P. 1
Musyawarah dalam Islam

Musyawarah dalam Islam

|Views: 144|Likes:
Published by vella_ditha

More info:

Published by: vella_ditha on Mar 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/03/2011

pdf

text

original

Islam telah menganjurkan musyawarah dan memerintahkannya dalam banyak ayat dalam al-Qur'an, ia menjadikannya suatu hal terpuji

dalam kehidupan individu, keluarga, masyarakat dan negara; dan menjadi elemen penting dalam kehidupan umat, ia disebutkan dalam sifat-sifat dasar orangorang beriman dimana keIslaman dan keimanan mereka tidak sempurna kecuali dengannya, ini disebutkan dalam surat khusus, yaitu surat as syuura, Allah berfirman:

sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka. as Syuura: 38) Oleh karena kedudukan musyawarah sangat agung maka Allah menyuruh rasulnya melakukannya. Allah berfirman: .Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat. (QS. dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang kami berikan kepada mereka.

bermusyawarah dengan mereka di perang uhud. di antaranya adalah Hamzah. bermusyawarah dengan . Musyawarah Rasulullah dengan para sahabatnya Rasulullah adalah orang yang suka bermusyawarah dengan para sahabatnya.Dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. beliau mengalah pada pendapat mereka. dan ternyata hasilnya tidak menggembirakan. Ali Imran: 159) Perintah Allah kepada rasulnya untuk bermusyawarah dengan para sahabatnya setelah tejadinya perang uhud dimana waktu itu Nabi telah bermusyawarah dengan mereka. dimana umat Islam menderita kehilangan tujuh puluh sahabat terbaik. (QS. Beliau bermusyawarah dengan mereka di perang badar. walaupun terkadang hasilnya tidak menggembirakan. Mush'ab dan Sa'ad bin ar Rabi'. Namun demikian Allah menyuruh rasulnya untuk tetap bermusyawarah dengan para sahabatnya. bahkan beliau adalah orang yang paling banyak bermusyawarah dengan sahabat. karena dalam musyawarah ada semua kebaikan.

beliau mengalah dan mengambil pendapat para pemuda untuk membiasakan mereka bermusyawarah dan berani menyampaikan pendapat dengan bebas sebagaimana di perang uhud. dan bisa juga ia membentuk majlis syura. "manusia telah binasa. dan menyampaikan pendapat dalam hal-hal yang dibolehkan berijtihad oleh syari'at. Ini semua dalam rangka mengikuti apa yang telah dilakukan oleh Rasulullah V. mereka merasa berat untuk segera bertahallul dari umrah yang telah mereka persiapkan sebelumnya. Begitu melihat Rasulullah bertahallul. dan para sahabat dan tabi'in para pendahulu umat ini mengikuti petunjuk beliau. meneliti. sehingga musyawarah sudah menjadi salah satu ciri khas dalam masyarakat muslim dalam setiap masa dan tempat. Musyawarah fleksibel Dalam masyarakat muslim seorang penguasa dalam melaksanakan tugas kenegaraan harus berkonsultasi dengan para ulama. dan beliau pun melaksanakan usulannya. yang tugasnya mempelajari. orang-orang yang berpengalaman." kemudian ummu Salamah mengusulkan agar beliau bertahallul dan keluar kepada mereka. Rasulullah V telah merumuskan musyawarah dalam masyarakat muslim dengan perkataan dan perbuatan. aku menyuruh mereka namun mereka tidak ta'at kepadaku.mereka di perang khandak. beliau berkata. Tatkala utusan anshar menolak. mereka langsung segera berebut mengikuti beliau. beliau pernah berniat hendak melakukan perdamaian dengan suku ghatafan dengan imbalan sepertiga hasil buah madinah agar mereka tidak berkomplot dengan Quraisy. Di Hudaibiyah Rasulullah bermusyawarah dengan ummu Salamah ketika para sahabatnya tidak mau bertahallul dari ihram. belia menerima penolakan mereka dan mengambil pendapat mereka. Beliau bermusyawarah dengan para sahabatnya di perang khandak. dimana ketika orang-orang bijak yang . dimana beliau masuk menemui ummu Salamah.

dan hak manusia dalam menghambakan diri padaNya. Rasulullah bermusyawarah dengan mereka tentang hal-hal yang tidak ada wahyu dan nash. Ini merupakan fleksibelitas dalam mengaplikasikan musyawarah dalam masyarakat muslim. yaitu syari'at dan musyawarah. menggarap tanah. yang penting pelaksanaan pemerintahan dimulai dari pemilihan presiden kemudian membuat garis-garis besar haluan negara. dan urusan praktek amaliah." Islam mengakui prinsip musyawarah dan mengharuskan penguasa melaksanakannya. memberikan kebebasan kepada mereka untuk berbicara dan berbuat dalam urusan keduniaan. dan arti (keduniaan) di sini adalah tidak berkaitan dengan hukum syari'at atau masyarakat. . dimana kekuasaan pemerintah dibatasi oleh dua hal. di zaman kita sekarang ini bisa kita namakan. murni urusan keilmuan. menyerahkan kepada manusia untuk menentukan bagaimana cara melaksanakan musyawarah. karena mereka lebih pengalaman dahal hal ini. seperti seni berperang. ia melarang sikap otoriter dan diktator. yang menghalangi penyimpangan para penguasa dan keberanian para tiran dalam melanggar hak Allah dalam kedaulatannya.mewakili rakyat di madinah. akan tetapi bekaitan dengan pengalaman ilmiah. yakni dengan hukum Allah dan pendapat umat. untuk memberikan keluwesan dan memperhatikan perubahan situasi dan kondisi. oleh karena itu musyawarah bisa dilakukan dengan berbagai macam bentuk dan berbagai cara sesuai dengan masa. Rasulullah memberikan kebebasan kepada mereka untuk berbuat dalam hal-hal ini dengan mengatakan: "kalian lebih tahu tentang urusan dunia kalian. orang-orang yang punya ilmu dan pengalaman dalam membuat undang-undang Islam. ketika mereka berkumpul di sekitar beliau dan mereka semua adalah sahabat. yaitu yang dinamakan ahlul halli wal aqdi. bangsa dan tradisi. memelihara buah-buahan dan seterusnya. dengan menyertakan rakyat dan seluruh umat atau yang mewakili mereka. dan inilah bidang bagi para mujtahid.

karena ini semua bertentangan dengan akidah tauhid. dan lain sebagainya dari bentuk-bentuk berhala yang menyerupai syi'ar ibadah. Perbedaan musyawarah dengan demokrasi Islam telah mewajibkan musyawarah sejak lima belas abad yang lalu. dan menjatuhkan manusia kepada kesyirikan baik mereka meyadari atau tidak. atau penguasa satu-satunya. Ma'ruf ad Dawalibi. Jika kita membandingkan antara demokrasi barat yang berlaku sekarang dengan musyawarah dalam Islam. dan ini semua tidak boleh terjadi dalam masyarakat muslim yang disinari oleh petunjuk al-Qur'an dan hadits. Hal ini karena apa yang dicapai oleh manusia sekarang setelah revolusi berdarah adalah demokrasi dalam system pemerintahan. dan musyawarah dalam Islam merupakan prinsip baru bagi kemanusiaan dalam sejarah mereka dahulu dan kini. atau partai yang berkuasa. dan dalam negara mereka. Di akhir pembahasan tentang musyawah ini saya tidak mendapatkan yang lebih utama daripada memaparkan pendapat seorang politikus dan diplomat yang telah menghabiskan umurnya yang panjang dalam bidang politik di Suria dan kerajaan Saudi Arabia. dan hanya menghambakan diri padaNya. dalam masyarakat mereka. dan merupakan bahaya yang sangat besar apabila masyarakat sampai kepada pengkultusan ini dimana seseorang merasa hina di hadapan pemimpin yang cerdas. maka kita akan mendapatkan banyak perbedaan antara keduanya. walaupun keduanya bertemu dalam banyak sisi. pada masa Negara itu menganut system politik bebas. dan mewajibkan kepada umat Islam untuk menerapkannya dalam kehidupan mereka secara pribadi. yaitu DR. dan tujuan.Penjamin utama dalam merealisasikan ini semua adalah kesadaran rakyat terhadap wajibnya melaksanakan hukum Allah. atau raja yang mulia. Beliau telah mengalami peperangan politik demokrasi di Suria. dengan menjauhkan diri dari pengagungan atau pengkultusan terhadap golongan atau individu dalam bentuk pemimpin atau raja atau pahlawan. dan parlemen yang dipilih oleh . dalam metode.

Dalam prakteknya demokrasi tidak lain hanyalah: y y mayoritas memimpin minoritas (baik minoritas mau atau tidak) atau minoritas memimpin mayoritas. dan merupakan salah satu pemimpin partai rakyat di Suria. dengan judul (musyawarah). untuk bekerja sebagai penasehat di diwan malaki. atau mayoritas dalam system sosialis. menjelaskan perbedaan antara keduanya. Beliau telah menerbitkan buku yang berjudul ad daulah wa assulthah fi al Islam. dan sampai sekarang beliau masih bekerja. berikut ini teks pembicaraannya: "Di sini saya hanya menegaskan tentang prinsip musyawarah yang wajib dalam Islam. dimana seluruh yang dicapai oleh filsafat hingga hari ini dalam system pemerintahan adalah mewajibkan memerintah dengan demokrasi. Adapun prinsip musyawarah yang diwajibkan dalam Islam adalah mewajibkan mengambil pendapat semua tanpa membedakan antara mayoritas dan minoritas. Lalu beliau datang ke kerajaan Saudi Arabia setelah terhentinya kehidupan parlemen di Suria untuk memenuhi undangan Raja Faisal bin Abdul Aziz Al Su'ud rahimahullah. kemudian mengambil pendapat yang terkuat dari segi . yaitu kaum minoritas pada umumnya. dalam bentuk lain. dimana beliau membahas tentang musyawarah dan demokrasi. ini adalah penelitian yang disampaikan dalam konfrensi UNESCO di Paris pada tahun 1982M. oleh rakyat. yang merupakan mayoritas di perlemen. saya mengenalnya sebagai kekuasaan rakyat. Kedua system ini telah mengenyampingkan kelompok kecil atau besar dari rakyat dalam mengambil keputusan. ia adalah prinsip yang baru bagi kemanusiaan dalam peradabannya dahulu dan sekarang. dan untuk rakyat. pemerintahan adalah mewajibkan memerintah dengan demokrasi. dan dinamakan juga dengan system sosialis demokratis. yaitu yang dilakukan oleh system sosialis.rakyat. beliau sampai pada jabatan pimpinan perdana menteri.

Dalam bermusyawarah kita tahu sulitnya membuat kaidah memilih pendapat yang kuat. sebagaimana yang berlaku pada masa nabi dalam musyawarah yang wajib. kemudian mengambil pendapat terbaik setelah ditimbang-timbang. tanpa memberikan kesan dikesampingkan atau tidak diperdulikan kepada siapapun. dan persiapan pendidikan untuk menerima prinsip musyawarah ini lebih mudah daripada persiapan pendidikan yang dipaksakan untuk menerima prinsip penindasan kelompok mayoritas atas minoritas. namun ini tidak mustahil jika ditimbang dengan akal sehat. atau prinsip penindasan minoritas atas mayoritas. Demikian pula prinsip musyawarah ini memerlukan perangkat teknis ilmiah yang sesuai dengan tema musyawarah. Demikian pula ia menghilangkan segala bentuk penindasan pihak minoritas atas pihak mayoritas sebagaimana dalam system sosialis demokratis. maslahat dan pengalaman. Sebagaimana prinsip musyawarah ini mengangkat semua pendapat orang baik dari pihak minoritas maupun mayoritas kepada derajat yang sama. akan tetapi mengambil pendapat terkuat secara akal. sebagaimana ulama fiqh membuat kaidah ilmiyah untuk memilih pendapat yang kuat. prinsip musyawarah ini memerlukan persiapan pendidikan secara khusus agar musyawarah ini bisa diterima dengan baik. maslahat dan pengalaman setelah semua pendapat diletakkan pada posisi yang sama tanpa mengabaikan salah satu pendapat. Dengan memilih pendapat yang kuat sesuai dengan kaidah ini maka tidak ada keberpihakan pada salah satu kelompok atas yang lain. bukan mengambil suara terbanyak. dengan membentuk panitia . Prinsip musyawarah ini merupakan prinsip baru dalam system pemerintahan dimana ia menghilangkan semua bentuk penindasan dari pihak mayoritas atas pihak minoritas sebagaimana yang dianut oleh system demokrasi mutlak.argumentasi setelah dibandingkan antara kedua pendapat. terutama yang kedua ini biasanya dan sampai sekarang tidak diterapkan kecuali dengan kekuatan dan kekerasan. Akan tetapi seperti halnya masalah lain.

khusus di parlemen misalnya atau lainnya yang diberi tugas untuk mempelajari usulan-usulan yang masuk untuk memilih pendapat yang terbaik. . kemudian mengambil keputusan sesuai dengan kaidah-kaidah aturan yang diterima oleh semua pihak dengan penuh kebebasan.

Musyawarah dalam Islam Diajukan untuk tugas agama Guru Pembimbing : Yasmawarni Oleh : Alvin Danil Putra Kelas : X.7 SMAN 1 Padang 2010/2011 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->