MENDONGENG SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENULIS DI SEKOLAH DASAR Oleh Nur Rahmah Oktafiani

I.PENDAHULUAN Kegiatan belajar mengajar merupakan suatu proses kegiatan yang menyebabkan guru dan murid melakukan suatu kegiatan bersama-sama atau bekerja sama dan berinteraksi untuk mencapai tujuan pembelajaran. Agar tujuan pembelajaran ini tercapai maka seorang guru harus mampu mempersiapkan komponen-komponen penunjang pembelajaran, mulai dari menjabarkan kurikulum hingga membuat skenario pembelajaran di kelas. Penjabaran tujuan ini harus sesuai dengan karakteristik siswanya, agar tercipta pembelajaran yang menyenangkan dan dapat diserap siswa dengan optimal. Untuk mengoptimalkannya guru harus dapat memilih media yang dapat diintegrasikan dalam kegiatan pembelajarannya. Pembelajaran dengan mengintegrasikan media dianggap lebih efektif dibandingkan dengan tanpa mengintegrasikan media, apalagi pada tingkat pendidikan dasar. Namun, amat disayangkan pada saat ini masih banyak guru yang belum mengintegrasikan media pendidikan dalam proses belajar mengajar mereka. Pengajaran yang menyenangkan dengan media yang tepat, selain dapat membantu siswa dalam memahami suatu pesan, dianggap dapat merangsang kemampuan berbahasa siswa. Dengan penyajian yang menarik dan langsung akan memberikan stimulus yang positif sehingga siswa dapat mengungkapkan kembali dengan sistematis sesuai dengan apa yang didengar, dilihat, dan dirasakan. Beberapa hasil penelitian LIPI menunjukkan bahwa pengajaran yang paling disenangi siswa jenjang pendidikan dasar adalah mendongeng. Mendongeng yang disertai dengan media akan membantu pemahaman siswa. Ketika seorang guru mendongeng biasanya siswa akan mengoptimalkan alat pendengarannya, pengelihatannya dan perasaannya agar pesan yang disampaikan guru dapat ditangkap dengan baik. Berdasarkan latar belakang tersebut penulis tertarik untuk mendapatkan data empiris

sekaligus dapat merangsang pikiran. dan minat siswa selama proses belajar berlangsung. Namun sebelum menyampaikan sebuah dongeng. Pada umumnya dongeng merupakan cerita khayalan sehingga mampu mengajak anak untuk berimajinasi. Hal ini dikarena isi dongeng yang menarik bagi anak. perasaan. II. dongeng jenis ini biasanya digemari oleh anak perempuan. pada kesempatan yang tepat. Selain itu. 2. dan di masyarakat luas kegiatan mendongeng sering dilakukan oleh orang-orang yang memiliki ketertarikan terhadap perkembangan jiwa anak dan sastra anak.MENDONGENG DALAM PEMBELAARAN SASTRA 2. pendengaran. Dengan mengintegrasikan media.tentang pemanfaatan mendongeng sebagai media pembelajaran siswa di sekolah dasar. di sekolah dilakukan oleh guru. dongeng merupakan cerita yang berfungsi untuk menghibur pembaca atau pendengarnya. mendongeng dapat dilakukan oleh orang tua. . Contoh lain misalnya dongeng seorang putri. Misalnya dongeng fabel. seorang pendongeng dapat mengoptimalkan pesan yang terkandung dalam sebuah cerita. anak akan berkhayal seolah-olah mereka ada di dunia hewan dan bercakap-cakap dengan hewan yang ada dalam cerita tersebut. Kedua nilai inilah yang akan meresap dan berkembang dalam diri anak secara alami. Nilai-nilai tersebut yaitu nilai keindahan dan nilai moral. seorang pendongeng harus dapat memilahmemilih dongeng yang sesuai dengan usia penyimaknya. dan dengan mengintegrasikan sebuah media dalam penyampaiannnya. Oleh karena itu para pendongeng tahu benar bahwa dongeng dapat memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai hidup dan kehidupan. Oleh karena itu dongeng sebaiknya disampaikan kepada anak-anak dalam suasana yang penuh kehangatan.1. misalnya di rumah. penglihatan.1 DONGENG SEBAGAI KARYA SASTRA Dongeng merupakan karya sastra yang dekat dengan dunia anak. ceritanya mampu memberikan inspirasi bagi mereka untuk memakai gaun seolah-olah mereka menjadi putri yang ada dalam dongeng tersebut.1 MENDONGENG DAN ALIRAN MENDONGENG Kegiatan mendongeng dapat dilakukan oleh siapa saja.

Selain itu. dan sebagainya. Seni dongeng tradisional. Mendongeng dan Minat Membaca (Jakarta: Pustaka Tangga. dan biasanya digelar dalam setting tradisional. mereka dapat membuat wayang dari bahan lain seperti kertas transparan. dan di beberapa daerah di Pasifik dan Afrika. 2004: 121-124). Selain itu juga seni dongeng kontemporer ini berusaha untuk membangkitkan dan mendayagunakan kembali tradisi yang telah ada. waktu pementasan. melainkan media yang telah lama ada dan merupakan tradisi suatu masyarakat yang kemudian dihidupkan dan dikembangkan kembali. Pellowski juga menggunakan tradisi dongeng tali yang ditemukan pada kebudayan Inca. Dapat kita pahami bahwa wayang bukanlah media yang baru diperkenalkan. 2004). Seni dongeng kontemporer sering disebut mendongeng saja. ada alat yang dibunyikan sebagai pengiring cerita. Kemudian ada juga tradisi dongeng gambar yang ditemukan pada kebudayaan masyarakat Walbiri dan 1 M. misalnya pendongeng yang ingin menggunakan wayang. saputangan. bahanbahan yang digunakan tidak terikat pada pakem-pakem tertentu seperti. Anne Pellowski yang dikenal dengan julukan pendongeng revival. adanya musik pengiring. . pasir lembut di atas projektor. yaitu menyampaikan pesan dengan bantuan media. Prinsip dasarnya sama dengan seni dongeng tradisional. hlm 123. Jadi para pendongeng dapat memodifikasinya tergantung pada kreativitas pendongeng dan sesuai dengan bahan yang ada.2 Dalam seni mendongeng kontemporer berbagai alat dapat digunakan. biasanya pembawa cerita dikenal dengan sebutan dalang. kertas. yaitu pendongeng yang mempelajari dan membangkitkan cerita yang bukan berasal dari kebudayaan sendiri. 1 (Bunanta. 121-124. misalnya dengan menggunakan wayang atau permainan. 2 Ibid. Selain wayang. Pendongeng tradisional biasanya mengintegrasikan suatu media atau teknik dalam menyampaikan pesan ritualnya. seni dongeng tradisional (traditional storytelling) dan seni dongeng kontemporer (contemporary strorytelling). Yang bercerita tidak disebut dalang tetapi pendongeng. dan bahan yang digunakan. tali. Buntana. hlm.Ada dua aliran yang dikenal dalam dunia dongeng. kertas origami. Metode seni dongeng kontemporer ini dipelajari dan dipelopori oleh Dr. Kegiatan mendongeng sekarang ini diadakan pada kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan hari anak atau hari pendidikan. misalnya pada upacaraupacara ritual.

Guru yang . Skema Faktor yang Mempengaruhi Proses Belajar Mengajar Enviromental Input Raw Input Learning-Teaching Proses Output Instrumental Input Sumber: Iskandarwassid. Proses belajar mengajar sendiri didukung oleh faktor-faktor lain seperti. instrument (instrumental input) dan proses belajar mengajar (learning-teaching process). dan faktor instrumen seperti kurikulum. Australia. fasilitas dan banyak lagi.Ananda.2 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEGIATAN PEMBELAJARAN Dalam poses pembelajaran di sekolah banyak faktor yang mempengaruhi proses dan hasil pembelajaran yaitu faktor internal dan eksternal. 2. faktor lingkungan seperti lingkungan sosial-budaya dan alam. Menurut Iskandarwassid. tradisi ini ditemukan pada kebudayan Jepang yang dikenal dengan sebutan Kamishibai. Selain hal tersebut di atas yang penting dalam proses belajar mengajar adalah kehadiran guru yang berkualitas. Selain kedua tradisi mendongeng. ada juga tradisi dongeng dengan gambar yang dibuat dari guntingan kertas. pendongeng mendongeng sambil menggunting kertas. 2004: 4 Dari skema tersebut tergambar jelas bahwa proses belajar mengajar mempengaruhi hasil belajar. kualitas atau pengetahuan awal siswa. faktor yang faktor mempengaruhinya: siswa (raw input). faktor lingkungan (environmental input).

10. Mampu memotivasi siswa untuk belajar bahan ajar. Mampu mengadministrasikan bahan ajar dan kemajuan belajar siswa.1990:21). Mampu mengikuti cara berpikir siswa. 6. dapat mengerjakan dan menerapkan dalam kehidupan siswa sehari-hari. Model mengajar tidak hanya memilki makna deskriptif dan . 7. 2. mengajar adalah suatu proses tempat pengajar menciptakan lingkungan yang baik. Mampu mengadakan interaksi dengan siswa. Mampu mengidentifikasi bekal awal (pengetahuan dan keterampilan) siswa. 4. Untuk menentukan model yang dianggap tepat sangatlah sulit. Kesebelas kompetensi dasar digambarkan seperti berikut ini.berkualitas adalah guru yang dapat memahami dan menguasai kompetensi keguruan yang telah disepakati secara umum. 8. 3. mengatur materi pengajaran dan memberi petunjuk kepada pengajaran di kelas dalam setting pengajaran ataupun setting lainnya (Dahlan. Mampu memilih dan menggunakan media/sumber belajar. Mampu menguasai. Mampu menilai hasil belajar siswa. menjadi 11 Kompetensi Dasar Guru. Mampu mencari dan menemukan informasi yang bermakna bagi siswa. 1.1 MODEL PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Model mengajar dapat diartikan sebagai suatu rencana atau pola yang digunakan dalam menyusun kurikulum. Pada hakikatnya. Menurut Tampubolon (2001: 3) mengklasifikasikan kemampuan dasar yang dijadikan acuan untuk melihat apakah seorang guru memenuhi syarat atau tidak berdasarkan Pendidikan Guru Berdasarkan Kompetensi (PGBK). Model mengajar itu banyak macamnya dan kebaikan dari model mengajar sangat tergantung pada tujuan pengajaran itu sendiri.2. 2. 9. Mampu meningkatkan kemampuan dirinya. agar terjadi kegiatan belajar yang berdaya guna. 5.

sedangkan untuk menulis karangan yang dibawa ke rumah. Selain itu model bermain peran ini dapat melatih daya ingat siswa.kekinian. c. padahal dalam model pembelajaran ini siswa memperoleh tugas belajar dan memiliki tujuan untuk memperoleh data-data yang mereka perlukan dalam melengkapi materi pelajaran yang dirasakan kurang dan tidak mereka dapatkan di sekolah. d. Model Pembelajaran Klasikal Model pembelajaran klasikal adalah penyampaian materi pelajaran kepada sejumlah siswa dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab serta metode tugas belajar. Orang tua siswa banyak yang beranggapan bahwa model pembelajaran dengan model karyawisata hanya untuk bersenang-senang. fasilitas dan lain-lain. yang menjadi kendala terbesar dari model ini adalah biaya dan anggapan dari orang tua siswa. guru. Model Tugas Belajar Metode tugas belajar. seorang guru biasanya mengintegrasikan sebuah media misalnya gambar. akan tetapi juga bermakna prospektif dan berorientasi ke masa depan. biasanya guru hanya memberikan judul karangan. . sehingga kadangkala guru mendapat kesulitan dalam mempraktekkannya. b. metode ini juga dapat diterapkan untuk pelajaran menulis. Berikut ini adalah model-model pembelajaran yang diterapkan pada jenjang pendidikan sekolah dasar. Penerapan model dengan menggunakan metode ceramah dan Tanya jawab ini biasanya digunakan hampir di semua kegiatan belajar mengajar dan di setiap mata pelajaran. Ada beberapa model pembelajaran yang dapat diterapkan di kelas. Model Bermain Peran Model ini dapat diterapkan oleh guru pada materi dramatisasi puisi atau bermain drama. Kekurangan dari model ini adalah waktu yang diperlukan sangat banyak. Model Pembelajaran Karya Wisata Model ini dilakukan hampir di setiap sekolah. Namun pada pelaksanaannya. siswa dapat melatih kemampuan berbicara dan membacanya. a. Ketika siswa diminta menulis karangan narasi di sekolah. Kelebihan dari model ini adalah. Metode-metode belajar yang dipilih sesuai dengan kondisi siswa.

perkembangan dan pemerolehan bahasa berlaku pada siapa saja dimuka bumi ini atau bersifat universal. Ini menunjukkan bahwa bahasa yang dimiliki oleh setiap manusia akan berkembang sepanjang hidupnya.3. Pada masa ini anak dituntut untuk berpikir lebih dalam lagi. Kemampuan berbahasa tulisan meliputi kemampuan membaca dan menulis. Bahasa dapat dikomunikasikan secara lisan maupun secara tulisan. Suatu kegiatan berpikir tidak dapat terjadi tanpa menggunakan bahasa.1 HAKIKAT PERKEMBANGAN BAHASA ANAK Salah satu fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi. kalimat majemuk. Demikian pula pada saat anak memasuki usia taman kanak-kanak. anak dianggap telah memiliki kosakata yang cukup untuk mengungkapkan hal yang dipikirkan dan dirasakannya. Mereka lebih mudah mengungkapkannya dalam bentuk lisan dibandingkan tulisan.2. Kemampuan berbahasa lisan meliputi kemampuan berbicara dan menyimak. Pada usia ini.3 PERKEMBANGAN BAHASA ANAK Setiap anak akan mengalami proses perkembangan dan pemerolehan bahasa sejak lahir. 1996:5) menyatakan bahwa bahasa merupakan dasar bagi pembentukan konsep dan pikiran. Oleh karena itu. Labov dan Fishman menyatakan bahwa semakin tinggi usia seseorang maka semakin banyak kata yang dikuasainya. 2. pikiran. kalimat tanya. dan berbagai bentuk kalimat lainnya. mulai dari lahir hingga akhir hayatnya. mereka dapat berkomunikasi dengan sesamanya melalui bentuk kalimat berita. 2002:50-51) menyatakan bahwa . Piaget (Semiawan. Pola bahasa yang digunakanpun masih merupakan tiruan pola bahasa orang dewasa. seiring dengan bertambahnya usia dan kematangan jiwanya. maupun dalam pelajarannya. ide-ide. Bahasa memiliki korelasi yang kuat dengan kegiatan berpikir. gagasan dan perasaan dituangkan dalam bentuk kata dengan tujuan untuk dipahami oleh lawan bicaranya. Oleh karena itu perkembangan bahasa memiliki keterkaitan dengan perkembangan intelektual anak. Vigatsky (Zuchdi dan Budiasih. anak-anak akan terkondisikan untuk mempelajari bahasa tulis. baik pemahamannya dalam struktur bahasa. Kemampuan berbahasa anakpun mengalami perkembangan. Di saat manusia berkomunikasi lisan. Perkembangan bahasa anak berkembang seiring dengan perkembangan intelektual anak. Ketika anak memasuki usia sekolah dasar.

Pada masa ini anak-anak dapat menghasilkan bunyi-bunyi bahasa dan mulai mengoceh hingga dapat mengucapkan kata-kata sederhana. b) masa pra-operasional (kurang lebih 2 – 7 tahun) masa operasional konkrit (kurang lebih 7 sampai dengan 12 tahun). fase perkembangan bahasa yang dimasuki anak adalah fase fonologis. Cerita yang diungkapkan masih kurang jelas karena plotnya yang tidak runtut.2 PERKEMBANGAN PRAGMATIK Perkembangan pragmatik merupakan fase paling penting dalam perkembangan bahasa anak pada usia sekolah. pada masa sensorimotor. Berkaitan dengan perkembangan bahasa. Umumnya plot yang terdapat dalam cerita masih . dan lalu. Pada fase operasional. c) masa abstrak (kurang lebih 17 tahun ke atas). Pada saat anak-anak memasuki kelas dua sekolah dasar diharapkan anak-anak dapat bercerita dengan menggunakan kalimat yang lebih panjang dengan menggunakan konjungsi: dan. fase kebahasaan anak yang dimasuki adalah fase semantik. fase kebahasaan yang dimasuki anak adalah fase sintaktik. Anak memiliki kemampuan gramatik berupa berbicara dalam bentuk kalimat. misalnya lingkungan tempat mereka tinggal.3. dan dari. Pada umumnya cerita yang mereka hasilkan adalah cerita yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. ke. 2.perkembangan intelektual anak yang ditandai dengan perkembangan kognitif ditandai dengan: a) masa sensorimotorik (0 s/d kurang lebih 2 tahun). Pada usia ini sebaiknya kemampuan bercerita anak diasah agar mereka dapat dengan leluasa mengungkapkan pikiran dan perasaannya yang terungkap dalam bentuk cerita. perkrmbangan pragmatik sangat memungkinkan bagi anak untuk menjadi komunikator yang lebih efektif karena kemampuan kognitifnya mengalami peningkatan. Dalam fase ini anak dapat membedakan kata sebagai simbol dan konsep yang terkandung dalam kata. Pragmatik tidak lain adalah penggunaan bahasa. Anak-anak pada usia lima sampai dengan enam tahun memiliki kemampuan dalam menghasilkan cerita. Pada periode pra-operasional. dan kata depan: di. Pada masa usia sekolah.

Karya tulisnya lebih baik dari pada usia sebelumnya. dan menyelesaikan masalah. gaya bahasa. Anak-anak belajar menulis berkaitan dengan kebutuhan membaca.”. biasanya akan dari melenturkan tangan dengan cara mengasah motorik halusnya bisa dengan menggambar bentuk lingkaran atau garis. mulai terjadi peubahan di mana mereka mulai memperhatikan reaksi pembaca. 2.4 PERKEMBANGAN KOSAKATA ANAK Perkembangan kosakata anak erat hubungannya dengan kegiatan membaca.” dan di akhir cerita menggunakan “Akhirnya …. Untuk memudahkan pengajaran menulis hendaknya.3 PERKEMBANGAN MENULIS Dalam perkembangan keterampilan menulis. Dalam tahapan pembelajaran menulis di sekolah. Pada saat anak berusia enam tahun. rencana pemecahan masalah. mereka dapat menggunakan kalimat pembuka dan penutup cerita.belum jelas. Anak-anak pada usia ini kurang memperhatikan pembaca. Pelatihan perlu dilakukan agar anak dapat mengungkapkan kejadian secara kronologis. Mereka dapat menyusun cerita dengan cara mengemukakan masalah. Dilanjutkan dengan membentuk huruf-huruf. keterkaitan setiap paragraf mulai diperhatikan. Membaca sebuah karya . Pada saat mereka berusia delapan sampai sembilan tahun. 2. Hal ini dapat dilihat dari cara anak tersebut mengungkapkan sesuatu secara lisan maupun tulisan. Anak yang senang membaca akan memiliki jumlah kosakata yang banyak. Selain itu anak sudah dapat menemukan tokoh yang dapat mengatasi masalah yang ada dalam cerita yang dibaca atau didengarnya.3. Pengenalan huruf pada kata-kata yang dikenal anak akan memudahkan anak dalam mengenal huruf yang berbeda dalam melambangkan bunyi. misalnya dengan menggunakan “Pada suatu …. anak kurang memperhatikan ejaan dan tanda baca. Pada usia delapan tahun. kata-kata yang dijadikan bahan tulisan merupakan kata-kata yang dikenal dan dipahami anak. ejaan.3. Pada saat anak memasuki usia tujuh tahun. anak dapat membuat cerita yang lebih teratur. alur cerita. Pemilihan kata atau diksi. anak-anak mulai menulis huruf yang dirangkaikan dengan huruf lainnya. Hal ini merupakan suatu yang lazim terjadi.

Perlu adanya sosialisasi pemanfaatan media mendongeng dalam pengajaran bahasa di sekolah dasar. Kemampuan guru dalam menggunakan media mendongeng ditunjang oleh kemampuan mendongeng guru. misalnya saja ungkapan yang terkait dengan yang dilihat. pendidikan pada sekolah dasar merupakan hal yang paling penting. 214. dari sekolah dasarlah dibentuk dasar-dasar berpikir siswa untuk kedepannya. Prinsip-prinsip Dasar Sastra (Bandung: Penerbit Angkasa. Adanya pencerahan tentang media pendidikan bagi guru. 3 H.Tarigan. Segala hal yang diungkapkannya tersebut merupakan refleksi dari apa yang dia dapatkan oleh penginderaannya. 1984) hlm. . Karena.Kosakata yang digunakan dalam karya sastra anak biasanya berupa kata-kata imajinatif yang dapat merangsang daya imaji anak sehingga anak dapat menyerap kata tersebut dengan optimal. dirasakan atau yang dibacanya. Manfaat karya sastra adalah untuk memahami arti hidup dan kehidupan serta manusia dan kemanusiaan. Penguasaan kosakata yang banyak dapat dilihat juga dari cara anak mengungkapkan pengalaman hidupnya. didengar. agar dapat memperbaharui atau memvariasikan model-model pembelajaran di dalam kegiatan belajar-mengajar di kelas. Simpulan yang diambil dari penelitian tersebut adalah sebagai berikut ini. Hal ini diperkuat dengan manfaat dari karya sastra itu sendiri. maka dapat ditarik beberapa simpulan. Guru mampu menggunakan media mendongeng dan juga mampu menyampaikan pesan dengan menarik. III. khususnya bagi guru sekolah dasar.SIMPULAN Setelah menganalisis data-data yang mendukung artikel ini dan mendapatkan temuantemuan empiris. Materi yang disampaikan dapat terserap dengan optimal.sastra dapat membangun dan meningkatkan jumlah kosakata pada setiap pembacanya. 3 Karya sastra dianggap potensial untuk menambah kosakata dibandingkan bacaan lainnya. Setiap orang yang membaca karya sastra harus memiliki kosakata yang memadai untuk memahami dan menikmati karya sastra tersebut.

Rivai.net/artikel/dongeng/. Lembaga Pengembangan Insani. M. 1984. 2006. Kongres. 1984. Bandung: PT. H. Dipenogoro. M. Psikologi Perkembangan. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas Tinggi. Prinsip-prinsip Dasar Sastra. Tersedia: http://www. A. .id/makalah// Desmita. “Anak dan Minat Budaya: Di Manakah Usaha dan Tanggung Jawab Kita?”. 2004. 1999.go.lpi-dd. Tarigan. 2005. Dkk. Bandung: Penerbit Angkasa. Rofi’uddin. Jakarta: Depdiknas. Bahasa dan Sastra dalam Gamitan Pendidikan. “Mendongeng. Rusyana. Bandung: CV. Bunanta. Bandung: LPP BPP IKIP Bandung. Mendongeng dan Minat Membaca.DAFTAR PUSTAKA Bunanta. Y. Buku.budpar. Remaja Rosdakarya. Membangun Karakter Anak Tercinta”. Tersedia: hppt// www. A. Jakarta: Pustaka Tangga. 2006. Apa dan Mengapa Media Pendidikan. 1978.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful