P. 1
Keselamatan+Kerja

Keselamatan+Kerja

|Views: 461|Likes:
Published by heri_kurniawan

More info:

Published by: heri_kurniawan on Mar 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/20/2014

pdf

text

original

Indonesia Australia Partnership for Skills Development

Batam Institutional Development Project

Paket Pembelajaran dan Penilaian
Kode Unit : BSDC-0201

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
(Occupational Health and Safety)

( Desember 2001 )

Daftar Isi
BAB 1 PENGANTAR ......................................................................................................... 1 Selamat Berjumpa di Buku Pedoman ini !................................................................... 1 Persyaratan Minimal Kemampuan Membaca, Menulis & Berhitung ........................... 1 Definisi ........................................................................................................................ 1 Berapa Lama Mencapai Kompetensi ? ....................................................................... 2 Simbol ......................................................................................................................... 2 Terminologi ................................................................................................................. 2 BAB 2 ARAHAN BAGI PELATIH ...................................................................................... 5 Peran Pelatih............................................................................................................... 5 Strategi Penyajian ....................................................................................................... 5 Alat Bantu yang Dibutuhkan untuk Menyajikan Kompetensi Ini.................................. 5 Peraturan .................................................................................................................... 6 Sumber-sumber untuk Mendapatkan Informasi Tambahan ........................................ 6 BAB 3 STANDAR KOMPETENSI...................................................................................... 7 Judul Unit .................................................................................................................... 7 Deskripsi Unit .............................................................................................................. 7 Kemampuan Awal ....................................................................................................... 7 Elemen Kompetensi dan Kriteria Unjuk Kerja ............................................................. 7 Variabel ....................................................................................................................... 8 Pengetahuan dan Keterampilan Pokok....................................................................... 9 Konteks Penilaian ....................................................................................................... 9 Aspek Penting Penilaian ............................................................................................. 9 Keterkaitan dengan Unit Lain.................................................................................... 10 Kompetensi Kunci yang akan Didemonstrasikan dalam Unit Ini ............................... 10 Tingkat Kemampuan yang Harus Ditunjukkan dalam Menguasai Kompetensi ini .... 10 BAB 4 A B C STRATEGI PENYAJIAN ...................................................................................... 11 Rencana Materi ................................................................................................. 11 Cara Mengajarkan Standar Kompetensi............................................................ 13 Materi Pendukung untuk Pelatih........................................................................ 21 Lembar Informasi........................................................................................... 22 Tugas............................................................................................................. 64 Transparansi.................................................................................................. 76 BAB 5 CARA MENILAI UNIT INI ...................................................................................... 95 Apa yang Dimaksud dengan Penilaian ? .................................................................. 95 Apa yang Dimaksud dengan Kompeten?.................................................................. 95 Pengakuan Kompetensi yang Dimiliki ....................................................................... 95 Kualifikasi Penilai ...................................................................................................... 95 Ujian yang Disarankan .............................................................................................. 96 Checklist yang Disarankan Bagi Penilai.................................................................. 102 Lembar Penilaian .................................................................................................... 103

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Bab 1

Pengantar

BAB 1

PENGANTAR

Selamat Berjumpa di Buku Pedoman ini !
Buku Paket Pembelajaran dan Penilaian ini menggunakan sistem pelatihan berdasarkan kompetensi untuk mengajarkan keterampilan ditempat kerja, yakni suatu cara yang secara nasional sudah disepakati untuk penyampaian keterampilan, sikap dan pengetahuan yang dibutuhkan dalam suatu proses pembelajaran. Penekanan utamanya adalah tentang apa yang dapat dilakukan seseorang setelah mengikuti pelatihan. Salah satu karakteristik yang paling penting dari pelatihan yang berdasarkan kompetensi adalah penguasaan individu secara aktual di tempat kerja. Pelatih harus menyusun sesi-sesi kegiatannya sesuai dengan : • • • • kebutuhan peserta pelatihan persyaratan-persyaratan organisasi waktu yang tersedia untuk pelatihan situasi pelatihan.

Strategi penyampaian dan perencanaan sudah dipersiapkan oleh pelatih untuk peserta pelatihan. Masalah yang disarankan akan memberikan suatu indikasi tentang apa yang harus dicantumkan dalam program tersebut untuk memenuhi/mencapai standar kompetensi. Strategi pembelajaran dan penilaian yang dipersiapkan dalam unit ini tidaklah bersifat wajib namun digunakan sebagai pedoman. Peserta pelatihan didorong untuk memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman industri mereka. Contoh-contoh produk industri lokal atau hasil pengembangan sumber-sumber yang mereka miliki, dapat membantu dalam menyesuaikan materi dan memastikan relevansi pelatihan.

Persyaratan Minimal Kemampuan Membaca, Menulis & Berhitung
Untuk melaksanakan pelatihan secara efektif dan agar dapat mencapai standar kompetensi diperlukan tingkat kemampuan minimal dalam membaca, menulis dan menghitung berikut: Kemampuan membaca dan menulis Kemampuan menghitung Kemampuan baca, interpretasi dan membuat teks. Kemampuan menggabungkan informasi untuk dapat menafsirkan suatu pengertian Kemampuan minimal untuk menggunakan matematika dan simbol teknik, diagram dan terminologi dalam konteks umum dan yang dapat diprediksi serta dimungkinkan untuk mengkomunikasikan keduanya yaitu antara matematik dan teknik.

Definisi
Seseorang yang berkeinginan untuk memperoleh kompetensi seharusnya berkenan menamakan dirinya sebagai peserta latih. Dalam situasi pelatihan, anda dapat ditempatkan sebagai siswa, pelajar atau sebagai peserta, sehingga seorang pengajar kompetensi ini adalah sebagai pelatih. Sebaliknya, dalam situasi pelatihan anda juga dapat ditempatkan sebagai guru, mentor, fasilitator atau sebagai supervisor.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Page 1

dengan demikian dimungkinkan peserta pelatihan yang berbeda memerlukan waktu yang berbeda pula untuk mencapai suatu kompetensi tertentu. jenis kelamin. fokusnya harus tertuju kepada pencapaian suatu kompeterisi/keahlian. agama atau latar belakang pendidikan. Proses ini dilaksanakan oleh seorang penilai yang memenuhi syarat (cakap dan berkualitas) dalam kerangka kerja yang sudah disetujui secara Nasional. Penilai Seseorang yang telah diakui/ditunjuk oleh industri untuk menilai/menguji para tenaga kerja di suatu area tertentu. bukan pencapaian pada pemenuhan waktu tertentu.Bab 1 Pengantar Berapa Lama Mencapai Kompetensi ? Dalam sistem pelatihan berdasarkan kompetensi. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Simbol Dalam keseluruhan paket pelatihan akan kita lihat beberapa simbol. pengetahuan dan sikap yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan secara efektif ditempat kerja serta sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan. Pelatihan Berdasarkan Kompetensi Pelatihan yang berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam menguasai suatu kompetensi/ keahlian secara terukur dan mengacu pada standar yang sudah ditetapkan. atau aktivitas yang harus Terminologi Akses dan Keadilan Mengacu kepada fakta bahwa pelatihan harus dapat diakses oleh setiap orang tanpa memandang umur. sosial. kultur.doc Page 2 . Penilaian Proses formal yang memastikan pelatihan memenuhi standar-standar yang dibutuhkan oleh industri. Kompeten Mampu melakukan pekerjaan dan memiliki keterampilan. Berikut penjelasan tentang simbol : Simbol Keterangan Handout ( Pegangan Peserta ) HO OHT Overhead Transparansi yang dapat digunakan dalam penyampaian materi pelatihan Penilaian kompetensi yang harus dikuasai Penilaian Tugas Tugas / kegiatan diselesaikan.

menganalisis. Acuan Penilaian Acuan penilaian adalah garis pedoman tentang bagaimana sebuah unit kompetensi harus dinilai. bekerja dengan orang lain dalam sebuah tim. Konteks Penilaian Menetapkan dimana. Kompetensi-kompetensi ini digolongkan ke dalam tingkat yang berbeda sebagai berikut: Tingkat kemampuan kompetensi ini Tingkat 1 2 yang harus ditunjukkan Karakteristik Tugas-tugas rutin dalam prosedur sudah tercapai dan secara periodik kemajuannya diperiksa oleh supervisor.Bab 1 Pengantar Aspek Penting Penilaian Menerangkan fokus penilaian dan poin-poin utama yang mendasari suatu penilaian. Kompetensi Kunci Kompetensi yang menopang seluruh unjuk kerja dalam suatu pekerjaan. menggunakan ide-ide teknikmatematis . Adil Tidak merugikan para peserta tertentu. Supervisor melakukan pemeriksaan atas penyelesaian pekerjaan. yaitu untuk membantu dalam memastikan bahwa pelajaran dilaksanakan secara baik dan adanya umpan balik kepada peserta tentang kemajuan yang mereka capai. Elemen Kompetensi Elemen atau Sub-Kompetensi adalah keterampilan-keterampilan yang membangun suatu unit kompetensi. Tugas-tugas yang Iebih luas dan lebih kompleks dengan peningkatan kemampuan diri untuk menangani pekerjaan secara otonomi. bagaimana dan dengan metode apa penilaian akan dilaksanakan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Fleksibel Tidak ada pendekatan tunggal terhadap penyampaian dan penilaian unjuk kerja dalam sistem pelatihan berdasarkan kompetensi. merencanakan dan mengorganisasikan aktifitas. memecahkan masalah penggunaan teknologi. dalam menguasai 3 Strategi Penyajian Strategi penyajian adalah dengan menyediakan informasi yang diperlukan tentang bagaimana melaksanakan pelatihan berdasarkan program yang dilaksanakan di tempat kerja dan/atau di tempat pelatihan/ organisasi yang bersangkutan.doc Page 3 . mengorganisasikan dan mengkomunikasikan ide-ide dan informasi. Penilaian Formatif Kegiatan penilaian berskala kecil yang dilakukan selama pelatihan. Bertanggung jawab atas aktifitas-aktifitas yang kompleks dan non-rutin yang diarahkan dan bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain. Ini meliputi: mengumpulkan.

Peserta Orang yang menerima / mengikuti pelatihan. Reliabel Menggunakan metode-rnetode dan prosedur-prosedur yang menguatkan terhadap standar kompetensi dan tingkatannya diinterpretasikan serta diterapkan secara konsisten kepada seluruh konteks dan seluruh peserta pelatihan.Recognition of Current Competence) Pengakuan akan keterampilan. Variabel Penjelasan tentang rincian tempat pelatihan dengan perbedaan konteks yang mungkin dapat diterapkan pada suatu unit kompetensi tertentu.doc Page 4 . Kriteria Unjuk kerja Kriteria-kriteria atau patokan yang digunakan untuk menilai apakah seseorang sudah mencapai suatu kompetensi dalam suatu unit kompetensi. Hal tersebut biasanya adalah kompetensi yang berkaitan dengan standar kompetensi industi dan juga berkaitan dengan pembelajaran dan pelatihan sebelumnya. Standar Kompetensi Nasional Kompetensi-kompetensi yang sudah disepakati secara nasional dan standar-standar penampilan kerja yang dijadikan acuan oleh segala pihak dalam melakukan suatu pekerjaan. yakni untuk memastikan bahwa peserta pelatihan sudah mencapai kriteria unjuk kerja. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. (lihat RCC) Penilaian Sumatif Penilaian ini dilakukan setetah pelatihan unit kompetensi selesai.Recognition of Prior Learning) Pengakuan terhadap hasil belajar sebelum mempelajari suatu unit kompetensi untuk mendukung pencapaian unit kompetensi tersebut. (lihat RPL) Pengakuan Terhadap Pengalaman Belajar (RPL. pengetahuan dan kemampuan sesseorang yang telah dicapainya. Pengetahuan dan Keterampilan Pokok Definisi atau uraian tentang keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk mencapai suatu keahlian/keterampilan pada tingkat yang telah ditetapkan Deskripsi Unit Gambaran umum tentang program pembelajaran/ kompetensi yang hendak dicapai. Valid Penilàian terhadap fakta-fakta dan kriteria unjuk kerja yang sama akan menghasilkan hasil akhir penilaian yang sama dari penilai yang berbeda.Bab 1 Pengantar Keterkaitan dengan Unit Lain Menerangkan peran suatu unit dan tempatnya dalam susunan kompetensi yang ditetapkan oleh industri. Pengakuan Kemampuan yang Dimiliki (RCC. Hal ini juga memberikan pedoman tentang unit lain yang dapat dinilai bersama. Pelatih Orang yang memberikan pelatihan.

dll ) kerja kelompok bermain peran dan simulasi. OHP dan perlengkapannya. Untuk memastikan bahwa anda siap bekerja pada kompetensi ini dengan peserta pelatihan. jika praktik industri atau magang tidak memungkinkan. dan alat-alat lain yang diperlukan. baik situasi maupun kebutuhan pesertanya. Contohnya. kemampuan membaca dan menulis serta keterampilan memahami dan menggunakan matematika peserta pelatihan yang dibutuhkan untuk mendemonstrasikan kompetensi dalam standar kompetensi ini ? Apakah anda menyadari tentang kemampuan membaca gambar peserta pelatihan yang dibutuhkan untuk mendemonstrasikan kompetensi dalam standar kompetensi ini ? Sudahkah anda pertimbangkan isu-isu yang wajar dan dapat diterima dalam merencanakan penyampaian program pelatihan ini? • • • • Strategi Penyajian Variasi kegiatan pelatihan yang disarankan untuk penyampaian kompetensi ini meliputi : • • • • • • • • pengajaran ( tatap muka ) tugas-tugas praktik tugas-tugas proyek studi kasus melalui media (video. referensi. Alat Bantu yang Dibutuhkan untuk Menyajikan Kompetensi Ini Ruang kelas atau ruang belajar memenuhi syarat minimum untuk penyampaian teori kepada peserta pelatihan.doc Page 5 . kunjungan/ kerja industri Pelatih harus memilih strategi pelatihan yang Iayak untuk kompetensi yang sedang diberikan. flip chart dan perlengkapannya. papan tulis. pertimbangkanlah pertanyaan-pertanyaan berikut ini: • • • • Seberapa yakin anda tentang pengetahuan dan ketrampilah anda sendiri yang dibutuhkan untuk menyampaikan setiap elemen? Apakah ada informasi atau peraturan baru yang mungkin anda butuhkan untuk diakses sebelum anda memulai pelatihan? Apakah anda merasa yakin untuk mendemonstrasikan tugas-tugas praktik? Apakah anda akan sanggup menerangkan secara jelas tentang pengetahuan pendukung yang dibutuhkan oleh peserta pelatihan untuk melakukan pekerjaan mereka secara tepat? Apakah anda menyadari situasi ruang Iingkup industri dimana kompetensi ini mungkin diterapkan? Apakah anda menyadari tentang bahasa. demonstrasi dan penggunaan multi media mungkin cukup memadai. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 2 Arahan Bagi Pelatih BAB 2 ARAHAN BAGI PELATIH Peran Pelatih Salah satu peran anda sebagai pelatih atau guru adalah memastikan standar pelayanan yang tinggi melalui pelatihan yang efektif. beragam simulasi.

Bab 2 Arahan Bagi Pelatih Peraturan Perhatikan peraturan-peraturan atau hukum yang relevan serta panduan yang dapat mempengaruhi kegiatan anda. 1980 Petunjuk Praktis Keselamatan Kerja Soedjono Bhratara Karya Aksara – Jakarta 1985 Himpunan Peraturan Perundang-undangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Tim Penyusun Departemen Tenaga Kerja RI. dan yakinkan bahwa peserta pelatihan anda mengikutinya. 1999 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 6 . Sumber-sumber untuk Mendapatkan Informasi Tambahan Sumber-sumber informasi meliputi beberapa kategori berikut ini : Sumber bacaan yang dapat digunakan : Judul: Pengarang: Penerbit: Tahun Terbit: Judul: Pengarang: Penerbit: Tahun Terbit: Judul: Pengarang: Penerbit: Tahun Terbit: Judul: Pengarang: Penerbit: Tahun Terbit Occupational Health and Safety Maree Wheelen Western Metropolitan College of TAFE 1990 Keselamatan Kerja dan Tata Laksana Bengkel Tia Setiawan dan Harun Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan.

4. 4. 3. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.1 Isi undang-undang No.1 Cara tata laksana industri yang dapat mengurangi bahaya dijelaskan.Bab 3 Standar Kompetensi BAB 3 STANDAR KOMPETENSI Dalam sistem pelatihan.0 Mengidentifikasi undang-undang dan peratuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3).2 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.0 Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja. Per.2 Beberapa cara untuk mengontrol dan mencegah bahaya diuraikan. 1.2 Maksud gambar simbol keselamatan kerja dijelaskan.3 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.1 Sumber polusi pada suatu lingkungan industri dijelaskan. Kriteria Unjuk Kerja 1. 1.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dijelaskan 2. 4. 3.0 Menjelaskan polusi pada industri. Per. keterampilan dan sikap kerja tentang keselamatan dan kesehatan kerja serta penerapannya di industri.0 Menjelaskan tata laksana industri. 2. Kemampuan Awal Peserta pelatihan harus telah memiliki kemampuan awal berikut : Nil Elemen Kompetensi dan Kriteria Unjuk Kerja Sub Kompetensi / Elemen 1.2 Tindakan pencegahan dan pengontrolan polusi diuraikan.1 Potensi bahaya di tempat diidentifkasi. Standar Kompetensi diharapkan dapat menjadi panduan bagi peserta pelatihan atau siswa untuk dapat : • • • • mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan mengidentifikasikan apa yang telah dikerjakan peserta pelatihan memeriksa kemajuan peserta pelatihan meyakinkan bahwa semua elemen ( Sub-Kompetensi ) dan kriteria unjuk kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian. 2. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja dijelaskan. 3.doc Page 7 .03/MEN/1998 tentang tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan dijelaskan. Judul Unit Keselamatan dan Kesehatan Kerja Deskripsi Unit Unit ini merupakan unit yang bertujuan untuk mempersiapkan seorang teknisi las dan teknisi lainnya memiliki pengetahuan.

c. sikap kerja serta keterampilan tentang keselamatan dan kesehatan kerja yang bersifat umum untuk keahlian yang relevan dengan pekerjaan las dan fabrikasi logam. b. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 3 Standar Kompetensi Sub Kompetensi / Elemen 5. Pelatihan dapat dilaksanakan di bengkel pelatihan atau di industri yang relevan dengan persyaratan . • Lingkungan kerja yang sehat dan aman dengan ventilasi dan sistem pengisap udara yang memadai. • Pencahayaan yang cukup.0 Menjelaskan keselamatan pribadi. sepatu kerja.4 Prosedur pengungsian dan tindakan pertolongan pertama diterangkan. Variabel Unit ini bermaksud memberikan pengetahuan. 5. 5. Kriteria Unjuk Kerja 5. Penekanan dari unit ini adalah hal-hal yang mendasar tentang aturan dan sikap keselamatan dan kesehatan kerja.doc Page 8 . juga ruang guru yang sebaiknya berdekatan dengan bengkel tersebut.1 Penyebab cedera pribadi dan sikap kerja yang aman diuraikan.3 Tindakan keselamatan dan perlindungan kebakaran dijelaskan 5. helm las dan/ atau kaca mata pengaman ( bila diperlukan ). Tersedia alat-alat keselamatan dan kesehatan kerja. Tersedia bengkel yang memenuhi persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja. • Tersedia sumber-sumber belajar dan media pembelajaran. Sasarannya adalah segala macam pekerjaan bengkel pada industri-industri manufaktur di lingkungan Pulau Batam dan Bintan serta Indonesia umumnya. a.2 Prosedur pencegahan dengan perlengkapan pelindung yang tepat diuraikan. • • d. Permasalahan keselamatan dan kesehatan kerja yang perlu diperhatikan : • Pemakaian peralatan keselamatan dan kesehatan kerja seperti : pakaian yang cocok.

Penyimpanan bahan .Gambar simbol keselamatan kerja.Perlengkapan dan pakaian pelindung serta program ditempat kerja .Keselamatan dan perlindungan kebakaran .Polusi kebisingan serta pencegahan Keselamatan Pribadi : . Tata Laksana Industri : . Penilaian seharusnya meliputi penilaian kemampuan praktik/unjuk kerja dan penilaian pokok-pokok pengetahuan dengan beberapa metoda penilaian.Pengawasan dan Pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja .Tujuan.Bab 3 Standar Kompetensi Pengetahuan dan Keterampilan Pokok Pokok-pokok pengetahuan dan keterampilan yang harus dinilai penguasaan dan penampilannya adalah sebagai berikut : Undang-undang dan Peraturan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) : .Hak dan kewajian tenaga kerja dan pengurus. sasaran dan penerapan sistem manajemen K3 . . yaitu : Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Polusi serat dan debu serta pencegahan .Jenis-jenis bahaya .Syarat-syarat keselamatan kerja .Tindakan keamanan kerja . asosiasi atau industri tempat bekerja.Audit sistem manajemen K3 dan mekanisme pelaksanaan audit Bahaya di Tempat Kerja : .Tata cara pelaporan kecelakaan .Tata laksana yang baik . Konteks Penilaian Unit ini dapat dilakukan penilaiannya oleh lembaga pelatihan.Pemeriksaan kecelakaan .Prosedur pengungsian darurat . . Polusi pada Industri : .Polusi bahan kimia serta pencegahan.Pencegahan dan pengontrolan bahaya.doc Page 9 . Aspek Penting Penilaian Fokus penilaian unit ini akan tergantung pada kebutuhan sektor industri yang mencakup dalam program pelatihan.Pertolongan pertama pada kecelakaan.

3 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. yang diatur sendiri dan bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain. Metode-metode penilain sebaiknya terdiri dari proses dan hasil.doc Page 10 . Aplikasi seharusnya berhubungan dengan kegiatan manufaktur dan perawatan. Penekanan pelatihan adalah prosedur-prosedur dan teknik-teknik yang benar disamping hasilnya. Kondisi unjuk bekerja akan membantu memenuhi maksud ini. Melakukan aktifitas-aktifitas yang kompleks dan non-rutin. Untuk pra-pelatihan kejuruan secara umum. Supervisor melakukan pemeriksaan atas penyelesaian pekerjaan. Sedangkan untuk penyelenggaraan pelatihan bagi industri yang khusus. Melakukan tugas-tugas yang Iebih luas dan lebih kompleks dengan peningkatan kemampuan untuk pekerjaan yang dilakukan secara otonom.Bab 3 Standar Kompetensi • • • • Adanya integrasi antara teori-praktik. Perlu hati-hati dalam pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan pelatihan unit ini. perlu diupayakan pelatihan khusus juga agar apa yang dibutuhkan industri tersebut dapat dipenuhi. Kompetensi Kunci yang akan Didemonstrasikan dalam Unit Ini Kompetensi Umum dalam Unit Ini Mengumpulkan. Mengelola dan Menganalisa Informasi Mengkomunikasikan Ide-ide dan Informasi Merencanakan dan Mengorganisir Aktifitas-aktifitas Bekerja dengan Orang Lain dan Kelompok Tingkat 1 1 1 1 Kompetensi Umum dalam Unit Ini Menggunakan Ide-ide dan Teknik Matematika Memecahkan Masalah Menggunakan Teknologi Tingkat 1 1 1 Tingkat Kemampuan yang Harus Ditunjukkan dalam Menguasai Kompetensi ini Tingkat 1 2 Karakteristik Melakukan tugas-tugas rutin berdasarkan prosedur yang baku dan tunduk pada pemeriksaan kemajuannya oleh supervisor. lembaga pelatihan harus menyediakan program pelatihan yang dapat mencakup semua industri agar tidak terjadi prasangka hanya untuk satu sektor industri saja. Keterkaitan dengan Unit Lain Unit ini merupakan unit lanjutan yang membekali pengetahuan dan keterampilan untuk proses las busur manual yang akan dipelajari pada tingkat berikutnya.

Elemen Jenis Variabel 1. Isi perencanaan merupakan kaitan antara kriteria unjuk kerja dengan pokok-pokok keterampilan dan pengetahuan .0 Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja. Bahaya di Tempat Kerja : .Tujuan. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja dijelaskan.0 Menjelaskan tata laksana industri.0 Mengidentifikasi undangundang dan peraturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3).Pengawasan dan Pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja . Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.2 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.3 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.03/MEN/1998 tentang tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan dijelaskan.Hak dan kewajiban tenaga kerja dan pengurus.doc .1 Cara tata laksana industri yang baik dapat mengurangi bahaya dijelaskan.Tata cara pelaporan kecelakaan . pengajar.2 Beberapa cara untuk mengontrol dan mencegah bahaya diuraikan 3. peserta dan penilai harus yakin dapat memenuhi seluruh rincian yang tertuang dalam standar kompetensi. 2.1 Isi undang-undang No. Per. 1.Tata laksana yang baik • Penyajian • Tanya jawab • Diskusi • Latihan • Penyajian • Tanya jawab • Diskusi • Handout • OH • Tugas • Handout • OHT • Tugas Page 11 3. 2. 2.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dijelaskan Topik Pelatihan Undang-undang dan peraturan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) : . 2. 1.Syarat-syarat keselamatan kerja .Jenis-jenis bahaya . Per. 1.1 Potensi bahaya di tempat diidentifkasi. .Pemeriksaan kecelakaan . sasaran dan penerapan sistem manajemen K3 .Pencegahan dan pengontrolan bahaya Tata Laksana Industri : .Audit sistem manajemen K3 dan mekanisme pelaksanaan audit • • • • Kegiatan Penyajian Tanya-jawab Diskusi Latihan Tampilan • Handout • OHT • Tugas Catatan: 1.Bab 4 Strategi Penyajian A Rencana Materi BAB 4 A STRATEGI PENYAJIAN Rencana Materi Penyajian bahan.

Topik Pelatihan .Penyimpanan bahan .Polusi bahan kimia serta pencegahan.Prosedur pengungsian darurat .2 Tindakan pencegahan dan pengontrolan polusi diuraikan.1 Sumber polusi pada suatu lingkungan industri dijelaskan.3 Tindakan keselamatan dan perlindungan kebakaran dijelaskan 5.Keselamatan dan perlindungan kebakaran . 4.2 Maksud gambar simbol keselamatan kerja dijelaskan.Tindakan keamanan kerja .1 Penyebab cedera pribadi dan sikap kerja yang aman diuraikan. Keselamatan Pribadi : .4 Prosedur pengungsian dan tindakan pertolongan pertama diterangkan.0 Menjelaskan polusi pada industri. .Perlengkapan dan pakaian pelindung serta program ditempat kerja .Gambar simbol keselamatan kerja Polusi pada Industri : -Polusi serat dan debu serta pencegahan . 5. • Handout • OHT • Tugas 5.2 Prosedur pencegahan dengan perlengkapan pelindung yang tepat diuraikan.0 Menjelaskan keselamatan pribadi.doc Page 12 .Pertolongan pertama pada kecelakaan • Penyajian • Tanya jawab • Diskusi • Latihan • Handout • OHT • Tugas Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian A Rencana Materi Elemen Jenis Variabel 3.Polusi kebisingan serta pencegahan Kegiatan • Latihan • Penyajian • Tanya jawab • Diskusi • Latihan Tampilan 4. 5. 4. 5.

keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa. 4 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.1 Isi undang-undang No.doc Page 13 . pasal demi pasal. tugas / praktik dan transparansi yang cocok/sesuai dengan standar kompetensi.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Sesi ini menunjukkan hand-out. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan.d. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan dan diskusi HO 2 s. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja dijelaskan.d.? 1. Instruktur menjelaskan dan memberi tugas tentang maksud dan tujuan undang-undang keselamatan kerja. 9 OHT 1 & 2 Tugas 1 s. Keterampilan.

19 OHT 4 Tugas 6 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. pasal demi pasal. pasal demi pasal. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa.doc Page 14 . Instruktur menjelaskan dan memberi tugas tentang maksud dan tujuan peraturan tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan. Per. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan dan diskusi HO 9 s.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dijelaskan Instruktur menjelaskan dan memberi tugas tentang maksud dan tujuan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja.? 1.d. Per.3 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. 13 OHT 3 Tugas 5 1.2 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan dan diskusi HO 14 s.d.03/MEN/1998 tentang tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan dijelaskan. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan.

10 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.? 2. berkunjung dan diskusi HO 20 OHT 5 & 6 Tugas 7 2. dan dapat juga memberikan contoh. Instruktur menjelaskan dan memberi tugas tentang pengontrolan dan pencegahan bahaya. berkunjung dan diskusi HO 21 s. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan.2 Beberapa cara untuk mengontrol dan mencegah bahaya diuraikan.1 Potensi bahaya di tempat diidentifkasi.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan.d. 26 OHT 7 Tugas 8 s. Instruktur menerangkan dan memberi tugas tentang jenis-jenis bahaya.d. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan.doc Page 15 .

Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan.2 Maksud gambar simbol keselamatan kerja dijelaskan. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan. juga cara penyimpanan bahan. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan.d. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan.1 Cara tata laksana industri yang baik dapat mengurangi bahaya dijelaskan. berkunjung dan diskusi HO 29 & 30 OHT 10 Tugas 13 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Instruktur menerangkan dan memberikan tugas tentang arti gambar simbol keselamatan kerja. berkunjung dan diskusi HO 27 s. Instruktur menjelaskan dan memberikan tugas tentang manfaat tata laksana industri yang baik. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa.doc Page 16 . 29 OHT 8 & 9 Tugas 11 & 12 3.? 3.

16 4. berkunjung dan diskusi HO 31 s. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan.? 4. Instruktur menjelaskan tentang istilah pada polusi dan sumber polusi serta memberi tugas yang relevan.2 Tindakan pencegahan dan pengontrolan polusi diuraikan.1 Sumber polusi pada suatu lingkungan industri dijelaskan. 16 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.d. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan.d. Instruktur memberikan penjelasan dan memberikan tugas tentang tindakan pencegahan dan pengontrolan polusi. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan.d.d. 34 OHT 11 & 12 Tugas 14 s.doc Page 17 . keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa. 34 OHT 12 Tugas 14 s. berkunjung dan diskusi HO 31 s.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan.

berkunjung dan diskusi HO 35 & 36 OHT 13 s.1 Penyebab cedera pribadi dan sikap kerja yang aman diuraikan. 15 Tugas 17 5. Juga memberikan tugas yang relevan.doc Page 18 . Instruktur menjelaskan dan memberi tugas tentang jenis-jenis dan fungsi perlengkapan pelindung diri dan persyaratan perlengkapan pada tempat kerja. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan. berkunjung dan diskusi HO 36 & 37 OHT 16 Tugas 18 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan.? 5.2 Prosedur pencegahan dengan perlengkapan pelindung yang tepat diuraikan. Instruktur menjelaskan istilah tentang keselamatan dan cara kerja yang meyebabkan cedera pribadi.d. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan.

doc Page 19 . juga kesiapan menghadapi kebakaran.3 Tindakan keselamatan dan perlindungan kebakaran dijelaskan Instruktur memberikan penjelasan tentang tindakan keselamatan dan perlindungan dari kebakaran yang meliputi : jenis alat pemadam.d. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan.? 5. fungsi dan perawatannya. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan. 41 OHT 17 & 18 Tugas 19 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Berikan tugas yang relevan. berkunjung dan diskusi HO 37 s.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa.

? 5. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan. berkunjung dan diskusi HO 41 & 42 OHT 19 Tugas 20 & 21 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa.doc Page 20 .4 Prosedur pengungsian dan tindakan pertolongan pertama diterangkan.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan. memberikan tugas tentang pengungsian darurat dan pertolongan pertama pada kecelakaan . Instruktur menjelaskan prosedur pengungsian darurat dan tindakan pertolongan pertama.

doc Page 21 . Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Tugas : Merupakan latihan keterampilan praktik yang harus dicapai berkenaan dengan kemampuan yang sesuai dengan rincian kompetensi pada deskripsi unit.Bab 4 Strategi Penyajian C Materi Pendukung untuk Pelatih C Materi Pendukung untuk Pelatih 1. Transparansi (Overhead Transparancy /OHT) : Isinya melingkupi setiap kriteria unjuk kerja yang dilengkapi dengan pokok-pokok sajian dan/ atau gambar-gambar yang diperlukan untuk penyampaian materi. yaitu: 2. Materi pendukung bagi guru dibagi dalam tiga hal. 3. Lembar Informasi (Handout) : Merupakan pegangan peserta pelatihan yang berisi materi/teori penunjang dan informasi yang sesuai dengan kriteria unjuk kerja yang melingkupinya.

… Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Identitas : …………………… : ……….doc Page 22 .Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi Lembar Informasi HO 1 KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (Occupational Health and Safety) BSDC-0201 Nama Peserta No..

doc Page 23 . bergerak atau tetap. di mana tenaga kerja bekerja atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk suatu keperluan suatu usaha dan di mana terdapat sumber atau sumbersumber bahaya sebagai mana terperinci pada pasal 2. ialah pegawai teknis berkeahlian khusus dari Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. jikalau yang diwakili berkedudukan di luar Indonesia. (3) Pengusaha ialah : a) Orang atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan sesuatu usaha bukan miliknya dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja. termasuk tempat kerja semua ruangan. (4) Direktur ialah pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk melaksanakan undang-undang ini. c) Orang atau badan hukum yang di Indonesia mewakili orang atau badan hukum termaksud pada a) dan b). tertutup atau terbuka. (5) Pegawai Pengawas. lapangan. UNDANG-UNDANG DAN PERATURAN TENTANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA a. (2) Pengurus ialah orang yang mempunyai tugas memimpin langsung suatu tempat kerja atau bagian yang berdiri. halaman dan sekelilingnya yang merupakan bagian atau yang berhubungan dengan tempat kerja tersebut. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja 1) Tentang Istilah Pasal 1 Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan : (1) Tempat kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 2 1. ialah tiap ruangan atau lapangan. b) Orang atau badan hukum yang menjalankan sesuatu usaha milik sendiri dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja. (6) Ahli keselamatan kerja. Undang-undang No. ialah tenaga teknis berkeahlian khusus dari luar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk mengawasi ditaatinya undang-undang ini.

Bab 4

Strategi Penyajian

Lembar Informasi

HO 3
2) Ruang Lingkup
Pasal 2 (1) Yang diatur oleh undang-undang ini ialah keselamatan kerja dalam segala tempat kerja, baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air, yang berada dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia. (2) Ketentuan pada ayat (1) tersebut berlaku pada tempat kerja di mana : a) Dibuat, dicoba, dipakai atau dipergunakan mesin, pesawat, alat, perkakas, peralatan atau instalasi yang berbahaya atau dapat menimbulkan kecelakaan, kebakaran atau peledakan. Dibuat, diolah, dipakai, dipergunakan, diperdagangkan, diangkut atau disimpan bahan atau barang yang dapat meledak, mudah terbakar, menggigit, beracun, menimbulkan infeksi, bersuhu tinggi. Dikerjakan pembangunan, perbaikan, perawatan, pembersihan atau pembongkaran rumah, gedung atau bangunan lainnya yang termasuk bangunan perairan, saluran atau terowongan di bawah tanah dan sebagainya atau dimana dilakukan pekerjaan persiapan. Dilakukan usaha : pertanian, perkebunan, pembukaan hutan, pengolahan kayu atau hasil hutan lainnya, peternakan, perikanan dan lapangan kesehatan. Dilakukan usaha perkembangan dan pengolahan emas, logam atau bijih logam lainnya, batu-batuan, gas minyak atau mineral lainnya, baik dipermukaan atau di dalam bumi, maupun di dasar perairan. Dilakukan pengangkutan barang, binatang atau manusia, melalui terowongan, di permukaan air, dalam air maupun di udara. Dikerjakan bongkar muat barang muatan kapal, perahu, dermaga, dek, stasiun atau gudang. Dilakukan penyelaman, pengambilan benda dan pekerjaan lain di dalam air. Dilakukan pekerjaan pada ketinggian di atas permukaan tanah atau perairan. Dilakukan pekerjaan di bawah tekanan udara atau suhu yang tinggi dan rendah. Dilakukan pekerjaan yang mengandung bahaya tertimbun tanah, kejatuhan, terkena pelantingan benda, terjatuh atau terperosok, hanyut atau terpelanting. Dilakukan pekerjaan di dalam tangki, sumur atau lubang.
Page 24

b)

c)

d)

e)

f) g) h) i) j) k) l)

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Bab 4

Strategi Penyajian

Lembar Informasi

HO 4
m) Terdapat atau menyebar suhu, kelembaban, debu, kotoran, api, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar atau radiasi, suara atau getaran. n) o) p) q) r) Dilakukan pembuangan atau pemusnahan sampah atau limbah. Dilakukan pemancaran, penyiaran atau penerimaan radio, radar, televisi atau telepon. Dilakukan pendidikan, pembinaan, percobaan, penyelidikan atau riset (penelitian) yang menggunakan alat teknis. Dibangkitkan, diubah, dikumpulkan, disimpan, dibagi-bagikan atau disalurkan, listrik, gas, minyak atau air. Diputar film, dipertunjukan sandiwara, atau diselenggarakan rekreasi lainnya yang memakai peralatan, instalasi listrik atau mekanik.

(3) Dengan peraturan perundang-undangan dapat ditunjukkan sebagai tempat kerja, ruangan atau lapangan lainnya yang dapat membahayakan keselamatan atau kesehatan yang bekerja dan atau berada di ruangan atau lapangan itu dapat diubah perincian tersebut pada ayat (2)

3) Syarat-syarat Keselamatan Kerja
Pasal 3 (1) Dengan peraturan perundang-undangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk : a) b) c) d) e) f) g) Mencegah dan mengurangi kecelakaan. Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran. Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian lain yang berbahaya. Memberi pertolongan pada kecelakaan Memberi alat perlindungan diri kepada para pekerja. Mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar luasnya suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca sinar atau radiasi, suara dan getaran.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Page 25

Bab 4

Strategi Penyajian

Lembar Informasi

HO 5
h) i) j) k) l) Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik fisik maupun phychis, peracunan, infeksi dan penularan. Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai. Menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik. Menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup. Memelihara kebersihan, kesehatan dan ketertiban.

m) Memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan proses kerjanya . n) o) p) q) r) Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang, binatang, tanaman atau barang. Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat, perlakuan dan penyimpanan barang. Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya. Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi.

(2) Dengan peraturan perundangan dapat diubah perincian seperti tersebut pada ayat (1) sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan teknik dan teknologi serta pendapat baru di kemudian hari. Pasal 4 (1) Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja dalam perencanaan, pembuatan, pengangkutan, peredaran, perdagangan, pemakaian, penggunaan pemeliharaan dan penyimpanan bahan, barang produk teknis dan aparat produksi yang mengandung dan dapat menimbulkan bahaya kecelakaan. (2) Syarat-syarat tersebut memuat prinsip-prinsip teknis ilmiah menjadi suatu kumpulan ketentuan yang disusun secara teratur, jelas dan praktis yang mencakup bidang konstruksi, bahan, pengolahan dan pembuatan, perlengkapan alat-alat perlindungan, pengujian dan pengesahan pengepakan atau pembungkusan, pemberian tanda-tanda pengenal atas bahan, barang, produk teknis dan aparat produksi guna menjamin keselamatan barang-barang itu sendiri, keselamatan tenaga kerja yang melakukannya dan keselamatan umum.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Page 26

pegawai pengawasan dan ahli keselamatan kerja dalam melaksanakan undang-undang ini diatur dengan peraturan perundangan. Pasal 7 Untuk pengawasan berdasarkan undang-undang ini. Pasal 8 (1) Pengurus diwajibkan memeriksa kesehatan badan. 4) Pengawasan Pasal 5 (1) Direktur melakukan pengawasan umum terhadap undang-undang ini. susunan Panitia Banding. (2) Wewenangan dan kewajiban direktur. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. (2) Pengurus diwajibkan memeriksa semua tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya. (3) Keputusan Panitia Banding tidak dapat dibanding lagi. Pasal 6 (1) Barang siapa tidak dapat menerima direktur dapat mengajukan permohonan banding kepada panitia Banding.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 6 (3) Dengan peraturan perundangan dapat dirubah perincian seperti tersebut pada ayat (1) dan (2). (3) Norma-norma mengenai pengujian kesehatan ditetapkan dengan peraturan perundangan. kondisi mental dan kemampuan fisik dari tenaga kerja yang akan diterimanya maupun akan dipindahkan sesuai dengan sifat pekerjaan yang diberikan padanya. sedang para pegawai pengawas dan ahli keselamatan kerja ditugaskan menjalankan pengawasan langsung terhadap ditaatinya undang-undang ini dan membantu pelaksanaannya. (2) Tata permohonan banding.doc Page 27 . pengusaha harus membayar menurut ketentuan-ketentuan yang akan diatur dengan peraturan perundangan. dengan peraturan perundangan ditetapkan siapa yang berkewajiban memenuhi dan mentaati syarat-syarat keselamatan kerja tersebut. secara berkala kepada dokter yang ditunjuk oleh pengusaha dan dibenarkan oleh direktur. tugas panitia Banding dan lainnya ditetapkan oleh Menteri Tenaga Kerja.

tugas dan lainnya ditetapkan oleh Menteri Tenaga Kerja. (2) Susunan Panitia Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Semua pengamanan dan alat perlindungan yang diharuskan dalam tempat kerjanya. saling pengertian dan partisipasi efektif dari pengusaha atau dan tenaga kerja di tempat kerja untuk melaksanakan tugas dan kewajiban bersama dibidang keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka melancarkan usaha berproduksi. Cara dan sikap yang aman dalam melaksanakan pekerjaannya. Alat perlindungan diri bagi tenaga kerja yang bersangkutan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 6) Panitia Pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pasal 10 (1) Menteri tenaga Kerja berwenang membentuk Panitia Pembina keselamatan dan Kesehatan Kerja guna memperkembangkan kerja sama.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 7 5) Pembinaan Pasal 9 (1) Pengurus diwajibkan menunjuk dan menjelaskan kepada setiap tenaga kerja baru tentang : a) b) c) d) Kondisi dan bahaya serta yang dapat timbul dalam tempat kerjanya. pula dalam pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan. (4) Pengurus diwajibkan memenuhi dan mentaati semua syarat dan ketentuan yang berlaku bagi usaha dan tempat kerja yang dijalankan.doc Page 28 . (2) Pengurus hanya dapat mempekerjakan tenanga kerja yang bersangkutan setelah ia yakin bahwa tenaga kerja tersebut telah mengalami syarat-syarat tersebut di atas (3) Pengurus diwajibkan menyelenggarakan pembinaan bagi semua tenaga kerja yang di bawah pimpinannya dalam mencegah kecelakaan dan pemberantasan kebakaran serta peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja.

diwajibkan menaati semua petunjuk keselamatan kerja dan memakai alat perlindungan diri yang diwajibkan. (2) Tata cara melaporkan dan memeriksa kecelakaan oleh pegawai termaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan perundangan. (3) Memenuhi dan mentaati semua syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan (4) Meminta kepada pengurus agar dilaksanakan semua syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan.doc Page 29 .Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 8 7) Kecelakaan dan Cara Melaporkan Pasal 11 (1) Pengurus diwajibkan melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi di tempat kerja yang dipimpinnya. (contoh terlampir). kepada pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja. Pasal 13 Barang siapa akan memasuki sesuatu tempat kerja. (5) Menyertakan keberatan kerja pada pekerja dimana syarat keselamatan dan kesehatan kerja serta alat perlindungan diri yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal khusus ditentukan lain oleh pegawai pengawas dalam batas yang masih dapat dipertanggungjawabkan. 9) Kewajiban bila memasuki tempat kerja. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 8) Kewajiban dan Hak Tenaga Kerja Pasal 12 (1) Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai dan atau ahli keselamatan kerja. (2) Memakai alat perlindungan diri yang diwajibkan.

Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. bergerak atau tetap. pada tempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 30 . undang-undang ini dan semua peraturan pelaksanaannya yang berlaku bagi tempat kerja yang bersangkutan. di mana tenaga kerja bekerja. semua gambar keselamatan kerja diwajibkan dan semua bahan pembinaan lainnya. atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha dan di mana terdapat sumber-sumber bahaya. (2) Memasang di tempat kerja yang dipimpinnya. (2) Kejadian berbahaya lainnya ialah suatu kejadian yang potensial. peledakan dan bahaya pembuangan limbah. disertai petunjuk-petunjuk yang diperlukan menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 9 10) Kewajiban Pengurus Pasal 14. 03/MEN/98 tentang Tata Cara Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan 1) Pengertian Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan : (1) Kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga semula yang dapat menimbulkan korban manusia dan atau harta benda. (3) Tempat kerja adalah tiap ruangan atau lapangan. b. Pengurus diwajibkan : (1) Secara tertulis menempatkan di tempat kerja yang dipimpinnya semua syarat keselamatan kerja yang diwajibkan. yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja kecuali kebakaran. (3) Menyediakan secara cuma-cuma semua alat perlindungan diri yang diwajibkan pada tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya dan menyediakan bagi setiap orang lain yang memasuki tempat kerja tersebut. pada tempat yang mudah dilihat dan dibaca dan menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja. tertutup atau terbuka.

(5) Pegawai pengawas adalah pegawai sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 ayat (5) UU No. atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan perusahaan bukan miliknya. c) Kejadian berbahaya lainnya. (6) Pengurus adalah : a) Orang perseorangan. persekutuan. persekutuan. persekutuan.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 10 (4) Pengurus adalah orang yang mempunyai tugas memimpin langsung suatu tempat kerja atau bagiannya yang berdiri sendiri. 2) Tata Cara Pelaporan Kecelakaan Pasal 2 (1) Pengurus atau pengusaha wajib melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi di tempat kerja dipimpinnya.doc Page 31 . Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. b) Kebakaran atau peledakan atau bahaya pembuangan limbah. b) Orang perseorangan. atau badan hukum yang menjalankan suatu perusahaan milik sendiri . (7) Menteri adalah Menteri yang membidangi ketenagakerjaan. Pasal 3 Kewajiban melaporkan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) berlaku bagi pengurus atau pengusaha yang telah dan yang belum mengikutsertakan pekerjaannya ke dalam program jaminan sosial tenaga kerja berdasarkan Undang-undang No. atau badan hukum yang berada di Indonesia mewakili perusahaan sebagaimana dirmaksud dalam huruf a) dan b) yang berkedudukan di luar wilayah Indonesia. c) Orang perseorangan. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. 3 tahun 1992. (2) Kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari : a) Kecelakaan Kerja.

b). Pasal 5 (1) Pengurus atau pengusaha yang telah mengikutsertakan pekerjaannya pada program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud dalam pasal 3. melaporkan kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (2) huruf a) dan b) dengan tata cara pelaporan sesuai peraturan Menteri Tenaga Kerja No. (2) Penyampaian laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan secara lisan sebelum dilaporkan secara tertulis. Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja memerintahkan pegawai pengawas untuk melakukan pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 11 Pasal 4 (1) Pengurus atau pengusaha sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 wajib melaporkan secara tertulis kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (2) huruf a). melaporkan kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (2) huruf a) dan b) dengan tata cara pelaporan sesuai peraturan Menteri Tenaga Kerja No. PER-04/MEN/1993. dan pasal 5.doc Page 32 . (2) Pengurus atau pengusaha yang belum mengikutsertakan pekerjaannya pada program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud dalam pasal 3. (3) Pemeriksaan dan pekerjaan kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan. (2) Pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilaksanakan terhadap setiap kecelakaan yang dilaporkan oleh pengurus atau pengusaha. 3) Pemeriksaan Kecelakaan Pasal 6 (1) Setelah menerima laporan sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 ayat (1). c) dan d) kepada Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja setempat dalam waktu tidak lebih dari 2 x 24 (dua kali dua puluh empat) jam terhitung sejak terjadinya kecelakaan dengan formulir laporan kecelakaan sesuai contoh bentuk 3 KK2 A lampiran 1. PER-05/MEN/1993. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

(2) Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja harus menyampaikan analisis laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada Kepala Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja setempat selambat-lambatnya tanggal 5 bulan berikutnya. Pasal 10 Cara pengisian formulir sebagaimana dimaksud dalam lampiran II. IV. Pasal 8 (1) Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 pada tiap-tiap akhir bulan menyusun analisis laporan kecelakaan dalam daerah hukumnya dengan menggunakan formulir sebagaimana lampiran VI peraturan ini. VI.doc Page 33 . III. dan VII sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 ayat (1). V. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 12 Pasal 7 Pegawai pengawas dalam melaksanakan pemeriksaan dan pengkajian mempergunakan formulir laporan pemeriksaan dan pengkajian sesuai lampiran II untuk kecelakaan kerja. kebakaran dan bahaya pembuangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 limbah dan lampiran V untuk bahaya lainnya. lampiran IV untuk peledakan. pasal 8 ayat (1) dan pasal 9 ayat (1) diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan. (2) Analisis kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dibuat untuk tiap bulan (3) Kepala Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja harus segera menyampaikan analisis kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada Menteri atau Pejabat yang ditunjuk. Pasal 9 (1) Kepala Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja berdasarkan analisis laporan kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 menyusun analisis kecelakaan dalam daerah hukumnya dengan menggunakan formulir sebagaimana lampiran VII peraturan ini. lampiran III untuk penyakit akibat kerja.

1 tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. maka formulir bentuk 3 KK2 dalam Peraturan Menteri No. PER05/MEN/1993 dinyatakan tidak berlaku. PER-04/MEN/1993 dan Peraturan Menteri No. 5) Pengawasan Pasal 13 Pengawasan terhadap ditaatinya Peraturan Menteri ini dilakukan oleh pegawai pengawas ketenagakerjaan.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 13 Pasal 11 Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan berdasarkan analisis laporan kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 ayat (1) menyusun analisis laporan kekerapan dan keparahan kecelakaan tingkat nasional. pasal 4 ayat (1).doc Page 34 . diancam dengan hukuman sesuai dengan ketentuan pasal 15 ayat (2) UU No. 6) Ketentuan Penutup Pasal 14 Dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri ini. 4) S a n k s i Pasal 12 Pengurus atau pengusaha yang melanggar ketentuan pasal 2.

di dalam air maupun di udara yang berada di dalam wilayah kekuasaan hokum Republik Indonesia. di permukaan air. Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan adalah pegawai teknik berkeahlian khusus dari Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri. pencapaian. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 1 Tahun 1970. penerapan. perencanaan. Audit adalah pemeriksaan secara sistematik dan independen. proses dan sumberdaya yang dibutuhkan bagi pengembangan. PER. dan dilaksanakan secara efektif dan cocok untuk mencapai kebijakan dan tujuan perusahaan. Direktur ialah pejabat sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang No. Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang mempekerjakan pekerja dengan tujuan mencari laba atau tidak. untuk menentukan suatu kegiatan dan hasil-hasil yang berkaitan sesuai dengan pengaturan yang direncanakan. bergerak atau tetap. pelaksanaan. atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha dan di mana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya baik di darat.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja 1) Ketentuan Umum Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan : (1) Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang selanjutnya disebut Sistem Manajemen K3 adalah bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi. di dalam tanah.doc Page 35 . prosedur. Tempat kerja adalah setiap ruangan atau lapangan. tertutup atau terbuka. (2) (3) (4) (5) (6) Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan krja guna terciptanya tempat kerja yang aman. di mana tenaga kerja bekerja.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 14 c. efisien dan produktif. tanggung jawab. baik milik swasta maupun milik negara.

(11) Sertifikat adalah bukti pengakuan tingkat pemenuhan penerapan peraturan perundangan Sistem Manajemen K3. efisien dan produktif. kondisi dan lingkungan kerja yang terintegrasi dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja.doc Page 36 . baik di dalam maupun di luar hubungan kerja guna menghasilkan jasa atau barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. (12) Menteri adalah Menteri yang bertanggung jawab dalam bidang ketenagakerjaan. tenaga kerja. (10) Laporan Audit adalah hasil audit yang dilakukan oleh Badan Audit yang berisi fakta yang ditemukan pada saat pelaksanaan audit di tempat kerja sebagai dasar untuk menerbitkan sertifikat pencapaian kinerja Sistem Manajemen K3.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 15 (7) Pengusaha adalah : a) Orang atau badan hukum yang menjalankan sesuatu usaha milik sendiri dan untuk keperluan itu mepergunakan tempat kerja. (8) (9) Pengurus adalah orang yang mempunyai tugas memimpin langsung tempat kerja atau lapangan yang berdiri sendiri. jika kalau yang diwakili berkedudukan di luar Indonesia. Tenaga kerja adalah tiap orang yang mampu melakukan pekerjaan. serta terciptanya tempat kerja yang aman. c) Orang atau badan hukum yang di Indonesia mewakili orang atau badan hukum termaksud pada huruf a) dan b). b) Orang atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan sesuatu usaha bukan miliknya dan untuk keperluan itu mepergunakan tempat kerja. 2) Tujuan dan Sasaran Sistem Manajemen K3 Pasal 2 Tujuan dan sasaran Sistem Manajemen K3 adalah menciptakan suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja dengan melibatkan unsusr manajemen.

Perusahaan wajib melaksanakan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : a) Menerapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dan menjamin komitmen terhadap penerapan Sistem Manajemen K3. tujuan dan sasaran penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. wajib menerapkan Sistem Manajemen K3. Meninjau secara teratur dan meningkatkan pelaksanaan Sistem Manajemen K3 secara berkesinambungan dengan tujuan meningkatkan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja. (2) Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib dilaksanakan oleh Pengurus. Pengusaha dan seluruh tenaga kerja sebagai satu kesatuan. memantau dan mengevaluasi kinerja keselamatan dan kesehatan kerja serta melakukan tindakan perbaikan dan pencegahan. Pasal 4 (1) Dalam penerapan Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud dalam pasal 3. tujuan dan sasaran keselamatan dan kesehatan kerja. kebakaran. pencemaran dan penyakit akibat kerja. b) c) d) e) (2) Pedoman penerapan Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud ayat (1) sebagaimana tercantum dalam lampiran I Peraturan Menteri ini. Merencanakan pemenuhan kebijakan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 37 .Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 16 3) Penerapan Sistem Manajemen K3 Pasal 3 (1) Setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak seratus orang atau lebih dan atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan. Mengukur. Menerapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja secara efektif dengan mengembangkan kemampuan dan mekanisme pendukung yang diperlukan untuk mencapai kebijakan.

Pelaporan dan perbaikan kekurangan . (4) Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Pengelolaan material dan pemindahannya . Peninjauan ulang desain dan kontrak . Strategi pendokumentasian .Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 17 4) Audit Sistem Manajemen K3 Pasal 5 (1) Untuk pembuktian penerapan Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud pasal 4.doc Page 38 . Pedoman teknis audit Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) sebagaimana tercantum dalam lampiran II Peraturan Menteri ini. perusahaan dapat melakukan audit melalui badan audit yang ditunjuk oleh Menteri. Pemeriksaan sistem manajemen . Audit Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi unsur-unsur sebagai berikut : a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) (3) Pembangunan dan pemeliharaan komitmen . Pengumpulan dan penggunaan data . Pengembangan keterampilan dan kemampuan. Keamanan bekerja berdasarkan Sistem Manajemen K3 . Standar Pemantauan . Pengendalian dokumen . (2) Perubahan atau penambahan sesuai perkembangan unsur-unsur sebagaimana dimaksud ayat (2) diatur oleh Menteri. Pembelian .

Direktur melakukan hal-hal sebagai berikut : a) Memberikan sertifikat dan bendera penghargaan sesuai dengan tingkat pencapaiannya atau. Direktur melakukan evaluasi dan penilaian. 6) Mekanisme Pelaksanaan Audit Pasal 7 (1) Audit Sistem Manajemen K3 dilaksanakan sekurang-kurangnya satu kali dalam tiga tahun. (2) Untuk pelaksanaan audit. Pasal 8 (1) Badan Audit wajib menyampaikan laporan audit lengkap kepada Direktur dengan tembusan yang disampaikan kepada pengurus tempat kerja yang diaudit. Berdasarkan hasil evaluasi dan penilaian tersebut pada ayat (3). Mengadakan koordinasi dengan Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja setempat . Badan Audit harus : a) b) Membuat rencana tahunan audit . Page 39 (2) (3) (4) Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 18 5) Kewenangan Direktur Pasal 6 Direktur berwenang menetapkan perusahaan yang dinilai wajib untuk diaudit berdasarkan pertimbangan tingkat risiko bahaya. Laporan audit lengkap sebagaimana dimaksud ayat (1) menggunakan formulir sebagaimana tercantum dalam lampiran III Peraturan Menteri ini. Setelah menerima laporan Audit Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud ayat (2).doc . c) (3) Pengurus tempat kerja yang akan diaudit wajib menyediakan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk pelaksanaan audit Sistem Manajemen K3. pengurus tempat kerja yang akan diaudit dan Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja setempat . Menyampaikan rencana tahunan audit kepada Menteri atau Pejabat yang ditunjuk.

doc Page 40 . Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. (2) 8) Pembinaan dan Pengawasan Pasal 10 Pembinaan dan pengawasan terhadap penerapan Sistem Manajemen K3 dilakukan oleh Menteri atau pejabat yang ditunjuk. ditanda tangani oleh Menteri dan berlaku untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun. 9) Pembiayaan Pasal 11 Biaya pelaksanaan audit Sistem Manajemen K3 dibebankan kepada perusahaan yang diaudit.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 19 b) Menginstruksikan kepada Pegawai Pengawas untuk mengambil tindakan apabila berdasarkan hasil audit ditemukan adanya pelanggaran atas peraturan perundangan. 7) Sertifikat K3 Pasal 9 (1) Sertifikat sebagaimana dimaksud pasal 8 ayat (4) huruf a). Jenis sertifikat dan bendera penghargaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) sebagaimana tercantum dalam lampiran IV Peraturan Menteri ini.

Cairan. Jenis bahaya ini termasuk : • • • Gerakan bagian peralatan seperti mesin bubut atau sabuk konveyor. Penanganan manual dan pengangkatan. 6) Bahaya Biologi Bahaya biologi dapat menyebabkan sakit dan menularkan infeksi dari kuman.doc Page 41 . Bising. dan zat berbahaya lainnya. getaran. Jenis-jenis Bahaya 1) Bahaya Fisik Bahaya fisik termasuk sesuatu yang mungkin secara langsung dapat membuat cedera. pencahayaan. debu. dan lain sebagainya Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. BAHAYA TEMPAT KERJA a. 5) Bahaya Psikologi Bahaya psikologi terjadi jika orang-orang tertekan (stress) atau tidak senang pada pekerjaan. sebab dapat menyebabkan cedera.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 20 2. 2) Bahaya bahan kimia Hal ini dapat disebabkan oleh : • Gas. 3) Bahaya Ergonomi 'Ergonomi' adalah melakukan sesuatu untuk digunakan dengan cara yang tepat dan mudah. Cahaya laser berdaya tinggi Pemanas infra-red berdaya tinggi Sinar gamma dari zat radio aktif Radiasi ultra-violet dari matahari. tekanan udara. Asap. 4) Bahaya Radiasi Bahaya radiasi dapat ditimbulkan oleh berbagai peralatan : • • • • • Radiasi microwave (gelombang mikro) pergeseran radio transmitter berdaya tinggi atau kesalahan pemanas microwave. Bahaya ergonomi terjadi jika desain peralatan yang buruk atau tata letak peralatan yang tidak tepat.

doc Page 42 . . sarung tangan. . rambut panjang harus diatur dengan pengikat rambut atau pakai topi. Mengeliminir bahaya seharusnya selalu menjadi tujuan pertama dalam membuat tempat kerja yang aman. untuk contoh. Pakaian kerja harus aman dan nyaman bekerja dekat mesin yang berputar.Melakukan rotasi pekerjaan. . • Gunakan peralatan dan pakaian pelindung Alat keselamatan seperti kaca mata debu. dan alat pernafasan seharusnya digunakan dengan tepat. masker.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 21 b. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Dalam semua situasi anda seharusnya memastikan hal berikut : • Prosedur dan sistim kerja yang aman Ini dapat termasuk : . tutup kebisingan mesin dengan kotak penyekat. atau penggantian bahan kimia yang berbahaya dengan bahan yang aman.Mempunyai surat izin melakukan pekerjaan yang ditetapkan. ada beberapa prinsip yang seharusnya diingat : • Dimana mungkin eliminir bahaya Untuk contoh. Ini dapat berarti pengontrolan dalam beberapa cara. seperti pemindahan bahan untuk mesin lebik baik dengan motorisasi konveyor dibandingkan dengan tangan.Melatih dan mensupervisi pekerja. cari cara yang aman untuk mengerjakannya. Itu dapat juga berarti keamanan proses atau bahan. Prinsip Pencegahan atau Pengontrolan Bahaya Walaupun setiap bahaya punya perlakuan secara individu. • Jika anda tidak bisa mengeliminir bahaya.Tatalaksana yang baik (lihat Topik 3). pelindung telinga. atau pastikan keefektifan pengaman yang ditempatkan disekitar bagian mesin yang bergerak. hentikan penggunaan bahan kimia yang berbahaya.

Pekerjaan seharusnya dirotasi.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 22 c. alat potong dan perlengkapan seharusnya di rancang atau dimodifikasi. Pekerja seharusnya punya pendapat tentang bagaimana pekerjaan mereka dilaksanakan. Rancang kembali pekerjaan dan sistim kerja . Beban kerja yang berat seharusnya dikurangi. Bahaya dan Pencegahan / Pengontrolan 1) Pengaturan kerja Cara kerja yang tidak teratur dapat menimbulkan masalah keselamatan. Peralatan. Permesinan. Bahaya yang disebabkan oleh mesin dapat dicegah atau dikontrol dengan cara berikut : • Pengaman harus dirancang sepantasnya. Dimana beban kerja ringan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. atau disesuaikan dengan pekerja dan pekerjaan. kerja berpindah-pindah dan selalu lembur. bisa membuat rasa tertekan (stress) pekerja. terjaga pada tempatnya dan berfungsi. 2) Gerakan m e s i n Gerakan bagian mesin dapat berbahaya. Contohnya pekerjaan berulang.doc Page 43 . Tetapkan istirahat atau lakukan istirahat yang seharusnya. perabot dan benda-benda yang tidak sesuai dengan keperluan pekerja dan pekerjaan. area kerja. • Berikan pekerja keterampilan baru • Lindungi pekerja dari tekanan (stress) dan risiko celaka • Tingkatkan efesiensi • Kembangkan prosedur keselamatan secara menyeluruh Pengaturan kerja dapat ditingkatkan dengan cara berikut : • • • • • • • Pekerja seharusnya mempunyai variasi tugas untuk melakukan pekerjaan. juga dapat menyebabkan pekerja merasa tertekan (stress) dan risiko bisa terjadi. pekerja seharusnya diberikan pekerjaan lain untuk dikerjakan.

Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 23 • Ketika menggunakan mesin. ini dapat menyebabkan kecelakaan. Rambut panjang diatur pakai pengikat rambut dan PPE (personal protective equipment) dipakai dimana perlu. • • Mesin dirancang dengan tingkat kebisingan sesuai standar kebisingan normal.doc Page 44 . Bagaimana bahaya dapat dicegah atau dikontrol : • Pemberi kerja dapat mengurangi kebisingan di pabrik yaitu meletakan mesin dalam kotak peredam suara atau dibelakang pelindung suara untuk menghentikan penyebaran kebisingan. terlalu tinggi atau terdengar terlalu sering dapat merusak pendengaran pekerja. 3) Pengaruh kebisingan Kebisingan yang terlalu keras. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Sekitar area kerja mesin seharusnya punya penerangan yang baik dan terjaga kebersihan serta bebas sampah/kotoran. Sebagai perbandingan tingkat kebisingan dapat dilihat pada topik 4 (Polusi pada Industri) Mengapa kebisingan berbahaya : • • • • Dapat membuat pekerja kehilangan beberapa atau semua pendengaran. Alat ukur yang menyatakan batas kebisingan dapat ditempatkan pada area kerja atau dibawa oleh pekerja. pekerja seharusnya memakai pakaian kerja yang aman (seperti lengan pendek). Kebisingan atau kehilangan pendengaran dapat membuat pekerja susah berkonsentrasi. • Pekerja sewaktu-waktu dapat mengambil jarak dari pekerjaan sehingga mereka tidak kontak dengan kebisingan sepanjang waktu. Pekerja dengan kehilangan pendengaran mungkin tidak sadar mendekati bahaya. Batas normal pendengaran manusia untuk tingkat kebisingan adalah ± 80 – 90 desibel. sakit kepala dan stress. dan semua perhiasan harus dilepas. • • Mesin seharusnya tidak digunakan jika bermasalah. Kebisingan atau kehilangan pendengaran dapat menyebabkan kelelahan.

pergelangan kaki. sikap badan jelek dan penggunaan perabot dan bangku yang salah ketinggian atau rancangan. pengulangan tindakan. (Lebih jelasnya posisi atau cara pengangkatan manual yang benar. Syaraf bisa rusak Tulang bisa patah Nyeri otot dan tegang dapat terjadi Dapat menyebabkan hernia (perut turun) Jantung dan pernafasan dapat menjadi buruk Kelelahan dari kerja fisik dapat menyebabkan kecelakaan. siku dan bahu dapat terjadi peradangan. lihat Paket Pembelajaran dan Penilaian Penanganan Material ) Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. maka disebut sedang melakukan penanganan manual Mengapa penanganan manual dapat berbahaya : • • • • • • • • • Punggung. sedangkan dari karet cukup dibersihkan setiap akan atau setelah dipakai). Penyebab utama cedera dari kejadian penanganan manual adalah : Kelebihan penggunaan tenaga.doc Page 45 . lengan dan punggung dapat tertarik tegang (keseleo) Sambungan pada lutut. Pelindung telinga atau ear plugs harus dalam kondisi baik dan diperiksa secara tetap untuk pemakaian dan perawatan. Pelindung itu harus dibersihkan atau diganti sesuai dengan jenis dan cara perawatannya (Pelindung dari busa dapat dicuci dan diganti perminggu. terutama bagian bawah dapat cedera Persendian dan urat tendon pada kaki.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 24 • Pekerja harus memakai pelindung telinga atau penutup (ear plugs). 4) Penanganan manual Bilamana secara fisik pekerja memindahkan sesuatu. pergelangan tangan. • Pendengaran pekerja seharusnya diperiksa atau diuji secara tetap.

Peraturan Barang-barang Berbahaya (Gudang dan Penanganan). Risiko untuk pekerja dengan penggunaan bahan kimia dapat ditentukan oleh bagaimana bahan kimia digunakan.doc Page 46 . perkiraan waktu pekerja dapat kontak langsung dengan bahan kimia selama hari kerja setiap minggu. Setiap bahan kimia mempunyai perbedaan terhadap exposure standars. Pada tempat kerja. yang berisikan semua bahan kimia. cairan atau gas. Ada personal tertentu atau pembimbing ditempat kerja yang memanfaatkan MSDS. Pada tempat kerja seharusnya tersedia daftar bahan kimia. Undang-undang dan Kode Praktik membicarakan tentang 'exposure standars' (standar kontak langsung). dimana bahan tersebut disimpan dan digunakan. seberapa sering digunakan dan dalam kondisi bagaimana digunakan. 1989. Informasi tentang penangan zat tersebut secara aman. Penggolongan barang berbahaya termasuk : • • • Racun Gas Cairan mudah terbakar Bahan kimia digunakan secara luas pada industri sehingga penting untuk mengetahui cara penanganan yang aman dan penggunaan semua bahan kimia. Ada batas aturan. Informasi tentang kandungan bahan kimia ada pada lembaran data keselamatan bahan (Material Safety Data Sheet / MSDS). (Contoh MSDS dapat dilihat pada Paket Pembelajaran dan Penilaian Penanganan Material) Lembaran ini berisikan keterangan sebagai berikut : • • • • Apa zat yang dikandung. Setiap penggunaan bahan kimia. pekerja dapat mengamati MSDS di pusat kesehatan atau minta supervisor area kerja untuk memperlihatkannya. supervisor atau ahli K3 seharusnya memberikan penjelasan sebelum digunakan. Informasi tentang bagaimana zat tersebut dapat berbahaya Tindakan pengamanan untuk penggunaannya. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Informasi tentang exposure standars dapat ditemukan pada MSDS. menjelaskan bagaimana tingkatan dari bahan kimia diketahui sebagai klasifikasi 'Barang Berbahaya'.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 25 5) Reaksi bahan kimia Bahan kimia dapat berbentuk padat. tetapi semua pekerja dapat melihatnya dan seharusnya mengetahui maksudnya.

berlebihan panas. berlebihan dingin.kena sengat listrik Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.truk forklift (alat pengangkat) . mati lemas atau penyakit lainnya. yaitu melarang pekerja yang minum alkohol dan menggunakan obat bius. adanya variasi bahaya lain yang mungkin berpotensi menyebabkan cedera atau sakit. Bahan kimia dapat terminum atau terhisap kedalam usus menyebabkan keracunan. alkohol dan obat sejenis yang dapat mempengaruhi kesadaran seseorang. bronchitis. resep obat atau obat bius. Beberapa bahaya yang nyata diantaranya adalah : Area gudang Bengkel mesin Konstruksi . uap. Bahan kimia beracun. mata.doc Page 47 . • Bahan kimia dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan. asthma. semprotan. bahkan kematian. radang paru-paru. pingsan dan sakit. Hal itu dapat juga berpengaruh pada tanggapan atau respon seseorang untuk masalah keselamatan atau keadaan darurat. 7) Bahaya lain ditempat kerja Tergantung pada sifat perusahaan dan tempat kerja. debu. kabut. Bahan kimia dalam bentuk asap. atau ketinggian Kelistrikan/elektronik . biasanya mempunyai masalah dirumah atau kekhawatiran lainnya. Ada petunjuk dan saran penting pada tempat kerja serta perlu diketahui juga untuk masyarakat. kukus dan cairan dapat terhirup atau terhisap menjadi radang paru-paru dan kulit. • 6) Alkohol dan penggunaan obat bius Bila pekerja berada dalam kondisi stress bekerja. penyalah-gunaan alkohol.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 26 Mengapa bahan kimia dapat berbahaya • • Bahan kimia dapat terbakar atau memerihkan (iritasi) kulit. Pusat kesehatan pada tempat kerja seharusnya menginformasikan tentang bahaya penggunaan sembarangan obat bius. Pekerja yang meminum atau menggunakan pengobatan atau obat bius akan mempengaruhi pekerjaan mereka sendiri dan bekerja dengan berisiko membahayakan diri sendiri dan orang disekitarnya. Bekerja dengan perasaan tidak enak akibat pengaruh minuman keras sebelumnya atau dibawah pengaruh obat bius dan alkohol dapat menyebabkan kecelakaan. hidung dan tenggorokan. dapat menyebabkan luka bakar.pencahayaan/penglihatan .

toilet. sehingga kecelakaan. Pemeriksaan keselamatan berkala dari tempat kerja seharusnya dilakukan dan daftar tugas tata laksana seharusnya dijaga untuk meyakinkan tata laksana dilakukan sebagaimana mestinya. rapi dan dalam kondisi baik. Berikut ini adalah daftar hal yang utama dari tata laksana yang seharusnya diperiksa pada tempat kerja : • • Tempat kerja dan seluruh area kerja dijaga kebersihannya. sebab dapat : • • • • • Memperkecil kecelakaan dan cedera yang terjadi di pekerjaan. TATA LAKSANA INDUSTRI Banyak kecelakaan tidak dapat dihindari pada tempat kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 27 3. fasilitas gudang. membuat kemungkinan tata laksana dilakukan dengan efisien. ruang istirahat dan area ruang makan harus memenuhi standar kesehatan (hygenic). Meningkatkan produktivitas. Kegiatan Tata Laksana. Risiko kebakaran berkurang. Rancangan tempat kerja yang baik. sistim keamanan kerja. Tata laksana yang baik seharusnya bagian dari rutinitas harian. Page 48 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Pelaksanaan tata laksana industri yang baik dapat membuat tempat kerja aman. area gudang. ruang kerja. Tempat kerja. Pekerja lebih merasa aman bekerja. a. Tempat kerja menjadi lebih efesien. cedera dan kebakaran tidak terjadi. Tata laksana industri berarti menata semua tempat kerja seperti. tempat produksi dan jalan masuk agar bersih. Mengapa tata laksana industri seharusnya dilakukan dengan baik ?. karena pekerja dan perusahaan tidak memberikan perhatian pada tata laksana yang baik. • Area kerja punya penerangan dan ventilasi yang baik. Perawatan mesin dan peralatan yang tepat. pelatihan yang tepat dan supervisi pekerja.doc . pakaian pelindung dan perlengkapan juga bagian penting dari tata laksana yang baik.

Pintu darurat dan perlengkapan dibuat dengan jelas dan mudah dicapai. Bahan bekas mudah terbakar diletakkan dalam kotak tertutup dan dibuang dengan aman. gemuk dan kotoran.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 28 • Jalan masuk seperti gang. Penyimpanan Bahan Bahan harus disimpan dengan aman sehingga bahan tidak rusak atau membahayakan orang. • Jalan masuk dengan jelas ditandai dengan batas kuning. Penyimpanan bahan secara sembarangan sangat berbahaya.doc Page 49 . • Tata laksana yang baik termasuk penyimpanan bahan dengan tepat. • • • • • • • • • • • Stop kontak. Saluran listrik jangan bersentuhan dengan permukaan yang basah atau merintangi jalan masuk. Papan pengumuman terbaru. biru dan atau garis merah. tangga dan jalan yang landai dijaga kebersihan dari rintangan dan sampah. tanda peringatan dan tanda alarm dalam keadaan bersih dan mudah dilihat. jalan terusan. Barang bekas dan sampah di tempatkan pada tempat sampah dan dibuang. Peralatan pemadam kebakaran dalam keadaan siap pakai. seperti pada daftar diatas. Gambar simbol keselamatan kerja. Barang-barang yang berbahaya seperti bahan kimia dan bahan yang mudah terbakar (yang mudah dimakan api) disimpan dengan aman dalam lemari tahan api (flameable). sampah dan sisa pembuangan dapat diletakkan jauh dari gudang bahan dan bahaya api. sehingga merusak bahan dan membahayakan pekerja. tombol dan saluran tenaga listrik dalam kondisi baik. Lantai dan permukaan lainnya bersih dan kering dengan tidak ada bukti tumpahan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. putih. b. Bahan yang ditumpuk tidak teratur bisa jatuh. Bahan dan hasil produk ditumpuk atau disusun dengan rapi. Peralatan dan perlengkapan disimpan pada rak dan laci. Debu.

gunakan kaca mata perlengkapan keadaan darurat tersimpan. Gambar lingkaran dengan diagonal merah diatas warna dasar putih. diperlukan untuk barang-barang yang berbahaya. Bahan kimia. debu dan radiasi seharusnya dimonitor pada lokasi gudang dan pada area kerja. Contoh. Tanda Peringatan bahaya keselamatan dan kesehatan kerja. Fasilitas penyimpanan khusus. gumpalan awan dan debu dari asap seharusnya diselidiki. dan kotak-kotak. secara jelas ada label dan disimpan ditempat yang aman yaitu kering. Jenis bahan kimia seharusnya dipisahkan. Gambar putih diatas warna dasar biru. Contoh. Bau yang menyengat. forklifts dan peralatan penanganan mekanik seperti trolleys (kereta) dan drumlifters untuk bergerak didalam dan sekitar area gudang. ventilasi baik. Contoh.doc Page 50 . dilarang merokok. C. Gambar Simbol Keselamatan Kerja Gambar simbol keselamatan adalah tanda yang ditampilkan pada tempat kerja untuk : • • • • Tanda Larangan / Pencegahan kecelakaan .Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 29 Beberapa hal penting penyimpanan bahan adalah : • • • • • • • Seharusnya mudah bagi pekerja. area jauh dari pekerja. Batas tingkatan Asap. Contoh. Bahan dapat disimpan pada rak. mudah terbakar atau awas api Tanda Pemberitahuan /Tempat segi empat . tempat PPPK Tanda Perintah/Pemberitahuan kepada pekerja dimana perlengkapan keselamatan khusus harus dipakai. Berbentuk Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. laci. seperti lemari tahan api dan kaleng/teromol keamanan. Berbentuk segi tiga dengan warna hitam diatas warna dasar putih.

doc Page 51 . Ini penting bahwa setiap pekerja mengetahui tanda keselamatan tanpa ragu-ragu. Manfaatkan gambar simbol keselamatan untuk tempat kerja dari Departemen Tenaga Kerja untuk mempelajari semua standar tanda keselamatan yang dpergunakan ditempat kerja. seperti berikut ini : Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 30 Tanda-tanda ini mempunyai gambar diatasnya sehingga dapat diketahui apa maksudnya walaupun pekerja tidak bisa bahasa Inggris dengan baik.

Beberapa debu mineral dapat menggores paru-paru dan menyebabkan penyakit Alergi dan kesulitan bernafas dapat terjadi Kanker dapat berkembang 3) Bagaimana bahaya dapat dicegah dan dikontrol : • • • • • • • • • • Alat pembuangan gas (exhaust) dan ventilasi pembuangan dapat membuang debu dan serat partikel. Penggunaan alat tangan dapat mengurangi debu dibandingkan alat listrik. Pembuangan serat seharusnya ditempatkan dalam kontainer yang bersegel. a. Pemantauan udara untuk melihat tingkatan serat seharusnya dilakukan. Masker seharusnya dipakai oleh pekerja yang kontak langsung dengan bahaya serat dan debu hingga tempat kerja dapat dibuat lebih aman. jika tingkatan serat diatas standar yang ditetapkan. POLUSI PADA INDUSTRI Pada umumnya ada tiga bentuk polusi yang mempengaruhi pekerja pada tempat kerja di industri. Aerosol mungkin datang dari semprotan cairan (cat aerosol). Pada bagian berikut dijelaskan masing-masing polusi dan pencegahannya. Pekerja dapat melakukan pekerjaan yang bervariasi untuk mengurangi kontak secara terus menerus dengan debu dan serat. Alat listrik harus punya ventilasi pembuangan setempat yang pas. kandungan yang terbakar (peranan bahan bakar) atau asap. gas atau partikel padat yang sangat halus disebarkan oleh udara. dan polusi kebisingan. Alat pernafasan diperlukan untuk penggunaan temporer atau dalam keadaan darurat. Page 52 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Area kerja seharusnya terjaga kebersihannya untuk menghindari debu dan serat yang terbentuk. 2) Mengapa serat dan debu berbahaya : • • • • Debu dan serat dapat terhisap kedalam paru-paru. tindakan harus segera diambil. yaitu : Polusi dari serat (fiber) dan debu. Debu partikel padat terbawa oleh udara. polusi dari bahan kimia. Aerosol dapat berupa cairan. Polusi Dari Serat dan Debu 1) Penyebab polusi Debu dapat ditimbulkan dari proses kerja seperti debu dari serat bahan gelas atau debu dapat masuk ketempat kerja karena di kirim yaitu melalui kantong tepung kimia.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 31 4. dimana tersebarnya partikel jelaga di udara. Serat mineral yang berbahaya seharusnya dapat diganti dengan yang aman.doc .

Serbuk kimia yang ditangani bertahun-tahun dapat berefek jelek dikemudian hari. Polusi dari Bahan Kimia Bahan kimia yang keras. 2) Langkah pencegahan dan pengontrolan polusi kimia : • • • • • Bila mungkin. hentikan penggunaan bahan kimia berbahaya ditempat kerja. Pakaian dan perlengkapan pelindung seperti masker muka. Bocoran dan sisa pembuangan Tumpahan dan bocoran kandungan bahan kimia yang berbahaya harus selalu diperlakukan dengan cara yang tepat.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 32 b. 1) Beberapa cara polusi kimia menyerang secara perlahan pada pekerja : • • • Gas yang tidak berwarna atau tidak berbau dapat terbentuk pada ruang terbatas dan bisa menyebabkan mati lemas. sehingga berefek mematikan dalam beberapa menit. Adanya ahli K3 ditempat kerja yang dapat membantu untuk membaca dan memahami informasi pada MSDS. agar dapat menghilangkan asap dan uap. Tetapi hal tersebut tidak selalu mudah untuk mendeteksi polusi kimia lebih dini. atau karena telah bekerja bertahun-tahun menggunakan bahan kimia dan belum pernah mencelakakan. penanganan dari jauh/ pakai remote). Pekerja seharusnya mengetahui aturan yang berhubungan dengan risiko bahan kimia yang digunakan. Ganti bahan kimia dengan yang aman kandungan zatnya. Uap dengan bau yang enak dapat membuat mabuk. Peranan lembaran data keamanan bahan (Material Safety Data Sheet / MSDS) cukup penting. dengan mengikuti semua petunjuk yang dibolehkan untuk penggunaan bahan kimia. Secara berkala kesehatan pekerja dimonitor. sangat bermanfaat melindungi diri pekerja. seperti kanker atau sakit liver kronis. sesuai penjelasan pada MSDS. Menutupi proses kerja atau penyimpanan kontainer untuk kandungan bahan kimia (yaitu menutupi wadah.doc Page 53 . Sistim ventilasi industri dirancang dengan baik. Jangan mengira tidak membahayakan. Semua pelindung roda gigi harus sesuai standar yang aman. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Maka dari itu jangan sembarangan jika menggunakan bahan kimia dalam proses kerja atau menanganinya. sebab bahan kimia tidak berbau. alat pernafasan dan pelindung kepala (helm) dipakai hingga tempat kerja aman. Udara ditempat kerja harus dimonitor dan semua udara kotor dinetralkan. • 3) Tumpahan. bau yang tajam atau mempunyai warna tersendiri dan pemberian label yang jelas dapat menjadi peringatan kepada pekerja tentang apa zatnya.

secara berangsur-angsur menjadi biasa dengan tingkat kebisingan tersebut. dan kebisingan industri lainnya. Pada MSDS diberikan petunjuk cara pembuangan yang harus diikuti sesuai peraturan. kompresor. karena merasa terganggu. Potensi risiko untuk masyarakat biasanya dari sumber alami yang penting. hal itu akan mengotori saluran air masyarakat. Ledakan cairan yang mudah terbakar pada pabrik yang terbakar dapat dengan serius membahayakan pemadam kebakaran dan wilayah hunian terdekat. Untuk waktu lama dapat terjadi gangguan kesehatan. c.doc Page 54 . Gas toxic secara ceroboh tertumpah keudara. seperti udara dan air. • • Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Kebisingan 1) Sumber kebisingan • Setiap orang punya perbedaan pendapat tentang kapan kebisingan dianggap terlalu keras dan apa jenis kebisingan yang dapat diterima. di jalan dan ditoko menyebabkan keluhan sejumlah besar orang. Suara kendaraan bermotor konstan diterima orang disekitar kota. dapat menyebabkan kerusakan kulit dan gangguan pernafasan. sedangkan bagi orang-orang dari sekitar pinggiran merupakan suatu yang menyakitkan. Undang-undang telah mengatur kontrol dan standar kebisingan yang diizinkan untuk mengatur orang-orang yang menimbulkan ketidak amanan dan anti-sosial tingkat kebisingan. dapat berefek pada kesehatan banyak orang di masyarakat. Pembuangan bahan kimia bekas harus dikontrol secara tepat. Industri di banyak tempat telah menjadi begitu bising sehingga hampir semua pekerja industri mengalami tingkat kebisingan yang berbahaya dari suara mesin pon. Harus dipahami bahwa bekerja dengan bahan kimia meliputi tanggung jawab untuk melindungi semua masyarakat dari timbulnya bahaya.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 33 Beberapa alasan mengapa bocoran dan tumpahan bahan kimia harus diperlakukan dengan tepat : • • • • • Jika kandungan bahan kimia tumpah atau bocor. Memainkan musik keras dirumah. Polusi harus dipertanggungjawabkan pada semua tempat kerja untuk memastikan bahwa standar keselamatan sesuai peraturan untuk melindungi pekerja dan masyarakat luas. mengalir kedalam drainase. Gas toxic dihasilkan dari bahan kimia yang terbakar.

doc Page 55 . Pada bagian berikut ini dijelaskan empat cara dasar untuk mengatasi kebisingan : • • • • Perencanaan tata ruang yang baik Penggunaaan bahan bangunan dan akustik yang tepat Pembuatan penyekat atau bagian pembendung Penggunaan getaran suara Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 34 2) Tingkat kebisingan Desibel (dB) adalah ukuran intensitas suara. sebagai perbandingan tingkat kebisingan adalah : • • • • • • • • • Pesawat terbang take off Melewati / ambang batas pendengaran Truk besar Disco Kebisingan pabrik Kebisingan jalan raya Kebisingan kantor Gemerisik daun Sunyi sepi (batas tidak dapat didengar) 180 dB 130 dB 120 dB 110 dB 100 dB 80 dB 60 dB 20 dB 0 dB 3) Mengatasi kebisingan.

Laporkan semua kecelakaan dan cedera sekecil apapun jika kemungkinan terjadi.doc Page 56 . Laporkan kesalahan atau peralatan dan perlengkapan yang tidak aman. Tidak memperhatikan aturan keselamatan sebab menurut pribadi hal itu menjadi penghambat dalam melakukan pekerjaan. Tindakan Keamanan Kerja Banyak aktivitas berikut yang menjadi pertimbangan untuk bekerja dengan aman • • • • • • • Memodifikasi peralatan atau mesin tanpa kewenangan. walaupun metoda bekerja dengan aman telah dikembangkan. Ketahui tanda peringatan dan pahami maksudnya dan lakukan seperti yang disarankan. Mengambil jalan pintas dalam melaksanakan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. walaupun jalan pintas tersebut melanggar petunjuk prosedur bekerja yang aman. a. Melakukan pekerjaan selalu dengan cara sendiri. Laporkan praktik kerja dan situasi yang diperkirakan tidak aman. Perlengkapan dan pakaian pelindung harus selalu dipakai untuk keselamatan ditempat kerja. Ikuti aturan dan petunjuk keselamatan dan kesehatan kerja. • • • • • • • • Pikirkan tentang apa yang dapat terjadi sebelum melakukannya. Hal berikut ini seharusnya dipelajari dengan seksama dan dipraktikan secara rutin. Jadi jelaslah bahwa semua aktivitas tersebut tidak aman dan sangat potensial menimbulkan bahaya. Tidak menggunakan alat pengaman walaupun diperlukan waktu mengerjakan pekerjaan. Bila bahaya tidak dapat dihindari langkah yang harus diambil adalah mengurangi risiko cedera. Selalu mengunakan peralatan dan perlengkapan dengan benar untuk melakukan pekerjaan. Melakukan pekerjaan yang keterampilannya atau kewenangan tidak dipunyai. Keselamatan pribadi ditempat kerja dapat terjamin dengan dihindarinya faktor bahaya sebelum menyebabkan cedera. atau khususnya saat perawatan dan situasi darurat. KESELAMATAN PRIBADI Semua pekerja perlu menyadari keselamatan pribadi mereka ditempat kerja. Ini adalah daftar untuk bekerja dengan aman.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 35 5. Melakukan pekerjaan yang tidak dilatih untuk dilakukan. Jangan melakukan sesuatu yang dapat melukai diri sendiri atau orang lain.

Alat pernafasan harus dipaskan secara perorangan dan dipilih sesuai kondisi tempat kerja. sesuai untuk tempat kerja dan pekerjaan. Perlengkapan dan Pakaian Pelindung Pekerja serta Program di Tempat Kerja 1) Perlengkapan dan Pakaian Pelindung Pekerja Perlengkapan dan pakaian pelindung digunakan untuk melindungi pekerja dari kontak langsung dengan bahan kimia atau perantaranya yang dapat membahayakan kesehatan. • • • • Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. menjaga rambut pada tempat kerja sehingga tidak membahayakan. Kaca plastik yang tahan tumbukan dan perisai muka akan melindungi dari pecahan yang beterbangan serta perisai tahan zat kimia diperlukan ketika menangani bahan kimia. Alat ini harus dibersihkan sesudah digunakan untuk menghindari penularan dan disimpan pada kantong plastik tertutup. Pakaian harus di pas dengan baik. Kerja sama dan partisipasi dalam program ini membuat tempat kerja aman. tergantung apakah pekerja kontak dengan bahan kimia. Bentuk pelindung pendengaran. Penyaring yang benar diperlukan pada alat pernafasan. tali pengikat dan penjepit. Masker las dan perisai seharusnya tidak berkabut. perlengkapan dan praktik kerja dapat dibuat aman. Alat pernafasan seharusnya diperiksa setiap waktu sebelum digunakan. peluru. seal. lembaran penutup. Berikan gagasan tentang bagaimana mesin. b. Alat pernafasan seharusnya diperiksa secara tetap untuk kebersihan umumnya dan khususnya kerusakan katup. serat atau jenis kotoran lainnya. saringan udara dan alat pernafasan dengan pembersih udara digunakan untuk melindungi paru-paru dan sistim pernafasan. kaca pengaman. Pelindung kaki : Sepatu boot (safety boots) melindungi kaki Pelindung kepala : Jaring rambut dan penutup.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 36 • • • Jangan melakukan sesuatu yang belum dilatih. tidak punya keterampilan atau kewenangan melakukannya. debu. Pelindung mata : Kaca mata. • Pelindung pernafasan : Penutup muka. dan seharusnya dipilih berdasarkan ukuran tingkat kebisingan pada lokasi kerja. Masker las dipakai dengan benar untuk pengelasan.doc Page 57 . • Pelindung telinga : Pelindung telinga atau sumbat melindungi pendengaran dari bahaya tingkat kebisingan. Pakaian kerja dari kulit atau metalik cocok melindungi seluruh tubuh dan jas kerja digunakan untuk melindungi badan. Pelindung kulit : Sarung tangan pengaman dan krim pelapis melindungi kulit dari kerusakan dan menahan peresapan bahan kimia kedalam tubuh. perisai muka dan helm dapat melindungi sensitif area mata dari kerusakan.

batu bara dan serbuk gergaji. Perlengkapan perlu dirawat sebagaimana mestinya : yaitu disimpan dengan aman dan dijaga kebersihan serta direparasi dengan baik. Api kelas D.doc Page 58 . • Api kelas B. • • • Api kelas C. solar. dll. penggunaan alat pernafasan dengan saringan debu tidak akan melindungi pekerja yang menangani bahan kimia. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. seperti papan. perlengkapan (seperti alat pernafasan dan lemari uap) dan fasilitas dasar pertolongan pertama seharusnya tersedia ditempat kerja. Kenyamanan pekerja menggunakan perlengkapan dan pakaian adalah penting. kebakaran dari bahan logam Api kelas E. kebakaran kelistrikan dan meliputi perlengkapannya. • • • • • • c. kertas. kebakaran bahan gas yang mudah terbakar seperti asitelin. Benda-benda pelindung seharusnya sesuai dengan persyaratan standar yang berlaku Pekerja seharusnya dilatih secara benar dalam penggunaan dan perawatan perlengkapan dan pakaian pelindung. Keselamatan dan Perlindungan Kebakaran Bebarapa hal yang harus diketahui tentang kebakaran dan perlindungannya adalah : 1) Golongan Kebakaran • Api kelas A. Semua perlengkapan dan pakaian pelindung harus dipakai sebagaimana mestinya. Pakaian pelindung. Untuk contoh. minyak cat. pancuran air untuk keselamatan (safety showers) dan pencuci mata darurat (emergency eye wash) juga disediakan sebagai penjagaan pertama dalam kasus kegagalan pelindung. 2) Program Perlengkapan dan Pakaian Pelindung Pekerja di Tempat kerja Perlengkapan dan pakaian pelindung ditempat kerja selalu diprogram agar benda tersebut secara pasti dipergunakan untuk mengoptimalkan faktor keselamatan.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 37 • Tempat lemari uap (fume cabinets). LPG. Berikut ini hal penting sebagai pertimbangan : • Benda-benda pelindung penggunaannya harus sesuai dengan persyaratan pekerjaan seteliti mungkin. Memonitor lingkungan tempat kerja dan memonitor kesehatan seharusnya dilakukan secara tetap untuk meyakinkan program perlindungan memadai. berarti ketidaknyamanan atau ketidakcocokan dapat menyebabkan pekerja menolak menggunakan alat keselamatan. alat pernafasan dan pelindung telinga perlu tertutup dengan rapat dan sesuai tubuh sehingga terpakai dengan baik. kebakaran benda padat yang mengandung karbon. kebakaran benda cair mengandung bahan yang mudah terbakar seperti bensin. untuk contoh.

di cat merah dengan adanya pita hitam Cairan uap BCF (Bromo Chloro di Fluoromethane) . : • • • Tabung bersimbol huruf A terletak dalam segi tiga warna hijau. dipakai untuk kebakaran kelas E (kebakaran kelistrikan) Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. dan bila mungkin matikan suplai (kiriman) gas.di cat biru Serbuk kering . air jika tidak dekat aliran listrik Untuk kebakaran kelas B. Jangan mengunakan air atau busa pemadam untuk kebakaran kelistrikan. Karbon dioksida atau Busa kering Dilarang menggunakan air untuk memadamkan kebakaran bahan cair! Untuk kebakaran kelas C. : • Alat pemadam kebakaran untuk bahan gas yang mudah terbakar.di cat kuning Busa .di cat merah Karbon dioksida (CO2) . gunakan : • • Serbuk kering . dipakai untuk kebakaran kelas B (kebakaran bahan cair mudah terbakar) Tabung bersimbol huruf C terletak dalam lingkaran warna biru.di cat merah dengan adanya pita putih Untuk kebakaran kelas E. Bahan kimia kering. gunakan : • • Pasir. gunakan : BCF. Jika mungkin. 3) Penggunaan bahan /alat pemadam Untuk kebakaran kelas A. 4) Mengenal Alat Pemadam Portable Alat pemadam portable (yang mudah dipindah) biasanya mudah ditempatkan pada tempat rawan kebakaran. Busa.di cat merah dengan adanya pita putih. Untuk kebakaran kelas D. Adapun jenis dan simbol pada tabungnya adalah sbb.doc Page 59 .Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 38 2) Bahan dasar untuk pemadam kebakaran : • • • • • Air . gunakan : BCF. dipakai untuk kebakaran kelas A (kebakaran bahan padat mengandung karbon) Tabung bersimbol huruf B terletak dalam persegi panjang warna merah. seharusnya dijaga agar tabung gas tetap dingin dengan menggunakan air pakai selang atau alat pemadam. Karbon dioksida. pertama matikan sumbertenaga.

dimana jalan ketangga tidak terhalang. • • • Jaga alat pemadam kebakaran dari pengaruh panas dan dingin yang ekstrim (perbedaan yang mencolok). dipakai untuk kebakaran kelas D (kebakaran bahan logam) Pelat identifikasi alat pemadam kebakaran. Pastikan berfungsinya alat pemadam kebakaran. 5) Kesiapan menghadapi kebakaran Semua bahan yang mudah terbakar harus dinamai. Jangan pernah mengembalikan alat pemadam kebakaran setelah digunakan ketempatnya. Pelajari tempat semua alarm (sirine) kebakaran.petugas keadaan darurat. Secara tetap latihan pemadaman seharusnya dilaksanakan sehingga pekerja terbiasa dengan prosedur keselamatan kebakaran dan mengetahui apa yang dilakukan jika terjadi kebakaran. Menjaga peralatan menghadapi kebakaran dan rute jalan keluar bebas dari hambatan. prosedur pengungsian. Menurut peraturan. dan segera ditempatkan dengan seksama pada tempat yang mudah diraih agar dapat melayani reaksi bahaya kebakaran.doc Page 60 . alat pemadam harus dinamai dan dirawat sebagaimana mestinya. Ketahui tempat semua perlengkapan untuk menghadapi kebakaran.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 39 • Tabung bersimbol huruf D terletak dalam bintang warna kuning. • • • • • 6) Pengkondisian alat pemadam kebakaran Secara lengkap peralatan pemadam harus terjaga dan mudah diambil. Semua pekerja seharusnya mengetahui prosedur untuk pengungsian darurat dan dimana pintu keluar . Menjaga jalan masuk untuk tangga dan perancah/penyangga (scaffolding) bebas. disimpan dan ditangani sebagaimana mestinya. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Adapun yang diperlukan adalah : • Pahami prosedur pencegahan kebakaran dimana anda bekerja . sebelum dinamai dan diisi kembali. Mampu menggunakan peralatan dan mengikuti latihan kebakaran dengan keyakinan.

adalah vital untuk mengontrolnya • Beritahu kebakaran pasukan pemadam Yang terbaik pasukan pemadam datang ketika api masih terkontrol dibandingkan setelah api besar tidak terkontrol • Beritahu setiap mengamankan orang untuk Seseorang menyaksikan pasukan pemadam dapat langsung memadamkan api tanpa menunda • Hadapi kebakaran dengan peralatan yang tersedia Kebakaran kecil dapat segera dikontrol • Mengungsi jika perlu Kebakaran besar bisa membahayakan hidup Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. segera lakukan tindakan yang tepat dan segera keluar.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 40 7) Menghadapi kebakaran Jika kebakaran terjadi. Jika menemukan kebakaran. ingat enam langkah KESELAMATAN ini : • Bunyikan alarm segera Beberapa menit pertama setelah kebakaran mulai.doc Page 61 . kurangi bahaya untuk kehidupan dan jaga kerusakan agar minimum.

Mandor/Pengawas harus bertanggung jawab dan melaporkan kejadian yang dialami korban. Tetapi bila berada jauh. maka petugas PPPK harus memutuskan apakah mengirimkan dokter. sehingga pekerja memahami tentang peringatan sirene dan rencana tindakan keadaan darurat. d. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Prosedur Pengungsian Darurat Situasi darurat di tempat kerja memungkinkan semua orang di area kerja atau seluruh pabrik mengungsi. dan untuk diikuti perintahnya dengan cara seksama. atau yang lain. Latihan pengungsian secara tetap harus dilakukan. petugas PPPK melanjutkan tindakan-tindakan sebagai berikut : • • • • Petugas PPPK memberikan laporan secara terperinci mengenai korban dan pertolongan pertama yang telah diberikan kepada dokter. Untuk urusan selanjutnya ditangani oleh bagian adminstrasi.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 41 • Jangan memasuki kembali gedung yang sedang terbakar Asap dan gas didalam gedung yang sedang terbakar adalah berbahaya dan sering mematikan Catatan: Ketika bocoran gas terbakar. ambulans. Pimpinan atau atasan harus ikut menanggung dan memberikan keputusan untuk segera menyelidiki sebab-sebabnya. dapat dan diharuskan setiap orang meninggalkan pabrik segera. jangan coba untuk memadamkannya sebelum kebocoran dihentikan. Pertolongan Pertama Para petugas PPPK (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) harus mengetahui kepada siapa. di mana. kebakaran. Pencemaran udara di pabrik dari kebocoran gas. sesuai persetujuan rencana pengungsian. e. Pabrik mempunyai prosedur pengungsian yang diperlukan pekerja untuk bertindak berdasarkan peringatan suara sirene. ancaman bom atau keadaan darurat di sekitar lokasi pabrik berada. Pada umumnya bila korban ada didekat petugas PPPK. dan bagaimana harus bertindak memberikan pertolongan pertama.doc Page 62 . maka dapat langsung diberi pertolongan. Selanjutnya.

dan borwater. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. slogan atau poster perlu juga sebagai alat bantu untuk mengingatkan pekerja pada waktu bekerja. perubalsem. dan obat-obatan lain. misalnya : • • • kapas.doc Page 63 .Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 42 Selain petugas PPPK. harus tersedia juga perlengkapan pertolongan pertama lain atau obatobatan yang disimpan dalam kotak PPPK. tensoplas. obat luka baru. pembalut luka. Walaupun tindakan pertolongan pertama tidak tercakup dalam modul ini. D samping kotak PPPK. setiap orang seharusnya telah berlatih dasar-dasar pertolongan pertama.

Tugas 2 Persyaratan Keselamatan Kerja 1. Siapa saja yang melakukan pengawasan terhadap undang-undang keselamatan kerja dan sejauh mana kewenangan masing-masing. Diskusikan apa saja ruang lingkup yang dicakup dalam undang-undang Keselamatan Kerja tahun 1970. 2. Dengan apa ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas Tugas Tugas 1 Istilah dan Ruang lingkup 1. 2. dan diskusikan susunan kepanitiaan K3 yang sebaiknya. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Diskusikan tentang susunan dan tugas Panitia Banding. Sebutkan fungsi Panitia K3. Diskusikan kewajiban dan hak tenaga kerja menurut undang-undang Keselamatan Kerja. Apa saja kewajiban pembinaan pengurus terhadap tenaga kerja baru. Diskusikan tugas pembinaan lainnya dari pengurus. Buatlah daftar semua persyaratan keselamatan kerja Tugas 3 Pengawasan. Pembinaan dan Panitia K3 1. Sebutkan maksud tempat kerja dalam undang-undang Keselamatan Kerja tahun 1970 2.doc Page 64 . 3. Tugas 4 Kewajiban dan Hak Tenaga Kerja serta Pengurus Petunjuk : 1.

Diskusikan dengan grup belajar anda tentang format laporan dan pengisiannya. terhadap gambar keselamatan kerja dan alat perlindungan diri untuk tenaga kerja. Tugas 7 Jenis-jenis Bahaya di Tempat Kerja 1. Sebutkan unsur-unsur audit Sistem Manajemen K3 dan diskusikan mekanisme pelaksanaan audit. Diskusikan dengan grup belajar anda.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas 2. 4. Jelaskan tata cara pelaporan suatu kecelakaan kerja.doc Page 65 . penyakit atau kesakitan yang dapat disebabkan oleh : a) Gerakan bagian peralatan ? b) Kebisingan ? c) Getaran ? d) Pencahayaan ? e) D e b u ? Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Jelaskan ketentuan-ketentuan yang wajib dilakukan oleh perusahaan dalam penerapan Sistem Manajemen K3. Sebutkan prosedur pemeriksaan kecelakaan dan jenis pemeriksaan yang dilakukan. Diskusikan juga format-format laporan pemeriksaan. Apa jenis-jenis cedera. Tugas 5 Tata cara Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan Petunjuk : 1. Sebutkan kewajiban pengurus terhadap dokumen undang-undang Keselamatan Kerja dan peraturan pelaksanaannya. 2. Tugas 6 Penerapan dan Audit Sistem Manajemen K3 Petunjuk : 3.

Bab 4

Strategi Penyajian

Tugas

f) Tekanan udara ? g) Penanganan manual dan pengangkatan ? 2. Berikan contoh dari masing-masing bahaya bahan kimia, dan cedera/penyakit yang disebabkan oleh : a) G a s b) A s a p c) Cairan d) Zat berbahaya lainnya 3. Seberapa bahaya psikologi yang bisa anda sebutkan ? 4. Sebutkan seberapa bahaya biologi yang mungkin terjadi ditempat kerja, yang mungkin menimbulkan kasus.

Tugas 8 Pencegahan Dan Pengontrolan Bahaya Sistim Kerja
1. Mengapa sistim kerja yang aman termasuk rotasi pekerjaan ? 2. Bicarakan dalam grup belajar anda tentang perancangan/mengatur kembali sistim pekerjaan yang anda lakukan, atau peralatan yang anda gunakan. Bagaimana hal itu dapat dilakukan .

Tugas 9 Pencegahan dan Pengontrolan Bahaya Pemesinan, Kebisingan dan Penanganan Manual
Petunjuk 1 : • • Apakah ada beberapa praktik buruk yang digunakan pada tempat kerja anda ? Data hal tersebut dan diskusikan dengan grup belajar anda. Diskusikan dengan pembimbing dan grup belajar anda beberapa fakta bahaya pada pemesinan ditempat kerja anda. Bagaimana anda dapat menjamin bahwa bahaya dapat dicegah atau dikontrol.

Petunjuk 2 : • Minta pembimbing untuk memutar video tentang kebisingan atau mengunjungi tempat kerja dan amati tentang kebisingan.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Page 66

Bab 4

Strategi Penyajian

Tugas

Apakah kebisingan suatu masalah ditempat kerja anda ?. Ada beberapa cara pemeriksaan efek kebisingan atau mengurangi kebisingan yang terlihat, yang digunakan ditempat kerja anda ?. Seharusnya itu dilakukan ?. Diskusikan hal itu dengan pembimbing dan grup belajar anda.

• •

Petunjuk 3 : Diskusikan dengan grup anda semua perbedaan bentuk penanganan manual yang anda lakukan dalam minggu tertentu.

Petunjuk 4 : • Minta pembimbing anda untuk menampilkan video tentang penanganan manual atau berkunjung ke tempat kerja. Ada berapakah praktik buruk yang dilihat, digunakan ditempat kerja anda ? Yang mana ? Diskusikan hal tersebut dengan grup anda, dan berikan saran cara untuk menghindarinya.

Tugas 10 Pencegahan dan Pengontrolan Bahaya Kimia
Petunjuk 1 : Pembimbing anda akan menyajikan beberapa lembaran data keselamatan bahan (Material Safety Data Sheet / MSDS) dari tempat kerja anda. Bicarakan dengan pembimbing dan grup belajar anda tentang zat apa yang dikandungnya, apa efeknya kepada kesehatan dan apa tindakan pengamanan yang dilakukan ketika menggunakannya. Petunjuk 2 : Kerjakan dengan pembimbing dan grup belajar anda, untuk mendata semua cara berdasarkan pemikiran anda untuk pencegahan atau pengontrolan bahaya bahan kimia. Gunakan kategori berikut (lihat kembali bagian gagasan 'Pencegahan dan pengontrolan bahaya') • • • • • Mengeliminir bahaya Cara bekerja yang aman dari bahaya Prosedur dan sistim kerja yang aman Penggunaan peralatan dan pakaian pelindung

Petunjuk 3 : Minta pembimbing anda memutarkan video tentang penanganan bahan kimia atau mengunjungi tempat kerja dan amati tentang penanganan bahan kimia. Apa yang disarankan untuk peningkatan diarea tempat kerja anda ? Diskusikan hal itu dengan grup belajar anda

• •

Petunjuk 4 : Kerjakan dengan pembimbing dan grup belajar anda untuk mendata kemungkinan efek penyalah-gunaan obat bius atau alkohol pada tempat kerja anda.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Page 67

Bab 4

Strategi Penyajian

Tugas

Tugas 11 Tata Laksana yang baik
Petunjuk 1 : • Tanyakan pada pembimbing apakah perusahaan anda punya Daftar Pemeriksaan Keselamatan Kerja. Jika ada, tentukan area kerja di pabrik dan isi daftar untuk area tersebut dengan menandai Ya/Tidak dilaksanakan pada lembaran yang disediakan dan buatlah komentar yang sesuai. Jika mungkin, kerjakan tugas ini dengan rekan yang lain dalam grup belajar anda. Jika perusahaan anda tidak mempunyai daftar, buatlah daftar tersebut dengan kerjasama grup.

• •

Petunjuk 2 : Sekarang lihat video tentang tata laksana tempat kerja, atau kunjungi tempat kerja dan amati tentang tata laksana area produksi, bengkel atau area kerja lainnya. Diskusikan hasil pengamatan grup dan tuliskan beberapa hal dengan seksama dibawah judul berikut ini : • • • • • Jalan masuk bersih Tempat kerja rapi Tangga Alas kaki tepat Oli tumpah

Tugas 12 Penyimpanan Bahan
Petunjuk : Bicarakan dengan rekan yang lain dalam grup belajar anda mengenai situasi berikut. Pada masingmasing kasus kecelakaan apa yang dapat terjadi dan apa yang seharusnya dilakukan pekerja untuk menghindari kecelakaan. Tulis jawaban anda ! • • • • Pekerja menggunakan trolley (kereta) untuk membawa beberapa bahan, tetapi tidak mengikuti jalur jalan yang telah ditandai. Pekerja diberitahu bahwa beberapa kain lap yang telah di celupkan kedalam bahan pelarut terbentang diatas lantai area kerja. Saluran tenaga listrik dapat terletak melintasi permukaan yang lembab dengan aman, hal itu berbahaya jika melintasi jalur jalan atau gang. Bahan kimia dapat dengan aman disimpan dalam lemari tahan api pada area kerja.
Page 68

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Identifikasi jenis debu dan serat. jika perlu minta penjelasan kepada petugas keselamatan dan kesehatan kerja tentang masalah kesehatan yang disebabkan oleh debu dan serat. Anda hanya perlu melakukan satu contoh untuk masing-masing area kerja. a. contoh : Kelistrikan : Debu atau Bahaya Serat • • • Jenis Polusi : Isolasi Serat mineral keramik yang jelek untuk isolasi panas. serangan asma atau kanker paru-paru.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas • • Tumpahan. Alat bantu mekanik disimpan ditempat yang mudah didatangi Tugas 13 Gambar Simbol Keselamatan Kerja Petunjuk : • Manfaatkan Gambar Simbol Keselamatan untuk Tempat kerja dari Departemen Tenaga Kerja untuk mempelajari mengenai semua standar tanda keselamatan yang dipergunakan di tempat kerja.doc . Jika anda merasa percaya diri bahwa anda mampu mengidentifikasi semua tanda-tanda. Efek Kesehatan : Iritasi kulit. Lengkapi berikut ini. Elektronik : Debu atau Bahaya Serat • • • Jenis Polusi : Penyebab Bahaya : Efek Kesehatan : Page 69 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. termasuk bahan isolasi. • Tugas 14 Polusi Serat Dan Debu Pada Lingkungan Industri Petunjuk : Tugas ini dicobakan hanya jika relevan dengan perusahaan anda. tutup buku dan tulislah maksud dari masing-masing gambar simbol tersebut. Cari data tentang partikel serat dan debu yang dihasilkan dari proses kerja dan atau bahan yang digunakan pada area kerja. Penyebab Bahaya : Penanganan yang jelek atau kontak langsung dengan partikel serat yang ada di udara. gemuk atau sampah tergeletak di area kerja. pelapis dan pembungkus. sebagai contoh yang telah dilakukan.

gas. pilih bahan kimia dan jelaskan hal berikut : • • • Hubungan bahaya kesehatan dengan kandungan bahan kimia. bahan pelarut dan bahan campuran digunakan pada Elektronik. a. Untuk masing-masing area kerja (relevan untuk perusahaan anda). Pengerjaan Logam : Bahaya Kimia Data bahan kimia.doc Page 70 . 1) ………………………(nama kandungan bahan kimia) • • • Bahaya kesehatan : Penanganan keselamatan. Perawatan Pabrik : Debu atau Bahaya Serat Jenis Polusi : Penyebab Bahaya : Efek Kesehatan : Tugas 15 Pencegahan Dan Pengontrolan Polusi Bahan Kimia Petunjuk : Pada tugas ini anda perlu bicara kepada petugas keselamatan dan kesehatan kerja. bahan pelarut dan bahan campuran digunakan pada Pengerjaan Logam.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas b. pekerja dimasing-masing area berikut (yang relevan untuk pabrik anda) dan berkenaan dengan MSDS. Elektronik : Bahaya Kimia Data bahan kimia. termasuk pembuangan sisa : Tindakan pengamanan : b. gas. Plastik : Debu atau Bahaya Serat Jenis Polusi : Penyebab Bahaya : Efek Kesehatan : d. 1) ………………………(nama kandungan bahan kimia) Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Tindakan pengamanan untuk penggunaannya. Bagaimana menangani kandungan zat tersebut dengan aman. Pekerjaan Logam : Debu atau Bahaya Serat • • • • • • • • • Jenis Polusi : Penyebab Bahaya : Efek Kesehatan : c.

1) ………………………(nama kandungan bahan kimia) • • • Bahaya kesehatan : Penanganan keselamatan. 1) ………………………(nama kandungan bahan kimia) • • • Bahaya kesehatan : Penanganan keselamatan.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas • • • Bahaya kesehatan : Penanganan keselamatan. gas. • Takaran kebisingan sehari-hari pada pabrik adalah : c. Plastik : Bahaya Kimia Data bahan kimia. Cari informasi tentang berapa tingginya tingkat kebisingan yang diizinkan pada pabrik. Tulis jawaban anda disini. bahan pelarut dan bahan campuran digunakan pada Perawatan Pabrik. gas. termasuk pembuangan sisa : Tindakan pengamanan : c. Temukan dari pihak manajemen apa mereka punya rencana memperbaiki bahaya kebisingan pada pabrik dan kapan mereka melakukan perbaikannya. • • Manajemen merencanakan perbaikan tingkat kebisingan oleh : Perbaikan ini direncanakan untuk membuat : Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. termasuk pembuangan sisa : Tindakan pengamanan : d.doc Page 71 . • Tingkat kebisingan yang diizinkan pada pabrik adalah : b. berapa takaran kebisingan sehari-hari pada tempat atau pabrik tersebut. Perawatan Pabrik : Bahaya Kimia Data bahan kimia. bahan pelarut dan bahan campuran digunakan pada Plastik. Kunjungi pabrik dan tanyakan kepada pengurus keselamatan dan kesehatan kerja. termasuk pembuangan sisa : Tindakan pengamanan : Tugas 16 Pencegahan dan pengontrolan polusi kebisingan Petunjuk : a.

Untuk masing-masing terangkan mengapa hal itu berbahaya dan apa kecelakaan / cedera yang ditimbulkannya. Untuk masing-masing terangkan pendapat anda. Menarik perhatian sekitar dengan pura-pura berkelahi atau berkelakar dengan kasar. Berapa banyak aktivitas berikut yang menjadi pertimbangan bagi anda untuk bekerja dengan aman ?. 2.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas Tugas 17 Tindakan Keamanan Kerja 1. Menghilangkan tanda dilarang merokok di toilet atau area lain yang dilarang merokok. 1) aktivitas : Memodifikasi peralatan atau mesin tanpa kewenangan • • Bagaimana pendapat anda (Berbahaya atau tidak) Kemungkinan kejadian?. Diskusikan dalam grup. • • • • Bagaimana pendapat anda (Berbahaya atau tidak) Kemungkinan kejadian?. dan kemungkinan apa yang dapat terjadi (kecelakaan apa?). 2) aktivitas : Melakukan pekerjaan tanpa aturan keselamatan sebab aturan dianggap menghambat proses pekerjaan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Minum alkohol saat istirahat siang dan kemudian kembali bekerja pada mesin dengan merasa sedikit melayang atau gembira tidak terkendali. Dari tiga aktivitas berikut ini menunjukan cara dan sikap kerja. Merasa jemu dengan pekerjaan atau dengan supervisor sehingga melakukan sabotase terhadap peralatan atau mesin sehingga sesuatu berjalan lambat.doc Page 72 . Lari turun tangga dan terpeleset pada jalur tangga. • • • • • • Sedang bekerja bercanda dengan pekerja lain termasuk mengganggu mesin atau alat pengaman. 3) aktivitas : Tidak menggunakan alat pengaman Bagaimana pendapat anda (Berbahaya atau tidak) Kemungkinan kejadian?.

doc Page 73 . Sebutkan berikut ! masing-masing alat perlengkapan dan pakaian pelindung berdasarkan gambar A B C D E F Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas Tugas 18 Perlengkapan dan Pakaian Pelindung serta Program di Tempat Kerja 1.

Gas LPG bocor Kain lap masuk kedalam bahan pelarut Kotak-kotak bekas pengepakan 3) Buatlah peta area kerja anda dan tanda penempatan alat pemadam kebakaran (dan jenis alat pemadam) dan pintu keluar. Gambar denah Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Ini adalah contoh dari apa yang seharusnya dibuat. bagaimana pengaturan cara kerjanya ketika mulai kebakaran ? 2) Apa jenis alat pemadam yang digunakan untuk kebakaran awal dari kandungan bahan berikut ini : • • • • Kesalahan pengawatan pada instalasi kelistrikan.doc Page 74 .Bab 4 Strategi Penyajian Tugas Tugas 19 Keselamatan dan Perlindungan Kebakaran Petunjuk : Anda mungkin perlu bantuan pengurus keselamatan dan kesehatan kerja atau petugas kepegawaian untuk melengkapi tugas berikut : 1) Adakah pabrik anda mempunyai sistim 'sprinkler' otomatis jika terjadi kebakaran YA / TIDAK Jika ya.

doc Page 75 . berapa banyak jenis tanda peringatan yang ada dan apakah maksud masingmasingnya ? 3) Ketika anda mendengar suara tanda peringatan apa yang harus anda lakukan ? Jelaskan langkah per langkah.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas Tugas 20 Prosedur Pengungsian Darurat Petunjuk : Anda mungkin perlu bantuan perwakilan keselamatan dan kesehatan kerja atau petugas kepegawaian untuk melengkapi tugas berikut : 1) Adakah lebih dari satu jenis sirene atau suara tanda peringatan ditempat kerja anda untuk keadaan darurat ? YA / TIDAK 2) Jika ya. 2) Apa saja tindakan utama dalam pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan. 4) Siapa pengawas kebakaran dan / atau keadaan darurat di area kerja dan / atau di pabrik ? 5) Apa tugas pengawas untuk keadaan darurat ? Tugas 21 Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK) 1) Tanda atau simbol PPPK adalah ?. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 3) Apa saja isi Kotak PPPK ?.

Menguraikan kewajiban dan hak tenaga kerja serta pengurus. Memahami siapa yang diwajibkan untuk mengawasi pelaksanaan undang-undang keselamatan kerja (pasal 5 .Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 1 Transparansi UNDANG-UNDANG KESELAMATAN KERJA Jika anda telah lengkap mempelajari unit ini. dan apa yang dilakukan tentang masalah keselamatan dan kesehatan yang timbul. agar keselamatan dan kesehatan kerja terjamin (pasal 11. Anda juga perlu mengetahui langkah-langkah apa yang dilakukan jika anda atau yang lainnya mempunyai permasalahan di tempat kerja. anda akan mampu untuk : • • • • • Mengidentifikasi istilah dan ruang lingkup wilayah dan jenis pekerjaan yang dijamin undang-undang keselamatan kerja (pasal 1 dan 2) Menjelaskan dengan peraturan perundang-undangan menetapkan syarat-syarat untuk keselamatan kerja (pasal 3 dan 4). Mengapa ini penting ? Keselamatan dan kesehatan anda serta yang lainnya.12 dan 13). Menjelaskan bagaimana pembinaan terhadap pelaksanaan undang-undang keselamatan kerja (pasal 9 dan 10). Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 76 .6. tergantung atas diketahuinya tanggung jawab anda.7 dan 8).

tertuju pada kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan manusia pada khususnya”. Meningkatkan produktivitas kerja tanpa memeras tenaga kerja dan menjamin kehidupan produksinya. Mencegah timbulnya penyakit akibat/pekerjaan Mencegah/mengurangi kematian Mencegah/mengurangi cacat tetap Mengamankan material. nyaman. Sasaran Keselamatan kerja: 1. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 6. instalasiinstalasi dan sebagainya. 5. pemakaian. dan mengamankan produksi. 4. Semua sasaran itu bertujuan meningkatkan taraf hidup (standard of living) dan kesejahteraan umat manusia. 9. konstruksi. pesawat-pesawat. industri serta pembangunan. 8. meningkatkan.doc Page 77 . bersih. Mencegah terjadinya kecelakaan. alat-alat kerja. Memperlancar. dan aman sehingga menimbulkan kegembiraan semangat dalam bekerja. 3.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 2 Falsafah Keselamatan Kerja “Menjamin keadaan. Menjamin tempat kerja yang sehat. alat-alat dan sumber-sumber produksi lainnya sewaktu kerja dan sebagainya. 2. pemeliharaan bangunanbangunan. modal. Mencegah pemborosan tenaga kerja. mesin-mesin. 7. keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah manusia serta hasil karya dan budayanya.

Kepala Kantor Depnaker memerintahkan pegawai pengawas untuk melakukan pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan. Penyampaian laporan dapat dilakukan secara lisan sebelum dilaporkan secara tertulis.doc Page 78 . Kewajiban melaporkan berlaku bagi pengurus atau pengusaha yang telah dan yang belum mengikutsertakan pekerjaannya ke dalam program jaminan sosial tenaga kerja wajib melaporkan secara tertulis kepada Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja setempat dalam waktu tidak lebih dari 2 x 24 jam. Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan berdasarkan analisis laporan kecelakaan menyusun analisis laporan kekerapan dan keparahan kecelakaan tingkat nasional.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 3 Tata Cara Pelaporan Kecelakaan Pengurus atau pengusaha wajib melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi di tempat kerja dipimpinnya. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Kakanwil Depnaker berdasarkan analisis laporan kecelakaan menyusun analisis kecelakaan setiap bulan dan kepada Menteri atau Pejabat yang ditunjuk. Pemeriksaan Kecelakaan Setiap setelah menerima laporan kecelakaan dari pengurus atau pengusaha. Kepala Kantor Depnaker berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan pada setiap akhir bulan menyusun analisis laporan kecelakaan dan menyampaikan kepada Kakanwil Depnaker selambat-lambatnya tanggal 5 bulan berikutnya.

3) Peninjauan ulang desain dan kontrak . 5) Pembelian . 12) Pengembangan keterampilan dan kemampuan.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 4 Penerapan Sistem Manajemen K3 Untuk menjamin orang lain yang proses produksi perlu penerapan Kerja keselamatan dan kesehatan tenaga kerja maupun berada di tempat kerja. 7) Standar Pemantauan . 4) Pengendalian dokumen . 11) Pemeriksaan sistem manajemen . 2) Strategi pendokumentasian . maka Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Audit Sistem Manajemen K3 Untuk pembuktian penerapan Sistem Manajemen K3. dan lingkungan kerja dalam keadaan aman. maka perlu diaudit unsur-unsur : 1) Pembangunan dan pemeliharaan komitmen . 9) Pengelolaan material dan pemindahannya . Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. serta sumber produksi. 10) Pengumpulan dan penggunaan data . 6) Keamanan bekerja berdasarkan Sistem Manajemen K3 . 8) Pelaporan dan perbaikan kekurangan .doc Page 79 .

doc Page 80 . Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. cedera dan sakit. sehingga mereka dapat bekerja kearah pengurangan kecelakaan. dan menjelaskan bagaimana bahaya dapat dicegah dan dikontrol.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 5 Bahaya di Tempat Kerja Tujuan : • Menggambarkan jenis-jenis bahaya di tempat kerja • Mengidetifikasi bahaya yang dapat menyebabkan kesalahan dan cedera pada tempat kerja anda. • Menjelaskan apa yang dimaksud dengan lembaran data keselamatan bahan (Material Safety Data Sheet / MSDS) dan bagaimana menggunakannya. Mengapa ini penting ? Semua pekerja perlu menyadari bahaya di tempat kerja.

asap. debu. Bahaya Fisik : • Gerakan peralatan atau bagian mesin • Bising. getaran.doc Page 81 . dan zat berbahaya lainnya 3. Bahaya Radiasi : • Radiasi microwave • Cahaya laser daya tinggi • Pemanas infra-red daya tinggi • Sinar gamma dari zat radio aktif • Radiasi ultra violet dari matahari 5. Bahaya Psikologi : • Stress. pencahayaan. Bahaya Biologi : • Inspeksi kuman. atau tidak senang pada pekerjaan 6. cairan. Bahaya Bahan Kimia : • Gas. Bahaya Ergonomi : • Desain peralatan buruk atau tata letak yang salah 4.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 6 Jenis-jenis Bahaya : 1. virus penyakit Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. tekanan udara • Penanganan manual dan pengangkatan 2.

doc Page 82 .Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 7 Prinsip Pencegahan atau Pengontrolan Bahaya : • Bila mungkin. eliminir bahaya • Jika bahaya tidak bisa dieliminir. cari cara yang aman untuk mengerjakan • Pastikan prosedur dan sistim kerja yang aman • Gunakan peralatan dan pakaian pelindung Bahaya dan Pencegahan : • Pengaturan Kerja • Gerakan Mesin • Pengaruh Kebisingan • Penanganan Manual • Reaksi bahan Kimia • Alkohol dan Penggunaan Obat Bius • Bahaya lain ditempat Kerja Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 83 . terjadi karena pekerja dan perusahaan tidak memberikan perhatian pada tata laksana yang baik. • Menjelaskan bahaya apa yang dapat disebabkan oleh tata laksana yang buruk. Mengapa ini penting ? Banyak kecelakaan tidak dapat dihindarkan pada tempat kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 8 Tata Laksana Industri Tujuan : • Menjelaskan apa maksud Tata Laksana Industri • Menjelaskan bagaimana tata laksana yang baik dapat membuat tempat kerja aman. • Menjelaskan apa maksud gambar simbol keselamatan kerja.

debu dan radiasi. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Bau yang menyengat. gumpalan awan dan debu dari asap harus diselidiki. • Barang berbahaya tersimpan pada tempat khusus yang aman • Bahan kimia diberi label dengan jelas.doc Page 84 . laci atau kotak masingmasing. terpisah sesuai jenisnya dan disimpan pada tempat yang memenuhi persyaratan • Lokasi gudang dan area kerja selalu dimonitor batas tingkatan asap.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 9 Manfaat Tata Laksana Yang Baik : • Memperkecil kecelakaan dan cedera yang terjadi di tempat kerja • Risiko kebakaran berkurang • Pekerja lebih percaya diri bekerja dengan aman • Tempat kerja menjadi lebih efesien Beberapa Hal Penting Dalam Penyimpanan Bahan : • Mudah diambil dan diangkut • Bahan tersimpan pada rak.

Contoh. mudah terbakar atau awas api • Tanda Pemberitahuan /Tempat perlengkapan keadaan darurat tersimpan. Gambar putih diatas warna dasar biru. Contoh. • Tanda Peringatan bahaya keselamatan dan kesehatan kerja. gunakan kaca mata Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Contoh. Contoh.doc Page 85 . tempat PPPK • Tanda Perintah/Pemberitahuan kepada pekerja dimana perlengkapan keselamatan khusus harus dipakai.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 10 Contoh Gambar Simbol Keselamatan • Tanda Larangan / Pencegahan kecelakaan . Berbentuk segi empat . Berbentuk segi tiga dengan warna hitam diatas warna dasar putih. dilarang merokok. Gambar lingkaran dengan diagonal merah diatas warna dasar putih.

• Menjelaskan sumber-sumber polusi.doc Page 86 . Mengapa ini Penting ? Banyak polusi yang terjadi pada industri dan menyebabkan terganggunya lingkungan dan membahayakan manusia dan habitat makhluk lainnya secara luas. • Menjelaskan cara pencegahan dan pengontrolan polusi.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 11 Polusi pada Industri Tujuan : • Menjelaskan istilah-istilah pada polusi. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 12 Polusi pada Lingkungan Industri • Polusi dari serat (fiber) dan debu • Polusi dari bahan kimia • Polusi kebisingan Pencegahan dan Pengontrolan Polusi pada tempat kerja industri utamanya disebabkan oleh timbulnya bahaya serat dan debu. Lima Prinsip Pencegahan dan Pengontrolan dijelaskan pada unit 2 yaitu : • Lenyapkan • Ganti (bahan) • Kontrol • Prosedur dan sistim kerja yang aman • Perlengkapan dan pakaian pelindung.doc Page 87 . kandungan kimia dan tidak amannya tingkat kebisingan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

Anda telah siap mempelajari bahaya yang ada di tempat kerja dan polusi yang mungkin timbul dari bahan kimia dan pemesinan. prosedur dan praktik kerja yang mungkin menyebabkan cedera diri sendiri atau orang lain. • Mendata cara yang dapat meminimalkan risiko dan cedera.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 13 Keselamatan Pribadi Tujuan : • Mengenalkan sikap aman dan tidak aman di tempat kerja. Mengapa ini penting ? Semua pekerja perlu menyadari keselamatan pribadi mereka di tempat kerja. • Mendata barang perlengkapan dan pakaian pelindung • Memilih dengan tepat alat pemadam kebakaran yang sesuai dengan jenis kebakaran/bahan yang terbakar.doc Page 88 . • Menjelaskan prosedur pengungsian tempat kerja dan pertolongan pertama pada kecelakaan. • Menggambarkan sikap. Sekarang anda akan belajar bagaimana anda dapat meminimalkan risiko untuk diri sendiri dari faktor tersebut. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

doc Page 89 . walaupun metoda bekerja dengan aman telah dikembangkan. • Melakukan pekerjaan yang tidak dilatih untuk melakukan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. • Melakukan pekerjaan kewenangan.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 14 Tindakan Keamanan Kerja Aktivitas yang perlu dipertanyakan untuk bekerja dengan aman ? • Memodifikasi peralatan atau mesin tanpa kewenangan. • Mengambil jalan pintas ketika mengerjakan. walaupun jalan pintas melanggar petunjuk prosedur bekerja yang aman. yang tidak punya keterampilan atau • Tidak memperhatikan aturan keselamatan sebab menurut pribadi hal itu menjadi penghambat dalam melakukan pekerjaan. • Tidak menggunakan alat pengaman walaupun diperlukan waktu mengerjakan pekerjaan. • Melakukan pekerjaan selalu seperti cara sendiri.

tidak punya • Kerja sama dan partisipasi dalam program ini membuat tempat kerja aman. • Berikan gagasan tentang bagaimana pemesinan. perlengkapan dan praktik kerja dapat dibuat aman. • Ikuti aturan dan petunjuk keselamatan • Ketahui tanda peringatan dan pahami maksudnya dan lakukan seperti yang ditunjukan. • Jangan melakukan sesuatu yang belum dilatih.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 15 Tindakan Bekerja dengan Aman Daftar berikut ini seharusnya dipraktikan secara rutin. • Jangan melakukan sesuatu yang dapat melukai diri sendiri atau orang lain. keterampilan atau kewenangan melakukannya.doc Page 90 . dipelajari dengan seksama dan • Pikirkan tentang apa yang dapat terjadi sebelum melakukannya. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. • Selalu mengunakan peralatan dan perlengkapan dengan benar untuk pekerjaan yang dilakukan. • Laporkan kesalahan atau peralatan dan perlengkapan yang tidak aman. • Laporkan semua kecelakaan dan cedera sekecil apapun jika kemungkinan terjadi. • Laporkan praktik kerja dan situasi yang diperkirakan tidak aman.

doc Page 91 .Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 16 Perlengkapan dan Pakaian Pelindung Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

Busa/bahan kimia kering (merah/ dengan pita putih) Kelas E Bahan kelistrikan perlengkapannya. batu bara dll. minyak cat .Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 17 Keselamatan Kebakaran dan Perlindungan Tabel Golongan Kebakaran dan Bahan Pemadam Golongan Kebakaran Kelas A Kebakaran mengandung Bahan/alat pemadam Bahan padat mengandung karbon. CO2 (merah/ dengan pita hitam. CO2 seperti bensin.doc Page 92 . Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. solar . (merah/ dengan pita hitam. LPG dengan menggunakan air pakai selang atau alat pemadam -Matikan suplai (kiriman) gas. Busa/bahan kimia kering (merah/ dengan pita putih Bahan gas yang mudah terbakar -Jaga tabung gas tetap dingin seperti asitelin. Air (tabung warna merah) seperti papan. Busa (biru). Bahan cair yang mudah terbakar BCF (kuning). dll. kertas. Kelas B Kelas C Kelas D Bahan logam Serbuk kering (merah/ dengan pita putih) dan BCF (kuning).

jangan coba untuk memadamkannya sebelum kebocoran dihentikan.doc Page 93 . 6. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 5.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 18 Enam Langkah Keselamatan Menghadapi Kebakaran : 1. Catatan: Ketika bocoran gas terbakar. 3. 4. 2.

dan siapa yang ditunjuk sebagai petugas.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 19 Ringkasan Keselamatan dan kesehatan kerja.doc Page 94 . Anda tidak dapat menunggu terjadinya masalah dan kemudian baru memutuskan bagaimana menanganinya. Berdasarkan tempat kerja anda kembangkan prosedur dan tetapkan petugas sebagai ahli pertolongan pertama. pengawas kebakaran. setiap orang seharusnya telah berlatih dasardasar pertolongan pertama. kebakaran dan prosedur pengungsian keadaan darurat tidak dapat dianggap enteng. Catatan : Walaupun tindakan pertolongan pertama tidak diuraikan dalam unit ini. Yakinkan anda mengetahui prosedur yang tepat untuk tempat kerja anda. perwakilan keselamatan dan kesehatan kerja dan lainnya. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

Pengakuan terhadap kompetensi yang ada dengan mengumpulkan bukti-bukti kemampuan untuk dinilai apakah seseorang telah memenuhi standar kompetensi. Penilaian lebih untuk mengidentifikasi pencapaian dan penguasaan kompetensi peserta pelatihan dari pada hanya untuk membandingkan prestasi peserta terhadap peserta lain. Untuk menilai unit ini mungkin Anda akan memilih metode yang ditawarkan dalam pedoman ini. Untuk menjadi kompeten dalam suatu pekerjaan yang berkaitan dengan keterampilan berarti bahwa orang tersebut harus mampu untuk : • • • • • menampilkan keterampilan pada level (tingkat) yang dapat diterima mengorganisasikan tugas-tugas yang dibutuhkan. Bila pada nilai yang ditetapkan telah tercapai ( sesuai dengan kriteria ). Penilai mengakui bahwa individuindividu dapat mencapai kompetensi dalam berbagai cara: • • kualifikasi terdahulu belajar secara informal. Apa yang Dimaksud dengan Kompeten? Tanyakan pada diri Anda sendiri : “Kemampuan kerja apa yang benar-benar dibutuhkan oleh peserta pelatihan”? Jawaban terhadap pertanyaan ini akan mengatakan kepada Anda tentang apa yang kita maksud dengan kata “kompeten”. merespon dan bereaksi secara layak bila sesuatu salah memenuhi suatu peranan dalam sesuatu rangkaian tugas-tugas pada pekerjaan mentransfer/mengimplementasikan keterampilan dan pengetahuan pada situasi baru. Para penilai harus memperhatikan petunjuk penilaian dalam standar kompetensi sebelum memutuskan metode penilaian yang akan dipakai. Kualifikasi Penilai Dalam kondisi Iingkungan kerja. atau mengembangkan metode Anda sendiri untuk melakukan penilaian.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini BAB 5 CARA MENILAI UNIT INI Apa yang Dimaksud dengan Penilaian ? Penilaian adalah proses pengumpulan bukti-bukti hasil ujian/pekerjaan dan pemberian nilai atas kemajuan peserta pelatihan dalam mencapai kriteria unjuk kerja seperti yang dimaksud dalam Standar Kompetensi. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. seorang peniIai industri yang diakui akan menentukan apakah seorang pekerja mampu melakukan tugas yang terdapat dalam unit kompetensi ini . baik memenuhi standar kompetensi untuk suatu pekerjaan maupun untuk kualifikasi formal.doc Page 95 . Bila Anda menilai kompetensi ini Anda harus mempertimbangkan seluruh issue di atas untuk mencerminkan sifat kerja yang nyata . Pengakuan Kompetensi yang Dimiliki Prinsip penilaian terpadu memberikan pengakuan terhadap kompetensi yang ada tanpa memandang dari mana kompetensi tersebut diperoleh. maka dinyatakan bahwa kompetensi sudah dicapai .

Sebagai contoh. Sesi praktik seharusnya diulang sampai tingkat penguasaan yang disyaratkan dari sub kompetansi dicapai. Mereka tidak boleh melanjutkan unit berikutnya sebelum mereka benar-benar menguasai (kompeten) pada materi yang sedang dilatihkan . Untuk penilaian unit “Keselamatan dan Kesehatan Kerja “ disarankan hal-hal sebagai berikut: Penilaian Pengetahuan Pokok Penilaian Teori Sub-Kompetensi/Elemen 1 : Peraturan Kerja Tes berdasarkan pada soal-soal berikut : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan pilhan yang tepat ! Pertanyaan 1 sampai 5. Tes pengetahuan pokok biasanya digunakan tes obyektif. Sebagai patokan disini seharusnya paling sedikit satu penilaian tugas untuk pengetahuan pokok pada setiap elemen kompetensi.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini Ujian yang Disarankan Umum Unit Kompetensi ini. bergerak atau tetap. dan pengetahuan untuk setiap sub- Berhubungan dengan sesi praktik atau tugas untuk memperkuat teori atau mempersiapkan praktik dalam suatu keterampilan. BETUL 2. secara umum mengikuti format berikut: (a) (b) Menampilkan pokok keterampilan kompetensi/kriteria unjuk kerja. Setiap sesi praktik atau tugas seharusnya dinilai secara individu untuk tiap Sub-Kompetensi. BETUL SALAH Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. walaupun bekerja di negara lain. lingkari salah satu BETUL atau SALAH 1. berdasar pada dua hal yaitu: • • pengetahuan dan keterampilan pokok hubungan dengan keterampilan praktik. Penilaian untuk unit ini. Tes essay dapat juga digunakan dengan soal-soal atau pertanyaan yang relevan dengan unit ini. dimana tenaga kerja melakukan pekerjaan. di mana peserta dinilai (penilaian formatif) pada setiap elemen kompetensi. pilihan ganda. komparasi. Pengertian tempat kerja dalam undang-undang keselamatan kerja adalah tiap ruangan atau lapangan. SALAH Ruang lingkup yang dicakup oleh undang-undang no 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja adalah mengatur pekerja Indonesia.doc Page 96 . mengisi/melengkapi kalimat. tertutup atau terbuka. Hal ini penting sekali.

Pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan dilakukan oleh pegawai pengawas setelah Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja menerima laporan kecelakaan dari pengurus atau pengusaha. BETUL SALAH Page 97 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 6. BETUL SALAH 5. Menteri Sub-Kompetensi/Elemen 2 : Bahaya di tempat kerja Tes berdasarkan pada soal-soal berikut : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan pilhan yang tepat ! Pertanyaan 1 sampai 5.doc . perusahaan dapat melakukan audit melalui Badan Audit yang ditunjuk oleh : (a) (b) (c) Pengusaha. BETUL SALAH 4. Pengawas. BETUL 2. kebakaran. BETUL SALAH Berikan tanda cek ( V ) pada kotak dekat jawaban yang terbaik. Pekerja seharusnya menyadari bahaya ditempat kerja. Kewajiban melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi di tempat kerja oleh pengurus atau pengusaha meliputi yang telah dan yang belum mengikutsertakan pekerjaannya ke dalam program jaminan sosial tenaga kerja. Untuk pembuktian penerapan Sistem Manajemen K3. walaupun tenaga kerjanya dibawah batas ketentuan (kurang dari serratus orang). Semua bahaya tempat kerja dapat dihilangkan. cedera atau sakit BETUL SALAH 3. 1. Sistem Manajemen K3 wajib diterapkan oleh perusahaan yang proses atau bahan produksinya mengandung potensi bahaya peledakan.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini 3. SALAH Bahaya dapat mengarah pada kecelakaan. lingkari salah satu BETUL atau SALAH. pencemaran dan penyakit akibat kerja.

BETUL SALAH 5.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini 4. Berlebihan panas atau dingin. SALAH Jalan masuk seharusnya dengan jelas ditandai dengan garis hijau. 6. Bahan yang mudah terbakar mudah dimakan api BETUL 2. BETUL SALAH 4. Menambah beban listrik yang digunakan. Saluran tenaga listrik seharusnya tidak terhampar melintang dipermukaan lembab/basah sebab : (a) (b) (c) Bisa tersengat listrik. Pekerja yang telah minum alkohol atau sedang melakukan pengobatan dapat mencederai diri sendiri atau orang lain. BETUL SALAH Berikan tanda cek ( V ) pada kotak dekat jawaban yang terbaik.doc Page 98 . Simbol keselamatan segi-tiga 'tengkorak dan tulang bersilang' digambar diatas latar belakang kuning. Sekering/pengaman bisa putus. Tata laksana industri adalah tanggung jawab dari staf kebersihan. kesengat listrik dan ketinggian juga berbahaya. BETUL SALAH 5. BETUL SALAH 3. lingkari salah satu BETUL atau SALAH 1. Lingkaran biru indikasi simbol keselamatan dimana peralatan pelindung harus dipakai. BETUL SALAH Sub-Kompetensi/Elemen 3 : Tata Laksana Indusri Tes berdasarkan pada soal-soal berikut : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan pilhan yang tepat ! Pertanyaan 1 sampai 5. peringatan bahaya biologi. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

BETUL SALAH 4. SALAH Semua bahaya bahan kimia dengan mudah identifikasi. BETUL SALAH 5. BETUL SALAH Sub-Kompetensi/Elemen 5 : Keselamatan Pribadi Tes berdasarkan pada soal-soal berikut : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan pilhan yang tepat ! Pertanyaan 1 sampai 5. BETUL SALAH 4. harus dikontrol sebagaimana mestinya. Anda seharusnya selalu memikirkan tentang apa yang dapat terjadi sebelum anda melakukan sesuatu. BETUL 2. Ketika membuang sisa/sampah bahan kimia. Kebisingan keras yang terus menerus dapat menyebabkan kehilangan pendengaran.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini Sub-Kompetensi/Elemen 4 : Polusi pada Indusri Tes berdasarkan pada soal-soal berikut : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan pilhan yang tepat ! Pertanyaan 1 sampai 5. BETUL 2.doc Page 99 . Pemadam kebakaran karbon dioksida cocok untuk kebakaran kelistrikan. SALAH Pekerja seharusnya dengan benar dilatih menggunakan dan merawat pakaian dan perlengkapan keselamatan. lingkari salah satu BETUL atau SALAH 1. BETUL SALAH 3. lingkari salah satu BETUL atau SALAH 1. Polusi di pabrik kita dapat dikontrol atau dicegah. BETUL SALAH Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Kenyamanan pekerja menggunakan pakaian dan perlengkapan keselamatan tidak penting. BETUL SALAH 3. Dengan debu dan serat di udara cukup aman bekerja.

6. Semua hal diatas. Cahaya yang hebat/tajam (yaitu dalam pengelasan).doc Page 100 . Bahaya bahan kimia. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Sesuatu yang pertama dilakukan dalam kasus kebakaran adalah memberitahu pasukan pemadam kebakaran. BETUL SALAH Berikan tanda cek ( V ) pada kotak dekat jawaban yang terbaik. Kaca-mata dan kaca pelindung keselamatan lainnya mungkin disediakan untuk melindungi dari : (a) (b) (c) (d) Pecahan beterbangan.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini 5.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dijelaskan 2. 4.0 Menjelaskan keselamatan pribadi.1 Sumber polusi pada suatu lingkungan industri dijelaskan. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja dijelaskan.doc Page 101 .0 Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja.2 Maksud gambar simbol keselamatan kerja dijelaskan.0 Mengidentifikasi undang-undang dan peratuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3).2 Beberapa cara untuk mengontrol dan mencegah bahaya diuraikan.2 Tindakan pencegahan dan pengontrolan polusi diuraikan. 2. 3. 5. 1.0 Menjelaskan polusi pada industri. 1.0 Menjelaskan tata laksana industri. 4. 3.1 Isi undang-undang No.1 Potensi bahaya di tempat diidentifkasi.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini Ringkasan Penilaian Pengetahuan dan Keterampilan Gunakan tugas-tugas ini untuk menetapkan apakah peserta pelatihan telah menguasai pokokpokok pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan.1 Penyebab cedera pribadi dan sikap kerja yang aman diuraikan. 2. Pokok-pokok Pengetahuan dan Keterampilan 1.3 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Per.2 Prosedur pencegahan dengan perlengkapan pelindung yang tepat diuraikan. Tugas-tugas Penilaian Ya 1. 4. 5. 5.2 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Tidak Perlu Latihan Lanjutan 5.03/MEN/1998 tentang tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan dijelaskan.4 Prosedur pengungsian dan tindakan pertolongan pertama diterangkan.3 Tindakan keselamatan dan perlindungan kebakaran dijelaskan 5.1 Cara tata laksana industri yang baik dapat mengurangi bahaya dijelaskan. Per. 3.

…. ….Tujuan. …. …. …. …. …. Menjelaskan sumber dan pengontrolan polusi pada industri : .Audit sistem manajemen K3 dan mekanisme pelaksanaan audit Mengidentifikasi potensi dan mengatasi bahaya di tempat kerja : . ….Bab 5 Cara Menilai Unit Ini Checklist yang Disarankan Bagi Penilai Modul : Keselamatan dan Kesehatan Kerja.doc Page 102 . ….Prosedur pengungsian darurat .Pemeriksaan kecelakaan .Perlengkapan dan pakaian pelindung serta program ditempat kerja .Penyimpanan bahan .Tindakan keamanan kerja . …. …. Apakah telah memberikan bukti-bukti menunjukkan bahwa peserta dapat : Menjelaskan isi Undang-undang dan peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) meliputi : . …. …. ….Pengawasan dan Pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja . …. diantaranya : . Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. ….Pencegahan dan pengontrolan bahaya. sasaran dan penerapan sistem manajemen K3 . …. ….Polusi bahan kimia serta pencegahan. .Gambar simbol keselamatan kerja.Pertolongan pertama pada kecelakaan. Menjelaskan cara tata laksana industri. ….Polusi serat dan debu serta pencegahan .Tata laksana yang baik .Hak dan kewajian tenaga kerja dan pengurus.Polusi kebisingan serta pencegahan Menjelaskan penyebab cedera dan prosedur keselamatan pribadi yakni : .Tata cara pelaporan kecelakaan .Jenis-jenis bahaya .Keselamatan dan perlindungan kebakaran . Nama Peserta : Nama Penilai : yang cukup yang Catatan tentang ….Syarat-syarat keselamatan kerja . .

Kompeten Kompetensi yang Dicapai Umpan balik untuk Peserta: Tanda tangan Peserta sudah diberitahu tentang hasil Tanda tangan Penilai: penilaian dan alasan-ala san mengambil keputusan Tanggal: Saya sudah diberitahu tentang hasil penilaian dan alasan mengambil keputusan tersebut.……………….Bab 5 Cara Menilai Unit Ini Lembar Penilaian Unit : BSDC 0201 / Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nama Peserta Pelatihan Nama Penilai Peserta yang Dinilai : : …………………………………… : ………….doc Page 103 .………. Tanda tangan Peserta Pelatihan: Tanggal: Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->