Senin, 16 Agustus 2010

Browse » Home » Karya Ilmiah , Proposal PTK , PTK » Contoh PTK BK

Contoh PTK BK
JUDUL “Mengatasi Permasalahan Belajar Siswa Kelas XI Semester 2 Melalui Konseling Eklektif Dengan Perilaku Attending di SMA Islam Al Hikmah MayongTahun Pelajaran 2009/2010”. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Semua orang pasti sependapat bahwa pendidikan adalah investasi hidup yang paling berharga. Melalui pendidikanlah upaya mencetak Sumber Daya Manusia yang berkualitas, beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur dan berkemampuan tinggi akan dapat dicapai. Sebagaimana diamanatkan dalam UUSPN No. 20 Tahun 2003 bahwa pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. Salah satu yang tersurat secara implisit dalam penyelenggaraan pendidikan menurut UUSPN yaitu melalui kegiatan bimbingan yang lazim dikenal dengan istilah Bimbingan dan konseling. Keberadaan Bimbingan dan Konseling di sekolah memberikan dampak positif yang amat besar terhadap perkembangan pendidikan dan pribadi siswa, hal ini mengingat banyaknya permasalahan belajar yang dialami siswa. (Ahmadi, Abu & Supriono, Widodo. 2004 : 16) mengemukakan permasalahan belajar yang dihadapi siswa antara lain: 1. Siswa mengalami kesulitan dalam mempersiapkan kondisi fisik dan psikisnya. 2. Siswa tidak dapat mempersiapkan bahan dan peralatan sekolahnya. 3. Sarana dan prasarana di perpustakaan kurang menunjang. 4. Pralatan di laboratorium kurang lengkap, sehingga tidak dapat memberikan pelayanan yang sesuai dengan pelajaran. 5. Siswa tidak mempunyai keberanian untuk menyampaikan pertanyaan atau pernyataan

11. masalah-masalah dalam penelitian ini dapat diidentifikasi sebagai berikut : 1. yaitu : teknik konseling direktif. Kurang minat belajar.dalam proses pembelajaran. Dalam praktiknya penanganan masalah-masalah siswa di atas dalam kerangka bimbingan dan konseling diselesaikan melalui konseling individu maupun konseling kelompok. misalnya sering datang terlambat. penakut. 7. Siswa sering melanggar kedisiplinan kehadiran di sekolah. 8. penyendiri. 6. yang dikemas dalam sebuah judul penelitian tindakan kelas (PTK) : “Mengatasi Permasalahan Belajar Siswa Kelas XI Semester 2 Melalui Konseling Eklektif Dengan Perilaku Attending di SMA Islam Al Hikmah MayongTahun Pelajaran 2009/2010”. berbicara kotor. bertengkar. Prestasi belajar rendah. 2. 4. Membolos. Malas mencatat mata pelajaran. Teknik Konseling Eklektif merupakan penggabungan dua teknik Konseling Direktif dan Non Direktif Peneliti memadukan kebaikan dua teknik konseling tersebut. Pada dasarnya pendekatan/teknik konseling itu dibagi tiga (Moh. 9. dan diskusi kelompok. Siswa tidak melaksanakan belajar. 3. mengembangkan dan menerapkan dalam praktek sesuai dengan permasalahan belajar siswa dengan berorientasi pada teknik hubungan antara konselor dengan klien yaitu Teknik Eklektif dengan Perilaku Attending. B. Pembatasan Masalah dan Rumusan Masalah . Berbagai teori dikemukakan oleh para ahli mengenai pendekatan atau teknik yang digunakan oleh konselor ketika proses konseling berlangsung. sulit beradaptasi. berbicara kotor. pemalu. Tidak bergairah dalam melaksanakan tugas atau latihan mata pelajaran. Siswa malas berkonsultasi dengan guru. over acting ketika belajar. Tidak bergairah atau termotivasi dalam belajar. Tidak menindak lanjuti proses belajar mengajar. Pelanggaran tata tertib. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. sering tidak masuk sekolah. sering terlambat. 10. Surya : 1988). non-direktif dan Eklektif. dan berperilaku kasar C. 12.

Langkah-langkah konseling dengan Perilaku Attending 2. Bagaimanakah pengaruh teknik Konseling Eklektif dengan Perilaku Attending dalam mengatasi permasalahan siswa? 2. Mengamati pengaruh konseling Eklektif dengan Perilaku Attending terhadap gairah belajar siswa dan prestasi belajar siswa. mengentaskan permasalahan belajar siswa. tanggung jawab siswa sebagai pelajar. Tujuan Teoritik Tujuan teoritik penelitia tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik konseling Eklektif dengan penbdekatan attending dalam peningkatan semangat belajar. 2. Bagaimanakah pengaruh teknik Konseling Eklektif dengan Perilaku Attending guru selaku konselor dalam peningkatan prestasi siswa Pemecahan masalah yang dilakukan guru berupa tindakan : 1. D. Tujuan Praktis 1. Mengatasi permasalahan siswa 3. Meningkatkan kemampuan guru dalam membimbing siswa E. Peningkatan hasil prestasi siswa 4. Meningkatkan partisifasi siswa dalam pembelajaran 4. serta meningkatkan kemampuan guru untuk membimbing siswa. Tujuan Penelitian 1.Permasalahan dalam PTK ini yaitu : 1. Manfaat Hasil Penelitian Konseling Eklektif dengan Perilaku Attending (menghampiri klien) bermanfaat : 1. Bagi Siswa . Pengentasan permasalahan siswa 3. Meningkatkan prestasi belajar siswa 5. Membangkitkan semangat siswa untuk belajar 2.

. juga memberikan sumbangan penyempurnaan praktek karena penelitian tindakan kelas ini menghasilkan deskripsi dan analisis tentang kegiatan. sebagai upaya perbaikan sistem bimbingan konseling guna peningkatan mutu pendidikan dan pelayanan pendidikan di sekolah dasar. partisifasi. Memberikan dampak positif yang amat besar terhadap perkembangan pendidikan dan pribadi siswa. Membangkitkan semangat. mengingat bayak komponen dan faktor yang ikut melatarbelakanginya. mempermudah ekspresi perasaan siswa yang bermasalah/klien dengan bebas e. Pengertian Prestasi Belajar Untuk memahami apa yang dimaksud dengan prestasi belajar. Meningkatkan harga diri siswa yang bermasalah/klien d. Ada faktor yang berasal dari luar diri siswa. atau peristiwa-peristiwa penting dalam bimbingan konseling. Meskipun demikan tidak mengurangi makna ungkapan diatas. Selanjutnya bagi guru. Kajian Teori 1. berbagai faktor yang terlibat dalam proses belajar dan akhirnya mengemukakan tentang prestasi belajar tersebut. peran siswa dalam belajar b. dan untuk lebih memudahkan dalam memehami pengertian prestasi belajar. baik melalui konseling individual maupun konseling kelompok yang dilaksanakan di kelas. dan ada pula yang berasal dari dalam diri siswa itu sendiri yaitu faktor psikologis dan pisiologi. Mengatasi permasalahan pribadi dan teman c. BAB II KAJIAN PUSTAKA A.a. hasil penelitian tindakan kelas ini dapat menjadi cermin menginstropeksikan diri berkenaan dengan tugas guru dalam membimbing siswa di kelasnya. Menciptakan suasana aman. implementasi dan perubahan kebijakan. 2. proses. Bagi Peneliti hasil penelitian tindakan kelas ini bermanfaat memberikan pemahaman pengaruh Konseling Eklektif dengan Perilaku Attending terhadap pengentasan permasalahan. tentu mudah memberikan jawaban dengan begitu saja. Bagi pengambil kebijakan khususnya yang terkait dengan pembelajaran di SMA. 4. hasil penelitian tindakan kelas ini memberi sumbangan bagi perumusan. 3.

d) proses belajar terjadi karena adanya dorongan dan tujuan yang akan dicapai. atau hasil berpikir dan disertai dengan dorongan dan reaksi emosi. or thingking. . Abi Syamsudin (2003 : 143) mengemukakan sebuah bagan yang melukiskan betapa kompleknya kemungkinan interaksi antar berbagai aktor atau komponen yang mempengaruhi belajar mengajar (PBM) di sekolah.1). Para siswa yang belajar berusaha mempersiapkan diri untuk memasuki kehidupan sosial secara matang. Faktor-faktor dalam diri murid (intern) dan faktor yang datang dari luar (extern) secara bersama-sama turut mempengaruhi kegiatan belajar murid yang hasilnya tercermin dalam perubahan pola-pola perilaku mereka.. and accompairid by motivational-emosional reactions. over activity. Sedangkan Prandsen (1957 : 43) memberikan batasan belajar sebagai berikut : ……. Surya. Belajar adalah suatu perubahan tingkah laku atau pengalaman sebagai akibat dari perhatian terhadap tujuan atas kegiatannya. 2). Pengertian Belajar Skinner mengartikan belajar sebagai suatu proses adaptasi perilaku secara progresif. (Nana S. which results in more adequate satisfaction of the motivating conditions. Sekolah merupakan miniatur kehidupan sosial. Pertama masukan mentah (raw input). Faktor-faktor yang terlibat dalam proses belajar Pada dasarnya kehidupan sekolah tidak ubahnya dengan kehidupan sosial yang sangat luas. Pengertian belajar dapat disimpulkan : a) Belajar adalah memperoleh perubahan tingkah laku. 2003 : 143) Bagan di atas menjelaskan bahwa ada tiga masukan (input) yang secara sendiri-sendiri atau bersama-sama turut mempengaruhi PBM. sebagai akibat dari kepuasan yang memadai dari kondosi dorongannya. sehingga mewujudkan kondisi yang amat kompleks dalam proses belajar mengajar di sekolah. dan M. c) belajar merupakan suatu proses. Bagan 1 : Komponen-komponen yang terlibat dalam PBM (Abin Syamsudin. Abin Syamsudin (2003 : 134) merangkumkan pengertian belajar dari beberapa ahli dalam satu pernyataan yakni suatu proses perubahan perilaku atau pribadi seseorang. 1975 : 59). juga terlibatnya lingkungan sekitar. Interaksi antara sejumlah individu dalam lingkungan sekolah. a change in experience or behavior resulting from purposeful observation. b) hasil belajar ditandai dengan perubahan seluruh aspek tingkah laku. e) belajar merupakan suatu bentuk pengalaman.

Sebagai mahluk individual tentunya banyak hal yang berbeda. agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal. Pengertian Bimbingan dan Konseling Bimbingan dan Konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik. sesuai dengan kebutuhan. Bidang Pelayanan Bimbingan dan Konseling . perkembangan. Siswa sebagai raw input mempunyai pembawaan yang beraneka ragam. kehidupan sosial. Ketiga kawasan keprilakuan manusia itu ialah kawasan kognitif (cognitive domain). bakat. serta peluang-peluang yang dimiliki. Interaksi ketiga masukan tersebut dapat mempengaruhi keluaran yang diharapkan (expected output) yaitu berupa hasil belajar para siswa. situasi dan keadaan fisik sekolah. 3). kondisi. Starategi Dasar Layanan Bimbingan di SMA Pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah/madrasah merupakan usaha membantu peserta didik dalam pengembangan kehidupan pribadi. Prestasi belajar (achevoment) dapat diketahui dengan mengevaluasi mereka dengan mempergunakan tes tertentu. baik secara perorangan maupun kelompok. hubungan antar individu di dalamnya dan faktor-faktor yang dapat menjadi penunjang atau penghambat bagi berlangsungnya PBM secaraberhasil. minat. potensi. melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung. B. Yakni merupakan berlangsungnya PBM. 2. berdasarkan norma-norma yang berlaku. bagan tadi menunjukan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa di sekolah. Bloom dan kawan-kawan membedakan hasil belajar yang diharapkan itu berdasarkan atas kawasan (taxonomy). kawasan afektif (affective domain). Kedua masukan instrumental atau sarana (Instrumental input). Pelayanan Bimbingan dan Konseling memfasilitasi pengembangan peserta didik. dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi. dan perencanaan karir. misalnya : kapasitas dasar bakat mempengaruhi proses serta hasil belajar yang dicapai. kemampuan belajar. mulai yang paling sederhana sampai yang paling kompleks. Dengan demikian. dan hasil dari proses itu (akan) tercermin dalam bentuk prestasi belajar. dan kawasan psikomotorik (psychomotorik domain). A. serta perencanaan dan pengembangan karir. Prestasi Belajar Bagan yang dikemukakan oleh Abin Syamsuddin di atas kiranya cukup jelas memberikan gambaran mengenai banyaknya faktor yang mempengaruhi PBM. kegiatan belajar. Pelayanan ini juga membantu mengatasi kelemahan dan hambatan serta masalah yang dihadapi peserta didik. susunan sekolah. kehidupan sosial. berbagai karakteristik yang mencakup baik yang akan memberikan kemudahan atau merupakan kendala dalam belajar sisa. secara individual.yakni berbagai karakteristik yang dimiliki oleh individu atau siswa ketika memasuki suatu PBM. Ketiga masukan lingkungan (environmental input) yakni letak sekolah. kelompok dan atau klasikal.

5. dan warga lingkungan sosial yang lebih luas. menilai. mengembangkan dan menerapkan dalam praktek sesuai dengan permasalahan klien. Pemahaman. . yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuh-kembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya.Pengembangan kehidupan pribadi. serta memilih dan mengambil keputusan karir. anggota keluarga. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya. Pengentasan. Teknik Konseling Konseling Eklektif Teknik Konseling Eklektif merupakan penggabungan dua pendekatan Direktif dan NonDirektif. Konseling Eklektif lebih tepat dan sesuai dengan filsafat tujuan bimbingan dan konseling dari pada sikap yang hanya mengandalkan satu pendekatan satu pendekatan atau satu dua teori tertentu saja (Moh. Fungsi Bimbingan dan Konseling 1. Pemeliharaan dan pengembangan. Pengembangan kemampuan belajar. Pengembangan karir. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian. Advokasi. bakat dan minat. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. Pengembangan kehidupan sosial. 3. Pencegahan. Surya : 1988). serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami. dan mengembangkan potensi dan kecakapan. 4. Konseling Eklektif yang mengambil berbagai kebaikan dari dua kebaikan dari dua pendekatan atau dari berbagai teori konseling. D. C. 2.

Dengan demikian inisiatif dan peranan utama pemecahan masalah lebih banyak ditentukan oleh konselor. Aliran ini menekankan pentingnyapengembangan potensi dan kemampuan yang secara hakiki ada pada diri setiap individu. Pendekatan ini berasumsi dasar bahwa seseorang yang mempunyai masalah sendiri. dan kelompok pada bimbingan konsultasi lainnya yang memberikan sumbangan langsung kepada keberhasilan siswa sekolah maupun di luar sekolah. Selain itu diperlukan konseling secara individual. jarak duduk menjauh. bahwa badan. Tetapi oleh karena suatu hambatan. jarang duduk. Klien bersifat menerima perlakuan dan lebih banyak ditentukan oleh konselor. pendekatan ini diperoleh oleh Carl Rongers dan Universitas Wiconsin di Amerika Serikat. Merupakan upaya bantuan pemecahan masalah yang berpusat pada klien. muka kaku. Memutuskan pembicaraan. Sedangkan kewajiban dan peran konselor hanya mempersiapkan suasana agar potensi dan kemampuan yang pada dasarnya ada pada klien untuk berkembang secara optimal. duduk kurang akrab. ekspresi melalun. klien diberi kesempatan untuk mengemukakan persoalan. tegak kaku. Dalam konseling direktif diperlukan data yag lengkap dengan klien untuk dipergunakan diagnosis. S. tidak terlihat saat klien sedang bicara. Perlu dihindari konselor berpenampilan attending yang kurang baik seperti: kepala kaku. Potensi dan kemampuan yang berkembang menjadi penggerak bagi upaya individu untuk mencapai tujuan-tujuan hidupnya. berbicara terus . dan tingkah lakunya : pendekatan konseling beraliran Humanistik (Sofyan. tersebut juga Client Centered theraphy. Attending baik untuk meningkatkan harga diri klien yang bebas. dan permisif. Prinsip yang penting adalah mengupayakan agar dengan baik. 2004 : 176). bahasa lisan. Konseling Direktif Dalam konseling direktif klien bersifat pasif. Laporan tersebut secara langsung dibenarkan dan mendapat dukungan hasil diagnosis yang pada umumnya berbentuk kegiatan yang langsung ditujukan pada pengubahan tingkah laku klien. (teknik menghadapi klien) melalui kontak mata. yaitu layanan konseling yang berorientasi pada perubahan tingkah laku secara langsung. Diagnosis direktif konseling beraliran Behavioristik. menciptakan hubungan konseling yang hangat. dan berpaling. Teori ini didasari kajejat manusia. Konseling Non-Direktif Teknik konseling Non-Direktif. 2. mata melotot.1. Willis. Menurut Roger menjadi tanggung jawab klien sendiri untuk membantu dirinya sendiri. Posisi tubuh bersandar miring. perasaan dan pikiran-pikirannya secara bebas. Untuk memfungsikan kembali kemampuannya klien memerlukan bantuan. mengalihkan pandangan. potensi dan kemampuannya itu tidak dapat berkembang atau berfungsi sebagaimana mestinya. sehingga klien akan terlihat dalam pembicaraan terbuka. inisiatif dan peranan untama terletak pada pundak klien sendiri. dan yang aktif adalah konselor. maka dalam konseling. Perilaku Attending Perilaku Attending .

duduk akrab berhadapan atau berdampingan. mengalihkan pandangan. • Mendengarkan : aktif penuh perhatian. jarak antara konselor dengan klien agak dekat. ceria. • Tangan : variasi gerakan tangan/lengan spontan berubah-ubah. mudah buyar oleh gangguan luar. duduk kurang akrab dan berpaling. • Posisi tubuh : tegak kaku. Kajian Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas mempergunakan Konseling Eklektif dengan Perilaku Attending dalam mengatasi permasalahan siswa kelas XI yang rata-rata berusia 16-17 tahun dengan . tidak melihat saat klien sedang bicara. perhatian terarah pada lawan bicara. 2004 : 176). Penelitian konselor terpecah. dan bahasa lisan. bersandar.tanpa ada teknik dim untuk memberi kesempatan klien guna berpikir dan berbicara. Contoh perilaku attending yang tidak baik : • Kepala : kaku • Muka : kaku. menggunakan tangan sebagai isyarat. Meningkatkan harga diri klien. Perilaku attending disebut juga perilaku menghampiri klien yang mencakup komponen kontak mata. miring. Menciptakan suasana yang aman 3. Mempermudah ekspresi perasaan klien dengan bebas. B. diam (menanti saat kesempatan bereaksi). berbicara terus tanpa ada teknik diam untuk memberi kesempatan klien berfikir dan berbicara. mudah buyar oleh gangguan (Sofyan. Contoh perilaku attending yang baik : • Kepala : melakukan anggukan jika setuju • Ekspresi wajah : tenang. Perilaku attending yang baik dapat: 1. jarak duduk dengan klien menjauh. senyum • Posisi tubuh : agak condong ke arah klien. ekspresi melamun. Willis. S. 2. mata melotot. menggunakan tangan untuk menekankan ucapan. bahasa tubuh. • Memutuskan pembicaraan. • Perhatian : terpecah. menunggu ucapan klien hingga selesai.

Maka fungsi konselor dengan segala peran yang dapat diberikan kepada mereka. B. sering menciptakan suasana. dan orang tua hendaknya saling bekerjasama. memperhatikan segenap tingkah laku anak-anak sehari-hari di sekolah. Guru paling dekat bergaul. hubungan sosial mereka. hasil analisis dokumen. lalu guru dapat memberi bantuan dan dapat pula mengalih tangankan kepada konselor / Kepala Sekolah yang masih cukup memiliki pemahaman tentang siswanya sebagai konselor yang aktif. Setting.berasumsi dasar bahwa siswa/klien kurang mampu mengatasi sendiri terhadap masalah yang dihadapi. akan banyak menentukan frekuensi dan intensitas pemanfaatan jasa konseling anak. Subjek penelitian yang berasal dari siswa berupa hasil pengamatan tentang : 1. yaitu guru selaku konselor. Teori dan teknik-teknik konseling peorangan yang dipakai untuk anak-anak SMA. Guru sebagai konselor harus memiliki khasanah teori dan teknik konseling yang justru jauh lebih kaya dari pada mereka yang bertjuan di lingkungan sekolah yang lebih tinggi (HM. artifak yang berasal dari siswa/klien maupun dari guru/konselor dan peneliti. Lokasi. Partisipasi dalam belajar. menguntungkan anak. tingkah laku yang menyimpang dengan mengetahui kekuatan dan kelemahan anak-anak yang dapat diketahui secara langsung oleh guru. Dari rujukan di atas cukup alasan perlunya anak SMA memperoleh bimbiNgan konseling menggunakan konseling Eklektif dengan Perilaku Attending secara terprogram. Selanjutnya peneliti menyakini akan membawa perubahanyang sangat berarti bagi siswa. melakukan kegiatan yang menyenangkan. banyak perhatian. Kepala Sekolah. Anak SMA perlu banyak perhatian. berani bertanya . sumber data peristiwa : hasil observasi. Arifin 2003: 22). mendorong anak agar mampu datang untuk memperoleh layanan bimbingan Selanjutnya guru. akan memberikan sumbangan kepada keberhasilan siswa di sekolah maupun di luar sekolah. Subjek Penelitian Subjek penelitian tindakan kelas ini meliputi : data-data hasil wawancara terhadap responden. dan konselor bertanggung jawab penuh melindungi kerahasiaan mereka. karena itu klien membutuhkan bantuan dari orang lain. Melalui konseling Eklektif dengan Perilaku Attending yang berorientasi kepada pengubahan tigkah laku secara langsung. Objek Tindakan Objek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas XI IPS-1 SMA Islam Al Hikmah Mayong berjumlah 40 siswa dengan rincian 18 laki-laki dan 22 perempuan. BAB III METODE PENELITIAN A. bekerja sama. sikap-sikap kebiasaan belajar. akan dirasakan denkat dan banyak dikunjungi anak.

Tercapainya tujuan pokok bimbingan konseling 3. tidak bertengkar 3. tersenyum 5. duduk akan berhadapan atau berdampingan 6. Ekspresi wajah guru/konselor tenag. seperti: kepala mengangguk jika setuju dan melakukan kontak pandang dengan siswa/klien 4. Minimal Encouragment atau memberikan dorongan langsung terhadap apa yang dikatakan klien . ceria. Directing/mengarahkan klien 11. menunggu ucapan klien hingga selesai. menerima nasihat. merencanakan tindakan Guru/konselor dalam kegiatan bimbingan konseling berupa : 1. 8. Merefleksi/pematulan kembali perasaan. Guru selaku konselor dalam attending selalu berupaya untuk berpenampilan baik. pikiran pengalaman klien 10. Paraphasing/dapat menangkap pesan utama klien 12. mengumpulkan data tentang sejauh manakah pengaruh bimbingan konseling menggunakan teknik attending Eklektif terhadap gairah belajar siswa dan prestasi belajar siswa 2. Kesabaran mendengarkan. Posisi tubuh konselor agak condong kearah klien. Tangan konselor bervariasi melakukan gerakan tangan/lengan spontans berubah arah sebagai syarat menekankan ucapan 7. Berani berpendapat. Tidak berbicara kotor. gembira. membuka diri. perasaan. mencatat. Empati ikut merasakan apa yang dirasakan klien 9.2. Bertanya membuka percakapan dan menyampaikan pertanyaan tertutup terhadap klien 14. Mengamati. Cerita. perilaku yang merujuk pada teori 13. jarak dekat. Interprestasi/berupaya megulas pemikiran. aktif penuh perhatian. berterus terang 4.

dokumen atau artifak terhadap guru dan siswa. 2. data hasil wawancara serta yang digali dari empat sumber yaitu : peristiwa / kegiatan. penerapan dan pentingnya bimbingan kelompok dan pendekatan konseling Eklektif guna mengatasi permasalahan belajar. Tujuannya adalah ntuk memperoleh data informasi untuk pemahaman. Wawancara Wawancara dilakukan oleh peneliti terhadap guru (selaku konselor) dan siswa. 3. Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan melalui. pelaku peristiwa. Tujuannya adalah untuk melengkapi informasi yang telah diuperoleh melalui pengamatan dan wawancara. tempat. pelaku peristiwa. 1996: 49-51). Penyimpulan sementara/Summariing 17. yaitu : wawancara untuk sumber dataresponden. juga dari catatan lapangan pelaksanaan penelitian tindakan kelas dalam upaya penanganan permasalahan belajar siswa. tempat. Memberi kesempatan kepada klien untuk feed back/mengambil kilah baik dari hal-hal yang telah dibicarakan 18.15. Pengamatan/Observasi Pengamatan akan dilakukan terhadap konselor dan siswa untuk memantau proses dan danpak penanganan masalah belajar melalui pendekatan Eklektif Attending dalam penggunaan permasalah belajar siswa teknik pengamatan yang akan digunakan adalah pengamatan berperan secara aktif sebagaimana dikemukakan oleh Spradley (1980) ditulis kembali Joko Nurkamto (2003 : 12) berperan aktif di dalam pengertian kegiatan alih tangan konselor kepala sekolah. informasi dan merencanakan tindakan selanjutnya Setting Lokasi Penelitian tindakan Kelas ini ruang kelas XI dan ruang guru BP SMA Islam Al-Hikmah Mayong C. dokumen/artifak (Sutopo. Informasi tersebut digali dari empat sumber yaitu : peristiwa/kegiatan. Analisa Dokumen Analisa dokumen akan dilakukan terhadap dokumen-dokumen : data hasil pengamatan. Penyimpulan hasil secara bertahap guna meningkatkan kualitas diskusi 19. Bertindak sebagai leading/memimpin arah pembicaraan 16. 1. observasi untuk sumber data perietiwa dan analisis dokumen untuk sumber data dokumen. . Pemberian nasehat. Kemudian hasil pengamatan akan dipergunakan guna menata langkah-langkah perbaikan pada siklus berikutnya.

observasi. diagnosis masalah diagnosis masalah prognosis atau prediksi tentang perkembangan masalah selanjutnya. Bangkitnya semangat siswa untuk belajar 3. Kemudian langkah-langkah prosedur kerja yang dipergunakan menggunakan tahapantahapan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tiga siklus. guna membangun mempertahankan kepercayaan. yaitu : perencanaan. dan bertengkar) serta merencanakan instrumen pengamatan danwawancara. penyebabnya dan dirumuskan implementasi penanganannya termasuk dalam perencanaan langkah-langkah bimbingan konseling menggunakan Konseling Eklektif dengan Perilaku Attending : analisa data tentang klien. Partisipasi siswa dalam pembelajaran meningkat 4. Permasalahan siswa dapat teratasi 2. implementasi.Indikator kinerja penelitian tindakan kelas bimbingan konseling berupa : 1. Perencanaan Mendiagnosis permasalahan belajar siswa. evaluasi dan refleksi. • • • • • • • • • • . dan tindak lanjut dan peninjauan hasil-hasil konseling begitu juga perencanaan pembentukan bimbingan individual terhadap tiga orang siswa berdasarkan permasalahan yang sama (kebiasaan buruk dalam belajar. Peningkatan prestasi belajar siswa 5. masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan. berbicara kotor. Implementasi dan seterusnya…………………. 2005: 43). serta memilih informasi (Sugiharto. pemecahan masalah. (jadwal penelitian terlampir) 1. 3. Peningkatan kemampuan guru membimbing siswa Peneliti melakukan persiapan awal mulai tanggal 13 agustus 2009 meliputi kegiatan: mengadakan kontak awal dan kesepakatan denga reponden.

04 . PTK setahu saya merupakan upaya meningkatkan kualitas proses (dalam hal ini layanan konseling eklektif) dan hasil (masalah yang ingin diselesaikan lewat konseling).13 Anonim mengatakan..Posted by Hasan at 08. PTK 2 comments: "Contoh PTK BK" setyowati mengatakan. 16 Agustus 2010 23. Proposal PTK. sementara bagaimana konseling eklektif (proses) itu dijalankan secara empirik belum disajikan hasilnya. Contoh PTK BK ini dpt memberi gambaran pd rekan2 guru BK ttg penulisan ptk yg baik... Pada "kajian Hasil Penelitian" saya baru melihat paparan pada tahapan teori.Betulkah demikian? 30 Januari 2011 06.22 Labels: Karya Ilmiah..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful