lake sangat baek. Anak-anak sangat akrab dengan saya karena saya selalu dirumah. karna nak bine‟ sengko‟ sekolah dari pagi sampe lem-malem. Setiap pulang sekolah saya menyiapkana makan siangnya. Sering areng-bereng seperte mon amaen. Lebaran kemarin dikirimi 2 juta dan aku belikan gelang. Namon re-are biasana enje‟ polana ce‟ jauna ban ongkossa larang.Itupun apabila ada acara keluarga seperti kawinan. Apabila saya sakit. Mon badha kalakowan sengko‟ entar dha‟ romana mattowa. menyapu apabila sekolahnya libur.Mereka sangat sayang padaku dan anakku. karena nak kami sekolah dari pagi hingga sore. Mereka juga sering membantu saya seperti memasak. Suami sangat mengerti tentang saya. Karna jiya bannya‟ oreng ngoca‟. mon sakolaenna prei. Hasella lako ban arena e bagi dha‟ sengko‟ langsung.biasanya mendekati lebaran . sekolah. Anak sangat akrab ban sengko‟. mencuci.naik haji dan lain.itu sudah diurus bapak).. misalla kabinan.. se amssak untuk keluarga biasana lake. ban en-laen.anak serta toko jajanan dan kebutuhan rumah tangga. 75 . karena sengko‟ badha eroma teros. Moon sengko‟ sake‟. Saya belum pernah kesana. ya. Saya cuma berkunjung ke rumah yang di madura . pertunangan.. abersia ban en laen.. ngajig bahkan mon abanto oreng towa abereng terros. Sataretanan. Lake ce‟ ngartena dha‟ sengko‟.dari pada nganggur mbak. Mertua ada di Pontianak meskipun beliau orang madura. dialah yang memasak untuk keluarga.paling mertua yang datang kesini. Namun tidak pada hari-hari biasanya karena sangat jauh dan ongkosnya sangat mahal. Tapi. Pasangan Anas-Titin yang melakukan kawin sirri di perantauan. Saya tidak pernah membicarakan status perkawinan saya dengan mertua. (Hubungan saya dengan suami sangat baik sekali. Oleh karenanya banyak orang biulang kalau saya beruntung mendapatkan suami seperti dia.lain.

ngaji bahkan ketika membantu kamipun mereka selalu bersama) Hal tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara suami-istri. kedua anakku sangat akrab. bermain. Demikian halnya dengan hubungan anatara keluaraga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya adalah sangat baik pula.Antar saudara. Hal tersebut terlihat mereka selalu bersama. 1. bertugas melindungi keluarga dengan membimbing seluruh anggota keluaraga agar berkembang sesuai dengan keinginannya dan mengawasi pendidikan anak-anaknya. mengasuh dan membina anak dalam pendiudiakn. sekolah madrasah maupun sekolah dasar. Hubungan antara suami-istri Hubungan suami-istri pada keluarga kawin siriri yang tidak bercerai pada umumnya sangat baik. singkatnya mnegurusi kehidupan rumah tangga. antara saudara pada keluarga kawin sirri yang tidak bercerai sangat baik. Istri sebagai ibu rumah tangga bertugas mengatur dan mengelola rumah tangga. menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. orangtua-anak. Hal ini karena suami istri bertanggungjawab terhadap kewajiban masing-masing. kesehatan anak dan suami dan membantu mencari nafkah bagi keluarga seperti membatik dan berjualan. bertugas sebagai wakil keluarga bila berhubungan dengan masyarakat. mewakili suami. 76 . membina kerukunan rumag tangga. sebagaimana yang terjadi pada hubungan keluarga pada umumnya. misalnya suami sebagai kepala keluarga bertugas mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

memasak dan lain-lain. Hal tersebut nampak dari kebiasaan anak-anak yang selalu bersama-sama baik pada waktu bermain.Disamping itu mereka mempunyai kebiasaan memusyawarahkan permasalahan keluarga seperti masalah anak. Kedekatan orangtua-anak juga nampak pada kebiasaan orangtua dalam menemani anaknya yang masih kecil bermain dan terkadang mengajak anak ke sawah. maka keluarga pasangan kawin sirri juga membantu. pekerjaan dan lain-lain sehingga membuat hubungan mereka terjalin dengan baik. Hungan antar orangtua-anak Hubungan antara orangtua-anak juga sangat baik. Hubungan antara saudara (siblings) Hubungan antarasaudara juga bagus. mereka juga melakukan pembagian kerja sesuai kemampuan masing-masing. 77 . Demikian halnya apabila mertua mengalami kesulitan. misalnya seperti yang dilakukan anaknya Titin yaitu membersihkan rumah. 3. sekolah dan mengaji. Hubungan antara keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya Hubungan keluarga inti kawin sirri yang terdiri dari suami-istri-anak. keuangan. pekerjaan dan lain-lain. dengan rumah tangga lainnya. khususnya orangtua istri/susmi (mertua) adalah sangat baik. mencuci. 2. Selain itu. seperti yang diulakukan oleh kedua anaknya Titin-Anas 4. Hal ini dari adanya bantuan dari anggota rumah tangga lainnnya. Hal tersebut nampak anak selalu membantu orangtua sesuai dengan kemampuannya masing-masing.. apabila keluarga inti mengalami kesulitan misalnya ekonomi.

Selain tiu. bertanggungjawab terhadap kehidupan keluarga. suami sebagai kepala keluarga. Adapun fungsi pokok keluarga yaitu: tempat menikmati bantuan. dan mendapatkan pendidikan. hal ini disebabkan karena keluarga berfungsi sebagaimana mestinya. bertani dan menjadi buruh tani.Hubungan dalam keluarga kawin sirri yang tidak bercerai sangat baik. Sebaliknya istri adalah pusat kedamaian bagi keluarganya. dengan membimbing seluruh anggota keluarga agar berkembang sesuai keinginannya dan mengawasi pendidikan anak-anaknya. membatik. mewakili suami. membina kerukunan rumah tangga. mengasuh anak dan membina anak dalam pendidikan. dan ia juga teman berbincang-bincang bagi suami. 78 . melindungi keluarga. kesehatan anak dan suami. seperti berdagang. dan banyak pula yang bekeraj untuk membantu mencari nafkah bagi keluarganya. Seorang istri mempunyai fungsi dan peranan mengatur dan mengelola rumah tangga dan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Artinya suami adalah pelindung bagi istri dan anak-anaknya. mendapat pengasuhan. mendapatkan keamanan dalam hidup. singkatnya mengurusi kehidupan rumah tangga. juga sebagai wakil keluarga bila berhubungan dengan masyarakat. bertugas mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Syafi’i dan Hanbali. Maliki. Sedangkan keberadaan saksi hanya syarat pelengkap. maka perkawinan yang ada saksi tetapi tidak ada pengumuman adalah perkawinan yang tidak memenuhi syarat. tetapi saksi diminta untuk merahasiakannya pada masyarakat. Pada perkembangan berikutnya. pada awalnya merupakan suatu perkawinan yang dilakukan tanpa adanya saksi yang lengkap. karena pengumuman (i‟lan) merupakan syarat mutlak sahnya perkawinan. Kaitannya dengan ini para imam mazhab sepakat kalau perkawinan tersebut harus dibatalkan atau tidak sah. dan kemudian berlanjut pada pandangan hukum positif negara setelah dikeluarkannya Undang-Undang No. Sedangkan Imam Abu 79 . sampai pada pandangan para imam mazhab yaitu imam Hanafi.1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam. para imam mazhab berbeda pendapat seperti Imam Malik memandang perkawinan tersebut tetap batal atau tidak sah. yaitu seorang laki-laki dan seorang perempuan. kawin sirri merupakan perkawinan seperti pada umumnya yang dilakukan dengan memenuhi semua rukun dan syarat perkawinan.BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab-bab sebelumnya maka didapat kesimpulan sebagai berikut : 1. Kawin sirri. Kawin sirri telah mengalami pergeseran makna. Kaitannya dengan hal tersebut. mulai munculnya istilah yaitu pada masa kholifah Umar bin Khattab.

tidak memenuhi ketentuan batas minimal diperbolehkannya perkawinan pada wanita yaitu umur 16 tahun. hukum negara menganggap perkawinan tersebut tidak sah. Perkembangan selanjutnya jika dihubungkan dengan UU No. Oleh karena itu. baik meskipun di minta dirahasiakan. kalau sudah disaksikan tidak perlu lagi ada pengumuman khusus. sudah cukup mewakili pengumuman. 1 tahun 1974 Pasal 7 ayat (1). Umur tersebut. Sebab menurutnya. Faktor Penyebab Kawin Sirri dilakukan oleh Penduduk Bumianyar a. Kehadiran saksi pada waktu melakukan akad nikah. maka kawin sirri menjadi perkawinan yang telah memenuhi rukun dan syarat sah perkawinan tapi tidak dilakukan dihadapan PPN dan tidak dicatatkan di KUA. sebagaimana di atur dalam UU No. 1 Tahun 1974. Perkawinan inilah yang saat ini menjadi mode dan berkembang secara diam-diam pada sebagian masyarakat Islam Indonesia. karena fungsi saksi itu sendiri adalah pengumuman (i‟lan). 80 . Faktor kawin sirri dilakukan oleh penduduk Bumianyar di Bumianyar Adapun faktor-faktor kawin sirri dilakukan di Bumianyar oleh penduduk Bumianyar adalah sebagai berikut : 1. 2. Kehendak Orang tua Orang tua memaksa anaknya untuk segera menikah karena adanya tuntutan lingkungan sosial bahwa anak perempuan harus segera menikah tidak lama setelah haid pertama umur 12-15 tahun. tidak ada lagi rahasia kalau sudah ada empat orang.Hanifah dan Asy-Syafi’i memandang perkawinan tersebut sah. Keadaan inilah menyebabkan orang tua melakukan kawin sirri pada anaknya. Kaitannya dengan ini.

meski tanpa dicatat di KUA. menyebabkan pula para orang tua melakukan kawin sirri pada anaknya. mayoritas berada pada tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Keyakinan tersebut disebabkan adanya ajaran Agama yang diberikan oleh para kyai. 4. 3. Hal tersebut diakibatkan rendahnya pendidikan yang dimiliki oleh penduduk Bumianyar. baik langsung berupa para kyai yang melakukan kawin sirri.Selain itu kekhawatiran para orang tua akan tidak langgengnya perkawinan anak. karena perkawinan dilakukan dengan paksaan. 2. Ketidaktahuan Masyarakat akan Fungsi Surat Nikah Ketidaktahuan masyarakat akan fungsi surat nikah membuat mereka menggapap surat nikah bukanlah suatu hal yang penting. Ekonomi 81 . Hal tersebut berhubungan dengan mazhab yang dianut masyarakat setempat yaitu mashab Syaf’i dan Syaf’I menganggap perkawinan telah sah apabila telah memenuhi rukun dan syarat sah nikah. Keyakinan Masyarakat mempunyai keyakinan bahwa perkawinan merupakan hubungan manusia dengan Allah sehingga masyarakat merasa sudah “mantap” apabila perkawinannya diaggap sah menurut agama. maupun tidak langsung berupa ceramah-ceramah agama tentang perkawinan.

Arab Saudi. Pasal 3. 5. melihat akan pekerjaan mereka mayoritas bertani dan pertanian yang dimiliki selalu gagal. Keteledoran Aparat desa atau Pegawai Pencatat Nikah (PPN) Keteledoran aparat desa atau PPN menyebabkan kaein sirri terjadi di Bumianyar. 6. Hal ini terjadi karena sebenarnya penduduk telah mendaftarkan perkawinan sesuai prosedur yang ditentukan tapi penduduk tidak pernah menerima Surat Nikah. bahkan sampai mempunyai banyak anak. Banjarmasin. Oleh karena itu jalan keluarnya adalah dengan kawin sirri. Pontianak dan lain-lain) adalah sebagai berikut : 82 . Faktor kawin sirri dilakukan oleh penduduk Bumianyar di Perantauan Adapun faktor kawin sirri dilakukan oleh penduduk Bumianyar di perantauan (Malaysia. 1 tahun 1979. Pasal 4 ayat (2) dan Pasal 5 ayat (1). b. maka proses poligami sulit dilaksanakan karena istri pertama belum tentu menghendaki suaminya menikah lagi. bahkan hasil pertanian tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang sehari-hari.Biaya yang harus dikeluarkan untuk mendaftarkan perkawinan dirasakan oleh sebagian penduduk Bumianyar begitu memberatkan. Poligami Poligami jika dihubungkan dengan UU No. tentang perkawinan secara administratif harus didaftar di KUA.

1. Adanya keterbatasan administratif Penduduk Bumianyar yang mayoritas berangkat merantau (menjadi TKI) secara ilegal (tidak memiliki surat-surat lengkap sebagai TKI). Proses pencatatan perkawinan secara administratif di perantauan (luar negeri) dilakukan di kedutaan Indonesia di Negara yang bersangkutan. terlebih lagi janda yang telah memiliki anak merasa tidak lagi mempunyai kesucian dan kehormatan sebagaimana perawan. meski tanpa dicatat di KUA. 3. 83 . Janda mempunyai anggapan bahwa surat nikah tidak penting lagi yang paling penting adalah tanggung jawab suami terhadap diri dan anak-anaknya baik dalam hal perhatian maupun ekonomi. Janda. 2. Keyakinan Masyarakat mempunyai keyakinan bahwa perkawinan merupakan hubungan manusia dengan Allah sehingga masyarakat merasa sudah “mantap” apabila perkawinannya diaggap sah menurut agama. mengalami berbagai keterbatasan ruang gerak seperti dalam hal melakukan perkawinan. Untuk itu persyaratan utama yang harus dilakukan adalah harus memiliki surat lengkap sebagai TKI. sehingga memaksa mereka kawin sirri. karena jika ketahuan tidak memiliki suratsurat lengkap menjadi TKI maka akan dipulangkan secara paksa ke Indonesia. Janda Wanita Bumianyar setelah menjadi janda. kebanyakan pergi merantau dengan harapan dapat memperbaiki hidup diri dan anaknya (apabila telah mempunyai anak).

tentang perkawinan secara administratif harus didaftar di KUA. Ekonomi Besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk mendaftarkan perkawinan di Kedutaan Indonesia pada negara yang bersangkutan dirasakan oleh penduduk Bumianyar di perantauan sangat memberatkan. 4. 1 tahun 1979. Ketidaktahuan Masyarakat akan fungsi Surat Nikah Ketidaktahuan masyarakat akan fungsi surat nikah membuat mereka menggapap surat nikah bukanlah suatu hal yang penting. mayoritas berada pada tingkat sekolah dasar/ madrasah ibtidaiyah. maupun tidak langsung berupa ceramah-ceramah agama tentang perkawinan.Keyakinan tersebut disebabkan adanya ajaran Agama yang diberikan oleh para kyai. 5. maka proses poligami sulit dilaksanakan karena istri pertama belum tentu menghendaki suaminya 84 . Pasal 3. Pasal 4 ayat (2) dan Pasal 5 ayat (1). Hal tersebut diakibatkan rendahnya pendidikan yang dimiliki oleh penduduk Bumianyar. Hal tersebut berhubungan dengan mazhab yang dianut masyarakat setempat yaitu mashab Syaf’i dan Syaf’i menganggap perkawinan telah sah apabila telah memenuhi rukun dan syarat sah nikah. Poligami Poligami jika dihubungkan dengan UU No. baik langsung berupa para kyai yang melakukan kawin sirri. 6. sehingga memaksa mereka melakukan kawin sirri.

Oleh karena itu jalan keluarnya adalah dengan kawin sirri. luar pulau. apabila telah berkeluarga dan dapat menimbulkan cemoohan masyarakat. 3. Hal tersebut dilakukan secara sirri. karena perkawinan dilakukan di luar pulau (Perantauan). Tidak direstui orang tua Anak yang perkawinannya tidak direstuai oleh orang tua memilih melakukan perkawinan di perantauan. 85 .menikah lagi. 1. yang dapat mengakibatkan pertengkaran antara keluarga mantan pasangan masing-masing. Selain itu adanya anggapan “tidak sopan” bagi pasangan yang telah bercerai untuk bertemu. baik melalui telepon maupun bertemu secara langsung. Hubungan Suami-Istri Hubungan suami-istri pada pasangan kawin sirri yang bercerai adalah terputus. Pengaruh Kawin sirri Terhadap Hubungan dalam Keluarga pada Keluarga kawin sirri yang Bercerai Pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga pada keluarga kawin sirri yang bercerai di Bumianyar adalah terputus. Pengaruh Kawin Sirri Terhadap Hubungan dalam Keluarga a. sehingga keluarga dan mantan pasangan merasakan aib dan malu pada semua orang. 7. Yang demikian terjadi pda mantan pasangan kawin sirri yang tepat tinggalnya saling berjauhan. artinyatidak ada komunikasi. Hal tersebut diakibatkan adanya kesibukan masing-masing pasangan.

dikarenakan keluarga tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Putusnya hubungan keluarga kawin sirri yang bercerai. mendapat pengasuhan dan mendapatkan permulaan dari pendidikannya. Hal tersebut diakibatkan keadaan ekonomi orang tua yang terbatas dan jarak yang jauh antara tempat tinggal orang tua dengan anak. Hubungan Orang Tua-Anak Hubungan orang tua-anak pada keluarga kawin sirri juga terputus. ayah atau ibu tidak lagi menjadi tempat bagi anak untuk mendapatkan 86 . Hal tersebut diakibatkan jarak tempat tinggal yang jauh antara keluarga inti kawin sirri dengan orang tua suami dan istri.2. 4. mendapatkan keamanan dalam hidup. 3. khususnya mengenai hubungan antara orang tua-anak dan hubungan antara saudara (siblings). Selain itu adanya keyakinan orang tua tentang seseorang anak akan tetap mencari orang tuanya meskipun lama terpisah membuat para orang tua tidak pernah khawatir akan kehilangan anak meski lama tidak ada komunikasi. khususnya mertua/orang tua suami atau istri juga terputus. terlebih lagi anak laki-laki. Hal tersebut diakibatkan adanya jarak tempat tinggal yang jauh antara saudara. Hubungan Keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lain Hubungan keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya. Adapun fungsi pokok keluarga yaitu: tempat menikmati bantuan. Artinya. Hubungan antar Saudara (siblings) Hubungan antara saudara (siblings) pada keluarga kawin sirri juga terputus. ekonomi dan kesibukan masingmasing keluarga.

Oleh karena itu kawin sirri bukan merupakan hal sepele yang hanya berkaitan dengan “sah” atau “tidak sah”nya suatu perkawinan. h. keamanan. Sedangkan hubungan suami-istri adalah terputus. Hukum Perkawinan Islam.63 Sedangkan hubungan dalam keluarga. ditambah lagi tidak adanya komunikasi diantara mereka (orang tuaanak). 2002). maka incest tidak dapat dihindari lagi. ayah atau istri tidak tahu terhadap anak-anaknya. (Jakarta: Bumi Aksara. terkadang ada pula yang bermusuhan. demikian halnya anak-anak dan antar saudara tidak saling mengenal. baik dalam hubungan Indonesia sesamanya maupun dalam hubungan sebagai anggota masyarakat bahkan mempengaruhi bentuk suatu masyarakat. Artinya. Hal ini membawa dampak pada kaburnya garis keturunan atau nasab suatu keluarga. sehingga hubungan menjadi terputus. khususnya hubungan antara orangtuaanak dan hubungan antarsaudara (siblings) pada keluarga kawin sirri dan tempat tinggalnya berdekatan atau perkawinannya dilakukan di Desa Bumianyar adalah cukup baik. 239 87 . tetapi lebih dari itu ia memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan peradaban manusia.bantuan. 63 Idris Ramulyo. karena antara mereka masih ada komunikasi baik melalui telepon ataupun bertemu langsung. pengasuhan dan pendidikan. Dikhawatirkan apabila kelak diantara mereka saling menyukai dan melakukan perkawinan karena mereka tidak saling mengenal antara satu dengan lainnya.

anak membantu orang tua sesuai dengan kemampuannya dalam membantu orang tuanya. 88 . mengasuh dan membina pendidikan anak. Suami sebagai kepala keluarga bertugas mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga. juga sangat baik.b. Hubungan Suami-Istri Hubungan suami istri pada pasangan kawin sirri yang tidak bercerai. Istri sebagai ibu rumahtangga bertugas mengatur dan mengelola rumah tangga. 2. juga sangat baik. 1. Hubungan Antar Saudara (Siblings) Hubungan antara saudara (siblings) pada keluarga kawin sirri. mewakili suami. Pengaruh kawin sirri Terhadap Hubungan Keluarga pada Keluarga yang tidak Bercerai Pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga pada keluarga kawin sirri yang tidak bercerai adalah sangat baik. Hubungan Orang Tua-Anak Hubungan orang tua-anak pada keluarga kawin sirri yang tidak bercerai. menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. baik dalam bermain. artinya hubungan keluarga kawin sirri terjalin sebagaimana hubungan dalam keluarga pada umumnya. sebagai wakil keluarga bila berhubungan dengan masyarakat. membina kerukunan rumah tangga dan membantu mencari nafkah bagi keluarga seperti membatik dan berjualan. melindungi dan membimbing anggota keluarga. hal tersebut nampak. pada umumnya sangat baik karena suami-istri bertanggung jawab terhadap kewajiban masing-masing. 3. hal tersebut nampak anak-anak selalu bersama.

mengasuh anak. melindungi keluarga. Hal tersebut nampak dari adanya bantuan dari mertua. Selain itu. Sebaliknya istri adalah pusat kedamaian bagi keluarganya. mendapatkan keamanan dalam hidup. juga sebagai wakil keluarga bila berhubungan dengan masyarakat. khususnya mertua/ orang tua suami atau istri sangat baik pula. kesehatan anak dan 89 . masalah anak. Hubungan Keluarga Inti kawin sirri dengan Rumah Tangga lainnya Hubungan keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya. pekerjaan dan sebagainya dengan begitu sebaliknya. apabila mengalami berbagai kesulitan seperti ekonomi. Artinya. bertanggung jawab terhadap terhadap kehidupan keluarga. Suami adalah pelindung bagi istri dan anak-anaknya. hal ini disebabkan karena keluarga berfungsi sebagaimana mestinya. membina kerukunan rumah tangga. dan membina anak dalam pendidikan. bertugas mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Selain itu anak-anak selalu berkerjasama dan melakukan pembagian kerja sesuai dengan kemampuannya. keluarga inti kawin sirri membantu apabila mertua mengalami kesulitan. Adapun fungsi pokok keluarga yaitu: tempat menikmati bantuan. mendapat pengasuhan dan mendapatkan permulaan dari pendidikannya. Hubungan dalam keluarga pasangan kawin sirri yang tidak bercerai sangat baik. dengan membimbing seluruh anggota keluarga agar berkembang sesuai dengan keinginannya dan mengawasi pendidikan anak-anaknya. 4. mewakili suami. Seorang istri mempunyai fungsi dan peranan mengatur dan mengelola rumah tangga dan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.berangkat sekolah dan mengaji. dan ia juga teman berbincang-bincang bagi suami. singkatnya mengurusi kehidupan rumah tangga. suami sebagai kepala keluarga.

Oleh karena itu kawin sirri bukan merupakan hal sepele yang hanya berkaitan dengan “sah” atau “tidak sah”nya suatu perkawinan. terlebih lagi masyarakat Madura yang sangat fanatik terhadap tokoh agama/ kyai. 2. hubungan antara orangtua-anak. bertani atau menjadi buruh tani. B. seperti berdagang. terutama oleh masyarakat perantauan. Disamping itu hendaknya tokoh agama membantu pemerintah memberikan penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya pencatatan perkawinan. yang kemudian hari dikhawatirkan dapat mengakibatkan incest.suami. saran-saran tersebut adalah sebagai berikut : 1. sehingga antara saudara (siblnigs) dan hubungan antara keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya) mengakibatkan kaburnya keturunan/nasab suatu keluarga. Hendaknya pemerintah memberikan kemudahan dalam melakukan pencatatan perkawinan pada orang-orang yang melaksanakan perkawinan di perantauan. dan banyak pula yang bekerja untuk membantu mencari nafkah bagi keluarganya. maka ada beberapa saran yang diberikan untuk mencegah semakin berkembangnya praktek kawin sirri pada masyarakat. tetapi lebih dari itu ia memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan peradaban manusia. membatik. Sehingga orang perantau tidak terjerumus pada praktek kawin sirri. Sebab ia merupakan panutan masyarakat. Saran Dengan hasil penelitian diatas. baik 90 . mengingat tokoh agama mempunyai peranan yang penting dalam membentuk keyakinan masyarakat. Kawin sirri berpengaruh pada putusnya hubungan dalam keluarga (hubungan antara suami-istri.

dalam hubungan Individu sesamanya maupun dalam hubungan sebagai anggota masyarakat. 91 .

Aziz.1 Edisi September 2001. 1992. Surabaya:Jurnal Imiah FAI Unmuh. 320/1999. 2003. Siti. 2002. Problem Nikah di Luar Prosdur. Tesis. Hafsah. Jakarta:Badan Penasehatan. Jakarta: Bekerjasama dengan BKKBN.DAFTAR PUSTAKA Abdurrahman. Bunga Rampai Sosiologi Keluarga. Jakarta: Akademika Pressendo. Kawin Sirri Pada Masyarakat Kalisat. Majalah Perkawinan dan Keluarga. Surabaya: IAIN Sunan Ampel. 1996. Kabupaten Bangkalan). Sri Endang. Ihromi. Kecamatan Tanjungbumi. Dalam Mihrab (Pemikiran Hukum. Surabaya: UNAIR. 1999. MH. Perkawinan Sirri Hubungannya Dengan UU No. Jakarta:PPs. Nikah Sirri Bagi Eks Wanita Harapan Di Lingkungan Lokalisasi Bangunsari Kodya Surabaya. 1984. Skripsi. 1992. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. Pendidikan dan Dakwah) no. Jakarta: Dian Rakyat.O. Abu Abdul. Kinasih. Surabaya: IAIN Sunan Ampel. Tesis. Holilah.1 Tahun 1974 (Kasus Poligamai di Kabupaten Sampang). Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Tuntunan Pendidikan Berkeluarga. Pembinaan dan Pelestarian Pekawinan (BP4) Pusat. SH. Dakwatul. 1992. DEPAG. Koentjaraningrat. Universitas Indonesia. 92 .. No. Kawin Sirri Pada Masyarakat Madura (Studi Kasus Tentang Faktor Penyebab dan Pengaruh Kawin sirri Terhadap Hubungan Dalam Keluarga di Desa Bumianyar. Skripsi. T. Chairah.

James P. Muhdor. Metode Etnografi. Tradisi Nikah Sirri : Penyebab dan Pengaruhnya Bagi Masyarakat Pamekasan.2002. A. Al-Muwatha‟ II. Memahami Hukum Perkawinan. 1993. 1964. Ramulyo. Tiara Wacana. Lexy. Sredley. Kawin Sirri Dan Poligami Di Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan. Remaja RosdaKarya. Idris.Malik Ibnu Abbas. Ramulyo. Mesir: Istiqamah Qahirah. Universitas Muhammadiyah. Malang:PPs. Yogyaksarta: PT. Dar Al-Fikri Marsudi. Gouw Giok. 1995. Surabaya: IAIN Sunan Ampel. Status Wanita Di Asia Tenggara: Studi Terhadap Perundang-Undangan Perkawinan Muslim Konyemporer Di Indonesia dan Malaysia. Hukum Perkawinan. Hukum Perkawinan Islam. Khoirudin. Mufassirah. Metode Penelitian Kualitatif. 1952. 2002. Fuadie. Jakarta: INIS Nurhayati. Hukum Kewarisan. 93 . Laporan Penelitian. tesis. Kedudukan Nikah Sirri. Ida. Bandung: Al-Bayan. 2000. Bidayatul Mujtahid. 2002. Muslih. Siong. Nasution. 2000. Jakarta:PT. Jakarta: Sinar Grafika.1997. Moleong. Bandung: PT. Idris. Hukum Perdata Internasional Indonesia. Zuhdi. Skripsi. Jakarta: Bumi Aksara. 1994. Ibnu. Laporan Penelitian. Surabaya: IAIN Sunan Ampel. Rusy. Tinjauan Hukum Islam Terhadap Nikah Sirri di Kecamatan Porwosari Kabupaten Purwosari. 1994.. Hukum Acara Peradilan Agama dan Zakat menurut Hukum Islam. Ponorogo: Fakultas Syari’ah IAIN Sunan Ampel. Kinta. j.

Antropologi II. Alih Bahasa R. Surabaya:IAIN Sunan Ampel. Bagong dkk. Skripsi. Zamroni. 2001. Wiyata. Sebab-Sebab Perkawinan di Bawah Umur dan Perkawinan Liar/Sirri di Kwanyar Kabupaten Bangkalan. William A. 1973. Kamus Arab Indonesia. 1999. Metode Penelitian Sosial.Suhendi. Haviland. Surabaya: Airlangga University Press. 1985. Bandung: Pustaka Setia. 2002. H. Yogyakarta:LkiS. Jakarta: Erlangga. Hendi dkk. 94 . 1996. Surabaya: Artha Perkasa Nusantara. Pengantar Studi Sosiologi Keluarga. Undang-Undang Perkawinan. Yunus. Carok : Konflik Kekerasan dan Harga Diri Orang Madura. Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir Al-Qur’an. Latief. Suyanto. Soekadijo.1995. Mahmud.G.

95 .