P. 1
Artikel Paikem Gembrot

Artikel Paikem Gembrot

|Views: 1,243|Likes:
Published by ramli

More info:

Published by: ramli on Mar 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/01/2013

pdf

text

original

Oleh : Drs T. Taslimuharom, MP PAKEM adalah Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan.

Disamping metodologi pembelajaran dengan nama atau sebutan PAKEM , muncul pula nama yang dikeluarkan di daerah Jawa Tengah dengan sebutan PAIKEM Gembrot dengan kepanjangan Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan, Gembira dan Berbobot. Disamping itu melalui program Workstation P4TK -BMTI Bandung tahun 2007, di Jayapura muncul pula sebutan Pembelajaran MATOA (diambil dari buah Matoa), k epanjangan Menyenangkan Atraktif Terukur Orang Aktif, yang artinya Pembelajaran yang menyenangkan, Guru dapat menyajikan dengan atraktif/menarik dengan hasil terukur sesuai yang diharapkan siswa(orang) belajar secara aktif . Active Learning, Proses belajar dapat dikatakan active learning dengan mengandung : 1. Komitmen (Keterlekatan pada tugas), Berarti, materi, metode dan strategi pembelajaran bermanfaat untuk siswa(meaningful), sesuai dengan kebutuhan siswa (relevant) dan bersifat pribadi (personal) 2. Tanggung jawab (Responsibility), Merupakan suatu proses belajar yang memberi wewenang pada siswa untuk krtitis, guru lebih banyak mendengar daripada bicara, menghormat ide -ide siswa, memberi pilihan dan memberi kesempatan pada siswa untuk memutuskan sendiri 3. Motivasi, Motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik, dengan lebih mengembangkan motivasi intrinsik siswa agar proses belajar yang ditekuninya muncul berdasarkan, minat dan inisiatif sendiri, bukan karena dorongan lingkungan atau orang lain. Motivasi belajar siswa akan meningkat karena ditunjang oleh pendekatan belajar yang dilakukan guru lebih dipusatkan kepada siswa (Student centred approach), guru tidak hanya menyuapi atau menuangkan dalam ember, tetapi menghidupkan api yang menerangi sekelilingnya, d an bersikap positif kepada siswa. Active learning bisa dibangun oleh seorang guru yang gembira,tekun dan setia pada tugasnya, bertanggung jawab, motivator yang bijak, berpikir positif, terbuka pada ide baru dan saran dari siswa atau orang tuanya/masyarakat , tiap hari energinya untuk siswa supaya belajar kreatif, selalu membimbing, seorang pendengar yang baik, memahami kebutuhan siswa secara individual, dan mengikuti perkembangan pengetahuan. Pembelajaran Kreatif Pembelajaran kreatif adalah kemampuan untuk m enciptakan, mengimajinasikan, melakukan inovasi, dan melakukan hal -hal yang artistik lainnya. Dikarakterkan dengan adanya keaslian dan hal yang baru. Dibentuk melalui suatu proses yang baru. Memiliki kemampuan untuk menciptakan. Dirancang untuk mesimulasik an imajinasi.

Kedua gaya tersebut merupakan pendekatan dalam mengahadapi perubahan. Penyajian dalam pembelajaran ini dapat dilakukan dengan. Ciri -ciri kreativitas tersebut belum sepenuhnya menjadi tolok ukur seseorang dapat disebut kreatif. (11) memiliki tanggung jawab dan komitmen kepada tugas.(4)menghargai fantasi. antara lain motivasi untuk berbuat sesuatu. . dan prosedur. Para siswa menyelesaikan permasalahan. (2) fleksibel dalam berfikir dan merespons. dan (24) memiliki kesadaran etik -moral dan estetik yang tinggi. Adaptors mencoba membuat sesuatu lebih baik. (16) lebih berorientasi ke masa kini dan masa depan dari pada masa lalu. pemecahan masalah. Sedangkan Kirton (1976) membedakan ciri kepribadian kreatif kedalam dua gaya berfikir : Adaptors dan innovators. (21) menggunakan waktu luang untuk kegiatan yang bermanfaat dan konstruktif bagi pengembangan diri. menjawab pertanyaan -pertanyaan. Ciri-ciri Kepribadian Kreatif Berdasarkan survei kepustakaan oleh Supriadi (1985) mengidentifikasi 24 ciri kepribadian kreatif yaitu: (1) terbuka terhadap pengalaman baru. Sedangkan innovators suka merekonstruksi masalah. (14) kaya akan inisiatif. (7) mempunyai rasa ingin tahu yang b esar. maka yang dimaksud kemampuan di sini adalah kemampuan menggunaka n gagasan-gagasan atau ide -ide yang dilandasi oleh fakta dan informasi yang akurat dalam memecahkan atau mengatasi suatu masalah. berpikir .Kreatifitas adalah sebagai kemampuan (berdasarkan data dan informasi yang tersedia) untuk memberikan gagasan -gagasan baru dengan menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah. holistik dan mengandung teka-teki. yang mengartikan kreativitas sebagai kemampuan. (13) tidak kehabisan akal dalam memecahkan masalah. nilai. (6) mempunyai pendapat sendiri dan tidak mudah terpengaruh oleh orang lain. (3) bebas dalam menyatakan pendapat dan perasaan. ketergantungan dan keragaman jawaban dan menerapkannya dalam pemecahan masalah. curah pendapat. Ciri lain yang harus dikembangkan yaitu ciri afektif menyangkut sikap dan perasaan seseorang. dengan demikian kreativitas dalam pengertian kemampuan hanya mencakup dimensi kognitif. kerja kelompok. (20) mempunyai minat yang luas. Penyajian Pembelajaran. (8) toleran terhadap perbedaan pendapat dan situasi yang tidak pasti. (10) percaya diri dan mandiri. (18) tertarik kepada hal-hal yang abstrak. kebijakan. Mencermati pandangan pertama. (9) berani mengambil risiko yang diperhitungkan. belajar dengan melakukan (learning by doing). (12) tekun dan tidak mudah bosan. Mereka percaya pada standard dan konsesus yang diterima sebagai petunj uk dalam pengembangan dan implementasi ide -ide baru. menggunakannya. kompleks. (15) peka terhadap situasi lingkungan.menggunakan banyak metode yang disesuaikan dengan kontek. (22) kritis te rhadap pendapat orang lain. (5) tertarik kepada kegiatan -kegiatan kreatif. (23) senang mengajukan pertanyaan yang baik. (19) memiliki gagasan yang orisinal. ada yang menggunakan metode. (17) memiliki citra diri dan stabilitas emosional yang baik. yang menekankan pada segi kuantitas.

dan (4) motivasi prestasi (siswa belajar karena ingin menunjukkan kepada orang lain bahwa dia mampu melakukan tugas yang diberikan oleh gurunya). karena pelajaran sangat dipandang sulit. (2) motivasi instrumental (siswa belajar karena akan menerima konsekuensi: reward atau punishment). Santai berarti siswa dapat mengikuti kegiatan pembelajaran tidak tegang/stress serta siswa dapat menikmati kegiatan pembelajaran. latihan membayangkan diri sendiri Disamping itu Guru harus selalu memberikan motivasi k epada semua siswa bahwa pelajaran tidak ada yang sulit. ketekunan. peningkatan daya ingat serta belajar dengan metode bayangan. curah pendapat selama pelajaran di kelas. sebelumnya siswa dilatih cara konsentrasi. Santai dan Nikmat) yang artinnya siswa dapat melakukan dengan senyum (dalam hati) berarti senang dalam proses kegiatan pembelajaran. Dengan proses tersebut akhirnya siswa dapat menguasai materi sesuai yang diharapkan dengan benar. hal ini akan mengurangi motivasi siswa untuk belajar. melakukan debat. (3) motivasi sosial (siswa belajar karena ide dan gagasannya ingin dihargai). Tapi. Dan berbagai cara/metode permainan yang dapat bermanfaat bagi perkembangan kemampuan otak siswa. M. Seorang guru harus mengetahui secara pasti mengapa seorang siswa memiliki berbagai macam motif dalam belajar. misalnya menghitung huruf a pada satu (lebih) paragrap dengan beberapa kalimat.memformulasikan pertanyaan-pertanyaan menurut mereka sendiri. yaitu (1) motivasi intrinsik (siswa belajar karena tertarik dengan tugas -tugas yang diberikan). seolah -olah kemampuan otaknya tidak mampu untuk menerimanya/seolah -olah otaknya tertutup untuk menerimanya. mendiskusikan. Untuk mencapai keberhasilan proses belajar. Oleh Drs. Siswa harus menjadi arsitek dalam proses belajar merek a sendiri. . faktor motivasi merupakan kunci utama. siapa yang menjadi stakeholder dalam proses pembelajaran yang menyenangkan itu? Jawabannya adalah siswa.Ed Widyaiswara Madya P4TK-BMTI Bandung Learning is fun. Karena proses belajar yang menyenangkan bisa meningkatkan motivasi belajar yang tinggi bagi siswa guna menghasilkan produk belajar yang berkualit as. Hindarilah menakut -nakuti atau menyampaikan. Disamping itu siswa dapat melakukan SSN (Senyum. Latihan ini dapat dilakukan dengan berbagai macam cara atau dalam bentuk permainan (games). ketelitian. keuletan . Kita semua setuju bahwa pembelajaran yang menyenangkan merupakan dambaan dari setiap peserta didik. Ada empat katagori yang perlu diketahui oleh seorang guru yang baik terkait dengan motivasi mengapa siswa belajar . bahwa pelajarannya sangat sulit. Anwar Fuady. Untuk keberhasilan dalam kegiatan pembelajaran sesuai dengan tujuan yang diharapkan. semua siswa akan mampu menguasai materi tersebut dengan baik. menerangkan. kesabaran. dan pembelajaran kerjasama. Belajar itu menyenangkan. yaitu para siswa bekerja dalam tim untuk mengatasi permasalahan dan kerja proyek yang telah dikondisikan dan diyakini agar terjadi ketergantungan yang positif dan tanggung jawab individu yang mendalam.

merupakan sebuah model pembelajaran kontekstual yang melibatkan paling sedikit empat prinsip utama dalam proses pembelajarannya. Prinsip pembelajaran konstruktivisme yang berorientasi pada masalah dan tantang an akan menghasilkan sikap mental profesional. t ujuan pembelajaran bukan hanya untuk merubah perilaku siswa. Dengan skenario pe mbelajaran berbasis masalah ini siswa akan berusaha memberdayakan seluruh potensi akademik dan strategi yang mereka miliki untuk menyelesaikan masalah secara individu/kelompok. dan kekuatan kinestetik terle tak pada perabaan (seperti menunjuk. dan tertantang untuk belajar menyelesaikan berbagai masalah yang relevan dengan kehidupan mereka. Keempat. referensi. auditorial dan kinestetik. tetapi membentuk karakter dan sikap mental profesional yang berorientasi pada global mindset. dialog atau melalui simulasi role-play). kekuatan auditorial terletak pada indera pendengaran (mendengar dan menyimak penjelasan atau cerita). percobaan. efektif dan menyenangkan. Biggs and Ross Telfer. Kedua. maka seorang guru harus mampu merancang media. Peranan Seorang Guru. kreatif. Ketiga. penyelidikan dan/atau wawancara). Sedangkan pendekatan. Jadi. Dengan pembelajaran konstruktivisme memungkinkan terjadinya pembelajaran berbasis masalah. Dalam pendekatan pembelajaran Quantum (Quantum Learning) ada tiga macam modalitas siswa. multi -media. Pelaksanaan Pakem harus memperha tikan bakat. proses Eksplorasi (siswa mengalami langsung dengan melibatkan semua indera mereka melalui pengamatan. metoda/atau materi pembelajaran kontekstual yang relevan dengan kecenderu ngan potensi atau modalitas belajar siswa. menyentuh atau melakukan). strategi dan metoda pembelajarannya adalah mengacu pada konsep konstruktivisme yang mendorong dan menghargai usaha belajar siswa dengan proses enquiry & discovery learning. dan bukan semata potensi akademiknya. dan apa yang mereka telah lakukan). proses Interaksi (siswa berinteraksi secara aktif dengan guru. proses Komunikasi (siswa mengkomunikasikan pengalaman belajar mereka dengan guru dan rekan siswa lain melalui cerita. Agar pelaksanaan Pakem berjalan sebagaimana diharapkan. proses Refleksi. sehingga kegiatan pembelajaran selalu menantang dan menyenangkan. edisi kedua. yang harus dipahami dan dilakukan oleh seorang guru yang baik dalam proses pembelajaran terhadap siswa: . John B. Fokus pembelajarannya adalah pada mempelajari cara belajar (learning how to learn) dan bukan hanya semata pada mempelajari substansi mata pelajaran. Pakem yang merupakan singkatan dari pembelajaran aktif. yang disebut researchmindedness dalam pola pikir siswa. lingkungan dsb). rekan siswa. minat dan modalitas belajar siswa. grafik atau dengan melihat suatu peristiwa). Siswa sebagai stakeholder terlibat langsung dengan masalah.Dalam paradigma baru pendidikan. yaitu modalitas visual. 1987. menyebutkan paling tidak ada 12 aspek dari s ebuah pembelajaran kreatif. dengan memahami kecenderungan potensi modalitas siswa tersebut. Dengan modalitas visual dimaks udkan bahwa kekuatan belajar siswa terletak pada indera mata (membaca teks. Pertama. dalam bukunya The Process of Learning . Mengapa Pakem. (siswa memikirkan kembali tentang kebermaknaan apa yang mereka telah pelajari.

6. 5. Memahami potensi siswa yang tersembunyi dan mendorongnya untuk berkembang sesuai dengan kecenderungan bakat dan minat mereka . bakat dan minat serta modalitas gaya belajar individu siswa. 4. 10. Memberikan tes/ujian yang bisa mendorong terjadinya umpan bal ik dan semangat/gairah pada siswa untuk ingin mempelajari materi lebih dalam. 8. Menyatakan kapada para siswa bahwa guru -guru merupakan mitra mereka dan perannya sebagai motivator dan fasilitator bagi siswa. Jelaskan bagaimana situasi ini bisa ditangani secara berbeda ? 2. kreatif. Selanjutnya bentuk -bentuk pertanyaan yang dapat menggugah terjadinya pembelajaran aktif. 9. Ceriterakan contoh yang sama dengan pengalaman Anda sendiri ! Para siswa bisa juga diminta untuk menjawab sejumlah pertanyaan yang nampa knya sesuai dengan semua skenario. efektif dan menyenangkan (Pakem). Menurut Wassermen (1994). inkuiri dan diskaveri agar terbentuk budaya belajar yang bermakna (meaningful learning) pada siswa. 1. 12. Misalnya dengan menggunakan kata kerja : meng gambarkan. Menghargai potensi siswa yang lemah/lamban dan memperlihatkan entuisme terhadap ide serta gagasan mereka. 2. Menggunakan kemampuan fantasi dalam proses pembelajaran untuk membangun hubungan dengan realitas dan kehidupan nyata. Memuji keindahan perbedaan potensi. Contoh pertanyaan -pertanyaan berikut dapat memprovokasi siswa untuk berpikir tentang kasus yang dibahas.1. menjelaskan. Mengakui pekerjaan siswa dalam satu bidang untuk memberikan semangat pada pekerjaan lain berikutnya. menguraikan atau dengan menggunakan kata -kata: apa. Mendorong dan menghargai keterlibatan individu siswa secara penuh dalam proyek-proyek pembelajaran mandiri. membandingkan. Berikut adalah beberapa contoh bentuk pertanyaan yang bisa memberikan respon kreatif terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut. 11. karakter. pertanyaan -pertanyaan yang memerlukan pemikiran yang dalam untuk sebuah solusi atau yang bersifat mengundang. mengapa atau bagaimana dalam kalimat bertanya. Menciptakan suasana belajar yang kondusif dan bebas dari tekanan dan intimidasi dalam usaha mey akinkan minat belajar siswa. Mendorong terjadinya proses pembelajaran interaktif. kolaboratif. 3. bukan instruksi atau memerintah. 7. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar meningkatkan rasa tanggung jawab dalam melaksanakan tugas dan bantuan jika mereka membutuhkan. Mendorong siswa untuk terus maju mencapai sukses dalam bidang yang diminati dan penghargaan atas prestasi mereka. 1. Bandingkan situasi ini dengan situasi sekarang ! 3. Apa yang Anda bayangkan sebagai kemungkinan dari akibat tindakan tersebut ? . bisa diterapkan antara lain dalam salah satu kegiatan belajar kelompok (studi kasus).

Inilah yang disebut efektif dan menyenangkan. penilaian harus dilakukan dan diakui secara komulatif. karena mereka hanya bisa mengingat. karena mereka akan lupa. penilaian dimaksudkan untuk mengukur tingkat keberhasilan siswa. Dengan mengatakan yang sesungguhnya.2. Sebuah pertanyaan untuk direnungkan. membantu dan mengarahkan siswanya untuk mengembangkan bakat dan minat mereka melalui proses pembelajaran yang terencana. Penilaian Hasil Belajar. Media dan bahan ajar. Tetapi yakinkan siswa Anda untuk melakukannya. Ini tentu saja melibatkan Professional Judgment dengan memperhatikan sifat obyektivitas dan keadilan. Jadi. Perlu dicata t bahwa tugas dan tanggung jawab utama para guru dalam paradigma baru pendidikan bukan membuat siswa belajar tetapi membuat siswa mau belajar . P rinsip pembelajaran yang perlu dilakukan: Jangan meminta siswa Anda hanya untuk mendengarkan. Tetapi. yang ditetapkan dalam sebuah kurikulum. pendekatan Penilaian Acuan Norma (PAN) dan Penilaian Acuan Patokan (PAP) merupakan pendekatan penilaian alternatif yang paling representatif untuk menentukan keberhasilan pembelajaran Model Pakem. dan juga bukan mengajarkan mata pelajaran tetapi mengajarkan cara bagaimana mempelajari mata pelajaran . Kita juga sepakat bahwa salah satu penyebab ketidakberhasilan proses pemblajarn siswa di sekolah adalah kurangnya media dan bahan ajar. Jangan membuat siswa Anda memperhatikan saja. Sebuah harapan yang selalu menjadi wacana di antara para pendidik/guru kita dalam mela ksanakan tugas mengajar mereka di sekolah adalah tidak tersedianya media pembelajaran dan bahan ajar yang cukup memadai. bagaimana And a menilai diri Anda sendiri ? 3. pasti mereka akan mengerti . apa kesimpulan Anda tentang isu penting itu ? Proses pembelajaran akan berlangsung seperti yang diharapkan dalam pelaksanaan konsep Pakem jika peran para guru dalam berinteraksi dengan sisw anya selalu memberikan motivasi. Jawaban para guru ini cukup masuk akal. Sedangkan keberhasilan lulusan (output) adalah siswa mampu menguasai sejumlah kompetensi dan standar kompetensi dari setiap Mata Pe lajaran. sebuah alasan klasik selalu kita de ngar bahwa sekolah tidak punya dana untuk itu !. memberikan kesempatan untuk berpartisipasi aktif. Penilaian harus mencakup paling sedikit tiga aspek : pengetahuan. Untuk ini. kreatif dan senang selama mengikuti kegiatan pembelajaran. baik itu keberhasilan dalam proses maupun keberhasilan dalam lulusan (output). Kita yakin bahwa pihak manajemen sekolah sudah menyadarinya. Seakan ada korelasi antara ketersediaan media bahan ajar di sekolah dengan keberhasilan pembelajarn siswa. Media dan Bahan Ajar selalu menjasi penyebab ketidakberhasilan sebuah proses pembelajaran di sekolah. Dengan melihat kebelakang. . sikap dan keterampilan. Keberhasilan proses dimaksudkan bahwa siswa berpartisipasi aktif. dan memfasilitasinya tanpa mendominasi. Apakah sebuah Penilaian Mendorong Pembelajaran ? atau apakah pembelajaran itu untuk mempersiapkan sebuah tes ? atau apakah Pembelajaran dan Tes tersebut dilakukan guna mendapatkan pengakuan tentang kompetensi yang diperlukan siswa atau sekolah? Dalam pelaksanaan konsep Pakem.

Saya kira inilah yang disebut guru yang kreatif.Dalam pembelajaran Model Pakem. tanpa harus selalu terikat dengan ruang kelas. tumbuh -tumbuhan. Dalam merancang sebuah media pembelajaran. Untuk itu langkah/skenario penyajian pembelajarn dalam setiap topik/mata pelajaran harus dituliskan secara jelas dalam sebuah Modul. proaktif dan kreatif untuk mencari dan merancang media/bahan ajar alternatif yang mudah. seperti disebutkan dalam pendekatan Quantum Learning dan Learning Style Inventory . Perlu dicatat bahwa tujuan akhir mempelajari sebuah mata pelajaran adalah agar para siswa memiliki kompetensi sebagaimana ditetapkan dalam Standar Kompetensi (baca Kurikulum Nasional). Selanjutnya skenario penyajian bahan ajar harus dengan sistem modular dengan mengacu pada pendekatan Bloom Taksonomi. Media simulasi ini tidak dibeli sudah jadi. Ini dimaksudkan agar terjadi proses pembelajaran yang terstruktur. tetapi lebih pada pola fikir dan strategi yang digunakan secara tepat oleh seorang guru itu sendiri dalam merancang dan mengajarkan materi pelajarannya. Tetapi tetap me miliki relevansi dengan tema mata pelajaran yang sedang dipelajari siswa. atau yang kita sebut dengan PAKEM itu tidak selalu mahal. model pembelajaran aktif. saya melihat bagaimana seorang guru fisika di sebuah Sekolah Kejuruan (Berlin) menggunakan alat peraga simulasi (Holikopter) yang dibuat dari kertas karton yang diapungkan didepan kelas dengan menggunakan sebuah blower untuk memudahkan para siswa dalam memahami prinsip-prinsip yang berkaitan dengan mata pelajaran fisika tersebut. tetapi tidak semua sekolah mampu mengaksesnya. tetapi dirancang oleh seorang guru mata pelajaran fisika itu sendiri. Dalam kesempatan melakukan studi banding di Jerman. efektif dan menyenangkan . Tanpa merendahkan sifat dan nilai multimedia elektronik. Jadi. DIarsipkan di bawah: Artikel Pendidikan . guna memotivasi dan merangsang pr oses pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan. Unsur kreatifitas itu bukan terletak pada produk/media yang sudah jadi. Dengan demikian diharapkan para siswa akan terlibat dalam proses pembelajaran tuntas (Mastery Learning) dan bermakna (Meaningful Learning). aspek yang paling penting untuk diperhatikan oleh seorang guru adalah karakteristik dan modalitas gaya belajar individu peserta didik. murah dan sederhana. seorang guru mau tidak mau harus berperan aktif. Penggunaan perangkat multimedia seperti ICT sungguh sangat ideal. Media yang dirancang harus memiliki daya tarik tersendiri guna merangsang proses pembelajaran yang menyenangkan. Proses pembelajarannya mudah dipahami dan sangat menyenangkan. para guru dapat memilih dan merancang media pembelajaran alternatif dengan menggunakan berbagai sumber lainnya. seperti bahan baku yang murah dan mudah di dapat. seperti bahan baku kertas/plastik. kayu dan sebagainya. waktu dan/a tau guru. dinamis dan fleksibel. kreatif. Sementara ini media pembelajaran yang relatif cukup representatif digunakan adalah media elektronik (Computer Based Learning).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->