Laporan Penelitian

KAWIN SIRRI PADA MASYARAKAT MADURA
(Studi Kasus Tentang Faktor Penyebab dan Pengaruh Kawin Sirri Terhadap Hubungan Dalam Keluarga di Desa Buminyar, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan)

H O L I L A H, S. Ag, M.Si Nip. 197618102008012008

PUSAT STUDI GENDER (PSG) IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA 2009

1

KATA PENGANTAR
Bismillaahirrohmaaanirrohiim

Alhamdulillaahi Robbil ‘alamiin, atas rahmat dan karunia-Nya peneliti dapat menyelesaikan penyusunan laporan penelitian individual ini dengan judul: “Kawin Sirri pada Masyarakat Madura (Studi Kasus tentang Faktor Penyebab dan Pengaruhnya terhadap Hubungan dalam Keluarga di Desa Bumianyar, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan”). Allaahumma Sholli ‘alaa Sayyidinaa Muhammad, semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, Nabi paling akhir, yang telah menyampaikan risalahNya dan membawa manusia ke jalan kesempurnaan hidup lahir dan batin, di dunia dan akhirat. Kawin sirri merupakan perkawinan yang telah mememuhi rukun dan syarat nikah tapi tidak dilakukan di hadapan PPN dan tidak didaftarkan di KUA. Perkawinan tersebut oleh pemerintah dianggap tidak sah. Meskipun demikian perkawinan tersebut banyak dilakukan bahkan menjadi mode masa kini yang timbul dan berkembang diam-diam pada sebagian masyarakat Islam Indonesia. Mereka berusaha menghindari diri dari sistem dan pengaturan perkawinan menurut UU No. 1 Tahun 1974 yang birokratis dan berbelit-belit serta lama pengurusannya. Akibatnya perkawinan tersebut tidak dilindungi hukum dan tidak mempunyai kekuatan. Demikian pula dengan anak-anak yang dilahirkan. Banyak faktor penyebab terjadinya kawin sirri, diantaranya karena terjadinya nikah perjodohan, keyakinan, ketidak tahuan masyarakat akan fungsi surat nikah, ekonomi, poligami, keteledoran aparat desa atau PPN, keterbatasan-keterbatasan administratif, janda, dan nikah yang tidak direstui orang tua.

2

Hal tersebut bertentangan dengan wacana tentang perempuan yang kini banyak dibicarakan oleh kaum feminis. Artinya disaat mereka berbicara tentang ketidakadilan gender justru kaum perempuan yang lain terjebak dalam ketidakadilan itu. Hal ini bisa terlihat bagaimana berlakunya hukum agama dan hukum adat terutama dalam membuat keputusan menikah (berkeluarga), membuat perempuan terjebak pada sistem patriarki. Untuk mencegah semakin berkembangnya praktek kawin sirri pada masyarakat, maka diharapkan pada pemerintah untuk meninjau kembali proses pencatatan perkawinan dan memberikan kemudahan pada masyarakat dalam melakukan proses pencatatan perkawinan sebagaimana diatur oleh Undang-undang. Disamping itu, pelunya penyadaran, khususnya kepada kaum perempuan akan pentingnya surat nikah, yang dilakukan oleh berbagai lembaga dan institusi secara massif, seperti lembaga keagamaan, pendidikan, badan penasehat perkawinan di KUA, pusat-pusat studi gender dan lain-lainnya. Dengan demikian, diharapkan penelitian ini dapat menjadi masukan, terutama pada pasutri kawin sirri tentang pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga, dalam konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara baik secara sosiologis, psikologis maupun yuridis dengan segala akibat hukum dan konsekuensinya, sehingga dapat menjadi pertimbangan bagi pasangan yang sudah maupun akan kawin sirri untuk segera mendaftarkan perkawinannya di KUA. Peneliti menyadari bahwa hasil dari penelitian ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu peneliti mengharap masukan dan saran para pembaca untuk kesempurnaan laporan ini. Tak lupa peneliti menyampaikan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah ikut berjasa bagi selesainya penelitian ini: 1. Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si selaku Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya. 2. Ibu Lilik Hamidah, M.Si selaku ketua Pusat Studi Gender (PGS) IAIN Sunan Ampel Surabaya yang memberikan kepercayaan pada peneliti 3. Bapak Kepala Desa, Moh. Sai’id Effendi beserta staf dan Bapak Camat Tanjungbumi, Drs. Akhmad Tumiran beserta staf, yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian ini. Bapak Kepala KUA, Drs. Nasikhun beserta staf, Kak

3

M.Zainuri dan Mbak Maskunah yang telah membantu dalam penyediaan data serta informasi guna kelancaran penelitian ini. Akhirnya. anak tersayang Anake Bemimala yang telah memberikan motivasi dan perhatian yang besar. S. Amin.Si 4 . 4. Surabaya. ST. 01 Desember 2009 Penulis Holilah.Ag. pada semua pihak yang telah banyak membantu dalam penyelesaian penulisan ini. semoga Allah SWT senantiasa memberikan imbalan yang setimpal atas segala bantuan yang diberikan. Suami tercinta Nurur Rohman.

............................................................................................. 1 B....................................... Rumusan Masalah ........................................................DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .. 30 5 ............... Kawin Sirri dalam Pandangan Hukum Negara ... 1 A.................................................................................................................................................................................... Sistematika Pembahasan................................................................................. ii DAFTAR ISI ....................... Latar Belakang Masalah ...................................... Sejarah dan Perkembangan Kawin Sirri ................................................................. Manfaat Penelitian............................. Hubungan-Hubungan dalam Keluarga ...................................................................................................................................................................................................................................................................................... C.......................... 26 1................... Kawin Sirri dan Keluarga................................................................................................................................................................... Tujuan Penelitian.............................................................................................. v DAFTAR TABEL .............. Kawin Sirri ...... i KATA PENGANTAR ......................................................... 17 A. 20 2. vii BAB I PENDAHULUAN ............................ Kawin Sirri dalam Pandangan Hukum Islam ............................. D.. 23 3...................................................... E............... 9 F........................................................... 28 3....... 17 1. 26 2............... 15 7 7 8 BAB II TINJAUAN TEORITIS ........... 24 B.................................. Tipe-Tipe Keluarga ........................... Metode Penelitian..... Fungsi dan Peranan Anggota Keluarga ..

........................ Pengaruh Kawin Sirri terhadap Hubungan dalam Keluarga ..............55 B...................60 6 ............ 49 2.......... 44 a.............. Bentuk Kawin Sirri .. Sejarah Kawin Sirri........................................ Pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga pada pasangan kawin sirri yang bercerai .... 31 BAB III GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN ...............60 1............... Keagamaan ... Demografi ................... 40 1......... Deskripsi Lokasi Penelitian .................................................... Sejarah Penduduk Bumianyar Merantau ....................................................... 47 BAB IV FAKTOR PENYEBAB KAWIN SIRRI DAN PENGARUHNYA TERHADAP HUBUNGAN DALAM KELUARGA ....................................... Faktor Penyebab Kawin Sirri ................. 39 B.................................................... Faktor penyebab kawin sirri yang dilakukan di Bumianyar ..................... 45 d............................................ Tempat Pelaksanaan Kawin Sirri .................... Sistem kekerabatan ....................... Faktor penyebab kawin sirri yang dilakukan di perantauan ....... Letak dan luas Wilayah ........................................................................... 49 1................... 33 A......................................................... 35 4.............................................................................. Kawin Sirri ...................................................................................................................................... Perkawinan .......................... 37 6................................................. 44 b............................................................................ Proses pelaksanaan Kawin Sirri .. Pengaruh Kawin Sirri Terhadap Hubungan dalam Keluarga ....................... Deskripsi Perkawinan ....................................... Pendidikan .............................................................4.. 35 5.................................... Pemukiman .. 45 c........................................... 34 3............................................................................................... 38 7.... 33 2.................................................................................................................. 49 A............................................... 40 2................. 33 1......................................................

........... Pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga pada pasangan kawin sirri yang tidak bercerai ...........................................................................65 BAB V PENUTUP ..2.................................84 7 ..................................................................................................... 71 2....... Saran ...................................... Kesimpulan ....................................................................... 82 DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................... 71 1.......................................

..................................... 33 Tabel 3............... 35 Tabel 3.................3 : Jumlah Penduduk menurut Jenis Pekerjaan......... 36 8 .................1 : Luas Wilayah per Ha Desa Bumianyar.2 : Jumlah Penduduk menurut Jenis Kelamin ...........................DAFTAR TABEL Halaman Tabel 3............................................................ 35 Tabel ...4 : Jumlah Penduduk berdasarkan Tingkat Pendidikan ....................................

1 Tahun 1974 tentang Perkawinan diberlakukan. Malang: PPs. 5 9 . 1995). Hukum Kewarisan. Tinjaun Hukum Islam Terhadap Nikah Sirri di Kecamatan Porwosari Kabupaten Purwosari. tesis. 2000). 1 Tahun 1974 tentang perkawinan pasal 2 ayat 1 dan 2. Latar Belakang Masalah Sebelum Undang-Undang No. Sedangkan perkawinan yang tidak sesuai dengan apa yang di gariskan dengan UU dan kompilasi Hukum Islam 2 atau tidak dicatat dan tidak ada bukti buku nikah maka tidak memiliki kekuatan hukum3 hal ini akan menimbulkan masalah bagi anggota keluarga di kemudian hari. 4 Lihat Lihat Wadjdi dalam Majalah Perkawinan dan Keluarga “Problema Nikah di luar prosedur” no. 1994). Laporan Penelitian (Ponorogo: Fakultas Syariah IAIN Suanan ampel.1 Pentingnya pencatatan nikah karena menyangkut status istri dan anak secara obyektif. (Jakarta: Sinar Grafika. yaitu sesuai dengan hukum agama dan hukum adat yang dianut masyarakat. hukum yang mengatur perkawinan di Indonesia masih beraneka ragam. Hukum Acara Peradilan Agama. pasal 6 ayat 1 dan 2 dan pasal 7 ayat 1. Perkawinan dipandang sah apabila dilaksanakan sesuai dengan ajaran agama atau adat yang berlaku. Ida Nurhayati. Kedudukan Nikah Sirri. Universitas Muhammadiyah. 9 Tahun 1975 tentang pelaksanaan UUP no. Tradisi Nikah Sirri: Penyebab dan pengaruhnya bagi masyarakat pamekasan. 2 Lihat Kompilasi Hukum Islam pasal 5 ayat 1. Hukum Perkawinan. (Surabaya:IAIN Sunan Ampel. Mufassirah. 2002). hal. Idris Ramulyo. Setelah UU Perkawinan tersebut diberlakukan maka dalam pasal 2 ayat (1) dijelaskan bahwa perkawinan dipandang sah apabila dilakukan menurut hukum agama dan kepercayaannya. Jika suatu perkawinan telah di catat oleh PPN dengan bukti adanya buku nikah maka akan memiliki akibat hukum. 4 1 Lihat Peraturan Pemerintah no. Skripsi. Selanjutnya. 320 tahun 1999.BAB I PENDAHULUAN A. dalam ayat (2) perkawinan harus dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan Zakat Menurut Hukum Islam. 3 Marsudi.

Hukum Perdata Internasional Indonesia. Aturan perkawinan dalam masyarakat antara lain tercermin melalui perkawinan sirri. Kinta. yang birokratis dan berbelit serta lama pengurusannya. baik dalam soal kesukaan (hobby) pribadi 5 6 Idris Ramulyo.20 10 . aturan atau hukum perkawinan dalam masyarakat. aturan atau hukum perkawinan dalam masyarakat. Perkawinan sirri adalah perkawinan yang memenuhi rukun dan syarat perkawinan tapi tidak di daftarkan di PPN seperti yang diatur dan di tentukan oleh UUP no. Permasalahan yang hampir sama dengan kawin sirri adalah proof marriage (kawin percobaan) yang saat ini menjadi mode di Eropa. yang oleh Ramulyo di sebut “perkawinan di bawah tangan”5 Menurut Siong6 kawin sirri merupakan bentuk perkawinan yang timbul dan berkembang secara diam-diam pada sebagian masyarakat Islam Indonesia. Untuk itu menempuh cara sendiri yang tidak bertentangan dengan hukum Islam. lebih konkretnya di Swedia. Untuk itu mereka melakukan proof marriage (kawin percobaan). Hukum Perkawinan Islam. (Jakarta: Bumi Aksara.Adanya hukum negara tersebut dimaksudkan sebagai alat untuk mengatur dan mengendalikan norma. 1 Tahun 1974. akan tetapi kenyataan yang ada menunjukkan bahwa hukum yang diperkenalkan oleh negara belum tentu selaras dengan norma. Bila ternyata diantara mereka dalam jangka waktu tertentu itu. h. Mereka berusaha menghindari diri dari sistem dan cara pengaturan pelaksanaan perkawinan menurut Undang-Undang No.1 Tahun 1974. 2002). kebiasaan. dimana para remaja (putra-puteri) melakukan observasi (menjajaki) sampai seberapa jauh diantara mereka terdapat perselisihan paham baik ideal maupun praktis dalam membina keluarga yang harmonis kelak. (Jakarta: PT. dalam jangka waktu tertentu (samen leven). kebiasaan. 1964) h. 239 Gouw Giok Siong.

namun untuk menghindari diri dari ketentuan undang-undang ini. CV. Sitterberg. (Jakarta : PT.maupun dalam masalah seksual. Pornografi. 1975. mereka para gadis dan janda disana dikawin dengan pria yang sudah beristri secara diam-diam. Modernis. tahun No. 90% (sembilan puluh persen) penduduk Swedia melakukan hubungan seksual sebelum nikah. Bila tidak. apabila dalam jangka waktu tertentu si wanita dapat melahirkan seorang anak atau sekurang-kurangnya telah hamil. 33% (tiga puluh tiga persen) pengantin wanita sudah hamil pada waktu melakukan perkawinan formal mereka. Kehiduapan Seksual. Ruang Pendapat. Hal ini bisa terjadi di swedia. karena Swedia termasuk salah satu Negara yang makmur di Eropa dengan Gross National Product (GNP) perkapita tertinggi di Eropa.7 Mungkin juga ada faktor lain misalnya keadaan wanita yang sangat parah di Swedia yaitu 10% (sepuluh persen) wanita Swedia meninggal dunia sebagai perawan tua. kira-kira 1 (satu) dari 7 (tujuh) orang anak yang lahir adalah anak di luar nikah. Peningkatan dalan hubungan perkawinan yang formal ini. 9 Seperti halnya di Negeria dilarang poligami. kemudian apabila ketahuan ditanyakan 7 Lihat TVRI.71 11 . terdapat konsekuensi atau persesuaian paham maka hubungan mereka secara formal ditingkatkan dalam ikatan perkawinan. Alkoholisme. (Jakarta. tanpa pernah mendapat suami.Grafisi Pers. Mei 1982 8 Lihat Majalah Tempo. 1971) h. Aspek-Aspek Kehidupan Narkotika. Siaran Warta Berita Minggu. 8 Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Hary L. atas perintah Sweden‟s Royal Communision on Sexual Live in Swedia yang dimuat dalam majalah Reader‟s Digest.20 dan Berita Harian Sinar Pagi. 21 9 sismono. 16 Mei 1982. mereka mencoba lagi dengan pasangan yang lain dan seterusnya. jam 19.

Secara umum dapat diajukan sebuah pandangan bahwa dalam masyarakat tradisional menganggap perkawinan sebagai “keharusan sosial” yang merupakan tradisi yang dianggap sakral. 2002). Yang penulis maksud disini bukanlah proof marriage seperti di Swedia atau gundik-gundik di Negeria. motif juga bisa berfungsi seremonial dan terkadang dianggap mempunyai nilai.10 Hal tersebut tak lepas dari persepsi masyarakat tentang perkawinan. dengan beberapa variasi dari sudut pandang masyarakat yang fanatisme Islam tetapi kurang memahami hukum Islam dalam kaitannya dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dewasa ini. tesis. (Malang: PPs. 12 . karenanya perkawinan sering merupakan sebuah pilihan. Sebab-Sebab Perkawinan Di Bawah Umur dan Perkawinan Liar/Sirri di Kwanyar Kabupaten Bangkalan. Dalam konteks masyarakat Indonesia pada umumnya. budaya dan agama dalam masyarakat. Perkawinan sirri merupakan fenomena yang terkait erat dengan nilai sosial. dan Sri Endang Kinasih.11 Sedangkan dalam masyarakat modern menganggap bahwa perkawinan adalah sebuah “kontrak sosial”. Kabupaten Pasuruan Jatim. tetapi dalam tulisan ini mempunyai motif yang hampir sama dengan keadaan yang digambarkan diatas. studi Kasus di Desa Kalisat.kepadanya. Tesis: (Depok: Universitas Indonesia. Skripsi. maka menjawab saya bukan istrinya. Kecamatan Rembang. (Surabaya: IAIN Sunan Ampel. keramat. terutama masyarakat yang tinggal di daerah pedesaaan atau pinggiran mempersepsikan perkawinan sebagai suatu “kewajiban sosial” daripada manifestasi kehendak tiap individu (terutama wanita). tetapi gundiknya dan memang disana gundik tidak dilarang. Universitas Muhammadiyah. 2002). Mufassirah. Tradisi Nikah Sirri: Penyebab dan pengaruhnya bagi masyarakat pamekasan. 11 Sakral berarti suci. 1996) . Perkawinan Sirri di kangan Masyarakat Kalisat. Mengatasi masalah diatas orang Madura pada umumnya menjodohkan anaknya yang masih berumur lima tahun (balita) dan bahkan ada yang menjodohkan anak10 Zamroni.

12 Penelitian Indraswari13 di Jawa Timur. Mempercepat mengawinkan anak wanita merupakan tuntutan agar anak segera “mentas” dan setelah itu orangtua mereka merasa puas karena telah menunaikan tugas sosial sebagaimana mestinya. h. (Yogyakarta: LKiS. Carok: Konflik Kekerasan dan Harga Diri Orang Madura. 140 14 Muhammad Sobary. khususnya pada etnik Madura menunjukkan bahwa mereka mengawinkan anak gadisnya di bawah umur 16 tahun tanpa melalui KUA.78%). Apabila melebihi umur tersebut ternyata belum juga menikah. Penelitian Afdol (1983) di Kabupaten Bangkalan menunjukkan bahwa alasan mempercepat perkawinan bagi anak wanita selain alasan adat kebiasaan setempat (77. 1999). Pada saat itulah kedua orangtuanya serta anak perempuan yang bersangkutan merasakan aib dan malu pada semua orang dilingkungan sosialnya. 95 13 . Fenomena Kawin Muda dan Aborsi: Gambaran Kasus Dalam menakar “Harga” Perempuan: Eksplorasi Lanjut Atas Hak-Hak reprosuksi Perempuan Dalam Islam (Bandung: Mizan. Perkawinan lebih merupakan ritus kepuasan orangtua dan bukan kepentingan anak. 2002) h. seorang perempuan seharusnya sudah menikah tidak lama setelah mengalami haid yang pertama atau pada umur antara 12-15 tahun. Menurut pandangan mereka. 1999) h. 14 12 Latif Wiyata.32%). Perempuan Dalam Budaya: Dominasi Simbolis dan Aktual Kaum Lelaki Dalam Menakar “Harga” Perempuan: Eksplorasi Lanjut atas Hak-Hak Reproduksi Perempuan Dalam Islam (Bandung: Mizan. Oleh karena itu inisiatif menjodohkan anak dibawah umur hamper selalu datang dari pihak orangtua perempuan. Perkawinan tersebut disebut dengan kawin sirri.anaknya ketika masih berada dalam kandungan ibunya atau pada saat baru dilahirkan. semua orrang akan mencemoohnya sebagai perempuan tidak laku (ta‟ paju lake). juga didasarkan pada pertimbangan ekonomi (22. 56-57 13 Indraswari.

Menurut Kepala KUA Tanjungbumi. Effendi: “Kesadaran masyarakat untuk mendaftarkan perkawinannya ke KUA masih sangat rendah. Kabupaten Bangkalan yang mayoritas penduduknya beragama Islam. yang demikian itu dilakaukan oleh masyarakat yang melangsungkan perkawinannnya di perantauan seperti Arab Saudi. 2.Di Kecamatan Tanjungbumi. Kalimantan dan lain-lain.” Pendapat diatas menunjukkan tentang masih rendahnya jumlah penduduk yang melangsugkan perkawinan dan didaftarkan di KUA di beberapa desa di Kecamatan Tanjungbumi. Fenomena ini menarik untuk dikaji karena: 1. Nasikhun mengatakan: “Di Kecamatan Tanjungbumi ini. banyak didapati perkawinan yang tidak tercatat di KUA. Selain itu kawin sirri juga mengakibatkan hubungan kekuasaan antara laki-laki 14 . di desa-desa tertentu masih banyak ditemui perkawinan yang tidak didaftarkan di KUA. Kawin sirri jika dikaitkan dengan UU No. Malaysia. maka perkawinan tersebut dianggap tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum sehingga berpengaruh terhadap perwalian serta status istri dan anak guna mendapatkan segala hak yang menyangkut diri dan harta bendanya. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam.” Hal senada juga dikatakan oleh Kepada Desa Bumianyar. Kawin sirri jika dikaitkan dengan pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin maka wanita lebih terbebani daripada laki-laki karena ia tidak hanya sebagai ibu rumah tangga tapi juga sebagai kepala keluarga yang bertugas mencari nafkah.

namun perkewinan tersebut saat ini berkembang secara diam-diam dengan beragam bentuk dan alasan. penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut: 1.(suami) tidak setara dengan wanita (istri). Tujuan Penelitian Penelitian ini mempunyai tujuan sebagai berikut : 1. Tujuan umum Menganalisis dan mendeskripsikan kawin sirri yang dilakukan oleh penduduk Bumianyar 15 . Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. Meskipun kawin sirri mempunyai beberapa dampak diatas. 3. dimana hal tersebut bertentangan dengan wacana tentang perempuan yang kini banyak dibicarakan oleh kaum feminis. Faktor apakah yang menyebabkan kawin sirri terjadi di Desa Bumianyar. Bagaimana pula pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga? C. tercermin dalam hal menentukan calon pengantin. B. Hal ini bisa terlihat bagaimana berlakunya hukum agama dan hukum adat terutama dalam membuat keputusan menikah (berkeluarga). Kecamatan Tanjungbumi. Artinya disaat mereka berbicara tentang ketidakadilan gender justru kaum perempuan yang lain terjebak dalam ketidakadilan itu. membuat perempuan terjebak pada sistem patriarki. Kabupaten Bangkalan? 2. perceraian dan penguasaan seksual.

16 . Menganalisis dan mendeskripsikan pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga. mengingat kawin sirri merupakan salah satu wujud fanatisme masyarakat terhadap kyai. khususnya dalam kajian kawin sirri dan pengaruhnya terhadap hubungan dalam keluarga. 3. Manfaat Penelitian Sehubungan dengan tujuan penelitian yang hendak dicapai di atas. bangsa dan negara baik secara sosiologis. D. Menganalisis dan mendeskripsikan mengapa terjadi kawin sirri di Desa Bumianyar b. sehingga memotivasi pemerintah untuk meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya pencatatan perkawinan dengan bekerjasama dengan kyai dan tokoh masyarakat setempat. Tujuan khusus a. Memberi kontribusi ilmiah. maka penelitian ini di harapkan dapat memberi manfaat sebagai berikut : 1. yaitu sumbangan data berupa khazanah keilmuan tentang gender. 2. dalam konteks kehidupan masyarakat.2. Memberi masukan pada pemerintah. khususnya masyarakat pedesaan. psikologis maupun yuridis dengan segala akibat hukum dan konsekuensinya. tentang masih banyaknya masyarakat yang tidak mengetahui akan fungsi surat nikah. sehingga dapat menjadi pertimbangan bagi pasangan yang sudah maupun akan kawin sirri untuk segera mendaftarkan perkawinannya di KUA. terutama pada pasutri kawin sirri tentang pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga. Memberi kontribusi pada masyarakat.

17 .E. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (filed reseach) dengan menggunakan pendekatan studi kasus (case study). sehingga penulis dapat dengan mudah bergaul dan ikut dalam berbagai aktivitas mereka guna mendapat data tentang kawin sirri. b. Desa Bumianyar memiliki penduduk merantau yang tinggi dibandingkan desa lainnya. termasuk pasangan kawin sirri. sehingga praktek kawin sirri diperantauan lebih banyak dilakukan oleh penduduk desa Bumianyar dibandingkan desa lainnya. maka pengamatan lapangan hanya difokuskan pada kasus kawin sirri yang terjadi desa Bumianyar sebagai tempat tinggal penulis. Pemilihan Lokasi Penelitian Meskipun obyek penelitian adalah kasus kawin sirri yang dapat ditemukan diseluruh kecamatan Tanjungbumi. Pertimbangan memilih Desa Bumianyar ini mempunyai arti yang signifikan dalam hal kegiatan operasional dilapangan karena: a. Penulis adalah orang yang dilahirkan di Desa Bumianyar dan memiliki hubungan baik dengan masyarakat dan penduduk Bumianyar. 1. Kabupaten Bangkalan. Kecamatan tanjungbumi. yang dilakukan di desa Bumianyar. akan tetapi oleh karena suatu alasan dan pertimbangan terutama masalah dana dan waktu.

Latief –Rahma. 61-70 18 . Metode Etnografi. Yogyaksarta: PT. Bahar-Hasna dan indra adalah pasangan yang melakukan kawin sirri lebih dari 2 tahun dan kenal baik dengan peneliti.Sredley. Spradley 15 menyebutkan bahwa paling sedikit ada lima kreteria yang perlu diperhatikan dalam memilih informan yang baik yaitu: a) Enkulturasi penuh Enkulturasi merupakan proses alami dalam mempelajari suatu budaya tertentu. karena tempat tinggalnya berdekatan dan sekarang tinggal peneliti di desa Bumianyar. b) Keterlibatan langsung Informan adalah orang yang terlibat langsung dengan topik yang sedang diteliti. Informan yang baik mengetahui budayanya atau paling tidak harus mempunyai keterlibatan dalam suasana budaya selama 1 tahun. Penentuan Informan Mengingat penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus.1997).2. Misalnya pasangan HendraVita. Tiara Wacana. h. maka besar kecilnya informan bukan menjadi prioritas utama dalam upaya penggalian data. . 15 James P. namun yang menjadi titik penting adalah kualitas informan dalam memberikan data yang jelas dan akurat sesuai dengan kebutuhan. Dalam penelitian ini semua informan yang terpilih adalah individu atau pasangan yang telah atau sedang melakukan kawin sirri dan saat ini berada di desa Bumianyar.

tokoh masyarakat dan kiai sebagai orang yang berperan dalam menikahkan orang-orang yang melakukan kawin sirri. mengingat peneliti adalah orang yang dilahirkan di desa Bumianyar sehingga penelitilebih obyektif dalam memilih informan. Misalnya dalam melakukan wawancara dilakukan pada saat pasangan kawin sirri sedang santai pada malam hari. Dalam penelitian ini yang termasuk informan adalah: 1. namun dalam penelitian ini. Individu-individu atau pasangan yang telah atau sedang melakukan kawin sirri yang terdiri dari 3 individu kawin sirri (Ninan. pegawai KUA. meliputi perangkat desa. Hal ini diharapkan diperoleh banyak informasi yang dibutuhkan oleh peneliti. Individu-individu yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang baik tentang permasalahan yang diteliti. 2. sehingga bersifat apa adanya. peneliti mengenal baik suasana budaya yang diteliti. Indra dan Rudi) dan 5 pasangan 19 . e) Non analitik Informan adalah orang yang dalam memberikan informasi tidak menganalisis atau mengolah pertanyaan terlebih dahulu. d) Cukup waktu Penelitian hendaknya dilakukan dengan memilih informan yang memiliki cukup waktu untuk dimintai informasi.c) Suasana Budaya yang tidak dikenal Artinya peneliti tidak mengetahui suasana budaya yang diteliti sehingga mengalami kesulitan dalam memilih informan.

Pada umumnya individu atau pasangan yang telah atau sedang melakukan kawin sirriterbuka dan tidak malu menceritakan pengalamannya. Kabupaten Bangkalan). Kegiatan ini dilakukan secara intensif sejak pertengahan Maret. Jawahir. melakukan interaksi sosial untuk menemukan pemahaman masyarakat tentang kawin sirri. Moh. Sedangkan untuk menemukan informan yang melakukan kawin siriri di perantauan peneliti menemui orasng yang sering pergi merantau yaitu Seniwi dan Mat Solli. Dalam hal ini peneliti lakukan ketika pulang ke desa Bumianyar.suami istri kawin sirri (Sahrul-Ulfa. 3. dengan ikut serta dalam berbagai aktivitas. 16 Semua nama informan diatas bukan nama sebenarnya (disamarkan) 20 . dan Hadi-Ina) kedua pasangan tersebut melakukan kawin sirri di desa Bumianyar. Pengamatan terlibat (observasi participant) Suatu teknik yang mengharuskan peneliti melibatkan diri kedalam berbagai aktivitas dan kehidupan masyarakat setempat. Latief-Rahma. Pengumpulan Data Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan melalui proses: 1. kecuali pasangan Hadi-Ina melakukan kawin sirri di luar desa Bumianyar (yaitu di Desa Katol. Mastur dan Kiai di Kecamatan Tanjungbumi yaitu KH. tidaklah sulit bagi penulis yaitu dengan cara menemui tokoh masyarakat seperti H. kedua pasangan tersebut melakukan kawin sirri di perantauan. 16 Dalam menemukan informan seperti individu atau pasangan yang telah atau sedang kawin sirri. Sedangkan pasangan Anas-Titin dan Bahar-Hasna.

17 Dalam wawancara mendalam. Metode Penelitian Sosial. Pertanyaan tersebut ditujukan kepada informan. 1995). Wawancara dengan pasangan suami istri kawin sirri dilakukan secara terpisah dalam waktu bersamaan untuk memperkecil kesempatan pasangan dalam menyamakan ceritanya. 2. Untuk menunjang wawancara mendalam peneliti menggunakan peralatan lain berupa buku catatan harian mengenai kegiatan penelitian dan tape recorder untuk merekam hasil wawancara. Wawancara mendalam (indepht interview) Wawancara mendalam adalah teknik pengumpulan data yang didasarkan pada percakapan secara intensif dengan suatu tujuan. Hal ini dengan pertimbangan sebagai mekanisme adaptasi dan agar terkesan tidak berjarak antara peneliti dan informan. dan di KUA (data 17 Bagong Suyanto.mendengarkan pandangan-pandangan dan merasakan keadaan pasangan kawin sirri. Dokumentasi dan kepustakaan Dokumentasi dilakukan untuk memperoleh data dari desa (seperti demografi desa). di Kecamatan (tentang keluar masuknya penduduk). peneliti menyusun beberapa pertanyaan pokok sebagai pedoman untuk membuka pertanyaan. 3. Bahasa yang dipergunakan dalam wawancara adalah bahasa Madura. Misalnya. bahkan terkadang membantu pekerjaannya seperti memasak di dapur. h. (Surabaya: Airlangga University Press. 206 21 . peneliti sering berkunjung ke rumah pasangan kawin sirri. Selanjutnya pertanyaan berikutnya didasarkan pada jawaban atas pertanyaan pokok tersebut.

Data dipilah misalnya yang berkaitan dengan factor penyebab terjadinya kawin sirri dan pengaruhnya terhadap hubungan dalam keluarga. sejarah kawin sirri dalam pandangan hokum Islam dan Negara serta konsep dan teori menganai keluarga. kemudian diinterpretasikan melalui teori-teori yang relevan agar dapat dianalisis. kemudian dapat diklasifikasikan kedalam faktor penyebab kawin sirri. Data yang terkumpul sejak awal penelitian. Tahap penemuan. Analisis data Teknik analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data yang berasal dari observasi participant. selanjutnya diidentifikasi berdasarkan tema. studi dokumentasi dan kepustakaan. Data yang terkumpul kemudian diklasifikasi dan diidentifikasi berdasarkan pola.Nikah. yaitu: 1. sehingga dapat mengumpulkan hasil yang ingin diucapai untuk menjawab permasalahan yang diajukan dalam penelitian. 4. misalnya rendahnya pemahaman masyarakat tentang fungsi surat nikah. Talak. tema dan sub-sub tema. Data kepustakaan digunakan untuk memperoleh data tentang hasil penelitian sebelumnya. kemudian data tersebut diklasifikasikan. wawancara mendalam. Cerai dan Rujuk / NTCR). Selanjutnya data dikelompokkan dan dikategorikan. agar dapat terlihat hubungan suatu gejala dengan gejala yang lain. Analisis dilakukan dalam tiga tahapan. 22 .

3. menyajikan pendahuluan yang terdiri dari: latar belakang masalah. Selanjutnya ditulis dalam bentuk penulisan yang tujuannya untuk menjawab permasalahn mengenai faktor penyebab terjadinya kawin sirri dan pengaruhnya terhadap hubungan dalam keluarga. sehingga diperoleh pengertian dan premahaman. tujuan penelitian. artinya dengan melihat. pada keluarga kawin sirri yang bercerai dan tidak bercerai. misalnya tentang faktor penyebab kawin sirri yang dilakukan di desa Bumianyar maupun di perantauan oleh penduduk Bumianyar. yang terdiri dari: pengertian kawin sirri. Tahap member kode. Memilih data dengan cara memisahkan catatan lapangan dan bahan dokumen per tema. Pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga. rumusan masalah. Tahap ini meliputi: a. kawin sirri 23 . mendiskusikan konsep-konsep yang terkait dengan kawin sirri.2. merangkai dan menghubungkan data serta informasi agar dapat disusun. metode penelitian dan sistematika pembahasan Bab kedua. Mengkategorikan setiap tema. Tahap penulisan Merupakan tahap memahami data dalam bentuk penulisan secara lebih lanjut. sejarah dan perkembangan kawin sirri. manfaat penelitian. b. Sistematika Pembahasan Sistematika pembahasan dalan penelitian ini bibagi menjadi lima bab: Bab pertama. F.

Selain itu juga mendeskripsikan tentang perkawinan sirri.dalam pandangan hokum Islam dan kawin sirri dalam pandangan hokum Negara. system kekerabatan. fungsi dan peranan anggota keluarga. pada keluarga kawin sirri yang bercerai dan tidak bercerai Bab kelima. pendidikan. demografi. merupakan bab terakhir yang berisi tentang kesimpulan dan saran yang diperlukan dalam menunjang penelitian ini. memaparkan hasil penelitian yang terdiri atas factor penyebab kawin sirri yang dilakukan di desa Bumianyar dan dilakukan di perantauan. dan pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga. yang meliputi: bentuk kawin sirri. tempat pelaksanaan kawin sirri. pemukiman. keagamaan. hubungan-hubungan keluarga. Selain itu juga membahad tentang konsep-konsep keluarga kaitannya dengan kawin sirri seperti: tipe-tipe keluarga. serta pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga. letak dan luas wilayah. 24 . sejarah kawin sirri dan proses pelaksanaan kawin sirri Bab keempat. mendeskripsikan lokasi penelitian yang terdiri dari sejarah penduduk Bumianyar merantau. Bab ketiga.

yang artinya “bersetubuh”. Beberapa Pokok Antropologi Sosial. 77 20 Koentjaraningrat.BAB II TINJAUAN TEORITIS A. h. h. h. Haviland. Arti kiasannya adalah sama dengan “wathaa”. memiliki dua arti. 93-94. Kawin Sirri Perkawinan dalam bahasa Arab adalah “nikah”. “Aqad” artinya ikatan atau perjanjian. Selain sebagai pengatur kelakuan 18 Asmin. dipandang dari sudut kebudayaan manusia. arti yang sebenarnaya dan arti kiasan. Jadi “aqad nikah” artinya perjanjian untuk mengikatkan diri dalam perkawinan antara seorang wanita dengan seorang laki-laki. Arti sebenarnya nikah adalah “dham” yang artinya “menghimpit”. Status Perkawinan Antar Agama: Di Tinjau dari Undang-Undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974. Alih Bahasa: R. 25 . Menurut hukum Islam. (Jakarta: Erlangga. 1985). (Jakarta: Dian Rakyat. 1986).. ialah kelakuan-kelakuan seks. nikah itu pada hakekatnya ialah “aqad” antara calon suami-istri untuk membolehkan keduanya bergaul sebagai suami iatri. atau “berkumpul”. 1992).G Soekardijo. “menindih”. maka perkawinan merupakan pengatur kelakuan manusia yang bersangkut paut dengan kehidupan seksnya. Antopologi II. terutama persetubuhan. Dengan demikian. (Jakarta: Dian Rakyat. 28 19 William A. 18 Menurut Haviland19 perkawinan adalah suatu transaksi atau kontrak yang sah dan resmi antara seorang wanita dan seorang pria yang mengukuhkan hak mereka yang tetap untuk berhubungan seks satu sama lain dan yang menegaskan bahwa wanita yang bersangkutan sudah memenuhi syarat untuk melahirkan. Menurut Koentjaningrat 20 perkawinan adalah suatu peralihan lifecycle dari tingkat hidup remaja ketingkat berkeluarga dari semua manusia di dunia.

seks, perkawinan mempunyai berbagai fungsi lain dari kehidupan kebudayaan dan masyarakat manusia. Pertama memberi ketentuan hak dan kewajiban serta perlindungan kepada hasil persetubuhan, yaitu anak-anak; kemudian perkawinan juga memenuhi kebutuhan manusia akan seorang teman hidup, memenuhi kebutuhan akan harta, akan gengsi dan kelas masyarakat dan pemeliharaan hubungan baik antara kelompok-kelompok kerabat tertentu sering juga merupakan alasan dari perkawinan. Menurut wawancara dengan seorang kiai di kecamatan tanjungbumi (KH. Jawahir) mengatakan bahwa masyarakat awam memiliki pemahaman tentang perkawiann sebagai suatu ikatan antara laki-laki ddan wanita untuk hidup bersama dan untuk mendapatkan keturunan yang sah berdasarkan hukum agama Islam. Yang digaris bawahi disini adalah yang penting sah menurut hukum agama Islam. Di samping itu, masyarakat awam juga menganggap perkawinan sebagai “kewajiban sosial” daripada manifestasi kehendak bebas tiap individu. Oleh karena itu, perkawinan dianggap sebagai “keharusan sosial” yang merupakan tradisi yang dianggap sakral. Jika diklasifikasi berdasarkan tingkat pemahaman masyarakat tentang hukum perkawinan dan usia menikah, maka di masyarakat Bumianyar terdapat tiga bentuk perkawinan yaitu: 1. Perkawinan di KUA Yang dimaksud dengan perkawinan di KUA disini adalah perkawinan yang dilakukan di KUA atau perkawinan yang dilakukan dihadapan Pegawai Pencatat Nikah (PPN) dan dicatatkan di KUA, seperti yang diatur dan ditentukan oleh UU No.1 Tahun 1974. Bentuk perkawinan ini dilakukan oleh masyarakat yang

26

menyadari akan penting hukum Negara, selain hukum Islam. Karena perkawinan bukan hanya dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT (hablum minallah) tapi juga harus dipertanggungjawabakan dihadapan hukum Negara (hablum minannas), karena menyangkut ikatan antara manusia satu dengan lainnya yaitu suami, istri, dan anak serta keluarga besar diantara susmi dan istri. 2. Perkawinan sirri Yang dimaksud dengan perkawinan sirri adalah perkawinan yang tidak dilakukan dihadapan PPN dan tidak dicatatkan di KUA. Perkawinan ini oleh Ramulyo disebut dengan istilah perkawinan dibawah tangan. Perkawinan ini biasanya dilakukan oleh kiai atau ulama atau orang yang dipandang telah mengetahui hukum-hukum munakahat (pernikahan).21 Kata sirri berasal dari bahasa Arab sirri, israar yang berarti rahasia. 22 Kawin sirri menurut arti katanya adalah nikah yang dilakukan dengan sembunyisembunyi atau rahasia. Sedangkan dalam prakteknya di masyarakat kawin sirri adalah perkawinan yang tidak disaksikan oleh orang banyak dan tidak dilakukan dihadapan PPN serta tidak dicatat di KUA setempat. 3. Perkawinan dibawah umur Perkawinan yang dilakukan sebelum usia 16 tahun bagi wanita, dan 19 tahun bagi laki-laki. Batasan ini mengacu pada ketentuan formal batas minimum usia menikah yang berlaku di Indonesia, pasal 7 ayat (1). Perkawinan ini biasanya dilakukan oleh masyarakat karena dua alasan, pertama alasan perjodohan. Dalam

21
22

A. Zuhdi Muhdor , Memahami Hukum Perkawinan, (Bandung: Al-Bayan 1994), h. 22

Mahmud Yunus, Kamus Arab Indonesia, (Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir AlQur’an, 1973), h. 167

27

perjodohan biasanya yang menentukan pasangan dan waktu menikah adalah orangtua laki-laki. Kedua, kemauan anak sendiri. Biasanya anak laki-laki ngotot minta dinikahkan ke orangtuanya, meski ia dan pasangannya belum memenuhi batas minimal usia menikah dan belum mempunyai pekerjaan. Kuatir anaknya salah pergaulan dan berdosa, orangtua menikahkan anaknya dan biasanya biaya hidup anak setelah menikah akan ditanggung oleh orangtua. Ketiga bentuk perkawinan diatas oleh masyarakat Bumianyar dianggap sah. Namun dari ketiga bentuk perkawinan yang terdapat di desa Bumianyar, peneliti hanya mengkaji kawin sirri dan perkawinan dibawah umur. Perkawinan dibawah umur dalam penelitian ini tidak dibahas dalam bahasan tersendiri tapi menjadi satu kesatuan dalam pembahasan kawin sirri, yaitu menjadi salah satu fakctor penyebab terjadinya kawin sirri di desa Bumianyar. 1. Sejarah Dan Perkembangan Kawin Sirri Istilah kawin sirri, sebenarnya bukan masalah baru dalam masyarakat Islam, sebab kitab Al-Muwatha’, mencatat bahwa istilah nikah sirri itu berasal dari ucapan Umar bin Khattab r.a ketika diberitahu bahwa telah terjadi perkawinan yang tidak di hadiri oleh saksi kecuali hanya seorang laki-laki dan seorang perempuan, maka Ia berkata yang artinya:”Ini nikah sirri, aku tidak memperbolehkannya dan sekiranya aku datang pasti aku rajam”23 Pengertian kawin sirri dalam persepsi Umar tersebut di dasarkan adanya kasus perkawinan yang hanya dengan menghadirkan seorang saksi laki-laki dan seorang perempuan. Ini berarti syarat jumlah saksi belum terpenuhi, kalau jumlah saksi belum

23

Lihat Al-Muwatha’ II, Dar Al-Fikri, hal 439

28

Karena itu kalau sudah disaksikan tidak perlu lagi ada pengumuman khusus. Imam Malik memandang perkawinan itu termasuk nikah sirri dan harus di fasakh. 24 25 Lihat Aziz dalam Jurnal Ilmiah Mihrab. sudah cukup mewakili pengumuman bahkan meskipun minta dirahasiakan.Status Wanita Di Asia Tenggara: Studi Terhadap Perundang-Undangan Perkawinan Muslim Konyemporer Di Indonesia dan Malaysia. Kehadiran saksi pada waktu melakukan akad nikah. Keberadaan saksi hanya pelengkap.24 Ulama-ulama besar sesudahnya pun seperti Abu Hanifah. . Namun Abu Hanifah. maka perkawinan semacam ini menurut Umar di pandang sebagai nikah sirri.25 Namun apabila saksi telah terpenuhi tapi para saksi di pesan oleh wali nikah untuk merahasiakan perkawinan yang mereka saksikan. ulama besar berbeda pendapat. Ulama sepakat fungsi saksi adalah pengumuman (i‟lan wa syuhr) kepada masyarakat tentang adanya perkawinan. kawin sirri di pandang sebagai perkawinan yang sah menurut agama. 2002). Jakarta: INIS. hal 17 26 Khoirudin Nasution. Malik dan Syafi’i berpendapat bahwa nikah sirri itu tidak boleh dan jika terjadi maka harus di fasakh (batal). h. Dengan demikian dapat ditarik pengertian bahwa kawin sirri itu berkaitan dengan fungsi saksi. maka perkawinan yang ada saksi tetapi tidak ada pengumuman adalah perkawinan yang tidak memenuhi syarat. Edisi September 2001 Lihat Bidayatul Mujtahid. sebab menurutnya tidak ada lagi rahasia kalau sudah ada empat orang. karena yang menjadi syarat mutlak sahnya perkawinan adalah pengumuman (i‟lan). Abu Hanifah dan Syai’i menilai nikah tersebut bukan nikah sirri karena fungsi saksi itu sendiri adalah pengumumnan (i‟lan).163 29 . 26 Akan tetapi Menurut Zahrah dalam Nasution. Syafi’i dan Ibnu Mundzir berpendapat bahwa nikah semacam itu sah.lengkap meskipun sudah ada yang datang. dalam perkembangannya di masyarakat Islam.

1 Surabaya: PP/SW Lembaga Penelitian UNAIR 30 Muhammad Yusuf. Islam Memandang Kawin Sirri. Wali pengantin perempuan 3. Calon pengantin laki-laki dan perempuan 2.239 A. h. 1 Tahun 1974. h. Zuhdi Muhdhor . Psikologi.22 Hariadi. Wirawan dalam Hariadi 29 menyatakan kawin sirri merupakan salah satu bentuk perkawinan yang dikenal oleh masyarakat Indonesia. yang oleh Ramulyo di sebut “perkawinan di bawah tangan”27 Perkawinan ini biasanya dilakukan oleh kiai atau ulama atau orang yang dipandang telah mengetahui hukum-hukum munakahat (pernikahan).28 Akan tetapi dalam perkembangannya di masyarakat Islam. 1991) 30 .Yang dimaksud dengan perkawinan sirri adalah perkawinan yang memenuhi rukun dan syarat perkawinan tapi tidak di daftarkan di PPN seperti yang diatur dan di tentukan oleh UUP no. 27 28 29 Idris Ramulyo. (Jakarta: Bumi Aksara. dan Hukum Positif. Sementara Muhammad30 menyebutkan bahwa kawin sirri dalam pandangan Islam adalah perkawinan yang dilaksanakan sekedar memenuhi ketentuan mutlak untuk sahnya akad nikah yang ditandai dengan adanya: 1. Ijab dan qobul Syarat-syarat diatas disebut sebagai rukun atau syarat wajib nikah. (Bandung: Al-Bayan. 1994). Makalah Seminar Sehari Kawin Sirri Ditinjau Dari Sudut Agama. Sosiologi. (Jember: PMII Fakultas Hukum. kawin sirri dipandang sebagai perkawinan yang sah menurut agama. Kawin Sirri sebagai Siasat Kawin Dalam Media Studi Wanita. Vol. yaitu suatu perkawinan yang dilakukan oleh masyarakat Islam dengan modin atau kiai sebagai pelaksananya (yang mengukuhkan). 2002). Hukum Perkawinan Islam. Dua orang saksi 4. Memahami Hukum Perkawinan.

439 Lihat Bidayatul Mujtahid. Lihat Al-Muwatha. 2.Selain itu. Khutbah nikah 2. Pengumuman perkawinan dengan menyelenggarakan walimah/perayaan 3. 17 31 . Keadaan demikian disebut sunyi atau rahasia atau sirri. istilah sirri ini kemudian dikaitkan dengan aturan-aturan yang ditetapkan pemerintah sehingga kawin sirri bermakna kawin yang tidak dicatatkan petugas yang telah ditunjuk oleh pemerintah yaitu KUA. Pada perkembangan selanjutnya. terdapat sunah nikah yang perlu juga dilakukan sebagai berikut: 1. sedangkan sunah nikah tidak dilakukan.33 Namun dalam 31 32 33 Idris. Sebagaimana dikatakan Ramulyo 31 yaitu perkawinan yang dilakukan oleh orang-orang Islam. Malik dan Syafi’i sepakat kalau perkawinan tersebut difasakh. memenuhi baik rukun maupun syarat-syarat perkawinana tetapi tidak didaftarkan pada PPN seperti diatur dan ditentukan UU No. (Jakarta: Bumi Aksara. h. khususnya mengenai pengumuman perkawinan atau yang dusebut walimah/perayaan. Menyebutkan mahar dan kawin Dengan demikian. kawin sirri pada awalnya merupakan perkawinan yang dilarang dalam Islam karena tidak memenuhi rukun dan syarat perkawinan yang berupa saksi. Hukum Perkawinan Islam. 2002). Dengan demikian orang yang mengetahui perkawinan tersebut juga terbatas pada kalangan tertentu saja. Ramulyo. h. 1 Tahun 1974. 239. h. 32 Ulama besar seperti Abu Hanifah. Demikian halnya dengan praktek kawin sirri yang terjadi di desa Bumianyar. dalam proses kawin sirri yang dilaksanakan hanya wajib atau rukun nikahnya saja. Kawin Sirri Dalam Pandangan Hukum Islam Merujuk pada sejarah dan perkembangannya.

34 Meskipun kawin sirri sah menurut Islam tapi hal tersebut kurang sesuai dengan ajaran Islam. h. taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kalian kepada rasul dan kepada pemerintah yang sah (ulil „amri minkum). Kemudian kawin sirri berkembang kembali ketika dikaitkan dengan aturan yang ditetapkan pemerintah sehingga kawin sirri bermakna perkawinan yang tidak dicatatkan di KUA. karena Nabi Muhammad SAW bersabda: “Umumkanlah perkawinan itu”.perkembangannya dalam masyarakat Islam. Sebelumnya sudah ada UU No. 36 (2) bagi pasangan yang melakukan perkawinan tanpa pengawasan dari PPN dikenakan hukuman karena merupakan suatu pelanggarn. UU No.1 Tahun 1974. disebutkan: (1) perkawinan diawasi oleh PPN. yang mengatur tentang pencatatan Nikah. Talak dan Rujuk.22 Tahun 1946 pasal 1 ayat (1) 37 Lihat UU No. QS. Kawin Sirri Dalam Pandangan Hukum Negara Kawin sirri jika dikaitkan dengan hukum negara sebenarnya berkaitan dengan pencatatan perkawinan pada instansi pemerintah yang berwenang yaitu KUA. maka orang yang melakukan kawin sirri berarti tidak taat pada pemerintah yang telah menetapkan untuk mencatatkan perkawinannnya di KUA. kawin sirri merupakan perkawinan yang memenuhi rukun dan syarat perkawinan sehingga masyarakat memandang sah menurut agama (Islam). An-Nisa 59 36 Lihat UU No. op. Hukum Perkawinan Islam.22 Tahun 1946. sebagaimana diatur oleh undang-undang.22 Tahun 1946 pasal 3 ayat (1) 32 . 239 Lihat. 3. dan firman Allah yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman. 37 Lebih tegas tentang pencatatn dan 34 35 Idris Ramulyo. sebenarnya bukanlah UU pertama yang mengatur tentang pencatatan perkawinan bagi muslim Indonesia.cit.”35 Berdasarkan firman tersebut.

1 Tahun 1974 ayat (1 dan 2) 42 Lihat KHI pasal 5 ayat (2) dan pasal 6 ayat (1) 43 Lihat KHI pasal 5 ayat (1) 44 Lihat KHI pasal 6 ayat (1).tujuan pencatatan perkawinan ditemukan dalam penjelasannya. 41 Dalam Kompilasi Hukum Islam di Indonesia disebutkan. dan (2) maksud hukum agama termasuk ketentuan perundang-undangan yang berlaku. dan perkawinan hanya dapat dibuktikan dengan Akta Nikah yang dibuat oleh PPN. bahwa dicatatkannya perkawinan agar mendapat kepastian hokum dan ketertiban. 43 Namun ditegaskan perkawinan yang dilakukan diluar PPN tidak mempunyai kekuatan hukum.”39 Sementara pada pasal lain disebutkan.3 dan 4) 33 . 38 Kemudian dalam UU No.2.1 Tahun 1974 tentang pencatatan perkawinan disebutkan.”perkawinan adalah sah.44 38 39 Lihat penjelasan pasal 1 ayat (1) Lihat UU No.”40 Sedangkan dalam penjelasan UU No.1 Tahun 1974 pasal 2 ayat (1) 41 Lihat penjelasan UU No.”tiap-tiap perkawinan dicatat menurut perundang-undangan yang berlaku. tujuan pencatatan perkawinan yang dilakukan dihadapan dan dibawah pengawasan PPN 42 adalah untuk terjaminnya ketertiban perkawinan.1 Tahun 1974 tentang pencatatan dan sahnya perkawinan disebutkan : (1) tidak ada perkawinan diluar hukum agama. pasal 7 ayat (1.1 Tahun 1974 pasal 2 ayat (2) 40 Lihat UU No. apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu.

Tipe-Tipe keluarga Terdapat dua tipe keluarga yaitu keluarga inti dan keluarga luas. Kedua. Borgadus. Pertama. h. anak-anaknya yang tergantung kepadanya. normally compossed of a father. perkawinan atau adopsi. 1985. a mother. sekelompok orang yang tinggal bersama berdasarkan hubungan darah. Ketiga. dan setidaktidaknya seorang pria dewasa yang diikat oleh perkawinan atau hubungan darah.G. Pengantar Studi Sosiologi Keluarga. Haviland. 1985. Keluarga Inti Keluarga inti (nuclear family) disebut juga keluarga batih adalah suatu kelompok kekerabatan sebagai akibat dari perkawinan. Kawin Sirri dan Keluarga Menurut Haviland45 yang dimaksud keluarga adalah suatu kelompok yang terdiri atas seorang wanita. keluarga adalah kelompok sosial yang terdiri dari seorang ayah. and one or more of children. 233 46 34 . (Bandung: Pustaka Setia. a. ibu dan satu atau beberapa anak. 1. Alih Bahasa R. Definisi yang agak lengkap diberikan oleh Borgadus dalam Suhendi46 : “…. Family is a small social group. 2001). hubungan antar keluarga didasari atas kasih sayang dan tanggung jawab keluarga ialah mengembangkan anak agar setelah dewasa menjadi individu yang mampu mengendalikan dirinya sendiri dan berguna untuk masyarakat. Menurut 45 William A. h. Soekadijo.B. Dari definisi diatas terdapat empat ciri keluarga. 73. Antropologi II. (Jakarta: Erlangga. in which affection and responsibility are equitably shared and in which the children are reared to become self controlled and socially motivated persons.

1992). Anak tiri dan anak angkat yang secara resmi mempunyai wewenang yang kurang lebih dengan anak kandungnya. 109 Ibid. yang berdasarkan adat verilokal yang terdiri dari satu keluarga inti senior dengan keluarga inti dari anak laki-laki. h. juga dapat dianggap sebagai anggota keluarga. tetapi seluruhnya merupakan satu kesatuan sosial yang amat erat. keluarga luas utrolokal. kelurga inti merupakan kelompok dimana si individu itu. kelurga inti merupakan kelompok dimana si individu pada dasarnya dapat menikmati bantuan utama dari sesamanya serta keamanan dalam hidup. h. ada tiga macam keluarga luas. yaitu: pertama. b.47 Suatu keluarga inti terdiri atas seorang suami. Ketiga. 117 35 . h. istri dan anak-anak mereka yang bekum kawin. 49 Berdasarkan komposisinya. yang berdasarkan adat utrolokal dan yang terdiri dari satu keluarga inti senior dan keluarga-keluarga batih anak-anak laki maupun perempuan. Beberapa pokok Antropologi Sosial. Keluarga Luas Keluarga luas (extended family) adalah kelompok kekerabatan yang terdiri lebih dari satu keluraga inti. dan hidup tinggal bersama pada satu tempat artinya dalam satu rumah atau pada satu pekarangan. 110-111 49 Ibid. Kedua. keluarga luas verilokal. waktu ia sebagai anak-anak masih belum berdaya mendapat pengasuhan dan permulaan dari pendidikannya.Koentjaraningrat. keluarga luas uxorilokal yang berdasarkan adat 47 48 Koentjaraningrat. yaitu: pertama. (Jakarta: Dian Rakyat. Koentjaraningrat48 mengatakan bahwa fungsi pokok keluarga ada dua. Kedua.

istri dilihat sebagai pelengkap suami.uxorilokal dan yang terdiri dari satu keluarga inti senior dengan keluargakeluarga batih anak-anak perempuan. Hubungan suami-istri Menurut Scanconi dalam Ihromi51 hubungan suami istri dapat dibedakan menurut pola perkawinan yang ada yaitu owner property. h. Dalam pola perkawinan owner property. Ihromi. Bunga Rampai Sosiologi Keluarga. teman. 100 Ibid. head complement. pengertian dan komunikasi terbuka. (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. a. senior junior partner dan equal partner.O. istri harus tunduk pada suami. Suami istri memutuskan untuk mengatur kehidupan 50 51 T. 2. 1999). Suami adalah “bos” dan istri harus tunduk padanya. Suami diharapkan untuk memenuhi kebutuhan istri akan cinta dan kasih sayang. 100 36 . Dengan demikian akan tercipta kestabilan dalam rumah tangga. sama seperti uang dan barang berharga lainnya. Dalam pola perkawinan head complement. Bila terjadi ketidaksepakatan. h. kepuasan seksual. Hubungan-Hubungan dalam Keluarga Menurut Suleeman dalam Ihromi50 ada tiga bentuk hubungan dalam keluarga. yaitu hubungan suami-istri. Tugas suami adalah mencari nafkah dan tugas istri adalah menyediakan makanan untuk suami dan anak-anak dan menyelesaikan tugas rumah tangga yang lain karena suami telah bekerja untuk menghidupi dirinya dan anak-anaknya. hubungan orangtua-anak dan hubungan antarsaudara (siblings). istri adalah milik suami. dukungan emosi.

Dalam pola perkawinan equal partner. Kini istri memiliki kekuasaan yang lebih besar dalam pengambilan keputusan. h. Pekerjaan suami sama pentingnya dengan pekerjaan istri. dan tugas istri masih tetap mengatur rumah tangga dan mendidik anak. Istri mendapat hak dan kewajiban yang sama untuk mengembangkan diri sepenuhnya dan melakukan tugas-tugas rumah tangga. istri tidak lagi sepenuhnya tergantung pada suami untuk hidup. meskipun pencari nafkah utama tetap suami. 108 37 . Tugas suami masih sama mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. posisi istri tidak lebih sebagai pelengkap suami. b. artinya penghasilan istri bisa lebih timggi dari suami. Dengan demikian istri bisa menjadi pencari nafkah utama. Perubahan ini terjadi karena istri juga memberikan sumbangan secara ekonomis. tidak ada posisi yang lebih tinggi atau rendah diantara suami istri. Menurut Adam yang dikutip oleh 52 Ibid. Tetapi suami istri kini bisa merencanakan kegiatan bersama untuk mengisi waktu luang. Dengan penghasilan yang didapat. Hubungan orangtua anak Menurut Ihromi52 hubungan orangtua anak biasanya hanya membahas fungsi anak terhadap orangtua dan bukan sebaliknya. tetapi sudah menjadi teman. Dalam pola perkawinan senior junior partner. Fungsi orangtua terhadap anak dianggap sudah seharusnya berlangsung karena orangtua bertanggungjawab atas anak-anak mereka.bersama secara bersama-sama.

h. melindungi keluarga. 110 38 . bertanggungjawab terhadap kehidupan keluarga. jumlah. diantaranya: kedekatan tempat tinggal tidak berpengaruh pada bantuan keuangan. jenis kelamin anak. tetapi pada jasa yang diberuikan pada anak. Hubungan antarsaudara (siblings) Menurut Schvaneveld dan Ihinger dalam Ihromi 54 mengatakan hubungan antarsaudara dipengaruhi oleh jenis kelamin. Fungsi dan Peran Anggota Keluarga Dalam suatu rumah tangga kedudukan dan kewajiban antra suami istri tidaklah sama. 109 Ibid. bertugas mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga. h. juga sebagai wakil keluarga bila berhubungan dengan masyarakat. umur orangtua pada saat mempunyai anak pertama. dengan membimbing seluruh anggota keluarga agar berkembang sesuai dengan keinginannya dan mengawasi pendidikan anak-anaknya. rasio saudara laki-laki terhadap saudara perempuan.Lewis dalam Ihromi53 mengatakan hubungan orangtua anak dipengaruhi beberapa factor. dan ia juga tema berbincang-bincang bagi suami. 53 54 Ibid. Suami adalah pelindung bagi istri dan anak-anaknya. c. umur. kelas sosial. 3. Sebaliknya istri adalah pusat kedamaian bagi keluarganya. Suami berfungsi sebagai kepala keluarga. Faktor lain yang ikut berpengaruh adalah lamanya pernikahan anak. dan umur anak pada saat mereka keluar rumah. dan persamaan kebudayaan dalam perkawinan. Kewajiban moral seorang istri berbeda dengan kewajiban moral seorang suami. kesepakan antara ibu dan ayah. jarak kelahiran.

dan banyak pula yang bekerja membantu mencari nafkah bagi keluarganya. membina kerukunan rumah tangga. dan membina anakdalam pendidikan. singkatnya mengurusi kehidupan rumah tangga.1 Tahun 1974. Pengaruh Kawin Sirri Terhadap Hubungan Dalam Keluarga Yang dimaksud dengan pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga disini adalah bagaimana kawin sirri yang secara bahasa merupakan perkawinan rahasia dan didalam prakteknya merupakan perkawinan yang tidak diketahui oleh orang banyak dan tidak dicatatkan di KUA. sehingga menyebabkan perkawinan tersebut menurut hukum positif tidak mempunyai kekuatan hukum yang dapat menyulitkan berbagai pihak. bertani atau menjadi buruh tani. mewakili suami. Apakah betul. Selain itu akan dibahas pula pengaruh kawin sirri terhadap hubungan 39 . seperti berdagang. pembagian harta serta perwalian anak. orangtua-anak. yang akan diteliti di Desa Bumianyar. membatik. Selain itu juga menyebabkan hubungan kekuasaan antara suami tidak setara dengan istri. mengasuh anak. dan hubungan antarsaudara (siblings). 4. sebagaimana diatur dalam UU No. baik hubungan sebagai suami isti. kesehatan anak dan suami. dan bagaimana pula pengaruhnya?. yang tercermin dalam menentukan calon pengantin. Selain itu perkawinan sirri juga berpengaruh terhadap hubungan dalam keluarga. perkawinan sirri tidak mempengaruhi hubungan dalam keluarga.Seorang istri mempunyai fungsi dan peranan mengatur dan mengelola rumah tangga dan meyelesaikan pekerjaan rumah tangga. proses perkawinan dan perceraian serta pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin atau peran dimana peran wanita sangat berkaitan erat sebagai ibu rumah tangga dan pencari nafkah keluarga. terutama pada status istri dan anak.

Kaitanya dengan penelitin ini. saudara-saudara suami atau istri. Yang termasuk dalam keluarga rumah tanggga lainnya disini adalah orangtua suami atau istri (mertua). 40 . penulis hanya mengambil mertua dalam membahas hubungan antara keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya. sepupu dari suami atau istri. keponakan dari pihak suami atau istri.dalam keluaraga pada keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya.

Banjarmasin. Hal tersebut hanya dilakukan oleh orang-orang yang tidak/sedikit mempunyai lahan pertanian. penduduknya memiliki kebiasaan tempat merantau yang berbeda. Tapi apabila dikaitkan dengan kondisi alam setempat yang tidak begitu subur dan terletak dipinggir laut. sebenarnyamulai sebelum tahun 1980 penduduk Bumianyar sudah ada yang merantau tapi jumlahnya tidaklah banyak. Palangkaraya dan Samarinda). Palangkaraya dan Samarinda. Palangkaraya dan Samarinda). Banjarmasin. hanya beberapa orang. sementara mata pencaharian penduduk adalah bertani. Deskripsi Lokasi Penelitian 1.BAB III GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. maka diperkirakan penduduk bumianyar mulai banyak yang merantau sekitar tahun 1980-an. Banjarmasin. 41 . Penduduk kampung Telagah menjadi TKI ke Malaysia. itupun hanya ke Kalimantan seperti Pontianak. tiap dusun/kampung. Menurut informan. Penduduk kampung Kwanyar dan Nangger merantau dengan menjadi TKI ke Arab Saudi. Menurut informan. hasilnya selalu merosot dan merosot bahkan hasil yang didapatkan tidak dapat mencukupi untuk mengembalikan modal yang dikeluarkan. Penduduk kampung Lobuk berdagang ke Kalimantan (Pontianak. Sejarah Penduduk Bumianyar Merantau Sebenarnya sangat sulit dipastikan kapan persisnya penduduk Bumianyar mulai merantau. ketika para penduduk selalu gagal dalam bertani. misalnya kampung Prengkenek banyak merantau ke Kalimantan (Pontianak.

4.15 Jumlah 505. Sebelah barat berbatasan dengan desa Paseseh c. jangankan untuk memperbaiki rumah. Sebelah selatan berbatasan dengan desa Tambak Pocok.Ada pemikiran. 5. hasinya dapat mencukupi kebutuhan amakan sekelurga saja. 2.25 Ha. yang terdiri dari lima dusun/kampong. 3. Hal ini dapat dilahat pada table 3. Hal tersebut menunjukkan bahwa alas an utama penduduk Bumianyar merantau adalah karena kondisi tanah yang kurang subur sehingga tidak mencukupi kebutuhan hidupnya. Sebelah utara berbatasan dengan laut Jawa b. Dusun Luas/Ha Lobuk 52 Kwanyar 102. Kabupaten Bangkalan. desa Larangan Timur 42 .1 Luas Wilayah per Ha Desa Bumianyar No 1. yang memilki luas sekitar 505. Letak dan Luas Wilayah Desa Bumianyar merupakan salah satu desa dari 14 desa yang ada di Kecamatan tanjungbumi. itu sudah cukup. Adapun batas-batas desa meliputi: a. apa yang bisa diharapkan dari pertanian di desa Bumianyar ini kalau tidak merantau.25 Sumber: monografi desa Bumianyar 2008 Desa Bumianyar terletak paling timur diantara 14 desa di Kecamatan Tanjungbumi. 2.1 dibawah ini: Tabel 3.10 Tlageh 113 Nangger 60 Prengkenek 169.

Pembagian yang lain juga dilakukanberdasarkan hubungan kekerabatan. Namun juga ada rumah penduduk Bumianyar (kurang lebih 40 persen masih semi permanen yaitu rumah yang terbuat dari kayu dengan atap genting. Hal ini karena pekarangan milik orangtua mereka cukup luas sehingga memungkinkan keturunannya untuk membangun rumah mengelompok dalam pekarangan tersebut. dimana setiap dusun secara administrative dibagi kedalam rukun tetangga (RT). Pemukiman Dalam hal pola pemukiman.104 jiwa. Dalam hal ini ada rumah-rumah penduduk mengelompok dalam satu pekarangan karena masih ada hubungan kerabat disebut tanean lanjeng. yang kemudian secara administrative dikelompokkan kedalam 5 dusun. 4. kecamatan Banyuates. kabupaten Sampang 3. yaitu rumah dindingnya terbuat dari tembok. Demografi Penduduk Bumianyar beradasarkan data monografi desa periode 2008 sebanyak 2.d. lantainya sudah disemen/keramik dengan atap rumah dari genting. yang terbagi dalam 771 kepala keluarga (KK). Dilihat dari fisik bangunan rumah penduduk Bumianyar (kurang lebih 60 persen) sudah permanen. Terdapat 43 . Sebelah timur berbatasan dengan desa Trapang. dengan perbandingan jumlah penduduk wanita lebih banyak daripada laki-laki. Desa Bumianyar terbagi dalam 8 kampung. Rumah ini biasanya dimiliki oleh orang yang keluarganya ada diperantauan atau menjadi TKI dan sebagian kecil dimiliki oleh orang yang punya usaha di daerahnya sendiri dan berdagang antar pulau.

perbedaan distribusi jumlah penduduk diantara dusun. nelayan. Tlageh 411 4. 3. Dilihat lihat dari mata pencaharian penduduk bumianyar sangatlah beragam. komposisi mata pencaharian penduduk Bumianyar dapat dilihat pada table berikut: Tabel 3. Meskipun ada beberapa orang Arab. 5. yang setiap harinya dating untuk membuka usahanya. pegawai negeri dan pegawai swasta.2 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin Jumlah Penduduk 1. Kwanyar 402 3. Hal ini dapat dilihat pada table dibawah ini: Tabel 3. Mata Pencaharian Tani Buruh tani Nelayab Dagang Pegawai negeri jumlah 525 235 123 97 9 44 . tidak ada satu pun orang asingyang bertempat tinggal di desa Bumianyar.123 Dilihat dari jumlah penduduk berdasarkan kewarganegaraan. 4. Nangger 378 5. Prengkenek 513 Jumlah 2. diantaranya bertani. buruh tani. dagang.104 Sumber: Monografi desa Bumianyar 2008 No Dusun Laki-laki 165 200 202 150 233 981 Perempuan 185 202 209 208 280 1. Untuk lebih jelasnya.3 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Pekerjaan No 1. tapi hanya membuka usaha. 2. Lobuk 350 2. tetapi mereka bukanlah penduduk tetap.

6

Pegawai swasta Jumlah Sumber: Monografi desa Bumianyar 2008

25 1.104

Selain mata pencaharian tersebut diatas, penduduk Bumianyar terutama wanita mempunyai pekerjaan sampingan untuk tambahan

penghasilan yang berupa “membatik”. Upah yang diperoleh dari satu batik berkisar antara Rp 20.000,- s/d Rp 80.000,Adapun sarana transportasi yang berupa jalan, sebagian besar desa Bumianyar telah diaspal dan dapat dilalui oleh kendaraan roda empat. Alat transportasi yang digunakan penduduk adalah angkutan umum yang berupa colt, pick up, sepeda motor dan sepeda pancal (tapi sudah jarang). Adapun sarana komunikasi yang tersedia adalah HP, telepon rumah dan wartel. 5. Pendidikan Pendidikan yang diterapkan di masyarakat Bumianyar tidak lepas dari agama Islam. Dalam penelitian ini, ditemukan hamper semua penduduk yang berusia 40 tahun keatas bisa membaca Al-Qur’an dan kebanyakan dari mereka tidak sekolah sehingga buta huruf latin. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table dibawah ini: Tabel 3.4 Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan No 1. 2. 3. 4. Tingkat Pendidikan Perguruan Tinggi SLTA/MA SLTP/MTs SD/MI Jumlah 35 65 115 1.130

45

5. 6.

Buta Huruf Belum Sekolah Jumalh Sumber: Monografi Desa Bumianyar 2008 6. Keagamaan

550 209 2.104

Desa Bumianyar penduduknya fanatik terhadap ajaran agama Islam. Artinya segala tingkah laku masyarakat harus disesuaikan dengan unsur-unsur syari’ah Islam, yaitu norma-norma yang didasarkan pada ajaran agama Islam. Dalam hal keagamaan, peranan kiai yang sekaligus menjadi tokoh masyarakat sangat besar, karena nasehat dan pendapatnya menjadi pegangan yang kuat dalam kehidupan sehari-hari, seolah-olah kata-kata kiai harus dituruti supaya hidup selamat dan berhasil. Oleh karena itu penduduk Bumianyar menaruh hormat pada kiai selain pada bapak, ibu, guru, dan ratu. Dalam berbagai aktivitas maupun keseharian, wanita selalu

menggunakan pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya yang menurut hokum Islam merupakan kewajiban bagi wanita supaya terhindar dari “dosa” dan “zina.” Manifestasi lain yang berhubungan dengan ajaran Islam yaitu terlihat dari berbagai aktivitas keagamaan seperti slawadhan.55 Dan perayaan besar hari-hari Islam seperti Isra’ Mi’raj dan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mengadakan pengajian dan ceramah agama secara besar-besaran, dan di bulan Ramadhan dengan tarawih dan tadarus sampai pagi hari jam 03.00 wib.

55

Slawadhan adalah suatu kegiatan yang didalamnya diisi dengan membaca tahlil dan sholawat (pujipujian kepada Nabi Muhammad SAW) secara bersama-sama.

46

7. Sistem Kekerabatan Ikatan kekerabatan dalam masyarakat Madura terbentuk melalui keturunan, baik dari keluarga berdasarkan garis ayah maupun ibu (paternal dan maternal relatives). Tetapi pada umumnya ikatan kekerabatan antar sesama keluarga lebih erat dari keturunan ayah yang cenderung

mendominasi. 56 Demikian halnya dengan kekerabatan pada masyarakat Bumianyar dalam hal perkawinan menarik garis keturunan melalui garis lakilaki atau bapak. (patrilinial). Hal ini dapat dilihat dari akad nikah, dimana para wali dari pihak pengantin wanita selalu dihitung dari anggota kerabat dekat melalui garis laki-laki yang berdasarkan pada hokum Islam, sebagai berikut: 1) bapak; 2) kakek; yaitu bapak dari bapak; 3) saudara laki-laki sekandung; 4) saudara laki-laki sebapak; 5) anak laki-laki dari saudara laki-laki sekandung; 6) anak laki-laki dari dari saudara laki-laki sebapak; 7) saudara bapak yang laki-laki (paman); 8) anak laki-laki dari paman; 9) hakim. Suatu perkawinan baru dianggap sah bila dinikahkan oleh wali yang terdekat lebih dahulu. Bila tidak ada yang dekat, baru dilihat urutannya secara tertib. Selanjutnya bila yang jauhpun tidak ada, maka hakimlah yang bertindak sebagai wali sebagai syarat beragama Islam, baligh, berakal, laki-laki dan adil. Selain didasarkan atas hubungan kekerabatan yang sering disebut tretan, juga didasarkan atas hubungan ketetanggaaan, yang sering disebut tetangge. Tretan dan tetangge ini berperan penting dalam kegiatan hajatan
56

Latief Wiyata, Carok : Konflik Kekerasan dan Harga Diri Orang Madura, Yogyakarta:LkiS, 2002.), h. 51-52.

47

khususnya desa Bumianyar mempunyai norma dan cara tertentu dalam melangsungkan perkawinan bagi anak gadisnya. Oleh orang Madura disebut mapolong tolang (mengumpulkan tulang yang tercerai berai). Jika belum. Perkawinan Penduduk Tanjungbumi. Pada umumnya perjodohan dilakukan antar kedua orangtua masih saudara yaitu perkawinan antara saudara sepupu dalam hubungan misanan atau anakanak dari saudara sepupu (mindhoan). Hal tersebut terdiri dari beberapa tahapan. cakang (pekerja keras) dan taat beragama meskipun belum mempunyai pekerjaan. Deskripsi Perkawinan 1. Adanya tretan dan tetangge ini dalam penyelenggaraan hajatan atau pesta akan menjadi lebih ringan. Dalam menjodohkan anaknya. sebagai berikut: a. yang terpenting bagi orangtua perempuan adalah calon laki-laki menyukai calon wanitanya. dengan member bantuan baik barupa materi maupun tenaga. Ngen-ngangen yaitu keluarga pihak laki-laki atanyah (jawa: takon) kepada pihak wanita.yang diadakan oleh suatu keluarga. apakah anak gadisnya sudah mempunyai calon suami atau belum. keluarga pihak laki-laki meminta anak gadisnya dijidohkan dengan anak gadisnya. B. Perkawinan semacam ini dimaksudkan untuk mempertahankan dan melestarikan hubungan persaudaraan yang dirasakan mulai menjauh. Bagi keluarga kaya perjodohan ini terselip maksud bersifat ekonomi yaitu menjaga agar supaya harta kekayaan 48 .

Peningset ini biasanya berupa tettel. peralatan make up dan cincin. dengan membawa kembang sebagai simbol. Namun perjodohan yang dilakukan atas kehendak kedua orangtua tersebut belakangan ini mulai jarang ditemui di desa Bumianyar. 57 Demikian halnya dengan perjodohan dikeluarga kiai. Dengan diterimanya bunga maka secara resmi anaknya sudah bertunangan. olet. karena apabila perempuan keturunan kiai tidak mendapatkan laki-laki dari keluarga bukan kiai maka dengan sendirinya anaknya besok tidak akan mendapat julukan sebagai kiai. karena perjodohan yang dilakukan sering gagal dan terkadang menyebabkan terjadinya permusuhan antar saudara apabila kehidupan kedua pasangan tidak rukun/harmonis. c. 55-56 49 . Tahapan ini sebagai kelanjutan dari tahap ngen-ngangen. yaitu agar keturunan mereka sebagai kiai tidak hilang. bejit. dodol. Mar-lamar (lamaran) yaitu meminang yang mengandung arti “meminta”. roti. Selanjutnya kedua orangtua laki-laki dan perempuan berunding menentukan hari. kembeng pasar. buah pisang. 57 Ibid. seperangkat pakaian. Kegiatan yang dilakukan pada saat mar-lamar ada serah-tremah yaitu keluarga pihak laki-laki menyerahkan barang-barang kepada keluarga pihak wanita.yang dimiliki tidak jatuh kepada orang luar. Barang-barang yang diserahkan disebut peningset. tanggal dan bulan yang tepat untuk mengadakan mar-lamar. Nyabe‟ oca‟ menaruh pesan artinya keluarga pihak laki-laki meminta anak gadis yang disukai pada keluarganya. b. leppet.

Namun ada juga yang tidak melalukan ini. acara selanjutnya adalah megi maskabin yaitu penyerahan maskawin oleh pengantin laki-laki kepada pengantin wanita. Setelah disepakati. Acara mar-lamar dipimpin oleh kiai atau sesepuh desa yang diminta untuk menggantikan orangtua lakilaki. Wali murhakam ini dimaksudkan supaya perkawinannya sah menurut agama dan tidak ada keraguan lagi. Sebelum kabinan biasanya keluarga pihak laki-laki mengirim sesorang ke rumah mpihak wanita untuk merundingkan waktu pelaksanaan kabinan. maka orangtuanya tidak akan malu. Di masyarakat Bumianyar. Kabinan yaitu pelaksanaan akad nikah. Pada saat akad nikah tamu yang hadir semuanya adalah lakilaki. mempelai laki-laki kembali pulang kerumahnya dan kembali lagi ke rumah 50 . baik bagi wanita yang memilki wali maupun tidak. Kiai langsung menyampaikan maksud kedatangannya untuk melamar anak gadisnya dan menyerahkan peningset dari keluarga pihak laki-laki.Dalam acara mar-lamar. biasanya akad nikah dipimpin oleh wali murhakam (kiai) yang berpengaruh. Selanjutnya pengantin laki-laki masuk kamar pengantin wanita sambil menyerahkan maskawin. Setelah akad nikah selesai. Serah taremah merupakan inti dari acara mar-lamar. Setelah itu. seandainya calon pasangan tidak jadi ke jenjang perkawinan. karena pernikahannya tidak dilakukan di hadapan PPN tapi hanya dilakukan oleh kiai. orangtua laki-laki tidak ikut karena menurut masyarakat setempat. Pengantin laki-laki menuju kamar pengantin wanita dengan diantar oleh kerabat pengantin wanita sampai didepan pintu kamar pengantin. kedua calon mempelai mengurus perlengkapan surat nikah. d.

51 .000. f. sarung. lemari lengkap dengan isinya seperti pakaian yang belum dijahit. g. Acara ini merupakan kelanjutan dari acara kabinan. tapi yang dibawa hanya berupa makanan yang sudah dimasak seperti roti. Acara ini biasanya dilakukan keesokan hari setelah resepsi dirumah mempelai wanita. Pada saat jeng mantoh.atau berupa barang seperti bahan pakaian. dan peralatan rumah tangga lainnya. bantal.. artinya keluarga pengantin laki-laki mengundang pengantin wanita dan keluarganya kerumah penganten laki-laki. Sebaliknya pihak yang dikunjungi memberi balasan berupa uang minimal Rp 5. gelang. En-maen (main-main).mempelai wanita beberapa jam kemudian dengan membawa ben-giben berupa kasur. pengantin wanita beserta keluarganya membawa makanan seperti yang dibawa pengantin laki-laki pada saat tan-mantan. gelas dan lain-lainnya. piring. Tujuannya adalah untuk memberitahukan kepada masyarakat luas bahwa kedua mempelai kabecce‟an (saling mencintai dan cocok) dan meminta doa restu supaya keluarganya tentram dan langgeng. Tan-mantan yaitu acara pelaksanaan resepsi perkawinan atau dalam islam disebut walimatul „ursy. dimaksudkan agar tidak hujan yang mengganggu pelaksanaan tan-mantan. e. Selain itu pengantin wanita dianjurkan puasa dimaksudnya agar wajahnya aobha (berubah lebih cantik) ketika dirias sebelum duduk dipelaminan. kalung. piring. nagasari dan lain-lain. buah-buahan dan lain-lain. sprai. artinya kedua pengantin baru mengadakan kunjungan ke kerabatnya suami dan tetangga dekat demgan membawa kue seperti roti. Jeng mantoh (mengundang menantu). wingko. sendok. Pada acara tan-mantan pengantin laki-laki dan wanita dilarang mandi.

Kawin sirri ini terjadi karena factor kemauaan kedua pasangan suami istri. Artinya mereka sudah mendaftarkan perkawinannnya pada modin desa dengan membayar sejumlah uang. sirri terhadap pemerintah. Berdasarkan pengertian tersebut.Mengenai adat menetap bagi pasangan suami istri yang baru menikah. Artinya perkawinan tidak didaftarkan di KUA atau tidak dilakukan dihadapan PPN. dan mengungumpulkan persyaratan tertentu tetapi mereka tidak pernah menerima surat nikah. Perkawinan sirri jenis ini biasanya ditemui pada pasangan laki-laki perjaka dan wanita yang masih perawan. ketua yaysan saiful Ulum. bahkan terkadang sampai mempunyai anak. pengantin baru umumnya menetap pada keluarga istri (uxorilokal). desa paseseh. Bentuk Kawin Sirri Menurut KH. Selain itu. di masyarakat Tanjungbumi. ada tiga macam yaitu menetap pada keluarga suami (virilokal). kawin sirri dilihat dari arti bahasanya yaitu perkawinan rahasia atau sunyi. Kawin Sirri a. 52 . kawin sirri juga terjadi karena faktor bukan atas kehendak kedua pasangan suami istri. Jenis kawin sirri ini kebanyakan dilakukan oleh wanita janda dengan lelaki duda/perjaka. menetap pada keluarga istri (uxorilokal) dan menempati rumah sendiri terpisah dari orangtua (neolokal). Moh Ilyas. Pada masyarakat Bumianyar. Pertama. mereka tidak mendaftarkan perkawinannnya di KUA. 2. khususnya di desa Bumianyar ditemukan dua jenis perkawinan sirri. kecamatan tanjungbumi yang sekaligus anggota DPR Kabupaten Bangkalan. Artinya sejak awal perkawinan.

Kedua. Perkawinan sirri ini terjadi karena bukan kehendak kedua pasangan suami istri dan karena kepentingan poligami. Artinya kedua pasangan ini sudah mendaftrakan perkawinannya dengan membayar sejumlah uang dan mengumpulkan beberapa persyarakatan kepada aparat desa. apabila dikaitkan dengan tempat pelaksanaan kawin sirri. Pertama. akan tetapi mereka tidak pernah menerima surat nikah. Namun hal tersebut akan didapat kejelasan. sirri terhadap masyarakat. Tempat Pelaksanaan Kawin sirri Jika dilihat dari tempat pelaksanaan kawin sirri di desa Bumianyar dapat dibagi menjadi dua: pertama. Artinya saksi diminta merahasiakan perkawinan pada orang lain. b.1 Tahun 1974 yaitu adanya keharusan untuk mendaftarkan setiap 53 . tidak ada seorangpun yang dapat memberikan informasi yang pasti. Perkwainan sirri ini terjadi Karena kemauan kedua pasangan suami istri dan untuk kepentiungan poligami. c. kawin sirri yang dilakukan di desa Buminyar oleh sesama penduduk Bumianyar. yaitu perkawinan yang disembunyikan dari masyarakat. Perkawinan sirri jenis ini diperkirakan terjadi sejak dikeluarkannya UU Perkawinan No. kawin sirri yang dilakukan di desa Bumianyar bukan atas kehendak kedua pasangan suami istri. Sejarah Kawin Sirri Sejak kapan kawin sirri dilakukan di desa Bumianyar. Kawin sirri yang dilakukan di perantau oleh pasangan yang salah satunya adalah penduduk Bumianyar. Kedua. Perkawinan sirri jenis ini biasanya dilakukan untuk kepentingan poiligami.

Disamping itu juga terkait dengan pasal 4 (2). dalam hal ini aparat desa atau PPN. namun hal tersebut marak dilakukan sekitar tahun 1990-an. Adanya jaminan bahwa suami akan berlaku adil terhadap istri-istri dana anak-anak mereka 54 .perkawinan di KUA. dan pasal 5 (1) UUP no. Suami harus mendapatkan ijin dari pengadilan atas persetujuan istri.1 Tahun 1974 mengenai poligami58. 58 Pasal 4 (2) dari UUP No. harus dipenuhi beberapa syarat sebagai berikut: a. kawin sirri yang dilakukan di desa Bumianyar untuk kepentingan poligami. jalan keluar yang diambil yaitu dengan kawin sirri ketiga. Kedua. maka proses poligami sulit dilaksanakan karena salah satu pihak yaitu istri belum tentu menghendaki suaminya menikah lagi.” (2) “Pengadilan dapat member izin kepada seorang suami untuk beristri lebih dari seorang apabila dikehendaki oleh pihak-pihak yang bersangkutan. Adanya persetujuan dari istri/istri-istri b.1 Tahun 1974 tentang keharusan perkawinan dicatatkan di KUA. Para perantau atau TKI yang pada waktu berangkat sendiri. Istri tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai istri b.” Selanjutnya dalam pasal 5 (1) menyebutkan “untuk dapat mengajukan permohonan kepada pengadilan. Seorang wanita hanya boleh mempunyai seorang suami.1 Tahun 1974menjelaskan “pengadilan hanya memberikan izin kepada seorang suami yang akan beristri lebih dari seorang apabila: a. Adanya kepastian bahwa suami dapat menjamin keperluan=keperluan hidup istri-istri dan anak-anak mereka c. Perkawinan sirri jenis ini diperkiran ada sejak dikeluarkannya UUP No. Istri mendapat cacat badan atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Perkawinan sirri jenis ini sepanjang sejarah akan tetap dapat ditemui karena terkait dengan kesalahan yang diperbuat oleh manusia (human error). pasal 3. Perkawinan sirri jenis ini diperkirakan ada sejak awal penduduk Bumianyar merantau. Perkawian sirri jenis ini ditemui di desa Bumianyar dalam jumlah yang sangat sedikit. c. Oleh karena itu. kawin sirri yang dilakukan penduduk Bumianyar di perantauan atas kehendak kedua pasangan suami istri. Istri tidak dapat melahirkan ketunan Sedangkan pasal 3 menyatakan: (1) “pada azasnya dalam suatu perkawnan seorang pria hanya boleh mempunyai seorang istri.

59 Idris Ramulyo. tan-mantan. perkawinan diatas tetap dikelompokkan pada kawin sirri mengacu pada konsep kawin sirri yang diberikan oleh Ramulyo. 59 Sedangkan proses pelaksanaan kawin sirri pada wanita perawan/janda dengan laki-laki yang mempunyai istri dengan cara si laki-laki langsung melamar wanitanya ke keluarganya. Proses Pelaksanaan Kawin Sirri Proses pelaksanaan kawin sirri pada masyarakat Bumianyar dapat dikelompokkan kedalam dua: pertama. Sedikit sekali para perantau terurama laki-laki perjaka yang pulang tanpa membawa pasangan hidup. nyabe‟ oca‟. 2002). Hukum Perkawinan Islam. Perkawinan seperti ini ditemukan di Bumianyar dalam jumlah yang sedikit. hanya saja dalam perkawinan ini tidak terdaftarkan di KUA (tidak memiliki surat nikah). kabinan. (Jakarta: Bumi Aksara. jeng mantoh. dan en-maen. h. Perkawinan jenis ini diperkirakan ada sejak awal penduduk Bumianyar merantau. sekalipun mereka mendaftarkan di KUA. Dalam penelitian ini. 239 55 . Ini biasanya dilakukan oleh kiai atau orang kaya untuk poligami.setelah beberapa tahun diperantauan pulang dengan membawa pasangan. Proses perkawinan sirri ini pada umumnya sama dengan proses pelaksanaan perkawinan pada umumnya yaitu ada tahapan-tahapan tertentu seperti ngen-ngangen. proses kawin sirri yang dilakukan di desa Bumianyar apabila wanitanya perawan dengan laki-laki perjaka. mar-lamar. kawin sirri yang dilakukan oleh penduduk Bumianyar di perantauan yang sengaja dirahasiakan dari masyarakat. d. Keempat.

kawin sirri yang dilakukan oleh penduduk Bumianyar di perantauan. Jika wanitanya setuju. 56 . tanggal untuk melaksanakan akad nikah. Kawain sirri jenis ini dilakukan bukan untuk poligami. maka menentukan hari. Apabila ada seorang laki-laki menyukai seorang wanita janda maka dengan segera mendekatinya.Kedua. maka si laki-laki minta bantuan kiai untuk melamar si wanita kepada keluarganya. Setelah semuanya setuju.

Teppa‟e jiya se makabin guru ngajina sengko‟. selain itu saya masih punya keinginan untuk merantau. omorra 17 taon. Sampai sekarang kami tidak mempunyai surat nikah dan mereka tidak membahas masalah itu …) Ulfa : “ omor 13 taon sengko‟ e pakabin ban sabalaan. Sahrul : “ pertama sengko‟akabin ariya polana terpaksa sebab oreng towa ngancam ta‟ ngakoenna sengko‟ ana‟eh. Sengko‟ ejuduagi molae omor 5 taon. oreng se ngatur kabbi oreng towa. Ya sengko‟ noro‟ bae. Faktor Penyebab Kawin Sirri yang Dilakukan di Bumianyar Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kawin sirri di lakukan di desa Bumianyar akan diceritakan oleh pasangan Sahrul-Ulfa. ben pole sengko‟ gi‟ terro merantaoa. Sebenerra teppa‟e jiya sengko‟ gi‟ terro nengennengnga e ponduk. Teppa‟e kabinan sengko‟ ta‟ ngoros pa-apa. Teppa‟ ajiya sengko‟ gi‟ neng-sennengngah ajalan ban ca-kanca. Waktu mau menikah saya tidak mengurus apa-apa. Faktor Penyebab Kawin Sirri 1. ya … saya nurut saja. wong semua yang ngatur orang tua. Aherra sengko‟ pasra beih ban sengator kabbi oreng towa. Hadi-Ina. Ya … 57 . dan Latief-Rahma. tape orang towa maksa ban ngancam daddhi ana‟ dreka se matodus keloarga mon nolak. waktu itu saya masih senangsenangnya jalan bareng teman.BAB IV FAKTOR PENYEBAB KAWIN SIRRI DAN PENGARUHNYA TERHADAP HUBUNGAN DALAM KELUARGA A. Aherra sengko‟ noro‟ oca‟e oreng towa ban Alhamdulillah bine sengko‟ orengnga becce‟ …penter ngaji ben cakang bejenga. saya mengikuti kemauan orang tua dan alhamdulilla istri saya baik sekali … pintar mengaji dan tekun beribadah. Sampe‟ satiya sengko‟ ta‟ andhi‟ sorat kabin ban mattowa ta‟ perna atanya …” (pada awalnya perkawinan ini saya lakukan karena terpaksa karena orang tua mengancam tidak mengakui saya sebagai anaknya. Akhirnya.

Akhirnya saya pasrah saja dan yang mengatur perkawina semuanya orang tua. sebenarnya saat itu saya masih ingin tetap di pondok. tanpa mendaftar ke KUA. Tentang surat nikah … sampai saat ini saya belum membutuhkannya. ya … bikin) Hal diatas menunjukkan bahwa kawin sirri yang dilakukan didesa Bumianyar adalah kehendak orang tua. (umur 13 tahun saya dinikahkan dengan suami yang masih saudara. saat itu dia masih berumur 17 tahun.sengko‟ ta‟ tao ne. tidak lama setelah mengalami haid yang pertama atau pada umur antara 12-15 tahun. Oleh karena itu para orang tua mempunyai kebiasaan menjodohkan anak perempuannya dengan dengan anak dari anggota keluarga yang lain. Ketentuan umur diatas bertentangan dengan batas umur minimum diperbolehkannya perempuan melakukan perkawinan di Indonesia. Ya … saya tidak nanya mengapa bukan bapak penghulu. benne pangolo. sebagaimana diperbolehkan UU no. arapah me. Saat itu yang mengawinkan adalah guru ngaji saya. ya … sengko‟ agabayya. semua orang akan mencemoohnya sebagai perempuan tidak laku (ta. tapi orang tua tetap memaksa dan mengancam menjadi anak durhaka yang akan mempermalukan keluarga jika saya menolak perkawinan tersebut.1 tahun 1974 pasal 7 ayat (1). Orang tua memaksa anaknya untuk segera menikah karena ada tuntutan bahwa anak perempuan harus segera menikah. sebab sebagai suatu anggota keluarga besar merekapun akan merasakan perasaan yang sama (aib dan malu) jika ada diantara anggota kerabatnya dicemooh sebagai perempuan tidak laku. Pada saat itu orang tua dan anak perempuan yang bersangkutan merasa malu dan aib pada semua orang dilingkungan sosialnya. paju lake). Apabila telah melebihi umur tersebut dan ternyata belum menikah. tape gu‟-deggu‟ mon parlo ban andhi‟ pesse. Kami dijodohkan sejak saya berumur 5 tahun. sehingga terjadi 58 . Tentang sorat kabin … sampe‟ sateya sengko‟ gi‟ ta‟ parlo. Keadaan tersebut memaksa para orang tua menikahkan anak perempuannya. tapi kalau besok kemudian hari membutuhkannya dan mempunyai uang.

perkawinan sirri. kekhawatiran orang tua akan tidak langgengnya perkawinan anak karena perkawinan dilakukan secara paksa (kawin paksa) menyebabkan pula para orang tua tidak mendaftarkan perkawinan anaknya di KUA. Namun saat ini. meski tanpa dicatatkan d KUA. Selain itu. Syafi’i menganggap sah perkawinan yang dirahasiakan dalam hal ini para saksi dipesan untuk merahasiakan perkawinan yang mereka saksikan dan menilai perkawinan tersebut bukan kawin sirri. kawin paksa dan perjodohan antar saudara mulai jarang terjadi di Desa bumianyar. kawi sirri terjadi karena adanya keyakinan masyarakat. Selain itu. Keyakinan tersebut merupakan pengaruh dari mazhab yang dianut oleh penduduk setempat yaitu mazhab Syafi’i. sehingga menimbulkan adanya anggapan bahwa perempuan Madura tidak cukup kawin dengan satu laki-laki atau kawin lebih dari sekali. Hal ini dikarenakan kawin paksa dan perjodohan sering menyebabkan perkawinan tidak langgeng sehingga terjadi permusuhan antar saudara. 59 . Adanya kawin paksa dan perjodohan antar saudara tersebut menjadi salah satu penyebab tingginya angka perceraian di Madura. khususnya penduduk Bumianyar bahwa perkawinan merupakan hubungan manusia dengan Allah sehingga mereka sudah merasa “mantap” apabila perkawinannya dianggap sah menurut hukum agama. Namun ada sebagian pula orang tua yang memanipulasi umur anak perempuannya dengan cara berkolusi dengan aparat desa untuk merubah/menaikkan umur anak perempuannya.

Status Wanita Di Asia Tenggara: Studi Terhadap Perundang-Undangan Perkawinan Muslim Konyemporer Di Indonesia dan Malaysia. Keadaan ekonomi para orang tua tidak memungkinkan anak-anaknya untuk sekolah kejenjang yang lebih tinggi karena tenaga anak dibutuhkan untuk membantu orang tua di sawah. 61 Faktor lain. 61 Ibid. sehingga ada pepatah “na‟-kana‟ bine‟ ta osa sekolah gi tenggi. h. Penduduk Bumianyar yang rata-rata hidup dari bertani. (Jakarta: INIS. 2002).” Selain itu. tapi pertaniannya tidak pernah berhasil. Oleh karena itu. kawin sirri terjadi juga karena faktor ekonomi. h. Pendapat tersebut menyebabkan adanya anggapan bahwa pencatatan perkawinan merupakan urusan administrative saja bukan termasuk syarat sahnya suatu perkawinan. Sementara itu. terlebih lagi bagi anak perempuan. 60. 163. karena mereka menemukan orang yang sudah 60 Khoirudin Nasution.Kawin sirri sebenarnya berhubungan dengan fungsi saksi yaitu pengumuman (i‟lan wa syuhr) kepada masyarakat tentang adanya perkawinan. harus mengeluarkan sejumlah uang untuk mendaftarkan perkawinan. maggu dha‟ diya kennenganna e dapor kiya” (anak perempuan tidak perlu sekolah terlalu tinggi. Hal tersebut terkait rendahnya pendidikan penduduk Bumianyar. karena tempatnya pasti didapur juga/memasak). kawin sirri terjadi karena ketidaktahuan penduduk akan fungsi pencatatan perkawinan telah menyebabkan adanya anggapan bahwa surat nikah bukanlah suatu hal yang penting sehingga menyebabkan penduduk terjerumus pada kawin sirri. mayoritas berada pada tingkat SD/Madrasah ibtidaiyah. meskipun tidak mempunyai surat nikah. tapi ada saksi maka perkawinan tersebut dianggap sah. 185-160 60 . surat nikah belum tentu ia dapatkan.

Bi‟ sengko‟ e tarema.. Keloargana bine coma menta sengko‟ adhil dalem abagi bakto ban balenje”. Kabupaten Bangkalan. katanya untuk mengurus surat-surat perkawinan kami. tapi sampai saat ini saya tidak pernah menerimanya.Sampai suatu ketika ia mengutarakan untuk memperistri saya. maka proses poligami sulit dilaksanakan karena istri pertama belum tentu 61 ..kepada dia. Sampe‟ settong bakto.dha‟ kapala disa. sehingga mereka tidak menuntut saya untuk membuat surat nikah. Bine ban keloargana ella tao mon sengko‟ andhi‟ bine ban anak. Tape sampe‟ sateya sengko‟ ta‟ narema. (Saya kenal suami dikapal. Sehengga tak maksa agabay sorat kabin. Yang mengakadkan saat itu adalah seorang guru ngaji. toh … aku sudah tua dan tidak membutuhkannya lagi). orang desa Katol. ketika saya menjadi salah satu penumpangnya. toh … sengko‟ ella towa ban ta‟ parlo kiya”.000. (Saya menikah dengan istri kedua. Teppa‟e jiya embu‟ majer pesse Rp 35. Molae jiya lake sering maen ka roma. Buat apa nak. membayar uang sebesar Rp 35. Istri dan keluarganya sudah tau kalau saya sudah punya istri dan anak. Ina : “ Sengko‟ kenal ben lakeh e kapal. tentang proses perkawinan administrative harus didaftarkan ke KUA. ngoca‟ ngabinna sengko‟. sejak saat itu ia sering main kerumah . Saya terima niat baiknya. Kabupaten Bangkalan tahun 1977 dirumahnya. Gabaya apa ne‟. koca‟e egabay sorat kabin. pada waktu itu ibu.1 Tahun 1974. Hal tersebut menunjukkan bahwa kawin sirri dilakukan untuk poligami. Pasal 1. taon 1977 e romana.mendaftarkan perkawinan tapi sampai memiliki banyak anak surat nikah tidak didapatkan juga. oreng dhisa Katol. Pasal 4 Ayat (2) dan pasal 5 Ayat (1).000. teppaeh jiyah sengko‟ panompangnga. Hadi : “ Sengko‟ ngabin bine se nomor duwe‟. Poligami jika dikaitkan dengan UU No. Se makabin teppa‟e jiya bindereh. Keluarga istri Cuma minta saya untuk adil dalam membagi hari antara istri pertama dan istri kedua serta adil dalam hal belanja).

anak tunggal. tape se makabin guru ngajina bine. Sampe‟ sateya sengko‟ ta‟ andhi‟ sorat kabin. Setelah lama surat nikah belum saya terima. Kepala disa nyoro atanya dha‟ pangolona. Sampang. koca‟eh bedhe e pangolona. Daddi sengko‟ bingongf mentaah kasapa. Ye … sengko‟ ta‟ atanya embak. Sebelumma kabinna sengko‟ e pentaeh foto ben KTP bi‟ emma‟. Teppa‟e malem akad. Teppa‟e kabinan sengakad agi guru ngajina sengko‟. apan pole pangolona ella mate …” (Saya Rahmawati. Bapak kepala Desa juga datang bersama Bapak penghulu. sebaliknya bapak penghulu menyuruh memintanya di bapak kepala desa. Saellana labit ban sorat kabin ta‟ e bagi. Malam jiya sengko‟ lakar ta‟ epentaeh tantangan atau cap jempol. Sekarang sudah mempunyai anak 1 berumur 4 tahun. akhirnya mertua menanyakan kepada ke kepala desa. tape pangolona ban kepala disa bedhe. ya … saya tidak nanya mbak waktu itu. e dinna‟. Teppa‟e jiya sengko‟ ta‟ epentaeh tandatangan bi‟ pangolona. Pernah bi‟ emma‟ e Tanya agi dhe‟ kepala disa. Pada malam itu saya memang tidak dimintai tandatangan atau cap jempol. katanya untuk diserahkan ke kepala desa untuk pembuatan surat nikah. Koca‟eh pangolona bedeh e kapala disa. Ye … sengko‟ ta‟ atanya. tapi yangmengakad nikahkan kami adalah guru ngaji istri saya. aherra mattowa atanya dha‟ kepala disa. Sateya andhi‟ anak settong omor 4 taon. Latif : “ Sengko‟ akabin lakar karena e juduagi tape sengko‟ endhe‟ polana sengko‟ senneng. Sengko‟ ella ngoros rat-sorat dari disa. sebaligga pangolona nyoro minta dha‟ kepala disa. Pada perkawinan saya yang mengakadkan memang bindereh (guru ngaji) saya. bingung kan … !!) Rahma : “ Sengko‟ Rahmawati. Menjelang perkawinan dilaksanakan saya telah diminta untuk menyerahkan foto dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) oleh emma’. koca‟eh e taragiya dha‟ kepala disa. anak kadibi‟en. pada malam akad. Saya telah mengurus surat-surat perkawinan dari desa saya Banyusokkah. tapi saat itu memang dilaksanakan 62 . kepala disa ban pangolona dating. Umur 18 tahun saya dikawinkan dengan anak dari temannya emma‟ (Bapak) di sini (di Bumianyar). Kabupaten Sampang yang kemudian diserahkan ke kepala desa. agabay sorat kabin. Kepala desa menyuruh memintanya di bapak penghulu. ban e bagi dha‟ kepala disa. Ruwet kan … !!” (Perkawinan yang saya lakukan adalah memang karena perjodohan tapi saya melakukannya dengan senang hati karena saya menyukainya. sengko‟ bedhe e kamar. Banyosokkah. sengko‟ ta‟ taoh.mengkehendaki suaminya menikah lagi oleh karena itu jalan keluarnya adalah kawin sirri. Omor 18 taon e pakabin ban ana‟eh kancana emma‟ .

Daftar kekedutaan tak mungkin dikarenakan saya tidak mempunyai paspor lengkap Cuma paspor palsu (tidak punya surat-surat lengkap/berangkat secara illegal). Sampai saat ini. mendingan akabin bai. Faktor Penyebab Kawin Sirri yang Dilakukan di Perantauan Faktor penyebab kawin sirri yang dilakukan di perantauan di ceritakan oleh pasangan Hendra-Vita. sebaliknya bapak penghulu menyuruh minta ke kepala desa. Anas-Titin. Sengko‟ ben bine padha senneng. Hal di atas menunjukkan bahwa kawin sirri terjadi karena keteledoran aparat desa atau pegawai pencatat nikah. saya berada dalam kamar. 2. Jadi. Daftar dhe‟ kedutaan … ta‟ mungkin le‟ karena sengko‟ ta‟ andhi‟ paspor lengkap coma theng-katheng. Ketika itu. settungah pole kanca. toh saudara istri yang saat itu berada di Mekkah merestui. daripada berdosa lebih baik kawin saja. tapi kepala desa menyuruh menanyakannya ke bapak penghulu. saya tidak diminta untuk tandatangan oleh bapak penghulu. sampai akhirnya bapak penghulunya meninggal sekarang. (Perkawinan dengan istri saya dilakukan di Arab Saudi. se daddi sakse settung bellena bine.didepan bapak penghulu dan kepala desa. Akhirnya akad nikah dilakukan oleh bindereh dengan saksi saudara istri 1. saya bingung harus minta kepada siapa surat nikah tersebut). Ya saya tidak nanya mbak. Emma‟ pernah menanyakannya pada kepala desa. teman 1 orang. Imam-Nina dan Bahar-Hasna. disini (Madura) … saya bikin surat nikah) 63 . Aherrah e pakabin bi‟ bindhereh. Ya akhirnya. Faktor tersebut sepanjang sejauh akan tetap dapat di temui karena hal ini terkait dengan kesalahan manusia (human error) dimana penduduk Bumianyar sudah mendaftarkan perkawinannya sesuai dengan prosedur tapi sampai memiliki beberapa anak mereka tidak pernah mendapat surat nikah. Hendra : “ Sengko‟ akabin e Arab Saudi. karena tidak tahu. saya tidak mendapatkan surat nikah. Toh … belena bine se bedhe e dissa satuju. Kami sama-sama menyukai. saellana badha e dinna‟ … sengko‟ agabay”. Katembeng agabay dusa terros. Ya aherra.

sementara surat-surat saya dan suami sudah mati. Akhirnya bersamaan dengan pelaksanaan memperbaharui nikah. dan untuk kesana harus mempunyai surat-surat menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang lengkap. 64 . Teppa‟e jiya semakabin guru ngaji e ada‟na pangolona. Rat-soradda sengko‟ ban lake ella mate. Hal diatas menunjukkan bahwa kawin sirri dilakukan diperantauan karena adanya keterbatasan-keterbatasan. Saksena sala sittungnga bele dibi‟ ben ngonjeng ca-kanca. Pembuatan surat nikah susulan karena perkawinan semula dilakukan di perantaun. Sengko‟ abelle dhe‟ lake ban setuju. ketika mereka sudah hidup bebas dinegaranya sendiri. Di Madura semua keluarga meminta saya untuk membuat surat nikah. dalam hal ini keterbatasan surat administrative (tidak memenuhi persyaratan menjadi TKI). saya membuat surat nikah. Taon 2000. Teppa‟e jiya se makabin kyai kampongan. Setelah akad nikah saya diminta untuk menandatangani surat nikah). saya dan suami pulang ke Madura. Saat itu. Mungkin hal tersebut merupakan salah satu ciri hidup diperantauan yang semuanya serba berada dalam keterbatasan. Namun. Saya menceritakan kepada suami akan permintaan keluarga tersebut dan suami menyetujuinya. ( Saya menikah dengan orang Malang tahun 1998 di Makkah dan sekarang telah dikaruniai seorang anak perempuan berumur 4 tahun. Marena akad sengko‟ e pentae tanda tangan”. polana harusa andhi‟ rat-sorat lengkap. sengko‟ ban oreng malang e Mekka. Namun yang demikian tidak terjadi pada wanita janda. yang mengakad saya adalah guru ngaji dan dilakukan dihadapan penghulu. Saat itu.Vita : “Taon 1998. Ta‟ mungkin le‟ oreng se akabin e Mekka olle sorat kabin. sebagaimana diceritakan oleh Anas dan Titin. sengko‟ ben lakeh molle de‟ Madure. yang mengakadkan adalah kyai kampongan (orang yang banyak memiliki ilmu agama) dan yang menjadi saksi salah satunya adalah saudara laki-laki saya dan mengundang teman-teman sesame perantau. sehingga keadaan ini memaksa mereka untuk melakukan kawin sirri. E Madure keluarga menta sengko‟ agabay sorat kabin. mereka mendaftarkan perkawinannya. Tahun 2000. sengko‟ agabay.Tidak mungkin le’ (sebutan untuk orang yang lebih muda) orang yang melangsungkan perkawinan di Makkah itu mendapatkan surat nikah karena harus mendaftar kekedutaan Indonesia di Arab Saudi. biasanya dilakaukan oleh perawan atas peermintaan keluarganya. Aherra abereng ben nganyareh kabin.

bapak menjadi salah satu saksi. akhirnya saya bercerita ke teman yang lain kalau saya ingin memperistri anaknya. Sampe‟ sateya sengko‟ ta‟ pernah ngajae‟ lake agabay sorat kabin. tidak pernah menuntut membuat surat nikah. apalagi saya adalah seorang janda yang mempunyai anak satu. coma abathe‟. Hal ini menunjukkan bahwa pada wanita janda. katembang makalowar pesse sekitar Rp 300. Bapaknya adalah teman menarik becak. se penting dha‟ remma lake tanggung jawab dha‟ kaluarga. Titin: “sengko‟ akabin pole ban oreng pasuruan.Rp 500.Anas: “sengko‟ kenal bine e Banjarmasin. yang penting adalah bagaimana suami ertanggungjawab terhadap keluarga. lebih baik buat modal nikah karena kita sama-sama orang miskin. akhirnya akad nikah dilakukan oleh seorang kiai dan orangtua laki-laki istri sebagai saksi. taon 1997 e Banjarmasin. Yang penting suami bertanggungjawab terhadap kehidupan keluarga. Cuma membatik. ollena coma cokop melle jajana nak-kana‟.000. Saya menyukai anaknya. Yang penting saya tidak berniat mempermainkannya. (Saya menikah kedua dengan orang pasuruan tahun 1997 di Banjarmasin. karena mereka menganggap sudak tidak mempunyai kesucian dan kehormatan lagi sebagaimana dimiliki oleh perawan. Niatku diterima dengan baik. Karena menurut saya surat nikah itu tidak penting. 65 .lebih baik e gabay modal akabin. Bapa‟e sa kancaan meca‟.000. saksena orengtowana bine. Dengan keadaan sepeti sekarang ini saya sudah sangat bersyukur. Sengko‟ ta‟ andhi‟ neat agabay en-maenan. soalla padha malarat. apanpole sengko‟ ta‟ alako. Samapi saat ini saya tidak pernah mengajak suami untuk membuat surat nikah. ban ngonjeng tetangge padha parantauan. laki-laki. Sengko‟ senneng ka ana‟e. Aherra binderaeh se makabin. Sateya sengko‟ andhi‟ anak settung.. Tonggel ariya bae sengko‟ ce‟ asokkorra. yang hasilnya hanya cukup untuk membeli jajannya anak).000 – Rp 500. maksudnya beristri lagi….000. Sengko‟ ta‟ pernah mekker agabay sorat kabin. akherra sengko‟ atotoran dha‟ tang kancah je‟ sengko‟ terro ngabinah ana‟eh ban etaremah. apanpole sengko‟ ella janda se andhik anak settung. Teppa‟eh jiya se makabin bindereh kampongan. Saat itu yang mengakadnikahkan adalah bidereh/kiai setempat. Saya tidak berpikir membuat surat nikah karema daripada mengeluarkan uang sekitar Rp. 300. Menurut sengko‟ sorat kabin jiya ta‟ penting. saya dan anak-anak. lake‟. saksenah sala settungnga bapak. apalagi saya tidak bekerja. Sekarang dikaruniai anak satu. maksodda abine pole…” (Saya mengenal istri di Banjarmasin.

apalagi jika dikaitkan dengan kehidupan meraka di perantauan yang hidup dalam keterbatasan karena status mereka sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) illegal. se daddi wali teppa‟eh jiya hakim. namun kebanyakan dari laki-laki. Selain itu. Tape ta‟ labit tang lake mole kiya. sehingga menyebabkan praktek kawin sirri terjadi dari generasi ke generasi berikutnya. karna sake‟ sengko‟ mole dha‟ madure tape lake tetap e Malaysia. sebelumnya tidak pernah mengaku kalau sudah mempunyai istri. Nina: ”sengko‟ akabin ben oreng Arosbaya e Malaysia tahon 1999.Selain itu. Teppa‟e jiya sengko sengaja ta‟ daftar kedutaan polana lake mangkatta lebat budhi. Poligami yang dilakukan sepengetahuan istri tua tidak mungkin diijinkan. Oleh karena itu. tape dha‟ 66 . polN sengko‟ ta‟ andhi‟ keluarga se merantao. seorang laki-laki yang menginginkan kawin lagi diperantauan akan melakukan kawin siriri. poligami yang dilakukan diperantauan. tape ta‟ laju dha‟ roma. ban pole majarra ce‟ larangnga. Taon 2001. Penduduk Bumianyar meresa biaya yang harus dikeluarkan untuk mendaftarkan perkawinannnyadi kedutaan Indonesia sangat mahal. apakah perkawinan tersebut berlanjut atau tidak. hamper sama dengan gaji satu bulan. sehingga mereka mempunyai pemikiran lebih baik dikirimkan ke Madura untuk bangun rumah atau untuk kebutuhan anak-anak yang tinggal bersama neneknya. Faktor lain yang menyebabkan kawin sirri di perantauan adalah poligami. faktor ketidaktahuan penduduk akan fungsi surat nikah telah menyebabkan pasangan suami istri meremehkan adanya surat nikah. tergantung dari istri muda dan keluarga seperti yang terjadi pada Nina. Hal tersebut baru terungkap setelah keduanya sama-sama kembali ke Madura. setelah kembali ke Madura akan mengalami masalah. faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab praktek kawin sirri terjadi diperantauan.

Kaluarga menta lake andhik bakto rutin dha‟ sengko‟ ternyata lake ta‟ bisa ngabulaki pamentaan kelaurga. dan akhirnya keluarga saya meminta kita untuk mengakhiri hubungan (bercerai). keluarga menyuruh tetangga untuk mencari rumahnya dan disuruh menghadap ke keluarga besar saya. maggu ta‟ mangkat abereng. Lake ajawab je‟ sengko‟ tetep binena. Tersinggung dengan caranya dalam memperlakukan saya. Tape keluarga ta‟ setuju. tape lake ta‟ endha‟. kami tidak pernah bertemu kembali. lake bi. Akhirnya kami janjian ketemu di Pontianak meskipun tidak berangkat bersama. molae badha e Madura sengko‟ ella ngabina bine. orang Banyuates. Dia menjawab bahwa saya adalah tetap istrinya. karna sengko‟ ce‟ cintana. Selama kami di Madura terlebih saat itu saya sakit. keluarga meminta saya dikenalkan dengan keluarganya di Arosbaya tetapi dia menolak karena ternyata dia masih mempunyai istri dan saat itu iatrinya sakit keras. sementara sengko‟ gi‟ perjaka. tahun 1999 di Pontianak. Teppa‟e bahda e Madure lake entar dha‟ roma coma tello kale. Teppa‟eh jiya binena sake‟ sara. Bahar: “sengko‟ akabin ban oreng banyuates tahon 1999 e Pontianak. Sebenarnya keinginan saya untuk mengawini istri sejak di Madura. aherra sengko‟ akabin bai. aherra sengko‟ janjian atemmo e Pontianak. Sebenarnya saya masih sangat mencintai dia. Aherra lake ngako je‟ andhi‟ bine ban anak. kami sengaja memang tidak mendaftarkan perkawinan di Kedutaan Indonesia di Malaysia karena suami berangkatnya secara illegal selain itu juga bayarnya mahal. Tapi keluarga saya tidak merestui karena istri seorang janda. sementara saya masih perjaka. Se daddi wali hakim (kiai kampongan). Sejak saat itu. Ternyata dia tidak bisa memenuhi semua permintaan keluarga. yang menjadi wali pada saat itu adalah hakim/ bindereh. Sesampainya dirumah. Namun tidak lama kemudian dia menyusul pulang tetapi tidak langsung ke rumahku tapi kerumahnya di Arosbaya. sebab bine ta‟ andhi‟ keluarga e dissa.. keluarga nyoro tetangge entar dha‟ romana lake ban abale ja‟ ekaparlo keluargana sengko‟. saya dan dia didudukkan dihadapan keluarga dan ditanya tentamg status hubungan kami. Kabater alako dusa (zina). Sabendera. karena istri tidak mempunyai keluarga disana. karena kami saling mencintai. keluarga e tanya‟agi tentang status kabina sengko ban lake. Saat itu. Tersinggung ban carana. Yang menjadi wali saat itu adalah hakim karena saya tidak emmpunyai keluarga yang merantau disana. Tahun 2001 karena sakit saya harus pulang ke Madura tapi suami tetap di Madura. dan keluarga juga minta dia mempunyai waktu khusus untuk saya bukan dating semaunya.romana arosbaya. Saellanan badha e roma. Pada saat itu. padahal ketika di Malaysia mengaku sebagai duda dengan satu anak. Kaluarga menta e patemmo ban oreng towana lake e Arosbaya. Aherra kaluarga ta‟ bisa narema ban menta sengko‟ ban lake ngahere hubungan (apesa) ce‟-becce‟. dia hanya mengunjungi saya tiga kali. polana janda. (saya menikah dengan orang Arosbaya di Malaysia tahun 1999. padahal e Malaysia ngako duda andhik anak serttung. tapi mau giman lagi kalau dia tidak mengahargai saya dan keluarga). Sampe sateya bine ban keluargana ta‟ perna da-kanda agabaya sorat kabin… (Saya mengawini istri. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kami 67 .

bine‟ omor 12 taon. Lake abali dha‟ Pontianak. Kawin sirri adalah sah dan jalan terbaik untuk menghindari dosa yang lebih besar berupa zina. Sengko‟ apesa. Coma mon sengko‟ baru dating dari Malaysiabiasana lo-malo. Anak e patorok da‟ emabana.memutuskan untuk menikah saja. se bine‟ noro‟ lake. oreng Pontianak. misalnya dengan dilakukan poligami oleh para kiai melalui jalan kawin sirri.. ade‟ mak-semma‟ da‟ sengko‟.. teppa‟e anak omor 5 ben 1 taon. ben lakeh nomer duwe‟. Hubunganna sengko‟ ban anak becce‟. Keyakinanan tersebut berhubungan dengan ajaran agama yang diajarkan oleh para kiai/bindereh meskipun tidak secara langsung. Sampai saat ini istri dan keluarganya tidak pernah menyinggung untuk membuat surat nikah. B. Indra: “sengko‟ andhi‟ anak lake‟ duwa‟. Pengaruh Kawin Sirri terhadap Hubungan dalam Keluarga 1. ban anak lake‟omor 8 taon. Pengaruh Kawin Sirri terhadap Hubungan dalam Keluarga pada pasangan Kawin Sirri yang Bercerai Bagaimana pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga pada pasangan kawin sirri yang telah bercerai diceritakan oleh Agus-Indra. sehingga mereka melakukan perkawinan jauh dari orangtua yaitu diperantauan. dan mereka khawatir tidak dapat mengontrol diri mereka sehingga jalan yang diambil adalah kawin sirri. Molae jiya sengko‟ ban lake ta‟ perna a hubungan pole. Meraka yang samasama mencintai sering jalan berdua. Untuk gabay biayana anak sengko‟ nyare lako da‟ Malaysia. se lake neng-enneng ban sengko. Selain itu kawin sirri juga dilakukan untuk menghindari dosa. agus. Tape saellana olle sabulen 68 .) Hal diatas menunjukkan bahwa kawin sirri dilakukan karena tidak mendapat restu dari orangtua.

biasana datengga sakola. coma lebat telepon. Perceraian terjadi ketika anak saya berumur 5 dan 1 tahun.. Yang demikian terjadi pula pada mantan pasangan akwin sirri yang bercerai dan tempat tinggalnyaberjauhan. Hanya saja ketika saya baru dating dari Malaysia. artinya tidak ada komunikasi. suami dan anakkau jarang sekali komunikasi.sampe sateya lake coma akereman dukale da‟ ana‟e. sementara suami kembali ke Pontianak. Selama itu pula suami mengirimi uang anaknya 2 kali. anak pertama laki-laki tinggal bersama saya. 69 . hubungana ban keluargana lake ta‟ pernah. uang dan mainan…) Hal diatas menunjukkan bahwa hubungan antara suami-istri-anak pada kelauarga kawin sirri yang sudah bercerai adalah terputus. 1. Kesibukan masing-masing pasangan telah membuat mereka tidak pernah berpikir untuk menelpon atau menemui mantan suami-istri meskipun mereka memiliki anak yang tinggal bersama masing-masing pasangan.lebbi biasana molai akrab ban ta-careta tentang sakolanan. sekarang berumur 12 dan 8 tahun. baik melalui telepon apalagi bertemu. seperti yang terjadi pada Indra dan suaminya Agus (orang Pontianak). sementara anak saya tititpkan ke neneknya. tidak mau dekat saya. dengan suami Agus orang Pontianak. Biasanya perkawinan tersebut dilakukan di perantauan. Sejak terjadi perceraian. teman. Hubungan suami-isti Hubungan suami istri pasda pasangan kawin sirri yang sudah bercerai terputus.padana hubunganan ban lake. ngajina ban enlaen. Untuk memenuhi kebutuhan anak. Sejak perceraian itu aku dan suami tidak pernah ada komunikasi lagi. dia malu-malu. dan anak kedua perempuan tinggal bersama suami. coma tello kale. saya merantau ke Malaysia. salah satu pasangan berasal dari luar daerah Madura. pada bai ben hubunganna anak ben keluargana lake… (saya mempunyai seorang anak laki-laki. Setelah pulang sekolah terkadang ia membantu saya di dapur. tempat ngajinya dan lain-lain. kancana. Hubungan saya dan anak cukup akrab. namun setelah satu bulan dia mulai akrab dan cerita-cerita tentang sekolah. aropa pesse ban en-maenan. cuma 3 kali telepon. Marena apesa ben sengko‟ lake ban anak jarang ahubungan. ban sering abanto sengko.

kesibukan ini membuat para orangtuasemakin jauh dari anaknya. yang dapat mengakibatkan petengkaran antara keluarga mantan pasangan masing-masing. Hubungan orangtua-anak Hubungan orangtua-anak pada pasangan kawin sirri yang bercerai juga terputus atau sangat jauh seperti yang dialami agus dan anak lakinya yang tinggal bersama mantan istrinya (Indra). yang dianggap dalam pepatah ”copa se epakalowar e galunyu‟ pole” (ludah yang dibuang dujilat lagi). 2. sehingga membuat para orang tua lebih berpikir untuk mencari kerja. adanya keyakinan penduduk Bumianyar tentang seorang anak. dalam hal ini perceraian. Sedangkan hubungan orangtua-anak yang tinggal bersama pada keluarga kawin sirri yang bercerai adalah baik. Selain itu. terlebih bagi anak laki-laki.Selain itu anggapan “tidak sopan” bagi pasangan yang telah bercerai untuk bertemu. apabila telah berkeluarga dan dapat menimbulkan cemoohan masyarakat. Berkomunikasi. akan tetap mencari orangtuanya meskipun lama terpisah. baik melalui telepon terlebih bertemu langsung harus mengeluarkan banyak uang. Keadaan tersebut salah satunya disebabkan faktoe ekonomi orangtua yang pas-pasan. membuat para orangtua tidak pernah kuatir akan kehilangan anaknya meskipun tidak pernah bertemu dan anaknya tidak memiliki akte kelahiran. meskipun anak ditinggal merantau dan anak 70 . artinya keputusan yang telah diuambil. semua keluarga dan yang bersangkutan merasakan aib dan malu pada semua orang. dibatalakan/rujuk kembali dengan mantan istri. Hal ini pulalah yang menyebabkan rujuk pada masyarakat Madura jaang sekali terjadi. Pada saat itu.

karena mereka tetap menjalin komunikasi baik melalui telepon maupun bertemu secara langsung ketika orangtua kembali ke Madura. anak-anak membantu para orangtua berdasarkan kemampuannya. umur 1 tahun. berumur 5 tahun dan adiknya lakilaki. membersihkan rumah. mencuci dan lain-lain. Salah satu penyebabnya adalah jarak tempat tinggal yang jauh. Putusnya hubungan keluarga kawin sirri yang bercerai. belum pernah berjumpa atau berhubungan/komunikasi satu sama lain 4. seperti memasak. saat itu anak pertama perempuan. sampai saat ini mereka berumur 12 tahun dan 8 tahun. Sejak terjadi perceraian. sebagaimana dialami oleh anak-anak kawin sirri Indra-Agus. ekonomi juga kesibukan masing-masing keluarga. Disaat bertemu dan tinggal bersama. mendapat pengasuhan. khususnya mengenai hubungan orangtua anak dan hubungan antarsaudara (siblings). dan mendapatkan pendidikan. Hubungan antarsaudara (siblings) Hubungan antarsaudara pada keluarga kawin sirri yang bercerai juga terputus. khususnya mertua juga terputus. Artinya ayah ibu tidak lagi menjadi 71 . mendapatkan keamanan dalam hidup. dikarenakan keluarga tidak berfungsi sebagaimana mestinya. 3. Hal tersebut nampak dari tidak adanya komunikasi baik melalui telepon maupun bertemu secara langsung. Hubungan antara keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya Sebagaiman hubngan dalam keluarga inti. hungan antara keluarga inti dengan rumah tangga lainnya. seperti yang dialami oleh Indra dengan anak laki-lakinya. Adapun fungsi pokok keluarga yaitu: tempat menikmati bantuan.dititipkan ke neneknya.

demikian halnya anak-anak dan antarsaudara tidak saling mengenal. Hal ini membawa dampak pada kaburnya garis keturunan/ nasab suatu keluarga. (Jakarta: Bumi Aksara. Hukum Perkawinan Islam. h. baik dalam hubungan sesamanya maupun dalam hubungan sebagai anggota masyarakat bahkan mempengaruhi bnetuk masyarakat. kemanan. 239 72 . Dikhawatirkan apabila kelak diantara mereka saling menyukai dan melakukan perkawinan karena mereka tidak saling mengenal antara satu dengan lainnya.temapt bagi anak untk mendapatkan bantuan.2002). khususunya hubungan orangtua anak dan hubungan antarsaudara (siblings) pada keluarga kawin sirri dan tempat tinggalnya berdekatan atau perkawinannya dilakukan di desa Bumianyar adalah cukup baik. Sedangkan hubungan suami istri terputus.62 Sedangkan hubungan dalam keluarga. 62 Idris Ramulyo. pengasuhan dan pendidikan sehingga hubungan menjadi terputus. tetapi lebih dari itu ia memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembanga peradaban manusia. maka incest tidak dapat dihindari lagi. ditambah lagi tidak adanya komunikasi diantara mereka. Oleh karena itu kawin sirri bukan hal sepele yang hanya berkaitan dengan “sah” atau “tidak sahnya” suatu perkawinan. Artinya ayah/istri tidak tahu terhadap nakanaknya. karena antara mereka masih ada komunikasi baik melalui telepon maupun bertemu langsung. terkadang ada pula yang bermusuhan.

Salaen jiya setiap are are sengko‟ abanto ngare‟gabay pakanna sape. marena sholat magrib sambi neggu TV. nyeapagi gun-laggun.anak ban sengko‟.mattowa alarang sengko‟ ban bine alaen (amassa‟ dhibi‟) . Terkadang kami juga melibatkan keluarga lain dan mertua dalam memecahkan masalah. Memang. mattowa rencana agabay sorat kabin pole. Sengko‟ dhang-kadhang agente mattowa ngater dagengan dha‟ Pontianak. Lakar …sampe‟ sateya ta‟ pernah noro‟.. Keluarga sengko‟ andi‟ kebiasaan a kompol. Teppa‟e bine sibuk e dapor‟ sengko‟ mandi‟I ana.bakto alako.tape mon malem akompol. lako ban masalah keluaraga.2.. Ya…sengko‟ lakar e banto mattowa gabay kabutoanna keluarga.. Sebelum tidur biasanya kami pergunakan untuk membicarakan anak.karna bine anak kadhibi‟an. Bine biasana atotoran mon pessena e kabalanje‟e. Sereng sengko‟ ngaja‟ anak ngerem kaju mon ta‟ pate jau. Pengaruh Kawin Sirri Terhadap Hubungan dalam Keluarga pada Pasangan Kawin Sirri yang Tidak Bercerai Bagaimana hubungan keluarga pada pasangan kawin sirri yang tidak bercerai akan di ceritakan oleh pasangan Latief-Rahma. Sebelum tedung bisana sengko‟ da-kanda masalah anak. (Istriku adalah ibu rumah tanga yang baik.sebelum sengko alako. deng-kadeng marengngi maen. Taoh bileh……polana sorat kabin jiya e kabutoh mon bine noro‟a sengko‟ ngerem bareng da‟ Pontianak. habunaganna sengko‟ ban matowa ce‟ becce‟na. Sengko‟ ban anak akarab.entah kapan.contohnya ststus perkawinan kami. Pesse olena alakoh bi‟ sengko‟ e bagi kabbi da‟ bine.sampai sekarang dia belum 73 . deng-kadeng nolongi keya e dapor. Padha hubunganna ban anak . Pasanagan Latief-Rahma . Ketika dia sibuk di dapur saya memandikan anak dan terkadang membantu dia didapur.. Karna jiya. Pada waktu pagi dia sudah memasak dan menyiapkan sarapan sebelum saya berangkat kerja. Maggu mon siang jarang atemmo karma alako.karma sengko‟ gi‟apolong ban mattowa. Kami mempunyai kebiasaan berkumpul dengan keluarga setelah sholat magrib sambil nonton TV. Oleh karena mertua merencanakan akan mendatarkan kembali. Pesse ollena alakoh esempen ban gabay kabutoanna bine. Mon gi‟ laggu amassa‟.Sengko‟ ta‟ pernah makaloar pesse.misalla dalem balanja tiap arenah. Dia sangat mengerti akan kebutuhan saya. Ana-Titin dan Hendra-Vita.karena surat itu di butuhkan apabila istri ikut mengantarkan barang dagangan ke Pontianak. yang melakukan kawin sirrmi di Bumianyar Latief : “ Bine jiya orengnga sangat ngerte da‟ kebutoenna sengko‟.pekerjaan dan masalah keluarga. Uang hasil kerja saya berikan semua pada istri dan dia selalu bermusyawarah apabila membelanjakannya. Deng-kadeng sengko‟ ban bine a bug-rembu‟ ban mattowa misalla tentang kabinanna sengko‟.

karena saya berada dalam kamar.tapi saat itu dilaksanakan dihadapan penghulu.anak tunggal.hubungan saya dengan mertua sangat baik..Setiap hari dia tinggal di rumah bersama saya karena saya hanya ibu rumah tangga biasa. Karna jiya tiap taon sengko‟ ekeremi pesse. Dang. Bapak pernah menanyakannya pada kepala desa..katanya untuk diserahkan ke kepala desa. untuk pembuatan surat nikah.biasana telasan.kegiatanku Cuma memasak.karena beliau petani sekaligus berdagang sapi. Sengko‟ta‟ perna acareta tentang kabinanna sengko‟ka mattowa. Keluarga andhi‟ kebiasaan akompol marena magrib. setiap hari saya mencari rumput pakan sapi.tapi malam hari kami berkumpul dan menemani mereka bermain.kadang sengko‟ ban lakeh a beg-rembeg maso oreng towa.memang saya masih dibantu mertua dalam hal kebutuhan rumah tangga(masak didapur sendiri) karena istriku anak tunggal.ella e urus eppa‟. Biasana setiap badha kalakoan misalla mantenan. Mattowa ce‟ neserra ka sengko‟ban kompoyya. Tak jarang saya mengajaknya ketempat kerja sebagai supir truk kayu.ban pole mon jefri terro jajan sengko‟ ta‟osa melleh dha‟ toko laen. Sebelum tedung biasana de-kande masalah anak ban lakoh. sambi neggu TV. Hubungan sengko‟kalaban mattowa becce‟ kiya. menjaga 74 .Sengko‟ta‟ pernah dha‟ dissah.Taon bari‟ ekeremi duwe‟ juta. Rahma : ”Hubungan sengkok kalaban lakeh sangat bagus. Selain itu. Hubungan saya dengan anak sangat baik..misalla cara lakeh se ce‟ kerrassa adidik anak.uang hasil kerja ditabung. sampai akhirnya bapak penghulunya meninggal.pernah ikut. Saya terkadang menggantikan mertua mengantarkan barang dagangan ke Pontianak.ketimbang nganggur buk. Sampai saat ini saya tidak pernah dapat surat nikah. Sama hubungannya dengan anak..lakeh bertanggung jawab. Hal tersebut biasanya kami lakukan dilanggar setelah sholat magrib berjemaah.paleng-paleng mattowa se entar dha‟ kanna‟.Hubungan sengko‟ ban anak sangat baik. Ya. Lakeh jiya somber ekonomi keluarga..hajjian ban laen-laen. Mattowa badha e Pontianak maggu sabenderra oreng madura. Oleh karena itu. Sengko‟ coma entar dha‟ romana se emadura. Ya. Meskipun pada siang hari jarang bertemu karena bekerja.Bi‟ sengko‟ ekabelli gelleng.setiap arena apolong ban sengko‟ e roma karna sengko Cuma ebu roma tangga biasa. Jadi sekarang bingung harus minta kepada siapa surat nikah tersebu) Misalnya cara suami mendidik anak yang terlalu keras. Menjelang perkawinan dilaksanakan saya telah diminta untuk menyerahkan foto dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) oleh bapak.nyassa.tellasan. Sekarang sudah mempunyai anak satu orang berumur 3 tahun. Umur 18 tahun dikawinkan dengan anak teman bapak. Ya saya tidak bertanya mbak. Pada perkawinan saya memang yang mengakad nikahkan adalah bindereh(guru ngaji) . Hubungan saya dengan anak sangat baik.. (Saya Rahma. Maggu sampe‟ sateya sengko‟ gi‟ apolong saroma ban oreng towa sarta ta‟ amassa‟ dhibi‟.ajage anak ban ajage toko se ajualan jajan na‟kana‟ban kabutuan rumah tangga.Kegiatan sengko‟ e roma amassa‟. karna oreng towa alarang polana anak kadhibi‟an. tapi kepala desa menyuruh untuk menanyakannya kepada kepala desa. Tape.

Nak-kanak sering abanto sengko‟ amassa‟.anak serta toko jajanan dan kebutuhan rumah tangga. pertunangan. mencuci. misalla kabinan. Hasil kerjanya setiap hari langsung diberikan kepada saya untuk keperluan rumah tangga.biasanya mendekati lebaran .dari pada nganggur mbak. seteop mole sakola sengko nyiapagi ngakan siangnga nak-kanak. Anak sangat akrab ban sengko‟.dan lagi apabila Jefri ingin jajan saya tidak usah beli ke toko lain. (Hubungan saya dengan suami sangat baik sekali. Lebaran kemarin dikirimi 2 juta dan aku belikan gelang. Sataretanan. Saya cuma berkunjung ke rumah yang di madura . sengko‟ bejre olle lake tonggel jiya. sekolah. Apabila saya sakit. Sering areng-bereng seperte mon amaen. abersia ban en laen. Namun tidak pada hari-hari biasanya karena sangat jauh dan ongkosnya sangat mahal. Lake ce‟ ngartena dha‟ sengko‟. Banjarmasin: Titin : ”Hubunganna sengko‟ ban lake sangat baek. Oleh karena itu setiap tahun aku dikirimi uang.. se amssak untuk keluarga biasana lake. Namon re-are biasana enje‟ polana ce‟ jauna ban ongkossa larang... Moon sengko‟ sake‟. mon sakolaenna prei. dialah yang memasak untuk keluarga. Saya tidak pernah membicarakan status perkawinan saya dengan mertua. Hasella lako ban arena e bagi dha‟ sengko‟ langsung.. Anak-anak sangat akrab dengan saya karena saya selalu dirumah. Hubunganku dengan merta sangat baik . Pasangan Anas-Titin yang melakukan kawin sirri di perantauan.paling mertua yang datang kesini. karena nak kami sekolah dari pagi hingga sore. Suami sangat mengerti tentang saya. menyapu apabila sekolahnya libur.naik haji dan lain. Apabila ada aktivitas sosial pada mertua dan sanak keluarga suami seperti perkawinan. gabay belenje. karna nak bine‟ sengko‟ sekolah dari pagi sampe lem-malem. keduwa‟ anak sengko‟ ce‟ akrabbah. ban en-laen. Setiap pulang sekolah saya menyiapkana makan siangnya. Karna jiya bannya‟ oreng ngoca‟. Mereka juga sering membantu saya seperti memasak. Mertua ada di Pontianak meskipun beliau orang madura. Oleh karenanya banyak orang biulang kalau saya beruntung mendapatkan suami seperti dia.Mereka sangat sayang padaku dan anakku.lain.Itupun apabila ada acara keluarga seperti kawinan. Tapi. Saya belum pernah kesana. ya. 75 . sakit. kapatean. karena sengko‟ badha eroma teros.itu sudah diurus bapak). kematian maka saya mengunjunginya. Mon badha kalakowan sengko‟ entar dha‟ romana mattowa. ngajig bahkan mon abanto oreng towa abereng terros.

Istri sebagai ibu rumah tangga bertugas mengatur dan mengelola rumah tangga. sebagaimana yang terjadi pada hubungan keluarga pada umumnya.Antar saudara. Demikian halnya dengan hubungan anatara keluaraga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya adalah sangat baik pula. Hal tersebut terlihat mereka selalu bersama. 76 . antara saudara pada keluarga kawin sirri yang tidak bercerai sangat baik. bertugas melindungi keluarga dengan membimbing seluruh anggota keluaraga agar berkembang sesuai dengan keinginannya dan mengawasi pendidikan anak-anaknya. Hal ini karena suami istri bertanggungjawab terhadap kewajiban masing-masing. sekolah madrasah maupun sekolah dasar. mengasuh dan membina anak dalam pendiudiakn. ngaji bahkan ketika membantu kamipun mereka selalu bersama) Hal tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara suami-istri. 1. bermain. kesehatan anak dan suami dan membantu mencari nafkah bagi keluarga seperti membatik dan berjualan. membina kerukunan rumag tangga. kedua anakku sangat akrab. Hubungan antara suami-istri Hubungan suami-istri pada keluarga kawin siriri yang tidak bercerai pada umumnya sangat baik. bertugas sebagai wakil keluarga bila berhubungan dengan masyarakat. singkatnya mnegurusi kehidupan rumah tangga. mewakili suami. misalnya suami sebagai kepala keluarga bertugas mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga. orangtua-anak. menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.

. misalnya seperti yang dilakukan anaknya Titin yaitu membersihkan rumah. pekerjaan dan lain-lain sehingga membuat hubungan mereka terjalin dengan baik.Disamping itu mereka mempunyai kebiasaan memusyawarahkan permasalahan keluarga seperti masalah anak. Hubungan antara saudara (siblings) Hubungan antarasaudara juga bagus. Hungan antar orangtua-anak Hubungan antara orangtua-anak juga sangat baik. Hubungan antara keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya Hubungan keluarga inti kawin sirri yang terdiri dari suami-istri-anak. mencuci. khususnya orangtua istri/susmi (mertua) adalah sangat baik. Hal tersebut nampak anak selalu membantu orangtua sesuai dengan kemampuannya masing-masing. maka keluarga pasangan kawin sirri juga membantu. dengan rumah tangga lainnya. memasak dan lain-lain. 77 . Selain itu. pekerjaan dan lain-lain. keuangan. 2. sekolah dan mengaji. apabila keluarga inti mengalami kesulitan misalnya ekonomi. 3. Demikian halnya apabila mertua mengalami kesulitan. Hal tersebut nampak dari kebiasaan anak-anak yang selalu bersama-sama baik pada waktu bermain. Hal ini dari adanya bantuan dari anggota rumah tangga lainnnya. Kedekatan orangtua-anak juga nampak pada kebiasaan orangtua dalam menemani anaknya yang masih kecil bermain dan terkadang mengajak anak ke sawah. mereka juga melakukan pembagian kerja sesuai kemampuan masing-masing. seperti yang diulakukan oleh kedua anaknya Titin-Anas 4.

bertanggungjawab terhadap kehidupan keluarga. bertugas mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga.Hubungan dalam keluarga kawin sirri yang tidak bercerai sangat baik. bertani dan menjadi buruh tani. 78 . seperti berdagang. melindungi keluarga. dan ia juga teman berbincang-bincang bagi suami. Sebaliknya istri adalah pusat kedamaian bagi keluarganya. dan banyak pula yang bekeraj untuk membantu mencari nafkah bagi keluarganya. membina kerukunan rumah tangga. suami sebagai kepala keluarga. singkatnya mengurusi kehidupan rumah tangga. hal ini disebabkan karena keluarga berfungsi sebagaimana mestinya. Adapun fungsi pokok keluarga yaitu: tempat menikmati bantuan. dengan membimbing seluruh anggota keluarga agar berkembang sesuai keinginannya dan mengawasi pendidikan anak-anaknya. dan mendapatkan pendidikan. juga sebagai wakil keluarga bila berhubungan dengan masyarakat. Artinya suami adalah pelindung bagi istri dan anak-anaknya. mewakili suami. Seorang istri mempunyai fungsi dan peranan mengatur dan mengelola rumah tangga dan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. kesehatan anak dan suami. mendapat pengasuhan. Selain tiu. membatik. mendapatkan keamanan dalam hidup. mengasuh anak dan membina anak dalam pendidikan.

Kawin sirri. Maliki. karena pengumuman (i‟lan) merupakan syarat mutlak sahnya perkawinan. Pada perkembangan berikutnya. pada awalnya merupakan suatu perkawinan yang dilakukan tanpa adanya saksi yang lengkap. Kaitannya dengan hal tersebut. Kaitannya dengan ini para imam mazhab sepakat kalau perkawinan tersebut harus dibatalkan atau tidak sah. Syafi’i dan Hanbali. mulai munculnya istilah yaitu pada masa kholifah Umar bin Khattab.1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab-bab sebelumnya maka didapat kesimpulan sebagai berikut : 1. dan kemudian berlanjut pada pandangan hukum positif negara setelah dikeluarkannya Undang-Undang No. sampai pada pandangan para imam mazhab yaitu imam Hanafi. Sedangkan Imam Abu 79 . maka perkawinan yang ada saksi tetapi tidak ada pengumuman adalah perkawinan yang tidak memenuhi syarat.BAB V PENUTUP A. para imam mazhab berbeda pendapat seperti Imam Malik memandang perkawinan tersebut tetap batal atau tidak sah. Kawin sirri telah mengalami pergeseran makna. Sedangkan keberadaan saksi hanya syarat pelengkap. kawin sirri merupakan perkawinan seperti pada umumnya yang dilakukan dengan memenuhi semua rukun dan syarat perkawinan. yaitu seorang laki-laki dan seorang perempuan. tetapi saksi diminta untuk merahasiakannya pada masyarakat.

Sebab menurutnya. Oleh karena itu. maka kawin sirri menjadi perkawinan yang telah memenuhi rukun dan syarat sah perkawinan tapi tidak dilakukan dihadapan PPN dan tidak dicatatkan di KUA. Kehadiran saksi pada waktu melakukan akad nikah. tidak ada lagi rahasia kalau sudah ada empat orang. baik meskipun di minta dirahasiakan.Hanifah dan Asy-Syafi’i memandang perkawinan tersebut sah. sudah cukup mewakili pengumuman. 2. Perkawinan inilah yang saat ini menjadi mode dan berkembang secara diam-diam pada sebagian masyarakat Islam Indonesia. 80 . karena fungsi saksi itu sendiri adalah pengumuman (i‟lan). Faktor Penyebab Kawin Sirri dilakukan oleh Penduduk Bumianyar a. hukum negara menganggap perkawinan tersebut tidak sah. Umur tersebut. 1 tahun 1974 Pasal 7 ayat (1). Perkembangan selanjutnya jika dihubungkan dengan UU No. tidak memenuhi ketentuan batas minimal diperbolehkannya perkawinan pada wanita yaitu umur 16 tahun. sebagaimana di atur dalam UU No. Faktor kawin sirri dilakukan oleh penduduk Bumianyar di Bumianyar Adapun faktor-faktor kawin sirri dilakukan di Bumianyar oleh penduduk Bumianyar adalah sebagai berikut : 1. Keadaan inilah menyebabkan orang tua melakukan kawin sirri pada anaknya. 1 Tahun 1974. Kaitannya dengan ini. kalau sudah disaksikan tidak perlu lagi ada pengumuman khusus. Kehendak Orang tua Orang tua memaksa anaknya untuk segera menikah karena adanya tuntutan lingkungan sosial bahwa anak perempuan harus segera menikah tidak lama setelah haid pertama umur 12-15 tahun.

4. Keyakinan Masyarakat mempunyai keyakinan bahwa perkawinan merupakan hubungan manusia dengan Allah sehingga masyarakat merasa sudah “mantap” apabila perkawinannya diaggap sah menurut agama. menyebabkan pula para orang tua melakukan kawin sirri pada anaknya. mayoritas berada pada tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. karena perkawinan dilakukan dengan paksaan. Hal tersebut diakibatkan rendahnya pendidikan yang dimiliki oleh penduduk Bumianyar.Selain itu kekhawatiran para orang tua akan tidak langgengnya perkawinan anak. Keyakinan tersebut disebabkan adanya ajaran Agama yang diberikan oleh para kyai. meski tanpa dicatat di KUA. Ekonomi 81 . baik langsung berupa para kyai yang melakukan kawin sirri. Hal tersebut berhubungan dengan mazhab yang dianut masyarakat setempat yaitu mashab Syaf’i dan Syaf’I menganggap perkawinan telah sah apabila telah memenuhi rukun dan syarat sah nikah. maupun tidak langsung berupa ceramah-ceramah agama tentang perkawinan. 2. Ketidaktahuan Masyarakat akan Fungsi Surat Nikah Ketidaktahuan masyarakat akan fungsi surat nikah membuat mereka menggapap surat nikah bukanlah suatu hal yang penting. 3.

bahkan hasil pertanian tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang sehari-hari. b. Hal ini terjadi karena sebenarnya penduduk telah mendaftarkan perkawinan sesuai prosedur yang ditentukan tapi penduduk tidak pernah menerima Surat Nikah. Keteledoran Aparat desa atau Pegawai Pencatat Nikah (PPN) Keteledoran aparat desa atau PPN menyebabkan kaein sirri terjadi di Bumianyar. Pasal 3. Pontianak dan lain-lain) adalah sebagai berikut : 82 . maka proses poligami sulit dilaksanakan karena istri pertama belum tentu menghendaki suaminya menikah lagi. Oleh karena itu jalan keluarnya adalah dengan kawin sirri. 6. Banjarmasin. Pasal 4 ayat (2) dan Pasal 5 ayat (1). Faktor kawin sirri dilakukan oleh penduduk Bumianyar di Perantauan Adapun faktor kawin sirri dilakukan oleh penduduk Bumianyar di perantauan (Malaysia. melihat akan pekerjaan mereka mayoritas bertani dan pertanian yang dimiliki selalu gagal. Arab Saudi. 1 tahun 1979. tentang perkawinan secara administratif harus didaftar di KUA. bahkan sampai mempunyai banyak anak. 5.Biaya yang harus dikeluarkan untuk mendaftarkan perkawinan dirasakan oleh sebagian penduduk Bumianyar begitu memberatkan. Poligami Poligami jika dihubungkan dengan UU No.

Adanya keterbatasan administratif Penduduk Bumianyar yang mayoritas berangkat merantau (menjadi TKI) secara ilegal (tidak memiliki surat-surat lengkap sebagai TKI). 3. Janda Wanita Bumianyar setelah menjadi janda. meski tanpa dicatat di KUA. Proses pencatatan perkawinan secara administratif di perantauan (luar negeri) dilakukan di kedutaan Indonesia di Negara yang bersangkutan. Janda mempunyai anggapan bahwa surat nikah tidak penting lagi yang paling penting adalah tanggung jawab suami terhadap diri dan anak-anaknya baik dalam hal perhatian maupun ekonomi. kebanyakan pergi merantau dengan harapan dapat memperbaiki hidup diri dan anaknya (apabila telah mempunyai anak). 2. Janda.1. Keyakinan Masyarakat mempunyai keyakinan bahwa perkawinan merupakan hubungan manusia dengan Allah sehingga masyarakat merasa sudah “mantap” apabila perkawinannya diaggap sah menurut agama. mengalami berbagai keterbatasan ruang gerak seperti dalam hal melakukan perkawinan. sehingga memaksa mereka kawin sirri. karena jika ketahuan tidak memiliki suratsurat lengkap menjadi TKI maka akan dipulangkan secara paksa ke Indonesia. Untuk itu persyaratan utama yang harus dilakukan adalah harus memiliki surat lengkap sebagai TKI. terlebih lagi janda yang telah memiliki anak merasa tidak lagi mempunyai kesucian dan kehormatan sebagaimana perawan. 83 .

Ekonomi Besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk mendaftarkan perkawinan di Kedutaan Indonesia pada negara yang bersangkutan dirasakan oleh penduduk Bumianyar di perantauan sangat memberatkan. Hal tersebut berhubungan dengan mazhab yang dianut masyarakat setempat yaitu mashab Syaf’i dan Syaf’i menganggap perkawinan telah sah apabila telah memenuhi rukun dan syarat sah nikah. baik langsung berupa para kyai yang melakukan kawin sirri. tentang perkawinan secara administratif harus didaftar di KUA. Pasal 4 ayat (2) dan Pasal 5 ayat (1). 5. maupun tidak langsung berupa ceramah-ceramah agama tentang perkawinan. Ketidaktahuan Masyarakat akan fungsi Surat Nikah Ketidaktahuan masyarakat akan fungsi surat nikah membuat mereka menggapap surat nikah bukanlah suatu hal yang penting.Keyakinan tersebut disebabkan adanya ajaran Agama yang diberikan oleh para kyai. 4. maka proses poligami sulit dilaksanakan karena istri pertama belum tentu menghendaki suaminya 84 . 6. Hal tersebut diakibatkan rendahnya pendidikan yang dimiliki oleh penduduk Bumianyar. mayoritas berada pada tingkat sekolah dasar/ madrasah ibtidaiyah. Pasal 3. 1 tahun 1979. Poligami Poligami jika dihubungkan dengan UU No. sehingga memaksa mereka melakukan kawin sirri.

karena perkawinan dilakukan di luar pulau (Perantauan). Pengaruh Kawin sirri Terhadap Hubungan dalam Keluarga pada Keluarga kawin sirri yang Bercerai Pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga pada keluarga kawin sirri yang bercerai di Bumianyar adalah terputus. Hal tersebut dilakukan secara sirri. 85 . 3. 1.menikah lagi. Yang demikian terjadi pda mantan pasangan kawin sirri yang tepat tinggalnya saling berjauhan. Hubungan Suami-Istri Hubungan suami-istri pada pasangan kawin sirri yang bercerai adalah terputus. sehingga keluarga dan mantan pasangan merasakan aib dan malu pada semua orang. artinyatidak ada komunikasi. apabila telah berkeluarga dan dapat menimbulkan cemoohan masyarakat. Hal tersebut diakibatkan adanya kesibukan masing-masing pasangan. yang dapat mengakibatkan pertengkaran antara keluarga mantan pasangan masing-masing. Oleh karena itu jalan keluarnya adalah dengan kawin sirri. Tidak direstui orang tua Anak yang perkawinannya tidak direstuai oleh orang tua memilih melakukan perkawinan di perantauan. baik melalui telepon maupun bertemu secara langsung. Selain itu adanya anggapan “tidak sopan” bagi pasangan yang telah bercerai untuk bertemu. luar pulau. 7. Pengaruh Kawin Sirri Terhadap Hubungan dalam Keluarga a.

Artinya. dikarenakan keluarga tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Hubungan antar Saudara (siblings) Hubungan antara saudara (siblings) pada keluarga kawin sirri juga terputus. 3. Putusnya hubungan keluarga kawin sirri yang bercerai. 4. Hubungan Orang Tua-Anak Hubungan orang tua-anak pada keluarga kawin sirri juga terputus. Hal tersebut diakibatkan adanya jarak tempat tinggal yang jauh antara saudara. khususnya mengenai hubungan antara orang tua-anak dan hubungan antara saudara (siblings). ekonomi dan kesibukan masingmasing keluarga. Hubungan Keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lain Hubungan keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya. terlebih lagi anak laki-laki. Selain itu adanya keyakinan orang tua tentang seseorang anak akan tetap mencari orang tuanya meskipun lama terpisah membuat para orang tua tidak pernah khawatir akan kehilangan anak meski lama tidak ada komunikasi. mendapatkan keamanan dalam hidup. mendapat pengasuhan dan mendapatkan permulaan dari pendidikannya. khususnya mertua/orang tua suami atau istri juga terputus. Hal tersebut diakibatkan keadaan ekonomi orang tua yang terbatas dan jarak yang jauh antara tempat tinggal orang tua dengan anak.2. ayah atau ibu tidak lagi menjadi tempat bagi anak untuk mendapatkan 86 . Adapun fungsi pokok keluarga yaitu: tempat menikmati bantuan. Hal tersebut diakibatkan jarak tempat tinggal yang jauh antara keluarga inti kawin sirri dengan orang tua suami dan istri.

keamanan. 2002). Oleh karena itu kawin sirri bukan merupakan hal sepele yang hanya berkaitan dengan “sah” atau “tidak sah”nya suatu perkawinan. tetapi lebih dari itu ia memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan peradaban manusia. karena antara mereka masih ada komunikasi baik melalui telepon ataupun bertemu langsung. Dikhawatirkan apabila kelak diantara mereka saling menyukai dan melakukan perkawinan karena mereka tidak saling mengenal antara satu dengan lainnya. (Jakarta: Bumi Aksara. h. demikian halnya anak-anak dan antar saudara tidak saling mengenal. ayah atau istri tidak tahu terhadap anak-anaknya. pengasuhan dan pendidikan. ditambah lagi tidak adanya komunikasi diantara mereka (orang tuaanak). 239 87 . 63 Idris Ramulyo. Hukum Perkawinan Islam.63 Sedangkan hubungan dalam keluarga. Hal ini membawa dampak pada kaburnya garis keturunan atau nasab suatu keluarga. terkadang ada pula yang bermusuhan.bantuan. Artinya. baik dalam hubungan Indonesia sesamanya maupun dalam hubungan sebagai anggota masyarakat bahkan mempengaruhi bentuk suatu masyarakat. maka incest tidak dapat dihindari lagi. Sedangkan hubungan suami-istri adalah terputus. khususnya hubungan antara orangtuaanak dan hubungan antarsaudara (siblings) pada keluarga kawin sirri dan tempat tinggalnya berdekatan atau perkawinannya dilakukan di Desa Bumianyar adalah cukup baik. sehingga hubungan menjadi terputus.

sebagai wakil keluarga bila berhubungan dengan masyarakat. melindungi dan membimbing anggota keluarga. Suami sebagai kepala keluarga bertugas mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga. hal tersebut nampak anak-anak selalu bersama. hal tersebut nampak. anak membantu orang tua sesuai dengan kemampuannya dalam membantu orang tuanya. Hubungan Suami-Istri Hubungan suami istri pada pasangan kawin sirri yang tidak bercerai. membina kerukunan rumah tangga dan membantu mencari nafkah bagi keluarga seperti membatik dan berjualan. Hubungan Orang Tua-Anak Hubungan orang tua-anak pada keluarga kawin sirri yang tidak bercerai. Hubungan Antar Saudara (Siblings) Hubungan antara saudara (siblings) pada keluarga kawin sirri. mengasuh dan membina pendidikan anak. pada umumnya sangat baik karena suami-istri bertanggung jawab terhadap kewajiban masing-masing. artinya hubungan keluarga kawin sirri terjalin sebagaimana hubungan dalam keluarga pada umumnya. 88 . mewakili suami. Istri sebagai ibu rumahtangga bertugas mengatur dan mengelola rumah tangga.b. baik dalam bermain. juga sangat baik. juga sangat baik. menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. 1. 3. Pengaruh kawin sirri Terhadap Hubungan Keluarga pada Keluarga yang tidak Bercerai Pengaruh kawin sirri terhadap hubungan dalam keluarga pada keluarga kawin sirri yang tidak bercerai adalah sangat baik. 2.

bertanggung jawab terhadap terhadap kehidupan keluarga. Hubungan Keluarga Inti kawin sirri dengan Rumah Tangga lainnya Hubungan keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya. mewakili suami. khususnya mertua/ orang tua suami atau istri sangat baik pula. mengasuh anak.berangkat sekolah dan mengaji. juga sebagai wakil keluarga bila berhubungan dengan masyarakat. keluarga inti kawin sirri membantu apabila mertua mengalami kesulitan. singkatnya mengurusi kehidupan rumah tangga. Sebaliknya istri adalah pusat kedamaian bagi keluarganya. membina kerukunan rumah tangga. pekerjaan dan sebagainya dengan begitu sebaliknya. Artinya. dengan membimbing seluruh anggota keluarga agar berkembang sesuai dengan keinginannya dan mengawasi pendidikan anak-anaknya. apabila mengalami berbagai kesulitan seperti ekonomi. dan membina anak dalam pendidikan. kesehatan anak dan 89 . dan ia juga teman berbincang-bincang bagi suami. mendapat pengasuhan dan mendapatkan permulaan dari pendidikannya. suami sebagai kepala keluarga. hal ini disebabkan karena keluarga berfungsi sebagaimana mestinya. masalah anak. Hal tersebut nampak dari adanya bantuan dari mertua. 4. Adapun fungsi pokok keluarga yaitu: tempat menikmati bantuan. Selain itu anak-anak selalu berkerjasama dan melakukan pembagian kerja sesuai dengan kemampuannya. Selain itu. mendapatkan keamanan dalam hidup. Suami adalah pelindung bagi istri dan anak-anaknya. melindungi keluarga. Hubungan dalam keluarga pasangan kawin sirri yang tidak bercerai sangat baik. Seorang istri mempunyai fungsi dan peranan mengatur dan mengelola rumah tangga dan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. bertugas mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

terutama oleh masyarakat perantauan. B. sehingga antara saudara (siblnigs) dan hubungan antara keluarga inti kawin sirri dengan rumah tangga lainnya) mengakibatkan kaburnya keturunan/nasab suatu keluarga. membatik. tetapi lebih dari itu ia memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan peradaban manusia. yang kemudian hari dikhawatirkan dapat mengakibatkan incest. hubungan antara orangtua-anak. mengingat tokoh agama mempunyai peranan yang penting dalam membentuk keyakinan masyarakat. baik 90 . seperti berdagang. Saran Dengan hasil penelitian diatas. bertani atau menjadi buruh tani. 2.suami. saran-saran tersebut adalah sebagai berikut : 1. maka ada beberapa saran yang diberikan untuk mencegah semakin berkembangnya praktek kawin sirri pada masyarakat. Oleh karena itu kawin sirri bukan merupakan hal sepele yang hanya berkaitan dengan “sah” atau “tidak sah”nya suatu perkawinan. Hendaknya pemerintah memberikan kemudahan dalam melakukan pencatatan perkawinan pada orang-orang yang melaksanakan perkawinan di perantauan. dan banyak pula yang bekerja untuk membantu mencari nafkah bagi keluarganya. Sehingga orang perantau tidak terjerumus pada praktek kawin sirri. Kawin sirri berpengaruh pada putusnya hubungan dalam keluarga (hubungan antara suami-istri. terlebih lagi masyarakat Madura yang sangat fanatik terhadap tokoh agama/ kyai. Sebab ia merupakan panutan masyarakat. Disamping itu hendaknya tokoh agama membantu pemerintah memberikan penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya pencatatan perkawinan.

91 .dalam hubungan Individu sesamanya maupun dalam hubungan sebagai anggota masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA Abdurrahman. 2002. Skripsi. Pendidikan dan Dakwah) no. 1996. Skripsi. Perkawinan Sirri Hubungannya Dengan UU No.O. 1992. Beberapa Pokok Antropologi Sosial. 1992. Surabaya: IAIN Sunan Ampel. 320/1999. Dalam Mihrab (Pemikiran Hukum. Kecamatan Tanjungbumi. Koentjaraningrat. Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. Hafsah. No.1 Tahun 1974 (Kasus Poligamai di Kabupaten Sampang). Bunga Rampai Sosiologi Keluarga. Pembinaan dan Pelestarian Pekawinan (BP4) Pusat. Surabaya: IAIN Sunan Ampel. Kawin Sirri Pada Masyarakat Madura (Studi Kasus Tentang Faktor Penyebab dan Pengaruh Kawin sirri Terhadap Hubungan Dalam Keluarga di Desa Bumianyar. 92 . Holilah. Kawin Sirri Pada Masyarakat Kalisat. Dakwatul. Kinasih. Siti. Jakarta:Badan Penasehatan. Surabaya: UNAIR. Ihromi. Aziz. Tuntunan Pendidikan Berkeluarga. Tesis. 1984. Sri Endang. 1992. Chairah. T. SH.. Jakarta: Dian Rakyat. Jakarta:PPs. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Abu Abdul. 2003.1 Edisi September 2001. Kabupaten Bangkalan). Surabaya:Jurnal Imiah FAI Unmuh. Jakarta: Bekerjasama dengan BKKBN. Universitas Indonesia. Problem Nikah di Luar Prosdur. Jakarta: Akademika Pressendo. DEPAG. Majalah Perkawinan dan Keluarga. Nikah Sirri Bagi Eks Wanita Harapan Di Lingkungan Lokalisasi Bangunsari Kodya Surabaya. MH. Tesis. 1999.

Universitas Muhammadiyah. 1995. Ramulyo. Nasution. Laporan Penelitian. Status Wanita Di Asia Tenggara: Studi Terhadap Perundang-Undangan Perkawinan Muslim Konyemporer Di Indonesia dan Malaysia. Jakarta:PT. Muhdor. Hukum Perkawinan. Ponorogo: Fakultas Syari’ah IAIN Sunan Ampel. 2002. Al-Muwatha‟ II.2002. 1964. Moleong. Siong. 2000. Metode Penelitian Kualitatif. Kedudukan Nikah Sirri. 93 . Tiara Wacana. Gouw Giok. Kinta. Yogyaksarta: PT. Ramulyo. Mufassirah. James P. Surabaya: IAIN Sunan Ampel.1997. Bandung: PT. Bandung: Al-Bayan. Kawin Sirri Dan Poligami Di Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan. Tinjauan Hukum Islam Terhadap Nikah Sirri di Kecamatan Porwosari Kabupaten Purwosari. 2002. A. Skripsi. Remaja RosdaKarya. Tradisi Nikah Sirri : Penyebab dan Pengaruhnya Bagi Masyarakat Pamekasan. j. 2000. Idris. tesis. Malang:PPs. Lexy. Surabaya: IAIN Sunan Ampel. Muslih. Jakarta: Sinar Grafika.Malik Ibnu Abbas. Ibnu. Jakarta: Bumi Aksara. Sredley. 1994. Hukum Kewarisan. Hukum Acara Peradilan Agama dan Zakat menurut Hukum Islam. Idris. Khoirudin.. Ida. Hukum Perkawinan Islam. Zuhdi. Laporan Penelitian. 1952. Metode Etnografi. Fuadie. Mesir: Istiqamah Qahirah. 1994. 1993. Dar Al-Fikri Marsudi. Jakarta: INIS Nurhayati. Rusy. Memahami Hukum Perkawinan. Bidayatul Mujtahid. Hukum Perdata Internasional Indonesia.

Alih Bahasa R. Surabaya:IAIN Sunan Ampel. H. Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir Al-Qur’an. Antropologi II. William A. 2001. Hendi dkk. Bagong dkk. Metode Penelitian Sosial. Wiyata. 1996. Haviland. Surabaya: Artha Perkasa Nusantara. Yunus. Suyanto. Jakarta: Erlangga. Yogyakarta:LkiS. Carok : Konflik Kekerasan dan Harga Diri Orang Madura.1995. Sebab-Sebab Perkawinan di Bawah Umur dan Perkawinan Liar/Sirri di Kwanyar Kabupaten Bangkalan. 1973. Kamus Arab Indonesia. Bandung: Pustaka Setia. Surabaya: Airlangga University Press. 1999. Skripsi.Suhendi. 94 . Undang-Undang Perkawinan. Zamroni. Mahmud. Soekadijo.G. Pengantar Studi Sosiologi Keluarga. 1985. Latief. 2002.

95 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful