Indonesia Australia Partnership for Skills Development

Batam Institutional Development Project

Paket Pembelajaran dan Penilaian
Kode Unit : BSDC-0201

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
(Occupational Health and Safety)

( Desember 2001 )

Daftar Isi
BAB 1 PENGANTAR ......................................................................................................... 1 Selamat Berjumpa di Buku Pedoman ini !................................................................... 1 Persyaratan Minimal Kemampuan Membaca, Menulis & Berhitung ........................... 1 Definisi ........................................................................................................................ 1 Berapa Lama Mencapai Kompetensi ? ....................................................................... 2 Simbol ......................................................................................................................... 2 Terminologi ................................................................................................................. 2 BAB 2 ARAHAN BAGI PELATIH ...................................................................................... 5 Peran Pelatih............................................................................................................... 5 Strategi Penyajian ....................................................................................................... 5 Alat Bantu yang Dibutuhkan untuk Menyajikan Kompetensi Ini.................................. 5 Peraturan .................................................................................................................... 6 Sumber-sumber untuk Mendapatkan Informasi Tambahan ........................................ 6 BAB 3 STANDAR KOMPETENSI...................................................................................... 7 Judul Unit .................................................................................................................... 7 Deskripsi Unit .............................................................................................................. 7 Kemampuan Awal ....................................................................................................... 7 Elemen Kompetensi dan Kriteria Unjuk Kerja ............................................................. 7 Variabel ....................................................................................................................... 8 Pengetahuan dan Keterampilan Pokok....................................................................... 9 Konteks Penilaian ....................................................................................................... 9 Aspek Penting Penilaian ............................................................................................. 9 Keterkaitan dengan Unit Lain.................................................................................... 10 Kompetensi Kunci yang akan Didemonstrasikan dalam Unit Ini ............................... 10 Tingkat Kemampuan yang Harus Ditunjukkan dalam Menguasai Kompetensi ini .... 10 BAB 4 A B C STRATEGI PENYAJIAN ...................................................................................... 11 Rencana Materi ................................................................................................. 11 Cara Mengajarkan Standar Kompetensi............................................................ 13 Materi Pendukung untuk Pelatih........................................................................ 21 Lembar Informasi........................................................................................... 22 Tugas............................................................................................................. 64 Transparansi.................................................................................................. 76 BAB 5 CARA MENILAI UNIT INI ...................................................................................... 95 Apa yang Dimaksud dengan Penilaian ? .................................................................. 95 Apa yang Dimaksud dengan Kompeten?.................................................................. 95 Pengakuan Kompetensi yang Dimiliki ....................................................................... 95 Kualifikasi Penilai ...................................................................................................... 95 Ujian yang Disarankan .............................................................................................. 96 Checklist yang Disarankan Bagi Penilai.................................................................. 102 Lembar Penilaian .................................................................................................... 103

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Bab 1

Pengantar

BAB 1

PENGANTAR

Selamat Berjumpa di Buku Pedoman ini !
Buku Paket Pembelajaran dan Penilaian ini menggunakan sistem pelatihan berdasarkan kompetensi untuk mengajarkan keterampilan ditempat kerja, yakni suatu cara yang secara nasional sudah disepakati untuk penyampaian keterampilan, sikap dan pengetahuan yang dibutuhkan dalam suatu proses pembelajaran. Penekanan utamanya adalah tentang apa yang dapat dilakukan seseorang setelah mengikuti pelatihan. Salah satu karakteristik yang paling penting dari pelatihan yang berdasarkan kompetensi adalah penguasaan individu secara aktual di tempat kerja. Pelatih harus menyusun sesi-sesi kegiatannya sesuai dengan : • • • • kebutuhan peserta pelatihan persyaratan-persyaratan organisasi waktu yang tersedia untuk pelatihan situasi pelatihan.

Strategi penyampaian dan perencanaan sudah dipersiapkan oleh pelatih untuk peserta pelatihan. Masalah yang disarankan akan memberikan suatu indikasi tentang apa yang harus dicantumkan dalam program tersebut untuk memenuhi/mencapai standar kompetensi. Strategi pembelajaran dan penilaian yang dipersiapkan dalam unit ini tidaklah bersifat wajib namun digunakan sebagai pedoman. Peserta pelatihan didorong untuk memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman industri mereka. Contoh-contoh produk industri lokal atau hasil pengembangan sumber-sumber yang mereka miliki, dapat membantu dalam menyesuaikan materi dan memastikan relevansi pelatihan.

Persyaratan Minimal Kemampuan Membaca, Menulis & Berhitung
Untuk melaksanakan pelatihan secara efektif dan agar dapat mencapai standar kompetensi diperlukan tingkat kemampuan minimal dalam membaca, menulis dan menghitung berikut: Kemampuan membaca dan menulis Kemampuan menghitung Kemampuan baca, interpretasi dan membuat teks. Kemampuan menggabungkan informasi untuk dapat menafsirkan suatu pengertian Kemampuan minimal untuk menggunakan matematika dan simbol teknik, diagram dan terminologi dalam konteks umum dan yang dapat diprediksi serta dimungkinkan untuk mengkomunikasikan keduanya yaitu antara matematik dan teknik.

Definisi
Seseorang yang berkeinginan untuk memperoleh kompetensi seharusnya berkenan menamakan dirinya sebagai peserta latih. Dalam situasi pelatihan, anda dapat ditempatkan sebagai siswa, pelajar atau sebagai peserta, sehingga seorang pengajar kompetensi ini adalah sebagai pelatih. Sebaliknya, dalam situasi pelatihan anda juga dapat ditempatkan sebagai guru, mentor, fasilitator atau sebagai supervisor.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Page 1

Bab 1 Pengantar Berapa Lama Mencapai Kompetensi ? Dalam sistem pelatihan berdasarkan kompetensi. Proses ini dilaksanakan oleh seorang penilai yang memenuhi syarat (cakap dan berkualitas) dalam kerangka kerja yang sudah disetujui secara Nasional. dengan demikian dimungkinkan peserta pelatihan yang berbeda memerlukan waktu yang berbeda pula untuk mencapai suatu kompetensi tertentu. bukan pencapaian pada pemenuhan waktu tertentu. Berikut penjelasan tentang simbol : Simbol Keterangan Handout ( Pegangan Peserta ) HO OHT Overhead Transparansi yang dapat digunakan dalam penyampaian materi pelatihan Penilaian kompetensi yang harus dikuasai Penilaian Tugas Tugas / kegiatan diselesaikan. fokusnya harus tertuju kepada pencapaian suatu kompeterisi/keahlian. kultur. atau aktivitas yang harus Terminologi Akses dan Keadilan Mengacu kepada fakta bahwa pelatihan harus dapat diakses oleh setiap orang tanpa memandang umur. Kompeten Mampu melakukan pekerjaan dan memiliki keterampilan. pengetahuan dan sikap yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan secara efektif ditempat kerja serta sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan. Penilai Seseorang yang telah diakui/ditunjuk oleh industri untuk menilai/menguji para tenaga kerja di suatu area tertentu. Simbol Dalam keseluruhan paket pelatihan akan kita lihat beberapa simbol. Pelatihan Berdasarkan Kompetensi Pelatihan yang berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam menguasai suatu kompetensi/ keahlian secara terukur dan mengacu pada standar yang sudah ditetapkan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. agama atau latar belakang pendidikan. Penilaian Proses formal yang memastikan pelatihan memenuhi standar-standar yang dibutuhkan oleh industri. jenis kelamin. sosial.doc Page 2 .

Ini meliputi: mengumpulkan. menggunakan ide-ide teknikmatematis . dalam menguasai 3 Strategi Penyajian Strategi penyajian adalah dengan menyediakan informasi yang diperlukan tentang bagaimana melaksanakan pelatihan berdasarkan program yang dilaksanakan di tempat kerja dan/atau di tempat pelatihan/ organisasi yang bersangkutan. Supervisor melakukan pemeriksaan atas penyelesaian pekerjaan.Bab 1 Pengantar Aspek Penting Penilaian Menerangkan fokus penilaian dan poin-poin utama yang mendasari suatu penilaian. Tugas-tugas yang Iebih luas dan lebih kompleks dengan peningkatan kemampuan diri untuk menangani pekerjaan secara otonomi. merencanakan dan mengorganisasikan aktifitas. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Penilaian Formatif Kegiatan penilaian berskala kecil yang dilakukan selama pelatihan. bagaimana dan dengan metode apa penilaian akan dilaksanakan. Kompetensi-kompetensi ini digolongkan ke dalam tingkat yang berbeda sebagai berikut: Tingkat kemampuan kompetensi ini Tingkat 1 2 yang harus ditunjukkan Karakteristik Tugas-tugas rutin dalam prosedur sudah tercapai dan secara periodik kemajuannya diperiksa oleh supervisor. menganalisis. Kompetensi Kunci Kompetensi yang menopang seluruh unjuk kerja dalam suatu pekerjaan. bekerja dengan orang lain dalam sebuah tim. yaitu untuk membantu dalam memastikan bahwa pelajaran dilaksanakan secara baik dan adanya umpan balik kepada peserta tentang kemajuan yang mereka capai. Acuan Penilaian Acuan penilaian adalah garis pedoman tentang bagaimana sebuah unit kompetensi harus dinilai. Adil Tidak merugikan para peserta tertentu. mengorganisasikan dan mengkomunikasikan ide-ide dan informasi.doc Page 3 . memecahkan masalah penggunaan teknologi. Elemen Kompetensi Elemen atau Sub-Kompetensi adalah keterampilan-keterampilan yang membangun suatu unit kompetensi. Konteks Penilaian Menetapkan dimana. Bertanggung jawab atas aktifitas-aktifitas yang kompleks dan non-rutin yang diarahkan dan bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain. Fleksibel Tidak ada pendekatan tunggal terhadap penyampaian dan penilaian unjuk kerja dalam sistem pelatihan berdasarkan kompetensi.

Hal tersebut biasanya adalah kompetensi yang berkaitan dengan standar kompetensi industi dan juga berkaitan dengan pembelajaran dan pelatihan sebelumnya.doc Page 4 . Variabel Penjelasan tentang rincian tempat pelatihan dengan perbedaan konteks yang mungkin dapat diterapkan pada suatu unit kompetensi tertentu. Kriteria Unjuk kerja Kriteria-kriteria atau patokan yang digunakan untuk menilai apakah seseorang sudah mencapai suatu kompetensi dalam suatu unit kompetensi. Peserta Orang yang menerima / mengikuti pelatihan. Pelatih Orang yang memberikan pelatihan. Standar Kompetensi Nasional Kompetensi-kompetensi yang sudah disepakati secara nasional dan standar-standar penampilan kerja yang dijadikan acuan oleh segala pihak dalam melakukan suatu pekerjaan. (lihat RPL) Pengakuan Terhadap Pengalaman Belajar (RPL.Recognition of Prior Learning) Pengakuan terhadap hasil belajar sebelum mempelajari suatu unit kompetensi untuk mendukung pencapaian unit kompetensi tersebut. Hal ini juga memberikan pedoman tentang unit lain yang dapat dinilai bersama. (lihat RCC) Penilaian Sumatif Penilaian ini dilakukan setetah pelatihan unit kompetensi selesai. Pengetahuan dan Keterampilan Pokok Definisi atau uraian tentang keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk mencapai suatu keahlian/keterampilan pada tingkat yang telah ditetapkan Deskripsi Unit Gambaran umum tentang program pembelajaran/ kompetensi yang hendak dicapai. Valid Penilàian terhadap fakta-fakta dan kriteria unjuk kerja yang sama akan menghasilkan hasil akhir penilaian yang sama dari penilai yang berbeda. Pengakuan Kemampuan yang Dimiliki (RCC. yakni untuk memastikan bahwa peserta pelatihan sudah mencapai kriteria unjuk kerja.Bab 1 Pengantar Keterkaitan dengan Unit Lain Menerangkan peran suatu unit dan tempatnya dalam susunan kompetensi yang ditetapkan oleh industri. Reliabel Menggunakan metode-rnetode dan prosedur-prosedur yang menguatkan terhadap standar kompetensi dan tingkatannya diinterpretasikan serta diterapkan secara konsisten kepada seluruh konteks dan seluruh peserta pelatihan.Recognition of Current Competence) Pengakuan akan keterampilan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. pengetahuan dan kemampuan sesseorang yang telah dicapainya.

dan alat-alat lain yang diperlukan. kemampuan membaca dan menulis serta keterampilan memahami dan menggunakan matematika peserta pelatihan yang dibutuhkan untuk mendemonstrasikan kompetensi dalam standar kompetensi ini ? Apakah anda menyadari tentang kemampuan membaca gambar peserta pelatihan yang dibutuhkan untuk mendemonstrasikan kompetensi dalam standar kompetensi ini ? Sudahkah anda pertimbangkan isu-isu yang wajar dan dapat diterima dalam merencanakan penyampaian program pelatihan ini? • • • • Strategi Penyajian Variasi kegiatan pelatihan yang disarankan untuk penyampaian kompetensi ini meliputi : • • • • • • • • pengajaran ( tatap muka ) tugas-tugas praktik tugas-tugas proyek studi kasus melalui media (video. papan tulis. jika praktik industri atau magang tidak memungkinkan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. pertimbangkanlah pertanyaan-pertanyaan berikut ini: • • • • Seberapa yakin anda tentang pengetahuan dan ketrampilah anda sendiri yang dibutuhkan untuk menyampaikan setiap elemen? Apakah ada informasi atau peraturan baru yang mungkin anda butuhkan untuk diakses sebelum anda memulai pelatihan? Apakah anda merasa yakin untuk mendemonstrasikan tugas-tugas praktik? Apakah anda akan sanggup menerangkan secara jelas tentang pengetahuan pendukung yang dibutuhkan oleh peserta pelatihan untuk melakukan pekerjaan mereka secara tepat? Apakah anda menyadari situasi ruang Iingkup industri dimana kompetensi ini mungkin diterapkan? Apakah anda menyadari tentang bahasa.doc Page 5 . Alat Bantu yang Dibutuhkan untuk Menyajikan Kompetensi Ini Ruang kelas atau ruang belajar memenuhi syarat minimum untuk penyampaian teori kepada peserta pelatihan. kunjungan/ kerja industri Pelatih harus memilih strategi pelatihan yang Iayak untuk kompetensi yang sedang diberikan. demonstrasi dan penggunaan multi media mungkin cukup memadai. dll ) kerja kelompok bermain peran dan simulasi. Contohnya. referensi. Untuk memastikan bahwa anda siap bekerja pada kompetensi ini dengan peserta pelatihan. OHP dan perlengkapannya.Bab 2 Arahan Bagi Pelatih BAB 2 ARAHAN BAGI PELATIH Peran Pelatih Salah satu peran anda sebagai pelatih atau guru adalah memastikan standar pelayanan yang tinggi melalui pelatihan yang efektif. beragam simulasi. flip chart dan perlengkapannya. baik situasi maupun kebutuhan pesertanya.

dan yakinkan bahwa peserta pelatihan anda mengikutinya. 1980 Petunjuk Praktis Keselamatan Kerja Soedjono Bhratara Karya Aksara – Jakarta 1985 Himpunan Peraturan Perundang-undangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Tim Penyusun Departemen Tenaga Kerja RI.Bab 2 Arahan Bagi Pelatih Peraturan Perhatikan peraturan-peraturan atau hukum yang relevan serta panduan yang dapat mempengaruhi kegiatan anda. 1999 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 6 . Sumber-sumber untuk Mendapatkan Informasi Tambahan Sumber-sumber informasi meliputi beberapa kategori berikut ini : Sumber bacaan yang dapat digunakan : Judul: Pengarang: Penerbit: Tahun Terbit: Judul: Pengarang: Penerbit: Tahun Terbit: Judul: Pengarang: Penerbit: Tahun Terbit: Judul: Pengarang: Penerbit: Tahun Terbit Occupational Health and Safety Maree Wheelen Western Metropolitan College of TAFE 1990 Keselamatan Kerja dan Tata Laksana Bengkel Tia Setiawan dan Harun Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan.

Kriteria Unjuk Kerja 1.1 Isi undang-undang No.Bab 3 Standar Kompetensi BAB 3 STANDAR KOMPETENSI Dalam sistem pelatihan. Kemampuan Awal Peserta pelatihan harus telah memiliki kemampuan awal berikut : Nil Elemen Kompetensi dan Kriteria Unjuk Kerja Sub Kompetensi / Elemen 1. 3. 4.0 Menjelaskan tata laksana industri.doc Page 7 .1 Sumber polusi pada suatu lingkungan industri dijelaskan. 1.2 Maksud gambar simbol keselamatan kerja dijelaskan.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dijelaskan 2. 2. keterampilan dan sikap kerja tentang keselamatan dan kesehatan kerja serta penerapannya di industri.03/MEN/1998 tentang tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan dijelaskan.0 Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja. 4.0 Mengidentifikasi undang-undang dan peratuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Per. 2.0 Menjelaskan polusi pada industri.1 Cara tata laksana industri yang dapat mengurangi bahaya dijelaskan. Judul Unit Keselamatan dan Kesehatan Kerja Deskripsi Unit Unit ini merupakan unit yang bertujuan untuk mempersiapkan seorang teknisi las dan teknisi lainnya memiliki pengetahuan. Per.2 Beberapa cara untuk mengontrol dan mencegah bahaya diuraikan. 3.2 Tindakan pencegahan dan pengontrolan polusi diuraikan. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja dijelaskan.3 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. 1. Standar Kompetensi diharapkan dapat menjadi panduan bagi peserta pelatihan atau siswa untuk dapat : • • • • mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan mengidentifikasikan apa yang telah dikerjakan peserta pelatihan memeriksa kemajuan peserta pelatihan meyakinkan bahwa semua elemen ( Sub-Kompetensi ) dan kriteria unjuk kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.2 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. 3.1 Potensi bahaya di tempat diidentifkasi. 4.

3 Tindakan keselamatan dan perlindungan kebakaran dijelaskan 5. Tersedia bengkel yang memenuhi persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja. 5. • Lingkungan kerja yang sehat dan aman dengan ventilasi dan sistem pengisap udara yang memadai. sikap kerja serta keterampilan tentang keselamatan dan kesehatan kerja yang bersifat umum untuk keahlian yang relevan dengan pekerjaan las dan fabrikasi logam. sepatu kerja. • Tersedia sumber-sumber belajar dan media pembelajaran. • • d. a.1 Penyebab cedera pribadi dan sikap kerja yang aman diuraikan.2 Prosedur pencegahan dengan perlengkapan pelindung yang tepat diuraikan.Bab 3 Standar Kompetensi Sub Kompetensi / Elemen 5.0 Menjelaskan keselamatan pribadi. helm las dan/ atau kaca mata pengaman ( bila diperlukan ). Pelatihan dapat dilaksanakan di bengkel pelatihan atau di industri yang relevan dengan persyaratan . Sasarannya adalah segala macam pekerjaan bengkel pada industri-industri manufaktur di lingkungan Pulau Batam dan Bintan serta Indonesia umumnya.doc Page 8 . Penekanan dari unit ini adalah hal-hal yang mendasar tentang aturan dan sikap keselamatan dan kesehatan kerja. Variabel Unit ini bermaksud memberikan pengetahuan. 5. c. Tersedia alat-alat keselamatan dan kesehatan kerja. b. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.4 Prosedur pengungsian dan tindakan pertolongan pertama diterangkan. Permasalahan keselamatan dan kesehatan kerja yang perlu diperhatikan : • Pemakaian peralatan keselamatan dan kesehatan kerja seperti : pakaian yang cocok. • Pencahayaan yang cukup. Kriteria Unjuk Kerja 5. juga ruang guru yang sebaiknya berdekatan dengan bengkel tersebut.

Bab 3 Standar Kompetensi Pengetahuan dan Keterampilan Pokok Pokok-pokok pengetahuan dan keterampilan yang harus dinilai penguasaan dan penampilannya adalah sebagai berikut : Undang-undang dan Peraturan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) : .Tata cara pelaporan kecelakaan .Prosedur pengungsian darurat .Gambar simbol keselamatan kerja.Pertolongan pertama pada kecelakaan. Konteks Penilaian Unit ini dapat dilakukan penilaiannya oleh lembaga pelatihan. asosiasi atau industri tempat bekerja.Jenis-jenis bahaya .Audit sistem manajemen K3 dan mekanisme pelaksanaan audit Bahaya di Tempat Kerja : .Pencegahan dan pengontrolan bahaya.doc Page 9 .Tata laksana yang baik .Polusi kebisingan serta pencegahan Keselamatan Pribadi : . Aspek Penting Penilaian Fokus penilaian unit ini akan tergantung pada kebutuhan sektor industri yang mencakup dalam program pelatihan. .Polusi serat dan debu serta pencegahan . Polusi pada Industri : .Tujuan.Syarat-syarat keselamatan kerja .Perlengkapan dan pakaian pelindung serta program ditempat kerja .Pengawasan dan Pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja .Penyimpanan bahan . yaitu : Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Tindakan keamanan kerja . .Pemeriksaan kecelakaan . sasaran dan penerapan sistem manajemen K3 .Hak dan kewajian tenaga kerja dan pengurus. Tata Laksana Industri : .Polusi bahan kimia serta pencegahan.Keselamatan dan perlindungan kebakaran . Penilaian seharusnya meliputi penilaian kemampuan praktik/unjuk kerja dan penilaian pokok-pokok pengetahuan dengan beberapa metoda penilaian.

Mengelola dan Menganalisa Informasi Mengkomunikasikan Ide-ide dan Informasi Merencanakan dan Mengorganisir Aktifitas-aktifitas Bekerja dengan Orang Lain dan Kelompok Tingkat 1 1 1 1 Kompetensi Umum dalam Unit Ini Menggunakan Ide-ide dan Teknik Matematika Memecahkan Masalah Menggunakan Teknologi Tingkat 1 1 1 Tingkat Kemampuan yang Harus Ditunjukkan dalam Menguasai Kompetensi ini Tingkat 1 2 Karakteristik Melakukan tugas-tugas rutin berdasarkan prosedur yang baku dan tunduk pada pemeriksaan kemajuannya oleh supervisor. Melakukan tugas-tugas yang Iebih luas dan lebih kompleks dengan peningkatan kemampuan untuk pekerjaan yang dilakukan secara otonom. Perlu hati-hati dalam pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan pelatihan unit ini. perlu diupayakan pelatihan khusus juga agar apa yang dibutuhkan industri tersebut dapat dipenuhi. yang diatur sendiri dan bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain.Bab 3 Standar Kompetensi • • • • Adanya integrasi antara teori-praktik. Kondisi unjuk bekerja akan membantu memenuhi maksud ini. Penekanan pelatihan adalah prosedur-prosedur dan teknik-teknik yang benar disamping hasilnya. Metode-metode penilain sebaiknya terdiri dari proses dan hasil. Melakukan aktifitas-aktifitas yang kompleks dan non-rutin. lembaga pelatihan harus menyediakan program pelatihan yang dapat mencakup semua industri agar tidak terjadi prasangka hanya untuk satu sektor industri saja. Untuk pra-pelatihan kejuruan secara umum. Aplikasi seharusnya berhubungan dengan kegiatan manufaktur dan perawatan. Supervisor melakukan pemeriksaan atas penyelesaian pekerjaan. 3 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Kompetensi Kunci yang akan Didemonstrasikan dalam Unit Ini Kompetensi Umum dalam Unit Ini Mengumpulkan. Sedangkan untuk penyelenggaraan pelatihan bagi industri yang khusus. Keterkaitan dengan Unit Lain Unit ini merupakan unit lanjutan yang membekali pengetahuan dan keterampilan untuk proses las busur manual yang akan dipelajari pada tingkat berikutnya.doc Page 10 .

Tata cara pelaporan kecelakaan . peserta dan penilai harus yakin dapat memenuhi seluruh rincian yang tertuang dalam standar kompetensi. 2. . 2.2 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.Bab 4 Strategi Penyajian A Rencana Materi BAB 4 A STRATEGI PENYAJIAN Rencana Materi Penyajian bahan.Jenis-jenis bahaya .Tujuan. Per.0 Mengidentifikasi undangundang dan peraturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3). 1. 1. pengajar.1 Isi undang-undang No.Pencegahan dan pengontrolan bahaya Tata Laksana Industri : .1 Cara tata laksana industri yang baik dapat mengurangi bahaya dijelaskan.Audit sistem manajemen K3 dan mekanisme pelaksanaan audit • • • • Kegiatan Penyajian Tanya-jawab Diskusi Latihan Tampilan • Handout • OHT • Tugas Catatan: 1.2 Beberapa cara untuk mengontrol dan mencegah bahaya diuraikan 3. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 1.doc .0 Menjelaskan tata laksana industri.0 Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja. Per.1 Potensi bahaya di tempat diidentifkasi.Pemeriksaan kecelakaan . 2. sasaran dan penerapan sistem manajemen K3 .05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dijelaskan Topik Pelatihan Undang-undang dan peraturan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) : . Isi perencanaan merupakan kaitan antara kriteria unjuk kerja dengan pokok-pokok keterampilan dan pengetahuan .Pengawasan dan Pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja .Hak dan kewajiban tenaga kerja dan pengurus. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja dijelaskan.Tata laksana yang baik • Penyajian • Tanya jawab • Diskusi • Latihan • Penyajian • Tanya jawab • Diskusi • Handout • OH • Tugas • Handout • OHT • Tugas Page 11 3. Bahaya di Tempat Kerja : .Syarat-syarat keselamatan kerja .3 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.03/MEN/1998 tentang tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan dijelaskan. Elemen Jenis Variabel 1. 2.

Keselamatan dan perlindungan kebakaran . Topik Pelatihan . 4.1 Sumber polusi pada suatu lingkungan industri dijelaskan.Perlengkapan dan pakaian pelindung serta program ditempat kerja . 5.0 Menjelaskan polusi pada industri. • Handout • OHT • Tugas 5.Prosedur pengungsian darurat .doc Page 12 . 4.2 Maksud gambar simbol keselamatan kerja dijelaskan. 5.2 Tindakan pencegahan dan pengontrolan polusi diuraikan.2 Prosedur pencegahan dengan perlengkapan pelindung yang tepat diuraikan.Penyimpanan bahan . Keselamatan Pribadi : . .Polusi bahan kimia serta pencegahan. 5.Gambar simbol keselamatan kerja Polusi pada Industri : -Polusi serat dan debu serta pencegahan .1 Penyebab cedera pribadi dan sikap kerja yang aman diuraikan.Bab 4 Strategi Penyajian A Rencana Materi Elemen Jenis Variabel 3.0 Menjelaskan keselamatan pribadi.Pertolongan pertama pada kecelakaan • Penyajian • Tanya jawab • Diskusi • Latihan • Handout • OHT • Tugas Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.3 Tindakan keselamatan dan perlindungan kebakaran dijelaskan 5.4 Prosedur pengungsian dan tindakan pertolongan pertama diterangkan.Polusi kebisingan serta pencegahan Kegiatan • Latihan • Penyajian • Tanya jawab • Diskusi • Latihan Tampilan 4.Tindakan keamanan kerja .

Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Sesi ini menunjukkan hand-out. tugas / praktik dan transparansi yang cocok/sesuai dengan standar kompetensi. 9 OHT 1 & 2 Tugas 1 s.d. pasal demi pasal.1 Isi undang-undang No.doc Page 13 .? 1. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja dijelaskan. Instruktur menjelaskan dan memberi tugas tentang maksud dan tujuan undang-undang keselamatan kerja. Keterampilan. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan.d. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan dan diskusi HO 2 s. 4 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan.03/MEN/1998 tentang tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan dijelaskan. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan dan diskusi HO 9 s.2 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dijelaskan Instruktur menjelaskan dan memberi tugas tentang maksud dan tujuan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Instruktur menjelaskan dan memberi tugas tentang maksud dan tujuan peraturan tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan. pasal demi pasal.d. Per.doc Page 14 . 13 OHT 3 Tugas 5 1. pasal demi pasal. 19 OHT 4 Tugas 6 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.? 1. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan dan diskusi HO 14 s. Per.d.3 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan.

berkunjung dan diskusi HO 20 OHT 5 & 6 Tugas 7 2.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan. 10 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan.d.? 2. dan dapat juga memberikan contoh. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan. 26 OHT 7 Tugas 8 s.doc Page 15 .2 Beberapa cara untuk mengontrol dan mencegah bahaya diuraikan.d.1 Potensi bahaya di tempat diidentifkasi. Instruktur menjelaskan dan memberi tugas tentang pengontrolan dan pencegahan bahaya. Instruktur menerangkan dan memberi tugas tentang jenis-jenis bahaya. berkunjung dan diskusi HO 21 s.

Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan. berkunjung dan diskusi HO 29 & 30 OHT 10 Tugas 13 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.1 Cara tata laksana industri yang baik dapat mengurangi bahaya dijelaskan. Instruktur menerangkan dan memberikan tugas tentang arti gambar simbol keselamatan kerja. juga cara penyimpanan bahan. 29 OHT 8 & 9 Tugas 11 & 12 3.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa.doc Page 16 . Instruktur menjelaskan dan memberikan tugas tentang manfaat tata laksana industri yang baik.? 3. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan.d.2 Maksud gambar simbol keselamatan kerja dijelaskan. berkunjung dan diskusi HO 27 s.

d. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan. 16 4.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan. berkunjung dan diskusi HO 31 s. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa.2 Tindakan pencegahan dan pengontrolan polusi diuraikan.1 Sumber polusi pada suatu lingkungan industri dijelaskan. Instruktur menjelaskan tentang istilah pada polusi dan sumber polusi serta memberi tugas yang relevan.d.d.d. 34 OHT 11 & 12 Tugas 14 s. berkunjung dan diskusi HO 31 s.? 4.doc Page 17 . Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan. Instruktur memberikan penjelasan dan memberikan tugas tentang tindakan pencegahan dan pengontrolan polusi. 16 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan. 34 OHT 12 Tugas 14 s.

d. berkunjung dan diskusi HO 36 & 37 OHT 16 Tugas 18 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 18 . berkunjung dan diskusi HO 35 & 36 OHT 13 s. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan. Instruktur menjelaskan dan memberi tugas tentang jenis-jenis dan fungsi perlengkapan pelindung diri dan persyaratan perlengkapan pada tempat kerja. Juga memberikan tugas yang relevan.2 Prosedur pencegahan dengan perlengkapan pelindung yang tepat diuraikan.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan.? 5. Instruktur menjelaskan istilah tentang keselamatan dan cara kerja yang meyebabkan cedera pribadi. 15 Tugas 17 5. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan.1 Penyebab cedera pribadi dan sikap kerja yang aman diuraikan.

Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan. 41 OHT 17 & 18 Tugas 19 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.d. juga kesiapan menghadapi kebakaran.doc Page 19 . fungsi dan perawatannya. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa.? 5. Berikan tugas yang relevan. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan.3 Tindakan keselamatan dan perlindungan kebakaran dijelaskan Instruktur memberikan penjelasan tentang tindakan keselamatan dan perlindungan dari kebakaran yang meliputi : jenis alat pemadam. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan. berkunjung dan diskusi HO 37 s.

keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan.doc Page 20 . pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan.? 5. memberikan tugas tentang pengungsian darurat dan pertolongan pertama pada kecelakaan .4 Prosedur pengungsian dan tindakan pertolongan pertama diterangkan. Instruktur menjelaskan prosedur pengungsian darurat dan tindakan pertolongan pertama. berkunjung dan diskusi HO 41 & 42 OHT 19 Tugas 20 & 21 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

Tugas : Merupakan latihan keterampilan praktik yang harus dicapai berkenaan dengan kemampuan yang sesuai dengan rincian kompetensi pada deskripsi unit. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Lembar Informasi (Handout) : Merupakan pegangan peserta pelatihan yang berisi materi/teori penunjang dan informasi yang sesuai dengan kriteria unjuk kerja yang melingkupinya.Bab 4 Strategi Penyajian C Materi Pendukung untuk Pelatih C Materi Pendukung untuk Pelatih 1.doc Page 21 . yaitu: 2. Transparansi (Overhead Transparancy /OHT) : Isinya melingkupi setiap kriteria unjuk kerja yang dilengkapi dengan pokok-pokok sajian dan/ atau gambar-gambar yang diperlukan untuk penyampaian materi. Materi pendukung bagi guru dibagi dalam tiga hal. 3.

. Identitas : …………………… : ……….… Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 22 .Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi Lembar Informasi HO 1 KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (Occupational Health and Safety) BSDC-0201 Nama Peserta No.

ialah tiap ruangan atau lapangan. (2) Pengurus ialah orang yang mempunyai tugas memimpin langsung suatu tempat kerja atau bagian yang berdiri. ialah tenaga teknis berkeahlian khusus dari luar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk mengawasi ditaatinya undang-undang ini. ialah pegawai teknis berkeahlian khusus dari Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja. lapangan. UNDANG-UNDANG DAN PERATURAN TENTANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA a. bergerak atau tetap. termasuk tempat kerja semua ruangan. (3) Pengusaha ialah : a) Orang atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan sesuatu usaha bukan miliknya dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja. Undang-undang No. di mana tenaga kerja bekerja atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk suatu keperluan suatu usaha dan di mana terdapat sumber atau sumbersumber bahaya sebagai mana terperinci pada pasal 2. (5) Pegawai Pengawas.doc Page 23 . halaman dan sekelilingnya yang merupakan bagian atau yang berhubungan dengan tempat kerja tersebut.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 2 1. jikalau yang diwakili berkedudukan di luar Indonesia. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja 1) Tentang Istilah Pasal 1 Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan : (1) Tempat kerja. (4) Direktur ialah pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk melaksanakan undang-undang ini. (6) Ahli keselamatan kerja. tertutup atau terbuka. b) Orang atau badan hukum yang menjalankan sesuatu usaha milik sendiri dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. c) Orang atau badan hukum yang di Indonesia mewakili orang atau badan hukum termaksud pada a) dan b).

Bab 4

Strategi Penyajian

Lembar Informasi

HO 3
2) Ruang Lingkup
Pasal 2 (1) Yang diatur oleh undang-undang ini ialah keselamatan kerja dalam segala tempat kerja, baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air, yang berada dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia. (2) Ketentuan pada ayat (1) tersebut berlaku pada tempat kerja di mana : a) Dibuat, dicoba, dipakai atau dipergunakan mesin, pesawat, alat, perkakas, peralatan atau instalasi yang berbahaya atau dapat menimbulkan kecelakaan, kebakaran atau peledakan. Dibuat, diolah, dipakai, dipergunakan, diperdagangkan, diangkut atau disimpan bahan atau barang yang dapat meledak, mudah terbakar, menggigit, beracun, menimbulkan infeksi, bersuhu tinggi. Dikerjakan pembangunan, perbaikan, perawatan, pembersihan atau pembongkaran rumah, gedung atau bangunan lainnya yang termasuk bangunan perairan, saluran atau terowongan di bawah tanah dan sebagainya atau dimana dilakukan pekerjaan persiapan. Dilakukan usaha : pertanian, perkebunan, pembukaan hutan, pengolahan kayu atau hasil hutan lainnya, peternakan, perikanan dan lapangan kesehatan. Dilakukan usaha perkembangan dan pengolahan emas, logam atau bijih logam lainnya, batu-batuan, gas minyak atau mineral lainnya, baik dipermukaan atau di dalam bumi, maupun di dasar perairan. Dilakukan pengangkutan barang, binatang atau manusia, melalui terowongan, di permukaan air, dalam air maupun di udara. Dikerjakan bongkar muat barang muatan kapal, perahu, dermaga, dek, stasiun atau gudang. Dilakukan penyelaman, pengambilan benda dan pekerjaan lain di dalam air. Dilakukan pekerjaan pada ketinggian di atas permukaan tanah atau perairan. Dilakukan pekerjaan di bawah tekanan udara atau suhu yang tinggi dan rendah. Dilakukan pekerjaan yang mengandung bahaya tertimbun tanah, kejatuhan, terkena pelantingan benda, terjatuh atau terperosok, hanyut atau terpelanting. Dilakukan pekerjaan di dalam tangki, sumur atau lubang.
Page 24

b)

c)

d)

e)

f) g) h) i) j) k) l)

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Bab 4

Strategi Penyajian

Lembar Informasi

HO 4
m) Terdapat atau menyebar suhu, kelembaban, debu, kotoran, api, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar atau radiasi, suara atau getaran. n) o) p) q) r) Dilakukan pembuangan atau pemusnahan sampah atau limbah. Dilakukan pemancaran, penyiaran atau penerimaan radio, radar, televisi atau telepon. Dilakukan pendidikan, pembinaan, percobaan, penyelidikan atau riset (penelitian) yang menggunakan alat teknis. Dibangkitkan, diubah, dikumpulkan, disimpan, dibagi-bagikan atau disalurkan, listrik, gas, minyak atau air. Diputar film, dipertunjukan sandiwara, atau diselenggarakan rekreasi lainnya yang memakai peralatan, instalasi listrik atau mekanik.

(3) Dengan peraturan perundang-undangan dapat ditunjukkan sebagai tempat kerja, ruangan atau lapangan lainnya yang dapat membahayakan keselamatan atau kesehatan yang bekerja dan atau berada di ruangan atau lapangan itu dapat diubah perincian tersebut pada ayat (2)

3) Syarat-syarat Keselamatan Kerja
Pasal 3 (1) Dengan peraturan perundang-undangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk : a) b) c) d) e) f) g) Mencegah dan mengurangi kecelakaan. Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran. Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian lain yang berbahaya. Memberi pertolongan pada kecelakaan Memberi alat perlindungan diri kepada para pekerja. Mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar luasnya suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca sinar atau radiasi, suara dan getaran.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Page 25

Bab 4

Strategi Penyajian

Lembar Informasi

HO 5
h) i) j) k) l) Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik fisik maupun phychis, peracunan, infeksi dan penularan. Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai. Menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik. Menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup. Memelihara kebersihan, kesehatan dan ketertiban.

m) Memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan proses kerjanya . n) o) p) q) r) Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang, binatang, tanaman atau barang. Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat, perlakuan dan penyimpanan barang. Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya. Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi.

(2) Dengan peraturan perundangan dapat diubah perincian seperti tersebut pada ayat (1) sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan teknik dan teknologi serta pendapat baru di kemudian hari. Pasal 4 (1) Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja dalam perencanaan, pembuatan, pengangkutan, peredaran, perdagangan, pemakaian, penggunaan pemeliharaan dan penyimpanan bahan, barang produk teknis dan aparat produksi yang mengandung dan dapat menimbulkan bahaya kecelakaan. (2) Syarat-syarat tersebut memuat prinsip-prinsip teknis ilmiah menjadi suatu kumpulan ketentuan yang disusun secara teratur, jelas dan praktis yang mencakup bidang konstruksi, bahan, pengolahan dan pembuatan, perlengkapan alat-alat perlindungan, pengujian dan pengesahan pengepakan atau pembungkusan, pemberian tanda-tanda pengenal atas bahan, barang, produk teknis dan aparat produksi guna menjamin keselamatan barang-barang itu sendiri, keselamatan tenaga kerja yang melakukannya dan keselamatan umum.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Page 26

(3) Keputusan Panitia Banding tidak dapat dibanding lagi. (2) Pengurus diwajibkan memeriksa semua tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya. secara berkala kepada dokter yang ditunjuk oleh pengusaha dan dibenarkan oleh direktur. 4) Pengawasan Pasal 5 (1) Direktur melakukan pengawasan umum terhadap undang-undang ini. tugas panitia Banding dan lainnya ditetapkan oleh Menteri Tenaga Kerja. Pasal 6 (1) Barang siapa tidak dapat menerima direktur dapat mengajukan permohonan banding kepada panitia Banding. pengusaha harus membayar menurut ketentuan-ketentuan yang akan diatur dengan peraturan perundangan. susunan Panitia Banding. Pasal 8 (1) Pengurus diwajibkan memeriksa kesehatan badan. pegawai pengawasan dan ahli keselamatan kerja dalam melaksanakan undang-undang ini diatur dengan peraturan perundangan. (2) Wewenangan dan kewajiban direktur.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 6 (3) Dengan peraturan perundangan dapat dirubah perincian seperti tersebut pada ayat (1) dan (2). sedang para pegawai pengawas dan ahli keselamatan kerja ditugaskan menjalankan pengawasan langsung terhadap ditaatinya undang-undang ini dan membantu pelaksanaannya. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. (2) Tata permohonan banding. dengan peraturan perundangan ditetapkan siapa yang berkewajiban memenuhi dan mentaati syarat-syarat keselamatan kerja tersebut. kondisi mental dan kemampuan fisik dari tenaga kerja yang akan diterimanya maupun akan dipindahkan sesuai dengan sifat pekerjaan yang diberikan padanya. Pasal 7 Untuk pengawasan berdasarkan undang-undang ini.doc Page 27 . (3) Norma-norma mengenai pengujian kesehatan ditetapkan dengan peraturan perundangan.

doc Page 28 . Cara dan sikap yang aman dalam melaksanakan pekerjaannya. pula dalam pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 6) Panitia Pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pasal 10 (1) Menteri tenaga Kerja berwenang membentuk Panitia Pembina keselamatan dan Kesehatan Kerja guna memperkembangkan kerja sama. (2) Susunan Panitia Keselamatan dan Kesehatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 7 5) Pembinaan Pasal 9 (1) Pengurus diwajibkan menunjuk dan menjelaskan kepada setiap tenaga kerja baru tentang : a) b) c) d) Kondisi dan bahaya serta yang dapat timbul dalam tempat kerjanya. Semua pengamanan dan alat perlindungan yang diharuskan dalam tempat kerjanya. (4) Pengurus diwajibkan memenuhi dan mentaati semua syarat dan ketentuan yang berlaku bagi usaha dan tempat kerja yang dijalankan. Alat perlindungan diri bagi tenaga kerja yang bersangkutan. (2) Pengurus hanya dapat mempekerjakan tenanga kerja yang bersangkutan setelah ia yakin bahwa tenaga kerja tersebut telah mengalami syarat-syarat tersebut di atas (3) Pengurus diwajibkan menyelenggarakan pembinaan bagi semua tenaga kerja yang di bawah pimpinannya dalam mencegah kecelakaan dan pemberantasan kebakaran serta peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja. saling pengertian dan partisipasi efektif dari pengusaha atau dan tenaga kerja di tempat kerja untuk melaksanakan tugas dan kewajiban bersama dibidang keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka melancarkan usaha berproduksi. tugas dan lainnya ditetapkan oleh Menteri Tenaga Kerja.

(2) Tata cara melaporkan dan memeriksa kecelakaan oleh pegawai termaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan perundangan. 9) Kewajiban bila memasuki tempat kerja. 8) Kewajiban dan Hak Tenaga Kerja Pasal 12 (1) Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai dan atau ahli keselamatan kerja. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 8 7) Kecelakaan dan Cara Melaporkan Pasal 11 (1) Pengurus diwajibkan melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi di tempat kerja yang dipimpinnya. Pasal 13 Barang siapa akan memasuki sesuatu tempat kerja.doc Page 29 . kepada pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja. (3) Memenuhi dan mentaati semua syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan (4) Meminta kepada pengurus agar dilaksanakan semua syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan. (contoh terlampir). (5) Menyertakan keberatan kerja pada pekerja dimana syarat keselamatan dan kesehatan kerja serta alat perlindungan diri yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal khusus ditentukan lain oleh pegawai pengawas dalam batas yang masih dapat dipertanggungjawabkan. (2) Memakai alat perlindungan diri yang diwajibkan. diwajibkan menaati semua petunjuk keselamatan kerja dan memakai alat perlindungan diri yang diwajibkan.

bergerak atau tetap. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. disertai petunjuk-petunjuk yang diperlukan menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. (2) Memasang di tempat kerja yang dipimpinnya. peledakan dan bahaya pembuangan limbah. undang-undang ini dan semua peraturan pelaksanaannya yang berlaku bagi tempat kerja yang bersangkutan. (3) Tempat kerja adalah tiap ruangan atau lapangan. b. yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja kecuali kebakaran. Pengurus diwajibkan : (1) Secara tertulis menempatkan di tempat kerja yang dipimpinnya semua syarat keselamatan kerja yang diwajibkan. pada tempat yang mudah dilihat dan dibaca dan menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja. atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha dan di mana terdapat sumber-sumber bahaya. 03/MEN/98 tentang Tata Cara Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan 1) Pengertian Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan : (1) Kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga semula yang dapat menimbulkan korban manusia dan atau harta benda. (3) Menyediakan secara cuma-cuma semua alat perlindungan diri yang diwajibkan pada tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya dan menyediakan bagi setiap orang lain yang memasuki tempat kerja tersebut.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 9 10) Kewajiban Pengurus Pasal 14. tertutup atau terbuka. semua gambar keselamatan kerja diwajibkan dan semua bahan pembinaan lainnya. (2) Kejadian berbahaya lainnya ialah suatu kejadian yang potensial.doc Page 30 . pada tempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja. di mana tenaga kerja bekerja.

atau badan hukum yang menjalankan suatu perusahaan milik sendiri . b) Orang perseorangan. (6) Pengurus adalah : a) Orang perseorangan. 3 tahun 1992. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. (2) Kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari : a) Kecelakaan Kerja. b) Kebakaran atau peledakan atau bahaya pembuangan limbah. Pasal 3 Kewajiban melaporkan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) berlaku bagi pengurus atau pengusaha yang telah dan yang belum mengikutsertakan pekerjaannya ke dalam program jaminan sosial tenaga kerja berdasarkan Undang-undang No. persekutuan.doc Page 31 . (5) Pegawai pengawas adalah pegawai sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 ayat (5) UU No. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan perusahaan bukan miliknya. (7) Menteri adalah Menteri yang membidangi ketenagakerjaan.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 10 (4) Pengurus adalah orang yang mempunyai tugas memimpin langsung suatu tempat kerja atau bagiannya yang berdiri sendiri. persekutuan. atau badan hukum yang berada di Indonesia mewakili perusahaan sebagaimana dirmaksud dalam huruf a) dan b) yang berkedudukan di luar wilayah Indonesia. c) Orang perseorangan. c) Kejadian berbahaya lainnya. 2) Tata Cara Pelaporan Kecelakaan Pasal 2 (1) Pengurus atau pengusaha wajib melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi di tempat kerja dipimpinnya. persekutuan.

c) dan d) kepada Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja setempat dalam waktu tidak lebih dari 2 x 24 (dua kali dua puluh empat) jam terhitung sejak terjadinya kecelakaan dengan formulir laporan kecelakaan sesuai contoh bentuk 3 KK2 A lampiran 1. 3) Pemeriksaan Kecelakaan Pasal 6 (1) Setelah menerima laporan sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 ayat (1). (2) Pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilaksanakan terhadap setiap kecelakaan yang dilaporkan oleh pengurus atau pengusaha. PER-05/MEN/1993. PER-04/MEN/1993. (2) Penyampaian laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan secara lisan sebelum dilaporkan secara tertulis. b). melaporkan kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (2) huruf a) dan b) dengan tata cara pelaporan sesuai peraturan Menteri Tenaga Kerja No. (2) Pengurus atau pengusaha yang belum mengikutsertakan pekerjaannya pada program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud dalam pasal 3. Pasal 5 (1) Pengurus atau pengusaha yang telah mengikutsertakan pekerjaannya pada program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud dalam pasal 3. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 32 . melaporkan kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (2) huruf a) dan b) dengan tata cara pelaporan sesuai peraturan Menteri Tenaga Kerja No.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 11 Pasal 4 (1) Pengurus atau pengusaha sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 wajib melaporkan secara tertulis kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (2) huruf a). dan pasal 5. Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja memerintahkan pegawai pengawas untuk melakukan pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan. (3) Pemeriksaan dan pekerjaan kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan.

(2) Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja harus menyampaikan analisis laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada Kepala Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja setempat selambat-lambatnya tanggal 5 bulan berikutnya. Pasal 9 (1) Kepala Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja berdasarkan analisis laporan kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 menyusun analisis kecelakaan dalam daerah hukumnya dengan menggunakan formulir sebagaimana lampiran VII peraturan ini.doc Page 33 . IV. VI. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. dan VII sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 ayat (1). kebakaran dan bahaya pembuangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 limbah dan lampiran V untuk bahaya lainnya. lampiran IV untuk peledakan.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 12 Pasal 7 Pegawai pengawas dalam melaksanakan pemeriksaan dan pengkajian mempergunakan formulir laporan pemeriksaan dan pengkajian sesuai lampiran II untuk kecelakaan kerja. Pasal 10 Cara pengisian formulir sebagaimana dimaksud dalam lampiran II. Pasal 8 (1) Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 pada tiap-tiap akhir bulan menyusun analisis laporan kecelakaan dalam daerah hukumnya dengan menggunakan formulir sebagaimana lampiran VI peraturan ini. pasal 8 ayat (1) dan pasal 9 ayat (1) diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan. lampiran III untuk penyakit akibat kerja. V. III. (2) Analisis kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dibuat untuk tiap bulan (3) Kepala Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja harus segera menyampaikan analisis kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada Menteri atau Pejabat yang ditunjuk.

maka formulir bentuk 3 KK2 dalam Peraturan Menteri No. 6) Ketentuan Penutup Pasal 14 Dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri ini. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja. diancam dengan hukuman sesuai dengan ketentuan pasal 15 ayat (2) UU No.doc Page 34 . PER05/MEN/1993 dinyatakan tidak berlaku.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 13 Pasal 11 Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan berdasarkan analisis laporan kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 ayat (1) menyusun analisis laporan kekerapan dan keparahan kecelakaan tingkat nasional. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 4) S a n k s i Pasal 12 Pengurus atau pengusaha yang melanggar ketentuan pasal 2. 5) Pengawasan Pasal 13 Pengawasan terhadap ditaatinya Peraturan Menteri ini dilakukan oleh pegawai pengawas ketenagakerjaan. pasal 4 ayat (1). PER-04/MEN/1993 dan Peraturan Menteri No.

pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan krja guna terciptanya tempat kerja yang aman.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 14 c. tanggung jawab. 1 Tahun 1970.doc Page 35 . Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang mempekerjakan pekerja dengan tujuan mencari laba atau tidak. di permukaan air. pencapaian. pelaksanaan. dan dilaksanakan secara efektif dan cocok untuk mencapai kebijakan dan tujuan perusahaan. atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha dan di mana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya baik di darat. tertutup atau terbuka. Tempat kerja adalah setiap ruangan atau lapangan. perencanaan. Direktur ialah pejabat sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang No. proses dan sumberdaya yang dibutuhkan bagi pengembangan. di dalam air maupun di udara yang berada di dalam wilayah kekuasaan hokum Republik Indonesia. penerapan. efisien dan produktif. PER. prosedur. bergerak atau tetap. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja 1) Ketentuan Umum Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan : (1) Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang selanjutnya disebut Sistem Manajemen K3 adalah bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi. di mana tenaga kerja bekerja. Audit adalah pemeriksaan secara sistematik dan independen. di dalam tanah. untuk menentukan suatu kegiatan dan hasil-hasil yang berkaitan sesuai dengan pengaturan yang direncanakan. baik milik swasta maupun milik negara. Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan adalah pegawai teknik berkeahlian khusus dari Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri. (2) (3) (4) (5) (6) Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

(12) Menteri adalah Menteri yang bertanggung jawab dalam bidang ketenagakerjaan. efisien dan produktif. (8) (9) Pengurus adalah orang yang mempunyai tugas memimpin langsung tempat kerja atau lapangan yang berdiri sendiri. serta terciptanya tempat kerja yang aman. tenaga kerja. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. (11) Sertifikat adalah bukti pengakuan tingkat pemenuhan penerapan peraturan perundangan Sistem Manajemen K3. Tenaga kerja adalah tiap orang yang mampu melakukan pekerjaan. 2) Tujuan dan Sasaran Sistem Manajemen K3 Pasal 2 Tujuan dan sasaran Sistem Manajemen K3 adalah menciptakan suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja dengan melibatkan unsusr manajemen.doc Page 36 . jika kalau yang diwakili berkedudukan di luar Indonesia. c) Orang atau badan hukum yang di Indonesia mewakili orang atau badan hukum termaksud pada huruf a) dan b). b) Orang atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan sesuatu usaha bukan miliknya dan untuk keperluan itu mepergunakan tempat kerja. baik di dalam maupun di luar hubungan kerja guna menghasilkan jasa atau barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (10) Laporan Audit adalah hasil audit yang dilakukan oleh Badan Audit yang berisi fakta yang ditemukan pada saat pelaksanaan audit di tempat kerja sebagai dasar untuk menerbitkan sertifikat pencapaian kinerja Sistem Manajemen K3.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 15 (7) Pengusaha adalah : a) Orang atau badan hukum yang menjalankan sesuatu usaha milik sendiri dan untuk keperluan itu mepergunakan tempat kerja. kondisi dan lingkungan kerja yang terintegrasi dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

Pengusaha dan seluruh tenaga kerja sebagai satu kesatuan. Mengukur. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. tujuan dan sasaran keselamatan dan kesehatan kerja.doc Page 37 . Perusahaan wajib melaksanakan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : a) Menerapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dan menjamin komitmen terhadap penerapan Sistem Manajemen K3. Pasal 4 (1) Dalam penerapan Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud dalam pasal 3. kebakaran. Menerapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja secara efektif dengan mengembangkan kemampuan dan mekanisme pendukung yang diperlukan untuk mencapai kebijakan. Merencanakan pemenuhan kebijakan.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 16 3) Penerapan Sistem Manajemen K3 Pasal 3 (1) Setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak seratus orang atau lebih dan atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan. (2) Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib dilaksanakan oleh Pengurus. tujuan dan sasaran penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Meninjau secara teratur dan meningkatkan pelaksanaan Sistem Manajemen K3 secara berkesinambungan dengan tujuan meningkatkan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja. wajib menerapkan Sistem Manajemen K3. pencemaran dan penyakit akibat kerja. memantau dan mengevaluasi kinerja keselamatan dan kesehatan kerja serta melakukan tindakan perbaikan dan pencegahan. b) c) d) e) (2) Pedoman penerapan Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud ayat (1) sebagaimana tercantum dalam lampiran I Peraturan Menteri ini.

Pedoman teknis audit Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) sebagaimana tercantum dalam lampiran II Peraturan Menteri ini. Peninjauan ulang desain dan kontrak . perusahaan dapat melakukan audit melalui badan audit yang ditunjuk oleh Menteri. Pembelian .doc Page 38 . Strategi pendokumentasian . (2) Perubahan atau penambahan sesuai perkembangan unsur-unsur sebagaimana dimaksud ayat (2) diatur oleh Menteri. Pengendalian dokumen . Pemeriksaan sistem manajemen . Keamanan bekerja berdasarkan Sistem Manajemen K3 .Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 17 4) Audit Sistem Manajemen K3 Pasal 5 (1) Untuk pembuktian penerapan Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud pasal 4. Pengelolaan material dan pemindahannya . (4) Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Audit Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi unsur-unsur sebagai berikut : a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) (3) Pembangunan dan pemeliharaan komitmen . Pengembangan keterampilan dan kemampuan. Pengumpulan dan penggunaan data . Pelaporan dan perbaikan kekurangan . Standar Pemantauan .

Menyampaikan rencana tahunan audit kepada Menteri atau Pejabat yang ditunjuk. 6) Mekanisme Pelaksanaan Audit Pasal 7 (1) Audit Sistem Manajemen K3 dilaksanakan sekurang-kurangnya satu kali dalam tiga tahun. c) (3) Pengurus tempat kerja yang akan diaudit wajib menyediakan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk pelaksanaan audit Sistem Manajemen K3. Pasal 8 (1) Badan Audit wajib menyampaikan laporan audit lengkap kepada Direktur dengan tembusan yang disampaikan kepada pengurus tempat kerja yang diaudit. Direktur melakukan hal-hal sebagai berikut : a) Memberikan sertifikat dan bendera penghargaan sesuai dengan tingkat pencapaiannya atau. Berdasarkan hasil evaluasi dan penilaian tersebut pada ayat (3).doc .Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 18 5) Kewenangan Direktur Pasal 6 Direktur berwenang menetapkan perusahaan yang dinilai wajib untuk diaudit berdasarkan pertimbangan tingkat risiko bahaya. Direktur melakukan evaluasi dan penilaian. Badan Audit harus : a) b) Membuat rencana tahunan audit . Laporan audit lengkap sebagaimana dimaksud ayat (1) menggunakan formulir sebagaimana tercantum dalam lampiran III Peraturan Menteri ini. (2) Untuk pelaksanaan audit. Setelah menerima laporan Audit Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud ayat (2). pengurus tempat kerja yang akan diaudit dan Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja setempat . Page 39 (2) (3) (4) Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Mengadakan koordinasi dengan Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja setempat .

doc Page 40 . ditanda tangani oleh Menteri dan berlaku untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun. 7) Sertifikat K3 Pasal 9 (1) Sertifikat sebagaimana dimaksud pasal 8 ayat (4) huruf a).Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 19 b) Menginstruksikan kepada Pegawai Pengawas untuk mengambil tindakan apabila berdasarkan hasil audit ditemukan adanya pelanggaran atas peraturan perundangan. (2) 8) Pembinaan dan Pengawasan Pasal 10 Pembinaan dan pengawasan terhadap penerapan Sistem Manajemen K3 dilakukan oleh Menteri atau pejabat yang ditunjuk. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 9) Pembiayaan Pasal 11 Biaya pelaksanaan audit Sistem Manajemen K3 dibebankan kepada perusahaan yang diaudit. Jenis sertifikat dan bendera penghargaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) sebagaimana tercantum dalam lampiran IV Peraturan Menteri ini.

Jenis-jenis Bahaya 1) Bahaya Fisik Bahaya fisik termasuk sesuatu yang mungkin secara langsung dapat membuat cedera. getaran. 6) Bahaya Biologi Bahaya biologi dapat menyebabkan sakit dan menularkan infeksi dari kuman. 3) Bahaya Ergonomi 'Ergonomi' adalah melakukan sesuatu untuk digunakan dengan cara yang tepat dan mudah. 5) Bahaya Psikologi Bahaya psikologi terjadi jika orang-orang tertekan (stress) atau tidak senang pada pekerjaan. Penanganan manual dan pengangkatan. BAHAYA TEMPAT KERJA a.doc Page 41 . Bahaya ergonomi terjadi jika desain peralatan yang buruk atau tata letak peralatan yang tidak tepat. dan lain sebagainya Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. debu. Jenis bahaya ini termasuk : • • • Gerakan bagian peralatan seperti mesin bubut atau sabuk konveyor. Cahaya laser berdaya tinggi Pemanas infra-red berdaya tinggi Sinar gamma dari zat radio aktif Radiasi ultra-violet dari matahari. Cairan. pencahayaan. 2) Bahaya bahan kimia Hal ini dapat disebabkan oleh : • Gas.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 20 2. Bising. sebab dapat menyebabkan cedera. Asap. tekanan udara. dan zat berbahaya lainnya. 4) Bahaya Radiasi Bahaya radiasi dapat ditimbulkan oleh berbagai peralatan : • • • • • Radiasi microwave (gelombang mikro) pergeseran radio transmitter berdaya tinggi atau kesalahan pemanas microwave.

.Mempunyai surat izin melakukan pekerjaan yang ditetapkan. tutup kebisingan mesin dengan kotak penyekat. atau pastikan keefektifan pengaman yang ditempatkan disekitar bagian mesin yang bergerak.doc Page 42 . seperti pemindahan bahan untuk mesin lebik baik dengan motorisasi konveyor dibandingkan dengan tangan. • Jika anda tidak bisa mengeliminir bahaya. Dalam semua situasi anda seharusnya memastikan hal berikut : • Prosedur dan sistim kerja yang aman Ini dapat termasuk : . Pakaian kerja harus aman dan nyaman bekerja dekat mesin yang berputar. dan alat pernafasan seharusnya digunakan dengan tepat. Itu dapat juga berarti keamanan proses atau bahan.Tatalaksana yang baik (lihat Topik 3). ada beberapa prinsip yang seharusnya diingat : • Dimana mungkin eliminir bahaya Untuk contoh.Melatih dan mensupervisi pekerja. Mengeliminir bahaya seharusnya selalu menjadi tujuan pertama dalam membuat tempat kerja yang aman. .Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 21 b. Prinsip Pencegahan atau Pengontrolan Bahaya Walaupun setiap bahaya punya perlakuan secara individu. sarung tangan. . rambut panjang harus diatur dengan pengikat rambut atau pakai topi. untuk contoh. atau penggantian bahan kimia yang berbahaya dengan bahan yang aman. cari cara yang aman untuk mengerjakannya. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. masker. • Gunakan peralatan dan pakaian pelindung Alat keselamatan seperti kaca mata debu.Melakukan rotasi pekerjaan. Ini dapat berarti pengontrolan dalam beberapa cara. hentikan penggunaan bahan kimia yang berbahaya. pelindung telinga.

Beban kerja yang berat seharusnya dikurangi. atau disesuaikan dengan pekerja dan pekerjaan. Peralatan. juga dapat menyebabkan pekerja merasa tertekan (stress) dan risiko bisa terjadi. bisa membuat rasa tertekan (stress) pekerja. pekerja seharusnya diberikan pekerjaan lain untuk dikerjakan. Rancang kembali pekerjaan dan sistim kerja . Tetapkan istirahat atau lakukan istirahat yang seharusnya. Bahaya dan Pencegahan / Pengontrolan 1) Pengaturan kerja Cara kerja yang tidak teratur dapat menimbulkan masalah keselamatan. perabot dan benda-benda yang tidak sesuai dengan keperluan pekerja dan pekerjaan.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 22 c. Pekerjaan seharusnya dirotasi. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Dimana beban kerja ringan. • Berikan pekerja keterampilan baru • Lindungi pekerja dari tekanan (stress) dan risiko celaka • Tingkatkan efesiensi • Kembangkan prosedur keselamatan secara menyeluruh Pengaturan kerja dapat ditingkatkan dengan cara berikut : • • • • • • • Pekerja seharusnya mempunyai variasi tugas untuk melakukan pekerjaan. Pekerja seharusnya punya pendapat tentang bagaimana pekerjaan mereka dilaksanakan. Permesinan. terjaga pada tempatnya dan berfungsi. Contohnya pekerjaan berulang. Bahaya yang disebabkan oleh mesin dapat dicegah atau dikontrol dengan cara berikut : • Pengaman harus dirancang sepantasnya. kerja berpindah-pindah dan selalu lembur. 2) Gerakan m e s i n Gerakan bagian mesin dapat berbahaya. area kerja.doc Page 43 . alat potong dan perlengkapan seharusnya di rancang atau dimodifikasi.

terlalu tinggi atau terdengar terlalu sering dapat merusak pendengaran pekerja. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. ini dapat menyebabkan kecelakaan. Kebisingan atau kehilangan pendengaran dapat menyebabkan kelelahan. Sebagai perbandingan tingkat kebisingan dapat dilihat pada topik 4 (Polusi pada Industri) Mengapa kebisingan berbahaya : • • • • Dapat membuat pekerja kehilangan beberapa atau semua pendengaran. • • Mesin dirancang dengan tingkat kebisingan sesuai standar kebisingan normal. pekerja seharusnya memakai pakaian kerja yang aman (seperti lengan pendek). 3) Pengaruh kebisingan Kebisingan yang terlalu keras.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 23 • Ketika menggunakan mesin. Batas normal pendengaran manusia untuk tingkat kebisingan adalah ± 80 – 90 desibel. Bagaimana bahaya dapat dicegah atau dikontrol : • Pemberi kerja dapat mengurangi kebisingan di pabrik yaitu meletakan mesin dalam kotak peredam suara atau dibelakang pelindung suara untuk menghentikan penyebaran kebisingan. • • Mesin seharusnya tidak digunakan jika bermasalah. Sekitar area kerja mesin seharusnya punya penerangan yang baik dan terjaga kebersihan serta bebas sampah/kotoran. Kebisingan atau kehilangan pendengaran dapat membuat pekerja susah berkonsentrasi. Alat ukur yang menyatakan batas kebisingan dapat ditempatkan pada area kerja atau dibawa oleh pekerja.doc Page 44 . • Pekerja sewaktu-waktu dapat mengambil jarak dari pekerjaan sehingga mereka tidak kontak dengan kebisingan sepanjang waktu. dan semua perhiasan harus dilepas. Pekerja dengan kehilangan pendengaran mungkin tidak sadar mendekati bahaya. Rambut panjang diatur pakai pengikat rambut dan PPE (personal protective equipment) dipakai dimana perlu. sakit kepala dan stress.

(Lebih jelasnya posisi atau cara pengangkatan manual yang benar.doc Page 45 . pengulangan tindakan. • Pendengaran pekerja seharusnya diperiksa atau diuji secara tetap. maka disebut sedang melakukan penanganan manual Mengapa penanganan manual dapat berbahaya : • • • • • • • • • Punggung. sikap badan jelek dan penggunaan perabot dan bangku yang salah ketinggian atau rancangan. Syaraf bisa rusak Tulang bisa patah Nyeri otot dan tegang dapat terjadi Dapat menyebabkan hernia (perut turun) Jantung dan pernafasan dapat menjadi buruk Kelelahan dari kerja fisik dapat menyebabkan kecelakaan. 4) Penanganan manual Bilamana secara fisik pekerja memindahkan sesuatu. siku dan bahu dapat terjadi peradangan. terutama bagian bawah dapat cedera Persendian dan urat tendon pada kaki.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 24 • Pekerja harus memakai pelindung telinga atau penutup (ear plugs). pergelangan tangan. lihat Paket Pembelajaran dan Penilaian Penanganan Material ) Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. sedangkan dari karet cukup dibersihkan setiap akan atau setelah dipakai). Penyebab utama cedera dari kejadian penanganan manual adalah : Kelebihan penggunaan tenaga. Pelindung itu harus dibersihkan atau diganti sesuai dengan jenis dan cara perawatannya (Pelindung dari busa dapat dicuci dan diganti perminggu. pergelangan kaki. Pelindung telinga atau ear plugs harus dalam kondisi baik dan diperiksa secara tetap untuk pemakaian dan perawatan. lengan dan punggung dapat tertarik tegang (keseleo) Sambungan pada lutut.

menjelaskan bagaimana tingkatan dari bahan kimia diketahui sebagai klasifikasi 'Barang Berbahaya'. Informasi tentang penangan zat tersebut secara aman. perkiraan waktu pekerja dapat kontak langsung dengan bahan kimia selama hari kerja setiap minggu. tetapi semua pekerja dapat melihatnya dan seharusnya mengetahui maksudnya. dimana bahan tersebut disimpan dan digunakan. Penggolongan barang berbahaya termasuk : • • • Racun Gas Cairan mudah terbakar Bahan kimia digunakan secara luas pada industri sehingga penting untuk mengetahui cara penanganan yang aman dan penggunaan semua bahan kimia. seberapa sering digunakan dan dalam kondisi bagaimana digunakan. Informasi tentang kandungan bahan kimia ada pada lembaran data keselamatan bahan (Material Safety Data Sheet / MSDS). pekerja dapat mengamati MSDS di pusat kesehatan atau minta supervisor area kerja untuk memperlihatkannya. Peraturan Barang-barang Berbahaya (Gudang dan Penanganan). 1989. supervisor atau ahli K3 seharusnya memberikan penjelasan sebelum digunakan. Setiap penggunaan bahan kimia.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 25 5) Reaksi bahan kimia Bahan kimia dapat berbentuk padat. Undang-undang dan Kode Praktik membicarakan tentang 'exposure standars' (standar kontak langsung). Informasi tentang exposure standars dapat ditemukan pada MSDS. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. yang berisikan semua bahan kimia. (Contoh MSDS dapat dilihat pada Paket Pembelajaran dan Penilaian Penanganan Material) Lembaran ini berisikan keterangan sebagai berikut : • • • • Apa zat yang dikandung. Ada batas aturan.doc Page 46 . Pada tempat kerja seharusnya tersedia daftar bahan kimia. Informasi tentang bagaimana zat tersebut dapat berbahaya Tindakan pengamanan untuk penggunaannya. Pada tempat kerja. cairan atau gas. Setiap bahan kimia mempunyai perbedaan terhadap exposure standars. Ada personal tertentu atau pembimbing ditempat kerja yang memanfaatkan MSDS. Risiko untuk pekerja dengan penggunaan bahan kimia dapat ditentukan oleh bagaimana bahan kimia digunakan.

truk forklift (alat pengangkat) . atau ketinggian Kelistrikan/elektronik . pingsan dan sakit. semprotan. alkohol dan obat sejenis yang dapat mempengaruhi kesadaran seseorang. dapat menyebabkan luka bakar. Pekerja yang meminum atau menggunakan pengobatan atau obat bius akan mempengaruhi pekerjaan mereka sendiri dan bekerja dengan berisiko membahayakan diri sendiri dan orang disekitarnya. asthma. hidung dan tenggorokan. adanya variasi bahaya lain yang mungkin berpotensi menyebabkan cedera atau sakit.doc Page 47 . bahkan kematian. mati lemas atau penyakit lainnya. • 6) Alkohol dan penggunaan obat bius Bila pekerja berada dalam kondisi stress bekerja. kabut. • Bahan kimia dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 26 Mengapa bahan kimia dapat berbahaya • • Bahan kimia dapat terbakar atau memerihkan (iritasi) kulit. resep obat atau obat bius. uap. penyalah-gunaan alkohol. radang paru-paru.kena sengat listrik Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Bahan kimia beracun. Hal itu dapat juga berpengaruh pada tanggapan atau respon seseorang untuk masalah keselamatan atau keadaan darurat. kukus dan cairan dapat terhirup atau terhisap menjadi radang paru-paru dan kulit. biasanya mempunyai masalah dirumah atau kekhawatiran lainnya. Pusat kesehatan pada tempat kerja seharusnya menginformasikan tentang bahaya penggunaan sembarangan obat bius. Ada petunjuk dan saran penting pada tempat kerja serta perlu diketahui juga untuk masyarakat.berlebihan panas. Bahan kimia dapat terminum atau terhisap kedalam usus menyebabkan keracunan. bronchitis. Bahan kimia dalam bentuk asap.pencahayaan/penglihatan . yaitu melarang pekerja yang minum alkohol dan menggunakan obat bius. berlebihan dingin. Bekerja dengan perasaan tidak enak akibat pengaruh minuman keras sebelumnya atau dibawah pengaruh obat bius dan alkohol dapat menyebabkan kecelakaan. Beberapa bahaya yang nyata diantaranya adalah : Area gudang Bengkel mesin Konstruksi . 7) Bahaya lain ditempat kerja Tergantung pada sifat perusahaan dan tempat kerja. debu. mata.

Mengapa tata laksana industri seharusnya dilakukan dengan baik ?. fasilitas gudang.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 27 3. pelatihan yang tepat dan supervisi pekerja. Rancangan tempat kerja yang baik. Kegiatan Tata Laksana. tempat produksi dan jalan masuk agar bersih. Pekerja lebih merasa aman bekerja. Tempat kerja menjadi lebih efesien. cedera dan kebakaran tidak terjadi. sebab dapat : • • • • • Memperkecil kecelakaan dan cedera yang terjadi di pekerjaan. a. Meningkatkan produktivitas. Tata laksana industri berarti menata semua tempat kerja seperti. Perawatan mesin dan peralatan yang tepat. rapi dan dalam kondisi baik. Risiko kebakaran berkurang. karena pekerja dan perusahaan tidak memberikan perhatian pada tata laksana yang baik. Pemeriksaan keselamatan berkala dari tempat kerja seharusnya dilakukan dan daftar tugas tata laksana seharusnya dijaga untuk meyakinkan tata laksana dilakukan sebagaimana mestinya. ruang istirahat dan area ruang makan harus memenuhi standar kesehatan (hygenic). sistim keamanan kerja. ruang kerja. TATA LAKSANA INDUSTRI Banyak kecelakaan tidak dapat dihindari pada tempat kerja. toilet. membuat kemungkinan tata laksana dilakukan dengan efisien. Berikut ini adalah daftar hal yang utama dari tata laksana yang seharusnya diperiksa pada tempat kerja : • • Tempat kerja dan seluruh area kerja dijaga kebersihannya. pakaian pelindung dan perlengkapan juga bagian penting dari tata laksana yang baik.doc . Tempat kerja. Tata laksana yang baik seharusnya bagian dari rutinitas harian. area gudang. Page 48 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Pelaksanaan tata laksana industri yang baik dapat membuat tempat kerja aman. sehingga kecelakaan. • Area kerja punya penerangan dan ventilasi yang baik.

b. sampah dan sisa pembuangan dapat diletakkan jauh dari gudang bahan dan bahaya api. tombol dan saluran tenaga listrik dalam kondisi baik.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 28 • Jalan masuk seperti gang. biru dan atau garis merah. Penyimpanan Bahan Bahan harus disimpan dengan aman sehingga bahan tidak rusak atau membahayakan orang. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. seperti pada daftar diatas. Peralatan pemadam kebakaran dalam keadaan siap pakai. Bahan dan hasil produk ditumpuk atau disusun dengan rapi. • • • • • • • • • • • Stop kontak. Gambar simbol keselamatan kerja.doc Page 49 . jalan terusan. Bahan yang ditumpuk tidak teratur bisa jatuh. tanda peringatan dan tanda alarm dalam keadaan bersih dan mudah dilihat. Pintu darurat dan perlengkapan dibuat dengan jelas dan mudah dicapai. • Jalan masuk dengan jelas ditandai dengan batas kuning. Bahan bekas mudah terbakar diletakkan dalam kotak tertutup dan dibuang dengan aman. Lantai dan permukaan lainnya bersih dan kering dengan tidak ada bukti tumpahan. • Tata laksana yang baik termasuk penyimpanan bahan dengan tepat. Saluran listrik jangan bersentuhan dengan permukaan yang basah atau merintangi jalan masuk. tangga dan jalan yang landai dijaga kebersihan dari rintangan dan sampah. sehingga merusak bahan dan membahayakan pekerja. Debu. putih. Papan pengumuman terbaru. Barang bekas dan sampah di tempatkan pada tempat sampah dan dibuang. Barang-barang yang berbahaya seperti bahan kimia dan bahan yang mudah terbakar (yang mudah dimakan api) disimpan dengan aman dalam lemari tahan api (flameable). Penyimpanan bahan secara sembarangan sangat berbahaya. gemuk dan kotoran. Peralatan dan perlengkapan disimpan pada rak dan laci.

Berbentuk segi tiga dengan warna hitam diatas warna dasar putih. forklifts dan peralatan penanganan mekanik seperti trolleys (kereta) dan drumlifters untuk bergerak didalam dan sekitar area gudang. diperlukan untuk barang-barang yang berbahaya. Gambar putih diatas warna dasar biru. secara jelas ada label dan disimpan ditempat yang aman yaitu kering. seperti lemari tahan api dan kaleng/teromol keamanan. dan kotak-kotak.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 29 Beberapa hal penting penyimpanan bahan adalah : • • • • • • • Seharusnya mudah bagi pekerja. ventilasi baik. C. Fasilitas penyimpanan khusus.doc Page 50 . Bau yang menyengat. Bahan kimia. Batas tingkatan Asap. Berbentuk Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Contoh. Tanda Peringatan bahaya keselamatan dan kesehatan kerja. Gambar lingkaran dengan diagonal merah diatas warna dasar putih. Contoh. debu dan radiasi seharusnya dimonitor pada lokasi gudang dan pada area kerja. dilarang merokok. laci. Contoh. gunakan kaca mata perlengkapan keadaan darurat tersimpan. Jenis bahan kimia seharusnya dipisahkan. gumpalan awan dan debu dari asap seharusnya diselidiki. tempat PPPK Tanda Perintah/Pemberitahuan kepada pekerja dimana perlengkapan keselamatan khusus harus dipakai. mudah terbakar atau awas api Tanda Pemberitahuan /Tempat segi empat . Bahan dapat disimpan pada rak. Contoh. area jauh dari pekerja. Gambar Simbol Keselamatan Kerja Gambar simbol keselamatan adalah tanda yang ditampilkan pada tempat kerja untuk : • • • • Tanda Larangan / Pencegahan kecelakaan .

doc Page 51 .Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 30 Tanda-tanda ini mempunyai gambar diatasnya sehingga dapat diketahui apa maksudnya walaupun pekerja tidak bisa bahasa Inggris dengan baik. seperti berikut ini : Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Manfaatkan gambar simbol keselamatan untuk tempat kerja dari Departemen Tenaga Kerja untuk mempelajari semua standar tanda keselamatan yang dpergunakan ditempat kerja. Ini penting bahwa setiap pekerja mengetahui tanda keselamatan tanpa ragu-ragu.

dimana tersebarnya partikel jelaga di udara. Polusi Dari Serat dan Debu 1) Penyebab polusi Debu dapat ditimbulkan dari proses kerja seperti debu dari serat bahan gelas atau debu dapat masuk ketempat kerja karena di kirim yaitu melalui kantong tepung kimia. Pemantauan udara untuk melihat tingkatan serat seharusnya dilakukan. Pada bagian berikut dijelaskan masing-masing polusi dan pencegahannya. tindakan harus segera diambil. a. Alat pernafasan diperlukan untuk penggunaan temporer atau dalam keadaan darurat. Aerosol dapat berupa cairan. Pembuangan serat seharusnya ditempatkan dalam kontainer yang bersegel. yaitu : Polusi dari serat (fiber) dan debu. Serat mineral yang berbahaya seharusnya dapat diganti dengan yang aman. Debu partikel padat terbawa oleh udara.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 31 4. Pekerja dapat melakukan pekerjaan yang bervariasi untuk mengurangi kontak secara terus menerus dengan debu dan serat. POLUSI PADA INDUSTRI Pada umumnya ada tiga bentuk polusi yang mempengaruhi pekerja pada tempat kerja di industri. polusi dari bahan kimia. 2) Mengapa serat dan debu berbahaya : • • • • Debu dan serat dapat terhisap kedalam paru-paru. dan polusi kebisingan.doc . Alat listrik harus punya ventilasi pembuangan setempat yang pas. gas atau partikel padat yang sangat halus disebarkan oleh udara. Area kerja seharusnya terjaga kebersihannya untuk menghindari debu dan serat yang terbentuk. jika tingkatan serat diatas standar yang ditetapkan. Beberapa debu mineral dapat menggores paru-paru dan menyebabkan penyakit Alergi dan kesulitan bernafas dapat terjadi Kanker dapat berkembang 3) Bagaimana bahaya dapat dicegah dan dikontrol : • • • • • • • • • • Alat pembuangan gas (exhaust) dan ventilasi pembuangan dapat membuang debu dan serat partikel. Penggunaan alat tangan dapat mengurangi debu dibandingkan alat listrik. Aerosol mungkin datang dari semprotan cairan (cat aerosol). Page 52 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. kandungan yang terbakar (peranan bahan bakar) atau asap. Masker seharusnya dipakai oleh pekerja yang kontak langsung dengan bahaya serat dan debu hingga tempat kerja dapat dibuat lebih aman.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. sebab bahan kimia tidak berbau. • 3) Tumpahan. sesuai penjelasan pada MSDS. seperti kanker atau sakit liver kronis. Jangan mengira tidak membahayakan. penanganan dari jauh/ pakai remote). Ganti bahan kimia dengan yang aman kandungan zatnya. Semua pelindung roda gigi harus sesuai standar yang aman. dengan mengikuti semua petunjuk yang dibolehkan untuk penggunaan bahan kimia. Serbuk kimia yang ditangani bertahun-tahun dapat berefek jelek dikemudian hari. Udara ditempat kerja harus dimonitor dan semua udara kotor dinetralkan. hentikan penggunaan bahan kimia berbahaya ditempat kerja. Bocoran dan sisa pembuangan Tumpahan dan bocoran kandungan bahan kimia yang berbahaya harus selalu diperlakukan dengan cara yang tepat. Sistim ventilasi industri dirancang dengan baik. sehingga berefek mematikan dalam beberapa menit. Pakaian dan perlengkapan pelindung seperti masker muka. atau karena telah bekerja bertahun-tahun menggunakan bahan kimia dan belum pernah mencelakakan. 2) Langkah pencegahan dan pengontrolan polusi kimia : • • • • • Bila mungkin. Pekerja seharusnya mengetahui aturan yang berhubungan dengan risiko bahan kimia yang digunakan. Menutupi proses kerja atau penyimpanan kontainer untuk kandungan bahan kimia (yaitu menutupi wadah. 1) Beberapa cara polusi kimia menyerang secara perlahan pada pekerja : • • • Gas yang tidak berwarna atau tidak berbau dapat terbentuk pada ruang terbatas dan bisa menyebabkan mati lemas. alat pernafasan dan pelindung kepala (helm) dipakai hingga tempat kerja aman. sangat bermanfaat melindungi diri pekerja. Adanya ahli K3 ditempat kerja yang dapat membantu untuk membaca dan memahami informasi pada MSDS.doc Page 53 .Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 32 b. Secara berkala kesehatan pekerja dimonitor. Tetapi hal tersebut tidak selalu mudah untuk mendeteksi polusi kimia lebih dini. Maka dari itu jangan sembarangan jika menggunakan bahan kimia dalam proses kerja atau menanganinya. agar dapat menghilangkan asap dan uap. Uap dengan bau yang enak dapat membuat mabuk. Peranan lembaran data keamanan bahan (Material Safety Data Sheet / MSDS) cukup penting. bau yang tajam atau mempunyai warna tersendiri dan pemberian label yang jelas dapat menjadi peringatan kepada pekerja tentang apa zatnya. Polusi dari Bahan Kimia Bahan kimia yang keras.

sedangkan bagi orang-orang dari sekitar pinggiran merupakan suatu yang menyakitkan. Potensi risiko untuk masyarakat biasanya dari sumber alami yang penting. Polusi harus dipertanggungjawabkan pada semua tempat kerja untuk memastikan bahwa standar keselamatan sesuai peraturan untuk melindungi pekerja dan masyarakat luas. karena merasa terganggu.doc Page 54 . kompresor. Harus dipahami bahwa bekerja dengan bahan kimia meliputi tanggung jawab untuk melindungi semua masyarakat dari timbulnya bahaya. Pembuangan bahan kimia bekas harus dikontrol secara tepat. Pada MSDS diberikan petunjuk cara pembuangan yang harus diikuti sesuai peraturan. dan kebisingan industri lainnya. di jalan dan ditoko menyebabkan keluhan sejumlah besar orang. Industri di banyak tempat telah menjadi begitu bising sehingga hampir semua pekerja industri mengalami tingkat kebisingan yang berbahaya dari suara mesin pon. hal itu akan mengotori saluran air masyarakat. mengalir kedalam drainase. seperti udara dan air. Gas toxic dihasilkan dari bahan kimia yang terbakar.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 33 Beberapa alasan mengapa bocoran dan tumpahan bahan kimia harus diperlakukan dengan tepat : • • • • • Jika kandungan bahan kimia tumpah atau bocor. Untuk waktu lama dapat terjadi gangguan kesehatan. Kebisingan 1) Sumber kebisingan • Setiap orang punya perbedaan pendapat tentang kapan kebisingan dianggap terlalu keras dan apa jenis kebisingan yang dapat diterima. secara berangsur-angsur menjadi biasa dengan tingkat kebisingan tersebut. c. Gas toxic secara ceroboh tertumpah keudara. • • Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Memainkan musik keras dirumah. Ledakan cairan yang mudah terbakar pada pabrik yang terbakar dapat dengan serius membahayakan pemadam kebakaran dan wilayah hunian terdekat. Suara kendaraan bermotor konstan diterima orang disekitar kota. Undang-undang telah mengatur kontrol dan standar kebisingan yang diizinkan untuk mengatur orang-orang yang menimbulkan ketidak amanan dan anti-sosial tingkat kebisingan. dapat menyebabkan kerusakan kulit dan gangguan pernafasan. dapat berefek pada kesehatan banyak orang di masyarakat.

doc Page 55 . Pada bagian berikut ini dijelaskan empat cara dasar untuk mengatasi kebisingan : • • • • Perencanaan tata ruang yang baik Penggunaaan bahan bangunan dan akustik yang tepat Pembuatan penyekat atau bagian pembendung Penggunaan getaran suara Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 34 2) Tingkat kebisingan Desibel (dB) adalah ukuran intensitas suara. sebagai perbandingan tingkat kebisingan adalah : • • • • • • • • • Pesawat terbang take off Melewati / ambang batas pendengaran Truk besar Disco Kebisingan pabrik Kebisingan jalan raya Kebisingan kantor Gemerisik daun Sunyi sepi (batas tidak dapat didengar) 180 dB 130 dB 120 dB 110 dB 100 dB 80 dB 60 dB 20 dB 0 dB 3) Mengatasi kebisingan.

Hal berikut ini seharusnya dipelajari dengan seksama dan dipraktikan secara rutin. Ketahui tanda peringatan dan pahami maksudnya dan lakukan seperti yang disarankan. Selalu mengunakan peralatan dan perlengkapan dengan benar untuk melakukan pekerjaan. KESELAMATAN PRIBADI Semua pekerja perlu menyadari keselamatan pribadi mereka ditempat kerja. a. Jangan melakukan sesuatu yang dapat melukai diri sendiri atau orang lain. Ini adalah daftar untuk bekerja dengan aman. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Ikuti aturan dan petunjuk keselamatan dan kesehatan kerja. Laporkan semua kecelakaan dan cedera sekecil apapun jika kemungkinan terjadi. Laporkan kesalahan atau peralatan dan perlengkapan yang tidak aman.doc Page 56 . walaupun metoda bekerja dengan aman telah dikembangkan. Perlengkapan dan pakaian pelindung harus selalu dipakai untuk keselamatan ditempat kerja. Keselamatan pribadi ditempat kerja dapat terjamin dengan dihindarinya faktor bahaya sebelum menyebabkan cedera. atau khususnya saat perawatan dan situasi darurat. Tindakan Keamanan Kerja Banyak aktivitas berikut yang menjadi pertimbangan untuk bekerja dengan aman • • • • • • • Memodifikasi peralatan atau mesin tanpa kewenangan. Tidak menggunakan alat pengaman walaupun diperlukan waktu mengerjakan pekerjaan. Tidak memperhatikan aturan keselamatan sebab menurut pribadi hal itu menjadi penghambat dalam melakukan pekerjaan. Bila bahaya tidak dapat dihindari langkah yang harus diambil adalah mengurangi risiko cedera. Jadi jelaslah bahwa semua aktivitas tersebut tidak aman dan sangat potensial menimbulkan bahaya. • • • • • • • • Pikirkan tentang apa yang dapat terjadi sebelum melakukannya. walaupun jalan pintas tersebut melanggar petunjuk prosedur bekerja yang aman. Laporkan praktik kerja dan situasi yang diperkirakan tidak aman. Melakukan pekerjaan yang tidak dilatih untuk dilakukan. Melakukan pekerjaan yang keterampilannya atau kewenangan tidak dipunyai. Melakukan pekerjaan selalu dengan cara sendiri. Mengambil jalan pintas dalam melaksanakan.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 35 5.

Berikan gagasan tentang bagaimana mesin. Alat pernafasan seharusnya diperiksa secara tetap untuk kebersihan umumnya dan khususnya kerusakan katup. tidak punya keterampilan atau kewenangan melakukannya. seal. saringan udara dan alat pernafasan dengan pembersih udara digunakan untuk melindungi paru-paru dan sistim pernafasan. perlengkapan dan praktik kerja dapat dibuat aman. dan seharusnya dipilih berdasarkan ukuran tingkat kebisingan pada lokasi kerja. Pelindung kaki : Sepatu boot (safety boots) melindungi kaki Pelindung kepala : Jaring rambut dan penutup. Pakaian kerja dari kulit atau metalik cocok melindungi seluruh tubuh dan jas kerja digunakan untuk melindungi badan. tergantung apakah pekerja kontak dengan bahan kimia. Kerja sama dan partisipasi dalam program ini membuat tempat kerja aman. debu. kaca pengaman. serat atau jenis kotoran lainnya. tali pengikat dan penjepit. Kaca plastik yang tahan tumbukan dan perisai muka akan melindungi dari pecahan yang beterbangan serta perisai tahan zat kimia diperlukan ketika menangani bahan kimia. menjaga rambut pada tempat kerja sehingga tidak membahayakan. Bentuk pelindung pendengaran. Alat pernafasan harus dipaskan secara perorangan dan dipilih sesuai kondisi tempat kerja. • Pelindung telinga : Pelindung telinga atau sumbat melindungi pendengaran dari bahaya tingkat kebisingan. • • • • Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Pakaian harus di pas dengan baik. Pelindung kulit : Sarung tangan pengaman dan krim pelapis melindungi kulit dari kerusakan dan menahan peresapan bahan kimia kedalam tubuh. Pelindung mata : Kaca mata.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 36 • • • Jangan melakukan sesuatu yang belum dilatih. Masker las dan perisai seharusnya tidak berkabut. • Pelindung pernafasan : Penutup muka. Alat pernafasan seharusnya diperiksa setiap waktu sebelum digunakan. sesuai untuk tempat kerja dan pekerjaan. Perlengkapan dan Pakaian Pelindung Pekerja serta Program di Tempat Kerja 1) Perlengkapan dan Pakaian Pelindung Pekerja Perlengkapan dan pakaian pelindung digunakan untuk melindungi pekerja dari kontak langsung dengan bahan kimia atau perantaranya yang dapat membahayakan kesehatan.doc Page 57 . Masker las dipakai dengan benar untuk pengelasan. perisai muka dan helm dapat melindungi sensitif area mata dari kerusakan. Penyaring yang benar diperlukan pada alat pernafasan. Alat ini harus dibersihkan sesudah digunakan untuk menghindari penularan dan disimpan pada kantong plastik tertutup. b. peluru. lembaran penutup.

minyak cat. solar. berarti ketidaknyamanan atau ketidakcocokan dapat menyebabkan pekerja menolak menggunakan alat keselamatan. Api kelas D. kebakaran kelistrikan dan meliputi perlengkapannya. Semua perlengkapan dan pakaian pelindung harus dipakai sebagaimana mestinya. kebakaran benda padat yang mengandung karbon. • • • • • • c. alat pernafasan dan pelindung telinga perlu tertutup dengan rapat dan sesuai tubuh sehingga terpakai dengan baik. LPG. Pakaian pelindung. seperti papan. pancuran air untuk keselamatan (safety showers) dan pencuci mata darurat (emergency eye wash) juga disediakan sebagai penjagaan pertama dalam kasus kegagalan pelindung. untuk contoh. kebakaran bahan gas yang mudah terbakar seperti asitelin. • Api kelas B. Berikut ini hal penting sebagai pertimbangan : • Benda-benda pelindung penggunaannya harus sesuai dengan persyaratan pekerjaan seteliti mungkin. Memonitor lingkungan tempat kerja dan memonitor kesehatan seharusnya dilakukan secara tetap untuk meyakinkan program perlindungan memadai. penggunaan alat pernafasan dengan saringan debu tidak akan melindungi pekerja yang menangani bahan kimia. Untuk contoh. Keselamatan dan Perlindungan Kebakaran Bebarapa hal yang harus diketahui tentang kebakaran dan perlindungannya adalah : 1) Golongan Kebakaran • Api kelas A. batu bara dan serbuk gergaji. dll. Perlengkapan perlu dirawat sebagaimana mestinya : yaitu disimpan dengan aman dan dijaga kebersihan serta direparasi dengan baik.doc Page 58 . perlengkapan (seperti alat pernafasan dan lemari uap) dan fasilitas dasar pertolongan pertama seharusnya tersedia ditempat kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 37 • Tempat lemari uap (fume cabinets). kebakaran dari bahan logam Api kelas E. 2) Program Perlengkapan dan Pakaian Pelindung Pekerja di Tempat kerja Perlengkapan dan pakaian pelindung ditempat kerja selalu diprogram agar benda tersebut secara pasti dipergunakan untuk mengoptimalkan faktor keselamatan. Kenyamanan pekerja menggunakan perlengkapan dan pakaian adalah penting. kebakaran benda cair mengandung bahan yang mudah terbakar seperti bensin. Benda-benda pelindung seharusnya sesuai dengan persyaratan standar yang berlaku Pekerja seharusnya dilatih secara benar dalam penggunaan dan perawatan perlengkapan dan pakaian pelindung. kertas. • • • Api kelas C. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

gunakan : • • Serbuk kering . dipakai untuk kebakaran kelas E (kebakaran kelistrikan) Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.di cat merah dengan adanya pita putih. Busa. Karbon dioksida atau Busa kering Dilarang menggunakan air untuk memadamkan kebakaran bahan cair! Untuk kebakaran kelas C. Adapun jenis dan simbol pada tabungnya adalah sbb. air jika tidak dekat aliran listrik Untuk kebakaran kelas B. dipakai untuk kebakaran kelas B (kebakaran bahan cair mudah terbakar) Tabung bersimbol huruf C terletak dalam lingkaran warna biru. dipakai untuk kebakaran kelas A (kebakaran bahan padat mengandung karbon) Tabung bersimbol huruf B terletak dalam persegi panjang warna merah.doc Page 59 .di cat merah dengan adanya pita putih Untuk kebakaran kelas E. Jangan mengunakan air atau busa pemadam untuk kebakaran kelistrikan.di cat merah Karbon dioksida (CO2) . : • Alat pemadam kebakaran untuk bahan gas yang mudah terbakar.di cat biru Serbuk kering . pertama matikan sumbertenaga. Untuk kebakaran kelas D. dan bila mungkin matikan suplai (kiriman) gas. seharusnya dijaga agar tabung gas tetap dingin dengan menggunakan air pakai selang atau alat pemadam. gunakan : BCF. 4) Mengenal Alat Pemadam Portable Alat pemadam portable (yang mudah dipindah) biasanya mudah ditempatkan pada tempat rawan kebakaran. Jika mungkin. : • • • Tabung bersimbol huruf A terletak dalam segi tiga warna hijau.di cat merah dengan adanya pita hitam Cairan uap BCF (Bromo Chloro di Fluoromethane) . gunakan : BCF. 3) Penggunaan bahan /alat pemadam Untuk kebakaran kelas A. Bahan kimia kering. Karbon dioksida.di cat kuning Busa . gunakan : • • Pasir.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 38 2) Bahan dasar untuk pemadam kebakaran : • • • • • Air .

dan segera ditempatkan dengan seksama pada tempat yang mudah diraih agar dapat melayani reaksi bahaya kebakaran. Menjaga jalan masuk untuk tangga dan perancah/penyangga (scaffolding) bebas. Mampu menggunakan peralatan dan mengikuti latihan kebakaran dengan keyakinan. • • • Jaga alat pemadam kebakaran dari pengaruh panas dan dingin yang ekstrim (perbedaan yang mencolok). Jangan pernah mengembalikan alat pemadam kebakaran setelah digunakan ketempatnya. Semua pekerja seharusnya mengetahui prosedur untuk pengungsian darurat dan dimana pintu keluar . Adapun yang diperlukan adalah : • Pahami prosedur pencegahan kebakaran dimana anda bekerja . Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. prosedur pengungsian. Menurut peraturan. sebelum dinamai dan diisi kembali. alat pemadam harus dinamai dan dirawat sebagaimana mestinya. Menjaga peralatan menghadapi kebakaran dan rute jalan keluar bebas dari hambatan. 5) Kesiapan menghadapi kebakaran Semua bahan yang mudah terbakar harus dinamai.doc Page 60 .petugas keadaan darurat. Secara tetap latihan pemadaman seharusnya dilaksanakan sehingga pekerja terbiasa dengan prosedur keselamatan kebakaran dan mengetahui apa yang dilakukan jika terjadi kebakaran. dipakai untuk kebakaran kelas D (kebakaran bahan logam) Pelat identifikasi alat pemadam kebakaran. Pastikan berfungsinya alat pemadam kebakaran. dimana jalan ketangga tidak terhalang.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 39 • Tabung bersimbol huruf D terletak dalam bintang warna kuning. • • • • • 6) Pengkondisian alat pemadam kebakaran Secara lengkap peralatan pemadam harus terjaga dan mudah diambil. Ketahui tempat semua perlengkapan untuk menghadapi kebakaran. disimpan dan ditangani sebagaimana mestinya. Pelajari tempat semua alarm (sirine) kebakaran.

doc Page 61 . adalah vital untuk mengontrolnya • Beritahu kebakaran pasukan pemadam Yang terbaik pasukan pemadam datang ketika api masih terkontrol dibandingkan setelah api besar tidak terkontrol • Beritahu setiap mengamankan orang untuk Seseorang menyaksikan pasukan pemadam dapat langsung memadamkan api tanpa menunda • Hadapi kebakaran dengan peralatan yang tersedia Kebakaran kecil dapat segera dikontrol • Mengungsi jika perlu Kebakaran besar bisa membahayakan hidup Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. kurangi bahaya untuk kehidupan dan jaga kerusakan agar minimum. segera lakukan tindakan yang tepat dan segera keluar. ingat enam langkah KESELAMATAN ini : • Bunyikan alarm segera Beberapa menit pertama setelah kebakaran mulai. Jika menemukan kebakaran.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 40 7) Menghadapi kebakaran Jika kebakaran terjadi.

Pada umumnya bila korban ada didekat petugas PPPK. d. dan untuk diikuti perintahnya dengan cara seksama. sesuai persetujuan rencana pengungsian. Pimpinan atau atasan harus ikut menanggung dan memberikan keputusan untuk segera menyelidiki sebab-sebabnya. Pencemaran udara di pabrik dari kebocoran gas.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 41 • Jangan memasuki kembali gedung yang sedang terbakar Asap dan gas didalam gedung yang sedang terbakar adalah berbahaya dan sering mematikan Catatan: Ketika bocoran gas terbakar. di mana. Latihan pengungsian secara tetap harus dilakukan. petugas PPPK melanjutkan tindakan-tindakan sebagai berikut : • • • • Petugas PPPK memberikan laporan secara terperinci mengenai korban dan pertolongan pertama yang telah diberikan kepada dokter. dan bagaimana harus bertindak memberikan pertolongan pertama. atau yang lain. Tetapi bila berada jauh. Selanjutnya. Pertolongan Pertama Para petugas PPPK (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) harus mengetahui kepada siapa. maka petugas PPPK harus memutuskan apakah mengirimkan dokter. Untuk urusan selanjutnya ditangani oleh bagian adminstrasi. Pabrik mempunyai prosedur pengungsian yang diperlukan pekerja untuk bertindak berdasarkan peringatan suara sirene. jangan coba untuk memadamkannya sebelum kebocoran dihentikan. sehingga pekerja memahami tentang peringatan sirene dan rencana tindakan keadaan darurat. Prosedur Pengungsian Darurat Situasi darurat di tempat kerja memungkinkan semua orang di area kerja atau seluruh pabrik mengungsi. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. e. maka dapat langsung diberi pertolongan.doc Page 62 . ancaman bom atau keadaan darurat di sekitar lokasi pabrik berada. Mandor/Pengawas harus bertanggung jawab dan melaporkan kejadian yang dialami korban. dapat dan diharuskan setiap orang meninggalkan pabrik segera. kebakaran. ambulans.

dan borwater. slogan atau poster perlu juga sebagai alat bantu untuk mengingatkan pekerja pada waktu bekerja. Walaupun tindakan pertolongan pertama tidak tercakup dalam modul ini. harus tersedia juga perlengkapan pertolongan pertama lain atau obatobatan yang disimpan dalam kotak PPPK.doc Page 63 . tensoplas. pembalut luka.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 42 Selain petugas PPPK. setiap orang seharusnya telah berlatih dasar-dasar pertolongan pertama. obat luka baru. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. misalnya : • • • kapas. perubalsem. D samping kotak PPPK. dan obat-obatan lain.

Tugas 4 Kewajiban dan Hak Tenaga Kerja serta Pengurus Petunjuk : 1. 3. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Diskusikan kewajiban dan hak tenaga kerja menurut undang-undang Keselamatan Kerja. Buatlah daftar semua persyaratan keselamatan kerja Tugas 3 Pengawasan. dan diskusikan susunan kepanitiaan K3 yang sebaiknya.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas Tugas Tugas 1 Istilah dan Ruang lingkup 1. Pembinaan dan Panitia K3 1. 2. Siapa saja yang melakukan pengawasan terhadap undang-undang keselamatan kerja dan sejauh mana kewenangan masing-masing. Tugas 2 Persyaratan Keselamatan Kerja 1. 2. Sebutkan fungsi Panitia K3. Diskusikan apa saja ruang lingkup yang dicakup dalam undang-undang Keselamatan Kerja tahun 1970. Diskusikan tentang susunan dan tugas Panitia Banding. Sebutkan maksud tempat kerja dalam undang-undang Keselamatan Kerja tahun 1970 2. Apa saja kewajiban pembinaan pengurus terhadap tenaga kerja baru. Diskusikan tugas pembinaan lainnya dari pengurus. Dengan apa ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja.doc Page 64 .

2.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas 2. Sebutkan prosedur pemeriksaan kecelakaan dan jenis pemeriksaan yang dilakukan. Tugas 6 Penerapan dan Audit Sistem Manajemen K3 Petunjuk : 3. Sebutkan kewajiban pengurus terhadap dokumen undang-undang Keselamatan Kerja dan peraturan pelaksanaannya. 4. Apa jenis-jenis cedera. Tugas 7 Jenis-jenis Bahaya di Tempat Kerja 1. Diskusikan dengan grup belajar anda. Diskusikan dengan grup belajar anda tentang format laporan dan pengisiannya. Diskusikan juga format-format laporan pemeriksaan.doc Page 65 . terhadap gambar keselamatan kerja dan alat perlindungan diri untuk tenaga kerja. Sebutkan unsur-unsur audit Sistem Manajemen K3 dan diskusikan mekanisme pelaksanaan audit. Jelaskan tata cara pelaporan suatu kecelakaan kerja. penyakit atau kesakitan yang dapat disebabkan oleh : a) Gerakan bagian peralatan ? b) Kebisingan ? c) Getaran ? d) Pencahayaan ? e) D e b u ? Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Tugas 5 Tata cara Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan Petunjuk : 1. Jelaskan ketentuan-ketentuan yang wajib dilakukan oleh perusahaan dalam penerapan Sistem Manajemen K3.

Bab 4

Strategi Penyajian

Tugas

f) Tekanan udara ? g) Penanganan manual dan pengangkatan ? 2. Berikan contoh dari masing-masing bahaya bahan kimia, dan cedera/penyakit yang disebabkan oleh : a) G a s b) A s a p c) Cairan d) Zat berbahaya lainnya 3. Seberapa bahaya psikologi yang bisa anda sebutkan ? 4. Sebutkan seberapa bahaya biologi yang mungkin terjadi ditempat kerja, yang mungkin menimbulkan kasus.

Tugas 8 Pencegahan Dan Pengontrolan Bahaya Sistim Kerja
1. Mengapa sistim kerja yang aman termasuk rotasi pekerjaan ? 2. Bicarakan dalam grup belajar anda tentang perancangan/mengatur kembali sistim pekerjaan yang anda lakukan, atau peralatan yang anda gunakan. Bagaimana hal itu dapat dilakukan .

Tugas 9 Pencegahan dan Pengontrolan Bahaya Pemesinan, Kebisingan dan Penanganan Manual
Petunjuk 1 : • • Apakah ada beberapa praktik buruk yang digunakan pada tempat kerja anda ? Data hal tersebut dan diskusikan dengan grup belajar anda. Diskusikan dengan pembimbing dan grup belajar anda beberapa fakta bahaya pada pemesinan ditempat kerja anda. Bagaimana anda dapat menjamin bahwa bahaya dapat dicegah atau dikontrol.

Petunjuk 2 : • Minta pembimbing untuk memutar video tentang kebisingan atau mengunjungi tempat kerja dan amati tentang kebisingan.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Page 66

Bab 4

Strategi Penyajian

Tugas

Apakah kebisingan suatu masalah ditempat kerja anda ?. Ada beberapa cara pemeriksaan efek kebisingan atau mengurangi kebisingan yang terlihat, yang digunakan ditempat kerja anda ?. Seharusnya itu dilakukan ?. Diskusikan hal itu dengan pembimbing dan grup belajar anda.

• •

Petunjuk 3 : Diskusikan dengan grup anda semua perbedaan bentuk penanganan manual yang anda lakukan dalam minggu tertentu.

Petunjuk 4 : • Minta pembimbing anda untuk menampilkan video tentang penanganan manual atau berkunjung ke tempat kerja. Ada berapakah praktik buruk yang dilihat, digunakan ditempat kerja anda ? Yang mana ? Diskusikan hal tersebut dengan grup anda, dan berikan saran cara untuk menghindarinya.

Tugas 10 Pencegahan dan Pengontrolan Bahaya Kimia
Petunjuk 1 : Pembimbing anda akan menyajikan beberapa lembaran data keselamatan bahan (Material Safety Data Sheet / MSDS) dari tempat kerja anda. Bicarakan dengan pembimbing dan grup belajar anda tentang zat apa yang dikandungnya, apa efeknya kepada kesehatan dan apa tindakan pengamanan yang dilakukan ketika menggunakannya. Petunjuk 2 : Kerjakan dengan pembimbing dan grup belajar anda, untuk mendata semua cara berdasarkan pemikiran anda untuk pencegahan atau pengontrolan bahaya bahan kimia. Gunakan kategori berikut (lihat kembali bagian gagasan 'Pencegahan dan pengontrolan bahaya') • • • • • Mengeliminir bahaya Cara bekerja yang aman dari bahaya Prosedur dan sistim kerja yang aman Penggunaan peralatan dan pakaian pelindung

Petunjuk 3 : Minta pembimbing anda memutarkan video tentang penanganan bahan kimia atau mengunjungi tempat kerja dan amati tentang penanganan bahan kimia. Apa yang disarankan untuk peningkatan diarea tempat kerja anda ? Diskusikan hal itu dengan grup belajar anda

• •

Petunjuk 4 : Kerjakan dengan pembimbing dan grup belajar anda untuk mendata kemungkinan efek penyalah-gunaan obat bius atau alkohol pada tempat kerja anda.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Page 67

Bab 4

Strategi Penyajian

Tugas

Tugas 11 Tata Laksana yang baik
Petunjuk 1 : • Tanyakan pada pembimbing apakah perusahaan anda punya Daftar Pemeriksaan Keselamatan Kerja. Jika ada, tentukan area kerja di pabrik dan isi daftar untuk area tersebut dengan menandai Ya/Tidak dilaksanakan pada lembaran yang disediakan dan buatlah komentar yang sesuai. Jika mungkin, kerjakan tugas ini dengan rekan yang lain dalam grup belajar anda. Jika perusahaan anda tidak mempunyai daftar, buatlah daftar tersebut dengan kerjasama grup.

• •

Petunjuk 2 : Sekarang lihat video tentang tata laksana tempat kerja, atau kunjungi tempat kerja dan amati tentang tata laksana area produksi, bengkel atau area kerja lainnya. Diskusikan hasil pengamatan grup dan tuliskan beberapa hal dengan seksama dibawah judul berikut ini : • • • • • Jalan masuk bersih Tempat kerja rapi Tangga Alas kaki tepat Oli tumpah

Tugas 12 Penyimpanan Bahan
Petunjuk : Bicarakan dengan rekan yang lain dalam grup belajar anda mengenai situasi berikut. Pada masingmasing kasus kecelakaan apa yang dapat terjadi dan apa yang seharusnya dilakukan pekerja untuk menghindari kecelakaan. Tulis jawaban anda ! • • • • Pekerja menggunakan trolley (kereta) untuk membawa beberapa bahan, tetapi tidak mengikuti jalur jalan yang telah ditandai. Pekerja diberitahu bahwa beberapa kain lap yang telah di celupkan kedalam bahan pelarut terbentang diatas lantai area kerja. Saluran tenaga listrik dapat terletak melintasi permukaan yang lembab dengan aman, hal itu berbahaya jika melintasi jalur jalan atau gang. Bahan kimia dapat dengan aman disimpan dalam lemari tahan api pada area kerja.
Page 68

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Cari data tentang partikel serat dan debu yang dihasilkan dari proses kerja dan atau bahan yang digunakan pada area kerja. Identifikasi jenis debu dan serat.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas • • Tumpahan. contoh : Kelistrikan : Debu atau Bahaya Serat • • • Jenis Polusi : Isolasi Serat mineral keramik yang jelek untuk isolasi panas. Alat bantu mekanik disimpan ditempat yang mudah didatangi Tugas 13 Gambar Simbol Keselamatan Kerja Petunjuk : • Manfaatkan Gambar Simbol Keselamatan untuk Tempat kerja dari Departemen Tenaga Kerja untuk mempelajari mengenai semua standar tanda keselamatan yang dipergunakan di tempat kerja. jika perlu minta penjelasan kepada petugas keselamatan dan kesehatan kerja tentang masalah kesehatan yang disebabkan oleh debu dan serat. Efek Kesehatan : Iritasi kulit. tutup buku dan tulislah maksud dari masing-masing gambar simbol tersebut. gemuk atau sampah tergeletak di area kerja. Jika anda merasa percaya diri bahwa anda mampu mengidentifikasi semua tanda-tanda.doc . Penyebab Bahaya : Penanganan yang jelek atau kontak langsung dengan partikel serat yang ada di udara. termasuk bahan isolasi. a. Anda hanya perlu melakukan satu contoh untuk masing-masing area kerja. pelapis dan pembungkus. Elektronik : Debu atau Bahaya Serat • • • Jenis Polusi : Penyebab Bahaya : Efek Kesehatan : Page 69 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. • Tugas 14 Polusi Serat Dan Debu Pada Lingkungan Industri Petunjuk : Tugas ini dicobakan hanya jika relevan dengan perusahaan anda. Lengkapi berikut ini. serangan asma atau kanker paru-paru. sebagai contoh yang telah dilakukan.

1) ………………………(nama kandungan bahan kimia) Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 70 . bahan pelarut dan bahan campuran digunakan pada Pengerjaan Logam. gas. Elektronik : Bahaya Kimia Data bahan kimia. Untuk masing-masing area kerja (relevan untuk perusahaan anda). Pekerjaan Logam : Debu atau Bahaya Serat • • • • • • • • • Jenis Polusi : Penyebab Bahaya : Efek Kesehatan : c.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas b. Tindakan pengamanan untuk penggunaannya. Plastik : Debu atau Bahaya Serat Jenis Polusi : Penyebab Bahaya : Efek Kesehatan : d. pilih bahan kimia dan jelaskan hal berikut : • • • Hubungan bahaya kesehatan dengan kandungan bahan kimia. Bagaimana menangani kandungan zat tersebut dengan aman. Pengerjaan Logam : Bahaya Kimia Data bahan kimia. termasuk pembuangan sisa : Tindakan pengamanan : b. Perawatan Pabrik : Debu atau Bahaya Serat Jenis Polusi : Penyebab Bahaya : Efek Kesehatan : Tugas 15 Pencegahan Dan Pengontrolan Polusi Bahan Kimia Petunjuk : Pada tugas ini anda perlu bicara kepada petugas keselamatan dan kesehatan kerja. 1) ………………………(nama kandungan bahan kimia) • • • Bahaya kesehatan : Penanganan keselamatan. pekerja dimasing-masing area berikut (yang relevan untuk pabrik anda) dan berkenaan dengan MSDS. gas. bahan pelarut dan bahan campuran digunakan pada Elektronik. a.

1) ………………………(nama kandungan bahan kimia) • • • Bahaya kesehatan : Penanganan keselamatan. • • Manajemen merencanakan perbaikan tingkat kebisingan oleh : Perbaikan ini direncanakan untuk membuat : Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 71 . bahan pelarut dan bahan campuran digunakan pada Perawatan Pabrik. termasuk pembuangan sisa : Tindakan pengamanan : Tugas 16 Pencegahan dan pengontrolan polusi kebisingan Petunjuk : a. gas. Temukan dari pihak manajemen apa mereka punya rencana memperbaiki bahaya kebisingan pada pabrik dan kapan mereka melakukan perbaikannya. gas. Perawatan Pabrik : Bahaya Kimia Data bahan kimia. • Tingkat kebisingan yang diizinkan pada pabrik adalah : b.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas • • • Bahaya kesehatan : Penanganan keselamatan. Kunjungi pabrik dan tanyakan kepada pengurus keselamatan dan kesehatan kerja. • Takaran kebisingan sehari-hari pada pabrik adalah : c. berapa takaran kebisingan sehari-hari pada tempat atau pabrik tersebut. termasuk pembuangan sisa : Tindakan pengamanan : c. Cari informasi tentang berapa tingginya tingkat kebisingan yang diizinkan pada pabrik. termasuk pembuangan sisa : Tindakan pengamanan : d. 1) ………………………(nama kandungan bahan kimia) • • • Bahaya kesehatan : Penanganan keselamatan. Plastik : Bahaya Kimia Data bahan kimia. Tulis jawaban anda disini. bahan pelarut dan bahan campuran digunakan pada Plastik.

Minum alkohol saat istirahat siang dan kemudian kembali bekerja pada mesin dengan merasa sedikit melayang atau gembira tidak terkendali. Merasa jemu dengan pekerjaan atau dengan supervisor sehingga melakukan sabotase terhadap peralatan atau mesin sehingga sesuatu berjalan lambat. 2) aktivitas : Melakukan pekerjaan tanpa aturan keselamatan sebab aturan dianggap menghambat proses pekerjaan. 3) aktivitas : Tidak menggunakan alat pengaman Bagaimana pendapat anda (Berbahaya atau tidak) Kemungkinan kejadian?. 1) aktivitas : Memodifikasi peralatan atau mesin tanpa kewenangan • • Bagaimana pendapat anda (Berbahaya atau tidak) Kemungkinan kejadian?. Diskusikan dalam grup.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas Tugas 17 Tindakan Keamanan Kerja 1. Dari tiga aktivitas berikut ini menunjukan cara dan sikap kerja.doc Page 72 . Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. • • • • Bagaimana pendapat anda (Berbahaya atau tidak) Kemungkinan kejadian?. Untuk masing-masing terangkan pendapat anda. Menghilangkan tanda dilarang merokok di toilet atau area lain yang dilarang merokok. 2. Untuk masing-masing terangkan mengapa hal itu berbahaya dan apa kecelakaan / cedera yang ditimbulkannya. Menarik perhatian sekitar dengan pura-pura berkelahi atau berkelakar dengan kasar. Berapa banyak aktivitas berikut yang menjadi pertimbangan bagi anda untuk bekerja dengan aman ?. • • • • • • Sedang bekerja bercanda dengan pekerja lain termasuk mengganggu mesin atau alat pengaman. Lari turun tangga dan terpeleset pada jalur tangga. dan kemungkinan apa yang dapat terjadi (kecelakaan apa?).

Bab 4 Strategi Penyajian Tugas Tugas 18 Perlengkapan dan Pakaian Pelindung serta Program di Tempat Kerja 1. Sebutkan berikut ! masing-masing alat perlengkapan dan pakaian pelindung berdasarkan gambar A B C D E F Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 73 .

bagaimana pengaturan cara kerjanya ketika mulai kebakaran ? 2) Apa jenis alat pemadam yang digunakan untuk kebakaran awal dari kandungan bahan berikut ini : • • • • Kesalahan pengawatan pada instalasi kelistrikan. Gas LPG bocor Kain lap masuk kedalam bahan pelarut Kotak-kotak bekas pengepakan 3) Buatlah peta area kerja anda dan tanda penempatan alat pemadam kebakaran (dan jenis alat pemadam) dan pintu keluar.doc Page 74 . Gambar denah Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas Tugas 19 Keselamatan dan Perlindungan Kebakaran Petunjuk : Anda mungkin perlu bantuan pengurus keselamatan dan kesehatan kerja atau petugas kepegawaian untuk melengkapi tugas berikut : 1) Adakah pabrik anda mempunyai sistim 'sprinkler' otomatis jika terjadi kebakaran YA / TIDAK Jika ya. Ini adalah contoh dari apa yang seharusnya dibuat.

2) Apa saja tindakan utama dalam pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan. 4) Siapa pengawas kebakaran dan / atau keadaan darurat di area kerja dan / atau di pabrik ? 5) Apa tugas pengawas untuk keadaan darurat ? Tugas 21 Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK) 1) Tanda atau simbol PPPK adalah ?.doc Page 75 .Bab 4 Strategi Penyajian Tugas Tugas 20 Prosedur Pengungsian Darurat Petunjuk : Anda mungkin perlu bantuan perwakilan keselamatan dan kesehatan kerja atau petugas kepegawaian untuk melengkapi tugas berikut : 1) Adakah lebih dari satu jenis sirene atau suara tanda peringatan ditempat kerja anda untuk keadaan darurat ? YA / TIDAK 2) Jika ya. 3) Apa saja isi Kotak PPPK ?. berapa banyak jenis tanda peringatan yang ada dan apakah maksud masingmasingnya ? 3) Ketika anda mendengar suara tanda peringatan apa yang harus anda lakukan ? Jelaskan langkah per langkah. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

doc Page 76 . Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Memahami siapa yang diwajibkan untuk mengawasi pelaksanaan undang-undang keselamatan kerja (pasal 5 .7 dan 8). tergantung atas diketahuinya tanggung jawab anda. dan apa yang dilakukan tentang masalah keselamatan dan kesehatan yang timbul. Mengapa ini penting ? Keselamatan dan kesehatan anda serta yang lainnya. Menguraikan kewajiban dan hak tenaga kerja serta pengurus.12 dan 13). anda akan mampu untuk : • • • • • Mengidentifikasi istilah dan ruang lingkup wilayah dan jenis pekerjaan yang dijamin undang-undang keselamatan kerja (pasal 1 dan 2) Menjelaskan dengan peraturan perundang-undangan menetapkan syarat-syarat untuk keselamatan kerja (pasal 3 dan 4). agar keselamatan dan kesehatan kerja terjamin (pasal 11. Menjelaskan bagaimana pembinaan terhadap pelaksanaan undang-undang keselamatan kerja (pasal 9 dan 10). Anda juga perlu mengetahui langkah-langkah apa yang dilakukan jika anda atau yang lainnya mempunyai permasalahan di tempat kerja.6.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 1 Transparansi UNDANG-UNDANG KESELAMATAN KERJA Jika anda telah lengkap mempelajari unit ini.

Mencegah terjadinya kecelakaan. industri serta pembangunan. alat-alat kerja. dan mengamankan produksi. Meningkatkan produktivitas kerja tanpa memeras tenaga kerja dan menjamin kehidupan produksinya. 6. alat-alat dan sumber-sumber produksi lainnya sewaktu kerja dan sebagainya. instalasiinstalasi dan sebagainya. meningkatkan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 5. Memperlancar.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 2 Falsafah Keselamatan Kerja “Menjamin keadaan. 4. tertuju pada kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan manusia pada khususnya”. dan aman sehingga menimbulkan kegembiraan semangat dalam bekerja. mesin-mesin. pesawat-pesawat. 2. 8. Mencegah pemborosan tenaga kerja. keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah manusia serta hasil karya dan budayanya. konstruksi. bersih. pemakaian. pemeliharaan bangunanbangunan.doc Page 77 . 3. Sasaran Keselamatan kerja: 1. 7. Semua sasaran itu bertujuan meningkatkan taraf hidup (standard of living) dan kesejahteraan umat manusia. modal. nyaman. Menjamin tempat kerja yang sehat. Mencegah timbulnya penyakit akibat/pekerjaan Mencegah/mengurangi kematian Mencegah/mengurangi cacat tetap Mengamankan material. 9.

Kakanwil Depnaker berdasarkan analisis laporan kecelakaan menyusun analisis kecelakaan setiap bulan dan kepada Menteri atau Pejabat yang ditunjuk. Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan berdasarkan analisis laporan kecelakaan menyusun analisis laporan kekerapan dan keparahan kecelakaan tingkat nasional. Kepala Kantor Depnaker memerintahkan pegawai pengawas untuk melakukan pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan. Pemeriksaan Kecelakaan Setiap setelah menerima laporan kecelakaan dari pengurus atau pengusaha. Kepala Kantor Depnaker berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan pada setiap akhir bulan menyusun analisis laporan kecelakaan dan menyampaikan kepada Kakanwil Depnaker selambat-lambatnya tanggal 5 bulan berikutnya. Penyampaian laporan dapat dilakukan secara lisan sebelum dilaporkan secara tertulis. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 78 .Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 3 Tata Cara Pelaporan Kecelakaan Pengurus atau pengusaha wajib melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi di tempat kerja dipimpinnya. Kewajiban melaporkan berlaku bagi pengurus atau pengusaha yang telah dan yang belum mengikutsertakan pekerjaannya ke dalam program jaminan sosial tenaga kerja wajib melaporkan secara tertulis kepada Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja setempat dalam waktu tidak lebih dari 2 x 24 jam.

8) Pelaporan dan perbaikan kekurangan . 5) Pembelian . 9) Pengelolaan material dan pemindahannya . 2) Strategi pendokumentasian . 10) Pengumpulan dan penggunaan data . 7) Standar Pemantauan . maka Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Audit Sistem Manajemen K3 Untuk pembuktian penerapan Sistem Manajemen K3. dan lingkungan kerja dalam keadaan aman. 6) Keamanan bekerja berdasarkan Sistem Manajemen K3 . maka perlu diaudit unsur-unsur : 1) Pembangunan dan pemeliharaan komitmen . serta sumber produksi. 12) Pengembangan keterampilan dan kemampuan.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 4 Penerapan Sistem Manajemen K3 Untuk menjamin orang lain yang proses produksi perlu penerapan Kerja keselamatan dan kesehatan tenaga kerja maupun berada di tempat kerja. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 4) Pengendalian dokumen . 3) Peninjauan ulang desain dan kontrak .doc Page 79 . 11) Pemeriksaan sistem manajemen .

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. cedera dan sakit.doc Page 80 . sehingga mereka dapat bekerja kearah pengurangan kecelakaan. dan menjelaskan bagaimana bahaya dapat dicegah dan dikontrol. Mengapa ini penting ? Semua pekerja perlu menyadari bahaya di tempat kerja. • Menjelaskan apa yang dimaksud dengan lembaran data keselamatan bahan (Material Safety Data Sheet / MSDS) dan bagaimana menggunakannya.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 5 Bahaya di Tempat Kerja Tujuan : • Menggambarkan jenis-jenis bahaya di tempat kerja • Mengidetifikasi bahaya yang dapat menyebabkan kesalahan dan cedera pada tempat kerja anda.

atau tidak senang pada pekerjaan 6. tekanan udara • Penanganan manual dan pengangkatan 2. debu.doc Page 81 . virus penyakit Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. asap. Bahaya Psikologi : • Stress. Bahaya Fisik : • Gerakan peralatan atau bagian mesin • Bising. dan zat berbahaya lainnya 3. cairan. Bahaya Radiasi : • Radiasi microwave • Cahaya laser daya tinggi • Pemanas infra-red daya tinggi • Sinar gamma dari zat radio aktif • Radiasi ultra violet dari matahari 5. Bahaya Bahan Kimia : • Gas. getaran. Bahaya Biologi : • Inspeksi kuman. Bahaya Ergonomi : • Desain peralatan buruk atau tata letak yang salah 4. pencahayaan.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 6 Jenis-jenis Bahaya : 1.

eliminir bahaya • Jika bahaya tidak bisa dieliminir.doc Page 82 . cari cara yang aman untuk mengerjakan • Pastikan prosedur dan sistim kerja yang aman • Gunakan peralatan dan pakaian pelindung Bahaya dan Pencegahan : • Pengaturan Kerja • Gerakan Mesin • Pengaruh Kebisingan • Penanganan Manual • Reaksi bahan Kimia • Alkohol dan Penggunaan Obat Bius • Bahaya lain ditempat Kerja Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 7 Prinsip Pencegahan atau Pengontrolan Bahaya : • Bila mungkin.

doc Page 83 . Mengapa ini penting ? Banyak kecelakaan tidak dapat dihindarkan pada tempat kerja. • Menjelaskan apa maksud gambar simbol keselamatan kerja. • Menjelaskan bahaya apa yang dapat disebabkan oleh tata laksana yang buruk. terjadi karena pekerja dan perusahaan tidak memberikan perhatian pada tata laksana yang baik. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 8 Tata Laksana Industri Tujuan : • Menjelaskan apa maksud Tata Laksana Industri • Menjelaskan bagaimana tata laksana yang baik dapat membuat tempat kerja aman.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. laci atau kotak masingmasing.doc Page 84 . terpisah sesuai jenisnya dan disimpan pada tempat yang memenuhi persyaratan • Lokasi gudang dan area kerja selalu dimonitor batas tingkatan asap. debu dan radiasi.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 9 Manfaat Tata Laksana Yang Baik : • Memperkecil kecelakaan dan cedera yang terjadi di tempat kerja • Risiko kebakaran berkurang • Pekerja lebih percaya diri bekerja dengan aman • Tempat kerja menjadi lebih efesien Beberapa Hal Penting Dalam Penyimpanan Bahan : • Mudah diambil dan diangkut • Bahan tersimpan pada rak. • Barang berbahaya tersimpan pada tempat khusus yang aman • Bahan kimia diberi label dengan jelas. Bau yang menyengat. gumpalan awan dan debu dari asap harus diselidiki.

tempat PPPK • Tanda Perintah/Pemberitahuan kepada pekerja dimana perlengkapan keselamatan khusus harus dipakai. dilarang merokok. Contoh. Contoh.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 10 Contoh Gambar Simbol Keselamatan • Tanda Larangan / Pencegahan kecelakaan .doc Page 85 . Gambar lingkaran dengan diagonal merah diatas warna dasar putih. gunakan kaca mata Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Berbentuk segi tiga dengan warna hitam diatas warna dasar putih. mudah terbakar atau awas api • Tanda Pemberitahuan /Tempat perlengkapan keadaan darurat tersimpan. Gambar putih diatas warna dasar biru. Berbentuk segi empat . Contoh. • Tanda Peringatan bahaya keselamatan dan kesehatan kerja. Contoh.

• Menjelaskan cara pencegahan dan pengontrolan polusi. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 86 . Mengapa ini Penting ? Banyak polusi yang terjadi pada industri dan menyebabkan terganggunya lingkungan dan membahayakan manusia dan habitat makhluk lainnya secara luas.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 11 Polusi pada Industri Tujuan : • Menjelaskan istilah-istilah pada polusi. • Menjelaskan sumber-sumber polusi.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 12 Polusi pada Lingkungan Industri • Polusi dari serat (fiber) dan debu • Polusi dari bahan kimia • Polusi kebisingan Pencegahan dan Pengontrolan Polusi pada tempat kerja industri utamanya disebabkan oleh timbulnya bahaya serat dan debu.doc Page 87 . Lima Prinsip Pencegahan dan Pengontrolan dijelaskan pada unit 2 yaitu : • Lenyapkan • Ganti (bahan) • Kontrol • Prosedur dan sistim kerja yang aman • Perlengkapan dan pakaian pelindung. kandungan kimia dan tidak amannya tingkat kebisingan.

prosedur dan praktik kerja yang mungkin menyebabkan cedera diri sendiri atau orang lain.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 13 Keselamatan Pribadi Tujuan : • Mengenalkan sikap aman dan tidak aman di tempat kerja. Anda telah siap mempelajari bahaya yang ada di tempat kerja dan polusi yang mungkin timbul dari bahan kimia dan pemesinan. Mengapa ini penting ? Semua pekerja perlu menyadari keselamatan pribadi mereka di tempat kerja. • Mendata barang perlengkapan dan pakaian pelindung • Memilih dengan tepat alat pemadam kebakaran yang sesuai dengan jenis kebakaran/bahan yang terbakar. Sekarang anda akan belajar bagaimana anda dapat meminimalkan risiko untuk diri sendiri dari faktor tersebut.doc Page 88 . • Mendata cara yang dapat meminimalkan risiko dan cedera. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. • Menjelaskan prosedur pengungsian tempat kerja dan pertolongan pertama pada kecelakaan. • Menggambarkan sikap.

• Melakukan pekerjaan yang tidak dilatih untuk melakukan. walaupun metoda bekerja dengan aman telah dikembangkan. • Melakukan pekerjaan kewenangan. walaupun jalan pintas melanggar petunjuk prosedur bekerja yang aman. • Melakukan pekerjaan selalu seperti cara sendiri.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 14 Tindakan Keamanan Kerja Aktivitas yang perlu dipertanyakan untuk bekerja dengan aman ? • Memodifikasi peralatan atau mesin tanpa kewenangan. • Tidak menggunakan alat pengaman walaupun diperlukan waktu mengerjakan pekerjaan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. yang tidak punya keterampilan atau • Tidak memperhatikan aturan keselamatan sebab menurut pribadi hal itu menjadi penghambat dalam melakukan pekerjaan.doc Page 89 . • Mengambil jalan pintas ketika mengerjakan.

• Laporkan kesalahan atau peralatan dan perlengkapan yang tidak aman. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. keterampilan atau kewenangan melakukannya. • Jangan melakukan sesuatu yang belum dilatih. tidak punya • Kerja sama dan partisipasi dalam program ini membuat tempat kerja aman. • Ikuti aturan dan petunjuk keselamatan • Ketahui tanda peringatan dan pahami maksudnya dan lakukan seperti yang ditunjukan. • Selalu mengunakan peralatan dan perlengkapan dengan benar untuk pekerjaan yang dilakukan.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 15 Tindakan Bekerja dengan Aman Daftar berikut ini seharusnya dipraktikan secara rutin. • Laporkan semua kecelakaan dan cedera sekecil apapun jika kemungkinan terjadi. perlengkapan dan praktik kerja dapat dibuat aman. • Berikan gagasan tentang bagaimana pemesinan.doc Page 90 . dipelajari dengan seksama dan • Pikirkan tentang apa yang dapat terjadi sebelum melakukannya. • Laporkan praktik kerja dan situasi yang diperkirakan tidak aman. • Jangan melakukan sesuatu yang dapat melukai diri sendiri atau orang lain.

Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 16 Perlengkapan dan Pakaian Pelindung Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 91 .

CO2 seperti bensin.doc Page 92 . Air (tabung warna merah) seperti papan. Busa/bahan kimia kering (merah/ dengan pita putih Bahan gas yang mudah terbakar -Jaga tabung gas tetap dingin seperti asitelin. CO2 (merah/ dengan pita hitam. kertas. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Bahan cair yang mudah terbakar BCF (kuning). LPG dengan menggunakan air pakai selang atau alat pemadam -Matikan suplai (kiriman) gas. Busa (biru). minyak cat . Busa/bahan kimia kering (merah/ dengan pita putih) Kelas E Bahan kelistrikan perlengkapannya.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 17 Keselamatan Kebakaran dan Perlindungan Tabel Golongan Kebakaran dan Bahan Pemadam Golongan Kebakaran Kelas A Kebakaran mengandung Bahan/alat pemadam Bahan padat mengandung karbon. (merah/ dengan pita hitam. dll. Kelas B Kelas C Kelas D Bahan logam Serbuk kering (merah/ dengan pita putih) dan BCF (kuning). batu bara dll. solar .

6.doc Page 93 .Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 18 Enam Langkah Keselamatan Menghadapi Kebakaran : 1. 5. 3. 2. 4. jangan coba untuk memadamkannya sebelum kebocoran dihentikan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Catatan: Ketika bocoran gas terbakar.

Yakinkan anda mengetahui prosedur yang tepat untuk tempat kerja anda.doc Page 94 . kebakaran dan prosedur pengungsian keadaan darurat tidak dapat dianggap enteng. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 19 Ringkasan Keselamatan dan kesehatan kerja. pengawas kebakaran. Anda tidak dapat menunggu terjadinya masalah dan kemudian baru memutuskan bagaimana menanganinya. Catatan : Walaupun tindakan pertolongan pertama tidak diuraikan dalam unit ini. dan siapa yang ditunjuk sebagai petugas. Berdasarkan tempat kerja anda kembangkan prosedur dan tetapkan petugas sebagai ahli pertolongan pertama. perwakilan keselamatan dan kesehatan kerja dan lainnya. setiap orang seharusnya telah berlatih dasardasar pertolongan pertama.

Untuk menilai unit ini mungkin Anda akan memilih metode yang ditawarkan dalam pedoman ini. Para penilai harus memperhatikan petunjuk penilaian dalam standar kompetensi sebelum memutuskan metode penilaian yang akan dipakai. maka dinyatakan bahwa kompetensi sudah dicapai . atau mengembangkan metode Anda sendiri untuk melakukan penilaian. Bila Anda menilai kompetensi ini Anda harus mempertimbangkan seluruh issue di atas untuk mencerminkan sifat kerja yang nyata . Kualifikasi Penilai Dalam kondisi Iingkungan kerja. Apa yang Dimaksud dengan Kompeten? Tanyakan pada diri Anda sendiri : “Kemampuan kerja apa yang benar-benar dibutuhkan oleh peserta pelatihan”? Jawaban terhadap pertanyaan ini akan mengatakan kepada Anda tentang apa yang kita maksud dengan kata “kompeten”. seorang peniIai industri yang diakui akan menentukan apakah seorang pekerja mampu melakukan tugas yang terdapat dalam unit kompetensi ini . Bila pada nilai yang ditetapkan telah tercapai ( sesuai dengan kriteria ). Untuk menjadi kompeten dalam suatu pekerjaan yang berkaitan dengan keterampilan berarti bahwa orang tersebut harus mampu untuk : • • • • • menampilkan keterampilan pada level (tingkat) yang dapat diterima mengorganisasikan tugas-tugas yang dibutuhkan. Pengakuan terhadap kompetensi yang ada dengan mengumpulkan bukti-bukti kemampuan untuk dinilai apakah seseorang telah memenuhi standar kompetensi. Penilai mengakui bahwa individuindividu dapat mencapai kompetensi dalam berbagai cara: • • kualifikasi terdahulu belajar secara informal.doc Page 95 . Pengakuan Kompetensi yang Dimiliki Prinsip penilaian terpadu memberikan pengakuan terhadap kompetensi yang ada tanpa memandang dari mana kompetensi tersebut diperoleh.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini BAB 5 CARA MENILAI UNIT INI Apa yang Dimaksud dengan Penilaian ? Penilaian adalah proses pengumpulan bukti-bukti hasil ujian/pekerjaan dan pemberian nilai atas kemajuan peserta pelatihan dalam mencapai kriteria unjuk kerja seperti yang dimaksud dalam Standar Kompetensi. merespon dan bereaksi secara layak bila sesuatu salah memenuhi suatu peranan dalam sesuatu rangkaian tugas-tugas pada pekerjaan mentransfer/mengimplementasikan keterampilan dan pengetahuan pada situasi baru. Penilaian lebih untuk mengidentifikasi pencapaian dan penguasaan kompetensi peserta pelatihan dari pada hanya untuk membandingkan prestasi peserta terhadap peserta lain. baik memenuhi standar kompetensi untuk suatu pekerjaan maupun untuk kualifikasi formal. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

pilihan ganda. Sebagai contoh.doc Page 96 . tertutup atau terbuka. Sesi praktik seharusnya diulang sampai tingkat penguasaan yang disyaratkan dari sub kompetansi dicapai.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini Ujian yang Disarankan Umum Unit Kompetensi ini. Penilaian untuk unit ini. walaupun bekerja di negara lain. dan pengetahuan untuk setiap sub- Berhubungan dengan sesi praktik atau tugas untuk memperkuat teori atau mempersiapkan praktik dalam suatu keterampilan. lingkari salah satu BETUL atau SALAH 1. bergerak atau tetap. Hal ini penting sekali. komparasi. mengisi/melengkapi kalimat. Sebagai patokan disini seharusnya paling sedikit satu penilaian tugas untuk pengetahuan pokok pada setiap elemen kompetensi. Untuk penilaian unit “Keselamatan dan Kesehatan Kerja “ disarankan hal-hal sebagai berikut: Penilaian Pengetahuan Pokok Penilaian Teori Sub-Kompetensi/Elemen 1 : Peraturan Kerja Tes berdasarkan pada soal-soal berikut : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan pilhan yang tepat ! Pertanyaan 1 sampai 5. secara umum mengikuti format berikut: (a) (b) Menampilkan pokok keterampilan kompetensi/kriteria unjuk kerja. Tes essay dapat juga digunakan dengan soal-soal atau pertanyaan yang relevan dengan unit ini. Mereka tidak boleh melanjutkan unit berikutnya sebelum mereka benar-benar menguasai (kompeten) pada materi yang sedang dilatihkan . SALAH Ruang lingkup yang dicakup oleh undang-undang no 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja adalah mengatur pekerja Indonesia. Pengertian tempat kerja dalam undang-undang keselamatan kerja adalah tiap ruangan atau lapangan. berdasar pada dua hal yaitu: • • pengetahuan dan keterampilan pokok hubungan dengan keterampilan praktik. BETUL 2. Tes pengetahuan pokok biasanya digunakan tes obyektif. BETUL SALAH Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Setiap sesi praktik atau tugas seharusnya dinilai secara individu untuk tiap Sub-Kompetensi. di mana peserta dinilai (penilaian formatif) pada setiap elemen kompetensi. dimana tenaga kerja melakukan pekerjaan.

walaupun tenaga kerjanya dibawah batas ketentuan (kurang dari serratus orang).Bab 5 Cara Menilai Unit Ini 3. BETUL SALAH 4. perusahaan dapat melakukan audit melalui Badan Audit yang ditunjuk oleh : (a) (b) (c) Pengusaha. Pekerja seharusnya menyadari bahaya ditempat kerja. Semua bahaya tempat kerja dapat dihilangkan. Kewajiban melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi di tempat kerja oleh pengurus atau pengusaha meliputi yang telah dan yang belum mengikutsertakan pekerjaannya ke dalam program jaminan sosial tenaga kerja. kebakaran. Sistem Manajemen K3 wajib diterapkan oleh perusahaan yang proses atau bahan produksinya mengandung potensi bahaya peledakan. 6. Menteri Sub-Kompetensi/Elemen 2 : Bahaya di tempat kerja Tes berdasarkan pada soal-soal berikut : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan pilhan yang tepat ! Pertanyaan 1 sampai 5.doc . BETUL 2. lingkari salah satu BETUL atau SALAH. Pengawas. cedera atau sakit BETUL SALAH 3. BETUL SALAH Berikan tanda cek ( V ) pada kotak dekat jawaban yang terbaik. BETUL SALAH 5. BETUL SALAH Page 97 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. pencemaran dan penyakit akibat kerja. SALAH Bahaya dapat mengarah pada kecelakaan. Untuk pembuktian penerapan Sistem Manajemen K3. Pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan dilakukan oleh pegawai pengawas setelah Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja menerima laporan kecelakaan dari pengurus atau pengusaha. 1.

BETUL SALAH Berikan tanda cek ( V ) pada kotak dekat jawaban yang terbaik. lingkari salah satu BETUL atau SALAH 1. Pekerja yang telah minum alkohol atau sedang melakukan pengobatan dapat mencederai diri sendiri atau orang lain. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini 4. SALAH Jalan masuk seharusnya dengan jelas ditandai dengan garis hijau. Lingkaran biru indikasi simbol keselamatan dimana peralatan pelindung harus dipakai. Saluran tenaga listrik seharusnya tidak terhampar melintang dipermukaan lembab/basah sebab : (a) (b) (c) Bisa tersengat listrik. BETUL SALAH 5. peringatan bahaya biologi. BETUL SALAH 3. BETUL SALAH 4. Simbol keselamatan segi-tiga 'tengkorak dan tulang bersilang' digambar diatas latar belakang kuning. BETUL SALAH Sub-Kompetensi/Elemen 3 : Tata Laksana Indusri Tes berdasarkan pada soal-soal berikut : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan pilhan yang tepat ! Pertanyaan 1 sampai 5. Sekering/pengaman bisa putus. BETUL SALAH 5. 6.doc Page 98 . Menambah beban listrik yang digunakan. kesengat listrik dan ketinggian juga berbahaya. Tata laksana industri adalah tanggung jawab dari staf kebersihan. Bahan yang mudah terbakar mudah dimakan api BETUL 2. Berlebihan panas atau dingin.

BETUL SALAH Sub-Kompetensi/Elemen 5 : Keselamatan Pribadi Tes berdasarkan pada soal-soal berikut : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan pilhan yang tepat ! Pertanyaan 1 sampai 5. BETUL SALAH 3. BETUL 2. Kebisingan keras yang terus menerus dapat menyebabkan kehilangan pendengaran. SALAH Semua bahaya bahan kimia dengan mudah identifikasi.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini Sub-Kompetensi/Elemen 4 : Polusi pada Indusri Tes berdasarkan pada soal-soal berikut : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan pilhan yang tepat ! Pertanyaan 1 sampai 5. Kenyamanan pekerja menggunakan pakaian dan perlengkapan keselamatan tidak penting. Anda seharusnya selalu memikirkan tentang apa yang dapat terjadi sebelum anda melakukan sesuatu. Ketika membuang sisa/sampah bahan kimia. BETUL SALAH 4. SALAH Pekerja seharusnya dengan benar dilatih menggunakan dan merawat pakaian dan perlengkapan keselamatan. BETUL SALAH Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Dengan debu dan serat di udara cukup aman bekerja. BETUL SALAH 3. harus dikontrol sebagaimana mestinya. lingkari salah satu BETUL atau SALAH 1. Polusi di pabrik kita dapat dikontrol atau dicegah.doc Page 99 . BETUL SALAH 5. BETUL SALAH 4. Pemadam kebakaran karbon dioksida cocok untuk kebakaran kelistrikan. lingkari salah satu BETUL atau SALAH 1. BETUL 2.

Bahaya bahan kimia. 6.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini 5. Kaca-mata dan kaca pelindung keselamatan lainnya mungkin disediakan untuk melindungi dari : (a) (b) (c) (d) Pecahan beterbangan. Sesuatu yang pertama dilakukan dalam kasus kebakaran adalah memberitahu pasukan pemadam kebakaran.doc Page 100 . Semua hal diatas. BETUL SALAH Berikan tanda cek ( V ) pada kotak dekat jawaban yang terbaik. Cahaya yang hebat/tajam (yaitu dalam pengelasan). Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

3 Tindakan keselamatan dan perlindungan kebakaran dijelaskan 5. 3. 1. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja dijelaskan.03/MEN/1998 tentang tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan dijelaskan. 4.2 Maksud gambar simbol keselamatan kerja dijelaskan.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini Ringkasan Penilaian Pengetahuan dan Keterampilan Gunakan tugas-tugas ini untuk menetapkan apakah peserta pelatihan telah menguasai pokokpokok pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan. 5.doc Page 101 . 2. Per. 3. 2. Pokok-pokok Pengetahuan dan Keterampilan 1.0 Menjelaskan keselamatan pribadi. Tugas-tugas Penilaian Ya 1.1 Isi undang-undang No.0 Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja. Tidak Perlu Latihan Lanjutan 5.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dijelaskan 2.0 Menjelaskan polusi pada industri. Per.2 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.4 Prosedur pengungsian dan tindakan pertolongan pertama diterangkan.1 Potensi bahaya di tempat diidentifkasi. 4. 1.3 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.1 Cara tata laksana industri yang baik dapat mengurangi bahaya dijelaskan. 5.0 Mengidentifikasi undang-undang dan peratuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3). 5. 3. 4. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.2 Beberapa cara untuk mengontrol dan mencegah bahaya diuraikan.2 Prosedur pencegahan dengan perlengkapan pelindung yang tepat diuraikan.2 Tindakan pencegahan dan pengontrolan polusi diuraikan.0 Menjelaskan tata laksana industri.1 Penyebab cedera pribadi dan sikap kerja yang aman diuraikan.1 Sumber polusi pada suatu lingkungan industri dijelaskan.

Pertolongan pertama pada kecelakaan. …. ….Perlengkapan dan pakaian pelindung serta program ditempat kerja . …. …. …. ….Tindakan keamanan kerja .Pencegahan dan pengontrolan bahaya. diantaranya : .Polusi kebisingan serta pencegahan Menjelaskan penyebab cedera dan prosedur keselamatan pribadi yakni : . …. . ….Audit sistem manajemen K3 dan mekanisme pelaksanaan audit Mengidentifikasi potensi dan mengatasi bahaya di tempat kerja : . …. …. …. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Menjelaskan sumber dan pengontrolan polusi pada industri : .Pengawasan dan Pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja .Polusi bahan kimia serta pencegahan. …. . Nama Peserta : Nama Penilai : yang cukup yang Catatan tentang ….Keselamatan dan perlindungan kebakaran .Tata cara pelaporan kecelakaan .Bab 5 Cara Menilai Unit Ini Checklist yang Disarankan Bagi Penilai Modul : Keselamatan dan Kesehatan Kerja. …. ….Syarat-syarat keselamatan kerja . ….Polusi serat dan debu serta pencegahan . Menjelaskan cara tata laksana industri. …. ….Penyimpanan bahan . ….Gambar simbol keselamatan kerja. …. sasaran dan penerapan sistem manajemen K3 . Apakah telah memberikan bukti-bukti menunjukkan bahwa peserta dapat : Menjelaskan isi Undang-undang dan peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) meliputi : .doc Page 102 .Prosedur pengungsian darurat .Tujuan.Tata laksana yang baik .Hak dan kewajian tenaga kerja dan pengurus.Jenis-jenis bahaya .Pemeriksaan kecelakaan .

Tanda tangan Peserta Pelatihan: Tanggal: Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Kompeten Kompetensi yang Dicapai Umpan balik untuk Peserta: Tanda tangan Peserta sudah diberitahu tentang hasil Tanda tangan Penilai: penilaian dan alasan-ala san mengambil keputusan Tanggal: Saya sudah diberitahu tentang hasil penilaian dan alasan mengambil keputusan tersebut.……………….Bab 5 Cara Menilai Unit Ini Lembar Penilaian Unit : BSDC 0201 / Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nama Peserta Pelatihan Nama Penilai Peserta yang Dinilai : : …………………………………… : ………….……….doc Page 103 ..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful