SEJARAH SINGKAT KONFERENSI ASIA AFRIKA Written by Administrator Monday, 13 July 2009 17:47 3.

1 Latar Belakang Berakhirnya Perang Dunia II pada bulan Agustus 1945, tidak berarti berakhir pula situasi permusuhan di antara bangsa-bangsa di dunia dan tercipta perdamaian dan keamanan. Ternyata di beberapa pelosok dunia, terutama di belahan bumi Asia Afrika, masih ada masalah dan muncul masalah baru yang mengakibatkan permusuhan yang terus berlangsung, bahkan pada tingkat perang terbuka, seperti di Jazirah Korea, Indo Cina, Palestina, Afrika Selatan, Afrika Utara. Masalah-masalah tersebut sebagian disebabkan oleh lahirnya dua blok kekuatan yang bertentangan secara ideologi maupun kepentingan, yaitu Blok Barat dan Blok Timur. Blok Barat dipimpin oleh Amerika Serikat dan Blok Timur dipimpin oleh Uni Sovyet. Tiap-tiap blok berusaha menarik negara-negara di Asia dan Afrika agar menjadi pendukung mereka. Hal ini mengakibatkan tetap hidupnya dan bahkan tumbuhnya suasana permusuhan yang terselubung di antara kedua blok itu dan pendukungnya. Suasana permusuhan tersebut dikenal dengan sebutan "perang dingin". Timbulnya pergolakan dunia disebabkan pula oleh masih adanya penjajahan di bumi kita ini, terutama di belahan Asia dan Afrika. Memang sebelum tahun 1945, pada umumnya benua Asia dan Afrika merupakan daerah jajahan bangsa Barat dalam aneka bentuk. Tetapi sej ak tahun 1945, banyak daerah di Asia Afrika menjadi negara merdeka dan banyak pula yang masih berjuang bagi kemerdekaan negara dan bangsa mereka seperti Aljazair, Tunisia, dan Maroko di wilayah Afrika Utara; Vietnam di Indo Cina; dan di ujung selatan Afrika. Beberapa negara Asia Afrika yeng telah merdeka pun masih banyak yang menghadapi masalah-masalah sisa penjajahan seperti Indonesia tentang Irian Barat, India dan Pakistan tentang Kashmir, negaranegara Arab tentang Palestina. Sebagian bangsa Arab-Palestina terpaksa mengungsi, karena tanah air mereka diduduki secara paksa oleh pasukan Israel yang dibantu oleh Amerika Serikat. Sementara itu bangsa-bangsa di dunia, terutama bangsa-bangsa Asia Afrika, sedang dilanda kekhawatiran akibat makin dikembangkannya pembuatan senjata nuklir yang bisa memusnahkan umat manusia. Situasi dalam negeri dibeberapa negara Asia Afrika yang telah merdeka pun masih terjadi konflik antar kelompok masyarakat sebagai akibat masa penjajahan (politik devide et impera) dan perang dingin antar blok dunia tersebut. Walaupun pada masa itu telah ada badan internasional yaitu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berfungsi menangani masalah¬masalah dunia, namun nyatanya badan ini belum berhasil menyelesaikan persoalan tersebut. Sedangkan kenyataannya, akibat yang ditimbulkan oleh masalah-masalah ini, sebagaian besar diderita oleh bangsa-bangsa di Asia Afrika. Keadaan itulah yang melatarbelakangi lahirnya gagasan untuk mengadakan Konferensi Asia Afrika. 3.2 Lahirnya Ide Konferensi Keterangan Pemerintah Indonesia tentang politik luar negeri yang disampaikan oleh Perdana

soal perlunya Konferensi Asia Afrika diadakan. karena kami yakin. Usul itu akhirnya diterima oleh semua peserta konferensi. diajukan pula oleh Indonesia dalam sidang berikutnya. bangsa Asia sedang berada di tengah-tengah persaingan dunia?"). Ali Sastroamidjojo. It is therefore that we Prime Ministers of five Asian countries are meeting here to discuss those crucial problems of the peoples we represent. Pernyataan tersebut memberi arah kepada lahirnya Konferensi Asia Afrika. in this world of ours to day?" ("Dimana sekarang kita berdiri. There are the very problems which urge Indonesia to propose that another conference be convened wider in scope. Pertemuan yang kemudian disebut Konferensi Kolombo itu dilaksanakan pada tanggal 28 April sampai dengan 2 Mei 1954. bahwa kerja sama erat antara negara-negara tersebut tentulah akan memperkuat usaha ke arah tercapainya perdamaian dunia yang kekal. Dari sebab itu kerja sama tersebut akan kami lanjutkan dan pererat". Oleh karena itu kita lima Perdana Menteri negara-negara Asia bertemu di sini untuk membicarakan masalah-masalah yang krusial yang sedang dihadapi oleh masyarakat yang kita wakili. Yang menarik perhatian para peserta konferensi. kemudian pertanyaan itu dijawab sendiri dengan menyatakan "We have now indeed arrived at the cross-roads of the history of mankind. we the peoples ofAsia. dan Pakistan (Mohammed Ali) dengan maksud mengadakan suatu pertemuan infor¬mal di negaranya. Pada awal tahun 1954. Lain dari itu negara¬negara itu pada umumnya memang mempunyai pendirian-pendirian yang sama dalam beberapa soal di lapangan internasional. Kerja sama antara negaranegara Asia Afrika tersebut adalah sesuai benar dengan aturan-aturan dalam PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang menyenangi kerja sama kedaerahan (regional arrangements). Selanjutnya. Konferensi ini membicarakan masalahmasalah yang menjadi kepentingan bersama. India (Jawaharlal Nehru). ("Kita sekarang berada dipersimpangan jalan sejarah umat manusia. Ada beberapa hal yang mendorong Indonesia mengajukan usulan untuk mengadakan pertemuan lain yang lebih luas. Perdana Menteri Ceylon (Srilanka) Sir John Kotelawala mengundang para Perdana Menteri dari Birma (U Nu). antara negara-negara Afrika dan Asia. . Iam convinced that the problems are not only convened to the Asian countries represented here but also are of equal importance to the African and other Asian countries". walaupun masih dalam suasana keraguan. Indonesia (Ali Sastroamidjojo). menyatakan "Kerja sama dalam golongan negara-negara Asia Arab (Afrika) kami pandang penting benar. di depan parlemen pada tanggal 25 Agustus 1953. tetapi juga sama pentingnya bagi negaranegara di Afrika dan Asia lainnya"). between the African andAsian nations. jadi mempunyai dasar sama (commonground) untuk mengadakan golongan yang khusus. Saya percaya bahwa masalah-masalah itu tidak hanya terjadi di negara-negara Asia yang terwakili di sini. Undangan tersebut diterima baik oleh semua pimpinan pemerintah negara yang diundang. Bunyi pernyataan tersebut mencerminkan ide dan kehendak Pemerintah Indonesia untuk mempererat kerja sama di antara negara¬negara Asia Afrika. diantaranya pertanyaan yang diajukan oleh Perdana Menteri Indonesia "Where do we stand now.Menteri Mr.

para Perdana Menteri peserta Konferensi Kolombo (Birma. Barulah setelah kunjungan Perdana Menteri Indonesia pada tanggal 25 September 1954. Bahan-bahan tersebut merupakan hasil rapat dinas Kepala-kepala Perwakilan Indonesia di negara-negara Asia dan Afrika yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Mr. maka usaha-usaha penyelidikan atas kemungkinan diselenggarakannya Konferensi Asia Afrika dianggap selesai dan berhasil serta usaha selanjutnya ialah mempersiapkan pelaksanaan konferensi itu. mendorong terciptanya perdamaian dunia. Ternyata pada umumnya negara-negara yang dihubungi menyambut baik ide tersebut dan menyetujui Indonesia sebagai tuan rumahnya. walaupun dalam hal waktu dan peserta konferensi terdapat berbagai pendapat yang berbeda. India. mengingatkan Perdana Menteri Indonesia tentang perkembangan situasi dunia dewasa itu yang semakin gawat. beliau yakin benar akan pentingnya diadakan konferensi semacam itu. Perdana Menteri Jawaharlal Nehru dari India. Keyakinan serupa dinyatakan pula oleh Perdana Menteri Birma U Nu pada tanggal 28 September 1954.Perdana Menteri Indonesia pergi ke Kolombo untuk memenuhi urndangan Perdana Menterl Srilanka dengan membawa bahan-bahan hasil perumusan Pemerintah Indonesia. dan mempromosikan Indonesia sebagai tempat konferensi. Srilanka. Akhirnya. Dalam rangka menunaikan tugas itu Pemerintah Indonesia melakukan pendekatan melalui saluran diplomatik kepada 18 negara Asia Afrika. Pada tanggal 18 Agustus 1954. Memang Perdana Menteri India dalam menerima usul itu masih disertai keraguan akan berhasil-tidaknya usul tersebut dilaksanakan. 3. Indonesia. Maksudnya. dalam pernyataan bersama pada akhir Konferensi Kolombo. dinyatakan bahwa para Perdana Menteri peserta konferensi membicarakan kehendak untuk mengadakan konferensi negara-negara Asia Afrika dan menyetujui usul agar Perdana Menteri Indonesia dapat menjejaki sampai dimana kemungkinannya mengadakan konferensi semacam itu. seperti tercermin dalam pernyataan bersama pada akhir kunjungan Perdana Menteri Indonesia "The prime Ministers discussed also the proposal to have a conference of representatives of Asian and African countries and were agreed that a conference of this kind was desirable and world be helpful in promoting the cause of peace and a common approach to these problems. dan Pakistan) mengadakan konferensi di Bogor pada tanggal . Dengan demikian. melalui suratnya. It should be held at an early date". Dalam pendekatan tersebut dijelaskan bahwa tujuan utama konferensi itu ialah untuk membicarakan kepentingan bersama bangsa-bangsa Asia Afrika pada saat itu. sehubungan dengan adanya usul untuk mengadakan Konferensi Asia Afrika. untuk mengetahui sejauh mana pendapat negara-negara tersebut terhadap ide mengadakan Konferensi Asia Afrika. Hendaknya konferensi ini diadakan selekas mungkin"). Sunario. ("Para Perdana Menteri telah membicarakan usulan untuk mengadakan sebuah konferensi yang mewakili negara-negara Asia dan Afrika serta menyetujui konferensi seperti ini sangat diperlukan dan akan membantu terciptanya perdamaian sekaligus pendekatan bersama ke arah masalah (yang dihadapi). Rapat dinas tersebut diadakan di Tugu (Bogor) pada tanggal 9 sampai dengan 22 Maret 1954. Atas undangan Perdana Menteri Indonesia.3 Usaha-Usaha Persiapan Konferensi Di atas telah diungkapkan bahwa Konferensi Kolombo menugaskan Indonesia agar menjejaki kemungkinan untuk diadakannya Konferensi Asia Afrika.

Irak. untuk menjelajah serta memaj ukan kepentingan-kepentingan mereka.6 Struktur Organisasi Panitia Pelaksana Dalam persiapan pelaksanaan Konferensi Asia Afrika. Viet-nam Selatan. yaitu : Afganistan. Guna mewujudkan keputusan-keputusan Konferensi Bogor. baik yang silih ganti maupun yang bersama.28 dan 29 Desember 1954. Laos. Lebanon.Undangan kepada negara-negara peserta disampaikan oleh Pemerintah Indonesia atas nama lima negara. Mengingat negara-negara yang akan di undang mempunyai politik luar negeri serta sistem politik dan sosial yang berbeda-beda. Maksud utama konferensi ialah supaya negara-negara peserta menjadi lebih saling mengetahui pendirian mereka masing-masing. Indonesia membentuk sekretariat konferensi yang diwakili oleh negara-negara penyelenggara. Nepal. 4. Kamboja. Federasi Afrika Tengah. 3. 3. Konferensi Bogor menentukan bahwa menerima undangan untuk turut dalam Konferensi Asia Afrika tidak berarti bahwa negara peserta tersebut akan berubah atau dianggap berubah pendiriannya mengenai status dari negara-negara lain. Republik Demokrasi Viet-nam (Viet-nam Utara). yaitu 1. Konferensi menjunjung tinggi pula azas bahwa bentuk pemerintahan atau cara hidup sesuatu negara sekali¬sekali tidak akan dapat dicampuri oleh negara lain. Konferensi ini membicarakan persiapan pelaksanaan Konferensi Asia Afrika. 2. Konferensi Bogor berhasil merumuskan kesepakatan bahwa Konferensi Asia Afrika diadakan atas penyelenggaraan bersama dan kelima negara peserta konferensi tersebut menjadi negara sponsornya. yang dikenal dengan sebutan Konferensi Panca Negara. Pantai Emas (Gold Coast). Mesir. serta untuk menciptakan dan memajukan persahabatan serta perhubungan sebagai tetangga baik. Jepang. serta rakyat¬rakyatnya di dalam dunia dewasa ini serta sumbangan yang dapat mereka berikan guna memajukan perdamaian serta kerja sama di dunia. Waktu konferensi ditetapkan pada minggu terakhir April 1955. Indonesia diwakili oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Roeslan Abdul Gani yang juga menjadi ketua badan itu. Libya. misalnya soal-soal yang mengenai kedaulatan nasional dan tentang masalah-masalah rasialisme dan kolonialisme. Saudi Arabia. dan Yaman. Thailand (Muang Thai). Sudan. Turki. dan kebudayaan negara yang diwakili. Untuk mempertimbangkan soal-soal serta hubungan-hubungan di lapangan sosial. Republik Rakyat Tiongkok (China). Iran. Untuk memajukan goodwill (kehendak yang luhur) dan kerja sama antara bangsa-bangsa Asia dan Afrika. 3. dan 4 . ekonomi. segera dibentuk Sekretariat Bersama (Joint Secretariat) oleh lima negara penyelenggara. Ethiopia. 3. Yordania. Filipina.5 Peserta dan Waktu Konferensi Negara-negara yang diundang disetujui berjumlah 25 negara.4 Tujuan Konferensi Konferensi Bogor menghasilkan 4 (empat) tujuan pokok Konferensi Asia Afrika. Untuk mempertimbangkan soal-soal yang berupa kepentingan khusus bangsa-bangsa Asia dan Afrika. Liberia. Syria. Untuk meninjau kedudukan Asia dan Afrika.

komunikasi. Selain itu terdapat pula 4 (empat) komite terdiri atas Komite Politik. dengan jumlah 230 orang sopir dan 350 ton bensin tiap hari serta cadangan 175 ton bensin. yaitu Federasi Afrika Tengah (Central African Federation). Presiden RI Soekarno meresmikan penggantian nama Gedung Concordia menjadi Gedung Merdeka. meskipun pada mulanya ada negara yang masih ragu-ragu. Selain itu. dan 12 (dua belas) hotel lainnya serta perumahan perorangan dan pemerintah dipersiapkan pula sebagai tempat menginap para tamu yang berjumlah 1300 orang.(empat) negara lainnya diwakili oleh Kepala¬kepala Perwakilan mereka masing-masing di Jakarta. dan Choudhri Khaliquzzaman dari Pakistan. Gubernur Jawa Barat. Gedung Dana Pensiun menjadi Gedung Dwi Warna. logistik. kesehatan. Keperluan transport dilayani oleh 143 mobil. Komite Sosial. tempat diadakannya konferensi. Tyobji dari India. 20 bus. yaitu U Mya Sein dari Birma. hiburan.F. M. DIAGRAM ORGANISASI KONPERENSI ASIA AFRIKA Pemerintah I 25 Negara Peserta I Republik Indonesia I Sekretaris Bersama I I Protokol I Panitia Interdepartmental Panitia Lokal di di Jakarta Bandung Gedung Concordia dan Gedung Dana Pensiun dipersiapkan sebagai tempat sidang-sidang konferensi.B. karena memang negara itu masih dikuasai oleh orang-orang bekas penjajahnya. dan sebagian Jalan Raya Timur menjadi Jalan Asia Afrika. 2 (dua) orang dari India. Dari seluruh negara yang diundang hanya satu negara yang menolak undangan itu.H. dan lain-lain. Hotel Preanger. keamanan. 30 taksi. penerangan. Pemerintah Indonesia sendiri pada tanggal 11 Januari 1955 membentuk Panitia Interdepartemental (Interdepartemental Committee) yang diketuai oleh Sekretaris Jenderal SekretariatBersama dengan anggota-anggota dan penasehatnya berasal dari berbagai departemen guna membantu persiapan-persiapan konferensi itu. Dalam kesempatan memeriksa persiapan-persiapan terakhir di Bandung pada tanggal 17 April 1955. seorang dari Srilanka. Komite Kebudayaan. dan seorang dari Pakistan. dibentuk Panitia Setempat (Local Committee) pada tanggal 3 Januari 1955 dengan ketuanya Sanusi Hardjadinata. protokol. Panitia Setempat bertugas mempersiapkan dan melayani soal-soal yang bertalian dengan akomodasi. 4 (empat) orang dari Indonesia. dan pers. Penggantian nama tersebut dimaksudkan untuk lebih menyemarakkan konferensi dan menciptakan suasana konferensi yang sesuai dengan tujuan konferensi. Komite Ekonomi. surat undangan Konferensi Asia Afrika dikirimkan kepada kepala pemerintahan 25 (dua puluh lima) negara Asia dan Afrika. Saravanamuttu dari Srilanka. terdiri atas 2 (dua) orang dari Birma. ada pula panitia yang menangani bidang¬bidang : keuangan. perlengkapan. Di Bandung. transport. Hotel Homann. Di dalam Sekretariat Bersama itu terdapat 10 (sepuluh) orang staf yang melaksanakan pekerjaan sehari-hari. Pada tanggal 15 Januari 1955. Sedangkan 24 (dua puluh empat) negara lainnya menerima baik undangan itu. . B. Sebagian besar delegasi peserta konferensi tiba di Bandung lewat Jakarta pada tanggal 16 April 1955.

understand that Asia and Africa can prosper only when they are united. bahkan warna kulit pun berbeda-beda. tiba di depan Gedung Merdeka dan disambut oleh rakyat dengan sorak-sorai dan pekik "merdeka". Mohammad Hatta. pemimpin pemimpin Asia dan Afrika. Asian and African leaders. and that even the safety of the world at large can not be safeguarded without a united Asia-Africa. bahwa akan menjadi kenyataan.00 WIB kedua tepi sepanjang Jalan Asia Afrika dari mulai depan Hotel Preanger sampai dengan kantor pos. Perjalanan para delegasi dari Hotel Homann dan Hotel Preanger ini kemudian dikenal dengan nama Langkah Bersejarah (The Bandung Walks). bahwa kita. Soekarno menyatakan bahwa kita. Dalam kesempatan tersebut Presiden RI Ir. Setelah diperdengarkan lagu kebangsaan Indonesia : "Indonesia Raya".00 WIB. begitu pula latar belakang sosial dan budaya. penuh sesak oleh rakyat yang ingin menyambut dan menyaksikan para tamu dari berbagai negara. Kira-kira pukul 09. sistem politik.20 WIB. I hope that it will give evidence that Asia and Africa have been reborn. I hope that it conference will give guidance to mankind. Ya. agama. akan menunjukkan kepada umat manusia jalan yang harus ditempuhnya untuk mencapai keselamatan dan perdamaian. Sejak pukul 07. Sekitar pukul 08. Meskipun demikian. kita dapat bersatu. sejak fajar menyingsing telah tampak kesibukan di Kota Bandung untuk menyambut pembukaan Konferensi Asia Afrika. apabila mereka bersatu. Saya harap konferensi ini akan memberikan pedoman kepada umat manusia.3. Pada bagian akhir pidatonya beliau mengatakan "I hope that it will give evidence of the fact that we. Banyak di antara mereka memakai pakaian nasional masing-masing yang beraneka corak dan wama. Di depan pintu gerbang Gedung Merdeka kedua pucuk pimpinan pemerintah Indonesia itu disambut oleh lima Perdana Menteri negara sponsor. peserta konferensi. Soekarno mengucapkan pidato pembukaan yang berjudul "LET A NEW ASIA AND NEW AFRICA BE BORN" (Lahirlah Asia Baru dan Afrika Baru) pada pukul 10. Sementara para petugas keamanan yang terdiri dari tentara dan polisi telah siap di tempat tugas mereka untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Saya berharap. that a New Asia and New Africa have been born !" ("Saya berharap konferensi ini akan menegaskan kenyataan. berasal dari kebangsaan yang berlainan.7 Pelaksanaan Konferensi Pada hari Senin 18 April 1955. bahwa Asia Baru dan Afrika Baru telah lahir!") . dan bahkan keamanan seluruh dunia tanpa persatuan Asia-Afrika tidak akan terjamin. semua delegasi masuk ke dalam Gedung Merdeka. lebih dari itu. oleh ketetapan hati yang sama dalam usaha mempertahankan dan memperkokoh perdamaian dunia. Ir. Soekarno dan Drs. bahwa Asia dan Afrika telah lahir kembali. mengerti bahwa Asia dan Afrika hanya dapat menjadi sejahtera. dipersatukan oleh pengalaman pahit yang sama akibat kolonialisme.30 WIB. para delegasi dari berbagai negara berjalan meninggalkan Hotel Homann dan Hotel Preanger menuju Gedung Merdeka secara berkelompok untuk menghadiri pembukaan Konferensi Asia Afrika. maka Presiden RI Ir. Tak lama kemudian rombongan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. will point out to mankind the way which it must take to attain safety and peace. Mereka disambut hangat oleh rakyat yang berderet disepanjang Jalan Asia Afrika dengan tepuk tangan dan sorak sorai riang gembira.

. dan Kebudayaan Indonesia Dalam sidang-sidang selanjutnya muncul beberapa kesulitan yang bisa diduga sebelumnya. Perdana Menteri Indonesia Ketua Komite Politik Mr. Perbedaanperbedaan pandangan politik dan masalah-masalah yang dihadapi antara negara-negara Asia Afrika muncul ke permukaan.Pidato Presiden RI Ir. terbukti dengan adanya usul Perdana Menteri India yang didukung oleh semua peserta konferensi untuk mengirimkan pesan ucapan terimakasih kepada Presiden atas pidato pembukaannya. (terlambat dari yang direncanakan) tanggal 24 April 1955 Sidang Umum terakhir Konferensi Asia Afrika dibuka. Perdana Menteri Indonesia akan dipilih sebagai ketua konferensi. Ali Sastroamidjojo. maka jalan buntu selalu dapat dihindari dan pertemuan yang berlarut¬larut dapat diakhiri. Beberapa kesepakatan itu antara lain bahwa prosedur dan acara konferensi ditempuh dengan sesederhana mungkin. Namun berkat sikap yang bijaksana dari pimpinan sidang serta hidupnya rasa toleransi dan kekeluargaan di antara peserta konferensi. serta karena tidak ada calon lain yang diusulkan. mempesona. maka pada pukul 19. Komite Ekonomi. Moh. Ir. dan Komite Kebudayaan. Roeslan Abdulgani dipilih sebagai Sekretaris Jenderal Konferensi. Soekarno berhasil menarik perhatian. Atas usul Ketua Delegasi Mesir (Perdana Menteri Gamal Abdel Nasser) yang kemudian disetujui oleh pimpinan delegasi-delegasi : Republik Rakyat Cina. Dalam memutuskan sesuatu akan ditempuh sistem musyawarah dan mufakat (sistem konsensus) dan untuk menghemat waktu tidak diadakan pidato sambutan delegasi. Kesulitan-kesulitan itu terutama terjadi dalam sidang-sidang Komite Politik. yaitu Komite Politik. Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan yang bertalian dengan prosedur acara. Dalam Sidang Umum itu dibacakan oleh Sekretaris . Semua kesepakatan tersebut selanjutnya disetujui oleh sidang dan susunan pimpinan konferensi adalah sebagai berikut : Ketua Konferensi : Mr. bahkan sampai pada tahap yang agak panas. membuka sidang kembali. dan lain-lain yang dipandang perlu. dan Filipina. Sidang konferensi terdiri atas sidang terbuka untuk umum dan sidang tertutup hanya bagi peserta konferensi. Ketua Sekretariat Bersama Konferensi. pimpinan konferensi. Yamin. Menteri Pendidikan.45 WIB. dan mempengaruhi hadirin. maka secara aklamasi Perdana Menteri Indonesia terpilih sebagai ketua konferensi. Menteri Perekonomian Indonesia Ketua Komite Kebudayaan : Mr. Selain itu. Soekarno mengakhiri pidatonya. Presiden RI Ir.00 WIB. Perdana Menteri Indonesia. Roosseno. Ali Sastroamidjojo. Pengajaran. Perdana Menteri Indonesia Ketua Komite Ekonomi : Prof. Setelah melalui sidang-sidang yang menegangkan dan melelahkan selama satu minggu. sebagai pimpinan sidang sementara. Kelancaran pemilihan pimpinan konferensi dan acara-acara sidang selanjutnya dimungkinkan oleh adanya pertemuan informal terlebih dahulu di antara para pimpinan delegasi negara sponsor dan negara peserta sebelum konferensi dimulai (16 dan 17 April 1955). Pada pukul 10. Yordania. dan selanjutnya bersama rombongan meninggalkan ruangan. Dibentuk tiga komite.

Tidak melakukan tekanan terhadap negara lain. Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa-bangsa.8 Penutup Dalam penutup komunike terakhir dinyatakan bahwa Konferensi Asia Afrika menganjurkan supaya kelima negara penyelenggara mempertimbangkan untuk diadakan pertemuan berikutnya dari konferensi ini. kebudayaan. 2. Kemudian sidang dilanjutkan dengan pidato sambutan para ketua delegasi. Tetapi usaha untuk mengadakan Konferensi Asia Afrika kedua selalu mengalami hambatan yang sulit diatasi. yaitu suatu pernyataan politik berisi prinsip-prinsip dasar dalam usaha memajukan perdamaian dan kerja sama dunia. Menghormati hukum dan kewajiban-kewajiban internasio-nal. Ketua Konferensi menyampaikan pidato penutupan dan menyatakan bahwa Konferensi Asia Afrika ditutup. b. a. Mengakui persamaan semua suku-suku bangsa dan persamaan semua bangsa-bangsa besar maupun kecil. Setelah itu. Tidak melakukan intervensi atau campur tangan dalam soal¬ soal dalam negeri negara lain. 3. Tatkala usaha itu hampir terwujud (1964). Tidak mempergunakan peraturan-peraturan dari pertaha¬ nan kolektif untuk bertindak bagi kepentingan khusus dari salah satu dari negaranegara besar. dan Konferensi Mahasiswa Asia Afrika. sehingga konferensi itu tidak jadi. Menghormati hak tiap-tiap bangsa untuk mempertahankan diri sendiri secara sendirian atau secara kolektif. seperti Konferensi Wartawan Asia Afrika. 4. Sidang Umum menyetujui seluruh pemyataan tersebut. Menyelesaikan segala perselisihan-perselisihan internasional dengan jalan damai. Memajukan kepentingan bersama dan kerja sama.Jenderal Konferensi rumusan pemyataan dari tiap-tiap panitia sebagai hasil konferensi. Kesepuluh prinsip itu ialah : 1. 3. 6. 7. Tidak melakukan tindakan-tindakan atau ancaman agresi ataupun penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik sesuatu negara. Konferensi serupa bagi kalangan tertentu di Asia dan Afrika beberapa kali diadakan pula. . arbitrase atau penyelesaian hakim atau pun lain-lain cara damai lagi menurut pilihan pihak-pihak yang bersangkutan. telah berhasil menggalang persatuan dan kerja sama di antara negara-negara Asia dan Afrika. yang sesuai dengan Piagam PBB. Konferensi Pengarang Asia Afrika. 10. persetujuan. Konferensi Asia Afrika di Bandung. baik dalam menghadapi masalah internasional maupun masalah regional. seperti perundingan. Yang paling mashur dari hasil konferensi ini ialah apa yang kemudian dinamakan Dasa Sila Bandung. yang sesuai dengan Piagam PBB. dan politik. dengan meminta pendapat negara-negara peserta lainnya. Konferensi Islam Asia Afrika. tiba-tiba di negara tuan rumah (Aljazair) terjadi pergantian pemerintahan. 9. Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta azas-azas yang termuat dalam piagam PBB. 5. Dalam komunike terakhir itu diantaranya dinyatakan bahwa Konferensi Asia Afrika telah meninjau soal-soal mengenai kepentingan bersama negara-negara Asia dan Afrika dan telah merundingkan cara-cara bagaimana rakyat negara-negara ini dapat bekerja sama dengan lebih erat di bidang ekonomi. 8.

Bandung telah melahirkan faham Dunia Ketiga atau "Non-Aligned' terhadap Dunia Pertamanya Washington dan Dunia Keduanya Moscow. Mesir . Negara-Negara Peserta yang mengikuti Konferensi Asia Africa KAA 1 di Bandung : 1. Sumber: Panduan Museum Konperensi Asia Afrika. Afghanistan 3. 2004 Konferensi Asia Afrika / KAA di Bandung 18 April 1955 Negara Peserta & Hasil KAA Dasasila Bandung / Bandung Declaration Mon. Dan Perjanjian Internasional Museum Konperensi Asia Afrika.12:11pm ² godam64 Konfrensi Asia Afrika yang pertama (KAA I) diadakan di kota Bandung pada tanggal 19 april 1955 dan dihadiri oleh 29 negara kawasan Asia dan Afrika. sehingga kemudian lahirlah sejumlah negara merdeka di benua Asia dan Afrika. Sebagai penutup uraian singkat ini. Jiwa Bandung dengan Dasa Silanya telah mengubah pandangan dunia tentang hubungan internasional. Departemen Luar Negeri RI Direktorat Jenderal Informasi. Indonesia 2. Semua itu menandakan bahwa cita-cita dan semangat Dasa Sila Bandung semakin merasuk ke dalam tubuh bangsa-bangsa Asia dan Afrika. Diplomasi Publik. Konferensi ini menghasilkan 10 butir hasil kesepakatan bersama yang bernama Dasasila Bandung atau Bandung Declaration. dikutip bagian terakhir pidato penutupan Ketua Konferensi Asia Afrika sebagai berikut "May we continue on the way we have taken together and may the Bandung Conference stay as a beacon guiding the future progress of Asia and Africa". Dengan adanya Dasa Sila Bandung mampu menghasilkan resolusi dalam persidangan PBB ke 15 tahun 1960 yaitu resolusi Deklarasi Pembenaran Kemerdekaan kepada negara-negara dan bangsa yang terjajah yang lebih dikenal sebagai Deklarasi Dekolonisasi.Konferensi Asia Afrika telah membakar semangat dan menambah kekuatan moral para pejuang bangsa-bangsa Asia dan Afrika yang pada masa itu tengah memperjuangkan kemerdekaan tanah air mereka. Kamboja 4. Forum PBB bukan lagi forum eksklusif Barat atau Timur. RRC / Cina 5. Jiwa Bandung telah mengubah juga struktur Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 07/08/2006 . ("Semoga kita dapat meneruskan perjalanan kita di atas jalan yang telah kita pilih bersama-sama dan semoga Konferensi Bandung ini tetap tegak sebagai sebuah mercusuar yang membimbing kemajuan di masa depan dari Asia dan Afrika").

Nepal 28. Mengatasi dan menyelesaikan segala bentuk perselisihan internasional secara jalan damai dengan persetujuan PBB. 8. Tidak menggunakan peraturan dari pertahanan kolektif dalam bertindak untuk kepentingan suatu negara besar. Ethiopia 7. Tidak ikut campur dan intervensi persoalan negara lain. Memajukan kepentingan bersama dan kerjasama. Tidak mengancam dan melakukan tindak kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik suatu negara. Menghormati dan menghargai perbedaan ras serta mengakui persamaan semua ras dan bangsa di dunia. ensiklopedia bebas . 9. Iran 20. 2. Menghormati hak-hak dasar manusia seperti yang tercantum pada Piagam PBB. Vietnam Utara 13. Libanon 24. India 8. 7. Sudan 22. Pakistan 11. Filipina 9. Irak 21. Vietnam Selatan 14. 3. Ghana 27. Yordania 29. Menghormati hukum dan juga kewajiban internasional.6. Menghormati hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri baik sendiri maupun kolektif sesuai dengan piagam pbb. 6. Thailand 18. Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Thailand 26. Srilanka 12. 5. Turki 19. 4. Liberia 25. Syiria 17. Menghormati kedaulatan dan integritas semua bangsa. Yaman 16. Jepang Sepuluh (10) inti sari / isi yang terkandung dalam Bandung Declaration / Dasasila Bandung : 1. Saudi Arabia 15. 10. Laos 23. Birma 10.

Dasasila Bandung ini memasukkan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB dan prinsip-prinsip Nehru. . Myanmar (dahulu Burma). India dan Pakistan dan dikoordinasi oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Roeslan Abdulgani. Sebanyak 29 negara yang mewakili lebih dari setengah total penduduk dunia pada saat itu mengirimkan wakilnya. Bantulah memperbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. cari Artikel ini tidak memiliki referensi sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa diverifikasi. yang kebanyakan baru saja memperoleh kemerdekaan. khususnya pengaruh Perancis di Afrika Utara dan kekuasaan kolonial perancis di Aljazair. Sepuluh poin hasil pertemuan ini kemudian tertuang dalam apa yang disebut Dasasila Bandung. Artikel yang tidak dapat diverifikasikan dapat dihapus sewaktu-waktu oleh Pengurus. Konferensi ini merefleksikan apa yang mereka pandang sebagai ketidakinginan kekuatan-kekuatan Barat untuk mengkonsultasikan dengan mereka tentang keputusan-keputusan yang memengaruhi Asia pada masa Perang Dingin. penentangan mereka terhadap kolonialisme. keinginan mereka untuk membentangkan fondasi bagi hubungan yang damai antara Tiongkok dengan mereka dan pihak Barat. Sri Lanka (dahulu Ceylon). Gedung Merdeka saat berlangsungnya Konferensi Asia Afrika Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika (KTT Asia-Afrika. kekhawatiran mereka mengenai ketegangan antara Republik Rakyat Cina dan Amerika Serikat. yang berisi tentang "pernyataan mengenai dukungan bagi kedamaian dan kerjasama dunia". kadang juga disebut Konferensi Bandung) adalah sebuah konferensi tingkat tinggi antara negara-negara Asia dan Afrika. di Gedung Merdeka. atau negara imperialis lainnya. Indonesia dengan tujuan mempromosikan kerjasama ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika dan melawan kolonialisme atau neokolonialisme Amerika Serikat. KTT ini diselenggarakan oleh Indonesia. Konferensi ini akhirnya membawa kepada terbentuknya Gerakan Non-Blok pada 1961. Bandung.Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. Uni Soviet. Pertemuan ini berlangsung antara 18 April24 April 1955. dan keinginan Indonesia untuk mempromosikan hak mereka dalam pertentangan dengan Belanda mengenai Irian Barat.

Burma (sekarang Myanmar).Untuk mematangkan gagasan masalah Persidangan Asia-Afrika. y y y [sunting] Pelopor Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika Nama Jabatan Negara Perdana Menteri Indonesia Ali Sastroamidjojo Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru . dan Indonesia. 18 24 April 1955 . 25 April 2 Mei 1954 . diadakan Persidangan Bogor.Berlangsung Persidangan Kolombo di Sri Lanka. Dalam persidangan ini dirumuskan lebih rinci tentang tujuan persidangan. Persidangan ini dirasmikan oleh Presiden Soekarno dan diketuai oleh PM Ali Sastroamidjojo. Hasil dari persidangan ini berupa persetujuan yang dikenal dengan Dasasila Bandung. Dalam konferensi ini Indonesia memberikan usulan perlunya adanya Konferensi Asia-Afrika. serta siapa saja yang akan diundang.Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo (Indonesia) di Dewan Perwakilan Rakyat Sementara mengusulkan perlunya kerjasama antara negara-negara di Asia dan Afrika dalam perdamaian dunia. Bandung. Hadir dalam pertemuan tersebut para pemimpin dari India.Konferensi Asia-Afrika berlangsung di Gedung Merdeka. Pakistan.[sunting] Kilas balik y 23 Agustus 1953 . 28 29 Desember 1954 .

Sebagian dari pertemuan itu dilaksanakan di Gedung Merdeka. Untuk memperingati lima puluh tahun sejak pertemuan bersejarah tersebut. . Sekjen PBB. para Kepala Negara negara-negara Asia dan Afrika telah diundang untuk mengikuti sebuah pertemuan baru di Bandung dan Jakarta antara 19-24 April 2005. lokasi pertemuan lama pada 50 tahun lalu. Kofi Annan juga ikut hadir dalam pertemuan ini.Perdana Menteri Sri Lanka John Kotelawala Perdana Menteri Pakistan Muhammad Ali Bogra Perdana Menteri Myanmar U Nu [sunting] Pertemuan kedua Artikel utama: KTT Asia-Afrika 2005.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful