Zat Aditif yang terkandung dalam Bahan Makanan

Posted by Smart Click on 05 March 2011 Setiap hari kita memerlukan makanan untuk mendapatkan energi (karbohidrat dan lemak) dan untuk pertumbuhan sel-sel baru, menggantikan sel-sel yang rusak (protein). Selain itu, kita juga memerlukan makanan sebagai sumber zat penunjang dan pengatur proses dalam tubuh, yaitu vitamin, mineral, dan air. Sehat tidaknya suatu makanan tidak bergantung pada ukuran, bentuk, warna, kelezatan, aroma, atau kesegarannya, tetapi bergantung pada kandungan zat yang diperlukan oleh tubuh. Suatu makanan dikatakan sehat apabila mengandung satu macam atau lebih zat yang diperlukan oleh tubuh. Setiap hari, kita perlu mengonsumsi makanan yang beragam agar semua jenis zat yang diperlukan oleh tubuh terpenuhi. Hal ini dikarenakan belum tentu satu jenis makanan mengandung semua jenis zat yang diperlukan oleh tubuh setiap hari. Supaya orang tertarik untuk memakan suatu makanan, seringkali kita perlu menambahkan bahan-bahan tambahan ke dalam makanan yang kita olah. Bisa kita perkirakan bahwa seseorang tentu tidak akan punya selera untuk memakan sayur sop yang tidak digarami atau bubur kacang hijau yang tidak memakai gula. Dalam hal ini, garam dan gula termasuk bahan tambahan. Keduanya termasuk jenis zat aditif makanan. Zat aditif bukan hanya garam dan gula saja, tetapi masih banyak bahan-bahan kimia lain. Zat aditif makanan ditambahkan dan dicampurkan pada waktu pengolahan makanan untuk memperbaiki tampilan makanan, meningkatkan cita rasa, memperkaya kandungan gizi, menjaga makanan agar tidak cepat busuk, dan lain. Bahan yang tergolong ke dalam zat aditif makanan harus dapat: 1. memperbaiki kualitas atau gizi makanan; 2. membuat makanan tampak lebih menarik; 3. meningkatkan cita rasa makanan; dan 4. membuat makanan menjadi lebih tahan lama atau tidak cepat basi dan busuk. Zat-zat aditif tidak hanya zat-zat yang secara sengaja ditambahkan pada saat proses pengolahan makanan berlangsung, tetapi juga termasuk zat-zat yang masuk tanpa sengaja dan bercampur dengan makanan. Masuknya zat-zat aditif ini mungkin terjadi saat pengolahan, pengemasan, atau sudah terbawa oleh bahan-bahan kimia yang dipakai. Zat aditif makanan dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu: 1. zat aditif yang berasal dari sumber alami, seperti lesitin dan asam sitrat; 2 zat aditif sintetik dari bahan kimia yang memiliki sifat serupa dengan bahan alami yang sejenis, baik susunan kimia maupun sifat/fungsinya, seperti amil asetat dan asam askorbat. Berdasarkan fungsinya, baik alami maupun sintetik, zat aditif dapat dikelompokkan sebagai zat pewarna, pemanis, pengawet, dan penyedap rasa. Zat aditif dalam produk makanan biasanya dicantumkan pada kemasannya.

1. Zat Pewarna Pemberian warna pada makanan umumnya bertujuan agar makanan terlihat lebih segar dan menarik sehingga menimbulkan selera orang untuk memakannya. Zat pewarna yang biasa digunakan sebagai zat aditif pada makanan adalah: a. Zat pewarna alami, dibuat dari ekstrak bagian-bagian tumbuhan tertentu, misalnya warna hijau dari daun pandan atau daun suji, warna kuning dari kunyit, seperti ditunjukkan pada Gambar 8.9, warna cokelat dari buah cokelat, warna merah dari daun jati, dan warna kuning merah dari wortel. Karena jumlah pilihan warna dari zat pewarna alami terbatas maka dilakukan upaya menyintesis zat pewarna yang cocok untuk makanan dari bahan-bahan kimia. b. Zat pewarna sintetik, dibuat dari bahan-bahan kimia. Dibandingkan dengan pewarna alami, pewarna sintetik memiliki beberapa kelebihan, yaitu memiliki pilihan warna yang lebih banyak, mudah disimpan, dan lebih tahan lama. Beberapa zat pewarna sintetik bisa saja memberikan warna yang sama, namun belum tentu semua zat pewarna tersebut cocok dipakai sebagai zat aditif pada makanan dan minuman. Perlu diketahui bahwa zat pewarna sintetik yang bukan untuk makanan dan minuman (pewarna tekstil) dapat membahayakan kesehatan apabila masuk ke dalam tubuh karena bersifat karsinogen (penyebab penyakit kanker). Oleh karena itu, kamu harus berhati-hati ketika membeli makanan atau minuman yang memakai zat warna. Kamu harus yakin dahulu bahwa zat pewarna yang dipakai sebagai zat aditif pada makanan atau minuman tersebut adalah memang benar-benar pewarna makanan dan minuman. Berdasarkan sifat kelarutannya, zat pewarna makanan dikelompokkan menjadi dye dan lake. Dye merupakan zat pewarna makanan yang umumnya bersifat larut dalam air. Dye biasanya dijual di pasaran dalam bentuk serbuk, butiran, pasta atau cairan. Lake merupakan gabungan antara zat warna dye dan basa yang dilapisi oleh suatu zat tertentu. Karena sifatnya yang tidak larut dalam air maka zat warna kelompok ini cocok untuk mewarnai produkproduk yang tidak boleh terkena air atau produk yang mengandung lemak dan minyak. 2. Zat Pemanis Zat pemanis berfungsi untuk menambah rasa manis pada makanan dan minuman. Zat pemanis dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: a. Zat pemanis alami. Pemanis ini dapat diperoleh dari tumbuhan, seperti kelapa, tebu, dan aren. Selain itu, zat pemanis alami dapat pula diperoleh dari buahbuahan dan madu. Zat pemanis alami berfungsi juga sebagai sumber energi. Jika kita mengonsumsi pemanis alami secara berlebihan, kitaakan mengalami risiko kegemukan. Orang-orang yang sudah gemuk badannya sebaiknya menghindari makanan atau minuman yang mengandung pemanis alami terlalu tinggi. b. Zat pemanis buatan atau sintetik. Pemanis buatan tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia sehingga tidak berfungsi sebagai sumber energi. Oleh karena itu, orangorang yangmemiliki penyakit kencing manis (diabetes melitus) biasanya mengonsumsi pemanis sintetik sebagai pengganti pemanis alami. Contoh pemanis sintetik, yaitu sakarin, natrium siklamat, magnesium siklamat, kalsium siklamat, aspartam dan dulsin. Pemanis buatanmemiliki tingkat kemanisan yang lebih tinggi dibandingkan pemanis alami. Garamgaram siklamat memiliki kemanisan 30 kali lebih tinggi dibandingkan kemanisan sukrosa. Namun, kemanisan garam natrium dan kalsium dari sakarin memiliki kemanisan 800 kali dibandingkan dengan kemanisan sukrosa 10%.

asam sitrat. setahun. contohnya gula (sukrosa) yang dapat dipakai untuk mengawetkan buah-buahan (manisan) dan garam dapur yang dapat digunakan untuk mengawetkan ikan. Zat Pengawet Ada sejumlah cara menjaga agar makanan dan minuman tetap layak untuk dimakan atau diminum walaupun sudah tersimpan lama. atau melindungi makanan dari kerusakan akibat membusuk atau terkena bakteri/ jamur. Misalnya. Dalam makanan atau minuman yang dikemas dan dijual di toko-toko atau supermarket biasanya tercantum tanggal kadaluarsanya.Walaupun pemanis buatan memiliki kelebihan dibandingkan pemanis alami. Contohnya. seperti mayat atau binatang yang sudah mati. yaitu natrium nitrat atau sendawa (NaNO3) yang berfungsi untuk menjaga agar tampilan daging tetap merah. Zat pengawet yang dimaksud. Pengawet ini bersifat desinfektan atau efektif dalam menghambat pertumbuhan mikroba penyebab membusuknya makanan serta dapat memperbaiki tekstur makanan sehingga lebih kenyal. industri kertas. Karena penambahan zat aditif. Pemakaian pengawet formalin untuk mengawetkan makanan. atau bahkan beberapa tahun. dapat menimbulkan sejumlah efek samping bagi kesehatan. ikan asin. ada juga zat pengawet lain. kita perlu menghindari konsumsi yang berlebihan karena dapat memberikan efek samping bagi kesehatan. Salah satu upaya tersebut adalah dengan cara menambahkan zat aditif kelompok pengawet (zat pengawet) ke dalam makanan dan minuman. dan keramik. Zat pengawet sintetik atau buatan merupakan hasil sintesis dari bahan-bahan kimia. Garam siklamat juga dapat memberikan efek samping berupa gangguan pada sistem pencernaan terutama pada pembentukan zat dalam sel. 3. berbagai makanan dan minuman masih dapat dikonsumsi sampai jangka waktu tertentu. pengawet kayu. Pengawet yang dimaksud adalah pengawet boraks. Seperti halnya zat pewarna dan pemanis. Selain formalin. sebulan. seperti dalam pembuatan gelas. Jika boraks termakan dalam kadar tertentu. Contoh lain. Asam fosfat yang biasa ditambahkan pada beberapa minuman penyegar juga termasuk zat pengawet. Selain pengawet yang aman untuk dikonsumsi. dan asam tartrat juga biasa dipakai untuk mengawetkan makanan. juga terdapat pengawet yang tidak boleh dipergunakan untuk mengawetkan makanan. penggunaan sakarin yang berlebihan selain akan menyebabkan rasa makanan terasa pahit juga merangsang terjadinya tumor pada bagian kandung kemih. di antaranya: . mungkin seminggu. dan makanan jenis lainnya dapat menimbulkan risiko kesehatan.Garam natrium benzoat. di antaranya formalin yang biasa dipakai untuk mengawetkan benda-benda. tanggal yang menunjukkan sampai kapan makanan atau minuman tersebut masih dapat dikonsumsi tanpa membahayakan kesehatan. ada juga pengawet yang tidak boleh dipergunakan untuk mengawetkan makanan. Selain zat-zat tersebut. Zat pengawet alami berasal dari alam. a. zat pengawet dapat dikelompokkan menjadi zat pengawet alami dan zat pengawet buatan. seperti bakso. tahu. bau dan rasanya tidak berubah. Zat pengawet adalah zatzat yang sengaja ditambahkan pada bahan makanan dan minuman agar makanan dan minuman tersebut tetap segar. Boraks hanya boleh dipergunakan untuk industri nonpangan. asam cuka dapat dipakai sebagai pengawet acar dan natrium propionat atau kalsium propionat dipakai untuk mengawetkan roti dan kue kering. garam-garam siklamat pada proses metabolisme dalam tubuh dapat menghasilkan senyawa sikloheksamina yang bersifat karsinogenik (senyawa yang dapat menimbulkan penyakit kanker).

Contoh lain adalah daun pandan yang dapat berfungsi sebagai pemberi warna pada makanan sekaligus memberikan rasa dan aroma khas pada makanan. terjadinya komplikasi pada otak dan hati. Penggunaan MSG yang berlebihan telah menyebabkan ³Chinese restaurant syndrome´ yaitu suatu gangguan kesehatan di mana kepala terasa pusing dan berdenyut. b. ginjal. ada pula yang berasal dari hasil sintesis bahan kimia. cabai. etil butirat. seperti cengkeh. di negara maju banyak orang enggan mengonsumsi makanan yang memakai pengawet sintetik. Selain zat penyedap rasa dan aroma. menyebabkan kematian jika ginjal mengandung boraks sebanyak 3±6 gram. misalnya dengan menggunakan sinar ultra violet (UV). jika makanan diberi zat penyedap ini maka akan terasa dan beraroma seperti buah apel. gangguan pada sistem saraf. 4. c. Seringkali suatu zat aditif. makanan akan terasa dan beraroma seperti buah jeruk jika dicampur dengan zat penyedap ini. akan memberikan rasa dan aroma seperti buah nanas pada makanan. merica. ozon. oktil asetat. Kecurigaan ini masih bersifat pro dan kontra. amil asetat. dan d. seperti yang sudah disebutkan di atas. d. Hal ini telah mendorong perkembangan ilmu dan teknologi pengawetan makanan dan minuman tanpa penambahan zat-zat kimia. bawang. Pada pembahasan sebelumnya. Zat ini tidak berasa. . pala. Gula alami tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pemanis. amil valerat. tetapi jika sudah ditambahkan pada makanan maka akan menghasilkan rasa yang sedap.a. c. b. gula alami biasa dipakai sebagai zat aditif pada pembuatan daging dendeng. Bagi yang menyukai zat penyedap ini tak perlu khawatir dulu. terdapat pula zat penyedap rasa yang penggunaannya meluas dalam berbagai jenis masakan. dapat menimbulkan cita rasa tertentu pada makanan. kamu sudah mempelajari tentang pengelompokan zat aditif berdasarkan fungsinya beserta contoh-contohnya. yaitu penyedap rasa monosodium glutamat (MSG). sudah tersedia sejumlah merk makanan yang mencantumkan label ³tidak mengandung MSG´ dalam kemasannya. Zat Penyedap Cita Rasa Di Indonesia terdapat begitu banyak ragam rempahrempah yang dipakai untuk meningkatkan cita rasa makanan. gejala pendarahan di lambung dan gangguan stimulasi saraf pusat. Melimpahnya ragam rempah-rempah ini merupakan salah satu sebab yang mendorong penjajah Belanda dan Portugis tempo dulu ingin menguasai Indonesia. dan masih banyak lagi yang lain. Jika rempah-rempah dicampur dengan makanan saat diolah. Selain zat penyedap cita rasa yang berasal dari alam. Bagi yang mencoba menghindari untuk mengonsumsinya. Contohnya. khususnya yang bersifat alami memiliki lebih dari satu fungsi. kunyit. Perlu kamu ketahui bahwa suatu zat aditif dapat saja memiliki lebih dari satu fungsi. tetapi juga berfungsi sebagai pengawet. ketumbar. atau pemanasan pada suhu yang sangat tinggi dalam waktu singkat sehingga makanan dapat disterilkan tanpa merusak kualitas makanan. dan kulit. laos. hati. Berikut ini beberapa contoh zat penyedap cita rasa hasil sintesis: a. akan memberikan rasa dan aroma seperti buah pisang. Walaupun tersedia zat pengawet sintetik yang digunakan sebagai zat aditif makanan.

id/search?hl=id&q=zat%20aditif%20pada%20makanan&ct=broadrevision&cd=2&ie=UTF-8&sa=X Zat Aditif Makanan Kata Kunci: aditif. zat aditif makanan di definisikan sebagai bahan yang ditambahkan dan dicampurkan sewaktu pengolahan makanan untuk meningkatkan mutu. Zat Aditif Makanan Pada dasarnya baik masyarakat desa maupun kota. makanan.google. . formalin. pewarna. umumnya tidak terdapat batasan mengenai jumlah yang boleh dikonsumsi perharinya. siklamat Ditulis oleh Indri Puspita pada 20-10-2007 Sekitar bulan Oktober 2007 ini. penulis akan menginformasikan terlebih dahulu tentang apa itu zat aditif makanan. pasti telah menggunakan zat aditif makanan dalam kehidupannya sehari-hari. Provinsi Lampung. terdapat aturan penggunaannya yang telah ditetapkan sesuai Acceptable Daily Intake (ADI) atau jumlah konsumsi zat aditif selama sehari yang diperbolehkan dan aman bagi kesehatan. Jika kita mengonsumsinya melebihi ambang batas maka dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan. pengawet.co. Secara ilmiah. penulis dengan beberapa dosen Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung telah melakukan suatu survei tentang tingkat pengetahuan masyarakat mengenai zat aditif (bahan tambahan) yang dikhususkan pada penggunaan zat aditif makanan/bahan tambahan pangan (BTP) di beberapa penduduk desa di Lampung Timur.Untuk penggunaan zat-zat aditif alami. Untuk zat-zat aditif sintetik. Sebelum menginformasikan lebih lanjut beberapa hasil survei. http://www. natrium. lihatlah kemasan pada makanan/minuman tersebut. Jika kita mengidentifikasi zat aditif yang dipakai dalam makanan/minuman.

dapat juga disintesis dari bahan kimia yang mempunyai sifat serupa dengan bahan alamiah yang sejenis. Formalin sendiri digunakan sebagai zat pengawet agar produk olahan tersebut tidak lekas busuk/terjauh dari mikroorganisme. baik susunan kimia. asam sitrat. penyedap. wortel (orange) Pewarna Sunsetyellow FCF (orange). Natrium Nitrat. Brilliant Blue FCF (biru). maupun sifat metabolismenya seperti karoten. seperti untuk meningkatkan nilai gizi. kunyit (kuning). merica. Istilah zat aditif sendiri mulai familiar di tengah masyarakat Indonesia setelah merebak kasus penggunaan formalin pada beberapa produk olahan pangan. mengendalikan keasaman dan kebasaan. antioksidan. dan kadangkadang bersifat karsinogen yang dapat merangsang terjadinya kanker pada hewan dan manusia.Disini zat aditif makanan sudah termasuk : pewarna. zat aditif dapat berasal dari sumber alamiah seperti lesitin. Asam Sitrat. Formalin Pala. Tartrazine (kuning). tahu. dan lebih murah. yaitu aditif yang terdapat dalam makanan dalam jumlah sangat kecil sebagai akibat dari proses pengolahan. Penyalahgunaan formalin ini membuka kacamata masyarakat untuk bersifat proaktif dalam memilah-milah mana zat aditif yang dapat dikonsumsi dan mana yang berbahaya. kunyit. dll Natrium benzoat. berikut adalah beberapa contoh zat aditif : Zat aditif Contoh Keterangan Daun pandan (hijau). ikan dan daging yang terjadi pada beberapa bulan belakangan. buah Pewarna alami coklat (coklat). asam cuka. cita rasa. pengental. pemantap. ketumbar Penyedap Pewarna sintesis Terlalu banyak mengkonsumsi zat pengawet akan mengurangi daya tahan tubuh terhadap penyakit Penyedap alami Pengawet Mono-natrium glutamat/vetsin (ajinomoto/sasa). Bila dilihat dari sumbernya. Penyedap sintesis amil asetat. Carmoisine (Merah). pengumpal. memantapkan bentuk dan rupa. pengemulsi. yaitu lebih pekat. dll . cabai. Dan kedua. Secara umum. zat aditif makanan dapat dibagi menjadi dua yaitu : (a) aditif sengaja. Beberapa Contoh Zat Aditif Zat aditif makanan telah dimanfaatkan dalam berbagai proses pengolahan makanan. dan lain-lain. Asam Sorbat. asam askorbat. pengawet. lebih stabil. dan anti gumpal. dan lain sebagainya. Walaupun demikian ada kelemahannya yaitu sering terjadi ketidaksempurnaan proses sehingga mengandung zat-zat berbahaya bagi kesehatan. Pada umumnya bahan sintetis mempunyai kelebihan. benzaldehida. dan lain-lain. yaitu aditif yang diberikan dengan sengaja dengan maksud dan tujuan tertentu. pemucat. (b) aditif tidak sengaja. laos.

oksida klor. Lampung Yandri A. Diharapkan masyarakat akan dapat lebih cerdas dalam penggunaan dosis atau takaran dari penggunaan zat aditif dan dapat mengetahui zat-zat aditif mana saja yang dapat dikonsumsi dan zat mana saja yang berbahaya bagi manusia. Lampung http://www. Sosio-kultural yang dimaksud disini adalah dengan mempertimbangkan latar pendidikan masyarakat. Tetapi kabar gembiranya adalah terdapat kecenderungan dari masyarakat desa (walaupun didominasi dengan latar pendidikan terakhir Sekolah Dasar (SD)) untuk tidak masa bodoh terhadap informasiinformasi mengenai zat aditif. magnesium karbonat. butil hidroksi toluena (BHT). bahwasanya telah dilakukan survei tentang tingkat pengetahuan masyarakat desa di Lampung Timur mengenai zat aditif. Kabar ini merupakan peluang bagi para kimiawan untuk melakukan penyuluhan lebih intensif mengenai zat aditif kepada masyarakat di daerahnya masing-masing. Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung. walaupun terdapat kesadaran yang mumpuni dari masyarakat untuk menggunakan dosis zat aditif secukupnya. Makalah Seminar Kimia Expo X 2006. benzoil peroksida. Zat Aditif.Antioksidan Pemutih Pemanis bukan gula Pengatur keasaman Anti Gumpal Penutup Butil hidroksi anisol (BHA). Badan Pengendalian Obat dan Makanan (BPOM). Menjadi lebih asam. Pemanfaatan Zat Aditif Secara Tepat. kehidupan sosial masyarakatnya. Siklamat Mencegah Ketengikan Baik dikonsumsi penderita diabetes.co. Dari hasil observasi yang penulis lakukan (diluar kesimpulan riset secara umum). S.id/search?hl=id&q=zat%20aditif%20pada%20makanan&ct=broadrevision&cd=2&ie=UTF-8&sa=X . Dulsin. Daftar Pustaka Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan. diketahui bahwa tingkat pengetahuan masyarakat mengenai zat aditif sangat rendah sekali. 2006. Bentuk-bentuk penyuluhan yang tepat guna dalam penyebarluasan informasi zat aditif ini dapatlah disesuaikan dengan sosio-kultural masyarakat setempat dan kemampuan dari team penyuluh. magnesium oksida Ditambahkan ke dalam pangan dalam bentuk bubuk Sebagaimana telah diuraikan diatas. 2006. dan latar belakang dari pekerjaan penduduk. atau asam laktat menetralkan makanan Aluminium silikat. natrium hipoklorit Sakarin.google. tokoferol Hidrogen peroksida. kalsium silikat. lebih basa. Khusus siklamat bersifat karsinogen Aluminium amonium/kalium/natrium sulfat.

Untuk maksud tersebut kita memerlukan zat aditif. protein. makanan yang bergizi merupakan makanan yang mengandung karbohidrat. mineral dan air. vitamin. dan garam (untuk asinan ikan/telur). Selain itu beberapa bahan alam misalnya saja penambahan air jeruk atau air garam yang dapat digunakan untuk menghambat terjadinya proses reaksi waktu coklat (browing reaction) pada buah apel. Penggunaan bahan makanan pangan tersebut di Indonesia telah ditetapkan oleh pemerintah berdasarkan Undang-undang. lemak. pengemulsi dan pemutih. penyedap rasa. Ada dua jenis pengawet makanan yaitu alami dan sintetik (buatan). Zat pengawet dimaksudkan untuk memperlambat oksidasi yang dapat merusak makanan. rupa dan konsentrasinya baik serta awet maka perlu ditambahkan bahan makanan atau dikenal dengan nama lain ³food additive´.Zat Aditif pada Makanan Ditulis oleh Achmad Lutfi pada 12-03-2009 Untuk mempertahankan hidupnya. Lain halnya dengan zat aditif sintetik. Peraturan Menteri Kesehatan dan lain-lain disertai dengan batasan maksimum penggunaannya. Namun demikian penggunaan bahan tambahan makanan tersebut yang melebihi ambang batas yang ditentukan ke dalam makanan atau produk-produk makanan dapat menimbulkan efek . Untuk zat aditif alami tidak banyak menyebabkan efek samping. Agar makanan dapat tersedia dalam bentuk yang lebih menarik dengan rasa yang enak. Zat aditif pada makanan ada yang berasal dari alam dan ada yang buatan (sintetik). Guna makanan untuk mendapatkan energi. penambah aroma. manusia tidak lepas dari makanan. gula (untuk manisan). pertumbuhan. Zat aditif pada makanan adalah zat yang ditambahkan dan dicampurkan dalam pengolahan makanan untuk meningkatkan mutu. Keuntungan zat aditif Penggunaan zat aditif memiliki keuntungan meningkatkan mutu makanan dan pengaruh negatif bahan tambahan pangan terhadap kesehatan. Pengawet yang paling aman adalah bahan-bahan alam. memperbaiki sel-sel yang rusak. misalnya asam cuka (untuk acar). menjaga suhu dan menjaga agar badan tidak terserang penyakit. pengasaman atau penguraian lain terhadap makanan yang disebabkan mikroorganisme. pengawet. Di samping itu UU Nomor 7 tahun 1996 tentang Pangan Pasal 10 ayat 1 dan 2 beserta penjelasannya erat kaitannya dengan bahan tambahan makanan yang pada intinya adalah untuk melindungi konsumen agar penggunaan bahan tambahan makanan tersebut benar-benar aman untuk dikonsumsi dan tidak membahayakan. pemanis. Jenis-jenis zat aditif antara lain pewarna. Bahan pengawet Pengawet adalah bahan yang dapat mencegah atau menghambat fermentasi.

kunyit (turmerin) = 0.chem-is-try. sakarin dan siklamat.50 mg/kg dan asam benzoat serta garam-garamnya = 0.50 mg/kg. bahkan berbahaya untuk dikonsumsi manusia. kalium sorbat.000 = 120 mg/kg Jadi batas penggunaan maksimum bahan tambahan makanan yang mempunyai ADI 2 mg untuk 1000 gr makanan yang dikonsumsi konsumen yang berbobot 60 kg adalah 120 mg/kg. Perlu diingat bahwa semakin kecil tubuh seseorang maka semakin sedikit bahan tambahan makanan yang dapat diterima oleh tubuh. Semua bahan kimia jika digunakan secara berlebih pada umumnya bersifat racun bagi manusia. http://www. digunakan rumus sebagai berikut BPM = ADIxB x1.sampingan yang tidak dikehendaki dan merusak bahan makanan itu sendiri. tartrazin.000 / K (mg / kg) = 2 x 60 x 1.org/materi_kimia/kimia-lingkungan/zat-aditif/zat-aditif-pada-makanan/ . ADI menentukan seberapa banyak konsumsi bahan tambahan makanan setiap hari yang dapat diterima dan dicerna sepanjang hayat tanpa mengalami resiko kesehatan. zat antioksidan. Pada pembahasan berikut disajikan pengaruh negatif dan bahan tambahan pangan langsung yang meliputi: monosodium glutamat. natrium nitrit dan zat penambah gizi serta batasan penggunaan senyawa-senyawa tersebut yang aman bagi kesehatan manusia.5 mg/kg.000 /1. Untuk menghitung batas penggunaan maksimum bahan tambahan makanan. Contoh: ADI maksimum untuk B-karoten = 2. Satuan ADI adalah mg bahan tambahan makanan per kg berat badan. ADI dihitung berdasarkan berat badan konsumen dan sebagai standar digunakan berat badan 50 kg untuk negara Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya. Tubuh manusia mempunyai batasan maksimum dalam mentolerir seberapa banyak konsumsi bahan tambahan makanan yang disebut ADI atau Acceptable Daily Intake.000 / K (mg / kg) Di mana BPM = batas penggunaan maksimum (mg/kg) B = berat badan (kg) K = konsumsi makanan (gr) Contoh: Hitung BPM bahan tambahan makanan yang mempunyai ADI 2 mg untuk konsumsi makanan harian yang mengandung bahan tersebut (1 kg) dan bobot badan 60 kg ? Jawab BPM = ADIxB x1. asam benzoat.

[1] . flavor dan memperpanjang daya simpan. cari selai kacang dibuat dengan pengental Aditif makanan atau bahan tambahan makanan adalah bahan yang ditambahkan dengan sengaja ke dalam makanan dalam jumlah kecil.[1] Agar makanan yang tersaji tersedia dalam bentuk yang lebih menarik. rasa enak. dengan tujuan untuk memperbaiki penampakan. penyimpanan atau pengemasan.[1] Bahan tambahan makanan adalah bahan yang bukan secara alamiah merupakan bagian dari bahan makanan. rupa dan konsistensinya baik serta awet maka sering dilakukan penambahan bahan tambahan makanan yang sering disebut zat aditif kimia (food aditiva).Dari Wikipedia bahasa Indonesia.[1] Adakalanya makanan yang tersedia tidak mempunyai bentuk yang menarik meskipun kandungan gizinya tinggi.[1] Bahan aditif makanan ada dua.[1] Selain itu dapat meningkatkan nilai gizi seperti protein. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. tekstur. cita rasa. mineral dan vitamin.[1] Penggunaan aditif makanan telah digunakan sejak zaman dahulu. yaitu bahan aditif makanan alami dan buatan atau sintetis. tetapi terdapat dalam bahan makanan tersebut karena perlakuan saat pengolahan.

6 Pengemulsi 1.[1] Beberapa jenis pemanis buatan yang digunakan adalah sakarin. ketumbar. dan aspartam. dulsin.[1] Pemanis buatan ini juga dapat menurunkan risiko diabetes. diantaranya: [sunting] Penguat rasa Kristal monosodium glutamat digunakan sebagai penguat rasa Monosodium Glutamat (MSG) sering digunakan sebagai penguat rasa makanan buatan dan juga untuk melezatkan makanan. merica.[1] Adapun penguat rasa alami diantaranya adalah bunga cengkeh.Daftar isi [sembunyikan] y 1 Jenis 1. namun siklamat merupakan zat yang bersifat karsinogen.7 Lain-lain 2 Efek samping 3 Undang-undang 4 Kehalalan 5 Referensi 6 Pranala luar o o o o o o o y y y y y [sunting] Jenis Bahan aditif makanan dapat digolongkan menjadi beberapa kelompok tertentu tergantung kegunaanya.3 Pengawet 1.2 Pemanis 1. amil asetat. siklamat.[1] .[1] [sunting] Pemanis Zat pemanis buatan biasanya digunakan untuk membantu mempertajam rasa manis.1 Penguat rasa 1. pala.[1] Contoh penguat rasa buatan adalah monosodium glutamat/vetsin. cabai.4 Pewarna 1. benzaldehida.5 Pengental 1. laos. asam cuka. kunyit.

[2] [sunting] Pengental Pengental yaitu bahan tambahan yang digunakan untuk menstabilkan.[2] Zat warna sintetik ditemukan oleh William Henry Perkins tahun 1856. karena serangan bakteri.[2] [sunting] Pengemulsi Gom arab sebagai agen pengemulsi Pengemulsi (emulsifier) adalah zat yang dapat mempertahankan dispersi lemak dalam air dan sebaliknya. brilliant blue FCF (biru).[2] Reaksi-reaksi kimia yang sering harus dikendalikan adalah reaksi oksidasi. gom arab dan gliserin. dan gum (agar. zat pewarna ini lebih stabil dan tersedia dari berbagai warna. dan asam sorbat. gelatin. angkak. dan karamel. asam sitrat. natrium nitrat.[3] Contoh pengemulsi yaitu lesitin pada kuning telur. pencoklatan (browning) dan reaksi enzimatis lainnya.[3] Pada mayones bila tidak ada pengemulsi. yaitu pewarna tambahan berasal dari alam seperti kunyit. karagenan).[2] Zat warna sintetis mulai digunakan sejak tahun 1956 dan saat ini ada kurang lebih 90% zat warna buatan digunakan untuk industri makanan.[2] Selain tartrazin ada pula pewarna buatan. seperti sunsetyellow FCF (jingga). sehingga membentuk kekentalan tertentu. yaitu pewarna makanan buatan yang mempunyai banyak macam pilihan warna. coklat. daun suji. diantaranya Tartrazin CI 19140.[2] Pengawetan makanan sangat menguntungkan produsen karena dapat menyimpan kelebihan bahan makanan yang ada dan dapat digunakan kembali saat musim paceklik tiba. maka lemak akan terpisah dari airnya.[2] Contoh bahan pengawet adalah natrium benzoat. cendawan.[2] [sunting] Pewarna Warna dapat memperbaiki dan memberikan daya tarik pada makanan.[sunting] Pengawet Bahan pengawet adalah zat kimia yang dapat menghambat kerusakan pada makanan.[2] Penggunaan pewarna dalam bahan makanan dimulai pada akhir tahun 1800. karmoisin (Merah). alginat.[2] Contoh pengental adalah pati. ragi. wortel.[2] Salah satu contohnya adalah tartrazin. memekatkan atau mengentalkan makanan yang dicampurkan dengan air. daun pandan.[3] .

seperti aluminium silikat. [sunting] Efek samping Bahan aditif juga bisa membuat penyakit jika tidak digunakan sesuai dosis. pemutih. kuring. Pemerintah menetapkan lebih lanjut bahan yang dilarang dan atau dapat digunakan sebagai bahan tambahan pangan dalam kegiatan atau proses produksi pangan serta ambang batas maksimal sebagaimana dimaksud pada ayat 1. . apalagi bahan aditif buatan atau sintetis. [sunting] Kehalalan Daftar Bahan tambahan makanan yang termasuk kelompok diragukan kehalalannya[5]: Tabel 1 Daftar Bahan tambahan makanan yang diragukan kehalalannya[5] Bahan makanan Potasium nitrat (E252) Alasan Dapat dibuat dari limbah hewani atau sayuran. 5. 2.[sunting] Lain-lain Selain itu terdapat pula macam-macam bahan tambahan makanan. kalium sulfat. natrium hipoklorit.[3] Penyakit yang biasa timbul dalam jangka waktu lama setelah menggunakan suatu bahan aditif adalah kanker. antioksidan. pengatur keasaman. seperti hidrogen peroksida. benzoil peroksida. tokoferol (vitamin E).[3] Pemerintah juga melakukan berbagai penelitian guna menemukan bahan aditif makanan yang aman dan murah. pengikat logam. magnesium karbonat. Digunakan untuk pengawet. Setiap orang yang memproduksi pangan untuk diedarkan dilarang menggunakan bahan apa pun sebagai bahan tambahan pangan yang dinyatakan terlarang atau melampau ambang batas maksimal yang telah ditetapkan. dan lain-lain. seperti[3]: 1. butil hidroksi toluena (BHT). anti gumpal. 3. Contoh pada sosis. 2. 4.[3] Maka dari itu pemerintah mengatur penggunaan bahan aditif makanan secara ketat dan juga melarang penggunaan bahan aditif makanan tertentu jika dapat menimbulkan masalah kesehatan yang berbahaya. mempertahankan warna daging. pada Bab II mengenai Keamanan Pangan. kerusakan ginjal. zat gizi. 6. asam laktat. seperti aluminium amonium sulfat. oksida klor.[3] [sunting] Undang-undang Menurut undang-undang RI No 7 Tahun 1996 tentang Pangan. seperti butil hidroksi anisol (BHA). pasal 10 tentang Bahan Tambahan Pangan dicantumkan[4]: 1. natrium sulfat. kalsium silikat. magnesium oksida.

Dapat berasal dari hasil samping industri wine antioksidan. E431.wikipedia. plasticizer pada pengemas. Hasil samping pembuatan sabun. penstabil. Dibuat dari tulang hewan. E434. Terdapat pada makanan suplemen. suplemen mineral. keju Belanda. L-asam tartarat (E334)Berkas:Teks tebal[6] Turunan asam tartarat E335.org/wiki/Aditif_makanan . Dapat dibuat dari lemak hewani walaupun secara komersil dibuat secara sintetik dari anticracking agent. Masing-masing dibuat dari wine dan bir. coklat. kue. Untuk produksi tepung dan produk roti. Edible bone phosphate (E542) Asam stearat L-sistein E920 Wine vinegar dan malt vinegar http://id. plasticizer. desserts beku. pengental. margarin. Gliserol/gliserin (E422) Asam lemak dan turunannya. E337. Sebagai bahan pengembang adonan. Pengemulsi yang dibuat dari gliserol dan/atau asam lemak (E470 E495) Dapat dibuat dari hasil hidrolisis lemak hewani untuk menghasilkan gliserol dan asam lemak sebagai pengemulsi. buffer. penstabil. Sebagai pemberi rasa bumbubumbu. E353 (dari E334) Kebanyakan sebagai hasil samping industri wine. jelly. Sebagai pelarut rasa. salad. Dapat berasal dari turunan hasil hidrolisis lemak hewani. dll. menjaga kelembaban (humektan). pelapis. dll. dll. Dapat dibuat dari bulu hewan/unggas dan di Cina dibuat dari bulu manusia. minuman. bumbu dan perisa. Terdapat pada produk roti dan kue. saus. roti. Terdapat pada Snacks. pemodifikasi tekstur. puding. E430. wine. keju. bahan dasar pembuatan perisa daging. sebagai antioksidan pemberi rasa asam produk susu beku. minuman. E435. E436 produk susu (es krim). anti craking agent. desserts. Bahan coating untuk daging. lilin dan asam lemak dari minyak/lemak (dapat berasal dari lemak hewani). pengemulsi. E343: antibusa. camilan. Pengemulsi. E336. tepung telur. E433. donat. cake. dll. dll.ham.

Borax sebagai pengenyal dan pengawet (racun semut/kecoa serta bahan campuran barang industri termasuk pembuatan kaca anti peluru). TENTANG FORMALIN .ZAT ADITIF MAKANAN & FORMALIN Nov 1. Penyakit yang biasa timbul dalam jangka waktu lama setelah menggunakan suatu bahan aditif adalah kanker. E123 (Amaranth). tampilan. bahan-bahan campuran yang diberi nama huruf awal "E". apabila zat aditif yang digunakan sebenarnya bukan untuk dikonsumsi ma nusia (karena bersifat toxic) seperti pewarna merah Rhodamine-B (pewarna textile). Bahan-bahan campuran ini diberi nama aditif. Contohnya. Gula tetes serta pemanis buatan yang tidak disarankan antara lain Sakarin (daya manis hingga 500x gula tebu). apalagi bahan aditif buatan atau sintetis. '07 8:03 AM for everyone Pernahkah anda membaca label isi kandungan makanan ringan yang anda beli? Jika diperhatikan betul-betul. E211 (Natrium Benzoate). diantaranya Tartrazin CI 19140. E249 (Kalium Nitrit). E322 (Lesitin) dan sebagainya. Lebih parah lagi. Bahan pewarna makanan alami diantaranya adalah daun pandan. dll. dll. sedangkan yang alami diantaranya adalah bunga cengkeh. dan lain-lain. MSG merupakan zat aditif makanan buatan. Jadi zat aditif makanan merupakan zat yang yang sengaja ditambahkan ke dalam makanan dengan maksud meningkatkan cita rasa. anda pasti sadar selain komponen utama makanan atau obat-obatan yang anda beli sering mengandungi berbagai bahan campuran lain. diantaranya: y MSG sebagai penguat rasa makanan dan juga untuk melezatkan makanan. daya simpan. Gom Arab adalah bahan aditif alami yang gunanya untuk mengemulsi minyak dan air agar dapat bersatu. Formalin sebagai pengawet makanan basah (biasa di gunakan mengawetkan mayat). seperti E101 (Riboflavin). kerusakan ginjal. Garam alginat dan gliserin marupakan bahan adtif buatan yang digunakan untuk menstabilkan dan memekatkan suatu makanan sehinggga dapat membuat makanan bertekstur lembut dan rata y y y Bahan aditif juga bisa membuat penyakit jika tidak digunakan sesuai dosis. Tartrazin adalah pewarna makanan buatan yang mempunyai banyak macam pilihan warna. Bahan aditif makanan dapat digolongkan menjadi beberapa kelompok tertentu tergantung kegunaanya.

serta kegerahan. hipotermia. atau sampai kepada kematiannya. yang menyebabkan keluar air mata. Kegunaan lain Formaldehide (bahan Formalin): . karpet. insangnya berwarna merah tua (bukan merah segar). 3. Di dalam skala yang lebih kecil.Formalin : adalah larutan formaldehida dalam air. Dalam tubuh manusia. Katalis yang menggunakan perak biasanya dijalankan dalam hawa yang lebih panas. Kalau terpapar formaldehida dalam jumlah banyak. teggorokan serasa terbakar. dalam keadaan begini. Binatang percobaan yang menghisap formaldehida terus-terusan terserang kanker dalam hidung dan tenggorokannya. Ikan segar : Ikan basah yang warnanya putih bersih. formaldehida yang terhisap bisa menyebabkan iritasi kepala dan membran mukosa. 4. tidak mudah hancur. sama juga dengan yang dialami oleh para pegawai pemotongan papan artikel. sedangkan satu lagi adalah reaksi dehidrogenasi CH3OH H2CO + H2. pusing. Praktek yang salah seperti ini dilakukan oleh produsen atau pengelola pangan yang tidak bertanggung jawab. Dalam sistem oksida besi yang lebih sering dipakai (proses Formox). kenyal. ditemukan sejumlah produk pangan yang menggunakan formalin sebagai pengawet. misalnya terminum. yang secara komersial tidak menguntungkan.Penggunaan Formalin yang salah adalah hal yang sangat disesalkan. tarikan nafas menjadi pendek dan sering. juga koma. kenyal. sehingga mengganggu ekspresi genetik yang normal. formaldehida dibuat dari oksidasi katalitik metanol. formaldehida dikonversi jadi asam format yang meningkatkan keasaman darah. kira-kira 650 °C. formaldehida bisa menimbulkan terikatnya DNA oleh protein. dan busa semprot dan isolasi. awet sampai beberapa hari dan tidak mudah busuk. Beberapa contoh prduk yang sering diketahui mengandung formalin misalnya 1. berdasarkan persamaan kimia 2 CH3OH + O2 2 H2CO + 2 H2O. akan menghasilkan asam format yang sering ada dalam larutan formaldehida dalam kadar ppm. Tahu : Tahu yang bentuknya sangat bagus. Katalis yang paling sering dipakai adalah logam perak atau campuran oksida besi dan molibdenum serta vanadium. dengan kadar antara 10%-40%. Pembuatan: Secara industri. formaldehida merupakan salah satu polutan dalam ruangan yang sering ditemukan.1 mg/kg. seperti yang digunakan dalam bangunan. tidak menimbulkan pengaruh karsinogenik terhadap makhluk hidup yang terpapar zat tersebut. Bila formaldehida ini dioksidasi kembali. akan ada dua reaksi kimia sekaligus yang menghasilkan formaldehida: satu seperti yang di atas. bisa menyebabkan kematian. 2. awet dan tidak mudah busuk. ada studi yang menunjukkan apabila formaldehida dalam kadar yang lebih sedikit. reaksi metanol dan oksigen terjadi pada 250 °C dan menghasilkan formaldehida. Tapi. Di dalam tubuh. awet beberapa hari dan tidak mudah basi Akibat bagi manusia : Karena resin formaldehida dipakai dalam bahan konstruksi seperti kayu lapis/tripleks. Apabila kadar di udara lebih dari 0. serta karena resin ini melepaskan formaldehida pelan-pelan. formalin bisa juga dihasilkan dari konversi etanol. Melalui sejumlah survey dan pemeriksaan laboratorium. Ayam potong : Ayam yang sudah dipotong berwarna putih bersih. Mie basah : Mie basah yang awet sampai beberapa hari dan tidak mudah basi dibandingkan dengan yang tidak mengandung formalin.

cairan pencuci piring. pelembut kulit.com/journal/item/8/ZAT_ADITIF_MAKANAN_FORMALIN . perawatan sepatu. Formalin digunakan sebagai pengawet untuk berbagai barang konsumen seperti pembersih barang rumah tangga. dan pembersih karpet. cermin. (Pustaka: Wikipedia. zat pewarna. Bahan pembuatan pupuk dalam bentuk urea. kaca Pengeras lapisan gelatin dan kertas dalam dunia Fotografi. Pusat Racun Negara Malaysia. Bahan pengawet produk kosmetika dan pengeras kuku.y y y y y y y y y Pengawet mayat Pembasmi lalat dan serangga pengganggu lainnya. Pencegah korosi untuk sumur minyak Dalam konsentrat yang sangat kecil (kurang dari 1%). Bahan pembuatan sutra sintetis. plus olahan berbagai sumber) http://forumkimia. shampoo mobil.multiply. lilin. Bahan untuk pembuatan produk parfum.

industri makanan memproduksi makanan yang memakai zat aditif buatan (sintesis). Penyedap rasa dan aroma serta penguat rasa Zat aditif ini dapat memberikan. dan kanker. sehingga makanan tersebut lebih menarik. Umumnya zat aditif alami tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan kesehatan manusia. Beta karoten (kuning) c. . Klorofil (hijau) d. Penyedap rasa dan aroma (flavour) Penyedap rasa dan aroma yang banyak digunakan berasal dari golongan ester. Contoh pewarna alami: Contoh pewarna sintetik: a. 1. Akan tetapi. Bahan baku pembuatannya adalah dari zat-zat kimia yang kemudian direaksikan. pengemasan atau penyimpanan untuk maksud tertentu.ZAT ADITIF Posted by Afandi pada 2007/07/27 Pengertian Zat aditif adalah zat-zat yang ditambahkan pada makanan selama proses produksi. jumlah penduduk bumi yang makin bertambah menuntut jumlah makanan yang lebih besar sehingga zat aditif alami tidak mencukupi lagi. Hijau FCF (hijau) 1. Eritrosit (merah) d. Oleh karena itu. Coklat HT (coklat) c. menambah. Biru berlian (biru) b. Macam-macam Zat Aditif 1. Karamel (cokelat hitam) b. Zat aditif sintesis yang berlebihan dapat menimbulkan beberapa efek samping misalnya: gatal-gatal. Penambahan zat aditif dalam makanan berdasarkan pertimbangan agar mutu dan kestabilan makanan tetap terjaga dan untuk mempertahankan nilai gizi yang mungkin rusak atau hilang selama proses pengolahan. mempertegas rasa dan aroma makanan. Anato (orange) a. Pada awalnya zat-zat aditif tersebut berasal dari bahan tumbuh-tumbuhan yang selanjutnya disebut zat aditif alami. Zat Pewarna Adalah bahan yang dapat memberi warna pada makanan. 1.

Pengawet Zat aditif ini dapat mencegah atau menghambat fermentasi. digunakan pada daging olahan. 5. digunakan untuk lemak. dulsin (kemanisannya 250x gula). untuk roti dan sediaan keju olahan. 1.Contoh: Isoamil asetat (rasa pisang). untuk minuman ringan. minyak makan. untuk daging olahan dan keju. dan pengental . digunakan untuk lemak dan minyak makanan c. natrium. b. Natrium nitrit (Na No2). Butil hidroksianisol (BHA). Natrium nitrat (NaNo3). kaldu. Anti oksidan Zat aditif ini dapat mencegah atau menghambat oksidasi. margarin dan mentega. dan buah kalangan. isobutil propionat (rasa rum) 1. acar ketimun dalam botol dan caos. pengasaman atau penguraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme. dan natrium siklamat (kemanisannya 50x gula) dan serbitol. daging awetan dan kornet kalangan. Asam askorbat (bentukan garam kalium. dan kalium). natrium benzoat dan kalium benzoat. 1. Pengemulsi. Penguat rasa (flavour echancer) Bahan penguat rasa atau penyedap makanan yang paling banyak digunakan adalah MSG (Monosodium Glutamate) yang sehari-hari dikenak dengan nama vetsin. Contoh: a. Zat pemanis buatan Bahan ini tidak atau hampir tidak mempunyai nilai gizi. Contoh bahan pengawet dan penggunaannya: a. Asam benzoat. Butil hidroksitoluen (BHT). 6. d. contohnya sakarin (kemanisannya 500x gula). butil butirat (rasa nanas). pemantap. kecap. isoamil valerat (rasa apel). Asam propionate. b. 1. 1. c. untuk daging olahan.

Sekuestran Adalah bahan yang mengikat ion logam yang ada dalam makanan. gelatin. vitamin A. Contoh: agar-agar. asam tentrat. amonium bikarbonat. Contoh: Asam askorbat.net/contoh-contoh/zat-aditif-pada-makanan. mineral.html . http://islam-download. Pengeras Zat aditif ini dapat memperkeras atau mencegah melunaknya makanan. asam laktat. asam klorida. atau vitamin untuk memperbaiki gizi makanan. dan kalsium aluminium silikat (garam meja) 10. kalsium dinatrium EDTA dan dinatrium EDTA 12. dan kalium bromat 8. kalium sitrat (dalam es krim). Penambah gizi Zat aditif yang ditambahkan adalah asam amino. Contoh: asam fosfat (pada lemak dan minyak makan). Anti kempal Zat aditif ini dapat mencegah pengempalan makanan yang berupa serbuk. menetralkan. Contoh: aluminium silikat (susu bubuk). dan natrium bikarbonat 9. feri fosfat. dan mempertahankan derajat keasaman makanan. Contohnya: Asam askorbat. asam sitrat. Pengatur keasaman Zat aditif ini dapat mengasamkan. Contoh: asam asetat. Pemutih dan pematang tepung Zat aditif ini dapat mempercepat proses pemutihan atau pematangan tepung sehingga dapat memperbaiki mutu pemanggangan. aseton peroksida. aluminium amonium sulfat. dan gom arab 7. dan vitamin D. dan kalium glukonat (pada buah kalangan) 11.Zat aditif ini dapat membantu pembentukan atau pemantapan sistem dispersi yang homogen pada makanan. Contoh: aluminium amonium sulfat (pada acar ketimun botol).