METODE RUNGE-KUTTA

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Metode Numerik Dosen Pengampu: Drs. Rochmad, M.Si

Disusun oleh: Fauziah Putri Sasmitoasih 4150408004

JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2010

KATA PENGANTAR

Pertama-tama saya mengucapkan syukur kehadirat Allah Yang Maha Kuasa karena atas berkah dan rahmat-Nya sehingga saya dapat dengan lancar. Tugas ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu persyaratan mata kuliah Metode Numerik yang merupakan mata kuliah yang harus ditempuh guna mendapatkan gelar kesarjanaan S1 pada Jurusan Matematika,Prodi Matematika,Fakultas MIPA,Universitas Negeri Semarang. Tugas Metode numerik ini bertujuan untuk mempelajari tentang metdode runge-kutta beserta rumus dan aplikasi serta contohnya. Saya menyadari bahwa laporan Tugas ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik,saran maupun sumbangan pendapat yang sifatnya membangun dari para pembaca demi peningkatkan laporan ini di kemudian hari. Saya berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat, baik bagi saya maupun para pembaca sekalian. menyusun laporan tugas metode numerik ini

Semarang, Desember 2010

Penyusun

Untuk metode euler masih dapat ditemukan kekurangannya yaitu seperti adanya kesalahan pemotongan atau kesalahan pendiskritan. Dan pada umumnya penambahan n (pengecilan jarak) mengurangi kesalahan pemotongan. Dalam kasus semacam ini kita ³selesaikan´ persamaan differensial itu dengan menerapkan metode numeris tertentu. Sebagai contoh misalnya persamaan diffrensial …‘• . Namun sering kali penyelesaiannya tidak segampang seperti contoh diatas. Metode Deret Taylor. . Secara lebih khusus metode kita ini memberikan bentuk atau formula penyelesaian. Pada saat ini banyak metode numeris yang dapat digunakan dalam menyelesaikan persamaan differensial seperti : 1. System persamaan Differensial orde satu dan Penerapannya. 3. Dalam konteks ini yang sama ini ada banyak persamaan differensial yang mustahil diperoleh bentuk penyelesaiannya. Dan apabila kita dapat mengingak dalam pelajaran kalkulus banyak kita temukan fungsi yang tidak mempunyai anti-turunan dank arena itu mustahil untuk menyatakan intergral tak tertentu fungsi-fungsi ini menjadi bentuk dalam fungsi-fungsi elementer. Metode Euler. Metode Runge-kutta. Tetapi kesalahan jenis lain disebut kesalahan pembulatan cenderung menjadi lebih berarti bila h menjadi lebih kecil. 2.BAB I PENDAHULUAN A. 4. Dalam hal dimana penyelesaian dinyatakan dalam fungsi seperti •‹ …‘• yang mempunyai bentuk penyelesaian berbentuk •‹ relative sederhana pun ketepatan nilai numerisnya dari y dapat menyebabkan beberapa masalah dalam perhitungan. Latar Belakang Masalah Sampai sekarang pengolahan persamaan differensial dipusatkan pada penentuan penyelesaian dari persamaan differensial.

Oleh sebab itu dengan adanya metode runge-kutta akan mempermudah menghitung hampiran orde banyak. Dan menghitung hampiran orde banyak dengan teliti adalah kelebihan dari metode Runge-kutta. Oleh karena itu untuk mengerjakan hampiran orde banyak cenderung memilih menggunakan metode runge-kutta. Sebaliknya semakin banyak suku yang digunakan maka semakin sulit perhitungannya. . Oleh karena itu Metode runge-kutta yang dapat menyajikannya.Untuk metode taylor sebenarnya tingkat ketelitiannya lebih dari metode euler namun hanya bisa sampai deret taylor orde-2.dan semakin tinggi orde_nya makin sulit perhitungannya. Dalam pemberian hampiran taylor kita tuliskan :  Hampiran taylor orde tiga juga akan mempunyai tambahan suku-suku :  Berdasarkan pengetahuan yang kita tentang deret taylor dari kalkulus kita tau bahwa ketelitian dari hampiran kita membaik sesuai dengan banyaknya suku yang digunakan.

Namun perhitungan runge-kutta secara manual juga sangat melelahkan sebab membutuhkan cara yang cukup banyak. 2. Banyaknya cara yang harus ditempuh dalam menggunakan cara metode runge-kutta secara manual. Kurang teliti apabila dikerjakan secara manual. Selain itu saya mengambil orde 4 ini sebab agar tidak terjadi kesalahan penghitungan dan tidak terjadi kesalahan pembulatan. C. Banyaknya bentuk atau model dalam pengerjaan metode runge-kutta ini. Saya mengambil yang orde ke-4 sebab yang perhitungannya lebih rumit bila dibandingkan dengan metode runge-kutta orde lainnya. Rumusan Masalah. Sehingga hasil dalam penghitungannya akan menjadi lebih akurat. Sehingga dapat ditulis masalah yang timbul adalah : 1. 3. Perhitungan secara manual yang masih terlalu sulit. . Pembatasan Masalah. Dari sekian masalah yang timbul saya berinisatif untuk membuat program untuk metode runge-kutta orde-4 dengan bahasa pemograman ³turbo pascal´.B. Oleh sebab itu saya berinisitif untuk membuat perhitungan metode runge-kutta dalam bentuk program ³turbo pascal´ agar pengerjaannya lebih mudah. 4.

19) dengan *(xi.21a) (8. sedang penggunaan (x yang kecil menyebabkan waktu hitungan lebih panjang. (x) adalah fungsi pertambahan yang merupakan kemiringan rerata pada interval.21b) (8. yi + q21 k1(x + q22 k2(x) / kn = f (xi + pn ± 1(x.21d) (8. bentuk umum dari metode Runge-Kutta adalah: yi  1 ! yi  ( xi . y i . Penghitungan suku yang lebih banyak memerlukan turunan yang lebih tinggi dari fungsi nilai y (x).21c) (8. Metode Runge-Kutta memberikan hasil ketelitian yang lebih besar dan tidak memerlukan turunan dari fungsi.  an k n dengan a adalah konstanta dan k adalah: k1 = f (xi. 2 k2(x + ~+ qn ± 1. Kedua cara tersebut tidak menguntungkan.20) Persamaan tersebut menunjukkan bahwa nilai k mempunyai hubungan berurutan.. yi. Fungsi pertambahan dapat ditulis dalam bentuk umum: ! a1k1  a2 k 2  . 1 k1(x + qn ± 1. n ± 1 kn ± 1(x) (8.BAB II ISI A. Metode Runge-Kutta. . yi + q11 k1(x) k3 = f (xi + p2(x. yi + qn ± 1. yi) k2 = f (xi + p1(x. Pada metode Euler memberikan hasil yang kurang teliti maka untuk mendapatkan hasil yang lebih teliti perlu diperhitungkan suku yang lebih banyak dari deret Taylor atau dengan menggunakan interval (x yang kecil.. x) x (8.

k3 dan k4. Metode ini mempunyai bentuk: y i  1 ! yi  1 ( k1  2 k 2  2 k3  k 4 ) x 6 (8. Ada beberapa tipe metode Runge-Kutta yang tergantung pada nilai n yang digunakan. yang juga muncul dalam persamaan untuk menghitung k3. Hubungan yang berurutan ini membuat metode Runge-Kutta adalah efisien dalam hitungan. dx dari x = 0 sampai x = 4 dengan menggunakan langkah (x ! 0.33b) (8.33e) Contoh soal: Selesaikan persamaan berikut dengan metode Runge-Kutta order 4. k2.33d) k 4 ! f ( xi  x . .33c) k3 ! f ( xi  (8. y i  k 2 x ) 2 2 (8.5.33a) dengan: k1 ! f ( xi .5. yi  k1 x) 2 2 1 1 x. dy !  2 x 3  12 x 2  20 x  8. Penyelesaian: Langkah pertama pada metode Runge-Kutta order 4 yaitu menghitung k1. 1) Metode Runge-Kutta Order 4 Metode Runge-Kutta order 4 banyak digunakan karena mempunyai ketelitian lebih tinggi. dan seterusnya. yi ) k 2 ! f ( xi  1 1 x. y i  k 3 x ) (8.Nilai k1 muncul dalam persamaan untuk menghitung k2. Kondisi awal pada x = 0 adalah y = 1.

11719 5.25000 I t (%) HEUN Y 1.37500 2.00000 3.00 .5) ! 1  [ (8.03 2.80078 3.21875 . 25)  8.5 ! 8.21875 5.71875 3.03 2.00000 0.25 2 )  20(0.4.99 3.21875 0.00000 5.00000 2.50000 25.74 1.00000 7.68750 12.50 21.82 1.00000 2.00000 4. Perbandingan penyelesaian persamaan dengan berbagai metode EULER I X YE Y 0.00000 3.00 1.14063 7.00 2.13 3.5.43750 I t (%) POLIGON Y 1.00000 4.25 2 )  20(0.04 4.00 0.25]0.71875 3.87500 5.50 4.00 2.99 133.00 1.80078 3. 253 )  12(0.34766 3.38 2.50 3.00 2.04 4.00 0. 6 Tabel 8.00000 0.00000 4.21875 I t (%) 63.5 3 )  12( 0.33 4.00000 0. k 2 !  2(0.11 6.50000 125.11719 5.21875 .27734 I t (%) RUNGE-KUTTA Y 1.00000 3.93 2.82 0.00 2.03125 1.80 1.5 ! 3. k 4 !  2 (0.74 1.34766 3.21875 .50 3.5)  8.5 ! 1.00 2.00 4.39 5.5 2 )  20(0.25 3 )  12( 0.37500 17.5  2( 4.87500 74.14063 7. 25.12500 95.00000 3.00 0.81 3.00000 3.10156 2.27734 I t (%) RALSTON Y 1.81 3.85547 4.03 2.03125 1.21875 )  1.24 9.93 2.00 2.10156 2.85547 4.12500 7.75000 5. dihitung nilai y (x): 1 y ( 0.k1 !  2 ( 0 3 )  12( 0 2 )  20(0)  8.33a).21875 )  2( 4.83 130.5 ! 4. Dengan menggunakan persamaan (8.64 0.21875 1.93750 3.50 1 2 3 4 5 6 7 8 9 3. k3 !  2(0.00000 50.18750 4.71875 4.88 3.00 1.71 46.5 ! 4.71875 4.39 5.03 2. 25)  8.00 0.00 4.

xn. Masukkan kedalam rumus yang telah ditentukan dalam hal ini gunakan rumus metode runge-kutta orde 4. Maka : 1.h. Tentukan soal yang akan di kerjakan. Sehingga yang perlu dilakukan adalah menampilkan algoritma dan flowchart atau diagaram alur terlebih dahulu. Cetak program. Lalu telah diolah dalam program. Memasukkan nilai x0. b. Mengerjakan Metode Runge-kutta dengan Program Turbo Pascal Sebelum mengerjakan dengan program haruslah kita mengerti tentang tata cara pembuatannya terlebih dahulu. Algoritma a. . e.B. c.dan nilai y d.

2.H.Y. MULAI MASUKKAN NILAI AWAL X.Y . Flowchart (diagram alur).XN HITUNG H = (B-X)/N CETAK X.

yi  k1 x) 2 2 k3 ! f ( xi  1 1 x. yi ) k 2 ! f ( xi  1 1 x.HITUNG : k1 ! f ( xi .Yi STOP . y i  k 3 x ) TENTUKAN : Xi = x+h Yi =y+(ki+2k2+2k3+k4)/6 CETAK Xi. y i  k 2 x ) 2 2 k 4 ! f ( xi  x .

Soal : Selesaikan persamaan berikut dengan metode Runge-Kutta order 4. Kondisi awal pada x = 0 adalah y = 1.C. Penyelesaian : .5. dy !  2 x 3  12 x 2  20 x  8. dx dari x = 0 sampai x = 4 dengan menggunakan langkah (x ! 0.5. Menampilkan Program.

Dan apabila program ini di run maka yang akan muncul adalah : .

dx dari x = 0 sampai x = 4 dengan menggunakan langkah (x ! 0.5 3 )  12( 0.21875 )  2( 4.25 2 )  20(0.25 3 )  12( 0.21875 . k1 !  2 ( 0 3 )  12( 0 2 )  20(0)  8.5 ! 3.5 ! 1.5. Dengan menggunakan persamaan (8.21875 .5) ! 1  [ (8. k3 dan k4.5.5)  8. dy !  2 x 3  12 x 2  20 x  8. 25)  8.5. 25.21875 )  1. Kondisi awal pada x = 0 adalah y = 1. k3 !  2(0.25 2 )  20(0. 253 )  12(0.25]0.5  2( 4.5 ! 4.21875 .5 ! 8. 6 . k 2 !  2(0. 25)  8. dihitung nilai y (x): 1 y ( 0. Membandingkan program dengan cara manual Cara Manual Selesaikan persamaan berikut dengan metode Runge-Kutta order 4. k2.5 2 )  20(0. k 4 !  2 (0.5 ! 4. Penyelesaian: Langkah pertama pada metode Runge-Kutta order 4 yaitu menghitung k1.33a).D.

18750 4.00000 0.11719 5.81 3.03125 1.00000 4.00 1.21875 1.03125 1.Tabel 8.34766 3.00000 3.50 3.00 2.21875 I t (%) 63.93 2.71875 3.13 3.85547 4.12500 7.87500 74.75000 5.82 0.80 1.39 5.00 2.50 3.64 0.10156 2.74 1.00000 4.00000 0.03 2.99 133.00 0.00 .03 2.00 2.43750 I t (%) POLIGON Y 1.39 5.14063 7.00000 5.00000 2.11 6.04 4.03 2.68750 12.04 4.93 2.50000 25.00000 3.00 1.88 3.81 3.00000 4.00 1.00 2.27734 I t (%) RALSTON Y 1.00000 3.50 21.93750 3.00 0.00 2.00 4.4.21875 5.82 1.00000 50.50 1 2 3 4 5 6 7 8 9 3.00000 0.80078 3.03 2.00000 7.71875 4.71875 3.27734 I t (%) RUNGE-KUTTA Y 1.00000 2.50 4.34766 3.12500 95.99 3.37500 2.71 46.10156 2.00 2.33 4.74 1.00000 3.50000 125.00 4.83 130.80078 3.71875 4.85547 4.00 0.25000 I t (%) HEUN Y 1.38 2.00 0.37500 17.00000 3. Perbandingan penyelesaian persamaan dengan berbagai metode EULER I X YE Y 0.11719 5.24 9.14063 7.21875 0.87500 5.

Cara program : .

selain itu dengan menggunakan program maka kesalahan yang ditimbulkan akan lebih bisa diminimalisir.´ .Sehingga dari 2 buah cara yang digunakan kesimpulannya adalah : ³Hasil perhitungannya menemukan hasil yang sama juga lebih akurat ketika menggunakan pemograman pascal. sebab caranya lebih mudah dan hasilnya lebih cepat didapatkan dan jelas lebih akurat.

BAB III SARAN Penggunaan menggukana program computer lebih akurat dan lebih mudah penggunaannya sehingga hasil yang didapat pun lebih valid dari pada pengerjaan secara manual. PENUTUP . Dan hasil yang didapat dari kedua cara pengerjaan itu pun sama sehingga tidak perlu khawatir dalam menggunakan program pascal dalam menghitung metode rungekutta orde 4 dan orde lainnya.

Desember 2010 Penyusun .Demikianlah yang dapat saya sampaikan dalam laporan tugas metode numerik ini mengenai metode Rung-kutta. Semarang. Dan apabila masih banyak kesalahan saya ucapkan banyak kata maaf serta terimakasih kepada pembaca atas waktunya membaca tulisan dari laporan saya ini dan bila masih banyak kesalahan saya haturkan banyak kata maaf.

. Irfan_Metode_numerik.1988.com.Persamaan Differensial Biasa dengan Penerapan Modern.Santoso.thesatya.pdf.Jakarta: Erlangga.DAFTAR PUSTAKA Ladas/finzio.Widiarti. www.com Google.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful