P. 1
Laporan Praktikum Proses Produksi

Laporan Praktikum Proses Produksi

|Views: 20,109|Likes:
Published by hengky fitrayco

More info:

Categories:Types, Research
Published by: hengky fitrayco on Mar 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/11/2013

pdf

text

original

Dari pengolahan data diatas, kita dapat menyimpulkan:
1.Bahwa kadar warna pada sampel CPO yang diuji telah sesuai dengan
standar warna internasional yaitu jingga kemerah-merahan dengan
pengecualian pada warna kuning yang timbul pada sampel CPO tersebut.
Warna kuning yang timbul disebabkan oleh rusaknya zat karoten pada
minyak karena perlakuan yang tidak benar terhadap minyak atau pada
proses absorbsi.
2.Bahwa kadar air yang terkandung pada sampel CPO yang diuji adalah
0,3 % dari tiap gram fraksi minyak. Dengan demikian dapat dikatakan
bahwa kadar air dalam minyak telah sesuai standar. Kadar air sangat
menentukan kualitas dari CPO. Jika semakin tinggi kadar air yaitu melebihi
0,5 % fraksi massa maka akan menyebabkan ketengikan pada CPO selama
penyimpanan dan menghambat reaksi kimia pada proses pembuatan produk
turunan.
3.Bahwa kadar asam lemak bebas yang terkandung pada sampel CPO
yang diuji adalah 0,52 % dari tiap gram fraksi minyak. Dengan demikian
dapat dikatakan bahwa kadar asam lemak bebas telah sesuai dengan satndar
dengan kelonggaran 0,02 %. Jika kadar asam lemak bebas melebihi batas
standar maka dapat menurunkan kualitas minyak. Meningkatnya asam
lemak bebas terjadi karena adanya kegiatan enzim lipase yang terkandung di

49

dalam buah yang berfungsi memecah minyak menjadi asam lemak dan
gliserol sehingga kadar rendemen minyak yang dihasilkan akan menurun.
4.Bahwa bilangan penyabunan pada CPO setelah percobaan adalah
90,6576. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa bilangan penyabunan
tidak sesuai dengan standar karena lebih rendah dari 224 – 249. Hal ini
terjadi karena perlakuan pengekstrakkannya yang kurang optimal sehingga
angka penyabunannya kurang tinggi. angka penyabunan dipergunakan untuk
menentukan berat molekul minyak secara kasar. Minyak yang tersusun oleh
asam lemak rantai C pendek berarti mempunyai berat molekul relatif kecil
yang akan mempunyai angka penyabunan yang besar. angka penyabunan
yang tinggi membutuhkan banyak KOH karena banyak asam lemak berantai
pendek. Angka penyabunan merupakan bilangan penyabunan yang
dinyatakan sebagai banyaknya milligram KOH yang dibutuhkan untuik
menyabunkan 1 gram lemak atau minyak.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->