P. 1
MERENCANAKAN BENDUNG TETAP

MERENCANAKAN BENDUNG TETAP

|Views: 264|Likes:
Published by deki_trianggono

More info:

Published by: deki_trianggono on Mar 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/27/2014

pdf

text

original

MERENCANAKAN BENDUNG TETAP August 28th, 2010Dharwati Pratama Sari DASAR TEORI Bangunan bendung merupakan bangunan utama

yang dibangun di sungai untuk memenuhi kebutuhan air irigasi. Jenis bangunan yang dipilih harus disesuaikan dengan jumlah air yang ada di sungai tersebut, daerah yang akan dialiri , jenis tanaman yang akan dikembangkan dan sebagainya. Air yang diambil dari sungai harus dapat mengalir secara gravitasi dan harus bisa mengurangi sediment serta kemungkinan untuk mengukur air masuk kejaringan irigasi. Mengingat tempat kedudukan, lahan yang akan dialiri dan kondisi sungai yang ada maka dapat dibuat beberapa jenis bangunan utama yaitu : Bangunan Pengelak Lokasi bangunan pengelak dan pemilihan tipe yang paling cocok dipengaruhi oleh banyak factor, yaitu : a.sungai b.elevasi yang diperlukan untuk irigasi c.topografi pada lokasi yang direncanakan d.kondisi geologi teknik pada lokasi e.metode pelaksanaan Bangunan Pengambilan Sesuai dengan tujuannya sebagai bangunan utama untuk pengambilan air irigasi, bendung dilengkapi dengan bangunan pengambilan tersebut, yaitu : 1.pengambilan sebaiknya dibuat sedekat mungkin dengan bangunan pembilas di kedua sisi. 2.pengambilan dapat dibuat dua sisi sungai atau satu sisi saja. 3.pengambilan dapat juga dilakukan dengan cara satu sisi dan satu bangunan sadap pada pilar pembilas , kemudian airnya disalurkan melalui siphon dalam tubuh bendung ke sisi lainnya. 4.pada pangkal bendung dibuat dinding sayap dan dinding pengarah, sehingga dihindari adanya aliran turbulensi di depan pengambilan. Bangunan Pembilas Bangunan pembilas kantung Lumpur merupakan bangunan yang terletak antara pintu dan saluran. Fungsi bangunan pembilas adalah sebagai pembilas ( penggelontor ) sediment di kantong Lumpur. Tata letak terbaik untuk katong Lumpur. Tata letak terbaik untuk kantong Lumpur saluran pembilas dan saluran primer adalah saluran pembilas merupakan kelanjutan bangunan kantong Lumpur dan tidak mengalami pembelokan. Bila pembilas terpaksa terletak menyamping ( tidak lurus ), maka dianjurkan dibuat dinding pelurus rendah yang curamnya sama dengan tinggi maksimum sediment dalam kantong Lumpur. Guna mencapai pembilasan yang sempurna maka akhir bangunan pembilas yang masuk di sungai disarankan mempunyai beda tinggi yang cukup. Bila terlalu curam ( dalam ) disarankan dilengkapi dengan : a. Bangunan terjun dalam kolam olak b.Got miring sepanjang saluran kecepatan dalam saluran pembilas berkisar 1 ± 1.5 m/dt dan besarnya debit pembilas adalah : Qs = 1,2 Qn ( Qn = debit rata-rata yang lewat

Untuk sungai yang tidak mampu menampung tinggi luapan yang terjadi. namun tidak ada salahnya dikemukan mengingat adanya kemungkinan suatu daerah yang daapt menggunakan jenis bangunan seperti ini. Bangunan tersebut harus dapat mengambil air dengan jumlah yang cukup pada masa pemberian air irigasi tanpa memerlukan peninggian muka air di sungai. Penetapan lokasi kantong Lumpur keadaan topografi tepi sunagi maupun kemiringan sungai akan mempengaruhi perencanaan kantong Lumpur. jika muka air sungai cukup tinggi untuk mencapai lahan yang akan dialiri. Data perencanaan kantong Lumpur Beberapa data digunakan untuk perencanaan kantong Lumpur. Bendung tetap adalah bangunan pelimpah melintah sungai yang memberikan tinggi muka air minimum pada bangunan pengambilan untuk keperluan irigasi. Kantong Lumpur dan bangunan±bangunan pelengkap bendung memerlukan banyak ruang. atau biasa juga disebut Bendung Tetap .5 ml dari volume air yang mengalir dari kantong Lumpur ) 2. yaitu : a. antara lain data topografi untuk penempatan kantong Lumpur Kemiringan yang memadai guna pekerjaan penggelontoran sediment di kantong Lumpur. Bendung ini juga merupakan penghalang saat terjadi banjir sehingga air sungai menjadi tinggi dan tanpa control yang baik akan dapat menyebabkan genangan di daerah hulu tersebut. Kantong Lumpur Kantong Lumpur adalah bangunan yang berfungsi mengendapkan fraksi-fraksi yang lebih beasr dan fraksi halus ( 0. maka ada dua tipe yang dibangun. Apabila diperlukan dua bangunan pengambilan maka juga diperlukan dua buah kantong lumpur dalam keadaan penuh. tidak sesuai dengan bangunan ini.kantong Lumpur ( m3/dt) ) Guna mengetahui sejauh mana sediment di kantong lumpur dapat dibilas dengan sempurna maka diperlukan perhitungan efisiensi pembilas.06 ± 0.kebutuhan irigasi di pintu pengambilan Bangunan Pengambilan Bebas Bangunan pengambilan bebas ini dibuat untuk memungkinkan dibelokannya air sungai ke jarinagan irigasi tanpa merubah kondisi sungai tersebut. volume sediment ( diasumsikan sebesar 0. Meskipun hal ini jarang diaplikasikan. Kemiringan sungai harus cukup curam untuk menciptakan kehilangan energi yang diperlukan untuk pembilasan di sepanjang kantong Lumpur. . Bangunan tersebut berupa saluran pengelak yang dilengkapi dengan pintu air untuk memenuhi kebutuhan irigasi. Bangunan Bendung Bangunan ini dibangun melintang sungai yang berfungsi untuk menaikkan muka air air di sungai .Bendung Pelimpah. Efisiensi pembilas tergantung dari besarnya gaya geser sediment yang selalu mengendap.07 mm) agar tidak masuk kejaringan irigasi biasanya ditempatkan dihilir bangunan pengambilan ( intake ). oleh karena itu kemungkinan penempatannya harus ikut dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi bangunan utama. Data sediment meliputi diameter sediment : 1.

. Bangunan kantong Lumpur selalu dilengkapi pintu pembilas yang digunakan untuk menguras sediment bila kantong Lumpur dalam keadaan penuh.Bendung Gerak Bendung ini dapat dihilangkan selama terjadi aliran besar yaitu dengan cara membuka pintu air atau mengempiskan bendung karet. yaitu : Pengambilan sebaiknya dibuat sedekat mungkin dengan bangunan pembilas di kedua sisi. Bendung gerak dapat mengatur muka air di depan pengambilan agar air yang masuk tetap sesuai dengan kebutuhan irigasi. Fungsi bangunan pembilas adalah sebagai pembilas ( penggelontor ) sediment di kantong lumpur. antara lain : 1)Data topografi untuk penempatan kantong Lumpur 2)Kemiringan yang memadai guna pekerjaan penggelontoran sediment di kantong Lumpur Data sediment meliputi diameter sediment : Volume sediment ( diasumsikan sebesar 0. sehingga masalah yang ditimbulkan selama banjir kecil saja. bendung dilengkapi dengan bangunan pengambilan beberapa kriteria yang diperlukan dalam perencanaan bangunan pengambilan tersebut. Kantong Lumpur dan bangunan-bangunan pelengkap bendung memerlukan banyak ruang.b. Bendung gerak memerlukan eksplotasi secara terus menerus karena pintunya harus tetap terjaga dan dioperasikan dengan baik dalam keadaan apapun.07 mm) agar tidak masuk ke jaringan irigasi dan biasanya ditempatkan di hilir bangunan pengambilan (intake) Penetapan lokasi kantong Lumpur Keadaan topografi tepi sungai maupun kemiringan sungai akan mempengaruhi perencanaan kantong lumpur. Pengambilan dapat di buat dua sisi sungai atau satu sisi saja.Bangunan Pelengkap Bendung a)Bangunan pengambilan Sesuai dengan tujuannya sebagai bangunan utama untuk pengambilan air irigasi. b)Kantong Lumpur Kantong Lumpur adalah bangunan yang berfungsi mengendapkan fraksi-fraksi yang besar dan fraksi halus ( < 0. Tata letak terbaik untuk kantong lumpur saluran pembilas dan saluran primer adalah saluran pembilas merupakan kelanjutan bangunan kantong lumpur dan tidak mengalami pembelokan. satu bangunan sadap pada pilar pembilas. Data perencanaan kantong Lumpur Beberapa data yang digunakan untuk perencanaan kantong lumpur. oleh karena itu kemungkinan penempatannya harus ikut dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi bangunan utama. sehingga dihindari adanya aliran turbulensi di depan pengambilan. kemudian airnya disalurkan melalui siphon tubuh bendung kesisi lainnya.06-0.5 ml dari volume air yang mengalir dari kantong Lumpur ) Kebutuhan air irigasi di pintu pengambilan (intake) c)Bangunan Pembilas Bangunan pembilas kantong lumpur merupakan bangunan yang berupa pintu dan saluran. Bila . Pada pangkal bendung dibuat dinding sayap dan dinding pengarah. Apabila diperlukan dua bangunan pengambilan maka juga diperlukan dua buah kantong Lumpur. Kemiringan sungai harus cukup curam untuk menciptakan kehilangan energi yang diperlukan untuk pembilasan di sepanjang kantong Lumpur.

debit andalan memenuhi debit kebutuhan. flume. Pengambilan bebas dapat dilakukan apabila : a. kedalaman air dan kehilangan tinggi energi berikut harus dipertimbangkan : Elevasi sawah yang diairi Kedalaman genangan air sawah Kehilangan tinggi energi di bangunan sadap tersier Kehilangan tinggi energi di saluran dan boks tersier Variasi muka air untuk eksploitasi di jaringan primer Kehilangan tinggi energi pada bengunan-bangunan di jaringan primer. Guna mengetahui sejauh mana sediment di kantong lumpur dapat dibilas dengan sempurna.2 Qn ( Qn = debit rata-rata yang lewat kantong lumpur ( m3/dt).elevasi muka air normal saat sungai mengalirkan debit andalan. dan sebagainya Kehilangan tinggi energi di bangunan utama Dari uraian di atas maka bangunan pengambilan bebas sangat langka dibangun karena persyaratan untuk berfungsinya bangunan tersebut dengan baik sangat sulit dipenuhi. Guna mencapai pembilasan yang sempurna maka akhir bangunan pembilas yang masuk di sungai disarankan mempunyai beda tinggi yang cukup.2x debit kebutuhan b. maka diperlukan perhitungan efisiensi pembilas. Persyaratan ini antara lain : Kebutuhan pengambilan lebih kecil dibandingkan dengan debit sungai andalan Kedalaman dan selisih energi yang cukup untuk pengelakan pada aliran normal Bahan dasar yang kecil pada pengambilan dan sedikit bahan laying . Efisiensi pambilas tergantung dari besarnya gaya geser sediment yang selalu mengendap. maka dianjurkan dibuat dinding penguras rendah yang curamnya sama dengan tinggi maksimum sediment dalam kantong lumpur. PEMBAHASAN PERENCANAAN 1. pengatur. yang diperlukan tinggi. Sistem pengambilan air seperti ini disebut pengambilan bebas.5 m/dt dan besarnya debit pembilas adalah : Qs = 1. Bila terlalu curam (dalam) disarankan dilengkapi dengan : Bangunan terjun dalam kolam olak Got miring di sepanjang saluran Kecepatan dalam saluran pembilas berkisar 1 ± 1. cukup Untuk mangalirkan air secara gravitasi ke lokasi lahan pertanian Elevasi muka air rencana pada bangunan pengambilan tergantung pada : a)Elevasi muka air yang diperlukan untuk irigasi ( eksploitasi normal ) b)Beda tinggi energi pada kantong lumpur yang diperlukan untuk membilas sediment dan kantong c)Beda tinggi energi pada bangunan pembilas yang diperlukan untuk membilas sediment di dekat pintu pengambilan d)Beda tinggi energi yang diperlukan untuk meredam energi pada kolam olak Untuk elevasi muka air. Pintu Pengambilan Untuk memenuhi kebutuhan air irigasi dapat langsung diambil dari sungai. sekurang-kurangnya debit andalan sama dengan 1.pembilas terpaksa terletak menyamping (tidak lurus).

Jika air depan pintu sangat dalam. Terdapat dua bentuk ( tipe ) pintu pengambilan yaitu pintu tenggelam dan pintu tidak tenggelam. Debit rencana pengambilam Besar debit rencana pengambilan adalah : Q = 1.5QRumus : Q =k.Mengatur sudut masuk antara pengambilan dan sungai c. = koefisien debitQ b = lebar bukaan pintu (m) a = tinggi bukaan pintu (m) g = percepatan gravitasi ( m2/dt) .2 x Qkebutuhan Keterangan : Qrencana : Debit di pintu pengambilan ( m3/dt).Persayaratan Lokasi dan Tempat pengambilan Pengambilan dibuat di tempat yang tetap sehingga dapat mengambil air dengan baik dan dapat mengambil air dengan baik dan sedapat mungkin menghindari masuknya sediment.10 m dan muka air di kantong Lumpur dalam keadaan penuh.Penggunaan dan ketinggian ambang penahan sediment ( skimming wall).a (2gz)0.Sedapat mungkin bangunan pengambilan berada pada tikungan luar sungai b. Perencanaaan Bangunan Umumnya pintu pengambilan digunakan pintu sorong yang terbuat dari bahan kayu atau dari bahan baja. Untuk mengurangi masuknya sediment ke bangunan pengambilan perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a.b.5Qrumus : Q = dimana : Q = Debit ( m3/dt).pintu pengambilan tenggelam . Qkebutuhan : Debit kebutuhan air irigasi ( m3/dt). a.a (2gz)0. Dimensi bangunan pengambilan Umumnya bangunan pengambialn merupakan gabungan antara bangunan pintu dan ambang. Pintu yang sering digunakan adalah jenis pintu sorong. Tinggi muka air di bangunan pengambilan Bangunan pengambilan di saluran primer direncanakan dengan tinggi muka air lebih tinggi 0. maka eksploitasi ( pengoperasian ) pintu sorong relative sulit sehingga dapat digunakan pintu radial atau pintu otomatis. Pintu tenggelam .b. = koefisien debitQ b = lebar bukaan pintu (m) a = tinggi bukaan pintu (m) g = percepatan gravitasi ( m2/dt) z = kehilangan tinggi energi pada bukaan pintu (m) b. Dimana : Q = debit ( m3/dt). Hal ini bertujuan untuk mencegah kehilangan air pada bendung akibat gelombang.

5 m. 1. terangkat atau tergulin.5 meter jika sungai hanya menangkut lanau b. Lebar efektif mercu (B) dihubungkan dngn lebar mercu yang sebenarnya ( B ). Agar bangunan peredam energi tidak terlalu mahal maka aliran persatuan lebar hendaknya dibatasi sampai sekitar 12.0 meter jika sungai mengangkut lanau. 0. 1. lebar bendung tersebut harus lebih disesuaikan lagi terhadap lebar rata-rata sungai. lebar rata-rata ini dapat diambil pada debit penuh. pasir.2. Gaya-gaya yang bekerja pada bangunan yang penting pada perencanaan adalah : a) Tekanan air gaya hidrostatis dan tekanan keatas ( uplift ) b) Tekananan Lumpur c) Gaya gempa. Untuk sungai yang mengangkut bahan-bahan sediment kasar yang berat.2 kali lebar rata-rata sungai pada ruas yang stabil. ( n.Kp+Ka)H1 Dimana : N = jumlah pilat Kp = koefisien kontraksi pilar Ka =Koefisien kontraksi pangkal bendung Hl = Tinggi energi Dalam memperhitungkan lebar efektif. Dalam hal ini banjir mean ( rata-rata ) tahunan dapat diambil untuk menentukan lebar rata-rata bendung. yakni jarak antara pangkal-pangkal bendung dan atau tiang pancang dengan persamaan berikut : Ba = B. gaya horizontal akibat gempa dan gaya hidrodinamis d) Berat sendiri bangunan Tekanan Air . yaitu : a. yakni jangan diambil 1. kerikil c. Lebar maksimum bendung hendaknya tidak lebih dari 1. yang perlu dikontrol adalah apakah gaya-gaya yang bekerja tidak menyebabkan bangunan bergeser.2 kali lebar sungai tersebut. Di bagian ruas bawah sungai.z = kehilangan tinggi energi pada bukaan pintu (m) k = factor aliran tenggelam Elevasi ambang bangunan pengambilan Elevasi ambang bangunan pengambilan direncanakan berdasarkan jenis sediment di sungai tersebut.5 meter jika mengangkut batu-batu bongkahan Dimensi Bendung Lebar bendung yaitu jarak antara pangkal-pangkalnya (abutment) sebaiknya sama dengan lebar rata-rata sungai pada bagian yang stabil.5 ± 4.14 ( m3/dt) yang memberikan tinggi energi maksimum sebesar 3. lebar luas pembilas yang sebenarnya sebaiknya diambil 80% dari rencana untuk mengkompensasi koefisien debit dibandingkan dengan mercu bendung itu sendiri Stabilitas Bendung Agar bangunan stabil.

Keterangan : Pe = tekanan hidrodinamis (kN) bekerja pada 3/5 kedalamna air (m) . w.h2. dan bekerja tegak lurus terhadap muka bendung. Keterangan : PH : Tekanan hidrostatis air (Kn) wK : berat jenis air (kN/m3) hl : kedalaman air di hulu (m) Gaya Tekan Ke atas Akibat bangunan bendung terendam di air.HPs = ½.Gaya Hidrostatis Gaya tekan air atau gaya hidrostatis adalah gaya horizontal akibat air di hulu dan di hilir bendung.1 ± 0. maka akan mendapatkan gaya angkat keatas yang akan mengurangi berat efektif bangunan itu sendiri.V Keterangan : Hc : Gaya horizontal karena gempa (kN) e : intensitas gempa = 0.BLs. Keterangan : Px = gaya angkat pada titik x (kg/m) Lx = panjang total bidang kotak bendung dan tanah bawah (m) Lx = jarak sepanjang bidang kotak dan hulu sampai titik x (m) H = beda tinggo energi( Hx = tinggi energi dihulu bendung (m) Tekanan Lumpur Tekanan Lumpur ini akan terjadi setalah bendung beroperasi sehingga didepan.BKPe = 7/12. Tekanan air merupakan fungsi kedalaman di bawah permukaan air.h2. Tekanan Lumpur yang bekerja dihitung dengan rumus : . Bendung tertutup endapan Lumpur atau sediment setinggi ambang bendung.15 V : Gaya vertikal karena berat sendiri bangunan (Kn) Gaya Hidrodinamis w. Rumus gaya keatas untuk bangunan yang didirikan pada pondasi batuan adalah: H(Px = Hx ± Lx/ L. Hc = e.hl2KPH = ½ . Keterangan : Ps = gaya horizontal karena lumpur H = kedalaman Lumpur (m) s = berat isi lumpurH = koefisien tekanan tanahL B = lebar bangunan (m) Gaya ± Gaya Yang Bekerja Gaya Gempa Gaya horizontal karena gempa diambil sama dengan berat bangunan dikalikan dengan intensitas gempa.

5 u nntuk kondisi normal Keterangan : Fs = factor keamanan Mv = momen vertical semua gaya terhadap titik guling7 MH = momen horizontal semua gaya terhadap titik guling7 Perencanaan Tanggul Banjir Panjang dan Elevasi Kurva pengembangan digunakan untuk menghitung panjang dan elevasi tanggul dan banjir di sepanjang sungai untuk banjir dengan periode ulang yang berbeda-beda.1 u nntuk kondisi gempa Fs>1. maka dapat ditinjau dari 2 hal yaitu : 1. Perhitungan yang tepat .Q= Fs = factor keamanan V = total gaya vertical U = gaya tekan kea tas (kN) c = satuan kekuatan geser bahan (kN/m2) A = luas dasar pondasi (m2) H7 = total gaya horisontal (Kn) Guling ( Over Tuning ) Agar bangunan aman terhadap guling .BKV = A. Keterangan : V = gaya vertical karena berat sendiri (kN) b = berat isi bahan (kN/m3)K B = lebar bangunan (m) Untuk pendekatan umum hanya berat isi bahan seperti berikut ini dapat digunakan sebagai acuan : a) pasangan batu kali : 22 kN/m3 b) beton tumbuk : 23 kN/m3 c) beton bertulang : 24 kN/m3 Kebutuhan Stabilitas stabilitas harus ditinjau dari 2 hal yang menyebabkan runtuhnya bangunan gravitasi yaitu gelincir ( sliding) agar aman terhadap gelincir maka koefisien keamann dapat ditentukan dengan rumus berikut : Fs (V-u) + c7.e = intensitas gempa h = kedalaman air (m) wK = berat jenis air (kN/m3) B = lebar kontruksi bendung Berat Sendiri Bangunan Berat bangunan tergantung pada bahan yang dipakai untuk bangunan tersebut : b. Seperti telah dijelaskan pada reaksi pondasi semua gaya yang bekerja pada bagian bangunan di atas bidang horizontal . termasuk gaya angkat harus memotong bidaang inti (e 1.

untuk kurva pengempangan dikerjakan dengan metode langkah standart. Volume bangunan ini nantinya digunakn untuk menghitung berat bangunan itu ssendiri dimana untuk pendekatan umum hanya berat isi bahan seperti berikut ini yang dapat digunakan sebagai acuan : a) Pasangan batu = 22 kN/m3 b) Beton tumbuk = 23 kN/m3 c) Beton bertulang = 24 kN /m3 .B Keterangan : V = volume bangunan (m3) A = luas penampang bangunan (m2) B = lebar bangunan (m) Dalam merencanakan volume bangunan sebaiknya disesuaikan dengan debit rencana. Khususnya jika tanggul sejajar dengan sungai. Kebutuhan pembuangan air dapat dipenuhi dengan membuat saluran pembuang paralel yang mengalirkan air kekantong Lumpur atau pembuang yang melintas melalui tanggul dan dilengkapi dengan pintu otomatis untuk menjaga air agar tidak masuk selama muka air tinggi Volume Bangunan Volume bangunan tergantung dari besarnya bangunan air tersebut : V = A. Pembuang Pembuangan air di daerah belakang tanggul banjir sampai sungai harus dipertimbangkan. Perkiraan kurva pengembangan yang cukup akurat dan aman adalah : Z = h. (1-x/ L ) 1uUntuk h/a L = 2h / I 1eUntuk h/a L = a +h/L Dimana : A = kedalaman air sungai tanpa di bendung H = tinggi air berhubung ada bendung L = panjang pengempangan Z = kedalaman air pada jarak x I = kemiringan sungai Aliran poros Tanggul banjir sebaiknya selalu jauh dari dasar air sungai rendah atau dilindungi dari bahaya erosi akibat aliran yang cepat. guna menciptakan keamanan ekstra selama banjir. Tinggi Jagaan Tanggul banjir sebaiknya direncanakan 0.25 m diatas elevasi pangkal bendung.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->