P. 1
Proses Keperawatan

Proses Keperawatan

|Views: 851|Likes:
Published by Djoko Priyono

More info:

Published by: Djoko Priyono on Mar 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/18/2012

pdf

text

original

Proses Keperawatan: Introduction (1

)
Posted by yenichrist under Keperawatan [5] Comments

PENDAHULUAN Pelayanan kesehatan di rumah sakit merupakan bentuk pelayanan yang diberikan kepada klien oleh suatu tim multi disiplin termasuk tim keperawatan. Tim keperawatan merupakan anggota tim kesehatan garda depan yang menghadapi masalah kesehatan klien selama 24 jam secara terus menerus. Pelayanan kesehatan pada masa kini sudah merupakan industri jasa kesehatan utama dimana setiap rumah sakit bertanggung gugat terhadap penerima jasa pelayanan kesehatan. Keberadaan dan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan ditentukan oleh nilai-nilai dan harapan dari penerima jasa pelayanan tersebut. Disamping itu, penekanan pelayanan kepada kualitas yang tinggi tersebut harus dapat dicapai dengan biaya yang dapat dipertanggung-jawabkan (Prof. Elly Nurachmah, 2001). Dengan demikian, semua pemberi pelayanan ditekan untuk menurunkan biaya pelayanan namun kualitas pelayanan dan kepuasan klien sebagai konsumen masih tetap menjadi tolak ukur (“benchmark”) utama keberhasilan pelayanan kesehatan yang diberikan (Miloney, 2001). Para penerima jasa pelayanan kesehatan saat ini telah menyadari hak-haknya sehingga keluhan, harapan, laporan, dan tuntutan ke pengadilan sudah menjadi suatu bagian dari upaya mempertahankan hak mereka sebagai penerima jasa tersebut. Oleh karena itu industri jasa kesehatan menjadi semakin merasakan bahwa kualitas pelayanan merupakan upaya kompetentif dalam rangka mempertahankan eksistensi pelayanan tersebut. Selayaknya industri jasa pelayanan menaruh perhatian besar dan menyadari bahwa kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan ditentukan pula oleh kualitas berbagai komponen pelayanan termasuk keperawatan dan sumber daya manusianya. Kegiatan pelayanan keperawatan berkualiatas telah dimulai sejak seorang perawat Muslim pertama yaitu Siti Rufaida pada jaman Nabi Muhammad S.A.W selalu berusahan memberikan pelayanan terbaiknya bagi yang membutuhkan tanpa membedakan apakah kliennya kaya atau miskin. Demikian pula Florence Nightingale pada tahun 1858, telah berupaya memperbaiki kondisi pelayayanan keperawatan yang diberikan kepada serdadu pada perang Krimen. Dengan

terjadinya perubahan diberbagai aspek kehidupan keperawatan pada saat ini telah berkembang menjadi suatu profesi yang memiliki keilmuan unik yang menghasilkan peningkatan minat dan perhatian diantara anggotanya dalam meningkatkan pelayanannya. Tim pelayanan keperawatan memberikan pelayanan kepada klien sesuai dengan keyakinan profesi dan standar yang ditetapkan. Hal ini ditujukan agar pelayanan keperawatan yang diberikan senantiasa merupakan pelayanan yang aman serta dapat memenuhi kebutuhan dan harapan klien. Asuhan keperawatan yang bermutu dan dapat dicapai jika pelaksanaan asuhan keperawatan dipersepsikan sebagai suatu kehormatan yang dimiliki oleh para perawat dalam memperlihatkan sebagai suatu kehormatan yang dimiliki oleh perawat dalam memperlihatkan haknya untuk memberikan asuhan yang manusiawi, aman, serta sesuai dengan standar dan etika profesi keperawatan yang berkesinambungan dan terdiri dari kegiatan pengkajian, perencanaan, implementasi rencana, dan evaluasi tindakan keperawatan yang telah diberikan. Proses keperawatan digunakan untuk membantu perawat melakukan praktik keperawatan secara sistematis dalam memecahkan masalah keperawatan. Dengan menggunakan metode ini, perawat dapat mendemonstrasikan tanggung gugat dan tanggung jawab pada klien, sehingga kualitas praktik keperawatan dapat ditingkatkan. Proses keperawatan memberikan kerangka yang dibutuhkan dalam asuhan keperawatan kepada klien, keluarga dan komunitas, serta merupakan metode yang efisien dalam membuat keputusan klinik, serta pemecahan masalah baik aktual maupun potensial dalam mempertahankan kesehatan.

PENGERTIAN Banyak pakar telah merumuskan definisi dari proses keperawatan (Weitzel, Marriner, Murray, Yura, Herber, dll). Secara umum dapat dikatakan bahwa proses keperawatan adalah metode pengorganisasian yang sistematis, dalam melakuan asuhan keperawatan pada individu, kelompok dan masyarakat yang berfokus pada identifikasi dan pemecahan masalah dari respn pasien terhadap penyakitnya (Tarwoto & Wartonah, 2004). Atau : Proses keperawatan adalah :

1. Suatu pendekatan sistematis untuk mengenal masalah-masalah pasien dan mencarikan alternatif pemecahan masalah dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan pasien. 2. Merupakan proses pemecahan masalah yang dinamis dalam memperbaiki dan meningkatkan kesehatan pasien sampai ke tahap maksimum. 3. Merupakan pendekatan ilmiah

4. Terdiri dari 4 tahap : pengkajian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Atau, ada pula yang menterjemahkannya ke dalam 5 tahap : pengkajian, perumusan diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.

ALASAN PENGGUNAAN PROSES KEPERAWATAN 1. Meningkatnya tuntutan masyarakat akan pelayanan keperawatan

2. Profesinalisme, sesuai dengan konsep keperawatan bahwa perawatan merupakan pelayanan esensial yang diberikan oleh perawat profesional di mana dalam melaksanakan kegiatannya menggunakan pendekatan proses keperawatan 3. 4. Untuk efektifitas dan efisiensi pelayanan keperawatan Untuk meningkatkan peran serta dan keterlibatan pasien dalam pelayanan keperawatan.

HUBUNGAN ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN HAK-HAK KLIEN The American Hospital Association’s (1972) menerbitkan tulisan tentang pernyataan hak-hak pasien. Menyadari hal tersebut, National Leaque For Nursing (NLN, 1959), sejenis Persatuan Perawat Nasional di Amerika, menyusun suatu rancangan awal pernyataan hak-hak pasien dengan asumsi dasar sebagai berikut : 1. Asuhan keperawatan mencakup promosi kesehatan, asuhan dan pencegahan penyakit, ketidakmampuan dan rehabilitasi. Asuhan keperawatan dapat diberikan melalui proses pengajaran, penyuluhan, dan dukungan emsional, serta perawatan pada waktu ia sakit.

dan kesejahteraan. 7. Bloch (1974). 4. pelaksanaan. warna kulit. Pada tahun 1967. martabat. Tenaga keperawatan menghadapi individualitas. perencanaan. Louis. serta diberikan dalam kombinasi dengan pelayanan medis. Asuhan keperawatan merupakan bagian integral dari asuhan kesehatan secara menyeluruh dan direncanakan. diagnosis. pelaksanaan. status sosial dan ekonomi. 5. Roy (1975) Mundinger & Jauron (1975) dan Aspinall (1976) menambahkan tahap diagnosa. Tahun 1975 : diadakan konferensi nasional tentang klasifikasi diagnosis keperawatan setiap dua tahun di Universitas Sr. decide(memutuskan). edisi pertama proses keperawatan dipublikasikan. delve (mempelajari atau menganalisis). sehingga proses keperawatan menjadi 5 tahap : pengkajian. proses keperawatan diperkenalkan secara internal dalam keperawatan 3. Klasifikasi diagnosis keperawatan ini kemudian . Yura & Walsh (1967) menjabarkan proses keperawatan menjadi 4 tahap : pengkajian. dan hak-hak setiap orang tanpa memandang ras. Wiedenbach (1963) mengenalkan proses keperawatan dalam 3 tahap : observasi. ANA (1973) menggunakan proses keperawatan sebagai suatu pedoman dalam pengembangan Standart Praktik Keperawatan. Dengan berkembangnya waktu. 2. Proses keperawatan pertama kali dijabarkan oleh Hall (1955) Tahun 1960.2. bantuan pertolongan dan validasi. Proses ini dari analisis pikir : dicover (menemukan). proses eperawatan telah dianggap sebagai suatu dasar hukum praktik keperawatan. 6. sesuai dengan perkembangan profesi keperawatan. perencanaan. kebangsaan. Proses tersebut mengalami perkembangan : 1. derajat. SEJARAH PROSES KEPERAWATAN Proses keperawatan merupakan lima tahap proses yang konsisten. 3. pendidikan. do (mengerjakan) dan discriminate (identik dengan evaluasi). dan evaluasi. dan evaluasi.

TUJUAN PROSES KEPERAWATAN TUJUAN UMUM : Memberikan suatu kerangka kerja berdasarkan kebutuhan klien. sehingga kebutuhan perawatan kesehatan klien. 2. rasional dan sistematis Meperoleh metode yang dapat digunakan dalam berbagai macam situasi Memperoleh asuhan keperawatan yang berkualitas tinggi SIFAT PROSES KEPERAWATAN 1. Menggunakan standart dalam praktek keperawatan Memperoleh metode yang baku. 4. 3. TUJUAN KHUSUS : 1. keluarga dan masyarakat dapat terpenuhi.disebut dengan NANDA (North American Nursing Diagnoses Association) — dibahas lebih lanjut di BAB diagnosa keperawatan. Proses keperawatan berjalan secara siklik atau berulang dari pengkajian sampai dengan evaluasi. 3. Mempraktekkan metode pemecahan masalah dalam praktek keperawatan (problem solving) 2. 5. Siklik. Setiap tahap proses keperawatan dapat diperbaharui/dimodifikasi. apabila situasi dan kondisi pasien berubah. Dinamis. demikian seterusnya apabila diperlukan pengkajian ulang (re-assessment). Interdependent / saling ketergantungan. sampai masalah klien teratasi atau klien dapat mandiri memenuhi kebutuhan kesehatan atau keperawatannya. keluarga dan masyarakat. .

Dapat diterapkan pada berbagai unit keperawatan.Setiap tahap dari proses keperawatan mempunyai relevansi yang sangat erat. sehingga kekurangan di salah satu tahap akan mempengaruhi tahap-tahap berikutnya. sehingga pendekatan yang digunakan dapat berubah atau dimodifikasi sesuai dengan situasi. Tujuan : proses keperawatan mempunyai tujuan yang jelas melalui suatu tahapan dalam meningatkan kualitas asuhan keperawatan 2. Fleksibel atau luwes. dari dalam kandungan sampai dengan meninggal dunia d. Interaktif : dasar hubungannya adalah hubungan timbal balik antar perawat. Dapat diterapkan untuk semua siklus kehidupan manusia. klien. keluarga dan tenaga kesehatan lainnya 5. Proses keperawatan bersifat luwes. Dinamik : proses keperawatan ditujukan dalam mengatasi masalah-masalah kesehatan lien yang dilaksanakan secara berkesinambungan. KARAKTERISTIK PROSES KEPERAWATAN 1. 4. b. maupun untuk keluarga dan masyarakat. Bisa digunakan untuk pemecahan segala jenis masalah keperawatan Dapat digunakan pada berbagai kondisi dan situasi klien c. tidak kaku. keadaan dan kebutuhan klien akan perawatan kesehatan. Proses keperawatan ditujukan pada suatu perubahan respon klien yang diidentifikasi melalui hubungan antara perawat dan klien 4. Sistematik : menggunakan suatu pendekatan yang terorganisir untuk mencapai suatu tujuan — meningkatkan kualitas asuhan keperawatan dan menghindari masalah yang bertentangan dengan tujuan pelayanan kesehatan / keperawatan 3. di rumah sakit. Fleksibel : dapat diadopsi pada praktik keperawatan dalam situasi apapun dan bisa digunakan secara berurutan . Fleksibel dapat juga berarti : a.

Sebagai kerangka berpikir untuk fungsi dan tanggung jawab keperawatan dalam ruang lingkup yang sangat luas 2.6. baik secara fisik. merencanakan secara sistematis. sosial dan spiritual. KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN PROSES KEPERAWATAN A. 1. melaksanakan rencana dan menilai hasil. Komponen yang terkait adalah : 1. holistik dan care. keluarga dan masyarakat yang mempunyai masalah keperawatan. Klien (individu. Sebagai alat untuk mengenal masalah klien. mental dan sosial. Dapat juga yang diakibatkan oleh kurangnya pengetahuan dan faktor ketidaktahuan klien tentang perawatan diri atau karena kelemahan fisik. khususnya ilmu dan model keperawatan yang berlandaskan pada filosofi keperawatan dan ditekankan pada aspek : humanisti. Teoritis : setiap langah dalam proses keperawatan selalu didasarkan pada suatu ilmu yang luas. mental. karena ketidakmampuannya dalam memenuhi kebutuhan hidup seharihari. SASARAN Sasaran dalam proses keperawatan adalah individu. keluarga. 2. 3. Bagi Pelayanan Kesehatan : Pedoman yang sistematis bagi terselenggaranya pelayanan kesehatan Sebagai alat untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan . masyarakat) Provider atau pemberi pelayanan keperawatan Anggota tim kesehatan lainnya. 2. FUNGSI PROSES KEPERAWATAN 1.

Meningkatkan peran dan fungsi perawatan dalam pengelolaan asuhan keperawatan. . Profesi keperawatan memberikan kesempatan kepada tenaga keperawatan untuk melaksanaan otonomi profesinya. 3. Bagi Pelaksana Keperawatan Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan Bila semua kebutuhan klien dapat dipenuhi. tentu akan dapat mempercepat proses penyembuhan klien dan kepuasan bagi klien akan pelayanan keperawatan yang diberikan.B. 4. Kepuasan knsumen terhadap pelayanan keperawatan menunjukkan keyakinannya terhadap profesi keperawatan. Kesamaan metode praktek keperawatan yang digunakan oleh semua tenaga keperawatan akan memperkuat persatuan serta menggambarkan otonomi dan identitas keperawatan. Pengembangan ketrampilan intelektual dan teknis bagi tenaga pelaksana keperawatan. Dengan demikian. 2. penerapan etika profesi dan standart praktek keperawatan. Memupuk rasa percaya diri dalam memberikan asuhan keperawatan Untuk pengembangan ilmu keperawatan. 1. Peningkatan kepuasan tenaga keperawatan. Jalan yang paling tepat untuk meningkatkan citra keperawatan dan profesi keperawatan adalah dengan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan. Peningkatan citra keperawatan dan tenaga keperawatan. 9. Pengakuan otonomi keperawatan oleh masyarakat dan profesi lain. 5. 8. Kepuasan konsumen terhadap pelayanan keperawatan dengan sendirinya akan menimbulkan kepuasan bagi tenaga perawatan. yang didasari oleh tanggung gugat dan tanggung jawab. Peningkatan rasa solidaritas. sehingga dapat dikembangkan metode-metode yang baku dalam memberikan asuhan keperawatan. 7. 6. Proses keperawatan dapat mendukung dan memberi sumbangan dalam pengembangan penelitian ilmu keperawatan. mutu asuhan keperawatan akan meningkat.

4. Aspek keperawatan yang diterima bermutu dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah 2. perencanaan. Merangsang partisipasi pasien dalam perawatan dirinya (self care) Kelanjutan asuhan Terhindar dari mal-praktik http://yenibeth. 2004) Proses keperawatan merupakan suatu sistem dalam merencanakan pelayanan Asuhan keperawatan yang mempunyai empat tahapan.wordpress. berorientasi pada tujuan pada setiap tahap saling terjadi ketergantungan dan saling berhubungan . 2009. Bagi Pasien : 1. 3.C. yaitu pengkajian. Azis Alimul Hidayat. (A.com/2008/05/31/proses-keperawatan-introduction-1/ Konsep Asuhan Keperawatan On December 28. by Muhammad Armiyadi Signori Proses/Asuhan Keperawatan Proses keperawatan merupakan cara yang sistematis yang dilakukan oleh perawat bersama pasien dalam menentukan kebutuhan asuhan keperawatan dengan melakukan pengkajian. . menentukan diagnosis. melaksanakan tindakan serta mengevaluasi hasil asuhan yang telah diberikan dengan berfokus pada pasien . merencanakan tindakan yang akan dilaksanakan. in Keperawatan.

2005) Pengkajian Merupakan tahap awal dan dasar utama dari proses keperawatan. Perencanaan ini merupakan langkah ketiga dalam membuat suatu proses keperawatan. Alternatif lain dari proses keperawatan terdiri dari lima tahab yang meliputi pengkajian. 1998) Diagnosa keperawatan merupakan keputusan klinis mengenai seseorang. 2000). dalam Hidayat. implementasi dan evaluasi (H. Tahap pengkajian terdiri dari atas pengumpulan data dan perumusan kebutuhan atau masalah klien. dkk. Tujuan umum dapat dicapai jika serangkaian tujuan khusus telah tercapai. (Keliat. keluarga atau masyarakat terhadap masalah kesehatan/proses kehidupan. (Hidayat. dalam Keliat.masalah pasien . merupakan data yang ditemukan secara nyata. tujuan khusus dan rencana tindakan keperawatan. 1998) Data yang didapatkan bisa di kelompokkan menjadi dua macam yaitu data subjektif. (NANDA 1990. (Carpenito. keluarga atau masyarakat sebagai akibat dari masalah kesehatan atau proses kehidupan yang aktual atau potensial. 2004) Perencanaan Merupakan suatu proses penyusunan berbagai intervensi keperawatan yang dibutuhkan untuk mencegah. Rencana tindakan keperawatan terdiri dari tiga aspek yaitu tujuan umum. perencanaan .Lismidar. merupakan data yang didapatkan melalui wawancara oleh perawat kepada pasien. Tujuan umum berfokus pada penyelesaian masalah dari diagnosa tertentu. 2004).1995.menurunkan atau mengurangi masalah. keluarga atau orang – orang yang dekat dengan pasien dan data objektif. diagnosa. Diagnosa keperawatan Adalah penilaian klinis tentang respon aktual dan potensial dari individu. Data ini didapat melalui observasi atau pemeriksaan langsung oleh perawat (Depkes. 1998) Implementasi . (Keliat.pelaksanaan dan evaluasi.

http://armiyadisignori. (Keliat. • Bersifat saling bergantung satu dengan yang lain . • Bersifat teratur dan sistematis.Evaluasi dilakukan terus menerus pada respon pasien terhadap tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan. Dalam pelaksanaan rencana tindakan terdapat dua jenis tindakan. evaluasi hasil atau sumatif dilakuakan dengan membandingkan respon pasien pada tujuan khusus dan umum yang telah ditentukan. Evaluasi Adalah proses yang berkelanjutan untuk menilai efek dari tindakan keperawatan pada klien. keluarga. Posted on 10 May. Evaluasi dapat dibagi dua yaitu evalusi proses atau formatif dilakukan setiap selesai melaksanakan tindakan. 2004). kemampuan dalam prosedur tindakan. teknik komunikasi.com/?p=28 PROSES KEPERAWATAN. pemahaman tentang hak – hak pasien serta dalam memahami tingkat perkembangan pasien. (Hidayat. Filed under: Keprofesian | SEdikit RESUME ttg Proses Keperawatan… Proses keperawatan secara umum diartikan sebagai pendekatan dalam pemecahan masalah yang sistematis untuk memberikan asuhan keperawatan terhadap setiap orang.Merupakan langkah keempat dalam tahap proses keperawatan dengan melaksanakan berbagai strategi keperawatan (tindakan keperawatan) yang telah direncanakan dalam rencana tindakan keperawatan. 2008. dan komunitas. yaitu tindakan jenis mandiri dan tindakan kolaborasi.. Adapun karakteristik dari proses keperawatan antara lain: • Merupakan kerangka berpikirdalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien.bahaya fisik dan perlindungan pada pasien. Dalam tahab ini perawat harus mengetahui berbagai hal diantaranya bahaya. 1998).

4. Memahami bahwa klien adalah sumber informasi primer. emosi. Diagnosa Keperawatan .1994) 3. orang yang berperan penting dan catatan kesehatan klien. Mengumpulkan semua informasi yang bersangkutan dengan masa lalu. keluarga. sosialkultural. 1987. Adapun data yang terkumpul mencakup klien. Metode pengumpulan data meliputi : • Melakukan interview/wawancara. (Gordon. • Riwayat kesehatan/keperawatan • Pemeriksaan fisik • Mengumpulkan data penunjang hasil laboratorium dan diagnostik lain serta catatan kesehatan (rekam medik). 1997) Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan selama pengkajian antara lain: 1. Data yang terkumpul berasal dari perawat-klien selama berinteraksi dan sumber yang lain. atau kebudayaan. (Mc Farland & mc Farlane. lingkungan. •2. psikologi. Pengkajian Pada dasarnya tujuan pengkajian adalah mengumpulkan data objektif dan subjektif dari klien. Sumber informasi sekunder meliputi anggota keluarga. 2. Memahami secara keseluruhan situasi yang sedang dihadapi oleh klien dengan cara memperhatikan kondisi fisik. dan spiritual yagn bisa mempengaruhi status kesehatannya. masyarakat. saat ini bahkan bahkan sesuatu yang berpotensi menjadi masalah bagi klien guna membuat suatu database yang lengkap.• Memberikan asuhan keperawatan secara individual • klien menjadi pusat dan menghargai kekuatan klien • Dapat digunakan dalam keadaan apapun Dalam proses keperawatan terdapat empat tahapan yaitu: •1.

Diagnosa keperawatan adalah menganalisis data subjektif dan objektif untuk membuat diagnosa keperawatan. dan pemberi pelayanan kesehatan yang lain. rekam medik. 1994) . kapan. dan potensial dalam diagnosa keperawatan. Perumusan pernyataan diagnosa keperawatan memiliki beberapa syarat yaitu mempunyai pengetahuan yang dapat membedakan antara sesuatu yang aktual. Intervensi Intervensi keperawatan adalah preskripsi untuk perilaku spesifik yang diharapkan dari pasien dan/atau tindakan yang harus dilakukan oleh perawat. (Alfaro-LeFevre. di mana. Intervensi dilakukan untuk membantu pasien dalam mencapai hasil yang diharapkan. Pengkualifikasian seperti bagaimana. keluarga. Intervensi keperawatan harus spesifik dan dinyatakan dengan jelas. •4. The North American Nursing Diagnosis Association (NANDA. Diagnosa keperawatan melibatkan proses berpikir kompleks tentang data yang dikumpulkan dari klien. frekuensi. risiko. dan besarnya memberikan isi dari aktivitas yang direncanakan. Evaluasi Evaluasi mengacu kepada penilaian. Intervensi keperawatan dapat dibagi menjadi dua yaitu mandiri yaitu dilakukan oleh perawat dan kolaboratif yaitu yang dilakukan oleh pemberi perawatan lainnya. • Dalam membuat diagnosa keperawatan dibutuhkan ketrampilan klinik yang baik. dan respon komunitas terhadap sesuatu yan berpotensi sebagai masalah kesehatan dalam proses kehidupan. mencakup proses diagnosa keperawatan dan perumusan dalam pembuatan pernyataan keperawatan. •3. keluarga. tahapan. • Proses diagnosa keperawatan dibagi menjadi kelompok interpretasi dan menjamin keakuratan diagnosa dari proses keperawatan itu sendiri. Pada tahap ini perawat menemukan penyebab mengapa suatu proses keperawatan dapat berhasil atau gagal. 1992) mendefinisikan diagnosa keperawatan semacam keputusan klinik yang mencakup klien. dan perbaikan.

Menetapkan kembali informasi baru yang diberikan kepada klien untuk mengganti atau menghapus diagnosa keperawatan. DAFTAR PUSTAKA Chase. Proses evaluasi memerlukan beberapa keterampilan dalam menetapkan rencana asuhan keperawatan.Perencanaan merupakan dasar yang mendukung suatu evaluasi.Perawat menemukan reaksi klien terhadap intervensi keperawatan yang telah diberikan dan menetapkan apa yang menjadi sasaran dari rencana keperawatan dapat diterima. 15(4). berfokus pada respon yang unik dari individu terhadap masalah kesehatan yang actual dan potensial (Rosalinda. (1994). Lippincott. kita harus memahami langkah langkah dari proses keperawatan.Classification of nursing diagnosis: Proceedingof the ninth conference. 1991) Metoda pemberian asuhan keperawatan yang terorganisir dan sistematis.. S. Menentukan target dari suatu hasil yang ingin dicapai adalah keputusan bersama antara perawat dank lien (Yura & Walsh. M. 1988) Evaluasi berfokus pada individu klien dan kelompok dari klien itu sendiri. termasuk pengetahuan mengenai standar asuhan keperawatan. Beberapa pengertian proses kaparawatan adalah sebagai berikut Suatu metoda pemberian asuhan keperawatan yang sistematis dan rasional (Kozier. Carroll-Johnson 7 Pacquette (Eds). tujuan. M. Proses perawatan merupakan suatu metode bagi perawat untuk Memberikan asuihan keperawatan kepada klien. respon klien yang normal terhadap tindakan keperawatan.B. 303-312. dan pengetahuan konsep teladan dari keperawatan. 367-368). Lunney. In R. Research in Nursing and Health. (1992). Philadelphia: J. North American Nursing Diagnosis Association (pp. Divergent productie thinking factors and accuracy of nursing diagnoses.1986) . Proses Keperawatan Sebelum menyusun suatu asuhan keperawatan yang baik. Clinical Judgement by critical care nurse: An ethnographic study. atau intervensi keperawatan.

Proses keperawatan bukan hanya sekedar pendekatan sistematik dan terorganisir melalui enam langkah dalam mengenali masalah-masalah klien. emosi. Data yang terkumpul berasal dari perawat-klien selama berinteraksi dan sumber yang . pengkajian antara 1997) lain: diperhatikan proses keperawatan terdapat empat tahapan yaitu: Memahami secara keseluruhan situasi yang sedang dihadapi oleh klien dengan cara memperhatikan kondisi fisik. Pada dasarnya tujuan pengkajian adalah mengumpulkan data objektif dan subjektif dari klien. Adapun karakteristik dari proses keperawatan antara lain: Merupakan kerangka berpikirdalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien.Suatu aktifitas yang dinamika dan berkelanjutan yang meliputi interaksi perawat klien dan proses pemecahan masalah (Schultz dan Videbeck). atau kebudayaan. Tahap pengkajian terdiri atas pengumpulan data dan perumusan kebutuhan atau masalah klien. dan cara pemecahan masalah. lain individual klien Dapat digunakan dalam keadaan apapun Dalam Pengkajian Pengkajian merupakan tahap awal dan dasar utama dari proses keperwatan. Adapun data yang terkumpul mencakup klien. sosialkultural. dan spiritual yagn bisa mempengaruhi status kesehatannya. sistematis. keluarga. lingkungan. psikologi. Adapun hal-hal (Mc yang Farland perlu & mc selama Farlane. Kemampuan perawat yang diharapkan dalam melakukan pengkajian adalah mempunyai kesadaran / tilik diri . masyarakat. keluarga. namun merupakan suatu metode pemecahan masalah baik secara episodic maupun secara linier. dan spiritual. kemampuan berkomunikasi terapeutik dan senantiasa mampu berespon secara efektif. Data yang dikumpulkan meliputi data biologis. Kemudian dapat dirumuskan diagnosa keparawatannya. saat ini bahkan bahkan sesuatu yang berpotensi menjadi masalah bagi klien guna membuat suatu database yang lengkap. kemampuan mengobservasi dengan akurat. dan Bersifat Bersifat Memberikan Klien menjadi saling teratur bergantung asuhan pusat dan satu keperawatan menghargai dan dengan secara kekuatan yang komunitas. social. Mengumpulkan semua informasi yang bersangkutan dengan masa lalu. psikologis.

yaitu respon manusian terhadap kindisi kesehatan atau proses kehidupan yang didukung oleh sekelompok batasan karakteristik dan termasuk factor yang berhubungan (etiologi) yang mempunyai kontribusi terhadap perkembangan atau pemeliharaan kesehatan. kesehatan/keperawatan fisik medik) Keperawatan Sumber informasi sekunder meliputi anggota keluarga.lain. catatan Metode Melakukan Riwayat Pemeriksaan (rekam Diagnosa pengumpulan (Gordon. orang yang berperan penting dan Mengumpulkan data penunjang hasil laboratorium dan diagnostik lain serta catatan kesehatan Diagnosa keperawatan adalah menganalisis data subjektif dan objektif untuk membuat diagnosa keperawatan. dan pemberi pelayanan kesehatan yang lain. : interview/wawancara. keluarga. keluarga. Dalam membuat diagnosa keperawatan dibutuhkan ketrampilan klinik yang baik. The North American Nursing Diagnosis Association (NANDA. mencakup proses diagnosa keperawatan dan perumusan dalam pembuatan pernyataan keperawatan. dan respon komunitas terhadap sesuatu yan berpotensi sebagai masalah kesehatan dalam proses kehidupan. Diagnosa keperawatan melibatkan proses berpikir kompleks tentang data yang dikumpulkan dari klien. Diagnosa keperawatan resiko.1994) klien. yaitu menunjukanrespon manusia yang dapat timbul pada . Proses diagnosa keperawatan dibagi menjadi kelompok interpretasi dan menjamin keakuratan diagnosa dari proses keperawatan itu sendiri. kesehatan data meliputi 1987. Perumusan pernyataan diagnosa keperawatan memiliki beberapa syarat yaitu mempunyai pengetahuan yang dapat membedakan antara sesuatu Tipe Ada tiga tipe diagnosa yang aktual. keperawatan menurut NANDA yaitu: Diagnosa Diagnosa keperawatan actual. 1992) mendefinisikan diagnosa keperawatan semacam keputusan klinik yang mencakup klien. dan potensial keperawatan dalam diagnosa keperawatan. Diagnosa keperawatan adalah diagnosis yang dibuat oleh perawat profesional yang menggambarkan tanda dan gejala yang menunjukan masalah kesehatan yang dirasakan klien dimana perawat berdasarkan pendidikan dan pengalaman mampu menolong klien. rekam medik. risiko.

Perencanaan keperawatan meliputi perumusan tujuan. 1995). (Stuart dan Sundeen. pendidikan kesehatan. saling ketergantungan / kolaborasi. Hal ini terjadi karena parawat terapi perawatan. masalah outkom menggunakan skala pengukuran dan pengidentifikasi rating yang diinginkan untuk bisa dicapai intervensi. Ini berarti kata kerja digunakan untuk menunjukan tujuan yang menggambarkan tingkah laku yang mungkin diobservasi dan harus mempunyai sedikit interpretasi. Diagnosa keperawatan kesejahteraan. Pada dasarnya tindakan keperawatan terdiri dari tindakan observasi dan pengawasan. dan penilaian rangkaian asuhan keperawatan pada klien berdasarkan analisis pengkajian agar masalah kesehatan dan keperawatan klien dapat diatasi. pendidikan kesehatan dan tindakan kolaborasi. Tujuan seharusnya ditulis dalam terminology tingkah laku. Jenis tindakan pada implementasi ini terdiri dari tindakan mandiri. perawatan berkelanjutan. perawatan mandiri dan aktifitas hidup sehari-hari. yaitu menguraikan respon manusian terhadap tingkat kesehatan pada individu atau kelompok yang mempunyai potensi peningkatan derajat kesehatan Perumusan Setelah melalui perawat menyelesaikan pengkajian. Tujuan dalam criteria hasil akan memberikan petunjuk bagi perawat untuk menentukan tindakan keperawatan dan untuk meningkatkan evaluasi dari perawat. terapi modalitas keperawatan. 1995) .seseorang atau kelompok yang rentan dan ditunjang dengan factor resiko yang memberi konstribusi pada peningkatan kerentanan. tindakan kolaborasi (terapi somatic dan psikofarma). Implementasi tindakan keperawatan disesuaikan dengan rencana tindakan keperawatan. Pada situasi nyata sering implementasi jauh berbeda dengan rencana. Implementasi Implementasi adalah pengolahan dan perwujudan dari rencana keperawatan yang telah disusun pada tahap perencanaan (Effendi. dan tindakan rujukan / ketergantungan. Tujuan harus realistic menggambarkan apa yang perawat ingin selesaikan dengan waktu Intervensi Rencana tindakan keperawatan merupakan serangkaian tindakan yang dapat mencapai tiap tujuan khusus. tindakan. yang spesifik. Rencana tindakan disesuaikan dengan standar asuhan keperawatan jiwa Indonesia atau standar asuhan keperawatan Amerika yang membagi karakteristik tindakan berupa: tindakan konseling. perawat kemudian menyeleksi lebih tinggi.

(AlfaroLeFevre. (Yura atau & suatu intervensi Walsh.. Perawat juga menilai diri sendiri. lien mendukung tujuan. Sebelum meleksanakan tindakan yang sudah direncanakan. apakah mempunyai kemampuan interpersonal. 2010 by mirzal tawi Pengkajian adalah pemikiran dasar dari proses keperawatan yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi atau data tentang respon klien agar dapat mengidentifikasi dan mengenali masalah atau kebutuhan kesehatan dan . intelektual. dan juga tidak memenuhi aspek legal. 1994) Perawat menemukan reaksi klien terhadap intervensi keperawatan yang telah diberikan dan menetapkan apa yang menjadi sasaran dari rencana keperawatan dapat diterima. Pada tahap ini perawat menemukan penyebab mengapa suatu proses keperawatan dapat berhasil atau gagal. evaluasi.html teknik sesuai dengan tindakan yang akan dilaksanakan TAHAP PENGKAJIAN March 9. itu yang dilaksanakan. Proses evaluasi memerlukan beberapa keterampilan dalam menetapkan rencana asuhan keperawatan. dan perbaikan.blogspot. 1988) Menetapkan kembali informasi baru yang diberikan kepada klien untuk mengganti atau Menentukan target dari suatu hasil yang ingin dicapai adalah keputusan bersama antara Evaluasi berfokus pada individu klien dan kelompok dari klien itu sendiri.Perencanaan merupakan menghapus perawat dasar diagnosa dank yang keperawatan. Hal ini sangat membahayakan klien dan perawat jika berakibat fatal. dan pengetahuan konsep teladan dari keperawatan. Evaluasi Evaluasi mengacu kepada penilaian. dirasakan. perawat perlu memvalidasi dengan singkat apakah rencana tindakan masih sesuai dan dibutuhkan klien sesuai dengan kondisi saat ini. respon klien yang normal terhadap tindakan keperawatan. keperawatan. termasuk pengetahuan mengenai standar asuhan keperawatan. http://corex-c.com/2011/01/proses-keperawatan.belun terbiasa menggunakan rencana tertulis dalam melaksanakan tindakan keperawatan. Yang biasa adalah rencana tidak tertulis yaitu apa yang dipikirkan. tahapan.

pengetahuan. 1. dan persepsi terhadap status kesehatan dan situasi kehidupan. (1995) proses pengkajian terdiri atas empat kegiatan. mual. rasa kuatir. dan lain lain. Data subjektif adalah data yang diperoleh dari keluhan-keluhan yang disampaikan oleh klien. Area yang termasuk respon klien antara lain kegiatan seharihari. dan analisa data. termasuk hasil laboratorium dan tes diagnostik. cemas. kultural dan spiritual (Yura & Wals. emosional. Sedangkan data objektif adalah data yang diperoleh melalui suatu pengamatan. untuk menentukan masalah keperawatan dan kesehatan serta membuat keputusan yang tepat dalam menentukan langkah-langkah berikutnya. Sumber data yang dapat dipergunakan untuk pengumpulan data adalah sumber data primer. pengkajian fisik. perasaan. validasi data. Sumber data primer adalah data-data yang . Informasi yang diperlukan adalah segala sesuatu penyimpangan tentang klien sebagai makhluk bio-psiko-sosialspiritual. termasuk sensasi klien. kepercayaan.keperawatan klien. misalnya: perubahan warna kulit. tekanan darah. Menurut Kozier et al. organisasi data. dan data berupa kontribusi informasi dari tenaga kesehatan lainnya. dan keadaan sekarang yang berkaitan dengan rencana asuhan keperawatan yang akan dilakukan terhadap klien. sekunder. suhu tubuh. masalah kesehatan dan keperawatan yang mengganggu kemampuan klien. Jenis data yang dikumpulkan dapat berupa data subjektif dan data objektif. sakit kepala. Tujuan pengumpulan data adalah untuk memperoleh informasi dan menilaii tentang keadaan kesehatan klien. sosio-ekonomi. kemampuan dalam mengatasi masalah sehari-hari. perubahan perilaku. yaitu: pengumpulan data. 1988). dan lain lain. Dari semua informasi yang terkumpul didapatkan data dasar berupa riwayat kesehatan/ keperawatan. dan tersier.Pengumpulan data Pengumpulan data adalah pengumpulan informasi yang dilakukan secara sistematis dan kontinyu tentang status kesehatan klien untuk menentukan masalah-masalah serta kebutuhan-kebutuhan keperawatan klien. misalnya: rasa nyeri. pengukuran dan pemeriksaan dengan menggunakan standar yang diakui (berlaku). riwayat pengobatan dan pemeriksaan fisik. nilai-nilai.

2) Memberikan kesempatan kepada klien dan keluarganya untuk menyampaikan keluhan/ pendapat secara bebas. (Craven & Hirnle. pola kebiasaan. 7) Menciptakan lingkungan yang mendukung. Sumber data sekunder adalah data-data tidak langsung dari klien yang dikumpulkan dari sumber lain. electrocardiograph. seperti keluarga. 6) Tidak bersifat menggurui tetapi lebih kepada mengarahkan wawancara agar terfokus dan spesifik tentang masalah yang dihadapi klien. profesional kesehatan lain. laboratorium. Dalam pengumpulan data agar dapat terkumpul dengan baik dan terarah.dikumpulkan langsung dari klien. Cara yang digunakan dalam pengumpulan data adalah: a. Dalam keperawatan tujuan utama dari wawancara adalah untuk mengetahui riwayat kesehatan/ keperawatan. rekam medik dan dari literatur yang relevan. spiritual. Potter & Perry. 1995) adalah: 1) Menerima keberadaan klien sebagai mana adanya. sebaiknya dilakukan penggolongan atau klasifikasi data berdasarkan: keluhan utama. hasil pemeriksaan penunjang seperti laboratorium. Kozier et al. 5) Menggunakan teknik komunikasi terapeutik. sosial. dan keadaan khusus lainnya yang berhubungan. 2000. Sedangkan sumber data tersier adalah data yang diperoleh dari pencatatan dan pelaporan. riwayat kesehatan keluarga. keadaan fisik. 1997.Wawancara (Interview/ Anamnese) Menurut Potter dan Perry (1997) wawancara adalah suatu pola dalam memulai komunikasi dengan tujuan yang spesifik dan terarah dalam area tertentu. radiologi. teman.. . dan faktor-faktor spesifik dari perubahan status kesehatan dan pola kehidupan klien. Wawancara dapat dilakukan dengan klien langsung atau dengan orang yang terdekat dengan klien. analisis diagnostik.. sopan dan penuh perhatian.3) Harus dapat menjamin rasa aman dan nyaman bagi klien. psikologis. yang dapat memberikan informasi yang lengkap tentang masalah kesehatan dan keperawatan yang dihadapinya. 1995). riwayat kesehatan sebelumnya. mengidentifikasi kebutuhan kesehatan dan faktor-faktor risiko. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat perawat melakukan wawancara dengan klien (Craven & Hirnle. serta untuk menjalin hubungan perawat-klien. Kozier et al. 4) Perawat harus bersikap tenang. 2000.

kulit kebiruan (ciyanosis). prosedur. oedem. c.Pengamatan (Observasi).Pemeriksaan fisik. Pemeriksaan laboratorium dan tes diagnostik merupakan bagian dari tahap pengumpulan data.b. penciuman. 2) Lakukan seleksi dan interpretasi dari data yang diamati menyangkut aspek bio-psiko-sosio-spiritual klien (Craven & Hirnle. Inspeksi adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan cara melihat bagian tubuh yang diperiksa melalui pengamatan. 1997. 1995). 2000. Kozier et al. dan perkusi (Craven & Hirnle. Dua hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pengamatan: 1) Tidak melakukan stimuli kepada klien/ tidak diketahui oleh klien sehingga data yang diperoleh murni. dan rasa untuk mendeteksi masalah kesehatan klien. Pengetahuan tentang tujuan. dan lain-lain. bunyi paru-paru. pendengaran. misalnya: perabaan pada bagian tubuh yang diduga adanya radang. palpasi. Kozier et al. auskultasi.Pemeriksaan penunjang. bunyi jantung. Pengamatan adalah mangamati perilaku dan keadaan klien untuk memperoleh data tentang masalah keperawatan. dan lain-lain. hal ini sangat membantu dalam penatalaksanaan. Perkusi adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan cara mengetuk bagian tubuh yang dilakukan dengan cara menggunakan ujung-ujung jari tangan atau menggunakan alat seperti reflek hammer pada pemeriksaan reflek. dan hasil dari pemeriksaan laboratorium dan tes diagnostik diperlukan untuk keberhasilan pemeriksaan yang merupakan sekumpulan informasi yang berguna untuk menetapkan masalah keperawatan serta meningkatkan intervensi keperawatan . Auskultasi adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan pendengaran dan dibantu dengan penggunaan statescope. Untuk pemeriksaan fisik perawat menggunakan teknik inspeksi. pemeriksaan kehamilan. pembengkakan. hasil data yang diperoleh misalnya: sclera mata berwarna kuning (icterik). d. 1995). misalnya: mendengar bising usus. Pemeriksaan fisik adalah metode pengumpulan data yang sistematik dengan memakai indera penglihatan. wajah pucat. Potter & Perry. pemeliharaan dan restorasi kesehatan. 2000. Palpasi adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan cara perabaan terhadap bagian-bagian tubuh yang mengalami kelainan. dan lain-lain..

Dalam melakukan analisa data diperlukan kemampuan menghubungkan data dengan penyebab berdasarkan konsep. menjelaskan bahwa yang termasuk cara memvalidasi data antara lain: bandingkan antara data yang didapat dengan fungsi normal. rujuk pada buku. jurnal. menghindari ketidakteraturan dalam mengumpulkan dan memfokuskan data sehingga tidak terjadi kesalahan dalam penulisan dan identifikasi masalah. Dengan memvalidasi data.Validasi data Menurut Kozier et al. teori dan prinsip yang relevan untuk membuat kesimpulan dalam menentukan masalah keperawatan klien. membantu perawat untuk memastikan kelengkapan informasi dari pengkajian. dan aktualitas data. 4.Analisa Data Analisa data adalah kemampuan kognitif perawat dalam pengembangan daya berpikir dan penalaran yang dipengaruhi oleh latar belakang ilmu dan pengetahuan. sehingga data yang diperoleh . Kerangka kerja dapat dimodifikasi berdasarkan status kesehatan klien (Fuller & Schaller-Ayers. klarifikasi dengan pernyataan-pernyataan klien. dan cari persetujuan kolega tentang kesimpulan yang dibuat. 3. keakuratan. Kerangka kerja membantu sebagai pedoman selama perawat melakukan wawancara dan pemeriksaan fisik. dalam Craven & Hirnle. Alfaro – LeFevre (1998). mendapatkan tambahan informasi. 1994. kecocokan data objektif dan subjektif. dan memudahkan dalam analisa data pada tahap perumusan diagnosa keperawatan. 1995). dan pengertian tentang subtansi ilmu keperawatan dan proses penyakit. Fungsi dari analisa data adalah perawat dapat menginteprestasi data yang diperoleh dari klien maupun dari sumber lain. 2. Moorhouse & Burley.yang tepat waktu dan sesuai dengan kriteria hasil yang diharapkan (Doenges. mencegah tidak tercantumnya informasi yang berhubungan. periksa konsistensi data subjektif dengan dapat objektif yang didapat.Organisasi data Organisasi data merupakan sebuah variasi kerangka kerja keperawatan untuk keteraturan pengumpulan data dan pencatatan hasil pengumpulan data. pengalaman. (1995) validasi data adalah kegiatan “Double-Checking” atau verifikasi data untuk mengkonfirmasi kelengkapan. 2000). dan hasil penelitian.

PENGERTIAN PENGKAJIAN KEPERAWATAN Pengkajian adalah pemikiran dasar dari proses keperawatan yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi atau data tentang klien. d) Identifikasi kemampuan dan keadaan yang menunjang askep klien.com/2010/03/09/tahap-pengkajian/ PENGKAJIAN KEPERAWATAN A. antara lain: anatomi dan fisiologi sistem tubuh. pengumpulan data. stress. 1995). f) Buat kesimpulan tentang kesenjangan yang ditemukan. konsep sehat-sakit. mengenali masalah-masalah. http://syehaceh. Pengkajian yang sistematis dalam keperawatan dibagi dalam empat tahap kegiatan. Adapula yang menambahkannya dengan kegiatan dokumentasi data (meskipun setiap langkah dari proses keperawatan harus selalu didokumentasikan juga). Dalam melakukan analisa data. konsep manusia. mental. . perawat harus memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut: a) Validasi kembali data. adaptasi. sosial dan lingkungan (Effendy.wordpress. e)Buat hubungan sebab akibat antara data dengan masalah& penyebabnya. etika keperawatan. analisis data. yang meliputi . ilmu perilaku. Dasar pengetahuan yang harus dimiliki oleh seorang perawat dalam melakukan analisa data. b) Identifikasi kesenjangan data. teliti kembali data yang terkumpul. agar dapat dan mengidentifikasi. serta konsep teori keperawatan. c) Susun kategorisasi data secara sistematis dan logis. baik fisik. kebutuhan kesehatan keperawatan klien. patofisiologi penyakit.memiliki makna dan arti dalam pengambilan keputusan untuk menentukan masalah keperawatan dan kebutuhan klien. sistematika data dan penentuan masalah. tindakan dan prosedur keperawatan. farmakologi.

yang dapat memberikan informasi yang lengap tentang masalah kesehatan dan keperawatan yang dihadapinya. saudara.Pengumpulan dan pengorganisasian data harus menggambarkan dua hal. MACAM-MACAM DATA 1. Pengkajian keperawatan data dasar yang komprehensif adalah kumpulan data yang berisikan status kesehatan klien. B. TUJUAN PENGKAJIAN KEPERAWATAN Tujuan dari tahap pengkajian adalah untuk mengumpulkan informasi dan membuat data dasar klien. Mengidentifikasi fisik. Sumber data Sekunder. atau pihak lain yang mengerti dan dekat dengan klien. mental. Sumber data sekunder adalah data-data yang diumpulkan dari orang terdekat klien (keluarga). seperti orang tua. yaitu: status kesehatan klien dan kekuatan – masalah kesehatan yang dialami oleh klien. Sumber data primer adalah data-data yang dikumpulkan dari klien. Contoh data yang didapat dari hasil wawancara langsung dengan klien. Mengidentifikasi kebutuhan kesehatan klien. C. Catatan klien (perawatan atau rekam medis klien) yang merupakan riwayat penyakit dan perawatan klien di masa lalu. Sumber data Primer. social dan lingkungan klien. Sumber data lainnya. TEKNIK PENGUMPULAN DATA . 2. kemampuan klien untuk mengelola kesehatan dan keperawatannya terhadap dirinya sendiri dan hasil konsultasi dari medis atau profesi kesehatan lainnya. 3. serta hal-hal yang mencakup tindakan yang dilaksanakan kepada klien. Data fokus keperawatan adalah data tentang perubahan-perubahan atau respon klien terhadap kesehatan dan masalah kesehatannya. Mengidentifkasi dan mengenali masalah-masalah yang dihadapi klien. D.

Mendengarkan secara aktif merupakan suatu hal yang penting dalam pengumpulan data. Selain itu wawancara juga bertujuan untuk membantu klien memperoleh informasi dan berpartisipasi dalam identifikasi masalah dan tujuan keperawatan. . diam. keluhan utama. menggali jawaban dan memvalidasi respon klien. Wawancara berlangsung untu menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi klien dan merupakan suatu komunikasi yang direncanakan. psikologis. Semua interaksi perawat dengan klien adalah berdasarkan komunikasi. riwayat kesehatan. Teknik non verbal meliputi : mendengarkan secara aktif. Istilah komunikasi terapeutik adalah suatu teknik yang berusaha untuk mengajak klien dan keluarga untuk bertuar pikiran dan perasaan. sentuhan dan konta mata. Tujuan dari wawancara adalah untuk memperoleh data tentang masalah kesehatan dan masalah keperawatan klien. hasil-hasil pemeriksaan dan keadaan khusus lainnya. Teknik verbal meliputi pertanyaan terbuka atau tertutup.Agar data dapat terkumpul dengan baik dan terarah. biasa juga disebut dengan anamnesa. intelegensi. spiritual. Teknik tersebut mencakup ketrampilan secara verbal maupun non verbal. Komunikasi keperawatan adalah suatu proses yang kompleks dan memerlukan kemampuan skill komunikasi dan interaksi. pengamatan (observasi). pemeriksaan fisik (pshysical assessment) dan studi dokumentasi. serta membantu perawat untuk menentukan investigasi lebih lanjut selama tahap pengajian. sebaiknya dilakukan penggolongan atau klasifikasi data berdasarkan indentitas klien. WAWANCARA Wawancara adalah menanyakan atau membuat tanya-jawab yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi oleh klien. Persiapan. tetapi juga merupakan sesuatu hal yang sulit dipelajari. sosial. keadaan fisik. Cara yang biasa digunakan untuk mengumpulkan data tentang klien antara lain : wawancara (interview). Tahapan wawancara / komunikasi 1. empati dan rasa kepedulian yang tinggi. Komunikasi keperawatan biasanya digunaan untuk memperoleh riwayat keperawatan. serta untuk menjalin hubungan antara perawat dengan klien.

f.Sebelum melaukan komunikasi dengan klien. 4. karena akan mengganggu dalam membina hubungan saling percaya dengan klien. d. Jika klien belum bersedia untuk berkomunikasi. Menanyakan keluhan yang paling dirasakan oleh klien Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh klien Gunakan pertanyaan terbuka dan tertutup tepat pada waktunya Bila perlu diam. Pembukaan atau perkenalan Langkah pertama perawat dalam mengawali wawancara adalah dengan memperkenalkan diri : nama. 3. 2. perawat tidak boleh memaksa atau memberi kesempatan kepada klien kapan mereka sanggup. b. Pengaturan posisi duduk dan teknik yang akan digunakan dalam wawancara harus disusun sedemikian rupa guna memperlancar wawancara. perawat harus melakukan persiapan dengan membaca status klien. Sentuhan teraputik. bagaimana menyimpannya dan siapa saja yang boleh mengetahuinya. Jelaskan bila perlu. Terminasi . Hal-hal yang perlu diperhatikan : a. bila diperlukan dan memungkinan. untuk memberikan kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaannya g. c. tujuan wawancara. perawat memfokuskan arah pembicaraan pada masalah khusus yang ingin diketahui. e. Perawat perlu memberikan informasi kepada klien mengenai data yang terkumpul dan akan disimpan dimana. status. Fokus wawancara adalah klien Mendengarkan dengan penuh perhatian. Isi / tahap kerja Selama tahap kerja dalam wawancara. Perawat diharapkan tidak mempunyai prasangka buruk kepada klien. waktu yang diperlukan dan faktor-faktor yang menjadi pokok pembicaraan.

Menerima keberadaan klien sebagaimana adanya Memberikan kesempatan kepada klien untuk menyampaikan keluhan-keluhannya / pendapatnya secara bebas c. e. l. Internal : .Perawat mempersiapkan untu penutupan wawancara. h. Dalam melakukan wawancara harus dapat menjamin rasa aman dan nyaman bagi klien d. b. Auto anamnese : wawancara dengan klien langsung Allo anamnese : wawancara dengan keluarga / orang terdekat. Jika diperlukan. f. g. Untuk itu klien harus mengetahui kapan wawancara dan tujuan dari wawancara pada awal perkenalan. Hambatan wawancara : 1. perawat perlu membuat perjanjian lagi untuk pertemuan berikutnya. Perawat harus bersikap tenang. i. 2. j. k. cara duduk) Menghindari adanya interupsi Mendengarkan penuh dengan perasaan Memberikan kesempatan istirahat kepada klien Macam wawancara : 1. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan wawancara dengan klien adalah : a. jarak tepat/sesuai. sehingga diharapkan pada akhir wawancara perawat dan klien mampu menilai keberhasilan dan dapat mengambil kesimpulan bersama. sopan dan penuh perhatian Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti Tidak bersifat menggurui Memperhatikan pesan yang disampaikan Mengurangi hambatan-hambatan Posisi duduk yang sesuai (berhadapan.

f. i. Menyelidiki : mengajukan pertanyaan yang terus-menerus Menyetujui / tidak menyetujui. Anda setuju bukan? 3. Ex : ……………. nyeri. Menyebutkan secara tidak langsung bahwa klien benar atau salah. a. Pertanyaan tertutup : tidak ada kebebasan dalam mengemukakan pendapat / keluhan / respon. atau sebaliknya Perawat berpikir tentang sesuatu hal yang lain / tidak fokus ke pasien Perawat sedang merencanakan pertanyaan selanjutnya Perawat merasa terburu-buru Perawat terlalu gelisah atau terburu-buru dalam bertanya External . d. atau kondisinya menurun Klien mengatakan bahwa ia tidak ingin mendengar tentang sesuatu hal Klien tidak senang dengan perawat. pembicaraan di luar Kurangnya privacy Ruangan tidak memadai untuk dilakukannya wawancara Interupsi atau pertanyaan dari staf perawat yang lain. Teknik pengumpulan data yang kurang efektif : 1. e. c. 2. Pertanyaan terrarah : secara khas menyebutkan respon yang diinginkan. Observasi dilakukan . radio. b. Pandangan atau pendapat yang berbeda Penampilan klien berbeda Klien dalam keadaan cemas. d.a. b. Suara lingkungan gaduh : TV. Ex : Apakah Anda makan tiga kali sehari ? 2. 4. g. h. Ex : Anda tidak bermaksud seperti itu kan? PENGAMATAN / OBSERVASI Observasi adalah mengamati perilaku dan keadaan klien untuk memperoleh data tentang masalah kesehatan dan keperawatan klien. c.

kemungkinan besar data yang diperoleh menjadi tidak valid. sentuhan dan pendengaran. dan bising usus. melalui rabaan. dll. 3. Misalnya adanya tumor. Biasanya menggunakan alat yang disebut dengan stetoskop. terdapat struma di leher. Palpasi Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan melalui perabaan terhadap bagianbagian tubuh yang mengalami kelainan. Menyangkut aspek fisik. Pemeriksaan fisik dapat dilakukan dengan berbagai cara. 3. oedema. Tujuan dari observasi adalah mengumpulkan data tentang masalah yang dihadapi klien melalui kepekaan alat panca indra. dll 2. 2. karena kemungkinan klien akan berusaha untuk mengatur nafasnya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan observasi adalah : 1. PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan fisik adalah melakukan pemeriksaan fisik klien untuk menentukan masalah kesehatan klien. Hal-hal yang didengarkan adalah : bunyi jantung. suara nafas. Misalnya : `Pak. karena terkadang hal ini dapat meningkatkan kecemasan klien atau mengaburkan data (data yang diperoleh menjadi tidak murni). Tidak selalu pemeriksaan yang akan kita lakukan dijelaskan secara terinci kepada klien (meskipun komunikasi terapeutik tetap harus dilakukan). diantaranya adalah 1. kulit kebiruan (sianosis). Hasilnya seperti : Mata kuning (icteric). mental. Auskultasi Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan melalui pendengaran. Inspeksi Adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan cara melihat bagian tubuh yang diperiksa melalui pengamatan.dengan menggunakan penglihatan dan alat indra lainnya. saya akan menghitung nafas bapak dalam satu menit` —. . sosial dan spiritual klien Hasilnya dicatat dalam catatan keperawatan. krepitasi (patah/retak tulang). sehingga dapat dibaca dimengerti oleh perawat yang lain.

Head-to-toe (dari kepala s. . 4. Berdasarkan sistem tubuh Berdasarkan kebutuhan dasar (Maslow) Berdasarkan teori keperawatan Berdasarkan pola kesehatan fungsional. seperti : warna kulit. ketidaktahuan. Data-data tersebut diperoleh melalui `senses` : Sight. batas hepar-paru (mengetahui pengembangan paru). batas-batas jantung. dilakukan pengelompokkan data.d kaki) ROS (Review of System) Pola fungsi kesehatan (Gordon.4. 3. Data Subjektif Merupakan data yang diperoleh dari keluhan-keluhan yang disampaikan oleh klien. Juga dilakukan pemeriksaan lain yang berkaitan dengan kesehatan fisik klien. 3. 2. ketakutan. KLASIFIKASI DATA Data Objektif Merupakan data yang diperoleh melalui suatu pengukuran dan pemeriksaan dengan menggunakan standart yang diakui (berlaku). pusing. Misalnya : kembung. kecemasan. smell. misalnya rasa nyeri. E. 1982) Setelah data terkumpul. dll. dll. touch dan taste. 1. 2. Pendekatan pengkajian fisik dapat menggunakan : 1. tingkat kesadaran. hearing. mual. tandatanda vital. yang dapat dilakukan dengan cara : 1. Perkusi Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan mengetuk bagian tubuh menggunakan tangan atau alat bantu seperti reflek hammer untuk mengetahui reflek seseorang (dibicarakan khusus). 2.

Informasi tersebut mungkin akan berkaitan nantinya. Perawat membandingkan komentar klien. Perawat memeriksa apakah data objektif memvalidasi data subjektif. Keakuratan dan kelengkapan sangat diperlukan ketika mencatatkan data. Kelengkapan dalam dokumentasi data penting untuk dua alasan. dengan data obyektif klien yang dapat diukur. data subjektif. dan berfungsi sebagai nilai dasar untuk perubahan dalam status. pertumbuhan dan perkembangan yang normal. kelompok makanan dasar. pemeriksaan diagnostic. Referensi mencatat standard dan nilai yang lazim dipakai untuk temuan laboratorium. Kegiatan konsep pendokumentasian meliputi: 1. G. pemeriksaan fisik dan tingkah laku. Pertama. jika hal itu dikaji maka harus dicatat. subjektif dan objektif.F. Aturan umum yang berlaku adalah. pemeriksaan diagnostic. pengamatan dan pencatatan status klien adalah tanggung jawab legal dan professional. Perawat memeriksa apakah nilai klien. Komunikasi . seperti tanda-tanda vital yang normal. PENCATATAN DAN PELAPORAN PENGKAJIAN KEPERAWATAN Pencatatan data adalah bagian terakhir dari pengkajian yang lengkap. nilai laboratorium. Jika suatu hal tidak dicatat. terletak dalam rentang nilai dan standar normal yang lazim dipakai. Suatu standar atau nilai merupakan aturan atau ukuran yang lazim dipakai. VALIDASI DATA Validasi data merupakan perbandingan data subjektif dan data objektif yang di kumpulkan dari sumber primer (klien) dan sekunder (misal: catatan kesehatan) dengan standar dan nilai normal yang diterima. Bahkan informasi yang tampaknyatidak menunjukkan abnormalitas sekalipun dicatat. semua data yang berkaitan dengan status klien dimasukkan. Kedua. maka hal tersebut hilang dan tidak tersedia pada data dasar.

dan riset lebih dan lanjut. Standar dokumentasi Perawat memerlukan sesuatu keterampilan untuk memenuhi standar dokumentasi.identifikasi mengobservasi yang diberikan. Data Umum Pola Fungsi Kesehatan.standar dokumentasi berguna untuk memperkuat pola pencatatan dan sebagai petunjuk atau pedoman praktik pendokumentasian dalam memberikan tindakan keperawatan.sedang.perawat klien terhadap mencakup kemudian tindakan pengkajian. Hanya saja ada sedikit perbedaan antara format pengkajian menurut teori dan dalam praktiknya di rumah sakit. 2. Format pengkajian menurut teori antara lain : I.Keterampilan dokumentasi yang efektif memungkinkan perawat untuk mengkomunikasikan kepada tanaga kesehatan lainnya dan menjelaskan apa yang sudah . meliputi : Persepsi terhadap kesehatan-manajemen kesehatan Pola aktivitas dan latihan . 2. H.dan respon mengkomunikasikan informasi tersebut kepada tenaga kesehatan lainnya. Dokumentasi proses keperawatan Pencatatan proses keperawatan merupakan metode yang tepat untuk pengambilan keputusan yang sistematis.dan masalah.perencanaan.standar dokumentasi adalah suatu pernyataan tentang kualitas dan kwantitas dokumentasi yang dipertimbangkan secara adekuat dalam suatu situasi tertentu.dokumentasi mengevaluasi proses keperawatan tindakan. 3. FORMAT PENGKAJIAN (pengorganisasian berdasarkan pola fungsi kesehatan dari Gordon) Format pengkajian menurut teori dan di rumah sakit (terlampir) Pada dasarnya pola pengkajiannya sama.problem solving. 1.dan yang akan dikerjakan oleh perawat. II.

meliputi : A. 4. V. Pengkajian diperoleh dari Identitas pasien Data fisik. meliputi : Data plenik Penafasan dan sirkulasi Metabolic-integumen Persyarafan/sensorik Muskulo-skeletal Rencana Pulang Tanda tangan dan tanggal Format pengkajian di rumah sakit I. Pola peran-berhubungan 11. 9. 2. IV. 6. II. 5. III. 4. 7. 1. Pemeriksaan Fisik (data objektif). Riwayat penyakit sekarang atau alasan masuk RS . Pola istirahat dan tidur Pola nutrisi-metabolik Pola eliminasi Pola kognitif-perseptual Pola konsep diri Pola koping Pola seksual-reproduksi 10. Pola nilai dan kepercayaan III. 8. 3.3. 5.

dan mekanisme koping V. Riwayat penyakit keluarga E. Kesadaran umum Pemeriksaan kepala dan leher Pemeriksaan dada Pemeriksaan abdomen Pemeriksaan ekstremitas Data Psikososial. 2. meliputi : Nutrisi Aktivitas dasar Kebersihan diri Eliminasi Istirahat tidur G. VIII. Keluhan utama saat ini Riwayat penyakit terdahulu D. 1. meliputi : 1. hubungan dengan orang lain. Pemeriksaan fisik cepalo-caudal.B. C. 4. Riwayat pertumbuhan dan perkembangan (pasien balita) Pola pemeliharaan kesehatan. VII. 5. 5. IV. meliputi : perilaku. Data Spiritual. VI. meliputi : kegiatan beribadah Program Terapi Dokter Data Penunjang Masalah Keperawatan . 4. F. 3. 3. suasana hati. 2.

http://www.html . dan praktik. Potter.co. Patricia A (2005). yogyakarta: Buku kedokteran EGC. 2.id/#hl=id&source=hp&biw=1024&bih=406&q=pengkajain+k eperawatan&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=&fp=d3b3af5896ffdfd6 http://jundapakiringan.blogspot. proses.DAFTAR PUSTAKA 1. Buku ajar fundamental keperawatan: konsep.google.com/2010/10/pengkajian-keperawatan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->