Indonesia Australia Partnership for Skills Development

Batam Institutional Development Project

Paket Pembelajaran dan Penilaian
Kode Unit : BSDC-0201

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
(Occupational Health and Safety)

( Desember 2001 )

Daftar Isi
BAB 1 PENGANTAR ......................................................................................................... 1 Selamat Berjumpa di Buku Pedoman ini !................................................................... 1 Persyaratan Minimal Kemampuan Membaca, Menulis & Berhitung ........................... 1 Definisi ........................................................................................................................ 1 Berapa Lama Mencapai Kompetensi ? ....................................................................... 2 Simbol ......................................................................................................................... 2 Terminologi ................................................................................................................. 2 BAB 2 ARAHAN BAGI PELATIH ...................................................................................... 5 Peran Pelatih............................................................................................................... 5 Strategi Penyajian ....................................................................................................... 5 Alat Bantu yang Dibutuhkan untuk Menyajikan Kompetensi Ini.................................. 5 Peraturan .................................................................................................................... 6 Sumber-sumber untuk Mendapatkan Informasi Tambahan ........................................ 6 BAB 3 STANDAR KOMPETENSI...................................................................................... 7 Judul Unit .................................................................................................................... 7 Deskripsi Unit .............................................................................................................. 7 Kemampuan Awal ....................................................................................................... 7 Elemen Kompetensi dan Kriteria Unjuk Kerja ............................................................. 7 Variabel ....................................................................................................................... 8 Pengetahuan dan Keterampilan Pokok....................................................................... 9 Konteks Penilaian ....................................................................................................... 9 Aspek Penting Penilaian ............................................................................................. 9 Keterkaitan dengan Unit Lain.................................................................................... 10 Kompetensi Kunci yang akan Didemonstrasikan dalam Unit Ini ............................... 10 Tingkat Kemampuan yang Harus Ditunjukkan dalam Menguasai Kompetensi ini .... 10 BAB 4 A B C STRATEGI PENYAJIAN ...................................................................................... 11 Rencana Materi ................................................................................................. 11 Cara Mengajarkan Standar Kompetensi............................................................ 13 Materi Pendukung untuk Pelatih........................................................................ 21 Lembar Informasi........................................................................................... 22 Tugas............................................................................................................. 64 Transparansi.................................................................................................. 76 BAB 5 CARA MENILAI UNIT INI ...................................................................................... 95 Apa yang Dimaksud dengan Penilaian ? .................................................................. 95 Apa yang Dimaksud dengan Kompeten?.................................................................. 95 Pengakuan Kompetensi yang Dimiliki ....................................................................... 95 Kualifikasi Penilai ...................................................................................................... 95 Ujian yang Disarankan .............................................................................................. 96 Checklist yang Disarankan Bagi Penilai.................................................................. 102 Lembar Penilaian .................................................................................................... 103

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Bab 1

Pengantar

BAB 1

PENGANTAR

Selamat Berjumpa di Buku Pedoman ini !
Buku Paket Pembelajaran dan Penilaian ini menggunakan sistem pelatihan berdasarkan kompetensi untuk mengajarkan keterampilan ditempat kerja, yakni suatu cara yang secara nasional sudah disepakati untuk penyampaian keterampilan, sikap dan pengetahuan yang dibutuhkan dalam suatu proses pembelajaran. Penekanan utamanya adalah tentang apa yang dapat dilakukan seseorang setelah mengikuti pelatihan. Salah satu karakteristik yang paling penting dari pelatihan yang berdasarkan kompetensi adalah penguasaan individu secara aktual di tempat kerja. Pelatih harus menyusun sesi-sesi kegiatannya sesuai dengan : • • • • kebutuhan peserta pelatihan persyaratan-persyaratan organisasi waktu yang tersedia untuk pelatihan situasi pelatihan.

Strategi penyampaian dan perencanaan sudah dipersiapkan oleh pelatih untuk peserta pelatihan. Masalah yang disarankan akan memberikan suatu indikasi tentang apa yang harus dicantumkan dalam program tersebut untuk memenuhi/mencapai standar kompetensi. Strategi pembelajaran dan penilaian yang dipersiapkan dalam unit ini tidaklah bersifat wajib namun digunakan sebagai pedoman. Peserta pelatihan didorong untuk memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman industri mereka. Contoh-contoh produk industri lokal atau hasil pengembangan sumber-sumber yang mereka miliki, dapat membantu dalam menyesuaikan materi dan memastikan relevansi pelatihan.

Persyaratan Minimal Kemampuan Membaca, Menulis & Berhitung
Untuk melaksanakan pelatihan secara efektif dan agar dapat mencapai standar kompetensi diperlukan tingkat kemampuan minimal dalam membaca, menulis dan menghitung berikut: Kemampuan membaca dan menulis Kemampuan menghitung Kemampuan baca, interpretasi dan membuat teks. Kemampuan menggabungkan informasi untuk dapat menafsirkan suatu pengertian Kemampuan minimal untuk menggunakan matematika dan simbol teknik, diagram dan terminologi dalam konteks umum dan yang dapat diprediksi serta dimungkinkan untuk mengkomunikasikan keduanya yaitu antara matematik dan teknik.

Definisi
Seseorang yang berkeinginan untuk memperoleh kompetensi seharusnya berkenan menamakan dirinya sebagai peserta latih. Dalam situasi pelatihan, anda dapat ditempatkan sebagai siswa, pelajar atau sebagai peserta, sehingga seorang pengajar kompetensi ini adalah sebagai pelatih. Sebaliknya, dalam situasi pelatihan anda juga dapat ditempatkan sebagai guru, mentor, fasilitator atau sebagai supervisor.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Page 1

bukan pencapaian pada pemenuhan waktu tertentu. fokusnya harus tertuju kepada pencapaian suatu kompeterisi/keahlian. Penilai Seseorang yang telah diakui/ditunjuk oleh industri untuk menilai/menguji para tenaga kerja di suatu area tertentu. jenis kelamin. Simbol Dalam keseluruhan paket pelatihan akan kita lihat beberapa simbol. sosial. agama atau latar belakang pendidikan. dengan demikian dimungkinkan peserta pelatihan yang berbeda memerlukan waktu yang berbeda pula untuk mencapai suatu kompetensi tertentu. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Berikut penjelasan tentang simbol : Simbol Keterangan Handout ( Pegangan Peserta ) HO OHT Overhead Transparansi yang dapat digunakan dalam penyampaian materi pelatihan Penilaian kompetensi yang harus dikuasai Penilaian Tugas Tugas / kegiatan diselesaikan. pengetahuan dan sikap yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan secara efektif ditempat kerja serta sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan. atau aktivitas yang harus Terminologi Akses dan Keadilan Mengacu kepada fakta bahwa pelatihan harus dapat diakses oleh setiap orang tanpa memandang umur. Kompeten Mampu melakukan pekerjaan dan memiliki keterampilan. Penilaian Proses formal yang memastikan pelatihan memenuhi standar-standar yang dibutuhkan oleh industri.Bab 1 Pengantar Berapa Lama Mencapai Kompetensi ? Dalam sistem pelatihan berdasarkan kompetensi. Proses ini dilaksanakan oleh seorang penilai yang memenuhi syarat (cakap dan berkualitas) dalam kerangka kerja yang sudah disetujui secara Nasional.doc Page 2 . Pelatihan Berdasarkan Kompetensi Pelatihan yang berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam menguasai suatu kompetensi/ keahlian secara terukur dan mengacu pada standar yang sudah ditetapkan. kultur.

merencanakan dan mengorganisasikan aktifitas. Tugas-tugas yang Iebih luas dan lebih kompleks dengan peningkatan kemampuan diri untuk menangani pekerjaan secara otonomi.doc Page 3 . Acuan Penilaian Acuan penilaian adalah garis pedoman tentang bagaimana sebuah unit kompetensi harus dinilai. menggunakan ide-ide teknikmatematis . bekerja dengan orang lain dalam sebuah tim. Kompetensi-kompetensi ini digolongkan ke dalam tingkat yang berbeda sebagai berikut: Tingkat kemampuan kompetensi ini Tingkat 1 2 yang harus ditunjukkan Karakteristik Tugas-tugas rutin dalam prosedur sudah tercapai dan secara periodik kemajuannya diperiksa oleh supervisor. yaitu untuk membantu dalam memastikan bahwa pelajaran dilaksanakan secara baik dan adanya umpan balik kepada peserta tentang kemajuan yang mereka capai. Penilaian Formatif Kegiatan penilaian berskala kecil yang dilakukan selama pelatihan. menganalisis. dalam menguasai 3 Strategi Penyajian Strategi penyajian adalah dengan menyediakan informasi yang diperlukan tentang bagaimana melaksanakan pelatihan berdasarkan program yang dilaksanakan di tempat kerja dan/atau di tempat pelatihan/ organisasi yang bersangkutan. Ini meliputi: mengumpulkan. Fleksibel Tidak ada pendekatan tunggal terhadap penyampaian dan penilaian unjuk kerja dalam sistem pelatihan berdasarkan kompetensi.Bab 1 Pengantar Aspek Penting Penilaian Menerangkan fokus penilaian dan poin-poin utama yang mendasari suatu penilaian. Adil Tidak merugikan para peserta tertentu. memecahkan masalah penggunaan teknologi. Elemen Kompetensi Elemen atau Sub-Kompetensi adalah keterampilan-keterampilan yang membangun suatu unit kompetensi. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Supervisor melakukan pemeriksaan atas penyelesaian pekerjaan. Konteks Penilaian Menetapkan dimana. Bertanggung jawab atas aktifitas-aktifitas yang kompleks dan non-rutin yang diarahkan dan bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain. Kompetensi Kunci Kompetensi yang menopang seluruh unjuk kerja dalam suatu pekerjaan. bagaimana dan dengan metode apa penilaian akan dilaksanakan. mengorganisasikan dan mengkomunikasikan ide-ide dan informasi.

Valid Penilàian terhadap fakta-fakta dan kriteria unjuk kerja yang sama akan menghasilkan hasil akhir penilaian yang sama dari penilai yang berbeda. yakni untuk memastikan bahwa peserta pelatihan sudah mencapai kriteria unjuk kerja. Variabel Penjelasan tentang rincian tempat pelatihan dengan perbedaan konteks yang mungkin dapat diterapkan pada suatu unit kompetensi tertentu.Bab 1 Pengantar Keterkaitan dengan Unit Lain Menerangkan peran suatu unit dan tempatnya dalam susunan kompetensi yang ditetapkan oleh industri. Pengetahuan dan Keterampilan Pokok Definisi atau uraian tentang keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk mencapai suatu keahlian/keterampilan pada tingkat yang telah ditetapkan Deskripsi Unit Gambaran umum tentang program pembelajaran/ kompetensi yang hendak dicapai.Recognition of Current Competence) Pengakuan akan keterampilan. Hal tersebut biasanya adalah kompetensi yang berkaitan dengan standar kompetensi industi dan juga berkaitan dengan pembelajaran dan pelatihan sebelumnya. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. pengetahuan dan kemampuan sesseorang yang telah dicapainya. Peserta Orang yang menerima / mengikuti pelatihan. (lihat RPL) Pengakuan Terhadap Pengalaman Belajar (RPL. Kriteria Unjuk kerja Kriteria-kriteria atau patokan yang digunakan untuk menilai apakah seseorang sudah mencapai suatu kompetensi dalam suatu unit kompetensi.Recognition of Prior Learning) Pengakuan terhadap hasil belajar sebelum mempelajari suatu unit kompetensi untuk mendukung pencapaian unit kompetensi tersebut. (lihat RCC) Penilaian Sumatif Penilaian ini dilakukan setetah pelatihan unit kompetensi selesai. Pengakuan Kemampuan yang Dimiliki (RCC. Standar Kompetensi Nasional Kompetensi-kompetensi yang sudah disepakati secara nasional dan standar-standar penampilan kerja yang dijadikan acuan oleh segala pihak dalam melakukan suatu pekerjaan. Reliabel Menggunakan metode-rnetode dan prosedur-prosedur yang menguatkan terhadap standar kompetensi dan tingkatannya diinterpretasikan serta diterapkan secara konsisten kepada seluruh konteks dan seluruh peserta pelatihan.doc Page 4 . Hal ini juga memberikan pedoman tentang unit lain yang dapat dinilai bersama. Pelatih Orang yang memberikan pelatihan.

Alat Bantu yang Dibutuhkan untuk Menyajikan Kompetensi Ini Ruang kelas atau ruang belajar memenuhi syarat minimum untuk penyampaian teori kepada peserta pelatihan. referensi. jika praktik industri atau magang tidak memungkinkan. beragam simulasi.Bab 2 Arahan Bagi Pelatih BAB 2 ARAHAN BAGI PELATIH Peran Pelatih Salah satu peran anda sebagai pelatih atau guru adalah memastikan standar pelayanan yang tinggi melalui pelatihan yang efektif. Contohnya. baik situasi maupun kebutuhan pesertanya. pertimbangkanlah pertanyaan-pertanyaan berikut ini: • • • • Seberapa yakin anda tentang pengetahuan dan ketrampilah anda sendiri yang dibutuhkan untuk menyampaikan setiap elemen? Apakah ada informasi atau peraturan baru yang mungkin anda butuhkan untuk diakses sebelum anda memulai pelatihan? Apakah anda merasa yakin untuk mendemonstrasikan tugas-tugas praktik? Apakah anda akan sanggup menerangkan secara jelas tentang pengetahuan pendukung yang dibutuhkan oleh peserta pelatihan untuk melakukan pekerjaan mereka secara tepat? Apakah anda menyadari situasi ruang Iingkup industri dimana kompetensi ini mungkin diterapkan? Apakah anda menyadari tentang bahasa. flip chart dan perlengkapannya. Untuk memastikan bahwa anda siap bekerja pada kompetensi ini dengan peserta pelatihan. papan tulis. demonstrasi dan penggunaan multi media mungkin cukup memadai. kunjungan/ kerja industri Pelatih harus memilih strategi pelatihan yang Iayak untuk kompetensi yang sedang diberikan. kemampuan membaca dan menulis serta keterampilan memahami dan menggunakan matematika peserta pelatihan yang dibutuhkan untuk mendemonstrasikan kompetensi dalam standar kompetensi ini ? Apakah anda menyadari tentang kemampuan membaca gambar peserta pelatihan yang dibutuhkan untuk mendemonstrasikan kompetensi dalam standar kompetensi ini ? Sudahkah anda pertimbangkan isu-isu yang wajar dan dapat diterima dalam merencanakan penyampaian program pelatihan ini? • • • • Strategi Penyajian Variasi kegiatan pelatihan yang disarankan untuk penyampaian kompetensi ini meliputi : • • • • • • • • pengajaran ( tatap muka ) tugas-tugas praktik tugas-tugas proyek studi kasus melalui media (video. dll ) kerja kelompok bermain peran dan simulasi. dan alat-alat lain yang diperlukan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 5 . OHP dan perlengkapannya.

Sumber-sumber untuk Mendapatkan Informasi Tambahan Sumber-sumber informasi meliputi beberapa kategori berikut ini : Sumber bacaan yang dapat digunakan : Judul: Pengarang: Penerbit: Tahun Terbit: Judul: Pengarang: Penerbit: Tahun Terbit: Judul: Pengarang: Penerbit: Tahun Terbit: Judul: Pengarang: Penerbit: Tahun Terbit Occupational Health and Safety Maree Wheelen Western Metropolitan College of TAFE 1990 Keselamatan Kerja dan Tata Laksana Bengkel Tia Setiawan dan Harun Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. dan yakinkan bahwa peserta pelatihan anda mengikutinya.doc Page 6 . 1999 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 2 Arahan Bagi Pelatih Peraturan Perhatikan peraturan-peraturan atau hukum yang relevan serta panduan yang dapat mempengaruhi kegiatan anda. 1980 Petunjuk Praktis Keselamatan Kerja Soedjono Bhratara Karya Aksara – Jakarta 1985 Himpunan Peraturan Perundang-undangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Tim Penyusun Departemen Tenaga Kerja RI.

1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja dijelaskan.0 Mengidentifikasi undang-undang dan peratuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3). 4.1 Isi undang-undang No.Bab 3 Standar Kompetensi BAB 3 STANDAR KOMPETENSI Dalam sistem pelatihan.2 Maksud gambar simbol keselamatan kerja dijelaskan.0 Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja. Kriteria Unjuk Kerja 1.2 Tindakan pencegahan dan pengontrolan polusi diuraikan. 4.1 Sumber polusi pada suatu lingkungan industri dijelaskan. 2. 3. 3.1 Potensi bahaya di tempat diidentifkasi. Per. Judul Unit Keselamatan dan Kesehatan Kerja Deskripsi Unit Unit ini merupakan unit yang bertujuan untuk mempersiapkan seorang teknisi las dan teknisi lainnya memiliki pengetahuan.0 Menjelaskan tata laksana industri.3 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.03/MEN/1998 tentang tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan dijelaskan. keterampilan dan sikap kerja tentang keselamatan dan kesehatan kerja serta penerapannya di industri. 1. 4. Per.2 Beberapa cara untuk mengontrol dan mencegah bahaya diuraikan. Kemampuan Awal Peserta pelatihan harus telah memiliki kemampuan awal berikut : Nil Elemen Kompetensi dan Kriteria Unjuk Kerja Sub Kompetensi / Elemen 1. 1.1 Cara tata laksana industri yang dapat mengurangi bahaya dijelaskan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.0 Menjelaskan polusi pada industri. 2.2 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.doc Page 7 .05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dijelaskan 2. 3. Standar Kompetensi diharapkan dapat menjadi panduan bagi peserta pelatihan atau siswa untuk dapat : • • • • mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan mengidentifikasikan apa yang telah dikerjakan peserta pelatihan memeriksa kemajuan peserta pelatihan meyakinkan bahwa semua elemen ( Sub-Kompetensi ) dan kriteria unjuk kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

doc Page 8 . Permasalahan keselamatan dan kesehatan kerja yang perlu diperhatikan : • Pemakaian peralatan keselamatan dan kesehatan kerja seperti : pakaian yang cocok.1 Penyebab cedera pribadi dan sikap kerja yang aman diuraikan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. sikap kerja serta keterampilan tentang keselamatan dan kesehatan kerja yang bersifat umum untuk keahlian yang relevan dengan pekerjaan las dan fabrikasi logam. Penekanan dari unit ini adalah hal-hal yang mendasar tentang aturan dan sikap keselamatan dan kesehatan kerja.0 Menjelaskan keselamatan pribadi. helm las dan/ atau kaca mata pengaman ( bila diperlukan ). • • d. b.2 Prosedur pencegahan dengan perlengkapan pelindung yang tepat diuraikan. • Lingkungan kerja yang sehat dan aman dengan ventilasi dan sistem pengisap udara yang memadai. 5. Variabel Unit ini bermaksud memberikan pengetahuan. juga ruang guru yang sebaiknya berdekatan dengan bengkel tersebut. Pelatihan dapat dilaksanakan di bengkel pelatihan atau di industri yang relevan dengan persyaratan . a.4 Prosedur pengungsian dan tindakan pertolongan pertama diterangkan. Tersedia alat-alat keselamatan dan kesehatan kerja. Tersedia bengkel yang memenuhi persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja.3 Tindakan keselamatan dan perlindungan kebakaran dijelaskan 5. sepatu kerja. Kriteria Unjuk Kerja 5. 5.Bab 3 Standar Kompetensi Sub Kompetensi / Elemen 5. • Tersedia sumber-sumber belajar dan media pembelajaran. c. Sasarannya adalah segala macam pekerjaan bengkel pada industri-industri manufaktur di lingkungan Pulau Batam dan Bintan serta Indonesia umumnya. • Pencahayaan yang cukup.

Bab 3 Standar Kompetensi Pengetahuan dan Keterampilan Pokok Pokok-pokok pengetahuan dan keterampilan yang harus dinilai penguasaan dan penampilannya adalah sebagai berikut : Undang-undang dan Peraturan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) : .Pemeriksaan kecelakaan .doc Page 9 .Pencegahan dan pengontrolan bahaya.Tata cara pelaporan kecelakaan .Pengawasan dan Pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja .Gambar simbol keselamatan kerja.Tata laksana yang baik . Aspek Penting Penilaian Fokus penilaian unit ini akan tergantung pada kebutuhan sektor industri yang mencakup dalam program pelatihan.Polusi serat dan debu serta pencegahan .Syarat-syarat keselamatan kerja . yaitu : Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. . . Tata Laksana Industri : . Konteks Penilaian Unit ini dapat dilakukan penilaiannya oleh lembaga pelatihan.Tindakan keamanan kerja .Keselamatan dan perlindungan kebakaran . sasaran dan penerapan sistem manajemen K3 .Penyimpanan bahan .Hak dan kewajian tenaga kerja dan pengurus.Polusi bahan kimia serta pencegahan.Perlengkapan dan pakaian pelindung serta program ditempat kerja . asosiasi atau industri tempat bekerja.Prosedur pengungsian darurat .Pertolongan pertama pada kecelakaan.Polusi kebisingan serta pencegahan Keselamatan Pribadi : .Jenis-jenis bahaya .Audit sistem manajemen K3 dan mekanisme pelaksanaan audit Bahaya di Tempat Kerja : . Polusi pada Industri : . Penilaian seharusnya meliputi penilaian kemampuan praktik/unjuk kerja dan penilaian pokok-pokok pengetahuan dengan beberapa metoda penilaian.Tujuan.

doc Page 10 . Penekanan pelatihan adalah prosedur-prosedur dan teknik-teknik yang benar disamping hasilnya. Mengelola dan Menganalisa Informasi Mengkomunikasikan Ide-ide dan Informasi Merencanakan dan Mengorganisir Aktifitas-aktifitas Bekerja dengan Orang Lain dan Kelompok Tingkat 1 1 1 1 Kompetensi Umum dalam Unit Ini Menggunakan Ide-ide dan Teknik Matematika Memecahkan Masalah Menggunakan Teknologi Tingkat 1 1 1 Tingkat Kemampuan yang Harus Ditunjukkan dalam Menguasai Kompetensi ini Tingkat 1 2 Karakteristik Melakukan tugas-tugas rutin berdasarkan prosedur yang baku dan tunduk pada pemeriksaan kemajuannya oleh supervisor. Untuk pra-pelatihan kejuruan secara umum. Melakukan tugas-tugas yang Iebih luas dan lebih kompleks dengan peningkatan kemampuan untuk pekerjaan yang dilakukan secara otonom. Perlu hati-hati dalam pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan pelatihan unit ini. 3 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. lembaga pelatihan harus menyediakan program pelatihan yang dapat mencakup semua industri agar tidak terjadi prasangka hanya untuk satu sektor industri saja.Bab 3 Standar Kompetensi • • • • Adanya integrasi antara teori-praktik. Melakukan aktifitas-aktifitas yang kompleks dan non-rutin. Supervisor melakukan pemeriksaan atas penyelesaian pekerjaan. Metode-metode penilain sebaiknya terdiri dari proses dan hasil. Kompetensi Kunci yang akan Didemonstrasikan dalam Unit Ini Kompetensi Umum dalam Unit Ini Mengumpulkan. Kondisi unjuk bekerja akan membantu memenuhi maksud ini. Keterkaitan dengan Unit Lain Unit ini merupakan unit lanjutan yang membekali pengetahuan dan keterampilan untuk proses las busur manual yang akan dipelajari pada tingkat berikutnya. Sedangkan untuk penyelenggaraan pelatihan bagi industri yang khusus. perlu diupayakan pelatihan khusus juga agar apa yang dibutuhkan industri tersebut dapat dipenuhi. Aplikasi seharusnya berhubungan dengan kegiatan manufaktur dan perawatan. yang diatur sendiri dan bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain.

2. 1. Bahaya di Tempat Kerja : .2 Beberapa cara untuk mengontrol dan mencegah bahaya diuraikan 3.0 Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja.Pencegahan dan pengontrolan bahaya Tata Laksana Industri : . 2. 1. 2.Tujuan. sasaran dan penerapan sistem manajemen K3 .05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dijelaskan Topik Pelatihan Undang-undang dan peraturan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) : .Pengawasan dan Pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja . Elemen Jenis Variabel 1.Bab 4 Strategi Penyajian A Rencana Materi BAB 4 A STRATEGI PENYAJIAN Rencana Materi Penyajian bahan. 2.Pemeriksaan kecelakaan .1 Cara tata laksana industri yang baik dapat mengurangi bahaya dijelaskan.1 Potensi bahaya di tempat diidentifkasi. Per. peserta dan penilai harus yakin dapat memenuhi seluruh rincian yang tertuang dalam standar kompetensi. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. .0 Menjelaskan tata laksana industri.Tata laksana yang baik • Penyajian • Tanya jawab • Diskusi • Latihan • Penyajian • Tanya jawab • Diskusi • Handout • OH • Tugas • Handout • OHT • Tugas Page 11 3. Per.03/MEN/1998 tentang tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan dijelaskan.1 Isi undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja dijelaskan.doc .Audit sistem manajemen K3 dan mekanisme pelaksanaan audit • • • • Kegiatan Penyajian Tanya-jawab Diskusi Latihan Tampilan • Handout • OHT • Tugas Catatan: 1. Isi perencanaan merupakan kaitan antara kriteria unjuk kerja dengan pokok-pokok keterampilan dan pengetahuan .Syarat-syarat keselamatan kerja .2 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. 1.3 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.0 Mengidentifikasi undangundang dan peraturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3).Tata cara pelaporan kecelakaan .Hak dan kewajiban tenaga kerja dan pengurus. pengajar.Jenis-jenis bahaya .

Polusi kebisingan serta pencegahan Kegiatan • Latihan • Penyajian • Tanya jawab • Diskusi • Latihan Tampilan 4. 5.Polusi bahan kimia serta pencegahan.4 Prosedur pengungsian dan tindakan pertolongan pertama diterangkan. 4.Pertolongan pertama pada kecelakaan • Penyajian • Tanya jawab • Diskusi • Latihan • Handout • OHT • Tugas Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 5. • Handout • OHT • Tugas 5. 5.0 Menjelaskan keselamatan pribadi. 4.1 Sumber polusi pada suatu lingkungan industri dijelaskan.2 Tindakan pencegahan dan pengontrolan polusi diuraikan.1 Penyebab cedera pribadi dan sikap kerja yang aman diuraikan.2 Prosedur pencegahan dengan perlengkapan pelindung yang tepat diuraikan.Penyimpanan bahan .Keselamatan dan perlindungan kebakaran .Bab 4 Strategi Penyajian A Rencana Materi Elemen Jenis Variabel 3. Keselamatan Pribadi : .0 Menjelaskan polusi pada industri.Tindakan keamanan kerja . .Perlengkapan dan pakaian pelindung serta program ditempat kerja .Gambar simbol keselamatan kerja Polusi pada Industri : -Polusi serat dan debu serta pencegahan .Prosedur pengungsian darurat . Topik Pelatihan .doc Page 12 .2 Maksud gambar simbol keselamatan kerja dijelaskan.3 Tindakan keselamatan dan perlindungan kebakaran dijelaskan 5.

doc Page 13 . tugas / praktik dan transparansi yang cocok/sesuai dengan standar kompetensi. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa.? 1. 9 OHT 1 & 2 Tugas 1 s. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan dan diskusi HO 2 s. Keterampilan. Instruktur menjelaskan dan memberi tugas tentang maksud dan tujuan undang-undang keselamatan kerja. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan. 4 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.1 Isi undang-undang No.d.d.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Sesi ini menunjukkan hand-out. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja dijelaskan. pasal demi pasal.

05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dijelaskan Instruktur menjelaskan dan memberi tugas tentang maksud dan tujuan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Per.d. Instruktur menjelaskan dan memberi tugas tentang maksud dan tujuan peraturan tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan.03/MEN/1998 tentang tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan dijelaskan. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan dan diskusi HO 9 s. 19 OHT 4 Tugas 6 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan.d. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa. pasal demi pasal. pasal demi pasal. Per.? 1.doc Page 14 .2 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. 13 OHT 3 Tugas 5 1.3 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan dan diskusi HO 14 s.

d. Instruktur menerangkan dan memberi tugas tentang jenis-jenis bahaya. dan dapat juga memberikan contoh.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan.? 2. Instruktur menjelaskan dan memberi tugas tentang pengontrolan dan pencegahan bahaya. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan. berkunjung dan diskusi HO 20 OHT 5 & 6 Tugas 7 2. berkunjung dan diskusi HO 21 s.2 Beberapa cara untuk mengontrol dan mencegah bahaya diuraikan.doc Page 15 . keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa. 26 OHT 7 Tugas 8 s. 10 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan.d.1 Potensi bahaya di tempat diidentifkasi.

2 Maksud gambar simbol keselamatan kerja dijelaskan.d. Instruktur menerangkan dan memberikan tugas tentang arti gambar simbol keselamatan kerja. 29 OHT 8 & 9 Tugas 11 & 12 3.1 Cara tata laksana industri yang baik dapat mengurangi bahaya dijelaskan. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan. berkunjung dan diskusi HO 29 & 30 OHT 10 Tugas 13 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 16 . juga cara penyimpanan bahan. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan. Instruktur menjelaskan dan memberikan tugas tentang manfaat tata laksana industri yang baik. berkunjung dan diskusi HO 27 s. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa.? 3.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan.

d. 16 4. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa. 16 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. berkunjung dan diskusi HO 31 s.d. 34 OHT 12 Tugas 14 s.doc Page 17 . Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan.d.d. berkunjung dan diskusi HO 31 s.1 Sumber polusi pada suatu lingkungan industri dijelaskan. 34 OHT 11 & 12 Tugas 14 s.2 Tindakan pencegahan dan pengontrolan polusi diuraikan. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan.? 4. Instruktur menjelaskan tentang istilah pada polusi dan sumber polusi serta memberi tugas yang relevan. Instruktur memberikan penjelasan dan memberikan tugas tentang tindakan pencegahan dan pengontrolan polusi.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan.

keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa.1 Penyebab cedera pribadi dan sikap kerja yang aman diuraikan.d. Juga memberikan tugas yang relevan. berkunjung dan diskusi HO 36 & 37 OHT 16 Tugas 18 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan. 15 Tugas 17 5. berkunjung dan diskusi HO 35 & 36 OHT 13 s.doc Page 18 .2 Prosedur pencegahan dengan perlengkapan pelindung yang tepat diuraikan. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan. Instruktur menjelaskan istilah tentang keselamatan dan cara kerja yang meyebabkan cedera pribadi.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan. Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan. Instruktur menjelaskan dan memberi tugas tentang jenis-jenis dan fungsi perlengkapan pelindung diri dan persyaratan perlengkapan pada tempat kerja.? 5.

Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan. fungsi dan perawatannya.? 5.d. juga kesiapan menghadapi kebakaran. Berikan tugas yang relevan. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa. berkunjung dan diskusi HO 37 s. 41 OHT 17 & 18 Tugas 19 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan.3 Tindakan keselamatan dan perlindungan kebakaran dijelaskan Instruktur memberikan penjelasan tentang tindakan keselamatan dan perlindungan dari kebakaran yang meliputi : jenis alat pemadam. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan.doc Page 19 .

memberikan tugas tentang pengungsian darurat dan pertolongan pertama pada kecelakaan . Tugas dapat diberikan dalam bentuk latihan. Instruktur menjelaskan prosedur pengungsian darurat dan tindakan pertolongan pertama.doc Page 20 .? 5. pengetahuan dan sikap Bagaimana saya akan menyampaikan pengetahuan. berkunjung dan diskusi HO 41 & 42 OHT 19 Tugas 20 & 21 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. keterampilan dan sikap kepada seperti apakah yang saya inginkan untuk siswa? dimiliki siswa.4 Prosedur pengungsian dan tindakan pertolongan pertama diterangkan.Bab 4 Strategi Penyajian B Cara Mengajarkan Standar Kompetensi Keterampilan.

yaitu: 2. Transparansi (Overhead Transparancy /OHT) : Isinya melingkupi setiap kriteria unjuk kerja yang dilengkapi dengan pokok-pokok sajian dan/ atau gambar-gambar yang diperlukan untuk penyampaian materi. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Tugas : Merupakan latihan keterampilan praktik yang harus dicapai berkenaan dengan kemampuan yang sesuai dengan rincian kompetensi pada deskripsi unit. Materi pendukung bagi guru dibagi dalam tiga hal.Bab 4 Strategi Penyajian C Materi Pendukung untuk Pelatih C Materi Pendukung untuk Pelatih 1. Lembar Informasi (Handout) : Merupakan pegangan peserta pelatihan yang berisi materi/teori penunjang dan informasi yang sesuai dengan kriteria unjuk kerja yang melingkupinya.doc Page 21 . 3.

.doc Page 22 .Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi Lembar Informasi HO 1 KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (Occupational Health and Safety) BSDC-0201 Nama Peserta No. Identitas : …………………… : ……….… Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

doc Page 23 . ialah tiap ruangan atau lapangan. UNDANG-UNDANG DAN PERATURAN TENTANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA a. halaman dan sekelilingnya yang merupakan bagian atau yang berhubungan dengan tempat kerja tersebut. (5) Pegawai Pengawas. ialah tenaga teknis berkeahlian khusus dari luar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk mengawasi ditaatinya undang-undang ini. Undang-undang No. (2) Pengurus ialah orang yang mempunyai tugas memimpin langsung suatu tempat kerja atau bagian yang berdiri. tertutup atau terbuka. di mana tenaga kerja bekerja atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk suatu keperluan suatu usaha dan di mana terdapat sumber atau sumbersumber bahaya sebagai mana terperinci pada pasal 2. bergerak atau tetap. termasuk tempat kerja semua ruangan. lapangan. (4) Direktur ialah pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk melaksanakan undang-undang ini. jikalau yang diwakili berkedudukan di luar Indonesia. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. (6) Ahli keselamatan kerja. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja 1) Tentang Istilah Pasal 1 Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan : (1) Tempat kerja. ialah pegawai teknis berkeahlian khusus dari Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja. (3) Pengusaha ialah : a) Orang atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan sesuatu usaha bukan miliknya dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja. c) Orang atau badan hukum yang di Indonesia mewakili orang atau badan hukum termaksud pada a) dan b). b) Orang atau badan hukum yang menjalankan sesuatu usaha milik sendiri dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 2 1.

Bab 4

Strategi Penyajian

Lembar Informasi

HO 3
2) Ruang Lingkup
Pasal 2 (1) Yang diatur oleh undang-undang ini ialah keselamatan kerja dalam segala tempat kerja, baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air, yang berada dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia. (2) Ketentuan pada ayat (1) tersebut berlaku pada tempat kerja di mana : a) Dibuat, dicoba, dipakai atau dipergunakan mesin, pesawat, alat, perkakas, peralatan atau instalasi yang berbahaya atau dapat menimbulkan kecelakaan, kebakaran atau peledakan. Dibuat, diolah, dipakai, dipergunakan, diperdagangkan, diangkut atau disimpan bahan atau barang yang dapat meledak, mudah terbakar, menggigit, beracun, menimbulkan infeksi, bersuhu tinggi. Dikerjakan pembangunan, perbaikan, perawatan, pembersihan atau pembongkaran rumah, gedung atau bangunan lainnya yang termasuk bangunan perairan, saluran atau terowongan di bawah tanah dan sebagainya atau dimana dilakukan pekerjaan persiapan. Dilakukan usaha : pertanian, perkebunan, pembukaan hutan, pengolahan kayu atau hasil hutan lainnya, peternakan, perikanan dan lapangan kesehatan. Dilakukan usaha perkembangan dan pengolahan emas, logam atau bijih logam lainnya, batu-batuan, gas minyak atau mineral lainnya, baik dipermukaan atau di dalam bumi, maupun di dasar perairan. Dilakukan pengangkutan barang, binatang atau manusia, melalui terowongan, di permukaan air, dalam air maupun di udara. Dikerjakan bongkar muat barang muatan kapal, perahu, dermaga, dek, stasiun atau gudang. Dilakukan penyelaman, pengambilan benda dan pekerjaan lain di dalam air. Dilakukan pekerjaan pada ketinggian di atas permukaan tanah atau perairan. Dilakukan pekerjaan di bawah tekanan udara atau suhu yang tinggi dan rendah. Dilakukan pekerjaan yang mengandung bahaya tertimbun tanah, kejatuhan, terkena pelantingan benda, terjatuh atau terperosok, hanyut atau terpelanting. Dilakukan pekerjaan di dalam tangki, sumur atau lubang.
Page 24

b)

c)

d)

e)

f) g) h) i) j) k) l)

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Bab 4

Strategi Penyajian

Lembar Informasi

HO 4
m) Terdapat atau menyebar suhu, kelembaban, debu, kotoran, api, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar atau radiasi, suara atau getaran. n) o) p) q) r) Dilakukan pembuangan atau pemusnahan sampah atau limbah. Dilakukan pemancaran, penyiaran atau penerimaan radio, radar, televisi atau telepon. Dilakukan pendidikan, pembinaan, percobaan, penyelidikan atau riset (penelitian) yang menggunakan alat teknis. Dibangkitkan, diubah, dikumpulkan, disimpan, dibagi-bagikan atau disalurkan, listrik, gas, minyak atau air. Diputar film, dipertunjukan sandiwara, atau diselenggarakan rekreasi lainnya yang memakai peralatan, instalasi listrik atau mekanik.

(3) Dengan peraturan perundang-undangan dapat ditunjukkan sebagai tempat kerja, ruangan atau lapangan lainnya yang dapat membahayakan keselamatan atau kesehatan yang bekerja dan atau berada di ruangan atau lapangan itu dapat diubah perincian tersebut pada ayat (2)

3) Syarat-syarat Keselamatan Kerja
Pasal 3 (1) Dengan peraturan perundang-undangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk : a) b) c) d) e) f) g) Mencegah dan mengurangi kecelakaan. Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran. Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian lain yang berbahaya. Memberi pertolongan pada kecelakaan Memberi alat perlindungan diri kepada para pekerja. Mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar luasnya suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca sinar atau radiasi, suara dan getaran.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Page 25

Bab 4

Strategi Penyajian

Lembar Informasi

HO 5
h) i) j) k) l) Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik fisik maupun phychis, peracunan, infeksi dan penularan. Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai. Menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik. Menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup. Memelihara kebersihan, kesehatan dan ketertiban.

m) Memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan proses kerjanya . n) o) p) q) r) Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang, binatang, tanaman atau barang. Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat, perlakuan dan penyimpanan barang. Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya. Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi.

(2) Dengan peraturan perundangan dapat diubah perincian seperti tersebut pada ayat (1) sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan teknik dan teknologi serta pendapat baru di kemudian hari. Pasal 4 (1) Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja dalam perencanaan, pembuatan, pengangkutan, peredaran, perdagangan, pemakaian, penggunaan pemeliharaan dan penyimpanan bahan, barang produk teknis dan aparat produksi yang mengandung dan dapat menimbulkan bahaya kecelakaan. (2) Syarat-syarat tersebut memuat prinsip-prinsip teknis ilmiah menjadi suatu kumpulan ketentuan yang disusun secara teratur, jelas dan praktis yang mencakup bidang konstruksi, bahan, pengolahan dan pembuatan, perlengkapan alat-alat perlindungan, pengujian dan pengesahan pengepakan atau pembungkusan, pemberian tanda-tanda pengenal atas bahan, barang, produk teknis dan aparat produksi guna menjamin keselamatan barang-barang itu sendiri, keselamatan tenaga kerja yang melakukannya dan keselamatan umum.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Page 26

(2) Wewenangan dan kewajiban direktur. tugas panitia Banding dan lainnya ditetapkan oleh Menteri Tenaga Kerja. (3) Keputusan Panitia Banding tidak dapat dibanding lagi. (2) Pengurus diwajibkan memeriksa semua tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya. (3) Norma-norma mengenai pengujian kesehatan ditetapkan dengan peraturan perundangan. secara berkala kepada dokter yang ditunjuk oleh pengusaha dan dibenarkan oleh direktur. pengusaha harus membayar menurut ketentuan-ketentuan yang akan diatur dengan peraturan perundangan. kondisi mental dan kemampuan fisik dari tenaga kerja yang akan diterimanya maupun akan dipindahkan sesuai dengan sifat pekerjaan yang diberikan padanya. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. pegawai pengawasan dan ahli keselamatan kerja dalam melaksanakan undang-undang ini diatur dengan peraturan perundangan.doc Page 27 .Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 6 (3) Dengan peraturan perundangan dapat dirubah perincian seperti tersebut pada ayat (1) dan (2). sedang para pegawai pengawas dan ahli keselamatan kerja ditugaskan menjalankan pengawasan langsung terhadap ditaatinya undang-undang ini dan membantu pelaksanaannya. 4) Pengawasan Pasal 5 (1) Direktur melakukan pengawasan umum terhadap undang-undang ini. (2) Tata permohonan banding. dengan peraturan perundangan ditetapkan siapa yang berkewajiban memenuhi dan mentaati syarat-syarat keselamatan kerja tersebut. Pasal 8 (1) Pengurus diwajibkan memeriksa kesehatan badan. Pasal 6 (1) Barang siapa tidak dapat menerima direktur dapat mengajukan permohonan banding kepada panitia Banding. susunan Panitia Banding. Pasal 7 Untuk pengawasan berdasarkan undang-undang ini.

6) Panitia Pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pasal 10 (1) Menteri tenaga Kerja berwenang membentuk Panitia Pembina keselamatan dan Kesehatan Kerja guna memperkembangkan kerja sama. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 28 .Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 7 5) Pembinaan Pasal 9 (1) Pengurus diwajibkan menunjuk dan menjelaskan kepada setiap tenaga kerja baru tentang : a) b) c) d) Kondisi dan bahaya serta yang dapat timbul dalam tempat kerjanya. (4) Pengurus diwajibkan memenuhi dan mentaati semua syarat dan ketentuan yang berlaku bagi usaha dan tempat kerja yang dijalankan. Alat perlindungan diri bagi tenaga kerja yang bersangkutan. tugas dan lainnya ditetapkan oleh Menteri Tenaga Kerja. pula dalam pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan. (2) Susunan Panitia Keselamatan dan Kesehatan Kerja. saling pengertian dan partisipasi efektif dari pengusaha atau dan tenaga kerja di tempat kerja untuk melaksanakan tugas dan kewajiban bersama dibidang keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka melancarkan usaha berproduksi. Cara dan sikap yang aman dalam melaksanakan pekerjaannya. (2) Pengurus hanya dapat mempekerjakan tenanga kerja yang bersangkutan setelah ia yakin bahwa tenaga kerja tersebut telah mengalami syarat-syarat tersebut di atas (3) Pengurus diwajibkan menyelenggarakan pembinaan bagi semua tenaga kerja yang di bawah pimpinannya dalam mencegah kecelakaan dan pemberantasan kebakaran serta peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja. Semua pengamanan dan alat perlindungan yang diharuskan dalam tempat kerjanya.

kepada pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja. (2) Memakai alat perlindungan diri yang diwajibkan. (contoh terlampir). Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Pasal 13 Barang siapa akan memasuki sesuatu tempat kerja. 8) Kewajiban dan Hak Tenaga Kerja Pasal 12 (1) Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai dan atau ahli keselamatan kerja. (2) Tata cara melaporkan dan memeriksa kecelakaan oleh pegawai termaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan perundangan. (3) Memenuhi dan mentaati semua syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan (4) Meminta kepada pengurus agar dilaksanakan semua syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan. diwajibkan menaati semua petunjuk keselamatan kerja dan memakai alat perlindungan diri yang diwajibkan. 9) Kewajiban bila memasuki tempat kerja. (5) Menyertakan keberatan kerja pada pekerja dimana syarat keselamatan dan kesehatan kerja serta alat perlindungan diri yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal khusus ditentukan lain oleh pegawai pengawas dalam batas yang masih dapat dipertanggungjawabkan.doc Page 29 .Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 8 7) Kecelakaan dan Cara Melaporkan Pasal 11 (1) Pengurus diwajibkan melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi di tempat kerja yang dipimpinnya.

peledakan dan bahaya pembuangan limbah.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 9 10) Kewajiban Pengurus Pasal 14.doc Page 30 . (2) Kejadian berbahaya lainnya ialah suatu kejadian yang potensial. semua gambar keselamatan kerja diwajibkan dan semua bahan pembinaan lainnya. di mana tenaga kerja bekerja. (3) Menyediakan secara cuma-cuma semua alat perlindungan diri yang diwajibkan pada tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya dan menyediakan bagi setiap orang lain yang memasuki tempat kerja tersebut. pada tempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. (2) Memasang di tempat kerja yang dipimpinnya. atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha dan di mana terdapat sumber-sumber bahaya. pada tempat yang mudah dilihat dan dibaca dan menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja. undang-undang ini dan semua peraturan pelaksanaannya yang berlaku bagi tempat kerja yang bersangkutan. b. (3) Tempat kerja adalah tiap ruangan atau lapangan. tertutup atau terbuka. disertai petunjuk-petunjuk yang diperlukan menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja. 03/MEN/98 tentang Tata Cara Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan 1) Pengertian Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan : (1) Kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga semula yang dapat menimbulkan korban manusia dan atau harta benda. Pengurus diwajibkan : (1) Secara tertulis menempatkan di tempat kerja yang dipimpinnya semua syarat keselamatan kerja yang diwajibkan. yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja kecuali kebakaran. bergerak atau tetap.

atau badan hukum yang menjalankan suatu perusahaan milik sendiri . 2) Tata Cara Pelaporan Kecelakaan Pasal 2 (1) Pengurus atau pengusaha wajib melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi di tempat kerja dipimpinnya. c) Orang perseorangan. (6) Pengurus adalah : a) Orang perseorangan. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.doc Page 31 . b) Orang perseorangan. 3 tahun 1992. persekutuan. b) Kebakaran atau peledakan atau bahaya pembuangan limbah. persekutuan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. (2) Kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari : a) Kecelakaan Kerja. (5) Pegawai pengawas adalah pegawai sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 ayat (5) UU No. (7) Menteri adalah Menteri yang membidangi ketenagakerjaan. Pasal 3 Kewajiban melaporkan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) berlaku bagi pengurus atau pengusaha yang telah dan yang belum mengikutsertakan pekerjaannya ke dalam program jaminan sosial tenaga kerja berdasarkan Undang-undang No. persekutuan. atau badan hukum yang berada di Indonesia mewakili perusahaan sebagaimana dirmaksud dalam huruf a) dan b) yang berkedudukan di luar wilayah Indonesia. atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan perusahaan bukan miliknya. c) Kejadian berbahaya lainnya.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 10 (4) Pengurus adalah orang yang mempunyai tugas memimpin langsung suatu tempat kerja atau bagiannya yang berdiri sendiri.

(2) Penyampaian laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan secara lisan sebelum dilaporkan secara tertulis. c) dan d) kepada Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja setempat dalam waktu tidak lebih dari 2 x 24 (dua kali dua puluh empat) jam terhitung sejak terjadinya kecelakaan dengan formulir laporan kecelakaan sesuai contoh bentuk 3 KK2 A lampiran 1. PER-04/MEN/1993.doc Page 32 . 3) Pemeriksaan Kecelakaan Pasal 6 (1) Setelah menerima laporan sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 ayat (1).Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 11 Pasal 4 (1) Pengurus atau pengusaha sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 wajib melaporkan secara tertulis kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (2) huruf a). (2) Pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilaksanakan terhadap setiap kecelakaan yang dilaporkan oleh pengurus atau pengusaha. (2) Pengurus atau pengusaha yang belum mengikutsertakan pekerjaannya pada program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud dalam pasal 3. dan pasal 5. melaporkan kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (2) huruf a) dan b) dengan tata cara pelaporan sesuai peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. melaporkan kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (2) huruf a) dan b) dengan tata cara pelaporan sesuai peraturan Menteri Tenaga Kerja No. (3) Pemeriksaan dan pekerjaan kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan. PER-05/MEN/1993. b). Pasal 5 (1) Pengurus atau pengusaha yang telah mengikutsertakan pekerjaannya pada program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud dalam pasal 3. Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja memerintahkan pegawai pengawas untuk melakukan pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan.

Pasal 8 (1) Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 pada tiap-tiap akhir bulan menyusun analisis laporan kecelakaan dalam daerah hukumnya dengan menggunakan formulir sebagaimana lampiran VI peraturan ini. Pasal 10 Cara pengisian formulir sebagaimana dimaksud dalam lampiran II.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 12 Pasal 7 Pegawai pengawas dalam melaksanakan pemeriksaan dan pengkajian mempergunakan formulir laporan pemeriksaan dan pengkajian sesuai lampiran II untuk kecelakaan kerja. lampiran III untuk penyakit akibat kerja. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. (2) Analisis kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dibuat untuk tiap bulan (3) Kepala Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja harus segera menyampaikan analisis kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada Menteri atau Pejabat yang ditunjuk. kebakaran dan bahaya pembuangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 limbah dan lampiran V untuk bahaya lainnya. V. IV. VI. III. pasal 8 ayat (1) dan pasal 9 ayat (1) diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan. Pasal 9 (1) Kepala Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja berdasarkan analisis laporan kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 menyusun analisis kecelakaan dalam daerah hukumnya dengan menggunakan formulir sebagaimana lampiran VII peraturan ini. lampiran IV untuk peledakan. dan VII sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 ayat (1).doc Page 33 . (2) Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja harus menyampaikan analisis laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada Kepala Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja setempat selambat-lambatnya tanggal 5 bulan berikutnya.

diancam dengan hukuman sesuai dengan ketentuan pasal 15 ayat (2) UU No. PER-04/MEN/1993 dan Peraturan Menteri No. 6) Ketentuan Penutup Pasal 14 Dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri ini. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. maka formulir bentuk 3 KK2 dalam Peraturan Menteri No. pasal 4 ayat (1).doc Page 34 . PER05/MEN/1993 dinyatakan tidak berlaku. 4) S a n k s i Pasal 12 Pengurus atau pengusaha yang melanggar ketentuan pasal 2.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 13 Pasal 11 Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan berdasarkan analisis laporan kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 ayat (1) menyusun analisis laporan kekerapan dan keparahan kecelakaan tingkat nasional. 5) Pengawasan Pasal 13 Pengawasan terhadap ditaatinya Peraturan Menteri ini dilakukan oleh pegawai pengawas ketenagakerjaan. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

1 Tahun 1970. proses dan sumberdaya yang dibutuhkan bagi pengembangan. tertutup atau terbuka. untuk menentukan suatu kegiatan dan hasil-hasil yang berkaitan sesuai dengan pengaturan yang direncanakan. Tempat kerja adalah setiap ruangan atau lapangan. bergerak atau tetap. (2) (3) (4) (5) (6) Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. PER. perencanaan. Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan adalah pegawai teknik berkeahlian khusus dari Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri. pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan krja guna terciptanya tempat kerja yang aman. di dalam tanah. Audit adalah pemeriksaan secara sistematik dan independen.doc Page 35 .05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja 1) Ketentuan Umum Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan : (1) Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang selanjutnya disebut Sistem Manajemen K3 adalah bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. di dalam air maupun di udara yang berada di dalam wilayah kekuasaan hokum Republik Indonesia. efisien dan produktif. di permukaan air. dan dilaksanakan secara efektif dan cocok untuk mencapai kebijakan dan tujuan perusahaan. prosedur. pencapaian. tanggung jawab. atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha dan di mana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya baik di darat. pelaksanaan. Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang mempekerjakan pekerja dengan tujuan mencari laba atau tidak. di mana tenaga kerja bekerja. baik milik swasta maupun milik negara. Direktur ialah pejabat sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang No. penerapan.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 14 c.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 15 (7) Pengusaha adalah : a) Orang atau badan hukum yang menjalankan sesuatu usaha milik sendiri dan untuk keperluan itu mepergunakan tempat kerja. (10) Laporan Audit adalah hasil audit yang dilakukan oleh Badan Audit yang berisi fakta yang ditemukan pada saat pelaksanaan audit di tempat kerja sebagai dasar untuk menerbitkan sertifikat pencapaian kinerja Sistem Manajemen K3. 2) Tujuan dan Sasaran Sistem Manajemen K3 Pasal 2 Tujuan dan sasaran Sistem Manajemen K3 adalah menciptakan suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja dengan melibatkan unsusr manajemen. (12) Menteri adalah Menteri yang bertanggung jawab dalam bidang ketenagakerjaan. baik di dalam maupun di luar hubungan kerja guna menghasilkan jasa atau barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.doc Page 36 . jika kalau yang diwakili berkedudukan di luar Indonesia. (11) Sertifikat adalah bukti pengakuan tingkat pemenuhan penerapan peraturan perundangan Sistem Manajemen K3. Tenaga kerja adalah tiap orang yang mampu melakukan pekerjaan. (8) (9) Pengurus adalah orang yang mempunyai tugas memimpin langsung tempat kerja atau lapangan yang berdiri sendiri. c) Orang atau badan hukum yang di Indonesia mewakili orang atau badan hukum termaksud pada huruf a) dan b). tenaga kerja. kondisi dan lingkungan kerja yang terintegrasi dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja. serta terciptanya tempat kerja yang aman. b) Orang atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan sesuatu usaha bukan miliknya dan untuk keperluan itu mepergunakan tempat kerja. efisien dan produktif.

Merencanakan pemenuhan kebijakan. b) c) d) e) (2) Pedoman penerapan Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud ayat (1) sebagaimana tercantum dalam lampiran I Peraturan Menteri ini. wajib menerapkan Sistem Manajemen K3. Pengusaha dan seluruh tenaga kerja sebagai satu kesatuan.doc Page 37 . tujuan dan sasaran keselamatan dan kesehatan kerja. tujuan dan sasaran penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Pasal 4 (1) Dalam penerapan Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud dalam pasal 3. (2) Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib dilaksanakan oleh Pengurus. Mengukur. Menerapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja secara efektif dengan mengembangkan kemampuan dan mekanisme pendukung yang diperlukan untuk mencapai kebijakan. memantau dan mengevaluasi kinerja keselamatan dan kesehatan kerja serta melakukan tindakan perbaikan dan pencegahan. pencemaran dan penyakit akibat kerja. kebakaran.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 16 3) Penerapan Sistem Manajemen K3 Pasal 3 (1) Setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak seratus orang atau lebih dan atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan. Meninjau secara teratur dan meningkatkan pelaksanaan Sistem Manajemen K3 secara berkesinambungan dengan tujuan meningkatkan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja. Perusahaan wajib melaksanakan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : a) Menerapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dan menjamin komitmen terhadap penerapan Sistem Manajemen K3.

Standar Pemantauan . perusahaan dapat melakukan audit melalui badan audit yang ditunjuk oleh Menteri. Pengembangan keterampilan dan kemampuan. Pengendalian dokumen . Audit Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi unsur-unsur sebagai berikut : a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) (3) Pembangunan dan pemeliharaan komitmen . Pengumpulan dan penggunaan data . Pedoman teknis audit Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) sebagaimana tercantum dalam lampiran II Peraturan Menteri ini. Strategi pendokumentasian . Keamanan bekerja berdasarkan Sistem Manajemen K3 .doc Page 38 . Pemeriksaan sistem manajemen . (2) Perubahan atau penambahan sesuai perkembangan unsur-unsur sebagaimana dimaksud ayat (2) diatur oleh Menteri.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 17 4) Audit Sistem Manajemen K3 Pasal 5 (1) Untuk pembuktian penerapan Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud pasal 4. Pembelian . Pengelolaan material dan pemindahannya . Pelaporan dan perbaikan kekurangan . Peninjauan ulang desain dan kontrak . (4) Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

Menyampaikan rencana tahunan audit kepada Menteri atau Pejabat yang ditunjuk. 6) Mekanisme Pelaksanaan Audit Pasal 7 (1) Audit Sistem Manajemen K3 dilaksanakan sekurang-kurangnya satu kali dalam tiga tahun. Badan Audit harus : a) b) Membuat rencana tahunan audit . Laporan audit lengkap sebagaimana dimaksud ayat (1) menggunakan formulir sebagaimana tercantum dalam lampiran III Peraturan Menteri ini. (2) Untuk pelaksanaan audit. c) (3) Pengurus tempat kerja yang akan diaudit wajib menyediakan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk pelaksanaan audit Sistem Manajemen K3. Mengadakan koordinasi dengan Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja setempat . Direktur melakukan hal-hal sebagai berikut : a) Memberikan sertifikat dan bendera penghargaan sesuai dengan tingkat pencapaiannya atau. Setelah menerima laporan Audit Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud ayat (2). Berdasarkan hasil evaluasi dan penilaian tersebut pada ayat (3). Direktur melakukan evaluasi dan penilaian. Page 39 (2) (3) (4) Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Pasal 8 (1) Badan Audit wajib menyampaikan laporan audit lengkap kepada Direktur dengan tembusan yang disampaikan kepada pengurus tempat kerja yang diaudit. pengurus tempat kerja yang akan diaudit dan Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja setempat .doc .Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 18 5) Kewenangan Direktur Pasal 6 Direktur berwenang menetapkan perusahaan yang dinilai wajib untuk diaudit berdasarkan pertimbangan tingkat risiko bahaya.

doc Page 40 . Jenis sertifikat dan bendera penghargaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) sebagaimana tercantum dalam lampiran IV Peraturan Menteri ini. ditanda tangani oleh Menteri dan berlaku untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. (2) 8) Pembinaan dan Pengawasan Pasal 10 Pembinaan dan pengawasan terhadap penerapan Sistem Manajemen K3 dilakukan oleh Menteri atau pejabat yang ditunjuk. 7) Sertifikat K3 Pasal 9 (1) Sertifikat sebagaimana dimaksud pasal 8 ayat (4) huruf a).Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 19 b) Menginstruksikan kepada Pegawai Pengawas untuk mengambil tindakan apabila berdasarkan hasil audit ditemukan adanya pelanggaran atas peraturan perundangan. 9) Pembiayaan Pasal 11 Biaya pelaksanaan audit Sistem Manajemen K3 dibebankan kepada perusahaan yang diaudit.

Bahaya ergonomi terjadi jika desain peralatan yang buruk atau tata letak peralatan yang tidak tepat. tekanan udara. Penanganan manual dan pengangkatan. 4) Bahaya Radiasi Bahaya radiasi dapat ditimbulkan oleh berbagai peralatan : • • • • • Radiasi microwave (gelombang mikro) pergeseran radio transmitter berdaya tinggi atau kesalahan pemanas microwave. 6) Bahaya Biologi Bahaya biologi dapat menyebabkan sakit dan menularkan infeksi dari kuman. 5) Bahaya Psikologi Bahaya psikologi terjadi jika orang-orang tertekan (stress) atau tidak senang pada pekerjaan. pencahayaan. Asap. 2) Bahaya bahan kimia Hal ini dapat disebabkan oleh : • Gas.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 20 2.doc Page 41 . debu. Cairan. 3) Bahaya Ergonomi 'Ergonomi' adalah melakukan sesuatu untuk digunakan dengan cara yang tepat dan mudah. BAHAYA TEMPAT KERJA a. Bising. Jenis bahaya ini termasuk : • • • Gerakan bagian peralatan seperti mesin bubut atau sabuk konveyor. dan zat berbahaya lainnya. Cahaya laser berdaya tinggi Pemanas infra-red berdaya tinggi Sinar gamma dari zat radio aktif Radiasi ultra-violet dari matahari. dan lain sebagainya Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. sebab dapat menyebabkan cedera. Jenis-jenis Bahaya 1) Bahaya Fisik Bahaya fisik termasuk sesuatu yang mungkin secara langsung dapat membuat cedera. getaran.

Dalam semua situasi anda seharusnya memastikan hal berikut : • Prosedur dan sistim kerja yang aman Ini dapat termasuk : .Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 21 b. rambut panjang harus diatur dengan pengikat rambut atau pakai topi. . seperti pemindahan bahan untuk mesin lebik baik dengan motorisasi konveyor dibandingkan dengan tangan. pelindung telinga. untuk contoh.Tatalaksana yang baik (lihat Topik 3). Ini dapat berarti pengontrolan dalam beberapa cara. ada beberapa prinsip yang seharusnya diingat : • Dimana mungkin eliminir bahaya Untuk contoh. . Itu dapat juga berarti keamanan proses atau bahan. tutup kebisingan mesin dengan kotak penyekat.doc Page 42 .Melakukan rotasi pekerjaan. atau penggantian bahan kimia yang berbahaya dengan bahan yang aman. hentikan penggunaan bahan kimia yang berbahaya. atau pastikan keefektifan pengaman yang ditempatkan disekitar bagian mesin yang bergerak. • Jika anda tidak bisa mengeliminir bahaya. Prinsip Pencegahan atau Pengontrolan Bahaya Walaupun setiap bahaya punya perlakuan secara individu. sarung tangan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Melatih dan mensupervisi pekerja. • Gunakan peralatan dan pakaian pelindung Alat keselamatan seperti kaca mata debu. dan alat pernafasan seharusnya digunakan dengan tepat. masker. Mengeliminir bahaya seharusnya selalu menjadi tujuan pertama dalam membuat tempat kerja yang aman. . Pakaian kerja harus aman dan nyaman bekerja dekat mesin yang berputar.Mempunyai surat izin melakukan pekerjaan yang ditetapkan. cari cara yang aman untuk mengerjakannya.

kerja berpindah-pindah dan selalu lembur. area kerja. Contohnya pekerjaan berulang. Dimana beban kerja ringan. terjaga pada tempatnya dan berfungsi. atau disesuaikan dengan pekerja dan pekerjaan. Bahaya yang disebabkan oleh mesin dapat dicegah atau dikontrol dengan cara berikut : • Pengaman harus dirancang sepantasnya. alat potong dan perlengkapan seharusnya di rancang atau dimodifikasi. Pekerjaan seharusnya dirotasi. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Peralatan. bisa membuat rasa tertekan (stress) pekerja. perabot dan benda-benda yang tidak sesuai dengan keperluan pekerja dan pekerjaan.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 22 c. Bahaya dan Pencegahan / Pengontrolan 1) Pengaturan kerja Cara kerja yang tidak teratur dapat menimbulkan masalah keselamatan. Tetapkan istirahat atau lakukan istirahat yang seharusnya. Pekerja seharusnya punya pendapat tentang bagaimana pekerjaan mereka dilaksanakan. Beban kerja yang berat seharusnya dikurangi. Rancang kembali pekerjaan dan sistim kerja . pekerja seharusnya diberikan pekerjaan lain untuk dikerjakan. Permesinan. • Berikan pekerja keterampilan baru • Lindungi pekerja dari tekanan (stress) dan risiko celaka • Tingkatkan efesiensi • Kembangkan prosedur keselamatan secara menyeluruh Pengaturan kerja dapat ditingkatkan dengan cara berikut : • • • • • • • Pekerja seharusnya mempunyai variasi tugas untuk melakukan pekerjaan. 2) Gerakan m e s i n Gerakan bagian mesin dapat berbahaya. juga dapat menyebabkan pekerja merasa tertekan (stress) dan risiko bisa terjadi.doc Page 43 .

ini dapat menyebabkan kecelakaan. Alat ukur yang menyatakan batas kebisingan dapat ditempatkan pada area kerja atau dibawa oleh pekerja. • • Mesin dirancang dengan tingkat kebisingan sesuai standar kebisingan normal. 3) Pengaruh kebisingan Kebisingan yang terlalu keras. • Pekerja sewaktu-waktu dapat mengambil jarak dari pekerjaan sehingga mereka tidak kontak dengan kebisingan sepanjang waktu. Rambut panjang diatur pakai pengikat rambut dan PPE (personal protective equipment) dipakai dimana perlu. terlalu tinggi atau terdengar terlalu sering dapat merusak pendengaran pekerja. Batas normal pendengaran manusia untuk tingkat kebisingan adalah ± 80 – 90 desibel. sakit kepala dan stress. • • Mesin seharusnya tidak digunakan jika bermasalah. Kebisingan atau kehilangan pendengaran dapat membuat pekerja susah berkonsentrasi. pekerja seharusnya memakai pakaian kerja yang aman (seperti lengan pendek).Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 23 • Ketika menggunakan mesin. Kebisingan atau kehilangan pendengaran dapat menyebabkan kelelahan.doc Page 44 . Bagaimana bahaya dapat dicegah atau dikontrol : • Pemberi kerja dapat mengurangi kebisingan di pabrik yaitu meletakan mesin dalam kotak peredam suara atau dibelakang pelindung suara untuk menghentikan penyebaran kebisingan. dan semua perhiasan harus dilepas. Sebagai perbandingan tingkat kebisingan dapat dilihat pada topik 4 (Polusi pada Industri) Mengapa kebisingan berbahaya : • • • • Dapat membuat pekerja kehilangan beberapa atau semua pendengaran. Pekerja dengan kehilangan pendengaran mungkin tidak sadar mendekati bahaya. Sekitar area kerja mesin seharusnya punya penerangan yang baik dan terjaga kebersihan serta bebas sampah/kotoran. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 24 • Pekerja harus memakai pelindung telinga atau penutup (ear plugs). lengan dan punggung dapat tertarik tegang (keseleo) Sambungan pada lutut. maka disebut sedang melakukan penanganan manual Mengapa penanganan manual dapat berbahaya : • • • • • • • • • Punggung. terutama bagian bawah dapat cedera Persendian dan urat tendon pada kaki. (Lebih jelasnya posisi atau cara pengangkatan manual yang benar. Pelindung telinga atau ear plugs harus dalam kondisi baik dan diperiksa secara tetap untuk pemakaian dan perawatan. pergelangan kaki. sedangkan dari karet cukup dibersihkan setiap akan atau setelah dipakai).doc Page 45 . pergelangan tangan. 4) Penanganan manual Bilamana secara fisik pekerja memindahkan sesuatu. Syaraf bisa rusak Tulang bisa patah Nyeri otot dan tegang dapat terjadi Dapat menyebabkan hernia (perut turun) Jantung dan pernafasan dapat menjadi buruk Kelelahan dari kerja fisik dapat menyebabkan kecelakaan. lihat Paket Pembelajaran dan Penilaian Penanganan Material ) Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. siku dan bahu dapat terjadi peradangan. sikap badan jelek dan penggunaan perabot dan bangku yang salah ketinggian atau rancangan. pengulangan tindakan. Pelindung itu harus dibersihkan atau diganti sesuai dengan jenis dan cara perawatannya (Pelindung dari busa dapat dicuci dan diganti perminggu. • Pendengaran pekerja seharusnya diperiksa atau diuji secara tetap. Penyebab utama cedera dari kejadian penanganan manual adalah : Kelebihan penggunaan tenaga.

dimana bahan tersebut disimpan dan digunakan. cairan atau gas. Informasi tentang exposure standars dapat ditemukan pada MSDS. supervisor atau ahli K3 seharusnya memberikan penjelasan sebelum digunakan. Ada personal tertentu atau pembimbing ditempat kerja yang memanfaatkan MSDS.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 25 5) Reaksi bahan kimia Bahan kimia dapat berbentuk padat. (Contoh MSDS dapat dilihat pada Paket Pembelajaran dan Penilaian Penanganan Material) Lembaran ini berisikan keterangan sebagai berikut : • • • • Apa zat yang dikandung. Informasi tentang kandungan bahan kimia ada pada lembaran data keselamatan bahan (Material Safety Data Sheet / MSDS). pekerja dapat mengamati MSDS di pusat kesehatan atau minta supervisor area kerja untuk memperlihatkannya. menjelaskan bagaimana tingkatan dari bahan kimia diketahui sebagai klasifikasi 'Barang Berbahaya'. Setiap penggunaan bahan kimia. Setiap bahan kimia mempunyai perbedaan terhadap exposure standars. seberapa sering digunakan dan dalam kondisi bagaimana digunakan. Ada batas aturan. Pada tempat kerja.doc Page 46 . Undang-undang dan Kode Praktik membicarakan tentang 'exposure standars' (standar kontak langsung). Informasi tentang bagaimana zat tersebut dapat berbahaya Tindakan pengamanan untuk penggunaannya. tetapi semua pekerja dapat melihatnya dan seharusnya mengetahui maksudnya. perkiraan waktu pekerja dapat kontak langsung dengan bahan kimia selama hari kerja setiap minggu. Risiko untuk pekerja dengan penggunaan bahan kimia dapat ditentukan oleh bagaimana bahan kimia digunakan. 1989. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Informasi tentang penangan zat tersebut secara aman. Peraturan Barang-barang Berbahaya (Gudang dan Penanganan). Penggolongan barang berbahaya termasuk : • • • Racun Gas Cairan mudah terbakar Bahan kimia digunakan secara luas pada industri sehingga penting untuk mengetahui cara penanganan yang aman dan penggunaan semua bahan kimia. Pada tempat kerja seharusnya tersedia daftar bahan kimia. yang berisikan semua bahan kimia.

7) Bahaya lain ditempat kerja Tergantung pada sifat perusahaan dan tempat kerja. • 6) Alkohol dan penggunaan obat bius Bila pekerja berada dalam kondisi stress bekerja. debu. semprotan. dapat menyebabkan luka bakar. mata. Bahan kimia dapat terminum atau terhisap kedalam usus menyebabkan keracunan. hidung dan tenggorokan. kukus dan cairan dapat terhirup atau terhisap menjadi radang paru-paru dan kulit. Bahan kimia dalam bentuk asap. Bahan kimia beracun. Ada petunjuk dan saran penting pada tempat kerja serta perlu diketahui juga untuk masyarakat. berlebihan dingin.doc Page 47 . alkohol dan obat sejenis yang dapat mempengaruhi kesadaran seseorang.kena sengat listrik Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. • Bahan kimia dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan. Pekerja yang meminum atau menggunakan pengobatan atau obat bius akan mempengaruhi pekerjaan mereka sendiri dan bekerja dengan berisiko membahayakan diri sendiri dan orang disekitarnya.pencahayaan/penglihatan . Bekerja dengan perasaan tidak enak akibat pengaruh minuman keras sebelumnya atau dibawah pengaruh obat bius dan alkohol dapat menyebabkan kecelakaan. yaitu melarang pekerja yang minum alkohol dan menggunakan obat bius. atau ketinggian Kelistrikan/elektronik . mati lemas atau penyakit lainnya. biasanya mempunyai masalah dirumah atau kekhawatiran lainnya. radang paru-paru. Pusat kesehatan pada tempat kerja seharusnya menginformasikan tentang bahaya penggunaan sembarangan obat bius. bahkan kematian. pingsan dan sakit. Beberapa bahaya yang nyata diantaranya adalah : Area gudang Bengkel mesin Konstruksi . resep obat atau obat bius.berlebihan panas. uap. kabut. Hal itu dapat juga berpengaruh pada tanggapan atau respon seseorang untuk masalah keselamatan atau keadaan darurat. adanya variasi bahaya lain yang mungkin berpotensi menyebabkan cedera atau sakit. bronchitis.truk forklift (alat pengangkat) . penyalah-gunaan alkohol.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 26 Mengapa bahan kimia dapat berbahaya • • Bahan kimia dapat terbakar atau memerihkan (iritasi) kulit. asthma.

fasilitas gudang. pelatihan yang tepat dan supervisi pekerja. Berikut ini adalah daftar hal yang utama dari tata laksana yang seharusnya diperiksa pada tempat kerja : • • Tempat kerja dan seluruh area kerja dijaga kebersihannya.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 27 3. Tata laksana yang baik seharusnya bagian dari rutinitas harian. Risiko kebakaran berkurang. membuat kemungkinan tata laksana dilakukan dengan efisien. ruang kerja. ruang istirahat dan area ruang makan harus memenuhi standar kesehatan (hygenic). sehingga kecelakaan. Tata laksana industri berarti menata semua tempat kerja seperti. rapi dan dalam kondisi baik. Pelaksanaan tata laksana industri yang baik dapat membuat tempat kerja aman. karena pekerja dan perusahaan tidak memberikan perhatian pada tata laksana yang baik. cedera dan kebakaran tidak terjadi. Rancangan tempat kerja yang baik. toilet. Pekerja lebih merasa aman bekerja. sebab dapat : • • • • • Memperkecil kecelakaan dan cedera yang terjadi di pekerjaan. • Area kerja punya penerangan dan ventilasi yang baik. pakaian pelindung dan perlengkapan juga bagian penting dari tata laksana yang baik.doc . sistim keamanan kerja. tempat produksi dan jalan masuk agar bersih. Tempat kerja. Meningkatkan produktivitas. Kegiatan Tata Laksana. Tempat kerja menjadi lebih efesien. Page 48 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Mengapa tata laksana industri seharusnya dilakukan dengan baik ?. TATA LAKSANA INDUSTRI Banyak kecelakaan tidak dapat dihindari pada tempat kerja. Pemeriksaan keselamatan berkala dari tempat kerja seharusnya dilakukan dan daftar tugas tata laksana seharusnya dijaga untuk meyakinkan tata laksana dilakukan sebagaimana mestinya. a. area gudang. Perawatan mesin dan peralatan yang tepat.

seperti pada daftar diatas. • Tata laksana yang baik termasuk penyimpanan bahan dengan tepat. tombol dan saluran tenaga listrik dalam kondisi baik.doc Page 49 . putih. Papan pengumuman terbaru. Penyimpanan bahan secara sembarangan sangat berbahaya. Peralatan dan perlengkapan disimpan pada rak dan laci. Gambar simbol keselamatan kerja. Lantai dan permukaan lainnya bersih dan kering dengan tidak ada bukti tumpahan. Debu. Penyimpanan Bahan Bahan harus disimpan dengan aman sehingga bahan tidak rusak atau membahayakan orang. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. b. Barang bekas dan sampah di tempatkan pada tempat sampah dan dibuang. tanda peringatan dan tanda alarm dalam keadaan bersih dan mudah dilihat. tangga dan jalan yang landai dijaga kebersihan dari rintangan dan sampah. Barang-barang yang berbahaya seperti bahan kimia dan bahan yang mudah terbakar (yang mudah dimakan api) disimpan dengan aman dalam lemari tahan api (flameable). jalan terusan. sampah dan sisa pembuangan dapat diletakkan jauh dari gudang bahan dan bahaya api.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 28 • Jalan masuk seperti gang. Bahan yang ditumpuk tidak teratur bisa jatuh. • • • • • • • • • • • Stop kontak. Pintu darurat dan perlengkapan dibuat dengan jelas dan mudah dicapai. Peralatan pemadam kebakaran dalam keadaan siap pakai. • Jalan masuk dengan jelas ditandai dengan batas kuning. sehingga merusak bahan dan membahayakan pekerja. biru dan atau garis merah. Bahan dan hasil produk ditumpuk atau disusun dengan rapi. Bahan bekas mudah terbakar diletakkan dalam kotak tertutup dan dibuang dengan aman. Saluran listrik jangan bersentuhan dengan permukaan yang basah atau merintangi jalan masuk. gemuk dan kotoran.

Bahan kimia. Contoh. Contoh. Berbentuk segi tiga dengan warna hitam diatas warna dasar putih. area jauh dari pekerja. Gambar lingkaran dengan diagonal merah diatas warna dasar putih. Batas tingkatan Asap. seperti lemari tahan api dan kaleng/teromol keamanan. Contoh. gunakan kaca mata perlengkapan keadaan darurat tersimpan. dilarang merokok. Tanda Peringatan bahaya keselamatan dan kesehatan kerja. Contoh. debu dan radiasi seharusnya dimonitor pada lokasi gudang dan pada area kerja. diperlukan untuk barang-barang yang berbahaya.doc Page 50 . laci. dan kotak-kotak. tempat PPPK Tanda Perintah/Pemberitahuan kepada pekerja dimana perlengkapan keselamatan khusus harus dipakai.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 29 Beberapa hal penting penyimpanan bahan adalah : • • • • • • • Seharusnya mudah bagi pekerja. Gambar Simbol Keselamatan Kerja Gambar simbol keselamatan adalah tanda yang ditampilkan pada tempat kerja untuk : • • • • Tanda Larangan / Pencegahan kecelakaan . Bahan dapat disimpan pada rak. Bau yang menyengat. Berbentuk Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. forklifts dan peralatan penanganan mekanik seperti trolleys (kereta) dan drumlifters untuk bergerak didalam dan sekitar area gudang. ventilasi baik. Fasilitas penyimpanan khusus. mudah terbakar atau awas api Tanda Pemberitahuan /Tempat segi empat . C. gumpalan awan dan debu dari asap seharusnya diselidiki. Jenis bahan kimia seharusnya dipisahkan. secara jelas ada label dan disimpan ditempat yang aman yaitu kering. Gambar putih diatas warna dasar biru.

Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 30 Tanda-tanda ini mempunyai gambar diatasnya sehingga dapat diketahui apa maksudnya walaupun pekerja tidak bisa bahasa Inggris dengan baik.doc Page 51 . seperti berikut ini : Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Manfaatkan gambar simbol keselamatan untuk tempat kerja dari Departemen Tenaga Kerja untuk mempelajari semua standar tanda keselamatan yang dpergunakan ditempat kerja. Ini penting bahwa setiap pekerja mengetahui tanda keselamatan tanpa ragu-ragu.

polusi dari bahan kimia. 2) Mengapa serat dan debu berbahaya : • • • • Debu dan serat dapat terhisap kedalam paru-paru. yaitu : Polusi dari serat (fiber) dan debu. Aerosol mungkin datang dari semprotan cairan (cat aerosol). Pada bagian berikut dijelaskan masing-masing polusi dan pencegahannya. POLUSI PADA INDUSTRI Pada umumnya ada tiga bentuk polusi yang mempengaruhi pekerja pada tempat kerja di industri. Alat listrik harus punya ventilasi pembuangan setempat yang pas. Pembuangan serat seharusnya ditempatkan dalam kontainer yang bersegel. tindakan harus segera diambil. kandungan yang terbakar (peranan bahan bakar) atau asap. Area kerja seharusnya terjaga kebersihannya untuk menghindari debu dan serat yang terbentuk. Beberapa debu mineral dapat menggores paru-paru dan menyebabkan penyakit Alergi dan kesulitan bernafas dapat terjadi Kanker dapat berkembang 3) Bagaimana bahaya dapat dicegah dan dikontrol : • • • • • • • • • • Alat pembuangan gas (exhaust) dan ventilasi pembuangan dapat membuang debu dan serat partikel. Serat mineral yang berbahaya seharusnya dapat diganti dengan yang aman. Page 52 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Pekerja dapat melakukan pekerjaan yang bervariasi untuk mengurangi kontak secara terus menerus dengan debu dan serat. dimana tersebarnya partikel jelaga di udara. Penggunaan alat tangan dapat mengurangi debu dibandingkan alat listrik. Aerosol dapat berupa cairan. jika tingkatan serat diatas standar yang ditetapkan. gas atau partikel padat yang sangat halus disebarkan oleh udara. a.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 31 4. dan polusi kebisingan. Alat pernafasan diperlukan untuk penggunaan temporer atau dalam keadaan darurat. Masker seharusnya dipakai oleh pekerja yang kontak langsung dengan bahaya serat dan debu hingga tempat kerja dapat dibuat lebih aman. Pemantauan udara untuk melihat tingkatan serat seharusnya dilakukan. Debu partikel padat terbawa oleh udara. Polusi Dari Serat dan Debu 1) Penyebab polusi Debu dapat ditimbulkan dari proses kerja seperti debu dari serat bahan gelas atau debu dapat masuk ketempat kerja karena di kirim yaitu melalui kantong tepung kimia.doc .

agar dapat menghilangkan asap dan uap. Menutupi proses kerja atau penyimpanan kontainer untuk kandungan bahan kimia (yaitu menutupi wadah. Udara ditempat kerja harus dimonitor dan semua udara kotor dinetralkan. Bocoran dan sisa pembuangan Tumpahan dan bocoran kandungan bahan kimia yang berbahaya harus selalu diperlakukan dengan cara yang tepat. Peranan lembaran data keamanan bahan (Material Safety Data Sheet / MSDS) cukup penting.doc Page 53 . alat pernafasan dan pelindung kepala (helm) dipakai hingga tempat kerja aman. seperti kanker atau sakit liver kronis. Adanya ahli K3 ditempat kerja yang dapat membantu untuk membaca dan memahami informasi pada MSDS. Polusi dari Bahan Kimia Bahan kimia yang keras. 1) Beberapa cara polusi kimia menyerang secara perlahan pada pekerja : • • • Gas yang tidak berwarna atau tidak berbau dapat terbentuk pada ruang terbatas dan bisa menyebabkan mati lemas. dengan mengikuti semua petunjuk yang dibolehkan untuk penggunaan bahan kimia. bau yang tajam atau mempunyai warna tersendiri dan pemberian label yang jelas dapat menjadi peringatan kepada pekerja tentang apa zatnya. sangat bermanfaat melindungi diri pekerja. Tetapi hal tersebut tidak selalu mudah untuk mendeteksi polusi kimia lebih dini. Jangan mengira tidak membahayakan. • 3) Tumpahan. 2) Langkah pencegahan dan pengontrolan polusi kimia : • • • • • Bila mungkin. penanganan dari jauh/ pakai remote). Sistim ventilasi industri dirancang dengan baik. Serbuk kimia yang ditangani bertahun-tahun dapat berefek jelek dikemudian hari. Uap dengan bau yang enak dapat membuat mabuk. Pekerja seharusnya mengetahui aturan yang berhubungan dengan risiko bahan kimia yang digunakan. hentikan penggunaan bahan kimia berbahaya ditempat kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 32 b. atau karena telah bekerja bertahun-tahun menggunakan bahan kimia dan belum pernah mencelakakan. sesuai penjelasan pada MSDS. sehingga berefek mematikan dalam beberapa menit. Semua pelindung roda gigi harus sesuai standar yang aman. Ganti bahan kimia dengan yang aman kandungan zatnya. Pakaian dan perlengkapan pelindung seperti masker muka. Maka dari itu jangan sembarangan jika menggunakan bahan kimia dalam proses kerja atau menanganinya. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. sebab bahan kimia tidak berbau. Secara berkala kesehatan pekerja dimonitor.

Ledakan cairan yang mudah terbakar pada pabrik yang terbakar dapat dengan serius membahayakan pemadam kebakaran dan wilayah hunian terdekat. karena merasa terganggu. Industri di banyak tempat telah menjadi begitu bising sehingga hampir semua pekerja industri mengalami tingkat kebisingan yang berbahaya dari suara mesin pon. sedangkan bagi orang-orang dari sekitar pinggiran merupakan suatu yang menyakitkan. Kebisingan 1) Sumber kebisingan • Setiap orang punya perbedaan pendapat tentang kapan kebisingan dianggap terlalu keras dan apa jenis kebisingan yang dapat diterima. di jalan dan ditoko menyebabkan keluhan sejumlah besar orang. Harus dipahami bahwa bekerja dengan bahan kimia meliputi tanggung jawab untuk melindungi semua masyarakat dari timbulnya bahaya. • • Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. secara berangsur-angsur menjadi biasa dengan tingkat kebisingan tersebut. Pembuangan bahan kimia bekas harus dikontrol secara tepat. dapat berefek pada kesehatan banyak orang di masyarakat. hal itu akan mengotori saluran air masyarakat. Polusi harus dipertanggungjawabkan pada semua tempat kerja untuk memastikan bahwa standar keselamatan sesuai peraturan untuk melindungi pekerja dan masyarakat luas. c. Memainkan musik keras dirumah. mengalir kedalam drainase. Untuk waktu lama dapat terjadi gangguan kesehatan. Suara kendaraan bermotor konstan diterima orang disekitar kota. Gas toxic dihasilkan dari bahan kimia yang terbakar. Gas toxic secara ceroboh tertumpah keudara. Potensi risiko untuk masyarakat biasanya dari sumber alami yang penting. seperti udara dan air. dapat menyebabkan kerusakan kulit dan gangguan pernafasan.doc Page 54 . dan kebisingan industri lainnya. kompresor. Undang-undang telah mengatur kontrol dan standar kebisingan yang diizinkan untuk mengatur orang-orang yang menimbulkan ketidak amanan dan anti-sosial tingkat kebisingan.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 33 Beberapa alasan mengapa bocoran dan tumpahan bahan kimia harus diperlakukan dengan tepat : • • • • • Jika kandungan bahan kimia tumpah atau bocor. Pada MSDS diberikan petunjuk cara pembuangan yang harus diikuti sesuai peraturan.

doc Page 55 . Pada bagian berikut ini dijelaskan empat cara dasar untuk mengatasi kebisingan : • • • • Perencanaan tata ruang yang baik Penggunaaan bahan bangunan dan akustik yang tepat Pembuatan penyekat atau bagian pembendung Penggunaan getaran suara Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 34 2) Tingkat kebisingan Desibel (dB) adalah ukuran intensitas suara. sebagai perbandingan tingkat kebisingan adalah : • • • • • • • • • Pesawat terbang take off Melewati / ambang batas pendengaran Truk besar Disco Kebisingan pabrik Kebisingan jalan raya Kebisingan kantor Gemerisik daun Sunyi sepi (batas tidak dapat didengar) 180 dB 130 dB 120 dB 110 dB 100 dB 80 dB 60 dB 20 dB 0 dB 3) Mengatasi kebisingan.

Bila bahaya tidak dapat dihindari langkah yang harus diambil adalah mengurangi risiko cedera.doc Page 56 . atau khususnya saat perawatan dan situasi darurat.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 35 5. Melakukan pekerjaan selalu dengan cara sendiri. Tindakan Keamanan Kerja Banyak aktivitas berikut yang menjadi pertimbangan untuk bekerja dengan aman • • • • • • • Memodifikasi peralatan atau mesin tanpa kewenangan. a. walaupun metoda bekerja dengan aman telah dikembangkan. Mengambil jalan pintas dalam melaksanakan. Laporkan semua kecelakaan dan cedera sekecil apapun jika kemungkinan terjadi. Ini adalah daftar untuk bekerja dengan aman. Keselamatan pribadi ditempat kerja dapat terjamin dengan dihindarinya faktor bahaya sebelum menyebabkan cedera. Perlengkapan dan pakaian pelindung harus selalu dipakai untuk keselamatan ditempat kerja. Melakukan pekerjaan yang tidak dilatih untuk dilakukan. • • • • • • • • Pikirkan tentang apa yang dapat terjadi sebelum melakukannya. Laporkan praktik kerja dan situasi yang diperkirakan tidak aman. walaupun jalan pintas tersebut melanggar petunjuk prosedur bekerja yang aman. Jadi jelaslah bahwa semua aktivitas tersebut tidak aman dan sangat potensial menimbulkan bahaya. Melakukan pekerjaan yang keterampilannya atau kewenangan tidak dipunyai. Selalu mengunakan peralatan dan perlengkapan dengan benar untuk melakukan pekerjaan. Tidak memperhatikan aturan keselamatan sebab menurut pribadi hal itu menjadi penghambat dalam melakukan pekerjaan. Laporkan kesalahan atau peralatan dan perlengkapan yang tidak aman. Hal berikut ini seharusnya dipelajari dengan seksama dan dipraktikan secara rutin. Tidak menggunakan alat pengaman walaupun diperlukan waktu mengerjakan pekerjaan. KESELAMATAN PRIBADI Semua pekerja perlu menyadari keselamatan pribadi mereka ditempat kerja. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Ikuti aturan dan petunjuk keselamatan dan kesehatan kerja. Jangan melakukan sesuatu yang dapat melukai diri sendiri atau orang lain. Ketahui tanda peringatan dan pahami maksudnya dan lakukan seperti yang disarankan.

Pakaian harus di pas dengan baik. tergantung apakah pekerja kontak dengan bahan kimia. Alat pernafasan seharusnya diperiksa secara tetap untuk kebersihan umumnya dan khususnya kerusakan katup. Masker las dan perisai seharusnya tidak berkabut. lembaran penutup. b.doc Page 57 . perlengkapan dan praktik kerja dapat dibuat aman. debu. Kaca plastik yang tahan tumbukan dan perisai muka akan melindungi dari pecahan yang beterbangan serta perisai tahan zat kimia diperlukan ketika menangani bahan kimia.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 36 • • • Jangan melakukan sesuatu yang belum dilatih. perisai muka dan helm dapat melindungi sensitif area mata dari kerusakan. peluru. Masker las dipakai dengan benar untuk pengelasan. Pelindung kulit : Sarung tangan pengaman dan krim pelapis melindungi kulit dari kerusakan dan menahan peresapan bahan kimia kedalam tubuh. Pelindung kaki : Sepatu boot (safety boots) melindungi kaki Pelindung kepala : Jaring rambut dan penutup. Bentuk pelindung pendengaran. Pakaian kerja dari kulit atau metalik cocok melindungi seluruh tubuh dan jas kerja digunakan untuk melindungi badan. • Pelindung pernafasan : Penutup muka. Penyaring yang benar diperlukan pada alat pernafasan. saringan udara dan alat pernafasan dengan pembersih udara digunakan untuk melindungi paru-paru dan sistim pernafasan. tali pengikat dan penjepit. Berikan gagasan tentang bagaimana mesin. Alat ini harus dibersihkan sesudah digunakan untuk menghindari penularan dan disimpan pada kantong plastik tertutup. • Pelindung telinga : Pelindung telinga atau sumbat melindungi pendengaran dari bahaya tingkat kebisingan. Pelindung mata : Kaca mata. Kerja sama dan partisipasi dalam program ini membuat tempat kerja aman. Alat pernafasan harus dipaskan secara perorangan dan dipilih sesuai kondisi tempat kerja. menjaga rambut pada tempat kerja sehingga tidak membahayakan. seal. serat atau jenis kotoran lainnya. sesuai untuk tempat kerja dan pekerjaan. Perlengkapan dan Pakaian Pelindung Pekerja serta Program di Tempat Kerja 1) Perlengkapan dan Pakaian Pelindung Pekerja Perlengkapan dan pakaian pelindung digunakan untuk melindungi pekerja dari kontak langsung dengan bahan kimia atau perantaranya yang dapat membahayakan kesehatan. dan seharusnya dipilih berdasarkan ukuran tingkat kebisingan pada lokasi kerja. tidak punya keterampilan atau kewenangan melakukannya. Alat pernafasan seharusnya diperiksa setiap waktu sebelum digunakan. kaca pengaman. • • • • Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

perlengkapan (seperti alat pernafasan dan lemari uap) dan fasilitas dasar pertolongan pertama seharusnya tersedia ditempat kerja. alat pernafasan dan pelindung telinga perlu tertutup dengan rapat dan sesuai tubuh sehingga terpakai dengan baik. Semua perlengkapan dan pakaian pelindung harus dipakai sebagaimana mestinya. kebakaran dari bahan logam Api kelas E. Untuk contoh. Benda-benda pelindung seharusnya sesuai dengan persyaratan standar yang berlaku Pekerja seharusnya dilatih secara benar dalam penggunaan dan perawatan perlengkapan dan pakaian pelindung. kertas. 2) Program Perlengkapan dan Pakaian Pelindung Pekerja di Tempat kerja Perlengkapan dan pakaian pelindung ditempat kerja selalu diprogram agar benda tersebut secara pasti dipergunakan untuk mengoptimalkan faktor keselamatan. penggunaan alat pernafasan dengan saringan debu tidak akan melindungi pekerja yang menangani bahan kimia. LPG. batu bara dan serbuk gergaji. Api kelas D. Kenyamanan pekerja menggunakan perlengkapan dan pakaian adalah penting. Pakaian pelindung. • • • Api kelas C. kebakaran kelistrikan dan meliputi perlengkapannya. kebakaran bahan gas yang mudah terbakar seperti asitelin. solar. kebakaran benda padat yang mengandung karbon.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 37 • Tempat lemari uap (fume cabinets). Perlengkapan perlu dirawat sebagaimana mestinya : yaitu disimpan dengan aman dan dijaga kebersihan serta direparasi dengan baik. pancuran air untuk keselamatan (safety showers) dan pencuci mata darurat (emergency eye wash) juga disediakan sebagai penjagaan pertama dalam kasus kegagalan pelindung. seperti papan. • Api kelas B.doc Page 58 . • • • • • • c. minyak cat. Memonitor lingkungan tempat kerja dan memonitor kesehatan seharusnya dilakukan secara tetap untuk meyakinkan program perlindungan memadai. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Keselamatan dan Perlindungan Kebakaran Bebarapa hal yang harus diketahui tentang kebakaran dan perlindungannya adalah : 1) Golongan Kebakaran • Api kelas A. dll. Berikut ini hal penting sebagai pertimbangan : • Benda-benda pelindung penggunaannya harus sesuai dengan persyaratan pekerjaan seteliti mungkin. kebakaran benda cair mengandung bahan yang mudah terbakar seperti bensin. untuk contoh. berarti ketidaknyamanan atau ketidakcocokan dapat menyebabkan pekerja menolak menggunakan alat keselamatan.

di cat merah dengan adanya pita hitam Cairan uap BCF (Bromo Chloro di Fluoromethane) . Jangan mengunakan air atau busa pemadam untuk kebakaran kelistrikan.di cat merah Karbon dioksida (CO2) . air jika tidak dekat aliran listrik Untuk kebakaran kelas B. pertama matikan sumbertenaga. 3) Penggunaan bahan /alat pemadam Untuk kebakaran kelas A. Bahan kimia kering. Karbon dioksida. : • • • Tabung bersimbol huruf A terletak dalam segi tiga warna hijau. gunakan : BCF.di cat merah dengan adanya pita putih. dipakai untuk kebakaran kelas B (kebakaran bahan cair mudah terbakar) Tabung bersimbol huruf C terletak dalam lingkaran warna biru. Adapun jenis dan simbol pada tabungnya adalah sbb. seharusnya dijaga agar tabung gas tetap dingin dengan menggunakan air pakai selang atau alat pemadam. : • Alat pemadam kebakaran untuk bahan gas yang mudah terbakar. Karbon dioksida atau Busa kering Dilarang menggunakan air untuk memadamkan kebakaran bahan cair! Untuk kebakaran kelas C. gunakan : • • Pasir. dan bila mungkin matikan suplai (kiriman) gas.di cat kuning Busa .Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 38 2) Bahan dasar untuk pemadam kebakaran : • • • • • Air . dipakai untuk kebakaran kelas E (kebakaran kelistrikan) Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. dipakai untuk kebakaran kelas A (kebakaran bahan padat mengandung karbon) Tabung bersimbol huruf B terletak dalam persegi panjang warna merah. Busa. gunakan : • • Serbuk kering .doc Page 59 . 4) Mengenal Alat Pemadam Portable Alat pemadam portable (yang mudah dipindah) biasanya mudah ditempatkan pada tempat rawan kebakaran. gunakan : BCF.di cat merah dengan adanya pita putih Untuk kebakaran kelas E. Untuk kebakaran kelas D. Jika mungkin.di cat biru Serbuk kering .

Ketahui tempat semua perlengkapan untuk menghadapi kebakaran. disimpan dan ditangani sebagaimana mestinya. Secara tetap latihan pemadaman seharusnya dilaksanakan sehingga pekerja terbiasa dengan prosedur keselamatan kebakaran dan mengetahui apa yang dilakukan jika terjadi kebakaran. dimana jalan ketangga tidak terhalang. Pastikan berfungsinya alat pemadam kebakaran. Mampu menggunakan peralatan dan mengikuti latihan kebakaran dengan keyakinan. dipakai untuk kebakaran kelas D (kebakaran bahan logam) Pelat identifikasi alat pemadam kebakaran. prosedur pengungsian. sebelum dinamai dan diisi kembali. Semua pekerja seharusnya mengetahui prosedur untuk pengungsian darurat dan dimana pintu keluar .Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 39 • Tabung bersimbol huruf D terletak dalam bintang warna kuning. Menurut peraturan.petugas keadaan darurat. Jangan pernah mengembalikan alat pemadam kebakaran setelah digunakan ketempatnya. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 60 . Menjaga jalan masuk untuk tangga dan perancah/penyangga (scaffolding) bebas. • • • Jaga alat pemadam kebakaran dari pengaruh panas dan dingin yang ekstrim (perbedaan yang mencolok). alat pemadam harus dinamai dan dirawat sebagaimana mestinya. dan segera ditempatkan dengan seksama pada tempat yang mudah diraih agar dapat melayani reaksi bahaya kebakaran. Adapun yang diperlukan adalah : • Pahami prosedur pencegahan kebakaran dimana anda bekerja . Menjaga peralatan menghadapi kebakaran dan rute jalan keluar bebas dari hambatan. Pelajari tempat semua alarm (sirine) kebakaran. • • • • • 6) Pengkondisian alat pemadam kebakaran Secara lengkap peralatan pemadam harus terjaga dan mudah diambil. 5) Kesiapan menghadapi kebakaran Semua bahan yang mudah terbakar harus dinamai.

kurangi bahaya untuk kehidupan dan jaga kerusakan agar minimum. Jika menemukan kebakaran.doc Page 61 . ingat enam langkah KESELAMATAN ini : • Bunyikan alarm segera Beberapa menit pertama setelah kebakaran mulai. adalah vital untuk mengontrolnya • Beritahu kebakaran pasukan pemadam Yang terbaik pasukan pemadam datang ketika api masih terkontrol dibandingkan setelah api besar tidak terkontrol • Beritahu setiap mengamankan orang untuk Seseorang menyaksikan pasukan pemadam dapat langsung memadamkan api tanpa menunda • Hadapi kebakaran dengan peralatan yang tersedia Kebakaran kecil dapat segera dikontrol • Mengungsi jika perlu Kebakaran besar bisa membahayakan hidup Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 40 7) Menghadapi kebakaran Jika kebakaran terjadi. segera lakukan tindakan yang tepat dan segera keluar.

Mandor/Pengawas harus bertanggung jawab dan melaporkan kejadian yang dialami korban. maka dapat langsung diberi pertolongan. Untuk urusan selanjutnya ditangani oleh bagian adminstrasi. Latihan pengungsian secara tetap harus dilakukan. Pimpinan atau atasan harus ikut menanggung dan memberikan keputusan untuk segera menyelidiki sebab-sebabnya. atau yang lain. Pada umumnya bila korban ada didekat petugas PPPK. dan untuk diikuti perintahnya dengan cara seksama. dan bagaimana harus bertindak memberikan pertolongan pertama. d. ancaman bom atau keadaan darurat di sekitar lokasi pabrik berada. sehingga pekerja memahami tentang peringatan sirene dan rencana tindakan keadaan darurat. ambulans. Pabrik mempunyai prosedur pengungsian yang diperlukan pekerja untuk bertindak berdasarkan peringatan suara sirene. jangan coba untuk memadamkannya sebelum kebocoran dihentikan. Pertolongan Pertama Para petugas PPPK (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) harus mengetahui kepada siapa. petugas PPPK melanjutkan tindakan-tindakan sebagai berikut : • • • • Petugas PPPK memberikan laporan secara terperinci mengenai korban dan pertolongan pertama yang telah diberikan kepada dokter. kebakaran. Pencemaran udara di pabrik dari kebocoran gas. Selanjutnya. maka petugas PPPK harus memutuskan apakah mengirimkan dokter. di mana.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 41 • Jangan memasuki kembali gedung yang sedang terbakar Asap dan gas didalam gedung yang sedang terbakar adalah berbahaya dan sering mematikan Catatan: Ketika bocoran gas terbakar.doc Page 62 . Prosedur Pengungsian Darurat Situasi darurat di tempat kerja memungkinkan semua orang di area kerja atau seluruh pabrik mengungsi. Tetapi bila berada jauh. dapat dan diharuskan setiap orang meninggalkan pabrik segera. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. sesuai persetujuan rencana pengungsian. e.

setiap orang seharusnya telah berlatih dasar-dasar pertolongan pertama. Walaupun tindakan pertolongan pertama tidak tercakup dalam modul ini. dan borwater. perubalsem. dan obat-obatan lain. obat luka baru. tensoplas. harus tersedia juga perlengkapan pertolongan pertama lain atau obatobatan yang disimpan dalam kotak PPPK.Bab 4 Strategi Penyajian Lembar Informasi HO 42 Selain petugas PPPK. slogan atau poster perlu juga sebagai alat bantu untuk mengingatkan pekerja pada waktu bekerja. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. pembalut luka.doc Page 63 . D samping kotak PPPK. misalnya : • • • kapas.

doc Page 64 . Diskusikan kewajiban dan hak tenaga kerja menurut undang-undang Keselamatan Kerja. Pembinaan dan Panitia K3 1. Diskusikan tugas pembinaan lainnya dari pengurus. Tugas 4 Kewajiban dan Hak Tenaga Kerja serta Pengurus Petunjuk : 1. Sebutkan maksud tempat kerja dalam undang-undang Keselamatan Kerja tahun 1970 2. 3. Buatlah daftar semua persyaratan keselamatan kerja Tugas 3 Pengawasan. Siapa saja yang melakukan pengawasan terhadap undang-undang keselamatan kerja dan sejauh mana kewenangan masing-masing. Dengan apa ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja. dan diskusikan susunan kepanitiaan K3 yang sebaiknya.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas Tugas Tugas 1 Istilah dan Ruang lingkup 1. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 2. 2. Tugas 2 Persyaratan Keselamatan Kerja 1. Sebutkan fungsi Panitia K3. Diskusikan tentang susunan dan tugas Panitia Banding. Diskusikan apa saja ruang lingkup yang dicakup dalam undang-undang Keselamatan Kerja tahun 1970. Apa saja kewajiban pembinaan pengurus terhadap tenaga kerja baru.

Diskusikan dengan grup belajar anda tentang format laporan dan pengisiannya.doc Page 65 . Diskusikan dengan grup belajar anda. Sebutkan unsur-unsur audit Sistem Manajemen K3 dan diskusikan mekanisme pelaksanaan audit. Sebutkan kewajiban pengurus terhadap dokumen undang-undang Keselamatan Kerja dan peraturan pelaksanaannya. Tugas 6 Penerapan dan Audit Sistem Manajemen K3 Petunjuk : 3. 4. Sebutkan prosedur pemeriksaan kecelakaan dan jenis pemeriksaan yang dilakukan. 2. Tugas 7 Jenis-jenis Bahaya di Tempat Kerja 1.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas 2. terhadap gambar keselamatan kerja dan alat perlindungan diri untuk tenaga kerja. Apa jenis-jenis cedera. Diskusikan juga format-format laporan pemeriksaan. penyakit atau kesakitan yang dapat disebabkan oleh : a) Gerakan bagian peralatan ? b) Kebisingan ? c) Getaran ? d) Pencahayaan ? e) D e b u ? Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Jelaskan ketentuan-ketentuan yang wajib dilakukan oleh perusahaan dalam penerapan Sistem Manajemen K3. Jelaskan tata cara pelaporan suatu kecelakaan kerja. Tugas 5 Tata cara Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan Petunjuk : 1.

Bab 4

Strategi Penyajian

Tugas

f) Tekanan udara ? g) Penanganan manual dan pengangkatan ? 2. Berikan contoh dari masing-masing bahaya bahan kimia, dan cedera/penyakit yang disebabkan oleh : a) G a s b) A s a p c) Cairan d) Zat berbahaya lainnya 3. Seberapa bahaya psikologi yang bisa anda sebutkan ? 4. Sebutkan seberapa bahaya biologi yang mungkin terjadi ditempat kerja, yang mungkin menimbulkan kasus.

Tugas 8 Pencegahan Dan Pengontrolan Bahaya Sistim Kerja
1. Mengapa sistim kerja yang aman termasuk rotasi pekerjaan ? 2. Bicarakan dalam grup belajar anda tentang perancangan/mengatur kembali sistim pekerjaan yang anda lakukan, atau peralatan yang anda gunakan. Bagaimana hal itu dapat dilakukan .

Tugas 9 Pencegahan dan Pengontrolan Bahaya Pemesinan, Kebisingan dan Penanganan Manual
Petunjuk 1 : • • Apakah ada beberapa praktik buruk yang digunakan pada tempat kerja anda ? Data hal tersebut dan diskusikan dengan grup belajar anda. Diskusikan dengan pembimbing dan grup belajar anda beberapa fakta bahaya pada pemesinan ditempat kerja anda. Bagaimana anda dapat menjamin bahwa bahaya dapat dicegah atau dikontrol.

Petunjuk 2 : • Minta pembimbing untuk memutar video tentang kebisingan atau mengunjungi tempat kerja dan amati tentang kebisingan.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Page 66

Bab 4

Strategi Penyajian

Tugas

Apakah kebisingan suatu masalah ditempat kerja anda ?. Ada beberapa cara pemeriksaan efek kebisingan atau mengurangi kebisingan yang terlihat, yang digunakan ditempat kerja anda ?. Seharusnya itu dilakukan ?. Diskusikan hal itu dengan pembimbing dan grup belajar anda.

• •

Petunjuk 3 : Diskusikan dengan grup anda semua perbedaan bentuk penanganan manual yang anda lakukan dalam minggu tertentu.

Petunjuk 4 : • Minta pembimbing anda untuk menampilkan video tentang penanganan manual atau berkunjung ke tempat kerja. Ada berapakah praktik buruk yang dilihat, digunakan ditempat kerja anda ? Yang mana ? Diskusikan hal tersebut dengan grup anda, dan berikan saran cara untuk menghindarinya.

Tugas 10 Pencegahan dan Pengontrolan Bahaya Kimia
Petunjuk 1 : Pembimbing anda akan menyajikan beberapa lembaran data keselamatan bahan (Material Safety Data Sheet / MSDS) dari tempat kerja anda. Bicarakan dengan pembimbing dan grup belajar anda tentang zat apa yang dikandungnya, apa efeknya kepada kesehatan dan apa tindakan pengamanan yang dilakukan ketika menggunakannya. Petunjuk 2 : Kerjakan dengan pembimbing dan grup belajar anda, untuk mendata semua cara berdasarkan pemikiran anda untuk pencegahan atau pengontrolan bahaya bahan kimia. Gunakan kategori berikut (lihat kembali bagian gagasan 'Pencegahan dan pengontrolan bahaya') • • • • • Mengeliminir bahaya Cara bekerja yang aman dari bahaya Prosedur dan sistim kerja yang aman Penggunaan peralatan dan pakaian pelindung

Petunjuk 3 : Minta pembimbing anda memutarkan video tentang penanganan bahan kimia atau mengunjungi tempat kerja dan amati tentang penanganan bahan kimia. Apa yang disarankan untuk peningkatan diarea tempat kerja anda ? Diskusikan hal itu dengan grup belajar anda

• •

Petunjuk 4 : Kerjakan dengan pembimbing dan grup belajar anda untuk mendata kemungkinan efek penyalah-gunaan obat bius atau alkohol pada tempat kerja anda.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

Page 67

Bab 4

Strategi Penyajian

Tugas

Tugas 11 Tata Laksana yang baik
Petunjuk 1 : • Tanyakan pada pembimbing apakah perusahaan anda punya Daftar Pemeriksaan Keselamatan Kerja. Jika ada, tentukan area kerja di pabrik dan isi daftar untuk area tersebut dengan menandai Ya/Tidak dilaksanakan pada lembaran yang disediakan dan buatlah komentar yang sesuai. Jika mungkin, kerjakan tugas ini dengan rekan yang lain dalam grup belajar anda. Jika perusahaan anda tidak mempunyai daftar, buatlah daftar tersebut dengan kerjasama grup.

• •

Petunjuk 2 : Sekarang lihat video tentang tata laksana tempat kerja, atau kunjungi tempat kerja dan amati tentang tata laksana area produksi, bengkel atau area kerja lainnya. Diskusikan hasil pengamatan grup dan tuliskan beberapa hal dengan seksama dibawah judul berikut ini : • • • • • Jalan masuk bersih Tempat kerja rapi Tangga Alas kaki tepat Oli tumpah

Tugas 12 Penyimpanan Bahan
Petunjuk : Bicarakan dengan rekan yang lain dalam grup belajar anda mengenai situasi berikut. Pada masingmasing kasus kecelakaan apa yang dapat terjadi dan apa yang seharusnya dilakukan pekerja untuk menghindari kecelakaan. Tulis jawaban anda ! • • • • Pekerja menggunakan trolley (kereta) untuk membawa beberapa bahan, tetapi tidak mengikuti jalur jalan yang telah ditandai. Pekerja diberitahu bahwa beberapa kain lap yang telah di celupkan kedalam bahan pelarut terbentang diatas lantai area kerja. Saluran tenaga listrik dapat terletak melintasi permukaan yang lembab dengan aman, hal itu berbahaya jika melintasi jalur jalan atau gang. Bahan kimia dapat dengan aman disimpan dalam lemari tahan api pada area kerja.
Page 68

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc

jika perlu minta penjelasan kepada petugas keselamatan dan kesehatan kerja tentang masalah kesehatan yang disebabkan oleh debu dan serat. Efek Kesehatan : Iritasi kulit. tutup buku dan tulislah maksud dari masing-masing gambar simbol tersebut. pelapis dan pembungkus. sebagai contoh yang telah dilakukan.doc . Elektronik : Debu atau Bahaya Serat • • • Jenis Polusi : Penyebab Bahaya : Efek Kesehatan : Page 69 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. a. Penyebab Bahaya : Penanganan yang jelek atau kontak langsung dengan partikel serat yang ada di udara. • Tugas 14 Polusi Serat Dan Debu Pada Lingkungan Industri Petunjuk : Tugas ini dicobakan hanya jika relevan dengan perusahaan anda. Jika anda merasa percaya diri bahwa anda mampu mengidentifikasi semua tanda-tanda. termasuk bahan isolasi. Anda hanya perlu melakukan satu contoh untuk masing-masing area kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas • • Tumpahan. Lengkapi berikut ini. gemuk atau sampah tergeletak di area kerja. contoh : Kelistrikan : Debu atau Bahaya Serat • • • Jenis Polusi : Isolasi Serat mineral keramik yang jelek untuk isolasi panas. Identifikasi jenis debu dan serat. serangan asma atau kanker paru-paru. Alat bantu mekanik disimpan ditempat yang mudah didatangi Tugas 13 Gambar Simbol Keselamatan Kerja Petunjuk : • Manfaatkan Gambar Simbol Keselamatan untuk Tempat kerja dari Departemen Tenaga Kerja untuk mempelajari mengenai semua standar tanda keselamatan yang dipergunakan di tempat kerja. Cari data tentang partikel serat dan debu yang dihasilkan dari proses kerja dan atau bahan yang digunakan pada area kerja.

pekerja dimasing-masing area berikut (yang relevan untuk pabrik anda) dan berkenaan dengan MSDS. a. Pekerjaan Logam : Debu atau Bahaya Serat • • • • • • • • • Jenis Polusi : Penyebab Bahaya : Efek Kesehatan : c. Pengerjaan Logam : Bahaya Kimia Data bahan kimia. Untuk masing-masing area kerja (relevan untuk perusahaan anda). 1) ………………………(nama kandungan bahan kimia) • • • Bahaya kesehatan : Penanganan keselamatan. Bagaimana menangani kandungan zat tersebut dengan aman. Plastik : Debu atau Bahaya Serat Jenis Polusi : Penyebab Bahaya : Efek Kesehatan : d. gas. 1) ………………………(nama kandungan bahan kimia) Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Elektronik : Bahaya Kimia Data bahan kimia. pilih bahan kimia dan jelaskan hal berikut : • • • Hubungan bahaya kesehatan dengan kandungan bahan kimia. bahan pelarut dan bahan campuran digunakan pada Elektronik. gas.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas b. Tindakan pengamanan untuk penggunaannya. termasuk pembuangan sisa : Tindakan pengamanan : b.doc Page 70 . bahan pelarut dan bahan campuran digunakan pada Pengerjaan Logam. Perawatan Pabrik : Debu atau Bahaya Serat Jenis Polusi : Penyebab Bahaya : Efek Kesehatan : Tugas 15 Pencegahan Dan Pengontrolan Polusi Bahan Kimia Petunjuk : Pada tugas ini anda perlu bicara kepada petugas keselamatan dan kesehatan kerja.

termasuk pembuangan sisa : Tindakan pengamanan : c. • Takaran kebisingan sehari-hari pada pabrik adalah : c. • Tingkat kebisingan yang diizinkan pada pabrik adalah : b. Kunjungi pabrik dan tanyakan kepada pengurus keselamatan dan kesehatan kerja. gas. 1) ………………………(nama kandungan bahan kimia) • • • Bahaya kesehatan : Penanganan keselamatan. berapa takaran kebisingan sehari-hari pada tempat atau pabrik tersebut. Plastik : Bahaya Kimia Data bahan kimia.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas • • • Bahaya kesehatan : Penanganan keselamatan. • • Manajemen merencanakan perbaikan tingkat kebisingan oleh : Perbaikan ini direncanakan untuk membuat : Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. termasuk pembuangan sisa : Tindakan pengamanan : Tugas 16 Pencegahan dan pengontrolan polusi kebisingan Petunjuk : a. bahan pelarut dan bahan campuran digunakan pada Perawatan Pabrik. Tulis jawaban anda disini. gas. 1) ………………………(nama kandungan bahan kimia) • • • Bahaya kesehatan : Penanganan keselamatan. Temukan dari pihak manajemen apa mereka punya rencana memperbaiki bahaya kebisingan pada pabrik dan kapan mereka melakukan perbaikannya. Perawatan Pabrik : Bahaya Kimia Data bahan kimia. bahan pelarut dan bahan campuran digunakan pada Plastik. termasuk pembuangan sisa : Tindakan pengamanan : d.doc Page 71 . Cari informasi tentang berapa tingginya tingkat kebisingan yang diizinkan pada pabrik.

1) aktivitas : Memodifikasi peralatan atau mesin tanpa kewenangan • • Bagaimana pendapat anda (Berbahaya atau tidak) Kemungkinan kejadian?. Untuk masing-masing terangkan mengapa hal itu berbahaya dan apa kecelakaan / cedera yang ditimbulkannya. 2. dan kemungkinan apa yang dapat terjadi (kecelakaan apa?). Menarik perhatian sekitar dengan pura-pura berkelahi atau berkelakar dengan kasar. Dari tiga aktivitas berikut ini menunjukan cara dan sikap kerja. 3) aktivitas : Tidak menggunakan alat pengaman Bagaimana pendapat anda (Berbahaya atau tidak) Kemungkinan kejadian?. • • • • • • Sedang bekerja bercanda dengan pekerja lain termasuk mengganggu mesin atau alat pengaman. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Berapa banyak aktivitas berikut yang menjadi pertimbangan bagi anda untuk bekerja dengan aman ?.doc Page 72 . • • • • Bagaimana pendapat anda (Berbahaya atau tidak) Kemungkinan kejadian?.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas Tugas 17 Tindakan Keamanan Kerja 1. 2) aktivitas : Melakukan pekerjaan tanpa aturan keselamatan sebab aturan dianggap menghambat proses pekerjaan. Menghilangkan tanda dilarang merokok di toilet atau area lain yang dilarang merokok. Diskusikan dalam grup. Lari turun tangga dan terpeleset pada jalur tangga. Merasa jemu dengan pekerjaan atau dengan supervisor sehingga melakukan sabotase terhadap peralatan atau mesin sehingga sesuatu berjalan lambat. Minum alkohol saat istirahat siang dan kemudian kembali bekerja pada mesin dengan merasa sedikit melayang atau gembira tidak terkendali. Untuk masing-masing terangkan pendapat anda.

doc Page 73 .Bab 4 Strategi Penyajian Tugas Tugas 18 Perlengkapan dan Pakaian Pelindung serta Program di Tempat Kerja 1. Sebutkan berikut ! masing-masing alat perlengkapan dan pakaian pelindung berdasarkan gambar A B C D E F Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

Ini adalah contoh dari apa yang seharusnya dibuat. bagaimana pengaturan cara kerjanya ketika mulai kebakaran ? 2) Apa jenis alat pemadam yang digunakan untuk kebakaran awal dari kandungan bahan berikut ini : • • • • Kesalahan pengawatan pada instalasi kelistrikan.Bab 4 Strategi Penyajian Tugas Tugas 19 Keselamatan dan Perlindungan Kebakaran Petunjuk : Anda mungkin perlu bantuan pengurus keselamatan dan kesehatan kerja atau petugas kepegawaian untuk melengkapi tugas berikut : 1) Adakah pabrik anda mempunyai sistim 'sprinkler' otomatis jika terjadi kebakaran YA / TIDAK Jika ya. Gas LPG bocor Kain lap masuk kedalam bahan pelarut Kotak-kotak bekas pengepakan 3) Buatlah peta area kerja anda dan tanda penempatan alat pemadam kebakaran (dan jenis alat pemadam) dan pintu keluar.doc Page 74 . Gambar denah Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

Bab 4 Strategi Penyajian Tugas Tugas 20 Prosedur Pengungsian Darurat Petunjuk : Anda mungkin perlu bantuan perwakilan keselamatan dan kesehatan kerja atau petugas kepegawaian untuk melengkapi tugas berikut : 1) Adakah lebih dari satu jenis sirene atau suara tanda peringatan ditempat kerja anda untuk keadaan darurat ? YA / TIDAK 2) Jika ya. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. 4) Siapa pengawas kebakaran dan / atau keadaan darurat di area kerja dan / atau di pabrik ? 5) Apa tugas pengawas untuk keadaan darurat ? Tugas 21 Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK) 1) Tanda atau simbol PPPK adalah ?.doc Page 75 . berapa banyak jenis tanda peringatan yang ada dan apakah maksud masingmasingnya ? 3) Ketika anda mendengar suara tanda peringatan apa yang harus anda lakukan ? Jelaskan langkah per langkah. 3) Apa saja isi Kotak PPPK ?. 2) Apa saja tindakan utama dalam pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan.

12 dan 13). Menjelaskan bagaimana pembinaan terhadap pelaksanaan undang-undang keselamatan kerja (pasal 9 dan 10). tergantung atas diketahuinya tanggung jawab anda. Menguraikan kewajiban dan hak tenaga kerja serta pengurus. agar keselamatan dan kesehatan kerja terjamin (pasal 11. anda akan mampu untuk : • • • • • Mengidentifikasi istilah dan ruang lingkup wilayah dan jenis pekerjaan yang dijamin undang-undang keselamatan kerja (pasal 1 dan 2) Menjelaskan dengan peraturan perundang-undangan menetapkan syarat-syarat untuk keselamatan kerja (pasal 3 dan 4).doc Page 76 .7 dan 8). dan apa yang dilakukan tentang masalah keselamatan dan kesehatan yang timbul.6. Memahami siapa yang diwajibkan untuk mengawasi pelaksanaan undang-undang keselamatan kerja (pasal 5 .Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 1 Transparansi UNDANG-UNDANG KESELAMATAN KERJA Jika anda telah lengkap mempelajari unit ini. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Mengapa ini penting ? Keselamatan dan kesehatan anda serta yang lainnya. Anda juga perlu mengetahui langkah-langkah apa yang dilakukan jika anda atau yang lainnya mempunyai permasalahan di tempat kerja.

keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah manusia serta hasil karya dan budayanya. pemeliharaan bangunanbangunan. tertuju pada kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan manusia pada khususnya”. Meningkatkan produktivitas kerja tanpa memeras tenaga kerja dan menjamin kehidupan produksinya. dan aman sehingga menimbulkan kegembiraan semangat dalam bekerja. Sasaran Keselamatan kerja: 1. Mencegah terjadinya kecelakaan. Semua sasaran itu bertujuan meningkatkan taraf hidup (standard of living) dan kesejahteraan umat manusia. 7.doc Page 77 . alat-alat dan sumber-sumber produksi lainnya sewaktu kerja dan sebagainya. alat-alat kerja. 2. mesin-mesin.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 2 Falsafah Keselamatan Kerja “Menjamin keadaan. Menjamin tempat kerja yang sehat. Mencegah pemborosan tenaga kerja. industri serta pembangunan. 6. 3. konstruksi. meningkatkan. 9. Memperlancar. 8. pesawat-pesawat. pemakaian. bersih. modal. 5. 4. Mencegah timbulnya penyakit akibat/pekerjaan Mencegah/mengurangi kematian Mencegah/mengurangi cacat tetap Mengamankan material. instalasiinstalasi dan sebagainya. nyaman. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. dan mengamankan produksi.

Penyampaian laporan dapat dilakukan secara lisan sebelum dilaporkan secara tertulis. Kewajiban melaporkan berlaku bagi pengurus atau pengusaha yang telah dan yang belum mengikutsertakan pekerjaannya ke dalam program jaminan sosial tenaga kerja wajib melaporkan secara tertulis kepada Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja setempat dalam waktu tidak lebih dari 2 x 24 jam. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 3 Tata Cara Pelaporan Kecelakaan Pengurus atau pengusaha wajib melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi di tempat kerja dipimpinnya. Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan berdasarkan analisis laporan kecelakaan menyusun analisis laporan kekerapan dan keparahan kecelakaan tingkat nasional. Pemeriksaan Kecelakaan Setiap setelah menerima laporan kecelakaan dari pengurus atau pengusaha. Kakanwil Depnaker berdasarkan analisis laporan kecelakaan menyusun analisis kecelakaan setiap bulan dan kepada Menteri atau Pejabat yang ditunjuk. Kepala Kantor Depnaker memerintahkan pegawai pengawas untuk melakukan pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan.doc Page 78 . Kepala Kantor Depnaker berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan pada setiap akhir bulan menyusun analisis laporan kecelakaan dan menyampaikan kepada Kakanwil Depnaker selambat-lambatnya tanggal 5 bulan berikutnya.

2) Strategi pendokumentasian . 7) Standar Pemantauan . dan lingkungan kerja dalam keadaan aman. 10) Pengumpulan dan penggunaan data . 6) Keamanan bekerja berdasarkan Sistem Manajemen K3 . 9) Pengelolaan material dan pemindahannya . 5) Pembelian . 4) Pengendalian dokumen . maka Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Audit Sistem Manajemen K3 Untuk pembuktian penerapan Sistem Manajemen K3.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 4 Penerapan Sistem Manajemen K3 Untuk menjamin orang lain yang proses produksi perlu penerapan Kerja keselamatan dan kesehatan tenaga kerja maupun berada di tempat kerja. 12) Pengembangan keterampilan dan kemampuan. 8) Pelaporan dan perbaikan kekurangan . Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 79 . 3) Peninjauan ulang desain dan kontrak . serta sumber produksi. maka perlu diaudit unsur-unsur : 1) Pembangunan dan pemeliharaan komitmen . 11) Pemeriksaan sistem manajemen .

dan menjelaskan bagaimana bahaya dapat dicegah dan dikontrol. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 5 Bahaya di Tempat Kerja Tujuan : • Menggambarkan jenis-jenis bahaya di tempat kerja • Mengidetifikasi bahaya yang dapat menyebabkan kesalahan dan cedera pada tempat kerja anda.doc Page 80 . Mengapa ini penting ? Semua pekerja perlu menyadari bahaya di tempat kerja. • Menjelaskan apa yang dimaksud dengan lembaran data keselamatan bahan (Material Safety Data Sheet / MSDS) dan bagaimana menggunakannya. cedera dan sakit. sehingga mereka dapat bekerja kearah pengurangan kecelakaan.

Bahaya Psikologi : • Stress. tekanan udara • Penanganan manual dan pengangkatan 2. atau tidak senang pada pekerjaan 6. Bahaya Radiasi : • Radiasi microwave • Cahaya laser daya tinggi • Pemanas infra-red daya tinggi • Sinar gamma dari zat radio aktif • Radiasi ultra violet dari matahari 5.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 6 Jenis-jenis Bahaya : 1. Bahaya Bahan Kimia : • Gas. Bahaya Biologi : • Inspeksi kuman.doc Page 81 . Bahaya Fisik : • Gerakan peralatan atau bagian mesin • Bising. debu. cairan. dan zat berbahaya lainnya 3. asap. pencahayaan. getaran. virus penyakit Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Bahaya Ergonomi : • Desain peralatan buruk atau tata letak yang salah 4.

eliminir bahaya • Jika bahaya tidak bisa dieliminir.doc Page 82 .Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 7 Prinsip Pencegahan atau Pengontrolan Bahaya : • Bila mungkin. cari cara yang aman untuk mengerjakan • Pastikan prosedur dan sistim kerja yang aman • Gunakan peralatan dan pakaian pelindung Bahaya dan Pencegahan : • Pengaturan Kerja • Gerakan Mesin • Pengaruh Kebisingan • Penanganan Manual • Reaksi bahan Kimia • Alkohol dan Penggunaan Obat Bius • Bahaya lain ditempat Kerja Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 8 Tata Laksana Industri Tujuan : • Menjelaskan apa maksud Tata Laksana Industri • Menjelaskan bagaimana tata laksana yang baik dapat membuat tempat kerja aman. • Menjelaskan bahaya apa yang dapat disebabkan oleh tata laksana yang buruk. Mengapa ini penting ? Banyak kecelakaan tidak dapat dihindarkan pada tempat kerja.doc Page 83 . Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. • Menjelaskan apa maksud gambar simbol keselamatan kerja. terjadi karena pekerja dan perusahaan tidak memberikan perhatian pada tata laksana yang baik.

Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 9 Manfaat Tata Laksana Yang Baik : • Memperkecil kecelakaan dan cedera yang terjadi di tempat kerja • Risiko kebakaran berkurang • Pekerja lebih percaya diri bekerja dengan aman • Tempat kerja menjadi lebih efesien Beberapa Hal Penting Dalam Penyimpanan Bahan : • Mudah diambil dan diangkut • Bahan tersimpan pada rak. gumpalan awan dan debu dari asap harus diselidiki. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Bau yang menyengat. laci atau kotak masingmasing. terpisah sesuai jenisnya dan disimpan pada tempat yang memenuhi persyaratan • Lokasi gudang dan area kerja selalu dimonitor batas tingkatan asap. debu dan radiasi.doc Page 84 . • Barang berbahaya tersimpan pada tempat khusus yang aman • Bahan kimia diberi label dengan jelas.

gunakan kaca mata Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Contoh. Berbentuk segi tiga dengan warna hitam diatas warna dasar putih. Gambar putih diatas warna dasar biru. Contoh. tempat PPPK • Tanda Perintah/Pemberitahuan kepada pekerja dimana perlengkapan keselamatan khusus harus dipakai.doc Page 85 . Berbentuk segi empat .Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 10 Contoh Gambar Simbol Keselamatan • Tanda Larangan / Pencegahan kecelakaan . Contoh. Contoh. • Tanda Peringatan bahaya keselamatan dan kesehatan kerja. Gambar lingkaran dengan diagonal merah diatas warna dasar putih. mudah terbakar atau awas api • Tanda Pemberitahuan /Tempat perlengkapan keadaan darurat tersimpan. dilarang merokok.

• Menjelaskan sumber-sumber polusi.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 11 Polusi pada Industri Tujuan : • Menjelaskan istilah-istilah pada polusi. Mengapa ini Penting ? Banyak polusi yang terjadi pada industri dan menyebabkan terganggunya lingkungan dan membahayakan manusia dan habitat makhluk lainnya secara luas. • Menjelaskan cara pencegahan dan pengontrolan polusi.doc Page 86 . Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

Lima Prinsip Pencegahan dan Pengontrolan dijelaskan pada unit 2 yaitu : • Lenyapkan • Ganti (bahan) • Kontrol • Prosedur dan sistim kerja yang aman • Perlengkapan dan pakaian pelindung.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 12 Polusi pada Lingkungan Industri • Polusi dari serat (fiber) dan debu • Polusi dari bahan kimia • Polusi kebisingan Pencegahan dan Pengontrolan Polusi pada tempat kerja industri utamanya disebabkan oleh timbulnya bahaya serat dan debu. kandungan kimia dan tidak amannya tingkat kebisingan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.doc Page 87 .

• Menjelaskan prosedur pengungsian tempat kerja dan pertolongan pertama pada kecelakaan. prosedur dan praktik kerja yang mungkin menyebabkan cedera diri sendiri atau orang lain. Mengapa ini penting ? Semua pekerja perlu menyadari keselamatan pribadi mereka di tempat kerja.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 13 Keselamatan Pribadi Tujuan : • Mengenalkan sikap aman dan tidak aman di tempat kerja. Sekarang anda akan belajar bagaimana anda dapat meminimalkan risiko untuk diri sendiri dari faktor tersebut.doc Page 88 . Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. • Mendata barang perlengkapan dan pakaian pelindung • Memilih dengan tepat alat pemadam kebakaran yang sesuai dengan jenis kebakaran/bahan yang terbakar. • Mendata cara yang dapat meminimalkan risiko dan cedera. Anda telah siap mempelajari bahaya yang ada di tempat kerja dan polusi yang mungkin timbul dari bahan kimia dan pemesinan. • Menggambarkan sikap.

yang tidak punya keterampilan atau • Tidak memperhatikan aturan keselamatan sebab menurut pribadi hal itu menjadi penghambat dalam melakukan pekerjaan. walaupun jalan pintas melanggar petunjuk prosedur bekerja yang aman.doc Page 89 . • Melakukan pekerjaan selalu seperti cara sendiri. walaupun metoda bekerja dengan aman telah dikembangkan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. • Melakukan pekerjaan kewenangan.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 14 Tindakan Keamanan Kerja Aktivitas yang perlu dipertanyakan untuk bekerja dengan aman ? • Memodifikasi peralatan atau mesin tanpa kewenangan. • Mengambil jalan pintas ketika mengerjakan. • Tidak menggunakan alat pengaman walaupun diperlukan waktu mengerjakan pekerjaan. • Melakukan pekerjaan yang tidak dilatih untuk melakukan.

Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. • Jangan melakukan sesuatu yang belum dilatih.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 15 Tindakan Bekerja dengan Aman Daftar berikut ini seharusnya dipraktikan secara rutin. • Jangan melakukan sesuatu yang dapat melukai diri sendiri atau orang lain. • Laporkan semua kecelakaan dan cedera sekecil apapun jika kemungkinan terjadi. • Selalu mengunakan peralatan dan perlengkapan dengan benar untuk pekerjaan yang dilakukan. • Laporkan kesalahan atau peralatan dan perlengkapan yang tidak aman. • Laporkan praktik kerja dan situasi yang diperkirakan tidak aman.doc Page 90 . tidak punya • Kerja sama dan partisipasi dalam program ini membuat tempat kerja aman. keterampilan atau kewenangan melakukannya. • Ikuti aturan dan petunjuk keselamatan • Ketahui tanda peringatan dan pahami maksudnya dan lakukan seperti yang ditunjukan. • Berikan gagasan tentang bagaimana pemesinan. dipelajari dengan seksama dan • Pikirkan tentang apa yang dapat terjadi sebelum melakukannya. perlengkapan dan praktik kerja dapat dibuat aman.

doc Page 91 .Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 16 Perlengkapan dan Pakaian Pelindung Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

minyak cat . CO2 (merah/ dengan pita hitam. Bahan cair yang mudah terbakar BCF (kuning). kertas. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Busa/bahan kimia kering (merah/ dengan pita putih Bahan gas yang mudah terbakar -Jaga tabung gas tetap dingin seperti asitelin. (merah/ dengan pita hitam.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 17 Keselamatan Kebakaran dan Perlindungan Tabel Golongan Kebakaran dan Bahan Pemadam Golongan Kebakaran Kelas A Kebakaran mengandung Bahan/alat pemadam Bahan padat mengandung karbon. LPG dengan menggunakan air pakai selang atau alat pemadam -Matikan suplai (kiriman) gas.doc Page 92 . Kelas B Kelas C Kelas D Bahan logam Serbuk kering (merah/ dengan pita putih) dan BCF (kuning). batu bara dll. Air (tabung warna merah) seperti papan. Busa/bahan kimia kering (merah/ dengan pita putih) Kelas E Bahan kelistrikan perlengkapannya. Busa (biru). solar . CO2 seperti bensin. dll.

6.doc Page 93 . 5. 2.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 18 Enam Langkah Keselamatan Menghadapi Kebakaran : 1. 3. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. jangan coba untuk memadamkannya sebelum kebocoran dihentikan. 4. Catatan: Ketika bocoran gas terbakar.

setiap orang seharusnya telah berlatih dasardasar pertolongan pertama. Anda tidak dapat menunggu terjadinya masalah dan kemudian baru memutuskan bagaimana menanganinya. Catatan : Walaupun tindakan pertolongan pertama tidak diuraikan dalam unit ini. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Yakinkan anda mengetahui prosedur yang tepat untuk tempat kerja anda.Bab 4 Strategi Penyajian Transparansi OHT 19 Ringkasan Keselamatan dan kesehatan kerja. pengawas kebakaran. Berdasarkan tempat kerja anda kembangkan prosedur dan tetapkan petugas sebagai ahli pertolongan pertama.doc Page 94 . perwakilan keselamatan dan kesehatan kerja dan lainnya. kebakaran dan prosedur pengungsian keadaan darurat tidak dapat dianggap enteng. dan siapa yang ditunjuk sebagai petugas.

Apa yang Dimaksud dengan Kompeten? Tanyakan pada diri Anda sendiri : “Kemampuan kerja apa yang benar-benar dibutuhkan oleh peserta pelatihan”? Jawaban terhadap pertanyaan ini akan mengatakan kepada Anda tentang apa yang kita maksud dengan kata “kompeten”. atau mengembangkan metode Anda sendiri untuk melakukan penilaian. baik memenuhi standar kompetensi untuk suatu pekerjaan maupun untuk kualifikasi formal. seorang peniIai industri yang diakui akan menentukan apakah seorang pekerja mampu melakukan tugas yang terdapat dalam unit kompetensi ini . Untuk menilai unit ini mungkin Anda akan memilih metode yang ditawarkan dalam pedoman ini. Para penilai harus memperhatikan petunjuk penilaian dalam standar kompetensi sebelum memutuskan metode penilaian yang akan dipakai. Penilaian lebih untuk mengidentifikasi pencapaian dan penguasaan kompetensi peserta pelatihan dari pada hanya untuk membandingkan prestasi peserta terhadap peserta lain.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini BAB 5 CARA MENILAI UNIT INI Apa yang Dimaksud dengan Penilaian ? Penilaian adalah proses pengumpulan bukti-bukti hasil ujian/pekerjaan dan pemberian nilai atas kemajuan peserta pelatihan dalam mencapai kriteria unjuk kerja seperti yang dimaksud dalam Standar Kompetensi. Untuk menjadi kompeten dalam suatu pekerjaan yang berkaitan dengan keterampilan berarti bahwa orang tersebut harus mampu untuk : • • • • • menampilkan keterampilan pada level (tingkat) yang dapat diterima mengorganisasikan tugas-tugas yang dibutuhkan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Kualifikasi Penilai Dalam kondisi Iingkungan kerja. merespon dan bereaksi secara layak bila sesuatu salah memenuhi suatu peranan dalam sesuatu rangkaian tugas-tugas pada pekerjaan mentransfer/mengimplementasikan keterampilan dan pengetahuan pada situasi baru. Pengakuan Kompetensi yang Dimiliki Prinsip penilaian terpadu memberikan pengakuan terhadap kompetensi yang ada tanpa memandang dari mana kompetensi tersebut diperoleh. Bila pada nilai yang ditetapkan telah tercapai ( sesuai dengan kriteria ). Bila Anda menilai kompetensi ini Anda harus mempertimbangkan seluruh issue di atas untuk mencerminkan sifat kerja yang nyata .doc Page 95 . Pengakuan terhadap kompetensi yang ada dengan mengumpulkan bukti-bukti kemampuan untuk dinilai apakah seseorang telah memenuhi standar kompetensi. maka dinyatakan bahwa kompetensi sudah dicapai . Penilai mengakui bahwa individuindividu dapat mencapai kompetensi dalam berbagai cara: • • kualifikasi terdahulu belajar secara informal.

Sebagai contoh. berdasar pada dua hal yaitu: • • pengetahuan dan keterampilan pokok hubungan dengan keterampilan praktik. bergerak atau tetap. pilihan ganda. Mereka tidak boleh melanjutkan unit berikutnya sebelum mereka benar-benar menguasai (kompeten) pada materi yang sedang dilatihkan . di mana peserta dinilai (penilaian formatif) pada setiap elemen kompetensi. komparasi. Untuk penilaian unit “Keselamatan dan Kesehatan Kerja “ disarankan hal-hal sebagai berikut: Penilaian Pengetahuan Pokok Penilaian Teori Sub-Kompetensi/Elemen 1 : Peraturan Kerja Tes berdasarkan pada soal-soal berikut : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan pilhan yang tepat ! Pertanyaan 1 sampai 5. Pengertian tempat kerja dalam undang-undang keselamatan kerja adalah tiap ruangan atau lapangan. dimana tenaga kerja melakukan pekerjaan. Sebagai patokan disini seharusnya paling sedikit satu penilaian tugas untuk pengetahuan pokok pada setiap elemen kompetensi. Hal ini penting sekali. BETUL SALAH Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. mengisi/melengkapi kalimat. tertutup atau terbuka.doc Page 96 . Penilaian untuk unit ini. BETUL 2.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini Ujian yang Disarankan Umum Unit Kompetensi ini. walaupun bekerja di negara lain. secara umum mengikuti format berikut: (a) (b) Menampilkan pokok keterampilan kompetensi/kriteria unjuk kerja. Setiap sesi praktik atau tugas seharusnya dinilai secara individu untuk tiap Sub-Kompetensi. lingkari salah satu BETUL atau SALAH 1. Sesi praktik seharusnya diulang sampai tingkat penguasaan yang disyaratkan dari sub kompetansi dicapai. Tes pengetahuan pokok biasanya digunakan tes obyektif. Tes essay dapat juga digunakan dengan soal-soal atau pertanyaan yang relevan dengan unit ini. dan pengetahuan untuk setiap sub- Berhubungan dengan sesi praktik atau tugas untuk memperkuat teori atau mempersiapkan praktik dalam suatu keterampilan. SALAH Ruang lingkup yang dicakup oleh undang-undang no 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja adalah mengatur pekerja Indonesia.

pencemaran dan penyakit akibat kerja.doc . Kewajiban melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi di tempat kerja oleh pengurus atau pengusaha meliputi yang telah dan yang belum mengikutsertakan pekerjaannya ke dalam program jaminan sosial tenaga kerja. 6. BETUL SALAH Berikan tanda cek ( V ) pada kotak dekat jawaban yang terbaik. Pekerja seharusnya menyadari bahaya ditempat kerja. Sistem Manajemen K3 wajib diterapkan oleh perusahaan yang proses atau bahan produksinya mengandung potensi bahaya peledakan. perusahaan dapat melakukan audit melalui Badan Audit yang ditunjuk oleh : (a) (b) (c) Pengusaha. BETUL SALAH 5. kebakaran. Pengawas. Menteri Sub-Kompetensi/Elemen 2 : Bahaya di tempat kerja Tes berdasarkan pada soal-soal berikut : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan pilhan yang tepat ! Pertanyaan 1 sampai 5. Semua bahaya tempat kerja dapat dihilangkan.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini 3. cedera atau sakit BETUL SALAH 3. BETUL 2. BETUL SALAH Page 97 Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. BETUL SALAH 4. lingkari salah satu BETUL atau SALAH. Pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan dilakukan oleh pegawai pengawas setelah Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja menerima laporan kecelakaan dari pengurus atau pengusaha. 1. SALAH Bahaya dapat mengarah pada kecelakaan. Untuk pembuktian penerapan Sistem Manajemen K3. walaupun tenaga kerjanya dibawah batas ketentuan (kurang dari serratus orang).

Bab 5 Cara Menilai Unit Ini 4. Lingkaran biru indikasi simbol keselamatan dimana peralatan pelindung harus dipakai. 6. Tata laksana industri adalah tanggung jawab dari staf kebersihan. SALAH Jalan masuk seharusnya dengan jelas ditandai dengan garis hijau. BETUL SALAH 5. BETUL SALAH Sub-Kompetensi/Elemen 3 : Tata Laksana Indusri Tes berdasarkan pada soal-soal berikut : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan pilhan yang tepat ! Pertanyaan 1 sampai 5. BETUL SALAH 4. lingkari salah satu BETUL atau SALAH 1. Pekerja yang telah minum alkohol atau sedang melakukan pengobatan dapat mencederai diri sendiri atau orang lain. Menambah beban listrik yang digunakan.doc Page 98 . BETUL SALAH 3. Berlebihan panas atau dingin. BETUL SALAH Berikan tanda cek ( V ) pada kotak dekat jawaban yang terbaik. Sekering/pengaman bisa putus. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. BETUL SALAH 5. Saluran tenaga listrik seharusnya tidak terhampar melintang dipermukaan lembab/basah sebab : (a) (b) (c) Bisa tersengat listrik. peringatan bahaya biologi. Bahan yang mudah terbakar mudah dimakan api BETUL 2. Simbol keselamatan segi-tiga 'tengkorak dan tulang bersilang' digambar diatas latar belakang kuning. kesengat listrik dan ketinggian juga berbahaya.

BETUL SALAH Sub-Kompetensi/Elemen 5 : Keselamatan Pribadi Tes berdasarkan pada soal-soal berikut : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan pilhan yang tepat ! Pertanyaan 1 sampai 5. Polusi di pabrik kita dapat dikontrol atau dicegah. Pemadam kebakaran karbon dioksida cocok untuk kebakaran kelistrikan. BETUL SALAH 5. Dengan debu dan serat di udara cukup aman bekerja. Anda seharusnya selalu memikirkan tentang apa yang dapat terjadi sebelum anda melakukan sesuatu.doc Page 99 . lingkari salah satu BETUL atau SALAH 1. Ketika membuang sisa/sampah bahan kimia. Kenyamanan pekerja menggunakan pakaian dan perlengkapan keselamatan tidak penting. BETUL SALAH 3.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini Sub-Kompetensi/Elemen 4 : Polusi pada Indusri Tes berdasarkan pada soal-soal berikut : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan pilhan yang tepat ! Pertanyaan 1 sampai 5. SALAH Semua bahaya bahan kimia dengan mudah identifikasi. harus dikontrol sebagaimana mestinya. Kebisingan keras yang terus menerus dapat menyebabkan kehilangan pendengaran. BETUL 2. lingkari salah satu BETUL atau SALAH 1. BETUL SALAH 4. BETUL 2. BETUL SALAH 4. BETUL SALAH 3. SALAH Pekerja seharusnya dengan benar dilatih menggunakan dan merawat pakaian dan perlengkapan keselamatan. BETUL SALAH Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.

BETUL SALAH Berikan tanda cek ( V ) pada kotak dekat jawaban yang terbaik. 6. Cahaya yang hebat/tajam (yaitu dalam pengelasan).doc Page 100 . Semua hal diatas. Kaca-mata dan kaca pelindung keselamatan lainnya mungkin disediakan untuk melindungi dari : (a) (b) (c) (d) Pecahan beterbangan. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja. Sesuatu yang pertama dilakukan dalam kasus kebakaran adalah memberitahu pasukan pemadam kebakaran.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini 5. Bahaya bahan kimia.

doc Page 101 .1 Sumber polusi pada suatu lingkungan industri dijelaskan.0 Menjelaskan keselamatan pribadi. 2.2 Beberapa cara untuk mengontrol dan mencegah bahaya diuraikan. Per. Per.03/MEN/1998 tentang tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan dijelaskan. 5.0 Mengidentifikasi undang-undang dan peratuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Pokok-pokok Pengetahuan dan Keterampilan 1.0 Menjelaskan polusi pada industri.1 Cara tata laksana industri yang baik dapat mengurangi bahaya dijelaskan.2 Tindakan pencegahan dan pengontrolan polusi diuraikan. 3. 4.3 Tindakan keselamatan dan perlindungan kebakaran dijelaskan 5.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini Ringkasan Penilaian Pengetahuan dan Keterampilan Gunakan tugas-tugas ini untuk menetapkan apakah peserta pelatihan telah menguasai pokokpokok pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan.2 Prosedur pencegahan dengan perlengkapan pelindung yang tepat diuraikan. 1.2 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.1 Penyebab cedera pribadi dan sikap kerja yang aman diuraikan. 4. 2.1 Isi undang-undang No. 4. 3. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.4 Prosedur pengungsian dan tindakan pertolongan pertama diterangkan.1 Potensi bahaya di tempat diidentifkasi.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dijelaskan 2.0 Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja. 5. 1.2 Maksud gambar simbol keselamatan kerja dijelaskan.3 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja dijelaskan.0 Menjelaskan tata laksana industri. Tidak Perlu Latihan Lanjutan 5. Tugas-tugas Penilaian Ya 1. 3. 5.

Menjelaskan sumber dan pengontrolan polusi pada industri : .doc Page 102 . …. Apakah telah memberikan bukti-bukti menunjukkan bahwa peserta dapat : Menjelaskan isi Undang-undang dan peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) meliputi : .Tujuan. …. …. …. . …. …. ….Syarat-syarat keselamatan kerja .Polusi bahan kimia serta pencegahan. .Perlengkapan dan pakaian pelindung serta program ditempat kerja .Keselamatan dan perlindungan kebakaran .Jenis-jenis bahaya .Tata cara pelaporan kecelakaan . Nama Peserta : Nama Penilai : yang cukup yang Catatan tentang …. diantaranya : .Pencegahan dan pengontrolan bahaya. …. ….Tindakan keamanan kerja .Prosedur pengungsian darurat .Audit sistem manajemen K3 dan mekanisme pelaksanaan audit Mengidentifikasi potensi dan mengatasi bahaya di tempat kerja : . …. ….Polusi serat dan debu serta pencegahan . ….Pemeriksaan kecelakaan . …. ….Gambar simbol keselamatan kerja. Menjelaskan cara tata laksana industri.Polusi kebisingan serta pencegahan Menjelaskan penyebab cedera dan prosedur keselamatan pribadi yakni : . …. …. …. ….Hak dan kewajian tenaga kerja dan pengurus.Bab 5 Cara Menilai Unit Ini Checklist yang Disarankan Bagi Penilai Modul : Keselamatan dan Kesehatan Kerja.Pengawasan dan Pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja .Tata laksana yang baik .Pertolongan pertama pada kecelakaan. sasaran dan penerapan sistem manajemen K3 . …. Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.Penyimpanan bahan .

Tanda tangan Peserta Pelatihan: Tanggal: Indonesia Australia Partnership for Skills Development Batam Institutional Development Project Keselamatan Kerja.……….………………. Kompeten Kompetensi yang Dicapai Umpan balik untuk Peserta: Tanda tangan Peserta sudah diberitahu tentang hasil Tanda tangan Penilai: penilaian dan alasan-ala san mengambil keputusan Tanggal: Saya sudah diberitahu tentang hasil penilaian dan alasan mengambil keputusan tersebut..Bab 5 Cara Menilai Unit Ini Lembar Penilaian Unit : BSDC 0201 / Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nama Peserta Pelatihan Nama Penilai Peserta yang Dinilai : : …………………………………… : ………….doc Page 103 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful