Indonesia Australia Partnership for Skills Development

Batam Institutional Development Project

Paket Pembelajaran dan Penilaian
Kode Unit : BSDC-0201

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
(Occupational Health and Safety)

( Desember 2001 )

Daftar Isi
BAB 1 PENGANTAR ......................................................................................................... 1 Selamat Berjumpa di Buku Pedoman ini !................................................................... 1 Persyaratan Minimal Kemampuan Membaca, Menulis & Berhitung ........................... 1 Definisi ........................................................................................................................ 1 Berapa Lama Mencapai Kompetensi ? ....................................................................... 2 Simbol ......................................................................................................................... 2 Terminologi ................................................................................................................. 2 BAB 2 ARAHAN BAGI PELATIH ...................................................................................... 5 Peran Pelatih............................................................................................................... 5 Strategi Penyajian ....................................................................................................... 5 Alat Bantu yang Dibutuhkan untuk Menyajikan Kompetensi Ini.................................. 5 Peraturan .................................................................................................................... 6 Sumber-sumber untuk Mendapatkan Informasi Tambahan ........................................ 6 BAB 3 STANDAR KOMPETENSI...................................................................................... 7 Judul Unit .................................................................................................................... 7 Deskripsi Unit .............................................................................................................. 7 Kemampuan Awal ....................................................................................................... 7 Elemen Kompetensi dan Kriteria Unjuk Kerja ............................................................. 7 Variabel ....................................................................................................................... 8 Pengetahuan dan Keterampilan Pokok....................................................................... 9 Konteks Penilaian ....................................................................................................... 9 Aspek Penting Penilaian ............................................................................................. 9 Keterkaitan dengan Unit Lain.................................................................................... 10 Kompetensi Kunci yang akan Didemonstrasikan dalam Unit Ini ............................... 10 Tingkat Kemampuan yang Harus Ditunjukkan dalam Menguasai Kompetensi ini .... 10 BAB 4 A B C STRATEGI PENYAJIAN ...................................................................................... 11 Rencana Materi ................................................................................................. 11 Cara Mengajarkan Standar Kompetensi............................................................ 13 Materi Pendukung untuk Pelatih........................................................................ 21 Lembar Informasi........................................................................................... 22 Tugas............................................................................................................. 64 Transparansi.................................................................................................. 76 BAB 5 CARA MENILAI UNIT INI ...................................................................................... 95 Apa yang Dimaksud dengan Penilaian ? .................................................................. 95 Apa yang Dimaksud dengan Kompeten?.................................................................. 95 Pengakuan Kompetensi yang Dimiliki ....................................................................... 95 Kualifikasi Penilai ...................................................................................................... 95 Ujian yang Disarankan .............................................................................................. 96 Checklist yang Disarankan Bagi Penilai.................................................................. 102 Lembar Penilaian .................................................................................................... 103

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Bab 1

Pengantar

BAB 1

PENGANTAR

Selamat Berjumpa di Buku Pedoman ini !
Buku Paket Pembelajaran dan Penilaian ini menggunakan sistem pelatihan berdasarkan kompetensi untuk mengajarkan keterampilan ditempat kerja, yakni suatu cara yang secara nasional sudah disepakati untuk penyampaian keterampilan, sikap dan pengetahuan yang dibutuhkan dalam suatu proses pembelajaran. Penekanan utamanya adalah tentang apa yang dapat dilakukan seseorang setelah mengikuti pelatihan. Salah satu karakteristik yang paling penting dari pelatihan yang berdasarkan kompetensi adalah penguasaan individu secara aktual di tempat kerja. Pelatih harus menyusun sesi-sesi kegiatannya sesuai dengan : • • • • kebutuhan peserta pelatihan persyaratan-persyaratan organisasi waktu yang tersedia untuk pelatihan situasi pelatihan.

Strategi penyampaian dan perencanaan sudah dipersiapkan oleh pelatih untuk peserta pelatihan. Masalah yang disarankan akan memberikan suatu indikasi tentang apa yang harus dicantumkan dalam program tersebut untuk memenuhi/mencapai standar kompetensi. Strategi pembelajaran dan penilaian yang dipersiapkan dalam unit ini tidaklah bersifat wajib namun digunakan sebagai pedoman. Peserta pelatihan didorong untuk memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman industri mereka. Contoh-contoh produk industri lokal atau hasil pengembangan sumber-sumber yang mereka miliki, dapat membantu dalam menyesuaikan materi dan memastikan relevansi pelatihan.

Persyaratan Minimal Kemampuan Membaca, Menulis & Berhitung
Untuk melaksanakan pelatihan secara efektif dan agar dapat mencapai standar kompetensi diperlukan tingkat kemampuan minimal dalam membaca, menulis dan menghitung berikut: Kemampuan membaca dan menulis Kemampuan menghitung Kemampuan baca, interpretasi dan membuat teks. Kemampuan menggabungkan informasi untuk dapat menafsirkan suatu pengertian Kemampuan minimal untuk menggunakan matematika dan simbol teknik, diagram dan terminologi dalam konteks umum dan yang dapat diprediksi serta dimungkinkan untuk mengkomunikasikan keduanya yaitu antara matematik dan teknik.

Definisi
Seseorang yang berkeinginan untuk memperoleh kompetensi seharusnya berkenan menamakan dirinya sebagai peserta latih. Dalam situasi pelatihan, anda dapat ditempatkan sebagai siswa, pelajar atau sebagai peserta, sehingga seorang pengajar kompetensi ini adalah sebagai pelatih. Sebaliknya, dalam situasi pelatihan anda juga dapat ditempatkan sebagai guru, mentor, fasilitator atau sebagai supervisor.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Page 1

Penilai Seseorang yang telah diakui/ditunjuk oleh industri untuk menilai/menguji para tenaga kerja di suatu area tertentu.Bab 1 Pengantar Berapa Lama Mencapai Kompetensi ? Dalam sistem pelatihan berdasarkan kompetensi. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. dengan demikian dimungkinkan peserta pelatihan yang berbeda memerlukan waktu yang berbeda pula untuk mencapai suatu kompetensi tertentu. atau aktivitas yang harus Terminologi Akses dan Keadilan Mengacu kepada fakta bahwa pelatihan harus dapat diakses oleh setiap orang tanpa memandang umur.doc Page 2 . pengetahuan dan sikap yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan secara efektif ditempat kerja serta sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan. Berikut penjelasan tentang simbol : Simbol Keterangan Handout ( Pegangan Peserta ) HO OHT Overhead Transparansi yang dapat digunakan dalam penyampaian materi pelatihan Penilaian kompetensi yang harus dikuasai Penilaian Tugas Tugas / kegiatan diselesaikan. Pelatihan Berdasarkan Kompetensi Pelatihan yang berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam menguasai suatu kompetensi/ keahlian secara terukur dan mengacu pada standar yang sudah ditetapkan. Kompeten Mampu melakukan pekerjaan dan memiliki keterampilan. agama atau latar belakang pendidikan. bukan pencapaian pada pemenuhan waktu tertentu. fokusnya harus tertuju kepada pencapaian suatu kompeterisi/keahlian. jenis kelamin. Proses ini dilaksanakan oleh seorang penilai yang memenuhi syarat (cakap dan berkualitas) dalam kerangka kerja yang sudah disetujui secara Nasional. Simbol Dalam keseluruhan paket pelatihan akan kita lihat beberapa simbol. sosial. Penilaian Proses formal yang memastikan pelatihan memenuhi standar-standar yang dibutuhkan oleh industri. kultur.

Kompetensi-kompetensi ini digolongkan ke dalam tingkat yang berbeda sebagai berikut: Tingkat kemampuan kompetensi ini Tingkat 1 2 yang harus ditunjukkan Karakteristik Tugas-tugas rutin dalam prosedur sudah tercapai dan secara periodik kemajuannya diperiksa oleh supervisor. Konteks Penilaian Menetapkan dimana.Bab 1 Pengantar Aspek Penting Penilaian Menerangkan fokus penilaian dan poin-poin utama yang mendasari suatu penilaian. mengorganisasikan dan mengkomunikasikan ide-ide dan informasi. Fleksibel Tidak ada pendekatan tunggal terhadap penyampaian dan penilaian unjuk kerja dalam sistem pelatihan berdasarkan kompetensi. Acuan Penilaian Acuan penilaian adalah garis pedoman tentang bagaimana sebuah unit kompetensi harus dinilai. menganalisis. yaitu untuk membantu dalam memastikan bahwa pelajaran dilaksanakan secara baik dan adanya umpan balik kepada peserta tentang kemajuan yang mereka capai. Penilaian Formatif Kegiatan penilaian berskala kecil yang dilakukan selama pelatihan. bekerja dengan orang lain dalam sebuah tim.doc Page 3 . Kompetensi Kunci Kompetensi yang menopang seluruh unjuk kerja dalam suatu pekerjaan. memecahkan masalah penggunaan teknologi. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Ini meliputi: mengumpulkan. merencanakan dan mengorganisasikan aktifitas. menggunakan ide-ide teknikmatematis . Adil Tidak merugikan para peserta tertentu. Supervisor melakukan pemeriksaan atas penyelesaian pekerjaan. bagaimana dan dengan metode apa penilaian akan dilaksanakan. Bertanggung jawab atas aktifitas-aktifitas yang kompleks dan non-rutin yang diarahkan dan bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain. dalam menguasai 3 Strategi Penyajian Strategi penyajian adalah dengan menyediakan informasi yang diperlukan tentang bagaimana melaksanakan pelatihan berdasarkan program yang dilaksanakan di tempat kerja dan/atau di tempat pelatihan/ organisasi yang bersangkutan. Elemen Kompetensi Elemen atau Sub-Kompetensi adalah keterampilan-keterampilan yang membangun suatu unit kompetensi. Tugas-tugas yang Iebih luas dan lebih kompleks dengan peningkatan kemampuan diri untuk menangani pekerjaan secara otonomi.

Kriteria Unjuk kerja Kriteria-kriteria atau patokan yang digunakan untuk menilai apakah seseorang sudah mencapai suatu kompetensi dalam suatu unit kompetensi. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 1 Pengantar Keterkaitan dengan Unit Lain Menerangkan peran suatu unit dan tempatnya dalam susunan kompetensi yang ditetapkan oleh industri.Recognition of Current Competence) Pengakuan akan keterampilan. Peserta Orang yang menerima / mengikuti pelatihan. Valid Penilàian terhadap fakta-fakta dan kriteria unjuk kerja yang sama akan menghasilkan hasil akhir penilaian yang sama dari penilai yang berbeda. Hal ini juga memberikan pedoman tentang unit lain yang dapat dinilai bersama. Pengetahuan dan Keterampilan Pokok Definisi atau uraian tentang keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk mencapai suatu keahlian/keterampilan pada tingkat yang telah ditetapkan Deskripsi Unit Gambaran umum tentang program pembelajaran/ kompetensi yang hendak dicapai. Pelatih Orang yang memberikan pelatihan. (lihat RCC) Penilaian Sumatif Penilaian ini dilakukan setetah pelatihan unit kompetensi selesai. Hal tersebut biasanya adalah kompetensi yang berkaitan dengan standar kompetensi industi dan juga berkaitan dengan pembelajaran dan pelatihan sebelumnya. Reliabel Menggunakan metode-rnetode dan prosedur-prosedur yang menguatkan terhadap standar kompetensi dan tingkatannya diinterpretasikan serta diterapkan secara konsisten kepada seluruh konteks dan seluruh peserta pelatihan. (lihat RPL) Pengakuan Terhadap Pengalaman Belajar (RPL.doc Page 4 . Variabel Penjelasan tentang rincian tempat pelatihan dengan perbedaan konteks yang mungkin dapat diterapkan pada suatu unit kompetensi tertentu. Pengakuan Kemampuan yang Dimiliki (RCC.Recognition of Prior Learning) Pengakuan terhadap hasil belajar sebelum mempelajari suatu unit kompetensi untuk mendukung pencapaian unit kompetensi tersebut. Standar Kompetensi Nasional Kompetensi-kompetensi yang sudah disepakati secara nasional dan standar-standar penampilan kerja yang dijadikan acuan oleh segala pihak dalam melakukan suatu pekerjaan. pengetahuan dan kemampuan sesseorang yang telah dicapainya. yakni untuk memastikan bahwa peserta pelatihan sudah mencapai kriteria unjuk kerja.

kunjungan/ kerja industri Pelatih harus memilih strategi pelatihan yang Iayak untuk kompetensi yang sedang diberikan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. referensi. baik situasi maupun kebutuhan pesertanya. Alat Bantu yang Dibutuhkan untuk Menyajikan Kompetensi Ini Ruang kelas atau ruang belajar memenuhi syarat minimum untuk penyampaian teori kepada peserta pelatihan. Untuk memastikan bahwa anda siap bekerja pada kompetensi ini dengan peserta pelatihan. flip chart dan perlengkapannya. jika praktik industri atau magang tidak memungkinkan. beragam simulasi. OHP dan perlengkapannya. Contohnya.Bab 2 Arahan Bagi Pelatih BAB 2 ARAHAN BAGI PELATIH Peran Pelatih Salah satu peran anda sebagai pelatih atau guru adalah memastikan standar pelayanan yang tinggi melalui pelatihan yang efektif. dan alat-alat lain yang diperlukan. demonstrasi dan penggunaan multi media mungkin cukup memadai. dll ) kerja kelompok bermain peran dan simulasi. kemampuan membaca dan menulis serta keterampilan memahami dan menggunakan matematika peserta pelatihan yang dibutuhkan untuk mendemonstrasikan kompetensi dalam standar kompetensi ini ? Apakah anda menyadari tentang kemampuan membaca gambar peserta pelatihan yang dibutuhkan untuk mendemonstrasikan kompetensi dalam standar kompetensi ini ? Sudahkah anda pertimbangkan isu-isu yang wajar dan dapat diterima dalam merencanakan penyampaian program pelatihan ini? • • • • Strategi Penyajian Variasi kegiatan pelatihan yang disarankan untuk penyampaian kompetensi ini meliputi : • • • • • • • • pengajaran ( tatap muka ) tugas-tugas praktik tugas-tugas proyek studi kasus melalui media (video. pertimbangkanlah pertanyaan-pertanyaan berikut ini: • • • • Seberapa yakin anda tentang pengetahuan dan ketrampilah anda sendiri yang dibutuhkan untuk menyampaikan setiap elemen? Apakah ada informasi atau peraturan baru yang mungkin anda butuhkan untuk diakses sebelum anda memulai pelatihan? Apakah anda merasa yakin untuk mendemonstrasikan tugas-tugas praktik? Apakah anda akan sanggup menerangkan secara jelas tentang pengetahuan pendukung yang dibutuhkan oleh peserta pelatihan untuk melakukan pekerjaan mereka secara tepat? Apakah anda menyadari situasi ruang Iingkup industri dimana kompetensi ini mungkin diterapkan? Apakah anda menyadari tentang bahasa.doc Page 5 . papan tulis.

doc Page 6 . dan yakinkan bahwa peserta pelatihan anda mengikutinya. Sumber-sumber untuk Mendapatkan Informasi Tambahan Sumber-sumber informasi meliputi beberapa kategori berikut ini : Sumber bacaan yang dapat digunakan : Judul: Pengarang: Penerbit: Tahun Terbit: Judul: Pengarang: Penerbit: Tahun Terbit: Judul: Pengarang: Penerbit: Tahun Terbit: Judul: Pengarang: Penerbit: Tahun Terbit Occupational Health and Safety Maree Wheelen Western Metropolitan College of TAFE 1990 Keselamatan Kerja dan Tata Laksana Bengkel Tia Setiawan dan Harun Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. 1999 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 1980 Petunjuk Praktis Keselamatan Kerja Soedjono Bhratara Karya Aksara – Jakarta 1985 Himpunan Peraturan Perundang-undangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Tim Penyusun Departemen Tenaga Kerja RI.Bab 2 Arahan Bagi Pelatih Peraturan Perhatikan peraturan-peraturan atau hukum yang relevan serta panduan yang dapat mempengaruhi kegiatan anda.

doc Page 7 . Per. 1.0 Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja. 3.03/MEN/1998 tentang tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan dijelaskan.2 Tindakan pencegahan dan pengontrolan polusi diuraikan.1 Sumber polusi pada suatu lingkungan industri dijelaskan.0 Menjelaskan polusi pada industri.Bab 3 Standar Kompetensi BAB 3 STANDAR KOMPETENSI Dalam sistem pelatihan. Standar Kompetensi diharapkan dapat menjadi panduan bagi peserta pelatihan atau siswa untuk dapat : • • • • mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan mengidentifikasikan apa yang telah dikerjakan peserta pelatihan memeriksa kemajuan peserta pelatihan meyakinkan bahwa semua elemen ( Sub-Kompetensi ) dan kriteria unjuk kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.0 Mengidentifikasi undang-undang dan peratuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Judul Unit Keselamatan dan Kesehatan Kerja Deskripsi Unit Unit ini merupakan unit yang bertujuan untuk mempersiapkan seorang teknisi las dan teknisi lainnya memiliki pengetahuan. 4. 2.1 Isi undang-undang No.0 Menjelaskan tata laksana industri. 3. 4.1 Potensi bahaya di tempat diidentifkasi.1 Cara tata laksana industri yang dapat mengurangi bahaya dijelaskan. 3. Kemampuan Awal Peserta pelatihan harus telah memiliki kemampuan awal berikut : Nil Elemen Kompetensi dan Kriteria Unjuk Kerja Sub Kompetensi / Elemen 1. Per.2 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dijelaskan 2. 4. 1.2 Maksud gambar simbol keselamatan kerja dijelaskan. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja dijelaskan.2 Beberapa cara untuk mengontrol dan mencegah bahaya diuraikan. Kriteria Unjuk Kerja 1.3 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. keterampilan dan sikap kerja tentang keselamatan dan kesehatan kerja serta penerapannya di industri. 2.

5. Tersedia alat-alat keselamatan dan kesehatan kerja. • • d. Penekanan dari unit ini adalah hal-hal yang mendasar tentang aturan dan sikap keselamatan dan kesehatan kerja. Kriteria Unjuk Kerja 5. Pelatihan dapat dilaksanakan di bengkel pelatihan atau di industri yang relevan dengan persyaratan .doc Page 8 . Permasalahan keselamatan dan kesehatan kerja yang perlu diperhatikan : • Pemakaian peralatan keselamatan dan kesehatan kerja seperti : pakaian yang cocok. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Variabel Unit ini bermaksud memberikan pengetahuan. • Pencahayaan yang cukup. juga ruang guru yang sebaiknya berdekatan dengan bengkel tersebut.3 Tindakan keselamatan dan perlindungan kebakaran dijelaskan 5.4 Prosedur pengungsian dan tindakan pertolongan pertama diterangkan. sepatu kerja.1 Penyebab cedera pribadi dan sikap kerja yang aman diuraikan. • Lingkungan kerja yang sehat dan aman dengan ventilasi dan sistem pengisap udara yang memadai.2 Prosedur pencegahan dengan perlengkapan pelindung yang tepat diuraikan. • Tersedia sumber-sumber belajar dan media pembelajaran. helm las dan/ atau kaca mata pengaman ( bila diperlukan ). sikap kerja serta keterampilan tentang keselamatan dan kesehatan kerja yang bersifat umum untuk keahlian yang relevan dengan pekerjaan las dan fabrikasi logam. a. 5. Tersedia bengkel yang memenuhi persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja. Sasarannya adalah segala macam pekerjaan bengkel pada industri-industri manufaktur di lingkungan Pulau Batam dan Bintan serta Indonesia umumnya. b.0 Menjelaskan keselamatan pribadi.Bab 3 Standar Kompetensi Sub Kompetensi / Elemen 5. c.

doc Page 9 .Polusi kebisingan serta pencegahan Keselamatan Pribadi : .Tujuan.Hak dan kewajian tenaga kerja dan pengurus. asosiasi atau industri tempat bekerja.Tata cara pelaporan kecelakaan .Pertolongan pertama pada kecelakaan.Polusi bahan kimia serta pencegahan. Tata Laksana Industri : .Gambar simbol keselamatan kerja. Penilaian seharusnya meliputi penilaian kemampuan praktik/unjuk kerja dan penilaian pokok-pokok pengetahuan dengan beberapa metoda penilaian.Perlengkapan dan pakaian pelindung serta program ditempat kerja . .Audit sistem manajemen K3 dan mekanisme pelaksanaan audit Bahaya di Tempat Kerja : .Bab 3 Standar Kompetensi Pengetahuan dan Keterampilan Pokok Pokok-pokok pengetahuan dan keterampilan yang harus dinilai penguasaan dan penampilannya adalah sebagai berikut : Undang-undang dan Peraturan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) : .Pemeriksaan kecelakaan .Pencegahan dan pengontrolan bahaya.Tata laksana yang baik . . Konteks Penilaian Unit ini dapat dilakukan penilaiannya oleh lembaga pelatihan.Tindakan keamanan kerja .Prosedur pengungsian darurat . yaitu : Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Jenis-jenis bahaya .Pengawasan dan Pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja .Keselamatan dan perlindungan kebakaran .Polusi serat dan debu serta pencegahan .Penyimpanan bahan .Syarat-syarat keselamatan kerja . Aspek Penting Penilaian Fokus penilaian unit ini akan tergantung pada kebutuhan sektor industri yang mencakup dalam program pelatihan. Polusi pada Industri : . sasaran dan penerapan sistem manajemen K3 .

Metode-metode penilain sebaiknya terdiri dari proses dan hasil. Untuk pra-pelatihan kejuruan secara umum. perlu diupayakan pelatihan khusus juga agar apa yang dibutuhkan industri tersebut dapat dipenuhi. Aplikasi seharusnya berhubungan dengan kegiatan manufaktur dan perawatan. Sedangkan untuk penyelenggaraan pelatihan bagi industri yang khusus. Kondisi unjuk bekerja akan membantu memenuhi maksud ini. Melakukan aktifitas-aktifitas yang kompleks dan non-rutin. lembaga pelatihan harus menyediakan program pelatihan yang dapat mencakup semua industri agar tidak terjadi prasangka hanya untuk satu sektor industri saja.Bab 3 Standar Kompetensi • • • • Adanya integrasi antara teori-praktik. yang diatur sendiri dan bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain. 3 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Perlu hati-hati dalam pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan pelatihan unit ini. Penekanan pelatihan adalah prosedur-prosedur dan teknik-teknik yang benar disamping hasilnya. Keterkaitan dengan Unit Lain Unit ini merupakan unit lanjutan yang membekali pengetahuan dan keterampilan untuk proses las busur manual yang akan dipelajari pada tingkat berikutnya. Supervisor melakukan pemeriksaan atas penyelesaian pekerjaan.doc Page 10 . Melakukan tugas-tugas yang Iebih luas dan lebih kompleks dengan peningkatan kemampuan untuk pekerjaan yang dilakukan secara otonom. Mengelola dan Menganalisa Informasi Mengkomunikasikan Ide-ide dan Informasi Merencanakan dan Mengorganisir Aktifitas-aktifitas Bekerja dengan Orang Lain dan Kelompok Tingkat 1 1 1 1 Kompetensi Umum dalam Unit Ini Menggunakan Ide-ide dan Teknik Matematika Memecahkan Masalah Menggunakan Teknologi Tingkat 1 1 1 Tingkat Kemampuan yang Harus Ditunjukkan dalam Menguasai Kompetensi ini Tingkat 1 2 Karakteristik Melakukan tugas-tugas rutin berdasarkan prosedur yang baku dan tunduk pada pemeriksaan kemajuannya oleh supervisor. Kompetensi Kunci yang akan Didemonstrasikan dalam Unit Ini Kompetensi Umum dalam Unit Ini Mengumpulkan.

1 Cara tata laksana industri yang baik dapat mengurangi bahaya dijelaskan.doc .Hak dan kewajiban tenaga kerja dan pengurus.Tujuan.2 Beberapa cara untuk mengontrol dan mencegah bahaya diuraikan 3.3 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dijelaskan Topik Pelatihan Undang-undang dan peraturan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) : . Bahaya di Tempat Kerja : .Bab 4 Strategi Penyajian A Rencana Materi BAB 4 A STRATEGI PENYAJIAN Rencana Materi Penyajian bahan.Tata laksana yang baik • Penyajian • Tanya jawab • Diskusi • Latihan • Penyajian • Tanya jawab • Diskusi • Handout • OH • Tugas • Handout • OHT • Tugas Page 11 3. 1. Per.0 Menjelaskan tata laksana industri. 2.0 Mengidentifikasi undangundang dan peraturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3).Audit sistem manajemen K3 dan mekanisme pelaksanaan audit • • • • Kegiatan Penyajian Tanya-jawab Diskusi Latihan Tampilan • Handout • OHT • Tugas Catatan: 1.1 Potensi bahaya di tempat diidentifkasi.Jenis-jenis bahaya . 1. Isi perencanaan merupakan kaitan antara kriteria unjuk kerja dengan pokok-pokok keterampilan dan pengetahuan .Syarat-syarat keselamatan kerja . pengajar.Pemeriksaan kecelakaan . Per.Tata cara pelaporan kecelakaan . .2 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Elemen Jenis Variabel 1. sasaran dan penerapan sistem manajemen K3 .Pengawasan dan Pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja . 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja dijelaskan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 2.03/MEN/1998 tentang tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan dijelaskan.Pencegahan dan pengontrolan bahaya Tata Laksana Industri : . peserta dan penilai harus yakin dapat memenuhi seluruh rincian yang tertuang dalam standar kompetensi.0 Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja. 1. 2. 2.1 Isi undang-undang No.

5.4 Prosedur pengungsian dan tindakan pertolongan pertama diterangkan.0 Menjelaskan keselamatan pribadi.2 Prosedur pencegahan dengan perlengkapan pelindung yang tepat diuraikan.Keselamatan dan perlindungan kebakaran .Prosedur pengungsian darurat .0 Menjelaskan polusi pada industri.Pertolongan pertama pada kecelakaan • Penyajian • Tanya jawab • Diskusi • Latihan • Handout • OHT • Tugas Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 12 .Gambar simbol keselamatan kerja Polusi pada Industri : -Polusi serat dan debu serta pencegahan .Tindakan keamanan kerja . Keselamatan Pribadi : .3 Tindakan keselamatan dan perlindungan kebakaran dijelaskan 5.Polusi kebisingan serta pencegahan Kegiatan • Latihan • Penyajian • Tanya jawab • Diskusi • Latihan Tampilan 4.2 Tindakan pencegahan dan pengontrolan polusi diuraikan. .1 Penyebab cedera pribadi dan sikap kerja yang aman diuraikan. 4. 4.1 Sumber polusi pada suatu lingkungan industri dijelaskan. • Handout • OHT • Tugas 5.Penyimpanan bahan . Topik Pelatihan .Bab 4 Strategi Penyajian A Rencana Materi Elemen Jenis Variabel 3.Polusi bahan kimia serta pencegahan.2 Maksud gambar simbol keselamatan kerja dijelaskan.Perlengkapan dan pakaian pelindung serta program ditempat kerja . 5. 5.

pasal demi pasal.? 1. 9 OHT 1 & 2 Tugas 1 s. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan dan diskusi HO 2 s.1 Isi undang-undang No. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa. 4 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja dijelaskan.doc Page 13 . Keterampilan.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Sesi ini menunjukkan hand-out.d. Instruktur menjelaskan dan memberi tugas tentang maksud dan tujuan undang-undang keselamatan kerja. tugas / praktik dan transparansi yang cocok/sesuai dengan standar kompetensi.d.

Per.3 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. pasal demi pasal. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan. pasal demi pasal. Per. Instruktur menjelaskan dan memberi tugas tentang maksud dan tujuan peraturan tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan.2 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.doc Page 14 .d. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan dan diskusi HO 9 s. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan dan diskusi HO 14 s.03/MEN/1998 tentang tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan dijelaskan.d. 13 OHT 3 Tugas 5 1.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dijelaskan Instruktur menjelaskan dan memberi tugas tentang maksud dan tujuan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa.? 1. 19 OHT 4 Tugas 6 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan.

berkunjung dan diskusi HO 21 s. 26 OHT 7 Tugas 8 s. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan.d. Instruktur menjelaskan dan memberi tugas tentang pengontrolan dan pencegahan bahaya.doc Page 15 .d. dan dapat juga memberikan contoh. Instruktur menerangkan dan memberi tugas tentang jenis-jenis bahaya.2 Beberapa cara untuk mengontrol dan mencegah bahaya diuraikan. 10 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. berkunjung dan diskusi HO 20 OHT 5 & 6 Tugas 7 2.1 Potensi bahaya di tempat diidentifkasi. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan.? 2.

29 OHT 8 & 9 Tugas 11 & 12 3. berkunjung dan diskusi HO 29 & 30 OHT 10 Tugas 13 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 16 . keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan. Instruktur menjelaskan dan memberikan tugas tentang manfaat tata laksana industri yang baik. berkunjung dan diskusi HO 27 s.2 Maksud gambar simbol keselamatan kerja dijelaskan.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan. juga cara penyimpanan bahan. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan.d. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan. Instruktur menerangkan dan memberikan tugas tentang arti gambar simbol keselamatan kerja.1 Cara tata laksana industri yang baik dapat mengurangi bahaya dijelaskan.? 3.

berkunjung dan diskusi HO 31 s. 34 OHT 11 & 12 Tugas 14 s.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan. 16 4.2 Tindakan pencegahan dan pengontrolan polusi diuraikan. 16 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.? 4.d. berkunjung dan diskusi HO 31 s.d. Instruktur memberikan penjelasan dan memberikan tugas tentang tindakan pencegahan dan pengontrolan polusi.1 Sumber polusi pada suatu lingkungan industri dijelaskan. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan. Instruktur menjelaskan tentang istilah pada polusi dan sumber polusi serta memberi tugas yang relevan. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa.d. 34 OHT 12 Tugas 14 s. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan.doc Page 17 .d.

Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan.doc Page 18 .d.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan. 15 Tugas 17 5. Juga memberikan tugas yang relevan. berkunjung dan diskusi HO 35 & 36 OHT 13 s. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan.2 Prosedur pencegahan dengan perlengkapan pelindung yang tepat diuraikan. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan.? 5. Instruktur menjelaskan dan memberi tugas tentang jenis-jenis dan fungsi perlengkapan pelindung diri dan persyaratan perlengkapan pada tempat kerja.1 Penyebab cedera pribadi dan sikap kerja yang aman diuraikan. Instruktur menjelaskan istilah tentang keselamatan dan cara kerja yang meyebabkan cedera pribadi. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa. berkunjung dan diskusi HO 36 & 37 OHT 16 Tugas 18 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

d.doc Page 19 . 41 OHT 17 & 18 Tugas 19 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan. fungsi dan perawatannya. Berikan tugas yang relevan. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa.3 Tindakan keselamatan dan perlindungan kebakaran dijelaskan Instruktur memberikan penjelasan tentang tindakan keselamatan dan perlindungan dari kebakaran yang meliputi : jenis alat pemadam.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan. berkunjung dan diskusi HO 37 s.? 5. juga kesiapan menghadapi kebakaran.

doc Page 20 .? 5. berkunjung dan diskusi HO 41 & 42 OHT 19 Tugas 20 & 21 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Instruktur menjelaskan prosedur pengungsian darurat dan tindakan pertolongan pertama.4 Prosedur pengungsian dan tindakan pertolongan pertama diterangkan.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan. memberikan tugas tentang pengungsian darurat dan pertolongan pertama pada kecelakaan .

yaitu: 2. Tugas : Merupakan latihan keterampilan praktik yang harus dicapai berkenaan dengan kemampuan yang sesuai dengan rincian kompetensi pada deskripsi unit. Materi pendukung bagi guru dibagi dalam tiga hal. 3.doc Page 21 .Bab 4 Strategi Penyajian C Materi Pendukung untuk Pelatih C Materi Pendukung untuk Pelatih 1. Lembar Informasi (Handout) : Merupakan pegangan peserta pelatihan yang berisi materi/teori penunjang dan informasi yang sesuai dengan kriteria unjuk kerja yang melingkupinya. Transparansi (Overhead Transparancy /OHT) : Isinya melingkupi setiap kriteria unjuk kerja yang dilengkapi dengan pokok-pokok sajian dan/ atau gambar-gambar yang diperlukan untuk penyampaian materi. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

doc Page 22 .Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi Lembar Informasi HO 1 KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (Occupational Health and Safety) BSDC-0201 Nama Peserta No.. Identitas : …………………… : ……….… Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

termasuk tempat kerja semua ruangan. ialah pegawai teknis berkeahlian khusus dari Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja. (3) Pengusaha ialah : a) Orang atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan sesuatu usaha bukan miliknya dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja. UNDANG-UNDANG DAN PERATURAN TENTANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA a. jikalau yang diwakili berkedudukan di luar Indonesia. tertutup atau terbuka. b) Orang atau badan hukum yang menjalankan sesuatu usaha milik sendiri dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja. c) Orang atau badan hukum yang di Indonesia mewakili orang atau badan hukum termaksud pada a) dan b). bergerak atau tetap. ialah tenaga teknis berkeahlian khusus dari luar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk mengawasi ditaatinya undang-undang ini. (6) Ahli keselamatan kerja. halaman dan sekelilingnya yang merupakan bagian atau yang berhubungan dengan tempat kerja tersebut. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja 1) Tentang Istilah Pasal 1 Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan : (1) Tempat kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 2 1. ialah tiap ruangan atau lapangan. (2) Pengurus ialah orang yang mempunyai tugas memimpin langsung suatu tempat kerja atau bagian yang berdiri. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Undang-undang No.doc Page 23 . (5) Pegawai Pengawas. di mana tenaga kerja bekerja atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk suatu keperluan suatu usaha dan di mana terdapat sumber atau sumbersumber bahaya sebagai mana terperinci pada pasal 2. lapangan. (4) Direktur ialah pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk melaksanakan undang-undang ini.

Bab 4

Strategi Penyajian

Lembar Informasi

HO 3
2) Ruang Lingkup
Pasal 2 (1) Yang diatur oleh undang-undang ini ialah keselamatan kerja dalam segala tempat kerja, baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air, yang berada dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia. (2) Ketentuan pada ayat (1) tersebut berlaku pada tempat kerja di mana : a) Dibuat, dicoba, dipakai atau dipergunakan mesin, pesawat, alat, perkakas, peralatan atau instalasi yang berbahaya atau dapat menimbulkan kecelakaan, kebakaran atau peledakan. Dibuat, diolah, dipakai, dipergunakan, diperdagangkan, diangkut atau disimpan bahan atau barang yang dapat meledak, mudah terbakar, menggigit, beracun, menimbulkan infeksi, bersuhu tinggi. Dikerjakan pembangunan, perbaikan, perawatan, pembersihan atau pembongkaran rumah, gedung atau bangunan lainnya yang termasuk bangunan perairan, saluran atau terowongan di bawah tanah dan sebagainya atau dimana dilakukan pekerjaan persiapan. Dilakukan usaha : pertanian, perkebunan, pembukaan hutan, pengolahan kayu atau hasil hutan lainnya, peternakan, perikanan dan lapangan kesehatan. Dilakukan usaha perkembangan dan pengolahan emas, logam atau bijih logam lainnya, batu-batuan, gas minyak atau mineral lainnya, baik dipermukaan atau di dalam bumi, maupun di dasar perairan. Dilakukan pengangkutan barang, binatang atau manusia, melalui terowongan, di permukaan air, dalam air maupun di udara. Dikerjakan bongkar muat barang muatan kapal, perahu, dermaga, dek, stasiun atau gudang. Dilakukan penyelaman, pengambilan benda dan pekerjaan lain di dalam air. Dilakukan pekerjaan pada ketinggian di atas permukaan tanah atau perairan. Dilakukan pekerjaan di bawah tekanan udara atau suhu yang tinggi dan rendah. Dilakukan pekerjaan yang mengandung bahaya tertimbun tanah, kejatuhan, terkena pelantingan benda, terjatuh atau terperosok, hanyut atau terpelanting. Dilakukan pekerjaan di dalam tangki, sumur atau lubang.
Page 24

b)

c)

d)

e)

f) g) h) i) j) k) l)

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Bab 4

Strategi Penyajian

Lembar Informasi

HO 4
m) Terdapat atau menyebar suhu, kelembaban, debu, kotoran, api, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar atau radiasi, suara atau getaran. n) o) p) q) r) Dilakukan pembuangan atau pemusnahan sampah atau limbah. Dilakukan pemancaran, penyiaran atau penerimaan radio, radar, televisi atau telepon. Dilakukan pendidikan, pembinaan, percobaan, penyelidikan atau riset (penelitian) yang menggunakan alat teknis. Dibangkitkan, diubah, dikumpulkan, disimpan, dibagi-bagikan atau disalurkan, listrik, gas, minyak atau air. Diputar film, dipertunjukan sandiwara, atau diselenggarakan rekreasi lainnya yang memakai peralatan, instalasi listrik atau mekanik.

(3) Dengan peraturan perundang-undangan dapat ditunjukkan sebagai tempat kerja, ruangan atau lapangan lainnya yang dapat membahayakan keselamatan atau kesehatan yang bekerja dan atau berada di ruangan atau lapangan itu dapat diubah perincian tersebut pada ayat (2)

3) Syarat-syarat Keselamatan Kerja
Pasal 3 (1) Dengan peraturan perundang-undangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk : a) b) c) d) e) f) g) Mencegah dan mengurangi kecelakaan. Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran. Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian lain yang berbahaya. Memberi pertolongan pada kecelakaan Memberi alat perlindungan diri kepada para pekerja. Mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar luasnya suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca sinar atau radiasi, suara dan getaran.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Page 25

Bab 4

Strategi Penyajian

Lembar Informasi

HO 5
h) i) j) k) l) Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik fisik maupun phychis, peracunan, infeksi dan penularan. Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai. Menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik. Menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup. Memelihara kebersihan, kesehatan dan ketertiban.

m) Memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan proses kerjanya . n) o) p) q) r) Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang, binatang, tanaman atau barang. Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat, perlakuan dan penyimpanan barang. Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya. Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi.

(2) Dengan peraturan perundangan dapat diubah perincian seperti tersebut pada ayat (1) sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan teknik dan teknologi serta pendapat baru di kemudian hari. Pasal 4 (1) Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja dalam perencanaan, pembuatan, pengangkutan, peredaran, perdagangan, pemakaian, penggunaan pemeliharaan dan penyimpanan bahan, barang produk teknis dan aparat produksi yang mengandung dan dapat menimbulkan bahaya kecelakaan. (2) Syarat-syarat tersebut memuat prinsip-prinsip teknis ilmiah menjadi suatu kumpulan ketentuan yang disusun secara teratur, jelas dan praktis yang mencakup bidang konstruksi, bahan, pengolahan dan pembuatan, perlengkapan alat-alat perlindungan, pengujian dan pengesahan pengepakan atau pembungkusan, pemberian tanda-tanda pengenal atas bahan, barang, produk teknis dan aparat produksi guna menjamin keselamatan barang-barang itu sendiri, keselamatan tenaga kerja yang melakukannya dan keselamatan umum.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Page 26

pegawai pengawasan dan ahli keselamatan kerja dalam melaksanakan undang-undang ini diatur dengan peraturan perundangan. susunan Panitia Banding. secara berkala kepada dokter yang ditunjuk oleh pengusaha dan dibenarkan oleh direktur. 4) Pengawasan Pasal 5 (1) Direktur melakukan pengawasan umum terhadap undang-undang ini.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 6 (3) Dengan peraturan perundangan dapat dirubah perincian seperti tersebut pada ayat (1) dan (2). sedang para pegawai pengawas dan ahli keselamatan kerja ditugaskan menjalankan pengawasan langsung terhadap ditaatinya undang-undang ini dan membantu pelaksanaannya. kondisi mental dan kemampuan fisik dari tenaga kerja yang akan diterimanya maupun akan dipindahkan sesuai dengan sifat pekerjaan yang diberikan padanya. (3) Norma-norma mengenai pengujian kesehatan ditetapkan dengan peraturan perundangan. (2) Wewenangan dan kewajiban direktur. dengan peraturan perundangan ditetapkan siapa yang berkewajiban memenuhi dan mentaati syarat-syarat keselamatan kerja tersebut. pengusaha harus membayar menurut ketentuan-ketentuan yang akan diatur dengan peraturan perundangan. Pasal 6 (1) Barang siapa tidak dapat menerima direktur dapat mengajukan permohonan banding kepada panitia Banding. Pasal 7 Untuk pengawasan berdasarkan undang-undang ini.doc Page 27 . (2) Tata permohonan banding. tugas panitia Banding dan lainnya ditetapkan oleh Menteri Tenaga Kerja. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. (2) Pengurus diwajibkan memeriksa semua tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya. (3) Keputusan Panitia Banding tidak dapat dibanding lagi. Pasal 8 (1) Pengurus diwajibkan memeriksa kesehatan badan.

Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 7 5) Pembinaan Pasal 9 (1) Pengurus diwajibkan menunjuk dan menjelaskan kepada setiap tenaga kerja baru tentang : a) b) c) d) Kondisi dan bahaya serta yang dapat timbul dalam tempat kerjanya. Alat perlindungan diri bagi tenaga kerja yang bersangkutan. 6) Panitia Pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pasal 10 (1) Menteri tenaga Kerja berwenang membentuk Panitia Pembina keselamatan dan Kesehatan Kerja guna memperkembangkan kerja sama. pula dalam pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. (4) Pengurus diwajibkan memenuhi dan mentaati semua syarat dan ketentuan yang berlaku bagi usaha dan tempat kerja yang dijalankan. Cara dan sikap yang aman dalam melaksanakan pekerjaannya. (2) Susunan Panitia Keselamatan dan Kesehatan Kerja. saling pengertian dan partisipasi efektif dari pengusaha atau dan tenaga kerja di tempat kerja untuk melaksanakan tugas dan kewajiban bersama dibidang keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka melancarkan usaha berproduksi.doc Page 28 . tugas dan lainnya ditetapkan oleh Menteri Tenaga Kerja. Semua pengamanan dan alat perlindungan yang diharuskan dalam tempat kerjanya. (2) Pengurus hanya dapat mempekerjakan tenanga kerja yang bersangkutan setelah ia yakin bahwa tenaga kerja tersebut telah mengalami syarat-syarat tersebut di atas (3) Pengurus diwajibkan menyelenggarakan pembinaan bagi semua tenaga kerja yang di bawah pimpinannya dalam mencegah kecelakaan dan pemberantasan kebakaran serta peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja.

(2) Memakai alat perlindungan diri yang diwajibkan. kepada pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja. diwajibkan menaati semua petunjuk keselamatan kerja dan memakai alat perlindungan diri yang diwajibkan.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 8 7) Kecelakaan dan Cara Melaporkan Pasal 11 (1) Pengurus diwajibkan melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi di tempat kerja yang dipimpinnya.doc Page 29 . Pasal 13 Barang siapa akan memasuki sesuatu tempat kerja. (contoh terlampir). Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 9) Kewajiban bila memasuki tempat kerja. (5) Menyertakan keberatan kerja pada pekerja dimana syarat keselamatan dan kesehatan kerja serta alat perlindungan diri yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal khusus ditentukan lain oleh pegawai pengawas dalam batas yang masih dapat dipertanggungjawabkan. (2) Tata cara melaporkan dan memeriksa kecelakaan oleh pegawai termaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan perundangan. 8) Kewajiban dan Hak Tenaga Kerja Pasal 12 (1) Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai dan atau ahli keselamatan kerja. (3) Memenuhi dan mentaati semua syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan (4) Meminta kepada pengurus agar dilaksanakan semua syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan.

pada tempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja. atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha dan di mana terdapat sumber-sumber bahaya. (2) Kejadian berbahaya lainnya ialah suatu kejadian yang potensial. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. di mana tenaga kerja bekerja. disertai petunjuk-petunjuk yang diperlukan menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja. tertutup atau terbuka. 03/MEN/98 tentang Tata Cara Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan 1) Pengertian Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan : (1) Kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga semula yang dapat menimbulkan korban manusia dan atau harta benda. yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja kecuali kebakaran. semua gambar keselamatan kerja diwajibkan dan semua bahan pembinaan lainnya. Pengurus diwajibkan : (1) Secara tertulis menempatkan di tempat kerja yang dipimpinnya semua syarat keselamatan kerja yang diwajibkan. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. b. (3) Tempat kerja adalah tiap ruangan atau lapangan. (3) Menyediakan secara cuma-cuma semua alat perlindungan diri yang diwajibkan pada tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya dan menyediakan bagi setiap orang lain yang memasuki tempat kerja tersebut.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 9 10) Kewajiban Pengurus Pasal 14. pada tempat yang mudah dilihat dan dibaca dan menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja. bergerak atau tetap.doc Page 30 . undang-undang ini dan semua peraturan pelaksanaannya yang berlaku bagi tempat kerja yang bersangkutan. (2) Memasang di tempat kerja yang dipimpinnya. peledakan dan bahaya pembuangan limbah.

b) Orang perseorangan. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. b) Kebakaran atau peledakan atau bahaya pembuangan limbah. atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan perusahaan bukan miliknya. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. c) Kejadian berbahaya lainnya. (2) Kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari : a) Kecelakaan Kerja. persekutuan.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 10 (4) Pengurus adalah orang yang mempunyai tugas memimpin langsung suatu tempat kerja atau bagiannya yang berdiri sendiri. (6) Pengurus adalah : a) Orang perseorangan. (7) Menteri adalah Menteri yang membidangi ketenagakerjaan. persekutuan.doc Page 31 . Pasal 3 Kewajiban melaporkan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) berlaku bagi pengurus atau pengusaha yang telah dan yang belum mengikutsertakan pekerjaannya ke dalam program jaminan sosial tenaga kerja berdasarkan Undang-undang No. 2) Tata Cara Pelaporan Kecelakaan Pasal 2 (1) Pengurus atau pengusaha wajib melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi di tempat kerja dipimpinnya. c) Orang perseorangan. (5) Pegawai pengawas adalah pegawai sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 ayat (5) UU No. atau badan hukum yang berada di Indonesia mewakili perusahaan sebagaimana dirmaksud dalam huruf a) dan b) yang berkedudukan di luar wilayah Indonesia. persekutuan. atau badan hukum yang menjalankan suatu perusahaan milik sendiri . 3 tahun 1992.

Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 11 Pasal 4 (1) Pengurus atau pengusaha sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 wajib melaporkan secara tertulis kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (2) huruf a).doc Page 32 . (2) Pengurus atau pengusaha yang belum mengikutsertakan pekerjaannya pada program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud dalam pasal 3. melaporkan kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (2) huruf a) dan b) dengan tata cara pelaporan sesuai peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja memerintahkan pegawai pengawas untuk melakukan pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan. (3) Pemeriksaan dan pekerjaan kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan. (2) Pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilaksanakan terhadap setiap kecelakaan yang dilaporkan oleh pengurus atau pengusaha. PER-05/MEN/1993. (2) Penyampaian laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan secara lisan sebelum dilaporkan secara tertulis. b). dan pasal 5. melaporkan kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (2) huruf a) dan b) dengan tata cara pelaporan sesuai peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 3) Pemeriksaan Kecelakaan Pasal 6 (1) Setelah menerima laporan sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 ayat (1). c) dan d) kepada Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja setempat dalam waktu tidak lebih dari 2 x 24 (dua kali dua puluh empat) jam terhitung sejak terjadinya kecelakaan dengan formulir laporan kecelakaan sesuai contoh bentuk 3 KK2 A lampiran 1. PER-04/MEN/1993. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Pasal 5 (1) Pengurus atau pengusaha yang telah mengikutsertakan pekerjaannya pada program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud dalam pasal 3.

Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 12 Pasal 7 Pegawai pengawas dalam melaksanakan pemeriksaan dan pengkajian mempergunakan formulir laporan pemeriksaan dan pengkajian sesuai lampiran II untuk kecelakaan kerja. Pasal 10 Cara pengisian formulir sebagaimana dimaksud dalam lampiran II. Pasal 9 (1) Kepala Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja berdasarkan analisis laporan kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 menyusun analisis kecelakaan dalam daerah hukumnya dengan menggunakan formulir sebagaimana lampiran VII peraturan ini. dan VII sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 ayat (1). lampiran III untuk penyakit akibat kerja. lampiran IV untuk peledakan. kebakaran dan bahaya pembuangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 limbah dan lampiran V untuk bahaya lainnya. Pasal 8 (1) Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 pada tiap-tiap akhir bulan menyusun analisis laporan kecelakaan dalam daerah hukumnya dengan menggunakan formulir sebagaimana lampiran VI peraturan ini. III. VI.doc Page 33 . (2) Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja harus menyampaikan analisis laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada Kepala Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja setempat selambat-lambatnya tanggal 5 bulan berikutnya. pasal 8 ayat (1) dan pasal 9 ayat (1) diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan. IV. (2) Analisis kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dibuat untuk tiap bulan (3) Kepala Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja harus segera menyampaikan analisis kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada Menteri atau Pejabat yang ditunjuk. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. V.

maka formulir bentuk 3 KK2 dalam Peraturan Menteri No. 5) Pengawasan Pasal 13 Pengawasan terhadap ditaatinya Peraturan Menteri ini dilakukan oleh pegawai pengawas ketenagakerjaan. PER-04/MEN/1993 dan Peraturan Menteri No.doc Page 34 . 4) S a n k s i Pasal 12 Pengurus atau pengusaha yang melanggar ketentuan pasal 2. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. pasal 4 ayat (1). PER05/MEN/1993 dinyatakan tidak berlaku. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja. 6) Ketentuan Penutup Pasal 14 Dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri ini.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 13 Pasal 11 Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan berdasarkan analisis laporan kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 ayat (1) menyusun analisis laporan kekerapan dan keparahan kecelakaan tingkat nasional. diancam dengan hukuman sesuai dengan ketentuan pasal 15 ayat (2) UU No.

pencapaian. prosedur. baik milik swasta maupun milik negara. tanggung jawab. atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha dan di mana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya baik di darat. Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang mempekerjakan pekerja dengan tujuan mencari laba atau tidak. di dalam tanah. tertutup atau terbuka. 1 Tahun 1970. di dalam air maupun di udara yang berada di dalam wilayah kekuasaan hokum Republik Indonesia. Audit adalah pemeriksaan secara sistematik dan independen. PER. bergerak atau tetap. Direktur ialah pejabat sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang No.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 14 c. pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan krja guna terciptanya tempat kerja yang aman. pelaksanaan. di mana tenaga kerja bekerja. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. (2) (3) (4) (5) (6) Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan adalah pegawai teknik berkeahlian khusus dari Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri. di permukaan air. dan dilaksanakan secara efektif dan cocok untuk mencapai kebijakan dan tujuan perusahaan. Tempat kerja adalah setiap ruangan atau lapangan. untuk menentukan suatu kegiatan dan hasil-hasil yang berkaitan sesuai dengan pengaturan yang direncanakan. proses dan sumberdaya yang dibutuhkan bagi pengembangan. penerapan. perencanaan.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja 1) Ketentuan Umum Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan : (1) Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang selanjutnya disebut Sistem Manajemen K3 adalah bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi.doc Page 35 . efisien dan produktif.

jika kalau yang diwakili berkedudukan di luar Indonesia.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 15 (7) Pengusaha adalah : a) Orang atau badan hukum yang menjalankan sesuatu usaha milik sendiri dan untuk keperluan itu mepergunakan tempat kerja. tenaga kerja. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 36 . (8) (9) Pengurus adalah orang yang mempunyai tugas memimpin langsung tempat kerja atau lapangan yang berdiri sendiri. (12) Menteri adalah Menteri yang bertanggung jawab dalam bidang ketenagakerjaan. baik di dalam maupun di luar hubungan kerja guna menghasilkan jasa atau barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. b) Orang atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan sesuatu usaha bukan miliknya dan untuk keperluan itu mepergunakan tempat kerja. (11) Sertifikat adalah bukti pengakuan tingkat pemenuhan penerapan peraturan perundangan Sistem Manajemen K3. serta terciptanya tempat kerja yang aman. kondisi dan lingkungan kerja yang terintegrasi dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja. c) Orang atau badan hukum yang di Indonesia mewakili orang atau badan hukum termaksud pada huruf a) dan b). Tenaga kerja adalah tiap orang yang mampu melakukan pekerjaan. 2) Tujuan dan Sasaran Sistem Manajemen K3 Pasal 2 Tujuan dan sasaran Sistem Manajemen K3 adalah menciptakan suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja dengan melibatkan unsusr manajemen. (10) Laporan Audit adalah hasil audit yang dilakukan oleh Badan Audit yang berisi fakta yang ditemukan pada saat pelaksanaan audit di tempat kerja sebagai dasar untuk menerbitkan sertifikat pencapaian kinerja Sistem Manajemen K3. efisien dan produktif.

Perusahaan wajib melaksanakan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : a) Menerapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dan menjamin komitmen terhadap penerapan Sistem Manajemen K3. Pasal 4 (1) Dalam penerapan Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud dalam pasal 3. Menerapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja secara efektif dengan mengembangkan kemampuan dan mekanisme pendukung yang diperlukan untuk mencapai kebijakan. Meninjau secara teratur dan meningkatkan pelaksanaan Sistem Manajemen K3 secara berkesinambungan dengan tujuan meningkatkan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja. Merencanakan pemenuhan kebijakan. kebakaran. memantau dan mengevaluasi kinerja keselamatan dan kesehatan kerja serta melakukan tindakan perbaikan dan pencegahan.doc Page 37 . tujuan dan sasaran keselamatan dan kesehatan kerja. Mengukur.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 16 3) Penerapan Sistem Manajemen K3 Pasal 3 (1) Setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak seratus orang atau lebih dan atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan. wajib menerapkan Sistem Manajemen K3. (2) Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib dilaksanakan oleh Pengurus. pencemaran dan penyakit akibat kerja. Pengusaha dan seluruh tenaga kerja sebagai satu kesatuan. b) c) d) e) (2) Pedoman penerapan Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud ayat (1) sebagaimana tercantum dalam lampiran I Peraturan Menteri ini. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. tujuan dan sasaran penerapan keselamatan dan kesehatan kerja.

Peninjauan ulang desain dan kontrak . Strategi pendokumentasian . (4) Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 17 4) Audit Sistem Manajemen K3 Pasal 5 (1) Untuk pembuktian penerapan Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud pasal 4. Pengembangan keterampilan dan kemampuan. Pengumpulan dan penggunaan data . Pelaporan dan perbaikan kekurangan . Pengendalian dokumen . (2) Perubahan atau penambahan sesuai perkembangan unsur-unsur sebagaimana dimaksud ayat (2) diatur oleh Menteri. perusahaan dapat melakukan audit melalui badan audit yang ditunjuk oleh Menteri.doc Page 38 . Keamanan bekerja berdasarkan Sistem Manajemen K3 . Standar Pemantauan . Audit Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi unsur-unsur sebagai berikut : a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) (3) Pembangunan dan pemeliharaan komitmen . Pedoman teknis audit Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) sebagaimana tercantum dalam lampiran II Peraturan Menteri ini. Pemeriksaan sistem manajemen . Pengelolaan material dan pemindahannya . Pembelian .

c) (3) Pengurus tempat kerja yang akan diaudit wajib menyediakan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk pelaksanaan audit Sistem Manajemen K3. Badan Audit harus : a) b) Membuat rencana tahunan audit . Setelah menerima laporan Audit Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud ayat (2). Laporan audit lengkap sebagaimana dimaksud ayat (1) menggunakan formulir sebagaimana tercantum dalam lampiran III Peraturan Menteri ini. 6) Mekanisme Pelaksanaan Audit Pasal 7 (1) Audit Sistem Manajemen K3 dilaksanakan sekurang-kurangnya satu kali dalam tiga tahun.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 18 5) Kewenangan Direktur Pasal 6 Direktur berwenang menetapkan perusahaan yang dinilai wajib untuk diaudit berdasarkan pertimbangan tingkat risiko bahaya. Page 39 (2) (3) (4) Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Mengadakan koordinasi dengan Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja setempat . pengurus tempat kerja yang akan diaudit dan Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja setempat .doc . Direktur melakukan evaluasi dan penilaian. (2) Untuk pelaksanaan audit. Menyampaikan rencana tahunan audit kepada Menteri atau Pejabat yang ditunjuk. Direktur melakukan hal-hal sebagai berikut : a) Memberikan sertifikat dan bendera penghargaan sesuai dengan tingkat pencapaiannya atau. Pasal 8 (1) Badan Audit wajib menyampaikan laporan audit lengkap kepada Direktur dengan tembusan yang disampaikan kepada pengurus tempat kerja yang diaudit. Berdasarkan hasil evaluasi dan penilaian tersebut pada ayat (3).

ditanda tangani oleh Menteri dan berlaku untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 19 b) Menginstruksikan kepada Pegawai Pengawas untuk mengambil tindakan apabila berdasarkan hasil audit ditemukan adanya pelanggaran atas peraturan perundangan. Jenis sertifikat dan bendera penghargaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) sebagaimana tercantum dalam lampiran IV Peraturan Menteri ini.doc Page 40 . Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 7) Sertifikat K3 Pasal 9 (1) Sertifikat sebagaimana dimaksud pasal 8 ayat (4) huruf a). 9) Pembiayaan Pasal 11 Biaya pelaksanaan audit Sistem Manajemen K3 dibebankan kepada perusahaan yang diaudit. (2) 8) Pembinaan dan Pengawasan Pasal 10 Pembinaan dan pengawasan terhadap penerapan Sistem Manajemen K3 dilakukan oleh Menteri atau pejabat yang ditunjuk.

Jenis-jenis Bahaya 1) Bahaya Fisik Bahaya fisik termasuk sesuatu yang mungkin secara langsung dapat membuat cedera.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 20 2. 5) Bahaya Psikologi Bahaya psikologi terjadi jika orang-orang tertekan (stress) atau tidak senang pada pekerjaan. 4) Bahaya Radiasi Bahaya radiasi dapat ditimbulkan oleh berbagai peralatan : • • • • • Radiasi microwave (gelombang mikro) pergeseran radio transmitter berdaya tinggi atau kesalahan pemanas microwave. sebab dapat menyebabkan cedera. tekanan udara. dan zat berbahaya lainnya. dan lain sebagainya Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Bahaya ergonomi terjadi jika desain peralatan yang buruk atau tata letak peralatan yang tidak tepat. 3) Bahaya Ergonomi 'Ergonomi' adalah melakukan sesuatu untuk digunakan dengan cara yang tepat dan mudah. BAHAYA TEMPAT KERJA a. 2) Bahaya bahan kimia Hal ini dapat disebabkan oleh : • Gas. pencahayaan. debu. Cairan. getaran. 6) Bahaya Biologi Bahaya biologi dapat menyebabkan sakit dan menularkan infeksi dari kuman.doc Page 41 . Jenis bahaya ini termasuk : • • • Gerakan bagian peralatan seperti mesin bubut atau sabuk konveyor. Cahaya laser berdaya tinggi Pemanas infra-red berdaya tinggi Sinar gamma dari zat radio aktif Radiasi ultra-violet dari matahari. Bising. Penanganan manual dan pengangkatan. Asap.

doc Page 42 . Dalam semua situasi anda seharusnya memastikan hal berikut : • Prosedur dan sistim kerja yang aman Ini dapat termasuk : . atau pastikan keefektifan pengaman yang ditempatkan disekitar bagian mesin yang bergerak. Prinsip Pencegahan atau Pengontrolan Bahaya Walaupun setiap bahaya punya perlakuan secara individu.Melatih dan mensupervisi pekerja. atau penggantian bahan kimia yang berbahaya dengan bahan yang aman.Melakukan rotasi pekerjaan. Pakaian kerja harus aman dan nyaman bekerja dekat mesin yang berputar. ada beberapa prinsip yang seharusnya diingat : • Dimana mungkin eliminir bahaya Untuk contoh. hentikan penggunaan bahan kimia yang berbahaya. masker. untuk contoh. . . Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Mempunyai surat izin melakukan pekerjaan yang ditetapkan. rambut panjang harus diatur dengan pengikat rambut atau pakai topi.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 21 b. Ini dapat berarti pengontrolan dalam beberapa cara. Mengeliminir bahaya seharusnya selalu menjadi tujuan pertama dalam membuat tempat kerja yang aman. seperti pemindahan bahan untuk mesin lebik baik dengan motorisasi konveyor dibandingkan dengan tangan. pelindung telinga. . • Jika anda tidak bisa mengeliminir bahaya. • Gunakan peralatan dan pakaian pelindung Alat keselamatan seperti kaca mata debu. sarung tangan. Itu dapat juga berarti keamanan proses atau bahan. tutup kebisingan mesin dengan kotak penyekat. cari cara yang aman untuk mengerjakannya.Tatalaksana yang baik (lihat Topik 3). dan alat pernafasan seharusnya digunakan dengan tepat.

Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 22 c. Peralatan. kerja berpindah-pindah dan selalu lembur. Pekerjaan seharusnya dirotasi. Contohnya pekerjaan berulang. Dimana beban kerja ringan. area kerja. Beban kerja yang berat seharusnya dikurangi. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Bahaya dan Pencegahan / Pengontrolan 1) Pengaturan kerja Cara kerja yang tidak teratur dapat menimbulkan masalah keselamatan. Rancang kembali pekerjaan dan sistim kerja . Bahaya yang disebabkan oleh mesin dapat dicegah atau dikontrol dengan cara berikut : • Pengaman harus dirancang sepantasnya.doc Page 43 . pekerja seharusnya diberikan pekerjaan lain untuk dikerjakan. Permesinan. bisa membuat rasa tertekan (stress) pekerja. juga dapat menyebabkan pekerja merasa tertekan (stress) dan risiko bisa terjadi. terjaga pada tempatnya dan berfungsi. Tetapkan istirahat atau lakukan istirahat yang seharusnya. Pekerja seharusnya punya pendapat tentang bagaimana pekerjaan mereka dilaksanakan. • Berikan pekerja keterampilan baru • Lindungi pekerja dari tekanan (stress) dan risiko celaka • Tingkatkan efesiensi • Kembangkan prosedur keselamatan secara menyeluruh Pengaturan kerja dapat ditingkatkan dengan cara berikut : • • • • • • • Pekerja seharusnya mempunyai variasi tugas untuk melakukan pekerjaan. perabot dan benda-benda yang tidak sesuai dengan keperluan pekerja dan pekerjaan. 2) Gerakan m e s i n Gerakan bagian mesin dapat berbahaya. atau disesuaikan dengan pekerja dan pekerjaan. alat potong dan perlengkapan seharusnya di rancang atau dimodifikasi.

dan semua perhiasan harus dilepas. • • Mesin dirancang dengan tingkat kebisingan sesuai standar kebisingan normal. terlalu tinggi atau terdengar terlalu sering dapat merusak pendengaran pekerja.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 23 • Ketika menggunakan mesin. Rambut panjang diatur pakai pengikat rambut dan PPE (personal protective equipment) dipakai dimana perlu. sakit kepala dan stress. pekerja seharusnya memakai pakaian kerja yang aman (seperti lengan pendek). 3) Pengaruh kebisingan Kebisingan yang terlalu keras. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. ini dapat menyebabkan kecelakaan. Kebisingan atau kehilangan pendengaran dapat menyebabkan kelelahan. Pekerja dengan kehilangan pendengaran mungkin tidak sadar mendekati bahaya. Alat ukur yang menyatakan batas kebisingan dapat ditempatkan pada area kerja atau dibawa oleh pekerja. Batas normal pendengaran manusia untuk tingkat kebisingan adalah ± 80 – 90 desibel.doc Page 44 . Kebisingan atau kehilangan pendengaran dapat membuat pekerja susah berkonsentrasi. Sebagai perbandingan tingkat kebisingan dapat dilihat pada topik 4 (Polusi pada Industri) Mengapa kebisingan berbahaya : • • • • Dapat membuat pekerja kehilangan beberapa atau semua pendengaran. • Pekerja sewaktu-waktu dapat mengambil jarak dari pekerjaan sehingga mereka tidak kontak dengan kebisingan sepanjang waktu. Sekitar area kerja mesin seharusnya punya penerangan yang baik dan terjaga kebersihan serta bebas sampah/kotoran. Bagaimana bahaya dapat dicegah atau dikontrol : • Pemberi kerja dapat mengurangi kebisingan di pabrik yaitu meletakan mesin dalam kotak peredam suara atau dibelakang pelindung suara untuk menghentikan penyebaran kebisingan. • • Mesin seharusnya tidak digunakan jika bermasalah.

sedangkan dari karet cukup dibersihkan setiap akan atau setelah dipakai). lihat Paket Pembelajaran dan Penilaian Penanganan Material ) Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. • Pendengaran pekerja seharusnya diperiksa atau diuji secara tetap.doc Page 45 .Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 24 • Pekerja harus memakai pelindung telinga atau penutup (ear plugs). (Lebih jelasnya posisi atau cara pengangkatan manual yang benar. 4) Penanganan manual Bilamana secara fisik pekerja memindahkan sesuatu. siku dan bahu dapat terjadi peradangan. sikap badan jelek dan penggunaan perabot dan bangku yang salah ketinggian atau rancangan. Pelindung itu harus dibersihkan atau diganti sesuai dengan jenis dan cara perawatannya (Pelindung dari busa dapat dicuci dan diganti perminggu. Syaraf bisa rusak Tulang bisa patah Nyeri otot dan tegang dapat terjadi Dapat menyebabkan hernia (perut turun) Jantung dan pernafasan dapat menjadi buruk Kelelahan dari kerja fisik dapat menyebabkan kecelakaan. pergelangan tangan. lengan dan punggung dapat tertarik tegang (keseleo) Sambungan pada lutut. pengulangan tindakan. maka disebut sedang melakukan penanganan manual Mengapa penanganan manual dapat berbahaya : • • • • • • • • • Punggung. Penyebab utama cedera dari kejadian penanganan manual adalah : Kelebihan penggunaan tenaga. terutama bagian bawah dapat cedera Persendian dan urat tendon pada kaki. Pelindung telinga atau ear plugs harus dalam kondisi baik dan diperiksa secara tetap untuk pemakaian dan perawatan. pergelangan kaki.

Pada tempat kerja seharusnya tersedia daftar bahan kimia. Informasi tentang exposure standars dapat ditemukan pada MSDS. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. menjelaskan bagaimana tingkatan dari bahan kimia diketahui sebagai klasifikasi 'Barang Berbahaya'. Informasi tentang bagaimana zat tersebut dapat berbahaya Tindakan pengamanan untuk penggunaannya.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 25 5) Reaksi bahan kimia Bahan kimia dapat berbentuk padat.doc Page 46 . dimana bahan tersebut disimpan dan digunakan. Ada batas aturan. Penggolongan barang berbahaya termasuk : • • • Racun Gas Cairan mudah terbakar Bahan kimia digunakan secara luas pada industri sehingga penting untuk mengetahui cara penanganan yang aman dan penggunaan semua bahan kimia. yang berisikan semua bahan kimia. Ada personal tertentu atau pembimbing ditempat kerja yang memanfaatkan MSDS. seberapa sering digunakan dan dalam kondisi bagaimana digunakan. pekerja dapat mengamati MSDS di pusat kesehatan atau minta supervisor area kerja untuk memperlihatkannya. Pada tempat kerja. supervisor atau ahli K3 seharusnya memberikan penjelasan sebelum digunakan. perkiraan waktu pekerja dapat kontak langsung dengan bahan kimia selama hari kerja setiap minggu. 1989. cairan atau gas. tetapi semua pekerja dapat melihatnya dan seharusnya mengetahui maksudnya. Risiko untuk pekerja dengan penggunaan bahan kimia dapat ditentukan oleh bagaimana bahan kimia digunakan. Setiap bahan kimia mempunyai perbedaan terhadap exposure standars. Informasi tentang penangan zat tersebut secara aman. Undang-undang dan Kode Praktik membicarakan tentang 'exposure standars' (standar kontak langsung). Setiap penggunaan bahan kimia. (Contoh MSDS dapat dilihat pada Paket Pembelajaran dan Penilaian Penanganan Material) Lembaran ini berisikan keterangan sebagai berikut : • • • • Apa zat yang dikandung. Informasi tentang kandungan bahan kimia ada pada lembaran data keselamatan bahan (Material Safety Data Sheet / MSDS). Peraturan Barang-barang Berbahaya (Gudang dan Penanganan).

Ada petunjuk dan saran penting pada tempat kerja serta perlu diketahui juga untuk masyarakat. atau ketinggian Kelistrikan/elektronik . Hal itu dapat juga berpengaruh pada tanggapan atau respon seseorang untuk masalah keselamatan atau keadaan darurat. mati lemas atau penyakit lainnya. hidung dan tenggorokan. Beberapa bahaya yang nyata diantaranya adalah : Area gudang Bengkel mesin Konstruksi . alkohol dan obat sejenis yang dapat mempengaruhi kesadaran seseorang.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 26 Mengapa bahan kimia dapat berbahaya • • Bahan kimia dapat terbakar atau memerihkan (iritasi) kulit. adanya variasi bahaya lain yang mungkin berpotensi menyebabkan cedera atau sakit.pencahayaan/penglihatan . asthma. biasanya mempunyai masalah dirumah atau kekhawatiran lainnya. Bahan kimia dapat terminum atau terhisap kedalam usus menyebabkan keracunan.truk forklift (alat pengangkat) . Pusat kesehatan pada tempat kerja seharusnya menginformasikan tentang bahaya penggunaan sembarangan obat bius. pingsan dan sakit. Pekerja yang meminum atau menggunakan pengobatan atau obat bius akan mempengaruhi pekerjaan mereka sendiri dan bekerja dengan berisiko membahayakan diri sendiri dan orang disekitarnya. resep obat atau obat bius. dapat menyebabkan luka bakar. kukus dan cairan dapat terhirup atau terhisap menjadi radang paru-paru dan kulit. berlebihan dingin. yaitu melarang pekerja yang minum alkohol dan menggunakan obat bius. kabut. Bekerja dengan perasaan tidak enak akibat pengaruh minuman keras sebelumnya atau dibawah pengaruh obat bius dan alkohol dapat menyebabkan kecelakaan.berlebihan panas. semprotan. • Bahan kimia dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan. radang paru-paru. uap. • 6) Alkohol dan penggunaan obat bius Bila pekerja berada dalam kondisi stress bekerja. mata. penyalah-gunaan alkohol.kena sengat listrik Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. bronchitis. debu. 7) Bahaya lain ditempat kerja Tergantung pada sifat perusahaan dan tempat kerja.doc Page 47 . Bahan kimia dalam bentuk asap. bahkan kematian. Bahan kimia beracun.

area gudang. Rancangan tempat kerja yang baik. Tempat kerja menjadi lebih efesien. • Area kerja punya penerangan dan ventilasi yang baik. membuat kemungkinan tata laksana dilakukan dengan efisien. Kegiatan Tata Laksana. Berikut ini adalah daftar hal yang utama dari tata laksana yang seharusnya diperiksa pada tempat kerja : • • Tempat kerja dan seluruh area kerja dijaga kebersihannya. Tata laksana industri berarti menata semua tempat kerja seperti. pelatihan yang tepat dan supervisi pekerja. Tata laksana yang baik seharusnya bagian dari rutinitas harian. ruang istirahat dan area ruang makan harus memenuhi standar kesehatan (hygenic). sistim keamanan kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 27 3. Meningkatkan produktivitas. Mengapa tata laksana industri seharusnya dilakukan dengan baik ?. ruang kerja. tempat produksi dan jalan masuk agar bersih. fasilitas gudang. Pemeriksaan keselamatan berkala dari tempat kerja seharusnya dilakukan dan daftar tugas tata laksana seharusnya dijaga untuk meyakinkan tata laksana dilakukan sebagaimana mestinya. pakaian pelindung dan perlengkapan juga bagian penting dari tata laksana yang baik. a. rapi dan dalam kondisi baik. Page 48 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. TATA LAKSANA INDUSTRI Banyak kecelakaan tidak dapat dihindari pada tempat kerja. cedera dan kebakaran tidak terjadi. Perawatan mesin dan peralatan yang tepat. sehingga kecelakaan. sebab dapat : • • • • • Memperkecil kecelakaan dan cedera yang terjadi di pekerjaan. Pelaksanaan tata laksana industri yang baik dapat membuat tempat kerja aman. Risiko kebakaran berkurang. karena pekerja dan perusahaan tidak memberikan perhatian pada tata laksana yang baik. toilet. Tempat kerja. Pekerja lebih merasa aman bekerja.doc .

sehingga merusak bahan dan membahayakan pekerja. Pintu darurat dan perlengkapan dibuat dengan jelas dan mudah dicapai. sampah dan sisa pembuangan dapat diletakkan jauh dari gudang bahan dan bahaya api. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. putih. Barang-barang yang berbahaya seperti bahan kimia dan bahan yang mudah terbakar (yang mudah dimakan api) disimpan dengan aman dalam lemari tahan api (flameable). • • • • • • • • • • • Stop kontak. Gambar simbol keselamatan kerja. tanda peringatan dan tanda alarm dalam keadaan bersih dan mudah dilihat. Peralatan dan perlengkapan disimpan pada rak dan laci. tombol dan saluran tenaga listrik dalam kondisi baik. jalan terusan. Debu. Bahan yang ditumpuk tidak teratur bisa jatuh. Barang bekas dan sampah di tempatkan pada tempat sampah dan dibuang. Lantai dan permukaan lainnya bersih dan kering dengan tidak ada bukti tumpahan. Papan pengumuman terbaru. Saluran listrik jangan bersentuhan dengan permukaan yang basah atau merintangi jalan masuk. • Tata laksana yang baik termasuk penyimpanan bahan dengan tepat. Bahan bekas mudah terbakar diletakkan dalam kotak tertutup dan dibuang dengan aman. Peralatan pemadam kebakaran dalam keadaan siap pakai. Bahan dan hasil produk ditumpuk atau disusun dengan rapi. b. tangga dan jalan yang landai dijaga kebersihan dari rintangan dan sampah. gemuk dan kotoran. • Jalan masuk dengan jelas ditandai dengan batas kuning. Penyimpanan Bahan Bahan harus disimpan dengan aman sehingga bahan tidak rusak atau membahayakan orang. seperti pada daftar diatas. Penyimpanan bahan secara sembarangan sangat berbahaya.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 28 • Jalan masuk seperti gang. biru dan atau garis merah.doc Page 49 .

Contoh. Tanda Peringatan bahaya keselamatan dan kesehatan kerja. Bahan dapat disimpan pada rak. diperlukan untuk barang-barang yang berbahaya. Berbentuk Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Contoh. seperti lemari tahan api dan kaleng/teromol keamanan. Gambar Simbol Keselamatan Kerja Gambar simbol keselamatan adalah tanda yang ditampilkan pada tempat kerja untuk : • • • • Tanda Larangan / Pencegahan kecelakaan . mudah terbakar atau awas api Tanda Pemberitahuan /Tempat segi empat . gumpalan awan dan debu dari asap seharusnya diselidiki. laci. Jenis bahan kimia seharusnya dipisahkan. secara jelas ada label dan disimpan ditempat yang aman yaitu kering. Contoh. Batas tingkatan Asap. Contoh.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 29 Beberapa hal penting penyimpanan bahan adalah : • • • • • • • Seharusnya mudah bagi pekerja.doc Page 50 . C. tempat PPPK Tanda Perintah/Pemberitahuan kepada pekerja dimana perlengkapan keselamatan khusus harus dipakai. dan kotak-kotak. Bau yang menyengat. Gambar putih diatas warna dasar biru. forklifts dan peralatan penanganan mekanik seperti trolleys (kereta) dan drumlifters untuk bergerak didalam dan sekitar area gudang. Bahan kimia. area jauh dari pekerja. gunakan kaca mata perlengkapan keadaan darurat tersimpan. ventilasi baik. Fasilitas penyimpanan khusus. dilarang merokok. Gambar lingkaran dengan diagonal merah diatas warna dasar putih. Berbentuk segi tiga dengan warna hitam diatas warna dasar putih. debu dan radiasi seharusnya dimonitor pada lokasi gudang dan pada area kerja.

seperti berikut ini : Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 51 .Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 30 Tanda-tanda ini mempunyai gambar diatasnya sehingga dapat diketahui apa maksudnya walaupun pekerja tidak bisa bahasa Inggris dengan baik. Manfaatkan gambar simbol keselamatan untuk tempat kerja dari Departemen Tenaga Kerja untuk mempelajari semua standar tanda keselamatan yang dpergunakan ditempat kerja. Ini penting bahwa setiap pekerja mengetahui tanda keselamatan tanpa ragu-ragu.

doc . Polusi Dari Serat dan Debu 1) Penyebab polusi Debu dapat ditimbulkan dari proses kerja seperti debu dari serat bahan gelas atau debu dapat masuk ketempat kerja karena di kirim yaitu melalui kantong tepung kimia. kandungan yang terbakar (peranan bahan bakar) atau asap. Serat mineral yang berbahaya seharusnya dapat diganti dengan yang aman. Aerosol dapat berupa cairan. Alat listrik harus punya ventilasi pembuangan setempat yang pas. yaitu : Polusi dari serat (fiber) dan debu. a. Pada bagian berikut dijelaskan masing-masing polusi dan pencegahannya. Pekerja dapat melakukan pekerjaan yang bervariasi untuk mengurangi kontak secara terus menerus dengan debu dan serat. Debu partikel padat terbawa oleh udara. Pembuangan serat seharusnya ditempatkan dalam kontainer yang bersegel. Beberapa debu mineral dapat menggores paru-paru dan menyebabkan penyakit Alergi dan kesulitan bernafas dapat terjadi Kanker dapat berkembang 3) Bagaimana bahaya dapat dicegah dan dikontrol : • • • • • • • • • • Alat pembuangan gas (exhaust) dan ventilasi pembuangan dapat membuang debu dan serat partikel. jika tingkatan serat diatas standar yang ditetapkan. Aerosol mungkin datang dari semprotan cairan (cat aerosol). dimana tersebarnya partikel jelaga di udara. 2) Mengapa serat dan debu berbahaya : • • • • Debu dan serat dapat terhisap kedalam paru-paru.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 31 4. Penggunaan alat tangan dapat mengurangi debu dibandingkan alat listrik. tindakan harus segera diambil. gas atau partikel padat yang sangat halus disebarkan oleh udara. polusi dari bahan kimia. POLUSI PADA INDUSTRI Pada umumnya ada tiga bentuk polusi yang mempengaruhi pekerja pada tempat kerja di industri. Pemantauan udara untuk melihat tingkatan serat seharusnya dilakukan. Masker seharusnya dipakai oleh pekerja yang kontak langsung dengan bahaya serat dan debu hingga tempat kerja dapat dibuat lebih aman. dan polusi kebisingan. Area kerja seharusnya terjaga kebersihannya untuk menghindari debu dan serat yang terbentuk. Page 52 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Alat pernafasan diperlukan untuk penggunaan temporer atau dalam keadaan darurat.

sehingga berefek mematikan dalam beberapa menit. penanganan dari jauh/ pakai remote). dengan mengikuti semua petunjuk yang dibolehkan untuk penggunaan bahan kimia. Menutupi proses kerja atau penyimpanan kontainer untuk kandungan bahan kimia (yaitu menutupi wadah. Semua pelindung roda gigi harus sesuai standar yang aman. agar dapat menghilangkan asap dan uap. Uap dengan bau yang enak dapat membuat mabuk. Ganti bahan kimia dengan yang aman kandungan zatnya. bau yang tajam atau mempunyai warna tersendiri dan pemberian label yang jelas dapat menjadi peringatan kepada pekerja tentang apa zatnya. sesuai penjelasan pada MSDS. Maka dari itu jangan sembarangan jika menggunakan bahan kimia dalam proses kerja atau menanganinya. Tetapi hal tersebut tidak selalu mudah untuk mendeteksi polusi kimia lebih dini. seperti kanker atau sakit liver kronis. sebab bahan kimia tidak berbau. Jangan mengira tidak membahayakan.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 32 b. Pakaian dan perlengkapan pelindung seperti masker muka. Bocoran dan sisa pembuangan Tumpahan dan bocoran kandungan bahan kimia yang berbahaya harus selalu diperlakukan dengan cara yang tepat. alat pernafasan dan pelindung kepala (helm) dipakai hingga tempat kerja aman. Sistim ventilasi industri dirancang dengan baik. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. hentikan penggunaan bahan kimia berbahaya ditempat kerja. Udara ditempat kerja harus dimonitor dan semua udara kotor dinetralkan. Peranan lembaran data keamanan bahan (Material Safety Data Sheet / MSDS) cukup penting. sangat bermanfaat melindungi diri pekerja. Secara berkala kesehatan pekerja dimonitor. Serbuk kimia yang ditangani bertahun-tahun dapat berefek jelek dikemudian hari. 1) Beberapa cara polusi kimia menyerang secara perlahan pada pekerja : • • • Gas yang tidak berwarna atau tidak berbau dapat terbentuk pada ruang terbatas dan bisa menyebabkan mati lemas.doc Page 53 . Pekerja seharusnya mengetahui aturan yang berhubungan dengan risiko bahan kimia yang digunakan. • 3) Tumpahan. atau karena telah bekerja bertahun-tahun menggunakan bahan kimia dan belum pernah mencelakakan. 2) Langkah pencegahan dan pengontrolan polusi kimia : • • • • • Bila mungkin. Adanya ahli K3 ditempat kerja yang dapat membantu untuk membaca dan memahami informasi pada MSDS. Polusi dari Bahan Kimia Bahan kimia yang keras.

dapat berefek pada kesehatan banyak orang di masyarakat. Pada MSDS diberikan petunjuk cara pembuangan yang harus diikuti sesuai peraturan. hal itu akan mengotori saluran air masyarakat. Industri di banyak tempat telah menjadi begitu bising sehingga hampir semua pekerja industri mengalami tingkat kebisingan yang berbahaya dari suara mesin pon. mengalir kedalam drainase. karena merasa terganggu. secara berangsur-angsur menjadi biasa dengan tingkat kebisingan tersebut. seperti udara dan air. Ledakan cairan yang mudah terbakar pada pabrik yang terbakar dapat dengan serius membahayakan pemadam kebakaran dan wilayah hunian terdekat. Untuk waktu lama dapat terjadi gangguan kesehatan. Gas toxic dihasilkan dari bahan kimia yang terbakar. dan kebisingan industri lainnya. Gas toxic secara ceroboh tertumpah keudara. Undang-undang telah mengatur kontrol dan standar kebisingan yang diizinkan untuk mengatur orang-orang yang menimbulkan ketidak amanan dan anti-sosial tingkat kebisingan. dapat menyebabkan kerusakan kulit dan gangguan pernafasan.doc Page 54 . kompresor. Harus dipahami bahwa bekerja dengan bahan kimia meliputi tanggung jawab untuk melindungi semua masyarakat dari timbulnya bahaya.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 33 Beberapa alasan mengapa bocoran dan tumpahan bahan kimia harus diperlakukan dengan tepat : • • • • • Jika kandungan bahan kimia tumpah atau bocor. Memainkan musik keras dirumah. Polusi harus dipertanggungjawabkan pada semua tempat kerja untuk memastikan bahwa standar keselamatan sesuai peraturan untuk melindungi pekerja dan masyarakat luas. c. Potensi risiko untuk masyarakat biasanya dari sumber alami yang penting. di jalan dan ditoko menyebabkan keluhan sejumlah besar orang. Suara kendaraan bermotor konstan diterima orang disekitar kota. sedangkan bagi orang-orang dari sekitar pinggiran merupakan suatu yang menyakitkan. • • Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Kebisingan 1) Sumber kebisingan • Setiap orang punya perbedaan pendapat tentang kapan kebisingan dianggap terlalu keras dan apa jenis kebisingan yang dapat diterima. Pembuangan bahan kimia bekas harus dikontrol secara tepat.

sebagai perbandingan tingkat kebisingan adalah : • • • • • • • • • Pesawat terbang take off Melewati / ambang batas pendengaran Truk besar Disco Kebisingan pabrik Kebisingan jalan raya Kebisingan kantor Gemerisik daun Sunyi sepi (batas tidak dapat didengar) 180 dB 130 dB 120 dB 110 dB 100 dB 80 dB 60 dB 20 dB 0 dB 3) Mengatasi kebisingan. Pada bagian berikut ini dijelaskan empat cara dasar untuk mengatasi kebisingan : • • • • Perencanaan tata ruang yang baik Penggunaaan bahan bangunan dan akustik yang tepat Pembuatan penyekat atau bagian pembendung Penggunaan getaran suara Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 34 2) Tingkat kebisingan Desibel (dB) adalah ukuran intensitas suara.doc Page 55 .

Ini adalah daftar untuk bekerja dengan aman. Jangan melakukan sesuatu yang dapat melukai diri sendiri atau orang lain. Bila bahaya tidak dapat dihindari langkah yang harus diambil adalah mengurangi risiko cedera. walaupun jalan pintas tersebut melanggar petunjuk prosedur bekerja yang aman. Ketahui tanda peringatan dan pahami maksudnya dan lakukan seperti yang disarankan. Laporkan kesalahan atau peralatan dan perlengkapan yang tidak aman. Melakukan pekerjaan selalu dengan cara sendiri.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 35 5. Tidak menggunakan alat pengaman walaupun diperlukan waktu mengerjakan pekerjaan. Jadi jelaslah bahwa semua aktivitas tersebut tidak aman dan sangat potensial menimbulkan bahaya. Mengambil jalan pintas dalam melaksanakan. Keselamatan pribadi ditempat kerja dapat terjamin dengan dihindarinya faktor bahaya sebelum menyebabkan cedera. • • • • • • • • Pikirkan tentang apa yang dapat terjadi sebelum melakukannya. Selalu mengunakan peralatan dan perlengkapan dengan benar untuk melakukan pekerjaan. Melakukan pekerjaan yang keterampilannya atau kewenangan tidak dipunyai. Melakukan pekerjaan yang tidak dilatih untuk dilakukan. Tindakan Keamanan Kerja Banyak aktivitas berikut yang menjadi pertimbangan untuk bekerja dengan aman • • • • • • • Memodifikasi peralatan atau mesin tanpa kewenangan. KESELAMATAN PRIBADI Semua pekerja perlu menyadari keselamatan pribadi mereka ditempat kerja. Laporkan praktik kerja dan situasi yang diperkirakan tidak aman. Tidak memperhatikan aturan keselamatan sebab menurut pribadi hal itu menjadi penghambat dalam melakukan pekerjaan. atau khususnya saat perawatan dan situasi darurat. Laporkan semua kecelakaan dan cedera sekecil apapun jika kemungkinan terjadi.doc Page 56 . Perlengkapan dan pakaian pelindung harus selalu dipakai untuk keselamatan ditempat kerja. Hal berikut ini seharusnya dipelajari dengan seksama dan dipraktikan secara rutin. a. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Ikuti aturan dan petunjuk keselamatan dan kesehatan kerja. walaupun metoda bekerja dengan aman telah dikembangkan.

Berikan gagasan tentang bagaimana mesin. Kerja sama dan partisipasi dalam program ini membuat tempat kerja aman. lembaran penutup. Masker las dan perisai seharusnya tidak berkabut. b. tidak punya keterampilan atau kewenangan melakukannya. Alat pernafasan harus dipaskan secara perorangan dan dipilih sesuai kondisi tempat kerja. Masker las dipakai dengan benar untuk pengelasan. Pakaian harus di pas dengan baik. Penyaring yang benar diperlukan pada alat pernafasan. Alat ini harus dibersihkan sesudah digunakan untuk menghindari penularan dan disimpan pada kantong plastik tertutup. Pakaian kerja dari kulit atau metalik cocok melindungi seluruh tubuh dan jas kerja digunakan untuk melindungi badan. Pelindung kaki : Sepatu boot (safety boots) melindungi kaki Pelindung kepala : Jaring rambut dan penutup. menjaga rambut pada tempat kerja sehingga tidak membahayakan. peluru. debu. Kaca plastik yang tahan tumbukan dan perisai muka akan melindungi dari pecahan yang beterbangan serta perisai tahan zat kimia diperlukan ketika menangani bahan kimia. tergantung apakah pekerja kontak dengan bahan kimia. Alat pernafasan seharusnya diperiksa secara tetap untuk kebersihan umumnya dan khususnya kerusakan katup. seal.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 36 • • • Jangan melakukan sesuatu yang belum dilatih. serat atau jenis kotoran lainnya. Bentuk pelindung pendengaran. Alat pernafasan seharusnya diperiksa setiap waktu sebelum digunakan. • Pelindung telinga : Pelindung telinga atau sumbat melindungi pendengaran dari bahaya tingkat kebisingan. kaca pengaman.doc Page 57 . • • • • Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Pelindung mata : Kaca mata. saringan udara dan alat pernafasan dengan pembersih udara digunakan untuk melindungi paru-paru dan sistim pernafasan. • Pelindung pernafasan : Penutup muka. perlengkapan dan praktik kerja dapat dibuat aman. sesuai untuk tempat kerja dan pekerjaan. Pelindung kulit : Sarung tangan pengaman dan krim pelapis melindungi kulit dari kerusakan dan menahan peresapan bahan kimia kedalam tubuh. dan seharusnya dipilih berdasarkan ukuran tingkat kebisingan pada lokasi kerja. tali pengikat dan penjepit. perisai muka dan helm dapat melindungi sensitif area mata dari kerusakan. Perlengkapan dan Pakaian Pelindung Pekerja serta Program di Tempat Kerja 1) Perlengkapan dan Pakaian Pelindung Pekerja Perlengkapan dan pakaian pelindung digunakan untuk melindungi pekerja dari kontak langsung dengan bahan kimia atau perantaranya yang dapat membahayakan kesehatan.

LPG. alat pernafasan dan pelindung telinga perlu tertutup dengan rapat dan sesuai tubuh sehingga terpakai dengan baik. Benda-benda pelindung seharusnya sesuai dengan persyaratan standar yang berlaku Pekerja seharusnya dilatih secara benar dalam penggunaan dan perawatan perlengkapan dan pakaian pelindung. Pakaian pelindung. • Api kelas B. kertas. • • • • • • c. perlengkapan (seperti alat pernafasan dan lemari uap) dan fasilitas dasar pertolongan pertama seharusnya tersedia ditempat kerja. kebakaran kelistrikan dan meliputi perlengkapannya. kebakaran dari bahan logam Api kelas E. Perlengkapan perlu dirawat sebagaimana mestinya : yaitu disimpan dengan aman dan dijaga kebersihan serta direparasi dengan baik. Memonitor lingkungan tempat kerja dan memonitor kesehatan seharusnya dilakukan secara tetap untuk meyakinkan program perlindungan memadai. batu bara dan serbuk gergaji.doc Page 58 .Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 37 • Tempat lemari uap (fume cabinets). kebakaran benda cair mengandung bahan yang mudah terbakar seperti bensin. berarti ketidaknyamanan atau ketidakcocokan dapat menyebabkan pekerja menolak menggunakan alat keselamatan. seperti papan. Kenyamanan pekerja menggunakan perlengkapan dan pakaian adalah penting. • • • Api kelas C. pancuran air untuk keselamatan (safety showers) dan pencuci mata darurat (emergency eye wash) juga disediakan sebagai penjagaan pertama dalam kasus kegagalan pelindung. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. kebakaran bahan gas yang mudah terbakar seperti asitelin. solar. Berikut ini hal penting sebagai pertimbangan : • Benda-benda pelindung penggunaannya harus sesuai dengan persyaratan pekerjaan seteliti mungkin. minyak cat. Semua perlengkapan dan pakaian pelindung harus dipakai sebagaimana mestinya. penggunaan alat pernafasan dengan saringan debu tidak akan melindungi pekerja yang menangani bahan kimia. Untuk contoh. dll. untuk contoh. kebakaran benda padat yang mengandung karbon. 2) Program Perlengkapan dan Pakaian Pelindung Pekerja di Tempat kerja Perlengkapan dan pakaian pelindung ditempat kerja selalu diprogram agar benda tersebut secara pasti dipergunakan untuk mengoptimalkan faktor keselamatan. Api kelas D. Keselamatan dan Perlindungan Kebakaran Bebarapa hal yang harus diketahui tentang kebakaran dan perlindungannya adalah : 1) Golongan Kebakaran • Api kelas A.

doc Page 59 . dan bila mungkin matikan suplai (kiriman) gas. gunakan : • • Serbuk kering . : • • • Tabung bersimbol huruf A terletak dalam segi tiga warna hijau. Karbon dioksida atau Busa kering Dilarang menggunakan air untuk memadamkan kebakaran bahan cair! Untuk kebakaran kelas C. Busa.di cat merah dengan adanya pita putih Untuk kebakaran kelas E.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 38 2) Bahan dasar untuk pemadam kebakaran : • • • • • Air .di cat merah Karbon dioksida (CO2) . dipakai untuk kebakaran kelas E (kebakaran kelistrikan) Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 3) Penggunaan bahan /alat pemadam Untuk kebakaran kelas A. air jika tidak dekat aliran listrik Untuk kebakaran kelas B. dipakai untuk kebakaran kelas B (kebakaran bahan cair mudah terbakar) Tabung bersimbol huruf C terletak dalam lingkaran warna biru. Bahan kimia kering. Adapun jenis dan simbol pada tabungnya adalah sbb. gunakan : BCF. gunakan : BCF.di cat merah dengan adanya pita hitam Cairan uap BCF (Bromo Chloro di Fluoromethane) . 4) Mengenal Alat Pemadam Portable Alat pemadam portable (yang mudah dipindah) biasanya mudah ditempatkan pada tempat rawan kebakaran.di cat kuning Busa . Jika mungkin.di cat biru Serbuk kering . seharusnya dijaga agar tabung gas tetap dingin dengan menggunakan air pakai selang atau alat pemadam. gunakan : • • Pasir. Jangan mengunakan air atau busa pemadam untuk kebakaran kelistrikan.di cat merah dengan adanya pita putih. dipakai untuk kebakaran kelas A (kebakaran bahan padat mengandung karbon) Tabung bersimbol huruf B terletak dalam persegi panjang warna merah. pertama matikan sumbertenaga. Karbon dioksida. : • Alat pemadam kebakaran untuk bahan gas yang mudah terbakar. Untuk kebakaran kelas D.

Pastikan berfungsinya alat pemadam kebakaran. 5) Kesiapan menghadapi kebakaran Semua bahan yang mudah terbakar harus dinamai. prosedur pengungsian. dipakai untuk kebakaran kelas D (kebakaran bahan logam) Pelat identifikasi alat pemadam kebakaran. Semua pekerja seharusnya mengetahui prosedur untuk pengungsian darurat dan dimana pintu keluar . alat pemadam harus dinamai dan dirawat sebagaimana mestinya. Mampu menggunakan peralatan dan mengikuti latihan kebakaran dengan keyakinan.petugas keadaan darurat. Jangan pernah mengembalikan alat pemadam kebakaran setelah digunakan ketempatnya. Adapun yang diperlukan adalah : • Pahami prosedur pencegahan kebakaran dimana anda bekerja . dan segera ditempatkan dengan seksama pada tempat yang mudah diraih agar dapat melayani reaksi bahaya kebakaran. Menurut peraturan. Secara tetap latihan pemadaman seharusnya dilaksanakan sehingga pekerja terbiasa dengan prosedur keselamatan kebakaran dan mengetahui apa yang dilakukan jika terjadi kebakaran.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 39 • Tabung bersimbol huruf D terletak dalam bintang warna kuning. Menjaga jalan masuk untuk tangga dan perancah/penyangga (scaffolding) bebas. • • • • • 6) Pengkondisian alat pemadam kebakaran Secara lengkap peralatan pemadam harus terjaga dan mudah diambil. Menjaga peralatan menghadapi kebakaran dan rute jalan keluar bebas dari hambatan. Pelajari tempat semua alarm (sirine) kebakaran. sebelum dinamai dan diisi kembali. disimpan dan ditangani sebagaimana mestinya.doc Page 60 . Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. dimana jalan ketangga tidak terhalang. • • • Jaga alat pemadam kebakaran dari pengaruh panas dan dingin yang ekstrim (perbedaan yang mencolok). Ketahui tempat semua perlengkapan untuk menghadapi kebakaran.

Jika menemukan kebakaran. kurangi bahaya untuk kehidupan dan jaga kerusakan agar minimum. ingat enam langkah KESELAMATAN ini : • Bunyikan alarm segera Beberapa menit pertama setelah kebakaran mulai. segera lakukan tindakan yang tepat dan segera keluar.doc Page 61 . adalah vital untuk mengontrolnya • Beritahu kebakaran pasukan pemadam Yang terbaik pasukan pemadam datang ketika api masih terkontrol dibandingkan setelah api besar tidak terkontrol • Beritahu setiap mengamankan orang untuk Seseorang menyaksikan pasukan pemadam dapat langsung memadamkan api tanpa menunda • Hadapi kebakaran dengan peralatan yang tersedia Kebakaran kecil dapat segera dikontrol • Mengungsi jika perlu Kebakaran besar bisa membahayakan hidup Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 40 7) Menghadapi kebakaran Jika kebakaran terjadi.

ancaman bom atau keadaan darurat di sekitar lokasi pabrik berada. Pimpinan atau atasan harus ikut menanggung dan memberikan keputusan untuk segera menyelidiki sebab-sebabnya. e. dan untuk diikuti perintahnya dengan cara seksama. maka dapat langsung diberi pertolongan. maka petugas PPPK harus memutuskan apakah mengirimkan dokter. jangan coba untuk memadamkannya sebelum kebocoran dihentikan. Mandor/Pengawas harus bertanggung jawab dan melaporkan kejadian yang dialami korban.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 41 • Jangan memasuki kembali gedung yang sedang terbakar Asap dan gas didalam gedung yang sedang terbakar adalah berbahaya dan sering mematikan Catatan: Ketika bocoran gas terbakar. Latihan pengungsian secara tetap harus dilakukan. Tetapi bila berada jauh. Pencemaran udara di pabrik dari kebocoran gas. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Untuk urusan selanjutnya ditangani oleh bagian adminstrasi. sehingga pekerja memahami tentang peringatan sirene dan rencana tindakan keadaan darurat. Pertolongan Pertama Para petugas PPPK (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) harus mengetahui kepada siapa. di mana. sesuai persetujuan rencana pengungsian. Pabrik mempunyai prosedur pengungsian yang diperlukan pekerja untuk bertindak berdasarkan peringatan suara sirene. atau yang lain. Pada umumnya bila korban ada didekat petugas PPPK. d. Selanjutnya.doc Page 62 . dan bagaimana harus bertindak memberikan pertolongan pertama. Prosedur Pengungsian Darurat Situasi darurat di tempat kerja memungkinkan semua orang di area kerja atau seluruh pabrik mengungsi. dapat dan diharuskan setiap orang meninggalkan pabrik segera. ambulans. kebakaran. petugas PPPK melanjutkan tindakan-tindakan sebagai berikut : • • • • Petugas PPPK memberikan laporan secara terperinci mengenai korban dan pertolongan pertama yang telah diberikan kepada dokter.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. setiap orang seharusnya telah berlatih dasar-dasar pertolongan pertama.doc Page 63 . dan obat-obatan lain. tensoplas.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 42 Selain petugas PPPK. Walaupun tindakan pertolongan pertama tidak tercakup dalam modul ini. harus tersedia juga perlengkapan pertolongan pertama lain atau obatobatan yang disimpan dalam kotak PPPK. perubalsem. D samping kotak PPPK. pembalut luka. slogan atau poster perlu juga sebagai alat bantu untuk mengingatkan pekerja pada waktu bekerja. obat luka baru. misalnya : • • • kapas. dan borwater.

Tugas 2 Persyaratan Keselamatan Kerja 1. Buatlah daftar semua persyaratan keselamatan kerja Tugas 3 Pengawasan. 2. Apa saja kewajiban pembinaan pengurus terhadap tenaga kerja baru. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Diskusikan apa saja ruang lingkup yang dicakup dalam undang-undang Keselamatan Kerja tahun 1970. Diskusikan tugas pembinaan lainnya dari pengurus.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas Tugas Tugas 1 Istilah dan Ruang lingkup 1.doc Page 64 . 3. dan diskusikan susunan kepanitiaan K3 yang sebaiknya. Sebutkan maksud tempat kerja dalam undang-undang Keselamatan Kerja tahun 1970 2. Pembinaan dan Panitia K3 1. Sebutkan fungsi Panitia K3. Dengan apa ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja. Siapa saja yang melakukan pengawasan terhadap undang-undang keselamatan kerja dan sejauh mana kewenangan masing-masing. Tugas 4 Kewajiban dan Hak Tenaga Kerja serta Pengurus Petunjuk : 1. Diskusikan tentang susunan dan tugas Panitia Banding. 2. Diskusikan kewajiban dan hak tenaga kerja menurut undang-undang Keselamatan Kerja.

Tugas 7 Jenis-jenis Bahaya di Tempat Kerja 1. terhadap gambar keselamatan kerja dan alat perlindungan diri untuk tenaga kerja. Jelaskan ketentuan-ketentuan yang wajib dilakukan oleh perusahaan dalam penerapan Sistem Manajemen K3. Tugas 5 Tata cara Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan Petunjuk : 1. Sebutkan unsur-unsur audit Sistem Manajemen K3 dan diskusikan mekanisme pelaksanaan audit. Diskusikan dengan grup belajar anda tentang format laporan dan pengisiannya. Sebutkan kewajiban pengurus terhadap dokumen undang-undang Keselamatan Kerja dan peraturan pelaksanaannya. Apa jenis-jenis cedera. 4. Diskusikan juga format-format laporan pemeriksaan. Tugas 6 Penerapan dan Audit Sistem Manajemen K3 Petunjuk : 3. Sebutkan prosedur pemeriksaan kecelakaan dan jenis pemeriksaan yang dilakukan. 2.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas 2.doc Page 65 . Jelaskan tata cara pelaporan suatu kecelakaan kerja. penyakit atau kesakitan yang dapat disebabkan oleh : a) Gerakan bagian peralatan ? b) Kebisingan ? c) Getaran ? d) Pencahayaan ? e) D e b u ? Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Diskusikan dengan grup belajar anda.

Bab 4

Strategi Penyajian

Tugas

f) Tekanan udara ? g) Penanganan manual dan pengangkatan ? 2. Berikan contoh dari masing-masing bahaya bahan kimia, dan cedera/penyakit yang disebabkan oleh : a) G a s b) A s a p c) Cairan d) Zat berbahaya lainnya 3. Seberapa bahaya psikologi yang bisa anda sebutkan ? 4. Sebutkan seberapa bahaya biologi yang mungkin terjadi ditempat kerja, yang mungkin menimbulkan kasus.

Tugas 8 Pencegahan Dan Pengontrolan Bahaya Sistim Kerja
1. Mengapa sistim kerja yang aman termasuk rotasi pekerjaan ? 2. Bicarakan dalam grup belajar anda tentang perancangan/mengatur kembali sistim pekerjaan yang anda lakukan, atau peralatan yang anda gunakan. Bagaimana hal itu dapat dilakukan .

Tugas 9 Pencegahan dan Pengontrolan Bahaya Pemesinan, Kebisingan dan Penanganan Manual
Petunjuk 1 : • • Apakah ada beberapa praktik buruk yang digunakan pada tempat kerja anda ? Data hal tersebut dan diskusikan dengan grup belajar anda. Diskusikan dengan pembimbing dan grup belajar anda beberapa fakta bahaya pada pemesinan ditempat kerja anda. Bagaimana anda dapat menjamin bahwa bahaya dapat dicegah atau dikontrol.

Petunjuk 2 : • Minta pembimbing untuk memutar video tentang kebisingan atau mengunjungi tempat kerja dan amati tentang kebisingan.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Page 66

Bab 4

Strategi Penyajian

Tugas

Apakah kebisingan suatu masalah ditempat kerja anda ?. Ada beberapa cara pemeriksaan efek kebisingan atau mengurangi kebisingan yang terlihat, yang digunakan ditempat kerja anda ?. Seharusnya itu dilakukan ?. Diskusikan hal itu dengan pembimbing dan grup belajar anda.

• •

Petunjuk 3 : Diskusikan dengan grup anda semua perbedaan bentuk penanganan manual yang anda lakukan dalam minggu tertentu.

Petunjuk 4 : • Minta pembimbing anda untuk menampilkan video tentang penanganan manual atau berkunjung ke tempat kerja. Ada berapakah praktik buruk yang dilihat, digunakan ditempat kerja anda ? Yang mana ? Diskusikan hal tersebut dengan grup anda, dan berikan saran cara untuk menghindarinya.

Tugas 10 Pencegahan dan Pengontrolan Bahaya Kimia
Petunjuk 1 : Pembimbing anda akan menyajikan beberapa lembaran data keselamatan bahan (Material Safety Data Sheet / MSDS) dari tempat kerja anda. Bicarakan dengan pembimbing dan grup belajar anda tentang zat apa yang dikandungnya, apa efeknya kepada kesehatan dan apa tindakan pengamanan yang dilakukan ketika menggunakannya. Petunjuk 2 : Kerjakan dengan pembimbing dan grup belajar anda, untuk mendata semua cara berdasarkan pemikiran anda untuk pencegahan atau pengontrolan bahaya bahan kimia. Gunakan kategori berikut (lihat kembali bagian gagasan 'Pencegahan dan pengontrolan bahaya') • • • • • Mengeliminir bahaya Cara bekerja yang aman dari bahaya Prosedur dan sistim kerja yang aman Penggunaan peralatan dan pakaian pelindung

Petunjuk 3 : Minta pembimbing anda memutarkan video tentang penanganan bahan kimia atau mengunjungi tempat kerja dan amati tentang penanganan bahan kimia. Apa yang disarankan untuk peningkatan diarea tempat kerja anda ? Diskusikan hal itu dengan grup belajar anda

• •

Petunjuk 4 : Kerjakan dengan pembimbing dan grup belajar anda untuk mendata kemungkinan efek penyalah-gunaan obat bius atau alkohol pada tempat kerja anda.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Page 67

Bab 4

Strategi Penyajian

Tugas

Tugas 11 Tata Laksana yang baik
Petunjuk 1 : • Tanyakan pada pembimbing apakah perusahaan anda punya Daftar Pemeriksaan Keselamatan Kerja. Jika ada, tentukan area kerja di pabrik dan isi daftar untuk area tersebut dengan menandai Ya/Tidak dilaksanakan pada lembaran yang disediakan dan buatlah komentar yang sesuai. Jika mungkin, kerjakan tugas ini dengan rekan yang lain dalam grup belajar anda. Jika perusahaan anda tidak mempunyai daftar, buatlah daftar tersebut dengan kerjasama grup.

• •

Petunjuk 2 : Sekarang lihat video tentang tata laksana tempat kerja, atau kunjungi tempat kerja dan amati tentang tata laksana area produksi, bengkel atau area kerja lainnya. Diskusikan hasil pengamatan grup dan tuliskan beberapa hal dengan seksama dibawah judul berikut ini : • • • • • Jalan masuk bersih Tempat kerja rapi Tangga Alas kaki tepat Oli tumpah

Tugas 12 Penyimpanan Bahan
Petunjuk : Bicarakan dengan rekan yang lain dalam grup belajar anda mengenai situasi berikut. Pada masingmasing kasus kecelakaan apa yang dapat terjadi dan apa yang seharusnya dilakukan pekerja untuk menghindari kecelakaan. Tulis jawaban anda ! • • • • Pekerja menggunakan trolley (kereta) untuk membawa beberapa bahan, tetapi tidak mengikuti jalur jalan yang telah ditandai. Pekerja diberitahu bahwa beberapa kain lap yang telah di celupkan kedalam bahan pelarut terbentang diatas lantai area kerja. Saluran tenaga listrik dapat terletak melintasi permukaan yang lembab dengan aman, hal itu berbahaya jika melintasi jalur jalan atau gang. Bahan kimia dapat dengan aman disimpan dalam lemari tahan api pada area kerja.
Page 68

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

gemuk atau sampah tergeletak di area kerja. jika perlu minta penjelasan kepada petugas keselamatan dan kesehatan kerja tentang masalah kesehatan yang disebabkan oleh debu dan serat. Penyebab Bahaya : Penanganan yang jelek atau kontak langsung dengan partikel serat yang ada di udara. contoh : Kelistrikan : Debu atau Bahaya Serat • • • Jenis Polusi : Isolasi Serat mineral keramik yang jelek untuk isolasi panas. tutup buku dan tulislah maksud dari masing-masing gambar simbol tersebut. Elektronik : Debu atau Bahaya Serat • • • Jenis Polusi : Penyebab Bahaya : Efek Kesehatan : Page 69 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. pelapis dan pembungkus. • Tugas 14 Polusi Serat Dan Debu Pada Lingkungan Industri Petunjuk : Tugas ini dicobakan hanya jika relevan dengan perusahaan anda. Identifikasi jenis debu dan serat. Lengkapi berikut ini. serangan asma atau kanker paru-paru. Jika anda merasa percaya diri bahwa anda mampu mengidentifikasi semua tanda-tanda. Anda hanya perlu melakukan satu contoh untuk masing-masing area kerja. Efek Kesehatan : Iritasi kulit. Alat bantu mekanik disimpan ditempat yang mudah didatangi Tugas 13 Gambar Simbol Keselamatan Kerja Petunjuk : • Manfaatkan Gambar Simbol Keselamatan untuk Tempat kerja dari Departemen Tenaga Kerja untuk mempelajari mengenai semua standar tanda keselamatan yang dipergunakan di tempat kerja. termasuk bahan isolasi. sebagai contoh yang telah dilakukan. a.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas • • Tumpahan. Cari data tentang partikel serat dan debu yang dihasilkan dari proses kerja dan atau bahan yang digunakan pada area kerja.doc .

Bab 4 Strategi Penyajian Tugas b. gas. Pekerjaan Logam : Debu atau Bahaya Serat • • • • • • • • • Jenis Polusi : Penyebab Bahaya : Efek Kesehatan : c. bahan pelarut dan bahan campuran digunakan pada Elektronik. bahan pelarut dan bahan campuran digunakan pada Pengerjaan Logam. pilih bahan kimia dan jelaskan hal berikut : • • • Hubungan bahaya kesehatan dengan kandungan bahan kimia. Pengerjaan Logam : Bahaya Kimia Data bahan kimia. Perawatan Pabrik : Debu atau Bahaya Serat Jenis Polusi : Penyebab Bahaya : Efek Kesehatan : Tugas 15 Pencegahan Dan Pengontrolan Polusi Bahan Kimia Petunjuk : Pada tugas ini anda perlu bicara kepada petugas keselamatan dan kesehatan kerja. 1) ………………………(nama kandungan bahan kimia) Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 1) ………………………(nama kandungan bahan kimia) • • • Bahaya kesehatan : Penanganan keselamatan. Tindakan pengamanan untuk penggunaannya. Bagaimana menangani kandungan zat tersebut dengan aman. Plastik : Debu atau Bahaya Serat Jenis Polusi : Penyebab Bahaya : Efek Kesehatan : d. Untuk masing-masing area kerja (relevan untuk perusahaan anda). pekerja dimasing-masing area berikut (yang relevan untuk pabrik anda) dan berkenaan dengan MSDS.doc Page 70 . a. termasuk pembuangan sisa : Tindakan pengamanan : b. gas. Elektronik : Bahaya Kimia Data bahan kimia.

• Tingkat kebisingan yang diizinkan pada pabrik adalah : b. gas. Kunjungi pabrik dan tanyakan kepada pengurus keselamatan dan kesehatan kerja. Perawatan Pabrik : Bahaya Kimia Data bahan kimia. Temukan dari pihak manajemen apa mereka punya rencana memperbaiki bahaya kebisingan pada pabrik dan kapan mereka melakukan perbaikannya. • Takaran kebisingan sehari-hari pada pabrik adalah : c. Plastik : Bahaya Kimia Data bahan kimia. Tulis jawaban anda disini. berapa takaran kebisingan sehari-hari pada tempat atau pabrik tersebut. bahan pelarut dan bahan campuran digunakan pada Perawatan Pabrik.doc Page 71 . 1) ………………………(nama kandungan bahan kimia) • • • Bahaya kesehatan : Penanganan keselamatan.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas • • • Bahaya kesehatan : Penanganan keselamatan. gas. Cari informasi tentang berapa tingginya tingkat kebisingan yang diizinkan pada pabrik. bahan pelarut dan bahan campuran digunakan pada Plastik. • • Manajemen merencanakan perbaikan tingkat kebisingan oleh : Perbaikan ini direncanakan untuk membuat : Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. termasuk pembuangan sisa : Tindakan pengamanan : c. termasuk pembuangan sisa : Tindakan pengamanan : Tugas 16 Pencegahan dan pengontrolan polusi kebisingan Petunjuk : a. 1) ………………………(nama kandungan bahan kimia) • • • Bahaya kesehatan : Penanganan keselamatan. termasuk pembuangan sisa : Tindakan pengamanan : d.

2) aktivitas : Melakukan pekerjaan tanpa aturan keselamatan sebab aturan dianggap menghambat proses pekerjaan. Minum alkohol saat istirahat siang dan kemudian kembali bekerja pada mesin dengan merasa sedikit melayang atau gembira tidak terkendali. Menarik perhatian sekitar dengan pura-pura berkelahi atau berkelakar dengan kasar. Dari tiga aktivitas berikut ini menunjukan cara dan sikap kerja. Diskusikan dalam grup. Untuk masing-masing terangkan pendapat anda. 2. 1) aktivitas : Memodifikasi peralatan atau mesin tanpa kewenangan • • Bagaimana pendapat anda (Berbahaya atau tidak) Kemungkinan kejadian?. Lari turun tangga dan terpeleset pada jalur tangga. • • • • • • Sedang bekerja bercanda dengan pekerja lain termasuk mengganggu mesin atau alat pengaman. Untuk masing-masing terangkan mengapa hal itu berbahaya dan apa kecelakaan / cedera yang ditimbulkannya.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas Tugas 17 Tindakan Keamanan Kerja 1. 3) aktivitas : Tidak menggunakan alat pengaman Bagaimana pendapat anda (Berbahaya atau tidak) Kemungkinan kejadian?. Berapa banyak aktivitas berikut yang menjadi pertimbangan bagi anda untuk bekerja dengan aman ?. Menghilangkan tanda dilarang merokok di toilet atau area lain yang dilarang merokok. dan kemungkinan apa yang dapat terjadi (kecelakaan apa?). • • • • Bagaimana pendapat anda (Berbahaya atau tidak) Kemungkinan kejadian?. Merasa jemu dengan pekerjaan atau dengan supervisor sehingga melakukan sabotase terhadap peralatan atau mesin sehingga sesuatu berjalan lambat. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 72 .

Sebutkan berikut ! masing-masing alat perlengkapan dan pakaian pelindung berdasarkan gambar A B C D E F Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas Tugas 18 Perlengkapan dan Pakaian Pelindung serta Program di Tempat Kerja 1.doc Page 73 .

Gambar denah Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. bagaimana pengaturan cara kerjanya ketika mulai kebakaran ? 2) Apa jenis alat pemadam yang digunakan untuk kebakaran awal dari kandungan bahan berikut ini : • • • • Kesalahan pengawatan pada instalasi kelistrikan. Gas LPG bocor Kain lap masuk kedalam bahan pelarut Kotak-kotak bekas pengepakan 3) Buatlah peta area kerja anda dan tanda penempatan alat pemadam kebakaran (dan jenis alat pemadam) dan pintu keluar.doc Page 74 .Bab 4 Strategi Penyajian Tugas Tugas 19 Keselamatan dan Perlindungan Kebakaran Petunjuk : Anda mungkin perlu bantuan pengurus keselamatan dan kesehatan kerja atau petugas kepegawaian untuk melengkapi tugas berikut : 1) Adakah pabrik anda mempunyai sistim 'sprinkler' otomatis jika terjadi kebakaran YA / TIDAK Jika ya. Ini adalah contoh dari apa yang seharusnya dibuat.

2) Apa saja tindakan utama dalam pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 4) Siapa pengawas kebakaran dan / atau keadaan darurat di area kerja dan / atau di pabrik ? 5) Apa tugas pengawas untuk keadaan darurat ? Tugas 21 Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK) 1) Tanda atau simbol PPPK adalah ?.doc Page 75 . berapa banyak jenis tanda peringatan yang ada dan apakah maksud masingmasingnya ? 3) Ketika anda mendengar suara tanda peringatan apa yang harus anda lakukan ? Jelaskan langkah per langkah. 3) Apa saja isi Kotak PPPK ?.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas Tugas 20 Prosedur Pengungsian Darurat Petunjuk : Anda mungkin perlu bantuan perwakilan keselamatan dan kesehatan kerja atau petugas kepegawaian untuk melengkapi tugas berikut : 1) Adakah lebih dari satu jenis sirene atau suara tanda peringatan ditempat kerja anda untuk keadaan darurat ? YA / TIDAK 2) Jika ya.

Memahami siapa yang diwajibkan untuk mengawasi pelaksanaan undang-undang keselamatan kerja (pasal 5 . Anda juga perlu mengetahui langkah-langkah apa yang dilakukan jika anda atau yang lainnya mempunyai permasalahan di tempat kerja.7 dan 8). anda akan mampu untuk : • • • • • Mengidentifikasi istilah dan ruang lingkup wilayah dan jenis pekerjaan yang dijamin undang-undang keselamatan kerja (pasal 1 dan 2) Menjelaskan dengan peraturan perundang-undangan menetapkan syarat-syarat untuk keselamatan kerja (pasal 3 dan 4). Mengapa ini penting ? Keselamatan dan kesehatan anda serta yang lainnya. tergantung atas diketahuinya tanggung jawab anda. Menjelaskan bagaimana pembinaan terhadap pelaksanaan undang-undang keselamatan kerja (pasal 9 dan 10). Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.6.doc Page 76 . dan apa yang dilakukan tentang masalah keselamatan dan kesehatan yang timbul. agar keselamatan dan kesehatan kerja terjamin (pasal 11.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 1 Transparansi UNDANG-UNDANG KESELAMATAN KERJA Jika anda telah lengkap mempelajari unit ini. Menguraikan kewajiban dan hak tenaga kerja serta pengurus.12 dan 13).

instalasiinstalasi dan sebagainya. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 2. 5. pemeliharaan bangunanbangunan. modal. 4. bersih. meningkatkan. 3. industri serta pembangunan. pesawat-pesawat. alat-alat kerja. tertuju pada kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan manusia pada khususnya”. 7. 6. keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah manusia serta hasil karya dan budayanya. nyaman. konstruksi. 9. Semua sasaran itu bertujuan meningkatkan taraf hidup (standard of living) dan kesejahteraan umat manusia. Meningkatkan produktivitas kerja tanpa memeras tenaga kerja dan menjamin kehidupan produksinya. Sasaran Keselamatan kerja: 1. mesin-mesin. pemakaian. Menjamin tempat kerja yang sehat. Mencegah timbulnya penyakit akibat/pekerjaan Mencegah/mengurangi kematian Mencegah/mengurangi cacat tetap Mengamankan material. dan mengamankan produksi. 8. dan aman sehingga menimbulkan kegembiraan semangat dalam bekerja.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 2 Falsafah Keselamatan Kerja “Menjamin keadaan. Memperlancar. alat-alat dan sumber-sumber produksi lainnya sewaktu kerja dan sebagainya. Mencegah terjadinya kecelakaan. Mencegah pemborosan tenaga kerja.doc Page 77 .

Kepala Kantor Depnaker memerintahkan pegawai pengawas untuk melakukan pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan. Kakanwil Depnaker berdasarkan analisis laporan kecelakaan menyusun analisis kecelakaan setiap bulan dan kepada Menteri atau Pejabat yang ditunjuk. Kewajiban melaporkan berlaku bagi pengurus atau pengusaha yang telah dan yang belum mengikutsertakan pekerjaannya ke dalam program jaminan sosial tenaga kerja wajib melaporkan secara tertulis kepada Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja setempat dalam waktu tidak lebih dari 2 x 24 jam. Kepala Kantor Depnaker berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan pada setiap akhir bulan menyusun analisis laporan kecelakaan dan menyampaikan kepada Kakanwil Depnaker selambat-lambatnya tanggal 5 bulan berikutnya. Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan berdasarkan analisis laporan kecelakaan menyusun analisis laporan kekerapan dan keparahan kecelakaan tingkat nasional. Penyampaian laporan dapat dilakukan secara lisan sebelum dilaporkan secara tertulis.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 3 Tata Cara Pelaporan Kecelakaan Pengurus atau pengusaha wajib melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi di tempat kerja dipimpinnya.doc Page 78 . Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Pemeriksaan Kecelakaan Setiap setelah menerima laporan kecelakaan dari pengurus atau pengusaha.

doc Page 79 . 9) Pengelolaan material dan pemindahannya . 8) Pelaporan dan perbaikan kekurangan . 11) Pemeriksaan sistem manajemen . Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. maka Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Audit Sistem Manajemen K3 Untuk pembuktian penerapan Sistem Manajemen K3. 5) Pembelian . 7) Standar Pemantauan . 10) Pengumpulan dan penggunaan data . 12) Pengembangan keterampilan dan kemampuan.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 4 Penerapan Sistem Manajemen K3 Untuk menjamin orang lain yang proses produksi perlu penerapan Kerja keselamatan dan kesehatan tenaga kerja maupun berada di tempat kerja. serta sumber produksi. 2) Strategi pendokumentasian . 6) Keamanan bekerja berdasarkan Sistem Manajemen K3 . dan lingkungan kerja dalam keadaan aman. maka perlu diaudit unsur-unsur : 1) Pembangunan dan pemeliharaan komitmen . 4) Pengendalian dokumen . 3) Peninjauan ulang desain dan kontrak .

cedera dan sakit. • Menjelaskan apa yang dimaksud dengan lembaran data keselamatan bahan (Material Safety Data Sheet / MSDS) dan bagaimana menggunakannya. dan menjelaskan bagaimana bahaya dapat dicegah dan dikontrol. sehingga mereka dapat bekerja kearah pengurangan kecelakaan.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 5 Bahaya di Tempat Kerja Tujuan : • Menggambarkan jenis-jenis bahaya di tempat kerja • Mengidetifikasi bahaya yang dapat menyebabkan kesalahan dan cedera pada tempat kerja anda.doc Page 80 . Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Mengapa ini penting ? Semua pekerja perlu menyadari bahaya di tempat kerja.

Bahaya Bahan Kimia : • Gas. Bahaya Ergonomi : • Desain peralatan buruk atau tata letak yang salah 4. cairan. dan zat berbahaya lainnya 3. getaran. debu. asap. Bahaya Psikologi : • Stress.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 6 Jenis-jenis Bahaya : 1. virus penyakit Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 81 . tekanan udara • Penanganan manual dan pengangkatan 2. atau tidak senang pada pekerjaan 6. Bahaya Fisik : • Gerakan peralatan atau bagian mesin • Bising. Bahaya Radiasi : • Radiasi microwave • Cahaya laser daya tinggi • Pemanas infra-red daya tinggi • Sinar gamma dari zat radio aktif • Radiasi ultra violet dari matahari 5. pencahayaan. Bahaya Biologi : • Inspeksi kuman.

eliminir bahaya • Jika bahaya tidak bisa dieliminir. cari cara yang aman untuk mengerjakan • Pastikan prosedur dan sistim kerja yang aman • Gunakan peralatan dan pakaian pelindung Bahaya dan Pencegahan : • Pengaturan Kerja • Gerakan Mesin • Pengaruh Kebisingan • Penanganan Manual • Reaksi bahan Kimia • Alkohol dan Penggunaan Obat Bius • Bahaya lain ditempat Kerja Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 7 Prinsip Pencegahan atau Pengontrolan Bahaya : • Bila mungkin.doc Page 82 .

• Menjelaskan bahaya apa yang dapat disebabkan oleh tata laksana yang buruk. • Menjelaskan apa maksud gambar simbol keselamatan kerja. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. terjadi karena pekerja dan perusahaan tidak memberikan perhatian pada tata laksana yang baik. Mengapa ini penting ? Banyak kecelakaan tidak dapat dihindarkan pada tempat kerja.doc Page 83 .Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 8 Tata Laksana Industri Tujuan : • Menjelaskan apa maksud Tata Laksana Industri • Menjelaskan bagaimana tata laksana yang baik dapat membuat tempat kerja aman.

Bau yang menyengat. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. • Barang berbahaya tersimpan pada tempat khusus yang aman • Bahan kimia diberi label dengan jelas.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 9 Manfaat Tata Laksana Yang Baik : • Memperkecil kecelakaan dan cedera yang terjadi di tempat kerja • Risiko kebakaran berkurang • Pekerja lebih percaya diri bekerja dengan aman • Tempat kerja menjadi lebih efesien Beberapa Hal Penting Dalam Penyimpanan Bahan : • Mudah diambil dan diangkut • Bahan tersimpan pada rak. gumpalan awan dan debu dari asap harus diselidiki. debu dan radiasi. terpisah sesuai jenisnya dan disimpan pada tempat yang memenuhi persyaratan • Lokasi gudang dan area kerja selalu dimonitor batas tingkatan asap. laci atau kotak masingmasing.doc Page 84 .

Contoh. Contoh. gunakan kaca mata Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Contoh. mudah terbakar atau awas api • Tanda Pemberitahuan /Tempat perlengkapan keadaan darurat tersimpan. tempat PPPK • Tanda Perintah/Pemberitahuan kepada pekerja dimana perlengkapan keselamatan khusus harus dipakai. Gambar putih diatas warna dasar biru. Gambar lingkaran dengan diagonal merah diatas warna dasar putih.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 10 Contoh Gambar Simbol Keselamatan • Tanda Larangan / Pencegahan kecelakaan . • Tanda Peringatan bahaya keselamatan dan kesehatan kerja. Berbentuk segi tiga dengan warna hitam diatas warna dasar putih. Berbentuk segi empat . Contoh.doc Page 85 . dilarang merokok.

• Menjelaskan sumber-sumber polusi. Mengapa ini Penting ? Banyak polusi yang terjadi pada industri dan menyebabkan terganggunya lingkungan dan membahayakan manusia dan habitat makhluk lainnya secara luas. • Menjelaskan cara pencegahan dan pengontrolan polusi.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 11 Polusi pada Industri Tujuan : • Menjelaskan istilah-istilah pada polusi. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 86 .

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 12 Polusi pada Lingkungan Industri • Polusi dari serat (fiber) dan debu • Polusi dari bahan kimia • Polusi kebisingan Pencegahan dan Pengontrolan Polusi pada tempat kerja industri utamanya disebabkan oleh timbulnya bahaya serat dan debu. Lima Prinsip Pencegahan dan Pengontrolan dijelaskan pada unit 2 yaitu : • Lenyapkan • Ganti (bahan) • Kontrol • Prosedur dan sistim kerja yang aman • Perlengkapan dan pakaian pelindung.doc Page 87 . kandungan kimia dan tidak amannya tingkat kebisingan.

• Menggambarkan sikap.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 13 Keselamatan Pribadi Tujuan : • Mengenalkan sikap aman dan tidak aman di tempat kerja.doc Page 88 . • Mendata cara yang dapat meminimalkan risiko dan cedera. Mengapa ini penting ? Semua pekerja perlu menyadari keselamatan pribadi mereka di tempat kerja. prosedur dan praktik kerja yang mungkin menyebabkan cedera diri sendiri atau orang lain. • Mendata barang perlengkapan dan pakaian pelindung • Memilih dengan tepat alat pemadam kebakaran yang sesuai dengan jenis kebakaran/bahan yang terbakar. • Menjelaskan prosedur pengungsian tempat kerja dan pertolongan pertama pada kecelakaan. Sekarang anda akan belajar bagaimana anda dapat meminimalkan risiko untuk diri sendiri dari faktor tersebut. Anda telah siap mempelajari bahaya yang ada di tempat kerja dan polusi yang mungkin timbul dari bahan kimia dan pemesinan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

• Melakukan pekerjaan kewenangan.doc Page 89 . yang tidak punya keterampilan atau • Tidak memperhatikan aturan keselamatan sebab menurut pribadi hal itu menjadi penghambat dalam melakukan pekerjaan. • Mengambil jalan pintas ketika mengerjakan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 14 Tindakan Keamanan Kerja Aktivitas yang perlu dipertanyakan untuk bekerja dengan aman ? • Memodifikasi peralatan atau mesin tanpa kewenangan. • Tidak menggunakan alat pengaman walaupun diperlukan waktu mengerjakan pekerjaan. • Melakukan pekerjaan yang tidak dilatih untuk melakukan. • Melakukan pekerjaan selalu seperti cara sendiri. walaupun jalan pintas melanggar petunjuk prosedur bekerja yang aman. walaupun metoda bekerja dengan aman telah dikembangkan.

• Jangan melakukan sesuatu yang dapat melukai diri sendiri atau orang lain. • Laporkan semua kecelakaan dan cedera sekecil apapun jika kemungkinan terjadi. • Jangan melakukan sesuatu yang belum dilatih. • Berikan gagasan tentang bagaimana pemesinan. • Laporkan praktik kerja dan situasi yang diperkirakan tidak aman. tidak punya • Kerja sama dan partisipasi dalam program ini membuat tempat kerja aman.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 15 Tindakan Bekerja dengan Aman Daftar berikut ini seharusnya dipraktikan secara rutin. perlengkapan dan praktik kerja dapat dibuat aman. • Laporkan kesalahan atau peralatan dan perlengkapan yang tidak aman. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. • Ikuti aturan dan petunjuk keselamatan • Ketahui tanda peringatan dan pahami maksudnya dan lakukan seperti yang ditunjukan. keterampilan atau kewenangan melakukannya.doc Page 90 . • Selalu mengunakan peralatan dan perlengkapan dengan benar untuk pekerjaan yang dilakukan. dipelajari dengan seksama dan • Pikirkan tentang apa yang dapat terjadi sebelum melakukannya.

Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 16 Perlengkapan dan Pakaian Pelindung Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 91 .

LPG dengan menggunakan air pakai selang atau alat pemadam -Matikan suplai (kiriman) gas. Bahan cair yang mudah terbakar BCF (kuning). Busa/bahan kimia kering (merah/ dengan pita putih) Kelas E Bahan kelistrikan perlengkapannya. Air (tabung warna merah) seperti papan.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 17 Keselamatan Kebakaran dan Perlindungan Tabel Golongan Kebakaran dan Bahan Pemadam Golongan Kebakaran Kelas A Kebakaran mengandung Bahan/alat pemadam Bahan padat mengandung karbon. CO2 (merah/ dengan pita hitam. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Busa/bahan kimia kering (merah/ dengan pita putih Bahan gas yang mudah terbakar -Jaga tabung gas tetap dingin seperti asitelin. minyak cat . kertas.doc Page 92 . CO2 seperti bensin. (merah/ dengan pita hitam. Busa (biru). dll. solar . Kelas B Kelas C Kelas D Bahan logam Serbuk kering (merah/ dengan pita putih) dan BCF (kuning). batu bara dll.

Catatan: Ketika bocoran gas terbakar. 5. 3.doc Page 93 . 2. 4. jangan coba untuk memadamkannya sebelum kebocoran dihentikan. 6.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 18 Enam Langkah Keselamatan Menghadapi Kebakaran : 1. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

setiap orang seharusnya telah berlatih dasardasar pertolongan pertama.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 19 Ringkasan Keselamatan dan kesehatan kerja. pengawas kebakaran. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. kebakaran dan prosedur pengungsian keadaan darurat tidak dapat dianggap enteng. dan siapa yang ditunjuk sebagai petugas. Catatan : Walaupun tindakan pertolongan pertama tidak diuraikan dalam unit ini.doc Page 94 . perwakilan keselamatan dan kesehatan kerja dan lainnya. Berdasarkan tempat kerja anda kembangkan prosedur dan tetapkan petugas sebagai ahli pertolongan pertama. Yakinkan anda mengetahui prosedur yang tepat untuk tempat kerja anda. Anda tidak dapat menunggu terjadinya masalah dan kemudian baru memutuskan bagaimana menanganinya.

doc Page 95 . Untuk menilai unit ini mungkin Anda akan memilih metode yang ditawarkan dalam pedoman ini. Pengakuan terhadap kompetensi yang ada dengan mengumpulkan bukti-bukti kemampuan untuk dinilai apakah seseorang telah memenuhi standar kompetensi. Penilai mengakui bahwa individuindividu dapat mencapai kompetensi dalam berbagai cara: • • kualifikasi terdahulu belajar secara informal. Bila Anda menilai kompetensi ini Anda harus mempertimbangkan seluruh issue di atas untuk mencerminkan sifat kerja yang nyata . merespon dan bereaksi secara layak bila sesuatu salah memenuhi suatu peranan dalam sesuatu rangkaian tugas-tugas pada pekerjaan mentransfer/mengimplementasikan keterampilan dan pengetahuan pada situasi baru. Para penilai harus memperhatikan petunjuk penilaian dalam standar kompetensi sebelum memutuskan metode penilaian yang akan dipakai. Kualifikasi Penilai Dalam kondisi Iingkungan kerja.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini BAB 5 CARA MENILAI UNIT INI Apa yang Dimaksud dengan Penilaian ? Penilaian adalah proses pengumpulan bukti-bukti hasil ujian/pekerjaan dan pemberian nilai atas kemajuan peserta pelatihan dalam mencapai kriteria unjuk kerja seperti yang dimaksud dalam Standar Kompetensi. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Penilaian lebih untuk mengidentifikasi pencapaian dan penguasaan kompetensi peserta pelatihan dari pada hanya untuk membandingkan prestasi peserta terhadap peserta lain. atau mengembangkan metode Anda sendiri untuk melakukan penilaian. Bila pada nilai yang ditetapkan telah tercapai ( sesuai dengan kriteria ). Apa yang Dimaksud dengan Kompeten? Tanyakan pada diri Anda sendiri : “Kemampuan kerja apa yang benar-benar dibutuhkan oleh peserta pelatihan”? Jawaban terhadap pertanyaan ini akan mengatakan kepada Anda tentang apa yang kita maksud dengan kata “kompeten”. Untuk menjadi kompeten dalam suatu pekerjaan yang berkaitan dengan keterampilan berarti bahwa orang tersebut harus mampu untuk : • • • • • menampilkan keterampilan pada level (tingkat) yang dapat diterima mengorganisasikan tugas-tugas yang dibutuhkan. baik memenuhi standar kompetensi untuk suatu pekerjaan maupun untuk kualifikasi formal. Pengakuan Kompetensi yang Dimiliki Prinsip penilaian terpadu memberikan pengakuan terhadap kompetensi yang ada tanpa memandang dari mana kompetensi tersebut diperoleh. maka dinyatakan bahwa kompetensi sudah dicapai . seorang peniIai industri yang diakui akan menentukan apakah seorang pekerja mampu melakukan tugas yang terdapat dalam unit kompetensi ini .

secara umum mengikuti format berikut: (a) (b) Menampilkan pokok keterampilan kompetensi/kriteria unjuk kerja. BETUL 2. Untuk penilaian unit “Keselamatan dan Kesehatan Kerja “ disarankan hal-hal sebagai berikut: Penilaian Pengetahuan Pokok Penilaian Teori Sub-Kompetensi/Elemen 1 : Peraturan Kerja Tes berdasarkan pada soal-soal berikut : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan pilhan yang tepat ! Pertanyaan 1 sampai 5. Sebagai contoh. Tes essay dapat juga digunakan dengan soal-soal atau pertanyaan yang relevan dengan unit ini. Mereka tidak boleh melanjutkan unit berikutnya sebelum mereka benar-benar menguasai (kompeten) pada materi yang sedang dilatihkan .doc Page 96 . Tes pengetahuan pokok biasanya digunakan tes obyektif. bergerak atau tetap. Setiap sesi praktik atau tugas seharusnya dinilai secara individu untuk tiap Sub-Kompetensi.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini Ujian yang Disarankan Umum Unit Kompetensi ini. komparasi. lingkari salah satu BETUL atau SALAH 1. berdasar pada dua hal yaitu: • • pengetahuan dan keterampilan pokok hubungan dengan keterampilan praktik. Pengertian tempat kerja dalam undang-undang keselamatan kerja adalah tiap ruangan atau lapangan. walaupun bekerja di negara lain. dimana tenaga kerja melakukan pekerjaan. SALAH Ruang lingkup yang dicakup oleh undang-undang no 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja adalah mengatur pekerja Indonesia. Penilaian untuk unit ini. Sebagai patokan disini seharusnya paling sedikit satu penilaian tugas untuk pengetahuan pokok pada setiap elemen kompetensi. pilihan ganda. Hal ini penting sekali. BETUL SALAH Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Sesi praktik seharusnya diulang sampai tingkat penguasaan yang disyaratkan dari sub kompetansi dicapai. tertutup atau terbuka. di mana peserta dinilai (penilaian formatif) pada setiap elemen kompetensi. mengisi/melengkapi kalimat. dan pengetahuan untuk setiap sub- Berhubungan dengan sesi praktik atau tugas untuk memperkuat teori atau mempersiapkan praktik dalam suatu keterampilan.

BETUL 2. 6. BETUL SALAH Page 97 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan dilakukan oleh pegawai pengawas setelah Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja menerima laporan kecelakaan dari pengurus atau pengusaha. kebakaran. Pengawas.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini 3. Sistem Manajemen K3 wajib diterapkan oleh perusahaan yang proses atau bahan produksinya mengandung potensi bahaya peledakan. Menteri Sub-Kompetensi/Elemen 2 : Bahaya di tempat kerja Tes berdasarkan pada soal-soal berikut : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan pilhan yang tepat ! Pertanyaan 1 sampai 5. walaupun tenaga kerjanya dibawah batas ketentuan (kurang dari serratus orang). perusahaan dapat melakukan audit melalui Badan Audit yang ditunjuk oleh : (a) (b) (c) Pengusaha. Untuk pembuktian penerapan Sistem Manajemen K3. lingkari salah satu BETUL atau SALAH. 1. BETUL SALAH Berikan tanda cek ( V ) pada kotak dekat jawaban yang terbaik. cedera atau sakit BETUL SALAH 3. BETUL SALAH 4.doc . BETUL SALAH 5. SALAH Bahaya dapat mengarah pada kecelakaan. pencemaran dan penyakit akibat kerja. Pekerja seharusnya menyadari bahaya ditempat kerja. Kewajiban melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi di tempat kerja oleh pengurus atau pengusaha meliputi yang telah dan yang belum mengikutsertakan pekerjaannya ke dalam program jaminan sosial tenaga kerja. Semua bahaya tempat kerja dapat dihilangkan.

BETUL SALAH 3. 6. Lingkaran biru indikasi simbol keselamatan dimana peralatan pelindung harus dipakai. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Saluran tenaga listrik seharusnya tidak terhampar melintang dipermukaan lembab/basah sebab : (a) (b) (c) Bisa tersengat listrik. Tata laksana industri adalah tanggung jawab dari staf kebersihan. Menambah beban listrik yang digunakan. peringatan bahaya biologi. BETUL SALAH Sub-Kompetensi/Elemen 3 : Tata Laksana Indusri Tes berdasarkan pada soal-soal berikut : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan pilhan yang tepat ! Pertanyaan 1 sampai 5. BETUL SALAH 5. BETUL SALAH 5. Sekering/pengaman bisa putus. Simbol keselamatan segi-tiga 'tengkorak dan tulang bersilang' digambar diatas latar belakang kuning. kesengat listrik dan ketinggian juga berbahaya. BETUL SALAH 4. BETUL SALAH Berikan tanda cek ( V ) pada kotak dekat jawaban yang terbaik. SALAH Jalan masuk seharusnya dengan jelas ditandai dengan garis hijau. Berlebihan panas atau dingin. Bahan yang mudah terbakar mudah dimakan api BETUL 2. Pekerja yang telah minum alkohol atau sedang melakukan pengobatan dapat mencederai diri sendiri atau orang lain. lingkari salah satu BETUL atau SALAH 1.doc Page 98 .Bab 5 Cara Menilai Unit Ini 4.

Kenyamanan pekerja menggunakan pakaian dan perlengkapan keselamatan tidak penting. Anda seharusnya selalu memikirkan tentang apa yang dapat terjadi sebelum anda melakukan sesuatu.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini Sub-Kompetensi/Elemen 4 : Polusi pada Indusri Tes berdasarkan pada soal-soal berikut : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan pilhan yang tepat ! Pertanyaan 1 sampai 5. BETUL 2. BETUL SALAH Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. lingkari salah satu BETUL atau SALAH 1. SALAH Pekerja seharusnya dengan benar dilatih menggunakan dan merawat pakaian dan perlengkapan keselamatan. harus dikontrol sebagaimana mestinya. Ketika membuang sisa/sampah bahan kimia. SALAH Semua bahaya bahan kimia dengan mudah identifikasi. Pemadam kebakaran karbon dioksida cocok untuk kebakaran kelistrikan.doc Page 99 . Kebisingan keras yang terus menerus dapat menyebabkan kehilangan pendengaran. BETUL SALAH 3. BETUL SALAH Sub-Kompetensi/Elemen 5 : Keselamatan Pribadi Tes berdasarkan pada soal-soal berikut : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan pilhan yang tepat ! Pertanyaan 1 sampai 5. BETUL SALAH 4. Dengan debu dan serat di udara cukup aman bekerja. BETUL SALAH 5. lingkari salah satu BETUL atau SALAH 1. BETUL 2. BETUL SALAH 3. Polusi di pabrik kita dapat dikontrol atau dicegah. BETUL SALAH 4.

Sesuatu yang pertama dilakukan dalam kasus kebakaran adalah memberitahu pasukan pemadam kebakaran. Bahaya bahan kimia. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Cahaya yang hebat/tajam (yaitu dalam pengelasan). BETUL SALAH Berikan tanda cek ( V ) pada kotak dekat jawaban yang terbaik. Semua hal diatas. Kaca-mata dan kaca pelindung keselamatan lainnya mungkin disediakan untuk melindungi dari : (a) (b) (c) (d) Pecahan beterbangan. 6.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini 5.doc Page 100 .

Tidak Perlu Latihan Lanjutan 5.0 Menjelaskan keselamatan pribadi. 5.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dijelaskan 2.1 Isi undang-undang No. Pokok-pokok Pengetahuan dan Keterampilan 1. 2.1 Penyebab cedera pribadi dan sikap kerja yang aman diuraikan. 4. 2. 1.0 Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja.2 Beberapa cara untuk mengontrol dan mencegah bahaya diuraikan.3 Tindakan keselamatan dan perlindungan kebakaran dijelaskan 5. Per. 5.doc Page 101 .2 Prosedur pencegahan dengan perlengkapan pelindung yang tepat diuraikan. 4. 3.2 Maksud gambar simbol keselamatan kerja dijelaskan. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja dijelaskan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Tugas-tugas Penilaian Ya 1.2 Tindakan pencegahan dan pengontrolan polusi diuraikan.1 Cara tata laksana industri yang baik dapat mengurangi bahaya dijelaskan.1 Sumber polusi pada suatu lingkungan industri dijelaskan.03/MEN/1998 tentang tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan dijelaskan. 3. 1. Per.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini Ringkasan Penilaian Pengetahuan dan Keterampilan Gunakan tugas-tugas ini untuk menetapkan apakah peserta pelatihan telah menguasai pokokpokok pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan.2 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. 5. 3.0 Mengidentifikasi undang-undang dan peratuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3).3 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.1 Potensi bahaya di tempat diidentifkasi. 4.0 Menjelaskan polusi pada industri.4 Prosedur pengungsian dan tindakan pertolongan pertama diterangkan.0 Menjelaskan tata laksana industri.

…. …. . .doc Page 102 .Pengawasan dan Pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja .Jenis-jenis bahaya . ….Pemeriksaan kecelakaan . …. ….Tata laksana yang baik .Perlengkapan dan pakaian pelindung serta program ditempat kerja . Apakah telah memberikan bukti-bukti menunjukkan bahwa peserta dapat : Menjelaskan isi Undang-undang dan peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) meliputi : .Syarat-syarat keselamatan kerja . ….Bab 5 Cara Menilai Unit Ini Checklist yang Disarankan Bagi Penilai Modul : Keselamatan dan Kesehatan Kerja. …. …. …. ….Hak dan kewajian tenaga kerja dan pengurus. Nama Peserta : Nama Penilai : yang cukup yang Catatan tentang ….Tujuan.Pertolongan pertama pada kecelakaan.Polusi bahan kimia serta pencegahan. ….Polusi kebisingan serta pencegahan Menjelaskan penyebab cedera dan prosedur keselamatan pribadi yakni : . sasaran dan penerapan sistem manajemen K3 .Tata cara pelaporan kecelakaan . ….Penyimpanan bahan . …. …. ….Gambar simbol keselamatan kerja. Menjelaskan cara tata laksana industri. ….Polusi serat dan debu serta pencegahan .Keselamatan dan perlindungan kebakaran . …. diantaranya : .Pencegahan dan pengontrolan bahaya. ….Audit sistem manajemen K3 dan mekanisme pelaksanaan audit Mengidentifikasi potensi dan mengatasi bahaya di tempat kerja : .Prosedur pengungsian darurat . …. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Menjelaskan sumber dan pengontrolan polusi pada industri : .Tindakan keamanan kerja .

Bab 5 Cara Menilai Unit Ini Lembar Penilaian Unit : BSDC 0201 / Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nama Peserta Pelatihan Nama Penilai Peserta yang Dinilai : : …………………………………… : ………….……………….……….doc Page 103 . Tanda tangan Peserta Pelatihan: Tanggal: Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.. Kompeten Kompetensi yang Dicapai Umpan balik untuk Peserta: Tanda tangan Peserta sudah diberitahu tentang hasil Tanda tangan Penilai: penilaian dan alasan-ala san mengambil keputusan Tanggal: Saya sudah diberitahu tentang hasil penilaian dan alasan mengambil keputusan tersebut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful