P. 1
PEMBELAJARAN KREATIF DAN PRODUKTIF

PEMBELAJARAN KREATIF DAN PRODUKTIF

|Views: 540|Likes:
Published by tka_06798194

More info:

Published by: tka_06798194 on Mar 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/09/2013

pdf

text

original

PEMBELAJARAN KREATIF DAN PRODUKTIF

Keterlibatan mahasiswa secara intelektual dan emosional dalam pembelajaran Mahasiswa didorong untuk menemukan / mengkonstruksi sendiri konsep yang sedang dikaji melalui penafsiran yang dilakukan dengan berbagai cara, seperti observasi, diskusi, atau percobaan Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanggung jawab menyelesaikan tugas bersama. untuk menjadi kreatif, seseorang harus bekerja keras, berdedikasi tinggi, antusias, serta percaya diri Prinsip Dasar Prosedur Pembelajaran

Peningkatan Kualitas Pembelajaran 111A. Landasan Pengembangan Pada awalnya, model pembelajaran kreatif dan produktif khusus dirancang untuk pembelajaran apresiasi sastra. Namun pada perkembangannya kemudian, dengan berbagai modifikasi, model ini dapat digunakan untuk pembelajaran berbagai bidang studi. Jika pada awalnya model ini disebut sebagai Strategi Strata (Wardani, 1981), maka setelah berbagai modifikasi, model ini diberi label Pembelajaran Kreatif dan Produktif. Sesuai dengan nama yang baru, model ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, baik di jenjang pendidikan dasar dan menengah, maupun pada jenjang pendidikan tinggi. Model pembelajaran ini diharapkan dapat menantang para mahasiswa untuk menghasilkan sesuatu yang kreatif sebagai re-kreasi atau pencerminan pemahamannya terhadap masalah/topik yang sedang dikaji. Pembelajaran kreatif dan produktif merupakan model yang dikembangkan dengan mengacu kepada berbagai pendekatan pembelajaran yang diasumsikan mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar. Pendekatan tersebut antara lain: belajar aktif, kreatif, konstruktif, serta kolaboratif dan kooperatif. Karakteristik penting dari setiap pendekatan tersebut diintegrasikan sehingga menghasilkan satu model yang memungkinkan mahasiswa mengembangkan kreativitas untuk menghasilkan produk yang bersumber dari pemahaman mereka terhadap konsep yang sedang dikaji. Beberapa karakteristik tersebut adalah sebagai berikut. 1.

Keterlibatan mahasiswa secara intelektual dan emosional dalam pembelajaran. Keterlibatan ini difasilitasi melalui pemberian kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan eksplorasi dari konsep bidang ilmu yang sedang dikaji serta menafsirkan hasil ekplorasi tersebut. Mahasiswa diberi kebebasan untuk menjelajahi berbagai sumber yang relevan dengan topik/konsep/masalah yang sedang dikaji. Eksplorasi ini akan memungkinkan mahasiswa melakukan interaksi dengan lingkungan dan pengalamannya sendiri, sebagai media untuk mengkonstruksi pengetahuan. 2.

Mahasiswa didorong untuk menemukan/mengkonstruksi sendiri konsep yang sedang dikaji melalui penafsiran yang dilakukan dengan berbagai cara, seperti observasi, diskusi, atau percobaan. Dengan cara ini, konsep tidak ditransfer oleh dosen kepada mahasiswa, tetapi dibentuk sendiri oleh mahasiswa berdasarkan pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang terjadi ketika melakukan eksplorasi serta interpretasi. Dengan perkataan lain, mahasiswa didorong untuk membangun makna dari pengalamannya, sehingga pemahamannya terhadap fenomena yang sedang dikaji menjadi Peningkatan Kualitas Pembelajaran

2003). Kesempatan ini diberikan melalui kegiatan eksplorasi. Dosen juga mendorong mahasiswa untuk menunjukkan/ mendemonstrasikan pemahamannya tentang topik-topik penting dalam kurikulum menurut caranya sendiri (Black. mahasiswa juga mendapat kesempatan untuk membantu temannya dalam menyelesaikan satu tugas.112meningkat. Dalam konteks pembelajaran. 2. dan untuk mempertahankan sudut pandangnya dengan menggunakan argumentasi yang relevan. bertanggung Peningkatan Kualitas Pembelajaran 113jawab. C. serta bekerja sama. 3. konsep. 2003). B. baik untuk topik-topik yang bersifat abstraks maupun yang bersifat konkret. antusias. atau masalah tertentu. 4. interpretasi. dalam Black. Dengan mengacu kepada karakteristik tersebut. baik dalam eksplorasi. konsep. serta re-kreasi dan pemajangan hasil merupakan arena interaksi yang memperkaya pengalaman. Mahasiswa diberi kesempatan untuk bertanggung jawab menyelesaikan tugas bersama. model pembelajaran kreatif dan produktif diasumsikan mampu memotivasi mahasiswa dalam melaksanakan berbagai kegiatan. interpretasi. Tujuan (Dampak Instruksional dan Dampak Pengiring) Dampak instruksional yang dapat dicapai melalui model pembelajaran ini antara lain: 1. Di samping itu. sehingga mereka merasa tertantang untuk menyelesaikan tugas-tugasnya secara kreatif. serta percaya diri (Erwin Segal. Dari segi dampak pengiring ( nurturant effects). kemudian mengejar pendapat mahasiswa tentang idea-idea besar dari berbagai perspektif. melalui model pembelajaran kreatif dan produktif diharapkan dapat dibentuk kemampuan berpikir kritis dan kreatif. kemampuan mengkreasikan sesuatu berdasarkan pemahaman tersebut. Pada dasarnya. yang semuanya merupakan tujuan pembelajaran jangka panjang. berdedikasi tinggi. Dengan karakteristik seperti itu. mahasiswa didorong untuk memunculkan berbagai sudut pandang terhadap topik/konsep/masalah yang sama. model pembelajaran ini dapat diterapkan dalam pembelajaran berbagai bidang studi. serta 3. dan re-kreasi. kemampuan menerapan konsep / memecahkan masalah. Hal-hal ini merupakan salah satu realisasi hakikat konstruktivisme dalam pembelajaran. kreativitas dapat ditumbuhkan dengan menciptakan suasana kelas yang memungkinkan mahasiswa dan dosen merasa bebas mengkaji dan mengeksplorasi topik-topik penting kurikulum. untuk menjadi kreatif. Tentu saja dampak pengiring hanya mungkin terbentuk. Hal itu akan tercapai. serta keterampilan . Kebersamaan. atau masalah aktual di masyarakat. seseorang harus bekerja keras. jika model pembelajaran ini diterapkan secara benar dan memadai. pemahaman terhadap suatu nilai. jika kesempatan untuk mencapai/menghayati berbagai kemampuan tersebut memang benar-benar disediakan secara memadai. Di samping itu. Dosen mengajukan pertanyaan yang membuat mahasiswa berpikir keras. Materi Materi yang sesuai disajikan dengan model kreatif dan produktif merupakan materi yang menuntut pemahaman yang tinggi terhadap nilai.

. wawancara. hasil akhir yang diharapkan dari mahasiswa. masalah sosial ekonomi dari IPS. atau diminta mencari informasi mengenai penggusuran penduduk di satu daerah. serta hasil akhir yang diharapkan. Pada kesempatan ini mahasiswa diberi kesempatan untuk mengungkapkan pendapatnya tentang langkah/cara kerja serta hasil n penilaian. Interpretasi interpretasi. melakukan percobaan. 1. menonton satu pertunjukan. eksplorasi. hasil eksplorasi diinterpretasikan melalui kegiatan n .menerapkan pemahaman tersebut dalam bentuk karya nyata. materi. Kegiatan ini dapat dilakukan baik secara individual maupun kelompok. Misalnya. kegiatan pembelajaran dibagi menjadi empat langkah. interpretasi. langkah. dengan berpegang pada hakikat setiap langkah.Kreasi re-kreasi. Negosiasi tentang aspek-aspek tersebut dapat terjadi antara dosen dan mahasiswa. mahasiswa ditugaskan untuk menghasilkan sesuatu yang pemahamannya tentang pen kan secara individual atau kelompok sesuai dengan pilihan mahasiswa. sedangkan eksplorasi yang singkat dapat dilakukan pada jam kuliah. Orientasi Sebagaimana halnya dalam setiap pembelajaran. materi. mahasiswa diharapkan mengumpulkan tiga cerita rakyat selama satu minggu. dan sebagainya. kegiatan pembelajaran diawali dengan orientasi untuk mengkomunikasikan dan menyepakati tugas dan langkah pembelajaran. melakukan observasi. Eskplorasi dapat dilakukan dengan berbagai cara. waktu. seperti apresiasi sastra dari bidang studi Bahasa Indonesia. sebagai berikut. Dosen mengkomunikasikan tujuan. Setiap langkah dapat dikembangkan lebih lanjut oleh para dosen. Eksplorasi Pada tahap ini. waktu. cara kerja. masalah kehidupan demokrasi dari Pendidikan Kewargaannegara. dan re-kreasi. seperti membaca. Hasil re-kreasi merupakan produk kreatif dapat dipresentasikan. namun pada akhir orientasi diharapkan sudah terjadi kesepakatan antara dosen dan mahasiswa. Kegiatan Pembelajaran Pada dasarnya. panduan singkat sebaiknya disiapkan oleh dosen. Panduan harus memuat tujuan. mahasiswa melakukan eksplorasi 2 terhadap masalah/konsep yang akan dikaji. Materi ini dapat berasal dari berbagai bidang studi. serta penilaian yang akan diterapkan. yang meliputi: nama dan alamat tempat . atau masalah polusi dari IPA. Waktu untuk eksplorasi disesuaikan dengan luasnya bidang yang harus dieksplorasi. Peningkatan Kualitas Pembelajaran 114Eksplorasi yang memerlukan waktu lama dilakukan di luar jam kuliah. browsing lewat internet. D. Agar eksplorasi menjadi terarah. Re. akhir yang diharapkan da . yaitu: orientasi.

jumlah keluarga yang digusur. meskipun untuk topik-topik tertentu. evaluasi dilakukan dengan r Penutup elajaran kreatif dan produktif tidak terlepas dari kelemahan di samping ekuatan yang dimilikinya. mahasiswa dapat merancang satu proposal untuk mengurangi dampak penggusuran. Re-kreasi dapat dilakudipajang. sangat diharapkan para dosen akan mencoba menerapkan model ini. maka kekuatan model ini akan membuahkan proses dan hasil belajar yang dapat memacu kreativitas. Kelemahan tersebut. dihasilkan mahasiswa. mungkin memerlukan waktu untuk dapat secara berangsur-angsur mengubah kebiasaan tersebut. Kendala lain adalah waktu. 4 selanjutnya diharapkan mePada tahap mencerminkan pemahamannya terhadap konsep/ topik/masalah yang dikaji menurut kreasinya masing-masing. serta deskripsi tentang hasil akhir yang diharapkan. meskipun persiapannya sudah dilakukan oleh mahasiswa di luar jam tatap muka. atau menggubah puisi yang paling tepat mencerminkan tersebut. kemampuan berpikir kritis dan logis dalam memberikan pandangan/ argumentasi. serta proses penggusuran. alasan penggusuran. jika hal itu memang diperlukan. Interpretasi sebaiknya dilakukan pada jam tatap muka. satu situasi dalam novel Peningkatan Kualitas Pembelajaran 115E. Selamat mencoba. hasil eksplorasi. para dosen dapat mengembangkan model lain yang lebih menjanjikan. atau barangkali ide lain yang dapat mencerminkan pemahaman dan kepeduliannya terhadap masalah yang dikaji. setiap kelompok yajikan hasil pemahamannya tersebut di depan kelas dengan caranya masing-masing. kemauan untuk bekerja sama dan memikiul tanggung jawab bersama. tanya jawab. antara lain. bahkan mungkin dari model ini. sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran. diharapkan semua mahasiswa sudah memahami konsep/ topik/masalah yang dikaji. memuat cara kerja yang jelas. diskusi. model pembelajaran kreatif dan produktif mempunyai ekuatan seperti yang sudah dideskripsikan dalam dampak instruksional dan dampak Evaluasi belamengamati sikap dan kemampuan berpikir mahasiswa. Terlepas kpengiring. atau ditindaklanjuti. Evaluasi jar dilakukan selama proses pembelajaran dan pada akhir pembelajaran. petunjuk tentang sumber yang dapat dieksplorasi. Jika eksplorasi dilakukan oleh kelompok. Dalam masalah penggusuran. 3Dalam tahap analisis. Model pembkdosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam suatu model pembelajaran yang memang sangat berbeda dari pembelajaran tradisional. Eksplorasi dapat dilakukan secara individual atau kelompok sesuai dengan kesepakatan pada waktu orientasi. Model pembelajaran kreatif dan produktif memerlukan waktu yang cukup panjang dan fleksibel. antara lain. Kesungguhan mengerjakan tugas. sikap penduduk yang digusur. Dosen dapat mengembangkan model ini sesuai dengan bidang studinya. berdasarkan ggusuran. dalam apresiasi sastra. merupakan contoh aspek-aspek yang dapat dinilai selama proses pembelajaran. atau menulis kembali satu episode dari sudut pandang seorang pelaku. Misalnya. Selama proses pembelajaran. Pada akhir tahap interpretasi. ketidaksiapan mahasiswa dapat diatasi dengan menyediakan panduan yang. atau bahkan berupa percobaan kembali.penggusuran. Ketidaksiapan dosen untuk mengelola pembelajaran seperti ini dapat diatasi dengan pelatihan yang kemudian disertai dengan kemauan yang kuat untuk mencobakannya. Oleh karena itu. . diikuti oleh tanggapan dari mahasiswa lain. terkait dengan kesiapan dari kelemahannya. Dosen yang terbiasa mengkuliahkan semua materi. mahasiswa dapat diminta membuat satu skenario drama dari novel yang sedang dikajinya. Jika kelemahan dapat diminimalkan. Evaluasi pada akhir pembelajaran adalah evaluasi terhadap produk kreatif yang iteria penilaian dapat disepakati bersama pada waktu orientasi. K F. Sementara itu. waktu yang diperlukan mungkin cukup dua kali tatap muka ditambah dengan kegiatan terstruktur dan mandiri.

Untuk mencapai tujuan tersebut. dll. menekankan pada kemelekwacanaan ( .Peningkatan Kualitas Pembelajaran 116Contoh Penerapan MODEL PEMBELAJARAN KREATIF dan PRODUKTIF Eksplorasi Cari. Re-kreasi Gubah dalam bentuk lain (puisi. baca. cerita bergambar. dengarkan. yaitu: mahasiswa PGSD mampu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam segala bentuk komunikasi. prosa. antara lain. serta mampu mengajarkan bahasa Indonesia di SD. saksikan. drama. bacakan. gali tema dan nilai Ah a Orientasi Garis besar tugas dan penilaian 1. hayati karakter.) Tampilkan Peningkatan Kualitas Pembelajaran 117Pengantar Mata kuliah Pendidikan Bahasa Indonesia dalam program PGSD mempunyai dua tujuan utama. karakteristik pembelajaran bahasa Indonesia di SD yang. Interpretasi Bahas.

Ciri khas model ini terletak pada: keaktifan mahasiswa. eksplorasi. Materi: Cerita rakyat atau dongeng dari berbagai daerah. minat. fungsi bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa. Keaktifan mahasiswa yang didasarkan pada ketertarikan. dengan mengambil salah satu kekayaan budaya bangsa. kemampuan bernalar. mahasiswa diharapkan mampu: 1. tanpa ada dokumen yang dapat dijadikan pegangan. pembelajaran bahasa Indonesia dalam program PGSD seyogyanya memberi kesempatan kepada para mahasiswa untuk mengembangkan berbagai kemampuan tersebut. Pan Balang Tamak. 4. membacakan dongeng untuk anak-anak dengan penuh penghayatan. namun masih banyak yang beredar dari mulut ke mulut. serta sarana untuk mengapresiasi seni dan budaya harus mendapat perhatian utama. atau cerita rakyat lain yang ditemukan oleh mahasiswa. . menemukan pesan moral dalam dongeng yang dibaca. interpretasi. mengidentifikasi berbagai ungkapan klasik yang terdapat dalam dongeng yang dibaca.literacy). Tujuan Melalui pembelajaran kreatif dan produktif dalam mata kuliah Pendidikan Bahasa Indonesia. Model pembelajaran kreatif dan produktif untuk mata kuliah Pendidikan Bahasa Indonesia disusun sebagai salah satu contoh pembelajaran yang mencerminkan karakteristik pembelajaran bahasa Indonesia di SD. Pada setiap tahap. kemampuan berkomunikasi. kerja sama. Dongeng atau cerita rakyat tersebut ada yang sudah dibukukan. Jika perlu. ada kegiatan yang harus dilakukan di luar kelas (terstruktur dan mandiri) dan kegiatan di dalam kelas. Waktu: Model ini dapat diterapkan dalam 4 x 50 tatap muka serta kegiatan terstruktur dan mandiri selama dua minggu. 3. dan kemampuan memecahkan masalah harus menjadi perhatian utama dalam pembelajaran di PGSD. I Belog. strategi pembelajaran yang dikembangkan dalam model kreatif dan produktif dapat diterapkan dalam Pengajaran Apresiasi Sastra untuk semua jenjang pendidikan. Malin Kundang. yaitu cerita rakyat atau dongeng . memilih cerita rakyat atau dongeng yang sesuai untuk siswa kelas awal SD. seperti: Sangkuriang. pertemuan tatap muka dapat diperpanjang menjadi 6 x 50 menit. Melalui pembelajaran ini. serta benda-benda yang terkait dengan cerita rakyat tersebut. serta penghayatan nilai-nilai budaya. dongeng yang masih beredar dari mulut ke mulut dapat direkam dan kemudian dibukukan. serta 5. yaitu: orientasi. Terlepas dari materi yang dijadikan fokus pada model ini. Dengan karakteristik tersebut. Di samping itu. dan re-kreasi. Bawang Merah Bawang Putih. Peningkatan Kualitas Pembelajaran 118Kegiatan: Pada dasarnya kegiatan pada model ini terdiri dari empat tahap. 2. mengubah dongeng menjadi bentuk lain.

drama. menyampaikan ungkapan klasik serta pesan moral dalam dongeng tersebut. 3. . Tugas diberikan seminggu sebelum pertemuan tatap muka yang membahas cerita rakyat. yaitu masing-masing wakil kelompok membacakan dongeng yang dipilih. Tugas dikerjakan secara individual di luar kelas dan akan ditampilkan dalam kegiatan tatap muka minggu berikutnya. menemukan ungkapan klasik.atau motivasi mahasiswa merupakan kunci keberhasilan. gambar seri atau komik. 2. Orientasi dan Eksplorasi a. Dalam kegiatan kelompok mahasiswa bertanya jawab tentang isi dongeng yang sudah dipilih oleh kelompok. mahasiswa dapat merekam dongeng tersebut. Kegitan tatap muka pada tahap interpretasi diakhiri dengan memberi tugas merekreasikan dongeng atau bagian dongeng yang dibaca atau didengar menjadi bentuk lain seperti: puisi. c. Re-Kreasi a. b. Cerita rakyat yang sudah dibaca atau didengarkan dibawa ke kelas pada pertemuan berikutnya. setiap mahasiswa diminta mencari ungkapan klise yang terdapat dalam dongeng tersebut. serta menyimpulkan pesan moral dari dongeng yang dibahas. Kegiatan kelompok dilanjutkan dengan kegiatan klasikal. Kegiatan ini diawali dengan pemberian tugas kepada mahasiswa untuk mencari dan membaca dongeng atau cerita rakyat dari daerah masing-masing yang dilakukan secara individual. b. kegiatan ini dilakukan di luar kegiatan tatap muka dengan membaca dan menafsirkan pesan moral yang terdapat dalam dongeng yang dibaca atau didengar (bagi dongeng yang belum dibukukan). Mahasiswa lain dapat menanggapi presentasi dari setiap kelompok. kemudian diikuti oleh kegiatan berbagi pengalaman mencari dongeng secara klasikal (sekitar 10 ). tetapi juga meliputi dongeng yang beredar dari mulut ke mulut. Pencarian tidak terbatas pada dongeng yang sudah dibukukan. Uraian singkat dari setiap tahap adalah sebagai berikut. Kegiatan berupa pertemuan tatap muka berlangsung secara kelompok dan klasikal (50 ). berbagi hasil pencarian dongeng/cerita rakyat. membacakan dongeng kepada kelompok atau mendongeng langsung untuk dongeng yang belum dibukukan. baik yang berupa benda sesungguhnya atau gambar dapat disiapkan untuk ditampilkan pada kegiatan klasikal. Secara individual. serta memilih salah satu dongeng yang akan ditampilkan di kelas. disertai dengan penampilan benda-benda yang terkait dengan dongeng tersebut. Bendabenda yang terkait dengan dongeng. Pertemuan tatap muka pertama diawali dengan pengantar singkat dari dosen tentang pentingnya dongeng bagi pembentukan moral anak-anak (sekitar 5 ). 1. dan akhirnya mahasiswa bekerja dalam kelompok. Setelah membaca. Untuk dongeng yang beredar dari mulut ke mulut. Interpretasi: a.

Pertemuan tatap muka (2 x 50 ) diawali dengan kegiatan kelompok untuk berbagi hasil re-kreasi. Menemukan pesan moral dalam dongeng yang dibaca Pesan moral dan benda-benda terkait Interpretasi: Diskusi kelompok / klasikal Interpretasi: Kerja individual Tes tertulis (pemahaman thd pesan moral) 5. kemudian memajang seluruh hasil rekreasi di dinding kelas. No Tujuan Materi Kegiatan Penilaian Tatap Muka Tst & mandiri 1. Mengubah dongeng dalam bentuk lain Dongeng Re-Kreasi: Presentasi dan pajangan Kerja individual (mere-kreasikan dongeng) Hasil Re-kreasi . Kegiatan kelompok dilanjutkan dengan kegiatan klasikal yang diisi dengan menampilkan satu pembaca dongeng atau pendongeng yang paling menarik. Dalam bentuk rangkuman. tulis & lisan Orientasi dari dosen Esplorasi: Selama satu minggu / individual Dongeng yang didapat 2. Memilih dongeng untuk kelas awal SD Dongeng. Membacakan dongeng dengan penuh penghayatan Dongeng yang didapat Eksplorasi: Kelompok dan klasikal Eksplorasi: Latihan individual Tes perbuatan (gaya membaca) 3. serta presentasi hasil re-kreasi kelompok. cerita rakyat. kegiatan pembelajaran dalam model ini dapat dipetakan sebagai berikut. Mengidentifikasi ungkapan klasik Ungkapan klasik dalam dongeng Interpretasi: Diskusi kelompok dan klasikal Interpretasi: Kerja individual Tes Tertulis (Pemahaman dr ungkapan yang ditemukan) 4. mengulas ungkapan klasik dan pesan moral dari dongeng yang dibacakan atau didengarkan.Peningkatan Kualitas Pembelajaran 119b. memilih re-kreasi yang paling menarik untuk ditampilkan di kelas.

Penilaian: Penilaian dalam model ini dilakukan selama proses belajar. beserta hasil akhir mahasiswa dalam pembelajaran ini. setiap mahasiswa mendapat nilai kelompok dan nilai individual. Dalam proses belajar yang dinilai adalah: kesungguhan dan partisipasi mahasiswa selama mengerjakan berbagai tugas. Baik dalam penilaian proses maupun dalam penilaian hasil belajar. partisipasi dalam pembahasan. Peningkatan Kualitas Pembelajaran 120 . membacakan dongeng. seperti kesungguhan dalam mencari dongeng. serta kerja sama dalam kelompok. Penilaian hasil belajar dilihat dari jumlah dan keberagaman dongeng yang didapat serta hasil re-kreasi dari dongeng yang dipilih..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->