PEDOMAN KEPENGURUSAN TA’MIR MASJID

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (QS 61:4, Ash Shaff)

Pengurus Ta’mir Masjid menjalankan kepemimpinan organisasi. Konsep dasar kepemimpinan adalah pengembanan amanah dan partisipasi, bukan perolehan kekuasaan dan masa bodoh. Pengurus mengemban amanah jama’ah bukan menguasai jama’ah. Demikian pula, jama’ah berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan. Untuk itu, pengertian Pengurus, status, tugas maupun kewajibannya harus diatur dengan jelas dalam Pedoman Kepengurusan. Pengurus Ta’mir Masjid adalah penggerak organisasi dalam beraktivitas mencapai tujuan. Gerak langkah Pengurus yang terarah, terstruktur serta memiliki metode dalam setiap tindakannya sangat diharapkan sekali agar menghasilkan kinerja yang harmonis dan bermutu. Untuk itu perlu disusun suatu Pedoman Kepengurusan yang memberi petunjuk secara umum dalam mengelola aktivitas kepengurusan.

PENGURUS Sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, Pengurus Ta’mir Masjid adalah pelaksana kepemimpinan organisasi yang mengemban amanah jama’ah dan memiliki wewenang sesuai dengan tanggungjawabnya. Pengurus merupakan lembaga kepemimpinan tertinggi dalam organisasi dengan periode kepemimpinan yang tertentu. Adapun tugas-tugasnya, antara lain: a. b. c. Menyusun kepengurusan lengkap Pengurus Ta’mir Masjid. Melaksanakan hasil-hasil Musyawarah Jama’ah. Melakukan sosialisasi hasil-hasil Musyawarah Jama’ah dan kebijakan

organisasi kepada lembaga-lembaga di bawahnya dan jama’ah pada umumnya.

Materi Pelatihan Management Masjid dan Organisasi Islam 111

menjabarkan Program Kerja hasil Musyawarah Jama’ah. jama’ah melalui forum Musyawarah Jama’ah. i. Ibu. Majelis Syura. m. Bendahara dan Wakil Bendahara. Untuk memperjelas struktur organisasi dibuat bagan organisasi Pengurus Ta’mir Masjid. bawahnya berdasarkan hasil-hasil musyawarah kelembagaan tersebut. Melantik dan mengesahkan kepemimpinan lembaga-lembaga di Melakukan pembinaan lembaga-lembaga di bawahnya. Biasanya berbentuk kotak-kotak kedudukan yang dihubungkan oleh Materi Pelatihan Management Masjid dan Organisasi Islam 112 . e. yang dianggap melanggar aturan organisasi. yang akan dibahas dalm musyawarah tersebut. g. h. j. f. baik instruksional ataupun koordinatif.d. l. Menyelengarakan Sidang Pleno tiap tahun sekali. Pengurus Remaja Masjid dan Pengurus Majelis Ta’lim IbuMenyelenggarakan Sidang Pleno Khusus tiga tahun sekali untuk Menyelenggarakan Rapat Kerja Pengurus tiap tahun sekali guna Menyelenggarakan rapat-rapat kepengurusan sesuai dengan kebutuhan Menyelenggarakan Musyawarah Jama’ah dan menyiapkan Draft Materi Menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus kepada menentukan kebijakan dan meminta pertanggungjawaban Badan Pengurus Yayasan. yang dihadiri seluruh Pengurus. Ketua Umum memiliki staf Sekretaris Umum. Bagan garis-garis wewenang. organisasi adalah gambar struktur organisasi. k. STRUKTUR DAN BAGAN ORGANISASI Struktur atau susunan organisasi Pengurus Ta’mir Masjid terdiri dari Ketua Umum yang membawahi beberapa Ketua Bidang yang memiliki satu atau lebih departemen. Berikut ini contoh struktur dan bagan organisasi dalam bentuk komposisi susunan Pengurus Ta’mir Masjid. sedang Ketua Bidang memiliki staf Sekretaris Bidang. organisasi. Memberi sangsi dan merehabilitasi anggota atau fungsionaris Pengurus Menjaga imamah dan ukhuwah jama’ah.

KPP 6. KU 2. SDP 16. SPRM 17. KDP 7. KPRM 8. SU 11. SPJ 12. B 9. WB 10. DPJ 18. SPPM 13. SKU 14. KPPM 4. DPPM : Ketua Umum : Ketua Bidang Pembinaan Jamaah : Ketua Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Masjid : Ketua Bidang Kesejahteraan Umat : Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan : Ketua Bidang Dana dan Perlengkapan : Ketua Bidang Pembinaan Remaja Masjid : Bendahara : Wakil Bendahara : Sekretaris Umum : Sekretaris Bidang Pembinaan Jamaah : Sekretaris Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Masjid : Sekretaris Bidang Kesejahteraan Umat : Sekretaris Bidang Pendidikan dan Pelatihan : Sekretaris Bidang Dana dan Perlengkapan : Sekretaris Bidang Pembinaan Remaja Masjid : Departemen Bidang Pembinaan Jamaah : Departemen Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Masjid Materi Pelatihan Management Masjid dan Organisasi Islam 113 . 1. KKU 5. : Garis koordinasi.KU SU B WB MSY KPJ SPP M DPJ KPPM KKU KPP KDP KPRM SPJ SKU SPP SDP SPRM DPPM DKU DPP DDP DPRM Keterangan : : Garis instruksi. SPP 15. KPJ 3.

a. DPRM : Departemen Bidang Kesejahteraan Umat : Departemen Bidang Pendidikan dan Pelatihan : Departemen Bidang Dana dan Perlengkapan : Departemen Bidang Pembinaan Remaja Masjid PENGAMBILAN KEPUTUSAN Proses pengambilan keputusan Ta’mir Masjid dilakukan dengan cara musyawarah yang terdiri dari: 1. DPP 21. meliputi: Draft Program Kerja Yayasan. f. d. a. Pengurus Remaja Dilaksanakan tiap tahun sekali. Dewan Penasehat dan Dewan Draft Rekomendasi Untuk Yayasan. c. Masjid. Membahas Laporan Tahunan Pengurus dan evaluasinya. b. Memberi masukan/rekomendasi yang tidak mengikat kepada Pengurus Masjid dan Pengurus Majelis Ta’lim Ibu-Ibu. Pengurus mempersiapkan seluruh Draft yang akan dibahas. Pengurus Remaja Dilaksanakan setelah berakhirnya masa kepengurusan Organ Yayasan Diselenggarakan dan dipimpin oleh Pengurus. Struktur dan Bagan Organisasi Yayasan. Diselenggarakan dan dipimpin oleh Pengurus Ketua Umum memimpin jalannya rapat. dalam menjabarkan Program Kerja untuk tahun berikutnya. b. DDP 22. Draft Konsep Yayasan. e. yang Masjid dan Pengurus Majelis Ta’lim Ibu-Ibu dan undangan khusus. yang akan di ajukan ke Notaris. Rapat Pleno. Rapat Pleno Khusus. Pengurus Yayasan. DKU 20. Majelis Syura.19. Materi Pelatihan Management Masjid dan Organisasi Islam 114 Dihadiri oleh seluruh Pengurus. c. Majelis Syura. d. Draft Kriteria Personil Dewan Pembina. . 2. Dihadiri oleh seluruh Pengurus.

e. c. khusus. Melakukan evaluasi kegiatan tri wulan yang lalu. terintegrasi. Menyusun anggaran baik pembiayaan maupun penerimaan secara Dihadiri seluruh Pengurus. b. c. Ketua Umum memimpin jalannya rapat. mengesahkan dan melantik Organ Yayasan Masjid. 3. 4. Ketua Pengurus Ketua Umum memimpin jalnnya rapat. Mengambil keputusan organisasi baik intern maupun ekstern. Rapat Umum.e. Ketua Majelis Syura. Ketua Bidang dan Sekretaris Bidang menjadi pimpinan rapat. Melakukan koordinasi kegiatan antar bidang. Rapat Kerja. c. Dilakukan minimum tiga bulan sekali untuk: Membahas Laporan Kegiatan masing-masing bidang tiap tri wulan. a. Melakukan perbaikan kegiatan tri wulan yang akan datang. 5. b. depan. terdiri dari: Dewan Pembina. Dilakukan minimum dua bulan sekali untuk: Materi Pelatihan Management Masjid dan Organisasi Islam 115 Dihadiri seluruh pengurus masing-masing bidang dan undangan . f. g. Menentukan kebijakan dan meminta pertanggungjawaban Organ Memilih. Menetapkan Rencana Kerja dan Anggaran Pengelolaan (RKAP) Pengurus selama satu tahun ke depan. f. yang Yayasan Masjid. b. Dilakukan satu tahun sekali untuk menjabarkan Program Kerja Merencanakan agenda kegiatan seluruh bidang selama satu tahun ke Remaja Masjid dan Ketua Pengurus Majelis Ta’lim Ibu-Ibu. Dihadiri seluruh Pengurus dan undangan khusus. Rapat Bidang. d. a. Ketua Umum memimpin jalannya rapat. Dewan Penasehat dan Dewan Pengurus. a. Musyawarah Jama’ah.

Mempersiapkan Laporan Pertanggungjawaban Panitia. b. a. Membahas perkembangan jalannya kepanitiaan. 6. Dihadiri seluruh panitia. maka perlu ditetapkan standard format-format laporan.- Membahas perkembangan bidang. kepanitiaan atau unit-unit lain di lingkungan Ta’mir Masjid harus dipertanggungjawabkan dengan menerbitkan laporan tertulis. Dilakukan sesuai dengan kebutuhan untuk: Menyusun rencana kepanitiaan. Rapat Panitia. KOORDINASI KERJA Motivasi kepengurusan disampaikan pada forum-forum rapat dan dalam acara pelaksanaan kegiatan. Supaya laporan yang disampaikan memiliki keseragaman. Pendelegasian kepengurusan dilakukan dengan menerbitkan Surat Pelimpahan Tugas yang diketahui oleh atasannya. Melakukan koordinasi kegiatan bidang. Lembar Informasi. c. Mengambil keputusan organisasi yang berkaitan dengan bidang kerja. Setiap amanah yang diemban oleh Pengurus. Reshuffle atau pergantian personalia Pengurus dibahas dan dilakukan dalam Rapat Pleno dan surat keputusannya ditandatangani oleh Ketua Umum. Pelaksana (OC) dan undangan khusus. Sosialisai kebijakan dan kegiatan dilakukan melalui forum-forum rapat. baik Panitia Pengarah (SC) maupun Panitia Ketua dan Sekretaris Panitia Pelaksana menjadi pimpinan rapat. Materi Pelatihan Management Masjid dan Organisasi Islam 116 . Melakukan koordinasi dan evaluasi kegiatan panitia. Melakukan evaluasi dan perbaikan kegiatan bidang. Papan Pengumuman dan dalam acara pelaksanaan kegiatan. Mempersiapkan pelaksanaan kegiatan secara teknis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful