P. 1
KULIAH MICROBIOLOGI INDUSTRI

KULIAH MICROBIOLOGI INDUSTRI

|Views: 229|Likes:

More info:

Published by: Andrian Saputra Isinbayeva on Mar 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/19/2013

pdf

text

original

KULIAH MICROBIOLOGI INDUSTRI

I. ALAT-ALAT PRAKTIKUM Otoklaf. Dipergunakan untuk sterilisasi larutan, peralatan gelas, dan untuk membunuh mikroorganisma yang telah selesai dipergunakan atau dibuang. Refrigerator dan Freezer. Dipergunakan untuk menyimpan sampel serta bahan pada suhu 4rC, -20rC dan -70rC. Kebutuhan akan freezer bersuhu -70rC dapat digantikan dengan pendingin menggunakan nitrogen cair. Instalasi pemurnian air. Untuk menghasilkan air murni yang dipergunakan untuk pembuatan regen yang dibutuhkan seperti yang tercantum dalam protokol. Terkadang untuk regen tertentu dibutuhkan air dari hasil destilasi 2 kali dan dideionisasi. Orbital Shaker. Untuk menumbuhkan bakteri atau mikroorganisma lainnya. Sebaiknya dapat dipergunakan untuk erlenmeyer dari yang berukuran 100 ml hingga 500 ml. Blok Inkubator/Penangas Air. Menjaga suhu tabung yang mengandung agar agar tetap panas (cair) sebelum dituangkan ke petri dish sebagai top agar. Pembakar Bunsen, Loop inokulasi, Batang gelas penyebar. Dipergunakan pada berbagai manipulasi yang berhubungan dengan bakteri dan media. loop inokulasi/jarum ose. Loop inokulasi digunakan untuk memindahkan sejumlah bakteri atau phage ke cawan petri atau ke suatu wadah dari medium cair. Alat tersebut dapat dibeli di toko penyalur peralatan laboratorium. Bahannya terbuat dari kawat platinum dan sebelum digunakan harus dipanaskan terlebih dahulu hingga membara kemudian didinginkan dengan menyentuhkan bagian yang membara ke permukaan agar. Gelas penyebar. Gelas penyebar digunakan untuk mendistribusikan sel-sel bakteri secara merata pada permukaan cawan petri (media padat). Alat ini dibuat dari batang gelas yang dibengkokan. Sebelum dipergunakan gelas penyebar disterilisasi dengan jalan mencelupkannya pada alkohol dan membakarnya hingga apinya padam. Gelas penyebar kemudian sebelum digunakan didinginkan dengan cara menyentuhkan pada permukaan media padat. Tusuk gigi steril. Bagian yang tajam dari tusuk gigi dapat dipergunakan untuk menginokulasi bakteri pada media padat dengan cara menusuk atau menggores. Kadang bagian tumpulnya dipergunakan untuk mengambil satu koloni atau plaque dari phage. Sebelum digunakan, alat ini harus disterilisasi dengan cara meletakkannya di gelas piala 100 ml dalam keadaan bagian yang tajam menghadap ke atas dan ditutup dengan alumunium foil. Alat ini dapat dipergunakan berkali-kali dengan cara mesterilisasinya terlebih dahulu. Labu Erlenmeyer dan Tabung reaksi 15-50 ml. Labu Erlenmeyer berukuran 100, 250 dan 500 ml diperlukan pada saat menumbuhkan mikroorganisma, juga sebagai wadah saat mempersiapkan media agar. Tabung reaksi diperlukan saat menumbuhkan bakteri dalam volume kecil. Petri dish. Steril petri dish berukuran 90v15mm dan 150v15mm dipergunakan untuk menyeleksi, menghitung bakteri atau dari suatu library secara rutin UV/visible Spectrophotometer. Pengukuran dengan cuvett kaca atau plastik dilakukan saat mengamati pertumbuhan dari sel bakteri (660nm) sedangkan dengan menggunakan cuvett quart dipergunakan dalam menentukan konsentrasi asam nukleat (260nm). Vortex mixer. Berfungsi untuk melarutkan pelet yang terbentuk pada microcentriguge tube atau mengaduk larutan pada tabung reaksi.

III. MEDIA DAN LARUTAN PENGENCER Tujuan Mengetahui beberapa medium (media) kultur dan larutan pengencer yang dipergunakan dalam pekerjaan-pekerjaan mikrobiologi serta dapat membuatnya secara aseptik. PENDAHULUAN Medium adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran nutrisi (zat makanan) yang dipakai untuk menumbuhkan mikroba, mengisolasi, memperbanyak, pengujian sifat-sifat fisiologis dan perhitungn jumlah mikroba. Bersadarkan konsistensinya medium dibedakan menjadi 3 macam: 1. Medium cair (liquid medium) Adalah medium berbentuk cair yang dapat digunakan untuk menumbuhkan atau membiakkan mikroba, pengamatan, fermentasi dan uji-uji lainnya. Contoh: Nutrient Broth (NB), Laktose Broth dan sebagainya. 2. Medium Padat (Solid medium) Adalah medium berbentuk padat yang digunakan untuk menumbuhkan koloni di permukaan sehingga dapat diamati, dihitung atau diisolasi. Contohnya berbagai macam agar, gelatin, silikagel dan berbagai limbah pertanian berbentuk padat. 3. Medium Semi Padat (semi Solid Medium) Medium ini digunakan untuk uji motilitas (pergerakan) mikroorganisma dan kemampuan fermentasi. Contohnya : agar dengan konsentrasi rendah (0,5%), gelatin. Berdasarkan Susunan Kimianya medium dibedakan atas: 1. Medium Sintetik Adalah medium yang susunan kimiawinya dapat diketahui secara pasti, dan dapat digunakan untuk mempelajari nutrisi mikroba, contohnya berbagai agar yang telah ditambah sejumlah nutrien tertentu. 2. Medium non-Sintetik (Komplek) Adalah medium yang susunan kimiawinya tidak dapat ditentuka dengan pasti, dan dapat digunakan untuk menumbuhkan dan mempelajari taksonomi mikroba. Contohnya ekstrak daging, pepton, darah, limbah pertanian, kaldu nutrien dsb. Berdasarkan fungsinya, medium dibedakan atas beberapa jenis: 1. Medium diperkaya (enriched medium) Adalah medium yang ditambahkan zat-zat tertentu (serum, darah, ekstrak tumbuhan, dll) medium ini digunakan untuk menumbuhkan mikroba heterotrof. 2. Medium Selektif (selective medium) Medium yang mengandung zat-zat kimia tertentu yang dapat menghambat pertumbuhan organisma yang diinginkan. 3. Medium dierensial (diferential medium) Medium yang mengandung zat-zat kimia tertentu yang memungkinkan sii pengamat membedakan berbagai tipe bakteri. Agar digunakan sebagai bahan pemadat berasal dari gang-gang laut yang diperdagangkan dalam bentuk murni dan kering. Agar mencair pada suhu 97-100rC, kemudian setelah didinginkan sampai 40rC agar mulai memadat. Konsentrasi agar yang digunakan pada media padat biasanya 1,5% sampai 2,0%.

TEKNIK PEMINDAHAN BIAKAN MIKROBA SECARA ASEPTIK Tujuan Menguasai teknik pemindahan bakteri dari satu wadah ke wadah lain secara aseptik. Pendahuluan Mikroorganisma pada prinsipnya terdapat dimana-mana dan dapat masuk melalui kontak langsung dengan permukaan tangan yang tercemar, bersentuhan dengan benda lain yang tidak steril ataupun melalui aliran udara. Untuk mencegah terjadinya kontaminasi oleh mikroorganisma pada saat membuat media atau biakan murni, kegiatan tersebut harus dilakukan secara aseptik. Dalam kegiatan ini akan dipelajari cara memindahkan biakan murni dengan teknik aseptik. Bila teknik tersebut berhasil maka biakan yang tumbuh hanya berasal dari organisma yang diinokulasi ke media tersebut. Teknik ini harus dapat dikuasai sebaik mungkin karena sangat menentukan keberhasilan pada kegiatan yang berhubungan dengan mikroba. Pemindahan antar tabung 1. Siapkan jarum ose yang terbuat dari kawat platina atau kawat nikrom dimana pada bagian ujungnya dibuat lingkaran berdiameter 2 hingga 4 mm. 2. Sebelum melakukan pemindahan antar tabung, latihlah tangan anda seperti pada gambar berikut. 3. Panaskan jarum ose di atas pembakar bunsen/spiritus hingga seluruh kawat pijar. Biasakan untuk memanaskan ujung jarum ose di dalam kerucut api sebelah dalam yang berwarna biru, kemudian biarkan jarum ose tersebut mendingin selama s 30 detik sebelum dipakai atau dapat dipercepat dengan menyentuhkannya ke media. 4. Angkatlah sumbat kedua tabung tersebut satu demi satu and mulailah dengan sumbat tabung yang terdekat dengan tangan anda dengan cara memutar untuk memudahkan lepas dari mulut tabung. 5. Panaskan mulut kedua tabung yang tidak tersumbat dengan cara melalukan bolakbalik di atas api dan jagalah agar tabung letaknya tidak terlalu miring. 6. Masukkan jarum ose ke dalam tabung yang berisi biakan dan pindahkan ke tabung lainnya. Pengerjaannya harus selalu dekat dengan api untuk mencegah kontaminasi. 7. Panaskan kembali mulut kedua tabung tersebut seperi tadi. 8. Kembalikan masing-masing tabung seperti sediakala dan pijarkan kembali jarum ose sebelum diletakkan kembali ke tempat semula. 9. Berikan label pada tabung yang baru diinokulasi dengan jelas dengan mencantumkan nama an tanggal inokulasi. Pemindahan ke cawan petri 1. Tuliskan nama anda dan tanggal kegiatan pada tutup cawan petri anda. 2. Letakkan cawan petri anda di atas meja dengan tutupnya terletak ddi sebelah atas atau pada tangan kiri dengan disangga oleh tiga jari (kelingking, manis dan tengah). Jari telunjuk dan ibu jari berfungsi untuk membuka dan menutup cawan petri. 3. Dengan menggunakan jarum ose pindahkan secara aseptik satu loop biakan dan goreskan pada cawan petri dengan model goresan seperti pada gambar di bawah ini. 4. Pijarkan jarum ose untuk mematikan sisa-sisa bakteri yang tertinggal. 5. Letakkan cawan-cawan tersebut dalam posisi terbalik dan inkubasikan pada temperatur yang sesuai dan amati pada hari berikutnya.

1 saampai 0. hitungan mikroskopis langsung (direct microskopic count) dan lainlain. Kelemahannya adalah -Tidak dapat membedakan sel hidup dengan sel mati. Pendahuluan Ada berbagai macam cara mengukur jumlah sel. Cawan yang dipilih untuk penghitungan adalah yang berjumlah antara 30 hingga 300 koloni. . Bersihkan permukaan hitung hemasitometer dan tutup denganethanol dan air serta keringkan dengan kertas saring/tissue. sampel ditaruh di suatu ruang hitung (hemasitometer) dan jumlah sel dapat ditentukan secara langsung dengan bantuan mikroskop. Keuntungannya adalah -pelaksanaan penghitungan dapat dilakukan secara cepat dan -tidak memerlukan banyak peralatan. Pada metode hitungan mikroskopis langsung. 2. -Sulit menghitung sel yang berukuran sangat kecil seperti bakteri karena ketebalan hemasitometer tidak memungkinkan digunakan lensa obyektif minyak immersi. antara lain dengan hitungan cawan (plate count). -Belajar melakukan pengenceran seri dalam hubungannya menghitung mikroba atau isolasi. metode hitungan cawan dan spektrofotometer. Karena jumlah mikroorganisma dalam sampel tidak diketahui sebelumnya maka untuk mendapatkan cawan yang disyaratkan dilakukan sederetan pengenceran. sehingga jumlah koloni yang muncul pada cawan merupakan suatu indeks bagi jumlah organisma yang dapat hidup yang terkandung dalam sampel. Dengan menggunakan pipet ambilah suspensi sebanyak 0. Hitungan langsung 1. -Kadang sel-sel bergerombol sehingga sulit untuk dibedakan secara individu.5 ml. 3. Letakkan kaca tutup hemasitometer di atas permukaan hitung hemasitometer. Jumlah organisme yang terdapat dalam sampel asal ditentukan dengan mengalikan jumlah koloni yang terbentuk dengan faktor pengenceran pada cawan bersangkutan. Pada metode hitungan cawan diasumsikan bahwa setiap sel yang hidup dapat berkembang menjadi satu koloni. Alat dan Bahan Suspensi mikroorganisma Agar Air destilasi Hemasitometer Cawan petri Tabung reaksi Vortex Colony counter PROSEDUR A.VI. PENGHITUNGAN MIKROBA Tujuan -Mengenal beberapa metode yang dilakukan dalam penghitungan mikroorganisma seperti menggunakan hemasitometer.

Contoh perhitungan : Hasil pengamatan terdapat 500 sel khamir di dalam 80 kotak kecil Luas 80 kotak kecil 80 v (1/400mm2) = 0. Amati hemasitometer dengan mikroskopdan hitunglah jumlah sel yang terdapat pada 80 buah kotak kecil yang terletak d dalam kotak bagian tengahyang berukuran 1 mm2. . Dengan hati-hati taruhlah ujung pipet pada lekukan berbentuk V pada tepi kaca tutup hemasitometer dan biarkan ruang hemasitometer terpenuhi secara suspensi secara kapiler (usahakan agar tidak ada cairan masuk antara kaca tutup dengan penyangga kaca tutup karena hal tersebut akan menambah kedalaman cairan). Kedalaman sampel 0.1 mm kaca tutup Gambar . 6. Tampak samping hemasitometer memperlihatkan jarak antara kaca penutup dengan hemasitometer B.1) mm = 25. Cara penghitungan: Hemasitometer dibagi menjadi 9 area masing-masing berukuran 1mm2. Lakukan pengambilan suspensi yang telah diencerkan sesuai dengan petunjuk gambar yang ada. Kocoklah suspensi bakteri hingga kekeruhannya merata lalu secara aseptik pipetlah 1ml sampel dan masukkan ke dalam blanko pengencer dan aduk dengan vortex. 2.4. Siapkan pengenceran serial seperti pada gambar di bawah ini. Setiap kotak besar dibagi lagi menjadi 16 kotak kecil sehingga di dalam kotak tengah terdapat 400 kotak kecil (25 v 16). Metode Hitungan cawan 1.1 mm maka jumlah sel per mm3 adalah : 2500 sel/mm2 v (1/0. 3.000 sel/mm3 v 1000 = 2. a. Kotak yang ditengah (sisinya dibatasi garis ganda) dibagi menjadi 25 kotak besar. Tampak atas hemasitometer memperlihatkan tempat menaruh sampel b.5 v 107 sel/ml a. Siapkan keempat botol berisi larutan pengencer dan susunlah seperti yang tergambar dan beri label sesuai dengan jumlah pengeceran. 5. kaca Kaca tutup Ruang hitung Tempat menaruh sampel Pengangga kaca tutup b.2 mm2 maka 500 sel v (1/0.000 sel /mm3 1 ml = 1 cm3 atau 1000 mm3 maka jumlah sel per ml-nya adalah : 25. 4.2)mm2 = 2500 sel Kedalaman cairan 0.

0 ml 1.5 ml 1:10.0 ml 1.1 ml 1:1000 1:100. 9 ml 9 ml 9 ml 9 ml 9 1.1 ml 1:2000 0.000 1:200 0. 6.0 ml 1.5 ml 1:1000 0.000 . Inkubasikan cawan tersebut pada suhu yang telah ditentukan selama jangka waktu tertentu dan hitung jumlah koloni yang ada.0 ml 1:10 1:100 0. Sterilkan batang kaca penyebar dengan mencelupkan ke dalam alkohol dan bakarlah di atas api hingga ethanol yang menempel pada batang habis terbakar. 9.5. Pipetlah suspensi hasil pengenceran sesuai dengan jumlahnya dan letakkan di atas media cawan yang tersedia dan segera sebarkan dengan menggunakan batang gelas penyebar secara merata.

Lapisan tipis atau olesan sampel yang dikeringkan. difiksasi dan diwarnai ad1. Diperoleh dengan cara menaruh setetes zat cair yang mengandung organisma pada kaca obyek dan menutupnya dengan kaca sangat tipis (cover glass). Untuk mengurangi laju penguapan dan meniadakan aliran udara. Preparat basah atau preparat tetes gantung memungkinkan pemeriksaan organisma hidup yang tersuspensi dalam zat cair. Penggunaan . PEWARNAAN Preparat untuk pemeriksaan mikroskop cahaya Dua teknik umum yang digunakan untuk mempersiapkan preparat adalah : 1. suspensi organisma dalam suatu cairan 2.IV. tetesan itu biasanya dilingkari dengan ³jeli petroleum´ atau bahan serupa sehingga antara kaca obyek dan kaca tutup terkatup rapat.

Dimanfaatkan untuk pengamatan : a. Aplikasi pewarna tunggal (pewarnaan sederhana) atau serangkaian larutan pewarna atau reagen (pewarnaan diferensial) Pewarnaan sederhana Pemberian warna pada bakteri atau jasad renik dengan menggunakan suatu pewarnapada lapisan tipis. Biasanya digunakan lebih dari satu larutan zat pewarna. ad 2. misalnya dengan pemanasan yang menyebabkan mikroorganisma melekat pada kaca obyek. b. Kontras antara sel dengan latar belakangnya dapat dipertajam dengan cara mewarnai sel-sel tersebut dengan zat warna. Penempatan sampel olesan atau lapisan tipis spesimen pada kaca obyek. Untuk mengamati proses-proses kehidupan tertentu misalnya motilitas dan reproduksi. b. basilus. Zat-zat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhaan umumnya bersifat alkalin (komponen kromoforiknya bermuatan positif). Mengidentifikasi dan membedakan organisma serupa. Mengidentifikasi bagian-bagian struktural sel mikroorganisma c. Fiksasi olesan pada kaca obyek. Kebanyakan bakteri mudah bereaksi dengan pewarna-pewarna sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofilik. Pendahuluan Sel-sel mikroba yang tidak diwarnai umumnya tampak hampir tembus pandang (transparan) bila diamati dengan mikroskop cahaya biasa sehingga sukar dilihat karena sitoplasma selnya mempunyai indeks bias yang hampir sama dengan indeks bias lingkungannya ayng bersifat cair. atau olesan yang sudah difiksasi lapisan -----pdigenangi dalam larutan----pdicuci dengan air----pdikeringkan pewarna selama jangka dengan penghisap waktu tertentu kertas Pewarnaan diferensial Prosedur pewarnaan yang menampilkan perbedaan di antara sel-sel mikroba atau bagian-bagian sel mikroba. Pewarnaan sederhana ini memungkinkan dibedakannya bakteri dengan bermacammacam tipe morfologi (kokus. morfologi mikroorganisma mudah rusak akibat perlakuan bahan panas atau sukar diwarnai. Secara ringkas langkah-langkah persiapan dalam metode pewarnaan adalah sebagai berikut : a. Pada perawnaan sederhana hanya digunakan satu jenis zat warna untuk mewarnai organisma tersebut. b. disamping itu dapat pula diamati struktur-struktur tertentu seperti . c. vibrio dll) dari bahan-bahan lainnya yang ad pada olesan yang diwarnai.a. Mengamati dengan lebih baik tampilan morfologi mikroorganisma secara kasar. Tujuan yMengenal dan memahami teknik preparasi oles yMempelajari kegunaan pewarnaan untuk mempertinggi kontras antara sel dan sekelilingnya dan mengamati ciri-ciri tertentu mikroba.

larutan yodium. memahami pentingnya setiap langkah dalam prosedur tersebut. Larutan Yodium Gram. Air destilasi . Gelas preparat. Pewarnaan Gram membagi sel-sel bakteri ke dalam dua kelompok utama. Teknik pewarnaan diferensial yang paling luas digunakan untuk bakteri. Zat warna Safranin. Gelas preparat. Bahan Preparat oles. ungu kristal hilang ketika dicuci alkohol) TEKNIK BIAKAN MURNI . Larutan-larutan yang digunakan adalah ugu kristal. alkohol 95% (decolorizing agent). PENDAHULUAN Pewarnaan diferensial memerlukan sekurang-kurangnya 3 pereaksi kimia. Gelas penutup (cover glass). Kertas serap. Gram¶s Iodine (mordant). Bahan Biakan bakteri. Pertama adalah zat pewarna primer (primary stain). Minyak immersi Alat Mikroskop. Kertas serap. yakni Gram positif dan Gram negatif. Zat warna crystal violet. Pereaksi kedua adalah penghilang warna (decolorizing agen). Jarum ose. Jarum ose. berfungsi untuk menghilangkan zat warna primer yang tidak terabsiorbsi dan pewarna tandingan (counter stain) berfungsi untuk mewarnai sel/bagian yang tidak terwarnai oleh zat warna primer sehingga terlihat perbedaan yang jelas (perbedaan warna). Pewarnaan gram menggunakan 4 pereaksi kimia yaitu crystal violet (zat warna primer). sel-sel yang diwarnai terfiksasi pada kaca obyek sehingga dapat disimpan sebagai dokumentasi untuk jangka waktu lama. Gram positif----ptampak ungu tua (akibat zat warna ungu kristal) Gram negatif-----pwarna merah (merah safranin.endospora. Pembakar bunsen. dan safranin atau beberapa pewarna pengganti lain yang sesuai. Berbeda dengan sampel hidup. Cristian Gram (1884). dan safranin (counter stain). Bak pewarna Tujuan Belajar melakukan prosedur pewarnaan Gram. Zat warna biru metilen. Gelas penutup (cover glass). alkohol (bahan pemucat). Jarum ose. berfungsi untuk mewarnai seluruh sel. Hasil pewarnaanny a menghasilkan dua tipe bakteri yaitu gram positif dan gram negatif.Alkohol 75%. Alkohol 95%. dan secara umum memahami reaksi-reaksi kimiawi yang terlibat di dalam prosedur tersebut. Bak pewarna Pewarnaan gram Ditemukan oleh seorang bakteriologi Denmark. Sel-sel gram positif akan mengikat zat warna primer sedangkan sel-sel gram negatif akan mengikat zat warna tandinga (counterstain). Kertas serap. Air destilasi. Minyak immersi Alat Mikroskop.

Ada beberapa metode dalam mengisolasi biakan murni menggunakan medium agar nutrien (nutrient agar) yaitu dengan metode cawan gores. Metode cawan tebar (dengan pengenceran) Cara ini pertama-tama dilakukan oleh Lister (1865) dan berhsil mendapat biakan murni Streptococcus lactis yang diisolasi dari susu yang sudah masam. Biakan murni terdiri dari suatu populasi sel yang semuanya berasal dari satu sel induk. Suatu sampel dari suatu suspensi yang berupa campuran bermacam-macam spesies diencerkan daalm suatu tabung tersendiri. gelatin dll) yag kemudian dituangkan dalam suatu wadah (Petri dish) hingga akhirnya mengental. Dalam melakukan metode ini Koch dibantu dengan dua orang asisten yang sangat berjasa yaitu Petri yang menciptakan cawan dengan tutup yang dikenal dengan nama Petri dish. Dengan mengulangi beberapa kali pekerjaan di atas akan diperoleh biakan murni. Dari enceran kemudian diambil 1 m untuk kemudian diencerkan lagi lebih lanjut. kemudian ujung itu disentuhkan pada suatu koloni lalu digesekkan pada permukaan medium padat.Adalah teknik untuk memisahkan populasi campuran yang rumit (biakan campuran) menjadi spesies-spesies yang berbeda-beda sebagai biakan murni. maka akan diperoleh biakan murni. Metode ini memerlukan kesabaran dan alat mikromanipulator yang harganya cukup mahal. Jika dilakukan pemindahan sampel dari suatu koloni yang letaknya terpencil. Metode cawan gores Metode ini banyak digunakan karena tidak begitu memakan waktu. hanya sayang dengan metode ini bakteri anaerobik tidak dapat tumbuh. . Mikroorganisma dibiakkan di laboratorium pada bahan nutrien yang disebut medium. tetapi juga mungkin hanya satu koloni saja tumbuh. sedangkan bahan yang diinokulasikan pada medium disebut dengan inokulum. yaitu dengan cara sampel campuran bakteri yang telah dencerkan kemudian dicampurak kedalam suatu medium yang juga telah berisi bahan pengental (agar-agar. Dengan mengucilkan satu sel Metode lain dalam mengisolasi mikroorganisma adalah dengan menggunakan alat manipulatormikro yang disebut kuarmikro (microscopic probe) untuk memindahkan satu sel dari suspensi zat cair sel. Selang beberapa jam akan tampak koloni-koloni yang saling terpisah. Jika kita belum yakin koloni yang didapat adalah koloni tunggal. Dan pembantu kedua adalah Hesse yang menemukan agar-agara untuk menggantikan gelatin. Pekerjaan ini dilakukan di bawah mikroskop. Agar-agar ternyata lebih baik daripada gelatin. maka kita dapat mengulangi pengenceran lebih lanjut. cawan tebar dan metode cawan tuang. Jika pada pengenceran tertentu kemudian ditebarkan pada medium padat kemungkinan besar akan didapat beberapa koloni tumbuh dalam media tersebut. Cawan tuang Metode ini digunakan oleh Robert Koch dalam pengisolasi suatu mikroorganisme. Cara yang dilakukan adalah ujung kaawat inokulasi ddibengkokkan. maka beberapa waktu kemudian (kurang lebih 12 jam) akan tampak koloni yang letaknya tersebar di permukaan medium. dan mikroba yang didapat kemudian dibiakkan dalam medum cair dengan tujuan agar berbiak dahulu. karena tidak cepat mencair karena titik cairnya 95rC.

Akhirnya pada hari ketiga medium tersebut didihkan lagi. mikrobiologi memiliki koleksi biakan-biakan mikroorganisma misalnya pada ATCC (American Type Culture Collection). Setelah didiamkan selama 1 hari dimana spora-spora bakteri akan tumbuh. tetapi menggunakan oven kering selama 2 sampai 3 jam dengan temperatur 160r-170rC. Penurunan tekanan pada autoklaf tidak boleh dilakukan tibatiba karena botol yang ada di dalam mediumnya akan meluap kemana-mana. yaitu tangki yang diisi uap air. Seteah diperoleh biakan murni. Kapas dapat bertahan dalam oven kering tersebut. . yaitu dengan cara mendidihkan medium dengan uapuntuk beberapa menit saja. CARA STERILISASI Pada abad 18 sterilisasi medium dilakukan dengan cara mendidihkan medium selama beberapa jam. Medium steril kemudian dapat diletakkan di dalam lemari es. pipa. Alat-alat yang belum bersih dan belum kering tidak boleh dimasukkan dalam oven kering. Oleh karena itu sehabis penyaringan. Untuk pemeliharaan jangka pendek biakan dapat disimpan pada suhu lemari es (0r sampai 10r). Medium yang disteril ditempatkan dalam autoklaf selama 15 menit hingga 20 menit. Sterilisasi gelas.Pemeliharaan dan Pengawetan Biakan Murni Pada beberapa lab. medium tadi kemudian didihkan lagi selama beberapa menit. Medium disaring dengan saringan porselen atau tanah diatom. Menggunakan autoklaf. Metode Tyndalisasi. Dengan penyaringan (filtrasi). Penghitungan waktu 15 menit atau 20 menit dimulai sejak termometer autoklaf menunjukkan suhu 121rC. nitrogen cair pada suhu -196rC atau didehidrasi dalam tabung dibekukan dan ditutup rapat dalam ruang hampa (liofilisasi). seperti botol. pipet yang telah bersih tidak disterilisasi menggunakan autoklaf karena akan basah setelah sterilisasi. Dengan cara demikian diperoleh medium steril dengan bahan-bahan yang dikandungyang tidak mengalami banyak perubahan seperti halnya pada metode di atas. Jika medium mengandung vitamin. untuk pemeliharaan jangka panjang dapat disimpan dalam campuran dengan gliserol pada suhu -80rC. Mdium yang akan disterilisasi ditempatkan dalam botol kecil daripada dalam satu botol besar. Cara ini dilakukan oleh Spalanzani (1729-1799) untuk membuktikan tidak mungkin teori abiogenesis. Dengan cara ini diharapkan akan mati semua mikroba yang ada. akan tetapi virus tidak dapat terpisah dengan penyaringan seperti ini. Suhu yang umum digunakan adalah 121rC dengan tekana 15 lbs (pounds) per inchi atau 1 atm per 1 cm2. gelatin atau senyawa gula steilisasi sebaiknya dilakukan sependek-pendeknya dalam autoklaf dan medium tersebut harus segera didinginkan. Dengan jalan ini maka zat-zat organik tidak akan mengalami penguraian sama sekali. maka perlu dilakukan berbagai pemeriksaan laboratoris guna mengidentifikasikan organisme tersebut misalnya kemampuan dalam mendegradasi selulosa secara cepat. medium masih perlu dipanasi dengan autoklaf meskipun tidak sampai 15 menit dengan suhu 121rC.

Pemeliharaan dengan cara menusukkan jarum loop pada agar. c. berlapis B. berbenang. keriting b.SIFAT-SIFAT KOLONI DAN MACAM MEDIUM Yang termasuk dalam sifat koloni adalah : bentuk. serupa batang. f. serupa akar. Besar kecilnya koloni b. timbul membukit. serupa akar. susunan. Sifat-Sifat Koloni Pada Medium Cair . timbul melegkung. c. bulat. berjonjot. serupa duri. d. Untuk dapat melihatnya maka mikroorganisma perlu ditumbuhkan/dipelihara terlebih dahulu di medium padat. Seperti pada isolasi kultur murni. berbelah-belah. b. Densitas koloni A. Pemeliharaan menggunakan goresan di cawan petri. Bentuk dari koloni. serupa tasbih. serupa titik-titik. tak teratur. serupa pundi-pundi. pengamatan ini disebut dengan pengamatan makroskopi. serupa kumparan Permukaan : datar. serupa mangkuk. timbul berkawah. Beberaap sifat umum dari suatu koloni adalah : a. serupa batang. Wajah permukaan. g. metode pemeliharaan mikroorganisma juga menggunakan teknik yang sama yaitu : a. Warna. serupa corong. pengkilatan dan sebagainya. e. bergerigi. Sifat-sifat koloni pada agara miring terhadap benuk dan tepi koloni adalah: serupa pedanng. c. Jika mendegradasi gelatin maka bentuknya serupa kawah. Tepi koloni: utuh. Dengan mencampurkan langsung antara media dengan mikroorganisma. Pengamatan tersebut dapat dilakukan dengan tanpa menggunakan alat bantu. Sifat-sifat koloni pada petri dish terhadap bentuk. Sifat koloni pada tususkan gelatin dimana mikroorganisma tidak mendegradasi gelatin: Serupa pedang. permukaan. timbul cembung. Kontur permukaan koloni. berombak. Beberapa sifat khusus suatu koloni dalam medium padat a. d. berbenang-benang. permukaan dan tepi adalah: Bentuk : titik-titik. bertonjol-tonjol. timbul mendatar. Pemeliharaan menggunakan goresan di agar miring tabung reaksi. Halus kasarnya permukaan.

Membran sitoplasma (palsmolema atau hialin) merupakan bungkus dari protoplasma dan membran ini menyusut pada waktu mengalami plasmolisis. Kokus adalah bakteri yang bentuknya serupa bola-bola kecil. Lendir ini memberikan perlindungan terhadap . basil memiliki ukuran lebar antara 0. Bahan penyusunnya terdiri dari protein dan lipida serta mudah menghisap zat warna alkalis. Secara umum dapat dikatakan bahwa bakteri kokus memiliki diameter 0. ada yang bergandengan dua-dua disebut diplokokus. Kokus yang mengelompok merupakan suatu untaian disebut stafilokokus. kokus dan spiral. terdiri atas karbohidrat dan pada beberapa spesies tertentu mengandung N atau P. sedangkan yang dua-dua disebut diplobasil. tidak berklorofil. Pada umumnya bakteri yang berumur muda (6-12 jam) berukuran lebih besar dibanding dengan yang berumur tua. Dinding luar terdiri dari 3 lapis yaitu lapisan lendir. Dinding sel terdiri dari bahan organik seperti selulosa. Fungsi dinding sel dalah memberi perlindungan. Lapisan lendir (kapsula). Basil berbetuk serupa tongkat pendek. Susunan Sel Pada sel bakteri terdiri dari dinding luar. Golongan ini merupakan golongan yang paling kecil dibanding dengan golongan kokus maupun basil. silindris.2-2. dinding sel dan membran sitoplasma. sedangkan kokus yang mengelompok seperti kubus disebut sarsina.5 sampai 2. Yang bergandengan panjang disebut streptobasil. langit-langit atau selaput MORFOLOGI DAN SITOLOGI BAKTERI Bakteri berasal dari kata ³bakterion´ yang berarti tongkat atau batang. tetapi akan berbentuk normal kembali setelah dipelihara pada medium baru. Karena bahan penyusun tersebut maka bakteri umumnya digolongkan pada tumbuhan. Jika terlepas satu sama lain ujungnya berbentuk tumpul sedangkan yang bergandengan ujungnya lancip.0Qm dan panjang 115Qm.5Qm. berbiak dengn membelah diri serta hanya nampak dengan menggunakan mikroskop. Sekarang nama tersebut digunakan untuk menyebut sekelompok mikroorganisma yang bersel satu. Bentuk bakteri dibagi atas tiga golongan yaitu : basil. Spiral adalah bakteri ayng bengkok atau berbengkok-bengkok serupa spiral. hemiselulosa. ada yang berkelompok berempat disebut tetrakokus. Kokus ada yang bergandengan panjang serupa tali disebut streptokokus. sitoplasma dan bahan inti. serta sifat-sifat koloninya berbeda-beda. Permukaan medium memperlihatkan adanya serabut. Bakteri yang berumur tua sering menampakkan kelainan bentuk. Sebagian besar bakteri berupa basil dan antara basil dapat bergandengan satu sama lain. mengatur keluar masuknya zat kimi serta berperan dalam pembelahan sel.Pada medium cair sifat-sifat mikroba dapat terlhat akibat pengaruh udara. Ukuran Bakteri Pada umumnya bakteri berukuran kecil sekali sehingga untuk melihatnya harus menggunakan mikroskop. khitin tergantung pada spesiesnya. cincin.

Bakteri adalah mahluk haploid. karbohidrat. Beberapa bakteri gram negatif memiliki bulu-bulu panjang sekeliling sel. RNA adalah bagian dari ribosom yang terdapat dalam sel berfungsi sebagai organ penyusun protein. Bulu-bulu ini disebut dengan pili (pilus = rambut). lumut. Golongan basil yang dapat bergerak mempunyai flagel yang tersebar baik pada ujung-ujung maupun pada sisi. terjadinya spora atau sporaulasi dapat dibagi menjadi 4 tahap: a. Bulubulu ini tidak berlekuk dan lebih halus daripada flagel. jika banyak flagel melekat pada pada kedua ujung sel disebut amfitrik d. Menurut Knaysi. dan kebanyakan bakteri memiliki kapsula. . Tahap dimana koloni menunjukkan pertumbuhan lambat b. akan tetapi pada bakteri. Inti/nukleus yang terdiri atas DNA dan RNA etapi inti pada bakteri tidak memiliki membran (prokaryon). spora adalah bentuk bakteri yang sedang dalam usaha mengamankan diri terhadap pengaruh buruk dari luar. Jika flagel hanya satu dan melekat pada ujung sel maka disebut monotrik. Yang dapat bergerak memiliki 1 sampai 5 flagel. Spora Bakteri Pada umumnya spora dipakai untuk alat berbiak seperti pada jamur. Pada umumnya lebar (diameter) flagel kurang daripada 0. jika flagel melekat pada salah satu ujung itu banyak. Kelihatan adanya bahan-bahan lipoprotein yang mengumpul ke salah satu ujung sel sehingga ujung itu tampak padat. Beberapa spesies Bacillus yang aerob dan beberapa spesies Clostridium yang anaerob dapat membentuk spora. Spora bakteri mempunyai fungsi yang sama seprti kista amoeba.1Qm dan hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron. Flagel Telah diketahui beberapa bakteri bergerak menggunakan flagel (flagellum yang berarti bulu cambuk). b. Banyak spesies yang dapat bergerak tetapi banyak pula yang tidak dapat bergerak. tubuh golgi. sedangkan pada mahluk tingkat tinggi intinya memiliki membran (eukaryon). Dengan pili ini bakteri mudah mengapung dan diduga mempunyai fungsi dalam konyugasi (perkawinan). tidak memiliki retikulum endoplasm.kekeringan. Kapsula berguna sebagai ciri untuk identifikasi. paku-pakuan. Berdasarkan tempat kedudukan flagel. Jika suatu spesies tidak mempunyai flagel sama sekali maka disebut atrik. Dari golongan spiral banyak yang dapat bergerak karena mempunyai flagel pada salah satu atau kedua ujung sel. Pada bakteri gram positif terdapat lipatan-lipatan plasmolema yang disebut mesosom yang kemungkinan berfungsi sebagai mitokondria. S. Spora ini lazim disebut endospora karena spora dibentk di dalam sel. enzim-enzim. Jika keadaan luar baik kembali maka maka pecahlah bungkus spora atau dinding kista. Flagel terdiri atas suatu protein yang disebut flagelin. mitokondria. maka dapat diklasifikasikan menjadi : a. Isi sel berupa protoplasma atau sitoplasma atau plasma sel. CaCO3dan zat yang banyak mengandung RNA. yaitu semacam miosin. ganggang. maka disebut lofotrik c. Bahan penyusunnya adalah protein. Dari golongan kokus tidak banyak yang dapat bergerak.

Timbul bungkus yang menyelubungi calon spora yang terdiri dari dua lapis yaitu kulit luar (eksin) dan kulit dalam (intin). Jika spora tidak diwarnai. klas. d. sub-genus. sub-ordo.c. genus dan spesies dan varietas. Adanya spora dapat diketahu dengan pengamatan secara morfologi dan secara fisiologi. Sel yang mengandung endospora disebut denga sporangium atau kotak spora. bentuk spora dapat dilihat dengan mikroskop biasa. Klasifikasi bakteri menurut Bergey adalah sebagai berikut: Rhodhobacteriineae Psedomonadales Athiorhodaceae Clamydobacteriales Chlorobacteriaceae Shizophyceae Shizomycetes Nitrobacteriaceae Microtatobiotes Actinomycetales Methanomonadaceae Caryophanales Thiobactericeae Hyphomicrobiales Eubacteriales . Untuk penyebuan nama suatu bakteri digunakan sistem dua nama (binomenklatur) yaitu nama genus diikuti dengan spesies. sedangkan keterangan spesiesnya ditulis dengan huruf kecil dan digaris bawahi atau dicetak miring. Tetapi terkadang terdapat penyisipan sub kelompok seperti subdvisi. famili. tampak sebagai benda yang agak suram disampig protoplasma yang tembus sinar KLASIFIKASI BAKTERI Dunia tumbuhan pada garis besarnya dibagi atas divisi. sub-spesies dan sebagainya. sub-famili. ordo. Spora tampak berubah benuk dan volume. Huruf pertama dari genus ditulis dengan huruf besar. Sistematika penulisan saat ini digunakan sistematika yang disusun oleh Bergey. sub-klas.

Beggiatoales Pseudomonadaceae Myxobacteriales Caulobactteraceae Spirochaetales Siderocapsaceae Divisi I Protophyta Divisi II Thallophyta Divisi III Bryophyta Chlamidobacteriaceae Divisi IV Pteridophyta Peloporaceae Divisi V Spermatophyta Crenotrichaceae Caryophanaceae Hyphomicrobiaceae OScillosporaceae Arthromitaceae Azotobacteraceae Beggiatoaceae Vitreoscillaceae Acromobacteraceae Leucotrichaceae Enterobacteriaceae Achromatceae Micrococcaceae Cytophagaceae Arcangiaceae Brevibacteriaceae Sorangiaceae Lactobacillaceae Polyangiaceae Propionibacteriaceae Myxococcaceae Corynebacteriaceae Bacillaceae Spirochaetaceae Treponemataceae Mycobacteriaceae Actinomycetaceae Plasmataceae Streptomycetaceae Actinoplanaceae Mycoplasmatales Spirilaceae Pasteuriceae Rhizobiaceae Brucellaceae Neisseriaceae .

0015 0.000 0.01 0.01 Organisma prokariot memiliki ukurang yang lebih kecil dibanding dengan organisma eukariot.000. Protozoa mencerna makanannya yang berbentuk padat . autotrof.50-20 0. Ada yang hidup sendiri ada yang berkelompok. Bakteri ada yang hidup bebas.000 Sel prokariot 0.000 20-50 1-5 0.000 20-50 0.00001-0.000.000 10. tongkat.000 20-150. koma dan spiral.000 Virus 0. Organisma nonphotosintesis dapat dibagi dua berdasarkan cara mendapatkan nutrien dari lingkungannya yaitu : Osmotrophic nutrient.01-0.03 0.000 0. bakteri dan fungi menyerap makanan dalam bentuk terlarut Phagothropic nutrition.01-0. sebagai parasit ada pola yang patogen. Ukuran struktur uniseluler mikrobiologi dan virus Struktur sel Sel eukariot Grup biologi alga uniseluler Protozoa Khamir/yeast Eubacteria Sphirochetes Myxobacteria Alga biru-hijau Rickettsia Grup cacar Virus rabies Virus flu Virus polio Ukuran normal 5.000-50. Organisma ini dapat digolongkan secara umum menjadi 4 golongan berdasarkan cara medapat nutrisi yaitu : photoautotroph.1-2 1-5 5-50 0.01-5.10-5. chemoautotroph dan chemoheterotroph Photoautotroph adalah organisma yang mengandalkan CO2 untuk kebutuhan nutriennya Photoheterotroph adalah organisma yang mengandalkan senyawa organik dibading CO2 sebagai sumber karbon.Sifat-sifat Klas Shizomycetes Terdiri atas tumbuhan bersel satu.0005 0. Evolusi yang terjadi pada organisma prokariot adalah lebih terekspresi pada metabolismenya dibanding dengan struktur tubuhnya. tidak jelas adanya inti (eukarion).05-1.0001 Batasan ekstrim 5-100. Chemoautotroph adalah organisma yang mengandalkan/memerukan nutrien sederhana murni oksidasi senyawa inorganik sebagai sumber energi Chemoheterotroph adalah organisma nonphotosithesis dimana memerlukan senyawa organik sebagai sumber energinya. beberapa spesie membentuk endosppora untuk mengatasi pengaruh buruk lingkungan. Ada yang memiliki pigmen ada yang tidak. ada pula yang hidup sebagai saproba. Tabel.03 Ukuran tetap untuk setiap grup Batasan untuk grup mayor 5-150. ada yang dapat bergerak ada yang tidak.000 0. Pembiakan dilakukan secara vegetatif dengan pembelahan diri.000-15. photoheterotroph. Inti yang sederhana disebut prokaryon dan haploid.10-5. Sel-sel nya berbentuk bola.

tetapi juga menunjukkan respon yang berbeda-beda terhadap kondisi fisik di dalam lingkungannya. Suhu juga mempengaruhi laju pertumbuhan dan jumlah total pertumbuhan organisma. Keragaman suhu dapat juga mengubah proses-proses metabolik tertentu serta morfologi sel.KONDISI FISIK YANG DIBUTUHKAN UNTUK PERTUMBUHAN Selain menyediakan nutrien yang sesuai untuk kultivasi bakteri. Kondisi Fisik Persyaratan akan gas Tipe Bakteri (kelompok fisiologis) Aerob Anaerob Kondisi Biakan (Inkubasi) Hanya tumbuh bila ada oksigen bebas Hanya tumbuh tanpa oksigen . Suhu inkubasi yang memungkinkan pertumbuhan tercepat selama periode waktu singkat (12-24 jam) disebut suhu pertumbuhan optimum. bila terkena oksigen maka akan terbunuh. juga perlu disediakan kondisi fisik yang memungkinkan pertumbuhan optimum. Suhu Karena semua proses pertumbuhan berganung pada reaksi kimiawi dan karena laju reaksi-reaksi ini dipengaruhi oleh suhu. Klasifikasi bakteri berdasarkan suhu optimum adalah sebagai berikut : Kondisi Fisik Suhu minimum dan maksimum. anaerobik. Bakteri tidak hanya amat bervariasi dalam persyaratan nutrisinya. dan atas dasar ini maka dibagi menjadi kelompopk aeobik. anaerobik fakultatif dan mokroaerofilik. Beberapa bakteri tidak hanya anaerobik tetapi juga sangat sensitif terhadap oksigen. maka pola petumbuhan bakteri dapat sangat dipengaruhi oleh suhu. optimumnya pada suatu titik di dalam kisaran bergantung kepada spesies Tipe Bakteri (kelompok fisiologis) Psikrofil Mesofil Termofil Termofil fakultatif Termofil obligat Kondisi Biakan (Inkubasi) 0-30rC 24-40rC 25-55rC 45-75rC Atmosfer gas Gas-gas utama yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri ialah oksigen dan karbon dioksida. Bakteri memperlihatkan keragaman yang luas dalam hal respon terhadap oksigen bebas.

5-7. maka mungkin sekali pH ini akan berubah sebagai akibat adanya senyawa-senyawa asam atau basa yang dihasilkan selama pertumbuhannya. Beberapa bahan nutrisi medium. misalnya 7. hanya tumbuh bila mediumnya mengandung konsentrasi garam yang tinggi. Bakteri tertentu yang disebut bakteri halofilik dan dijumpai di air asin.6 pH minimum 0. atau sangat alkalin sebagaimana diperlihatkan pada tabel di bawah. wadah berisi garam. Kondisi lain-lain Beberapa kelompok bakteri mempunyai persyaratan tambahan. Suatu kombinasi garam-garam fosfat seperti KH2PO4 dan K2HPO4.Anaerob fakultatif Mikroaerofil bebas Tumbuh baik walaupun tanpa oksigen bebas Tumbuh bila ada oksigen bebas dalam jumlah kecil Kemasaman atau kebasaan (pH) pH optimum pertumbuhan bagi kebanyakan bakteri terletak antara 6. Akan tetapi beberapa spesies dapat tumbuh dalam keadaan sangat masam. digunakan secara luas dalam media bakteriologis untuk tujuan itu. Yang dapat tumbuh dalam larutan NaCl tetapi tidak mensyaratkannya disebut halofil fakultatif. Mikroorganisma yang membutuhkannya NaCl untuk pertumbuhannya disebut halofil obligat (bakteri yang tidak akan tumbuh kecuali konsentrasi garamnya tinggi). sebagai contoh organisma fotoautotrofik (fotosintetk) harus diberi sumber pencahayaan. air laut. Pergeseran pH ini dapat sedemikian besar sehingga menghambat pertumbuhan seterusnya organisma itu. Bagi kebanyakan spesies. dan danau air asin.5 Sumber cahaya . Kondisi Fisik Kemasaman atau alkalinitas (pH) Tipe Bakteri (kelompok fisiologis) Kebanyakan bakteri berkaitan dengan kehidupan hewan dan tumbuhan Beberapa spesies eksotik Fotosintetik (autotrof dan heterotrof) Kondisi Biakan (Inkubasi) pH optimum 6.5 pH maksimum 9. makanan yang diasin. Larutan penyangga ialah senyawa atau pasangan senyawa yang dapat menahan perubahan pH. karena cahaya adalah sumber energinya.5.5 dan 7. nilai pH minimum dan maksimum ialah antara 4 dan 9. Bila bakteri dikultivasi di dalam suatu medium yang mula-mula disesuaikan pHnya. seperti pepton juga memiliki kapasitas menyangga. Pertumbuhan bakteri dapat dipengaruhi oleh keadaan tekanan osmotik (tenaga atau tegangan yang terhimpun ketika air berdifusi melalui suatu membran) atau tekanan hidrostatik (tegangan zat alir). Pergeseran pH dapat docegah dengan menggunakan larutan penyangga dalam medium (larutan bufer).

dua sub unit ribosom dapat memiliki nilai bersama tetapi tidak dapat ditambahkan menjadi nilai ribosom keseluruhan. 10-15% NaCl BASIC NATURE OF CELLS OF LIVING THINGS Sel Seluruh mahluk hidup terdiri dari sel. Membran sel. sedangkan pada sel eukariot DNA tersebar pada kromosom-kromosom. selulosa dan polimer gula lainnya yang menjadikannya kuat. Portein ribosom disintesis pada sitoplasma kemudian ditransportasikan ke dalam nukleolus untuk dikombinasikan dengan RNA ribosom untuk membentuk sub unit besar dan kecil dari ribosom eukariot. Nucleolus : adalah struktur yang terdapat pada inti sel eukariot tempat mensintesis RNA ribosom. Unit Svedberg tidak bersifat penambahan. ukuran dari kecepatan sedimentasi partikel pada ultrasentrigasi yang setara dengan ukuran dari partikel. Mitokondria : adalah suatu struktur yang dikelilingi membran yang terdapat pada sel eukariot dimana terjadi proses aerobik respirasi dan fosforilasi oksidatif yang menghasilkan energi. Pada sel prokariot hanya satu makromolekul DNA berbentuk lingkaran yang mengandung sifat hereditas atau genom (pada sel prokariot hanya satu sirkular molekul DNA yang membawa perangkat keturunan dan genome). Terdiri dari 2 sub unit. Terdiri dari dua lapisan dari fosfolipid. yang terdiri dari 2 tipe yaitu sel prokariot dan sel eukariot. Ribosom eukariot sebanyak 80S dan memiliki sub unit 40S (kecil) dan 60S (besar). S artinya Unit unit Svedberg. membran sel menyelubungi sel tetapi tidak bersifat halangan pasif karena memungkinkan sel secara aktif menseleksi metabolit yang dibutuhkan dan engeluarkan produk-produk sisa. Ribosoma: Adalah bagian dari sintesis protein. Sel prokariot tidak memiliki mitokondria dan energi dihasilkan dimembra sel Membran inti : Mengelilingi inti pada sel eukariotdan tidak dimiliki oleh sel prokariot. Sub unit 30S prokariot dibangun dari molekul RNA 16S dan 21 rantai polipeptida. Gambar « menunjukkan 2 tipe sel yang bagian-bagiannya diterangkan di bawah ini : Dinding sel : Diding Sel prokariot mengandung glikopeptida hal tersebut tidak dimiliki sel eukariot. Ribosom pada prokariot sebanyak 70S dan memiliki 2 sub unit: 30S (kecil) dan 50S (besar). sedangkan sub unit 50S dibangun dari 2 molekul RNA dengan urutan 5S dan 23S dan 34 rantai polipeptida. Dinding sel eukariot mengandung kitin.Halofil (halofil obligat) Konsentrasi garam yang tinggi. Mereka kemudian di ekspor ke sitoplasma dimana kemudian bergabung menjadi ribosom yang utuh .

Klasifikasi mahluk hidup setiap saat berkembang. Untuk pendekatan tersebut dibutuhkan penjaga waktu yang ikut berevolusi dan berubah sesuai dengan jarak waktu evolusi. Klasifikasi mahluk hidup pada awalnya hanya dibagi menjadi 2 kategori hewan dan tumbuhan. mahluk hidup dibagi menjadi 3 grup. Berkaitan dengan klasifikasi yang diterima saat ini. Memiliki fungsi yang sama di seluruh ribosom c. tingkat kompleksitas : sel tunggal atau multiseluler . RNA ribosom 16S memenuhi kriteria tesebut karena ribosom tersebut ikut dalam sintesis protein di seluruh mahluk hidup. sedangkan sifat-sifat dari setiap grup mahluk hidup dapat dilihat pada tabel 2. tipe nutrisi: heterotrop dan autotrop. Alasan mengapa menggunakan rRNA sekuen untuk penggolongan maluk hidup adalah sebagai berikut : a. Dari tahun 1960-an hingga tahun 1970-an Whittaker membagi mahluk hidup menjadi 5 grup. Perubahan Sekuennya sangat lambat terhadap waktu evolusi. tumbuhan. Dasar dari klasifikasi tersebut adalah tipe sel : prokariot atau eukariot. Ribosom tersebut hampir tidak pernah berubah di banyak grup dan hanya mengalami perubahan sedikit sesuai dengan jarak evolusi yang ditempuh. dan ribosom 18S eukariot. merupakan organel penting yang ditemukan di seluruh mahluk hidup b. bakteri dan Eukarya. Penggolongan mahluk hidup ini berlaku dari tahun 1866 hingga tahun 1960-an. Ketika mikroskop ditemukan pada pertengahan abad ke-16 saat pertama kali mikroorganisma dapat diobservasi. Fungi dan hewan. 16S (atau 18S) rRNA merupakan bagian penting pada ribosom. Archae. . Diagram di bawah ini menunjukkan hubungan dari berbagai mahluk hidup yang mengalami evolusi. Klasifikasi mahluk hidup saat ini berdasarkan pada hasil kerja Carl R Woose dari Universitas Illinois yaitu berdasarkan sekuen dari RNA ribosom (rRNA) pada 16S dari sub-unit kecil dari ribosom prokariot. binatang dan protista (mikroorganisma) yang dapat dilihat hanya dengan bantuan mikroskop. mahluk hidup kemudian dibagi menjadi tumbuhan. Berdasar sifat-sifat tersebut Whittaker embagi menjadi 5 grup yaitu Monera (bakteri). mengandung sekuen variabel dan tetap dimana dapat digunakan untuk membandingkan spesies yang memiliki hubungan yang dekat ataupun yang jauh Pengklasifikasian hendaknya mempertimbangkan evolusi dan sedapat mungkin berhubungan dengan seluruh mahluk hidup yang telah berevolusi dari nenek moyangnya. Protista (alga dan protozoa).

Perbedaan sifat dari ketiga grup mahluk hidup (Madigan dan Martimko.. 2006) .) Tabel 2.Gambar «Penggolongan mahluk hidup berdasarkan hasil kerja Woese (19«.

1Protein histone terdapat pada eukariotik kromosom Histon dan DNA membentuk struktur pada kromosom di eukariot 2Intron adalah non koding sekuen pada gen 3Operon adalah sekelompok gen yang dikontrol oleh satu buah operator dan umum terdapat pada sel prokariot 4. Faktor transkrisi adalah protein yang melekat pada DNA pada promotor spesifik dimana terjadi pengaturan trasnkripsi .

proses produksi akan juga menjadi lambat begitu pula porduk yang dihasilkan rendah dengan rendahnya pertumbuhan organisma sehingga makin lama dana dan sumberdaya dibuthkan yang mengakibatkan rendahnya keuntungan yang diperoleh. Jika diasumsikan densitasnya sama. dan stabilitas filiologi. Organisma yang digunakan juga harus sesuai dengan metode pemanenan pada akhir dari fermentasi. roorganisma yang umum digunakan pada industri mikrobiologi dan bioteknologi KARAKTERISTIK YANG PENTING DARI MIKROORGANISMA DIGUNAKAN PADA INDUSTRI MIKROBIOLOGI DAN BIOTEKNOLOGI YANG Mikroorganisma yang digunakan di industri harus memenuhi syarat-syarat seperti yang tercantum di bawah ini : 1. terutama jika produk akhir tersebut untuk konsumsi internal.I. Mikroorganisma harus dapat tumbuh segera dengan cepat pada medim yang digunakan. baik itu sel atau produk metabolit sesegera mungkin. Kedua. Hasilnya dapat menurunkan rendemen produk yang diharapkan atau bahan beracun. Produk akhir sedapat mungkin tidak mengandung racun atau bahan yang tidak diinginkan lainnya. 6. sebaiknya digunakan khamir jika metode pemanenannya menggunakan sentrifus. khamir akan lebih cepat sedimentasinya 25 kali lebih cepat dibanding . Hal ini dikarenakan diameter dari bakteri sekitar 1 um sedangkan khamir 5 um. 5. Organisma tersebut harus memiliki kelayakan genetik. Organisma yang mudah bermutasi meiliki resiko yang tinggi/mahal karena dapat menghasilkan produk yang tidak diinginkan jika terjadi mutasi yang tidak terdeteksi. 4. Tidak hanya organismatersebut harus dapat tumbuh dengan cepat tetapi juga dapat memproduksi bahan yang diinginkan. Dengan kecepatan pertumbuhan yang rendah. dan lebih disukai jika tidak dibutuhkan faktor pertumbuhan (misalnya vitamin. dengan pertumbuhan yang lambat. kemungkinan kontaminasi terjadi lebih besar. Telah jelas bahwa penambahan faktor tumbuh akan meningkatkan biaya dari fermentasi yang berakibat pada harga produk akhir juga meningkat. 2. Sebagai contoh jika khamir dan bakteri memiliki kecocokan yang sama pada suatu proses pembuatan suatu produk. 3. Organisma harus dapat tumbuh pada medium sederhana. nukleotida dan asam) yang mungkin ada pada medium industri dimana tumbuh. Pertumbuhan yang lambat pada organisma walaupun efisien tetapi dalam hal pencapaian target produksi akan menjadi bermasalah.

. Mikroba yang digunakan sebaiknya yang mudah dilakukan manipulasi genetik agar dapat diciptakan strain yang lebih baik sesuai dengan yang diinginkan. II. organisma yang memiliki kemampuan bersaing dengan kontaminan digunakan. 9. Jika medium tidaklah cukup. cukup dan dan terjamin adalah penting sebagaimana pentingnya menggunakan mikroorganisma yang cocok di Industri. tetap tidak dapat bekerja secara maksimal.bakteri. Secara praktis sebaiknya digunakan organisma yag tidak terlalu banyak membutuhkan O2 (berhubungan dengan besarnya tenaga yang dibutuhkan untuk pengadukan di fermentor. Organisma yang digunakan harus resistan/tahan terhadap predator seperti Bdellovibrio spp atau bacteriophage. Hal ini berakibat pada lebih sedikitnya pengeluaran dari tenaga. pH rendah atau dapat bertahan terhadap bahan inhibitor pesaing memiliki kelebihan dibanding yang lain. supervisi orang sehingga keuntungan bisa diperoleh lebih besar 7. bagaimanapun mikroorganisma produktif yang digunakan. menginjeksi udara dan lainlain) karena kontribusinya sebesar 20% biaya produksi terhadap produk akhir 10. Organisma yang memiliki prduktivitas optimum pada temperatur yang tinggi. Bukan saja produk yang dihasilkan menjadi menurun tetapi juga dapat menghasilkan racun. Dengan demikian bakteri thermofilik yang efisien akan lebih baik digunakan dibanding dengan bakteri mesofilik 8. Media cair biasanya digunakan dalam industri karena memerlukan lebih sedikit tempat. Medium dan nutrisi yang digunakan di Industri organisma Penggunaan medium yang baik. Sedapat mungkin.

berat orgaisma yang dihasilkan dari berat karbohidrat dalam kondisi aerobic adalah 0. faktor pertumbuhan dan air dan dihindari bahan-bahan yang menghambat pertumbuhannya.lebih mudah melaksanakan proses rekayasa. Untuk bakteria. sehingga untuk memproduksi sel . 1. kandungan N adalah 12. Akan tetapi gambaran umum mengenai tiga grup mikroorganisma yang biasa digunakan dalam industri dapat dihitung berdasarkan hal berikut : Karbon dan energi yang dibutuhkan. Kebutuhan dasar nutrisi pada media untuk industri Setiap miroorganisma baik untuk industri maupun laboratorium harus dipenuhi kebutuhannya dalam hal ini seperti karbon. biasanya diperoleh dari karbohidrat utamanya glukosa tetapi dapat pula bentuk yang lebih komplek seperti pati atau selulosa. nitrogen. Untuk hampir kebanyakan organisma. mineral. Nitrogen. alkohol atau bahkan asam organik. Lebih lanjut sumber energi tidak hanya terbatas pada karbohidrat tetapi termasuk hidrokarbon. Kebanyakan sel menggunakan amonia atau garam nitrogen lainnya. Dalam meramu medium untuk industri erlu diperhatikan kandungan karbon harus cukup untuk memproduksi sel. dan mengurangi biaya persiapan penggunaan agar atau bahan padat lainnya. Artinya bahwa paling sedikit jumlah karbohidrat yang dibutuhkan 2 kali lipat dari berat sel.5 g sel kering per gram glukosa. Idealnya dianalisis komponen apa saja yang harus ditambahkan pada medium agar mikroba tersebut dapat tumbuh dengan baik.5%. Jumlah nitrogen yang ditambahkan pada proses fermentasi dapat dihitung dengan memperkirakan massa sel dan rata-rata komposisi dari mikroorganisma yang menggunakan. ditemukan dalam protein termasuk enzim dan juga asam nukleat yang merupakan elemen yang sangat dibutuhkan oleh sel.

bakteri 5 g/l membutuhkan 625 mg N. Jumlah stok yang besar akan menghindari pengaruh dari fluktuasi harga bahan baku. b. biasanya media di industri menggunakan produk limbah dari suatu proses produksi. terpakai untuk membangun warehouse yang besar untuk menjamin bahan baku tersebut tidak . Ketersediaan bahan baku Bahan baku harus selalu tersedia agar tidak terjadi penundaan proses produksi. Beberapa industri besar melaksanakan stok dalam jumlah besar untuk tujuan tersebut. termasuk vitamin. Sebagai contoh pada proses produksi penisilin walaupun laktosa lebih cocok dibanding glukosa. Pada kondisi laboratorium atau penelitian adalah mungkin menggunakan bahan kimia murni dalam menseleksi mikroba yang dibutuhkan. bebeapa faktor yang mempengaruhinya adalah : a. Faktor Pertumbuhan. Seng. maka makin murah harga produk yang dihasilkan yang berakibat makin kompetitif. membentuk komponen tertentu pada beberapa enzim pada sel. harus ada pada medium. Mineral yang dibutuhkan umumnya dalah P. terkadang memberikan sifat yang membedakan pada produk yang dihasilkan. Olehkarena itu walaupun alkohol merupakan bahan yang diinginkan oleh para peminum bir. Jika bahan baku bersifat musiman atau impor. Tebaga dan Molibdenum. Tetapi pada skala industri dimana volume medium fermentasi bisa mencapai ribuan liter. Mg dan Fe. Kriteria bahan baku untuk medium di Industri Dalam menentukan bahan baku yang digunakan untuk produksi menggunkaan mikroorganisma tertentu. Corn step liquor dan molase sebagai contoh adalah limbah dari industri gula dan pati. Bahan kontaminan yang terdapat pada bahan baku tidak selalu tidak bermanfaat. Biaya bahan baku Makin murah bahan baku digunakan . asam amino dan nukleotida harus ditambahkan pada medium karena organisma tidak dapat membuatnya. Mineral. atau jika menggunakan akan berakibat pada harga produk yang dihasilkannya menjadi tinggi. tetapi karena lebih lama pemanfaatannya oleh mikroba. Yang kebutuhannya hanya sediit adalah Boron. harus ditambahkan. tetapi bahan selain maltose (khamir merubahnya menjadi alkohol) memberikan aroma yang khas pada bir 2. biasanya diganti dengan glukosa yang lebih murah. S. umumnya tidak digunakan bahan kimia murni karena harganya mahal. Senyawa nitrogen yang tidak dapat disintesis oleh organisma. Bagaimanapun cocoknya suatu bahan baku digunakan dalam suatu proses industri. Dengan pertimbangan ekonomis tersebut. tidak akan digunakan jika harganya mahal dan berakibat pada harga jual produk yang dihasilkan tidak ekonomis. akan tetapi juga dana yang seharusnya digunakan untuk hal lain. adalah penting melakukan stok untuk persiapan selama periode tertentu.

Hal lain adalah bahwa bahan baku tersebut harus dapat disimpan dalam jangka waktu lama tanpa terjadi penurunan mutu yang berarti c. tidak saja untuk analisis tetapi juga bahan tambahan lainnya yang dibutuhkan agar dapat mencapai kualitas ang diinginkan. f. Biaya trasnportasi Jarak antara industri dengan tempat bahan baku berada merupakan hal yang sangat penting karena biaya bahan baku. umumnya mereka berkompetisi dalam menjaga mutunya sesuai dengan yang diinginkan pengguna. e. biaya penanganan lmbah yang dihasilkan harus juga diperhitungkan. medium harus mengandung karbon. Kualitas dari bahan baku (dalam hal ini komposisi yang terkandung) haruslah relatif konstan untuk menjaga keseragaman produk yang dihasikan serta menjaga kepuasan dari konsumen. sedangkan selulosa hanya sedikit mikroorganisma yang dapat memanfaatkannya. Fungi akan segera tumbuh pada medium corn step liquor. mineral dan vitamin dalam jumlah proporsi yang cukup agar produksi mencapai optimum. di beberapa negara sangat diatur dengan ketat. Pada kasus dimana pemasok bahan baku banyak. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis pada setiap batch molase yang akan digunakan guna mengetahui berapa banyak komponen lainnya yang harus dtambahkan. Dala hal dimana bahan baku berasal dari limbah industri lainnya seperti misalnya molase. Bahan limbah dari proses tertentu sering menjadi bahan baku pada proses lainnya. biaya produk yang dihasilkan dan daya saing di pasaran dipenagruhi oleh biaya transportasi. Bahan baku dengan variabilitas kualitas yang tinggi tidak diinginkan karen amembutuhkan biaya ekstra yang mahal. . hanya sebgaian kecil menggunakan laktosa. Beberapa organisma tumbuh lebih baik pada medium tertentu. Oleh karena itu saat memilih bahan baku. sedangkan actinomycetes akan segera tumbuh pada medium dari kedelai. Kecukupan bahan kimia pada medium Telah didiskusikan sebelumnya. Makin dekat jarak sumber bahan baku adalah semakin baik d. industri yang menghasilkannya tidak terlalu peduli dengan mutu yang dihasilkannya. nitrogen. Kebanyakan khamir memanfaatkan gula heksosa. Tetapi pada kasus lainnya limbah yang dihasilkan tidak dapat diolah lagi. Seagai contoh limbah dari industri bir dapat dijadikan makanan ternak. Kebutuhan mikrooranisma juga harus tepat dalam hal ini senyawa yang dapat digunakan. Kemudahan dalam membuang limbah Pembuangan limbah industri.terserang serangga atau binatang pengerat.

Prekursor lainnya adalah kobalt pada media untuk produksi Vitamib B 12 dan klorine untuk klorin yang mengandung antibiotik seperti chlortetracyclin dan griseofulvin. . Terkadang perbedaan fase juga membutuhkan nutrisi yang berbeda pula atau perbedaan proporsi dari nutrisi yang sama. keterjaminan kualitas kandungan kimia dan lain-lain. Misalnya beer hitam dibuat dari barley malt yang terlebih dahulu dikaramelisasi yang menghasilkan warna gelap pada bir. Sifat dari produk yang dihasilkan pada beberapa kasus dipengaruhi oleh keberadaan beberapa komponen pada medium. Corn step liquor yang merupakan unsur standar pada medium penisilin. Penelitian pendahuluan perlu dilakukan jika bahan lokal tersebut memiliki komposisi yang agak berbeda dengan bahan yang baisa digunakan. h. Precusor sering menstimulasi produksi metabolit sekunder. tetapi molekul dengan ukuran yang lebih kecil juga dapat menginduksi. Sebagai contoh. diproduksi dari medium yang mengandung senyawa fenil. produksi dari bahan tersebut dilakukan. Bahan baku harus mengandung prekursor yang dibutuhkan untuk sintesis produk. Keoptimalan tumbuh dan produksi dari mikroorganisma Pada organisma yang digunakan di industri dengan sistem batch. biasanya tanpa terjadi perbayakan sel dan diikuti dengan produksi enzim-enzim yang berbeda. Medium harus dapat mengatasi permasalahan dan kebutuhan tersebut.g. umumnya memiliki 2 fase pertumbuhan: fase pertumbuhan atau tropophase dan fase produksi atau idiophase. mengandung prekursor fenil yang dibutuhkan oelh penisilin G. Beberap abahan baku yang biasa digunakan akan diterangkan di bawah ini. terutama jika bahan tersebut juga digunakan untuk proses produksi lainnya. bahan subtitusi yang cocok harus dicari jika proses produksi harus dilakukan pada tempat yang baru. dengan induksi biosintesis enzim atau keduanya. Pada beberapa kasus. Penambahan komponen harus tidak berefek pada terganggunya produksi dari bahan yang diinginkan. kadar glukosa dan fosfat yang tinggi akan menghambat awal dari idiophase pada produksi sejumlah metabolit sekunder di industri. BEBERAPA BAHAN BAKU PENYUSUN MEDIA UNTUK INDUSTRI Bahan baku yang didiskusikan adalah limbah mengingat beberapa sifat yang harus dimiliki seperti murah. Bhana baku pada suatu negara murah. baik dengan cara meningkatkan jumlah metabolit. Pada fase pertama sel meperbanyak diri dengan cepat dengan tanpa atau sedikit memproduksi bahan yang diinginkanPada fase kedua. Penggunaan bahan subtitusi lokal tersebut menjadi nilai positif karena dapat dapat mengurangi biaya transportasi bahan baku atau bahkan dapat menciptakan lapangan kerja bagi penduduk lokal. Biasanya berupa asam amino. Sama seperti penisilin G. pada daerah lain di negara yang sama belum tentu murah. tersedia.

Kaya akan nitrogen. yang akan meningkatkan suhu menjadi 38-55oC.04% dan konsentrasi asam laktat antara 1. klorida. mineral dan hormon pertumbuhan. Corn step liquor banyak digunakan di industri-industri sebagai nutrisi di medium pertumbuhan organisma karena kaya akan karbohidrat. Dengan pH yang rendah akan menghambat pertumbuhan hampir seluruh mikroorganisma. Digunakan dalam pembuatan tetracycline dan beberapa penisilin sintetik. fosfor dan sulfat. kondisi perendaman. Supernatan yang dipoisahkan dari rendaman jagung disebut corn step liquor. pemanasan dan lain-lain. .5%. Sebelum digunakan cairan tersebut disaring dan dikonsentrasikan menggunakan panas hingga konsentrasi padatan menjadi 50%. Proses pemanasan akan membunuh bakteri. Fermentasi laktat berhenti ketika konsentrasi SO2 mencapai 0. Kaya akan protein (56% w/v) dan karbohidrat 24%. Kondisi asam menjadikan kernel lunak sehingga memudahkan penggilingan sedangkan pembentukan gel dari pati tidak tertunda. Filtrat kemudian dikonsentrasikan hingga kandungan padatannya menjadi 1:3.0 dan 1. Diperoleh dari penyaringan bahan padatan setelah destilasi hasil fermentasi dari jagung atau barley untuk wiski atau alkohol. Komposisinya bervariasi dan dipengaruhi varietas jagung. dan abu 4% juga kaya akan kalsium.(a) Corn steep liquor. Dalam kondisi tersebut. vitamin dan mineral. kebanyakan protein yang ada di jagung diubah menjadi peptida dan keluar dari jagung bersama dengan gula menjadikannya sebagai makanan untuk bakteri asam laktat. pada saat ini pH menjadi 4. minyak 5%. Bahan-bahan terlarut destilat Adalah limbah dari destilasi alkohol dari biji yang difermentasi. dilanjutkan dengan pengeringan drum drier. tetapi mendorong tumbuhnya bakteri asam laktat. perlu dilakukan penetralan dengan CaCO3 sebelum digunakan. c. berupa bubuk kuning yang terbuat dari embrio biji kapas. terutama termofilik homofementatif Lactobacillus spp. SO2 ditambahkan pada air yang merendam jagung. (b) Dikenal juga dengan nama porflo. Produk tersebut adalah limbah dari pengolahan pati dari jagung. besi. Corn step liquor bersifat sangat asam. nitrogen.

A molase selanjutnya didihkan untuk mengekstrak kristal gula menghasilkan rendemen gula B dan molase B. cargo sugar dan gula rafinasi. Cairan yang dihasilkan dari proses pemurnian ini disebut sebagai sirup. Bagian atas (supernatan) kemudian dipisahkan dan dikonsentrasikan menggunakan beberapa evaporator berurutan mulai dari yang bertekanan rendah meningkat bertahap makin tinggi. Ada 2 tipe molase berdasarkan bahan baku industri gula yaitu dari gula (Saccharum officinarum) atau beet (beta alba). cairan gula dari tebu berwarna hijau kemudian dilakukan pemanasan dan penambahan soda (lime). Molase akhir ini disebut ³blackstrap molase´. asam sitrat. Molase Molase adalah sumber gula dari limbah industri gula. dan dari satu daerah dengan daerah lain. atau sebagai bahan baku margarin. kristal gula mulai terbentuk dengan makin meningkatnya panas dibawah tekanan tinggi. Massecuite kemudian disentrifus untuk memisahkan gula kristal dengan cairannya yang disebut molase. Pada industri gula menggunakan bit sebagai bahan baku. mirip dengan molase. Dua atau lebih proses pendidihan dilakukan untuk mendapatkan kristal gula hingga sampai tidak ekonomis lagi proses tersebut dilakukan. Gula yang dihasilkan dari µblackstrap molase¶ bermutu rendah dan berwarna coklatdan dikenal dengan gula mentah. Satu hal yang perlu diperhatikan bahwa molase yang dihasilkan waalupun dari jenis bahan baku yang sama. Limbah padatannya mengandung 11% nitrogen. glyserol dan khamir. dan 30% karbohidrat dapat digunakan untuk makanan ternak. dan digunakan pada banyak industri fermentasi seperti alkohol. Setelah digiling. Nitrogen yang dikandungnya lebih komplek dibanding pada Corn Step liquor dan tidak sesuai digunakan pada kebanyakan mikroorganisma kecuali actinomycetes. proses yang dilakukan adalah sama tetapi nama fraksi yang diperoleh dari pemurnian berbeda. Molase daribit bersifat basa sedangkan molase dari tebu bersifat asam. Gula hasil koleksi pertama disebut ³A´ dan cairan yang terpisah disebut µA¶ molase. Biji-biji tersebut dipanaskan sebelum kemudian diekstrak minyaknya untuk digunakan dalam pengolahan makana. Gula mentah tersebut kemudian dimurnikan kembali (pada pabrik pengolahan lain) untuk menghilangkan kotoran termasuk warna coklat akibat karamelisasi menjadi gula putih yang biasa digunakan sehari-hari.Limbah Kedelai Kacang kedelai (Glycine max) adalah tanaman tahunan dan ditanam luas diselurh dunia baik di daerah tropis maupun sub tropis dengan pposisi 50oN dan 40oS. Penambahan soda menjadikan kondisi basa menghentikan hidrolisis. anti busa pada industri fermentasi. dan pemanasan menjadikan koagunal-koagulan protein dan bahan yang tidak diinginkan lainnya membentuk semacam lumpur. Molase dari tebu berbeda komposisinya dengan dari Bit. . berbeda komposisinya dari tahun ke tahun. Pada tahap akhir. aseton. Empat tahap proses dalam pembuatan gula. Biasanya digunakan untuk fermentasi tetracycline dan streptomycin. menghasilkan sirup kental berwarna coklat yang mengandung kristal dan disebut dengan massecuite (pada industri menggunakan bit disebut filmass).

Molase inverted (high test molase) adalah sirup kental berwarna cokelat digunakan pada industri destilasi mengandung 75% gula (sukrosa dan gula reduksi) dan sekitar 18% kadar air. adalah cairan hasil dari proses sulfit pada pengolahan pulp dari kayu. format dan asam galakturonat juga dihasilkan.Industri pengguna umumnya memilih molase dengan komposisi yang sesuai dan membelinya untuk 1 tahun kebutuhan. Terkadang gula A di invert dan dicampurkan dengan molase A. makin banyaknya gula yang dihasikan dari degradasi hemiselulosa diubah menjadi asam sulfonat. Cairan sulfit dengan komposisi berbeda-beda dihasilkan bergantung pada tipe perlakuan dan tipe dari kayu. Untuk produksi sel. Tergantung dari tipenya. Secara sederhana dapat dikatakan bukan lagi molase tetapi gula invert (contoh. Makin beratnya perlakuan yang diterima. kebanyakan kayu mengandung selulosa 50%. Tergantung pada perlakuan. manosa. Cairan Sulfit Cairan sulfit atau cairan limbah sulfit. tetapi untuk menghasilkan metabolit seperti asam sitrat. Sejumlah asam asetat. galaktosa. selulosa hasil proses masih berupa serat dan dapat dijadikan pulp. Senyawa asam memecah ikatan kimia antara lignin dan selulosa dan selanjutnya melarutkan lignin. perubahan komponen sekecil apapun akan memberikan dampak terhadap produksi bahan metabolit tersebut. gula reduksi hasil hidrolisis sukrosa). fruktosa dan gula pentosa silosa dan arabinosa. Selama proses sulfit. Diproduksi dari hidrolisis konsentrat larutan dengan asam dan disebut metode Cuban. sekitar 25% lignin dan 25% hemiselulosa. Degradasi dari selulosa menghasilkan glukosa. enzim invertase digunakan dalam hidrolisis. begitu pula gula yang dihasilkan makin banyak dari degradasi . varisi kualitas dari molase tidaklah menjadi hal yang kritis. Kehadiran dari ion kalsium berfungsi sebagai bufer dan membantu menetralisir asam kuat lignin sulfonat. hemiselulosa dihidrolisis dan larut menghasilkan heksosa. glukosa. Sebagian dari gula ersebut diubah menjadi gula asam slfonat yang tidak dapat terfermentasi.

Cairan slfit diguanakan sebagai medium untuk mikroorganisma setelah dinetralisasi dengan CaCO3 dan diperkaya dengan garam amonium atau urea dan nutrien lainnya. pH dan lainnya.selulosa. kualitas dari produk tergantung dari air. dan lain-lain. Dalam upaya menjaga kekonstanan dari kualitas produk. Jika pasokan air dari sumber air wilayah tidak mencukupi. Pada beberapa industri minuman. warna. nukleotida. AIR Air adalah bahan baku yang sangat dibutuhkan dalam industri mikrobiologi. metanol. Substrat lainnya Substrat lain yang digunakan sebagai bahan mentah di fermentasi adalah alkohol. BEBERAPA SUMBER POTENSIAL UNTUK MEDIA INDUSTRI .yang terbanyak manosa. Beberapa contoh tidak mengandung cukup bahan assaimilable carbonaceous untuk fermentasi modern. Faktor pertumbuhan hanya dibutuhkan dalam jumlah kecil. untuk pendinginan. asam asetat. Hidrolsat pohon keras juga mengandung asam asetat sedangkan pada pohon lunak mengahasilkan produk dengan kandungan 75% heksosa. Biasanya berfungsi sebgai kofaktor dari enzim dan dapat berupa vitamin. industri harus mengusahakan sendiri kebutuhannya. Dibutuhkan dalam jumlah banyak hingga ribuan liter tergantung dari industri. Pohon keras tidak saja menghasilkan rendemen gula dalam jumlah tinggi (3%) tetapi juga menghasilkan pentosa dalam bentuk silosa. Sumber faktor pertumbuhan dapat dilihat pada tabel di bawah ini. pencucian dan membersihkan. Dibutuhkan sebagai komponen utama untuk medium fermentasi. FAKTOR-FAKTOR PERTUMBUHAN Faktor pertumbuhan adalah bahan yang tidak disintesis oleh organisma sehingga harus ditambahkan pada medium. metan. Oleh karena itu biasanya diprkaya dengan ekstrak malt dan lain lainnya. Digunakan untuk memproduksi alkohol dan khamir. kualitas air harus selalu dianalisis secara reguler untuk mineral. Bentukan murninya biasanya terlalu mahal untuk digunakan dalam media untuk industri. dan fraksi dari minyak mentah.

Karibia dan negara lainnya di dunia. Karena cukup sulit dibudidayakan dan memerlukan kelembaban yang tinggi dan sulit penyimpanannya. dan umbi yang dihasilkan dapat bertahan berbulan-bulan didalam tanah tanpa mengalami kerusakan sebelum di panen. Terdapat berbagai macam cultivar. walaupun dapat tumbuh pada daerah subtropis. rendemen dan kemanisan. atau singkong. Sumber Karbohidrat Keseluruhan adalah polisakarida dan harus dihidrolisis enjadi gula sebelum diguakan a.Beberapa bahan baku yang akan didiskusikan disini kebanyakan diperoleh di negara-negara tropis termasuk diantarnya Afrika. . gamdum. dua jenis yang teah dikenal adalah Colocasia (taro) dan Xanthosoma (talas-talasan). Sirup hasil perebusan umbi digunakan sebagai sumber karbohidrat untuk meramu media industri. waktu kematangan. Ubi mengandung lebih sedikt karbohidrat dibanding dengan jagung. lebih tinggi dibandingkan dengan singkong atau jagung. dijadikan sebagai sumber karbon untuk protein sel tunggal. tidak memerlukan pemeliharaan yang intensif. akan tetapi memiliki kelebihan bahwa ubi tidak terlalu banyak membutuhkan perawatan. Ubi telah banyak digunakan sebagai sumber gula karena umbinya mengandung enzim sakarifikasi. Pati dari cocoyam cocok digunakan untuk keperluan farmasi. Amerika dan Asia. maka tidak menjadi makanan sumber karbohidrat di tempat dimana tumbuh. Diberitakan bahwa pada varietas tertentu telah dikembangkan hingga produktivitasnya mencapai 40 ton per hektar. Mereka tumbuh diberbagai belahan dunia seperti Afrika Utara. Cocoyam (taro) Cocoyam adalah nama dari beberapa tanaman edible dari jenis monokotil dari family Araceae. Singkong / Casava Merupakan akar dari tanaman singkong (Manihot esculenta) dan menjadi sumber utama karbohidrat untuk manusia (sebagian hewan) pada banyak negara tropis. Pati singkong setelah dihidrolisis. yang memiliki warna yang berbeda pada umbi dan kulitnya dan juga memiliki perbedaan pada ukuran. Tanaman tersebut tumbuh dan biasa dikonsumsi di daerah tropis. Butil alkohol. ethanol dan bahkan minuman. aseton dan etanol diproduksi dari sirup ini dengan kuantitas yang lebih tinggi dibanding dengan diproduksi dari sirup jagung pada konsentrasi yang sama. Di Brazil dijadikan sebagai sumber bahan baku fermentasi alkohol yang dicampur dengan bensin membentuk gasohol untuk kendaraan. Memiliki banyak kelebihan seperti rendemen karbohidrat tinggi. Ubi-ubian Dengan nama latin Ipomoea batatas adalah tanaman yang hidup di iklim hangat.

beras dan lain-lainnya. Telah sukses di ubah menjadi malt dan digunakan sebagai bir lager Jerusalem artichoke . Tanaman-tanaman tersebut diklasifikasikan sebagai sereal minor. Dibanding dengan tanaman tropis yang dimanfaatkan akarnya. Yam telah dimanfaatkan untuk memproduksi berbagai jenis produk seperti tepung yam. Pati millet pernah dihidrolisis untuk digunakan dalam produksi alcohol sejak 50 tahun yang lalu. Digunakan dalam produksi bir di berbagai dunia. Sorgum Sorgum bicolor. setelah gamdum. penyimpanan dan ketersediaan lembaga pengembangannya melalui IRRI. Tanamannya juga berukuran kecil. selain itu juga millet dapat tumbuh baik di daerah tropis maupun subtropics dan memiliki berbagai jenis seperti Pennisetum americanum (millet mutiara). tetapi memiliki kelebihan karena kemudahan dalam mekanisasi. terutama yang beriklim tropis. yam flakes. menduduki peringkat ke empat dalam jumlah produksi sereal dunia. Lembaga-lembaga tersebut menyimpulkan bahwa masa depan dari beras kemungkinan akan diganti sebagai sumber pati lainnya seperti Yam atau singkong. Setaria italica (millet foxtail) Eleusine corcana (finger millet). walaupun sebenarnya tanaman tersebut dapat tumbuh pada daerah yang minim dengan temperature tinggi dan cepat menghasikan. sorgum. penanamnnya cukup sulit sehingga jarang dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Dalam penanamannya teah dimekanisasi dan memiliki potensi yang sangat baik diantara sereal yag digunakan sebagai sumber karbohidrat sebagai media dalam industri. Perhatian saat ini tertuju pada tanaman tersebut karena kemampuannya bertahan pada kondisi ekstrim. maka limbah dari hasil pengupasan dapat dihidrolisis dan dimanfaatkan sebagai media di industry mikrobiologi. Millet (rumput-rumputan) Adalah merupakan nama gabungan dari beberapa sereal yang benihnya kecil dibandingkan dengan jagung. Beras digunakan sebagai tambahan perasa pada industri minuman keras. Jika pemanfaatan yam dikelola dalam skala besar. filipina dan lembaga-lembaga lainnya. Oryza sativa adalah tanaman bahan pangan yang dibudidayakan di 5 benua. beras dan jagung. tetapi bukan akibat dari ukurannya yang kecil tetapi karena tidak menjadi komponen utama makanan manusia. Beras Beras. Walaupun termasuk komoditas berbiaya tinggi.Yam (Gadung) Yam (Dioscorea spp) digunakan dan dikonsumsi luas di daerah tropis. Dengan peningkatan produksi beras diharapkan makin menjadi efisien untuk kebanyakan negara sehingga cukup murah untuk dijadikan sumber substrat bagi industri mikrobiologi.

polimer fruktosa yang dapat dihidrolisa. Merupakan tanaman yang dimanfaatkan akarnya dan tumbuh didaerah semi tropis dan tropis Gambar. Kacang tanah (Arachis hypogea) kaya akan cairan dan protein. minyak dari kacang tersebut dapat digunakan sebagai pencegah busa.6% lemak. 0.7% abu. Pengeringan dilakuka dengan cara mengalirkan uap panas ke darah hingga suhu mencapai 100°C. Kacang Beragai macam biji dari jenis tanaman legum digunakan sebagai sumber untuk memasok nitrogen pada media industri. Cake dari kacang yang telah diekstrak minyaknya biasanya digunakan sebagai bahan makanan ternak. 0. Tetapi pada kasus kedelai. 16. Sturktur dari inulin Sumber protein a. Perlakuan ini menjadikannya steril dan juga menyebabkan penggumpalan. sedangkan limbah padat hasil ekstraksi minyak dapat digunakan sebgai sumber protein. Darah Darah mengandung 82% air. Kacang dan limbahnya kaya akan protein b. kemudian dikeringkan dan . dimana karbohidrat yang tersimpan bukan pati tetapi inulin. Adalah merupakan limbah dari produk pejagalan meskipun kadangkadang digunakan sebagai makanan ternak. Perlakuan selanjutnya ditekan untuk menghilangkan serum.Helianthus tuberosus merupakan anggota dari tanaman famili compositae.1% karbohidrat.4% nitrogen dan 0.

Bahan ini menjadi sumber penting protein untuk menjadi media dalam industri Daging Ikan Daging ikan digunakan sebagai bahan makanan ternak. 8% kalsium dan 3.digiling. Mengandung banyak protein (65%) dan mineral (21% kalsium. abu dan lemak. . Hasilnya adalah tepung darah berwarna cokelat dan mengandng 80% proten. Daging ikan dibuat dengan cara mengeringkan ikan dengan uap panas baik dengan bantuan vakum atau hanya pengeringan biasa.Atau dengan cara melalukan udara panas ke ikan yang ditempatkan pada drum yang berputar. Selanjutnya bahan tersebut kemudian digiling.5% fosfor) dan dapat digunakan sebagai media produksi mikroba.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->