IV.

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Perangkat Keras Pengujian perangkat keras bertujuan untuk mengetahui apakah komponen - komponen pada sistem yang telah dibuat dapat berfungsi dengan baik atau tidak. Perangkat keras yang diuji di antaranya : 1. Rangkaian pengendali utama 2. Komunikasi serial RS232 3. Sensor Ultrasonik 4. Motor servo 5. Rangkaian relay 6. Power Supply 1. Pengujian Pengendali Utama Pengujian terhadap pengendali utama bertujuan untuk mengetahui apakah mikrokontroler ATMEGA 8535 bekerja dengan baik atau tidak. Pengujian dilakukan dengan mengukur nilai tegangan pada kaki – kaki input dan output pada mikrokontroller ATMEGA 8535. Berikut gambar rangkaian pengendali utama yang berupa modul kit DT-AVR Low Cost Micro System.

57

Gambar 23. Rangkaian Pengendali Utama Secara teori, apabila mikrokontroler diberikan logika high, maka akan didapat nilai tegangan terukur 4,5 – 5,5 V pada kaki mikrokontroller. Dan apabila diberikan logika low, maka akan didapat nilai tegangan terukur mendekati 0 V pada kaki mikrokontroler. Pengujian dilakukan pada beberapa PORT mikrokontroler untuk mengetahui besar nilai tegangan pada masing – masing PORT pada logika high dan low. Tabel 6. Hasil pengujian tegangan pada mikrokontroler ATMega8535 Port pada Mikrokontroler PORT D.4 ( Motor Servo ) PORT B.7 ( Sensor Ultrasonik ) PORT C.4 ( Relay ) PORT B.1 ( Indikator Lampu ) PORT B.3 ( Indikator Lampu ) Nilai Tegangan (volt) Logika High Logika Low 5,0400 0,0013 5,0500 0,0006 5,0000 0,0015 4,6700 0,0012 4,6300 0,0012

58

PORT B.5 ( Indikator Lampu )

2,3380

0,0013

Dari data hasil pengujian yang dilakukan, didapat nilai tegangan pada masing – masing PORT mikrokontroler. Ternyata nilai tegangan yang didapat tidak tepat sesuai dengan nilai tegangan pada datasheet mikrokontroler Atmega8535. Nilai yang didapat mendekati nilai yang seharusnya pada datasheet untuk masing – masing PORT pada kondisi high dan low. Namun perbedaan ini masih dapat ditoleransi karena mikrokontroler masih dapat melakukan fungsinya dengan baik.

2. Pengujian Rangkaian Komunikasi Serial Pengujian rangkaian komunikasi serial dilakukan dengan mencoba mengirimkan beberapa karakter dari komputer ke mikrokontroler melalui port serial di mana setiap satu karakter mewakili satu nilai. Kemudian mikrokontroler akan merespon hasil input dan mengirimkan konfirmasi ke komputer melalui port serial. Data dikirim dengan menekan tombol huruf pada keyboard.

Sebelumnya mikrokontroler telah diprogram terlebih dahulu sesuai pengujian yang akan dilakukan. Komunikasi Serial antara Modul DT-AVR Low Cost Micro dengan Komputer Pada pengujian kali ini digunakan karakter huruf dari a sampai e di mana setiap huruf tersebut mewakili nilai angka dari 0 sampai 4. pin Vcc dihubungkan ke tegangan 5 Volt. Diberikan pula delay sebesar 1000 ms sebelum data dari mikrokontroler ditampilkan di hyperterminal agar ada jeda dari saat tombol keyboard ditekan hingga data tampil. pin ground ke ground. Dari pengujian didapatkan data pada tabel berikut. d = 3. Pengujian Sensor Ultrasonik Pada sensor ultrasonik. Mikrokontroler akan memberikan trigger berupa pulsa high selama 5us. 3. komunikasi serial antara mikrokontroler dengan komputer telah berhasil dilakukan. c = 2. Dengan demikian. sehingga PORT B. Listing program pengujian komunikasi serial dapat dilihat pada lampiran. b = 1. dan pin SIG ke PORT B.7 bernilai high dan sensor memancarkan gelombang . Hasil Pengujian Rangkaian Komunikasi Serial Kirim ke mikrokontroler a b c d e Data dari mikrokontroler yang terbaca di PC 0 1 2 3 4 Dapat dilihat bahwa data yang dikirim dari komputer sesuai dengan ketentuan yang diharapkan di mana a = 0. dan e = 4.59 Gambar 24. Tabel 7.7 pada mikrokontroler.

Gelombang ini akan merambat dan memantul jika mengenai objek pantul berupa air pada tangki level.30 5 10. sensor akan menghasilkan sebuah pulsa. mengingat permukan air pada tangki selalu bergoyang naik turun. Apabila gelombang pantul telah terdeteksi oleh sensor. Apabila . dan sensor menunggu adanya gelombang pantul.30 0 1. Setelah 5 us.75 15 19.80 20 24. Hal ini dimaksudkan agar didapatkan pembacaan sensor yang relatif stabil dengan range 1 cm. nilai V yang merupakan nilai level cairan dideklarasikan dengan tipe data integer.70 10 14. Lebar pulsa ini akan digunakan dalam perhitungan jarak pada sensor.40 1 5.20 10 14. Dari hasil pengambilan data level cairan dengan sensor ultrasonik. maka pulsa ini akan low dan counter akan mulai mencacah untuk mengukur lebar pulsa dari awal pulsa dipancarkan (saat menunggu gelombang pantul) hingga gelombang pantul diterima sensor.90 25 LAN (cm) Penggaris Sensor 0.70 15 19. maka diperoleh data sebagai berikut. Tabel 8. Hal ini terjadi karena pada program mikrokontroler untuk monitoring. maka PORT B.80 1 5.80 25 Terlihat bahwa terdapat sedikit perbedaan antara hasil pembacaan sensor dengan hasil pengukuran menggunakan penggaris.7 akan bernilai low.15 5 9.80 20 24.60 ultrasonik sebesar 40 kHz selama 200 us.40 0 0. Selama menunggu pantulan. Data Hasil Pengukuran Level Cairan dengan Sensor Ultrasonik No 1 2 3 4 5 6 7 Nilai Level (cm) 0 1 5 10 15 20 25 Localhost (cm) Penggaris Sensor 0.

Pengujian Rangkaian Relay Relay berfungsi sebagai switch tegangan 220 volt untuk menghidupkan pompa air untuk mengisi tangki sehingga level cairan dapat tercapai. Relay .72 ms untuk sinyal high pada PORT B. ternyata terdapat perbedaan untuk lamanya pemberian pulsa high pada PORT mikrokontroler. Jadi untuk 10 ke kanan dibutuhkan 0.61 dibuat dengan tipe data float.0072 ms.2. Dari hasil pengujian didapat bahwa untuk berputar ke kanan sebesar 600. Pada referensi. Hal ini bisa terjadi karena tingkat akurasi motor servo yang sudah berkurang mengingat motor servo yang digunakan ini sebelumnya telah dipergunakan untuk pengerjaan penelitian yang lain. Dan untuk berputar ke kiri sebesar 600. Namun pada penelitian ini.3 ms lamanya pemberian pulsa high. Pengujian Rangkaian Motor Servo Motor servo berfungsi membuka keran air sehingga air dapat keluar ke penampungan. 5. maka untuk 600 dibutuhkan ± 0. dibutuhkan delay sebesar 0.2. maka nilainya akan berubah terus dan tidak stabil. dibutuhkan delay sebesar 0. untuk berputar ke kanan 1800 dibutuhkan 1. Agar dapat menggerakkan keran. Apabila kita lihat pada referensi yang seharusnya.25 ms untuk sinyal high pada PORT B.432 ms.0072 x 60 = 0. 4. kinerja motor servo ini masih bisa dipergunakan dengan baik karena sudut perputaran yang diperlukan masih dapat terpenuhi oleh motor servo. motor servo harus berputar ke kiri untuk membuka keran dan ke kanan untuk menutup keran.

maka PORT C. Pada saat basis transistor diberikan tegangan maka input tegangan 12 volt pada relay akan mengaktifkan koil sehingga timbul medan magnet sehingga relay yang tadinya NO akan menjadi NC untuk tegangan 220 volt ke pompa. Berikut gambar rangkaian power supply. Arus tersebut akan terus mengalir selama basis transistor terus mendapat suplai tegangan dari PORT C. Di transistor sendiri arus mengalir dari kolektor ke emitor.4 pada mikrokontroler diberikan logika high. maka akan dihasilkan tegangan 5 volt dan akan melewati resistor dan kemudian ke transistor. Pengujian Rangkaian Power Supply Pada rangkaian power supply terdapat 3 buah output tegangan DC masing – masing 12 V.62 yang digunakan adalah relay 12 volt. dan LM untuk 9 V. Keluaran dari koil berupa arus akan mengalir terus ke transistor. . Jadi pada saat PORT C.4 akan bernilai low dan tidak ada tegangan yang keluar dari PORT C.4 sehingga tidak ada arus yang mengalir pada transistor. Dengan begitu tegangan 220 volt tidak akan mengalir ke pompa sehingga pompa akan mati. dan 9 V. 9 V.4 dari mikrokontroler. 6. Namun yang digunakan hanya tegangan 12 V. 6 V. Masing – masing tegangan digunakan untuk mensuplai daya bagi rangkaian pengendali dan relay. Apabila level cairan telah tercapai. dan 5 V. Setiap tegangan dihasilkan melalui IC regulator di antaranya LM untuk 12 V. Tidak adanya arus yang mengalir mengakibatkan koil tidak tersuplai tegangan 12 volt sehingga tidak timbul medan magnet dan posisi NC kembali ke NO.

Tegangan 5 V ini berguna untuk mengaktifkan sensor. karena di dalamnya terdapat IC regulator LM7805 yang menghasilkan tegangan 5 V. Sedangkan pengguna (client) hanya mengakses data dari server saja. sehingga koil pada relay dapat bekerja dan switch pompa dapat bekerja. B. . sehingga untuk pemrogramannya cukup dilakukan untuk komputer server saja. Perangkat Lunak Sistem pengendalian ini dibuat berbasiskan web.63 Gambar 25. dan lampu indikator. relay. Rangkaian Power Supply Tegangan 12 V digunakan untuk mengaktifkan relay. Modul DT-AVR Low Cost Micro diaktifkan dengan menggunakan tegangan 9 V. Juga terdapat output pada Modul DT-AVR Low Cost Micro terutama pada Vcc sebesar 5 V.

1 file referensi berupa html. dan 2 buah file php untuk uji coba modul dari library php_ser. ada beberapa pemrograman yang perlu dilakukan dalam sistem pengendalian berbasis web. dan database. dilakukan pengeditan file php. Di dalamnya terdapat 4 file di antaranya 1 file library php_ser. Gambar 26.dll. Library ini bisa di-downlaod langsung di internet.dll ke folder E:\AppServ\php5\ext Setelah proses penginstalasian. Pada penelitian ini file tersebut terletak di direktori E:\WINDOWS. Komunikasi Serial Untuk dapat melakukan komunikasi serial dengan menggunakan php diperlukan library php_ser.64 1.ini yang umumnya terdapat di direktori WINDOWS.dll. . File hasil download berupa php_ser_5.2.zip dan harus diekstrak dahulu sebelum menggunakannya.0. mengirimkan data ke port serial. Instalasi library php_ser. Library ini harus diintegrasikan ke dalam folder php tepatnya di dalam folder E:\AppServ\php5\ext.dll. di antaranya komunikasi serial. membaca data di port serial. a. Pemrograman Web Di sisi server.

Gambar 28.dll ke dalam file php. Letak file php.ini Kemudian kita tambahkan ekstensi berupa extension=php_ser.65 Gambar 27.dll dan pastikan bahwa direktori ekstensi berada pada alamat yang benar sesuai direktori php yang terpasang. Penambahan extensi untuk library php_ser.ini .

ini Setelah dilakukan pengeditan.66 Gambar 29. harus dilakukan start ulang web server apache agar perubahan yang telah dilakukan dapat berfungsi. Pada penelitian ini penulis mencoba membuat sebuah direktori E:\AppServ\www\yomas dan meletakkannya di direktori yomas.dll sudah dapat berfungsi atau belum. Caranya dengan menyalin file php yang ada dalam satu folder hasil download library php_ser. Setelah melakukan start ulang web server.php ke direktori di bawah direktori root pada web server. akan . Kemudian web browser dibuka dan diketikkan alamat URL http://localhost/yomas/.dll yaitu file php_ser_test. kita perlu menguji apakah library php_ser. Penambahan extension_dir = "E:/AppServ\php5\ext" ke dalam file php.

........... Untuk membuka komunikasi port serial kita menggunakan salah satu fungsi dari modul win_serial_port yaitu ser_open...... .. "None". maka akan tampil gambar seperti berikut: Gambar 30.......... 9600. Berikut sebagian petikan implementasinya pada file koneksi.. $str = ser_isopen().............dll yang berkaitan dengan komunikasi serial akan dimuat dan siap digunakan.. .. "None").....67 tampil sederet link dan cari link bertuliskan php_ser_test.................. 8....... ?> ..... .......php.......... echo "<br>"........php lalu klik........ . 1...... <? ser_open("COM1". Modul – modul untuk mengakses port serial telah dimuat Dengan tampilnya halaman tersebut berarti modul win_serial_port dalam library php_ser........ echo "Port yang digunakan = $str"....

Library php_ser. agar dapat ditampilkan di halaman web. Selanjutnya.68 Fungsi ser_open akan membuka port serial sehingga komunikasi port serial dapat dilakukan dengan parameter port di COM1. Salah satu fungsi yang terdapat dalam modul win_serial_port adalah ser_read. dan flow control kosong. Membuka Komunikasi Serial COM 1 b. Dalam penulisannya ser_isopen() akan menyimpan nilai parameter yang ditentukan oleh fungsi ser_open. Berikut hasil dari implementasi fungsi tersebut: Gambar 31. yaitu dengan fungsi ser_isopen(). stop bit bernilai 1.dll telah menyediakan modul untuk dapat membaca data di port serial. parity kosong. baudrate sebesar 9600. nilai dari fungsi ser_isopen() dipindahkan ke variabel $str. Fungsinya sama seperti hyperterminal di mana data yang berhasil diterima dan dibaca pada port serial dapat ditampilkan. bit data sebesar 8 bit. hanya saja penelitian ini menggunakan php. Penggunaan fungsi di atas perlu ditambahkan dengan fungsi lain untuk menginformasikan ke pengguna bahwa port serial berhasil terhubung. Membaca Data di Port Serial Pembacaan data di port serial diperlukan agar data hasil pembacaan sensor dapat ditampilkan di halaman web sebagai alat untuk me-monitoring level cairan pada tangki. Berikut implementasi fungsi ser_read: <? .

......... Hasil Pembacaan Port serial COM 1 pada Halaman Web Selain dalam bentuk tulisan.. // membaca data di port serial COM 1 echo "<br>"..... ........... nilai level cairan juga dapat dilihat dalam bentuk grafis berupa gambar tangki yang merepresentasikan nilai level cairan yang terbaca.69 ser_open("COM1". Berikut hasil tampilannya pada halaman web: Gambar 32... 8... Parameter yang digunakan untuk menampilkan milai level cairan dalam bentuk grafis di sini diambil dari variabel $data pada fungsi ser_read....... $data = ser_read(2).. 1.......... echo "<br>"... "None".... 9600. .. $str = ser_isopen(). "None")... Fungsi ser_read akan membaca data yang ada di port serial COM 1 dan akan ditampilkan dalam dua karakter.. ..

Gambar 34. Tampilan halaman monitoring di komputer pengguna / client . Tampilan halaman monitoring di komputer server Gambar 35. Representasi nilai level cairan dalam bentuk grafis Bentuk tampilan halaman monitoring level cairan pada komputer server dan komputer pengguna / client adalah sebagai berikut.70 Gambar 33.

Fungsi ini akan mengirimkan nilai string ke port serial dan diteruskan ke pin usart mikrokontroler. buang dan stop secara manual. Di samping itu juga terdapat 3 tombol tambahan untuk isi. Karakter a mewakili nilai level 0 cm. ?> Dalam proses pengendalian ini. ser_write( "a" ). // mengirim karakter a ke port serial echo "<IMG SRC=\"a. B untuk buang.71 c. digunakan pengiriman data berupa karakter alfabet dari a hingga z. Pada halaman pengendalian. Mengirimkan Data ke Port Serial Proses ini merupakan proses pengendalian di mana admin akan memberikan input nilai level cairan yang diinginkan. nilai tiap level cairan dibuat berupa push button yang berjumlah 26 buah dan masing – masing mewakili satu nilai level cairan. Masing – masing diwakili oleh karakter A untuk isi. echo "<br>". maka penggunaan karakter alfabet tersebut sudah memungkinkan untuk digunakan. Untuk itu digunakan fungsi ser_write(string data). Berikut tampilan halaman pengendalian level cairan. b mewakili nilai level 1. Berikut penulisannya pada file php: <? $data = ser_read(2). dan C untuk stop.png\">". . Karena level cairan yang diinginkan mempunyai range pengukuran dari 0 cm sampai 25 cm. untuk dijadikan variabel bagi program mikrokontroler. dan seterusnya hingga z.

Push Button untuk Menentukan Nilai Level Cairan Proses pengendalian dilakukan dengan menekan salah satu push button pada halaman pengendalian. Tiap push button akan menghubungkan ke file php yang telah terintegrasi fungsi ser_write untuk mengirimkan karakter yang dimaksud. Setelah proses pengiriman karakter ke port serial dilakukan. Dengan tampilnya kofirmasi tersebut.72 Gambar 36. akan tampil konfirmasi dari sistem tentang nilai level yang dimaksud. . Jadi terdapat 29 file php yang terintegrasi dengan fungsi ser_write. berarti proses pengiriman telah berhasil dilakukan.

Agar pengguna dapat mengakses database itu pada halaman web. tinggi. Tepatnya pada tabel rekam dengan field tanggal. .73 Gambar 37. jam. Berikut tampilan halaman untuk mengakses database bagi pengguna. Berikut komponen database untuk data hasil pengukuran level cairan. Database Database yang dibahas di sini adalah database hasil pengukuran level cairan yang telah berhasil disimpan. database harus ditampilkan dalam bentuk data array. Tampilan konfirmasi tentang nilai level cairan yang diinginkan d. Gambar 38. dan volume. Database hasil pengukuran level cairan Hasil pengukuran level cairan akan diletakkan di database rekaman.

hanya saja admin memiliki otoritas untuk dapat menyimpan data hasil pengukuran level cairan dan menghapusnya sedangkan untuk client tidak bisa. Gambar 40. Client hanya mampu untuk melihat data hasil pengukuran level cairan saja. baik admin maupun client dapat men-download data hasil pengukuran level cairan dalam format pdf yaitu dengan menekan tombol bergambar printer pada bagian bawah halaman. Men-download data hasil pengukuran level cairan . Di samping itu untuk tujuan dokumentasi.74 Gambar 39. Halaman untuk mengakses database hasil pengukuran level cairan Bentuk tampilan halaman antara admin dengan client secara umum sama.

dan indikator lampu. . pemrograman motor servo. a. alur program monitoring dapat digambarkan sebagai berikut. Pemrograman Mikrokontroler Pemrograman mikrokontroler terdiri atas monitoring. Data hasil pengukuran level cairan dalam format pdf 2. kendali.75 Gambar 41. Dalam bentuk diagram alir.7 kemudian mengirimkannya ke port serial melalui pin USART. Monitoring Program monitoring pada mikrokontroler berguna untuk mengambil data pembacaan sensor ultrasonik pada PORT B.

maka proses monitoring akan dilakukan. Timer yang digunakan pada mikrokontroler adalah timer 1 yang bernilai 8-bit di mana 8-bit bernilai 255.7 selama 5 us sehingga gelombang ultrasonik akan dipancarkan dengan frekuensi .76 Gambar 42.97 ) Jadi proses pembacaan data dan pengiriman ke port serial dilakukan dengan menggunakan interrupt timer overflow. Kemudian mengatur PORT B.7 sebagai output dan memberikan logika high pada PORT B. Diagram alir program monitoring level cairan pada mikrokontroler ( dibuat menggunakan Dia 0. Diawali dengan inisialisasi counter pada nilai 0. Apabila terjadi interrupt. Jadi proses interupt akan berjalan setiap TCNT1 bernilai 255.

.....4 cm/s... Kemudian setelah 5 us PORT B..... Nilai jarak direpresentasikan dengan variabel V pada program dan hasilnya akan dikirimkan ke port serial melalui pin USART..... Selanjutnya mikrokontroler akan mengambil data pada PORT B.424 m/s...........7. maka : Jarak = ((Cepat Rambat x Waktu Tempuh) / 2) .7 sebagai input dan membuatnya berlogika high sehingga sensor mengeluarkan pulsa... Karena lamanya gelombang ultrasonik yang dipancarkan berada dalam satuan µs.....7 akan kembali berlogika low.... Agar gelombang pantul dapat terdeteksi oleh sensor ultrasonik.............77 40KHz selama 200 µs. Cepat rambat gelombang ultrasonik di udara sebesar 344...(1) Karena jarak pada penelitian ini direpresentasikan oleh lebar pulsa gelombang pantul... apabila pada PORT B. maka cepat rambat gelombang ultrasonik juga harus kita konversikan ke .... apabila dikonversikan ke cm menjadi 34442. Pulsa ini akan berhenti pada saat gelombang pantul ultrasonik diterima.7 telah menerima gelombang pantul dari gelombang ultrasonik maka counter akan mulai mencacah lebar pulsa yang dipancarkan dari saat gelombang ultrasonik dipancarkan sampai diterima kembali.(2) Waktu tempuh merupakan hasil pencacahan counter dari saat gelombang ultrasonik dipancarkan hingga gelombang pantulnya diterima kembali oleh sensor ultrasonik.. Untuk menghitung jarak suatu benda kita dapat menggunakan rumus dasar di mana : Jarak = Cepat Rambat x Waktu Tempuh ... Hasil pencacahan counter ini akan digunakan oleh mikrokontroler untuk perhitungan jarak permukaan cairan terhadap sensor ultrasonik................ kita atur PORT B.

....0767 9........3833 + 39 .1135 8...9710 Persentase nilai terbaca terhadap nilai level (%) 40...... dengan kata lain besar nilai yang terbaca akan semakin besar seiring dengan pertambahan jarak antara sensor dengan permukaan cairan.... Nilai level terbaca sensor sebelum kalibrasi No 1 2 3 4 5 Nilai Level / V Penggaris (cm) 5 10 15 20 25 Nilai Terbaca oleh Sensor / n (cm) 2...........1158 6..0493 4.0344424 cm/ µs.1582 + 40 ...1582 40.7563 40.. sehingga belum bisa menggambarkan hasil pembacaan level cairan sebenarnya.......8838 Terlihat bahwa nilai yang terbaca oleh sensor berbeda dengan nilai seharusnya pada plant (yang terbaca dengan penggaris).. Persentase nilai yang terbaca oleh sensor terhadap nilai yang terbaca oleh penggaris rata – rata sebesar : %= ( 40 .....(5) Rumusan perhitungan di atas menghasilkan nilai jarak sensor terhadap permukaan cairan....(3) Dengan rumusan di atas diperoleh nilai level cairan yang terbaca oleh sensor sebagai berikut : Tabel 9......41 %.034442)/2) .....9800 41......... Namun perubahan nilai yang terbaca oleh sensor sebanding dengan perubahan nilai level yang diinginkan (hasil pengukuran dengan penggaris) dan perubahannya linier........6323) ...... maka persentase nilainya berada antara ± 40 % ........ Sehingga apabila nilai jarak yang terbaca oleh sensor kita misalkan n..7563 + 40 .3833 39............78 dalam satuan µs sehinga menjadi 0...8838 ) = 40 ..................(4) 5 Bila dibulatkan........ Diperlukan ......6323 ..9800 + 41... maka : n=((counter*0.. Jadi untuk nilai level V dapat kita cari dengan rumusan : V= ((n*100)/40.....

..7 cm..... Tinggi tangki sebesar 40 cm............. maka program tidak akan bisa dicompile karena ukuran program melebihi memory program dari Atmega8535....... Karena keterbatasan memory Atmega8535.. apabila kita gunakan tipe data float pada deklarasi variabel.... maka dapat dikatakan nilainya ±34... maka jarak sensor dengan dasar tangki terukur sebesar 37. Bisa saja bertambah ataupun berkurang.. Sehingga rumusan nilai V untuk menghitung nilai level cairan menjadi : V= ((34..7 cm........ Error compiler CodevisioAVR untuk tipe data float Untuk itu kita gunakan tipe data integer untuk deklarasi variabelnya.. namun dapat berubah sesuai kebutuhan kalibrasi pada plant.. Dalam perhitungan nilai V tetap bisa kita pergunakan data float (desimal) agar data lebih akurat. Gambar 43.7 cm.........(6) Berikut listing sebagian program monitoring pada mikrokontroler.7 cm – 3 cm = 34. apabila dipasang sensor. Nilai ini tidak mutlak harus 34...... interrupt [TIM1_OVF] void timer1_ovf_isr(void) { ..7)-((n*100)/40)) .. sehingga jarak antara sensor dengan titik 0 cm sebesar 37....7 cm...79 satu nilai yang merupakan jarak antara sensor dengan titik 0 cm yang digunakan dalam penelitian ini..... Titik 0 cm pada penelitian ini berada pada 3 cm dari dasar tangki...

out=0. sensor 37. } delay_ms(300).80 //====================MONITORING================== TCNT1=255.7)-((n*100)/40.V). setout=0. PORTC. 1. tiap karakter alfabet mewakili satu nilai level cairan dari 0 sampai 25. //Set as output out=1. if(V<10) { printf("0%d".7. //Set as input out=1.6323)). Untuk proses pengendalian. delay_us(5).0=PORTB. counter=0. while (in==1) { counter++.7 b.V). //inisialisasi nilai setout=1. Diagram alir dari .034442)/2). //Pullup diaktifkan while (in==0) { }. dasar 3. n= ((counter*0. Pengendalian Pengendalian dilakukan dengan mengirimkan karakter alfabet ke mikrokontroler melalui komunikasi serial. dibagi menjadi dua yaitu otomatis dan manual.7. } //referansi tinggi tngk=40 //. Setelah menerima karakter yang dikirim. maka mikrokontroler akan memastikan nilai level yang diminta dan melakukan pengendalian. } else if(V>=10) { printf("%d". ± 34. Pengendalian Otomatis Pada pengendalian otomatis. Tiap nilai level cairan mempunyai alur logika program yang sama untuk proses pengendalian. V= ((34. }.

Gambar 44. Diagram alir program pengendalian .81 program pengendalian otomatis pada mikrokontroler adalah sebagai berikut.

i++ ) { tutup (). diam (). if(V>10) { while (V>10) { for (i=1.i++) { tutup ().4=0x00.4=0xFF.i++ ) .i<50.82 otomatis level cairan pada mikrokontroler ( dibuat menggunakan Dia 0. PORTC. PORTC.i<50. } break. } } else if(V==10) { for (i=1.i<50.i<50. } } while (V<=10) { for (i=1. isi (). if(rxtx=='k') { 'k'==10.i++) { buka (). buang ().97 ) Berikut sebagian sampel program untuk pengendalian level di mana level yang ditentukan adalah 10 cm. diam (). } } else if(V<10) { while (V<10) { for (i=1.4=0x00.4=0x00.i<50. PORTC. } } while (V>=10) { for (i=1. PORTC.i++) { tutup ().

diam (). } break. Jadi pada saat mikrokontroler menerima karakter tersebut maka mikrokontroler akan memastikan bahwa nilai level yang diminta bernilai 10 cm. karakter huruf k mewakili nilai level 10 cm.83 { tutup (). PORTC. PORTC. maka ketika V lebih besar dari 10 cm mikrokontroler akan menjalankan fungsi buka() servo untuk membuka kran air. Ketika V lebih kecil sama dengan 10 cm mikrokontroler akan menjalankan fungsi tutup() servo untuk menutup kran air. PORTC. Selanjutnya mikrokontroler akan memeriksa apakah level cairan V yang sedang terbaca oleh sensor sekarang lebih besar.4 untuk relay pompa akan high untuk menghidupkan pompa .4 untuk relay pompa akan low dan fungsi buang() sehingga lampu indikator hijau menyala. Apabila level yang terbaca lebih besar dari 10 cm. PORTC. maka mikrokontroler akan menjalankan fungsi tutup() servo untuk menutup kran air. PORTC. } } }. maka ketika V kurang dari 10 cm mikrokontroler akan menjalankan fungsi tutup() servo untuk menutup kran air.4 untuk relay pompa akan low dan fungsi diam() untuk lampu undikator kuning. Pada listing program di atas. Apabila nilai V kurang dari 10 cm. sama dengan atau lebih kecil dari 10 cm.4=0x00. Apabila level yang terbaca sama dengan 10 cm.4 untuk relay pompa akan low dan fungsi diam() sehingga lampu indikator kuning akan menyala.

Pengendalian Manual Pada pengendalian manual terdapat tiga buah tombol yaitu Buang. PORTC. Pengguna cukup memilih untuk mengisi atau mengurangi dan apabila sewaktu – waktu ingin menghentikannya dapat dilakukan dengan menekan tombol Stop. Ketika V lebih besar sama dengan 10 cm mikrokontroler akan menjalankan fungsi tutup() servo untuk menutup kran air. maka pengguna dapat menambah atau mengurangi tinggi level cairan pada plant tanpa harus menentukan besar nilai set point. 2. Berikut diagam alir program pengendalian level cairan secara manual : .4 untuk relay pompa akan low untuk menonaktifkan pompa dan fungsi diam() sehingga lampu indikator kuning akan menyala. Isi dan Stop. Dengan tiga tombol ini.84 dan fungsi isi() sehingga lampu indikator merah akan menyala.

85 Gambar 45. Diagram alir program pengendalian .

4=0xFF. maka akan dikirimkan karakter huruf ‘A’ ke mikrokontroler melalui komunikasi USART. buang(). isi ().4 untuk relay bernilai high dan fungsi isi() untuk lampu undikator merah. dan huruf ‘C’ untuk Stop. dan fungsi buang() untuk lampu indikator hijau. maka akan dikirimkan karakter huruf ‘B’ ke mikrokontroler melalui komunikasi USART. diam (). PORTC. huruf ‘B’ untuk Buang. PORTC. }. if(rxtx=='B') { buka (). Apabila pengguna menekan tombol Isi. Kemudian apabila pengguna menekan tombol Buang.97 ) Berikut sebagian sampel program untuk pengendalian level cairan secara manual : if(rxtx=='A') { tutup ().86 manual level cairan pada mikrokontroler ( dibuat menggunakan Dia 0. PORTC.4 untuk relay bernilai low. if(rxtx=='C') { tutup (). terdapat 3 huruf yang masing – masing mewakili satu aksi.4=0x00. Pada program di atas. Selanjutnya mikrokontroler akan menjalankan fungsi tutup() servo untuk menutup keran air. PORTC. }. PORTC. }.4=0x00. Huruf ‘A’ untuk Isi. Mikrokontroler akan menjalankan fungsi buka() servo untuk membuka keran air. Dan apabila pengguna menghendaki untuk menghentikan proses pengisian .

Dan mulai dari saat rentang for berjalan sampai seterusnya apabila kita mengirimkan karakter ‘C’. PORTC. Dengan menekan tombol buang berarti mikrokontroler akan menerima data USART berupa karakter ‘B’. Dengan kata lain. dan fungsi diam() untuk lampu indikator kuning. PORTC. Dengan diterimanya input berupa karakter ‘B’ maka mikrokontroler akan menjalankan fungsi buka() servo.4 bernilai low dan indikator lampu kuning akan menyala. Selanjutnya mikrokontroler akan menjalankan fungsi tutup() servo untuk menutup keran air.i++). ternyata hasilnya tidak seperti yang diharapkan.4 bernilai low.87 atau pengurangan level cairan. .i<50. motor servo tidak mau menutup keran. PORTC. Jadi servo akan bergerak ke kiri untuk membuka keran air hanya selama rentang waktu yang diberikan pada for (i=1. Hal ini terjadi pada saat pengguna menekan tombol buang dan kemudian setelah beberapa lama bermaksud untuk menghentikan proses buang dengan menekan tombol stop. Pada saat program ini dijalankan pada plant. setelah lewat dari perulangan for maka servo akan berhenti (tidak ada pergerakan). rutin program stop tidak berjalan walaupun mikrokontroler telah menerima input karakter huruf ‘C’. Namun pada prakteknya saat pengguna menekan tombol stop. dan fungsi buang() akan aktif untuk menyalakan lampu indikator berwarna hijau. rutin program stop tidak akan berjalan. maka dengan menekan tombol Stop akan dikirimkan karakter huruf ’C’ ke mikrokontroler.4 untuk relay bernilai low. seharusnya mikrokontroler akan menjalankan fungsi tutup() servo. Kemudian apabila ditekan tombol stop.

} }. } else { pwm=1. delay_ms(80). pwmKi_val = 0x80. pwmKi_val = 0x20. } . }. } else { pwm=1. Fungsi buka() dan tutup() servo mengalami perubahan sebagai berikut: //=========FUNGSI TUTUP SERVO========================= void tutup (void){ pwmKa_val = 0x80. PWM sendiri dibangkitkan dari interrupt timer 0. pwmKa_val = 0x00.88 Penulis mencoba menggunakan PWM untuk menggerakkan motor servo. } //================================================= //==========FUNGSI BUKA SERVO======================== void buka (void){ pwmKa_val = 0x20.x++. if (x>=pwmKi_val) { pwm=0. 1<x<100. Berikut program interrupt timer 0 untuk PWM: interrupt [TIM0_OVF] void timer0_ovf_isr(void) { TCNT0 = 0x00. if (x>=pwmKa_val) { pwm=0. pwmKi_val = 0x00. pwmKi_val = 0x00. pwmKa_val = 0x00. delay_ms(2900). sehingga tidak mengganggu rutin program yang lain.

89 Sedangkan pada listing program pengendalian level cairan secara manual. PORTC. motor servo dapat bergerak ke kiri untuk membuka keran air.4=0x00.4=0x00) berhasil dijalankan . } if(rxtx=='B') { buka (). berarti penulis mengunakan dua buah interrupt timer overflow yaitu timer 0 dan timer 1. rutin program stop (fungsi tutup(). motor servo berhasil bergerak ke kanan untuk menutup keran. PORTC. Berikut gambar TIMSK : .4=0x00. PORTC.4=0xFF. buang (). fungsi diam(). sehingga menjadi: if(rxtx=='A') { tutup (). } if(rxtx=='C') { tutup (). Inisialisasi dan pengaturan dua buah timer ini terletak pada Timer / Counter Interrupt Mask Register (TIMSK). Dengan modifikasi program ini. diam (). } Dengan menggunakan program di atas. perulangan for dihilangkan. dan apabila tombol stop ditekan. dan PORTC. isi (). Kedua timer dapat dijalankan tanpa mengganggu satu sama lain. Dengan kata lain pada saat karakter huruf ‘C’ dikirimkan ke mikrokontroler.

Sehingga bila dituliskan dalam bilangan biner menjadi 00000101 yang bernilai 5. Berikut sebagian program untuk TIMSK: MCUCR=0x00. dengan kata lain kedua bit ini harus bernilai 1.90 Gambar 46. UCSRC=0x86. Dalam bilangan heksadesimal. 2008) Pada register ini. TOIE sendiri disebut sebagai bit pengaktif interupsi timer/counter. Winoto. Agar kedua timer ini dapat berjalan. TIMSK=0x05. UCSRB=0x08. nilai tersebut menjadi 0x05. timer 0 terletak pada bit 0 dengan nama TOIE0 dan timer 1 terletak pada bit 2 dengan nama TOIE1. maka bit 0 dan bit 2 harus diaktifkan. UBRRH=0x00. UCSRA=0x00. Sehingga pada listing program. UBRRL=0x19. kita tuliskan nilai TIMSK sebesar 0x05. MCUCSR=0x00. >>>>> Timer / Counter Interrupt Mask Register . Timer / Counter Interrupt Mask Register (TIMSK) mikrokontroler Atmega8535 (A. Mikrokontroler Atmega8/16/32/8535 Dan Pemrogramannya dengan Bahasa C pada WinAVR.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful