P. 1
Korespondensi 1 _Pengertian Korespondensi

Korespondensi 1 _Pengertian Korespondensi

|Views: 214|Likes:
Published by Suswendi

More info:

Published by: Suswendi on Mar 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/09/2013

pdf

text

original

PENDAHULUAN

A. Pengertian 1. Korespondensi (intern/ekstern) Proses atau sarana komunikasi melalui/menggunakan surat sebagai medianya. 2. Surat Sehelai kertas atau lebih yang memuat suatu bahan komunikasi yang disampaikan oleh seseorang kepada orang lain secara tertulis, baik atas nama pribadi maupun kedudukannya dalam suatu organisasi atau kantor. 3. Komunikasi (intern/ekstern) Suatu pesan yang dikirim oleh seseorang kepada orang lain sebagai penerima pesan melalui atau menggunakan sarana tertentu sebagai medianya, baik untuk memperoleh timbal balik maupun tidak. Komunikasi memiliki tiga aspek yang perlu diperhatikan: a. Komunikasi harus dipandang sebagai suatu proses. Adanya aliran informasi dalam pengiriman dan penerimaan pesan. b. Komunikasi menyangkut aspek manusia dan bukan manusia. c. Komunikasi menyangkut aspek informasi à segala sesuatu yang memiliki arti dan kegunaan bagi penerimanya. Aspek informasi/berita a. Berita yang bersifat audible Berita yang disampaikan melalui suara, misalnya radio, telepon, handy talky dan lain-lain). b. Berita yang bersifat visual Berita yang disampaikan dengan melalui penglihatan, misalnya surat, faksimil, pengumuman dan lain-lain). c. Berita yang bersifat audiovisual Berita yang disampaikan melalui suara dan penglihatan, misalnya televisi, film, slide) B. Fungsi Surat Selain sebagai alat komunikasi, surat juga berfungsi sebagai: 1. Alat bukti tertulis/bukti hitam di atas putih. 2. Alat pengingat. 3. Bukti historis. 4. Duta organisasi. 5. Pedoman. 6. Pemendek jarak, penghemat tenaga/waktu. 7. Jaminan keamanan. 8. Alat promosi. C. Materi Surat Secara fisik pembuatan surat biasanya menggunakan kertas jenis HVS berwarna putih dengan ukuran kuarto/A4 (215 x 297 mm) dan ukuran folio dengan (215 x 330 mm). D. Syarat Surat yang Baik 1. Obyektif. 2. Sistematis susunan isi suratnya. 3. Ditulis dengan kaidah bahasa Indonesia yang baku. 4. Kata-kata yang digunakan harus tepat, agar tidak menimbulkan pengertian yang berbeda. 5. Singkat dan praktis. a. Tidak bertele-tele. b. Bahasa menggunakan sedikit kata, namun dapat dimengerti artinya. c. Penulis mampu menggunakan kata-kata tersebut. d. Kata-kata yang digunakan sederhana dan umum (bukan kata-kata asing/daerah). e. Tidak menggunakan singkatan yang tidak lazim. 6. Jelas (5 W + 1 H). 7. Lengkap isinya. 8. Sopan/ramah dalam berbahasa. 9. Menarik wujud fisiknya (mutu kertas, bentuk surat, ketikan dan sebagainya). Untuk dapat memenuhi syarat-syarat surat yang baik, seseorang perlu memiliki: 1. Penguasaan permasalahan yang akan ditulis. 2. Memahami peraturan-peraturan yang berkaitan dengan pokok permasalahan tersebut. 3. Penguasaan bahasa tulis. 4. Pengetahuan yang luas tentang surat-menyurat. E. Bahasa Surat Bahasa surat dalam surat bisnis haruslah ditulis secara singkat dan sederhana. Aturanaturan bahasa harus dipahami, diantaranya adalah: 1. Kata yang penting/dipentingkan diletakkan di depan, yang kurang penting/keterangan di belakang. Contoh: buku ini, hari ini, terima kasih banyak.

1
Created by MasWend buatmaswendi@gmail.com

Apabila akan ditulis dengan kepanjangannya. Penulisan kata pra dan pasca Penulisan kata-kata tersebut dirangkai dengan kata berikutnya. Contoh: rapim (rapat pimpinan). a. sda. segala dan sebagainya. beberapa. Gabungan kata 9. perkumpulan. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata diawali dengan huruf kapital.. semua karyawan-karyawan. c. Contoh: diantar. Menjadi keterangan pada kata-kata yang mengatakan himpunan.p. kaum. Kata sapaan Penulisan kata sapaan harus diawali dengan huruf kapital walaupun berada di tengah kalimat kecuali kalau kata sapaan tersebut berubah menjadi kata benda. Penulisan akronim/singkatan a. seperti serikat. maka kepanjangannya ditulis terlebih dahulu. Penggunaan bentuk pasif Bentuk pasif dapat digunakan dalam korespondensi. u. maka penulisannya dirangkai dengan kata berikutnya. selusin dan sebagainya. jadi bukan: banyak mobil-mobil. semua. maka penulisan awal kata dengan huruf kapital hanya pada awal kalimat saja.n. sbb. d. Bappeda. yaitu dalam satu kalimat terdapat dua kata atau lebih yang mempunyai arti sama. Contoh: Sebagai bahan pertimbangan Bapak Surat Saudara telah kami terima Kabar bapak saya baik 7... Contoh: banyak mobil. Gejala pleonasme (penggunaan kata yang berlebihan.com . Contoh: kuda-kuda à menyerupai kuda Kata bentuk ulang tidak dipakai jika: a. apabila menjadi kata depan.a. Contoh: prasejarah.b. c. Akronim nama resmi lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan. merupakan gabungan dari suku kata dan huruf. yaitu untuk menunjukkan sifat tidak menonjolkan diri. DIP. d.. seperti para. sekalian. pascasarjana 10. Contoh: di kantor. merupakan gabungan suku kata. Akronim bukan nama diri berupa gabungan huruf. sejak jaman dahulu kala 6. Sudah tentu bilangannya. lima negara. rudal (peluru kendali). semua karyawan. Contoh: GBHN. Akronim umum yang terdiri atas dua huruf. b. suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil kecuali bila kata tersebut berada di awal kalimat. Kata benda dalam bahasa Indonesia tidak mempunyai bentuk jamak. 3. lima negara-negara Kita juga harus berhati-hati apabila akan menggunakan kata ulang untuk menunjukkan jamak atau banyak. ketemu Namun. Akronim umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Sudah ditentukan dengan kata yang menyatakan banyak. Contoh: disebabkan karena sangat menyesal sekali mulai dari waktu ini. Dalam kalimat sudah ada kata yang menunjukkan banyak. karena kata ulang dalam bahasa Indonesia dapat berarti pula “yang serupa/menyerupai” atau “semacam”. tetapi lebih mengutamakan penerima surat. setiap huruf diikuti dengan tanda titik Contoh: u. Contoh: Polwan. beberapa. Untuk menunjukkan jamak digunakan kata banyak.2. semua dan sebagainya atau disebut jumlahnya. Penulisan kata di dan ke Apabila kata-kata tersebut merupakan awalan. persatuan dan sebagainya. maka penulisannya dipisah dengan kata berikutnya. perserikatan. Ejaan kata Contoh: menunjukkan bukan menunjukan 5. e. Apabila digantikan dengan kata ganti penulisannya tidak dirangkai dan tidak dapat disisipi kata lain diantara kedua kata tersebut. tilang (bukti pelanggaran) 2 Created by MasWend buatmaswendi@gmail. Contoh: dll. seperti sepuluh. badan organisasi dan nama dokumen yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diiukti dengan tanda titik. Contoh: diterima/kuterima à saya terima atau kami terima Kami telah terima à Telah kami terima 4. d.. ke toko 8. dst.. DPR Pertemuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan para menteri berlangsung lama b.

tentang dan dalam tidak boleh diletakkan di awal kalimat. 1985. 2000. Jakarta. Kebakuan. yaitu memilih kata yang sudah ditetapkan atau merupakan standar dalam ragam bahasa baku. Tidak menggunakan kata ganti yang berlebihan. Ed. c. d. kata yang dipilih disesuaikan dengan siapa orang yang dituju. walaupun.com . 3. Isi surat.F. 2. e. Dasar-dasar Korespondensi Niaga Bahasa Indonesia. 3. Kehalusan makna. d. Surat-surat Lengkap (Complete Letters): Surat-surat untuk Berbagai Keperluan. dan. Kata sedangkan. Cet. Jakarta. Kata bagi. yaitu kata-kata yang umum digunakan dalam surat-menyurat. XII. Surat Menyurat dengan Microsoft Word. b. Penyusunan kalimat Semua surat harus menggunakan susunan kalimat yang baik. Kehematan. serasi dan runtut/sambungmenyambung. ketika. c. Keumuman. Penerbit Karya Utama. untuk. Terdapat tiga dasar komposisi kalimat yang harus diketahui. H. Penerbit Andi. Cet. YS Marjo. Dasar-dasar dalam penyusunan kalimat: a. Yogyakarta. 3 Created by MasWend buatmaswendi@gmail. Penggunaan urutan kata dalam kalimat biasanya disebabkan karena pengaruh bahasa asing dalam bahasa Indonesia. II. kepada. yaitu: 1. kata-kata yang diungkapkan harus terkait dengan santun dan nilai rasa bahasa. 2. Budi Rahardjo & Joko Irawan Mumpuni. agar. Drs. Penggunaan kata sapaan harus konsisten. sesudah tidak boleh mengawali kalimat tunggal. Ketepatan. 2005. Kata bersama ini digunakan apabila dalam surat yang disampaikan ada sesuatu yang disertakan/dilampirkan. f. Penyusunan alinea Daftar Pustaka: 1. b. IX. sebelum. kata-kata yang dipilih tidak menggunakan kata-kata yang mubazir (gejala pleonasme) dan tidak perlu panjang lebar. situasi dan kondisi. Penerbit Setia Kawan. e. sehingga. Suhanda Panji. Komposisi kalimat berarti cara-cara untuk menyusun/membentuk suatu kalimat yang baik. Komposisi Kalimat Kata komposisi berasal dari kata bahasa Inggris to compose yang artinya menyusun atau membentuk. Pilihan kata Katagori pilihan kata berdasarkan: a.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->