P. 1
Aspek Legal Penanganan Kasus Gawat Darurat

Aspek Legal Penanganan Kasus Gawat Darurat

|Views: 319|Likes:
Published by fauzanlampoeng
Masyarakat berupaya mendeteksi dan mengidentifikasi kerawanan bencana melalui
Program-program internasional.
Tiga penggolongan bencana menurut WHO:
Complex disaster, akibat multietnik, pembantaian antar etnik, pengusiran/pelarian pengungsi, maka dibentuk Komisi pengungsian.
Masyarakat berupaya mendeteksi dan mengidentifikasi kerawanan bencana melalui
Program-program internasional.
Tiga penggolongan bencana menurut WHO:
Complex disaster, akibat multietnik, pembantaian antar etnik, pengusiran/pelarian pengungsi, maka dibentuk Komisi pengungsian.

More info:

Categories:Types, Research
Published by: fauzanlampoeng on Mar 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2013

pdf

text

original

ASPEK LEGAL PENANGANAN KASUS GAWAT DARURAT

ASPEK LEGAL PENANGANAN KASUS GAWAT DARURAT
‡ PENGANTAR
Masyarakat berupaya mendeteksi dan mengidentifikasi kerawanan bencana melalui Program-program internasional. Tiga penggolongan bencana menurut WHO:  Complex disaster, akibat multietnik, pembantaian antar etnik, pengusiran/pelarian pengungsi, maka dibentuk Komisi pengungsian. 

Natural disaster, akibat bencana alam  Industrial disaster, akibat bencana industri seperti bocornya reaktor nuklir di Rusia. Untuk itu WHO mendirikan konsep DISASTER CYCLE MODEL WHO (MDC) 1996/1999.

‡ 1. 2. 3.

Tiga upaya penanggulangan MDC: Prevention: pencegahan bencana Mitigation: meringankan penderitaan Preparation: siap siaga menghadapi bencana. Agar terwujud ³Safe Community´ (SC) dan ³Time saving is life and limb saving´.

‡ PERLINDUNGAN HUKUM PROGRAM SIAGA BENCANA DAN SAFE COMMUNITY  Indonesia membentuk tim penanggulangan bencana dan penanganan pengungsi disebut BAKORNAS PBP dipimpin Wapres RI  Ditindak lanjuti SATKORLAK PBP oleh Gubernur  Dan SATLAK PBP oleh Bupati/Walikota

‡ Badan penyelenggaraan tsb mempunyai landasan hukum internasional yang normatif berlaku di Indonesia ‡ Petugas kesehatan/kesejahteraan dilindungi oleh UU Kes. No.23/1992 ‡ Petugas Kamtibmas dilindungi oleh UU Kepolisian No.2/2002

‡ Kegiatan penyelenggaraan mengacu pada SKB tentang kerjasama bidang kesehatan antara Menkes No.1126/Menkes/SKB/IX/1999 dan Kapolri No.Pol.Kep/02/IX/1999 ‡ Ketiga peraturan tadi memberikan perlindungan hukum pada PBP.

‡ 1. 2. 3.

Tiga pendekatan sistem MDC: Multi disiplin Multi profesi Multi sektor

‡ Ujung tombak Bakornas PBP: Satkorlak PBP dan Satlak PBP yang terdiri atas tim SAR, tim medik, tim kamtibmas, tim logistik-sarana, dan tim terkait lain. ‡ Khususnya tim medis tampil untuk penanganan gawat darurat ‡ Petugas medis mendapat perlindungan hukum kesehatan dengan dalil ³Charitable Immunity´ dan ³Medical Necessity´

‡ Upaya SC berbasis peran serta masyarakat bersama pemerintah dan antar instansi ‡ Dibentuk ³Public Safety Center´ bagi negara bersangkutan.

‡ Petugas medis dapat dibenarkan oleh hukum manakala terdapat resiko medis dalam memberi palayanan gadar sesuai hukum kes. ‡ Petugas harus dilengkapi ³ Hospital emergency medical dept´ ‡ Indonesia belum punya Hukum Kes tentang RS gadar sehari-hari yang dapat menjelma jadi RS gadar bencana dan keahliannya serta kewenangan tenaga Kes yang dapat membebaskan dari tuntutan hukum dan perlindungan hukum akibat resiko medis

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->