Visi & Misi Kementerian Kesehatan
VISI : Masyarakat Sehat yang Mandiri dan Berkeadilan MISI :

• Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat dengan Menjamin Tersedianya Upaya Kesehatan Paripurna • Melindungi Kesehatan Masyarakat dengan Menjamin Tersedianya Upaya Kesehatan Paripurna, Merata • Menjamin Ketersediaan dan Pemerataan Sumber Daya Kesehatan. • Menciptakan Tata Kelola Kepemerintahan yang Baik.
dan Berkeadilan. dan Merata.

NILAI : Pro Rakyat, Inklusif, Responsif, Efektif dan Bersih

Sasaran Strategis Pembangunan Kesehatan :
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Meningkatnya Status Kesehatan dan Gizi Masyarakat Menurunnya Angka Kesakitan Akibat Penyakit Menular Menurunnya Disparitas Status Kesehatan dan Gizi Antar Wilayah, Sosial, Ekonomi dan Gender Meningkatnya Anggaran Publik untuk Kesehatan Meningkatnya PHBS pada Rumah Tangga Terpenuhinya Kebutuhan Tenaga Strategis di Daerah Tertinggal, Perbatatasan dan Kepulauan Seluruh Provinsi Melaksanakan Program Pengendalian Penyakit Tidak Menular Seluruh Kabupaten/Kota Melaksanakan Standar Pelayanan Minimal (SPM)

7 Prioritas Reformasi Kesehatan Masyarakat :
Presiden Mengamatkan Reformasi Kesehatan sebagai prioritas nasional. Menteri Kesehatan menerbitkan Keputusan Menkes No. 267/MENKES/SK/II/2010 tentang Penetapan Roadmap Reformasi Kesehatan Masyarakat. Tujuan Umum : Tercapainya Masyarakat Sehat Mandiri dan Berkeadilan Tujuan Khusus : 1. Tersedianya pembiayaan untuk jaminan pelayanan medik dasar untuk seluruh penduduk Indonesia 2. Tersedianya pembiayaan untuk pelayanan kesehatan dasar promotif dan preventif 3. Tersedianya obat/alat kesehatan untuk program KIA/KB, program penanggulangan penyakit Malaria, TBC dan HIV/AIDS 4. Terbentuknya kelembagaan Kementerian Kesehatan yang tepat fungsi dan tepat ukuran serta tata kelola kesehatan yang baik 5. Tersedianya sumber daya kesehatan untuk daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan 6. Tersedianya sumber daya kesehatan untuk daerah bermasalah kesehatan dengan kategori buruk/khusus 7. Tersedianya sumber daya kesehatan dan peraturan perundang-undangan untuk mendukung pengembangan rumah sakit yang terakreditasi internasional

Susunan Redaksi
Pembina Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Penanggung Jawab Sekretaris Ditjen Bina Pelayanan Medik Dr. dr. Sutoto, M.Kes Pimpinan Redaksi Kepala Bagian Hukum, Organisasi dan Humas V.A. Binus Manik, SH,MH Sekretaris Redaktur Kepala Sub Bagian Humas Imin Suryaman, S.Sos Tim Redaktur 1. Kabag. Program dan Informasi 2. Kabag. Keuangan 3. Kabag. Umum & Kepegawaian 4. Kasubag TU Dit Bina Yan Medik Dasar 5. Kasubag TU Dit Bina Yan Medik Spesialistik 6. Kasubag TU Dit Bina Yan Keperawatan 7. Kasubag TU Dit Bina Yan Kesehatan Jiwa 8. Kasubag TU Dit Bina Yan Penunjang Medik 9. Kasubag Hukum Bagian Hukormas 10. Kasubag Organisasi Bagian Hukormas 11. Kasubag Perbendaharaan Bagian Keuangan 12. Kasubag Data dan Informasi Bagian Program dan Informasi 13. Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum dan Kepegawaian Penyunting/Editor 1. Sufermi Sofyan 2. Eti Ekawati.SH.MH 3. Ani Mindo Ch.SE 4. Auliyana Zahrawani. SKM 5. Pelita Apriany, SKM 6. Desi Syetiani, S.Sos Sekretariat 1. Drs. Ahmad Haryanto 2. Denny Sugarna 3. Benny Bremer 4. Rita Desmawati

s

salamredaksi
KEMENTERIAN KESEHATAN RI DIREKTORAT JENDERAL BINA PELAYANAN MEDIK

Salam jumpa Pembaca Setia Majalah Warta Yanmed Edisi XXI. Edisi kali ini, Redaksi akan menampilkan liputan dan artikel yang menarik di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik. Fenomena pelayanan kesehatan di masyarakat mengatakan bahwa pelayanan Rumah Sakit di luar negeri lebih baik, didukung dengan peralatan canggih, dokter bekerja lebih professional dan pasien bisa puas berkomunikasi dengan dokter, ini cukup memperhatinkan karena aksi ketidakpercayaan timbul pada dokter dalam negeri, sehingga tanpa ragu mereka berobat ke luar negeri. Dengan melaksanakan prioritas World Class Health Care, pelayanan kesehatan bertaraf Internasional, point akhir ini tertuang dalam roadmap reformasi kesehatan masyarakat yang diterbitkan Kementerian Kesehatan dalam mendukung sasaran pembangunan kesehatan tahun 2010 – 2014. Tujuannya agar masyarakat tidak perlu lagi berobat keluar negeri dan juga akan mengurangi mengalirnya devisa Indonesia yang cukup besar ke luar negeri. Sedangkan bagi Rumah Sakit Indonesia sebagai penyedia pelayanan kesehatan harus memiliki daya saing yang tinggi untuk lebih produktif dan inovatif, memperkuat kemandirian yang mengutamakan kepentingan masyarakat, khususnya masyarakat miskin, agar terwujud kesejahteraan rakyat. Dengan adanya kemandirian, daya saing, dan kepercayaan masyarakat yang tinggi, rumah sakit akan mampu menghadapi berbagai tantangan sehingga kelak rumah sakit akan menjadi penyedia jasa pelayanan kesehatan yang berkualitas sebagai pelayanan kesehatan bertaraf Internasional. Sajian menarik kami rangkum dalam Berita Utama, antara lain RSCM Menuju Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia, Hari Kesehatan Sedunia, Pendirian 14 Rumah Sakit Bergerak, dan Program Pengendalian Resistensi Antimikroba. Redaksi berharap kepada Pembaca Setia untuk mengisi rubrik-rubrik yang akan berguna bagi pembaca lainnya. Naskah/ artikel hendaknya ditulis dalam bahasa popular, padat maksimal 4 halaman. Redaksi berhak menyunting/memperbaiki naskah/ artikel yang akan dimuat tanpa mengubah isi. Naskah yang telah dikirim sepenuhnya menjadi hak redaksi. Semoga semua informasi ini dapat bermanfaat bagi Pembaca Setia. Redaksi berharap Pembaca Setia dapat memberikan saran dan informasi yang dapat membantu meningkatkan mutu materi majalah Warta Yanmed. Terima Kasih. Redaksi Alamat Redaksi Bagian Hukormas Ditjen Bina Yanmedik Depkes RI Jl. H.R. Rasuna Said Blok X5 No. 4-9 Lt. III/R. 316 Blok B Kuningan - Jakarta Selatan 12920 Telp/Fax. 021-5277734, 021-5201590 (hunting) ext 1300 & 1302 Email. humas.yanmed@yahoo.com

Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010

1

Soeharto Heerdjan 26 14 Penyusunan Road Map Pelayanan Kedokteran Keluarga dan Revisi Pedoman Perizinan Praktik Pelayanan Kedokteran Keluarga 28 Peresmian Ruang Rawat Intermediate Bedah Dewasa di RS Jantung & Pembuluh Darah Harapan Kita 15 Workshop Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) dan PPI -TB di Rumah Sakit 30 RSUP Fatmawati Ulang Tahun Ke-49 18 19 Sosialisasi Software dan Penyusunan Target Pagu dan Realisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak dan Rencana Kerja Anggaran Kementerian Lembaga Tahun Anggaran 2011 32 Peningkatan Program Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) 2 Sosialisasi Petunjuk Teknis Tata Naskah Dinas Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 .daftarisi beritautama RSCM Menuju Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia 04 04 Hari Kesehatan Sedunia Cermin Kota Sehat Sebagai Wujud Warga Sehat 06 Pendirian 14 Rumah Sakit Bergerak 09 10 20 Sosialisasi Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik di Lingkungan Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Program Pengendalian Resistensi Antimikroba 21 liputan Pertemuan Konsolidasi Persiapan Rumah Sakit Pengampu 22 Clinical Pathway 24 Training of Trainer Pelayanan Kedokteran Gigi Keluarga 14 Instalasi Pelayanan Anak dan Remaja RS Jiwa Dr.

Tajuddin Chailk Makassar 55 Penerapan Standar dan Pedoman Asuhan Kebidanan di RS Ponek di Prov. Kalimantan Timur dan Jawa Timur Self Assessment. Peningkatan Kemampuan & Pembuatan Komitmen resensibuku 58 Pedoman Pelayanan Kesehatan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Dengan Perawatan Metode Kanguru di Rumah Sakit dan Jejaringnya lensayanmed 59 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 59 Rumah Sakit Bergerak Semakin Dibutuhkan 3 .Peningkatan Ketrampilan ICD 10 dan ICD 9 CM 34 36 Peningkatan Potensi Pegawai Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa 35 ragam Bersaing Sehat Citra Pelayanan Prima 36 Model Baru Pelayanan Kedokteran Keluarga Dikaitkan Dengan Jamkesmas 38 Anakku Tak Bisa Hidup Tanpa Transfusi Darah 42 44 Diagnostik Invasif dan Intervensi Non-Bedah di Pusat Jantung Nasional Harapan Kita 50 RSUP Dr. Kariadi Semarang Sebagai Pusat Rujukan Nasional Bedah Epilepsi 53 Pemeriksaan Laboratorium Untuk Petanda Tumor 47 Promosi dan Pengembangan Pusat Rehabilitasi Rumah Sakit DR.

DR. pada tanggal 07 Mei 2010. dr. Akmal Taher. efektif dan efisien. PH menyampaikan bahwa RSUP Dr. sesuai dengan standar pelayanan minimal rumah sakit. Menteri Kesehatan. Cipto Mangunkusumo. Setiap saat rumah sakit harus terus melakukan self assessment dan meningkatkan etos kerja serta senantiasa memperhatikan keselamatan pasien sebagaimana 4 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . standar profesi dan standar operasional prosedur.beritautama RSCM Menuju Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia JAKARTA . Dr. Sp. agar menjadi pelopor pembaruan di bidang pelayanan. Peningkatan pelayanan telah diberikan RSUP Dr. Bahkan dilingkungan RSCM telah disediakan rumah singgah untuk keluarga pasien yang kurang mampu. disertai peningkatan efisiensi dan produktifitas di bidang manajemen. Cipto Mangunkusumo dengan diresmikan wing privat RSCM Kencana. Peningkatan mutu rumah sakit harus ditingkatkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan dan tuntutan masyarakat. pendidikan dan penelitian ilmu kedokteran. dr. Cipto Mangunkusumo sebagai Rumah Sakit Rujukan.Penyelenggaraan pelayanan kesehatan Rumah Sakit di Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Endang Rahayu Sedyaningsih. Direktur Utama RSUP Dr. MPH. Prof. Pembangunan wing privat RSCM ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara keseluruhan akan pelayanan kesehatan yang bermutu prima.U (K) menyampaikan bahwa pembangunan wing privat RSCM Kencana bukan hanya ditujukan bagi pasien mampu tetapi pasien kurang mampu tetap mendapat pelayanan yang sama.

mempengaruhi berbagai aspek penyelenggaraan pelayanan kesehatan terutama pelayanan di bidang perumahsakitan. dengan adanya Wing Privat RSCM Kencana dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat luas dan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal bagi masyarakat di Indonesia. Menkes mengharapkan agar Rumah Sakit Umum Pusat Dr. dapat menjadi Rumah Sakit Rujukan sekaligus Rumah Sakit Pendidikan di Indonesia yang mampu menjadi Rumah Sakit Berkelas Dunia. Ditengah liberalisasi perdagangan serta pelayanan publik melalui kesepakatan General Agreement on Trade in Service (GATTS) dan dimulainya pasar bebas ASEAN pada tahun 2003 serta pasar bebas Asia Pasifik pada tahun 2020. Asuransi/ penyedia pelayanan kesehatan belum memberi pelayanan yang kompetitif. bertujuan untuk meningkatkan daya saing pelayanan kesehatan Indonesia di kawasan Asia Tenggara maupun dunia. dan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia masih dianggap belum berstandar International. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Sebagai antisipasi tantangan dalam hal mutu pelayanan Peninjauan Peralatan Medis dan Pelayanan di Wing Privat “RSCM Kencana” Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 5 . dimana standar kelas dunia yang telah disesuaikan dengan kondisi perumahsakitan.000 orang/tahun.beritautama kesehatan. Pelayanan kesehatan rumah sakit yang berkelas dunia atau World Class Hospital. Saat ini telah dikeluarkan kebijakan Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia. HumAS Penandatanganan Prasasti Wing Privat “RSCM Kencana” diamanatkan Undang-Undang No. Tercatat juga rata-rata jumlah pasien dari Indonesia berobat ke Malaysia adalah 12. tercatat 50% pasien Internasional yang berobat di Singapura adalah warga Indonesia. menurunkan angka consumption abroad rakyat Indonesia dalam mencari pelayanan kesehatan serta meningkatkan profesionalisme tenaga kesehatan di Indonesia. Selain itu. seperti pasien Indonesia banyak yang berobat keluar negeri. Banyaknya kunjungan berobat ke luar negeri tentu akan mengurangi devisa negara yang seharusnya dapat dihindari jika pelayanan kesehatan mampu memenuhi harapan masyarakat Indonesia sendiri. Menurut National Health Care Group International Business Dev Unit (NHG-IBDU) Singapura. Cipto Mangunkusumo. rumah sakit di Indonesia harus mulai berbenah diri dengan meningkatkan mutu pelayanan agar sesuai dengan standar Internasional.

beritautama Hari Kesehatan Sedunia Cermin Kota Sehat sebagai wujud Warga Sehat “Marilah kita berperan dalam gerakan global 1000 Kota 1000 Kehidupan. Warga Sehat pada 7 April 2010. 1000 Kehidupan. Diperkirakan. dan WHO mengangkat tema “Urbanisasi dan Kesehatan”. tahun 2025 lebih dari 60 % dan tahun JAKARTA . tanpa perencanaan yang baik. di Hari Kesehatan Sedunia ini. 1000 Kehidupan mengangkat Profil 1000 pemrakarsa kesehatan yang berjuang untuk advokasi kesehatan dan Mengarusutamakan kesehatan dalam pengembangan kota” Menteri Kesehatan memberikan arahan akan pentingnya mewujudkan Kota Sehat.” Penetapan tema nasional ini untuk mengingatkan semua pihak bahwa dampak urbanisasi terhadap kesehatan sangat bermakna apabila tidak dikelola secara baik serta akan mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. sedangkan tema nasional “Kota Sehat. Laju urbanisasi dan pertumbuhan penduduk tinggal di wilayah perkotaan. Karenanya.Indonesia adalah Negara dengan berbagai keadaan perkotaan. perkembangan mungkin dapat menimbulkan dampak merusak yang sulit diperbaiki. dari kota besar hingga kota berkembang dengan berbagai pola pengelolaan dan administrasi. Warga Sehat” dengan slogan “1000 Kota. Hari Kesehatan Sedunia yang ke 62 diperingati Menkes menyerahkan 1000 bibit pohon kepada Gubernur Banten 6 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . Namun. Upaya penting 1000 Kota Dunia di sektor Kesehatan. Dinamisnya kota sebenarnya dapat menjadi motor ekonomi yang mengangkat masyarakat suatu Negara dari kemiskinan. mari kita merencanakan pembangunan perkotaan yang menjunjung kesetaraan sosial dan mengarusutamakan kesehatan. Urbanisasi berkembang pesat di Indonesia.

dan penyakit yang terkait dengan lingkungan buruk. Dalam sambutan Direktur Regional WHO untuk Asia Tenggara. gangguan kejiwaan. yang sangat mencirikan keadaan perkotaan dengan 17 juta penduduk tinggal di dalam dan sekelilingnya. kita melihat adanya pemukiman kumuh. Urbanisasi sedang terjadi dan akan terus berlanjut. PH dalam pembukaan Hari Kesehatan Sedunia pada tanggal 7 April 2010 di Balai Kartini Jakarta. air dan tanah. Sektor publik dan swasta dapat berbagai tanggungjawab dan bekerjasama demi kemaslahatan berkelanjutan dan setara bagi seluruh penduduk. kecelakaan dan luka-luka. kriminalitas dan kekerasan. Akibatnya. melibatkan berbagai sektor dalam pemerintahan. MPH. Penduduk kota menghadapi masalah air dan listrik. kurang gizi. kelebihan gizi. penyalahgunaan obat dan penyakit karena kekerasan. Sedangkan untuk masalah kesehatan modern aspek kesehatan masyarakat. perumahan dan transportasi. hal inilah yang disampaikan Menteri Kesehatan. kurangnya aktifitas fisik dan tekanan mental. Contoh dari masalah kesehatan konvensional aspek medis antara lain adalah penyakit menular. Keadaan tersebut berdampak buruk pada kesehatan fisik. Samlee Plianbangchang menyampaikan bahwa Urbanisasi adalah ancaman utama kesehatan abad 21. Sedangkan masalah kesehatan konvensional aspek kesehatan masyarakat antara lain adalah higiene dan sanitasi buruk. industri dan masyarakat. Negara-negara bisa memiliki urbanisasi yang terencana dengan pendekatan menyeluruh dan multidisplin. infrastruktur dan penyediaan teknologi ‘hijau’ meningkatkan Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 7 . sosial dan mental penduduk lingkungan urban. Urbanisasi merupakan bagian dari perkembangan cepat Indonesia. karena mengenal penyakit degeneratif. 70 % populasi akan tinggal di pusat kota. Untuk dapat menuai keuntungan urbanisasi diperlukan upaya kolektif. Delapan kota lain di Indonesia berpenduduk lebih dari 1 juta orang.beritautama adanya gabungan antara masalah kesehatan konvensional dan modern baik untuk masalah medis maupun masalah kesehatan masyarakat. pola makan yang tidak sehat. masalah kesehatan reproduksi. Endang Rahayu Sedyaningsih. Tindakan yang harus dilakukan sekarang adalah memperkecil kesenjangan masyarakat perkotaan dan mempromosikan kota sehat. Agenda nasional perlu mengakomodir kesehatan perkotaan sebagai tolak ukur pembangunan serta menetapkan tujuan jangka pendek dan panjangnya. Masalah kesehatan modern aspek medis kita Partisipasi masyarakat dalam Hari Kesehatan Sedunia 2050. Dr. Kota Sehat Jakarta adalah salah satu kota mahabesar atau mega city dunia. Dengan urbanisasi ini akan membawa masalah kesehatan yang lebih komplek dan beragam. pencemaran udara. Dr. Infrastruktur dan pelayanan di kota dibebani oleh tuntutan dan kebutuhan penduduk. konsumsi tembakau. Peningkatan mutu transportasi. dr. pemerintah kota menghadapi tantangan besar dalam pelayanan kebutuhan masyarakat yang tidak seimbang dengan kemampuan pemerintah yang berakibat tumbuhnya kemiskinan di perkotaan secara cepat.

beritautama mutu kehidupan perkotaan. termasuk memperkecil jumlah masalah pernapasan. Perluas kawasan Tanpa Rokok untuk Kesehatan Publik. Diharapkan dengan pesan ini. Pemerintah Provinsi dan Kab/ Kota. karyawan Pemda Kota Tangerang dan Pemda Banten. Menkes mengingatkan akan pentingnya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat baik ditingkat rumah tangga maupun di masyarakat. infrastruktur dan pelayanan bagi perkembangan perkotaan memperkecil risiko kerusakan kesehatan serta memperkecil kesenjangan. Mengarusutamakan kesehatan ke dalam seluruh sistem.000 bibit pohon. Organisasi Internasional. Dan Marilah Kita Sehatkan Kota dan Warganya. kecelakaan dan pada akhirnya membuat seluruh masyarakat lebih sehat. Kementerian Kesehatan memberikan 10 Pesan Utama. dan masyarakat dalam menyatukan langkah guna meningkatkan dan memperkuat komitmen untuk bersama mewujudkan kota sehat. warga sehat. Pentingnya meningkatkan kemampuan masyarakat untuk melaksanakan kewajibannya dalam mencegah terjadinya penyakit. Mengolahragakan masyarakat. kemudian memelihara lingkungan serta meningkatkan status kesehatannya melalui perilaku hidup bersih dan sehat. Sebenarnya sejak beberapa tahun lalu telah dikembangkan Desa Siaga atau Kelurahan Siaga. Beri ruang gerak untuk pejalan kaki. LSM. Kesadaran warga yang tinggi akan memperkecil penyakit menular seperti diare dan demam berdarah yang tidak pernah selesai dalam menanggulanginya. dapat membangun kesadaran masyarakat untuk meningkatkan kesehatan dan dibutuhkan kerjasama Pemerintah Pusat. Menkes menerangkan bahwa dengan Kota Sehat Warga Sehat dapat mendorong dan memacu upaya pencapaian Indonesia Sehat. Kepala Perwakilan WHO Indonesia. Acara yang dihadiri Gubernur Banten. untuk mewujudkan Kota Sehat. 1 jam saja untuk Gerakan Pasar Sehat . Memasyarakatkan olahraga. Untuk itu tepat di Hari Kesehatan Sedunia. berbagai instansi lainnya serta warga masyarakat Bumi Serpong Damai dan sekitarnya. Berbagai kegiatan yaitu peresmian gerakan pasar sehat. Organisasi Kemasyarakatan. Menjamin ketersediaan sayur dan buah dengan harga terjangkau. Warga Sehat. dan ribuan masyarakat dari berbagai instansi yaitu Kementerian Kesehatan. Kelola Sampah dengan baik. Rangkaian kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka Hari Kesehatan Sedunia. (AuliAnA/peliTA/dSy) Menkes meninjau Pasar Modern BSD City 8 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . menuju masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan. 1 orang menanam 1 pohon. antara lain Beri Kesempatan kota untuk Hari Bebas Berkendaraan Bermotor. perlu didukung dengan warga disekitarnya. dan Tata pemukiman yang bersih dan sehat. senam bersama dan sepeda sehat (fun bike) serta penyerahan 1. Warga Sehat Mewujudkan kota sehat. akan menjadi lebih berarti jika kita bersama-sama merealisasikan pesan utama yang terkandung dalam Hari Kesehatan Sedunia. Puncak peringatan HKS diakhiri pada 11 April 2010 di Kota Tangerang Banten. Perbanyak taman untuk paru-paru kota.

pada 19 Maret 2010. Bengkulu Utara. Halmahera Utara. Dan Tahun 2010. sehingga biaya operasional telah dialihkan kepada Pemda setempat. dan Rumah Sakit Bergerak Saumlaki Kab. dan RS Bergerak Lingga Kab. Pembangunan Rumah Sakit Bergerak dilakukan sebanyak 2 tahap.Kes. Sutoto. dimana Kementerian Kesehatan (Pemerintah Pusat) menyediakan infrastruktur Rumah Sakit Lapangan (Kontainer) lengkap dengan peralatan medik. yang selanjutnya akan dituangkan kedalam laporan kinerja operasional Rumah Sakit Bergerak. Siau Tagulandang Biaro. Sesditjen Bina Pelayanan Medik. Farid W. terjadi kesepakatan dalam hal pelaporan pelayanan medik. Husain dalam pertemuan dengan Direktur Rumah Sakit Bergerak dan Petugas Pengelola Keuangan 14 Rumah Sakit Bergerak. HumAS Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 9 . Kabupaten Blangkejeren yang telah mendirikan rumah sakit permanen. Pendirian Rumah Sakit bergerak bekerjasama dengan Pemerintah Daerah setempat. Raja Ampat. Operasional RS Bergerak disediakan oleh Kementerian Kesehatan sampai dengan berdirinya rumah sakit permanen didaerah tersebut. Sedangkan Pemerintah daerah menyediakan lahan untuk rumah sakit lapangan. Bener Meriah Propinsi NAD. RS Bergerak Mindiptana Kab.Natuna. jumlah dan alokasi ketenagaan dan alokasi anggaran biaya operasional masing-masing rumah sakit Tahun Anggaran 2010 dan 2011. pelaporan administrasi dan keuangan. konsolidasi dan evaluasi kinerja RS Bergerak. Gayo Lues. Kepada Direktur Rumah Sakit Bergerak diucapkan terima kasih atas kinerja dan pelayanan ditengah keterpencilan wilayah. Rumah Sakit Bergerak Malinau Kab. RS Bergerak Mamasa Sulawesi Barat. maka Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Kementerian Kesehatan telah mendirikan 14 Rumah Sakit Bergerak. RS Bergerak Marinda Kab. Dr. RS Bergerak Natuna Kab. Rumah Sakit Bergerak Enggano Kab. dan sarana prasarana pendukung. RS Bergerak Gemeh Kab. yaitu RS Bergerak Kabupaten Alor Propinsi NTT. menyampaikan pertemuan ini diselenggarakan dalam rangka koordinasi. M. Maluku Tenggara Barat Kendala terbesar dalam operasional Rumah Sakit Bergerak adalah ketersediaan tenaga (sumber daya manusia). Sedangkan 3 RS Bergerak lainnya masih dibantu oleh Kementerian Kesehatan sehubungan dengan keterbatasan anggaran pemerintah daerah masing-masing. dr. Diharapkan dengan pertemuan ini. Kepulauan Talaud. Lingga. RS Bergerak Tobelo Kab. hal inilah yang disampaikan Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik. perbatasan dan kepulauan yang selama ini belum terjangkau. permasalahan anggaran dan belanja operasional obat-obatan. Rumah Sakit bergerak dilengkapi dengan peralatan yang memadai setara dengan rumah sakit umum Tipe C yang mempunyai 2 sampai 4 jenis pelayanan spesialistik. tahap pertama sebanyak 4 Rumah Sakit yang dioperasionalkan tahun 20042006. RS Bergerak Sitaro Kab. RS Bergerak Kab. yaitu RS Bergerak Blangkejeren Kab. tenaga kesehatan spesialis. Tahap kedua sebanyak 10 Rumah Sakit yang dibangun pada tahun 2007-2008 dan mulai beroperasi sejak 2009. Malinau-Kaltim.beritautama Pendirian 14 Rumah Sakit Bergerak BAli – Dalam upaya pemerataan pelayanan kesehatan bagi masyarakat khususnya di daerah terpencil. Boven Digoel.

Untuk itu. Selain itu upaya penanggulangan masalah resistensi antimikroba harus diselenggarakan melalui berbagai upaya kesehatan secara menyeluruh. Sejalan dengan itu. termasuk penggunaan obat (antibiotik) yang direncanakan dengan baik. telah merumuskan 67 rekomendasi sebagai upaya koordinasi global guna mengendalikan peningkatan resistensi antimikroba. pemberi pelayanan dan karyawan rumah sakit serta dibutuhkannya upaya penanggulangan resistensi antimikroba yang merupakan hal prioritas dalam penanggulangan masalah kesehatan bukan hanya di Indonesia. SpAn. tim fasilitator PPRA dan tim PPRA dari 20 Rumah Sakit Pendidikan. khususnya terhadap jaminan keselamatan pasien (patient safety). Sutoto. perlu dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi meliputi Kewaspadaan Standar yang diterapkan pada semua klien dan pasien/orang yang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan dan kewaspadaan berdasarkan penularan/transmisi yang hanya diterapkan pada pasien yang dirawat inap di rumah sakit. DR. pelayanan mikrobiologi dan farmasi klinik secara profesional. terpadu perlu dikembangkan.Kes menyatakan bahwa Infeksi nosokomial atau yang sekarang dikenal sebagai HAIs (Healthcare Associated Infections) adalah infeksi yang terjadi pada pasien selama perawatan di rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan lain yang tidak ditemukan dan tidak dalam masa inkubasi saat pasien masuk.Lokakarya Nasional ke 3 Program Pengengendalian Resistensi Antimikroba. dengan peserta yang terdiri dari unsur Kementerian Kesehatan. penggunaan antibiotika secara bijaksana. Andi Wahyuningsih Attas. M. Badan Kesehatan Dunia (WHO). diadakan di Bandung Pada tanggal 19 s/d 21 April 2010. dr. yang terhimpun dalam buku ”WHO Global Strategy for Containment of Antimicrobial Resistence”.beritautama Program Pengendalian Resistensi Antimikroba BAndung . Demikian laporan Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik. tanggal 19 s/d 21 April 2010. Kita menyadari pentingnya pencegahan dan pengandalian infeksi baik bagi pasien. secara rasional dan bijaksana serta pencegahan dan pengendalian infeksi secara optimal. tetapi juga di dunia. terpadu dan berkesinambungan tidak hanya melalui tindakan pengobatan (kuratif) tetapi juga pencegahan (preventif) 10 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . Dr. pengunjung. akuntabel dan transparan kepada masyarakat. pengelolaan kesehatan yang Penyampaian Kebijakan PPRA oleh Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik. Kegiatan pertemuan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan tersosialisasinya berbagai kebijakan terkait Pelaksanaan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) di RS. rumah sakit harus mampu memberikan pelayanan yang bermutu. Dalam mencapai peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Pertemuan PPRA dilaksanakan selama tiga hari. Dalam sambutannya Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik.

Kariyadi Semarang. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut diadakan Lokakarya Nasional PPRA Pertama serta mengadakan lomba jaga mutu rumah sakit untuk mencegah muncul dan menyebarnya bakteri yang resisten melalui kegiatan “Penilaian Infrastruktur Rumah Sakit untuk Mendukung PPRA” dan pada tahun 2006 juga telah dilaksanakan Lokakarya Nasional ke-2 PPRA di Jakarta sebagai tindak lanjut rekomendasi Lokakarya Nasional pertama. Sehubungan dengan hal tersebut. AMRIN Study Group telah menyerahkan buku “Antimicrobial resistance. RSUP Dr. oleh Tim Evaluasi PPRA terdiri dari unsur Kementerian Kesehatan dan organisasi profesi yang mengevaluasi Program Pengendalian Resistensi Antimikroba terhadap 20 RS Pendidikan. Pada kesempatan tersebut. RSUP Persahabatan Jakarta. yaitu : RSUD Dr. AuliyAnA Resistensi Antimikroba (PPRA) di rumah sakit di Indonesia. telah diselenggarakan Lokakarya Nasional Pertama ‘Strategy to Combat the Emergence and Spread of Antimicrobial Resistant Bacteria in Indonesia’ di Bandung pada 29-31 Mei 2005. Sutomo Surabaya.beritautama dievaluasi pada bulan JanuariFebruari 2010. Rumah Sakit tersebut Foto Bersama setelah Penyerahan Piagam Penghargaan kepada Rumah Sakit yang melaksanakan PPRA T erbaik dan pengendalian infeksi melalui kewaspadaan standar sebagai upaya pencegahan terhadap penyakit dan infeksi. RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta. Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik menyerahkan piagam penghargaan kepada RS yang telah melaksanakan PPRA terbaik. dan Panitia Dalam Kegiatan Loknas ke-3 PPRA Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 11 . Fasilitator. RS Kanker Dharmais Jakarta. Antibiotic Usage and Infection Control: A Self Assessment Program for Indonesia Hospitals” kepada Dirjen Bina Pelayanan Medik untuk digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan Program Pengendalian Foto Bersama : Peserta. RSUP Fatmawati Jakarta.

. Pemenuhan fasilitas pelayanan mikrobiologi klinik Kerjasama dengan Kemendiknas dan organisasi profesi terkait Pemenuhan dr spesialis mikrobiologi klinik di RS kelas A dan B menyesuaikan dengan point 3 kebijakan Kemenkes Memfasilitasi pendidikan dan penyediaan spesialis farmasi klinik 2. patologi klinik konsultan penyakit infeksi. Meningkatkan peran mikrobiologi klinik di rs 3. 2. Membentuk Komite Nasional Pengendalian Resistensi Antimikroba (KOMNASPRA) 2. Standarisasi pelayanan mikrobiologi klinik 2. • pengelolaan dan penggunaan antibiotik secara bijak • penyusunan modul pelatihan PPRA • penyelenggaraan pelatihan berjenjang (TOT.beritautama ReKOmendASi lOKnAS iii unTuK KemenTeRiAn KeSeHATAn RegulASi 1 Menetapkan kebijakan nasional guna menghambat muncul dan penyebaran mikroba resisten di Indonesia. mAnAJeRiAl Memfasilitasi kegiatan PPRA dalam akreditasi RS. RegulASi 1. Memasukkan PPRA ke dalam Program Akreditasi Rumah Sakit eduKASi Pertemuan koordinasi dengan KARS dan pemangku kepentingan terkait 1. Pendidikan spesialis mikrobiologi klinik (SpMK) menyesuaikan dengan point 3 kebijakan kemkes Peningkatan kemampuan teknis kompetensi farmasi klinik untuk mendukung PPRA. Penambahan SDM spesialis konsultan penyakit infeksi. Memberi dukungan koordinasi dan anggaran untuk pertemuanpertemuan1 penyusunan pedoman nasional dari APBN anggaran untuk : 3. Peningkatan kemampuan teknis perluasan jejaring PPRA b. Memperluas jejaring program pengendalian muncul dan penyebaran mikroba resisten pada fasilitas pelayanan kesehatan eduKASi Memfasilitasi pertemuan ilmiah melibatkan stake holder terkait untuk menyusun pedoman nasional: • Penggunaan antibiotik secara bijak • Pengendalian penyebaran mikroba resisten Meningkatkan kemampuan teknis • pengendalian muncul dan penyebaran mikroba resisten. advance trainer. Farmakologi klinik. mikrobiologi klinik. dan farmasi klinik. Menetapkan kebijakan nasional penggunaan antibiotik 3. 12 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . Menetapkan standar nasional pelayanan farmasi klinik untuk mendukung PPRA. Memberikan dukungan a. MOT) mAnAJeRiAl 1. Penyediaan sarana dan prasarana laboratorium mikrobiologi c.

Melakukan Standarisasi: 1. pengendalian penyebaran mikroba resisten Meningkatkan kemampuan teknis • Pengendalian muncul dan penyebaran mikroba resisten mAnAJeRiAl Memberi dukungan fasilitas dan anggaran PPRA Melibatkan organisasi profesi untuk menetapkan kebijakan Dukungan anggaran untuk peningkatan kemampuan teknis. Peningkatan peran mikrobiologi klinik di rumah sakit 5. Konsultasi & visitasi pasien 3. Karena kemalaman terpaksa ia naik taksi. Memperluas cakupan implementasi PPRA secara bertahap di RS • Pengelolaan dan penggunaan antibiotik secara bijak infeksi yang kompleks secara terpadu. Pelatihan mikrobiologi klinik Peningkatan kemampuan teknis kompetensi farmasi klinik untuk mendukung PPRA. Pemenuhan sarana dan prasarana pelayanan mikrobiologi klinik Pemenuhan SDM spesialis mikrobiologi klinik Penambahan sumber daya manusia farmasi klinik sesuai standar humor wan abud dan supir taksi Pada suatu hari Wan Abud pergi ke Timur tengah untuk liburan. pelatihan internal dan eksternal 2. Data base & pelaporan pola kuman 4. Pelayanan laboratorium 2. Menetapkan kebijakan PPRA di RS eduKASi Menyelenggarakan pertemuan ilmiah bersama untuk menyusun pedoman: 1. Menetapkan kebijakan penggunaan antibiotik di RS 3. Wan Abud : “Ke jalan Antah Berantah…” Supir taksi : “OK tuan” Setelah tiba di tujuan Wan Abud pun turun dari taxi . Wan Abud : “Berafa?” Supir taxi : “10 dollar tuan” Dengan santai ia pun membayar $5 Supir taxi: “Kurang tuan!” Wan Abud : “Kurang? ente sudah ana kasih cukuf” Supir taxi : “$ 10 tuan” Wan Abud : “Kita kan naik berdua jadi ana bayar $5 ente bayar $5. melalui forum kajian • Penatalaksanaan kasus 4. bener kan?” Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 13 . Memiliki standar pelayanan farmasi klinik untuk mendukung PPRA.beritautama ReKOmendASi lOKnAS iii unTuK RumAH SAKiT RegulASi 1. penggunaan antibiotik (hospital antibiotic policy) 2.

denny 14 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 .liputan Instalasi Pelayanan Anak dan Remaja RS Jiwa Dr. tidak saja sehat fisik. dan dapat meningkatkan upaya pendidikan dan pelatihan kesehatan jiwa anak dan remaja yang mempunyai kebutuhan khusus. dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan Pelayanan Kesehatan Jiwa Anak & Remaja sebagai sumber daya yang berkualitas. Rumah Sakit ini telah meresmikan Instalasi Kesehatan Jiwa Anak & Remaja pada 01 April 2010. Soeharto Heerdjan JAKARTA – Rumah Sakit dr. sehingga sangat tepat untuk mengadakan dan mengembangkan pelayanan ini. Soeharto Heerdjan Jakarta merupakan Rumah Sakit Jiwa dengan unggulan urban mental health atau kesehatan jiwa perkotaan. Diharapkan Instalasi ini akan menjadi pusat rujukan anak di wilayah Jakarta. tapi juga sehat mental dan sosial. Pelayanan Instalasi Kesehatan Jiwa Anak & Remaja sangat mendukung ditengah banyaknya masalah anak dan remaja yang ditemui didaerah perkotaan.

FIHA yaitu unit perawatan peralihan dari ICU post operasi bedah cardiovaskuler ke unit perawatan dan mempersiapkan pasien pra bedah cardiovaskuler sehari sebelum masuk ke kamar operasi. Sp. . Anwar Santoso. Ma Izul.JP meninjau ruangan pasien.Kegiatan peresmian ruang rawat Intermediate bedah dewasa pada tanggal 5 Maret 2010 oleh Direktur Utama RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita. Total Bed sebanyak 31 tempat tidur dan baru dibuka sebanyak 20 tempat tidur. DR. dr.JP (Ahli Bedah Cardiovaskuler) dan Dirut RS Jantung & Pembuluh Darah Harapan Kita . dr. Intermediate Bedah adalah unit perawatan yang mempersingkat AVLOS (Average Long Of Stay) pasien pasca bedah cardiovascular dan fungsinya merawat pasien pre dan pasca bedah cardiovaskuler. Sp. Dr. Anwar SantosoSp.liputan Peresmian Ruang Rawat Intermediate Bedah Dewasa di RS Jantung & Pembuluh Darah Harapan Kita Dr. AuliyAnA & SufeRmi Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 15 .JP. JAKARTA .

RSUP Fatmawati sebagai Penyelenggara Pelayanan Publik. maka diluncurkan majalah fatmawati Sehat yang disingkat menjadi “majalah fase”.Demikian sambutan Direktur Utama RSUP Fatmawati.PH.SpPD. Untuk keperluan sosialiasi dan publikasi dibutuhkan media yang diharapkan menjadi sarana untuk dapat memberikan kontribusi positif khususnya untuk meningkatkan citra / image RSup fatmawati. H. juga semakin peka terhadap kebutuhan masyarakat khususnya upaya untuk mengantisipasi terjadinya stagnasi di Pelayanan Gawat Darurat akibat peningkatan cakupan yang luar biasa di Instalasi Gawat Darurat. menyatakan bahwa rasa tanggung jawab untuk senantiasa meningkatkan mutu pelayanan ini pula yang menuntut RSUP Fatmawati senantiasa mencari inovasi-inovasi baru dalam pelayanannya . yang memiliki fasilitas dan layanan yang kompetitif dengan Rumah Sakit lainnya.liputan RSUP Fatmawati Ulang Tahun Ke-49 “dengan Kebersamaan Kita Wujudkan pelayanan Terdepan. paripurna dan Terpercaya”. MSc. Dr. drg.KGEH. pada perayaan ulang tahun ini diharapkan baik Direksi dan Karyawan semakin bersemangat dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat sesuai Tema HUT yaitu : “ Dengan Kebersamaan Kita Wujudkan Pelayanan Terdepan.FINASIM. Hal ini menunjukkan bahwa RSUP Fatmawati semakin diminati oleh masyarakat. 15 April 2010 Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati memperingati Hari Ulang Tahun ke 49.M. Tema ini yang menjiwai setiap kegiatan di RSup fatmawati Jakarta dalam menjalankan fungsinya sebagai penyelenggara pelayanan Kesehatan. akan tetapi perlu dilakukan upaya-upaya mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan RSUP Fatmawati. Dengan dilakukannya berbagai terobosan sebagai upaya peningkatan kinerja dengan tujuan menjadikan RSUP Fatmawati sebagai Rumah Sakit Pemerintah yang modern dan professional. Chairul R.Kes. Paripurna dan Terpercaya” yang 16 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan. FICD JAKARTA – Pada hari Kamis. Naydial Roesdal. menjiwai setiap kegiatan di RSUP Fatmawati dalam menjalankan fungsinya sebagai Penyelenggara Pelayanan Kesehatan. Nasution.

Pemberian Sembako kepada seluruh Karyawan RSUP Fatmawati. yaitu : 1. maka melalui Tim Kesehatan Remaja mencetuskan Jurnal Kesehatan Reproduksi yang diharapkan mampu berperan aktif dalam Peningkatan Kualitas Usia Remaja yang sehat dan produktif di masa depan. Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan. telah diakui dan telah melakukan komunikasi dengan Europeun Clinical Pathway Association. Pemberian Souvenir kepada seuruh pasien Rawat Jalan 2. menyerahkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan No. Santunan pada 140 orang Pasien Pasien Tindak Mampu 5. 3. Pada ulang tahun ke 49 RSUP Fatmawati berbagi kebahagiaan bersama Para Pelanggan / Pasien. No. Diharapkan tetap adanya jalinan tali silahturahmi dan adanya support walaupun Para Purnabhakti berada diluar lingkungan RSUP Fatmawati. drg. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Penyerahan Kursi Roda untuk 6 orang pasien RSUP Fatmawati 4. Renovasi Ruang Tunggu Instalasi Bedah Sentral (IBS) Kepada Direktur Utama RSUP Fatmawati. Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 17 .HK. FICD meresmikan beberapa sarana prasarana di RSUP Fatmawati sesuai ketentuan dalam UU No. Para Purnabhakti dan seluruh Karyawan RSUP Fatmawati dengan memberikan ‘Tanda Kasih” berupa: 1. Laboratory Autmation System (LAS) yaitu Laboratorium yang sistem pemeriksaannya secara otomatis dengan mengkonsolidasikan pemeriksaan kimia klinik dan immunologi dengan kapasita pemeriksaan yang lebih besar dan jenis pemeriksaan yang lebih banyak yang memungkinkan RSUP Fatmawati merupakan salah satu Rumah Sakit Pemerintah yang ditunjang dengan Pelayanan Laboratorium termodern di Indonesia. Naydial Roesdal. 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Pengembangan Ruang Rawat Cardiac Emergency Unit (CEU) : dari 12 tempat tidur menjadi 17 tempat tidur. Perluasan Instalasi Griya Husada dilengkapi dengan Smart Card berkonsep One Stop Services 4. maka Status sebagai RS Pendidikan dan Pelaksanaan Program Kepedulian terhadap masalah-masalah yang timbul di masyarakat terkait dengan Kesehatan Reproduksi.liputan MSc. H. sejalan dengan Pemberlakuan UU No. Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan. dan mutu pelayanan tersebut diharapkan akan memacu Peningkatan Kinerja RSUP Fatmawati yang tentunya akan berpengaruh positif pada “Kesejahteraan Karyawan” sesuai Misi RSUP Fatmawati. Penyerahan Piagam serta Tanda kasih bagi 26 para Purnabhakti RSUP Fatmawati diiringi ucapan terima kasih atas segala karya dan jasa yang telah diberikan selama berkarya di RSUP Fatmawati. 2. Renovasi Gedung Instalasi Pavilun Anggrek 5.03.PH.05/ III/1952/2010 tentang Penetapan RSUP Fatmawati Jakarta sebagai RS Pendidikan Utama Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Syarif Hidayatullah Jakarta dan SK Menkes. 3. Begitu pula Tim Clinical Pathway RSUP Fatmawati. merupakan suatu upaya agar pelayanan RSUP Fatmawati dapat standar international. Semua peningkatan/ pengembangan fasilitas pelayanan. 472/ Menkes/SK/IV/2010 tentang Demikian pula.

indikator 2010 Meningkatkan Umur Harapan Hidup (tahun) Menurunnya Angka Kematian Ibu Melahirkan (per 100. Memasuki usianya ke 49.2 80 55 50 59 62 80 1200 Target 2014 72 118 24 224 <15 1 0. 2.4 2 0. 11.5 90 51 70 100 67 100 1470 18 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . 13. 5. yakni menjaga mutu bahkan meningkatkan terus mutu pelayanan di RSUP Fatmawati.000 KH) Menurunnya Angka Kematian Bayi (per 1000 KH) Menurunnya Prevalensi TB (per 100. 6.000 penduduk) Meningkatnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Rumah Tangga (%) Meningkatnya Jumlah Penduduk (termasuk seluruh penduduk miskin) yang Memiliki Jaminan Kesehatan (%) Meningkatnya Jumlah Penduduk yang Memiliki Akses Terhadap Air Minum Berkualitas (%) Meningkatnya Ketersediaan Obat dan Vaksin (%) Meningkatnya Jumlah Tenaga Kesehatan yang Didayagunakan di DTPK (orang) 70. AuliyAnA/Sf Target pembangunan Kesehatan no. Hal ini dirasakan sangat membanggakan. 7. 10.000 penduduk) Menurunnya Prevalensi Gizi Kurang Pada Balita (%) Menurunnya Kasus Malaria (per 1000 penduduk) Terkendalinya Prevalensi HIV Pada Populasi Dewasa (%) Meningkatnya Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi (%) Menurunnya Angka Kesakitan DBD ( per 100. 14.liputan Peningkatan Kelas RSUP Fatmawati Jakarta menjadi RSUP dengan klasifikasi kelas A . 3. RSUP Fatmawati telah memantapkan diri dengan Upaya Pemenuhan Standar sesuai Persyaratan sebagai Rumah Sakit Kelas A Pendidikan. 9.7 228 34 235 18. 8. 4. 1. akan tetapi harus disertai rasa tanggung jawab yang besar untuk senantiasa memenuhi kewajiban yang tak kalah penting. 12.

Diharapkan dengan pelatihan ini.000 menjadi 24 per 1. proses rujukan yang masih belum berjalan secara optimal antara lain karena rujukan yang terlambat dan ketidaksiapan fasilitas kesehatan terutama di tingkat rujukan primer (Puskesmas) dan di tingkat rujukan sekunder (RS Kabupaten/Kota) untuk melakukan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK). Dengan upaya yang sungguhsungguh dan terus menerus. Rumah Sakit dan peserta dapat meningkatkan kemampuan sistem layanan kesehatan maternal dan neonatal secara paripurna melalui program PONEK. dilaksanakan Pelatihan Peningkatan Program Pelayanan Ponek. bidan dan perawat di RS Kab/Kota yang masih kurang. kita akan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama dengan Rencana Strategis Kementerian Kesehatan.000 kelahiran menjadi 118 per 100. dalam rangka upaya penurunan angka kesakitan dan kematian serta mewujudkan perbaikan status kesehatan ibu. Guna untuk meminimalisir faktor tersebut. Sekiranya Rumah Sakit Kabupaten/Kota yang telah dilatih dapat melaksanakan manajemen PONEK 24 jam dengan efektif dan efisien sehingga berdampak pada penurunan AKI dan AKB sesuai target RPJMN II (2010 – 2014) dimana telah menetapkan target penurunan tingkat kematian ibu saat melahirkan dari 307 per 100. Setelah pelatihan ini akan dilakukan evaluasi paska latihan berupa On the Job Training (OJT) ke masing-masing Rumah Sakit yang telah dilatih.000 dan tingkat kematian bayi dari 34 per 1. bayi dan anak. pada tanggal 24 Maret 2010.000 pada akhir tahun 2014.liputan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) Peningkatan Program Pelayanan SemARAng – Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) adalah keterampilan teknis tenaga Medis. AHmAd HARyAnTO Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 19 .

liputan

Sosialisasi Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik di Lingkungan Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik
KemenKeS – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membuat Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP), Nomor : 14 Tahun 2008 yang berlaku pada tanggal 30 April 2010. Sebagai implementasi UU KIP, Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik ikut mensosialisasikan pada tanggal 28 April 2010, untuk menjamin semua orang memperoleh informasi karena hak asasi manusia sebagai wujud kehidupan berbangsa dan bernegara yang demokratis. Sekretaris Ditjen Bina Pelayanan Medik, Dr. dr. Sutoto, M.Kes menyampaikan bahwa tujuan sosialisasi UU KIP ini untuk membuka pengetahuan dan pemahaman seluruf staf mengenai informasi publik yang tidak dirahasiakan atau yang tidak dikecualikan dalam UU yang menjadi tanggung jawab untuk disampaikan kepada publik baik secara berkala, serta merta maupun setiap saat. Penerapan Undang-Undang KIP harus dipersiapkan sejak dini dalam hal pengelolaan konten informasi, pengembangan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan informasi serta sistem dokumentasi yang baik agar dapat setiap saat memenuhi permintaan publik seperti yang diamanatkan Menteri Kesehatan, dengan membuka akses informasi publik, badan publik termotivasi untuk bertanggung jawab dan berorientasi pada Sekretaris Ditjen Bina Pelayanan Medik, Dr. dr. Sutoto, M.Kes pelayanan rakyat yang sebaik-baiknya. Hal itu dapat mempercepat perwujudan pemerintahan yang terbuka sebagai upaya strategis mencegah praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta terciptanya pemerintahan yang baik (good governance). “Hal-hal yang harus dilakukan Badan Publik, antara lain melakukan assesment cepat ke stakeholders tentang kebutuhan informasi prioritas; menetapkan Struktur Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi; mendaftar informasi yang dikecualikan; menyusun SOP pelayanan Informasi; menyiapkan Personal (pengetahuan dan skill); memanfaatkan dan mengembangkan infrastruktur yang telah ada”, ungkap Ketua Komisi Informasi Pusat, Ahmad Alamsyah Saragih. Diharapkan dengan dilaksanakannya Sosialisasi UU KIP akan tercipta pemahaman dan pengetahuan di masing-masing Direktorat dan Bagian di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik, sehingga mampu memberikan layanan informasi dokumen yang aktual, benar dan utuh. HumAS

Ketua Komisi Informasi Pusat, Ahmad Alamsyah Saragih menyampaikan materi Pelaksanaan UU KIP .

20

Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010

liputan

Pertemuan Konsolidasi

Persiapan Rumah Sakit Pengampu
sofware INA-DRG versi 1.6 dan pada bulan Maret 2010 yang lalu Pusat Pembiayaan Jaminan Kesehatan dan Centre for casemix telah melatih 956 rumah sakit sebagai pelaksanan Jamkesmas dan juga telah melatih sekitar 1800 orang yang terdiri dari : Coders, Petugas Administrasi Klaim dan Verifikator. Setelah pelatihan tersebut, dilanjutkan dengan Sosialisasi yang dibagi menjadi beberapa regional. Harapan Direktur Utama Rumah Sakit Adam Malik mewakili Direktur Jenderal Bina Direktur Utama Rumah Sakit Adam Malik di Kota Medan didampingi oleh Kepala Bagian Program dan Informasi serta Ketua Case Mix Pelayanan Medik menyampaikan bahwa melalui kerjasama medAn – Pertemuan Konsolidasi Persiapan Rumah dengan seluruh rumah sakit pengampu dapat lebih Sakit Pengampu yang dilaksanakan di Medan Sumatera meningkatkan peran serta khususnya dalam membantu Utara dan dibuka oleh Direktur Utama Rumah Sakit rumah sakit diwilayahnya masing-masing dalam rangka Adam Malik di Kota Medan mewakili Direktur Jenderal menangani pelaksanaan klaim dan penyelesaian Bina Pelayanan Medik, juga didampingi oleh Kepala permasalahan coding. peliTA Bagian Program dan Informasi serta Ketua Case Mix. Direktur Utama Rumah Sakit Adam Malik mewakili Dirjen Bina Pelayanan Medik menyampaikan sejak tanggal 29 Agustus 2008 yang lalu berdasarkan Surat Edaran Menteri Kesehatan RI No. 807/Menkes/E/ VIII/2008 menyatakan bahwa klaim Pelayanan Jamkesmas secara resmi ditagih berdasarkan ”Indonesian Diagnosis Related Groups” (INA-DRG) sehingga dalam pelaksanaannya dapat mengendalikan biaya pelayanan dan mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit. Beliau menambahkan bahwa terhitung tanggal 1 Maret 2010 klaim Jamkesmas sudah menggunakan Suasana tenang peserta ketika mendengar sambutan pembukaan

Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010

21

Clinical Pathway
Sebuah rencana yang menyediakan secara detail setiap tahap penting dari pelayanan kesehatan, bagi sebagian besar pasien dengan masalah klinis (diagnosis atau prosedur) tertentu, berikut dengan hasil yang diharapkan.
pAlemBAng – Pertemuan Konsolidasi Kelompok Kerja Clinical Pathway diadakan di Palembang, tanggal 5 s/d 7 April 2010. Dalam laporannya Direktur Bina Pelayanan Penunjang Medik, Drg. Armand P. Daulay, M.Kes. menyatakan secara umum pertemuan ini dilaksanakan dalam rangka pelaksanaan implementasi INA-DRG pada 15 Rumah Sakit Pilot Project di Indonesia tahun 2010. Pertemuan ini diadakan untuk melakukan evaluasi Clinical Pathway dalam pelaksanaan INA- Narasumber Pertemuan Konsolidasi Pokja Clinical Pathways DRG pada 15 Rumah Sakit Pilot Project, menyamakan persepsi tentang Clinical Pathway sebuah RS diklasifikasikan ke dalam kelompok yang dalam INA-DRG serta membahas lebih jauh tentang sejenis dengan gejala klinis yang sama serta biaya peran Komite Medik dalam pelaksanaan INA-DRG di perawatan yang relatif sama. Indonesia Tahun 2010. Peserta pada kegiatan ini terdiri Tujuan dari tarif INA-DRG Jamkesmas adalah untuk dari Perwakilan 15 Rumah Sakit Pilot Project INA-DRG, meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan Tim Centre for Case-Mix baik dari Depkes maupun kepada seluruh masyarakat miskin dan tidak mampu Rumah Sakit serta Kantor Pusat Ditjen Bina Pelayanan dalam rangka mewujudkan tercapainya pelayanan Medik dan undangan terkait lainnya. kesehatan di rumah sakit yang optimal secara efektif Bapak Farid W. Husain dalam sambutannya dan efisien. menyatakan bahwa berdasarkan Surat Edaran Menteri Pilar pokok sistem Case-Mix adalah Coding, costing Kesehatan RI Nomor : 807/Menkes/E/VIII/2008 tanggal dan Clinical Pathways. Clinical patways atau juga 29 Agustus 2008 menyatakan bahwa klaim Pelayanan dikenal dengan nama lain seperti: Critical care pathway, Jamkesmas secara resmi ditagih berdasarkan Integrated care pathway, Coordinated care pathway, “Indonesian Diagnosis Related Groups” (INA-DRG) caremaps®, atau Anticipated recovery pathway, dengan tujuan terjadinya kendali biaya pelayanan dan adalah sebuah rencana yang menyediakan secara mutu pelayanan dalam pelaksanaan karena INA-DRG detail setiap tahap penting dari pelayanan kesehatan, adalah suatu sistem Pengklasifikasian setiap pelayanan bagi sebagian besar pasien dengan masalah klinis kesehatan sejenis kedalam kelompok yang mempunyai (diagnosis atau prosedur) tertentu, berikut dengan arti relatif sama artinya setiap pasien yang dirawat di hasil yang diharapkan.

liputan

22

Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010

Tujuan implementasi clinical pathway terutama adalah untuk : 1. clinical pathway menyediakan standar pelayanan minimal dan memastikan bahwa pelayanan tersebut tidak terlupakan dan dilaksanakan tepat waktu. Menetapkan standar yang diharapkan mengenai lama perawatan dan penggunaan pemeriksaan klinik serta prosedur klinik lainnya. Hal tersebut dimungkinkan karena clinical pathway juga merupakan alat dokumentasi primer yang menjadi bagian dari pelayanan dari penerimaan hingga pemulangan pasien. Memberikan peran kepada seluruh staf yang terlibat dalam pelayanan serta peran mereka dalam proses tersebut 5. Memilih “best practice” pada saat pola praktek diketahui berbeda secara bermakna. dengan kasus terbayak (High Volume) dan hasil yang dapat diprediksi • Dalam Implementasinya akan dipantau dan dievaluasi oleh POKJA Clinical Pathways di Centre For Case-Mix Clinical Pathways digunakan untuk penyempurnaan Cost Weights dan tidak dibuat untuk memperkirakan/menghitung tarif. 3.liputan 6. Clinical pathway juga menyediakan cara untuk mengidentifikasi alasan sebuah variasi yang tidak dapat diidentifikasi melalui audit klinik. Meningkatkan kepuasan pasien melalui peningkatan edukasi kepada pasien (misal dengan menyediakan informasi yang lebih tepat tentang rencana pelayanan) Kebijakan Centre for Case-Mix saat ini mengenai Clinical Pathway diantaranya adalah : • Clinical Pathways yang dibuat hanyalah sebatas INA-DRG yang menggunakan biaya tinggi (High Cost). 2. Peserta Pertemuan Konsolidasi Pokja Clinical Pathways Clinical pathway secara terstruktur memberikan cara bagaimana mengembangkan dan mengimplementasikan pedoman klinik (clinical guideline/best practice) yang ada kedalam protokol lokal (yang dapat dilakukan). Menilai hubungan antara berbagai tahap dan kondisi yang bebeda dalam suatu proses serta menyusun strategi untuk mengkoordinasikan agar dapat menghasilkan pelayanan yang lebih cepat dengan tahapan yang lebih sedikit 4. AuliyAnA Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 23 . Menyediakan kerangka kerja untuk mengumpulkan dan menganalisa data proses pelayanan sehingga provider dapat mengetahui seberapa sering dan mengapa seorang pasien tidak mendapatkan pelayanan sesuai dengan standar • Dalam pertemuan kali ini ke 15 Rumah Sakit Pilot Project akan mempresentasikan Clinical Pathways nya berdasarkan jenis spesialisasi Pilot Project INADRG masing-masing rumah sakit tersebut. Mengurangi beban dokumentasi klinik 7. Selain itu akan disampaikan presentasi mengenai “Peran Clinical Pathway dalam CaseMix” yang akan disampaikan oleh Konsorsium Pelayanan Medik serta presentasi-presentasi lain yang berkaitan dengan Clinical Pathway. Dengan kata lain.

paradigm sehata. drg. Mustikowati. M.Kes. No.. Kabupaten/Kota.dalam acara pembukaan. 1415/MENKES/SK/X/2005. Sudono. Layanan dokter gigi keluarga yang diberikan harus terjaga mutu dengan mengutamakan pendekatan promotif dan preventif serta menerapkan ilmu pengetahuan kedokteran gigi mutakhir secara rasional dan memperhatikan sistem rujukan. Prinsip dari dokter gigi keluarga adalah : sebagai kontak pertama. Dokter gigi keluarga merupakan tenaga kesehatan yang proaktif mendatangi keluarga sesuai indikasi dan melakukan perawatan serta asuhan pelayanan kedokteran gigi dasar. Direktur Bina Pelayanan Medik Dasar. Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan. sehingga menunjang peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. TOT Peningkatan Teknis Pelayanan Kedokteran Gigi Keluarga tahun 2010 merupakan kegiatan berkelanjutan dari pelatihan untuk pelatih bagi pelaksana dokter gigi keluarga 24 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . tentang Kebijakan Pelayanan Kedokteran Gigi Keluarga. Demikian laporan Kepala Sub Direktorat Bina Pelayanan Kedokteran Gigi Keluarga. S.R. M. layanan bersifat pribadi. Pengertian dokter gigi keluarga adalah dokter gigi yang mampu menyelenggarakan pelayanan kesehatan gigi yang berorientasi pada komunitas dengan keluarga sebagai target utaama serta memandang individu yang sakit maupun sehat sebagian dari unit keluarga dan komunitasnya . M.Kes. koordinasi dan kolaborasi serta family and community oriented. Pelatihan ini diikuti oleh 36 peserta. No. Sudono. 039/MENKES/SK/I/2007tentang Pedoman Penyelenggaraan Kedokteran Gigi Keluarga. pelayanan paripurna. drg. Organisasi Profesi serta pemberi pelayanan kesehatan serta trainer sebanyak 8 orang. Juga berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI. pada tanggal 30 April s/d 4 Mei 2010. pelayanan berkesinambungan. dan Kasubdit Bina Pelayanan Kedokteran Gigi Keluarga.liputan Training of Trainer Pelayanan Kedokteran Gigi Keluarga dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan kedokteran gigi keluarga sesuai Keputusan Menteri Kesehatan RI. kemampuan dan ketrampilan tenaga dokter gigi menjadi tenaga yang mampu menangani keluarga dan memberikan wawasan untuk menunjang pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan kedokteran gigi keluarga dan diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini mampu melakukan penyelenggaraan pelayanan kedokteran gigi keluarga di lingkungannya secara tepat sesuai standar.Kes pada Pembukaan TOT Peningkatan Teknis Pelayanan Kedokteran Gigi Keluarga BAndung – Training Of Trainer (TOT) Peningkatan Teknis Pelayanan Kedokteran Gigi Keluarga di Bandung. drg. yaitu 28 peserta daerah. peserta Provinsi.

penduduk rentan yaitu mutu dan penggunaan ibu. keamanan.3 %. Peningkatan terwujud. Pengendalian penyakit menular kesehatan diarahkan untuk Prevalensi masalah kesehatan gigi serta penyakit tidak menular meningkatkan kesadaran. Peningkatan kesehatan 17 tahun 2007 tentang Rencana gigi dan mulut di Indonesia adalah ibu. 9.9 % dan 19 Provinsi mempunyai 2.1 % rata-rata 4. Pemenuhan. dan manajemen kesehatan gigi rata-rata sebesar 13. AuliyAnA Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 25 . M. manula obat serta pengawasan dan keluarga miskin. kuratif dan dengan menjamin tersedianya sudah memasukkan pelayanan rehabilitatif yang dilaksanakan kesehatan yang paripurna. Pe n g e m b a n g a n kesehatan dilaksanakan sistem Jamkesmas melalui peningkatan 7. pemberdayaan masyarakat konseling perawatan / kebersihan sekunder dan tertier. lepasan/tiruana sebesar 4. obat dan makanan Pembangunan 6. Berdasarkan diselenggarakan dalam bentuk Misinya dilakukan dengan cara Ropmap Jamkesmas 2010-2014 kegiatan dengan pendekatan melindungi kesehatan masyarakat pada pelayanan kesehatan promotif.6 %. bayi. dan manfaat dengan keterjangkauan. salah satunya menjamin ketersediaan dan Pelayanan Kesehatan. perhaitan khusus pada pemerataan. preventif. masyarakat dan pembiayaan kesehatan. pengutamaan k e t e r s e d i a a n .5 %. penanggulangan Ir. anak. Pada program Jamkesmas serta peningkatan perilaku dan Program perioritas tahun 2010 – dinyatakan bahwa jaminan kemandirian masyarakat serta 2014 dan capaian program 100 hari kesehatan merupakan suatu upaya promotif dan preventif. lebih diarahkan mendukung pada terkendali yang mengandung No. 3.36 tahun 2009 tentang kesehatan Visi ” Masyarakat Sehat yang Mandiri kendali biaya.Kes menyatakan pelayanan dokter gigi keluarga. drg. menunjukan prevalensi masalah 1. No. Bina Pelayanan Medik Dasar. dokter/ dokter gigi keluarga secara terpadu. pengembangan setiap orang agar penignkatan presentasi penduduk menerima dan pemberdayaan derajat kesehatan masyarakata yang perawatan untuk penambalan/ SDM kesehatan setinggi-tingginya dapat 5.liputan Dalam sambutannya Direktur adalah pelayanan kesehatan gigi pemerataan sumber daya kesehatan. merata. pemasangan gigi 8. Pe m b e r d a y a a n upaya kesehatan.Bambang Hermanto membawakan materi Building Learning Comitment sumber daya manusia bencana dan kesehatan. obat dan perbekalan pencabutan bedah gigi rata-rata krisis kesehatan kesehatan yang disertai oleh sebesar 38. mutu dan dinyatakan upaya kesehatan dan Berkeadilan” sedangkan pemerataan. kemauan dan mulut pada kelompok umur 45 diikuti penyehatan lingkungan dan kemampuan hidup sehat bagi – 54 tahun sebesar 31. kesehatan primer. Kementerian Kesehatan tahun 2010 cara pemeliharaan kesehatan Berdasarkan Undang-Undang RI. bayi dan balita Pembangunan Jangka Panjang 23. Perbaikan status gizi masyarakat Nasional bahwa pembangunan prevalensi di atas rata-rata Nasional. Peningkatan pelayanan peningkatan pengawasan. kesehatan tahun 2010 rencana pembangunan jangka Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun -2014 ditekankan pada panjang nasional yang tertuang 2007 oleh Departemen Kesehatan 8 fokus perioritas yaitu : dalam Undang-Undang RI. dan mulut yang dilayani melalui Program pembangunan SR Mustikowati. menyeluruh dan bermutu dan berkeadilan serta merupakan bagian dari Pusat berkesinambungan.

drg. salah satu program upaya Kesehatan Perorangan yang ditujukan untuk meningkatkan akses.Kes. telah menggariskan arah kebijakan. M. Pembukaan Pertemuan : Direktur Bina Pelayanan Medik Dasar. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2010-2014.liputan Penyusunan Road Map Pelayanan Kedokteran Keluarga dan Revisi Pedoman Perizinan Praktik Pelayanan Kedokteran Keluarga sampai saat ini upaya kesehatan termasuk upaya kesehatan strata pertama belum terselenggara secara menyeluruh. Bulan Rachmadi. hal inilah yang disampaikan Kepala Sub Dit Bina Pelayanan Kedokteran Keluarga. terpadu dan berkesinambungan. M. Mustikowati.R. keterjangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan melalui suatu sistim pelayanan kesehatan yang terpadu dan berjenjang. S. Salah satu kegiatan pokok dari program Upaya Kesehatan Perorangan ini adalah pengembangan dokter keluarga sebagai pelaku utama pelayanan medik dan penata rujukan di strata pertama. Bulan Rachmadi. drg.Kes. Mustikowati. M. didampingi Kepala Sub Dit Bina Pelayanan Kedokteran Keluarga.Kes menyampaikan bahwa sarana pelayanan kesehatan dasar milik pemerintah maupun pelayanan kesehatan swasta berbasis masyarakat telah terdapat dihampir semua daerah perkotaan sampai wilayah kecamatan. Pelayanan Kedokteran Keluarga sebagai upaya Kesehatan Perorangan Strata pertama yang mengacu pada kepentingan status kesehatan setinggi-tingginya dari pengguna jasa kesehatan dengan konteks keluarga perlu terus dikembangkan dengan mengupayakan masuk ke dalam kurikulum fakultas kedokteran. drg. M.R. Tujuan pertemuan ini untuk membahas dan mendiskusikan mengenai perencanaan pelayanan kedokteran keluarga ke depan di Indonesia dan menyamakan persepsi mengenai konsep pelayanan kesehatan dengan pendekatan kedokteran keluarga layanan primer. drg. namun demikian 26 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 .Kes BeKASi – Pada tanggal 19 April 2010 telah dilaksanakan Penyusunan Road Map Pelayanan Kedokteran Keluarga dan Revisi Pedoman Perizinan Praktik Pelayanan Kedokteran Keluarga. S. Direktur Bina Pelayanan Medik Dasar.

Profesi. kanker. Hormon merangsang pertumbungan dan mengatur metabolisme dengan fungsi kerjasama dari semua organ tubuh. Direktur Bina Pelayanan Medik Dasar mengharapkan agar kita bersamasama merumuskan problematika pelayanan kedokteran / kedokteran gigi keluarga dan menyusun tindak lanjut untuk lima tahun kedepan terkait dengan akselerasi pelayanan kedokteran keluarga. Penyakit-penyakit yang kebanyakan diderita pada usia lanjut adalah kencing manis (diabetes). untuk bersama-sama melihat apa yang telah dikerjakan dan dihasilkan terutama produk yang telah dihasilkan oleh Fakultas Kedokteran atau Kedokteran Gigi. otak dan jantung. Dan yang lebih menghantui lagi adalah menjadi tua dan sakit. tidak berguna dan akan ditinggalkan kekasih atau pasangannya. stroke. jaringan tulang dan perkembangan otot yang lebih kuat serta membantu memperbaiki ukuran dan fungsi otak. karena merasa tidak cantik lagi. gelisah. Namun obat terbaik menghadapi proses penuaan adalah gabungan dari gaya hidup sehat dan pengobatan atau Info mengonsumsi suplemen yang mampu meremajakan fungsi organ tubuh. HGH berperan penting dalam memelihara kesehatan bagi orang yang telah termakan usia. Setelah mencapai usia 25 tahun. kulit menjadi keriput. kadar HGH terus menurun sampai usia 70 tahun. Mengapa kita menjadi tua ? Penuaian disebabkan oleh penurunan fungsi endoktrin yang mengurangi kadar zat dalam tubuh manusia (khususnya hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar pituitary) Berkurangnya produksi HGH dalam tubuh juga mempercepat proses penuaan secara fisik. melawan proses penuaan dapat saja dilakukan. aprosexia. dan tidak suka bergaul. Ajal memanglah tidak dapat dihindari. Dapat penuaan dihindari ? Kebanyakan orang takut pada proses penuaan. sehingga dapat dihasilkan produk pelayanan yang optimal. Rasa takut dan penyakit yang menghantui para usia lanjut ini dapat dihindari dengan pengetahuan yang benar dan pola hidup sehat serta pengobatan dini. sikap negatif. otak dan jantung) • Peremajaan fungsi sel-sel jaringan kulit. untuk bersama-sama melihat kembali dan distandarkan secara nasional sehingga dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Kolegium. Apa itu HGH ? HGH adalah hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar pituitari mulai dari masa kanak-kanak sampai sepanjang umur manusia. dSy Hormon Pertumbuhan Manusia (Human Growth Hormon/HGH) peRKemBAngAn ilmu pengetahuan telah membuktikan bahwa usia manusia yang semakin tua diikuti pula semakin sedikit hormon HGH yang dikeluarkan tubuh. aizheimer. Hal ini berpengaruh pada organ tubuh penting manusia yang menciut hingga 30 % seperti hati. meregenerasikan fungsi organ tubuh dan mampu mengembalikan kerusakan hingga 10 – 20 tahun ke belakang. frustasi. • HGH membantu pertumbuhan dari masa kanak-kanak • Pertumbuhan tulang sampai usia 25 tahun • Memelihara kesehatan dan organ penting di dalam tubuh (hati. (berbagai sumber) Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 27 . Pertemuan yang dihadiri para professional dan praktisi kedokteran keluarga serta stakeholders terkait.Peningkatan kadar HGH dalam tubuh dapat mencegah penyakit. Apakah proses penuaan dapat dicegah ? Perkembangan teknologi yang semakin maju serta banyak ditemukannya pengobatan modern yang dapat memperlambat dan bahkan mencegah proses penuaan. libido yang menurun. Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan.liputan Untuk itu perlu dilakukan kerjasama dengan seluruh stakeholders terkait agar program pelayanan kedokteran keluarga ini bisa terpadu dan komprehensif dalam pelaksanaanya. Manusia dapat hidup hingga 100 tahun bila tidak menderita penyakit. gejala awal proses penuaan seperti stamina lemah. perasaan cepat berubah.

dan kunjungan lapangan ke RSUP Hasan Sadikin.Kegiatan Workshop Pencegahan dan Pengendalian (PPI) dan PPI . Dr. diskusi. praktik penggunaan alat pelindung diri. Dr. Direktorat Jenderal Bina Yanmed telah melatih 100 RS rujukan flu burung dan 60 RSU non rujukan flu burung. Demikian laporan Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik. Pertemuan Workshop PPI dan PPI-TB di RS akan dilaksanakan selama lima hari.Kes menyatakan bahwa Pedoman Nasional PenanggulanganTuberkulosis tahun 2008 menyebutkan bahwa Indonesia termasuk Panita Workshop Kasub Dit Bina Yanmed Spesialisasi di RS Khusus sebagai salah satu Narasumber Workshop PPI dan PPI-TB 28 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . dr. SpAn. dokter umum dan perawat yang berasal dari 18 Rumah Sakit. Andi Wahyuningsih Attas. yaitu tanggal 19 s/d 23 April 2010 di Bandung dengan peserta 55 orang terdiri dari dokter spesialis. Dan untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan pelayanan TB di RS akan dilakukan pelatihan PPI dan PPI TB bagi RS sesuai dengan target Rencana Strategis (Renstra) Kemenkes 2010-2014. Sutoto. M.Tuberkulosis di Rumah Sakit ini diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan tersosialisasinya berbagai kebijakan terkait Pelaksanaan PPI dan PPI-TB di RS. Pembukaan Workshop PPI dan PPI-TB oleh Sesditjen dan didampingi oleh Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik Dalam sambutannya Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik.liputan Workshop Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) dan PPI -TB di Rumah Sakit BAndung . Workshop PPI dan PPITB ini akan menggunakan modul yang telah tersedia dengan metode workshop berupa pemaparan.

Kemenkes RI telah mengadakan Pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit untuk 100 rumah sakit rujukan flu burung. Keadaan ini akan memicu epidemi TB yang semakin sulit dan akan terus menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama. nomor : 270/MENKES/ SK/III/2007 tentang Pedoman Manajerial Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan lainnya. mikrobiologi klinik atau epidemiologi klinik sedangkan Tim PPI terdiri dari perawat PPI atau IPCN (Infection Prevention Control Nurse) dan satu dokter PPI setiap 5 perawat PPI. bila perlu menutup suatu perawatan/instalasi yang dianggap potensial menularkan penyakit untuk beberapa waktu sesuai kebutuhan atas saran PPI RS. Ketua sebaiknya dokter yang mempunyai kepedulian. target Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2010-2014. emerging dan re-emerging diseases). 3. pembinaan. Tuberkulosis merupakan target ke 4 dari Millenium Development Goals (MDGs). 47 RSU swasta dan 13 RS khusus. 6. prasara dan anggaran serta mengesahkan SOP. Tugas Direktur adalah membentuk Tim PPI RS dengan SK. 3. RS harus mampu memberikan pelayanan yang bermutu. 2. transparan terhadap masyarakat khususnya terhadap jaminan keselamatan pasien (patient safety) sesuai standart yang telah ditentukan. termasuk 21 indikator Standart Penilaian Minimal RS dan diusulkan menjadi indikator penilaian akreditasi RS. pengetahuan dan pengalaman mendalami masalah infeksi. Direktur RS membentuk Komite PPI dan Tim PPI yang berada di bawah koordinasi Direktur. Menentukan kebijakan PPI Nosokomial. 5. Setiap RS harus melaksanakan PPI berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI. 4. pembinaan. Komite PPI minimal terdiri dari Ketua. Tuberkulosis juga menempati urutan pertama dalam proporsi penyakit menular (27. pelaksanaan.8%). Untuk menekan kejadian infeksi RS perlu diterapkan pencegahan dan pengendalian infeksi yaitu kegiatan yang meliputi perencanaan. 4. mengevaluasi kebijakan PPI Nosokomial. minat. Diharapkan rumah sakit yang telah dilatih nantinya dapat menerapkan program pencegahan dan pengendalian infeksi dengan baik sehingga bermanfaat dan dapat meningkatkan mutu pelayanan di rumah sakit. DOTS di RS telah diterapkan sejak tahun 1999 oleh Kementerian Kesehatan namum belum optimal dan Indonesia masih penyumbang TB terbanyak di dunia. Adanya peningkatan kasus infeksi (new emerging.liputan dalam negara-negara penyumbang tuberkulosis ke-3 terbanyak di dunia setelah India dan China. pedidikan dan pelatihan serta monitoring dan evaluasi. yaitu : 1. 2. pemakaian antibiotika yang rasional dan disinfektan di RS. Mendukung penyelenggaraan upaya PPI Nosokomial berupa fasilitas sarana. Kondisi ini diperparah oleh kasus HIV/AIDS yang semakin meningkat dan bertambahnya jumlah kasus Multi Drugs Resistant-TB (MDR-TB). 61 RSU pemerintah non rujukan flu burung. akuntabel. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 menyatakan pernyakit Tuberkulosis merupakan penyebab kematian nomor 2 setelah penyakit stroke. 5. latar belakang kebijakan Kementerian Kesehatan untuk ppi dan ppi-TB. Sekretaris dan Anggota. AuliyAnA Kebijakan Kementerian Kesehatan dalam ppi dan ppi-TB yaitu : 1. 29 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . tenaga kesehatan dan pengunjung di RS dihadapkan pada resiko terjadinya infeksi atau infeksi nosokomial (infeksi yang diperoleh di rumah sakit baik karena perawatan atau berkunjung di rumah sakit). Pelaksanaan PPI dimaksud sesuai dengan pedoman manajerial PPI di RS dan pedoman PPI-TB di RS yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan. wabah dan Kejadian Luar Biasa yang memerlukan pencegahan dan pengendalian baik secara kualitas maupun kuantitas. Masyarakat yang menerima pelayanan kesehatan.

karena dalam berbagai forum pembahasan anggaran. Dualisme mengenai dampak kenaikan PNBP terhadap menurunnya alokasi anggaran rutin (rupiah murni) harus dihentikan. Pertemuan yang dihadiri Direktur PNBP Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan. tetapi telah terbukti dapat mendorong pemberian pelayanan publik yang semakin berkualitas. yang akan dituangkan dalam Aplikasi Software Target Pagu dan Realisasi (TPR) PNBP.liputan Sosialisasi Software dan Penyusunan Target Pagu dan Realisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak dan Rencana Kerja Anggaran Kementerian Lembaga Tahun Anggaran 2011 pembahasan RBA-RS BLU Tahun Anggaran 2011 dengan instansi terkait. Direktur Sistem Penganggaran Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan. baik di DPR maupun di tingkat Kementerian/Lembaga telah sama-sama disadari perlunya pemisahan kedua jenis sumber pendapatan/ BAndung – Perjalanan Rumah Sakit setelah ditetapkan sebagai PPK-BLU. MM. Dalam Laporan Kepala Bagian Keuangan.Kes. pagu dan realisasi PNBP Rumah Sakit Tahun 2011. Penyusunan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga untuk anggaran yang bersumber dari Penerimaan (PNBP/BLU). Hal ini bukan hanya semata-mata dari angka-angka statistik saja. yaitu Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan. menjelaskan pentingnya pertemuan ini mengingat dalam waktu dekat akan dilakukan Peserta Pertemuan 30 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . hal inilah yang disampaikan Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik. Sehingga dalam pertemuan ini juga akan dilakukan sosialisasi program aplikasi TPR-PNBP versi terbaru yang akan dilakukan oleh Direktorat Sistem Penganggaran. khususnya di bidang pelayanan kesehatan. Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan. Penyusunan TP RPNBP dan RKAKL PNBP Tahun Anggaran 2011. serta kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dalam APBN semakin besar peranannya didalam membiayai pembangunan. Mangapul Bakara. Husain. pada pembukaan Pertemuan Sosialisasi Software TP RPNBP. Farid W. tanggal 22 – 24 Maret 2010. usulan tersebut akan digunakan dalam rangka penyusunan target. M. dan Direktur PPK BLU Kementerian Keuangan.

Terong Belanda selain kaya akan air juga mengandung provitamin A yang bagus untuk kesehatan mata dan vitamin C untuk mengobati sariawan dan meningkatkan daya tahan tubuh. kulitnya licin dan liat sehingga mudah dikelola.7 gram.liputan anggaran tersebut bagi Rumah Sakit. lemak 0. Saat ini Unit-Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik sedang gencar-gencarnya untuk menjadi Institusi yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU) yang mengutamakan kemandirian dan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan. Mineral penting seperti potasium. karbohidrat 10 gram. minuman juice atau menjadi bahan campuran salad. Manfaat dan Kandungan Gizi Bentuk buahnya bulat telur dengan warna ungu atau kemerahan.006 .500 SI dan vitamin C25 mg. Dari hasil penerapan Pola Pengelolaan Keuangan BLU di Rumah Sakit saat ini. Selain bisa dikonsumsi dalam bentuk mentah.4 . Dibalik kesegaran buah terong Belanda yang mengandung banyak air dan vitamin C ini tersimpan banyak manfaat. Serat yang tinggi didalam terong Belanda bermanfaat untuk mencegah kanker dan sembelit / konstipasi. selain untuk masakan juga bisa dimanfaatkan sebagai juice. Kebutuhan yang diinginkan oleh Rumah Sakit untuk menjalankan operasional RS termasuk pemeliharaan dan pengadaan peralatan kesehatan yang sesuai dengan perkembangan di bidang teknologi kesehatan.28 gram. Buah mentah dapat digunakan untuk masakan acar. rasa terong Belanda yang segar juga enak diolah sebagai Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 Info K campuran sayuran. sehingga Saudara-saudara dapat terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan. Disadari bahwa peningkatan pendapatan Rumah Sakit juga berdampak terhadap meningkatnya biaya operasional.5 gram. sehingga subsidi dari pemerintah masih tetap diperlukan. Cocok juga diolah menjadi sirup. Dalam setiap 100 gram bagian terong Belanda yang dapat dimakan mengandung air 85 gram. terong madras dikenal juga dengan nama salanun kabiu mulai dikembangkan di Bogor. Tekstur daging buahnya lunak dengan rasa asam manis. fosfor dan magnesium mampu menjaga dan memelihara kesehatan tubuh. vitamin A 150 . abu 0. Mungkin pertama kali dibawa dan dikembangkan di Indonesia oleh orang Belanda pada saat itu sehingga dikenal dengan nama terong Belanda. maka peningkatan tersebut juga berdampak terhadap meningkatnya biaya yang harus ditanggung oleh rumah sakit. protein 1. serat 1.1. masih jauh dari yang diharapkan. kari ataupun sambal sedangkan buah matang untuk sirup atau rujak. Buah terung Belanda tekstur dagingnya keras. Jawa Barat sejak tahun 1941. (berbagai sumber) 31 . Terong Belanda (cyphomandra betacea) atau terung kori. selai.4. dan agar tetap mengacu pada peraturan dan perundangundangan yang berlaku. HumAS Nilai Lebih Terong Belanda ini sayuran terong Belanda memang cukup akrab dijumpai dipasaran. Direktur Jenderal berharap agar dalam penggunaan anggaran rumah sakit perlu kehati-hatian Saudara.Dengan demikian apabila pendapatan rumah sakit meningkat.2 gram. terlihat bahwa hasil dari penerimaan rumah sakit tersebut menempati proporsi yang sangat tinggi dalam alokasi anggaran Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik. Semua kegiatan agar dilakukan dengan perencanaan yang matang dan sesuai dengan skala prioritas yang sangat dibutuhkan oleh rumah sakit.

Dra. Secara khusus fungsi naskah dinas adalah sebagai duta atau wakil penulis untuk berhadapan dengan lawan bicara. Tata Naskah Dinas sebagai salah satu unsur administrasi merupakan sarana komunikasi tertulis untuk menyampaikan pesan dan informasi dari satu pihak kepada pihak lain. SOlO – Sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan pemerintah yang baik (good government) adalah dengan meningkatkan efektivitas dan produktifitas kerja. karena dalam penyusunan naskah dinas hendaknya menggunakan format yang menarik. Dr. sebagai alat pengingat. dr. Akas Yekli Angembani. yakni letak bagian-bagian surat teratur. yang meliputi Naskah Dinas. Singkatan dan Akronim. tidak 32 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . karena naskah dinas dapat diarsipkan dan dapat dilihat lagi bila diperlukan.liputan Sosialisasi Petunjuk Teknis Tata Naskah Dinas Pembukaan Sosialisasi Petunjuk Teknis Tata Naskah Dinas oleh Sesditjen. M. serta tertib administrasi di lingkungan instansi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Kearsipan serta Tata Ruang Perkantoran. Penamaan Lembaga. Sutoto. sesuai dengan ketentuan yang ada.Kes dan Kasubbag TU dan Gaji. serta sebagai pedoman kerja seperti surat keputusan atau surat instruksi dan sebagai alat bukti tertulis hitam diatas putih. Administrasi sebagai komponen penting dalam ketatalaksanaan pemerintah.

maksudnya langsung mengungkap pokok pikiran yang ingin disampaikan tanpa basa basi dan berbungabunga. Serta bahasa yang adab adalah bahasa yang sopan. dengan mengundang Narasumber dari Lembaga Sandi Negara. maka Sekretariat di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik berinisiatif mengadakan Pertemuan Sosialisasi Petunjuk Teknis Tata Naskah Dinas. hal inilah yang disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik. Untuk mempermudah penyeragaman dan pemahaman yang sama dalam penyelenggaraan Tata Naskah Dinas. Kemudian dalam pemakaian bahasa harus jelas. tanggal 16 April 2010. “Selama ini penyelenggaraan Naskah Dinas di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik masih belum sepenuhnya memperoleh kesamaan pengertian. Sehingga pelaksanaan di lapangan masih berjalan menurut kondisi masing-masing unit kerja”. Masih terkesan dianggap sebagai suatu hal yang remeh dan tidak menjadi suatu hal yang prioritas. Dr. Melalui pertemuan ini.Kes pada pembukaan Sosialisasi Petunjuk Teknis Tata Naskah Dinas. Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional. padat dan beradab. dr. Ani mindO Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 33 . Sutoto. simple dan tidak menyinggung perasaan penerima naskah dinas tersebut. bahasa dan penafsiran serta keterpaduan antara Pusat dan UPT. Maksudnya bahasanya mudah dimengerti. Kementerian Negara Pendayaguna Aparatur Negara dan Biro Umum Kementerian Kesehatan. diharapkan terwujudnya keterpaduan Pengelola Tata Naskah Dinas di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik.liputan disusun menurut keinginan penulis. M. dinyatakan secara tegas dengan tanda baca yang tepat dan padat.

: 1410/ rumah sakit yaitu meningkatkan ketrampilan petugas MENKES/SK/X/2003. Rumah Sakit Umum Daerah maksimal ditambah dengan kurangnya perhatian pada dan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bina Pelayanan tingkat pimpinan di rumah sakit terhadap pentingnya Medik demikian laporan Kepala Bagian Program pelaporan ini. Dr. dilaksanakan di Yogyakarta Jemkesmas terhitung 1 Januari 2009. laporan tersebut memuat data Morbiditas dan Mortalitas pasien rawat jalan dan rawat inap yang dikelompokkan berdasarkan ICD 10 (International Classification of Deseases – Tent Revision) yang dikeluarkan oleh WHO.MARS sakit di Indonesia seiring dengan yOgyAKARTA – Pertemuan Peningkatan Ketrampilan pelaksanan INA-DRG Case Mix dalam pelayanan pasien ICD 10 dan ICD 9 CM. menyatakan meningkatkan kualitas dan kuantitas sistem informasi sesuai dengan SK Menteri Kesehatan RI. Salah satu penyebabnya adalah menentukan diagnosa penyakit berdasarkan ICD kurangnya kualitas dan kuantitas sumber daya manusia 10 dan prosedur berdasarkan ICD 9 CM. Peserta dibidang koders selain itu perkembangan teknologi kegiatan ini adalah Pelaksana Coding dari RS Vertikal sampai ini saat masih belum dimanfaatkan secara Kementerian Kesehatan RI.Kes. format dan jenis laporan yang telah ditetapkan dalam AuliyAnA. dr. M. bimbinga teknis Rumah Sakit di Indonesia bahwa setiap rumah sakit di baik ke rumah sakit maupun Dinas Kesehatan Provinsi/ seluruh Indonesia yang sudah teregistrasi hendaklah Kabupaten/kota serta pengadaan alat-alat pengelolah mengirimkan laporannya sesuai dengan mekanisme.Kes dan Kabag Program dan Informasi. menjadi keharusan pada rumah Achmad Subagiyo. Salah satu laporan yang telah ditetapkan adalah laporan Morbiditas dan Mortalitas Rumah Sakit yang dikirimkan setiap triwulan (3 bulanan). tercatat baru sekitar 60 % rumah sakit yang telah petugas medical record di rumah sakit dalam mengirimkan laporan. Sutoto. T. Achmad Subagiyo T. dr. Berbagai terobosan terus dikembangkan oleh Dalam sambutannya Sekretaris Direktorat Jenderal Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik untuk Bina Pelayanan Medik. Dr. dr. dr. Sf dAn peliTA 34 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 .liputan Peningkatan Ketrampilan ICD 10 dan ICD 9 CM lampiran keputusan tersebut. selain penerapan ICD 10 untuk diagnosa dan ICD 9 CM untuk prosedur sekarang ini sudah Sekretaris Ditjen Bina Pelayanan Medik.. MARS. No. Informasi. tentang Sistem Informasi rumah sakit maupun kantor pusat. Sutoto. M. data dan media penyebaran informasi lainnya. dengan tujuan Berdasarkan laporan data dan monitoring meningkatkan kualitas dan kuantitas pelaporansistem pelaporan sistem informasi rumah sakit pada tahun informasi Rumah Sakit serta meningkatkan ketrampilan 2009. pada tanggal 16 s/d 18 April 2010.

Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa di lingkungan Ditjen Bina Pelayanan Medik tahun 2010 bertujuan untuk meningkatkan kinerja pegawai dengan memupuk Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa Dr Irmansyah.Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa pada acara Peningkatan Potensi Pegawai Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 35 . Denny Thong. Pertemuan ini diadakan dengan metode outbond. Kegiatan Peningkatan Potensi Pegawai Dit. yang diikuti oleh seluruh pegawai dilaksanakan di Bali tanggal 25 Maret 2010. kebersamaan dan menjalin komunikasi yang intens. SH. Narasumber antara lain: Prof Agus Purwadianto. Sp. Dengan tema ”Melalui Kegiatan Peningkatan Potensi Diri Pegawai Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa siap menghadapi Perubahan Organisasi” membulatkan tekad untuk lebih meningkatkan kerjasama satu sama lain demi mewujudkan visi dan misi organisasi.Sp. diskusi interaktif dan games. SufeRmi SOfyAn Antusias dari pegawai Dit. bekerja meningkatkan prestasi agar mencapai penyelenggaraan pemerintah yang good governance dengan selalu mengedepankan nilai-nilai hak asasi manusia .KJ(K) memberi sambutan pada acara Peningkatan Potensi Pegawai Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa.KJ(K). Diharapkan dengan kegiatan ini akan mendorong pegawai Dit. Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa untuk lebih memacu produktifitas kerja dalam menghadapi restrukturisasi di Kementerian Kesehatan RI. ceramah. menciptakan komitmen yang tinggi.KJ.BAli .Pembukaan Peningkatan Potensi Pegawai Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa Ditjen Bina Pelayanan Medik tahun 2010 oleh Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa Dr. Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa.liputan Peningkatan Potensi Pegawai Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa denpASAR. dalam sambutannya beliau menyatakan bahwa Kementerian Kesehatan akan melakukan restrukturisasi organisasi yang tentunya diikuti oleh terjadinya perubahan-perubahan yang signifikan terhadap Dit Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa rutama perubahan yang akan dialami baik secara langsung maupun tidak langsung oleh para pegawai . dan Dr. Irmansyah.Sp.

D Foto bersama tim penilai Unit Pelayanan Prima 2010 alam rangka mendorong peningkatan pelayanan publik dan sejalan dengan pelaksanaan Undang-Undang nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik yang mempunyai kinerja terbaik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Visi. pengelolaan yang sesuai prosedur. Berdasarkan hal tersebut Kementerian Kesehatan membentuk Tim Penilai Unit Pelayanan Publik sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI. dengan tugas menilai Unit Pelayanan Publik yang diunggulkan oleh Unit Utama.01/IV/SK/089/2010. serta Penyerahan Piala Citra dan Penghargaan Pelayanan Prima 2010 yang akan diberikan oleh Presiden RI. 8. tanggal 29 Januari 2010. Bagian Hukum. Nomor : PER/25/M. Terdapat Persyaratan Pelayanan. Kegiatan mulai dinilai dari tanggal : 25 Februari s/d 10 Maret 2010. 9. ada ukuran kinerja serta evaluasi kinerja secara berkala. 5.PAN/05/2006 tentang Pedoman Penilaian Kinerja Unit Pelayanan Publik. Hal-hal yang dinilai adalah : 1. Nomor : HK. Sistem atau Prosedur Pengelolaan Pengaduan Pengguna Layanan yang sudah terdapat petugas. dan terdapat arsip hasil kerjanya.ragam Bersaing Sehat Citra Pelayanan Prima Kesehatan. Misi. 6. serta ada uraian tugas untuk setiap pegawai secara jelas menggambarkan kegiatan yang harus dilakukannya sesuai jabatan atau fungsi. Penilaian Berdasarkan Petunjuk Teknis Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. Sistem Pengelolaan Mutu Pelayanan yang sudah dibuatkan dokumen (SK) tentang penunjukan kelompok budaya kerja atau gugus kendali mutu. ada tempat khusus dan terdapat SK atau Juklak pengelolaan dokumen Bila memungkinkan terdapat ISO 9001:2000 dalam menyelenggarakan pelayanan publik. penilainya dari Setjen dan Unit Utama di Kementerian 3. yang disyaratkan 2. 36 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . SK prosedur pengaduan. Susilo Bambang Yudhoyono pada Hari Pelayanan Publik Sedunia tanggal 23 Juni 2010. untuk menilai 16 Unit Pelayanan Publik. Organisasi dan Humas menjadi fasilitator kegiatan tersebut.03. Terdapat Uraian Kerja yang jelas dan telah dibuat SK. Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik mengusulkan 3 Unit Pelaksana Teknis terbaiknya yaitu RS Kanker Dharmais Jakarta. Motto Pelayanan Publik dan Janji Pelayanan yang mampu memotivasi pegawai untuk memberikan pelayanan terbaik Visi. Motto dan Janji pelayanan terpampang secara luas dan diketahui oleh pengguna pelayanan Standart Prosedur Tetap (SOP) atau Standart Pelayanan yang sepenuhnya dipergunakan sebagai acuan pelaksanaan pelayanan dibuat Surat Keputusannya dan terpampang ditempat pelayanan Sistem Pengelolaan Dokumen/Berkas yang mempunyai petugas yang ditunjuk. 7. RS Sanglah Denpasar dan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya. Misi. 4.

gambar. 19. terawat sehingga membuat nyaman pengguna pelayanan (sarana tidak ada yang rusak. 17. Terdapat Sarana Pengaduan yaitu kotak pengaduan. RS Kanker Dharmais Jakarta menjadi nominasi untuk mendapatkan Penghargaan Citra Pelayanan Prima 2010. Sarana Pelayanan efektif. skema pelayanan. poster. Terdapat Akses Informasi yang dapat dipergunakan oleh pengguna pelayanan (misal ada leaflet. penataan ruangan mempertimbangkan alur pelayanan sehingga menciptakan kenyamanan. Terdapat Standart Waktu untuk Penyelesaian Pelayanan yang ditetapkan secara resmi. 18. ruang tunggu. berdasarkan dasar hukum yang jelas. K e d i s i p l i n a n Pegawai dalam memberikan pelayanan kepada pengguna pelayanan yaitu sampai 30 menit dari jam mulai pelayanan sudah 75 % pegawai yang bekerja. bersih. papan pengumuman dll) Terdapat Pedoman Resmi tentang sikap dan perilaku petugas pelayanan dan pegawai yang diterapkan dan dievaluasi secara berkala. Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu. 11. sigap dan cakap menggunakan alat bantu pelayanan dan tidak ada kekeliruan yang bisa menghambat pelayanan Terdapat Kebijakan dan Rencana Pengembangan Pegawai dalam rangka peningkatan profesionalisme yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan. ramah serta sopan 15. 14. tol. Semua Sarana yang dipergunakan secara optimal terlihat dari daftar inventaris dan 90 % sarana yang ada didaftar didayagunakan 20. memakai teknologi terbaru).ragam dalam memberikan pelayanan kepada pengguna pelayanan yang diharapkan peduli. hal ini dapat dilihat dari absensi jam kedatangan Tingkat Kepekaan/Respon Pegawai dalam memberikan pelayanan kepada pengguna layanan. 12. diumumkan kepada pengguna pelayanan. 13. selanjutnya tim penilaian Kementerian Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Birokrasi menetapkan 3 unit pelayanan publik antara lain Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya. toilet. telepon. email yang berfungsi dengan baik dan terdapat petugasnya Berdasarkan penilaian di atas maka Tim Penilai Kementerian Kesehatan memilih 5 Unit Pelayanan Publik terbaik. upT diTJen BinA pelAyAnAn mediK yAng TelAH meneRimA piAlA CiTRA pelAyAnAn pRimA Tahun 2004 : RSUP Fatmawati Jakarta Tahun 2006 : RS Jantung Harapan Kita Jakarta Balai Laboratorium Kesehatan Jakarta Tahun 2008 : RSUP Hasan Sadikin Bandung Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 37 . informasi pelayanan.dan tidak ada punggutan lain diluar ketentuan biaya/tarif. loket pengaduan. diumumkan ditempat yang mudah dilihat pengguna pelayanan dan pelayanan dilaksanakan sesuai standart waktu yang ditetapkan. serta bila ada keluhan pengguna pelayanan terhadap petugas diterima dan ditindak lanjuti Sikap dan Perilaku Pegawai 16. dan diumumkan ditempat yang mudah dilihat pengguna pelayanan. AuliyAnA 10. secara resmi melalui SK. yaitu terlihat dari sikap petugas yang selalu memberi perhatian kepada pengguna pelayanan dan proaktif Tingkat Ketrampilan Pegawai dalam memberikan pelayanan kepada pengguna pelayanan yaitu terlihat cekatan. terdapat sarana pelengkap yaitu tempat parkir. pengeras suara dll 21. Terdapat Biaya/Tarif Pelayanan ditetapkan secara resmi.

Menghadapi era globalisasi Batasan dan Ruang lingkup pelayanan Kedokteran Keluarga Terpadu PKKT adalah pelayanan kesehatan dasar/primer yang menyelenggarakan pelayanan primer yang proaktif. (3. 039/MENKES/SKI/I/2007. Berbagai alasan lain.) Undang-undang Praktek Kedokteran No 29 thn 2004 : menuntut perbaikan kualitas pelayanan dasar dan kualitas dokter praktek umum.) Undang-undang Kesehatan No 36 thn 2009. Perluasan cakupan pelayanan dasar 3. manfaat PKKT tidak hanya untuk mengendalikan biaya dan atau meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Tujuan pengembangan pelayanan Kedokteran Keluarga Terpadu (pKKT) di indonesia Untuk Indonesia. efektif. Pendayagunaan tenaga kesehatan dalam PTT 2. dan berkesinambungan. MARS Model Baru Pelayanan Kedokteran Keluarga Dikaitkan Dengan Jamkesmas • (pasal 5) Pemerintah bertanggung jawab merencanakan. (5. (4. mengamanatkan: • Setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan dan berhak atas pelayanan kesehatan yang aman. antara lain: (1. dapat dirujuk untuk mulai menggunakan Pelayanan Kedokteran Keluarga Terpadu (PKKT) ini. akan tetapi juga dalam rangka turut mengatasi paling tidak 3 (tiga) masalah pokok pelayanan kesehatan lain yakni: 1. dan mengawasi penyelenggaraan upaya kesehatan yang merata dan terjangkau oleh masyarakat (pasal 14 ayat 1) Pelayanan kesehatan perseorangan ditujukan aminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) merupakan program unggulan Kementerian Kesehatan. mengatur.) Target MDG’s yang harus dicapai Indonesia sebelum tahun 2015. (2.) Undang-undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) No 40 thn 2004 : Pelaksanaan bidang kesehatan membutuhkan akses terhadap pelayanan kesehatan yang terstruktur dan berjenjang. 1415/MENKES/SK/X/2005 dan Pedoman Penyelenggaraan Kedokteran Gigi Keluarga No. Namun berbagai kalangan sangat menyesalkan masih terjadi pembiayaan di rumah sakit menjadi besar bahkan menjadi beban pemerintah karena anggaran Jamkesmas masih terbatas.ragam Oleh : Dr. bermutu. menyelenggarakan. Hal ini mungkin dapat di kurangi dengan meningkatkan cakupan pelayanan dasar melalui penerapan konsep Kedokteran Keluarga (KK) dan konsep Kedokteran Gigi Keluarga (KGK) serta konsep kePerawatan Keluarga (KPK) secara terpadu. sejak 1994 menyatakan pentingnya peran dokter keluarga untuk meningkatkan derajat kesehatan penduduk dunia melalui pelayanan tingkat pertama yang dilaksanakan secara bermutu. Perluasan cakupan Jaminan Kesehatan Masyarakat 4.Emil Ibrahim. 38 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . membina. efisien.) Kebijakan Pelayanan Kedokteran Gigi Keluarga No. terjangkau J • untuk menyembuhkan penyakit dan memulihkan kesehatan perseorangan dan keluarga (pasal 53). WHO dan WONCA (World Organization of Family Doctors).

Menguasai pengetahuan dan mampu menerapkan ketrampilan klinik dalam pelayanan keperawatan keluarga 4. Pelayanan diberikan kepada semua pasien tanpa memandang jenis kelamin. Pelayanan menyeluruh dan maksimal c. Pelayanan menyeluruh. bagian dari keluarga dan masyarakat b. M e n g u t a m a k a n pencegahan. Memandang pasien sebagai individu. Secara efektif memanfaatkan kemampuan keluarga untuk berkerjasana menyelesaikan masalah kesehatan. Pelayanan primer dan lanjut c. Menguasai pengetahuan dan mampu menerapkan ketrampilan klinik dalam pelayanan kedokteran keluarga 3. Memberikan pelayanan kedokteran secara aktif kepada pasien dan keluarga pada saat sehat dan sakit. peningkatan kesehatan. koordinatif. Menyelenggarakan pelayanan primer secara paripurna menyuruh.ragam komprehensif. Mencegah penyakit dan memelihara kesehatan b. M e n y e l e n g g a r a k a n pelayanan primer dan bertanggung jawab atas kelanjutannya Adapun tugas dan wewenang pKKT. Menyesuaikan dengan kebutuhan pasien dan memenuhinya e. Debra P. Dapat bekerjasama secara profesional secara harmonis dalam satu tim pada penyelenggaraan pelayanan kedokteran/kesehatan. 2. dengan mengutamakan pencegahan. mempertimbangkan pasien dan keluarganya d. 3. Memandang pasien dan keluarga e. Diagnosis dini. menimbang pendekatan individu dan peran keluarga. Perawatan kesehatan dapat di lakukan di fasilitas PKKT dan di rumah serta rujukan kepada fasilitas (Puskesmas – Rumah Sakit – Lab) atau tenaga yang lebih mampu (dokter Spesialis yang kesemuanya bekerja sama di bawah naungan peraturan dan perundangan. Tugas PKKT: 1. Secara efektif berkomunikasi dengan pasien dan semua anggota keluarga dengan perhatian khusus terhadap peran dan risiko kesehatan keluarga 5. Lynn P. dan mewaspadai kemiripan penyakit. Pembiayaan pelayanan Kedokteran Keluarga dilakukan dengan Jamkesmas melalui sistem kapitasi. Kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap tenaga pada PKKT secara garis besarnya ialah : 1. pencegahan dan penyembuhan penyakit. Hymovic & Martha Underwood Barnards (1973) Pelayanan responsif dan bertanggung jawab b. Pelayanan Kedokteran Keluarga Terpadu. Pasien sebagai bagian dari keluarga dan masyarakat c. Andal mendiagnosis. holistik. Membina keluarga pasien dan keluarga berpartisipasi dalam upaya peningkatan a. integratif. 4. Menguasai dan mampu menerapkan konsep operasional kedokteran/ kedokteran gigi/keperawatan keluarga 2. Tanggap saling-aruh faktor biologik-emosi-sosial. Melayani secara maksimal 3. serta pengawasan dan pemantauan risiko kesehatan keluarga 6. Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 39 . Berbagai karakteristik pelayanan Kedokteran Keluarga Terpadu: 1. PKKT harus mempunyai kompetensi khusus yang lebih dari pada seorang lulusan fakultas kedokteran/kedokteran gigi pada umumnya. melibatkan Dokter dan Dokter Gigi sebagai penyaring di tingkat primer dan di bantu oleh Perawat dan Bidan. serta lingkungan dunianya. dan bermutu guna penapisan untuk pelayanan spesialistik yang diperlukan. meliputi : A. IDI (1982) a. kontinu. capai taraf kesehatan tinggi d. Mendiagnosis secara cepat dan memberikan terapi secara cepat dan tepat. usia ataupun jenis penyakitnya. Carmichael (1973) a. 2. tingkatan taraf kesehatan d. tanggap epidemiologi dan terampil menangani penyakit e.

pengobatan dan rehabilitasi. Melaksanakan tindak pencegahan penyakit. 3. b. 4. Memberikan masukan untuk keperluan pasien dan keluarga untuk rawat inap. Tetap bertanggung-jawab atas pasien yang dirujukan ke Dokter Spesialis atau dirawat di RS. listrik dan komunikasi. b. 6. dengan ciri: 1. Mempunyai sejumlah tenaga pembantu klinik dan paramedis telah lulus perlatihan khusus pembantu KKT 7. Pasca pelayanan sekunder. dan berkesinambungan. Mengatasi keadaan gawat darurat pada tingkat awal. holistik. 3. penasihat dan konsultan bagi pasien dan keluarga Mengkordinasikan pelayanan yang diperlukan untuk kepentingan pasien dan keluarga Menyelenggarakan rekam Medis yang memenuhi standar. Jejaring rujukan yang dapat berupa: a. Melakukan penelitian untuk mengembang ilmu kesehatan secara umum dan ilmu kedokteran/gigi keluarga secara khusus. Sebaiknya mudah dicapai dengan kendaraan umum. Menerbitkan surat keterangan medis. Berbentuk praktek berkelompok. Dilengkapi dengan sarana depo obat. 14. Menjalankan sistem kendali mutu. B. Untuk menunjang tugas dan wewenang PKKT. 5. Memberikan perawatan di rumah untuk keadaan khusus. 8. 4. Tata penyelenggara pelayanan seperti ini harus diperkuat oleh ketentuan yang diberlakukan dalam skema Jamkesmas. Bertindak sebagai mitra. Menangani penyakit akut dan kronik. Memberikan laporan kepada Dinkes setempat secara bekala. Melakukan tindak prabedah. bedah minor. 6. Merupakan klinik yang menyelenggarakan Pelayanan Kedokteran Keluarga Terpadu 2. 7.ragam taraf kesehatan. 5. Rumah sakit rujukan. 11. 8. Mengobati penyakit akut dan kronik di tingkat primer. Memantau pasien dan keluarga yang telah dirujuk atau di konsultasikan. Menyelenggarakan pelayanan dasar yang sifatnya paripurna. Melakukan perawatan sementara di rumah. air bersih. Mempunyai bangunan yang memadai. 13. 8. Seperangkat peraturan penunjang. Melaksanakan pendidikan kesehatan bagi masyarakat. Mempunyai izin yang berorientasi kapitasi dan wilayah 9. 10. 10. Mempunyai sejumlah tenaga kesehatan yang telah lulus pelatihan KKT. pencegahan penyakit. 9. 14. Menyelenggarakan Rekam Medis yang memenuhi standar. 12. 9. pasien segera dirujuk balik ke PKKT untuk pemantauan lebih lanjut. Melakukan tindakan tahap awal kasus berat agar siap dikirim ke rumah sakit. rawat pascabedah di unit pelayanan klinik kedokteran keluarga terpadu. Dokter Spesialis yang menyelenggarakan pelayanan sekunder di praktek Dokter Spesialis. 7. 40 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . Melayani semua jenis penyakit dan golongan umur dan jenis kelamin. 10. Mempunyai sarana medis yang memadai sesuai dengan peringkat klinik yang bersangkutan 12. Puskesmas Rawat inap c. (terletak di tempat strategis). 2. 6. Dalam sistem ini kontak pertama pasien dengan dokter/dokter gigi akan terjadi di PKKT yang selanjutnya akan menentukan dan mengkoordinasikan keperluan pelayanan sekunder jika dipandang perlu sesuai dengan SOP standar yang disepakati. Wewenang Dokter/Dokter Gigi dalam PKKT: 1. 5. 11. Pembiayaan dilakukan dengan Asuransi kesehatan (Jamkesmas) 13. terpadu. a. tampaknya diperlukan Fasiliatas Klinik Kedokteran Keluarga Terpadu ( FKKKT ).

ICN Framework and core competencies for the family nurse. Konsep ini meletakkan peran PKKT yang sangat penting sebagai PPK Jamkesmas yang sadar mutu dan sadar biaya pelayanan kesehatan.(2003). ICN (2002). dan mekanisme pembiayaan yang masih tunai. Keberhasilan penatalaksanaan pelayanan kesehatan yang dikenal sebagai Jamkesmas itu. tingginya tingkat inflasi kesehatan. komersialisasi pelayanan kesehatan. pelayanan yang fragmentatif ke pelayanan yang integratif berjenjang.com/2009/11/ konsep-dasar-dokter-keluarga. http://www. Nurses Always There For You : Caring For Family.aafpfoundation. blogspot. Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah suatu bentuk pelayanan kesehatan individu dan keluarga serta masyarakat yang bermutu namun terkendali biayanya dimana hal ini tercermin dari tata laksana pelayanan kesehatan yang diberikannya. International Nurses day : Geneva e. org/online/foundation/home/ programs/center-history. menurunnya etos profesional serta pelanggaran atas norma dan etika kedokteran. perseorangan dan “out of pocket” Dari konteks ini PKKT mempunyai posisi yang strategis dalam keberhasilan penatalaksanaan pembangunan kesehatan karena perannya dalam penatalaksanaan sub sistem pelayanan kesehatan dari orientasi kuratif ke orientasi komprehensif dengan mengedepankan aspek promotifpreventif seimbang dengan kuratif-rehabilitatif. h t t p : / / p r e m a t u r e d o c t o r . pola pelayanan yang fragmentatif. Bekasi.ragam peranan pKKT dalam JAmKeSmAS PKKT mempunyai peran yang strategis dalam penatalaksanaan pelayanan kesehatan. Depkes. pada dasarnya dipengaruhi oleh sejauh mana masalah pembangunan kesehatan itu dapat diatasi dan ditata. 2007 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 41 . Affara FA. Rujukan a.dengan tingkat primer sebagai ujung tombak. html c. Sedangkan hal-hal yang termasuk dalam masalah pembiayaan kesehatan adalah. Masalah dalam sistem kesehatan nasional pada dasarnya terdiri dari masalah pada sub sitem pelayanan kesehatan dan masalah pada sub sistem pembiayaan kesehatan. serta perannya dalam penatalaksanaan sub sistem pembiayaan kesehatan yakni kesediaannya untuk menerima pembayaran secara prospektif yang juga bermakna pengendalian biaya pelayanan kesehatan. pola hubungan dokter-pasien yang melonggar. Termasuk dalam masalah pada sub sistem pelayanan kesehatan adalah.html d. ICN : Geneva f. 19 – 22 April 2010 b. Bahan Rapat Penyusunan “Road Map” Pelayanan Kedokteran Keluarga & Kedokteran Gigi Keluarga. Modul-modul Asuhan Keperawatan Keluarga di rumah. perubahan pola penyakit mengarah ke degeneratif dan kronis.

sehingga dikhawatirkan dapat menambah jumlah penderita secara cukup pesat. Kerusakan sel darah merah pada penderita thalasemia akan mengakibatkan zat besi tertinggal di dalam tubuh dan bisa menumpuk dalam organ tubuh seperti jantung dan hati dan lama kelamaan akan mengganggu fungsi organ lainnya. terutama akibat penumpukan pada jantung. dan ini menjadi penyebab kematian utama dari penderita thalasemia. Sekilas tentang Thalasemia Penyakit thalasemia merupakan suatu kelainan darah bersifat genetik dimana kerusakan DNA akan menyebabkan tidak optimalnya produksi sel darah merah penderitanya serta mudah rusak sehingga kerap menyebabkan anemia. Dalam kesehariaanya suami istri yang menetap di Desa Tenjolaya.5thn). penjelasannya meliputi keadaan hemoglobin yang mengandung zat besi (Fe). Kecamatan Cibadak Sukabumi hanya bekerja sebagai buruh. Kamaludin yang lebih lanjut bisa menyebabkan pembengkakan dalam pangkuan ibunya hati dan limpa. individu-individu pembawa gen ini sama sekali tidak menunjukkan adanya suatu gejala. sama halnya dengan Kamaludin (2. Masalah yang lebih serius akan terjadi bila sang pasangan juga merupakan seorang pembawa sehingga lebih berpotensi melahirkan anak dengan thalasemia mayor yang nantinya akan memerlukan transfusi darah secara rutin selama hidupnya. Pusat dari mekanisme kelainan ini terletak pada salah satu gen pembentuk hemoglobin pada sel darah merah manusia.ragam Anakku Tak Bisa Hidup Tanpa Transfusi Darah T halasemia merupakan suatu kelainan darah bersifat genetik dimana kerusakan DNA akan menyebabkan tidak optimalnya produksi sel darah merah penderitanya serta mudah rusak sehingga kerap menyebabkan anemia. Sri Adriarti (10thn) harus bertahan untuk memperpanjang hidup dengan transfusi darah. Sebagaimana orang-orang normal. Kondisi ini amat memprihatinkan. Sedangkan anak kelima. Terkait dengan sifat genetik yang diturunkan pendahulunya ini. Jamaludin (47thn) dan Imas (37thn) memiliki enam keturunan yang menderita thalasemia. yang sekaligus juga berfungsi utama sebagai pengangkut oksigen. Selain berpotensi menghasilkan keturunan penderita thalasemia mayor dan juga minor. pasangan pembawa gen ini juga berpotensi lebih besar dalam menghasilkan keturunan berupa thalasemia trait tadi. tidak mampu mencukupi biaya pengobatan untuk anak mereka. dimana empat anak mereka meninggal dunia dalam usia muda. selain juga bisa akibat suplai darah merah dari transfusi. Kamaludin dalam pangkuan ibunda Tindakan transfusi ini pun bukan merupakan suatu terapi penyembuh namun hanya bersifat suportif dalam mengurangi gejala dan punya resiko menyebabkan penumpukan zat besi dalam tubuh pula. Jika suami atau istri membawa sifat (carrier) thalasemia. maka 25% anak mereka memiliki kemungkinan menderita thalasemia. Anak bungsu. Penyakit ini merupakan penyakit turunan. baginya darah ibarat nafas kehidupan. dikenal istilah ‘thalasemia trait’ (pembawa sifatnya). Gejala thalasemia sendiri cukup bervariasi tergantung dari derajat kerusakan gen yang 42 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . Secara singkat. Hal inilah yang dialami pasangan suami istri. keduanya menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

pada 07 Mei masuk ruang bedah RS Pelabuhan. Ada dua jenis thalasemia yang dikenal berdasarkan gejala klinis dan tingkatan keparahannya. Lakukan pemeriksaan darah ketika ibu sedang mengandung 2. serta menyampaikan pesan bahwa Kementerian Kesehatan siap membantu biaya perawatan selama di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Apa saja yang bisa dilakukan? 1. Endang R. saat ini dalam kondisi jantung yang masih lemah. yaitu thalasemia mayor dimana kedua orang tuanya merupakan pembawa sifat. KunjunganTimuntukmemberikanmotivasi. Seketika istri Jamaludin langsung menceritakan anak kelima sedang menjalani perawatan. kurang nafsu makan atau infeksi yang kerap berulang. Kabid Promosi Kesehatan Dinkes Kab. Periksa darah anak yang baru lahir untuk memastikan darahnya. 4. maka orangtua akan lebih siap menerima kondisi bayinya ketika lahir.semangat. Kasubbag Humas Ditjen Bina Pelayanan Medik. Pasangan Thalasemia Minor yang menikah sesama Thalasemia Minor dapat menghasilkan anak dengan Thalasemia Mayor. Sebab Thalasemia Mayor tak bisa bertahan hidup lebih lama. 5. dan akan terus memperhatikan masyarakat. Disana tim menemui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat. serta penipisan atau perapuhan tulang karena sumsum tulang juga berperan penting dalam memproduksi hemoglobin tersebut. Kepala Puskesmas Cibadak dan ibu imas. Pada 20 Mei 2010. Dr. Pada tampilan yang khas. dr. demi meningkatkan derajat kesehatan yang merata. Sukabumi. tim segera menuju Puskesmas Cibadak Sukabumi. penderita thalasemia sering memiliki batang hidung melesak ke dalam yang dikenal juga dengan istilah ‘facies cooley’ dan merupakan salah satu tanda khas thalasemia mayor. serta thalasemia minor dimana gejalanya jauh lebih ringan dan sering hanya sebagai pembawa sifat saja. lakukan pemeriksaan. 3. MPH. untuk meninjau kabar akhir dari keluarga Jamaludin. Sukabumi. Lakukan tranfusi darah rutin sekali sampai dua kali sebulan bagi Thalasemia Minor. Sebelum menikah. serta Perwakilan Pusat Jaminan dan Pembiayaan Kesehatan. PH untuk segera mengambil langkah cepat dengan menerjunkan tim investigasi. membuat Menteri Kesehatan. 15 Mei dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 43 . kemudian juga jantung yang dipaksa bekerja lebih keras untuk memenuhi pembentukan hemoglobin. tapi penyebarannya dapat dicegah. Pada thalasemia mayor gejala dapat muncul sejak awal masa anak-anak dengan kemungkinan bertahan hidup terbatas.ragam Respon Cepat Adanya laporan yang masuk ke Pusat Tanggap Respon Cepat (PTRC) Kementerian Kesehatan. Selama ini biaya kami ditanggung Jamkesmas sejak tahun 2008. 12 Mei pindah ke Ruang ICU di RS Pelabuhan karena jantungnya melemah. Periksa Darah Meski Thalasemia termasuk penyakit keturunan dan tak bisa disembuhkan. tak hanya darah tapi juga pemeriksaan lain. lemas. Dengan memeriksakan diri saat hamil dan mengetahui jika janin mengalami Thalasemia Mayor. Siapkan mental bagi orangtua. Pengelola Jamkesmas/ Jamkesda Dinkes Kab. terdiri dari pengelola PTRC Kemenkes. imin/dSy Tim investigasi Kementerian Kesehatan dalam kunjungannya ke Sukabumi terjadi seperti anemia dengan gejala tambahan pucat. Sama halnya dengan anak bungsu kami membutuhkan transfusi darah. sulit tidur. Sedyaningsih.

intervensi maupun tindakan bedah. Berikut ini akan disampaikan berbagai jenis intervensi non-bedah yang dapat dilakukan di Pusat Jantung Nasional Harapan Kita (PJNHK). AK atau sering disebut dengan kateterisasi jantung merupakan pemeriksaan baku emas untuk penyakit jantung koroner. sumbatan atau berbagai kelainan lain pada pembuluh koroner. Penyakit jantung koroner adalah penyakit yang diakibatkan oleh penyempitan pada pembuluh darah koroner. Intervensi non-bedah menyebabkan masa rawat yang lebih singkat.ragam Diagnostik Invasif dan Intervensi Non-Bedah di Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Tim Unit Pelayanan Fungsional (UPF) Diagnostik Invasif dan Intervensi Non-Bedah erdasarkan berbagai data survey kesehatan di Indonesia. Kadang-kadang diperlukan alat-alat bantu canggih untuk mendapatkan hasil perbaikan koroner yang memuaskan. pengeboran (rotablator). Aritmia adalah penyakit pada sistem listrik jantung. Intervensi nonbedah pada penyakit jantung akhir-akhir ini semakin luas digunakan dan diterima oleh kalangan medis maupun masyarakat luas. pressure wire. penyakit jantung masih merupakan penyakit utama yang menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Penyakit jantung kongenital adalah kelainan struktur anatomi jantung yang dibawa sejak lahir. 44 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . Tatalaksana penyakit jantung berkembang dengan pesat. sumbatan atau kelainan lain pada pembuluh koroner. seperti pemakaian ultrasonografi intra-vaskular. Intervensi koroner perkutan (IKP) adalah tindakan intervensi untuk memperbaiki penyempitan. penyakit tiroid. Terdapat juga penyakit jantung yang secara primer mengenai otot-otot jantung yang disebut kardiomiopati. Intervensi pada penyakit jantung adalah suatu tindakan nonbedah yang dilakukan dengan cara pemakaian alat medis tertentu yang dimasukkan ke dalam tubuh (khususnya jantung dan pembuluh darah). termasuk yang terakhir data dari Riset Kesehatan Dasar tahun 2007. karena kepraktisan dan B efektivitasnya. yaitu pembuluh darah yang terletak di permukaan jantung dan berfungsi memberi pasokan oksigen dan zat gizi untuk jantung. Penyakit jantung katup mengenai katup-katup jantung dapat berupa penyempitan bukaan katup jantung atau penutupan katup yang tidak sempurna sehingga menimbulkan kebocoran. Selain itu ada penyakit jantung yang berkaitan dengan penyakit lain seperti infeksi. Terdapat berbagai jenis penyakit jantung yang dapat dikelompokkan atas dasar struktur/bagian jantung yang terkena. Perbaikan penyempitan atau sumbatan pembuluh koroner dapat dilakukan dengan cara balonisasi dan pemasangan ring (stent). penyedotan gumpalan darah (angiojet). Semua teknologi canggih dalam tatalaksana IKP tersebut telah tersedia di PJNHK. diabetes melitus . coiling dsb. rasa nyaman yang lebih baik dan biaya yang lebih rendah selain efektivitas yang terbukti baik pada berbagai penelitian. baik yang bersifat medika-mentosa (obatobatan). Alat yang dimasukkan ke dalam tubuh tersebut digunakan untuk memperbaiki berbagai kelainan di jantung baik yang bersifat anatomic maupun fungsional. Dengan AK dapat dilihat secara pasti adanya penyempitan. AK dilakukan dengan cara memasukkan selang halus (disebut kateter) melalui pembuluh darah di pergelangan tangan (arteri radialis) atau di lipat paha (arteri femoralis) ke dalam jantung dan pembuluh darah koroner. Angiografi Koroner dan intervensi Koroner perkutan Angiografi koroner (AK) adalah suatu tindakan diagnostik untuk mengetahui keadaan pembuluh koroner. Intervensi pada jantung dilakukan di ruang khusus yaitu ruang kateterisasi dengan bius local.

Atrial Septal Defect (ASD). Nit occluder VSD. intervensi non-bedah pada penyakit Jantung Bawaan Penyakit jantung bawaan (PJB) adalah penyakit dengan kelainan pada struktur atau fungsi sirkulasi jantung yang didapatkan sejak lahir. Kotak kecil dan panah menunjukkan lokasi penyempitan yang diperlihatkan dengan angiogram koroner pada panel B (tanda panah). C. intervensi non bedah dalam tatalaksana PJB juga mengalami kemajuan yang sangat pesat. Pusat jantung Nasional Harapan Kita (PJNHK) sebagai pusat rujukan nasional merupakan pelopor intervensi non bedah secara transkateter pada PJB pertama di Indonesia dengan melakukan pemasangan koil untuk menutup PDA pada tahun 1996. Secara umum PJB dapat dikelompokkan menjadi dua golongan besar yaitu biru (sianotik) dan tidak biru (non sianotik). A. Nit occluder yang sudah terpasang untuk menutup VSD Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 45 . A B C gambar 1. Kelainan terjadi akibat adanya gangguan atau kegagalan perkembangan struktur jantung pada awal fase pertumbuhan janin. jarak dari annulus (cincin) aorta lebih dari 3 mm dan indeks resistensi paru kurang dari 4 wood unit. Amplatzer Ventricular Septa Occluder. diikuti dengan prosedur Balon Atrial Septostomi (BAS) dan Balon Pulmonal Valvuloplasti (BPV) tahun1997. B. Pada panel C diperlihatkan teknik IKP dengan pemasangan stent pada daerah yang menyempit tsb. stenosis aorta dan transposisi arteri besar (TGA). yang menyebabkan para pioneer di bidang intervensi non bedah PJB memikirkan alat alternatif lain untuk penutupan defek VSD transkateter. dengan meminimalisasikan komplikasi terjadinya blok atrioventrikular. sedangkan 1 kasus lain tidak berhasil dipasang karena defek tidak ideal untuk pemasangan. Menunjukkan pembuluh koroner kanan dan kiri yang terletak di permukaan luar jantung. Seiring dengan perkembangan teknologi yang ada. Penutupan VSD secara transkateter di PJNHK dengan menggunakan amplatzer occluder (AVSO) yang sudah dilakukan sejak tahun 2006 hingga saat ini sebanyak 7 kasus. Seiring dengan kemajuan yang dicapai dalam intervensi bedah. Patent Ductus Arteriosus (PDA). Tetralogy of Fallot (TOF). Terdapat delapan jenis lesi yang memiliki prevalensi tertinggi (80%) yaitu Ventricle Septal Defect (VSD). A. Penutupan secara transkateter dengan menggunakan nit occluder diindikasikan terutama untuk VSD dengan ukuran defek kurang dari 8 mm dan terutama pada anak dengan berat badan di atas 10 kg. PDA dan ASD yang kemudian mengalami peningkatan jumlah kasus yang bermakna dari tahun ke tahun. PFM menciptakan suatu alat baru yang disebut nit occluder VSD yang terutama digunakan untuk penutupan VSD perimembran ataupun muskular. Beberapa laporan kasus di luar negeri menyebutkan bahwa terdapat beberapa komplikasi yang timbul dari pemasangan alat ini yaitu adanya blok atrioventrikular. Stenosis Pulmonal.ragam penutupan defek bawaan seperti VSD. Koarktasio aorta. Pada tahun 2002 dengan masuknya alat Amplatzer occluder (AGA Medical Corp) di Indonesia dimulailah intervensi A B C gambar 2. Pada tahun 2004 dilakukan intervensi dilatasi balon dan pemasangan sten pada koarktasio aorta abdominal dengan hasil yang sangat baik. Sejak November 2009 Pusat Jantung Nasional berkerjasama dengan PFM telah berhasil melakukan intervensi penutupan VSD perimembran transkateter dengan nit occluder VSD sebanyak 10 kasus dengan hasil yang memuaskan tanpa timbulnya komplikasi blok atrioventrikular.

Impuls listrik ini akan mengatur serangkaian kontraksi otot pada setiap detakan jantung.ragam Ablasi radiofrekuensi dan pemasangan alat pacu jantung Jantung secara spontan menghasilkan impuls listrik. yang terdiri dari generator dan jaringan transmisi Gangguan sistem listrik jantung yang normal disebut aritmia kordis. Penanaman sel punca di PJNHK saat ini baru ditujukan bagi penderita gagal jantung akibat penyakit jantung koroner yang tidak membaik dengan modalitas terapi yang ada. Disusun oleh Tim UPF DI-INB PJNHK 1. Hal ini dapat terjadi beberapa detik. layanan baru di bidang intervensi non-bedah Belum lama berselang UPF Diagnostik Invasif dan Intervensi Non-bedah PJNHK memperkenalkan dua jenis layanan baru untuk memperluas layanan kesehatan jantung bagi masyarakat Indonesia. Pola dan waktu pembentukan impuls listrik menentukan irama jantung yang terjadi. (2) takiaritmia . Kemampuan jantung dalam menghasilkan impuls listrik merupakan salah satu fungsi jantung yang terpenting. Pemasangan alat pacu jantung permanen. atau bahkan berhari-hari. rasa lemah/lemas. Saat ini alat pacu jantung semakin canggih sehingga tidak hanya dipakai pada bradiaritmia tetapi juga sangat berguna pada terrapin gagal jantung fase lanjut (dengan memasang CRT= cardiac resynchronization therapy). Lylyasari Octaviani. menit. (3) adanya detak jantung tambahan. Aritmia dapat terjadi pada jantung yang normal atau jantung yang sudah mengalami penyakit. (4) impuls listrik dari area yang abnormal. atau bahkan pingsan. Doni Firman. sesak nafas. Beberapa keluhan yang dirasakan bila terjadi aritmia adalah berdebar. Bradiaritmia dapat diatasi dengan pemasangan alat pacu jantung. sedangkan takiaritmia dapat disembuhkan dengan tindakan ablasi. Ablasi pada aritmia kompleks (AF) memakai sistem pemetaan 3 dimensi (sistem Carto).dr.dr. SpJP(K) 2. Dengan ablasi septal maka hambatan pengeluaran darah dapat dikurangi bahkan dihilangkan sehingga keluhan berkurang dan kualitas hidup lebih baik. SpJP(K) 3. Terjadi peningkatan kualitas hidup yang sangat bermakna dan keluhan yang sangat berkurang pasca penanaman sel punca. Keteraturan irama jantung dimungkinkan dengan adanya suatu sistem listrik yang unik di dalam jantung. nyeri dada. SpJP 4. Arirmia terdiri dari beberapa tipe yaitu (1) bradiaritmia. A. irama jantung yang terlalu cepat (> 100x/menit). Ablasi septal diindikasikan bagi penderita hypertrophic cardiomyopathy (HCM). A B gambar 3. jam. rasa seperti melayang. Dicky A Hanafy. Aritmia bisa terjadi dengan keluhan atau tanpa keluhan . Di PJNHK digunakan teknik penanaman secara retrograd ke dalam jantung sehingga meningkatkan tingkat keberhasilanya.dr. pusing. SpJP 46 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . irama jantung yang terlalu lambat (< 60x/menit) . Penyakit ini cukup sering ditemukan yaitu 1/500 orang dan bersifat fatal karena sering menimbulkan kematian jantung mendadak. Yoga Yuniadi. Kegiatan ini masih bersifat penelitian. efektif dan mempunyai angka keberhasilan yang cukup besar. B. Tindakan ablasi dapat dilakukan secara konvensional atau memakai teknik pemetaan 3 dimensi (Carto) untuk takiaritmia yang kompleks.Dr. dr. Tindakan ablasi saat ini umumnya menggunakan gelombang radiofrekuensi yang dihantarkan melalui kateter untuk menetralisir sel-sel jantung yang menyebabkan terjadinya takiaritmia. Penebalan sekat menyebabkan hambatan pengeluaran darah saat jantung memompa. yaitu ablasi septal dan penanaman sel punca (stem cell). Walaupun demikian hasil-hasil yang diperoleh sangat optimis untuk dalam waktu dekat diterapkan secara luas. yaitu penyakit jantung yang ditandai dengan penebalan berlebihan A bilik jantung kiri khususnya bagian septal/sekat. atau untuk mencegah kematian mendadak pada takiaritmia yang mengancam jiwa (dengan memasang ICD = implantable cardioverter defibrillator) Ablasi aritmia merupakan prosedur yang cukup aman.

misalnya PSA yang spesifik untuk prostat. urin atau jaringan tubuh yang kadarnya meningkat pada kanker. baik pada populasi normal maupun resiko tinggi. tetapi dapat berguna untuk pemantauan. Petanda tumor yang spesifik untuk jaringan dikaitkan dengan jaringan tertentu yang terkena kanker. Saat ini. Pemeriksaan skrining adalah cara untuk mendeteksi kanker secara dini. Idealnya petanda tumor hanya positif pada pasien dengan keganasan. belum ada petanda tumor yang memenuhi syarat untuk digunakan sebagai alat skrining kanker. Petanda tumor dapat merupakan produk dari sel kanker yang mungkin adalah suatu unsur yang normal tetapi diproduksi berlebihan oleh tumor. Syarat untuk suatu pemeriksaan skrining yang baik adalah mempunyai sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi. Sayangnya belum ada petanda tumor yang memenuhi kriteria ideal ini. Secara umum. misalnya CEA yang diproduksi oleh kanker saluran cerna. Sp. yang masing-masing menunjukkan suatu proses penyakit tertentu. yang bukan Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 47 . Seringkali petanda tumor secara tersendiri tidak dapat digunakan untuk mendiagnosis kanker karena : (1) Dapat terjadi peningkatan palsu pada kondisi bukan keganasan. karena kurangnya sensitivitas dan spesifisitas pemeriksaan. (3) menentukan prognosis P pada pasien. Petanda tumor yang spesifik untuk kanker dikaitkan dengan keberadaan jenis jaringan kanker tertentu. Contoh lainnya petanda spesifik kanker adalah Ca 19-9 dan Ca-125.ragam Pemeriksaan Laboratorium Untuk Petanda Tumor Oleh dr. petanda tumor dapat digolongkan menjadi 2 kelompok. sedangkan spesifisitas adalah kemampuan pemeriksaan untuk mengidentifikasi orang yang tidak menderita penyakit tersebut. dan petanda tumor ini digunakan dalam bidang onkologi untuk membantu mendeteksi adanya kanker. Ini disebabkan karena banyak petanda tumor merupakan protein. tetapi jika meningkat menunjukkan kelainan pada jaringan yang bermasalah. Fungsi lain dari petanda tumor adalah untuk membantu dalam diagnosis kanker. Lyana Setiawan. (4) memantau perjalanan penyakit pada pasien dalam remisi atau selama mendapatkan terapi pembedahan.PK etanda tumor adalah zat yang ditemukan dalam darah. Sensitivitas adalah kemampuan suatu pemeriksaan untuk mengidentifikasi orang yang menderita suatu penyakit tertentu. atau produk dari tubuh sebagai respon terhadap adanya kanker. radiasi atau kemoterapi. berkorelasi dengan stadium dan respon terhadap pengobatan serta mudah diukur. Petanda tumor dapat digunakan untuk: (1) skrining populasi sehat atau populasi beresiko tinggi untuk melihat adanya kanker. Jenis petanda tumor ini mungkin meningkat pada keadaan bukan kanker. Petanda tumor jenis ini tidak dapat digunakan untuk diagnosis. Terdapat banyak jenis tumor marker. sebelum timbul gejala. payudara dan paru. yaitu petanda tumor yang spesifik untuk kanker dan petanda tumor yang spesifik untuk jaringan. (2) mendiagnosis kanker atau jenis kanker tertentu.

kadar yang menurun atau kembali ke kadar normal menunjukkan respon yang baik terhadap pengobatan. Peningkatan PSA berkorelasi dengan stadium dan besarnya tumor.ragam hanya dihasilkan oleh sel kanker tetapi juga oleh sel normal. Peningkatan kadar CEA juga ditemukan pada keadaan lain seperti sirosis. Berikut ini. C. CEA merupakan salah satu antigen onkofetal pertama yang ditemukan dan dipergunakan secara klinis. Pemeriksaan CEA untuk pemantauan kekambuhan harus dilakukan minimal tiap 3 bulan. Selain itu. dan kadarnya pada orang dewasa adalah <5 ng/ml. Jika dilakukan pemeriksaan petanda tumor secara serial selama pengobatan. B. CEA digunakan untuk memantau kekambuhan. bahkan pada perokok (19%) atau populasi normal (3%). (3) Kadar petanda tumor tidak selalu meningkat pada semua orang dengan kanker. Kombinasi PSA dengan pemeriksaan rectum merupakan metode yang baik untuk mendeteksi kanker prostat. AFP merupakan bagian utama dalam plasma 48 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . penyakit radang usus (inflammatory bowel disease). pankreas. CEA juga dapat digunakan untuk memantau perjalanan penyakit atau responn terhadap terapi pada kanker payudara. misalnya peningkatan CEA ditemukan pada berbagai keganasan saluran cerna. dan kadarnya dapat meningkat pada keadaan seperti peradangan prostat. tetapi jika tetap meningkat dapat menunjukkan masih adanya penyakit. (2) Ada jenis petanda tumor yang meningkat pada lebih dari satu jenis kanker. dimana pasien dengan kadar PSA yang sangat tinggi sebelum pembedahan kemungkinan akan mengalami relaps. Carcinoembryonic Antigen (CeA) CEA adalah suatu protein yang ditemukan pada banyak jenis sel tetapi dikaitkan dengan tumor dan janin yang sedang berkembang. akan dibahas beberapa jenis petanda tumor yang paling sering digunakan di klinik. kadar CEA darah yang tinggi tidak spesifik untuk kanker kolon atau keganasan secara umum. lambung. sedangkan kadar yang meningkat menunjukkan perburukan. paru dan payudara. Kegunaan petanda tumor yang lebih penting khususnya adalah untuk menentukan prognosis. Kadar CEA meningkat pada berbagai jenis kanker. termasuk kanker pankreas. Di samping itu. PSA juga dapat memprediksi kekambuhan dan respon terhadap pengobatan. CEA juga tidak dapat digunakan untuk skrining karena banyaknya positif palsu. CEA diperiksa dalam darah. penyakit paru kronik dan pankreatitis. Antigen ini merupakan glikoprotein yang terdapat pada membrane plasma sel tumor dan dilepaskan ke dalam darah. khususnya pada stadium awal. Petanda ini spesifik untuk jaringan prostat. tetapi CEA mempunyai nilai prognostik untuk pasien dengan kanker kolon karena kadar CEA pra-operasi berkorelasi positif dengan stadium dan berkorelasi negatif dengan ketahanan hidup bebas penyakit. lambung dan ovarium. Alpha fetoprotein (Afp) Alpha-fetoprotein adalah protein janin normal yang disintesis oleh hati. karena kadar petanda tumor dapat memberikan gambaran mengenai stadium penyakit pada saat diagnosis dan adanya petanda tumor tertentu dapat memperkirakan respon terhadap pengobatan. A. PSA juga mempunyai nilai prognostic. PSA juga meningkat sejalan usia dan bervariasi menurut ras. CEA berguna untuk memantau keberhasilan pengobatan. pembesaran prostat jinak dan kanker prostat. kantung kuning telur dan saluran cerna. misalnya CA-125 juga dapat meningkat pada endometriosis dan asites. paru. sehingga tidak dapat digunakan untuk diagnosis. tetapi tidak spesifik untuk kanker. Selain pada kanker kolon. Biasanya kadarnya kembali normal dalam 1-2 bulan setelah pembedahan. PSA sangat sensitif untuk kanker prostat. Peningkatan CEA di atas nilai awal harus dipastikan karena merupakan petunjuk untuk melakukan operasi ulang. Walaupun CEA pertama kali ditemukan pada kanker kolon. PSA secara normal terdapat dalam kadar rendah pada semua pria dewasa (N: 0-4 ng/ml). prostate-specific Antigen (pSA) PSA merupakan pemeriksaan petanda tumor yang paling sering diperiksa untuk skrining adanya keganasan pada prostat.

5.0 .4. Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 49 .0 0.0 .0 darah janin. Selain pada kanker ovarium. Practice Guidelines and recommendations for use of tumor markers in the clinic. penutup Walaupun saat ini belum ditemukan petanda tumor yang ideal. Ca 15-3 Ca 15-3 adalah antigen yang digunakan untuk memantau aktivitas penyakit pada kanker payudara. kelainan ginekologik dan non-ginekologik lain.4. CA-125.5 Kaukasia 0.2. kehamilan.0 . Technology and Clinical Applications. Karena prevalensi kanker ovarium rendah. tetapi kadarnya turun dengan cepat setelah lahir. Wittliff JL. Dnistrian AM.html 3. Fritsche HA. Ca-125 Ca-125 adalah antigen yang ditemukan pada 80% karsinoma ovarium non-musinosa. AACC Press. Peningkatan kadar AFP pada keadaan bukan kanker umumnya kurang dari 500 ng/ml. pankreas. Role of tumor markers and recent advances in Cancer Diagnosis. AFP meningkat juga pada kehamilan normal atau penyakit hati jinak (hepatitis.0 0.0 .0 . menilai prognosis serta memantau perjalanan penyakit dan respon terhadap pengobatan. Fleisher M. Amish Vora and Vinod Kochupillai.com/tumormarkers. e. sirosis). petanda tumor digunakan untuk membantu diagnosis.0 . AFP berperan penting dalam diagnosis kanker hati dan dapat berguna untuk skrining kanker hati. 2040% kasus kanker kolon dan 71-93% kanker pankreas. Tumor Markers. Sturgeon CM. serta pada menstruasi. AFP. baik pemeriksaan fisik maupun pencitraan. HCG.49 50 . akan tetapi pencarian petanda tumor terus berkembang. Jika digunakan dalam kombinasi dengan berbagai pemeriksaan.5 0.0 . Schwartz MK (eds). Kepustakaan 1. Ca 19-9 Ca19-9 adalah antibody monoklonal yang dihasilkan terhadap suatu galur sel kanker kolon. Physiology.5 0. Pathobiology.5 0.59 60 . AFP merupakan petanda yang mempunyai nilai diagnostik dan berguna dalam pemantauan terapi.tc-cancer. maka petanda tumor akan meningkatkan nilai diagnostik. endometriosis. Tumor Markers.0 . payudara dan kolon.4.0 0.0 0.5.0 0. paru. f.6. Selain kanker hati. kadar Ca-125 juga meningkat pada kanker endometrium. Chan DW. Dengan demikian.2.4. Available from : http://www.2. Washington. Peningkatan kadar Ca 15-3 ditemukan pada 6080% kasus kanker payudara metastatik dan kadarnya sebanding dengan perjalanan penyakit dan respon terhadap terapi.3.0 . d. khususnya pada populasi beresiko tinggi.5 0.79 Kulit hitam 0.0 . Manisha Bhutani. In: Diamandis EP. Lilja H. 2002: 33-63 2.3.0 . Lamerz R. Kadarnya meningkat pada 21-42% kasus kanker lambung. Dalam praktek saat ini.0 . Petanda ini sering meningkat pada pasien dengan kanker ovarium dan kadarnya mengikuti perjalanan penyakit serta respon terhadap terapi pembedahan atau kemoterapi.69 70 .ragam nilai rujukan spesifik usia untuk pSA serum [ng/ml] Kisaran usia (th) 40 .5 Asia 0. AFP merupakan petanda untuk kanker sel benih (germ cell carcinoma). dan pada orang dewasa kurang dari 10 ng/ml. pemeriksaan ini tidak dapat digunakan secara tersendiri untuk skrining.

000 ODE akan memperoleh penyembuhan melalui Bedah Epilepsi. keadaan itu disebut paralise todd. juga merupakan bentuk epilepsi. Pada anak-anak misalnya. Zaenal Muttaqin. lelah/lemas untuk sementara. untuk sesaat sel-sel tersebut akan kehabisan energi dan mengalami kelelahan yang wujudnya adalah penderita tak sadar. Mulut yang tiba-tiba komat-kamit di luar kehendak. dan terbanyak adalah kasus Epilepsi Lobus Temporalis (ELT). Kemajuan dan hasil yang telah dicapai dalam upaya menjadikan RSUP Dr. yang diperlukan radioisotope/bahan radiofarmaka yaitu pemeriksaan SPECT atau Single Photon Emission CT.ragam RSUP Dr. Kariadi Semarang sebagai Pusat Rujukan Nasional Bedah Epilepsi. Bila kejang juga mengenai otot-otot pengunyah di sekitar mulut. Hingga akhir Desember 2009.5 juta ODE. sebanyak 212 kasus. atau tangan/kaki yang bergerak-gerak sendiri pada pasien yang tetap sadar atau seseorang yang tiba-tiba terjatuh dan tak sadar sesaat. Semenjak satu dasa warsa. segala konsekuensinya bila telah dibuktikan bahwa pada tubuh atau otak orang itu tidak ada penyebab kejang lain yang bisa dihilangkan/disembuhkan. Dr. RSUP Dr. dan sekitar setengahnya 220.000 orang akan mengalami refrakter. serangan kejang pada epilepsi adalah wujud lepasnya muatan listrik secara bersamaan dan tidak terprogram dari sekumpulan sel-sel otak atau dari seluruh otak” Prof. Setelah seluruh otak melepaskan muatan listriknya. Secara medis. 440. Kariadi Semarang Sebagai Pusat Rujukan Nasional Bedah Epilepsi “Andaikata Otak dianggap sebagai Pusat Komputer yang Secara elektronik mengendalikan seluruh aktivitas badan kita. dan jumlah ODE yang dioperasi meningkat setiap tahunnya. dr. di Indonesia diperkirakan L ada 1. Guna menilai hasil-hasil dari tindakan bedah. mencapai sekitar 35-47 orang per tahun. dilakukan evaluasi angka bebas kejang pada 106 ODE 50 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 .5-0. SPBS (Bagian Bedah Syaraf RSUP Dr. Seseorang baru boleh dinyatakan sebagai orang yang hidup dengan epilepsi (ODE). Inilah proses terjadinya epilepsi. Kali pertama pada bulan Juli 1999. Diantara mereka. Sedangkan alat Elektroensefalogram (EEG) yang bak dan memenuhi syarat untuk evaluasi lanjutan pasien epilepsy Sebagian dari ODE ada yang memerlukan pemeriksaan lanjutan dengan peralatan yang lebih canggih dan rumit. bedah epilepsi telah dilakukan pada 238 ODE refrakter. Kariadi Semarang sejak Februari 2000 memiliki alat Magnetic Resonance Imaging (MRI) yang cukup baik dengan kemampuan mendeteksi kelainan otak setara dengan alat MRI yang ada di Singapura dan Australia. jauh dari kebenaran. Angka prevalensi 0. lebih banyak terdiam atau bengong sesaat kemudian sadar lagi. Kariadi Semarang) epasnya muatan listrik secara tidak terkontrol ini adalah kejang-kejang yang bias dimulai dari lengan atau tungkai kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Anggapan bahwa epilepsi dapat ditularkan melalui buih/busa di mulut. yang kadang-kadang disertai darah akibat lidah yang tergigit. kelenjar liur pun seperti diperah sehingga isinya keluar berupa buih/busa di mulut. RSUP Dr. khususnya untuk memastikan lokasi pusat kejang dan kedekatannya dengan fungsi bicara/ memori bahasa.6%. Kariadi Semarang telah melakukan bedah epilepsi. Bentuk serangan epilepsi tidak selalu berupa gejala kejang-kejang.

Secara keseluruhan 70. Ironisnya. Angka bebas kejang pada ODE ini mencapai lebih dari 90%. hanya 58% (dari 156 kasus ODE refrakter) yang keputusan untuk bedah epilepsi dilakukan berdasarkan hasil MRI. yang letak fokus epilepsinya tidak terlihat pada MRI serta memerlukan beberapa pemeriksaan lain yang cukup rumit. keputusan untuk melakukan operasi (56 kasus ODE refrakter) hanya didasarkan atas hasil foto MRI. Mengingat banyaknya ODE refrakter yang bisa memperoleh kebaikan melalui Bedah Epilepsi. Tidak adanya fasilitas bedah epilepsi menjadi alasan utama kurangnya pemahaman di kalangan tenaga medik. Jadi terdapat sekitar 42% ODE refrakter sulit. Evaluasi yang sudah dilakukan di India dan Thailand. Jadi bedah epilepsi bukanlah sebagai pilihan terakhir apabila semua bentuk pengobatan lain telah gagal. artinya operasi hanya dilakukan pada ODE refrakter sederhana. sehingga tindakan bedah epilepsi dianjurkan dilakukan lebih awal sebelum timbulnya kondisi refrakter. sedangkan bedah epilepsi menghasilkan bebas kejang sekitar 70-90%. Usaha untuk mengembangkan bedah epilepsi di Semarang ini bisa dibagi jadi 2 tahap. tentang manfaat bedah epilepsi. Hal ini akan berujung pada keengganan untuk merujuk ODE refrakter. 90% berada di negaranegara berkembang dengan kepadatan penduduk yang tinggi. padahal hasil bebas kejang terbaik yang dicapai OAE baru tersebut cuma sekitar 16%. antara lain rekaman EEG saat ODE mengalami serangan kejang. dan yang lama sakitnya kurang dari 10 tahun (78. Meskipun harus menunggu selama 15 tahun. Tetapi bila dilihat dari kelompok usia saat di operasi. hanya 26 dari 142 negara berkembang yang sudah memiliki program bedah epilepsi ini. sampai rekaman EEG intrakranial (langsung dari permukaan otak).2009).40%).72% vs 64. setidak-tidaknya dibutuhkan 5 (lima) pusat pelayanan. diperlukan pusat-pusat pelayanan kesehatan rujukan yang mampu memberikan pelayanan ini. dengan fokus epilepsi yang bisa diketahui dari foto MRI. serta di Indonesia (Semarang) membuktikan bahwa program bedah epilepsi bisa mencapai hasil yang amat baik meskipun dilakukan di negara-negara dengan sumber daya yang terbatas. bahkan para dokter.ragam yang telah melewati tenggang waktu 24 bulan pasca operasi.04%). Selain itu diperlukan seorang Spesialis Saraf yang mendalami epilepsy. Selama 5 tahun pertama (2000-2004). Pusat-pusat pelayanan bedah epilepsi primer ini harus mampu melakukan tindakan operasi pada jenis epilepsi refrakter yang terbanyak yaitu Epilepsi Lobus Temporalis (ELT). semua rumah sakit yang berencana menjadi pusat bedah epilepsi Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 51 . Pada 5 tahun berikutnya (2005. Kurangnya pengertian serta tidak adanya kesempatan untuk secara langsung bertemu dengan ODE pasca-bedah menimbulkan rasa khawatir dan rasa takut yang berlebihan tentang operasi epilepsi. tentu saja dibutuhkan tenaga spesialis bedah saraf yang memang sudah terlatih untuk melaksanakan operasi epilepsi.Hasil terbaik bedah epilepsi ini diperoleh pada kasus ELT yang foto MRI nya memperlihatkan adanya kelainan pada satu hippokampusnya. obat-obatan anti-epilepsi baru yang amat mahal telah dipasarkan dan dipublikasikan secara besar-besaran melalui banyak pertemuan kedokteran.75% ODE pasca operasi bisa mencapai keadaan bebas kejang. Untuk pulau Jawa. Data dari 238 ODE pasca bedah di Semarang memperlihatkan tenggang waktu rerata sekitar 15 tahun sebelum ODE refrakter menjalani bedah epilepsi. ternyata angka bebas kejang ini jauh lebih tinggi pada ODE yang dioperasi saat usianya kurang dari 25 tahun (75. Perangkat keras yang dibutuhkan adalah rumah sakit dengan fasilitas pelayanan Bedah Saraf Mikro (Microneurosurgery). mereka cukup beruntung bila dibandingkan dengan puluhan ribu ODE lain yang bahkan tidak pernah dengar tentang bedah epilepsi. dan sisanya memperoleh kebaikan dalam pelbagai tingkatan dari bedah epilepsi ini. dan pemeriksaan Positron Emission Tomography (PET) scan. Dari 50 juta ODE di seluruh dunia. Di sisi lain. Untuk kepentingan ini. dan satu pusat pelayanan untuk setiap pulau besar lainnya. melainkan pilihan terbaik untuk jenis-jenis epilepsi tertentu Guna mencegah keadaan refrakter yang bisa merusak masa depan.4% vs 66.

akan semakin bertambah kebutuhannya. 5. mulai belajar berbicara atau berjalan. Mengingat jumlah penyandang epilepsi cukup banyak.membaca buku atau melakukan aktivitas yang menyenangkan bagi bayi Anda yang mulai merangkak. Tunjukkan perhatian Anda. dia akan memulai kehidupan sosial yang baru. Kariadi Semarang. Terlibat dalam kehidupan sosial anak Anda Ketika anak Anda mulai beranjak usia sekolah.ragam primer tersebut harus menunjuk dokter spesialis bedah sarafnya untuk mengikuti semua kegiatan bedah epilepsi di RS Dr. 2. akan menambahkan rasa sayang dan kasih Anda baik kepada istri maupun anak Anda. membaca buku bersama mengenai kehamilan. misalnya Arif mau A atau mau B? Dan tetaplah membuka kemungkinan pilihan lain selama pilihan itu tidak bertentangan dengan hal prinsip. akan besar kemungkinan melakukan kegiatan semacam itu pada bulan-bulan selanjutnya. semakin beragam dan variatif. pesawat terbang atau sembunyi sembunyian. 4. sms atau melalui surat. percayai anak Anda dan berikan kebebasan Jadilah seorang ayah yang memberikan kebebasan dan dapat mempercayai anak Anda. Kariadi dengan pengalaman bedah epilepsi selama satu dasa warsa. sudah harus melengkapi diri dengan pelbagai peralatan diagnostik maupun tenaga spesialis yang diperlukan untuk menjadi Pusat Rujukan Nasional Bedah Epilepsi. dengan mengenali misalnya nama teman-temannya. Ikatan emosional antara ayah dan anak. Bila memungkinkan temanilah istri Anda dalam persalinan. Bagaimana seorang ayah yang sibuk bekerja di luar tetap bisa mempererat dan menjalin ikatan emosional ini? Di bawah ini adalah tips-tips bagi Seorang Ayah : 1. Berikan keseimbangan antar kerja dan keluarga. diperlukan kerjasamaberlanjutantaraparadokter umum di daerah/pedesaan. Interaksi yang baik antara anak dan ayah ini. 7. Tapi cobalah memberikan dia pilihan. RS Dr. ditentukan salah satunya oleh interaksi antara ayah dan anak itu sendiri. dikatakan sangat mempengaruhi kecerdasan emosional seorang anak yang membuatnya tumbuh menjadi sosok dewasa yang berhasil. persiapkan diri Anda sedini mungkin sejak istri Anda hamil Mengikuti persiapan persalinan berupa senam. dan detik-detik terdengarnya tangisan bayi yang lahir ke dunia ini. dan mengasuh bayi mereka sejak dini. lewatkan waktu bersama untuk bermain. Tips Peran Ayah Dalam Pertumbuhan Anak Hasil riset dan para psikologi banyak yang menyatakan bahwa peran ayah sangat penting dalam pertumbuhan seorang anak. usahakan lah tetap menjalin komunikasi dengan baik. 6. penuhilah sesuai kebutuhannya Bertambah dewasa seorang anak. (berbagai sumber) 52 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . Kepercayaan Anda akan menjadikan dia tumbuh menjadi anak yang percaya diri dan mandiri. dan ini akan membuat sekitar setengah dari mereka menjadi bebas kejang dan meningkat kualitas hidupnya. melalui telepon atau chatting internet. Komunikasi yang baik Bila Anda dinas luar atau tinggal terpisah berjauhan dengan anak Anda. usahakan lah jangan sampai menganggu porsi sang ayah dalam ikut aktif merawat bayi. Luangkan waktu 5 menit saja untuk mendengarkan celotehannya dan mengerti betul isi cerita itu. rasa sayang Anda melalui telepon. Jangan Anda paksakan dan menganggap dia masih kecil sehingga memperlakukan sebagai seorang bayi. 8. dan kemampuan menangani ODE refrakter yang sulit dalam lima tahun terakhir. Janganlah mendikte dia untuk melakukan A. cara merawat bayi atau berbelanja bersama untuk menyambut kelahiran sang bayi. Selain itu. RSUP Kariadi Semarang teruslah mengembangkan Pusat Layanan Epilepsi guna memberikan pelayanan paripurna/komprehensif bagi para ODE. Untuk. aktivitas yang dia lakukan bersama temannya atau nama guru TK/ SD nya. Salah seorang peneliti menemukan bahwa para ayah yang mulai mengganti popok. cobalah ikut aktif merawat bayi Anda. atau usahakan jangan membawa pekerjaan ke rumah. 3. Di sisi lain. perlu sekali upaya pendidikan bagi masyarakat agar memahami epilepsi secara benar dan tidak boleh lagi ada pandangan atau perlakuan yang salah terhadap penyandang epilepsi. ikut aktif merawat bayi Sedari awal menjelang kelahiran. Usahakan terlibat dalam kehidupan sosial anak Anda. Bagi keluarga yang mendapatkan pertolongan dari nenek atau saudara lainnya. memandikan. Jadilah pendengar yang baik Kesibukan kerja terkadang membuat Anda mengabaikan cerita-cerita anak Anda. Kehadiran rumah sakit yang mampu melakukan bedah epilepsi yang tersebar banyak propinsi ini diharapkan akan dapat menjangkau sebagian besar dari 440 ribu ODE refrakter yang ada di negeri ini. Bermain bersama Ketika bayi Anda makin beranjak usia. Terpenting adalah pencegahan epilepsi harus dimulai secara dini. Give him the space. Melihat langsung perjuangan istri Anda. yang digemari seperti kuda-kudaan. dengan siapa dia bergaul. Ciptakanlah permainan-permainan yang menggairahkan.

NTB dan lain-lain b. Provinsi Sulawesi Selatan. Dimulai dengan prakarsa Menteri kesehatan tahun 1980 dan menginstruksikan kepada direktur Jenderal pelayanan medic dan direktorat pemberantasan penyakit menular berangkat ke Jepang untuk memperoleh dana bantuan dari masyarakat memorial Health Foundation pada waktu itu direncanakan Rumah Sakit Kusta Makassar berkapasitas 100 tempat tidur dengan rencana dana yang diperlukan Rp. 2. NTT. Rumah Sakit Makassar berkembang menjadi beberapa daerah seperti sebagai berikut 1. • leprosarium Lerang Kab Bone • leprosarium Lauleng Kota Pare-Pare • leprosarium Batu Leleng Madya Kabupaten Tana Toraja • leprosarium Toppoe Kabupaten Majenne • leprosarium Kalang-Kalang Kota Palopo • leprosarium Laringgi Kabupaten Soppeng • leprosarium Tinco Kabupaten Wajo • leprosarium Landipokki Kabupaten Polmas. membina daerah Jawa.000. Provinsi penyakit Kusta cukup tinggi di Sulawesi Selatan dan Kawasan Timur Indonesia (KTI) pada umumnya. NTT. di Rektorat pelayanan medic di Semarang di putuskan bahwa di Indonesia dianggap perlu membagi daerah binaan R umah Sakit Kusta di tiga Wilayah • Rumah Sakit Sungai Kundur Palembang.000 yang ternyata baru dapat dilegalisir tahun 1987 Adapun alasan menteri kesehatan perlunya membangun Rumah Sakit Kusta Makassar adalah : Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 53 .1. Kalimantan Tengah.Tajuddin Chailk Makassar a.ragam Promosi dan Pengembangan Pusat Rehabilitasi Rumah Sakit DR. Kalimantan Selatan. penderita AWAL : Rumah Sakit Kusta berdiri pada tahun 1984 s/d 1987 didirikan berdasarkan Instruksi Menteri Kesehatan pelayanan medik dan direktorat Jenderal pemberantasan penyakit menular sedangkan yang sekarang sudah berkembang dengan adanya pelayanan umum dan rehabilitasi medic sehingga bertambahnya pelayanan medic yaitu dokter umum dan spesialis lainnya antara lain : Dalam kurun waktu yang terbilang panjang jumlah separuh nya Rumah Sakit Kusta Makassar bersikap lebih dewasa dalam menghadapi permasalahan yang berkembang di masyarakat dan memiliki kemampuan untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik sesuai tuntunan organisasi masa kini maupun masa mendatang. NTB. Provinsi Sulawesi Tengah Hanya usaha pengolahan di lapangan yang perlu perhatian dan dines kesehatan. Kalimantan Timur. Provinsi Sulawesi Tengah Sejak Rumah Sakit Kusta Bau-bau ditutup. Bali. • Rumah Sakit Kusta di Sitanala Tangerang. 3. Pada rapat konsultasi direktorat Rumah Sakit. Banyaknya penderita Kusta di provinsi lain 1 Kalimantan. dan Pemda setempat. membina daerah seluruh Sumatra dan Kalimantan Barat.

jamkesmas. Fisioterapi. Spesialis syaraf : Jamkesda. seiring dengan perubahan nama kota madya Ujung Pandang menjadi Kota Makassar. Operasi Katarak. Pelayanan Rehabilitasi Medik di RS. Bedah Kosmetiok / Plastik Rancangan pelaksanaan RS. dan paru (PPOM). Okupasi Kerja dan Kegiatan 54 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . Tajuddin Chalik Makassar akan mengarah menjadi pusat Rehabilitasi Medik di Kawasan Indonesia Bagian Timur. sandal. Protesa. pasang lensa. Pada tahun 2001 Rumah Sakit Kusta pembina Ujung Pandang berubah nama menjadi Rumah Sakit Kusta Regional Makassar. DR. Jamkesmas Umum. Pada awal Rumah Sakit Kusta Regional Makassar didirikan. Bina suasana dengan dilakukan sesama petugas. tenggorokan. Mata . Pembuatan Kaki Palsu 2. Program kegiatan penyuluhan dilakukan baik di dalam Rumah Sakit maupun diluar Rumah Sakit merupakan suatu proses yang kompleks untuk memberikan pelayanan yang prima dan di perlukan berbagai disiplin ilmu teknologi yang mutakhir. kusta. Spesialis THT : Jamkesda. DR. Liflet. spuling telinga.ragam dipindahkan ke leprosarium bahwa yang perlu perhatian dan penanganan. hidung Spesialis internal : pasien umum. Jamkesmas Umum. penderita dan keluarga serta ma syarakat umum. penyakit dalam. jamkesda. kaki palsu. operasi petrigium PROMOSI : Pelayanan Promosi Dilakukan Dengan menggunakan brosur. Tajuddin Chalik Pusat Rehabilitasi Medik diperkirakan tahun 2001 KEGIATANNYA : 1. Bentuk -bentuk pelayanan Rehabilitasi Medik dan pelayanan cosmetic antara lain : 1. Pembuatan kaki palsu (Orthotic Prostatic) pembuatan sepatu. fasilitas tempat tidur Rumah Sakit sebanyak 100 tempat tidur dengan didukung oleh sumberdaya manusia sebanyak 96 orang.

faktor input dan proses dari pelayanan itu sendiri. Dibanding negara ASEAN lainnya. Angka diatas menunjukkan bahwa kualitas kesehatan dalam hal ini pelayanan kebidanan di Indonesia sangat jauh ketinggalan dibandingkan dengan negaranegara ASEAN yang lain. 000 kelahiran hidup. Sedangkan AKB di Indonesia. standar/pedoman lain Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 55 . yang salah satunya Prov. mengalami penurunan yang sangat lambat. terbukti dengan banyaknya keluhan masyarakat yang terpampang hampir setiap hari di media masa elektronik maupun cetak. berdasarkan SDKI 1997 adalah 52 per 1000 kelahiran hidup. organisasi profesi dan beberapa pihak terkait telah berupaya memperbaiki sistem pelayanan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memperbanyak program yang sinergis yang bertujuan sama. Kondisi ini mengindikasikan bahwa betapa parah dan rendahnya kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan di Indonesia dimanapun tempatnya. Angka ini 3 – 6 kali lebih besar dari negara di wilayah ASEAN dan lebih dari 50 kali dari angka di negara maju. AKB Indonesia masih 2 – 5 kali lebih tinggi. yaitu 307 per 100. menjadi 35 per 1000 kelahiran hidup (SDKI 2002/2003). Akibat ketidak berhasilan dari upaya/program yang dirasakan oleh masyarakat. 000 kelahiran hidup (SDKI 2002/2003). Faktor input dari pelayanan di antaranya meliputi kebijakan. sehingga menimbulan ketidak puasan. Pelayanan kebidanan yang berkualitas ditentukan oleh beberapa faktor antara lain. tenaga yang melayani. AKI yang menurut SKRT 1995 adalah 373 per 100. standar asuhan kebidanan.ragam Penerapan Standar dan Pedoman Asuhan Kebidanan di RS Ponek di ondisi pelayanan kesehatan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Peningkatan Kemampuan & Pembuatan Komitmen K adalah angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Kalimantan Timur dan Jawa Timur Self Assessment. sarana dan prasarana. Tetapi upaya ini tidak akan berhasil bila tidak diikuti dengan komitmen yang tinggi dari para pelaku pelayanan untuk menjalankan sistem dan upaya-upaya/program tersebut. Meskipun pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dampak kualitas pelayanan kesehatan tercermin pada indikator derajat kesehatan.

bahwa bidan tidak percaya diri dalam melakukan asuhan kebidanan karena tidak terampil. Kualitas pendidikannya hanya sebagian kecil bidan yang sudah DIII. Hasil penelitian Pusdiknakes dengan WHO (1999) menunjukan. Masalah pada inpuT 1. sehat. Klinik. Dalam mempertahankan kualitas pelayanan kebidanan yang terstandar perlu adanya proses bimbingan. Kebijakan 4. monitoring. Sosialisasi. 80 % bidan tidak pernah mengikuti pelatihan dalam 5 tahun terakhir. dan kurang mendapat kesempatan peningkatan kemampuan teknis melalui pelatihan. Evaluasi OuTpuT Asuhan kebidanan terstandar Pencatatan asuhan kebidanan terstandar dAmpAK • Ibu & bayi aman. sehingga dapat menghasilkan Output ibu dan bayi yang aman. Hasil kunjungan dari Subdit kebidanan dan perinatal Direktorat keperawatan ke Rumah Sakit dan Puskesmas di 5 Provinsi (2004). SDM 2. kondisi tersebut 56 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . Maka input terutama SDM. Standar Asuhan Kebidanan 5. dan Desa. Pembuatan Komitmen. hal ini merupakan dampak dari kesempatan praktek yang kurang selama pendidikan. sehat. Bila digambarkan dalam bagan penerapan standar dan pedoman manajemen asuhan kebidanan adalah sebagai berikut : Dari sistem diatas ternyata masih menunjukan adanya permasalahan dari setiap tahap. dan menurunkan angka kesakitan dan angka kematian ibu dan bayi. Standardisasi 3. hubungan interpersonal dan penerapan etika dan kode etik kebidanan. meliputi penampilan kinerja sesuai dengan standar. dengan trauma seminimal mungkin • Kepuasan • Angka kesakitan menurun • Angka kematian menurun umpAn-BAliK sistem tersebut bila dilihat dari salah satu pelaku pelayanan kebidanan adalah bidan. Faktor proses adalah suatu kinerja dalam mendayagunakan input yang ada. Rumah Bersalin. ditemukan bahwa semua rumah sakit dan puskesmas belum menerapkan Standar dan Pedoman Asuhan kebidanan. Puskesmas. dalam interaksi antara bidan dan pasien. evaluasi dan penghargaan bagi bidan sebagai tenaga kesehatan dalam pelayanan kebidanan.ragam yang tersedia serta metode yang disepakati. Dari hasil penelitian Direktorat Keperawatan dan Keteknisian Medik dengan WHO (2000) menunjukan. Fasilitas & Sarana Prasarana 3. dengan trauma seminimal mungkin. Pedoman Manajemen Asuhan Kebidanan pROSeS 1. Dampak dari output tersebut akan menciptakan kepuasan pelanggan. serta UU otonomi daerah yang merubah pola system kebijakan yang otomatis akan berpengaruh pada proses pelayanan kesehatan. Bimtek 4. antara jumlah dan distribusi secara nasional belum mencukupi dan belum merata. & Self Assessment 2.9% tenaga bidan tidak pernah mendapat training dalam 3 tahun terakhir. Standar yang tersedia (SOP) 6. bahwa 70. di RS.

sebaiknya. Selain itu. yang didirikan Glenn Doman. usahakan setiap kata dibaca maksimal antara 15 ? 25 kali. anak-anak dapat menirukan kata di saat usia mereka 1 tahun. Pada saat mengajarkan anak membaca.27 Maret 2010. namun sayangnya orangtua sering mengabaikan.” tuturnya. “Lebih baik menunda. Jika diibaratkan. mama dan tante. “Dari hal tersebut. Kegiatan ini telah dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Timur (RS A. orangtua adalah pembuat keramik sedangkan anakanak adalah tanah liatnya. “Jadi tidak perlu ditanya ‘Dapatkah anak kecil membaca?’ tetapi yang perlu ditanya adalah ‘Bacaan apa yang Info kita inginkan dibaca anak’. Hemispherectomy (membuang separuh fisik otaknya) maka masih punya kemampuan berpikir dengan otaknya yang utuh. Dan juga bisa membedakan papa dan oom.” ujarnya. Mengajar membaca mudah dan sederhana. terlalu lambat. dibacakan dengan kuat dan jelas dan lakukan dengan suasana gembira. Irene F Mongkar. dapat membaca kalimat di usia 2 tahun dan dapat membaca buku di usia 3 tahun. orangtua rajin membacakan buku cerita atau mengajarkan menggambar sejak dini.” ucap Glenn. Serta Tujuan Khususnya adalah adanya persamaan persepsi terhadap Standar dan Pedoman Asuhan Kebidanan. Menurut ahli pendidikan tersohor asal AS.” tandasnya saat menjadi pembicara seminar Smart Parents Conference yang diadakan Frisian Flag. Irene menuturkan. kita harus percaya bahwa anak-anak memiliki kemampuan belajar yang tak tertandingi. tetapi juga perlu diperhatikan apakah anak mengerti apa yang dibaca. bermain. sampai pada menghafal iklan. semakin mudah untuk lancar membaca. di Philadeldia. “Tunda mengajar huruf sampai anak siap belajar menulis.” tutur pengamat anak dan praktisi sistem pengajaran Glenn Doman. 08 .ragam diatas sangat signifikan berdampak pada kualitas pelayanan. (berbagai sumber) Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 57 . dan adanya rencana tindak lanjut dalam Penerapan Standar dan Pedoman Asuhan Kebidanan. AS. Namun. atau terlalu sering memberi tes. Ditambahkan Irene bahwa membaca bukan sekadar bisa mengucapkan apa yang dibaca. Ajarkan Membaca sejak Dini MASA pertumbuhan anak memang sangat menentukan bagi perkembangan kecerdasannya kelak saat remaja. Membaca merupakan salah satu fungsi tertinggi otak manusia. Karena itu. Dan untuk orangtua dapat melihat bukti bahwa anak-anak dapat membaca terlihat dari si anak bisa mengenal besar kecil. Bergembiralah dan ciptakan cara baru. Mutlak bagi anak-anak untuk melakukan kegiatan belajar. jelas. dan menarik. Hal ini terlihat seorang anak mampu menghafal beberapa kata atau syair lagu. Tujuan Kegiatan Penerapan standar dan pedoman asuhan kebidanan adalah adanya komitmen untuk meningkatkan kualitas asuhan kebidanan dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi. termasuk membaca. “Semakin muda usia anak ketika dia belajar membaca. Dan yang juga patut menjadi perhatian dalam mengajarkan anakanak membaca adalah dengan menggunakan kata-kata cukup besar. Selain itu. Masa Pertumbuhan Anak. beberapa ahli mengatakan bahwa perkembangan kecerdasan anak balita 0 ? 4 tahun mencapai 50 persen.Irene mengingatkan.13 Maret 2010 dan Provinsi Jawa Timur (RS Syaiful Anwar Malang) pada tanggal. adanya kesepakatan atau komitmen untuk menerapkan Standar dan Pedoman Asuhan Kebidanan. “Ternyata anak yang cedera otak pun dapat membaca dengan baik pada usia tiga tahun atau lebih muda lagi.” ucap pemerhati anak yang mengikuti kursus How to Multiply Your Baby?s Intelligence di Institute for the Achievement of Human Potential. 22 . jika suasana tidak menunjang anak untuk belajar. Glenn Doman dalam bukunya How to Teach Your Baby to Read mengatakan bahwa otak anak yang separuhnya sudah dilakukan pembedahan. atau bisa juga bermain sambil belajar. 4 ? 8 tahun mencapai 80 persen dan 8 ? 18 tahun mencapai 100 persen. membaca merupakan salah satu fungsi paling penting dalam hidup dan dapat dikatakan bahwa semua proses belajar didasarkan pada kemampuan membaca. Jadi yang tidak boleh dilakukan adalah membuat anak belajar membaca maju terlalu cepat. Wahab Syahrani Samarinda) pada tanggal.

Sarana. Pengertian Pelayanan Perawatan Metode Kanguru.resensibuku Pedoman Pelayanan Kesehatan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Dengan Perawatan Metode Kanguru di Rumah Sakit dan Jejaringnya Pemrakarsa Tebal Terbit Tahun : : : Direktorat Bina Pelayanan Medik Spesialistik 42 Halaman 2009 B erdasarkan SKRT tahun 2001. Pembinaan dan Pengawasan. biaya yang tinggi dan tenaga terampil yang mampu mengoperasionalkan alat dan melakukan perawatan secara benar. Obat-obatan dan Peralatan. Pengorganisasian. Buku ini terdiri dari 9 bab dengan daftar isi antara lain tentang Pendahuluan. Pembiayaan. Oleh karena itu diperlukan cara alternative dengan teknologi tepat guna yaitu Perawatan Metode Kanguru. 58 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . Keselamatan Pasien (Patient Safety). Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan penyebab utama kematian neonatal yaitu sebesar 29 % sementara angka kejadian BBLR di Indonesia masih relatif tinggi sekitar 14 %. Hal ini menjadi perhatian para klinisi dan Kementerian Kesehatan untuk menyusun pedoman pelayanan agar dapat dipakai sebagai acuan dalam mengembangkan dan meningkatkan Perawatan Metode Kanguru didalam dan diluar Rumah Sakit. Pengembangan Layanan. Pelayanan Perawatan Metode Kanguru. Perawatan BBLR/premature menjadi sulit karena terbatasnya alat.

Bengkulu Utara. Perbatasan. gawat darurat/pelayanan darurat. Maluku. Menjawab hal tersebut. K Rumah Sakit Bergerak Lingga Kepulauan Riau Beberapa fasilitas Rumah Sakit Bergerak Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XX Tahun 2010 59 . Papua dan Papua Barat. bersifat sementara. tersebar diberbagai provinsi NAD. Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Kementerian Kesehatan telah mendirikan 14 Rumah Sakit Bergerak. Maluku Utara. ketika masyarakat di Daerah Tertinggal. dan kegiatan upaya kesehatan perorangan yang dilaksanakan selama 24 jam melalui pelayanan rawat inap. dalam jangka waktu tertentu dapat dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain. sehingga tercipta masyarakat mandiri yang sehat dan berkeadilan. Pendirian Rumah Sakit Bergerak sebagai fasilitas kesehatan yang siap guna. rawat jalan. Sulawesi Barat. seperti yang diamanatkan dalam Visi Pembangunan Kesehatan di dalam perencanaan strategis tahun 2010 -2014. Kalimantan Timur. Kepulauan Riau. Rumah Sakit Bergerak ini sebagai bentuk perhatian khusus bagi masyarakat dan sedikitnya dapat mengurangi masalahmasalah kesehatan di DTPK. Sulawesi Utara. NTT. dan Kepulauan (DTPK) dihadapkan pada sulitnya mendapatkan fasilitas kesehatan.lensayanmed Rumah Sakit Bergerak Semakin Dibutuhkan ompleksitas masalah akses pelayanan kesehatan semakin rumit.

lensayanmed Rumah Sakit Bergerak Langap Kabupaten Malinau Kalimantan Timur Rumah Sakit Lapangan Enggano 60 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XX Tahun 2010 .