BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Sistem endokrin terdiri dari sekelompok organ (kadang disebut sebagai kelenjar sekresi internal), yang fungsi utamanya adalah menghasilkan dan melepaskan hormon-hormon secara langsung ke dalam aliran darah. Hormon berperan sebagai pembawa pesan untuk mengkoordinasikan kegiatan berbagai organ tubuh.4 Hormon adalah zat yang dilepaskan ke dalam aliran darah dari suatu kelenjar atau organ, yang mempengaruhi kegiatan di dalam sel sel. Sebagian besar hormon merupakan protein yang terdiri dari rantai asam amino dengan panjang yang berbeda-beda. Sisanya merupakan steroid, yaitu zat lemak yang merupakan derivat dari kolesterol. Hormon dalam jumlah yang sangat kecil bisa memicu respon tubuh yang sangat luas. Hormon terikat kepada reseptor di permukaan sel atau di dalam sel. Ikatan antara hormon dan reseptor akan mempercepat, memperlambat atau merubah fungsi sel.4 Terjadinya gangguan pengendalian endokrin akan menyebabkan beberapa kelainan, seperti penyakit gigantisme dan juga kretinisme.

1.2

Batasan Topik Adapun batasan topik dalam pembahasan makalah ini adalah: y Definisi Endokrin y Klasifikasi Endokrin dan Fungsinya. y Fungsi Umum Endokrin y Karakteristik Endokrin y Pengendalian Endokrin y Kerja Hormon y Jenis Hormon y Struktur Kimiawi Hormon y Kelainan Endokrin

1

1 DEFINISI SISTEM ENDOKRIN Sistem endokrin terdiri dari sekelompok organ (kadang disebut sebagai kelenjar sekresi internal). Permukaan sel kelenjarnya menempel pada dinding steroid/kapiler. Kelenjar endokrin mensekresi substansi kimia yang langsung dikeluarkan ke dalam pembuluh darah. yang fungsi utamanya adalah menghasilkan dan melepaskan hormon-hormon secara langsung ke dalam aliran darah. Selanjutnya hormon tersebut dibawa ke sel-sel target(responsive cell) tempat terjadinya efek hormon. Sistem endokrin terdiri dari kelenjar-kelenjar endokrin. Hormon yaitu penghantar ( transmitter) kimiawi yang dilepas dari sel-sel khusus ke dalam aliran darah.4 2 . Kelenjar endokrin merupakan kelenjar buntu( sekresi internal yang mengirim hasil sekresinya langsung ke dalam cairan limfe). Kelompok ini terdiri dari sekumpulan deretan sel.BAB II PEMBAHASAN 2. Sekresinya disebut hormon. Kelenjar endokrin merupakan sekelompok susunan sel yang mempunyai susunan mikroskopik sangat sederhana. lempengan atau gumpalan sel disokong oleh jaringan ikat halus yang banyak mengandung pembuluh kapiler. Hasil sekresinya langsung beredar dalam jaringan kelenjar tanpa melewati duktus (saluran). Hormon berperan sebagai pembawa pesan untuk mengkoordinasikan kegiatan berbagai organ tubuh.

.Perkembangan organ seks dan sifat-sifat kelamin sekunder . growth hormon. . Hormon yang terlibat: .5 Fungsi Utama Sistem Endokrin dan hormon yang terlibat: Homeostasis . sel-sel pada kebanyakan organ endokrin tersusun berupa deretan atau kelompok.Gametogenesis( produksi sel telur dan sperma). .Penyimpanan dan penggunaan energi melalui pengendalian metabolisme karbohidrat.3 KARAKTERISTIK ENDOKRIN y y y Sistem endokrin terdiri dari sel-sel. dan organ yang mampu mensintesis dan mensekresi hormon langsung ke dalam kapiler darah dan limfatika. Aldesteron. katekomlamina.2. kelahiran dan laktasi. kelenjar/ organ endokrin tidak memiliki saluran keluar.Anti Diuretic Hormon. kortisol. . oksitosin. Akibatnya.Hormon-hormon tiroid. Memelihara lingkungan internal optimal. .Kehamilan.Siklus menstruasi. Reproduksi . lemak dan protein. . hormonhormon tiroid. Mengkoordinasi sistem reproduktif. jaringan. progesteron.Androgen(terutama testosteron)5 2. glukagon. Adapula sel-sel endokrin yang terdapat sendirian yang dibedakan dari kelenjar enokrin bersel satu karena kenyataan bahwa kutub sekresi mereka( bagian sel yan mengandung produk pensekresi yang matang) 3 .Prolaktin.Fungsi kardiovaskuler.Imbangan cairan tubuh dan elektrolit. dikelilingi banyak jejaring kapiler.Insulin. . .Estrogen(terutama estradiol).2 FUNGSI SISTEM ENDOKRIN Fungsi Umum: y y y y Membedakan sistem saraf dan sistem reproduktif pada janin yang sedang berkembang Menstimulasi urutan perkembangan. Selain itu. Hormon yang terlibat: .

kelenjar paratiroid. Pineal 2. hormon kelenjar lain. Ovary 10. yang terletak dalam kerangka jaringan penyambung tipis. Thymus 7. Sistem endokrin dan hubungannya dengan sistem saraf. Pankreas 9. Paratiroid 6. contoh: kelenjar tiroid. adrenal. kadar metabolit. sama-sama mengontrol dan memadukan fungsi tubuh. tali-tali atau sarang sel yang tidak teratur yang terfiltrasi oleh suatu anyaman rumit dari kapiler/ pembuluh darah sinusoidal. Kelenjar endokrin yang khas untuk tipenya terdiri dari kumpulan sel-sel pensekresi yang tersusun dalam lembaran-lembaran. Jaringan utama didominasi oleh sel kelenjar yang menghasilkan hormon.1 2. Regulasinya dengan sistem saraf.y y y y tertuju langsung ke arah alas kapiler dibawah suatu epitel dan tidak ke arah lumen suatu organ yang dilapisi oleh epitel itu. dan lain-lain. Kedua sistem ini berfungsi untuk mempertahankan homeostasis tubuh. Hypothalamus 3. Thyroid 5. Adrenal 8. Pituitary 4. Testis 4 .4 KLASIFIKASI SISTEM ENDOKRIN Sistem Endokrin terdiri dari beberapa kelenjar: 1.

Kelenjar ini memegang peranan penting di dalam mensekresi hormon dari semua organ endokrin. y Hormon Axitoksik merangsang kontraksi uterus sewaktu melahirkan bayi dan pengeluaran air susu sewaktu menyusui. a) Lobus Anterior Kelenjar hipofisis menghasilkan sejumlah hormon yang bekerja sebagai zat pengendali produksi sekresi dari semua organ endokrin lain.protein dan karbohidrat. y Hormon gonadotrofik : y Hormon perangsang folikel(FSH) yang berfungsi merangsang perkembangan folikel graaf di dalam ovarium dan pembentukan spermatozoa dalam testis.5 gram. yaitu sebagai pengatur kegiatan hormon yang lain dan mempengaruhi pekerjaan kelenjar lain. Kelenjar ini tergantung dari hipotalamus suatu masa jaringan saraf yang membentuk lantai ventrikel ke 3. b) Lobus Posterior Fungsinya adalah mengeluarkan dua jenis hormon. y Hormon ketiga dari hormon gonadotrofik ini ialah Luteotrofin atau prolaktin. mengendalikan sekresi air susu dan mempertahankan adanya korpus luteum selama hamil. pertumbuhan dan metabolism air. y Luternising Hormon(LH) atau Interstisial Cell Stimulating Hormon ( ICSH) mengendalikan sekresi ustrogen dan progesteron di dalam ovarium dan testosteron di dalam testis.yaitu: y Hormon Anti-diuretik (ADH) mengatur jumlah air yang melalui ginjal. Kelenjar hipofisis mengontrol fungsi seksual dan tiroid. y Hormon totropik mengendalikan kegiatan kelenjar tiroid dalam menhasilkan tiroksin. y Hormon adrenokortikotropik(ACTH) mengendalikan kegiatan kelenjar suprarenal dalam menghasilkan kortisol yang berasal dari korteks kelenjar suprarenal ini. y Hormon pertumbuhan (somatotropik) mengendalikan pertumbuhan tubuh. 2) KELENJAR TIROID Kelenjar tiroid adalah kelenjar yang terdiri atas dua buah lobus yang terletak di sebelah kanan dan kiri trakea.1) KELENJAR HIPOFISIS Kelenjar ini adalah kelenjar yang tidak didasar tengkorak ( sela tursika) fossa pituitaria os sphenoid. dan diikat bersama oleh 5 . besarnya kira-kira 10x13x6 mm dan beratnya sekitar 0.

zat aktif yang utama dari senyawa yodium ini adalah hormon tiroksin. kira-kira pada ketinggian bifurkasi trakea. Kelenjar ini menghasilkan parathormon (PTH) yang berfungsi untuk mengatur konsentrasi ion kalsium dari usus. Fungsinya sangat erat bertalian dengan kegiatan metabolik dalam hal pengaturan susunan kimia dalam jaringan. Fungsi: Sekresi tiroid di atur oleh sebuah hormon dari lobus anterior kelenjar hipofisis yaitu oleh hormon titotropik. Fungsi Umum: y Mengatur metabolisme fosfor y Mengatur kadar kalsium darah Kelenjar ini menghasilkan parathormon yang berfungsi untuk mengatur konsentrasi ion kalsium dan fosfor dalam cairan ekstraseluler dengan cara mengatur: y Mengatur absorpsi kalsium dari usus y Ekskresi kalsium dan ginjal y Pelepasan kalsium dari tulang Hormon paratiroid meningkatkan kalsium darah dengan cara merangsang reabsorpsi kalsium di ginjal dan dengan cara penginduksian sel-sel tulang osteoklas untuk merombak matriks pada tulang sejati dan melepaskan kalsium ke dalam darah. 6 . Struktur: Kelenjar tiroid terdiri atas 2 sejumlah besar vesikel yang dibatasi oleh epithelium silinder. 3) KELENJAR PARATIROID Kelenjar ini berjumlah 4 buah terletak dibelakang kelenjar tiroid. Warnanya kemerah-merahan dan terdiri dari 2 lobus. mendapat persediaan darah berlimpah-limpah dan yang disatukan oleh jaringan ikat. sekresi kalsium oleh ginjal dan pelepasan kalsium dari tulang. yang mengandung zat senyawa yodium. 4) KELENJAR TIMUS Kelenjar timus terletak dalam torak. bekerja sebagai perangsang proses oksidasi. mengatur penggunaan oksigen dan dengan sendirinya mengatur pengeluaran karbon dioksida. Sel itu mengeluarkan sekret cairan yang bersifat lekat yaitu koloida tiroid .secarik jaringan tiroid yang disebut isimus tiroid dan yang melintasi trakea di depannya.

Beberapa hormon terpenting yang disekresikan oleh korteks adrenal adalah hidrokortison. fungsi ginjal dan tonus otot. 5) KELENJAR SUPRARENALIS (ADRENAL) Kelenjar ini berbentuk seperti bola atau topi terletak di atas ginjal.Pada bayi yang baru lahir sangat kecil dan beratnya kurang lebih 10 gram dan ukurannya bertambah pada masa remaja beratnya dari 30-40 gram dan kemudian mengerut lagi. tetap ada sangkut pautnya dengan produksi antibodi. Kekacauan ovari pada wanita sering ada hubungannya dengan gangguan pada thyroid. Kadar glukosa yang tinggi dalam darah merupakan rangsangan untuk mengsekresikan insulin. Kelenjar ini menghasilkan tirosin yang berfungsi untuk merangsang limfosit. Kelenjar pankreas ini menghasilkan hormon insulin dan glikagon. Hormon ini menentukan apakah ia punya keturunan atau tidak. Ovari (kelenjar sex wanita) Gonad sex dipengaruhi oleh hormon pituitari dan thyroid. 7 . Fungsinya belum diketahui. Insulin mempermudah gerakan glukosa dari darah menuju ke sel-sel tubuh yang menembus membran sel. Pada banyak wanita. Sebaliknya glikogen bekerja secara berlawanan terhadap insulin. Kelenjar ini merupakan kelenjar penimbunan hormon somatotrof atau hormon pertumbuhan dan setelah dewasa tidak berfungsi lagi. 7) KELENJAR KELAMIN (GONAD) 1. sehingga dikenal sebagai pulau-pulau langerhans. Di sel hati. aldosteron dan kortikosteron yang semuanya bertalian erat dengan metabolisme pertumbuhan. Di dalam otot glukosa di metabolisasi dan disimpan dalam bentuk cadangan. Hormon ini merupakan diktaror yang menentukan apakah wanita akan langsing dan muda setelah menopause atau apa ia berubah gemuk. Pada setiap ginjal terdapat satu kelenjar suprarenalis yang terbagi menjadi dua bagian yaitu bagian luar (korteks) dan medulla (tengah). menstruasi didahului dengan sakit kepala dan pituitari yang akan hilang bila aliran menstruasi mulai berjalan. Semua fungsi menentukan jalan hidup. Tanpa pituitari seorang wanita tidak akan menjadi dewasa. insulin mempercepat proses pembentukan glikogen atau glikogenesis dan lipogenesis. 6) KELENJAR PANKREAS ( LANGERHANS) Kelenjar ini merupakan sekelompok sel yang terletak pada pankreas.

Hiposekresi : Bila kelenjar tiroid kurang mengeluarkan sekret pada waktu bayi maka mengakibatkan suatu keadaan yang namanya kretinisme.Sebelum pubertas menyebabkan anak tumbuh menjadi orang kerdil. Penyakit gondok (pembesaran sederhana tiroid) adalah umum di daerah ini. thyroid dan adrenal. Kelenjar hipofisis Hiposekresi : . Dalam kedaan ini timbul perubahan atrofik didalam kelenjar gonad. lamban. 2. y Sesudah pubertas. rambut rontok. 8 . Testosterone ( hormon pria) Hormon ini dihasilkan di gonad pria yang sangat mempengaruhi kesehatan jasmani dan rohani pria. Hipersekresi : . dapat memberikan zat-zat kepada otot jantung yang mengalami pengunduran.5 KELAINAN PADA SISTEM ENDOKRIN 1. tanpa estrogen perkembangan buah dada dan menstruasi akan kurang baik. Testosterone mempengaruhi pertumbuhan tulang. dengan keadaan sebelumnya normal akan terjadi keadaan yang dikenal dengan penyakit Shehan. kekurangan sekresi mengakibatkan nixudema proses metabolik mundur dan terdapat kecenderungan bertambah berat. suatu keadaan dengan tulang dan juga organ lainnya seperti organ jaringan lunak menjadi tebal dan kasar.Sebelum pubertas menimbulkan gigantisme. cara berfikir dan bicara lamban. kulit tebal dan kering. y Sesudah pubertas menyebabkan akromegali. dan di daerah dengan yodium yang sangat kurang dalam persediaan airnya dapat diberikan garam yang sudah dibubuhi yodium atau manis yang dibubuhi yodium. Progesterone.3 2. berupa hambatan pertumbuhan mental dan fisik. Bahkan testosterone dapat menolong seorang wanita yang menderita kanker payudara. orang memanfaatkannya untuk menyembuhkan tulang. Pada orang dewasa. untuk mempersiapkan kehamilan seorang wanita. Hormon yang kuat ini dapat membangunkan otot yang lemah. 2.y y Ovari menghasilkan dua hormon: Estrogen. Kelenjar tiroid Sekresi dari tiroid normal berisi sedikit yodium.

Pada golongan gondok non toxik kelenjarnya membesar tetapi sekresi tidak bertambah dan tidak abnormal. Kelenjar suprarenal Pada kelenjar ini terdapat penyakit Addison.6 HORMON UTAMA Yg menghasilkan Kelenjar adrenal Fungsi Membantu mengatur keseimbangan garam & air dengan cara menahan garam & air serta membuang kalium Menyebabkan ginjal menahan air Bersama dengan aldosteron. terutama sebagai: Anti peradangan Mempertahankan kadar gula darah Hormon Aldosteron Hormon antidiuretik (vasopresin) Kelenjar hipofisa Kortikosteroid Kelenjar adrenal 9 . Hiperparatiroidisma : Over aktifitas kelenjar. 3.Hipersekresi : Pada pembesaran kelenjar dan penambahan sekresi yang disebut hipertiroidisma. Hiperfungsi dapat disebabkan oleh tumur kelenjar adrenal yang mengakibatkan sindrom cusching. Keseimbangan distribusi kalsium tergannggu. kecepatan denyut nadinya naik ³cardial output´ bertambah dan simpton cardeo vaskuler mencakup fibrilasi atrium dan kegagalan jantung. penyakit ini adalah penyakit hipofungsi. Pasien turun beratnya. dengan akibat terjadinya penyakit tulang dengan tanda-tanda khas bahwa beberapa bagian keropos. mengakibatkan keadaan yang disebut tetani dengan gejala khas kejang dan konvulasi. gelisah dan mudah marah.3 2. membantu mengendalikan tekanan darah Memiliki efek yg luas di seluruh tubuh. semua simptonnya sebaliknya dari niksudema. Hipotiroidisma : Dapat diobati dengan tablet yang menghentikan produksi tiroksin dalam kelenjar. Hipertiroidisma : Pada gondok toxik jangan dikacaukan dasar pembesaran sederhana. kalsium dikeluarkan kembali dari tulang dan dimasukkan ke dalam serum darah. 4. Kelenjar paratiroid Hipoparatiroidisma : Terjadinya saat kekurangan kalsium di dalam isi darah (hipokalsemia).

pematangan sel telur. tekstur & ketebalan kulit. protein & lemak di seluruh tubuh -Mengendalikan fungsi reproduksi (pembentukan sperma & sementum. tekanan darah & kekuatan otot Membantu mengendalikan keseimbangan garam & air Kortikotropin Kelenjar hipofisa Ginjal Indung telur Pankreas Kelenjar hipofisa Mengendalikan pembentukan & pelepasan hormon oleh korteks adrenal Merangsang pembentukan sel darah merah Mengendalikan perkembangan ciri seksual & sistem reproduksi wanita Meningkatkan kadar gula darah -Mengendalikan pertumbuhan & perkembangan -Meningkatkan pembentukan protein -Menurunkan kadar gula darah -Mempengaruhi metabolisme glukosa. pembentukan otot.. suara dan bahkan mungkin sifat kepribadian) Menyebabkan kontraksi otot rahim & saluran susu di payudara -Mengendalikan pembentukan tulang -Mengendalikan pelepasan kalsium & fosfat -Mempersiapkan lapisan rahim untuk penanaman sel telur yg telah dibuahi -Mempersiapkan kelenjar susu untuk menghasilkan susu Memulai & mempertahankan pembentukan susu di kelenjar susu Eritropoietin Estrogen Glukagon Hormon pertumbuhan Insulin Pankreas LH (luteinizing hormon) Kelenjar FSH (folliclehipofisa stimulating hormon) Oksitosin Hormon paratiroid Kelenjar hipofisa Kelenjar paratiroid Progesteron Indung telur Polaktin Kelenjar hipofisa 10 . siklus menstruasi -Mengendalikan ciri seksual pria & wanita (penyebaran rambut.

dan seriap sel yang di stimulasi biasanya memiliki sekitar 2000-100. Reseptor utama untuk berbagai hormon steroid terutama detemukan dalam sitoplasma.8 STRUKTUR KIMIAWI HORMON 1. Di dalam permukaan atau pada permukaan membran sel. Protein dan polipeptida Peptida/derivate peptide dibuat di kelenjar buntuk yang berasal dari jaringan alat pencernaan. hal ini menentukan jenis hormon yang akan bekerja pada jaringan tertentu. sedangkan reseptor hormon yang lain terletak di sitoplasma atau di nukleus. hal tersebut biasanya akan menginisiasi serangkaian reaksi di dalam sel. Reseptor untuk hormon tiroid dijumpai di nukleus dan lokasinya diyakini berhubungan erat dengan satu atau lebih kromosom. peptide dan hormon katekolamin. Didalam sitoplasma sel. Protein dan polipeptida mencakup hormon-hormon yang 11 . Sel yang tidak memiliki reseptor untuk hormon tersebut tidak akan berespon. Reseptor untuk beberapa hormon terletak pada membran sel target. 2. Setiap reseptor biasanya juga sangat spesifik untuk sebuah hormon. Jaringan target yang dipengaruhi oleh suatu hormon adalah jaringan yang memiliki reseptor spesifikly. dengan setiap tahap reaksi yang semakin teraktivasi sehingga sejumlah kecil konsentrasi hormon bahkan dapat mempunyai pengaruh yang besar.7 MEKANISME KERJA HORMON Langkah pertama kerja suatu hormon adalah pengikatan hormon pada reseptor spesifik disel target. pematangan & kecepatan metabolisme Merangsang pembentukan & pelepasan hormon oleh kelenjar tiroid. peptida bersirkulasi bebas dalam plasma lebih kurang 5-10 menit. Lokasi berbagai jenis reseptor hormon secara garis besar adalah : 1.Renin angiotensin Hormon tiroid TSH (tyroidstimulating hormon) & Ginjal Kelenjar tiroid Mengendalikan tekanan darah Mengatur pertumbuhan. Ketika hormon terikat pada reseptornya. Didalam nukleus sel. Reseptor hormon merupakan protein berukuran besar. 2 2. Reseptor membran sebagian besar spesifik untuk protein.4 Kelenjar hipofisa 2. 3.000 reseptor.

ovarium (estrogen dan progesterone). maka pelepasan setiap hormon harus diatur dalam batas-batas yang tepat. suatu siklus menstruasi wanita melibatkan peningkatan sekresi LH dan FSH oleh kelenjar hipofisa setiap bulannya. Tubuh perlu merasakan dari waktu ke waktu apakah diperlukan lebih banyak atau lebih sedikit hormon. Testis (testosteron). Tetapi jelas terlihat bahwa organ memberikan respon terhadap semacam jam biologis. maka kadar hormon di dalam darah bisa menjadi tinggi atau rendah. 12 . Untuk mengendalikan fungsi endokrin. 2. Isapan bayi pada puting susu merangsang hipofisa untuk menghasilkan lebih banyak prolaktin. Hipotalamus dan kelenjar hipofisa melepaskan hormonnya jika mereka merasakan bahwa kadar hormon lainnya yang mereka kontrol terlalu tinggi atau terlalu rendah. sehingga mengganggu fungsi tubuh. Jika kadar hormon kelenjar target dalam darah mencukupi. Prolaktin (hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar hipofisa) menyebabkan kelenjar susu di payudara menghasilkan susu. dan korteks suprarenal bersikulasi dalam plasma dan terikat pada transport protein kira-kira 60-100 menit. Mekanisme pasti dari pengendalian oleh hipotalamus dan hipofisa terhadapbioritmik ini masih belum dapat dimengerti. 3. Derivat asam amino dikeluarkan oleh sel kelenjar buntu yang berasal dari jaringan nervus medulla suprarendis dan neurokipofisis.disekresikan oleh kelenjar hipofisis anterior dan posterior.2 2. Sistem umpan balik ini mengatur semua kelenjar yang berada dibawah kendali hipofisa. Faktor-faktor lainnya juga merangsang pembentukan hormon. kelenjar paratiroid (hormon paratiroid). Isapan bayi juga meningkatkan pelepasan oksitosin yang menyebabkan mengkerutnya saluran susu sehingga susu bisa dialirkan ke mulut bayi.9 PENGENDALIAN ENDOKRIN Jika kelenjar endokrin mengalami kelainan fungsi. Hormon tertentu yang berada dibawah kendali hipofisa memiliki fungsi yang memiliki jadwal tertentu. Hormon estrogen dan progesteron pada indung telur juga kadarnya mengalami turun-naik setiap bulannya. Steroid Hormon steroid mempunyai inti Cydo-pentano-perhidrophenantren yang dibuat oleh kelenjar buntu yang berasal dari mesotelium. Turunan asam amino tirosin Yang disekresikan oleh kelenjar tiroid (tiroksid dan triodotironin) dan medulla adrenal (epinefrin dan notepinefrin). Hormon hipofisa lalu masuk ke dalam aliran darah untuk merangsang aktivitas di kelenjar target. dll. Misalnya. pankreas (insulin dan glukagon). maka hipotalamus dan kelenjar hipofisa mengetahui bahwa tidak diperlukan perangsangan lagi dan mereka berhenti melepaskan hormon.

menyebabkan penurunan pelepasan ACTH lebih banyak. Alasan terjadinya hal ini belum sepenuhnya dimengerti. Mereka memiliki sistem sendiri untuk merasakan apakah tubuh memerlukan lebih banyak atau lebih sedikit hormon. menyebabkan kontraksi uterus. tidak berada dibawah kendali hipofisa. Kadar hormon lainnya bervariasi berdasarkan alasan yang kurang jelas. yang menghubungkan sistem persarafan dengan sistem endokrin. Hipofise anterior dikontrol oleh kerja hormonal sedang bagian posterior dikontrol melalui kerja saraf. Hipotalamus sebagai bagian dari sistem endokrin mengontrol sintesa dan sekresi hormon-hormon hipofise.Kelenjar semacam pulau pakreas dan kelenjar paratiroid. 13 . yang dilepaskan dari lobus posterior kelenjar hipofise. kadar gula darah akan turun sampai sangat rendah. neuron dalam hipotalamus mensekresi beberapa hormon realising dan inhibiting. Peningkatan kadar hormon mengurangi perubahan awal yang memicu pelepasan hormon. Setiap hormon yang mempengaruhi organ dan jaringan terletak jauh dari tempat kelenjar induknya. Dalam berespons terhadap input dari area lain dalam otak dan dari hormon dalam dalam darah. kenaikan kadar hormon lebih jauh dicegah oleh umpan balik negatif. Misalnya oksitosin. Kadar kortikosteroid dan hormon pertumbuhan tertinggi ditemukan pada pagi hari dan terendah pada senja hari.5 SITEM UMPAN BALIK Kadar hormon dalam darah juga dikontrol oleh umpan balik negatif manakala kadar hormon telah mencukupi untuk menghasilkan efek yang dimaksudkan. Kelenjar yang dipengaruhi oleh hormon disebut kelenjar target. Misalnya pengsekresi ACTH dari kelenjar pituitari anterior merangsang pelepasan kortisol dari korteks adrenal. Jika kadar insulin terlalu tinggi.4 PERAN HIPOTALAMUS & HIPOFISE Aktivitas endokrin dikontrol secara langsung dan tak langsung oleh hipotalamus. Hormon hipofise yang mengatur sekresi hormon dari kelenjar lain disebut hormon tropik. Hormon yang disekresi dari setiap kelenjar endokrin dan kerja dari masing-masing hormon. Misalnya kadar insulin meningkat segera setelah makan karena tubuh harus mengolah gula dari makanan.

steroid). Jika hormon mengaktifkan sel dengan berinteraksi dengan gen. Substansi ini mempengaruhi reaksi dan proses selular. ketika hormon pankreatik glukagon berikatan dengan sel-sel hepar.AKTIVASI SEL-SEL TARGET Ketika hormon melekat pada sel. kenaikan kadar AMP meningkatkan pemecahan glikogen menjadi glukosa. gen akan mensitesa mesenger RNA (mRNA) dan pada akhirnya protein (misalnya enzim. kerja sel akan mengalami sedikit perubahan.5 14 . Misalnya.

pankreas. Sistem endokrin terdiri dari kelenjar-kelenjar endokrin. thyroid. Sistem endokrin mempunyai beberapa fungsi yang berhubungan dengan homeostasis dan reproduksi. Sistem endokrin diklasifikasikan Sistem Endokrin terdiri dari beberapa kelenjar. Pengendalian endokrin berhubungan dengan hipotalamus dan hipofise. yaitu : pineal. Jika terjadi kelebihan dan kekurangan hormon akan menyebabkan kelainan. Kelenjar endokrin merupakan sekelompok susunan sel yang mempunyai susunan mikroskopis sangat sederhana. contohnya : penyakit kretinisme atau gigantisme. Sistem endokrin dan sistem saraf berfungsi samasama untuk mempertahankan fungsi tubuh. paratiroid. yang fungsi utamanya adalah menghasilkan dan melepaskan hormon-hormon secara langsung ke dalam aliran darah. pituitary. hypothalamus. 15 . Hormon berperan sebagai pembawa pesan untuk mengkoordinasikan kegiatan berbagai organ tubuh. thymus. Kelompok ini terdiri dari deretan sel-sel.BAB III PENUTUP Kesimpulan: Kesimpulan dari penulisan makalah ini adalah: Sistem endokrin terdiri dari sekelompok organ (kadang disebut sebagai kelenjar sekresi internal). ovary dan testis. adrenal. lempengan atau gumpalan sel disokong oleh jaringan ikat halus yang banyak mengandung pembuluh kapiler.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful