Indonesia Australia Partnership for Skills Development

Batam Institutional Development Project

Paket Pembelajaran dan Penilaian
Kode Unit : BSDC-0201

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
(Occupational Health and Safety)

( Desember 2001 )

Daftar Isi
BAB 1 PENGANTAR ......................................................................................................... 1 Selamat Berjumpa di Buku Pedoman ini !................................................................... 1 Persyaratan Minimal Kemampuan Membaca, Menulis & Berhitung ........................... 1 Definisi ........................................................................................................................ 1 Berapa Lama Mencapai Kompetensi ? ....................................................................... 2 Simbol ......................................................................................................................... 2 Terminologi ................................................................................................................. 2 BAB 2 ARAHAN BAGI PELATIH ...................................................................................... 5 Peran Pelatih............................................................................................................... 5 Strategi Penyajian ....................................................................................................... 5 Alat Bantu yang Dibutuhkan untuk Menyajikan Kompetensi Ini.................................. 5 Peraturan .................................................................................................................... 6 Sumber-sumber untuk Mendapatkan Informasi Tambahan ........................................ 6 BAB 3 STANDAR KOMPETENSI...................................................................................... 7 Judul Unit .................................................................................................................... 7 Deskripsi Unit .............................................................................................................. 7 Kemampuan Awal ....................................................................................................... 7 Elemen Kompetensi dan Kriteria Unjuk Kerja ............................................................. 7 Variabel ....................................................................................................................... 8 Pengetahuan dan Keterampilan Pokok....................................................................... 9 Konteks Penilaian ....................................................................................................... 9 Aspek Penting Penilaian ............................................................................................. 9 Keterkaitan dengan Unit Lain.................................................................................... 10 Kompetensi Kunci yang akan Didemonstrasikan dalam Unit Ini ............................... 10 Tingkat Kemampuan yang Harus Ditunjukkan dalam Menguasai Kompetensi ini .... 10 BAB 4 A B C STRATEGI PENYAJIAN ...................................................................................... 11 Rencana Materi ................................................................................................. 11 Cara Mengajarkan Standar Kompetensi............................................................ 13 Materi Pendukung untuk Pelatih........................................................................ 21 Lembar Informasi........................................................................................... 22 Tugas............................................................................................................. 64 Transparansi.................................................................................................. 76 BAB 5 CARA MENILAI UNIT INI ...................................................................................... 95 Apa yang Dimaksud dengan Penilaian ? .................................................................. 95 Apa yang Dimaksud dengan Kompeten?.................................................................. 95 Pengakuan Kompetensi yang Dimiliki ....................................................................... 95 Kualifikasi Penilai ...................................................................................................... 95 Ujian yang Disarankan .............................................................................................. 96 Checklist yang Disarankan Bagi Penilai.................................................................. 102 Lembar Penilaian .................................................................................................... 103

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Bab 1

Pengantar

BAB 1

PENGANTAR

Selamat Berjumpa di Buku Pedoman ini !
Buku Paket Pembelajaran dan Penilaian ini menggunakan sistem pelatihan berdasarkan kompetensi untuk mengajarkan keterampilan ditempat kerja, yakni suatu cara yang secara nasional sudah disepakati untuk penyampaian keterampilan, sikap dan pengetahuan yang dibutuhkan dalam suatu proses pembelajaran. Penekanan utamanya adalah tentang apa yang dapat dilakukan seseorang setelah mengikuti pelatihan. Salah satu karakteristik yang paling penting dari pelatihan yang berdasarkan kompetensi adalah penguasaan individu secara aktual di tempat kerja. Pelatih harus menyusun sesi-sesi kegiatannya sesuai dengan : • • • • kebutuhan peserta pelatihan persyaratan-persyaratan organisasi waktu yang tersedia untuk pelatihan situasi pelatihan.

Strategi penyampaian dan perencanaan sudah dipersiapkan oleh pelatih untuk peserta pelatihan. Masalah yang disarankan akan memberikan suatu indikasi tentang apa yang harus dicantumkan dalam program tersebut untuk memenuhi/mencapai standar kompetensi. Strategi pembelajaran dan penilaian yang dipersiapkan dalam unit ini tidaklah bersifat wajib namun digunakan sebagai pedoman. Peserta pelatihan didorong untuk memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman industri mereka. Contoh-contoh produk industri lokal atau hasil pengembangan sumber-sumber yang mereka miliki, dapat membantu dalam menyesuaikan materi dan memastikan relevansi pelatihan.

Persyaratan Minimal Kemampuan Membaca, Menulis & Berhitung
Untuk melaksanakan pelatihan secara efektif dan agar dapat mencapai standar kompetensi diperlukan tingkat kemampuan minimal dalam membaca, menulis dan menghitung berikut: Kemampuan membaca dan menulis Kemampuan menghitung Kemampuan baca, interpretasi dan membuat teks. Kemampuan menggabungkan informasi untuk dapat menafsirkan suatu pengertian Kemampuan minimal untuk menggunakan matematika dan simbol teknik, diagram dan terminologi dalam konteks umum dan yang dapat diprediksi serta dimungkinkan untuk mengkomunikasikan keduanya yaitu antara matematik dan teknik.

Definisi
Seseorang yang berkeinginan untuk memperoleh kompetensi seharusnya berkenan menamakan dirinya sebagai peserta latih. Dalam situasi pelatihan, anda dapat ditempatkan sebagai siswa, pelajar atau sebagai peserta, sehingga seorang pengajar kompetensi ini adalah sebagai pelatih. Sebaliknya, dalam situasi pelatihan anda juga dapat ditempatkan sebagai guru, mentor, fasilitator atau sebagai supervisor.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Page 1

Penilai Seseorang yang telah diakui/ditunjuk oleh industri untuk menilai/menguji para tenaga kerja di suatu area tertentu. bukan pencapaian pada pemenuhan waktu tertentu.doc Page 2 . kultur. Kompeten Mampu melakukan pekerjaan dan memiliki keterampilan. Penilaian Proses formal yang memastikan pelatihan memenuhi standar-standar yang dibutuhkan oleh industri. dengan demikian dimungkinkan peserta pelatihan yang berbeda memerlukan waktu yang berbeda pula untuk mencapai suatu kompetensi tertentu. sosial. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. atau aktivitas yang harus Terminologi Akses dan Keadilan Mengacu kepada fakta bahwa pelatihan harus dapat diakses oleh setiap orang tanpa memandang umur. pengetahuan dan sikap yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan secara efektif ditempat kerja serta sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan. agama atau latar belakang pendidikan. Simbol Dalam keseluruhan paket pelatihan akan kita lihat beberapa simbol. Pelatihan Berdasarkan Kompetensi Pelatihan yang berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam menguasai suatu kompetensi/ keahlian secara terukur dan mengacu pada standar yang sudah ditetapkan. Berikut penjelasan tentang simbol : Simbol Keterangan Handout ( Pegangan Peserta ) HO OHT Overhead Transparansi yang dapat digunakan dalam penyampaian materi pelatihan Penilaian kompetensi yang harus dikuasai Penilaian Tugas Tugas / kegiatan diselesaikan.Bab 1 Pengantar Berapa Lama Mencapai Kompetensi ? Dalam sistem pelatihan berdasarkan kompetensi. fokusnya harus tertuju kepada pencapaian suatu kompeterisi/keahlian. jenis kelamin. Proses ini dilaksanakan oleh seorang penilai yang memenuhi syarat (cakap dan berkualitas) dalam kerangka kerja yang sudah disetujui secara Nasional.

Kompetensi Kunci Kompetensi yang menopang seluruh unjuk kerja dalam suatu pekerjaan.Bab 1 Pengantar Aspek Penting Penilaian Menerangkan fokus penilaian dan poin-poin utama yang mendasari suatu penilaian. menggunakan ide-ide teknikmatematis . yaitu untuk membantu dalam memastikan bahwa pelajaran dilaksanakan secara baik dan adanya umpan balik kepada peserta tentang kemajuan yang mereka capai. merencanakan dan mengorganisasikan aktifitas. Supervisor melakukan pemeriksaan atas penyelesaian pekerjaan. bagaimana dan dengan metode apa penilaian akan dilaksanakan. dalam menguasai 3 Strategi Penyajian Strategi penyajian adalah dengan menyediakan informasi yang diperlukan tentang bagaimana melaksanakan pelatihan berdasarkan program yang dilaksanakan di tempat kerja dan/atau di tempat pelatihan/ organisasi yang bersangkutan. Konteks Penilaian Menetapkan dimana. Penilaian Formatif Kegiatan penilaian berskala kecil yang dilakukan selama pelatihan. Adil Tidak merugikan para peserta tertentu. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Bertanggung jawab atas aktifitas-aktifitas yang kompleks dan non-rutin yang diarahkan dan bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain. Kompetensi-kompetensi ini digolongkan ke dalam tingkat yang berbeda sebagai berikut: Tingkat kemampuan kompetensi ini Tingkat 1 2 yang harus ditunjukkan Karakteristik Tugas-tugas rutin dalam prosedur sudah tercapai dan secara periodik kemajuannya diperiksa oleh supervisor. menganalisis. bekerja dengan orang lain dalam sebuah tim. Acuan Penilaian Acuan penilaian adalah garis pedoman tentang bagaimana sebuah unit kompetensi harus dinilai. Tugas-tugas yang Iebih luas dan lebih kompleks dengan peningkatan kemampuan diri untuk menangani pekerjaan secara otonomi. Fleksibel Tidak ada pendekatan tunggal terhadap penyampaian dan penilaian unjuk kerja dalam sistem pelatihan berdasarkan kompetensi. Elemen Kompetensi Elemen atau Sub-Kompetensi adalah keterampilan-keterampilan yang membangun suatu unit kompetensi. mengorganisasikan dan mengkomunikasikan ide-ide dan informasi. memecahkan masalah penggunaan teknologi. Ini meliputi: mengumpulkan.doc Page 3 .

Pengakuan Kemampuan yang Dimiliki (RCC. Pengetahuan dan Keterampilan Pokok Definisi atau uraian tentang keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk mencapai suatu keahlian/keterampilan pada tingkat yang telah ditetapkan Deskripsi Unit Gambaran umum tentang program pembelajaran/ kompetensi yang hendak dicapai. pengetahuan dan kemampuan sesseorang yang telah dicapainya. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 4 . (lihat RPL) Pengakuan Terhadap Pengalaman Belajar (RPL. (lihat RCC) Penilaian Sumatif Penilaian ini dilakukan setetah pelatihan unit kompetensi selesai.Recognition of Prior Learning) Pengakuan terhadap hasil belajar sebelum mempelajari suatu unit kompetensi untuk mendukung pencapaian unit kompetensi tersebut.Recognition of Current Competence) Pengakuan akan keterampilan. Kriteria Unjuk kerja Kriteria-kriteria atau patokan yang digunakan untuk menilai apakah seseorang sudah mencapai suatu kompetensi dalam suatu unit kompetensi. yakni untuk memastikan bahwa peserta pelatihan sudah mencapai kriteria unjuk kerja.Bab 1 Pengantar Keterkaitan dengan Unit Lain Menerangkan peran suatu unit dan tempatnya dalam susunan kompetensi yang ditetapkan oleh industri. Hal ini juga memberikan pedoman tentang unit lain yang dapat dinilai bersama. Peserta Orang yang menerima / mengikuti pelatihan. Standar Kompetensi Nasional Kompetensi-kompetensi yang sudah disepakati secara nasional dan standar-standar penampilan kerja yang dijadikan acuan oleh segala pihak dalam melakukan suatu pekerjaan. Pelatih Orang yang memberikan pelatihan. Valid Penilàian terhadap fakta-fakta dan kriteria unjuk kerja yang sama akan menghasilkan hasil akhir penilaian yang sama dari penilai yang berbeda. Hal tersebut biasanya adalah kompetensi yang berkaitan dengan standar kompetensi industi dan juga berkaitan dengan pembelajaran dan pelatihan sebelumnya. Variabel Penjelasan tentang rincian tempat pelatihan dengan perbedaan konteks yang mungkin dapat diterapkan pada suatu unit kompetensi tertentu. Reliabel Menggunakan metode-rnetode dan prosedur-prosedur yang menguatkan terhadap standar kompetensi dan tingkatannya diinterpretasikan serta diterapkan secara konsisten kepada seluruh konteks dan seluruh peserta pelatihan.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. kemampuan membaca dan menulis serta keterampilan memahami dan menggunakan matematika peserta pelatihan yang dibutuhkan untuk mendemonstrasikan kompetensi dalam standar kompetensi ini ? Apakah anda menyadari tentang kemampuan membaca gambar peserta pelatihan yang dibutuhkan untuk mendemonstrasikan kompetensi dalam standar kompetensi ini ? Sudahkah anda pertimbangkan isu-isu yang wajar dan dapat diterima dalam merencanakan penyampaian program pelatihan ini? • • • • Strategi Penyajian Variasi kegiatan pelatihan yang disarankan untuk penyampaian kompetensi ini meliputi : • • • • • • • • pengajaran ( tatap muka ) tugas-tugas praktik tugas-tugas proyek studi kasus melalui media (video. baik situasi maupun kebutuhan pesertanya. kunjungan/ kerja industri Pelatih harus memilih strategi pelatihan yang Iayak untuk kompetensi yang sedang diberikan.doc Page 5 . dan alat-alat lain yang diperlukan. flip chart dan perlengkapannya. dll ) kerja kelompok bermain peran dan simulasi. pertimbangkanlah pertanyaan-pertanyaan berikut ini: • • • • Seberapa yakin anda tentang pengetahuan dan ketrampilah anda sendiri yang dibutuhkan untuk menyampaikan setiap elemen? Apakah ada informasi atau peraturan baru yang mungkin anda butuhkan untuk diakses sebelum anda memulai pelatihan? Apakah anda merasa yakin untuk mendemonstrasikan tugas-tugas praktik? Apakah anda akan sanggup menerangkan secara jelas tentang pengetahuan pendukung yang dibutuhkan oleh peserta pelatihan untuk melakukan pekerjaan mereka secara tepat? Apakah anda menyadari situasi ruang Iingkup industri dimana kompetensi ini mungkin diterapkan? Apakah anda menyadari tentang bahasa. papan tulis. Alat Bantu yang Dibutuhkan untuk Menyajikan Kompetensi Ini Ruang kelas atau ruang belajar memenuhi syarat minimum untuk penyampaian teori kepada peserta pelatihan. Contohnya. demonstrasi dan penggunaan multi media mungkin cukup memadai. jika praktik industri atau magang tidak memungkinkan. beragam simulasi. referensi. Untuk memastikan bahwa anda siap bekerja pada kompetensi ini dengan peserta pelatihan. OHP dan perlengkapannya.Bab 2 Arahan Bagi Pelatih BAB 2 ARAHAN BAGI PELATIH Peran Pelatih Salah satu peran anda sebagai pelatih atau guru adalah memastikan standar pelayanan yang tinggi melalui pelatihan yang efektif.

1980 Petunjuk Praktis Keselamatan Kerja Soedjono Bhratara Karya Aksara – Jakarta 1985 Himpunan Peraturan Perundang-undangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Tim Penyusun Departemen Tenaga Kerja RI. 1999 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. dan yakinkan bahwa peserta pelatihan anda mengikutinya.Bab 2 Arahan Bagi Pelatih Peraturan Perhatikan peraturan-peraturan atau hukum yang relevan serta panduan yang dapat mempengaruhi kegiatan anda. Sumber-sumber untuk Mendapatkan Informasi Tambahan Sumber-sumber informasi meliputi beberapa kategori berikut ini : Sumber bacaan yang dapat digunakan : Judul: Pengarang: Penerbit: Tahun Terbit: Judul: Pengarang: Penerbit: Tahun Terbit: Judul: Pengarang: Penerbit: Tahun Terbit: Judul: Pengarang: Penerbit: Tahun Terbit Occupational Health and Safety Maree Wheelen Western Metropolitan College of TAFE 1990 Keselamatan Kerja dan Tata Laksana Bengkel Tia Setiawan dan Harun Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan.doc Page 6 .

1 Potensi bahaya di tempat diidentifkasi.0 Mengidentifikasi undang-undang dan peratuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3).3 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. 2.2 Tindakan pencegahan dan pengontrolan polusi diuraikan. 1. 3. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Kriteria Unjuk Kerja 1. Judul Unit Keselamatan dan Kesehatan Kerja Deskripsi Unit Unit ini merupakan unit yang bertujuan untuk mempersiapkan seorang teknisi las dan teknisi lainnya memiliki pengetahuan.0 Menjelaskan polusi pada industri.0 Menjelaskan tata laksana industri. keterampilan dan sikap kerja tentang keselamatan dan kesehatan kerja serta penerapannya di industri. 2. Per. Kemampuan Awal Peserta pelatihan harus telah memiliki kemampuan awal berikut : Nil Elemen Kompetensi dan Kriteria Unjuk Kerja Sub Kompetensi / Elemen 1. 4.03/MEN/1998 tentang tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan dijelaskan.Bab 3 Standar Kompetensi BAB 3 STANDAR KOMPETENSI Dalam sistem pelatihan.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dijelaskan 2.doc Page 7 .2 Maksud gambar simbol keselamatan kerja dijelaskan. 3.0 Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja.1 Cara tata laksana industri yang dapat mengurangi bahaya dijelaskan.2 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. 4.1 Sumber polusi pada suatu lingkungan industri dijelaskan. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja dijelaskan. Standar Kompetensi diharapkan dapat menjadi panduan bagi peserta pelatihan atau siswa untuk dapat : • • • • mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan mengidentifikasikan apa yang telah dikerjakan peserta pelatihan memeriksa kemajuan peserta pelatihan meyakinkan bahwa semua elemen ( Sub-Kompetensi ) dan kriteria unjuk kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian. 4.1 Isi undang-undang No. 1. Per.2 Beberapa cara untuk mengontrol dan mencegah bahaya diuraikan. 3.

Permasalahan keselamatan dan kesehatan kerja yang perlu diperhatikan : • Pemakaian peralatan keselamatan dan kesehatan kerja seperti : pakaian yang cocok.doc Page 8 . • Tersedia sumber-sumber belajar dan media pembelajaran. • Pencahayaan yang cukup.1 Penyebab cedera pribadi dan sikap kerja yang aman diuraikan. Variabel Unit ini bermaksud memberikan pengetahuan.0 Menjelaskan keselamatan pribadi. b.2 Prosedur pencegahan dengan perlengkapan pelindung yang tepat diuraikan. c. sikap kerja serta keterampilan tentang keselamatan dan kesehatan kerja yang bersifat umum untuk keahlian yang relevan dengan pekerjaan las dan fabrikasi logam. Penekanan dari unit ini adalah hal-hal yang mendasar tentang aturan dan sikap keselamatan dan kesehatan kerja. • Lingkungan kerja yang sehat dan aman dengan ventilasi dan sistem pengisap udara yang memadai. juga ruang guru yang sebaiknya berdekatan dengan bengkel tersebut.3 Tindakan keselamatan dan perlindungan kebakaran dijelaskan 5. Tersedia alat-alat keselamatan dan kesehatan kerja. Kriteria Unjuk Kerja 5. a. • • d. sepatu kerja. 5.4 Prosedur pengungsian dan tindakan pertolongan pertama diterangkan. Tersedia bengkel yang memenuhi persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja.Bab 3 Standar Kompetensi Sub Kompetensi / Elemen 5. Sasarannya adalah segala macam pekerjaan bengkel pada industri-industri manufaktur di lingkungan Pulau Batam dan Bintan serta Indonesia umumnya. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 5. Pelatihan dapat dilaksanakan di bengkel pelatihan atau di industri yang relevan dengan persyaratan . helm las dan/ atau kaca mata pengaman ( bila diperlukan ).

sasaran dan penerapan sistem manajemen K3 .Pemeriksaan kecelakaan .Tujuan. Aspek Penting Penilaian Fokus penilaian unit ini akan tergantung pada kebutuhan sektor industri yang mencakup dalam program pelatihan. Konteks Penilaian Unit ini dapat dilakukan penilaiannya oleh lembaga pelatihan.Audit sistem manajemen K3 dan mekanisme pelaksanaan audit Bahaya di Tempat Kerja : .Gambar simbol keselamatan kerja.Keselamatan dan perlindungan kebakaran .Tata cara pelaporan kecelakaan . yaitu : Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Penilaian seharusnya meliputi penilaian kemampuan praktik/unjuk kerja dan penilaian pokok-pokok pengetahuan dengan beberapa metoda penilaian. Polusi pada Industri : . Tata Laksana Industri : .Syarat-syarat keselamatan kerja .Prosedur pengungsian darurat .Pertolongan pertama pada kecelakaan.Polusi bahan kimia serta pencegahan.Bab 3 Standar Kompetensi Pengetahuan dan Keterampilan Pokok Pokok-pokok pengetahuan dan keterampilan yang harus dinilai penguasaan dan penampilannya adalah sebagai berikut : Undang-undang dan Peraturan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) : .Pengawasan dan Pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja .Polusi kebisingan serta pencegahan Keselamatan Pribadi : .doc Page 9 . .Perlengkapan dan pakaian pelindung serta program ditempat kerja .Hak dan kewajian tenaga kerja dan pengurus. asosiasi atau industri tempat bekerja.Pencegahan dan pengontrolan bahaya.Tata laksana yang baik .Polusi serat dan debu serta pencegahan .Penyimpanan bahan . .Jenis-jenis bahaya .Tindakan keamanan kerja .

Metode-metode penilain sebaiknya terdiri dari proses dan hasil. Mengelola dan Menganalisa Informasi Mengkomunikasikan Ide-ide dan Informasi Merencanakan dan Mengorganisir Aktifitas-aktifitas Bekerja dengan Orang Lain dan Kelompok Tingkat 1 1 1 1 Kompetensi Umum dalam Unit Ini Menggunakan Ide-ide dan Teknik Matematika Memecahkan Masalah Menggunakan Teknologi Tingkat 1 1 1 Tingkat Kemampuan yang Harus Ditunjukkan dalam Menguasai Kompetensi ini Tingkat 1 2 Karakteristik Melakukan tugas-tugas rutin berdasarkan prosedur yang baku dan tunduk pada pemeriksaan kemajuannya oleh supervisor. Penekanan pelatihan adalah prosedur-prosedur dan teknik-teknik yang benar disamping hasilnya. Melakukan aktifitas-aktifitas yang kompleks dan non-rutin. Keterkaitan dengan Unit Lain Unit ini merupakan unit lanjutan yang membekali pengetahuan dan keterampilan untuk proses las busur manual yang akan dipelajari pada tingkat berikutnya. Kondisi unjuk bekerja akan membantu memenuhi maksud ini. perlu diupayakan pelatihan khusus juga agar apa yang dibutuhkan industri tersebut dapat dipenuhi. Supervisor melakukan pemeriksaan atas penyelesaian pekerjaan. 3 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Kompetensi Kunci yang akan Didemonstrasikan dalam Unit Ini Kompetensi Umum dalam Unit Ini Mengumpulkan. lembaga pelatihan harus menyediakan program pelatihan yang dapat mencakup semua industri agar tidak terjadi prasangka hanya untuk satu sektor industri saja. Aplikasi seharusnya berhubungan dengan kegiatan manufaktur dan perawatan. Untuk pra-pelatihan kejuruan secara umum. yang diatur sendiri dan bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain. Melakukan tugas-tugas yang Iebih luas dan lebih kompleks dengan peningkatan kemampuan untuk pekerjaan yang dilakukan secara otonom.doc Page 10 .Bab 3 Standar Kompetensi • • • • Adanya integrasi antara teori-praktik. Perlu hati-hati dalam pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan pelatihan unit ini. Sedangkan untuk penyelenggaraan pelatihan bagi industri yang khusus.

2 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. .Pencegahan dan pengontrolan bahaya Tata Laksana Industri : . 2. Isi perencanaan merupakan kaitan antara kriteria unjuk kerja dengan pokok-pokok keterampilan dan pengetahuan .0 Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja.1 Isi undang-undang No.Pengawasan dan Pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja . 2.03/MEN/1998 tentang tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan dijelaskan.Syarat-syarat keselamatan kerja . Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. pengajar.2 Beberapa cara untuk mengontrol dan mencegah bahaya diuraikan 3.Tujuan.Tata laksana yang baik • Penyajian • Tanya jawab • Diskusi • Latihan • Penyajian • Tanya jawab • Diskusi • Handout • OH • Tugas • Handout • OHT • Tugas Page 11 3. 1.Hak dan kewajiban tenaga kerja dan pengurus.1 Cara tata laksana industri yang baik dapat mengurangi bahaya dijelaskan.0 Menjelaskan tata laksana industri. 1. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja dijelaskan.Pemeriksaan kecelakaan . Per.Tata cara pelaporan kecelakaan . 2.Jenis-jenis bahaya .doc .0 Mengidentifikasi undangundang dan peraturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Elemen Jenis Variabel 1.Audit sistem manajemen K3 dan mekanisme pelaksanaan audit • • • • Kegiatan Penyajian Tanya-jawab Diskusi Latihan Tampilan • Handout • OHT • Tugas Catatan: 1.1 Potensi bahaya di tempat diidentifkasi. 1. peserta dan penilai harus yakin dapat memenuhi seluruh rincian yang tertuang dalam standar kompetensi. Bahaya di Tempat Kerja : .3 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dijelaskan Topik Pelatihan Undang-undang dan peraturan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) : .Bab 4 Strategi Penyajian A Rencana Materi BAB 4 A STRATEGI PENYAJIAN Rencana Materi Penyajian bahan. sasaran dan penerapan sistem manajemen K3 . 2. Per.

.Tindakan keamanan kerja .2 Tindakan pencegahan dan pengontrolan polusi diuraikan.Polusi bahan kimia serta pencegahan. • Handout • OHT • Tugas 5. 5.Polusi kebisingan serta pencegahan Kegiatan • Latihan • Penyajian • Tanya jawab • Diskusi • Latihan Tampilan 4.Penyimpanan bahan .1 Penyebab cedera pribadi dan sikap kerja yang aman diuraikan. Keselamatan Pribadi : .Gambar simbol keselamatan kerja Polusi pada Industri : -Polusi serat dan debu serta pencegahan .doc Page 12 . 4.Keselamatan dan perlindungan kebakaran .2 Prosedur pencegahan dengan perlengkapan pelindung yang tepat diuraikan.1 Sumber polusi pada suatu lingkungan industri dijelaskan.Pertolongan pertama pada kecelakaan • Penyajian • Tanya jawab • Diskusi • Latihan • Handout • OHT • Tugas Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.4 Prosedur pengungsian dan tindakan pertolongan pertama diterangkan.0 Menjelaskan polusi pada industri. 4.2 Maksud gambar simbol keselamatan kerja dijelaskan. 5.Prosedur pengungsian darurat .Bab 4 Strategi Penyajian A Rencana Materi Elemen Jenis Variabel 3.Perlengkapan dan pakaian pelindung serta program ditempat kerja . Topik Pelatihan .3 Tindakan keselamatan dan perlindungan kebakaran dijelaskan 5. 5.0 Menjelaskan keselamatan pribadi.

doc Page 13 . 9 OHT 1 & 2 Tugas 1 s. tugas / praktik dan transparansi yang cocok/sesuai dengan standar kompetensi. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja dijelaskan. Keterampilan. 4 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. pasal demi pasal.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Sesi ini menunjukkan hand-out. Instruktur menjelaskan dan memberi tugas tentang maksud dan tujuan undang-undang keselamatan kerja.d.? 1.d. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan dan diskusi HO 2 s.1 Isi undang-undang No.

03/MEN/1998 tentang tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan dijelaskan. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan.d. Instruktur menjelaskan dan memberi tugas tentang maksud dan tujuan peraturan tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan. 19 OHT 4 Tugas 6 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 14 . keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa.? 1. pasal demi pasal.3 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. 13 OHT 3 Tugas 5 1.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan. Per. Per.2 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan dan diskusi HO 9 s.d. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan dan diskusi HO 14 s.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dijelaskan Instruktur menjelaskan dan memberi tugas tentang maksud dan tujuan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. pasal demi pasal.

? 2. berkunjung dan diskusi HO 21 s. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan.1 Potensi bahaya di tempat diidentifkasi.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan.2 Beberapa cara untuk mengontrol dan mencegah bahaya diuraikan. 26 OHT 7 Tugas 8 s. berkunjung dan diskusi HO 20 OHT 5 & 6 Tugas 7 2. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa.d. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan.d. Instruktur menjelaskan dan memberi tugas tentang pengontrolan dan pencegahan bahaya. 10 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. dan dapat juga memberikan contoh.doc Page 15 . Instruktur menerangkan dan memberi tugas tentang jenis-jenis bahaya. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan.

keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan. juga cara penyimpanan bahan. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan.1 Cara tata laksana industri yang baik dapat mengurangi bahaya dijelaskan. Instruktur menerangkan dan memberikan tugas tentang arti gambar simbol keselamatan kerja. berkunjung dan diskusi HO 29 & 30 OHT 10 Tugas 13 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 29 OHT 8 & 9 Tugas 11 & 12 3. berkunjung dan diskusi HO 27 s.2 Maksud gambar simbol keselamatan kerja dijelaskan.? 3.d.doc Page 16 .Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan. Instruktur menjelaskan dan memberikan tugas tentang manfaat tata laksana industri yang baik. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan.

1 Sumber polusi pada suatu lingkungan industri dijelaskan.d.doc Page 17 . 34 OHT 11 & 12 Tugas 14 s. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan. berkunjung dan diskusi HO 31 s.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan. berkunjung dan diskusi HO 31 s. 34 OHT 12 Tugas 14 s.2 Tindakan pencegahan dan pengontrolan polusi diuraikan. Instruktur menjelaskan tentang istilah pada polusi dan sumber polusi serta memberi tugas yang relevan.d. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan. 16 4. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan.? 4. Instruktur memberikan penjelasan dan memberikan tugas tentang tindakan pencegahan dan pengontrolan polusi. 16 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa.d.d.

Instruktur menjelaskan dan memberi tugas tentang jenis-jenis dan fungsi perlengkapan pelindung diri dan persyaratan perlengkapan pada tempat kerja.doc Page 18 . Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan.2 Prosedur pencegahan dengan perlengkapan pelindung yang tepat diuraikan.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan.d.1 Penyebab cedera pribadi dan sikap kerja yang aman diuraikan. berkunjung dan diskusi HO 35 & 36 OHT 13 s. Instruktur menjelaskan istilah tentang keselamatan dan cara kerja yang meyebabkan cedera pribadi. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa. Juga memberikan tugas yang relevan.? 5. 15 Tugas 17 5. berkunjung dan diskusi HO 36 & 37 OHT 16 Tugas 18 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

fungsi dan perawatannya.d. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan. Berikan tugas yang relevan. berkunjung dan diskusi HO 37 s. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa.doc Page 19 .3 Tindakan keselamatan dan perlindungan kebakaran dijelaskan Instruktur memberikan penjelasan tentang tindakan keselamatan dan perlindungan dari kebakaran yang meliputi : jenis alat pemadam.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan. 41 OHT 17 & 18 Tugas 19 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.? 5. juga kesiapan menghadapi kebakaran.

Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan.? 5.4 Prosedur pengungsian dan tindakan pertolongan pertama diterangkan. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan. Instruktur menjelaskan prosedur pengungsian darurat dan tindakan pertolongan pertama.doc Page 20 . berkunjung dan diskusi HO 41 & 42 OHT 19 Tugas 20 & 21 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa. memberikan tugas tentang pengungsian darurat dan pertolongan pertama pada kecelakaan .

Tugas : Merupakan latihan keterampilan praktik yang harus dicapai berkenaan dengan kemampuan yang sesuai dengan rincian kompetensi pada deskripsi unit. Lembar Informasi (Handout) : Merupakan pegangan peserta pelatihan yang berisi materi/teori penunjang dan informasi yang sesuai dengan kriteria unjuk kerja yang melingkupinya. Transparansi (Overhead Transparancy /OHT) : Isinya melingkupi setiap kriteria unjuk kerja yang dilengkapi dengan pokok-pokok sajian dan/ atau gambar-gambar yang diperlukan untuk penyampaian materi. Materi pendukung bagi guru dibagi dalam tiga hal. 3. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 21 .Bab 4 Strategi Penyajian C Materi Pendukung untuk Pelatih C Materi Pendukung untuk Pelatih 1. yaitu: 2.

Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi Lembar Informasi HO 1 KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (Occupational Health and Safety) BSDC-0201 Nama Peserta No.… Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.. Identitas : …………………… : ……….doc Page 22 .

bergerak atau tetap. lapangan. tertutup atau terbuka. ialah pegawai teknis berkeahlian khusus dari Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja. Undang-undang No. termasuk tempat kerja semua ruangan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. (5) Pegawai Pengawas. (3) Pengusaha ialah : a) Orang atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan sesuatu usaha bukan miliknya dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja. UNDANG-UNDANG DAN PERATURAN TENTANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA a. (6) Ahli keselamatan kerja. b) Orang atau badan hukum yang menjalankan sesuatu usaha milik sendiri dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja. halaman dan sekelilingnya yang merupakan bagian atau yang berhubungan dengan tempat kerja tersebut. (2) Pengurus ialah orang yang mempunyai tugas memimpin langsung suatu tempat kerja atau bagian yang berdiri.doc Page 23 .Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 2 1. jikalau yang diwakili berkedudukan di luar Indonesia. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja 1) Tentang Istilah Pasal 1 Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan : (1) Tempat kerja. (4) Direktur ialah pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk melaksanakan undang-undang ini. ialah tiap ruangan atau lapangan. di mana tenaga kerja bekerja atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk suatu keperluan suatu usaha dan di mana terdapat sumber atau sumbersumber bahaya sebagai mana terperinci pada pasal 2. c) Orang atau badan hukum yang di Indonesia mewakili orang atau badan hukum termaksud pada a) dan b). ialah tenaga teknis berkeahlian khusus dari luar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk mengawasi ditaatinya undang-undang ini.

Bab 4

Strategi Penyajian

Lembar Informasi

HO 3
2) Ruang Lingkup
Pasal 2 (1) Yang diatur oleh undang-undang ini ialah keselamatan kerja dalam segala tempat kerja, baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air, yang berada dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia. (2) Ketentuan pada ayat (1) tersebut berlaku pada tempat kerja di mana : a) Dibuat, dicoba, dipakai atau dipergunakan mesin, pesawat, alat, perkakas, peralatan atau instalasi yang berbahaya atau dapat menimbulkan kecelakaan, kebakaran atau peledakan. Dibuat, diolah, dipakai, dipergunakan, diperdagangkan, diangkut atau disimpan bahan atau barang yang dapat meledak, mudah terbakar, menggigit, beracun, menimbulkan infeksi, bersuhu tinggi. Dikerjakan pembangunan, perbaikan, perawatan, pembersihan atau pembongkaran rumah, gedung atau bangunan lainnya yang termasuk bangunan perairan, saluran atau terowongan di bawah tanah dan sebagainya atau dimana dilakukan pekerjaan persiapan. Dilakukan usaha : pertanian, perkebunan, pembukaan hutan, pengolahan kayu atau hasil hutan lainnya, peternakan, perikanan dan lapangan kesehatan. Dilakukan usaha perkembangan dan pengolahan emas, logam atau bijih logam lainnya, batu-batuan, gas minyak atau mineral lainnya, baik dipermukaan atau di dalam bumi, maupun di dasar perairan. Dilakukan pengangkutan barang, binatang atau manusia, melalui terowongan, di permukaan air, dalam air maupun di udara. Dikerjakan bongkar muat barang muatan kapal, perahu, dermaga, dek, stasiun atau gudang. Dilakukan penyelaman, pengambilan benda dan pekerjaan lain di dalam air. Dilakukan pekerjaan pada ketinggian di atas permukaan tanah atau perairan. Dilakukan pekerjaan di bawah tekanan udara atau suhu yang tinggi dan rendah. Dilakukan pekerjaan yang mengandung bahaya tertimbun tanah, kejatuhan, terkena pelantingan benda, terjatuh atau terperosok, hanyut atau terpelanting. Dilakukan pekerjaan di dalam tangki, sumur atau lubang.
Page 24

b)

c)

d)

e)

f) g) h) i) j) k) l)

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Bab 4

Strategi Penyajian

Lembar Informasi

HO 4
m) Terdapat atau menyebar suhu, kelembaban, debu, kotoran, api, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar atau radiasi, suara atau getaran. n) o) p) q) r) Dilakukan pembuangan atau pemusnahan sampah atau limbah. Dilakukan pemancaran, penyiaran atau penerimaan radio, radar, televisi atau telepon. Dilakukan pendidikan, pembinaan, percobaan, penyelidikan atau riset (penelitian) yang menggunakan alat teknis. Dibangkitkan, diubah, dikumpulkan, disimpan, dibagi-bagikan atau disalurkan, listrik, gas, minyak atau air. Diputar film, dipertunjukan sandiwara, atau diselenggarakan rekreasi lainnya yang memakai peralatan, instalasi listrik atau mekanik.

(3) Dengan peraturan perundang-undangan dapat ditunjukkan sebagai tempat kerja, ruangan atau lapangan lainnya yang dapat membahayakan keselamatan atau kesehatan yang bekerja dan atau berada di ruangan atau lapangan itu dapat diubah perincian tersebut pada ayat (2)

3) Syarat-syarat Keselamatan Kerja
Pasal 3 (1) Dengan peraturan perundang-undangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk : a) b) c) d) e) f) g) Mencegah dan mengurangi kecelakaan. Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran. Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian lain yang berbahaya. Memberi pertolongan pada kecelakaan Memberi alat perlindungan diri kepada para pekerja. Mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar luasnya suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca sinar atau radiasi, suara dan getaran.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Page 25

Bab 4

Strategi Penyajian

Lembar Informasi

HO 5
h) i) j) k) l) Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik fisik maupun phychis, peracunan, infeksi dan penularan. Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai. Menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik. Menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup. Memelihara kebersihan, kesehatan dan ketertiban.

m) Memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan proses kerjanya . n) o) p) q) r) Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang, binatang, tanaman atau barang. Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat, perlakuan dan penyimpanan barang. Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya. Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi.

(2) Dengan peraturan perundangan dapat diubah perincian seperti tersebut pada ayat (1) sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan teknik dan teknologi serta pendapat baru di kemudian hari. Pasal 4 (1) Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja dalam perencanaan, pembuatan, pengangkutan, peredaran, perdagangan, pemakaian, penggunaan pemeliharaan dan penyimpanan bahan, barang produk teknis dan aparat produksi yang mengandung dan dapat menimbulkan bahaya kecelakaan. (2) Syarat-syarat tersebut memuat prinsip-prinsip teknis ilmiah menjadi suatu kumpulan ketentuan yang disusun secara teratur, jelas dan praktis yang mencakup bidang konstruksi, bahan, pengolahan dan pembuatan, perlengkapan alat-alat perlindungan, pengujian dan pengesahan pengepakan atau pembungkusan, pemberian tanda-tanda pengenal atas bahan, barang, produk teknis dan aparat produksi guna menjamin keselamatan barang-barang itu sendiri, keselamatan tenaga kerja yang melakukannya dan keselamatan umum.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Page 26

Pasal 7 Untuk pengawasan berdasarkan undang-undang ini. pengusaha harus membayar menurut ketentuan-ketentuan yang akan diatur dengan peraturan perundangan. (3) Keputusan Panitia Banding tidak dapat dibanding lagi.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 6 (3) Dengan peraturan perundangan dapat dirubah perincian seperti tersebut pada ayat (1) dan (2). tugas panitia Banding dan lainnya ditetapkan oleh Menteri Tenaga Kerja. Pasal 6 (1) Barang siapa tidak dapat menerima direktur dapat mengajukan permohonan banding kepada panitia Banding. secara berkala kepada dokter yang ditunjuk oleh pengusaha dan dibenarkan oleh direktur. (2) Wewenangan dan kewajiban direktur. dengan peraturan perundangan ditetapkan siapa yang berkewajiban memenuhi dan mentaati syarat-syarat keselamatan kerja tersebut. (2) Tata permohonan banding. sedang para pegawai pengawas dan ahli keselamatan kerja ditugaskan menjalankan pengawasan langsung terhadap ditaatinya undang-undang ini dan membantu pelaksanaannya.doc Page 27 . 4) Pengawasan Pasal 5 (1) Direktur melakukan pengawasan umum terhadap undang-undang ini. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. susunan Panitia Banding. (3) Norma-norma mengenai pengujian kesehatan ditetapkan dengan peraturan perundangan. kondisi mental dan kemampuan fisik dari tenaga kerja yang akan diterimanya maupun akan dipindahkan sesuai dengan sifat pekerjaan yang diberikan padanya. pegawai pengawasan dan ahli keselamatan kerja dalam melaksanakan undang-undang ini diatur dengan peraturan perundangan. Pasal 8 (1) Pengurus diwajibkan memeriksa kesehatan badan. (2) Pengurus diwajibkan memeriksa semua tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya.

Semua pengamanan dan alat perlindungan yang diharuskan dalam tempat kerjanya. Alat perlindungan diri bagi tenaga kerja yang bersangkutan.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 7 5) Pembinaan Pasal 9 (1) Pengurus diwajibkan menunjuk dan menjelaskan kepada setiap tenaga kerja baru tentang : a) b) c) d) Kondisi dan bahaya serta yang dapat timbul dalam tempat kerjanya. 6) Panitia Pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pasal 10 (1) Menteri tenaga Kerja berwenang membentuk Panitia Pembina keselamatan dan Kesehatan Kerja guna memperkembangkan kerja sama. pula dalam pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan. Cara dan sikap yang aman dalam melaksanakan pekerjaannya. (2) Susunan Panitia Keselamatan dan Kesehatan Kerja. (2) Pengurus hanya dapat mempekerjakan tenanga kerja yang bersangkutan setelah ia yakin bahwa tenaga kerja tersebut telah mengalami syarat-syarat tersebut di atas (3) Pengurus diwajibkan menyelenggarakan pembinaan bagi semua tenaga kerja yang di bawah pimpinannya dalam mencegah kecelakaan dan pemberantasan kebakaran serta peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja. (4) Pengurus diwajibkan memenuhi dan mentaati semua syarat dan ketentuan yang berlaku bagi usaha dan tempat kerja yang dijalankan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 28 . tugas dan lainnya ditetapkan oleh Menteri Tenaga Kerja. saling pengertian dan partisipasi efektif dari pengusaha atau dan tenaga kerja di tempat kerja untuk melaksanakan tugas dan kewajiban bersama dibidang keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka melancarkan usaha berproduksi.

(5) Menyertakan keberatan kerja pada pekerja dimana syarat keselamatan dan kesehatan kerja serta alat perlindungan diri yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal khusus ditentukan lain oleh pegawai pengawas dalam batas yang masih dapat dipertanggungjawabkan. (2) Memakai alat perlindungan diri yang diwajibkan. 8) Kewajiban dan Hak Tenaga Kerja Pasal 12 (1) Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai dan atau ahli keselamatan kerja. 9) Kewajiban bila memasuki tempat kerja. Pasal 13 Barang siapa akan memasuki sesuatu tempat kerja. diwajibkan menaati semua petunjuk keselamatan kerja dan memakai alat perlindungan diri yang diwajibkan. (contoh terlampir). (3) Memenuhi dan mentaati semua syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan (4) Meminta kepada pengurus agar dilaksanakan semua syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 8 7) Kecelakaan dan Cara Melaporkan Pasal 11 (1) Pengurus diwajibkan melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi di tempat kerja yang dipimpinnya.doc Page 29 . kepada pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. (2) Tata cara melaporkan dan memeriksa kecelakaan oleh pegawai termaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan perundangan.

disertai petunjuk-petunjuk yang diperlukan menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja kecuali kebakaran.doc Page 30 . pada tempat yang mudah dilihat dan dibaca dan menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja. pada tempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja. b. (3) Menyediakan secara cuma-cuma semua alat perlindungan diri yang diwajibkan pada tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya dan menyediakan bagi setiap orang lain yang memasuki tempat kerja tersebut.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 9 10) Kewajiban Pengurus Pasal 14. (3) Tempat kerja adalah tiap ruangan atau lapangan. bergerak atau tetap. 03/MEN/98 tentang Tata Cara Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan 1) Pengertian Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan : (1) Kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga semula yang dapat menimbulkan korban manusia dan atau harta benda. undang-undang ini dan semua peraturan pelaksanaannya yang berlaku bagi tempat kerja yang bersangkutan. peledakan dan bahaya pembuangan limbah. (2) Kejadian berbahaya lainnya ialah suatu kejadian yang potensial. semua gambar keselamatan kerja diwajibkan dan semua bahan pembinaan lainnya. tertutup atau terbuka. atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha dan di mana terdapat sumber-sumber bahaya. (2) Memasang di tempat kerja yang dipimpinnya. Pengurus diwajibkan : (1) Secara tertulis menempatkan di tempat kerja yang dipimpinnya semua syarat keselamatan kerja yang diwajibkan. di mana tenaga kerja bekerja.

c) Kejadian berbahaya lainnya. persekutuan.doc Page 31 . atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan perusahaan bukan miliknya. b) Orang perseorangan. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. c) Orang perseorangan. (5) Pegawai pengawas adalah pegawai sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 ayat (5) UU No. atau badan hukum yang berada di Indonesia mewakili perusahaan sebagaimana dirmaksud dalam huruf a) dan b) yang berkedudukan di luar wilayah Indonesia. atau badan hukum yang menjalankan suatu perusahaan milik sendiri . (2) Kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari : a) Kecelakaan Kerja. persekutuan. (7) Menteri adalah Menteri yang membidangi ketenagakerjaan. persekutuan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Pasal 3 Kewajiban melaporkan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) berlaku bagi pengurus atau pengusaha yang telah dan yang belum mengikutsertakan pekerjaannya ke dalam program jaminan sosial tenaga kerja berdasarkan Undang-undang No. (6) Pengurus adalah : a) Orang perseorangan.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 10 (4) Pengurus adalah orang yang mempunyai tugas memimpin langsung suatu tempat kerja atau bagiannya yang berdiri sendiri. b) Kebakaran atau peledakan atau bahaya pembuangan limbah. 2) Tata Cara Pelaporan Kecelakaan Pasal 2 (1) Pengurus atau pengusaha wajib melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi di tempat kerja dipimpinnya. 3 tahun 1992.

(3) Pemeriksaan dan pekerjaan kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. (2) Pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilaksanakan terhadap setiap kecelakaan yang dilaporkan oleh pengurus atau pengusaha.doc Page 32 . c) dan d) kepada Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja setempat dalam waktu tidak lebih dari 2 x 24 (dua kali dua puluh empat) jam terhitung sejak terjadinya kecelakaan dengan formulir laporan kecelakaan sesuai contoh bentuk 3 KK2 A lampiran 1. melaporkan kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (2) huruf a) dan b) dengan tata cara pelaporan sesuai peraturan Menteri Tenaga Kerja No. (2) Pengurus atau pengusaha yang belum mengikutsertakan pekerjaannya pada program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud dalam pasal 3. PER-04/MEN/1993. Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja memerintahkan pegawai pengawas untuk melakukan pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan. melaporkan kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (2) huruf a) dan b) dengan tata cara pelaporan sesuai peraturan Menteri Tenaga Kerja No. b). 3) Pemeriksaan Kecelakaan Pasal 6 (1) Setelah menerima laporan sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 ayat (1). Pasal 5 (1) Pengurus atau pengusaha yang telah mengikutsertakan pekerjaannya pada program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud dalam pasal 3. (2) Penyampaian laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan secara lisan sebelum dilaporkan secara tertulis. PER-05/MEN/1993.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 11 Pasal 4 (1) Pengurus atau pengusaha sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 wajib melaporkan secara tertulis kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (2) huruf a). dan pasal 5.

(2) Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja harus menyampaikan analisis laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada Kepala Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja setempat selambat-lambatnya tanggal 5 bulan berikutnya. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. III. lampiran III untuk penyakit akibat kerja. IV. pasal 8 ayat (1) dan pasal 9 ayat (1) diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan. kebakaran dan bahaya pembuangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 limbah dan lampiran V untuk bahaya lainnya. (2) Analisis kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dibuat untuk tiap bulan (3) Kepala Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja harus segera menyampaikan analisis kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada Menteri atau Pejabat yang ditunjuk.doc Page 33 . Pasal 10 Cara pengisian formulir sebagaimana dimaksud dalam lampiran II. V.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 12 Pasal 7 Pegawai pengawas dalam melaksanakan pemeriksaan dan pengkajian mempergunakan formulir laporan pemeriksaan dan pengkajian sesuai lampiran II untuk kecelakaan kerja. VI. Pasal 8 (1) Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 pada tiap-tiap akhir bulan menyusun analisis laporan kecelakaan dalam daerah hukumnya dengan menggunakan formulir sebagaimana lampiran VI peraturan ini. dan VII sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 ayat (1). Pasal 9 (1) Kepala Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja berdasarkan analisis laporan kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 menyusun analisis kecelakaan dalam daerah hukumnya dengan menggunakan formulir sebagaimana lampiran VII peraturan ini. lampiran IV untuk peledakan.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. pasal 4 ayat (1). 4) S a n k s i Pasal 12 Pengurus atau pengusaha yang melanggar ketentuan pasal 2. diancam dengan hukuman sesuai dengan ketentuan pasal 15 ayat (2) UU No.doc Page 34 . 6) Ketentuan Penutup Pasal 14 Dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri ini. PER05/MEN/1993 dinyatakan tidak berlaku. 5) Pengawasan Pasal 13 Pengawasan terhadap ditaatinya Peraturan Menteri ini dilakukan oleh pegawai pengawas ketenagakerjaan. PER-04/MEN/1993 dan Peraturan Menteri No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja. maka formulir bentuk 3 KK2 dalam Peraturan Menteri No.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 13 Pasal 11 Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan berdasarkan analisis laporan kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 ayat (1) menyusun analisis laporan kekerapan dan keparahan kecelakaan tingkat nasional.

baik milik swasta maupun milik negara. di dalam air maupun di udara yang berada di dalam wilayah kekuasaan hokum Republik Indonesia. PER. perencanaan. atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha dan di mana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya baik di darat. Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan adalah pegawai teknik berkeahlian khusus dari Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri. penerapan. di mana tenaga kerja bekerja. tanggung jawab. Direktur ialah pejabat sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang No. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. untuk menentukan suatu kegiatan dan hasil-hasil yang berkaitan sesuai dengan pengaturan yang direncanakan. tertutup atau terbuka. Audit adalah pemeriksaan secara sistematik dan independen. prosedur. efisien dan produktif. Tempat kerja adalah setiap ruangan atau lapangan. bergerak atau tetap. pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan krja guna terciptanya tempat kerja yang aman.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja 1) Ketentuan Umum Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan : (1) Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang selanjutnya disebut Sistem Manajemen K3 adalah bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi. pencapaian. pelaksanaan. di dalam tanah.doc Page 35 . dan dilaksanakan secara efektif dan cocok untuk mencapai kebijakan dan tujuan perusahaan. 1 Tahun 1970.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 14 c. proses dan sumberdaya yang dibutuhkan bagi pengembangan. di permukaan air. (2) (3) (4) (5) (6) Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang mempekerjakan pekerja dengan tujuan mencari laba atau tidak.

b) Orang atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan sesuatu usaha bukan miliknya dan untuk keperluan itu mepergunakan tempat kerja. c) Orang atau badan hukum yang di Indonesia mewakili orang atau badan hukum termaksud pada huruf a) dan b). Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. serta terciptanya tempat kerja yang aman. (8) (9) Pengurus adalah orang yang mempunyai tugas memimpin langsung tempat kerja atau lapangan yang berdiri sendiri.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 15 (7) Pengusaha adalah : a) Orang atau badan hukum yang menjalankan sesuatu usaha milik sendiri dan untuk keperluan itu mepergunakan tempat kerja. efisien dan produktif.doc Page 36 . baik di dalam maupun di luar hubungan kerja guna menghasilkan jasa atau barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 2) Tujuan dan Sasaran Sistem Manajemen K3 Pasal 2 Tujuan dan sasaran Sistem Manajemen K3 adalah menciptakan suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja dengan melibatkan unsusr manajemen. tenaga kerja. (10) Laporan Audit adalah hasil audit yang dilakukan oleh Badan Audit yang berisi fakta yang ditemukan pada saat pelaksanaan audit di tempat kerja sebagai dasar untuk menerbitkan sertifikat pencapaian kinerja Sistem Manajemen K3. jika kalau yang diwakili berkedudukan di luar Indonesia. (12) Menteri adalah Menteri yang bertanggung jawab dalam bidang ketenagakerjaan. (11) Sertifikat adalah bukti pengakuan tingkat pemenuhan penerapan peraturan perundangan Sistem Manajemen K3. Tenaga kerja adalah tiap orang yang mampu melakukan pekerjaan. kondisi dan lingkungan kerja yang terintegrasi dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

memantau dan mengevaluasi kinerja keselamatan dan kesehatan kerja serta melakukan tindakan perbaikan dan pencegahan. wajib menerapkan Sistem Manajemen K3. Perusahaan wajib melaksanakan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : a) Menerapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dan menjamin komitmen terhadap penerapan Sistem Manajemen K3. Menerapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja secara efektif dengan mengembangkan kemampuan dan mekanisme pendukung yang diperlukan untuk mencapai kebijakan. b) c) d) e) (2) Pedoman penerapan Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud ayat (1) sebagaimana tercantum dalam lampiran I Peraturan Menteri ini. kebakaran. Merencanakan pemenuhan kebijakan. tujuan dan sasaran keselamatan dan kesehatan kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 16 3) Penerapan Sistem Manajemen K3 Pasal 3 (1) Setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak seratus orang atau lebih dan atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan. Pasal 4 (1) Dalam penerapan Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud dalam pasal 3. Meninjau secara teratur dan meningkatkan pelaksanaan Sistem Manajemen K3 secara berkesinambungan dengan tujuan meningkatkan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja.doc Page 37 . Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. (2) Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib dilaksanakan oleh Pengurus. tujuan dan sasaran penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. pencemaran dan penyakit akibat kerja. Pengusaha dan seluruh tenaga kerja sebagai satu kesatuan. Mengukur.

Pengelolaan material dan pemindahannya . Pengumpulan dan penggunaan data . Audit Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi unsur-unsur sebagai berikut : a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) (3) Pembangunan dan pemeliharaan komitmen .doc Page 38 . Pengembangan keterampilan dan kemampuan. Pembelian .Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 17 4) Audit Sistem Manajemen K3 Pasal 5 (1) Untuk pembuktian penerapan Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud pasal 4. Pengendalian dokumen . Pelaporan dan perbaikan kekurangan . Standar Pemantauan . perusahaan dapat melakukan audit melalui badan audit yang ditunjuk oleh Menteri. (4) Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Strategi pendokumentasian . Pedoman teknis audit Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) sebagaimana tercantum dalam lampiran II Peraturan Menteri ini. Pemeriksaan sistem manajemen . Peninjauan ulang desain dan kontrak . (2) Perubahan atau penambahan sesuai perkembangan unsur-unsur sebagaimana dimaksud ayat (2) diatur oleh Menteri. Keamanan bekerja berdasarkan Sistem Manajemen K3 .

pengurus tempat kerja yang akan diaudit dan Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja setempat . Berdasarkan hasil evaluasi dan penilaian tersebut pada ayat (3). 6) Mekanisme Pelaksanaan Audit Pasal 7 (1) Audit Sistem Manajemen K3 dilaksanakan sekurang-kurangnya satu kali dalam tiga tahun.doc . c) (3) Pengurus tempat kerja yang akan diaudit wajib menyediakan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk pelaksanaan audit Sistem Manajemen K3. Direktur melakukan hal-hal sebagai berikut : a) Memberikan sertifikat dan bendera penghargaan sesuai dengan tingkat pencapaiannya atau. Laporan audit lengkap sebagaimana dimaksud ayat (1) menggunakan formulir sebagaimana tercantum dalam lampiran III Peraturan Menteri ini. Menyampaikan rencana tahunan audit kepada Menteri atau Pejabat yang ditunjuk. Direktur melakukan evaluasi dan penilaian. Page 39 (2) (3) (4) Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 18 5) Kewenangan Direktur Pasal 6 Direktur berwenang menetapkan perusahaan yang dinilai wajib untuk diaudit berdasarkan pertimbangan tingkat risiko bahaya. Badan Audit harus : a) b) Membuat rencana tahunan audit . (2) Untuk pelaksanaan audit. Setelah menerima laporan Audit Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud ayat (2). Pasal 8 (1) Badan Audit wajib menyampaikan laporan audit lengkap kepada Direktur dengan tembusan yang disampaikan kepada pengurus tempat kerja yang diaudit. Mengadakan koordinasi dengan Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja setempat .

ditanda tangani oleh Menteri dan berlaku untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 9) Pembiayaan Pasal 11 Biaya pelaksanaan audit Sistem Manajemen K3 dibebankan kepada perusahaan yang diaudit.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 19 b) Menginstruksikan kepada Pegawai Pengawas untuk mengambil tindakan apabila berdasarkan hasil audit ditemukan adanya pelanggaran atas peraturan perundangan. Jenis sertifikat dan bendera penghargaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) sebagaimana tercantum dalam lampiran IV Peraturan Menteri ini. (2) 8) Pembinaan dan Pengawasan Pasal 10 Pembinaan dan pengawasan terhadap penerapan Sistem Manajemen K3 dilakukan oleh Menteri atau pejabat yang ditunjuk.doc Page 40 . 7) Sertifikat K3 Pasal 9 (1) Sertifikat sebagaimana dimaksud pasal 8 ayat (4) huruf a).

doc Page 41 . BAHAYA TEMPAT KERJA a. tekanan udara. Jenis bahaya ini termasuk : • • • Gerakan bagian peralatan seperti mesin bubut atau sabuk konveyor. 5) Bahaya Psikologi Bahaya psikologi terjadi jika orang-orang tertekan (stress) atau tidak senang pada pekerjaan. Cairan. sebab dapat menyebabkan cedera. 4) Bahaya Radiasi Bahaya radiasi dapat ditimbulkan oleh berbagai peralatan : • • • • • Radiasi microwave (gelombang mikro) pergeseran radio transmitter berdaya tinggi atau kesalahan pemanas microwave. Asap. 3) Bahaya Ergonomi 'Ergonomi' adalah melakukan sesuatu untuk digunakan dengan cara yang tepat dan mudah. dan zat berbahaya lainnya. Penanganan manual dan pengangkatan. 6) Bahaya Biologi Bahaya biologi dapat menyebabkan sakit dan menularkan infeksi dari kuman. dan lain sebagainya Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Cahaya laser berdaya tinggi Pemanas infra-red berdaya tinggi Sinar gamma dari zat radio aktif Radiasi ultra-violet dari matahari. Bising. debu. Bahaya ergonomi terjadi jika desain peralatan yang buruk atau tata letak peralatan yang tidak tepat.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 20 2. Jenis-jenis Bahaya 1) Bahaya Fisik Bahaya fisik termasuk sesuatu yang mungkin secara langsung dapat membuat cedera. pencahayaan. 2) Bahaya bahan kimia Hal ini dapat disebabkan oleh : • Gas. getaran.

Mengeliminir bahaya seharusnya selalu menjadi tujuan pertama dalam membuat tempat kerja yang aman. hentikan penggunaan bahan kimia yang berbahaya. . pelindung telinga.Mempunyai surat izin melakukan pekerjaan yang ditetapkan. atau penggantian bahan kimia yang berbahaya dengan bahan yang aman. Dalam semua situasi anda seharusnya memastikan hal berikut : • Prosedur dan sistim kerja yang aman Ini dapat termasuk : . masker. . Ini dapat berarti pengontrolan dalam beberapa cara. sarung tangan.Melatih dan mensupervisi pekerja.Melakukan rotasi pekerjaan. dan alat pernafasan seharusnya digunakan dengan tepat. cari cara yang aman untuk mengerjakannya. Itu dapat juga berarti keamanan proses atau bahan. • Gunakan peralatan dan pakaian pelindung Alat keselamatan seperti kaca mata debu. tutup kebisingan mesin dengan kotak penyekat. rambut panjang harus diatur dengan pengikat rambut atau pakai topi. • Jika anda tidak bisa mengeliminir bahaya. untuk contoh.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 21 b. atau pastikan keefektifan pengaman yang ditempatkan disekitar bagian mesin yang bergerak.Tatalaksana yang baik (lihat Topik 3). ada beberapa prinsip yang seharusnya diingat : • Dimana mungkin eliminir bahaya Untuk contoh. . Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Pakaian kerja harus aman dan nyaman bekerja dekat mesin yang berputar. seperti pemindahan bahan untuk mesin lebik baik dengan motorisasi konveyor dibandingkan dengan tangan.doc Page 42 . Prinsip Pencegahan atau Pengontrolan Bahaya Walaupun setiap bahaya punya perlakuan secara individu.

alat potong dan perlengkapan seharusnya di rancang atau dimodifikasi. atau disesuaikan dengan pekerja dan pekerjaan. pekerja seharusnya diberikan pekerjaan lain untuk dikerjakan. perabot dan benda-benda yang tidak sesuai dengan keperluan pekerja dan pekerjaan. Rancang kembali pekerjaan dan sistim kerja . Bahaya yang disebabkan oleh mesin dapat dicegah atau dikontrol dengan cara berikut : • Pengaman harus dirancang sepantasnya.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 22 c. kerja berpindah-pindah dan selalu lembur. Dimana beban kerja ringan. Pekerjaan seharusnya dirotasi. Beban kerja yang berat seharusnya dikurangi. area kerja. • Berikan pekerja keterampilan baru • Lindungi pekerja dari tekanan (stress) dan risiko celaka • Tingkatkan efesiensi • Kembangkan prosedur keselamatan secara menyeluruh Pengaturan kerja dapat ditingkatkan dengan cara berikut : • • • • • • • Pekerja seharusnya mempunyai variasi tugas untuk melakukan pekerjaan. Permesinan.doc Page 43 . Peralatan. 2) Gerakan m e s i n Gerakan bagian mesin dapat berbahaya. Pekerja seharusnya punya pendapat tentang bagaimana pekerjaan mereka dilaksanakan. juga dapat menyebabkan pekerja merasa tertekan (stress) dan risiko bisa terjadi. bisa membuat rasa tertekan (stress) pekerja. Bahaya dan Pencegahan / Pengontrolan 1) Pengaturan kerja Cara kerja yang tidak teratur dapat menimbulkan masalah keselamatan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. terjaga pada tempatnya dan berfungsi. Tetapkan istirahat atau lakukan istirahat yang seharusnya. Contohnya pekerjaan berulang.

doc Page 44 . dan semua perhiasan harus dilepas. Pekerja dengan kehilangan pendengaran mungkin tidak sadar mendekati bahaya. Rambut panjang diatur pakai pengikat rambut dan PPE (personal protective equipment) dipakai dimana perlu. • • Mesin dirancang dengan tingkat kebisingan sesuai standar kebisingan normal. Sekitar area kerja mesin seharusnya punya penerangan yang baik dan terjaga kebersihan serta bebas sampah/kotoran. • Pekerja sewaktu-waktu dapat mengambil jarak dari pekerjaan sehingga mereka tidak kontak dengan kebisingan sepanjang waktu. 3) Pengaruh kebisingan Kebisingan yang terlalu keras. ini dapat menyebabkan kecelakaan. Kebisingan atau kehilangan pendengaran dapat menyebabkan kelelahan. Sebagai perbandingan tingkat kebisingan dapat dilihat pada topik 4 (Polusi pada Industri) Mengapa kebisingan berbahaya : • • • • Dapat membuat pekerja kehilangan beberapa atau semua pendengaran. Batas normal pendengaran manusia untuk tingkat kebisingan adalah ± 80 – 90 desibel.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 23 • Ketika menggunakan mesin. Alat ukur yang menyatakan batas kebisingan dapat ditempatkan pada area kerja atau dibawa oleh pekerja. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Bagaimana bahaya dapat dicegah atau dikontrol : • Pemberi kerja dapat mengurangi kebisingan di pabrik yaitu meletakan mesin dalam kotak peredam suara atau dibelakang pelindung suara untuk menghentikan penyebaran kebisingan. Kebisingan atau kehilangan pendengaran dapat membuat pekerja susah berkonsentrasi. terlalu tinggi atau terdengar terlalu sering dapat merusak pendengaran pekerja. sakit kepala dan stress. pekerja seharusnya memakai pakaian kerja yang aman (seperti lengan pendek). • • Mesin seharusnya tidak digunakan jika bermasalah.

doc Page 45 . pengulangan tindakan. (Lebih jelasnya posisi atau cara pengangkatan manual yang benar. Penyebab utama cedera dari kejadian penanganan manual adalah : Kelebihan penggunaan tenaga. • Pendengaran pekerja seharusnya diperiksa atau diuji secara tetap. lihat Paket Pembelajaran dan Penilaian Penanganan Material ) Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. lengan dan punggung dapat tertarik tegang (keseleo) Sambungan pada lutut. terutama bagian bawah dapat cedera Persendian dan urat tendon pada kaki. siku dan bahu dapat terjadi peradangan. pergelangan kaki. Pelindung telinga atau ear plugs harus dalam kondisi baik dan diperiksa secara tetap untuk pemakaian dan perawatan. 4) Penanganan manual Bilamana secara fisik pekerja memindahkan sesuatu. Syaraf bisa rusak Tulang bisa patah Nyeri otot dan tegang dapat terjadi Dapat menyebabkan hernia (perut turun) Jantung dan pernafasan dapat menjadi buruk Kelelahan dari kerja fisik dapat menyebabkan kecelakaan. Pelindung itu harus dibersihkan atau diganti sesuai dengan jenis dan cara perawatannya (Pelindung dari busa dapat dicuci dan diganti perminggu. maka disebut sedang melakukan penanganan manual Mengapa penanganan manual dapat berbahaya : • • • • • • • • • Punggung.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 24 • Pekerja harus memakai pelindung telinga atau penutup (ear plugs). sedangkan dari karet cukup dibersihkan setiap akan atau setelah dipakai). sikap badan jelek dan penggunaan perabot dan bangku yang salah ketinggian atau rancangan. pergelangan tangan.

Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 25 5) Reaksi bahan kimia Bahan kimia dapat berbentuk padat. menjelaskan bagaimana tingkatan dari bahan kimia diketahui sebagai klasifikasi 'Barang Berbahaya'. Informasi tentang bagaimana zat tersebut dapat berbahaya Tindakan pengamanan untuk penggunaannya. pekerja dapat mengamati MSDS di pusat kesehatan atau minta supervisor area kerja untuk memperlihatkannya. Informasi tentang exposure standars dapat ditemukan pada MSDS. perkiraan waktu pekerja dapat kontak langsung dengan bahan kimia selama hari kerja setiap minggu. yang berisikan semua bahan kimia. Pada tempat kerja. Penggolongan barang berbahaya termasuk : • • • Racun Gas Cairan mudah terbakar Bahan kimia digunakan secara luas pada industri sehingga penting untuk mengetahui cara penanganan yang aman dan penggunaan semua bahan kimia. Risiko untuk pekerja dengan penggunaan bahan kimia dapat ditentukan oleh bagaimana bahan kimia digunakan. Informasi tentang kandungan bahan kimia ada pada lembaran data keselamatan bahan (Material Safety Data Sheet / MSDS). tetapi semua pekerja dapat melihatnya dan seharusnya mengetahui maksudnya. supervisor atau ahli K3 seharusnya memberikan penjelasan sebelum digunakan.doc Page 46 . seberapa sering digunakan dan dalam kondisi bagaimana digunakan. Setiap bahan kimia mempunyai perbedaan terhadap exposure standars. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Undang-undang dan Kode Praktik membicarakan tentang 'exposure standars' (standar kontak langsung). Setiap penggunaan bahan kimia. Ada personal tertentu atau pembimbing ditempat kerja yang memanfaatkan MSDS. (Contoh MSDS dapat dilihat pada Paket Pembelajaran dan Penilaian Penanganan Material) Lembaran ini berisikan keterangan sebagai berikut : • • • • Apa zat yang dikandung. dimana bahan tersebut disimpan dan digunakan. Ada batas aturan. Informasi tentang penangan zat tersebut secara aman. Pada tempat kerja seharusnya tersedia daftar bahan kimia. cairan atau gas. Peraturan Barang-barang Berbahaya (Gudang dan Penanganan). 1989.

hidung dan tenggorokan. Bekerja dengan perasaan tidak enak akibat pengaruh minuman keras sebelumnya atau dibawah pengaruh obat bius dan alkohol dapat menyebabkan kecelakaan. • 6) Alkohol dan penggunaan obat bius Bila pekerja berada dalam kondisi stress bekerja. penyalah-gunaan alkohol.truk forklift (alat pengangkat) . Bahan kimia dapat terminum atau terhisap kedalam usus menyebabkan keracunan. dapat menyebabkan luka bakar. biasanya mempunyai masalah dirumah atau kekhawatiran lainnya. alkohol dan obat sejenis yang dapat mempengaruhi kesadaran seseorang. Bahan kimia dalam bentuk asap. mati lemas atau penyakit lainnya. adanya variasi bahaya lain yang mungkin berpotensi menyebabkan cedera atau sakit. mata. semprotan. kabut. Pekerja yang meminum atau menggunakan pengobatan atau obat bius akan mempengaruhi pekerjaan mereka sendiri dan bekerja dengan berisiko membahayakan diri sendiri dan orang disekitarnya. asthma.kena sengat listrik Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 47 . bronchitis. debu. yaitu melarang pekerja yang minum alkohol dan menggunakan obat bius.pencahayaan/penglihatan . berlebihan dingin.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 26 Mengapa bahan kimia dapat berbahaya • • Bahan kimia dapat terbakar atau memerihkan (iritasi) kulit.berlebihan panas. • Bahan kimia dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan. kukus dan cairan dapat terhirup atau terhisap menjadi radang paru-paru dan kulit. Beberapa bahaya yang nyata diantaranya adalah : Area gudang Bengkel mesin Konstruksi . Bahan kimia beracun. bahkan kematian. pingsan dan sakit. resep obat atau obat bius. Hal itu dapat juga berpengaruh pada tanggapan atau respon seseorang untuk masalah keselamatan atau keadaan darurat. uap. Pusat kesehatan pada tempat kerja seharusnya menginformasikan tentang bahaya penggunaan sembarangan obat bius. 7) Bahaya lain ditempat kerja Tergantung pada sifat perusahaan dan tempat kerja. Ada petunjuk dan saran penting pada tempat kerja serta perlu diketahui juga untuk masyarakat. radang paru-paru. atau ketinggian Kelistrikan/elektronik .

Tempat kerja. Tata laksana yang baik seharusnya bagian dari rutinitas harian. Pemeriksaan keselamatan berkala dari tempat kerja seharusnya dilakukan dan daftar tugas tata laksana seharusnya dijaga untuk meyakinkan tata laksana dilakukan sebagaimana mestinya. sebab dapat : • • • • • Memperkecil kecelakaan dan cedera yang terjadi di pekerjaan. Mengapa tata laksana industri seharusnya dilakukan dengan baik ?.doc . sehingga kecelakaan. Rancangan tempat kerja yang baik. area gudang. Pelaksanaan tata laksana industri yang baik dapat membuat tempat kerja aman. toilet. cedera dan kebakaran tidak terjadi. Tempat kerja menjadi lebih efesien. Pekerja lebih merasa aman bekerja. fasilitas gudang. Page 48 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Perawatan mesin dan peralatan yang tepat. membuat kemungkinan tata laksana dilakukan dengan efisien. karena pekerja dan perusahaan tidak memberikan perhatian pada tata laksana yang baik. sistim keamanan kerja. a. pakaian pelindung dan perlengkapan juga bagian penting dari tata laksana yang baik.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 27 3. Risiko kebakaran berkurang. rapi dan dalam kondisi baik. ruang kerja. Kegiatan Tata Laksana. TATA LAKSANA INDUSTRI Banyak kecelakaan tidak dapat dihindari pada tempat kerja. • Area kerja punya penerangan dan ventilasi yang baik. Tata laksana industri berarti menata semua tempat kerja seperti. Meningkatkan produktivitas. tempat produksi dan jalan masuk agar bersih. Berikut ini adalah daftar hal yang utama dari tata laksana yang seharusnya diperiksa pada tempat kerja : • • Tempat kerja dan seluruh area kerja dijaga kebersihannya. pelatihan yang tepat dan supervisi pekerja. ruang istirahat dan area ruang makan harus memenuhi standar kesehatan (hygenic).

Peralatan dan perlengkapan disimpan pada rak dan laci. biru dan atau garis merah. • Tata laksana yang baik termasuk penyimpanan bahan dengan tepat. seperti pada daftar diatas. • Jalan masuk dengan jelas ditandai dengan batas kuning. Peralatan pemadam kebakaran dalam keadaan siap pakai. Penyimpanan bahan secara sembarangan sangat berbahaya. Barang-barang yang berbahaya seperti bahan kimia dan bahan yang mudah terbakar (yang mudah dimakan api) disimpan dengan aman dalam lemari tahan api (flameable). Barang bekas dan sampah di tempatkan pada tempat sampah dan dibuang. Bahan dan hasil produk ditumpuk atau disusun dengan rapi. Bahan yang ditumpuk tidak teratur bisa jatuh. Saluran listrik jangan bersentuhan dengan permukaan yang basah atau merintangi jalan masuk. Penyimpanan Bahan Bahan harus disimpan dengan aman sehingga bahan tidak rusak atau membahayakan orang.doc Page 49 . tanda peringatan dan tanda alarm dalam keadaan bersih dan mudah dilihat. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. b. Debu.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 28 • Jalan masuk seperti gang. Bahan bekas mudah terbakar diletakkan dalam kotak tertutup dan dibuang dengan aman. Pintu darurat dan perlengkapan dibuat dengan jelas dan mudah dicapai. sampah dan sisa pembuangan dapat diletakkan jauh dari gudang bahan dan bahaya api. Lantai dan permukaan lainnya bersih dan kering dengan tidak ada bukti tumpahan. Papan pengumuman terbaru. sehingga merusak bahan dan membahayakan pekerja. tombol dan saluran tenaga listrik dalam kondisi baik. Gambar simbol keselamatan kerja. jalan terusan. tangga dan jalan yang landai dijaga kebersihan dari rintangan dan sampah. putih. gemuk dan kotoran. • • • • • • • • • • • Stop kontak.

secara jelas ada label dan disimpan ditempat yang aman yaitu kering.doc Page 50 . Batas tingkatan Asap. Bahan dapat disimpan pada rak. gunakan kaca mata perlengkapan keadaan darurat tersimpan. Contoh. Bau yang menyengat. seperti lemari tahan api dan kaleng/teromol keamanan. diperlukan untuk barang-barang yang berbahaya. dan kotak-kotak. Berbentuk Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. dilarang merokok.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 29 Beberapa hal penting penyimpanan bahan adalah : • • • • • • • Seharusnya mudah bagi pekerja. Berbentuk segi tiga dengan warna hitam diatas warna dasar putih. debu dan radiasi seharusnya dimonitor pada lokasi gudang dan pada area kerja. C. ventilasi baik. Gambar Simbol Keselamatan Kerja Gambar simbol keselamatan adalah tanda yang ditampilkan pada tempat kerja untuk : • • • • Tanda Larangan / Pencegahan kecelakaan . Gambar putih diatas warna dasar biru. area jauh dari pekerja. Gambar lingkaran dengan diagonal merah diatas warna dasar putih. tempat PPPK Tanda Perintah/Pemberitahuan kepada pekerja dimana perlengkapan keselamatan khusus harus dipakai. forklifts dan peralatan penanganan mekanik seperti trolleys (kereta) dan drumlifters untuk bergerak didalam dan sekitar area gudang. Tanda Peringatan bahaya keselamatan dan kesehatan kerja. gumpalan awan dan debu dari asap seharusnya diselidiki. laci. Jenis bahan kimia seharusnya dipisahkan. mudah terbakar atau awas api Tanda Pemberitahuan /Tempat segi empat . Bahan kimia. Contoh. Contoh. Fasilitas penyimpanan khusus. Contoh.

doc Page 51 . seperti berikut ini : Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Ini penting bahwa setiap pekerja mengetahui tanda keselamatan tanpa ragu-ragu.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 30 Tanda-tanda ini mempunyai gambar diatasnya sehingga dapat diketahui apa maksudnya walaupun pekerja tidak bisa bahasa Inggris dengan baik. Manfaatkan gambar simbol keselamatan untuk tempat kerja dari Departemen Tenaga Kerja untuk mempelajari semua standar tanda keselamatan yang dpergunakan ditempat kerja.

polusi dari bahan kimia. jika tingkatan serat diatas standar yang ditetapkan. Alat pernafasan diperlukan untuk penggunaan temporer atau dalam keadaan darurat. Pekerja dapat melakukan pekerjaan yang bervariasi untuk mengurangi kontak secara terus menerus dengan debu dan serat. Page 52 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 2) Mengapa serat dan debu berbahaya : • • • • Debu dan serat dapat terhisap kedalam paru-paru. Aerosol dapat berupa cairan. Pemantauan udara untuk melihat tingkatan serat seharusnya dilakukan. Beberapa debu mineral dapat menggores paru-paru dan menyebabkan penyakit Alergi dan kesulitan bernafas dapat terjadi Kanker dapat berkembang 3) Bagaimana bahaya dapat dicegah dan dikontrol : • • • • • • • • • • Alat pembuangan gas (exhaust) dan ventilasi pembuangan dapat membuang debu dan serat partikel. Area kerja seharusnya terjaga kebersihannya untuk menghindari debu dan serat yang terbentuk. POLUSI PADA INDUSTRI Pada umumnya ada tiga bentuk polusi yang mempengaruhi pekerja pada tempat kerja di industri. gas atau partikel padat yang sangat halus disebarkan oleh udara. dimana tersebarnya partikel jelaga di udara. kandungan yang terbakar (peranan bahan bakar) atau asap. Pembuangan serat seharusnya ditempatkan dalam kontainer yang bersegel. Alat listrik harus punya ventilasi pembuangan setempat yang pas.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 31 4. tindakan harus segera diambil. Pada bagian berikut dijelaskan masing-masing polusi dan pencegahannya. Aerosol mungkin datang dari semprotan cairan (cat aerosol). Penggunaan alat tangan dapat mengurangi debu dibandingkan alat listrik. yaitu : Polusi dari serat (fiber) dan debu. Serat mineral yang berbahaya seharusnya dapat diganti dengan yang aman. Polusi Dari Serat dan Debu 1) Penyebab polusi Debu dapat ditimbulkan dari proses kerja seperti debu dari serat bahan gelas atau debu dapat masuk ketempat kerja karena di kirim yaitu melalui kantong tepung kimia. Debu partikel padat terbawa oleh udara. Masker seharusnya dipakai oleh pekerja yang kontak langsung dengan bahaya serat dan debu hingga tempat kerja dapat dibuat lebih aman. a. dan polusi kebisingan.doc .

Maka dari itu jangan sembarangan jika menggunakan bahan kimia dalam proses kerja atau menanganinya. Pakaian dan perlengkapan pelindung seperti masker muka.doc Page 53 . 2) Langkah pencegahan dan pengontrolan polusi kimia : • • • • • Bila mungkin. Peranan lembaran data keamanan bahan (Material Safety Data Sheet / MSDS) cukup penting. Adanya ahli K3 ditempat kerja yang dapat membantu untuk membaca dan memahami informasi pada MSDS. Bocoran dan sisa pembuangan Tumpahan dan bocoran kandungan bahan kimia yang berbahaya harus selalu diperlakukan dengan cara yang tepat. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. penanganan dari jauh/ pakai remote). atau karena telah bekerja bertahun-tahun menggunakan bahan kimia dan belum pernah mencelakakan. dengan mengikuti semua petunjuk yang dibolehkan untuk penggunaan bahan kimia. Jangan mengira tidak membahayakan. sebab bahan kimia tidak berbau. Semua pelindung roda gigi harus sesuai standar yang aman. • 3) Tumpahan. Sistim ventilasi industri dirancang dengan baik. Pekerja seharusnya mengetahui aturan yang berhubungan dengan risiko bahan kimia yang digunakan. Uap dengan bau yang enak dapat membuat mabuk. Secara berkala kesehatan pekerja dimonitor. hentikan penggunaan bahan kimia berbahaya ditempat kerja. 1) Beberapa cara polusi kimia menyerang secara perlahan pada pekerja : • • • Gas yang tidak berwarna atau tidak berbau dapat terbentuk pada ruang terbatas dan bisa menyebabkan mati lemas. agar dapat menghilangkan asap dan uap.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 32 b. alat pernafasan dan pelindung kepala (helm) dipakai hingga tempat kerja aman. Polusi dari Bahan Kimia Bahan kimia yang keras. Tetapi hal tersebut tidak selalu mudah untuk mendeteksi polusi kimia lebih dini. Ganti bahan kimia dengan yang aman kandungan zatnya. sangat bermanfaat melindungi diri pekerja. sesuai penjelasan pada MSDS. sehingga berefek mematikan dalam beberapa menit. bau yang tajam atau mempunyai warna tersendiri dan pemberian label yang jelas dapat menjadi peringatan kepada pekerja tentang apa zatnya. Udara ditempat kerja harus dimonitor dan semua udara kotor dinetralkan. seperti kanker atau sakit liver kronis. Serbuk kimia yang ditangani bertahun-tahun dapat berefek jelek dikemudian hari. Menutupi proses kerja atau penyimpanan kontainer untuk kandungan bahan kimia (yaitu menutupi wadah.

dan kebisingan industri lainnya. Industri di banyak tempat telah menjadi begitu bising sehingga hampir semua pekerja industri mengalami tingkat kebisingan yang berbahaya dari suara mesin pon. seperti udara dan air. Pembuangan bahan kimia bekas harus dikontrol secara tepat. mengalir kedalam drainase. Gas toxic secara ceroboh tertumpah keudara. Potensi risiko untuk masyarakat biasanya dari sumber alami yang penting. secara berangsur-angsur menjadi biasa dengan tingkat kebisingan tersebut. kompresor. Suara kendaraan bermotor konstan diterima orang disekitar kota. Pada MSDS diberikan petunjuk cara pembuangan yang harus diikuti sesuai peraturan. Harus dipahami bahwa bekerja dengan bahan kimia meliputi tanggung jawab untuk melindungi semua masyarakat dari timbulnya bahaya. dapat menyebabkan kerusakan kulit dan gangguan pernafasan. di jalan dan ditoko menyebabkan keluhan sejumlah besar orang.doc Page 54 . Polusi harus dipertanggungjawabkan pada semua tempat kerja untuk memastikan bahwa standar keselamatan sesuai peraturan untuk melindungi pekerja dan masyarakat luas. Untuk waktu lama dapat terjadi gangguan kesehatan. • • Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. hal itu akan mengotori saluran air masyarakat. c. Memainkan musik keras dirumah. Undang-undang telah mengatur kontrol dan standar kebisingan yang diizinkan untuk mengatur orang-orang yang menimbulkan ketidak amanan dan anti-sosial tingkat kebisingan. Ledakan cairan yang mudah terbakar pada pabrik yang terbakar dapat dengan serius membahayakan pemadam kebakaran dan wilayah hunian terdekat. dapat berefek pada kesehatan banyak orang di masyarakat. Gas toxic dihasilkan dari bahan kimia yang terbakar.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 33 Beberapa alasan mengapa bocoran dan tumpahan bahan kimia harus diperlakukan dengan tepat : • • • • • Jika kandungan bahan kimia tumpah atau bocor. sedangkan bagi orang-orang dari sekitar pinggiran merupakan suatu yang menyakitkan. Kebisingan 1) Sumber kebisingan • Setiap orang punya perbedaan pendapat tentang kapan kebisingan dianggap terlalu keras dan apa jenis kebisingan yang dapat diterima. karena merasa terganggu.

sebagai perbandingan tingkat kebisingan adalah : • • • • • • • • • Pesawat terbang take off Melewati / ambang batas pendengaran Truk besar Disco Kebisingan pabrik Kebisingan jalan raya Kebisingan kantor Gemerisik daun Sunyi sepi (batas tidak dapat didengar) 180 dB 130 dB 120 dB 110 dB 100 dB 80 dB 60 dB 20 dB 0 dB 3) Mengatasi kebisingan.doc Page 55 .Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 34 2) Tingkat kebisingan Desibel (dB) adalah ukuran intensitas suara. Pada bagian berikut ini dijelaskan empat cara dasar untuk mengatasi kebisingan : • • • • Perencanaan tata ruang yang baik Penggunaaan bahan bangunan dan akustik yang tepat Pembuatan penyekat atau bagian pembendung Penggunaan getaran suara Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

KESELAMATAN PRIBADI Semua pekerja perlu menyadari keselamatan pribadi mereka ditempat kerja. walaupun metoda bekerja dengan aman telah dikembangkan. Ketahui tanda peringatan dan pahami maksudnya dan lakukan seperti yang disarankan. Tidak menggunakan alat pengaman walaupun diperlukan waktu mengerjakan pekerjaan.doc Page 56 . Mengambil jalan pintas dalam melaksanakan. Hal berikut ini seharusnya dipelajari dengan seksama dan dipraktikan secara rutin. Keselamatan pribadi ditempat kerja dapat terjamin dengan dihindarinya faktor bahaya sebelum menyebabkan cedera.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 35 5. Laporkan kesalahan atau peralatan dan perlengkapan yang tidak aman. walaupun jalan pintas tersebut melanggar petunjuk prosedur bekerja yang aman. Laporkan praktik kerja dan situasi yang diperkirakan tidak aman. Melakukan pekerjaan yang tidak dilatih untuk dilakukan. Tindakan Keamanan Kerja Banyak aktivitas berikut yang menjadi pertimbangan untuk bekerja dengan aman • • • • • • • Memodifikasi peralatan atau mesin tanpa kewenangan. Bila bahaya tidak dapat dihindari langkah yang harus diambil adalah mengurangi risiko cedera. Tidak memperhatikan aturan keselamatan sebab menurut pribadi hal itu menjadi penghambat dalam melakukan pekerjaan. Laporkan semua kecelakaan dan cedera sekecil apapun jika kemungkinan terjadi. Perlengkapan dan pakaian pelindung harus selalu dipakai untuk keselamatan ditempat kerja. Melakukan pekerjaan selalu dengan cara sendiri. Selalu mengunakan peralatan dan perlengkapan dengan benar untuk melakukan pekerjaan. Jangan melakukan sesuatu yang dapat melukai diri sendiri atau orang lain. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Melakukan pekerjaan yang keterampilannya atau kewenangan tidak dipunyai. Ikuti aturan dan petunjuk keselamatan dan kesehatan kerja. atau khususnya saat perawatan dan situasi darurat. Jadi jelaslah bahwa semua aktivitas tersebut tidak aman dan sangat potensial menimbulkan bahaya. • • • • • • • • Pikirkan tentang apa yang dapat terjadi sebelum melakukannya. Ini adalah daftar untuk bekerja dengan aman. a.

Pelindung kulit : Sarung tangan pengaman dan krim pelapis melindungi kulit dari kerusakan dan menahan peresapan bahan kimia kedalam tubuh. Pelindung mata : Kaca mata. menjaga rambut pada tempat kerja sehingga tidak membahayakan. Bentuk pelindung pendengaran. serat atau jenis kotoran lainnya. tidak punya keterampilan atau kewenangan melakukannya. Alat pernafasan seharusnya diperiksa setiap waktu sebelum digunakan. sesuai untuk tempat kerja dan pekerjaan. Pakaian kerja dari kulit atau metalik cocok melindungi seluruh tubuh dan jas kerja digunakan untuk melindungi badan. b. dan seharusnya dipilih berdasarkan ukuran tingkat kebisingan pada lokasi kerja.doc Page 57 . Masker las dan perisai seharusnya tidak berkabut. saringan udara dan alat pernafasan dengan pembersih udara digunakan untuk melindungi paru-paru dan sistim pernafasan. seal. Alat pernafasan harus dipaskan secara perorangan dan dipilih sesuai kondisi tempat kerja. perlengkapan dan praktik kerja dapat dibuat aman. • • • • Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Kerja sama dan partisipasi dalam program ini membuat tempat kerja aman. lembaran penutup. Kaca plastik yang tahan tumbukan dan perisai muka akan melindungi dari pecahan yang beterbangan serta perisai tahan zat kimia diperlukan ketika menangani bahan kimia. Alat pernafasan seharusnya diperiksa secara tetap untuk kebersihan umumnya dan khususnya kerusakan katup. tergantung apakah pekerja kontak dengan bahan kimia. Pelindung kaki : Sepatu boot (safety boots) melindungi kaki Pelindung kepala : Jaring rambut dan penutup. Perlengkapan dan Pakaian Pelindung Pekerja serta Program di Tempat Kerja 1) Perlengkapan dan Pakaian Pelindung Pekerja Perlengkapan dan pakaian pelindung digunakan untuk melindungi pekerja dari kontak langsung dengan bahan kimia atau perantaranya yang dapat membahayakan kesehatan. Berikan gagasan tentang bagaimana mesin. debu. • Pelindung pernafasan : Penutup muka. perisai muka dan helm dapat melindungi sensitif area mata dari kerusakan. • Pelindung telinga : Pelindung telinga atau sumbat melindungi pendengaran dari bahaya tingkat kebisingan. kaca pengaman.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 36 • • • Jangan melakukan sesuatu yang belum dilatih. Masker las dipakai dengan benar untuk pengelasan. peluru. Penyaring yang benar diperlukan pada alat pernafasan. tali pengikat dan penjepit. Pakaian harus di pas dengan baik. Alat ini harus dibersihkan sesudah digunakan untuk menghindari penularan dan disimpan pada kantong plastik tertutup.

Semua perlengkapan dan pakaian pelindung harus dipakai sebagaimana mestinya. kebakaran benda padat yang mengandung karbon. 2) Program Perlengkapan dan Pakaian Pelindung Pekerja di Tempat kerja Perlengkapan dan pakaian pelindung ditempat kerja selalu diprogram agar benda tersebut secara pasti dipergunakan untuk mengoptimalkan faktor keselamatan. kebakaran dari bahan logam Api kelas E. Keselamatan dan Perlindungan Kebakaran Bebarapa hal yang harus diketahui tentang kebakaran dan perlindungannya adalah : 1) Golongan Kebakaran • Api kelas A. Benda-benda pelindung seharusnya sesuai dengan persyaratan standar yang berlaku Pekerja seharusnya dilatih secara benar dalam penggunaan dan perawatan perlengkapan dan pakaian pelindung.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 37 • Tempat lemari uap (fume cabinets). minyak cat. • • • • • • c. kebakaran benda cair mengandung bahan yang mudah terbakar seperti bensin. dll. perlengkapan (seperti alat pernafasan dan lemari uap) dan fasilitas dasar pertolongan pertama seharusnya tersedia ditempat kerja. alat pernafasan dan pelindung telinga perlu tertutup dengan rapat dan sesuai tubuh sehingga terpakai dengan baik. • Api kelas B. Kenyamanan pekerja menggunakan perlengkapan dan pakaian adalah penting. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. solar. Memonitor lingkungan tempat kerja dan memonitor kesehatan seharusnya dilakukan secara tetap untuk meyakinkan program perlindungan memadai. LPG. Perlengkapan perlu dirawat sebagaimana mestinya : yaitu disimpan dengan aman dan dijaga kebersihan serta direparasi dengan baik. kebakaran bahan gas yang mudah terbakar seperti asitelin. pancuran air untuk keselamatan (safety showers) dan pencuci mata darurat (emergency eye wash) juga disediakan sebagai penjagaan pertama dalam kasus kegagalan pelindung. seperti papan. Untuk contoh. kertas. untuk contoh. Berikut ini hal penting sebagai pertimbangan : • Benda-benda pelindung penggunaannya harus sesuai dengan persyaratan pekerjaan seteliti mungkin. berarti ketidaknyamanan atau ketidakcocokan dapat menyebabkan pekerja menolak menggunakan alat keselamatan. • • • Api kelas C. Api kelas D. kebakaran kelistrikan dan meliputi perlengkapannya.doc Page 58 . Pakaian pelindung. batu bara dan serbuk gergaji. penggunaan alat pernafasan dengan saringan debu tidak akan melindungi pekerja yang menangani bahan kimia.

Adapun jenis dan simbol pada tabungnya adalah sbb. Bahan kimia kering. air jika tidak dekat aliran listrik Untuk kebakaran kelas B.di cat merah dengan adanya pita hitam Cairan uap BCF (Bromo Chloro di Fluoromethane) . dipakai untuk kebakaran kelas A (kebakaran bahan padat mengandung karbon) Tabung bersimbol huruf B terletak dalam persegi panjang warna merah.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 38 2) Bahan dasar untuk pemadam kebakaran : • • • • • Air .di cat merah dengan adanya pita putih Untuk kebakaran kelas E. Karbon dioksida. seharusnya dijaga agar tabung gas tetap dingin dengan menggunakan air pakai selang atau alat pemadam.di cat merah dengan adanya pita putih. gunakan : BCF. : • Alat pemadam kebakaran untuk bahan gas yang mudah terbakar. dan bila mungkin matikan suplai (kiriman) gas. gunakan : BCF. dipakai untuk kebakaran kelas B (kebakaran bahan cair mudah terbakar) Tabung bersimbol huruf C terletak dalam lingkaran warna biru.di cat biru Serbuk kering . Untuk kebakaran kelas D.di cat merah Karbon dioksida (CO2) . Karbon dioksida atau Busa kering Dilarang menggunakan air untuk memadamkan kebakaran bahan cair! Untuk kebakaran kelas C. 4) Mengenal Alat Pemadam Portable Alat pemadam portable (yang mudah dipindah) biasanya mudah ditempatkan pada tempat rawan kebakaran. Jangan mengunakan air atau busa pemadam untuk kebakaran kelistrikan. pertama matikan sumbertenaga. : • • • Tabung bersimbol huruf A terletak dalam segi tiga warna hijau. 3) Penggunaan bahan /alat pemadam Untuk kebakaran kelas A.doc Page 59 . Jika mungkin. gunakan : • • Serbuk kering . dipakai untuk kebakaran kelas E (kebakaran kelistrikan) Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Busa.di cat kuning Busa . gunakan : • • Pasir.

dipakai untuk kebakaran kelas D (kebakaran bahan logam) Pelat identifikasi alat pemadam kebakaran. Ketahui tempat semua perlengkapan untuk menghadapi kebakaran. disimpan dan ditangani sebagaimana mestinya. Pelajari tempat semua alarm (sirine) kebakaran. Menjaga peralatan menghadapi kebakaran dan rute jalan keluar bebas dari hambatan.doc Page 60 . 5) Kesiapan menghadapi kebakaran Semua bahan yang mudah terbakar harus dinamai. sebelum dinamai dan diisi kembali. prosedur pengungsian. Secara tetap latihan pemadaman seharusnya dilaksanakan sehingga pekerja terbiasa dengan prosedur keselamatan kebakaran dan mengetahui apa yang dilakukan jika terjadi kebakaran. • • • • • 6) Pengkondisian alat pemadam kebakaran Secara lengkap peralatan pemadam harus terjaga dan mudah diambil. Pastikan berfungsinya alat pemadam kebakaran.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 39 • Tabung bersimbol huruf D terletak dalam bintang warna kuning. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Menurut peraturan. • • • Jaga alat pemadam kebakaran dari pengaruh panas dan dingin yang ekstrim (perbedaan yang mencolok). dimana jalan ketangga tidak terhalang.petugas keadaan darurat. Semua pekerja seharusnya mengetahui prosedur untuk pengungsian darurat dan dimana pintu keluar . Menjaga jalan masuk untuk tangga dan perancah/penyangga (scaffolding) bebas. dan segera ditempatkan dengan seksama pada tempat yang mudah diraih agar dapat melayani reaksi bahaya kebakaran. Mampu menggunakan peralatan dan mengikuti latihan kebakaran dengan keyakinan. Jangan pernah mengembalikan alat pemadam kebakaran setelah digunakan ketempatnya. alat pemadam harus dinamai dan dirawat sebagaimana mestinya. Adapun yang diperlukan adalah : • Pahami prosedur pencegahan kebakaran dimana anda bekerja .

doc Page 61 . Jika menemukan kebakaran. segera lakukan tindakan yang tepat dan segera keluar. kurangi bahaya untuk kehidupan dan jaga kerusakan agar minimum. ingat enam langkah KESELAMATAN ini : • Bunyikan alarm segera Beberapa menit pertama setelah kebakaran mulai. adalah vital untuk mengontrolnya • Beritahu kebakaran pasukan pemadam Yang terbaik pasukan pemadam datang ketika api masih terkontrol dibandingkan setelah api besar tidak terkontrol • Beritahu setiap mengamankan orang untuk Seseorang menyaksikan pasukan pemadam dapat langsung memadamkan api tanpa menunda • Hadapi kebakaran dengan peralatan yang tersedia Kebakaran kecil dapat segera dikontrol • Mengungsi jika perlu Kebakaran besar bisa membahayakan hidup Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 40 7) Menghadapi kebakaran Jika kebakaran terjadi.

sehingga pekerja memahami tentang peringatan sirene dan rencana tindakan keadaan darurat. ambulans. ancaman bom atau keadaan darurat di sekitar lokasi pabrik berada. dan untuk diikuti perintahnya dengan cara seksama. kebakaran. Untuk urusan selanjutnya ditangani oleh bagian adminstrasi. Pencemaran udara di pabrik dari kebocoran gas. Latihan pengungsian secara tetap harus dilakukan. atau yang lain. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. dapat dan diharuskan setiap orang meninggalkan pabrik segera. Tetapi bila berada jauh. Pabrik mempunyai prosedur pengungsian yang diperlukan pekerja untuk bertindak berdasarkan peringatan suara sirene. maka petugas PPPK harus memutuskan apakah mengirimkan dokter. petugas PPPK melanjutkan tindakan-tindakan sebagai berikut : • • • • Petugas PPPK memberikan laporan secara terperinci mengenai korban dan pertolongan pertama yang telah diberikan kepada dokter. jangan coba untuk memadamkannya sebelum kebocoran dihentikan.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 41 • Jangan memasuki kembali gedung yang sedang terbakar Asap dan gas didalam gedung yang sedang terbakar adalah berbahaya dan sering mematikan Catatan: Ketika bocoran gas terbakar. Prosedur Pengungsian Darurat Situasi darurat di tempat kerja memungkinkan semua orang di area kerja atau seluruh pabrik mengungsi. Selanjutnya. sesuai persetujuan rencana pengungsian. dan bagaimana harus bertindak memberikan pertolongan pertama. maka dapat langsung diberi pertolongan. Pertolongan Pertama Para petugas PPPK (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) harus mengetahui kepada siapa. di mana. d. e. Pada umumnya bila korban ada didekat petugas PPPK. Mandor/Pengawas harus bertanggung jawab dan melaporkan kejadian yang dialami korban.doc Page 62 . Pimpinan atau atasan harus ikut menanggung dan memberikan keputusan untuk segera menyelidiki sebab-sebabnya.

misalnya : • • • kapas. setiap orang seharusnya telah berlatih dasar-dasar pertolongan pertama. perubalsem. obat luka baru. D samping kotak PPPK. tensoplas.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 42 Selain petugas PPPK. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. harus tersedia juga perlengkapan pertolongan pertama lain atau obatobatan yang disimpan dalam kotak PPPK. pembalut luka. slogan atau poster perlu juga sebagai alat bantu untuk mengingatkan pekerja pada waktu bekerja. dan borwater. dan obat-obatan lain. Walaupun tindakan pertolongan pertama tidak tercakup dalam modul ini.doc Page 63 .

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Tugas 4 Kewajiban dan Hak Tenaga Kerja serta Pengurus Petunjuk : 1. Dengan apa ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja. Apa saja kewajiban pembinaan pengurus terhadap tenaga kerja baru. Pembinaan dan Panitia K3 1. dan diskusikan susunan kepanitiaan K3 yang sebaiknya. Sebutkan fungsi Panitia K3. Diskusikan tugas pembinaan lainnya dari pengurus. Siapa saja yang melakukan pengawasan terhadap undang-undang keselamatan kerja dan sejauh mana kewenangan masing-masing. Sebutkan maksud tempat kerja dalam undang-undang Keselamatan Kerja tahun 1970 2. 2. Tugas 2 Persyaratan Keselamatan Kerja 1. Diskusikan kewajiban dan hak tenaga kerja menurut undang-undang Keselamatan Kerja. 2. 3. Diskusikan apa saja ruang lingkup yang dicakup dalam undang-undang Keselamatan Kerja tahun 1970. Diskusikan tentang susunan dan tugas Panitia Banding.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas Tugas Tugas 1 Istilah dan Ruang lingkup 1.doc Page 64 . Buatlah daftar semua persyaratan keselamatan kerja Tugas 3 Pengawasan.

Jelaskan ketentuan-ketentuan yang wajib dilakukan oleh perusahaan dalam penerapan Sistem Manajemen K3.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas 2. Tugas 6 Penerapan dan Audit Sistem Manajemen K3 Petunjuk : 3. Sebutkan unsur-unsur audit Sistem Manajemen K3 dan diskusikan mekanisme pelaksanaan audit. Diskusikan dengan grup belajar anda tentang format laporan dan pengisiannya. Diskusikan juga format-format laporan pemeriksaan. terhadap gambar keselamatan kerja dan alat perlindungan diri untuk tenaga kerja. Sebutkan kewajiban pengurus terhadap dokumen undang-undang Keselamatan Kerja dan peraturan pelaksanaannya. 4. Jelaskan tata cara pelaporan suatu kecelakaan kerja. penyakit atau kesakitan yang dapat disebabkan oleh : a) Gerakan bagian peralatan ? b) Kebisingan ? c) Getaran ? d) Pencahayaan ? e) D e b u ? Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 65 . 2. Apa jenis-jenis cedera. Diskusikan dengan grup belajar anda. Tugas 7 Jenis-jenis Bahaya di Tempat Kerja 1. Tugas 5 Tata cara Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan Petunjuk : 1. Sebutkan prosedur pemeriksaan kecelakaan dan jenis pemeriksaan yang dilakukan.

Bab 4

Strategi Penyajian

Tugas

f) Tekanan udara ? g) Penanganan manual dan pengangkatan ? 2. Berikan contoh dari masing-masing bahaya bahan kimia, dan cedera/penyakit yang disebabkan oleh : a) G a s b) A s a p c) Cairan d) Zat berbahaya lainnya 3. Seberapa bahaya psikologi yang bisa anda sebutkan ? 4. Sebutkan seberapa bahaya biologi yang mungkin terjadi ditempat kerja, yang mungkin menimbulkan kasus.

Tugas 8 Pencegahan Dan Pengontrolan Bahaya Sistim Kerja
1. Mengapa sistim kerja yang aman termasuk rotasi pekerjaan ? 2. Bicarakan dalam grup belajar anda tentang perancangan/mengatur kembali sistim pekerjaan yang anda lakukan, atau peralatan yang anda gunakan. Bagaimana hal itu dapat dilakukan .

Tugas 9 Pencegahan dan Pengontrolan Bahaya Pemesinan, Kebisingan dan Penanganan Manual
Petunjuk 1 : • • Apakah ada beberapa praktik buruk yang digunakan pada tempat kerja anda ? Data hal tersebut dan diskusikan dengan grup belajar anda. Diskusikan dengan pembimbing dan grup belajar anda beberapa fakta bahaya pada pemesinan ditempat kerja anda. Bagaimana anda dapat menjamin bahwa bahaya dapat dicegah atau dikontrol.

Petunjuk 2 : • Minta pembimbing untuk memutar video tentang kebisingan atau mengunjungi tempat kerja dan amati tentang kebisingan.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Page 66

Bab 4

Strategi Penyajian

Tugas

Apakah kebisingan suatu masalah ditempat kerja anda ?. Ada beberapa cara pemeriksaan efek kebisingan atau mengurangi kebisingan yang terlihat, yang digunakan ditempat kerja anda ?. Seharusnya itu dilakukan ?. Diskusikan hal itu dengan pembimbing dan grup belajar anda.

• •

Petunjuk 3 : Diskusikan dengan grup anda semua perbedaan bentuk penanganan manual yang anda lakukan dalam minggu tertentu.

Petunjuk 4 : • Minta pembimbing anda untuk menampilkan video tentang penanganan manual atau berkunjung ke tempat kerja. Ada berapakah praktik buruk yang dilihat, digunakan ditempat kerja anda ? Yang mana ? Diskusikan hal tersebut dengan grup anda, dan berikan saran cara untuk menghindarinya.

Tugas 10 Pencegahan dan Pengontrolan Bahaya Kimia
Petunjuk 1 : Pembimbing anda akan menyajikan beberapa lembaran data keselamatan bahan (Material Safety Data Sheet / MSDS) dari tempat kerja anda. Bicarakan dengan pembimbing dan grup belajar anda tentang zat apa yang dikandungnya, apa efeknya kepada kesehatan dan apa tindakan pengamanan yang dilakukan ketika menggunakannya. Petunjuk 2 : Kerjakan dengan pembimbing dan grup belajar anda, untuk mendata semua cara berdasarkan pemikiran anda untuk pencegahan atau pengontrolan bahaya bahan kimia. Gunakan kategori berikut (lihat kembali bagian gagasan 'Pencegahan dan pengontrolan bahaya') • • • • • Mengeliminir bahaya Cara bekerja yang aman dari bahaya Prosedur dan sistim kerja yang aman Penggunaan peralatan dan pakaian pelindung

Petunjuk 3 : Minta pembimbing anda memutarkan video tentang penanganan bahan kimia atau mengunjungi tempat kerja dan amati tentang penanganan bahan kimia. Apa yang disarankan untuk peningkatan diarea tempat kerja anda ? Diskusikan hal itu dengan grup belajar anda

• •

Petunjuk 4 : Kerjakan dengan pembimbing dan grup belajar anda untuk mendata kemungkinan efek penyalah-gunaan obat bius atau alkohol pada tempat kerja anda.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Page 67

Bab 4

Strategi Penyajian

Tugas

Tugas 11 Tata Laksana yang baik
Petunjuk 1 : • Tanyakan pada pembimbing apakah perusahaan anda punya Daftar Pemeriksaan Keselamatan Kerja. Jika ada, tentukan area kerja di pabrik dan isi daftar untuk area tersebut dengan menandai Ya/Tidak dilaksanakan pada lembaran yang disediakan dan buatlah komentar yang sesuai. Jika mungkin, kerjakan tugas ini dengan rekan yang lain dalam grup belajar anda. Jika perusahaan anda tidak mempunyai daftar, buatlah daftar tersebut dengan kerjasama grup.

• •

Petunjuk 2 : Sekarang lihat video tentang tata laksana tempat kerja, atau kunjungi tempat kerja dan amati tentang tata laksana area produksi, bengkel atau area kerja lainnya. Diskusikan hasil pengamatan grup dan tuliskan beberapa hal dengan seksama dibawah judul berikut ini : • • • • • Jalan masuk bersih Tempat kerja rapi Tangga Alas kaki tepat Oli tumpah

Tugas 12 Penyimpanan Bahan
Petunjuk : Bicarakan dengan rekan yang lain dalam grup belajar anda mengenai situasi berikut. Pada masingmasing kasus kecelakaan apa yang dapat terjadi dan apa yang seharusnya dilakukan pekerja untuk menghindari kecelakaan. Tulis jawaban anda ! • • • • Pekerja menggunakan trolley (kereta) untuk membawa beberapa bahan, tetapi tidak mengikuti jalur jalan yang telah ditandai. Pekerja diberitahu bahwa beberapa kain lap yang telah di celupkan kedalam bahan pelarut terbentang diatas lantai area kerja. Saluran tenaga listrik dapat terletak melintasi permukaan yang lembab dengan aman, hal itu berbahaya jika melintasi jalur jalan atau gang. Bahan kimia dapat dengan aman disimpan dalam lemari tahan api pada area kerja.
Page 68

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

• Tugas 14 Polusi Serat Dan Debu Pada Lingkungan Industri Petunjuk : Tugas ini dicobakan hanya jika relevan dengan perusahaan anda. sebagai contoh yang telah dilakukan. Identifikasi jenis debu dan serat. Lengkapi berikut ini. Penyebab Bahaya : Penanganan yang jelek atau kontak langsung dengan partikel serat yang ada di udara. contoh : Kelistrikan : Debu atau Bahaya Serat • • • Jenis Polusi : Isolasi Serat mineral keramik yang jelek untuk isolasi panas. Anda hanya perlu melakukan satu contoh untuk masing-masing area kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas • • Tumpahan. Cari data tentang partikel serat dan debu yang dihasilkan dari proses kerja dan atau bahan yang digunakan pada area kerja. Jika anda merasa percaya diri bahwa anda mampu mengidentifikasi semua tanda-tanda. tutup buku dan tulislah maksud dari masing-masing gambar simbol tersebut. a.doc . gemuk atau sampah tergeletak di area kerja. Alat bantu mekanik disimpan ditempat yang mudah didatangi Tugas 13 Gambar Simbol Keselamatan Kerja Petunjuk : • Manfaatkan Gambar Simbol Keselamatan untuk Tempat kerja dari Departemen Tenaga Kerja untuk mempelajari mengenai semua standar tanda keselamatan yang dipergunakan di tempat kerja. jika perlu minta penjelasan kepada petugas keselamatan dan kesehatan kerja tentang masalah kesehatan yang disebabkan oleh debu dan serat. Elektronik : Debu atau Bahaya Serat • • • Jenis Polusi : Penyebab Bahaya : Efek Kesehatan : Page 69 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. pelapis dan pembungkus. serangan asma atau kanker paru-paru. termasuk bahan isolasi. Efek Kesehatan : Iritasi kulit.

a. Pengerjaan Logam : Bahaya Kimia Data bahan kimia. Untuk masing-masing area kerja (relevan untuk perusahaan anda). bahan pelarut dan bahan campuran digunakan pada Elektronik. Perawatan Pabrik : Debu atau Bahaya Serat Jenis Polusi : Penyebab Bahaya : Efek Kesehatan : Tugas 15 Pencegahan Dan Pengontrolan Polusi Bahan Kimia Petunjuk : Pada tugas ini anda perlu bicara kepada petugas keselamatan dan kesehatan kerja. Tindakan pengamanan untuk penggunaannya. termasuk pembuangan sisa : Tindakan pengamanan : b. pilih bahan kimia dan jelaskan hal berikut : • • • Hubungan bahaya kesehatan dengan kandungan bahan kimia. 1) ………………………(nama kandungan bahan kimia) Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 70 . gas. Bagaimana menangani kandungan zat tersebut dengan aman. pekerja dimasing-masing area berikut (yang relevan untuk pabrik anda) dan berkenaan dengan MSDS. Elektronik : Bahaya Kimia Data bahan kimia. gas.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas b. Plastik : Debu atau Bahaya Serat Jenis Polusi : Penyebab Bahaya : Efek Kesehatan : d. 1) ………………………(nama kandungan bahan kimia) • • • Bahaya kesehatan : Penanganan keselamatan. bahan pelarut dan bahan campuran digunakan pada Pengerjaan Logam. Pekerjaan Logam : Debu atau Bahaya Serat • • • • • • • • • Jenis Polusi : Penyebab Bahaya : Efek Kesehatan : c.

gas. Cari informasi tentang berapa tingginya tingkat kebisingan yang diizinkan pada pabrik. termasuk pembuangan sisa : Tindakan pengamanan : c. Tulis jawaban anda disini. • Tingkat kebisingan yang diizinkan pada pabrik adalah : b. 1) ………………………(nama kandungan bahan kimia) • • • Bahaya kesehatan : Penanganan keselamatan. 1) ………………………(nama kandungan bahan kimia) • • • Bahaya kesehatan : Penanganan keselamatan. bahan pelarut dan bahan campuran digunakan pada Plastik. Kunjungi pabrik dan tanyakan kepada pengurus keselamatan dan kesehatan kerja.doc Page 71 . termasuk pembuangan sisa : Tindakan pengamanan : d. Temukan dari pihak manajemen apa mereka punya rencana memperbaiki bahaya kebisingan pada pabrik dan kapan mereka melakukan perbaikannya. gas. • Takaran kebisingan sehari-hari pada pabrik adalah : c. termasuk pembuangan sisa : Tindakan pengamanan : Tugas 16 Pencegahan dan pengontrolan polusi kebisingan Petunjuk : a. bahan pelarut dan bahan campuran digunakan pada Perawatan Pabrik. berapa takaran kebisingan sehari-hari pada tempat atau pabrik tersebut.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas • • • Bahaya kesehatan : Penanganan keselamatan. Perawatan Pabrik : Bahaya Kimia Data bahan kimia. • • Manajemen merencanakan perbaikan tingkat kebisingan oleh : Perbaikan ini direncanakan untuk membuat : Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Plastik : Bahaya Kimia Data bahan kimia.

1) aktivitas : Memodifikasi peralatan atau mesin tanpa kewenangan • • Bagaimana pendapat anda (Berbahaya atau tidak) Kemungkinan kejadian?. 2) aktivitas : Melakukan pekerjaan tanpa aturan keselamatan sebab aturan dianggap menghambat proses pekerjaan. Untuk masing-masing terangkan mengapa hal itu berbahaya dan apa kecelakaan / cedera yang ditimbulkannya. dan kemungkinan apa yang dapat terjadi (kecelakaan apa?).doc Page 72 . 2. • • • • Bagaimana pendapat anda (Berbahaya atau tidak) Kemungkinan kejadian?. Minum alkohol saat istirahat siang dan kemudian kembali bekerja pada mesin dengan merasa sedikit melayang atau gembira tidak terkendali. • • • • • • Sedang bekerja bercanda dengan pekerja lain termasuk mengganggu mesin atau alat pengaman. 3) aktivitas : Tidak menggunakan alat pengaman Bagaimana pendapat anda (Berbahaya atau tidak) Kemungkinan kejadian?. Menarik perhatian sekitar dengan pura-pura berkelahi atau berkelakar dengan kasar. Merasa jemu dengan pekerjaan atau dengan supervisor sehingga melakukan sabotase terhadap peralatan atau mesin sehingga sesuatu berjalan lambat. Untuk masing-masing terangkan pendapat anda.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas Tugas 17 Tindakan Keamanan Kerja 1. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Lari turun tangga dan terpeleset pada jalur tangga. Menghilangkan tanda dilarang merokok di toilet atau area lain yang dilarang merokok. Berapa banyak aktivitas berikut yang menjadi pertimbangan bagi anda untuk bekerja dengan aman ?. Dari tiga aktivitas berikut ini menunjukan cara dan sikap kerja. Diskusikan dalam grup.

doc Page 73 . Sebutkan berikut ! masing-masing alat perlengkapan dan pakaian pelindung berdasarkan gambar A B C D E F Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas Tugas 18 Perlengkapan dan Pakaian Pelindung serta Program di Tempat Kerja 1.

doc Page 74 . Gambar denah Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. bagaimana pengaturan cara kerjanya ketika mulai kebakaran ? 2) Apa jenis alat pemadam yang digunakan untuk kebakaran awal dari kandungan bahan berikut ini : • • • • Kesalahan pengawatan pada instalasi kelistrikan. Ini adalah contoh dari apa yang seharusnya dibuat. Gas LPG bocor Kain lap masuk kedalam bahan pelarut Kotak-kotak bekas pengepakan 3) Buatlah peta area kerja anda dan tanda penempatan alat pemadam kebakaran (dan jenis alat pemadam) dan pintu keluar.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas Tugas 19 Keselamatan dan Perlindungan Kebakaran Petunjuk : Anda mungkin perlu bantuan pengurus keselamatan dan kesehatan kerja atau petugas kepegawaian untuk melengkapi tugas berikut : 1) Adakah pabrik anda mempunyai sistim 'sprinkler' otomatis jika terjadi kebakaran YA / TIDAK Jika ya.

4) Siapa pengawas kebakaran dan / atau keadaan darurat di area kerja dan / atau di pabrik ? 5) Apa tugas pengawas untuk keadaan darurat ? Tugas 21 Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK) 1) Tanda atau simbol PPPK adalah ?. berapa banyak jenis tanda peringatan yang ada dan apakah maksud masingmasingnya ? 3) Ketika anda mendengar suara tanda peringatan apa yang harus anda lakukan ? Jelaskan langkah per langkah. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 75 . 3) Apa saja isi Kotak PPPK ?. 2) Apa saja tindakan utama dalam pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas Tugas 20 Prosedur Pengungsian Darurat Petunjuk : Anda mungkin perlu bantuan perwakilan keselamatan dan kesehatan kerja atau petugas kepegawaian untuk melengkapi tugas berikut : 1) Adakah lebih dari satu jenis sirene atau suara tanda peringatan ditempat kerja anda untuk keadaan darurat ? YA / TIDAK 2) Jika ya.

doc Page 76 .6.12 dan 13). Mengapa ini penting ? Keselamatan dan kesehatan anda serta yang lainnya. tergantung atas diketahuinya tanggung jawab anda. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Anda juga perlu mengetahui langkah-langkah apa yang dilakukan jika anda atau yang lainnya mempunyai permasalahan di tempat kerja. Memahami siapa yang diwajibkan untuk mengawasi pelaksanaan undang-undang keselamatan kerja (pasal 5 . dan apa yang dilakukan tentang masalah keselamatan dan kesehatan yang timbul. anda akan mampu untuk : • • • • • Mengidentifikasi istilah dan ruang lingkup wilayah dan jenis pekerjaan yang dijamin undang-undang keselamatan kerja (pasal 1 dan 2) Menjelaskan dengan peraturan perundang-undangan menetapkan syarat-syarat untuk keselamatan kerja (pasal 3 dan 4). Menjelaskan bagaimana pembinaan terhadap pelaksanaan undang-undang keselamatan kerja (pasal 9 dan 10).7 dan 8).Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 1 Transparansi UNDANG-UNDANG KESELAMATAN KERJA Jika anda telah lengkap mempelajari unit ini. Menguraikan kewajiban dan hak tenaga kerja serta pengurus. agar keselamatan dan kesehatan kerja terjamin (pasal 11.

Sasaran Keselamatan kerja: 1. industri serta pembangunan. Mencegah pemborosan tenaga kerja. alat-alat kerja. alat-alat dan sumber-sumber produksi lainnya sewaktu kerja dan sebagainya. 2. 7. 8. Semua sasaran itu bertujuan meningkatkan taraf hidup (standard of living) dan kesejahteraan umat manusia. pesawat-pesawat. meningkatkan. dan aman sehingga menimbulkan kegembiraan semangat dalam bekerja. 6. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 5. dan mengamankan produksi. tertuju pada kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan manusia pada khususnya”. pemeliharaan bangunanbangunan. 3. pemakaian. nyaman. Mencegah terjadinya kecelakaan. Memperlancar.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 2 Falsafah Keselamatan Kerja “Menjamin keadaan. instalasiinstalasi dan sebagainya. Mencegah timbulnya penyakit akibat/pekerjaan Mencegah/mengurangi kematian Mencegah/mengurangi cacat tetap Mengamankan material. modal. mesin-mesin. 4. keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah manusia serta hasil karya dan budayanya. 9. Meningkatkan produktivitas kerja tanpa memeras tenaga kerja dan menjamin kehidupan produksinya. Menjamin tempat kerja yang sehat. konstruksi. bersih.doc Page 77 .

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan berdasarkan analisis laporan kecelakaan menyusun analisis laporan kekerapan dan keparahan kecelakaan tingkat nasional. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Kewajiban melaporkan berlaku bagi pengurus atau pengusaha yang telah dan yang belum mengikutsertakan pekerjaannya ke dalam program jaminan sosial tenaga kerja wajib melaporkan secara tertulis kepada Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja setempat dalam waktu tidak lebih dari 2 x 24 jam. Pemeriksaan Kecelakaan Setiap setelah menerima laporan kecelakaan dari pengurus atau pengusaha. Kepala Kantor Depnaker memerintahkan pegawai pengawas untuk melakukan pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan. Kakanwil Depnaker berdasarkan analisis laporan kecelakaan menyusun analisis kecelakaan setiap bulan dan kepada Menteri atau Pejabat yang ditunjuk.doc Page 78 .Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 3 Tata Cara Pelaporan Kecelakaan Pengurus atau pengusaha wajib melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi di tempat kerja dipimpinnya. Penyampaian laporan dapat dilakukan secara lisan sebelum dilaporkan secara tertulis. Kepala Kantor Depnaker berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan pada setiap akhir bulan menyusun analisis laporan kecelakaan dan menyampaikan kepada Kakanwil Depnaker selambat-lambatnya tanggal 5 bulan berikutnya.

9) Pengelolaan material dan pemindahannya . maka perlu diaudit unsur-unsur : 1) Pembangunan dan pemeliharaan komitmen . Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 10) Pengumpulan dan penggunaan data . 3) Peninjauan ulang desain dan kontrak . 12) Pengembangan keterampilan dan kemampuan. 7) Standar Pemantauan . 4) Pengendalian dokumen . dan lingkungan kerja dalam keadaan aman.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 4 Penerapan Sistem Manajemen K3 Untuk menjamin orang lain yang proses produksi perlu penerapan Kerja keselamatan dan kesehatan tenaga kerja maupun berada di tempat kerja. 6) Keamanan bekerja berdasarkan Sistem Manajemen K3 .doc Page 79 . maka Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Audit Sistem Manajemen K3 Untuk pembuktian penerapan Sistem Manajemen K3. 8) Pelaporan dan perbaikan kekurangan . 5) Pembelian . 11) Pemeriksaan sistem manajemen . serta sumber produksi. 2) Strategi pendokumentasian .

cedera dan sakit. dan menjelaskan bagaimana bahaya dapat dicegah dan dikontrol. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Mengapa ini penting ? Semua pekerja perlu menyadari bahaya di tempat kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 5 Bahaya di Tempat Kerja Tujuan : • Menggambarkan jenis-jenis bahaya di tempat kerja • Mengidetifikasi bahaya yang dapat menyebabkan kesalahan dan cedera pada tempat kerja anda.doc Page 80 . sehingga mereka dapat bekerja kearah pengurangan kecelakaan. • Menjelaskan apa yang dimaksud dengan lembaran data keselamatan bahan (Material Safety Data Sheet / MSDS) dan bagaimana menggunakannya.

Bahaya Biologi : • Inspeksi kuman. getaran.doc Page 81 . Bahaya Fisik : • Gerakan peralatan atau bagian mesin • Bising. Bahaya Ergonomi : • Desain peralatan buruk atau tata letak yang salah 4.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 6 Jenis-jenis Bahaya : 1. Bahaya Bahan Kimia : • Gas. virus penyakit Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. dan zat berbahaya lainnya 3. cairan. pencahayaan. Bahaya Radiasi : • Radiasi microwave • Cahaya laser daya tinggi • Pemanas infra-red daya tinggi • Sinar gamma dari zat radio aktif • Radiasi ultra violet dari matahari 5. Bahaya Psikologi : • Stress. debu. atau tidak senang pada pekerjaan 6. asap. tekanan udara • Penanganan manual dan pengangkatan 2.

Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 7 Prinsip Pencegahan atau Pengontrolan Bahaya : • Bila mungkin. cari cara yang aman untuk mengerjakan • Pastikan prosedur dan sistim kerja yang aman • Gunakan peralatan dan pakaian pelindung Bahaya dan Pencegahan : • Pengaturan Kerja • Gerakan Mesin • Pengaruh Kebisingan • Penanganan Manual • Reaksi bahan Kimia • Alkohol dan Penggunaan Obat Bius • Bahaya lain ditempat Kerja Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 82 . eliminir bahaya • Jika bahaya tidak bisa dieliminir.

terjadi karena pekerja dan perusahaan tidak memberikan perhatian pada tata laksana yang baik.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 8 Tata Laksana Industri Tujuan : • Menjelaskan apa maksud Tata Laksana Industri • Menjelaskan bagaimana tata laksana yang baik dapat membuat tempat kerja aman. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. • Menjelaskan bahaya apa yang dapat disebabkan oleh tata laksana yang buruk. Mengapa ini penting ? Banyak kecelakaan tidak dapat dihindarkan pada tempat kerja.doc Page 83 . • Menjelaskan apa maksud gambar simbol keselamatan kerja.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. debu dan radiasi. terpisah sesuai jenisnya dan disimpan pada tempat yang memenuhi persyaratan • Lokasi gudang dan area kerja selalu dimonitor batas tingkatan asap.doc Page 84 . gumpalan awan dan debu dari asap harus diselidiki. • Barang berbahaya tersimpan pada tempat khusus yang aman • Bahan kimia diberi label dengan jelas.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 9 Manfaat Tata Laksana Yang Baik : • Memperkecil kecelakaan dan cedera yang terjadi di tempat kerja • Risiko kebakaran berkurang • Pekerja lebih percaya diri bekerja dengan aman • Tempat kerja menjadi lebih efesien Beberapa Hal Penting Dalam Penyimpanan Bahan : • Mudah diambil dan diangkut • Bahan tersimpan pada rak. laci atau kotak masingmasing. Bau yang menyengat.

tempat PPPK • Tanda Perintah/Pemberitahuan kepada pekerja dimana perlengkapan keselamatan khusus harus dipakai. dilarang merokok. Gambar lingkaran dengan diagonal merah diatas warna dasar putih.doc Page 85 .Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 10 Contoh Gambar Simbol Keselamatan • Tanda Larangan / Pencegahan kecelakaan . Berbentuk segi tiga dengan warna hitam diatas warna dasar putih. Contoh. Contoh. Berbentuk segi empat . gunakan kaca mata Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Contoh. Gambar putih diatas warna dasar biru. • Tanda Peringatan bahaya keselamatan dan kesehatan kerja. Contoh. mudah terbakar atau awas api • Tanda Pemberitahuan /Tempat perlengkapan keadaan darurat tersimpan.

• Menjelaskan cara pencegahan dan pengontrolan polusi.doc Page 86 .Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 11 Polusi pada Industri Tujuan : • Menjelaskan istilah-istilah pada polusi. Mengapa ini Penting ? Banyak polusi yang terjadi pada industri dan menyebabkan terganggunya lingkungan dan membahayakan manusia dan habitat makhluk lainnya secara luas. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. • Menjelaskan sumber-sumber polusi.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 87 . Lima Prinsip Pencegahan dan Pengontrolan dijelaskan pada unit 2 yaitu : • Lenyapkan • Ganti (bahan) • Kontrol • Prosedur dan sistim kerja yang aman • Perlengkapan dan pakaian pelindung. kandungan kimia dan tidak amannya tingkat kebisingan.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 12 Polusi pada Lingkungan Industri • Polusi dari serat (fiber) dan debu • Polusi dari bahan kimia • Polusi kebisingan Pencegahan dan Pengontrolan Polusi pada tempat kerja industri utamanya disebabkan oleh timbulnya bahaya serat dan debu.

prosedur dan praktik kerja yang mungkin menyebabkan cedera diri sendiri atau orang lain. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 88 . • Menjelaskan prosedur pengungsian tempat kerja dan pertolongan pertama pada kecelakaan.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 13 Keselamatan Pribadi Tujuan : • Mengenalkan sikap aman dan tidak aman di tempat kerja. Mengapa ini penting ? Semua pekerja perlu menyadari keselamatan pribadi mereka di tempat kerja. Anda telah siap mempelajari bahaya yang ada di tempat kerja dan polusi yang mungkin timbul dari bahan kimia dan pemesinan. • Mendata cara yang dapat meminimalkan risiko dan cedera. • Mendata barang perlengkapan dan pakaian pelindung • Memilih dengan tepat alat pemadam kebakaran yang sesuai dengan jenis kebakaran/bahan yang terbakar. • Menggambarkan sikap. Sekarang anda akan belajar bagaimana anda dapat meminimalkan risiko untuk diri sendiri dari faktor tersebut.

doc Page 89 . • Melakukan pekerjaan selalu seperti cara sendiri. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. • Tidak menggunakan alat pengaman walaupun diperlukan waktu mengerjakan pekerjaan.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 14 Tindakan Keamanan Kerja Aktivitas yang perlu dipertanyakan untuk bekerja dengan aman ? • Memodifikasi peralatan atau mesin tanpa kewenangan. walaupun jalan pintas melanggar petunjuk prosedur bekerja yang aman. walaupun metoda bekerja dengan aman telah dikembangkan. yang tidak punya keterampilan atau • Tidak memperhatikan aturan keselamatan sebab menurut pribadi hal itu menjadi penghambat dalam melakukan pekerjaan. • Melakukan pekerjaan yang tidak dilatih untuk melakukan. • Mengambil jalan pintas ketika mengerjakan. • Melakukan pekerjaan kewenangan.

• Laporkan praktik kerja dan situasi yang diperkirakan tidak aman. • Jangan melakukan sesuatu yang belum dilatih. • Ikuti aturan dan petunjuk keselamatan • Ketahui tanda peringatan dan pahami maksudnya dan lakukan seperti yang ditunjukan. perlengkapan dan praktik kerja dapat dibuat aman. dipelajari dengan seksama dan • Pikirkan tentang apa yang dapat terjadi sebelum melakukannya. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. • Laporkan semua kecelakaan dan cedera sekecil apapun jika kemungkinan terjadi. tidak punya • Kerja sama dan partisipasi dalam program ini membuat tempat kerja aman.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 15 Tindakan Bekerja dengan Aman Daftar berikut ini seharusnya dipraktikan secara rutin. • Jangan melakukan sesuatu yang dapat melukai diri sendiri atau orang lain. • Berikan gagasan tentang bagaimana pemesinan. • Laporkan kesalahan atau peralatan dan perlengkapan yang tidak aman. keterampilan atau kewenangan melakukannya. • Selalu mengunakan peralatan dan perlengkapan dengan benar untuk pekerjaan yang dilakukan.doc Page 90 .

doc Page 91 .Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 16 Perlengkapan dan Pakaian Pelindung Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

Bahan cair yang mudah terbakar BCF (kuning). Busa (biru). Air (tabung warna merah) seperti papan. Busa/bahan kimia kering (merah/ dengan pita putih) Kelas E Bahan kelistrikan perlengkapannya. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. kertas. solar . CO2 seperti bensin. minyak cat . (merah/ dengan pita hitam. Busa/bahan kimia kering (merah/ dengan pita putih Bahan gas yang mudah terbakar -Jaga tabung gas tetap dingin seperti asitelin. batu bara dll. CO2 (merah/ dengan pita hitam. dll.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 17 Keselamatan Kebakaran dan Perlindungan Tabel Golongan Kebakaran dan Bahan Pemadam Golongan Kebakaran Kelas A Kebakaran mengandung Bahan/alat pemadam Bahan padat mengandung karbon. LPG dengan menggunakan air pakai selang atau alat pemadam -Matikan suplai (kiriman) gas. Kelas B Kelas C Kelas D Bahan logam Serbuk kering (merah/ dengan pita putih) dan BCF (kuning).doc Page 92 .

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 5. 6. 3.doc Page 93 . jangan coba untuk memadamkannya sebelum kebocoran dihentikan.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 18 Enam Langkah Keselamatan Menghadapi Kebakaran : 1. 2. Catatan: Ketika bocoran gas terbakar. 4.

setiap orang seharusnya telah berlatih dasardasar pertolongan pertama. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Anda tidak dapat menunggu terjadinya masalah dan kemudian baru memutuskan bagaimana menanganinya.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 19 Ringkasan Keselamatan dan kesehatan kerja.doc Page 94 . kebakaran dan prosedur pengungsian keadaan darurat tidak dapat dianggap enteng. Yakinkan anda mengetahui prosedur yang tepat untuk tempat kerja anda. dan siapa yang ditunjuk sebagai petugas. pengawas kebakaran. Catatan : Walaupun tindakan pertolongan pertama tidak diuraikan dalam unit ini. Berdasarkan tempat kerja anda kembangkan prosedur dan tetapkan petugas sebagai ahli pertolongan pertama. perwakilan keselamatan dan kesehatan kerja dan lainnya.

Untuk menilai unit ini mungkin Anda akan memilih metode yang ditawarkan dalam pedoman ini.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini BAB 5 CARA MENILAI UNIT INI Apa yang Dimaksud dengan Penilaian ? Penilaian adalah proses pengumpulan bukti-bukti hasil ujian/pekerjaan dan pemberian nilai atas kemajuan peserta pelatihan dalam mencapai kriteria unjuk kerja seperti yang dimaksud dalam Standar Kompetensi. Apa yang Dimaksud dengan Kompeten? Tanyakan pada diri Anda sendiri : “Kemampuan kerja apa yang benar-benar dibutuhkan oleh peserta pelatihan”? Jawaban terhadap pertanyaan ini akan mengatakan kepada Anda tentang apa yang kita maksud dengan kata “kompeten”. Pengakuan terhadap kompetensi yang ada dengan mengumpulkan bukti-bukti kemampuan untuk dinilai apakah seseorang telah memenuhi standar kompetensi. Penilaian lebih untuk mengidentifikasi pencapaian dan penguasaan kompetensi peserta pelatihan dari pada hanya untuk membandingkan prestasi peserta terhadap peserta lain. Bila Anda menilai kompetensi ini Anda harus mempertimbangkan seluruh issue di atas untuk mencerminkan sifat kerja yang nyata . Penilai mengakui bahwa individuindividu dapat mencapai kompetensi dalam berbagai cara: • • kualifikasi terdahulu belajar secara informal. Untuk menjadi kompeten dalam suatu pekerjaan yang berkaitan dengan keterampilan berarti bahwa orang tersebut harus mampu untuk : • • • • • menampilkan keterampilan pada level (tingkat) yang dapat diterima mengorganisasikan tugas-tugas yang dibutuhkan. Pengakuan Kompetensi yang Dimiliki Prinsip penilaian terpadu memberikan pengakuan terhadap kompetensi yang ada tanpa memandang dari mana kompetensi tersebut diperoleh. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Bila pada nilai yang ditetapkan telah tercapai ( sesuai dengan kriteria ). baik memenuhi standar kompetensi untuk suatu pekerjaan maupun untuk kualifikasi formal. Para penilai harus memperhatikan petunjuk penilaian dalam standar kompetensi sebelum memutuskan metode penilaian yang akan dipakai. seorang peniIai industri yang diakui akan menentukan apakah seorang pekerja mampu melakukan tugas yang terdapat dalam unit kompetensi ini . atau mengembangkan metode Anda sendiri untuk melakukan penilaian. maka dinyatakan bahwa kompetensi sudah dicapai . merespon dan bereaksi secara layak bila sesuatu salah memenuhi suatu peranan dalam sesuatu rangkaian tugas-tugas pada pekerjaan mentransfer/mengimplementasikan keterampilan dan pengetahuan pada situasi baru.doc Page 95 . Kualifikasi Penilai Dalam kondisi Iingkungan kerja.

dimana tenaga kerja melakukan pekerjaan. Pengertian tempat kerja dalam undang-undang keselamatan kerja adalah tiap ruangan atau lapangan. di mana peserta dinilai (penilaian formatif) pada setiap elemen kompetensi. Sesi praktik seharusnya diulang sampai tingkat penguasaan yang disyaratkan dari sub kompetansi dicapai. mengisi/melengkapi kalimat. BETUL SALAH Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Sebagai contoh. Setiap sesi praktik atau tugas seharusnya dinilai secara individu untuk tiap Sub-Kompetensi. secara umum mengikuti format berikut: (a) (b) Menampilkan pokok keterampilan kompetensi/kriteria unjuk kerja. bergerak atau tetap. Tes pengetahuan pokok biasanya digunakan tes obyektif. pilihan ganda. Mereka tidak boleh melanjutkan unit berikutnya sebelum mereka benar-benar menguasai (kompeten) pada materi yang sedang dilatihkan . BETUL 2. Tes essay dapat juga digunakan dengan soal-soal atau pertanyaan yang relevan dengan unit ini. komparasi. SALAH Ruang lingkup yang dicakup oleh undang-undang no 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja adalah mengatur pekerja Indonesia.doc Page 96 .Bab 5 Cara Menilai Unit Ini Ujian yang Disarankan Umum Unit Kompetensi ini. lingkari salah satu BETUL atau SALAH 1. tertutup atau terbuka. Sebagai patokan disini seharusnya paling sedikit satu penilaian tugas untuk pengetahuan pokok pada setiap elemen kompetensi. berdasar pada dua hal yaitu: • • pengetahuan dan keterampilan pokok hubungan dengan keterampilan praktik. walaupun bekerja di negara lain. Untuk penilaian unit “Keselamatan dan Kesehatan Kerja “ disarankan hal-hal sebagai berikut: Penilaian Pengetahuan Pokok Penilaian Teori Sub-Kompetensi/Elemen 1 : Peraturan Kerja Tes berdasarkan pada soal-soal berikut : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan pilhan yang tepat ! Pertanyaan 1 sampai 5. Penilaian untuk unit ini. dan pengetahuan untuk setiap sub- Berhubungan dengan sesi praktik atau tugas untuk memperkuat teori atau mempersiapkan praktik dalam suatu keterampilan. Hal ini penting sekali.

Bab 5 Cara Menilai Unit Ini 3. BETUL SALAH 5. perusahaan dapat melakukan audit melalui Badan Audit yang ditunjuk oleh : (a) (b) (c) Pengusaha. Semua bahaya tempat kerja dapat dihilangkan. cedera atau sakit BETUL SALAH 3. BETUL SALAH Berikan tanda cek ( V ) pada kotak dekat jawaban yang terbaik. Pekerja seharusnya menyadari bahaya ditempat kerja. lingkari salah satu BETUL atau SALAH. Pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan dilakukan oleh pegawai pengawas setelah Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja menerima laporan kecelakaan dari pengurus atau pengusaha. Menteri Sub-Kompetensi/Elemen 2 : Bahaya di tempat kerja Tes berdasarkan pada soal-soal berikut : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan pilhan yang tepat ! Pertanyaan 1 sampai 5. Kewajiban melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi di tempat kerja oleh pengurus atau pengusaha meliputi yang telah dan yang belum mengikutsertakan pekerjaannya ke dalam program jaminan sosial tenaga kerja. BETUL SALAH 4. 1. SALAH Bahaya dapat mengarah pada kecelakaan. BETUL 2. Untuk pembuktian penerapan Sistem Manajemen K3. 6. Sistem Manajemen K3 wajib diterapkan oleh perusahaan yang proses atau bahan produksinya mengandung potensi bahaya peledakan. walaupun tenaga kerjanya dibawah batas ketentuan (kurang dari serratus orang). Pengawas. BETUL SALAH Page 97 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. pencemaran dan penyakit akibat kerja. kebakaran.doc .

BETUL SALAH 5.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini 4. Menambah beban listrik yang digunakan. Lingkaran biru indikasi simbol keselamatan dimana peralatan pelindung harus dipakai. Simbol keselamatan segi-tiga 'tengkorak dan tulang bersilang' digambar diatas latar belakang kuning. Saluran tenaga listrik seharusnya tidak terhampar melintang dipermukaan lembab/basah sebab : (a) (b) (c) Bisa tersengat listrik. Sekering/pengaman bisa putus. Pekerja yang telah minum alkohol atau sedang melakukan pengobatan dapat mencederai diri sendiri atau orang lain. 6. Tata laksana industri adalah tanggung jawab dari staf kebersihan. kesengat listrik dan ketinggian juga berbahaya.doc Page 98 . BETUL SALAH Berikan tanda cek ( V ) pada kotak dekat jawaban yang terbaik. Berlebihan panas atau dingin. BETUL SALAH 4. BETUL SALAH Sub-Kompetensi/Elemen 3 : Tata Laksana Indusri Tes berdasarkan pada soal-soal berikut : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan pilhan yang tepat ! Pertanyaan 1 sampai 5. lingkari salah satu BETUL atau SALAH 1. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. BETUL SALAH 3. SALAH Jalan masuk seharusnya dengan jelas ditandai dengan garis hijau. BETUL SALAH 5. Bahan yang mudah terbakar mudah dimakan api BETUL 2. peringatan bahaya biologi.

Polusi di pabrik kita dapat dikontrol atau dicegah. Dengan debu dan serat di udara cukup aman bekerja. BETUL 2. harus dikontrol sebagaimana mestinya. Ketika membuang sisa/sampah bahan kimia. BETUL SALAH 3. Pemadam kebakaran karbon dioksida cocok untuk kebakaran kelistrikan. BETUL SALAH 5. Kenyamanan pekerja menggunakan pakaian dan perlengkapan keselamatan tidak penting. SALAH Pekerja seharusnya dengan benar dilatih menggunakan dan merawat pakaian dan perlengkapan keselamatan. BETUL SALAH 4. Anda seharusnya selalu memikirkan tentang apa yang dapat terjadi sebelum anda melakukan sesuatu. Kebisingan keras yang terus menerus dapat menyebabkan kehilangan pendengaran. BETUL SALAH Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. lingkari salah satu BETUL atau SALAH 1.doc Page 99 . SALAH Semua bahaya bahan kimia dengan mudah identifikasi. BETUL SALAH 4. lingkari salah satu BETUL atau SALAH 1. BETUL SALAH Sub-Kompetensi/Elemen 5 : Keselamatan Pribadi Tes berdasarkan pada soal-soal berikut : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan pilhan yang tepat ! Pertanyaan 1 sampai 5.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini Sub-Kompetensi/Elemen 4 : Polusi pada Indusri Tes berdasarkan pada soal-soal berikut : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan pilhan yang tepat ! Pertanyaan 1 sampai 5. BETUL SALAH 3. BETUL 2.

Bab 5 Cara Menilai Unit Ini 5. 6.doc Page 100 . Sesuatu yang pertama dilakukan dalam kasus kebakaran adalah memberitahu pasukan pemadam kebakaran. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Semua hal diatas. Kaca-mata dan kaca pelindung keselamatan lainnya mungkin disediakan untuk melindungi dari : (a) (b) (c) (d) Pecahan beterbangan. Bahaya bahan kimia. Cahaya yang hebat/tajam (yaitu dalam pengelasan). BETUL SALAH Berikan tanda cek ( V ) pada kotak dekat jawaban yang terbaik.

0 Menjelaskan keselamatan pribadi.0 Mengidentifikasi undang-undang dan peratuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3).1 Cara tata laksana industri yang baik dapat mengurangi bahaya dijelaskan.3 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. 5. 1.2 Maksud gambar simbol keselamatan kerja dijelaskan. Tidak Perlu Latihan Lanjutan 5. 2. Tugas-tugas Penilaian Ya 1. 2.4 Prosedur pengungsian dan tindakan pertolongan pertama diterangkan.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini Ringkasan Penilaian Pengetahuan dan Keterampilan Gunakan tugas-tugas ini untuk menetapkan apakah peserta pelatihan telah menguasai pokokpokok pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan. 5.0 Menjelaskan polusi pada industri.0 Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja.2 Prosedur pencegahan dengan perlengkapan pelindung yang tepat diuraikan.2 Beberapa cara untuk mengontrol dan mencegah bahaya diuraikan.3 Tindakan keselamatan dan perlindungan kebakaran dijelaskan 5.1 Sumber polusi pada suatu lingkungan industri dijelaskan.1 Potensi bahaya di tempat diidentifkasi. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja dijelaskan.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dijelaskan 2. 4. Per. 3.2 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.0 Menjelaskan tata laksana industri. 5.03/MEN/1998 tentang tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan dijelaskan. 4. 4.1 Penyebab cedera pribadi dan sikap kerja yang aman diuraikan. Pokok-pokok Pengetahuan dan Keterampilan 1. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 3. Per.doc Page 101 .2 Tindakan pencegahan dan pengontrolan polusi diuraikan. 3.1 Isi undang-undang No. 1.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. …. ….Tata laksana yang baik . …. …. …. …. ….Polusi bahan kimia serta pencegahan. diantaranya : .Perlengkapan dan pakaian pelindung serta program ditempat kerja .Pemeriksaan kecelakaan . ….Tata cara pelaporan kecelakaan . ….Prosedur pengungsian darurat .Penyimpanan bahan .Tujuan. …. Menjelaskan sumber dan pengontrolan polusi pada industri : . …. . . Apakah telah memberikan bukti-bukti menunjukkan bahwa peserta dapat : Menjelaskan isi Undang-undang dan peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) meliputi : .Pertolongan pertama pada kecelakaan.Tindakan keamanan kerja . ….Pengawasan dan Pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja . …. sasaran dan penerapan sistem manajemen K3 .Pencegahan dan pengontrolan bahaya.Syarat-syarat keselamatan kerja .Gambar simbol keselamatan kerja.Audit sistem manajemen K3 dan mekanisme pelaksanaan audit Mengidentifikasi potensi dan mengatasi bahaya di tempat kerja : . Nama Peserta : Nama Penilai : yang cukup yang Catatan tentang ….doc Page 102 .Bab 5 Cara Menilai Unit Ini Checklist yang Disarankan Bagi Penilai Modul : Keselamatan dan Kesehatan Kerja. …. ….Keselamatan dan perlindungan kebakaran . ….Jenis-jenis bahaya .Polusi serat dan debu serta pencegahan . …. Menjelaskan cara tata laksana industri. ….Polusi kebisingan serta pencegahan Menjelaskan penyebab cedera dan prosedur keselamatan pribadi yakni : . ….Hak dan kewajian tenaga kerja dan pengurus.

………………. Kompeten Kompetensi yang Dicapai Umpan balik untuk Peserta: Tanda tangan Peserta sudah diberitahu tentang hasil Tanda tangan Penilai: penilaian dan alasan-ala san mengambil keputusan Tanggal: Saya sudah diberitahu tentang hasil penilaian dan alasan mengambil keputusan tersebut. Tanda tangan Peserta Pelatihan: Tanggal: Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 103 .Bab 5 Cara Menilai Unit Ini Lembar Penilaian Unit : BSDC 0201 / Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nama Peserta Pelatihan Nama Penilai Peserta yang Dinilai : : …………………………………… : …………..……….

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful