ategory: Other TAFSIR AI QUR’AN Kajian tentang Ayat-Ayat Pendidikan I. Tujuan Pendidikan Islam A. Surah al-Baqarah (1-5) 1.

Alif laam miim. 2. Kitab (al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi rnereka yang bertaqwa, 3. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki, yang Kami anugerahkan kepada mereka, 4. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu; serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. 5. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Rabb-nya, dan rnerekalah orang-orang yang beruntung. Alif, Lam, miim, ayat yang cukup singkat, tetapi sangat dalam maknanya, hanya Allah yang tahu rahasianya. Sudah cukup lama para ulama al-Qur'an berbeda pendapat. Allahu A'lam, hanya Allah yang mengetahui, itulah jawaban yang dikemukakan oleh para ulama abad pertama hingga abad ketiga. Tampaknya jawaban Allabu A'lam yakni Allah lebih mengetahui masih diangap jawaban yang relevan sampai saat ini, meskipun demikian jawaban itu masih dianggap kurang memuaskan. Pada ayat ini menggunakan isyarat jauh untuk menunjuk al-Qur'an. Semua ayat yang menunjuk kepada firman-firman Allah dengan nama al-Qur'an (bukan al-Kitab) yang mengarah pada isyarat dekat "hadzal Qur'an”. Penggunaan isyarat jauh ini bertujuan memberi kesan bahwa kitab suci ini berada dalam kedudukan tinggi dan sangat jauh dari jangkauan makhluk, karena ia bersumber dari Allah Yang Maha Tinggi Maha Bijaksana, sedang penggunaan kata "hadza ini" untuk menunjukkan betapa dekat tuntunantuntunannya pada fitrah manusia. Dalam hal ini pula yang dimaksud dengan orang-orang bertakwa adalah orang yang mempersiapkan jiwa mereka untuk menerima petunjuk atau yang telah mendapatkannya tetapi masih mengharapkan kelebihan, karena petunjuk Allah tidak terbatas. Dalam al-Qur'an disebutkan "Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal-amal saleh yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Rabbmu dan lebib baik kesudahannya". (QS. 99:76) Pada Ayat ke-3 dari surah al-Baqarah ini mengisyaratkan bahwa yang bertaqwa hendaknya mengimani yang ghaib, mendirikan shalat, serta menafkahkan sebagian rezeki yang telah dianugerahkan-Nya. Yuqinun atau yakin adalah pengetahuan yang mantap tentang sesuatu dibarengi dengan tersingkirnya apa yang mengeruhkan pengetahuan itu, baik berupa keraguan maupun dalih-dalih yang dikemukakan lawan. Itu sebabnya thejargon Jaringan Guru Online (JARGON) Multiply Join this Group!

Report Abuse

padahal kamulah orang-orang yang paling tingi (derajatnya). Pada perang uhud mereka tidak meraih kemenangan bahkan menderita luka dan poembunuhan. Berbeda dengan manusia yang yakin. Al-Qur'an memang adalah penerangan bagi seluruh manusia. Pada ayat 139 ini membicarakan tentang kelompok pada perang uhud. maka keraguan yang tadinya ada langsung sirna. Pada ayat 138 dalam surah Ali Imran ini mengandung pesan-pesan yang sangat jelas. 139. Sebelum tiba keyakinannya. Mereka itulah orang-orang yang sungguh jauh dan tinggi kedudukannya berada di atas yakni memperoleh dengan mantap petunjuk dari Tuhan Pembimbing mereka dan mereka itulah orang beruntung "muflihun" memperoleh apa yang mereka dambakan. jika kamu orangorang yang beriman. Menambah ketaqwaan manusia pada Allah 2.pengetahuan Allah tidak dinamai mencapai tingkat yakin. juga mengandung makna bahwa Allah tidak menjatuhkan sanksi sebelum manusia mengetahui sanksi tersebut. mewujudkan manusia yang banyak beramal shaleh 4. Pernyataan Allah ini adalah penjelasan bagi manusia. dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertagwa. Karena itu. (al Qur an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia. petunjuk. Mewujudkan kesuksesan dalam hidup. Kitab tersebut berfungsi mengubah masyarakat dan mengeluarkan anggotanya dari kegelapan menuju terang benderang dari kehidupan negative menuju kehidupan positif. bahwa al-Qur’an secara keseluruhan adalah penerangan yang memberi keterangan dan menghilangkan kesangsian serta keraguan bagi manusia. karena pengetahuan Yang Maha Mengetahui itu sedemikian jelas sehingga tidak pernah sesat atau sedikitpun disentuh oleh keraguan. janganlah kamu melemah menghadapi musuhmu dan . apa yang mereka alami dalam perang uhud tidak perlu menjadikan mereka berputus asa. ia terlebih dahulu disentuh oleh keraguan. dan janganlah (Pula) kamu bersedih hati. Mewujudkan manusia yang percaya akan hari akhir 5. dan dalam perang badar mereka dengan gemilang meraih kemenangan dan berhasil melawan dan membunuh sekian banyak lawan mereka. Dia tidak menyiksa manusia secara mendadak. lagi peringatan. atau dengan kata lain ayat ini memberikan informasi tentang keutamaan al-Qur'an yang mengungkap adanya hukum-hukum yang mengatur kehidupan masyarakat. namun ketika ia sampai pada tahap yakin. Agar manusia mempercayai akan keberadaan Allah 3. Surah A1i lmran: 138-139 138. Namun demikian. maka itu merupakan bagian dari sunnatullah. serta peringatan bagi orang-orang yang bertaqwa. dimana kalaulah dikaitkan dengan tujuan pendidikan itu sendiri dapat penulis simpulkan sebagai berikut: 1. Dari hal diatas dapat dipahami bahwa surah al-baqarah ayat 1-5 ini sangat dalam pesan moralnya. Janganlah kamu bersikap lemah. karena ini adalah petunjuk. B.

maka itu dalam konteks peperangan dan penegakan sanksi hukum yang dibenarkan agama. kuatkanlah mentalmu. Allah menjanjikan untuk orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shaleh di antara mereka yang bersama Nabi serta siapapun yang mengikuti cara hidup mereka dapat mencapai kesempurnaan atau luput dari kesalahan atau dosa. menjadikan manusia yang intelek dan mempunyai derajat yang tinggi c. (QS. Ini jika kamu orangorang mukmin. Allah berfirman: Nabi Muhammad adalah utusan Allah yang diutusnya membawa rahmat bagi seluruh alam dan orangorang yang bersama dengannya yakni sahabat-sahabat Nabi serta pengikutpengikut setia beliau adalah orang-orang yang bersikap keras yakni tegas tidak berbasa-basi yang mengorbankan akidahnya terhadap orang-orang kafir. Mereka juga ruku' dan sujud dengan tulus ikhlas karena Allah. senantiasa mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya yang agung. Walau mereka memiliki sikap tegas itu namun mereka berkasih sayang antar sesama mereka. demikian itulah sifat-sifat yang agung dan luhur serta tinggi. Mewujudkan bimbingan pada manusia agar tidak binasa dengan hukumhukum alam 2. yaitu seperti tanaman mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya. Demikian itulah keadaan orang mukmin pengikut Nabi Muhammad SAW.Allab menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan menegakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pabala yang besar".musuh Allah. atau peristiwa lain yang seupa. tandatanda meraka tampak pada muka mereka dari bekas sujud Demikianlah sifatsifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam lnjil. yakni benar-benar keimanan telah mantap dalam hatimu. Kalaupun dipahami sebagai sikap keras. di dunia dan di akherat. tanaman itu menyenangkan hati penanam penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan orang-orang mu'min). Di dunia kamu memperjuangkan agama Allah itulah sebuah kebenaran. Ini serupa dengan firmanNya . Surah al-Fath: 29 "Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia adalah keras terhadap orang-orang kafir tetapi berkasih sayang sesama mereka: kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya. kuatkan jasmanimu dan janganlah (pula) kamu bersedih akibat dari apa yang kamu alami dalam perang uhud. Mewujudkan kebahagiaan pada hambanya 3. Mengapa kamu lemah atau bersedih padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) di sisi Allah.. Bila kita kaitkan dengan tujuan dari pendidikan itu sendiri dapat kita ketahui sebagai berikut 1. di akherat kamu mendapatkan surga Allah. 48:29) Pada ayat ini Allah menjelaskan sifat dan sikap Nabi Muhammad SAW beserta pengikut-pengikut beliau. Kalimat asyidda'u 'ala al-kuffar sering kali dijadikan oleh sementara orang sebagai bukti keharusan bersikap keras terhadap non muslim.

dan yang telah terbukti dalam sejarah melalui masyarakat Nabi Muhammad SAW dan para sahabat beliau. Serta mereka menyuruh anggota masyarakatnya agar berbuat yang ma'ruf serta mencegah dari yang munkar. kapan dan di manapun. maka redaksi yang digunakan berbentuk tunggal dan tertuju kepada-Nya semata-mata tanpa memheri kesan adanya keterlibatan selain . menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar. Mewujudkan manusia yang selalu bertawaqqal pada Allah.. 59:50) Ayat di atas menggunakan bentuk persona pertama (Aku). Mewujudkan rasa hormat dan rasa kasih saying sesama manusia 2. ayat 104 yang berbunyi "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan. e. yakni Kami berikan mereka kekuasaan mengelola satu wilayah dalam keadaan mereka yang merdeka niscaya mereka melaksanakan shalat secara sempurna rukun. (QS 3:104) Kaitannya dengan tujuan pendidikan sebagai berikut 1. Ayat di atas mencerminkan sekelumit dari ciri-ciri masyarakat yang diidamkan Islam. Di sini penekanannya adalah beribadah kepada-Nya semata-mata.. dan sunnah-sunnahnya dan mereka juga menunaikan zakat sesuai kadarnya. syarat. 24:2) Dari hal diatas dapat kita ketahui makna yang terkandung dari ayat diatas sbagai berikut 1.. Mewujudkan manusia yang selalu menyenangkan orang lain d Surah al-Hajj: 41 "(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi. dan hari akherat . Mewujudkan seorang hamba yang ahli sujud dan taubat 3. menyuruh berbuat yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar. 22:47) Ayat ini menerangkan tentang keadaan orang-orang yang diberikan kemenangan dan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi. mereka adalah orang-orang yang beruntung". Mewujudkan seorang yang selalu menegakkan kebenaran dan mencegah kemunkaran 2. Ini bukan saja bertujuan menekankan pesan yang di kandungnya tetapi juga untuk mengisyaratkan bahwa perbuatan-perbuatan Allah tidak melibatkan malaikat atau sebab-sebab lainnya. Al-Qur'an mengisyaratkan kedua nilai di atas dalam firman-Nya dalam surah Ali Imran."… dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah. dan kepada Allah-lah kembali segala urusan ". niscaya mereka mendirikan shalat.. menunaikan Zakat. Surah adz-Dzariyat: 56 "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku". (QS. (QS. jika kamu beriman kepada Allah." (QS.

sekali kali tidak ada bagimu Ilah selain Dia Dia telah meciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan pemakmurnya. (QS. terlaksanalah makna ibadah. Subjek Pendidikan a. Ketika itulah Allah mengutus Nabi Shaleh as mengingatkan mereka agar tidak mempersekutukan Allah tetapi tuntunan dan peringatan beliau tidak disambut baik oleh mayoritas kaum Tsamud. 55:1) Yang telab mengajarkan al Qur'an. karena itu mohanlah ampunan-Nya kemudian bertobatlah kepada-Nya. (QS. Mewujudkan seorang hamba yang shaleh 2. Tsamud juga merupakan satu suku terbesar yang telah punah. Pada masa itulah. Ar-Rahman: 1-4 (Rabb) Yang Maha Pemurah. sembahlah Allah.Allah S WT. Kaum Tsamud pada mulanya menarik pelajaran berharga dari pengalaman buruk kaum Ad. 11:61) Setelah selesai kisah Ad kini giliran kisah suku Tsamud. Tidak ada dalam wujud ini kecuali satu Tuhan dan selain-Nya adalah hamba-hamba-Nya. f. merekapun berhasil membangun peradaban yang cukup megah. 55:3) . Shaleh berkata "Hai kaumku. Ibnu Nuh. karena itu mereka beriman kepada Allah SWT. Kaitannya dengan tujuan pendidikan sebagai berikut: 1. tetapi keberhasilan itu menjadikan mereka lengah sehingga mereka kembali menyembah berhala serupa dengan berhala yang disembah kaum Ad.untuk membangun bumi dalam kedudukannya sebagai khalifah. Menunjukkan akan luasnya ilmu Tuhan II. Semuanya mengarah hanya kepada Allah secara tulus. Dengan demikian. Didahulukannya penyebutan kata al jin/jin dari kata al-ins/manusia karena jin lebih dahulu diciptakan Allah dari pada manusia. Mengarah kepada Allah dengan setiap gerak pada nurani. Ayat ini mengandung perintah yang jelas kepada manusia --langsung maupun tidak langsung-. 55:2) Dia menciptakan manusia. Dengan demikian silsilah keturunan mereka bertemu dengan Ad pada kakek yang sama yaitu Imran. Ibnu Iram Ibnu Sam. Surah . (QS.Hud: 61 "Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Kaitannya dengan tujuan pendidikan itu sendiri dapat kita pahami sebagai berikut: Pertama. Mereka adalah keturunan Tsamud Ibnu Jatsar. (QS. Mewujudkan manusia yang ahli do’a 4. Kedua. sekaligus menjadi alasan mengapa manusia harus menyembah Allah SWT semata-mata. Mewujudkan akan keesaan Tuhan 3. kemantapan makna penghambaan diri kepada Allah dalam hati setiap insan. pada setiap anggota badan dan setiap gerak dalam hidup. Sesungguhnya Rabbku amat dekat (rahmat Nya) lagi memperkenankan (do'a hamba Nya)".

namun karena redaksinya yang bersifat umum. Kata al-Insan disini mencakup semua jenis manusia. Ada juga yang memahami istilah ini dalam arti sejarawan. dan dapat juga digunakan untuk menunjuk walau satu ayat saja bagian dari satu ayat. baik muslim ataupun non muslim. Maka wahai orangorang yang ragu atau tidak tahu bertanyalah kepada ahl dzikr yakni orangorang yang berpengetahuan jika kamu tidak mengetahui.Mengajarnya pandai berbicara (QS. Mereka wajar ditanyai karena mereka tidak dapat dituduh berpihak pada informasi al-Qur'an sebab mereka juga termasuk yang tidak mempercayainya. maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui. 16:43) keteraqan-keterangan (mujizat) dan kitab-kitab. Mereka adalah orang-orang yang dapat memberi infonnasi tentang kemanusiaan para rasul yang diutus Allah. Dan Kami turunkan kepadamu al-Qur'an. mereka akui. Dalam penolakan terhadap apa yang diturunkan Allah SWT mereka selalu berkata bahwa manusia tidak wajar menjadi rasul atau utusan Allah. (QS. menjadi bukti kebenaran mukjizat Nabi Muhammad SAW. tetapi mencakup segala bentuk ekspresi. kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka. AI-Bayan berarti jelas. Ayat di atas mengubah redaksinya dari persona ketiga menjadi persona kedua . makhluk yang paling membutuhkan tuntunannya. Dimulainya surah ini dengan kata ar-Rahman bertujuan mengundang rasa ingin tahu mereka dengan harapan akan tergugah untuk mengakui nikmatnikmat dan beriman kepada Allah. 55:4) Al-Qur'an adalah firman-firman Allah yang disampaikan oleh malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW dengan lafal dan maknanya yang beribadah siapa yang membacanya. maka ia dapat dipahami pula sebagai perintah bertanya apa saja yang tidak diketahui atau diragukan kebenarannya kepada siapapun yang tahu dan tidak tertuduh objektivitasnya. Nah. ayat ini menegaskan bahwa: Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu kepada umat manusia kapan dan di manapun kecuali orangorang lelaki yakni jenis manusia pilihan. bukan malaikat yang Kami beri wahyu kepada mereka antara lain melalui malaikat Jibril. (QS. kendati demikian persoalan kemanusiaan para rasul. b. Allah ar-Rahman yang mengajarkan al-Qur’an itu ialah yang menciptakan manusia. serta siapa yang ditanya tertentu pula. atau paling tidak ia harus disertai oleh malaikat. Hingga akhir zaman. termasuk seni dan raut muka. Kata al-Qur'an dapat dipahami sebagai keseluruhan ayat-ayatnya yang enam ribu lebih itu. yakni objek pertanyaan. Walaupun penggalan ayat ini turun dalam konteks tertentu. Kata ahl dzikr pada ayat ini dipahami oleh banyak ulama dalam arti para pemuka Yahudi dan Nasrani. Namun ia tidak terbatas pada ucapan. Surah an Nahl: 43-44 Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu. agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka supaya meraka memikirkan. 16:44) Pada ayat ini diuraikan kesesatan pandangan kaum musyrikin menyangkut kerasulan Nabi Muhammad SAW. sejak Adam as.

Penyebutan anugerah Allah kepada Nabi Muhammad secara khusus dan bahwa yang dianugerahkan-Nya itu adalah adz-dzikr mengesankan perbedaan kedudukan beliau dengan para nabi dan para rasul sebelumnya. Agaknya hal ini mengisyaratkan penghormatan kepada beliau dan bahwa beliau termasuk dalam kelompok rasul-rasul yang diutus Allah. lalu menyeru keluarga dekat beliau dari keluarga besar 'Ady dan Fihr yang berinduk pada suku Quraisy. memberi isyarat bahwa seorang pendidik hendaknya menuntun anak didiknya dan rnemberi tahu kesulitan-kesulitan yang akan dihadapi dalam menuntut ilmu. merinci. (HR. III. Rasul SAW naik ke puncak bukit Shafa. dalam hal ini adalah Nabi Muhammad SAW. Ada dua fungsi penjelasan Nabi Muhammad dalam kaitannya dengan alQur'an yaitu Bayan Ta'kid dan Bayan Tafsir. c. bahkan mengarahkannya untuk tidak mempelajari sesuatu jika sang pendidik mengetahui bahwa potensi anak didiknya tidak sesuai dengan bidang ilmu yang akan dipelajarinya. Dan sesungguhnya aku dianugerahi wahyu (al-Qur'an) yang bersifat immaterial dan kekal sepanjang masa. Ayat ini juga menugaskan Nabi Muhammad SAW untuk menjelaskan alQur'an. 18: 66) Dalam pertemuan kedua tokoh pada ayat ini diceritakan Nabi Musa yang terkesan banyak menanyakan sesuatu kepada salah satu hamba Allah yang memiliki ilmu khusus. bahkan kedudukan beliau tidak kurang.yang ditujukan langsung kepada mitra bicara. Memang as-Sunah mempunyai fungsi yang berhubungan dengan al-Qur'an dan fungsi sehubungan dengan pembinaan hokum syara'. Surah al-Kahf: 66 Musa berkata kepada Khidhr "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu" (QS. bahkan membatasi pengertian lahir dari ayat-ayat al-Qur'an. Objek Pendidikan a Surah asy-Syu'ara: 214 "Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat" QS. Dan bagaimana Nabi Musa dapat sabar atas sesuatu. Dalam konteks ini Nabi Muhammad SAW bersabda: “Tidak seorang nabipun kecuali telah dianugerahkan Allah apa (bukti-bukti indrawi) yang menjadikan manusia percaya padanya. Abu . maka aku mengharap menjadi yang paling banyak pengikutnya di hari kemudian". Semua keluarga hadir atau mengirim utusan. Ucapan hamba Allah ini. Yang pertama sekedar menguatkan atau menggarisbawahi kembali apa yang terdapat dalam AlQur'an. sedang yang kedua memperjelas. di Mekah.Bukhori). sementara ia belum menjangkau secara menyeluruh beritanya. Bayan atau penjelasan Nabi Muhammad itu bermacam-macam dan bertingkat-tingkat. 26: 214) Ketika ayat ini turun. Sementara jawaban dari orang tersebut menyatakan bahwa Nabi Musa tidak akan sanggup untuk sabar bersamanya.

(QS 4: 170) Rasul SAW telah membawa kebenaran dari Allah sambil membuktikan keliruan bahkan kesesatan pandangan ahl kitab. Lalu Nabi bersabda: "Aku menyampaikan kepada kamu semua sebuah peringatan. sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dan Rabbmu. Kehadiran rasul yang dinyatakan dating kepadamu.Lahab pun datang. Demikianlah ayat ini mengajarkan kepada rasul SAW dan umatnya agar tidak pilih kasih. IV. Ialu Nabi SAW bersabda: "bagaimana pendapat kalian. dengan membawa tuntunan al-Qur'an dan syari'at yang mengandung kebenaran dari Tuhan Pembimbing dan Pemelihara kamu. karena semua adalah hamba Allah. maka karena itu berimanlah dengan iman yang benar. Dan jika kamu kafir. Ini berarti Nabi Muhammad SAW dan keluarga beliau tidak kebal hukum. itulah yang lebih baik bagimu. jika aku berkata bahwa:di belakang lembah ini ada pasukan berkuda bermaksud menyerang kalian. maka itu disebabkan karena keberhasilan mereka mendekat kepada Allah dan menghiasi diri dengan ilmu serta akhlak yang mulia. kami belum pernah mendapatkan darimu kecuali kebenaran". apakah untuk maksud itu engkau mengumpulkan kami?" Maka turunlah surah Tabbat Yada Abi Lahab" (HR. serta pernyataan bahwa yang beliau bawa adalah tuntunan dari Tuhan pembimbing dan pemelihara kamu dimaksudkan sebagai rangsangan kepada mitra bicara. Abu Lahab yang mendengar sabda beliau itu. Muslim. Itulah. Ahmad dan lain-lain melalui Ibn Abbas). tidak juga terbebaskan dari kewajiban. agar menerima siapa yang datang dan menerima apa yang di bawanya.Allah sedikitpun) karena sesunguhnya apa di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah. kini menjadi sangat wajar menyampaikan ajakan kepada seluruh manusia bukan hanya ahl kitab: wahai seluruh manusia.Bukhori. atau memberi kemudahan kepada keluarga dalam hal pemberian peringatan. yakni keimanan itu yang baik bagimu. Surah an Nisa: 170 Wahai manusia. Bila ada kelebihan yang berhak mereka peroleh. berteriak kepada Nabi SAW berkata: "celakalah engkau sepanjang hari. maka berimanlah kamu. tidak ada perbedaan antara keluarga atau orang lain. sesungguhnya telah datang kepada kamu rasul yakni Muhammad SAW. Kewajiban Belajar Mengajar a Surah al-Ankabut: 19-20 Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah menciptakan . Dan jika kamu terus menerus kafir. karena sesurgguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah di bawah kendali-Nya. tidak juga mengurangi kekuasaan dan kepemilikan-Nya. (maka kekafiran itu tidak merugikan . bahwa di hadapan sana (masa datang) ada siksa yang pedih". Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Mereka tidak memiliki hak berlebih atas dasar kekerabatan kepada rasul SAW. maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun. apakah kalian mempercayai aku?" mereka berkata: "Ya. b.

maka wujudlah segala sesuatu yang dikehendaki-Nya. Lalu mereka akan menggelenggelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata: "Kapan (akan terjadi)" Katakanlah: "Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat". maka penciptaan kedua juga memberi wujud dan ini dalam logika manusia tentu lebih mudah serta lebih logis dari pada penciptaan pertama itu. Dia yang mencipta dari tiada. Sesungguhnya. maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya. apa benar-benarkah kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru" (QS. Maka mereka akan bertanya "Siapa yang akan menghidupkan kami kembali". dengannya seseorang akan menemukan banyak pelajaran berharga baik melalui ciptaan Allah yang terhampar dan beraneka ragam. 17:50) atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiranmu". maupun dari peninggalan lama yang masih tersisa puing-puingnya.(manusia) dari permulaannya. kemudian mengulanginya (kembali). (QS. 17:51) Dari ayat tersebut di atas (al-Ankabut: 20) memerintahkan untuk melakukan perjalanan. (QS. Katakanlah: "Yang telah menciptakan kamu pada kali yang pertama". Kalau pada penciptaan pertama yang wujud belum pernah ada.yang demikian itu mudah bagi Allah. Sebenarnya menciptakan pertama kali. (QS. 29: 99) Katakanlah: "Berjalanlah di (muka) bumi. Keduanya adalah memberi wujud kepada sesuatu. Pandangan kepada hal- . Kaum musyrikin terheran mendengar pernyataan al-Qur'an bahwa setelah kematian mereka akan dihidupkan lagi: Dan mereka berkata: “Apakah bila kami telah menjadi tulang-belulang dan benda-benda yang hancur. 17:49) Al-Qur'an memerintahkan Nabi Muhammad SAW menjawab mereka: Katakanlah: “Jadilah kamu sekalian batu atau besi.Sesungguhnya.Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (QS 29: 20) Allah yang memulai penciptaan dipahami dalam arti "Dia Yang menciptakan segala sesuatu pertama kali dan tanpa contoh sebelumnya". Ini mengadung arti bahwa Allah ada sebelum sesuatu itu ada. dan ternyata dapat wujud. sama saja bagi Allah dengan menghidupkan kembali. Allah yang pertama kali mewujudkan sesuatu kalau bukan Dia siapa lagi yang mewujudkankannya? Sebagaimana firman-Nya: Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri) (QS. kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. 52:35) Begitu antara lain al-Qur'an membuktikan wujud Allah dan sifat-Nya sebagai Mubdi'.

Surah al A'raf: 176-177 Dan kalau Kami menghendaki. maka perumpamaannya adalah seperti anjing yang selalu menjulurkan lidahnya. sesungguhnya Kami tingikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu. Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami Maka ceritakanlan (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir (QS. Thahir ibn Asyur menambahkan bahwa ayat ini mengingatkan rasul agar menyampaikan ajaran agama kepada ahl kitab tanpa menghiraukan kritik dan ancaman mereka. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. 4: 148) b. pasti Kami menyucikan jiwanya dan meninggikan derajatnya dengannya yakni melalui pengamalannya terhadap ayat-ayat itu. tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan bawa nafsunya yang rendah. Allah SWT menyatakan bahwa sekiranya Kami menghendaki. sampaikan apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu. tetapi dia mengekal yakni cenderung menetap terus menerus di dunia menikmati gemerlapnya serta merasa bahagia dan tenang menghadapinya dan menurutkan dengan antusias hawa nafsunya yang rendah. Teguran keras ini pada hakikatnya tidak sejalan dengan sifat nabi yang cenderung memilih sikap lembut. bahwa ayat ini merupakan janji Allah kepada nabi-Nya Muhammad SAW bahwa beliau akan dipelihara Allah dari gangguan dan tipu daya orang-orang Yahudi dan Nasrani.hal itu akan mengantarkan seseorang yang menggunakan akalnya untuk sampai kepada kesimpulan bahwa tidak ada yang kekal di dunia ini. 7:177) Ayat ini menguraikan keadaan siapapun yang melepaskan diri dari pengetahuan yang telah dimilikinya. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu. maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya juga). apalagi teguran-teguran pada ayat-ayat yang lalu merupakan teguran yang keras. 5: 67) Ar-Razi berpendapat. bermujadalah dengan yang terbaik. Allah memelihara kamu dan gangguan) manusia Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir (QS. (QS. dan bahwa di balik peristiwa dan ciptaan itu. (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. karena ayat-ayat yang mendahuluinya demikian juga sesudahnya berbicara tentang mereka. . Tetapi di sini Allah memerintahkan bersikap lebih tegas menerapkan pengecualian yang diperintahkan-Nya pada Qur'an surah an-Nisa ayat 148: Allah tidak menyukai ucapan buruk. (QS. 7:176) Amat buruklah perummpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zalim. Metode Pendidikan a Surah al-Maidah: 67 Hai Rasul. berarti) kamu hendak menyampatkan amanat-Nya. wujud satu kekuatan dan kekuasaan Yang Maha Besar lagi Maha Esa yaitu Allah SWT: V.

Harun Husein Wartawan Republika (asli) reply share Sponsored Links look great with our product and get your income. Evaluasi Pendidikan a. Kesan. let's join with me! bagi anda yang ingin tampil cantik dengan sentuhan alami yang memikat. Bina Ilmu. Tafsir al-Maragi ( Mesir: Mustafa al-Babi alHalabi. (yaitu) memberi makan seorang miskin. M. Tafsir Al-Misbah. (Jakarta: Lentera Hati. maka itulah yang lebib baik baginya. 2001) _______________. bergabunglah bersama kami. Pesan. al-Qur’an dan Tafsirnya ( Jakarta: Proyek pengadaan Kitab Suci Al-Qur’an. share it with others. yuk ikutan sms 083898233886 bbpin 2 . 1990) Tafsir Ibnu Katsir. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan. anda akan tampil cantik & berkesempatan memperoleh income melimpah. 1992)A Ahmad Mustafa al-Maragi. 1974) Sumber : No-Name Tags: pendidikan Prev: If you care with others.Quraish. Surah al-Baqarah: 184 (yaitu) dalam beberapa hari yang tertextu. tiba akhir februari. 1997) Departemen agama. (Surabaya: PT. 2: 184) REFERENSI Shihab. maka (wajiblab baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. PO GAP kualitas SUPER tutup 12 januari only 295rb/seri ready akhir february 295rb/seri 6 ukuran (6pcs) kualitas super. motif ada 20. bahan lebih tebal dan packaging khusus. Next: Tirani Istilah Nasionalisme .VI. dan Keserasian al-Qur'an. Tafsir al-Qur-an al-Karim ( Bandung: : Pustaka Hidayah. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya jika mereka tidak berpuasa). membayar fidyab. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetabui. dp 50%. (QS. Maka jika di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka).

audio reply video reply Add a Comment Top of Form U2FsdGVkX18zL 0 reply reply 1 3423:U2FsdGVkX F o r : Add a comment to this review. for everyone Send nirwanalife a personal message S u b j Re: Kajian t e c t : How would you rate this thing? (optional) .

0 out of 5 stars Quote original message Submit Preview & Spell Check submitted Bottom of Form © 2011 Multiply · English · About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertis .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful