PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45/PMK.

05/2007 TENTANG PERJALANAN DINAS JABATAN DALAM NEGERI BAGI PEJABAT NEGARA, PEGAWAI NEGERI, DAN PEGAWAI TIDAK TETAP MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pembiayaan untuk perjalanan dinas harus sesuai dengan kebutuhan nyata, dan memenuhi kaidah-kaidah pengelolaan keuangan negara; b. bahwa Menteri Keuangan telah menetapkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 96/PMK.02/2006 tentang Standar Biaya Tahun Anggaran 2007; c. bahwa ketentuan yang menyangkut biaya perjalanan dinas jabatan sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 7/KMK.02/2003 tentang Perjalanan Dinas Dalam Negeri bagi Pejabat Negara, Pegawai Negeri, dan Pegawai Tidak Tetap, perlu ditinjau kembali dan disesuaikan dengan standar biaya tersebut pada huruf b; d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, b, dan c, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Perjalanan Dinas Jabatan Dalam Negeri bagi Pejabat Negara, Pegawai Negeri, dan Pegawai Tidak Tetap; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890); 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400); 5. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4214), sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 72 Tahun 2004 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4418); 6. Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005; MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PERJALANAN DINAS JABATAN DALAM NEGERI BAGI PEJABAT NEGARA, PEGAWAI NEGERI, DAN PEGAWAI TIDAK TETAP. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri Keuangan ini, yang dimaksud dengan :

atasan langsungnya sepanjang Pejabat yang Berwenang satu Tempat Kedudukan dengan atasan langsungnya. Perjalanan dinas dalam negeri yang selanjutnya disebut perjalanan dinas adalah perjalanan ke luar tempat kedudukan baik perseorangan maupun secara bersama yang jaraknya sekurangkurangnya 5 (lima) kilometer dari batas kota. 4. Pegawai Negeri. dan Pegawai Tidak Tetap untuk melaksanakan perjalanan dinas. yang dilakukan dalam wilayah Republik Indonesia untuk kepentingan Negara atas perintah Pejabat yang Berwenang. Pejabat yang Berwenang adalah Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran atau pejabat yang diberi wewenang oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran di lingkungan Kementerian Negara/Lembaga. Pejabat Negara. yang tidak berkedudukan sebagai pegawai negeri. 11. Lumpsum adalah uang yang dibayarkan sekaligus. dan Pegawai Tidak Tetap adalah Pejabat Negara. 6. Wilayah Jabatan adalah wilayah kerja dalam menjalankan tugas. Surat Perintah Perjalanan Dinas yang selanjutnya disebut SPPD adalah surat perintah kepada Pejabat Negara. b. Pasal 3 (1) Dalam penerbitan SPPD harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. dan Pegawai Tidak Tetap sebagaimana dimaksud dalam UndangUndang Nomor 43 Tahun 1999 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian. dan Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). 12. termasuk perjalanan dari tempat kedudukan ke tempat meninggalkan Indonesia untuk bertolak ke luar negeri dan dari tempat tiba di Indonesia dari luar negeri ke tempat yang dituju di dalam negeri. Tempat Tujuan adalah tempat/kota yang menjadi tujuan perjalanan dinas. 7. Biaya Riil adalah biaya yang dikeluarkan sesuai dengan bukti pengeluaran yang sah. Pegawai Negeri adalah Pegawai Negeri Sipil. dirinya sendiri atas nama atasan langsungnya dalam hal pejabat tersebut merupakan pejabat tertinggi pada Tempat Kedudukan pejabat yang bersangkutan setelah memperoleh persetujuan/perintah atasannya. Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). 14. (2) Dalam hal Pejabat yang Berwenang akan melakukan perjalanan dinas. Pegawai Negeri Sipil. Tempat Kedudukan adalah tempat/kota kantor/satuan kerja berada. Perhitungan Rampung adalah perhitungan biaya perjalanan yang dihitung sesuai kebutuhan riil berdasarkan ketentuan yang berlaku. dalam hal perjalanan dinas ke luar Wilayah Jabatannya. . 9. dan Pegawai Tidak Tetap yang akan melaksanakan perjalanan dinas harus terlebih dahulu mendapat persetujuan/perintah atasannya. Detasering adalah penugasan sementara waktu. 5. 2. Pejabat yang Berwenang hanya dapat memberikan perintah perjalanan dinas untuk perjalanan dinas dalam Wilayah Jabatannya. Pasal 2 Pejabat Negara. SPPD ditandatangani oleh : a. 13. 10. Pegawai Tidak Tetap adalah Pegawai yang diangkat untuk jangka waktu tertentu guna melaksanakan tugas pemerintahan dan pembangunan yang bersifat teknis profesional dan administrasi sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan organisasi dalam kerangka sistem kepegawaian. Tempat Bertolak adalah tempat/kota melanjutkan perjalanan dinas ke tempat tujuan. 8. 3. b. Pegawai Negeri Sipil. Pejabat yang Berwenang harus memperoleh persetujuan/perintah atasannya.1. Pegawai Negeri.

e. h. harus memperoleh pengobatan di luar Tempat Kedudukan berdasarkan surat keterangan dokter karena mendapat cedera pada waktu/karena melakukan tugas. ditugaskan untuk menempuh ujian dinas/ujian jabatan yang diadakan di luar Tempat Kedudukan. Menteri dan setingkat Menteri). g. b. dan transport lokal. biaya angkutan jenazah. Tingkat A untuk Pejabat Negara (Ketua/Wakil Ketua dan Anggota Lembaga Tinggi Negara. biaya transport pegawai. III. d. terdiri : a. f. Tingkat C untuk Pejabat Eselon II. terdiri: a. IV. ditugaskan mengikuti pendidikan dinas di luar Tempat Kedudukan. menjemput/mengantarkan ke tempat pemakaman jenazah pejabat negara/pegawai negeri yang meninggal dunia dari Tempat Kedudukan yang terakhir ke kota tempat pemakaman. biaya penginapan. (2) Dalam perjalanan dinas jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) termasuk pula perjalanan yang dilakukan dalam hal: a. . Tingkat B untuk Pejabat Negara Lainnya dan Pejabat Eselon I. e. BAB III BIAYA PERJALANAN DINAS JABATAN Pasal 5 (1) Biaya perjalanan dinas jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1). digolongkan dalam 6 (enam) tingkat. Tingkat D untuk Pejabat Eselon III/Gol. yaitu: a. b. (2) Khusus untuk keperluan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf g dan h. menjemput/mengantarkan ke tempat pemakaman jenazah pejabat negara/pegawai negeri yang meninggal dunia dalam melakukan perjalanan dinas. diharuskan menghadap Majelis Penguji Kesehatan Pegawai Negeri atau menghadap seorang dokter penguji kesehatan yang ditunjuk yang berada di luar Tempat Kedudukan. c. b. uang harian yang meliputi uang makan. c. Tingkat E untuk Pejabat Eselon IV/Gol. detasering di luar Tempat Kedudukan. biaya pemetian. Tingkat F untuk PNS Gol. untuk mendapatkan surat keterangan dokter tentang kesehatannya guna kepentingan jabatan.BAB II PERJALANAN DINAS JABATAN Pasal 4 (1) Perjalanan dinas jabatan merupakan perjalanan dinas dari Tempat Kedudukan ke tempat yang dituju dan kembali ke Tempat Kedudukan semula. II dan I. (3) Biaya perjalanan dinas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). selain biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) juga diberikan biaya menjemput/mengantar jenazah. untuk mendapatkan pengobatan di luar Tempat Kedudukan berdasarkan keputusan Majelis Penguji Kesehatan Pegawai Negeri. d. b. setelah berkoordinasi f. uang saku. c. (4) Penyetaraan tingkat biaya perjalanan dinas sebagaimana dimaksud pada ayat (3) di lingkungan Kementerian Pertahanan/TNI ditetapkan oleh Menteri Pertahanan dan di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia.

Perkiraan Biaya Penginapan Berdasarkan Tarif Rata-rata Hotel. sebagaimana tercantum pada Lampiran IV. Pasal 9 Uang harian dalam rangka perjalanan dinas jabatan dan biaya pemetian jenazah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) dan (2) dibayarkan secara lumpsum dan merupakan batas tertinggi. dan e. d. sebagaimana tercantum pada Lampiran III. termasuk yang berhubungan dengan pengruktian/pengurusan jenazah. biaya transport pegawai. untuk perjalanan dinas sebagaimana dimaksud pada Pasal 4 ayat (2) huruf d dan f. Pasal 6 (1) Biaya perjalanan dinas jabatan dibebankan pada anggaran kantor/satuan kerja yang mengeluarkan SPPD bersangkutan. Pasal 7 Pejabat Negara. 3. sebagaimana tercantum pada Lampiran II. Biaya Pemetian dan Angkutan Jenazah. dan Pegawai Tidak Tetap dilarang menerima biaya perjalanan dinas jabatan rangkap (dua kali atau lebih) untuk perjalanan dinas yang dilakukan dalam waktu yang sama. serta biaya pemetian dan angkutan jenazah untuk perjalanan dinas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf g dan h. c. uang harian. c. Fasilitas Transport. dan biaya penginapan sebanyak-banyaknya 4 (empat) orang. (2) Pejabat yang Berwenang memberi perintah perjalanan dinas agar memperhatikan ketersediaan dana yang diperlukan untuk melaksanakan perjalanan tersebut dalam anggaran kantor/satuan kerja berkenaan. sebagaimana tercantum pada Lampiran V. Pasal 8 Perjalanan dinas jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) diberikan biaya-biaya sebagai berikut: 1. 2. Pasal 10 Biaya transport pegawai dan biaya penginapan dalam rangka perjalanan dinas jabatan serta biaya angkutan jenazah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) dan (2) dibayarkan sesuai dengan Biaya Riil.dengan Menteri Keuangan. b. (5) Biaya perjalanan dinas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2) diberikan berdasarkan tingkat perjalanan dinas sebagaimana dimaksud pada ayat (3). biaya transport pegawai/keluarga. dengan pengaturan sebagai berikut: a. Fasilitas dan Kelas Penginapan. Uang Harian. Pegawai Negeri. e. dengan uang harian yang dapat diberikan setinggi-tingginya 30% (tiga puluh persen) dari Uang Harian bagi yang ditugaskan mengikuti pendidikan dinas di luar Tempat Kedudukan. b. Pasal 11 (1) Uang harian dan biaya penginapan perjalanan dinas jabatan diberikan: . Biaya transport pegawai. sebagaimana tercantum pada Lampiran I. dan biaya penginapan untuk perjalanan dinas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) dan ayat (2) huruf a. uang harian.

(3) Pegawai Tidak Tetap yang melakukan perjalanan dinas untuk kepentingan negara. Pasal 15 (1) Dalam hal jumlah hari perjalanan dinas jabatan ternyata melebihi jumlah hari yang ditetapkan dalam SPPD. pejabat yang berwenang dapat mempertimbangkan tambahan uang harian dan biaya penginapan sepanjang kelebihan tersebut bukan disebabkan kesalahan/kelalaian pejabat . maka selama waktu transportasi tersebut kepada Pejabat Negara/Pegawai hanya diberikan uang harian. diberikan biaya perjalanan dinas setinggi-tingginya sebesar 60% (enam puluh persen) dari uang harian sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Peraturan Menteri Keuangan ini. selama-lamanya 3 (tiga) hari di tempat pemakaman jenazah pejabat negara/pegawai yang meninggal dan dimakamkan tidak di tempat kedudukan almarhum/ almarhumah yang bersangkutan. selama-lamanya 90 (sembilan puluh) hari dalam hal pegawai melakukan tugas detasering. (3) Perjalanan dinas jabatan pulang dan pergi yang memakan waktu kurang dari 6 (enam) jam. (2) Dalam hal perjalanan dinas jabatan dilakukan secara bersama-sama untuk melaksanakan suatu kegiatan tertentu. untuk perjalanan dinas yang memerlukan waktu sekurang-kurangnya 6 (enam) jam. maka biaya perjalanan dinas dapat dibayarkan setelah perjalanan dinas selesai. sesuai dengan kelas kamar penginapan/hotel yang telah ditetapkan untuk masing-masing pejabat negara/ pegawai negeri. Pasal 14 (1) Biaya perjalanan dinas dibayarkan sebelum perjalanan dinas jabatan dilaksanakan. d. Pasal 13 (1) Selain Pejabat Negara. selama 2 (dua) hari untuk transit menunggu pengangkutan lanjutan dalam hal harus berpindah ke alat angkutan lain. Pegawai Negeri. penginapan/hotel untuk seluruh pejabat negara/ pegawai dapat menginap pada hotel/penginapan yang sama. sementara biaya perjalanan dinas belum dapat dibayarkan. selama-lamanya 7 (tujuh) hari setelah diterima keputusan tentang perubahan detasering menjadi penugaspindahan. dapat melakukan perjalanan dinas atas perintah Pejabat yang Berwenang. seperti dalam hal tenaga teknis tidak diperoleh di tempat bersangkutan. b. dan Pegawai Tidak Tetap. h. selama-lamanya 3 (tiga) hari di tempat penjemputan jenazah dan selama-lamanya 3 (tiga) hari di tempat pemakaman jenazah dalam hal jenazah tersebut tidak dimakamkan di tempat kedudukan almarhum/almarhumah yang bersangkutan untuk pejabat negara/pegawai yang meninggal saat melaksanakan perjalanan dinas. menurut banyak hari yang digunakan untuk melaksanakan perjalanan dinas. e. g.a. (2) Dalam hal perjalanan dinas jabatan harus segera dilaksanakan. c. (2) Pegawai Negeri Golongan I dapat melakukan perjalanan dinas dalam hal mendesak/khusus. digolongkan dalam tingkat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (3) di atas oleh Pejabat yang Berwenang sesuai dengan tingkat pendidikan/tugas yang bersangkutan. selama-lamanya 10 (sepuluh) hari di tempat yang bersangkutan jatuh sakit/berobat dalam hal pegawai yang sedang melakukan perjalanan dinas jatuh sakit. selama-lamanya 3 (tiga) hari di Tempat Bertolak ke/datang dari luar negeri. Pasal 12 Dalam hal perjalanan dinas jabatan menggunakan kapal laut/sungai untuk waktu sekurang-kurangnya 24 jam (dua puluh empat) jam. i. dan biaya perjalanan dinasnya digolongkan dalam tingkat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (3) menurut tingkat pendidikan/kepatutan/tugas yang bersangkutan. f.

(2) Pejabat yang Berwenang hanya dapat menerbitkan SPPD untuk perjalanan dinas yang biayanya dibebankan pada anggaran yang tersedia pada kantor/satuan kerja berkenaan. e. (2) Pejabat yang Berwenang wajib membatasi pelaksanaan perjalanan dinas untuk hal-hal yang mempunyai prioritas tinggi dan penting serta mengadakan penghematan dengan mengurangi . (4) Dalam hal jumlah hari perjalanan dinas ternyata kurang dari jumlah hari yang ditetapkan dalam SPPD.negara/pegawai negeri bersangkutan. (3) Dalam hal jumlah hari menunggu sambungan dengan alat angkutan lain ternyata lebih dari 2 (dua) hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1) huruf c. h dan i. dilakukan dengan mempedomani ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (5). (3) Dalam hal SPPD ditandatangani oleh atasan langsung pejabat yang berwenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) huruf b. maka Pejabat yang Berwenang dapat mempertimbangkan pemberian tambahan uang harian dan biaya penginapan sepanjang kelebihan tersebut bukan disebabkan kesalahan/ kelalaian pejabat negara/ pegawai negeri bersangkutan. BAB IV PELAKSANAAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN PERJALANAN DINAS JABATAN Pasal 16 (1) Perjalanan dinas dilakukan berdasarkan SPPD yang diterbitkan oleh Pejabat yang Berwenang menurut contoh sebagaimana tercantum pada Lampiran VI Peraturan Menteri Keuangan ini. Pasal 18 Pejabat/Pegawai yang melakukan pertanggungjawaban biaya. (4) Pejabat yang Berwenang dalam menerbitkan SPPD sekaligus menetapkan tingkat golongan perjalanan dinas dan alat transport yang digunakan untuk melaksanakan perjalanan yang bersangkutan dengan memperhatikan kepentingan serta tujuan perjalanan dinas tersebut. (2) Tambahan uang harian dan biaya penginapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (5) Ketentuan penyetoran kembali kelebihan uang harian dan biaya penginapan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) di atas tidak berlaku untuk hal-hal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1) huruf g. maka pejabat negara/pegawai negeri yang bersangkutan wajib menyetorkan kembali kelebihan uang harian dan biaya penginapan yang telah diterimanya. Pasal 17 (1) Perkiraan besarnya jumlah biaya perjalanan dinas dituangkan dalam rincian biaya perjalanan dinas sebagaimana tercantum pada Lampiran VII Peraturan Menteri Keuangan ini. (2) Penyusunan rincian perjalanan dinas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). g. perjalanan dinas wajib menyampaikan dokumen Pasal 19 Dokumen pertanggungjawaban biaya sebagaimana dimaksud pada Pasal 18 terdiri dari SPPD beserta bukti pengeluaran untuk biaya transport dan biaya penginapan. maka pembiayaan perjalanan dinas dapat dibebankan pada kantor/satuan kerja Pejabat yang Berwenang tersebut. f. Pasal 20 (1) Pejabat yang Berwenang bertanggungjawab atas ketertiban pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan ini dalam lingkungan Kementerian/Lembaga masing-masing. tidak dapat dipertimbangkan untuk hal-hal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1) huruf d.

hukuman administratif dan tindakan-tindakan lainnya menurut ketentuan yang berlaku. dan Pegawai Tidak Tetap yang melaksanakan perjalanan dinas pindah dari Tempat Kedudukan yang lama ke Tempat Kedudukan yang baru. ttd. . b. Pegawai Negeri. (2) Pengaturan lebih lanjut yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan ini ditetapkan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan. kelalaian atau kealpaan yang bersangkutan dalam hubungannya dengan perjalanan dinas dimaksud. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 7/KMK. (3) Pejabat yang Berwenang dan Pejabat/Pegawai yang melakukan perjalanan dinas bertanggung jawab sepenuhnya atas kerugian yang diderita oleh negara sebagai akibat dari kesalahan. Pegawai Negeri. BAB VI PENUTUP Pasal 24 Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 25 April 2007 Menteri Keuangan. BAB V LAIN-LAIN Pasal 21 (1) Ketentuan-ketentuan lainnya bagi Pejabat Negara. yang diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan tersendiri. dan lamanya perjalanan. memerintahkan pengumuman Peraturan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.frekuensi. Pasal 22 (1) Ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan ini berlaku untuk perjalanan dinas dalam negeri yang dibiayai dari APBN yang belum diatur dengan ketentuan yang lebih tinggi dari Peraturan Menteri Keuangan ini. dinyatakan tidak berlaku. Pasal 23 Pada saat Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku. jumlah orang. dan kealpaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat dikenakan tindakan berupa: a. Agar setiap orang mengetahuinya. tuntutan ganti rugi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. kelalaian. diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan tersendiri. (4) Terhadap kesalahan.02/2003 sepanjang menyangkut perjalanan dinas jabatan bagi Pejabat Negara. (2) Ketentuan-ketentuan bagi Pegawai Negeri yang karena jabatannya harus melakukan perjalanan dinas tetap dalam Wilayah Jabatannya diberikan tunjangan perjalanan dinas tetap. dan Pegawai Tidak tetap.

b. bahwa pengaturan lebih lanjut yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 45/PMK. .05/2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 45/PMK. dan Pegawai Tidak Tetap.05/2007 tentang Perjalanan Dinas Jabatan Dalam Negeri Bagi Pejabat Negara.Sri Mulyani Indrawati PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 62/PMK. PEGAWAI NEGERI. belum ditetapkan. bahwa untuk memberikan kepastian hukum agar perjalanan dinas jabatan dalam negeri tersebut tetap dapat dilaksanakan.05/2007 TENTANG PERJALANAN DINAS JABATAN DALAM NEGERI BAGI PEJABAT NEGARA. DAN PEGAWAI TIDAK TETAP MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA.05/2007 dimaksud. Pegawai Negeri. Menimbang : a. dipandang perlu untuk meninjau kembali ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 45/PMK.

dan Pegawai Tidak Tetap dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan ini.02/2003 tentang Perjalanan Dinas Dalam Negeri Bagi Pejabat Negara. (2) Pengaturan lebih lanjut yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan ini ditetapkan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan. dapat dilaksanakan dengan berpedoman pada Keputusan Menteri Keuangan Nomor 7/KMK. Pegawai Negeri. Ketentuan Pasal 23 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut : Pasal 23 Dalam hal pengaturan sebagaimana dimaksud pada Pasal 22 ayat (2) telah ditetapkan.05/2007 TENTANG PERJALANAN DINAS JABATAN DALAM NEGERI BAGI PEJABAT NEGARA. dan Pegawai Tidak Tetap. dan untuk selanjutnya perjalanan dinas jabatan dalam negeri bagi Pejabat Negara. Pegawai Negeri. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b.05/2007 tentang Perjalanan Dinas Jabatan Dalam Negeri Bagi Pejabat Negara. dan Pegawai Tidak Tetap yang ada sebelum ditetapkannya Peraturan Menteri Keuangan ini dinyatakan tidak berlaku lagi. Pegawai Negeri. Mengingat : 1. perjalanan dinas dalam negeri bagi Pejabat Negara. Pegawai Negeri Sipil. . DAN PEGAWAI TIDAK TETAP. Pasal I Beberapa ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 45/PMK.c.05/2007 tentang Perjalanan Dinas Jabatan Dalam Negeri bagi Pejabat Negara. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 45/PMK. Pegawai Negeri. Pegawai Negeri. 2. diubah sebagai berikut : 1. (3) Selama pengaturan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) belum ditetapkan. dan Pegawai Tidak Tetap. Pasal II Peraturan Menteri Keuangan ini mulai belaku pada tanggal ditetapkan dan mempunyai daya laku surut sejak tanggal 25 April 2007. Dan Pegawai Tidak Tetap.05/2007 tentang Perjalanan Dinas Jabatan Dalam Negeri Bagi Pejabat Negara. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 45/PMK. 2. perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 45/PMK. dan Pegawai Tidak Tetap. PEGAWAI NEGERI. semua ketentuan yang menyangkut perjalanan dinas jabatan dalam negeri bagi Pejabat Negara. Pegawai Negeri. Ketentuan Pasal 22 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut : Pasal 22 (1) Ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan ini berlaku untuk perjalanan dinas dalam negeri yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang belum diatur dengan ketentuan yang lebih tinggi dari Peraturan Menteri Keuangan ini. Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005. Dan Pegawai Tidak Tetap.

perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Keuangan .05/2007 TENTANG PERJALANAN DINAS JABATAN DALAM NEGERI BAGI PEJABAT NEGARA. Menimbang : a. bahwa dengan ditetapkannya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 81/PMK. memerintahkan pengumuman Peraturan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.Agar setiap orang mengetahuinya.05/2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 45/PMK. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 18 Juni 2007 MENTERI KEUANGAN.05/2007. Pegawai Negeri. b. SRI MULYANI INDRAWATI PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 07/PMK. ttd.05/2007 tentang Perjalanan Dinas Jabatan Dalam Negeri bagi Pejabat Negara. dan Pegawai tidak tetap sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK. DAN PEGAWAI TIDAK TETAP MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA. dipandang perlu menyesuaikan pengaturan tarif/biaya penginapan dan uang representatif serta fasilitas angkutan dalam kota/sewa kendaraan bagi Pejabat Negara dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 45/PMK. PEGAWAI NEGERI. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a.02/2007 tentang Standar Biaya Tahun Anggaran 2008.

Tingkat A untuk Pejabat Negara (Ketua/Wakil Ketua dan Anggota Lembaga Tinggi Negara.05/2007 tentang Perjalanan Dinas Jabatan Dalam Negeri bagi Pejabat Negara. 3. Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005. Pegawai Negeri. Tingkat C untuk Pejabat Eselon II. c. yaitu : a.Nomor 45/PMK.05/2007 tentang Perjalanan Dinas Jabatan Dalam Negeri bagi Pejabat Negara. PEGAWAI NEGERI. d. Menteri dan setingkat Menteri).05/2007. Ketentuan Pasal 5 ayat (1) dan ayat (5) diubah.05/2007 tentang Perjalanan Dinas Jabatan Dalam Negeri bagi Pejabat Negara. DAN PEGAWAI TIDAK TETAP Pasal I Beberapa ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 45/PMK. (2) Khusus untuk keperluan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf g dan h. sewa kendaraan dalam kota. dan Pegawai Tidak Tetap sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK.05/2007 TENTANG PERJALANAN DINAS JABATAN DALAM NEGERI BAGI PEJABAT NEGARA. (3) Biaya perjalanan dinas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). c. biaya penginapan. b. b.05/2007. terdiri dari uang makan. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 45/PMK. b. biaya pemetian. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 45/PMK. digolongkan dalam 6 (enam) tingkat. . Mengingat : 1. Tingkat B untuk Pejabat Negara Lainnya dan Pejabat Eselon I. diubah sebagai berikut : 1.02/2007 Standar Biaya Tahun Anggaran 2008. sehingga Pasal 5 berbunyi sebagai berikut : Pasal 5 (1) Biaya perjalanan dinas jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1). Pegawai Negeri. e. terdiri : a. dan Pegawai Tidak Tetap. uang harian. dan Pegawai Tidak Tetap sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK. terdiri : a. uang saku. uang representatif. Tingkat D untuk Pejabat Eselon III/Golongan IV. biaya angkutan jenazah. dan transport lokal. biaya transport pegawai. 2. selain biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) juga diberikan biaya menjemput/mengantar jenazah. d. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 81/PMK. Pegawai Negeri.

b.e. biaya transport pegawai/keluarga. 2. dan sewa kendaraan dalam kota untuk perjalanan dinas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) dan ayat (2) huruf a. c. d. biaya transport pegawai. uang harian. termasuk yang berhubungan dengan pengruktian/pengurusan jenazah. uang harian. (4) Penyertaan tingkat biaya perjalanan dinas sebagaimana dimaksud pada ayat (3) di lingkungan Kementerian Pertahanan/TNI ditetapkan oleh Menteri Pertahanan dan di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia. dan e. setelah berkoordinasi dengan Menteri Keuangan. biaya transport pegawai. uang representatif. 3. dan biaya penginapan sebanyakbanyaknya 4 (empat) orang. f. sebagaimana tercantum pada Lampiran V. e. sehingga Pasal 10 berbunyi sebagai berikut : Pasal 10 . dengan uang harian yang dapat diberikan setinggi-tingginya 30% (tiga puluh persen) dari uang harian bagi yang ditugaskan mengikuti pendidikan dinas di luar Tempat Kedudukan. 3. Ketentuan Pasal 8 diubah sehingga Pasal 8 berbunyi sebagai berikut : Pasal 8 Perjalanan dinas jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) diberikan biaya-biaya sebagai berikut : 1. Fasilitas dan Kelas Penginapan. (5) Biaya perjalanan dinas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diberikan berdasarkan tingkat perjalanan dinas sebagaimana dimaksud pada ayat (3). Uang Harian. sebagaimana tercantum pada Lampiran I. Biaya Pemetian dan Angkutan Jenazah. sebagaimana tercantum pada Lampiran II. Ketentuan Pasal 10 diubah. Uang Representatif dan Sewa Kendaraan Dalam Kota sebagaimana tercantum pada Lampiran VII. c. 4. Tingkat E untuk Pejabat Eselon IV/Golongan III. dengan pengaturan sebagai berikut : a. 2. sebagaimana tercantum pada Lampiran III. Perkiraan Biaya Penginapan Berdasarkan Tarif Rata-Rata Hotel. serta biaya pemetian dan angkutan jenazah untuk perjalanan dinas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf g dan h. Tingkat F untuk PNS Golongan II dan Golongan I. b. Fasilitas Transport. biaya penginapan. Ketentuan Pasal 9 diubah sehingga Pasal 9 berbunyi sebagai berikut : Pasal 9 Uang harian dan uang representatif dalam rangka perjalanan dinas jabatan serta biaya pemetian jenazah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) dan ayat (2) dibayarkan secara lumpsum dan merupakan batas tertinggi. untuk perjalanan dinas sebagaimana dimaksud pada Pasal 4 ayat (2) huruf d dan f. f. sebagaimana tercantum pada Lampiran IV.

dan sewa kendaraan dalam kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1). e. (2) Dalam hal perjalanan dinas jabatan dilakukan secara bersama-sama untuk melaksanakan suatu kegiatan tertentu. 5. dan i. diberikan biaya perjalanan dinas setinggi-tingginya 60% (enam puluh persen) dari uang harian sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Peraturan Menteri Keuangan ini. c. uang representatif. dan sewa kendaraan dalam kota dalam rangka perjalanan dinas jabatan serta biaya angkutan jenazah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) dan ayat (2) dibayarkan sesuai dengan Biaya Riil. biaya penginapan. f. i. (3) Perjalanan dinas jabatan pulang dan pergi yang memakan waktu kurang dari 6 (enam) jam. penginapan/hotel untuk seluruh pejabat negara/pegawai dapat menginap pada hotel/penginapan yang sama. selama-lamanya 90 (sembilan puluh) hari dalam hal pegawai melakukan tugas detasering. maka pejabat negara/pegawai negeri yang bersangkutan wajib menyetorkan . dan sewa kendaraan dalam kota perjalanan dinas jabatan diberikan : a. selama-lamanya 3 (tiga) hari di tempat penjemputan jenazah dan selama-lamanya 3 (tiga) hari di tempat pemakaman jenazah dalam hal jenazah tersebut tidak dimakamkan di tempat kedudukan almarhum/almarhumah yang bersangkutan untuk pejabat negara/pegawai yang meninggal saat melaksanakan perjalanan dinas. (2) Tambahan uang harian. uang representatif. g. selama-lamanya 7 (tujuh) hari setelah diterima keputusan tentang perubahan detasering menjadi penugaspindahan. biaya penginapan. selama-lamanya 10 (sepuluh) hari di tempat yang bersangkutan jatuh sakit/berobat dalam hal pegawai yang sedang melakukan perjalanan dinas jatuh sakit. g. biaya penginapan. e. b. dan sewa kendaraan dalam kota sepanjang kelebihan tersebut bukan disebabkan kesalahan/kelalaian pejabat negara/pegawai negeri bersangkutan. h. uang representatif. 6. dan sewa kendaraan dalam kota sepanjang kelebihan tersebut bukan disebabkan kesalahan/kelalaian pejabat negara/pegawai negeri bersangkutan. d. selama-lamanya 3 (tiga) hari di tempat bertolak ke/datang dari luar negeri. tidak dapat dipertimbangkan untuk hal-hal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1) huruf d. maka Pejabat yang Berwenang dapat mempertimbangkan pemberian tambahan uang harian. menurut banyak hari yang digunakan untuk melaksanakan perjalanan dinas. biaya penginapan. selama-lamanya 3 (tiga) hari di tempat pemakaman jenazah pejabat negara/pegawai yang meninggal dan dimakamkan tidak di tempat kedudukan almarhum/almarhumah yang bersangkutan. f. (4) Dalam hal jumlah hari perjalanan dinas ternyata kurang dari jumlah hari yang ditetapkan dalam SPPD. h. biaya penginapan. selama 2 (dua) hari untuk transit menunggu pengangkutan lanjutan dalam hal harus berpindah ke alat angkutan lain. Ketentuan Pasal 15 diubah sehinggal Pasal 15 berbunyi sebagai berikut : Pasal 15 (1) Dalam hal jumlah hari perjalanan dinas jabatan ternyata melebihi jumlah hari yang ditetapkan dalam SPPD. (3) Dalam hal jumlah hari menunggu sambungan dengan alat angkutan lain ternyata lebih dari 2 (dua) hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1) huruf c. untuk perjalanan dinas yang memerlukan waktu sekurang-kurangnya 6 (enam) jam.Biaya transport pegawai. sesuai dengan kelas kamar penginapan/hotel yang telah ditetapkan untuk masing-masing pejabat negara/pegawai negeri. uang representatif. Ketentuan Pasal 11 diubah sehingga Pasal 11 berbunyi sebagai berikut : Pasal 11 (1) Uang harian. pejabat yang berwenang dapat mempertimbangkan tambahan uang harian.

Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 30 Januari 2008 MENTERI KEUANGAN ttd.kembali kelebihan uang harian. uang representatif. biaya penginapan. maka pembiayaan perjalanan dinas dapat dibebankan pada kantor/satuan kerja Pejabat yang Berwenang tersebut. (4) Pejabat yang Berwenang dalam menerbitkan SPPD sekaligus menetapkan tingkat golongan perjalanan dinas dan alat transport yang digunakan untuk melaksanakan perjalanan yang bersangkutan dengan memperhatikan kepentingan serta tujuan perjalanan dinas tersebut. biaya penginapan. (2) Pejabat yang Berwenang hanya dapat menerbitkan SPPD untuk perjalanan dinas yang biayanya dibebankan pada anggaran yang tersedia pada kantor/satuan kerja berkenaan. (5) Ketentuan penyetoran kembali kelebihan uang harian. dan sewa kendaraan dalam kota uang telah diterimanya. uang representatif. 7. dan sewa kendaraan dalam kota sebagaimana dimaksud pada ayat (4) di atas tidak berlaku untuk halhal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1) huruf g. SRI MULYANI INDRAWATI . Ketentuan Pasal 16 diubah sehingga Pasal 16 berbunyi sebagai berikut: Pasal 16 (1) Perjalanan dinas dilakukan SPPD yang diterbitkan oleh Pejabat yang Berwenang menurut contoh sebagaimana tercantum pada Lampiran VI Peraturan Menteri Keuangan ini. Pasal II Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan mempunyai daya laku surut sejak tanggal 1 Januri 2008. (3) Dalam hal SPPD ditandatangani oleh atasan langsung pejabat yang berwenang sebagaimana dimaksud pada Pasal 3 ayat (2) huruf a. memerintahkan pengumuman Peraturan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Agar setiap orang mengetahuinya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful