Visi & Misi Kementerian Kesehatan
VISI : Masyarakat Sehat yang Mandiri dan Berkeadilan MISI :

• Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat dengan Menjamin Tersedianya Upaya Kesehatan Paripurna • Melindungi Kesehatan Masyarakat dengan Menjamin Tersedianya Upaya Kesehatan Paripurna, Merata • Menjamin Ketersediaan dan Pemerataan Sumber Daya Kesehatan. • Menciptakan Tata Kelola Kepemerintahan yang Baik.
dan Berkeadilan. dan Merata.

NILAI : Pro Rakyat, Inklusif, Responsif, Efektif dan Bersih

Sasaran Strategis Pembangunan Kesehatan :
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Meningkatnya Status Kesehatan dan Gizi Masyarakat Menurunnya Angka Kesakitan Akibat Penyakit Menular Menurunnya Disparitas Status Kesehatan dan Gizi Antar Wilayah, Sosial, Ekonomi dan Gender Meningkatnya Anggaran Publik untuk Kesehatan Meningkatnya PHBS pada Rumah Tangga Terpenuhinya Kebutuhan Tenaga Strategis di Daerah Tertinggal, Perbatatasan dan Kepulauan Seluruh Provinsi Melaksanakan Program Pengendalian Penyakit Tidak Menular Seluruh Kabupaten/Kota Melaksanakan Standar Pelayanan Minimal (SPM)

7 Prioritas Reformasi Kesehatan Masyarakat :
Presiden Mengamatkan Reformasi Kesehatan sebagai prioritas nasional. Menteri Kesehatan menerbitkan Keputusan Menkes No. 267/MENKES/SK/II/2010 tentang Penetapan Roadmap Reformasi Kesehatan Masyarakat. Tujuan Umum : Tercapainya Masyarakat Sehat Mandiri dan Berkeadilan Tujuan Khusus : 1. Tersedianya pembiayaan untuk jaminan pelayanan medik dasar untuk seluruh penduduk Indonesia 2. Tersedianya pembiayaan untuk pelayanan kesehatan dasar promotif dan preventif 3. Tersedianya obat/alat kesehatan untuk program KIA/KB, program penanggulangan penyakit Malaria, TBC dan HIV/AIDS 4. Terbentuknya kelembagaan Kementerian Kesehatan yang tepat fungsi dan tepat ukuran serta tata kelola kesehatan yang baik 5. Tersedianya sumber daya kesehatan untuk daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan 6. Tersedianya sumber daya kesehatan untuk daerah bermasalah kesehatan dengan kategori buruk/khusus 7. Tersedianya sumber daya kesehatan dan peraturan perundang-undangan untuk mendukung pengembangan rumah sakit yang terakreditasi internasional

Susunan Redaksi
Pembina Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Penanggung Jawab Sekretaris Ditjen Bina Pelayanan Medik Dr. dr. Sutoto, M.Kes Pimpinan Redaksi Kepala Bagian Hukum, Organisasi dan Humas V.A. Binus Manik, SH,MH Sekretaris Redaktur Kepala Sub Bagian Humas Imin Suryaman, S.Sos Tim Redaktur 1. Kabag. Program dan Informasi 2. Kabag. Keuangan 3. Kabag. Umum & Kepegawaian 4. Kasubag TU Dit Bina Yan Medik Dasar 5. Kasubag TU Dit Bina Yan Medik Spesialistik 6. Kasubag TU Dit Bina Yan Keperawatan 7. Kasubag TU Dit Bina Yan Kesehatan Jiwa 8. Kasubag TU Dit Bina Yan Penunjang Medik 9. Kasubag Hukum Bagian Hukormas 10. Kasubag Organisasi Bagian Hukormas 11. Kasubag Perbendaharaan Bagian Keuangan 12. Kasubag Data dan Informasi Bagian Program dan Informasi 13. Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum dan Kepegawaian Penyunting/Editor 1. Sufermi Sofyan 2. Eti Ekawati.SH.MH 3. Ani Mindo Ch.SE 4. Auliyana Zahrawani. SKM 5. Pelita Apriany, SKM 6. Desi Syetiani, S.Sos Sekretariat 1. Drs. Ahmad Haryanto 2. Denny Sugarna 3. Benny Bremer 4. Rita Desmawati

s

salamredaksi
KEMENTERIAN KESEHATAN RI DIREKTORAT JENDERAL BINA PELAYANAN MEDIK

Salam jumpa Pembaca Setia Majalah Warta Yanmed Edisi XXI. Edisi kali ini, Redaksi akan menampilkan liputan dan artikel yang menarik di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik. Fenomena pelayanan kesehatan di masyarakat mengatakan bahwa pelayanan Rumah Sakit di luar negeri lebih baik, didukung dengan peralatan canggih, dokter bekerja lebih professional dan pasien bisa puas berkomunikasi dengan dokter, ini cukup memperhatinkan karena aksi ketidakpercayaan timbul pada dokter dalam negeri, sehingga tanpa ragu mereka berobat ke luar negeri. Dengan melaksanakan prioritas World Class Health Care, pelayanan kesehatan bertaraf Internasional, point akhir ini tertuang dalam roadmap reformasi kesehatan masyarakat yang diterbitkan Kementerian Kesehatan dalam mendukung sasaran pembangunan kesehatan tahun 2010 – 2014. Tujuannya agar masyarakat tidak perlu lagi berobat keluar negeri dan juga akan mengurangi mengalirnya devisa Indonesia yang cukup besar ke luar negeri. Sedangkan bagi Rumah Sakit Indonesia sebagai penyedia pelayanan kesehatan harus memiliki daya saing yang tinggi untuk lebih produktif dan inovatif, memperkuat kemandirian yang mengutamakan kepentingan masyarakat, khususnya masyarakat miskin, agar terwujud kesejahteraan rakyat. Dengan adanya kemandirian, daya saing, dan kepercayaan masyarakat yang tinggi, rumah sakit akan mampu menghadapi berbagai tantangan sehingga kelak rumah sakit akan menjadi penyedia jasa pelayanan kesehatan yang berkualitas sebagai pelayanan kesehatan bertaraf Internasional. Sajian menarik kami rangkum dalam Berita Utama, antara lain RSCM Menuju Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia, Hari Kesehatan Sedunia, Pendirian 14 Rumah Sakit Bergerak, dan Program Pengendalian Resistensi Antimikroba. Redaksi berharap kepada Pembaca Setia untuk mengisi rubrik-rubrik yang akan berguna bagi pembaca lainnya. Naskah/ artikel hendaknya ditulis dalam bahasa popular, padat maksimal 4 halaman. Redaksi berhak menyunting/memperbaiki naskah/ artikel yang akan dimuat tanpa mengubah isi. Naskah yang telah dikirim sepenuhnya menjadi hak redaksi. Semoga semua informasi ini dapat bermanfaat bagi Pembaca Setia. Redaksi berharap Pembaca Setia dapat memberikan saran dan informasi yang dapat membantu meningkatkan mutu materi majalah Warta Yanmed. Terima Kasih. Redaksi Alamat Redaksi Bagian Hukormas Ditjen Bina Yanmedik Depkes RI Jl. H.R. Rasuna Said Blok X5 No. 4-9 Lt. III/R. 316 Blok B Kuningan - Jakarta Selatan 12920 Telp/Fax. 021-5277734, 021-5201590 (hunting) ext 1300 & 1302 Email. humas.yanmed@yahoo.com

Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010

1

daftarisi beritautama RSCM Menuju Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia 04 04 Hari Kesehatan Sedunia Cermin Kota Sehat Sebagai Wujud Warga Sehat 06 Pendirian 14 Rumah Sakit Bergerak 09 10 20 Sosialisasi Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik di Lingkungan Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Program Pengendalian Resistensi Antimikroba 21 liputan Pertemuan Konsolidasi Persiapan Rumah Sakit Pengampu 22 Clinical Pathway 24 Training of Trainer Pelayanan Kedokteran Gigi Keluarga 14 Instalasi Pelayanan Anak dan Remaja RS Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan 26 14 Penyusunan Road Map Pelayanan Kedokteran Keluarga dan Revisi Pedoman Perizinan Praktik Pelayanan Kedokteran Keluarga 28 Peresmian Ruang Rawat Intermediate Bedah Dewasa di RS Jantung & Pembuluh Darah Harapan Kita 15 Workshop Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) dan PPI -TB di Rumah Sakit 30 RSUP Fatmawati Ulang Tahun Ke-49 18 19 Sosialisasi Software dan Penyusunan Target Pagu dan Realisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak dan Rencana Kerja Anggaran Kementerian Lembaga Tahun Anggaran 2011 32 Peningkatan Program Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) 2 Sosialisasi Petunjuk Teknis Tata Naskah Dinas Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 .

Peningkatan Kemampuan & Pembuatan Komitmen resensibuku 58 Pedoman Pelayanan Kesehatan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Dengan Perawatan Metode Kanguru di Rumah Sakit dan Jejaringnya lensayanmed 59 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 59 Rumah Sakit Bergerak Semakin Dibutuhkan 3 .Peningkatan Ketrampilan ICD 10 dan ICD 9 CM 34 36 Peningkatan Potensi Pegawai Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa 35 ragam Bersaing Sehat Citra Pelayanan Prima 36 Model Baru Pelayanan Kedokteran Keluarga Dikaitkan Dengan Jamkesmas 38 Anakku Tak Bisa Hidup Tanpa Transfusi Darah 42 44 Diagnostik Invasif dan Intervensi Non-Bedah di Pusat Jantung Nasional Harapan Kita 50 RSUP Dr.Tajuddin Chailk Makassar 55 Penerapan Standar dan Pedoman Asuhan Kebidanan di RS Ponek di Prov. Kalimantan Timur dan Jawa Timur Self Assessment. Kariadi Semarang Sebagai Pusat Rujukan Nasional Bedah Epilepsi 53 Pemeriksaan Laboratorium Untuk Petanda Tumor 47 Promosi dan Pengembangan Pusat Rehabilitasi Rumah Sakit DR.

Akmal Taher. Bahkan dilingkungan RSCM telah disediakan rumah singgah untuk keluarga pasien yang kurang mampu. efektif dan efisien. Cipto Mangunkusumo sebagai Rumah Sakit Rujukan. dr. pada tanggal 07 Mei 2010. Menteri Kesehatan. MPH. sesuai dengan standar pelayanan minimal rumah sakit. disertai peningkatan efisiensi dan produktifitas di bidang manajemen. Peningkatan pelayanan telah diberikan RSUP Dr. agar menjadi pelopor pembaruan di bidang pelayanan. Dr. Direktur Utama RSUP Dr. Endang Rahayu Sedyaningsih. Pembangunan wing privat RSCM ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara keseluruhan akan pelayanan kesehatan yang bermutu prima. Setiap saat rumah sakit harus terus melakukan self assessment dan meningkatkan etos kerja serta senantiasa memperhatikan keselamatan pasien sebagaimana 4 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . Peningkatan mutu rumah sakit harus ditingkatkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan dan tuntutan masyarakat. PH menyampaikan bahwa RSUP Dr. Prof. Sp. Cipto Mangunkusumo.beritautama RSCM Menuju Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia JAKARTA . Cipto Mangunkusumo dengan diresmikan wing privat RSCM Kencana. standar profesi dan standar operasional prosedur. pendidikan dan penelitian ilmu kedokteran.Penyelenggaraan pelayanan kesehatan Rumah Sakit di Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks. dr. DR.U (K) menyampaikan bahwa pembangunan wing privat RSCM Kencana bukan hanya ditujukan bagi pasien mampu tetapi pasien kurang mampu tetap mendapat pelayanan yang sama.

Saat ini telah dikeluarkan kebijakan Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia. Asuransi/ penyedia pelayanan kesehatan belum memberi pelayanan yang kompetitif. dapat menjadi Rumah Sakit Rujukan sekaligus Rumah Sakit Pendidikan di Indonesia yang mampu menjadi Rumah Sakit Berkelas Dunia. tercatat 50% pasien Internasional yang berobat di Singapura adalah warga Indonesia. Banyaknya kunjungan berobat ke luar negeri tentu akan mengurangi devisa negara yang seharusnya dapat dihindari jika pelayanan kesehatan mampu memenuhi harapan masyarakat Indonesia sendiri. Selain itu. menurunkan angka consumption abroad rakyat Indonesia dalam mencari pelayanan kesehatan serta meningkatkan profesionalisme tenaga kesehatan di Indonesia. Sebagai antisipasi tantangan dalam hal mutu pelayanan Peninjauan Peralatan Medis dan Pelayanan di Wing Privat “RSCM Kencana” Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 5 . dengan adanya Wing Privat RSCM Kencana dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat luas dan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal bagi masyarakat di Indonesia. Cipto Mangunkusumo. Ditengah liberalisasi perdagangan serta pelayanan publik melalui kesepakatan General Agreement on Trade in Service (GATTS) dan dimulainya pasar bebas ASEAN pada tahun 2003 serta pasar bebas Asia Pasifik pada tahun 2020. bertujuan untuk meningkatkan daya saing pelayanan kesehatan Indonesia di kawasan Asia Tenggara maupun dunia. Pelayanan kesehatan rumah sakit yang berkelas dunia atau World Class Hospital. dimana standar kelas dunia yang telah disesuaikan dengan kondisi perumahsakitan. rumah sakit di Indonesia harus mulai berbenah diri dengan meningkatkan mutu pelayanan agar sesuai dengan standar Internasional. mempengaruhi berbagai aspek penyelenggaraan pelayanan kesehatan terutama pelayanan di bidang perumahsakitan. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. seperti pasien Indonesia banyak yang berobat keluar negeri. Menurut National Health Care Group International Business Dev Unit (NHG-IBDU) Singapura.000 orang/tahun. Menkes mengharapkan agar Rumah Sakit Umum Pusat Dr. HumAS Penandatanganan Prasasti Wing Privat “RSCM Kencana” diamanatkan Undang-Undang No. Tercatat juga rata-rata jumlah pasien dari Indonesia berobat ke Malaysia adalah 12.beritautama kesehatan. dan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia masih dianggap belum berstandar International.

Hari Kesehatan Sedunia yang ke 62 diperingati Menkes menyerahkan 1000 bibit pohon kepada Gubernur Banten 6 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . Namun. 1000 Kehidupan mengangkat Profil 1000 pemrakarsa kesehatan yang berjuang untuk advokasi kesehatan dan Mengarusutamakan kesehatan dalam pengembangan kota” Menteri Kesehatan memberikan arahan akan pentingnya mewujudkan Kota Sehat. Upaya penting 1000 Kota Dunia di sektor Kesehatan. tanpa perencanaan yang baik. sedangkan tema nasional “Kota Sehat. Urbanisasi berkembang pesat di Indonesia.Indonesia adalah Negara dengan berbagai keadaan perkotaan. di Hari Kesehatan Sedunia ini. 1000 Kehidupan.beritautama Hari Kesehatan Sedunia Cermin Kota Sehat sebagai wujud Warga Sehat “Marilah kita berperan dalam gerakan global 1000 Kota 1000 Kehidupan. mari kita merencanakan pembangunan perkotaan yang menjunjung kesetaraan sosial dan mengarusutamakan kesehatan. dari kota besar hingga kota berkembang dengan berbagai pola pengelolaan dan administrasi. Karenanya. Warga Sehat” dengan slogan “1000 Kota. Diperkirakan. tahun 2025 lebih dari 60 % dan tahun JAKARTA . Warga Sehat pada 7 April 2010.” Penetapan tema nasional ini untuk mengingatkan semua pihak bahwa dampak urbanisasi terhadap kesehatan sangat bermakna apabila tidak dikelola secara baik serta akan mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. perkembangan mungkin dapat menimbulkan dampak merusak yang sulit diperbaiki. dan WHO mengangkat tema “Urbanisasi dan Kesehatan”. Laju urbanisasi dan pertumbuhan penduduk tinggal di wilayah perkotaan. Dinamisnya kota sebenarnya dapat menjadi motor ekonomi yang mengangkat masyarakat suatu Negara dari kemiskinan.

Penduduk kota menghadapi masalah air dan listrik. Negara-negara bisa memiliki urbanisasi yang terencana dengan pendekatan menyeluruh dan multidisplin. kecelakaan dan luka-luka. kita melihat adanya pemukiman kumuh. kriminalitas dan kekerasan. Kota Sehat Jakarta adalah salah satu kota mahabesar atau mega city dunia. Contoh dari masalah kesehatan konvensional aspek medis antara lain adalah penyakit menular. melibatkan berbagai sektor dalam pemerintahan. MPH. karena mengenal penyakit degeneratif. 70 % populasi akan tinggal di pusat kota. Urbanisasi merupakan bagian dari perkembangan cepat Indonesia. Peningkatan mutu transportasi. gangguan kejiwaan. Sektor publik dan swasta dapat berbagai tanggungjawab dan bekerjasama demi kemaslahatan berkelanjutan dan setara bagi seluruh penduduk. Delapan kota lain di Indonesia berpenduduk lebih dari 1 juta orang. Infrastruktur dan pelayanan di kota dibebani oleh tuntutan dan kebutuhan penduduk. infrastruktur dan penyediaan teknologi ‘hijau’ meningkatkan Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 7 . masalah kesehatan reproduksi. Sedangkan untuk masalah kesehatan modern aspek kesehatan masyarakat. Akibatnya. sosial dan mental penduduk lingkungan urban. dan penyakit yang terkait dengan lingkungan buruk. Dalam sambutan Direktur Regional WHO untuk Asia Tenggara. penyalahgunaan obat dan penyakit karena kekerasan.beritautama adanya gabungan antara masalah kesehatan konvensional dan modern baik untuk masalah medis maupun masalah kesehatan masyarakat. Dr. yang sangat mencirikan keadaan perkotaan dengan 17 juta penduduk tinggal di dalam dan sekelilingnya. pola makan yang tidak sehat. air dan tanah. konsumsi tembakau. pemerintah kota menghadapi tantangan besar dalam pelayanan kebutuhan masyarakat yang tidak seimbang dengan kemampuan pemerintah yang berakibat tumbuhnya kemiskinan di perkotaan secara cepat. Dr. hal inilah yang disampaikan Menteri Kesehatan. pencemaran udara. Tindakan yang harus dilakukan sekarang adalah memperkecil kesenjangan masyarakat perkotaan dan mempromosikan kota sehat. Agenda nasional perlu mengakomodir kesehatan perkotaan sebagai tolak ukur pembangunan serta menetapkan tujuan jangka pendek dan panjangnya. Dengan urbanisasi ini akan membawa masalah kesehatan yang lebih komplek dan beragam. perumahan dan transportasi. dr. Endang Rahayu Sedyaningsih. Masalah kesehatan modern aspek medis kita Partisipasi masyarakat dalam Hari Kesehatan Sedunia 2050. Samlee Plianbangchang menyampaikan bahwa Urbanisasi adalah ancaman utama kesehatan abad 21. kurangnya aktifitas fisik dan tekanan mental. Untuk dapat menuai keuntungan urbanisasi diperlukan upaya kolektif. Urbanisasi sedang terjadi dan akan terus berlanjut. kelebihan gizi. industri dan masyarakat. PH dalam pembukaan Hari Kesehatan Sedunia pada tanggal 7 April 2010 di Balai Kartini Jakarta. Sedangkan masalah kesehatan konvensional aspek kesehatan masyarakat antara lain adalah higiene dan sanitasi buruk. Keadaan tersebut berdampak buruk pada kesehatan fisik. kurang gizi.

(AuliAnA/peliTA/dSy) Menkes meninjau Pasar Modern BSD City 8 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . Memasyarakatkan olahraga. termasuk memperkecil jumlah masalah pernapasan. Warga Sehat.000 bibit pohon. akan menjadi lebih berarti jika kita bersama-sama merealisasikan pesan utama yang terkandung dalam Hari Kesehatan Sedunia. Menkes mengingatkan akan pentingnya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat baik ditingkat rumah tangga maupun di masyarakat. Beri ruang gerak untuk pejalan kaki. Mengolahragakan masyarakat. infrastruktur dan pelayanan bagi perkembangan perkotaan memperkecil risiko kerusakan kesehatan serta memperkecil kesenjangan. karyawan Pemda Kota Tangerang dan Pemda Banten. berbagai instansi lainnya serta warga masyarakat Bumi Serpong Damai dan sekitarnya. kemudian memelihara lingkungan serta meningkatkan status kesehatannya melalui perilaku hidup bersih dan sehat. dan masyarakat dalam menyatukan langkah guna meningkatkan dan memperkuat komitmen untuk bersama mewujudkan kota sehat. Perbanyak taman untuk paru-paru kota. Menjamin ketersediaan sayur dan buah dengan harga terjangkau. dan ribuan masyarakat dari berbagai instansi yaitu Kementerian Kesehatan. Dan Marilah Kita Sehatkan Kota dan Warganya. perlu didukung dengan warga disekitarnya. Diharapkan dengan pesan ini. dapat membangun kesadaran masyarakat untuk meningkatkan kesehatan dan dibutuhkan kerjasama Pemerintah Pusat. Kepala Perwakilan WHO Indonesia. Pemerintah Provinsi dan Kab/ Kota. senam bersama dan sepeda sehat (fun bike) serta penyerahan 1. Puncak peringatan HKS diakhiri pada 11 April 2010 di Kota Tangerang Banten. Warga Sehat Mewujudkan kota sehat. Acara yang dihadiri Gubernur Banten. LSM. Untuk itu tepat di Hari Kesehatan Sedunia. Menkes menerangkan bahwa dengan Kota Sehat Warga Sehat dapat mendorong dan memacu upaya pencapaian Indonesia Sehat. Organisasi Kemasyarakatan. dan Tata pemukiman yang bersih dan sehat. antara lain Beri Kesempatan kota untuk Hari Bebas Berkendaraan Bermotor. untuk mewujudkan Kota Sehat. Perluas kawasan Tanpa Rokok untuk Kesehatan Publik. Organisasi Internasional. Sebenarnya sejak beberapa tahun lalu telah dikembangkan Desa Siaga atau Kelurahan Siaga. Kelola Sampah dengan baik. Berbagai kegiatan yaitu peresmian gerakan pasar sehat. 1 orang menanam 1 pohon.beritautama mutu kehidupan perkotaan. warga sehat. 1 jam saja untuk Gerakan Pasar Sehat . Mengarusutamakan kesehatan ke dalam seluruh sistem. Pentingnya meningkatkan kemampuan masyarakat untuk melaksanakan kewajibannya dalam mencegah terjadinya penyakit. kecelakaan dan pada akhirnya membuat seluruh masyarakat lebih sehat. Kesadaran warga yang tinggi akan memperkecil penyakit menular seperti diare dan demam berdarah yang tidak pernah selesai dalam menanggulanginya. Rangkaian kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka Hari Kesehatan Sedunia. Kementerian Kesehatan memberikan 10 Pesan Utama. menuju masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan.

Sedangkan 3 RS Bergerak lainnya masih dibantu oleh Kementerian Kesehatan sehubungan dengan keterbatasan anggaran pemerintah daerah masing-masing. yaitu RS Bergerak Kabupaten Alor Propinsi NTT. Rumah Sakit Bergerak Enggano Kab. Gayo Lues. Halmahera Utara. yang selanjutnya akan dituangkan kedalam laporan kinerja operasional Rumah Sakit Bergerak. Farid W. dan Rumah Sakit Bergerak Saumlaki Kab. Sesditjen Bina Pelayanan Medik. M. Sutoto. sehingga biaya operasional telah dialihkan kepada Pemda setempat. dan RS Bergerak Lingga Kab. dan sarana prasarana pendukung. Malinau-Kaltim. Diharapkan dengan pertemuan ini.Kes. Maluku Tenggara Barat Kendala terbesar dalam operasional Rumah Sakit Bergerak adalah ketersediaan tenaga (sumber daya manusia). konsolidasi dan evaluasi kinerja RS Bergerak. RS Bergerak Sitaro Kab. tenaga kesehatan spesialis. RS Bergerak Marinda Kab. Bengkulu Utara. menyampaikan pertemuan ini diselenggarakan dalam rangka koordinasi. tahap pertama sebanyak 4 Rumah Sakit yang dioperasionalkan tahun 20042006. Siau Tagulandang Biaro.Natuna. Bener Meriah Propinsi NAD. RS Bergerak Mamasa Sulawesi Barat. Kabupaten Blangkejeren yang telah mendirikan rumah sakit permanen.beritautama Pendirian 14 Rumah Sakit Bergerak BAli – Dalam upaya pemerataan pelayanan kesehatan bagi masyarakat khususnya di daerah terpencil. dr. Pendirian Rumah Sakit bergerak bekerjasama dengan Pemerintah Daerah setempat. RS Bergerak Gemeh Kab. Kepada Direktur Rumah Sakit Bergerak diucapkan terima kasih atas kinerja dan pelayanan ditengah keterpencilan wilayah. RS Bergerak Natuna Kab. Sedangkan Pemerintah daerah menyediakan lahan untuk rumah sakit lapangan. dimana Kementerian Kesehatan (Pemerintah Pusat) menyediakan infrastruktur Rumah Sakit Lapangan (Kontainer) lengkap dengan peralatan medik. Raja Ampat. Boven Digoel. perbatasan dan kepulauan yang selama ini belum terjangkau. Rumah Sakit bergerak dilengkapi dengan peralatan yang memadai setara dengan rumah sakit umum Tipe C yang mempunyai 2 sampai 4 jenis pelayanan spesialistik. Dan Tahun 2010. Operasional RS Bergerak disediakan oleh Kementerian Kesehatan sampai dengan berdirinya rumah sakit permanen didaerah tersebut. terjadi kesepakatan dalam hal pelaporan pelayanan medik. yaitu RS Bergerak Blangkejeren Kab. Pembangunan Rumah Sakit Bergerak dilakukan sebanyak 2 tahap. Rumah Sakit Bergerak Malinau Kab. pelaporan administrasi dan keuangan. Dr. Lingga. RS Bergerak Tobelo Kab. pada 19 Maret 2010. maka Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Kementerian Kesehatan telah mendirikan 14 Rumah Sakit Bergerak. Husain dalam pertemuan dengan Direktur Rumah Sakit Bergerak dan Petugas Pengelola Keuangan 14 Rumah Sakit Bergerak. Tahap kedua sebanyak 10 Rumah Sakit yang dibangun pada tahun 2007-2008 dan mulai beroperasi sejak 2009. RS Bergerak Mindiptana Kab. RS Bergerak Kab. jumlah dan alokasi ketenagaan dan alokasi anggaran biaya operasional masing-masing rumah sakit Tahun Anggaran 2010 dan 2011. Kepulauan Talaud. permasalahan anggaran dan belanja operasional obat-obatan. HumAS Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 9 . hal inilah yang disampaikan Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik.

pengunjung. Dalam sambutannya Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik. khususnya terhadap jaminan keselamatan pasien (patient safety). pelayanan mikrobiologi dan farmasi klinik secara profesional.Lokakarya Nasional ke 3 Program Pengengendalian Resistensi Antimikroba. Kita menyadari pentingnya pencegahan dan pengandalian infeksi baik bagi pasien. rumah sakit harus mampu memberikan pelayanan yang bermutu. Dr. terpadu dan berkesinambungan tidak hanya melalui tindakan pengobatan (kuratif) tetapi juga pencegahan (preventif) 10 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . akuntabel dan transparan kepada masyarakat. Pertemuan PPRA dilaksanakan selama tiga hari. DR. tanggal 19 s/d 21 April 2010. diadakan di Bandung Pada tanggal 19 s/d 21 April 2010. telah merumuskan 67 rekomendasi sebagai upaya koordinasi global guna mengendalikan peningkatan resistensi antimikroba. Selain itu upaya penanggulangan masalah resistensi antimikroba harus diselenggarakan melalui berbagai upaya kesehatan secara menyeluruh. dengan peserta yang terdiri dari unsur Kementerian Kesehatan. Sejalan dengan itu. M. dr. Kegiatan pertemuan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan tersosialisasinya berbagai kebijakan terkait Pelaksanaan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) di RS. penggunaan antibiotika secara bijaksana. tim fasilitator PPRA dan tim PPRA dari 20 Rumah Sakit Pendidikan. Dalam mencapai peningkatan mutu pelayanan kesehatan.beritautama Program Pengendalian Resistensi Antimikroba BAndung . termasuk penggunaan obat (antibiotik) yang direncanakan dengan baik. Andi Wahyuningsih Attas. Demikian laporan Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik. Badan Kesehatan Dunia (WHO). yang terhimpun dalam buku ”WHO Global Strategy for Containment of Antimicrobial Resistence”. terpadu perlu dikembangkan.Kes menyatakan bahwa Infeksi nosokomial atau yang sekarang dikenal sebagai HAIs (Healthcare Associated Infections) adalah infeksi yang terjadi pada pasien selama perawatan di rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan lain yang tidak ditemukan dan tidak dalam masa inkubasi saat pasien masuk. secara rasional dan bijaksana serta pencegahan dan pengendalian infeksi secara optimal. pemberi pelayanan dan karyawan rumah sakit serta dibutuhkannya upaya penanggulangan resistensi antimikroba yang merupakan hal prioritas dalam penanggulangan masalah kesehatan bukan hanya di Indonesia. pengelolaan kesehatan yang Penyampaian Kebijakan PPRA oleh Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik. perlu dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi meliputi Kewaspadaan Standar yang diterapkan pada semua klien dan pasien/orang yang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan dan kewaspadaan berdasarkan penularan/transmisi yang hanya diterapkan pada pasien yang dirawat inap di rumah sakit. Untuk itu. tetapi juga di dunia. Sutoto. SpAn.

Pada kesempatan tersebut. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut diadakan Lokakarya Nasional PPRA Pertama serta mengadakan lomba jaga mutu rumah sakit untuk mencegah muncul dan menyebarnya bakteri yang resisten melalui kegiatan “Penilaian Infrastruktur Rumah Sakit untuk Mendukung PPRA” dan pada tahun 2006 juga telah dilaksanakan Lokakarya Nasional ke-2 PPRA di Jakarta sebagai tindak lanjut rekomendasi Lokakarya Nasional pertama. AuliyAnA Resistensi Antimikroba (PPRA) di rumah sakit di Indonesia. yaitu : RSUD Dr. RSUP Dr. Sehubungan dengan hal tersebut. oleh Tim Evaluasi PPRA terdiri dari unsur Kementerian Kesehatan dan organisasi profesi yang mengevaluasi Program Pengendalian Resistensi Antimikroba terhadap 20 RS Pendidikan. AMRIN Study Group telah menyerahkan buku “Antimicrobial resistance. telah diselenggarakan Lokakarya Nasional Pertama ‘Strategy to Combat the Emergence and Spread of Antimicrobial Resistant Bacteria in Indonesia’ di Bandung pada 29-31 Mei 2005.beritautama dievaluasi pada bulan JanuariFebruari 2010. RS Kanker Dharmais Jakarta. Fasilitator. RSUP Fatmawati Jakarta. RSUP Persahabatan Jakarta. dan Panitia Dalam Kegiatan Loknas ke-3 PPRA Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 11 . Kariyadi Semarang. Rumah Sakit tersebut Foto Bersama setelah Penyerahan Piagam Penghargaan kepada Rumah Sakit yang melaksanakan PPRA T erbaik dan pengendalian infeksi melalui kewaspadaan standar sebagai upaya pencegahan terhadap penyakit dan infeksi. Sutomo Surabaya. Antibiotic Usage and Infection Control: A Self Assessment Program for Indonesia Hospitals” kepada Dirjen Bina Pelayanan Medik untuk digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan Program Pengendalian Foto Bersama : Peserta. Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik menyerahkan piagam penghargaan kepada RS yang telah melaksanakan PPRA terbaik. RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta.

dan farmasi klinik. mikrobiologi klinik. Menetapkan standar nasional pelayanan farmasi klinik untuk mendukung PPRA. Standarisasi pelayanan mikrobiologi klinik 2. mAnAJeRiAl Memfasilitasi kegiatan PPRA dalam akreditasi RS. MOT) mAnAJeRiAl 1. Pemenuhan fasilitas pelayanan mikrobiologi klinik Kerjasama dengan Kemendiknas dan organisasi profesi terkait Pemenuhan dr spesialis mikrobiologi klinik di RS kelas A dan B menyesuaikan dengan point 3 kebijakan Kemenkes Memfasilitasi pendidikan dan penyediaan spesialis farmasi klinik 2. Memperluas jejaring program pengendalian muncul dan penyebaran mikroba resisten pada fasilitas pelayanan kesehatan eduKASi Memfasilitasi pertemuan ilmiah melibatkan stake holder terkait untuk menyusun pedoman nasional: • Penggunaan antibiotik secara bijak • Pengendalian penyebaran mikroba resisten Meningkatkan kemampuan teknis • pengendalian muncul dan penyebaran mikroba resisten. Farmakologi klinik. Pendidikan spesialis mikrobiologi klinik (SpMK) menyesuaikan dengan point 3 kebijakan kemkes Peningkatan kemampuan teknis kompetensi farmasi klinik untuk mendukung PPRA. Menetapkan kebijakan nasional penggunaan antibiotik 3. Memberi dukungan koordinasi dan anggaran untuk pertemuanpertemuan1 penyusunan pedoman nasional dari APBN anggaran untuk : 3. Membentuk Komite Nasional Pengendalian Resistensi Antimikroba (KOMNASPRA) 2. Memasukkan PPRA ke dalam Program Akreditasi Rumah Sakit eduKASi Pertemuan koordinasi dengan KARS dan pemangku kepentingan terkait 1. 2. advance trainer. RegulASi 1. 12 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . Meningkatkan peran mikrobiologi klinik di rs 3. patologi klinik konsultan penyakit infeksi.beritautama ReKOmendASi lOKnAS iii unTuK KemenTeRiAn KeSeHATAn RegulASi 1 Menetapkan kebijakan nasional guna menghambat muncul dan penyebaran mikroba resisten di Indonesia. Peningkatan kemampuan teknis perluasan jejaring PPRA b. . Penambahan SDM spesialis konsultan penyakit infeksi. Penyediaan sarana dan prasarana laboratorium mikrobiologi c. • pengelolaan dan penggunaan antibiotik secara bijak • penyusunan modul pelatihan PPRA • penyelenggaraan pelatihan berjenjang (TOT. Memberikan dukungan a.

Menetapkan kebijakan penggunaan antibiotik di RS 3. penggunaan antibiotik (hospital antibiotic policy) 2. Melakukan Standarisasi: 1. Wan Abud : “Berafa?” Supir taxi : “10 dollar tuan” Dengan santai ia pun membayar $5 Supir taxi: “Kurang tuan!” Wan Abud : “Kurang? ente sudah ana kasih cukuf” Supir taxi : “$ 10 tuan” Wan Abud : “Kita kan naik berdua jadi ana bayar $5 ente bayar $5.beritautama ReKOmendASi lOKnAS iii unTuK RumAH SAKiT RegulASi 1. pengendalian penyebaran mikroba resisten Meningkatkan kemampuan teknis • Pengendalian muncul dan penyebaran mikroba resisten mAnAJeRiAl Memberi dukungan fasilitas dan anggaran PPRA Melibatkan organisasi profesi untuk menetapkan kebijakan Dukungan anggaran untuk peningkatan kemampuan teknis. Peningkatan peran mikrobiologi klinik di rumah sakit 5. Memperluas cakupan implementasi PPRA secara bertahap di RS • Pengelolaan dan penggunaan antibiotik secara bijak infeksi yang kompleks secara terpadu. Data base & pelaporan pola kuman 4. Memiliki standar pelayanan farmasi klinik untuk mendukung PPRA. Pelatihan mikrobiologi klinik Peningkatan kemampuan teknis kompetensi farmasi klinik untuk mendukung PPRA. Karena kemalaman terpaksa ia naik taksi. pelatihan internal dan eksternal 2. Pelayanan laboratorium 2. melalui forum kajian • Penatalaksanaan kasus 4. Pemenuhan sarana dan prasarana pelayanan mikrobiologi klinik Pemenuhan SDM spesialis mikrobiologi klinik Penambahan sumber daya manusia farmasi klinik sesuai standar humor wan abud dan supir taksi Pada suatu hari Wan Abud pergi ke Timur tengah untuk liburan. Wan Abud : “Ke jalan Antah Berantah…” Supir taksi : “OK tuan” Setelah tiba di tujuan Wan Abud pun turun dari taxi . bener kan?” Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 13 . Menetapkan kebijakan PPRA di RS eduKASi Menyelenggarakan pertemuan ilmiah bersama untuk menyusun pedoman: 1. Konsultasi & visitasi pasien 3.

Diharapkan Instalasi ini akan menjadi pusat rujukan anak di wilayah Jakarta.liputan Instalasi Pelayanan Anak dan Remaja RS Jiwa Dr. denny 14 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . sehingga sangat tepat untuk mengadakan dan mengembangkan pelayanan ini. dan dapat meningkatkan upaya pendidikan dan pelatihan kesehatan jiwa anak dan remaja yang mempunyai kebutuhan khusus. Pelayanan Instalasi Kesehatan Jiwa Anak & Remaja sangat mendukung ditengah banyaknya masalah anak dan remaja yang ditemui didaerah perkotaan. tidak saja sehat fisik. Soeharto Heerdjan JAKARTA – Rumah Sakit dr. Soeharto Heerdjan Jakarta merupakan Rumah Sakit Jiwa dengan unggulan urban mental health atau kesehatan jiwa perkotaan. tapi juga sehat mental dan sosial. dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan Pelayanan Kesehatan Jiwa Anak & Remaja sebagai sumber daya yang berkualitas. Rumah Sakit ini telah meresmikan Instalasi Kesehatan Jiwa Anak & Remaja pada 01 April 2010.

Sp. FIHA yaitu unit perawatan peralihan dari ICU post operasi bedah cardiovaskuler ke unit perawatan dan mempersiapkan pasien pra bedah cardiovaskuler sehari sebelum masuk ke kamar operasi. dr. Anwar SantosoSp. Total Bed sebanyak 31 tempat tidur dan baru dibuka sebanyak 20 tempat tidur.JP meninjau ruangan pasien.Kegiatan peresmian ruang rawat Intermediate bedah dewasa pada tanggal 5 Maret 2010 oleh Direktur Utama RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita. . Ma Izul. Sp.JP (Ahli Bedah Cardiovaskuler) dan Dirut RS Jantung & Pembuluh Darah Harapan Kita . Dr. Anwar Santoso.liputan Peresmian Ruang Rawat Intermediate Bedah Dewasa di RS Jantung & Pembuluh Darah Harapan Kita Dr. Intermediate Bedah adalah unit perawatan yang mempersingkat AVLOS (Average Long Of Stay) pasien pasca bedah cardiovascular dan fungsinya merawat pasien pre dan pasca bedah cardiovaskuler. JAKARTA .JP. AuliyAnA & SufeRmi Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 15 . dr. DR.

Kes. Naydial Roesdal.FINASIM. juga semakin peka terhadap kebutuhan masyarakat khususnya upaya untuk mengantisipasi terjadinya stagnasi di Pelayanan Gawat Darurat akibat peningkatan cakupan yang luar biasa di Instalasi Gawat Darurat.SpPD. paripurna dan Terpercaya”. maka diluncurkan majalah fatmawati Sehat yang disingkat menjadi “majalah fase”. 15 April 2010 Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati memperingati Hari Ulang Tahun ke 49. Untuk keperluan sosialiasi dan publikasi dibutuhkan media yang diharapkan menjadi sarana untuk dapat memberikan kontribusi positif khususnya untuk meningkatkan citra / image RSup fatmawati. akan tetapi perlu dilakukan upaya-upaya mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan RSUP Fatmawati.PH. Paripurna dan Terpercaya” yang 16 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . Dr. Dengan dilakukannya berbagai terobosan sebagai upaya peningkatan kinerja dengan tujuan menjadikan RSUP Fatmawati sebagai Rumah Sakit Pemerintah yang modern dan professional. Nasution.M. Tema ini yang menjiwai setiap kegiatan di RSup fatmawati Jakarta dalam menjalankan fungsinya sebagai penyelenggara pelayanan Kesehatan.KGEH. RSUP Fatmawati sebagai Penyelenggara Pelayanan Publik. FICD JAKARTA – Pada hari Kamis. H. Chairul R. pada perayaan ulang tahun ini diharapkan baik Direksi dan Karyawan semakin bersemangat dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat sesuai Tema HUT yaitu : “ Dengan Kebersamaan Kita Wujudkan Pelayanan Terdepan. MSc. menyatakan bahwa rasa tanggung jawab untuk senantiasa meningkatkan mutu pelayanan ini pula yang menuntut RSUP Fatmawati senantiasa mencari inovasi-inovasi baru dalam pelayanannya . menjiwai setiap kegiatan di RSUP Fatmawati dalam menjalankan fungsinya sebagai Penyelenggara Pelayanan Kesehatan.Demikian sambutan Direktur Utama RSUP Fatmawati.liputan RSUP Fatmawati Ulang Tahun Ke-49 “dengan Kebersamaan Kita Wujudkan pelayanan Terdepan. Hal ini menunjukkan bahwa RSUP Fatmawati semakin diminati oleh masyarakat. Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan. drg. yang memiliki fasilitas dan layanan yang kompetitif dengan Rumah Sakit lainnya.

Perluasan Instalasi Griya Husada dilengkapi dengan Smart Card berkonsep One Stop Services 4. 2. menyerahkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan No. yaitu : 1. 472/ Menkes/SK/IV/2010 tentang Demikian pula. 3. maka melalui Tim Kesehatan Remaja mencetuskan Jurnal Kesehatan Reproduksi yang diharapkan mampu berperan aktif dalam Peningkatan Kualitas Usia Remaja yang sehat dan produktif di masa depan. drg. Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 17 . Begitu pula Tim Clinical Pathway RSUP Fatmawati. Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan.liputan MSc.03. Pemberian Souvenir kepada seuruh pasien Rawat Jalan 2. H. maka Status sebagai RS Pendidikan dan Pelaksanaan Program Kepedulian terhadap masalah-masalah yang timbul di masyarakat terkait dengan Kesehatan Reproduksi. Pemberian Sembako kepada seluruh Karyawan RSUP Fatmawati. Naydial Roesdal. No. Renovasi Ruang Tunggu Instalasi Bedah Sentral (IBS) Kepada Direktur Utama RSUP Fatmawati. Pengembangan Ruang Rawat Cardiac Emergency Unit (CEU) : dari 12 tempat tidur menjadi 17 tempat tidur.PH. dan mutu pelayanan tersebut diharapkan akan memacu Peningkatan Kinerja RSUP Fatmawati yang tentunya akan berpengaruh positif pada “Kesejahteraan Karyawan” sesuai Misi RSUP Fatmawati. Penyerahan Piagam serta Tanda kasih bagi 26 para Purnabhakti RSUP Fatmawati diiringi ucapan terima kasih atas segala karya dan jasa yang telah diberikan selama berkarya di RSUP Fatmawati. sejalan dengan Pemberlakuan UU No.05/ III/1952/2010 tentang Penetapan RSUP Fatmawati Jakarta sebagai RS Pendidikan Utama Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Syarif Hidayatullah Jakarta dan SK Menkes. Penyerahan Kursi Roda untuk 6 orang pasien RSUP Fatmawati 4. Diharapkan tetap adanya jalinan tali silahturahmi dan adanya support walaupun Para Purnabhakti berada diluar lingkungan RSUP Fatmawati. Pada ulang tahun ke 49 RSUP Fatmawati berbagi kebahagiaan bersama Para Pelanggan / Pasien. telah diakui dan telah melakukan komunikasi dengan Europeun Clinical Pathway Association. Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan. Para Purnabhakti dan seluruh Karyawan RSUP Fatmawati dengan memberikan ‘Tanda Kasih” berupa: 1. Laboratory Autmation System (LAS) yaitu Laboratorium yang sistem pemeriksaannya secara otomatis dengan mengkonsolidasikan pemeriksaan kimia klinik dan immunologi dengan kapasita pemeriksaan yang lebih besar dan jenis pemeriksaan yang lebih banyak yang memungkinkan RSUP Fatmawati merupakan salah satu Rumah Sakit Pemerintah yang ditunjang dengan Pelayanan Laboratorium termodern di Indonesia. Semua peningkatan/ pengembangan fasilitas pelayanan. FICD meresmikan beberapa sarana prasarana di RSUP Fatmawati sesuai ketentuan dalam UU No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Santunan pada 140 orang Pasien Pasien Tindak Mampu 5. 3. merupakan suatu upaya agar pelayanan RSUP Fatmawati dapat standar international. 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.HK. Renovasi Gedung Instalasi Pavilun Anggrek 5.

Memasuki usianya ke 49. yakni menjaga mutu bahkan meningkatkan terus mutu pelayanan di RSUP Fatmawati. 12.000 penduduk) Meningkatnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Rumah Tangga (%) Meningkatnya Jumlah Penduduk (termasuk seluruh penduduk miskin) yang Memiliki Jaminan Kesehatan (%) Meningkatnya Jumlah Penduduk yang Memiliki Akses Terhadap Air Minum Berkualitas (%) Meningkatnya Ketersediaan Obat dan Vaksin (%) Meningkatnya Jumlah Tenaga Kesehatan yang Didayagunakan di DTPK (orang) 70.000 KH) Menurunnya Angka Kematian Bayi (per 1000 KH) Menurunnya Prevalensi TB (per 100. 6. akan tetapi harus disertai rasa tanggung jawab yang besar untuk senantiasa memenuhi kewajiban yang tak kalah penting. 10. indikator 2010 Meningkatkan Umur Harapan Hidup (tahun) Menurunnya Angka Kematian Ibu Melahirkan (per 100. 7. 3. AuliyAnA/Sf Target pembangunan Kesehatan no. Hal ini dirasakan sangat membanggakan.7 228 34 235 18.5 90 51 70 100 67 100 1470 18 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . 4.liputan Peningkatan Kelas RSUP Fatmawati Jakarta menjadi RSUP dengan klasifikasi kelas A .2 80 55 50 59 62 80 1200 Target 2014 72 118 24 224 <15 1 0.000 penduduk) Menurunnya Prevalensi Gizi Kurang Pada Balita (%) Menurunnya Kasus Malaria (per 1000 penduduk) Terkendalinya Prevalensi HIV Pada Populasi Dewasa (%) Meningkatnya Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi (%) Menurunnya Angka Kesakitan DBD ( per 100. 1. 9. 8. 5. 14.4 2 0. 13. 11. RSUP Fatmawati telah memantapkan diri dengan Upaya Pemenuhan Standar sesuai Persyaratan sebagai Rumah Sakit Kelas A Pendidikan. 2.

Diharapkan dengan pelatihan ini. Dengan upaya yang sungguhsungguh dan terus menerus.000 dan tingkat kematian bayi dari 34 per 1. kita akan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama dengan Rencana Strategis Kementerian Kesehatan. proses rujukan yang masih belum berjalan secara optimal antara lain karena rujukan yang terlambat dan ketidaksiapan fasilitas kesehatan terutama di tingkat rujukan primer (Puskesmas) dan di tingkat rujukan sekunder (RS Kabupaten/Kota) untuk melakukan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK). bayi dan anak. Rumah Sakit dan peserta dapat meningkatkan kemampuan sistem layanan kesehatan maternal dan neonatal secara paripurna melalui program PONEK. Guna untuk meminimalisir faktor tersebut. Sekiranya Rumah Sakit Kabupaten/Kota yang telah dilatih dapat melaksanakan manajemen PONEK 24 jam dengan efektif dan efisien sehingga berdampak pada penurunan AKI dan AKB sesuai target RPJMN II (2010 – 2014) dimana telah menetapkan target penurunan tingkat kematian ibu saat melahirkan dari 307 per 100. bidan dan perawat di RS Kab/Kota yang masih kurang.liputan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) Peningkatan Program Pelayanan SemARAng – Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) adalah keterampilan teknis tenaga Medis.000 menjadi 24 per 1.000 kelahiran menjadi 118 per 100. pada tanggal 24 Maret 2010.000 pada akhir tahun 2014. Setelah pelatihan ini akan dilakukan evaluasi paska latihan berupa On the Job Training (OJT) ke masing-masing Rumah Sakit yang telah dilatih. dalam rangka upaya penurunan angka kesakitan dan kematian serta mewujudkan perbaikan status kesehatan ibu. dilaksanakan Pelatihan Peningkatan Program Pelayanan Ponek. AHmAd HARyAnTO Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 19 .

liputan

Sosialisasi Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik di Lingkungan Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik
KemenKeS – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membuat Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP), Nomor : 14 Tahun 2008 yang berlaku pada tanggal 30 April 2010. Sebagai implementasi UU KIP, Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik ikut mensosialisasikan pada tanggal 28 April 2010, untuk menjamin semua orang memperoleh informasi karena hak asasi manusia sebagai wujud kehidupan berbangsa dan bernegara yang demokratis. Sekretaris Ditjen Bina Pelayanan Medik, Dr. dr. Sutoto, M.Kes menyampaikan bahwa tujuan sosialisasi UU KIP ini untuk membuka pengetahuan dan pemahaman seluruf staf mengenai informasi publik yang tidak dirahasiakan atau yang tidak dikecualikan dalam UU yang menjadi tanggung jawab untuk disampaikan kepada publik baik secara berkala, serta merta maupun setiap saat. Penerapan Undang-Undang KIP harus dipersiapkan sejak dini dalam hal pengelolaan konten informasi, pengembangan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan informasi serta sistem dokumentasi yang baik agar dapat setiap saat memenuhi permintaan publik seperti yang diamanatkan Menteri Kesehatan, dengan membuka akses informasi publik, badan publik termotivasi untuk bertanggung jawab dan berorientasi pada Sekretaris Ditjen Bina Pelayanan Medik, Dr. dr. Sutoto, M.Kes pelayanan rakyat yang sebaik-baiknya. Hal itu dapat mempercepat perwujudan pemerintahan yang terbuka sebagai upaya strategis mencegah praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta terciptanya pemerintahan yang baik (good governance). “Hal-hal yang harus dilakukan Badan Publik, antara lain melakukan assesment cepat ke stakeholders tentang kebutuhan informasi prioritas; menetapkan Struktur Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi; mendaftar informasi yang dikecualikan; menyusun SOP pelayanan Informasi; menyiapkan Personal (pengetahuan dan skill); memanfaatkan dan mengembangkan infrastruktur yang telah ada”, ungkap Ketua Komisi Informasi Pusat, Ahmad Alamsyah Saragih. Diharapkan dengan dilaksanakannya Sosialisasi UU KIP akan tercipta pemahaman dan pengetahuan di masing-masing Direktorat dan Bagian di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik, sehingga mampu memberikan layanan informasi dokumen yang aktual, benar dan utuh. HumAS

Ketua Komisi Informasi Pusat, Ahmad Alamsyah Saragih menyampaikan materi Pelaksanaan UU KIP .

20

Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010

liputan

Pertemuan Konsolidasi

Persiapan Rumah Sakit Pengampu
sofware INA-DRG versi 1.6 dan pada bulan Maret 2010 yang lalu Pusat Pembiayaan Jaminan Kesehatan dan Centre for casemix telah melatih 956 rumah sakit sebagai pelaksanan Jamkesmas dan juga telah melatih sekitar 1800 orang yang terdiri dari : Coders, Petugas Administrasi Klaim dan Verifikator. Setelah pelatihan tersebut, dilanjutkan dengan Sosialisasi yang dibagi menjadi beberapa regional. Harapan Direktur Utama Rumah Sakit Adam Malik mewakili Direktur Jenderal Bina Direktur Utama Rumah Sakit Adam Malik di Kota Medan didampingi oleh Kepala Bagian Program dan Informasi serta Ketua Case Mix Pelayanan Medik menyampaikan bahwa melalui kerjasama medAn – Pertemuan Konsolidasi Persiapan Rumah dengan seluruh rumah sakit pengampu dapat lebih Sakit Pengampu yang dilaksanakan di Medan Sumatera meningkatkan peran serta khususnya dalam membantu Utara dan dibuka oleh Direktur Utama Rumah Sakit rumah sakit diwilayahnya masing-masing dalam rangka Adam Malik di Kota Medan mewakili Direktur Jenderal menangani pelaksanaan klaim dan penyelesaian Bina Pelayanan Medik, juga didampingi oleh Kepala permasalahan coding. peliTA Bagian Program dan Informasi serta Ketua Case Mix. Direktur Utama Rumah Sakit Adam Malik mewakili Dirjen Bina Pelayanan Medik menyampaikan sejak tanggal 29 Agustus 2008 yang lalu berdasarkan Surat Edaran Menteri Kesehatan RI No. 807/Menkes/E/ VIII/2008 menyatakan bahwa klaim Pelayanan Jamkesmas secara resmi ditagih berdasarkan ”Indonesian Diagnosis Related Groups” (INA-DRG) sehingga dalam pelaksanaannya dapat mengendalikan biaya pelayanan dan mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit. Beliau menambahkan bahwa terhitung tanggal 1 Maret 2010 klaim Jamkesmas sudah menggunakan Suasana tenang peserta ketika mendengar sambutan pembukaan

Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010

21

Clinical Pathway
Sebuah rencana yang menyediakan secara detail setiap tahap penting dari pelayanan kesehatan, bagi sebagian besar pasien dengan masalah klinis (diagnosis atau prosedur) tertentu, berikut dengan hasil yang diharapkan.
pAlemBAng – Pertemuan Konsolidasi Kelompok Kerja Clinical Pathway diadakan di Palembang, tanggal 5 s/d 7 April 2010. Dalam laporannya Direktur Bina Pelayanan Penunjang Medik, Drg. Armand P. Daulay, M.Kes. menyatakan secara umum pertemuan ini dilaksanakan dalam rangka pelaksanaan implementasi INA-DRG pada 15 Rumah Sakit Pilot Project di Indonesia tahun 2010. Pertemuan ini diadakan untuk melakukan evaluasi Clinical Pathway dalam pelaksanaan INA- Narasumber Pertemuan Konsolidasi Pokja Clinical Pathways DRG pada 15 Rumah Sakit Pilot Project, menyamakan persepsi tentang Clinical Pathway sebuah RS diklasifikasikan ke dalam kelompok yang dalam INA-DRG serta membahas lebih jauh tentang sejenis dengan gejala klinis yang sama serta biaya peran Komite Medik dalam pelaksanaan INA-DRG di perawatan yang relatif sama. Indonesia Tahun 2010. Peserta pada kegiatan ini terdiri Tujuan dari tarif INA-DRG Jamkesmas adalah untuk dari Perwakilan 15 Rumah Sakit Pilot Project INA-DRG, meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan Tim Centre for Case-Mix baik dari Depkes maupun kepada seluruh masyarakat miskin dan tidak mampu Rumah Sakit serta Kantor Pusat Ditjen Bina Pelayanan dalam rangka mewujudkan tercapainya pelayanan Medik dan undangan terkait lainnya. kesehatan di rumah sakit yang optimal secara efektif Bapak Farid W. Husain dalam sambutannya dan efisien. menyatakan bahwa berdasarkan Surat Edaran Menteri Pilar pokok sistem Case-Mix adalah Coding, costing Kesehatan RI Nomor : 807/Menkes/E/VIII/2008 tanggal dan Clinical Pathways. Clinical patways atau juga 29 Agustus 2008 menyatakan bahwa klaim Pelayanan dikenal dengan nama lain seperti: Critical care pathway, Jamkesmas secara resmi ditagih berdasarkan Integrated care pathway, Coordinated care pathway, “Indonesian Diagnosis Related Groups” (INA-DRG) caremaps®, atau Anticipated recovery pathway, dengan tujuan terjadinya kendali biaya pelayanan dan adalah sebuah rencana yang menyediakan secara mutu pelayanan dalam pelaksanaan karena INA-DRG detail setiap tahap penting dari pelayanan kesehatan, adalah suatu sistem Pengklasifikasian setiap pelayanan bagi sebagian besar pasien dengan masalah klinis kesehatan sejenis kedalam kelompok yang mempunyai (diagnosis atau prosedur) tertentu, berikut dengan arti relatif sama artinya setiap pasien yang dirawat di hasil yang diharapkan.

liputan

22

Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010

Clinical pathway juga menyediakan cara untuk mengidentifikasi alasan sebuah variasi yang tidak dapat diidentifikasi melalui audit klinik. Mengurangi beban dokumentasi klinik 7. Menetapkan standar yang diharapkan mengenai lama perawatan dan penggunaan pemeriksaan klinik serta prosedur klinik lainnya. 2. AuliyAnA Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 23 . Selain itu akan disampaikan presentasi mengenai “Peran Clinical Pathway dalam CaseMix” yang akan disampaikan oleh Konsorsium Pelayanan Medik serta presentasi-presentasi lain yang berkaitan dengan Clinical Pathway. clinical pathway menyediakan standar pelayanan minimal dan memastikan bahwa pelayanan tersebut tidak terlupakan dan dilaksanakan tepat waktu. Menyediakan kerangka kerja untuk mengumpulkan dan menganalisa data proses pelayanan sehingga provider dapat mengetahui seberapa sering dan mengapa seorang pasien tidak mendapatkan pelayanan sesuai dengan standar • Dalam pertemuan kali ini ke 15 Rumah Sakit Pilot Project akan mempresentasikan Clinical Pathways nya berdasarkan jenis spesialisasi Pilot Project INADRG masing-masing rumah sakit tersebut. dengan kasus terbayak (High Volume) dan hasil yang dapat diprediksi • Dalam Implementasinya akan dipantau dan dievaluasi oleh POKJA Clinical Pathways di Centre For Case-Mix Clinical Pathways digunakan untuk penyempurnaan Cost Weights dan tidak dibuat untuk memperkirakan/menghitung tarif.liputan 6. Peserta Pertemuan Konsolidasi Pokja Clinical Pathways Clinical pathway secara terstruktur memberikan cara bagaimana mengembangkan dan mengimplementasikan pedoman klinik (clinical guideline/best practice) yang ada kedalam protokol lokal (yang dapat dilakukan). Hal tersebut dimungkinkan karena clinical pathway juga merupakan alat dokumentasi primer yang menjadi bagian dari pelayanan dari penerimaan hingga pemulangan pasien. 3. Menilai hubungan antara berbagai tahap dan kondisi yang bebeda dalam suatu proses serta menyusun strategi untuk mengkoordinasikan agar dapat menghasilkan pelayanan yang lebih cepat dengan tahapan yang lebih sedikit 4. Memilih “best practice” pada saat pola praktek diketahui berbeda secara bermakna. Memberikan peran kepada seluruh staf yang terlibat dalam pelayanan serta peran mereka dalam proses tersebut 5. Tujuan implementasi clinical pathway terutama adalah untuk : 1. Meningkatkan kepuasan pasien melalui peningkatan edukasi kepada pasien (misal dengan menyediakan informasi yang lebih tepat tentang rencana pelayanan) Kebijakan Centre for Case-Mix saat ini mengenai Clinical Pathway diantaranya adalah : • Clinical Pathways yang dibuat hanyalah sebatas INA-DRG yang menggunakan biaya tinggi (High Cost). Dengan kata lain.

TOT Peningkatan Teknis Pelayanan Kedokteran Gigi Keluarga tahun 2010 merupakan kegiatan berkelanjutan dari pelatihan untuk pelatih bagi pelaksana dokter gigi keluarga 24 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . S. Demikian laporan Kepala Sub Direktorat Bina Pelayanan Kedokteran Gigi Keluarga. tentang Kebijakan Pelayanan Kedokteran Gigi Keluarga. Pengertian dokter gigi keluarga adalah dokter gigi yang mampu menyelenggarakan pelayanan kesehatan gigi yang berorientasi pada komunitas dengan keluarga sebagai target utaama serta memandang individu yang sakit maupun sehat sebagian dari unit keluarga dan komunitasnya . M. drg. Layanan dokter gigi keluarga yang diberikan harus terjaga mutu dengan mengutamakan pendekatan promotif dan preventif serta menerapkan ilmu pengetahuan kedokteran gigi mutakhir secara rasional dan memperhatikan sistem rujukan. 1415/MENKES/SK/X/2005. yaitu 28 peserta daerah. Juga berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI.liputan Training of Trainer Pelayanan Kedokteran Gigi Keluarga dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan kedokteran gigi keluarga sesuai Keputusan Menteri Kesehatan RI. Direktur Bina Pelayanan Medik Dasar. pelayanan paripurna. pelayanan berkesinambungan. No. No. 039/MENKES/SK/I/2007tentang Pedoman Penyelenggaraan Kedokteran Gigi Keluarga.Kes. Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan. Organisasi Profesi serta pemberi pelayanan kesehatan serta trainer sebanyak 8 orang. koordinasi dan kolaborasi serta family and community oriented. Dokter gigi keluarga merupakan tenaga kesehatan yang proaktif mendatangi keluarga sesuai indikasi dan melakukan perawatan serta asuhan pelayanan kedokteran gigi dasar. Mustikowati. layanan bersifat pribadi.dalam acara pembukaan. paradigm sehata. sehingga menunjang peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.Kes. dan Kasubdit Bina Pelayanan Kedokteran Gigi Keluarga. Pelatihan ini diikuti oleh 36 peserta. Sudono. drg. Prinsip dari dokter gigi keluarga adalah : sebagai kontak pertama.R. drg. M. kemampuan dan ketrampilan tenaga dokter gigi menjadi tenaga yang mampu menangani keluarga dan memberikan wawasan untuk menunjang pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan kedokteran gigi keluarga dan diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini mampu melakukan penyelenggaraan pelayanan kedokteran gigi keluarga di lingkungannya secara tepat sesuai standar. Kabupaten/Kota. pada tanggal 30 April s/d 4 Mei 2010. M. peserta Provinsi.Kes pada Pembukaan TOT Peningkatan Teknis Pelayanan Kedokteran Gigi Keluarga BAndung – Training Of Trainer (TOT) Peningkatan Teknis Pelayanan Kedokteran Gigi Keluarga di Bandung. Sudono..

pengembangan setiap orang agar penignkatan presentasi penduduk menerima dan pemberdayaan derajat kesehatan masyarakata yang perawatan untuk penambalan/ SDM kesehatan setinggi-tingginya dapat 5. penduduk rentan yaitu mutu dan penggunaan ibu. Bina Pelayanan Medik Dasar. kemauan dan mulut pada kelompok umur 45 diikuti penyehatan lingkungan dan kemampuan hidup sehat bagi – 54 tahun sebesar 31. lepasan/tiruana sebesar 4. manula obat serta pengawasan dan keluarga miskin. mutu dan dinyatakan upaya kesehatan dan Berkeadilan” sedangkan pemerataan. kuratif dan dengan menjamin tersedianya sudah memasukkan pelayanan rehabilitatif yang dilaksanakan kesehatan yang paripurna. pemberdayaan masyarakat konseling perawatan / kebersihan sekunder dan tertier.5 %. bayi dan balita Pembangunan Jangka Panjang 23. preventif. keamanan. pemasangan gigi 8. dan manajemen kesehatan gigi rata-rata sebesar 13.Kes menyatakan pelayanan dokter gigi keluarga. obat dan perbekalan pencabutan bedah gigi rata-rata krisis kesehatan kesehatan yang disertai oleh sebesar 38. Pada program Jamkesmas serta peningkatan perilaku dan Program perioritas tahun 2010 – dinyatakan bahwa jaminan kemandirian masyarakat serta 2014 dan capaian program 100 hari kesehatan merupakan suatu upaya promotif dan preventif. 3. Peningkatan terwujud. Peningkatan pelayanan peningkatan pengawasan. Berdasarkan diselenggarakan dalam bentuk Misinya dilakukan dengan cara Ropmap Jamkesmas 2010-2014 kegiatan dengan pendekatan melindungi kesehatan masyarakat pada pelayanan kesehatan promotif. masyarakat dan pembiayaan kesehatan. Pe m b e r d a y a a n upaya kesehatan.9 % dan 19 Provinsi mempunyai 2. perhaitan khusus pada pemerataan. salah satunya menjamin ketersediaan dan Pelayanan Kesehatan. lebih diarahkan mendukung pada terkendali yang mengandung No. merata. dan mulut yang dilayani melalui Program pembangunan SR Mustikowati. pengutamaan k e t e r s e d i a a n . menyeluruh dan bermutu dan berkeadilan serta merupakan bagian dari Pusat berkesinambungan.3 %. penanggulangan Ir. anak.36 tahun 2009 tentang kesehatan Visi ” Masyarakat Sehat yang Mandiri kendali biaya. bayi.1 % rata-rata 4. dokter/ dokter gigi keluarga secara terpadu.liputan Dalam sambutannya Direktur adalah pelayanan kesehatan gigi pemerataan sumber daya kesehatan. Pe n g e m b a n g a n kesehatan dilaksanakan sistem Jamkesmas melalui peningkatan 7. Peningkatan kesehatan 17 tahun 2007 tentang Rencana gigi dan mulut di Indonesia adalah ibu. dan manfaat dengan keterjangkauan. Perbaikan status gizi masyarakat Nasional bahwa pembangunan prevalensi di atas rata-rata Nasional. kesehatan tahun 2010 rencana pembangunan jangka Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun -2014 ditekankan pada panjang nasional yang tertuang 2007 oleh Departemen Kesehatan 8 fokus perioritas yaitu : dalam Undang-Undang RI.Bambang Hermanto membawakan materi Building Learning Comitment sumber daya manusia bencana dan kesehatan. Pengendalian penyakit menular kesehatan diarahkan untuk Prevalensi masalah kesehatan gigi serta penyakit tidak menular meningkatkan kesadaran. kesehatan primer. menunjukan prevalensi masalah 1. 9. No. Kementerian Kesehatan tahun 2010 cara pemeliharaan kesehatan Berdasarkan Undang-Undang RI. M.6 %. obat dan makanan Pembangunan 6. drg. Pemenuhan. AuliyAnA Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 25 .

Mustikowati. drg. namun demikian 26 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . hal inilah yang disampaikan Kepala Sub Dit Bina Pelayanan Kedokteran Keluarga. salah satu program upaya Kesehatan Perorangan yang ditujukan untuk meningkatkan akses. drg. Pembukaan Pertemuan : Direktur Bina Pelayanan Medik Dasar. M. Tujuan pertemuan ini untuk membahas dan mendiskusikan mengenai perencanaan pelayanan kedokteran keluarga ke depan di Indonesia dan menyamakan persepsi mengenai konsep pelayanan kesehatan dengan pendekatan kedokteran keluarga layanan primer. Salah satu kegiatan pokok dari program Upaya Kesehatan Perorangan ini adalah pengembangan dokter keluarga sebagai pelaku utama pelayanan medik dan penata rujukan di strata pertama. Direktur Bina Pelayanan Medik Dasar. drg. M. Bulan Rachmadi. terpadu dan berkesinambungan.liputan Penyusunan Road Map Pelayanan Kedokteran Keluarga dan Revisi Pedoman Perizinan Praktik Pelayanan Kedokteran Keluarga sampai saat ini upaya kesehatan termasuk upaya kesehatan strata pertama belum terselenggara secara menyeluruh.R.Kes. didampingi Kepala Sub Dit Bina Pelayanan Kedokteran Keluarga.Kes. M. drg. M.Kes menyampaikan bahwa sarana pelayanan kesehatan dasar milik pemerintah maupun pelayanan kesehatan swasta berbasis masyarakat telah terdapat dihampir semua daerah perkotaan sampai wilayah kecamatan.R.Kes BeKASi – Pada tanggal 19 April 2010 telah dilaksanakan Penyusunan Road Map Pelayanan Kedokteran Keluarga dan Revisi Pedoman Perizinan Praktik Pelayanan Kedokteran Keluarga. telah menggariskan arah kebijakan. keterjangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan melalui suatu sistim pelayanan kesehatan yang terpadu dan berjenjang. S. S. Bulan Rachmadi. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2010-2014. Mustikowati. Pelayanan Kedokteran Keluarga sebagai upaya Kesehatan Perorangan Strata pertama yang mengacu pada kepentingan status kesehatan setinggi-tingginya dari pengguna jasa kesehatan dengan konteks keluarga perlu terus dikembangkan dengan mengupayakan masuk ke dalam kurikulum fakultas kedokteran.

dSy Hormon Pertumbuhan Manusia (Human Growth Hormon/HGH) peRKemBAngAn ilmu pengetahuan telah membuktikan bahwa usia manusia yang semakin tua diikuti pula semakin sedikit hormon HGH yang dikeluarkan tubuh. sehingga dapat dihasilkan produk pelayanan yang optimal. perasaan cepat berubah. kanker. Pertemuan yang dihadiri para professional dan praktisi kedokteran keluarga serta stakeholders terkait. jaringan tulang dan perkembangan otot yang lebih kuat serta membantu memperbaiki ukuran dan fungsi otak. gejala awal proses penuaan seperti stamina lemah.liputan Untuk itu perlu dilakukan kerjasama dengan seluruh stakeholders terkait agar program pelayanan kedokteran keluarga ini bisa terpadu dan komprehensif dalam pelaksanaanya. Hormon merangsang pertumbungan dan mengatur metabolisme dengan fungsi kerjasama dari semua organ tubuh. Dan yang lebih menghantui lagi adalah menjadi tua dan sakit. aizheimer. otak dan jantung) • Peremajaan fungsi sel-sel jaringan kulit. frustasi. Direktur Bina Pelayanan Medik Dasar mengharapkan agar kita bersamasama merumuskan problematika pelayanan kedokteran / kedokteran gigi keluarga dan menyusun tindak lanjut untuk lima tahun kedepan terkait dengan akselerasi pelayanan kedokteran keluarga. Hal ini berpengaruh pada organ tubuh penting manusia yang menciut hingga 30 % seperti hati. • HGH membantu pertumbuhan dari masa kanak-kanak • Pertumbuhan tulang sampai usia 25 tahun • Memelihara kesehatan dan organ penting di dalam tubuh (hati. stroke. Rasa takut dan penyakit yang menghantui para usia lanjut ini dapat dihindari dengan pengetahuan yang benar dan pola hidup sehat serta pengobatan dini. Manusia dapat hidup hingga 100 tahun bila tidak menderita penyakit. melawan proses penuaan dapat saja dilakukan. kadar HGH terus menurun sampai usia 70 tahun. otak dan jantung. meregenerasikan fungsi organ tubuh dan mampu mengembalikan kerusakan hingga 10 – 20 tahun ke belakang. Dapat penuaan dihindari ? Kebanyakan orang takut pada proses penuaan. Mengapa kita menjadi tua ? Penuaian disebabkan oleh penurunan fungsi endoktrin yang mengurangi kadar zat dalam tubuh manusia (khususnya hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar pituitary) Berkurangnya produksi HGH dalam tubuh juga mempercepat proses penuaan secara fisik. aprosexia. Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan.Peningkatan kadar HGH dalam tubuh dapat mencegah penyakit. Namun obat terbaik menghadapi proses penuaan adalah gabungan dari gaya hidup sehat dan pengobatan atau Info mengonsumsi suplemen yang mampu meremajakan fungsi organ tubuh. Apakah proses penuaan dapat dicegah ? Perkembangan teknologi yang semakin maju serta banyak ditemukannya pengobatan modern yang dapat memperlambat dan bahkan mencegah proses penuaan. dan tidak suka bergaul. (berbagai sumber) Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 27 . kulit menjadi keriput. HGH berperan penting dalam memelihara kesehatan bagi orang yang telah termakan usia. tidak berguna dan akan ditinggalkan kekasih atau pasangannya. Apa itu HGH ? HGH adalah hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar pituitari mulai dari masa kanak-kanak sampai sepanjang umur manusia. untuk bersama-sama melihat apa yang telah dikerjakan dan dihasilkan terutama produk yang telah dihasilkan oleh Fakultas Kedokteran atau Kedokteran Gigi. Ajal memanglah tidak dapat dihindari. karena merasa tidak cantik lagi. Setelah mencapai usia 25 tahun. Profesi. untuk bersama-sama melihat kembali dan distandarkan secara nasional sehingga dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan. sikap negatif. Kolegium. gelisah. libido yang menurun. Penyakit-penyakit yang kebanyakan diderita pada usia lanjut adalah kencing manis (diabetes).

Kes menyatakan bahwa Pedoman Nasional PenanggulanganTuberkulosis tahun 2008 menyebutkan bahwa Indonesia termasuk Panita Workshop Kasub Dit Bina Yanmed Spesialisasi di RS Khusus sebagai salah satu Narasumber Workshop PPI dan PPI-TB 28 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . Dr. Pembukaan Workshop PPI dan PPI-TB oleh Sesditjen dan didampingi oleh Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik Dalam sambutannya Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik. praktik penggunaan alat pelindung diri. dan kunjungan lapangan ke RSUP Hasan Sadikin. Sutoto. dokter umum dan perawat yang berasal dari 18 Rumah Sakit.Tuberkulosis di Rumah Sakit ini diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan tersosialisasinya berbagai kebijakan terkait Pelaksanaan PPI dan PPI-TB di RS. yaitu tanggal 19 s/d 23 April 2010 di Bandung dengan peserta 55 orang terdiri dari dokter spesialis. Andi Wahyuningsih Attas. SpAn. Dan untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan pelayanan TB di RS akan dilakukan pelatihan PPI dan PPI TB bagi RS sesuai dengan target Rencana Strategis (Renstra) Kemenkes 2010-2014. Dr.liputan Workshop Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) dan PPI -TB di Rumah Sakit BAndung . dr. M. Pertemuan Workshop PPI dan PPI-TB di RS akan dilaksanakan selama lima hari. Workshop PPI dan PPITB ini akan menggunakan modul yang telah tersedia dengan metode workshop berupa pemaparan. diskusi.Kegiatan Workshop Pencegahan dan Pengendalian (PPI) dan PPI . Demikian laporan Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik. Direktorat Jenderal Bina Yanmed telah melatih 100 RS rujukan flu burung dan 60 RSU non rujukan flu burung.

2. nomor : 270/MENKES/ SK/III/2007 tentang Pedoman Manajerial Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan lainnya. Komite PPI minimal terdiri dari Ketua. prasara dan anggaran serta mengesahkan SOP.8%). Kondisi ini diperparah oleh kasus HIV/AIDS yang semakin meningkat dan bertambahnya jumlah kasus Multi Drugs Resistant-TB (MDR-TB). Setiap RS harus melaksanakan PPI berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI. target Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2010-2014. Keadaan ini akan memicu epidemi TB yang semakin sulit dan akan terus menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama. tenaga kesehatan dan pengunjung di RS dihadapkan pada resiko terjadinya infeksi atau infeksi nosokomial (infeksi yang diperoleh di rumah sakit baik karena perawatan atau berkunjung di rumah sakit). 5. 29 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . Ketua sebaiknya dokter yang mempunyai kepedulian. Direktur RS membentuk Komite PPI dan Tim PPI yang berada di bawah koordinasi Direktur. AuliyAnA Kebijakan Kementerian Kesehatan dalam ppi dan ppi-TB yaitu : 1. pemakaian antibiotika yang rasional dan disinfektan di RS. Diharapkan rumah sakit yang telah dilatih nantinya dapat menerapkan program pencegahan dan pengendalian infeksi dengan baik sehingga bermanfaat dan dapat meningkatkan mutu pelayanan di rumah sakit. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 menyatakan pernyakit Tuberkulosis merupakan penyebab kematian nomor 2 setelah penyakit stroke. latar belakang kebijakan Kementerian Kesehatan untuk ppi dan ppi-TB. 3. pembinaan. wabah dan Kejadian Luar Biasa yang memerlukan pencegahan dan pengendalian baik secara kualitas maupun kuantitas. 4. 61 RSU pemerintah non rujukan flu burung. 47 RSU swasta dan 13 RS khusus. 4. yaitu : 1. mikrobiologi klinik atau epidemiologi klinik sedangkan Tim PPI terdiri dari perawat PPI atau IPCN (Infection Prevention Control Nurse) dan satu dokter PPI setiap 5 perawat PPI. 6. pengetahuan dan pengalaman mendalami masalah infeksi. emerging dan re-emerging diseases). pembinaan. mengevaluasi kebijakan PPI Nosokomial. termasuk 21 indikator Standart Penilaian Minimal RS dan diusulkan menjadi indikator penilaian akreditasi RS. pelaksanaan. 3. akuntabel. minat. 2. Menentukan kebijakan PPI Nosokomial. Tugas Direktur adalah membentuk Tim PPI RS dengan SK. RS harus mampu memberikan pelayanan yang bermutu. Untuk menekan kejadian infeksi RS perlu diterapkan pencegahan dan pengendalian infeksi yaitu kegiatan yang meliputi perencanaan. 5. Masyarakat yang menerima pelayanan kesehatan.liputan dalam negara-negara penyumbang tuberkulosis ke-3 terbanyak di dunia setelah India dan China. Pelaksanaan PPI dimaksud sesuai dengan pedoman manajerial PPI di RS dan pedoman PPI-TB di RS yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan. Tuberkulosis juga menempati urutan pertama dalam proporsi penyakit menular (27. Tuberkulosis merupakan target ke 4 dari Millenium Development Goals (MDGs). Kemenkes RI telah mengadakan Pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit untuk 100 rumah sakit rujukan flu burung. Sekretaris dan Anggota. Adanya peningkatan kasus infeksi (new emerging. bila perlu menutup suatu perawatan/instalasi yang dianggap potensial menularkan penyakit untuk beberapa waktu sesuai kebutuhan atas saran PPI RS. transparan terhadap masyarakat khususnya terhadap jaminan keselamatan pasien (patient safety) sesuai standart yang telah ditentukan. DOTS di RS telah diterapkan sejak tahun 1999 oleh Kementerian Kesehatan namum belum optimal dan Indonesia masih penyumbang TB terbanyak di dunia. pedidikan dan pelatihan serta monitoring dan evaluasi. Mendukung penyelenggaraan upaya PPI Nosokomial berupa fasilitas sarana.

Penyusunan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga untuk anggaran yang bersumber dari Penerimaan (PNBP/BLU). hal inilah yang disampaikan Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik. Mangapul Bakara. pagu dan realisasi PNBP Rumah Sakit Tahun 2011. Dualisme mengenai dampak kenaikan PNBP terhadap menurunnya alokasi anggaran rutin (rupiah murni) harus dihentikan. dan Direktur PPK BLU Kementerian Keuangan. menjelaskan pentingnya pertemuan ini mengingat dalam waktu dekat akan dilakukan Peserta Pertemuan 30 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . usulan tersebut akan digunakan dalam rangka penyusunan target. tetapi telah terbukti dapat mendorong pemberian pelayanan publik yang semakin berkualitas. Husain. Penyusunan TP RPNBP dan RKAKL PNBP Tahun Anggaran 2011. Farid W. Dalam Laporan Kepala Bagian Keuangan. Pertemuan yang dihadiri Direktur PNBP Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan. yaitu Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan. tanggal 22 – 24 Maret 2010. M.liputan Sosialisasi Software dan Penyusunan Target Pagu dan Realisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak dan Rencana Kerja Anggaran Kementerian Lembaga Tahun Anggaran 2011 pembahasan RBA-RS BLU Tahun Anggaran 2011 dengan instansi terkait. Sehingga dalam pertemuan ini juga akan dilakukan sosialisasi program aplikasi TPR-PNBP versi terbaru yang akan dilakukan oleh Direktorat Sistem Penganggaran. pada pembukaan Pertemuan Sosialisasi Software TP RPNBP. Direktur Sistem Penganggaran Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan. yang akan dituangkan dalam Aplikasi Software Target Pagu dan Realisasi (TPR) PNBP. baik di DPR maupun di tingkat Kementerian/Lembaga telah sama-sama disadari perlunya pemisahan kedua jenis sumber pendapatan/ BAndung – Perjalanan Rumah Sakit setelah ditetapkan sebagai PPK-BLU. karena dalam berbagai forum pembahasan anggaran. MM. serta kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dalam APBN semakin besar peranannya didalam membiayai pembangunan. khususnya di bidang pelayanan kesehatan. Hal ini bukan hanya semata-mata dari angka-angka statistik saja.Kes. Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan.

Mungkin pertama kali dibawa dan dikembangkan di Indonesia oleh orang Belanda pada saat itu sehingga dikenal dengan nama terong Belanda. fosfor dan magnesium mampu menjaga dan memelihara kesehatan tubuh. HumAS Nilai Lebih Terong Belanda ini sayuran terong Belanda memang cukup akrab dijumpai dipasaran.5 gram. Kebutuhan yang diinginkan oleh Rumah Sakit untuk menjalankan operasional RS termasuk pemeliharaan dan pengadaan peralatan kesehatan yang sesuai dengan perkembangan di bidang teknologi kesehatan. Dibalik kesegaran buah terong Belanda yang mengandung banyak air dan vitamin C ini tersimpan banyak manfaat. abu 0. sehingga Saudara-saudara dapat terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan. (berbagai sumber) 31 .liputan anggaran tersebut bagi Rumah Sakit. Dalam setiap 100 gram bagian terong Belanda yang dapat dimakan mengandung air 85 gram. protein 1. Mineral penting seperti potasium. terong madras dikenal juga dengan nama salanun kabiu mulai dikembangkan di Bogor. selain untuk masakan juga bisa dimanfaatkan sebagai juice. selai.1.2 gram.28 gram. Buah terung Belanda tekstur dagingnya keras.4 . Cocok juga diolah menjadi sirup. Jawa Barat sejak tahun 1941. Saat ini Unit-Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik sedang gencar-gencarnya untuk menjadi Institusi yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU) yang mengutamakan kemandirian dan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan. maka peningkatan tersebut juga berdampak terhadap meningkatnya biaya yang harus ditanggung oleh rumah sakit.500 SI dan vitamin C25 mg. Buah mentah dapat digunakan untuk masakan acar. rasa terong Belanda yang segar juga enak diolah sebagai Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 Info K campuran sayuran. lemak 0. kari ataupun sambal sedangkan buah matang untuk sirup atau rujak. Disadari bahwa peningkatan pendapatan Rumah Sakit juga berdampak terhadap meningkatnya biaya operasional. karbohidrat 10 gram. Manfaat dan Kandungan Gizi Bentuk buahnya bulat telur dengan warna ungu atau kemerahan.006 . dan agar tetap mengacu pada peraturan dan perundangundangan yang berlaku. Dari hasil penerapan Pola Pengelolaan Keuangan BLU di Rumah Sakit saat ini. minuman juice atau menjadi bahan campuran salad. sehingga subsidi dari pemerintah masih tetap diperlukan. terlihat bahwa hasil dari penerimaan rumah sakit tersebut menempati proporsi yang sangat tinggi dalam alokasi anggaran Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik.Dengan demikian apabila pendapatan rumah sakit meningkat. Direktur Jenderal berharap agar dalam penggunaan anggaran rumah sakit perlu kehati-hatian Saudara. serat 1. masih jauh dari yang diharapkan. Tekstur daging buahnya lunak dengan rasa asam manis.7 gram. vitamin A 150 . Semua kegiatan agar dilakukan dengan perencanaan yang matang dan sesuai dengan skala prioritas yang sangat dibutuhkan oleh rumah sakit. Terong Belanda (cyphomandra betacea) atau terung kori. Selain bisa dikonsumsi dalam bentuk mentah.4. Terong Belanda selain kaya akan air juga mengandung provitamin A yang bagus untuk kesehatan mata dan vitamin C untuk mengobati sariawan dan meningkatkan daya tahan tubuh. kulitnya licin dan liat sehingga mudah dikelola. Serat yang tinggi didalam terong Belanda bermanfaat untuk mencegah kanker dan sembelit / konstipasi.

SOlO – Sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan pemerintah yang baik (good government) adalah dengan meningkatkan efektivitas dan produktifitas kerja. Kearsipan serta Tata Ruang Perkantoran. karena dalam penyusunan naskah dinas hendaknya menggunakan format yang menarik. yang meliputi Naskah Dinas. Singkatan dan Akronim. Secara khusus fungsi naskah dinas adalah sebagai duta atau wakil penulis untuk berhadapan dengan lawan bicara. dr. serta sebagai pedoman kerja seperti surat keputusan atau surat instruksi dan sebagai alat bukti tertulis hitam diatas putih.Kes dan Kasubbag TU dan Gaji. tidak 32 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . Dra. sebagai alat pengingat. Tata Naskah Dinas sebagai salah satu unsur administrasi merupakan sarana komunikasi tertulis untuk menyampaikan pesan dan informasi dari satu pihak kepada pihak lain.liputan Sosialisasi Petunjuk Teknis Tata Naskah Dinas Pembukaan Sosialisasi Petunjuk Teknis Tata Naskah Dinas oleh Sesditjen. serta tertib administrasi di lingkungan instansi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Dr. Sutoto. Penamaan Lembaga. yakni letak bagian-bagian surat teratur. Administrasi sebagai komponen penting dalam ketatalaksanaan pemerintah. sesuai dengan ketentuan yang ada. karena naskah dinas dapat diarsipkan dan dapat dilihat lagi bila diperlukan. Akas Yekli Angembani. M.

Kemudian dalam pemakaian bahasa harus jelas. “Selama ini penyelenggaraan Naskah Dinas di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik masih belum sepenuhnya memperoleh kesamaan pengertian. dr. diharapkan terwujudnya keterpaduan Pengelola Tata Naskah Dinas di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik.liputan disusun menurut keinginan penulis. bahasa dan penafsiran serta keterpaduan antara Pusat dan UPT. maka Sekretariat di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik berinisiatif mengadakan Pertemuan Sosialisasi Petunjuk Teknis Tata Naskah Dinas. Sutoto. Kementerian Negara Pendayaguna Aparatur Negara dan Biro Umum Kementerian Kesehatan. maksudnya langsung mengungkap pokok pikiran yang ingin disampaikan tanpa basa basi dan berbungabunga. Serta bahasa yang adab adalah bahasa yang sopan. hal inilah yang disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik. Sehingga pelaksanaan di lapangan masih berjalan menurut kondisi masing-masing unit kerja”. padat dan beradab. simple dan tidak menyinggung perasaan penerima naskah dinas tersebut. Maksudnya bahasanya mudah dimengerti. Dr. tanggal 16 April 2010. dinyatakan secara tegas dengan tanda baca yang tepat dan padat. Melalui pertemuan ini. Ani mindO Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 33 .Kes pada pembukaan Sosialisasi Petunjuk Teknis Tata Naskah Dinas. M. Untuk mempermudah penyeragaman dan pemahaman yang sama dalam penyelenggaraan Tata Naskah Dinas. Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional. dengan mengundang Narasumber dari Lembaga Sandi Negara. Masih terkesan dianggap sebagai suatu hal yang remeh dan tidak menjadi suatu hal yang prioritas.

Peserta dibidang koders selain itu perkembangan teknologi kegiatan ini adalah Pelaksana Coding dari RS Vertikal sampai ini saat masih belum dimanfaatkan secara Kementerian Kesehatan RI. M. Dr. : 1410/ rumah sakit yaitu meningkatkan ketrampilan petugas MENKES/SK/X/2003. dr.liputan Peningkatan Ketrampilan ICD 10 dan ICD 9 CM lampiran keputusan tersebut. Achmad Subagiyo T. M. tercatat baru sekitar 60 % rumah sakit yang telah petugas medical record di rumah sakit dalam mengirimkan laporan. format dan jenis laporan yang telah ditetapkan dalam AuliyAnA. Sutoto. MARS. menyatakan meningkatkan kualitas dan kuantitas sistem informasi sesuai dengan SK Menteri Kesehatan RI. dr. Salah satu penyebabnya adalah menentukan diagnosa penyakit berdasarkan ICD kurangnya kualitas dan kuantitas sumber daya manusia 10 dan prosedur berdasarkan ICD 9 CM. Dr. menjadi keharusan pada rumah Achmad Subagiyo. Salah satu laporan yang telah ditetapkan adalah laporan Morbiditas dan Mortalitas Rumah Sakit yang dikirimkan setiap triwulan (3 bulanan). laporan tersebut memuat data Morbiditas dan Mortalitas pasien rawat jalan dan rawat inap yang dikelompokkan berdasarkan ICD 10 (International Classification of Deseases – Tent Revision) yang dikeluarkan oleh WHO. selain penerapan ICD 10 untuk diagnosa dan ICD 9 CM untuk prosedur sekarang ini sudah Sekretaris Ditjen Bina Pelayanan Medik. dr. Informasi.MARS sakit di Indonesia seiring dengan yOgyAKARTA – Pertemuan Peningkatan Ketrampilan pelaksanan INA-DRG Case Mix dalam pelayanan pasien ICD 10 dan ICD 9 CM. T. dilaksanakan di Yogyakarta Jemkesmas terhitung 1 Januari 2009.Kes dan Kabag Program dan Informasi. bimbinga teknis Rumah Sakit di Indonesia bahwa setiap rumah sakit di baik ke rumah sakit maupun Dinas Kesehatan Provinsi/ seluruh Indonesia yang sudah teregistrasi hendaklah Kabupaten/kota serta pengadaan alat-alat pengelolah mengirimkan laporannya sesuai dengan mekanisme. dengan tujuan Berdasarkan laporan data dan monitoring meningkatkan kualitas dan kuantitas pelaporansistem pelaporan sistem informasi rumah sakit pada tahun informasi Rumah Sakit serta meningkatkan ketrampilan 2009. dr.Kes. tentang Sistem Informasi rumah sakit maupun kantor pusat. data dan media penyebaran informasi lainnya. Rumah Sakit Umum Daerah maksimal ditambah dengan kurangnya perhatian pada dan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bina Pelayanan tingkat pimpinan di rumah sakit terhadap pentingnya Medik demikian laporan Kepala Bagian Program pelaporan ini. Sf dAn peliTA 34 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . Berbagai terobosan terus dikembangkan oleh Dalam sambutannya Sekretaris Direktorat Jenderal Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik untuk Bina Pelayanan Medik. pada tanggal 16 s/d 18 April 2010. No.. Sutoto.

BAli . Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa.KJ(K).KJ(K) memberi sambutan pada acara Peningkatan Potensi Pegawai Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa.liputan Peningkatan Potensi Pegawai Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa denpASAR. Diharapkan dengan kegiatan ini akan mendorong pegawai Dit. dalam sambutannya beliau menyatakan bahwa Kementerian Kesehatan akan melakukan restrukturisasi organisasi yang tentunya diikuti oleh terjadinya perubahan-perubahan yang signifikan terhadap Dit Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa rutama perubahan yang akan dialami baik secara langsung maupun tidak langsung oleh para pegawai . Dengan tema ”Melalui Kegiatan Peningkatan Potensi Diri Pegawai Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa siap menghadapi Perubahan Organisasi” membulatkan tekad untuk lebih meningkatkan kerjasama satu sama lain demi mewujudkan visi dan misi organisasi.KJ. Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa untuk lebih memacu produktifitas kerja dalam menghadapi restrukturisasi di Kementerian Kesehatan RI.Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa di lingkungan Ditjen Bina Pelayanan Medik tahun 2010 bertujuan untuk meningkatkan kinerja pegawai dengan memupuk Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa Dr Irmansyah. Irmansyah. SH. Kegiatan Peningkatan Potensi Pegawai Dit.Sp. dan Dr.Pembukaan Peningkatan Potensi Pegawai Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa Ditjen Bina Pelayanan Medik tahun 2010 oleh Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa Dr. Narasumber antara lain: Prof Agus Purwadianto. ceramah.Sp. diskusi interaktif dan games. menciptakan komitmen yang tinggi. yang diikuti oleh seluruh pegawai dilaksanakan di Bali tanggal 25 Maret 2010. kebersamaan dan menjalin komunikasi yang intens.Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa pada acara Peningkatan Potensi Pegawai Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 35 . bekerja meningkatkan prestasi agar mencapai penyelenggaraan pemerintah yang good governance dengan selalu mengedepankan nilai-nilai hak asasi manusia . Pertemuan ini diadakan dengan metode outbond. Sp. Denny Thong. SufeRmi SOfyAn Antusias dari pegawai Dit.

dan terdapat arsip hasil kerjanya.PAN/05/2006 tentang Pedoman Penilaian Kinerja Unit Pelayanan Publik. serta ada uraian tugas untuk setiap pegawai secara jelas menggambarkan kegiatan yang harus dilakukannya sesuai jabatan atau fungsi. Kegiatan mulai dinilai dari tanggal : 25 Februari s/d 10 Maret 2010. Berdasarkan hal tersebut Kementerian Kesehatan membentuk Tim Penilai Unit Pelayanan Publik sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI. Penilaian Berdasarkan Petunjuk Teknis Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. ada tempat khusus dan terdapat SK atau Juklak pengelolaan dokumen Bila memungkinkan terdapat ISO 9001:2000 dalam menyelenggarakan pelayanan publik. Misi. Terdapat Persyaratan Pelayanan. 7. SK prosedur pengaduan. 6. Visi. Sistem Pengelolaan Mutu Pelayanan yang sudah dibuatkan dokumen (SK) tentang penunjukan kelompok budaya kerja atau gugus kendali mutu.01/IV/SK/089/2010. 8.ragam Bersaing Sehat Citra Pelayanan Prima Kesehatan. 5. D Foto bersama tim penilai Unit Pelayanan Prima 2010 alam rangka mendorong peningkatan pelayanan publik dan sejalan dengan pelaksanaan Undang-Undang nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik yang mempunyai kinerja terbaik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Misi. Nomor : HK. 4. Hal-hal yang dinilai adalah : 1. 9. yang disyaratkan 2. Motto dan Janji pelayanan terpampang secara luas dan diketahui oleh pengguna pelayanan Standart Prosedur Tetap (SOP) atau Standart Pelayanan yang sepenuhnya dipergunakan sebagai acuan pelaksanaan pelayanan dibuat Surat Keputusannya dan terpampang ditempat pelayanan Sistem Pengelolaan Dokumen/Berkas yang mempunyai petugas yang ditunjuk. Terdapat Uraian Kerja yang jelas dan telah dibuat SK. Bagian Hukum. Organisasi dan Humas menjadi fasilitator kegiatan tersebut. Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik mengusulkan 3 Unit Pelaksana Teknis terbaiknya yaitu RS Kanker Dharmais Jakarta.03. RS Sanglah Denpasar dan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya. Susilo Bambang Yudhoyono pada Hari Pelayanan Publik Sedunia tanggal 23 Juni 2010. Motto Pelayanan Publik dan Janji Pelayanan yang mampu memotivasi pegawai untuk memberikan pelayanan terbaik Visi. pengelolaan yang sesuai prosedur. Sistem atau Prosedur Pengelolaan Pengaduan Pengguna Layanan yang sudah terdapat petugas. serta Penyerahan Piala Citra dan Penghargaan Pelayanan Prima 2010 yang akan diberikan oleh Presiden RI. 36 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . dengan tugas menilai Unit Pelayanan Publik yang diunggulkan oleh Unit Utama. ada ukuran kinerja serta evaluasi kinerja secara berkala. Nomor : PER/25/M. untuk menilai 16 Unit Pelayanan Publik. tanggal 29 Januari 2010. penilainya dari Setjen dan Unit Utama di Kementerian 3.

ruang tunggu. selanjutnya tim penilaian Kementerian Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Birokrasi menetapkan 3 unit pelayanan publik antara lain Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya.dan tidak ada punggutan lain diluar ketentuan biaya/tarif. telepon.ragam dalam memberikan pelayanan kepada pengguna pelayanan yang diharapkan peduli. K e d i s i p l i n a n Pegawai dalam memberikan pelayanan kepada pengguna pelayanan yaitu sampai 30 menit dari jam mulai pelayanan sudah 75 % pegawai yang bekerja. sigap dan cakap menggunakan alat bantu pelayanan dan tidak ada kekeliruan yang bisa menghambat pelayanan Terdapat Kebijakan dan Rencana Pengembangan Pegawai dalam rangka peningkatan profesionalisme yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan. 14. bersih. skema pelayanan. diumumkan ditempat yang mudah dilihat pengguna pelayanan dan pelayanan dilaksanakan sesuai standart waktu yang ditetapkan. terawat sehingga membuat nyaman pengguna pelayanan (sarana tidak ada yang rusak. 13. ramah serta sopan 15. Terdapat Akses Informasi yang dapat dipergunakan oleh pengguna pelayanan (misal ada leaflet. Sarana Pelayanan efektif. berdasarkan dasar hukum yang jelas. 17. email yang berfungsi dengan baik dan terdapat petugasnya Berdasarkan penilaian di atas maka Tim Penilai Kementerian Kesehatan memilih 5 Unit Pelayanan Publik terbaik. dan diumumkan ditempat yang mudah dilihat pengguna pelayanan. RS Kanker Dharmais Jakarta menjadi nominasi untuk mendapatkan Penghargaan Citra Pelayanan Prima 2010. poster. hal ini dapat dilihat dari absensi jam kedatangan Tingkat Kepekaan/Respon Pegawai dalam memberikan pelayanan kepada pengguna layanan. secara resmi melalui SK. terdapat sarana pelengkap yaitu tempat parkir. gambar. penataan ruangan mempertimbangkan alur pelayanan sehingga menciptakan kenyamanan. 19. pengeras suara dll 21. 18. toilet. Semua Sarana yang dipergunakan secara optimal terlihat dari daftar inventaris dan 90 % sarana yang ada didaftar didayagunakan 20. informasi pelayanan. diumumkan kepada pengguna pelayanan. upT diTJen BinA pelAyAnAn mediK yAng TelAH meneRimA piAlA CiTRA pelAyAnAn pRimA Tahun 2004 : RSUP Fatmawati Jakarta Tahun 2006 : RS Jantung Harapan Kita Jakarta Balai Laboratorium Kesehatan Jakarta Tahun 2008 : RSUP Hasan Sadikin Bandung Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 37 . Terdapat Sarana Pengaduan yaitu kotak pengaduan. papan pengumuman dll) Terdapat Pedoman Resmi tentang sikap dan perilaku petugas pelayanan dan pegawai yang diterapkan dan dievaluasi secara berkala. Terdapat Standart Waktu untuk Penyelesaian Pelayanan yang ditetapkan secara resmi. yaitu terlihat dari sikap petugas yang selalu memberi perhatian kepada pengguna pelayanan dan proaktif Tingkat Ketrampilan Pegawai dalam memberikan pelayanan kepada pengguna pelayanan yaitu terlihat cekatan. Terdapat Biaya/Tarif Pelayanan ditetapkan secara resmi. 12. memakai teknologi terbaru). serta bila ada keluhan pengguna pelayanan terhadap petugas diterima dan ditindak lanjuti Sikap dan Perilaku Pegawai 16. tol. AuliyAnA 10. Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu. loket pengaduan. 11.

antara lain: (1. dan mengawasi penyelenggaraan upaya kesehatan yang merata dan terjangkau oleh masyarakat (pasal 14 ayat 1) Pelayanan kesehatan perseorangan ditujukan aminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) merupakan program unggulan Kementerian Kesehatan. akan tetapi juga dalam rangka turut mengatasi paling tidak 3 (tiga) masalah pokok pelayanan kesehatan lain yakni: 1.) Target MDG’s yang harus dicapai Indonesia sebelum tahun 2015. dapat dirujuk untuk mulai menggunakan Pelayanan Kedokteran Keluarga Terpadu (PKKT) ini. membina. terjangkau J • untuk menyembuhkan penyakit dan memulihkan kesehatan perseorangan dan keluarga (pasal 53). menyelenggarakan. Namun berbagai kalangan sangat menyesalkan masih terjadi pembiayaan di rumah sakit menjadi besar bahkan menjadi beban pemerintah karena anggaran Jamkesmas masih terbatas. (4. bermutu. sejak 1994 menyatakan pentingnya peran dokter keluarga untuk meningkatkan derajat kesehatan penduduk dunia melalui pelayanan tingkat pertama yang dilaksanakan secara bermutu. Perluasan cakupan Jaminan Kesehatan Masyarakat 4. dan berkesinambungan.) Undang-undang Kesehatan No 36 thn 2009. 1415/MENKES/SK/X/2005 dan Pedoman Penyelenggaraan Kedokteran Gigi Keluarga No. efektif. MARS Model Baru Pelayanan Kedokteran Keluarga Dikaitkan Dengan Jamkesmas • (pasal 5) Pemerintah bertanggung jawab merencanakan.ragam Oleh : Dr. WHO dan WONCA (World Organization of Family Doctors).) Undang-undang Praktek Kedokteran No 29 thn 2004 : menuntut perbaikan kualitas pelayanan dasar dan kualitas dokter praktek umum.) Kebijakan Pelayanan Kedokteran Gigi Keluarga No. efisien. Menghadapi era globalisasi Batasan dan Ruang lingkup pelayanan Kedokteran Keluarga Terpadu PKKT adalah pelayanan kesehatan dasar/primer yang menyelenggarakan pelayanan primer yang proaktif. 38 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . (2. Tujuan pengembangan pelayanan Kedokteran Keluarga Terpadu (pKKT) di indonesia Untuk Indonesia. Berbagai alasan lain. mengamanatkan: • Setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan dan berhak atas pelayanan kesehatan yang aman. 039/MENKES/SKI/I/2007. Hal ini mungkin dapat di kurangi dengan meningkatkan cakupan pelayanan dasar melalui penerapan konsep Kedokteran Keluarga (KK) dan konsep Kedokteran Gigi Keluarga (KGK) serta konsep kePerawatan Keluarga (KPK) secara terpadu. mengatur. Pendayagunaan tenaga kesehatan dalam PTT 2. Perluasan cakupan pelayanan dasar 3. manfaat PKKT tidak hanya untuk mengendalikan biaya dan atau meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.Emil Ibrahim. (5. (3.) Undang-undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) No 40 thn 2004 : Pelaksanaan bidang kesehatan membutuhkan akses terhadap pelayanan kesehatan yang terstruktur dan berjenjang.

Menguasai dan mampu menerapkan konsep operasional kedokteran/ kedokteran gigi/keperawatan keluarga 2. Lynn P. 2. Secara efektif berkomunikasi dengan pasien dan semua anggota keluarga dengan perhatian khusus terhadap peran dan risiko kesehatan keluarga 5. Pasien sebagai bagian dari keluarga dan masyarakat c. Menyelenggarakan pelayanan primer secara paripurna menyuruh. capai taraf kesehatan tinggi d. peningkatan kesehatan. 4. Tanggap saling-aruh faktor biologik-emosi-sosial. M e n y e l e n g g a r a k a n pelayanan primer dan bertanggung jawab atas kelanjutannya Adapun tugas dan wewenang pKKT. dengan mengutamakan pencegahan. serta lingkungan dunianya. menimbang pendekatan individu dan peran keluarga. mempertimbangkan pasien dan keluarganya d. serta pengawasan dan pemantauan risiko kesehatan keluarga 6. Pelayanan diberikan kepada semua pasien tanpa memandang jenis kelamin. koordinatif. 3. tanggap epidemiologi dan terampil menangani penyakit e. Mencegah penyakit dan memelihara kesehatan b. usia ataupun jenis penyakitnya. Memandang pasien dan keluarga e. Carmichael (1973) a. M e n g u t a m a k a n pencegahan. kontinu. Mendiagnosis secara cepat dan memberikan terapi secara cepat dan tepat. Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 39 . Menyesuaikan dengan kebutuhan pasien dan memenuhinya e. tingkatan taraf kesehatan d. pencegahan dan penyembuhan penyakit. Diagnosis dini.ragam komprehensif. Tugas PKKT: 1. Andal mendiagnosis. Pelayanan primer dan lanjut c. melibatkan Dokter dan Dokter Gigi sebagai penyaring di tingkat primer dan di bantu oleh Perawat dan Bidan. meliputi : A. Menguasai pengetahuan dan mampu menerapkan ketrampilan klinik dalam pelayanan keperawatan keluarga 4. integratif. Dapat bekerjasama secara profesional secara harmonis dalam satu tim pada penyelenggaraan pelayanan kedokteran/kesehatan. Memberikan pelayanan kedokteran secara aktif kepada pasien dan keluarga pada saat sehat dan sakit. IDI (1982) a. Pelayanan menyeluruh dan maksimal c. Pelayanan menyeluruh. Secara efektif memanfaatkan kemampuan keluarga untuk berkerjasana menyelesaikan masalah kesehatan. Kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap tenaga pada PKKT secara garis besarnya ialah : 1. Berbagai karakteristik pelayanan Kedokteran Keluarga Terpadu: 1. Perawatan kesehatan dapat di lakukan di fasilitas PKKT dan di rumah serta rujukan kepada fasilitas (Puskesmas – Rumah Sakit – Lab) atau tenaga yang lebih mampu (dokter Spesialis yang kesemuanya bekerja sama di bawah naungan peraturan dan perundangan. Memandang pasien sebagai individu. holistik. PKKT harus mempunyai kompetensi khusus yang lebih dari pada seorang lulusan fakultas kedokteran/kedokteran gigi pada umumnya. Menguasai pengetahuan dan mampu menerapkan ketrampilan klinik dalam pelayanan kedokteran keluarga 3. dan mewaspadai kemiripan penyakit. Pembiayaan pelayanan Kedokteran Keluarga dilakukan dengan Jamkesmas melalui sistem kapitasi. Hymovic & Martha Underwood Barnards (1973) Pelayanan responsif dan bertanggung jawab b. 2. Melayani secara maksimal 3. Pelayanan Kedokteran Keluarga Terpadu. dan bermutu guna penapisan untuk pelayanan spesialistik yang diperlukan. bagian dari keluarga dan masyarakat b. Membina keluarga pasien dan keluarga berpartisipasi dalam upaya peningkatan a. Debra P.

5. Melakukan perawatan sementara di rumah. b. Puskesmas Rawat inap c. Untuk menunjang tugas dan wewenang PKKT. 7. holistik. terpadu. 10. Mengobati penyakit akut dan kronik di tingkat primer. 10. a. Bertindak sebagai mitra. pengobatan dan rehabilitasi. Pembiayaan dilakukan dengan Asuransi kesehatan (Jamkesmas) 13. Menjalankan sistem kendali mutu. (terletak di tempat strategis). Merupakan klinik yang menyelenggarakan Pelayanan Kedokteran Keluarga Terpadu 2. Memantau pasien dan keluarga yang telah dirujuk atau di konsultasikan. 4. Melakukan tindakan tahap awal kasus berat agar siap dikirim ke rumah sakit. 14. Mempunyai bangunan yang memadai. pasien segera dirujuk balik ke PKKT untuk pemantauan lebih lanjut. Melakukan penelitian untuk mengembang ilmu kesehatan secara umum dan ilmu kedokteran/gigi keluarga secara khusus. Menyelenggarakan pelayanan dasar yang sifatnya paripurna. Melayani semua jenis penyakit dan golongan umur dan jenis kelamin. 40 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . penasihat dan konsultan bagi pasien dan keluarga Mengkordinasikan pelayanan yang diperlukan untuk kepentingan pasien dan keluarga Menyelenggarakan rekam Medis yang memenuhi standar. Jejaring rujukan yang dapat berupa: a. Sebaiknya mudah dicapai dengan kendaraan umum. Melaksanakan tindak pencegahan penyakit. 10. 12. 13. 11. 8. air bersih. dan berkesinambungan. Tetap bertanggung-jawab atas pasien yang dirujukan ke Dokter Spesialis atau dirawat di RS. rawat pascabedah di unit pelayanan klinik kedokteran keluarga terpadu. Dilengkapi dengan sarana depo obat. Menangani penyakit akut dan kronik. Mempunyai sejumlah tenaga kesehatan yang telah lulus pelatihan KKT. 2. dengan ciri: 1. 9. Mempunyai izin yang berorientasi kapitasi dan wilayah 9. 3. Dalam sistem ini kontak pertama pasien dengan dokter/dokter gigi akan terjadi di PKKT yang selanjutnya akan menentukan dan mengkoordinasikan keperluan pelayanan sekunder jika dipandang perlu sesuai dengan SOP standar yang disepakati. 11. b. 6.ragam taraf kesehatan. Melaksanakan pendidikan kesehatan bagi masyarakat. Mempunyai sarana medis yang memadai sesuai dengan peringkat klinik yang bersangkutan 12. bedah minor. Wewenang Dokter/Dokter Gigi dalam PKKT: 1. 8. Menyelenggarakan Rekam Medis yang memenuhi standar. 14. pencegahan penyakit. Dokter Spesialis yang menyelenggarakan pelayanan sekunder di praktek Dokter Spesialis. Berbentuk praktek berkelompok. 7. 5. Memberikan masukan untuk keperluan pasien dan keluarga untuk rawat inap. 3. listrik dan komunikasi. 4. Menerbitkan surat keterangan medis. 6. Pasca pelayanan sekunder. 6. tampaknya diperlukan Fasiliatas Klinik Kedokteran Keluarga Terpadu ( FKKKT ). 5. 8. Tata penyelenggara pelayanan seperti ini harus diperkuat oleh ketentuan yang diberlakukan dalam skema Jamkesmas. Memberikan perawatan di rumah untuk keadaan khusus. Mengatasi keadaan gawat darurat pada tingkat awal. Melakukan tindak prabedah. Mempunyai sejumlah tenaga pembantu klinik dan paramedis telah lulus perlatihan khusus pembantu KKT 7. Seperangkat peraturan penunjang. 9. Rumah sakit rujukan. B. Memberikan laporan kepada Dinkes setempat secara bekala.

2007 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 41 . perseorangan dan “out of pocket” Dari konteks ini PKKT mempunyai posisi yang strategis dalam keberhasilan penatalaksanaan pembangunan kesehatan karena perannya dalam penatalaksanaan sub sistem pelayanan kesehatan dari orientasi kuratif ke orientasi komprehensif dengan mengedepankan aspek promotifpreventif seimbang dengan kuratif-rehabilitatif. Konsep ini meletakkan peran PKKT yang sangat penting sebagai PPK Jamkesmas yang sadar mutu dan sadar biaya pelayanan kesehatan.aafpfoundation. Nurses Always There For You : Caring For Family. Rujukan a.ragam peranan pKKT dalam JAmKeSmAS PKKT mempunyai peran yang strategis dalam penatalaksanaan pelayanan kesehatan. tingginya tingkat inflasi kesehatan. International Nurses day : Geneva e.(2003). pola hubungan dokter-pasien yang melonggar.ICN Framework and core competencies for the family nurse. Affara FA. http://www. dan mekanisme pembiayaan yang masih tunai.com/2009/11/ konsep-dasar-dokter-keluarga. 19 – 22 April 2010 b.dengan tingkat primer sebagai ujung tombak. Bahan Rapat Penyusunan “Road Map” Pelayanan Kedokteran Keluarga & Kedokteran Gigi Keluarga. ICN (2002). Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah suatu bentuk pelayanan kesehatan individu dan keluarga serta masyarakat yang bermutu namun terkendali biayanya dimana hal ini tercermin dari tata laksana pelayanan kesehatan yang diberikannya. pelayanan yang fragmentatif ke pelayanan yang integratif berjenjang. Bekasi. Masalah dalam sistem kesehatan nasional pada dasarnya terdiri dari masalah pada sub sitem pelayanan kesehatan dan masalah pada sub sistem pembiayaan kesehatan. html c. Depkes. Sedangkan hal-hal yang termasuk dalam masalah pembiayaan kesehatan adalah. ICN : Geneva f. menurunnya etos profesional serta pelanggaran atas norma dan etika kedokteran.html d. Modul-modul Asuhan Keperawatan Keluarga di rumah. Keberhasilan penatalaksanaan pelayanan kesehatan yang dikenal sebagai Jamkesmas itu. blogspot. pada dasarnya dipengaruhi oleh sejauh mana masalah pembangunan kesehatan itu dapat diatasi dan ditata. serta perannya dalam penatalaksanaan sub sistem pembiayaan kesehatan yakni kesediaannya untuk menerima pembayaran secara prospektif yang juga bermakna pengendalian biaya pelayanan kesehatan. pola pelayanan yang fragmentatif. perubahan pola penyakit mengarah ke degeneratif dan kronis. Termasuk dalam masalah pada sub sistem pelayanan kesehatan adalah. komersialisasi pelayanan kesehatan. org/online/foundation/home/ programs/center-history. h t t p : / / p r e m a t u r e d o c t o r .

Masalah yang lebih serius akan terjadi bila sang pasangan juga merupakan seorang pembawa sehingga lebih berpotensi melahirkan anak dengan thalasemia mayor yang nantinya akan memerlukan transfusi darah secara rutin selama hidupnya. yang sekaligus juga berfungsi utama sebagai pengangkut oksigen. terutama akibat penumpukan pada jantung. Sri Adriarti (10thn) harus bertahan untuk memperpanjang hidup dengan transfusi darah. keduanya menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Dalam kesehariaanya suami istri yang menetap di Desa Tenjolaya. Selain berpotensi menghasilkan keturunan penderita thalasemia mayor dan juga minor. baginya darah ibarat nafas kehidupan. sehingga dikhawatirkan dapat menambah jumlah penderita secara cukup pesat.ragam Anakku Tak Bisa Hidup Tanpa Transfusi Darah T halasemia merupakan suatu kelainan darah bersifat genetik dimana kerusakan DNA akan menyebabkan tidak optimalnya produksi sel darah merah penderitanya serta mudah rusak sehingga kerap menyebabkan anemia. penjelasannya meliputi keadaan hemoglobin yang mengandung zat besi (Fe). individu-individu pembawa gen ini sama sekali tidak menunjukkan adanya suatu gejala.5thn). Sedangkan anak kelima. Penyakit ini merupakan penyakit turunan. tidak mampu mencukupi biaya pengobatan untuk anak mereka. Kondisi ini amat memprihatinkan. Jika suami atau istri membawa sifat (carrier) thalasemia. Anak bungsu. dan ini menjadi penyebab kematian utama dari penderita thalasemia. Gejala thalasemia sendiri cukup bervariasi tergantung dari derajat kerusakan gen yang 42 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . Jamaludin (47thn) dan Imas (37thn) memiliki enam keturunan yang menderita thalasemia. Secara singkat. Kamaludin dalam pangkuan ibunda Tindakan transfusi ini pun bukan merupakan suatu terapi penyembuh namun hanya bersifat suportif dalam mengurangi gejala dan punya resiko menyebabkan penumpukan zat besi dalam tubuh pula. Kamaludin yang lebih lanjut bisa menyebabkan pembengkakan dalam pangkuan ibunya hati dan limpa. Kerusakan sel darah merah pada penderita thalasemia akan mengakibatkan zat besi tertinggal di dalam tubuh dan bisa menumpuk dalam organ tubuh seperti jantung dan hati dan lama kelamaan akan mengganggu fungsi organ lainnya. Terkait dengan sifat genetik yang diturunkan pendahulunya ini. dikenal istilah ‘thalasemia trait’ (pembawa sifatnya). Kecamatan Cibadak Sukabumi hanya bekerja sebagai buruh. Pusat dari mekanisme kelainan ini terletak pada salah satu gen pembentuk hemoglobin pada sel darah merah manusia. sama halnya dengan Kamaludin (2. maka 25% anak mereka memiliki kemungkinan menderita thalasemia. Sekilas tentang Thalasemia Penyakit thalasemia merupakan suatu kelainan darah bersifat genetik dimana kerusakan DNA akan menyebabkan tidak optimalnya produksi sel darah merah penderitanya serta mudah rusak sehingga kerap menyebabkan anemia. Hal inilah yang dialami pasangan suami istri. selain juga bisa akibat suplai darah merah dari transfusi. dimana empat anak mereka meninggal dunia dalam usia muda. Sebagaimana orang-orang normal. pasangan pembawa gen ini juga berpotensi lebih besar dalam menghasilkan keturunan berupa thalasemia trait tadi.

Kasubbag Humas Ditjen Bina Pelayanan Medik. dr. Lakukan pemeriksaan darah ketika ibu sedang mengandung 2. KunjunganTimuntukmemberikanmotivasi. penderita thalasemia sering memiliki batang hidung melesak ke dalam yang dikenal juga dengan istilah ‘facies cooley’ dan merupakan salah satu tanda khas thalasemia mayor. Apa saja yang bisa dilakukan? 1. kurang nafsu makan atau infeksi yang kerap berulang. 3. 12 Mei pindah ke Ruang ICU di RS Pelabuhan karena jantungnya melemah. Dr. Sedyaningsih. tak hanya darah tapi juga pemeriksaan lain. Sukabumi. demi meningkatkan derajat kesehatan yang merata.ragam Respon Cepat Adanya laporan yang masuk ke Pusat Tanggap Respon Cepat (PTRC) Kementerian Kesehatan. serta penipisan atau perapuhan tulang karena sumsum tulang juga berperan penting dalam memproduksi hemoglobin tersebut. serta thalasemia minor dimana gejalanya jauh lebih ringan dan sering hanya sebagai pembawa sifat saja. Seketika istri Jamaludin langsung menceritakan anak kelima sedang menjalani perawatan. Endang R. tapi penyebarannya dapat dicegah. Sukabumi. Sebelum menikah. tim segera menuju Puskesmas Cibadak Sukabumi. dan akan terus memperhatikan masyarakat. Sama halnya dengan anak bungsu kami membutuhkan transfusi darah. maka orangtua akan lebih siap menerima kondisi bayinya ketika lahir. PH untuk segera mengambil langkah cepat dengan menerjunkan tim investigasi. untuk meninjau kabar akhir dari keluarga Jamaludin. Pada thalasemia mayor gejala dapat muncul sejak awal masa anak-anak dengan kemungkinan bertahan hidup terbatas. sulit tidur. saat ini dalam kondisi jantung yang masih lemah.semangat. Pada 20 Mei 2010. Kabid Promosi Kesehatan Dinkes Kab. MPH. Lakukan tranfusi darah rutin sekali sampai dua kali sebulan bagi Thalasemia Minor. 15 Mei dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. pada 07 Mei masuk ruang bedah RS Pelabuhan. terdiri dari pengelola PTRC Kemenkes. Dengan memeriksakan diri saat hamil dan mengetahui jika janin mengalami Thalasemia Mayor. Periksa darah anak yang baru lahir untuk memastikan darahnya. 4. Ada dua jenis thalasemia yang dikenal berdasarkan gejala klinis dan tingkatan keparahannya. Periksa Darah Meski Thalasemia termasuk penyakit keturunan dan tak bisa disembuhkan. imin/dSy Tim investigasi Kementerian Kesehatan dalam kunjungannya ke Sukabumi terjadi seperti anemia dengan gejala tambahan pucat. Selama ini biaya kami ditanggung Jamkesmas sejak tahun 2008. Pada tampilan yang khas. Siapkan mental bagi orangtua. Pengelola Jamkesmas/ Jamkesda Dinkes Kab. serta menyampaikan pesan bahwa Kementerian Kesehatan siap membantu biaya perawatan selama di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. lemas. yaitu thalasemia mayor dimana kedua orang tuanya merupakan pembawa sifat. serta Perwakilan Pusat Jaminan dan Pembiayaan Kesehatan. Kepala Puskesmas Cibadak dan ibu imas. Pasangan Thalasemia Minor yang menikah sesama Thalasemia Minor dapat menghasilkan anak dengan Thalasemia Mayor. Sebab Thalasemia Mayor tak bisa bertahan hidup lebih lama. membuat Menteri Kesehatan. lakukan pemeriksaan. 5. kemudian juga jantung yang dipaksa bekerja lebih keras untuk memenuhi pembentukan hemoglobin. Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 43 . Disana tim menemui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat.

Intervensi pada jantung dilakukan di ruang khusus yaitu ruang kateterisasi dengan bius local. Aritmia adalah penyakit pada sistem listrik jantung. sumbatan atau kelainan lain pada pembuluh koroner. Intervensi pada penyakit jantung adalah suatu tindakan nonbedah yang dilakukan dengan cara pemakaian alat medis tertentu yang dimasukkan ke dalam tubuh (khususnya jantung dan pembuluh darah). Semua teknologi canggih dalam tatalaksana IKP tersebut telah tersedia di PJNHK. coiling dsb. diabetes melitus . yaitu pembuluh darah yang terletak di permukaan jantung dan berfungsi memberi pasokan oksigen dan zat gizi untuk jantung. Terdapat berbagai jenis penyakit jantung yang dapat dikelompokkan atas dasar struktur/bagian jantung yang terkena. 44 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . Terdapat juga penyakit jantung yang secara primer mengenai otot-otot jantung yang disebut kardiomiopati. baik yang bersifat medika-mentosa (obatobatan). Penyakit jantung katup mengenai katup-katup jantung dapat berupa penyempitan bukaan katup jantung atau penutupan katup yang tidak sempurna sehingga menimbulkan kebocoran. Intervensi non-bedah menyebabkan masa rawat yang lebih singkat. penyakit jantung masih merupakan penyakit utama yang menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Perbaikan penyempitan atau sumbatan pembuluh koroner dapat dilakukan dengan cara balonisasi dan pemasangan ring (stent). Penyakit jantung koroner adalah penyakit yang diakibatkan oleh penyempitan pada pembuluh darah koroner. Berikut ini akan disampaikan berbagai jenis intervensi non-bedah yang dapat dilakukan di Pusat Jantung Nasional Harapan Kita (PJNHK). Angiografi Koroner dan intervensi Koroner perkutan Angiografi koroner (AK) adalah suatu tindakan diagnostik untuk mengetahui keadaan pembuluh koroner. pressure wire. sumbatan atau berbagai kelainan lain pada pembuluh koroner. intervensi maupun tindakan bedah. Penyakit jantung kongenital adalah kelainan struktur anatomi jantung yang dibawa sejak lahir. termasuk yang terakhir data dari Riset Kesehatan Dasar tahun 2007. Kadang-kadang diperlukan alat-alat bantu canggih untuk mendapatkan hasil perbaikan koroner yang memuaskan. Intervensi nonbedah pada penyakit jantung akhir-akhir ini semakin luas digunakan dan diterima oleh kalangan medis maupun masyarakat luas. seperti pemakaian ultrasonografi intra-vaskular. penyedotan gumpalan darah (angiojet). pengeboran (rotablator). Selain itu ada penyakit jantung yang berkaitan dengan penyakit lain seperti infeksi. Intervensi koroner perkutan (IKP) adalah tindakan intervensi untuk memperbaiki penyempitan. Dengan AK dapat dilihat secara pasti adanya penyempitan. AK dilakukan dengan cara memasukkan selang halus (disebut kateter) melalui pembuluh darah di pergelangan tangan (arteri radialis) atau di lipat paha (arteri femoralis) ke dalam jantung dan pembuluh darah koroner. Tatalaksana penyakit jantung berkembang dengan pesat. Alat yang dimasukkan ke dalam tubuh tersebut digunakan untuk memperbaiki berbagai kelainan di jantung baik yang bersifat anatomic maupun fungsional. karena kepraktisan dan B efektivitasnya. penyakit tiroid.ragam Diagnostik Invasif dan Intervensi Non-Bedah di Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Tim Unit Pelayanan Fungsional (UPF) Diagnostik Invasif dan Intervensi Non-Bedah erdasarkan berbagai data survey kesehatan di Indonesia. AK atau sering disebut dengan kateterisasi jantung merupakan pemeriksaan baku emas untuk penyakit jantung koroner. rasa nyaman yang lebih baik dan biaya yang lebih rendah selain efektivitas yang terbukti baik pada berbagai penelitian.

Atrial Septal Defect (ASD). B. Penutupan secara transkateter dengan menggunakan nit occluder diindikasikan terutama untuk VSD dengan ukuran defek kurang dari 8 mm dan terutama pada anak dengan berat badan di atas 10 kg. Pada tahun 2004 dilakukan intervensi dilatasi balon dan pemasangan sten pada koarktasio aorta abdominal dengan hasil yang sangat baik. Nit occluder VSD. PDA dan ASD yang kemudian mengalami peningkatan jumlah kasus yang bermakna dari tahun ke tahun. yang menyebabkan para pioneer di bidang intervensi non bedah PJB memikirkan alat alternatif lain untuk penutupan defek VSD transkateter. stenosis aorta dan transposisi arteri besar (TGA). Seiring dengan kemajuan yang dicapai dalam intervensi bedah. Sejak November 2009 Pusat Jantung Nasional berkerjasama dengan PFM telah berhasil melakukan intervensi penutupan VSD perimembran transkateter dengan nit occluder VSD sebanyak 10 kasus dengan hasil yang memuaskan tanpa timbulnya komplikasi blok atrioventrikular. A B C gambar 1. Pada tahun 2002 dengan masuknya alat Amplatzer occluder (AGA Medical Corp) di Indonesia dimulailah intervensi A B C gambar 2. Penutupan VSD secara transkateter di PJNHK dengan menggunakan amplatzer occluder (AVSO) yang sudah dilakukan sejak tahun 2006 hingga saat ini sebanyak 7 kasus. Amplatzer Ventricular Septa Occluder. Terdapat delapan jenis lesi yang memiliki prevalensi tertinggi (80%) yaitu Ventricle Septal Defect (VSD). intervensi non bedah dalam tatalaksana PJB juga mengalami kemajuan yang sangat pesat. intervensi non-bedah pada penyakit Jantung Bawaan Penyakit jantung bawaan (PJB) adalah penyakit dengan kelainan pada struktur atau fungsi sirkulasi jantung yang didapatkan sejak lahir. Stenosis Pulmonal. dengan meminimalisasikan komplikasi terjadinya blok atrioventrikular. A. A. Seiring dengan perkembangan teknologi yang ada. Secara umum PJB dapat dikelompokkan menjadi dua golongan besar yaitu biru (sianotik) dan tidak biru (non sianotik). jarak dari annulus (cincin) aorta lebih dari 3 mm dan indeks resistensi paru kurang dari 4 wood unit. C. Nit occluder yang sudah terpasang untuk menutup VSD Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 45 . sedangkan 1 kasus lain tidak berhasil dipasang karena defek tidak ideal untuk pemasangan. PFM menciptakan suatu alat baru yang disebut nit occluder VSD yang terutama digunakan untuk penutupan VSD perimembran ataupun muskular. Patent Ductus Arteriosus (PDA). Beberapa laporan kasus di luar negeri menyebutkan bahwa terdapat beberapa komplikasi yang timbul dari pemasangan alat ini yaitu adanya blok atrioventrikular.ragam penutupan defek bawaan seperti VSD. Tetralogy of Fallot (TOF). Kotak kecil dan panah menunjukkan lokasi penyempitan yang diperlihatkan dengan angiogram koroner pada panel B (tanda panah). diikuti dengan prosedur Balon Atrial Septostomi (BAS) dan Balon Pulmonal Valvuloplasti (BPV) tahun1997. Kelainan terjadi akibat adanya gangguan atau kegagalan perkembangan struktur jantung pada awal fase pertumbuhan janin. Menunjukkan pembuluh koroner kanan dan kiri yang terletak di permukaan luar jantung. Pusat jantung Nasional Harapan Kita (PJNHK) sebagai pusat rujukan nasional merupakan pelopor intervensi non bedah secara transkateter pada PJB pertama di Indonesia dengan melakukan pemasangan koil untuk menutup PDA pada tahun 1996. Pada panel C diperlihatkan teknik IKP dengan pemasangan stent pada daerah yang menyempit tsb. Koarktasio aorta.

Tindakan ablasi saat ini umumnya menggunakan gelombang radiofrekuensi yang dihantarkan melalui kateter untuk menetralisir sel-sel jantung yang menyebabkan terjadinya takiaritmia. Kegiatan ini masih bersifat penelitian. Dengan ablasi septal maka hambatan pengeluaran darah dapat dikurangi bahkan dihilangkan sehingga keluhan berkurang dan kualitas hidup lebih baik. atau bahkan berhari-hari. Pemasangan alat pacu jantung permanen. irama jantung yang terlalu cepat (> 100x/menit). Kemampuan jantung dalam menghasilkan impuls listrik merupakan salah satu fungsi jantung yang terpenting. Ablasi pada aritmia kompleks (AF) memakai sistem pemetaan 3 dimensi (sistem Carto). Yoga Yuniadi. A. Lylyasari Octaviani. Penyakit ini cukup sering ditemukan yaitu 1/500 orang dan bersifat fatal karena sering menimbulkan kematian jantung mendadak. Penanaman sel punca di PJNHK saat ini baru ditujukan bagi penderita gagal jantung akibat penyakit jantung koroner yang tidak membaik dengan modalitas terapi yang ada. Penebalan sekat menyebabkan hambatan pengeluaran darah saat jantung memompa. Keteraturan irama jantung dimungkinkan dengan adanya suatu sistem listrik yang unik di dalam jantung. dr. sedangkan takiaritmia dapat disembuhkan dengan tindakan ablasi. menit. Bradiaritmia dapat diatasi dengan pemasangan alat pacu jantung. layanan baru di bidang intervensi non-bedah Belum lama berselang UPF Diagnostik Invasif dan Intervensi Non-bedah PJNHK memperkenalkan dua jenis layanan baru untuk memperluas layanan kesehatan jantung bagi masyarakat Indonesia. SpJP 46 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . rasa seperti melayang. Ablasi septal diindikasikan bagi penderita hypertrophic cardiomyopathy (HCM).dr. Impuls listrik ini akan mengatur serangkaian kontraksi otot pada setiap detakan jantung. Beberapa keluhan yang dirasakan bila terjadi aritmia adalah berdebar.dr.dr. Hal ini dapat terjadi beberapa detik. Pola dan waktu pembentukan impuls listrik menentukan irama jantung yang terjadi.ragam Ablasi radiofrekuensi dan pemasangan alat pacu jantung Jantung secara spontan menghasilkan impuls listrik. atau untuk mencegah kematian mendadak pada takiaritmia yang mengancam jiwa (dengan memasang ICD = implantable cardioverter defibrillator) Ablasi aritmia merupakan prosedur yang cukup aman. Aritmia dapat terjadi pada jantung yang normal atau jantung yang sudah mengalami penyakit. nyeri dada. rasa lemah/lemas. Doni Firman. sesak nafas. (3) adanya detak jantung tambahan. irama jantung yang terlalu lambat (< 60x/menit) . Arirmia terdiri dari beberapa tipe yaitu (1) bradiaritmia. yaitu penyakit jantung yang ditandai dengan penebalan berlebihan A bilik jantung kiri khususnya bagian septal/sekat. Di PJNHK digunakan teknik penanaman secara retrograd ke dalam jantung sehingga meningkatkan tingkat keberhasilanya. A B gambar 3. (4) impuls listrik dari area yang abnormal.Dr. Walaupun demikian hasil-hasil yang diperoleh sangat optimis untuk dalam waktu dekat diterapkan secara luas. (2) takiaritmia . B. atau bahkan pingsan. jam. yang terdiri dari generator dan jaringan transmisi Gangguan sistem listrik jantung yang normal disebut aritmia kordis. efektif dan mempunyai angka keberhasilan yang cukup besar. Disusun oleh Tim UPF DI-INB PJNHK 1. Tindakan ablasi dapat dilakukan secara konvensional atau memakai teknik pemetaan 3 dimensi (Carto) untuk takiaritmia yang kompleks. Terjadi peningkatan kualitas hidup yang sangat bermakna dan keluhan yang sangat berkurang pasca penanaman sel punca. SpJP(K) 3. SpJP(K) 2. yaitu ablasi septal dan penanaman sel punca (stem cell). pusing. Saat ini alat pacu jantung semakin canggih sehingga tidak hanya dipakai pada bradiaritmia tetapi juga sangat berguna pada terrapin gagal jantung fase lanjut (dengan memasang CRT= cardiac resynchronization therapy). Aritmia bisa terjadi dengan keluhan atau tanpa keluhan . Dicky A Hanafy. SpJP 4.

belum ada petanda tumor yang memenuhi syarat untuk digunakan sebagai alat skrining kanker. Seringkali petanda tumor secara tersendiri tidak dapat digunakan untuk mendiagnosis kanker karena : (1) Dapat terjadi peningkatan palsu pada kondisi bukan keganasan. Ini disebabkan karena banyak petanda tumor merupakan protein. (4) memantau perjalanan penyakit pada pasien dalam remisi atau selama mendapatkan terapi pembedahan. petanda tumor dapat digolongkan menjadi 2 kelompok. Secara umum. (3) menentukan prognosis P pada pasien. berkorelasi dengan stadium dan respon terhadap pengobatan serta mudah diukur. tetapi jika meningkat menunjukkan kelainan pada jaringan yang bermasalah. Petanda tumor dapat digunakan untuk: (1) skrining populasi sehat atau populasi beresiko tinggi untuk melihat adanya kanker. Syarat untuk suatu pemeriksaan skrining yang baik adalah mempunyai sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi. Lyana Setiawan. Jenis petanda tumor ini mungkin meningkat pada keadaan bukan kanker. Sayangnya belum ada petanda tumor yang memenuhi kriteria ideal ini. misalnya CEA yang diproduksi oleh kanker saluran cerna. Idealnya petanda tumor hanya positif pada pasien dengan keganasan. sedangkan spesifisitas adalah kemampuan pemeriksaan untuk mengidentifikasi orang yang tidak menderita penyakit tersebut. radiasi atau kemoterapi. baik pada populasi normal maupun resiko tinggi. sebelum timbul gejala.ragam Pemeriksaan Laboratorium Untuk Petanda Tumor Oleh dr. urin atau jaringan tubuh yang kadarnya meningkat pada kanker. karena kurangnya sensitivitas dan spesifisitas pemeriksaan. yang bukan Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 47 . Saat ini. Terdapat banyak jenis tumor marker.PK etanda tumor adalah zat yang ditemukan dalam darah. Pemeriksaan skrining adalah cara untuk mendeteksi kanker secara dini. tetapi dapat berguna untuk pemantauan. Petanda tumor jenis ini tidak dapat digunakan untuk diagnosis. payudara dan paru. Sensitivitas adalah kemampuan suatu pemeriksaan untuk mengidentifikasi orang yang menderita suatu penyakit tertentu. dan petanda tumor ini digunakan dalam bidang onkologi untuk membantu mendeteksi adanya kanker. (2) mendiagnosis kanker atau jenis kanker tertentu. Petanda tumor yang spesifik untuk jaringan dikaitkan dengan jaringan tertentu yang terkena kanker. misalnya PSA yang spesifik untuk prostat. yaitu petanda tumor yang spesifik untuk kanker dan petanda tumor yang spesifik untuk jaringan. Fungsi lain dari petanda tumor adalah untuk membantu dalam diagnosis kanker. Petanda tumor dapat merupakan produk dari sel kanker yang mungkin adalah suatu unsur yang normal tetapi diproduksi berlebihan oleh tumor. Petanda tumor yang spesifik untuk kanker dikaitkan dengan keberadaan jenis jaringan kanker tertentu. atau produk dari tubuh sebagai respon terhadap adanya kanker. Contoh lainnya petanda spesifik kanker adalah Ca 19-9 dan Ca-125. yang masing-masing menunjukkan suatu proses penyakit tertentu. Sp.

dan kadarnya dapat meningkat pada keadaan seperti peradangan prostat. A. Kegunaan petanda tumor yang lebih penting khususnya adalah untuk menentukan prognosis. Kadar CEA meningkat pada berbagai jenis kanker. PSA juga dapat memprediksi kekambuhan dan respon terhadap pengobatan. Walaupun CEA pertama kali ditemukan pada kanker kolon. Antigen ini merupakan glikoprotein yang terdapat pada membrane plasma sel tumor dan dilepaskan ke dalam darah. AFP merupakan bagian utama dalam plasma 48 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . PSA juga mempunyai nilai prognostic. CEA merupakan salah satu antigen onkofetal pertama yang ditemukan dan dipergunakan secara klinis. akan dibahas beberapa jenis petanda tumor yang paling sering digunakan di klinik. prostate-specific Antigen (pSA) PSA merupakan pemeriksaan petanda tumor yang paling sering diperiksa untuk skrining adanya keganasan pada prostat. Kombinasi PSA dengan pemeriksaan rectum merupakan metode yang baik untuk mendeteksi kanker prostat. penyakit radang usus (inflammatory bowel disease). Peningkatan kadar CEA juga ditemukan pada keadaan lain seperti sirosis. dimana pasien dengan kadar PSA yang sangat tinggi sebelum pembedahan kemungkinan akan mengalami relaps. CEA berguna untuk memantau keberhasilan pengobatan. Selain pada kanker kolon. CEA juga tidak dapat digunakan untuk skrining karena banyaknya positif palsu. kadar yang menurun atau kembali ke kadar normal menunjukkan respon yang baik terhadap pengobatan. PSA secara normal terdapat dalam kadar rendah pada semua pria dewasa (N: 0-4 ng/ml). pankreas. kantung kuning telur dan saluran cerna. Jika dilakukan pemeriksaan petanda tumor secara serial selama pengobatan. Alpha fetoprotein (Afp) Alpha-fetoprotein adalah protein janin normal yang disintesis oleh hati. Di samping itu. CEA digunakan untuk memantau kekambuhan. tetapi jika tetap meningkat dapat menunjukkan masih adanya penyakit. pembesaran prostat jinak dan kanker prostat. sedangkan kadar yang meningkat menunjukkan perburukan. sehingga tidak dapat digunakan untuk diagnosis. Pemeriksaan CEA untuk pemantauan kekambuhan harus dilakukan minimal tiap 3 bulan. Petanda ini spesifik untuk jaringan prostat. paru dan payudara. misalnya peningkatan CEA ditemukan pada berbagai keganasan saluran cerna. C. Peningkatan PSA berkorelasi dengan stadium dan besarnya tumor. khususnya pada stadium awal. CEA juga dapat digunakan untuk memantau perjalanan penyakit atau responn terhadap terapi pada kanker payudara. B. bahkan pada perokok (19%) atau populasi normal (3%).ragam hanya dihasilkan oleh sel kanker tetapi juga oleh sel normal. (3) Kadar petanda tumor tidak selalu meningkat pada semua orang dengan kanker. Selain itu. karena kadar petanda tumor dapat memberikan gambaran mengenai stadium penyakit pada saat diagnosis dan adanya petanda tumor tertentu dapat memperkirakan respon terhadap pengobatan. misalnya CA-125 juga dapat meningkat pada endometriosis dan asites. tetapi CEA mempunyai nilai prognostik untuk pasien dengan kanker kolon karena kadar CEA pra-operasi berkorelasi positif dengan stadium dan berkorelasi negatif dengan ketahanan hidup bebas penyakit. dan kadarnya pada orang dewasa adalah <5 ng/ml. Berikut ini. Carcinoembryonic Antigen (CeA) CEA adalah suatu protein yang ditemukan pada banyak jenis sel tetapi dikaitkan dengan tumor dan janin yang sedang berkembang. lambung dan ovarium. termasuk kanker pankreas. paru. PSA juga meningkat sejalan usia dan bervariasi menurut ras. (2) Ada jenis petanda tumor yang meningkat pada lebih dari satu jenis kanker. tetapi tidak spesifik untuk kanker. CEA diperiksa dalam darah. lambung. penyakit paru kronik dan pankreatitis. PSA sangat sensitif untuk kanker prostat. Peningkatan CEA di atas nilai awal harus dipastikan karena merupakan petunjuk untuk melakukan operasi ulang. Biasanya kadarnya kembali normal dalam 1-2 bulan setelah pembedahan. kadar CEA darah yang tinggi tidak spesifik untuk kanker kolon atau keganasan secara umum.

4.0 darah janin. e. Physiology.0 . Amish Vora and Vinod Kochupillai. dan pada orang dewasa kurang dari 10 ng/ml. khususnya pada populasi beresiko tinggi. kehamilan. 2040% kasus kanker kolon dan 71-93% kanker pankreas. AFP merupakan petanda yang mempunyai nilai diagnostik dan berguna dalam pemantauan terapi. AFP meningkat juga pada kehamilan normal atau penyakit hati jinak (hepatitis. Dnistrian AM.0 0. Practice Guidelines and recommendations for use of tumor markers in the clinic. Sturgeon CM.5 Kaukasia 0.0 0.2. Karena prevalensi kanker ovarium rendah. Peningkatan kadar AFP pada keadaan bukan kanker umumnya kurang dari 500 ng/ml.com/tumormarkers.0 . Dengan demikian. Ca 15-3 Ca 15-3 adalah antigen yang digunakan untuk memantau aktivitas penyakit pada kanker payudara. Fleisher M. Peningkatan kadar Ca 15-3 ditemukan pada 6080% kasus kanker payudara metastatik dan kadarnya sebanding dengan perjalanan penyakit dan respon terhadap terapi.5 0. AFP merupakan petanda untuk kanker sel benih (germ cell carcinoma). Schwartz MK (eds). Ca-125 Ca-125 adalah antigen yang ditemukan pada 80% karsinoma ovarium non-musinosa. serta pada menstruasi.5 0.4.html 3.49 50 .0 0.0 . AFP.5 Asia 0.4. Chan DW. Wittliff JL.0 . tetapi kadarnya turun dengan cepat setelah lahir.0 . Selain pada kanker ovarium.69 70 .0 . maka petanda tumor akan meningkatkan nilai diagnostik. Fritsche HA. endometriosis.0 0. Kadarnya meningkat pada 21-42% kasus kanker lambung. penutup Walaupun saat ini belum ditemukan petanda tumor yang ideal.59 60 . HCG.0 .3. CA-125.5. Pathobiology. akan tetapi pencarian petanda tumor terus berkembang.79 Kulit hitam 0.0 . payudara dan kolon. Technology and Clinical Applications.0 .2.6. Role of tumor markers and recent advances in Cancer Diagnosis. pankreas. Selain kanker hati. baik pemeriksaan fisik maupun pencitraan. Available from : http://www. kelainan ginekologik dan non-ginekologik lain. Tumor Markers.tc-cancer. 2002: 33-63 2. menilai prognosis serta memantau perjalanan penyakit dan respon terhadap pengobatan. pemeriksaan ini tidak dapat digunakan secara tersendiri untuk skrining. Petanda ini sering meningkat pada pasien dengan kanker ovarium dan kadarnya mengikuti perjalanan penyakit serta respon terhadap terapi pembedahan atau kemoterapi. In: Diamandis EP. Manisha Bhutani. Tumor Markers.2.5 0. Washington. Jika digunakan dalam kombinasi dengan berbagai pemeriksaan.5.0 . Dalam praktek saat ini.ragam nilai rujukan spesifik usia untuk pSA serum [ng/ml] Kisaran usia (th) 40 . AFP berperan penting dalam diagnosis kanker hati dan dapat berguna untuk skrining kanker hati. petanda tumor digunakan untuk membantu diagnosis. Kepustakaan 1. Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 49 . AACC Press. d. paru.0 0. Lilja H.5 0. f. Ca 19-9 Ca19-9 adalah antibody monoklonal yang dihasilkan terhadap suatu galur sel kanker kolon.4.0 . sirosis).3. kadar Ca-125 juga meningkat pada kanker endometrium. Lamerz R.0 .

5 juta ODE.6%. Anggapan bahwa epilepsi dapat ditularkan melalui buih/busa di mulut. juga merupakan bentuk epilepsi. segala konsekuensinya bila telah dibuktikan bahwa pada tubuh atau otak orang itu tidak ada penyebab kejang lain yang bisa dihilangkan/disembuhkan. yang diperlukan radioisotope/bahan radiofarmaka yaitu pemeriksaan SPECT atau Single Photon Emission CT. Seseorang baru boleh dinyatakan sebagai orang yang hidup dengan epilepsi (ODE). sebanyak 212 kasus. Guna menilai hasil-hasil dari tindakan bedah. Angka prevalensi 0. Kariadi Semarang sebagai Pusat Rujukan Nasional Bedah Epilepsi. Kariadi Semarang Sebagai Pusat Rujukan Nasional Bedah Epilepsi “Andaikata Otak dianggap sebagai Pusat Komputer yang Secara elektronik mengendalikan seluruh aktivitas badan kita. Inilah proses terjadinya epilepsi. serangan kejang pada epilepsi adalah wujud lepasnya muatan listrik secara bersamaan dan tidak terprogram dari sekumpulan sel-sel otak atau dari seluruh otak” Prof. Mulut yang tiba-tiba komat-kamit di luar kehendak. RSUP Dr. Kariadi Semarang telah melakukan bedah epilepsi. SPBS (Bagian Bedah Syaraf RSUP Dr. dan terbanyak adalah kasus Epilepsi Lobus Temporalis (ELT). Bila kejang juga mengenai otot-otot pengunyah di sekitar mulut.ragam RSUP Dr. Zaenal Muttaqin. 440. khususnya untuk memastikan lokasi pusat kejang dan kedekatannya dengan fungsi bicara/ memori bahasa. di Indonesia diperkirakan L ada 1. untuk sesaat sel-sel tersebut akan kehabisan energi dan mengalami kelelahan yang wujudnya adalah penderita tak sadar. lelah/lemas untuk sementara. Diantara mereka. dr. dilakukan evaluasi angka bebas kejang pada 106 ODE 50 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . Sedangkan alat Elektroensefalogram (EEG) yang bak dan memenuhi syarat untuk evaluasi lanjutan pasien epilepsy Sebagian dari ODE ada yang memerlukan pemeriksaan lanjutan dengan peralatan yang lebih canggih dan rumit. lebih banyak terdiam atau bengong sesaat kemudian sadar lagi. Kariadi Semarang sejak Februari 2000 memiliki alat Magnetic Resonance Imaging (MRI) yang cukup baik dengan kemampuan mendeteksi kelainan otak setara dengan alat MRI yang ada di Singapura dan Australia. Hingga akhir Desember 2009. Dr. Semenjak satu dasa warsa. RSUP Dr.000 orang akan mengalami refrakter. Kariadi Semarang) epasnya muatan listrik secara tidak terkontrol ini adalah kejang-kejang yang bias dimulai dari lengan atau tungkai kemudian menyebar ke seluruh tubuh. yang kadang-kadang disertai darah akibat lidah yang tergigit. dan sekitar setengahnya 220. dan jumlah ODE yang dioperasi meningkat setiap tahunnya. Kali pertama pada bulan Juli 1999. Setelah seluruh otak melepaskan muatan listriknya. Secara medis. Kemajuan dan hasil yang telah dicapai dalam upaya menjadikan RSUP Dr. mencapai sekitar 35-47 orang per tahun. jauh dari kebenaran. Pada anak-anak misalnya.5-0. kelenjar liur pun seperti diperah sehingga isinya keluar berupa buih/busa di mulut.000 ODE akan memperoleh penyembuhan melalui Bedah Epilepsi. atau tangan/kaki yang bergerak-gerak sendiri pada pasien yang tetap sadar atau seseorang yang tiba-tiba terjatuh dan tak sadar sesaat. Bentuk serangan epilepsi tidak selalu berupa gejala kejang-kejang. keadaan itu disebut paralise todd. bedah epilepsi telah dilakukan pada 238 ODE refrakter.

padahal hasil bebas kejang terbaik yang dicapai OAE baru tersebut cuma sekitar 16%. Evaluasi yang sudah dilakukan di India dan Thailand. sampai rekaman EEG intrakranial (langsung dari permukaan otak). keputusan untuk melakukan operasi (56 kasus ODE refrakter) hanya didasarkan atas hasil foto MRI. Dari 50 juta ODE di seluruh dunia. Perangkat keras yang dibutuhkan adalah rumah sakit dengan fasilitas pelayanan Bedah Saraf Mikro (Microneurosurgery). bahkan para dokter. 90% berada di negaranegara berkembang dengan kepadatan penduduk yang tinggi. dengan fokus epilepsi yang bisa diketahui dari foto MRI. obat-obatan anti-epilepsi baru yang amat mahal telah dipasarkan dan dipublikasikan secara besar-besaran melalui banyak pertemuan kedokteran. Mengingat banyaknya ODE refrakter yang bisa memperoleh kebaikan melalui Bedah Epilepsi. sedangkan bedah epilepsi menghasilkan bebas kejang sekitar 70-90%. Meskipun harus menunggu selama 15 tahun. Tetapi bila dilihat dari kelompok usia saat di operasi. dan pemeriksaan Positron Emission Tomography (PET) scan. Secara keseluruhan 70. Pusat-pusat pelayanan bedah epilepsi primer ini harus mampu melakukan tindakan operasi pada jenis epilepsi refrakter yang terbanyak yaitu Epilepsi Lobus Temporalis (ELT).04%). yang letak fokus epilepsinya tidak terlihat pada MRI serta memerlukan beberapa pemeriksaan lain yang cukup rumit. diperlukan pusat-pusat pelayanan kesehatan rujukan yang mampu memberikan pelayanan ini.2009). Di sisi lain. Hal ini akan berujung pada keengganan untuk merujuk ODE refrakter. Angka bebas kejang pada ODE ini mencapai lebih dari 90%.75% ODE pasca operasi bisa mencapai keadaan bebas kejang. mereka cukup beruntung bila dibandingkan dengan puluhan ribu ODE lain yang bahkan tidak pernah dengar tentang bedah epilepsi. Kurangnya pengertian serta tidak adanya kesempatan untuk secara langsung bertemu dengan ODE pasca-bedah menimbulkan rasa khawatir dan rasa takut yang berlebihan tentang operasi epilepsi. semua rumah sakit yang berencana menjadi pusat bedah epilepsi Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 51 . Selama 5 tahun pertama (2000-2004).ragam yang telah melewati tenggang waktu 24 bulan pasca operasi. Pada 5 tahun berikutnya (2005. Untuk kepentingan ini. Data dari 238 ODE pasca bedah di Semarang memperlihatkan tenggang waktu rerata sekitar 15 tahun sebelum ODE refrakter menjalani bedah epilepsi. sehingga tindakan bedah epilepsi dianjurkan dilakukan lebih awal sebelum timbulnya kondisi refrakter.72% vs 64. Ironisnya. dan sisanya memperoleh kebaikan dalam pelbagai tingkatan dari bedah epilepsi ini. Usaha untuk mengembangkan bedah epilepsi di Semarang ini bisa dibagi jadi 2 tahap. hanya 58% (dari 156 kasus ODE refrakter) yang keputusan untuk bedah epilepsi dilakukan berdasarkan hasil MRI. setidak-tidaknya dibutuhkan 5 (lima) pusat pelayanan. artinya operasi hanya dilakukan pada ODE refrakter sederhana. tentu saja dibutuhkan tenaga spesialis bedah saraf yang memang sudah terlatih untuk melaksanakan operasi epilepsi. tentang manfaat bedah epilepsi.40%). melainkan pilihan terbaik untuk jenis-jenis epilepsi tertentu Guna mencegah keadaan refrakter yang bisa merusak masa depan. Jadi terdapat sekitar 42% ODE refrakter sulit. Tidak adanya fasilitas bedah epilepsi menjadi alasan utama kurangnya pemahaman di kalangan tenaga medik. Selain itu diperlukan seorang Spesialis Saraf yang mendalami epilepsy. antara lain rekaman EEG saat ODE mengalami serangan kejang. Untuk pulau Jawa. hanya 26 dari 142 negara berkembang yang sudah memiliki program bedah epilepsi ini. serta di Indonesia (Semarang) membuktikan bahwa program bedah epilepsi bisa mencapai hasil yang amat baik meskipun dilakukan di negara-negara dengan sumber daya yang terbatas. Jadi bedah epilepsi bukanlah sebagai pilihan terakhir apabila semua bentuk pengobatan lain telah gagal.4% vs 66. dan satu pusat pelayanan untuk setiap pulau besar lainnya.Hasil terbaik bedah epilepsi ini diperoleh pada kasus ELT yang foto MRI nya memperlihatkan adanya kelainan pada satu hippokampusnya. ternyata angka bebas kejang ini jauh lebih tinggi pada ODE yang dioperasi saat usianya kurang dari 25 tahun (75. dan yang lama sakitnya kurang dari 10 tahun (78.

Mengingat jumlah penyandang epilepsi cukup banyak. dan detik-detik terdengarnya tangisan bayi yang lahir ke dunia ini. 5. pesawat terbang atau sembunyi sembunyian. akan menambahkan rasa sayang dan kasih Anda baik kepada istri maupun anak Anda. Kehadiran rumah sakit yang mampu melakukan bedah epilepsi yang tersebar banyak propinsi ini diharapkan akan dapat menjangkau sebagian besar dari 440 ribu ODE refrakter yang ada di negeri ini. Janganlah mendikte dia untuk melakukan A. atau usahakan jangan membawa pekerjaan ke rumah. Berikan keseimbangan antar kerja dan keluarga. Bagaimana seorang ayah yang sibuk bekerja di luar tetap bisa mempererat dan menjalin ikatan emosional ini? Di bawah ini adalah tips-tips bagi Seorang Ayah : 1. Jangan Anda paksakan dan menganggap dia masih kecil sehingga memperlakukan sebagai seorang bayi. dan kemampuan menangani ODE refrakter yang sulit dalam lima tahun terakhir. Untuk. akan semakin bertambah kebutuhannya. misalnya Arif mau A atau mau B? Dan tetaplah membuka kemungkinan pilihan lain selama pilihan itu tidak bertentangan dengan hal prinsip. 8. Kariadi dengan pengalaman bedah epilepsi selama satu dasa warsa. Salah seorang peneliti menemukan bahwa para ayah yang mulai mengganti popok. 2. Terpenting adalah pencegahan epilepsi harus dimulai secara dini. Ikatan emosional antara ayah dan anak. usahakan lah jangan sampai menganggu porsi sang ayah dalam ikut aktif merawat bayi. Tapi cobalah memberikan dia pilihan. dan mengasuh bayi mereka sejak dini. akan besar kemungkinan melakukan kegiatan semacam itu pada bulan-bulan selanjutnya. Ciptakanlah permainan-permainan yang menggairahkan. Interaksi yang baik antara anak dan ayah ini. memandikan. ditentukan salah satunya oleh interaksi antara ayah dan anak itu sendiri. Di sisi lain. ikut aktif merawat bayi Sedari awal menjelang kelahiran. perlu sekali upaya pendidikan bagi masyarakat agar memahami epilepsi secara benar dan tidak boleh lagi ada pandangan atau perlakuan yang salah terhadap penyandang epilepsi. Luangkan waktu 5 menit saja untuk mendengarkan celotehannya dan mengerti betul isi cerita itu. dia akan memulai kehidupan sosial yang baru.ragam primer tersebut harus menunjuk dokter spesialis bedah sarafnya untuk mengikuti semua kegiatan bedah epilepsi di RS Dr. Kepercayaan Anda akan menjadikan dia tumbuh menjadi anak yang percaya diri dan mandiri. Bagi keluarga yang mendapatkan pertolongan dari nenek atau saudara lainnya. 6. Tips Peran Ayah Dalam Pertumbuhan Anak Hasil riset dan para psikologi banyak yang menyatakan bahwa peran ayah sangat penting dalam pertumbuhan seorang anak. Bila memungkinkan temanilah istri Anda dalam persalinan. yang digemari seperti kuda-kudaan. dikatakan sangat mempengaruhi kecerdasan emosional seorang anak yang membuatnya tumbuh menjadi sosok dewasa yang berhasil. Komunikasi yang baik Bila Anda dinas luar atau tinggal terpisah berjauhan dengan anak Anda. cobalah ikut aktif merawat bayi Anda. 3.membaca buku atau melakukan aktivitas yang menyenangkan bagi bayi Anda yang mulai merangkak. 4. melalui telepon atau chatting internet. Melihat langsung perjuangan istri Anda. rasa sayang Anda melalui telepon. 7. semakin beragam dan variatif. dan ini akan membuat sekitar setengah dari mereka menjadi bebas kejang dan meningkat kualitas hidupnya. membaca buku bersama mengenai kehamilan. RS Dr. cara merawat bayi atau berbelanja bersama untuk menyambut kelahiran sang bayi. Kariadi Semarang. Terlibat dalam kehidupan sosial anak Anda Ketika anak Anda mulai beranjak usia sekolah. lewatkan waktu bersama untuk bermain. Bermain bersama Ketika bayi Anda makin beranjak usia. diperlukan kerjasamaberlanjutantaraparadokter umum di daerah/pedesaan. RSUP Kariadi Semarang teruslah mengembangkan Pusat Layanan Epilepsi guna memberikan pelayanan paripurna/komprehensif bagi para ODE. usahakan lah tetap menjalin komunikasi dengan baik. Give him the space. dengan mengenali misalnya nama teman-temannya. Tunjukkan perhatian Anda. penuhilah sesuai kebutuhannya Bertambah dewasa seorang anak. sudah harus melengkapi diri dengan pelbagai peralatan diagnostik maupun tenaga spesialis yang diperlukan untuk menjadi Pusat Rujukan Nasional Bedah Epilepsi. aktivitas yang dia lakukan bersama temannya atau nama guru TK/ SD nya. percayai anak Anda dan berikan kebebasan Jadilah seorang ayah yang memberikan kebebasan dan dapat mempercayai anak Anda. Jadilah pendengar yang baik Kesibukan kerja terkadang membuat Anda mengabaikan cerita-cerita anak Anda. sms atau melalui surat. Selain itu. mulai belajar berbicara atau berjalan. (berbagai sumber) 52 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . persiapkan diri Anda sedini mungkin sejak istri Anda hamil Mengikuti persiapan persalinan berupa senam. Usahakan terlibat dalam kehidupan sosial anak Anda. dengan siapa dia bergaul.

membina daerah Jawa. Provinsi Sulawesi Selatan. Rumah Sakit Makassar berkembang menjadi beberapa daerah seperti sebagai berikut 1. 2. NTT. 3. dan Pemda setempat. penderita AWAL : Rumah Sakit Kusta berdiri pada tahun 1984 s/d 1987 didirikan berdasarkan Instruksi Menteri Kesehatan pelayanan medik dan direktorat Jenderal pemberantasan penyakit menular sedangkan yang sekarang sudah berkembang dengan adanya pelayanan umum dan rehabilitasi medic sehingga bertambahnya pelayanan medic yaitu dokter umum dan spesialis lainnya antara lain : Dalam kurun waktu yang terbilang panjang jumlah separuh nya Rumah Sakit Kusta Makassar bersikap lebih dewasa dalam menghadapi permasalahan yang berkembang di masyarakat dan memiliki kemampuan untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik sesuai tuntunan organisasi masa kini maupun masa mendatang. Provinsi Sulawesi Tengah Sejak Rumah Sakit Kusta Bau-bau ditutup. Bali.000 yang ternyata baru dapat dilegalisir tahun 1987 Adapun alasan menteri kesehatan perlunya membangun Rumah Sakit Kusta Makassar adalah : Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 53 . NTB dan lain-lain b. Kalimantan Tengah. NTT. membina daerah seluruh Sumatra dan Kalimantan Barat. Provinsi Sulawesi Tengah Hanya usaha pengolahan di lapangan yang perlu perhatian dan dines kesehatan. Banyaknya penderita Kusta di provinsi lain 1 Kalimantan. NTB. Kalimantan Selatan. • Rumah Sakit Kusta di Sitanala Tangerang.000. • leprosarium Lerang Kab Bone • leprosarium Lauleng Kota Pare-Pare • leprosarium Batu Leleng Madya Kabupaten Tana Toraja • leprosarium Toppoe Kabupaten Majenne • leprosarium Kalang-Kalang Kota Palopo • leprosarium Laringgi Kabupaten Soppeng • leprosarium Tinco Kabupaten Wajo • leprosarium Landipokki Kabupaten Polmas.Tajuddin Chailk Makassar a. Pada rapat konsultasi direktorat Rumah Sakit.1. Dimulai dengan prakarsa Menteri kesehatan tahun 1980 dan menginstruksikan kepada direktur Jenderal pelayanan medic dan direktorat pemberantasan penyakit menular berangkat ke Jepang untuk memperoleh dana bantuan dari masyarakat memorial Health Foundation pada waktu itu direncanakan Rumah Sakit Kusta Makassar berkapasitas 100 tempat tidur dengan rencana dana yang diperlukan Rp. Kalimantan Timur.ragam Promosi dan Pengembangan Pusat Rehabilitasi Rumah Sakit DR. di Rektorat pelayanan medic di Semarang di putuskan bahwa di Indonesia dianggap perlu membagi daerah binaan R umah Sakit Kusta di tiga Wilayah • Rumah Sakit Sungai Kundur Palembang. Provinsi penyakit Kusta cukup tinggi di Sulawesi Selatan dan Kawasan Timur Indonesia (KTI) pada umumnya.

ragam dipindahkan ke leprosarium bahwa yang perlu perhatian dan penanganan. kusta. tenggorokan. fasilitas tempat tidur Rumah Sakit sebanyak 100 tempat tidur dengan didukung oleh sumberdaya manusia sebanyak 96 orang. Pembuatan Kaki Palsu 2. spuling telinga. operasi petrigium PROMOSI : Pelayanan Promosi Dilakukan Dengan menggunakan brosur. Pada awal Rumah Sakit Kusta Regional Makassar didirikan. Fisioterapi. Pembuatan kaki palsu (Orthotic Prostatic) pembuatan sepatu. DR. Spesialis syaraf : Jamkesda. penderita dan keluarga serta ma syarakat umum. DR. kaki palsu. Liflet. Bina suasana dengan dilakukan sesama petugas. Tajuddin Chalik Makassar akan mengarah menjadi pusat Rehabilitasi Medik di Kawasan Indonesia Bagian Timur. Bedah Kosmetiok / Plastik Rancangan pelaksanaan RS. Tajuddin Chalik Pusat Rehabilitasi Medik diperkirakan tahun 2001 KEGIATANNYA : 1. Jamkesmas Umum. Okupasi Kerja dan Kegiatan 54 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . Spesialis THT : Jamkesda. pasang lensa. penyakit dalam. jamkesda. jamkesmas. Pelayanan Rehabilitasi Medik di RS. Bentuk -bentuk pelayanan Rehabilitasi Medik dan pelayanan cosmetic antara lain : 1. Pada tahun 2001 Rumah Sakit Kusta pembina Ujung Pandang berubah nama menjadi Rumah Sakit Kusta Regional Makassar. sandal. Operasi Katarak. seiring dengan perubahan nama kota madya Ujung Pandang menjadi Kota Makassar. Jamkesmas Umum. Program kegiatan penyuluhan dilakukan baik di dalam Rumah Sakit maupun diluar Rumah Sakit merupakan suatu proses yang kompleks untuk memberikan pelayanan yang prima dan di perlukan berbagai disiplin ilmu teknologi yang mutakhir. dan paru (PPOM). hidung Spesialis internal : pasien umum. Protesa. Mata .

AKB Indonesia masih 2 – 5 kali lebih tinggi. Peningkatan Kemampuan & Pembuatan Komitmen K adalah angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). berdasarkan SDKI 1997 adalah 52 per 1000 kelahiran hidup. Tetapi upaya ini tidak akan berhasil bila tidak diikuti dengan komitmen yang tinggi dari para pelaku pelayanan untuk menjalankan sistem dan upaya-upaya/program tersebut. Sedangkan AKB di Indonesia. faktor input dan proses dari pelayanan itu sendiri. yang salah satunya Prov. Kondisi ini mengindikasikan bahwa betapa parah dan rendahnya kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan di Indonesia dimanapun tempatnya. AKI yang menurut SKRT 1995 adalah 373 per 100. Kalimantan Timur dan Jawa Timur Self Assessment. menjadi 35 per 1000 kelahiran hidup (SDKI 2002/2003).ragam Penerapan Standar dan Pedoman Asuhan Kebidanan di RS Ponek di ondisi pelayanan kesehatan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Angka ini 3 – 6 kali lebih besar dari negara di wilayah ASEAN dan lebih dari 50 kali dari angka di negara maju. terbukti dengan banyaknya keluhan masyarakat yang terpampang hampir setiap hari di media masa elektronik maupun cetak. yaitu 307 per 100. Dibanding negara ASEAN lainnya. 000 kelahiran hidup (SDKI 2002/2003). 000 kelahiran hidup. standar asuhan kebidanan. mengalami penurunan yang sangat lambat. sehingga menimbulan ketidak puasan. Angka diatas menunjukkan bahwa kualitas kesehatan dalam hal ini pelayanan kebidanan di Indonesia sangat jauh ketinggalan dibandingkan dengan negaranegara ASEAN yang lain. Meskipun pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan. standar/pedoman lain Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 55 . Pelayanan kebidanan yang berkualitas ditentukan oleh beberapa faktor antara lain. Dampak kualitas pelayanan kesehatan tercermin pada indikator derajat kesehatan. Akibat ketidak berhasilan dari upaya/program yang dirasakan oleh masyarakat. sarana dan prasarana. Faktor input dari pelayanan di antaranya meliputi kebijakan. organisasi profesi dan beberapa pihak terkait telah berupaya memperbaiki sistem pelayanan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memperbanyak program yang sinergis yang bertujuan sama. tenaga yang melayani.

ditemukan bahwa semua rumah sakit dan puskesmas belum menerapkan Standar dan Pedoman Asuhan kebidanan. monitoring. Dampak dari output tersebut akan menciptakan kepuasan pelanggan. Puskesmas. Fasilitas & Sarana Prasarana 3. Maka input terutama SDM. hal ini merupakan dampak dari kesempatan praktek yang kurang selama pendidikan. serta UU otonomi daerah yang merubah pola system kebijakan yang otomatis akan berpengaruh pada proses pelayanan kesehatan. dengan trauma seminimal mungkin.ragam yang tersedia serta metode yang disepakati. Standardisasi 3. dalam interaksi antara bidan dan pasien. Dari hasil penelitian Direktorat Keperawatan dan Keteknisian Medik dengan WHO (2000) menunjukan. bahwa 70. Klinik. Evaluasi OuTpuT Asuhan kebidanan terstandar Pencatatan asuhan kebidanan terstandar dAmpAK • Ibu & bayi aman. Hasil penelitian Pusdiknakes dengan WHO (1999) menunjukan. meliputi penampilan kinerja sesuai dengan standar. Masalah pada inpuT 1. Sosialisasi. Rumah Bersalin. sehat. dan menurunkan angka kesakitan dan angka kematian ibu dan bayi. dengan trauma seminimal mungkin • Kepuasan • Angka kesakitan menurun • Angka kematian menurun umpAn-BAliK sistem tersebut bila dilihat dari salah satu pelaku pelayanan kebidanan adalah bidan. antara jumlah dan distribusi secara nasional belum mencukupi dan belum merata.9% tenaga bidan tidak pernah mendapat training dalam 3 tahun terakhir. sehingga dapat menghasilkan Output ibu dan bayi yang aman. Standar yang tersedia (SOP) 6. Pedoman Manajemen Asuhan Kebidanan pROSeS 1. dan kurang mendapat kesempatan peningkatan kemampuan teknis melalui pelatihan. Bila digambarkan dalam bagan penerapan standar dan pedoman manajemen asuhan kebidanan adalah sebagai berikut : Dari sistem diatas ternyata masih menunjukan adanya permasalahan dari setiap tahap. hubungan interpersonal dan penerapan etika dan kode etik kebidanan. 80 % bidan tidak pernah mengikuti pelatihan dalam 5 tahun terakhir. Dalam mempertahankan kualitas pelayanan kebidanan yang terstandar perlu adanya proses bimbingan. Kualitas pendidikannya hanya sebagian kecil bidan yang sudah DIII. Standar Asuhan Kebidanan 5. kondisi tersebut 56 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . Pembuatan Komitmen. di RS. & Self Assessment 2. dan Desa. Faktor proses adalah suatu kinerja dalam mendayagunakan input yang ada. evaluasi dan penghargaan bagi bidan sebagai tenaga kesehatan dalam pelayanan kebidanan. Kebijakan 4. Bimtek 4. bahwa bidan tidak percaya diri dalam melakukan asuhan kebidanan karena tidak terampil. Hasil kunjungan dari Subdit kebidanan dan perinatal Direktorat keperawatan ke Rumah Sakit dan Puskesmas di 5 Provinsi (2004). sehat. SDM 2.

Tujuan Kegiatan Penerapan standar dan pedoman asuhan kebidanan adalah adanya komitmen untuk meningkatkan kualitas asuhan kebidanan dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi.” ujarnya. jelas. Membaca merupakan salah satu fungsi tertinggi otak manusia. Ditambahkan Irene bahwa membaca bukan sekadar bisa mengucapkan apa yang dibaca. Selain itu. Kegiatan ini telah dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Timur (RS A. Ajarkan Membaca sejak Dini MASA pertumbuhan anak memang sangat menentukan bagi perkembangan kecerdasannya kelak saat remaja. Jika diibaratkan. Menurut ahli pendidikan tersohor asal AS. dapat membaca kalimat di usia 2 tahun dan dapat membaca buku di usia 3 tahun. termasuk membaca. Bergembiralah dan ciptakan cara baru. Hal ini terlihat seorang anak mampu menghafal beberapa kata atau syair lagu. Wahab Syahrani Samarinda) pada tanggal. “Semakin muda usia anak ketika dia belajar membaca. 22 . semakin mudah untuk lancar membaca. mama dan tante. dan adanya rencana tindak lanjut dalam Penerapan Standar dan Pedoman Asuhan Kebidanan. namun sayangnya orangtua sering mengabaikan. di Philadeldia. bermain. adanya kesepakatan atau komitmen untuk menerapkan Standar dan Pedoman Asuhan Kebidanan. anak-anak dapat menirukan kata di saat usia mereka 1 tahun. Masa Pertumbuhan Anak.27 Maret 2010. orangtua rajin membacakan buku cerita atau mengajarkan menggambar sejak dini. Glenn Doman dalam bukunya How to Teach Your Baby to Read mengatakan bahwa otak anak yang separuhnya sudah dilakukan pembedahan. tetapi juga perlu diperhatikan apakah anak mengerti apa yang dibaca. 4 ? 8 tahun mencapai 80 persen dan 8 ? 18 tahun mencapai 100 persen. dan menarik. Mengajar membaca mudah dan sederhana. membaca merupakan salah satu fungsi paling penting dalam hidup dan dapat dikatakan bahwa semua proses belajar didasarkan pada kemampuan membaca.” ucap Glenn.” tutur pengamat anak dan praktisi sistem pengajaran Glenn Doman. Pada saat mengajarkan anak membaca. Serta Tujuan Khususnya adalah adanya persamaan persepsi terhadap Standar dan Pedoman Asuhan Kebidanan. 08 . Namun.ragam diatas sangat signifikan berdampak pada kualitas pelayanan. Dan yang juga patut menjadi perhatian dalam mengajarkan anakanak membaca adalah dengan menggunakan kata-kata cukup besar. Irene F Mongkar. Dan untuk orangtua dapat melihat bukti bahwa anak-anak dapat membaca terlihat dari si anak bisa mengenal besar kecil. Irene menuturkan. atau terlalu sering memberi tes. Hemispherectomy (membuang separuh fisik otaknya) maka masih punya kemampuan berpikir dengan otaknya yang utuh. “Jadi tidak perlu ditanya ‘Dapatkah anak kecil membaca?’ tetapi yang perlu ditanya adalah ‘Bacaan apa yang Info kita inginkan dibaca anak’. (berbagai sumber) Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 57 .” tuturnya. sampai pada menghafal iklan. Mutlak bagi anak-anak untuk melakukan kegiatan belajar. jika suasana tidak menunjang anak untuk belajar.13 Maret 2010 dan Provinsi Jawa Timur (RS Syaiful Anwar Malang) pada tanggal.” ucap pemerhati anak yang mengikuti kursus How to Multiply Your Baby?s Intelligence di Institute for the Achievement of Human Potential. Jadi yang tidak boleh dilakukan adalah membuat anak belajar membaca maju terlalu cepat. Selain itu. sebaiknya. atau bisa juga bermain sambil belajar. Karena itu. orangtua adalah pembuat keramik sedangkan anakanak adalah tanah liatnya. “Tunda mengajar huruf sampai anak siap belajar menulis. usahakan setiap kata dibaca maksimal antara 15 ? 25 kali. Dan juga bisa membedakan papa dan oom. “Dari hal tersebut. terlalu lambat. “Lebih baik menunda. AS. “Ternyata anak yang cedera otak pun dapat membaca dengan baik pada usia tiga tahun atau lebih muda lagi.” tandasnya saat menjadi pembicara seminar Smart Parents Conference yang diadakan Frisian Flag. dibacakan dengan kuat dan jelas dan lakukan dengan suasana gembira.Irene mengingatkan. yang didirikan Glenn Doman. beberapa ahli mengatakan bahwa perkembangan kecerdasan anak balita 0 ? 4 tahun mencapai 50 persen. kita harus percaya bahwa anak-anak memiliki kemampuan belajar yang tak tertandingi.

Obat-obatan dan Peralatan.resensibuku Pedoman Pelayanan Kesehatan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Dengan Perawatan Metode Kanguru di Rumah Sakit dan Jejaringnya Pemrakarsa Tebal Terbit Tahun : : : Direktorat Bina Pelayanan Medik Spesialistik 42 Halaman 2009 B erdasarkan SKRT tahun 2001. 58 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010 . Oleh karena itu diperlukan cara alternative dengan teknologi tepat guna yaitu Perawatan Metode Kanguru. Pengembangan Layanan. Pengorganisasian. biaya yang tinggi dan tenaga terampil yang mampu mengoperasionalkan alat dan melakukan perawatan secara benar. Pembiayaan. Sarana. Pengertian Pelayanan Perawatan Metode Kanguru. Perawatan BBLR/premature menjadi sulit karena terbatasnya alat. Pelayanan Perawatan Metode Kanguru. Buku ini terdiri dari 9 bab dengan daftar isi antara lain tentang Pendahuluan. Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan penyebab utama kematian neonatal yaitu sebesar 29 % sementara angka kejadian BBLR di Indonesia masih relatif tinggi sekitar 14 %. Keselamatan Pasien (Patient Safety). Pembinaan dan Pengawasan. Hal ini menjadi perhatian para klinisi dan Kementerian Kesehatan untuk menyusun pedoman pelayanan agar dapat dipakai sebagai acuan dalam mengembangkan dan meningkatkan Perawatan Metode Kanguru didalam dan diluar Rumah Sakit.

Perbatasan. Bengkulu Utara. Pendirian Rumah Sakit Bergerak sebagai fasilitas kesehatan yang siap guna. Papua dan Papua Barat. tersebar diberbagai provinsi NAD. gawat darurat/pelayanan darurat. sehingga tercipta masyarakat mandiri yang sehat dan berkeadilan. Kepulauan Riau. bersifat sementara. Rumah Sakit Bergerak ini sebagai bentuk perhatian khusus bagi masyarakat dan sedikitnya dapat mengurangi masalahmasalah kesehatan di DTPK. Maluku Utara. seperti yang diamanatkan dalam Visi Pembangunan Kesehatan di dalam perencanaan strategis tahun 2010 -2014. Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Kementerian Kesehatan telah mendirikan 14 Rumah Sakit Bergerak. K Rumah Sakit Bergerak Lingga Kepulauan Riau Beberapa fasilitas Rumah Sakit Bergerak Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XX Tahun 2010 59 .lensayanmed Rumah Sakit Bergerak Semakin Dibutuhkan ompleksitas masalah akses pelayanan kesehatan semakin rumit. rawat jalan. NTT. Sulawesi Barat. Sulawesi Utara. dan Kepulauan (DTPK) dihadapkan pada sulitnya mendapatkan fasilitas kesehatan. Menjawab hal tersebut. dalam jangka waktu tertentu dapat dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain. Maluku. Kalimantan Timur. ketika masyarakat di Daerah Tertinggal. dan kegiatan upaya kesehatan perorangan yang dilaksanakan selama 24 jam melalui pelayanan rawat inap.

lensayanmed Rumah Sakit Bergerak Langap Kabupaten Malinau Kalimantan Timur Rumah Sakit Lapangan Enggano 60 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XX Tahun 2010 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful