TUGAS MAKALAH IPA LIMBAH PADA HOTEL Grand Hyatt

DUSUN OLEH: Muhammad Muqmin Taba KELAS: XI – Resto II SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK NEGERI 38 JAKARTA) TAHUN PELAJARAN 2010/2011

kepada saya sehingga saya termotivasi dan menyelesaikan tugas ini. tidak sedikit hambatan yang saya hadapi. dan mengatasi berbagai kesulitan sehingga tugas ini selesai. sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi teratasi. pak guru bidang studi IPA yang telah memberikan tugas. petunjuk. khususnya bagi saya sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai. 2. Dalam penyusunan tugas atau materi ini. membimbing. Orang tua yang telah turut membantu. bahwa saya telah menyelesaikan tugas mata pelajaran IPA dengan membahas tentang limbah dalam bentuk makalah. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. 1 . Amin.KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Allah SWT. Semoga materi ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan. Namun saya menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan. dorongan dan bimbingan orang tua.

... Kata pengantar………………………………………………………. Hasil • • • pengamatan………………………………………………….. Daftar pustaka……………………………………………………..DAFTAR ISI i. 3 • Pengertian limbah……………………………………………... 10 Jenis limbah yang dihasilkan……………………………….. 2 1. 11 5.. 5 • Penanganan limbah cair……………………………………. 5 • Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3)……………….. 11 Cara penanganan limbah yg dilakukan……………………. 5 • Cara – cara penanganan limbah……………………………... 1 ii. 5 • Penanganan limbah padat…………………………………….. 4 • Pengelompokan limbah berdasarkan sumbernya…………….. Penutup……………………………………………………………... Pembahasan………………………………………………………... Teori tentang limbah………………………………………………..... Daftar isi……………………………………………………………. 10 Profile tentang perusahaan…………………………………. 6 • Penanganan limbah gas……………………………………… 6 • Penanganan limbah B3……………………………………….. 11 4.. 13 2 TEORI TENTANG LIMBAH .... 12 6. 3 • Pengelompokan limbah berdasarkan jenis senyawanya…….. Kesimpulan……………………………………………………….. 11 3. 3 • Pengelompokan limbah berdasarkan wujudnya…………….. 9 2..

Limbah organic yang berasal dari mahluk hidup mudah membusuk karena pada mahluk hidup terdapat unsure karbon (C) dalam bentuk gula (karbohidrat) yang rantai kimianya relative sederhana sehingga dapat dijadikan sumber nutrisi bagi mikroorganisme. Artinya. seperti kertas. Hasil pembusukan limbah organic oleh mikroorganisme sebagian besar adalah berupa gas metan (CH4) yang juga dapat menimbulkan permasalahan lingkungan. 3 . Dalam hal ini. Bahan-bahan tersebut sulit diurai oleh mikroorganisme sebab unsure karbonnya membentuk rantai kimia yang kompleks dan panjang (polimer). sehingga meliputi limbah dari mahluk hidup (misalnya kotoran hewan dan manusia. kaca. limbah anorganik didefinisikan sebagai segala limbah yang tidak dapat atau sulit terurai/busuk secara alami oleh mikroorganisme pengurai. bahan-bahan organic alami namun sulit membusuk/terurai. dan aluminium dari kaleng bekas atau peralatan rumah tangga). Namun. seperti plastik dan karet. seperti logam (misalnya besi dari mobil bekas atau perkakas. plastic. limbah organik meliputi limbah-limbah yang tidak mengandung unsur karbon. kertas. Agak sedikit berbeda dengan pengertian di atas secara teknis. disanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah. dan bahan organic sintetik (buatan) yang juga sulit membusuk/terurai.PENGERTIAN LIMBAH Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya PENGELOMPOKAN LIMBAH BERDASARKAN SENYAWANYA Pertama : Limbah Organik Limbah organik memiliki defenisi berbeda yang penggunaannya dapat disesuaikan dengan tujuan penggolongannya. Seperti halnya limbah organik. dan sisasisa tumbuhan mati). sisa makanan. Berdasarkan pengertian secara kimiawi limbah organik merupakan segala limbah yang mengandung unsure karbon (C). tidak termasuk dalam limbah organic. dan karet. dan pupuk anorganik (misalnya yang mengandung unsur nitrogen dan fosfor). kertas. Limbah-limbah ini tidak memiliki unsur karbon sehingga tidak dapat diurai oleh mikroorganisme. pengertian limbah organik yang sering diterapkan di lapangan umumnya limbah anorganik dalam bentuk padat (sampah). Kedua : Limbah Anorganik Berdasarkan pengertian secara kimiawi. dan karet juga dikelompokkan sebagai limbah anorganik. ada air kakus (black water). secara teknis sebagian besar orang mendefinisikan limbah organic sebagai limbah yang hanya berasal dari mahluk hidup (alami) dan sifatnya mudah busuk. bahan organik seperti plastic. Hal ini berlaku terutama ketika orang memisahkan limbah padat (sampah) di tempat pembuangan sampah untuk keperluan pengolahan limbah. seperti bakteri dan jamur. Dimana masyarakat bermukim.

yaitu limbah padat hasil sapuan jalanan yang berisi berbagai sampah yang tersebar di jalanan Sampah industry (industrial waste). air sabun. plastic. yaitu : Sampah organik mudah busuk (garbage). Misalnya. Metan (CH4). Misalnya air sisa cucian daging. Sampah abu (ashes). buah. Biasanya limbah padat disebut sebagai sampah. yaitu limbah padat anorganik atau organik cukup kering yang sulit terurai oleh mikroorganisme. bangunan perdagangan. biasanya hasil pembakaran. yaitu limbah padat semi basah.PENGELOMPOKAN LIMBAH BERDASARKAN WUJUDNYA Pertama : Limbah Cair Limbah cair adalah segala jenis limbah yang berwujud cairan. Sampah sapuan (street sweeping). tinja b) Limbah cair industry (industrial wastewater). kaca dan logam. berupa air beserta bahanbahan buangan lain yang tercampur (tersuspensi) maupun terlarut dalam air Limbah cair diklasifikasikan menjadi empat kelompok yaitu : a)Limbah cair domestic (domestic wastewater) yaitu limbah cair hasil buangan dari rumahtangga. karbon dioksida (CO2). Nitrogen oksida (NOx). misalnya kertas. yaitu semua limbah yang berupa bangkai binatang. disebut materi partikulat. perkantoran. yaitu limbah cair yang berasal dari berbagai sumber yang memasuki saluran pembuangan limbah cair melalui rembesan ke dalam tanah atau melalui luapan dari permukaan. berupa bahanbahan organik yang mudah busuk Sampah anorganik dan organik tak membusuk (rubbish). yaitu limbah cair yang berasal dari aliran air hujan di atas permukaan tanah. Misalnya air deterjen sisa cucian. karbon monoksida (CO). Limbah gas yang dibuang ke udara biasanya mengandung partikel-partikel bahan padatan. dan sarana sejenis. sehingga sulit membusuk. Sampah bangkai binatang (dead animal). Klasifikasi limbah padat (sampah) menurut istilah teknis ada 6 kelompok. yaitu limbah padat yang berupa abu. asam klorida (HCl). d) Air Hujan (strom water). yaitu limbah cair hasil buangan industry. Amonia (NH3). Klorin (Cl2). 4 . Kedua : Limbah Padat Merupakan limbah yang terbanyak dilingkungan. semua limbah padat buangan industry Ketiga : Limbah Gas Jenis limbah gas yang berada di udara terdiri dari bermacam-macam senyawa kimia. Sulfur dioksida (SOx). sayur dari industry pengolahan makanan dan sisa dari pewarnaan kain/bahan dari industry tekstil c)Rembesan dan luapan (infiltration and inflow).

adsorbsi. dll 5 . dapat menyebabkan mutasi (mutagenic) CARA – CARA PENANGANAN LIMBAH PENANGANAN LIMBAH CAIR Proses penanganan Limbah Cair pada prinsipnya terdiri dari tiga tahap yaitu : Primer : utk memisahkan air buangan dg padatan Sekunder : Penyaringan lanjutan dan lumpur aktif Tersier : proses biologis. destilasi. berasal dari kegiatan pertambangan LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) Limbah B3 adalah zat atau bahan yang mengandung satu atau lebih senyawa : • Mudah meledak (explosive) • Pengoksidasi (oxidizing) • Amat sangat mudah terbakar (extremely flammable) • Sangat mudah terbakar (highly flammable) • Mudah terbakar (flammable) • Amat sangat beracun (extremely toxic) • Sangat beracun (highly toxic) • Beracun (moderately toxic) • Berbahaya (harmful) • Korosif (corrosive) • Bersifat mengiritasi (irritant) • Berbahaya bagi lingkungan (dangerous to the environment) • Karsinogenik. dapat menyebabkan kanker • Teratogenik. adalah limbah yang berasal dari kegiatan pemukiman penduduk Limbah industry.PENGELOMPOKAN LIMBAH BERDASARKAN SUMBERNYA Limbah domestic. berasal dari daerah pertanian atau perkebunan Limbah pertambangan. merupakan buangan hasil proses industri Limbah pertanian. dapat menyebabkan kecacatan janin • Mutagenic.

kemudian diaduk-aduk atau dibalik-balik. • Reuse. • Recycle. minimisasi sampah dari sumber. komposisi kimia. Secara umum alat pemisah debu dapat diklasifikasikan menurut prinsip kerjanya: Pemisah Brown Alat pemisah debu yang bekerja dengan prinsip ini menerapkan prinsip gerak partikel menurut Brown. daya kohesi. melakukan pemrosesan sehingga menghasilkan produk lainnya. pengendalian pencemaran udara terdiri dari dua bagian yaitu penanggulangan emisi debu dan penanggulangan emisi senyawa pencemar. Penimbunan sampah di TPA yang ramah lingkungan. dan sifat higroskopik yang berbeda. Pengendalian pada sumber pencemar merupakan metode yang lebih efektif karena hal tersebut dapat mengurangi keseluruhan limbah gas yang akan diproses dan yang pada akhirnya dibuang ke lingkungan. Maka dari itu. Perlakuan pembalikan ini akan mempercepat proses pematangan serta dapat meningkatkan kualitas kompos yang dihasilkan. melakukan upaya untuk perolehan kembali bahan-bahan yang berguna. Debu dapat ditemui dalam berbagai ukuran. Pengolahan sampah dengan memenuhi persyaratan lingkungan contohnya insinerator. tatalaksana pemeliharaan. Hierarki pengelolaan sampah tersebut adalah : • Reduce. • Recovery. PENANGANAN LIMBAH GAS Pengendalian pencemaran udara dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pengendalian pada sumber pencemar dan pengenceran limbah gas. bentuk. Penapisan 6 . Alat-alat pemisah debu bertujuan untuk memisahkan debu dari alirah gas buang. pemilihan alat pemisah debu yang tepat berkaitan dengan tujuan akhir pengolahan dan juga aspek ekonomis. jumlah ternak.01 – 0.05 mikron. yaitu dengan menyimpan atau menumpuknya. densitas. Penanganan limbah padat dari ternak akan spesifik pada jenis/spesies.PENANGANAN LIMBAH PADAT Limbah padat berupa sampah baik sampahh dari rumah tangga maupun industri dilaksanakan berdasarkan hierarki pengelolaan sampah sehinga mengurangi jumlah sampah secara signifikan mulai dari sumbernya sampai ke tempat pembuangan akhir. memanfaatkan kembali sampah. Setelah itu dilakukan pengeringan untuk beberapa waktu sampai kira-kira terlihat kering. Alat yang dipatenkan dibentuk oleh susunan filamen gelas denga jarak antar filamen yang lebih kecil dari lintasan bebas rata-rata partikel. Penanganan limbah padat dapat diolah menjadi kompos. areal tanah yang tersedia untuk penanganan limbah dan target penggunaan limbah. Di dalam sebuah pabrik kimia. Alat ini dapat memisahkan debu dengan rentang ukuran 0.

Beberapa metoda umum yang dapat digunakan untuk pemisahan secara simultan ialah: 7 . Pengumpul sentrifugal Pemisahan debu dari aliran gas didasarkan pada gaya sentrifugal yang dibangkitkan oleh bentuk saluran masuk alat.1 mikron. Debu yang telah menempel dapat dihilangkan secara beraturan dengan cara getaran. Secara teoritik seharusnya partikel yang terkumpulkan tidak memiliki batas minimum. Alat ini akan bekerja dengan baik untuk partikel dengan ukuran yang lebih besar dari 40 mikron dan tidak digunakan sebagi pemisah debu tingkat akhir. Pemisah inersia Pemisah ini bekerja atas gaya inersia yang dimiliki oleh partikel dalam aliran gas. Alat-alat tersebut memanfaatkan sifat-sifat fisik debu sekaligus sifat gas yang dapat terlarut dalam cairan. Pemisah ini menggunakan susunan penyekat sehingga partikel akan bertumbukan dengan penyekat dan akan dipisahkan dari aliran fasa gas. Gaya ini melemparkan partikel ke dinding dan gas berputar (vortex) sehingga debu akan menempel di dinding serta terkumpul pada dasar alat. Di industri. Pengendapan dengan gravitasi Alat yang bekerja dengan prinsip ini memanfaatkan perbedaan gaya gravitasi dan kecepatan yang dialami oleh partikel.Deretan penapis atau filter bag akan dapat menghilangkan debu hingga 0.2 – 0. Keuntungan yang diperoleh dari penggunaan pengendap elektrostatik ini ialah didapatkannya debu yang kering dengan ukuran rentang 0. Alat yang bekerja berdasarkan prinsip inersia ini bekerja dengan baik untuk partikel yang berukuran hingga 5 mikron. Electrostatic Precipitator Pengendap elektrostatik Alat ini mengalirkan tegangan yang tinggi dan dikenakan pada aliran gas yang berkecepatan rendah. Alat yang menggunakan prinsip ini digunakan untuk pemisahan partikel dengan rentang ukuran diameter hingga 10 mikron lebih.5 mikron. Susunan penapis ini dapat digunakan untuk gas buang yang mengandung minyak atau debu higroskopik. terdapat juga beberapa alat yang dapat memisahkan debu dan gas secara bersamaan (simultan).

1 mikron dan gas yang larut di dalam air. Siklon basah Modifikasi dari siklon ini dapat menangani gas yang berputar lewat percikan air. Pemisah venturi Metode pemisahan venturi didasarkan atas kecepatan gas yang tinggi pada bagian yang disempitkan dan kemudan gas akan bersentuhan dengan butir air yang dimasukkan di daerah sempit tersebut. counter-current. Aliran gas dan cairan dapat mengalir secara co-current. Ukuran partikel paling kecil yang dapat diserap ialah 1 mikron. 8 . Menara percik mampu mengurangi kandungan debu dengan rentang ukuran diameter 10-20 mikron dan gas yang larut dalam air. Alat ini dapat memisahakan partikel hingga ukuran 0. Tumbukan orifice plate Alat ini disusun oleh piringan yang berlubang dan gas yang lewat orifis ini membentur lapisan air hingga membentuk percikan air. Butiran air yang mendandung partikel dan gas yang terlarut akan dipisahkan dengan aliran gas utama atas dasar gaya sentrifugal. ataupun cross-current. Alat ini merupakan alat yang relatif sederhana dengan kemampuan penghilangan sedang (moderate). Percikan ini akan bertumbukkan dengan penyekat dan air akan menyerap gas serta mengikat debu.Irrigated Cyclone Scrubber Menara percik Prinsip kerja menara percik ialah mengkontakkan aliran gas yang berkecepatan rendah dengan aliran air yang bertekanan tinggi dalam bentuk butiran. Slurry dikumpulkan di bagian bawah siklon. Menara dengan packing Prinsip penyerapan gas dilakukan dengan cara mengkontakkan cairan dan gas di antara packing. Rentang ukuran debu yang dapat dipisahkan ialah antara 3 – 5 mikron. Siklon jenis ini lebih baik daripada menara percik. Ukuran debu yang dapat diserap ialah debu yang berdiameter lebih dari 10 mikron.

Pencuci dengan pengintian Prinsip yang diterapkan adalah pertumbuhan inti dengan kondensasi dan partikel yang dapat ditangani ialah partikel yang berdiameter hingga 0. • jarak dengan jalan utama/tol minimum 150 m atau 50 m untuk jalan lainnya. • dan jarak dengan wilayah terlindungi (spt: cagar alam. • sistem pengujian peralatan. • sistem pencegahan terhadap kebakaran. • jarak dengan daerah beraktivitas penduduk dan aktivitas umum minimum 300 m.01 mikron serta dikumpulkan pada permnukaan filamen. Efisiensi penyerapan gas bergantung pada jumlah tahap yang digunakan. • jarak dengan wilayah perairan dan sumur penduduk minimum 300 m. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan teknologi pengendalian dan rancangan sistemnya ialah: watak gas buang atau efluen tingkat pengurangan limbah yang dibutuhkan teknologi komponen alat pengendalian pencemaran kemungkinan perolehan senyawa pencemar yang bernilai ekonomi Industri-industri di Indonesia terutama industri milik negara telah menerapakan sistem pengendalian pencemaran udara dan sistem ini terutama dikaitkan dengan proses produksi serta penanggulangan pencemaran debu. • sistem pencegahan terhadap kebakaran. Pemilihan Teknologi Teknologi pengendalian harus dikaji secara seksama agar penggunaan alat tidak berlebihan dan kinerja yang diajukan oleh pembuat alat dapat dicapai dan memenuhi persyaratan perlindungan lingkungan. • jarak dengan fasilitas umum minimum 50 meter. Partikel dapat dipisahan dari aliran gas karena bertumbukkan dengan bola-bola tersebut. Fasilitas pengolahan Fasilitas pengolahan harus menerapkan sistem operasi. • Syarat lokasi pengolahan di luar area penghasil harus: • daerah bebas banjir. Pembentur turbulen Pembentur turben pada dasarnya ialah penyerapan partikel dengan cara mengalirkan aliran gas lewat cairan yang berisi bola-bola pejal. • sistem penanggulangan keadaan darurat.hutan lindung) minimum 300 m. PENANGANAN LIMBAH B3 Lokasi pengolahan Pengolahan B3 dapat dilakukan di dalam lokasi penghasil limbah atau di luar lokasi penghasil limbah. Syarat lokasi pengolahan di dalam area penghasil harus: • daerah bebas banjir. meliputi: • sistem kemanan fasilitas. • dan pelatihan karyawan. 9 .

Ballroom. akan sangat cocok jika Anda gemar berbelanja. Lounge. tersedia Shuttle bagi Anda yang ingin cepat sampai ke tempat tersebut. meliputi: redoks. pengendapan. Perlakuan limbah B3 untuk pengolahan dapat dilakukan dengan proses sbb: • proses secara kimia. sertarestoran yang menyajikan berbagai hidangan khas Nusantara maupun Internasional. stabilisasi. • proses stabilisas/solidifikasi. Sebagai alternatif Anda bisa memilih Hotel Nikko Jakarta yang terletak di sekitar lokasi dan mempunyai fasilitas yang tidak jauh berbeda. netralisasi. Setelah uji analisis kandungan dilaksanakan. dll. dengan stasiun Gambir sekitar 7 menit. penyebaran. meliputi: pembersihan gas. dan daya racun sebelum limbah dibuang ke tempat penimbunan akhir • proses insinerasi. Hotel ini terletak di kawasan yang cukup padat setiap harinya. Pengolahan limbah B3 Jenis perlakuan terhadap limbah B3 tergantung dari karakteristik dan kandungan limbah. • proses secara fisika. HASIL PENGAMATAN PROFILE PERUSAHAAN Grand Hyatt Jakarta Merupakan salah satu hotel bertaraf Internasional yang terletak di pusat kota Jakarta. osmosis balik.Keseluruhan sistem tersebut harus terintegrasi dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam pengolahan limbah B3 mengingat jenis limbah yang ditangani adalah limbah yang dalam volume kecil pun berdampak besar terhadap lingkungan.99% atau lebih. tetapi proses dipilih berdasarkan cara terbaik melakukan pengolahan sesuai dengan jenis dan materi limbah. maka abu sisa pembakaran tidak boleh melebihi 0. disertai dengan layanan Valet Parking. Artinya. Fasilitas yang diberikan sudah tidak perlu diragukan lagi. Konsep penginapan yang elegan membuat nilai lebih hotel bintang lima ini. dialisa. EX Plaza dan Sarinah Plaza. di mana selalu terjadi kemacetan saat pagi dan sore hari. dengan cara melakukan pembakaran materi limbah menggunakan alat khusus insinerator dengan efisiensi pembakaran harus mencapai 99. adsorpsi. jika suatu materi limbah B3 ingin dibakar (insinerasi) dengan berat 100 kg. elektrolisa. seperti Kolam Renang. barulah dapat ditentukan metode yang tepat guna pengolahan limbah tersebut sesuai dengan karakteristik dan kandungan limbah. Resto. Berdekatan dengan lokasi Plaza Indonesia. Penanganan limbah B3 sebelum diolah Setiap limbah B3 harus diidentifikasi dan dilakukan uji analisis kandungan guna menetapkan prosedur yang tepat dalam pengolahan limbah tersebut. Gym dan lain-lain. Jarak dengan Bandara International Soekarno-Hatta sekitar 30 menit. Lahan parkir yang tersedia sangat luas. 10 . Cafe. dengan tujuan untuk mengurangi potensi racun dan kandungan limbah B3 dengan cara membatasi daya larut. pemisahan cairan dan penyisihan komponen-komponen spesifik dengan metode kristalisasi.01 kg atau 10 gr Tidak keseluruhan proses harus dilakukan terhadap satu jenis limbah B3. penukaran ion dan pirolisa.

cobalah untuk memperbaiki jika ada kekurangan dalam pengolahan sampah/limbah tersebut KESIMPULAN Dari makalah tersebut terdapat kesimpulan bahwa limbah memang tidak bisa dihindari tetapi kita dapat mengolah limbah tersebut untuk kebaikan lingkungan dan juga untuk kelangsungan hidup manusia. menurut saya cara tersebut sudah cukup sesuai.JENIS LIMBAH YANG DIHASILKAN Jenis limbah yang dihasilkan bisa berupa cair seperti bahan – bahan kimia dan sejenisnya juga bisa berupa padat sperti sampah – sampah dari tamu ataupun restaurant CARA PENANGANAN LIMBAH YANG DILAKUKAN Limbah dikumpulkan dalam satu plastic yang selanjutnya di bawa ke tempat pembuangan sampah yang pada akhirnya di angkut menggunakan truk pengangkut sampah PEMBAHASAN KOMENTAR & SARAN Saya tidak mengetahui lebih lanjut bagaimana perusahaan tersebut mengelolah limbah yang telah di hasilkan tapi dari apa yang saya lihat. Saran saya. oleh sebab itu maka cobalah jangan menggangap sepele jika terdapat sampah yang berserakan karena itu sudah termasuk limbah 11 .

KATA PENUTUP Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala bimbingan dan rahmatnya selama saya menyusun makalah ini.. 12 . Untuk ini pada kesempatan ini tak lupa saya mohon maaf yang sebesarbesarnya bila dalam penyusunan makalah ini masih belum sempurna.... Dan akhirnya saya berharap semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan SMKN 38 . Namun berkat bimbingan dan pengarahan Bapak/Ibu guru serta beberapa pihak maka saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Dengan tersusunnya makalah ini berarti telah terpenuhi sebagai tugas penulis dalam rangka menambah nilai tugas di SMKN 38 .. Saya menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih belum sempurna dan masih banyak kekurangan-kekuranan..

wordpress.DAFTAR PUSTAKA Pengertian limbah.wordpress.wordpress.com Penanganan limbah B3.slideshare.wikipedia.yahoo.wordpress. http://meetabied. http://pknjuntak.com Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).org Pengelompokan limbah berdasarkan senyawanya. http://id.com Penanganan limbah cair.com Penanganan limbah gas.com Pengelompokan limbah berdasarkan sumbernya.net Penanganan limbah padat.answers.wordpress. http://meetabied.com Pengelompokan limbah berdasarkan wujudnya.com 13 . http://meetabied. http://id. http://www. http://saebox. http://meetabied.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful