Laporan Penelitian

KAWIN SIRRI PADA MASYARAKAT MADURA
(Studi Kasus Tentang Faktor Penyebab dan Pengaruh Kawin Sirri Terhadap Hubungan Dalam Keluarga di Desa Buminyar, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan)

H O L I L A H, S. Ag, M.Si Nip. 197618102008012008

PUSAT STUDI GENDER (PSG) IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA 2009

1

KATA PENGANTAR
Bismillaahirrohmaaanirrohiim

Alhamdulillaahi Robbil ‘alamiin, atas rahmat dan karunia-Nya peneliti dapat menyelesaikan penyusunan laporan penelitian individual ini dengan judul: “Kawin Sirri pada Masyarakat Madura (Studi Kasus tentang Faktor Penyebab dan Pengaruhnya terhadap Hubungan dalam Keluarga di Desa Bumianyar, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan”). Allaahumma Sholli ‘alaa Sayyidinaa Muhammad, semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, Nabi paling akhir, yang telah menyampaikan risalahNya dan membawa manusia ke jalan kesempurnaan hidup lahir dan batin, di dunia dan akhirat. Kawin sirri merupakan perkawinan yang telah mememuhi rukun dan syarat nikah tapi tidak dilakukan di hadapan PPN dan tidak didaftarkan di KUA. Perkawinan tersebut oleh pemerintah dianggap tidak sah. Meskipun demikian perkawinan tersebut banyak dilakukan bahkan menjadi mode masa kini yang timbul dan berkembang diam-diam pada sebagian masyarakat Islam Indonesia. Mereka berusaha menghindari diri dari sistem dan pengaturan perkawinan menurut UU No. 1 Tahun 1974 yang birokratis dan berbelit-belit serta lama pengurusannya. Akibatnya perkawinan tersebut tidak dilindungi hukum dan tidak mempunyai kekuatan. Demikian pula dengan anak-anak yang dilahirkan. Banyak faktor penyebab terjadinya kawin sirri, diantaranya karena terjadinya nikah perjodohan, keyakinan, ketidak tahuan masyarakat akan fungsi surat nikah, ekonomi, poligami, keteledoran aparat desa atau PPN, keterbatasan-keterbatasan administratif, janda, dan nikah yang tidak direstui orang tua.

2

Hal tersebut bertentangan dengan wacana tentang perempuan yang kini banyak dibicarakan oleh kaum feminis. Artinya disaat mereka berbicara tentang ketidakadilan gender justru kaum perempuan yang lain terjebak dalam ketidakadilan itu. Hal ini bisa terlihat bagaimana berlakunya hukum agama dan hukum adat terutama dalam membuat keputusan menikah (berkeluarga), membuat perempuan terjebak pada sistem patriarki. Untuk mencegah semakin berkembangnya praktek kawin sirri pada masyarakat, maka diharapkan pada pemerintah untuk meninjau kembali proses pencatatan perkawinan dan memberikan kemudahan pada masyarakat dalam melakukan proses pencatatan perkawinan sebagaimana diatur oleh Undang-undang. Disamping itu, pelunya penyadaran, khususnya kepada kaum perempuan akan pentingnya surat nikah, yang dilakukan oleh berbagai lembaga dan institusi secara massif, seperti lembaga keagamaan, pendidikan, badan penasehat perkawinan di KUA, pusat-pusat studi gender dan lain-lainnya. Dengan demikian, diharapkan penelitian ini dapat menjadi masukan, terutama pada pasutri kawin sirri tentang pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga, dalam konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara baik secara sosiologis, psikologis maupun yuridis dengan segala akibat hukum dan konsekuensinya, sehingga dapat menjadi pertimbangan bagi pasangan yang sudah maupun akan kawin sirri untuk segera mendaftarkan perkawinannya di KUA. Peneliti menyadari bahwa hasil dari penelitian ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu peneliti mengharap masukan dan saran para pembaca untuk kesempurnaan laporan ini. Tak lupa peneliti menyampaikan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah ikut berjasa bagi selesainya penelitian ini: 1. Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si selaku Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya. 2. Ibu Lilik Hamidah, M.Si selaku ketua Pusat Studi Gender (PGS) IAIN Sunan Ampel Surabaya yang memberikan kepercayaan pada peneliti 3. Bapak Kepala Desa, Moh. Sai’id Effendi beserta staf dan Bapak Camat Tanjungbumi, Drs. Akhmad Tumiran beserta staf, yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian ini. Bapak Kepala KUA, Drs. Nasikhun beserta staf, Kak

3

S. Amin. pada semua pihak yang telah banyak membantu dalam penyelesaian penulisan ini. Suami tercinta Nurur Rohman. anak tersayang Anake Bemimala yang telah memberikan motivasi dan perhatian yang besar. 4. Akhirnya. 01 Desember 2009 Penulis Holilah. M.Ag. Surabaya.Si 4 .Zainuri dan Mbak Maskunah yang telah membantu dalam penyediaan data serta informasi guna kelancaran penelitian ini. semoga Allah SWT senantiasa memberikan imbalan yang setimpal atas segala bantuan yang diberikan. ST.

............... 1 A. i KATA PENGANTAR ................................................................................................................. 26 1...................... Tujuan Penelitian................................... Kawin Sirri dalam Pandangan Hukum Islam .................................................................................................................................... 26 2........................................................................................... E................................................ Tipe-Tipe Keluarga ................................................................. Kawin Sirri dalam Pandangan Hukum Negara ................................................................. ii DAFTAR ISI ..................................................... 15 7 7 8 BAB II TINJAUAN TEORITIS ....................................................................... 30 5 ......................................................................................................................................... 17 A........ Kawin Sirri dan Keluarga............. 1 B.................... Latar Belakang Masalah ........... C........ 23 3............................... v DAFTAR TABEL . Rumusan Masalah ............................ 20 2...................................... Sejarah dan Perkembangan Kawin Sirri ............................................ Kawin Sirri .......................... Fungsi dan Peranan Anggota Keluarga ......... Manfaat Penelitian................ Metode Penelitian......................................................... 9 F......................................... 24 B......................... 17 1.............................................................................................................................. 28 3............................. vii BAB I PENDAHULUAN ......................DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .................................................. D........................................... Hubungan-Hubungan dalam Keluarga . Sistematika Pembahasan.............................................................................

..................60 6 ............................................... Pemukiman .................................. Sejarah Penduduk Bumianyar Merantau .... 38 7........... 49 2............................................... 44 a..4.................................................. Sejarah Kawin Sirri.................................... 49 A........................ Letak dan luas Wilayah ........................... Faktor penyebab kawin sirri yang dilakukan di Bumianyar ........... 45 c...................................................................... 39 B................. 34 3.......................................................................60 1................................... Demografi ........................................................................... Bentuk Kawin Sirri ................................................................ Deskripsi Perkawinan ............................................................................................... Keagamaan .. Kawin Sirri ...... Tempat Pelaksanaan Kawin Sirri ..................................... 35 4.................................. 45 d........................................................................................ 35 5...................................................... Faktor Penyebab Kawin Sirri ........... Deskripsi Lokasi Penelitian .... 33 A................................................... 40 2............... 33 1...........55 B. 47 BAB IV FAKTOR PENYEBAB KAWIN SIRRI DAN PENGARUHNYA TERHADAP HUBUNGAN DALAM KELUARGA ................................ Proses pelaksanaan Kawin Sirri . 33 2........... Sistem kekerabatan ....................................................................... 37 6.... Perkawinan ........................ Pendidikan ................................................................................. 31 BAB III GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN ................. Pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga pada pasangan kawin sirri yang bercerai ......... 40 1........................................................ 49 1........................................... Faktor penyebab kawin sirri yang dilakukan di perantauan .............................................................................. Pengaruh Kawin Sirri terhadap Hubungan dalam Keluarga ... Pengaruh Kawin Sirri Terhadap Hubungan dalam Keluarga .......................................................................... 44 b...........................

........................65 BAB V PENUTUP ...................................................................................... Saran ................................................................................................. Kesimpulan ....................... Pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga pada pasangan kawin sirri yang tidak bercerai ...........................................................................................................................................2..........................84 7 . 82 DAFTAR PUSTAKA ................................. 71 1............................................. 71 2....

....................................................................4 : Jumlah Penduduk berdasarkan Tingkat Pendidikan ......................................... 36 8 ...........................................3 : Jumlah Penduduk menurut Jenis Pekerjaan........ 35 Tabel 3.DAFTAR TABEL Halaman Tabel 3. 33 Tabel 3.....................2 : Jumlah Penduduk menurut Jenis Kelamin ........................... 35 Tabel .......1 : Luas Wilayah per Ha Desa Bumianyar.....

320 tahun 1999. Hukum Perkawinan. (Surabaya:IAIN Sunan Ampel. yaitu sesuai dengan hukum agama dan hukum adat yang dianut masyarakat. (Jakarta: Sinar Grafika. Laporan Penelitian (Ponorogo: Fakultas Syariah IAIN Suanan ampel. 2000).1 Pentingnya pencatatan nikah karena menyangkut status istri dan anak secara obyektif. 1 Tahun 1974 tentang perkawinan pasal 2 ayat 1 dan 2. 4 1 Lihat Peraturan Pemerintah no. 2 Lihat Kompilasi Hukum Islam pasal 5 ayat 1. Ida Nurhayati. Malang: PPs. 4 Lihat Lihat Wadjdi dalam Majalah Perkawinan dan Keluarga “Problema Nikah di luar prosedur” no. pasal 6 ayat 1 dan 2 dan pasal 7 ayat 1. Tinjaun Hukum Islam Terhadap Nikah Sirri di Kecamatan Porwosari Kabupaten Purwosari. 1995). tesis. 9 Tahun 1975 tentang pelaksanaan UUP no. 3 Marsudi. Idris Ramulyo. dan Zakat Menurut Hukum Islam. 2002). Hukum Kewarisan.BAB I PENDAHULUAN A. Kedudukan Nikah Sirri. Selanjutnya. Mufassirah. hukum yang mengatur perkawinan di Indonesia masih beraneka ragam. Perkawinan dipandang sah apabila dilaksanakan sesuai dengan ajaran agama atau adat yang berlaku. Setelah UU Perkawinan tersebut diberlakukan maka dalam pasal 2 ayat (1) dijelaskan bahwa perkawinan dipandang sah apabila dilakukan menurut hukum agama dan kepercayaannya. Universitas Muhammadiyah. Hukum Acara Peradilan Agama. Latar Belakang Masalah Sebelum Undang-Undang No. 5 9 . Skripsi. hal. Tradisi Nikah Sirri: Penyebab dan pengaruhnya bagi masyarakat pamekasan. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan diberlakukan. Sedangkan perkawinan yang tidak sesuai dengan apa yang di gariskan dengan UU dan kompilasi Hukum Islam 2 atau tidak dicatat dan tidak ada bukti buku nikah maka tidak memiliki kekuatan hukum3 hal ini akan menimbulkan masalah bagi anggota keluarga di kemudian hari. Jika suatu perkawinan telah di catat oleh PPN dengan bukti adanya buku nikah maka akan memiliki akibat hukum. dalam ayat (2) perkawinan harus dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. 1994).

239 Gouw Giok Siong.20 10 . Mereka berusaha menghindari diri dari sistem dan cara pengaturan pelaksanaan perkawinan menurut Undang-Undang No. Bila ternyata diantara mereka dalam jangka waktu tertentu itu. kebiasaan. dimana para remaja (putra-puteri) melakukan observasi (menjajaki) sampai seberapa jauh diantara mereka terdapat perselisihan paham baik ideal maupun praktis dalam membina keluarga yang harmonis kelak. 2002). 1964) h. Aturan perkawinan dalam masyarakat antara lain tercermin melalui perkawinan sirri. kebiasaan. Hukum Perkawinan Islam.Adanya hukum negara tersebut dimaksudkan sebagai alat untuk mengatur dan mengendalikan norma. Untuk itu mereka melakukan proof marriage (kawin percobaan).1 Tahun 1974. aturan atau hukum perkawinan dalam masyarakat. lebih konkretnya di Swedia. baik dalam soal kesukaan (hobby) pribadi 5 6 Idris Ramulyo. dalam jangka waktu tertentu (samen leven). Untuk itu menempuh cara sendiri yang tidak bertentangan dengan hukum Islam. yang oleh Ramulyo di sebut “perkawinan di bawah tangan”5 Menurut Siong6 kawin sirri merupakan bentuk perkawinan yang timbul dan berkembang secara diam-diam pada sebagian masyarakat Islam Indonesia. yang birokratis dan berbelit serta lama pengurusannya. (Jakarta: PT. Hukum Perdata Internasional Indonesia. Perkawinan sirri adalah perkawinan yang memenuhi rukun dan syarat perkawinan tapi tidak di daftarkan di PPN seperti yang diatur dan di tentukan oleh UUP no. (Jakarta: Bumi Aksara. aturan atau hukum perkawinan dalam masyarakat. 1 Tahun 1974. Kinta. akan tetapi kenyataan yang ada menunjukkan bahwa hukum yang diperkenalkan oleh negara belum tentu selaras dengan norma. h. Permasalahan yang hampir sama dengan kawin sirri adalah proof marriage (kawin percobaan) yang saat ini menjadi mode di Eropa.

Modernis. Sitterberg. 8 Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Hary L. Kehiduapan Seksual. 90% (sembilan puluh persen) penduduk Swedia melakukan hubungan seksual sebelum nikah. 16 Mei 1982. 1975.Grafisi Pers. jam 19.71 11 . apabila dalam jangka waktu tertentu si wanita dapat melahirkan seorang anak atau sekurang-kurangnya telah hamil. Aspek-Aspek Kehidupan Narkotika. namun untuk menghindari diri dari ketentuan undang-undang ini. Peningkatan dalan hubungan perkawinan yang formal ini. mereka para gadis dan janda disana dikawin dengan pria yang sudah beristri secara diam-diam. Bila tidak. (Jakarta : PT. tanpa pernah mendapat suami. kemudian apabila ketahuan ditanyakan 7 Lihat TVRI. atas perintah Sweden‟s Royal Communision on Sexual Live in Swedia yang dimuat dalam majalah Reader‟s Digest. 21 9 sismono. karena Swedia termasuk salah satu Negara yang makmur di Eropa dengan Gross National Product (GNP) perkapita tertinggi di Eropa.maupun dalam masalah seksual.7 Mungkin juga ada faktor lain misalnya keadaan wanita yang sangat parah di Swedia yaitu 10% (sepuluh persen) wanita Swedia meninggal dunia sebagai perawan tua. Hal ini bisa terjadi di swedia. mereka mencoba lagi dengan pasangan yang lain dan seterusnya. (Jakarta. Alkoholisme. kira-kira 1 (satu) dari 7 (tujuh) orang anak yang lahir adalah anak di luar nikah. terdapat konsekuensi atau persesuaian paham maka hubungan mereka secara formal ditingkatkan dalam ikatan perkawinan. tahun No. Ruang Pendapat. 9 Seperti halnya di Negeria dilarang poligami. CV. Pornografi.20 dan Berita Harian Sinar Pagi. Siaran Warta Berita Minggu. 33% (tiga puluh tiga persen) pengantin wanita sudah hamil pada waktu melakukan perkawinan formal mereka. Mei 1982 8 Lihat Majalah Tempo. 1971) h.

budaya dan agama dalam masyarakat. motif juga bisa berfungsi seremonial dan terkadang dianggap mempunyai nilai. (Surabaya: IAIN Sunan Ampel. Tradisi Nikah Sirri: Penyebab dan pengaruhnya bagi masyarakat pamekasan. (Malang: PPs. terutama masyarakat yang tinggal di daerah pedesaaan atau pinggiran mempersepsikan perkawinan sebagai suatu “kewajiban sosial” daripada manifestasi kehendak tiap individu (terutama wanita). Perkawinan sirri merupakan fenomena yang terkait erat dengan nilai sosial.kepadanya. Mengatasi masalah diatas orang Madura pada umumnya menjodohkan anaknya yang masih berumur lima tahun (balita) dan bahkan ada yang menjodohkan anak10 Zamroni. tetapi gundiknya dan memang disana gundik tidak dilarang. Universitas Muhammadiyah. keramat. maka menjawab saya bukan istrinya. Kabupaten Pasuruan Jatim. 2002). 11 Sakral berarti suci. Sebab-Sebab Perkawinan Di Bawah Umur dan Perkawinan Liar/Sirri di Kwanyar Kabupaten Bangkalan. dan Sri Endang Kinasih. tetapi dalam tulisan ini mempunyai motif yang hampir sama dengan keadaan yang digambarkan diatas. Yang penulis maksud disini bukanlah proof marriage seperti di Swedia atau gundik-gundik di Negeria.10 Hal tersebut tak lepas dari persepsi masyarakat tentang perkawinan. Mufassirah. Dalam konteks masyarakat Indonesia pada umumnya. tesis. 1996) . 12 . studi Kasus di Desa Kalisat. Kecamatan Rembang. Tesis: (Depok: Universitas Indonesia. 2002).11 Sedangkan dalam masyarakat modern menganggap bahwa perkawinan adalah sebuah “kontrak sosial”. Perkawinan Sirri di kangan Masyarakat Kalisat. karenanya perkawinan sering merupakan sebuah pilihan. Secara umum dapat diajukan sebuah pandangan bahwa dalam masyarakat tradisional menganggap perkawinan sebagai “keharusan sosial” yang merupakan tradisi yang dianggap sakral. dengan beberapa variasi dari sudut pandang masyarakat yang fanatisme Islam tetapi kurang memahami hukum Islam dalam kaitannya dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dewasa ini. Skripsi.

Apabila melebihi umur tersebut ternyata belum juga menikah. Menurut pandangan mereka. Mempercepat mengawinkan anak wanita merupakan tuntutan agar anak segera “mentas” dan setelah itu orangtua mereka merasa puas karena telah menunaikan tugas sosial sebagaimana mestinya. (Yogyakarta: LKiS. Perempuan Dalam Budaya: Dominasi Simbolis dan Aktual Kaum Lelaki Dalam Menakar “Harga” Perempuan: Eksplorasi Lanjut atas Hak-Hak Reproduksi Perempuan Dalam Islam (Bandung: Mizan. Pada saat itulah kedua orangtuanya serta anak perempuan yang bersangkutan merasakan aib dan malu pada semua orang dilingkungan sosialnya.32%).78%). 95 13 . Fenomena Kawin Muda dan Aborsi: Gambaran Kasus Dalam menakar “Harga” Perempuan: Eksplorasi Lanjut Atas Hak-Hak reprosuksi Perempuan Dalam Islam (Bandung: Mizan. Penelitian Afdol (1983) di Kabupaten Bangkalan menunjukkan bahwa alasan mempercepat perkawinan bagi anak wanita selain alasan adat kebiasaan setempat (77.12 Penelitian Indraswari13 di Jawa Timur. khususnya pada etnik Madura menunjukkan bahwa mereka mengawinkan anak gadisnya di bawah umur 16 tahun tanpa melalui KUA. 14 12 Latif Wiyata. Oleh karena itu inisiatif menjodohkan anak dibawah umur hamper selalu datang dari pihak orangtua perempuan. h. semua orrang akan mencemoohnya sebagai perempuan tidak laku (ta‟ paju lake). 1999). Perkawinan lebih merupakan ritus kepuasan orangtua dan bukan kepentingan anak. 2002) h. 56-57 13 Indraswari. Perkawinan tersebut disebut dengan kawin sirri. 1999) h. Carok: Konflik Kekerasan dan Harga Diri Orang Madura.anaknya ketika masih berada dalam kandungan ibunya atau pada saat baru dilahirkan. 140 14 Muhammad Sobary. seorang perempuan seharusnya sudah menikah tidak lama setelah mengalami haid yang pertama atau pada umur antara 12-15 tahun. juga didasarkan pada pertimbangan ekonomi (22.

Menurut Kepala KUA Tanjungbumi. Fenomena ini menarik untuk dikaji karena: 1. Selain itu kawin sirri juga mengakibatkan hubungan kekuasaan antara laki-laki 14 . 2.” Hal senada juga dikatakan oleh Kepada Desa Bumianyar. banyak didapati perkawinan yang tidak tercatat di KUA.Di Kecamatan Tanjungbumi. Effendi: “Kesadaran masyarakat untuk mendaftarkan perkawinannya ke KUA masih sangat rendah. Kabupaten Bangkalan yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Kawin sirri jika dikaitkan dengan pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin maka wanita lebih terbebani daripada laki-laki karena ia tidak hanya sebagai ibu rumah tangga tapi juga sebagai kepala keluarga yang bertugas mencari nafkah. Nasikhun mengatakan: “Di Kecamatan Tanjungbumi ini.” Pendapat diatas menunjukkan tentang masih rendahnya jumlah penduduk yang melangsugkan perkawinan dan didaftarkan di KUA di beberapa desa di Kecamatan Tanjungbumi. yang demikian itu dilakaukan oleh masyarakat yang melangsungkan perkawinannnya di perantauan seperti Arab Saudi. Kalimantan dan lain-lain. Malaysia. maka perkawinan tersebut dianggap tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum sehingga berpengaruh terhadap perwalian serta status istri dan anak guna mendapatkan segala hak yang menyangkut diri dan harta bendanya. di desa-desa tertentu masih banyak ditemui perkawinan yang tidak didaftarkan di KUA. Kawin sirri jika dikaitkan dengan UU No. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam.

Bagaimana pula pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga? C. Faktor apakah yang menyebabkan kawin sirri terjadi di Desa Bumianyar. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. Kecamatan Tanjungbumi. Meskipun kawin sirri mempunyai beberapa dampak diatas. perceraian dan penguasaan seksual. penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut: 1. Kabupaten Bangkalan? 2. Artinya disaat mereka berbicara tentang ketidakadilan gender justru kaum perempuan yang lain terjebak dalam ketidakadilan itu. Tujuan umum Menganalisis dan mendeskripsikan kawin sirri yang dilakukan oleh penduduk Bumianyar 15 . tercermin dalam hal menentukan calon pengantin. 3.(suami) tidak setara dengan wanita (istri). B. membuat perempuan terjebak pada sistem patriarki. Tujuan Penelitian Penelitian ini mempunyai tujuan sebagai berikut : 1. namun perkewinan tersebut saat ini berkembang secara diam-diam dengan beragam bentuk dan alasan. Hal ini bisa terlihat bagaimana berlakunya hukum agama dan hukum adat terutama dalam membuat keputusan menikah (berkeluarga). dimana hal tersebut bertentangan dengan wacana tentang perempuan yang kini banyak dibicarakan oleh kaum feminis.

D. Memberi kontribusi ilmiah. mengingat kawin sirri merupakan salah satu wujud fanatisme masyarakat terhadap kyai. 16 . terutama pada pasutri kawin sirri tentang pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga. sehingga dapat menjadi pertimbangan bagi pasangan yang sudah maupun akan kawin sirri untuk segera mendaftarkan perkawinannya di KUA. Manfaat Penelitian Sehubungan dengan tujuan penelitian yang hendak dicapai di atas. Memberi masukan pada pemerintah. psikologis maupun yuridis dengan segala akibat hukum dan konsekuensinya. khususnya dalam kajian kawin sirri dan pengaruhnya terhadap hubungan dalam keluarga.2. tentang masih banyaknya masyarakat yang tidak mengetahui akan fungsi surat nikah. 3. maka penelitian ini di harapkan dapat memberi manfaat sebagai berikut : 1. khususnya masyarakat pedesaan. dalam konteks kehidupan masyarakat. Menganalisis dan mendeskripsikan mengapa terjadi kawin sirri di Desa Bumianyar b. Menganalisis dan mendeskripsikan pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga. Tujuan khusus a. Memberi kontribusi pada masyarakat. bangsa dan negara baik secara sosiologis. sehingga memotivasi pemerintah untuk meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya pencatatan perkawinan dengan bekerjasama dengan kyai dan tokoh masyarakat setempat. 2. yaitu sumbangan data berupa khazanah keilmuan tentang gender.

yang dilakukan di desa Bumianyar. Penulis adalah orang yang dilahirkan di Desa Bumianyar dan memiliki hubungan baik dengan masyarakat dan penduduk Bumianyar. 17 . Pemilihan Lokasi Penelitian Meskipun obyek penelitian adalah kasus kawin sirri yang dapat ditemukan diseluruh kecamatan Tanjungbumi. Pertimbangan memilih Desa Bumianyar ini mempunyai arti yang signifikan dalam hal kegiatan operasional dilapangan karena: a.E. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (filed reseach) dengan menggunakan pendekatan studi kasus (case study). sehingga praktek kawin sirri diperantauan lebih banyak dilakukan oleh penduduk desa Bumianyar dibandingkan desa lainnya. akan tetapi oleh karena suatu alasan dan pertimbangan terutama masalah dana dan waktu. Kabupaten Bangkalan. 1. sehingga penulis dapat dengan mudah bergaul dan ikut dalam berbagai aktivitas mereka guna mendapat data tentang kawin sirri. termasuk pasangan kawin sirri. maka pengamatan lapangan hanya difokuskan pada kasus kawin sirri yang terjadi desa Bumianyar sebagai tempat tinggal penulis. Desa Bumianyar memiliki penduduk merantau yang tinggi dibandingkan desa lainnya. Kecamatan tanjungbumi. b.

61-70 18 . Misalnya pasangan HendraVita. h. 15 James P. karena tempat tinggalnya berdekatan dan sekarang tinggal peneliti di desa Bumianyar. Dalam penelitian ini semua informan yang terpilih adalah individu atau pasangan yang telah atau sedang melakukan kawin sirri dan saat ini berada di desa Bumianyar.2.1997). maka besar kecilnya informan bukan menjadi prioritas utama dalam upaya penggalian data. Tiara Wacana. Metode Etnografi. Informan yang baik mengetahui budayanya atau paling tidak harus mempunyai keterlibatan dalam suasana budaya selama 1 tahun.Sredley. Penentuan Informan Mengingat penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Yogyaksarta: PT. Spradley 15 menyebutkan bahwa paling sedikit ada lima kreteria yang perlu diperhatikan dalam memilih informan yang baik yaitu: a) Enkulturasi penuh Enkulturasi merupakan proses alami dalam mempelajari suatu budaya tertentu. Latief –Rahma. . b) Keterlibatan langsung Informan adalah orang yang terlibat langsung dengan topik yang sedang diteliti. Bahar-Hasna dan indra adalah pasangan yang melakukan kawin sirri lebih dari 2 tahun dan kenal baik dengan peneliti. namun yang menjadi titik penting adalah kualitas informan dalam memberikan data yang jelas dan akurat sesuai dengan kebutuhan.

meliputi perangkat desa.c) Suasana Budaya yang tidak dikenal Artinya peneliti tidak mengetahui suasana budaya yang diteliti sehingga mengalami kesulitan dalam memilih informan. tokoh masyarakat dan kiai sebagai orang yang berperan dalam menikahkan orang-orang yang melakukan kawin sirri. Hal ini diharapkan diperoleh banyak informasi yang dibutuhkan oleh peneliti. sehingga bersifat apa adanya. 2. Individu-individu atau pasangan yang telah atau sedang melakukan kawin sirri yang terdiri dari 3 individu kawin sirri (Ninan. e) Non analitik Informan adalah orang yang dalam memberikan informasi tidak menganalisis atau mengolah pertanyaan terlebih dahulu. pegawai KUA. Misalnya dalam melakukan wawancara dilakukan pada saat pasangan kawin sirri sedang santai pada malam hari. Indra dan Rudi) dan 5 pasangan 19 . peneliti mengenal baik suasana budaya yang diteliti. d) Cukup waktu Penelitian hendaknya dilakukan dengan memilih informan yang memiliki cukup waktu untuk dimintai informasi. Individu-individu yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang baik tentang permasalahan yang diteliti. mengingat peneliti adalah orang yang dilahirkan di desa Bumianyar sehingga penelitilebih obyektif dalam memilih informan. namun dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini yang termasuk informan adalah: 1.

kecuali pasangan Hadi-Ina melakukan kawin sirri di luar desa Bumianyar (yaitu di Desa Katol. Mastur dan Kiai di Kecamatan Tanjungbumi yaitu KH. Sedangkan pasangan Anas-Titin dan Bahar-Hasna. dengan ikut serta dalam berbagai aktivitas. Kabupaten Bangkalan). dan Hadi-Ina) kedua pasangan tersebut melakukan kawin sirri di desa Bumianyar. tidaklah sulit bagi penulis yaitu dengan cara menemui tokoh masyarakat seperti H. 16 Semua nama informan diatas bukan nama sebenarnya (disamarkan) 20 . Sedangkan untuk menemukan informan yang melakukan kawin siriri di perantauan peneliti menemui orasng yang sering pergi merantau yaitu Seniwi dan Mat Solli. 3. melakukan interaksi sosial untuk menemukan pemahaman masyarakat tentang kawin sirri. Pada umumnya individu atau pasangan yang telah atau sedang melakukan kawin sirriterbuka dan tidak malu menceritakan pengalamannya. Pengamatan terlibat (observasi participant) Suatu teknik yang mengharuskan peneliti melibatkan diri kedalam berbagai aktivitas dan kehidupan masyarakat setempat. Dalam hal ini peneliti lakukan ketika pulang ke desa Bumianyar. kedua pasangan tersebut melakukan kawin sirri di perantauan. Jawahir. Moh. Pengumpulan Data Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan melalui proses: 1.suami istri kawin sirri (Sahrul-Ulfa. Kegiatan ini dilakukan secara intensif sejak pertengahan Maret. 16 Dalam menemukan informan seperti individu atau pasangan yang telah atau sedang kawin sirri. Latief-Rahma.

Hal ini dengan pertimbangan sebagai mekanisme adaptasi dan agar terkesan tidak berjarak antara peneliti dan informan. Pertanyaan tersebut ditujukan kepada informan. h. Untuk menunjang wawancara mendalam peneliti menggunakan peralatan lain berupa buku catatan harian mengenai kegiatan penelitian dan tape recorder untuk merekam hasil wawancara. peneliti sering berkunjung ke rumah pasangan kawin sirri. 3. 1995). 206 21 . Dokumentasi dan kepustakaan Dokumentasi dilakukan untuk memperoleh data dari desa (seperti demografi desa). Selanjutnya pertanyaan berikutnya didasarkan pada jawaban atas pertanyaan pokok tersebut. Wawancara mendalam (indepht interview) Wawancara mendalam adalah teknik pengumpulan data yang didasarkan pada percakapan secara intensif dengan suatu tujuan. bahkan terkadang membantu pekerjaannya seperti memasak di dapur. Misalnya. dan di KUA (data 17 Bagong Suyanto. Metode Penelitian Sosial. peneliti menyusun beberapa pertanyaan pokok sebagai pedoman untuk membuka pertanyaan. Bahasa yang dipergunakan dalam wawancara adalah bahasa Madura. Wawancara dengan pasangan suami istri kawin sirri dilakukan secara terpisah dalam waktu bersamaan untuk memperkecil kesempatan pasangan dalam menyamakan ceritanya.mendengarkan pandangan-pandangan dan merasakan keadaan pasangan kawin sirri. 2. di Kecamatan (tentang keluar masuknya penduduk). 17 Dalam wawancara mendalam. (Surabaya: Airlangga University Press.

misalnya rendahnya pemahaman masyarakat tentang fungsi surat nikah. kemudian data tersebut diklasifikasikan. 4. Cerai dan Rujuk / NTCR). sehingga dapat mengumpulkan hasil yang ingin diucapai untuk menjawab permasalahan yang diajukan dalam penelitian. Tahap penemuan. Data kepustakaan digunakan untuk memperoleh data tentang hasil penelitian sebelumnya. Analisis dilakukan dalam tiga tahapan. 22 . Data yang terkumpul kemudian diklasifikasi dan diidentifikasi berdasarkan pola. Data yang terkumpul sejak awal penelitian.Nikah. sejarah kawin sirri dalam pandangan hokum Islam dan Negara serta konsep dan teori menganai keluarga. wawancara mendalam. kemudian dapat diklasifikasikan kedalam faktor penyebab kawin sirri. Analisis data Teknik analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data yang berasal dari observasi participant. Talak. kemudian diinterpretasikan melalui teori-teori yang relevan agar dapat dianalisis. studi dokumentasi dan kepustakaan. selanjutnya diidentifikasi berdasarkan tema. tema dan sub-sub tema. yaitu: 1. agar dapat terlihat hubungan suatu gejala dengan gejala yang lain. Data dipilah misalnya yang berkaitan dengan factor penyebab terjadinya kawin sirri dan pengaruhnya terhadap hubungan dalam keluarga. Selanjutnya data dikelompokkan dan dikategorikan.

Selanjutnya ditulis dalam bentuk penulisan yang tujuannya untuk menjawab permasalahn mengenai faktor penyebab terjadinya kawin sirri dan pengaruhnya terhadap hubungan dalam keluarga. Tahap member kode. Tahap penulisan Merupakan tahap memahami data dalam bentuk penulisan secara lebih lanjut. misalnya tentang faktor penyebab kawin sirri yang dilakukan di desa Bumianyar maupun di perantauan oleh penduduk Bumianyar. Tahap ini meliputi: a. mendiskusikan konsep-konsep yang terkait dengan kawin sirri. metode penelitian dan sistematika pembahasan Bab kedua. Memilih data dengan cara memisahkan catatan lapangan dan bahan dokumen per tema. sejarah dan perkembangan kawin sirri. menyajikan pendahuluan yang terdiri dari: latar belakang masalah. b. merangkai dan menghubungkan data serta informasi agar dapat disusun.2. tujuan penelitian. Sistematika Pembahasan Sistematika pembahasan dalan penelitian ini bibagi menjadi lima bab: Bab pertama. yang terdiri dari: pengertian kawin sirri. 3. artinya dengan melihat. rumusan masalah. Mengkategorikan setiap tema. sehingga diperoleh pengertian dan premahaman. F. pada keluarga kawin sirri yang bercerai dan tidak bercerai. Pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga. manfaat penelitian. kawin sirri 23 .

Selain itu juga mendeskripsikan tentang perkawinan sirri. pemukiman. Selain itu juga membahad tentang konsep-konsep keluarga kaitannya dengan kawin sirri seperti: tipe-tipe keluarga. merupakan bab terakhir yang berisi tentang kesimpulan dan saran yang diperlukan dalam menunjang penelitian ini. memaparkan hasil penelitian yang terdiri atas factor penyebab kawin sirri yang dilakukan di desa Bumianyar dan dilakukan di perantauan.dalam pandangan hokum Islam dan kawin sirri dalam pandangan hokum Negara. serta pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga. demografi. pada keluarga kawin sirri yang bercerai dan tidak bercerai Bab kelima. letak dan luas wilayah. 24 . keagamaan. Bab ketiga. fungsi dan peranan anggota keluarga. dan pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga. yang meliputi: bentuk kawin sirri. pendidikan. system kekerabatan. tempat pelaksanaan kawin sirri. mendeskripsikan lokasi penelitian yang terdiri dari sejarah penduduk Bumianyar merantau. hubungan-hubungan keluarga. sejarah kawin sirri dan proses pelaksanaan kawin sirri Bab keempat.

18 Menurut Haviland19 perkawinan adalah suatu transaksi atau kontrak yang sah dan resmi antara seorang wanita dan seorang pria yang mengukuhkan hak mereka yang tetap untuk berhubungan seks satu sama lain dan yang menegaskan bahwa wanita yang bersangkutan sudah memenuhi syarat untuk melahirkan. h. Jadi “aqad nikah” artinya perjanjian untuk mengikatkan diri dalam perkawinan antara seorang wanita dengan seorang laki-laki. Selain sebagai pengatur kelakuan 18 Asmin. Status Perkawinan Antar Agama: Di Tinjau dari Undang-Undang Perkawinan No. 1992). h. 77 20 Koentjaraningrat. “menindih”. “Aqad” artinya ikatan atau perjanjian.BAB II TINJAUAN TEORITIS A. h. Dengan demikian. (Jakarta: Dian Rakyat. Menurut Koentjaningrat 20 perkawinan adalah suatu peralihan lifecycle dari tingkat hidup remaja ketingkat berkeluarga dari semua manusia di dunia. Alih Bahasa: R. 93-94. Beberapa Pokok Antropologi Sosial. 1 Tahun 1974. Kawin Sirri Perkawinan dalam bahasa Arab adalah “nikah”. (Jakarta: Dian Rakyat. yang artinya “bersetubuh”. 1986). 1985). 25 . atau “berkumpul”. maka perkawinan merupakan pengatur kelakuan manusia yang bersangkut paut dengan kehidupan seksnya. 28 19 William A. Haviland.G Soekardijo. nikah itu pada hakekatnya ialah “aqad” antara calon suami-istri untuk membolehkan keduanya bergaul sebagai suami iatri. Arti sebenarnya nikah adalah “dham” yang artinya “menghimpit”. dipandang dari sudut kebudayaan manusia. terutama persetubuhan. ialah kelakuan-kelakuan seks. Menurut hukum Islam. Antopologi II. memiliki dua arti. arti yang sebenarnaya dan arti kiasan. Arti kiasannya adalah sama dengan “wathaa”. (Jakarta: Erlangga..

seks, perkawinan mempunyai berbagai fungsi lain dari kehidupan kebudayaan dan masyarakat manusia. Pertama memberi ketentuan hak dan kewajiban serta perlindungan kepada hasil persetubuhan, yaitu anak-anak; kemudian perkawinan juga memenuhi kebutuhan manusia akan seorang teman hidup, memenuhi kebutuhan akan harta, akan gengsi dan kelas masyarakat dan pemeliharaan hubungan baik antara kelompok-kelompok kerabat tertentu sering juga merupakan alasan dari perkawinan. Menurut wawancara dengan seorang kiai di kecamatan tanjungbumi (KH. Jawahir) mengatakan bahwa masyarakat awam memiliki pemahaman tentang perkawiann sebagai suatu ikatan antara laki-laki ddan wanita untuk hidup bersama dan untuk mendapatkan keturunan yang sah berdasarkan hukum agama Islam. Yang digaris bawahi disini adalah yang penting sah menurut hukum agama Islam. Di samping itu, masyarakat awam juga menganggap perkawinan sebagai “kewajiban sosial” daripada manifestasi kehendak bebas tiap individu. Oleh karena itu, perkawinan dianggap sebagai “keharusan sosial” yang merupakan tradisi yang dianggap sakral. Jika diklasifikasi berdasarkan tingkat pemahaman masyarakat tentang hukum perkawinan dan usia menikah, maka di masyarakat Bumianyar terdapat tiga bentuk perkawinan yaitu: 1. Perkawinan di KUA Yang dimaksud dengan perkawinan di KUA disini adalah perkawinan yang dilakukan di KUA atau perkawinan yang dilakukan dihadapan Pegawai Pencatat Nikah (PPN) dan dicatatkan di KUA, seperti yang diatur dan ditentukan oleh UU No.1 Tahun 1974. Bentuk perkawinan ini dilakukan oleh masyarakat yang

26

menyadari akan penting hukum Negara, selain hukum Islam. Karena perkawinan bukan hanya dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT (hablum minallah) tapi juga harus dipertanggungjawabakan dihadapan hukum Negara (hablum minannas), karena menyangkut ikatan antara manusia satu dengan lainnya yaitu suami, istri, dan anak serta keluarga besar diantara susmi dan istri. 2. Perkawinan sirri Yang dimaksud dengan perkawinan sirri adalah perkawinan yang tidak dilakukan dihadapan PPN dan tidak dicatatkan di KUA. Perkawinan ini oleh Ramulyo disebut dengan istilah perkawinan dibawah tangan. Perkawinan ini biasanya dilakukan oleh kiai atau ulama atau orang yang dipandang telah mengetahui hukum-hukum munakahat (pernikahan).21 Kata sirri berasal dari bahasa Arab sirri, israar yang berarti rahasia. 22 Kawin sirri menurut arti katanya adalah nikah yang dilakukan dengan sembunyisembunyi atau rahasia. Sedangkan dalam prakteknya di masyarakat kawin sirri adalah perkawinan yang tidak disaksikan oleh orang banyak dan tidak dilakukan dihadapan PPN serta tidak dicatat di KUA setempat. 3. Perkawinan dibawah umur Perkawinan yang dilakukan sebelum usia 16 tahun bagi wanita, dan 19 tahun bagi laki-laki. Batasan ini mengacu pada ketentuan formal batas minimum usia menikah yang berlaku di Indonesia, pasal 7 ayat (1). Perkawinan ini biasanya dilakukan oleh masyarakat karena dua alasan, pertama alasan perjodohan. Dalam

21
22

A. Zuhdi Muhdor , Memahami Hukum Perkawinan, (Bandung: Al-Bayan 1994), h. 22

Mahmud Yunus, Kamus Arab Indonesia, (Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir AlQur’an, 1973), h. 167

27

perjodohan biasanya yang menentukan pasangan dan waktu menikah adalah orangtua laki-laki. Kedua, kemauan anak sendiri. Biasanya anak laki-laki ngotot minta dinikahkan ke orangtuanya, meski ia dan pasangannya belum memenuhi batas minimal usia menikah dan belum mempunyai pekerjaan. Kuatir anaknya salah pergaulan dan berdosa, orangtua menikahkan anaknya dan biasanya biaya hidup anak setelah menikah akan ditanggung oleh orangtua. Ketiga bentuk perkawinan diatas oleh masyarakat Bumianyar dianggap sah. Namun dari ketiga bentuk perkawinan yang terdapat di desa Bumianyar, peneliti hanya mengkaji kawin sirri dan perkawinan dibawah umur. Perkawinan dibawah umur dalam penelitian ini tidak dibahas dalam bahasan tersendiri tapi menjadi satu kesatuan dalam pembahasan kawin sirri, yaitu menjadi salah satu fakctor penyebab terjadinya kawin sirri di desa Bumianyar. 1. Sejarah Dan Perkembangan Kawin Sirri Istilah kawin sirri, sebenarnya bukan masalah baru dalam masyarakat Islam, sebab kitab Al-Muwatha’, mencatat bahwa istilah nikah sirri itu berasal dari ucapan Umar bin Khattab r.a ketika diberitahu bahwa telah terjadi perkawinan yang tidak di hadiri oleh saksi kecuali hanya seorang laki-laki dan seorang perempuan, maka Ia berkata yang artinya:”Ini nikah sirri, aku tidak memperbolehkannya dan sekiranya aku datang pasti aku rajam”23 Pengertian kawin sirri dalam persepsi Umar tersebut di dasarkan adanya kasus perkawinan yang hanya dengan menghadirkan seorang saksi laki-laki dan seorang perempuan. Ini berarti syarat jumlah saksi belum terpenuhi, kalau jumlah saksi belum

23

Lihat Al-Muwatha’ II, Dar Al-Fikri, hal 439

28

Namun Abu Hanifah. hal 17 26 Khoirudin Nasution.24 Ulama-ulama besar sesudahnya pun seperti Abu Hanifah. h. 24 25 Lihat Aziz dalam Jurnal Ilmiah Mihrab. sebab menurutnya tidak ada lagi rahasia kalau sudah ada empat orang. Abu Hanifah dan Syai’i menilai nikah tersebut bukan nikah sirri karena fungsi saksi itu sendiri adalah pengumumnan (i‟lan). Karena itu kalau sudah disaksikan tidak perlu lagi ada pengumuman khusus. sudah cukup mewakili pengumuman bahkan meskipun minta dirahasiakan. Kehadiran saksi pada waktu melakukan akad nikah. kawin sirri di pandang sebagai perkawinan yang sah menurut agama. karena yang menjadi syarat mutlak sahnya perkawinan adalah pengumuman (i‟lan). Malik dan Syafi’i berpendapat bahwa nikah sirri itu tidak boleh dan jika terjadi maka harus di fasakh (batal). 2002). maka perkawinan yang ada saksi tetapi tidak ada pengumuman adalah perkawinan yang tidak memenuhi syarat.lengkap meskipun sudah ada yang datang. Syafi’i dan Ibnu Mundzir berpendapat bahwa nikah semacam itu sah. Imam Malik memandang perkawinan itu termasuk nikah sirri dan harus di fasakh. ulama besar berbeda pendapat. Keberadaan saksi hanya pelengkap. . Jakarta: INIS.163 29 .Status Wanita Di Asia Tenggara: Studi Terhadap Perundang-Undangan Perkawinan Muslim Konyemporer Di Indonesia dan Malaysia. dalam perkembangannya di masyarakat Islam. 26 Akan tetapi Menurut Zahrah dalam Nasution.25 Namun apabila saksi telah terpenuhi tapi para saksi di pesan oleh wali nikah untuk merahasiakan perkawinan yang mereka saksikan. Ulama sepakat fungsi saksi adalah pengumuman (i‟lan wa syuhr) kepada masyarakat tentang adanya perkawinan. Edisi September 2001 Lihat Bidayatul Mujtahid. Dengan demikian dapat ditarik pengertian bahwa kawin sirri itu berkaitan dengan fungsi saksi. maka perkawinan semacam ini menurut Umar di pandang sebagai nikah sirri.

Calon pengantin laki-laki dan perempuan 2. Islam Memandang Kawin Sirri. Sosiologi. h. 1991) 30 . (Jember: PMII Fakultas Hukum. Memahami Hukum Perkawinan. Zuhdi Muhdhor . kawin sirri dipandang sebagai perkawinan yang sah menurut agama. Dua orang saksi 4. Wirawan dalam Hariadi 29 menyatakan kawin sirri merupakan salah satu bentuk perkawinan yang dikenal oleh masyarakat Indonesia. h. 1994). 27 28 29 Idris Ramulyo. dan Hukum Positif.22 Hariadi. (Jakarta: Bumi Aksara. Makalah Seminar Sehari Kawin Sirri Ditinjau Dari Sudut Agama. Ijab dan qobul Syarat-syarat diatas disebut sebagai rukun atau syarat wajib nikah. Hukum Perkawinan Islam.Yang dimaksud dengan perkawinan sirri adalah perkawinan yang memenuhi rukun dan syarat perkawinan tapi tidak di daftarkan di PPN seperti yang diatur dan di tentukan oleh UUP no.28 Akan tetapi dalam perkembangannya di masyarakat Islam. Wali pengantin perempuan 3. 2002). Sementara Muhammad30 menyebutkan bahwa kawin sirri dalam pandangan Islam adalah perkawinan yang dilaksanakan sekedar memenuhi ketentuan mutlak untuk sahnya akad nikah yang ditandai dengan adanya: 1.239 A. 1 Tahun 1974. Psikologi. yaitu suatu perkawinan yang dilakukan oleh masyarakat Islam dengan modin atau kiai sebagai pelaksananya (yang mengukuhkan). Vol. yang oleh Ramulyo di sebut “perkawinan di bawah tangan”27 Perkawinan ini biasanya dilakukan oleh kiai atau ulama atau orang yang dipandang telah mengetahui hukum-hukum munakahat (pernikahan). Kawin Sirri sebagai Siasat Kawin Dalam Media Studi Wanita. 1 Surabaya: PP/SW Lembaga Penelitian UNAIR 30 Muhammad Yusuf. (Bandung: Al-Bayan.

Keadaan demikian disebut sunyi atau rahasia atau sirri. terdapat sunah nikah yang perlu juga dilakukan sebagai berikut: 1. 17 31 . 1 Tahun 1974.33 Namun dalam 31 32 33 Idris. Sebagaimana dikatakan Ramulyo 31 yaitu perkawinan yang dilakukan oleh orang-orang Islam. Khutbah nikah 2. Malik dan Syafi’i sepakat kalau perkawinan tersebut difasakh. kawin sirri pada awalnya merupakan perkawinan yang dilarang dalam Islam karena tidak memenuhi rukun dan syarat perkawinan yang berupa saksi. h. Dengan demikian orang yang mengetahui perkawinan tersebut juga terbatas pada kalangan tertentu saja. h. khususnya mengenai pengumuman perkawinan atau yang dusebut walimah/perayaan. Pada perkembangan selanjutnya. Ramulyo. memenuhi baik rukun maupun syarat-syarat perkawinana tetapi tidak didaftarkan pada PPN seperti diatur dan ditentukan UU No. Kawin Sirri Dalam Pandangan Hukum Islam Merujuk pada sejarah dan perkembangannya. Lihat Al-Muwatha. 2. 439 Lihat Bidayatul Mujtahid. Menyebutkan mahar dan kawin Dengan demikian. sedangkan sunah nikah tidak dilakukan. Pengumuman perkawinan dengan menyelenggarakan walimah/perayaan 3. 239. 2002). h. dalam proses kawin sirri yang dilaksanakan hanya wajib atau rukun nikahnya saja. Demikian halnya dengan praktek kawin sirri yang terjadi di desa Bumianyar. Hukum Perkawinan Islam.Selain itu. 32 Ulama besar seperti Abu Hanifah. (Jakarta: Bumi Aksara. istilah sirri ini kemudian dikaitkan dengan aturan-aturan yang ditetapkan pemerintah sehingga kawin sirri bermakna kawin yang tidak dicatatkan petugas yang telah ditunjuk oleh pemerintah yaitu KUA.

op. Hukum Perkawinan Islam. maka orang yang melakukan kawin sirri berarti tidak taat pada pemerintah yang telah menetapkan untuk mencatatkan perkawinannnya di KUA. 37 Lebih tegas tentang pencatatn dan 34 35 Idris Ramulyo.22 Tahun 1946 pasal 3 ayat (1) 32 . 34 Meskipun kawin sirri sah menurut Islam tapi hal tersebut kurang sesuai dengan ajaran Islam. Kawin Sirri Dalam Pandangan Hukum Negara Kawin sirri jika dikaitkan dengan hukum negara sebenarnya berkaitan dengan pencatatan perkawinan pada instansi pemerintah yang berwenang yaitu KUA.cit.22 Tahun 1946. An-Nisa 59 36 Lihat UU No.perkembangannya dalam masyarakat Islam. dan firman Allah yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman. Kemudian kawin sirri berkembang kembali ketika dikaitkan dengan aturan yang ditetapkan pemerintah sehingga kawin sirri bermakna perkawinan yang tidak dicatatkan di KUA. UU No. sebagaimana diatur oleh undang-undang. taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kalian kepada rasul dan kepada pemerintah yang sah (ulil „amri minkum). kawin sirri merupakan perkawinan yang memenuhi rukun dan syarat perkawinan sehingga masyarakat memandang sah menurut agama (Islam). 3. QS. 36 (2) bagi pasangan yang melakukan perkawinan tanpa pengawasan dari PPN dikenakan hukuman karena merupakan suatu pelanggarn. Talak dan Rujuk. disebutkan: (1) perkawinan diawasi oleh PPN. sebenarnya bukanlah UU pertama yang mengatur tentang pencatatan perkawinan bagi muslim Indonesia. yang mengatur tentang pencatatan Nikah. 239 Lihat. h. Sebelumnya sudah ada UU No.22 Tahun 1946 pasal 1 ayat (1) 37 Lihat UU No.1 Tahun 1974.”35 Berdasarkan firman tersebut. karena Nabi Muhammad SAW bersabda: “Umumkanlah perkawinan itu”.

1 Tahun 1974 pasal 2 ayat (2) 40 Lihat UU No.44 38 39 Lihat penjelasan pasal 1 ayat (1) Lihat UU No.”tiap-tiap perkawinan dicatat menurut perundang-undangan yang berlaku. 41 Dalam Kompilasi Hukum Islam di Indonesia disebutkan.2.1 Tahun 1974 tentang pencatatan dan sahnya perkawinan disebutkan : (1) tidak ada perkawinan diluar hukum agama. apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu.tujuan pencatatan perkawinan ditemukan dalam penjelasannya. tujuan pencatatan perkawinan yang dilakukan dihadapan dan dibawah pengawasan PPN 42 adalah untuk terjaminnya ketertiban perkawinan.1 Tahun 1974 pasal 2 ayat (1) 41 Lihat penjelasan UU No. bahwa dicatatkannya perkawinan agar mendapat kepastian hokum dan ketertiban.1 Tahun 1974 tentang pencatatan perkawinan disebutkan.”perkawinan adalah sah. 38 Kemudian dalam UU No. pasal 7 ayat (1. 43 Namun ditegaskan perkawinan yang dilakukan diluar PPN tidak mempunyai kekuatan hukum.”40 Sedangkan dalam penjelasan UU No.1 Tahun 1974 ayat (1 dan 2) 42 Lihat KHI pasal 5 ayat (2) dan pasal 6 ayat (1) 43 Lihat KHI pasal 5 ayat (1) 44 Lihat KHI pasal 6 ayat (1). dan (2) maksud hukum agama termasuk ketentuan perundang-undangan yang berlaku.3 dan 4) 33 .”39 Sementara pada pasal lain disebutkan. dan perkawinan hanya dapat dibuktikan dengan Akta Nikah yang dibuat oleh PPN.

Kawin Sirri dan Keluarga Menurut Haviland45 yang dimaksud keluarga adalah suatu kelompok yang terdiri atas seorang wanita. Antropologi II. anak-anaknya yang tergantung kepadanya. Haviland. 2001). dan setidaktidaknya seorang pria dewasa yang diikat oleh perkawinan atau hubungan darah. keluarga adalah kelompok sosial yang terdiri dari seorang ayah. Borgadus. a mother. ibu dan satu atau beberapa anak. Family is a small social group. Pengantar Studi Sosiologi Keluarga. Definisi yang agak lengkap diberikan oleh Borgadus dalam Suhendi46 : “…. h. Alih Bahasa R. 73. Keluarga Inti Keluarga inti (nuclear family) disebut juga keluarga batih adalah suatu kelompok kekerabatan sebagai akibat dari perkawinan.B. Kedua. 1985. h. (Bandung: Pustaka Setia. sekelompok orang yang tinggal bersama berdasarkan hubungan darah. Tipe-Tipe keluarga Terdapat dua tipe keluarga yaitu keluarga inti dan keluarga luas. a. Soekadijo. normally compossed of a father. Dari definisi diatas terdapat empat ciri keluarga.G. 1985. Ketiga. 1. 233 46 34 . Menurut 45 William A. in which affection and responsibility are equitably shared and in which the children are reared to become self controlled and socially motivated persons. (Jakarta: Erlangga. Pertama. perkawinan atau adopsi. and one or more of children. hubungan antar keluarga didasari atas kasih sayang dan tanggung jawab keluarga ialah mengembangkan anak agar setelah dewasa menjadi individu yang mampu mengendalikan dirinya sendiri dan berguna untuk masyarakat.

istri dan anak-anak mereka yang bekum kawin. Keluarga Luas Keluarga luas (extended family) adalah kelompok kekerabatan yang terdiri lebih dari satu keluraga inti. yaitu: pertama. yang berdasarkan adat verilokal yang terdiri dari satu keluarga inti senior dengan keluarga inti dari anak laki-laki. 49 Berdasarkan komposisinya. 109 Ibid. Anak tiri dan anak angkat yang secara resmi mempunyai wewenang yang kurang lebih dengan anak kandungnya. ada tiga macam keluarga luas. tetapi seluruhnya merupakan satu kesatuan sosial yang amat erat. 1992). dan hidup tinggal bersama pada satu tempat artinya dalam satu rumah atau pada satu pekarangan. Kedua. (Jakarta: Dian Rakyat. keluarga luas uxorilokal yang berdasarkan adat 47 48 Koentjaraningrat. b. yang berdasarkan adat utrolokal dan yang terdiri dari satu keluarga inti senior dan keluarga-keluarga batih anak-anak laki maupun perempuan. 110-111 49 Ibid. juga dapat dianggap sebagai anggota keluarga. kelurga inti merupakan kelompok dimana si individu pada dasarnya dapat menikmati bantuan utama dari sesamanya serta keamanan dalam hidup. yaitu: pertama. Ketiga. kelurga inti merupakan kelompok dimana si individu itu. waktu ia sebagai anak-anak masih belum berdaya mendapat pengasuhan dan permulaan dari pendidikannya. h. keluarga luas verilokal. Beberapa pokok Antropologi Sosial. 117 35 .Koentjaraningrat.47 Suatu keluarga inti terdiri atas seorang suami. Kedua. h. Koentjaraningrat48 mengatakan bahwa fungsi pokok keluarga ada dua. h. keluarga luas utrolokal.

Suami diharapkan untuk memenuhi kebutuhan istri akan cinta dan kasih sayang. Dengan demikian akan tercipta kestabilan dalam rumah tangga. hubungan orangtua-anak dan hubungan antarsaudara (siblings). istri dilihat sebagai pelengkap suami. yaitu hubungan suami-istri. head complement. Ihromi. sama seperti uang dan barang berharga lainnya. h. istri adalah milik suami. Hubungan-Hubungan dalam Keluarga Menurut Suleeman dalam Ihromi50 ada tiga bentuk hubungan dalam keluarga. Bila terjadi ketidaksepakatan.O. 2. Bunga Rampai Sosiologi Keluarga. h. Dalam pola perkawinan head complement. Dalam pola perkawinan owner property. teman. Hubungan suami-istri Menurut Scanconi dalam Ihromi51 hubungan suami istri dapat dibedakan menurut pola perkawinan yang ada yaitu owner property.uxorilokal dan yang terdiri dari satu keluarga inti senior dengan keluargakeluarga batih anak-anak perempuan. senior junior partner dan equal partner. a. kepuasan seksual. dukungan emosi. pengertian dan komunikasi terbuka. 100 36 . Suami istri memutuskan untuk mengatur kehidupan 50 51 T. 1999). Suami adalah “bos” dan istri harus tunduk padanya. (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. istri harus tunduk pada suami. 100 Ibid. Tugas suami adalah mencari nafkah dan tugas istri adalah menyediakan makanan untuk suami dan anak-anak dan menyelesaikan tugas rumah tangga yang lain karena suami telah bekerja untuk menghidupi dirinya dan anak-anaknya.

108 37 . tidak ada posisi yang lebih tinggi atau rendah diantara suami istri.bersama secara bersama-sama. h. Perubahan ini terjadi karena istri juga memberikan sumbangan secara ekonomis. Tugas suami masih sama mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Dengan demikian istri bisa menjadi pencari nafkah utama. Dengan penghasilan yang didapat. Istri mendapat hak dan kewajiban yang sama untuk mengembangkan diri sepenuhnya dan melakukan tugas-tugas rumah tangga. Kini istri memiliki kekuasaan yang lebih besar dalam pengambilan keputusan. Pekerjaan suami sama pentingnya dengan pekerjaan istri. Dalam pola perkawinan equal partner. Hubungan orangtua anak Menurut Ihromi52 hubungan orangtua anak biasanya hanya membahas fungsi anak terhadap orangtua dan bukan sebaliknya. b. tetapi sudah menjadi teman. artinya penghasilan istri bisa lebih timggi dari suami. Fungsi orangtua terhadap anak dianggap sudah seharusnya berlangsung karena orangtua bertanggungjawab atas anak-anak mereka. istri tidak lagi sepenuhnya tergantung pada suami untuk hidup. meskipun pencari nafkah utama tetap suami. posisi istri tidak lebih sebagai pelengkap suami. dan tugas istri masih tetap mengatur rumah tangga dan mendidik anak. Tetapi suami istri kini bisa merencanakan kegiatan bersama untuk mengisi waktu luang. Dalam pola perkawinan senior junior partner. Menurut Adam yang dikutip oleh 52 Ibid.

umur orangtua pada saat mempunyai anak pertama. dengan membimbing seluruh anggota keluarga agar berkembang sesuai dengan keinginannya dan mengawasi pendidikan anak-anaknya. rasio saudara laki-laki terhadap saudara perempuan. jenis kelamin anak. Kewajiban moral seorang istri berbeda dengan kewajiban moral seorang suami. 3. juga sebagai wakil keluarga bila berhubungan dengan masyarakat. Fungsi dan Peran Anggota Keluarga Dalam suatu rumah tangga kedudukan dan kewajiban antra suami istri tidaklah sama. kesepakan antara ibu dan ayah. 110 38 . h. h. diantaranya: kedekatan tempat tinggal tidak berpengaruh pada bantuan keuangan. dan umur anak pada saat mereka keluar rumah. jarak kelahiran. bertanggungjawab terhadap kehidupan keluarga. Hubungan antarsaudara (siblings) Menurut Schvaneveld dan Ihinger dalam Ihromi 54 mengatakan hubungan antarsaudara dipengaruhi oleh jenis kelamin. Sebaliknya istri adalah pusat kedamaian bagi keluarganya. Suami adalah pelindung bagi istri dan anak-anaknya. tetapi pada jasa yang diberuikan pada anak. c. melindungi keluarga. umur. dan ia juga tema berbincang-bincang bagi suami.Lewis dalam Ihromi53 mengatakan hubungan orangtua anak dipengaruhi beberapa factor. Faktor lain yang ikut berpengaruh adalah lamanya pernikahan anak. kelas sosial. dan persamaan kebudayaan dalam perkawinan. Suami berfungsi sebagai kepala keluarga. 109 Ibid. 53 54 Ibid. jumlah. bertugas mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

dan bagaimana pula pengaruhnya?. sehingga menyebabkan perkawinan tersebut menurut hukum positif tidak mempunyai kekuatan hukum yang dapat menyulitkan berbagai pihak. perkawinan sirri tidak mempengaruhi hubungan dalam keluarga. Selain itu perkawinan sirri juga berpengaruh terhadap hubungan dalam keluarga. Apakah betul. yang akan diteliti di Desa Bumianyar. sebagaimana diatur dalam UU No. mewakili suami. terutama pada status istri dan anak. singkatnya mengurusi kehidupan rumah tangga. proses perkawinan dan perceraian serta pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin atau peran dimana peran wanita sangat berkaitan erat sebagai ibu rumah tangga dan pencari nafkah keluarga. dan hubungan antarsaudara (siblings). yang tercermin dalam menentukan calon pengantin. Pengaruh Kawin Sirri Terhadap Hubungan Dalam Keluarga Yang dimaksud dengan pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga disini adalah bagaimana kawin sirri yang secara bahasa merupakan perkawinan rahasia dan didalam prakteknya merupakan perkawinan yang tidak diketahui oleh orang banyak dan tidak dicatatkan di KUA. baik hubungan sebagai suami isti. pembagian harta serta perwalian anak. 4.1 Tahun 1974. orangtua-anak. mengasuh anak. bertani atau menjadi buruh tani. kesehatan anak dan suami.Seorang istri mempunyai fungsi dan peranan mengatur dan mengelola rumah tangga dan meyelesaikan pekerjaan rumah tangga. dan banyak pula yang bekerja membantu mencari nafkah bagi keluarganya. membatik. seperti berdagang. Selain itu akan dibahas pula pengaruh kawin sirri terhadap hubungan 39 . membina kerukunan rumah tangga. dan membina anakdalam pendidikan. Selain itu juga menyebabkan hubungan kekuasaan antara suami tidak setara dengan istri.

keponakan dari pihak suami atau istri. 40 . Kaitanya dengan penelitin ini. penulis hanya mengambil mertua dalam membahas hubungan antara keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya. Yang termasuk dalam keluarga rumah tanggga lainnya disini adalah orangtua suami atau istri (mertua). saudara-saudara suami atau istri.dalam keluaraga pada keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya. sepupu dari suami atau istri.

BAB III GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Palangkaraya dan Samarinda). ketika para penduduk selalu gagal dalam bertani. Menurut informan. Sejarah Penduduk Bumianyar Merantau Sebenarnya sangat sulit dipastikan kapan persisnya penduduk Bumianyar mulai merantau. Banjarmasin. Menurut informan. Hal tersebut hanya dilakukan oleh orang-orang yang tidak/sedikit mempunyai lahan pertanian. penduduknya memiliki kebiasaan tempat merantau yang berbeda. misalnya kampung Prengkenek banyak merantau ke Kalimantan (Pontianak. Tapi apabila dikaitkan dengan kondisi alam setempat yang tidak begitu subur dan terletak dipinggir laut. 41 . itupun hanya ke Kalimantan seperti Pontianak. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. hanya beberapa orang. hasilnya selalu merosot dan merosot bahkan hasil yang didapatkan tidak dapat mencukupi untuk mengembalikan modal yang dikeluarkan. maka diperkirakan penduduk bumianyar mulai banyak yang merantau sekitar tahun 1980-an. Penduduk kampung Lobuk berdagang ke Kalimantan (Pontianak. sementara mata pencaharian penduduk adalah bertani. Penduduk kampung Kwanyar dan Nangger merantau dengan menjadi TKI ke Arab Saudi. Palangkaraya dan Samarinda). Palangkaraya dan Samarinda. Banjarmasin. tiap dusun/kampung. Banjarmasin. Penduduk kampung Telagah menjadi TKI ke Malaysia. sebenarnyamulai sebelum tahun 1980 penduduk Bumianyar sudah ada yang merantau tapi jumlahnya tidaklah banyak.

desa Larangan Timur 42 .25 Sumber: monografi desa Bumianyar 2008 Desa Bumianyar terletak paling timur diantara 14 desa di Kecamatan Tanjungbumi. Hal tersebut menunjukkan bahwa alas an utama penduduk Bumianyar merantau adalah karena kondisi tanah yang kurang subur sehingga tidak mencukupi kebutuhan hidupnya. Sebelah barat berbatasan dengan desa Paseseh c. Adapun batas-batas desa meliputi: a. Sebelah utara berbatasan dengan laut Jawa b. Kabupaten Bangkalan. Letak dan Luas Wilayah Desa Bumianyar merupakan salah satu desa dari 14 desa yang ada di Kecamatan tanjungbumi. Sebelah selatan berbatasan dengan desa Tambak Pocok. itu sudah cukup.25 Ha. 4.10 Tlageh 113 Nangger 60 Prengkenek 169.1 dibawah ini: Tabel 3. yang memilki luas sekitar 505. jangankan untuk memperbaiki rumah.1 Luas Wilayah per Ha Desa Bumianyar No 1. apa yang bisa diharapkan dari pertanian di desa Bumianyar ini kalau tidak merantau. 5. Hal ini dapat dilahat pada table 3.15 Jumlah 505. 3. Dusun Luas/Ha Lobuk 52 Kwanyar 102. yang terdiri dari lima dusun/kampong.Ada pemikiran. 2. 2. hasinya dapat mencukupi kebutuhan amakan sekelurga saja.

Dalam hal ini ada rumah-rumah penduduk mengelompok dalam satu pekarangan karena masih ada hubungan kerabat disebut tanean lanjeng. Hal ini karena pekarangan milik orangtua mereka cukup luas sehingga memungkinkan keturunannya untuk membangun rumah mengelompok dalam pekarangan tersebut. yaitu rumah dindingnya terbuat dari tembok. Sebelah timur berbatasan dengan desa Trapang.d. dengan perbandingan jumlah penduduk wanita lebih banyak daripada laki-laki. 4. Rumah ini biasanya dimiliki oleh orang yang keluarganya ada diperantauan atau menjadi TKI dan sebagian kecil dimiliki oleh orang yang punya usaha di daerahnya sendiri dan berdagang antar pulau. Terdapat 43 . lantainya sudah disemen/keramik dengan atap rumah dari genting. Desa Bumianyar terbagi dalam 8 kampung. Dilihat dari fisik bangunan rumah penduduk Bumianyar (kurang lebih 60 persen) sudah permanen. dimana setiap dusun secara administrative dibagi kedalam rukun tetangga (RT). Pemukiman Dalam hal pola pemukiman. kabupaten Sampang 3. Pembagian yang lain juga dilakukanberdasarkan hubungan kekerabatan. yang terbagi dalam 771 kepala keluarga (KK). Demografi Penduduk Bumianyar beradasarkan data monografi desa periode 2008 sebanyak 2. yang kemudian secara administrative dikelompokkan kedalam 5 dusun. Namun juga ada rumah penduduk Bumianyar (kurang lebih 40 persen masih semi permanen yaitu rumah yang terbuat dari kayu dengan atap genting.104 jiwa. kecamatan Banyuates.

dagang. Kwanyar 402 3. pegawai negeri dan pegawai swasta. 4.123 Dilihat dari jumlah penduduk berdasarkan kewarganegaraan. Mata Pencaharian Tani Buruh tani Nelayab Dagang Pegawai negeri jumlah 525 235 123 97 9 44 .3 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Pekerjaan No 1. tapi hanya membuka usaha.perbedaan distribusi jumlah penduduk diantara dusun. Untuk lebih jelasnya. Meskipun ada beberapa orang Arab.104 Sumber: Monografi desa Bumianyar 2008 No Dusun Laki-laki 165 200 202 150 233 981 Perempuan 185 202 209 208 280 1. diantaranya bertani. buruh tani. komposisi mata pencaharian penduduk Bumianyar dapat dilihat pada table berikut: Tabel 3.2 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin Jumlah Penduduk 1. 2. Hal ini dapat dilihat pada table dibawah ini: Tabel 3. Prengkenek 513 Jumlah 2. nelayan. tidak ada satu pun orang asingyang bertempat tinggal di desa Bumianyar. 3. 5. Lobuk 350 2. tetapi mereka bukanlah penduduk tetap. Nangger 378 5. Dilihat lihat dari mata pencaharian penduduk bumianyar sangatlah beragam. Tlageh 411 4. yang setiap harinya dating untuk membuka usahanya.

6

Pegawai swasta Jumlah Sumber: Monografi desa Bumianyar 2008

25 1.104

Selain mata pencaharian tersebut diatas, penduduk Bumianyar terutama wanita mempunyai pekerjaan sampingan untuk tambahan

penghasilan yang berupa “membatik”. Upah yang diperoleh dari satu batik berkisar antara Rp 20.000,- s/d Rp 80.000,Adapun sarana transportasi yang berupa jalan, sebagian besar desa Bumianyar telah diaspal dan dapat dilalui oleh kendaraan roda empat. Alat transportasi yang digunakan penduduk adalah angkutan umum yang berupa colt, pick up, sepeda motor dan sepeda pancal (tapi sudah jarang). Adapun sarana komunikasi yang tersedia adalah HP, telepon rumah dan wartel. 5. Pendidikan Pendidikan yang diterapkan di masyarakat Bumianyar tidak lepas dari agama Islam. Dalam penelitian ini, ditemukan hamper semua penduduk yang berusia 40 tahun keatas bisa membaca Al-Qur’an dan kebanyakan dari mereka tidak sekolah sehingga buta huruf latin. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table dibawah ini: Tabel 3.4 Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan No 1. 2. 3. 4. Tingkat Pendidikan Perguruan Tinggi SLTA/MA SLTP/MTs SD/MI Jumlah 35 65 115 1.130

45

5. 6.

Buta Huruf Belum Sekolah Jumalh Sumber: Monografi Desa Bumianyar 2008 6. Keagamaan

550 209 2.104

Desa Bumianyar penduduknya fanatik terhadap ajaran agama Islam. Artinya segala tingkah laku masyarakat harus disesuaikan dengan unsur-unsur syari’ah Islam, yaitu norma-norma yang didasarkan pada ajaran agama Islam. Dalam hal keagamaan, peranan kiai yang sekaligus menjadi tokoh masyarakat sangat besar, karena nasehat dan pendapatnya menjadi pegangan yang kuat dalam kehidupan sehari-hari, seolah-olah kata-kata kiai harus dituruti supaya hidup selamat dan berhasil. Oleh karena itu penduduk Bumianyar menaruh hormat pada kiai selain pada bapak, ibu, guru, dan ratu. Dalam berbagai aktivitas maupun keseharian, wanita selalu

menggunakan pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya yang menurut hokum Islam merupakan kewajiban bagi wanita supaya terhindar dari “dosa” dan “zina.” Manifestasi lain yang berhubungan dengan ajaran Islam yaitu terlihat dari berbagai aktivitas keagamaan seperti slawadhan.55 Dan perayaan besar hari-hari Islam seperti Isra’ Mi’raj dan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mengadakan pengajian dan ceramah agama secara besar-besaran, dan di bulan Ramadhan dengan tarawih dan tadarus sampai pagi hari jam 03.00 wib.

55

Slawadhan adalah suatu kegiatan yang didalamnya diisi dengan membaca tahlil dan sholawat (pujipujian kepada Nabi Muhammad SAW) secara bersama-sama.

46

7. Sistem Kekerabatan Ikatan kekerabatan dalam masyarakat Madura terbentuk melalui keturunan, baik dari keluarga berdasarkan garis ayah maupun ibu (paternal dan maternal relatives). Tetapi pada umumnya ikatan kekerabatan antar sesama keluarga lebih erat dari keturunan ayah yang cenderung

mendominasi. 56 Demikian halnya dengan kekerabatan pada masyarakat Bumianyar dalam hal perkawinan menarik garis keturunan melalui garis lakilaki atau bapak. (patrilinial). Hal ini dapat dilihat dari akad nikah, dimana para wali dari pihak pengantin wanita selalu dihitung dari anggota kerabat dekat melalui garis laki-laki yang berdasarkan pada hokum Islam, sebagai berikut: 1) bapak; 2) kakek; yaitu bapak dari bapak; 3) saudara laki-laki sekandung; 4) saudara laki-laki sebapak; 5) anak laki-laki dari saudara laki-laki sekandung; 6) anak laki-laki dari dari saudara laki-laki sebapak; 7) saudara bapak yang laki-laki (paman); 8) anak laki-laki dari paman; 9) hakim. Suatu perkawinan baru dianggap sah bila dinikahkan oleh wali yang terdekat lebih dahulu. Bila tidak ada yang dekat, baru dilihat urutannya secara tertib. Selanjutnya bila yang jauhpun tidak ada, maka hakimlah yang bertindak sebagai wali sebagai syarat beragama Islam, baligh, berakal, laki-laki dan adil. Selain didasarkan atas hubungan kekerabatan yang sering disebut tretan, juga didasarkan atas hubungan ketetanggaaan, yang sering disebut tetangge. Tretan dan tetangge ini berperan penting dalam kegiatan hajatan
56

Latief Wiyata, Carok : Konflik Kekerasan dan Harga Diri Orang Madura, Yogyakarta:LkiS, 2002.), h. 51-52.

47

cakang (pekerja keras) dan taat beragama meskipun belum mempunyai pekerjaan. yang terpenting bagi orangtua perempuan adalah calon laki-laki menyukai calon wanitanya. Perkawinan Penduduk Tanjungbumi. Ngen-ngangen yaitu keluarga pihak laki-laki atanyah (jawa: takon) kepada pihak wanita. Dalam menjodohkan anaknya.yang diadakan oleh suatu keluarga. Perkawinan semacam ini dimaksudkan untuk mempertahankan dan melestarikan hubungan persaudaraan yang dirasakan mulai menjauh. Jika belum. sebagai berikut: a. Bagi keluarga kaya perjodohan ini terselip maksud bersifat ekonomi yaitu menjaga agar supaya harta kekayaan 48 . keluarga pihak laki-laki meminta anak gadisnya dijidohkan dengan anak gadisnya. Deskripsi Perkawinan 1. dengan member bantuan baik barupa materi maupun tenaga. khususnya desa Bumianyar mempunyai norma dan cara tertentu dalam melangsungkan perkawinan bagi anak gadisnya. Pada umumnya perjodohan dilakukan antar kedua orangtua masih saudara yaitu perkawinan antara saudara sepupu dalam hubungan misanan atau anakanak dari saudara sepupu (mindhoan). Adanya tretan dan tetangge ini dalam penyelenggaraan hajatan atau pesta akan menjadi lebih ringan. apakah anak gadisnya sudah mempunyai calon suami atau belum. B. Oleh orang Madura disebut mapolong tolang (mengumpulkan tulang yang tercerai berai). Hal tersebut terdiri dari beberapa tahapan.

Peningset ini biasanya berupa tettel. yaitu agar keturunan mereka sebagai kiai tidak hilang. 55-56 49 . karena perjodohan yang dilakukan sering gagal dan terkadang menyebabkan terjadinya permusuhan antar saudara apabila kehidupan kedua pasangan tidak rukun/harmonis. b. karena apabila perempuan keturunan kiai tidak mendapatkan laki-laki dari keluarga bukan kiai maka dengan sendirinya anaknya besok tidak akan mendapat julukan sebagai kiai. dodol. Barang-barang yang diserahkan disebut peningset. roti. Namun perjodohan yang dilakukan atas kehendak kedua orangtua tersebut belakangan ini mulai jarang ditemui di desa Bumianyar. Nyabe‟ oca‟ menaruh pesan artinya keluarga pihak laki-laki meminta anak gadis yang disukai pada keluarganya. olet.yang dimiliki tidak jatuh kepada orang luar. Mar-lamar (lamaran) yaitu meminang yang mengandung arti “meminta”. Kegiatan yang dilakukan pada saat mar-lamar ada serah-tremah yaitu keluarga pihak laki-laki menyerahkan barang-barang kepada keluarga pihak wanita. Selanjutnya kedua orangtua laki-laki dan perempuan berunding menentukan hari. c. dengan membawa kembang sebagai simbol. Dengan diterimanya bunga maka secara resmi anaknya sudah bertunangan. seperangkat pakaian. buah pisang. bejit. Tahapan ini sebagai kelanjutan dari tahap ngen-ngangen. peralatan make up dan cincin. 57 Ibid. leppet. kembeng pasar. 57 Demikian halnya dengan perjodohan dikeluarga kiai. tanggal dan bulan yang tepat untuk mengadakan mar-lamar.

seandainya calon pasangan tidak jadi ke jenjang perkawinan. Pengantin laki-laki menuju kamar pengantin wanita dengan diantar oleh kerabat pengantin wanita sampai didepan pintu kamar pengantin. biasanya akad nikah dipimpin oleh wali murhakam (kiai) yang berpengaruh. Setelah akad nikah selesai. Kiai langsung menyampaikan maksud kedatangannya untuk melamar anak gadisnya dan menyerahkan peningset dari keluarga pihak laki-laki. karena pernikahannya tidak dilakukan di hadapan PPN tapi hanya dilakukan oleh kiai. Namun ada juga yang tidak melalukan ini.Dalam acara mar-lamar. Setelah itu. d. orangtua laki-laki tidak ikut karena menurut masyarakat setempat. Serah taremah merupakan inti dari acara mar-lamar. Acara mar-lamar dipimpin oleh kiai atau sesepuh desa yang diminta untuk menggantikan orangtua lakilaki. Selanjutnya pengantin laki-laki masuk kamar pengantin wanita sambil menyerahkan maskawin. Pada saat akad nikah tamu yang hadir semuanya adalah lakilaki. acara selanjutnya adalah megi maskabin yaitu penyerahan maskawin oleh pengantin laki-laki kepada pengantin wanita. maka orangtuanya tidak akan malu. Sebelum kabinan biasanya keluarga pihak laki-laki mengirim sesorang ke rumah mpihak wanita untuk merundingkan waktu pelaksanaan kabinan. Wali murhakam ini dimaksudkan supaya perkawinannya sah menurut agama dan tidak ada keraguan lagi. Setelah disepakati. mempelai laki-laki kembali pulang kerumahnya dan kembali lagi ke rumah 50 . baik bagi wanita yang memilki wali maupun tidak. Kabinan yaitu pelaksanaan akad nikah. Di masyarakat Bumianyar. kedua calon mempelai mengurus perlengkapan surat nikah.

pengantin wanita beserta keluarganya membawa makanan seperti yang dibawa pengantin laki-laki pada saat tan-mantan. artinya keluarga pengantin laki-laki mengundang pengantin wanita dan keluarganya kerumah penganten laki-laki. Pada acara tan-mantan pengantin laki-laki dan wanita dilarang mandi. Pada saat jeng mantoh. g. Sebaliknya pihak yang dikunjungi memberi balasan berupa uang minimal Rp 5. Acara ini biasanya dilakukan keesokan hari setelah resepsi dirumah mempelai wanita. Tan-mantan yaitu acara pelaksanaan resepsi perkawinan atau dalam islam disebut walimatul „ursy. artinya kedua pengantin baru mengadakan kunjungan ke kerabatnya suami dan tetangga dekat demgan membawa kue seperti roti. buah-buahan dan lain-lain. En-maen (main-main). sendok. gelang. kalung. 51 . Acara ini merupakan kelanjutan dari acara kabinan.000.mempelai wanita beberapa jam kemudian dengan membawa ben-giben berupa kasur. dan peralatan rumah tangga lainnya. dimaksudkan agar tidak hujan yang mengganggu pelaksanaan tan-mantan. bantal. Jeng mantoh (mengundang menantu). Tujuannya adalah untuk memberitahukan kepada masyarakat luas bahwa kedua mempelai kabecce‟an (saling mencintai dan cocok) dan meminta doa restu supaya keluarganya tentram dan langgeng. Selain itu pengantin wanita dianjurkan puasa dimaksudnya agar wajahnya aobha (berubah lebih cantik) ketika dirias sebelum duduk dipelaminan. gelas dan lain-lainnya. nagasari dan lain-lain. piring. sarung. piring. tapi yang dibawa hanya berupa makanan yang sudah dimasak seperti roti. sprai. lemari lengkap dengan isinya seperti pakaian yang belum dijahit.atau berupa barang seperti bahan pakaian.. wingko. e. f.

ketua yaysan saiful Ulum. Jenis kawin sirri ini kebanyakan dilakukan oleh wanita janda dengan lelaki duda/perjaka. Kawin sirri ini terjadi karena factor kemauaan kedua pasangan suami istri. Kawin Sirri a. Artinya perkawinan tidak didaftarkan di KUA atau tidak dilakukan dihadapan PPN. Selain itu. Bentuk Kawin Sirri Menurut KH. bahkan terkadang sampai mempunyai anak. pengantin baru umumnya menetap pada keluarga istri (uxorilokal). Perkawinan sirri jenis ini biasanya ditemui pada pasangan laki-laki perjaka dan wanita yang masih perawan. khususnya di desa Bumianyar ditemukan dua jenis perkawinan sirri. menetap pada keluarga istri (uxorilokal) dan menempati rumah sendiri terpisah dari orangtua (neolokal). 52 . kawin sirri juga terjadi karena faktor bukan atas kehendak kedua pasangan suami istri. mereka tidak mendaftarkan perkawinannnya di KUA. kecamatan tanjungbumi yang sekaligus anggota DPR Kabupaten Bangkalan. di masyarakat Tanjungbumi. Pada masyarakat Bumianyar. Moh Ilyas. sirri terhadap pemerintah. kawin sirri dilihat dari arti bahasanya yaitu perkawinan rahasia atau sunyi. 2. Pertama. ada tiga macam yaitu menetap pada keluarga suami (virilokal). dan mengungumpulkan persyaratan tertentu tetapi mereka tidak pernah menerima surat nikah. Berdasarkan pengertian tersebut. Artinya mereka sudah mendaftarkan perkawinannnya pada modin desa dengan membayar sejumlah uang. Artinya sejak awal perkawinan.Mengenai adat menetap bagi pasangan suami istri yang baru menikah. desa paseseh.

Pertama.Kedua. Artinya kedua pasangan ini sudah mendaftrakan perkawinannya dengan membayar sejumlah uang dan mengumpulkan beberapa persyarakatan kepada aparat desa. Tempat Pelaksanaan Kawin sirri Jika dilihat dari tempat pelaksanaan kawin sirri di desa Bumianyar dapat dibagi menjadi dua: pertama. Perkwainan sirri ini terjadi Karena kemauan kedua pasangan suami istri dan untuk kepentiungan poligami. Kawin sirri yang dilakukan di perantau oleh pasangan yang salah satunya adalah penduduk Bumianyar. Kedua. sirri terhadap masyarakat. kawin sirri yang dilakukan di desa Bumianyar bukan atas kehendak kedua pasangan suami istri. Sejarah Kawin Sirri Sejak kapan kawin sirri dilakukan di desa Bumianyar. apabila dikaitkan dengan tempat pelaksanaan kawin sirri. yaitu perkawinan yang disembunyikan dari masyarakat. Perkawinan sirri jenis ini biasanya dilakukan untuk kepentingan poiligami. kawin sirri yang dilakukan di desa Buminyar oleh sesama penduduk Bumianyar. Artinya saksi diminta merahasiakan perkawinan pada orang lain. Perkawinan sirri jenis ini diperkirakan terjadi sejak dikeluarkannya UU Perkawinan No.1 Tahun 1974 yaitu adanya keharusan untuk mendaftarkan setiap 53 . tidak ada seorangpun yang dapat memberikan informasi yang pasti. Namun hal tersebut akan didapat kejelasan. akan tetapi mereka tidak pernah menerima surat nikah. Perkawinan sirri ini terjadi karena bukan kehendak kedua pasangan suami istri dan karena kepentingan poligami. b. c.

dalam hal ini aparat desa atau PPN.1 Tahun 1974 mengenai poligami58. Perkawinan sirri jenis ini sepanjang sejarah akan tetap dapat ditemui karena terkait dengan kesalahan yang diperbuat oleh manusia (human error). Perkawinan sirri jenis ini diperkirakan ada sejak awal penduduk Bumianyar merantau. namun hal tersebut marak dilakukan sekitar tahun 1990-an. Adanya kepastian bahwa suami dapat menjamin keperluan=keperluan hidup istri-istri dan anak-anak mereka c. kawin sirri yang dilakukan di desa Bumianyar untuk kepentingan poligami. kawin sirri yang dilakukan penduduk Bumianyar di perantauan atas kehendak kedua pasangan suami istri. Istri mendapat cacat badan atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan.1 Tahun 1974 tentang keharusan perkawinan dicatatkan di KUA.1 Tahun 1974menjelaskan “pengadilan hanya memberikan izin kepada seorang suami yang akan beristri lebih dari seorang apabila: a. Perkawian sirri jenis ini ditemui di desa Bumianyar dalam jumlah yang sangat sedikit. dan pasal 5 (1) UUP no. Istri tidak dapat melahirkan ketunan Sedangkan pasal 3 menyatakan: (1) “pada azasnya dalam suatu perkawnan seorang pria hanya boleh mempunyai seorang istri.” (2) “Pengadilan dapat member izin kepada seorang suami untuk beristri lebih dari seorang apabila dikehendaki oleh pihak-pihak yang bersangkutan. c. 58 Pasal 4 (2) dari UUP No. Kedua. Adanya jaminan bahwa suami akan berlaku adil terhadap istri-istri dana anak-anak mereka 54 . Perkawinan sirri jenis ini diperkiran ada sejak dikeluarkannya UUP No. jalan keluar yang diambil yaitu dengan kawin sirri ketiga. Oleh karena itu. Para perantau atau TKI yang pada waktu berangkat sendiri.” Selanjutnya dalam pasal 5 (1) menyebutkan “untuk dapat mengajukan permohonan kepada pengadilan. Adanya persetujuan dari istri/istri-istri b. Disamping itu juga terkait dengan pasal 4 (2). pasal 3. harus dipenuhi beberapa syarat sebagai berikut: a. Seorang wanita hanya boleh mempunyai seorang suami. maka proses poligami sulit dilaksanakan karena salah satu pihak yaitu istri belum tentu menghendaki suaminya menikah lagi. Suami harus mendapatkan ijin dari pengadilan atas persetujuan istri.perkawinan di KUA. Istri tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai istri b.

jeng mantoh. nyabe‟ oca‟. tan-mantan. mar-lamar. d. Proses Pelaksanaan Kawin Sirri Proses pelaksanaan kawin sirri pada masyarakat Bumianyar dapat dikelompokkan kedalam dua: pertama. sekalipun mereka mendaftarkan di KUA. Hukum Perkawinan Islam. (Jakarta: Bumi Aksara. perkawinan diatas tetap dikelompokkan pada kawin sirri mengacu pada konsep kawin sirri yang diberikan oleh Ramulyo. Perkawinan jenis ini diperkirakan ada sejak awal penduduk Bumianyar merantau.setelah beberapa tahun diperantauan pulang dengan membawa pasangan. 59 Idris Ramulyo. 239 55 . Keempat. kabinan. Sedikit sekali para perantau terurama laki-laki perjaka yang pulang tanpa membawa pasangan hidup. hanya saja dalam perkawinan ini tidak terdaftarkan di KUA (tidak memiliki surat nikah). 2002). h. proses kawin sirri yang dilakukan di desa Bumianyar apabila wanitanya perawan dengan laki-laki perjaka. 59 Sedangkan proses pelaksanaan kawin sirri pada wanita perawan/janda dengan laki-laki yang mempunyai istri dengan cara si laki-laki langsung melamar wanitanya ke keluarganya. Dalam penelitian ini. Ini biasanya dilakukan oleh kiai atau orang kaya untuk poligami. kawin sirri yang dilakukan oleh penduduk Bumianyar di perantauan yang sengaja dirahasiakan dari masyarakat. Perkawinan seperti ini ditemukan di Bumianyar dalam jumlah yang sedikit. Proses perkawinan sirri ini pada umumnya sama dengan proses pelaksanaan perkawinan pada umumnya yaitu ada tahapan-tahapan tertentu seperti ngen-ngangen. dan en-maen.

maka si laki-laki minta bantuan kiai untuk melamar si wanita kepada keluarganya. Kawain sirri jenis ini dilakukan bukan untuk poligami.Kedua. maka menentukan hari. Apabila ada seorang laki-laki menyukai seorang wanita janda maka dengan segera mendekatinya. Jika wanitanya setuju. 56 . Setelah semuanya setuju. tanggal untuk melaksanakan akad nikah. kawin sirri yang dilakukan oleh penduduk Bumianyar di perantauan.

waktu itu saya masih senangsenangnya jalan bareng teman. Ya sengko‟ noro‟ bae.BAB IV FAKTOR PENYEBAB KAWIN SIRRI DAN PENGARUHNYA TERHADAP HUBUNGAN DALAM KELUARGA A. dan Latief-Rahma. Sampai sekarang kami tidak mempunyai surat nikah dan mereka tidak membahas masalah itu …) Ulfa : “ omor 13 taon sengko‟ e pakabin ban sabalaan. Teppa‟e kabinan sengko‟ ta‟ ngoros pa-apa. Sahrul : “ pertama sengko‟akabin ariya polana terpaksa sebab oreng towa ngancam ta‟ ngakoenna sengko‟ ana‟eh. Teppa‟e jiya se makabin guru ngajina sengko‟. Ya … 57 . saya mengikuti kemauan orang tua dan alhamdulilla istri saya baik sekali … pintar mengaji dan tekun beribadah. Aherra sengko‟ pasra beih ban sengator kabbi oreng towa. ya … saya nurut saja. Aherra sengko‟ noro‟ oca‟e oreng towa ban Alhamdulillah bine sengko‟ orengnga becce‟ …penter ngaji ben cakang bejenga. Teppa‟ ajiya sengko‟ gi‟ neng-sennengngah ajalan ban ca-kanca. Sengko‟ ejuduagi molae omor 5 taon. omorra 17 taon. selain itu saya masih punya keinginan untuk merantau. Faktor Penyebab Kawin Sirri 1. Hadi-Ina. ben pole sengko‟ gi‟ terro merantaoa. oreng se ngatur kabbi oreng towa. Faktor Penyebab Kawin Sirri yang Dilakukan di Bumianyar Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kawin sirri di lakukan di desa Bumianyar akan diceritakan oleh pasangan Sahrul-Ulfa. Sampe‟ satiya sengko‟ ta‟ andhi‟ sorat kabin ban mattowa ta‟ perna atanya …” (pada awalnya perkawinan ini saya lakukan karena terpaksa karena orang tua mengancam tidak mengakui saya sebagai anaknya. Sebenerra teppa‟e jiya sengko‟ gi‟ terro nengennengnga e ponduk. tape orang towa maksa ban ngancam daddhi ana‟ dreka se matodus keloarga mon nolak. Akhirnya. Waktu mau menikah saya tidak mengurus apa-apa. wong semua yang ngatur orang tua.

Apabila telah melebihi umur tersebut dan ternyata belum menikah. Kami dijodohkan sejak saya berumur 5 tahun. arapah me.sengko‟ ta‟ tao ne. Pada saat itu orang tua dan anak perempuan yang bersangkutan merasa malu dan aib pada semua orang dilingkungan sosialnya. benne pangolo. sebab sebagai suatu anggota keluarga besar merekapun akan merasakan perasaan yang sama (aib dan malu) jika ada diantara anggota kerabatnya dicemooh sebagai perempuan tidak laku. ya … bikin) Hal diatas menunjukkan bahwa kawin sirri yang dilakukan didesa Bumianyar adalah kehendak orang tua. Ya … saya tidak nanya mengapa bukan bapak penghulu. ya … sengko‟ agabayya. Tentang surat nikah … sampai saat ini saya belum membutuhkannya. tapi orang tua tetap memaksa dan mengancam menjadi anak durhaka yang akan mempermalukan keluarga jika saya menolak perkawinan tersebut. Akhirnya saya pasrah saja dan yang mengatur perkawina semuanya orang tua. Saat itu yang mengawinkan adalah guru ngaji saya. Ketentuan umur diatas bertentangan dengan batas umur minimum diperbolehkannya perempuan melakukan perkawinan di Indonesia. Orang tua memaksa anaknya untuk segera menikah karena ada tuntutan bahwa anak perempuan harus segera menikah. Tentang sorat kabin … sampe‟ sateya sengko‟ gi‟ ta‟ parlo. paju lake). sebenarnya saat itu saya masih ingin tetap di pondok. tidak lama setelah mengalami haid yang pertama atau pada umur antara 12-15 tahun. tapi kalau besok kemudian hari membutuhkannya dan mempunyai uang. semua orang akan mencemoohnya sebagai perempuan tidak laku (ta. tanpa mendaftar ke KUA. (umur 13 tahun saya dinikahkan dengan suami yang masih saudara. sehingga terjadi 58 . Oleh karena itu para orang tua mempunyai kebiasaan menjodohkan anak perempuannya dengan dengan anak dari anggota keluarga yang lain. Keadaan tersebut memaksa para orang tua menikahkan anak perempuannya. tape gu‟-deggu‟ mon parlo ban andhi‟ pesse. saat itu dia masih berumur 17 tahun.1 tahun 1974 pasal 7 ayat (1). sebagaimana diperbolehkan UU no.

sehingga menimbulkan adanya anggapan bahwa perempuan Madura tidak cukup kawin dengan satu laki-laki atau kawin lebih dari sekali. khususnya penduduk Bumianyar bahwa perkawinan merupakan hubungan manusia dengan Allah sehingga mereka sudah merasa “mantap” apabila perkawinannya dianggap sah menurut hukum agama. Selain itu. 59 .perkawinan sirri. Namun saat ini. kawi sirri terjadi karena adanya keyakinan masyarakat. Keyakinan tersebut merupakan pengaruh dari mazhab yang dianut oleh penduduk setempat yaitu mazhab Syafi’i. Namun ada sebagian pula orang tua yang memanipulasi umur anak perempuannya dengan cara berkolusi dengan aparat desa untuk merubah/menaikkan umur anak perempuannya. Syafi’i menganggap sah perkawinan yang dirahasiakan dalam hal ini para saksi dipesan untuk merahasiakan perkawinan yang mereka saksikan dan menilai perkawinan tersebut bukan kawin sirri. Adanya kawin paksa dan perjodohan antar saudara tersebut menjadi salah satu penyebab tingginya angka perceraian di Madura. Selain itu. meski tanpa dicatatkan d KUA. kawin paksa dan perjodohan antar saudara mulai jarang terjadi di Desa bumianyar. kekhawatiran orang tua akan tidak langgengnya perkawinan anak karena perkawinan dilakukan secara paksa (kawin paksa) menyebabkan pula para orang tua tidak mendaftarkan perkawinan anaknya di KUA. Hal ini dikarenakan kawin paksa dan perjodohan sering menyebabkan perkawinan tidak langgeng sehingga terjadi permusuhan antar saudara.

185-160 60 . Oleh karena itu. Status Wanita Di Asia Tenggara: Studi Terhadap Perundang-Undangan Perkawinan Muslim Konyemporer Di Indonesia dan Malaysia. Penduduk Bumianyar yang rata-rata hidup dari bertani. karena tempatnya pasti didapur juga/memasak). mayoritas berada pada tingkat SD/Madrasah ibtidaiyah.” Selain itu. sehingga ada pepatah “na‟-kana‟ bine‟ ta osa sekolah gi tenggi. maggu dha‟ diya kennenganna e dapor kiya” (anak perempuan tidak perlu sekolah terlalu tinggi. surat nikah belum tentu ia dapatkan. tapi ada saksi maka perkawinan tersebut dianggap sah. harus mengeluarkan sejumlah uang untuk mendaftarkan perkawinan. Keadaan ekonomi para orang tua tidak memungkinkan anak-anaknya untuk sekolah kejenjang yang lebih tinggi karena tenaga anak dibutuhkan untuk membantu orang tua di sawah. karena mereka menemukan orang yang sudah 60 Khoirudin Nasution. (Jakarta: INIS. Hal tersebut terkait rendahnya pendidikan penduduk Bumianyar. 60. Pendapat tersebut menyebabkan adanya anggapan bahwa pencatatan perkawinan merupakan urusan administrative saja bukan termasuk syarat sahnya suatu perkawinan. h. h. 163. 61 Ibid. kawin sirri terjadi juga karena faktor ekonomi. Sementara itu. kawin sirri terjadi karena ketidaktahuan penduduk akan fungsi pencatatan perkawinan telah menyebabkan adanya anggapan bahwa surat nikah bukanlah suatu hal yang penting sehingga menyebabkan penduduk terjerumus pada kawin sirri. 61 Faktor lain. terlebih lagi bagi anak perempuan. meskipun tidak mempunyai surat nikah. 2002).Kawin sirri sebenarnya berhubungan dengan fungsi saksi yaitu pengumuman (i‟lan wa syuhr) kepada masyarakat tentang adanya perkawinan. tapi pertaniannya tidak pernah berhasil.

pada waktu itu ibu. Gabaya apa ne‟. koca‟e egabay sorat kabin. Molae jiya lake sering maen ka roma.000. toh … sengko‟ ella towa ban ta‟ parlo kiya”. ketika saya menjadi salah satu penumpangnya. Hadi : “ Sengko‟ ngabin bine se nomor duwe‟. Hal tersebut menunjukkan bahwa kawin sirri dilakukan untuk poligami. Sampe‟ settong bakto.dha‟ kapala disa. membayar uang sebesar Rp 35. Yang mengakadkan saat itu adalah seorang guru ngaji. Istri dan keluarganya sudah tau kalau saya sudah punya istri dan anak.kepada dia. sejak saat itu ia sering main kerumah . teppaeh jiyah sengko‟ panompangnga. Keloargana bine coma menta sengko‟ adhil dalem abagi bakto ban balenje”.. oreng dhisa Katol. Buat apa nak. Teppa‟e jiya embu‟ majer pesse Rp 35. Bi‟ sengko‟ e tarema. Keluarga istri Cuma minta saya untuk adil dalam membagi hari antara istri pertama dan istri kedua serta adil dalam hal belanja). maka proses poligami sulit dilaksanakan karena istri pertama belum tentu 61 . ngoca‟ ngabinna sengko‟.mendaftarkan perkawinan tapi sampai memiliki banyak anak surat nikah tidak didapatkan juga. Kabupaten Bangkalan. Sehengga tak maksa agabay sorat kabin. Ina : “ Sengko‟ kenal ben lakeh e kapal.. sehingga mereka tidak menuntut saya untuk membuat surat nikah. Pasal 4 Ayat (2) dan pasal 5 Ayat (1). Saya terima niat baiknya. Pasal 1. (Saya kenal suami dikapal. tapi sampai saat ini saya tidak pernah menerimanya. Se makabin teppa‟e jiya bindereh. taon 1977 e romana. Kabupaten Bangkalan tahun 1977 dirumahnya. orang desa Katol. Poligami jika dikaitkan dengan UU No. (Saya menikah dengan istri kedua. tentang proses perkawinan administrative harus didaftarkan ke KUA. Bine ban keloargana ella tao mon sengko‟ andhi‟ bine ban anak.1 Tahun 1974. toh … aku sudah tua dan tidak membutuhkannya lagi).Sampai suatu ketika ia mengutarakan untuk memperistri saya.000. Tape sampe‟ sateya sengko‟ ta‟ narema. katanya untuk mengurus surat-surat perkawinan kami.

Saellana labit ban sorat kabin ta‟ e bagi. tape pangolona ban kepala disa bedhe. Kepala disa nyoro atanya dha‟ pangolona. agabay sorat kabin. aherra mattowa atanya dha‟ kepala disa. Umur 18 tahun saya dikawinkan dengan anak dari temannya emma‟ (Bapak) di sini (di Bumianyar). Ye … sengko‟ ta‟ atanya embak. Daddi sengko‟ bingongf mentaah kasapa. Malam jiya sengko‟ lakar ta‟ epentaeh tantangan atau cap jempol. Banyosokkah. anak kadibi‟en. Bapak kepala Desa juga datang bersama Bapak penghulu. Sekarang sudah mempunyai anak 1 berumur 4 tahun. Sampang. Omor 18 taon e pakabin ban ana‟eh kancana emma‟ . Kabupaten Sampang yang kemudian diserahkan ke kepala desa. e dinna‟.mengkehendaki suaminya menikah lagi oleh karena itu jalan keluarnya adalah kawin sirri. apan pole pangolona ella mate …” (Saya Rahmawati. sebaligga pangolona nyoro minta dha‟ kepala disa. Kepala desa menyuruh memintanya di bapak penghulu. Sateya andhi‟ anak settong omor 4 taon. tapi yangmengakad nikahkan kami adalah guru ngaji istri saya. Pernah bi‟ emma‟ e Tanya agi dhe‟ kepala disa. Koca‟eh pangolona bedeh e kapala disa. Sampe‟ sateya sengko‟ ta‟ andhi‟ sorat kabin. tape se makabin guru ngajina bine. Pada malam itu saya memang tidak dimintai tandatangan atau cap jempol. anak tunggal. Teppa‟e malem akad. koca‟eh bedhe e pangolona. sengko‟ ta‟ taoh. kepala disa ban pangolona dating. katanya untuk diserahkan ke kepala desa untuk pembuatan surat nikah. ya … saya tidak nanya mbak waktu itu. sebaliknya bapak penghulu menyuruh memintanya di bapak kepala desa. Teppa‟e jiya sengko‟ ta‟ epentaeh tandatangan bi‟ pangolona. Menjelang perkawinan dilaksanakan saya telah diminta untuk menyerahkan foto dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) oleh emma’. Latif : “ Sengko‟ akabin lakar karena e juduagi tape sengko‟ endhe‟ polana sengko‟ senneng. pada malam akad. Ruwet kan … !!” (Perkawinan yang saya lakukan adalah memang karena perjodohan tapi saya melakukannya dengan senang hati karena saya menyukainya. Teppa‟e kabinan sengakad agi guru ngajina sengko‟. tapi saat itu memang dilaksanakan 62 . Sengko‟ ella ngoros rat-sorat dari disa. Setelah lama surat nikah belum saya terima. Sebelumma kabinna sengko‟ e pentaeh foto ben KTP bi‟ emma‟. bingung kan … !!) Rahma : “ Sengko‟ Rahmawati. koca‟eh e taragiya dha‟ kepala disa. Saya telah mengurus surat-surat perkawinan dari desa saya Banyusokkah. akhirnya mertua menanyakan kepada ke kepala desa. Ye … sengko‟ ta‟ atanya. ban e bagi dha‟ kepala disa. Pada perkawinan saya yang mengakadkan memang bindereh (guru ngaji) saya. sengko‟ bedhe e kamar.

toh saudara istri yang saat itu berada di Mekkah merestui. Daftar dhe‟ kedutaan … ta‟ mungkin le‟ karena sengko‟ ta‟ andhi‟ paspor lengkap coma theng-katheng. Daftar kekedutaan tak mungkin dikarenakan saya tidak mempunyai paspor lengkap Cuma paspor palsu (tidak punya surat-surat lengkap/berangkat secara illegal). Aherrah e pakabin bi‟ bindhereh. Hendra : “ Sengko‟ akabin e Arab Saudi. Anas-Titin. se daddi sakse settung bellena bine. Toh … belena bine se bedhe e dissa satuju. karena tidak tahu. Akhirnya akad nikah dilakukan oleh bindereh dengan saksi saudara istri 1. settungah pole kanca. sampai akhirnya bapak penghulunya meninggal sekarang. (Perkawinan dengan istri saya dilakukan di Arab Saudi. saellana badha e dinna‟ … sengko‟ agabay”. teman 1 orang. saya tidak mendapatkan surat nikah. 2. Sengko‟ ben bine padha senneng. Hal di atas menunjukkan bahwa kawin sirri terjadi karena keteledoran aparat desa atau pegawai pencatat nikah. Sampai saat ini. saya tidak diminta untuk tandatangan oleh bapak penghulu. saya berada dalam kamar. mendingan akabin bai. Faktor tersebut sepanjang sejauh akan tetap dapat di temui karena hal ini terkait dengan kesalahan manusia (human error) dimana penduduk Bumianyar sudah mendaftarkan perkawinannya sesuai dengan prosedur tapi sampai memiliki beberapa anak mereka tidak pernah mendapat surat nikah. Katembeng agabay dusa terros. Faktor Penyebab Kawin Sirri yang Dilakukan di Perantauan Faktor penyebab kawin sirri yang dilakukan di perantauan di ceritakan oleh pasangan Hendra-Vita. daripada berdosa lebih baik kawin saja. tapi kepala desa menyuruh menanyakannya ke bapak penghulu. Ya aherra. Kami sama-sama menyukai. Ketika itu. Imam-Nina dan Bahar-Hasna.didepan bapak penghulu dan kepala desa. Ya saya tidak nanya mbak. saya bingung harus minta kepada siapa surat nikah tersebut). sebaliknya bapak penghulu menyuruh minta ke kepala desa. disini (Madura) … saya bikin surat nikah) 63 . Ya akhirnya. Emma‟ pernah menanyakannya pada kepala desa. Jadi.

Marena akad sengko‟ e pentae tanda tangan”. Saya menceritakan kepada suami akan permintaan keluarga tersebut dan suami menyetujuinya. Tahun 2000. biasanya dilakaukan oleh perawan atas peermintaan keluarganya. yang mengakadkan adalah kyai kampongan (orang yang banyak memiliki ilmu agama) dan yang menjadi saksi salah satunya adalah saudara laki-laki saya dan mengundang teman-teman sesame perantau. Rat-soradda sengko‟ ban lake ella mate. mereka mendaftarkan perkawinannya. sehingga keadaan ini memaksa mereka untuk melakukan kawin sirri. saya dan suami pulang ke Madura. Hal diatas menunjukkan bahwa kawin sirri dilakukan diperantauan karena adanya keterbatasan-keterbatasan. Mungkin hal tersebut merupakan salah satu ciri hidup diperantauan yang semuanya serba berada dalam keterbatasan. Setelah akad nikah saya diminta untuk menandatangani surat nikah). Ta‟ mungkin le‟ oreng se akabin e Mekka olle sorat kabin. dalam hal ini keterbatasan surat administrative (tidak memenuhi persyaratan menjadi TKI). saya membuat surat nikah. Saat itu. Teppa‟e jiya se makabin kyai kampongan. 64 . E Madure keluarga menta sengko‟ agabay sorat kabin. Pembuatan surat nikah susulan karena perkawinan semula dilakukan di perantaun. yang mengakad saya adalah guru ngaji dan dilakukan dihadapan penghulu. Teppa‟e jiya semakabin guru ngaji e ada‟na pangolona.Vita : “Taon 1998. Aherra abereng ben nganyareh kabin. ( Saya menikah dengan orang Malang tahun 1998 di Makkah dan sekarang telah dikaruniai seorang anak perempuan berumur 4 tahun. Saat itu. sementara surat-surat saya dan suami sudah mati. Sengko‟ abelle dhe‟ lake ban setuju. sengko‟ ben lakeh molle de‟ Madure. sebagaimana diceritakan oleh Anas dan Titin. polana harusa andhi‟ rat-sorat lengkap. sengko‟ ban oreng malang e Mekka. Akhirnya bersamaan dengan pelaksanaan memperbaharui nikah. sengko‟ agabay. Taon 2000. Saksena sala sittungnga bele dibi‟ ben ngonjeng ca-kanca. dan untuk kesana harus mempunyai surat-surat menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang lengkap. Namun yang demikian tidak terjadi pada wanita janda. Namun. ketika mereka sudah hidup bebas dinegaranya sendiri.Tidak mungkin le’ (sebutan untuk orang yang lebih muda) orang yang melangsungkan perkawinan di Makkah itu mendapatkan surat nikah karena harus mendaftar kekedutaan Indonesia di Arab Saudi. Di Madura semua keluarga meminta saya untuk membuat surat nikah.

yang penting adalah bagaimana suami ertanggungjawab terhadap keluarga. akhirnya saya bercerita ke teman yang lain kalau saya ingin memperistri anaknya. Saya menyukai anaknya. maksodda abine pole…” (Saya mengenal istri di Banjarmasin.. se penting dha‟ remma lake tanggung jawab dha‟ kaluarga. apalagi saya adalah seorang janda yang mempunyai anak satu. Aherra binderaeh se makabin. laki-laki. Yang penting saya tidak berniat mempermainkannya. Hal ini menunjukkan bahwa pada wanita janda. yang hasilnya hanya cukup untuk membeli jajannya anak).Rp 500. katembang makalowar pesse sekitar Rp 300. 300. Saya tidak berpikir membuat surat nikah karema daripada mengeluarkan uang sekitar Rp. maksudnya beristri lagi…. Niatku diterima dengan baik. coma abathe‟. ollena coma cokop melle jajana nak-kana‟. bapak menjadi salah satu saksi. apalagi saya tidak bekerja. akhirnya akad nikah dilakukan oleh seorang kiai dan orangtua laki-laki istri sebagai saksi.Anas: “sengko‟ kenal bine e Banjarmasin. taon 1997 e Banjarmasin.000. Dengan keadaan sepeti sekarang ini saya sudah sangat bersyukur. Samapi saat ini saya tidak pernah mengajak suami untuk membuat surat nikah. saya dan anak-anak. Cuma membatik. Tonggel ariya bae sengko‟ ce‟ asokkorra. soalla padha malarat. Sampe‟ sateya sengko‟ ta‟ pernah ngajae‟ lake agabay sorat kabin. Sengko‟ ta‟ andhi‟ neat agabay en-maenan. Titin: “sengko‟ akabin pole ban oreng pasuruan. (Saya menikah kedua dengan orang pasuruan tahun 1997 di Banjarmasin. Sengko‟ senneng ka ana‟e. lebih baik buat modal nikah karena kita sama-sama orang miskin. Sengko‟ ta‟ pernah mekker agabay sorat kabin.000. akherra sengko‟ atotoran dha‟ tang kancah je‟ sengko‟ terro ngabinah ana‟eh ban etaremah. Sateya sengko‟ andhi‟ anak settung. Saat itu yang mengakadnikahkan adalah bidereh/kiai setempat. Bapaknya adalah teman menarik becak. apanpole sengko‟ ta‟ alako. Yang penting suami bertanggungjawab terhadap kehidupan keluarga. Menurut sengko‟ sorat kabin jiya ta‟ penting. ban ngonjeng tetangge padha parantauan. karena mereka menganggap sudak tidak mempunyai kesucian dan kehormatan lagi sebagaimana dimiliki oleh perawan. Sekarang dikaruniai anak satu.000. saksena orengtowana bine. apanpole sengko‟ ella janda se andhik anak settung. lake‟. tidak pernah menuntut membuat surat nikah.lebih baik e gabay modal akabin. Teppa‟eh jiya se makabin bindereh kampongan. Karena menurut saya surat nikah itu tidak penting. 65 . Bapa‟e sa kancaan meca‟. saksenah sala settungnga bapak.000 – Rp 500.

namun kebanyakan dari laki-laki. seorang laki-laki yang menginginkan kawin lagi diperantauan akan melakukan kawin siriri. Selain itu. hamper sama dengan gaji satu bulan. Faktor lain yang menyebabkan kawin sirri di perantauan adalah poligami. Teppa‟e jiya sengko sengaja ta‟ daftar kedutaan polana lake mangkatta lebat budhi. apalagi jika dikaitkan dengan kehidupan meraka di perantauan yang hidup dalam keterbatasan karena status mereka sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) illegal. faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab praktek kawin sirri terjadi diperantauan. setelah kembali ke Madura akan mengalami masalah. karna sake‟ sengko‟ mole dha‟ madure tape lake tetap e Malaysia. sebelumnya tidak pernah mengaku kalau sudah mempunyai istri. Taon 2001. Nina: ”sengko‟ akabin ben oreng Arosbaya e Malaysia tahon 1999. Penduduk Bumianyar meresa biaya yang harus dikeluarkan untuk mendaftarkan perkawinannnyadi kedutaan Indonesia sangat mahal.Selain itu. ban pole majarra ce‟ larangnga. Oleh karena itu. apakah perkawinan tersebut berlanjut atau tidak. sehingga mereka mempunyai pemikiran lebih baik dikirimkan ke Madura untuk bangun rumah atau untuk kebutuhan anak-anak yang tinggal bersama neneknya. faktor ketidaktahuan penduduk akan fungsi surat nikah telah menyebabkan pasangan suami istri meremehkan adanya surat nikah. Hal tersebut baru terungkap setelah keduanya sama-sama kembali ke Madura. tergantung dari istri muda dan keluarga seperti yang terjadi pada Nina. polN sengko‟ ta‟ andhi‟ keluarga se merantao. Tape ta‟ labit tang lake mole kiya. tape dha‟ 66 . se daddi wali teppa‟eh jiya hakim. Poligami yang dilakukan sepengetahuan istri tua tidak mungkin diijinkan. sehingga menyebabkan praktek kawin sirri terjadi dari generasi ke generasi berikutnya. poligami yang dilakukan diperantauan. tape ta‟ laju dha‟ roma.

keluarga menyuruh tetangga untuk mencari rumahnya dan disuruh menghadap ke keluarga besar saya. Aherra lake ngako je‟ andhi‟ bine ban anak. karna sengko‟ ce‟ cintana. keluarga nyoro tetangge entar dha‟ romana lake ban abale ja‟ ekaparlo keluargana sengko‟. Namun tidak lama kemudian dia menyusul pulang tetapi tidak langsung ke rumahku tapi kerumahnya di Arosbaya.romana arosbaya. Sebenarnya keinginan saya untuk mengawini istri sejak di Madura. polana janda. Yang menjadi wali saat itu adalah hakim karena saya tidak emmpunyai keluarga yang merantau disana. Tapi keluarga saya tidak merestui karena istri seorang janda. Se daddi wali hakim (kiai kampongan). kami tidak pernah bertemu kembali. keluarga e tanya‟agi tentang status kabina sengko ban lake. Bahar: “sengko‟ akabin ban oreng banyuates tahon 1999 e Pontianak. lake bi. Sampe sateya bine ban keluargana ta‟ perna da-kanda agabaya sorat kabin… (Saya mengawini istri. kami sengaja memang tidak mendaftarkan perkawinan di Kedutaan Indonesia di Malaysia karena suami berangkatnya secara illegal selain itu juga bayarnya mahal. (saya menikah dengan orang Arosbaya di Malaysia tahun 1999. Aherra kaluarga ta‟ bisa narema ban menta sengko‟ ban lake ngahere hubungan (apesa) ce‟-becce‟. sementara saya masih perjaka. tapi mau giman lagi kalau dia tidak mengahargai saya dan keluarga). Kaluarga menta e patemmo ban oreng towana lake e Arosbaya. dan keluarga juga minta dia mempunyai waktu khusus untuk saya bukan dating semaunya. padahal e Malaysia ngako duda andhik anak serttung. karena istri tidak mempunyai keluarga disana. aherra sengko‟ akabin bai. Selama kami di Madura terlebih saat itu saya sakit. sementara sengko‟ gi‟ perjaka. Sabendera. Akhirnya kami janjian ketemu di Pontianak meskipun tidak berangkat bersama. Kaluarga menta lake andhik bakto rutin dha‟ sengko‟ ternyata lake ta‟ bisa ngabulaki pamentaan kelaurga. Ternyata dia tidak bisa memenuhi semua permintaan keluarga. Sesampainya dirumah. Sejak saat itu. padahal ketika di Malaysia mengaku sebagai duda dengan satu anak. Tersinggung ban carana. saya dan dia didudukkan dihadapan keluarga dan ditanya tentamg status hubungan kami. Dia menjawab bahwa saya adalah tetap istrinya. aherra sengko‟ janjian atemmo e Pontianak. Sebenarnya saya masih sangat mencintai dia. yang menjadi wali pada saat itu adalah hakim/ bindereh. molae badha e Madura sengko‟ ella ngabina bine. dia hanya mengunjungi saya tiga kali. Teppa‟e bahda e Madure lake entar dha‟ roma coma tello kale. dan akhirnya keluarga saya meminta kita untuk mengakhiri hubungan (bercerai).. orang Banyuates. Tersinggung dengan caranya dalam memperlakukan saya. Tape keluarga ta‟ setuju. maggu ta‟ mangkat abereng. Saellanan badha e roma. Tahun 2001 karena sakit saya harus pulang ke Madura tapi suami tetap di Madura. tahun 1999 di Pontianak. Pada saat itu. karena kami saling mencintai. Lake ajawab je‟ sengko‟ tetep binena. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kami 67 . Teppa‟eh jiya binena sake‟ sara. Kabater alako dusa (zina). tape lake ta‟ endha‟. Saat itu. keluarga meminta saya dikenalkan dengan keluarganya di Arosbaya tetapi dia menolak karena ternyata dia masih mempunyai istri dan saat itu iatrinya sakit keras. sebab bine ta‟ andhi‟ keluarga e dissa.

sehingga mereka melakukan perkawinan jauh dari orangtua yaitu diperantauan. bine‟ omor 12 taon. Molae jiya sengko‟ ban lake ta‟ perna a hubungan pole. Selain itu kawin sirri juga dilakukan untuk menghindari dosa. dan mereka khawatir tidak dapat mengontrol diri mereka sehingga jalan yang diambil adalah kawin sirri. Hubunganna sengko‟ ban anak becce‟. Anak e patorok da‟ emabana. teppa‟e anak omor 5 ben 1 taon. Indra: “sengko‟ andhi‟ anak lake‟ duwa‟. Meraka yang samasama mencintai sering jalan berdua. Keyakinanan tersebut berhubungan dengan ajaran agama yang diajarkan oleh para kiai/bindereh meskipun tidak secara langsung. ban anak lake‟omor 8 taon. Tape saellana olle sabulen 68 .memutuskan untuk menikah saja. Kawin sirri adalah sah dan jalan terbaik untuk menghindari dosa yang lebih besar berupa zina. ben lakeh nomer duwe‟. Coma mon sengko‟ baru dating dari Malaysiabiasana lo-malo. oreng Pontianak.. se lake neng-enneng ban sengko. Pengaruh Kawin Sirri terhadap Hubungan dalam Keluarga 1. agus. Pengaruh Kawin Sirri terhadap Hubungan dalam Keluarga pada pasangan Kawin Sirri yang Bercerai Bagaimana pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga pada pasangan kawin sirri yang telah bercerai diceritakan oleh Agus-Indra. Lake abali dha‟ Pontianak. Sampai saat ini istri dan keluarganya tidak pernah menyinggung untuk membuat surat nikah. Sengko‟ apesa. ade‟ mak-semma‟ da‟ sengko‟.. Untuk gabay biayana anak sengko‟ nyare lako da‟ Malaysia.) Hal diatas menunjukkan bahwa kawin sirri dilakukan karena tidak mendapat restu dari orangtua. B. se bine‟ noro‟ lake. misalnya dengan dilakukan poligami oleh para kiai melalui jalan kawin sirri.

salah satu pasangan berasal dari luar daerah Madura. dengan suami Agus orang Pontianak. seperti yang terjadi pada Indra dan suaminya Agus (orang Pontianak). Sejak perceraian itu aku dan suami tidak pernah ada komunikasi lagi.. Yang demikian terjadi pula pada mantan pasangan akwin sirri yang bercerai dan tempat tinggalnyaberjauhan. Hanya saja ketika saya baru dating dari Malaysia. sementara anak saya tititpkan ke neneknya. cuma 3 kali telepon. ngajina ban enlaen. artinya tidak ada komunikasi. dia malu-malu. Marena apesa ben sengko‟ lake ban anak jarang ahubungan. baik melalui telepon apalagi bertemu. 69 .padana hubunganan ban lake. namun setelah satu bulan dia mulai akrab dan cerita-cerita tentang sekolah. pada bai ben hubunganna anak ben keluargana lake… (saya mempunyai seorang anak laki-laki. hubungana ban keluargana lake ta‟ pernah. sekarang berumur 12 dan 8 tahun. Hubungan suami-isti Hubungan suami istri pasda pasangan kawin sirri yang sudah bercerai terputus. aropa pesse ban en-maenan. ban sering abanto sengko. Setelah pulang sekolah terkadang ia membantu saya di dapur. coma tello kale. suami dan anakkau jarang sekali komunikasi. dan anak kedua perempuan tinggal bersama suami. Biasanya perkawinan tersebut dilakukan di perantauan. teman. kancana. Selama itu pula suami mengirimi uang anaknya 2 kali. Sejak terjadi perceraian. Untuk memenuhi kebutuhan anak. tempat ngajinya dan lain-lain. coma lebat telepon. Hubungan saya dan anak cukup akrab.sampe sateya lake coma akereman dukale da‟ ana‟e. saya merantau ke Malaysia. anak pertama laki-laki tinggal bersama saya.lebbi biasana molai akrab ban ta-careta tentang sakolanan. uang dan mainan…) Hal diatas menunjukkan bahwa hubungan antara suami-istri-anak pada kelauarga kawin sirri yang sudah bercerai adalah terputus. Perceraian terjadi ketika anak saya berumur 5 dan 1 tahun. biasana datengga sakola. sementara suami kembali ke Pontianak. 1. Kesibukan masing-masing pasangan telah membuat mereka tidak pernah berpikir untuk menelpon atau menemui mantan suami-istri meskipun mereka memiliki anak yang tinggal bersama masing-masing pasangan. tidak mau dekat saya.

Hal ini pulalah yang menyebabkan rujuk pada masyarakat Madura jaang sekali terjadi. terlebih bagi anak laki-laki. Keadaan tersebut salah satunya disebabkan faktoe ekonomi orangtua yang pas-pasan. Pada saat itu. artinya keputusan yang telah diuambil. 2. akan tetap mencari orangtuanya meskipun lama terpisah. dibatalakan/rujuk kembali dengan mantan istri. apabila telah berkeluarga dan dapat menimbulkan cemoohan masyarakat. baik melalui telepon terlebih bertemu langsung harus mengeluarkan banyak uang. Berkomunikasi. meskipun anak ditinggal merantau dan anak 70 . Selain itu. Sedangkan hubungan orangtua-anak yang tinggal bersama pada keluarga kawin sirri yang bercerai adalah baik.Selain itu anggapan “tidak sopan” bagi pasangan yang telah bercerai untuk bertemu. membuat para orangtua tidak pernah kuatir akan kehilangan anaknya meskipun tidak pernah bertemu dan anaknya tidak memiliki akte kelahiran. yang dianggap dalam pepatah ”copa se epakalowar e galunyu‟ pole” (ludah yang dibuang dujilat lagi). Hubungan orangtua-anak Hubungan orangtua-anak pada pasangan kawin sirri yang bercerai juga terputus atau sangat jauh seperti yang dialami agus dan anak lakinya yang tinggal bersama mantan istrinya (Indra). yang dapat mengakibatkan petengkaran antara keluarga mantan pasangan masing-masing. semua keluarga dan yang bersangkutan merasakan aib dan malu pada semua orang. adanya keyakinan penduduk Bumianyar tentang seorang anak. dalam hal ini perceraian. kesibukan ini membuat para orangtuasemakin jauh dari anaknya. sehingga membuat para orang tua lebih berpikir untuk mencari kerja.

anak-anak membantu para orangtua berdasarkan kemampuannya. sebagaimana dialami oleh anak-anak kawin sirri Indra-Agus.dititipkan ke neneknya. mendapat pengasuhan. khususnya mengenai hubungan orangtua anak dan hubungan antarsaudara (siblings). khususnya mertua juga terputus. seperti yang dialami oleh Indra dengan anak laki-lakinya. Adapun fungsi pokok keluarga yaitu: tempat menikmati bantuan. hungan antara keluarga inti dengan rumah tangga lainnya. belum pernah berjumpa atau berhubungan/komunikasi satu sama lain 4. mencuci dan lain-lain. Sejak terjadi perceraian. seperti memasak. ekonomi juga kesibukan masing-masing keluarga. dikarenakan keluarga tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Hubungan antara keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya Sebagaiman hubngan dalam keluarga inti. Hal tersebut nampak dari tidak adanya komunikasi baik melalui telepon maupun bertemu secara langsung. sampai saat ini mereka berumur 12 tahun dan 8 tahun. Hubungan antarsaudara (siblings) Hubungan antarsaudara pada keluarga kawin sirri yang bercerai juga terputus. Disaat bertemu dan tinggal bersama. saat itu anak pertama perempuan. membersihkan rumah. umur 1 tahun. Putusnya hubungan keluarga kawin sirri yang bercerai. dan mendapatkan pendidikan. berumur 5 tahun dan adiknya lakilaki. Artinya ayah ibu tidak lagi menjadi 71 . karena mereka tetap menjalin komunikasi baik melalui telepon maupun bertemu secara langsung ketika orangtua kembali ke Madura. 3. Salah satu penyebabnya adalah jarak tempat tinggal yang jauh. mendapatkan keamanan dalam hidup.

(Jakarta: Bumi Aksara. pengasuhan dan pendidikan sehingga hubungan menjadi terputus. Oleh karena itu kawin sirri bukan hal sepele yang hanya berkaitan dengan “sah” atau “tidak sahnya” suatu perkawinan. 239 72 . terkadang ada pula yang bermusuhan. Hukum Perkawinan Islam. Hal ini membawa dampak pada kaburnya garis keturunan/ nasab suatu keluarga. kemanan. baik dalam hubungan sesamanya maupun dalam hubungan sebagai anggota masyarakat bahkan mempengaruhi bnetuk masyarakat. karena antara mereka masih ada komunikasi baik melalui telepon maupun bertemu langsung.2002).62 Sedangkan hubungan dalam keluarga.temapt bagi anak untk mendapatkan bantuan. Artinya ayah/istri tidak tahu terhadap nakanaknya. demikian halnya anak-anak dan antarsaudara tidak saling mengenal. ditambah lagi tidak adanya komunikasi diantara mereka. maka incest tidak dapat dihindari lagi. h. Dikhawatirkan apabila kelak diantara mereka saling menyukai dan melakukan perkawinan karena mereka tidak saling mengenal antara satu dengan lainnya. tetapi lebih dari itu ia memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembanga peradaban manusia. Sedangkan hubungan suami istri terputus. khususunya hubungan orangtua anak dan hubungan antarsaudara (siblings) pada keluarga kawin sirri dan tempat tinggalnya berdekatan atau perkawinannya dilakukan di desa Bumianyar adalah cukup baik. 62 Idris Ramulyo.

Deng-kadeng sengko‟ ban bine a bug-rembu‟ ban mattowa misalla tentang kabinanna sengko‟. Padha hubunganna ban anak . Sebelum tidur biasanya kami pergunakan untuk membicarakan anak.mattowa alarang sengko‟ ban bine alaen (amassa‟ dhibi‟) . Ketika dia sibuk di dapur saya memandikan anak dan terkadang membantu dia didapur. Memang. Pengaruh Kawin Sirri Terhadap Hubungan dalam Keluarga pada Pasangan Kawin Sirri yang Tidak Bercerai Bagaimana hubungan keluarga pada pasangan kawin sirri yang tidak bercerai akan di ceritakan oleh pasangan Latief-Rahma.sampai sekarang dia belum 73 . Pesse olena alakoh bi‟ sengko‟ e bagi kabbi da‟ bine. Sebelum tedung bisana sengko‟ da-kanda masalah anak. Lakar …sampe‟ sateya ta‟ pernah noro‟. Mon gi‟ laggu amassa‟. Sengko‟ dhang-kadhang agente mattowa ngater dagengan dha‟ Pontianak.. Ana-Titin dan Hendra-Vita.tape mon malem akompol. Pasanagan Latief-Rahma . Bine biasana atotoran mon pessena e kabalanje‟e. nyeapagi gun-laggun.. (Istriku adalah ibu rumah tanga yang baik. Ya…sengko‟ lakar e banto mattowa gabay kabutoanna keluarga. deng-kadeng nolongi keya e dapor. Salaen jiya setiap are are sengko‟ abanto ngare‟gabay pakanna sape.anak ban sengko‟. Taoh bileh……polana sorat kabin jiya e kabutoh mon bine noro‟a sengko‟ ngerem bareng da‟ Pontianak.contohnya ststus perkawinan kami. Uang hasil kerja saya berikan semua pada istri dan dia selalu bermusyawarah apabila membelanjakannya. mattowa rencana agabay sorat kabin pole.2. habunaganna sengko‟ ban matowa ce‟ becce‟na.bakto alako.entah kapan. deng-kadeng marengngi maen. Sengko‟ ban anak akarab.pekerjaan dan masalah keluarga. Karna jiya. Oleh karena mertua merencanakan akan mendatarkan kembali. Maggu mon siang jarang atemmo karma alako. Pesse ollena alakoh esempen ban gabay kabutoanna bine.Sengko‟ ta‟ pernah makaloar pesse.. Terkadang kami juga melibatkan keluarga lain dan mertua dalam memecahkan masalah.sebelum sengko alako. Teppa‟e bine sibuk e dapor‟ sengko‟ mandi‟I ana.karena surat itu di butuhkan apabila istri ikut mengantarkan barang dagangan ke Pontianak. Keluarga sengko‟ andi‟ kebiasaan a kompol. lako ban masalah keluaraga. Dia sangat mengerti akan kebutuhan saya. marena sholat magrib sambi neggu TV. Kami mempunyai kebiasaan berkumpul dengan keluarga setelah sholat magrib sambil nonton TV.karma sengko‟ gi‟apolong ban mattowa. Sereng sengko‟ ngaja‟ anak ngerem kaju mon ta‟ pate jau.. yang melakukan kawin sirrmi di Bumianyar Latief : “ Bine jiya orengnga sangat ngerte da‟ kebutoenna sengko‟.karna bine anak kadhibi‟an.misalla dalem balanja tiap arenah. Pada waktu pagi dia sudah memasak dan menyiapkan sarapan sebelum saya berangkat kerja.

(Saya Rahma. Sengko‟ta‟ perna acareta tentang kabinanna sengko‟ka mattowa.ketimbang nganggur buk. tapi kepala desa menyuruh untuk menanyakannya kepada kepala desa. Ya...Bi‟ sengko‟ ekabelli gelleng. Hubungan sengko‟kalaban mattowa becce‟ kiya.nyassa.memang saya masih dibantu mertua dalam hal kebutuhan rumah tangga(masak didapur sendiri) karena istriku anak tunggal. Hubungan saya dengan anak sangat baik. Sengko‟ coma entar dha‟ romana se emadura. menjaga 74 . Saya terkadang menggantikan mertua mengantarkan barang dagangan ke Pontianak. Sekarang sudah mempunyai anak satu orang berumur 3 tahun.uang hasil kerja ditabung.lakeh bertanggung jawab. Menjelang perkawinan dilaksanakan saya telah diminta untuk menyerahkan foto dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) oleh bapak.. Hubungan saya dengan anak sangat baik.kadang sengko‟ ban lakeh a beg-rembeg maso oreng towa. karna oreng towa alarang polana anak kadhibi‟an. Ya saya tidak bertanya mbak. sampai akhirnya bapak penghulunya meninggal. Ya. Pada perkawinan saya memang yang mengakad nikahkan adalah bindereh(guru ngaji) .ajage anak ban ajage toko se ajualan jajan na‟kana‟ban kabutuan rumah tangga. Bapak pernah menanyakannya pada kepala desa.Setiap hari dia tinggal di rumah bersama saya karena saya hanya ibu rumah tangga biasa. Rahma : ”Hubungan sengkok kalaban lakeh sangat bagus. Mattowa ce‟ neserra ka sengko‟ban kompoyya.ban pole mon jefri terro jajan sengko‟ ta‟osa melleh dha‟ toko laen..Kegiatan sengko‟ e roma amassa‟. Dang. Sebelum tedung biasana de-kande masalah anak ban lakoh. Meskipun pada siang hari jarang bertemu karena bekerja. Karna jiya tiap taon sengko‟ ekeremi pesse.tapi malam hari kami berkumpul dan menemani mereka bermain.katanya untuk diserahkan ke kepala desa. Umur 18 tahun dikawinkan dengan anak teman bapak. Biasana setiap badha kalakoan misalla mantenan. setiap hari saya mencari rumput pakan sapi.tellasan.ella e urus eppa‟. Maggu sampe‟ sateya sengko‟ gi‟ apolong saroma ban oreng towa sarta ta‟ amassa‟ dhibi‟.. Selain itu.anak tunggal.paleng-paleng mattowa se entar dha‟ kanna‟. Keluarga andhi‟ kebiasaan akompol marena magrib. Hal tersebut biasanya kami lakukan dilanggar setelah sholat magrib berjemaah..Sengko‟ta‟ pernah dha‟ dissah.biasana telasan.tapi saat itu dilaksanakan dihadapan penghulu. Jadi sekarang bingung harus minta kepada siapa surat nikah tersebu) Misalnya cara suami mendidik anak yang terlalu keras. Sampai saat ini saya tidak pernah dapat surat nikah.hubungan saya dengan mertua sangat baik.hajjian ban laen-laen. Tak jarang saya mengajaknya ketempat kerja sebagai supir truk kayu. Lakeh jiya somber ekonomi keluarga.misalla cara lakeh se ce‟ kerrassa adidik anak.karena beliau petani sekaligus berdagang sapi. Oleh karena itu. Sama hubungannya dengan anak. untuk pembuatan surat nikah.Taon bari‟ ekeremi duwe‟ juta.Hubungan sengko‟ ban anak sangat baik.karena saya berada dalam kamar. sambi neggu TV.kegiatanku Cuma memasak. Tape.setiap arena apolong ban sengko‟ e roma karna sengko Cuma ebu roma tangga biasa. Mattowa badha e Pontianak maggu sabenderra oreng madura.pernah ikut.

dan lagi apabila Jefri ingin jajan saya tidak usah beli ke toko lain. Hasil kerjanya setiap hari langsung diberikan kepada saya untuk keperluan rumah tangga. abersia ban en laen. Saya belum pernah kesana. Saya cuma berkunjung ke rumah yang di madura .itu sudah diurus bapak). Pasangan Anas-Titin yang melakukan kawin sirri di perantauan.biasanya mendekati lebaran .anak serta toko jajanan dan kebutuhan rumah tangga. karna nak bine‟ sengko‟ sekolah dari pagi sampe lem-malem. kapatean. Hubunganku dengan merta sangat baik . Mon badha kalakowan sengko‟ entar dha‟ romana mattowa. Oleh karenanya banyak orang biulang kalau saya beruntung mendapatkan suami seperti dia. Suami sangat mengerti tentang saya. Apabila ada aktivitas sosial pada mertua dan sanak keluarga suami seperti perkawinan. ban en-laen. mon sakolaenna prei. sakit. 75 .. mencuci. pertunangan. dialah yang memasak untuk keluarga.Mereka sangat sayang padaku dan anakku.dari pada nganggur mbak. Mereka juga sering membantu saya seperti memasak. Anak sangat akrab ban sengko‟. menyapu apabila sekolahnya libur. karena nak kami sekolah dari pagi hingga sore.naik haji dan lain. keduwa‟ anak sengko‟ ce‟ akrabbah. Karna jiya bannya‟ oreng ngoca‟. Namun tidak pada hari-hari biasanya karena sangat jauh dan ongkosnya sangat mahal.paling mertua yang datang kesini. Lake ce‟ ngartena dha‟ sengko‟.. Namon re-are biasana enje‟ polana ce‟ jauna ban ongkossa larang. karena sengko‟ badha eroma teros.lain. Apabila saya sakit. se amssak untuk keluarga biasana lake. ya. Moon sengko‟ sake‟.. seteop mole sakola sengko nyiapagi ngakan siangnga nak-kanak. Oleh karena itu setiap tahun aku dikirimi uang. Nak-kanak sering abanto sengko‟ amassa‟.. (Hubungan saya dengan suami sangat baik sekali. Saya tidak pernah membicarakan status perkawinan saya dengan mertua. sengko‟ bejre olle lake tonggel jiya. sekolah. kematian maka saya mengunjunginya. Sering areng-bereng seperte mon amaen. Mertua ada di Pontianak meskipun beliau orang madura. misalla kabinan. Tapi. Setiap pulang sekolah saya menyiapkana makan siangnya. Lebaran kemarin dikirimi 2 juta dan aku belikan gelang.Itupun apabila ada acara keluarga seperti kawinan. ngajig bahkan mon abanto oreng towa abereng terros. gabay belenje. Sataretanan. Banjarmasin: Titin : ”Hubunganna sengko‟ ban lake sangat baek. Anak-anak sangat akrab dengan saya karena saya selalu dirumah. Hasella lako ban arena e bagi dha‟ sengko‟ langsung.

bertugas melindungi keluarga dengan membimbing seluruh anggota keluaraga agar berkembang sesuai dengan keinginannya dan mengawasi pendidikan anak-anaknya. singkatnya mnegurusi kehidupan rumah tangga. Hal tersebut terlihat mereka selalu bersama. kesehatan anak dan suami dan membantu mencari nafkah bagi keluarga seperti membatik dan berjualan. bertugas sebagai wakil keluarga bila berhubungan dengan masyarakat. bermain. 76 . sekolah madrasah maupun sekolah dasar. mengasuh dan membina anak dalam pendiudiakn. mewakili suami. Hal ini karena suami istri bertanggungjawab terhadap kewajiban masing-masing. membina kerukunan rumag tangga. 1. ngaji bahkan ketika membantu kamipun mereka selalu bersama) Hal tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara suami-istri. Istri sebagai ibu rumah tangga bertugas mengatur dan mengelola rumah tangga. orangtua-anak. antara saudara pada keluarga kawin sirri yang tidak bercerai sangat baik. Demikian halnya dengan hubungan anatara keluaraga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya adalah sangat baik pula. menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Hubungan antara suami-istri Hubungan suami-istri pada keluarga kawin siriri yang tidak bercerai pada umumnya sangat baik.Antar saudara. sebagaimana yang terjadi pada hubungan keluarga pada umumnya. misalnya suami sebagai kepala keluarga bertugas mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga. kedua anakku sangat akrab.

pekerjaan dan lain-lain sehingga membuat hubungan mereka terjalin dengan baik. Hubungan antara saudara (siblings) Hubungan antarasaudara juga bagus. keuangan. seperti yang diulakukan oleh kedua anaknya Titin-Anas 4. apabila keluarga inti mengalami kesulitan misalnya ekonomi. Selain itu. Hal ini dari adanya bantuan dari anggota rumah tangga lainnnya. 3. misalnya seperti yang dilakukan anaknya Titin yaitu membersihkan rumah. mereka juga melakukan pembagian kerja sesuai kemampuan masing-masing. memasak dan lain-lain. Demikian halnya apabila mertua mengalami kesulitan. mencuci. 77 . Hal tersebut nampak anak selalu membantu orangtua sesuai dengan kemampuannya masing-masing.. dengan rumah tangga lainnya. sekolah dan mengaji. khususnya orangtua istri/susmi (mertua) adalah sangat baik. 2. Hal tersebut nampak dari kebiasaan anak-anak yang selalu bersama-sama baik pada waktu bermain. Hungan antar orangtua-anak Hubungan antara orangtua-anak juga sangat baik. Hubungan antara keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya Hubungan keluarga inti kawin sirri yang terdiri dari suami-istri-anak.Disamping itu mereka mempunyai kebiasaan memusyawarahkan permasalahan keluarga seperti masalah anak. pekerjaan dan lain-lain. Kedekatan orangtua-anak juga nampak pada kebiasaan orangtua dalam menemani anaknya yang masih kecil bermain dan terkadang mengajak anak ke sawah. maka keluarga pasangan kawin sirri juga membantu.

mendapat pengasuhan. Artinya suami adalah pelindung bagi istri dan anak-anaknya. melindungi keluarga. juga sebagai wakil keluarga bila berhubungan dengan masyarakat.Hubungan dalam keluarga kawin sirri yang tidak bercerai sangat baik. mengasuh anak dan membina anak dalam pendidikan. 78 . mewakili suami. Adapun fungsi pokok keluarga yaitu: tempat menikmati bantuan. membatik. kesehatan anak dan suami. suami sebagai kepala keluarga. dan mendapatkan pendidikan. bertanggungjawab terhadap kehidupan keluarga. seperti berdagang. dengan membimbing seluruh anggota keluarga agar berkembang sesuai keinginannya dan mengawasi pendidikan anak-anaknya. Selain tiu. dan banyak pula yang bekeraj untuk membantu mencari nafkah bagi keluarganya. membina kerukunan rumah tangga. hal ini disebabkan karena keluarga berfungsi sebagaimana mestinya. bertani dan menjadi buruh tani. singkatnya mengurusi kehidupan rumah tangga. mendapatkan keamanan dalam hidup. Sebaliknya istri adalah pusat kedamaian bagi keluarganya. dan ia juga teman berbincang-bincang bagi suami. Seorang istri mempunyai fungsi dan peranan mengatur dan mengelola rumah tangga dan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. bertugas mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

yaitu seorang laki-laki dan seorang perempuan. mulai munculnya istilah yaitu pada masa kholifah Umar bin Khattab. Kaitannya dengan ini para imam mazhab sepakat kalau perkawinan tersebut harus dibatalkan atau tidak sah.1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam. Kaitannya dengan hal tersebut. kawin sirri merupakan perkawinan seperti pada umumnya yang dilakukan dengan memenuhi semua rukun dan syarat perkawinan. sampai pada pandangan para imam mazhab yaitu imam Hanafi. Kawin sirri telah mengalami pergeseran makna. Sedangkan keberadaan saksi hanya syarat pelengkap. pada awalnya merupakan suatu perkawinan yang dilakukan tanpa adanya saksi yang lengkap. Sedangkan Imam Abu 79 . tetapi saksi diminta untuk merahasiakannya pada masyarakat. dan kemudian berlanjut pada pandangan hukum positif negara setelah dikeluarkannya Undang-Undang No. maka perkawinan yang ada saksi tetapi tidak ada pengumuman adalah perkawinan yang tidak memenuhi syarat. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab-bab sebelumnya maka didapat kesimpulan sebagai berikut : 1. Kawin sirri. karena pengumuman (i‟lan) merupakan syarat mutlak sahnya perkawinan. Maliki.BAB V PENUTUP A. Pada perkembangan berikutnya. Syafi’i dan Hanbali. para imam mazhab berbeda pendapat seperti Imam Malik memandang perkawinan tersebut tetap batal atau tidak sah.

Faktor Penyebab Kawin Sirri dilakukan oleh Penduduk Bumianyar a. 80 . Umur tersebut. tidak ada lagi rahasia kalau sudah ada empat orang. Faktor kawin sirri dilakukan oleh penduduk Bumianyar di Bumianyar Adapun faktor-faktor kawin sirri dilakukan di Bumianyar oleh penduduk Bumianyar adalah sebagai berikut : 1. 1 Tahun 1974.Hanifah dan Asy-Syafi’i memandang perkawinan tersebut sah. Perkawinan inilah yang saat ini menjadi mode dan berkembang secara diam-diam pada sebagian masyarakat Islam Indonesia. sebagaimana di atur dalam UU No. karena fungsi saksi itu sendiri adalah pengumuman (i‟lan). maka kawin sirri menjadi perkawinan yang telah memenuhi rukun dan syarat sah perkawinan tapi tidak dilakukan dihadapan PPN dan tidak dicatatkan di KUA. Oleh karena itu. Sebab menurutnya. hukum negara menganggap perkawinan tersebut tidak sah. Keadaan inilah menyebabkan orang tua melakukan kawin sirri pada anaknya. tidak memenuhi ketentuan batas minimal diperbolehkannya perkawinan pada wanita yaitu umur 16 tahun. Perkembangan selanjutnya jika dihubungkan dengan UU No. 2. Kehendak Orang tua Orang tua memaksa anaknya untuk segera menikah karena adanya tuntutan lingkungan sosial bahwa anak perempuan harus segera menikah tidak lama setelah haid pertama umur 12-15 tahun. Kaitannya dengan ini. 1 tahun 1974 Pasal 7 ayat (1). baik meskipun di minta dirahasiakan. sudah cukup mewakili pengumuman. Kehadiran saksi pada waktu melakukan akad nikah. kalau sudah disaksikan tidak perlu lagi ada pengumuman khusus.

baik langsung berupa para kyai yang melakukan kawin sirri.Selain itu kekhawatiran para orang tua akan tidak langgengnya perkawinan anak. 3. menyebabkan pula para orang tua melakukan kawin sirri pada anaknya. karena perkawinan dilakukan dengan paksaan. 2. mayoritas berada pada tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. 4. Ekonomi 81 . Hal tersebut diakibatkan rendahnya pendidikan yang dimiliki oleh penduduk Bumianyar. meski tanpa dicatat di KUA. Keyakinan tersebut disebabkan adanya ajaran Agama yang diberikan oleh para kyai. Ketidaktahuan Masyarakat akan Fungsi Surat Nikah Ketidaktahuan masyarakat akan fungsi surat nikah membuat mereka menggapap surat nikah bukanlah suatu hal yang penting. Hal tersebut berhubungan dengan mazhab yang dianut masyarakat setempat yaitu mashab Syaf’i dan Syaf’I menganggap perkawinan telah sah apabila telah memenuhi rukun dan syarat sah nikah. maupun tidak langsung berupa ceramah-ceramah agama tentang perkawinan. Keyakinan Masyarakat mempunyai keyakinan bahwa perkawinan merupakan hubungan manusia dengan Allah sehingga masyarakat merasa sudah “mantap” apabila perkawinannya diaggap sah menurut agama.

melihat akan pekerjaan mereka mayoritas bertani dan pertanian yang dimiliki selalu gagal. Arab Saudi. Pasal 3. Pasal 4 ayat (2) dan Pasal 5 ayat (1). Keteledoran Aparat desa atau Pegawai Pencatat Nikah (PPN) Keteledoran aparat desa atau PPN menyebabkan kaein sirri terjadi di Bumianyar. Poligami Poligami jika dihubungkan dengan UU No. Hal ini terjadi karena sebenarnya penduduk telah mendaftarkan perkawinan sesuai prosedur yang ditentukan tapi penduduk tidak pernah menerima Surat Nikah. Oleh karena itu jalan keluarnya adalah dengan kawin sirri. Pontianak dan lain-lain) adalah sebagai berikut : 82 . 1 tahun 1979. b. 5. 6. bahkan hasil pertanian tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang sehari-hari.Biaya yang harus dikeluarkan untuk mendaftarkan perkawinan dirasakan oleh sebagian penduduk Bumianyar begitu memberatkan. bahkan sampai mempunyai banyak anak. Banjarmasin. maka proses poligami sulit dilaksanakan karena istri pertama belum tentu menghendaki suaminya menikah lagi. Faktor kawin sirri dilakukan oleh penduduk Bumianyar di Perantauan Adapun faktor kawin sirri dilakukan oleh penduduk Bumianyar di perantauan (Malaysia. tentang perkawinan secara administratif harus didaftar di KUA.

Adanya keterbatasan administratif Penduduk Bumianyar yang mayoritas berangkat merantau (menjadi TKI) secara ilegal (tidak memiliki surat-surat lengkap sebagai TKI). Untuk itu persyaratan utama yang harus dilakukan adalah harus memiliki surat lengkap sebagai TKI. meski tanpa dicatat di KUA. 83 . 2. Janda Wanita Bumianyar setelah menjadi janda. Janda mempunyai anggapan bahwa surat nikah tidak penting lagi yang paling penting adalah tanggung jawab suami terhadap diri dan anak-anaknya baik dalam hal perhatian maupun ekonomi. kebanyakan pergi merantau dengan harapan dapat memperbaiki hidup diri dan anaknya (apabila telah mempunyai anak). Keyakinan Masyarakat mempunyai keyakinan bahwa perkawinan merupakan hubungan manusia dengan Allah sehingga masyarakat merasa sudah “mantap” apabila perkawinannya diaggap sah menurut agama. 3. Proses pencatatan perkawinan secara administratif di perantauan (luar negeri) dilakukan di kedutaan Indonesia di Negara yang bersangkutan. sehingga memaksa mereka kawin sirri. karena jika ketahuan tidak memiliki suratsurat lengkap menjadi TKI maka akan dipulangkan secara paksa ke Indonesia. Janda.1. terlebih lagi janda yang telah memiliki anak merasa tidak lagi mempunyai kesucian dan kehormatan sebagaimana perawan. mengalami berbagai keterbatasan ruang gerak seperti dalam hal melakukan perkawinan.

Pasal 3. 4. maupun tidak langsung berupa ceramah-ceramah agama tentang perkawinan.Keyakinan tersebut disebabkan adanya ajaran Agama yang diberikan oleh para kyai. 6. Ekonomi Besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk mendaftarkan perkawinan di Kedutaan Indonesia pada negara yang bersangkutan dirasakan oleh penduduk Bumianyar di perantauan sangat memberatkan. Poligami Poligami jika dihubungkan dengan UU No. Hal tersebut berhubungan dengan mazhab yang dianut masyarakat setempat yaitu mashab Syaf’i dan Syaf’i menganggap perkawinan telah sah apabila telah memenuhi rukun dan syarat sah nikah. tentang perkawinan secara administratif harus didaftar di KUA. Ketidaktahuan Masyarakat akan fungsi Surat Nikah Ketidaktahuan masyarakat akan fungsi surat nikah membuat mereka menggapap surat nikah bukanlah suatu hal yang penting. Hal tersebut diakibatkan rendahnya pendidikan yang dimiliki oleh penduduk Bumianyar. baik langsung berupa para kyai yang melakukan kawin sirri. mayoritas berada pada tingkat sekolah dasar/ madrasah ibtidaiyah. sehingga memaksa mereka melakukan kawin sirri. 1 tahun 1979. Pasal 4 ayat (2) dan Pasal 5 ayat (1). 5. maka proses poligami sulit dilaksanakan karena istri pertama belum tentu menghendaki suaminya 84 .

artinyatidak ada komunikasi. luar pulau. 7.menikah lagi. Selain itu adanya anggapan “tidak sopan” bagi pasangan yang telah bercerai untuk bertemu. Hal tersebut diakibatkan adanya kesibukan masing-masing pasangan. Tidak direstui orang tua Anak yang perkawinannya tidak direstuai oleh orang tua memilih melakukan perkawinan di perantauan. yang dapat mengakibatkan pertengkaran antara keluarga mantan pasangan masing-masing. apabila telah berkeluarga dan dapat menimbulkan cemoohan masyarakat. karena perkawinan dilakukan di luar pulau (Perantauan). Hubungan Suami-Istri Hubungan suami-istri pada pasangan kawin sirri yang bercerai adalah terputus. Oleh karena itu jalan keluarnya adalah dengan kawin sirri. Pengaruh Kawin Sirri Terhadap Hubungan dalam Keluarga a. Pengaruh Kawin sirri Terhadap Hubungan dalam Keluarga pada Keluarga kawin sirri yang Bercerai Pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga pada keluarga kawin sirri yang bercerai di Bumianyar adalah terputus. 3. 1. Hal tersebut dilakukan secara sirri. sehingga keluarga dan mantan pasangan merasakan aib dan malu pada semua orang. Yang demikian terjadi pda mantan pasangan kawin sirri yang tepat tinggalnya saling berjauhan. 85 . baik melalui telepon maupun bertemu secara langsung.

Artinya. khususnya mertua/orang tua suami atau istri juga terputus. Adapun fungsi pokok keluarga yaitu: tempat menikmati bantuan. ayah atau ibu tidak lagi menjadi tempat bagi anak untuk mendapatkan 86 . Hal tersebut diakibatkan keadaan ekonomi orang tua yang terbatas dan jarak yang jauh antara tempat tinggal orang tua dengan anak. Selain itu adanya keyakinan orang tua tentang seseorang anak akan tetap mencari orang tuanya meskipun lama terpisah membuat para orang tua tidak pernah khawatir akan kehilangan anak meski lama tidak ada komunikasi. Putusnya hubungan keluarga kawin sirri yang bercerai. Hubungan antar Saudara (siblings) Hubungan antara saudara (siblings) pada keluarga kawin sirri juga terputus.2. mendapat pengasuhan dan mendapatkan permulaan dari pendidikannya. 4. Hal tersebut diakibatkan adanya jarak tempat tinggal yang jauh antara saudara. Hubungan Orang Tua-Anak Hubungan orang tua-anak pada keluarga kawin sirri juga terputus. 3. terlebih lagi anak laki-laki. mendapatkan keamanan dalam hidup. ekonomi dan kesibukan masingmasing keluarga. khususnya mengenai hubungan antara orang tua-anak dan hubungan antara saudara (siblings). dikarenakan keluarga tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Hubungan Keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lain Hubungan keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya. Hal tersebut diakibatkan jarak tempat tinggal yang jauh antara keluarga inti kawin sirri dengan orang tua suami dan istri.

(Jakarta: Bumi Aksara. keamanan. pengasuhan dan pendidikan.bantuan. Dikhawatirkan apabila kelak diantara mereka saling menyukai dan melakukan perkawinan karena mereka tidak saling mengenal antara satu dengan lainnya. terkadang ada pula yang bermusuhan. ditambah lagi tidak adanya komunikasi diantara mereka (orang tuaanak). Hukum Perkawinan Islam. h. maka incest tidak dapat dihindari lagi.63 Sedangkan hubungan dalam keluarga. 239 87 . 2002). 63 Idris Ramulyo. baik dalam hubungan Indonesia sesamanya maupun dalam hubungan sebagai anggota masyarakat bahkan mempengaruhi bentuk suatu masyarakat. Oleh karena itu kawin sirri bukan merupakan hal sepele yang hanya berkaitan dengan “sah” atau “tidak sah”nya suatu perkawinan. Sedangkan hubungan suami-istri adalah terputus. khususnya hubungan antara orangtuaanak dan hubungan antarsaudara (siblings) pada keluarga kawin sirri dan tempat tinggalnya berdekatan atau perkawinannya dilakukan di Desa Bumianyar adalah cukup baik. ayah atau istri tidak tahu terhadap anak-anaknya. tetapi lebih dari itu ia memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan peradaban manusia. demikian halnya anak-anak dan antar saudara tidak saling mengenal. sehingga hubungan menjadi terputus. karena antara mereka masih ada komunikasi baik melalui telepon ataupun bertemu langsung. Artinya. Hal ini membawa dampak pada kaburnya garis keturunan atau nasab suatu keluarga.

2. hal tersebut nampak. anak membantu orang tua sesuai dengan kemampuannya dalam membantu orang tuanya. Hubungan Antar Saudara (Siblings) Hubungan antara saudara (siblings) pada keluarga kawin sirri.b. 3. Suami sebagai kepala keluarga bertugas mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga. 1. 88 . sebagai wakil keluarga bila berhubungan dengan masyarakat. juga sangat baik. Hubungan Orang Tua-Anak Hubungan orang tua-anak pada keluarga kawin sirri yang tidak bercerai. Pengaruh kawin sirri Terhadap Hubungan Keluarga pada Keluarga yang tidak Bercerai Pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga pada keluarga kawin sirri yang tidak bercerai adalah sangat baik. melindungi dan membimbing anggota keluarga. mewakili suami. Istri sebagai ibu rumahtangga bertugas mengatur dan mengelola rumah tangga. hal tersebut nampak anak-anak selalu bersama. baik dalam bermain. membina kerukunan rumah tangga dan membantu mencari nafkah bagi keluarga seperti membatik dan berjualan. mengasuh dan membina pendidikan anak. menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. juga sangat baik. Hubungan Suami-Istri Hubungan suami istri pada pasangan kawin sirri yang tidak bercerai. pada umumnya sangat baik karena suami-istri bertanggung jawab terhadap kewajiban masing-masing. artinya hubungan keluarga kawin sirri terjalin sebagaimana hubungan dalam keluarga pada umumnya.

bertugas mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga. mewakili suami. Selain itu. melindungi keluarga. hal ini disebabkan karena keluarga berfungsi sebagaimana mestinya. membina kerukunan rumah tangga. kesehatan anak dan 89 .berangkat sekolah dan mengaji. dengan membimbing seluruh anggota keluarga agar berkembang sesuai dengan keinginannya dan mengawasi pendidikan anak-anaknya. bertanggung jawab terhadap terhadap kehidupan keluarga. mengasuh anak. juga sebagai wakil keluarga bila berhubungan dengan masyarakat. masalah anak. Sebaliknya istri adalah pusat kedamaian bagi keluarganya. keluarga inti kawin sirri membantu apabila mertua mengalami kesulitan. Adapun fungsi pokok keluarga yaitu: tempat menikmati bantuan. Artinya. Suami adalah pelindung bagi istri dan anak-anaknya. dan ia juga teman berbincang-bincang bagi suami. Selain itu anak-anak selalu berkerjasama dan melakukan pembagian kerja sesuai dengan kemampuannya. pekerjaan dan sebagainya dengan begitu sebaliknya. khususnya mertua/ orang tua suami atau istri sangat baik pula. mendapat pengasuhan dan mendapatkan permulaan dari pendidikannya. Hubungan dalam keluarga pasangan kawin sirri yang tidak bercerai sangat baik. dan membina anak dalam pendidikan. Hubungan Keluarga Inti kawin sirri dengan Rumah Tangga lainnya Hubungan keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya. Seorang istri mempunyai fungsi dan peranan mengatur dan mengelola rumah tangga dan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. apabila mengalami berbagai kesulitan seperti ekonomi. singkatnya mengurusi kehidupan rumah tangga. 4. suami sebagai kepala keluarga. mendapatkan keamanan dalam hidup. Hal tersebut nampak dari adanya bantuan dari mertua.

bertani atau menjadi buruh tani. Hendaknya pemerintah memberikan kemudahan dalam melakukan pencatatan perkawinan pada orang-orang yang melaksanakan perkawinan di perantauan. mengingat tokoh agama mempunyai peranan yang penting dalam membentuk keyakinan masyarakat. Sebab ia merupakan panutan masyarakat. 2. Sehingga orang perantau tidak terjerumus pada praktek kawin sirri.suami. hubungan antara orangtua-anak. dan banyak pula yang bekerja untuk membantu mencari nafkah bagi keluarganya. sehingga antara saudara (siblnigs) dan hubungan antara keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya) mengakibatkan kaburnya keturunan/nasab suatu keluarga. seperti berdagang. terlebih lagi masyarakat Madura yang sangat fanatik terhadap tokoh agama/ kyai. membatik. baik 90 . Saran Dengan hasil penelitian diatas. Kawin sirri berpengaruh pada putusnya hubungan dalam keluarga (hubungan antara suami-istri. maka ada beberapa saran yang diberikan untuk mencegah semakin berkembangnya praktek kawin sirri pada masyarakat. tetapi lebih dari itu ia memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan peradaban manusia. Oleh karena itu kawin sirri bukan merupakan hal sepele yang hanya berkaitan dengan “sah” atau “tidak sah”nya suatu perkawinan. Disamping itu hendaknya tokoh agama membantu pemerintah memberikan penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya pencatatan perkawinan. B. yang kemudian hari dikhawatirkan dapat mengakibatkan incest. saran-saran tersebut adalah sebagai berikut : 1. terutama oleh masyarakat perantauan.

dalam hubungan Individu sesamanya maupun dalam hubungan sebagai anggota masyarakat. 91 .

1 Tahun 1974 (Kasus Poligamai di Kabupaten Sampang). Kecamatan Tanjungbumi. 1992. Siti. Pendidikan dan Dakwah) no. Jakarta:Badan Penasehatan.DAFTAR PUSTAKA Abdurrahman. Ihromi. 2003. Kawin Sirri Pada Masyarakat Kalisat.1 Edisi September 2001. Abu Abdul. MH. Nikah Sirri Bagi Eks Wanita Harapan Di Lingkungan Lokalisasi Bangunsari Kodya Surabaya. SH. No. Tuntunan Pendidikan Berkeluarga. 1992. 320/1999. Tesis. Jakarta:PPs. Dakwatul. 1996. Bunga Rampai Sosiologi Keluarga. Surabaya: IAIN Sunan Ampel. Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Problem Nikah di Luar Prosdur. T. Perkawinan Sirri Hubungannya Dengan UU No. Jakarta: Dian Rakyat. 1999. DEPAG. Universitas Indonesia. Kinasih. Kawin Sirri Pada Masyarakat Madura (Studi Kasus Tentang Faktor Penyebab dan Pengaruh Kawin sirri Terhadap Hubungan Dalam Keluarga di Desa Bumianyar. Kabupaten Bangkalan). Dalam Mihrab (Pemikiran Hukum. Koentjaraningrat. 2002. Majalah Perkawinan dan Keluarga. 1984. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.O. Pembinaan dan Pelestarian Pekawinan (BP4) Pusat. Surabaya: IAIN Sunan Ampel. Tesis. Surabaya: UNAIR. Skripsi. Sri Endang. Jakarta: Bekerjasama dengan BKKBN. 1992.. Holilah. Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. Hafsah. Aziz. Skripsi. Jakarta: Akademika Pressendo. Surabaya:Jurnal Imiah FAI Unmuh. Chairah. 92 .

2002. Status Wanita Di Asia Tenggara: Studi Terhadap Perundang-Undangan Perkawinan Muslim Konyemporer Di Indonesia dan Malaysia. Hukum Acara Peradilan Agama dan Zakat menurut Hukum Islam. tesis. James P. 1993. Laporan Penelitian. Metode Penelitian Kualitatif. Ramulyo. Idris. Dar Al-Fikri Marsudi. 1995. Muslih. Hukum Kewarisan. Siong. Tiara Wacana. Remaja RosdaKarya.. Memahami Hukum Perkawinan. Metode Etnografi. 2002. A. Ibnu. Ramulyo. Hukum Perdata Internasional Indonesia.1997. 1952. Al-Muwatha‟ II. 1964. 93 . Hukum Perkawinan. Mufassirah. Fuadie. Jakarta: Sinar Grafika. Bidayatul Mujtahid. 2002. Hukum Perkawinan Islam. j. Skripsi. Sredley. Jakarta: Bumi Aksara. 1994. 2000. Tinjauan Hukum Islam Terhadap Nikah Sirri di Kecamatan Porwosari Kabupaten Purwosari. Surabaya: IAIN Sunan Ampel. 1994.Malik Ibnu Abbas. Zuhdi. Surabaya: IAIN Sunan Ampel. Muhdor. Nasution. Gouw Giok. Kawin Sirri Dan Poligami Di Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan. Jakarta:PT. Tradisi Nikah Sirri : Penyebab dan Pengaruhnya Bagi Masyarakat Pamekasan. Moleong. Yogyaksarta: PT. Universitas Muhammadiyah. Bandung: Al-Bayan. Khoirudin. Idris. Ida. Lexy. Malang:PPs. Mesir: Istiqamah Qahirah. Bandung: PT. Laporan Penelitian. Ponorogo: Fakultas Syari’ah IAIN Sunan Ampel. 2000. Kedudukan Nikah Sirri. Jakarta: INIS Nurhayati. Kinta. Rusy.

2002. Yogyakarta:LkiS. Pengantar Studi Sosiologi Keluarga. 1996. Mahmud. Wiyata. Zamroni. Metode Penelitian Sosial. Soekadijo. Yunus. Skripsi. Alih Bahasa R. Suyanto. William A.G. Latief. Haviland. Bagong dkk.1995. Hendi dkk. H. Bandung: Pustaka Setia. Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir Al-Qur’an. 1985. Jakarta: Erlangga. Kamus Arab Indonesia. Undang-Undang Perkawinan. 94 . Surabaya:IAIN Sunan Ampel. 2001. Carok : Konflik Kekerasan dan Harga Diri Orang Madura.Suhendi. 1999. Sebab-Sebab Perkawinan di Bawah Umur dan Perkawinan Liar/Sirri di Kwanyar Kabupaten Bangkalan. Surabaya: Artha Perkasa Nusantara. 1973. Surabaya: Airlangga University Press. Antropologi II.

95 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful