P. 1
Contoh Proposal Penelitian Kuantitatif

Contoh Proposal Penelitian Kuantitatif

|Views: 490|Likes:
Published by Afif Amrulloh

More info:

Published by: Afif Amrulloh on Mar 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/08/2013

pdf

text

original

Contoh Proposal Penelitian Kuantitatif ³KORELASI ANTARA PEMAHAMAN DIRI DAN RASA PERCAYA DIRI PADA REMAJA YANG

TINGGAL DI PANTI ASUHAN DI KOTA MALANG ³
19 Maret 2010 Written by Tizar 13 Komentar

10 Votes

1. LATAR BELAKANG Perjalanan hidup seorang anak tidak selamanya berjalan dengan mulus. Beberapa anak dihadapkan pada pilihan yang sulit bahwa individu harus berpisah dari keluarga karena suatu alasan, menjadi yatim, piatu atau yatim-piatu bahkan mungkin menjadi anak terlantar. Kondisi ini menyebabkan adanya ketidak lengkapan di dalam suatu keluarga. Ketidak lengkapan ini pada kenyataanya secara fisik tidak mungkin lagi dapat digantikan tetapi secara psikologis dapat dilakukan dengan diciptakannya situasi kekeluargaan dan hadirnya tokoh-tokoh yang dapat berfungsi sebagai pengganti orang tua . Menurut Hurlock (1997:213) masa remaja dikatakan sebagai masa transisi karena belum mempunyai pegangan, sementara kepribadianya masih menglami suatu perkembangan, remaja masih belum mampu untuk menguasai fungsi-fungsi fisiknya. Remaja masih labil dan mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya. Remaja sebagai bagian dari generasi penerus yang menjadi tonggak sebagai individu yang bermakna pada hari kemudian diharapkan juga memiliki pemahaman tentang diri yang benar, hal tersebut sangat diperlukan bagi setiap orang dalam menjalani kehidupannya, sehingga di peroleh suatu gambaran yang jelas tentang dirinya dan supaya sremaja bias menjalankan apa yang sudah didapatkannya. Pemahaman akan diri seseorang sangatlah mutlak untuk diketahui. Oleh karena itu semua orang harus mengerti tentang dirinya. Baik secara internal maupun secara eksternal. Ketika seseorang mengetahui kondisi dan gambaran tentang dirinya maka dia akan dapat menjalani hidupnya dengan nyaman dan juga memiliki rasa percaya diri yang kuat karena sudah memiliki pandangan diri yang jelas. Dalam melakukan suatu pekerjaan atau kegiatan, semua orang memiliki kemampuan dan keinginan yang berbeda. Salah satu faktor yang membuat seseorang dapat melakukan apa yang

maka yang menjadi rumusan masalah penelitian adalah sebagai berikut: 1. Remaja yang tinggal di panti asuhan mempunyai rasa rendah diri atau minder terhadap keadaan dirinya. Mengetahui hubungan antara pemahaman diri dengan rasa percaya diri remaja yang tinggal di panti asuhan? 2. HIPOTESIS PENELITIAN Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari hipotesis dua arah yaitu Hipotesis alternative dan hipotesis Nol.dia ingin lakukan adalah ketika dia memiliki kepercayaan diri yang cukup untuk melakukannya. MANFAAT PENELITIAN Hasil penelitian ini diharapkan akan memberikan manfaat dan kegunaan sebagai berikut: 1. maka rumusan masalah yang peneliti ajukan adalah apakah ada hubungan antara pemahaman diri dengan rasa percaya diri pada remaja yang tinggal di panti asuhan. Ketika seseorang kurang memeiliki rasa percaya diri maka kemungkinan orang tersebut tidak akan dapat bergaul dengan sesama temannya. melakukan apa yang diinginkannya dan pergi sesuai keinginannya. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan uraian diatas. tidak seperti teman-teman dalam kondisi keluarga normal. Manfaat praktis : Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan pendidik. Hipotesis benar jika Hipotesis alternative (Ha) terbukti kebenarannya. Mengetahui tingkat pemahaman diri dengan rasa percaya diri remaja yang tinggal di panti asuhan? 1. Oleh karena itu maka penelitian ini berjudul ³Hubungan Antara pemahaman diri dengan rasa percaya diri Pada Remaja Yang Tinggal Di Panti Asuhan´.dan orang ± orang yang berhubungan dengan panti asuhan dan anak anak asuhnya. Adanya penyimpangan antara harapan dan kenyataan itulah. 1. Manfaat teoritis : Dapat menambah wawasan pengetahuan mengenai pemahaman diri dan rasa percaya diri yang ada pada masa remja . Sementara itu masyarakat atau teman-teman dalam lingkungan sosial sering memberikan label negatif pada anak-anak panti asuhan tanpa melihat lebih jauh. 1. 2. mengapa atau bagaimana berbagai hal negatif ini akan terjadi. Mengetahui pemahaman diri dengan rasa percaya diri remaja yang tinggal di panti asuhan? 3. . Hal ini berpengaruh terhadap pergaulan dengan lingkungan. guru. Berdasarkan dari uraian di atas. maka peneliti merasa perlu untuk meneliti hal tersebut.

Dimensi ± Dimensi Pemahaman Diri Menurut Santrock (2003:333) Perkembangan dari pemahaman diri masa remaja sangatlah kompleks dan melibatkan sejumlah aspek dalam diri seorang remaja. Remaja lebih mungkin dari pada anak ± anak untuk memahami bahwa dirinya memiliki diri ± diri yang berbeda-beda.Ha : adanya hubungan antara pemahaman diri dengan rasa percaya diri remaja yang tinggal di panti asuhan Ho : Tidak ada hubungan antara pemahaman diri dengan rasa percaya diri remaja yang tinggal di panti asuhan 1. KAJIAN PUSTAKA 1. 1. Remaja lebih mungkin dari pada anak kecil untuk menggambarkan dirinya sesuai dengan konteks atau situaasi yang semakin terdeferensiasi. 1. dan isi dari konsep diri remaja. Pengertian Menurut Santrock (2003:333) Pemahaman diri (self ± Understanding) adalah gambaran kognitif remaja mengenai dirinya. budaya dan norma yang berlaku mempengaruhi pada kognisi sosial remaja. Beberapa aspek yang ada dalam dimensi ±dimensi pemahaman diri ramaja antara lain : 1. tergantung dari peran atau konteks tertentu. muncullah kontradiksi antara diri ± diri yang terdeferensiasi ini. Kontradiksi Dalam Diri setelah kebutuah untuk mendiferensiasikan diri kedalam banyak peran dalam konteks yang berbeda-beda ada dalam diri remaja. Pemahaman diri menjadi lebih introspektif tetapi tidak bersifat menyeluruh dalam diri remaja. Pada masa remaja persinggungan antara pengalaman sosial. dasar. namun lebih merupakan konstruksi kognisi sosialnya. . konstruk berfikir para remaja bersifat abstrak dan idealistik dimana konsep tentang diri seorang remaja itu belum jelas dimana konsep tentang dirinya bersifat lebih baik atau lebih buruk dari keadaan sebenarnya. sebagian besar remaja membedakan diri mereka yang sebenarnya dengan diri yang diidamkannya. namun. abstrak dan idealistik pada mas remaja. Pemahaman Diri (Self-Understanding) 1. 1. Tidak semua remaja menggambarkan diri mereka dengan cara yang idealis. Terdiferensiasi pemahaman diri seorang remaja bisa semakin terdeferensiasi. 1.

Namun menurut Rogers (Santrock. 1. introspeksi tidak hanya terjadi pada remaja dalam keadaan isolasi social. remaja juga memiliki mekanisme untuk melindungi dan mengembangkan dirinya. perlindungan diri mekanisme untuk mempertahankan diri sendiri (self-deffens) merupakan bagian dari pemahaman diri remaja. Ciri remaja di mana seorang remaja memiliki ciri ketidakstabilan hingga tiba suatu saat dimana seorang remaja berhasil membentuk teori mengenai dirinya yang leboh utuh. Fluktuasi Diri Adanya sifat kontradiktif dalam diri pada masa remaja membuat munculnya fluktuasi diri remaja dalam berbagai situasi dan waktu tidaklah tidak mengejutkan. 2003:334). perbandingan sosial para ahli perkembangan meyakini bahwa remaja. dibandingkan dengan anak-anak. Dalam men\lindungi diri. menjadi suatu yang membingungkan bagi remaja. diri yang nyata dan ideal. 1. yang mana hal ini merupakan bagian dari kesadaran diri mereka dan bagian dari eksplorasi diri. Kecenderungan remaja untuk melindungi dirinya sendiri sesuai . lebih sering menggunakan perbandingan social (social Comparison) untuk mengevakluasi diri mereka sendiri (ruble dalam Santrock. Walaupun remaja sering menunjukkan adanya kebingungan dan konflik yang muncul akibat adanya usaha ± isaha introspektif untuk memahami dirinya. mendapatkan opini dari teman-temannya mengenai definisi diri yang baru muncul. 1. kesadaran diri remaja lebih sadar akan dirinya (self-conscious) dibandingkan dengan anak-anak dan lebih memikirkan tentang pemahaman dirinya. Berpegangan pada informasi perbandingan social pada masa remaja membuat mereka kebingungan karena banyaknya kelompok referensi. 1. 2003 : 335). Kemampuan untuk menyadari adanya perbedaan antara diri yang nyata dengan diri yang ideal menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kognitif. yakin bahwa adanya perbedaan yang terlalu jauh antara diri yang ideal dengan diri yang sebenarnya menunjukkan tanda ketidak mampuan untuk menyesuaikan diri. dan biasanya tidak terjadi hingga masa akhir remajanya atau bahkan diawal masa dewasa. Namun kesediaan remaja untuk mengakui bahwa mereka melakukan perbandingan social untuk melakukan evaluasi kepada diri mereka cenderung menurun dimasa remaja karena perbandingan social tidaklah diinginkan. diri yang benar dan yang palsu Muncul kemampuan remaja untuk mengkonstruksikan diri mereka yang ideal disamping diri yang sebenarnya. remaja cenderung akan menolak akan adanya karakteristik negative dalam diri mereka. Remaja lebih introspektif. Remaja kadang kadang meminta dukungan dan penjelasan dari teman-temannya. Namun.1.

Adapun gambaran merasa puas terhadap dirinya adalah orang yang merasa mengetahui dan mengakui terhadap ketrampilan dan kemampuan yang dimilikinya. Maksudnya yang lebih tua biasanya lebih yakin akan adanya aspek ± aspek tertentu dari pengalaman mental diri mereka yang berada diluar kesadaran atau control mereka dibandingkan dengan remaja yang lebih mudah. integrasi diri pemahaman diri remaja. maka harus menganalisis tentang unsur-unsurnya yang khas. sehingga apa yang direncanakan akan dilakukan dengan keyakinan akan berhasil atau akan mencapai tujuan yang telah ditetapkannya. Menurut Angelis (2000: 10) kepercayaan diri merupakan suatu keyakinan dalam jiwa manusia bahwa tantangan hidup apapun harus dihadapi dengan berbuat sesuatu. Remaja yang lebih tua mampu mendeteksi adanya ketidak konsistenan dalam deskripsi diri mereka dimasa sebelumnya ketika remaja berusaha untuk mengkonstruksikan teori mengenai diri secara umum. 1998: 3). Pengertian Orang yang dikatakan memiliki kepercayaan diri ialah orang yang merasa puas dengan dirinya (Gael Lindenfield dalam Kamil. rasa percaya diri yaitu suatu keyakinan seseorang terhadap segala aspek kelebihan yang dimilikinya dan keyakinan tersebut membuatnya merasa mampu untuk bisa mencapai berbagai tujuan di dalam hidupnya. terutama dimasa remaja akhir. artinya individu tersebut akan membuat tujuan hidup yang mampu untuk dilakukan. dan mempunyai tujuan yang realistik. . Pengenalan semacam itu biasanya tidak muncul sampai pada masa remaja akhir. Hal ini dilakukan dengan mendaftarkan sifatsifat dan ketrampilan-ketrampilan hasil pengamatan terhadap orang yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Untuk mencari atau menggali definisi yang akurat tentang percaya diri. atau suatu pemikiran yang terintegrasi dari identitas. 1. sesuatu itu pula yang harus dilakukan. Jadi. ketidaksadaran pemahaman diri remaja melibatkan adanya pengenalan bahwa komponen yang tidak disadari (unconscious) termasuk dalam dirinya. Kepercayaan diri itu akan datang dari kesadaran seorang individu bahwa individu tersebut memiliki tekad untuk melakukan apapun. Percaya Diri (Self-Esteem) 1. Kepercayaan diri itu lahir dari kesadaran bahwa jika memutuskan untuk melakukan sesuatu.dengan deskripsi trdahulu merupakan d\kecenderungan remaja untuk menggambarkan diri mereka dengan cara yang idealistic. 1. dama halnya dengan komponen yang disadari (conscious). serta mampu menunjukkan keberhasilan yang dicapai dalam kehidupan bersosial. sampai tujuan yang ia inginkan tercapai. dapat dikatakan bahwa seseorang yang memiliki kepercayaan diri akan optimis di dalam melakukan semua aktivitasnya. Menurut Hakim (2005: 6). 1. menjadi lebih terintegrasi dimana bagian yang berbeda-beda diri yang secara sistematik menjadi suatu kesatuan.

1. maka tidak akan ada artinya. meyakini adanya rasa percaya dalam dirinya. percaya diri adalah hasil dari percampuran antara pikiran dan perasaan yang melahirkan perasaan rela terhadap diri sendiri. karena siswa tersebut menyadari bahwa segala kelebihan yang dimiliki. . 4. kalau tidak dikembangkan. seseorang akan selalu merasa baik. Memiliki kecerdasan yang cukup. akan berpikir bahwa dirinya adalah manusia yang berkualitas dalam berbagai bidang kehidupan. Ciri-ciri Orang Yang Percaya Diri Menurut Hakim (2005: 5-6) ciri-ciri orang yang percaya diri antara lain : 1. Selalu bersikap tenang di dalam mengerjakan segala sesuatu. 1. Memiliki tingkat pendidikan formal yang cukup. Individu yang percaya diri akan memandang kelemahan sebagai hal yang wajar dimiliki oleh setiap individu. siswa yang menjadi juara kelas dapat mengajukan diri tanpa diperintah. jika guru bertanya atau meminta seseorang untuk mengerjakan soal di depan kelas. merasa puas terhadap dirinya baik yang bersifat batiniah maupun jasmaniah. Bahkan. Sebagai contoh. sehingga dengan sendirinya seseorang yang percaya diri akan selalu merasakan bahwa dirinya adalah sosok yang berguna dan memiliki kemampuan untuk bersosialisasi dan bekerja sama dengan masyarakat lainnya dalam berbagai bidang. Mampu menetralisasi ketegangan yang muncul di dalam berbagai situasi. 6. siswa yang selalu menjadi juara kelas mampu menguasai materi pelajaran yang diajarkan di sekolah. dapat bertindak sesuai dengan kapasitasnya serta mampu mengendalikannya. rela dengan kondisi dirinya. 3. menyatakan bahwa. Rasa percaya diri yang dimiliki seseorang akan mendorongnya untuk menyelesaikan setiap aktivitas dengan baik. kekeluargaan. Mempunyai potensi dan kemampuan yang memadai. Sedangkan Luxori (2004: 4).Siswa yang memiliki kepercayaan diri akan mampu mengetahui kelebihan yang dimilikinya. akan tetapi kalau kelebihan yang dimilikinya mampu dikembangkan dengan optimal maka akan mendatangkan kepuasan sehingga akan menumbuhkan kepercayaan diri. 2. di dalam setiap mata pelajaran. karena individu yang percaya diri akan mengubah kelemahan yang dimiliki menjadi motivasi untuk mengembangkan kelebihannya dan tidak akan membiarkan kelemahannya tersebut menjadi penghambat dalam mengaktualisasikan kelebihan yang dimilikinya. sehingga ia merasa yakin dan tidak takut jika disuruh gurunya untuk mengerjakan soal di depan kelas. Dengan memiliki kepercayaan diri. dan kemasyarakatan. 7. 5. pekerjaan. Berdasarkan beberapa pengertian tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kepercayaan diri adalah kesadaran individu akan kekuatan dan kemampuan yang dimilikinya. Mampu menyesuaikan diri dan berkomunikasi di berbagai situasi. Memiliki kondisi mental dan fisik yang cukup menunjang penampilannya.

12. Memiliki keahlian atau keterampilan lain yang menunjang kehidupannya. 1. bukan yang seharusnya atau seperti yang diinginkan orang lain. Kurang memiliki kelebihan pada bidang tertentu dan tidak tahu bagaimana cara mengembangkan diri untuk memiliki kelebihan tertentu. Setiap orang hendaknya dicintai tanpa syarat. 9. 12. Pernah mengalami trauma. namun yang terpenting. 5. misalnya ketrampilan berbahasa asing. yang menyebabkan rasa tidak percaya dirinya semakin buruk 1. misalnya dengan tetap tegar. 10. Sering bereaksi negatif dalam menghadapi masalah. Untuk perkembangan harga diri yang sehat dan langgeng. Memiliki latar belakang pendidikan keluarga yang baik. Dengan merasa tenteram. 11. Memiliki pengalaman hidup yang menempa mentalnya menjadi kuat dan tahan di dalam menghadapi berbagai cobaan hidup. 2. sabar. ini berarti seseorang telah menyayangi diri sendiri secara bersyarat. Cinta Individu perlu terus merasa dicintai tanpa syarat. Memiliki kelemahan atau kekurangan dari segi mental. 6. 11. atau ekonomi. 7. 9.8. Memiliki latar belakang pendidikan keluarga kurang baik. 1. Cenderung tergantung pada orang lain dalam mengatasi masalah. Gugup dan kadang-kadang bicara gagap. 8. dan tabah dalam menghadapi persoalan hidup. Mudah putus asa. 4. sosial. Memiliki perkembangan yang kurang baik sejak masa kecil. fisik. Ciri-ciri Orang Yang Tidak Percaya Diri Menurut Hakim (2005: 8-9) ciri-ciri orang yang tidak percaya diri antara lain : Mudah cemas dalam menghadapi persoalan dengan tingkat kesulitan tertentu. misalnya dengan menghindari tanggung jawab atau mengisolasi diri. 10. . Mengembangkan Kepercayaan Diri Lindenfield (19: 14) menjelaskan ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan percaya diri diantaranya adalah sebagai berikut : 1. 1. Selalu bereaksi positif di dalam menghadapi berbagai masalah. Sering menyendiri dari kelompok yang dianggapnya lebih dari dirinya. Memiliki kemampuan bersosialisasi. Agar seseorang dapat 1. Sulit menetralisasi timbulnya ketegangan di dalam suatu situasi. individu itu sendiri harus dapat mencinti diri tanpa syarat. seseorang harus merasa bahwa dirinya dihargai karena keadaannya yang sesungguhnya. 3. percaya diri dan mencintai diri sendiri bila semua keinginan terpenuhi.

anggota kelompok saling memberi motivasi. Sedangkan bentuk cinta yang diberikan oleh orang lain dalam kelompok yaitu mau mendengarkan pendapat anggota kelompok. sehingga dapat saling membantu dan memiliki hubungan yang baik dengan banyak orang. menempatkan kesejahteraan sosial di atas kepentingan diri sendiri dan mengembangkan gaya hidup yang mengutamakan orientasi sosial. berempati dengan tulus. masing-masing anggota mau terbuka. . teman sebaya maupun yang lebih asing. saling memberi dan menerima bantuan. individu jelas perlu mengalami dan bereksperimen dengan beraneka hubungan dari yang dekat dan akrab dirumah. Dengan menjadikan orang lain sebagai model. anggota kelompok dapat menjadikan diri sendiri maupun orang lain sebagai model. hendaknya individu dapat menyayangi dirinya sendiri karena telah melakukan sesuatu. sehingga akan semakin meningkatkan kepercayaan diri seseorang. Di dalam kegiatan koneling kelompok. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa. bentuk cinta pada diri sendiri dapat ditunjukkan dengan menerima diri apa adanya. Adler (dalam Supratiknya. Dalam kegiatan kelompok seperti bimbingan kelompok. jujur. tidak menyayangi diri secara bersyarat. 1. Di dalam kegiatan bimbingan kelompok. 1. 1. setiap orang selalu membutuhkan orang lain dan hendaknya dapat bekerja sama dengan orang lain. Model peran Mengajar lewat contoh adalah cara paling efektif agar anak mengembangkan sikap dan ketrampilan sosial yang diperlukan untuk percaya diri. Manusia selalu menghubungkan dirinya dengan orang lain. dalam menjalani hidup. ikut dalam kegiatan kegiatan kerja sama sosial. serta saling menghargai. Dalam hal ini peran orang lain sangat dibutuhkan untuk dijadikan contoh bagi individu untuk dapat mengembangkan rasa percaya diri. Rasa aman Bila individu merasa aman. rasa aman ditunjukkan anggota kelompok dengan saling menjaga rahasia.menyayangi diri dengan tulus. bukan karena telah berhasil mencapai sesuatu. memiliki rasa percaya diri dan selalu merasa tenteram. serta suka rela memecahkan masalah bersama-sama. mau memberikan saran dan kritik yang membangun. dan percaya pada diri sendiri maupun orang lain. Hubungan Untuk mengembangkan rasa percaya diri individu terhadap segala hal. individu dapat menjadikan model itu sebagi contoh/ teladan dan dapat menirunya untuk menumbuhkan rasa percaya diri. 1993: 241) menyatakan bahwa manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial. mereka secara tidak langsung akan mencoba mengembangkan kemampuan mereka dengan menjawab tantangan serta berani mengambil resiko yang menarik.

dorongan moral. Untuk membentuk kepercayaan diri. Penghargaan yang positif atas tindakan yang dilakukan individu akan cenderung meningkatkan kepercayaan diri. Jika mereka dalam keadaan sehat. kita butuhkan energi. dalam masyarakat bisa dipastikan biasanya mendapatkan lebih banyak perhatian. Jika seseorang dapat melakukan hubungan dengan baik maka perlahan-lahan seseorang akan memiliki kepercayaan diri. Dukungan jua merupakan factor utama dalam membantu individu sembuh dari pukulan terhadap rasa percaya diri yang disebabkan oleh trauma. begitu juga sebaliknya. dengan adanya kondisi kesehatan yang lebih prima pada diri seseorang.Lindenfield (2004: 15) juga menyatakan bahwa untuk dapat mengembangkan rasa percaya diri. apabila penghargaan yang diberikan berupa kritikan yang tidak membangun akan membuat seseorang menjadi rendah diri. melakukan penyesuaian dan pendekatan kepada orang lain. perananan orang lain di dalam memahami. karena dengan berhubungan dengan orang lain akan menumbuhkan rasa percaya diri. dan memberikan saran yang dapat digunakan untuk memperbaiki diri sangat dibutuhkan. mendapatkan tambahan ketrampilan tertentu. anggota kelompok akan mendapatkan banyak manfaat antara lain sosialisasi atau pergaulan dengan teman-teman sebaya. dan tidak saling menyalahkan. Jadi kepercayaan diri itu tidak dapat muncul dengan tiba-tiba danmemerlukan proses untuk mendapatkan rasa percaya diri. Di dalam kelompok seseorang dapat menjalin kerja sama. dapat saling memotivasi. Menurut Angelis (2003: 3). Dukungan Individu membutuhkan dorongan dan pembinaan bagaimana menggunakan sumber daya yang mereka miliki. Menurut Hakim (2005: 162). Kesehatan Untuk bisa menggunakan sebaik. Sumber daya Sumber daya memberikan dorongan yang kuat karena dengan perkembangan kemampuan anak memungkinkan mereka memakai kekuatan tersebut untuk menutupi kelemahan yang mereka miliki. luka dan kekecewaan. seperti kepemimpinan dan cara berhubungan dengan orang lain. rasa percaya diri akan lahir dari kesadaran dirinya sendiri untuk selalu melakukan sesuatu. Dengan motivasi dan . member dukungan. akan timbul keyakinan dan rasa percaya diri bahwa dalam diri individu memiliki kekuatan yang cukup untuk melakukan banyak hal sesuai dengan keperluan hidupnya. dan bahkan kesempatan. Hubungan dalam kegiatan kelompok menurut Hakim (2005:132). Dalam kegiatan kelompok. seseorang perlu menjalin hubungan baik dengan siapapun baik orang-orang yang sudah dikenal maupun mampu menjalin hubungan baik dengan orang-orang baru.baiknya kekuatan dan bakat kita. dukungan dapat ditunjukkan dengan mau mendengarkan pendapat orang lain. 1. termasuk mengikuti kegiatan kelompok. 1. 1.

dapat 1. penelitian ini diklasifikasikan dala penelitian kuantitatif deskriptif korelatif dimana penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan. Hadiah tidak harus berwujud barang. meringkas berbagai kondisi. populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. 1.dukungan. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi adalah keseluruhan obyek penelitian baik terdiri dari benda yang nyata. merasa puas terhadap dirinya baik yang bersifat batiniah maupun jasmaniah. meyakini adanya rasa percaya dalam dirinya. Upah dan hadiah Upah dan hadiah ini merupakan suatu proses untuk mengembangkan percaya diri agar menyenangkan dari suatu usaha yang telah dilakukan. Dalam kegiatan kelompok. 1. dan isi dari konsep diri remaja dan lebih merupakan konstruksi kognisi sosialnya. dasar. hadiah dapat ditunjukan dengan member penghargaan dalam bentuk pujian yang disertai dengan saran-saran yang edukatif. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian . Sedangkan menurut Arikunto. peristiwa ataupun gejala yang merupakan sumber data dan memiliki karakter tertentu dan sama (Sukandarrumidi.2006:36) 1. DEFINISI OPERASIONAL Pemahaman diri (self ± Understanding) adalah gambaran kognitif remaja mengenai dirinya. abstrak. 1. METODE PENELITIAN 1. 1. 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian dalam penelitian ini adalah beberapa panti asuhan yang berada di Kecamatan Lowokwaru kota Malang yang akan dipilih secara acak yang mewakili dari kota Malang. (Bungin. 1. Rancangan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas. seseorang dapat berkembang menjadi lebih kuat untuk berbuat lebih baik lagi dan penuh percaya diri. kepercayaan diri adalah kesadaran individu akan kekuatan dan kemampuan yang dimilikinya. berbagai situasi atau berbagai variable yang timbul dimasyarakat yang menjadi objek penelitian itu berdasarkan apa yang terjadi dan mencari hubungan antar variable yang diteliti. 2004: 47). serta anggota kelompok mengusahakan agar seseorang berbuat baik karena kesadarannya bukan karena ingin memperoleh penghargaan.

1. Sampel adalah bagian dari populasi yang memiliki sifat-sifat yang sama dari obyek yang merupakan sumber data (Sukandarrumidi. 2004: 50). notulen rapat. atau tidak sesuai dengan yang kita kehendaki 1. . Misalnya kita memperhatikan reaksi penonton televisi. 1. surat kabar. 2002: 221). tetapi juga menilai reaksi tersebut sangat. buku. 1. majalah. Metode penentuan sampel dari populasi yang ada menggunakan rujukan rumus Slovin (Dalam Umar. 2002: 108). yang tidak dipersiapkan karena adanya permintaan aseorang penyidik. Moleong (2004) mendefinisikan dokumen sebagai setiap bahan tertulis ataupun film. transkrip. 2003. 1. 2004). Dokumentasi Metode dokumentasi dilakukan dengan cara mencari data tentang hal-hal atau variabel yang berupa catatan. Jumlah jadi jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 93 orang.(Arikunto. Teknik Pengumpulan Data 1. agenda dan sebagainya Lexi J. prasasti. kurang.146) sebagai berikut n=N 1+Ne2 n = Ukuran Sampel N = Ukuran Populasi e = Prosen Kelonggaran Prosen kelonggaran atau kesalahan di tentukan sebesar 10%. Format yang disusun berisi item-item tentang kejadian atau tingkah laku yang digambarkan akan terjadi Dari penelitian berpengalaman diperoleh suatu petunjuk bahwa mencatat data observasi bukanlah sekedar mencatat. Observasi Dalam menggunakan metode observasi cara yang paling efektif adalah melengkapinya dengan format atau blangko pengamatan sebagai instrument.sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto. bukan hanya mencatat bagaimana reaksi itu. tetapi juga mengadakan pertimbangan kemudian mengadakan penilaian ke dalam suatu skala bertingkat. dan berapa kali muncul. Jadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak asuh yang tinggal di kecamatan lowokwaru yang berjumlah 1192 orang (dinsos kota malang.

macambentuk yakni: 1. berdasarkan atas jawaban atau isian itu peneliti mengambil kesimpulan mengenai subyek yang diteliti (Suryabrata. 1981) dalam bukunya Lexy J. lahir dan berada dalam konteks. 2000 : 135). Angket terbuka atau angket tertutup . 6) Hasil pengkajian isi akan membuka kesempatan untuk lebih memperluas tubuh pengetahuan terhadap sesuatu yang diselidiki.Penggunaan metode dokumen dalam penelitian ini karena alasan sebagai berikut (Guba dan Lincoln. 1. 2) Berguna sebagai bukti untuk suatu pengujian. 2. Moleong (2004) 1) Merupakan sumber yang stabil. kaya. 4) Tidak reaktif sehingga tidak sukar ditemukan dengan teknik kajian isi. Angket Metode angket adalah salah satu metode penelitian dengan menggunakan daftar pertanyaan yang berisi aspek yang hendak diukur. Angket memiliki bermacam-. yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu. Wawancara Adalah percakapan dengan maksud tertentu percakapan itu dilakukan oleh dua pihak. Apa yang dinyatakan subyek kepada peneliti adalah benar-benar dapat dipercaya 3. dan mendorong. sesuai dengan konteks. 1. yaitu: 1. 1. (Moleong. Angket langsung atau tidak langsung 2. menurut Hadi (1993) didasari oleh beberapa anggapan. yang harus dijawab atau dikerjakan oleh subyek penelitian. 1. 3) Berguna dan sesuai dengan penelitian kualitatif karena sifatnya yang alamiah. Subyek adalah orang yang paling tahu tentang dirinya sendiri. Penggunaan metode angket. 5) Dokumentasi harus dicari dan ditemukan. Interpretasi subyek tentang pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepadanya adalah sama demngan yang dimakksud peneliti. 1990).

Tujuannya adalah untuk mendapatkan kesimpulan dari hasil penelitian. adapun rumus yang digunakan adalah korelasi product moment. Adapun teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasi. maka metode analisisi data yang digunakan adalah alat analisis yang bersifat kuantitatif yaitu model statistik. dimana Penelitian korelasi bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan dan apabila ada. mengorganisasikannya ke dalam suatu pola. Teknik Analisis Data Menurut Patton. 1.Bentuk angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat langsung dan tertutup. Artinya angket yang merupakan daftar pertyanyan diberikan langsung kepada mahasiswa sebagai subyek penelitian. berapa eratnya hubungan serta berarti atau tidaknya hubungan itu. kategori dan satuan uraian dasar. Adapun analisa data dalam penelitian ini. 2006:33). Hasil analisis nantinya akan disajikan dalam bentuk angka-angka yang kemudian dijelaskan dan diiterpretasikan dalam suatu uraian. Karena penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. analisa data adalah proses mengatur urutan data. (Bungin. dan dakam mengisi angket. Teknik analisa data merupakan langkah yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian. secara operasional analisa data tersebut dilakukan melalui tahap : 1. peneliti menggunakan tabel dan menggunakan teknik deskriftip prosentase sebagai berikut : P = F/N x 100 P = Persentase F = Frekuensi N = Number of Cases (banyaknya individu) Dalam penelitian ini juga menggunakan korelasi product moment. 1. mehasiswa diharuskan memilih karena jawaban telah disediakan. Mencari angka korelasi dengan rumus : Dengan ketentuan sebagai berikut : X : Adalah motivasi siswa terhadap bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam Y : Adalah data prestasi belajar siswa (nilai raport semesterII) Rxy : Adalah angka indeks korelasi ³r´ product moment ™Xy : Jumlah hasil perkalian antara X dan Y .

Interpretasi menggunakan tabel nilai ³r´ product moment (rt). Memberikan Interpretasi terhadap angka indeks korelasi ³r´ product moment.™X : Jumlah seluruh skor X ™Y : Jumlah seluruh skor Y N : Number of Cases 1. yaitu dengan mencocokkan perhitungan dengan angka indeks korelasi ³r´ product moment. dengan terlebih dahulu mencari derajat besarnya (db) atau degress of freedom (df) yang rumusnya adalah : df = N-nr df : Degrees of Freedom N : Number of Cases Nr : Banyaknya variabel (Motivasi Siswa dan Prestasi belajar) Kemudian dengan melihat Tabel nilai Koefisisen Korelasi ³r´ Product Moment dari Pearson untuk Berbagai (df). Interpretasi kasar atau sederhana. . 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->