P. 1
Laporan LS MGMP 2010

Laporan LS MGMP 2010

|Views: 161|Likes:
Published by Agus Budiyanto

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Agus Budiyanto on Mar 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/13/2014

pdf

text

original

IMPLEMENTASI KEGIATAN LESSON STUDY BAHASA INGGRIS

SIKLUS I

A. Latar Belakang Selaras dengan tujuan pembentukan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris Gugus 03 SMP Kagupaten Bandung, Lesson Study sebagai program pembinaan profesionalisme guru telah memberikan pencerahan kepada guru ² guru mata pelajaran bahasa Inggris di lingkungan Gugus 03 SMP Kabupaten Bandung. Dalam Lesson Study guru ² guru bahasa Inggris berkolaborasi dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran di dalam kelas. Rangkaian langkah berupa perencanaan bersama, observasi bersama dan refleksi bersama memberikan nuansa baru dalam membangun kekompakan antar kawan satu profesi, berbagi pengetahuan dan pengalaman mengajar,meningkatkan budaya akademis dan mendorong terciptanya produktivitas di sekolah. Lesson study layak dijadikan suatu solusi atas permasalahan yang dihadapi guru bahasa Inggris di lingkunan Gugus 03 SMP Kabupaten Bandung dalam melaksanakan tugasnya sehari ² hari. School Center untuk LS-MGMP Bahasa Inggris adalah: SMP Negeri 1 Ciwidey Jadwal Kegiatan Lesson Study MGMP Bahasa Inggris di Lingkungan Gugus 03 SMP Kab. Bandung Siklus I adalah: No 1 Uraian Kegiatan Sosialisasi Program PHK-I Lesson Study Waktu Jumat, 27 Agustus 2010 2 Perumusan RPP untuk Open Lesson 1, 2, dan 3 3 4 Open Lesson 1 Open Lesson 2 Jumat, 24 September 2010 Jumat, 8 Oktober 2010 Jumat, 29 Oktober 2010 5 Open Lesson 3 Jumat, 12 Nopember 2010 SMPN 3 Soreang SMPN 1 Ciwidey SMPN 2 Soreang SMPN 1 Ciwidey Tempat SMPN 1 Ciwidey

B. Uraian Kegiatan dan Hasil 1. Sosialisasi PHK-I Lesson Study Sosialisasi tentang Lesson Study berbasis MGMP di lingkungan Gugus 03 SMP Kabupaten Bandung dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus 2010 di SMPN 1 Ciwidey. Kegiatan itu mengupas tentang apa itu Lesson Study, bagaimana langkah ² langkah pelaksanaan program, dan tujuan dari program tersebut. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari proses membangun komitmen diantara masyarakat pendidikan di lingkungan Gugus 03 SMP kabupaten Bandung pada umumnya dan para guru bahasa Inggris SMP pada khususnya. Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bandung, perwakilan dari

Laporan LS MGMP Bahasa Inggris Gugus 03 SMP Kab. Bandung | 1

Universitas Pendidikan Indonesia sebagai nara sumber, pengawas satuan pendidikan SMP, seluruh kepala sekolah SMP dan seluruh guru bahasa Inggris di lingkungan Gugus 03. Pada kesempatan itu para guru yang mewakili sekolah berdiskusi untuk menentukan sekolah dan kelas yang akan dijadikan tempat pelaksanaan open lesson (penelitian) beserta guru modelnya. Adapun hasil dari diskusi itu adalah sebagai berikut: Pelaksanaan Open Lesson
Tempat dan Waktu Open Lesson SMPN 1 Ciwidey Jumat, 08 Oktober 2010 SMPN 2 Soreang Jumat, 29 Oktober 2010 SMPN 3 Soreang Jumat, 12 Nopember 2010 Materi yang dikembangkan Procedure Text Fase Pembelajaran Joint Construction of Text (JCoT) siklus lisan Joint Construction of Text (ICoT) siklus lisan Building Knowledge of Field (BkoF) siklus lisan

No 1

Kls IX

Guru Model Yeti, S.Pd

2

VIII

Didin Karsidin, S.Pd

Descriptive Text

3

VII

Linda Pindaswara, S.Pd

Transactional Text

2. Perumusan RPP untuk Open Lesson 1, 2 dan 3 Pada tanggal 24 September 2010Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk ke tiga Open Lesson dirumuskan secara berkelompok pada saat itu. Para peserta berkelompok sesuai dengan tingkat kelas yang mereka ajar untuk merumuskan RPP masing ² masing. Tetapi, setiap RPP dirancang untuk meningkatkan kemampuan komunikatif siswa dengan menggunakan model pembelajaran berbasis genre. Adapun aspek RPP yang disepakati meliputi: a) Kejelasan perumusan tujuan pembelajaran b) Pemilihan materi ajar (disesuaikan dengan materi pada Kurikulum sekolah masing masing yang seharusnya diajarkan pada waktu pelaksanaan Open Lesson) c) Pengorganisasian materi ajar (keruntutan, sistematika materi dan kesesuaian dengan alokasi waktu) d) Pemilihan sumber/media pembelajaran (sesuai dengan tujuan, materi, dan karakteristik peserta didik) e) Kejelasan skenario pembelajaran (langkah langkah kegiatan pembelajaran : awal, inti, dan penutup) f) Kerincian skenario pembelajaran (setiap langkah tercermin strategi/metode dan alokasi waktu pada setiap tahap) g) Kesesuaian teknik dengan tujuan pembelajaran h) Kelengkapan instrumen (soal, kunci, pedoman penskoran)

3. Open Lesson 1 a. Pelaksanaan Open Lesson 1 dilaksanakan pada hari Jumat, Tanggal 08 Oktober 2010, mulai jam 09.00 sampai dengan jam 10.20. Sebelum masuk kelas dilakukan briefing singkat dari guru model mengenai

Laporan LS MGMP Bahasa Inggris Gugus 03 SMP Kab. Bandung | 2

tujuan dan langkah - langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan serta pengecekan terhadap kelengkapan dan kesiapan pelaksanaan open lesson. Standar Kompetensi dalam open lesson 1 ini adalah Standar Kompetensi : Berbicara ´Mengungkapkan makna dalam teks lisan fungsional dan monolog pendek sederhana berbentuk procedure dan report untuk berinteraksi dalam konteks kehidupan sehari-hariµ. Sedangkan

kompetensi dasarnya adalah ´mengungkapkan makna dalam monolog pendek sederhana dengan menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat, lancar, dan berterima untuk berinteraksi dalam konteks kehidupan sehari-hari dalam teks berbentuk procedureµ. Tujuan pembelajaran yang hendak dicapai adalah setelah siswa bekerja dalam kelompoknya, siswa dapat menyampaikan sebuah teks procedure pendek sederhana yang terdiri dari empat langkah yang berkaitan dengan µhow to use a handphoneµ. b. Refleksi Pelaksanaan Refleksi pelaksanaan open lesson 1 dilaksanakan 15 menit setelah pelaksanaan open lesson. Kegiatan ini dilakukan dalam dua tahap yaitu sebelum dan setelah sholat Jumat. Kegiatan ini melibatkan semua observer, guru model, moderator dan nara sumber dosen dari UPI dan pengawas satuan pendidikan. Dalam tahap refleksi ini dibahas temuan ² temuan para observer dalam kegiatan pembelajaran yang berkenaan dengan pertanyaan:

y y y

Bagaimana siswa belajar? Adakah siswa yang tidak belajar? Mengapa siswa tersebut tidak belajar? Bagaimana upaya guru memotivasi siswa untuk belajar?

Hasil observasi dianalisis bersama untuk terangkum sebagai berikut:. IdentifikasiMasalah danKebutuhan No 1 Aspek Sikapguru Keberhasilan Guru mengikuti Kelemahan Guru belum menggunakan classroom language dengan efektif dalam membimbing siswa menempuh langkah ² langkah pembelajaran Rencana Tindak Lanjut Guru perlu lebih classroom sehingga

langkah ² langkah pembelajaran sesuai RPP

mempelajari language

instruksi-instruksi guru dapat diberikan secara natural dalam bahasa

Inggris tetapi dimengerti siswa Guru masih mendominasi proses pembelajaran Guru harus dapat keaktifan supaya berpusat

merangsang siswa pembelajaran pada siswa

Laporan LS MGMP Bahasa Inggris Gugus 03 SMP Kab. Bandung | 3

2

Carasiswa belajar

Siswa waktu

memiliki untuk

Siswa

kurang

Guru

harus

dapat keaktifan supaya berpusat

memamfaatkan kesempatan bertanya

merangsang siswa pembelajaran pada siswa

mengembangkan kompetensinya

3

Metode

Pembelajaran sudah menyentuh prinsip kolaborasi dan belajar komunitas

Komposisi kelompok

siswa belum

dalam dikelola

Komposisi sebaiknya memperhatikan kompetensi gender

kelompok

dengan baik

tingkat dan

siswa

Denah

kelompok

dalam

Denah

kelompok

perlu

kelas belum tertata dengan baik sehingga menghambat akses guru untuk

ditata lebih baik

memberikan bimbingan 4 Sumber/ media belajar Pembelajaran sudah menggunakan media elektronik Media belum dimanfaatkan secara efektif Pemanfaatan secara lebih efektif media

berupa LCD dan Laptop Sedikit siswa yang Penekanan kepada siswa atas pentingnya kamus dalam pembelajaran

membawa kamus

bahasa Inggris 5 Penilaian proses dan Pembelajaran sudah melibatkan kerja kelompok Format penilaian dalam tersedia Pembelajaran sudah melibatkan presentasi kelompok 6 Interaksisosi al Siswa siswa siswa dalamkelas Gurudan ² Pembelajaran sudah melibatkan presentasi kelompok setiap Tidak antara ada tanya jawab yang setiap Format penilaian dan rubrik penampilan dan aktivitas kelompok rubrik siswa tidak Perlu disediakan format dan rubrik penilaian dalam

hasil belajar

aktivitas kelompok Format penilaian

siswa

dan

rubrik

kelompok tidak tersedia

penampilankelompok harus tersedia Siswa untuk perlu didorong dan

kelompok

bertanya

melakukan

presentasi

berpendapat pada saat perentasi kelompok

dengan kelompok lain

Laporan LS MGMP Bahasa Inggris Gugus 03 SMP Kab. Bandung | 4

Presentasi

siswa

masih ragam

Guru harus memberikan model presentasi dengan menggunakan bahasa lisan ragam

menggunakan

bahasa tulis yang dibacakan

Selain refleksi yang dilakukan oleh guru model dan observer, nara sumber dari UPI berkesempatan memberikan pembinaan profesional berkenaan dengan pelaksanaan open lesson 1. Berdasarkan temuan ² temuan observer, nara sumber memberikan arahan apa yang sebaiknya guru lakukan dalam memfasilitasi pembelajaran terutama aspek kebahasaan yang sebaiknya guru gunakan berdasarkan konteks, tingkat literasi yang sesuai dengan kemampuan dan

perkembangan siswa. Kedua hasil refleksi tersebut, hasil diskusi observer dan pembinaan profesional dari nara sumber, dijadikan pedoman untuk merevisi rencana pelaksanaan pembelajaran untuk open lesson 2. 4. Open Lesson 2 a. Pelaksanaan Open Lesson 2 dilaksanakan pada hari Jumat, Tanggal 29 Oktober 2010, mulai jam 09.00 sampai dengan jam 10.20 di SMP Negeri 2 Soreang. Kegiatan open lesson kali ini dihadiri oleh peserta perwakilan dari UPTD TK/SD wilayah kecamatan Kutawaringin yang terdiri dari satu pengawas TK/SD, dua kepala SDdan dua guru SD masing ² masing dari SDN Kopo I dan SDN Citiru I Kecamatan Kutawaringin. Mereka secara resmi oleh sekolah penyelenggara open lesson dalam rangka mengimbaskan program PKHI ini. Seperti halnya pada open lesson 1, Sebelum masuk kelas dilakukan briefing singkat dari guru model mengenai tujuan dan langkah - langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan serta pengecekan terhadap kelengkapan dan kesiapan pelaksanaan open lesson. Standar Kompetensi dalam open lesson 2 ini adalah Standar Kompetensi : Berbicara ´Mengungkapkan makna dalam teks lisan fungsional dan monolog pendek sederhana berbentuk descriptivedan recountuntuk berinteraksi dalam konteks kehidupan sehari-hariµ. Sedangkan

kompetensi dasarnya adalah ´mengungkapkan makna dalam monolog pendek sederhana dengan menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat, lancar, dan berterima untuk berinteraksi dalam konteks kehidupan sehari-hari dalam teks berbentuk descriptiveµ. Tujuan pembelajaran yang hendak dicapai adalah µpada akhir pembelajaran siswa mampu menyusun teks descriptive berdasarkan gambar yang tersedia tentang pets sebanyak sepuluh kalimatµ. b. Refleksi Pelaksanaan Refleksi pelaksanaan open lesson 2 dilaksanakan 15 menit setelah pelaksanaan open lesson. Kegiatan ini dilakukan dalam dua tahap yaitu sebelum dan setelah sholat Jumat. Kegiatan ini melibatkan semua observer, guru model, moderator dan nara sumber dosen dari UPI dan pengawas satuan pendidikan. Dalam tahap refleksi ini dibahas temuan ² temuan para observer dalam kegiatan pembelajaran sebagai berikut:

Laporan LS MGMP Bahasa Inggris Gugus 03 SMP Kab. Bandung | 5

IdentifikasiMasalah DanKebutuhan No 1 Aspek Sikapguru Keberhasilan Guru mengikuti Kelemahan Guru belum menggunakan classroom language dengan efektif dalam membimbing siswa menempuh langkah ² langkah pembelajaran Rencana Tindak Lanjut Guru perlu lebih classroom sehingga

langkah ² langkah pembelajaran sesuai RPP

mempelajari language

instruksi-instruksi guru dapat diberikan secara natural dalam bahasa

Inggris tetapi dimengerti siswa Guru membimbing siswa Guru harus dapat lebih merangsang siswa pembelajaran pada siswa 12 siswa Guru harus lebih dapat merangsang siswa pembelajaran pada siswa 3 Metode Pembelajaran sudah menyentuh prinsip kolaborasi dan belajar Denah kelompok sudah ditata lebih baik 4 Sumber/ media belajar Pembelajaran sudah menggunakan media elektronik Media belum dimanfaatkan secara efektif Pemanfaatan secara lebih efektif media komunitas Komposisi sudah kelompok keaktifan supaya berpusat keaktifan supaya berpusat

aktif proses pembelajaran sehingga guru porsi terhadap dominasi proses

berkurang 2 Carasiswa belajar Siswa waktu memiliki untuk Hanya

memamfaatkan kesempatan bertanya

mengembangkan kompetensinya

memperhatikan

tingkat kompetensi siswa dan gender

berupa LCD dan Laptop Masih ada beberapa siswa yang kamus tidak membawa Penekanan kepada siswa atas pentingnya kamus dalam pembelajaran

bahasa Inggris

Laporan LS MGMP Bahasa Inggris Gugus 03 SMP Kab. Bandung | 6

5

Penilaian proses dan

Pembelajaran sudah melibatkan kerja kelompok

Format penilaian dalam tersedia

dan aktivitas kelompok

rubrik siswa tidak

Perlu disediakan format dan rubrik penilaian dalam

hasil belajar

aktivitas kelompok

siswa

Pembelajaran sudah melibatkan presentasi kelompok setiap

Format penilaian

dan

rubrik penampilan

Format penilaian

dan

rubrik

kelompok tidak tersedia

penampilankelompok harus tersedia

Penilaian

tidak

sesuai

Penilaian disesuaikan kompetensi dasar

harus dengan

dengan kompetensi dasar.

6

Interaksisosi al Siswa siswa siswa dalamkelas Gurudan ²

Pembelajaran sudah melibatkan presentasi kelompok setiap

Tidak antara

ada

tanya

jawab yang

Siswa untuk

perlu

didorong dan

kelompok

bertanya

melakukan

presentasi

berpendapat pada saat perentasi kelompok

dengan kelompok lain

Presentasi

siswa

masih ragam

Guru harus memberikan model presentasi dengan menggunakan bahasa lisan ragam

menggunakan

bahasa tulis yang dibacakan

Seperti halnya dalam open lesson 1 refleksi dilakukan oleh guru model dan observer berkenaan dengan open lesson 2. Pembinaan profesional oleh nara sumber dari UPI untuk open lesson 2 kali ini berkenaan dengan pronunciation skill yang sebaiknya guru bahasa Inggris miliki. Hal ini mengingat guru merupakan model utama di dalam kelas. Guru bahasa Inggris harus terus meningkatkan keterampilan berbahasa Inggrisnya. Kedua hasil refleksi tersebut dijadikan pedoman untuk merevisi rencana pelaksanaan pembelajaran untuk open lesson 3. 5. Open Lesson 3 a. Pelaksanaan Open Lesson 3 dilaksanakan pada hari Jumat, Tanggal 12 Nopember 2010, mulai jam 09.00 sampai dengan jam 10.20 di SMP Negeri 3 Soreang. Seperti halnya pada open lesson 1, Sebelum masuk kelas dilakukan briefing singkat dari guru model mengenai tujuan dan langkah - langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan serta pengecekan terhadap kelengkapan dan kesiapan pelaksanaan open lesson. Berbeda dengan kedua open lesson terdahulu, pembelajaran kali ini ada pada tahap Building Knowledge of Field (BKoF) siklus lisan untuk kelas VII dengan standar kompetensi µmengungkapkan makna dalam percakapan transaksional dan interpersonal untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekatµ Sedangkan kompetensi dasar yang dikembangkan adalah µ

Laporan LS MGMP Bahasa Inggris Gugus 03 SMP Kab. Bandung | 7

melakukan interaksi dengan lingkungan terdekat yang melibatkan tindak tutur meminta dan memberi informasi tentang school objectµ Tujuan pembelajaran yang hendak dicapai adalah µpada akhir pembelajaran siswa mampu melakukan percakapan berkenaan dengan meminta dan memberi informasi tentang school objectsµ. b. Refleksi Pelaksanaan Refleksi pelaksanaan open lesson 3 dilaksanakan 15 menit setelah pelaksanaan open lesson. Kegiatan ini melibatkan semua observer, guru model, moderator dan nara sumber dosen dari UPI dan pengawas satuan pendidikan. Kegiatan open lesson kali ini juga dihadiri oleh peserta perwakilan dari UPTD TK/SD wilayah kecamatan Soreang yang terdiri dari satu pengawas TK/SD yaitu Bapak S. Akhiryanto, dua kepala SD yaitu Ibu Ety Nurhayati, S.Pd dari SDN Pamoyanan dan Ibu Hj. Enny Sukatni dari SDN Karamat Mulya II, dan satu guru SD yaitu Ibu Uu Suswanah dari SDN Panyirapan II . Mereka secara resmi oleh sekolah penyelenggara open lesson dalam rangka mengimbaskan program PKHI ini. Dalam tahap refleksi ini dibahas temuan ² temuan para observer dalam kegiatan pembelajaran berikut: IdentifikasiMasalah DanKebutuhan No 1 Aspek Sikapguru Keberhasilan Guru mengikuti Kelemahan Segementasi waktu kurang jelas Rencana Tindak Lanjut Segementasi harus lebih jelas waktu

langkah ² langkah pembelajaran sesuai RPP Guru menggunakan classroom language efektif dengan dalam

-

Guru harus dapat lebih merangsang siswa pembelajaran pada siswa keaktifan supaya berpusat

membimbing siswa menempuh langkah ² langkah pembelajaran Guru membimbing siswa aktif proses pembelajaran sehingga dominasi terhadap berkurang porsi guru proses Guru memperbesar siswa pembelajaran harus dominasi dalam

Laporan LS MGMP Bahasa Inggris Gugus 03 SMP Kab. Bandung | 8

2

Carasiswa belajar

Siswa waktu

memiliki untuk

-

Guru harus dapat lebih merangsang keaktifan siswa supaya pembelajaran berpusat pada siswa

mengembangkan kompetensinya

3

Metode

Pembelajaran sudah menyentuh prinsip kolaborasi dan belajar komunitas

Komposisi kelompok belum memperhatikan kompetensi gender siswa tingkat dan

Komposisi harus

kelompok

memperhatikan

tingkat kompetensi siswa dan gender

4

Sumber/ media belajar

Pembelajaran sudah menggunakan media elektronik

Media

dimanfaatkan

secara lebih efektif

berupa LCD dan Laptop 5 Penilaian proses dan Pembelajaran sudah melibatkan kerja kelompok Format penilaian dalam tersedia Penilaian sesuai sudah dengan dan aktivitas kelompok rubrik siswa tidak Format penilaian dan rubrik

penampilan

hasil belajar

kelompok tidak tersedia

kompetensi dasar. 6 Interaksisosi al Siswa siswa siswa dalamkelas Gurudan ² Terjadi jawab siswa tanya antara Tanya jawab masih pada tahap mecanical drill Tanya jawab harus

diarahkan ke topik yang lebih bermakna

Seperti halnya dalam open lesson 2 refleksi dilakukan oleh guru model dan observer berkenaan dengan open lesson 3. Pembinaan profesional oleh nara sumber dari UPI untuk open lesson 3 kali ini berkenaan dengan upaya guru untuk meningkatkan kemampuan profesional dan pedagoginya dalam rangka menciptakan suasana belajar yang aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan. C. Dampak Dampak yang dirasakan dari kegiatan Lesson Study adalah sebagai berikut: 1. Dampak terhadap guru: Lesson study memberikan kesempatan yang luas bagi guru mata pelajaran bahasa Inggris untuk mengembangkan kompetensi pedagogis, kompetensi professional, dan kompetensi sosialnya. Laporan LS MGMP Bahasa Inggris Gugus 03 SMP Kab. Bandung | 9

2. Dampak terhadap siswa: Program Lesson study memberikan jaminan kepada setiap siswa untuk mendapatkan pelayanan pendidikan yang optimal dari guru 3. Dampak terhadap MGMP: lesson study mendorong kekompakan antar rekan sejawat

untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mengajar, meningkatkan budaya akademis dan menciptakan iklim yang produktif di sekolah. Dengan suasana MGMP yang sehat dan produktif, sekolah akan dapat mengembangkan dan melaksanakan kurikulumnya sesuai dengan prinsip - prinsipnya. D. Kendala dan Solusi Kendala yang dihadapi dalam pelakasanaan kegiatan lesson study serta solusi yang ditawarkan adalah sebagai berikut: 1. Sebagian masyarakat pendidikan (guru, kepala sekolah, pengawas, pejabat dinas pendidikan) belum memahami tujuan dan manfaat dari kegiatan lesson study sehingga mereka masih enggan meluangkan waktu dan/atau biaya untuk kegiatan ini. Solusinya adalah sosialiasasi tujuan dan manfaat kegiatan lesson study secara lebih intensif kepada semua stakeholders sehingga komitmen dapat terbangun. 2. Jadwal kegiatan lesson study berbasis MGMP tidak sesuai dengan jadwal mengajar sebagian guru sehingga mereka tidak memiliki kesempatan untuk mengikuti kegiatan ini. Solusinya adalah informasi jadwal kegiatan lesson study sebaiknya disampaikan sebelum sekolah menyusun jadwal mengajar guru. E. Rencana Berkelanjutan Untuk menjaga keberlanjutan lesson study, MGMP baik di tingkat sekolah, gugus dan kabupaten harus memasukan kegiatan ini kedalam program kerjanya dan memastikan keterlaksanaannya. Hasil ² hasil yang dicapai melalui kegiatan open lesson baik berupa solusi terhadap masalah masalah pembelajaran atau inovasi harus tercatat/disepakati menjadi ´manualµ guru dan diketahui oleh oleh pihak ² pihak yang memiliki kewenangan atas pengawasan kegiatan pembelajaran di sekolah. F. Saran 1. Mengingat ketersediaan alat dokumentasi seperti, handycam atau kamera sangat penting dalam setiap tahap kegiatan lesson study, kami berharap pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bandung melengkapi setiap MGMP/school center dengan alat tersebut. 2. Jadwal dan informasi berkenaan dengan pelaksanaan lesson study diharapkan diinformasikan lebih awal. Ciwidey, Nopember 2010 Fasilitator LS- MGMP Bahasa Inggris

Mengetahui, Kepala School Center LS MGMP Bahasa Inggris

Drs. H. Ading Effendi NIP. 195410241978031006

Agus Budiyanto, S.Pd NIP. 197008312000121001 Laporan LS MGMP Bahasa Inggris Gugus 03 SMP Kab. Bandung | 10

Laporan LS MGMP Bahasa Inggris Gugus 03 SMP Kab. Bandung | 11

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->