P. 1
PUISI

PUISI

|Views: 274|Likes:
Published by Dinio Athiyyazharo
(c) EKSPONEN SMANSAKA
(c) EKSPONEN SMANSAKA

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Dinio Athiyyazharo on Mar 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/22/2014

pdf

text

original

PUISI

Pengertian Puisi
Secara etimologis kata puisi dalam bahasa Yunani berasal dari poesis yang berati penciptaan. Dalam bahasa Inggris, padanan kata puisi ini adalah poetry yang erat dengan ²poet dan poem. Di dalamnya juga terdapat unsurunsur berupa emosi, imajinasi, pemikiran, ide, nada, irama, kesan pancaindera, susunan kata, kata kiasan, kepadatan, dan perasaan yang bercampur-baur

Putu Arya Tirtawirya mengatakan bahwa puisi merupakan ungkapan secara implisit, samar dengan makna yang tersirat di mana kata-katanya condong pada makna konotatif.

Menentukan Tema dan Amanat Puisi
(untuk pendengar) Yang harus diperhatikan adalah:

‡

Diksi Diksi adalah pilihan atau pemilihan kata yang biasanya diusahakan oleh penyair dengan secermat mungkin. Penyair mencoba menyeleksi kata-kata baik kata yang bermakna denotatif maupun konotatif sehingga kata-kata yanag dipakainya benar-benar mendukung maksud puisinya. Imaji atau daya bayang Yang dimaksud imaji adalah kemampuan kata-kata yang dipakai pengarang dalam mengantarkan pembaca untuk terlibat atau mampu merasakan apa yang dirasakan oleh penyair. Maka penyair menggunakan segenap kemampuan imajinasinya, kemampuan melihat dan merasakannya dalam membuat puisi

‡

Imaji disebut juga citraan, atau gambaran angan. Ada beberapa macam citraan, antara lain 1. Citra penglihatan, yaitu citraan yang timbul oleh penglihatan atau berhubungan dengan indra penglihatan 2. Citra pendengaran, yaitu citraan yang timbul oleh pendengaran atau berhubungan dengan indra pendengaran 3. Citra penciuman dan pencecapan, yaitu citraan yang timbul oleh penciuman dan pencecapan 4. Citra intelektual, yaitu citraan yang timbul oleh asosiasi intelektual/pemikiran. 5. Citra gerak, yaitu citraan yang menggambarkan sesuatu yanag sebetulnya tidak bergerak tetapi dilukiskan sebagai dapat bergerak. 6. Citra lingkungan, yaitu citraan yang menggunakan gambarangambaran selingkungan 7. Citra kesedihan, yaitu citraan yang menggunakan gambarangambaran kesedihan

‡

Kata-kata kongkret Yang dimaksud Kata-kata kongkert adalah kata-kata yang jika dilihat secara denotatif sama tetapi secara konotatif mempunyai arti yang berbeda sesuai dengan situasi dan kondisi pemakaiannya. Gaya bahasa Adalah cara yang dipergunakan oleh penyair untuk membangkitkan dan menciptakan imaji dengan menggunakan gaya bahasa, perbandingan, kiasan, pelambangan dan sebagainya

‡

Dialog Sepasang Bunga
oleh Slamet Wehadi

Aku anggrek Lahir di tengah pengap hamparan biru langit Dari sekerling matahari Awan menyapu muka, meninggalkan gerimis ² gerimis tua Dan embun terasa bayangan maya Sirna sebelum senja kukencani Aku melati dan kau anggrek Di tepian cakrawala pucuk kita meninju langit Mengebuk ² gebuk nafas angin dan Bermimpi membangun riak sungai tua Di antara tangkai ² tang kai hijau Kami anggrek dan melati bersemi Membukakkan hari ² hari yang kian suram Yang kami harkati dengan bulan kami sendiri Kami sepasang bunga tercampakkan Seperti waktu luruh menyapa jiwa

Bunga apa yang sedang berdialog dan apa yang didialogkan, begitu kita mungkin akan bertanya sebelum membaca puisi tersebut. Ternyata, bunga anggrek dan bunga melati. Peristiwa yang menimpa mereka (dua bunga itu) adalah kesuraman hidup, tercampakkan seperti waktu luruh menyapa jiwa. Menyatakan kesuraman hidup dengan menghadirkan sosok bunga memang menarik. Akan tetapi, benarkah Wahedi semata ² mata sedang berbicara tentang bunga? Bisa ya bisa tidak. Yang jelas menimpa bunga atau bukan, pokok persoalan yang digarap dalam puisi itu adalah kemanusiaan : kelahiran yang pengap,kemayaan hidup,upaya melawan alam,mimpi tenyang sesuatu, tetapi enghadapi hari ² hari suram. Demikianlah puisi meskipun menggunakan personifikasi dan simbol, pada dasarnya berbicara tentang manusia. Jadi tema puisi di atas adalah kemanusiaan.

Jika sudah menemukan dan menentukan tema yang akan ditulis menjadi puisi, kita perlu mengembangkan tema itu : hal ² hal apa yang akan dikemukakan dalan puisi. Hal ² hal yang sudah akan dikemukakan dalam puisi itu dapat dicari melalui pemikiran atau pengamatan. Secara mudah, misalnya kita akan menulis puisi yang berhubungan dengan kehidupan seorang anak kecil penjual koran yang harus membiayai sekolahnya sendiri. Setelah mennetukan masalah tersebut kita akan melakukan pengamatan di lapangan tentang kehidupan si penjual koran. Dari hasil pengamatan itu kemudian dipilih dan ditentukan mana yang akan diungkapkan dalam puisi. Dalam mengungkapkan kata ² kata ke dalam puisi diperlukan pemilihan kata ² kata yang tepat, bukan hanya tepat maknanya melainkan juga harus tepat bunyi ²bunyinya. Penyusunan kata ² kata itu harus sedemikian rupa sehingga menimbulkan kesan estetis (indah). Selain itu, pendayagunaan majas harus diperhatikan agar puisi yang dibuat semakin baik.

©

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->