P. 1
Laporan Praktikum Proses Produksi

Laporan Praktikum Proses Produksi

|Views: 20,109|Likes:
Published by hengky fitrayco

More info:

Categories:Types, Research
Published by: hengky fitrayco on Mar 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/11/2013

pdf

text

original

Angka penyabunan menunjukan berat molekul lemak dan minyak secara
kasar. Minyak yang disusun oleh asam lemak berantai karbon yang pendek.
Mempunyai berat molekul yang relative kecil, akan mempunyai angka
penyabunan yang besar dan sebaliknya bila mempunyai berat molekul yang besar,
maka angka penyabunan relative kecil, angka penyabunan ini dinyatakan sebagai
banyaknya (mg) NaOH yang dibutuhkan untuk menyabunkan satu gram lemak
atau minyak. Penentuan bilangan penyabunan dilakukan untuk mengetahui sifat
minyak dan lemak. Pengujian sifat ini dapat digunakan untuk membedakan lemak
yang satu dengan yang lainnya.
Pada penentuan bilangan penyabunan pada sampel CPO, jumlah sampel
yang digunakan adalah 10 gram dengan HCL 0,5 M yang terpakai adalah 50,08
ml sedangakan pada blangko yaitu 82,4 ml. Dari data yang diperoleh dapat kita
lakukan perhitungan sebagai berikut.
Diketahui
Jumlah HCl untuk titrasi blanko (A) adalah 82,4 ml

47

Jumlah HCl untuk titrasi sampel (B) adalah 50,08 ml
Jumlah sampel yang digunakan (G) adalah 10 gram

Dijawab

90,6576

10

28,05

50,08)

-

(82,4

G28,05

B)

-

(A

Penyabunan

Bilangan

=

×

=

×

=

Jadi, bilangan penyabunan yang ada pada sampel adalah 90,6576
Menurut Sudarmadji (1989) angka penyabunan dipergunakan untuk
menentukan berat molekul minyak secara kasar. Minyak yang tersusun oleh asam
lemak rantai C pendek berarti mempunyai berat molekul relatif kecil yang akan
mempunyai angka penyabunan yang besar. angka penyabunan yang tinggi
membutuhkan banyak KOH karena banyak asam lemak berantai pendek. Angka
penyabunan merupakan bilangan penyabunan yang dinyatakan sebagai banyaknya
milligram KOH yang dibutuhkan untuik menyabunkan 1 gram lemak atau
minyak. Sedangkan menurut Ketaren (1985) bahwa angka penyabunan dari
kacang tanah berkisar antara 186-192,0.
Angka penyabunan minyak kelapa sawit tergolong tinggi disebabkan oleh
karena tersusun dari asam laurat yang merupakan asam lemak jenuh dengan berat
molekul rendah. Tetapi pada minyak kelapa pemanasan angka penyabunannya
turun disebabkan oleh perlakuan pemanasan yang telah merusak asam-asam
lemak yang terdapat di dalamnya. Sedangkan pada minyak kluwak/minyak sawit
terbuka tersusun oleh asam palmitat sekitar 40- 46 dan memiliki bilangan
penyabunan 224-249 (Ketaren, 1985). Pada hasil praktikum ini angka penyabuan
minyak sawit menunjukkan 90,6576. Penyimpangan ini terjadi karena perlakuan
pengekstrakkannya yang kurang optimal sehingga angka penyabunannya kurang
tinggi.

48

BAB V
PENUTUP

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->