P. 1
LOGIKA 1

LOGIKA 1

|Views: 273|Likes:
Published by taufiknurohman25

More info:

Published by: taufiknurohman25 on Mar 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2014

pdf

text

original

DASAR-DASAR LOGIKA

Materi Kuliah 1engah Semester Pertama,
Present by :
Taufik Nurohman
Program Studi IImu PoIitik FISIP
Universitas SiIiwangi TasikmaIaya
2007
Logika
Materiil ÷ kegiatan akal budi manusia yang disebut
berpikir
Formal ÷ Kelurusan berpikir
Sfudi fenfonq mefode don prinsip unfuk
membedokon penoIoron yonq fepof dori
penoIoron yonq fidok fepof
-0
Azas-azas berpikir
as persamaan ÷ setiap benda/hal identik
dengan dirinya sendiri.
ex: Batu atau besi identik dengan keras.
as pertentangan ÷ suatu hal/benda tidak
bersamaan waktu dan tidak mempunyai sifat yang
sama.
ex: Sekarang hujan dan terang
mir lulus dan tidak lulus
as tidak ada kemungkinan ketiga
ex: setengah mati, setengah lulus, setengah hidup
os-oos pemikiron perfomo
os-oos pemikiron keduo
as kesesuaian ÷ jika 2 hal atau benda salah satu
diantaranya identik dengan hal yang ketiga. Maka
satu hal lainnya juga identik dengan yang ketiga
pula.
ex: = B, B = C, Jadi = C
as ketidaksesuaian ÷ dari 2 hal yang sama salah
satu diantaranya tidak sama dengan hal yang ketiga
maka hal lainnya juga tidak sama
ex: = B, B = C, Jadi = C
as dikenakan untuk semua ÷ bahwa apa yang
secara universal dikenakan untuk semua lingkungan
suatau pengertian maka juga dapat berlaku bagi
semua hal yang termasuk dalam cakupannya.
ex: Semua mahasiswa Ìlmu Politik UNSÌL adalah
rajin. Maka, ajat adalah rajin.
as tidak dipungkiri/tidak dikenakan untuk semua
÷ apabila secara universal dipungkiri/tidak
dikenakan untuk semua lingkungan dari suatu
pengertian maka tidak berlaku bagi semua hal yang
berlaku didalamnya
ex: Semua mahasiswa Ìlmu Politik UNSÌL tidak lulus
mata kuliah Daslog, Taufik lulus daslog
&3sur-u3sur berpikir
Pengertian ÷ macam-macam term
Putusan
Penyimpulan
Unsur-unsur putusan
Macam-macam putusan
Unsur-unsur putusan
pertentangan putusan
Pembalikan putusan
Langsung
Tdk Langsung
onversi
Obversi
ontraposisi
Inversi
Induksi
Deduksi
SiIogisme
Saya tidak dapat membeli rumah ya3g
mewah itu kare3a harga3ya mahal
Kata-kata seperti :
saya_Tidak_Dapat_Membeli_Rumah_Yang_Mewah
_Ìtu_Karena_Harganya_Mahal merupakan
pengertian
Jika pengertian itu dihubungkan dan diatur sehingga
menjadi kalimat, maka disebut putusan
ex: Rumah itu mewah
Rumah itu harganya mahal
Uang saya sedikit
Jika beberapa putusan kemudian diperoleh putusan
yang baru maka tindakan akal budi Yng sedemikian
ini disebut penyimpulan
ex : Rumah itu mewah
Rumah itu harganya mahal
Uang saya sedikit
maka dapat diperoleh putusan baru "saya tidak
dapat membeli rumah yang mewah itu¨.
!e3gertia3
ambaran/cetakan/copy yang terdapat didalam
pikiran yang bersifat abstrak dan umum yang
merupakan hakekat dari suatu hal.
Terdapat didalam pikiran dan ditangkap serta
dibentuk oleh akal budi berdasarkan bahan-bahan
yang diberikan oleh panca indra
Bersangkutan dengan apanya sesuatu itu ÷ 2 aspek
a. Konotasi (isi) ÷ semua ciri, unsur, sifat yang terdapat
didalam suatu pengertian
b. Denotasi (ekstensi, lingkungan, luas) ÷ jumlah hal yang
dapat tercakup oleh sesuatu pengertian
hubungan antara konotasi dengan denotasi adalah
berbanding terbalik
Bentuk lahiriah dari pengertian adalah kata/term
Kata ÷ bunyi/kesatuan bunyi yang mengandung
arti tertentu
Term ÷ kata/kesatuan kata-kata yang dapat
dipergunakan sebagai/subjek dalam sebuah
proposisi logika
ata/Term onotasi Denotasi
Manusia Jiwa-raga Seluruh manusia
Koran Kertas, tulisan,
huruf
Seluruh media
cetak
Term ÷ terdiri dari satu kata atau lebih yang
merupakan suatu lambang dari sesuatu hal yang
kita mengerti
acam-macam term
1. Berdasarkan perbandingan jumIah pengertian
dengan jumIah kata
a. Simple ÷ manusia, kursi, bola
b. Majemuk ÷ Rumah sakit, meja makan
2. Berdasarkan perbandingan jumIah term
dengan jumIah pengertian
a. Univok ÷ 1 term, 1 pengertian. ex: meja makan,
kursi, buku
b. Ekuivok ÷ 1 term mempunyai 2 pengertian. ex:
genting (salah satu bahan bangunan/gawat), bisa
(dapat/racun pada ular)
c. nalog ÷ 1 term bisa 1 pengertian bisa juga lebih.
ex: orang sakit, masyarakat sakit, makanan sakit.
Bisa diartikan sesuatu hal yang negatif namun bisa
juga diartikan masing masing
. Berdasarkan konotasi
a. Lingkungan hakekat (term yang mempunyai
persamaan satuan dalam 1 makna tanpa ada
perbedaan tingkatan menurut hakekatnya
÷ Konkrit : Manusia
÷ bstrak : Kemanusiaan
b. Lingkungan sifat (term yang didalam halnya ada
perbedaan tingkatan)
÷ Konkrit : Berbadan
÷ Kongkrit : Kebijaksanaan
. Berdasarkan denotasi
a. Umum
~ Universal : tidak terikat pada ruang dan waktu
~ Kolektif : sifat umum yang menunjuk pada kelompok
tertentu/sebagai satu kesatuan tertentu
b. Khusus ÷ yang menunjuk sebagian dari keseluruhan
dan sekurang-kurangnya 1 bagian/1 hal.
~ Partikuler : sifat khususnya yang berlaku didalamnya
hanya menunjuk sebagai tidak tentu dari keseluruhan
~ Tunggal : hanya menunjuk 1 bagian atau 1 hal
Umum husus
Organisme Hewan
Semua perangko Perangko 1990
Semua bilangan Bilangan genap
Semua PT UNSÌL
. Term berdasarkan Predikamen (cara beradanya
sesuatu)
a) Predikamen substansi ÷ hakekat at sesuatu yang
adanya terdapat didalam dirinya sendiri sebagai
pendukung sifat-sifatnya
ex: manusia, hewan, pohon, dsb
b) Predikamen ksidensia
~ Kualitas ÷ jumlah atas sekian banyak diri ataupun 1
diri yang mempunyai besaran. ex: lebar, besar, dalam,
panjang, dsb
~ Kualitas ÷ sifat perwujudan sebagai ciri atau tanda
pengenal . ex: dingin, putih, bagus, terdidik
~ ksi ÷ tindakan yang mempengaruhi dalam
perbuatan. ex: mendidik, membangun, melahirkan
~ Passi ÷ kesan yang dipengaruhi dari perbuatan. ex:
dididik, dilahirkan, dibangun
~ Relasi ÷ hubungan dengan berbagai hal lain. ex: guru,
murid, hamba, majikan
~ Ruang ÷ tempat yang meyertai dimana sesuatu itu
berada. ex: dikampus, dipasar, dirumah
~ Posisi ÷ kondisi suatu hal yang kita mengerti. ex: berdiri,
tidur, duduk dsb.
~ Waktu ÷ tempo yang menyertai kapan sesuatu itu ada.
ex: kemarin, minggu besok, lusa
~ Keadaan ÷ kepunyaan khusus yang menyertai
kedudukan/posisi/kondisi. ex : Bambang sedang membaca
diperpustakaan sambil membawa senjata
. Term berdasarkan predikabeI
÷ Cara menerangkan sesuatu
a. enus ÷ himpunan golongan-golongan menunjukan
hakekat yang berbeda bentuk tetapi terpadu oleh
persamaan sifat
b. Spesies ÷ himpunan sesuatu yang menunjukan
hakekat bersamaan bentuk maupun sifatnya, sehingga
dapat memisahkan diri dari lain golongan
c. Diferensia ÷ sifat pembeda yang menunjukan hakekat
suatu golongan sehingga terwujud kelompok diri
d. Propium ÷ sifat khusus sebagai predikat yang nicaya
terlekat pada hakekat sesuatu diri sehingga dimiliki
oleh seluruh anggota golongan
e. ksidens ÷ sikap kebetulan sebagai predikat
yang tidak bertalian dengan hakekat sesuatu
diri sehingga tidak dimiliki oleh seluruh anggota
golongan.
ex: Tina gendut, marsel gondrong
Klasifikasi !e3gertia3
a. Pengertian kolektif ÷ pengertian yang isinya
mencakup barang-barang atau orang-orang
secara kolektif/penjumlah. ex: regu, kodi, lusin
b. Pengertian distributif ÷ pengertian yang terpisah
menunjukan barang-barang/orang-orang sebagai
sendiri (individual) atau satu persatu bukan
sebagai penjumlah.. ex: orang, korban, batu, meja
c. Pengertian konkrit ÷ pengertian yang
berdasarkan pada kenyataan sebaai hal yang
berdiri sendiri. ex: ini kuda putih, disini
menunjukan satu kuda yang berwarna putih
1. Iasifikasi berdasarkan isi
d. Pengertian abstrak ÷ pengertian yang
memperlihatkan sifat dengan tanpa menunjukan
subjeknya. ex: kepandaian, kebebasan, keadilan
e. Pengertian konotasi ÷ pengertian yang disertai
dengan ciri-ciri penentu atau sifat-sifat khas
sehingga hal tersebut menjadi cakupan dari
pengertian tersebut. ex: manusia : akal, pikiran,
perasaan dan sifat-sifat khas manusia yang
lainnya.
f. Pengertian denotasi ÷ cakupan dari keseluruhan
pengertian sebagai suatu himpunan, lingkungan
pengertiannya lebih bersifat individual.
ex: Si mahasiswa Fisip
a. Pengertian singulir ÷ pengertian yang hanya
berlaku pada satu individu saja.
b. Pengertian partikulir ÷ pengertian dari hal yang
tidak berlaku umum mutlak (pengertian yang
berlaku hanya pada sejumlah hal.
c. Pengertian universal ÷ pengertian yang
mencakup smua bagian tanpa pengecualian
ex; semua manusia adalah ciptaan Tuhan
2. Iasifikasi berdasarkan Iuas
!RO!OSISI
Suatu pernyataan dalam bentuk kalimat yang
memiliki arti penuh dan utuh.
Pernyataan tentang hubungan yang terdapat
diantara 2 term.
Hasil kegiatan akal budi manusia dimana dia
mengakui atau memungkiri terhadap suatu
objek.
Pengertian Proposisi
&3sur-&3sur !roposisi
Subjek ÷ sesuatu hal yang dapat diakui atau
dipungkiri
Predikat ÷ apa yang diakui atau dipungkiri
tentang subjek
Kopula ÷ yang menghubungkan antara
subjek dan predikatnya
Kuantor/Quantifier ÷ pembilang yang
menunjukan lingkungan yang dimaksudkan
oleh subjek yang dapat berbentuk
universal/partikuler yang sekaligus juga
menunjukan kuantitas pernyataan.
e3is-e3is !roposisi
Proposisi kategorik/proposisi subjek-
predikat ÷ Proposisi yang terdiri atas subjek
dan predikat. Dalam proposisi kategorik,
predikat mengafirmasi atau menegasi subjek
Contoh :
Jenderal Soedirman adalah seorang pejuang
hmad lbar bukan seorang menteri
Proposisi afirmatif/proposisi positif ÷ proposisi
kategorik yang mengafirmasikan atau mengiakan
adanya hubungan antara subjek dan predikat, dalam
hal ini diakui pula bahwa subjek menjadi bagian dari
predikat.
Contoh :
ristoteles adalah ahli logika.
Semua manusia adalah makhluk yang berakal budi.
Proposisi negatif ÷ proposisi kategorik yang
menegasi atau mengingkari adanya hubungan antara
subjek dan predikat.
Contoh :
Sebagian politisi tidaklah licik.
Komputer bukanlah tempat duduk.
Proposisi UniversaI ÷ proposisi kategorik yang
menggunakan pembilang/quantifier yang bersifat
universal (semua, tiap-tiap, masing-masing, setiap,
siapa pun juga, apa pun juga)
Contoh :
Semua kendaraan bermotor memerlukan bahan bakar
Setiap mahasiswa adalah berwawasan luas
Proposisi PartikuIar ÷ proposisi kategorik yang
menggunakan pembilang/quantifier yang bersifat
khusus (-e-erapa, se-agian)
Contoh :
Beberapa mahasiswa adalah anak orang kaya
Sebagian mobil bergardan ganda
Beberapa politikus bukan sarjana
Sebagian pengendara motor tidak berkacamata
Proposisi atomik ÷ proposisi yang hanya terdiri atas
satu peryataan dan mengacu kepada nama diri atau juka
menggunakan kata ganti, maka akan menggunakan
penunjuk ini atau itu.
Contoh :
ndi adalah mahasiswa Fisip UNSÌL
Orang ini adalah pencopet
uru itu adalah sarjana
Proposisi asertorik ÷ proposisi yang membenarkan
bahwa subjek adalah sesuai dengan penjelasan yang
diberikan oleh predikat. Dengan kata lain, apa yang
disebutkan oleh predikat mengenai subjek memang
benar adanya.
Contoh :
Semua guru adalah pendidik.
Semua ular adalah binatang melata.
Semua sarjana adalah berpendidikan
Proposisi apodiktik ÷ proposisi yang merupakan
kemestian kebenaran dari penjelasan yang
diberikan oleh predikat terhadap subjek
berdasarkan pertimbangan akal budi semata.
Contoh :
Lima adalah sepuluh dibagi dua
Semua segitiga adalah bersisi tiga
Proposisi empirik ÷ proposisi yang didasarkan
pada pengamatan dan pengalaman.
Contoh :
Suhartono adalah karyawan yang paling setia di kantor ini
Petrus adalah teman saya yang telah menderita penyakit
ginjal selama sepuluh tahun
Yogurt adalah susu yang dipermentasikan
Proposisi majemuk ÷ proposisi yang mengandung
lebih dari satu pernyataan yang terlihat pula lewat
subjek atau predikat yang berjumlah lebih dari satu.
Contoh :
Joni adalah orang yang bijaksana dan rajin (Joni adalah orang
yang bijaksana, Joni adalah orang yang rajin)
Proposisi disjungtif ÷ proposisi majemuk yang
menegaskan bahwa pada waktu yang bersamaan dua
buah proposisi tidak dapat kedua-duanya benar atau
kedua-duanya salah. (selalu menggunakan kata atau)
Contoh :
mir atau Yusuf adalah pemimpin sejati
Hanya satu proposisi yang benar :
mir adalah pemimpin sejati, atau;
Yusuf adalah pemimpin sejati.
Proposisi konjungtif ÷ proposisi majelmuk yang
menegaskan bahwa dua predikat yang dihubungkan
dengan subjek yang sama pada waktu yang sama tidak
mungkin kedua-duanya benar. Hanya satu yang benar.
(biasanya menggunakan kata "..sekaligus...
dan..¨.
Contoh :
hmad tidak sekaligus saleh dan penjahat
Jika yang pertama benar, maka yang kedua salah.
hmad adalah saleh, atau ;
hmad adalah penjahat
Proposisi kondisionaI ÷ proposisi majemuk yang
bersyarat, yang ditunjukan oleh kata-kata "jika,
apa-ila...maka¨
Contoh :
Jika Margono adalah murid yang rajin, maka Margono akan
lulus ujian.
Jika hari tidak hujan, maka saya akan datang.
Proposisi komparatif ÷ proposisi majemuk yang
membandingkan dua subjek yang dihubungkan oleh
suatu predikat.
Contoh :
Kartini lebih pandai daripada kartono.
Kartini adalah pandai
Kartono adalah pandai
* Tetapi Kartini adalah yang lebih pandai.
Proposisi probIematik ÷ proposisi yang predikatnya
hanyalah merupakan kemungkinan bagi subjek.
Contoh :
drianus adalah mengkin petinju, mungkin juga penyanyi
drianus adalah mungkin petinju
drianus adalah mungkin penyanyi
* Entah mana yang benar, kedua-duanya atau salah satu, atau
kedua-duanya keliru sebab semuanya hanya kemungkinan.
ProposionaI reIasionaI ÷ proposisi yang
mengafirmasi atau menegasi hubungan antara dua
hal atau dua subjek.
Contoh :
Sugiono dan Suhino adalah saudara kandung.
Tono dan Tini adalah teman sekelas
Joni dan Rudi bukanlah teman akrab.
Proposisi eksponibeI ÷ proposisi yang tampaknya
tidak jelas apakah ia merupakan proposisi tunggal
atau proposisi majemuk, namun sebenarnya adalah
proposisi majelmuk.
Contoh :
Setiap anggota militer yang berada di kota Semarang,
terkecuali yang sakit, diwajibkan mengikuti upacara.
Proposisi ekseptif ÷ proposisi yang subjeknya
dijelaskan dengan kata "selain daripada¨, "selain¨,
dan "kecuali¨.
Contoh :
Selain manusia, tidak ada hewan lain yang
berakal budi.
Manusia adalah hewan yang berakal budi
Semua hewan lain adalah tidak berakal budi
* proposisi eksponibel terdiri atas dua proposisi sebagai
berikut :
#Semua anggota militer yang wajib mengikuti
upacara adalah setiap anggota militer yang sehat.
#Semua anggota militer yang tidak diwajibkan
mengikuti upacara adalah setiap anggota militer
yang sakit.
Proposisi ekskIusif ÷ proposisi yang subjeknya
dijelaskan dengan kata-kata ¨semata-mata¨, ¨hanya¨
atau ¨Cuma¨.
Contoh :
Hanya orang itu yang sanggup berbahasa inggris di desa
kami.
Semata-mata guru itulah yang menjadi tumpuan harapan
kami.
Cuma dua orang itu tamu yang tiba di rumah kami hari ini.
Proposisi tanpa pembiIang ÷ proposisi yang
subjeknya tidak dijelaskan oleh kata pembilang.
Contoh :
Ular adalah binatang yang melata.
Pelukis dan sastrawan adalah seniman.
Monyet dan kuda adalah hewan.
!e3yederha3aa3 Be3tuk !roposisi
Berbagai
Bentuk
Proposisi
Proposisi
Kategorik
Standar
Quantifier
Subjek
Kopula
Predikat
Kualitas
Kuantitas
firmatif
Negatif
Universal
Partikular
Proposisi universaI afirmatif ÷ Proposisi A
semua S adalah P
Contoh :
Semua Mahasiswa adalah orang terpelajar.
Semua Presiden mendapatkan fasilitas eksklusif
Proposisi universaI negatif ÷ Proposisi E
semua S bukan/tidak P
Contoh :
Semua Caleg dari partai itu bukanlah orang baik
Semua pasangan calon kepala daerah yang kalah
tidak menerima kekalahannya.
Proposisi partikuIar afirmatif ÷ Proposisi I
sebagian S adalah P
Contoh :
Sebagian guru berperilaku buruk.
Sebagian hewan adalah monyet.
Proposisi partikuIar negatif : ÷ Proposisi O
sebagian S bukan/tidak P
Contoh :
Sebagian yang berkacamata bukan orang pandai.
Sebagian dokter bukan ahli penyakit syaraf
Distribusi/!e3yebara3 1erm dalam
!roposisi
Distribusi/penyebaran term ÷ penunjukan
luas cakupan atau sebaran term dari suatu
objek atau predikat dalam suatu proposisi.
Term yang tersebar adalah term yang
menunjukan luas cakupan meliputi
keseluruhan ekstensi term tersebut.
Term yang tidak tersebar adalah term yang
hanya mengacu pada sebagian kuantitas
term atau luas cakupannya tidak meliputi
keseluruhan ekstensinya.
!roposisi A terv .vbie/ tersebar terv preai/at
tidak tersebar
ontoh : Semua buru3g adalah hewa3
Term semua -urung yang menjadi subjek dalam
proposisi diatas menunjukan luas cakupan yang
meliputi keseluruhan jenis burung; oleh karena
itu term subjek tersebut tersebar.
Term hewan yang menjadi predikat dari subjek
"semua burung¨ tidak menunjuk kepada semua
jenis hewan karena tidak semua hewan adalah
burung. Jadi term predikat tersebut tidak
tersebar
!roposisi L terv .vbie/ tersebar terv preai/at
tersebar
ontoh : Semua preside3 buka3lah kaisar
Term semua presiden menunjukan cakupan
luas yang meliputi semua presiden; jadi term
subjek tersebut tersebar.
Term kaisar menunjukan semua kaisar karena
dalam proposisi negatif predikat tidak
membatasi atau dibatasi oleh subjek; jadi term
predikat tersebut tersebar
!roposisi I terv .vbie/ tidak tersebar terv
preai/at tidak tersebar
ontoh : Sebagia3 ma3usia adalah peramah
Term se-agian manusia jelas menunjukan tidak
meliputi semua manusia; jadi term subjek
tersebut tidak tersebar
Term peramah juga tidak tersebar karena yang
peramah itu hanya meliputi sebagian manusia
yang dijelaskan oleh subjek.
!roposisi O ÷ terv .vbie/ tidak tersebar, terv
preai/at tersebar
Co3toh : Sebagia3 ma3usia tidaklah cerdik
Term se-agian manusia jelas menunjukan
tidak meliputi semua manusia; jadi term subjek
tersebut tidak tersebar.
Term cerdik meliputi semua ekstensi dari yang
cerdik itu karena tidak ia membatasi atau
dibatasi oleh term subjek. Jadi, term predikat
tersebut tersebar.
A. ontrari ÷ pertentangan dalam hal
kualitas universal (A ke E atau sebaliknya)
Kedua proposisi tersebut tidak dapat bersama-sama
benar.
Kedua proposisi tersebut mungkin dapat bersama-
sama salah.
Jika proposisi yang satu benar maka proposisi yang
lain pasti salah.
Jika salah satu proposisi salah maka proposisi yang
lainnya mungkin salah mungkin benar.
Pertentangan DaIam Proposisi
Hukumnya :
B. Sub ontrari ÷ pertentangan dalam hal
kualitas partikuler (Ì ke O atau sebaliknya)
Hukumnya :
Jika salah satu proposisi salah maka proposisi
lainnya pasti benar.
Tidak mungkin kedua-duanya salah.
Jika salah satu proposisi benar maka proposisi
lainnya mungkin salah mungkin benar
Mungkin saja kedua proposisi tersebut sama-
sama benar.
. Sub AIternasi ÷ pertentangan dalam hal
kuantitas (A ke I atau sebaliknya dan E ke O
atau sebaliknya)
Hukumnya :
Jika proposisi universalnya benar maka
proposisi partikulernya benar juga.
Jika proposisi universalnya salah maka proposisi
partikulernya dapat benar dapat salah.
Jika proposisi partikulernya benar maka
proposisi universalnya dapat benar dapat salah.
Jika proposisi partikulernya salah maka proposisi
universalnya salah.
D. ontradiktori ÷ pertentangan dalam hal
kualitas dan kuantitas (A ke O atau
sebaliknya dan E ke I atau sebaliknya)
Hukumnya :
Jika salah satu benar yang lain pasti salah
Tidak mungkin kedua-duanya benar ataupun
kedua-duanya salah secara bersamaan.
Semua dokter adalah
ahli kesehatan
Sebagian dokter
adalah ahli kesehatan
Semua dokter adalah
bukan ahli kesehatan
Sebagian dokter adalah
bukan ahli kesehatan
A
E
O I
Kontrarik
Sub Kontrarik
Kontradiktori
Sub lternasi
Sub lternasi
ahan acaan
Lanur, lex. 1983. 4gika: Selayang Pandang. Kanisius. Yogyakarta
Mehra, Partap Sing dan Jair Burhan. 1998. Pengantar 4gika
Tradisi4nil. Binekacipta. Bandung
Poedjawijatna. 1982. Tahu dan Pengetahuan: Pengantar ke Ilmu
dan Filsafat. Bina ksara. Jakarta
Poedjawijatna. 2000. 4gika: Filsafat -erpikir. Rineka Cipta. Jakarta
Poespoprodjo. 1999. 4gika Scientifika. Pustaka rafika. Bandung
Poespoprodjo dan ilarso. 1985. 4gika: Ilmu Menalar. Remaja
Rosdakarya. Bandung
Rapar, Jan Hendrik. 1996. Pengantar 4gika. Kanisius. Yogyakarta.
Sidharta B, rief.2008. Pengantar 4gika. PT Refika ditama.
Bandung.
Sommer, M. 1982. 4gika. lumni. Bandung
Soekadijo. 1985. 4gika Dasar. PT ramedia. Jakarta
Sumaryono, 1999. Dasar-Dasar 4gika. Kanisius. Yogyakarta
Kcµuasan hatI atau kcmatIan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->