LAPORAN PRAKTEK CHASIS BODY OBSERVASI PENGERJAAN BODY REPAIR AVANZA DI BENGKEL “ LESTARI”

Disusun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Chasis & Body Semester V, yang diampu oleh Basori, S.Pd

Disusun oleh: Sri Wahyu mardowo ( K2508080 ) Agus Lukman Hakim ( K2508092 ) Yaenal Zamrinata ( K2508084 )

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK & KEJURUAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITA SEBELAS MARET

2010

~

2

~

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI.........................................................................................................................2 BAB I PENDAHULUAN................................................................................................................3 Latar belakang ...........................................................................................................3 Tujuan pelaksanaan....................................................................................................3 Manfaat pelaksanaan observasi..................................................................................3 Dasar pemilihan obervasi...........................................................................................4 Tempat dan waktu pelaksanaan.................................................................................4 Sasaran kegiaan observasi..........................................................................................4 Metode pengumpulan data.........................................................................................4 Pembatasan masalah..................................................................................................5 BAB II LANDASAN TEORI...........................................................................................................6 BAB III ISI ( Pelaksanaan praktek).................................................................................................22 BAB III PENUTUP.............................................................................................................................28 A. Kesimpulan............................................................................................................28 B.Saran........................................................................................................................28 DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................................29

~

3

~

Kali ini kami melakukan observasi khususnya mengenai auto body repair. Latar belakang observasi Banyak sekali kendaraan yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan besar seperti: Honda. melupas cat body. Mahasiswa dapat mengetahui alat-alat yang digunakan di bengkel secara nyata b. dan memperoleh wawasan sehingga bisa menggali perkembangan informasi teknologi terbaru serta meningkatkan pemahaman mengenai auto body repair secara lebih nyata dengan melihat langsung di bengkel. rangka rusak. casis. dan lain-lain. 2. Mahasiswa dapat mengetahui tipe-tipe kerusakan yang ada di mobil d. Sehingga kerusakan harus diperbaiki di bengkel-bengkel auto body repair. yang kerusakannya seperti : body penyok.BAB I PENDAHULUAN A. untuk melakukan observasi. Tujuan Pelaksanaan 1. Tujuan umum Untuk memperoleh pengalaman. Tentunya mobil yang digunakan cukup lama akan mengalami kerusakan baik body. panel atas rusak. Mahasiswa dapat mengetahui cara kerja perbaikan auto body repair c. Mahasiswa dapat mengetahui proses pemilihan warna cat ~ 4 ~ . Toyota. dan sebagainya. Suzuki. Daihatsu. Mahasiswa dapat mengetahui bahan-bahan yang di gunakan e. Dalam perkuliahan casis dan body kami sebagai mahasiswa hanya mendapatkan materi saja oleh karena itu agar pengetahuan dan pemahaman mengenai auto body repair mahasiswa bertambah maka perlu dilakukan observasi karena dengan ini mahasiswa dapat langsung melihat secara mendetail mengenai auto body repair yang dilakukan di bengkel lestari. kelistrikan. B. engine. Selain itu juga untuk memenuhi tugas yang diajukan oleh bapak dosen mata kuliah casis dan body. Dari pabrikan tersebut tentunya ada produksi lama dan ada yang baru. bumper penyok. cat mobil dan lain-lain. Tujuan khusus a.

Tempat bengkel yang mau diobservasikan deket dari kampus. ~ 5 ~ . e. Mahasiswa agar tahu betul tentang pelaksanaan body repair dibengkel. DASAR PEMILIHAN OBSERVASI Pengerjaan observasi ini Sesuai dengan jurusan pendidikan teknik mesin. Mahasiswa dapat pengetahuan diluar kepala pada saat proses pengerjaan body repair. Membantu pekerja bengkel tersebut dalam melaksanakan perbaikan auto body repair pada umumnya. Mahasiswa dapat menerapkan dan mengembangkan pengetahuan atau teori yang diperoleh di bangku kuliah terhadap permasalahan yang dihadapi atau tempat praktik industri. Memenuhi tugas mata kuliah chasis body pada semester V C. Dapat pengalaman saat membantu pekerja bengkel sedang memperbaiki mobil. d. Manfaat observasi dibengkel Dapat sebagai jembatan penghubung antara universitas dan bengkel tempat kerja dimana pada akhirnya saling menguntungkan antara pihak universitas dan pihak bengkel. MANFAAT PELAKSANAAN OBSERVASI Manfaat Praktik Observasi Bagi Mahasiswa: a. b. b. Dapat memahami apa yang dikerjakan dibengkel dan mengenai suatu alat kerja yang ada di bengkel .f. dan mengambilnya dalam bidang otomotif sehingga sudah sesuai dengan perintah yang diberikan bapak dosen yaitu bengkel chasis dan body . c. a. Adapun dengan pemilihan tempat observasi tersebut adalah : a. Mahasiswa dapat membandingkan teori dan praktek chasis dan body yang dilaksanakan di lapangan. D. Mahasiswa bisa Meningkatkan dan melatih rasa tanggung jawab dalam praktik plaksanaan body repair. c. d.

Mahasiswa dapat mengetahui –macam kerusakan. d. Mahasiswa dapat mengetahui tentang pengelasan. cat mobil yang memiliki alat lumayan lengkap dan seadanya. G. Jl. Hasanudin No. METODE PENGUMPULAN DATA Metode pengumpulan data dalam penyusunan laporan praktek industri ini ada beberapa cara yaitu: a. Bengkel lestari adalah bengkel las. d. b. ketok. Mahasiswa dapat mengetahui manajemen bengkel lestari dan sistem pengerjaannya. b. Metode wawancara atau interview ~ 6 ~ . ketok. dalam proses pengerjaan kerusakan chasis dan body. Tempat bengkel lumayan luas dan banyak konsument yang datang kebengkel lestari.b. E. dan cat mobil. alat dan proses pengerjaannya pada body mobil. Dengan dasar-dasar yang ada di atas tersebut maka kami memilih tempat mandiri montor sebagai tempat melaksanakan observasi industri. Bengkel tesebut memberikan kesempatan kepada kita dalam melakukan observasi untuk melihat alat dan bahan. a. Solo Waktu : 20-27 november 2010 F. c. dan pengecatan mobil. dan memfoto saat pengerjaan awal sampai akhir. SASARAN KEGIATAN OBSERVASI Mahasiswa dapat memperdalam ilmu yang didapatkan selama melaksanakan observasi dibengkel. 07 Brengosan. pengerjaan dan segala hal yang dikerjakan di bengkel tersebut. Purwosari. c. ketok. TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN Tempat : bengkel “LESTARI”las. Metode observasi Metode pengumpulan data pada obyek dengan cara melihat. menerangkan cara pengerjaannya.

~ 7 ~ .Metode pengumpulan data dengan cara bertanya kepada nara sumber secara langsung kepada orang yang mengerjakan perbaikan auto body repair. H. PEMBATASAN MASALAH Pembatasan masalah dilakukan agar masalahnya tidak meluas maka dari itu kami membatasi masalah tentang perbaikan body repair bagian panel-panel saja adapun untuk chasis yang samai turun mesin tidak kami ambil sebab memerlukan waktu yang lama dalam observasi sedangkan turun mesin itu bukan dari body repair. c. Metode kepustakaan atau literature Yaitu metode pengumpulan data dengan cara mencari informasi lewat buku-buku yang terkait.

cat akhir candy harus menggunakan cat dasar silver. karena pada umumnya kagagalan pengecatan dipengaruhi oleh persiapan permukaan yang buruk.BAB II LANDASAN TEORI Proses pengecatan ada bab ini akan diuraikan mengenai proses pengecatan yang dimulai dari persiapan permukaan sampai dengan finishing. Ada beberapa perbedaan proses pengecatan bila ditinjau dari bahan cat yang akan digunakan. Persiapan Permukaan Mempersiapkan permukaan yang akan dicat dengan baik akan menghasilkan kualitas pengecatan yang maksimal. Indikator dari permukaan yang baik dinilai dari kehalusan ~ 8 ~ . cat akhir metalik harus menggunakan cat dasar silver. cat ‘bunglon’ (warna bisa berubah-ubah tergantung cahaya yang diterima bodi kendaraan) harus menggunakan cat dasar hitam dan lain sebagainya. 1. Misalnya pengecatan untuk cat akhir (top coat) solid menggunakan cat dasar yang lebih gelap dari warna yang sama. Pada bahasan ini hanya akan dibahas proses pengecatan pada umumnya.

Terdapat beberapa tipe dempul.permukaan. kebersihan permukaan dari karat. lubang kecil (paint hole) atau penyok kecil setelah surfacer. (3) lacquer putty digunakan untuk mengisi goresan. Persiapan permukaan dapat dilakukan dengan kimiawi misalnya dengan pengasaman (pickling) yaitu dengan pengolesan bodi kendaraan dengan zat asam. Setelah pengasaman komponen dicuci dan dikeringkan dengan cermat guna menghilangkan semua bahan kimia aktif dari celah-celah dan lubang-lubang. digunakan untuk memperbaiki resin part. menghilangkan produk korosi. Biarkan kering di udara selama 30 menit atau dikeringkan dengan lampu infra merah pada suhu ± 50 ° C selama 10 menit. pembentukan. tergantung kedalaman penyok yang harus diisi dan material yang akan digunakan. Aplikasi Dempul Dempul digunakan untuk mengisi bagian yang tidak rata atau penyok dalam. pada umumnya mengandung extender pigment dan dapat membentuk lapisan (coat) yang tebal dan mudah mengamplasnya. b) Amplas permukaan putty dengan amplas kering no. Secara rinci ikuti langkah-langkah berikut : a) Oleskan dempul yang telah dicampur hardener untuk mengisi bagianbagian yang tidak rata. Untuk menghilangkan kotoran berupa karat dapat dilakukan dengan cara: a. serta untuk menjamin agar cat dapat merekat erat pada logam. tetapi pengasaman ini sebatas untuk menghentikan serangan korosi pada logam. tetapi menghasilkan tekstur kasar. 280 atau amplas basah no. air dan kotoran lain. c. tetapi dalam hal kemampuan pengeringan. Dempul terdapat tiga jenis yaitu : (1) polyester putty (dempul plastik). 80 dilanjutkan dengan no. 80. lemak dan kotoran lainnya. b. Amplas permukaan metal dengan amplas kering no. (2) epoxy putty. Kemudian mengulaskan tipis-tipis secara merata (maksimal 5 mm). 240 dilanjutkan ~ 9 ~ . Bersihkan permukaan dari debu amplas dengan multi thinner dan dikeringkan 2. pengamplasan lebih buruk dari polyster. dan kemudian dikeringkan pada udara biasa atau dioven dengan suhu 500 C selama 10 menit. gemuk minyak. dan kotoran yang dapat larut dalam air. Setelah dempul kering kemudian diamplas untuk mendapatkan permukaan yang rata dan halus. Membersihkan permukaan metal yang akan diperbaiki dengan multi thinner dan dikeringkan. Cara lain adalah dengan dibersihkan dengan amplas dan dikombinasikan dengan semprotan air untuk membasuh semua debu. membentuk suatu bentuk dan membuat permukaan halus. 180 dan no. Pengolesan dempul dilakukan setelah permukaan dibersihkan dari debu. Selanjutnya mencampur dempul dengan 2 % hardener (untuk dempul tipe dua komponen).

Metode masking terbalik (reverse masking) biasanya digunakan untuk mencegah timbulnya semprotan berganda (spray step). Reserve masking adalah suatu metode dimana masking paper diaplikasikan dengan membalik luar-dalam. Tempelkan lembaran amplas #120 pada blok tangan. Tempelkan selembar amplas #80 pada sander. Posedur Masking Prosedur masking dapat diklasifikasikan menurut area lapisan (coat) dan tipe dari metode pengecatan yang dijelaskan sebagai berikut : a. maka proses masking untuk pekerjaan permukaan dapat disederhanakan. gosoklah permukaan dengan hati-hati. Langkah-langkah pengamplasan dapat dirinci sebagai berikut: a. Pada tahap ini kita dapat mengamplas sedikit keluar area pendempulan untuk meratakan permukaan lengkungan dan area sekitarnya. sambil menguji permukaan dengan sentuhan. tetapi dengan hatihati sambil memeriksa kerataan permukaan sebelum pengamplasan dilanjutkan. b.  Jangan mengamplas keseluruhan area sekaligus.dengan no. c) Bersihkan permukaan dari debu amplas dengan multi thinner dan dikeringkan. 3. bagian-bagian yang menonjol dapat diamplas secara manual dengan blok tangan atau secara mekanis dengan sander. Apabila dempul diamplas sebelum dingin sempurna. Masking untuk Aplikasi Surfacer Karena aplikasi surfacer menggunakan tekanan udara yang lebih rendah dari pada yang untuk top coat (untuk memperkecil over spray). c. Pengamplasan Setelah dempul dioleskan dan dikeringkan. Tempelkan lembaran amplas #200 pada blok tangan. 400. misalnya spot repainting. Metode ini digunakan untuk memperkecil timbulnya tangga (step) dan membuat border tidak kentara (tidak kelihatan). Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengamplasan:  Pekerjaan mengamplas dapat dimulai setelah reaksi pengeringan dempul berakhir. border dapat dibuat (ditetapkan) disuatu bodi panel tertentu ~ 10 ~ . maka kemungkinan akan terjadi pengerutan. sehingga suatu lapisan (coat) tipis dari kabut cat akan melekat disepanjang bordir. serta semua arah diagonal. 4. dan gosoklah seluruh area dengan menggerakkan sander dari depan ke belakang. usahakan pekerjaan pengamplasan hanya di bagian yang ditutup dempul. dan dari samping ke samping. 320 dan no.  Untuk mencegah goresan yang dalam di sekitar cat. Dalam bekerja disuatu area kecil.

4 Masking Blok Repainting c. 3 Masking pintu Untuk masking block repainting.1 Spot Repainting . panel seperti misalnya fender atau door (pintu) harus dimasking sendiri-sendiri. Gambar. Masking untuk Block Repainting Gambar. atau gap diantara panel) harus ditutup untuk mencegah kabut cat masuk kedalam area tersebut. Untuk lubang-lubang yang ada pada panel tersebut (misalnya lubang untuk trim pieces. sehingga dapat mencegah melekatnya kabut cat pada bagian dalam bodi kendaraan. maka perlu digunakan shading pada panel tersebut. maka lubang tersebut dapat ditutup dari dalam.Gambar . Masking untuk Shading atau Spot Repainting Dalam pengecatan ulang suatu panel tanpa border. Gambar. 2 Spot Repainting Reverse masking b. ~ 11 ~ . maka area harus dimasking dengan menggunakan teknik reverse masking (masking terbalik). Untuk memastikan bahwa semprotan cat tidak menimbulkan tangga semprotan. Apabila terlalu sulit untuk menutup lubang.

7 Border pada gap diantara panel-panel b. Batas masking tersebut dapat didasarkan dari besarnya area perbaikan dan kondisi cat yang lama. Berikut ini klasifikasi border : a. 5 Masking quarter panel 1) Masking ujung Untuk pengecatan ulang ujung suatu fender. Border pada body sealer (Sambungan Panel) ~ 12 ~ . Gambar. Dalam melakukan masking perlu sekali diperhatikan batasan-batasan yang akan dimasking. Border Pada Gap diantara panel-panel Untuk blok repaint suatu panel luar yang terpasang dengan baut. Border yang baik tidak akan terlihat sama sekali oleh penglihatan kita. Hal ini untuk menghindari terjadinya border yang nampak jelas. Sebaliknya border yang salah akan nampak jelas batas antara cat yang baru dan cat yang lama. maka masking hanya dilakukan dibagian ujung fender saja. maka perbatasan panel harus di masking dengan menggunakan border pada gap diatara panel-panel tersebut. maka area harus di cat dengan spot repainting hanya melibatkan paint area yang lebih kecil daripada blok repainting. Gambar. 6 Masking Ujung Kendaraan Memilih Border dan Metode Masking Area yang memisahkan bidang yang dicat dengan bidang yang tidak dilakukan pengecatan disebut border (batas).Gambar.

dengan reverse masking. biasanya menggunakan body sealer. Hal ini biasanya diperoleh dengan reverse masking. misalnya dalam spot repainting. untuk membuat step pada border menjadi kurang kentara. ~ 13 ~ . Border pada Bagian Yang Rata Apabila mengerjakan area yang kecil. Border pada body sealer Gambar. Masking tape dapat dilipat ke dalam lebarnya body sealer. Lakukan reverse masking dengan cermat disepanjang garis karakter. Inilah salah satunya. 8. 10 Border pada garis karakter d. 9 Masking tape pada lebar body sealer c. border dapat dibuat didalam panel itu sendiri. Gambar.Quarter panel atau tipe panel las lainnya. Border pada Puncak dari suatu Garis Karakter Metode ini digunakan hanya untuk repainting suatu bagian dari panel tanpa memperlebar area yang tidak perlu dicat. yang membuat step pada order menjadi tidak kentara. yaitu area yang menghubungkan lower back panel dan rocker panel. sehingga bagian body sealer ini dapat digunakan sebagai border. Gambar. ada kemungkinan tidak memiliki gap yang memisahkanya dari perbatasan panel.

Oleh karena itu tidak menutup kemungkinan ada banyak metode masking menurut area dan tipe pengecatan tersebut. sebagai border bagi rangka pintu (door sash).Gambar. 13 Border Masking pada rangka pintu belakang Ada dua cara masking untuk repainting pintu belakang :  Masking dari luar pintu  Mulailah masking dari tepi lubang ~ 14 ~ . 11 Border pada bagian yang rata Contoh Masking Proses kerja dan metode masking tergantung pada area yang akan dicat ulang dan tipe pengecatannya.12 Bagian Kendaraan yg perlu masking khusus/dilepas Buka pintu belakang dan pasangkan masking tape. Molding luar pintu belakang dan handel luar pintu belakang. Gambar. Gambar .  Masking untuk repainting pintu belakang Bagian yang harus dilepas antara lain : Molding belt pintu belakang.

Gambar. ~ 15 ~ . hindari timbulnya kerutan masking tape. sehingga tape melewati bagian lipatan dari pintu. apabila terlalu kuat menekan maka masking tape dapat terkupas.9 inc) pada bagian bawah depan pintu belakang.Gambar. sedapat mungkin. jangan menekan masking terlampau kuat. Masking dari dalam pintu. Pada saat menutup bagian tengah.15 Masking bagian lipatan dalam pintu belakang  Tempelkan masking tape pada sisi pintu atas.  Menggunakan masking tape yang lain. 15 Masking handel pintu belakang dari dalam Tempelkan masking tape sedemikian rupa. tempelkan tape pada seluruh rangka seperti yang terlihat pada gambar B. 14 Masking pada handel luar pintu belakang  Kemudian. Untuk bagian atas belakang.  Dari dalam. tutuplah pertengahan lubang. Seperti pada gambar A. tempelkan masking tape untuk menutup lubang yang digunakan untuk memasang handle pintu luar. Gambar. tambahkan masking tape untuk memperlebar bagian tape. dan biarkan panjangnya berlebihan. tempelkan kira-kira panjang ekstra tape 150 mm (5.  Susunlah bersama beberapa masking tape yang pendek yang cukup besar untuk menutup lubang pemasang handle pintu luar.

disepanjang lembah dari flange depan (gambar A) dari pintu belakang. sehingga menutup rangka pintu (door sash). bungkuskan masking paper disekelilingnya. gambar A. dan gunakan masking tape lain untuk menekan bagian perpanjangan tape yang ditempelkan seperti step terakhir diatas. Untuk sisi atas. dan tempelkan masking tape pada border yang ditetapkan. Menggunakan masking tape lain. 17 Masking bagian luar pintu belakang Bukalah pintu depan. Pastikan tidak adanya tape yang macet pada tepi pintu. tekan tape yang diangkat dari rangka pintu (door sash). Gambar. untuk bagian bawah flange. dalam step “3”. Demikian pula. Masking paper harus mempunyai lebar yang cukup untuk menutup center pillar. 18 asking area flange bagian depan pintu belakang ~ 16 ~ . Gambar. 16 Masking area belt molding Tutuplah pintu belakang. panjangkan masking paper sehingga mencapai tape yang telah ditempelkan dari bagian dalam tersebut diatas. Gambar.

tutuplah pintu. lakukanlah secara perlahan-lahan agar masking tape tidak terkupas.Menggunakan masking tape. Demikian pula.81 inc) dari ujung belakang pintu depan. Vinyl sheet harus dijauhkan kira-kira 200 mm (7. bungkuslah masking paper kearah luar. Bungkuslah bagian tepi belakang pintu depan. atap (roof) dan bagasi. tempelkan masking paper sedemikian rupa sehingga melewati tepi belakang pintu depan. gunakan jari anda untuk menempelkan masking tape disekitar tepian. 20 Pemasangan vinyl sheet Tempelkan masking paper pada sisi belakang pintu depan. dan ujung bawah pada perpanjangan kira-kira 300 mm (11. Panjangkan ujung atas masking paper secukupnya saja pada rangka pintu. pastikanlah agar vinyl sheet tidak mencapai lantai. Gambar. tutuplah setengah bagian depan kendaraan. Pastikan bahwa masking paper tidak kusut. 19 Masking bagian dalam pintu depan Menggunakan vinyl sheet. Pada saat melakukannya. Gambar. Akhirnya.87 Inc) dari pintu belakang. Masking paper harus sepanjang rocker panel sampai roof (atap). Pada saat menutup pintu depan. Tutuplah sisi kendaraan yang berlawanan dari yang akan dicat (dalam gambar adalah bagian kanan kendaraan) sampai kira-kira setengah tinggi kendaraan. Pastikanlah bahwa vinyl sheet tidak kusut. Untuk bagian rangka. ~ 17 ~ . seperti pada gambar A. Masking paper harus cukup lebar untuk menutup weatherstrip depan.

24 Masking rumah roda (wheel housing) dan roda ~ 18 ~ . Gambar. 23 Masking quarter panel kendaraan Bungkuslah bagian depan quarter wheel housing. 22 Masking kaca pintu belakang. Tempelkan masking paper pada quarter panel. Gambar.Gambar. dan ujung bawah hampir mencapai lantai. 21 Masking tepi belakang pintu depan Gambar. Bentangkan ujung atas masking paper hingga kaca belakang. Tempelkan masking paper pada masking tape yang diaplikasikan dalam step “3”.

Langkah masking sebagaimana tersebut diatas urutannya tidak selalu harus demikian. b. pundak atau lengan yang menahan spraygun. telunjuk dan kelingking. Bisa dilakukan menurut kreatifitas siswa. telunjuk dan kelingking. (2) sudut spraygun. harus dijaga sikap relaks tanpa memegang bahu. a.26 Jarak yang sesuai Jarak pengecatan atau jarak antara spraygun dan area yang dicat untuk masing-masing cat berbeda. Menggunakan Spraygun Agar dapat mengecat dengan mantap tanpa menjadi lelah. harus dijaga sikap rileks tanpa memegang bahu. Pengoperasian Spraygun a. (4) pola tumpang-tindihnya/ Overlapping. Biasanya spraygun ditahan dengan ibu jari. Gambar. (3) kecepatan langkah ayun. yaitu: (1) jarak spraygun. sedangkan trigger ditarik dengan jari tengah dan jari manis. Jarak Pengecatan Gambar. Biasanya spraygun ditahan dengan ibu jari. 5. Bila terlalu dekat akan mengakibatkan cat meleleh dan bila terjadi pada cat metalik akan menimbulkan belangbelang ~ 19 ~ . sedangkan trigger ditarik dengan jari tengah dan jari manis.Masking rocker panel tersebut diatas adalah langkah masking terakhir. Menggerakkan Spraygun Ada empat hal penting dalam menggerakkan spraygun. pundak atau lengan yang menahan spraygun. tergantung dari proses dan obyek yang akan dicat. 25 Menggerakkan Spraygun Agar dapat mengecat dengan mantap tanpa menjadi lelah. Setelah itu dapat dilakukan pengecatan kecil (spot repainting) pada pintu belakang.

Untuk jarak penyemprotan yang tidak teratur akan mengakibatkan hasil pengecatan yang belang-belang dan tidak mengkilap. Gambar. Jarak spraygun secara umum 15-20 cm. 28 Posisi penyemprotan c. 27 Jarak pengecatan b. Gambar. Untuk menghindari kelelahan dalam bekerja. 29 Kecepatan konstan ~ 20 ~ . cat akan meleleh. yang dianjurkan kira-kira 12 feet/detik. baik dengan arah horizontal maupun vertikal. bila terlalu cepat maka hasil pengecatan kurang rata. Kecepatan Pengecatan Kecepatan gerak alat semprot hendaknya stabil. Sudut Spraygun Dalam melakukan penyemprotan cat. pengecatan dilakukan dari atas ke bawah.yang diakibatkan oleh partikel metalik yang mengumpul. Gambar. mendatar atau melengkung. Jika kecepatannya kurang stabil maka akan diperoleh hasil pengecatan yang tidak rata dan kurang mengkilap.bukan dari bawah ke atas. Kecepatan gerak spraygun harus konstan. Bila jaraknya terlalu jauh mengakibatkan permukaan menjadi kasar. posisi badan harus diposisikan sejajar dengan benda kerja serta mengikuti dari bentuk benda kerja. Jika terlalu lambat. untuk jenis acrylic lacquer : 10-20 cm dan enamel: 15 – 25 cm. Arah penyemprotan membentuk sudut 900 dari bidang kerja.

dsb) perlu diperhatikan pada waktu mulai menyemprot dan berikutnya tidak boleh tepat pada garis perpotongan dan posisi spraygun harus benar-benar tegak lurus. 30 Over lapping 2) Overlapping pada bidang horizontal Dikerjakan oleh dua orang operator secara berpasangan. 31 Over lapping 3) Overlapping pada bidang permukaan sambungan Penyemprotan pada bidang perpotongan (misal fender. kemudian diikuti oleh operator B Gambar. Operator A lebih dahulu menyemprot benda kerja. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya tipis dan meleleh.d. ~ 21 ~ . Tujuannya adalah :  Menghindarkan terjadinya tipis  Menghindarkan adanya perbedaan warna  Untuk mendapatkan ketebalan lapisan cat yang merata  Mencegah tidak adanya cat pada lapisan pertama dan berikutnya. 1) Overlapping pada bidang vertikal Pada umumnya dilakukan oleh seorang operator secara berkesinambungan. pintu. Gambar. sehingga penyemprotan yang pertama dan berikutnya akan menyambung. Pola Tumpang Tindih (Overlapping) Overlapping adalah suatu teknik pengecatan pada permukaan benda kerja.

b. sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal dan melapisi permukaan sesuai dengan umur yang dikehendaki jika dilakukan pada kondisi udara yang tepat. ~ 22 ~ . Semprotkan 3 lapis top coat metalic yang sudah diencerkan dengan selang waktu antara lapisan 3-5 menit. Pemolesan dapat dilakukan selama 6 jam  Pengecatan untuk warna Metalic a.Gambar 19. Biarkan kering di udara selama 30 menit atau dengan pengeringan menggunakan sinar infra merah pada suhu ± 40 ° C selama 15menit. 33 over lapping pada sambungan 6. Semprotkan 3-5 lapis top coat solid yang sudah diencerkan denganselang waktu antara lapisan 2-5 menit.32 pengecatan sudut Gambar. Pengecatan untuk warna solid a. Pengecatan Akhir Cat akhir merupakan cat yang memberikan perlindungan permukaan sekaligus untuk menciptakan keindahan dalam penampilan corak/ performance kendaraan. b. Biarkan kering diudara selama 15 menit atau dengan pengeringan menggunakan sinar infra merah pada suhu ± 55°C selama 15 menit. Oleh karena itu pengecatan akhir haru hati-hati. c. c. Bersihkan permukaan top coat dengan kain lap penarik debu.

Biarkan kering selama 1 jam. Tipe-tipe cat bakar ini antara lain: 1) Thermosetting Animo Alkyd Tipe ini mengandung alkyd dan melamine resin dan sebagai komponen utama. termasuk kilap. Tipe ini banyak digunakan dipabrik perakitan otomotif. b. Cat Bakar (Heat Polymerization) Tipe ini adalah cat tipe satu komponen. dapat digolongkan menjadi beberapa macam yaitu: a. Semprotkan 2-3 lapis clear atau gloss yang telah dicampur hardener dengan selang waktu antara lapisan 3-5 menit. keras. Cat ini mempunyai kemampuan coating yang sangat baik. Cat Two Component (Tipe Urathane) Cat ini disebut urethane karena alkohol (OH) yang terkandung dalam komponen utama dan isocyanate yang terkandung dalam hardener reaksi reaksi membentuk struktur hubungan menyilang (cross linking) yang disebut tingkatan uretane.d. Pemolesan dapat dilakukan selama 6 jam. Pengecatan Oven. 2) Thermosetting Acrylic Tipe ini mengandung acrylic dan melamine resin sebagai sebagai komponen utama cat tipe ini terutama digunakan warna metallic yang memerlukan tembus pandang tingkat tinggi. membangun dan ketahanan solvent. yaitu: a. tetapi ~ 23 ~ . tetapi jarang digunakan dalam pekerjaan repainting. mengeras apabila dipanaskan pada temperatur tinggi kira-kira 140°C (248°F). b. serta tekstur yang halus.  Proses pengecatan dapat digolongkan menjadi dua jenis. Merupakan suatu proses pengecatan di dalam ruangan khusus (tertutup) dengan pengeringan suhu kurang lebih 80°C. e. Cat ini memberikan kemauan coating yang sangat baik. Pengecatan Non oven (suhu udara luar) Merupakan suatu proses pengecatan di dalam ruangan biasa (tidak tertutup) dengan pengeringan dalam suhu udara luar ± 25°– 30° C. cuaca. Berdasarkan jenis cat proses pengecatan. solvent. digunakan untuk warna solid. Cat ini memberikan kemampuan coating yang superior sebagaimana cat thermosetting animo alkyd. termasuk ketahan kilap. karena memerlukan baking equipment temperatur tinggi dan melepas atau melindungi komponen plastik dan lain-lain.

7. apabila ada cat yang mengering pada lubang dibersihkan dengan kawat rambut yang sesuai dengan lubangnya.zat ini mengeringnya lambat dan dan memerlukan drying equipment untuk mengeringkan dengan benar. Hal yang perlu diperhatikan di sini adalah warna cat serta penampilannya jangan sampai berbeda dengan cat original di sebelahnya. baik karena sudah kusam/tidak mengkilap lagi maupun rusak akibat benturan. setiap kali setelah selesai dipergunakan harus selalu dibersihkan dengan cara dikuras menggunakan thinner pencuci. Pengecatan ulang sendiri adalah mengaplikasikan cat untuk melindungi atau memperbaiki cat yang sudah digunakan sebelumnya (cat original) dan untuk melindungi serta memperbaiki penampilan kendaraan. Cat Solvent Evaporation (Lacquer) Cat tipe one komponent ini biasa dikenal sebagai lacquer. Pengecatan ulang kecil dilakukan untuk memperbaiki kerusakan yang agak kecil di daerah fender atau pintu. Membersihkan Spraygun Supaya lubang-lubang kecil didalam spraygun tidak tersumbat oleh cat yang mengering. Meskipun mengering dengan cepat sehingga mudah penangannya karena tidak sekuat cat-cat two component yang kini banyak digunakan. 34 Spot Repainting 8. Pengecatan ulang dilakukan karena cat warna (top coat) pada kendaraan sudah mengalami kerusakan. c. Gambar. ~ 24 ~ . Spot Repainting Spot repainting termasuk dalam pengecatan ulang kendaraan (repainting).

pendempulan. pengecatan dasar. menyesuaikan jam kuliah di kampus. Pekerjaan yang di lalui meliputi persiapan permukaan. 35 Membersihkan spraygun BAB III ISI OBSERVASI PENGERJAAN PENGECATAN MOBIL AVANZA PELAKSANAAN PRAKTEK Pelaksaan praktek dilakukan pada tanggal 20-27 November 2010.Gambar. PERSIAPAN PERMUKAAN ~ 25 ~ . Observasi di laksanakan dengan melakukan pengamatan pada proses kerja pengecatan pada mobil avansa dengan kerusakan. cat mengalami penggelembungan yang di akibatkan oleh cuaca. Cuaca yang panas dan dingin yang bergantian secara tiba-tiba sangat merusak cat. pengecatan utama. dan finising.

Gambar 3.1 Alat Pemanas • • Pemanasan Cat. Pemanasan Cat di gunakan untuk mampermudah pengelupasan cat dari bodi.3 Permukaan setelah di bersihkan dengan soda api • Tahap pengamlasan hingga di dapat permukaan metal body. Tujuannya supaya permukaan bersi dan cat dapat menempel dengan kuat. Denga di olskan pada Cat akan mengelupas dengan bersih. Membersihan Cat dengan soda Api.2 Cairan Soda Api Gambar 3. Gambar 3. ~ 26 ~ .

5 Pelapisa n dempul Gambar 3. tujuan untuk merstakan bagian yang rinsek(cacat).4 Prmukaan setelah bodi di amplas PENDEMPULAN • Pendempulan dilakukan setelah di lakukan pengmplasa. pancampuran dempul dan katalis(kanan) Proses pencampuran dilakukan dengan takara sesuai yang di butuhkan tergantung dari lama tidaknya waktu yang di berikan sebagai proses pengerjaan. katalis (tengah).Gambar 3.6 dempul(kiri).Karena jika terlalu banyak akan menjadi beban mobil. Pada Prinsipnya penggunaan dempul seminimalis mungkin. ~ 27 ~ . Gambar 3.

PENGECATAN • Pelapisan Dadar I(poksi). Lakukan Pengamplasan lagi untuk mempersiapkan cat yang utama atau warna yang di inginkan.• Pengamplasan dilakukan untuk meratakan permukaan dempul dan untuk mengurangi dempul sehingga tampak rata dengan permukaan dasar bodi.7 Cat Dasar • • • Lakukan pengamplasan lagi untuk melakukan pelapisan kedua.8 Pencampuran Cat ~ 28 ~ . Pengecatan utama Gambar3. Cat untuk dasaran bisa warna apa saja tapi sering menggunakan warna Putih. Gambar3.

Pelapisan dilakukan beberapa kali mulai dari lapisan fernis yang paling kental hingga lapisan yang paling encer. Lapisan kurang lebih 3-4 kali.10 Proses pengoponan • Setelah pengomponan terakhir memberikan lapisan silikin. Ini menjadi langkah terakhir dadi proses pengecatan ~ 29 ~ .Gambar3.9 Thinner FINISHING • • Setelah pengecatan dilakukan pelapisan fernis(lapisan transparan untuk melindungi cat. Setelah proses ini dilakukan pengomponan • Gambar3.

11 Silikon ~ 30 ~ .Gambar 3.

Dapat memberikan gambaran kepada kami untuk bisa belajar lebih baik lagi agar nantinya bisa membuka wawasan kami tentang dunia otomotif. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. yaitu antara lain : ~ 31 ~ . 2. Mahasiswa dapat mengetahui secara langsung aplikasi dari teori perkuliahan sehingga mahasiswa lebih memahami materi yang disampaikan dosen. B. Purwosari. Saran Berdasarkan apa yang di tulis di depan maka akan disampaikan saran yang sekiranya dapat bermanfaat. Kesimpulan Setelah melaksanakan kunjungan observasi selama di bengkel body repair “LESTARI” jl. Solo dan terjun langsung disana dapat diambil kesimpulan bahwa : 1. Perkembangan dalam dunia otomotif terutama di body repair telah berkembang dengan sangat pesat. 3. Hasanudin No.07 Brengosan.BAB IV PENUTUP A.

(2008).1. Teknik Body Otomotif Jilid 3. Kegiatan observasi selanjutnya agar lebih ditingkatkan sehingga kegiatan observasi tidak sia. Direktorat pembinaan sekola menengah kejuruan ~ 32 ~ . Untuk pelaksanaan sebaiknya dilakukan perencanaan agar data observasi lebih optimal.sia. DAFTAR PUSTAKA Gunadi. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful