P. 1
Zat Aditif yang terkandung dalam Bahan Makanan

Zat Aditif yang terkandung dalam Bahan Makanan

|Views: 4,627|Likes:
Published by Lidya Kurniawati

More info:

Published by: Lidya Kurniawati on Mar 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/07/2013

pdf

text

original

Zat Aditif yang terkandung dalam Bahan Makanan

Posted by Smart Click on 05 March 2011 Setiap hari kita memerlukan makanan untuk mendapatkan energi (karbohidrat dan lemak) dan untuk pertumbuhan sel-sel baru, menggantikan sel-sel yang rusak (protein). Selain itu, kita juga memerlukan makanan sebagai sumber zat penunjang dan pengatur proses dalam tubuh, yaitu vitamin, mineral, dan air. Sehat tidaknya suatu makanan tidak bergantung pada ukuran, bentuk, warna, kelezatan, aroma, atau kesegarannya, tetapi bergantung pada kandungan zat yang diperlukan oleh tubuh. Suatu makanan dikatakan sehat apabila mengandung satu macam atau lebih zat yang diperlukan oleh tubuh. Setiap hari, kita perlu mengonsumsi makanan yang beragam agar semua jenis zat yang diperlukan oleh tubuh terpenuhi. Hal ini dikarenakan belum tentu satu jenis makanan mengandung semua jenis zat yang diperlukan oleh tubuh setiap hari. Supaya orang tertarik untuk memakan suatu makanan, seringkali kita perlu menambahkan bahan-bahan tambahan ke dalam makanan yang kita olah. Bisa kita perkirakan bahwa seseorang tentu tidak akan punya selera untuk memakan sayur sop yang tidak digarami atau bubur kacang hijau yang tidak memakai gula. Dalam hal ini, garam dan gula termasuk bahan tambahan. Keduanya termasuk jenis zat aditif makanan. Zat aditif bukan hanya garam dan gula saja, tetapi masih banyak bahan-bahan kimia lain. Zat aditif makanan ditambahkan dan dicampurkan pada waktu pengolahan makanan untuk memperbaiki tampilan makanan, meningkatkan cita rasa, memperkaya kandungan gizi, menjaga makanan agar tidak cepat busuk, dan lain. Bahan yang tergolong ke dalam zat aditif makanan harus dapat: 1. memperbaiki kualitas atau gizi makanan; 2. membuat makanan tampak lebih menarik; 3. meningkatkan cita rasa makanan; dan 4. membuat makanan menjadi lebih tahan lama atau tidak cepat basi dan busuk. Zat-zat aditif tidak hanya zat-zat yang secara sengaja ditambahkan pada saat proses pengolahan makanan berlangsung, tetapi juga termasuk zat-zat yang masuk tanpa sengaja dan bercampur dengan makanan. Masuknya zat-zat aditif ini mungkin terjadi saat pengolahan, pengemasan, atau sudah terbawa oleh bahan-bahan kimia yang dipakai. Zat aditif makanan dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu: 1. zat aditif yang berasal dari sumber alami, seperti lesitin dan asam sitrat; 2 zat aditif sintetik dari bahan kimia yang memiliki sifat serupa dengan bahan alami yang sejenis, baik susunan kimia maupun sifat/fungsinya, seperti amil asetat dan asam askorbat. Berdasarkan fungsinya, baik alami maupun sintetik, zat aditif dapat dikelompokkan sebagai zat pewarna, pemanis, pengawet, dan penyedap rasa. Zat aditif dalam produk makanan biasanya dicantumkan pada kemasannya.

1. Zat Pewarna Pemberian warna pada makanan umumnya bertujuan agar makanan terlihat lebih segar dan menarik sehingga menimbulkan selera orang untuk memakannya. Zat pewarna yang biasa digunakan sebagai zat aditif pada makanan adalah: a. Zat pewarna alami, dibuat dari ekstrak bagian-bagian tumbuhan tertentu, misalnya warna hijau dari daun pandan atau daun suji, warna kuning dari kunyit, seperti ditunjukkan pada Gambar 8.9, warna cokelat dari buah cokelat, warna merah dari daun jati, dan warna kuning merah dari wortel. Karena jumlah pilihan warna dari zat pewarna alami terbatas maka dilakukan upaya menyintesis zat pewarna yang cocok untuk makanan dari bahan-bahan kimia. b. Zat pewarna sintetik, dibuat dari bahan-bahan kimia. Dibandingkan dengan pewarna alami, pewarna sintetik memiliki beberapa kelebihan, yaitu memiliki pilihan warna yang lebih banyak, mudah disimpan, dan lebih tahan lama. Beberapa zat pewarna sintetik bisa saja memberikan warna yang sama, namun belum tentu semua zat pewarna tersebut cocok dipakai sebagai zat aditif pada makanan dan minuman. Perlu diketahui bahwa zat pewarna sintetik yang bukan untuk makanan dan minuman (pewarna tekstil) dapat membahayakan kesehatan apabila masuk ke dalam tubuh karena bersifat karsinogen (penyebab penyakit kanker). Oleh karena itu, kamu harus berhati-hati ketika membeli makanan atau minuman yang memakai zat warna. Kamu harus yakin dahulu bahwa zat pewarna yang dipakai sebagai zat aditif pada makanan atau minuman tersebut adalah memang benar-benar pewarna makanan dan minuman. Berdasarkan sifat kelarutannya, zat pewarna makanan dikelompokkan menjadi dye dan lake. Dye merupakan zat pewarna makanan yang umumnya bersifat larut dalam air. Dye biasanya dijual di pasaran dalam bentuk serbuk, butiran, pasta atau cairan. Lake merupakan gabungan antara zat warna dye dan basa yang dilapisi oleh suatu zat tertentu. Karena sifatnya yang tidak larut dalam air maka zat warna kelompok ini cocok untuk mewarnai produkproduk yang tidak boleh terkena air atau produk yang mengandung lemak dan minyak. 2. Zat Pemanis Zat pemanis berfungsi untuk menambah rasa manis pada makanan dan minuman. Zat pemanis dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: a. Zat pemanis alami. Pemanis ini dapat diperoleh dari tumbuhan, seperti kelapa, tebu, dan aren. Selain itu, zat pemanis alami dapat pula diperoleh dari buahbuahan dan madu. Zat pemanis alami berfungsi juga sebagai sumber energi. Jika kita mengonsumsi pemanis alami secara berlebihan, kitaakan mengalami risiko kegemukan. Orang-orang yang sudah gemuk badannya sebaiknya menghindari makanan atau minuman yang mengandung pemanis alami terlalu tinggi. b. Zat pemanis buatan atau sintetik. Pemanis buatan tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia sehingga tidak berfungsi sebagai sumber energi. Oleh karena itu, orangorang yangmemiliki penyakit kencing manis (diabetes melitus) biasanya mengonsumsi pemanis sintetik sebagai pengganti pemanis alami. Contoh pemanis sintetik, yaitu sakarin, natrium siklamat, magnesium siklamat, kalsium siklamat, aspartam dan dulsin. Pemanis buatanmemiliki tingkat kemanisan yang lebih tinggi dibandingkan pemanis alami. Garamgaram siklamat memiliki kemanisan 30 kali lebih tinggi dibandingkan kemanisan sukrosa. Namun, kemanisan garam natrium dan kalsium dari sakarin memiliki kemanisan 800 kali dibandingkan dengan kemanisan sukrosa 10%.

Zat Pengawet Ada sejumlah cara menjaga agar makanan dan minuman tetap layak untuk dimakan atau diminum walaupun sudah tersimpan lama. bau dan rasanya tidak berubah. dan asam tartrat juga biasa dipakai untuk mengawetkan makanan. yaitu natrium nitrat atau sendawa (NaNO3) yang berfungsi untuk menjaga agar tampilan daging tetap merah. atau melindungi makanan dari kerusakan akibat membusuk atau terkena bakteri/ jamur. pengawet kayu. asam sitrat. Pengawet ini bersifat desinfektan atau efektif dalam menghambat pertumbuhan mikroba penyebab membusuknya makanan serta dapat memperbaiki tekstur makanan sehingga lebih kenyal. Zat pengawet sintetik atau buatan merupakan hasil sintesis dari bahan-bahan kimia. Selain formalin. Boraks hanya boleh dipergunakan untuk industri nonpangan. 3. setahun. dapat menimbulkan sejumlah efek samping bagi kesehatan. Contoh lain. Misalnya. penggunaan sakarin yang berlebihan selain akan menyebabkan rasa makanan terasa pahit juga merangsang terjadinya tumor pada bagian kandung kemih. seperti dalam pembuatan gelas. asam cuka dapat dipakai sebagai pengawet acar dan natrium propionat atau kalsium propionat dipakai untuk mengawetkan roti dan kue kering.Garam natrium benzoat. Pemakaian pengawet formalin untuk mengawetkan makanan. Zat pengawet yang dimaksud. seperti bakso. Garam siklamat juga dapat memberikan efek samping berupa gangguan pada sistem pencernaan terutama pada pembentukan zat dalam sel. a. ada juga zat pengawet lain. seperti mayat atau binatang yang sudah mati. Pengawet yang dimaksud adalah pengawet boraks. Zat pengawet adalah zatzat yang sengaja ditambahkan pada bahan makanan dan minuman agar makanan dan minuman tersebut tetap segar. dan keramik. kita perlu menghindari konsumsi yang berlebihan karena dapat memberikan efek samping bagi kesehatan. zat pengawet dapat dikelompokkan menjadi zat pengawet alami dan zat pengawet buatan. Seperti halnya zat pewarna dan pemanis. Asam fosfat yang biasa ditambahkan pada beberapa minuman penyegar juga termasuk zat pengawet. Selain zat-zat tersebut. mungkin seminggu. Selain pengawet yang aman untuk dikonsumsi. juga terdapat pengawet yang tidak boleh dipergunakan untuk mengawetkan makanan. Karena penambahan zat aditif. ada juga pengawet yang tidak boleh dipergunakan untuk mengawetkan makanan. ikan asin. industri kertas. sebulan. Jika boraks termakan dalam kadar tertentu. Contohnya. garam-garam siklamat pada proses metabolisme dalam tubuh dapat menghasilkan senyawa sikloheksamina yang bersifat karsinogenik (senyawa yang dapat menimbulkan penyakit kanker). berbagai makanan dan minuman masih dapat dikonsumsi sampai jangka waktu tertentu. atau bahkan beberapa tahun. Salah satu upaya tersebut adalah dengan cara menambahkan zat aditif kelompok pengawet (zat pengawet) ke dalam makanan dan minuman. tahu. Dalam makanan atau minuman yang dikemas dan dijual di toko-toko atau supermarket biasanya tercantum tanggal kadaluarsanya. di antaranya: . dan makanan jenis lainnya dapat menimbulkan risiko kesehatan. contohnya gula (sukrosa) yang dapat dipakai untuk mengawetkan buah-buahan (manisan) dan garam dapur yang dapat digunakan untuk mengawetkan ikan. Zat pengawet alami berasal dari alam. tanggal yang menunjukkan sampai kapan makanan atau minuman tersebut masih dapat dikonsumsi tanpa membahayakan kesehatan.Walaupun pemanis buatan memiliki kelebihan dibandingkan pemanis alami. di antaranya formalin yang biasa dipakai untuk mengawetkan benda-benda.

Walaupun tersedia zat pengawet sintetik yang digunakan sebagai zat aditif makanan. d. akan memberikan rasa dan aroma seperti buah pisang. sudah tersedia sejumlah merk makanan yang mencantumkan label ³tidak mengandung MSG´ dalam kemasannya. ginjal. kunyit. misalnya dengan menggunakan sinar ultra violet (UV). Selain zat penyedap cita rasa yang berasal dari alam. dan d. ada pula yang berasal dari hasil sintesis bahan kimia. oktil asetat. Zat Penyedap Cita Rasa Di Indonesia terdapat begitu banyak ragam rempahrempah yang dipakai untuk meningkatkan cita rasa makanan. Zat ini tidak berasa. pala. dan masih banyak lagi yang lain. laos. Pada pembahasan sebelumnya. Contoh lain adalah daun pandan yang dapat berfungsi sebagai pemberi warna pada makanan sekaligus memberikan rasa dan aroma khas pada makanan. etil butirat. Jika rempah-rempah dicampur dengan makanan saat diolah. Bagi yang menyukai zat penyedap ini tak perlu khawatir dulu. Berikut ini beberapa contoh zat penyedap cita rasa hasil sintesis: a. tetapi juga berfungsi sebagai pengawet. ozon. amil asetat. Seringkali suatu zat aditif. hati. gangguan pada sistem saraf.a. dan kulit. . ketumbar. 4. seperti yang sudah disebutkan di atas. b. Perlu kamu ketahui bahwa suatu zat aditif dapat saja memiliki lebih dari satu fungsi. yaitu penyedap rasa monosodium glutamat (MSG). kamu sudah mempelajari tentang pengelompokan zat aditif berdasarkan fungsinya beserta contoh-contohnya. atau pemanasan pada suhu yang sangat tinggi dalam waktu singkat sehingga makanan dapat disterilkan tanpa merusak kualitas makanan. khususnya yang bersifat alami memiliki lebih dari satu fungsi. gula alami biasa dipakai sebagai zat aditif pada pembuatan daging dendeng. c. seperti cengkeh. Bagi yang mencoba menghindari untuk mengonsumsinya. menyebabkan kematian jika ginjal mengandung boraks sebanyak 3±6 gram. c. Hal ini telah mendorong perkembangan ilmu dan teknologi pengawetan makanan dan minuman tanpa penambahan zat-zat kimia. b. terjadinya komplikasi pada otak dan hati. Gula alami tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pemanis. terdapat pula zat penyedap rasa yang penggunaannya meluas dalam berbagai jenis masakan. di negara maju banyak orang enggan mengonsumsi makanan yang memakai pengawet sintetik. merica. Kecurigaan ini masih bersifat pro dan kontra. akan memberikan rasa dan aroma seperti buah nanas pada makanan. amil valerat. jika makanan diberi zat penyedap ini maka akan terasa dan beraroma seperti buah apel. tetapi jika sudah ditambahkan pada makanan maka akan menghasilkan rasa yang sedap. cabai. Contohnya. Melimpahnya ragam rempah-rempah ini merupakan salah satu sebab yang mendorong penjajah Belanda dan Portugis tempo dulu ingin menguasai Indonesia. Selain zat penyedap rasa dan aroma. dapat menimbulkan cita rasa tertentu pada makanan. gejala pendarahan di lambung dan gangguan stimulasi saraf pusat. makanan akan terasa dan beraroma seperti buah jeruk jika dicampur dengan zat penyedap ini. bawang. Penggunaan MSG yang berlebihan telah menyebabkan ³Chinese restaurant syndrome´ yaitu suatu gangguan kesehatan di mana kepala terasa pusing dan berdenyut.

pewarna.id/search?hl=id&q=zat%20aditif%20pada%20makanan&ct=broadrevision&cd=2&ie=UTF-8&sa=X Zat Aditif Makanan Kata Kunci: aditif. Secara ilmiah. Jika kita mengonsumsinya melebihi ambang batas maka dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan. Sebelum menginformasikan lebih lanjut beberapa hasil survei. makanan. siklamat Ditulis oleh Indri Puspita pada 20-10-2007 Sekitar bulan Oktober 2007 ini. Provinsi Lampung. Zat Aditif Makanan Pada dasarnya baik masyarakat desa maupun kota. terdapat aturan penggunaannya yang telah ditetapkan sesuai Acceptable Daily Intake (ADI) atau jumlah konsumsi zat aditif selama sehari yang diperbolehkan dan aman bagi kesehatan.Untuk penggunaan zat-zat aditif alami. Untuk zat-zat aditif sintetik.co. penulis dengan beberapa dosen Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung telah melakukan suatu survei tentang tingkat pengetahuan masyarakat mengenai zat aditif (bahan tambahan) yang dikhususkan pada penggunaan zat aditif makanan/bahan tambahan pangan (BTP) di beberapa penduduk desa di Lampung Timur.google. natrium. umumnya tidak terdapat batasan mengenai jumlah yang boleh dikonsumsi perharinya. pasti telah menggunakan zat aditif makanan dalam kehidupannya sehari-hari. pengawet. . penulis akan menginformasikan terlebih dahulu tentang apa itu zat aditif makanan. formalin. Jika kita mengidentifikasi zat aditif yang dipakai dalam makanan/minuman. lihatlah kemasan pada makanan/minuman tersebut. http://www. zat aditif makanan di definisikan sebagai bahan yang ditambahkan dan dicampurkan sewaktu pengolahan makanan untuk meningkatkan mutu.

pengental. Beberapa Contoh Zat Aditif Zat aditif makanan telah dimanfaatkan dalam berbagai proses pengolahan makanan. Pada umumnya bahan sintetis mempunyai kelebihan. ikan dan daging yang terjadi pada beberapa bulan belakangan. dan lain sebagainya. Asam Sorbat. zat aditif makanan dapat dibagi menjadi dua yaitu : (a) aditif sengaja. dan anti gumpal. pemantap. Brilliant Blue FCF (biru). Asam Sitrat. pemucat. penyedap. wortel (orange) Pewarna Sunsetyellow FCF (orange). ketumbar Penyedap Pewarna sintesis Terlalu banyak mengkonsumsi zat pengawet akan mengurangi daya tahan tubuh terhadap penyakit Penyedap alami Pengawet Mono-natrium glutamat/vetsin (ajinomoto/sasa). dan lain-lain. cita rasa. Dan kedua. laos. Secara umum. yaitu aditif yang diberikan dengan sengaja dengan maksud dan tujuan tertentu. (b) aditif tidak sengaja. dan lain-lain. Natrium Nitrat.Disini zat aditif makanan sudah termasuk : pewarna. Formalin Pala. tahu. Penyalahgunaan formalin ini membuka kacamata masyarakat untuk bersifat proaktif dalam memilah-milah mana zat aditif yang dapat dikonsumsi dan mana yang berbahaya. pengemulsi. asam askorbat. seperti untuk meningkatkan nilai gizi. dapat juga disintesis dari bahan kimia yang mempunyai sifat serupa dengan bahan alamiah yang sejenis. cabai. maupun sifat metabolismenya seperti karoten. pengumpal. berikut adalah beberapa contoh zat aditif : Zat aditif Contoh Keterangan Daun pandan (hijau). Carmoisine (Merah). dll . Bila dilihat dari sumbernya. mengendalikan keasaman dan kebasaan. zat aditif dapat berasal dari sumber alamiah seperti lesitin. benzaldehida. lebih stabil. asam sitrat. yaitu lebih pekat. merica. Penyedap sintesis amil asetat. dan kadangkadang bersifat karsinogen yang dapat merangsang terjadinya kanker pada hewan dan manusia. Formalin sendiri digunakan sebagai zat pengawet agar produk olahan tersebut tidak lekas busuk/terjauh dari mikroorganisme. Walaupun demikian ada kelemahannya yaitu sering terjadi ketidaksempurnaan proses sehingga mengandung zat-zat berbahaya bagi kesehatan. asam cuka. baik susunan kimia. Tartrazine (kuning). buah Pewarna alami coklat (coklat). dll Natrium benzoat. pengawet. dan lebih murah. Istilah zat aditif sendiri mulai familiar di tengah masyarakat Indonesia setelah merebak kasus penggunaan formalin pada beberapa produk olahan pangan. antioksidan. memantapkan bentuk dan rupa. kunyit. yaitu aditif yang terdapat dalam makanan dalam jumlah sangat kecil sebagai akibat dari proses pengolahan. kunyit (kuning).

natrium hipoklorit Sakarin. tokoferol Hidrogen peroksida. Daftar Pustaka Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan. dan latar belakang dari pekerjaan penduduk. walaupun terdapat kesadaran yang mumpuni dari masyarakat untuk menggunakan dosis zat aditif secukupnya. Zat Aditif. Pemanfaatan Zat Aditif Secara Tepat. 2006. butil hidroksi toluena (BHT). Menjadi lebih asam. Bentuk-bentuk penyuluhan yang tepat guna dalam penyebarluasan informasi zat aditif ini dapatlah disesuaikan dengan sosio-kultural masyarakat setempat dan kemampuan dari team penyuluh. atau asam laktat menetralkan makanan Aluminium silikat. Sosio-kultural yang dimaksud disini adalah dengan mempertimbangkan latar pendidikan masyarakat. Dari hasil observasi yang penulis lakukan (diluar kesimpulan riset secara umum). bahwasanya telah dilakukan survei tentang tingkat pengetahuan masyarakat desa di Lampung Timur mengenai zat aditif. Diharapkan masyarakat akan dapat lebih cerdas dalam penggunaan dosis atau takaran dari penggunaan zat aditif dan dapat mengetahui zat-zat aditif mana saja yang dapat dikonsumsi dan zat mana saja yang berbahaya bagi manusia. magnesium oksida Ditambahkan ke dalam pangan dalam bentuk bubuk Sebagaimana telah diuraikan diatas. Kabar ini merupakan peluang bagi para kimiawan untuk melakukan penyuluhan lebih intensif mengenai zat aditif kepada masyarakat di daerahnya masing-masing.Antioksidan Pemutih Pemanis bukan gula Pengatur keasaman Anti Gumpal Penutup Butil hidroksi anisol (BHA). Lampung Yandri A. Tetapi kabar gembiranya adalah terdapat kecenderungan dari masyarakat desa (walaupun didominasi dengan latar pendidikan terakhir Sekolah Dasar (SD)) untuk tidak masa bodoh terhadap informasiinformasi mengenai zat aditif. 2006. Badan Pengendalian Obat dan Makanan (BPOM).co. S. kalsium silikat. magnesium karbonat. Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung. Khusus siklamat bersifat karsinogen Aluminium amonium/kalium/natrium sulfat. Siklamat Mencegah Ketengikan Baik dikonsumsi penderita diabetes. diketahui bahwa tingkat pengetahuan masyarakat mengenai zat aditif sangat rendah sekali. Makalah Seminar Kimia Expo X 2006. Dulsin. kehidupan sosial masyarakatnya. lebih basa.google. Lampung http://www. oksida klor. benzoil peroksida.id/search?hl=id&q=zat%20aditif%20pada%20makanan&ct=broadrevision&cd=2&ie=UTF-8&sa=X .

Di samping itu UU Nomor 7 tahun 1996 tentang Pangan Pasal 10 ayat 1 dan 2 beserta penjelasannya erat kaitannya dengan bahan tambahan makanan yang pada intinya adalah untuk melindungi konsumen agar penggunaan bahan tambahan makanan tersebut benar-benar aman untuk dikonsumsi dan tidak membahayakan. Pengawet yang paling aman adalah bahan-bahan alam. pengemulsi dan pemutih. Zat aditif pada makanan ada yang berasal dari alam dan ada yang buatan (sintetik). manusia tidak lepas dari makanan. Ada dua jenis pengawet makanan yaitu alami dan sintetik (buatan). makanan yang bergizi merupakan makanan yang mengandung karbohidrat. misalnya asam cuka (untuk acar). Lain halnya dengan zat aditif sintetik. pengawet. mineral dan air. pemanis. protein. Zat pengawet dimaksudkan untuk memperlambat oksidasi yang dapat merusak makanan.Zat Aditif pada Makanan Ditulis oleh Achmad Lutfi pada 12-03-2009 Untuk mempertahankan hidupnya. dan garam (untuk asinan ikan/telur). Selain itu beberapa bahan alam misalnya saja penambahan air jeruk atau air garam yang dapat digunakan untuk menghambat terjadinya proses reaksi waktu coklat (browing reaction) pada buah apel. pertumbuhan. Zat aditif pada makanan adalah zat yang ditambahkan dan dicampurkan dalam pengolahan makanan untuk meningkatkan mutu. memperbaiki sel-sel yang rusak. penyedap rasa. menjaga suhu dan menjaga agar badan tidak terserang penyakit. Peraturan Menteri Kesehatan dan lain-lain disertai dengan batasan maksimum penggunaannya. Jenis-jenis zat aditif antara lain pewarna. pengasaman atau penguraian lain terhadap makanan yang disebabkan mikroorganisme. Bahan pengawet Pengawet adalah bahan yang dapat mencegah atau menghambat fermentasi. Agar makanan dapat tersedia dalam bentuk yang lebih menarik dengan rasa yang enak. Untuk maksud tersebut kita memerlukan zat aditif. Keuntungan zat aditif Penggunaan zat aditif memiliki keuntungan meningkatkan mutu makanan dan pengaruh negatif bahan tambahan pangan terhadap kesehatan. vitamin. penambah aroma. Untuk zat aditif alami tidak banyak menyebabkan efek samping. Penggunaan bahan makanan pangan tersebut di Indonesia telah ditetapkan oleh pemerintah berdasarkan Undang-undang. lemak. Guna makanan untuk mendapatkan energi. gula (untuk manisan). Namun demikian penggunaan bahan tambahan makanan tersebut yang melebihi ambang batas yang ditentukan ke dalam makanan atau produk-produk makanan dapat menimbulkan efek . rupa dan konsentrasinya baik serta awet maka perlu ditambahkan bahan makanan atau dikenal dengan nama lain ³food additive´.

5 mg/kg. zat antioksidan.org/materi_kimia/kimia-lingkungan/zat-aditif/zat-aditif-pada-makanan/ . kunyit (turmerin) = 0. Contoh: ADI maksimum untuk B-karoten = 2. tartrazin. natrium nitrit dan zat penambah gizi serta batasan penggunaan senyawa-senyawa tersebut yang aman bagi kesehatan manusia.sampingan yang tidak dikehendaki dan merusak bahan makanan itu sendiri.000 = 120 mg/kg Jadi batas penggunaan maksimum bahan tambahan makanan yang mempunyai ADI 2 mg untuk 1000 gr makanan yang dikonsumsi konsumen yang berbobot 60 kg adalah 120 mg/kg. http://www. Satuan ADI adalah mg bahan tambahan makanan per kg berat badan. ADI dihitung berdasarkan berat badan konsumen dan sebagai standar digunakan berat badan 50 kg untuk negara Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya.000 /1.000 / K (mg / kg) Di mana BPM = batas penggunaan maksimum (mg/kg) B = berat badan (kg) K = konsumsi makanan (gr) Contoh: Hitung BPM bahan tambahan makanan yang mempunyai ADI 2 mg untuk konsumsi makanan harian yang mengandung bahan tersebut (1 kg) dan bobot badan 60 kg ? Jawab BPM = ADIxB x1. Tubuh manusia mempunyai batasan maksimum dalam mentolerir seberapa banyak konsumsi bahan tambahan makanan yang disebut ADI atau Acceptable Daily Intake.50 mg/kg.chem-is-try. ADI menentukan seberapa banyak konsumsi bahan tambahan makanan setiap hari yang dapat diterima dan dicerna sepanjang hayat tanpa mengalami resiko kesehatan. digunakan rumus sebagai berikut BPM = ADIxB x1. kalium sorbat.50 mg/kg dan asam benzoat serta garam-garamnya = 0. Untuk menghitung batas penggunaan maksimum bahan tambahan makanan. asam benzoat. Pada pembahasan berikut disajikan pengaruh negatif dan bahan tambahan pangan langsung yang meliputi: monosodium glutamat. Semua bahan kimia jika digunakan secara berlebih pada umumnya bersifat racun bagi manusia. Perlu diingat bahwa semakin kecil tubuh seseorang maka semakin sedikit bahan tambahan makanan yang dapat diterima oleh tubuh.000 / K (mg / kg) = 2 x 60 x 1. bahkan berbahaya untuk dikonsumsi manusia. sakarin dan siklamat.

[1] Bahan aditif makanan ada dua.[1] .[1] Selain itu dapat meningkatkan nilai gizi seperti protein. rupa dan konsistensinya baik serta awet maka sering dilakukan penambahan bahan tambahan makanan yang sering disebut zat aditif kimia (food aditiva). penyimpanan atau pengemasan.[1] Agar makanan yang tersaji tersedia dalam bentuk yang lebih menarik. mineral dan vitamin.[1] Adakalanya makanan yang tersedia tidak mempunyai bentuk yang menarik meskipun kandungan gizinya tinggi. yaitu bahan aditif makanan alami dan buatan atau sintetis. cita rasa.[1] Penggunaan aditif makanan telah digunakan sejak zaman dahulu.[1] Bahan tambahan makanan adalah bahan yang bukan secara alamiah merupakan bagian dari bahan makanan. cari selai kacang dibuat dengan pengental Aditif makanan atau bahan tambahan makanan adalah bahan yang ditambahkan dengan sengaja ke dalam makanan dalam jumlah kecil. flavor dan memperpanjang daya simpan. rasa enak. tekstur. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. dengan tujuan untuk memperbaiki penampakan. tetapi terdapat dalam bahan makanan tersebut karena perlakuan saat pengolahan.

5 Pengental 1.[1] Beberapa jenis pemanis buatan yang digunakan adalah sakarin.2 Pemanis 1. amil asetat.7 Lain-lain 2 Efek samping 3 Undang-undang 4 Kehalalan 5 Referensi 6 Pranala luar o o o o o o o y y y y y [sunting] Jenis Bahan aditif makanan dapat digolongkan menjadi beberapa kelompok tertentu tergantung kegunaanya.3 Pengawet 1. cabai. laos.[1] [sunting] Pemanis Zat pemanis buatan biasanya digunakan untuk membantu mempertajam rasa manis. dan aspartam. ketumbar.[1] Adapun penguat rasa alami diantaranya adalah bunga cengkeh. asam cuka.6 Pengemulsi 1.1 Penguat rasa 1. kunyit.4 Pewarna 1. diantaranya: [sunting] Penguat rasa Kristal monosodium glutamat digunakan sebagai penguat rasa Monosodium Glutamat (MSG) sering digunakan sebagai penguat rasa makanan buatan dan juga untuk melezatkan makanan. benzaldehida. merica. siklamat.[1] Pemanis buatan ini juga dapat menurunkan risiko diabetes.[1] Contoh penguat rasa buatan adalah monosodium glutamat/vetsin.Daftar isi [sembunyikan] y 1 Jenis 1. pala. dulsin. namun siklamat merupakan zat yang bersifat karsinogen.[1] .

natrium nitrat. yaitu pewarna makanan buatan yang mempunyai banyak macam pilihan warna.[2] Zat warna sintetis mulai digunakan sejak tahun 1956 dan saat ini ada kurang lebih 90% zat warna buatan digunakan untuk industri makanan. dan karamel. karmoisin (Merah). brilliant blue FCF (biru).[2] Contoh bahan pengawet adalah natrium benzoat.[2] Zat warna sintetik ditemukan oleh William Henry Perkins tahun 1856. alginat. asam sitrat. coklat.[2] [sunting] Pewarna Warna dapat memperbaiki dan memberikan daya tarik pada makanan. pencoklatan (browning) dan reaksi enzimatis lainnya.[sunting] Pengawet Bahan pengawet adalah zat kimia yang dapat menghambat kerusakan pada makanan. dan gum (agar. daun pandan. memekatkan atau mengentalkan makanan yang dicampurkan dengan air.[2] [sunting] Pengental Pengental yaitu bahan tambahan yang digunakan untuk menstabilkan. wortel.[2] [sunting] Pengemulsi Gom arab sebagai agen pengemulsi Pengemulsi (emulsifier) adalah zat yang dapat mempertahankan dispersi lemak dalam air dan sebaliknya.[2] Reaksi-reaksi kimia yang sering harus dikendalikan adalah reaksi oksidasi. daun suji.[3] Pada mayones bila tidak ada pengemulsi. sehingga membentuk kekentalan tertentu.[2] Pengawetan makanan sangat menguntungkan produsen karena dapat menyimpan kelebihan bahan makanan yang ada dan dapat digunakan kembali saat musim paceklik tiba. seperti sunsetyellow FCF (jingga). karagenan). zat pewarna ini lebih stabil dan tersedia dari berbagai warna. yaitu pewarna tambahan berasal dari alam seperti kunyit. cendawan.[3] Contoh pengemulsi yaitu lesitin pada kuning telur. maka lemak akan terpisah dari airnya. karena serangan bakteri.[2] Penggunaan pewarna dalam bahan makanan dimulai pada akhir tahun 1800.[2] Selain tartrazin ada pula pewarna buatan. ragi. dan asam sorbat.[2] Salah satu contohnya adalah tartrazin.[2] Contoh pengental adalah pati. gom arab dan gliserin.[3] . gelatin. angkak. diantaranya Tartrazin CI 19140.

. pemutih. butil hidroksi toluena (BHT). 2. Digunakan untuk pengawet. asam laktat. seperti[3]: 1. magnesium oksida. magnesium karbonat. tokoferol (vitamin E). seperti hidrogen peroksida. 4. antioksidan. natrium sulfat. pada Bab II mengenai Keamanan Pangan. 5. [sunting] Efek samping Bahan aditif juga bisa membuat penyakit jika tidak digunakan sesuai dosis. kalsium silikat. benzoil peroksida. seperti butil hidroksi anisol (BHA). pasal 10 tentang Bahan Tambahan Pangan dicantumkan[4]: 1. Setiap orang yang memproduksi pangan untuk diedarkan dilarang menggunakan bahan apa pun sebagai bahan tambahan pangan yang dinyatakan terlarang atau melampau ambang batas maksimal yang telah ditetapkan. pengikat logam. kerusakan ginjal.[3] Maka dari itu pemerintah mengatur penggunaan bahan aditif makanan secara ketat dan juga melarang penggunaan bahan aditif makanan tertentu jika dapat menimbulkan masalah kesehatan yang berbahaya. mempertahankan warna daging. 6. 2. seperti aluminium silikat. kalium sulfat. anti gumpal.[3] [sunting] Undang-undang Menurut undang-undang RI No 7 Tahun 1996 tentang Pangan. Contoh pada sosis.[3] Pemerintah juga melakukan berbagai penelitian guna menemukan bahan aditif makanan yang aman dan murah. zat gizi. kuring. Pemerintah menetapkan lebih lanjut bahan yang dilarang dan atau dapat digunakan sebagai bahan tambahan pangan dalam kegiatan atau proses produksi pangan serta ambang batas maksimal sebagaimana dimaksud pada ayat 1. 3. natrium hipoklorit.[sunting] Lain-lain Selain itu terdapat pula macam-macam bahan tambahan makanan.[3] Penyakit yang biasa timbul dalam jangka waktu lama setelah menggunakan suatu bahan aditif adalah kanker. seperti aluminium amonium sulfat. [sunting] Kehalalan Daftar Bahan tambahan makanan yang termasuk kelompok diragukan kehalalannya[5]: Tabel 1 Daftar Bahan tambahan makanan yang diragukan kehalalannya[5] Bahan makanan Potasium nitrat (E252) Alasan Dapat dibuat dari limbah hewani atau sayuran. dan lain-lain. apalagi bahan aditif buatan atau sintetis. oksida klor. pengatur keasaman.

E343: antibusa.ham. roti. coklat. Untuk produksi tepung dan produk roti. E433. minuman. anti craking agent. dll. E435. Pengemulsi yang dibuat dari gliserol dan/atau asam lemak (E470 E495) Dapat dibuat dari hasil hidrolisis lemak hewani untuk menghasilkan gliserol dan asam lemak sebagai pengemulsi. kue. bahan dasar pembuatan perisa daging. Sebagai bahan pengembang adonan. minuman. dll. Edible bone phosphate (E542) Asam stearat L-sistein E920 Wine vinegar dan malt vinegar http://id. jelly. dll. tepung telur. penstabil. lilin dan asam lemak dari minyak/lemak (dapat berasal dari lemak hewani). bumbu dan perisa. Dapat berasal dari turunan hasil hidrolisis lemak hewani. desserts beku. camilan. E337. Terdapat pada produk roti dan kue. Dibuat dari tulang hewan. saus. margarin. E353 (dari E334) Kebanyakan sebagai hasil samping industri wine. keju Belanda. Dapat dibuat dari bulu hewan/unggas dan di Cina dibuat dari bulu manusia. buffer. penstabil. menjaga kelembaban (humektan). Hasil samping pembuatan sabun. E336. suplemen mineral. L-asam tartarat (E334)Berkas:Teks tebal[6] Turunan asam tartarat E335. Terdapat pada makanan suplemen. Masing-masing dibuat dari wine dan bir. pengental. E434. Dapat dibuat dari lemak hewani walaupun secara komersil dibuat secara sintetik dari anticracking agent. puding. dll. Terdapat pada Snacks. Dapat berasal dari hasil samping industri wine antioksidan. E430. pelapis. plasticizer pada pengemas. E436 produk susu (es krim). desserts. sebagai antioksidan pemberi rasa asam produk susu beku. wine. Bahan coating untuk daging. Gliserol/gliserin (E422) Asam lemak dan turunannya. Pengemulsi. pemodifikasi tekstur. salad.wikipedia. cake. E431. Sebagai pelarut rasa. plasticizer. keju. Sebagai pemberi rasa bumbubumbu. donat.org/wiki/Aditif_makanan . dll. pengemulsi.

anda pasti sadar selain komponen utama makanan atau obat-obatan yang anda beli sering mengandungi berbagai bahan campuran lain. apalagi bahan aditif buatan atau sintetis. Gula tetes serta pemanis buatan yang tidak disarankan antara lain Sakarin (daya manis hingga 500x gula tebu). Bahan pewarna makanan alami diantaranya adalah daun pandan. Jadi zat aditif makanan merupakan zat yang yang sengaja ditambahkan ke dalam makanan dengan maksud meningkatkan cita rasa. '07 8:03 AM for everyone Pernahkah anda membaca label isi kandungan makanan ringan yang anda beli? Jika diperhatikan betul-betul. Contohnya. dll. Penyakit yang biasa timbul dalam jangka waktu lama setelah menggunakan suatu bahan aditif adalah kanker. Garam alginat dan gliserin marupakan bahan adtif buatan yang digunakan untuk menstabilkan dan memekatkan suatu makanan sehinggga dapat membuat makanan bertekstur lembut dan rata y y y Bahan aditif juga bisa membuat penyakit jika tidak digunakan sesuai dosis. Bahan aditif makanan dapat digolongkan menjadi beberapa kelompok tertentu tergantung kegunaanya. apabila zat aditif yang digunakan sebenarnya bukan untuk dikonsumsi ma nusia (karena bersifat toxic) seperti pewarna merah Rhodamine-B (pewarna textile). seperti E101 (Riboflavin). E123 (Amaranth). MSG merupakan zat aditif makanan buatan. E249 (Kalium Nitrit). diantaranya Tartrazin CI 19140. diantaranya: y MSG sebagai penguat rasa makanan dan juga untuk melezatkan makanan. tampilan. E211 (Natrium Benzoate). dan lain-lain.ZAT ADITIF MAKANAN & FORMALIN Nov 1. Lebih parah lagi. dll. E322 (Lesitin) dan sebagainya. Formalin sebagai pengawet makanan basah (biasa di gunakan mengawetkan mayat). kerusakan ginjal. Borax sebagai pengenyal dan pengawet (racun semut/kecoa serta bahan campuran barang industri termasuk pembuatan kaca anti peluru). bahan-bahan campuran yang diberi nama huruf awal "E". Gom Arab adalah bahan aditif alami yang gunanya untuk mengemulsi minyak dan air agar dapat bersatu. daya simpan. Tartrazin adalah pewarna makanan buatan yang mempunyai banyak macam pilihan warna. Bahan-bahan campuran ini diberi nama aditif. TENTANG FORMALIN . sedangkan yang alami diantaranya adalah bunga cengkeh.

Melalui sejumlah survey dan pemeriksaan laboratorium. Dalam sistem oksida besi yang lebih sering dipakai (proses Formox). Di dalam skala yang lebih kecil. Dalam tubuh manusia. pusing. Tahu : Tahu yang bentuknya sangat bagus. formaldehida dibuat dari oksidasi katalitik metanol. dalam keadaan begini. Apabila kadar di udara lebih dari 0. seperti yang digunakan dalam bangunan. tidak mudah hancur.1 mg/kg. karpet. sama juga dengan yang dialami oleh para pegawai pemotongan papan artikel. teggorokan serasa terbakar. Tapi. 3. formaldehida yang terhisap bisa menyebabkan iritasi kepala dan membran mukosa. tidak menimbulkan pengaruh karsinogenik terhadap makhluk hidup yang terpapar zat tersebut. yang menyebabkan keluar air mata. formalin bisa juga dihasilkan dari konversi etanol. kenyal.Penggunaan Formalin yang salah adalah hal yang sangat disesalkan. Mie basah : Mie basah yang awet sampai beberapa hari dan tidak mudah basi dibandingkan dengan yang tidak mengandung formalin. Binatang percobaan yang menghisap formaldehida terus-terusan terserang kanker dalam hidung dan tenggorokannya. ditemukan sejumlah produk pangan yang menggunakan formalin sebagai pengawet. awet dan tidak mudah busuk. akan menghasilkan asam format yang sering ada dalam larutan formaldehida dalam kadar ppm. akan ada dua reaksi kimia sekaligus yang menghasilkan formaldehida: satu seperti yang di atas. 4. Di dalam tubuh. 2. Beberapa contoh prduk yang sering diketahui mengandung formalin misalnya 1. ada studi yang menunjukkan apabila formaldehida dalam kadar yang lebih sedikit. sehingga mengganggu ekspresi genetik yang normal.Formalin : adalah larutan formaldehida dalam air. Kalau terpapar formaldehida dalam jumlah banyak. misalnya terminum. Kegunaan lain Formaldehide (bahan Formalin): . dengan kadar antara 10%-40%. serta karena resin ini melepaskan formaldehida pelan-pelan. awet sampai beberapa hari dan tidak mudah busuk. berdasarkan persamaan kimia 2 CH3OH + O2 2 H2CO + 2 H2O. Pembuatan: Secara industri. dan busa semprot dan isolasi. Praktek yang salah seperti ini dilakukan oleh produsen atau pengelola pangan yang tidak bertanggung jawab. tarikan nafas menjadi pendek dan sering. atau sampai kepada kematiannya. juga koma. formaldehida dikonversi jadi asam format yang meningkatkan keasaman darah. sedangkan satu lagi adalah reaksi dehidrogenasi CH3OH H2CO + H2. formaldehida bisa menimbulkan terikatnya DNA oleh protein. Ayam potong : Ayam yang sudah dipotong berwarna putih bersih. kira-kira 650 °C. kenyal. hipotermia. Katalis yang menggunakan perak biasanya dijalankan dalam hawa yang lebih panas. formaldehida merupakan salah satu polutan dalam ruangan yang sering ditemukan. Ikan segar : Ikan basah yang warnanya putih bersih. serta kegerahan. awet beberapa hari dan tidak mudah basi Akibat bagi manusia : Karena resin formaldehida dipakai dalam bahan konstruksi seperti kayu lapis/tripleks. reaksi metanol dan oksigen terjadi pada 250 °C dan menghasilkan formaldehida. Katalis yang paling sering dipakai adalah logam perak atau campuran oksida besi dan molibdenum serta vanadium. yang secara komersial tidak menguntungkan. Bila formaldehida ini dioksidasi kembali. insangnya berwarna merah tua (bukan merah segar). bisa menyebabkan kematian.

kaca Pengeras lapisan gelatin dan kertas dalam dunia Fotografi. dan pembersih karpet. plus olahan berbagai sumber) http://forumkimia. cermin. (Pustaka: Wikipedia. Pusat Racun Negara Malaysia. cairan pencuci piring. perawatan sepatu. Formalin digunakan sebagai pengawet untuk berbagai barang konsumen seperti pembersih barang rumah tangga.multiply. Pencegah korosi untuk sumur minyak Dalam konsentrat yang sangat kecil (kurang dari 1%). Bahan untuk pembuatan produk parfum.com/journal/item/8/ZAT_ADITIF_MAKANAN_FORMALIN . zat pewarna. Bahan pengawet produk kosmetika dan pengeras kuku.y y y y y y y y y Pengawet mayat Pembasmi lalat dan serangga pengganggu lainnya. pelembut kulit. Bahan pembuatan pupuk dalam bentuk urea. Bahan pembuatan sutra sintetis. shampoo mobil. lilin.

ZAT ADITIF Posted by Afandi pada 2007/07/27 Pengertian Zat aditif adalah zat-zat yang ditambahkan pada makanan selama proses produksi. Macam-macam Zat Aditif 1. 1. Hijau FCF (hijau) 1. Zat aditif sintesis yang berlebihan dapat menimbulkan beberapa efek samping misalnya: gatal-gatal. Beta karoten (kuning) c. Eritrosit (merah) d. sehingga makanan tersebut lebih menarik. Pada awalnya zat-zat aditif tersebut berasal dari bahan tumbuh-tumbuhan yang selanjutnya disebut zat aditif alami. industri makanan memproduksi makanan yang memakai zat aditif buatan (sintesis). Umumnya zat aditif alami tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan kesehatan manusia. Penyedap rasa dan aroma (flavour) Penyedap rasa dan aroma yang banyak digunakan berasal dari golongan ester. Zat Pewarna Adalah bahan yang dapat memberi warna pada makanan. Penyedap rasa dan aroma serta penguat rasa Zat aditif ini dapat memberikan. Oleh karena itu. Akan tetapi. dan kanker. 1. jumlah penduduk bumi yang makin bertambah menuntut jumlah makanan yang lebih besar sehingga zat aditif alami tidak mencukupi lagi. menambah. Contoh pewarna alami: Contoh pewarna sintetik: a. mempertegas rasa dan aroma makanan. Coklat HT (coklat) c. Anato (orange) a. Karamel (cokelat hitam) b. Biru berlian (biru) b. Klorofil (hijau) d. Bahan baku pembuatannya adalah dari zat-zat kimia yang kemudian direaksikan. pengemasan atau penyimpanan untuk maksud tertentu. Penambahan zat aditif dalam makanan berdasarkan pertimbangan agar mutu dan kestabilan makanan tetap terjaga dan untuk mempertahankan nilai gizi yang mungkin rusak atau hilang selama proses pengolahan. .

untuk minuman ringan. Asam benzoat. pengasaman atau penguraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme. Asam propionate. Penguat rasa (flavour echancer) Bahan penguat rasa atau penyedap makanan yang paling banyak digunakan adalah MSG (Monosodium Glutamate) yang sehari-hari dikenak dengan nama vetsin. 5. Anti oksidan Zat aditif ini dapat mencegah atau menghambat oksidasi. 1. Pengawet Zat aditif ini dapat mencegah atau menghambat fermentasi. dulsin (kemanisannya 250x gula). dan buah kalangan. 1. Contoh bahan pengawet dan penggunaannya: a. 1. 6. untuk daging olahan. butil butirat (rasa nanas). pemantap. Pengemulsi. digunakan pada daging olahan. Asam askorbat (bentukan garam kalium. margarin dan mentega. Zat pemanis buatan Bahan ini tidak atau hampir tidak mempunyai nilai gizi. digunakan untuk lemak. daging awetan dan kornet kalangan. digunakan untuk lemak dan minyak makanan c. minyak makan. dan kalium). untuk daging olahan dan keju. kaldu. natrium benzoat dan kalium benzoat. isoamil valerat (rasa apel). natrium. dan pengental . acar ketimun dalam botol dan caos. isobutil propionat (rasa rum) 1. kecap. dan natrium siklamat (kemanisannya 50x gula) dan serbitol. untuk roti dan sediaan keju olahan. contohnya sakarin (kemanisannya 500x gula). Natrium nitrit (Na No2). Butil hidroksianisol (BHA). b. c. 1. b. d. Butil hidroksitoluen (BHT). Contoh: a. Natrium nitrat (NaNo3).Contoh: Isoamil asetat (rasa pisang).

Pengeras Zat aditif ini dapat memperkeras atau mencegah melunaknya makanan. dan kalium glukonat (pada buah kalangan) 11. dan kalsium aluminium silikat (garam meja) 10. http://islam-download. asam klorida. Anti kempal Zat aditif ini dapat mencegah pengempalan makanan yang berupa serbuk. vitamin A. Pengatur keasaman Zat aditif ini dapat mengasamkan. Contohnya: Asam askorbat. mineral.net/contoh-contoh/zat-aditif-pada-makanan. dan gom arab 7. atau vitamin untuk memperbaiki gizi makanan. asam sitrat. gelatin. menetralkan. kalsium dinatrium EDTA dan dinatrium EDTA 12. Contoh: aluminium silikat (susu bubuk). dan mempertahankan derajat keasaman makanan. dan vitamin D. asam tentrat. Contoh: aluminium amonium sulfat (pada acar ketimun botol). aseton peroksida. dan natrium bikarbonat 9. Sekuestran Adalah bahan yang mengikat ion logam yang ada dalam makanan.html . aluminium amonium sulfat. asam laktat. amonium bikarbonat. Penambah gizi Zat aditif yang ditambahkan adalah asam amino. dan kalium bromat 8. Contoh: asam fosfat (pada lemak dan minyak makan). Pemutih dan pematang tepung Zat aditif ini dapat mempercepat proses pemutihan atau pematangan tepung sehingga dapat memperbaiki mutu pemanggangan. Contoh: agar-agar. feri fosfat.Zat aditif ini dapat membantu pembentukan atau pemantapan sistem dispersi yang homogen pada makanan. kalium sitrat (dalam es krim). Contoh: asam asetat. Contoh: Asam askorbat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->