SISMIOP

Resume UAS Semester 5 Penilai PBB
Nan

Resume SISMIOP UAS Semester 5

Pendataan dan Penilaian PBB
A. Penelitian Pendahuluan Kegiatan ini dimaksudkan unutk menentukan data dan informasi yang diperlukan, baik dalam rangka penyusunan rencana kerja maupun untuk menentukan sasaran dan daerah/wilayah mana yang akan diadakan kegiatan pendataan dengan memperhatikan pajak dan perkembangan wilayah. Data dan informasi yang disimpulkan antara lain: 1. Luas wilayah 2. Perkiraan luas tanah yang dapat dikenakan PBB 3. Luas tanah dan bangunan yang sudah dikenakan PBB 4. Jumlah penduduk 5. Jumlah WP dan OP yang sudah terdaftar 6. Jumlah pokok ketetapan pajak tehun sebelumnya 7. Perkiraan harga jual tanah tertinggi dan terendah per m2 di satu desa/kelurahan 8. Peta dan pembukuan PBB

Page 2 of 23

Alternatif kegiatan 3. Jadwal pelaksanaan pekerjaan 4. Pendataan dengan penyampaian dan pemantauan pengembailan SPOP Sket/peta desa/kelurahan dari instansi yang berkompeten dalam bidang pembuatan peta atau sket kasar yang dibuat oleh petugas pendata 2. Organisasi dan jumlah pelaksana 5. RK harus mampu menampung perubahan pelaksanaan di lapangan tanpa harus merubah rk 2. Fleksibilitas. stiker NOP. hal-hal yang ditentukan dalam RK harus dipenuhi secara konsisten seperti: standar prestasi. waktu yang diperlukan. sebagai hasil dari kegiatan pendataan 3 (tiga) tahun terakhir 4. Sarana dan volume pekerjaan 2. perlengkapan pekerjaan lapangan & administrasi/penggambaran. jumlah personel. C. Formulir SPOP dan formulir teknis lainnya. Pengadaan Sket Peta dan sarana penunjang 1. Pendataan dengan identifikasi objek pajak Peta garis/peta foto dari desa/kelurahan dari instansi yang berkompeten dalam bidang pembuatan peta 3. Jumlah biaya yang diperlukan 6. Alat tulis kantor. biaya. almari penimpanan sket/peta dan SPOP/LSPOP. Penyusunan Rencana Kerja Materi yang dituangkan dalam RK 1. Hasil akhir Hal yang perlu diperhatikan 1. Konsisten.Resume SISMIOP UAS Semester 5 B. Pendataan dengan pengukuran bidang objek pajak Pengadaan peta dari instansi yang berkompeten dalam pembuatan peta atau membuat sendiri dengan peralatan yang ada Sarana pendukung lainnya untuk melaksanakan pembentukan basis data antara lain berupa: Perangkat komputer. Pendataan dengan verifikasi objek pajak Mengadakan peta desa/kelurahan dan peta rincik yang sudah ada pada KPPBB. dll. Page 3 of 23 .

Penyuluhan kepada masyarakat dan instansi lainnya mengenai maksud dan tujuan diadakannya kegiatan pembentukan basis data SISMIOP 2. dan disusun secara spiral sesuai dengan arah jarum jam. Koordinasi dan penyuluhan Koordinasi dengan pemerintah daerah da instansi lainnya (misalnya Bappeda. dan lain-lain yang diperlukan) dimaksud untuk menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan pembentukan basis data SISMIOP antara lain: 1. Page 4 of 23 . Dalam hal terjadi perubahan detail di lapangan terutama detail di lapangan yang dijadikan batas blok. 5. real estate indonesia. departemen PU. Pembuatan Kosep peta desa/kelurahan 1. Penentuan batas blok Penentuan batas blok sesuai dengan kaidah peta blok yaitu memperhatikan karakteristik fisik yang tidak berubah menurutdalam kurun waktu yang lama. kantor pertanahan. 4. Meningkatkan peran aktif Tim Intensifikasi Pajak Bumi dan Bangunan Daerah Propinsi/Kabupaten/Kota yang bersangkutan. E. Batas-batas lok yang telah ditentukan tersebut digambarkan pada konsep sket/peta kerja. antar wilayah yang berbatasan mulai dari tingkat desa/kelurahan sampai dengan tingkat propinsi. Pembagian tugas dan tanggung jawab pelaksanaan pendataan. Mengadakan keseimbangan penggolongan Nilai Jual Objek Pajak yang akan dijadikan sebagai dasar pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan. Orientasi lapangan Kegiatan ini betujuan untuk mencocokan keadaan yang tergambar pada konsep sket/peta desa/kelurahan dengan keadaan yang sebenarnya di lapangan. 3. maka perubahan tersebut digambarkan pada konsep sket/peta desa/kelurahan 2. Pelatihan petugas lapangan/perangkat desa.Resume SISMIOP UAS Semester 5 D. dengan menggunakan legenda yang telah ditentukan dan berbeda dengan legenda yang digunakan sebagai batas ZNT 3. Pemberian nomor blok Nomor blok terdiri dari 3 (tiga) adigit dimulai dari kiri atas (barat laut) peta dengan menggunakan angka arab.

Terhadap objek pajak yang tidak dapat diidentifikasikan batasnya. pengisian SPOP menggunakan SPOP perorangan dan dilakukan penilaian individual. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah : a. Pemberian NOP pada objek pajak dilakukan tanpa penempelan stiker NOP. petugas lapangan mengadakan identifikasi batas-batas objek pajak. Petugas lapangan mengumpulkan SPOP dari subjek pajak atau kuasanya melalui para ketua RT/RW yang bersangkutan. Apabila di dalam blok terdapat objek pajak yang bernilai tinggi/mempunyai karakteristik objek khusus. disesuaikan dengan keadaan lapangan dan diisikan ke dalam SPOP Kolektif sesuai urutan NOP. Bersama-sama dengan aparat desa/kelurahan setempat membuat sket letak relatif bidang objek pajak.Resume SISMIOP UAS Semester 5 F. e. Bersama-sama dengan aparat desa/kelurahan mengidentifikasikan batas RT/RW atau yang setingkat dengan itu. petugas lapangan melakukan pengukuran sisi objek pajak. Pengumpulan Data Objek Pajak dan Subjek Pajak dan Pemberian NOP 1. dilakukan Penilaian Individual. Dengan menggunakan konsep peta blok. Data objek dan subjek pajak yang telah disusun. Pendataan dengan penyampaian dan pemantauan pengembalian SPOP Kolektif Pada dasarnya sama seperti pendataan dengan penyebaran SPOP Perorangan. Bila dalam suatu blok terdapat objek pajak yang bernilai tinggi/mempunyai karakteristik objek khusus. 3. Memberikan NOP pada setiap bidang objek pajak c. dan selanjutnya menyampaikan SPOP dan stiker NOP kepada para ketua RT/RW untuk disampaikan kepada subjek pajak. b. Selanjutnya petugas lapangan mengisikan data objek dan subjek pajak pada SPOP. Pada konsep sket/peta blok diberi tanda apakah SPOP sudah atau belum dikembalikan. Pendataan dengan penyampaian dan pemantauan pengembalian SPOP Perorangan a. b. Setelah selesai mengidentifikasikan bidang objek pajak. Data rinci setiap bangunan dimasukkan ke dalam LSPOP kolektif sesuai urutan NOP. Pendataan dengan Identifikasi Objek Pajak a. langsung diberi NOP atas bidang objek pajak tersebut dan ditempel stiker NOP. Page 5 of 23 . c. 2. d.

penempelan stiker NOP untuk objek pajak yang ada bangunannya sekaligus meneliti apakah ada perubahan data. pada masing-masing bidang objek pajaknya diberi nama subjek pajak sesuai yang terdapat dalam buku rincik. 5. b. Petugas lapangan mengumpulkan SPOP yang telah dikonfirmasikan kepada subjek pajak yang bersangkutan atau kuasanya. Setelah SPOP diisi. petugas lapangan mengadakan pengukuran batas-batas objek pajak. Mengumpulkan SPOP yang telah dikonfirmasikan kepada subjek pajak yang bersangkutan atau kuasanya. Peta Blok yang telah diisi dengan batas-batas bidang objek pajak hasil plotting/foto copy dari peta rincik. e. Dalam hal tidak terjadi perubahan data. langsung diberi NOP atas bidang objek pajak tersebut dan ditempel stiker NOP c. Setelah SPOP diisi. b. Dengan menggunakan konsep sket/peta blok. d. c. d. e. maka petugas lapangan mengkonfirmasikan kepada subjek pajak yang bersangkutan atau kuasanya. Page 6 of 23 . petugas lapangan mengumpulkan SPOP yang telah dikonfirmasikan kepada subjek pajak yang bersangkutan atau kuasanya. Pendataan dengan Pengukuran Data Objek Pajak a. maka petugas melakukan kegiatan mulai dari identifikasi dan pengukuran objek pajak sampai dengan mengisi SPOP sesuai dengan data yang sebenarnya dan mengkonfirmasikan kepada subjek pajak yang bersangkutan atau kuasanya. Pendataan dengan Verifikasi Data Objek Pajak’ a. Setelah selesai mengukur satu bidang objek pajak. petugas lapangan mengisikan data objek dan subjek pajak pada SPOP. c. maka petugas lapangan mengisi SPOP dengan menyalin data yang sudah ada pada Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan serta mengkonfirmasikan kepada subjek pajak yang bersangkutan atau kuasanya. maka petugas lapangan mengkonfirmasikan kepada subjek pajak yang bersangkutan atau kuasanya. 4. Dalam hal terjadi perubahan data.Resume SISMIOP UAS Semester 5 b.

Buku Klasifikasi Nilai Jual Objek Pajak (Keputusan Kakanwil DJP) tahun terakhir. Bahan-bahan yang Diperlukan : Peta kelurahan/desa yang telah ada batas batas-batas bloknya. Tahapan Pekerjaan Pembuatan Sket/Peta ZNT 1. B. Batasan-batasan dalam Pembuatan Sket/peta ZNT : batasan ZNT dibuat per kelurahan/desa. Menyiapkan peta yang diperlukan : Page 7 of 23 . Alat-alat tulis termasuk pensil pewarna. File data tahun terakhir serta DHKP. alat C. Garis batas setiap ZNT diberi warna yang berbeda sehingga jelas batas antar ZNT. Tahap Persiapan a.Resume SISMIOP UAS Semester 5 PEMBUATAN KONSEP SKET/PETA ZNT DAN PENENTUAN NIR A. Pengisian NIR tanah ditulis dalam ribuan rupiah.

brosur. dll c. Page 8 of 23 . notaris.  merepresentasikan kondisi wilayah yang dianalisis. dengan cara membagi harga sewa dengan tingkat kapitalisasi tertentu. Menyiapkan data-data yang berhubungan dengan teknik penentuan nilai tanah:  Data Jenis Penggunaan Tanah dari BAPPEDA  Data potensi pengembangan wilayah berdasarkan Rencana Kota (berdasarkan RUTRK dan RDTRK) d. Semua data yang diperoleh direkap dalam suatu formulir b. Menyiapkan data-data yang diperlukan :  Laporan Notaris/PPAT  Data NIR dan ZNT lama  SK Kakanwil tentang Klasifikasi dan Penggolongan NJOP Bumi.Resume SISMIOP UAS Semester 5  Peta Wilayah  Peta Desa/Kelurahan  Peta Zona Nilai Tanah  Peta Blok. Lokasi data Harga jual  diutamakan dalam wilayah desa/kelurahan yang dianalisis. Jumlah dan sebaran data harga jual  diupayakan tersebar merata. 2. d. direktori. termasuk yang berada di wilayah kerja KPP Pratama yang lain 3. Terhadap data-data tersebut dilakukan penyesuaian terhadap faktor jenis data dan waktu.  dapat menggunakan data harga jual dari wilayah desa/kelurahan lain yang berbatasan. Pembuatan rencana pelaksanaan meliputi personil. Data harga jual  harga transaksi (diupayakan maksimal 3 tahun)  harga penawaran (diupayakan maksimal 1 tahun)  harga sewa. pameran dan sebagainya. penawaran penjualan properti melalui majalah. lurah/kepala desa. Pengumpulan Data Harga Jual a. c. biaya serta jadwal kegiatan. Rekapitulasi Data Dan Plotting Data Harga Jual pada Peta Kerja ZNT a. agen properti. b. b. Sumber data  PPAT.

b. dengan tetap memperhatikan kemungkinan perubahan batas imajiner berdasarkan dinamika nilai pasar tanah yang ada. c. Penggunaan Objek Acuan : Apabila data harga jual kurang dari 3 (Tiga) Kriteria : Menggambarkan jenis penggunaan yang dominan pada zona yang akan dinilai Sebarannya cukup merata pada zona yang akan dinilai Page 9 of 23 .6/1999 tentang Petunjuk Teknis Analisis Penentuan NIR 4. Pengelompokan (clustering) bidang tanah dalam satu ZNT dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :  Nilai Pasar Tanah yang hampir sama  Mempunyai potensi nilai yang mirip  Memperoleh akses fasilitas sosial dan fasilitas umum yang sama.  Untuk menghindari adanya perbedaan prosentase penyesuaian yang terlalu mencolok diharapkan tiap kantor wilayah melaksanakan SE55/PJ. Mempertimbangkan sebaran data harga jual yang telah dianalisis dan diplot pada peta kerja ZNT. Tanah dan Bangunan  Nilai bangunan ditentukan berdasarkan DBKB setempat  Nilai Pasar – Nilai Bangunan = Nilai Pasar Tanah  Nilai Pasar Tanah dibagi luas tanah dalam satuan m2 5. Mengacu pada peta ZNT lama bagi wilayah yang telah ada peta ZNT-nya. Menentukan Nilai Pasar Tanah/m2 a. Berfungsi sebagai acuan dalam melakukan penilaian. Tanah Kosong  Nilai Pasar dibagi luas tanah dalam satuan m2 b. Pembuatan Peta Imaginer ZNT a.  Aksesibilitas yang tidak jauh berbeda 6.Resume SISMIOP UAS Semester 5  Penyesuaian terhadap jenis data dilakukan lebih dulu kemudian penyesuaian waktu. Objek Acuan Yaitu : Suatu objek yang mewakili sejumlah objek yang sejenis. Nilainya telah diketahui.

mengacu pada NIR dari ZNT lain yang terdekat dengan melakukan penyesuaian faktor lokasi. 2. Analisis Penentuan Nilai Indikasi Rata-rata (NIR) dari ZNT Lain. merata-rata data harga jual tersebut dengan menggunakan Formulir 3. Analisis Data Penentuan NIR 1. Untuk ZNT yang memiliki data harga jual 3 (tiga) atau lebih penentuan NIR dilakukan dengan cara merata-rata data harga jual tersebut dengan menggunakan Formulir 3. sebagaimana Formulir 3a.Resume SISMIOP UAS Semester 5 D. Untuk ZNT yang tidak memiliki data harga jual. Untuk ZNT yang hanya memiliki data harga jual kurang dari tiga penentuan NIR dilakukan dengan cara menentukan objek acuan lebih dulu untuk memenuhi minimal tiga data pembanding menggunakan Formulir 2a. Page 10 of 23 . jenis penggunanan. penentuan NIR dilakukan dengan cara: Menentukan nilai obyek acuan dengan dari data harga jual ZNT lain yang terdekat dengan menggunakan Formulir 2a. fisik. 3. sehingga terpenuhi tiga data pembanding kemudian merata-ratakan nilai obyek acuan/data pembanding tersebut atau.

Analisis Nilai Indikasi Rata-Rata (NIR) Page 11 of 23 . berdasarkan indikasi nilai pasar tanah kosong dari hasil analisis maka dilakukan analisis penentuan NIR dengan menggunakan Formulir 3. yaitu nomor data 1. 2 dan 3. analisis NIR mengacu pada rata-rata data harga jual yang telah dianalisis.  Contoh Kode ZNT AA (Alternatif I). Analisis Penentuan Nilai Pasar Tanah /m2. Alternatif 1 Adalah suatu kawasan ZNT yang memiliki tiga (3) data harga jual  Data harga jual yang ada dikumpulkan menggunakan Formulir 1 Pengumpulan Data Pasar Properti  Data pasar dianalisis untuk memperoleh indikasi nilai pasar tanah kosong dengan menggunakan Formulir 2.Resume SISMIOP UAS Semester 5 Alternatif Penentuan ZNT A.

Alternatif 2 Adalah kawasan ZNT yang hanya memiliki kurang dari 3 (tiga) data harga jual  Data harga jual dianalisis untuk memperoleh indikasi nilai pasar tanah kosong dengan menggunakan Formulir 2. analisis mengacu pada rata-rata data harga jual nomor data 4. Data hasil analisis nomor data 5 dan 6 merupakan data objek acuan yang diciptakan dan dinilai dari data pasar nomor data 1 dan 2. Analisis Penentuan Nilai Pasar Tanah /m2. seperti berikut: Page 12 of 23 . dan data hasil analisis yaitu nomor data 5 dan 6.Resume SISMIOP UAS Semester 5 B.  Untuk Kode ZNT AB (Alternatif 2).

8 dan 9 merupakan data objek acuan yang diciptakan dan dinilai dari data harga jual nomor data 1. Data 7.Resume SISMIOP UAS Semester 5 C. analisis dilakukan dengan mengacu pada ratarata data hasil analisis nomor 7. 2 dan 4. Alternatif 3a Adalah kawasan ZNT yang tidak terdapat data harga jual Contoh Kode ZNT AC (Alternatif 3a). 8 dan 9. seperti berikut: Page 13 of 23 .

seperti berikut: Page 14 of 23 . Alternatif 3b Adalah kawasan ZNT yang tidak terdapat data pasar Contoh Kode ZNT AD (Alternatif 3a). ZNT AB dan ZNT AC.Resume SISMIOP UAS Semester 5 D. analisis mengacu dari rata-rata hasil analisis NIR dari ZNT lain yaitu ZNT AA.

ii. iv. Berupa buku laporan Analisis ZNT/NIR per kelurahan/desa. Halaman judul Transmital Sertifikasi Nilai Lembar pengesahan Lampiran  Formulir yang digunakan  Peta ZNT Page 15 of 23 . 2. Hasil Akhir Kegiatan 1.Resume SISMIOP UAS Semester 5 E. Sistematika laporan : i. iii. v.

B. yang dilakukan penyesuaian terhadap perbedaan waktu dan fisik b. maka dalam perhitungan ini digunakan faktor koreksi.Resume SISMIOP UAS Semester 5 DBKB A. desain kualitas konstruksi. finishing. Metode Penyusunan DBKB Untuk menyusun/membuat DBKB digunakan metode survai kuantitas terhadap model bangunan yang dianggap dapat mewakili kelompok bangunan tersebut dan dinilai dengan dasar perhitungan analisis BOW. 2. dll. sehingga perlu dilakukan penyesuaian dalam hal ukuran. metode meter persegi dan metode indeks. Dengan metode survai kuantitas dan dasar perhitungan analisis BOW yang merupakan perhitungan dengan pendekatan biaya. Karena cara ini akan memberikan hasil yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan cara perhitungan biaya pemborongan pekerjaan di lapangan. Metode ini merinci biaya bangunan ke dalam biaya-biaya dari bagian komponennya b. Metode unit terpasang (unit in place) a. akan diperoleh biaya pembuatan baru/biaya penggantian baru dari bangunan. Metode ini didasarkan atas biaya-biaya yang diketahui dari struktur bangunan yang SERUPA. Sehubungan dengan kebutuhan program komputer (CAV). Metode penaksiran biaya 1. maka biaya komponen bangunan perlu dikelompokkan ke dalam biaya komponen utama. Metode unit perbandingan a. komponen material dan komponen fasilitas bangunan. seperti metode unit terpasang. Perhitungan harga satuan pekerjaan memakai analisis BOW karena cara ini merupakan satusatunya cara untuk mendapatkan keseragaman menghitung biaya pembuatan baru bangunan. untuk lebih menyederhanakan Page 16 of 23 . Bangunan yang dijadikan acuan jarang sekali yang identik. Metode survai kuantitas dipilih menjadi dasar metode yang dipergunakan karena metode inilah yang paling mendasar bila dibandingkan dengan metode-metode perhitungan yang lain. Metode ini digunakan untuk menghitung NJOP PBB untuk bangunan.

Metode yang paling komprehensif dan akurat dalam mengestimasi biaya bangunan b. IMB. Page 17 of 23 . Dibagi menjadi : 1) Komponen utama 2) Komponen material 3) Komponen fasilitas 3. biaya bunga. PPN. keuntungan pengembang.Resume SISMIOP UAS Semester 5 c. jasa konsultas. Menggunakan analisis BOW (RAB) dengan menghitung setiap item pekerjaan konstruksi secara detail. ditambah biaya-biaya lain seperti biaya overhead. Metode survey kuantitas (Quantity Survey Method) a.

dan pengawas dalam pengelolaan PBB. Dengan SIG PBB maka updating data grafis dan alfanumeris dapat dilakukan secara bersamaan sehingga pengelolaan PBB dan pelayanan kepada wajib pajak akan lebih meningkat. manajemen. Masukan dasar SIG PBB berasal peta.Resume SISMIOP UAS Semester 5 Sistem Informasi Geografi PBB A. 2. pelaksana. 2. khususnya bagi kegiatan pemantauan operasional. disertai modul-modul aplikasi SIG PBB yang siap pakai dan dapat disajikan secara grafis dengan waktu yang cepat. Latar Belakang Pengembangan SIG PBB 1. Maksud dan Tujuan Pengembangan SIG PBB 1. Menyelaraskan pemeliharaan basis data antara data alfanumeris SISMIOP dengan data grafis SIG PBB. Dari data yang bersifat ruang (geografi/spasial) ini diharapkan dapat lebih memberikan percepatan visualisasi sehingga mempermudah pengambilan keputusan. citra satelit maupun hasil survai. sedangkan data grafis dilaksanakan secara manual. Agar dapat menghasilkan analisis yang akurat maka masukan SIG PBB haruslah mencerminkan keadaan sebenarnya di lapangan. Menyediakan informasi grafis secara cepat yang berhubungan dengan seluruh fungsi dalam administrasi pada semua tingkat organisasi PBB. maka sangat membantu bagi perencana. Pemutakhiran data alfanumeris dilakukan melalui update pada basis data di komputer. foto. sehingga seringkali data grafis selalu ketinggalan dengan data non grafis 3. C. Pengertian: Suatu system yang diracang terintegrasi dengan aplikasi SISMIOP dengan menekankan pada analisjs secara spasial (keruangan) yang selama ini tidak dapat ditangani oleh aplikasi SISMIOP. B. Pemeliharaan basis data yang selama ini dilaksanakan masih ditemukan kekurangselarasan antara data alfanumeris dan data grafis. dan evaluasi kinerja. Page 18 of 23 . pengambilan keputusan.

Persiapan personil (drafter dan operator komputer). Pekerjaan revisi mejadi lebih mudah (karena dapat dilakukan secara terpisah) serta cepat (karena basis data SIG mampu menangani data dalam jumlah banyak). Page 19 of 23 . kesesuaian NOP antara peta dengan basis data SISMIOP. 2. Tahapan persiapan a. Pengumpulan peta blok. Tahapan persiapan 2. Perekaman data 5. Evaluasi data dan koreksi peta 3. c. tema. kelengkapan detail peta yang akan disambung satu sama lain dan keberadaan grid peta blok dan peta kelurahan yang berkoordinat lokal atau koordinat bumi pada peta blok dan/atau peta kelurahan. Uraian pekerjaan masing-masing tahapan: 1. Pembuatan rencana waktu pelaksanaan. Editing peta bloh ke dalam bentuk digital (vector) 7. Analisa. 3. meliputi ketersambungan antar peta blok. Persiapan peralatan termasuk didalamnya pengujian dan set up seluruh alat yang digunakan baik hardware maupun software. Penyimpanan data (data digital) lebih terjamin (secure) dan mudah diatur dibandingkan dengan enyimpanan data konvensional. Penggunaan data yang sama (dari satu kumpulan peta) dapat dikurangi sebab SIG punya basis data sehingga data yang disimpan dalam basis data dapat digunakan untuk berbagai kepentingan dan dalam aspek yang bereda (skala. 4. b. Pengecekan kelengkapan dan kesesuaian teknis sesuai dengan kaidah-kaidah Kartografi terhadap peta yang akan dikerjakan. dan detail). Pemeriksaan hasil editing peta data raster F. Registrasi peta blok hasil scanning 6. arah utara pada peta.Resume SISMIOP UAS Semester 5 D. di wilayah lokasi kegiatan. peta desa/kelurahan. d. Kualitas data digital grafis jauh lebih konsisten. Register peta blok dan peta kelurahan 4. Keuntungan SIG 1. E. e. Tahap pelaksanaan SIG PBB 1. pencarian dan penyajian data menjadi lebih mudah sebab dalam SIG data mempunyai klasifikasi yang jelas (bukan berdasarkan skala atau tema saja).

Page 20 of 23 . Evaluasi data dan koreksi peta a. Pada tahapan ini harus dilakukan sortir terhadap peta-peta yang bisa langsung dikerjakan. Apabila terjadi ketidakcocokan batas antar blok tersebut maka harus dilakukan koreksi terhadap kesalahan yang ditemui. peta skala besar dari BAKOSURTANAL atau peta sejenis lainnya yang dapat dipercaya ketelitian posisi horisontalnya. perlu diperbaiki atau peta-peta yang secara teknis tidak dapat digunakan sama sekali. gambar bangunan dan nomor bangunan apabila di dalam peta blok belum ada gambar bidang dan/atau bangunan terbaru dan disesuaikan dengan data yang ada di basis data SISMIOP. Gambar detail pokok ini dibuat berskala sama dengan skala peta blok yang akan dilayout (1 : 1. lembar peta Tujuan dari layout lembarblok ini adalah membatasi kesalahan dan menentukan arah atau jurusan detail-detail pokok dalam peta blok. Selanjutnya dilakukan layout masing-masing lembar peta blok dengan pedoman orientasi adalah detail-detail pokok yang tergambar pada lembar kontrol. peta kelurahan/desa dan peta kecamatan. Sebelumnya lembar kontrol ini perlu disiapkan terlebih dahulu dengan cara menggambarkan kotak-kotak grid dalam sistem proyeksi yang berlaku di lokasi tersebut. Peta-peta blok yang digabungkan dalam lay out harus dapat membentuk satu peta desa/kelurahan. Sebagai persiapan masing-masing lembar peta blok perlu dilayout pada lembar kontrol dasar mozaik peta gambar kontrol. misalnya : peta minit (minute plan) dari TOPDAM. 3. Melakukan penambahan gambar bidang. proyeksi nasional adalah Universal Transverse Mercator/UTM dengan datum DGN 1995 yang diadopsi dari WGS '84 dan menggambarkan detaildetail pokok yang dikutip dari peta-peta berkoordinat. Membuat lay out peta blok yang dimaksudkan untuk pengecekan ketepatan sambungan antar blok dan kelengkapan data masing-masing blok pada tiaptiap desa/kelurahan.000 atau 1 : 2.500).Resume SISMIOP UAS Semester 5 2. dengan cara melakukan penggambaran tambahan terhadap peta yang kurang lengkap ataupun rekonstruksi gambar peta yang kurang tepat antar batas-batas bloknya. NOP. b. Register peta blok dan peta kelurahan Agar sebuah peta blok dapat disambungkan secara baik dengan lembar peta blok disampingnya maka masing-masing lembar peta blok yang berbatasan harus memiliki titik titik registrasi yang koordinatnya sama (baik lokal maupun bumi).

Melalui scanning yang diikuti dengan registrasi peta di komputer untuk kemudian dilakukan digitasi screen terhadap setiap detail peta. Editing peta bloh ke dalam bentuk digital (vector) Sesuai dengan cara perekaman peta ke dalam komputer. Perekaman peta blok ke komputer dapat dilakukan dengan dua cara yaitu : a. Setelah layout masing-masing lembar peta blok selesai baru dilakukan pemindahi (scanning) atau digitasi. 4. selanjutnya masing-masing kelurahan harus dapat digabung menjadi satu wilayah kecamatan utuh dan seterusnya. media inputnya berupa hasil scanning sedangkan Page 21 of 23 .Resume SISMIOP UAS Semester 5 Batas peta blok dan detail peta blok yang gambarnya tidak sesuai dengan gambar batas atau gambar detail pada lembar kontrol dibetulkan secara manual. Layout peta blok ini harus meliputi satu wilayah kelurahan utuh. Registrasi peta blok hasil scanning Pekerjaan registrasi peta adalah pekerjaan pemberian titik koordinat meter terhadap masing-masing peta blok minimal 4 titik yang mewakili peta dengan ketentuan register: Projection : Tergantung dari peta input. maka ada dua jenis pekerjaan editing peta blok ke dalam bentuk digital (vektor) yaitu: a. Units : meter 6. Konsep digitasi pada screen adalah sama dengan digitasi melalui alat digitizer. Hasil proses scanning Editing data raster dimaksudkan untuk merubah data raster hasil scanning/transformasi menjadi data vektor yang dilakukan dengan cara digitasi pada layar (screen) secara manual. perbedaannya hanya terletak pada peralatannya saja (mouse monitor : digit mouse-meja digitasi) dan media input (bila digitasi pada screen. 5. Perekaman data Peta yang direkam adalah peta blok karena merupakan unit terkecil dari peta-peta yang ada. Selain itu apabila peta-peta bloknya berasal dari hasil pengukuran akurat (total station/teodolit) dengan referensi titik kontrol yang tepat (GPS) maka dapat secara langsung diproses lebih lanjut tanpa harus melakukan lay out. b. Melalui digitasi pada meja digitizer dimana tetap memerlukan registrasi peta. Sebaiknya Category Universal Transverse Mercator (WGS 84) dengan zona disesuaikan dengan lokasi kegiatan.

Page 22 of 23 . Pemeriksaan hasil editing peta data raster Setelah hasil editing diselesaikan kemudian dilakukan pemeriksaan (evaluasi) melalui : a. 7. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya gambar (penarikan garis) yang sangat berbeda (kekurangan. dan kekeliruan lain yang dapat dilihat. Pembuatan peta digital (vektor) dengan menggunakan peralatan meja digitasi dan seusai dengan format yang akan dipakai untuk keperluan SIG PBB pada Software Mapinfo Profesional versi terbaru. kekeliruan pemberian NOP. b. kelebihan.Resume SISMIOP UAS Semester 5 digitasi pada meja digitizer. Check plot. media inputnya berupa peta tanpa perlu dilakukan scanning). Proses digitasi. Proses editing peta ke dalam bentuk digital (vektor) ini meliputi pekerjaan : 1) Digitasi pada bidang milik/tanah (layer bidang) 2) Digitasi pada batas bangunan (layer bangunan) 3) Digitasi pada batas wilayah dan utilitas yang terdiri dari : a) layer jalan b) layer sungai c) layer teks d) layer batas blok e) layer batas kelurahan f) layer batas kecamatan g) layer batas kabupaten/kota h) layer batas propinsi 4) Pemberian NOP untuk tiap-tiap bidang tanah. 6) Pemberian identitas pada tiap-tiap layer utilitas. 5) Pemberian NOP berikut nomor bangunan pada tiap-tiap bangunan. yaitu dengan membandingkannya hasil pencetakan peta digital tersebut terhadap peta dasarnya (peta input) dari Kantor Pelayanan PBB atau peta-peta lain yang dipergunakan sebagai sumber tentunya dalam skala yang sama. dimana data vektor ini harus dibuat sesuai dengan format yang akan dipakai untuk keperluan SIG PBB pada Software Mapinfo Profesional versi terbaru. kesalahan mencolok) dengan peta dasarnya.

G. 2. Adapun informasi yang diperbandingkan adalah : NOP. bangunan beserta nomornya. Ketentuan dalam membuat peta digital 1. Toleransi yang diperbolehkan antara luasan di peta digital dan luasan di SISMIOP adalah 10%. Layer tangah/bidang 3171050005001 b. Layer batas kecamatan 3171 Layer batas kabupaten/Kota 31 Page 23 of 23 . Pembuatan layer pete digital a. Pemberian nama file peta digital harus disesuaikan dengan kode wilayah dari peta tersebut. j. File peta blok digital digabung menjadi satu kelurahan dengan nama 3171050005 dan ditambah kode sesuai dengan jenis layer yang akan dibuat. Layer sungai 3171050005001sg e. Setelah proses evaluasi ini dilaksanakan dan teruji benar. Layer symbol 3171050005001si h. Kecamatan Kebayoran Baru. Contoh : Lembar peta blok yang akan dilakukan editing adalah Blok 001 Kelurahan Melawai. Layer batas blok 3171050005001bl g. Layer batas kelurahan 3171050 i. Layer jalan 3171050005001jl d. adalah pekerjaan membandingkan data spasial/peta dengan basis data SISMIOP secara otomatis. luas bidang. 3. Layer bangunan 317105000500bg c. Layer text 3171050005001tx f. Kota Jakarta Selatan maka penyimpanan file peta blok digital adalah 3171050005001. yang dituangkan dalam laporan hasil analisis. selanjutnya dibuat back up data digital tersebut ke dalam media penyimpan (yang biasanya berupa optical disc). Analisis Data.Resume SISMIOP UAS Semester 5 b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful