Indonesia Australia Partnership for Skills Development

Batam Institutional Development Project

Paket Pembelajaran dan Penilaian
Kode Unit : BSDC-0201

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
(Occupational Health and Safety)

( Desember 2001 )

Daftar Isi
BAB 1 PENGANTAR ......................................................................................................... 1 Selamat Berjumpa di Buku Pedoman ini !................................................................... 1 Persyaratan Minimal Kemampuan Membaca, Menulis & Berhitung ........................... 1 Definisi ........................................................................................................................ 1 Berapa Lama Mencapai Kompetensi ? ....................................................................... 2 Simbol ......................................................................................................................... 2 Terminologi ................................................................................................................. 2 BAB 2 ARAHAN BAGI PELATIH ...................................................................................... 5 Peran Pelatih............................................................................................................... 5 Strategi Penyajian ....................................................................................................... 5 Alat Bantu yang Dibutuhkan untuk Menyajikan Kompetensi Ini.................................. 5 Peraturan .................................................................................................................... 6 Sumber-sumber untuk Mendapatkan Informasi Tambahan ........................................ 6 BAB 3 STANDAR KOMPETENSI...................................................................................... 7 Judul Unit .................................................................................................................... 7 Deskripsi Unit .............................................................................................................. 7 Kemampuan Awal ....................................................................................................... 7 Elemen Kompetensi dan Kriteria Unjuk Kerja ............................................................. 7 Variabel ....................................................................................................................... 8 Pengetahuan dan Keterampilan Pokok....................................................................... 9 Konteks Penilaian ....................................................................................................... 9 Aspek Penting Penilaian ............................................................................................. 9 Keterkaitan dengan Unit Lain.................................................................................... 10 Kompetensi Kunci yang akan Didemonstrasikan dalam Unit Ini ............................... 10 Tingkat Kemampuan yang Harus Ditunjukkan dalam Menguasai Kompetensi ini .... 10 BAB 4 A B C STRATEGI PENYAJIAN ...................................................................................... 11 Rencana Materi ................................................................................................. 11 Cara Mengajarkan Standar Kompetensi............................................................ 13 Materi Pendukung untuk Pelatih........................................................................ 21 Lembar Informasi........................................................................................... 22 Tugas............................................................................................................. 64 Transparansi.................................................................................................. 76 BAB 5 CARA MENILAI UNIT INI ...................................................................................... 95 Apa yang Dimaksud dengan Penilaian ? .................................................................. 95 Apa yang Dimaksud dengan Kompeten?.................................................................. 95 Pengakuan Kompetensi yang Dimiliki ....................................................................... 95 Kualifikasi Penilai ...................................................................................................... 95 Ujian yang Disarankan .............................................................................................. 96 Checklist yang Disarankan Bagi Penilai.................................................................. 102 Lembar Penilaian .................................................................................................... 103

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Bab 1

Pengantar

BAB 1

PENGANTAR

Selamat Berjumpa di Buku Pedoman ini !
Buku Paket Pembelajaran dan Penilaian ini menggunakan sistem pelatihan berdasarkan kompetensi untuk mengajarkan keterampilan ditempat kerja, yakni suatu cara yang secara nasional sudah disepakati untuk penyampaian keterampilan, sikap dan pengetahuan yang dibutuhkan dalam suatu proses pembelajaran. Penekanan utamanya adalah tentang apa yang dapat dilakukan seseorang setelah mengikuti pelatihan. Salah satu karakteristik yang paling penting dari pelatihan yang berdasarkan kompetensi adalah penguasaan individu secara aktual di tempat kerja. Pelatih harus menyusun sesi-sesi kegiatannya sesuai dengan : • • • • kebutuhan peserta pelatihan persyaratan-persyaratan organisasi waktu yang tersedia untuk pelatihan situasi pelatihan.

Strategi penyampaian dan perencanaan sudah dipersiapkan oleh pelatih untuk peserta pelatihan. Masalah yang disarankan akan memberikan suatu indikasi tentang apa yang harus dicantumkan dalam program tersebut untuk memenuhi/mencapai standar kompetensi. Strategi pembelajaran dan penilaian yang dipersiapkan dalam unit ini tidaklah bersifat wajib namun digunakan sebagai pedoman. Peserta pelatihan didorong untuk memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman industri mereka. Contoh-contoh produk industri lokal atau hasil pengembangan sumber-sumber yang mereka miliki, dapat membantu dalam menyesuaikan materi dan memastikan relevansi pelatihan.

Persyaratan Minimal Kemampuan Membaca, Menulis & Berhitung
Untuk melaksanakan pelatihan secara efektif dan agar dapat mencapai standar kompetensi diperlukan tingkat kemampuan minimal dalam membaca, menulis dan menghitung berikut: Kemampuan membaca dan menulis Kemampuan menghitung Kemampuan baca, interpretasi dan membuat teks. Kemampuan menggabungkan informasi untuk dapat menafsirkan suatu pengertian Kemampuan minimal untuk menggunakan matematika dan simbol teknik, diagram dan terminologi dalam konteks umum dan yang dapat diprediksi serta dimungkinkan untuk mengkomunikasikan keduanya yaitu antara matematik dan teknik.

Definisi
Seseorang yang berkeinginan untuk memperoleh kompetensi seharusnya berkenan menamakan dirinya sebagai peserta latih. Dalam situasi pelatihan, anda dapat ditempatkan sebagai siswa, pelajar atau sebagai peserta, sehingga seorang pengajar kompetensi ini adalah sebagai pelatih. Sebaliknya, dalam situasi pelatihan anda juga dapat ditempatkan sebagai guru, mentor, fasilitator atau sebagai supervisor.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Page 1

Simbol Dalam keseluruhan paket pelatihan akan kita lihat beberapa simbol. Penilaian Proses formal yang memastikan pelatihan memenuhi standar-standar yang dibutuhkan oleh industri. Berikut penjelasan tentang simbol : Simbol Keterangan Handout ( Pegangan Peserta ) HO OHT Overhead Transparansi yang dapat digunakan dalam penyampaian materi pelatihan Penilaian kompetensi yang harus dikuasai Penilaian Tugas Tugas / kegiatan diselesaikan. jenis kelamin. agama atau latar belakang pendidikan. sosial. dengan demikian dimungkinkan peserta pelatihan yang berbeda memerlukan waktu yang berbeda pula untuk mencapai suatu kompetensi tertentu.Bab 1 Pengantar Berapa Lama Mencapai Kompetensi ? Dalam sistem pelatihan berdasarkan kompetensi. Proses ini dilaksanakan oleh seorang penilai yang memenuhi syarat (cakap dan berkualitas) dalam kerangka kerja yang sudah disetujui secara Nasional. kultur. fokusnya harus tertuju kepada pencapaian suatu kompeterisi/keahlian.doc Page 2 . Kompeten Mampu melakukan pekerjaan dan memiliki keterampilan. Penilai Seseorang yang telah diakui/ditunjuk oleh industri untuk menilai/menguji para tenaga kerja di suatu area tertentu. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Pelatihan Berdasarkan Kompetensi Pelatihan yang berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam menguasai suatu kompetensi/ keahlian secara terukur dan mengacu pada standar yang sudah ditetapkan. pengetahuan dan sikap yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan secara efektif ditempat kerja serta sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan. bukan pencapaian pada pemenuhan waktu tertentu. atau aktivitas yang harus Terminologi Akses dan Keadilan Mengacu kepada fakta bahwa pelatihan harus dapat diakses oleh setiap orang tanpa memandang umur.

menggunakan ide-ide teknikmatematis . memecahkan masalah penggunaan teknologi. merencanakan dan mengorganisasikan aktifitas. Kompetensi Kunci Kompetensi yang menopang seluruh unjuk kerja dalam suatu pekerjaan.Bab 1 Pengantar Aspek Penting Penilaian Menerangkan fokus penilaian dan poin-poin utama yang mendasari suatu penilaian.doc Page 3 . Acuan Penilaian Acuan penilaian adalah garis pedoman tentang bagaimana sebuah unit kompetensi harus dinilai. yaitu untuk membantu dalam memastikan bahwa pelajaran dilaksanakan secara baik dan adanya umpan balik kepada peserta tentang kemajuan yang mereka capai. bekerja dengan orang lain dalam sebuah tim. Konteks Penilaian Menetapkan dimana. Supervisor melakukan pemeriksaan atas penyelesaian pekerjaan. Tugas-tugas yang Iebih luas dan lebih kompleks dengan peningkatan kemampuan diri untuk menangani pekerjaan secara otonomi. Elemen Kompetensi Elemen atau Sub-Kompetensi adalah keterampilan-keterampilan yang membangun suatu unit kompetensi. mengorganisasikan dan mengkomunikasikan ide-ide dan informasi. Penilaian Formatif Kegiatan penilaian berskala kecil yang dilakukan selama pelatihan. dalam menguasai 3 Strategi Penyajian Strategi penyajian adalah dengan menyediakan informasi yang diperlukan tentang bagaimana melaksanakan pelatihan berdasarkan program yang dilaksanakan di tempat kerja dan/atau di tempat pelatihan/ organisasi yang bersangkutan. menganalisis. Kompetensi-kompetensi ini digolongkan ke dalam tingkat yang berbeda sebagai berikut: Tingkat kemampuan kompetensi ini Tingkat 1 2 yang harus ditunjukkan Karakteristik Tugas-tugas rutin dalam prosedur sudah tercapai dan secara periodik kemajuannya diperiksa oleh supervisor. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Bertanggung jawab atas aktifitas-aktifitas yang kompleks dan non-rutin yang diarahkan dan bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain. Fleksibel Tidak ada pendekatan tunggal terhadap penyampaian dan penilaian unjuk kerja dalam sistem pelatihan berdasarkan kompetensi. Adil Tidak merugikan para peserta tertentu. Ini meliputi: mengumpulkan. bagaimana dan dengan metode apa penilaian akan dilaksanakan.

doc Page 4 . yakni untuk memastikan bahwa peserta pelatihan sudah mencapai kriteria unjuk kerja. Pengetahuan dan Keterampilan Pokok Definisi atau uraian tentang keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk mencapai suatu keahlian/keterampilan pada tingkat yang telah ditetapkan Deskripsi Unit Gambaran umum tentang program pembelajaran/ kompetensi yang hendak dicapai. Hal tersebut biasanya adalah kompetensi yang berkaitan dengan standar kompetensi industi dan juga berkaitan dengan pembelajaran dan pelatihan sebelumnya. pengetahuan dan kemampuan sesseorang yang telah dicapainya.Recognition of Prior Learning) Pengakuan terhadap hasil belajar sebelum mempelajari suatu unit kompetensi untuk mendukung pencapaian unit kompetensi tersebut. Pengakuan Kemampuan yang Dimiliki (RCC.Bab 1 Pengantar Keterkaitan dengan Unit Lain Menerangkan peran suatu unit dan tempatnya dalam susunan kompetensi yang ditetapkan oleh industri. Peserta Orang yang menerima / mengikuti pelatihan. Valid Penilàian terhadap fakta-fakta dan kriteria unjuk kerja yang sama akan menghasilkan hasil akhir penilaian yang sama dari penilai yang berbeda. (lihat RPL) Pengakuan Terhadap Pengalaman Belajar (RPL.Recognition of Current Competence) Pengakuan akan keterampilan. Variabel Penjelasan tentang rincian tempat pelatihan dengan perbedaan konteks yang mungkin dapat diterapkan pada suatu unit kompetensi tertentu. Reliabel Menggunakan metode-rnetode dan prosedur-prosedur yang menguatkan terhadap standar kompetensi dan tingkatannya diinterpretasikan serta diterapkan secara konsisten kepada seluruh konteks dan seluruh peserta pelatihan. Kriteria Unjuk kerja Kriteria-kriteria atau patokan yang digunakan untuk menilai apakah seseorang sudah mencapai suatu kompetensi dalam suatu unit kompetensi. Standar Kompetensi Nasional Kompetensi-kompetensi yang sudah disepakati secara nasional dan standar-standar penampilan kerja yang dijadikan acuan oleh segala pihak dalam melakukan suatu pekerjaan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Hal ini juga memberikan pedoman tentang unit lain yang dapat dinilai bersama. Pelatih Orang yang memberikan pelatihan. (lihat RCC) Penilaian Sumatif Penilaian ini dilakukan setetah pelatihan unit kompetensi selesai.

baik situasi maupun kebutuhan pesertanya. pertimbangkanlah pertanyaan-pertanyaan berikut ini: • • • • Seberapa yakin anda tentang pengetahuan dan ketrampilah anda sendiri yang dibutuhkan untuk menyampaikan setiap elemen? Apakah ada informasi atau peraturan baru yang mungkin anda butuhkan untuk diakses sebelum anda memulai pelatihan? Apakah anda merasa yakin untuk mendemonstrasikan tugas-tugas praktik? Apakah anda akan sanggup menerangkan secara jelas tentang pengetahuan pendukung yang dibutuhkan oleh peserta pelatihan untuk melakukan pekerjaan mereka secara tepat? Apakah anda menyadari situasi ruang Iingkup industri dimana kompetensi ini mungkin diterapkan? Apakah anda menyadari tentang bahasa. referensi. Alat Bantu yang Dibutuhkan untuk Menyajikan Kompetensi Ini Ruang kelas atau ruang belajar memenuhi syarat minimum untuk penyampaian teori kepada peserta pelatihan. papan tulis. kemampuan membaca dan menulis serta keterampilan memahami dan menggunakan matematika peserta pelatihan yang dibutuhkan untuk mendemonstrasikan kompetensi dalam standar kompetensi ini ? Apakah anda menyadari tentang kemampuan membaca gambar peserta pelatihan yang dibutuhkan untuk mendemonstrasikan kompetensi dalam standar kompetensi ini ? Sudahkah anda pertimbangkan isu-isu yang wajar dan dapat diterima dalam merencanakan penyampaian program pelatihan ini? • • • • Strategi Penyajian Variasi kegiatan pelatihan yang disarankan untuk penyampaian kompetensi ini meliputi : • • • • • • • • pengajaran ( tatap muka ) tugas-tugas praktik tugas-tugas proyek studi kasus melalui media (video. OHP dan perlengkapannya. dll ) kerja kelompok bermain peran dan simulasi. flip chart dan perlengkapannya. Untuk memastikan bahwa anda siap bekerja pada kompetensi ini dengan peserta pelatihan. kunjungan/ kerja industri Pelatih harus memilih strategi pelatihan yang Iayak untuk kompetensi yang sedang diberikan. beragam simulasi.doc Page 5 .Bab 2 Arahan Bagi Pelatih BAB 2 ARAHAN BAGI PELATIH Peran Pelatih Salah satu peran anda sebagai pelatih atau guru adalah memastikan standar pelayanan yang tinggi melalui pelatihan yang efektif. jika praktik industri atau magang tidak memungkinkan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. demonstrasi dan penggunaan multi media mungkin cukup memadai. dan alat-alat lain yang diperlukan. Contohnya.

Sumber-sumber untuk Mendapatkan Informasi Tambahan Sumber-sumber informasi meliputi beberapa kategori berikut ini : Sumber bacaan yang dapat digunakan : Judul: Pengarang: Penerbit: Tahun Terbit: Judul: Pengarang: Penerbit: Tahun Terbit: Judul: Pengarang: Penerbit: Tahun Terbit: Judul: Pengarang: Penerbit: Tahun Terbit Occupational Health and Safety Maree Wheelen Western Metropolitan College of TAFE 1990 Keselamatan Kerja dan Tata Laksana Bengkel Tia Setiawan dan Harun Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. 1999 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 2 Arahan Bagi Pelatih Peraturan Perhatikan peraturan-peraturan atau hukum yang relevan serta panduan yang dapat mempengaruhi kegiatan anda. dan yakinkan bahwa peserta pelatihan anda mengikutinya. 1980 Petunjuk Praktis Keselamatan Kerja Soedjono Bhratara Karya Aksara – Jakarta 1985 Himpunan Peraturan Perundang-undangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Tim Penyusun Departemen Tenaga Kerja RI.doc Page 6 .

3. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja dijelaskan.2 Tindakan pencegahan dan pengontrolan polusi diuraikan. 1.1 Potensi bahaya di tempat diidentifkasi. Per.0 Mengidentifikasi undang-undang dan peratuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3). keterampilan dan sikap kerja tentang keselamatan dan kesehatan kerja serta penerapannya di industri.1 Sumber polusi pada suatu lingkungan industri dijelaskan. 3. 1. Standar Kompetensi diharapkan dapat menjadi panduan bagi peserta pelatihan atau siswa untuk dapat : • • • • mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan mengidentifikasikan apa yang telah dikerjakan peserta pelatihan memeriksa kemajuan peserta pelatihan meyakinkan bahwa semua elemen ( Sub-Kompetensi ) dan kriteria unjuk kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.0 Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja.0 Menjelaskan tata laksana industri. 3.2 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. 2.Bab 3 Standar Kompetensi BAB 3 STANDAR KOMPETENSI Dalam sistem pelatihan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.1 Cara tata laksana industri yang dapat mengurangi bahaya dijelaskan. 2.2 Beberapa cara untuk mengontrol dan mencegah bahaya diuraikan.2 Maksud gambar simbol keselamatan kerja dijelaskan. 4.0 Menjelaskan polusi pada industri.3 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Judul Unit Keselamatan dan Kesehatan Kerja Deskripsi Unit Unit ini merupakan unit yang bertujuan untuk mempersiapkan seorang teknisi las dan teknisi lainnya memiliki pengetahuan. Per. 4.doc Page 7 .1 Isi undang-undang No. Kriteria Unjuk Kerja 1. Kemampuan Awal Peserta pelatihan harus telah memiliki kemampuan awal berikut : Nil Elemen Kompetensi dan Kriteria Unjuk Kerja Sub Kompetensi / Elemen 1.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dijelaskan 2. 4.03/MEN/1998 tentang tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan dijelaskan.

• Pencahayaan yang cukup. • Lingkungan kerja yang sehat dan aman dengan ventilasi dan sistem pengisap udara yang memadai. sepatu kerja. sikap kerja serta keterampilan tentang keselamatan dan kesehatan kerja yang bersifat umum untuk keahlian yang relevan dengan pekerjaan las dan fabrikasi logam. Sasarannya adalah segala macam pekerjaan bengkel pada industri-industri manufaktur di lingkungan Pulau Batam dan Bintan serta Indonesia umumnya.1 Penyebab cedera pribadi dan sikap kerja yang aman diuraikan. 5. b.0 Menjelaskan keselamatan pribadi.3 Tindakan keselamatan dan perlindungan kebakaran dijelaskan 5. • • d. helm las dan/ atau kaca mata pengaman ( bila diperlukan ).doc Page 8 . Permasalahan keselamatan dan kesehatan kerja yang perlu diperhatikan : • Pemakaian peralatan keselamatan dan kesehatan kerja seperti : pakaian yang cocok. Pelatihan dapat dilaksanakan di bengkel pelatihan atau di industri yang relevan dengan persyaratan .4 Prosedur pengungsian dan tindakan pertolongan pertama diterangkan. Kriteria Unjuk Kerja 5. Penekanan dari unit ini adalah hal-hal yang mendasar tentang aturan dan sikap keselamatan dan kesehatan kerja.2 Prosedur pencegahan dengan perlengkapan pelindung yang tepat diuraikan.Bab 3 Standar Kompetensi Sub Kompetensi / Elemen 5. • Tersedia sumber-sumber belajar dan media pembelajaran. juga ruang guru yang sebaiknya berdekatan dengan bengkel tersebut. Tersedia bengkel yang memenuhi persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja. Variabel Unit ini bermaksud memberikan pengetahuan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. a. Tersedia alat-alat keselamatan dan kesehatan kerja. 5. c.

Pencegahan dan pengontrolan bahaya.Syarat-syarat keselamatan kerja . yaitu : Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. . sasaran dan penerapan sistem manajemen K3 . . Konteks Penilaian Unit ini dapat dilakukan penilaiannya oleh lembaga pelatihan.Pertolongan pertama pada kecelakaan.Prosedur pengungsian darurat .Polusi serat dan debu serta pencegahan . Aspek Penting Penilaian Fokus penilaian unit ini akan tergantung pada kebutuhan sektor industri yang mencakup dalam program pelatihan.Keselamatan dan perlindungan kebakaran .Tata laksana yang baik .Pemeriksaan kecelakaan .Polusi kebisingan serta pencegahan Keselamatan Pribadi : .Tindakan keamanan kerja .Bab 3 Standar Kompetensi Pengetahuan dan Keterampilan Pokok Pokok-pokok pengetahuan dan keterampilan yang harus dinilai penguasaan dan penampilannya adalah sebagai berikut : Undang-undang dan Peraturan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) : .Jenis-jenis bahaya .doc Page 9 . Polusi pada Industri : . Tata Laksana Industri : .Hak dan kewajian tenaga kerja dan pengurus.Penyimpanan bahan . Penilaian seharusnya meliputi penilaian kemampuan praktik/unjuk kerja dan penilaian pokok-pokok pengetahuan dengan beberapa metoda penilaian.Tata cara pelaporan kecelakaan . asosiasi atau industri tempat bekerja.Polusi bahan kimia serta pencegahan.Perlengkapan dan pakaian pelindung serta program ditempat kerja .Pengawasan dan Pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja .Audit sistem manajemen K3 dan mekanisme pelaksanaan audit Bahaya di Tempat Kerja : .Gambar simbol keselamatan kerja.Tujuan.

Supervisor melakukan pemeriksaan atas penyelesaian pekerjaan. Keterkaitan dengan Unit Lain Unit ini merupakan unit lanjutan yang membekali pengetahuan dan keterampilan untuk proses las busur manual yang akan dipelajari pada tingkat berikutnya. Metode-metode penilain sebaiknya terdiri dari proses dan hasil. 3 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Melakukan tugas-tugas yang Iebih luas dan lebih kompleks dengan peningkatan kemampuan untuk pekerjaan yang dilakukan secara otonom. Kompetensi Kunci yang akan Didemonstrasikan dalam Unit Ini Kompetensi Umum dalam Unit Ini Mengumpulkan. Mengelola dan Menganalisa Informasi Mengkomunikasikan Ide-ide dan Informasi Merencanakan dan Mengorganisir Aktifitas-aktifitas Bekerja dengan Orang Lain dan Kelompok Tingkat 1 1 1 1 Kompetensi Umum dalam Unit Ini Menggunakan Ide-ide dan Teknik Matematika Memecahkan Masalah Menggunakan Teknologi Tingkat 1 1 1 Tingkat Kemampuan yang Harus Ditunjukkan dalam Menguasai Kompetensi ini Tingkat 1 2 Karakteristik Melakukan tugas-tugas rutin berdasarkan prosedur yang baku dan tunduk pada pemeriksaan kemajuannya oleh supervisor. Melakukan aktifitas-aktifitas yang kompleks dan non-rutin. lembaga pelatihan harus menyediakan program pelatihan yang dapat mencakup semua industri agar tidak terjadi prasangka hanya untuk satu sektor industri saja. yang diatur sendiri dan bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain. Untuk pra-pelatihan kejuruan secara umum. Aplikasi seharusnya berhubungan dengan kegiatan manufaktur dan perawatan. Sedangkan untuk penyelenggaraan pelatihan bagi industri yang khusus.doc Page 10 . Perlu hati-hati dalam pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan pelatihan unit ini.Bab 3 Standar Kompetensi • • • • Adanya integrasi antara teori-praktik. perlu diupayakan pelatihan khusus juga agar apa yang dibutuhkan industri tersebut dapat dipenuhi. Penekanan pelatihan adalah prosedur-prosedur dan teknik-teknik yang benar disamping hasilnya. Kondisi unjuk bekerja akan membantu memenuhi maksud ini.

Bahaya di Tempat Kerja : .Pencegahan dan pengontrolan bahaya Tata Laksana Industri : . .Hak dan kewajiban tenaga kerja dan pengurus.0 Mengidentifikasi undangundang dan peraturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja dijelaskan. Per. Per. 1.Pemeriksaan kecelakaan .Audit sistem manajemen K3 dan mekanisme pelaksanaan audit • • • • Kegiatan Penyajian Tanya-jawab Diskusi Latihan Tampilan • Handout • OHT • Tugas Catatan: 1.0 Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja. 2.3 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. 2.Tata laksana yang baik • Penyajian • Tanya jawab • Diskusi • Latihan • Penyajian • Tanya jawab • Diskusi • Handout • OH • Tugas • Handout • OHT • Tugas Page 11 3.Jenis-jenis bahaya .Tujuan. pengajar. peserta dan penilai harus yakin dapat memenuhi seluruh rincian yang tertuang dalam standar kompetensi.03/MEN/1998 tentang tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan dijelaskan.Tata cara pelaporan kecelakaan . 2.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dijelaskan Topik Pelatihan Undang-undang dan peraturan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) : . 1.Bab 4 Strategi Penyajian A Rencana Materi BAB 4 A STRATEGI PENYAJIAN Rencana Materi Penyajian bahan.1 Potensi bahaya di tempat diidentifkasi.1 Isi undang-undang No.0 Menjelaskan tata laksana industri. Isi perencanaan merupakan kaitan antara kriteria unjuk kerja dengan pokok-pokok keterampilan dan pengetahuan .1 Cara tata laksana industri yang baik dapat mengurangi bahaya dijelaskan.2 Beberapa cara untuk mengontrol dan mencegah bahaya diuraikan 3.Syarat-syarat keselamatan kerja .doc . 2. sasaran dan penerapan sistem manajemen K3 . 1. Elemen Jenis Variabel 1.2 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.Pengawasan dan Pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja .

Polusi kebisingan serta pencegahan Kegiatan • Latihan • Penyajian • Tanya jawab • Diskusi • Latihan Tampilan 4. Keselamatan Pribadi : . . Topik Pelatihan .3 Tindakan keselamatan dan perlindungan kebakaran dijelaskan 5.Penyimpanan bahan .0 Menjelaskan keselamatan pribadi.Keselamatan dan perlindungan kebakaran . • Handout • OHT • Tugas 5.Polusi bahan kimia serta pencegahan. 4.Pertolongan pertama pada kecelakaan • Penyajian • Tanya jawab • Diskusi • Latihan • Handout • OHT • Tugas Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.0 Menjelaskan polusi pada industri.doc Page 12 . 5.1 Penyebab cedera pribadi dan sikap kerja yang aman diuraikan.Gambar simbol keselamatan kerja Polusi pada Industri : -Polusi serat dan debu serta pencegahan . 5.2 Maksud gambar simbol keselamatan kerja dijelaskan.4 Prosedur pengungsian dan tindakan pertolongan pertama diterangkan.Perlengkapan dan pakaian pelindung serta program ditempat kerja . 5.Prosedur pengungsian darurat .2 Prosedur pencegahan dengan perlengkapan pelindung yang tepat diuraikan.2 Tindakan pencegahan dan pengontrolan polusi diuraikan.Tindakan keamanan kerja . 4.Bab 4 Strategi Penyajian A Rencana Materi Elemen Jenis Variabel 3.1 Sumber polusi pada suatu lingkungan industri dijelaskan.

keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan dan diskusi HO 2 s.? 1. 9 OHT 1 & 2 Tugas 1 s.d.d.1 Isi undang-undang No. tugas / praktik dan transparansi yang cocok/sesuai dengan standar kompetensi.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Sesi ini menunjukkan hand-out. Instruktur menjelaskan dan memberi tugas tentang maksud dan tujuan undang-undang keselamatan kerja.doc Page 13 . 4 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan. Keterampilan. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja dijelaskan. pasal demi pasal.

05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dijelaskan Instruktur menjelaskan dan memberi tugas tentang maksud dan tujuan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja.3 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.d.2 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.03/MEN/1998 tentang tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan dijelaskan. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan. pasal demi pasal. Instruktur menjelaskan dan memberi tugas tentang maksud dan tujuan peraturan tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan dan diskusi HO 9 s. pasal demi pasal. 19 OHT 4 Tugas 6 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 13 OHT 3 Tugas 5 1. Per. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan.doc Page 14 . Per.? 1. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan dan diskusi HO 14 s.d.

2 Beberapa cara untuk mengontrol dan mencegah bahaya diuraikan.d.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan. 26 OHT 7 Tugas 8 s. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa. berkunjung dan diskusi HO 21 s. dan dapat juga memberikan contoh. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan.doc Page 15 .d. 10 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. berkunjung dan diskusi HO 20 OHT 5 & 6 Tugas 7 2.1 Potensi bahaya di tempat diidentifkasi. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan. Instruktur menerangkan dan memberi tugas tentang jenis-jenis bahaya. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan. Instruktur menjelaskan dan memberi tugas tentang pengontrolan dan pencegahan bahaya.? 2.

? 3.2 Maksud gambar simbol keselamatan kerja dijelaskan. Instruktur menjelaskan dan memberikan tugas tentang manfaat tata laksana industri yang baik. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan. berkunjung dan diskusi HO 29 & 30 OHT 10 Tugas 13 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. berkunjung dan diskusi HO 27 s.1 Cara tata laksana industri yang baik dapat mengurangi bahaya dijelaskan. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan. 29 OHT 8 & 9 Tugas 11 & 12 3.d. Instruktur menerangkan dan memberikan tugas tentang arti gambar simbol keselamatan kerja. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan. juga cara penyimpanan bahan.doc Page 16 .

2 Tindakan pencegahan dan pengontrolan polusi diuraikan.d. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa. berkunjung dan diskusi HO 31 s.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan. berkunjung dan diskusi HO 31 s.d. Instruktur memberikan penjelasan dan memberikan tugas tentang tindakan pencegahan dan pengontrolan polusi.d. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan. 16 4. 16 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.d.1 Sumber polusi pada suatu lingkungan industri dijelaskan.doc Page 17 . 34 OHT 11 & 12 Tugas 14 s. 34 OHT 12 Tugas 14 s. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan. Instruktur menjelaskan tentang istilah pada polusi dan sumber polusi serta memberi tugas yang relevan.? 4.

? 5. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan. Instruktur menjelaskan dan memberi tugas tentang jenis-jenis dan fungsi perlengkapan pelindung diri dan persyaratan perlengkapan pada tempat kerja. 15 Tugas 17 5. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan.d.doc Page 18 . berkunjung dan diskusi HO 36 & 37 OHT 16 Tugas 18 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.2 Prosedur pencegahan dengan perlengkapan pelindung yang tepat diuraikan. Juga memberikan tugas yang relevan.1 Penyebab cedera pribadi dan sikap kerja yang aman diuraikan. berkunjung dan diskusi HO 35 & 36 OHT 13 s. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa. Instruktur menjelaskan istilah tentang keselamatan dan cara kerja yang meyebabkan cedera pribadi.

fungsi dan perawatannya.? 5. 41 OHT 17 & 18 Tugas 19 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Berikan tugas yang relevan.d.doc Page 19 .Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan. juga kesiapan menghadapi kebakaran. berkunjung dan diskusi HO 37 s. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan.3 Tindakan keselamatan dan perlindungan kebakaran dijelaskan Instruktur memberikan penjelasan tentang tindakan keselamatan dan perlindungan dari kebakaran yang meliputi : jenis alat pemadam. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan.

Instruktur menjelaskan prosedur pengungsian darurat dan tindakan pertolongan pertama. berkunjung dan diskusi HO 41 & 42 OHT 19 Tugas 20 & 21 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa. memberikan tugas tentang pengungsian darurat dan pertolongan pertama pada kecelakaan .4 Prosedur pengungsian dan tindakan pertolongan pertama diterangkan.doc Page 20 . Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan.? 5.

Tugas : Merupakan latihan keterampilan praktik yang harus dicapai berkenaan dengan kemampuan yang sesuai dengan rincian kompetensi pada deskripsi unit. 3. Materi pendukung bagi guru dibagi dalam tiga hal. Transparansi (Overhead Transparancy /OHT) : Isinya melingkupi setiap kriteria unjuk kerja yang dilengkapi dengan pokok-pokok sajian dan/ atau gambar-gambar yang diperlukan untuk penyampaian materi. Lembar Informasi (Handout) : Merupakan pegangan peserta pelatihan yang berisi materi/teori penunjang dan informasi yang sesuai dengan kriteria unjuk kerja yang melingkupinya. yaitu: 2. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 21 .Bab 4 Strategi Penyajian C Materi Pendukung untuk Pelatih C Materi Pendukung untuk Pelatih 1.

Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi Lembar Informasi HO 1 KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (Occupational Health and Safety) BSDC-0201 Nama Peserta No..… Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 22 . Identitas : …………………… : ……….

lapangan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. b) Orang atau badan hukum yang menjalankan sesuatu usaha milik sendiri dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja. ialah pegawai teknis berkeahlian khusus dari Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja. (6) Ahli keselamatan kerja.doc Page 23 . (3) Pengusaha ialah : a) Orang atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan sesuatu usaha bukan miliknya dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja. (5) Pegawai Pengawas. bergerak atau tetap. di mana tenaga kerja bekerja atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk suatu keperluan suatu usaha dan di mana terdapat sumber atau sumbersumber bahaya sebagai mana terperinci pada pasal 2. (2) Pengurus ialah orang yang mempunyai tugas memimpin langsung suatu tempat kerja atau bagian yang berdiri. ialah tenaga teknis berkeahlian khusus dari luar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk mengawasi ditaatinya undang-undang ini. ialah tiap ruangan atau lapangan.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 2 1. Undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja 1) Tentang Istilah Pasal 1 Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan : (1) Tempat kerja. jikalau yang diwakili berkedudukan di luar Indonesia. (4) Direktur ialah pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk melaksanakan undang-undang ini. c) Orang atau badan hukum yang di Indonesia mewakili orang atau badan hukum termaksud pada a) dan b). tertutup atau terbuka. UNDANG-UNDANG DAN PERATURAN TENTANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA a. termasuk tempat kerja semua ruangan. halaman dan sekelilingnya yang merupakan bagian atau yang berhubungan dengan tempat kerja tersebut.

Bab 4

Strategi Penyajian

Lembar Informasi

HO 3
2) Ruang Lingkup
Pasal 2 (1) Yang diatur oleh undang-undang ini ialah keselamatan kerja dalam segala tempat kerja, baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air, yang berada dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia. (2) Ketentuan pada ayat (1) tersebut berlaku pada tempat kerja di mana : a) Dibuat, dicoba, dipakai atau dipergunakan mesin, pesawat, alat, perkakas, peralatan atau instalasi yang berbahaya atau dapat menimbulkan kecelakaan, kebakaran atau peledakan. Dibuat, diolah, dipakai, dipergunakan, diperdagangkan, diangkut atau disimpan bahan atau barang yang dapat meledak, mudah terbakar, menggigit, beracun, menimbulkan infeksi, bersuhu tinggi. Dikerjakan pembangunan, perbaikan, perawatan, pembersihan atau pembongkaran rumah, gedung atau bangunan lainnya yang termasuk bangunan perairan, saluran atau terowongan di bawah tanah dan sebagainya atau dimana dilakukan pekerjaan persiapan. Dilakukan usaha : pertanian, perkebunan, pembukaan hutan, pengolahan kayu atau hasil hutan lainnya, peternakan, perikanan dan lapangan kesehatan. Dilakukan usaha perkembangan dan pengolahan emas, logam atau bijih logam lainnya, batu-batuan, gas minyak atau mineral lainnya, baik dipermukaan atau di dalam bumi, maupun di dasar perairan. Dilakukan pengangkutan barang, binatang atau manusia, melalui terowongan, di permukaan air, dalam air maupun di udara. Dikerjakan bongkar muat barang muatan kapal, perahu, dermaga, dek, stasiun atau gudang. Dilakukan penyelaman, pengambilan benda dan pekerjaan lain di dalam air. Dilakukan pekerjaan pada ketinggian di atas permukaan tanah atau perairan. Dilakukan pekerjaan di bawah tekanan udara atau suhu yang tinggi dan rendah. Dilakukan pekerjaan yang mengandung bahaya tertimbun tanah, kejatuhan, terkena pelantingan benda, terjatuh atau terperosok, hanyut atau terpelanting. Dilakukan pekerjaan di dalam tangki, sumur atau lubang.
Page 24

b)

c)

d)

e)

f) g) h) i) j) k) l)

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Bab 4

Strategi Penyajian

Lembar Informasi

HO 4
m) Terdapat atau menyebar suhu, kelembaban, debu, kotoran, api, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar atau radiasi, suara atau getaran. n) o) p) q) r) Dilakukan pembuangan atau pemusnahan sampah atau limbah. Dilakukan pemancaran, penyiaran atau penerimaan radio, radar, televisi atau telepon. Dilakukan pendidikan, pembinaan, percobaan, penyelidikan atau riset (penelitian) yang menggunakan alat teknis. Dibangkitkan, diubah, dikumpulkan, disimpan, dibagi-bagikan atau disalurkan, listrik, gas, minyak atau air. Diputar film, dipertunjukan sandiwara, atau diselenggarakan rekreasi lainnya yang memakai peralatan, instalasi listrik atau mekanik.

(3) Dengan peraturan perundang-undangan dapat ditunjukkan sebagai tempat kerja, ruangan atau lapangan lainnya yang dapat membahayakan keselamatan atau kesehatan yang bekerja dan atau berada di ruangan atau lapangan itu dapat diubah perincian tersebut pada ayat (2)

3) Syarat-syarat Keselamatan Kerja
Pasal 3 (1) Dengan peraturan perundang-undangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk : a) b) c) d) e) f) g) Mencegah dan mengurangi kecelakaan. Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran. Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian lain yang berbahaya. Memberi pertolongan pada kecelakaan Memberi alat perlindungan diri kepada para pekerja. Mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar luasnya suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca sinar atau radiasi, suara dan getaran.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Page 25

Bab 4

Strategi Penyajian

Lembar Informasi

HO 5
h) i) j) k) l) Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik fisik maupun phychis, peracunan, infeksi dan penularan. Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai. Menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik. Menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup. Memelihara kebersihan, kesehatan dan ketertiban.

m) Memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan proses kerjanya . n) o) p) q) r) Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang, binatang, tanaman atau barang. Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat, perlakuan dan penyimpanan barang. Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya. Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi.

(2) Dengan peraturan perundangan dapat diubah perincian seperti tersebut pada ayat (1) sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan teknik dan teknologi serta pendapat baru di kemudian hari. Pasal 4 (1) Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja dalam perencanaan, pembuatan, pengangkutan, peredaran, perdagangan, pemakaian, penggunaan pemeliharaan dan penyimpanan bahan, barang produk teknis dan aparat produksi yang mengandung dan dapat menimbulkan bahaya kecelakaan. (2) Syarat-syarat tersebut memuat prinsip-prinsip teknis ilmiah menjadi suatu kumpulan ketentuan yang disusun secara teratur, jelas dan praktis yang mencakup bidang konstruksi, bahan, pengolahan dan pembuatan, perlengkapan alat-alat perlindungan, pengujian dan pengesahan pengepakan atau pembungkusan, pemberian tanda-tanda pengenal atas bahan, barang, produk teknis dan aparat produksi guna menjamin keselamatan barang-barang itu sendiri, keselamatan tenaga kerja yang melakukannya dan keselamatan umum.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Page 26

secara berkala kepada dokter yang ditunjuk oleh pengusaha dan dibenarkan oleh direktur. susunan Panitia Banding. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. sedang para pegawai pengawas dan ahli keselamatan kerja ditugaskan menjalankan pengawasan langsung terhadap ditaatinya undang-undang ini dan membantu pelaksanaannya. kondisi mental dan kemampuan fisik dari tenaga kerja yang akan diterimanya maupun akan dipindahkan sesuai dengan sifat pekerjaan yang diberikan padanya. (3) Keputusan Panitia Banding tidak dapat dibanding lagi. pengusaha harus membayar menurut ketentuan-ketentuan yang akan diatur dengan peraturan perundangan. dengan peraturan perundangan ditetapkan siapa yang berkewajiban memenuhi dan mentaati syarat-syarat keselamatan kerja tersebut. Pasal 7 Untuk pengawasan berdasarkan undang-undang ini. tugas panitia Banding dan lainnya ditetapkan oleh Menteri Tenaga Kerja.doc Page 27 . (3) Norma-norma mengenai pengujian kesehatan ditetapkan dengan peraturan perundangan. (2) Wewenangan dan kewajiban direktur. pegawai pengawasan dan ahli keselamatan kerja dalam melaksanakan undang-undang ini diatur dengan peraturan perundangan. Pasal 8 (1) Pengurus diwajibkan memeriksa kesehatan badan.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 6 (3) Dengan peraturan perundangan dapat dirubah perincian seperti tersebut pada ayat (1) dan (2). 4) Pengawasan Pasal 5 (1) Direktur melakukan pengawasan umum terhadap undang-undang ini. (2) Pengurus diwajibkan memeriksa semua tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya. Pasal 6 (1) Barang siapa tidak dapat menerima direktur dapat mengajukan permohonan banding kepada panitia Banding. (2) Tata permohonan banding.

Semua pengamanan dan alat perlindungan yang diharuskan dalam tempat kerjanya. saling pengertian dan partisipasi efektif dari pengusaha atau dan tenaga kerja di tempat kerja untuk melaksanakan tugas dan kewajiban bersama dibidang keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka melancarkan usaha berproduksi. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Alat perlindungan diri bagi tenaga kerja yang bersangkutan. (4) Pengurus diwajibkan memenuhi dan mentaati semua syarat dan ketentuan yang berlaku bagi usaha dan tempat kerja yang dijalankan. pula dalam pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan. Cara dan sikap yang aman dalam melaksanakan pekerjaannya.doc Page 28 . (2) Susunan Panitia Keselamatan dan Kesehatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 7 5) Pembinaan Pasal 9 (1) Pengurus diwajibkan menunjuk dan menjelaskan kepada setiap tenaga kerja baru tentang : a) b) c) d) Kondisi dan bahaya serta yang dapat timbul dalam tempat kerjanya. (2) Pengurus hanya dapat mempekerjakan tenanga kerja yang bersangkutan setelah ia yakin bahwa tenaga kerja tersebut telah mengalami syarat-syarat tersebut di atas (3) Pengurus diwajibkan menyelenggarakan pembinaan bagi semua tenaga kerja yang di bawah pimpinannya dalam mencegah kecelakaan dan pemberantasan kebakaran serta peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja. tugas dan lainnya ditetapkan oleh Menteri Tenaga Kerja. 6) Panitia Pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pasal 10 (1) Menteri tenaga Kerja berwenang membentuk Panitia Pembina keselamatan dan Kesehatan Kerja guna memperkembangkan kerja sama.

(2) Memakai alat perlindungan diri yang diwajibkan. (contoh terlampir). (3) Memenuhi dan mentaati semua syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan (4) Meminta kepada pengurus agar dilaksanakan semua syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan. 9) Kewajiban bila memasuki tempat kerja.doc Page 29 .Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 8 7) Kecelakaan dan Cara Melaporkan Pasal 11 (1) Pengurus diwajibkan melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi di tempat kerja yang dipimpinnya. 8) Kewajiban dan Hak Tenaga Kerja Pasal 12 (1) Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai dan atau ahli keselamatan kerja. diwajibkan menaati semua petunjuk keselamatan kerja dan memakai alat perlindungan diri yang diwajibkan. kepada pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. (2) Tata cara melaporkan dan memeriksa kecelakaan oleh pegawai termaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan perundangan. Pasal 13 Barang siapa akan memasuki sesuatu tempat kerja. (5) Menyertakan keberatan kerja pada pekerja dimana syarat keselamatan dan kesehatan kerja serta alat perlindungan diri yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal khusus ditentukan lain oleh pegawai pengawas dalam batas yang masih dapat dipertanggungjawabkan.

b. (2) Kejadian berbahaya lainnya ialah suatu kejadian yang potensial. atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha dan di mana terdapat sumber-sumber bahaya. (3) Menyediakan secara cuma-cuma semua alat perlindungan diri yang diwajibkan pada tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya dan menyediakan bagi setiap orang lain yang memasuki tempat kerja tersebut. di mana tenaga kerja bekerja. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. disertai petunjuk-petunjuk yang diperlukan menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 9 10) Kewajiban Pengurus Pasal 14. bergerak atau tetap. pada tempat yang mudah dilihat dan dibaca dan menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja. Pengurus diwajibkan : (1) Secara tertulis menempatkan di tempat kerja yang dipimpinnya semua syarat keselamatan kerja yang diwajibkan. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja kecuali kebakaran. (3) Tempat kerja adalah tiap ruangan atau lapangan. pada tempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja. peledakan dan bahaya pembuangan limbah. 03/MEN/98 tentang Tata Cara Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan 1) Pengertian Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan : (1) Kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga semula yang dapat menimbulkan korban manusia dan atau harta benda. (2) Memasang di tempat kerja yang dipimpinnya.doc Page 30 . undang-undang ini dan semua peraturan pelaksanaannya yang berlaku bagi tempat kerja yang bersangkutan. tertutup atau terbuka. semua gambar keselamatan kerja diwajibkan dan semua bahan pembinaan lainnya.

Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 10 (4) Pengurus adalah orang yang mempunyai tugas memimpin langsung suatu tempat kerja atau bagiannya yang berdiri sendiri. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. persekutuan. 3 tahun 1992. persekutuan. atau badan hukum yang menjalankan suatu perusahaan milik sendiri . persekutuan. b) Orang perseorangan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. atau badan hukum yang berada di Indonesia mewakili perusahaan sebagaimana dirmaksud dalam huruf a) dan b) yang berkedudukan di luar wilayah Indonesia. c) Orang perseorangan. 2) Tata Cara Pelaporan Kecelakaan Pasal 2 (1) Pengurus atau pengusaha wajib melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi di tempat kerja dipimpinnya. (7) Menteri adalah Menteri yang membidangi ketenagakerjaan. Pasal 3 Kewajiban melaporkan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) berlaku bagi pengurus atau pengusaha yang telah dan yang belum mengikutsertakan pekerjaannya ke dalam program jaminan sosial tenaga kerja berdasarkan Undang-undang No. (6) Pengurus adalah : a) Orang perseorangan. (5) Pegawai pengawas adalah pegawai sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 ayat (5) UU No. b) Kebakaran atau peledakan atau bahaya pembuangan limbah. c) Kejadian berbahaya lainnya. (2) Kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari : a) Kecelakaan Kerja. atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan perusahaan bukan miliknya.doc Page 31 .

c) dan d) kepada Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja setempat dalam waktu tidak lebih dari 2 x 24 (dua kali dua puluh empat) jam terhitung sejak terjadinya kecelakaan dengan formulir laporan kecelakaan sesuai contoh bentuk 3 KK2 A lampiran 1. (2) Pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilaksanakan terhadap setiap kecelakaan yang dilaporkan oleh pengurus atau pengusaha. PER-04/MEN/1993. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 11 Pasal 4 (1) Pengurus atau pengusaha sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 wajib melaporkan secara tertulis kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (2) huruf a). Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja memerintahkan pegawai pengawas untuk melakukan pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan. melaporkan kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (2) huruf a) dan b) dengan tata cara pelaporan sesuai peraturan Menteri Tenaga Kerja No. dan pasal 5. Pasal 5 (1) Pengurus atau pengusaha yang telah mengikutsertakan pekerjaannya pada program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud dalam pasal 3. melaporkan kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (2) huruf a) dan b) dengan tata cara pelaporan sesuai peraturan Menteri Tenaga Kerja No. b). 3) Pemeriksaan Kecelakaan Pasal 6 (1) Setelah menerima laporan sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 ayat (1). (3) Pemeriksaan dan pekerjaan kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan. (2) Penyampaian laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan secara lisan sebelum dilaporkan secara tertulis. PER-05/MEN/1993.doc Page 32 . (2) Pengurus atau pengusaha yang belum mengikutsertakan pekerjaannya pada program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud dalam pasal 3.

pasal 8 ayat (1) dan pasal 9 ayat (1) diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 12 Pasal 7 Pegawai pengawas dalam melaksanakan pemeriksaan dan pengkajian mempergunakan formulir laporan pemeriksaan dan pengkajian sesuai lampiran II untuk kecelakaan kerja. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. III.doc Page 33 . IV. (2) Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja harus menyampaikan analisis laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada Kepala Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja setempat selambat-lambatnya tanggal 5 bulan berikutnya. VI. Pasal 10 Cara pengisian formulir sebagaimana dimaksud dalam lampiran II. V. lampiran III untuk penyakit akibat kerja. Pasal 8 (1) Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 pada tiap-tiap akhir bulan menyusun analisis laporan kecelakaan dalam daerah hukumnya dengan menggunakan formulir sebagaimana lampiran VI peraturan ini. dan VII sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 ayat (1). (2) Analisis kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dibuat untuk tiap bulan (3) Kepala Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja harus segera menyampaikan analisis kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada Menteri atau Pejabat yang ditunjuk. lampiran IV untuk peledakan. kebakaran dan bahaya pembuangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 limbah dan lampiran V untuk bahaya lainnya. Pasal 9 (1) Kepala Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja berdasarkan analisis laporan kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 menyusun analisis kecelakaan dalam daerah hukumnya dengan menggunakan formulir sebagaimana lampiran VII peraturan ini.

PER-04/MEN/1993 dan Peraturan Menteri No.doc Page 34 . maka formulir bentuk 3 KK2 dalam Peraturan Menteri No. pasal 4 ayat (1). PER05/MEN/1993 dinyatakan tidak berlaku. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 4) S a n k s i Pasal 12 Pengurus atau pengusaha yang melanggar ketentuan pasal 2. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja. 5) Pengawasan Pasal 13 Pengawasan terhadap ditaatinya Peraturan Menteri ini dilakukan oleh pegawai pengawas ketenagakerjaan. diancam dengan hukuman sesuai dengan ketentuan pasal 15 ayat (2) UU No. 6) Ketentuan Penutup Pasal 14 Dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri ini.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 13 Pasal 11 Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan berdasarkan analisis laporan kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 ayat (1) menyusun analisis laporan kekerapan dan keparahan kecelakaan tingkat nasional.

bergerak atau tetap. pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan krja guna terciptanya tempat kerja yang aman. Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang mempekerjakan pekerja dengan tujuan mencari laba atau tidak. untuk menentukan suatu kegiatan dan hasil-hasil yang berkaitan sesuai dengan pengaturan yang direncanakan. tanggung jawab. penerapan. Audit adalah pemeriksaan secara sistematik dan independen. perencanaan. tertutup atau terbuka. Direktur ialah pejabat sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang No.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 14 c. (2) (3) (4) (5) (6) Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. di dalam tanah. pencapaian. 1 Tahun 1970. prosedur. dan dilaksanakan secara efektif dan cocok untuk mencapai kebijakan dan tujuan perusahaan. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. baik milik swasta maupun milik negara. pelaksanaan. di permukaan air. atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha dan di mana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya baik di darat. proses dan sumberdaya yang dibutuhkan bagi pengembangan. Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan adalah pegawai teknik berkeahlian khusus dari Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri.doc Page 35 . di mana tenaga kerja bekerja. di dalam air maupun di udara yang berada di dalam wilayah kekuasaan hokum Republik Indonesia. Tempat kerja adalah setiap ruangan atau lapangan. PER.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja 1) Ketentuan Umum Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan : (1) Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang selanjutnya disebut Sistem Manajemen K3 adalah bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi. efisien dan produktif.

(8) (9) Pengurus adalah orang yang mempunyai tugas memimpin langsung tempat kerja atau lapangan yang berdiri sendiri. efisien dan produktif. 2) Tujuan dan Sasaran Sistem Manajemen K3 Pasal 2 Tujuan dan sasaran Sistem Manajemen K3 adalah menciptakan suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja dengan melibatkan unsusr manajemen. c) Orang atau badan hukum yang di Indonesia mewakili orang atau badan hukum termaksud pada huruf a) dan b). (10) Laporan Audit adalah hasil audit yang dilakukan oleh Badan Audit yang berisi fakta yang ditemukan pada saat pelaksanaan audit di tempat kerja sebagai dasar untuk menerbitkan sertifikat pencapaian kinerja Sistem Manajemen K3.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 15 (7) Pengusaha adalah : a) Orang atau badan hukum yang menjalankan sesuatu usaha milik sendiri dan untuk keperluan itu mepergunakan tempat kerja. serta terciptanya tempat kerja yang aman. Tenaga kerja adalah tiap orang yang mampu melakukan pekerjaan. baik di dalam maupun di luar hubungan kerja guna menghasilkan jasa atau barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. kondisi dan lingkungan kerja yang terintegrasi dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja. (12) Menteri adalah Menteri yang bertanggung jawab dalam bidang ketenagakerjaan. b) Orang atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan sesuatu usaha bukan miliknya dan untuk keperluan itu mepergunakan tempat kerja.doc Page 36 . (11) Sertifikat adalah bukti pengakuan tingkat pemenuhan penerapan peraturan perundangan Sistem Manajemen K3. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. jika kalau yang diwakili berkedudukan di luar Indonesia. tenaga kerja.

tujuan dan sasaran keselamatan dan kesehatan kerja. Merencanakan pemenuhan kebijakan. wajib menerapkan Sistem Manajemen K3. Mengukur. tujuan dan sasaran penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Pasal 4 (1) Dalam penerapan Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud dalam pasal 3.doc Page 37 . Menerapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja secara efektif dengan mengembangkan kemampuan dan mekanisme pendukung yang diperlukan untuk mencapai kebijakan. Pengusaha dan seluruh tenaga kerja sebagai satu kesatuan. kebakaran. (2) Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib dilaksanakan oleh Pengurus. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 16 3) Penerapan Sistem Manajemen K3 Pasal 3 (1) Setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak seratus orang atau lebih dan atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan. Meninjau secara teratur dan meningkatkan pelaksanaan Sistem Manajemen K3 secara berkesinambungan dengan tujuan meningkatkan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja. memantau dan mengevaluasi kinerja keselamatan dan kesehatan kerja serta melakukan tindakan perbaikan dan pencegahan. pencemaran dan penyakit akibat kerja. b) c) d) e) (2) Pedoman penerapan Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud ayat (1) sebagaimana tercantum dalam lampiran I Peraturan Menteri ini. Perusahaan wajib melaksanakan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : a) Menerapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dan menjamin komitmen terhadap penerapan Sistem Manajemen K3.

(2) Perubahan atau penambahan sesuai perkembangan unsur-unsur sebagaimana dimaksud ayat (2) diatur oleh Menteri. Pelaporan dan perbaikan kekurangan . (4) Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Pengendalian dokumen . Pembelian . Pedoman teknis audit Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) sebagaimana tercantum dalam lampiran II Peraturan Menteri ini.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 17 4) Audit Sistem Manajemen K3 Pasal 5 (1) Untuk pembuktian penerapan Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud pasal 4. Keamanan bekerja berdasarkan Sistem Manajemen K3 . Strategi pendokumentasian . Pemeriksaan sistem manajemen . Standar Pemantauan . Peninjauan ulang desain dan kontrak . Pengumpulan dan penggunaan data .doc Page 38 . Pengelolaan material dan pemindahannya . Audit Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi unsur-unsur sebagai berikut : a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) (3) Pembangunan dan pemeliharaan komitmen . perusahaan dapat melakukan audit melalui badan audit yang ditunjuk oleh Menteri. Pengembangan keterampilan dan kemampuan.

doc .Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 18 5) Kewenangan Direktur Pasal 6 Direktur berwenang menetapkan perusahaan yang dinilai wajib untuk diaudit berdasarkan pertimbangan tingkat risiko bahaya. Pasal 8 (1) Badan Audit wajib menyampaikan laporan audit lengkap kepada Direktur dengan tembusan yang disampaikan kepada pengurus tempat kerja yang diaudit. Laporan audit lengkap sebagaimana dimaksud ayat (1) menggunakan formulir sebagaimana tercantum dalam lampiran III Peraturan Menteri ini. c) (3) Pengurus tempat kerja yang akan diaudit wajib menyediakan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk pelaksanaan audit Sistem Manajemen K3. 6) Mekanisme Pelaksanaan Audit Pasal 7 (1) Audit Sistem Manajemen K3 dilaksanakan sekurang-kurangnya satu kali dalam tiga tahun. (2) Untuk pelaksanaan audit. Badan Audit harus : a) b) Membuat rencana tahunan audit . pengurus tempat kerja yang akan diaudit dan Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja setempat . Page 39 (2) (3) (4) Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Direktur melakukan evaluasi dan penilaian. Berdasarkan hasil evaluasi dan penilaian tersebut pada ayat (3). Direktur melakukan hal-hal sebagai berikut : a) Memberikan sertifikat dan bendera penghargaan sesuai dengan tingkat pencapaiannya atau. Setelah menerima laporan Audit Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud ayat (2). Menyampaikan rencana tahunan audit kepada Menteri atau Pejabat yang ditunjuk. Mengadakan koordinasi dengan Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja setempat .

(2) 8) Pembinaan dan Pengawasan Pasal 10 Pembinaan dan pengawasan terhadap penerapan Sistem Manajemen K3 dilakukan oleh Menteri atau pejabat yang ditunjuk.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 19 b) Menginstruksikan kepada Pegawai Pengawas untuk mengambil tindakan apabila berdasarkan hasil audit ditemukan adanya pelanggaran atas peraturan perundangan. 7) Sertifikat K3 Pasal 9 (1) Sertifikat sebagaimana dimaksud pasal 8 ayat (4) huruf a). Jenis sertifikat dan bendera penghargaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) sebagaimana tercantum dalam lampiran IV Peraturan Menteri ini. 9) Pembiayaan Pasal 11 Biaya pelaksanaan audit Sistem Manajemen K3 dibebankan kepada perusahaan yang diaudit. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. ditanda tangani oleh Menteri dan berlaku untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun.doc Page 40 .

getaran. 5) Bahaya Psikologi Bahaya psikologi terjadi jika orang-orang tertekan (stress) atau tidak senang pada pekerjaan. BAHAYA TEMPAT KERJA a. 3) Bahaya Ergonomi 'Ergonomi' adalah melakukan sesuatu untuk digunakan dengan cara yang tepat dan mudah. 2) Bahaya bahan kimia Hal ini dapat disebabkan oleh : • Gas. 6) Bahaya Biologi Bahaya biologi dapat menyebabkan sakit dan menularkan infeksi dari kuman. Bahaya ergonomi terjadi jika desain peralatan yang buruk atau tata letak peralatan yang tidak tepat. debu. Jenis-jenis Bahaya 1) Bahaya Fisik Bahaya fisik termasuk sesuatu yang mungkin secara langsung dapat membuat cedera. Jenis bahaya ini termasuk : • • • Gerakan bagian peralatan seperti mesin bubut atau sabuk konveyor. Cahaya laser berdaya tinggi Pemanas infra-red berdaya tinggi Sinar gamma dari zat radio aktif Radiasi ultra-violet dari matahari.doc Page 41 . Bising. Penanganan manual dan pengangkatan.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 20 2. sebab dapat menyebabkan cedera. Cairan. pencahayaan. dan zat berbahaya lainnya. tekanan udara. Asap. dan lain sebagainya Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 4) Bahaya Radiasi Bahaya radiasi dapat ditimbulkan oleh berbagai peralatan : • • • • • Radiasi microwave (gelombang mikro) pergeseran radio transmitter berdaya tinggi atau kesalahan pemanas microwave.

rambut panjang harus diatur dengan pengikat rambut atau pakai topi. untuk contoh. • Gunakan peralatan dan pakaian pelindung Alat keselamatan seperti kaca mata debu. atau penggantian bahan kimia yang berbahaya dengan bahan yang aman. cari cara yang aman untuk mengerjakannya.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 21 b. .Mempunyai surat izin melakukan pekerjaan yang ditetapkan. . seperti pemindahan bahan untuk mesin lebik baik dengan motorisasi konveyor dibandingkan dengan tangan. Itu dapat juga berarti keamanan proses atau bahan. Prinsip Pencegahan atau Pengontrolan Bahaya Walaupun setiap bahaya punya perlakuan secara individu. Pakaian kerja harus aman dan nyaman bekerja dekat mesin yang berputar. Dalam semua situasi anda seharusnya memastikan hal berikut : • Prosedur dan sistim kerja yang aman Ini dapat termasuk : . tutup kebisingan mesin dengan kotak penyekat. dan alat pernafasan seharusnya digunakan dengan tepat.Melatih dan mensupervisi pekerja. ada beberapa prinsip yang seharusnya diingat : • Dimana mungkin eliminir bahaya Untuk contoh.Melakukan rotasi pekerjaan. . Ini dapat berarti pengontrolan dalam beberapa cara. Mengeliminir bahaya seharusnya selalu menjadi tujuan pertama dalam membuat tempat kerja yang aman. hentikan penggunaan bahan kimia yang berbahaya.Tatalaksana yang baik (lihat Topik 3). pelindung telinga. masker. sarung tangan. • Jika anda tidak bisa mengeliminir bahaya. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 42 . atau pastikan keefektifan pengaman yang ditempatkan disekitar bagian mesin yang bergerak.

Dimana beban kerja ringan. Bahaya yang disebabkan oleh mesin dapat dicegah atau dikontrol dengan cara berikut : • Pengaman harus dirancang sepantasnya. area kerja. atau disesuaikan dengan pekerja dan pekerjaan. terjaga pada tempatnya dan berfungsi. Contohnya pekerjaan berulang. Pekerjaan seharusnya dirotasi. Tetapkan istirahat atau lakukan istirahat yang seharusnya. kerja berpindah-pindah dan selalu lembur. bisa membuat rasa tertekan (stress) pekerja. Beban kerja yang berat seharusnya dikurangi. alat potong dan perlengkapan seharusnya di rancang atau dimodifikasi. Peralatan. pekerja seharusnya diberikan pekerjaan lain untuk dikerjakan. 2) Gerakan m e s i n Gerakan bagian mesin dapat berbahaya. Bahaya dan Pencegahan / Pengontrolan 1) Pengaturan kerja Cara kerja yang tidak teratur dapat menimbulkan masalah keselamatan. juga dapat menyebabkan pekerja merasa tertekan (stress) dan risiko bisa terjadi. Pekerja seharusnya punya pendapat tentang bagaimana pekerjaan mereka dilaksanakan.doc Page 43 . perabot dan benda-benda yang tidak sesuai dengan keperluan pekerja dan pekerjaan. Permesinan.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 22 c. Rancang kembali pekerjaan dan sistim kerja . • Berikan pekerja keterampilan baru • Lindungi pekerja dari tekanan (stress) dan risiko celaka • Tingkatkan efesiensi • Kembangkan prosedur keselamatan secara menyeluruh Pengaturan kerja dapat ditingkatkan dengan cara berikut : • • • • • • • Pekerja seharusnya mempunyai variasi tugas untuk melakukan pekerjaan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

Bagaimana bahaya dapat dicegah atau dikontrol : • Pemberi kerja dapat mengurangi kebisingan di pabrik yaitu meletakan mesin dalam kotak peredam suara atau dibelakang pelindung suara untuk menghentikan penyebaran kebisingan. Sekitar area kerja mesin seharusnya punya penerangan yang baik dan terjaga kebersihan serta bebas sampah/kotoran. Sebagai perbandingan tingkat kebisingan dapat dilihat pada topik 4 (Polusi pada Industri) Mengapa kebisingan berbahaya : • • • • Dapat membuat pekerja kehilangan beberapa atau semua pendengaran.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 23 • Ketika menggunakan mesin.doc Page 44 . Pekerja dengan kehilangan pendengaran mungkin tidak sadar mendekati bahaya. dan semua perhiasan harus dilepas. Batas normal pendengaran manusia untuk tingkat kebisingan adalah ± 80 – 90 desibel. Rambut panjang diatur pakai pengikat rambut dan PPE (personal protective equipment) dipakai dimana perlu. Alat ukur yang menyatakan batas kebisingan dapat ditempatkan pada area kerja atau dibawa oleh pekerja. sakit kepala dan stress. Kebisingan atau kehilangan pendengaran dapat menyebabkan kelelahan. pekerja seharusnya memakai pakaian kerja yang aman (seperti lengan pendek). terlalu tinggi atau terdengar terlalu sering dapat merusak pendengaran pekerja. • • Mesin seharusnya tidak digunakan jika bermasalah. Kebisingan atau kehilangan pendengaran dapat membuat pekerja susah berkonsentrasi. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. • Pekerja sewaktu-waktu dapat mengambil jarak dari pekerjaan sehingga mereka tidak kontak dengan kebisingan sepanjang waktu. 3) Pengaruh kebisingan Kebisingan yang terlalu keras. • • Mesin dirancang dengan tingkat kebisingan sesuai standar kebisingan normal. ini dapat menyebabkan kecelakaan.

maka disebut sedang melakukan penanganan manual Mengapa penanganan manual dapat berbahaya : • • • • • • • • • Punggung. Penyebab utama cedera dari kejadian penanganan manual adalah : Kelebihan penggunaan tenaga. Pelindung telinga atau ear plugs harus dalam kondisi baik dan diperiksa secara tetap untuk pemakaian dan perawatan. sikap badan jelek dan penggunaan perabot dan bangku yang salah ketinggian atau rancangan. Syaraf bisa rusak Tulang bisa patah Nyeri otot dan tegang dapat terjadi Dapat menyebabkan hernia (perut turun) Jantung dan pernafasan dapat menjadi buruk Kelelahan dari kerja fisik dapat menyebabkan kecelakaan. lengan dan punggung dapat tertarik tegang (keseleo) Sambungan pada lutut. Pelindung itu harus dibersihkan atau diganti sesuai dengan jenis dan cara perawatannya (Pelindung dari busa dapat dicuci dan diganti perminggu. (Lebih jelasnya posisi atau cara pengangkatan manual yang benar. pengulangan tindakan. pergelangan tangan.doc Page 45 . sedangkan dari karet cukup dibersihkan setiap akan atau setelah dipakai). pergelangan kaki. 4) Penanganan manual Bilamana secara fisik pekerja memindahkan sesuatu.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 24 • Pekerja harus memakai pelindung telinga atau penutup (ear plugs). siku dan bahu dapat terjadi peradangan. • Pendengaran pekerja seharusnya diperiksa atau diuji secara tetap. lihat Paket Pembelajaran dan Penilaian Penanganan Material ) Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. terutama bagian bawah dapat cedera Persendian dan urat tendon pada kaki.

Informasi tentang exposure standars dapat ditemukan pada MSDS. Pada tempat kerja seharusnya tersedia daftar bahan kimia. Informasi tentang kandungan bahan kimia ada pada lembaran data keselamatan bahan (Material Safety Data Sheet / MSDS).Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 25 5) Reaksi bahan kimia Bahan kimia dapat berbentuk padat. Ada batas aturan. Setiap penggunaan bahan kimia. Informasi tentang bagaimana zat tersebut dapat berbahaya Tindakan pengamanan untuk penggunaannya. tetapi semua pekerja dapat melihatnya dan seharusnya mengetahui maksudnya. yang berisikan semua bahan kimia. Ada personal tertentu atau pembimbing ditempat kerja yang memanfaatkan MSDS. menjelaskan bagaimana tingkatan dari bahan kimia diketahui sebagai klasifikasi 'Barang Berbahaya'.doc Page 46 . Undang-undang dan Kode Praktik membicarakan tentang 'exposure standars' (standar kontak langsung). Setiap bahan kimia mempunyai perbedaan terhadap exposure standars. Informasi tentang penangan zat tersebut secara aman. dimana bahan tersebut disimpan dan digunakan. supervisor atau ahli K3 seharusnya memberikan penjelasan sebelum digunakan. (Contoh MSDS dapat dilihat pada Paket Pembelajaran dan Penilaian Penanganan Material) Lembaran ini berisikan keterangan sebagai berikut : • • • • Apa zat yang dikandung. pekerja dapat mengamati MSDS di pusat kesehatan atau minta supervisor area kerja untuk memperlihatkannya. 1989. cairan atau gas. Pada tempat kerja. Peraturan Barang-barang Berbahaya (Gudang dan Penanganan). Penggolongan barang berbahaya termasuk : • • • Racun Gas Cairan mudah terbakar Bahan kimia digunakan secara luas pada industri sehingga penting untuk mengetahui cara penanganan yang aman dan penggunaan semua bahan kimia. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Risiko untuk pekerja dengan penggunaan bahan kimia dapat ditentukan oleh bagaimana bahan kimia digunakan. seberapa sering digunakan dan dalam kondisi bagaimana digunakan. perkiraan waktu pekerja dapat kontak langsung dengan bahan kimia selama hari kerja setiap minggu.

Hal itu dapat juga berpengaruh pada tanggapan atau respon seseorang untuk masalah keselamatan atau keadaan darurat.pencahayaan/penglihatan . berlebihan dingin. kabut.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 26 Mengapa bahan kimia dapat berbahaya • • Bahan kimia dapat terbakar atau memerihkan (iritasi) kulit. pingsan dan sakit. hidung dan tenggorokan. semprotan. penyalah-gunaan alkohol. • 6) Alkohol dan penggunaan obat bius Bila pekerja berada dalam kondisi stress bekerja. asthma. mata.doc Page 47 . kukus dan cairan dapat terhirup atau terhisap menjadi radang paru-paru dan kulit. Bahan kimia beracun. Bahan kimia dapat terminum atau terhisap kedalam usus menyebabkan keracunan. yaitu melarang pekerja yang minum alkohol dan menggunakan obat bius. bahkan kematian. Ada petunjuk dan saran penting pada tempat kerja serta perlu diketahui juga untuk masyarakat. Bahan kimia dalam bentuk asap. dapat menyebabkan luka bakar.berlebihan panas. atau ketinggian Kelistrikan/elektronik . biasanya mempunyai masalah dirumah atau kekhawatiran lainnya. resep obat atau obat bius. alkohol dan obat sejenis yang dapat mempengaruhi kesadaran seseorang. bronchitis. radang paru-paru. debu. Pusat kesehatan pada tempat kerja seharusnya menginformasikan tentang bahaya penggunaan sembarangan obat bius. 7) Bahaya lain ditempat kerja Tergantung pada sifat perusahaan dan tempat kerja.kena sengat listrik Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Beberapa bahaya yang nyata diantaranya adalah : Area gudang Bengkel mesin Konstruksi . Pekerja yang meminum atau menggunakan pengobatan atau obat bius akan mempengaruhi pekerjaan mereka sendiri dan bekerja dengan berisiko membahayakan diri sendiri dan orang disekitarnya. • Bahan kimia dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan. adanya variasi bahaya lain yang mungkin berpotensi menyebabkan cedera atau sakit. mati lemas atau penyakit lainnya. uap.truk forklift (alat pengangkat) . Bekerja dengan perasaan tidak enak akibat pengaruh minuman keras sebelumnya atau dibawah pengaruh obat bius dan alkohol dapat menyebabkan kecelakaan.

a. toilet. Meningkatkan produktivitas. Risiko kebakaran berkurang. Tata laksana industri berarti menata semua tempat kerja seperti. Tata laksana yang baik seharusnya bagian dari rutinitas harian. Pelaksanaan tata laksana industri yang baik dapat membuat tempat kerja aman. Pekerja lebih merasa aman bekerja. rapi dan dalam kondisi baik. karena pekerja dan perusahaan tidak memberikan perhatian pada tata laksana yang baik. Page 48 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. sehingga kecelakaan. sebab dapat : • • • • • Memperkecil kecelakaan dan cedera yang terjadi di pekerjaan. cedera dan kebakaran tidak terjadi. membuat kemungkinan tata laksana dilakukan dengan efisien. pelatihan yang tepat dan supervisi pekerja. Berikut ini adalah daftar hal yang utama dari tata laksana yang seharusnya diperiksa pada tempat kerja : • • Tempat kerja dan seluruh area kerja dijaga kebersihannya. Kegiatan Tata Laksana.doc . Rancangan tempat kerja yang baik. fasilitas gudang. Tempat kerja menjadi lebih efesien. area gudang. Perawatan mesin dan peralatan yang tepat. TATA LAKSANA INDUSTRI Banyak kecelakaan tidak dapat dihindari pada tempat kerja. sistim keamanan kerja. ruang istirahat dan area ruang makan harus memenuhi standar kesehatan (hygenic). • Area kerja punya penerangan dan ventilasi yang baik. pakaian pelindung dan perlengkapan juga bagian penting dari tata laksana yang baik. ruang kerja. Pemeriksaan keselamatan berkala dari tempat kerja seharusnya dilakukan dan daftar tugas tata laksana seharusnya dijaga untuk meyakinkan tata laksana dilakukan sebagaimana mestinya. tempat produksi dan jalan masuk agar bersih. Mengapa tata laksana industri seharusnya dilakukan dengan baik ?.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 27 3. Tempat kerja.

Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 28 • Jalan masuk seperti gang. Bahan dan hasil produk ditumpuk atau disusun dengan rapi. putih. sehingga merusak bahan dan membahayakan pekerja. Penyimpanan bahan secara sembarangan sangat berbahaya. Barang-barang yang berbahaya seperti bahan kimia dan bahan yang mudah terbakar (yang mudah dimakan api) disimpan dengan aman dalam lemari tahan api (flameable). Papan pengumuman terbaru. Saluran listrik jangan bersentuhan dengan permukaan yang basah atau merintangi jalan masuk. sampah dan sisa pembuangan dapat diletakkan jauh dari gudang bahan dan bahaya api. tanda peringatan dan tanda alarm dalam keadaan bersih dan mudah dilihat. Peralatan dan perlengkapan disimpan pada rak dan laci. • Jalan masuk dengan jelas ditandai dengan batas kuning. jalan terusan. gemuk dan kotoran. • Tata laksana yang baik termasuk penyimpanan bahan dengan tepat. biru dan atau garis merah. Debu. tangga dan jalan yang landai dijaga kebersihan dari rintangan dan sampah. • • • • • • • • • • • Stop kontak. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Gambar simbol keselamatan kerja. Barang bekas dan sampah di tempatkan pada tempat sampah dan dibuang.doc Page 49 . seperti pada daftar diatas. tombol dan saluran tenaga listrik dalam kondisi baik. Penyimpanan Bahan Bahan harus disimpan dengan aman sehingga bahan tidak rusak atau membahayakan orang. b. Pintu darurat dan perlengkapan dibuat dengan jelas dan mudah dicapai. Lantai dan permukaan lainnya bersih dan kering dengan tidak ada bukti tumpahan. Bahan bekas mudah terbakar diletakkan dalam kotak tertutup dan dibuang dengan aman. Peralatan pemadam kebakaran dalam keadaan siap pakai. Bahan yang ditumpuk tidak teratur bisa jatuh.

Contoh. Fasilitas penyimpanan khusus.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 29 Beberapa hal penting penyimpanan bahan adalah : • • • • • • • Seharusnya mudah bagi pekerja. Bahan dapat disimpan pada rak. Gambar Simbol Keselamatan Kerja Gambar simbol keselamatan adalah tanda yang ditampilkan pada tempat kerja untuk : • • • • Tanda Larangan / Pencegahan kecelakaan . Bau yang menyengat. Contoh. Jenis bahan kimia seharusnya dipisahkan. Gambar lingkaran dengan diagonal merah diatas warna dasar putih. Contoh. Berbentuk Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. seperti lemari tahan api dan kaleng/teromol keamanan. Contoh. Gambar putih diatas warna dasar biru. area jauh dari pekerja. tempat PPPK Tanda Perintah/Pemberitahuan kepada pekerja dimana perlengkapan keselamatan khusus harus dipakai. Berbentuk segi tiga dengan warna hitam diatas warna dasar putih. dan kotak-kotak. Batas tingkatan Asap. laci. diperlukan untuk barang-barang yang berbahaya. ventilasi baik. mudah terbakar atau awas api Tanda Pemberitahuan /Tempat segi empat . secara jelas ada label dan disimpan ditempat yang aman yaitu kering.doc Page 50 . Bahan kimia. gumpalan awan dan debu dari asap seharusnya diselidiki. dilarang merokok. gunakan kaca mata perlengkapan keadaan darurat tersimpan. C. forklifts dan peralatan penanganan mekanik seperti trolleys (kereta) dan drumlifters untuk bergerak didalam dan sekitar area gudang. Tanda Peringatan bahaya keselamatan dan kesehatan kerja. debu dan radiasi seharusnya dimonitor pada lokasi gudang dan pada area kerja.

Ini penting bahwa setiap pekerja mengetahui tanda keselamatan tanpa ragu-ragu.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 30 Tanda-tanda ini mempunyai gambar diatasnya sehingga dapat diketahui apa maksudnya walaupun pekerja tidak bisa bahasa Inggris dengan baik.doc Page 51 . seperti berikut ini : Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Manfaatkan gambar simbol keselamatan untuk tempat kerja dari Departemen Tenaga Kerja untuk mempelajari semua standar tanda keselamatan yang dpergunakan ditempat kerja.

Serat mineral yang berbahaya seharusnya dapat diganti dengan yang aman. gas atau partikel padat yang sangat halus disebarkan oleh udara.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 31 4. POLUSI PADA INDUSTRI Pada umumnya ada tiga bentuk polusi yang mempengaruhi pekerja pada tempat kerja di industri. Debu partikel padat terbawa oleh udara. Masker seharusnya dipakai oleh pekerja yang kontak langsung dengan bahaya serat dan debu hingga tempat kerja dapat dibuat lebih aman. Beberapa debu mineral dapat menggores paru-paru dan menyebabkan penyakit Alergi dan kesulitan bernafas dapat terjadi Kanker dapat berkembang 3) Bagaimana bahaya dapat dicegah dan dikontrol : • • • • • • • • • • Alat pembuangan gas (exhaust) dan ventilasi pembuangan dapat membuang debu dan serat partikel. tindakan harus segera diambil. polusi dari bahan kimia. Pembuangan serat seharusnya ditempatkan dalam kontainer yang bersegel. a. jika tingkatan serat diatas standar yang ditetapkan. Pekerja dapat melakukan pekerjaan yang bervariasi untuk mengurangi kontak secara terus menerus dengan debu dan serat. dan polusi kebisingan. Aerosol dapat berupa cairan. 2) Mengapa serat dan debu berbahaya : • • • • Debu dan serat dapat terhisap kedalam paru-paru. Area kerja seharusnya terjaga kebersihannya untuk menghindari debu dan serat yang terbentuk. Alat pernafasan diperlukan untuk penggunaan temporer atau dalam keadaan darurat. Polusi Dari Serat dan Debu 1) Penyebab polusi Debu dapat ditimbulkan dari proses kerja seperti debu dari serat bahan gelas atau debu dapat masuk ketempat kerja karena di kirim yaitu melalui kantong tepung kimia. kandungan yang terbakar (peranan bahan bakar) atau asap. Alat listrik harus punya ventilasi pembuangan setempat yang pas.doc . Aerosol mungkin datang dari semprotan cairan (cat aerosol). dimana tersebarnya partikel jelaga di udara. Pada bagian berikut dijelaskan masing-masing polusi dan pencegahannya. Page 52 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Penggunaan alat tangan dapat mengurangi debu dibandingkan alat listrik. yaitu : Polusi dari serat (fiber) dan debu. Pemantauan udara untuk melihat tingkatan serat seharusnya dilakukan.

Bocoran dan sisa pembuangan Tumpahan dan bocoran kandungan bahan kimia yang berbahaya harus selalu diperlakukan dengan cara yang tepat. seperti kanker atau sakit liver kronis. Sistim ventilasi industri dirancang dengan baik. Tetapi hal tersebut tidak selalu mudah untuk mendeteksi polusi kimia lebih dini. Uap dengan bau yang enak dapat membuat mabuk. Menutupi proses kerja atau penyimpanan kontainer untuk kandungan bahan kimia (yaitu menutupi wadah. sehingga berefek mematikan dalam beberapa menit. Maka dari itu jangan sembarangan jika menggunakan bahan kimia dalam proses kerja atau menanganinya. sangat bermanfaat melindungi diri pekerja. Ganti bahan kimia dengan yang aman kandungan zatnya. Secara berkala kesehatan pekerja dimonitor. Pakaian dan perlengkapan pelindung seperti masker muka. Pekerja seharusnya mengetahui aturan yang berhubungan dengan risiko bahan kimia yang digunakan. • 3) Tumpahan. Serbuk kimia yang ditangani bertahun-tahun dapat berefek jelek dikemudian hari. Jangan mengira tidak membahayakan. alat pernafasan dan pelindung kepala (helm) dipakai hingga tempat kerja aman. dengan mengikuti semua petunjuk yang dibolehkan untuk penggunaan bahan kimia. Semua pelindung roda gigi harus sesuai standar yang aman. agar dapat menghilangkan asap dan uap. sesuai penjelasan pada MSDS.doc Page 53 . Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Polusi dari Bahan Kimia Bahan kimia yang keras. 2) Langkah pencegahan dan pengontrolan polusi kimia : • • • • • Bila mungkin. hentikan penggunaan bahan kimia berbahaya ditempat kerja. penanganan dari jauh/ pakai remote). atau karena telah bekerja bertahun-tahun menggunakan bahan kimia dan belum pernah mencelakakan. Peranan lembaran data keamanan bahan (Material Safety Data Sheet / MSDS) cukup penting. bau yang tajam atau mempunyai warna tersendiri dan pemberian label yang jelas dapat menjadi peringatan kepada pekerja tentang apa zatnya. 1) Beberapa cara polusi kimia menyerang secara perlahan pada pekerja : • • • Gas yang tidak berwarna atau tidak berbau dapat terbentuk pada ruang terbatas dan bisa menyebabkan mati lemas.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 32 b. sebab bahan kimia tidak berbau. Adanya ahli K3 ditempat kerja yang dapat membantu untuk membaca dan memahami informasi pada MSDS. Udara ditempat kerja harus dimonitor dan semua udara kotor dinetralkan.

sedangkan bagi orang-orang dari sekitar pinggiran merupakan suatu yang menyakitkan. Pada MSDS diberikan petunjuk cara pembuangan yang harus diikuti sesuai peraturan. Industri di banyak tempat telah menjadi begitu bising sehingga hampir semua pekerja industri mengalami tingkat kebisingan yang berbahaya dari suara mesin pon. Gas toxic dihasilkan dari bahan kimia yang terbakar. Ledakan cairan yang mudah terbakar pada pabrik yang terbakar dapat dengan serius membahayakan pemadam kebakaran dan wilayah hunian terdekat. Gas toxic secara ceroboh tertumpah keudara. Potensi risiko untuk masyarakat biasanya dari sumber alami yang penting. karena merasa terganggu. • • Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. kompresor. dapat berefek pada kesehatan banyak orang di masyarakat. secara berangsur-angsur menjadi biasa dengan tingkat kebisingan tersebut. dapat menyebabkan kerusakan kulit dan gangguan pernafasan. Undang-undang telah mengatur kontrol dan standar kebisingan yang diizinkan untuk mengatur orang-orang yang menimbulkan ketidak amanan dan anti-sosial tingkat kebisingan. dan kebisingan industri lainnya. Harus dipahami bahwa bekerja dengan bahan kimia meliputi tanggung jawab untuk melindungi semua masyarakat dari timbulnya bahaya. mengalir kedalam drainase. Untuk waktu lama dapat terjadi gangguan kesehatan.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 33 Beberapa alasan mengapa bocoran dan tumpahan bahan kimia harus diperlakukan dengan tepat : • • • • • Jika kandungan bahan kimia tumpah atau bocor. Pembuangan bahan kimia bekas harus dikontrol secara tepat. di jalan dan ditoko menyebabkan keluhan sejumlah besar orang. c. Kebisingan 1) Sumber kebisingan • Setiap orang punya perbedaan pendapat tentang kapan kebisingan dianggap terlalu keras dan apa jenis kebisingan yang dapat diterima. Memainkan musik keras dirumah.doc Page 54 . seperti udara dan air. Suara kendaraan bermotor konstan diterima orang disekitar kota. hal itu akan mengotori saluran air masyarakat. Polusi harus dipertanggungjawabkan pada semua tempat kerja untuk memastikan bahwa standar keselamatan sesuai peraturan untuk melindungi pekerja dan masyarakat luas.

Pada bagian berikut ini dijelaskan empat cara dasar untuk mengatasi kebisingan : • • • • Perencanaan tata ruang yang baik Penggunaaan bahan bangunan dan akustik yang tepat Pembuatan penyekat atau bagian pembendung Penggunaan getaran suara Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 55 .Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 34 2) Tingkat kebisingan Desibel (dB) adalah ukuran intensitas suara. sebagai perbandingan tingkat kebisingan adalah : • • • • • • • • • Pesawat terbang take off Melewati / ambang batas pendengaran Truk besar Disco Kebisingan pabrik Kebisingan jalan raya Kebisingan kantor Gemerisik daun Sunyi sepi (batas tidak dapat didengar) 180 dB 130 dB 120 dB 110 dB 100 dB 80 dB 60 dB 20 dB 0 dB 3) Mengatasi kebisingan.

a. • • • • • • • • Pikirkan tentang apa yang dapat terjadi sebelum melakukannya. Ketahui tanda peringatan dan pahami maksudnya dan lakukan seperti yang disarankan. Laporkan kesalahan atau peralatan dan perlengkapan yang tidak aman. KESELAMATAN PRIBADI Semua pekerja perlu menyadari keselamatan pribadi mereka ditempat kerja. Tindakan Keamanan Kerja Banyak aktivitas berikut yang menjadi pertimbangan untuk bekerja dengan aman • • • • • • • Memodifikasi peralatan atau mesin tanpa kewenangan. Ikuti aturan dan petunjuk keselamatan dan kesehatan kerja. Ini adalah daftar untuk bekerja dengan aman. Keselamatan pribadi ditempat kerja dapat terjamin dengan dihindarinya faktor bahaya sebelum menyebabkan cedera. Tidak menggunakan alat pengaman walaupun diperlukan waktu mengerjakan pekerjaan. Melakukan pekerjaan selalu dengan cara sendiri. walaupun metoda bekerja dengan aman telah dikembangkan. Selalu mengunakan peralatan dan perlengkapan dengan benar untuk melakukan pekerjaan. Hal berikut ini seharusnya dipelajari dengan seksama dan dipraktikan secara rutin. Jadi jelaslah bahwa semua aktivitas tersebut tidak aman dan sangat potensial menimbulkan bahaya. Jangan melakukan sesuatu yang dapat melukai diri sendiri atau orang lain. Melakukan pekerjaan yang keterampilannya atau kewenangan tidak dipunyai. atau khususnya saat perawatan dan situasi darurat. Perlengkapan dan pakaian pelindung harus selalu dipakai untuk keselamatan ditempat kerja. Mengambil jalan pintas dalam melaksanakan. Bila bahaya tidak dapat dihindari langkah yang harus diambil adalah mengurangi risiko cedera.doc Page 56 . Laporkan praktik kerja dan situasi yang diperkirakan tidak aman. walaupun jalan pintas tersebut melanggar petunjuk prosedur bekerja yang aman. Laporkan semua kecelakaan dan cedera sekecil apapun jika kemungkinan terjadi. Melakukan pekerjaan yang tidak dilatih untuk dilakukan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Tidak memperhatikan aturan keselamatan sebab menurut pribadi hal itu menjadi penghambat dalam melakukan pekerjaan.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 35 5.

Pelindung kulit : Sarung tangan pengaman dan krim pelapis melindungi kulit dari kerusakan dan menahan peresapan bahan kimia kedalam tubuh. dan seharusnya dipilih berdasarkan ukuran tingkat kebisingan pada lokasi kerja. kaca pengaman. Pelindung mata : Kaca mata. Alat ini harus dibersihkan sesudah digunakan untuk menghindari penularan dan disimpan pada kantong plastik tertutup. Masker las dipakai dengan benar untuk pengelasan. peluru. Pelindung kaki : Sepatu boot (safety boots) melindungi kaki Pelindung kepala : Jaring rambut dan penutup. Berikan gagasan tentang bagaimana mesin. seal. Penyaring yang benar diperlukan pada alat pernafasan. Alat pernafasan seharusnya diperiksa secara tetap untuk kebersihan umumnya dan khususnya kerusakan katup. sesuai untuk tempat kerja dan pekerjaan. • Pelindung pernafasan : Penutup muka. tidak punya keterampilan atau kewenangan melakukannya. lembaran penutup.doc Page 57 . saringan udara dan alat pernafasan dengan pembersih udara digunakan untuk melindungi paru-paru dan sistim pernafasan. b. Perlengkapan dan Pakaian Pelindung Pekerja serta Program di Tempat Kerja 1) Perlengkapan dan Pakaian Pelindung Pekerja Perlengkapan dan pakaian pelindung digunakan untuk melindungi pekerja dari kontak langsung dengan bahan kimia atau perantaranya yang dapat membahayakan kesehatan. Alat pernafasan harus dipaskan secara perorangan dan dipilih sesuai kondisi tempat kerja. • • • • Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Masker las dan perisai seharusnya tidak berkabut. Bentuk pelindung pendengaran.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 36 • • • Jangan melakukan sesuatu yang belum dilatih. perlengkapan dan praktik kerja dapat dibuat aman. • Pelindung telinga : Pelindung telinga atau sumbat melindungi pendengaran dari bahaya tingkat kebisingan. tali pengikat dan penjepit. Alat pernafasan seharusnya diperiksa setiap waktu sebelum digunakan. Pakaian harus di pas dengan baik. serat atau jenis kotoran lainnya. tergantung apakah pekerja kontak dengan bahan kimia. Pakaian kerja dari kulit atau metalik cocok melindungi seluruh tubuh dan jas kerja digunakan untuk melindungi badan. debu. Kaca plastik yang tahan tumbukan dan perisai muka akan melindungi dari pecahan yang beterbangan serta perisai tahan zat kimia diperlukan ketika menangani bahan kimia. perisai muka dan helm dapat melindungi sensitif area mata dari kerusakan. Kerja sama dan partisipasi dalam program ini membuat tempat kerja aman. menjaga rambut pada tempat kerja sehingga tidak membahayakan.

Memonitor lingkungan tempat kerja dan memonitor kesehatan seharusnya dilakukan secara tetap untuk meyakinkan program perlindungan memadai.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 37 • Tempat lemari uap (fume cabinets). penggunaan alat pernafasan dengan saringan debu tidak akan melindungi pekerja yang menangani bahan kimia. Semua perlengkapan dan pakaian pelindung harus dipakai sebagaimana mestinya. pancuran air untuk keselamatan (safety showers) dan pencuci mata darurat (emergency eye wash) juga disediakan sebagai penjagaan pertama dalam kasus kegagalan pelindung. kebakaran kelistrikan dan meliputi perlengkapannya. LPG. solar. kebakaran bahan gas yang mudah terbakar seperti asitelin. • • • • • • c. kebakaran benda padat yang mengandung karbon. 2) Program Perlengkapan dan Pakaian Pelindung Pekerja di Tempat kerja Perlengkapan dan pakaian pelindung ditempat kerja selalu diprogram agar benda tersebut secara pasti dipergunakan untuk mengoptimalkan faktor keselamatan. kebakaran benda cair mengandung bahan yang mudah terbakar seperti bensin. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Perlengkapan perlu dirawat sebagaimana mestinya : yaitu disimpan dengan aman dan dijaga kebersihan serta direparasi dengan baik. Keselamatan dan Perlindungan Kebakaran Bebarapa hal yang harus diketahui tentang kebakaran dan perlindungannya adalah : 1) Golongan Kebakaran • Api kelas A. • Api kelas B.doc Page 58 . Kenyamanan pekerja menggunakan perlengkapan dan pakaian adalah penting. berarti ketidaknyamanan atau ketidakcocokan dapat menyebabkan pekerja menolak menggunakan alat keselamatan. • • • Api kelas C. seperti papan. untuk contoh. Api kelas D. Benda-benda pelindung seharusnya sesuai dengan persyaratan standar yang berlaku Pekerja seharusnya dilatih secara benar dalam penggunaan dan perawatan perlengkapan dan pakaian pelindung. Berikut ini hal penting sebagai pertimbangan : • Benda-benda pelindung penggunaannya harus sesuai dengan persyaratan pekerjaan seteliti mungkin. batu bara dan serbuk gergaji. alat pernafasan dan pelindung telinga perlu tertutup dengan rapat dan sesuai tubuh sehingga terpakai dengan baik. Pakaian pelindung. minyak cat. kebakaran dari bahan logam Api kelas E. dll. Untuk contoh. perlengkapan (seperti alat pernafasan dan lemari uap) dan fasilitas dasar pertolongan pertama seharusnya tersedia ditempat kerja. kertas.

: • • • Tabung bersimbol huruf A terletak dalam segi tiga warna hijau.di cat merah dengan adanya pita putih. Karbon dioksida atau Busa kering Dilarang menggunakan air untuk memadamkan kebakaran bahan cair! Untuk kebakaran kelas C. pertama matikan sumbertenaga. Jika mungkin. dipakai untuk kebakaran kelas E (kebakaran kelistrikan) Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. : • Alat pemadam kebakaran untuk bahan gas yang mudah terbakar.di cat merah dengan adanya pita hitam Cairan uap BCF (Bromo Chloro di Fluoromethane) . dipakai untuk kebakaran kelas A (kebakaran bahan padat mengandung karbon) Tabung bersimbol huruf B terletak dalam persegi panjang warna merah.di cat biru Serbuk kering . gunakan : • • Pasir.doc Page 59 . gunakan : BCF. Jangan mengunakan air atau busa pemadam untuk kebakaran kelistrikan. seharusnya dijaga agar tabung gas tetap dingin dengan menggunakan air pakai selang atau alat pemadam. dipakai untuk kebakaran kelas B (kebakaran bahan cair mudah terbakar) Tabung bersimbol huruf C terletak dalam lingkaran warna biru. Untuk kebakaran kelas D. air jika tidak dekat aliran listrik Untuk kebakaran kelas B. gunakan : BCF. Busa. Bahan kimia kering. Adapun jenis dan simbol pada tabungnya adalah sbb. dan bila mungkin matikan suplai (kiriman) gas. 3) Penggunaan bahan /alat pemadam Untuk kebakaran kelas A. Karbon dioksida.di cat merah Karbon dioksida (CO2) . gunakan : • • Serbuk kering .Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 38 2) Bahan dasar untuk pemadam kebakaran : • • • • • Air .di cat kuning Busa . 4) Mengenal Alat Pemadam Portable Alat pemadam portable (yang mudah dipindah) biasanya mudah ditempatkan pada tempat rawan kebakaran.di cat merah dengan adanya pita putih Untuk kebakaran kelas E.

sebelum dinamai dan diisi kembali. dipakai untuk kebakaran kelas D (kebakaran bahan logam) Pelat identifikasi alat pemadam kebakaran. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Mampu menggunakan peralatan dan mengikuti latihan kebakaran dengan keyakinan. disimpan dan ditangani sebagaimana mestinya. Menurut peraturan. 5) Kesiapan menghadapi kebakaran Semua bahan yang mudah terbakar harus dinamai. dan segera ditempatkan dengan seksama pada tempat yang mudah diraih agar dapat melayani reaksi bahaya kebakaran. Menjaga jalan masuk untuk tangga dan perancah/penyangga (scaffolding) bebas. Secara tetap latihan pemadaman seharusnya dilaksanakan sehingga pekerja terbiasa dengan prosedur keselamatan kebakaran dan mengetahui apa yang dilakukan jika terjadi kebakaran. Menjaga peralatan menghadapi kebakaran dan rute jalan keluar bebas dari hambatan. alat pemadam harus dinamai dan dirawat sebagaimana mestinya. Semua pekerja seharusnya mengetahui prosedur untuk pengungsian darurat dan dimana pintu keluar .doc Page 60 . Pelajari tempat semua alarm (sirine) kebakaran. Ketahui tempat semua perlengkapan untuk menghadapi kebakaran. Pastikan berfungsinya alat pemadam kebakaran. Adapun yang diperlukan adalah : • Pahami prosedur pencegahan kebakaran dimana anda bekerja .Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 39 • Tabung bersimbol huruf D terletak dalam bintang warna kuning.petugas keadaan darurat. • • • • • 6) Pengkondisian alat pemadam kebakaran Secara lengkap peralatan pemadam harus terjaga dan mudah diambil. Jangan pernah mengembalikan alat pemadam kebakaran setelah digunakan ketempatnya. prosedur pengungsian. • • • Jaga alat pemadam kebakaran dari pengaruh panas dan dingin yang ekstrim (perbedaan yang mencolok). dimana jalan ketangga tidak terhalang.

kurangi bahaya untuk kehidupan dan jaga kerusakan agar minimum. adalah vital untuk mengontrolnya • Beritahu kebakaran pasukan pemadam Yang terbaik pasukan pemadam datang ketika api masih terkontrol dibandingkan setelah api besar tidak terkontrol • Beritahu setiap mengamankan orang untuk Seseorang menyaksikan pasukan pemadam dapat langsung memadamkan api tanpa menunda • Hadapi kebakaran dengan peralatan yang tersedia Kebakaran kecil dapat segera dikontrol • Mengungsi jika perlu Kebakaran besar bisa membahayakan hidup Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. ingat enam langkah KESELAMATAN ini : • Bunyikan alarm segera Beberapa menit pertama setelah kebakaran mulai. segera lakukan tindakan yang tepat dan segera keluar.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 40 7) Menghadapi kebakaran Jika kebakaran terjadi. Jika menemukan kebakaran.doc Page 61 .

Pencemaran udara di pabrik dari kebocoran gas. Untuk urusan selanjutnya ditangani oleh bagian adminstrasi. ambulans. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Tetapi bila berada jauh.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 41 • Jangan memasuki kembali gedung yang sedang terbakar Asap dan gas didalam gedung yang sedang terbakar adalah berbahaya dan sering mematikan Catatan: Ketika bocoran gas terbakar. dan untuk diikuti perintahnya dengan cara seksama. Prosedur Pengungsian Darurat Situasi darurat di tempat kerja memungkinkan semua orang di area kerja atau seluruh pabrik mengungsi. maka dapat langsung diberi pertolongan. petugas PPPK melanjutkan tindakan-tindakan sebagai berikut : • • • • Petugas PPPK memberikan laporan secara terperinci mengenai korban dan pertolongan pertama yang telah diberikan kepada dokter. maka petugas PPPK harus memutuskan apakah mengirimkan dokter. Pada umumnya bila korban ada didekat petugas PPPK. e. atau yang lain. Mandor/Pengawas harus bertanggung jawab dan melaporkan kejadian yang dialami korban. sesuai persetujuan rencana pengungsian. di mana. sehingga pekerja memahami tentang peringatan sirene dan rencana tindakan keadaan darurat. Latihan pengungsian secara tetap harus dilakukan. Selanjutnya.doc Page 62 . dapat dan diharuskan setiap orang meninggalkan pabrik segera. Pertolongan Pertama Para petugas PPPK (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) harus mengetahui kepada siapa. d. Pimpinan atau atasan harus ikut menanggung dan memberikan keputusan untuk segera menyelidiki sebab-sebabnya. jangan coba untuk memadamkannya sebelum kebocoran dihentikan. kebakaran. Pabrik mempunyai prosedur pengungsian yang diperlukan pekerja untuk bertindak berdasarkan peringatan suara sirene. dan bagaimana harus bertindak memberikan pertolongan pertama. ancaman bom atau keadaan darurat di sekitar lokasi pabrik berada.

perubalsem. dan borwater. harus tersedia juga perlengkapan pertolongan pertama lain atau obatobatan yang disimpan dalam kotak PPPK.doc Page 63 .Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 42 Selain petugas PPPK. Walaupun tindakan pertolongan pertama tidak tercakup dalam modul ini. dan obat-obatan lain. setiap orang seharusnya telah berlatih dasar-dasar pertolongan pertama. slogan atau poster perlu juga sebagai alat bantu untuk mengingatkan pekerja pada waktu bekerja. D samping kotak PPPK. misalnya : • • • kapas. obat luka baru. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. pembalut luka. tensoplas.

dan diskusikan susunan kepanitiaan K3 yang sebaiknya. Sebutkan maksud tempat kerja dalam undang-undang Keselamatan Kerja tahun 1970 2.doc Page 64 . Diskusikan tugas pembinaan lainnya dari pengurus. Tugas 2 Persyaratan Keselamatan Kerja 1. Buatlah daftar semua persyaratan keselamatan kerja Tugas 3 Pengawasan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 2. Pembinaan dan Panitia K3 1.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas Tugas Tugas 1 Istilah dan Ruang lingkup 1. Dengan apa ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja. Apa saja kewajiban pembinaan pengurus terhadap tenaga kerja baru. Tugas 4 Kewajiban dan Hak Tenaga Kerja serta Pengurus Petunjuk : 1. Sebutkan fungsi Panitia K3. 2. 3. Diskusikan apa saja ruang lingkup yang dicakup dalam undang-undang Keselamatan Kerja tahun 1970. Diskusikan kewajiban dan hak tenaga kerja menurut undang-undang Keselamatan Kerja. Diskusikan tentang susunan dan tugas Panitia Banding. Siapa saja yang melakukan pengawasan terhadap undang-undang keselamatan kerja dan sejauh mana kewenangan masing-masing.

Tugas 5 Tata cara Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan Petunjuk : 1. Tugas 7 Jenis-jenis Bahaya di Tempat Kerja 1. Diskusikan juga format-format laporan pemeriksaan. 2. penyakit atau kesakitan yang dapat disebabkan oleh : a) Gerakan bagian peralatan ? b) Kebisingan ? c) Getaran ? d) Pencahayaan ? e) D e b u ? Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. terhadap gambar keselamatan kerja dan alat perlindungan diri untuk tenaga kerja. Jelaskan tata cara pelaporan suatu kecelakaan kerja. Sebutkan kewajiban pengurus terhadap dokumen undang-undang Keselamatan Kerja dan peraturan pelaksanaannya.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas 2.doc Page 65 . Jelaskan ketentuan-ketentuan yang wajib dilakukan oleh perusahaan dalam penerapan Sistem Manajemen K3. Sebutkan unsur-unsur audit Sistem Manajemen K3 dan diskusikan mekanisme pelaksanaan audit. Tugas 6 Penerapan dan Audit Sistem Manajemen K3 Petunjuk : 3. Apa jenis-jenis cedera. Sebutkan prosedur pemeriksaan kecelakaan dan jenis pemeriksaan yang dilakukan. 4. Diskusikan dengan grup belajar anda tentang format laporan dan pengisiannya. Diskusikan dengan grup belajar anda.

Bab 4

Strategi Penyajian

Tugas

f) Tekanan udara ? g) Penanganan manual dan pengangkatan ? 2. Berikan contoh dari masing-masing bahaya bahan kimia, dan cedera/penyakit yang disebabkan oleh : a) G a s b) A s a p c) Cairan d) Zat berbahaya lainnya 3. Seberapa bahaya psikologi yang bisa anda sebutkan ? 4. Sebutkan seberapa bahaya biologi yang mungkin terjadi ditempat kerja, yang mungkin menimbulkan kasus.

Tugas 8 Pencegahan Dan Pengontrolan Bahaya Sistim Kerja
1. Mengapa sistim kerja yang aman termasuk rotasi pekerjaan ? 2. Bicarakan dalam grup belajar anda tentang perancangan/mengatur kembali sistim pekerjaan yang anda lakukan, atau peralatan yang anda gunakan. Bagaimana hal itu dapat dilakukan .

Tugas 9 Pencegahan dan Pengontrolan Bahaya Pemesinan, Kebisingan dan Penanganan Manual
Petunjuk 1 : • • Apakah ada beberapa praktik buruk yang digunakan pada tempat kerja anda ? Data hal tersebut dan diskusikan dengan grup belajar anda. Diskusikan dengan pembimbing dan grup belajar anda beberapa fakta bahaya pada pemesinan ditempat kerja anda. Bagaimana anda dapat menjamin bahwa bahaya dapat dicegah atau dikontrol.

Petunjuk 2 : • Minta pembimbing untuk memutar video tentang kebisingan atau mengunjungi tempat kerja dan amati tentang kebisingan.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Page 66

Bab 4

Strategi Penyajian

Tugas

Apakah kebisingan suatu masalah ditempat kerja anda ?. Ada beberapa cara pemeriksaan efek kebisingan atau mengurangi kebisingan yang terlihat, yang digunakan ditempat kerja anda ?. Seharusnya itu dilakukan ?. Diskusikan hal itu dengan pembimbing dan grup belajar anda.

• •

Petunjuk 3 : Diskusikan dengan grup anda semua perbedaan bentuk penanganan manual yang anda lakukan dalam minggu tertentu.

Petunjuk 4 : • Minta pembimbing anda untuk menampilkan video tentang penanganan manual atau berkunjung ke tempat kerja. Ada berapakah praktik buruk yang dilihat, digunakan ditempat kerja anda ? Yang mana ? Diskusikan hal tersebut dengan grup anda, dan berikan saran cara untuk menghindarinya.

Tugas 10 Pencegahan dan Pengontrolan Bahaya Kimia
Petunjuk 1 : Pembimbing anda akan menyajikan beberapa lembaran data keselamatan bahan (Material Safety Data Sheet / MSDS) dari tempat kerja anda. Bicarakan dengan pembimbing dan grup belajar anda tentang zat apa yang dikandungnya, apa efeknya kepada kesehatan dan apa tindakan pengamanan yang dilakukan ketika menggunakannya. Petunjuk 2 : Kerjakan dengan pembimbing dan grup belajar anda, untuk mendata semua cara berdasarkan pemikiran anda untuk pencegahan atau pengontrolan bahaya bahan kimia. Gunakan kategori berikut (lihat kembali bagian gagasan 'Pencegahan dan pengontrolan bahaya') • • • • • Mengeliminir bahaya Cara bekerja yang aman dari bahaya Prosedur dan sistim kerja yang aman Penggunaan peralatan dan pakaian pelindung

Petunjuk 3 : Minta pembimbing anda memutarkan video tentang penanganan bahan kimia atau mengunjungi tempat kerja dan amati tentang penanganan bahan kimia. Apa yang disarankan untuk peningkatan diarea tempat kerja anda ? Diskusikan hal itu dengan grup belajar anda

• •

Petunjuk 4 : Kerjakan dengan pembimbing dan grup belajar anda untuk mendata kemungkinan efek penyalah-gunaan obat bius atau alkohol pada tempat kerja anda.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Page 67

Bab 4

Strategi Penyajian

Tugas

Tugas 11 Tata Laksana yang baik
Petunjuk 1 : • Tanyakan pada pembimbing apakah perusahaan anda punya Daftar Pemeriksaan Keselamatan Kerja. Jika ada, tentukan area kerja di pabrik dan isi daftar untuk area tersebut dengan menandai Ya/Tidak dilaksanakan pada lembaran yang disediakan dan buatlah komentar yang sesuai. Jika mungkin, kerjakan tugas ini dengan rekan yang lain dalam grup belajar anda. Jika perusahaan anda tidak mempunyai daftar, buatlah daftar tersebut dengan kerjasama grup.

• •

Petunjuk 2 : Sekarang lihat video tentang tata laksana tempat kerja, atau kunjungi tempat kerja dan amati tentang tata laksana area produksi, bengkel atau area kerja lainnya. Diskusikan hasil pengamatan grup dan tuliskan beberapa hal dengan seksama dibawah judul berikut ini : • • • • • Jalan masuk bersih Tempat kerja rapi Tangga Alas kaki tepat Oli tumpah

Tugas 12 Penyimpanan Bahan
Petunjuk : Bicarakan dengan rekan yang lain dalam grup belajar anda mengenai situasi berikut. Pada masingmasing kasus kecelakaan apa yang dapat terjadi dan apa yang seharusnya dilakukan pekerja untuk menghindari kecelakaan. Tulis jawaban anda ! • • • • Pekerja menggunakan trolley (kereta) untuk membawa beberapa bahan, tetapi tidak mengikuti jalur jalan yang telah ditandai. Pekerja diberitahu bahwa beberapa kain lap yang telah di celupkan kedalam bahan pelarut terbentang diatas lantai area kerja. Saluran tenaga listrik dapat terletak melintasi permukaan yang lembab dengan aman, hal itu berbahaya jika melintasi jalur jalan atau gang. Bahan kimia dapat dengan aman disimpan dalam lemari tahan api pada area kerja.
Page 68

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Anda hanya perlu melakukan satu contoh untuk masing-masing area kerja. Alat bantu mekanik disimpan ditempat yang mudah didatangi Tugas 13 Gambar Simbol Keselamatan Kerja Petunjuk : • Manfaatkan Gambar Simbol Keselamatan untuk Tempat kerja dari Departemen Tenaga Kerja untuk mempelajari mengenai semua standar tanda keselamatan yang dipergunakan di tempat kerja. gemuk atau sampah tergeletak di area kerja. termasuk bahan isolasi. contoh : Kelistrikan : Debu atau Bahaya Serat • • • Jenis Polusi : Isolasi Serat mineral keramik yang jelek untuk isolasi panas. tutup buku dan tulislah maksud dari masing-masing gambar simbol tersebut. Jika anda merasa percaya diri bahwa anda mampu mengidentifikasi semua tanda-tanda. Penyebab Bahaya : Penanganan yang jelek atau kontak langsung dengan partikel serat yang ada di udara. pelapis dan pembungkus. Lengkapi berikut ini. Efek Kesehatan : Iritasi kulit. sebagai contoh yang telah dilakukan. jika perlu minta penjelasan kepada petugas keselamatan dan kesehatan kerja tentang masalah kesehatan yang disebabkan oleh debu dan serat. • Tugas 14 Polusi Serat Dan Debu Pada Lingkungan Industri Petunjuk : Tugas ini dicobakan hanya jika relevan dengan perusahaan anda. serangan asma atau kanker paru-paru.doc . Identifikasi jenis debu dan serat. Cari data tentang partikel serat dan debu yang dihasilkan dari proses kerja dan atau bahan yang digunakan pada area kerja. a. Elektronik : Debu atau Bahaya Serat • • • Jenis Polusi : Penyebab Bahaya : Efek Kesehatan : Page 69 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas • • Tumpahan.

Tindakan pengamanan untuk penggunaannya. Bagaimana menangani kandungan zat tersebut dengan aman. gas.doc Page 70 . Pengerjaan Logam : Bahaya Kimia Data bahan kimia. pekerja dimasing-masing area berikut (yang relevan untuk pabrik anda) dan berkenaan dengan MSDS. bahan pelarut dan bahan campuran digunakan pada Pengerjaan Logam. Pekerjaan Logam : Debu atau Bahaya Serat • • • • • • • • • Jenis Polusi : Penyebab Bahaya : Efek Kesehatan : c. termasuk pembuangan sisa : Tindakan pengamanan : b. bahan pelarut dan bahan campuran digunakan pada Elektronik. pilih bahan kimia dan jelaskan hal berikut : • • • Hubungan bahaya kesehatan dengan kandungan bahan kimia. 1) ………………………(nama kandungan bahan kimia) • • • Bahaya kesehatan : Penanganan keselamatan. Elektronik : Bahaya Kimia Data bahan kimia. Perawatan Pabrik : Debu atau Bahaya Serat Jenis Polusi : Penyebab Bahaya : Efek Kesehatan : Tugas 15 Pencegahan Dan Pengontrolan Polusi Bahan Kimia Petunjuk : Pada tugas ini anda perlu bicara kepada petugas keselamatan dan kesehatan kerja. a. gas. Plastik : Debu atau Bahaya Serat Jenis Polusi : Penyebab Bahaya : Efek Kesehatan : d. Untuk masing-masing area kerja (relevan untuk perusahaan anda).Bab 4 Strategi Penyajian Tugas b. 1) ………………………(nama kandungan bahan kimia) Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

Tulis jawaban anda disini. termasuk pembuangan sisa : Tindakan pengamanan : Tugas 16 Pencegahan dan pengontrolan polusi kebisingan Petunjuk : a. termasuk pembuangan sisa : Tindakan pengamanan : c. Perawatan Pabrik : Bahaya Kimia Data bahan kimia. • • Manajemen merencanakan perbaikan tingkat kebisingan oleh : Perbaikan ini direncanakan untuk membuat : Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. bahan pelarut dan bahan campuran digunakan pada Plastik. berapa takaran kebisingan sehari-hari pada tempat atau pabrik tersebut.doc Page 71 .Bab 4 Strategi Penyajian Tugas • • • Bahaya kesehatan : Penanganan keselamatan. • Takaran kebisingan sehari-hari pada pabrik adalah : c. • Tingkat kebisingan yang diizinkan pada pabrik adalah : b. 1) ………………………(nama kandungan bahan kimia) • • • Bahaya kesehatan : Penanganan keselamatan. Cari informasi tentang berapa tingginya tingkat kebisingan yang diizinkan pada pabrik. gas. Temukan dari pihak manajemen apa mereka punya rencana memperbaiki bahaya kebisingan pada pabrik dan kapan mereka melakukan perbaikannya. Plastik : Bahaya Kimia Data bahan kimia. gas. termasuk pembuangan sisa : Tindakan pengamanan : d. 1) ………………………(nama kandungan bahan kimia) • • • Bahaya kesehatan : Penanganan keselamatan. bahan pelarut dan bahan campuran digunakan pada Perawatan Pabrik. Kunjungi pabrik dan tanyakan kepada pengurus keselamatan dan kesehatan kerja.

2) aktivitas : Melakukan pekerjaan tanpa aturan keselamatan sebab aturan dianggap menghambat proses pekerjaan. 3) aktivitas : Tidak menggunakan alat pengaman Bagaimana pendapat anda (Berbahaya atau tidak) Kemungkinan kejadian?. Minum alkohol saat istirahat siang dan kemudian kembali bekerja pada mesin dengan merasa sedikit melayang atau gembira tidak terkendali.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas Tugas 17 Tindakan Keamanan Kerja 1. Untuk masing-masing terangkan mengapa hal itu berbahaya dan apa kecelakaan / cedera yang ditimbulkannya. Menghilangkan tanda dilarang merokok di toilet atau area lain yang dilarang merokok. Merasa jemu dengan pekerjaan atau dengan supervisor sehingga melakukan sabotase terhadap peralatan atau mesin sehingga sesuatu berjalan lambat. Berapa banyak aktivitas berikut yang menjadi pertimbangan bagi anda untuk bekerja dengan aman ?. • • • • Bagaimana pendapat anda (Berbahaya atau tidak) Kemungkinan kejadian?. dan kemungkinan apa yang dapat terjadi (kecelakaan apa?). Untuk masing-masing terangkan pendapat anda. • • • • • • Sedang bekerja bercanda dengan pekerja lain termasuk mengganggu mesin atau alat pengaman. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Diskusikan dalam grup. Dari tiga aktivitas berikut ini menunjukan cara dan sikap kerja.doc Page 72 . 1) aktivitas : Memodifikasi peralatan atau mesin tanpa kewenangan • • Bagaimana pendapat anda (Berbahaya atau tidak) Kemungkinan kejadian?. 2. Menarik perhatian sekitar dengan pura-pura berkelahi atau berkelakar dengan kasar. Lari turun tangga dan terpeleset pada jalur tangga.

Sebutkan berikut ! masing-masing alat perlengkapan dan pakaian pelindung berdasarkan gambar A B C D E F Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas Tugas 18 Perlengkapan dan Pakaian Pelindung serta Program di Tempat Kerja 1.doc Page 73 .

Bab 4 Strategi Penyajian Tugas Tugas 19 Keselamatan dan Perlindungan Kebakaran Petunjuk : Anda mungkin perlu bantuan pengurus keselamatan dan kesehatan kerja atau petugas kepegawaian untuk melengkapi tugas berikut : 1) Adakah pabrik anda mempunyai sistim 'sprinkler' otomatis jika terjadi kebakaran YA / TIDAK Jika ya. bagaimana pengaturan cara kerjanya ketika mulai kebakaran ? 2) Apa jenis alat pemadam yang digunakan untuk kebakaran awal dari kandungan bahan berikut ini : • • • • Kesalahan pengawatan pada instalasi kelistrikan. Gas LPG bocor Kain lap masuk kedalam bahan pelarut Kotak-kotak bekas pengepakan 3) Buatlah peta area kerja anda dan tanda penempatan alat pemadam kebakaran (dan jenis alat pemadam) dan pintu keluar.doc Page 74 . Gambar denah Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Ini adalah contoh dari apa yang seharusnya dibuat.

doc Page 75 . 4) Siapa pengawas kebakaran dan / atau keadaan darurat di area kerja dan / atau di pabrik ? 5) Apa tugas pengawas untuk keadaan darurat ? Tugas 21 Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK) 1) Tanda atau simbol PPPK adalah ?. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 3) Apa saja isi Kotak PPPK ?. berapa banyak jenis tanda peringatan yang ada dan apakah maksud masingmasingnya ? 3) Ketika anda mendengar suara tanda peringatan apa yang harus anda lakukan ? Jelaskan langkah per langkah.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas Tugas 20 Prosedur Pengungsian Darurat Petunjuk : Anda mungkin perlu bantuan perwakilan keselamatan dan kesehatan kerja atau petugas kepegawaian untuk melengkapi tugas berikut : 1) Adakah lebih dari satu jenis sirene atau suara tanda peringatan ditempat kerja anda untuk keadaan darurat ? YA / TIDAK 2) Jika ya. 2) Apa saja tindakan utama dalam pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan.

agar keselamatan dan kesehatan kerja terjamin (pasal 11. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Menjelaskan bagaimana pembinaan terhadap pelaksanaan undang-undang keselamatan kerja (pasal 9 dan 10).6.7 dan 8).12 dan 13).Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 1 Transparansi UNDANG-UNDANG KESELAMATAN KERJA Jika anda telah lengkap mempelajari unit ini. Menguraikan kewajiban dan hak tenaga kerja serta pengurus. dan apa yang dilakukan tentang masalah keselamatan dan kesehatan yang timbul. anda akan mampu untuk : • • • • • Mengidentifikasi istilah dan ruang lingkup wilayah dan jenis pekerjaan yang dijamin undang-undang keselamatan kerja (pasal 1 dan 2) Menjelaskan dengan peraturan perundang-undangan menetapkan syarat-syarat untuk keselamatan kerja (pasal 3 dan 4).doc Page 76 . Memahami siapa yang diwajibkan untuk mengawasi pelaksanaan undang-undang keselamatan kerja (pasal 5 . tergantung atas diketahuinya tanggung jawab anda. Anda juga perlu mengetahui langkah-langkah apa yang dilakukan jika anda atau yang lainnya mempunyai permasalahan di tempat kerja. Mengapa ini penting ? Keselamatan dan kesehatan anda serta yang lainnya.

5. alat-alat dan sumber-sumber produksi lainnya sewaktu kerja dan sebagainya. Mencegah timbulnya penyakit akibat/pekerjaan Mencegah/mengurangi kematian Mencegah/mengurangi cacat tetap Mengamankan material. dan mengamankan produksi. 4. mesin-mesin. Sasaran Keselamatan kerja: 1. Mencegah pemborosan tenaga kerja. modal. 3. konstruksi. keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah manusia serta hasil karya dan budayanya. meningkatkan. Memperlancar. bersih. dan aman sehingga menimbulkan kegembiraan semangat dalam bekerja.doc Page 77 . Meningkatkan produktivitas kerja tanpa memeras tenaga kerja dan menjamin kehidupan produksinya. 2.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 2 Falsafah Keselamatan Kerja “Menjamin keadaan. nyaman. Mencegah terjadinya kecelakaan. instalasiinstalasi dan sebagainya. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. alat-alat kerja. 6. Semua sasaran itu bertujuan meningkatkan taraf hidup (standard of living) dan kesejahteraan umat manusia. tertuju pada kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan manusia pada khususnya”. 9. 7. Menjamin tempat kerja yang sehat. pemeliharaan bangunanbangunan. industri serta pembangunan. pesawat-pesawat. 8. pemakaian.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Kepala Kantor Depnaker memerintahkan pegawai pengawas untuk melakukan pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan. Kakanwil Depnaker berdasarkan analisis laporan kecelakaan menyusun analisis kecelakaan setiap bulan dan kepada Menteri atau Pejabat yang ditunjuk. Kepala Kantor Depnaker berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan pada setiap akhir bulan menyusun analisis laporan kecelakaan dan menyampaikan kepada Kakanwil Depnaker selambat-lambatnya tanggal 5 bulan berikutnya. Pemeriksaan Kecelakaan Setiap setelah menerima laporan kecelakaan dari pengurus atau pengusaha. Penyampaian laporan dapat dilakukan secara lisan sebelum dilaporkan secara tertulis. Kewajiban melaporkan berlaku bagi pengurus atau pengusaha yang telah dan yang belum mengikutsertakan pekerjaannya ke dalam program jaminan sosial tenaga kerja wajib melaporkan secara tertulis kepada Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja setempat dalam waktu tidak lebih dari 2 x 24 jam.doc Page 78 .Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 3 Tata Cara Pelaporan Kecelakaan Pengurus atau pengusaha wajib melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi di tempat kerja dipimpinnya. Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan berdasarkan analisis laporan kecelakaan menyusun analisis laporan kekerapan dan keparahan kecelakaan tingkat nasional.

7) Standar Pemantauan . maka perlu diaudit unsur-unsur : 1) Pembangunan dan pemeliharaan komitmen . 10) Pengumpulan dan penggunaan data . 4) Pengendalian dokumen .Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 4 Penerapan Sistem Manajemen K3 Untuk menjamin orang lain yang proses produksi perlu penerapan Kerja keselamatan dan kesehatan tenaga kerja maupun berada di tempat kerja. serta sumber produksi. 6) Keamanan bekerja berdasarkan Sistem Manajemen K3 . Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 5) Pembelian . 11) Pemeriksaan sistem manajemen . 3) Peninjauan ulang desain dan kontrak .doc Page 79 . 9) Pengelolaan material dan pemindahannya . 2) Strategi pendokumentasian . 12) Pengembangan keterampilan dan kemampuan. maka Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Audit Sistem Manajemen K3 Untuk pembuktian penerapan Sistem Manajemen K3. 8) Pelaporan dan perbaikan kekurangan . dan lingkungan kerja dalam keadaan aman.

doc Page 80 . • Menjelaskan apa yang dimaksud dengan lembaran data keselamatan bahan (Material Safety Data Sheet / MSDS) dan bagaimana menggunakannya. sehingga mereka dapat bekerja kearah pengurangan kecelakaan. Mengapa ini penting ? Semua pekerja perlu menyadari bahaya di tempat kerja. dan menjelaskan bagaimana bahaya dapat dicegah dan dikontrol.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 5 Bahaya di Tempat Kerja Tujuan : • Menggambarkan jenis-jenis bahaya di tempat kerja • Mengidetifikasi bahaya yang dapat menyebabkan kesalahan dan cedera pada tempat kerja anda. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. cedera dan sakit.

getaran. dan zat berbahaya lainnya 3. debu. cairan. Bahaya Biologi : • Inspeksi kuman. Bahaya Radiasi : • Radiasi microwave • Cahaya laser daya tinggi • Pemanas infra-red daya tinggi • Sinar gamma dari zat radio aktif • Radiasi ultra violet dari matahari 5. tekanan udara • Penanganan manual dan pengangkatan 2. virus penyakit Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 6 Jenis-jenis Bahaya : 1. Bahaya Fisik : • Gerakan peralatan atau bagian mesin • Bising. Bahaya Psikologi : • Stress.doc Page 81 . Bahaya Bahan Kimia : • Gas. asap. atau tidak senang pada pekerjaan 6. Bahaya Ergonomi : • Desain peralatan buruk atau tata letak yang salah 4. pencahayaan.

cari cara yang aman untuk mengerjakan • Pastikan prosedur dan sistim kerja yang aman • Gunakan peralatan dan pakaian pelindung Bahaya dan Pencegahan : • Pengaturan Kerja • Gerakan Mesin • Pengaruh Kebisingan • Penanganan Manual • Reaksi bahan Kimia • Alkohol dan Penggunaan Obat Bius • Bahaya lain ditempat Kerja Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 82 .Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 7 Prinsip Pencegahan atau Pengontrolan Bahaya : • Bila mungkin. eliminir bahaya • Jika bahaya tidak bisa dieliminir.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 8 Tata Laksana Industri Tujuan : • Menjelaskan apa maksud Tata Laksana Industri • Menjelaskan bagaimana tata laksana yang baik dapat membuat tempat kerja aman. • Menjelaskan apa maksud gambar simbol keselamatan kerja. Mengapa ini penting ? Banyak kecelakaan tidak dapat dihindarkan pada tempat kerja.doc Page 83 . • Menjelaskan bahaya apa yang dapat disebabkan oleh tata laksana yang buruk. terjadi karena pekerja dan perusahaan tidak memberikan perhatian pada tata laksana yang baik.

• Barang berbahaya tersimpan pada tempat khusus yang aman • Bahan kimia diberi label dengan jelas.doc Page 84 . debu dan radiasi. gumpalan awan dan debu dari asap harus diselidiki. laci atau kotak masingmasing. Bau yang menyengat. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 9 Manfaat Tata Laksana Yang Baik : • Memperkecil kecelakaan dan cedera yang terjadi di tempat kerja • Risiko kebakaran berkurang • Pekerja lebih percaya diri bekerja dengan aman • Tempat kerja menjadi lebih efesien Beberapa Hal Penting Dalam Penyimpanan Bahan : • Mudah diambil dan diangkut • Bahan tersimpan pada rak. terpisah sesuai jenisnya dan disimpan pada tempat yang memenuhi persyaratan • Lokasi gudang dan area kerja selalu dimonitor batas tingkatan asap.

Contoh. Berbentuk segi empat . Gambar putih diatas warna dasar biru. Berbentuk segi tiga dengan warna hitam diatas warna dasar putih. mudah terbakar atau awas api • Tanda Pemberitahuan /Tempat perlengkapan keadaan darurat tersimpan. Contoh. gunakan kaca mata Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Contoh. Contoh. • Tanda Peringatan bahaya keselamatan dan kesehatan kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 10 Contoh Gambar Simbol Keselamatan • Tanda Larangan / Pencegahan kecelakaan . tempat PPPK • Tanda Perintah/Pemberitahuan kepada pekerja dimana perlengkapan keselamatan khusus harus dipakai. Gambar lingkaran dengan diagonal merah diatas warna dasar putih.doc Page 85 . dilarang merokok.

Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 11 Polusi pada Industri Tujuan : • Menjelaskan istilah-istilah pada polusi. • Menjelaskan sumber-sumber polusi.doc Page 86 . • Menjelaskan cara pencegahan dan pengontrolan polusi. Mengapa ini Penting ? Banyak polusi yang terjadi pada industri dan menyebabkan terganggunya lingkungan dan membahayakan manusia dan habitat makhluk lainnya secara luas. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

Lima Prinsip Pencegahan dan Pengontrolan dijelaskan pada unit 2 yaitu : • Lenyapkan • Ganti (bahan) • Kontrol • Prosedur dan sistim kerja yang aman • Perlengkapan dan pakaian pelindung.doc Page 87 .Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 12 Polusi pada Lingkungan Industri • Polusi dari serat (fiber) dan debu • Polusi dari bahan kimia • Polusi kebisingan Pencegahan dan Pengontrolan Polusi pada tempat kerja industri utamanya disebabkan oleh timbulnya bahaya serat dan debu. kandungan kimia dan tidak amannya tingkat kebisingan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 88 . Sekarang anda akan belajar bagaimana anda dapat meminimalkan risiko untuk diri sendiri dari faktor tersebut. prosedur dan praktik kerja yang mungkin menyebabkan cedera diri sendiri atau orang lain. • Menjelaskan prosedur pengungsian tempat kerja dan pertolongan pertama pada kecelakaan. • Mendata cara yang dapat meminimalkan risiko dan cedera.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 13 Keselamatan Pribadi Tujuan : • Mengenalkan sikap aman dan tidak aman di tempat kerja. • Mendata barang perlengkapan dan pakaian pelindung • Memilih dengan tepat alat pemadam kebakaran yang sesuai dengan jenis kebakaran/bahan yang terbakar. Anda telah siap mempelajari bahaya yang ada di tempat kerja dan polusi yang mungkin timbul dari bahan kimia dan pemesinan. • Menggambarkan sikap. Mengapa ini penting ? Semua pekerja perlu menyadari keselamatan pribadi mereka di tempat kerja.

• Melakukan pekerjaan yang tidak dilatih untuk melakukan. • Melakukan pekerjaan selalu seperti cara sendiri.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 14 Tindakan Keamanan Kerja Aktivitas yang perlu dipertanyakan untuk bekerja dengan aman ? • Memodifikasi peralatan atau mesin tanpa kewenangan. walaupun metoda bekerja dengan aman telah dikembangkan. • Melakukan pekerjaan kewenangan. yang tidak punya keterampilan atau • Tidak memperhatikan aturan keselamatan sebab menurut pribadi hal itu menjadi penghambat dalam melakukan pekerjaan.doc Page 89 . Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. • Tidak menggunakan alat pengaman walaupun diperlukan waktu mengerjakan pekerjaan. • Mengambil jalan pintas ketika mengerjakan. walaupun jalan pintas melanggar petunjuk prosedur bekerja yang aman.

perlengkapan dan praktik kerja dapat dibuat aman. • Jangan melakukan sesuatu yang dapat melukai diri sendiri atau orang lain. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. • Berikan gagasan tentang bagaimana pemesinan. • Laporkan semua kecelakaan dan cedera sekecil apapun jika kemungkinan terjadi. • Laporkan praktik kerja dan situasi yang diperkirakan tidak aman. keterampilan atau kewenangan melakukannya. tidak punya • Kerja sama dan partisipasi dalam program ini membuat tempat kerja aman. • Ikuti aturan dan petunjuk keselamatan • Ketahui tanda peringatan dan pahami maksudnya dan lakukan seperti yang ditunjukan.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 15 Tindakan Bekerja dengan Aman Daftar berikut ini seharusnya dipraktikan secara rutin. • Selalu mengunakan peralatan dan perlengkapan dengan benar untuk pekerjaan yang dilakukan. dipelajari dengan seksama dan • Pikirkan tentang apa yang dapat terjadi sebelum melakukannya.doc Page 90 . • Jangan melakukan sesuatu yang belum dilatih. • Laporkan kesalahan atau peralatan dan perlengkapan yang tidak aman.

doc Page 91 .Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 16 Perlengkapan dan Pakaian Pelindung Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

Busa/bahan kimia kering (merah/ dengan pita putih Bahan gas yang mudah terbakar -Jaga tabung gas tetap dingin seperti asitelin. Air (tabung warna merah) seperti papan. Busa/bahan kimia kering (merah/ dengan pita putih) Kelas E Bahan kelistrikan perlengkapannya. kertas. Kelas B Kelas C Kelas D Bahan logam Serbuk kering (merah/ dengan pita putih) dan BCF (kuning). dll. minyak cat . CO2 seperti bensin. (merah/ dengan pita hitam. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. solar .doc Page 92 . batu bara dll. CO2 (merah/ dengan pita hitam.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 17 Keselamatan Kebakaran dan Perlindungan Tabel Golongan Kebakaran dan Bahan Pemadam Golongan Kebakaran Kelas A Kebakaran mengandung Bahan/alat pemadam Bahan padat mengandung karbon. Busa (biru). LPG dengan menggunakan air pakai selang atau alat pemadam -Matikan suplai (kiriman) gas. Bahan cair yang mudah terbakar BCF (kuning).

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Catatan: Ketika bocoran gas terbakar. 5.doc Page 93 . jangan coba untuk memadamkannya sebelum kebocoran dihentikan. 6. 4. 3.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 18 Enam Langkah Keselamatan Menghadapi Kebakaran : 1. 2.

Berdasarkan tempat kerja anda kembangkan prosedur dan tetapkan petugas sebagai ahli pertolongan pertama.doc Page 94 . dan siapa yang ditunjuk sebagai petugas. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. perwakilan keselamatan dan kesehatan kerja dan lainnya. Yakinkan anda mengetahui prosedur yang tepat untuk tempat kerja anda. setiap orang seharusnya telah berlatih dasardasar pertolongan pertama. Anda tidak dapat menunggu terjadinya masalah dan kemudian baru memutuskan bagaimana menanganinya. pengawas kebakaran.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 19 Ringkasan Keselamatan dan kesehatan kerja. kebakaran dan prosedur pengungsian keadaan darurat tidak dapat dianggap enteng. Catatan : Walaupun tindakan pertolongan pertama tidak diuraikan dalam unit ini.

Para penilai harus memperhatikan petunjuk penilaian dalam standar kompetensi sebelum memutuskan metode penilaian yang akan dipakai. Bila Anda menilai kompetensi ini Anda harus mempertimbangkan seluruh issue di atas untuk mencerminkan sifat kerja yang nyata . seorang peniIai industri yang diakui akan menentukan apakah seorang pekerja mampu melakukan tugas yang terdapat dalam unit kompetensi ini . Untuk menjadi kompeten dalam suatu pekerjaan yang berkaitan dengan keterampilan berarti bahwa orang tersebut harus mampu untuk : • • • • • menampilkan keterampilan pada level (tingkat) yang dapat diterima mengorganisasikan tugas-tugas yang dibutuhkan.doc Page 95 . Apa yang Dimaksud dengan Kompeten? Tanyakan pada diri Anda sendiri : “Kemampuan kerja apa yang benar-benar dibutuhkan oleh peserta pelatihan”? Jawaban terhadap pertanyaan ini akan mengatakan kepada Anda tentang apa yang kita maksud dengan kata “kompeten”.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini BAB 5 CARA MENILAI UNIT INI Apa yang Dimaksud dengan Penilaian ? Penilaian adalah proses pengumpulan bukti-bukti hasil ujian/pekerjaan dan pemberian nilai atas kemajuan peserta pelatihan dalam mencapai kriteria unjuk kerja seperti yang dimaksud dalam Standar Kompetensi. Penilai mengakui bahwa individuindividu dapat mencapai kompetensi dalam berbagai cara: • • kualifikasi terdahulu belajar secara informal. merespon dan bereaksi secara layak bila sesuatu salah memenuhi suatu peranan dalam sesuatu rangkaian tugas-tugas pada pekerjaan mentransfer/mengimplementasikan keterampilan dan pengetahuan pada situasi baru. Pengakuan Kompetensi yang Dimiliki Prinsip penilaian terpadu memberikan pengakuan terhadap kompetensi yang ada tanpa memandang dari mana kompetensi tersebut diperoleh. Pengakuan terhadap kompetensi yang ada dengan mengumpulkan bukti-bukti kemampuan untuk dinilai apakah seseorang telah memenuhi standar kompetensi. Kualifikasi Penilai Dalam kondisi Iingkungan kerja. atau mengembangkan metode Anda sendiri untuk melakukan penilaian. baik memenuhi standar kompetensi untuk suatu pekerjaan maupun untuk kualifikasi formal. Bila pada nilai yang ditetapkan telah tercapai ( sesuai dengan kriteria ). Untuk menilai unit ini mungkin Anda akan memilih metode yang ditawarkan dalam pedoman ini. maka dinyatakan bahwa kompetensi sudah dicapai . Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Penilaian lebih untuk mengidentifikasi pencapaian dan penguasaan kompetensi peserta pelatihan dari pada hanya untuk membandingkan prestasi peserta terhadap peserta lain.

Sesi praktik seharusnya diulang sampai tingkat penguasaan yang disyaratkan dari sub kompetansi dicapai. pilihan ganda. Setiap sesi praktik atau tugas seharusnya dinilai secara individu untuk tiap Sub-Kompetensi. di mana peserta dinilai (penilaian formatif) pada setiap elemen kompetensi.doc Page 96 . bergerak atau tetap. berdasar pada dua hal yaitu: • • pengetahuan dan keterampilan pokok hubungan dengan keterampilan praktik. Penilaian untuk unit ini. BETUL 2. komparasi. Mereka tidak boleh melanjutkan unit berikutnya sebelum mereka benar-benar menguasai (kompeten) pada materi yang sedang dilatihkan . Sebagai contoh. SALAH Ruang lingkup yang dicakup oleh undang-undang no 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja adalah mengatur pekerja Indonesia. Hal ini penting sekali. mengisi/melengkapi kalimat. walaupun bekerja di negara lain. lingkari salah satu BETUL atau SALAH 1. Tes pengetahuan pokok biasanya digunakan tes obyektif. tertutup atau terbuka. secara umum mengikuti format berikut: (a) (b) Menampilkan pokok keterampilan kompetensi/kriteria unjuk kerja. BETUL SALAH Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini Ujian yang Disarankan Umum Unit Kompetensi ini. Tes essay dapat juga digunakan dengan soal-soal atau pertanyaan yang relevan dengan unit ini. Sebagai patokan disini seharusnya paling sedikit satu penilaian tugas untuk pengetahuan pokok pada setiap elemen kompetensi. Untuk penilaian unit “Keselamatan dan Kesehatan Kerja “ disarankan hal-hal sebagai berikut: Penilaian Pengetahuan Pokok Penilaian Teori Sub-Kompetensi/Elemen 1 : Peraturan Kerja Tes berdasarkan pada soal-soal berikut : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan pilhan yang tepat ! Pertanyaan 1 sampai 5. dan pengetahuan untuk setiap sub- Berhubungan dengan sesi praktik atau tugas untuk memperkuat teori atau mempersiapkan praktik dalam suatu keterampilan. dimana tenaga kerja melakukan pekerjaan. Pengertian tempat kerja dalam undang-undang keselamatan kerja adalah tiap ruangan atau lapangan.

6. walaupun tenaga kerjanya dibawah batas ketentuan (kurang dari serratus orang). Pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan dilakukan oleh pegawai pengawas setelah Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja menerima laporan kecelakaan dari pengurus atau pengusaha. cedera atau sakit BETUL SALAH 3.doc . perusahaan dapat melakukan audit melalui Badan Audit yang ditunjuk oleh : (a) (b) (c) Pengusaha. Menteri Sub-Kompetensi/Elemen 2 : Bahaya di tempat kerja Tes berdasarkan pada soal-soal berikut : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan pilhan yang tepat ! Pertanyaan 1 sampai 5. Untuk pembuktian penerapan Sistem Manajemen K3. pencemaran dan penyakit akibat kerja. Pengawas. Sistem Manajemen K3 wajib diterapkan oleh perusahaan yang proses atau bahan produksinya mengandung potensi bahaya peledakan. 1. Kewajiban melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi di tempat kerja oleh pengurus atau pengusaha meliputi yang telah dan yang belum mengikutsertakan pekerjaannya ke dalam program jaminan sosial tenaga kerja. SALAH Bahaya dapat mengarah pada kecelakaan. Semua bahaya tempat kerja dapat dihilangkan. BETUL SALAH 5. lingkari salah satu BETUL atau SALAH. BETUL 2. BETUL SALAH Berikan tanda cek ( V ) pada kotak dekat jawaban yang terbaik. kebakaran. Pekerja seharusnya menyadari bahaya ditempat kerja.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini 3. BETUL SALAH Page 97 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. BETUL SALAH 4.

lingkari salah satu BETUL atau SALAH 1. Bahan yang mudah terbakar mudah dimakan api BETUL 2. Pekerja yang telah minum alkohol atau sedang melakukan pengobatan dapat mencederai diri sendiri atau orang lain. kesengat listrik dan ketinggian juga berbahaya. BETUL SALAH 5. BETUL SALAH Berikan tanda cek ( V ) pada kotak dekat jawaban yang terbaik.doc Page 98 . BETUL SALAH 4. Simbol keselamatan segi-tiga 'tengkorak dan tulang bersilang' digambar diatas latar belakang kuning. 6. Tata laksana industri adalah tanggung jawab dari staf kebersihan. BETUL SALAH Sub-Kompetensi/Elemen 3 : Tata Laksana Indusri Tes berdasarkan pada soal-soal berikut : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan pilhan yang tepat ! Pertanyaan 1 sampai 5. Lingkaran biru indikasi simbol keselamatan dimana peralatan pelindung harus dipakai. Berlebihan panas atau dingin. SALAH Jalan masuk seharusnya dengan jelas ditandai dengan garis hijau. BETUL SALAH 5. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Menambah beban listrik yang digunakan.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini 4. peringatan bahaya biologi. Sekering/pengaman bisa putus. Saluran tenaga listrik seharusnya tidak terhampar melintang dipermukaan lembab/basah sebab : (a) (b) (c) Bisa tersengat listrik. BETUL SALAH 3.

SALAH Semua bahaya bahan kimia dengan mudah identifikasi. harus dikontrol sebagaimana mestinya. lingkari salah satu BETUL atau SALAH 1. BETUL SALAH 5. BETUL 2. Polusi di pabrik kita dapat dikontrol atau dicegah. Kebisingan keras yang terus menerus dapat menyebabkan kehilangan pendengaran. BETUL SALAH Sub-Kompetensi/Elemen 5 : Keselamatan Pribadi Tes berdasarkan pada soal-soal berikut : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan pilhan yang tepat ! Pertanyaan 1 sampai 5.doc Page 99 . lingkari salah satu BETUL atau SALAH 1. BETUL SALAH 4. BETUL SALAH 3. BETUL SALAH 4. Kenyamanan pekerja menggunakan pakaian dan perlengkapan keselamatan tidak penting. Dengan debu dan serat di udara cukup aman bekerja. BETUL SALAH 3. BETUL SALAH Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Anda seharusnya selalu memikirkan tentang apa yang dapat terjadi sebelum anda melakukan sesuatu. Pemadam kebakaran karbon dioksida cocok untuk kebakaran kelistrikan.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini Sub-Kompetensi/Elemen 4 : Polusi pada Indusri Tes berdasarkan pada soal-soal berikut : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan pilhan yang tepat ! Pertanyaan 1 sampai 5. Ketika membuang sisa/sampah bahan kimia. BETUL 2. SALAH Pekerja seharusnya dengan benar dilatih menggunakan dan merawat pakaian dan perlengkapan keselamatan.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Cahaya yang hebat/tajam (yaitu dalam pengelasan). Bahaya bahan kimia.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini 5. Semua hal diatas.doc Page 100 . Sesuatu yang pertama dilakukan dalam kasus kebakaran adalah memberitahu pasukan pemadam kebakaran. 6. BETUL SALAH Berikan tanda cek ( V ) pada kotak dekat jawaban yang terbaik. Kaca-mata dan kaca pelindung keselamatan lainnya mungkin disediakan untuk melindungi dari : (a) (b) (c) (d) Pecahan beterbangan.

Tugas-tugas Penilaian Ya 1.doc Page 101 . Tidak Perlu Latihan Lanjutan 5.1 Isi undang-undang No.0 Mengidentifikasi undang-undang dan peratuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3).2 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. 2. 4. Per.1 Cara tata laksana industri yang baik dapat mengurangi bahaya dijelaskan.1 Sumber polusi pada suatu lingkungan industri dijelaskan.2 Tindakan pencegahan dan pengontrolan polusi diuraikan.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini Ringkasan Penilaian Pengetahuan dan Keterampilan Gunakan tugas-tugas ini untuk menetapkan apakah peserta pelatihan telah menguasai pokokpokok pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan. 3. 5. Per. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 3.03/MEN/1998 tentang tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan dijelaskan.4 Prosedur pengungsian dan tindakan pertolongan pertama diterangkan. Pokok-pokok Pengetahuan dan Keterampilan 1.1 Potensi bahaya di tempat diidentifkasi. 1. 1.0 Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja. 5.0 Menjelaskan keselamatan pribadi. 3. 2. 4. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja dijelaskan.0 Menjelaskan polusi pada industri.2 Beberapa cara untuk mengontrol dan mencegah bahaya diuraikan.3 Tindakan keselamatan dan perlindungan kebakaran dijelaskan 5. 5.0 Menjelaskan tata laksana industri.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dijelaskan 2.3 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.2 Prosedur pencegahan dengan perlengkapan pelindung yang tepat diuraikan.2 Maksud gambar simbol keselamatan kerja dijelaskan. 4.1 Penyebab cedera pribadi dan sikap kerja yang aman diuraikan.

….Pemeriksaan kecelakaan . . ….Tata laksana yang baik .Polusi bahan kimia serta pencegahan. …. ….Prosedur pengungsian darurat .Penyimpanan bahan .Jenis-jenis bahaya . ….Gambar simbol keselamatan kerja.Pertolongan pertama pada kecelakaan. ….doc Page 102 . ….Tujuan. . Nama Peserta : Nama Penilai : yang cukup yang Catatan tentang …. …. …. …. diantaranya : . …. Menjelaskan sumber dan pengontrolan polusi pada industri : .Hak dan kewajian tenaga kerja dan pengurus.Polusi kebisingan serta pencegahan Menjelaskan penyebab cedera dan prosedur keselamatan pribadi yakni : .Pengawasan dan Pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja . sasaran dan penerapan sistem manajemen K3 . …. ….Syarat-syarat keselamatan kerja .Tata cara pelaporan kecelakaan . …. ….Keselamatan dan perlindungan kebakaran .Tindakan keamanan kerja . …. Apakah telah memberikan bukti-bukti menunjukkan bahwa peserta dapat : Menjelaskan isi Undang-undang dan peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) meliputi : .Pencegahan dan pengontrolan bahaya. ….Bab 5 Cara Menilai Unit Ini Checklist yang Disarankan Bagi Penilai Modul : Keselamatan dan Kesehatan Kerja.Polusi serat dan debu serta pencegahan . Menjelaskan cara tata laksana industri. ….Audit sistem manajemen K3 dan mekanisme pelaksanaan audit Mengidentifikasi potensi dan mengatasi bahaya di tempat kerja : .Perlengkapan dan pakaian pelindung serta program ditempat kerja . …. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

. Tanda tangan Peserta Pelatihan: Tanggal: Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Kompeten Kompetensi yang Dicapai Umpan balik untuk Peserta: Tanda tangan Peserta sudah diberitahu tentang hasil Tanda tangan Penilai: penilaian dan alasan-ala san mengambil keputusan Tanggal: Saya sudah diberitahu tentang hasil penilaian dan alasan mengambil keputusan tersebut.……….doc Page 103 .……………….Bab 5 Cara Menilai Unit Ini Lembar Penilaian Unit : BSDC 0201 / Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nama Peserta Pelatihan Nama Penilai Peserta yang Dinilai : : …………………………………… : ………….