SEJARAH SINGKAT KONFERENSI ASIA AFRIKA Written by Administrator Monday, 13 July 2009 17:47 3.

1 Latar Belakang Berakhirnya Perang Dunia II pada bulan Agustus 1945, tidak berarti berakhir pula situasi permusuhan di antara bangsa-bangsa di dunia dan tercipta perdamaian dan keamanan. Ternyata di beberapa pelosok dunia, terutama di belahan bumi Asia Afrika, masih ada masalah dan muncul masalah baru yang mengakibatkan permusuhan yang terus berlangsung, bahkan pada tingkat perang terbuka, seperti di Jazirah Korea, Indo Cina, Palestina, Afrika Selatan, Afrika Utara. Masalah-masalah tersebut sebagian disebabkan oleh lahirnya dua blok kekuatan yang bertentangan secara ideologi maupun kepentingan, yaitu Blok Barat dan Blok Timur. Blok Barat dipimpin oleh Amerika Serikat dan Blok Timur dipimpin oleh Uni Sovyet. Tiap-tiap blok berusaha menarik negara-negara di Asia dan Afrika agar menjadi pendukung mereka. Hal ini mengakibatkan tetap hidupnya dan bahkan tumbuhnya suasana permusuhan yang terselubung di antara kedua blok itu dan pendukungnya. Suasana permusuhan tersebut dikenal dengan sebutan "perang dingin". Timbulnya pergolakan dunia disebabkan pula oleh masih adanya penjajahan di bumi kita ini, terutama di belahan Asia dan Afrika. Memang sebelum tahun 1945, pada umumnya benua Asia dan Afrika merupakan daerah jajahan bangsa Barat dalam aneka bentuk. Tetapi sej ak tahun 1945, banyak daerah di Asia Afrika menjadi negara merdeka dan banyak pula yang masih berjuang bagi kemerdekaan negara dan bangsa mereka seperti Aljazair, Tunisia, dan Maroko di wilayah Afrika Utara; Vietnam di Indo Cina; dan di ujung selatan Afrika. Beberapa negara Asia Afrika yeng telah merdeka pun masih banyak yang menghadapi masalah-masalah sisa penjajahan seperti Indonesia tentang Irian Barat, India dan Pakistan tentang Kashmir, negaranegara Arab tentang Palestina. Sebagian bangsa Arab-Palestina terpaksa mengungsi, karena tanah air mereka diduduki secara paksa oleh pasukan Israel yang dibantu oleh Amerika Serikat. Sementara itu bangsa-bangsa di dunia, terutama bangsa-bangsa Asia Afrika, sedang dilanda kekhawatiran akibat makin dikembangkannya pembuatan senjata nuklir yang bisa memusnahkan umat manusia. Situasi dalam negeri dibeberapa negara Asia Afrika yang telah merdeka pun masih terjadi konflik antar kelompok masyarakat sebagai akibat masa penjajahan (politik devide et impera) dan perang dingin antar blok dunia tersebut. Walaupun pada masa itu telah ada badan internasional yaitu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berfungsi menangani masalah¬masalah dunia, namun nyatanya badan ini belum berhasil menyelesaikan persoalan tersebut. Sedangkan kenyataannya, akibat yang ditimbulkan oleh masalah-masalah ini, sebagaian besar diderita oleh bangsa-bangsa di Asia Afrika. Keadaan itulah yang melatarbelakangi lahirnya gagasan untuk mengadakan Konferensi Asia Afrika. 3.2 Lahirnya Ide Konferensi Keterangan Pemerintah Indonesia tentang politik luar negeri yang disampaikan oleh Perdana

walaupun masih dalam suasana keraguan. Dari sebab itu kerja sama tersebut akan kami lanjutkan dan pererat". Oleh karena itu kita lima Perdana Menteri negara-negara Asia bertemu di sini untuk membicarakan masalah-masalah yang krusial yang sedang dihadapi oleh masyarakat yang kita wakili. Saya percaya bahwa masalah-masalah itu tidak hanya terjadi di negara-negara Asia yang terwakili di sini. diantaranya pertanyaan yang diajukan oleh Perdana Menteri Indonesia "Where do we stand now. bangsa Asia sedang berada di tengah-tengah persaingan dunia?"). Pertemuan yang kemudian disebut Konferensi Kolombo itu dilaksanakan pada tanggal 28 April sampai dengan 2 Mei 1954. Iam convinced that the problems are not only convened to the Asian countries represented here but also are of equal importance to the African and other Asian countries". Pernyataan tersebut memberi arah kepada lahirnya Konferensi Asia Afrika. ("Kita sekarang berada dipersimpangan jalan sejarah umat manusia. Undangan tersebut diterima baik oleh semua pimpinan pemerintah negara yang diundang. karena kami yakin. It is therefore that we Prime Ministers of five Asian countries are meeting here to discuss those crucial problems of the peoples we represent. menyatakan "Kerja sama dalam golongan negara-negara Asia Arab (Afrika) kami pandang penting benar. Selanjutnya. in this world of ours to day?" ("Dimana sekarang kita berdiri. Ali Sastroamidjojo. tetapi juga sama pentingnya bagi negaranegara di Afrika dan Asia lainnya"). di depan parlemen pada tanggal 25 Agustus 1953. we the peoples ofAsia. There are the very problems which urge Indonesia to propose that another conference be convened wider in scope. jadi mempunyai dasar sama (commonground) untuk mengadakan golongan yang khusus. kemudian pertanyaan itu dijawab sendiri dengan menyatakan "We have now indeed arrived at the cross-roads of the history of mankind. Pada awal tahun 1954. Bunyi pernyataan tersebut mencerminkan ide dan kehendak Pemerintah Indonesia untuk mempererat kerja sama di antara negara¬negara Asia Afrika. .Menteri Mr. soal perlunya Konferensi Asia Afrika diadakan. Konferensi ini membicarakan masalahmasalah yang menjadi kepentingan bersama. antara negara-negara Afrika dan Asia. bahwa kerja sama erat antara negara-negara tersebut tentulah akan memperkuat usaha ke arah tercapainya perdamaian dunia yang kekal. dan Pakistan (Mohammed Ali) dengan maksud mengadakan suatu pertemuan infor¬mal di negaranya. Indonesia (Ali Sastroamidjojo). diajukan pula oleh Indonesia dalam sidang berikutnya. Usul itu akhirnya diterima oleh semua peserta konferensi. Yang menarik perhatian para peserta konferensi. Ada beberapa hal yang mendorong Indonesia mengajukan usulan untuk mengadakan pertemuan lain yang lebih luas. between the African andAsian nations. India (Jawaharlal Nehru). Lain dari itu negara¬negara itu pada umumnya memang mempunyai pendirian-pendirian yang sama dalam beberapa soal di lapangan internasional. Perdana Menteri Ceylon (Srilanka) Sir John Kotelawala mengundang para Perdana Menteri dari Birma (U Nu). Kerja sama antara negaranegara Asia Afrika tersebut adalah sesuai benar dengan aturan-aturan dalam PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang menyenangi kerja sama kedaerahan (regional arrangements).

Barulah setelah kunjungan Perdana Menteri Indonesia pada tanggal 25 September 1954. Sunario. mendorong terciptanya perdamaian dunia. Dengan demikian. Akhirnya. Dalam rangka menunaikan tugas itu Pemerintah Indonesia melakukan pendekatan melalui saluran diplomatik kepada 18 negara Asia Afrika. Atas undangan Perdana Menteri Indonesia. para Perdana Menteri peserta Konferensi Kolombo (Birma. dalam pernyataan bersama pada akhir Konferensi Kolombo. untuk mengetahui sejauh mana pendapat negara-negara tersebut terhadap ide mengadakan Konferensi Asia Afrika. beliau yakin benar akan pentingnya diadakan konferensi semacam itu. Keyakinan serupa dinyatakan pula oleh Perdana Menteri Birma U Nu pada tanggal 28 September 1954. dinyatakan bahwa para Perdana Menteri peserta konferensi membicarakan kehendak untuk mengadakan konferensi negara-negara Asia Afrika dan menyetujui usul agar Perdana Menteri Indonesia dapat menjejaki sampai dimana kemungkinannya mengadakan konferensi semacam itu. Rapat dinas tersebut diadakan di Tugu (Bogor) pada tanggal 9 sampai dengan 22 Maret 1954. Indonesia.3 Usaha-Usaha Persiapan Konferensi Di atas telah diungkapkan bahwa Konferensi Kolombo menugaskan Indonesia agar menjejaki kemungkinan untuk diadakannya Konferensi Asia Afrika. maka usaha-usaha penyelidikan atas kemungkinan diselenggarakannya Konferensi Asia Afrika dianggap selesai dan berhasil serta usaha selanjutnya ialah mempersiapkan pelaksanaan konferensi itu. Memang Perdana Menteri India dalam menerima usul itu masih disertai keraguan akan berhasil-tidaknya usul tersebut dilaksanakan. mengingatkan Perdana Menteri Indonesia tentang perkembangan situasi dunia dewasa itu yang semakin gawat. 3. Ternyata pada umumnya negara-negara yang dihubungi menyambut baik ide tersebut dan menyetujui Indonesia sebagai tuan rumahnya. It should be held at an early date". melalui suratnya. Bahan-bahan tersebut merupakan hasil rapat dinas Kepala-kepala Perwakilan Indonesia di negara-negara Asia dan Afrika yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Mr. dan Pakistan) mengadakan konferensi di Bogor pada tanggal . Perdana Menteri Jawaharlal Nehru dari India. India. Srilanka. Hendaknya konferensi ini diadakan selekas mungkin"). ("Para Perdana Menteri telah membicarakan usulan untuk mengadakan sebuah konferensi yang mewakili negara-negara Asia dan Afrika serta menyetujui konferensi seperti ini sangat diperlukan dan akan membantu terciptanya perdamaian sekaligus pendekatan bersama ke arah masalah (yang dihadapi). Pada tanggal 18 Agustus 1954. walaupun dalam hal waktu dan peserta konferensi terdapat berbagai pendapat yang berbeda. seperti tercermin dalam pernyataan bersama pada akhir kunjungan Perdana Menteri Indonesia "The prime Ministers discussed also the proposal to have a conference of representatives of Asian and African countries and were agreed that a conference of this kind was desirable and world be helpful in promoting the cause of peace and a common approach to these problems. dan mempromosikan Indonesia sebagai tempat konferensi. Maksudnya.Perdana Menteri Indonesia pergi ke Kolombo untuk memenuhi urndangan Perdana Menterl Srilanka dengan membawa bahan-bahan hasil perumusan Pemerintah Indonesia. sehubungan dengan adanya usul untuk mengadakan Konferensi Asia Afrika. Dalam pendekatan tersebut dijelaskan bahwa tujuan utama konferensi itu ialah untuk membicarakan kepentingan bersama bangsa-bangsa Asia Afrika pada saat itu.

3.4 Tujuan Konferensi Konferensi Bogor menghasilkan 4 (empat) tujuan pokok Konferensi Asia Afrika. Maksud utama konferensi ialah supaya negara-negara peserta menjadi lebih saling mengetahui pendirian mereka masing-masing. Syria. Indonesia diwakili oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Roeslan Abdul Gani yang juga menjadi ketua badan itu. Untuk memajukan goodwill (kehendak yang luhur) dan kerja sama antara bangsa-bangsa Asia dan Afrika. serta rakyat¬rakyatnya di dalam dunia dewasa ini serta sumbangan yang dapat mereka berikan guna memajukan perdamaian serta kerja sama di dunia. Turki. Indonesia membentuk sekretariat konferensi yang diwakili oleh negara-negara penyelenggara. Mesir.6 Struktur Organisasi Panitia Pelaksana Dalam persiapan pelaksanaan Konferensi Asia Afrika. serta untuk menciptakan dan memajukan persahabatan serta perhubungan sebagai tetangga baik. dan kebudayaan negara yang diwakili. Liberia.28 dan 29 Desember 1954. ekonomi. Konferensi menjunjung tinggi pula azas bahwa bentuk pemerintahan atau cara hidup sesuatu negara sekali¬sekali tidak akan dapat dicampuri oleh negara lain. dan Yaman.Undangan kepada negara-negara peserta disampaikan oleh Pemerintah Indonesia atas nama lima negara. Nepal. Iran. Viet-nam Selatan. 3. Ethiopia. 2. Yordania. Irak. Waktu konferensi ditetapkan pada minggu terakhir April 1955. Laos. Guna mewujudkan keputusan-keputusan Konferensi Bogor. baik yang silih ganti maupun yang bersama. Sudan. 3. 4.5 Peserta dan Waktu Konferensi Negara-negara yang diundang disetujui berjumlah 25 negara. misalnya soal-soal yang mengenai kedaulatan nasional dan tentang masalah-masalah rasialisme dan kolonialisme. Libya. Republik Rakyat Tiongkok (China). Untuk meninjau kedudukan Asia dan Afrika. 3. Konferensi Bogor berhasil merumuskan kesepakatan bahwa Konferensi Asia Afrika diadakan atas penyelenggaraan bersama dan kelima negara peserta konferensi tersebut menjadi negara sponsornya. Thailand (Muang Thai). yang dikenal dengan sebutan Konferensi Panca Negara. Konferensi Bogor menentukan bahwa menerima undangan untuk turut dalam Konferensi Asia Afrika tidak berarti bahwa negara peserta tersebut akan berubah atau dianggap berubah pendiriannya mengenai status dari negara-negara lain. Mengingat negara-negara yang akan di undang mempunyai politik luar negeri serta sistem politik dan sosial yang berbeda-beda. Pantai Emas (Gold Coast). dan 4 . Republik Demokrasi Viet-nam (Viet-nam Utara). Saudi Arabia. Lebanon. Jepang. yaitu : Afganistan. Untuk mempertimbangkan soal-soal yang berupa kepentingan khusus bangsa-bangsa Asia dan Afrika. Konferensi ini membicarakan persiapan pelaksanaan Konferensi Asia Afrika. Federasi Afrika Tengah. Filipina. Kamboja. yaitu 1. Untuk mempertimbangkan soal-soal serta hubungan-hubungan di lapangan sosial. untuk menjelajah serta memaj ukan kepentingan-kepentingan mereka. segera dibentuk Sekretariat Bersama (Joint Secretariat) oleh lima negara penyelenggara.

komunikasi. seorang dari Srilanka. meskipun pada mulanya ada negara yang masih ragu-ragu.B. Pemerintah Indonesia sendiri pada tanggal 11 Januari 1955 membentuk Panitia Interdepartemental (Interdepartemental Committee) yang diketuai oleh Sekretaris Jenderal SekretariatBersama dengan anggota-anggota dan penasehatnya berasal dari berbagai departemen guna membantu persiapan-persiapan konferensi itu. 4 (empat) orang dari Indonesia. terdiri atas 2 (dua) orang dari Birma. Di dalam Sekretariat Bersama itu terdapat 10 (sepuluh) orang staf yang melaksanakan pekerjaan sehari-hari. protokol. Presiden RI Soekarno meresmikan penggantian nama Gedung Concordia menjadi Gedung Merdeka. yaitu Federasi Afrika Tengah (Central African Federation). dan sebagian Jalan Raya Timur menjadi Jalan Asia Afrika. dan pers. dengan jumlah 230 orang sopir dan 350 ton bensin tiap hari serta cadangan 175 ton bensin. Dari seluruh negara yang diundang hanya satu negara yang menolak undangan itu. dan Choudhri Khaliquzzaman dari Pakistan. Tyobji dari India. dan seorang dari Pakistan. 30 taksi. dibentuk Panitia Setempat (Local Committee) pada tanggal 3 Januari 1955 dengan ketuanya Sanusi Hardjadinata. DIAGRAM ORGANISASI KONPERENSI ASIA AFRIKA Pemerintah I 25 Negara Peserta I Republik Indonesia I Sekretaris Bersama I I Protokol I Panitia Interdepartmental Panitia Lokal di di Jakarta Bandung Gedung Concordia dan Gedung Dana Pensiun dipersiapkan sebagai tempat sidang-sidang konferensi. Komite Sosial. tempat diadakannya konferensi. yaitu U Mya Sein dari Birma. B. . Sebagian besar delegasi peserta konferensi tiba di Bandung lewat Jakarta pada tanggal 16 April 1955. Komite Kebudayaan. logistik. M. Keperluan transport dilayani oleh 143 mobil. penerangan.F. perlengkapan. ada pula panitia yang menangani bidang¬bidang : keuangan. surat undangan Konferensi Asia Afrika dikirimkan kepada kepala pemerintahan 25 (dua puluh lima) negara Asia dan Afrika. keamanan. Di Bandung. Sedangkan 24 (dua puluh empat) negara lainnya menerima baik undangan itu. Gedung Dana Pensiun menjadi Gedung Dwi Warna. karena memang negara itu masih dikuasai oleh orang-orang bekas penjajahnya.(empat) negara lainnya diwakili oleh Kepala¬kepala Perwakilan mereka masing-masing di Jakarta. transport. Selain itu. Hotel Homann. hiburan. Penggantian nama tersebut dimaksudkan untuk lebih menyemarakkan konferensi dan menciptakan suasana konferensi yang sesuai dengan tujuan konferensi. Komite Ekonomi. Gubernur Jawa Barat.H. kesehatan. Dalam kesempatan memeriksa persiapan-persiapan terakhir di Bandung pada tanggal 17 April 1955. Hotel Preanger. Saravanamuttu dari Srilanka. Pada tanggal 15 Januari 1955. Selain itu terdapat pula 4 (empat) komite terdiri atas Komite Politik. dan 12 (dua belas) hotel lainnya serta perumahan perorangan dan pemerintah dipersiapkan pula sebagai tempat menginap para tamu yang berjumlah 1300 orang. 2 (dua) orang dari India. Panitia Setempat bertugas mempersiapkan dan melayani soal-soal yang bertalian dengan akomodasi. dan lain-lain. 20 bus.

understand that Asia and Africa can prosper only when they are united. semua delegasi masuk ke dalam Gedung Merdeka. begitu pula latar belakang sosial dan budaya. Banyak di antara mereka memakai pakaian nasional masing-masing yang beraneka corak dan wama. akan menunjukkan kepada umat manusia jalan yang harus ditempuhnya untuk mencapai keselamatan dan perdamaian. pemimpin pemimpin Asia dan Afrika. Ir. apabila mereka bersatu. dipersatukan oleh pengalaman pahit yang sama akibat kolonialisme. berasal dari kebangsaan yang berlainan. sistem politik. Tak lama kemudian rombongan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. oleh ketetapan hati yang sama dalam usaha mempertahankan dan memperkokoh perdamaian dunia. will point out to mankind the way which it must take to attain safety and peace. Soekarno dan Drs. and that even the safety of the world at large can not be safeguarded without a united Asia-Africa. Mohammad Hatta.20 WIB. bahwa kita. I hope that it conference will give guidance to mankind. agama. Saya berharap. Mereka disambut hangat oleh rakyat yang berderet disepanjang Jalan Asia Afrika dengan tepuk tangan dan sorak sorai riang gembira. mengerti bahwa Asia dan Afrika hanya dapat menjadi sejahtera. peserta konferensi. Ya. Meskipun demikian. I hope that it will give evidence that Asia and Africa have been reborn. Pada bagian akhir pidatonya beliau mengatakan "I hope that it will give evidence of the fact that we. penuh sesak oleh rakyat yang ingin menyambut dan menyaksikan para tamu dari berbagai negara. Setelah diperdengarkan lagu kebangsaan Indonesia : "Indonesia Raya". Dalam kesempatan tersebut Presiden RI Ir. Perjalanan para delegasi dari Hotel Homann dan Hotel Preanger ini kemudian dikenal dengan nama Langkah Bersejarah (The Bandung Walks). sejak fajar menyingsing telah tampak kesibukan di Kota Bandung untuk menyambut pembukaan Konferensi Asia Afrika.00 WIB kedua tepi sepanjang Jalan Asia Afrika dari mulai depan Hotel Preanger sampai dengan kantor pos. maka Presiden RI Ir. tiba di depan Gedung Merdeka dan disambut oleh rakyat dengan sorak-sorai dan pekik "merdeka". bahwa Asia dan Afrika telah lahir kembali.30 WIB. bahkan warna kulit pun berbeda-beda. para delegasi dari berbagai negara berjalan meninggalkan Hotel Homann dan Hotel Preanger menuju Gedung Merdeka secara berkelompok untuk menghadiri pembukaan Konferensi Asia Afrika. Asian and African leaders. Sementara para petugas keamanan yang terdiri dari tentara dan polisi telah siap di tempat tugas mereka untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Sejak pukul 07. that a New Asia and New Africa have been born !" ("Saya berharap konferensi ini akan menegaskan kenyataan. Soekarno mengucapkan pidato pembukaan yang berjudul "LET A NEW ASIA AND NEW AFRICA BE BORN" (Lahirlah Asia Baru dan Afrika Baru) pada pukul 10. Di depan pintu gerbang Gedung Merdeka kedua pucuk pimpinan pemerintah Indonesia itu disambut oleh lima Perdana Menteri negara sponsor. lebih dari itu. bahwa akan menjadi kenyataan. kita dapat bersatu. Kira-kira pukul 09.3. Saya harap konferensi ini akan memberikan pedoman kepada umat manusia.7 Pelaksanaan Konferensi Pada hari Senin 18 April 1955. Sekitar pukul 08.00 WIB. Soekarno menyatakan bahwa kita. dan bahkan keamanan seluruh dunia tanpa persatuan Asia-Afrika tidak akan terjamin. bahwa Asia Baru dan Afrika Baru telah lahir!") .

dan Kebudayaan Indonesia Dalam sidang-sidang selanjutnya muncul beberapa kesulitan yang bisa diduga sebelumnya. Perdana Menteri Indonesia Ketua Komite Politik Mr. Setelah melalui sidang-sidang yang menegangkan dan melelahkan selama satu minggu. Beberapa kesepakatan itu antara lain bahwa prosedur dan acara konferensi ditempuh dengan sesederhana mungkin. dan selanjutnya bersama rombongan meninggalkan ruangan. Soekarno mengakhiri pidatonya. Perdana Menteri Indonesia. Atas usul Ketua Delegasi Mesir (Perdana Menteri Gamal Abdel Nasser) yang kemudian disetujui oleh pimpinan delegasi-delegasi : Republik Rakyat Cina. Perdana Menteri Indonesia Ketua Komite Ekonomi : Prof. Ali Sastroamidjojo. bahkan sampai pada tahap yang agak panas. Pada pukul 10. Yordania. mempesona. Dalam Sidang Umum itu dibacakan oleh Sekretaris . Kesulitan-kesulitan itu terutama terjadi dalam sidang-sidang Komite Politik. Ir. Komite Ekonomi. Selain itu. Sidang konferensi terdiri atas sidang terbuka untuk umum dan sidang tertutup hanya bagi peserta konferensi.. dan lain-lain yang dipandang perlu. maka pada pukul 19. Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan yang bertalian dengan prosedur acara. serta karena tidak ada calon lain yang diusulkan. membuka sidang kembali. Moh. (terlambat dari yang direncanakan) tanggal 24 April 1955 Sidang Umum terakhir Konferensi Asia Afrika dibuka. Roeslan Abdulgani dipilih sebagai Sekretaris Jenderal Konferensi. Roosseno. Pengajaran. dan mempengaruhi hadirin. Kelancaran pemilihan pimpinan konferensi dan acara-acara sidang selanjutnya dimungkinkan oleh adanya pertemuan informal terlebih dahulu di antara para pimpinan delegasi negara sponsor dan negara peserta sebelum konferensi dimulai (16 dan 17 April 1955). Dalam memutuskan sesuatu akan ditempuh sistem musyawarah dan mufakat (sistem konsensus) dan untuk menghemat waktu tidak diadakan pidato sambutan delegasi. maka jalan buntu selalu dapat dihindari dan pertemuan yang berlarut¬larut dapat diakhiri. Ali Sastroamidjojo.Pidato Presiden RI Ir. pimpinan konferensi. Menteri Pendidikan.00 WIB. Presiden RI Ir. Soekarno berhasil menarik perhatian. sebagai pimpinan sidang sementara. terbukti dengan adanya usul Perdana Menteri India yang didukung oleh semua peserta konferensi untuk mengirimkan pesan ucapan terimakasih kepada Presiden atas pidato pembukaannya. dan Filipina. Ketua Sekretariat Bersama Konferensi. Menteri Perekonomian Indonesia Ketua Komite Kebudayaan : Mr. Semua kesepakatan tersebut selanjutnya disetujui oleh sidang dan susunan pimpinan konferensi adalah sebagai berikut : Ketua Konferensi : Mr. maka secara aklamasi Perdana Menteri Indonesia terpilih sebagai ketua konferensi.45 WIB. Perdana Menteri Indonesia akan dipilih sebagai ketua konferensi. yaitu Komite Politik. Yamin. Namun berkat sikap yang bijaksana dari pimpinan sidang serta hidupnya rasa toleransi dan kekeluargaan di antara peserta konferensi. dan Komite Kebudayaan. Perbedaanperbedaan pandangan politik dan masalah-masalah yang dihadapi antara negara-negara Asia Afrika muncul ke permukaan. Dibentuk tiga komite.

dan politik. 3. Menyelesaikan segala perselisihan-perselisihan internasional dengan jalan damai. dan Konferensi Mahasiswa Asia Afrika. tiba-tiba di negara tuan rumah (Aljazair) terjadi pergantian pemerintahan. . Dalam komunike terakhir itu diantaranya dinyatakan bahwa Konferensi Asia Afrika telah meninjau soal-soal mengenai kepentingan bersama negara-negara Asia dan Afrika dan telah merundingkan cara-cara bagaimana rakyat negara-negara ini dapat bekerja sama dengan lebih erat di bidang ekonomi. seperti perundingan. yang sesuai dengan Piagam PBB. 4. Tidak melakukan tekanan terhadap negara lain. persetujuan. Tidak melakukan intervensi atau campur tangan dalam soal¬ soal dalam negeri negara lain.8 Penutup Dalam penutup komunike terakhir dinyatakan bahwa Konferensi Asia Afrika menganjurkan supaya kelima negara penyelenggara mempertimbangkan untuk diadakan pertemuan berikutnya dari konferensi ini. Tidak melakukan tindakan-tindakan atau ancaman agresi ataupun penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik sesuatu negara. arbitrase atau penyelesaian hakim atau pun lain-lain cara damai lagi menurut pilihan pihak-pihak yang bersangkutan. Kemudian sidang dilanjutkan dengan pidato sambutan para ketua delegasi. Konferensi Asia Afrika di Bandung. Tatkala usaha itu hampir terwujud (1964). 8. Menghormati hak tiap-tiap bangsa untuk mempertahankan diri sendiri secara sendirian atau secara kolektif. yaitu suatu pernyataan politik berisi prinsip-prinsip dasar dalam usaha memajukan perdamaian dan kerja sama dunia.Jenderal Konferensi rumusan pemyataan dari tiap-tiap panitia sebagai hasil konferensi. sehingga konferensi itu tidak jadi. Memajukan kepentingan bersama dan kerja sama. Konferensi serupa bagi kalangan tertentu di Asia dan Afrika beberapa kali diadakan pula. 7. 10. Konferensi Islam Asia Afrika. dengan meminta pendapat negara-negara peserta lainnya. Mengakui persamaan semua suku-suku bangsa dan persamaan semua bangsa-bangsa besar maupun kecil. a. Ketua Konferensi menyampaikan pidato penutupan dan menyatakan bahwa Konferensi Asia Afrika ditutup. Setelah itu. 2. Sidang Umum menyetujui seluruh pemyataan tersebut. b. Tetapi usaha untuk mengadakan Konferensi Asia Afrika kedua selalu mengalami hambatan yang sulit diatasi. Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta azas-azas yang termuat dalam piagam PBB. 5. yang sesuai dengan Piagam PBB. baik dalam menghadapi masalah internasional maupun masalah regional. 3. Konferensi Pengarang Asia Afrika. Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa-bangsa. Tidak mempergunakan peraturan-peraturan dari pertaha¬ nan kolektif untuk bertindak bagi kepentingan khusus dari salah satu dari negaranegara besar. Kesepuluh prinsip itu ialah : 1. seperti Konferensi Wartawan Asia Afrika. 9. Yang paling mashur dari hasil konferensi ini ialah apa yang kemudian dinamakan Dasa Sila Bandung. telah berhasil menggalang persatuan dan kerja sama di antara negara-negara Asia dan Afrika. Menghormati hukum dan kewajiban-kewajiban internasio-nal. 6. kebudayaan.

Afghanistan 3. Jiwa Bandung telah mengubah juga struktur Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). RRC / Cina 5. Sumber: Panduan Museum Konperensi Asia Afrika. Dan Perjanjian Internasional Museum Konperensi Asia Afrika. Indonesia 2. ("Semoga kita dapat meneruskan perjalanan kita di atas jalan yang telah kita pilih bersama-sama dan semoga Konferensi Bandung ini tetap tegak sebagai sebuah mercusuar yang membimbing kemajuan di masa depan dari Asia dan Afrika"). Departemen Luar Negeri RI Direktorat Jenderal Informasi. Konferensi ini menghasilkan 10 butir hasil kesepakatan bersama yang bernama Dasasila Bandung atau Bandung Declaration. Forum PBB bukan lagi forum eksklusif Barat atau Timur. Bandung telah melahirkan faham Dunia Ketiga atau "Non-Aligned' terhadap Dunia Pertamanya Washington dan Dunia Keduanya Moscow. Semua itu menandakan bahwa cita-cita dan semangat Dasa Sila Bandung semakin merasuk ke dalam tubuh bangsa-bangsa Asia dan Afrika. Diplomasi Publik.Konferensi Asia Afrika telah membakar semangat dan menambah kekuatan moral para pejuang bangsa-bangsa Asia dan Afrika yang pada masa itu tengah memperjuangkan kemerdekaan tanah air mereka. 07/08/2006 . Mesir . 2004 Konferensi Asia Afrika / KAA di Bandung 18 April 1955 Negara Peserta & Hasil KAA Dasasila Bandung / Bandung Declaration Mon. Kamboja 4.12:11pm ² godam64 Konfrensi Asia Afrika yang pertama (KAA I) diadakan di kota Bandung pada tanggal 19 april 1955 dan dihadiri oleh 29 negara kawasan Asia dan Afrika. Sebagai penutup uraian singkat ini. Negara-Negara Peserta yang mengikuti Konferensi Asia Africa KAA 1 di Bandung : 1. Dengan adanya Dasa Sila Bandung mampu menghasilkan resolusi dalam persidangan PBB ke 15 tahun 1960 yaitu resolusi Deklarasi Pembenaran Kemerdekaan kepada negara-negara dan bangsa yang terjajah yang lebih dikenal sebagai Deklarasi Dekolonisasi. dikutip bagian terakhir pidato penutupan Ketua Konferensi Asia Afrika sebagai berikut "May we continue on the way we have taken together and may the Bandung Conference stay as a beacon guiding the future progress of Asia and Africa". sehingga kemudian lahirlah sejumlah negara merdeka di benua Asia dan Afrika. Jiwa Bandung dengan Dasa Silanya telah mengubah pandangan dunia tentang hubungan internasional.

Thailand 26. Nepal 28. Laos 23. 7. Ethiopia 7. Birma 10. Menghormati hak-hak dasar manusia seperti yang tercantum pada Piagam PBB. 10. 6. Ghana 27. Yordania 29. Pakistan 11. Tidak menggunakan peraturan dari pertahanan kolektif dalam bertindak untuk kepentingan suatu negara besar. Mengatasi dan menyelesaikan segala bentuk perselisihan internasional secara jalan damai dengan persetujuan PBB. Tidak mengancam dan melakukan tindak kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik suatu negara. Memajukan kepentingan bersama dan kerjasama. Libanon 24.6. Thailand 18. Vietnam Utara 13. Srilanka 12. 5. 4. Saudi Arabia 15. Liberia 25. 2. Menghormati hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri baik sendiri maupun kolektif sesuai dengan piagam pbb. Filipina 9. Menghormati dan menghargai perbedaan ras serta mengakui persamaan semua ras dan bangsa di dunia. Sudan 22. Iran 20. 9. Turki 19. India 8. Irak 21. Vietnam Selatan 14. 8. Menghormati kedaulatan dan integritas semua bangsa. 3. Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Tidak ikut campur dan intervensi persoalan negara lain. Yaman 16. Syiria 17. ensiklopedia bebas . Menghormati hukum dan juga kewajiban internasional. Jepang Sepuluh (10) inti sari / isi yang terkandung dalam Bandung Declaration / Dasasila Bandung : 1.

cari Artikel ini tidak memiliki referensi sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa diverifikasi. Uni Soviet. Sri Lanka (dahulu Ceylon). Indonesia dengan tujuan mempromosikan kerjasama ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika dan melawan kolonialisme atau neokolonialisme Amerika Serikat. Konferensi ini akhirnya membawa kepada terbentuknya Gerakan Non-Blok pada 1961. KTT ini diselenggarakan oleh Indonesia. Bandung. penentangan mereka terhadap kolonialisme. kadang juga disebut Konferensi Bandung) adalah sebuah konferensi tingkat tinggi antara negara-negara Asia dan Afrika. Bantulah memperbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Pertemuan ini berlangsung antara 18 April24 April 1955.Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. yang berisi tentang "pernyataan mengenai dukungan bagi kedamaian dan kerjasama dunia". dan keinginan Indonesia untuk mempromosikan hak mereka dalam pertentangan dengan Belanda mengenai Irian Barat. Sebanyak 29 negara yang mewakili lebih dari setengah total penduduk dunia pada saat itu mengirimkan wakilnya. khususnya pengaruh Perancis di Afrika Utara dan kekuasaan kolonial perancis di Aljazair. yang kebanyakan baru saja memperoleh kemerdekaan. Dasasila Bandung ini memasukkan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB dan prinsip-prinsip Nehru. keinginan mereka untuk membentangkan fondasi bagi hubungan yang damai antara Tiongkok dengan mereka dan pihak Barat. kekhawatiran mereka mengenai ketegangan antara Republik Rakyat Cina dan Amerika Serikat. India dan Pakistan dan dikoordinasi oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Roeslan Abdulgani. Gedung Merdeka saat berlangsungnya Konferensi Asia Afrika Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika (KTT Asia-Afrika. Artikel yang tidak dapat diverifikasikan dapat dihapus sewaktu-waktu oleh Pengurus. Konferensi ini merefleksikan apa yang mereka pandang sebagai ketidakinginan kekuatan-kekuatan Barat untuk mengkonsultasikan dengan mereka tentang keputusan-keputusan yang memengaruhi Asia pada masa Perang Dingin. atau negara imperialis lainnya. Sepuluh poin hasil pertemuan ini kemudian tertuang dalam apa yang disebut Dasasila Bandung. di Gedung Merdeka. . Myanmar (dahulu Burma).

diadakan Persidangan Bogor. 25 April 2 Mei 1954 . Dalam konferensi ini Indonesia memberikan usulan perlunya adanya Konferensi Asia-Afrika. Hasil dari persidangan ini berupa persetujuan yang dikenal dengan Dasasila Bandung.Konferensi Asia-Afrika berlangsung di Gedung Merdeka. Burma (sekarang Myanmar). serta siapa saja yang akan diundang. Dalam persidangan ini dirumuskan lebih rinci tentang tujuan persidangan. dan Indonesia.Berlangsung Persidangan Kolombo di Sri Lanka. Pakistan.Untuk mematangkan gagasan masalah Persidangan Asia-Afrika. Hadir dalam pertemuan tersebut para pemimpin dari India. y y y [sunting] Pelopor Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika Nama Jabatan Negara Perdana Menteri Indonesia Ali Sastroamidjojo Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru . Persidangan ini dirasmikan oleh Presiden Soekarno dan diketuai oleh PM Ali Sastroamidjojo. 28 29 Desember 1954 . Bandung.[sunting] Kilas balik y 23 Agustus 1953 .Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo (Indonesia) di Dewan Perwakilan Rakyat Sementara mengusulkan perlunya kerjasama antara negara-negara di Asia dan Afrika dalam perdamaian dunia. 18 24 April 1955 .

Perdana Menteri Sri Lanka John Kotelawala Perdana Menteri Pakistan Muhammad Ali Bogra Perdana Menteri Myanmar U Nu [sunting] Pertemuan kedua Artikel utama: KTT Asia-Afrika 2005. Kofi Annan juga ikut hadir dalam pertemuan ini. Sebagian dari pertemuan itu dilaksanakan di Gedung Merdeka. Sekjen PBB. . para Kepala Negara negara-negara Asia dan Afrika telah diundang untuk mengikuti sebuah pertemuan baru di Bandung dan Jakarta antara 19-24 April 2005. Untuk memperingati lima puluh tahun sejak pertemuan bersejarah tersebut. lokasi pertemuan lama pada 50 tahun lalu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful