P. 1
KOMUNIKASI POLITIK

KOMUNIKASI POLITIK

|Views: 173|Likes:
Published by Zaenal Arifin

More info:

Published by: Zaenal Arifin on Mar 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/28/2015

pdf

text

original

UNGKAPAN MASSA, PUBLIK, DAN RAKYAT Dalam pemikiran opini publik, teringat akan pepatah tua: “setiap orang

membicarakan cuaca, tetapi tidak seorangpun yang melakukan sesuatu terhadapnya.” Tampaknya seseorang juga membicarakan opini publik. Politikus, anggota pers, pollster, dan bahkan orang-orang yang duduk bermalas-malas mengomel tentang pajak dan berbagai masalah lain. Akan tetapi berbeda dengan orang yang tidak berbuat sesuatui terhadap cuaca, banyak yang berbicara tentang opini publik memang melakukan sesuatu terhadapnya. Peninjauan dan pengamatan suatu proses. Kita melukiskan secar singkat karakterisasai opini publik yang berlaku dengan mengatakan bahwa karaterisasi itu merupakan suatu aspek komunikasi politik.karena perspektip itu sangat penting bagi si buku ini selanjutnya.kita melukiskan opini publik sebagai proses yang menggabungan pikiran,perasaan,dan usul yang di ungkapkan oleh warga Negara secara pribadi terhadap pilihan kebijakan yang di buat oleh pejabat pemerintah yang bertaggung jawab atas di capainy ketertiban sosial dalam situasi yang mengandung konflik atau perbantahan,dan perselisihan pendapat tentang apa yang akan dilakukan dan bagaimana melakukannya.seperti setiap proses, opini publik berubah dan berkembang.ada sifat dinamis yang serupa pada opini publik, sifat yang dapat ditelusuri ke sejumlah hal. Ada sebuah faktor utama yang menonjol, faktor yang telah kita bahas, tetapi sekarang pantas di telaah lebih cermat. Kecenderuangan kegiatan opini Pokok dasar pikiran kita tentang komunikasi politik ialah bahwa orang bertindak terhadap objek berdasarkan makna objek itu bagi dirinya. Akan tetapi, makna sebuah objek, demikian telah kita katakana, apakah objek itu manusia, tempat, peristiwa, gagasan, atau kata, tidak tetap dan tidak statis. Orang terus menerus menyusun makna sebagai objek dengan menangani objek-objek itu. Singkatnya orang berprilaku terhadap objek dengan memberikan makna kepadanya, makana yang pada gilirannya diturunkan dari prilakunya sebagai individu. Melalui kegiatan komunikasi memberi dan menerima di antara makna dan tindakan ini orang memperoleh kecenderungan tertentu. Miller, Balanter, dan Pribam menguraikan hubungan anatara kecenderungan dan kegiatan dengan cara yang akan membantu kita memahami bagian peran yang dimainkan

kesukaan atau ketidak sukaan umum pada citra seseorang tentang pilotik menyajikan dasar untuk menilai objek politik. rencana. air. udara. keturunan. daan pengidentifikasian peristiwa. betapapun benar atau kelirunya. lengkap atau tidak lengkapnya pengetahuan orang tentang politik. citra diri seseorang memberikan cara menghubungakan dirinya dengan orang lain. Riset menunjukkan sejumlah hal yang secara rutin . kebersamaan dengan orang lain. gagasan. 2. 3. Citra personal tentang politik Pikiran. dan oprasi. individu memperhitungkan segala sesuatu. control atas lingkungan dan nasib sendiri. dan menanggapi yang paling menonjol. Bagi maslow. termasuk manusia. dsb. perlindungan terhadap serangan. jika ia memenuhi kebutuhan suatu tingkat. perasaan. Ketiga. Orang yang lebih menyukai tidak meminum minuman beralkohol atau menggunakan obat bius bias juga menjadi menentang undang-undang yang mengesahkan penjualan minuman keras atau mariyuana. dan kemampuan mencapai sesuatu yang diharapkan. Kedua. Dengan demikian. keamanan dan keterjaminan: jaminan kesejahteraan. menyusunnya. citra seseorang membantu dalam pemahaman. hal itu memberi jalan kepadanya untuk memahami peristiwa politik tertentu. dan juga memuaskan bagi orang itu. tujuan. Kegiatan terdiri dari tiga tahap pokok citra. penilaiaan. 5. atau pemimpin politik. dsb. Gunanya paling sedikit tiga: pertama. dsb 4. muncullah tingkat kebutuhan orang lain. Orang juga mempunyai kebutuhan untuk bertindak. INTERPRETASI PERSONAL TENTANG POLITIK Dengan interpretasi. dan kesudian subjektif yang menyusun citra orang tentang politik itu berguna. penghargaan: merasa diri berharga dan mampu. cinta dan kebersamaan: afeksi. fisiologis: makanan. nilai. Abraham maslow berteori bahwa orang mempunyai hierarki kebutuhan. dan pengharapan personal. hierarki itu terdiri atas lima tingkatan kebutuhan manusia diantaranya: 1. aktualisasi diri: rasa pemenuhan diri. Kegiatan adalah karakteristik intrinsic setiap organisme.oleh kecenderungan dalam kegiatan mengungkapan kepercayaan. pakaian.

seperti yang dikemukakan . dan hanya sedikit yang jatuh ditempat yang keadaannya mendukung pertumbuhan dan perbanyakan. yang lain berakar tetapi mati karena tanahnya tidak cukup dalam. pertimbangan resmi/formal 5. perkembangan pertikaian demikian sangat mirip dengan perkembangan biji: dari ribuan yang ditebarkan di tanah. objek politik 8. setting politik 9. biasanya dalam bentuk isu. ada yang jatuh pada batu dan tidak dapat bertunas. dan cita-cita. komunikasi 7. yang diperhitungkan orang. banyak yang menimbulkan pertikaiaan. pilihan penyusunan opini publik opini pribadi terdiri atas kegiatan verbal dan nonverbal yang menyajikan citra dan interpretasi individual tentang objek tertentu di dalam setting. karakteristik demogratif 3. harapan. Seperti yang ditunjukkan oleh Davidson.diperhitungkan public: orang dalam merumuskan opini politik pribadi mereka dan mengumumkannya. Agar opini public dapat tersusun. Penyusunan opini public dari opini pribadi ini melibatkan saling pengaruh diantara proses personal. keadaan internal 2. prefereens partisan 6. atau tertutup oleh biji yang tumbuh lebih cepat. TAHAP-TAHAP PEMBENTUKAN OPINI Asal mula opini tentang kebanyakan masalah terletak dalam perselisihan atau pembantahan yang memiliki potensi untuk berkebang menjadi isu yang akan menangkap perhatian banyak orang. opini pribadi harus dimiliki bersama secara luas melalui kegiatan kolektif dengan lebih banyak orang ketimbang yang menjadi pihak pencetus perselisihan atau masalah yang menyebabkan munculnya isu. karakteristik social 4. sosial. Demikian juga sebenarnya setiap orang mempunyai keluhan. Berikut ini adalah beberapa kemungkinan dalam perumusan opini 1. dan politik. akan tetapi.

menguraikan secara rinci salah satu cara yang paling tua dan masih tetap merupakan salah satu dari yang paling berguna untuk mengklasifikasikan tipe-tipe pemerintah. pada hakikatnya apakah rezim itu memerintah untuk kepentingan penguasa atau untuk kepentingan seluruh komunitas. konsekuensi komunikasi untuk sosialisasi Orang tidak dilahirkan kepercayaan. yang sedikit. kebanyakan keluhan itu isu lenyapdalam gerutu atau dalam percakapan sambil lalu: “suatu isu mulai berakar hanya jika dikomunikasikan dari satju orang ke orang kedua. dan pengharapan personal yang kita sebut opini public.oleh Davidson. Pola opini publik Filosofi yunani. Menurut banyaknya orang ayang mengambil bagian dalam pemerintah. terdapat kemungkinan yang besar bahwa kepribadian itu akan memproyeksikan pada objek politik. KEPRIBADIAN POLITIK Di antara para peneliti politik terdapat aliran yang berargumentasi bahwa jika seseorang telah memiliki kepribadian. dan pemerintahan yang banyak bias demokrasi atau politik. dengan demikian dapat . pemerintahan yang satu bias merupakan tirani (untuk kepentingan penguasa). yang kemudian dilanjutkan dalam percakapan sendiri”. nilai dan penghargaan politik. Criteria kuantitatif aristoteles menyajikan cara yang mudah untuk mengklasifikasikan ketiga konstruksi kolektif dari kepercayaan. aristoteles membagi pemerintahan ke dalam yang satu. Demikian pula pemerintahan yang sedikit bias oligarki atau aristrokasi. mereka menyusunnya secara sinambung jika dihadapkan pada rangsangan politik. nilai. Namun. Kebanyakan isu yang potensial tidak pernah menjadi suatu yang diperhitungkan oleh banyak orang. Ketiga kelas ini masing-masing memiliki dua variasi yang menyangkut sifatnya dalam memerintah. Dengan mengikuti pola demikian. dan yang banyak”. aristoteles. Polanya menggunakan criteria kuantitatif maupun kualitatif. kita memberi label ungkapan massa dengan opini yang satu. ungkapan kelompok dengan opini yang banyak. Jadi. Salah satu tingkat dalam tahap penyusunan personal ini terdiri atas segala sesuatu yang dapat dipelajari orang melalui komunikasi politik. hanya sedikit yang mampu bertahan sebagai dasar bagi opini publik.

dan menolong sama dengan cara orang menggunakan lambang dalam politik. menyalahkan. dan sebagainya. kemudian dirasionalkan (r) menurut kepentingan public dan atau nilai komunitas yang diterima secara luas. Dengan memperlakukan diri sendiri sebagai objek.mewarnai persepsi politiknya dan menentukan prilaku politiknya. Banyak orang yang memperoleh diri politik. sebagai pemimpin. DAN PESAN Bila telah berkembang. diri politik membantu berhubungan dengan politik dengan tiga cara: (1) mengungkapkan identitas personal sebagai warga negara yang sesuai atau berbeda pendapatnya. belajar diri politik sebagian besar . partai. anggota kelompok dan atau partai politik. (3) memahami bahwa mencapai tujuan nyata dengan cara instrumental dengan mempengaruhi pemerintah adalah yang terbaik. Tidak berbeda dengan tindakan terhadap orang lain. Ketiga fungsi diri politik ini mengungkapkan. dan menghukumdiri sendiri. orang bisa menghargai dan mendorong diri sendiri atau merasa jijik. orang merumuskan jawaban bagi pertanyaan seperti “ siapakah saya?” (mengembangkan konsep diri. dan autoritas. Sebenanya. DIRI POLITIK Kita mengambil pandangan bahwa kepribadian adalah totalitas prilaku individu yang terwujud dalam kecenderungan yang berulang dan berpola pada seluruh variasi situasi dan mengenai berbagai objek tindakan orang sehari-hari ialah diri sendiri. yakni bagian dari diri yang terdiri dari “paket orientasi individual mengenai politik… sosialisasi politik menghasilkan diri politik”. KOMUNIKASI POLITIK DAN BELAJAR POLITIK: SUMBER. SALURAN. atau bukan pengikut. “ingin menjadi siapa saya?” diri ideal). kelompok. mempertimbangkan. bila diterjemahkan rumus ini mengatakan bahwa motif pribadi (p) ditransformasikan (1) dan dipindah tempatkan (d) ke dalam gelanggang public. pengikut. Bukanlah maksud kita megiakan atau menyangkal kesohihan persepektif seperti itu di sini. Harold lasswell mengajukan variasi dari tema ini dengan menurunkan rumus yang disebutnya “manusia politik”:p}d}r}= P. menerima atau menolak pemimpin politik. kebijakan. (2) mengevaluasi objek politik.

mengikuti ceramah. profesional. politikus. dan aktivis. mereka memirsa berita yang di televisikan. meminta kita memperhatikan dua perangkat yang utama warga negara yang merupakan khalayak dari partisipan dalam komunikasi politik. Yang pertama terdiri atas orang-orang yang sangat memperhatikan politik.merupakan masalah menyesuaikan diri dengan lambang signifikan dari organisasi politik (dengan kata lain. memperoleh isi dari politik terdiri dari pemungutan dan pemodifikasian lambang signifikan untuk meningkatkan prilaku yang mengungkapkan. . Politikus baik representatif maupun idiologi. Pesan itu berisi informasi tentang pilihan yang tersedia. sumber daya sosial. Pilihan mana yang diperhitungkan oleh mereka yakni. berkomunikasi untuk kepentingan para pemilih atau untuk kepentingan tujuan. Pesan tentang politik dibawa melalui komunikasi politik ke dalammatriks peluang resmi yang di persepsikan. dan menolong. James Rosenau. mempertimbangkan. membaca surat kabar. tidak selama tahuntahun pemilihan umum. juga berlaku bagi faktor hukum dan faktor sosial. Juru bicara kelompok terorganisasi dan pemuka pendapat memainkan peran yang jauh lebih aktif dalam komunikasi politik dibandingkan dengan warga negara pada umumnya. menulis surat dan membaca buku. organisasi. dan massa. yang ditanggapi dan bukan yang diberi reaksi. BAGAIMANA PARTISIPAN MENANGGAPI KOMUNIKASI POLITIK Peringatan sigel bahwa kepribadian itu hanya sebagian dari keterangan tentang mengapa orang terlibat dalam politik. mengajukan pertanyaan tentang pemimpin. Para pengamat politik ini berlaku sebagai halayak tak terorganisasi bagi imbawan bagi para pemimpin politik. tetapi juga diantara pemilihan umum yang satu dan pemilihan umum berikutnya. yang memainkan peran kepemimpinan dalam komunikasi politik. lambang yang signifikan dalam pengertian mead tentang penyampaian makna yang sama bagi semua pihak dalam komunikasi) dan dapat menggunakannya dengan efektif. Isi itu di turunkan dari partisipasi seseorang dalam komunokasi interpersonal. berbicara tentang politi dengan kawan dan kenalan. dan motivasi sosial yang merupakan dunia seseorang. Maka. KOMUNIKATOR POLITIK SEBAGAI PARTISIPAN POLITIK Dalam menguraikan tipe-tipe orang.

Berkaitan dengan pemberian suara dan tindakan memberikan suara ialah upaya untuk mempersuasi rakyat melalui propaganda. suatu rangkaian pertukaran yang panjang dan kadang-kadang memanas yang membentuk proses komunikasi. dan kedua cara pilihan memperhitungkan komunikasi kampanye dalam membentuk prilaku mereka. atau massa) maupun pada isi komunikasi. Kampanye. prilaku simbolik terhadap makna objek. Untuk memahami ciri dasar kampanye politik sebagai proses komunikasi ada baiknya kita menunjau kembali secara singkat dan perspektif dasar kita tentang kegiatan manusia. Ingat bahwa prilaku sosial adalah s uatu komplek interaksi. Sebaliknya. MEMPENGARUHI PEMBERIAN SUARA: konsekuensi Komunikasi Pemilihan Umum kampanye pemilihan umum menyajikan peluang yang sangat baik untuk meneliti konsekuensi komunikasi. termasuk prilaku orang lain. interaksi simbolik diturunkan dari orang yang menginterpretasikan objek dan tindakan. atau semata-mata merasa lebih aman memperhatikan media informal daripada media formal. Mengenai saluran. secara langsung tanpa menginterpretasikan rangsangannya. Komunikasi. “jenis komunikasi” mengacu pada saluran komunikasi (interpersonal. dan retorika yang diuraikan. Prilaku nonsimbolik menyangkut tanggapan langsung terhadap objek. riset yang diselenggarakan setelah perang dunia II menekankan bahwa “semakin personal media itu. Interaksi nonsimbolik jika orang menanggapi objek. Interaksi ini ada dua jenis. Pada karakter pemberian suara sebagai konstruksi sosial dan personal yang aktif dari opini politik. organisasi.menyebabkan perbedaan dan kegiatan politik mereka. yaitu yang non simbolik dan yang simbolik. Karena orang percaya pada yang informal personal. ingin sesuai dengan opini rekan dekat dan anggota kelompok yang menjadi favorit. riset menyingkapkan bahwa mereka lebih tanggap terhadap “pemuka pendapat” personal dalam komunikasi “arus dua langkah” (two-step-flow) dari pada olangsung terhadap media massa. Dan Pemberian Suara Memberikan suara adalah salah satu tindakan terakhir dalam kampanye pemilihan umum. Jenis komunikasi Dalam rumus berelson. . perikalanan. semakin efektif mengubah opini’.

BERKOMUNIKASI TENTANG KEBIJAKAN Dalam karya klasik tentang teori dan praktik pemerintah konstitusional yang diterbitkan lebih dari empat dasa warsa yang lalu. bukan dalam kesederhanaannya: “kita harus membuang konsepsi simplistik seperti anggapan bahwa dengan suatu cara opini publik memancara dari masa manusia dan menghasilkan garis pedoman bagi tindakan pemerintah. maka harus ada alat untuk memberi informasi kkepada rakyat tentang isi keputusan itu. (2) ungkapan simbolik dari massa atau dari warga . keputusan. Dan jika keputusan pejabat itu harus mengikat setiap orang. Carl J. Terjjadilah interaksi yang kompleks. perwaklilan terjadi bila garis-garis komunikasi menghubungkan publik dengan pembuat kebijakan dalam pembuatan kebijakan. garis yang menyalurkan preprensi kebijakan.O. Subjek itu paling baik didekati dalam kompleksitasnya. seperti yang dikemukakan oleh V. Pandangan ini menunjukan bahwa perwakilan itu memerlukan alat iuntuk menyampaikan persetujuan untuk menyatakan atau disiratkan itu kepada sejumlah pejabat yang lebih kecil yang bertindak untuk kepentingan komunitas. Akan tetapi. dilaksanakan untuk kepentingan mereka kesejumlah kecil dari mereka dengan akibat yang mengikat seluruh komunitas yang diwakili oleh mereka dengan cara itu. dengan pemerintah (dan juga pusat-pusat pengaruh yang lain) mempengaruhi bentuk dan isi opini dan pada gilirannya.key. opini publik bisa mengondisikan cara. Ini adalah topik yang diacu oleh beberapa penulis sebagai “pemerintah oleh opini publik” atau “proses kebijakan opini” sejak semula kita menegaskan. Ringkasnya.Konsekuensi komunikasi kebijakan Pertanyaan pokok dalam menutup setiap diskusi tentang komunikasi politik dan opini publik adalah tingkat dan kondisi keterkaitan yang erat di antara apa yang dipikirkan oleh rakyat dan apa yang dilakukan oleh pemerintah. Jr. isi. Friedrich mendefinisikan perwakilan ( representation) sebagi berikut : proses yang menjelaskan bagai mana kekuasaan politik dan pengaruh seluruh rakyat atau sebagian dari mereka terhadap tindakan pemerintah dengan persetujuan mereka yang dinyatakan atau disiratkan. kita ingat dari bagian ke tiga bahwa sekurang-kurangnya ada tiga wajah opini publik: (1) ungkapan populer dari banyak warga negara. dan penerimaan atau penolakan. dan penentuan waktu tindakan publik”.

Ada tiga teori umum tentang peran komunikasi dalam pemilihan umum. menunjukan trend dalam kepercayaan. Apa yang disebut jumlah yang kecil oleh Friedrich dalam proses perwakilan ini adalah pelaksanaan memilih oleh pembuat kebijakan . kekuatan. pemerintah. kegiatan mereka sebagai wakil. Yang . SUMBER OPINI PUBLIK BAGI PEJABAT dalam menaksir perasaan rakyat. Yang khas ialah mereka menggap bahwa opini tentang masalah yang berhubungan daengan kebijakan sebagai mendukung atau memveto. Dari luar sumber-sumber opini publik yang diperhitungkan oleh mereka. suasana hati masa. sanksi ekonomi. mereka bisa jadi memperhitungkan keseluruhan warga negara atau hanya sebagian dari mereka. dan propaganda agar anggota kelompok sesuai dengan garis tindakan yang identik. Ketika berkampanye dalam pemilihan pendahuluan kepresidenan pada tahun 1960an dan 1970an George Wallace mendesak para pemberi suara utnuk mendukung pencalonannya sebagai cara mengomunikasikan kekecewaan terhadap pejabat pederalmengenai berbagai kebijakan. secara tersirat atau dengan tegas menyetujui atau menolak. nilai. hasilnya adalah tatanan social. ATAU NEGOSIASI Salah satu diantara orang yang bebas bertindak sebagai perseorangan memilih arah tindakan dari berbagi jenis pilihan. dan mengharap pengharapan rakyat tehadap pejabat pemerintah: pemilihan umum dan polls. yang satu sangat tua dan yang lain relatif baru. apakah banyak. Pendirian yang kedua berargumentasi bahwa pemimpin politik menyusun tatanan dengan menggunakan mekanisme control social seperti organisasi keagamaan. pembuat kebijakan mengandalkan berbagai sumber. jika pilihan diri ini berkonfegensi. (3) ungkapan terorganisasi atau tak terorganisasi dari sejumlah kecil kepentingan khusus. pembuat keputusan juga menginterpretasikan dan menetapkan isi opini. dan tungtutan kepentingan khusus.negara. satu. atau sedikit. Dua susunan kelembagaan utama. Dari ketiga modus mengungkapkan opini ini banyak opini yang disebut. tetapi hanya sedikit (dan kadang-kadang hanya satu) yang dipilih dalam pembuatan kebijakan. PEMBUAT KEBIJAKAN: KONFERGENSI SELEKTIF. KONTROL SOSIAL.

Dalam politik. ya’ni menyajikan kepada para pemberi suara alat alternatif untuk mencapai tujuan yang telah disepakati didalam kerangka peraturan yang telah diterima. periklanan. pengalokasian keuntungan dan kerugian menyodorkan drama material.pertama ialah: teri kehendak rakyat. nilai. fungsi pemilihan umum ialah megkomunikasikan kesetiaan dan kepatuhan kepada komunitas. Dalam teori kehendak rakyat. dan karena alasan yang disinggung dalam ringkasan ini. dan pengharapan yang di miliki orang tentang masalah publik yang . Fungsi pemilihan umum ialah psikologis. tujuannya ialah yang spektakuler. opini menggambarkan secara tepat segala jenis kepercayaan. Apakah dinyatakan atau tidak. rezim. lebih efektif ketimbang kognitif. Fokusnya expresif. opini terutama di turunkan dari tindakan memperhitungkan pesan persuasif dari komunokator yang bertindak dalam peran sebagai pemimpin politik. Teori yang kedua menekankan bahwa penelitian umum menyajikan mekanisme kontrol rakyat. dan retorika kampanye dalam meningkatkan partisipasi dengan suatu ritual yang mendukung lembaga politik yang memerintah tetapi memiliki pengaruh yang relative kecil terhadap pembentukan kebijakan. Dalam gagasan dukungan rakyat. dan prosedur politik. baik pada masa sekarang maupun jauh di masa depan. Tampaknya tidak mungkin akan ada. Pemberi suara bukan memilih kandidat dan atau partai untuk mengajukan tujuan yang kentara dan tertentu. bukan instrumental atau evaluatif. mereka mengkomunikasikan persetujuan atau penolakan terhadap pemegang pemerintahan. Fokus pandangan inii lebih evaluatif ketimbang instrumental. katetik (chatetic) bukan kognitif atau efektif. pemilihan umum mengkomunikasikan kebijakan atau mandat. Pandangan dukungan rakyat menekankan peran propaganda. Teori yang ketiga adalah teori dukungan rakyat. actor-aktor yang menarik dan alat untuk menghaluskan kecenderungan kearah kekerasan terorganisasi untuk mengubah statusquo. Teori ini beragumentasi bahwa pemilihan umum mempunyai dimensi instrumental yang penting. dan pemilihan pemerintah. melainkan memilih siapa yang akan memerintah selama periode tertentu yang terbatas teori control rakyat menekankan bahwa pemberian suara yang berorentasikan partai. dalam pandangan control rakyat. KARAKTER PROBLEMATIK DARI HUBUNGAN OPINI PUBLIK Tidak ada persetujuan satu-sama-satu di antara apa yang dikira orang dan apa yang dil lakukan pemerintah.

dan menyusun citra yang berarti tentang pesan itu. tidak mewakili segala macam pernyataan opini rakyat ataupun pernyataan opini tentang politik.karena itu mula-kula bergantung pada tiga faktor: (1) apa pesan yang di kemukakan oleh pemimpin politik ke gelanggang wacana publik. Singkatnya. (2) bagaimana orang memperhitungkan pesan itu. mempersepsi. baik mengenai pokok masalah yang di tempatkan oleh pemimpin daalam agenda publik maupun bahasa dan gaya bicara yang di gunakan oleh mereka untuk menempatkan pokok masalah itu di sana. menginterpretasikan. RESUME KOMUNIKASI POLITIK Khalayak Dan Efek . konstruksi personal opini publik sangat selektif.

JURNALISTIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 2007 .Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah Komunikasi Politik Disusun oleh: Andri Armansyah 205 204 824 Kelas A FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI JURUSAN ILMU KOMUNIKASI KONS.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->