P. 1
BATIK BAKARAN

BATIK BAKARAN

|Views: 347|Likes:
Published by Emma Sekar

More info:

Published by: Emma Sekar on Mar 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/12/2014

pdf

text

original

BATIK BAKARAN

Pada tahun 1975, batik bakaran nyaris hilang dari peredaran pasar tradisional. Pasalnya, Sutarsih yang berusia 86 tahun, satu-satunya generasi keempat pembatik bakaran, tak mampu lagi membatik. Namun, Bukhari, putra ke-12 Sutarsih, yang mewarisi kemampuan membatik, berusaha keras menjadikan batik bakaran kembali ´bermasa depan´. Bukhari Wiryo Satmoko, nama lengkap pria yang lahir di Desa Bakaran Wetan, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, ini tidak sekadar mengembalikan batik bakaran di peredaran pasar tradisional, tetapi sampai ke pasar nasional dan internasional

Dia memang akrab dengan batik. Sejak masih duduk di kelas III Sekolah Rakyat, Bukhari kerap dianggap suka ngrusuhi atau mengganggu ibunya yang sedang membatik.

Saat sang ibu beristirahat, Bukhari kecil mengambil canting dan melanjutkan motif batik di kain yang dikerjakan ibunya. Bukannya menjadi rangkaian batik yang indah, motif-motif karya Bukhari itu tidak berbentuk dan malam batiknya mblobor.

Kejadian itu terus berulang hingga sang ibu sering marah. Namun, dari waktu ke waktu sang ibu pun bisa melihat bahwa hasil lanjutan motif Bukhari semakin baik. Bahkan, Bukhari kerap menelurkan motif lain yang berbeda dengan pakem batik bakaran.

´Saya mulai jarang membatik bersama Ibu setelah duduk di Sekolah Teknik Juwana. Soalnya, lebih asyik mengutak-atik mesin ketimbang canting he-he,´ kenangnya.

Kondisi itu berjalan hingga Bukhari duduk di STM 2 Semarang. Namun, baru dua bulan di sekolah itu, dia harus pulang ke rumah dan tak lagi melanjutkan sekolah. Ia harus menjaga ibunya yang sakit keras karena seorang kakak Bukhari meninggal tertimpa paku bumi. Sang ibu tak memperkenankan Bukhari melanjutkan sekolah teknik karena takut kejadian serupa menimpa putra bungsunya itu. Peristiwa itulah yang kembali mendekatkan Bukhari dengan cinta pertamanya, batik.

Mengajari

istri

Tahun 1975 ia menikah dengan Tini. Untuk menghidupi keluarga, Bukhari mengerjakan tambak. Ia mengajari istrinya membatik dan berharap Tini tak sekadar menjadi ibu rumah tangga, tetapi turut menopang ekonomi rumah tangga.

Pada tahun-tahun itu pula Desa Bakaran Wetan krisis generasi pembatik bakaran. Sejak sakit, ibunda Bukhari tak lagi membatik. Bukhari memanfaatkan situasi ´genting´ itu dengan mengembangkan batik bersama istrinya.

´Semula saya memproduksi dua kain batik per bulan dan menjualnya di pasar tradisional. Waktu itu harganya masih murah, Rp 3.000-Rp 8.000 per lembar,´ ujar Bukhari, generasi kelima pembatik bakaran.

Menurut dia, meski tak selaris saat Juwana menjadi pelabuhan besar pada zaman para kakekbuyut, masyarakat tetap meminati batik bakaran. Bahkan, sejumlah orang yang mengira batik bakaran sudah tak lagi diproduksi mengaku kaget bisa menemukannya.

´Mereka mendatangi rumah saya untuk memesan batik. Dari waktu ke waktu pesanan bertambah sehingga batik bakaran tenar kembali,´ katanya.

Nyi Danowati membuat langgar tanpa mihrab yang . Alasannya. Menurut Bukhari. Bukhari memberi merek batiknya ´Tjokro´. Program itu meningkatkan pemasaran batik bakaran di daerah Pati sekaligus juga di luar Pati. Blora.´ kata penerima penghargaan Byasana Bhakti Upapradana dari Gubernur Jateng pada 1994 ini. Jakarta.000 per hari. Bukhari bisa mempunyai tenaga kerja harian dan borongan sebanyak 52 orang. ´Usaha itu saya tutup selama dua tahun. Tenaga pembatik itu berasal dari para ibu rumah tangga di sekitar tempat tinggalnya. Industri rumah tangga batik yang dia kembangkan mulai dari nol itu terkena imbas krisis moneter. sejarah batik bakaran terkait erat dengan kisah Nyi Danowati atau Nyai Ageng Siti Sabirah. Melalui legenda itu. ´Sebagian kecil di antara mereka sudah bisa membatik. Tahun 2006 Bukhari mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Pati untuk melestarikan dan meningkatkan pemasaran batik bakaran. Alasannya.000-Rp 30. Ia datang ke Desa Bakaran untuk mencari tempat persembunyian karena dikejar-kejar prajurit Kerajaan Demak. Melestarikan legenda Sukses Bukhari melestarikan batik bakaran dan meningkatkan perekonomian warga sekitar berdampak pula pada kelestarian legenda tentang batik bakaran. Semarang. Tak mengherankan jika omzet Bukhari mencapai Rp 40 juta±Rp 60 juta per bulan. sepi pembeli. bertani. Pemkab Pati menerima usulan itu dengan menggalakkan program pemakaian batik bagi pegawai negeri sipil (PNS) pada hari-hari tertentu. penjaga pusaka dan pengurus seragam Kerajaan Majapahit akhir abad ke-14. batik bakaran menjadi komoditas perdagangan di Pelabuhan Juwana dan menjadi tren pakaian para pejabat Kawedanan Juwana. tetapi sampai ke Surabaya. Bukhari memaparkan. Hal Ini mengakibatkan batik bakaran tak laku. Pada tahun 1998 Bukhari terpaksa menutup usaha batik dan memberhentikan para pekerjanya. Pemasaran batik produknya tak hanya di Pati. saat itu harga bahan baku batik meningkat berlipat-lipat sehingga harga batik menjadi sangat tinggi. para ibu rumah tangga itu tak mempunyai pekerjaan tetap ketika ditinggal suaminya melaut. serta Kanada dan Amerika Serikat. Bandung. Tenaga kerja Lonjakan permintaan pasar pada era 1980-an itu menyebabkan Bukhari menambah tenaga kerja dari dua orang menjadi 20 pembatik.´ katanya. pada era Tjokro. Ia mengambil nama kakeknya. mereka dapat menambah penghasilan keluarga Rp 15. Mereka mampu memproduksi 400-600 lembar batik bakaran per bulan. Rembang. Melalui promosi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pati dan gethok tular para pembeli. Dengan membatik.Agar batik bakaran lebih dikenal luas. Turiman Tjokro Satmoko. sedangkan yang lain harus diajari lebih dulu. atau mburuh di kota-kota lain. Dalam penyamarannya di Desa Bakaran. Baru pada tahun ketiga saya mulai memproduksi batik lagi dalam skala kecil dibantu istri dan seorang pembatik. batik bakaran kembali bangkit. tradisi manganan atau makan bersama terus berkembang dan menjadi salah satu sarana menjalin keguyuban warga.

Serta pada setiap motif mempunyai makna yang sangat filosofis. kulit pohon tingi yang menghasilkan warna coklat. Keterampilan itu tak lepas dari buah didikan Nyi Banoewati. ornament maupun warnanya. bahan-bahan itu sudah sulit didapat. Hal ini disebabkan karena sudah terjadi perpaduan kebudayaan pedalaman dan pesisir yang akhirnya karya masyarakat ini sangat unik. Salah satu karya budaya masyarakat yang mampu menjadi perhatian masyarakat luas adalah karya batik tulisnya. Kopi Pecah. kayu tegoran untuk warna kuning. Saat ini. motif gelombang cinta. Bukhari juga mengembangkan motif kontemporer berdasarkan kekhasan daerah dan tren yang dilihatnya berkembang di masyarakat.Truntum. Sedangkan beraliran batik tulis pesisir karena secara geografis letak wilayah Desa tersebut memang terdapat dipesisir pantai dan aliran pesisir ini diindikasikan pada motif batik tulis. yaitu warna yang mendominasi batik Bakaran Wetan adalah hitam dan coklat. Dan beberapa motif pesisir yang lain corak tersebut pada umumnya berbeda dengan corak batik daerah lain. pewarna batik motif itu menggunakan bahan-bahan alami. ungker Cantel. MOTIF BATIK TULIS BAKARAN BERDASARKAN GEOGRAFIS DAN FILOSOFis. Sejarah Masyarakat Keterampilan membatik tulis bakaran di Desa Bakaran Wetan itu punya sejarah yang melegenda. ´Sayangnya. Aliran Tengahan. peksi papua. blebak Urang. padas gempal. sehingga masyarakat menjulikinya daerah seni budaya. Kedele Kecer. gandrung. Kawung Tanjung. tempat warga menggelar tradisi manganan. AKAR BUDAYA BATIK BAKARAN Bakaran adalah sebuah desa yang ada di kecamatan Juwana kabupaten Pati. Blebak Duri. dan limaran.disebut Sigit. Karya batik ini juga mampu mengangkat citra daerah. Motif-motif itu mirip dengan motif batik dari Jawa Timur. juwana. Megel Ati. Manggaran. Dan beberapa motif tengahan yang lain. begisar. baik dari segi gambar. Misalnya. desa Bakaran mampu menjadi ikon Pati yaitu dengan karya budaya masyarakat. Puspo Baskora. Gandrung. Unsur corak/motifnya beraliran pada corak motif batik Tengahan dan bathik Pesisir. Nogo Royo. karena yang memperkenalkan batik tulis pada wilayah Desa Bakaran adalah dari kalangan kerajaan Majapahit. Dahulu. dan jambu alas. Namtikar. blebak lung. Dan Jenis motif tengahan ini diindikasikan pada corak batik. Rawan. Dan sampai saat ini corak batik bakaran sangat khas dan unik yang motifnya sangat berbeda dengan batik-batik lain walaupun asal mulanya dari budaya batik yang sama yaitu budaya keraton. loek Chan. pohon druju. Banyak budaya ditemukan di Juwana. Menurut dia. Di halaman Sigit itulah Bukhari mengajar membatik kepada warga sekitar. Seni batik bakaran ini berjalan sejak zaman majapahit yaitu antara abad 14 sampai sekarang. Merak Ngigel. motif batik Nyi Danowati yang masih berkembang hingga kini adalah motif sekar jagad. magel ati. terutama didaerah ini. Liris. Misalnya. dan akar kudu sebagai pewarna sawo matang.Motif batik tulis Bakaran bila dilihat dari segi warna mempunyai mempunyai ciri tersendiri. penjaga museum pusaka dan pembuat seragam prajurit pada akhir Kerajaan Majapahit abad ke-14. kembang rowo. Limanan. Sido Mukti.´ kata Bukhari. Selain motif-motif bakaran kuno. Gringsing. dan sampai kini menjadi pepunden. Desa ini ada 2 yakni Bakaran Wetan dan Bakaran Kulon. Sido Rukun. Padas Gempal. . Bregat Ireng. Blebak Kopik.

sedang milik Kek Truno bernama Bakaran Kulon. ia mampu membuka lahan yang sangat luas. Ia melanjutkan perjalanan hingga ke kawasan rawa-rawa yang penuh pohon druju atau sejenis semak berduri.´ katanya. kayu tegoran warna kuning. Di Bakaran Wetan itulah Nyi Danowati membangun permukiman baru. yaitu Ki Dukut. Nyi Banoewati bersama tiga saudaranya. batik bakaran menjadi komoditas perdagangan antarpulau melalui Pelabuhan Juwana dan menjadi tren pakaian para pejabat Kawedanan Juwana. Yang saat itu warga keraton sangat melarang keras warganya untuk beragama Islam. Tak kurang akal. mereka juga . Ketiga desa itu sampai sekarang tetap ada dan saling berbatasan satu dengan yang lain. Nyai Banoewati adalah salah seorang abdi dalem yang sudah memeluk agama Islam. Meskipun kesulitan bahan pewarna. kawasan itu dikenal sebagai Drujuwana (hutan druju) atau Juwana. Nyi Banoewati / Nyai Ageng Siti Sabirah (begitu masyarakat menyebutnya) mendirikan masjid tanpa mihrab supaya tidak diketahui prajurit Majapahit yang disebut Sigit. Akhirnya Sang abdi dalem ini ketahuan dan melarikan untuk menyelamatkan diri dari hukuman raja dan sergapan prajurit. Nyi Banoewati mengadakan perjanjian dengan Ki Dukut. Adapun Ki Dukut yang kawasannya sangat sempit itu menamakan daerah itu Pedukuhan Alit atau Dukutalit. Jadilah kawasan Nyi Banoewati lebih luas sehingga sebagian kawasan diberikan kepada Kek Truno yang tidak mau babat alas. Secara lebih luas lagi. Nyi Banoewati dan dua saudaranya berpisah dengan Ki Dalang Becak. sedang Ki Dalang Becak menetap di Tuban. Kerajaan Majapahit diambang keruntuhannya karena wilayahnya sudah hampir dikuasahi oleh kerajaan Islam Demak Bintoro. di tiras pandelikan. Di sela-sela waktunya. kekasihnya. Waktu itu Joko Pakuwon berhasil menemukan Nyi Banoewati. Ki Dukut menyetujui usulan itu. dan Ki Dalang Becak. Ki Truno. yang memang saat itu aktifitasnya disibukkan dengan membatik. Sejumlah warga yang semula tidak mau menempati daerah berawa-rawa itu mulai tertarik membangun permukiman di sekitar rumah Nyi Banoewati. magel ati. dan akar kudu warna sawo matang. motif batik yang diajarkan Nyi Banoewati adalah motif batik Majapahit. bahan-bahan pewarna itu sudah sulit ditemui. Coretan itu membentuk motif garis-garis pendek. Nyi Banoewati menyempurnakan garis-garis itu menjadi motif garis silang yang melambangkan kegandrungan atau kerinduan yang tidak terobati. ´Motif khusus yang diciptakan Nyi Baneowati sendiri adalah motif gandrung. Waktu itu. motif-motif khas itu perlu mendapat perlakuan khusus dalam pewarnaan. Di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Bersama Ki Dukut. sekar jagat. padas gempal. Saat ini warga Bakaran selain melestarikan motif Nyi Banoewati. Daerah milik Nyi Banoewati dinamai Bakaran Wetan. Misalnya. Sayangnya.. Ia meminta sebagian lahan Ki Dukut dengan cara menentukan batas lahan melalui debu hasil bakaran yang terjatuh di jarak terjauh. Di pendopo dan pelataran Sigit itulah Nyi Danowati melaksanakan aktifitas agamanya dan mengajar warga membatik. Pewarnanya pun harus menggunakan bahan-bahan alami. sedangkan lahan Nyi Banoewati sempit. kulit pohon tingi yang menghasilkan warna coklat. dan limaran. perempuan yang konon berparas ayu itu pergi menyusuri pantai utara Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kedatangan Joko Pakuwon membuat Nyi Banoewati yang sedang membatik melonjak gembira sehingga secara tidak sengaja tangan Nyi Banoewati mencoret kain batik dengan canting berisi malam. Lantaran Ki Dukut itu seorang lelaki.Waktu itu. batik tulis bakaran banyak peminat. Nyi Banoewati membuka lahan di daerah rawa-rawa itu sebagai tempat tiras pandelikan atau tempat persembunyian. Motif itu terinspirasi dari pertemuan dengan Joko Pakuwon. Misalnya.

Diantara warna klasiiknya bakaran adalah warna putih. Nyogo adalah pemberian warna sogo. Proses Pembatikan Menurut tutur masyarakat dulu nyai ageng Sabirah dan para perajin sekitar sebelum pembatikan melakukan ritual dulu. dan blebak urang. ki truno) melarikan menyelamatkan diri menyusuri pantai utara kearah barat atas desakan raja dan prajuri karena saat itu seluruh warga keraton Majapahit dilarang memeluk Islam. 6. nyimplong. nembok. Bila sudah selesai maka corak batik sudah bisa dinikmati. dan nglorod. 4. jambu alas. Warna sogo bakaran adalah warna cokelat klassik. Gambar ini sebagai motif batik yang diinginkan. Pencoletan ini merupakan pemberian warna bervariasi. sablon dsb. ´Banoewati´ adalah nama dari sang abdi dalem tersebut. Yakni menuangkan gambar yang sebelumnya digambar dikertas. BATIK YUWANA ³ BATIK TULIS BAKARAN PATI (sebuah corak budaya pesisir) Batik bakaran ini sudah eksis sejak zaman Majapahit pada abad 14 m yang lalu.mengembangkan aneka macam motif kontemporer. Kemudian setelah digambar. Warna ini merupakan warna klasikknya bakaran. Nerusi ini memberikan titik-titik pada motif. Biasanya motif tersebut menggambarkan kondisi masyarakat yang ada dan memberikan pesan moral pada masyarakat. Setelah pewarnaan selesai. Proses ini adalah membuat gambar motif di kertas sebelum digambar di kain. 8. hitam dan cokelat. Proses ini bertahap mulai tahap pertama sampai terakhir. kedele kecer. Diantara prosesnya adalah. Pengekuman kain. Atau ada pesan-pesan yang terkandung didalam motif tersebut. kain dicantingi sesuai desain gambar kain. sehingga suatu ketika atau secara tiba-tiba tidak tersadari mendapat gambaran/ bayangan motif batik yang akan dibuat. 2. Melorod atau menghilangkan malam pada kain yang sudah terwarna. seni tangan ini dikembangkan oleh sang abdi dalem dari keraton yang bertugas merawat gedung pusaka yang mempunyai keahlian membatik untuk keperluan gedung pusaka itu. Proses pendesainan. 9. Langkah terakhir adalah Ngolrod. Nemboki. Medel. Nyogo. Dan ada juga menunjukkan latar belakang si perajin itu sendiri. ngering. Dalam pelarian ini sampailah pada suatu . yakni mulai dari nggirah. Setelah decanting dengan malam. 3. ini di rendam dulu dengan lerak. nerusi. Kain sebelum digambari dan dicantingi. Pelorodan ini dengan menggodok kain di air yang mendidih yang sudah dikasih obat pelorodan. gelombang cinta. Tahapan-tahapan tersebut dikerjakan perajin secara manual tanpa ada alat-alat baru seperti cap. Pencantingan. antara lain motif pohon druju (juwana). Medel ini adalah mbironi/ memberi warna biru pada kain. Ceritanya. nyogo. Jadi setiap motif batik ada maksud dan tujuan yang diharapkan pembatik. ada yang setelah diwedel ada yang langsung. Setelah melakukan puasa ini perajin melakukan pertapaan/ nyep dengan tujuan mendapatkan inspirasi/ ilham. Penembokan kain ini untuk membuat motif retak/ motif remek pada kain. nyolet. 1. 5. kain ditembok dengan malam penuh. mbironi. Ada yang puasa 3 hari. 10. kidukut. ada yang satu minggu. Sang abdi ini bersama ketiga bersaudara (ki dalang. dan teknik dalam pembuatan batik bakaran. Dengan tujuan agar nanti setelah diwarnai tidak akan pudar/ Penggambaran dikain. Pencoletan. printing. Nerusi. Ada beberapa proses. ada yang satu bulan ada yang 40 hari. Motif remek ini mencirikan kekhasan batik bakaran. medel. 11. kain diberi obat pengunci warna supaya tidak luntur atau pudar warnanya. Medel ini adalah nyelup (merendam kain dalam air yang sudah diberi warna sampai beberapa kali) 7. Setelah dilorod kain dikeringkan dan sudah bisa dinikmati motifnya.

tinggal dan mengembangkan keahlian membatiknya. yakni motif klassik dan motif terkini/ modern. Perajin batik Bakaran "Tjokro". Hal itu menyebabkan motif-motif Bakaran mudah ditiru dan diklaim perajin batik dari luar daerah. yakni Juwana tepatnaya didesa Bakaran. dan merak bambu. saat ini mereka sedang berupaya mengembangkan batik kombinasi cap dan tulis untuk membuka persaingan dengan produk tekstil batik asal China yang harganya murah. Sehingga sampai pada saat ini batik berkembang dibakaran dan sebagai ikon Pati. Rabu (6/10). pring sedapur. harganya rata-rata di atas Rp 100. truntum. Bukhari. Banyak perajin beranggapan lebih baik mengunakan dana untuk tambahan modal ketimbang mematenkan motif. kupu dadap. Kabupaten Pati. Kecamatan Juwana.air. gringsing. Santoso. prenjak. apalagi jika itu dari negara lain. nyimplong. KERAJINAN BATIK BAKARAN 90 Motif Batik Bakaran Belum Dipatenkan PATI. Yang menjadi khasnya lagi batik bakaran adalah motif ³retak atau remek´. Selama ini tak pernah ada tindakan dari pemerintah kepada pelaku-pelaku yang meniru motif yang sudah dipatenkan. Selain itu. mengemukakan. Motif-motif itu merupakan karya baru atau pengembangan motif-motif batik Bakaran klasik. dan lain sebagainya. kolibri. pohon dsb. hingga kini belum dipatenkan. proses pematenan membutuhkan waktu sekitar dua tahun. yang warnanya bervariasi yang merupakan hasil inovasi masyarakat. Sekarang ini batik bakaran sudah ada yang dipatenkan oleh Ditjen HAKI sebagi motif batik milik pati. dan nglorod. Sementara pakaian batik tulis. nerusi.Sebanyak 90 motif dari 108 motif batik Bakaran. Motif-motif batik yang belum dipatenkan itu antara lain motif garuda. nembok. perajin kini membuat inovasi batik .warga setempat menyebutnya . sidomukti. Ke17 motif itu semuanya adalah motif klassik. Ketua Koperasi Batik Lasem. saat ditemui. dan limaran. waktu tersebut sangat cukup bagi perajin luar daerah atau negara lain untuk meniru dan mematenkan terlebih dahulu motif batik Bakaran yang sedang populer. "Para perajin juga beranggapan dipatenkan atau tidak dipatenkan itu sama saja. di Pati mengatakan. diantara teknik dan prosesnya adalah nggirah. Motif klassik adalah batik yang motifnya abstrak dan berupa simbol-simbol yang mempunyai cerita unik dalam pembuatannya.daerah. sidorukun. mbironi. Pakaian jadi bercorak batik asal China harga paling murah Rp 40. KOMPAS . Terhitung semuanya berjumlah 17 motif yang terpatenkan. rawan. nyogo. Batik klassiknya bakaran adalah berwarna antara hitam. Yang kedua motif modern yang ciri khasnya adalah motif aktual berupa bunga. Sehingga corak motifnya memperlihatkan karakter masyarakat.000 per potong. bahkan dari negara lain seperti Malaysia dan China.000 per potong. seperti motif gandrung. putih dan cokelat. Diantaranya adalah." kata dia. hasil produksi perajin batik di Desa Bakaran Wetan. para perajin atau pemilik motif enggan mematenkan karena tidak mempunyai dana. motif blebak kopik. Di Rembang. ikan. kopi pecah. medel. dan limaran. Tergolong ada 2 jenis motif batik bakaran. sekar jagat. Batik bakaran sudah terpatenkan Batik ini merupakan wujud ekspresi masyarakat pesisir pati. Didesa inilah nyii Banoewati atau nyai Sabirah . liris. benalu. ngering. Batik ini teknik perajinannya adalah sangat tradisional sekali. pematenan motif batik tidak lagi menjadi perhatian utama para perajin. magel ati. padas gumpal. Padahal. Bahkan.

Kondisi batik bakaran kini memprihatinkan. Jadi. Dia dikejar-kejar prajurit Majapahit disebabkan oleh agama yang saat itu beliau peluk. pemkab dapat memfasilitasi dan mengupayakan untuk mengajukan hak paten atas puluhan motif batik bakaran. mencanangkan penggunaan seragam batik bakaran bagi para PNS sekali sepekan.kombinasi untuk memenuhi permintaan konsumen dalam jumlah banyak. Zaman dulu. tetapi juga tas dan sandal. Selain itu. "Rencananya. Pelariannya dari prajurit Majapahit menyebabkan dia mengungsi di Desa Bakaran Wetan. Hal itu menyebabkan pengembangan batik lambat. Ada sekitar 30 motif batik bakaran yang perlu diselamatkan dari kepunahan. Pertama. Nyi Sabilllah atau Nyi Danauwati adalah pemrakarsa Batik Bakaran Wetan yang telah ada sejak tahun 1471 M. Dari segi warna. Harga batik kombinasi lebih murah dan terjangkau. (hen) Batik Bakaran ialah sebuah pelarian adalah awal mula munculnya Batik Bakaran. Tidak ada salahnya merancang batik agar terlihat keren dan gaul. Dalam persembunyiannya. Kala itu Majapahit melarang beredarnya agama Islam di bawah pemerintahannya kerajaan yang mengabut Hindu. Kondisi itu kian parah seiring dengan penurunan jumlah perajin. seperti jins. motif batik tulis bakaran berciri khas. Ada beberapa langkah melestarikan batik bakaran." ujarnya. Jenis dan corak batik tradisional sangat banyak. Nyi Sabillah mendirikan langgar tanpa mighraf agar terhindar dari prajurit Majapahit. Nyi Sabillah mengajarkan keahliannya membatik kepada masyarakat sekitar. yaitu dominan hitam dan coklat. Motif bakaran dapat pula diterapkan ke atas keramik dan produk kerajinan kuningan khas Pati untuk menguatkan batik tersebut sebagai identitas Pati. Keempat. Untuk menjadikan kain batik sebagai jati diri perlu inovasi terusmenerus terhadap mode batik. Batik bakaran yang merupakan komoditas kerajinan khas Pati diharapkan mampu menjadi ikon Pati dan menjadi bidang usaha yang menjanjikan. Ketiga. Sekretaris Prodi D3 Desain Arsitektur Undip . Sukawi Pengajar Arsitektur. kini tinggal 70-an orang. Corak dan variasi batik sesuai dengan filosofi dan budaya setiap daerah. Dinas Perdagangan dan Perindustrian membekali para perajin dengan berbagai ilmu perbatikan. Jangan sampai hak paten itu diambil alih negeri lain. produk itu akan dikembangkan tidak hanya dalam bentuk baju atau pakaian jadi. Batik bakaran adalah warisan sejarah dan budaya Pati yang tidak banyak ditemukan di daerah lain. Pemkab Pati mulai membina intensif dan membantu dengan jaringan sistem pemasaran modern. untuk mengisi aktivitas kesehariannya. Penerimaan batik di masyarakat belum semasif mode pakaian lain. perlu ada regenerasi secara konsisten. Busana yang luwes dan mudah dipadupa-dankan dengan busana masa kini. batik bakaran menjadi simbol priayi yang banyak diburu sebagai lambang kekayaan. Jumlah perajin pada era 1990 sebanyak 400-an orang. Kedua. Itu pun hanya sebagai pekerjaan sambilan.

By: OCAL Stop Sign By: OCAL Traffic Light By: OCAL Traffic Light: Green By: OCAL Traffic Light: Red By: OCAL Traffic Light: Yellow By: OCAL Sweden By: OCAL Passo Carrabile By: OCAL Svg Road Signs By: OCAL Svg Road Signs By: OCAL Road Sign By: OCAL Svg Road Signs By: OCAL No U Turn Sign By: OCAL One Way Sign By: OCAL Traffic Likely Road Signs By: OCAL Slippery Road Sign By: OCAL Intersecting Road Sign By: OCAL Stop Sign By: OCAL Stop Sign By: OCAL Train Road Signs By: OCAL Stop Sign By: OCAL Watch For Bicycles Sign By: OCAL Yield Sign By: OCAL Ped Xing By: OCAL Traffic Lights Ahead Sign By: OCAL ...Directional Sign Continue Straig.

I SMK NASIONAL PATI TAHUN AJARAN 2010/2011 .KLIPINK SEJARAH BATIK BAKARAN Nama Kelas : Tiya Widi Astuti : X AK.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->