SEJARAH DRAMA DUNIA

Secara garis besar, sejarah drama dunia dibagi dalam dua periode utama, yaitu periode drama lama atau klasik, dan periode baru atau drama modern. Pada masa drama klasik terbagi lagi menjadi beberapa periode, yaitu masa Yunani Kuno, yaitu masa awal mula lahirnya drama, meskipun masih dalam bentuk tradisi masyarakat, Kemudian masa Romawi Kuno, Abad Pertengahan dan masa Renaissance. Sementara pada masa drama modern terdapat masa Neoklasik, Romantik, Realisme, Simbolisme, Ekspresionisme, dan Absurdisme.

1. Drama Klasik 1.1. Yunani Kuno
Adanya drama awalnya adalah berupa upacara penyembahan yang berupa festival menyanyi, upacara itu dilaksanakan untuk menghormati Djonysius atau Dewa Anggur, dari upacara yang bersifat rutin itulah kemudian lahir adanya drama. Jenis drama ada empat macam, yaitu tragedi, komedi, parodi, dan drama yang bersifat ritual keagamaan. Dari masa Yunani Kuno ini lahir tokoh drama terbesar di zaman Yunani, yaitu Sophacles, tiga karya terbesarnya yaitu Oedipus, Oedipus Sang Raja, dan Antigone. Ketiga karya tersebut merupakan drama berbentuk tragedi karena menceritakan kesengseraan kehidupan manusia. Selain Sophacles, tokoh drama lainnya yaitu Aristhopanes, berbeda dengan Sophacles yang mengusung drama tragedi, karya-karya Aristhopanes bersifat komedi-drama, di antaranya Lysistrata, The Frog, The Waps, dan The Clouds. Ada juga Aeschylus, tokoh yang pertama kali mengenalkan tokoh protagonis dan antagonis mampu menghidupkan peran. Karyanya yang terkenal adalah Trilogi Oresteia. Selain itu, Euripides juga merupakan tokoh dalam Yunani Kuno, karyakaryanya antara lain Medea, Hyppolitus, The Troyan Woman, dan Cyclops. Ada juga Manander yang karyanya berpengaruh kuat pada jaman Romawi Kuno.

1.2. Romawi Kuno

Ada tiga jenis drama yang berkembang di masa ini. Neoklasik Drama yang muncul dan berkembang di masa neoklasik hanya ada dua bentuk drama yaitu tragedi dan komedi. komedi. King Lear. mime adalah drama yang mengisahkan kejadian-kejadian aktual. Tokoh drama pada masa ini adalah Plutus. drama tragedi dan komedi masih ada di masa ini. drama baru yang lahir dari masa pertengahan ini adalah liturgi yaitu drama yang merupakan bagian dari gereja. Masa Renaissance Abad ke-17 memberi sumbangan yang sangat berarti bagi kebudayaan barat. yaitu teater rakyat yang berkembang di luar lingkungan istana dan akademisi. yaitu tragedi. Drama pastoral adalah drama yang bercerita tentang dewa/malaikat dengan para penyebar agama.3. drama di masa ini bersifat sensasional. 1.Pada masa Romawi Kuno muncul drama yang berbeda dengan Yunani Kuno. Pada masa ini melahirkan suatu bentuk teater yang disebut Commedia Dell’arte. Terence. Pengarang hebat yang lahir di masa renaissance adalah William Shakespeare dengan karya-karya dramanya yaitu The Taming of the Schrew. dan pastoral. 1. Hamlet.4. Di Italia pada masa renaissance juga berkembang pembaharuan drama yang sekarang kita kenal dengan opera. Drama Modern 2. yaitu pagelaran yang sampai saat ini masih dilakukan di gereja menjelang upacara Paskah. drama dibuet berdasarkan cerita-cerita alkitab dan dipertunjukkan di atas kereta dan ditarik keliling kota. mime. 2. Macbeth. Pada masa pertengahan.1. drama lebih banyak didominasi oleh pengaruh gereja katolik. dan lain-lain. kemudian ada juga cycle yaitu drama keagamaan yang dilakukan di luar gereja. dan pantomime. Mid Summer Night Dream. Abad Pertengahan Pada tahun 1400-an dan 1500-an banyak kota di Eropa mementaskan drama untuk merayakan hari-hari besar umat kristen. dan Lucius Seneca. Sejarah abad15 dan 16 ditentukan oleh penemuanpenemuan penting. meskipun begitu. kemudian miracle yang mengisahkan orang-orang suci. Farce pendek adalah drama keagamaan dengan durasi singkat. dalam pementasannya pun ada pagelaran Pasio. Pada masa ini terdapat . sementara pantomime adalah drama yang mengutamakan gerakan. Romeo and Juliet. beberapa pembaharuan drama yang lahir di masa ini adalah frace pendek. Anthony and Cleopatra.

konvensi bersama bahwa drama harus berisi nilai-nilai moral. Adanya pandangan bahwa ada kaitan drama dengan kehidupan manusia ini merupakan pengaruh Horace dengan prinsip dulce et utile nya. kota harus bersifat realis. dan peristiwa harus dipertahankan. beberapa karya lainnya adalah Love’s Comedy. Penanda yang kuat adalah timbulnya gagasan untuk mementaskan lakon kehidupan di atas pentas dan menyajikannya seolah peristiwa itu terjadi secara nyata. 2. Lahirnya drama romantik ditandai dengan adanya prinsip kaum Romantik bahwa dalam menulis drama terdapat kebebasan dalam berkreativitas untuk memahami manusia dan semesta. Oleh karena itu. . juga Denis Diderot yang merupakan orang pertama yang menulis ensiklopedi dua karyanya adalah Le Per De Famille dan Le Fils Naturel. Drama realisme didasari oleh anggapan bahwa idealisme itu tidak mungkin terwujud. Voltaire dengan filsafatnya.3. Miss Sara Sampson. Realisme Masa Realisme yang lahir pada pengunjung abad ke-19 dapat dijadikan landas pacu lahirnya seni teater modern di Barat. Tokoh-tokohnya antara lain Gotthol Ephraim Lessing dengan karyanya Emilia Galotti. Ibsen mengangkat problem yang sebenarnya ada dalam masyarakat biasa. The Pretenders. Tokoh yang muncul di masa ini adalah Moliere. juga Wolfgang von Goethe dengan karyanya Faust. Dalam menyuguhkan karyanya yang komedi. Pada masa ini lahir pembaharuan bentuk drama yaitu melodrama. Revolusi Perancis menghadirkan gebrakan baru di dunia teater yang mendorong terciptanya formula penulisan tema dan penokohan dalam naskah lakon. Pengarang yang muncul di masa ini adalah Henrick Ibsen. serta waktu. tempat. menerima apa yang memang bisa kita terima. dan Roshmersholm. Romantik Drama romantik berkembang antara tahun 1800-1850 karena memudarnya gagasan neoklasik dan terjadinya peristiwa revolusi Perancis. Karyanya yang paling terkenal adalah Nora. 2.2. dan Nathan der Weise. karakter dalam drama harus bersifat universal.

Marc Conelly. Sukses pertama ekspresionisme dicapai oleh Walter hasenclever dengan dramanya Sang Anak.Selain Ibsen. 2.4. Karya Lorca antara lain adalah Shoemaker's Prodigius Wife dan The House of Bernarda Alba. Drama simbolisme ditandai dengan paham pada kaum simbolis yang beranggapan bahwa intuisi bisa dipakai untuk memahami kenyataan yang tidak logis. Simbolisme Simbolisme adalah sebuah gaya yang menggunakan simbol-simbol untuk mengungkapkan makna lakon atau ekspresi dan emosi tertentu.6. Simbolisme tidak terlalu mempercayai kelima panca indra dan pemikiran rasional untuk memahami kenyataan. 2. Uncle Vanya. antara percakapan satu dengan yang lain. Eugene. Drama ekspresionisme lahir dari anggapan bahwa dalam berkarya yang penting apa yang diungkapkan itu harus sesuai dengan suara hati.S. Dia dipandang sebagai orang yang dikagumi oleh penyair dan dramawan W. Tokohnya di antaranya adalah lain Frederico Garcia Lorca (1889-1936). dan George Kauffman. Pengaruh ekspresionisme terutama nampak dalam tata panggung dan elemen visual yang lebih bebas di atasnya. Drama harus menyuarakan hati nurani. Ekspresionisme Istilah ekspresionisme diambil dari gerakan seni rupa pada akhir abad ke-19. Aliran ini menolak anggapan bahwa drama hanya merupakan sesuatu yang tidak berkaitan dengan hati penulis atau masyarakatnya. Unsur-unsur . ada pula Anton Pavlovich Chekov yang merupakan tokoh drama yang terkenal di Indonesia. ekspresionisme baru muncul tahun 1910 di Jerman. karya-karyanya antara lain The Cherry Orchid. Meksipun pada awalnya gaya ini muncul tahun 1180 di Perancis.5. Tokoh yang muncul pada masa ini antara lain Elmer Rice. Rendra. namun baru memegang peranan penting pada tahun 1900. puncak aliran ini adalah pada saat perang dunia I dan mulai merosot tahun 1925. The Sea Gull dan The Three Sisters. Sebagai gerakan teater. Absurdisme Absurdisme adalah gaya yang menyajikan satu lakon yang seolah tidak memiliki ikatan rasional antara peristiwa satu dengan yang lain. Kenyataan hanya dapat dipahami dengan intuisi dan harus diungkap melalui simbol. 2.

Absurd berarti tidak rasional. Drama absurd berarti drama yang ditulis dengan bentuk-bentuk atau cerita yang tidak bisa dipahami secara rasional. Drama-drama yang yang kini disebut absurd.surealisme dan simbolisme digunakan bersamaa dengan irasionalitas untuk memberikan sugesti ketidakbermaknaan hidup manusia serta kepelikan komunikasi antarsesama. MAKALAH SEJARAH DRAMA . Tokoh yang muncul pada masa ini antara lain Samuel Backett dengan karya terkenalnya Waiting For Got Out yang diindonesiakan oleh WS Rendra dengan judul Menunggu Godot dan Uegene Ionesco dengan karyanya yang sudah diindonesiakan juga dengan judul Mata Pelajaran. pada mulanya dinamai eksistensialisme. Drama absurdisme merupakan puncak perkembangan drama dunia.

Disusun oleh: Abdul Hafid Ismail Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 4 MAKALAH SEJARAH DRAMA .

drama dikaitkan dengan upacara penyembahan kepada dewa. (a) Drama Yunani Asal mula drama adalah kultus Dyonesos. dan disebut tragedi. Pada masa kejayaan kebudayaan Yunani dan Romawi banyak sekali karya drama yang bersifat abadi. terkenal sampai kini.Disusun oleh: Yuni Dwi Meliyani Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 4 SEJARAH DRAMA Sejarah Drama Dunia 1Drama Klasik Yang disebut drama klasik adalah pada zaman Yunani dan Romawi. yaitu . Kemudian tragedi mendapat makna lain. Pada waktu itu.

“The Waps”.1 Teater Abad Pertengahan Pengaruh gereja Katolik atas drama sangat besar pada zaman pertengahan ini. Aristoteles. dan Sophocles. tetapi demi kepentingan kenyataan. “The Clouds”.Sedang Aristophanes. Mula-mula bersifat religius. Kemudian ada pagelaran "Pasio" seperti yang sering dilaksanakan di gereja menjelang upacara Paskah sampai saat ini. improvisatoris atau tanpa naskah. Aristoteles juga tokoh Yunani yang terkenal. pada zaman Yunani Kuno merupakan karikatur cerita duka dengan tujuan menyindir penderitaan hidup manusia. baru kemudian pemain berimprovisasi (bandingkan teater tradisional di Indonesia). Torquato Tasso dengan karyanya drama-drama liturgis dan pastoral. Karya Plato yang terkenal adalah “The Republic”. dan "Antigone". yaitu Plato. Ciri-ciri drama pada zaman ini. dan temanya relevan sampai saat ini. adalah sebagai berikut: 1. pentas kereta. Tiga karyanya yang merupakan tragedi. "Oedipus". 2. Imitasi menurut Plato bukan demi kepentingan imitasi itu sendiri. atau Publius Terence Afer. Dalam pementasan ada nyanyian yang dilagukan oleh para rahib dan diselingi dengan koor. 3. Sophocles adalah tokoh drama terbesar zaman Yunani. dengan karya-karyanya ”The Divina Comedy”. pementasan simultan bersifat berbeda dengan pementasan simultan drama mod0ern. Ciri khas abad Pertengahan. gayanya dapat dibandingkan dengan gaya jazz. Ada tiga tokoh Yunani terkenal. (b) Drama Zaman Romawi Terdapat tiga tokoh drama Romawi Kuno. Teater Romawi mengambil alih gaya teater Yunani. Karya seni dipandangnya sebagai mimetik. Dramanya adalah "Oedipus Sang Raja". tetapi harus juga dipandang sebagai karya yang mengandung kebajikan dalam dirinya.perjuangan manusia melawan nasib. yaitu Plutus. cerita berdasarkan dongeng dan fantasi dan tidak berusaha mendekati kenyataan. Tokoh-tokohnya antara lain Dante. Tragedi tentang nasib manusia yang mengenaskan. melodi ditentukan dulu. Menurut Plato. 1. keindahan bersifat relatif. 2. . (a) Zaman Italia Istilah yang populer dalam jaman Italia adalah Comedia del 'Arte yang bersumber dari komedi Yunani. lama-lama bersifat mencari uang (show biz). dekor bersifat sederhana dan simbolis. dan Lucius Seneca. adalah tokoh komedi dengan karya-karyanya “The Frogs”. merupakan karyanya bersifat abadi. Komedi sebagai lawan kata dari tragedi. yaitu imitasi dari kehidupan jasmaniah manusia. dan Niccolo Machiavelli dengan karyanya “Mandrake”. adalah sebagai berikut: 1. Terence. Bentuk pentas lebih megah dari zaman Yunani. Dengan demikian karya-karya itu mempunyai watak tertentu. Ia memandang karya seni bukan hanya imitasi kehidupan fisik. Dari karyanya bentuk tragedi Yunani mendapatkan warna khas. 3.

tokoh drama abadi adalah tokoh yang hidup pada jaman Elizabeth. Le Mariage de Fogaro/The Marriage of Fogaro). Jean Baptista Poquelin (Le Docteur Amoureux/The Love Sick Doctor. Trilogi Aristoteles mendapat perhatian.). Gadis lakon (primadona yang menjadi biang lakon). “Macbeth”. Jean Raccine (Phedra). Shakespeare. 3. gejala akting. 7. Komedi Italia meluas ke Inggris dan Nederland. Love and Intrique. Gaya komedi Italia ini di Indonesia kita kenal dengan nama "seniman sinting" atau "seniman miring" dengan tokoh antara lain Marjuki (Drs. Teater-teater didirikan sendiri atas prakarsa sang ratu. laku bersifat simultan. Moliere. 5. dan Rendra. Dottere (tabib yang tolol). dialognya panjang-panjang. Pantalone (ayah sang gadis lakon). sudah dipolakan yaitu: 1. 6. (d) Jerman (jaman Romantik) Tokoh-tokohnya antara lain Gotthol Ephraim Lessing (Emilia Galotti. adalah: 1. Miss Sara Sampson. “Hamlet”. pantomime. “Mid Summer Night Dream”. 4. Denis Diderot (Le Per De Famille dan Le Fils Naturel). Columbina (punakawan putri). Muh. dan sebagainya. 4. 5. campuran antara drama dan humor. maka pada zaman Italia ini materi cerita disesuaikan dengan adegan yang terbatas itu. tidak mengikuti hukum yang sudah ada. dan Nathan der Weise). Harlekyn (punakawan/badut/clown). berganda dan rangkap. LesPreciueuses Rudicules/The Affected Young Lady. drama berkembang dengan pesatnya. Voltaire (dengan filsafat dan karyanya yang aneh).4. Tokoh-tokoh pelaku dalam komedi Italia mirip tokoh-tokoh cerita pewayangan. Capitano (kapten perebut gadis lakon). Dibandingkan dengan drama Yunani. naskah puitis. dan lain-lain). “Anthony and Cleopatra”. 2. pemain utama). dan beberapa adaptasi dari Shakespeare). 2. dengan karya-karyanya “The Taming of the Schrew”. Ciri-ciri naskah drama jaman Elizabeth. 3. Yamin. adegan dan urutan tidak diperhatikan. Tokoh besarnya adalah William Shakespeare (1564-1616). Wallenstein. (c) Perancis (Moliere dan Neoklasikisme) Tokoh-tokoh drama di Perancis antara lain Pierre Corneille (Melite. Hampir semuanya telah diterjemahkan oleh Trisno Sumardjo. penyusunan naskahnya lebih bebas. gila-gilaan. “King Lear”. Arlecchino (The Hero. Beaumarchais (La Barbier De Seville/Barber of Seville. . (b) Jaman Elizabeth Pada awal pemerintahan Raru Elizabeth I di Inggris (1558-1603). Le Cid). Wolfgang von Goethe(Faust). Christhop Friedrich von Schiller (The Robbers.

“The Devil's Disciple”. dan “Caesar and Cleopatra”. Di Ingris Bernard Shaw memenduduki peringkat kedua setelah Shakespeare. dan “Roshmersholm”. “Saint Joan”. “The Pretenders”. dan “The Spook Sonata”. Bernard Shaw (Inggris). Problem yang di angkat dapat menjadi lelucon drama yang besar dan diambil dari problem yang timbul dalam masyarakat biasa. “The Wild Duck”. Gagasan yang dikemukakan dapat membangkitakan gairah dan memikat perhatian. tokoh dari Irlandia. (a) Norwegia (Ibsen) Tokoh paling terkemuka dalam penulisan drama di Norwegia adalah Henrick Ibsen (18281906). Barrie (1860-1937). Tokoh drama modern di Inggris yang lain adalah James M. “Hedda Gableer”. “What Every Woman Knows”. “Miss Julia” dan “The Father” adalah drama naturalis. “An Enemy of the people”. dan “Peter Pan”. Ia dipandang ssebagai penulis lakon terbesar dan penulis terbesar pada abad modern. Jerman. Dialognya dengan gaya prosa yang realistis dengan menekankan mutu percakapan dan bersifat realistis. Noel Coward dengan karya “Blithe Spirit”. (c) Inggris (Bernard Shaw dan Drama Modern) Tokoh drama modern Inggris yang terpenting (setelah Shakespeare) adalah George Bernard Shaw (1856-1950) . saduran dari terjemahan Armyn Pane "Ratna". Ibsen tidak memberikan karakter hitam putih. “Brand and Peer Gynt” (drama puitis). Semua ini sekedar informasi untuk memperluas cakrawala pengetahuan kita di Indonesia tentang perkembangan drama di luar Indonesia. “A doll's House”. Spanyol. Karya-karya Ibsen adalah “Love's Comedy”. “The Dance of Death”. Karyanya yang paling terkenal dan banyak dipentaskan di Indonesia adalah "Nora". watak yang digambarkan kompleks dengan penggambaran berbagai segi kehidupan manusia. Somerest Mugham dengan karya “The Circle”. dengan karya “Admirable Crichton”. “The Lady's Not for Burning”. Karya-karyanya antara lain adalah “Man and Superman”. Perancis. Rusia. dan terakhir Amerika Serikat yang menunjukkan perkembangan pesat. tetapi tokoh penuh tantangan. “Dear Brutus”. Strindberg (Swedia). Karya-karya drama yang bersifat historis dari Strindberg di antaranya adalah “Saga of the Folkung” dan “The Pretenders”. Drama penting yang bersifat ekspresionistis adalah “A Dream Play”. Akan dikemukakan tokoh drama seperti Ibsen (Norwegia). “Major Barbara”.2 Sejarah Drama Modern Dalam bagian ini akan dijelaskan perkembangan drama modern di beberapa negara yang melanjutkan kejayaan tradisi pementasan dan penulisan drama yang telah dimulai pada jaman Yunani Kuno. (b) Swedia (August Strindberg) Tokoh drama paling terkenal di Swedia adalah Strindberg (1849-1912). Italia. (d) Irlandia (Yeats sampai O'Casey) . Christoper Fry dengan karya-karyanya “A Phoenic Too Frequent”.

kisah tentang Hektor dan Helena. Tokoh lainnya adalah John Millington Synge (1871-1909) dengan karya-karya “Riders to the Sea” dan “The Playboy of the Western World”. penuh prestasi. Pengarang lainnya Fernc Molnar (1878-1952) dengan karya “The Play's the Thing”. dan “Hannele”. dengan karyanya “Amphitryen 38” dan “La Folle de Challiot” (The Madwoman of Challiot). Jean Cocteau (1891-…) dengan karyanya La Machine Internale. Karyakaryanya antara lain “Huis Clos” (Ni Exit) dan “Les Mouches” (The Flies). Di Indonesia pernah dipentaskan oleh Darmanto Jt. yaitu “La Guerre de Troie N'aura pas Lieu” yang diproduksi oleh Teater Broadway dengan judul "Tiger at the Gates". “Juno and the Paycock”. masterfull. forceful. . “Mother Courage”. “The Guardsman”. Jean Giraudoux (1882-1944). (f) Jerman dan Eropa Tengah (Hauptman sampai Brecht) Banyak sekali sumbangan Jerman terhadap drama modern. achievment. “The Sunken Bell”. Karya Hauptman antara lain adalah “The Weavers”. Tokoh seperti Hebbel dan temannya telah mempelopori aliran realisme. Pengarang lainnya adalah Jean Anaoulih (1910-…) dengan karyanya “Le Bal des Voleurs” (Thieve's Carnivaly) dan “Antigone” (terjemahan dari drama Sophocles). daya kekuatan yang tinggi. full of humor. Jean Paul Sartre merupakan spotlight. “La Parisienne” (The Woman of Paris). Ia lahir pada tahun 1905 dan merupakan tokoh aliran eksistensialisme. Nama teaternya adalah Berliner Ensemble (ciri tersebut berarti memikat. Di antara pengarang selama Perang Dunia II. dan “Les Avaries” (Damaged Gods). dan “Liliom”. (e) Perancis (dari Zola sampai Sartre) Dua tokoh terkemuka di Perancis adalah Emile Zola (1840-1902) dan Jean Paul Sartre (1905). dan “The Stars Turns Red”. dan penuh cerita humor). “The Silver Tassie”. “The Plough and the Stars”.Tokoh penting drama Irlandia Modern adalah William Butler Yeats yang merupakan pemimpin kelompok sandiwara terkemuka di Irlandia dan Sean O'Casey (1884) dengan karyanya “The Shadow of a Gunman”. menulis naskah “Corbeaux” (The Vultures). Jean Giraudoux juga mengarang karya yang sangat terkenal. penuh energi. Eugene Brieux (1858-1932). “Anatol” dan “Reigen”. Maurice Materlinck (1862-1949). energetic. Karya Schnitzler antara lain “Liebelei”. Karya-karya Brecht antara lain “Threepenny Opera”. Karel Capek (1890-1938) dengan karya “The Insect Comedy” yang ditulis bersama kakaknya Yosef. “Within the Gates”. Penulis naturalis terkenal adalah Gerhart Hauptman (18621946) dan Arthur Schnitzler (1862-1931). dengan karyanya “Pelleas et Melisande” yang bercorak romantik. indah sekali. Bertolt Brecht (1898-1956) dengan teaternya yang memiliki ciri-ciri an enthrailling. dengan judul "Perang Troya Tidak Akan Meletus". Edmond Rostan (1868-1918) dengan karya “Les Romanasques” (The Romancers) dan “Cyrano de Bergerac”. Synge Merupakan pelopor teater Irlandia yang mengangkat dunia teater menjadi penting di sana. Karya-karya Emile Zola adalah “Therese Raquin” yang mirip “A Doll's House”. dan “The Good Woman Setzuan”.

“King Hunger”. (h) Spanyol (dari Benavente sampai Lorca) Bagi Spanyol. karya-karya drama banyak berupa opera disamping comedia dell'arte. Karya Lorca antara lain adalah “Shoemaker's Prodigius Wife” dan “The House of Bernarda Alba”. dan “He Who Gets Slapped”. Yang terkenal di Amerika. “Six Characters in Search of an Author”. Pengarang pertama yang dipandang serius adalah Alexander Pushkin (1799-1837) dengan karyanya “Boris Godunov”. Tokohnya antara lain Jacinto Benavente (1866-1954) yang pernah mendapat hadiah Nobel tahun 1922. Pengarang lain adalah Maxim Gorki (1868-1936) dengan karyanya “The Lower Depth”.S. (g) Italia (dari Goldoni sampai Pirandillo) Setelah zaman Renaissance. Harriet Beecher Stowe (1811-1896) menulis “The Octoroon”. Bronsin Howard (1842-1908) menulis “Shenandoah”. David Belasco (1854-1931) menulis “The Girl of Goldent West”. “Naked”. Nikolai Gogol (1809-1852). Tokoh drama Italia antara lain Goldoni (1707-1793) dengan karyanya “Mistress of the Inn”. (i) Rusia (dari Pushkin sampai Andreyev) Tzarina Katerin Agung dipandang sebagai pengembang drama di Rusia. Leonid Andreyev (1971-1919) dengan karyany “The Live of Man”. Alexander Ostrovski (1823-1886) menulis “Enough Stupidity in Every Wise Man”. . dan “Tonight We Improvise”. menulis antara lain “The Inspector General”. “The Sea Gull”. Dia dipandang sebagai orang yang dikagumi oleh penyair dan dramawan W. Rendra. Henre (1839-1901). hasrat. abad XX sebagai abad kebangkitan dramatic spirit. kerinduan.Berline Ensemble sangat berpengaruh di masa sesudah Brecht. dan karakter yang hidup. dengan karyanya yang diterjemahkan menjadi "Pinangan" dan "Kebun Cherry" (The Cherry Orchid). Pohon Cherry merupakan karya besar Chekov. Gabrielle D'Annunzio (1863-1938) dan Luigi Pirandello (1867-1936) dengan karyanya “Right You Are”. adalah karyanya yang berjudul “Los Intereses Creados” (The Bonds of Interest) dan “La Marquerida” (The Passion Flower). dengan karya “The Prince of Parthia” (1767). Karya lainnya adalah “Uncle Vanya”. Leo Tolkstoy (1828-1910) menulis “The Power of Darkness” Selanjutnya Anton Pavlovich Chekov(1860-1904) sangat terkenal di Indonesia. “If You Think You Are”. “Henry IV”. Sejaman dengan Benavente adalah Gregorio Martinez Sierra (1881-1947) dengan karyanya “The Cradle Song”. dan “The Three Sisters”. Pengarang paling penting pada jaman modern di Spanyol adalah penyair dan penulis drama Frederico garcia Lorca (1889-1936). (j) Amerika (Godfrey sampai Miller) Pengarang drama yang paling awal di Amerika adalah Thomas Godfrey. James A. Sebuah tragedi historis. Ada kualitas dan ciri yang sama dari karya Chekov. “As You Desire Me”. yaitu tragedi senyap.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful