Laporan Praktikum Pengkajian Fungsi Berkemih dan Eliminasi Urin dan Fekal Oleh Juwita Agustin Ratnadewi/ 0906510956

1. Pengertian Eliminasi adalah proses pembuangan sisa metabolisme tubuh baik berupa urin atau bowel (feses). Miksi adalah proses pengosongan kandung kemih bila kandung kemih terisi. Sistem tubuh yang berperan dalam terjadinya proses eliminasi urine adalah ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Proses ini terjadi dari dua langkah utama yaitu : Kandung kemih secara progresif terisi sampai tegangan di dindingnya meningkat diatas nilai ambang, yang kemudian mencetuskan langkah kedua yaitu timbul refleks saraf yang disebut refleks miksi (refleks berkemih) yang berusaha mengosongkan kandung kemih atau jika ini gagal, setidak-tidaknya menimbulkan kesadaran akan keinginan untuk berkemih. Meskipun refleks miksi adalah refleks autonomik medula spinalis, refleks ini bisa juga dihambat atau ditimbulkan oleh pusat korteks serebri atau batang otak. Kandung kemih dipersarafi araf saraf sakral (S-2) dan (S-3).Saraf sensori dari kandung kemih dikirim ke medula spinalis (S-2) sampai (S-4) kemudian diteruskan ke pusat miksi pada susunan saraf pusat. Pusat miksi mengirim signal pada kandung kemih untuk berkontraksi. Pada saat destrusor berkontraksi spinter interna berelaksasi dan spinter eksternal dibawah kontol kesadaran akan berperan, apakah mau miksi atau ditahan. Pada saat miksi abdominal berkontraksi meningkatkan kontraksi otot kandung kemih, biasanya tidak lebih 10 ml urine tersisa dalam kandung kemih yang diusebut urine residu. Pada eliminasi urine normal sangat tergantung pada individu, biasanya miksi setelah bekerja, makan atau bangun tidur., Normal miksi sehari 5 kali. Defekasi adalah pengeluaran feses dari anus dan rektum. Hal ini juga disebut bowel movement. Frekwensi defekasi pada setiap orang sangat bervariasi dari beberapa kali perhari sampai 2 atau 3 kali perminggu. Banyaknya feses juga bervariasi setiap orang. Ketika gelombang peristaltik mendorong feses kedalam kolon sigmoid dan rektum, saraf sensoris dalam rektum dirangsang dan individu menjadi sadar terhadap kebutuhan untuk defekasi. Eliminasi yang teratur dari sisa-sisa produksi usus penting untuk fungsi tubuh yang normal. Perubahan pada eliminasi dapat menyebabkan masalah pada gastrointestinal dan bagian tubuh yang lain. Karena fungsi usus tergantung pada keseimbangan beberapa faktor, pola eliminasi dan kebiasaan masing-masing orang

Tujuan Pengkajian adalah suatu tahapan dimana seorang perawat mengambil data secara terus menerus terhadap masalah yang sedang dihadapi. . Kompetensi dasar lain yang harus dimiliki untuk melakukan tindakan PENGKAJIAN URINE Pengkajian urine dilakukan dengan mengukur asupan cairan dan haluaran urine serta mengobservasi karakteristik urine klien. lingkungan rumah bisa menghadirkan hambatan untuk klien dengan perubahan mobilitas. Observasi 3. Kulit : Masalah eliminasi urin berkaitan dengan ketidakseimbangan cairan dan elektrolit. Untuk menangani masalah eliminasi klien. Ginjal : Apabila ginjal terinfeksi atau mengalami peradangan. kandung kemih. Pemeriksaan palpasi dilakukan saar pemeriksaan abdomen untuk mengetahui posisi. 2. Data sekunder. Wawancara 2. Adanya nyeri tekan di daerah pinggul saat dilakukan perkusi sudut kostovertebra (sudut yang dibentuk oleh tulang belakang dan tulang rusuk 12). Pengkajian Fisik Organ yang ditinjau meliputi kulit. Pemeriksaan fisik terhadap eliminasi urin dan eliminasi fekal 4. Sumber informasi dari tahapan pengkajian daoat menggunakan metode : 1. perawat harus mengerti proses eliminasi yang normal dan faktor-faktor yang mempengaruhi eliminasi. biasanya akan timbul nyeri di daerah pinggul. misalnya hasil laboratorium.Keadaan sakit dapat menghindari mereka sesuai dengan program yang teratur. dan uretra. Perawat mengkaji status hidrasi klien dengan mengkaji status hidrasi klien dengan mengkaji turgor kulit dan mukosa mulut. ginjal. Mereka menjadi tidak mempunyai kemampuan fisik untuk menggunakan fasilitas toilet yang normal . perubahan kebutuhan peralatan kamar mandi. Pemeriksaan secara auskultasi juga dilakukan untuk mendeteksi adanya bunyi bruit di arteri ginjal (bunyi yang duhasilkan dari perputaran aliran darah yang melalui arteri yang sempit).Klien sering meminta pertolongan dari perawat untuk memelihara kebiasaan eliminasi yang normal. 3. dan ukuran ginjal.berbeda. bentuk.

kejernihan. dapat terlihat adanya pemebngkakan atau lekukan konveks pada abdomen bagian bawah. Urin memiliki bau yang khusus. lidah dan gusi klien. Pengkajian Karakterisitik Urin Inspeksi warna. agak kekuningan sampai kuningcokelat (seperti warna madu). Uretra : Untuk memeriksa genitalia wanita. 1. bentuk. Sedangkan pada meatus pria normal merupakan suatu lubang kecil di ujung penis. semakin kuat baunya. kandung kemih yang penuh dapat menimbulkan bunyi perkusi tumpul. perdarahan dari kandung kemih atau uretra menyebabkan warna urin menjadi merah terang. Pengkajian abdomen meliputi inspeksi keempat kuadran abdomen untuk melihat warna. Bau. Pada palpasi. Urin yang normal tampak transparan saat dikeluarkan. posisi dorsal rekumben memungkinkan genitalia terlihat secara menyeluruh. 2. Warna. Semakinpekat warna urin. PENGKAJIAN FEKAL Perawat perlu melakukan pengkajian fisik sistem dan fungsi tubuh yang kemungkinan dipengaruhi oleh adanya masalah eliminasi.Kandung Kemih : Pada inspeksi. kesimetrisan dan warna kulit. inspeksi juga mencakup memeriksa adanya adanya masa. dan lesi. Dalam keadaan normal. dan bau urine. Kejernihan. Perdarahan dari ginjal atau ureter menyebabkan warna urin menjadi gelap. stoma. Warna urin normal bervariasi dari warna pucat. jaringan parut. . meatus berwarna merah muda dan tampak sebagai lubang kecil di bawah klitoris dan diatas orifisium vagina. gelombang peristaltik. pola pembuluh darah vena. serta tidak ada rabas yang keluar dari meatus. Pada perkusi. tergantung pada kepekatan urin. Urin juga akan tampak pekat dan keruh akibat adanya bakteri. Urin yang baru dikeluarkan oleh klien yang menderita penyakit ginjal dapat tampak keruh atau berbusa akibat tingginya konsentrasi protein. kandung kemih dalam keadaan normal teraba lunak dan bundar. Pengkajian mulut meliputi inspeksi gigi.

Ketangkasan Melakukan stimulasi secara manual (misalnya memegang sebuah pensil. dan hemoroid. Fungsi sfingter anus Inspeksi anus saat beristirahat. Keberadaan feses dalam jumlah besar merupakan indikasi penurunan sensasi dan/atau gangguan pada proses pengosongan usus.3. catat tingkat kebutuhan klien akan bantuan untuk berpindah dari kursi ke commode atau ke kamar mandi. masukkan keteter urin dengan balon berukuran 30 cc ke dalam rektum. Kemudian lakukan pemeriksaan secara manual sambil meminta klien mengkontraksi dan merelaksasikan sfingternya yang diikuti dengan valsalva manuver. gembungkan balon dengan perlahan dan instruksikan klien untuk memberitahukan jika ia merasakan distensi rektum. atau mengeedan merupakan indikasi terjadinya kerusakan fungsi. Ketidakmampuan untuk merasakan distensi rektum. memutarkan jari telunjuk) Sensasi anorektal Pada klien yang mengalami rembesan feses tanpa merasa ingin defekasi. Inspeksi karakteristik feses akan memberikan informasi tentang sifat perubahan eliminasi. tetapkan adanya kebutuhan penggunaan peralatan bantuan atau seseorang untuk membantu klien. mengontraksikan anus secara sadar. . Kontraktilitas otot abdomen Instruksikan klien untuk mengedan. Pada klien yang menggunakan kursi roda. perubahan warna. Pemeriksaan fisik yang Terfokus pada Evaluasi Fungsi Usus Parameter Mobilitas Strategi pengkajian Pada klien yang dapat berjalan (observasi cara klien berjalan. Pengkajian rektum meliputi inspeksi daerah disekitar anus untuk melihat adanya lesi. Perikas keberadaan volume dan konsistensi feses di dalam rektum. inflamasi. Pemeriksaan diagnostik: visualisasi struktur GI dapat dilakukan melalui pendekatan langsung maupun tidak langsung.

dan duodenum. inflamasi usus. atau ulserasi). Alat dan bahan yang digunakan Pengambilan specimen urin: . Jumlah kehilangan darah lebih dari 50 ml yang berasal dari saluran GI bagian atas dapat disebut melena (darah di dalam feses).Visualisasi langsung: instrumen yang dimaksudkan ke dalam mulut (memperlihatkan saluran GI bagian atas atau rektum/ saluran GI bagian bawah). Tes ini menghitung jumlah darah mikroskopik di dalam feses. Tes guaiak membantu memperlihatkan darah yang tidak terdeteksi secara visual dan juga gangguan perdarahan atau gangguan pada saluran GI yang diketahui menyebabkan perdarahan (mis. lambung. kontraindikasi. Melalui sebuah gastroskop kita dapat mengambil spesimen jaringan (biopsi). dan sebuah sumber cahaya pada bagian ujungnya. atau sumber-sumber darah samar dari perdarahan. prmbuluh darah. Implikasi keperawatan sebelum tes meliputi hal-hal berikut: 1. dan komplikasi tindakan Indikasi pemeriksaan urine: Acute Urinary Incontinence Chronic Urinary Incontinence Urinary Retention Indikasi pemeriksaan fekal: Constipation Diarrhea Fecal Incontinence 5. Endoskop Fiberoptik:merupakan instrumen optik yang dilengkapi dengan lensa pengamat. 4. Klien melakukan puasa setelah tengah malam. Indikasi. Alat ini memungkinkan penampakan struktur pada ujung selang dan pemasukkan instrumen khusus untuk biopsi. selang fleksibel yang panjang. Klien menandatangani surat persetujuan tindakan 2. Tumor usus. Memungkinkan untuk inspeksi daerah lendir. dan bagian organ tubuh. Endoskopi atau gastroskopi UGI memungkinkan visualisasi esofagus. mengangkat pertumbuhan jaringan yang abnormal (polip). Tes guaiak (pemeriksaan darah samar di feses): tes laboratorium umum yang dapat dilakukan di rumah atau di samping tempat tidur klien.

Aplikator terbuat dari kayu . atau bantalan kassa berukuran 2 x 2.Preparat darah samar dari bahan karton . Gambar dan Anatomi daerah yang akan menjadi tindakan kidneys kidney ureter Ureter bladder Bladder Urogenital diaphragm Urethral sphincter muscle Urethra urethra 1.a. gulungan kapas steril. lap basah. Periksa adanya alergi. topi specimen urinal. dari esofagus kedalam lambung. d. Sabun. Eliminasi Fekal Secara normal. adah specimen steril f. Mengukur darah samar di dalam feses Alat yang dibutuhkan: a.Larutan developer darah samar Sarung tangan sekali pakai 6. c. atau kursi pot. Suplai tes darah samar . Sarung tangan steril dan nonsteril g. dikunyah (jika padat) didorong ke faring oleh lidah dan ditelan dengan adanya refleks otomatis. dan handuk. Peralatan komersial untuk mengambil urine dengan carabersih. b. Pispot (untuk klien yang tidak dapat berjalan). Larutan antiseptic (missal yodium-povidon). Lap tisu b. Pencernaan berawal dimulut dan berakhir diusus kecil walaupun . makanan & cairan masuk kedalam mulut. Air steril e.

yaitu gerakan konstraksi dan relaksasi secara bergantian dari otot yang mendorong substansi makanan dalam gerakan menyerupai gelombang. terdiri dari kolon asenden. Sekum. . Mengunyah dengan baik dapat mencegah terjadinya luka parut pada permukaan saluran pencernaan. transversum. c. Chyme ini dipompa melalui spingter pylorus kedalam duodenum. Pada saat makanan bergerak ke arah spingter pylorus pada ujung distla lambung. d. Setelah dikunyah lidah mendorong gumpalan makanan ke dalam faring. Jejenum atau bagian tengah dan 3. gelombang peristaltik meningkat. Pergerakan makanan melalui lambung dan usus dimungkinkan dengan adanya peristaltik. 3. Kolon. Kini gumpalan lembek makanan telah menjadi substansi yang disebut chyme. Usus kecil Usus kecil (halus) mempunyai tiga bagian : 1. panjangnya ± 125 ± 150 cm atau 50 ±60 inch. terdir dari : 1. Rata-rata waktu yang diperlukan untuk mengosongkan kembali lambung setelah makan adalah 2 sampai 6 jam.cairan akan melanjutkannya sampai direabsorpsi di kolon. dimana makanan bergerak ke esofagus bagian atas dan kemudian kebawah ke dalam lambung. Rektum. Lambung Gumpalan makanan memasuki lambung. yang berhubungan langsung dengan lambung 2. 10 ± 15 cm / 4 ± 6 inch. Mulut Gigi berfungsi untuk menghancurkan makanan pada awal proses pencernaan. Duodenum. Esofagus Esofagus adalah sebuah tube yang panjang. b. Permukaannya diliputi selaput mukosa yang mengeluarkan sekret mukoid yang berguna untuk perlindungan. desenden dan sigmoid. Usus besar (kolon) Kolon orang dewasa. Sepertiga bagian atas adalah terdiri dari otot yang bertulang dan sisanya adalah otot yang licin. Ileum e. dengan bagian porsi terbesar dari saluran pencernaan. yang berhubungan langsung dengan usus kecil 2. Anatomi fisiologi saluran pencernaan terdiri dari : a.

Uretra Merupakan organ yang berfungsi untuk menyalurkan urine ke bagian luar. Protocol atau prosedur dari tindakan I.Bila isi usus halus mencapai sekum. 7. dan letakkan di kantung plastic specimen. Tutup wadah specimen dengan kuat dan aman (hanya menyentuh bagian luar). dan waktu pengumpulan urine. vi. Kandung kemih (bladder) Merupakan sebuah kantung yang terdiri atas otot halus yang berfungsi sebagai penampung air seni (urine). Ganti sarung tangan kalau diperlukan. Kenakan sarung tangan nonsteril. dan handuk untuk membersihkan area perineum untuk klien. v. c. Spesimen tersebut diberi label yang diberi nama klien.Fisiologi usus besar yaitu bahwa usus besar tidak ikut serta dalam pencernaan/absorpsi makanan. Pengumpulan Spesimen Urine Perawat biasanya mengumpulkan spesimen urin untuk pemeriksaan di laboratorium. spesimen tersebut harus segera dikirim ke laboratorium lunak. Eliminasi Urin a. Lepaskan sarung tangan. Ginjal Merupakan organ retropenitoneal (di belakang selaput perut) yang terdiri atas ginjal sebelah kanan dan kiri tulang punggung. iv. Bersihkan urine yang mengenai bagian luar wadah.Selama perjalanan didalam kolon (16 20 jam) isinya menjadi makin padat karena air diabsorpsi dan sampai di rektum feses bersifat padat 2. maka semua zat makanan telah diabsorpsi dan sampai isinya cair (disebut chyme). b. tanggal. 8. Setelah urine terkumpul. iii. dan cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan. ii. Aspek keamanan dan keselamatan yang harus diperhatikan Pengambilan specimen urine: i. lap basah. Ginjal berperan sebagi pengatur komposisi dan volume cairan dalam tubuh. . buang di wadah yang tepat. Berikan sabun.

kemudian urine yang keluar di tengah aliran berkemih ditampung. meletakkan wadah tersebut dalam kantung plastic.dengan tepat waktu untuk memastikan keakuratan hasil pemeriksaan.Setelah spesimen dikumpulkan. Pemeriksaan urin dengan menggunakan teknik ini bertujuan untuk meminimalkan jumlah bakteri yang ada di dalam urin. urinal. Dibawah ini ada cara memberikan pendidikan pasien Pengumpulan Spesimen Clean-Cath Midstream Urin 1. atau pispot. 2. perawat menutup spesimen sampai rapat. Adapun cara pengumpulan spesimen urine tersebut ada empat macam. Spesimen acak Spesimen yang diambil secara acak ini digunakan untuk pemeriksaan urinalisis atau mengukur berat jenis.Hilangkan semua bekas sabun dengan kapas yang dibasahi air.Kemudian klien berkemih pada wadah yang bersih.Urine yang dikumpulkan hanya 120 ml untuk pemeriksaan yang akurat.Aliran awal urine membersihkan atau membilas bakteri yang berada di orifisium dan meatus uretra. Untuk pasien wanita . b.Kemudian kumpulkan bagian berikutnya ke dalam botol steril yang bermulut lebar atau tabung gelas yang berdiameter besar dengan dilindungi oleh tutup yang steril. kemudian klien mulai mengeluarkan urine dan urine yang pertama kali keluar dibiarkan terbuang. pH.Urin yang pertama kali keluar di buang. kemudian di bawa ke laboratorium.Cara pengambilan spesimen ini dapat dikumpulkan dari urine klien saat berkemih secara alami. yaitu : a. Teknik yang digunakan adalah dengan teknik steril.Tahap pertama yang harus dilakukan adalah membersihkan bagian genetalia eksterna yang benar. Untuk pasien Laki-laki Buka glans penis dan bersihkan daerah di sekitar meatus dengan sabun. Spesimen midstream atau pengeluaran bersih Spesimen tipe ini dibutuhkan untuk pemeriksaan kultur dan sensitivitas urine. membersihkan urine yang masih ada di bagian luar wadah. atau kadar glukosa dalam urine secara spesifik.Urin yang terakhir keluar jangan dimasukkan karena sekresi prostat dapat masuk ke dalam urin pada urin yang terakhir.

Waktu pengumpulan ini dimulai setelah klien berkemih.Kemudian klien mengumpulkan semua urine yang dikeluarkan pada waktu yang telah ditentukan. Urinalisis Urinalisis merupakan pemeriksaan rutin pada sebagian besar kondisi klinis. sel darah putih. Spesimen steril Metode lain untuk memperoleh spesimen urin adalah dengan cara mengambilnya dari kateter menetap. atau 24 jam.Pisahkan kedua labia agar orifisium uretra tidak terhalang. Hilangkan semua bekas sabun dengan kapas yang diberi air dari depan ke belakang. . tes unuk memeriksa keberadaan protein. silinder. tetapi urin yang pertama kali keluar jangan ditampung. Dalam pemeriksaan urine mencakup : observasi warna dan kejernihan urine. Macam Macam Pemeriksaan Urin Menurut Potter & Perry ( 1998 ) di dalam Fundamentals of Nursing. Pertahankan labia agar tetap terpisah dan lakukan urinasi dengan kuat. d. bau. dan pemeriksaan mikroskopik sedimen urine sesudah melakukan pemusingan untuk mendeteksi sel darah merah. 12. glukosa dan badan keton dalam urine. Usap bagian perineum dari depan ke belakang. II. macam macam pemeriksaan urine: a.Bersihkan bagian meatus urinarius dengan menggunakan spons yang dibasahi dengan sabun cair. kristal. pus dan bakteri. pengukuran keasaman dan berat jenis urine. Tindakan memasang kateter sampai pengambilan spesimen urin dilakukan dengan teknik steril.Setelah memperoleh spesimen. atau pemeriksaan jumlah protein. Spesimen urin pada waktu tertentu Ada beberapa pemeriksaan fungsi ginjal dan komposisi urin seperti mengukur kadar steroid atau hormone adrenokortikoid. memerlukan pengumpulan urine dengan interval waktu 2. Kumpulkan bagian tengah urin yang keluar dan pastikan bahwa tempat untuk mengumpulkan spesimen urin tersebut tidak mengenai alat kelamin c. perawat memindahkan urine ke dalam sebuah wadah steril dengan teknik aseptik steril.

dan leukosit. Warna urin dinyatakan dengan tidak berwarna. merah. coklat. bau dan pH urin.Pengukuran volume urin yang dikerjakan bersama dengan berat jenis urin bermanfaat untuk menentukan gangguan faal ginjal. R. Berat jenis urin Berat jenis urin adalah berat atau derajat konsentrasi suatu substansi yang dibandingkan dengan air dalam volume yang sama. kuning. Pemeriksaan urinalisis dipstick adalah metode pemeriksaan yang cepat bagi skrining pasienpasien simtomatik untuk mendeteksi substansi tertentu yang mencakup hemoglobin. kuning muda.Pemeriksaan terhadap warna urin mempunyai makna karena kadang-kadang dapat menunjukkan kelainan klinik. Agar dapat melakukan proses skrining dengan cepat perawat dapat melaksanakan urinalisis menggunakan strip reagen khusus. Selain dengan urinometer. Hasil kultur urin dapat mengusulkan perubahan pada pilihan obat. Dharma di dalam buku Cermin Dunia Kedokteran. lebih baik sebelum 2 jam setelah urin ditampung. Urin yang akan diperiksa ini harus merupakan urin pertama yang dikeluarkan pada pagi hari. kuning tua. pemeriksaan urin di bagi menjadi dua macam.urinometer yang berat di celup dan diputarkan secara perlahan ke dalam silinder yang berisi air. hijau. protein. warna. putih susu dan . Menurut dr. Untuk mengukur berat jenis urin ini menggunakan teknik urinometer dengan cara spesimen urin dituangkan ke dalam sebuah silinder khusus yang bersih dan kering. Hal ini dilakukan untuk mengobservasi perubahan warna dalam waktu yang ditetapkan dalam kemasan strip tersebut. kejernihan. R. ter osmolaritas juga dapat dilakukan untuk mengukur jumlah total artikel yang ada di dalam larutan secara akurat. dr. Tes kultur urin ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada pertumbuhan bakteri atau tidak. c. S. dr. mikroskopik dan kimia yang meliputi pemeriksaan protein dan glukosa. kuning bercampur merah. Immanuel.Spesimen urin ini harus diperiksa sesegera mungkin. Pemeriksaan rutin Dalam pemeriksaan urin ini dilakukan dengan pemeriksaan makroskopik. keton. Pemeriksaan makroskopik ini yang diperiksa adalah volume. Kultur urin Kultur urin membutuhkan sampel urin steril yang diambil dengan cara pengeluaran bersih. Pemeriksaan Makroskopik. b. Wirawan. berat jenis. yaitu : pemeriksaan rutin dan lengkap a.

glukosa.Yang dimaksud dengan pemeriksaan mikroskopik urin yaitu pemeriksaan sedimen urin.0 Ehrlich unit per dl urin. dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu dengan memakai falling drop. Pemeriksaan lengkap Pemeriksaan urin lengkap adalah pemeriksaan urin rutin yang dilengkapi dengan pemeriksaan benda keton. b. keton. Pemeriksaan mikroskopik.sebagainya. bilirubin. Biasanya urin segar pada orang normal jernih. Pemeriksaan bilirubin dalam urin berdasarkan reaksi antara garam diazonium dengan bilirubin dalam suasana asam. darah.1. tetapi cara ini kurang peka untuk aseton dan tidak bereaksi dengan asam beta hidroksi butirat. urobilinogen. urobilinogen dan nitrit. agak keruh.Dalam pemeriksaan kimia ini digunakan alat yaitu reagens pita. Urin yang dipakai ialah urin sewaktu yang segar atau urin yang dikumpulkan dengan pengawet formalin.Ini penting untuk mengetahui adanya kelainan pada ginjal dan saluran kemi serta berat ringannya penyakit.1 -. Dalam keadaan normal kadar urobilinogen berkisar antara 0. menggunakan pikno meter. Dalam keadaan normal tidak terdapat nitrit dalam urin Pemeriksaan Urin yang lain : 1. Pemeriksaan benda keton dengan reagens pita ini dapat mendeteksi asam asetoasetat lebih dari 5--10 mg/dl. Pemeriksaan kanker urothelial(UROTHELIAL CANCER TESTS) . Dalam keadaan normal tidak terdapat darah dalam urin. Pemeriksaan berat jenis urin bertalian dengan faal pemekatan ginjal. bilirubin. Kejernihan dinyatakan dengan salah satu pendapat seperti jernih. adanya darah dalam urin mungkin disebabkan oleh perdarahan saluran kemih atau pada wanita yang sedang haid Dalam keadaan normal urin bersifat steril. keruh atau sangat keruh. yang menimbulkan warna biru atau ungu tua Pemeriksaan urobilinogen dengan reagens pita perlu urin segar. protein. Pemeriksaan kimia urin. gravimetri.Reagens pita ini dapat dipakai untuk pemeriksaanpH. Adanya bakteriura dapat ditentukan dengan tes nitrit. refraktometer dan reagens pita. darah samar dan nitrit.

tonus otot . Pemeriksaan Hormon Tes untuk kelainan pada sekresi hormon adrenal penting dalam pemeriksaan pasien yang diduga tumor adrenal.cara pengosongan dan pola pemasukan cairan . Kaji factor.Kaji factor-faktor yang berhubungan .- Sitologi urin (Urine cytology).Pheochromocytoma dan neuroblastoma dapat dideteksi dengan mengukur ekskresi asam vanillylmandelic.kemampuan fungsional . dan waktu pengumpulan urine. Hal-hal penting yang harus diperhatikan bagi perawat dalam melakukan tindakan Data subjektif 1. - Tes TRAK.factor yang berhubungan - Adanya factor-faktor risiko Kemampuan fungsional Hambatan lingkungan 10. Kaji batasan karakteristik - Masalah pengontrolan urin Riwayat gejala Inkontinensia ( dewasa ) Enoresis ( anak ) 2. Hal-hal penting yang harus dicatat setelah tindakan Spesimen tersebut diberi label yang diberi nama klien.antigen tumor kandung kemih (Bladder tumor antigen-TRAK test).pancaran urin . Untuk mendeteksi adanya tumor pada kandung kemih atau tidak - Matriks protein nuklir 22 (Nuclear matrix protein 22) 2. Pemeriksaan batu konstituen (STUDIES OF STONE CONSTITUENTS) 9.kaji batasan karakteristik .   UANTICYT System Data objektif 1.urin 2.kandung kemih . tanggal.kemampuan kognitif .refleks-refleks . Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengawasan kandung kemih dari adanya kanker.

.( 1997 ). ( 1999 ). Patricia A. Fourth Edition. & Ladner. C. S. Process. Fundamentals of Nursing : Concepts. Proses. & Perry. Griffin Anne. Frances. 2 nd ed. and Practice.Jakarta : EGC Potter. New York : Lippincott Potter. P. A Manual of Laboratory & Diagnostic Tests. Fundamental of nursing: Standart and practice. Patricia A. Lousiana: Delmar/ Thompson Learning.Missouri : Mosby DeLaune. Fundamental Keperawatan : Konsep.( 2005 ). Griffin Anne. & Perry.dan Praktik. K. (2002). Edisi 4.Fischbach.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful