Zat Aditif yang terkandung dalam Bahan Makanan

Posted by Smart Click on 05 March 2011 Setiap hari kita memerlukan makanan untuk mendapatkan energi (karbohidrat dan lemak) dan untuk pertumbuhan sel-sel baru, menggantikan sel-sel yang rusak (protein). Selain itu, kita juga memerlukan makanan sebagai sumber zat penunjang dan pengatur proses dalam tubuh, yaitu vitamin, mineral, dan air. Sehat tidaknya suatu makanan tidak bergantung pada ukuran, bentuk, warna, kelezatan, aroma, atau kesegarannya, tetapi bergantung pada kandungan zat yang diperlukan oleh tubuh. Suatu makanan dikatakan sehat apabila mengandung satu macam atau lebih zat yang diperlukan oleh tubuh. Setiap hari, kita perlu mengonsumsi makanan yang beragam agar semua jenis zat yang diperlukan oleh tubuh terpenuhi. Hal ini dikarenakan belum tentu satu jenis makanan mengandung semua jenis zat yang diperlukan oleh tubuh setiap hari. Supaya orang tertarik untuk memakan suatu makanan, seringkali kita perlu menambahkan bahan-bahan tambahan ke dalam makanan yang kita olah. Bisa kita perkirakan bahwa seseorang tentu tidak akan punya selera untuk memakan sayur sop yang tidak digarami atau bubur kacang hijau yang tidak memakai gula. Dalam hal ini, garam dan gula termasuk bahan tambahan. Keduanya termasuk jenis zat aditif makanan. Zat aditif bukan hanya garam dan gula saja, tetapi masih banyak bahan-bahan kimia lain. Zat aditif makanan ditambahkan dan dicampurkan pada waktu pengolahan makanan untuk memperbaiki tampilan makanan, meningkatkan cita rasa, memperkaya kandungan gizi, menjaga makanan agar tidak cepat busuk, dan lain. Bahan yang tergolong ke dalam zat aditif makanan harus dapat: 1. memperbaiki kualitas atau gizi makanan; 2. membuat makanan tampak lebih menarik; 3. meningkatkan cita rasa makanan; dan 4. membuat makanan menjadi lebih tahan lama atau tidak cepat basi dan busuk. Zat-zat aditif tidak hanya zat-zat yang secara sengaja ditambahkan pada saat proses pengolahan makanan berlangsung, tetapi juga termasuk zat-zat yang masuk tanpa sengaja dan bercampur dengan makanan. Masuknya zat-zat aditif ini mungkin terjadi saat pengolahan, pengemasan, atau sudah terbawa oleh bahan-bahan kimia yang dipakai. Zat aditif makanan dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu: 1. zat aditif yang berasal dari sumber alami, seperti lesitin dan asam sitrat; 2 zat aditif sintetik dari bahan kimia yang memiliki sifat serupa dengan bahan alami yang sejenis, baik susunan kimia maupun sifat/fungsinya, seperti amil asetat dan asam askorbat. Berdasarkan fungsinya, baik alami maupun sintetik, zat aditif dapat dikelompokkan sebagai zat pewarna, pemanis, pengawet, dan penyedap rasa. Zat aditif dalam produk makanan biasanya dicantumkan pada kemasannya.

1. Zat Pewarna Pemberian warna pada makanan umumnya bertujuan agar makanan terlihat lebih segar dan menarik sehingga menimbulkan selera orang untuk memakannya. Zat pewarna yang biasa digunakan sebagai zat aditif pada makanan adalah: a. Zat pewarna alami, dibuat dari ekstrak bagian-bagian tumbuhan tertentu, misalnya warna hijau dari daun pandan atau daun suji, warna kuning dari kunyit, seperti ditunjukkan pada Gambar 8.9, warna cokelat dari buah cokelat, warna merah dari daun jati, dan warna kuning merah dari wortel. Karena jumlah pilihan warna dari zat pewarna alami terbatas maka dilakukan upaya menyintesis zat pewarna yang cocok untuk makanan dari bahan-bahan kimia. b. Zat pewarna sintetik, dibuat dari bahan-bahan kimia. Dibandingkan dengan pewarna alami, pewarna sintetik memiliki beberapa kelebihan, yaitu memiliki pilihan warna yang lebih banyak, mudah disimpan, dan lebih tahan lama. Beberapa zat pewarna sintetik bisa saja memberikan warna yang sama, namun belum tentu semua zat pewarna tersebut cocok dipakai sebagai zat aditif pada makanan dan minuman. Perlu diketahui bahwa zat pewarna sintetik yang bukan untuk makanan dan minuman (pewarna tekstil) dapat membahayakan kesehatan apabila masuk ke dalam tubuh karena bersifat karsinogen (penyebab penyakit kanker). Oleh karena itu, kamu harus berhati-hati ketika membeli makanan atau minuman yang memakai zat warna. Kamu harus yakin dahulu bahwa zat pewarna yang dipakai sebagai zat aditif pada makanan atau minuman tersebut adalah memang benar-benar pewarna makanan dan minuman. Berdasarkan sifat kelarutannya, zat pewarna makanan dikelompokkan menjadi dye dan lake. Dye merupakan zat pewarna makanan yang umumnya bersifat larut dalam air. Dye biasanya dijual di pasaran dalam bentuk serbuk, butiran, pasta atau cairan. Lake merupakan gabungan antara zat warna dye dan basa yang dilapisi oleh suatu zat tertentu. Karena sifatnya yang tidak larut dalam air maka zat warna kelompok ini cocok untuk mewarnai produkproduk yang tidak boleh terkena air atau produk yang mengandung lemak dan minyak. 2. Zat Pemanis Zat pemanis berfungsi untuk menambah rasa manis pada makanan dan minuman. Zat pemanis dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: a. Zat pemanis alami. Pemanis ini dapat diperoleh dari tumbuhan, seperti kelapa, tebu, dan aren. Selain itu, zat pemanis alami dapat pula diperoleh dari buahbuahan dan madu. Zat pemanis alami berfungsi juga sebagai sumber energi. Jika kita mengonsumsi pemanis alami secara berlebihan, kitaakan mengalami risiko kegemukan. Orang-orang yang sudah gemuk badannya sebaiknya menghindari makanan atau minuman yang mengandung pemanis alami terlalu tinggi. b. Zat pemanis buatan atau sintetik. Pemanis buatan tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia sehingga tidak berfungsi sebagai sumber energi. Oleh karena itu, orangorang yangmemiliki penyakit kencing manis (diabetes melitus) biasanya mengonsumsi pemanis sintetik sebagai pengganti pemanis alami. Contoh pemanis sintetik, yaitu sakarin, natrium siklamat, magnesium siklamat, kalsium siklamat, aspartam dan dulsin. Pemanis buatanmemiliki tingkat kemanisan yang lebih tinggi dibandingkan pemanis alami. Garamgaram siklamat memiliki kemanisan 30 kali lebih tinggi dibandingkan kemanisan sukrosa. Namun, kemanisan garam natrium dan kalsium dari sakarin memiliki kemanisan 800 kali dibandingkan dengan kemanisan sukrosa 10%.

Contohnya. dapat menimbulkan sejumlah efek samping bagi kesehatan. Pengawet yang dimaksud adalah pengawet boraks. atau melindungi makanan dari kerusakan akibat membusuk atau terkena bakteri/ jamur. tanggal yang menunjukkan sampai kapan makanan atau minuman tersebut masih dapat dikonsumsi tanpa membahayakan kesehatan. Selain pengawet yang aman untuk dikonsumsi. juga terdapat pengawet yang tidak boleh dipergunakan untuk mengawetkan makanan. berbagai makanan dan minuman masih dapat dikonsumsi sampai jangka waktu tertentu.Garam natrium benzoat. Pemakaian pengawet formalin untuk mengawetkan makanan. ada juga pengawet yang tidak boleh dipergunakan untuk mengawetkan makanan. contohnya gula (sukrosa) yang dapat dipakai untuk mengawetkan buah-buahan (manisan) dan garam dapur yang dapat digunakan untuk mengawetkan ikan. Zat pengawet adalah zatzat yang sengaja ditambahkan pada bahan makanan dan minuman agar makanan dan minuman tersebut tetap segar. penggunaan sakarin yang berlebihan selain akan menyebabkan rasa makanan terasa pahit juga merangsang terjadinya tumor pada bagian kandung kemih.Walaupun pemanis buatan memiliki kelebihan dibandingkan pemanis alami. a. atau bahkan beberapa tahun. Zat pengawet sintetik atau buatan merupakan hasil sintesis dari bahan-bahan kimia. Selain zat-zat tersebut. Asam fosfat yang biasa ditambahkan pada beberapa minuman penyegar juga termasuk zat pengawet. Karena penambahan zat aditif. bau dan rasanya tidak berubah. kita perlu menghindari konsumsi yang berlebihan karena dapat memberikan efek samping bagi kesehatan. Selain formalin. Garam siklamat juga dapat memberikan efek samping berupa gangguan pada sistem pencernaan terutama pada pembentukan zat dalam sel. tahu. zat pengawet dapat dikelompokkan menjadi zat pengawet alami dan zat pengawet buatan. Misalnya. industri kertas. seperti bakso. asam cuka dapat dipakai sebagai pengawet acar dan natrium propionat atau kalsium propionat dipakai untuk mengawetkan roti dan kue kering. pengawet kayu. Boraks hanya boleh dipergunakan untuk industri nonpangan. Zat pengawet yang dimaksud. yaitu natrium nitrat atau sendawa (NaNO3) yang berfungsi untuk menjaga agar tampilan daging tetap merah. Zat Pengawet Ada sejumlah cara menjaga agar makanan dan minuman tetap layak untuk dimakan atau diminum walaupun sudah tersimpan lama. Jika boraks termakan dalam kadar tertentu. seperti mayat atau binatang yang sudah mati. Pengawet ini bersifat desinfektan atau efektif dalam menghambat pertumbuhan mikroba penyebab membusuknya makanan serta dapat memperbaiki tekstur makanan sehingga lebih kenyal. dan keramik. ada juga zat pengawet lain. Contoh lain. di antaranya: . mungkin seminggu. garam-garam siklamat pada proses metabolisme dalam tubuh dapat menghasilkan senyawa sikloheksamina yang bersifat karsinogenik (senyawa yang dapat menimbulkan penyakit kanker). setahun. Salah satu upaya tersebut adalah dengan cara menambahkan zat aditif kelompok pengawet (zat pengawet) ke dalam makanan dan minuman. dan asam tartrat juga biasa dipakai untuk mengawetkan makanan. sebulan. dan makanan jenis lainnya dapat menimbulkan risiko kesehatan. Dalam makanan atau minuman yang dikemas dan dijual di toko-toko atau supermarket biasanya tercantum tanggal kadaluarsanya. 3. di antaranya formalin yang biasa dipakai untuk mengawetkan benda-benda. Seperti halnya zat pewarna dan pemanis. seperti dalam pembuatan gelas. asam sitrat. ikan asin. Zat pengawet alami berasal dari alam.

dapat menimbulkan cita rasa tertentu pada makanan. akan memberikan rasa dan aroma seperti buah pisang. menyebabkan kematian jika ginjal mengandung boraks sebanyak 3±6 gram. ada pula yang berasal dari hasil sintesis bahan kimia. 4. dan masih banyak lagi yang lain. laos. Hal ini telah mendorong perkembangan ilmu dan teknologi pengawetan makanan dan minuman tanpa penambahan zat-zat kimia. makanan akan terasa dan beraroma seperti buah jeruk jika dicampur dengan zat penyedap ini. jika makanan diberi zat penyedap ini maka akan terasa dan beraroma seperti buah apel. Selain zat penyedap cita rasa yang berasal dari alam. yaitu penyedap rasa monosodium glutamat (MSG). Zat Penyedap Cita Rasa Di Indonesia terdapat begitu banyak ragam rempahrempah yang dipakai untuk meningkatkan cita rasa makanan. misalnya dengan menggunakan sinar ultra violet (UV). Jika rempah-rempah dicampur dengan makanan saat diolah. Walaupun tersedia zat pengawet sintetik yang digunakan sebagai zat aditif makanan. akan memberikan rasa dan aroma seperti buah nanas pada makanan. gejala pendarahan di lambung dan gangguan stimulasi saraf pusat. c. terjadinya komplikasi pada otak dan hati. amil asetat. kunyit. Contoh lain adalah daun pandan yang dapat berfungsi sebagai pemberi warna pada makanan sekaligus memberikan rasa dan aroma khas pada makanan. Zat ini tidak berasa. gangguan pada sistem saraf. gula alami biasa dipakai sebagai zat aditif pada pembuatan daging dendeng. amil valerat. hati. seperti cengkeh. dan kulit. cabai. ozon. seperti yang sudah disebutkan di atas. ginjal. Kecurigaan ini masih bersifat pro dan kontra. . atau pemanasan pada suhu yang sangat tinggi dalam waktu singkat sehingga makanan dapat disterilkan tanpa merusak kualitas makanan. Contohnya. kamu sudah mempelajari tentang pengelompokan zat aditif berdasarkan fungsinya beserta contoh-contohnya.a. Penggunaan MSG yang berlebihan telah menyebabkan ³Chinese restaurant syndrome´ yaitu suatu gangguan kesehatan di mana kepala terasa pusing dan berdenyut. d. sudah tersedia sejumlah merk makanan yang mencantumkan label ³tidak mengandung MSG´ dalam kemasannya. khususnya yang bersifat alami memiliki lebih dari satu fungsi. Melimpahnya ragam rempah-rempah ini merupakan salah satu sebab yang mendorong penjajah Belanda dan Portugis tempo dulu ingin menguasai Indonesia. Seringkali suatu zat aditif. bawang. c. dan d. merica. pala. b. tetapi juga berfungsi sebagai pengawet. Bagi yang menyukai zat penyedap ini tak perlu khawatir dulu. Selain zat penyedap rasa dan aroma. Pada pembahasan sebelumnya. di negara maju banyak orang enggan mengonsumsi makanan yang memakai pengawet sintetik. oktil asetat. Berikut ini beberapa contoh zat penyedap cita rasa hasil sintesis: a. terdapat pula zat penyedap rasa yang penggunaannya meluas dalam berbagai jenis masakan. Perlu kamu ketahui bahwa suatu zat aditif dapat saja memiliki lebih dari satu fungsi. Bagi yang mencoba menghindari untuk mengonsumsinya. ketumbar. b. Gula alami tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pemanis. etil butirat. tetapi jika sudah ditambahkan pada makanan maka akan menghasilkan rasa yang sedap.

Jika kita mengidentifikasi zat aditif yang dipakai dalam makanan/minuman.id/search?hl=id&q=zat%20aditif%20pada%20makanan&ct=broadrevision&cd=2&ie=UTF-8&sa=X Zat Aditif Makanan Kata Kunci: aditif. zat aditif makanan di definisikan sebagai bahan yang ditambahkan dan dicampurkan sewaktu pengolahan makanan untuk meningkatkan mutu. pewarna. penulis dengan beberapa dosen Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung telah melakukan suatu survei tentang tingkat pengetahuan masyarakat mengenai zat aditif (bahan tambahan) yang dikhususkan pada penggunaan zat aditif makanan/bahan tambahan pangan (BTP) di beberapa penduduk desa di Lampung Timur. http://www. makanan. Zat Aditif Makanan Pada dasarnya baik masyarakat desa maupun kota. pasti telah menggunakan zat aditif makanan dalam kehidupannya sehari-hari. Provinsi Lampung. .google. umumnya tidak terdapat batasan mengenai jumlah yang boleh dikonsumsi perharinya. terdapat aturan penggunaannya yang telah ditetapkan sesuai Acceptable Daily Intake (ADI) atau jumlah konsumsi zat aditif selama sehari yang diperbolehkan dan aman bagi kesehatan. Secara ilmiah. natrium. penulis akan menginformasikan terlebih dahulu tentang apa itu zat aditif makanan.Untuk penggunaan zat-zat aditif alami. Jika kita mengonsumsinya melebihi ambang batas maka dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan. lihatlah kemasan pada makanan/minuman tersebut.co. pengawet. Sebelum menginformasikan lebih lanjut beberapa hasil survei. siklamat Ditulis oleh Indri Puspita pada 20-10-2007 Sekitar bulan Oktober 2007 ini. Untuk zat-zat aditif sintetik. formalin.

tahu. pemucat. penyedap. wortel (orange) Pewarna Sunsetyellow FCF (orange). pengawet. Formalin sendiri digunakan sebagai zat pengawet agar produk olahan tersebut tidak lekas busuk/terjauh dari mikroorganisme. baik susunan kimia. dan lebih murah. Penyalahgunaan formalin ini membuka kacamata masyarakat untuk bersifat proaktif dalam memilah-milah mana zat aditif yang dapat dikonsumsi dan mana yang berbahaya. ketumbar Penyedap Pewarna sintesis Terlalu banyak mengkonsumsi zat pengawet akan mengurangi daya tahan tubuh terhadap penyakit Penyedap alami Pengawet Mono-natrium glutamat/vetsin (ajinomoto/sasa). ikan dan daging yang terjadi pada beberapa bulan belakangan. merica. zat aditif makanan dapat dibagi menjadi dua yaitu : (a) aditif sengaja. (b) aditif tidak sengaja. dapat juga disintesis dari bahan kimia yang mempunyai sifat serupa dengan bahan alamiah yang sejenis. kunyit. maupun sifat metabolismenya seperti karoten. Formalin Pala. lebih stabil. cabai. buah Pewarna alami coklat (coklat). dan anti gumpal. kunyit (kuning). yaitu aditif yang terdapat dalam makanan dalam jumlah sangat kecil sebagai akibat dari proses pengolahan. cita rasa. pengemulsi. Bila dilihat dari sumbernya. laos. asam askorbat. Walaupun demikian ada kelemahannya yaitu sering terjadi ketidaksempurnaan proses sehingga mengandung zat-zat berbahaya bagi kesehatan. dan lain-lain. Brilliant Blue FCF (biru). benzaldehida. dll . zat aditif dapat berasal dari sumber alamiah seperti lesitin. Istilah zat aditif sendiri mulai familiar di tengah masyarakat Indonesia setelah merebak kasus penggunaan formalin pada beberapa produk olahan pangan. dll Natrium benzoat. Dan kedua. Beberapa Contoh Zat Aditif Zat aditif makanan telah dimanfaatkan dalam berbagai proses pengolahan makanan. Penyedap sintesis amil asetat. dan lain-lain.Disini zat aditif makanan sudah termasuk : pewarna. pengumpal. mengendalikan keasaman dan kebasaan. Secara umum. dan kadangkadang bersifat karsinogen yang dapat merangsang terjadinya kanker pada hewan dan manusia. pengental. seperti untuk meningkatkan nilai gizi. Carmoisine (Merah). berikut adalah beberapa contoh zat aditif : Zat aditif Contoh Keterangan Daun pandan (hijau). pemantap. Tartrazine (kuning). Pada umumnya bahan sintetis mempunyai kelebihan. Natrium Nitrat. antioksidan. yaitu lebih pekat. Asam Sorbat. asam sitrat. memantapkan bentuk dan rupa. dan lain sebagainya. asam cuka. yaitu aditif yang diberikan dengan sengaja dengan maksud dan tujuan tertentu. Asam Sitrat.

Zat Aditif. Bentuk-bentuk penyuluhan yang tepat guna dalam penyebarluasan informasi zat aditif ini dapatlah disesuaikan dengan sosio-kultural masyarakat setempat dan kemampuan dari team penyuluh. atau asam laktat menetralkan makanan Aluminium silikat. Menjadi lebih asam. kalsium silikat. magnesium karbonat. butil hidroksi toluena (BHT). benzoil peroksida. Lampung http://www.google. dan latar belakang dari pekerjaan penduduk.id/search?hl=id&q=zat%20aditif%20pada%20makanan&ct=broadrevision&cd=2&ie=UTF-8&sa=X . kehidupan sosial masyarakatnya. Khusus siklamat bersifat karsinogen Aluminium amonium/kalium/natrium sulfat. Tetapi kabar gembiranya adalah terdapat kecenderungan dari masyarakat desa (walaupun didominasi dengan latar pendidikan terakhir Sekolah Dasar (SD)) untuk tidak masa bodoh terhadap informasiinformasi mengenai zat aditif. walaupun terdapat kesadaran yang mumpuni dari masyarakat untuk menggunakan dosis zat aditif secukupnya. Badan Pengendalian Obat dan Makanan (BPOM). Siklamat Mencegah Ketengikan Baik dikonsumsi penderita diabetes. diketahui bahwa tingkat pengetahuan masyarakat mengenai zat aditif sangat rendah sekali. Daftar Pustaka Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan. S. bahwasanya telah dilakukan survei tentang tingkat pengetahuan masyarakat desa di Lampung Timur mengenai zat aditif. Sosio-kultural yang dimaksud disini adalah dengan mempertimbangkan latar pendidikan masyarakat. Dari hasil observasi yang penulis lakukan (diluar kesimpulan riset secara umum).co. Lampung Yandri A. Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung. Dulsin. Makalah Seminar Kimia Expo X 2006. Pemanfaatan Zat Aditif Secara Tepat. magnesium oksida Ditambahkan ke dalam pangan dalam bentuk bubuk Sebagaimana telah diuraikan diatas. lebih basa. oksida klor. Diharapkan masyarakat akan dapat lebih cerdas dalam penggunaan dosis atau takaran dari penggunaan zat aditif dan dapat mengetahui zat-zat aditif mana saja yang dapat dikonsumsi dan zat mana saja yang berbahaya bagi manusia. tokoferol Hidrogen peroksida. natrium hipoklorit Sakarin. 2006. 2006. Kabar ini merupakan peluang bagi para kimiawan untuk melakukan penyuluhan lebih intensif mengenai zat aditif kepada masyarakat di daerahnya masing-masing.Antioksidan Pemutih Pemanis bukan gula Pengatur keasaman Anti Gumpal Penutup Butil hidroksi anisol (BHA).

makanan yang bergizi merupakan makanan yang mengandung karbohidrat. Untuk zat aditif alami tidak banyak menyebabkan efek samping. penyedap rasa. Zat pengawet dimaksudkan untuk memperlambat oksidasi yang dapat merusak makanan. rupa dan konsentrasinya baik serta awet maka perlu ditambahkan bahan makanan atau dikenal dengan nama lain ³food additive´. manusia tidak lepas dari makanan. vitamin. Bahan pengawet Pengawet adalah bahan yang dapat mencegah atau menghambat fermentasi. pengasaman atau penguraian lain terhadap makanan yang disebabkan mikroorganisme. Zat aditif pada makanan ada yang berasal dari alam dan ada yang buatan (sintetik). Selain itu beberapa bahan alam misalnya saja penambahan air jeruk atau air garam yang dapat digunakan untuk menghambat terjadinya proses reaksi waktu coklat (browing reaction) pada buah apel. misalnya asam cuka (untuk acar). pertumbuhan. Ada dua jenis pengawet makanan yaitu alami dan sintetik (buatan). Namun demikian penggunaan bahan tambahan makanan tersebut yang melebihi ambang batas yang ditentukan ke dalam makanan atau produk-produk makanan dapat menimbulkan efek . Peraturan Menteri Kesehatan dan lain-lain disertai dengan batasan maksimum penggunaannya. Lain halnya dengan zat aditif sintetik. Guna makanan untuk mendapatkan energi. protein.Zat Aditif pada Makanan Ditulis oleh Achmad Lutfi pada 12-03-2009 Untuk mempertahankan hidupnya. pemanis. Agar makanan dapat tersedia dalam bentuk yang lebih menarik dengan rasa yang enak. Untuk maksud tersebut kita memerlukan zat aditif. menjaga suhu dan menjaga agar badan tidak terserang penyakit. pengemulsi dan pemutih. Jenis-jenis zat aditif antara lain pewarna. Di samping itu UU Nomor 7 tahun 1996 tentang Pangan Pasal 10 ayat 1 dan 2 beserta penjelasannya erat kaitannya dengan bahan tambahan makanan yang pada intinya adalah untuk melindungi konsumen agar penggunaan bahan tambahan makanan tersebut benar-benar aman untuk dikonsumsi dan tidak membahayakan. gula (untuk manisan). penambah aroma. Pengawet yang paling aman adalah bahan-bahan alam. pengawet. memperbaiki sel-sel yang rusak. dan garam (untuk asinan ikan/telur). Keuntungan zat aditif Penggunaan zat aditif memiliki keuntungan meningkatkan mutu makanan dan pengaruh negatif bahan tambahan pangan terhadap kesehatan. Zat aditif pada makanan adalah zat yang ditambahkan dan dicampurkan dalam pengolahan makanan untuk meningkatkan mutu. Penggunaan bahan makanan pangan tersebut di Indonesia telah ditetapkan oleh pemerintah berdasarkan Undang-undang. lemak. mineral dan air.

50 mg/kg. Perlu diingat bahwa semakin kecil tubuh seseorang maka semakin sedikit bahan tambahan makanan yang dapat diterima oleh tubuh. Pada pembahasan berikut disajikan pengaruh negatif dan bahan tambahan pangan langsung yang meliputi: monosodium glutamat. ADI menentukan seberapa banyak konsumsi bahan tambahan makanan setiap hari yang dapat diterima dan dicerna sepanjang hayat tanpa mengalami resiko kesehatan. sakarin dan siklamat. natrium nitrit dan zat penambah gizi serta batasan penggunaan senyawa-senyawa tersebut yang aman bagi kesehatan manusia. ADI dihitung berdasarkan berat badan konsumen dan sebagai standar digunakan berat badan 50 kg untuk negara Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya. Untuk menghitung batas penggunaan maksimum bahan tambahan makanan.000 / K (mg / kg) Di mana BPM = batas penggunaan maksimum (mg/kg) B = berat badan (kg) K = konsumsi makanan (gr) Contoh: Hitung BPM bahan tambahan makanan yang mempunyai ADI 2 mg untuk konsumsi makanan harian yang mengandung bahan tersebut (1 kg) dan bobot badan 60 kg ? Jawab BPM = ADIxB x1. Satuan ADI adalah mg bahan tambahan makanan per kg berat badan.50 mg/kg dan asam benzoat serta garam-garamnya = 0.chem-is-try. zat antioksidan. digunakan rumus sebagai berikut BPM = ADIxB x1. kunyit (turmerin) = 0. Contoh: ADI maksimum untuk B-karoten = 2.org/materi_kimia/kimia-lingkungan/zat-aditif/zat-aditif-pada-makanan/ .000 = 120 mg/kg Jadi batas penggunaan maksimum bahan tambahan makanan yang mempunyai ADI 2 mg untuk 1000 gr makanan yang dikonsumsi konsumen yang berbobot 60 kg adalah 120 mg/kg. tartrazin.sampingan yang tidak dikehendaki dan merusak bahan makanan itu sendiri. Semua bahan kimia jika digunakan secara berlebih pada umumnya bersifat racun bagi manusia. bahkan berbahaya untuk dikonsumsi manusia.5 mg/kg.000 /1. http://www. Tubuh manusia mempunyai batasan maksimum dalam mentolerir seberapa banyak konsumsi bahan tambahan makanan yang disebut ADI atau Acceptable Daily Intake. asam benzoat. kalium sorbat.000 / K (mg / kg) = 2 x 60 x 1.

tetapi terdapat dalam bahan makanan tersebut karena perlakuan saat pengolahan. rupa dan konsistensinya baik serta awet maka sering dilakukan penambahan bahan tambahan makanan yang sering disebut zat aditif kimia (food aditiva). yaitu bahan aditif makanan alami dan buatan atau sintetis.[1] Selain itu dapat meningkatkan nilai gizi seperti protein.[1] Agar makanan yang tersaji tersedia dalam bentuk yang lebih menarik.[1] Bahan tambahan makanan adalah bahan yang bukan secara alamiah merupakan bagian dari bahan makanan. rasa enak. cari selai kacang dibuat dengan pengental Aditif makanan atau bahan tambahan makanan adalah bahan yang ditambahkan dengan sengaja ke dalam makanan dalam jumlah kecil. dengan tujuan untuk memperbaiki penampakan. flavor dan memperpanjang daya simpan.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. cita rasa. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi.[1] Bahan aditif makanan ada dua.[1] . tekstur. mineral dan vitamin. penyimpanan atau pengemasan.[1] Penggunaan aditif makanan telah digunakan sejak zaman dahulu.[1] Adakalanya makanan yang tersedia tidak mempunyai bentuk yang menarik meskipun kandungan gizinya tinggi.

1 Penguat rasa 1. diantaranya: [sunting] Penguat rasa Kristal monosodium glutamat digunakan sebagai penguat rasa Monosodium Glutamat (MSG) sering digunakan sebagai penguat rasa makanan buatan dan juga untuk melezatkan makanan. cabai. benzaldehida. siklamat.Daftar isi [sembunyikan] y 1 Jenis 1.[1] . laos.5 Pengental 1.6 Pengemulsi 1.[1] Beberapa jenis pemanis buatan yang digunakan adalah sakarin.[1] Pemanis buatan ini juga dapat menurunkan risiko diabetes.4 Pewarna 1.3 Pengawet 1.[1] Contoh penguat rasa buatan adalah monosodium glutamat/vetsin. dulsin. dan aspartam.2 Pemanis 1.[1] [sunting] Pemanis Zat pemanis buatan biasanya digunakan untuk membantu mempertajam rasa manis. namun siklamat merupakan zat yang bersifat karsinogen.[1] Adapun penguat rasa alami diantaranya adalah bunga cengkeh.7 Lain-lain 2 Efek samping 3 Undang-undang 4 Kehalalan 5 Referensi 6 Pranala luar o o o o o o o y y y y y [sunting] Jenis Bahan aditif makanan dapat digolongkan menjadi beberapa kelompok tertentu tergantung kegunaanya. amil asetat. ketumbar. merica. asam cuka. pala. kunyit.

[2] Zat warna sintetis mulai digunakan sejak tahun 1956 dan saat ini ada kurang lebih 90% zat warna buatan digunakan untuk industri makanan. coklat. yaitu pewarna tambahan berasal dari alam seperti kunyit.[2] Pengawetan makanan sangat menguntungkan produsen karena dapat menyimpan kelebihan bahan makanan yang ada dan dapat digunakan kembali saat musim paceklik tiba.[sunting] Pengawet Bahan pengawet adalah zat kimia yang dapat menghambat kerusakan pada makanan. yaitu pewarna makanan buatan yang mempunyai banyak macam pilihan warna. gelatin. dan asam sorbat. alginat. dan karamel. wortel. cendawan. karmoisin (Merah).[2] [sunting] Pewarna Warna dapat memperbaiki dan memberikan daya tarik pada makanan. ragi.[2] Reaksi-reaksi kimia yang sering harus dikendalikan adalah reaksi oksidasi. asam sitrat.[2] Salah satu contohnya adalah tartrazin. memekatkan atau mengentalkan makanan yang dicampurkan dengan air. zat pewarna ini lebih stabil dan tersedia dari berbagai warna.[3] Pada mayones bila tidak ada pengemulsi. pencoklatan (browning) dan reaksi enzimatis lainnya.[2] Selain tartrazin ada pula pewarna buatan. karagenan). karena serangan bakteri. sehingga membentuk kekentalan tertentu. daun pandan.[3] . angkak. gom arab dan gliserin.[2] Zat warna sintetik ditemukan oleh William Henry Perkins tahun 1856.[2] Contoh bahan pengawet adalah natrium benzoat. natrium nitrat. dan gum (agar. brilliant blue FCF (biru). diantaranya Tartrazin CI 19140. daun suji.[2] [sunting] Pengemulsi Gom arab sebagai agen pengemulsi Pengemulsi (emulsifier) adalah zat yang dapat mempertahankan dispersi lemak dalam air dan sebaliknya.[2] Contoh pengental adalah pati.[3] Contoh pengemulsi yaitu lesitin pada kuning telur.[2] Penggunaan pewarna dalam bahan makanan dimulai pada akhir tahun 1800. seperti sunsetyellow FCF (jingga). maka lemak akan terpisah dari airnya.[2] [sunting] Pengental Pengental yaitu bahan tambahan yang digunakan untuk menstabilkan.

[3] Penyakit yang biasa timbul dalam jangka waktu lama setelah menggunakan suatu bahan aditif adalah kanker. 2. anti gumpal. 3. 2. Contoh pada sosis. pasal 10 tentang Bahan Tambahan Pangan dicantumkan[4]: 1. pada Bab II mengenai Keamanan Pangan. 6. dan lain-lain. natrium sulfat. oksida klor. pengikat logam.[3] [sunting] Undang-undang Menurut undang-undang RI No 7 Tahun 1996 tentang Pangan. pemutih. tokoferol (vitamin E). Digunakan untuk pengawet.[sunting] Lain-lain Selain itu terdapat pula macam-macam bahan tambahan makanan. magnesium karbonat. seperti butil hidroksi anisol (BHA). magnesium oksida.[3] Pemerintah juga melakukan berbagai penelitian guna menemukan bahan aditif makanan yang aman dan murah. [sunting] Efek samping Bahan aditif juga bisa membuat penyakit jika tidak digunakan sesuai dosis. seperti aluminium amonium sulfat. natrium hipoklorit. Pemerintah menetapkan lebih lanjut bahan yang dilarang dan atau dapat digunakan sebagai bahan tambahan pangan dalam kegiatan atau proses produksi pangan serta ambang batas maksimal sebagaimana dimaksud pada ayat 1. kuring. kerusakan ginjal. benzoil peroksida. zat gizi. antioksidan. seperti[3]: 1. asam laktat. kalium sulfat. [sunting] Kehalalan Daftar Bahan tambahan makanan yang termasuk kelompok diragukan kehalalannya[5]: Tabel 1 Daftar Bahan tambahan makanan yang diragukan kehalalannya[5] Bahan makanan Potasium nitrat (E252) Alasan Dapat dibuat dari limbah hewani atau sayuran. kalsium silikat. seperti hidrogen peroksida. Setiap orang yang memproduksi pangan untuk diedarkan dilarang menggunakan bahan apa pun sebagai bahan tambahan pangan yang dinyatakan terlarang atau melampau ambang batas maksimal yang telah ditetapkan. . mempertahankan warna daging. apalagi bahan aditif buatan atau sintetis. 5. seperti aluminium silikat. butil hidroksi toluena (BHT).[3] Maka dari itu pemerintah mengatur penggunaan bahan aditif makanan secara ketat dan juga melarang penggunaan bahan aditif makanan tertentu jika dapat menimbulkan masalah kesehatan yang berbahaya. 4. pengatur keasaman.

plasticizer pada pengemas. plasticizer. desserts. desserts beku. Dapat dibuat dari lemak hewani walaupun secara komersil dibuat secara sintetik dari anticracking agent. Dibuat dari tulang hewan. lilin dan asam lemak dari minyak/lemak (dapat berasal dari lemak hewani).org/wiki/Aditif_makanan . dll. Edible bone phosphate (E542) Asam stearat L-sistein E920 Wine vinegar dan malt vinegar http://id. E353 (dari E334) Kebanyakan sebagai hasil samping industri wine. dll. Dapat dibuat dari bulu hewan/unggas dan di Cina dibuat dari bulu manusia. Bahan coating untuk daging. Hasil samping pembuatan sabun. Gliserol/gliserin (E422) Asam lemak dan turunannya. pelapis. bumbu dan perisa. Dapat berasal dari hasil samping industri wine antioksidan. minuman. Terdapat pada Snacks. salad. Pengemulsi. E336. margarin. E436 produk susu (es krim). buffer. jelly. E435. anti craking agent. Terdapat pada makanan suplemen. E433. wine. E343: antibusa. Dapat berasal dari turunan hasil hidrolisis lemak hewani. penstabil. saus. dll. roti. minuman. E337. menjaga kelembaban (humektan).wikipedia. Untuk produksi tepung dan produk roti. pengental. L-asam tartarat (E334)Berkas:Teks tebal[6] Turunan asam tartarat E335. E430. sebagai antioksidan pemberi rasa asam produk susu beku. Sebagai pelarut rasa. camilan. cake. Masing-masing dibuat dari wine dan bir. coklat. tepung telur. E434. pemodifikasi tekstur. Pengemulsi yang dibuat dari gliserol dan/atau asam lemak (E470 E495) Dapat dibuat dari hasil hidrolisis lemak hewani untuk menghasilkan gliserol dan asam lemak sebagai pengemulsi. keju. suplemen mineral. penstabil. dll. donat. keju Belanda. bahan dasar pembuatan perisa daging. puding. dll. pengemulsi. Terdapat pada produk roti dan kue.ham. Sebagai bahan pengembang adonan. kue. Sebagai pemberi rasa bumbubumbu. E431.

'07 8:03 AM for everyone Pernahkah anda membaca label isi kandungan makanan ringan yang anda beli? Jika diperhatikan betul-betul. Bahan pewarna makanan alami diantaranya adalah daun pandan. apabila zat aditif yang digunakan sebenarnya bukan untuk dikonsumsi ma nusia (karena bersifat toxic) seperti pewarna merah Rhodamine-B (pewarna textile). sedangkan yang alami diantaranya adalah bunga cengkeh. Bahan-bahan campuran ini diberi nama aditif. tampilan. anda pasti sadar selain komponen utama makanan atau obat-obatan yang anda beli sering mengandungi berbagai bahan campuran lain. Contohnya. kerusakan ginjal. E211 (Natrium Benzoate). diantaranya: y MSG sebagai penguat rasa makanan dan juga untuk melezatkan makanan. Bahan aditif makanan dapat digolongkan menjadi beberapa kelompok tertentu tergantung kegunaanya. apalagi bahan aditif buatan atau sintetis. Lebih parah lagi. dll. TENTANG FORMALIN . Gom Arab adalah bahan aditif alami yang gunanya untuk mengemulsi minyak dan air agar dapat bersatu. diantaranya Tartrazin CI 19140. E249 (Kalium Nitrit). daya simpan. E123 (Amaranth). E322 (Lesitin) dan sebagainya.ZAT ADITIF MAKANAN & FORMALIN Nov 1. Jadi zat aditif makanan merupakan zat yang yang sengaja ditambahkan ke dalam makanan dengan maksud meningkatkan cita rasa. Borax sebagai pengenyal dan pengawet (racun semut/kecoa serta bahan campuran barang industri termasuk pembuatan kaca anti peluru). Formalin sebagai pengawet makanan basah (biasa di gunakan mengawetkan mayat). dll. Garam alginat dan gliserin marupakan bahan adtif buatan yang digunakan untuk menstabilkan dan memekatkan suatu makanan sehinggga dapat membuat makanan bertekstur lembut dan rata y y y Bahan aditif juga bisa membuat penyakit jika tidak digunakan sesuai dosis. MSG merupakan zat aditif makanan buatan. seperti E101 (Riboflavin). Tartrazin adalah pewarna makanan buatan yang mempunyai banyak macam pilihan warna. Penyakit yang biasa timbul dalam jangka waktu lama setelah menggunakan suatu bahan aditif adalah kanker. dan lain-lain. bahan-bahan campuran yang diberi nama huruf awal "E". Gula tetes serta pemanis buatan yang tidak disarankan antara lain Sakarin (daya manis hingga 500x gula tebu).

Kalau terpapar formaldehida dalam jumlah banyak. 2. dengan kadar antara 10%-40%. Apabila kadar di udara lebih dari 0. Melalui sejumlah survey dan pemeriksaan laboratorium. Praktek yang salah seperti ini dilakukan oleh produsen atau pengelola pangan yang tidak bertanggung jawab. Di dalam tubuh. serta karena resin ini melepaskan formaldehida pelan-pelan. pusing. formaldehida yang terhisap bisa menyebabkan iritasi kepala dan membran mukosa. 3. ada studi yang menunjukkan apabila formaldehida dalam kadar yang lebih sedikit. atau sampai kepada kematiannya. dan busa semprot dan isolasi. awet beberapa hari dan tidak mudah basi Akibat bagi manusia : Karena resin formaldehida dipakai dalam bahan konstruksi seperti kayu lapis/tripleks. kira-kira 650 °C. Dalam tubuh manusia. kenyal. seperti yang digunakan dalam bangunan. awet sampai beberapa hari dan tidak mudah busuk. juga koma. Di dalam skala yang lebih kecil. misalnya terminum. sedangkan satu lagi adalah reaksi dehidrogenasi CH3OH H2CO + H2. ditemukan sejumlah produk pangan yang menggunakan formalin sebagai pengawet. kenyal. formaldehida dikonversi jadi asam format yang meningkatkan keasaman darah. sehingga mengganggu ekspresi genetik yang normal. dalam keadaan begini. Kegunaan lain Formaldehide (bahan Formalin): . awet dan tidak mudah busuk. 4. tarikan nafas menjadi pendek dan sering. Ikan segar : Ikan basah yang warnanya putih bersih.Penggunaan Formalin yang salah adalah hal yang sangat disesalkan. formalin bisa juga dihasilkan dari konversi etanol. Tahu : Tahu yang bentuknya sangat bagus. teggorokan serasa terbakar. Mie basah : Mie basah yang awet sampai beberapa hari dan tidak mudah basi dibandingkan dengan yang tidak mengandung formalin. Ayam potong : Ayam yang sudah dipotong berwarna putih bersih. Pembuatan: Secara industri. Bila formaldehida ini dioksidasi kembali. serta kegerahan. formaldehida merupakan salah satu polutan dalam ruangan yang sering ditemukan. Katalis yang paling sering dipakai adalah logam perak atau campuran oksida besi dan molibdenum serta vanadium. yang menyebabkan keluar air mata. tidak mudah hancur. Dalam sistem oksida besi yang lebih sering dipakai (proses Formox). berdasarkan persamaan kimia 2 CH3OH + O2 2 H2CO + 2 H2O. bisa menyebabkan kematian. Tapi.1 mg/kg. tidak menimbulkan pengaruh karsinogenik terhadap makhluk hidup yang terpapar zat tersebut. formaldehida dibuat dari oksidasi katalitik metanol. karpet. Beberapa contoh prduk yang sering diketahui mengandung formalin misalnya 1. sama juga dengan yang dialami oleh para pegawai pemotongan papan artikel. Katalis yang menggunakan perak biasanya dijalankan dalam hawa yang lebih panas. yang secara komersial tidak menguntungkan.Formalin : adalah larutan formaldehida dalam air. insangnya berwarna merah tua (bukan merah segar). Binatang percobaan yang menghisap formaldehida terus-terusan terserang kanker dalam hidung dan tenggorokannya. akan ada dua reaksi kimia sekaligus yang menghasilkan formaldehida: satu seperti yang di atas. hipotermia. formaldehida bisa menimbulkan terikatnya DNA oleh protein. akan menghasilkan asam format yang sering ada dalam larutan formaldehida dalam kadar ppm. reaksi metanol dan oksigen terjadi pada 250 °C dan menghasilkan formaldehida.

Bahan pengawet produk kosmetika dan pengeras kuku. dan pembersih karpet. Formalin digunakan sebagai pengawet untuk berbagai barang konsumen seperti pembersih barang rumah tangga. lilin.com/journal/item/8/ZAT_ADITIF_MAKANAN_FORMALIN . Bahan pembuatan pupuk dalam bentuk urea. Bahan untuk pembuatan produk parfum. Pusat Racun Negara Malaysia. perawatan sepatu.multiply. Pencegah korosi untuk sumur minyak Dalam konsentrat yang sangat kecil (kurang dari 1%). shampoo mobil. cermin. kaca Pengeras lapisan gelatin dan kertas dalam dunia Fotografi. pelembut kulit. Bahan pembuatan sutra sintetis. zat pewarna.y y y y y y y y y Pengawet mayat Pembasmi lalat dan serangga pengganggu lainnya. (Pustaka: Wikipedia. cairan pencuci piring. plus olahan berbagai sumber) http://forumkimia.

Contoh pewarna alami: Contoh pewarna sintetik: a. menambah. industri makanan memproduksi makanan yang memakai zat aditif buatan (sintesis). Zat Pewarna Adalah bahan yang dapat memberi warna pada makanan. Pada awalnya zat-zat aditif tersebut berasal dari bahan tumbuh-tumbuhan yang selanjutnya disebut zat aditif alami. 1. Anato (orange) a. Hijau FCF (hijau) 1. jumlah penduduk bumi yang makin bertambah menuntut jumlah makanan yang lebih besar sehingga zat aditif alami tidak mencukupi lagi. Oleh karena itu. sehingga makanan tersebut lebih menarik. pengemasan atau penyimpanan untuk maksud tertentu. mempertegas rasa dan aroma makanan. dan kanker. 1. Bahan baku pembuatannya adalah dari zat-zat kimia yang kemudian direaksikan. Akan tetapi. Penyedap rasa dan aroma (flavour) Penyedap rasa dan aroma yang banyak digunakan berasal dari golongan ester. Zat aditif sintesis yang berlebihan dapat menimbulkan beberapa efek samping misalnya: gatal-gatal. Biru berlian (biru) b. Penyedap rasa dan aroma serta penguat rasa Zat aditif ini dapat memberikan.ZAT ADITIF Posted by Afandi pada 2007/07/27 Pengertian Zat aditif adalah zat-zat yang ditambahkan pada makanan selama proses produksi. Coklat HT (coklat) c. Karamel (cokelat hitam) b. Eritrosit (merah) d. Macam-macam Zat Aditif 1. Umumnya zat aditif alami tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan kesehatan manusia. Beta karoten (kuning) c. Klorofil (hijau) d. . Penambahan zat aditif dalam makanan berdasarkan pertimbangan agar mutu dan kestabilan makanan tetap terjaga dan untuk mempertahankan nilai gizi yang mungkin rusak atau hilang selama proses pengolahan.

Contoh bahan pengawet dan penggunaannya: a. margarin dan mentega. untuk daging olahan dan keju. b. 1. Zat pemanis buatan Bahan ini tidak atau hampir tidak mempunyai nilai gizi. dan pengental . Butil hidroksianisol (BHA). Natrium nitrat (NaNo3). 6. Asam askorbat (bentukan garam kalium. Asam propionate. acar ketimun dalam botol dan caos. dan natrium siklamat (kemanisannya 50x gula) dan serbitol. d. butil butirat (rasa nanas).Contoh: Isoamil asetat (rasa pisang). b. kecap. Butil hidroksitoluen (BHT). kaldu. natrium benzoat dan kalium benzoat. untuk roti dan sediaan keju olahan. pengasaman atau penguraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme. pemantap. Asam benzoat. contohnya sakarin (kemanisannya 500x gula). 5. natrium. 1. minyak makan. dan kalium). Pengawet Zat aditif ini dapat mencegah atau menghambat fermentasi. Penguat rasa (flavour echancer) Bahan penguat rasa atau penyedap makanan yang paling banyak digunakan adalah MSG (Monosodium Glutamate) yang sehari-hari dikenak dengan nama vetsin. digunakan untuk lemak. untuk daging olahan. dulsin (kemanisannya 250x gula). untuk minuman ringan. digunakan pada daging olahan. dan buah kalangan. c. Contoh: a. isobutil propionat (rasa rum) 1. Natrium nitrit (Na No2). daging awetan dan kornet kalangan. digunakan untuk lemak dan minyak makanan c. isoamil valerat (rasa apel). 1. Anti oksidan Zat aditif ini dapat mencegah atau menghambat oksidasi. 1. Pengemulsi.

Pengeras Zat aditif ini dapat memperkeras atau mencegah melunaknya makanan. Pengatur keasaman Zat aditif ini dapat mengasamkan. aseton peroksida. asam klorida.Zat aditif ini dapat membantu pembentukan atau pemantapan sistem dispersi yang homogen pada makanan. asam tentrat. menetralkan. Contoh: agar-agar. dan kalium glukonat (pada buah kalangan) 11. asam sitrat. gelatin.net/contoh-contoh/zat-aditif-pada-makanan. amonium bikarbonat. Contoh: Asam askorbat. dan natrium bikarbonat 9. Contoh: asam asetat. dan kalsium aluminium silikat (garam meja) 10.html . mineral. Anti kempal Zat aditif ini dapat mencegah pengempalan makanan yang berupa serbuk. atau vitamin untuk memperbaiki gizi makanan. dan gom arab 7. Contoh: aluminium amonium sulfat (pada acar ketimun botol). asam laktat. Contoh: aluminium silikat (susu bubuk). feri fosfat. dan vitamin D. aluminium amonium sulfat. Pemutih dan pematang tepung Zat aditif ini dapat mempercepat proses pemutihan atau pematangan tepung sehingga dapat memperbaiki mutu pemanggangan. vitamin A. dan kalium bromat 8. kalium sitrat (dalam es krim). Contoh: asam fosfat (pada lemak dan minyak makan). dan mempertahankan derajat keasaman makanan. Penambah gizi Zat aditif yang ditambahkan adalah asam amino. kalsium dinatrium EDTA dan dinatrium EDTA 12. Contohnya: Asam askorbat. http://islam-download. Sekuestran Adalah bahan yang mengikat ion logam yang ada dalam makanan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful