P. 1
Planet Bumi

Planet Bumi

|Views: 18,598|Likes:

More info:

Published by: Madin Haeruz Teatep Soemangat on Mar 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/18/2013

pdf

text

original

118

GMC-mreclipse

Senin 26 Januari 2009, sekitar sore-petang, wilayah Indonesia akan
dilewati oleh perisitiwa Gerhana Matahari Cincin (GMC). Fenomena ini
merupakan peristiwa yang langka terjadi, dan moment ini oleh Bosscha dijadikan
sebagai event pembuka pada perayaan Tahun Astronomi Internasional 2009 di
Indonesia. Apakah Gerhana Matahari Cincin itu…? Saya bisa melihatnya dari
mana saja…? Di Indonesia…?

AWAS…!!!
JANGAN MENATAP MATAHARI SECARA LANGSUNG
BAIK SEBELUM MAUPUN SELAMA GERHANA
KARENA DAPAT MENIMBULKAN KEBUTAAN

Disebut Gerhana Matahari Cincin (GMC) karena bagian bola Matahari
yang tampak dari Bumi layaknya piringan itu tidak seluruhnya tertutup oleh
bayang-bayang Bulan. Bagian yang terlihat oleh kita yang di Bumi hanya sebgain
kecil seperti sabit bulan tapi ini Matahari, ya seperti sabit matahari gitu. Inilah
Cincin dari sebagian cahaya matahari. Sketsa terjadinya Gerhana Matahari kurang
lebih sebagai berikut:

119

Sketsa terjadinya Gerhana Matahari

Jadilah kita nanti melihat Matahari Sabit, kalau tiap bulan itu yang kita
lihat adalah Bulan Sabit. Bahkan dalam simulasi nanti saya perlihatkan, bukan
sekedar Gerhana Matahari, tetap juga Gerhana Bumi, apaan itu…?
Ya, kalau kita melihat matahari lalu tertutup oleh rembulan, kita jadi
melihat gerhana matahari. Maka kalau kita mau melihat bumi lalu juga tertutup
oleh rembulan, jadinya yaa gerhana bumi.
Sebelumnya, kita bicara GMC 26 Januari 2009 ini. Saya di Surakarta,
insya Allah akan bisa melihat peristiwa ini dengan cukup sempurna. Sebab
peristiwa GMC 2009 ini akan mulai terjadi sekitar jam 15:30 WIB dan mencapai
puncak jam 16:40 WIB, lalu usai sekitar menjelang adzan maghrib.
Berikut simulasinya (dilihat dari angkasa):

120

Animasi GMC 26 Jan 2009

Dari peta animasi di atas, kita bisa mengetahui bahwa lintasan bayangan
umbra (bayangan inti) dalam Gerhana Matahari Cincin ini hanya selebar 280 km,
namun kebetulan menyentuh wilayah Indonesia khususnya dari Selat Sunda
hingga ke Kalimantan Timur. Di luar wilayah tersebut, gerhana tetap bisa dilihat,
namun menampakkan dirinya dalam wujud gerhana sebagian. Misalnya saja
seluruh kawasan Pulau Sumatra (selain Lampung dan Sumatra Selatan), dalam
peta dilintasi garis biru muda sejajar umbra bernilai 0,6 dan 0,8.
Artinya wilayah2 tersebut akan menyaksikan Matahari tertutupi bundaran
Bulan antara 60 – 80 % (nilai persisnya bergantung pada posisi tiap titik di daerah
tersebut). Demikian pula, sebagian besar Pulau Jawa akan menyaksikan Gerhana
Matahari Cincin inis ebagai gerhana sebagian dimana Matahari tertutupi Bulan
hingga > 80 %. Sebagai tambahan, magnitude Gerhana Matahari Cincin ini
sendiri, yakni luas permukaan Matahari yang tertutupi bundaran Bulan, adalah 93
%. Artinya di jalur umbra pun kita ‘hanya’ sanggup melihat 93 % cakram
Matahari tertutupi Bulan, makanya disebut Gerhana Cincin.
Seluruh wilayah Indonesia ada di sebelah timur garis imajiner 09:30 UT,
artinya puncak gerhana baru terjadi selepas pukul 16:30 WIB namun sebelum
16:55 WIB.

Saya ambil contoh misalnya lokasi pengamatan di Bandar Lampung,
Provinsi Lampung. Disini gerhana bisa diamati sejak pukul 15:21 WIB (ketika
kontak umbra mulai terjadi, dimana cakram Bulan mulai menyentuh tepi piringan

121

Matahari) dan berakhir pada pukul 17:52 WIB (ketika kontak umbra berakhir,
dimana cakram Bulan tepat sepenuhnya meninggalkan piringan Matahari).
Sementara puncak gerhana terjadi pada pukul 16:42 WIB. Untuk tempat2 lainnya
di Pulau Sumatra dan Jawa dan Kalimantan (serta Semenanjung Malaysia),
waktunya tidak berselisih jauh (paling hanya berbeda beberapa menit, tentu saja
setelah dikonversikan dengan standar waktu setempat).
Untuk mangayubagyo Gerhana ini, ya silahkan dipersiapkan untuk
melakukan pengamatan dan menjadi saksi hidup kejadian gerhana di Indonesia,
yang memang jarang terjadi . Jangan lupa untuk mempersiapkan teknik khusus,
karena kita mengamati Matahari, obyek terang yang bisa merusak mata. Untuk
anda2 yang Muslim, ya silahkan dikomunikasikan dengan Pengurus/Takmir
Masjid setempat dimana anda beraktivitas agar turut menyelenggarakan Shalat
Sunnah gerhana Matahari.

Sebagai tambahan, di minggu keempat Januari 2009 itu diprediksikan
siklus cuaca anomalik Madden Julian Oscillation yang mendatangkan curah hujan
berintensitas tinggi di Indonesia telah kembali. Terlebih lagi gerhana terjadi ketika
Matahari berada pada ketinggian nan rendah di atas horizon. Maka peluang langit
tertutup awan cukup tinggi. Namun jangan pesimistis dulu lah. Di antara langit2
nyang gelap tertutup awan, tentu ada yang cerah dan bisa melihat gerhana.
Potongan animasi di atas bila kita lihat dari Bumi adalah (Lokasi Surakarta, Jam
dalam UT+7):

122

GMC 26-1-09 dari Surakarta

GMC pada 26 Januari 2009 nanti, bayang-bayang utama (umbra) Bulan
yang jatuh di permukaan Bumi kira-kira lebarnya 280 km, sehingga tidak seluruh
tempat berkesempatan untuk menyaksikan fase cincin. Momen puncak gerhana
sendiri hanya berlangsung kurang dari 8 menit. Panjang pulau Jawa saja sekitar
1000 km, jadi hanya seperempat area saja yang mungkin kebagian cincin.
Melalui Planetarium Starrynight, saya coba melihatnya dari beberapa
wilayah. Dengan pembesaran (zooming) tingkat maksimal.
Puncak Gerhana Matahari Cincin 26 Jan 2009 dilihat dari Solo jam 16:40
WIB (Surakarta dan sekitarnya):

123

Puncak GMC 26 Januari 2009 dari Surakarta

Puncak GMC, memang akan menampakkan sebuah Cincin Matahari yang
sangat indah tentunya. Fenomena iniakan nampak ya sekitar jam 16:40 WIB,
maju-mundurnya sekian menit lah…
Bila jarak pandang normal dan menggunakan alat bantu yang aman, kira2

gmc itu seperti ini:

Matahari laksana cincin saat GMC

Selama 600 tahun sejak dari 1501 – 2100 M, ada 179 kali gerhana
matahari yang bisa dihisab untuk lalu dirukyah, dan GMC ini salah satunya.

124

Nah, untuk bisa mensyukuri nikmat Ilaahi ini, ada baiknya kita membuat
alat sederhana untuk bisa melihat dengan selamat. Memang saat puncak, kita bisa
saja melihat sesaat tanpa alat bantu dengan selamat, tetapi proses sebelum dan
setelahnya bisa menyilaukan mata kita. Belum lagi radiasi infrarednya. Berikut
alat yang bisa kita buat.

Kacamata Matahari sederhana

Bahan:

1.Kertas tebal

2.Lem kertas

3.Gunting

4.Negatif Film atau klise yang sudah ter’bakar’. Sebab filter asli saya belum
tahu beli di mana dan nanti bisa kita pakai, sebagai kaca di kacamata atau
sebagai mata di topeng. Contoh kacamata matahari adalah sebagai berikut:

Melihat matahari dengan aman

Tapi saya mengingatkan, kalau melihat sesekali saja lalu lepas dan lihat
lagi. Jangan terus-menerus tanpa jeda.
Paling aman adalah dengan cara memantulkannya di layar, baru kita
melihat hasilnya di layar tersebut. Misalnya Teleskop kita arahkan ke matahari,

125

lalu kita pasangkan di lensa okuler selembar nertas dengan diatur posisinya
sehingga gambar fokus, maka kita mendapatkan hasilnya dilayar tersebut:

Observasi Matahari yang aman

Gerhana Matahari Cincin 26 Jan 2009, dilihat dari Aceh, puncak GMC
terjadi pada pukul 16:40 dan simulasinya sebagai berikut:

GMC 26 Jan 2009 di Aceh

Kalau ini bukan cincin, tetapi sepatu kuda, sebab area matahari yang
nampak jauh lebih besar ketimbang yang tertutup oleh permukaan bulan. Ini
disebabkan wilayah Aceh adalah berada di area yang jauh dari jalur inti yang
dilalui GMC, ya jadinya begitu…
Kalau dari Mataram, puncak GMC terjadi pada pukul 17:40 WIB, dan
kurang lebih simulasinya sebagai berikut:

126

GMC 26 Jan 2009 dari Mataram

Cincin di kota Mataram dan sekitarnya ini lebih besar bila dibanding cicin
yang dilihatdari Solo tadi. Tetapi meski agak besar, pemandangan di kota
Mataram dan wilayah sekitarnya ini cukup bagus sebab masih banyak dan cukup
waktu untuk menikmatinya sampai saatnya matahari terbeban satu jam kemudian.
Selanjutnya, kalau fenomena ini kita lihat dari wilayah Ambon mewkili
Indonesia Timur, maka pemandangan sang surya menjadi seperti ini:

127

GMC 26 Jan 2009 di Aceh

Pemandangan ini sulit dilihat oleh warga di sekitar kota Ambon, dan juga
kepulauan di sekitarnya termasuk Papua, sebab saat itu sang surya memang sudah
tiba waktunya untuk terbenam di ufuk barat. Jadi sangat sulit mencapai puncak
GMC, namun proses dari gerhana ini masih bisa disaksikan beberapa menit
menjelang petang sebelum matahari terbenam.
Semua tadi akan bisa menjadi kenangan indah dengan satu syarat saja,

yakni cuaca tidak mendung…

Nah, seperti saya janjikan di atas; kita juga akan mencoba melihat
peristiwa ini dari Matahari. Kita akan tour ke sana, dan setelah sampai kita
mencoba mencari lokasi Bumi berada, baru setelah itu kita cocokkan jam
universal di posisi 16:40 WIB dikurangi 8 jam menjadi 08:40 UT, dan berikut
pemandangan Bumi ditutup oleh si kecil Bulan …

gBt 26 Januari 2009, 08:40 UT

gBt= Gerhana Bumi Total, dilihat dari Matahari pada jam 08:40 UT.
Ternyata pulau Jawa ada dan di sana saya tinggal. lingkaran di sekeliling Bulan
adalah area yang dilewati GMC dan mungkin bisa melihatnya sebagai fenomena
gerhana. Terlihat bahwa, Australia tersentuh sedikit, lalu Arab Saudi tidak sama
sekali.

128

Pada fenomena GMC 26 Jan 2009ini, beberapa tim ekspedisi saat ini
sedang bersiap untuk mengamati dan mengabadikan perisitiwa ini, terdiri dari tim
dari Observatorium Bosscha – ITB, Unawe Indonesia, Planetarium Jakarta dan
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta, LAPAN, dan Himpunan Mahasiswa
Astronomi (Himastron) ITB. Mereka akan melakukan pengamatan dan
penyuluhan pengamatan gerhana bagi guru dan siswa-siswa di Anyer, Banten, dan
Lampung.

Saya dan anak asuh ekstra sekolah di CASA (Club Astronomi Santri
Assalaam-Solo Indonesia) juga akan mencoba melakukan observasi dan
mengabadikan peristiwa langka di tahun 2009 ini. Rekan di Jogja Astro Club yang
dipandu Pak Toha, pasti sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk ini.
Di Sekolah juga akan adakah sholat gerhana kusuf, sebab ini akan menjadi
pembelajarn yang cukup baik; mewakili pelajaran fisika, fiqh, dan yang semisal.
Sebelumnya, saat saya mengajar; saya beri tugas kepada seluruh siswa
untuk survei, dengan cara wawancara kepada minimal 5 responden tentang akan
adanya gerhana matahari cincin ini. Dari semua siswa yang saya tugaskan,
ternyata 99% menemukan jawaban; Tidak Tahu. Padahal responden saya batasi
non siswa, jadi semua adalah guru dan karyawan, ada juga wali siswa itu sendiri.
Di tahun 2009 ini akan terjadi 2 kali Gerhana Matahari dan 4 Gerhana
Bulan. Alamanak Gerhana secara lengkap dapat di akses HM Nautical Almanak
Office ini. Atau di Mr Gerhana ini.
Mari kita mulai senang melihat langit yang jauh lebih luas ketimbang bumi …
Allah SWT telah berfriman dalam QS. Ibrahim[14]:33:

) رَاهَنّلاوَ لَيْلّلا مُكُلَ رَخّسَوَ نِيْبَئِادَ رَمَقَلْاوَ سَمْشّلا مُكُلَ رَخّسَوَ

٣٣

(

Artinya:

dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus
menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan
siang.

Allah SWT juga berfirman dalam QS. Al-Anbiyaa[21]:33:

) نَوحُبَسْيَ كٍلَفَ يفِ لّكُ رَمَقَلْاوَ سَمْشّلاوَ رَاهَنّلاوَ لَيْلّلا قَلَخَ يذِلّا وَهُوَ

٣٣

)

Artinya:

129

dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan.
masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.

Allah SWT juga telah berfirman dalam QS. Yasiin[36]:38:

) مِيلِعَلْا زِيزِعَلْا رُيدِقْتَ كَلِذَ اهَلَ رّقَتَسْمُلِ يرِجْتَ سُمْشّلاوَ

٣٨

(

Artinya:

dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang
Maha Perkasa lagi Maha mengetahui.

Allah SWT juga telah berfirman dalam QS. Yasiin[36]:40:
) نَوحُبَسْيَ كٍلَفَ يفِ لّكُوَ رِاهَنّلا قُبِاسَ لُيْلّلا لوَ رَمَقَلْا كَرِدْتُ نْأَ اهَلَ يغِبَنْيَ سُمْشّلا ل

٤٠

(

Artinya:

tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat
mendahului siang. dan masing-masing beredar pada garis edarnya.

Allah SWT juga telah berfirman dalam QS. Al-Qiyamah[75]:9

) رُمَقَلْاوَ سُمْشّلا عَمِجُوَ

٩

(

Artinya:

dan matahari dan rembulan dikumpulkan

Allah akhirnya berfirman dalam QS. Fushshilat[41]:37:
هُايييّإِ مْييتُنْكُ نْإِ نّييهُقَلَخَ يذِييلّا لِِّ اودُجُسْاوَ رِمَقَلْلِ لوَ سِمْشّللِ اودُجُسْتَ ل رُمَقَلْاوَ سُمْشّلاوَ رُاهَنّلاوَ لُيْلّلا هِتِايَآ نْمِوَ
) نَودُبُعْتَ

٣٧

(

Artinya:

dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan
bulan. janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah yang
menciptakannya, jika ialah yang kamu hendak sembah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->