Acrylic resin gigi tiruan sebagian lepasan dengan pengikut kawat kadang-kadang dianjurkan untuk pasien tua

yang lemah. Hal ini dibenarkan oleh gagasan bahwa resin akrilik lebih cepat dan lebih mudah untuk bekerja dengan, terjangkau dan menerima untuk memperbaiki. Acrylic resin perawatan prosthesis digunakan karena gigi yang tersisa periodontally terganggu, pasien cenderung menunjukkan kebersihan mulut yang buruk dan kerjasama miskin dapat. Acrylic juga RPD diubah jika ekstraksi menjadi perlu. Kekakuan pada Removable Partial Denture berbentuk Removable Partial Denture Horseshoe Cast Metal Framework tidak dianjurkan untuk RPD maksilaris karena menyediakan yang lebih rendah kekakuan banyak. Removable parsial Gigi palsu dikenakan bidang stres yang sangat kompleks selama pergerakan pengunyah normal. Kegagalan coran RPD selama pelayanan tergantung pada dimensi dan desain dari coran. Oleh karena itu, konektor utama rahang atas harus dirancang sekaku mungkin. Acrylic Denture Acrylic Denture Jaringan Didukung Acrylic Denture juga dikenal sebagai Gum Stripper memiliki. Tissue Didukung Removable Partial Denture telah diresepkan secara luas terutama karena itu adalah prosthesis Biaya rendah dan mudah untuk memperbaiki. Saat ini jenis gigitiruan tidak diperbarui secara teratur, masalah timbul. The Denture tenggelam ke dalam jaringan sebagai resorbs tulang alveolar yang mendasari. Hal ini pada gilirannya strip jaringan gingiva, menyebabkan paparan permukaan akar yang mendasari. Tissue didukung protesa terutama di rahang bawah mempercepat proses kehilangan gigi. Komponen dari RPD Daripada berbaring sepenuhnya pada punggungan edentulous seperti GTL , gigi palsu parsial dilepas memiliki jepitan dari logam atau plastik yang "klip" ke gigi yang tersisa, membuat RPD lebih stabil dan kuat. ): Bagian dari suatu RPD dapat terdaftar sebagai berikut (dan dicontohkan oleh gambar di atas): • • • Konektor Mayor (logam tebal "U" dalam RPD di atas adalah sebuah bar bahasa, tipe konektor utama) Konektor Minor (yang strut kecil menonjol dari lingual bar di sudut sekitar 90 derajat) Langsung Retainer (contoh berada di kiri atas foto atas dan kanan bawah foto yang lebih rendah; gesper lengan bertindak untuk memeluk gigi dan menjaga tempat di RPD. The gesper logam dan sisanya segera bersebelahan dengan gigi palsu juga merupakan pengikut langsung .) Langsung Retainer (contoh adalah sepotong logam kecil datang dari "U" pada sudut 90 derajat di dekat bagian atas foto atas, yang merupakan cingulum istirahat pada anjing .) o Fisik Retainer (ini adalah mesh dari logam yang memungkinkan bahan dasar merah muda untuk menyambung ke kerangka logam dari RPD. Beberapa menganggap pengikut komponen fisik mereka sendiri (membuat total tujuh), sementara yang lain menganggap mereka dalam kategori pengikut tidak langsung ( sehingga membuat total enam komponen.)

• •

Base (bahan merah muda, meniru gingiva ) Gigi (plastik atau porselen terbentuk dalam bentuk gigi)

Desain Genggam pengikut langsung bisa datang dalam berbagai desain: • Cast melingkar gesper (suprabulge) o o o o • • Akers ' Half and half Back-action Ring clasp

Tempa kawat gesper Roach gesper (infrabulge) o o o o I-bar T-bar Y-bar 7-bar

Baik melingkar cor dan tempa adalah kunci jepit kawat jepit suprabulge, bahwa mereka terlibat dalam suatu undercut pada gigi dengan berasal koronal dengan tinggi kontur, sedangkan Roach gesper adalah jepit infrabulge dan terlibat memotong dengan mendekati dari gingiva . Selain itu ada beberapa teori spesifik yang meliputi desain gesper: • RPI: sisa mesial, piring panduan distolingual, I-bar o o • • Dijelaskan oleh Kratochvil pada tahun 1963 dan dimodifikasi oleh Kroll pada tahun 1973 Sebuah ilustrasi dari fungsi desain RPI

RPA: sisa mesial, piring panduan distolingual, lengan dpt menyimpan Akers 'gesper gayaRPC: sisa mesial, piring panduan distolingual, jenis lain dari cast clasp melingkar o Dinamakan demikian dalam menanggapi Filsafat RPI diperkenalkan oleh Kratochvil dan Kroll

Adapun gigi palsu lepasan, dapat digunakan untuk mengganti sebagian gigi yang ompong atau seluruh gigi yang hilang. Cara perawatan gigi palsu lepasan dengan menggosok diluar mulut karena bisa dilepas terlebih dahulu. Gigi tiruan yang dapat dilepas, platnya dapat terbuat dari akrilik atau metal. Namun, pada bahan akrilik bisa berubah warna, mudah pecah, dan mudah berbau, berbeda dengan bahan metal

Powder-Liquid. II. 2. Penggunaannya ini juga sangat cukup sederhana dalam hal prosedur maupun prosesnya. Penggunaan powder liquid dalam betuk bubuk atau cairan. Hal itu merupakan keunggulan dari gigi tiruan berbahan porselen. Saat ini tipe powder liquid ini adalah tipe yang paling popular. Gels 3. berpigmen/ berwarna. 54 produk heat-accelerator theat curing dan 4 produk chemically accelerator (auto curing/ cold curing). Selain itu variasi dan bentuknya itu terbagi atas 3 yaitu : 1.yang mempunyai keunggulan sebaliknya dari bahan akrilik. Produk dari pabrik ini termasuk yang bening. suatu basis gigi tiruan selesai diproses didalam dental laboratorium dengan menggunakan peralatan yang sederhana. Sheet Produk-produk ini menunjukkan hanya sebagian kecil saja dari bahan basis gigi tiruan (basis gigi tiruan) yang tersedia. bahan-bahan ini secara luas digunakan sebagai basis gigi tiruan baik untuk gigi tiruan penuh (full denture) maupun gigi tiruan sebagian (partial denture)( 1 ) • • • • • Komposisi Aklirik Liquid Powder Poly( methyl methacrylat )/ polimer Methyl mathacrylate / monomer Organic peroxide initiator Hidroquinon inhibitor . • Pada kasus di mana pasien tidak mau pakai gigi tiruan lepasan atau plat dan juga tidak mau diasah atau gigi tiruan cekat. yang atau karakteristik nampak berserabut (seperti pembuluh darah kapiler). baru-baru ini The American Dental Association mendaftar bahan basis gigi tiruan yang telah mendapat pengakuan yang meliputi . Pada gigi tiruan yang terbuat dari porselen. banyak dibuatkan implan gigi untuk mengatasi hal tersebut.1 AKRILIK Akrilik resin atau resin akrilik telah tersedia di beberapa variasi dan bentuk. karang gigi tidak bisa menempel.

Self curing akrilik 3. Kekuatannya cukup dengan BJ yang berisi 6. Mudah dibersihkan 4. Cukup elastic dan bila terdapat klamer maka cukup rigid atau keras terhadap tekanan kunyah 2. Warna menyerupai warna gusi 2. Mudah dipolish • • • • • • • Kebaikan aklirik 1. Tidak berubah warna 7. Tidak beracun 5. 4. Heat curing akrilik 2. Mudah pengerjaannya dan manipulasinya 5. Light curing aklirik Sifat-sifat aklirik : 1. Mudah direstorasi bila patah tanpa mengalami distorsi 3. Tidak berasa dan tidak barbau 6. Dapat menyesuaikan diri dengan cairan mulut 3.Titanium dioxide agent Dimethacrylate/cross linked agent Inorganic pigments ( for color ) Organic amine accelerator Dyed synthetic fibers ( for esthetic) • • • • • • • • • • • • Proses polimerisasi akrilik dapat dilakukan dengan 1. Tidak mengiritasi jaringan mulut. Harganya cukup mulrah dan cukup awet/tahan lama .

String stage / sticky stage : monomer akan melarutkan butir-butir polimer sehingga campuran tersebut melunak. Dough stage / packing stage : monomer makin banyak merembes ke dalam butirbutir polimer dan ada juga monomer yang menguap sehingga onsistensi makin padat . • Gigi tiruan sebagian lepasan Gigi tiruan sebagian lepas untuk Gigi tiruan sebagian lepas untuk rahang atas. Dapat mengalami perubahan bentuk jika disimpan dalam keadaan kering 5. campuran tadi masih melekat di tangan 3. Bila dipegang atau ditarik-tarik. tetapi masih dapat diputuskan dengan jari tangan 5. Menimbulkan macam-macam porositas 3. melekat sertaberserabut. Dapat menimbulkan alergi Fase-fase perubahan akrilik : 1.• • • • • • • • • • Kejelekan Akrilik : 1.menyerupai karet . elemen gigi dari rahang atas.Sandy stege / wet sand stage : konsistensi campurannya kasar seperti pasar basah. gigi tiruan dapat berupa gigi tiruan lepasan ataupun cekat. Muatan patah. yang menawarkan kelebihan yang lebih banyak dibandingkan gigi tiruan dengan basis akrilik. dengan basis akrilik . Gigi tiruan sebagian umumnya terdiri dari elemen gigi tiruan dari akrilik yang dilekatkan ke basis resin akrilik (semacam plastik) yang berwarna merah muda menyerupai gusi. Toleransi pasien kurang 6. Pada akhirnya akan menjadi adonan yang plastis dan tidak tidak melekatv lagi pada tangan kalau dipegang 4. Suatu termal konduktor yang baik 4. Rubbery stage : bentuk dan campuran pada tingkatan paling akhir ini sudah agak keras. 2. 2. bisa juga menggunakan kerangka logam. Hard stage : sudah tidak dapat diputuskan dengan tangan (2) • • • Macam Gigi Tiruan Gigi Tiruan Penuh Gigi Tiruan Sebagian Seperti yang telah disinggung sebelumnya. Selain menggunakan basis akrilik.

Umur lanjut. Pemakaian GTSL dengan disain yang baik disertai perawatan periodontal merupakan perawatan yang menyeluruh. 3. Mencetak dilakukan berdasarkan pertimbangan resiliensi jaringan mukosa mulut. Partial edentulous yang luas. kita harus mengetahui tahapan-tahapan dari penatalaksanaan atau perawatan gigi tiruan sebagian. DM tidak terkontrol) 4. Klasifikasi Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Klasifikasi gigi tiruan sebagian lepasan berdasarkan bahan . 2. Untuk melakukan perawatan gigi tiruan sebagian. Mempertahankan kesehatan jaringan Indikasi GTSL: 1. 3. pemeriksaan utama maupun pemeriksaan penunjang. Tujuan pembuatan GTSL adalah: 1. 5. dengan bantuan cengkeram dari logam yang akan memegang gigi penjangkaran supaya gigi tiruan tidak akan lepas saat pasien mengunyah makanan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan (GTSL) adalah suatu protesa yang mengganti satu atau lebih gigi yang hilang. Mencetak merupakan tahapan kedua yang dilakukan. Penentuan relasi rahang atas dan rahang bawah dari pasien. Pemilihan elemen gigi tiruan yang dilihat dari bentuk. mempertimbangkan sifat dan kondisi penderita sebaiknya dibuatkan GT temporer. Penderita yang tidak kooperatif. 3. Gigi tiruan jenis ini relatif lebih nyaman bagi pasien. Mengembalikan dan memperbaiki fungsi mengunyah dan bicara. atau pernah mengalami kegagalan gigi tiruan tetap. Memperbaiki profil wajah. sifat tidak menghargai perawatan gigi tiruan. yang berwarna merah muda. 2. tetapi kurang dari seluruh gigi asli. menyerupai gusi. ukuran dan warna serta tahapan penyusunan gigi. Untuk menentukan desain gigi tiruan sebagian lepasan pada rencana perawatan kita harus mengetahui terlebih dahulu bagian-bagian dari GTSL (Gigi Tiruan Sebagian Lepasan) tersebut berdasarkan indikasi dari tiap komponen tersebut serta faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya. Bila sisa gigi yang tersisa tidak bisa menunjang konruksi gigi tiruan tetap. 2. 4. Psikologis: penderita tidak mau giginya diasah. OH jelek. gigi tiruan ini dapat dipasang dalam mulut dan dikeluarkan oleh pemakai. Kondisi jaringan periodontal. Diawali dengan pemeriksaan. Free end edentulous yang panjang.akrilik dengan kerangka logam (metal partial denture). Preparasi gigi pencangkaran termasuk salah satu dalam tahap perawatan preprotestik. Gigi tinggal sedikit tetapi tetap dipertahankan sebagai penyangga. Kontraindikasi: 1. penyakit sistemik (epilepsy.

1.immediete-dipasang segera setelah gigi hilang / dicabut Jaringan pendukung a. dalam bentuk gigi tiruan sementara. dan kondusif bagi oral hygiene yang buruk.removable partil denture= GTS Lepasan b.all tooth suported case c. khususnya pada prostodontik geriatri. namun gigi tiruan jenis ini banyak digunakan. gigi tiruan tsb dibuat apabila 1. gigi tiruan sebagian lepasan resin akrilik sering menjadi alternatif yang lebih baik daripada gigi tiruan penuh jika pasien tidak memiliki masalah fungsional. Ketika perawatan dengan gigi tiruan sebagian lepasan dengan kerangka logam terhambat karena alasan keuangan. gigi tiruan tsb dibuat apabila 1.perbaikan profil Indikasi Gigi Tiruan Sebagian Lepasan 1. Gigi sebagian lepasan dengan kerangka logam GTSKL memiliki kualitas mekanik sangat baik dan memberikan kemungkinan desain denture yang mempertimbangkan kesehatan jaringan periodonsium gigi abutment.Perawatan dengan gigi tiruan sebagian lepasan resin akrilik diindikasikan pada pasien lanjut usia dengan gigi yang jaringan periodonsiumnya relatif masih sehat. karena relatif tidak mahal dan mudah dimodifikasi. Gigi tiruan sebagian lepasan resin akrilik Gigi tiruan sebagian lepasan resin akrilik secara normal tidak digunakan untuk lebih dari beberapa bulan. Bila tidak memenuhi syarat untuk suatu gigi tiruan cekat : . untuk mencegah atau mengurangi efek negatif dari oral hygiene yang buruk. estetis dan kenyamanan pasien. lebih tidak nyaman digunakan. dengan basis dan konektor major dan minor yang didesain tidak berkontak dengan alveolar ridge atau palatum secara aproksimal 3 mm dari gigi.tooth borne-didukung oleh gigi b.anterior tooth suported case b.Penggunaan gigi tiruan sementara ini membantu pasien untuk beradaptasi dengan gigi tiruan penuh nantinya dan gigi tiruan sementara sering dapat dengan mudah ditansformasikan menjadi gigi tiruan penuh.[1] Dilepas/tidak dapat dilepas a. Close face : GTS yang dibuat gusi tiruan bagian labial.prosessus alveolaris telah mengalami absorbsi 2. Open face : GTS yang dibuat tanpa gusi tiruan labial.mucosa / tissue borne-didukung mukosa c. karena gigi tiruan jenis ini memiliki kualitas mekanik yang buruk.keadaan prosessus aleolaris masih baik 2.fixed denture/bridge= GTC Saat pemasangan a. 1.free and supotred case Memakai wing bagian bukal/labial atau tidak 1.pasien mempunyai lebar mulut terlalu lebar 1.biasa pada gigi anterior 3.convesional-dipasang setelah gigi hilang b.mucosa and tooth-didukung gigi&mukosa Letak daerah tak bergigi / sadel a. Hasil ini dapat dicapai dengan membuat desain kerangka sesederhana mungkin.

bila membutuhkan estetik yang lebih baik 5. Pasien usia lanjut dengan kesehatan umum yang buruk. phisiologic basing(tekanan phisiologis pada mukosa di bawah basis) Faktor-faktor yang berpengaruh dalam menentukan desain GTSL 1. keinginan pasien 2. bila dukungan sisa gigi asli kurang sehat 3. ruang pulpa masih besar.• Usia : usia pasien masih muda. sebagai sarana komunikasi antara dokter gigi dan tekniker gigi dalam hal pendelegasian pembuatan gigi di laboratorium Prinsip dasar desain GTSL: Memelihara/mempertahankan kesehatan jaringan pendukung gigi tiruan sebagian lepsan dengan memperhatikan: 1. sedangkan gigi penjangkarannya kurang kuat untuk mensupport beban kunyah yang besar sebiknya dibuatkan GTS gingival tersebut. dimana beban kunyah besar. letak gigi yang hilang dan yang kaan diganti 1. mepersamakan tekanan (keseimbangan kiri dan kanan) 3. sebagai penuntun dari gigi tiruan sebagaian lepasaan yang akan dibuat 2. . Desain GTSL akrilik Desain : gambaran bentuk Mendesain : merencanakan gambaran dengan menggambar dan perincian data pendukung Guna : 1. mukosa. anatomi dan fisiologi jaringan yang terlibat dalam penempatan GTSL dalam rongga mulut(gigi. distribusi tekanan yang luas(melalui cengekram) 2. tidak ada abutment gigi posterior pada ruang edentulous(free end saddle) 2. bila dibutuhkan stabilisasi dari lengkung yang berseberangan 4.2. karena perawatannya memerlukan waktu yang lama • • Panjang daerah edentulous tida memenuhi syarat Hukum Ante Kehilangan tuang yang banyak pada daerah edentulous 1. tulang) 2. besarnya beban kunyah: bila gigi hilang gigi belakang. bila dibutuhkan gigi segera setelah dicabut 6. panjang mahkota klinis masih kurang.

estetika letak cengkeram harus lebih diperhatikan 1.gigi penjangkaran sedapat mungkin dekat gigi yang hilang. basis dibuat seluas mungkin o GTS kombinasi paradental-gingival: • Cengkeram yang dipakai adalah pada sisi paradental menggunakan paradental. Bahan dasar basis:akrilik. Karena itu keseimbangan adanya beban kunyah harus diperhatikan. tekanan oleh 1. pada sisi gingival menggunakan cengkeram gingival.gigi penjangkaran sedapat mungkin dekat gigi yang hilang. garis fulcrum:adalah garis imaginer yang ditarik melalui dua gigi penjangkaran yang dapat merupakan sumbu berputarnya atau terungkitnya gigi tiruan 2. logam Beda basis akrilik dengan logam: No 1 2 3 4 5 6 7 Proses pembuatan Kekuatan Penghantar panas Menyerap air Perubahan warna Luas basis Biaya akrilik mudah Kurang Kurang Dapat Dapat Luas/lebar murah logam Sukar Kuat Baik Tidak dapat Tidak dapat Tak luas mahal . macam gigi tiruan: • GTS paradental:cengkeram yang dipakai adalah cengkeran paradental. kecuali bila mengganggu estetis. GTS gingival:cengkeram yang dipakai adalah gingival. lingual. pertimbangan biomekanik jaringan penyangga GTSL adalah jaringan hidup. Basis disebut juga plat protesa adalah bagian dari gigi tiruan yang menutupi mukosa mulut di daerah palatum labial. bukal. Pada satu sisi tidak boleh ada cengkeram paradental dan gingival bersama-sama • Basis pada sisi paradental tidak luas. Basis tidak perlu terlalu luas. penyakit untuk pasien DM dibuat desain gingival mengingat keadaan dari sisa gigi yang ada sering goyang Bagian-bagian gigi tiruan sebagian lepasan Gigi tiruan sebagian lepasan terdiri dari komponen-komponen: 1.1. pada sisi gingival luas 1. kenyamanan gigi tiruan harus dapat dipakai dengan nyaman 1.

pin. terutama pada penderita yang mempunyai kekuatan kunyah yang kuat perlekatannya dengan basis merupakan persenyawaaan kimia. porselen. baik sekali dipakai untuk prosesus alvolaris yang datar Elemen gigi tiruan porselen: • • tidak mudah aus/tergores perlekatannya dengan basis secara mekanis. Sadel adalah bagian dari gigi tiruan yang menutupi mukosa di atas prosesus alveolaris dan mendukung elemen gigi tiruan bila sadel letaknya: antara gigi asli diseut bounded saddle posterior dari gigi asli disebut free end saddle 1. Elemen gigi tiruan adalah bagian dari gigi tiruan yang merupakan bentuk gigi tiruan dari gigi asli yang hilang Bahan dasar gigi tiruan dapat bermacam-macam.Fungsi basis: • • • • untuk meneruskan tekanan kunyah ke mukosa dan tulang alveolar di bawahnya untuk memberi retensi dari protesa.alur • • • tidak berubah warna tidak dapat diasah lebih berat daripada akrilik . sehingga elemen gigi tiruan harus mempunyai retensi untuk pelekatnya terhadap basis bentuk retensi gigi tiruan porselen:undercur. yaitu:resin akrilik.logam Elemen gigi tiruan resin akrilik • • • • • • • • mudah aus. karena adanya gaya adhesif antara basis dengan mukosa yang dibatasi dengan media air ludah tempat melekatnya cengkeram menggantikan jaringan yang hilang serta memberikan dukungan kepada bibir dan pipi(estetik) 1. karena bahannya sama dapat berubah warna mudah tergores mudah dibentuk/diperkecil sesuai dengan ruangan lebih ringan dibanding gigi tiruan yang dari porselen dan logam dapat diasah dan dipoles karena sifat mudah aus.

gigi vital atau non vital yang telah dilakukan PSA dengan sempurna 2. Terbuat dari kawat stainless steel/ logam tuang. karies. terutama gigi posterior yang ruang protesanya sempit estetis kurang baik tahan terhadap daya kunyah yang besar/kuat untuk 1. lengan cengekeram 1. keadaan akar gigi: • • • • bentuk ukurannya normal tertanam dalam tulang alveolar dengan perbandingan mahkota akar 2:3 jaringan periodonta sehat tidak ada kelainan periapikal 1. bahu cengkeram 3. jari cengkeram 2. konus 4. badan cengkeram .• tidak baik dipakai untuk prosesus alveoalris yang datar(resorbsi) Elemen gigi tiruan logam: • • • biasanya dibuat sendiri sesuai dengan ruang protesa yang ada.Misalnya:tambalan yang besar. Cengkeram disebut juga klammer Cengekram adalah bagian dari gigi tiruan lepas yang berbentuk bulat/gepeng. bentuk anatomis dan besarnya noraml 3. posisi dalam lengkung gigi normal 5. yang melingkari/ memegang gigi penjangakaran Fungsi cengkeram • • • untuk retensi untuk stabilisasi untuk meneruskan beban kunyah ke gigi penjangkaran Syarat umum gigi penjangkaran 1. sedapat mungkin tidak goyang Cengkeram kawat Bagian-bagian dari cengkeram kawat: 1. tidak ada kerusakan/kelainan. hypoplasia.

ujung jari tidak boleh menyinggung gigi tetangga dan tidak boleh tajam/harus dibulatkan 1. bagian dari lengan yang terleta di atas lingkaran terbesar dari gigi sifat:kaku fungsi:stabilisasi yaitu menahan gaya-gaya bucco-lingual 1. retensi dalam akrilik Bagian-bagian dari cengkeram kawat: 1. panjang ±1/3 lebar mesio-distal gigi fungsi:meneruskan beban kunyah ke gigi penjangkaran 1. bahu. tidak boleh menekan/harus pasif 3. bagian dari lengan yang terletakdi bawah lingkaran terbesar gigi sifat:lentur/fleksibel fungsi/retensi 1. lengan yaitu bagian dari cengkeram kawat yang terletak/melingkari bagian bukal/lingual gigi penjangkaran sifat:agak lentur fungsi:retensi dan stabilisasi 1. bagian yang cengekaram kawat yang terletak di atas titik kontak gigi di daerah aproksimal sifat:kaku fungsi:stabilisasi yaitu menaha gaya-gaya antero-posterior 1. bagian dari cengkeram kawat yang tertanam dalam basis akrilik Syarat-syarat cengkeram kawat yang melingkari gigi: 1. oklusal rest 5. oklusal rest. retensi dalam akrilik. badan/body. jarak bagian jari ke servikal gigi: . bagian cengkeram yang melalui oklusal gigi tidak boleh mengganggu oklusi/artikulasi 3. harus kontak garis 2. jari. tidak ada lekukan bekas tang(luka)pada lengan cengkeram 2.4. yaitu bagian dari cengekaram kawat yang terletak di bagaian oklusal gigi sifat:kaku.

turun ke lingual melalu atas cingulum. Cengkeram paradental yaitu cengkeram yang fungsinya selain dari retensi dan stabilisasi protesa.cengkeram paradental harus mempunyai bagian yang melalui bagian oklusal gigi penjangkaran atau melalui titik kontak antara gigi penjangkaran dengan gigi tetangganya 1. Jadi.cengkeram paradental:1/2-1 mm cengekeram gingival:1 ½-2 mm 1. maka cengkeram ini tidak mempunyai bagian yang melalui bagian oklusal gigi penjangkaran. naik lagi ke oklusal di atas titik kontak. turun ke bukal melalui di bawah lingkaran terbesar. turun ke lingual masuk retensi akrilik. terus ke oklusal di atas titik kontak. Macam-macam cengkeram paradental Cengkeram 3 jari terdiri dari: • • • • lengan bukal dan lingual body bahu oklusal rest o bagian retensi dalam akrilik indikasi:gigi molar dan premolar 1. seringkali cengkeram ini sulit masuk pada waktu pemasangan protesa. Cengkeram Jackson. bisa diatas permukaan oklusal. turun ke lingual dan terus ke retensi akrilik Indikasi: gigi molar dan premolar gigi terlalu cembung sehingga cengkeram jackson sulit melaluinya ada titik kontak yang baik di anatar 2 gigi 1. Indikasi: Gigi molar. Bila gigi penjangkaran terlalu cembung.premolar yang mempunyai kontak yang baik di bagian mesial dan distalnya. karena tidak berfungsi untuk meneruskan beban kunyah yang diterima protesa ke gigi penjangkaran. Disain cengkeram ini mulai dari bukal terus ke oklusal/insisal di atas titik kontak. Cengkeram S. juga sebagai alat untuk meneruskan beban kunyah yang diterima gigi tiruan ke gigi penjangkarannya. Disain cengkeram ini mulai dari palatal/lingual. Jadi. Disainnya mulai dari bukal terus ke oklusal di atas titik kontak. 1. kemudian turun ke bawah masuk ke dalam akrilik Indikasi: Untuk kaninus rahang atas perlu diperhatikan agar letak cengkeram tidak mengganggu oklusi . Cengkeram ½ jackson paradental. bagian retensi dalam akrilik harus dibengkokkan Macam-macam desain cengkeram Desain cengkeram menurut fungsinya dibagi dalam dua bagian: 1. Cengkeram gingival yaitu cengkeram yang fungsinya hanya untuk retensi dan stabilisasi protesa.

Disainnya sama dengan cengkeram 3 jari. Cengkeram Kippmeider. masuk dalam akrilik Indiksai:gigi molar dan premolar yang mempunyai konta yang baik Macam-macam cengkeram gingival 1. masuk dalam akrilik Indikasi:molar.Tahapan Perawatan 2. tetap di tepi lingual indikasi:gigi molar. dimana gigi yang deat diastema urang kuat(goyang 10 ) 1. ujungnya ditutupi akrilik indikasi: gigi sisa hanya gigi anterior yangtidak dapat dilingkari cengkeram. Disainnya seperti cengkeram 2 jari. yang ada hanya rest di atas cingulum Indikasi: Hanya untuk kaninus. Cengkeram 2 jari panjang. Cengkeram ½ jacson. Tidak mempunyai lengan. dan bagian vestibulum labial harus mempunyai undercut yang cukup fungsi: untuk tambahan retensi. premolar yang mempunyai titik kontak yang baik Fungsi:hanya untuk meneruskan beban kunyah protesa ke gigi penjangkaran dan sebagai retensi pada pembuatan splin 1. hanya tidak mempunyai rest Indikasi:gigi molar dan premolar 1.premolar dan kaninus 1.1.premolar. Pemeriksaan subjektif Anamnsesis yaitu pemeriksaan yang dilakukan dengan tanya jawab. Cengkeram rush angker. Beberapa hal yang ditanyai dalam anamnesis antara lain: . Disainnya mulai dari oklusal di aproksimal(daerah mesial/distal)terus ke arah lingual ke bawah. hampir sama dengan cengkeram ½ jacson paradental bedanya cengkeram ini melalui bagian proksimal dekat diastema dan di bagian lingual lurus ke bawah. Cengkeram vestibular finger. Disainnya mulai dari oklusal di daerah titik kontak aproksimal. cengkeram ini berjalan mulai dari sayap bukal protesa ke arah undercut di vestibulum bagian labial. Cara ini umumnya dilakukan untuk mencari riwayat penyakit dan data pribadi pasien dan keluarga.3. Cengkeram 2 jari. Cengkeram roach.3.1 Pemeriksaan Utama a. Bentuk cingulum harus baik Fungsi:hanya untuk menerusan beban kunyah dan stabilisasi 1. tetapi kurang efektif 2. turun ke bukal dan lingual terus ke aproksimal di daerah diastema. hanya disini melingkari 2 gigi berdekatan Iindikasi:gigi molar.

Data kesehatan umum . pekerjaan.1. Pemeriksaan intraoral Pada pemeriksaan objektif ini pemeriksaan dapat dilakukan dengan : 1.obat yang digunakan. Dilihat dari arah depan: -Oval/ovoid -Persegi/square -Lonjong/tapering . Termis 6.keluhan gigi tiruan yang lama.frekuensi kunjungan ke dokter gigi . . jika pernah bagaimana keluhan.Kebiasaan jelek.Apakah pernah memakai gigi tiruan. daftar pribadi (nama. . Melihat 2. Bentuk muka/wajah 1. umur.misalnya mengunyah satu sisi atau bruksism .Pemeriksaan objektif Terbagi dua: 1.kebiasaan pasien untuk mengontrol kesehatannya. Roentgen foto Pemeriksaan ekstraoral Pemeriksaan ekstraoral meliputi pemeriksaan terhadap: 1. Data jenis kesehatan gigi mulut . Sonde 5. b.jenis penyakit yang ada atau sedang diderita . jenis kelamin. .riwayat hilangnya gigi . Palpasi 3. misalnya hipertensi diabetes mellitus. .perawatan yang ada atau yang sedang diterimanya. 3. Pemeriksaan ekstraoral 2.dll) 2. Perkusi 4.Penyakit sistemik.keinginan khusus tentang gigi tiruannya.

6. Bentuk bibir Panjang. 2. Spasme otot kunyah 5. pendek 1.Kehilangan gigi posterior dalam waktu yang lama. apakah hubungan Angle Kelas I.1. terutama pada pembuatan gigi tiruan di daerah anterior untuk kepentingan estetis. Sendi Rahang Menggeletuk Krepitasi Sakit Normal Tebal.adanya akar gigi tertinggal . Adanya overclosedocclusion pada gigi depan dapat disebabkan antara lain karena: . Dilihat dari arah samping -cembung –lurus -cekung 1. II. antara lain: 1. Keadaan gigi yang tinggal: Gigi yang mudah terkena karies gigi Elongasi Malposisi Atrisi Banyaknya tambalan pada gigi Mobilitas Jika dijumpai adanya kelainan gigi yang mengganggu pada pembuatan gigi tiruan. Angular cheilosis 2. 1. . III. Warna gigi Warna gigi pasien harus dicatat sewaktu akan membuat gigi tiruan sebagian lepasan. Oral Hygiene . Oklusi: diperhatikan hubungan oklusi gigi atas dengan gigi bawah yang ada.Atrisi gigi geligi Overclosed occlusion dapat menyebabkan: 1. Gigi yang hilang 2. 7. maka sebaiknya gigi-gigi tersebut dicabut. .Erupsi yang tidak teratur.tipis Flabby Pemeriksaan intraoral Pemeriksaan intraoral meliputi pemeriksaan terhadap gigi. Disfungsi TMJ 3. misalnya gingivitis.adanya gigi yang karies . Resesi gingival Terutama pada gigi tiruan sebagian lepasan yang dilihat untuk gigi penyangga dari gigi tiruan tersebut. .adanya peradangan pada jaringan lunak.adanya karang gigi .

Pemeriksaan ruang antar rahang 1. Besar . Kelainan periapikal 5. tulang. minimal jaraknya 5 mm -Pemeriksaan torus: 1. alveolar. Pada palatum. datar. intestinal. .3. Kecil. a. Kualitas tulang pendukungdari gigi penyangga 2. luas . Penyakit tulang Tingkat kalsium dan fofsor dalam serum darah dan urin dan serum enzim da alkalin fosfat melibatkan penyakit tulang. Resorpsi tulang 6. bentuk U atau V. Normal kalsium dalam darah 8. Pada mandibula disebut torus mandibula Torus ini bila mengganggu pada pembuatan gigi tiruan harus dibuang. Kista 4. -Pemeriksaan jaringan pendukung gigi Pemeriksaan terhadap frenulum.3 2. Hormon paratiroid (PTH) mempengaruhi keseimbangan kalsium dalam ginjal. 2.Pemeriksaan terhadap bentuk tulang alveolar. dapat disebabkan karena pencabutan yang terlalu lama. maka resiko terhadap osteoporosis.. apakah perlekatannya tinggi atau rendah sampai puncak tulang alveolar. Gigi yang terpendam. Inflamasi 2. sempit. disebut torus paltina 2.seperti: .1 mg/dl dan diseimbangkan oleh beberapa faktor. Cukup. dan kelenjar laktasid mammary. sisa-sisa akar 3. Dapat diketahui adanya: 1. Jika sirkulasi PTH secara abnormal tinggi. dapat disebabkan karena elongasi 3. Sklerosis Pemeriksaan Laboratorium 1. Keras/ lunak.9-10.Pemeriksaan terhadap mukosa/ jaringan lunak yang menutupi tulang 1.2 Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan Radiograf Berfungsi sebagai informasi tambahan bagi pemeriksan klinis.

Tes patch (kulit) Biasanya digunakan untuk mengetahui atau membuktikan adanya alergi dalam pemakaian basis material.2-5. Temuan mikroskopik : 1. Normal Fosfor dalam darah 2. 1.5-6. PH Normal PH 4. 1. Urinalisis Yang dianalisis : 1. Leukosit normal 4100-10900/mm3 1.4 million/mm3 1. tapi normal ada pada saat sedang hamil.5-2. Kontak lokal dermatitis biasanya terjadi antara 24-48 jam setelah aplikasi material. Warna. atau acidosis saat mengalami DM.3 Mencetak Macam-macam sendok cetak . seperti sifilis. Jika ada maka pasien menderita DM. glukosa dalam darah normal 70-100mmg/dl (puasa) jika terjadi peningktan maka terjadi DM atau penyakit lever kronik 1. Tingginya fosfor diasosiasikan dengan hiperparatyroidisme dan juga bisa dikaitkan dengan penyebab kanker. 1. atau hitam menunjukkan adanya konsistensi darah pada beberapa tahap fisiologis abnormal pada urine.2 million/mm3 Normal perempuan 4. Keton Memproduksi metabolisme lemak. Ada dalam urin pasien yang menderita busung lapar. 1. Pemeriksaan dan tes lainnya 2.4 mg/dl. Protein tidak biasa terdapat dalam urin.1. Tes serology Untuk konfirmasi penyakit kelamin. Gula normalnya tidak ada gula dalam urin. Eritrosit Normal laki-laki 4. coklat.8-8. kapasitas fungsional ginjal ditentukan oleh kemampuannya untuk mecairkan atau konsentrasi urin. 1. normal urin berwarna kuning bersih. Hemoglobin Normal laki-laki 14-17 g/dl Normal perempuan 12-15 g/dl 1.4 2. 1. Jika berwarna merah. dehidrasi. Hematokrit Normal laki-laki 42-54 % Normal perempuan 38-46 % 1. Gravity spesifik normal 1003-1026.0 1. Hematology Pemeriksaan ini berfungsi untuk: kapisitas daya angkut oksigen mekanisme pembekuan darah identifikasi elemen selular analisis penjelasan beberapa komponen dalam darah: 1.3.

1.. ukuran:nomor 1.L.fungsi:untuk rahang bergigi. compound Tujuan:untuk mendapatkan hasil cetakan yang akurat..huruf S... Tinggi sendok cetak sesuai dengan tinggi gigi dalam kedalaman vestibulum Indikasi stock tray • • • Untuk mendapatkan model studi Untuk mendapatkan model kerja pada kasus kelas II dan kelas IV Kennedy dengan sadel yang pendek Untuk mendapatkan model pendahuluan untuk membuat sendok cetak perseorangan 1.. rahang atas:tuber maksila dan batas palatum molle harus ada retensi untuk bahan cetak.2. bila ukuran sudah sesuai dilubangi untuk retensi bahan cetak batas-batas custom tray • daerah posterior: .bentuk dasar bersudut untuk rahang tak bergigi. frenulum. Stock tray:sendok cetak yang sudah dibuat oleh pabrik bahan:metal/aluminium.M. dan retromylohyoid dari rahang) Cara membuat custom tray • • • • • • • cetak rahang dengan sendok cetak anatomis gambar batas sendok cetak pada model tutup gigi pada model dan bagian labial/bukal model yang mempunyai undercut dengan wax setebal ±2mm sehingga tidak ada undercut lapisi permukaan model dengan bahan separasi siapkan bahan sendok cetak..plastic. tempelkan selapis tipis(1-2mm)diseluruh permukaan model sampai batas yang sudah digambar buat pegangan sendok cetak cobakan ke mulut pasien.. terutama pada daerah tepi sendok cetak(daerah vestibulum. Custom tray:sendok cetak yang dibuat sendiri sesuai dengan ukuran rahang pasien Bahan yang dipakai:akrilik..bentuk dasar agak membulat Syarat-syarat sendok cetak yang sesuai: • • • • lebar bucco-lingual: jarak tepi sendok cetak ke arah bukal gigi/ lingual gigi=1/2 cm panjang ke distal: rahang bawah:sampai retromolar pad.. shellac.3....

jadi tidak dapat digunakan bila ada ceruk. 1. dapat digunakan bila ada ceruk. Contohnya: Modelling compound. Hasil cetakan harus segera dituang dengan stone gips karena bahan ini dipengaruhi oleh kelembaban. Diperlukan sendok cetak khusus dengan dibuat ruangan antara sendok cetak dengan jaringan penyangganya. Zinc oxide eugenol pasta Digunakan untuk membuat cetakan akhir guna mendapatkan model kerja. Sifat bahan ini tidak elastis.Bahan ini dapat memberikan detail yang baik untuk cetakan.Proses pengerasannya:dari gel ke sol ke gel. Jaringan mulut perlu dikeringkan sebelum dicetak dengan bahan ini. 4. Bahan ini dapat mencatat detail jaringan dengan baik. 6. 3. mercaptan rubber base dan silicone secara pemanasan(termoplastik).Contohnya:Plaster of Paris. karena sifatnya yang mudah mengalir sebelum mengeras dan dalam keadaan tidak elastis waktu mengeras. 1. tetapi ia mempunyai . Bahan cetak elastomer Digunakan untuk membuat cetakan akhir sama mendapatkan model kerja. Ini bertujuan agar ketebalan bahan cetaknya cukup. wax. 5. Bahan ini memerlukan pemanasan untuk melunakkan dan pendinginan untuk mengeras. berkontak langsung dengan mukosa pendukung.rahang atas:sampai batas palatum durum dan palatum molle serta menutupi daerah tuber maxilae rahang bawah:sampai menutupi retromolar pad • • • daerah bukal/labial:sampai batas mukosa bergerak dan tidak bergerak tidak boleh menutupi frenulum daerah lingual:sampai batas dasar mulut di lingual/retromylohyoid macam-macam bahan cetak proses pengerasannya ada 2 macam • • secara reaksi kimia. Tissue conditioning material Tissue conditioning material dapat didefinisikan sebagai bahan yang lunak yang diletakkan untuk sementara pada permukaan cetakan gigi tiruan. irreversible hydrocolloid. Bahan ini dapat mencatat detail jaringan dengan baik. Zinc oxide eugenol pasta. Irrevesible hydrocolloid Bahan ini dapat mencatat detail yang baik. reversible hydrocolloid. Keuntungan lain dari bahan ini. tetapi sangat dipengaruhi oleh cairan saliva. Impression plaster Digunakan untuk membuat cetakan akhir guna mendapatkan model kerja dengan tekanan minimal. bertujuan agar distribusi beban menjadi lebih sama. Reversible hydrocolloid Diperlukan pemanasan untuk mencairkan bahan ini. jadi membiarkan jaringan mukosa untuk embali ke bentuk yang normal. Oleh karena sifatnya elastis. sendok cetak perseorangan yang dibuat.

perlekatan otot-otot. akan menghasilkan protesa yang stabil waktu berfungsi. mukosa.4. pengasahan gigi miring. akan didapat model dengan bentuk mukosa yang pasif/tidak tertekan secara fungsional. dan kenyataannya menjadi keras bila didinginkan. Dalam keadaan istirahat. tubermaxila batas palatum durum dan palatum molle. menjadi lunak bila dipanaskan pada temperatur 55-700 C. teromolar pad.Umumnya digunakan untuk cetakan permulaan. Hasil cetakan yang baik • • • • bahan cetak tidak terlepas dari sendok cetak pada hasil cetakan boleh terdapat gelembung udara. merupakan keuntungan tersendiri. Pada kasus GTSL. Umumnya digunakan untuk koreksi pada cetakan akhir yang menggunakan bahan lain seperti plaster atau zinc oxide eugenol pasta/ 8. batas mukosa bergerak dan tidak bergerak. bila dicetak secara muko statis. pengasahan gigi ekstrud) Persiapan tempat cengkeram . Malam cetak Diperlukan pemansan untuk mencairkan bahan ini.beberapa kekurangan.3. sobek dan lipatan bagian-bagian sendok cetak tidak boleh terlihat gigi-gigi. Teknik mencetak 1. vestibulum. serta dapat dilunakkan kembali. batas gingiva dengan gigi. protesa tersebut tetap akan stabil/tak bergerak. Diperlukan sendok cetak khusus yang ada saluran air di tepinya untuk mendinginkan bahan cetak. Konservasi gigi.Viskositas yang tinggi dari bahan ini. karena ada cengkeram yang menahan sebagai retensi protesa. Perawatan preprostetik: Perawatan periodontal. Tujuannya: untuk menghindari terlepasnya bahan cetak bagian posterior dan sendok cetak 2. bila mencetak dengan tekanan fungsional. Secara mukokompresi/mukofungsional→untuk tahanan jaringan yang tinggi Penjelasan: Pada tahanan jaringan tinggi. Rekonturing (mahkota tiruan. Modelling compound/impression compound Sifatnya termoplastik. frenulum. Perawatan bedah. Secara mukostatis→untuk tahanan jaringan rendah 2. dicuci sampai bersih bila diletakkan di atas meja kerja harus ditopang di bawahnya agar bagian posterior tidak menyentuh meja. harus terlihat dengan jelas cara memelihara hasil cetakan: hasil cetakan yang baik. 7. keadaan mukosa bila tertekan bergerak.

faktor anatomi ukuran. seperti : pekerjaan. faktor fungsional frekuensi.Macam cetakan RA & RB (mukostatis. faktor pengalaman faktor pengalaman hidup sehari-hari dapat mengubah rencana terbaik untuk perawatan dan sering tidak bisa dihindari. 1. durasi. muko- kompresi/muko. lingkungan 2. bentuk dan densitas ridge karakteristik dan ketebalan mukosa penutup hubungan ridge jumlah dan kedalaman alveolar 1. . profesi. hormonal dan metabolik lainnya yang mempengaruhi aktivitas relative selular pembentuk tulang (osteoblas) dan peresorpsi tulang (osteoklas). status social. intensitas. Faktor Personal Yang perlu diperhatikan pada pasien : keinginan atau ketidakpuasan terhadap protesa kesehatan dan pola hidup pasien kondisi dan kesehatan jaringan oral dan perioral tidak adekuatnya protesa yang digunakan. Faktor Fisik .fungsional/selective pressure Faktor pertimbangan Dalam Rencana Perawatan 1. faktor metabolik segala faktor nutrisi.Tulang Faktor klinis yang berhubungan dengan resorpsi tulang bervariasi. faktor personal yang perlu dipertimbangkan adalah: faktor sosial ekonomi memperhatikan biaya pembuatan dan pemeliharaan faktor umur restorasi protesa dapat direkonstruksi pada pasien dengan semua umur. Kategori menurut Atwood adalah : 1. Selain itu. serta direksi pengalikasian tekanan pada tulang yang mempengaruhi densitas (resorpsi dan deposisi) pada tulang.

Kerentanan adanya karies. Mobilitas dan vitalitas. enzim dan PH. persarafan. tekanan udara. lokal yang termasuk bagian ini yaitu : faktor biomekanika. Gigi .atau kanan+anterior) 1. tidak ada gig yang beroklusi dengan benar Secara umum gigi palsu yang pada dunia kedokteran gigi lebih dikenal sebagai gigi tiruan dibedakan menjadi dua yaitu gigi tiruan lepasan (GTL) dan gigi tiruan cekat (GTC). faktor protesa banyaknya teknik. Relasi Rahang Oklusi gigi pada kasus GTSL ada kemungkinan: 1. Morfologi yang mempengaruhi perawatan dan tipe protesa yang digunakan. atau kiri+anterior. oklusi ada tapi tidak fixed(tidak mantap/tidak stabil). Satu pendapat lainnya mengatakan bahwa hilangnya resdual bone belum tentu akibat hilangnya gigi geligi.4 2. Faktor kontrol Tiga hal yang termasuk ke bagian faktor kontrol adalah : 1. dan fixed(mantap/stabil). vascular. Rasio mahkota akar. reflek neuromuscular Faktor prostetik Perkembangan dan pemeliharaan prosesus alveolar secara langsung berkaitan dengan erupsi dan hadirnya gigi geligi. stabilitas dari protesa yang akan digunakan. genetik 2. hanya ada 2 regio dari gigi yang berkontak dengan oklusi yang benar(kiri+kanan. sistemik 3. Gigi Harus dievaluasi secara seksama terlebih dahulu: Jumlah gigi. Jaringan Lunak Karakteristik dan respon perlu dipertimbangkan untuk retensi. suhu(temperatur).3. Kondisi bidang oklusal gigi yang tersisa. oklusi ada. prinsip. Ukuran dan bentuk akar. kanan dan anterior yang beroklusi dengan benar. Dua konsep yang diperhatikan mengenai hilangnya residual bone yang tidak dapat dihindari: Satu pendapat bahwa saat gigi hilang akan adanya variasi perkembangan hialngnya residual bone.5. faktor neurotropik. 1. minimal ada 3 gigi pada 3 regio kiri. potensial bioelektrik. Posisi individual gigi.1. Lokasi gigi di dalam lengkung. konsep. material. Keterlibatan patologis. persepsi. dan praktek termasuk ke faktor protesa. oklusi tidak ada. Sedangkan pola sensori pada jaringan pendukung khususnya penting dalam pemakaian gigi tiruan.

Sedangkan gigi tiruan cekat adalah gigi tiruan yang tidak dapat dilepas atau dipasang sendiri oleh pengguna. alloy chromium cobalt. kadang masalah gigi tiruan sangan berhubungan dengan bau mulut. dan alloy chromium nikel. pertama-tama dokter akan mengukur bau napas anda salah satu cara dengan alat Halimeter. Untuk masalah Halitosis yang cukup ekstrim. Gigi Tiruan Lengkap Yaitu gigi tiruan yang menggantikan seluruh gigi dalam satu lengkung rahang maupun seluruh rahang di dalam rongga mulut Bahan Gigi Tiruan Bahan yang biasa digunakan untuk membuat gigi tiruan adalah logam. ahli Halitosis akan menganjurkan bahan-bahan pembantu yang bentuknya seperti odol. akrilik dan porselen. Yang terpenting untuk menghindari masalah ini adalah melakukan perawatan kesehatan dan kebersihan secara menyeluruh di semua bagian rongga mulut setiap hari. obat kumur dan gel yang berfungsi mengubah VSC menjadi tidak berbau. 2. yaitu GTS yang bisa dilepas dengan mudah baik oleh pasien maupun oleh dokter gigi. Robert bisa terjadi karena adanya mikro organisme pada permukaan Iidah yang banyak menghasilkan VSC atau Volatile Sulfur Compound yang merupakan senyawa sulfur mudah menguap serta berbau tidak sedap. penyebab dari masalah napas kurang sedap ini. secara alamiah gigi tiruan tidak dapat meniru gigi asli kita secara untuh seperti mekanisme self cleansing. Ada dua macam gigi tiruan sebagian yaitu (1) Gigi Tiruan Sebagian Lepasan.tiruan lepasan adalah gigi tiruan yang dapat dilepas dan dipasang oleh pengguna. ya walaupun sebenarnya bau mulut tidak bisa kita hindari tapi setidaknya kita mengurangi bau yang kurang sedap itu. Karena pemakaian gigi tiruan merupakan memasang benda asing didalam rongga mulut kita. Gigi Tiruan Sebagian Yaitu gigi tiruan yang menggantikan satu atau lebih gigi di dalam lengkung rahang. Untuk itu. yaitu pembersihan yang dilakukan oleh pasangan gigi dan gusi. . (2) Gigi Tiruan Sebagian Cekat. Halitosis Halitosis atau napas yang kurang sedap. oleh karena itu sangat dianjurkan untuk rekan-rekan yang memakai gigi palsu untuk membersihkan dengan ekstra gigi dan mulut agar tidak terjadi bau mulut. Adapun logam yang biasa dipakai adalah alloy emas. menurut Dr. Untuk lebih jelasnya bisa saya jelaskan seperti berikut: 1. Ketiga bahan gigi tersebut dapat dipilih sesuai kebutuhan dan disesuaikan dengan ketersediaan biaya. yaitu GTS yang dalam penggunaannya tidak bisa dilepas dengan mudah oleh pasien.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful