* Langkah pertama: mencari/mendapatkan ide * Langkah kedua: ide dikembangkan menjadi sinopsis.

Di tahap ini kita juga sudah harus menentukan karakteristik para tokohnya. * Langkah ketiga: sinopsis dikembangkan menjadi storyline * Langkah keempat: storyline dikembangkan menjadi draft awal * Langkah kelima: draft awal disempurnakan untuk menjadi draft akhir Berikut ini adalah contoh lima langkah tersebut yang diambil dari postingan-postingan milis menulisnovel@yahoogroups.com: I. Ide: Seorang guru naksir muridnya sendiri. Namun, celakanya, muridnya yang juga bunga sekolah itu juga ditaksir oleh teman sekelasnya. Guru pun harus bersaing ¶dingin· dengan sang siswa. Konflik bermunculan: pantaskah guru fall in love dengan anak didiknya? Bagaimanakah model persaingan antara guru-murid karena rebutan cewe? Bagaimana jika hal itu ketahuan staff guru yang lain? Dalam persaingan ¶dingin· itu, harga dirinya sebagai guru dipertaruhkan. Yang manakah akan dipilih: Posisi dan harga dirinya sebagai guru, atau, cintanya terhadap si bunga sekolah yang ternyata diam-diam juga memendam perasaan padanya. II. Sinopsis: Ide diatas dibuat menjadi alur cerita 3 babak (tidak baku dan bisa dibuat beberapa babak). Babak I adalah perkenalan tokoh dan latar belakang, Babak II adalah muncul dan meningkatnya konflik, Babak III konflik memuncak dan berakhir. Contoh : BABAK ² 1 Latar Belakang ³³³³²TAHUN 2003³³³³³-

anak orang berada. anak salah seorang donatur Yayasan). demikian nama siswi itu (deskripsi : 17 tahun. Aksoro Pinandito (deskripsi: 27 tahun. keren. Kemudian Syahda memberanikan diri untuk menyurati penyair ini untuk berkenalan dan belajar menulis puisi darinya. (deskripsi : 18 tahun. penyendiri. cerdas. lulusan Sastra Inggris UGM. kerapkali menulis puisi di majalah dan suratkabar lokal. Dengan ´modalµ yang dimilikinya. atletis. berlesung pipi. Begitu juga halnya Arjun Sambudi. Arjun dan Syahda sudah menjadi sepasang kekasih. Suatu hari. cantik. gadis impiannya sekaligus muridnya sendiri. tak ketinggalan berupaya untuk mendapatkan cintanya Syahda. kelas 3. orang tuanya petani di desa). dari keluarga sederhana. ekspresif. baby face. salah satu puisi yang ditulisnya di suratkabar lokal merupakan ekspresi perasaan hatinya pada gadis idamannya itu. bersifat dewasa. semampai. Puisi itu berjudul Gerimis nan Indah adalah personifikasi dari nama Syahda Rinaia. Awal Konflik Pak Akso. supel. introvert. Kehadiran dara manis ini membuat para cowok dikelas itu berlomba untuk menarik perhatiannya demi meraih cintanya. Syahda Rinaia. demikian panggilan bagi guru sastra itu. Hubungan lewat surat-menyurat ini mulai berlangsung secara intensif. berdedikasi. . kelas 3. Diam-diam ternyata salah satu dari guru yang baru 9 bulan mengajar. juga terpesona dan sering mengimpikan Syahda. tapi tidak terlalu berharap banyak. sehingga dia tidak sabar menantikan puisi-puisi baru disetiap minggunya. Singkat cerita.Kelas 3 pada SMA naungan sebuah Yayasan Pendidikan di salah satu kota menerima seorang siswi baru pindahan dari kota lain. Syahda yang memiliki hobi mengoleksi puisi-puisi indah kebetulan membacanya juga. penikmat sastra dan suka menulis puisi). ngetop di sekolah karena prestasinya di bidang olahraga. sabar. tak membutuhkan waktu yang lama bagi Arjun untuk mendapatkan cinta Syahda. bermata indah. Gadis itu sangat terpukau dengan gaya puisi-puisi yang sering ditulis oleh penyair ini. ceria. karena sadar dirinya orang biasa saja. dengan memakai nama samaran Pulungsari.

lewat surat Pak Akso sangat romantis dan lebih berani mengutarakan perasaannya pada Syahda walaupun belum menunjukkan jatidiri dia yang sebenarnya. Siswa . Dengan kegigihannya untuk mendapatkan informasi. Pak Akso pada awalnya menyangkal. Walaupun dirahasiakan. tidak tahu akan hal ini. di kelas tak dapat disangkal perhatian Pak Akso terhadap Syahda memang sedikit lebih dibandingkan perhatiannya terhadap siswa-siswa lainnya. Arjun. menanyakan langsung kabar dari penyair ini kepada staf redaksi koran dimana puisinya sering dimuat. Syahda lebih sering terlihat bersama Pak Akso untuk belajar membuat puisi dan mengkajinya. Pak Akso sakit cacar yang membutuhkan perawatan di rumah sakit sehingga untuk beberapa waktu tidak ada puisi baru yang ditulisnya. karena sifat Arjun yang egois. Akhirnya Pak Akso mengakui perasaannya yang sebenarnya dan langsung disambut oleh Syahda dengan sukacita. tapi Syahda dengan jujur mengakui perasaan cinta itu. Pak Akso mulai sehat dan kembali mengajar. sombong dan beberapa sifat lainnya yang tidak disukai Syahda. Di sekolah mereka berdua merahasiakan hubungannya. sebagai kekasih Syahda. Syahda pelan-pelan menjauhi Arjun. Hubungan Syahda dengan Arjun mulai renggang. Syahda yang sudah kecanduan dan merindukan puisi-puisinya. akhirnya Syahda menemukan Pak Akso yang masih berbaring di rumah sakit. Disinilah Syahda terkejut dan tahu siapa sebenarnya penyair yang dia dambakan selama ini.Sangat berbeda dari sifatnya sehari-hari. Akhirlah tumbuh suasana mesra diantara mereka walaupun belum pernah ketemu. BABAK ² 2 PERKEMBANGAN KONFLIK Suatu waktu. Syahda juga kelihatan senang atas perhatian sang guru ini.

Pak Akso khilaf dari kesabarannya dan memegang Arjun. Beberapa kali rencana dilaksanakan. Malang benar nasib Pak Akso. suruhannya Arjun dan disanalah Pak Akso dihajar habis-habisan. Banyak cowok di kelas itu mulai tidak suka pada Pak Akso. tiba-tiba Pak Akso dihadang oleh 4 orang pemuda berandalan. namun Pak Akso tetap bersabar. Pak Akso menegurnya dengan sopan. Arjun yang ternyata masih menyimpan rasa kepada Syahda mulai terbakar api cemburu dan mulai memupuk dendam pada Pak Akso. Selagi belajar di kelas. tapi sempat dipisahkan oleh muridmurid lainnya. Suatu ketika. orang berpengaruh di Yayasan tempat dia bekerja. Sewaktu Pak Akso pulang dari sekolah melewati sebuah gang. Walaupun dianiaya oleh muridnya sendiri. kejahatan Arjun sudah kelewat batas. tapi Arjun malah menantang dengan menyebutnya ´anak desa penggembala kerbau yang sok belaguµ. Pak Akso babak belur dan biru lebam. Ini jelas dari usahanya Arjun yang . untung saja sempat dibantu oleh penduduk setempat dan dibawa ke rumah sakit. dan sampai sekarangpun sogokannya itu belum lunas dengan memotong sebagian dari gajinya. dari mengendorkan baut-baut di motor Pak Akso agar terjadi kecelakaan tapi Alhamdulilah masih selamat sampai menyebarkan fitnah yang keji bahwa Pak Akso bisa diterima jadi guru di sekolah itu karena menyogok sejumlah uang. sehingga hampirlah terjadi perkelahian diantara mereka. dengan alasan mengajak muridnya sendiri berkelahi. karena dia tahu Arjun adalah anak Pak Tirto Sambudi. Pak Akso dipecat oleh Kepala Sekolah atas perintah pemilik Yayasan. sudah jatuh ditimpa tangga pula. Dendam Arjun tidak cukup sampai disitu saja. BABAK ² 3 KLIMAKS Arjun dan kelompoknya merencanakan plot licik untuk mencelakakan Pak Akso. Arjun membuat ulah yang memancing kemarahan Pak Akso.lainnya sudah mulai tahu dengan perkembangan ini.

sekarang 31 tahun. gerimis mulai membasahi lahan di kampus Delhi University. katanya. agar cita-citanya berhasil dan dia juga mendoakan Pak Akso agar tabah dan suatu ketika semoga apa yang mereka cita-citakan dikabulkan Yang Maha Kuasa Kalau memang jodoh. Sebelum berangkat. Orang tuanya Syahda juga dipanggil. angin muson (monsoon) yang membawa uap-uap air dari Samudera Hindia sering menyebabkan hujan di sebagian besar semenanjung India. Karena sudah dipecat. Orang tua Syahda memperingatkan anaknya jangan lagi berhubungan dengan guru itu. Syahda sedih sepeninggal Pak Akso ke desa. Pak Akso. Dalam suratnya.menghasut orang tuanya dan rekan-rekan orang tuanya untuk ´menghabisiµ Pak Akso. Pak Akso sedih namun rela melepaskan dan mendoakan Gerimis nan Indah ini untuk membasahi bumi lainnya yang kekeringan. Syahda minta doanya Pak Akso. Syahda akan dikirim oleh orang tuanya untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri. diberitahu bahwa anak gadisnya selama ini ada hubungan rahasia dengan guru yang baru dipecat itu. tapi dia juga tidak berani menentang kehendak orang tuanya. kita akan bisa bertemu lagi. dan tidak ada kerja lagi. Singkat cerita kelulusan sekolah sudah sampai. HAPPY ENDING ³³³³³³³³³ 4 Tahun Kemudian (TAHUN 2007) ³³³³³³Pada bulan Agustus. Syahda tetap menolak ajakan untuk kembali yang ditawarkan Arjun Hatinya sudah tertutup bagi Arjun. Begitu juga saat ini. Pak Akso memenuhi keinginan orang tuanya untuk kembali ke desa untuk memulihkan fisik dan mentalnya yang mulai rapuh. baru satu bulan menginjakkan kaki di kampus ini berkat beasiswa S2 yang berhasil . ANTIKLIMAKS Kedua orang tuanya di desa sedih dan pergi ke kota menjenguk Pak Akso. Syahda sempat menyurati Pak Akso di desa.

sebelum akhirnya mereka berdua masuk ke gedung perpustakaan untuk mulai lagi merajut kisah yang baru. Mahasiswi itu mengenakan salwar kameez. dia juga terkejut. seperangkat pakaian tradisional yang biasa di kenakan oleh wanita dan pria di Asia Selatan. Delhi University. sekarang melanjutkan kuliahnya pada Post Graduate di Department of Linguistics. yaitu jurusan yang sama diambil oleh Pak Akso. Syahda (saat ini umur 21 tahun) sedang menyelesaikan tugas akhirnya pada program S1 di jurusan Linguistik. gerimis nan indah itu telah turun lagi untuk membasahi jiwanya yang mulai semangat kembali. Pak Akso sempat berucap syukur. Pak Akso bergeming. Pak Akso gelagapan dan merasa bersalah. tanpa sengaja dia menabrak seorang mahasiswi yang mengenakan payung. Mereka membiarkan untuk sementara waktu air hujan membasahi tubuh mereka. India. dengan lehernya dilingkari dupatta. Dia yang dua tahun lalu diangkat menjadi Dosen PNS. ³³² SELESAI ³³³ IV. tidak menyangka bisa ketemu lagi dengan mantan gurunya yang pernah dikasihinya dulu. lebih dari itu wajah ini membawanya kembali pada kenangan 4 tahun lalu semasa dia menjadi guru SMA di tanah air. mahasiswi ini juga mengenakan jilbab. Karena berlari tergesa-gesa dan pandangannya menunduk ke bawah. dan segera mengumpulkan kembali buku-buku yang berjatuhan itu seraya sambil minta maaf. dia terpesona bercampur terkejut.diraihnya. Contoh : BABAK 1 . Wajah mahasiswi yang berlumuran bulir rinai gerimis itu sangat cantik. Begitu juga halnya Syahda. Tapi ketika melihat wajah mahasiswi itu. Pak Akso berlari-lari kecil menuju gedung perpustakaan agar gerimis tidak terlanjur membasahi dirinya. Dalam keheningan sekejap itu. Berhamburanlah buku-buku dan tas yang semula berada dalam pegangan mahasiswi itu dan sekarang basah karena jatuh ke aspal yang telah diguyur hujan. Storyline: Sinopsis 3 babak diurai menjadi detil adegan. Tapi yang sedikit unik. selendang panjang. New Delhi.

Di sebuah sekolah di Jakarta. datang dengan mobil yang soundsystemnya digeber keras-keras seolah-olah dia mau memamerkan apa yang dia punya. 4. Pagi itu para murid kelihatan mulai dengan aktititasnya sehari-hari. Belum semua siswa punya hape). ia melihatnya saat mau berangkat ke sekolah.sinis bahkan simpati. Sebelum Pak Vandi menata duduk Syahda maka secepat kilat Arjun yang duduk ditengah mengusir Joni yang duduk disebelahnya untuk pindah kebelakang. ibu 2 anak. Ada bangku kosong dibelakang. Arjun adalah putera tunggak ketua yayasan sekolah. Hati Arjunpun berbungabunga saat itu karena Syahda duduk berdampingan dengannya. Penghuni kelas saling bergosip ria. Kelas 3c nampak ramai karena guru belum datang. dan Setyowati si Jawir. Pak Vandi keluar kelas dan sebentar tertegun melihat Syahda. (Ada potensi komedi). dan juga Robi yang cuma pinter dalam teori cinta tapi terus ngejomblo. Selain Arjun ada Joni yang playboy. Ada yang berangkat secara sendiri-sendiri atau rombongan. Akhirnya Pak Vandi memperkenalkan Syahda. Lina ´Onengµ Nurlina.1. Saatnya murid masuk ke kelas masing-masing. guru BP) mengetuk pintu kelas. Suasana kelas hening. (Kejadian ini tahun 2003. Bu Rukmi (45 tahun. Ekspresi bermacam-macam dari penghuni sekolah terhadap Arjun ada yang cuek. Bel berbunyi. 3. Termasuk kelompok remaja putri yang dikomandani Tari Ogut (nama beken dari Tari Wulandari karena ada nama murid yang hampir sama dengannya yakni Tari Sukmaningsih). seorang cewek mempesona yang mobilnya berhenti di kios majalah seberang tempat kostnya. Sedikit terlambat Pak Vandi masuk ke kelas. kelas riuh dengan celotehan para cowok. PDKT dan rayuan maut mulai ditebar oleh si Arjun. . Bocel si tukang pukul. 2. (Ada potensi Komedi). Pak Vandipun turut tertarik mengingat iapun masih jomblo. Tiba-tiba Arjun beserta ganknya. Gang Tari terdiri dari Tari. seperti biasa karena wajahnya yang ganteng mirip seperti aktor India membuat para cewek saling kasak-kusuk bersimpati dan yang sering dilakukan mereka adalah kirim sms ke Hp diantara mereka.

Saat menonton basket. 6. ada yang manggil Irvan. Di sekolah. Pak Vandi memang salah satu guru idola. Disini diceritakan tentang nama pak Vandi. artikel. murid2 memanggilnya Pak Vandi. Begitu telpon ditutup. Beberapa hari berikutnya. Syahda mau membeli majalah lagi tetapi stok habis. Iseng-iseng Syahda baca-baca koran yang ada disitu. Arjun yang tengah bermain. Soraksorai mendukungnya. Syahda bertanya2 tentang pak Vandi ke Tari Ogut. sadar dari gerak mata Shahda bahwa gadis itu agak tertarik pada Pak Vandi. Saat duduk di depan laptop bututnya. Tari Ogut mengajak Syahda masuk dalam kelompoknya. dengan alasan nama Vandi amat tidak umum. nama tengahnya. Arjun lalu memamerkan unjuk kebolehannya di pertandingan Basket. Dalam obrolan itu Arjun baru mengetahui bahwa Syahda ternyata penikmat puisi. atau nama tengahnya Budi. Vandi. Malamnya. cerpen dan opini untuk dikirim ke majalah & surat kabar. Arjun yang mengejar Syahda menemuinya di kios majalah. Diam-diam Syahda tertarik juga akan diri Arjun. Hasil honor ia kumpulkan akhirnya kesampaian juga untuk membeli motor kreditan). Wandi. orangtua Vandi di daerah menelpon macam2 dan mulai menyinggung soal jodoh tapi Vandi mengelak. 7. (Disini ada informasi bahwa untuk menambah penghasilan Pak Vandi sering buat puisi.5. Minggu. 8. Di scene ini ada informasi bahwa salah satu dari beberpa penulis puisi pujaannya adalah Pulungsari). ada lagi telpon dari Pak Jo dari koran Rakyat Pos yang menanyai kapan lagi ia bisa mengirim puisi. ia teringat Syahda dan mulai menulis puisi tentang Syahda yaitu Gerimis Nan Indah/GNI. Tak sengaja dia baca kolom puisi dan disitu ia menemukan puisi Gerimis Nan Indah kiriman dari Pulungsari. (Catatan: ini tabungan informasi untuk adegan2 berikutnya). (Catatan: Syahda itu tipe Melankolik. . di tempat kost. Karena kurang umum. Saat itu Arjun beralasan mau membeli majalah yang membahas mobil dan tetebengeknya maklum ia lagi gandrung untuk mempercantik mobilnya. Vandi dengan Pak Jo sudah amat akrab dan Vandi sering dipanggil Budi. Namanya sebetulnya Irvandi dst.

10. Sebetulnya Robi malas. Kiriman emailpun tidak ada lagi. Arjun minta bantuan Joni si playboy untuk membuat puisi untuknya. Dasar Syahda yang lagi kasmaran dengan puisi cinta akhirnya kepincut juga sama Arjun. Ia memberikan surat yang didalamnya . Syahda minta tolong Mak Yem. 15. Arjun yang datang dan ¶dicuekin· karena kesibukan itu lantas pulang. Padahal Syahda sudah berkalikali menanyakan melalui alamat email tersebut. (Ada potensi Komedi). 12. 11. puisinya tetap jelek. Vandi tak keberatan. Tapi walaupun sudah dibelikan minuman berenergi dan macam-macam cemilan. Ia lalu menelpon Pak Jo lagi dan dengan setengah memaksa lantas mendapatkan nomor telpon dan alamat kost Pulungsari. Dalam keadaan terdesak Arjun bilang bahwa yang pinter nulis sebetulnya adalah Robi. Vandi mendapat email dari Syahda yang mengaku bernama Ririn yang sangat tertarik dengan puisinya dan ingin belajar tentang cara membuatnya. ia lantas menyanggupi. pembantunya untuk menelpon penerbit Rakyat Pos. Robi lantas ditelpon. BABAK 2 14. Sementara itu ia dapat kabar dari Tari Ogut tentang ulah Arjun yang ketahuan mabuk di kantin sekolah. Ada respon sedikit di manfaatkan oleh Arjun untuk ¶nembak· dan mengumumkan bahwa Syahda adalah pacarnya. Tidak perlu diuraikan proses pembuatan puisi oleh Robi. (Ada potensi komedi). Syahda penasaran karena Pulungsari tidak pernah lagi terlihat karyakaryanya. Syahda yang tertarik puisi dari Pulungsari lalu mengoleksi puisi itu dengan membuat klipping di bukunya. Saat di kantin Arjun datang menghampiri Syahda untuk minta maaf atas kejadian mabuk-mabukan. 13.9. Tak lama Mak Yem bisa tersambung dengan Pak Jo sebelum kemudian menyambungkan lagi dengan Syahda. Padahal Syahda baru sampai pada taraf tertarik saja pada Arjun. Tapi karena diancam.

gadis itu tersinggung karena walaupun ia dnegan Pak Vandi hanya berteman. Syahda memutuskan mengunjungi di RS. Arjun pulang ke rumah dengan perasaan dendam pada gurunya. Ia mulai gerah dengan sikap Syahda. Dia hampir tak percaya dan tersipu malu kala mengetahui bahwa Pulungsari adalah Pak Vandi. Namun akhirnya kekukuhannya jebol ia mengakui Syahda ada dihatinya sejak awal perkenalan dikelas. menurutnya Arjun tidak berhak ikut campur.juga ada puisi (pesan ke Joni). Karena tanggung. 18. 19. Beberapa hari kemudian kabar kedekatan Pak Vandi dengan Syahda sampai ke telinga Arjun. 16. 17. (Catatan: di bagian ini ada informasi bahwa Pak Vandi sakit dan Syahda sama sekali tidak menduga bahwa Pak Vandi adalah Pulungsari). Lagipula memang tidak ada hubungan istimewa antara Syahda dengan Arjun. Karena setiap kontak ia selalu mencurahkan isi hatinya dan ternyata dia adalah gurunya sendiri yang banyak menjadi idola di kelas. hatinya sudah tak bergairah karena ia masih kepikiran Pulungsari. ia juga minta bantuan kepada Robi. Layaknya partai politik yang ingin memenangkan . Di kunjungan2 berikut. Joni dan khususnya Bocel dan kelompoknya untuk merancang strategi (teror fisik dan mental) untuk menjahili Pak Vandi.Arjun menceritakan kekesalannya terhadap Pak Vandi pada kelompoknya. Saat mengkonfirmasi ke Syahda. Syahda cuek & dingin aja menerima surat itu. Awalnya Pak Vandi mengelak mengungkapkan perasaaan hatinya apalagi Syahda adalah anak didiknya sendiri. Dari Pak Jubir (pemilik kos) akhirnya Syahda tahu kalau Budi ditempat tinggalnya Pak Vandi Sambudi lebih dikenal dengan nama panggilan Pak Budi) sedang sakit typus dan opname dirumah sakit yang kebetulan jaraknya hanya 100 meter dari situ. 20. Tentunya tak patut untuk menjalin cinta amtara guru dan murid. Selain sudah membujuk orangtuanya yang ketua yayasan sekolah. saat datang sendiri akhirnya Syahda mengakui mengagumi sekaligus ada benih cinta dihatinya. Apalagi saat itu jam besuk hanya tinggal setengah jam lagi. Alangkat kagetnya Syahda saat ketemu Pak Vandi.

Syahda masih begitu asyiknya mencari inspirasi untuk membuat puisi yang romantis.calonnya mereka merancang beberapa sekenario untuk menjatuhkan Pak Vandi agar tidak kerasan lagi mengajar di sekolah tersebut. Hal itu ketahuan Bu Marni tapi menyadari bahwa Arjun adalah anak ketua yayasan sekolah. (Catatan: Hasil rapat dirahasiakan pada pembaca).Teror mental. 21. Hawa cinta yang menggebu dan keyakinannya akan sosok pribadi Pak Vandi tak membuatnya terpengaruh akan isu-isu yang beredar meski awalnya hatinya sempat galau. Ulah Arjun mendapat teguran dari Pak Vandi namun tak digubris. ia hanya curhat pada Pak Vandi. (Catatan: ada informasi bahwa Vandi tengah mencari beasiswa belajar ke LN. mendadak ketua mereka (Bocel) tiba-tiba sakit gigi. 24. India adalah salah satu pilihannya) 22. (Ada potensi komedi). 25. 23.Teror fisik direncanakan. Bocel dan kelompoknya siap menghadang Pak Vandi sewaktu perjalanan pulang dari sekolah tapi Robi mendadak kebelet. Mak Yem yang menemukan surat itu pertamakali. Rencana kemudian digagalkan karena momentumnya sudah terlewat. Ledekan dan kata-kata Arjun membuat Pak Vandi naik pitam dan tanpa sadar emosinya muncul menantang duel secara jantan.Perilaku dan ucapan dikelas terhadap Arjun masuk laporan ke Kepala Sekolah.Orang tua Syahda mendapat surat kaleng yang dilampiri foto hasil jepretan kamera milik Arjun yang menyebutkan terjalinnya hubungan percintaan antara Syahda dan Pak Vandi. diadakan Arjun rapat guru atas desakan orang yang berpengaruh (Bapaknya Arjun). 26. (Ada pontensi komedi). Begitu sudah beres. Arjun menempelkan selebaran di kantin untuk memfitnah Pak Vandi. Di kelas Arjun dan kelompoknya mulai acuh dan berulah saat mata pelajaran Pak Vandi. Syahda kemudian diinterogasi. . (Ada potensi komedi ketika Mak Yem ikut menginterogasi).

Saat itu Arjun tahu bahwa cintanya pada Syahda telah sepenuhnya ditolak. menunjukkan puisi pertama bikinannya yang ia buat atas saran2 Pak Vandi yang ditulis tangan di atas kertas pink dengan tekstur khusus. saat melihat seorang gadis Indonesia.supel) menemui Pak Vandi di perpustakaan. Ia membuka dompetnya dan mengelurkan lipatan kertas buram dan membaca puisi yang gadis itu pernah buatkan untuknya. 28. (Ada pontensi humor).cerdas. Lagi-lagi ada telpon dari orangtua Vandi yang menanyakan kapan ia mendapatkan pasangan hidup. Sendau gurau berkisar pada para mahasiswi yang lalu lalang didepan mereka. 31. Syahda senang dan akan menyerahkan pada Pak Vandi di pertemuan pertama. Menurut Mak Yem. 30. terlihat di kantin sebuah kampus Joko sedang ngobrol. Syahda malah menatap dengan benci. Vandi sampai hafal kata2 nasihatnya seperti ´bapak-ibumu kan sudah tua. Mereka berdua telah berada di India. Di pesawat ke Jakarta. Akso teringat Syahda. Kami ingin segera meminang cucu. Syahda sedih dan terjadi perpisahan di antara mereka berdua. Syahda yang akrab dengan Mbak Yem. Jasmine (mahasiswa asal Indonesia yang sekampus. puisinya cukup bagus. Jasmine sendiri yang menurut pantauan dan perasaanya ada perhatian lebih padanya.manis. Melihat raut wajah murungnya. (Catatan: berikan latar-belakang gadis India). Saat Arjun menegur.µ (Catatan: ada informasi bahwa Vandi segera mengakhiri kuliahnya dan akan kembali ke Indonesia esok lusa). Di pertengahan tahun 2007(?).27. . Alasannya: ia terlanjur akan belajar ke LN karena mendapatkan beasiswa. Pertemuan Pak Vandi dengan Syahda. Pak Vandi yang tahu bahwa Syahda mencintainya buru2 menyergah ketika Syahda akan mengutarakan isi hatinya. Syahda yang sudah sangat jatuh cinta meminta ijin agar diluar sekolah ia memanggil nama Vandi tanpa embel2 ¶pak· layaknya seorang kekasih. Syahda penasaran dan akhirnya mendapat info bahwa Pak Vandi dikeluarkan dari sekolah. Pak Vandi tidak menanggapi. Empat tahun berlalu. BABAK 3 29.

Vandi tiba duluan di tempat tujuan. hape Vandi berbunyi. Taksi pilihannya ternyata hanya tinggal satu. Hari sudah malam saat Vandi tiba di bandara Jakarta. Di taksi. Vandi menelpon Joko. Koper Vandi ternyata koper yang terakhir didapatkan penumpang pesawat. Tak lama. TAMAT V. 33. (Ada pontensi komedi disini). Karena faktor kehati-hatian. Ternyata itu adalah telpon dari keluarganya. Vandi akan bertemu lagi dengannya dalam suatu cara yang tidak disangka-sangka. DRAFT AKHIR . Ternyata itu adalah klipping puisi Gerimis Nan Indah. Saat ia akan memakai taksi itu. mereka tidak banyak bicara. jika Syahda itu soulmate. Karena masih jomblo. Menurut Joko. Di saat yang nyaris bersamaan ternyata ada pesawat dari Singapore yang tiba. 34. Vandi menjawab bahwa ia sudah memiliki seorang calon pendamping hidup yang saat itu tengah ada bersama-sama dirinya. Syahda diluar dugaan mengeluarkan selembar kertas kecil lain dari dompetnya. DRAFT AWAL VI. Ia juga menceritakan bahwa ia membaca puisi Syahda. Ketika mereka mengulang pertanyaan. Saat mereka bertanya lagi pertanyaan yang itu-itu juga. Syahda menguatkan diri dan menyatakan isi hatinya. Vandi tidak sembarangan memilih taksi untuk mengantarnya ke losmen sebelum melanjutkan pulang ke daerah asal besok paginya. Ia kaget saat mengetahui bahwa gadis itu adalah Syahda yang baru saja mengikuti pelatihan sebagai management trainee di Singapore. mereka lantas naik taksi yang sama menuju Jakarta. Saat hendak membayar ongkos secara sebagian dari dompetnya terjatuh kertas warna pink dengan tekstur/pola khusus. Tak ada pilihan lain. Vandi sengaja menghidupkan speaker phone agar didengar oleh Syahda. Saat menunggu koper di ban berjalan. Vandi ternyata terdiam dan ini membuat Syahda kuatir apakah Vandi sudah berkeluarga atau belum. ia berebutan dengan seorang gadis.32. Mereka kikuk. Syahda mengenalinya sebagai kertas puisi buatannya. Hari makin larut.

deadlock hanyalah kerikil kecil yang dengan mudah kita cemplungin ke got. harus punya tujuan. Momok paling menentukan adalah kebuntuan. masih diperbolehkan hingga tahap pembuatan storyline. Tapi selama semangat menulis tetap membara dan selalu berdoa minta kepinteran sama Yang Maha Kuasa. Draft Akhir adalah untuk proses Aging/pendiaman. serta lokasi kejadian. percayalah. Entah dengan cara akan muncul lagi di bagian berikut. Beberapa di antaranya: 1. 5.· Jika hal itu mau dilakukan. Hati-hati dengan pemberian nama tokoh. . 2. semua itu ditabukan. atau akan memberi unsur kejutan bagi pembaca. 4. tempat.Untuk dua contoh di atas tentu tidak dapat diuraikan disini karena sudah merupakan satu kesatuan novel secara utuh. perlu ada ¶tabungan informasi· di awal cerita. Draft Awal adalah naskah dimana Storyline 3 babak diuraikan tiap scene atau adegan. Yang jelas. dan bahkan struktur cerita. termasuk memperhalus kata-kata. 3. Kendati demikian. Nama tokoh yang terlalu banyak akan membuat pembaca dibingungkan. TIPS: Dalam membuat novel ada begitu banyak hal yang perlu diperhatikan. Penulis bisa membuat dengan format lain. Setelah memasuki draft awal. Metode pembuatan sinopsis 3 babak bukan metode baku. Hindari tokoh atau kejadian yang mendadak muncul di tengah cerita dan akibat berdampak bahwa kemunculannya ¶maksain. Deadlock. Perombakan nama tokoh. Kemunculan tokoh (bukan tokoh utama) yang diberi nama. sinopsis 3 babak merupakan pola yang paling banyak dipakai dalam pembuatan sebuah cerita berdurasi panjang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful